P. 1
KARMIL BINLAT

KARMIL BINLAT

|Views: 4,369|Likes:
Published by ysaraswanto

More info:

Published by: ysaraswanto on Nov 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

1

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KUMREM 031/WB DALAM MENGATASI PELANGGARAN DISIPLIN PRAJURIT JAJARAN KOREM 031/WB MELALUI LATIHAN SIDANG DISIPLIN

BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum a. Sering dikatakan dalam banyak pengarahan pimpinan, bahwa baik

buruknya satuan dilihat dari banyak sedikitnya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh satuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa pelanggaran disiplin mempunyai porsi yang besar dalam menentukan baik buruknya suatu satuan. b. Korem 031/WB dalam melaksanakan tugas pokoknya dibantu oleh Kumrem

badan pelaksana Korem bidang hukum, yang selanjutnya disebut

031/WB, yang berperan untuk memberikan legalitas suatu tindakan komandan, di samping fungsi bantuan hukum, dan dukungan hukum.1 Dalam hal ini penyelesaian pelanggaran disiplin melalui sidang disiplin, masuk dalam ranah Keankuman yang diatur oleh Keputusan Panglima TNI.2 c. Kumrem 031/WB menjadi ujung tombak, bukan saja dalam penegakan Dengan demikian sesuai dengan

pidana, tetapi juga hukum disiplin.

Lapangan Kekuasaan Teknis-nya, maka penyelenggaraan sidang disiplin menjadi tanggung jawab Kumrem 031/WB sebagai supervisornya. 2. Maksud dan Tujuan a. Maksud. Penyusunan karangan militer ini dimaksudkan untuk melatih siswa selapa menuangkan gagasan dan terampil memecahkan persoalan-persoalan satuan dalam bentuk tulisan.
Orgas dan Tugas Kumdam. Disahkan oleh Keputusan Kasad No 42/XI/2006 Tanggal 27 Nopember 2006. Atasan Yang Berhak Menghukum Dalam Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Disahkan dengan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/23/VIII/2005 tanggal 10 Agustus 2005.
2 1

2

b.

Tujuan. Tujuan dari penyusunan karangan militer ini adalah menggali langkah

langkah Kumrem 031/WB dalam menyelenggarakan latihan sidang disiplin untuk menekan secara represif pelanggaran satuan jajaran Korem 031/WB.

3.

Ruling dan Tata Urut Ruang lingkup penulisan karya ilmiah ini dibatasi hanya untuk masalah dan

penyelenggaraan sidang disiplin di Korem 031/WB dan jajarannya, sedangkan tata urutnya adalah sebagai berikut: BAB I Pendahuluan

BAB II Latar Belakang Pemikiran BAB III Kualitas Kumrem 031/Wb Dalam Mengatasi Pelanggaran Disiplin Prajurit Jajaran Korem 031/Wb Saat Ini BAB IV Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi BAB V Kualitas Kumrem 031/Wb Dalam Mengatasi Pelanggaran Disiplin Prajurit Jajaran Korem 031/Wb Melalui Sidang Disiplin Yang Diharapkan BAB VI Upaya Meningkatkan Kualitas Kumrem 031/Wb Dalam Mengatasi Pelanggaran Disiplin Prajurit Jajaran Korem 031/Wb Melalui Latihan Sidang Disiplin BAB VII Penutup

4.

Metode dan Pendekatan a. Metode. Dalam penulisan karangan militer ini pengumpulan data yang ada, menganalisanya melalui studi melalui observasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni mengamati kenyataan kepustakaan3. b. Pendekatan. Dalam penulisan karangan militer ini menggunakan

pendekatan yuridis sosiologis.

5.

Pengertian-pengertian a. Disiplin prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia adalah ketaatan dan kepatuhan yang sungguh-sungguh setiap prajurit Angkatan

3

Slide Metode Pemecahan Masalah.

3

Bersenjata Republik Indonesia yang didukung oleh kesadaran yang bersendikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta bersikap dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan atau tata kehidupan prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. 4 b. Pelanggaran Disiplin adalah segala perbuatan dan/atau tindakan yang dilakukan oleh Prajurit TNI baik sengaja maupun tidak sengaja melanggar hukum dan/atau peraturan disiplin prajurit TNI dan/atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan Prajurit yang berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit atau melanggar aturan kedinasan, merugikan organisasi TNI dan kehormatan prajurit.5 c. Latihan Perorangan adalah latihan yang dilaksanakan untuk memberi,

meningkatkan, memelihara, dan atau menguji kemampuan perorangan untuk mencapai kemampuan standard umum prajurit dan kemampuan khusus jabatan dengan sasaran pembinaan latihan berupa kuantitatif maupun kualitatif.6 d. Sidang Disiplin adalah sidang untuk menjatuhkan hukuman disiplin seperti tertuang dalam Surat Keputusan Hukuman Disiplin7

BAB II LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

6.

Umum Terjadinya banyak pelanggaran disiplin di Korem 031/WB akan menghambat

pelaksanaan tugas pokok Korem 031/WB. Penundaan sidang disiplin atau tidak diterapkannya sidang disiplin atau penerapan yang salah terhadap suatu kasus pelanggaran disiplin, merupakan tanggung jawab fungsi dari Kumrem 031/WB. Dengan demikian Kumrem harus berperan aktif dalam mengenalkan dan melatih keterampilan para staf dalam sidang disiplin.

Undang Undang No 26 Tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Pasal 1 ayat 1. 5 Peraturan Disiplin Prajurit Tentara Nasional Indonesia yang Disahkan oleh Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/22/VIII/2005 tanggal 10 Agustus 2005. Pasal 1 huruf d. 6 Buku Petunjuk Pembinaan tentang Pembinaan Latihan. Disahkan dengan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/10/I/2003 tanggal 28 Januari 2003, hal 10. 7 Peraturan Disiplin Prajurit Tentara Nasional Indonesia, loc. cit. Pasal 31, huruf c .

4

4

7.

Landasan Pemikiran Adanya kerja sama yang baik antara hubungan Komandan dan Staf

menghasilkan saran dan keputusan yang tepat bagi terlaksananya tugas pokok satuan. Saran dari Pakum yang disampaikan dengan baik, tentu akan menjadi

pertimbangan Komandan. Latihan adalah kegiatan yang diulang secara sistematis dalam praktek untuk memperoleh kemahiran dan keterampilan maksimal.8 Latihan sidang disiplin

diperlukan guna memperoleh keterampilan maksimal. Dengan latihan, diharapkan tidak terjadi kerancuan peraturan proses sidang disiplin.

8.

Landasan Konsepsional Sejalan dengan pengertian disiplin militer yang menitikberatkan kepada

ketaatan dan kepatuhan mutlak sehingga inti pembinaannya adalah paksaan, maka tidaklah mengherankan kalau ketentuan-ketentuan hukum disiplin militer adalah mengenai hukuman atau saksi dan tata cara penjatuhannya. Akibatnya hukum disiplin militer diidentikkan dengan hukuman-hukuman saja9. Dengan melihat dilaksanakan atau ditegakkannya hukum disiplin secara benar oleh satuan, akan menjadi shock terapi bagi prajurit lainnya dalam bersikap dan bertindak.

BAB III KUALITAS KUMREM 031/WB DALAM MENGATASI PELANGGARAN DISIPLIN PRAJURIT JAJARAN KOREM 031/WB SAAT INI 9. Umum Korem 031/WB saat ini membawahi lima Kodim, dua Bataliyon, satu Kikav, dan lima jawatan. Danrem dapat menjadi Ankum, sekaligus menjadi Papera dari satuan yang disebut di atas. Dalam hal terjadi pengajuan keberatan, maka Danrem sebagai Ankum Atasan dapat memutuskan masalah tersebut. Penyelenggaraan sidang disiplin oleh tiap-tiap Ankum yang sesuai dengan aturan tentunya perlu
Buku Petunjuk Pembinaan tentang Pembinaan Latihan. Disahkan dengan surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/10/I/2003 tanggal 28 Januari 2003. Lampiran I, hal 2. 9 Pusat Studi Hukum Militer STHM, Hukum Disiplin Militer (Suatu Kerangka Teori) Tahun 2005, hal 45.
8

5

digalakkan. Ini untuk memberikan kesan ketegasan seorang Ankum terhadap peraturan disiplin.

10.

Kondisi Pelaksanaan sidang disiplin di satuan jajaran Korem 031/WB masih jauh dari

yang diharapkan. Meskipun sudah empat tahun sejak diberlakukannya Peraturan Disiplin Prajurit Tentara Nasional Indonesia, sampai terisinya organisasi

Kumrem 031/WB, penyelenggaraan sidang disiplin masih mengacu pada peraturan yang lama. Yaitu masih melibatkan proses pemeriksaan dengan didampingi

seorang perwira pendamping bagi si pelanggar.

11.

Permasalahan Penyelenggaraan sidang disiplin yang masih mengacu pada peraturan lama,

disebabkan oleh kurangnya sosialisasi satuan atas atau instansi terkait. Ini perlu dibenahi dengan segera memberikan penjelasan atau demo ke satuan-satuan tersebut.

BAB IV FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

12.

Umum Terselenggaranya latihan sidang disiplin dipengaruhi oleh faktor-faktor baik

dari dalam maupun dari luar. Terlaksananya sidang disiplin akan menekan proses pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh prajurit. Hanya ketidaktahuan saja yang menyebabkan pelanggaran disiplin.

13.

Faktor Internal a. Kekuatan 1) Kepemimpinan Danrem Gaya kepemimpinan Komandan yang tepat merupakan modal kekuatan untuk menyelenggarakan sidang disiplin, guna Bahwa

mengendalikan pelanggaran disiplin yang terjadi di satuan.

sosok kepemimpinan masih diperlukan dalam mempengaruhi prajurit.

6

2) selapa

Kemampuan Pakum Dengan mempertimbangkan pakum yang notabene kwalifikasi maka kemampuan Pakum menjadi faktor kekuatan

penyelenggaraan sidang disiplin yang pada gilirannya akan menekan pelanggaran disiplin prajurit.

b.

Kelemahan 1) Sikap Apriori Prajurit Seiring arah reformasi menuju keterbukaan informasi,

mempengaruhi cara berpikir dan bertindak para prajurit, termasuk hubungan staf dengan anggota. Pengaruh tersebut menimbulkan sikap apriori terhadap penegakan disiplin prajurit. 2) Program Kerja dan Anggaran Kodam I/Bukit Barisan TA 2009 Tidak tercantumnya latihan sidang disiplin dalam program kerja bidang operasi menyebabkan tidak turunnya PPP untuk latihan sidang disiplin. Sehingga pembiayaan latihan tidak dianggarkan oleh satuan Korem 031/WB. Hal ini juga tidak tercantum dalam Kalender Binsat Kodam I/BB. Bidang Operasi 10

14.

Faktor Eksternal a. Peluang 1) Adat Istiadat Korem Pekanbaru berada di Propinsi Riau. Penduduk Riau

merupakan Ras Melayu.yang mempunyai adat istiadat toleransi dan tutur kata yang lembut menjadikan situasi satuan kondusif. Tidak ada pemicu minuman keras. Tidak ada pemicu cari tambahan penghasilan di malam hari. Ini tentunya meminimalkan pelanggaran disiplin prajurit. 2) Potensi Daerah Korem Pekanbaru dikelilingi oleh potensi wilayah Riau, yang berupa perkebunan kelapa sawit dan perusahaan minyak Kaltex. Dengan kegiatan territorial yang baik akan tercipta logistik wilayah

10

Program Kerja dan Anggaran Kodam I/Bukit Barisan TA 2009 Bidang Operasi

7

yang mampu menopang kesiapan wilayah sewaktu waktu digunakan. Hal ini merupakan peluang untuk mencegah dan mengurangi pelanggaran disiplin prajurit.

b.

Kendala 1) Komposisi Prajurit Prajurit dari latar belakang yang berbeda dapat menimbulkan gesekan-gesekan, yang disebabkan perbedaan pendapat. 2) Tersebarnya Kodim-Kodim Satuan di luar Korem yang masih dalam jajaran Korem dapat melakukan sidang disiplin, karena memenuhi syarat sidang disiplin, yaitu adanya Ankum di sana. Namun karena jauh dari pantauan Korem dalam hal ini Kumrem, maka pelaksanaan dan pengawasan penyelenggaraan sidang disiplin menjadi terkendala.

BAB V KUALITAS KUMREM 031/WB DALAM MENGATASI PELANGGARAN DISIPLIN PRAJURIT JAJARAN KOREM 031/WB MELALUI SIDANG DISIPLIN YANG DIHARAPKAN

15.

Umum Banyak kriteria untuk menentukan kualitas Kumrem, di antaranya melalui

kelancaran penyelenggaraan sidang disiplin secara teknis, atau kesediaan komandan secara materiil. Bahwa seorang komandan mempunyai kepedulian Hal itu dimanifestasikan dalam

terhadap satuan sudah menjadi kebutuhan.

persetujuan penyelenggaraan latihan sidang disiplin di jajaran Korem 031/WB.

16.

Kondisi Kumrem 031/WB yang diharapkan adalah kumrem yang mampu menekan

pelanggaran disiplin melalui fungsi perundang-undangan, mampu menimbulkan kewibawaan hukum disiplin melalui sidang disiplin. Bukan hanya dalam staf

8

Korem 031/WB saja, tetapi juga menampilkan sidang disiplin beserta piranti kelengkapannya ke seluruh jajaran Korem 031/WB. Itu berarti sidang disiplin akan mampu mengubah paradigma para prajurit, yang dulu meremehkan, menjadi menjunjung tinggi disiplin. Untuk itu diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yaitu SDM Kumrem yang menguasai teori dan praktek berbagai ilmu hukum, khususnya sidang disiplin. Pemahaman mengenai hal tersebut dapat dengan cara menggali ketentuan yang ada, atau piranti lunak lainnya dari Pembina kecabangan dalam hal ini Ditkumad atau berkoordinasi dengan Pusdikkum.

BAB VI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KUMREM 031/WB DALAM MENGATASI PELANGGARAN DISIPLIN PRAJURIT JAJARAN KOREM 031/WB MELALUI LATIHAN SIDANG DISIPLIN

17.

Umum Tidak dilakukannya sidang disiplin oleh Ankum, atau dilakukan sidang tetapi

subyektif kesannya, atau dilakukan dengan proses dan tata cara yang salah akan menimbulkan sikap apriori dari prajurit. Pelanggaran disiplin akan tetap ada. Ini berimplikasi pada kualitas Kumrem 031/WB. Seberapa jauh penanganan atau

penyelenggaraan sidang disiplin yang sesuai dengan mekanisme yang telah diberikan oleh peraturan akan menentukan kualitas Kumrem 031/WB. 18. Tujuan Tujuan dari latihan ini adalah menyelenggarakan sidang disiplin yang benar, yang sesuai peraturan yang berlaku. Diharapkan ini menimbulkan rasa percaya dari anggota bahwa hukum disiplin telah ditegakkan di satuan Korem 031/WB. Sehinga pada gilirannya prajurit akan berhati hati untuk tidak melakukan pelanggaran disiplin.

19.

Sasaran

Setiap staf pada umumnya dapat mengikuti latihan penyelenggaraan sidang disiplin yang berdaya guna apabila latihannya direncanakan, dilaksanakan dan

9

diawasi dengan baik.11 Dengan demikian sasaran dari peningkatan kualitas adalah semua staf Korem 031/WB pada khususnya, dan staf dalam satuan jajaran Korem 031/WB.

20.

Subyek Sesuai Lapangan Kekuasaan Teknis12, maka Kumrem 031/WB yang

merupakan perpanjangan fungsi dari Kumdam I/BB

memegang penentuan menyelenggarakan

kebijaksanaan teknis, penentuan tata cara teknis, dan kecabangan, dalam hal ini sidang disiplin.

pengawasan teknis terhadap segala sesuatu yang menyangkut dengan fungsi-fungsi

21.

Obyek Ankum adalah Atasan langsung yang punya wewenang menjatuhkan

hukuman disiplin kepada prajurit yang ada di bawah wewenang komandonya menurut ketentuan Undang Undang yang berlaku. Dengan demikian semua satuan jajaran Korem 031/WB dapat menjadi obyek penyelenggaraan sidang disiplin. 22. Metode Sesuai prinsip latihan maka rencana dan pelaksanaan latihan diserahkan kepada pengguna.13 Artinya, Kumrem 031/WB hanya sebagai supervisi latihan, sedangkan penyelenggaraan dilakukan di Kodim-Kodim dan jajaran Korem 031/WB lainnya. Prioritas dapat dilihat pada tabel pelanggaran disiplin di staf Intel atau staf personel Korem 031/WB. Satuan yang mempunyai pelanggaran paling banyak, segera didatangi untuk dilatih menyelenggarakan sidang disiplin. Latihan sidang disiplin didasarkan pada suatu renlap, dilakukan dengan cara membagi peserta ke kelompok sidang dengan peran yang berbeda-beda. Pada saat persiapan, dilakukan briefing dan pengarahan mengenai jalannya latihan, lebih baik lagi menggunakan media pemutaran film sidang disiplin. Setelah latihan selesai, maka diadakan evaluasi sesuai prinsip latihan, bahwa latihan harus terukur dan dapat dievaluasi.
11

12

Slide Pelajaran Sitim Pembinaan Latihan. Buku Petunjuk Pembinaan tentang Pembinaan Latihan. Disahkan dengan Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/10/I/2003 tanggal 28 Januari 2003. Lampiran I, hal 2. 13 Slide Pelajaran Sistim Pembinaan Latihan.

10

23.

Sarana dan Prasarana Salah satu obyek pembinaan latihan adalah sarana dan prasarana latihan di

mana pelaksanaannya harus dapat disesuaikan dengan berbagai ketentuan/norma kekuatan dan kemampuan secara terprogram, efektif dan efisien serta dapat diawasi dan dikendalikan agar dapat mendukung penyelenggaraan latihan.14 Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam latihan sidang disiplin adalah aula satuan, meja kursi untuk sidang, pengeras suara, HT untuk komunikasi. Di samping itu juga dapat ditambahkan klip video yang berisi tahapan proses sidang disiplin yang telah diproduksi oleh Pusdikkum.

24.

Upaya Pakum menyampaikan telaahan staf kepada Komandan 031/WB mengenai

kondisi pelanggaran disiplin yang terjadi, dan bentuk penyelesaiannya.

Apabila

disetujui, maka Pakum paparan di ruang Yudha kepada semua perwira staf dipimpin Kasrem. Setelah mendapat koreksi atau persetujuan dari rapat staf, maka Pakum memulai latihan sidang disiplin di Makorem terlebih dahulu. melatihkan Kemudian Pakum Agar

ke jawatan-jawatan dan kodim-kodim jajaran Korem 031/WB.

latihan terlaksana sesuai rencana dan berhasil guna, perlu didukung dana yang memadai. Maka perlu ditingkatkan statusnya dengan memasukan ke program kerja satuan atas, dalam hal ini program kerja Kodam I/BB.

BAB VII PENUTUP

25.

Kesimpulan Upaya yang dilakukan untuk menyelenggarakan latihan di Korem 031/WB

menganut prinsip latihan bahwa

rencana dan pelaksanaan latihan diserahkan

kepada pengguna, yaitu: latihan dilakukan di Makorem 031/WB dengan Kumrem
14

Buku Petunjuk Administrasi tentang Sarana dan Prasarana Latihan, disahkan dengan peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/198/XII/2007 tanggal 4 Desember 2007, hal 1.

11

031/WB sebagai supervisinya,

selanjutnya dilakukan di tiap-tiap Kodim atau

Jawatan dalam jajaran Korem 031/WB.

26.

Saran Latihan sidang disiplin seharusnya diusulkan sederajat dengan latihan

menembak, latihan minggu militer, dan latihan lainnya dalam kerangka sistem pembinaan latihan.

BIODATA

1. Nama 2. Jabatan

: Y. Catur S, SSi, SH : Paurnik Mathub Sipernika Hubdam XVI/Ptm Kaurlog Situud Hubdam XVI/Ptm Paur undang/lahkara Korem 031/WB Gumil Gol 6 Pusdikkum

3. Pendidikan Umum

: S-1 MIPA UNS S-1 STHM

4. Pendidikan Militer

: Semapa PK Th. 1999 Sesarcab Hub Th. 2000 Suspasilog I Th. 2003 Selapa Kum Th. 2009 Susgumil Abit Selapa Th. 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->