Agama Islam Dan Kemuhamadiyahan

AGAMA ISLAM DAN KEMUHAMADIYAHAN

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Disusun oleh: Taufik Najda ( 08620003 ) Eries Mariyono ( 08620056 ) Chandra Hari Kusuma ( 086200__) Hafiez Sofyani ( 08620031 ) M. Andhi (086200__)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010-2011
A. PENDAHULUAN

sebagaimana lazimnya siapapun yang berada dalam rumah Muhammadiyah. haruslah benar dan lurus. bahagia. sehingga hidup manusia selamat. Karakteristik utama gerakan Muhammadiyah adalah komitmen untuk meneguhkan semangat kemajuan rasionalitas keagamaan. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. bahwa entitas seminasi disiplin “karakter reformasi itu tidak lepas dari besarnya kepribadian pendirinya (K. Aqidah dan keyakinan Adalah hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Tuntutan seperti ini bukan bermazhab dan taklid. Bagaimana paham keagamaan Muhammdiyah itu? Mari kita kaji bersama. PEMBAHASAN a. Ahmad Dahlan)” yang ditunjukkan dengan sikap-sikap formasinya dalam mengikat identitas reformasi islam puritan. karena Persyarikatan ini merupakan gerakan Islam sebagaimana disebutkan di atas. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad hisyam. hingga berbagai komponen yang terdapat dalam Muhammadiyah. tetapi sebagai bentuk ‘ittiba sekaligus keniscayaan menyetujui asas dan tujuan Muhammadiyah.Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. menyuruh pada yang ma’ruf (al-amr bi al-ma’ruf). Muhammadiyah . untuk memahami Islam sebagaimana paham agama dalam Muhammadiyah. yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Al-Rum: 30)”. termasuk amal usaha dan orang-orang yang berada di dalamnya. Dalam memahami hakikat Muhammadiyah. Muhammadiyah dan pelurusan Aqidah Bagi Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia.H. dan sejahtera di dunia dan akhirat. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Karena itu seluruh warga. dan mencegah dari yang munkar (al-nahy ‘an al-munkar) {QS. Dan dalam beragama sebagaimana paham Muhammadiyah. Sebagai gerakan dakwah. (Itulah) agama yang lurus. pimpinan. sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran. maka merupakan kewajiban bagi seluruh warga dan pimpinan serta segenap pengelola dan pelaksana di lingkungan struktur Persyarikatan termasuk di amal usahanya. sebab sebagai perkumpulan yang meneguhkan jalannya pada Al-quran dan Hadist. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. kontinuitas kesadaran rasional itu (penduduk RI) tidak menunjukkan dan dinamisasi sebagai supremasi untuk melakukuan penetapan penetapan citra positif kedewasaan dalam mengapresiasi dogma agama sebagai produk zaman B. yang pada awal berdirinya. haruslah memahami Muhammadiyah serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata. Muhammadiyah mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam (da’wah ila al-Khair). Ali Imran/3: 104}.

Hanya saja istilah Assunnah Almaqbulah baru digunakan setelah diresmikan istilahnya pada Keputusan Musyawarah Nasional Majlis Tarjih XXV tentang Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam di Jakarta tahun 2000. 1. Fenomena tersebut itulah yang melatarbelakangi Dahlan untuk mengadakan pelurusan aqidah Islamiyah yang kemudian dilanjuttkan oleh perkumpulan Muhammadiyah menjadi salah satu tujuan falsafah organisasi . yaitu berupa totalitas pengabdian kepada Allah SWA. dan kesatuan tujuan yang hakiki. dimana Islam tidak lagi mencerminkan sebuah agama yang hanya menganut faham ketuhanan yang maha esa melainkan bercampur aduk dengan ritual ajaran agama hindu budha yang telah berkembang dimasyarakat. Penjelasan yang bersifat rasional dari prasasti itu. kesatuan penciptaan yang hakiki. Hal ini bisa kita lihat di dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB II Pasal 4 ayat 1. dalam hal ini Muhammadiyah menurunkan sebuah konsekuensi spiritual terhadap semua individu dengan kemampuan yang merupakan bagian kemampuan prinsipal. Yakni Alquran dan Assunnah Almaqbulah. Tambahan pula. dan sebelumnya digunakan istilah Assunnah Ashshahihah. maka Muhammadiyah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan. Pemahaman Ajaran Islam . Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Dahlan) dalam mengamati fenomena ritual Agama Islam dalam dinamika masyarakat jawa pada masa itu. sendi tauhid Muhammadiyah diabadikan dalam bentuk kebesaran yaitu prasasti berwarna hijau bendera dengan lambang matahari yang berarti memberi penerangan terhadap kegelapan. sebagai gerakan keagamaan yang berwatak sosio kultural. Dalam upayanya memurnikan aqidah. sebelumnya. muhmmadiyah sangat menjaga nilai-nilai hakiki agama Islam yaitu: 1. seperti munculnya paradigma keyakinan bahwa sesungguhnya ada formula kesatuan kemanusiaan yang hakiki. Untuk mencapai maksud dan tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. kesatuan pedoman hidup dengan agama wahyu yang hakiki. Bakhan jika dilihat dari kacamata histori.S. Dalam pengembangan bidang keagamaan dan dakwah ditangani oleh dua majlis yaitu Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT) dan Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK). 21:25). dalam dinamika kesejarahannya selalu berusaha merespon berbagai perkembangan kehidupan dengan senantiasa merujuk pada ajaran Islam yang bersumber dari dua sumber primer ajaran ini.meyakini bahwa hal pertama mesti dikukuhkan adalah Aqidah (Q. Sumber Ajaran Islam Muhammadiyah.

3) Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang- bidang: (a) ‘Aqidah. .A. Ibrahim.W. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalah dunyawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ‘ibadah kepada Allah S.A. agama semua Nabi. (c) ‘Ibadah. ialah apa yang diturunkan Allah dalam Alquran dan yang disebut dalam Sunnah maqbulah. larangan-larangan. maka dipergunakanlah alasan dengan jalan ijtihad dan istinbath dari nash yang ada melalui persamaan ‘illat. dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat (Kitab Masalah Lima. (MKCH. agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah/PHIWM. bersih dari gejala-gejala kemusyrikan. (b) Akhlaq. butir ke-4). Nuh. tanpa tambahan dan perubahan dari manusia. tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia. mengenai hal-hal yang tak bersangkutan dengan ‘ibadah mahdhah padahal untuk alasan atasnya tiada terdapat nash sharih dalam Alquran dan Sunnah maqbulah.W. Al-Masail Al-Khams tentang Qiyas). sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilainilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad S. Isa.T. dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad S.. berupa perintahperintah. dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil. dan agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah dan agama yang sempurna. Musa. sebagaimana telah dilakukan oleh ‘ulama salaf dan Khalaf (Kitab Masalah Lima. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni. bid’ah dan khurafat. 2) Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam. Bahwa di mana perlu dalam menghadapi soal-soal yang telah terjadi dan sangat dihajatkan untuk diamalkannya. Al-Masail Al-Khams tentang al-Din). agama yang sesuai dengan fitrah manusia.W. tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ‘ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah S.Hal-hal yang berkaitan dengan paham agama dalam Muhammadiyah secara garis besar dan pokok-pokoknya ialah sebagai berikut: 1) Agama. bab Pandangan Islam Tentang Kehidupan). 5) Bahwa dasar muthlaq untuk berhukum dalam agama Islam adalah Alquran dan Sunnah. agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama. duniawi dan ukhrawi (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah/MKCHM butir ke-2).W.A. (d) Mu’amalah dunyawiyat. 4) Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata karena Allah.

dakwah seluler. Di antara langkah-langkah untuk menanamkan (memantapkan) kembali paham Islam dalam Muhammadiyah ialah sebagai berikut: 1. akhlak. Salah satu dari enam prioritas program Muhammadiyah periode 2005-2010 ialah pengembangan tajdid di bidang tarjih dan pemikiran Islam secara intensif dengan menguatkan kembali rumusan-rumusan teologis seperti tauhid sosial. maka diperlukan ikhtiar sistematis untuk menanamkan atau memantapkan kembali paham Agama (Islam) dalam Muhammadiyah. 5. terdapat fenomena orang Muhammadiyah mengembangkan paham sendiri-sendiri atau malah mengikuti paham lain. serta gagasan operasional seperti dakwah jamaah. ibadah. mudah dipahami. dan sebagainya sehingga paham Islam yang dikembangkan Muhammadiyah dapat dibaca. Menghidupkan kembali kultum/pengajian singkat di berbagai kegiatan. mmadiyah. internet. Menggiatkan pengajian-pengajian umum yang membahas tentang Islam multiaspek dalam Muhammadiyah baik secara rutin maupun dengan memanfaatkn momentummomentum tertentu. Mengingat kecenderungan atau gejala melemahnya dan dangkalnya pemahaman mengenai Islam dalam Muhammadiyah. dan berbagai kembali Kajian Intensif Islam dalam Muhammadiyah. dengan tetap memperhatikan prinsip dasar organisasi dan nilai Islam yang hidup dan menggerakkan (Keputusan Muktamar ke-45 di Malang tahun 2005). yang di dalamnya dipaketkan materi khusus secara mendalam dan luas tentang Paham Agama (Islam) dalam Muh 3. dipahami. yang antara lain menjelaskan tentang berbagai aspek ajaran Islam yang dipahami dan dipraktikan . Pimpinan Persyarikatan diikuti oleh Organisasi Otonom. maupun mu’amalat duniawiyah secara lengkap. yakni pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi) (Keputusan Munas Tarjih di Malang). termasuk melalui website. Majelis Tarjih memproduksi/menghasilkan berbagai pedoman/tuntunan tentang ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut aqidah.6) Muhammadiyah dalam memaknai tajdid mengandung dua pengertian. dan bervariasi untuk dijadikan pedoman dan dimasyarakatkan/dipublikasikan sesuai dengan keputusankeputusan Muktamar/Munas Tarjih. serta institusi dalam Muhammadiyah di berbagai tingkatan dari Pusat hingga Ranting menggiatkan menyelenggarakan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Anggota. pada saat yang sama. dan diamalkan oleh umat Islam dan masyarakat luas. 2. 4. Menyebarluaskan paham agama (Islam) dalam Muhammadiyah ke berbagai lingkungan serta media publik. amal usaha.

Sebagai konsekuensi dari penolakannya terhadap pemikiran filosofis ini. sehingga bukan sekadar membahas masalah-masalah organisasi belaka. jelaslah bahwa sumber aqidah Muhammadiyah adalah alquran dan Sunnah yang dikuatkan dengan berita-berita yang mutawatir. yang menolak segala bentuk campur tangan pemikiran teologis. yang terdapat dalam Alquran dan dikuatkan dengan pemberitaan-pemberitaan yang mutawatir. lebih-lebih dalam masalah ‘aqidah. Hal yang penting yang perlu menjadi pemahaman bersama bahwa paham Islam dalam Muhammadiyah bersifat komprehensif dan luas. sehingga tidak sempit dan parsial. makna zhahir didahulukan daripada ta’wil dalam bidang aqidah dan takwil sahabat dalam hal itu tidak harus diterima. a. kendati tetap penting. Muhammadiyah juga menjadikan hal ini sebagai tema sentral gerakannya. Agama dalam pandangan atau paham Muhammadiyah tidaklah sepotong-sepotong. seperti dinyatakan: “Inilah pokok-pokok ‘aqidah yang benar itu. (16) dalam memahami nash. Karakteristik aqidah Muhammadiyah itu secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama. Formulasi aqidah yang dirumuskan dengan merujuk langsung kepada suber utama ajaran Islam itu disebut ‘aqidah shahihah. (6) Dalil-dalil umum Alquran dapat ditakhsis dengan hadits ahad.php?id=306). 1. kecuali dalam bidang aqidah. kemudian menyebarkan/mensosialisasikan dan mengamalkan dalam kehidupan umat serta masyarakat sehingga Islam yang didakwahkan Muhammadiyah membawa/menjadi rahmatan lil-‘alamin (http://www. serpihanserpihan. Karena diyakini sepenuhnya bahwa hanya dengan berpedoman pada kedua sumber utama itulah ajaran Islam dapat hidup dan berkembang secara dinamis.pdmbontang. Paham agama yang ditanamkan bukan ajaran yang terbatas.com/cetak. maka paham tentang Islam merupakan kewajiban atau keniscayaan yang fundamental. Karena Muhammadiyah merupakan gerakan Islam. Ketentuan ini juga dijelaskan lagi dalam pokok-pokok Manhaj Tarjih sebagai berikut: “(5) Di dalam masalah aqidah hanya dipergunakan dalil-dalil yang mutawatir. nash sebagai dasar rujukan.” Ketentuan-ketentuan di atas jelas menggambarkan bahwa secara tegas aqidah Muhammadiyah bersumber dari Alquran dan Sunnah tanpa interpretasi filosofis seperti yang terdapat dalam aliran-aliran teologi pada umumna.Muhammadiyah.” Berdasarkan pernyataan di atas. yang intinya pada memperdalam sekaligus memperluas paham Islam bagi seluruh warga Muhammadiyah. dan hanya hukum/fikih belaka. maka dalam menghadapi ayat-ayat yang berkonotasi . Bidang Aqidah Aqidah Islam menurut Muhamadiyah dirumuskan sebagai konsekuensi logis dari gerakannya. Semangat kembali kepada Alquran dan Sunnah sebenarnya sudah menjadi tema umm pada setiap gerakan pembaharuan. tetapi luas dan mulsti aspek.

pedoman hidup. Kelima. yaitu semata-mata terkait dengan persoalan ketuhanan. Keterampilan yang mendekati kebenaran Muhammadiyah tetap cenderung kepada aqidah salaf. Menurut Amin Abdullah (2005). Sedangkan bila ditinjau dari sis Tuhan. b. keimanan. kecondongan berpandangan ganda terhadap perbuatan manusia. pandangan Muhammadiyah mengenai sifat-sifat Allah tidak dijelaskan secara mendetail. segala perbuatan telah ditentukan oleh Allah dan manusia hanya dapat berikhtiar. Kedua. sebab akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubungan-Nya dengan sifat-sifat yang ada pada-Nya. Dalam Muhammdiyahqadha’ dan qadar diyakini sebagai salah satu pokok aqidah yang terakhir dari formulasi rukun imannya. menetapkan sifat-sifat Allah. Selain ciri dan sifat konvensionalnya yang memang mengasumsikan bahwa persoalan ketuhanan adalah masalah terpokok dari agama (ibadah maghdoh).mengundang perdebatan teologis dalam pemaknaannya. agama ternyata juga terkait erat dengan perosalan-persoalan historis kultural yang juga merupakan keniscayaan manusiawi belaka (ibadah ghoiru maghdoh). credo. jika ditinjau dari sisi manusia perbuatan manusia merupakan hasil usaha sendiri. Muhammadiyah dan pemurnian ibadah Ketidakmurnian ibadah (bercampurnya agama islam dengan ajaran agama lain) adalah fenomena yang justru menjadi kewajiban masyarakat jawa pada abad 19 hal itu menyebabkan kerancuan ritual dan komplik batin dalam diri darwis (Dahlan muda) setelah pulang dari tanah suci Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah melakukan sebuah reformasi dalam hal ibadah agama islam dengan kembali pada Quran dan Hadist agar pemurnian ajaran itu bisa tercapai tanpa ada unsur percampur adukan dengan ajaran dan ritual agama lain. kepercayaan. percaya kepada qadha’ dan qadar. keterbatasan peranan akal dalam soal aqida Muhammadiyah termasuk kelompok yang memandang kenisbian akal dalam masalah aqidah. dengan mengikuti formulasi yang diberikan oleh hadis mengenai pengertian Islam. Seperti halnya pada aspek-aspek aqidah lainnya. Pertama. dan seterusnya. Dalam diskursus keagamaan. yah menyangkut: . kontemporer dijelaskan bahwa agama mempunyai banyak wajah dan bukan lagi single face. Iman dan Ihsan. perbuatan manusia merupakan ciptaan Tuhan. Kedua.” Ketiga. Muhammadiyah bersikap tawaqquf seperti halnya kaum salaf. Keempat. Agama tidak lagi seperti orang dahulu memahaminya. Sehingga formulasi posisi akal sebagai berikut “Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal-hal yang tidak tercapai pengertian oleh akal dalam hal kepercayaan.

6. 4. Ijtihad dan istinbath atas dasar ‘illah terhadap hal-hal yang terdapat di dalam nash. c. Muhammadiyah mengembangkan ijtihad sebagai karakteristik utama organisasi ini. 5. pemahamannya dapat menggunakan akal sepanjang diketahui latar belakang dan tujuannya. maka Muhammadiyah sebagai gerakan Islam juga dengan tegas menempatkan akhlaq sebagai salah satu sendi dasar sikap keberagamaannya. yaitu segala perbuatan yang dibolehkan oleh Allah dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya. yaitu apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya. Berprinsip terbuka dan toleran dan tidak beranggapan bahwa hanya Majlis Tarjih yang paling benar. dan ibadah umum. yaitu sikap mengikuti pemikiran ulama tanpa mempertimbangkan argumentasi logis.1. Tidak mengikatkan diri kepada suatu madzhab. b. 2. Meskipun harus diakui bahwa akal bersifat nisbi. sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan. Dalam bidang ibadah yang diperoleh ketentuan-ketentuannya dari Alquran dan Sunnah.” . Bidang Akhlak Mengingat pentingnya akhlaq dalam kaitannya dengan keimanan seseorang. Dan sikap keberagaman menumal yang dibenarkan oleh Muhammadiyah adalah ittiba’. tingkah dan cara-caranya yang tertentu. Di samping itu. tetapi pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum. tidak bersendi pada nilai-nilai ciptaan manusia. Adapun pokok-pokok utama pikiran Muhammadiyah dalam bidang hokum yang dikembangkan oleh Majlis Tarjih antara lain: 1. Ibadah ada dua macam. Koreksi dari siapa pun akan diterima sepanjang diberikan dalil-dalil yang lebih kuat. Majlis Tarjih dimungkinkan mengubah keputusan yang pernah ditetapkan. 3. yaitu ibadah khusus. Bidang Hukum Muhammadiyah melarang anggotanya bersikap taqlid. yaitu mengikuti pemikiran ulama dengan mengetahui dalil dan argumentasi serta mengikutinya dengan pertimbangan logika. Dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah dijelaskan “Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. Dengan demikian. dapat dilakukan sepanjang tidak menyangkut bidang ta’abbdi dan memang merupakan hal yang diajarkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

(Q. perpecahan di antara sesama orang Islam. Sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia baik yang berdimensi vertikal. adalah bentuk realisasi tidak tegaknya ajaranakhlaqul karimah. Akhlaq dalam Islam sejalan dan memenuhi fitrah manusia. Nilai dan perilaku baik dan burruk seperti sabar. Kebodohan. tetapi akhlaq yang memiliki nilai-nilai yang mutlak. Mengenai Muhammadiyah menjadikan akhlaq sebagai salah satu garis perjuangannya. Akhlak Keseimbangan. Buhkori). (H. 3. yaitu dengan menyampaikan ajaran yang benar-benar berdasar pada ajaran Alquran dan Sunnah Maqbulah. maupun horizontal. sehingga sifat bodoh dan inferoritas berangsur-angsur habis kemudian membina ukhuwah antar sesame muslim yang disemangati oleh Surat Ali Imron ayat 103. Jiwa manusia yang merindukan kebaikan.S. pernghormatan yang berlebi-lebihan terhadap orang yang dianggap suci dan lain-lain. syukur. Akhlaq Islam benar-benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat sesuai dengan fitrahnya. Akhlaq Rabbani : Sumber akhlaq Islam itu wahyu Allah yang termaktub dalam Al- Qur’an dan As-Sunnah. 2. maka Muhammadiyah berusaha memperbaiki dasar-dasar ajaran yang sudah lama menjadi keyakinan umat Islam. melemahnya jiwa santun terhadap dhu’afa’. memenuhi tuntutan kebutuhan manusia duniawi maupun ukhrawi secara seimbang. Untuk menghidupkan akhlaq yang islami. Akhlak Manusiawi. juga tidak dapat dipisahkan dari akar historis yang melatarbelakangi kelahirannya. tawakal. Akhlaq Islamlah moral yang tidak bersifat kondisional dan situasional. begitu juga memenuhi kebutuhan pribadi dan kewajiban terhadap masyarakat. ‘uququl walidain dan sebagainya(Al-Akhlaqul Madzmuham). Akhlak Universal.Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatanperbuatan dengan gampang dan mudah. syaja’ah dan sebagainya (Al-Akhlaqul Mahmudah) dan sombong. takabur. . Akhlaq Islam dapat memenuhi kebutuhan sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat. Adapun sifat-sifat akhlak Islam dapat digambarkan sebagai berikut: 1. birrul walidaini. AlAn’nam : 151-152).membersihkan jiwa dari kesyirikan. sehingga kepatuhan dan ketundukan hanya semata-mata kepada Allah. 4.S. riya’. seimbang pula. dan akan terpenuhi dengan mengikuti ajaran akhlaq dalam Islam.R. hal ini selain secara tegas dinyatakan dalamnash.) Al-An’am / 6 : 153). Usaha tersebut ditempuh melalui pendidikan. dengki. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Imam Ghazali). Akhlaq rabbanilah yang mampu menghindari nilai moralitas dalam hidup manusia (Q. bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Menganut prinsip mubah. karena adanya persamaan illat(sebab) . d. maupun karena lafadz itu mengandung makna ganda. Bahkan dalam keadaan terpaksa. sampai masa para imam mujtahid. C. Bidang Mu’amalah Dunyawiyah Mua’malah : Aspek kemasyarakatan yang mengatur pegaulan hidup manusia diatas bumi ini. Akhlaq Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia walaupun manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk lain. mengandung arti musytarak ataupun karena pengertian lafadz dalam ungkapan yang konteksnya mempunyai arti yang jumbuh (mutasyabih) ataupun adanya beberapa dalil yang bertentangan (ta’arrudl) dalam hal terakhir digunakan cara jama’ dan talfiq. Harus dilakukan dengan saling rela artinya tidak ada yang dipaksa.” Adapun prinsip-prinsip mu’amalah dunyawiyah yang terpenting antara lain: 1. ketatanegaraan. 2.S. 3. Pemikiran tentang ijma’berkembang sejak masa sahabat sampai masa sekarang. perjanjian-perjanjian.com/journal/item/74). 4. Di dalam prinsip-prinsip Majlis Tarjih poin 14 disebutkan “Dalam hal-hal termasuk AlUmurud Dunyawiyah yang tidak termasuk tugas para nabi. demi untuk tercapainya kemaslahatan umat. Harus saling menguntungkan. hubungan antar negara dan lain sebagainya.5. Qiyas: Menyamakan sesuatu hal yang tidak disebutkan hukumnya di dalam nash. Menurut kebanyakan para ulama. Akhlaq Realistik. Ijma’: Kesepakatan para imam mujtahid di kalangan umat Islam tentang suatu hukum Islam pada suatu masa (masa sahabat setelah Rasulullah wafat).multiply. 1. Oleh karena itu Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat. (Q. Metodologi Ijtihad Jalan Ijtihad yang ditempuh Majlis Tarjih meliputi : 1. AlBaqarah / 27 : 173) (http://luqm. 3. dengan hal yang disebutkan hukumnya di dalam nash. Ijtihad Bayan : yaitu ijtihad terhadap ayat yang mujmal baik karena belum jelas maksud lafadz yang dimaksud. 5. dan menolak kemudharatan. namun manusia memiliki kelemahan-kelemahan itu yaitu sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan. Harus sesuai dengan prinsip keadilan. hasil ijma’ dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam sesudah Alquran dan Sunnah. baik tentang harta benda. Islam membolehkan manusia melakukan yang dalam keadaan biasa tidak dibenarkan. menggunakan akal sangat diperlukan. Artinya mu’amalah dilakukan untuk menarik mamfaat 2.

diwariskan. Dalam menjalankan perannya dalam berbagai bidang tersebut maka Muhammadiyah berbagai metodenya antara lain: 1) Ijtihad melakukan ijtihad dengan bayani. Untuk Qiyas digunakan dalam bidang muamalah duniawiyah. dan 5) Istihsan. 2. Maslahah. Contoh. untuk dipindah tangankan. Tetapi kalau tujuan perwakafan (tujuan syar’i) tidak mungkin tercapai. 4. untuk meninggalkan ketentuan dalil khusus dan mengamalkan dalil umum. Sumber otentik untuk mempelajari Islam adalah Alquran dan Sunnah Maqbulah. Contoh: Harta zakat tidak boleh dipindah tangankan dengan cara dijual. larangan tersebut dapat diabaikan. 3) akhlak. Al-Hikmah. AL-QURAN DAN TERJEMAHANNYA. La qiyasa fil ibadah.hukum pada dua macam hal tersebut. 3) Ijtihad Qiyasi. diwariskan atau dihibahkan. dan 4) Mu’amalah dunyawiyah. Abdul Munir. 3. atau dijual. sesuai dengan tujuan syariat. C. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum atas terjadinya perkawinan yang dipergunakan oleh negara. 2) Ijma’. contoh: hukum wajib zakat atas padi yang dikenakan pada gandum. KESIMPULAN Dari Penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. tidak ada satu nash pun yang membenarkan atau membatalkan. dibelikan tanah ditempat lain untuk pendidikan Islam yang menjadi tujuan syariah diatas. Istihsan: yaitu memandang lebih baik. 2005. Yaitu. atau dihibahkan. Jakarta Pusat : PSAP MUHAMMADIYAH. mengharuskan pernikahan dicatat. REFERENSI -. Muhammdiyah bergerak dalam berbagai bidang kehidupan manusia baik dalam rangka ibadah aghdoh maupun ibadah gouru maghdoh yang antara lain dapat diklasisfikasikan sebagai berikut: 1) ‘aqidah. 5. 2) hukum. menetapkan hukum yang sama sekali tidak disebutkan dalam nash dengan pertimbangan untuk kepentingan hidup manusia yang bersendikan mamfaat dan menghindarkan madlarat. Contoh : Mewakafkan tanah untuk tujuan pendidikan Islam. Tanpa pencatatan negara tidak mempunyai dokumen otentik. tanah tersebut dapat dipindahtangankan dengan dijual. et al. 4) Ijtihad Ishtishlahiy. BEGAWAN MUHAMMADIYAH: BUNGA RAMPAI PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TOKOH MUHAMMADIYAH. tidak berlaku untuk bidang ibadah mahdlah.2007. atau Istislah. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak suami istri. . Semarang: Penerbit Diponegoro Mulkam. atas terjadinya perkawinan. D. Tanah tersebut terkena pelebaran jalan.

Mojokerto : CV. 2005. MUHAMMADIYAH PINTU GERBANG PROTESTANISME ISLAM. .Mas. Al-Hikmah Referensi Web: pandikalbar.com. Subhan.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful