Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008

METODE PELAKSANAAN JALAN
Ketentuan-ketentuan, persyaratan-persyaratan, tata-cara pelaksanaan pekerjaan sangat dianjurkan mengikuti pada spesifikasi yang diberlakukan pada proyek bersangkutan.

Mobilisasi
Pengiriman unit-unit peralatan Perkerasan Aspal Hotmix lengkap dengan unit Pemecah Batu Pengiriman unit-unit peralatan Pekerjaan Badan Jalan dan tanah

Relokasi Utilitas dan Pelayanan PDAM yang ada
Melaksanakan pemindahan dan pemeliharaan Jaringan Pipa PDAM

Pemeliharaan dan Perlindungan Lalulintas
Membuat Rambu-rambu lalulintas dan penerangannya yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan untuk menghindari terjadinya kecelakaan selama pekerjaan.

Pemeliharaan dan Perlindungan Jembatan Sementara
Pembuatan Jembatan sementara untuk memnidahkan arus lalulintas umum. Jembatan sementara harus memenuhi standar (kuat) yang terbuat dari kayu, jembatan sementara harus di bongkar ketika pekerjaan telah selesai dan diterima oleh Direksi Teknis.

Pemasangan dan Pemeliharaan Kisdam
Pembuatan Bendungan Sementara untuk membuat jembatan Box Culvert. Kisdam harus di bongkar ketika pekerjaan telah selesai dan diterima oleh Direksi Teknis.

Galian Biasa
Galian untuk keperluan pekerjaan gorong-gorong Box Culvert

Material Untuk Kontruksi Perkerasan
Urugan biasa Material harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : • • Bahan tidak termasuk tanah klasifikasi A-7-6 atau CH. CBR ≥ 6 %

Kertak Hanyar -1

-1-

1. Lapis perekat : Takaran pada permukaan baru atau pada permukaan yang sudah tua dan licin (Ltr/m2) 0.15 0.40 – 1. permukaan yang lapuk (Ltr/m2) 0. Buatlah campuran yang mempunyai rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal) sebesar 2 %.40 Takaran pada permukaan yang berpori. Urugan pilihan Material harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : • • CBR ≥ 10 %. Indeks Plastisitas ≤ 6 % Bahan resap pengikat dan perekat 1. CSS-1h 3.36 mm tetapi tertahan ayakan 0. Bahan untuk lapis perekat (tack coat) • • Cutback bitumen jenis RC-70. Abrasi : < 40 % (dianjurkan < 30 %).3. Kertak Hanyar -1 -2- . Bahan untuk lapis resap pengikat (prime coat) • 2. Perhatikan ketentuan batas-batas bahan bergradasi senjang yaitu bahan yang lolos ayakan 2.600 mm.00 – 1.15 – 0. Cutback bitumen jenis MC-30.35 0. tidak boleh digunakan. Biasanya dua ukuran untuk agregat kasar dan juga dua ukuran untuk agregat halus dimana salah satunya adalah pasir bergradasi halus.(1).Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • Nilai aktif > 1. Aplikasi bitumen • Lapis resap pengikat : 1.25.50 Ltr/m2. Aspal emulsi kationik : CSS-1.3. Lihat Tabel 6.00 Jenis bahan Cutback RC-70 Aspal emulsi *) Aspal emulsi + air = 100 : 40 Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) Semua campuran bergradasi senjang akan menggunakan suatu campuran agregat kasar dan halus. Agregat a.

Bahan pengisi • • Dari abu batu kapur. Gradasi campuran agregat : Ukuran saringan 1. 6.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 b.0 %. : ± 1. terhadap berat total campuran : ± 0. 100 (0. 3. 200 : ± 5. 200 ≥ 75 % beratnya. 200 (0. 4.595 mm) No.075 mm No.074 mm) Prosen lolos Type III d Type IV d 100 75 – 100 45 – 70 30 – 50 20 – 35 5 – 20 3 – 12 2–8 1–4 100 80 – 100 70 – 90 55 – 75 45 – 67 35 – 50 19 – 30 13 – 23 7 – 15 1–8 2.38 mm) No.1 mm) 1” (25. 100 No.4 mm) 3/4” (19 mm) 3/8” (9.149 mm) No. 8 (2. : ± 3.0 % berat total campuran. Toleransi komposisi campuran Kombinasi agregat yang lolos (terhadap berat total agregat) : • • • • • Saringan ≥ 2.3 %. Coating and Stripping Tests : > 95 %. 30 (0.297 mm) No. 3. Kadar aspal Kadar aspal campuran harus sesuai dengan rumusan campuran kerja.0 % berat total campuran. Kadar aspal normal dapat digunakan dalam rentang sebagai berikut : • • Campuran type III d : Campuran type IV d : 3. semen portland. Kadar aspal. 5.0 %. 4 (4. Harus kering dan bebas dari gumpalan-gumpalan. dan harus mengandung bahan yang lolos saringan No.76 mm) No. Material aspal Material aspal dari jenis aspal Pen 60/70. : ± 2. abu terbang.51 mm) No. abu tanur semen atau bahan mineral non plastis lainnya yang disetujui. Toleransi temperatur Kertak Hanyar -1 -3- . 50 (0.0 – 6.36 mm Antara 2.36 mm dan 0.5 – 7.0 %.5 %. c.5” (38.

PENCAMPURAN Sirtu Pencampuran dilakukan dengan cara sebagai berikut : Kertak Hanyar -1 -4- .5 14 63 13 60 1800(1) 5(1) 350 Mod 1. AASHTO T-209) 4.5 5. Pengkondisian beku cair (freeze thaw conditioning) tidak diperlukan. 2.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • • 7. 60 °C (5) Rongga dalam campuran (%) pada (2) Kepadatan membal (refusal) Stabilitas Dinamis. Bahan yang keluar dari AMP : ± 5 oC Bahan yang dikirim ketempat penghamparan : ± 5 oC Sifat campuran Ketentuan Sifat-Sifat Campuran Laston Dimodifikasi (AC Modified) Laston Sifat-sifat Campuran Mod Penyerapan Aspal (%) Jumlah tumbukan per bidang Rongga dalam campuran (%) (4) Min Max Rongga dalam Agregat (VMA) (%) Rongga terisi aspal (%) Stabilitas Marshall (%) Min Min Min Max Pelelehan (mm) Min Max Marshall Quotient (kg/mm) Stabilitas Marshall Sisa (%) setelah perendaman selama 24 jam. Berat jenis efektif agregat akan dihitung berdasarkan pengujian Berat Jenis maksimum Agregat (Gmm. Direksi Pekerjaan dapat menyetujui prosedur pengujian AASHTO T283 sebagai alternatif pengujian kepekaan kadar air. Lintasan / mm Min Min Min Min 15 65 1000 3 300 75 2.1.3 B) 2. penumbuk bergetar (vibratory hammer) disarankan digunakan untuk menghindari pecahnya butiran agregat dalam campuran.7 112 (1) BasMo d Catatan : 1. Standar minimum untuk diterimanya prosedur T283 haruss 80 % Kuat Tarik Sisa 2.5 2500 Max 75 3. Jika digunakan penumbukan manual jumlah tumbukan per bidang harus 600 untuk cetakan berdiameter 6 in dan 400 untuk cetakan berdiameter 4 in 3. Modifikasi Marshall (lihat Lampiran 6. Untuk menentukan kepadatan membal (refusal).

Rancangan campuran Pelaksanaan rancangan campuran dilaksanakan di laboratorium dengan pendekatan sebagai berikut : • Perbandingan maksimum air / semen berdasarkan berat = 0. Material konstruksi perkerasan. 2. seperti pada Tabel butir 1.1. seperti pada Tabel butir 1.2. Material dicampur dengan menggunakan wheel loader dengan komposisi yang disesuaikan. yang umumnya terdiri sebagai berikut : • • 2.3. agar terjaga dari hujan dan pengaruh perubahan kadar air. Material konstruksi perkerasan. sedemikian hingga campuran material tersebut menghasilkan gradasi sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.3.65 Kertak Hanyar -1 -5- . Fraksi agregat halus. sehingga material batu pecah yang telah dicampur untuk digunakan sebagai macadam tidak kontak langsung dengan tanah dibawahnya. agar terjaga dari hujan & pengaruh perubahan kadar air. Campuran macadam diberi penutup.1. antara lain harus memperhatikan : • • • Lantai dasar diberi lapisan pasir atau sirtu.3. Cement Treated Base (CTB) 2. Macadam (crushed stone) Pencampuran material macadam (crushed stone) dilakukan pada unit pemecah batu dengan cara sebagai berikut : 1. 3. antara lain harus memperhatikan : • • • Lantai dasar diberi lapisan pasir atau sirtu.4. 2. Fraksi agregat kasar. sehingga material sirtu yang telah dicampur untuk digunakan tidak kontak langsung dengan tanah dibawahnya.1. Pencampuran dilakukan di suatu tempat pencampuran yang memenuhi syarat atau disetujui oleh Pengawas.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 1. Tempat pencampuran sirtu diberi sistem drainase yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan. Material dari sumber material dipecah dengan stone crusher dan selanjutnya dipisahkan dengan pengaturan penyaringan menjadi beberapa fraksi agregat. sedemikian hingga campuran material tersebut menghasilkan gradasi sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Campuran sirtu diberi penutup. Tempat pencampuran macadam diberi sistem drainase yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan. Pencampuran dilakukan di suatu tempat pencampuran yang memenuhi syarat atau disetujui oleh Pengawas. Material yang terpisah pada (1) diatas dicampur dengan menggunakan wheel loader dengan komposisi yang disesuaikan. 2.

2. finishing. 2. Persiapan bahan bitumen Kertak Hanyar -1 -6- . Persentase setiap fraksi agregat yang cenderung akan digunakan Kontraktor. penghampar.3. Suatu temperatur tunggal saat campuran dikeluarkan dari alat pengaduk.4. Rumusan campuran kerja Rumus Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pekerjaan.3.2. Pencampuran CTB disiapkan dalam alat pencampur menerus (Continuous Plant) yang dilengkapi dengan alat pengatur (dispenser) bahan agregat yang cara kerjanya secara volumetric sehingga dapat menghasilkan takaran bahan-bahan campuran agregat secara menerus. dengan agregat yang telah sesuai dengan gradasi yang diinginkan (lihat Tabel pada butir1.4. dengan jumlah benda uji beton masing-masing 5 buah. tenaga kerja yang cukup untuk menjamin suatu tingkat kemajuan pekerjaan.2. 2. Material Konstruksi Perkerasan). pasir.1. Dan selanjutnya dibuat campuran benda uji beton dengan variasi komposisi kadar semen dalam rentang 10 kg. Kombinasi bahan-bahan tersebut kemudian ditambah semen dan dicampur dalam alat yang disebut pugmill. Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) 2. 2. Kemajuan pekerjaan Tidak ada penakaran campuran boleh dilaksanakan bila tidak tersedia peralatan pengangkut. Dari hasil pengujian kuat tekan dari benda uji diatas dapat ditentukan komposisi kadar semen yang diharapkan untuk proses pencampuran CTB. Kadar aspal total dan efektif terhadap berat total campuran. Pada bagian ini bahan-bahan agregat.(3). sebelum dituang ke dump truck. Gradasi agregat gabungan yang memenuhi gradasi yang disyaratkan dalam Tabel 6. bukan secara batching. semen dan air dicampur.3. pada penampung dingin maupun penampung panas.5. Penggunaan penampungan sementara digunakan untuk mencegah terjadinya segregasi campuran CTB sebelum dituang ke dump truck. CTB dapat juga dicampur langsung di lapangan (in situ). Sumber-sumber agregat. sambil didorong kedepan kearah tempat penampungan sementara.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • Kadar cement = 120 – 150 kg per meter kubik. Rumus yang diserahkan harus menentukan untuk campuran berikut ini: a) b) c) d) e) f) Ukuran nominal maksimum partikel. Pencampuran 1.

waktu dikosongkan dari alat pencampur harus berada dalam suatu temperatur dalam batas-batas yang ditunjukkan dalam Tabel 2. 4. PTR Penggilasan akhir (finishing rolling). Untuk AMP jenis Continuous. Tandem roller. Temperatur pencampuran maximum di AMP Pengosongan alat pencampur AMP ke dalam truck.2. • • • 5. tetapi tidak lebih dari 15 oC terhadap temperatur bahan bitumen. Waktu dicampur dengan bahan bitumen.2. Persiapan campuran • Agregat kering yang dipersiapkan sebagaimana yang ditetapkan diatas. Campuran. Tandem roller. Pengiriman ke penghampar (Asphalt Finisher). Campuran menggunakan Bit. Persiapan agregat • • • Agregat untuk campuran harus dikeringkan dan dipanaskan sebelum dimasukkan kedalam alat pencampur. Agregat segera setelah pemanasan harus disaring menjadi fraksi dan diangkut kedalam penampung yang terpisah siap untuk penakaran dan pencampuran dengan bahan bitumen.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 Bahan bitumen harus dipanaskan sampai suatu viscositas 170 CS dalam suatu tanki yang dirancang sedemikian rupa untuk menghindari pemanasan setempat yang berlebihan dan menyediakan suatu persediaan bahan bitumen yang terus menerus ke alat pencampur dengan temperatur merata.4. maka agregat gabungan harus dicampur kering. Penggilasan sekunder (intermediate rolling).4. 60/70) 155 140 < 165 > 135 150 – 120 125 – 110 110 – 95 95 – 80 Kertak Hanyar -1 -7- . sesudahnya bahan bitumen dalam jumlah yang sesuai harus di-distribusikan ke agregat tersebut dan keseluruhannya diaduk sekurang-kurangnya 45 detik. : Batas temperatur campuran Prosedur pelaksanaan Pencampuran campuran untuk benda uji Marshall.2.4. harus dikombinasikan dalam AMP sesuai dengan proporsi yang disyaratkan dalam rumusan campuran kerja. AC-20 (Pen. Bila AMP suatu jenis Batch yang digunakan. Pengangkutan dan pengiriman ke lokasi pekerjaan • • Campuran harus dikirim ke Asphalt Finisher pada suatu temperatur dalam batas-batas seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 2. Penggilasan awal (breakdown rolling). agregat harus kering dan pada suatu temperatur yang berada dalam batas antara yang ditetapkan untuk bahan bitumen. maka waktu pencampuran juga sekurang-kurangnya 45 detik dan dapat diatur dengan menempatkan suatu alat pengukur. 3. Bahan bitumen harus diukur atau ditimbang dan dimasukkan kedalam pencampur dalam jumlah seperti yang ditentukan. Tabel 2. Pemadatan campuran untuk benda uji Marshall. Setiap kendaraan harus ditimbang setelah setiap pemuatan dari AMP.

serta pendekatan site output alat. Konsultan dan Kontraktor) dapat digunakan antara lain untuk : • • • Perkiraan waktu pelaksanaan bagi Pengguna Jasa (Pemberi Tugas) dalam menentukan batas waktu usulan proyek. Ini bisa terjadi bila didukung dengan pemilihan dan analisa kapasitas alat berat dengan cermat. Dengan volume pekerjaan tersebut dan waktu yang telah ditentukan berarti kita harus menetapkan jenis dan jumlah alat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Penyedia Jasa. diharapkan target volume pekerjaan dan waktu pelaksanaan tidak meleset dari perkiraan.1. menerapkan manajemen operasi alat berat di lapangan. Perkiraan kebutuhan alat dan jumlahnya. Aktivitas-aktivitas pekerjaan ini membutuhkan jenis dan jumlah alat yang berbeda-beda. Evaluasi dapat dikembangkan lebih jauh. Perhitungan-perhitungan yang terkait dengan alat berat dalam tulisan ini dilakukan secara computerized program. PERALATAN Alat berat hubungannya sangat erat sekali dan tidak terpisahkan dengan pelaksanaan fisik proyek jalan secara mekanis. Berikut ini diberikan gambaran umum tentang alat berat yang terkait dengan pekerjaan perkerasan jalan khususnya untuk peralatan pekerjaan utama (major work). Dengan adanya analisa yang baik dalam Construction Method diharapkan peralatan yang dioperasikan dapat tepat waktu dan tepat guna untuk menangani proyek tersebut. Volume pekerjaan yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu. Dapat untuk mengendalikan pelaksanaan selama proyek berjalan. penentuan kombinasi dan jumlah alat. formula produksi alat. mengendalikan waktu penyelesaian proyek. waktu dan biaya. b. dan selanjutnya oleh level proyek yaitu Pemimpin Proyek. Kajian / analisis tentang manajemen operasi Alat Berat Proyek Jalan yang perlu dilakukan oleh para Pelaku Proyek (Pengguna Jasa. sehingga waktu tersedia yang diberikan dalam dokumen lelang nanti diharapkan tidak meleset jauh dari perkiraan. Kertak Hanyar -1 -8- . antara lain dalam memperkirakan waktu pelaksanaan proyek. Hal-hal pokok yang berhubungan dengan alat berat. Dari butir a dan b diatas dapat diprogramkan suatu penanganan proyek yang konseptional. serta pengendalian efisiensi alat. yaitu dengan menempatkan peralatan tersebut pada tiap-tiap aktivitas pekerjaan dengan jenis dan jumlah sesuai kebutuhan. maka hasil analisis alat berat yang handal akan membantu para pelaku proyek. Dengan hasil pendekatan site output (produksi alat) tersebut beserta analisisnya. Pekerjaan excavation dan embankment. Gambar 3. Pekerjaan overlay hot-mix.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 3. Misalnya untuk aktivitas : Pengangkutan raw material dari quarry dibawa ke Crushing Plant. untuk melengkapi dokumen lelang sesuai Keppres 18/2000. yaitu : a. : menunjukkan bagan alir manajemen operasi alat berat.

Asphalt Sprayer. Dapat digunakan untuk petunjuk kepada kontraktor. Distributor (asphalt sprayer) harus dilengkapi dengan suatu unit yang terpisah untuk pompa. Air compressor : untuk membersihkan permukaan yang akan dilapisi dari kotoran dan debu. Asphalt Distributor meliputi sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran). sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki. dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan bitumen dengan panas yang merata dapat diterapkan secara merata pada ukuran lebar permukaan yang bervariasi sampai 5 m atau paling tidak 3. dan peralatan untuk mengukur kecepatan pada kecepatan lambat.5 m dan tingkat penyemprotan terkendali dan merata antara 0. Asphalt Finisher. dalam buku ini akan menyajikan-nya terhadap variabel jarak yang cukup teliti yaitu dari 2 km s/d 30 km setiap variabel perbedaan jarak 2 km. Jenis alat yang digunakan Alat yang digunakan untuk pekerjaan lapis resap pengikat (prime coat) dan lapis perekat (tack coat) sebagai berikut : • • • 2). termasuk terhadap variabel jarak.15 sampai 1. distributor bahan bitumen bertekanan dan peralatan untuk memanaskan bahan bitumen. Distributor (atau asphalt sprayer sebagai alternatif) harus mempunyai ban bertekanan angin. Dump truck : untuk alat angkut material batu pecah. Pekerjaan aggregate base Alternatif peralatan yang digunakan untuk pekerjaan lapis pondasi atas (LPA) dan lapis pondasi bawah (LPB) perkerasan jalan dengan crushed stone di lokasi badan jalan antara lain : • • • • Motor Grader : untuk pekerjaan perataan. meteran tekanan satu tongkat celup yang telah dikalibrasi. Suatu pipa semprot khusus harus dipasang pada Kertak Hanyar -1 -9- . Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller sehingga ideal dan efisien. dan harus didesain. 3.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • • 3. Vibratory Roller : untuk alat pemadat. Lapisan resap pengikat dan perekat 1).20 liter/m2.3. sebagai alternatif peralatan asphalt distributor. karena jumlah dump truck sangat tergantung dari jarak AMP ke lokasi. batang penyemprot yang dapat bersirkulasi penuh yang dapat disesuaikan dalam arah mendatar dan vertikal. Water tank truck : untuk keperluan penambahan air bila lapisan yang akan dipadatkan terlalu kering dan tidak masuk dalam rentang kadar air yang diijinkan pada saat pemadatan. Dapat digunakan untuk pendekatan perhitungan koefisien kuantitas alat dalam analisa harga satuan pekerjaan. diperlengkapi. Persyaratan umum • • Peralatan yang digunakan harus meliputi suatu mesin penyapu (power broom) atau alat penghembus (power blower). Alat ini banyak digunakan di banyak proyek-proyek pembangunan jalan. khususnya dalam penentuan jumlah dump truk yang akan di-kombinasikan dengan AMP.4.

maka ujung penunjuk harus di-stel dekat pada permukaan dial yang bersangkutan. Peralatan distributor (asphalt sprayer) harus meliputi sebuah tachometer. Timbangan • • Timbangan untuk setiap kotak timbang atau corong tuang (hopper) dapat berupa jenis batang (beam) atau springless dial. 3). Bila timbangan jenis batang. instrumen untuk mengukur kecepatan perjalanan. Wheel Loader : alat untuk memindahkan agregat batu pecah dan pasir (abu batu) dari tumpukan material ke dalam hoper cold bin. Dump Truck : untuk mengangkut campuran aspal. Suatu tell tale dial harus dipasang dan ini akan mulai berfungsi bila beban yang sedang ditimbang berada dalam 50 kg dari yang diharapkan. c. nilai perbedaan angka minimum harus tidak boleh lebih besar dari 1 kg. alat pengukur volume yang akurat atau tanki yang telah di-kalibrasi. tiap muatan harus ditutup dengan kanvas/terpal atau bahan lainnya yang cocok. b. 3. dan dioperasikan sedemikian rupa untuk menghasilkan campuran dalam batas toleransi sesuai dengan Campuran Kerja. Timbangan jenis dial • • Kertak Hanyar -1 . AMP harus memiliki kapasitas yang cukup melayani mesin penghampar secara menerus (tidak terhenti-henti) sewaktu menghampar campuran pada kecepatan normal dan ketebalan yang disyaratkan.Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • ujung batang penyemprot untuk memberikan tingkat/jumlah bitumen yang diperlukan.10 - . termometer untuk mengukur temperatur isi tanki. Tandem Roller : untuk breakdown rolling dan finishing rolling.5 % kali beban maximum yang diperlukan.5. Jenis alat di pusat pencampuran aspal a. dengan ukuran yang sedemikian rupa agar dapat melindungi campuran terhadap cuaca. Jenis alat di lokasi badan jalan a. alat pengukur tekanan. c. maka harus ada suatu batang timbangan tersendiri untuk setiap ukuran agregat. Timbangan tersebut harus dilengkapi dengan alatalat penunjuk yang dapat disesuaikan untuk memberikan tanda berat dari setiap bahan yang akan ditimbang. harus berketelitian 0. AMP harus dirancang. Asphalt Mixing Plant (AMP) dapat berupa pusat pencampuran dengan penakaran (batching) atau pusat pencampuran menerus (continuous). Bila timbangan jenis springless dial. Asphalt Finisher : untuk pembentuk dan penghampar campuran aspal panas (hotmix). Gerakan vertikal secukupnya harus dimungkinkan bagi batang tersebut untuk memungkinkan tell tale dial berfungsi dengan benar. Pekerjaan hotmix Pekerjaan lapisan Asphalt Treated Base (ATB) dan Asphalt Concrete (AC) menggunakan alat : 1). Pneumatic Tire Roller : untuk pemadatan intermediate. b. 2). Timbangan untuk menimbang bahan bitumen harus sesuai dengan spesifikasi.

Untuk AMP jenis Continuous maka kecepatan operasi dari pompa harus disesuaikan dengan arus agregat kedalam campuran dengan suatu pengendali. Saringan Saringan instalasi yang mampu menyaring semua agregat sampai ukuran-ukuran dan proporsi-proporsi yang ditetapkan. 4). Alat penyalur bahan untuk alat pengering Instalasi harus diperlengkapi dengan suatu sarana mekanis yang tepat untuk menyalurkan agregat kedalam alat pengering sedemikian rupa sehingga dapat dicapai produksi dan temperatur yang merata. Total kapasitas penyimpanan tanki harus 30. Peralatan pengukur suhu Kertak Hanyar -1 . 7). Tempat penyimpanan harus dibagi sekurang-kurangnya dalam 3 kompartemen dan harus disusun sehingga menjamin penyimpanan fraksi-fraksi agregat secara terpisah dan cukup. 6). Penampung Instalasi harus memiliki tempat-tempat penyimpan yang berkapasitas cukup untuk melayani alat pencampur bila sedang beroperasi dalam kapasitas penuh. 10). Unit pengendali bitumen Alat meteran untuk bahan bitumen harus berupa suatu pompa meteran aspal. Alat pengering Suatu alat pengering berputar untuk pengeringan dan pemanasan agregat harus disediakan. Saringan tersebut harus mempunyai suatu efisiensi operasi sedemikian rupa sehingga agregat yang disimpan dalam setiap tempat penyimpanan harus tidak berisi lebih dari 10 % bahan yang berukuran terlalu besar atau terlalu kecil. Timbangan jenis batang harus diperlengkapi dengan suatu sarana penunjuk yang mulai berfungsi bila beban yang ditimbang berada dalam 5 kg dari yang diharapkan. 8).000 liter dan minimum 2 buah tanki berkapasitas sama harus disediakan. Peralatan untuk persiapan bahan bitumen Tanki-tanki penyimpan bahan bitumen harus dilengkapi untuk memanaskan bahan. 5). dan berkapasitas sedikit lebih besar dari kapasitas penuh alat pencampur harus disediakan. Sistem sirkulasi untuk bahan bitumen harus berukuran cukup untuk menjamin sirkulasi yang layak dan terus menerus selama seluruh periode operasi. alat tersebut harus dengan mudah dan tepat dapat diatur. Setiap kompartemen harus dilengkapi dengan suatu pipa pelimpah. Bila digunakan AMP jenis Batch maka pompa harus menyediakan jumlah bahan bitumen yang direncanakan untuk setiap penakaran.11 - . 9).Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 untuk menimbang bahan bitumen harus berkapasitas kurang dari 2 kali berat bahan yang akan ditimbang dan harus dibaca sampai skala kg yang terdekat.

Peralatan penghampar • Peralatan untuk penghamparan dan penyelesaian harus terdiri dari mesin penghampar (asphalt finisher) yang bertenaga penggerak sendiri. Mesin penghampar harus dilengkapi dengan corong-curah dan ulir pendistribusi dari jenis yang dapat berputar balik untuk menempatkan campuran secara merata di depan batang perata (screed) yang dapat distel. Truck scale Timbangan dan rumah timbang harus disediakan untuk menimbang truck-truck bermuatan hotmix yang siap untuk dikirim ke lokasi pekerjaan. minyak panas atau sarana lain. • Kertak Hanyar -1 .Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • • Metal thermometer yang berskala 100 oC s/d 200 oC harus ditempatkan dalam jalur pemasukan bitumen yang sesuai dekat klep pengeluaran pada unit pencampur tersebut. Instalasi diperlengkapi dengan termometer berskala cakra angka (dial). Pencampur harus mempunyai pengukur waktu untuk pengendalian siklus pengadukan. Alat ini harus diberi selubung pemanas (heat jacketed) dengan uap air. Pengendali waktu pencampuran AMP harus diperlengkapi dengan sarana-sarana untuk mengatur waktu pencampuran. Perioda pengadukan basah adalah interval antara waktu bahan bitumen disemprotkan pada agregat dan waktu pintu pencampur dibuka. Kapasitas pencampur harus tidak kurang dari 1 ton. Persyaratan keamanan • • Tangga-tangga yang cocok dan aman yang menuju ke landasan alat pencampur dan tangga-tangga berpengaman yang menuju ke unit-unit instalasi lainnya harus ditempatkan pada semua jalan masuk ke operasi instalasi. Pengumpul debu AMP harus dilengkapi dengan suatu alat pengumpul debu (dust collector) untuk membuang atau mengembalikan ke elevator. 11). Perioda pengadukan kering di-definisikan sebagai interval waktu antara pembukaan pintu kotak timbangan dan permulaan penggunaan bitumen.12 - . 12). 13). 15). kelandaian. mampu menghampar dan menyelesaikan campuran tepat pada garis. Persyaratan khusus untuk AMP jenis Batch Alat pencampur jenis Batch harus merupakan jenis twin-pugmill (pengaduk putar ganda) yang mampu menghasilkan suatu campuran yang merata dalam batas toleransi job mix formula. dan penampang melintang yang diminta. Jalan lintasan yang cukup lebar dan tanpa rintangan harus dipelihara sepanjang waktu di dalam dan sekitar ruang pemuatan truck. 14). 17).

atau tindakan praktis lainnya yang efektif dalam menghasilkan suatu permukaan akhir yang memiliki kerataan dan tekstur yang ditetapkan. Sekurang-kurangnya salah satu dari mesin gilas harus mampu menghasilkan suatu tekanan gilas sebesar 600 kg per 0. Istilah perataan (screeds) meliputi segala pemotongan. untuk mempertahankan kelandaian dan tepi perkerasan jalan tepat pada garis dan ketinggian permukaan yang diberikan dalam gambar dengan tanpa menggunakan acuan samping yang bersifat tetap.50 kg/cm2. c. Mesin gilas roda baja (Tandem Roller) dan mesin gilas roda ban bertekanan angin (Pneumatic Tire Roller) diperlukan untuk setiap mesin penghampar (Asphalt Finisher). lengan perata (evener arm) atau alat-alat pengganti yang bersangkutan lainnya. 18).Metode Pelaksanaan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Perdesaan Tahun 2008 • • • • Mesin penghampar harus menggunakan perlengkapan penyeimbang (equalizing runner). dengan tanpa pembelahan. Pneumatic tire roller harus yang mempunyai tidak kurang dari pada 7 roda dengan ban-ban pemadat bertapak halus yang ber-ukuran dan ber-konstruksi sama. b.1 m lebar. penggeseran atau pengaluran.1 m meliputi tidak kurang dari 0. pelurus (straightedge runner). Peralatan pemadat a. dapat beroperasi dengan suatu tekanan ban sebesar 8. Mesin gilas harus mampu menghasilkan suatu tekanan beban roda belakang tidak kurang dari pada 400 kg per 0. Mesin penghampar harus dilengkapi dengan batang perata (screed) yang dapat digerakkan yang memiliki perlengkapan untuk memanaskan batang perata yang bersangkutan sampai temperatur yang diperlukan untuk menghampar campuran hotmix. pengumpulan (crowding).5 m lebar mesin gilas.13 - . Peralatan tersebut harus meliputi alat yang dapat distel untuk memberikan bentuk penampang melintang yang ditentukan dan mengatur ketebalan yang diperlukan. Kertak Hanyar -1 .