P. 1
5. Replikasi, Transkripsi, dan Translasi

5. Replikasi, Transkripsi, dan Translasi

|Views: 15,303|Likes:
Published by haikalmoch
D. N. A
REPLIKASI

R. N.A

INFORMASI GENETIK
► Materi

genetik, DNA, selalu dalam keadaan aktif. Aktivitas ini berhubungan dengan ekspresi gen dan juga aktivitas tambahan seperti replikasi, perbaikan dan rekombinasi.

Ekspresi gen berkaitan dengan proses transkripsi dan translasi untuk mensintesis protein. Sedangkan proses replikasi, perbaikan dan rekombinasi berkaitan dengan perbanyakan terarah terhadap DNA yang ada makhluk hidup

► Proses

penyimpanan dan pemindahan informasi genetik dinyata
D. N. A
REPLIKASI

R. N.A

INFORMASI GENETIK
► Materi

genetik, DNA, selalu dalam keadaan aktif. Aktivitas ini berhubungan dengan ekspresi gen dan juga aktivitas tambahan seperti replikasi, perbaikan dan rekombinasi.

Ekspresi gen berkaitan dengan proses transkripsi dan translasi untuk mensintesis protein. Sedangkan proses replikasi, perbaikan dan rekombinasi berkaitan dengan perbanyakan terarah terhadap DNA yang ada makhluk hidup

► Proses

penyimpanan dan pemindahan informasi genetik dinyata

More info:

Published by: haikalmoch on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2014

pdf

text

original

D. N.

A
REPLIKASI

R. N.A

INFORMASI GENETIK
► Materi

genetik, DNA, selalu dalam keadaan aktif. Aktivitas ini berhubungan dengan ekspresi gen dan juga aktivitas tambahan seperti replikasi, perbaikan dan rekombinasi.

Ekspresi gen berkaitan dengan proses transkripsi dan translasi untuk mensintesis protein. Sedangkan proses replikasi, perbaikan dan rekombinasi berkaitan dengan perbanyakan terarah terhadap DNA yang ada makhluk hidup

► Proses

penyimpanan dan pemindahan informasi genetik dinyatakan dalam dalil disebut dogma sentral oleh Francis Crick dan George Gamov pada tahun 1957
Prinsip dogma sentral adalah:

DNA menjadi penentu jenis RNA, kemudian jenis RNA menentukan macam protein yang dapat disintesis

Dogma ini berlaku universal dan menyatakan bahwa sekali informasi telah diteruskan menjadi protein, maka tidak dapat dikembalikan lagi menjadi bentuk asalnya. Aliran informasi dari asam nukleat ke asam nukleat memang memungkinkan, tetapi aliran informasi dari protein ke asam nukleat atau dari protein ke protein tidak memungkinkan

REPLIKASI BAHAN GENETIK
► proses

sintesis (biosintesis) asam nukleat, DNA atau RNA reaksi kimia yang mencirikan proses kehidupan

► Merupakan

Melalui replikasi suatu senyawa kimia dapat membentuk dan memperbanyak dirinya untuk menghasilkan senyawa baru yang mirip dengan dirinya

Berdasarkan pengamatan, ada 3 kemungkinan pola/cara hipotetik replikasi

1.

Pola Semikonservatif 2. Pola Konservatif 3. Pola Dispersif

Komponen-komponen penting dalam replikasi :
► DNA

polimerase, yaitu enzim yang mengkatalis pemanjangan rantai nukleotida satu dengan lainnya ► Deoksiribonukleosida trifosfat, berupa dATP, dTTP, dGTP, dCTP ► Protein pembentang dan 20 protein enzim atau replisoma (fungsi kompleks) ► DNA ligase yang mengkatalis reaksi penyambungan fragmen-fragmen hasil polimerisasi ► DNA templete (DNA induk untuk sintesis DNA baru primer

Replikasi DNA
Persyaratan dan model Replikasi DNA : terdapat situs awal berupa TITIK ORI (ori C, ori V, dan ori F) utas ganda, asam nukleat harus berada dalam bentuk utas ganda mengikuti pola semikonservatif sintesis DNA mempunyai arah pertumbuhan 5-3 berjalan secara bertahap
Model replikasi DNA

► TITIK ► Utas

ORI : (origin of replication)

ganda : bahwa implikasi genetik dari heliks ganda ialah memungkinkan pembentukan DNA baru konservatif : dalam pembentukan DNA baru, tidak kedua utas poilinukleotida disintesis, hanya satu yang disintesis sedangkan utasan yang lainnya berasal dari molekul DNA terdahulu Ada dua hal yang terpenuhi dengan pola semikonservatif, yakni : fungsi pewarisan dan fungsi pemeliharaan sifat dari struktur DNA baru

► Semi

► Arah

pertumbuhan 5-3, molekul nukleotida dalam keadaan bebas akan berbentuk nukleosida-trifosfat.
Dalam proses sintesis DNA dua nukleotida digabungkan satu dengan yang lain dengan cara merangkaikan karbon gula kelima (C5) yang mengandung fosfat dari satu nukleotida kepada karbon gula ketiga (C3) yang mengandung OH dari nukleotida lain, membentuk ikatan 5-3 fosfodiester

► Replikasi

berjalan secara bertahap, melalui pembentukan fragmen OKAZAKI

Percabangan pada Replikasi :
► Pada

situs awal replikasi polimerase DNA akan mengudar pilinan heliks ganda menjadi dua utas tunggal. proses pengudaran ini akan terbentuk struktur huruf Y, dengan dua cabang utas tunggal dan batang utas ganda. aturan antiparalel dari utas-utas heliks ganda DNA, maka pada percabangan replikasi terdapat dua cabang yang berbeda ujungnya, yaitu ujung 3’OH (cabang leading dan ujung 5’P (cabang lagging)

► Dalam

► Berdasarkan

Tahapan penting proses replikasi DNA dan enzim yang digunakan 1.
Pengenalan situs awal replikasi, oleh satu protein komponen polimerase DNA yakni protein DnaA yang dihasilkan oleh gen dnaA Pengudaran pilinan heliks ganda menjadi utasan tunggal dan membentuk percabangan replikasi. Tiga proetin dan enzim yang berperan, yaitu : Helikase, Girase, dan protein pelindung utas tunggal (PPUT) Sintesis rantai polinukleotida baru, dilaksanakan oleh tiga jenis enzim yaitu : polimerase RNA (primase) untuk proses inisiasi, polimerase DNA untuk perpanjangan rantai DNA, dan ligase untuk penyatuan fragmen DNA

2.

3.

Replikasi RNA

Replikasi RNA berlangsung hanya dalam perbanyakan genom virus, sedangkan pembentukan RNA yang Cth bukan genom virus dilakukan pada replikasiperbedaan : RNA berutas melalui proses transkripsi ganda digunakan pola Replikasi RNA dalam beberapa hal mempunyai persamaan dengan replikasi DNA, tetapi juga terdapat perbedaan yang cukup nyata. Replikasi RNA dikatalisis oleh enzim replikase atau polimerase RNA yang bergantung pada RNA s e b a g a i m o d e l .

konservatif, sedangkan pada DNA menggunakan pola semikonservatif

baik pada DNA maupun RNA memerlukan adanya utas cetakan, dan sintesis rantai nukleotida baru tumbuh dengan arah 5-3

Cth persamaan :

Transkripsi-Translasi

t. r. a. n. s. k. r. i. p. s. i
D N A
TRANSKRIPSI TRANSKRIPSI BALIK

R N A

TRANSLASI

P R O T E I N

r. e. p. l. i. k. a. s. i

Arah pemindahan informasi genetik berdasarkan Dogma Pusat dari Biologi Molekuler
DNA DNA

REPLIKASI
Enzim DNA Pol bergantung DNA DNA

TRANSKRIPSI
Enzim RNA Pol Bergantung DNA

RNA : Enzim DNA Pol bergantung RNA (Transkriptase sebaliknya) U U U

RNA

TRANSLASI
Urutan reaksi yg komplek, melibatkan ribosom, RNA, ATP, dsb

PROTEIN =Polipeptida

TRANSKRIPSI
► proses

transfer atau penterjemahan informasi genetik dari ruas DNA (gen) ke dalam molekul RNA.

► proses

pembentukan rantai poliribonukleotida dari berbagai monoribonukleotida: - melibatkan ruas DNA sebagai model cetakannya - dipandu oleh enzim transkriptase sebagai katalisatornya. adalah polimerase RNA yang khusus berperanan dalam proses transkripsi.

► Transkriptase

► Proses

transkripsi menyerupai reaksi replikasi namun ada perbedaan prinsip antara keduanya.

Pada proses replikasi seluruh urutan nukleotida DNA digandakan seperti DNA induk. Sedangkan pada proses transkripsi tidak semua DNA ditranskripsi menjadi RNA, hanya gen atau kelompok gen yang ditranskripsi

► Reaksi

polimerisasi RNA berlangsung mengikuti arah ribonukleosida 5’–trifosfat ke ribonukleosida 3’–fosfat. yang terbentuk dari proses ini adalah RNA yang komplemen dengan salah satu rantai DNA dupleks yang menjadi cetakan.

► Produk

► Proses

transkripsi membutuhkan rantai DNA tunggal sebagai cetakan, RNA polimerase untuk pemanjangan rantai RNA, keempat ribonukleosida 5’-trifosfat (ATP, GTP, UTP, dan CTP), serta berbagai enzim kompleks. umum pada proses transkripsi dikenal tiga peristiwa/tahapan penting: 1. Promotor dan proses inisiasi transkripsi 2. Sintesis perpanjangan RNA 3. Terminator dan proses akhir transkripsi

► Secara

T. R. A. N. S. L. A. S. I
► Translasi

dalam genetika dan biologi molekular adalah proses sintesis polipeptida spesifik berdasarkan sandi genetika pada mRNA. ini adalah bagian kedua dari tahapan biosintesis protein setelah proses transkripsi. melibatkan ribosom sebagai tempat penggabungan asam amino-asam amino menjadi polipeptida dan tRNA sebagai pembawa asam amino ke ribosom dan "penerjemah" sandi genetika mRNA.

► Proses

► Translasi

TRANSLASI
► proses

penterjemahan informasi genetik yang terdapat pada RNA ke dalam polinukleotida. protein. polinukleotida mRNA menjadi

► penerjemahan

► Rantai

polinukleotida mRNA membentuk triplet nukleotida (kodon) untuk satu atau beberapa asam amino.

KODE GENETIK

Penjelasan :
►Kodon

-

UUU adalah : Basa pertama U Basa kedua U Basa ketiga U

Penylalanin (Phe)

►Kodon

UUG untuk leusin, kodon AUG untuk metionin (atau titik awal translasi), dan seterusnya dengan total kombinasi 64 kodon (43 = 64 dari jumlah monomer dan 3 dari jumlah kelompok).

Ciri-ciri kode genetik adalah sebagai berikut :

1). Kode genetik adalah kode tiga angka. Setiap kodon mRNA yang mengkode asam amino dalam rantai polipeptida mengandung tiga nukleotida. 2). Kode genetik adalah kode yang bebas koma. mRNA dibaca terus, tiga nukleotida (satu kodon) pada satu waktu, tanpa melompati nukleotida yang lain. 3). Kode genetik tidak tumpangtindih. mRNA dibaca dalam kelompok berurutan tiga nukleotida. Artinya tiada satu basa tunggal pun yang dapat mengambil bagian dalam pembentukan lebih dari satu kodon. Pesan AAGAAGAAG ….. dalam sel akan dibaca lisin-lisin b i l a pembacaan dari AAG . Secara teori ada tiga kemungkinan pembacaan urutan ini, tergantung dimana pembacaan dimulai, yaitu AAG bila mulai dari A pertama, AGA bila dimulai dari A kedua, d a n G A A bi l a ke rangka bac a mul a i da r i nukl e o t ida G .

► 4).

Kode genetik bersifat degenerasi, pengecualian (AUG, metionin dan UGG, triptofan), lebih dari satu kodon mengkode untuk beberapa asam amino. Kode genetik mempunyai signal mulai dan signal berhenti. Signal mulai dan berhenti untuk sintesis protein berada dalam kode genetik ini. Kode genetik dapat mempunyai dua arti, yaitu kodon yang sama dapat memperinci lebih dari satu asam amino.

► 5).

► 6).

Contoh : kodon UUU kode untuk phenylalanin tetapi bila ada
streptomisin dapat pula merupakan kode untuk isoleusin, leusin atau serin.

► 6).

Kode genetik hampir universal, karena kode yang sama berlaku untuk semua macam mahkluk hidup Semua organisme mempunyai bahasa genetik yang sama.

Misalnya lisin mempunyai kode genetik AAA atau AAG dalam urutan nukleotida mRNA semua organisme, arginin oleh CGU, CGC, CGA, CGG. AGA, dan AGG, dan seterusnya. Meskipun demikian kode genetik tersebut tidak seluruhnya u n i v e r s a l . Misalnya DNA mitokondria dari beberapa organisme mempunyai sedikit perbedaan dengan kode tersebut.

► Umumnya,

kode genetik DNA mitokondria identik dengan kode genetik DNA inti. Namun ada sedikit perbedaan. Perbedaan ini disebabkan oleh sedikitnya jumlah tRNA yang dikode oleh DNA mitokondria. hanya ada 22 jenis tRNA yang ada dalam mitokondria. Sedangkan untuk translasi biasa memerlukan 40 tRNA. Dalam banyak hal, basa pertama dan kedua dalam satu kodon berperan dalam proses seleksi tRNA, sebaliknya pada basa ketiga tidak berperan

► Diperkirakan

TUGAS
1. Bagaimanakah proses penerjemahan informasi genetik? Jelaskan apa saja yang berperan/terlibat di dalamnya dan terjadi dimana, serta berilah gambar untuk memperjelas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->