KATA PENGANTAR

‫بسم الله الرحمن الرحيم‬ ‫الحمد لله رب العالمين والصلة والسلم على‬ ‫أشرف النبياء والمرسلين سيدنا ومولنا محمد‬ ‫وعلى اله وصحبه أجمعـين‬
Segala puji dan syukur kehadirat Allah Swt atas limpahan taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul: “AKHLAK TERPUJI”. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah keharibaan Nabi Muhammmad Saw beserta keluarga, sahabat dan pengikut. Dalam penulisan dan penyelesaian makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan berupa bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak. Karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih, terutama kepada semua pihak yang turut membantu baik moril maupun materil dalam penyusunan makalah ini. Semoga bantuan, bimbingan dan arahan yang telah diberikan mereka kepada penulis mendapat ganjaran pahala di sisi Allah Swt. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih mungkin terdapat kekurangan. Saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya, penulis berharap laporan ini bermanfaat bagi semua. Kepada Allahlah penulis berserah diri.

Martapura, Oktober 2010.

Penulis,

. Pengertian Akhlak ………………………………………………. Akhlak Seorang Muslim ………………………………………… 1 2 3 4 4 6 8 9 E. Sumber-sumber Akhlak …………………………………………. BAB I BAB II : PENDAHULUAN …………………………………………………. DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. : PEMBAHASAN ……………………………………………………. 15 . A. Akhlak Terpuji …………………………………………………… 11 BAB III : PENUTUP/KESIMPULAN ………………………………………… 14 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. D..2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. Ruang Lingkup Akhlak Islam …………………………………… C. B.

karena dalam sepanjang sejarah umat manusia tidak pernah ditemukan seorang yang lebih tinggi akhlaknya daripada Rasulullah SAW. Tetapi manusia yang mulia dihadapan Allah adalah manusia yang beriman dan bertaqwa yang dihiasi dengan akhlak al-karimah atau budi pekerti yang mulia. Allahpun memujinya dalam kitabnya yang mulia. Kepercayaan ini tidak diberikan kepada makhluk lainnya selain manusia. Islam sebagai agama yang mempunyai konsep paling hebat dan paling lengkap telah meletakkan dasar-dasar akhlak al-karimah yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Untuk melahirkan sebuah genarasi yang beraklak al-karimah memang tidak gampang. kekuatan atau kesaktian yang hebat. pangkat atau jabatan yang tinggi. yang mendapat kepercayaan untuk mengelola dan memakmurkan bumi. Rasulullah SAW adalah sebagai contoh teladan yang paling pantas untuk diteladani. . ketampanan atau kecantikan yang menakjubkan.. karena memerlukan berbagai macam persiapan dan latihan yang tidak gampang. Manusia yang mulia dihadapan Allah bukanlah manusia yang mempunyai kekayaan yang berlimpah.3 BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah khalifah dimuka bumi.

(Yogyakarta: Pustaka Progressif. 4 Ibid.Mustofa. demikian pula dengan ‫ مخلللوق‬yang berarti yang diciptakan. yakni suatu kehendak bila dibiasakan terhadap sesuatu. baik Abuddin Nata. 1997). Tetapi ada yang mengatakan bahwa secara linguistik kata akhlak ada yang mengatakan isim jamid atau ghairu mustaq. 33 A. perangai. 1997). 1997). h. h. “akhlak adalah kehendak yang dibiasakan. yaitu isim yang tidak memiliki akar kata melainkan kata tersebut sudah demikian adanya. Dengan kehendak itulah manusia melakukan suatu perbuatan.1. (Jakarta: Pustaka Setia. tabi’at. Kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir. tingkah laku. 22 11 . 1 Ada juga yang mengatakan kata akhlak jamak dari kata ‫ خلللق‬yang berarti budi pekerti. Secara linguistik akhlak berasal dari kata bahasa Arab yaitu isim masdar dari kata ‫ أخلق يخلق أخلقا‬yang berarti perangai. h. sehingga menjadi kebiasaan. 11. Ahmad Warsono Munawwir. (Jakarta: PT. maka itulah yang dinamakan akhlak”.4 BAB II PEMBAHASAN A. Akhlak Tasawuf. Mustofa..3 Ahmad Amin mendefinisikan akhlak sebagaimana dikutif A. Pengertian Akhlak Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mendifinisikan akhlak. 364.4 Yang dimaksud dengan akhlak adalah Adat al-Iradah atau kehendak yang dibiasakan. 2 Kata ‫ خلق‬mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan ‫ خلللق‬yang berarti kejadian yang erat hubungannya dengan ‫ خللالق‬yang berarti pencipta. tabi’at. Raja Grafindo Persada. yaitu pendekatan linguistik (kebahasaan) dan pendekatan terminilogi (istilah). Akhlak Tasawuf. 13. kelakuan. h.

Ibnu Miskawaih secara singkat mengemukakan sebagaimana dikutif A.5 perbuatan bathin maupun lahir yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi bebiasaan. 3. cara untuk memperbaharui. mengembangkan dan menyempurnakan budi pekerti. watak dan tabi’at anak melalui kegiatan latihan dan pendidikan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan konsisten agar anak tersebut mempunyai akhlak al karimah yang sesuai dengan Alquran dan Alhadis. adalah sebagai berikut: 1. 5 69 Ibid. Sesuatu yang dibiasakan itulah yang dinamakan akhlak. 2. dan di sini akhlak memiliki lima ciri. bukan main-main atau karena bersandiwara. Perbuatan khusunya akhlak yang baik adalah perbuatan yang dilakukan secara ikhlas semata-mata karena Allah swt. 12.. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. dan saling melengkapi.6 Jadi pembinaan akhlak dapat diartikan sebagai usaha. h. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dikerjakan dengan sesungguhnya. Mustofa bahwa. Ibid..‫غير حاجة إلى فكر وروية‬ Keseluruhan definisi akhlak tersebut nampak tidak ada pertentangan melainkan memiliki kemiripan antara satu dan yang lainnya. 7. . 4. “akhlah adalah hal/sifat diri yang mendorong diri itu untuk mengerjakan berbagai pekerjaan/perbuatan tanpa didahului oleh pemikiran dan pertimbangan”:5 Imam Al-Ghazali mengemukakan akhlak adalah: ‫الخلق عبارة عن هيئة فى النفس راسخة عنهلا تصلدر الفعلال بسلهولة ويسلر ملن‬ ‫ل‬ . 5. sehingga telah menjadi kepribadiannya. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. h.

B. dendam. kasih sayang. pembenci. 1994. Jakarta. akhlak dan syari’ah. Akhlak yang baik dan mulia akan mengantarkan kedudukan seseorang pada posisi yang terhormat dan tinggi. tetapi merupakan salah satu dari demensi kehidupan seseorang muslim yang mencakup aqidah. seperti sifat sabar. walaupun tata nilai atau norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat berubah sesuai dengan perubahan masa dan keadaan. bersikap dan bertindak seorang muslim terhadap dirinya. Sedangkan akhlak mazmumah adalah budi pekerti atau perangai yang tercela. terhadap sesamanya dan terhadap lingkungannya. yang mewarnai cara berpikir. Akhlak Islam (Membina Rumah Tangga dan Masarakat). 5 8 Ibid. ibadah. Ruang Lingkup Akhlak Islam Akhlak bukanlah sekedar prilaku manusia yang bersifat bawaan lahir.. Karena itu akhlak ruang Abdullah Salim. Dari sifat yang ada itulah terpancar sikap dan tingkah laku perbuatan seseorang. 11 7 . Akhlak al-karimah adalah budi pekerti yang luhur seperti yang telah diteladankan Rasulullah SAW. sedangkan azali berarti bahwa akhlak Islam tersebut bersifat tetap.6 Akhlak adalah merupakan sifat yang tumbuh dan menyatu di dalam diri seseorang.8 Samawi berarti akhlak itu bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits. pemarah. terhadap Allah dan Rasul-Nya. Media Dakwah.7 Sedangkan yang dimaksud dengan akhlak Islam adalah perangkat tata nilai yang bersifat samawi dan azali. Akhlak secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu akhlak al-karimah dan akhlak mazmumah. dan sebaliknya. h. h. tidak berubah. iri dengki dan lain-lain.

175 9 . seperti terhadap Rasul-kasul Allah. 3. Akhlak kepada Allah adalah mencakup seluruh aspek kehidupan muslim baik secara zahir atau bathin. ethis. tetapi yang berlainan jenis dan atau yang menyangkut kehormatan tiap pribadi. baik prilaku anggota tubuh ataupun prilaku hati dalam hubungan dengan Allah baik dalam shalat dan lainnya. 1.7 lingkupnya sangat luas. tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Ethis. yang mengatur hubungan seseorang dengan khaliqnya. yakni ethos. Jakarta. Sedangkan akhlak kepada makhluk Allah adalah sikap dan tingkah laku yang dipraktekkan dalam hubungan dengan makhluk Allah. Moral. rasa keindahan yang mendorong seseorang untuk meningkatkan keadaan dirinya serta lingkungannya. Al-Ma’bud bil haq serta kelengkapan Uluhiyan dan Rububiyah. Musthafa Muhammad Tahhan. hewan. yang mengatur sikap seseorang terhadap dirinya dan terhadap sesamanya dalam kegiatan kehidupan sehari-harinya. baik manusia. 2. moral dan estetika. kitab-kitab-Nya dan sebagainya. Estetika. agar lebih indah dan menuju kesempurnaan. Cendikia Centra Muslim. Ethos.9 Dari uraian ditas dalam istilah yang lebih cendrung kepada Islam maka akhlak Islami secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu akhlak kepada Allah dan akhlak kepada makhluk Allah. Muslim Ideal Masa Kini. yang mengatur hubungan sesamanya. h. 2000.

Norma itulah yang menjadi akhlak seseorang. PT. Sumber-sumber Akhlak Apabila diperhatikan dalam kehidupan umat manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 21 : ‫لقد كان ل َك ُم في رسول الل ّـهِ أ ُس ـوَة ٌ حس ـن َة ل ِم ـن‬ ِ ْ َ َ ْ ْ َ ٌ َ َ ِ ُ َ ‫كان ي َرجو الل ّه وال ْي َوْم الخر وَذ َك َر الل ّه ك َثيرا‬ ُ ْ َ َ ً ِ َ َ َ ِ ْ َ َ َ Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” 11. Jakarta.8 C. dalam bentuk ayat-ayat Al-Qur’an dan pelaksanaan atau penerapannya dilakukan oleh Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (contoh yang baik) kepada masing-masing individu manusia. Abuddin Nata. Proyek Pengadaan Kitab Suci AlQur’an. Ahli kemasyarakatan melihat terjadinya norma disebabkan dua hal yakni kebudayaan dan agama. akan dijumpai tingkah laku manusia yang bermacam-macam. 2000. Raja Grafindo Persada. 1999. 670. h. 11 10 . Al-Qur’an dan Terjemahnya. tergantung pada batasan baik dan buruk suatu masyarakat. tingkah laku itu berbeda. yang satu berbeda dengan yang lain. atau yang lebih dikenal dengan sebutan norma. Metodologi Studi Islam. 10 Dengan demikian dapat difahami bahwa akhlak seseorang dalam kehidupan ditentukan oleh norma yang berlaku di dalam masyarakat dimana seseorang itu hidup. Islam mengajarkan bahwa norma akhlak seseorang ditentukan oleh hidayah (petunjuk) Allah. 88 Departemen Agama RI. bahkan dalam sebuah penelitian.

syukur atas ni’mat-Nya. Akhlak Seorang Muslim Seperti telah disinggung ditas bahwa akhlak seorang muslim pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu akhlak kepada Allah sebagai Khaliq dan akhlak kepada makhluk Allah. Daud. D. 1986.12 12 Ahmad Libaru dan M. Dengan menta’ati segala nilai-nilai yang diajarkan itu maka setiap individu muslim dapat dikatakan sebagai muslim yang berakahlak Al-karimah kepada Allah. 93 . h. Seperti melaksanakan kewajiban shalat. Akhlak kepada Allah dapat diemplementasikan dalam bentuk prilaku anggota badan yang zhahir dan gerak hati atau bathin yang selalu mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits. Banjarmasin.9 Dengan demikian yang menjadi sumber akhlak menurut pandangan Islam adalah hidayah atau petunjuk Allah yang berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai teladan dan ikutan. Tashilul Mubtadi. bertingkah laku dan berakhlak kepada Allah dengan akhlak yang mulia.A. Hasanu. Bagaimanakah akhlak yang mulia hubungannya antara manusia sebagai makhluk dengan Allah sebagai Khaliq. puasa dan lain-lain yang bersifat zahir dan ingat selalu kepada Allah yang bersifat bathin dalam hati. Sebagai seoarang muslim setiap individu muslim harus bertindak. shabar atas segala ujian-Nya dan ta’at serta ibadat kepada-Nya. Di antara akhlak kepada Allah adalah ridha terhadap apa yang telah ditaqdirkan-Nya. Masih banyak lagi nilai-nilai yang termasuk akhlak kepada Allah yang tidak dapat penulis uraikan dalam kesempatan ini.

Sedangkan akhlak kepada binatang dan tumbuhan diantarnya tidak menyakiti dan membunuh binatang melainkan dalam kondisi yang dibenarkan agama. Akhlak kepada manusia kalau dijabarkan sangat banyak sekali. Muslim yang mengikuti Rasulullah SAW itulah muslim yang berakhlakul karimah.13 Dengan demikian seorang muslim harus berakhlak sebagaimana apa yang telah Allah SWT gariskan dan juga Rasul SAW emplementasikan dalam hidup dan kehidupan beliu sehari-hari. tidak mendzalimi terhadap sesama manusia. kepada tumbuhan dan lainnya. adalah sikap atau tingkah laku yang teremplementasi dalam praktik kehidupan sehari-hari kita terhadap sesama manusia. 13 Ibid. tidak menyakiti. Dengan akhlak al-karimah atau mulia seorang akan mendapat derajat yang tinggi disisi Allah SWT dan juga disisi makhluk-Nya. h. di antaranya tolong menolong. sebaliknya dengan akhlak mazmumah atau tercela seseorang akan rendah derajatnya disisi Allah SWT dan dihadapan makhluk-Nya. 960. Allah SWT memuji ketinggian akhlak Rasulullah Saw dalam sebuah Firman-Nya: ُ ِ َ َ َ ٍ ‫وَإ ِن ّك لعلى خلق عَظيم‬ ٍ ُ Artinya : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Seorang muslim dituntut mencontoh apa yang telah Rasulullah praktekkan dalam kehidupan beliau sehari-hari. .. karena semua itu akan menimbulkan bahaya dan bencana bagi manusia itu sendiri. karena Rasulullah adalah seorang Nabi dan Rasul yang mempunyai akhlak yang sungguh sangat mulia dan patut dicontoh. kepada binatang.10 Akhlak kepada makhluk Allah. tidak membabat dan menebangi hutan dengan semaunya tanpa mengindahkan kelestariannya.

Seseorang yang senantiasa bersifat dusta.11 E. (Muttafaq ‘Alaih) Hadis tersebut menggambarkan betapa pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehingga orang yang jujur selamanya akan dinilai baik. Seseorang yang senantiasa bersifat jujur. Begitu juga sebaliknya. maka ia tercatat (di sisi Allah dan pandangan manusia) sebagai seorang yang pendusta. Karena itu. maka ia tercatat (di sisi Allah dan pandangan manusia) sebagai seorang yang jujur. memelihara dan memakai akhlak yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dalam tatanan hidup bermasyarakat dan bernilai ibadah di sisi Allah Swt. dan kebaikan itu membawa ke jalan menuju surga. Apabila akhlaknya baik. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw : ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫ع َن ع َب ْد ِ الل ّهِ قال قال رسول الل ّهِ صلى الل ّه عَل َيــه‬ ِ ْ ُ ْ ‫وَسل ّم إ ِن الصد ْقَ ي َهْدي إ ِل َـى ال ْب ِـر وَإ ِن ال ْب ِـر ي َهْ ـدي‬ ‫ـ‬ ِ ِ ّ ّ َ َ ّ ّ ّ َ َ ُ ّ ّ ‫إ ِلى ال ْجن ّةِ وَإ ِن الرجل ل َي َصد ُقُ حتـّـى ي ُك ْت َـب ص ـديقا‬ ً ّ ِ َ َ َ ْ َ ‫وَإ ِن ال ْك َذ ِب ي َهْدي إ ِلى ال ْفج ـورِ وَإ ِن ال ْفج ـور ي َهْ ـدي‬ ‫ُ ُـ‬ ِ ِ َ ّ َ ‫ّ ُ ُـ‬ َ ُ ّ ّ ‫إ ِل َـى النـّـارِ وَإ ِن الرجـل ل َي َك ْـذِب حتـّـى ي ُك ْت َـب ك َـذابا‬ ‫ـ‬ ً ّ َ َ ُ (‫)متفق عليه‬ Artinya : Dari Abdullah katanya : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan. dan kejahatan itu membawa kepada jalan menuju neraka. maka buruk pulalah harkat dan martabatnya. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan. Akhlak Terpuji Sesungguhnya identitas seseorang dilihat dari segi akhlaknya. kalau akhlaknya buruk. sebab kejujuran itu akan selalu membawa kepada kebaikan dan kepintaran atau kecerdasan itu terkadang digunakan untuk berbuat kejahatan. Di antara akhlak terpuji yang harus dipelihara oleh setiap muslim khususnya adalah kejujuran. dan orang yang . Kejujuran lebih penting dari kepintaran dan kecerdasan. maka baiklah nama orang tersebut.

takut kalau orang yang didustainya marah dan menyakitinya serta berbagai perasaan tidak tenteram lainnya. R. yaitu membawa kepada ketenangan dan ketenteraman hidup. (H. sebab sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah kebimbangan/ kebingungan. Ahmad) Hadis tersebut menggambarkan bagaimana efek dari sifat jujur. maka akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan dari manusia. Orang yang senantiasa jujur. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw yang berbunyi: ّ َ ُ ُ َ َ َ ْ َ َ َ َ ْ ‫ع َن عائ ِشة قال َت قال رسول الل ّهِ صلى الل ّـه عَل َي ْـه‬ ِ ُ ّ ْ َ َ َ ‫وَسل ّم من وَلهُ الل ّه ع َز وَجـل مـن أ َمـرِ ال ْمسـل ِمين‬ ْ ْ ِ ّ َ ّ ُ َ ِ ْ ُ ً َ ‫شي ْئا فَأ َراد َ ب ِهِ خي ْرا جعَل ل َه وَزير صد ْق فَ ـإ ِن ن َس ـي‬ َ ِ ْ َ ٍ ِ َ ِ ُ َ َ ً ََ (‫ذ َك ّره ُ وَإ ِن ذ َك َر أعان َه )رواه أحمد‬ ْ ُ َ َ َ Artinya : Dari Aisyah. ia merasa selalu dihantui oleh perasaan bersalah. sehingga orang yang jujur hidupnya selalu merasa damai. katanya : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa .12 pendusta selamanya tidak akan dipercaya orang. Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda: ُ ُ ‫كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ي َقول : د َع ْ ما‬ َ َ َ َ ‫ي َريب ُك إ ِل َـى مـا ل ي َريب ُـك فَـإ ِن الصـد ْقَ ط ُمأ ْنين َـة وَإ ِن‬ ‫ِ َ ـ‬ ٌ ِ َ ّ ّ ّ ِ َ ‫َـ‬ (‫ال ْك َذِب ريب َة )رواه أحمد‬ ٌ ِ َ Artinya : Rasulullah SAW senantiasa bersabda : Jauhilah dan tinggalkanlah olehmu hal-hal yang membingungkan kepada hal-hal yang tidak membingungkan. jauh dari stress dan beban pikiran serta kecemasan. Sebaliknya orang yang pendusta. sedangkan orang yang pendusta akan mendapat laknat dari Allah dan permusuhan dari manusia.

dan jika ia ingat. . maka Allah akan membuatnya ingat. Memang berbuat jujur tidak semudah yang dibayangkan. dan jika ia ingat maka Allah akan lebih menolongnya dalam segala urusannya untuk selalu berbuat jujur dan kebaikan. Jika ia lupa. sebab dalam hal-hal yang membahayakan kita boleh saja tidak berlaku jujur. maka Allah akan menjadikannya pemimpin yang jujur. maka Allah akan menolongnya” (H. Terkadang berlaku jujur harus menanggung resiko yang merugikan. Karena itu Nabi SAW pernah bersabda yang artinya : “Katakanlah yang benar itu walaupun pahit”. jika ia lupa maka Allah akan mengingatkan-nya. R. seperti berlaklu jujur terhadap penjahat.13 yangdipilih oleh Allah sebagai pemimpin kaum muslimin dan Dia menghendaki kebaikan baginya. Ringkasnya. kita harus berlaku dan bersifat jujur semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keamanan diri. Ahmad) Hadis tersebut menegaskan bahwa orang yang senantiasa jujur. maka ia senantiasa ditolong Allah dalam segala hal.

Dengan itu seseorang dapat dikatakan berakhlak al-karimah. . Akhlak berdasarkan objeknya pada dasarnya dapat dibagi menjadi akhlak kepada Allah sebagai Khaliq dan akhlak kepada makhluk Allah. 3. terhadap Allah dan Rasul-Nya. moral dan estetika. Akhlak Islam adalah perangkat tata nilai yang bersifat samawi dan azali. hewan dan tumbuhan yang termasuk dalam lingkungannya.14 BAB III PENUTUP Setelah penulis membahas tentang topik akhlak seorang muslim pada bab II tersebut maka penulis daat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. yakni ethos. bersikap dan bertindak seorang muslim terhadap dirinya. seperti sesamam manusia. 2. ibadah. ethis. akhlak dan syari’ah. Karena itu akhlak ruang lingkupnya sangat luas. Sedangkan akhlak menurut baik dan buruknya dapat dibagi menjadi akhlak al-karimah dan akhlak mazmumah. yang mewarnai cara berpikir. 4. Seorang muslim dapat dikatakan berakhlak al-karimah jika ia mengikuti praktek yang telah dilakonkan oleh Rasul SAW yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. terhadap sesamanya dan terhadap lingkungannya. Akhlak mencakup aqidah.

Jakarta. 2000 Ahmad Libaru dan M. 1986. Akhlak Islam (Membina Rumah Tangga dan Masarakat). Tashilul Mubtadi. Akhlak Tasawuf.15 DAFTAR PUSTAKA A. Abuddin Nata. PT. Banjarmasin. Hasanu. 1999. Metodologi Studi Islam.Mustofa. Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. .A. (Jakarta: Pustaka Setia. 1997). 1997). Jakarta. Ahmad Warsono Munawwir. Media Dakwah. Muslim Ideal Masa Kini. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Akhlak Tasawuf. Musthafa Muhammad Tahhan. Abuddin Nata. 2000. Cendikia Centra Muslim. (Jakarta: PT. 1994. Daud. Abdullah Salim. Raja Grafindo Persada. 1997). Raja Grafindo Persada. (Yogyakarta: Pustaka Progressif. Jakarta. Departemen Agama RI. Kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful