P. 1
Mesin Bor

Mesin Bor

|Views: 1,758|Likes:
Published by Nelly Syarifah

More info:

Published by: Nelly Syarifah on Nov 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

1.

Mesin Bor
-

Fungsinya untuk: a. membuat lubang dengan menggunakan perkakas bantu yang disebut mata bor. b. Memperluas lubang. c. menghaluskan permukaan lubang. d. pembuatan ulir dengan memasang tap pada chucknya.

-

Jenis mesin bor: a. mesin bor tangan
y

digunakan untuk pekerjaan ringan, seperti pembuatan lubang dengan diameter kecil (kurang dari 13 mm), dan benda kerjanya telah terpasang pada kedudukan yang tidak mungkin akan dibuka kembali.

y

Jenis mesin bor tangan: 1) Mesin bor tangan : digerakan oleh tangan, hanya dapat melakukan pengeboran sampai dengan ukuran 8 mm. 2) Mesin bor listrik : digerakan oleh listrik, dapat membuat lubang sampai dengan ukuran 13 mm. Mempunyai 2 atau lebih kecepatan putarnya, sehingga dapat digunakan untuk putaran cepat dan lambat. Harganya lebih murah dan multiguna, sehingga banyak digunakan.

y

Mesin bor tangan juga digunakan untuk pemasangan baut baut, pembukaan bautbaut, penggerindaan, pemolesan, penghalusan benda kerja, apabila dilengkapi dengan beberapa alat bantu.

y

Langkah pengoperasian mesin bor tangan: 1) buatlah titik senter pada daerah benda kerja yang akan dibuat lubang. 2) Pasang mata bor yang diperlukan pada chuck mesin bor, dan kuncikan dengan menggunakan kunci chuck. 3) Lepaskan kunci chuck sebelum mesin dijalankan. 4) Jika menggunakan mesin bor listrik, maka pilih kecepatan yang sesuai dengan jenis bahan mata bor dan jenis bahan benda kerja. 5) Sebelum pengeboran, tepatkan ujung mata bor pada titik senter. 6) Hidupkan mesin dan mulai pengeboran.

y

Keselamatan kerja pada proses pengeboran menggunakan mesin bor tangan: 1) pakailah pakaian kerja yang nyaman, hindari kancing baju terbuka, pakailah penutup rambut (apabila berambut panjang), hiudari pemakaian benda berharga (seperti jam, kalung, dan cincin). 2) Jaga agar tangan tidak terlalu dekat dengan mata bor yang sedang berputar.

mesin bor lantai y mesin bor lantai dipasang pada lantai bengkel dengan diikat oleh baut fondasi.  kapasitas mesin bor meja adalah 13 mm.  Agar hasil pengeboran baik. sehingga dapat dipakai untuk membuat lubang pada benda kerja yang besar. . 6) Yakinkan mata bor telah terikat dengan kuat. y ukuran mata bor yang dapat dipasang pada chuck mesin bor lantai adalah 13 mm ± 25 mm. agar mesin tidak bergetar sewaktu melakukan pekerjaan dan menghindari mesin agar tidak rebah akibat beratnya sendiri. artinya chuckmesin bor dapat menjepit mata bor berdiameter 13 mm. pada saat menyetel/mengganti mata bor. agar dapat menghentikan mesin dengan seketika. y Kelebihan mesin bor lantai adalah dapat digunakan untuk pengeboran benda kerja dengan ukuran yang lebih besar. 7) Gunakan kacamata. periksa penjepitan benda kerja. Benda kerja yang akan dibor.3) Matikan mesin dan putuskan hubungan listriknya. karena lebih kokoh dibandingkan dengan mesin bor meja. 4) Gunakan mata bor yang tajam. b. mesin bor meja  digunakan untuk membuat lubang dengan diameter lebih besar dari lubang yang dibuat oleh mesin bor tangan.  Mesin bor meja digerakan oleh motor listrik dan mempunyai kecepatan putaran yang berbeda. digunakan tuas pemakanan. Meja tersebut dapat diatur ketinggiannya. 5) Uutuk pengeboran benda kerja yang kecil. c. dimana putaran yang dihasilkan motor listrik dipindahkan ke poros utama mesin bor melalui puli dan sabuk. maka mesin bor meja diikatkan pada meja kerja dengan menggunakan baut pengikat. y Mesin bor lantai dilengkapi rem.  mesin bor meja dilengkapi dengan meja tempat kedudukan ragum mesin (tempat menjepit benda kerja yang akan dibor). dijepit pada ragum mesin yang diikatkan pada meja mesin.   Untuk menggerakan mata bor mendekati benda kerja.

landasan mesin dilengkapi juga d engan rem untuk lebih terjaminnya keselamatan kerja. y Meja mesin dilengkapi dengan lubang sebagai pengaman pada saat pembuatan lubang yang tembus pada benda kerja. ragum. y Tiang mesin merupakan komponen utama yang sangat vital. Tiang mesin didudukan pada landasan mesin dan dijepit kuat. y Landasan mesin dilengkapi dengan lubang pada sudut-sudutnya untuk kedudukan baut pengikat mesin. gaya tersebut dipindahkan pada poros utama mesin yang membawa mata bor. yaitu: 1) motor listrik/penggerak : membangkitkan tenaga putar. Selain itu dilengkapi juga dengan alur bentuk T. sehingga tidak dapat bergerak. 2) cakra bertingkat : mengatur kecepatan putaran mata bor. baik pada meja maupun pada lantai bengkel. y Kedudukan meja mesin permukaannya harus tegak lurus terhadap tiang me sin. d. sehingga dapat melakukan pemotongan pada benda kerja. dan gaya akibat pemotongan. Meja mesim y meja mesin berfungsi sebagai tempat kedudukan ragum dan tempat pengikatan benda krja yang akan dibor. kepala mesin y pada kepala mesin terdapat beberapa peralatan mekanis sebagai penggerak mata bor agar dapat melakukan pmotongan. karena semua peralatan mesin bor bertumpu padanya. Alat/landasan mesin y alas/landasan mesin terbuat dari besi tuang. meja mesin. seperti tiang mesin. . sehingga cukup stabil dan kuat untuk menahan beban. b. 3) Tuas pemakanan : pengontrol dalamnya pengeboran. kepala mesin. y Alur pada alas mesin berguna sebagai tempat kedudukan baut T pada saat mengikat benda kerja. Pada mesin baru. Tiang mesin y y bentuk tiang mesin bor yaitu bulat dengan kepresisian yang tinggi. benda kerja. mesin bor radial - Bagian utama mesin bor meja dan mesin bor lantai: a. y Motor listrik membangkitkan tenaga putar dan dengan perantara cakra bertingkat dan sabuk penggerak. dan harus dapat digerakan ke atas dan ke sekeliling tiang.d. yang berfungsi sebagai tempat kedudukan baut pengikat. c.

b. y sedangkan mata bor dengan badan pemegangnya berbentuk tirus (diameter mata bor lebih besar dari 13 mm). ragum dijepit/diikat oleh baut T pada meja mesin untuk lebih terjaminnya keselamatan kerja. agar tidak merusak dinding poros utama. peralatan penjepit mata bor y digunakan untuk mengikat mata bor dan bersama-sama dengan pengikatnya mata bor berputar melakukan pemotongan. y Untuk membuka mata bor dari pengikatnya. Pada saat pengeboran. Mata bor y mata bor adalah perkakas potong yang digunakan untuk menghasilkan lubang pada benda kerja. 3) Blok berjenjang Blok berjenjang banyak digunakan pada proses pengeboran karena sangat mudah digunakan. penjepitnya adalah cekam mata bor (drill chuck). Membuka mata bor dengan drilll drift. y Pada mata bor terdapat 2 buah alur helix sepanjang badannya. y Untuk mata bor dengan badan berbentuk bulat (diameter mata bor kurang dari 13 mm). . harus diingat bahwa sisi radius harus menghadap ke atas. Gunakan palu ringan (250 gram) untuk memukul drill drift dan beri alas kayu pada meja mesin.- Peralatan kelengkapan mesin bor: a. peralatan penjepit benda kerja 1) ragum ragum berfungsi sebagai peralatan pengikat benda kerja yang akan dibor. c. 2) Menggulung beram hasil pemotongan. Untuk menjepitnya digunakan pengikat U dan baut pengikatnya. Fungsi alur adalah: 1) membentuk sisi potong. digunakan kunci mata bor dan drill drift. agar mata bor yang jatuh tidak melukai meja mesin. 2) V blok V blok digunakan untuk mengikat benda kerja berbentuk bulat/silinder. 3) Sebagai jalan keluar beram hasil pemotongan. penjepitnya adalah sarung tirus.

batas pinggir : batas pinggir mata bor yang sempit sepanjang alur mata bor merupakan mata potong memperhalus lubang yang dibuat oleh sisi potong dan merupakan batas ukuran diameter mata bor. Untuk keperluan khusus. seperti pengeboran secara massal dan bahan benda kerja keras. Mata bor HSS dapat memotong bahan 2 kali lipat dibandingkan mata bor HCS. 2) badan mata bor badan mata bor adalah bagian antara pemegang dan mata potongnya. pada ujungnya dibuat bentuk pipih agar mata bor tidak slip waktu pengeboran dan untuk memudahkan dalam melepas mata bor dari poros utama. Mata bor dari bahan HCS harganya lebih murah. Umumnya membentuk sudut 118o. Mata bor dari bahan HSS lebih banyak digunakan di bengkel mesin. kecepatan potongnya 3 kali lebih cepat dibandingkan menggunakan mata bor HSS. karena ketajaman sisi potongnya cukup tahan lama. y Mata bor dibuat dari bahan HCS (high carbon steel/baja karbon tinggi) dan HSS (high speed steel). Pada pemegang berbentuk tirus. tapi mudah patah dan tumpul. 3) mata potong mata potong adalah bagian yang berbentuk kerucut pada ujung badan mata bor. masing-masing sisi potongnya diasah untuk membentuk sudut 59o dari titik senternya. Badan mata bor terdiri dari beberapa bagian penting yang berhubungan dengan efisiensi pemotongan: alur helix : alur mata bor biasanya ada 2 buah. Web mengarahkan mata bor pada tempat yang akan dibor dan telah ditandai dengan penitik senter. Body clearance : body clearance adalah bagian utama antara batas tepi dan alur pada mata bor. Fungsinya sebagai pengarah saat pemotongan permulaan. maka digunakan mata bor dengan sisi potong dari bahan karbid (cemented carbide). sedangkan mata bor dengan diameter di atas 13 mm mempunyai pemegang berbentuk tirus sesuai dengan ketirusan pada sarung pemegangnya dan ketirusan bagian dalam poros utama mesin bor. Mata bor karbid. tetapi sering juga terdapat 3 alur atau lebih. Fungsinya untuk mereduksi gesekan antara bagian luar mata bor dengan dinding lubang hasil pengeboran. Sisi potong mata bor (lip) dibentuk .4) Sebagai jalan masuk cairan pendingin. Web : web adalah sekat tipis yang terdapat pada senter mata bor. y 3 Bagian utama mata bor: 1) Pemegang Umumnya mata bor dengan diameter sampai 13 mm mempunyai pemegang berbentuk lurus/silinder.

0 ± 91.0 250 ± 400 4.0 15 ± 25 300 ± 400 y Rumus kecepatan putaran mesin bor: .4 9.4 ± 33.150 12.4 ± 122.4 ± 24.6 ± 7.30 ± 0.70% C) 4 5 6 7 8 9 10 11 Baja tempa Baja campuran Stainless steel Besi tuang lunak Besi tuang keras Besi tuang dapat tempa Kuningan dan bronze Bronze dengan tegangan tarik tinggi 12 13 Logam monel Aluminium dan aluminium paduan 14 Magnesium dan magnesium paduan 15 16 Marmer dan batu Bakelit dan sejenisnya Meter/menit 24.7 50 ± 60 50 ± 70 30 ± 40 100 ± 150 70 ± 100 80 ± 90 200 ± 300 70 .6 91. agar mata bor dapat berputar dengan lurus/senter dan membuat lubang yang lebih besar dari diameter mata bornya sendiri.30% C) 2 Baja karbon menengah (0.2 30.2 ± 18.60% C) 3 Baja karbon tinggi (0.4 61.4 ± 45.4 40 ± 50 200 ± 300 76.4 24.7 21.2 ± 21. Sisisisi potong harus sama panjang dan mempunyai sudut yang sama besar.4 ± 27. y Menurut Reep Mc Carthy (1984).oleh titik perpotongan antara alur dan ujung bentuk kerucut dari mata bor.4 21.2 61.3 50 ± 60 15.05 ± 0.5 Feet/menit 80 ± 100 21. - Kecepatan putar dan kecepatan potong y kecpatan putaran dan kecepatan pemotongan adalah faktor yang mempengaruhi umur mata bor.4 70 ± 80 15.3 15.2 ± 15.60 ± 1.1 ± 12.0 ± 91.2 ± 18.2 ± 122. kecepatan potong untuk mata bor jenis HSS ditunjukan pada tabel di bawah ini: Bahan 1 Baja karbon rendah (0.5 ± 45.

T .1416 2) untuk sistem imperial n! keterangan: n = kecepatan putaran (rpm) s = kecepatan potong (feet/menit) D = diameter mata bor (inch) T = 3.1) untuk sistem metrik n! Csx1000 DxT keterangan: n = kecepatan putaran (rpm) T = 3.1416 Rumus kecepatan potong mein bor: 3) sistem metrik y Cs ! Keterangan: Cs = kecepatan potong (m/menit) n = kecepatan putaran (rpm) D = diameter mata bor (mm) T = 3.n 12 .T .1416 4) sistem imperial Cs ! Cs = kecepatan potong (feet/menit) n = kecepatan putaran (rpm) D = diameter mata bor (inch) T = 3.1416 ¢ ¡   £ s = kecepatan potong (meter/menit) = diameter mata bor (mm) sx12 DxT D.n 1000 D.

9 5/16 611 733 856 2446 3669 9.2 1/8 152 8 4.8 3/16 101 9 6. 2 25. 1 12.4 ¼ 764 per 2 50¶ 18.1 200¶ 300¶ Revolutions per minute 366 7 183 3 122 2 917 427 8 213 9 142 6 107 0 488 9 244 5 163 0 122 2 978 550 0 275 0 183 3 137 5 110 0 611 1 305 6 203 7 152 8 122 2 101 9 672 2 336 1 224 1 168 1 134 5 112 0 960 733 4 366 7 244 5 183 3 146 7 122 2 104 8 794 5 397 3 264 8 198 6 158 9 132 4 113 5 993 855 6 427 8 285 2 213 9 171 1 142 6 122 2 107 0 916 7 458 4 305 6 229 2 183 3 152 8 131 0 114 6 917 1222 9 6115 1834 4 9172 4076 6115 3057 4586 7. hubungan diameter mata bor. 1 22. 4 28.6 Inche s 1/16 305 6 3. 4 90¶ 30. 3 7¶ 24. 7 14¶ 45. 4 80¶ 27.J. kecepatan potong. 7 15. 7 150 ¶ 61 94. Mc Carthy (1984). 9 19. 5 110 ¶ 36. 3 60¶ 21. 5 100 ¶ 33.E. 7/16 437 524 611 698 786 873 1747 2621 ½ 382 458 535 611 688 764 840 917 1529 2293 5/8 306 367 428 489 550 611 672 733 794 856 1223 1834 ¾ 255 306 357 407 458 509 560 611 662 713 764 1019 1529 7/8 218 262 306 349 393 436 480 524 568 611 655 874 1310 1 191 229 267 306 344 382 420 458 497 535 573 764 1146 1 1/8 170 204 238 272 306 340 373 407 441 475 509 679 1019 1¼ 153 183 214 244 275 306 336 367 397 428 458 612 918 . 6 120 ¶ 39. Reep dan V. 6 130 ¶ 42.5 3/8 509 611 713 815 917 2038 3057 11. 6 31.y Menurut V. minute Feet minute Diameter m m 1. dan kecepatan putaran ditunjukan pada tabel di bawah ini: Meter s per 15.

Jenis bahan benda kerja yang akan dipotong. 5 47. 3 44. . 2 63. 5 69. 6 50. y Dalamnya pemakanan mata bor dipengaruhi oleh: a. Dalamnya pemakanan mata bor adalah setiap kali putaran mata bor. c. 9 76. 9 38. maka semakin dalam pemakanan mata bor. b. diameter mata bor.8 34. 1 41. 8 57. 2 3 64 76 89 102 115 127 140 153 166 178 191 254 381 2 3/4 69 83 97 111 125 139 153 167 181 194 208 278 417 2½ 76 92 107 122 137 153 168 183 199 214 229 306 459 2¼ 85 102 119 136 153 170 187 204 221 238 255 340 510 2 95 115 134 153 172 191 210 229 248 267 287 382 573 1 7/8 102 122 143 163 183 204 224 244 265 285 306 408 612 1¾ 109 131 153 175 196 218 240 262 284 306 327 436 654 1 5/8 117 141 165 188 212 235 259 282 306 329 353 470 705 1½ 127 153 178 204 229 255 280 306 331 357 382 510 765 1 3/8 139 167 194 222 250 278 306 333 361 389 417 556 834 - Pemakanan y pemakanan mata bor adalah gerak maju mata bor untuk setiap kali putaran mata bor. Kondisi/keadaan mesin yang digunakan untuk pengeboran. y Semakin besar diameter mata bor.

05 0. . Pana s yang timbul dapat mengakibatkan sisi potong mata bor menjadi cepat tumpul. 2) Dapat Mengurangi gesekan. 4) Tidak menimbulkan karat pada benda kerja.002 ± 0. - Pengasah mata bor y persyaratan yang harus diperhatikan dalam pengasahan mata bor pada mesin gerinda: 1) besar sudut mata potong 2) besar sudut kebebasan mata potong 3) posisi titik senter y langkah kerja pengasahan mata bor pada mesin gerinda: 1) pakai kacamata atau penutup muka dan penutup mata.10 0.001 ± 0.015 ± 0.007 0. y Syarat cairan pendingin yang digunakan: 1) dapat mendinginkan mata bor dan benda kerja.63 Feet 0. hubungan antara diameter mata bor dengan dalamnya pemakanan ditunjukan pada tabel di bawah ini: Diameter mata bor Milimeter Sampai 3 3±6 6 ± 13 13 ± 25 25 . 3) Dapat mempertinggi gaya pemotongan.38 ± 0.38 Inchi 1/8 1/8 ± ¼ ¼-½ ½-1 1±1½ Dalamnya pemakanan Milimeter 0. 2) Periksa terlebih dahulu kerataan permukaan batu gerinda.007 ± 0. lakukan pengasahan/perataan menggunakan dresser.025 - Cairan pendingin (coolant) y proses pengeboran akan menimbulkan panas akibat gesekan mata bor dengan benda kerja. maka saat pengeboran diperlukan cairan pendingin. dkk (1983).004 ± 0. Namun pengeboran benda kerja dari bahan besi cor/tuang tidak memerlukan cairan pendingin.002 0.F. Jika permukaan batu gerinda tidak rata. 5) Dapat membantu pengeluaran beram.18 0.05 ± 0. Untuk mengurangi panas yang timbul.02 ± 0.18 ± 0.015 0. 3) Periksa jumlah cairan pendingin yang ada pada bak penampungnya. 4) Periksa sudut-sudut mata bor menggunakan mal sudut.004 0.38 0.10 ± 0.y Menurut Krar S.

yang dapat menimbulkan retak-retak pada sisi potong mata bor. . untuk menjaga agar mata bor tidak mengenai ragum. 6) Pegang bagian pemegang mata bor dengan tangan yang lain. 2) Tandai menggunakan penitik pusat. 7) Setelah selesai pengeboran. 7) Perhatian: dinginkan mata bor sesering mungkin selama pengasahan/penggerindaan. 5) Jepit benda kerja pada ragum. (gunakan tabel/perhitungan). Atur posisi benda kerja sehingga titik senter lubang yang akan dibuat segars dengan titik senter mata bor. sehingga mata bor melakukan pemakanan terhadap benda kerja. ulangi langkah pengasahan dan periksa kembali sudut-sudutnya. Apabila sudutnya belum benar. matikan mesin dan lepaskan mata bor. sesuaikan dengan jenis bahan benda kerja. 8) Setelah selesai pengasahan periksa kembali sudut-sudut mata bor (sudutnya harus 59o). 4) Atur kecepatan putaran mata bor. 6) Hidupkan mesin dan perlahan-lahan turunkan mata bor dengan memakai tuas pemakanan. maka buatlah besarnya lubang menggunakan jangka tusuk. 3) Catatan: jika lubang yang akan dibuat adalah lubang presisi/teliti. agar mata bor tidak mengalami panas yang berlebihan. Selama proses pemakanan. - Langkah pengeboran y Hal yang harus diperhatikan: 1) kecepatan potong yang digunakan 2) pengikatan benda kerja 3) dalamnya pemakanan 4) kecepatan putaran mata bor 5) dll y Pengeboran benda kerja dengan permukaan rata: 1) tentukan titik senter lubang yang akan dibuat pada benda kerja. berikan cairan pendingin. Simpan mata bor dan peralatan lainnya pada tempat yang telah disediakan. Posisi penempatan mata bor harus membentuk sudut 59o terhadap permukaan batu gerinda. Gerakan mata bor perlahan-lahan sewaktu penggerindaan. maka pegang mata bor dan dudukan pada pendukung benda kerja mesin gerinda. dengan didukung oleh kayu paralel strip. Yakinkan dengan jalan menurunkan mata bor tepat berada pada titik senter lubang yang akan dibuat.5) Jika sudut mata bor benar. bemda kerja dan alat bantunya.

10) Gunakan pakaian kerja dengan semua kancing baju harus dikancingkan. Bersihkan mesin dan peralatan bantu lainnya. . dan jangan memakai perhiasan (seperti kalung. cincin. apalagi menghentikan mesin dengan memegang mata bor. Gunakan palu lunak (palu plastik/karet) untuk mengeraskan pengikatan mata bor pada sarungnya.y Pengeboran benda kerja yang dijepit oleh V blok: 1) tandai dengan penitik pusat tempat yang akan dibuat lubang pada benda kerja. 8) Kecepatan potong dan kecepatan putaran jangan sampai melebihi yang disarankan. Simpan mata bor dan peralatan bantu pada tempat semula. dan atur kedudukannya sehingga titik senter tepat berada di bawah senter bor. Selama proses pemotongan berikan cairan pendingin. 4) Setelah senter. dan penutup rambut (terutama yang berambut panjang). 2) Pasang senter bor yang sesuai pada chuck bor. matikan mesin dan lepas benda kerja dan mata bor. 6) Periksa pengikatan benda kerja untuk menjaga getaran selama pengeboran. 6) Ganti senter bor dengan mata bor yang sesuai dengan diameter yang diperlukan. 8) Setelah selesai melakukan pemotongan. agar tidak menghalangi proses pengeboran. 5) Atur kecepatan putaran mata bor dan kecepatan pemotongannya. Pemakanan secara perlahan sesuai dengan kecepatan pemotongannya. 2) Gunakan kecepatan potong yang disarankan. gelang. 11) Jangan meninggalkan kunci chuck pada chuck bor setelah membuka dan memasang mata bor. kekerasan bahannya. dan jam tangan). sesuai dengan diameter mata bor dan bahan benda kerja. Uji kelurusannya dengan menurunkan senter bor. maka periksa ketirusannya. dan kecepatan potongnya. 12) Jangan menghentikan putaran mesin walaupun mesin telah dimatikan. sehingga tidak menimbulkan panas yang berlebihan. 3) Gunakan cairan pendingin. - Keselamatan kerja pada pengeboran: 1) gunakan jenis mata bor yang sesuai dengan jenis bahan benda kerja. 4) Periksa ketirusan (draft) dan kelurusan (shank) pemegang mata bor. 9) Gunakan kacamata tembus pandang atau pelindung muka. 3) Pasang benda kerja pada V blok. 5) Jika menggunakan sarung mata bor. 7) Buang beram-beram pemotongan. jepit benda kerja dengan kuat. 7) Hidupkan mesin dan turunkan mata bor menggunakan tuas pemakanan. sehingga mata bor melakukan pemakanan pada benda kerja.

perunggu (bronze). dan bahan lunak lainnya menggunakan mata bor khusus pengeboranbahan baja. 15) Jangan gunakan kain untuk memberikan cairan pendingin dan membersihkan beram.13) Jangan mengebor bahan kuningan (brass). tembaga paduan. 14) Jangan mengoperasikan mesin bor jika penutup mekanis penggerak mata bor tidak terpasang dengan baik. Bersihkan mesin sesudah selesai bekerja .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->