P. 1
Pengertian Distribusi Normal

Pengertian Distribusi Normal

|Views: 5,535|Likes:

More info:

Published by: Berbudi Satrio Utomo on Nov 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN DISTRIBUSI NORMAL Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak

digunakan dalam berbagai analisis statistika. Distribusi normal baku adalah distribusi normal yang memiliki rata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng (bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng. Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alam maupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomena fisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnya distribusi sampling rata - rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesis mengasumsikan normalitas suatu data. SEJARAH DISTRIBUSI NORMAL Distribusi normal pertama kali diperkenalkan oleh Abraham de Moivre dalam artikelnya pada tahun 1733 sebagai pendekatan distribusi binomial untuk n besar. Karya tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Pierre Simon de Laplace, dan dikenal sebagai teorema Moivre-Laplace. Laplace menggunakan distribusi normal untuk analisis galat suatu eksperimen. Metode kuadrat terkecil diperkenalkan oleh Legendre pada tahun 1805. Sementara itu Gauss mengklaim telah menggunakan metode tersebut sejak tahun 1794 dengan mengasumsikan galatnya memiliki distribusi normal. Istilah kurva lonceng diperkenalkan oleh Jouffret pada tahun 1872 untuk distribusi normal bivariat. Sementara itu istilah distribusi normal secara terpisah diperkenalkan oleh Charles S. Peirce, Francis Galton, dan Wilhelm Lexis sekitar tahun 1875. Terminologi ini secara tidak sengaja memiliki nama sama.

kurva pendek dan lebar. Semua distribusi normal tampak seperti lonceng. Ketika standard deviasi besar. karena kurva di sebelah kiri memiliki standar deviasi yang lebih besar. . Kurva berbentuk simetris. dan deviasi standard menentukan tinggi dan dan lebar grafik. kurva kecil dan sempit. Mean dari distribusi menentukan lokasi pusat grafik.µ ket : Z = standar normal µ = rata-rata populasi σ x = rata-rata sample σ = standar deviasi Adapun Kurva yang terdapat pada Distribusi Normal : KURVA DISTRIBUSI NORMAL Grafik distribusi normal tergantung pada dua factor mean dan deviasi standart. Kurva di sebelah kiri lebih pendek dan lebih lebar dari kurva di sebelah kanan.Distribusi normal didefinisikan dengan persamaan berikut: Z= x . seperti yang di tunjukan di gambar ini. ketika standard deviasi kecil.

Standar tinggi badan rata-rata peragawati adalah 171.8 dan standar deviasinya adalah 12.1 12 . σ = 12 Dit : Z ? Jawab : Z = x . Berapakah standar normalnya (Z) ? Penyelesaian : Dik : x = 173.8.8 = 0.KASUS DAN PENYELESAIANNYA Kasus : Mawar adalah seorang peragawati yang akan diseleksi dengan tinggi badan 173 cm.µ σ = 173 – 171. µ = 171.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->