AGAMA ISLAM DAN KEMUHAMADIYAHAN

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Disusun oleh: Taufik Najda ( 08620003 ) Eries Mariyono ( 08620056 ) Chandra Hari Kusuma ( 086200__) Hafiez Sofyani ( 08620031 ) M. Andhi (086200__)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010-2011
A. PENDAHULUAN

Dan dalam beragama sebagaimana paham Muhammadiyah. untuk memahami Islam sebagaimana paham agama dalam Muhammadiyah. (Itulah) agama yang lurus. yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. sehingga hidup manusia selamat. bahwa entitas seminasi disiplin “karakter reformasi itu tidak lepas dari besarnya kepribadian pendirinya (K. haruslah memahami Muhammadiyah serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata.H. pimpinan. sebagaimana lazimnya siapapun yang berada dalam rumah Muhammadiyah. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. dan mencegah dari yang munkar (al-nahy ‘an al-munkar) {QS. Dalam memahami hakikat Muhammadiyah. sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran. haruslah benar dan lurus. termasuk amal usaha dan orang-orang yang berada di dalamnya. dan sejahtera di dunia dan akhirat. hingga berbagai komponen yang terdapat dalam Muhammadiyah. sebab sebagai perkumpulan yang meneguhkan jalannya pada Al-quran dan Hadist. karena Persyarikatan ini merupakan gerakan Islam sebagaimana disebutkan di atas. Muhammadiyah . Hal ini ditegaskan oleh Muhammad hisyam. Aqidah dan keyakinan Adalah hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Bagaimana paham keagamaan Muhammdiyah itu? Mari kita kaji bersama. yang pada awal berdirinya. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Karakteristik utama gerakan Muhammadiyah adalah komitmen untuk meneguhkan semangat kemajuan rasionalitas keagamaan. kontinuitas kesadaran rasional itu (penduduk RI) tidak menunjukkan dan dinamisasi sebagai supremasi untuk melakukuan penetapan penetapan citra positif kedewasaan dalam mengapresiasi dogma agama sebagai produk zaman B. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Al-Rum: 30)”. bahagia. tetapi sebagai bentuk ‘ittiba sekaligus keniscayaan menyetujui asas dan tujuan Muhammadiyah. menyuruh pada yang ma’ruf (al-amr bi al-ma’ruf). Muhammadiyah dan pelurusan Aqidah Bagi Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia.Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. PEMBAHASAN a. Muhammadiyah mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam (da’wah ila al-Khair). maka merupakan kewajiban bagi seluruh warga dan pimpinan serta segenap pengelola dan pelaksana di lingkungan struktur Persyarikatan termasuk di amal usahanya. Ali Imran/3: 104}. Sebagai gerakan dakwah. Tuntutan seperti ini bukan bermazhab dan taklid. Karena itu seluruh warga. Ahmad Dahlan)” yang ditunjukkan dengan sikap-sikap formasinya dalam mengikat identitas reformasi islam puritan.

Sumber Ajaran Islam Muhammadiyah. kesatuan pedoman hidup dengan agama wahyu yang hakiki. Fenomena tersebut itulah yang melatarbelakangi Dahlan untuk mengadakan pelurusan aqidah Islamiyah yang kemudian dilanjuttkan oleh perkumpulan Muhammadiyah menjadi salah satu tujuan falsafah organisasi .S. seperti munculnya paradigma keyakinan bahwa sesungguhnya ada formula kesatuan kemanusiaan yang hakiki. Yakni Alquran dan Assunnah Almaqbulah. sebagai gerakan keagamaan yang berwatak sosio kultural. Dalam pengembangan bidang keagamaan dan dakwah ditangani oleh dua majlis yaitu Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT) dan Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK). Untuk mencapai maksud dan tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. dalam dinamika kesejarahannya selalu berusaha merespon berbagai perkembangan kehidupan dengan senantiasa merujuk pada ajaran Islam yang bersumber dari dua sumber primer ajaran ini. 21:25). kesatuan penciptaan yang hakiki. Dalam upayanya memurnikan aqidah. dimana Islam tidak lagi mencerminkan sebuah agama yang hanya menganut faham ketuhanan yang maha esa melainkan bercampur aduk dengan ritual ajaran agama hindu budha yang telah berkembang dimasyarakat. dan sebelumnya digunakan istilah Assunnah Ashshahihah.meyakini bahwa hal pertama mesti dikukuhkan adalah Aqidah (Q. yaitu berupa totalitas pengabdian kepada Allah SWA. dan kesatuan tujuan yang hakiki. muhmmadiyah sangat menjaga nilai-nilai hakiki agama Islam yaitu: 1. 1. Penjelasan yang bersifat rasional dari prasasti itu. sebelumnya. Hanya saja istilah Assunnah Almaqbulah baru digunakan setelah diresmikan istilahnya pada Keputusan Musyawarah Nasional Majlis Tarjih XXV tentang Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam di Jakarta tahun 2000. maka Muhammadiyah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan. Tambahan pula. sendi tauhid Muhammadiyah diabadikan dalam bentuk kebesaran yaitu prasasti berwarna hijau bendera dengan lambang matahari yang berarti memberi penerangan terhadap kegelapan. Hal ini bisa kita lihat di dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB II Pasal 4 ayat 1. Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Dahlan) dalam mengamati fenomena ritual Agama Islam dalam dinamika masyarakat jawa pada masa itu. dalam hal ini Muhammadiyah menurunkan sebuah konsekuensi spiritual terhadap semua individu dengan kemampuan yang merupakan bagian kemampuan prinsipal. Bakhan jika dilihat dari kacamata histori. Pemahaman Ajaran Islam .

(b) Akhlaq. (d) Mu’amalah dunyawiyat. bab Pandangan Islam Tentang Kehidupan). tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam. duniawi dan ukhrawi (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah/MKCHM butir ke-2). dan agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah dan agama yang sempurna. maka dipergunakanlah alasan dengan jalan ijtihad dan istinbath dari nash yang ada melalui persamaan ‘illat. Bahwa di mana perlu dalam menghadapi soal-soal yang telah terjadi dan sangat dihajatkan untuk diamalkannya. agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad S. bersih dari gejala-gejala kemusyrikan. Al-Masail Al-Khams tentang al-Din). Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni.W..T. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilainilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalah dunyawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ‘ibadah kepada Allah S. sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa. dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad S. dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat (Kitab Masalah Lima. (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah/PHIWM. Isa. mengenai hal-hal yang tak bersangkutan dengan ‘ibadah mahdhah padahal untuk alasan atasnya tiada terdapat nash sharih dalam Alquran dan Sunnah maqbulah. Nuh. Musa.W.A. butir ke-4).Hal-hal yang berkaitan dengan paham agama dalam Muhammadiyah secara garis besar dan pokok-pokoknya ialah sebagai berikut: 1) Agama. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ‘ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah S. bid’ah dan khurafat. . tanpa tambahan dan perubahan dari manusia. berupa perintahperintah. agama semua Nabi. (c) ‘Ibadah. agama yang sesuai dengan fitrah manusia. larangan-larangan. Ibrahim.A. agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama.W.W. (MKCH. 2) Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam. tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia. sebagaimana telah dilakukan oleh ‘ulama salaf dan Khalaf (Kitab Masalah Lima. 3) Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang- bidang: (a) ‘Aqidah.A. 4) Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata karena Allah. ialah apa yang diturunkan Allah dalam Alquran dan yang disebut dalam Sunnah maqbulah. 5) Bahwa dasar muthlaq untuk berhukum dalam agama Islam adalah Alquran dan Sunnah. Al-Masail Al-Khams tentang Qiyas). dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil.

terdapat fenomena orang Muhammadiyah mengembangkan paham sendiri-sendiri atau malah mengikuti paham lain. Majelis Tarjih memproduksi/menghasilkan berbagai pedoman/tuntunan tentang ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut aqidah. 2. yang di dalamnya dipaketkan materi khusus secara mendalam dan luas tentang Paham Agama (Islam) dalam Muh 3. 5. yang antara lain menjelaskan tentang berbagai aspek ajaran Islam yang dipahami dan dipraktikan . pada saat yang sama. dakwah seluler. maupun mu’amalat duniawiyah secara lengkap. dan berbagai kembali Kajian Intensif Islam dalam Muhammadiyah. Menghidupkan kembali kultum/pengajian singkat di berbagai kegiatan. mudah dipahami. maka diperlukan ikhtiar sistematis untuk menanamkan atau memantapkan kembali paham Agama (Islam) dalam Muhammadiyah. dan bervariasi untuk dijadikan pedoman dan dimasyarakatkan/dipublikasikan sesuai dengan keputusankeputusan Muktamar/Munas Tarjih. Menyebarluaskan paham agama (Islam) dalam Muhammadiyah ke berbagai lingkungan serta media publik. Menggiatkan pengajian-pengajian umum yang membahas tentang Islam multiaspek dalam Muhammadiyah baik secara rutin maupun dengan memanfaatkn momentummomentum tertentu. 4. dan diamalkan oleh umat Islam dan masyarakat luas. serta gagasan operasional seperti dakwah jamaah. dipahami. Mengingat kecenderungan atau gejala melemahnya dan dangkalnya pemahaman mengenai Islam dalam Muhammadiyah. dan sebagainya sehingga paham Islam yang dikembangkan Muhammadiyah dapat dibaca. ibadah. Di antara langkah-langkah untuk menanamkan (memantapkan) kembali paham Islam dalam Muhammadiyah ialah sebagai berikut: 1. amal usaha. akhlak. internet.6) Muhammadiyah dalam memaknai tajdid mengandung dua pengertian. mmadiyah. Pimpinan Persyarikatan diikuti oleh Organisasi Otonom. Salah satu dari enam prioritas program Muhammadiyah periode 2005-2010 ialah pengembangan tajdid di bidang tarjih dan pemikiran Islam secara intensif dengan menguatkan kembali rumusan-rumusan teologis seperti tauhid sosial. yakni pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi) (Keputusan Munas Tarjih di Malang). dengan tetap memperhatikan prinsip dasar organisasi dan nilai Islam yang hidup dan menggerakkan (Keputusan Muktamar ke-45 di Malang tahun 2005). serta institusi dalam Muhammadiyah di berbagai tingkatan dari Pusat hingga Ranting menggiatkan menyelenggarakan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Anggota. termasuk melalui website.

” Ketentuan-ketentuan di atas jelas menggambarkan bahwa secara tegas aqidah Muhammadiyah bersumber dari Alquran dan Sunnah tanpa interpretasi filosofis seperti yang terdapat dalam aliran-aliran teologi pada umumna. Ketentuan ini juga dijelaskan lagi dalam pokok-pokok Manhaj Tarjih sebagai berikut: “(5) Di dalam masalah aqidah hanya dipergunakan dalil-dalil yang mutawatir. sehingga tidak sempit dan parsial.php?id=306). Karena diyakini sepenuhnya bahwa hanya dengan berpedoman pada kedua sumber utama itulah ajaran Islam dapat hidup dan berkembang secara dinamis. lebih-lebih dalam masalah ‘aqidah. Hal yang penting yang perlu menjadi pemahaman bersama bahwa paham Islam dalam Muhammadiyah bersifat komprehensif dan luas. kemudian menyebarkan/mensosialisasikan dan mengamalkan dalam kehidupan umat serta masyarakat sehingga Islam yang didakwahkan Muhammadiyah membawa/menjadi rahmatan lil-‘alamin (http://www. nash sebagai dasar rujukan. maka dalam menghadapi ayat-ayat yang berkonotasi . (6) Dalil-dalil umum Alquran dapat ditakhsis dengan hadits ahad. makna zhahir didahulukan daripada ta’wil dalam bidang aqidah dan takwil sahabat dalam hal itu tidak harus diterima. yang menolak segala bentuk campur tangan pemikiran teologis. yang intinya pada memperdalam sekaligus memperluas paham Islam bagi seluruh warga Muhammadiyah. jelaslah bahwa sumber aqidah Muhammadiyah adalah alquran dan Sunnah yang dikuatkan dengan berita-berita yang mutawatir.Muhammadiyah. yang terdapat dalam Alquran dan dikuatkan dengan pemberitaan-pemberitaan yang mutawatir. seperti dinyatakan: “Inilah pokok-pokok ‘aqidah yang benar itu. Sebagai konsekuensi dari penolakannya terhadap pemikiran filosofis ini. Formulasi aqidah yang dirumuskan dengan merujuk langsung kepada suber utama ajaran Islam itu disebut ‘aqidah shahihah.com/cetak. maka paham tentang Islam merupakan kewajiban atau keniscayaan yang fundamental. a. serpihanserpihan. tetapi luas dan mulsti aspek. kendati tetap penting. Karena Muhammadiyah merupakan gerakan Islam. Bidang Aqidah Aqidah Islam menurut Muhamadiyah dirumuskan sebagai konsekuensi logis dari gerakannya. dan hanya hukum/fikih belaka. kecuali dalam bidang aqidah. Paham agama yang ditanamkan bukan ajaran yang terbatas. Agama dalam pandangan atau paham Muhammadiyah tidaklah sepotong-sepotong.” Berdasarkan pernyataan di atas. Muhammadiyah juga menjadikan hal ini sebagai tema sentral gerakannya. (16) dalam memahami nash. sehingga bukan sekadar membahas masalah-masalah organisasi belaka. Semangat kembali kepada Alquran dan Sunnah sebenarnya sudah menjadi tema umm pada setiap gerakan pembaharuan. 1.pdmbontang. Karakteristik aqidah Muhammadiyah itu secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama.

Keempat. Dalam diskursus keagamaan. credo.mengundang perdebatan teologis dalam pemaknaannya. Agama tidak lagi seperti orang dahulu memahaminya. pandangan Muhammadiyah mengenai sifat-sifat Allah tidak dijelaskan secara mendetail. Sedangkan bila ditinjau dari sis Tuhan. Pertama. b. Menurut Amin Abdullah (2005). Dalam Muhammdiyahqadha’ dan qadar diyakini sebagai salah satu pokok aqidah yang terakhir dari formulasi rukun imannya. segala perbuatan telah ditentukan oleh Allah dan manusia hanya dapat berikhtiar.” Ketiga. pedoman hidup. yah menyangkut: . dan seterusnya. Kedua. perbuatan manusia merupakan ciptaan Tuhan. kepercayaan. agama ternyata juga terkait erat dengan perosalan-persoalan historis kultural yang juga merupakan keniscayaan manusiawi belaka (ibadah ghoiru maghdoh). Kedua. menetapkan sifat-sifat Allah. Iman dan Ihsan. percaya kepada qadha’ dan qadar. jika ditinjau dari sisi manusia perbuatan manusia merupakan hasil usaha sendiri. kontemporer dijelaskan bahwa agama mempunyai banyak wajah dan bukan lagi single face. Selain ciri dan sifat konvensionalnya yang memang mengasumsikan bahwa persoalan ketuhanan adalah masalah terpokok dari agama (ibadah maghdoh). dengan mengikuti formulasi yang diberikan oleh hadis mengenai pengertian Islam. sebab akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubungan-Nya dengan sifat-sifat yang ada pada-Nya. Muhammadiyah bersikap tawaqquf seperti halnya kaum salaf. Muhammadiyah dan pemurnian ibadah Ketidakmurnian ibadah (bercampurnya agama islam dengan ajaran agama lain) adalah fenomena yang justru menjadi kewajiban masyarakat jawa pada abad 19 hal itu menyebabkan kerancuan ritual dan komplik batin dalam diri darwis (Dahlan muda) setelah pulang dari tanah suci Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah melakukan sebuah reformasi dalam hal ibadah agama islam dengan kembali pada Quran dan Hadist agar pemurnian ajaran itu bisa tercapai tanpa ada unsur percampur adukan dengan ajaran dan ritual agama lain. yaitu semata-mata terkait dengan persoalan ketuhanan. keimanan. Seperti halnya pada aspek-aspek aqidah lainnya. Keterampilan yang mendekati kebenaran Muhammadiyah tetap cenderung kepada aqidah salaf. Sehingga formulasi posisi akal sebagai berikut “Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal-hal yang tidak tercapai pengertian oleh akal dalam hal kepercayaan. Kelima. keterbatasan peranan akal dalam soal aqida Muhammadiyah termasuk kelompok yang memandang kenisbian akal dalam masalah aqidah. kecondongan berpandangan ganda terhadap perbuatan manusia.

yaitu sikap mengikuti pemikiran ulama tanpa mempertimbangkan argumentasi logis. b. Di samping itu. Ijtihad dan istinbath atas dasar ‘illah terhadap hal-hal yang terdapat di dalam nash. Ibadah ada dua macam. yaitu ibadah khusus. 4. Koreksi dari siapa pun akan diterima sepanjang diberikan dalil-dalil yang lebih kuat. Dalam bidang ibadah yang diperoleh ketentuan-ketentuannya dari Alquran dan Sunnah.1. Tidak mengikatkan diri kepada suatu madzhab. Adapun pokok-pokok utama pikiran Muhammadiyah dalam bidang hokum yang dikembangkan oleh Majlis Tarjih antara lain: 1. pemahamannya dapat menggunakan akal sepanjang diketahui latar belakang dan tujuannya. Bidang Hukum Muhammadiyah melarang anggotanya bersikap taqlid. Berprinsip terbuka dan toleran dan tidak beranggapan bahwa hanya Majlis Tarjih yang paling benar. yaitu mengikuti pemikiran ulama dengan mengetahui dalil dan argumentasi serta mengikutinya dengan pertimbangan logika. Muhammadiyah mengembangkan ijtihad sebagai karakteristik utama organisasi ini. Majlis Tarjih dimungkinkan mengubah keputusan yang pernah ditetapkan. maka Muhammadiyah sebagai gerakan Islam juga dengan tegas menempatkan akhlaq sebagai salah satu sendi dasar sikap keberagamaannya. yaitu apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya. 3. c. yaitu segala perbuatan yang dibolehkan oleh Allah dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya. sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan. Dengan demikian. Meskipun harus diakui bahwa akal bersifat nisbi. tidak bersendi pada nilai-nilai ciptaan manusia. Bidang Akhlak Mengingat pentingnya akhlaq dalam kaitannya dengan keimanan seseorang.” . dan ibadah umum. 2. Dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah dijelaskan “Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. tetapi pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum. Dan sikap keberagaman menumal yang dibenarkan oleh Muhammadiyah adalah ittiba’. 6. dapat dilakukan sepanjang tidak menyangkut bidang ta’abbdi dan memang merupakan hal yang diajarkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. 5. tingkah dan cara-caranya yang tertentu.

pernghormatan yang berlebi-lebihan terhadap orang yang dianggap suci dan lain-lain. Usaha tersebut ditempuh melalui pendidikan. Akhlak Universal. syaja’ah dan sebagainya (Al-Akhlaqul Mahmudah) dan sombong. melemahnya jiwa santun terhadap dhu’afa’. riya’. dan akan terpenuhi dengan mengikuti ajaran akhlaq dalam Islam. tawakal. adalah bentuk realisasi tidak tegaknya ajaranakhlaqul karimah. tetapi akhlaq yang memiliki nilai-nilai yang mutlak. 4. dengki. (H. Akhlaq Islam dapat memenuhi kebutuhan sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat. 2. Mengenai Muhammadiyah menjadikan akhlaq sebagai salah satu garis perjuangannya. (Q. maka Muhammadiyah berusaha memperbaiki dasar-dasar ajaran yang sudah lama menjadi keyakinan umat Islam. perpecahan di antara sesama orang Islam. begitu juga memenuhi kebutuhan pribadi dan kewajiban terhadap masyarakat. Akhlak Keseimbangan. sehingga sifat bodoh dan inferoritas berangsur-angsur habis kemudian membina ukhuwah antar sesame muslim yang disemangati oleh Surat Ali Imron ayat 103. Buhkori).membersihkan jiwa dari kesyirikan. 3.Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatanperbuatan dengan gampang dan mudah.S. Akhlaq dalam Islam sejalan dan memenuhi fitrah manusia. maupun horizontal. AlAn’nam : 151-152). Jiwa manusia yang merindukan kebaikan. . ‘uququl walidain dan sebagainya(Al-Akhlaqul Madzmuham). Akhlaq Islam benar-benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat sesuai dengan fitrahnya. Akhlaq rabbanilah yang mampu menghindari nilai moralitas dalam hidup manusia (Q. Akhlak Manusiawi. yaitu dengan menyampaikan ajaran yang benar-benar berdasar pada ajaran Alquran dan Sunnah Maqbulah. birrul walidaini. memenuhi tuntutan kebutuhan manusia duniawi maupun ukhrawi secara seimbang.R. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Imam Ghazali). Adapun sifat-sifat akhlak Islam dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Kebodohan.S.) Al-An’am / 6 : 153). takabur. hal ini selain secara tegas dinyatakan dalamnash. Sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia baik yang berdimensi vertikal. sehingga kepatuhan dan ketundukan hanya semata-mata kepada Allah. syukur. Nilai dan perilaku baik dan burruk seperti sabar. juga tidak dapat dipisahkan dari akar historis yang melatarbelakangi kelahirannya. Akhlaq Rabbani : Sumber akhlaq Islam itu wahyu Allah yang termaktub dalam Al- Qur’an dan As-Sunnah. bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. seimbang pula. Akhlaq Islamlah moral yang tidak bersifat kondisional dan situasional. Untuk menghidupkan akhlaq yang islami.

1. Artinya mu’amalah dilakukan untuk menarik mamfaat 2. Bahkan dalam keadaan terpaksa. Harus sesuai dengan prinsip keadilan. Harus saling menguntungkan. (Q. sampai masa para imam mujtahid. Akhlaq Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia walaupun manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk lain. C. Oleh karena itu Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat. dan menolak kemudharatan. 4. Harus dilakukan dengan saling rela artinya tidak ada yang dipaksa. AlBaqarah / 27 : 173) (http://luqm. 3. maupun karena lafadz itu mengandung makna ganda. Pemikiran tentang ijma’berkembang sejak masa sahabat sampai masa sekarang. Bidang Mu’amalah Dunyawiyah Mua’malah : Aspek kemasyarakatan yang mengatur pegaulan hidup manusia diatas bumi ini. baik tentang harta benda. Ijtihad Bayan : yaitu ijtihad terhadap ayat yang mujmal baik karena belum jelas maksud lafadz yang dimaksud. 2. Metodologi Ijtihad Jalan Ijtihad yang ditempuh Majlis Tarjih meliputi : 1. dengan hal yang disebutkan hukumnya di dalam nash. 3.multiply.com/journal/item/74). namun manusia memiliki kelemahan-kelemahan itu yaitu sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan. mengandung arti musytarak ataupun karena pengertian lafadz dalam ungkapan yang konteksnya mempunyai arti yang jumbuh (mutasyabih) ataupun adanya beberapa dalil yang bertentangan (ta’arrudl) dalam hal terakhir digunakan cara jama’ dan talfiq. Islam membolehkan manusia melakukan yang dalam keadaan biasa tidak dibenarkan. demi untuk tercapainya kemaslahatan umat. 5. hubungan antar negara dan lain sebagainya. menggunakan akal sangat diperlukan. hasil ijma’ dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam sesudah Alquran dan Sunnah.” Adapun prinsip-prinsip mu’amalah dunyawiyah yang terpenting antara lain: 1. Menurut kebanyakan para ulama. ketatanegaraan. perjanjian-perjanjian. Menganut prinsip mubah.S. karena adanya persamaan illat(sebab) . Akhlaq Realistik. d. Qiyas: Menyamakan sesuatu hal yang tidak disebutkan hukumnya di dalam nash.5. Ijma’: Kesepakatan para imam mujtahid di kalangan umat Islam tentang suatu hukum Islam pada suatu masa (masa sahabat setelah Rasulullah wafat). Di dalam prinsip-prinsip Majlis Tarjih poin 14 disebutkan “Dalam hal-hal termasuk AlUmurud Dunyawiyah yang tidak termasuk tugas para nabi.

tidak ada satu nash pun yang membenarkan atau membatalkan. 2. Tetapi kalau tujuan perwakafan (tujuan syar’i) tidak mungkin tercapai. tanah tersebut dapat dipindahtangankan dengan dijual. 2) hukum. untuk dipindah tangankan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum atas terjadinya perkawinan yang dipergunakan oleh negara. dan 5) Istihsan. Contoh : Mewakafkan tanah untuk tujuan pendidikan Islam. Yaitu. atau dijual. Muhammdiyah bergerak dalam berbagai bidang kehidupan manusia baik dalam rangka ibadah aghdoh maupun ibadah gouru maghdoh yang antara lain dapat diklasisfikasikan sebagai berikut: 1) ‘aqidah. REFERENSI -. 4. 3) Ijtihad Qiyasi. larangan tersebut dapat diabaikan. Istihsan: yaitu memandang lebih baik. Contoh: Harta zakat tidak boleh dipindah tangankan dengan cara dijual. diwariskan. . Jakarta Pusat : PSAP MUHAMMADIYAH. contoh: hukum wajib zakat atas padi yang dikenakan pada gandum. atas terjadinya perkawinan. atau Istislah. 4) Ijtihad Ishtishlahiy. 2005. Untuk Qiyas digunakan dalam bidang muamalah duniawiyah. sesuai dengan tujuan syariat. BEGAWAN MUHAMMADIYAH: BUNGA RAMPAI PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TOKOH MUHAMMADIYAH. Semarang: Penerbit Diponegoro Mulkam. tidak berlaku untuk bidang ibadah mahdlah. dan 4) Mu’amalah dunyawiyah. Al-Hikmah. 3. et al.hukum pada dua macam hal tersebut. menetapkan hukum yang sama sekali tidak disebutkan dalam nash dengan pertimbangan untuk kepentingan hidup manusia yang bersendikan mamfaat dan menghindarkan madlarat. Dalam menjalankan perannya dalam berbagai bidang tersebut maka Muhammadiyah berbagai metodenya antara lain: 1) Ijtihad melakukan ijtihad dengan bayani. 5. atau dihibahkan. Tanpa pencatatan negara tidak mempunyai dokumen otentik. diwariskan atau dihibahkan. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak suami istri. La qiyasa fil ibadah. AL-QURAN DAN TERJEMAHANNYA. Tanah tersebut terkena pelebaran jalan. mengharuskan pernikahan dicatat. 3) akhlak.2007. C. Sumber otentik untuk mempelajari Islam adalah Alquran dan Sunnah Maqbulah. 2) Ijma’. Contoh. dibelikan tanah ditempat lain untuk pendidikan Islam yang menjadi tujuan syariah diatas. untuk meninggalkan ketentuan dalil khusus dan mengamalkan dalil umum. D. KESIMPULAN Dari Penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Abdul Munir. Maslahah.

Subhan. Al-Hikmah Referensi Web: pandikalbar.wordpress.com.Mas. Mojokerto : CV. . 2005. MUHAMMADIYAH PINTU GERBANG PROTESTANISME ISLAM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful