AGAMA ISLAM DAN KEMUHAMADIYAHAN

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Disusun oleh: Taufik Najda ( 08620003 ) Eries Mariyono ( 08620056 ) Chandra Hari Kusuma ( 086200__) Hafiez Sofyani ( 08620031 ) M. Andhi (086200__)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010-2011
A. PENDAHULUAN

maka merupakan kewajiban bagi seluruh warga dan pimpinan serta segenap pengelola dan pelaksana di lingkungan struktur Persyarikatan termasuk di amal usahanya. menyuruh pada yang ma’ruf (al-amr bi al-ma’ruf). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ahmad Dahlan)” yang ditunjukkan dengan sikap-sikap formasinya dalam mengikat identitas reformasi islam puritan. yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Tuntutan seperti ini bukan bermazhab dan taklid. tetapi sebagai bentuk ‘ittiba sekaligus keniscayaan menyetujui asas dan tujuan Muhammadiyah. karena Persyarikatan ini merupakan gerakan Islam sebagaimana disebutkan di atas. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. dan sejahtera di dunia dan akhirat. Muhammadiyah mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam (da’wah ila al-Khair). PEMBAHASAN a. Muhammadiyah dan pelurusan Aqidah Bagi Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Sebagai gerakan dakwah. Aqidah dan keyakinan Adalah hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Ali Imran/3: 104}. Muhammadiyah . sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran. pimpinan.H. yang pada awal berdirinya. Al-Rum: 30)”. Dan dalam beragama sebagaimana paham Muhammadiyah. haruslah memahami Muhammadiyah serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata. Bagaimana paham keagamaan Muhammdiyah itu? Mari kita kaji bersama. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. kontinuitas kesadaran rasional itu (penduduk RI) tidak menunjukkan dan dinamisasi sebagai supremasi untuk melakukuan penetapan penetapan citra positif kedewasaan dalam mengapresiasi dogma agama sebagai produk zaman B. hingga berbagai komponen yang terdapat dalam Muhammadiyah. termasuk amal usaha dan orang-orang yang berada di dalamnya. dan mencegah dari yang munkar (al-nahy ‘an al-munkar) {QS. sebagaimana lazimnya siapapun yang berada dalam rumah Muhammadiyah. bahagia. Karena itu seluruh warga. (Itulah) agama yang lurus. haruslah benar dan lurus. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad hisyam. Karakteristik utama gerakan Muhammadiyah adalah komitmen untuk meneguhkan semangat kemajuan rasionalitas keagamaan. untuk memahami Islam sebagaimana paham agama dalam Muhammadiyah. Dalam memahami hakikat Muhammadiyah. bahwa entitas seminasi disiplin “karakter reformasi itu tidak lepas dari besarnya kepribadian pendirinya (K. sebab sebagai perkumpulan yang meneguhkan jalannya pada Al-quran dan Hadist. sehingga hidup manusia selamat.

Dalam upayanya memurnikan aqidah. Untuk mencapai maksud dan tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. dan sebelumnya digunakan istilah Assunnah Ashshahihah. kesatuan penciptaan yang hakiki. dalam dinamika kesejarahannya selalu berusaha merespon berbagai perkembangan kehidupan dengan senantiasa merujuk pada ajaran Islam yang bersumber dari dua sumber primer ajaran ini. muhmmadiyah sangat menjaga nilai-nilai hakiki agama Islam yaitu: 1. sebelumnya. Bakhan jika dilihat dari kacamata histori. Sumber Ajaran Islam Muhammadiyah. 21:25).meyakini bahwa hal pertama mesti dikukuhkan adalah Aqidah (Q. sebagai gerakan keagamaan yang berwatak sosio kultural. Tambahan pula.S. Penjelasan yang bersifat rasional dari prasasti itu. yaitu berupa totalitas pengabdian kepada Allah SWA. maka Muhammadiyah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan. dimana Islam tidak lagi mencerminkan sebuah agama yang hanya menganut faham ketuhanan yang maha esa melainkan bercampur aduk dengan ritual ajaran agama hindu budha yang telah berkembang dimasyarakat. sendi tauhid Muhammadiyah diabadikan dalam bentuk kebesaran yaitu prasasti berwarna hijau bendera dengan lambang matahari yang berarti memberi penerangan terhadap kegelapan. dalam hal ini Muhammadiyah menurunkan sebuah konsekuensi spiritual terhadap semua individu dengan kemampuan yang merupakan bagian kemampuan prinsipal. Yakni Alquran dan Assunnah Almaqbulah. seperti munculnya paradigma keyakinan bahwa sesungguhnya ada formula kesatuan kemanusiaan yang hakiki. Hal ini bisa kita lihat di dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB II Pasal 4 ayat 1. Dalam pengembangan bidang keagamaan dan dakwah ditangani oleh dua majlis yaitu Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT) dan Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK). dan kesatuan tujuan yang hakiki. Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Dahlan) dalam mengamati fenomena ritual Agama Islam dalam dinamika masyarakat jawa pada masa itu. Hanya saja istilah Assunnah Almaqbulah baru digunakan setelah diresmikan istilahnya pada Keputusan Musyawarah Nasional Majlis Tarjih XXV tentang Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam di Jakarta tahun 2000. kesatuan pedoman hidup dengan agama wahyu yang hakiki. Fenomena tersebut itulah yang melatarbelakangi Dahlan untuk mengadakan pelurusan aqidah Islamiyah yang kemudian dilanjuttkan oleh perkumpulan Muhammadiyah menjadi salah satu tujuan falsafah organisasi . Pemahaman Ajaran Islam . 1.

Nuh. agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. (MKCH.A. tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.Hal-hal yang berkaitan dengan paham agama dalam Muhammadiyah secara garis besar dan pokok-pokoknya ialah sebagai berikut: 1) Agama. dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad S. . (d) Mu’amalah dunyawiyat. bersih dari gejala-gejala kemusyrikan. dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil. Isa. agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama. Ibrahim. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilainilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah/PHIWM. dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat (Kitab Masalah Lima. tanpa tambahan dan perubahan dari manusia. dan agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad S. sebagaimana telah dilakukan oleh ‘ulama salaf dan Khalaf (Kitab Masalah Lima. bid’ah dan khurafat. (c) ‘Ibadah. (b) Akhlaq. ialah apa yang diturunkan Allah dalam Alquran dan yang disebut dalam Sunnah maqbulah. larangan-larangan.W.T. 4) Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata karena Allah.A. tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam. Bahwa di mana perlu dalam menghadapi soal-soal yang telah terjadi dan sangat dihajatkan untuk diamalkannya. 3) Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang- bidang: (a) ‘Aqidah. 5) Bahwa dasar muthlaq untuk berhukum dalam agama Islam adalah Alquran dan Sunnah. Al-Masail Al-Khams tentang al-Din). butir ke-4). agama semua Nabi. sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa. berupa perintahperintah. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah dan agama yang sempurna. mengenai hal-hal yang tak bersangkutan dengan ‘ibadah mahdhah padahal untuk alasan atasnya tiada terdapat nash sharih dalam Alquran dan Sunnah maqbulah.A.W. duniawi dan ukhrawi (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah/MKCHM butir ke-2).W. maka dipergunakanlah alasan dengan jalan ijtihad dan istinbath dari nash yang ada melalui persamaan ‘illat. Al-Masail Al-Khams tentang Qiyas). bab Pandangan Islam Tentang Kehidupan).W. agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ‘ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah S.. Musa. 2) Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalah dunyawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ‘ibadah kepada Allah S.

dan sebagainya sehingga paham Islam yang dikembangkan Muhammadiyah dapat dibaca. dengan tetap memperhatikan prinsip dasar organisasi dan nilai Islam yang hidup dan menggerakkan (Keputusan Muktamar ke-45 di Malang tahun 2005). maka diperlukan ikhtiar sistematis untuk menanamkan atau memantapkan kembali paham Agama (Islam) dalam Muhammadiyah. serta gagasan operasional seperti dakwah jamaah. ibadah. dakwah seluler. termasuk melalui website. maupun mu’amalat duniawiyah secara lengkap. mmadiyah. pada saat yang sama. yang di dalamnya dipaketkan materi khusus secara mendalam dan luas tentang Paham Agama (Islam) dalam Muh 3. Salah satu dari enam prioritas program Muhammadiyah periode 2005-2010 ialah pengembangan tajdid di bidang tarjih dan pemikiran Islam secara intensif dengan menguatkan kembali rumusan-rumusan teologis seperti tauhid sosial. serta institusi dalam Muhammadiyah di berbagai tingkatan dari Pusat hingga Ranting menggiatkan menyelenggarakan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Anggota. mudah dipahami. dan diamalkan oleh umat Islam dan masyarakat luas. 2. Pimpinan Persyarikatan diikuti oleh Organisasi Otonom. Menghidupkan kembali kultum/pengajian singkat di berbagai kegiatan. dipahami. Majelis Tarjih memproduksi/menghasilkan berbagai pedoman/tuntunan tentang ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut aqidah. 4. yang antara lain menjelaskan tentang berbagai aspek ajaran Islam yang dipahami dan dipraktikan . Di antara langkah-langkah untuk menanamkan (memantapkan) kembali paham Islam dalam Muhammadiyah ialah sebagai berikut: 1. dan berbagai kembali Kajian Intensif Islam dalam Muhammadiyah. Menyebarluaskan paham agama (Islam) dalam Muhammadiyah ke berbagai lingkungan serta media publik.6) Muhammadiyah dalam memaknai tajdid mengandung dua pengertian. Mengingat kecenderungan atau gejala melemahnya dan dangkalnya pemahaman mengenai Islam dalam Muhammadiyah. yakni pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi) (Keputusan Munas Tarjih di Malang). amal usaha. dan bervariasi untuk dijadikan pedoman dan dimasyarakatkan/dipublikasikan sesuai dengan keputusankeputusan Muktamar/Munas Tarjih. terdapat fenomena orang Muhammadiyah mengembangkan paham sendiri-sendiri atau malah mengikuti paham lain. internet. 5. Menggiatkan pengajian-pengajian umum yang membahas tentang Islam multiaspek dalam Muhammadiyah baik secara rutin maupun dengan memanfaatkn momentummomentum tertentu. akhlak.

Agama dalam pandangan atau paham Muhammadiyah tidaklah sepotong-sepotong. yang intinya pada memperdalam sekaligus memperluas paham Islam bagi seluruh warga Muhammadiyah. jelaslah bahwa sumber aqidah Muhammadiyah adalah alquran dan Sunnah yang dikuatkan dengan berita-berita yang mutawatir. maka paham tentang Islam merupakan kewajiban atau keniscayaan yang fundamental. (16) dalam memahami nash. maka dalam menghadapi ayat-ayat yang berkonotasi . kecuali dalam bidang aqidah. lebih-lebih dalam masalah ‘aqidah. (6) Dalil-dalil umum Alquran dapat ditakhsis dengan hadits ahad. tetapi luas dan mulsti aspek. Paham agama yang ditanamkan bukan ajaran yang terbatas. Formulasi aqidah yang dirumuskan dengan merujuk langsung kepada suber utama ajaran Islam itu disebut ‘aqidah shahihah.” Berdasarkan pernyataan di atas. kendati tetap penting. Karena diyakini sepenuhnya bahwa hanya dengan berpedoman pada kedua sumber utama itulah ajaran Islam dapat hidup dan berkembang secara dinamis. a. yang terdapat dalam Alquran dan dikuatkan dengan pemberitaan-pemberitaan yang mutawatir. sehingga bukan sekadar membahas masalah-masalah organisasi belaka. Ketentuan ini juga dijelaskan lagi dalam pokok-pokok Manhaj Tarjih sebagai berikut: “(5) Di dalam masalah aqidah hanya dipergunakan dalil-dalil yang mutawatir. dan hanya hukum/fikih belaka. serpihanserpihan. Karakteristik aqidah Muhammadiyah itu secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama.pdmbontang. kemudian menyebarkan/mensosialisasikan dan mengamalkan dalam kehidupan umat serta masyarakat sehingga Islam yang didakwahkan Muhammadiyah membawa/menjadi rahmatan lil-‘alamin (http://www. nash sebagai dasar rujukan. makna zhahir didahulukan daripada ta’wil dalam bidang aqidah dan takwil sahabat dalam hal itu tidak harus diterima. Muhammadiyah juga menjadikan hal ini sebagai tema sentral gerakannya.com/cetak. Bidang Aqidah Aqidah Islam menurut Muhamadiyah dirumuskan sebagai konsekuensi logis dari gerakannya. 1. Sebagai konsekuensi dari penolakannya terhadap pemikiran filosofis ini. Hal yang penting yang perlu menjadi pemahaman bersama bahwa paham Islam dalam Muhammadiyah bersifat komprehensif dan luas.php?id=306). Semangat kembali kepada Alquran dan Sunnah sebenarnya sudah menjadi tema umm pada setiap gerakan pembaharuan. Karena Muhammadiyah merupakan gerakan Islam. sehingga tidak sempit dan parsial. yang menolak segala bentuk campur tangan pemikiran teologis.” Ketentuan-ketentuan di atas jelas menggambarkan bahwa secara tegas aqidah Muhammadiyah bersumber dari Alquran dan Sunnah tanpa interpretasi filosofis seperti yang terdapat dalam aliran-aliran teologi pada umumna.Muhammadiyah. seperti dinyatakan: “Inilah pokok-pokok ‘aqidah yang benar itu.

Selain ciri dan sifat konvensionalnya yang memang mengasumsikan bahwa persoalan ketuhanan adalah masalah terpokok dari agama (ibadah maghdoh). Sedangkan bila ditinjau dari sis Tuhan. keimanan. credo. Seperti halnya pada aspek-aspek aqidah lainnya. Kedua. dengan mengikuti formulasi yang diberikan oleh hadis mengenai pengertian Islam. Muhammadiyah dan pemurnian ibadah Ketidakmurnian ibadah (bercampurnya agama islam dengan ajaran agama lain) adalah fenomena yang justru menjadi kewajiban masyarakat jawa pada abad 19 hal itu menyebabkan kerancuan ritual dan komplik batin dalam diri darwis (Dahlan muda) setelah pulang dari tanah suci Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah melakukan sebuah reformasi dalam hal ibadah agama islam dengan kembali pada Quran dan Hadist agar pemurnian ajaran itu bisa tercapai tanpa ada unsur percampur adukan dengan ajaran dan ritual agama lain. pandangan Muhammadiyah mengenai sifat-sifat Allah tidak dijelaskan secara mendetail. agama ternyata juga terkait erat dengan perosalan-persoalan historis kultural yang juga merupakan keniscayaan manusiawi belaka (ibadah ghoiru maghdoh). Dalam Muhammdiyahqadha’ dan qadar diyakini sebagai salah satu pokok aqidah yang terakhir dari formulasi rukun imannya. Kedua. yah menyangkut: . Agama tidak lagi seperti orang dahulu memahaminya. jika ditinjau dari sisi manusia perbuatan manusia merupakan hasil usaha sendiri. kontemporer dijelaskan bahwa agama mempunyai banyak wajah dan bukan lagi single face. perbuatan manusia merupakan ciptaan Tuhan. Kelima. Dalam diskursus keagamaan. pedoman hidup. dan seterusnya. Iman dan Ihsan. keterbatasan peranan akal dalam soal aqida Muhammadiyah termasuk kelompok yang memandang kenisbian akal dalam masalah aqidah.” Ketiga. b. menetapkan sifat-sifat Allah. kecondongan berpandangan ganda terhadap perbuatan manusia. sebab akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubungan-Nya dengan sifat-sifat yang ada pada-Nya. Pertama.mengundang perdebatan teologis dalam pemaknaannya. Sehingga formulasi posisi akal sebagai berikut “Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal-hal yang tidak tercapai pengertian oleh akal dalam hal kepercayaan. Keterampilan yang mendekati kebenaran Muhammadiyah tetap cenderung kepada aqidah salaf. yaitu semata-mata terkait dengan persoalan ketuhanan. Muhammadiyah bersikap tawaqquf seperti halnya kaum salaf. Menurut Amin Abdullah (2005). percaya kepada qadha’ dan qadar. kepercayaan. Keempat. segala perbuatan telah ditentukan oleh Allah dan manusia hanya dapat berikhtiar.

4. Adapun pokok-pokok utama pikiran Muhammadiyah dalam bidang hokum yang dikembangkan oleh Majlis Tarjih antara lain: 1. 3. Dengan demikian. tingkah dan cara-caranya yang tertentu. tetapi pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum.” . Dan sikap keberagaman menumal yang dibenarkan oleh Muhammadiyah adalah ittiba’. yaitu segala perbuatan yang dibolehkan oleh Allah dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya. Ibadah ada dua macam. Tidak mengikatkan diri kepada suatu madzhab. 5. yaitu ibadah khusus.1. Berprinsip terbuka dan toleran dan tidak beranggapan bahwa hanya Majlis Tarjih yang paling benar. Dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah dijelaskan “Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. Ijtihad dan istinbath atas dasar ‘illah terhadap hal-hal yang terdapat di dalam nash. Muhammadiyah mengembangkan ijtihad sebagai karakteristik utama organisasi ini. Bidang Akhlak Mengingat pentingnya akhlaq dalam kaitannya dengan keimanan seseorang. Dalam bidang ibadah yang diperoleh ketentuan-ketentuannya dari Alquran dan Sunnah. yaitu apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya. 6. Koreksi dari siapa pun akan diterima sepanjang diberikan dalil-dalil yang lebih kuat. pemahamannya dapat menggunakan akal sepanjang diketahui latar belakang dan tujuannya. tidak bersendi pada nilai-nilai ciptaan manusia. Meskipun harus diakui bahwa akal bersifat nisbi. Majlis Tarjih dimungkinkan mengubah keputusan yang pernah ditetapkan. c. maka Muhammadiyah sebagai gerakan Islam juga dengan tegas menempatkan akhlaq sebagai salah satu sendi dasar sikap keberagamaannya. yaitu sikap mengikuti pemikiran ulama tanpa mempertimbangkan argumentasi logis. yaitu mengikuti pemikiran ulama dengan mengetahui dalil dan argumentasi serta mengikutinya dengan pertimbangan logika. Di samping itu. sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan. Bidang Hukum Muhammadiyah melarang anggotanya bersikap taqlid. b. dan ibadah umum. 2. dapat dilakukan sepanjang tidak menyangkut bidang ta’abbdi dan memang merupakan hal yang diajarkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Akhlaq Islamlah moral yang tidak bersifat kondisional dan situasional. bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Akhlaq Rabbani : Sumber akhlaq Islam itu wahyu Allah yang termaktub dalam Al- Qur’an dan As-Sunnah. 4. adalah bentuk realisasi tidak tegaknya ajaranakhlaqul karimah. Akhlaq Islam benar-benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat sesuai dengan fitrahnya. .membersihkan jiwa dari kesyirikan. begitu juga memenuhi kebutuhan pribadi dan kewajiban terhadap masyarakat. (H. Kebodohan. hal ini selain secara tegas dinyatakan dalamnash. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Imam Ghazali).S.S. AlAn’nam : 151-152). memenuhi tuntutan kebutuhan manusia duniawi maupun ukhrawi secara seimbang.Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatanperbuatan dengan gampang dan mudah. perpecahan di antara sesama orang Islam. Mengenai Muhammadiyah menjadikan akhlaq sebagai salah satu garis perjuangannya. Akhlak Universal. riya’. sehingga sifat bodoh dan inferoritas berangsur-angsur habis kemudian membina ukhuwah antar sesame muslim yang disemangati oleh Surat Ali Imron ayat 103. Buhkori). syukur. juga tidak dapat dipisahkan dari akar historis yang melatarbelakangi kelahirannya. tetapi akhlaq yang memiliki nilai-nilai yang mutlak. 3.R. sehingga kepatuhan dan ketundukan hanya semata-mata kepada Allah. Untuk menghidupkan akhlaq yang islami. birrul walidaini. Akhlaq rabbanilah yang mampu menghindari nilai moralitas dalam hidup manusia (Q. tawakal. 2. Adapun sifat-sifat akhlak Islam dapat digambarkan sebagai berikut: 1. yaitu dengan menyampaikan ajaran yang benar-benar berdasar pada ajaran Alquran dan Sunnah Maqbulah. Nilai dan perilaku baik dan burruk seperti sabar. Akhlak Keseimbangan. Sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia baik yang berdimensi vertikal. maupun horizontal. (Q. seimbang pula.) Al-An’am / 6 : 153). takabur. melemahnya jiwa santun terhadap dhu’afa’. Jiwa manusia yang merindukan kebaikan. Akhlak Manusiawi. dengki. ‘uququl walidain dan sebagainya(Al-Akhlaqul Madzmuham). pernghormatan yang berlebi-lebihan terhadap orang yang dianggap suci dan lain-lain. Usaha tersebut ditempuh melalui pendidikan. syaja’ah dan sebagainya (Al-Akhlaqul Mahmudah) dan sombong. maka Muhammadiyah berusaha memperbaiki dasar-dasar ajaran yang sudah lama menjadi keyakinan umat Islam. dan akan terpenuhi dengan mengikuti ajaran akhlaq dalam Islam. Akhlaq dalam Islam sejalan dan memenuhi fitrah manusia. Akhlaq Islam dapat memenuhi kebutuhan sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat.

(Q. sampai masa para imam mujtahid.S. demi untuk tercapainya kemaslahatan umat. ketatanegaraan. Harus dilakukan dengan saling rela artinya tidak ada yang dipaksa. 2. 3. mengandung arti musytarak ataupun karena pengertian lafadz dalam ungkapan yang konteksnya mempunyai arti yang jumbuh (mutasyabih) ataupun adanya beberapa dalil yang bertentangan (ta’arrudl) dalam hal terakhir digunakan cara jama’ dan talfiq. hasil ijma’ dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam sesudah Alquran dan Sunnah. hubungan antar negara dan lain sebagainya. 1. menggunakan akal sangat diperlukan. 4. Di dalam prinsip-prinsip Majlis Tarjih poin 14 disebutkan “Dalam hal-hal termasuk AlUmurud Dunyawiyah yang tidak termasuk tugas para nabi. dengan hal yang disebutkan hukumnya di dalam nash. 3.com/journal/item/74).” Adapun prinsip-prinsip mu’amalah dunyawiyah yang terpenting antara lain: 1. karena adanya persamaan illat(sebab) . maupun karena lafadz itu mengandung makna ganda. d. AlBaqarah / 27 : 173) (http://luqm. baik tentang harta benda. Islam membolehkan manusia melakukan yang dalam keadaan biasa tidak dibenarkan. Ijma’: Kesepakatan para imam mujtahid di kalangan umat Islam tentang suatu hukum Islam pada suatu masa (masa sahabat setelah Rasulullah wafat). Menganut prinsip mubah. 5. namun manusia memiliki kelemahan-kelemahan itu yaitu sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan. Metodologi Ijtihad Jalan Ijtihad yang ditempuh Majlis Tarjih meliputi : 1. Harus saling menguntungkan. perjanjian-perjanjian. Oleh karena itu Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat. Qiyas: Menyamakan sesuatu hal yang tidak disebutkan hukumnya di dalam nash. Bahkan dalam keadaan terpaksa. Bidang Mu’amalah Dunyawiyah Mua’malah : Aspek kemasyarakatan yang mengatur pegaulan hidup manusia diatas bumi ini.5. Ijtihad Bayan : yaitu ijtihad terhadap ayat yang mujmal baik karena belum jelas maksud lafadz yang dimaksud.multiply. Pemikiran tentang ijma’berkembang sejak masa sahabat sampai masa sekarang. Akhlaq Realistik. Akhlaq Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia walaupun manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk lain. Harus sesuai dengan prinsip keadilan. C. Artinya mu’amalah dilakukan untuk menarik mamfaat 2. dan menolak kemudharatan. Menurut kebanyakan para ulama.

larangan tersebut dapat diabaikan. Tetapi kalau tujuan perwakafan (tujuan syar’i) tidak mungkin tercapai. untuk dipindah tangankan. D. Tanah tersebut terkena pelebaran jalan. Jakarta Pusat : PSAP MUHAMMADIYAH. 3. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak suami istri. Maslahah. tidak ada satu nash pun yang membenarkan atau membatalkan.2007. . REFERENSI -. Contoh. diwariskan.hukum pada dua macam hal tersebut. dan 4) Mu’amalah dunyawiyah. Semarang: Penerbit Diponegoro Mulkam. atas terjadinya perkawinan. menetapkan hukum yang sama sekali tidak disebutkan dalam nash dengan pertimbangan untuk kepentingan hidup manusia yang bersendikan mamfaat dan menghindarkan madlarat. et al. sesuai dengan tujuan syariat. mengharuskan pernikahan dicatat. 2) hukum. Dalam menjalankan perannya dalam berbagai bidang tersebut maka Muhammadiyah berbagai metodenya antara lain: 1) Ijtihad melakukan ijtihad dengan bayani. 5. Contoh: Harta zakat tidak boleh dipindah tangankan dengan cara dijual. 4. 2005. atau dihibahkan. AL-QURAN DAN TERJEMAHANNYA. 3) akhlak. KESIMPULAN Dari Penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 3) Ijtihad Qiyasi. BEGAWAN MUHAMMADIYAH: BUNGA RAMPAI PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TOKOH MUHAMMADIYAH. dibelikan tanah ditempat lain untuk pendidikan Islam yang menjadi tujuan syariah diatas. 2. contoh: hukum wajib zakat atas padi yang dikenakan pada gandum. tanah tersebut dapat dipindahtangankan dengan dijual. Abdul Munir. Tanpa pencatatan negara tidak mempunyai dokumen otentik. dan 5) Istihsan. Yaitu. Contoh : Mewakafkan tanah untuk tujuan pendidikan Islam. atau dijual. untuk meninggalkan ketentuan dalil khusus dan mengamalkan dalil umum. La qiyasa fil ibadah. Al-Hikmah. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum atas terjadinya perkawinan yang dipergunakan oleh negara. 2) Ijma’. Untuk Qiyas digunakan dalam bidang muamalah duniawiyah. tidak berlaku untuk bidang ibadah mahdlah. C. diwariskan atau dihibahkan. Muhammdiyah bergerak dalam berbagai bidang kehidupan manusia baik dalam rangka ibadah aghdoh maupun ibadah gouru maghdoh yang antara lain dapat diklasisfikasikan sebagai berikut: 1) ‘aqidah. Istihsan: yaitu memandang lebih baik. Sumber otentik untuk mempelajari Islam adalah Alquran dan Sunnah Maqbulah. atau Istislah. 4) Ijtihad Ishtishlahiy.

2005.Mas.com.wordpress. Subhan. . Al-Hikmah Referensi Web: pandikalbar. Mojokerto : CV. MUHAMMADIYAH PINTU GERBANG PROTESTANISME ISLAM.