P. 1
Pengaruh Audit Internal terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Studi Kasus Pada PT. Hero Supermarket Tbk. BAB II

Pengaruh Audit Internal terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Studi Kasus Pada PT. Hero Supermarket Tbk. BAB II

|Views: 4,679|Likes:
Published by y4hy4

More info:

Categories:Types, Research
Published by: y4hy4 on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2015

pdf

text

10

BAB II
TIN1AUAN PUSTAKA

A. Pengertian Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:849), pengaruh adalah
daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk
watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan
suatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, pengaruh
merupakan bentuk hubungan sebab-akibat antar variabel. Dalam hal ini audit
internal akan memberikan pengaruh terhadap kineria keuangan perusahaan.

B. Audit
1. Pengertian Audit
Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian audit.
Audit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:849) yaitu
pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan
sebagainya) secara berkala; penguiian eIektivitas keluar masuknya uang
dan penilaian kewaiaran laporan yang dihasilkannya.
William F. Messier, Steven M. Glover dan Douglas F. Prawitt yang
diteriemahkan oleh Nuri, H. (2005:16) menulis, auditing adalah suatu
proses sistematis mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti secara

10

11
obiektiI sehubungan dengan asersi atas tindakan dan peristiwa ekonomi
untuk memastikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dan
menetapkan kriteria serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak
yang berkepentingan.
Menurut Arens dan Loebbecke yang diteriemahkan oleh JusuI,
A,A. (2003:1), auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian
bahan bukti tentang inIormasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas
ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen untuk
dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian laporan keuangan tersebut
dengan kriteria yang telah ditetapkan yaitu prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
Menurut AA. Arens, R.J. Elder, M.S. Beasley (2008:4), auditing
adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang inIormasi untuk
menentukan dan melaporkan deraiat kesesuaian antara inIormasi itu dan
kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang
kompeten dan independen.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:3), auditing adalah suatu
pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang
independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh
manaiemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti
pendukungnya dengan tuiuan untuk dapat memberikan pendapat
mengenai kewaiaran laporan keuangan tersebut.

12
2. 1enis-jenis Audit
Menurut Messier, Glover dan Prawitt yang diteriemahkan oleh
Hinduan, (2005:60-61) bahwa ienis iasa audit di samping audit laporan
keuangan, terdapat 4 (empat) ienis utama dari audit yaitu:
a. Audit Pengendalian Internal
Audit laporan keuangan selalu memiliki pilihan untuk menguii
pengendalian untuk mendapatkan bukti tidak langsung mengenai
kewaiaran laporan keuangan dimana mereka telah ditugaskan untuk
menyampaikan pendapat.
b. Audit kepatuhan
Audit kepatuhan menentukan seiauh mana peraturan, kebiiakan,
hukum, perianiian, atau peraturan pemerintah dipatuhi oleh entitas
yang sedang diaudit.
c. Audit Operasional
Audit operasional melibatkan pengkaiian sistematis atas aktivitas
organisasi .
d. Audit Forensik
Tuiuan dari audit Iorensik adalah mendeteksi atau mencegah berbagai
ienis kecurangan (17aud). Penggunaan auditor untuk melaksanakan
audit Iorensik telah tumbuh pesat.
Menurut Sukrisno Agoes, (2004:10-12) ditiniau dari ienis pemeriksaan,
audit dapat dibedakan atas 4 (empat) yaitu:

13
a. anagement Audit (Audit Operasional)
Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan,
termasuk kebiiakan operasional yang telah ditetapkan oleh
manaiemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah
dilakukan secara eIektiI, eIisien dan ekonomis.
b. 4mpliance Audit (Pemeriksaan Ketaatan)
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan
sudah mentaati peraturan-peraturan dan kebiiakan-kebiiakan berlaku,
baik yang diterapkan oleh intern perusahaan (manaiemen, dewan
komisaris) maupun pihak ekstern (Pemerintah, Bapepam, Bank
Indonesia, Direktorat Jendral Paiak, dan lain-lain). Pemeriksaan
dilakukan oleh KAP maupun bagian inte7nal audit.
c. nte7nal audit (Pemeriksaan Internal)
Pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian nte7nal audit perusahaan,
maupun ketaatan terhadap kebiiakan manaiemen yang telah
ditentukan. Laporan inte7nal audit47 berisi temuan pemeriksaan (audit
1indings) mengenai penyimpangan dan kecurangan ditemukan,
kelemahan pengendalian intern, beserta saran-saran perbaikan
(7ec4mmendati4n).
d. 4mpute7 Audit (Komputer Audit)
Pemeriksaan KAP terhaadap perusahaan yang memproses data
akuntansinya dengan menggunakan EDP (lekt74nik Data
P74cessing) sistem.

14
William C. Boynton, Raymond N. Johnson dan Walter G. Kell yang
diteriemahkan oleh Budi, S,I. (2003:6-7) menulis, terdapat tiga ienis audit,
yaitu:
a. Audit Laporan Keuangan.
Audit laporan keuangan mencakup perolehan dan pengevaluasian
bukti-bukti atas laporan keuangan entitas yang meniadi dasar untuk
menyatakan pendapat mengenai apakah laporan keuangan telah
disaiikan secara waiar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
b. Audit Kepatuhan.
Audit kepatuhan mencakup perolehan dan pengevaluasian bukti-bukti
untuk menentukan apakah aktivitas keuangan atau aktivitas operasi
suatu entitas tertentu telah sesuai dengan persyaratan, peraturan dan
perundang-undangan spesiIik.
c. Audit Operasional
Audit operasional mencakup perolehan dan pengevaluasian bukti-
bukti mengenai eIesiensi dan eIektiIitas dari aktivitas operasi suatu
entitas dalam kaitannya dengan tuiuan spesiIik.




15
C. Audit Internal (Internal audit)
1. Pengertian Audit Internal
Menurut Sukrisno Agoes (2004:221), inte7nal audit (pemeriksaan
intern) adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian inte7nal audit
perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi
perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebiiakan manaiemen puncak yang
telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan
ketentuan-ketentuan dari ikatan proIesi yang berlaku. Peraturan
pemerintah misalnya peraturan di bidang perpaiakan, pasar modal,
lingkungan hidup, perbankan, perindustrian, investasi dan lain-lain.
Ketentuan-ketentuan dari ikatan proIesi misalnya standar akuntansi
keuangan.
DeIinisi audit internal menurut IIA (nstitute 41 nte7nal audit47)
yang dikutip oleh Boynton (2001:980) yakni: ¨nte7nal auditing is an
independent. 4-ective assu7ance and c4nsulting activitv designed t4 add
value and imp74ve an 47ganizati4ns 4pe7ati4ns. t helps an 47ganizati4n
acc4mplish its 4-ectives -v -7inging a svstematic. disciplined app74ach t4
evaluate and imp74ve the e11ectiveness 41 7isk management. c4nt74l. and
g4ve7nance p74cesses¨. (Audit internal adalah aktivitas independen,
keyakinan obiektiI, dan konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai
dan meningkatkan operasi organisasi. Audit internal ini membantu
organisasi mencapai tuiuannya dengan melakukan pendekatan sistematis

16
dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan eIektivitas manaiemen
resiko, pengendalian dan proses tata kelola).
Menurut Hiro Tugiman (2006:11), inte7nal auditing atau
pemeriksaan internal adalah suatu Iungsi penilaian yang independen dalam
suatu organisasi untuk menguii dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang
dilaksanakan.
Menurut Mulyadi (2002:29), audit inte7n adalah auditor yang
bekeria dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta)
yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebiiakan dan prosedur
yang ditetapkan oleh manaiemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik
atau tidaknya peniagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan
eIisiensi dan eIektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan
keandalan inIormasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.
IIA (nstitute 41 nte7nal audit47) memperkenalkan $tanda7ds 147
the p741essi4nal P7actice 41 nte7nal auditing-SPPIA (Standar) dikutip dari
Sawyer (2005:8), audit internal adalah Iungsi penilaian independen yang
dibentuk dalam perusahaan untuk memeriksa dan mengevaluasi aktivitas-
aktivitasnya sebagai iasa yang diberikan kepada perusahaan.
2. Tujuan Audit Internal
Menurut Hiro Tugiman (2006:11) tuiuan pemeriksaan internal
adalah membantu para anggota organisasi agar dapat melaksanakan
tanggung iawabnya secara eIektiI. Untuk itu, pemeriksaan internal akan
melakukan analisis, penilaian, dan mengaiukan saran-saran. Tuiuan

17
pemeriksaan mencakup pula pengembangan pengawasan yang eIektiI
dengan biaya yang waiar.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:222), tuiuan pemeriksaan yang
dilakukan oleh inte7nal audit47 adalah membantu semua pimpinan
perusahaan (manaiemen) dalam melaksanakan tanggungiawabnya dengan
memberikan analisa, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan
yang diperiksanya.
Untuk mencapai tuiuan tersebut, inte7nal audit47 harus melakukan
kegiatan-kegiatan berikut:
a. Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan dari
sistem pengendalian manaiemen, pengendalian inte7n dan
pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian
yang eIektiI dengan biaya yang tidak terlalu mahal.
b. Memastikan ketaatan terhadap kebiiakan, rencana dan prosedur-
prosedur yang telah ditetapkan oleh manaiemen.
c. Memastikan seberapa iauh harta perusahaan dipertanggungiawabkan
dan dilindungi dari kemungkinan teriadinya segala bentuk pencurian,
kecurangan dan penyalahgunaan.
d. Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam
organisasi dapat dipercaya.
e. Menilai mutu pekeriaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh manaiemen.

18
I. Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka
meningkatkan eIisiensi dan eIektiIitas.
3. Fungsi dan Ruang Lingkup Audit Internal
Fungsi audit internal adalah sebagai alat bantu bagi manaiemen
untuk menilai eIisien dan keeIektiIan pelaksanaan struktur pengendalian
intern perusahaan, kemudian memberikan hasil berupa saran atau
rekomendasi dan memberi nilai tambah bagi manaiemen yang akan
diiadikan landasan mengambil keputusan atau tindak selaniutnya.
Menurut Konsersium Organisasi ProIesi Audit Internal (2004:11),
penanggungiawab Iungsi audit internal harus mengelola Iungsi audit
internal secara eIektiI dan eIisien untuk memastikan bahwa kegiatan
Iungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Ruang lingkup menurut Guy (2002:410), ruang lingkup audit
internal meliputi pemeriksaan dan evaluasi yang memadai serta eIektiIitas
sistem pengendalian internal organisasi dan kualitas kineria dalam
melaksanakan tanggungiawab yang dibebankan.
Ruang lingkup audit internal menurut %he nstitute 41 nte7nal
audit47s (IIA) yang dikutip oleh Boynton et al (2001:983) '%he sc4pe 41
audit inte7nal sh4uld enc4mpass 41 the adequacv and e11ectiveness the
47ganizati4ns svstem 41 pe7147mance in ca77ving 4ut assigned
7esp4nsi-ilities, (1) 7ea-ilitv and integ7ving 41 in147mati4n, (2)
c4mpliance with p4licies. plans. p74cedu7es. laws. 7egulati4ns and
c4ntacts, (3) sa1egua7ding 41 assets, (4) ec4n4mical and e11icient use 41

19
7es4u7ces, (5) acc4mplishment 41 esta-lished 4-ectives and g4als 147
4pe7ati4ns p74g7ams`. (Ruang lingkup audit internal harus mencakup
kecukupan dan eIektivitas sistem kineria organisasi dalam melaksanakan
tanggung iawab yang ditugaskan; (1) keandalan dan menyokong
inIormasi; (2) sesuai dengan kebiiakan, rencana, prosedur, hukum,
peraturan dan kontak; (3) pengamanan aktiva; (4) penggunaan sumber
daya yang ekonomis dan eIisien; (5) tercapainya target yang ditetapkan
dan tuiuan program operasi).
Menurut Hiro Tugiman (2001:17), lingkup pekeriaan pemeriksaan
internal harus meliputi penguiian dan evaluasi terhadap kecukupan serta
eIektivitas sistem pengendalian internal yang dimiliki organisasi dan
kualitas pelaksanaan tanggung iawab yang diberikan.
4. Wewenang dan Tanggung 1awab Auditor Internal
Menurut Hudri Chandry (2009:10), wewenang dan tanggung iawab
auditor inte7n dalam suatu organisasi iuga harus ditetapkan secara ielas
oleh pimpinan. Wewenang tersebut harus memberikan keleluasan auditor
inte7n untuk melakukan audit terhadap catatan-catatan, harta milik,
operasi/aktivitas yang sedang berialan dan para pegawai badan usaha.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan secara lebih terperinci
mengenai tanggungiawab auditor internal dalam Standar ProIesional
Akuntan Publik (SPAP) (2001:322.1) auditor internal bertanggungiawab
untuk menyediakan iasa analisis dan evaluasi, memberikan keyakinan,
rekomendasi dan inIormasi kepada manaiemen entitas dan dewan

20
komisaris atau pihak lain yang setara wewenamg dan tanggungiawabnya
tersebut. Auditor internal mempertahankan obiektivitasnya yang berkaitan
dengan aktivitas yang diauditnya.
Menurut Amin widiaia Tunggal (2000:21), tanggung iawab auditor
internal adalah menerapkan program audit internal, mengarahkan
personel, dan aktivitas-aktivitas departemen audit internal iuga
menyiapkan rencana tahunan untuk pemeriksaan semua unit perusahaan
dan menyaiikan program yang telah dibuat untuk persetuiuan.
Secara garis besar dan tanggungiawab seorang auditor internal di
dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut:
1. Memberikan inIormasi dan saran-saran kepada manaiemen atas
kelemahan-kelemahan yang ditemukannya.
2. Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang ada dalam perusahaan
untuk mencapai tuiuan audit dan tuiuan organisasi atau perusahaan.
5. Kedudukan dan Peran Auditor Internal
Kedudukan auditor internal dalam struktur organisasi sangat
mempengaruhi keberhasilannya menialankan tugas, sehingga dengan
kedudukan tersebut memungkinkan auditor internal dapat melaksanakan
Iungsinya dengan baik serta dapat bekeria dengan luwes dalam arti
independen dan obiektiI. Struktur organisasi penetapan bagian auditor
internal secara ielas disertai dengan 4- desc7ipti4n yang ielas akan
membawa dampak yang positiI dalam proses komunikasi antara auditor
internal dengan pihak pemilik perusahaan atau manaier. Namun

21
sebaliknya, penempatan yang tidak ielas akan menghambat ialannya arus
pelaporan dari auditor internal karena itu perlu ditentukan secara tegas
kedudukan auditor internal ini.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:243-246), ada empat alternatiI
kedudukan inte7nal audit47 dalam struktur organisasi yaitu:
a. Bagian inte7nal audit berada dibawah direktur keuangan (seiaiar
dengan bagian akuntansi keuangan),
b. Bagian inte7nal audit merupakan staI direktur utama,
c. Bagian inte7nal audit merupakan staI dari dewan komisaris,
d. Bagian inte7nal audit dipimpin oleh seorang inte7nal audit
di7ect47.
Peranan auditor internal dalam menemukan indikasi teriadinya
kecurangan dan melakukan investigasi terhadap kecurangan, sangat
besar. Jika auditor internal menemukan indikasi dan mencurigai
teriadinya kecurangan di perusahaan, maka ia harus memberitahukan hal
tersebut kepada t4p management. Jika indikasi tersebut cukup kuat,
manaiemen akan menugaskan suatu tim untuk melakukan investigasi.
Tim tersebut biasanya terdiri dari inte7nal audit47, lawve7, investigator,
secu7itv dan spesialis dari luar atau dalam perusahaan (misalkan ahli
komputer, ahli perbankan dan lain-lain). Hasil investigasi tim harus
dilaporkan secara tertulis kepada t4p management yang mencakup Iakta,
temuan, kesimpulan, saran dan tindakan perbaikan yang perlu dilaporkan.

22
6. Pendekatan-pendekatan yang Dilakukan Auditor Internal
Menurut Sawyer (2005:27) untuk mencapai tuiuannya masing-
masing, auditor internal dapat melakukan beberapa pendekatan yang
berbeda yakni:
a. Audit KomprehensiI, istilah ini pertama kali digunakan oleh ene7al
Acc4unting O11ice (GAO) Amerika Serikat untuk menggambarkan
audit atas semua aktivitas yang terdapat pada entitas pemerintah.
Audit komprehensiI merupakan perluasan yang dilakukan GAO atas
audit terhadap aktivitas operasi.
b. Audit Berorientasi Manaiemen, penelaahan atas semua aktivitas
sesuai dengan perspektiI manaier atau konsultan manaiemen. Audit
berorientasi manaiemen dibedakan dari ienis-ienis lainnya
berdasarkan cara pandangnya, bukan dari segi prosedur audit. Audit
berorientasi manaiemen memIokuskan diri pada membantu organisasi
mencapai tuiuannya. Hasil yang signiIikan adalah membantu manaier
mengelola perusahaan dengan lebih baik dan untuk membuat manaier,
bukan auditor, kelihatan baik. Audit berorientasi manaiemen iangan
disamakan dengan 'audit manaiemen¨, yang merupakan audit atas
manaier itu sendiri. Auditor proIessional menghindari implikasi
seperti ini karena penilai seiati atas manaier adalah atasan mereka
sendiri.
c. Audit PartisipatiI, proses yang melibatkan bantuan klien dalam
mengumpulkan data, mengevaluasi operasi, dan mengoreksi masalah.

23
Jadi audit ini merupakan kemitraan untuk menyelesaikan masalah,
sehingga terkadang disebut audit kemitraan.
d. Audit Program, penelaahan atas seluruh program, baik perusahaan
publik maupun privat, untuk menentukan apakah manIaat yang
diinginkan telah tercapai. Program dalam istilah ini berarti
serangkaian rencana dan prosedur untuk mencapai hasil akhir yang
ditentukan. Istilah tersebut berbeda dari penelaahan atas aktivitas
secara terus-menerus dalam sebuah perusahaan.
7. Program Audit Internal
Program audit internal merupakan perencanaan prosedur dan
teknik-teknik pemeriksaan yang ditulis secara sistematis untuk mencapai
tuiuan pemeriksaan secara eIisien dan eIektiI. Selain itu berIungsi sebagai
alat perencanaan yang iuga penting untuk mengatur pembagian keria.
Memonitor ialannya kegiatan pemeriksaan. Menelaah pekeriaan yang telah
dilakukan.
Menurut Mulyadi (2002:104), program audit merupakan daItar
prosedur audit untuk seluruh audit unsur tertentu, sedangkan prosedur
audit adalah instruksi rinci untuk menentukan tipe bukti audit tertentu
yang harus diperoleh pada saat tertentu dalam audit.
Konsersium Organisasi ProIesi Audit Internal (2004:15)
menyatakan dalam merencanakan penugasan, auditor internal harus
mempertimbangkan sasaran penugasan, ruang lingkup penugasan, alokasi
sumber daya penugasan, serta program keria penugasan.

24
Tuiuan yang ingin dicapai dengan adanya program audit antara lain:
a. Memberikan bimbingan proseduriil untuk melaksanakan pemeriksaan.
b. Memberikan checklist pada saat pemeriksaan berlangsung. Tahap
demi tahap sehingga tidak ada yang terlewatkan.
c. Merevisi program audit sebelumnya, iika ada perubahan standard dan
prosedur yang digunakan perusahaan.
Keunggulan program audit antara lain sebagai berikut:
a. Meratanya pembagian keria diantara auditor .
b. Program audit yang rutin hasilnya lebih baik dan menghemat waktu.
c. Program audit memilih tuiuan yang penting saia.
d. Program audit yang telah digunakan dapat meniadi pedoman untuk
tahun berikutnya.
e. Program audit menampung pandangan manaier atas mitra keria.
I. Program audit memberikan kepastian bahwa ketentuan umum
akuntansi telah diialankan.
g. Penanggungiawab pelaksanaan audit ielas.
Kelemahan program audit antara lain:
a. Tanggungiawab audit pelaksanaan terbatas pada program audit saia.
b. Sering menimbulkan hambatan untuk berpikiran kreatiI dan
membangun.
c. Kegiatan audit meniadi monoton.

25
8. Pelaksanaan Audit Internal
Pelaksanaan audit menurut Konsersium Organisasi ProIesi Audit
Internal (2004:16), dalam melaksanakan audit, auditor internal harus
mengidentiIikasi inIormasi, menganalisis, mengevaluasi, dan
mendokumentasikan inIormasi yang memadai untuk mencapai tuiuan
penugasan.
Seperti yang dikemukakan oleh %he nstitute 41 nte7nal audit47s
(IIA) yang dikutip oleh Boynton et al (2001:983). 'Audit w47k sh4uld
include planning the audit. examining and evaluating in147mati4n
pe7147mance 41 audit w47k sh4uld include.
a. Planning the audit
-. xamining and evaluati4n in147mati4n
c. 4mmunicating 7esult
d. 4ll4wing up`
(Keria Audit harus mencakup perencanaan audit, memeriksa dan
mengevaluasi kineria inIormasi keria audit harus mencakup
a. Perencanaan audit
b. Menguii dan mengevaluasi inIormasi
c. Mengkomunikasikan hasil
d. Menindaklaniuti)
Sama halnya yang diungkapkan Boynton et al, menurut Hiro
Tugiman (2006:53), tahapan-tahapan dalam pelaksanaan kegiatan audit
internal adalah sebagai berikut:

26
a. Tahap perencanaan audit
b. Tahap penguiian dan pengevaluasian inIormasi
c. Tahap penyampaian hasil audit
d. Tahap tindak laniut (14ll4w up) hasil audit
Penielasan dari tahapan-tahapan di atas adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan Audit
Tahap perencanaan audit merupakan langkah yang paling awal
dalam pelaksanaan kegiatan audit intenal, perencanaan dibuat
bertuiuan untuk menentukan obiek yang akan diaudit/prioritas audit,
arah dan pendekatan audit, perencanaan alokasi sumber daya dan
waktu, dan merencanakan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan
proses audit.
Menurut Hiro Tugiman (2006:53), audit intern haruslah
merencanakan setiap pemeriksaan. Perencanaan haruslah
didokumentasikan dan harus meliputi:
1)Penetapan tuiuan audit dan lingkup pekeriaan.
2)Peroleh inIormasi dasar (-ackg74und in147mati4n) tentang
kegiatan-kegiatan yang akan diperiksa.
3)Penentuan berbagai tenaga yang diperlukan untuk melaksanakan
audit.
4)Pemberitahuan kepada para pihak yang dipandang perlu.
5)Melaksanakan su7vev untuk mengenali kegiatan yang diperlukan,
risiko-risiko dan pengawasan-pengawasan.

27
6)Penulisan program audit.
7)Menentukan bagaimana, kapan dan kepada siapa hasil-hasil
audit akan disampaikan.
8)Memperoleh persetuiuan bagi rencana keria audit.
b. Penguiian dan Pengevaluasian InIormasi
Pada tahap ini audit intern haruslah mengumpulkan,
menganalisa, menginterprestasi dan membuktikan kebenaran
inIormasi untuk mendukung hasil audit.
Menurut Hiro Tugiman (2006:59), proses penguiian dan
pengevaluasian inIormasi adalah sebagai berikut:
1) Dikumpulkannya berbagai inIormasi tentang seluruh hal yang
berhubungan dengan tuiuan-tuiuan pemeriksaan dan lingkup
keria.
2) InIormasi haruslah mencukupi, kompeten, relevan dan berguna
untuk membuat suatu dasar yang logis bagi temuan audit dan
rekomendasi-rekomendasi.
3) Adanya prosedur-prosedur audit, termasuk teknik-teknik
penguiian.
4) Dilakukan pengawasan terhadap proses pengumpulan,
penganalisaan, penaIsiran dan pembuktian kebenaran inIormasi.
5) Dibuat kertas keria pemeriksaan.

28
c. Penyampaian Hasil Pemeriksaan
Laporan audit internal dituiukan untuk kepentingan
manaiemen yang dirancang untuk memperkuat pengendalian audit
intern, untuk menentukan ditaati tidaknya prosedur/kebiiakan-
kebiiakan yang telah ditetapkan oleh manaiemen. Audit intern harus
melaporkan kepada manaiemen apabila terdapat
penyelewengan/penyimpangan- penyimpangan yang teriadi di
dalam suatu Iungsi perusahaan dan memberikan saran-
saran/rekomendasi untuk perbaikannya. Menurut Hiro Tugiman
(2006:68) audit inte7n harus melaporkan hasil audit yang
dilaksanakannya yaitu:
1)Laporan tertulis yang ditandatanngani oleh ketua audit intern.
2)pemeriksa intern harus terlebih dahulu mendiskusikan kesimpulan
dan rekomendasi.
3)Suatu laporan haruslah obiektiI, ielas, singkat terstruktur dan
tepat waktu.
4)Laporan haruslah mengemukakan tentang maksud, lingkup dan
hasil dari pelaksanaan pemeriksaan.
5)Laporan mencantumkan berbagai rekomendasi.
6)Pandangan dari pihak yang diperiksa tentang berbagai kesimpulan
atau rekomendasi dapat pula dicantumkan dalam laporan
pemeriksaan.
7)Pimpinan audit intern me7eview dan menyetuiui laporan audit.

29
d. Tindak Laniut Hasil Pemeriksaan
Audit intern terus menerus meniniau/melakukan tindak laniut
(14ll4w up) untuk memastikan bahwa terhadap temuan-temuan
pemeriksaan yang dilaporkan telah dilakukan tindakan yang tepat.
Audit intern harus memastikan apakah suatu tindakan korektiI telah
dilakukan dan memberikan berbagai hasil yang diharapkan, ataukah
manaiemen senior atau dewan telah menerima risiko akibat tidak
dilakukannya tindakan korektiI terhadap berbagai temuan yang
dilaporkan.
9. Laporan Audit Internal
Hasil akhir dari pelaksanaan audit internal dituangkan dalam suatu
bentuk laporan tertulis melalui proses penyusunan yang baik dan teratur.
Laporan ini merupakan suatu alat penting untuk menyampaikan
pertanggungiawaban kepada manaiemen.
Menurut AA. Arens, R.J. Elder, M.S. Beasley (2008:6), tahap
terakhir dalam proses audit adalah menyiapkan laporan audit (audit
7ep47t), yang menyampaikan temuan-temuan auditor kepada pemakai.
Laporan seperti ini memiliki siIat yang berbeda-beda, tetapi semuanya
harus memberi tahu para pembaca tentang deraiat kesesuaian antara
inIormasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Laporan iuga memiliki
bentuk yang berbeda dan dapat bervariasi mulai dari ienis yang sangat
teknis yang biasanya dikaitkan dengan audit laporan keuangan hingga

30
laporan lisan yang sederhana dalam audit operasional atas eIektivitas suatu
departemen kecil.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:236), sebagai hasil dari
pekeriaannya, inte7nal audit47 harus membuat laporan kepada
manaiemen. Laporan tersebut merupakan suatu alat dan kesempatan bagi
inte7nal audit47 untuk menarik perhatian manaiemen dan membuka mata
manaiemen mengenai manIaat dari nte7nal Audit Depa7tment (IAD), apa
saia yang sudah dan dapat dikeriakan IAD, hal penting apa saia yang
teriadi di perusahaan dan memerlukan perhatian dan tindakan perbaikan
dari manaiemen.
Untuk itu IAD harus menyampaikan laporan yang:
- O-ective
- lea7 (ielas)
- 4ncise (singkat tetapi padat)
- 4nst7uctive (membangun)
- %imelv (cepat waktu)

D. Kinerja Keuangan Perusahaan
1. Pengertian Kinerja Keuangan Perusahaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001):
Kineria adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan,
kemampuan keria (tentang peralatan).
Keuangan adalah seluk-beluk uang, urusan uang, keadaan uang

31
Perusahaan adalah kegiatan (pekeriaan dan sebagainya) yang
diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tuiuan
mencari keuntungan (dengan menghasilkan sesuatu, mengolah atau
membuat barang-barang, berdagang, memberikan iasa, dansebagainya),
organisasi berbadan hukum yg mengadakan transaksi atau usaha.
Dapat disimpulkan menurut bahasa bahwa Kineria keuangan
perusahaan adalah suatu prestasi keuangan yang diperlihatkan oleh
organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha.
Kineria perusahaan adalah suatu tampilan tentang kondisi 1inancial
perusahaan selama periode waktu tertentu. Untuk mengukur keberhasilan
suatu perusahaan pada umumnya berIokus pada laporan keuangan
disamping data-data non keuangan lain yang bersiIat sabagai penuniang.
InIormasi kineria bermanIaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan
dalam manghasilkan arus kas dari sumber dana yang ada.
Kineria perusahaan dapat diukur dari laporan keuangan yang
dikeluarkan secara periodik. Laporan keuangan berupa neraca, laba rugi,
arus kas, dan perubahan modal yang secara bersama-sama memberikan
suatu gambaran tentang posisi keuangan perusahaan.
2. Pentingnya Kinerja Perusahaan
Penilaian kineria pada dasarnya merupakan perilaku manusia
dalam melaksanakan peran yang dimainkannya dalam mencapai tuiuan
organisasi. Penilaian kineria dilakukan bertuiuan untuk memotivasi
karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi

32
standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan
tindakan dan hasil yang diinginkan. Penilaian kineria perusahaan penting
dilakukan oleh manaiemen, pemegang saham, pemerintah dan pihak lain
yang berkepentingan. Dengan mendeteksi kineria keuangan perusahaan,
kita dapat mengidentiIikasi kondisi perusahaan.
3. Tujuan Pengukuran Kinerja Keuangan
Pengukuran kineria dapat digunakan untuk menekan perilaku yang
tidak semestinya dan untuk merangsang serta menegakkan perilaku yang
semestinya diinginkan, melalui umpan balik hasil kineria pada waktunya
serta pemberian penghargaan, baik yang bersiIat intrinsik maupun
ekstrinsik. Melalui pengukuran kineria, manaiemen puncak dapat
memperoleh dasar yang obyektiI untuk memberikan kompensasi sesuai
dengan prestasi yang disumbangkan masing-masing pusat
pertanggungiawaban kepada perusahaan secara keseluruhan. Semua ini
diharapkan dapat memberikan motivasi dan rangsangan pada masing-
masing bagian untuk bekeria lebih eIektiI dan eIisien.
Menurut Mulyadi (2001:420), tuiuan pokok kineria adalah untuk
memotivasi karyawan dalam pencapaian sasaran organisasi dan dalam
mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar
membuahkan hasil dan tindakan yang diinginkan.


4. Manfaat Penilaian Kinerja

33
Menurut Mulyadi (2001:416), penilaian kineria dimanIaatkan oleh
manaiemen untuk:
a. Mengelola operasi secara eIektiI dan eIisien melalui pemotivasian
karyawan secara umum.
b. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan,
seperti: promosi, transIer, dan pemberhentian.
c. MengidentiIikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan
dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program
pelatihan karyawan.
d. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana
atasan mereka menilai kineria mereka.
e. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
5. Ukuran Kinerja Keuangan
Menurut Mulyadi (2001:434-435), ukuran kineria keuangan
perusahaan dapat digunakan mengukur kineria kuantitatiI terdapat tiga
macam, yaitu:
a. Ukuran kriteria tunggal ($ingle 7ite7ium)
Ukuran ini merupakan suatu ukuran untuk menilai kineria yang hanya
menggunakan satu ukuran untuk menilai kineria manaier.
b. Ukuran kriteria beragam (ultiple 7ite7ium)
Ukuran kriteria beragam merupakan cara untuk mengatasi kelemahan
kriteria tunggal dalam pemgukuran kineria. Tuiuan kriteria beragam

34
ini adalah agar manaier yang diukur kinerianya mengarahkan
usahanya kepada berbagai kriteria kineria.
c. Ukuran kriteria gabungan (4mp4site 7ite7ium)
Ukuran ini merupakan ukuran kineria yang menggunakan berbagai
macam ukuran, memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dalam
pengukuran kineria.
Dalam penggunaannya terdapat keunggulan dan keterbatasan dari
analisa keuangan untuk digunakan dalam memahami kondisi perusahaan.
Menurut Harahap (2002:49), ada beberapa keunggulan dari analisa rasio
yaitu:
a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah
dibaca dan ditaIsirkan.
b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari inIormasi yang
disaiikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
d. Sangat bermanIaat untuk bahan dalam mengisi model-model
pengambilan keputusan dan model prediksi (sc47e).
e. Menstandarisir size perusahaan.
I. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain
atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.
g. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di
masa yang akan datang.

35
Beberapa rasio yang umumnya dikenal antara lain rasio likuiditas,
solvabilitas dan rentabilitas, akan tetapi masih banyak lagi rasio yang
dapat dihitung dari laporan keuangan perusahaan yang kemudian dapat
memberikan inIormasi bagi para pemakai laporan keuangan. Salah satunya
adalah J. Courties sebagaimana yang dikutip dari Harahap (2002:52)
memberikan kerangka rasio keuangan secara kategori sebagai berikut:
a. Probabilitas. Kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang
digambarkan oleh #etu7n 4n nvestment (ROI).
b. anagement Pe7147mance adalah rasio yang dapat menilai prestasi
manaiemen. Dilihat dari segi kebiiakan kredit, persediaan,
administrasi, dan struktur harta dan modal.
c. $4lvencv yaitu kemampuan perusahaan melunasi kewaiibannya.
$4lvencv ini digambarkan oleh arus kas baik iangka pendek maupun
iangka paniang.
Masih menurut Harahap (2002) adapun ienis rasio keuangan yang
sering sekali digunakan adalah:
a. Rasio likuiditas, rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
untuk menyelesaikan kewaiiban iangka pendeknya.
b. Rasio solvabilitas, rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam membayar kewaiiban iangka paniangnya atau kewaiiban-
kewaiiban apabila perusahaan dilikuidasi.
c. Rasio rentabilitas/proIitabilitas, rasio ini menggambarkan
kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui seluruh

36
kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan peniualan, kas,
modal iumlah karyawan dan sebagainya.
d. Rasio eve7age, rasio ini menggambarkan hubungan antara hutang
perusahaan terhadap modal maupun aset.
e. Rasio Aktivitas, rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan
perusahaan dalam menialankan operasinya baik dalam kegiatan
peniualan, pembelian atau kegiatan lainnya.
I. Rasio Pertumbuhan, rasio ini menggambarkan persentasi kenaikan
peniualan tahun ini dibanding dengan tahun lalu. Semakin tinggi
berarti semakin baik.
g. Penilaian Pasar, rasio ini merupakan rasio yang khusus dipergunakan
di pasar modal yang menggambarkan situasi perusahaan di pasar
modal.
h. Rasio Produktivitas, rasio ini menuniukkan tingkat produktivitas dari
unit atau kegiatan yang dinilai.
Menurut Nainggolan (2004:68) ada beberapa rasio keuangan yang
digunakan untuk mengukur kineria perusahaan yaitu:
a. EPS (a7ning pe7 $ha7e)
Merupakan laba yang diperoleh perusahaan per lembar saham.
Laba per saham merupakan alat ukur yang berguna untuk
membandingkan laba dari berbagai entitas usaha yang berbeda dan
untuk membandingkan laba suatu entitas dari waktu ke waktu iika
teriadi perubahan dalam struktur modal. Laba per saham telah seiak

37
dulu dihitung dan digunakan oleh para analis keuangan. Perhitungan
laba per saham yang mengarah ke masa depan mancoba memberikan
inIormasi mengenai laba per saham yang mungkin akan diperoleh di
masa datang. Rumus EPS sebagai berikut:
a7ning pe7 $ha7e ÷
Lu¡nìng
Shu¡c


b. DER (De-t t4 quitv #ati4)
Merupakan rasio yang mengukur besarnya hutang yang
ditanggung melalui modal sendiri yang dimiliki perusahaan. De-t t4
quitv #ati4 adalah instrumen untuk mengetahui kemampuan ekuitas
atau aktiva bersih suatu perusahaan untuk melunasi seluruh
kewaiibannya. Rumus DER sebagai berikut:
De-t t4 quitv #ati4 ÷
uI Huung
uI Lkuìus

c. PER (P7ice a7ning #ati4)
Rasio harga dengan penghasilan atau p7ice ea7ning 7ati4
sering digunakan untuk membandingkan peluang investasi. Suatu
rasio harga dan penghasilan saham dihitung dengan membagi harga
pasar per lembar saham (ma7ket p7ice sha7e) dengan penghasilan per
lembar saham (PER). Harahap (2002) mengatakan bahwa p7ice
ea7ning 7ati4 ini menuniukkan perbandingan antara harga saham di
pasar atau harga perdana yang ditawarkan dibandingkan dengan
pendapatan yang diterima. Rumus PER sebagai berikut:

38
P7ice a7ning #ati4 ÷
Hu¡gu pusu¡ pc¡ Icmbu¡ suhum bìusu
Lubu pc¡ Icmbu¡ suhum bìusu (LPS)

d. ROI (#etu7n 4n nvestment)
Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan manaiemen
dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan aset (Kasmir,
2003). Menurut Agus Sartono (2008:123), ROI menuniukkan
kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang
dipergunakan. Rumus ROI sebagai berikut:
#etu7n 4n nvestment ÷
LBI
uI Assc
˲ ŵŴŴ%
e. ROE (#etu7n 4n quitv)
Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan manaiemen
bank dalam mengelola modal yang ada untuk mendapatkan net
inc4me (Kasmir, 2003). Menurut Agus Sartono (2008:124), ROE
mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia
bagi pemegang saham perusahaan. Apabila proporsi utang semakin
besar maka rasio ini semakin besar. Rumus ROE sebagai berikut:
#etu7n 4n quitv ÷
c Incmc
uI Lquì
˲ ŵŴŴ%
Menurut HanaIi dan Halim (2000:179) Analisis #etu7n On
quitv (ROE) atau sering disebut iuga dengan #etu7n On 4mm4n
quitv. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering iuga diteriemahkan
sebagai rentabilitas modal sendiri. kegunaan ROE adalah untuk
menentukan pemilihan sumber pendanaan investasi, modal sendiri
atau modal asing.

39
Menurut Munawir (2000:101), angka-angka rasio keuangan yang
diperoleh dapat dianalisis dengan memperbandingkan angka rasio tersebut
dengan:
a. $tanda7d 7ati4 atau rata-rata dari seluruh industri semacam dimana
perusahaan yang ada data keuangannya sedang dianalisis meniadi
anggotanya.
b. Rasio yang telah ditentukan dalam -udget perusahaan yang
bersangkutan.
c. Rasio-rasio yang semacam di waktu-waktu yang lalu (rasio historis)
dari perusahaan yang bersangkutan.
d. Rasio keuangan dari perusahaan lain yang seienis yang merupakan
pesaing perusahaan yang dinilai cukup baik/berhasil dalam usahanya.

E. Laporan Keuangan
Setelah transaksi dicatat dan diikhtisarkan, maka disiapkan laporan bagi
pemakai. Laporan akuntansi yang menghasilkan inIormasi demikian disebut
laporan keuangan. Menurut Nainggolan (2004:41), alat yang digunakan
sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan adalah laporan
keuangan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan
laporan perubahan modal.
Menurut Warren, Reeve, dan Fess (2008:24-27), urut-urutan
penyusunan dan siIat data yang terdapat dalam laporan-laporan tersebut
adalah sebagai berikut:

40
1. Laporan Laba Rugi
Adalah ikhtisar pendapatan dan beban selama periode waktu
tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan laba rugi melaporkan
pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan konsep
penandingan atau pengaitan (matching c4ncept). Konsep ini diterapkan
dengan menandingkan atau mengaitkan beban dengan pendapatan yang
dihasilkan selama periode teriadinya beban tersebut. Laporan laba rugi
iuga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang
teriadi. Kelebihan ini disebut laba bersih atau keuntungan bersih (net
inc4me atau net p741it). Jika beban melebihi pendapatan, maka disebut
rugi bersih (net l4ss)
2. Laporan Ekuitas Pemilik
Adalah ikhtisar perubahan ekuitas pemilik yang teriadi selama
periode waktu tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan tersebut
dibuat setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau rugi bersih
periode berialan harus dilaporkan dalam laporan ini. Demikian iuga,
laporan ekuitas pemilik dibuat sebelum neraca, karena iumlah ekuitas
pemilik pada akhir periode harus dilaporkan di neraca.
3. Neraca
Adalah daItar aset, kewaiiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal
tertentu, biasanya pada akhir bulan atau akhir tahun. Bagian aset dalam
neraca biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aset tersebut
dikonversikan meniadi kas atau digunakan dalam operasi. Kas berada di

41
urutan pertama, diikuti oleh piutang, perlengkapan, asuransi dibayar
dimuka, dan aset lainnya. Kemudian, disaiikan aset yang siIatnya tetap
atau permanen, seperti tanah, bangunan, dan peralatan. Pada bagian
kewaiiban, utang usaha merupakan satu-satunya kewaiiban. Jika terdapat
satu atau lebih ienis kewaiiban, maka setiap kewaiiban harus disaiikan
dan iumlah seluruh kewaiiban.
4. Laporan Arus Kas
Adalah ikhtisar penerimaan kas dan pembayaran kas selama
periode waktu tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan arus kas
terdiri atas tiga bagian:
a. Arus kas dari aktivitas operasi
Bagian ini melaporkan ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas yang
menyangkut operasi perusahaan.
b. Arus kas dari aktivitas investasi
Bagian ini melaporkan transaksi kas untuk pembelian atau peniualan
aset tetap atau permanen.
c. Arus kas dari aktivitas pendanaan.
Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan
investasi pemilik, peminiaman dana, dan pengambilan uang oleh
pemilik.
Menurut Diarwanto (2001:5), Laporan keuangan yang disusun guna
memberikann inIormasi kepada berbagai pihak terdiri dari:

42
1. Neraca
Menggambarkan kondisi keuangan dari suatu perusahaan pada tanggal
tertentu, umumnya pada akhir tahun pada saat penutupan buku.
2. Laporan Laba-Rugi
Memperlihatkan hasil yang diperoleh dari peniualan barang-barang atau
iasa-iasa dan ongkos-ongkos yang timbul dalam proses pencapaian hasil
tersebut.
3. Laporan Bagian Laba yang Ditahan atau Laporan Modal Sendiri
Laporan bagian laba yang ditahan, digunakan dalam perusahaan yang
berbentuk perseroan, menuniukkan suatu analisa perubahan besarnya
bagian laba yang ditahan selama iangka waktu tertentu. Sedang laporan
modal sendiri diperuntukkan bagi perusahaan perseorangan dan bentuk
persekutuan, meringkaskan perubahan besarnya modal pemilik atau
pemilik-pemilik selama periode tertentu.
4. Laporan Perubahan Posisi Keuangan atau Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana
Memperlihatkan aliran modal keriasama periode tertentu. Laporan ini
memperlihatkan sumber-sumber dari mana modal keria telah diperoleh
dan penggunaan atau pengeluaran modal keria yang telah dilakukan
selama iangka waktu tertentu.


43
F. Pengaruh Audit Internal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
Audit internal adalah suatu Iungsi penilaian yang independen dalam
suatu organisasi untuk menguii dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang
dilaksanakan. Audit internal dapat diiadikan sebagai suatu pengawasan yang
berkelaniutan. Dengan dilaksanakan audit internal akan mendapatkan
kedisiplinan dalam pelaksanaan kegiatan usaha. Kedisiplinan dalam
pelaksanaan kegiatan usaha yang dilaksanakan akan mempengaruhi kineria
keuangan perusahaan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->