BAB I PENDAHULUAN

Tinjauan Mengenai Lipid

Lipid merupakan komponen organik yang umumnya tidak larut di dalam air. Di dalam tubuh, lipid berfungsi sebagai sumber cadangan energi, komponen struktur sel, sintesis hormon dan salah satu perlindungan tubuh. Kolesterol, trigliserida dan fosfolipid merupakan komponen lemak utama yang ditranspor sebagai kompleks dengan apoprotein membentuk lipoprotein. Lipoprotein merupakan suatu makromolekul berbentuk bola dan bagian dalamnya terdiri dari lemaklemak netral seperti trigliserida dan kolesterol ester, sedangkan permukaannya yang bersifat polar terdiri dari apoliporotein, fosfolipid dan kolesterol bebas. Adanya komponen polar inilah yang menyebabkan lipoprotein dapat larut dalam plasma. Apolipoprotein merupakan lemak dengan protein spesifik yang berfungsi dalam metabolisme lemak. Fungsi apolipoprotein berbeda-beda tergantung jenisnya, seperti terlihat pada tabel 1. Tabel 1 Jenis dan Fungsi Apolipoprotein(1) Apolipoprotein Apo A-I Apo A-II Fungsi Komponen struktural HDL, aktivator/kofaktor LCAT Komponen struktural HDL, aktivator hepatik lipase dan/atau menghambat LCAT Apo B-100 Apo B-48 Apo C-I Komponen struktural VLDL, IDL, LDL, ligan untuk reseptor LDL Komponen struktural kilomikron Aktivasi LCAT

1

Apo C-II Apo C-III Apo E Apo (a)

Aktivasi lipoprotein lipase (LPL) Inhibisi LPL, aktivasi LCAT, inhibisi uptake kilomikron dan VLDL remnant Ligan untuk reseptor Apo E hepatik dan reseptor LDL selular Mirip plasminogen, antifibrinolisis

Lipoprotein diklasifikasikan berdasarkan densitasnya (kepadatan) yang ditentukan oleh kandungan lemak dan protein. Jenis lipoprotein dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Jenis lipoprotein(2) Lipoprotein Densitas (g/mL) Kilomikron < 0,940 Apolipo protein B-48 Konstituen lemak utama Trigliserida Usus Mengangkut lemak menuju hati VLDL LDL 0,9401,006 1,0061,063 HDL 1,0631,210 A-I B-100 B-100 Trigliserida Kolesterol ester Fosfolipid Usus, hati Hati Hati Diuraikan menjadi LDL Mengangkut kolesterol ke sel-sel tubuh Mengangkut kolesterol menuju hati Sumber Fungsi

a. Kilomikron Kilomikron dibentuk di mukosa usus, berperan dalam transpor lemak dari usus ke hati. Komponen utama kilomikron adalah trigliserida, sedangkan apolipoprotein dominan sebelum kilomikron masuk ke sirkulasi adalah Apo B-48, Apo A-I, Apo A-II, dan Apo A-III.

2

Kilomikron meninggalkan usus melalui sistem limfatik dan masuk ke sistem sirkulasi melalui vena subclavian kiri. Di dalam pembuluh darah, kilomikron berikatan dengan Apo C-II dan Apo E dari HDL plasma. Di dalam kapiler jaringan adiposa dan otot, asam lemak yang terdapat dalam kilomikron dilepaskan dari trigliserida melalui aktivitas lipoprotein lipase (LPL) yang terdapat di permukaan sel endotel. Sebagian fosfolipid, Apo A dan Apo C ditransfer ke HDL. Kilomikron hasil penguraian oleh LPL disebut kilomikron remnant, mengandung kolesterol, Apo E dan Apo B-48 yang akan berikatan dengan reseptornya di hati.

b. Very Low Density Lipoprotein (VLDL) VLDL dibentuk di hati, berperan dalam transpor trigliserida ke berbagai jaringan di dalam tubuh. Komponen VLDL terdiri dari trigliserida, kolesterol bebas, kolesterol ester, fosfolipid dan apolipoprotein (Apo B-100, Apo C-I, Apo C-II, Apo C-III dan Apo E). Bagian asam lemak dari VLDL dilepaskan ke jaringan adiposa dan otot melalui cara yang sama dengan kilomikron. Aktivitas LPL mengubah VLDL menjadi IDL dan VLDL remnant, dimana IDL akan berubah menjadi LDL.

c. Low Density Lipoprotein (LDL) LDL dibentuk dari IDL yang kehilangan sebagian trigliseridanya akibat aktivitas LPL, berperan dalam transpor kolesterol ke berbagai jaringan di dalam tubuh. Komponen LDL terdiri dari kolesterol bebas, kolesterol ester, fosfolipid, trigliserida dan Apo B-100 sebagai apolipoprotein utama. LDL masuk ke dalam sel melalui proses endositosis yang diperantarai oleh reseptornya. Proses ini terjadi terutama di hati, adrenal dan jaringan adiposa. Di dalam sel, apoprotein diuraikan oleh enzim lisosom dan kolesterol ester dihidrolisis oleh enzim netral cholesterol esters hydrolase (NCEH) menjadi kolesterol bebas. d. High Density Lipoprotein (HDL)

3

Di hati.2 Metabolisme Dan Transpor Lipoprotein Metabolisme lipoprotein terjadi melalui dua jalur. berperan dalam transpor kolesterol menuju hati. 4 . fosfolipid.HDL disintesis di hati dan usus halus sebagai partikel yang kaya protein. kolesterol ester dihidrolisis menjadi kolesterol bebas. Jalur eksogen terjadi di mukosa usus halus melalui pembentukan kilomikron. HDL2 juga dapat dibentuk dari katabolisme kilomikron dan VLDL. kolesterol ester dari kilomikron remnant dihidrolisis menjadi kolesterol bebas oleh enzim NCEH dan di dalam lisosom diubah kembali menjadi kolesterol ester oleh enzim ACAT. kemudian diuraikan oleh LPL di sel endotelial pembuluh darah menjadi kilomikron remnant. HDL2 dapat dikonversi kembali menjadi HDL3 oleh enzim hepatik lipase dan transfer kolesterol ke hati. Kolesterol ester yang berasal dari makanan diabsorpsi oleh mukosa usus dalam bentuk kolesterol bebas. Kilomikron meninggalkan usus ke dalam sistem sirkulasi. Kolesterol ester bergabung dengan trigliserida membentuk VLDL. HDL terdiri dari kolesterol bebas. Apo A dan kolesterol ester ditransfer ke HDL. Kolesterol bebas dibawa ke permukaan membran sel makrofag dan kemudian ditangkap oleh HDL. trigliserida dan apolipoprotein (Apo A-I. Trigliserida dibawa ke jaringan adiposa dan otot sebagai cadangan makanan. Di dalam makrofag. Apo C. 1. VLDL diubah menjadi IDL oleh LPL dan kemudian menjadi LDL. VLDL kemudian meninggalkan hati dan masuk ke sistem sirkulasi. sedangkan jalur endogen terjadi di hati. kolesterol ester. Di dalam sistem sirkulasi. Apo C. LDL yang teroksidasi difagositosis oleh sel-sel makrofag. Penambahan kolesterol dari jaringan ke HDL3 akan membentuk HDL2. Kolesterol bebas dalam HDL diubah dengan bantuan enzim LCAT menjadi kolesterol ester yang dibawa ke hati. kolesterol bebas diubah menjadi kolesterol ester dengan bantuan enzim ACAT. kilomikron remnant berikatan dengan reseptor LDL di hati. Di dalam sel mukosa usus. yaitu jalur eksogen dan jalur endogen. Kolesterol bebas dalam HDL dan dari jaringan perifer diesterifikasi oleh LCAT menjadi HDL3. sedangkan fosfolipid. Apo C-I. Apo A dan kolesterol ester. fosfolipid. Apo C-II dan Apo E). Kolesterol ester ini kemudian bergabung dengan trigliserida yang berasal dari makanan membentuk kilomikron. IDL dan LDL yang terbentuk di dalam pembuluh darah dapat masuk ke bagian endotel pembuluh darah atau langsung kembali ke hati. trigliserida.

BAB II HIPERLIPIDEMIA 5 .

1 Definisi Hiperlipidemia.2. dan trigliserida. enzim dan transpor protein. konsumsi makanan berkalori tinggi. kolesterol ester. kenaikan kadar trigliserida (disebut hipertrigliseridemia). Tabel 3 Penyebab Hiperlipidemia Primer(1) Jenis Kelainan Hiperkolesterolemia  Hiperkolesterolemia familial Peningkatan kadar LDL IIa Kelainan Lipoprotein Klasifikasi (defek pada LDL reseptor)   Kerusakan APO B 100 familial Hiperkolesterolemeia poligenik Peningkatan kadar LDL Peningkatan kadar LDL IIa IIa 6 . a.2 Etiologi Secara umum penyebab hiperlipidemia adalah faktor genetik. lebih tepat disebut dislipidemia. 2. konsumsi alkohol. serta penurunan kadar kolesterol HDL.Hiperlipidemia Primer Merupakan gangguan metabolisme lipid yang diakibatkan oleh faktor genetik yaitu kelainan gen tunggal yang diwarisi (monogenik) atau kombinasi faktor genetik dan lingkungan sehingga terjadi kelainan (poligenik) pada komponen genetik yang mengatur transfor lipoprotein seperti reseptor. posfolipid. penyakit lain dan pengaruh obat-obatan. mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol. apolipoprotein. adalah Kelainan metabolisme lemak yang ditandai oleh peningkatan dari salah satu atau lebih dari:kolesterol. Kelainan komponen lemak yang utama meliputi kenaikan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (disebut hiperkolesterolemia).

Hipertrigliseridemia  Hipertrigliseridemia familial Peningkatan kadar VLDL IV (sintesis VLDL tinggi. Acetyl Co A ini merupakan prekusor utama dalam biosintesis kolesterol. Sehingga akan menyebabkan produksi VLDL-trigliserida yang berlebihan oleh hati dan adanya pengurangan proses lipolisis pada lipoprotein yang kaya trigliserida. Hiperlipidemia Sekunder Merupakan gangguan yang disebabkan oleh faktor tertentu seperti penyakit dan obat-obatan (Tabel 4). 2. Hipotiroidisme 7 . Diabetus melitus Penderita NIDDM umumnya akan menyebabkan terjadinya hipertrigliseridemia. Beberapa jenis penyakit penyebab hiperlipidemia : 1. Penyebabnya pada glukosa darah tinggi akan menginduksi sintesis kolesterol dan glukosa akan dimetabolisme menjadi Acetyl Co A. katabolisme rendah)  Defisiensi LPL familial Peningkatan kadar VLDL dan Kilomikron Peningkatan kadar VLDL dan  Defisiensi APO C II familial Kilomikron I&V I&V Kombinasi Hipertrigliserida & Hiperkolesterolemia  Hiperlipidemia campuran Peningkatan kadar VLDL & LDL IIb (gangguan konversi VLDL ke LDL)  Disbetalipoproteinemia (defisiensi Apo EIII) Peningkatan VLDL & IDL. LDL normal III b.

Tabel 4 Penyebab Hiperlipidemia Sekunder(1) Penyebab Penyakit Obat-obatan 8 . Hal ini diakibatkan oleh adanya hipoalbuminemia yang akan merangsang hati untuk memproduksi lipoprotein berlebih. 4. 3. 5. karena kurangnya pemakaian energi oleh jaringan perifer akan meyebabkan kelebihan kalori yang dapat merangsang hati untuk menungkatkan produksi VLDL-trigliserida dan peningkatan trigliserida. kerusakan hati yang parah dapat menyebabakan penurunan kadar kolesterol dan trigliserida. sehingga kadar-LDL akan meningkat antara 180-250 mg/dL.Pengaruh hipotiroidisme pada metabolisme lipoprotein adalah peningkatan kadar kolesterol-LDL yang diakibatkan oleh penekanan metabolik pada reseptor LDL. Obesitas Pada orang yang obesitas. Di samping itu. Hepatitis akut juga dapat menyebabkan kenaikan kadar VLDL dan kerusakan formasi LCAT. Sindrom nefrotik Sindrom nefrotik akan menyebabkan terjadinya hiperkolesterolemia. bila penderita ini menjadi gemuk kaqrena kurangnya pemakaian energi oleh jaringan perifer. Gangguan hati Sirosis empedu primer dan obstruksi empedu ekstra hepatik dapat menyebabakan hiperkolesterolemia dan peningkatan kadar foffolipid plasma yang berhubungan dengan abnormalitas lipoprotein. maka kelebihan kalori ini akan merangsang hati untuk meningkatkan produksi VLDL-trigliserida dan menyebabakan peningkatan kadar trigliserida juga.

000. Defisiensi Apoprotein C-11 b. β-bloker.siklosforin. Monoklonal gammathophy: multiple myeloma. secara umum kondisi hiperlipidemia dibagi menjadi hiperlipidemia primer dan hiperlipidemia sekunder. Tabel 5 Klasifikasi Hiperlipidemia primer Kelainan Prevalensi Monogenik 1. Disbetalipoproteinemia 2. lupus erythematosis sistemik.000 1 : 100 9 . resin asam empedu. steroid anabolik. penyakit hati obstruktif. probukol. lymphoma Alkohol. anorexia nervosa. isotretionin. sepsis. diuretik tiazid. inhibitor protease. interperon. sirolimus Hipertrigliseridemia Obesitas. steroid anabolik. glukokortikoid. malnutrisi Non-ISA β-bloker. diabetes melitus. antijamur golongan Azol. isotretionin. tiazid. isotretionin. hepatitis akut. intermiten porphyria akut Progestin. bexaroten HDL rendah Obesitas. mirtazapin. estrogen. sindrom nefrotik. asparaginase. β-bloker. lipodystrophy. progestin 2. mirtazopin. kehamilan.3 Klasifikasi Penyakit Hiperlipidemia Berdasarkan penyebabnya. glukokortikoid.Hiperkolesterolemia Hipotiroidisme. sirolimus. Mutasi Reseptor (Dominan) < 1 : 1. Mutasi apolipoprotein (resesif) a.

Hiperkolesterolemia familial 3. Hiperlipoproteinemia multipel familial Poligenik / sporadik 1. Hiperkolesterolemia 2. Hipertrigliseridemia 2. Defisiensi lecithine-cholesterol acyltransferase (LCAT) Kemungkinan monogenik 1. Tabel 6 Klasifikasi berdasarkan konsentrasi lipoprotein (WHO tahun 1970) Tipe Gangguan LP Kilomikron tinggi LDL tinggi VLDL&LDL tinggi Kilomikron sisa&IDL Istilah Hiperkilomikron emia Hiperkolesterole mia Hiperlipoprotein emia Hiperlipidemia Remnant Kolesterol total Tinggi Tinggi/nor mal Tinggi Tinggi Kolesterol LDL Rendah/nor mal Tinggi Trigliseri da Tinggi Plasma Putih susu Kuning jernih Keruh Keruh Tipe I Tipe IIa Tipe IIb Tipe III Normal Tinggi Rendah/nor mal Tinggi Tinggi 10 . Hipertrigliseridemia 1: 500 < 1 : 100. plasma kolesterol dan plasma trigliserida yang pertama kali diusulkan oleh Fredrickson pada tahun 1967.000 < 1 : 1. yang kemudian diperbaiki menjadi klasifikasi WHO tahun 1970 seperti tampak pada tabel dibawah ini. Mutasi enzim (resesif) a. Defisiensi lipoprotein lipase b.000.000 1 : 500 1 : 300 Ada juga klasifikasi berdasarkan konsentrasi lipoprotein.

ditandai dengan tingginya kadar LDL dan VLDL. hiperkolesterolemia poligenik. Xanthoma pada tipe ini jarang 11 . a. 2 Tipe IIb. Hiperlipoprotein primer disebabkan oleh beberapa kondisi genetik. sedangkan hiperlipoprotein sekunder dapat disebabkan oleh endokrinopati (hipotiroid. kolesterol dan trigliserida dalam darah. Tipe ini merupakan penyakit genetik karena kekurangan enzim lipoprotein lipase atau apo C-II yang merupakan kofaktor untuk aktivitas enzim LPL. diabetes melitus) dan biasanya dapat pulih dengan terapi hormon. hipopituitari. ditandai dengan tingginya kadar LDL di dalam darah tapi kadar VLDLnya normal. Tipe I Tipe I. Penyakit ini disebabkan karena meningkatnya produksi hepatik Apo B (merupakan protein utama pada LDL dan VLDL). sangat jarang.tinggi Tipe IV Tipe V VLDL tinggi Kilomikron& VLDL tinggi Hipertrigliserida endogen Hipertrigliserida campuran Tinggi/nor mal Tinggi Normal Tinggi Keruh Putih susu Normal Tinggi a. sehingga menyebabkan ketidakmampuan pembersihan kilomikron dan VLDL trigliserida dari darah secara efektif. defective apolipoprotein B familial. dikarakteristik dengan tingginya kilomikron dan trigliserida di dalam darah. Tipe II Tipe ini ditandai dengan peningkatan LDL yang dapat merupakan kondisi awal (primer) ataupun kelanjutan (sekunder) dari kondisi hiperlipidemia lainnya. Tipe ini disebut kombinasi hiperlipidemia familial. Tipe ini dapat disebabkan beberapa kondisi genetik yaitu hiperkolesterol familial. Tipe II terdiri atas 2 tipe yaitu hiperlipidemia tipe IIa dan IIb 1 Tipe IIa.

Pada beberapa pasien dapat diakibatkan alkohol dan diabetes.terjadi. Tipe III Karakteristiknya yaitu meningkatnya kadar IDL dan VLDL remnant. Tipe IV e) Karakteristiknya yaitu peningkatan kadar trigliserida plasma yang terkandung di dalam VLDL dan kemungkinan akan berkembang menjadi aterosklerosis. terkait dengan ketidaksempurnaan pembersihan trigliserida eksogen maupun endogen yang tidak sempurna dapat dan ancaman resiko pankreatitis seumur hidup. Kondisi berhubungan dengan abnormalitas toleransi glukosa ( resisten insulin) dan obesitas. Tipe ini terkait dengan abnormalitas pada Apo E (merupakan petanda pengenalan oleh reseptorreseptor sel hati untuk menghilangkan kilomikron remnant) dan ketidaksempurnaan konversi VLDL dalam plasma dan terjadi peningkatan kadar IDL. Tipe V f) Karakteristiknya terjadi peningkatan kadar VLDL dan kilomikron sehingga dapat disebut sebagai hipertrigliseridemia. Abnormalitas pada toleransi glukosa dan hiperurikemia dapat terjadi. a. Kondisi ini dapat pula terjadi pada hipotiroidisme. Kadar kolesterol total normal atau meningkat sedangkan kadar HDL rendah. a. Gangguan ini terjadi lebih awal pada pria dibandingkan pada wanita. a. Tipe ini merupakan gangguan yang jarang terjadi. Penyebabnya terkadang dipengaruhi faktor keluarga. Kadar lipoproteinlipase umumnya normal. tetapi tipe ini ditandai dengan predisposisi CAD (Coronary Artery Disease) prematur. 12 .

4 Prevalensi Menurut WHO negara India merupakan negara terbesar dalam kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung koroner.2. Prevalensi pada wanita lebih besar dibanding pada pria. Menurut National Health and Nutrition Examination Surveys (NHANES) III tahun 2000 Hiperlipidemia merupakan penyakit ketiga terbesar di amerika yang menyebabkan kesakitan dan kematian setelah arthritis dan hipertensi. 13 .

beberapa simptom yang mungkin timbul antara lain: terjadinya pengendapan lemak pada otot dan kulit (xanthoma). Di Indonesia 448 per 100000 orang meninggal akibat PJK yang diakibatkan oleh hiperlipidemia. 14 . bukan merupakan suatu penyakit sehingga tidak ada gejala-gejala klinisnya.5 Manifestasi Klinik Hiperlipidemia atau hiperlipoproteinemia merupakan suatu kondisi.Prevalensi orang kulit putih lebih besar dibanding orang kulit hitam. Pada tahap lebih lanjut. Manifestasi klinik dapat terllihat setelah pemeriksaan klinik di laboratorium. Prevalensi semakin besar seiring berjalannya usia. 2.

xanthoma planar pada telapak tangan. hiperurikemia pada terapi estrogen Eruptive xanthoma pada kulit. diabetes. kurang aktivitas fisik. Tabel 7 Manifestasi Klinik Hiperlipidemia Tipe I II a II b III IV V 2.6 Gejala Sakit perut. Aterosklerosis Menurut WHO. usia. kalsifikasi maupun perubahan pada lapisan medianya. Pada keadaan fisiologis. lipemia retinalis.hepatosplenomegali. tendon.Pada kondisi kadar trigliserida yang sangat tinggi (800 mg/dl atau lebih) dapat menyebabkan pembengkakan hati dan limpa serta simptom pankreatitis seperti sakit perut. pola hidup tidak sehat. uptake LDL pada sel-sel perifer terjadi bila ada reseptor LDL. sakit perut Faktor Resiko Beberapa faktor resiko hiperlipidemia antara lain: a. e. pankreatitis. xanthelasma. Penyakit Jantung iskhemia. h. stress. c. b. f. tuberous xanthoma Planar xanthoma.7 Komplikasi Beberapa komplikasi penyakit yang menyertai hiperlipidemia: F. asupan makanan tinggi lemak jenuh. obesitas. diabetes mellitus. terdapat riwayat hiperlipidemia. lipemia berat Tuberoeruptive xanthoma pada siku dan lutut. pria diatas 45 tahun dan wanita diatas 55 tahun atau postmenopause tanpa terapi estrogen (ERT = Estrogen Replacement Therapy). aterosklerosis didefinisikan sebagai kombinasi dari perubahan intima arteri yang meliputi akumulasi penimbunan lemak dan karbohidrat yang diikuti oleh terbentuknya jaringan fibrosis. Bila reseptor LDL ini kurang maka banyak LDL yang tidak tertangkap oleh 15 . g. obesitas. 2. eruptive xanthoma Xanthoma. xanthelasma. d.

reseptor LDL. Partikel lipoprotein seringklai diikuti oleh unsur pokok dari matriks ekstraseluler khususnya proteoglikan. yang kontak dengan darah. Lapisan adventitia berisi syaraf. Adanya sedikit LDL teroksidasi akan merekrut monosit ke dalam dinding arteri dan mengubahnya menjadi makrofag. • Adhesi leukosit 16 . 3. kadar LDL akan meningkat dan akan lebih lama berada dalam sirkulasi hingga kemungkinan teroksidasi lebih besar. Lipoprotein yang sudah termodifikasi mengakibatkan terjadinya respon pemicu lokal radang yang menandakan terjadinya luka. yang menghubungkan pembuluh dengan lingkungannya. Lapisan intima suatu lapisan tunggal yang terbentuk dari susunan endotel. Pembentukan fatty streak: 1 Arteri yang normal terdiri dari tiga lapisan: 1. konsentrasi dari lipoprotein meningkat sehingga terakumulasi di lapisan intima dari arteri. Makrofag mempunyai potensi yang besar untuk mempercepat oksidasi LDL juga mengubah reseptor yang biasanya memediasi uptake LDL ke dalam dinding arteri menjadi reseptor yang disebut scavenger receptor yang tidak meregulasi kolesterol tersebut. 2. Akibatnya. sel mast. serabut elastis dan kolagen serta pada serabut tersebut terdapat juga sel otot polos. Sekuastresi yang diikuti dengan pemisahan lipoprotein dari beberapa antioksidan di plasma ke intima mendukung terjadinya oksidasi yang menyebabkan perubahan partikel lipoprotein. Fatty streak adalah bercak-bercak yang terdiri dari sel-sel busa berisi lemak yang menumpuk di intima. • Akumulasi oleh partikel lipoprotein Pada keadaan hiperkolesterolemia. Lapisan media terdiri dari lapisan otot polos yang berisi kolagen dan kaya akan matriks ekstraseluler yang elastin. Proses terjadinya aterosklerosis dimulai dengan munculnya fatty streak pada intima. LDL teroksidasi inilah yang sangat aterogenik. berisi sel otot polos yang menyimpan matriks akstraseluler dan dikelilingi oleh serabut kolagen dan serabut elastis.

atau jantung. • Leukosit yang terakumulasi Leukosit yang tinggal sebagai penyusun fatty streak dapat dibagi dan merupakan pertanda bagi reseptor scavenger terhadap lipoprotein yang termodifikasi. termasuk lipoprotein yang termodifikasi. Penyakit Jantung Koroner. Sumbatan tersebut jika terjadi di pembuluh darah di otak dapat menyebabkan stroke dan jika terjadi pada jantung maka dapat menyebabkan PJK. serta jika terjadi 17 . Selama terjadi trombosis. Pada fase selanjutnya.Pada hiperkolesterolemia. plak tebal yang menyumbat penyumbat hingga lubangnya menyempit sampai 30%. dimana streak menebal dengan 2-3% per tahun dan akhirnya dapat terjadi plak aterosklerosis. Baru pada saat itulah muncul gangguan serius dan tergantung dari lokasi penyumbatannya dapat timbul beberapa gejala. ginjal. Penyakit iskhemia ini dapat terjadi di otak. • Leukosit yang berpenetrasi Beberapa sel darah putih bermigrasi ke dalam lapisan intima. Penyaluran darah menjadi sangat terhambat dan kelenturannya sangat berkurang. Hal tersebut merupakn tahapan awal timbulnya luka pada arteri. kemoatraktan sitokin seperti chemokine macrophage chemoattractant protein 1 (MCP-1) yang diproduksi oleh sel-sel di dinding pembuluh akibat respon lipoprotein yang termodifikasi tersebut. oksidasi LDL dan garam kalsium. tapi jika terjadi pengoyakan sel endotel maka pembentukan trombus pada daerah luka dan berakibat pada aktivasi trombosis. Infark Miokardial Plak aterosklerosis akan tumbuh terus secara progresif selama bertahun-tahun. Migrasi leukosit secara langsung kemungkinan ada hubungannya dengan faktor kemoatraktan. Angina Pektoris. adhesi leukosit mononuclear ke endotel luminal terlihat lebih dini. Kerusakan ini dapat berlanjut sampai timbul manifestasi klinik berupa penyakit iskhemia disebabkan terbentuknya sumbatan yang akan menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan. Fase ini dapat berlangsung selama puluhan tahun tanpa gejala. sel-sel radang dan jaringan ikat tertimbun pada fatty streak tersebut yang kemudian diselubungi dengan jaringan otot polos. Fagosit mononuclear akan menangkap lemak dan mengubahnya menjadi sel busa. aterosklerosis bisa tanpa gejala. g.

Dada terasa sesak. Gejala ini dapat terjadi pada saat istirahat jika terjadi penyumbatan pada cabang pembuluh koroner lebih banyak. j. terjadi ketidakseimbangan yang cukup besar antara kebutuhan dan suplai oksigen yang menyebabkan kerusakan jaringan otot jantung yang lebih luas. Kondisi ini dapat berkembang menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dan jantung tidak dapat menyuplai oksigen yang diperlukan oleh tubuh sehingga terjadi kondisi yang disebut gagal jantung. terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen. 18 . Diabetes Mellitus k) Individu dengan diabetes mellitus memiliki kolesterol dan trigliserida plasma yang tinggi. Stroke dan PJK merupakan dua manifestasi klinik yang penting yang menyebabkan kematian tertinggi. Pada angina pektoris. Enzim-enzim pankreas tersebut dapat mencerna organ pankreasnya sendiri (otodigesti).pada ginjal maka akan menyebabkan hipertensi. Buruknya sirkulasi ke sebagian besar organ menyebabkan hipoksia dan cedera jaringan. rasa nyeri yang menyebar sampai pundak dan lengan atas bagian kiri. Oleh karena patologi vaskular maka banyak pengidap diabetes yang mengidap hipertensi. tertekan. Hipertensi j)Aterosklerosis yang disebabkan hiperlidemia dapat mengakibatkan pembuluh arteri menyempit dan kehilangan fleksibilitasnya. i. infark miokardial. atau serangan jantung. Jika terjadi gangguan pada otot utamanya dapat menyebabkan serangan jantung. Pada kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri pada dada kiri. h. PJK mempunyai spektrum mulai dari bentuk asimptomatik hingga ditandai dengan gejala meliputi angina pektoris. Infark miokardial merupakan penurunan fungsi sel otot jantung sebagai akibat kekurangan oksigen sebagai proses lanjut dari penyempitan pembuluh koroner. Hal ini akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan memicu terjadinya hipertensi. Pada kondisi ini. terutama bila melakukan kegiatan. merangsang reaksi peradangan yang berperan menimbulkan aterosklerosis. Pankreatitis i)Hiperlipidemia dapat merangsang secara berlebihan pelepasan enzim-enzim pankreas.

penyakit pembuluh darah perifer. trigliserida. dan standing plasma yaitu keadaan fisis setelah plasma disimpan dalam lemari es selama semalam. densitas dan ukurannya selalu akan berubah.8 Diagnosis Pemeriksaan kadar kolesterol total. atau penyakit pembuluh otak (stroke. sedangkan Apo A-1 dan Apo B tetap akan konstan. Parameter lain yang bisa dijadikan acuan untuk diagnosis adalah Apo A-1. sejarah pankreatitis. kolesterol HDL. Setelah diketahui ketidaknormalam lipid.  Ada atau tidaknya nyeri abdomen. Pemeriksaan lipid pertama-tama dilakukan dengan pemeriksaan kadar kolesterol total. komponen utama yang harus dievaluasi adalah sejarah (usia. Penambahan pemeriksaan Apo A-1. Apo B dan rasio Apo B / Apo A-1 merupakan suatu keharusan dalam pemeriksaan profil lemak seseorang yang berkaitan dengan gangguan metabolisme lemak. iskemia). Ox-LDL. karena jumlah trigliserida dapat meningkat pada individu yang tidak berpuasa. Small-Dense LDL. aneurisme aorta abdomen. Jika sejarah lengkap dan pemeriksaan fisik sudah dilakukan. jika wanita.  Sejarah keluarga adanya penyakit dini kardiovaskuler atau kelainan lipid. Lp (a). siklus menstruasi dan perubahan estrogen). Apo A-1 dan Apo B merupakan parameter yang lebih stabil dibandingkan dengan lemaknya sendiri karena kandungan lemak maupun lipoprotein. Apo B. kolesterol LDL. harus diperhitungkan juga:  Ada atau tidaknya faktor resiko penyakit kardiovaskuler dan penyakit kardiovaskuler pada pasien. Lemak dan lipoprotein akan dipengaruhi oleh umur dan diet. Saat ini pemeriksaan profil lemak tidak hanya cukup dengan pemeriksaan kolesterol dan trigliserida saja.  Ada atau tidaknya penyebab sekunder hiperlipidemia. jenis kelamin. Pengukuran ini sebaiknya dilakukan setelah pasien berpuasa 12 jam atau lebih. termasuk pengobatan yang sedang dijalani. penyakit ginjal/hati. dan trigliserida direkomendasikan untuk dilakukan mulai usia lebih dari 20 tahun dan minimal sekali dalam 5 tahun. Tabel 8 Hubungan Kadar Lipid dalam Plasma dengan Resiko PJK(1) Kolesterol Total : <200 mg/dL 200-239 mg/dL Normal Resiko sedang 19 .2.

5 BAB III PENANGANAN HIPERLIPIDEMIA 20 .≥ 240 mg/dL LDL : < 100 mg/dL 100-129 mg/dL 130-159 mg/dL 160-189 mg/dL ≥ 190 mg/dL HDL : 30-65 mg/dL 35-85 mg/dL VLDL : 1-30 mg/dL Kilomikron : Negatif Trigliserida : < 150 mg/dL 150-199 mg/dL 200-499 mg/dL ≥ 500 mg/dL Apo A-1 110-160 mg/dL 120-180 mg/dL Apo B 45-120 mg/dL 45-110 mg/dL Lp(a) > 30 mg/dL Rasio-rasio Kolesterol / HDL Apo B / Apo A-1 LDL/HDL Resiko tinggi Optimal Mendekati optimal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi Laki-laki Wanita Normal Normal (setelah puasa selama 12 jam) Normal Batas tinggi Tinggi Sangat tinggi Laki-laki Wanita Laki-laki Wanita Resiko tinggi Resiko tinggi (>5) Normal < 3.

sekaligus memperbaiki nutrisi. Pada umumnya hiperkolesterolemia atau hipertrigliseridemia ringan masih dapat dikendalikan dengan hanya melakukan diet rendah lemak jenuh dan rendah kalori. perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci. Pengendalian ini dituntut seumur hidup. sehingga obat antihiperlipidemiapun digunakan dalam jangka panjang pula. a. trigliserida atau keduanya dengan baik. maka diet saja tentu kurang adekuat dan seharusnya digunakan obat-obat antihiperlipidemia yang mampu mengendalikan kadar plasma kolesterol. mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta berapa sering keduanya dimakan. harus dipastikan dulu penyebab timbulnya hiperlipidemia. Sebelum dimulai pengobatan. Tabel 9. hipotiroidea atau alkoholisme. Pada umumnya intervensi obat antihiperlipidemia ini adalah untuk memperkuat diet ketat lemak. Namun pada kasus berat dan/atau bersifat herediter yang sering menyerang pada usia muda. Tujuan utama terapi diet disini adalah menurunkan resiko PJK dengan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol serta mengembalikan kesimbangan kalori. yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi. atau individu yang memang tidak memberikan respon dengan diet saja. latihan jasmani serta pengelolaan berat badan. Perbaikan keseimbangan kalori biasanya memerlukan peningkatan penggunaan energi melalui kegiatan jasmani serta pembatasan asupan kalori. Penanganan Non-farmakologi Terapi Diet Terapi diet dimulai dengan menilai pola makan pasien. Sebab hiperlipidemia sering terjadi akibat keadaan patologis lainnya seperti diabetes mellitus. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.Penilaian pola makan penting untuk menentukan apakah harus dimulai dengan diet tahap I atau langsung ke diet tahap ke II.Pilar utama pengelolaan hiperlipidemia adalah upaya nonfarmakologi yang meliputi modiflkasi diet. Komposisi Diet Tahap I dan II Karbohidrat (% kalori) Tahap I 50-60 Tahap II 50 – 60 21 .

Protein (% kalori) Lemak (% kalori) Kolesterol mg/dl Lemak Jenuh (% kalori)

15-20 < 30 < 300 < 10

15 – 20 < 30 < 200 <7

Tabel 10. Terapi Diet untuk Kolesterol Tinggi Nutrien Lemak total Asam lemak jenuh Poliunsaturated Monounsaturated Karbohidrat Serat Protein Kolesterol Kalori total Asupan yang disarankan 25 -35 dari total kalori < 7% dari total kalori 10% dari kalori total 20% dari kalori total ≥ 55% dari kalori total 20-30 g/hari ± 15% dari kalori total <200 mg/hari sesuai untuk menjaga berat badan yang diharapkan

Tabel 11. Jenis Makanan yang Harus Diperhatikan Daging/ikan Makanan yang dianjurkan Daging muda, daging ayam tanpa kulit, ikan laut, batasi udang, cumi, Telur Lemak/minyak Kacang Nasi, roti Sayuran Buah Latihan Jasmani Dibakar/direbus Putih telur boleh bebas Minyak jagung, kacang, bunga matahari Kacang, tahu, tempe, kwaci Semua jenis nasi dan roti yang tidak diolah Semua jenis tidak terbatas Bebas Makanan yang dihindari Daging berlemak, kulit ayam/bebek, sosis, daging olahan, jeroan, makanan kaleng. Kuning telur 2 butir/minggu Semua minyak/mentega Lemak selain yang disebut di kiri Nasi olahan (kebuli, lemak), roti isi.

Batasi alpukat, kelapa, durian.

22

Dari beberapa penelitian diketahui bahwa latihan fisik dapat meningkatkan kadar HDL dan Apo AI, menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas dan meningkatkan keseragaman fisik, menurunkan trigliserida dan LDL, dan menurunkan berat badan. Setiap melakukan latihan jasmani perlu diikuti 3 tahap : 1) Pemanasan dengan peregangan selama 5-10 menit 2) Aerobik sampai denyut jantung sasaran yaitu 70-85 % dari denyut jantung maximal ( 220 - umur ) selama 20-30 menit .
3) Pendinginan dengan menurunkan intensitas secara perlahan - lahan, selama 5-10

menit. Frekwensi latihan sebaiknya 4-5 x/minggu dengan lama latihan seperti diutarakan diatas. Dapat juga dilakukan 2-3x/ minggu dengan lama latihan 45-60 menit dalam tahap aerobic

Gambar 12. Model Pemantauan Therapeutic Lifestyle Changes ( TLC )

Untuk mencapai keberhasilan TLC diperlukan suatu model pemantauan. Salah satu contoh model pemantauan TLC dari ATP III ialah sebagai berikut;

23

Untuk pertama kalinya pasien disarankan untuk memulai terapi perubahan gaya hidup yaitu dengan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol, melakukan kegiatan olahraga intensitas sedang, disertai konsultasi dengan ahli gizi mengenai diet yang dilakukan (diet tahap 1).

Setelah

6 minggu kemudian dilakukan pengukuran LDL (dibandingkan dengan

kunjungan pertama), kemudian dipertimbangkan meningkatkan asupan serat, dan konseling diet tambahan. Bila kadar lipid darah yang diharapkan tidak tercapai setelah bulan ke-3 maka dilakukan diet tahap 2.

Setelah 6 minggu dari kunjungan kedua, dilakukan pemeriksaan kembali terhadap kadar LDL. Terapi farmakologi dapat dipertimbangkan apabila sasaran LDL tidak tercapai. Pada saat itu, terapi sindrom metabolik sebaiknya dimulai dengan disertai pengaturan berat badan dan kegiatan olahraga dilakukan secara intensif dan juga konsultasi dengan ahli gizi tentang diet (bila belum dilakukan sebelumnya).

Setelah sasaran LDL tercapai, pemantauan terhadap ketaatan pasien dalam menjalankan terapi perubahan gaya hidup ini sebaiknya dilakukan selama 4 sampai 6 bulan.

Diet rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh akan mengurangi kadar LDL. Olah raga juga bisa bisa membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menambah kadar kolesterol HDL. b. Penanganan Farmakologi Bila terapi Non Farmakologi tidak berhasil maka kita dapat memberikan bermacammacam obat antilipemika, tergantung dari jenis hiperlipidemia yang terjadi. Beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan adalah kemampuan dari pada obat obat tersebut dalam mempengaruhi KHDL, Trigliserida, Fibrinogen, KLDL, dan juga diperhatikan pengaruh atau efek samping dari pada obat-obat tersebut. Berdasarkan jenis lipid yang diturunkan kadar plasmanya, obat antihiperlipidemia dapat digolongkan menjadi :

24

Kolestiramin Kolestiramin adalah suatu anion ammonium kuartener penukar resin dengan inti stiren. Oleh karena itu penggunaan golongan Statin sebagai inhibitor HMG-CoA reductase dapat meningkatkan efek resin. Niacin. Karena asam empedu dalam saluran pencernaan terbuang. Pada fisiologi normal. Dan karena asam empedu tersebut terbuang. 1. Karena ukurannya yang besar. Obat ini tidak memberikan efek pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial homozigot yang mempunyai reseptor yang tidak berfungsi. Neomisin sulfat. Dekstrotiroksin. Fenofibrat. Gemfibrozil. resin tidak akan diserap dan bersama dengan asam empedu yang diikatnya dikeluarkan melalui feses. Fish Oil. maka akan terjadi upregulation dari HMG-CoA reductase. Lovastatin. 95 % asam empedu akan diserap kembali. Gugus klorida kolestiramin dapat ditukar dengan anion lainnya. kolestipol). sehingga lemak dari makanan juga tidak terserap oleh tubuh. Resin yang bemuatan positif akan mengikat asam empedu yang bermuatan negatif. Untuk menyeimbangi peningkatan jumlah reseptor LDL. Probukol. seperti garam empedu dan lain-lain. Mekanisme kerja : 25 . Resin Pengikat Asam Empedu Resin pengikat asam empedu biasanya berupa polymer senyawa amin kuartener yang bersifat sebagai resin penukar ion. Niacin.• Antihiperkolesterolemia : Resin (kolestiramin. • Antihipertrigliserida : Fibrat (Klofibrat. Fibrat. Bezafibrat). tetapi ia bermanfaat pada pasien heterozigot dengan keadaan heterozigot yang dikombinasi dengan reseptor tidak sempurna. akan merangsang sintesis asam empedu dengan peningkatkan jumlah reseptor LDL hingga uptake LDL oleh sel-sel hati (internalisasi) menjadi lebih banyak dengan akibat kadar LDL di dalam plasma akan turun.

Dianjurkan obat-obat ini diberikan 1 jam sebelum atau 4-6 jam sesudah pemberian kolestiramin. Biaya perhari cukup mahal. sehingga ekskresi garam empedu meningkat 10 kali lipat (1-2 g/hari). enzim-hidroksi-metilglutaril-CoA-reduktase (HMG CoA reduktase) yang mensintesa kolesterol terangsang pula. steatore karena meningkatnya buangan asam lemak rantai panjang. Ekskresi garam dan asam empedu menurunkan kadar asam empedu yang kembali ke hepar. karena makin meningkatkan VLDL. Dengan demikian kolestiramin mampu memobilisasi kolesterol dan menurunkan kadar LDL sebagai efek sekunder dari aktifnya pula reseptor LDL hepatosit karena mobilisasi kolesterol oleh hepar akan merangsang pembentukan reseptor LDL lebih banyak lagi oleh hepatosit itu sendiri. fenilbutazon. asam flufenamat. tetapi pada keadaan normal sintesa kolesterol ini lebih lambat dibanding pemecahannya. Interaksi obat : dapat mengganggu penyerapan digitoksin. Efek samping : konstipasi yang dapat diatasi dengan pemberian laksansia. Dosis : 16 . Kepada dosis tinggi (30 g/hari).Karena kolestiramin tidak diserap. kolestiramin akan mengikat garam empedu di dalam usus halus dan siap diekskresikan ke dalam feces. efeknya makin kuat. Jangan diberikan pada tipe IV dan V. Sayang efeknya untuk tipe IIa yang homozigot sedikit sekali. asam mefenamat dan tetrasiklin. Indikasi klinis : merupakan obat pilihan tipe IIa hiperkolesterolemia. hilangnya penyerapan vitamin A. fenobarbital. peningkatan ringan alkali fosfatase dan transaminase. flaws yang dapat dicegah dengan banyak minum dan makanan berserat. 26 . sehingga kolesterol banyak dipecah oleh hepar. maka setelah pemberian peroral. karena tipe ini tidak memiliki reseptor LDL. yang berfungsi menghambat enzim 7a-hidroksilase yang mengkonversi kolesterol menjadi asam empedu. D. pembentukan batu empedu tetapi tidak signifikan.32 g/hari dibagi dalam 4 dosis sebelum makan. Jika dikombinasikan dengan niacin. hipokloremik metabolik asidosis. menunmkan sampai 25% kadar kolesterol plasma dan menghilangkan santomata. klorotiazid. sehingga kolesterol dalam plasma dan jaringan lain ditarik ke dalam hepar. Akibat meningkatnya katabolisme kolesterol di dalam hepatosit ini. warfarin.

Sesuai dengan mekanisme kerjanya dan karena pola biosintesis kolesterol aktif pada sore hari. 2. Inhibisi ini meyebabkan sintesis kolesterol terhambat. dan pravastatin. Penggunaan pada anak dibatasi hanya untuk mereka dengan hiperkolesterolemia familial homozigot dan pasien khusus dengan hiperkolesterolemia familial heterozigot. cerivastatin dan fluvastatin merupakan obat yang serupa (Cerivastatin ditarik dari peredaran di Amerika sekitar Agustus 2001). sehingga mengurangi simpanan LDL plasma. Oleh karena ekstraksi lintas pertama oleh hati dari obat tersebut besar. Inhibitor Kompetitif Reduktase HMG-CoA Senyawa inhibitor kompetitif reduktase HMG-CoA merupakan analog struktural dari HMG-CoA (3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A). Dosis perhari dapat diberikan antara 12-25 g peroral dibagi dalam 4 dosis. Absorpsi 27 . Penggunaan Terapi dan Dosis : Penghambat reduktase HMG-CoA bermanfaat pada penggunaan secara tunggal maupun bersama dengan resin pengikat asam empedu atau niasin untuk pengobatan gangguan yang melibatkan peningkatan kadar LDL plasma. sehingga meningkatkan ekspresi reseptor LDL dan menurunkan degradasi reseptor LDL. Hanya menurunkan kadar kolesterol. maka efek utamanya terjadi di hati. maka penghambat reduktase sebaiknya diberikan pada malam hari apabila menggunakan dosis tunggal satu kali sehari.Kolestipol Obat ini juga merupakan suatu anion penukar resin. Efek tersebut meningkatkan baik kecepatan katabolisme fraksional LDL maupun ekstraksi precursor LDL oleh hati (VLDL sisa). Statin menginhibisi reduktase HMG-CoA dengan membentuk sejenis asam mevalonat cincin terbuka. Kelompok statin yang digunakan secara luas antara lain lovastatin. mekanisme kerja. Secara umum statin bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol dan meningkatkan kemampuan hati untuk mengeluarkan kolesterol dari dalam darah. sehingga efikasi. simvastatin. dan toksisitasnya sama dengan kolestiramin. Mekanisme Kerja : Reduktase HMG-CoA merupakan perantara langkah awal biosintesis sterol. Atorvastatin.

Atorvastatin diberikan dalam dosis sebesar 5-80 mg sehari. berdasar suatu massa.pada umumnya (kecuali pravastatin) ditingkatkan dengan penggunaannya bersama dengan makanan. Statin seringkali menjadi pilihan utama terapi penurunan LDL yang memiliki resiko PJK terkait dengan aktivitasnya dalam memperbaiki fungsi endotel. Dengan adanya aktivitas ini. Perlu diperhatikan timbulnya Myopathy yang ditandai dengan nyeri otot lengan serta kelelahan (intense myalgia) atau urin yang berwarna kecoklatan. maka perlu diperhatikan adanya kemungkinan hepatotoksik pada penggunaan jangka panjang. Pasien dengan hepatotoksisitas dapat mengalami penurunan LDL yang mendadak. konstipasi serta nyeri abdominal dan kram. Atorvastatin merupakan agen yang paling efektif untuk pengobatan hiperkolesterolemia parah. malaise. Dosis penghambat reduktase dapat diturunkan pada pasien dengan penyakit hati parenkimal. Kontraindikasi dan Toksisitas : Statin bekerja mempengaruhi mekanisme kerja hati. sampai dosis maksimum yang dianjurkan sebesar 40 mg sehari. destabilisasi plaque. 3. berdasar massa. dan antiinflamasi pada atherosclerosis. sehingga agen tersebut lebih bermanfaat untuk pengobatan pasien dengan peningkatan trigliserida yang sedang. Niacin ( Nicotinic Acid ) 28 . Aktivitas penurun trigliserida-nya juga lebih besar daripada penghambat reduktase lainnya. Peningkatan aktivitas aminotransferase serum (sampai tiga kali kadar normal) terjadi pada beberapa pasien yang menerima penghambat reduktase. Pravastatin hampir sekuat lovastatin. dan diberikan dalam dosis sebesar 10-40 mg sehari. Selain itu biasanya pemberian statin dapat menyebabkan nyeri perut. Simvastatin dua kali lebih kuat dan diberikan dalam dosis sebesar 5-80 mg sehari. Secara umum. atau yang berencana untuk hamil sebaiknya tidak diberikan statin. Kekuatan fluvastatin diduga sekitar separuh dari lovastatin. dan anoreksia. Peningkatan tersebut seringkali tidak teratur sehingga dapat mengganggu pada pengukuran laboratorium. sedang menyusui. Wanita hamil. Efek Samping. dan kemudian setiap 6 bulan selama terapi. aktivitas aminotransferase diukur pada garis batas dalam jangka waktu 1-2 bulan. Kontraindikasi juga berlaku bagi penderita gangguan hati kronis. Hal ini perlu ditindaklanjuti segera dengan pemeriksaan ke dokter. Dosis harian lovastatin bervariasi dari 10 mg hingga 80 mg. karena itu dapat mempengaruhi fisiologis normalnya.

disebabkan oleh pelepasan prostaglandin yang dapat dicegah dengan penambahan aspirin. Obat ini mudah diserap di semua bagian saluran cerna. Juga dapat membangkitkan serangan disritmia jantung dengan fibrillasi atrial. Ekskresi utama melalui urin. sehingga sering kali pasien berhenti minum obat. sedangkan kolesterol menurun setelah beberapa hari kemudian. sedangkan TG menurun sampai 60%. Efek lain berupa perut kembung. Indikasi klinis : sangat baik untuk tipe hiperlopiproteinemia yang ditandai dengan peningkatan kadar VLDL dan LDL. Mekanisme kerja : efek hipolipidemiknya karena obat ini mampu menekan sekresi VLDL akibat berkurangnya sintesa TG. ulkus peptikum dan diabetes mellitus. dan HDL yang mengandung apo A meningkat. 5 g/hari pada bulan II dan 7. Kolesterol dapat diturunkan 30%. Dengan dosis 5 g/hari diharapkan dapat mengatasi kasus famili hiperkolesterolemia yang heterozigot. Sebenarnya efek ini menghilang sendiri setelah beberapa lama. 29 . Dosis : Dimulai dengan 50 -100 mg/hari dibagi dalam 3 dosis. Obat ini dikontraindikasikan pada penderita penyakit hati. Sintesa TG oleh hepar menunun karena asupan asam lemak bebas dari sirkulasi berkurang akibat penekanan niasin terhadap jaringan adiposa. glikosuria. maka secara tidak langsung LDL juga menurun. menurunkan toleransi terhadap glukosa. Dosis ini dapat ditingkatkan bertahap sampai 2.Obat ini dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida. dengan penurunan sangat nyata untuk trigliserida. TG menurun setelah 4 . hiperurisemia dan ikterus. gangguan fungsi hati. Efek samping : Kulit panas dan gatal sangat mengganggusekali pada pemakaian setelah 1-2 jam obat ini.5 g/hari pada bulan I.5 g/hari pada bulan III. Efek ini semakin baik bila dikombinasi dengan kolestiramin atau klofibrat. Efek ini berbeda dengan efeknya sebagai vitamin. Karena VLDL menurun.6 jam minum obat.

Turunan Asam Fibrat Mekanisme kerja turunan asam fibrat masih belum diketahui pasti. Gagal ginjal dan kerusakan hati merupakan kontraindikasi relatif bagi penggunaan turunan asam fibrat. atau pasien dengan kadar VLDL yang tinggi. Kemampuan menurunkan 30 . ekspresi apoC-III meningkatkan klirens VLDL. Masa paruh obat ini berkisar 15-20 jam. dan meningkatkan ekspresi apoA-I dan apoA-II. Fenofibrat. Turunan asam fibrat sering digunakan pada terapi tipe III hyperlipoproteinemia. Kelompok besar turunan asam fibrat yang ada di pasaran antara lain Gemfibrozil. Peningkatan ekspresi apoA-I dan apoA-II menyebabkan Klofibrat Adalah suatu derivat asam isobutirat. tetapi HDL rendah. mereduksi ekspresi apoC-III.4. Ikatan ini menstimulasi sintesis LPL. Dengan dosis 2 X 500 mg kadar puncak plasma 50-60 µg/ml dicapai dalam 6 jam. Efek ini terbukti dari berkurangnya ukuran santoma pada kulit. dan klofibrat. yang oleh esterase serum menjadi asam klofibrat. Indikasi klinis : sebagai obat terpilih untuk hiperlipoproteinemia tipe III karena dapat menghancurkan partikel VLDL. sehingga kadar TG dan kolesterolnya menurun. Mekanisme kerja : Obat ini dapat merangsang enzim LPL sehingga bersihan VLDL meningkat yang berarti menurunkan kadar TO. obat ini dapat pula menurunkan kadar kolesterol dan menarik cadangan kolesterol dalam jaringan. Selain itu karena menghambat sintesa kolesterol dalam hepar dan merangsang sekresi kolesterol ke dalam empedu dan feces. Diperkirakan terkait dengan ikatan turunan asam fibrat dengan peroxisome proliferator-activated reseptors (PPARs). sedang reduksi kenaikan HDL. Kenaikan LPL akan menyebabkan kenaikan klirens lipoprotein kaya trigliserida.

Dosis yang dianjurkan sekitar 1200 mg/hari dibagi dalam 2 dosis. Gemfibrozil Obat ini juga merupakan derivat asam fibrat dengan mekanisme kerja yang mirip klofibrat. mual muntah. Fenofibrat Fenofibrat merupakan prodrug dan tidak mempunyai efek antilipemik hingga dihidrolosis oleh jaringan dan plasma esterase sehingga menjadi bentuk aktif yaitu asam fenofibrat. IV dan V hiperlipoproteinemia. Karena obat ini dapat pula meningkatkan LDL. jangan digunakan untuk hiperlipoproteinemia tipe IV. Efek ini timbul karena menurunnya kadar asam lemak bebas dan meningkatnya aktifitas enzim LPL. Peningkatan bersihan VLDL dan penghambatan sintesa VLDL dalam hepar dapat menurunkan kadarTG sampai 50%. Pembentukan LDL dicegah dan bersihannya ditingkatkan. oleh karena itu penggunaan untuk hiperkolesterolemia familial masih dibatasi.5 jam.kadar kolesterol bervariasi. Masa paruhnya sekitar 1. Efek samping : berupa nyeri lambung. peninggian VLDL seperti untuk tipe III. diare dan bertambahnya berat badan. Obat ini mudah diserap oleh saluran cerna dan diekskresikan ke dalam urin secara utuh. Obat ini dapat meningkatkan insiden kolelitiasis (2-3 X lipat) dan kematian akibat karsinoma karena efek perangsangan sekresi empedu. sehingga penggunaannya sangat dibatasi. Efek samping : sama dengan klofibrat. Obat ini dapat juga menurunkan LDL kolesterol pada hiperkolesterolemia. Juga pernah dilaporkan timbulnya trombosis dan klaudikasio pada penderita yang menggunakan klofibrat. 31 . sehingga dosis koumarin hams diberikan separuhnya dan selalu diperiksa kadar protrombin. Selain itu gemfibrozil juga dapat meningkatkan HDL yang penting pada proteksi timbulnya PJK. Indikasi klinis : Sebaiknya obat ini diberikan bila ditemui hipertrigliseridemia berat. Interaksi obat dapat meningkatkan aktifitas koumanin.

Fenofibrat kontraindikasi untuk penderita dengan kerusakan dan kelainan pada fungsi ginjal. 67 mg fenofibrat micronized bioekivalen dengan 100 mg fenofibrat nonmicronized. Toksisitas: 32 . trigliserida dan Apo B. Apo A-I dan Apo A-II. Mekanisme Kerja : Mekanisme kerja Fenofibrat belum diketahui secara pasti tetapi diduga memiliki aktivitas : • • Meningkatkan pengeluaran partikel yang kaya akan trigeliserida. Penggunaan Terapi dan Dosis : Fenofibrat memiliki dua bentuk sedian yaitu fenofibrat micronized dan nonmicronized. Apo A-I dan Apo A-II. serta menaikkan kadar HDL . • Aktivasi reseptor (peroxisome proliferator actvated receptor α) yang menginduksi sintesis HDL. VLDL. serta penderita yang hipersensitif terhadap obat ini. pada orang sehat dan penderita hiperurikemia fenofibrat bekerja dengan meningkatkan ekskresi asam urat. Dosis fenofibrat micronized adalah 1 kali sehari 200 mg sedangkan fenofibrat nonmicronized adalah 3 kali sehari 100 mg. Efek Samping : Efek samping penggunaan fenofibrat antara lain : • • • kelainan fungsi hati ( meningkatkan AST/SGOT dan ALT/SGPT ) gangguan pada saluran pernafasan. Fenofibrat juga dapat menurunkan kadar asam urat. sakit pada perut. menurunkan produksi Apo C-III yang merupakan inhibitor lipoprotein lipase. sakit kepala. LDL. Aktivasi lipoprotein lipase.Fenofibrat mempunyai efek menurunkan kolesterol total. peningkatan pengeluaran kreatinin. sakit punggung. seta meningkatkan lipolysis. konstipasi. diare.

Dengan dosis 2 g/hari. 5. mungkin karena perubahan struktur LDL akibat efek probukol. flatulen. sehingga juga menurunkan penyerapan kolesterol. Menurunnya asupan kolesterol akan merangsang pembongkaran kolesterol yang terikat di jaringan yang akhirnya menurunkan kadar LDL. sehingga obat ini tidak efektif untuk kasus hiperkolesterolemia familial. Probukol Pemberian 2 X 500 mg probukol dapat diharapkan penurunan sedang kadar kolesterol. Dekstrotiroksin Obat ini berefek primer sebagai antihiperlipidemia. Pada do-sis 4-8 mg/hari akan merangsang enzim 7-a kolesterol hidroksilase yang memecah kolesterol menjadi asam 33 . diantaranya dapat menyebabkan prankreatitis. Kombinasinya dengan klofibrat tidak begitu menguntungkan. Obat ini juga mengganggu penyerapan digitalis jika diberikan bersamaan. Obat-obat lain Neomisin Sulfat Obat ini adalah antibiotika golongan aminoglikosid yang dapat meningkatkan ekskresi sterol netral dan sedikit asam empedu ke dalam feces.Pada penggunaan yang berlebih dapat menyebabkan efek toksisitas. selain itu dapat menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin. diane karena peningkatan aliran empedu. hematokrit dan leukosit sehingga dapat menyebabkan trobositopenia dan agranulositosis. Efek obat ini meningkat jika diberikan bersama kolestiramin atau kolestipol. Juga dapat memperpanjang interval Q-T dalam EKG. Efek samping berupa gangguan pencernaan dan enterokolitis akibat meningkatnya pertumbuhan bakteri yang resisten terhadap neomisin. Probukol tidak menurunkan kadar trigliserida. Sayangnya obat ini juga menurunkan HDL. mual muntah. kadar kolesterol menurun sekitar 25%. Mekanisme penurunan LDL tidak jelas. Bentuk LDL ini lebih mudah menghilang dari sirkulasi dibanding LDL normal. nyeri abdominal. Efek samping berupa dispepsia. Jangan diberikan pada penderita dengan gangguan faal ginjal.

empedu. Ezetimibe mengalami glukoronidasi di usus dan senyawa aktif glukoronidnya diekskresikan ke empedu oleh hati. Kompaktin & Mevinolin Obat ini adalah suatu metabolit fungi yang sangat kuat menghambat HMG CoA reduktase. sehingga kadar kolesterol menurun. Ezetimibe Ezetimibe adalah sejenis obat baru berupa senyawa basa azetidione yang dapat menurunkan lipid dan kolesterol diabsorpsi diusus dengan memblok dinding ususnya. Juga merangsang pembentukan reseptor LDL. yang hanya dicapai oleh simvastatin dosis 80mg. Dengan waktu paruh sekitar 22 jam. Kombinasinya dengan kolestiramin cukup baik untuk pengobatan hiperkolesterolemia heterozigot familial yang sudah resisten. sehingga dapat menekan sintesa kolestero120-30%. oleh karena itu diasumsikan bahwa obat ini dapat merangsang pembentukan reseptor LDL hepar. Kombinasi statin dosis rendah dan 10 mg ezetimbe dapat menurunkan LDL sampai 50%. Efek Samping dan Kontra Indikasi Obat Hiperlipidemia 34 . Ezetimibe dapat mengurangi kolesterol LDL antara 15 – 20 % yang digunakan untuk monoterapi dan dapat mengurangi LDL pada pasien dengan terapi statin yang tidak berhasil. ezetimbe hanya diberikan sekali sehari dengan dosis 10 mg Tabel 13. maka penggunaan obat ini dilarang. Efek Terapi. Namun karena kasus kematian kardiovaskuler juga meningkat.

↑ proses enzimatis hati Kontra Indikasi Absolut : penyakit hati kronis & akut Relatif : hipersensitif statin Absolut : disbetalipoproteinemia.LDL ↓18-55 % CoA Reduktase HDL TG Resin Pengikat Asam Empedu LDL HDL TG ↑ 5-15 % ↓ 7-30 % ↓15-30 % ↑ 3-5 % Tidak mengalami Asam Nikotinat LDL HDL TG perubahan ↓ 5-25 % ↑15-35 % ↓20-50 % Gangguan GI. Gout Relatif : Diabetes. Dosis dan Kontrol Penggunaan Obat “Resin” Drugs Bile Acid Binding Resin Cholestyramine (Questran®) Colesevelam (Welchol®) Colestipol (Colestid®) Ezetimibe (Zetia®) Dosage Monitoring Usual: 4gm BID & titrate up Max: 24gm daily Usual: 6 tabs of 625mg QD Max: 4375mg daily Usual: 5gm BID Max: 30gm daily Usual: 10mg QD Max: 10mg QD 1. Hiperurikemia. Asam Fibrat LDL HDL TG ↓ 5-20 % ↑10-20 % ↓20-50 % Gallstones. periodically during 1st year 35 . LFT: baseline.Obat Efek Efek Samping Miopati. tukak peptik Absolut : penyakit Lipid / Lipoprotein Inhibitor HMG. Hiperglikemia. lipid profile for response at 4 weeks 2. miopati ginjal dan penyakit hati Tabel 14. Hiperurikemia. Mengurangi absorpsi obat lain Flushing. TG>400 mg/dl Relatif : TG>200 mg/dl Absolut : penyakit hati kronis. Gangguan GI dan Hepatotoksik Dispepsia. Konstipasi.

6wk.Tabel 15. 12wk. give max. Dosis dan Kontrol Penggunaan Obat “Statin” Drugs Inhibitor HMG-CoA Atorvastatin (Lipitor®) Usual: 10mg daily at HS Max: 80mg daily 1. give 10mg QD Lovastatin (Mevacor®) Usual: 20mg daily at PM meal Max: 80mg QD If CrCl<30ml/min. LFT: baseline. lipid profile for response at 4 weeks Fluvastatin (Lescol®) Usual: 20mg daily at HS Max: 80mg/day 2. Q2yr Pravastatin (Pravachol®) Usual: 10mg daily at HS Max: 80mg QD If liver/renal dysfunction. 12 mo. 20mg QD Simvastatin (Zocor®) Usual: 20mg daily at HS Max: 80mg QD If elderly/renal dysfunction. 6mo. maximum daily dose is 5mg Rosuvastatin (Crestor®) Lovastatin/Niacin ER (Advicor®) Usual: 10mg daily Max: 40mg daily Usual: 20/500 daily at HS Max: 40/2000 daily Dosage Monitoring 36 .

lipid profile for response at 4 weeks Fenofibrate (Tricor®) Usual: 54mg QD w/meal & titrate up Max: 200mg QD 2. lipid profile for response at 4 weeks Niacin XR (Niaspan®) Usual: 500mg QD & titrate up Max: 2000mg QD 2. Dosis dan Kontrol Penggunaan Obat “Fibrat” Drugs Fibrates Gemfibrozil (Lopid®) Dosage Monitoring Usual: 600mg BID AC Max: 600mg BID 1. periodically during 1st year 37 . 12wk. Dosis dan Kontrol Penggunaan Obat “Nicotinic Acid” Drugs Nicotinic Acid Nicotinic Acid (Niacin®) Dosage Monitoring Usual: 50-100mg BID & titrate up Max: 3000mg QD 1. LFT: baseline. 6wk. LFT: baseline. 6mo.Ezetimibe/Simvastat in (vytorin) Usual: 20/500 daily at HS Max: 40/2000 daily Tabel 16. 12mo Tabel 17.

Niasin dan klofibrat atau gemfibrozil sangat efektif untuk hiperlipoproteinemia tipe IV dan V. tetapi pemberian kombinasi sangat memuaskan dengan penurunan LDL > 15% dan TG > 30%. atorvastatin dan fluvastatin diberikan paling sedikit satu jam sebelum atau empat jam setelah resin untuk memastikan absorpsinya. Penderita yang tidak tahan dengan niasin dapat diganti dengan kombinasi neomisin dan kolestiramin. Pada kasus dysbetalipoproteinemia dengan kelainan konversi VLDL ke LDL dan tertimbunnya VLDL yang aterogenik sebaiknya hanya diberikan klofibrat atau gemfibrozil saja. tapi efek kombinasi ini masih terus diteliti. terutama untuk tipe IIa yang heterozigot. • Penghambat Reduktase HMG-COA & Resin Pengikat Asam Empedu Penghambat reduktase HMG-CoA bekerja dengan resin pengikat asam empedu secara sinergis yang khusus. Adapun beberapa kombinasi yang sering digunakan dalam pengobatan hiperlipidemia adalah sebagai berikut : • Turunan Fibric Acid & Resin Pengikat Asam Empedu Kombinasi tersebut kadang-kadang berguna untuk mengobati pasien dengan hiperlipidemia gabungan familial yang tidak tahan dengan niacin. Kombinasi tersebut bermanfaat untuk pengobatan hiperkolesterolemia familial tetapi tidak dapat mengendalikan kadar VLDL pada beberapa pasien dengan hiperlipidemia gabungan familial. cervastatin. Pravastatin. Niasin dan kolestiramin sangat efektif pada hiperkolesterolemia familial (tipe IIb) dengan penurunan LDL sampai 55%.TERAPI KOMBINASI Walaupun terapi awal dimulai dengan satu jenis obat. Kombinasi HMD CoA reduktase mevinolin dengan kolestiramin sangat efektif untuk tipe IIa. Namun. kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko kolelitiasis. • Niacin & Resin Pengikat Asam Empedu 38 .

Obat tersebut dapat diberikan bersama. iritasi lambung yang disebabkan niacin pada beberapa pasien menjadi berkurang apabila pasien tersebut mendapatkan obat kombinasi tersebut. Kombinasi tersebut mungkin merefleksikan efek campuran dari : .5 g niacin dengan 24-30 g resin.Dalam tiga penelitian regresi aterosklerosis utama. Oleh karena resin tersebut mempunyai sifat yang mentralisasi asam. . Kombinasi niacin-resin tersebut sangat bermanfaat untuk mengobati hiperkolesterolemia familial heterozigot.Kombinasi tersebut secara efektif mengendalikan kadar VLDL selama terapi resin pada hiperlipidemia gabungan familial atau pada gangguan lain yang melibatkan peningkatan kadar VLDL maupun LDL. Pengalaman 39 . Apabila kadar VLDL dan LDL keduanya meningkat pada awalnya.Peningkatan katabolisme LDL yang disebabkan oleh resin . . Kadar LDL pada pasien dengan hiperkolesterol lainnya familial heterozigot lazimnya dapat menjadi normal dengan pemberian dosis harian sampai sebesar 6. karena niacin tidak terikat pada resin tersebut.Kemampuan niacin untuk menghambat biosintesis koleserol dalam hati. maka dosis niacin serendah 1-3 g/hari diduga cukup untuk pengobatan yang dikombinasi dengan suatu resin. • Niacin & Penghambat reduktase Regimen tersebut diduga lebih efektif daripada hanya dengan pemberian salah satu agen untuk mengobati hiperkolesterolemia familial.Secara bermakna niacin juga meningkatkan kadar kolesterol HDL dan seringkali menurunkan kadar Lp(a). Efek pada kadar lipoprotein dipertahankan dan tidak terjadi efek yang tidak diinginkan selain efek yang terjadi pada penggunaan obat tersebut secara tunggal.Penurunan sintesis prekursor VLDL yang dikaitkan dengan niacin. bukti kuantitatif perubahan penyakit koroner terjadi dengan penggunaan regimen tersebut. .

Pravastin OBAT LAIN Warfarin Siklosporin.membuktikan bahwa kombinasi tersebut paling efektif dan merupakan kombinasi praktis untuk pengobatan hiperlipidemia gabungan familial. resiko myopati Kolestiramin dan kolestipol mengurangi level serum pravastin tetapi efek total penurunan lipid meningkat Mengurangi absorpsi hormon tiroid Kasus Rhabdomyolisis Menurunkan kadar HDL Meningkatkan efek hipolipidemia Meningkatkan efek terapi Gemfibrozil Niasin Probukol Gemfibrozil Tabel 19. Tabel 18. antikoagulan. Niacin & Penghambat Reduktase Agen tersebut bekerja dengan suatu cara yang saling melengkapi untuk menurunkan kadar kolesterol serum menjadi harga yang terdapat pada rentang normal yang rendah pada pasien dengan kelainan yang parah yang melibatkan peningkatan kadar LDL. resiko myopati serta gagal ginjal akut Rhabdomyolisis. Menyebabkan gagal ginjal akut. misalnya. Statin Kolestiramin ANTIHIPERLIPIDEM IA LAIN Gemfibrozil Niasin Pravastin Hormon tiroid Lovastatin Klorfibrat Resin Resin KETERANGAN Rhabdomyolisis. • Kombinasi Ternary antara Resin. Dosis efektif obat individual dapat diberikan lebih rendah daripada kalau masing-masing obat digunakan secara tunggal. niacin yang hanya 1-2 g dapat meningkatkan efek dua agen lainnya secara nyata. Antipirin KETERANGAN Meningkatkan efek hipoprotombikinase eritromisin. Efek berlangsung lama. Interaksi Antar Obat Antihiperlipidemia ANTIHIPERLIPIDE MIA Gol. dan hanya terdapat sedikit toksisitas senyawa yang terjadi. Pravastin meningkatkan efek antikoagulan Menurunkan efek lovastatin 40 . Interaksi Antihiperlipidemia dengan Obat Lain ANTIHIPERLIPI DEMIA Niasin Lovastatin.

digitalis glikosida Methotrexate Antikoagulan Gemfibrozil Menurunkan level serum Methotrexate Meningkatkan efek antikoagulan dan miostik kadar antitrombin III. meningkatkan level serum niasin Klofibrat Antikoagulan Kontrasepsi oral Furosemid Meningkatkan efek antikoagulan Meningkatkan trigliserida Pada pasien sindrom nefrotik menunjukkan diuresis nyata dan gejala muscular level serum kolesterol dan Obat Hipoglisemik Probenesid Meningkatkan efek hipoglisemi Meningkatkan level serum Clofibrate 41 . obat-obat ini. kortikosteroid. sefalosforin. asam nikotinat Antikoagulan Digoksin Digoksin Menurunkan efek lovastatin eritromisin. asetaminofen. Ranitidin Omeprazol.Simvastatin Propanolol Siklosporin. kloroquin. tetapi jika keduanya dihentikan level serum insulin meningkat Penggunaan bersama akan menurunkan absopsi Fluvastatin Kolestiramin Simetidin. Acarbose Antikoagulan. Resiko efek myopati dan rhabdomyolisis Meningkatkan efek antikoagulan Meningkatkan aktivitas jantung Tidak berefek terhadap kadar digitoksin plasma tetapi meningkatkan klirens digoksin dalam urin Meningkatkan bioavailabilitas Fluvastatin Meningkatkan bioavailabilitas Fluvastatin Menurunkan level serum insulin. Rifampisin Gol. meningkatkan terjadinya sindrom Mibefradil Niasin Aspirin Meningkatkan resiko sindrom miostik Mengurangi reaksi flushing yang biasa terjadi dengan niasin.

Periksa kadar LDL-C setelah 6 minggu. intensifkan terapi penurun LDL. sehingga dapat memberikan efek terapi yang lebih besar. 42 . Selama pengobatan harus diwaspadai beberapa efek samping yang merugikan karena obat antihiperlipidemia ini harus digunakan dalam jangka panjang. Langkah kedua : • • Bila sasaran LDL-C belum tercapai. Kombinasi dua obat antihiperlipidemia yang cocok bersifat sinergistik. Obat yang umum dipilih : statin atau resin pengikat asam empedu (BAR – Bile Acid sequestrant Resin) atau asam nikotinat (niasin). • • Lanjutkan terapi pengubahan gaya hidup. Langkah pertama : • • Mulai terapi menurunkan LDL (setelah 3 bulan terapi pengubahan gaya hidup). Pilihan terapi : Statin dalam dosis lebih tinggi.Rifampisin Mengurangi level serum metabolit aktif dan Clofibrat Keberhasilan terapi hiperlipidemia didasari atas pilihan yang tepat dari obat antihiperlipidemia dengan mekanisme kerjanya yang unik yang disesuaikan dengan jenis kelainan hiperlipidemia yang ditemui.

Kombinasi : statin + asam nikotinat (niacin). Periksa kadar LDL-C setelah 6 minggu.• Kombinasi : statin + BAR. Langkah ketiga : • Bila sasaran LDL-C belum tercapai. intensifkan terapi penurun LDL atau meminta rujukan pada spesialis lipid. • Lakukan penangan terhadap faktor lipid lainnya (bila ada) : Kadar trigliserida tinggi (≥ 200 mg/dL). • Monitor respons dan kepatuhan terapi (selama 4-6 bulan) c. Penanganan Farmakologi Pada Dislipidemia Spesifik • Kadar LDL-C sangat tinggi (≥ 190 mg/dL) Gunakan obat-obatan penurun LDL : o Statin (dalam dosis lebih tinggi) o Kombinasi statin + BAR o Kombinasi statin + BAR + asam nikotinat (niacin) • Peningkatan Trigliserida ( ≥ 150 mg/dL) 43 . Kadar HDL rendah (< 40 mg/dL).

o Target utama terapi : LDL-C o Capailah sasaran LDL sebelum menangani aspek non-HDL kolesterol :  Non-HDL kolesterol = VLDL + LDL Non-HDL kolesterol = Total kolesterol – HDL  o Non-HDL kolesterol menjadi target sekunder terapi ketika kadar serum trigliserida ≥ 200 mg/dL (khususnya 200-499 mg/dL) o Sasaran non-HDL kolesterol = sasaran LDL-C + 30 mg/dL o Pendekatan terapi untuk non-HDL kolesterol yang meningkat :    Intensifkan terapi pengubahan gaya hidup Intensifkan terapi obat penurun LDL Untuk menurunkan VLDL. gunakan obat asam nikotinat (niacin)atau gol. Fibrat o Kadar trigliserida diturunkan sebelum menurunkan LDL • Kadar HDL rendah (< 40 mg/dL) o Target utama terapi : LDL-C 44 . Fibrat • Kadar Trigliserida sangat tinggi (≥ 500 mg/dL) o Tujuan terapi : mencegah pankreatitis akut o Melakukan diet sangat rendah lemak (≤ 15% dari asupan kalori) o Biasanya membutuhkan obat penurun trigliserida seperti asam nikotinat (niacin) atau gol.

Fibrat • Dislipidemia Diabetik o Memiliki pola lipoprotein yang disebut atheroghenic dyslipidemia dimana kadar trigliserida tinggi. maka pertimbangkan pilihan terapi sebagai berikut :   Kontrol glisemik yang intensif Pemberian obat untuk atherogenic dyslipidemia. Fibrat. pertimbangkan penggunaan asam nikotinat (niacin) atau gol. Fibrat. gemfibrozil merupakan obat yang paling baik. dan partikel LDL berukuran kecil o Sasaran LDL-C : < 100 mg/dL o Apabila baseline LDL-C ≥ 130 mg/dL. lakukan pengurangan berat dan peningkatan aktivitas fisik o Apabila kadar trigliserida ≥ 200 mg/dL.o Apabila ada gangguan metabolisme. yaitu asam nikotinat (niacin) dan gol. kebanyakan pasien membutuhkan terapi pengubahan gaya hidup dan obat-obatan penurun LDL o Apabila baseline LDL-C 100-129 mg/dL. maka non-HDL kolesterol menjadi sasaran sekunder terapi 45 . Untuk pemakaian niacin. utamakan bentuk sustained-release yang lebih aman. kadar HDL rendah. non-HDL kolesterol menjadi target sekunder terapi o Untuk pasien dengan PJK atau resiko ekivalen PJK. Sedangkan untuk gol.  Intensifkan terapi penurunan LDL. umumnya statin menjadi pilihan utama (paling baik pilih atorvastatin atau simvastatin) o Bila baseline trigliserida ≥ 200 mg/dL.

Target Terapi Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. meliputi . wanita >55).Tabel 20. Lebih spesifik lagi. Kolestiramin. Faktor resiko yang dimaksud termasuk faktor resiko yang dapat memicu PJK. Neomisin. Noretisteron. sejarah PJK pada keluarga. faktor resiko PJK. Probukol. Oksandrolon. penanganan hiperlipidemia mengacu pada pengelompokan berdasarkan kombinasi antara ada tidaknya PJK atau ekivalen PJK. Lovastatin. Klofibrat. Kolestipol. HDL rendah (<40 mg/dl). serta faktor resiko PJK setelah 10 thn yang dihitung berdasarkan tabel Framingharm. merokok. Jika HDL tinggi (>60 mg/dl). hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg) atau dalam pengobatan hipertensi. Sedangkan yang dimaksud faktor ekivalen PJK ialah penyakit-penyakit 46 . secara umum penanganan hiperlipidemia terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu pencegahan primer untuk orang yang belum menderita PJK dan pencegahan sekunder untuk pasien yang sudah menderita PJK. Fish Oil d. Klofibrat IIb Niasin Gemfibrozil III IV V Niasin Gemfibrozil Niasin Niasin Gemfibrozil Gemfibrozil Klofibrat Klofibrat. dapat diperhitungkan sebagai faktor negatif yang dapat menghilangkan salah satu faktor positif. dan usia (pria >45. Pemilihan Terapi Farmakologi Berdasarkan Klasifikasi (WHO) Hiperlipidemia Fenotipe Lipoprotein I IIa Obat Terpilih Kombinasi Pilihan Lain Kolestiramin/ Kolestipol Lovastatin Niasin Neomisin Kolestiramin Kolestipol Niasin. PAS. Sitosterol.

kardiovaskular (PKV) yang dapat memicu PJK seperti misalnya penyumbatan pada pembuluh-pembuluh arteri. Tabel … Sasaran LDL dan Pemilihan Terapi Non-Farmakologi / Farmakologi 47 . Diabetes juga diperhitungkan sebagai salahsatu ekivalen bagi PJK.

kelompok dengan 0-1 faktor resiko. kelompok dengan PJK atau resiko ekivalen PJK (resiko 10 th > 20%). maka kadar LDL yang diharapkan pada setiap tahap terapi akan semakin kecil. 48 . kelompok dengan 2 atau lebih faktor resiko (resiko 10 th ≤ 20%). batas LDL dimana terapi Non Farmakologi harus dilakukan. meliputi sasaran akhir pengurangan LDL.Ketiga kelompok resiko ini ialah . Berikut langkah-langkah pengelolaan pada pasien dalam kaitannya dengan PJK. Semakin besar faktor resiko yang dimiliki. Setiap kelompok memiliki batas pengukuran LDL masingmasing. dan batas LDL dimana terapi farmakologi harus dipertimbangkan.

Penanganan Hiperlipidemia Secara Non-Faramakologi & Farmakologi 49 .Tabel 21.

dan mungkin ERT (estrogen replacement therapy). 50 . treat other lipid risk factors and monitor response + adherence to therapy every 4-6 months e. Perhatian Khusus Pada Penanganan Hiperlipidemia Manula Hiperkolesterolemia merupakan faktor resiko independen PJK pada manula (> 65 tahun). dan perubahan fisiologis lainnya akibat usia dapat membuat manula lebih rentan terhadap efek samping dari terapi obat penurun lipid. Sebagian besar wanita penderita PJK adalah manula dan juga beresiko terkena osteoporosis maka disarankan memilih terapi diet dengan pertimbangan asupan kalsium yang konsisten dengan pencegahan osteoporosis. olahraga. Resiko ini meningkat dengan bertambahnya usia.Therapeutic Lifestyle Changes (TLC) After 6 weeks of TLC: • If goal achieved: check LDL at 12 weeks • If goal not achieved: intensify LDLlowering therapy After 12 weeks of TLC: • If goal achieved: monitor adherence to TLC every 4-6 months • If goal not achieved: consider adding drug therapy • • Drug Therapy Check LDL at 6 weeks and at 12 weeks after initiation of drug therapy and after dosage changes Check appropriate laboratory tests to monitor for drug side effects After LDL goal is achieved. Terapi sebaiknya dimulai dengan dosis lebih rendah dan ditingkatkan perlahan untuk meminimalkan efek samping. Pencapaian harapan hidup kecil karena umur pada awal pengobatan dan jumlah pengurangan kolesterol. fungsi ginjal. Perubahan dalam komposisi tubuh. Prinsip terapi obat pada manula sedikit berbeda dari orang dewasa walaupun manula memberikan respon sebaik orang dewasa terhadap obat penurun lipid.

Pada umumnya anak-anak 51 . Produk yang mengandung estrogen sangat rendah dan progestin antiestrogen menyebabkan perubahan yang sangat besar. Terapi diet merupakan terapi yang tetap dilakukan dengan menekankan pemeliharaan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan pada masa kehamilan. konsumsi alkohol. Terapi siklik dengan terapi estrogen-progestin dapat mengganti efek estrogen saja tergantung pada kombinasi estrogen-progestin dan dosis yang digunakan. Ratarata peningkatan kolesterol sebesar 30-40 mg/dL terjadi pada sekitar minggu ke 36 sampai 39. gout Batu ginjal. HDL nampaknya menjadi faktor penyebab penyakit yang lebih penting pada wanita. Kontrasepsi oral berefeksamping mempengaruhi LDL dan HDL. Efek samping yang sering dialami manula Obat Resin asam empedu Niacin Turunan asam fibrat Golongan statin Efek Samping Konstipasi Perubahan pada kulit dan mata. dan merokok terhadap kadar lipid antara pria dan wanita. kelainan tulang dan persendian Penyakit tulang Wanita Kolesterol merupakan faktor penting yang menyebabkan PJK pada wanita. Terapi obat tidak dilakukan atau tidak dilanjutkan selama masa kehamilan. Pedoman dan tujuan terapi berbeda dari orang dewasa. Pengaturan genetik LDL dan HDL pada wanita dan pria tidak tampak berbeda. Kadar kolesterol dan trigliserida semakin meningkat selama masa kehamilan.Tabel 22. yang cukup untuk mempengaruhi resiko PJK. tetapi hubungannya tidak sejelas seperti yang terjadi pada pria. Penurunan resiko PJK pada wanita relatif lebih besar daripada pria. Anak-anak Terapi obat pada anak-anak tidak dianjurkan dilakukan sampai usia 10 tahun atau lebih. Tidak terdapat perbedaan besar pada pengaruh olahraga. Penggantian estrogen untuk terapi menopause meningkatkan HDL sebesar 9-13% dan menurunkan LDL sebesar 4-10%. Kadar trigliserida dapat meningkat sebanyak 150 mg/dL. Kadar HDL yang rendah biasanya diikuti dengan obesitas.

Beberapa literatur menyarankan penggunaan resin karena aman dan efektif pada anakanak. DAFTAR PUSTAKA 52 . Sekuestran asam empedu digunakan pada anak-anak karena dapat meminimalkan toksisitas sistemik. Untuk penderita hiperkolesterolemia akut (hiperkolesterolemia familial).usia dini diterapi dengan modifikasi gaya hidup sampai usia 2 tahun. diperlukan perawatan lebih intensif.

edisi 5. Edisi ke-9. Pharmacotherapy (a pathophysiologic approach).asp http://www.1994.Hill Company Inc Nutrition Science and Application. Hal. US Departemen of Health and Human Service Public Health Service. Alamat Website : http://www. Hal. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.asp?show=article&page=8_1157. Bagian Farmakologi Universitas Indonesia : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003.2005. Philadelphia.htm http://www. Hal.asp http://www.com/article. L Kathleen mahan dan Sylvia Escott-Stump. 1996. Papakis. National Health and blood Institut. Krause’s Food. hal 513-547. Current Medical Diagnosis and Treatment. Smolin dan Mary B. Saunders College Publishing.heartandmetabolism. Tierney .org/issues/HM22/hm22newtherappr. 714-723. USA . sulistia G. Basic and Clinical Pharmacology 8th ed . Stephen J. Hal. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. hal 395-413.com/index. 2001.medscape.. Nutrition and Diet Therapy. Ganiswara. 130-163. Vol 1. Bertram. 552.rouzdarou. dkk.com/viewarticle/416520 53 . National Institut of Health. Lori A. Dipiro.B Saunders Company.ATP III.residentandstaff. 44th Ed.1994. Katzung. 1996.1999. 555.1212. 1211. 556. McGraw.uspharmacist.com/gemfibrozil-e.php?s=RSP/2007/04&p=7 http://www. Grosvenor. New York: Lange Medical Books/ McGrawHill. W. September 2002 Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi Ketiga. Lawrence M. McPhee dan Maxine A. Medical Publishing Division.

LAMPIRAN A Gambar 1 Biosintesis kolesterol dilakukan secara de-novo oleh sel hepatosit. 54 .

Gambar 2 Skema biosintesis kolesterol di hati 55 .

Tabel Estimasi Hiperlipid Antara Pria dan Wanita 56 .Gambar 3.

Gambar 4. Gambar Penanganan 57 .

58 .

59 .

60 .

Gambar Arcus Cornealis Gambar Eruptive Xanthome 61 .

Gambar Tuberous Xanthome 62 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful