P. 1
Non Linear

Non Linear

|Views: 327|Likes:
Published by br3aker

More info:

Published by: br3aker on Nov 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

MODUL 4

KONSEP DASAR TEORI FUNGSI, DAN TEORI FUNGSI LINEAR

Tujuan Instruksional Khusus: 1. Menggambarkan bagaimana fungsi linear dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku konsumen maupun perilaku produsen. 2. Menggambarkan bagaimana fungsi linear dapat dipergunakan untuk menghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan. 3. Menggambarkan pendapatan nasional agar dapat dihitung melalui pendekatan pengeluaran yang linear TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINEAR 1. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variable dengan variable lainnya. Unsur-unsur pembentuk fungsi, yaitu variable, koefisiensi, dan konstanta. Yang dimaksud dengan variabel adalah unsure yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Koefisien adalah bilangan atau angka yang diletakkan tepat didepan suatu variable, terkait dengan variabel yang bersangkutan. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apapun. Secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f (x), dimana x adalah suatu variable dan y adalah variabel terikat. Contoh : a. 3y = 4x – 8, y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien (terletak didepan variabel x) 4 adalah koefisien (terlatak didepan variabel x) -8 adalah konstanta b y=X
½

;

y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Luna Haningsih SE.ME.

MATEMATIKA EKONOMI

1

Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 Contoh : Y = 1 + 2x1 Fungsi kuadrat : Fungsi polinom yang variable bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua. – 12 x 11 : Fungsi polinom yang variable bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu.+12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y=a0 + a1 X1 + a3x2+…+anxn.ME. Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE. MATEMATIKA EKONOMI 2 . dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat. Jenis-Jenis Fungsi Fungsi dapat digolongkan berdasarkan bebagai haldi bawah ini diberikan rincian pengelompokan fungsi: Fungsi Fungsi Aljabar Fungsi Irrasional Fugsi Rasional Fungsi Non Aljabar Atau Transenden Fungsi Polinom Fungsi Linier Fungsi Kuadrat Fungsi Kubik Fungsi Bikuadrat Fungsi Pangkat Fungsi eksponen Fungsi Logaritma Fungsi Trigonometri FungsiHiperbola Fungsi Irasional : Fungsi yang memiliki bentuk umum: Y=n a0 + a1x1 + a2x2 +a3x3 +…+anxn Contoh : Y = (1+2x1 – 3x2+ 4x3+…. n bilangan Bulat positif Contoh : Fungsi Linier Y = 1 + 2 x1 – 3x2 + 4x3+ ….Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f (y). 2.

atau nol a1 : konstanta. atau nol. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y =a1 + a1x1. Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsi polinom yang variable bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu.: Y = a0+a1x1. nilai positif. negatif. a1 = + Misal : a0= 4 dan a1= 2 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE. x variable bebas. yaitu: a0 = + .ME. a0 : konstanta. n bilangan riil negatif Y= x-2 .Contoh: Y = 1 + 2x1-3x2 + 4x3 Fungsi kubik : Fungsi polinom yang variable bebasnya memiliki pangkat tinggi adalah tiga.nilai positif. negatif.n bilangan riilnegatif 3. Bentuk umum: Y= a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 Contoh: Fungsi Pangkat Y= 1 + 2x1 +3x2+4x3 +5x4 : Fungsi yang variable bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum: Y = xn. Untuk nilai a0 dan a1 yang memungkinkan positif. negatif atau nol. MATEMATIKA EKONOMI 3 . Y variable terikat. n bilangan riil positif Contoh: Y = x2 Fungsi Esponen : Fungsi yang variable bebasnya merupakan pangkat suatu Konstanta Bentuk umum: Contoh: Y = xn Y = 2x Fungsi Logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum: Y = n log x Contoh: Y = 4 log x Fungsi Hiperbolik : Fungsi yang variable bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum Contoh : Y= xn.

MATEMATIKA EKONOMI 4 . Y = 4 –2x.-4) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE.0) (0. Y = 4 + 2 x .4) Y= 4 – 2 x (2.Y = a0 + a1x maka Y= 4 + 2x 4.0) Y =-4+ 2x (2.0) (0.4) dan (-2.4) dan (2.0) (0.4) (-2.dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Y = -4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Penggambaran Fungsi linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a0 dan a1 = 2 a.ME.-4) dan (2.0) c.0) Y= 4+2x b.

0) (0. 1. Y = -4 – 2X dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.-4) dan (2. Y = a0 + a1 X dan fungsi linier yang kedua yaitu Y’ = a0’+ a1’ X. Intersep a0 merupakan titik potong antara fungsi linier dengan sumbu Y di atas sumbu datar X a0 : intersep dan a1 : • • • ao positif maka perpotongan fungsi linier dengan sumbu Y di atas sumbu datar X a0 negatif maka perpotongan fungsi linier dengan sumbu Y di bawah sumbu datar X Jika a0 nol maka perpotongan antara fungsi linier dengan sumbu Y pada titik (0. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu.ME. Berhimpit I : Y = a0 + a1 X II : Y = a0’ + a1’X PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE. MATEMATIKA EKONOMI 5 .-4) Y = -4 –2X Kesimpulan: Untuk fungsi linier Y = a0 + a1X gradien/kemiringan.0) Gradien a1 merupakan kemiringan fungsi linier terhadap sumbu X 5.0) (-2. Kedua fungsi linier berada dalam berbagai keadaan.d.

Titik Potong Fungsi Linier Untuk fungsi linear yang saling berpotongan dapat dilakukan dengan cara: • Subsitusi Eliminasi Determinan Carilah titik potong dari dua garis yang berpotongan yaitu 2X + 3 Y = 4 dan X + 2 Y = 1 Jawab: 1. maka a0= a1’ dan a1 = a1’ Contoh: fungsi linear I : Y = 4 + 4 X. Sejajar Y Y = a0 +a1 x Y’ = a0’ + a1’ x 0 X karena sejajar. gradien 4 Fungsi linear II Y = 2 – 4 X. intersep 2 . gradien –4 4.ME. maka a1 ≠ a1’ Contoh : fungsi linear I Y = 4 + 4X. intersep 4 dan gradien 4 Fungsi linier II : Y = 2 + 4 X. gradien 4/2 = 2 2. maka a0 = a0’ dan a1 = a1’ Contoh: fungsi linier I : Y = 4 + 2X Fungsi linier II : 2Y = 8 + 4 X. Berpotongan Y = a0 + a1 X Y’ = a0’ + a1’ X Karena berpotongan. intersep 4.Karena berimpit. intersep 2 dan gradien 4 3. MATEMATIKA EKONOMI 6 . intersep 8/2 = 4 . Cara subsitusi 2X + 3Y = 4 ………….(1) • • Contoh: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE.

y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tersebut dengan rumus : Y – Y1 = Y2 – Y1 X2 – X1 X –X1 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE. substitusi maupun determinan. hasilnya X dan Y sama. 4. Penamaan Fungsi Linier = 1 X =5 Sehingga X = 1 – 2 Y X=5 1.ME.y2) Gambar: B (x2. MATEMATIKA EKONOMI 7 ..y1) dan B (x2. Determinan 2X + 3Y = 4 X + 2Y = 1 Baik dengan cara eliminasi. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.(2) Masukkan (2) pada (1) 2X+3Y=4 2 ( 1-2 Y) + 3Y = 4 2-4Y+3Y = 4 2-Y=4 Y = -2 2. Eliminasi 2 X + 3 Y = 4 (x1) X + 2 Y = 1 (x2) 2X + 3Y = 4 2X + 4Y = 2 -Y = 2 Y = -2 Sehingga X+2Y=1 X–4 3.y2) A (x1.x + 2 Y= 1 → x = 1 – 2 Y ………….

Dowling. m = ∆ Y/ ∆X Gambar: A (X1. Dumairy. Matematika Terapan Ekonomi dan Bisnis.Inc.Y1) dan gradien/kemiringannya m Rumus: Y – Y1 = m( X – X1) . 1999. BPFE. Yogyakarta. 1980. Jika diketahui sebuah titik A (X1. MATEMATIKA EKONOMI 8 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Luna Haningsih SE. 2.Y1) Daftar Pustaka: 1. T.E. Matematics for Economics.ME.2. McGraw-Hill.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->