P. 1
Agama Islam Dan Kemuhamadiyahan

Agama Islam Dan Kemuhamadiyahan

|Views: 863|Likes:
Published by Taufik Najda

More info:

Published by: Taufik Najda on Nov 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

AGAMA ISLAM DAN KEMUHAMADIYAHAN

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Disusun oleh: Taufik Najda ( 08620003 ) Eries Mariyono ( 08620056 ) Chandra Hari Kusuma ( 086200__) Hafiez Sofyani ( 08620031 ) M. Andhi (086200__)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010-2011
A. PENDAHULUAN

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. haruslah benar dan lurus. Sebagai gerakan dakwah. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad hisyam. karena Persyarikatan ini merupakan gerakan Islam sebagaimana disebutkan di atas. dan sejahtera di dunia dan akhirat. sebagaimana lazimnya siapapun yang berada dalam rumah Muhammadiyah. Bagaimana paham keagamaan Muhammdiyah itu? Mari kita kaji bersama. dan mencegah dari yang munkar (al-nahy ‘an al-munkar) {QS. sebab sebagai perkumpulan yang meneguhkan jalannya pada Al-quran dan Hadist. Ali Imran/3: 104}. Muhammadiyah . Ahmad Dahlan)” yang ditunjukkan dengan sikap-sikap formasinya dalam mengikat identitas reformasi islam puritan. Karakteristik utama gerakan Muhammadiyah adalah komitmen untuk meneguhkan semangat kemajuan rasionalitas keagamaan. pimpinan.H. menyuruh pada yang ma’ruf (al-amr bi al-ma’ruf). bahagia. Muhammadiyah mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam (da’wah ila al-Khair). hingga berbagai komponen yang terdapat dalam Muhammadiyah. sehingga hidup manusia selamat. PEMBAHASAN a. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Karena itu seluruh warga. yang pada awal berdirinya.Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. termasuk amal usaha dan orang-orang yang berada di dalamnya. untuk memahami Islam sebagaimana paham agama dalam Muhammadiyah. Dalam memahami hakikat Muhammadiyah. tetapi sebagai bentuk ‘ittiba sekaligus keniscayaan menyetujui asas dan tujuan Muhammadiyah. Al-Rum: 30)”. Tuntutan seperti ini bukan bermazhab dan taklid. yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Dan dalam beragama sebagaimana paham Muhammadiyah. Aqidah dan keyakinan Adalah hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. haruslah memahami Muhammadiyah serta mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata. maka merupakan kewajiban bagi seluruh warga dan pimpinan serta segenap pengelola dan pelaksana di lingkungan struktur Persyarikatan termasuk di amal usahanya. bahwa entitas seminasi disiplin “karakter reformasi itu tidak lepas dari besarnya kepribadian pendirinya (K. (Itulah) agama yang lurus. Muhammadiyah dan pelurusan Aqidah Bagi Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran. kontinuitas kesadaran rasional itu (penduduk RI) tidak menunjukkan dan dinamisasi sebagai supremasi untuk melakukuan penetapan penetapan citra positif kedewasaan dalam mengapresiasi dogma agama sebagai produk zaman B.

dan kesatuan tujuan yang hakiki. Penjelasan yang bersifat rasional dari prasasti itu. kesatuan pedoman hidup dengan agama wahyu yang hakiki. Hal ini bisa kita lihat di dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah BAB II Pasal 4 ayat 1. Tambahan pula. Yakni Alquran dan Assunnah Almaqbulah. Sumber Ajaran Islam Muhammadiyah. sendi tauhid Muhammadiyah diabadikan dalam bentuk kebesaran yaitu prasasti berwarna hijau bendera dengan lambang matahari yang berarti memberi penerangan terhadap kegelapan. maka Muhammadiyah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan. dimana Islam tidak lagi mencerminkan sebuah agama yang hanya menganut faham ketuhanan yang maha esa melainkan bercampur aduk dengan ritual ajaran agama hindu budha yang telah berkembang dimasyarakat.S. dalam dinamika kesejarahannya selalu berusaha merespon berbagai perkembangan kehidupan dengan senantiasa merujuk pada ajaran Islam yang bersumber dari dua sumber primer ajaran ini. sebelumnya. sebagai gerakan keagamaan yang berwatak sosio kultural. Bakhan jika dilihat dari kacamata histori. Hanya saja istilah Assunnah Almaqbulah baru digunakan setelah diresmikan istilahnya pada Keputusan Musyawarah Nasional Majlis Tarjih XXV tentang Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam di Jakarta tahun 2000. Dalam upayanya memurnikan aqidah. Untuk mencapai maksud dan tujuannya yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarbenarnya.meyakini bahwa hal pertama mesti dikukuhkan adalah Aqidah (Q. 21:25). Dalam pengembangan bidang keagamaan dan dakwah ditangani oleh dua majlis yaitu Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT) dan Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MT-DK). 1. muhmmadiyah sangat menjaga nilai-nilai hakiki agama Islam yaitu: 1. kesatuan penciptaan yang hakiki. yaitu berupa totalitas pengabdian kepada Allah SWA. Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Dahlan) dalam mengamati fenomena ritual Agama Islam dalam dinamika masyarakat jawa pada masa itu. dan sebelumnya digunakan istilah Assunnah Ashshahihah. Fenomena tersebut itulah yang melatarbelakangi Dahlan untuk mengadakan pelurusan aqidah Islamiyah yang kemudian dilanjuttkan oleh perkumpulan Muhammadiyah menjadi salah satu tujuan falsafah organisasi . dalam hal ini Muhammadiyah menurunkan sebuah konsekuensi spiritual terhadap semua individu dengan kemampuan yang merupakan bagian kemampuan prinsipal. seperti munculnya paradigma keyakinan bahwa sesungguhnya ada formula kesatuan kemanusiaan yang hakiki. Pemahaman Ajaran Islam .

Nuh. dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad S.A.T. duniawi dan ukhrawi (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah/MKCHM butir ke-2).Hal-hal yang berkaitan dengan paham agama dalam Muhammadiyah secara garis besar dan pokok-pokoknya ialah sebagai berikut: 1) Agama. ialah apa yang diturunkan Allah dalam Alquran dan yang disebut dalam Sunnah maqbulah.A. agama semua Nabi. butir ke-4). (MKCH.W. 5) Bahwa dasar muthlaq untuk berhukum dalam agama Islam adalah Alquran dan Sunnah. Bahwa di mana perlu dalam menghadapi soal-soal yang telah terjadi dan sangat dihajatkan untuk diamalkannya. agama yang menjadi petunjuk bagi manusia. (d) Mu’amalah dunyawiyat. sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilainilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ‘ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah S. (b) Akhlaq. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah dan agama yang sempurna.W. sebagaimana telah dilakukan oleh ‘ulama salaf dan Khalaf (Kitab Masalah Lima. bab Pandangan Islam Tentang Kehidupan).W.. bersih dari gejala-gejala kemusyrikan. larangan-larangan. Isa. tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam. (c) ‘Ibadah. Ibrahim. maka dipergunakanlah alasan dengan jalan ijtihad dan istinbath dari nash yang ada melalui persamaan ‘illat. 4) Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata karena Allah. Musa. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalah dunyawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ‘ibadah kepada Allah S. agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama. dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat (Kitab Masalah Lima. 2) Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam. dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil. agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Al-Masail Al-Khams tentang Qiyas). Al-Masail Al-Khams tentang al-Din). tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia. (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah/PHIWM. .W.A. dan agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad S. bid’ah dan khurafat. mengenai hal-hal yang tak bersangkutan dengan ‘ibadah mahdhah padahal untuk alasan atasnya tiada terdapat nash sharih dalam Alquran dan Sunnah maqbulah. tanpa tambahan dan perubahan dari manusia. 3) Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang- bidang: (a) ‘Aqidah. berupa perintahperintah.

mudah dipahami. serta institusi dalam Muhammadiyah di berbagai tingkatan dari Pusat hingga Ranting menggiatkan menyelenggarakan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Anggota. Pimpinan Persyarikatan diikuti oleh Organisasi Otonom. pada saat yang sama. dan diamalkan oleh umat Islam dan masyarakat luas. dipahami. dan bervariasi untuk dijadikan pedoman dan dimasyarakatkan/dipublikasikan sesuai dengan keputusankeputusan Muktamar/Munas Tarjih.6) Muhammadiyah dalam memaknai tajdid mengandung dua pengertian. 2. amal usaha. 4. Di antara langkah-langkah untuk menanamkan (memantapkan) kembali paham Islam dalam Muhammadiyah ialah sebagai berikut: 1. dan sebagainya sehingga paham Islam yang dikembangkan Muhammadiyah dapat dibaca. maka diperlukan ikhtiar sistematis untuk menanamkan atau memantapkan kembali paham Agama (Islam) dalam Muhammadiyah. 5. terdapat fenomena orang Muhammadiyah mengembangkan paham sendiri-sendiri atau malah mengikuti paham lain. dakwah seluler. yang di dalamnya dipaketkan materi khusus secara mendalam dan luas tentang Paham Agama (Islam) dalam Muh 3. akhlak. serta gagasan operasional seperti dakwah jamaah. ibadah. Menghidupkan kembali kultum/pengajian singkat di berbagai kegiatan. internet. Menyebarluaskan paham agama (Islam) dalam Muhammadiyah ke berbagai lingkungan serta media publik. Menggiatkan pengajian-pengajian umum yang membahas tentang Islam multiaspek dalam Muhammadiyah baik secara rutin maupun dengan memanfaatkn momentummomentum tertentu. dan berbagai kembali Kajian Intensif Islam dalam Muhammadiyah. dengan tetap memperhatikan prinsip dasar organisasi dan nilai Islam yang hidup dan menggerakkan (Keputusan Muktamar ke-45 di Malang tahun 2005). termasuk melalui website. Majelis Tarjih memproduksi/menghasilkan berbagai pedoman/tuntunan tentang ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut aqidah. Salah satu dari enam prioritas program Muhammadiyah periode 2005-2010 ialah pengembangan tajdid di bidang tarjih dan pemikiran Islam secara intensif dengan menguatkan kembali rumusan-rumusan teologis seperti tauhid sosial. yang antara lain menjelaskan tentang berbagai aspek ajaran Islam yang dipahami dan dipraktikan . maupun mu’amalat duniawiyah secara lengkap. mmadiyah. Mengingat kecenderungan atau gejala melemahnya dan dangkalnya pemahaman mengenai Islam dalam Muhammadiyah. yakni pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi) (Keputusan Munas Tarjih di Malang).

sehingga tidak sempit dan parsial.com/cetak.Muhammadiyah. Muhammadiyah juga menjadikan hal ini sebagai tema sentral gerakannya. Paham agama yang ditanamkan bukan ajaran yang terbatas. kemudian menyebarkan/mensosialisasikan dan mengamalkan dalam kehidupan umat serta masyarakat sehingga Islam yang didakwahkan Muhammadiyah membawa/menjadi rahmatan lil-‘alamin (http://www. yang menolak segala bentuk campur tangan pemikiran teologis. maka dalam menghadapi ayat-ayat yang berkonotasi .pdmbontang. serpihanserpihan. jelaslah bahwa sumber aqidah Muhammadiyah adalah alquran dan Sunnah yang dikuatkan dengan berita-berita yang mutawatir. Karena diyakini sepenuhnya bahwa hanya dengan berpedoman pada kedua sumber utama itulah ajaran Islam dapat hidup dan berkembang secara dinamis. nash sebagai dasar rujukan. Karakteristik aqidah Muhammadiyah itu secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama. kendati tetap penting. lebih-lebih dalam masalah ‘aqidah. Sebagai konsekuensi dari penolakannya terhadap pemikiran filosofis ini. sehingga bukan sekadar membahas masalah-masalah organisasi belaka. 1. (16) dalam memahami nash. Hal yang penting yang perlu menjadi pemahaman bersama bahwa paham Islam dalam Muhammadiyah bersifat komprehensif dan luas. kecuali dalam bidang aqidah. Bidang Aqidah Aqidah Islam menurut Muhamadiyah dirumuskan sebagai konsekuensi logis dari gerakannya.” Ketentuan-ketentuan di atas jelas menggambarkan bahwa secara tegas aqidah Muhammadiyah bersumber dari Alquran dan Sunnah tanpa interpretasi filosofis seperti yang terdapat dalam aliran-aliran teologi pada umumna. dan hanya hukum/fikih belaka. makna zhahir didahulukan daripada ta’wil dalam bidang aqidah dan takwil sahabat dalam hal itu tidak harus diterima.php?id=306). seperti dinyatakan: “Inilah pokok-pokok ‘aqidah yang benar itu. Karena Muhammadiyah merupakan gerakan Islam. Semangat kembali kepada Alquran dan Sunnah sebenarnya sudah menjadi tema umm pada setiap gerakan pembaharuan. maka paham tentang Islam merupakan kewajiban atau keniscayaan yang fundamental. yang terdapat dalam Alquran dan dikuatkan dengan pemberitaan-pemberitaan yang mutawatir. Ketentuan ini juga dijelaskan lagi dalam pokok-pokok Manhaj Tarjih sebagai berikut: “(5) Di dalam masalah aqidah hanya dipergunakan dalil-dalil yang mutawatir. (6) Dalil-dalil umum Alquran dapat ditakhsis dengan hadits ahad. yang intinya pada memperdalam sekaligus memperluas paham Islam bagi seluruh warga Muhammadiyah.” Berdasarkan pernyataan di atas. Agama dalam pandangan atau paham Muhammadiyah tidaklah sepotong-sepotong. a. tetapi luas dan mulsti aspek. Formulasi aqidah yang dirumuskan dengan merujuk langsung kepada suber utama ajaran Islam itu disebut ‘aqidah shahihah.

dan seterusnya. agama ternyata juga terkait erat dengan perosalan-persoalan historis kultural yang juga merupakan keniscayaan manusiawi belaka (ibadah ghoiru maghdoh). kecondongan berpandangan ganda terhadap perbuatan manusia.” Ketiga. perbuatan manusia merupakan ciptaan Tuhan. segala perbuatan telah ditentukan oleh Allah dan manusia hanya dapat berikhtiar. Muhammadiyah bersikap tawaqquf seperti halnya kaum salaf. Dalam Muhammdiyahqadha’ dan qadar diyakini sebagai salah satu pokok aqidah yang terakhir dari formulasi rukun imannya. jika ditinjau dari sisi manusia perbuatan manusia merupakan hasil usaha sendiri. sebab akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubungan-Nya dengan sifat-sifat yang ada pada-Nya. Keempat. pedoman hidup. kontemporer dijelaskan bahwa agama mempunyai banyak wajah dan bukan lagi single face. keimanan. Kedua. pandangan Muhammadiyah mengenai sifat-sifat Allah tidak dijelaskan secara mendetail. Keterampilan yang mendekati kebenaran Muhammadiyah tetap cenderung kepada aqidah salaf. Sedangkan bila ditinjau dari sis Tuhan. yah menyangkut: . Seperti halnya pada aspek-aspek aqidah lainnya. Agama tidak lagi seperti orang dahulu memahaminya. Iman dan Ihsan.mengundang perdebatan teologis dalam pemaknaannya. Sehingga formulasi posisi akal sebagai berikut “Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal-hal yang tidak tercapai pengertian oleh akal dalam hal kepercayaan. Muhammadiyah dan pemurnian ibadah Ketidakmurnian ibadah (bercampurnya agama islam dengan ajaran agama lain) adalah fenomena yang justru menjadi kewajiban masyarakat jawa pada abad 19 hal itu menyebabkan kerancuan ritual dan komplik batin dalam diri darwis (Dahlan muda) setelah pulang dari tanah suci Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah melakukan sebuah reformasi dalam hal ibadah agama islam dengan kembali pada Quran dan Hadist agar pemurnian ajaran itu bisa tercapai tanpa ada unsur percampur adukan dengan ajaran dan ritual agama lain. Selain ciri dan sifat konvensionalnya yang memang mengasumsikan bahwa persoalan ketuhanan adalah masalah terpokok dari agama (ibadah maghdoh). credo. menetapkan sifat-sifat Allah. Kedua. yaitu semata-mata terkait dengan persoalan ketuhanan. kepercayaan. Kelima. Menurut Amin Abdullah (2005). dengan mengikuti formulasi yang diberikan oleh hadis mengenai pengertian Islam. Pertama. Dalam diskursus keagamaan. keterbatasan peranan akal dalam soal aqida Muhammadiyah termasuk kelompok yang memandang kenisbian akal dalam masalah aqidah. b. percaya kepada qadha’ dan qadar.

dan ibadah umum. tingkah dan cara-caranya yang tertentu. Berprinsip terbuka dan toleran dan tidak beranggapan bahwa hanya Majlis Tarjih yang paling benar. tidak bersendi pada nilai-nilai ciptaan manusia. Adapun pokok-pokok utama pikiran Muhammadiyah dalam bidang hokum yang dikembangkan oleh Majlis Tarjih antara lain: 1. 4. 3. yaitu apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya. Bidang Hukum Muhammadiyah melarang anggotanya bersikap taqlid. Tidak mengikatkan diri kepada suatu madzhab. dapat dilakukan sepanjang tidak menyangkut bidang ta’abbdi dan memang merupakan hal yang diajarkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. yaitu ibadah khusus. sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan. Dalam bidang ibadah yang diperoleh ketentuan-ketentuannya dari Alquran dan Sunnah. b. Bidang Akhlak Mengingat pentingnya akhlaq dalam kaitannya dengan keimanan seseorang. Ibadah ada dua macam. maka Muhammadiyah sebagai gerakan Islam juga dengan tegas menempatkan akhlaq sebagai salah satu sendi dasar sikap keberagamaannya. Meskipun harus diakui bahwa akal bersifat nisbi. Ijtihad dan istinbath atas dasar ‘illah terhadap hal-hal yang terdapat di dalam nash. c. yaitu sikap mengikuti pemikiran ulama tanpa mempertimbangkan argumentasi logis. Majlis Tarjih dimungkinkan mengubah keputusan yang pernah ditetapkan. Dan sikap keberagaman menumal yang dibenarkan oleh Muhammadiyah adalah ittiba’. Koreksi dari siapa pun akan diterima sepanjang diberikan dalil-dalil yang lebih kuat. Di samping itu. Dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah dijelaskan “Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. Dengan demikian.” . tetapi pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum. yaitu mengikuti pemikiran ulama dengan mengetahui dalil dan argumentasi serta mengikutinya dengan pertimbangan logika. 2. Muhammadiyah mengembangkan ijtihad sebagai karakteristik utama organisasi ini. pemahamannya dapat menggunakan akal sepanjang diketahui latar belakang dan tujuannya.1. yaitu segala perbuatan yang dibolehkan oleh Allah dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya. 5. 6.

Adapun sifat-sifat akhlak Islam dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Akhlaq Islamlah moral yang tidak bersifat kondisional dan situasional. tawakal. perpecahan di antara sesama orang Islam. Akhlaq Rabbani : Sumber akhlaq Islam itu wahyu Allah yang termaktub dalam Al- Qur’an dan As-Sunnah. 3. AlAn’nam : 151-152). (Q. riya’. bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. 2. tetapi akhlaq yang memiliki nilai-nilai yang mutlak. Akhlak Universal. Usaha tersebut ditempuh melalui pendidikan. Akhlaq Islam dapat memenuhi kebutuhan sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat. adalah bentuk realisasi tidak tegaknya ajaranakhlaqul karimah. hal ini selain secara tegas dinyatakan dalamnash. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan (Imam Ghazali).S. Sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia baik yang berdimensi vertikal. sehingga sifat bodoh dan inferoritas berangsur-angsur habis kemudian membina ukhuwah antar sesame muslim yang disemangati oleh Surat Ali Imron ayat 103. dan akan terpenuhi dengan mengikuti ajaran akhlaq dalam Islam. sehingga kepatuhan dan ketundukan hanya semata-mata kepada Allah. Akhlak Keseimbangan. seimbang pula. melemahnya jiwa santun terhadap dhu’afa’.) Al-An’am / 6 : 153). Untuk menghidupkan akhlaq yang islami. 4. Akhlak Manusiawi. Mengenai Muhammadiyah menjadikan akhlaq sebagai salah satu garis perjuangannya. pernghormatan yang berlebi-lebihan terhadap orang yang dianggap suci dan lain-lain. yaitu dengan menyampaikan ajaran yang benar-benar berdasar pada ajaran Alquran dan Sunnah Maqbulah. Buhkori).R.membersihkan jiwa dari kesyirikan. Akhlaq dalam Islam sejalan dan memenuhi fitrah manusia. Jiwa manusia yang merindukan kebaikan. Nilai dan perilaku baik dan burruk seperti sabar. memenuhi tuntutan kebutuhan manusia duniawi maupun ukhrawi secara seimbang. begitu juga memenuhi kebutuhan pribadi dan kewajiban terhadap masyarakat. maupun horizontal. dengki. Akhlaq rabbanilah yang mampu menghindari nilai moralitas dalam hidup manusia (Q. Kebodohan. syaja’ah dan sebagainya (Al-Akhlaqul Mahmudah) dan sombong. Akhlaq Islam benar-benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat sesuai dengan fitrahnya. .S. syukur. maka Muhammadiyah berusaha memperbaiki dasar-dasar ajaran yang sudah lama menjadi keyakinan umat Islam.Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatanperbuatan dengan gampang dan mudah. ‘uququl walidain dan sebagainya(Al-Akhlaqul Madzmuham). takabur. (H. juga tidak dapat dipisahkan dari akar historis yang melatarbelakangi kelahirannya. birrul walidaini.

multiply. dan menolak kemudharatan. hubungan antar negara dan lain sebagainya. Bidang Mu’amalah Dunyawiyah Mua’malah : Aspek kemasyarakatan yang mengatur pegaulan hidup manusia diatas bumi ini. hasil ijma’ dipandang sebagai salah satu sumber hukum Islam sesudah Alquran dan Sunnah. (Q. 3. baik tentang harta benda. Akhlaq Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia walaupun manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk lain. Metodologi Ijtihad Jalan Ijtihad yang ditempuh Majlis Tarjih meliputi : 1.5. 1. C. Harus saling menguntungkan. Ijtihad Bayan : yaitu ijtihad terhadap ayat yang mujmal baik karena belum jelas maksud lafadz yang dimaksud. Menurut kebanyakan para ulama. Bahkan dalam keadaan terpaksa.S. Oleh karena itu Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat. Di dalam prinsip-prinsip Majlis Tarjih poin 14 disebutkan “Dalam hal-hal termasuk AlUmurud Dunyawiyah yang tidak termasuk tugas para nabi. namun manusia memiliki kelemahan-kelemahan itu yaitu sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan. mengandung arti musytarak ataupun karena pengertian lafadz dalam ungkapan yang konteksnya mempunyai arti yang jumbuh (mutasyabih) ataupun adanya beberapa dalil yang bertentangan (ta’arrudl) dalam hal terakhir digunakan cara jama’ dan talfiq. perjanjian-perjanjian. Pemikiran tentang ijma’berkembang sejak masa sahabat sampai masa sekarang. dengan hal yang disebutkan hukumnya di dalam nash. Islam membolehkan manusia melakukan yang dalam keadaan biasa tidak dibenarkan. Menganut prinsip mubah. Harus sesuai dengan prinsip keadilan.” Adapun prinsip-prinsip mu’amalah dunyawiyah yang terpenting antara lain: 1. 2. d. ketatanegaraan. 3. demi untuk tercapainya kemaslahatan umat. menggunakan akal sangat diperlukan. Artinya mu’amalah dilakukan untuk menarik mamfaat 2.com/journal/item/74). 4. karena adanya persamaan illat(sebab) . sampai masa para imam mujtahid. maupun karena lafadz itu mengandung makna ganda. Harus dilakukan dengan saling rela artinya tidak ada yang dipaksa. 5. Akhlaq Realistik. Ijma’: Kesepakatan para imam mujtahid di kalangan umat Islam tentang suatu hukum Islam pada suatu masa (masa sahabat setelah Rasulullah wafat). Qiyas: Menyamakan sesuatu hal yang tidak disebutkan hukumnya di dalam nash. AlBaqarah / 27 : 173) (http://luqm.

C. KESIMPULAN Dari Penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2) Ijma’.2007. 2005. Jakarta Pusat : PSAP MUHAMMADIYAH. Dalam menjalankan perannya dalam berbagai bidang tersebut maka Muhammadiyah berbagai metodenya antara lain: 1) Ijtihad melakukan ijtihad dengan bayani. Tanah tersebut terkena pelebaran jalan. AL-QURAN DAN TERJEMAHANNYA. diwariskan atau dihibahkan. Untuk Qiyas digunakan dalam bidang muamalah duniawiyah. . BEGAWAN MUHAMMADIYAH: BUNGA RAMPAI PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TOKOH MUHAMMADIYAH. Yaitu. 2. larangan tersebut dapat diabaikan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepastian hukum atas terjadinya perkawinan yang dipergunakan oleh negara. Maslahah. 3. untuk meninggalkan ketentuan dalil khusus dan mengamalkan dalil umum. mengharuskan pernikahan dicatat. atas terjadinya perkawinan. diwariskan. 3) Ijtihad Qiyasi. dibelikan tanah ditempat lain untuk pendidikan Islam yang menjadi tujuan syariah diatas. Semarang: Penerbit Diponegoro Mulkam. D. sesuai dengan tujuan syariat. untuk dipindah tangankan. Abdul Munir. atau Istislah. dan 5) Istihsan. 4) Ijtihad Ishtishlahiy. tidak berlaku untuk bidang ibadah mahdlah. Contoh : Mewakafkan tanah untuk tujuan pendidikan Islam. 3) akhlak.hukum pada dua macam hal tersebut. 5. Sumber otentik untuk mempelajari Islam adalah Alquran dan Sunnah Maqbulah. atau dihibahkan. Al-Hikmah. dan 4) Mu’amalah dunyawiyah. atau dijual. Tetapi kalau tujuan perwakafan (tujuan syar’i) tidak mungkin tercapai. Istihsan: yaitu memandang lebih baik. Tanpa pencatatan negara tidak mempunyai dokumen otentik. Contoh: Harta zakat tidak boleh dipindah tangankan dengan cara dijual. Contoh. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak suami istri. 4. tidak ada satu nash pun yang membenarkan atau membatalkan. REFERENSI -. 2) hukum. Muhammdiyah bergerak dalam berbagai bidang kehidupan manusia baik dalam rangka ibadah aghdoh maupun ibadah gouru maghdoh yang antara lain dapat diklasisfikasikan sebagai berikut: 1) ‘aqidah. et al. menetapkan hukum yang sama sekali tidak disebutkan dalam nash dengan pertimbangan untuk kepentingan hidup manusia yang bersendikan mamfaat dan menghindarkan madlarat. tanah tersebut dapat dipindahtangankan dengan dijual. La qiyasa fil ibadah. contoh: hukum wajib zakat atas padi yang dikenakan pada gandum.

MUHAMMADIYAH PINTU GERBANG PROTESTANISME ISLAM.com. Al-Hikmah Referensi Web: pandikalbar. Subhan. 2005. . Mojokerto : CV.wordpress.Mas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->