Kondisi Umum Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi merupakan Kabupaten terluas di Jawa Barat dengan luas 4.128 Km (412.799,54 Ha), mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, sebagian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 85 89 persen. Curah hujan antara 3.000 30 derjat C dengan kelembaban udara

4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara,

sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 selatan Kabupaten Sukabumi.

3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai

Penduduk Kabupaten Sukabumi selama empat tahun terakhir terus meningkat. Tahun 2005 sekitar 2.224.993 Jiwa, tahun 2006 sekitar 2.278.836, tahun 2007 sekitar 2.291.003, tahun 2008 sekitar 2.376.620. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005 sebesar 1,93%, tahun 2006 sebesar 1,67%, tahun 2007 sebesar 0,53%, tahun 2008 sebesar 1,66%. Tingkat kepadatan penduduk 579,39 orang per km persegi. Penduduk miskin Tahun 2005 berjumlah 746.857 jiwa (218.211 KK) atau 34,06% dari jumlah penduduk, tahun 2006 naik menjadi 813.742 jiwa (226.401 KK) atau 38% dari jumlah penduduk. Sementara tahun 2007 terjadi penurunan penduduk miskin menjadi 619.919 jiwa (181.697 KK) atau 29% dari jumlah penduduk dan tahun 2008 menjadi 606.072 jiwa (177.638 KK) atau 28% dari jumlah penduduk (sumber KUA 2009) Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, meliputi 364 desa dan 3 kelurahan. Lembaga setingkat Dinas 17, Badan 8, serta Kantor 5. Dengan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) 14.830, Tenaga Kontrak (TKK) 1.372 (sumber: Sukabumi dalam angka 2008).

keuangan. Memantapkan Kinerja Pemerintah Daerah.. dialokasikan dana sebesar Rp. Untuk industri pengolahan di Kabupaten Sukabumi seluruhnya dihasilkan oleh sub sektor industri tanpa gas. angkutan dan komunikasi. Anggaran pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan. Khusus untuk tahun 2008. 435. diikuti sub sektor restoran dan hotel.664. hotel dan restoran didominasi oleh perdagangan besar dan eceran. listrik. Alokasi anggaran untuk Beasiswa bagi siswa Putera daerah berprestasi ke Perguruan Tinggi sebesar Rp. 4. rawan DO dari keluarga miskin sebesar Rp. perkebunan.000. Ketiga.860. 2 Miliar untuk kegiatan Beasiswa melanjutkan siswa lulusan SD/MI untuk keluarga miskin. rata-rata sebesar 38.72 %.898. Menumbuhkembangkan Perekonomian Daerah yang Bertumpu pada sektor Unggulan (Basis) dan Perekonomian Rakyat. Sementara itu sektor perdagangan.928.-. tahun 2007 berjumlah Rp. Produktif dan Sejahtera dengan 3 misi utama yaitu : Pertama. Produktivitas sektor yang masih akan berkembang diantaranya sektor pertambangan dan penggalian.Sektor atau lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB adalah pertanian. Meningkatkan Kualitas SDM yang Berakhlaq Mulia.543. sektor perdagangan. 608.tahun 2008 sebesar Rp. hotel dan restoran rata-rata sebesar 16.78 %.-. Visi Pemda Kabupaten Sukabumi Tahun 2006 2010 adalah Terwujudnya Perubahan Kabupaten Sukabumi menuju Masyarakat yang berakhlaq mulia. . 240 juta untuk Beasiswa bagi siswa SMA/SMK DO dari keluarga miskin. diikuti peternakan. diikuti oleh sektor industri pengolahan rata-rata sebesar 17. serta Rp.649.8 Miliar. bangunan dan konstruksi. persewaan dan jasa perusuhaan serta jasajasa. tahun 2009 sebesar Rp. Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen RPJMD 2006 2010 dalam kebijakan kedua yaitu Peningkatan akses pendidikan yg berkualitas bagi seluruh warga Sukabumi. Pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar pada sub sektor tanaman bahan makanan. 535. perikanan dan kehutanan. Potret Pendidikan y Komitmen Pemda Kabupaten Sukabumi dan DPRD memberikan perhatian yg cukup tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. gas dan air minum. Kedua.15 %.147. Selain itu juga ada Beasiswa bagi siswa SMP/MTs. 30 juta.846.

ketersediaan tenaga pengajar/guru yang memenuhi kualifikasi yg ditentukan di semua jenjang pendidikan. yaitu dengan bertambahnya jumlah penyelenggara pendidikan usia dini baik TamanKanak-Kanak/Raudatul Athfal maupun kelas kelompok bermain. Cidolog. Jumlah minat anak/sisw menunjukkan adanya peningkatan setiaptahunnya.135.000. . termasuk Kabupaten Sukabumi.000.450. sdh menjadi komitmen nasional.y Kualitas Pemenuhan Pendidikan untuk semua lapisan masyarakat (educations for all).tahun 2009.972.Untuk peningkatan kesejahteraan guru PNS SD dan guru bantu SD/MI. spiritual.000 pada tahun 2008 dan 460. Untuk meningkatkan APK dan APM perlu ditunjang dengan ketersediaan ruang kelas. ditandai semakin banyaknya masyarakat yg terlibat dalam kegiatan PAUD ini. Waluran. intelektual siswa untuk memasuki jenjang pendidikan dasar. Dari aspek pemerataan. Dengan menitikberatkan kepada pembangunan manusia yg berakhlaqulkarimah. Animo masyarakat cukup tinggi. seperti Kecamatan Bojonggenteng. ditandai dengan program dan alokasi dana yg lumayan besar. Di beberapa kecamatan perkotaan. Harapan kedepan bahwa setiap Desa mempunyai satu lembaga pendidikan yg menyelenggarakan PAUD. Pemkab Sukabumi mengalokasikan sebesar Rp.740. Pada tingkat mutu. Keberhasilan pemerataan pendidikan dapat diukur dengan capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka partisipasi Murni (APM). maka porsi untuk pendidikan yg berbasis keagamaan mendapat porsi yg lumayan. Untuk biaya operasional sekolah (BOS). dengan dibuatkan kebijakan bahwa setiap siswa yg akan melanjutkan pendidikan ke SMP harus sudah menempuh Sekolah Agama (Madrasah Diniyah) Pendidikan Usia Dini (PAUD) sebagai suatu tahapan pendidikan sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar (SD/MI) mendapatkan porsi perhatian yg cukup besar. 2. jumlah PAUD lebih daru satu lembaga dan ini mengindikasikan dan berkorelasi dengan tingkat kemampuan dan daya beli masyarakat.750. agar pemertaan pendidikan jenjang PAUD lebih merata. lebih diarahkan untuk menyiapkan mental. dan Kabandungan. terdapat beberapa kecamatan yg belum memiliki PAUD. Pemkab Sukabumi meluncurkan BOS Kabupaten sebesar 10.

656 orang dan mengajar di MI 272 orang guru. maka APK SD/MI.468 sekolah.569. jumlah Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.106 ruang kelas. Untuk Guru MI. Kualitas sarana fisik (gedung sekolah) menunjukkan bahwa ruang kelas SD/MI berjumlah 8. Dilihat dari sisi kualifikasi. Jumlah guru untuk setingkat SD sebanyak 7.19%.74 .80. sementara ruang hanya 8.747 orang guru di SD dan guru di MI. yg mengajar di SD 7.24%. masih memprihatinkan terutama di daerahdaerah terpencil.29% dan APM SMP sebesar 72.02%. Target APK adalah 88. dengan demikian masih ada kekurangan guru sebanyak 2.56%. guru SD yg layak mengajar sekitar 77.78%. Dengan perhitungan ideal rasio ruang kelas per kelas/rombel 1. Masih ada SD/MI yg hanya memiliki 3 orang guru. dan APM SD/MI sebesar 81. Sementara target APM sebesar 85%.854 jiwa. yang menunjukkan kekurangan guru secara signifikan. dengan status kondisi baik 3. jadi masih ada selisih 3. rusak ringan 2.Pada Tahun 2008 jumlah penduduk usia 7 12 tahun di Kabupaten Sukabumi sekitar 290.675. tidak layak 10. dengan rincian 1.0 . sedangkan jumlah siswa usia 13 15 Tahun sebanyak 93.512 ruang kelas.159 ruang kelas. maka ratio ruang kelas/rombel adalah 0. Dengan demikian pencapaian APK SMP sebesar 75. Jumlah rombongan belajar 10. terdiri dari 1. jadi masih ada selisih 12. . Dilihat dari sarana. semi layak 11. Ini menunjukkan bahwa terdapat ruang kelas yg digunakan lebih dari satu rombel. sebesar 91. Pada tahun 2008 diperoleh data penduduk usia 13 15 di Kabupaten Sukabumi sekitar 128.90%.75%.43%. Jumlah seluruh siswa SMP/MTs plus Paket B adalah 97. maka terdapat kekurangan 2.98% yg harus dicapai oleh Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu satu tahun kedepan.025 orang.814 RK untuk SD dan 292 RK untuk MI.569. semi layak 9.019 orang . rusak berat 2.56% dan tidak layak 10.233 orang dan jumlah siswa usia 7 12 tahun sekitar 235. yg layak 79. Dari sisi pemerataan penempatan guru.0. Ratio ideal seharusnya 1. menunjukkan bahwa ada guru yg merangkap kelas dalam memberikan pelajaran.089 orang. Ratio kelas per guru sebesar 0.66%.079 orang.178 SD dan 290 MI.928 orang guru.898 ruang kelas. Dengan data tersebut. Dengan demikian tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan khususnya penuntasan wajib belajar Sembilan tahun masih relative rendah. sementara jumlah Siswa SD/MI plus Paket A sekitar 265.69%.

Hasil dari kebijakan dalam pendidikan dasar di Kabupaten Sukabumi bisa dilihat dari data-data . kondisi rusak ringan 456. terdiri dari 2. 16. Jumlah Ruang Kelas 1. Hambatan yg paling utama adalah alasan ekonomi.86% tidak layak.053 orang.06 semi layak. jumlah seluruh guru di SMP dan MTs sebanyak 5. Untuk Guru MTs 57.327. Ada juga hambatan geografis. dengan kondisi baik sebanyak 1. Berdasarkan perhitungan kebutuhan guru dengan jumlah Rombel.85% tidak layak mengajar. dimana keluarga miskin lebih mementingkan anaknya untuk segera membantu orang tua dalam meringankan beban ekonomi keluarga. artinya terdapat ruang kelas yg digunakan oleh lebih dari satu rombel. Fenomena itu. hambatan untuk mengakses pendidikan lebih banyak disebabkan oleh kesadaran orang tua terutama di kalangan keluarga miskin. ada kelebihan guru sejumlah 1. berarti ada kekurangan 566 ruang kelas untuk SMP dan kelebihan 7 ruang kelas untuk MTs.Untuk pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Tsanawiyah (MTs). Berdasarkan hasil wawancara.32 untuk SMP dan 0.187 Ruang Kelas. seperti di Kabandungan Cikidang.022 orang dan di MTs sebanyak 2. Sementara jumlah rombongan belajar (Rombel) sebanyak 3.89% semi layak dan 25. terutama untuk melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTS. dimana jarak ke SMP masih relative sulit dijangkau karena lokasi SMP rata-rata di Ibukota Kecamatan. Masih ada juga sekolah (SMP) yg masih melakukan pungutan pada saat tahun ajaran baru pendidikan.07% layak mengajar.545 rombel. y Dampak Salah satu indicator sector pendidikan yang berperan dalam Indeks pembangunan Manusia (IPM) adalah Angka Melek Hurup dan Rata-rata lama Sekolah (RLS). Ratio ruang kelas dan rombel yaitu 2.753 rombel di SMP dan 792 rombel di MTs.99 untuk MTs.986 yg terdiri dari SMP sebanyak 1. Dilihat dari kualifikasi guru untuk SMP 72.687 orang. dan 203 rusak berat.26% layak mengajar. merata baik di perkotaan maupun perdesaan. Jumlah tenaga pengajar (Guru) di SMP sebanyak 3. dan MTs sebanyak 799 ruang kelas. SMP sebanyak 144 dan MTs sebanyak 160.665 orang. jumlah sekolah ada 304 sekolah yang terdiri dari. 13. 14.

96. bisa dilihat dari besaran alokasi anggaran sector kesehatan yg dituangkan dalam APBD.perkapita pertahun.792. Adapun besarannya sebagai berikut. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Dinas Kesehatan dan tiga RSUD yang ada di Kabupaten Sukabumi.798.. Dalam rangka mempermudah akses masyarakat miskin yg tidak tercakup oleh Jamkesmas.000..450. Rata-rata lama sekolah (RLS) Tahun 2005 adalah 6. Dinas Kesehatan berupaya untuk mencari peluang untuk mendanai kebutuhan pelayanan kesehatan yg tidak terbiayai oleh APBD Kabupaten dengan mendorong partisipasi masyarakat. RSUD . 2008 sekitar 7.43% tahun 2008. 2007 sekitar 6. Hampir sebagian besar jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi tingkat pendidikannya baru mampu menamatkan sekolah dasar yaitu 45.34% perempuan.622. 2006 sekitar 6. Proporsi penduduk yang tidak atau belum pernah sekolah jumlahnya masih relative banyak 29.45 tahun.282. Pemda Sukabumi tahun 2009 menyediakan dana di setiap RSUD untuk bisa digunakan oleh warga miskin. 42. 96.dan tahun 2009 sebesar Rp.52% Potret Kesehatan y Komitmen Komitmen Pemda Sukabumi dalam peningkatan derajat kesehatan warga ditrumuskan dalam kebijakan keempat di RPJMD 2006 2010 yaitu peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pelayanan Sosial.056. Anggaran kesehatan perkapita pada tahun 2008 dengan jumlah penduduk 2. 107. Kebijakan tersebut diturunkan dalam bentuk program dan kegiatan di Dinas Kesehatan dan Pelayanan yang disediakan di sarana kesehatan (Rumah Saki dan Puskesmas). Angka Melek Hurup (AMH). 142.ini masih belum sesuai dengan standar WHO yaitu sebesar Rp.486.96 tahun 2007 dan 97. agar bisa berobat.376. 20.92% laki-laki dan 93.61 tahun.77 tahun 2006. anggaran perkapitanya sebesar Rp. Hasil Suseda Tahun 2008 Penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek hurup menurut jenis kelamin adalah 97.620 jiwa.. Pada tahun 2007 sebesar Rp.860.000. 96.tahun 2008 Rp 128.23% tahun 2005.67 tahun.meningkatnya rata-rata lama sekolah (RLS).-.25 tahun.887. Untuk mengukur komitmen Pemda. Dalam tiga tahun terakhir alokasi anggaran untuk sector kesehatan trend-nya meningkat.02% dan bila dilihat berdasarkan jenis kelamin maka tingkat pendidikan perempuan masih tertinggal dengan laki-laki..

150 juta.33. 225 juta. 900 juta. Status balita dengan gizi buruk menunjukkan peningkatan yaitu 1. Prevalensi gizi buruk menurut wilayah kerja Puskesma cukup bervariasi. indicator itu mempengaruhi terhadap Angka Harapan Hidup (AHH).94 tahun dan 2008 sekitar 66.05. kurangnya asupan gizi janin selama di kandungan ibu atau ibu mengalami anemia.y Kemampuan Pemenuhan Kondisi kesehatan dilihat dari indicator utama yaitu Umur Harapan Hidup waktu lahir. kisarannya dibawah 1% sampai diatas 1%.000.896 anak yg ditimbang. 1. 2006 sekitar 65.56 tahun. 2007) . diberikan stimulant bagi Kader Posyandu untuk bantuan operasiona sebesar Rp.87.68% dari 191. sehingga tidak ada kecamatan yg disebut dengan rawan gizi. 44. yg dipengaruhi oleh angka kematian bayi dan angka kematian ibu.6% tahun 2006. 350 juta. Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat manakala menurunnya angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI). 44.87. Untuk tingkat komunitas. gerakan minum susu bersama di sekolah dan posyandu sebesar Rp. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang secara langsung ke setiap kader Posyandu yg besarannya Rp. Ada program perbaikan gizi masyarakat yg sasarannya adalah anak sekolah dan Balita dengan tujuan untuk pencegahan dan penanggulangan gizi buruk. Kasus kematian bayi tahun 2007 sebanyak 109 kasus. bayi lahir mati 7 kasus. RSUD Jampangkulon Rp.Sekarwangi sebesar Rp. Terjadi peningkatan yg tajam dan ini menunjukkan bahwa kurangnya perawatan bayi. RSUD Palabuhanratu Rp. AKB selama kurun waktu lima tahun (2003 menunjukkan penurunan yaitu .50.47.51% tahun 2005. 46. 127. 25 ribu per orang. 1. 44. 45. Tahun 2008 kematian bayi 226 kasus dan lahir mati 152 kasus.140. 500 juta. Kegiatannya berupa penangulangan gizi masyarakat sebesar Rp. pemberian makanan tambahan pemulihan untuk Balita gizi buruk bagi warga miskin sebesar Rp. 2007 sekitar 65. Tidak ada kecamatan yg diatas 5%.76% tahun 2007 dan tahun 2008 sebesar 1.70 tahun. AHH dalam kurun waktu empat tahun adalah 2005 sekitar 65. 180 juta.

609. tenaga kesehatan masyarakat 96 orang.1% rusak berat.01 orang perawat.3% rusak ringan. tenaga gizi 13 orang.8% rusak sedang dan 7. artinya 1 Puskesmas melayani 42. terdiri 5 pukesmas dengan perawatan dan 52 buah Puskesmas tanpa perawatan. Ketersediaan dan keterjangkauan (akses) ke sarana kesehatan menjadi hal yg penting. akan tetapi penyebarannya belum merata. jumlah tenaga kesehatan di puskesmas sebanyak 862 orang. praktek bidan swasta 213 buah. laboratorium klinik 7 buah.206. 3 milik Pemda dan 2 milik Swasta. Sarana kesehatan yg dibangun oleh warga (komunitas) seperti Posyandu ad 3. purnama 894 dan mandiri 236 buah (sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2008) Jumlah tenaga kesehatan yg bertugas di Puskesmas adalah. Kondisi bangunan puskesmas 40. Setiap puskesmas rata-rata mempunyai 5.968. tenaga medis 77 org. Toko Obat 22 buah. dokter gigi 1 : 108.951.8% rusak ringan.21. Kondisi puskesmas pembantu 68. 8. Jumlah puskesmas sebanyak 57 buah. artinya setiap puskesmas mempunyai dokter umum. Ratio penyebaran . Jumlah Rumah Sakit ada 5 buah.Tuntutan terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. ditambah Puskesmas pembantu ada 111 buah.206 penduduk.68 orang bidan. tenaga keperawatan 1 : 7. Sarana kesehatan milik swasta terdiri Rumah Bersalin ada 12 buah. 26. tenaga keperawatan 667 orang. Ratio dokter gigi dengan puskesmas sebesar 0. Ratio TT dibandingkan dengan jumlah penduduk 1 : 6.292.049 buah. 26. tenaga kebidanan 1 : 5. tenaga kefarmasian 9 orang. artinya belum semua puskesmas mempunyai dokter gigi. Apotik 33 buah.484.01. 16. Sarana tempat tidur di RS milik Pemda ada 371 Tempat Tidur (TT).4% baik.061 buah dengan kategori pratama 1. Rasio puskesma terhadap jumlah penduduk pada tahun 2008 adalah 1 : 42. Balai Pengobatan 51 buah.3% rusak sedang dan 5.2% rusak berat. 6. Rasio dokter umum terhadap penduduk 1 : 40. Sebaran dokter umum yg bekerja di puskesmas adalah 1.1% baik. Praktek dokter swasta 261.

Cakupan ibu hamil yg memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali (k4) selama kehamilannya pada tahun 2008 sebanyak 50.59%. dari jumlah desa di Kabupaten Sukabumi 367 Desa. 37 orang tenaga keteknisan medis.154 (78. tahun 2007 sebesasr 58.25%. 11 orang tenaga gizi. standar cakupan UCI adalah 90%. jadi masih cukup rendah. idealnya setiap desa mempunyai 1 bidan di desa. Target cakupan Linakes yg ditentukan adalah 75%.41%.48. 27 orang tenaga kesehatan masyarakat. bidan tidak selamanya berada ditempat. 22 orang tenaga keterapian fisik. Pelayanan Keluarga Berencana masih relative stagnan. Tenaga kesehatan di Rumah Sakit umum daerah sebanyak 997 orang yg terdiri dari 130 orang tenaga medis. sementara jumlah sasaran neonatal sebanyak 47. dimanalebih dari 90% bayi di desa tersebut sudah mendapat imunisasi. Cakupan Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) pada tahun 2008 sebesar 65. Cakupan kunjungan pasca melahirkan (neonatal) pada tahun 2008 adalah 80.04%. Namun bila dilihat dari pengguna KB baru dan KB aktif . terdapat kenaikan setiap tahun.97% dan yg masih menggunakan menjadi 60. Kualitas pelayanan kepada Ibu dan anak baru lahir dan balita berpengaruh langsung kepada tingkat kematian Ibu dan Bayi baru lahir. karena ada kesenjangan sebesar 13. Cakupan Desa yg sudah mendapatkan imunisasi bagi bayi (UCI) baru mencapai 170 Desa. Semenatar tenaga non medisnya 307 orang serta paramedic pembantu ada 307 orang.67%). mahalnya biaya persalinan oleh tenaga kesehatan. tahun 2006 sebesar 61. namun masih dari kondisi ideal. 437 orang tenaga keperawatan.178 jiwa. Belum tercapainya Linakes disebabkan belum semua desa mempunyai tenaga bidan. 26 orang tenaga kefarmasian. Pada tahun 2007 yg menggunakan alat kontarsepsi mencapai 82. ditandai dengan rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada kelompok usia produktif di kalangan perempuan.bidan di desa adalah 0. terjadi drop out yg cukup besar. standarnya sekitar 85%. sedangkan di Puskesmas ada 56 bidan. yg ada bidannya baru 314 desa. jadi bidan harus meningkatkan pelayanan pada Ibu hamil dengan melakukan kunjungan ke rumah atau meningkatkan penyuluhan dan memberikan informasi kepada masyarakat agar mau untuk memeriksakan kehamilannya kepad tenaga kesehatan.46%.08% bila dilihat dari K4-nya. Ada 367 desa.

dll Masih ada warga yg sulit mengakses sarana kesehatan. Paru 1429. dikarenakan factor geografis dan ekonomi serta kultur. Untuk warga miskin. . paraji masih cukup membantu dan memberikan rasa aman pada saat proses melahirkan karena dibantu dengan do a-do a. Jumlah kunjungan rawat jalan ke tiga Rumah Sakit yg ada di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2008 adalah 83. Penderita penyakit yg paling banyak adalah Inspeksi Saluran pernapasan (ISPA) 2410. seperti di Desa Sukamantri ada sekitar 4 orang yg mengalami gizi buruk. Dalam hal pelayanan di RSUD. yang menolak imunisasi karena anti terhadap teknologi dengan alas an keagamaan. masih ada gizi buruk yg belum ditangani secara optimal oleh pemerintah daerah. Di masyarakat pajampangan masih kuatnya kepercayaan terhadap paraji pada waktu melahirkan. juga sangat berperan kuat dalam sebagian masyarakat di pajampangan. seperti di Desa Bambayang Kecamatan Tegalbuled. mendapatkan jaminan melalui jamkesmas. Seperti di Kampung Gentong Desa Sukasari Cisaat. masih dirasakan ada perbedaan perlakuan antara pasien dari warga miskin dengan menggunakan askeskin dengan pasien yg umum. Pengaruh kebiasaan yg turun temurun dalam keluarga pada saat prosesi kelahiran dengan ditolong oleh Paraji. ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar bahwa keluarga berencana adalah suatu kebutuhan.545 kunjungan. masih ada sekitar 4 desa yg belum mempunyai bidan. Mengakibatkan paien gakin merasa kurang nyaman dan sekaligus agak sungkan ke RSUD. paraji dan dukun menjadi pilihan bagi masyarakat pada saat melahirkan dan mengobati penyakit.mengalami peningkatan jumlah peserta. pemda Sukabumi meluncukan kebijakan jamkesda. tapi belum mendapatkan pelayanan yg memadai dan sering tidak tuntas. dan bagi warga miskin yg tdk tercakup jamkesmas. Tb. Belum semua desa ada Bidan yg tinggal di Desa.

932.000 10. .135. Pertanian.943. sector pertanian mendapatkan porsi yg paling besar dan Tahun 2007 5.085 493.354430.763.berhasil meningkatkan deraja kesehatan dengan indicator makro seperti berikut ini : y Komitmen 2010 adalah Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2006 Penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah yg bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di setiap kecamatan serta kesenjangan antar wilayah.312-BPMPD/2009.994.161.000 7.522.841.933 6.740 3.689. percepatan pembangunan di daerah tertinggal dan terwujudnya sistem penanggulangan kemiskinan di daerah.832 5. dengan tugas utama untuk merumuskan kebijakanserta menyelenggarakan program dan kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sukabumi.367.792 13.537.806.708.515.776 9.000 alokasi anggaran. Alokasi anggaran di APBD untuk urusan yg berkaitan dengan penurunan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat seperti berikut dibawah ini : Urusan Tenaga Kerja Koperasi&UKM Pertanian Perdagangan Perindustrian Perumahan Ketahanan Pangan Dilihat dari Tahun 2009 4. Perindustrian.194.542.150 17. merupakan berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat yg akan berdampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.048.932 ini berkorelasi dengan jumlah penduduk yg berkegiatan di sector pertanian cukup besar.087.994.604.325.882.Dampak Dengan alokasi anggaran yg meningkat setiap tahun.50% tahun 2004 menjadi 23.774.000. Sasarannya adalah berkurangnya penduduk miskin dari 29.922.464.659.000 10.000 13.985 Tahun 2008 8.136.601.000 130. SKPD-SKPD yg menangani urusan seperti Tenaga Kerja. Paling tidak ada beberapa SKPD yg berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan. Perdagangan.916 30.572.386 7. dan didukung dengan penambahan tenaga kesehatan dan sarana kesehatan yg semakin merata dan kualitas meningkat.876.50% pada tahun 2010. Kebijakan yg sudah dibuat adalah pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dengan Surat Keputsan Bupati Nomor 147/Kep.361 33.445. Pertanian.411. Koperasi dan UKM.808.324 6.

Total nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku yang tercipta dari kelompok primer di tahun 2007 mencapai 5.69 milyar atau masing-masing 21.660. Sekunder . listrik. keuangan. Ada semiblan jenis sector usaha yg dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Primer . Adapun kelompok sektor tersier dan sekunder masing-masing menghasilkan nilai tambah sebesar Rp.25 milyar dan Rp.58 persen dari total PDRB Kabupaten Sukabumi.14 milyar atau 39. Tersier . 3. jasa-jasa. hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 18. perdagangan. karena pada nilai tambah atas dasar harga berlaku masih terkandung inflasi. Sementara untuk industry olahan yg bersifat rumahan banyak ditangani oleh Koperasi dan UKM dengan alokasi anggarannya relative besar (ketiga).110. Dengan mengelompokan sembilan sektor ekonomi menjadi 3 sektor yaitu : sektor primer. gas dan air bersih. persewaan&jasa perhubungan. y Kemampuan Pemenuhan Untuk melihat cakupan akses terhadap pemenuhan hak penghidupan yg layak. pengangangkutan&komunikasi. tampak bahwa kelompok sektor primer masih mendominasi dalam penciptaan nilai tambah di Kabupaten Sukabumi. Sektor pertanian merupakan core bussines yang memiliki dampak ikutan pada sektor . sekunder. 5. industry pengolahan.60 % dan sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 17. Kendati demikian peningkatan-peningkatan tersebut belumlah menunjukkan kinerja aktual dari kelompok sektor bersangkutan.35 %. pertambangan dan galian.83 persen dari total PDRB.07 persen dan 39.sementara yg paling kecil di sector perindustrian. hotel dan restoran.695. Pertanian. Sektor berpengaruh tersebut menggambarkan basis potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. karena Pemda hanya bersifat fasilitasi dalam bentuk regulasi perijinan. Berdasarkan kesembilan sektor diatas terdapat sektor yang memiliki cukup pengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Sukabumi diantaranya sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 34.58 % terhadap PDRB. Kemudian diikuti selanjutnya oleh sektor perdagangan. bisa melihat ke beberapa sector jenis pekerjaan yg ditekuni oleh warga. dan tersier. bangunan.

PDRB perkapita atas dasar harga berlaku tahun 2002 sebesar Rp. Kenaikan PDRB diatas belum menggambarkan secara riil kenaikan daya beli masyarakat secara umum.-.875.500.000. 6. Dalam rangka menciptakan nilai tambah guna mendorong perekonomian Kabupaten Sukabumi maka sektor pertanian dapat dijadikan sebagai sektor yang dapat diandalkan untuk dapat dikembangkan. y Dampak Untuk menggambarkan secara makro tingkat kesejahteraan Kabupaten Sukabumi. diseminasi informasi teknologi pertanian. 1.280. peternakan dan hasil-hasilnya. pmeda hanya melakukan proses pengawasan dan penegakkan aturan dalam hal retribusi dan perpajakan.dan meningkat pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp.094. PDRB perkapita atas dasar harga berlaku juga mencerminkan kenaikan daya beli dan tingkat pendapatan . bisa merujuk dokumen Sukabumi dalam anggka tahun 2008. Namun sektor pertanian yang perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan pada komoditas-komoditas yang memiliki prospek dan memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi Kebijakan yg dilakukan oleh Pemda Kabupaten Sukabumi tahun 2009 dalam mendorong sector pertanian adalah penguatan kelembagaan kelompok tani.950..diperuntukkan bagi pengembangan sarana prasarana produksi tanaman pangan dan holtikultura.dan yg cukuo besar ialah dana alokasi khusus non reboisasi (DAK Non DR) untuk pertanian sebesar Rp. 474.35% per tahunnya.000. Selain itu. perdagangan dan jasa lainnya. 6. kehutanan dan perikanan. Karena PDRB perkapita atas dasar harga berlaku masih belum dihitung dengan tingkat inflasi yg sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. air bersih.995. yg ada adalah bagaimana melakukan pengendalian terhadap usaha eksplorasi dibidang galian pertambangan.lainnya seperti perdagangan dan industri pengolahan.113.kenaikan secara rata-rata mencapai diatas 11. Pada sektor pertanian terdapat sub sektor tanaman bahan makanan. pengembangan usaha agribisnis pedesaan. Untuk peningkatan kualitas ternak dan produksi hasil peternakan dialokasikan dana Rp. Disektor industry tidak ada kebijakan khusus.879.. Sementara untuk jasa perhotelan. 3. pembinaan kewirausahaan yg masuk dalam program pengembangan agribsinis dengan anggaran sebesar Rp.000. perkebunan..558.

Bogor. Pada Tahun 1993 Tata Guna Tanah di wilayah ini. saat ini sebagaian besar merupakan wilayah perkebunan. adalah sebagai berikut : Pekarangan/perkampungan 18. sedangkan curah hujan ant4ra 2. disebelah timur dgn Kab.4. perkebunan 95. sebelah Selatan dgn samudera Indonesia.762 Ha (0.30 derjat C dengan kelembaban udara 85 .000. 004 Ha (32. PDRB diperkirakan dapat meningkat melebihi angka tahun 2007. 35 %) . diantaranya Bangunan dan Konstruksi.000 . meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar Rp 12.083 Ha (14.Kabupaten Sukabumi terletak antara 106 derajat 49 sampai 107 derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang Selatan dengan batas wilayah administratif sebagai berikut : disebelah Utara dengan Kabupaten Bogor. dan penggunaan lainnya 3. diperkirakan bahwa kenaikan daya beli dan pendapatan golongan masyarakat menengah dan atas meningkat lebih tajam dibandingkan dengan peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat golongan bawah. sawah 62.805 mm dan hari hujan 144 hari.Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang cukup luas yaitu ± 419. Listrik Gas dan air Minum serta Industri Pengolahan. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan pada beberapa sektor/lapangan usaha.970 ha.Kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas.300. disebelah Barat dengan Kabupaten Lebak.000. disebelah Timur dengan Kabupaten Cianjur.000.89 persen.000 . Batas wilayah tersebut 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan.378 Ha (22. Hutan 135. Lebak.48 %). Curah hujan antara 3.Kabupaten Sukabumi terletak antara 106º49 samapi 107º Bujur Timur 60º57 70º25 Lintang selatan dgn batas wilayah administrasi sebagai berikut : sebelah Utara dengan Kab. Pada tahun 2008.077.914. (10.63 %). Danau/Kolam 1.814 Ha (4.000. Suhu udara berkisar antara 20 .000 mm/tahun terdapat di daerah utara. sebelah Barat dgn Kab.000. Dengan memperhatikan struktur perekonomian Kabupaten Sukabumi. Tegalan 103.masyarakat secara agregat.443 Ha (24. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2007 sebesar Rp 14. Kabupaten Sukabumi mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2. tegalan dan hutan. 71%) .78 %).000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai . 486 Ha (0.3. disebelah Selatan dengan Samudera Indonesia. Cianjur.90 %).15 %). yakni daya beli dan pendapatan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan pendapatan.73 %).

192.9 %. dengan laju pertumbuhan penduduk 2.Wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai bentuk lahan yang bervariasi dari datar sampai gunung adalah : datar (lereng 0-2%) sekitar 9. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian telah menuru. Kepadatana penduduk terendah terdapat di Kecamatan Ciemas (183 jiwa per km2) dan tertinggi di Kecamatan Sukabumi (2. dan berbukit sampai bergunung (lereng > 40 %) sekitar 25.1. Etos kerja dan budaya kemandirian tampak sedang terus berkembang. Pemukiman padat penduduk umumnya terdapat di pusat-pusat kecamatan yang berkarakteristik perkotaan dan disepanjang jalan raya. kekayaan budaya dan budaya kemandirian yang berkembang serta kemajuan sosial kelembagaan yang telah dicapai merupakan potensi besar untuk pelaksanaan pembangunan . Sedangkan jenis tanah Andosol dan Regosol umumnya terdapat di daerah pegunungan terutama daerah Gunung Salak dan Gununggede.736 jiwa yang teridiri dari 1.7%.199.2.000 m dari permukaan laut.038 orang laki-laki dan 1. dinamika yang dimilikinya.39 orang per km persegi.4 %. Hal lain yang penting adalah tumbuh berkembangnya kelembagaan modern baik dalam arti lembaga maupun "normanorma" semakin memungkinkan penduduk Kabupaten Sukabumi berintegrasi dengan masyarakat nasional. Kepadatan penduduk menurut kecamatan cukup berpariasi. Daerah datar umumnya terdapat pada daerah pantai dan daerah kaki gunung yang sebagian besar merupakan daerah pesawahan. berombak sampai bergelombang (lereng 2-15%) sekitar 22% .447 jiwa per km). bergelombang sampai berbukit (lereng 15 40%) sekitar 42. Kabupaten Sukabumi pada tahun 2007 2.37 % dan kepadatan penduduk 579.Kerukunan hidup penduduk Kabupaten Sukabumi.958 m.698 orang perempuan.selatan Kabupaten Sukabumi. Suatu kondisi penting yang sedang terjadi sehubungan dengan ketenagakerjaan adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi sebagian besar didominasi oleh tanah Latosal dan Podsolik yang terutama tersebar pada wilayah bagian selatan dengan tingkat kesuburan yang rendah. Ketinggian dari permukaan laut Wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0 .391. dan pada daerah pantai dan tanah Aluvial umumnya terdapat di daerah lembah dan daerah sungai. Masyarakat Kabupaten Sukabumi juga kaya dengan budaya seni. Sedangkan daerah bagian selatan merupakan daerah berbukitbukit dengan ketinggian berkisar antara 300 .

172 33.977 6.915 51.423 43.311 18.544 12.667 7. Data Penduduk Kabupaten Sukabumi Data Penduduk Kabupaten Sukabumi hasil Sensus Penduduk Tahun 1990 Kecamatan CIEMAS CIRACAP WALURAN SURADE CIBITUNG JAMPANG KULON KALI BUNDER TEGALBULED CIDOLOG SAGARANTEN CIDADAP CURUG KEMBAR PABUARAN LENGKONG PELABUHAN RATU SIMPENAN WARUNG KIARA BANTARGADUNG JAMPANG TENGAH PURABAYA CIKEMBAR NYALINDUNG GEGER BITUNG SUKARAJA SUKALARANG CIREUNGHAS KEBONPEDES SUKABUMI KADUDAMPIT CISAAT Jml Rmh Tangga 10.selanjutnya.462 14.612 67.098 5.492 23.730 9.956 14.948 21.415 36.212 6.496 84.212 37.402 16.087 9.688 5.143 19.800 19.868 Jml Penduduk 40.448 5.273 28.065 15.692 9.325 6.742 8.748 21. Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan.365 10.258 27.899 010 020 021 030 031 040 050 060 070 080 081 082 090 100 110 111 120 121 130 131 140 150 160 170 171 172 173 180 190 200 .908 10.409 55.170 24.572 49.902 39.944 33.843 12.814 31.574 6.524 56.285 26.060 17.699 27.Dilihat dari administrasi pemerintahan.249 5.746 10.263 5.644 14.390 7.332 8.659 42.396 37.671 15.367 5.463 58. meliputi 364 desa dan 3 kelurahan.866 30.217 8.

487 6.659 84.406 62.998 8.122 7.741.635 19.477 28.134 37.023 16.201 210 211 212 220 230 240 250 260 261 270 280 290 291 300 GUNUNG GURUH CIBADAK CICANTAYAN CARINGIN NAGRAK CICURUG CIDAHU PARAKAN SALAK PARUNG KUDA BOJONGGENTENG KALAPA NUNGGAL CIKIDANG CISOLOK CIKAKAK KABANDUNGAN Jumlah 9.405  Terendah = 39.884 21.659 Range = 3 = 22.930 26.655 34.760 9.856 15.027 436.153 81.988 38.456 1.836 41.436 6.890 8.423 Data terbanyak di Kecamatan Cisaat Data terendah di Kecamatan Cidalog : 84.628 38.947 32.498 74.899 .659 39.031 9.153 84.746  Terendah = 16.266 8.899 16.277 47.899 : 16.404 4.156 25.152  Tertinggi = 62.201 73.887 33.845 7.434 10.

.

PENETAPAN WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI MENURUT KONSEP HOMOGENITAS DI SUSUN OLEH : DHIESKA RIANIE RESA PRAMUDITA 150303080048 150303080000 NINING NURJANAH 150303080024 ILHAM TAUFIK 150303080044 DIII AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010 .