P

JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

emberdayaan Komunita

S

ISSN 1412-6133 Volume 5, Nomor 2, Mei 2006 Hal. 117 – 231

DAFTAR ISI
Matias Siagian Ratih Utamaningsih & Hayaruddin Siagian Fahru Izhar & Edward Fronner M. D. S. Mulatua P. Silalahi Mai Yusra & Hairani Siregar Erika Revida Tuti Atika Masalah Ketenagakerjaan dan Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional...........................……………………. Implementasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan PT Asam Jawa Medan.........…………………………..………................... Analisis Tingkat Kesejahteraan Pensiunan pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.....……. Tinjauan Implementasi Hak Normatif dan Kesejahteraan Karyawan PT H. M. Sampoerna Sales Division Batam............ Pendidikan dan Pelatihan Entrepreneurship sebagai Alternatif Pembukaan Lapangan Kerja Seluas-luasnya.......... Program Pemberdayaan Anak Jalanan oleh Yayasan AKMI Medan...................................................................... Sistem Kekerabatan Masyarakat Suku Batak Toba Sumatera Utara........................................................…….... Pekerja Anak dan Kontribusinya dalam Ekonomi Rumah Tangga...........................................……….…….................

117 – 131

132 – 150 151 – 167 168 – 181 182 – 185 186 – 212 213 – 218 219 – 231

PK (JIKS)

Vol. 5

No. 2

Hal. 117 – 231

Medan, Mei 2006

ISSN 1412-6133

2

MASALAH KETENAGAKERJAAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
Matias Siagian Abstract
The unemployment problem in Indonesia is the product of two contradictory conditions. The first, natural resources counted the widespread land and sea. The second, field of work is limited and it is not proportional to the employee which always grow very fast. This bad condition is very sad, especially know there are many islands in Indonesia still virgin and have not touched. The unemployment problem as macro problem and the root or source of many social problems in Indonesia is not only as a contribution of the small investation but also caused of unsuitability of competency and skill of employee to qualification demanded by employee user institutions. So Indonesia need the new education development policy. Keywords: education policy, unemployment, life skill

Pendahuluan
Masalah pengangguran merupakan masalah makro ketenagakerjaan. Selanjutnya masalah pengangguran berubah wujud sehingga bukan lagi sekadar masalah, melainkan menjadi akar permasalahan. Sebagai suatu akar permasalahan, maka pengangguran akan mengakibatkan kemiskinan, peningkatan angka kriminalitas seperti pencurian, perampokan, penodongan, bahkan pelacuran. Di samping itu pengangguran yang dialami orang tua dalam suatu keluarga sangat rentan terhadap terjunnya anak ke dunia kerja. Di Jawa Tengah saja, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mencatat terdapat 10.477 orang anak dipekerjakan. Secara nasional, jumlah anak yang dipekerjakan bahkan mencapai setengah juta orang (Kompas, 19 September 2006: 24). Dari berbagai tayangan di televisi tentang demikian tragisnya nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri pada umumnya dan tenaga kerja wanita Indonesia pada khususnya terdeteksi bahwa kepergian mereka ke berbagai negara bukan merupakan pilihan utama, apalagi citacita, melainkan merupakan keterpaksaan. Pada umumnya mereka berasal dari daerah pedesaan.

Bekerja di negara lain merupakan jalan keluar terhadap permasalahan ketidakseimbangan antara luas lahan di pedesaan dengan penduduk di sana. Hal ini merupakan konsekuensi logis di mana sektor pertanian masih berada di urutan pertama penyerapan tenaga kerja di pedesaan. (Simanjuntak, 1994: 43). Pada tahun 2004 penulis dengan beberapa orang dosen FISIP USU berkunjung ke Malaysia. Selain mengunjungi beberapa Perguruan Tinggi di negeri jiran yang memang mengalami kemajuan yang teramat cepat dalam pendidikan, kami juga berkunjung ke KBRI di Kuala Lumpur. Di sana, selain melakukan seminar kecil dengan beberapa pejabat tinggi KBRI, tidak lupa kami juga mengunjungi tempat penampungan TKI bermasalah yang memang tempatnya di bagian belakang kompleks KBRI. Salah seorang TKI bermasalah dan terangkat ke permukaan melalui berbagai media adalah Nirmala Bonat. TKI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini mengalami penganiayaan yang luar biasa, terutama dari majikan perempuannya di Malaysia. Melalui perbincangan dan menyaksikan sendiri, diketahui bahwa di sekujur tubuh Nirmala, termasuk di dada dan punggungnya terdapat

Matias Siagian adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Koleksi BPAD Prov SU

117

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 117-131

luka bakar akibat disetrika dan mendapat siraman air panas dari majikan. Selain itu, di bagian kepalanya juga terdapat luka dan memar. Nirmala hanyalah salah seorang dari ribuan orang yang mengalami penderitaan di negeri orang. Harus diakui bahwa kisah TKI yang mendapat siksaan, dianiaya, diperkosa, ditipu, tidak dibayar gajinya, terjun dari gedung tinggi, hingga meninggal tanpa diketahui pasti penyebabnya sejak dahulu merupakan langganan berita yang ditayangkan di berbagai media massa. Berbagai pihak menunjuk keberadaan PJTKI nakal sebagai biang keladinya, di mana mereka tidak bertanggung jawab dan hanya mencari keuntungan (Kompas, 27 Juni 2004: 23). Terlepas dari tidak bertanggung jawabnya PJTKI dan tidak manusiawinya banyak majikan di negeri orang, terdapat suatu hal yang harus kita sadari sebagai suatu akar permasalahan, yakni ketidakseimbangan antara supply dan demand tenaga kerja nyata-nyata mengakibatkan tenaga kerja Indonesia, baik yang bekerja di dalam negeri maupun yang bekerja di luar negeri merupakan akar permasalahan dari masalah ketenagakerjaan sebagai suatu masalah besar dan kompleks di Indonesia. Kajian ilmiah tentang penyelesaian masalah menyatakan bahwa suatu masalah hanya dapat dipecahkan secara tuntas jika penyelesaian masalah itu menyentuh substansinya. Substansi sebuah masalah adalah “akar permasalahan” itu (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas, 2004: 31). Jika kita hanya menyelesaikan masalah, berarti penyelesaian masalah yang sama tidak akan pernah tuntas, bahkan akan terjadi akumulasi masalah di masa mendatang, karena kita hanya akan menyelesaikan masalah lama, sedangkan masalah yang baru datang terus, sehingga terjadi peningkatan jumlah masalah, karena pertumbuhan masalah selalu lebih tinggi dari penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam penyelesaian masalah tersebut. Oleh karena itu upaya penyelesaian masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus menyentuh substansinya, yakni pengangguran. Selagi ada ketidakseimbangan antara penawaran dengan permintaan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, maka para pekerja tidak akan memiliki bargaining power terhadap majikan. Akibatnya, majikan, baik dalam bentuk
118

keluarga maupun perusahaan akan selalu bebas melakukan apa saja terhadap para pekerja.

Konsep-Konsep Ketenagakerjaan
Sebelum kita memasuki wilayah masalah ketenagakerjaan di Indonesia, ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu tentang konsepkonsep yang ada dalam “ketenagakerjaan”, yang tergolong konsep-konsep makro dan umum. Bagaimanapun, dalam upaya melakukan pengukuran besarnya angkatan kerja, angka pengangguran, kesempatan kerja, maupun aspek-aspek lainnya yang berhubungan dengan konsep makro ketenagakerjaan, maka masalah konsep dan definisi yang dipakai perlu dipahami, karena terdapat peluang bagi perbedaan konsep dan definisi yang dianut atau dipakai di mana hal tersebut akan mengakibatkan perbedaan makna sebagai konsekuensi logis dari konsep-konsep yang berbeda tersebut. Referensi “waktu” yang dipakai untuk menilai apakah seseorang bekerja atau sedang mencari pekerjaan misalnya, akan mempengaruhi besarnya angka angkatan kerja dan reit partisipasi angkatan kerja, reit pengangguran, dan perimbangan antarsektor dari penduduk yang tergolong angkatan kerja. Angkatan kerja (labour force) merupakan konsep yang menunjukkan economically active population. Sebaliknya, yang bukan angkatan kerja adalah mereka yang tergolong noneconomically active population. Konsep man power juga menunjuk pada labour force. Konsep ini berbeda dengan konsep penduduk usia kerja, karena tidak semua penduduk usia kerja tergolong dalam konsep angkatan kerja. Penetapan usia kerja sendiri tidak lepas dari masalah-masalah, antara lain umpamanya di suatu masyarakat banyak anak yang tidak tergolong ke dalam usia kerja tetapi kenyataannya bekerja. Sebagai contoh terjunnya anak usia sekolah ke dunia kerja justru disebabkan oleh pengangguran orang tua, dengan tujuan untuk membantu keluarga. Sementara mungkin banyak orang yang tergolong usia pensiun, akan tetapi masih bekerja. Dalam perkembangan terminologi ketenagakerjaan di Indonesia antara lain istilah buruh yang diupayakan diganti dengan istilah pekerja. Hal ini sebagaimana diusulkan oleh

Koleksi BPAD Prov SU

Siagian, Masalah Ketenagakejaan...

Pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja pada saat Kongres Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) Ke-2 Tahun 1985. Alasan Pemerintah menggunakan istilah pekerja dan meninggalkan istilah buruh adalah karena istilah buruh dianggap kurang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Istilah buruh lebih cenderung menunjuk pada golongan yang selalu ditekan dan berada di bawah pihak lain, yakni majikan. Perubahan istilah ini memang sangat logis, namun jika perubahan istilah tersebut tidak diikuti dengan perubahan nasib, kebijakan, dan keberpihakan pemerintah terhadap buruh, maka perubahan istilah tersebut sesunguhnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Pada Ayat (1) Pasal 3 Undang-Undang No. 25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa “pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja di luar maupun di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah”. Dari pengertian pekerja tersebut jelaslah bahwa hanya angkatan kerja yang sudah bekerja yang dapat disebut sebagai pekerja. Di sisi lain, untuk jaminan kecelakaan kerja dalam perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan UndangUndang No. 3 Tahun 1992, maka pengertian “pekerja” diperluas, sehingga di dalamnya termasuk: 1) Magang dan murid yang bekerja pada perusahaan, baik yang menerima upah maupun yang tidak; 2) Mereka yang memborong pekerjaan kecuali jika yang memborong adalah perusahaan; 3) Nara pidana yang dipekerjakan di Perusahaan (Husni, 2001: 23) Reit Partisipasi Angkatan Kerja dapat dinyatakan sebagai jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja per 100 penduduk usia kerja. Dalam hal ini, usia kerja dapat didefinisikan sebagai penduduk yang berusia 10 – 64 tahun. Selanjutnya Reit Partisipasi Angkatan Kerja dapat juga dihitung untuk tiap golongan umur dan jenis kelamin. Misalnya, untuk penduduk laki-laki, golongan umur 15 – 19 tahun. Di era modern, Reit Partisipasi Angkatan Kerja umumnya rendah pada usia muda dan tua. Masalahnya, sesuai dengan hak-hak anak, maka sebagian mereka yang berusia muda masih bersekolah, sementara sebagian mereka yang

berusia tua tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Biasanya Reit Partisipasi Angkatan Kerja untuk penduduk perempuan lebih rendah dari penduduk laki-laki. Hal ini terlihat dari hasil Sensus Penduduk 2001. Dengan demikian dapatlah kita ketahui bahwa Reit Partisipasi Angkatan Kerja merupakan hasil perbandingan antara angkatan kerja dengan penduduk usia kerja. Sebaliknya Reit Pengangguran hanya mempersoalkan komponen-komponen angkatan kerja, yaitu yang bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. Reit Pengangguran dapat didefinisikan sebagai jumlah penganggur per 100 orang yang tergolong angkatan kerja. Berdasarkan data hasil Sensus Penduduk, dapat diketahui jumlah penduduk yang bekerja biasanya dipandang sebagai fenomena yang mencerminkan jumlah kesempatan kerja yang ada. Dalam pengertian ini maka “kesempatan kerja” bukanlah “lapangan pekerjaan yang masih terbuka”, walaupun komponen yang terakhir ini akan menambah kesempatan kerja yang ada di masa mendatang. Memang dalam suatu waktu “lapangan pekerjaan yang masih terbuka” cukup banyak, sementara jumlah pencari kerja (penganggur) banyak pula. Hal ini dapat terjadi karena kurang baiknya distribusi “lapangan pekerjaan yang masih terbuka” yang mana hal seperti ini bertalian pada penyebaran penduduk yang tidak merata, atau karena alasan yang justru dominan saat ini, di mana keterampilan yang dituntut oleh pengguna angkatan kerja justru tidak sesuai dengan keterampilan yang dimiliki para penganggur atau para pencari pekerjaan. Pada kenyataannya tidak semua negara melalui pemerintah mampu menyediakan kesempatan kerja atau lapangan kerja bagi semua angkatan kerja yang ada di negara tersebut. Akibatnya, migrasi tenaga kerja dari satu negara ke negara lain menjadi alternatif menarik. Di era perdagangan bebas ini tentu terjadi tingkat kebebasan yang lebih nyata yang didukung oleh sarana dan prasarana transformasi, komunikasi, dan informasi yang makin lancar dan canggih. Dengan demikian, migrasi tenaga kerja Indonesia, misalnya terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan dalam rangka memperoleh kesempatan di bidang ekonomi pada umumnya dan pekerjaan pada khususnya. Sebagai respons masyarakat terhadap sulit bahkan tertutupnya memperoleh
119

Koleksi BPAD Prov SU

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 117-131

pekerjaan di dalam negeri, maka banyak di antara angkatan kerja menyadari tekanan yang nyata, sehingga melakukan migrasi ke negara yang menjanjikan adanya kesempatan kerja bagi mereka dengan kesejahteraan yang baik pula. Pada umumnya migrasi tenaga kerja diawali dengan migrasi intern negara, dalam arti perpindahan angkatan kerja dari suatu daerah ke daerah yang kelebihan tenaga kerja dan berpenghasilan rendah menuju daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dapat menawarkan upah yang lebih tinggi dari daerah asal (Bandiono, dalam Arief, 1999: 8). Dalam arti luas, migrasi adalah perubahan tempat tinggal secara permanen atau semi permanen. Dalam hal ini tidak ada pembatasan, baik pada jarak perpindahan maupun sifatnya, yakni apakah tindakan itu bersifat suka rela atau terpaksa. Juga tidak diadakan perbedaan antara migrasi dalam negeri dan migrasi ke luar negeri. Stahl membedakan manfaat migrasi internasional pada tingkat negara dan perusahaan pemakai tenaga kerja. Pada tingkat negara, migrasi internasional berpotensi untuk: 1) mengurangi pengangguran negara pengirim jasa tenaga kerja; 2) sumber devisa bagi negara pengirim tenaga kerja; 3) meningkatkan keterampilan bagi tenaga kerja, karena di samping memperoleh upah tentu juga memperoleh pengalaman kerja yang akan menjadikan mereka lebih terampil; 4) memperbaiki kesejahteraan material melalui peningkatan pendapatan per kapita. Sementara jika kita lakukan analisis yang sama di tingkat perusahaan, maka pekerja asing memungkinkan: 1) perusahaan merealisasi economics of scale, hal ini merupakan akibat kurangnya tenaga kerja di negara tempat di mana perusahaan itu berada atau kurangnya tenaga kerja terampil sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan yang bersumber dari angkatan kerja negara di mana perusahaan itu berada; 2) mencegah inflasi upah pada industri-industri yang mengalami kekurangan tenaga kerja, hal ini merupakan konsekuensi logis di mana jika permintaan tenaga kerja lebih besar dari penawaran tenaga kerja akan mengakibatkan peningkatan bargaining power bagi tenaga kerja sehingga mereka akan menuntut peningkatan upah; 3) memungkinkan investasi dengan menjamin bahwa suatu fasilitas dapat dijalankan oleh staf yang memadai, hal ini merupakan tuntutan kualifikasi spesifik tenaga kerja yang
120

dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam proses produksi barang maupun jasa; 4) memungkinkan negara-negara untuk menyesuaikan suplai tenaga kerja sesuai dengan dinamika kegiatan ekonomi, hal ini merupakan dampak dari fakta di mana pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan pertumbuhan investasi tidak selalu sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja di negara tersebut; dan 5) menyediakan labor services tanpa membiayai pembentukan human capital yang diperlukan, hal ini merupakan akibat kedatangan tenaga kerja terampil yang berasal dari negara lain, sehingga negara tersebut tidak perlu melakukan upaya besar untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang ada di negaranya.

Permasalahan Tenaga Kerja
Krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak akhir tahun 1997 melahirkan akibat negatif terhadap perekonomian nasional pada umumnya dan kesempatan kerja pada khususnya. Di samping itu dalam jangka panjang Indonesia mengalami instabilitas dalam bidang ekonomi. Kondisi negatif ini antara lain dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang defisit sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto. Kondisi mana menuntut Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang minimal mencapai 6 persen. Hal ini merupakan tuntutan, di mana pertumbuhan ekonomi merupakan satu-satunya jawaban terhadap pengangguran yang angkanya makin membengkak, dan juga pertumbuhan angkatan kerja Indonesia yang tetap tinggi. Indonesia dituntut mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar dapat menyerap tenaga kerja yang sebesar-besarnya. Sebelum Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berlanjut pada krisis multidimensi, pengangguran sudah merupakan masalah besar nasional. Namun krisis ekonomi yang melanda Indonesia justru mengakibatkan masalah pengangguran tersebut makin parah. Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2003 misalnya hanya 3,3 persen, sementara setiap satu persen PDB hanya mampu menyerap 400 ribu tenaga kerja. Dengan demikian maka pada tahun 2003 tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 1,6 juta orang. Padahal setiap tahun pertumbuhan angkatan kerja Indonesia mencapai 3 persen. Tingginya jumlah

Koleksi BPAD Prov SU

005 4.641. Masalah Ketenagakejaan. Disebut sangat suram. sektor pertanian masih tetap dominan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Tabel 1. Akibatnya. termasuk di dalamnya angkatan kerja baru berjumlah 2. Di sisi lain.19 juta orang atau 10. Asuransi.83 juta orang.3 % dari jumlah tenaga kerja yang bekerja hampir 90 juta orang. 12 Januari 2004).Siagian.49 persen dan 5.756 3. Hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4. di mana terjadi arus urbanisasi yang sangat tinggi.574. pemerintah sepertinya belum memiliki political will yang baik bagi para petani. Komunikasi Keuangan..713 11. Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2000. Hotel/ Restoran Angkutan. sehingga lapangan kerja yang tercipta hanya untuk 1. sepakbola. perkantoran. Kondisi ini menimbulkan proses pembagian kemiskinan di antara orang-orang miskin demi menjunjung tinggi satu semboyan.855 882.553. Distribusi Pekerja Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2000 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Sektor Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Perdagangan. atau mencapai 10.45 persen dari angkatan kerja yang ada. dan lain-lain.498. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) misalnya memperkirakan. di mana angka pengangguran mencapai 11. Kondisi seperti ini terjadi karena pada umumnya penduduk usia kerja hanya memiliki kemampuan untuk bekerja di sektor pertanian. Di sisi lain terjadi pertumbuhan angkatan kerja. karena tidak akan tersedianya lapangan kerja yang cukup untuk angkatan kerja yang ada.03 persen.730 Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui bahwa sektor pertanian merupakan jumlah paling dominan. Untuk membuka cakrawala kita terhadap permasalahan tenaga kerja ini. Unjuk rasa petani dan organisasi yang memberi perhatian pada nasib petani merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia. yang rata-rata 3% per tahun. 29 April 2003: 12). Kondisi mana tentu sangat kontradiktif dengan fakta yang ada di mana lahan yang tersedia justru menurun luasnya sebagai akibat dari pembangunan perumahan. pengangguran ini merupakan masalah lintas sektoral. sehingga mengakibatkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat manjadi 10. di mana sektor ini tidak menuntut kualifikasi yang ketat dibandingkan dengan sektor lain. Dominannya sektor pertanian dalam menampung tenaga kerja sebenarnya bukanlah karena sektor pertanian ini masih memiliki pesona bagi penduduk. mencapai 40 juta orang lebih atau sekitar 45. Hal ini menunjukkan bahwa sesunguhnya rasio lahan dengan jumlah penduduk di daerah pedesaan sudah makin mengkhawatirkan. Di bawah ini data jumlah pekerja menurut sektor ekonomi tahun 2000. sarana olah raga seperti lapangan golf.88 juta orang.10 juta orang.600 9. karena seringnya kebijakan 121 Koleksi BPAD Prov SU . Tahun 2004 angkatan kerja akan mencapai 102. Hal ini berarti bahwa penciptaan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru. seperti sektor industri dan jasa. Peningkatan angka pengangguran terbuka ini terus berlanjut hingga tahun 2005. Bahkan kondisi di atas juga bertentangan dengan kondisi nyata saat ini.676.75 juta orang (Djimanto.32 persen dari angkatan kerja yang ada. Suara Merdeka. bahwa dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih menunjukkan kondisi yang sangat suram.232 18..837. Persewaan Jasa Kemasyarakatan Lainnya Jumlah Sumber: BPS.009 522. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10. yang berarti bahwa semua departemen dan kementerian semestinyalah ikut bertanggung jawab untuk mengurangi jumlah pengangguran (Waspada. Sakernas 2000 Jumlah 40. ada baiknya kita ketahui distribusi tenaga kerja berdasarkan sektor di mana dia bekerja. masalah pengangguran tak kentara di sektor pertanian sudah makin tinggi. “solidaritas”.83 juta orang.497. Hal ini terjadi.560 89.

Halaman 117-131 pemerintah tidak sesuai dengan kepentingan para petani. pencurian. dengan tidak memperhatikan nasib orang lain. Menurut data di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Volume 5. Di samping itu. selama 2004 telah menyelesaikan 508 kasus Pemutusan Hubungan Kerja. Jumlah tersebut tentu belum termasuk pada kasus dan jumlah pekerja yang ter-PHK. yang meliputi 101. Buruknya rasio antara angkatan kerja dan lapangan kerja mengakibatkan mencari pekerjaan ke negara lain merupakan alternatif yang mau tidak mau harus ditempuh. sebelum akhirnya ia dipecat dan menjadi pengangguran. Hal ini antara lain terlihat dari. Sementara itu tuntutan nonnormatif yang muncul dan terdeteksi tahun 2003 secara umum telah dapat diselesaikan secara tripatrit di tingkat perantaraan oleh pegawai perantara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat. terutama tenaga kerja wanita ke desa-desa yang dianggap minim informasi. Sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan fenomena yang sering terjadi sejak Indonesia mengalami krisis multidimensi. Nomor 2. yang meliputi 135. Artinya. pengrusakan. Tindakantindakan kriminal ini dilakukan oleh para penganggur. Dalam hal ini terjadi kenaikan sebesar 18 persen kasus PHK dan 34 persen pada jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam kasus tersebut. Diperkirakan 90 persen angka kejahatan atau tindakan kriminal dilakukan oleh para penganggur.806 kasus. kebijakan impor beras. dan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SIB. Fakta mana mengundang berbagai pihak untuk memanfaatkan kondisi buruk perekonomian Indonesia untuk kepentingan diri sendiri. Jika dilihat dari sisi ekonomi. pengangguran dapat menimbulkan dampak negatif. Penyelesaian kasus PHK dan PHI dilakukan melalui Lembaga Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D) Sumatera Utara. dan bantuan uang transport. Sebagai contoh. Ketidakseimbangan antara luas lahan pertanian dengan penduduk di daerah pedesaan menjadikan informasi dari para calo TKI sebagai berita yang sangat menarik. sehingga berpeluang untuk diisi dengan kegiatan yang negatif.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Para calo tenaga kerja ini mengutamakan tenaga kerja yang minus keterampilan. pemerintah belum memiliki sikap yang benar-benar konsekuen dalam menampung produk pertanian dengan tingkat harga yang menjamin kesejahteraan petani itu sendiri.127 tenaga kerja. seperti bantuan uang makan. Pemutusan Hubungan Kerja tentu akan menambah jumlah atau angka pengangguran di 122 Indonesia. Pihak yang sering memanfaatkan kondisi tersebut adalah para calo tenaga kerja ke luar negeri yang berlomba-lomba merekrut calon tenaga kerja. si penganggur akan menjadi tanggungan dari anggota keluarga yang bekerja (angka ketergantungan) dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian pidato para pejabat yang sering mengesankan sesungguhnya hanya lipstik politik yang tidak berdampak apapun bagi petani. Para calo ini mengiming-imingi gaji yang tinggi sebagai perbedaan utama antara bekerja di negara lain dengan bekerja di negeri sendiri. sehingga tidak dapat lagi mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya jika akan bekerja.421 tenaga kerja. Pengangguran yang tinggi akan mengakibatkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi. 1991: 173). di mana mereka akan ditempatkan sebagai PRT. Di samping itu seringnya KUD hanya berupa plang nama. Pemutusan Hubungan Kerja tersebut melibatkan 756 tenaga kerja serta 12 kasus merupakan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).486 kasus. karena kegiatannya tidak ada sehingga memiliki waktu senggang yang sangat lama. dan juga tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan lainnya. meskipun dengan risiko yang amat berat. yang tidak melaporkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. pembunuhan. 3 Mei 2003: 9). Dilihat dari segi sosial. kepercayaan diri si penganggur akan hilang dan akan timbul rasa malas dan pesimis untuk mencari pekerjaan lagi (Sukirno. Pengusaha. Karena Koleksi BPAD Prov SU . yang terdiri dari unsur Pemerintah. Mei 2006. Tindakan kriminal tersebut antara lain pemerkosaan. sebagai bukti bahwa pemerintah belum berpihak pada petani yang justru merupakan mayoritas penduduk Indonesia. maka pengangguran dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. dengan tuntutan yang bersifat nonnormatif. kebijakan pupuk yang justru sering mencekik leher para petani. Pengangguran dalam jangka waktu yang lama juga akan mengakibatkan keterampilan kerja yag dimiliki seseorang lama kelamaan akan berkurang atau bahkan hilang. Jumlah kasus Pemutusan Hubungan Kerja selama 2003 meningkat sekitar 4.

karena saat melakukan prospek. bukan visa untuk bekerja. Masalah Ketenagakejaan. Hal ini antara lain pernah dialami seorang wanita muda yang justru memiliki pendidikan akademi atau perguruan tinggi. Di samping itu kendala bahasa juga tidak mendapat perhatian atau diabaikan sama sekali sehingga sering terjadi permasalahan dari segi bahasa antara TKI dengan majikan. Dengan kata lain. bukan sebagai PRT. mereka ternyata tidak dilatih sama sekali oleh PJTKI. menurut perjanjian.jurnalindonesia. Dalam kondisi seperti ini maka upah yang diterima masih berada di bawah upah tenaga kerja asing yang berasal dari negara lain. Kondisi ini justru dimanfaatkan para calo TKI. t a n p a mempertimbangkan risiko yang ada. misalnya mereka berangkat dengan menggunakan visa kunjungan. Jacob Nuwa Wea menemukan 10 TKI wanita yang ditempatkan secara ilegal oleh PJTKI yang justru memiliki Surat Ijin Usaha Penempatan resmi. (www. ternyata sesampai di negara tempat bekerja. tidak dilakukan secara profesional sebagaimana mestinya. Hal ini terjadi karena kualitas yang dimiliki jauh di bawah kualitas yang dibutuhkan sektor formal dan pekerjaan yang menuntut keterampilan. Permasalahan lain yang sering menimpa TKI di negara lain adalah banyaknya TKI yang berstatus ilegal.. Mereka h a n y a ditampung untuk kemudian 123 Koleksi BPAD Prov SU . karena mereka juga akan mendapat bagian dari majikan atau perusahaan tempat di mana TKI tersebut nantinya bekerja. Hal ini sengaja dilakukan. seperti PRT atau menjadi buruh perkebunan atau buruh bangunan. Misalnya. karena potensi permasalahan tergolong sangat tinggi. Setidaknya dari sekitar 412 Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang ada hanya sekitar 20% yang dinilai profesional. Hal ini antara lain disebabkan ketidaksesuaian visa. Misalnya. Dirinya masuk ke dalam jebakan sindikat penjualan manusia untuk diterjunkan ke dunia maksiat. Atau mereka dijanjikan akan bekerja di sebuah pabrik elektronik. Hal ini antara lain terjadi karena TKI yang umumnya direkrut dari pedesaan tidak memiliki pengetahuan tentang visa. sebelumnya para calo TKI menjanjikan akan menempatkan mereka di sebuah perusahaan elektronik. mereka akan ditempatkan bekerja di Perusahaan A. calon TKI menyatakan ingin bekerja di sektor industri. Hingga keberangkatannya.” Jika perbedaan yang ada hanya dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya atau dari sektor industri ke sektor informal seperti menjadi PRT tidak apalah. mereka yang berstatus ibu rumah tangga dan memiliki suami juga terpaksa tergiur dengan tingkat gaji yang dijanjikan para calo TKI. Kemampuan para calo dalam memikat calon TKI justru tidak diimbangi dengan profesionalisme mereka dalam mengelola pengiriman jasa TKI.. Mereka tertipu tentang jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Ketidakprofesionalan PJTKI sangat merugikan TKI. Padahal biaya untuk pelatihan sudah dikeluarkan oleh para TKI itu sendiri. Hasil survei yang dilakukan suatu lembaga internasional terhadap kualitas tenaga kerja yang berasal dari 12 negara di Asia menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja asal Indonesia menempati urutan terbawah. Mukminah adalah salah seorang di antara 10 orang TKI yang sudah berada di Bandara Internasional Dubai selama dua hari. dengan tujuan: “pokoknya calon TKI mau berangkat ke negeri jiran. namun kenyataannya mereka justru ditempatkan di rumah penduduk di negeri jiran sebagai PRT. mereka justru ditempatkan di Perusahaan B.com).Siagian. Calon TKI yang seharusnya dibekali dengan pelatihan yang memadai sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dilakoni ternyata tidak dilakukan. maka calo TKI melakukan penipuan. bahkan mereka dipaksa menjadi pekerja seks komersial. Namun masih banyak TKI yang mengalami nasib yang sangat tragis atau jauh lebih buruk lagi. atau jika dilakukan hanya sekedar. Permasalahan lain yang sering terjadi bahwa TKI ternyata ditipu oleh calo tenaga kerja yang sering gentayangan di desa-desa. Namun agar calon TKI mau diberangkatkan. Mini mnya pengetahuan tentang visa ini juga merupakan indikator rendahnya pengetahuan TKI. kualitas TKI masih berada di bawah kualitas tenaga kerja yang berasal dari negara lain. Akibat tidak profesionalnya PJTKI pada umumnya TKI di negara lain bekerja di sektor informal. meskipun sesungguhnya hal semacam ini sudah merupakan masalah yang cukup besar. ternyata mereka dipaksa bekerja di sektor hiburan. desakan ekonomi maka pencari kerja wanita mau saja menerima t a w a r a n p a r a c a l o T K I . Contoh. khususnya dalam penempatan TKI ke luar negeri. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Era Kabinet Gotong Royong.

6) perjanjian kerja yang tidak selesai. Akibatnya. mereka tidak perduli pada proses atau tahap-tahap yang harus dilalui dan dilakukan bagi calon TKI sebelum mereka dikirim ke negara tujuan. 1997: 1). Banyak di antara anak-anak yang ternyata terjun ke dunia kerja atau diharuskan bekerja oleh orang tua dan kondisi yang dialami. Taiwan. Hal ini diakibatkan karena PJTKI hanya berorientasi 124 pada kuantitas pengiriman yang mana hal ini berkorelasi positif dengan keuntungan yang mereka peroleh. Di Indonesia. pendidikan dan pengetahuan yang sangat rendah. Harus diakui. terjadi pelecehan terutama pada TKI wanita oleh majikan. Permasalahan di atas antara lain terjadi karena jumlah TKI yang diikutsertakan PJTKI dalam program perlindungan sejak mereka melakukan rekruitmen dan selama mereka bekerja di luar negeri masih sangat rendah. Halaman 117-131 diberangkatkan ke UEA.suaramerdeka. Harus diakui bahwa masalah TKI di Indonesia dapat dirincikan menjadi tujuh masalah. Uni Emirat Arab. dan berbagai pekerjaan lainnya. seperti menjadi buruh. Pada umumnya PJTKI menyadari perlunya program perlindungan bagi TKI setelah tenaga kerja yang mereka kirim terkait dengan masalah di negara tempat mereka bekerja. Masalah keterlibatan anak bekerja merupakan fenomena global di berbagai negara. Dengan demikian. Hal ini juga akan berdampak negatif jika TKI ilegal tersebut mengalami nasib atau perlakuan yang tidak wajar dari majikan. (Purwoko. Ketujuh masalah ini merupakan faktor penghambat bagi pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam menjadikan program penempatan TKI sebagai industri tenaga kerja yang modern. 3) penipuan yang dilakukan sejak rekruitmen. fenomena anak bekerja bukanlah suatu keanehan. baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Namun fakta menyatakan demikian banyaknya anakanak yang tidak dapat menikmati masa kanakkanak secara ideal sebagaimana dirumuskan. 31 Januari 2003). Masalah ketenagakerjaan lainnya adalah kasus tentang pekerja anak. Mereka yang seharusnya berada di bangku sekolah terpaksa harus meninggalkan sekolah dan akhirnya terlibat dalam bekerja. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. mengakibatkan mereka mendapat p e n o l a k a n dari m a j i k a n . Di samping itu. perlindungan hukum terhadap mereka tidak mungkin dilakukan karena memang keberadaan mereka tidak terpantau. masa kanakkanak seharusnya digunakan untuk memperoleh perlindungan dan belaian kasih sayang oleh orang tua. tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pengguna atau pemberi pekerjaan tidak dapat terpantau. Di berbagai sektor ekonomi. Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak kunjung baik secara signifikan mengakibatkan Koleksi BPAD Prov SU . di sektor formal (anak yang bekerja di pabrik) maupun sektor informal (anak bekerja tidak dalam struktur atau hubungan proses produksi di pabrik). et al. Masa kanak-kanak seharusnya digunakan untuk bermain dan sekolah sehingga suatu ketika dapat melakukan aktivitas ekonomi. terutama di Indonesia. sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. pemulung. Di samping itu terdapat banyak TKI wanita yang mengalami pelecehan seksual maupun penganiayaan. anak jalanan.com) Dengan status tenaga kerja ilegal jelas mengakibatkan nilai tawar TKI terhadap majikan atau perusahaan mereka bekerja sangat rendah. upah yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelum berangkat. dan Malaysia. 2) pemalsuan dokumen. bahwa kondisi yang sangat tidak layak yang harus dihadapi oleh anak-anak Indonesia merupakan fakta yang menyedihkan. Volume 5. 7) pemerasan serta kekerasan pascapenempatan. pekerja anak merupakan fenomena yang sangat mudah untuk ditemukan di negara-negara berkembang. 5) minimnya perlindungan hukum yang dilakukan negara melalui KBRI. Singapura. Misalnya. Kondisi seperti ini dialami TKI wanita di berbagai negara. Ada juga PJTKI yang baru menyadari perlunya perlindungan tersebut setelah perusahaan mereka mendapat teguran dari pemerintah. (Wea. seperti di Arab Saudi. kemudian dikirim tanpa melalui pelatihan. Mei 2006. khususnya negara-negara sedang berkembang. jika tidak dikatakan nol sama sekali. Hongkong. sedikitnya 76 orang TKI wanita yang bekerja di negeri jiran justru tewas. seperti: 1) rendahnya kualitas sistem pelatihan yang diterapkan PJTKI. Artinya.. Gatra. atau bahkan setelah perusahaan mereka mendapat sanksi dari pemerintah. (www. Nomor 2. Dewasa ini jutaan anak-anak terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan. Anehnya tidak ada laporan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun ke KBRI di Dubai perihal pemberangkatan TKI ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus yang menimpa mereka. 4) penempatan yang ilegal.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.

Hal ini terjadi karena si anak belum memahami hak-haknya sebagai seorang pekerja. dijual. dan terhambatnya perkembangan psikologis anak. di mana kedua faktor yang disebut terakhir akan mengakibatkan pendapatan rendah. tidak terlindungi. agama. di mana jumlah anak yang bekerja justru makin meningkat.. Hal ini sering disebabkan majikan mereka memotivasi pekerja anak untuk mengajak teman mereka bekerja. 6) berada dalam situasi krisis dan membahayakan kelangsungan hidup anak serta hak-haknya rawan. dan sebagainya. keluarga yang mengalami aib. dalam arti tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga mengakibatkan anak harus ikut menjadi pelaku ekonomi. 2) keterlantaran yang mengakibatkan kirang/tidak terpenuhinya dan tidak terjaminnya kebutuhan dasar anak sehingga kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak mengalami gangguan. 7) berada dalam lingkungan yang tidak layak huni baik secara fisik maupun sosial. adanya kerusuhan sosial.Siagian. Pertama. dan lain-lain). warna kulit. dan 10) berada dalam lingkungan keluarga yang mengalami masalah sosial psikologis. anak jalanan. adalah faktor kemiskinan. seperti: berada terus-menerus di jalanan. faktor lingkungan juga sangat menentukan peningkatan jumlah anak yang bekerja. banyaknya anak-anak yang sudah terjun ke dunia kerja mengakibatkan banyak anak-anak yang mendapat pengaruh dan bujukan dari anak-anak sebayanya yang sudah bekerja. daerah permukiman tuna sosial. seperti daerah permukiman kumuh. yang dialami sejak lahir atau karena kecelakaan (cacat bawaan dan cacat bukan bawaan). Sisi lain yang perlu dikaji sehubungan dengan masalah pekerja anak adalah permasalahan-permasalahan yang dialami anakanak Indonesia. dan sebagainya. Hal ini terutama disebabkan oleh kondisi di mana pendapatan orang tua yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. anak-anak yang seharusnya menikmati masa belajar harus drop out dan berperan sebagai buruh. Hal ini antara lain disebabkan. perang antarsuku. Sebaliknya. Adapun permasalahan tersebut adalah: 1) kemiskinan dan kerawanan sosial ekonomi yang mengakibatkan anak mengalami kekurangan gizi (kalori. 3) perlakuan salah atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang tua. busung lapar. anggota keluarga. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat membawa masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. kondisi. Kemiskinan dapat merupakan akibat pendidikan yang rendah. status sosial. sehingga anak harus ikut membantu ekonomi keluarga dengan cara bekerja.. 5) perlakuan diskriminastif. Di samping itu. 4) eksploitasi ekonomi dalam dunia kerja yang dilakukan oleh orang dewasa seperti eksploitasi anak-anak oleh orang tua/keluarga/masyarakat sebagai sumber penghasilan dengan tidak melindungi hak-hak anak (seperti: disuruh mengemis. dan sebagainya. seperti perbedaan gender. di mana pendidikan yang rendah akan mengakibatkan keterampilan juga rendah. Dalih seperti ini sepertinya sudah mendapat justifikasi bagi anak-anak untuk dipekerjakan. yodium. 9) berada dalam situasi keluarga retak atau pecah (disorganisasi keluarga). Harus diakui. dampak dari pandemik 125 Koleksi BPAD Prov SU . dan masyarakat. karena di samping upah yang rendah juga dapat dieksploitasi demi kepentingan perusahaan. 8) mengalami cacat fisik dan mental. Ketiga. sehingga untuk memperoleh tingkat pendidikan yang tinggi dan berkualitas dibutuhkan pengorbanan ekonomi yang signifikan. faktor rendahnya tingkat pendidikan. Bagi pengusaha pekerja anak sering dianggap alternatif terbaik. dijadikan sumber bisnis keluarga secara tidak wajar atau secara berlebihan). tindak kejahatan. vitamin. politik. perang antarnegara. yang mana masalah ini menjadi katalisator terjunnya anak-anak Indonesia ke dunia kerja. Hal ini berarti. bahkan sekan-akan hal itu sudah lumrah dan dapat diterima masyarakat sekitar. Dengan alasan kemiskinan. ekonomi. Kedua. kondisi ekonomi keluarga yang buruk. etnis. dan akhirnya pendapatan yang rendah akan mengakibatkan kemiskinan. bahwa di lingkungan tempat tinggal si anak ternyata sudah banyak anak-anak yang terjun ke dunia kerja. Masalah Ketenagakejaan. kemiskinan pasti mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. masalah anak terjun ke dunia kerja bukan lagi dianggap sebagai suatu poersoalan. Harus diakui bahwa antara kemiskinan dan pendidikan terdapat hubungan timbal balik. Setidaknya terdapat tiga faktor yang menyebabkan seorang anak terjun ke dunia kerja. pendidikan yang memadai masih merupakan barang mahal di Indonesia. Akibatnya produktivitas dan prestasi kerja akan rendah. Akibatnya. daerah yang terisolasi/terasing. pemulung.

masih banyak perusahaan yang memberlakukan upah yang lebih rendah daripada UMP. Melalui investasi di bidang sumber daya manusia akan diperoleh Koleksi BPAD Prov SU . terutama jika dikaitkan dengan kemampuan menampung tenaga kerja sesuai dengan pertumbuhan angkatan kerja yang masih tinggi. Selain masalah pengangguran. justru masih banyak perusahaan yang belum menerapkan UMP. Melalui pendekatan teori human capital. Oleh karena itu tingginya angka pengangguran dan rendahnya kesejahteraan buruh merupakan bukti sah. walaupun UMP dianggap masih terlalu rendah. Hal ini 126 kemudian dijabarkan dalam Batang Tubuh UUD 1945. bahwa negara bukan hanya bertanggung jawab atas ketertiban dan keteraturan masyarakatnya. bahwa pemerintah negara itu lemah dan tidak mampu menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya. Secara konstitusional hal ini ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 dan merupakan salah satu tujuan nasional. Sama halnya dengan investasi di bidang usaha tersebut. Nomor 2. masalah ketenagakerjaan di Indonesia juga masih banyak. Tanggung jawab negara melalui pemerintah akan ketersediaan lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja merupakan konsekuensi logis dari keberadaan negara kita yang tergolong ke dalam welfare state. Pertama. banyak pihak yang berpendapat bahwa UMP terlalu rendah. Mei 2006. Pemerintah telah melakukan intervensi dalam sistem pengupahan. Ada dua permasalahan tentang UMP ini. maka investasi di bidang sumber daya manusia adalah dengan mengorbankan sejumlah dana yang akan dikeluarkan dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi berlangsung. Jika kita ingin menjadikan bumi Indonesia bersahabat dengan manusia Indonesia sebagai penghuninya. sehingga belum mampu menjadikan hidup pekerja secara layak. yakni Pasal 27 Ayat (2) yang menegaskan: bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. depresi. Justru tanggung jawab konstitusional ini ternyata belum disadari dengan sungguhsungguh oleh pemerintah. khususnya dalam menyediakan lapangan kerja yang dapat memenuhi penawaran tenaga kerja yang tinggi. Bagaimana jika si pekerja sudah berkeluarga atau memiliki istri dan anak-anak? Dalam penetapan pengupahan. Melalui cara berpikir seperti ini diharapkan wilayah Indonesia yang terbentang amat luas dan benar-benar memiliki daya dukung terhadap komunitasnya sehingga tenaga kerja Indonesia tidak harus bersusah payah mencari pekerjaan ke berbagai negara yang sering hanya memperoleh penderitaan. Salah satu di antaranya adalah rendahnya tingkat kesejahteraan pekerja sebagai dampak dari rendahnya upah. Artinya. Prinsip investasi di bidang usaha adalah mengorbankan konsumsi pada saat investasi dilakukan dalam upaya memperoleh tingkat konsumsi di masa mendatang. pendekatan melalui teori human capital mungkin sangat tepat dilakukan. kita akan bersikap pesimis dalam rangka melakukan perbaikan. akan tetapi juga dapat dilakukan dalam bidang sumber daya manusia. bagaimana pula jika upah yang mereka terima justru lebih kecil dari UMP? Penyediaan lapangan kerja dan kesejahteraan buruh sesungguhnya merupakan tangung jawab konstitusional negara melalui Pemerintah. yakni dengan menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP). sehingga para pekerja merasa tidak mendapat perlindungan dari pemerintah.mungkin hanya cukup untuk satu orang atau si pekerja.000. Permasalahan yang akut dalam ketenagakerjaan Indonesia adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia. Halaman 117-131 (HIV/AIDS). Konsep welfare state menegaskan. dan bunuh diri. Sebagai contoh. melainkan juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Kondisi seperti ini tentu sangat memprihatinkan. bahwa investasi dapat dilakukan bukan hanya dalam bidang usaha seperti yang biasa dikenal. penyakit mental (jiwa). Kebijakan Pendidikan Jika kita berhenti pada kondisi ekonomi negara yang belum mengalami perbaikan yang cukup berarti. Jika dengan upah menurut UMP pekerja dan keluarganya belum mampu menikmati hidup yang layak. Volume 5. yakni “memajukan kesejahteraan umum”. UMP yang hanya Rp 650. Di samping itu.. ternyata pemerintah lebih mendengar aspirasi para pengusaha daripada aspirasi pekerja. maka dibangun suatu paradigma baru. kita harus melihat sisi positif yang masih dimiliki Indonesia sebagai negara besar. Masalah kualitas sumber daya manusia harus dihadapi dan dicari solusi terbaik. Untuk itu.

Hal ini antara lain karena tenaga kerja yang menawarkan diri tidak dapat memenuhi kualifikasi yang dituntut oleh institusi pengguna tenaga kerja atau mereka yang menjadi pemasang iklan tadi. Sifat statis program studi antara lain disebabkan oleh tidak mudahnya mengurus izin program studi oleh suatu lembaga pendidikan. program studi. namun sering kali sistem pendidikan di suatu negara ternyata belum mendukung sepenuhnya human capital. Hal ini sangat menonjol di Indonesia. Namun demikian. yakni dari segi izajah yang dimiliki masyarakat. Mengapa kita harus hati-hati? Setidaknya ada dua hal yang dapat menjebak kita dalam menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan kondisi perekonomian makro dan mikro seperti telah dikemukakan di atas.. istilah konsentrasi ini belum tersosialisasi. hasil sebagai imbalannya adalah berupa tingkat penghasilan yang lebih tinggi dalam upaya memperoleh tingkat konsumsi yang lebih tinggi pula di masa mendatang. Pendidikan dan latihan merupakan faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia. tetapi juga mengelola konsentrasi. Terlebih jika pengelola pendidikan itu tidak melakukan terobosan dalam kurikulum. Dalam suatu seminar di FISIP USU 2005 yang lalu dikembangkan wacana agar sebuah jurusan jangan hanya mengelola program studi. di mana konsentrasi mahasiswa misalnya akan lebih variatif dan dapat berubah setiap tahun sesuai dengan permintaan pasar dan pilihan mahasiswa. bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia sesungguhnya meningkat sangat tajam. Walaupun sistem pendidikan sudah dikenal sejak dahulu.. dengan demikian akan berakibat pada peningkatan produktivitas kerja di masa mendatang. Hal ini dapat disimpulkan jika kita hanya berpijak pada aspek formalitasnya saja. Investasi yang demikian ini dinamakan dengan human capital. sistem pendidikan yang ada ternyata belum mampu memberi garansi akan adanya link dan match. Jika kita hanya berpijak pada aspek formalitas. Konsep konsentrasi dianggap lebih dinamis. Artinya. maka perekonomian negara pun akan semakin meningkat pula. tidak pernah habis. program studi. angka pengangguran tetap tinggi. Hal yang sangat perlu dipahami bahwa pengorbanan di awal akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertambahan nilai di masa mendatang. Hal ini antara lain dengan adanya temuan hasil penelitian tentang adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan keterampilan penduduk dengan kondisi ekonomi negaranya. (Siagian. semakin tinggi tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat. Masalah Ketenagakejaan. Pendidikan dan latihan bukan saja menambah pengetahuan. perubahan konsep. sehingga investasi di bidang sumber daya manusia tidak akan pernah mengalami kerugian. 2) migrasi. jurusan. Pertama. sementara tuntutan kualifikasi tenaga kerja oleh institusi pengguna tenaga kerja sangat dinamis. Ketidaksesuaian antara jurusan. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari arus globalisasi. Hanya saja kita tidak boleh perpijak hanya pada aspek formalitas. akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja. di mana secara geografis menjadikan Indonesia harus ikut arus globalisasi tersebut. dan kurikulum yang dikembangkan dan diterapklan oleh lembaga pendidikan mengakibatkan adanya kontraversi angka-angka ketenagakerjaan di Indonesia. tanpa ada hasil perubahan yang dapat dirasakan. maka sering kali program studi itu sudah menuju kebasian. khususnya perguruan tinggi. Terdapat sekitar 350 – 500 orang (jabatan/posisi) yang ditawarkan setiap hari melalui media. Dengan kata lain. Sekalipun sistem pendidikan sudah ada sejak dahulu. 2004: 12). namun barulah dua puluh tahun terakhir ini ada kesadaran tentang hubungan langsung antara sistem pendidikan dengan segala perangkatnya dengan perekonomian nasional maupun perekonomian mikro.Siagian. Penerapan investasi human capital adalah dalam hal 1) pendidikan dan latihan. Adapun kontraversi ini antara lain. sehingga Perguruan 127 Koleksi BPAD Prov SU . dan 3) perbaikan gizi dan kesehatan. Saat keluar izin program studi tersebut. bahkan kurikulum yang dimiliki antara lain bersifat statis. maka kita akan terjebak dengan angka-angka yang dapat mengakibatkan kita kecewa. di satu sisi iklan lowongan kerja di berbagai media massa di Indonesia sangat banyak. sebagai suatu masalah yang berkepanjangan. Lemahnya sistem pendidikan di Indonesia antara lain terlihat dari perubahan kurikulum. Bahkan nama departemennya pun berubah. Namun di sisi lain. di mana perubahan tersebut sangat tergantung pada pergantian pejabat di jajaran departemen yang mengelola pendidikan.

tanpa memperhatikan pentingnya belajar dan berlatih. Sebagai contoh hingga saat ini rumpun pendidikan SMK sangat sedikit dan seragam untuk seluruh Indonesia. sehingga mereka tidak dapat berkonsentrasi pada bidang keterampilan yang harus ditekuni. Untuk itu jenjang dan jenis pendidikan yang mengembangkan keterampilan spesifik lokal perlu dimulai. Sungguh tragis nanti nasib manusia Indonesia jika budaya schooling itu tetap dipertahankan. Belum ada instansi yang melakukan seleksi yang demikian transparan. Koleksi BPAD Prov SU . Kebijakan pendidikan lainnya yang perlu dibangun adalah kebijakan pendidikan yang lebih mengutamakan pemanfaatan sumber daya daerah. dalam upaya mendapat karier yang lebih cerah melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2. Justru masalah seperti inilah yang kemudian mengembangkan budaya schooling tersebut. Misalnya. di mana lembar jawaban ujiannya diperiksa oleh Pusat Komputer Universitas Sumatera Utara. Ketika dilakukan investigasi. Kondisi seperti ini tentu sangat kontraproduktif dengan arus globalisasi. Hal ini terjadi karena banyaknya institusi pengguna tenaga kerja yang lebih mengutamakan aspek formal. 2005: 7). dan biasanya dikaitkan dengan bahasa dan budaya. Masyarakat Indonesia lebih cenderung mengembangkan budaya schooling daripada budaya learning. Kondisi seperti ini jelas tidak mendidik. 128 Budaya schooling yang lebih parah lagi adalah yang berkembang di antara banyak PNS. Adapun budaya schooling ini ditandai dengan sikap mengutamakan aspek formalitas dari pendidikan. sehingga mereka dapat menyelesaikan studi tanpa harus belajar secara keras dan sungguh-sungguh. maka lama kelamaan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan terperosok jika dibandingkan dengan kualitas sumber daya manusia di negara lain. seorang PNS yang memiliki jenjang pendidikan S-1. termasuk di hadapan para calon PNS dan langsung diumumkan saat itu juga. Misalnya. Halaman 117-131 Tinggi masih tetap menempuh gaya pengelolaan pendidikan konvensional (Fahruddin. mereka tidak terampil dan jauh dari tenaga siap pakai. Mei 2006. masalah yang lebih pelik lagi adalah budaya sekolah yang berkembang di masyarakat. ada orang kuliah. Jadi jangan seperti selama ini di mana kurikulum SMK itu cenderung diperluas. akan tetapi belum dikaitkan dengan potensi daerah yang dapat dikembangkan dalam rangka peningkatan kemajuan daerah dan kesejahteraan penduduknya. bahwa banyaknya muncul persoalan ketika hasil tes masuk menjadi PNS diumumkan mengindikasikan adanya permainan atau KKN dalam proses seleksi calon PNS tersebut. namun hal itu hanya sedikit. sebaliknya mereka yang memiliki ranking yang lebih tinggi justru dinyatakan sebagai pihak yang kalah pada seleksi tersebut. Akibatnya. namun sangat dangkal. Hal ini antara lain menonjol dalam rangka mendapat kedudukan sebagai PNS di Indonesia. Mereka justru memilih institusi perguruan tinggi yang dapat meluluskan mereka dengan berbagai kemudahan. Jika kondisi maraknya sikap mental budaya schooling ini tidak berubah menuju budaya learning.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Saat ini memang ada istilah muatan lokal dalam kurikulum sekolah. sebab yang diuji bukan itu. Sepeti yang terjadi saat penerimaan calon PNS di Sumatera Utara. Semestinya kurikulum SMK itu dipersempit dan diperdalam. sehingga dapat tertutup celah KKN. Dalam hal ini institusi pendidikan memikul dosa dari kondisi ini. misalnya memiliki ijazah untuk tingkat pendidikan tertentu dan untuk jurusan atau program studi tertentu. terutama pejabat yang tugas belajar. tanpa mempertimbangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mereka yang berada di ranking lebih rendah justru dinyatakan sebagai pemenang. Harus diakui. Banyak mata pelajaran yang tidak berhubungan dengan keterampilan inti harus dipelajari oleh siswa. Volume 5. misalnya diperiksa dengan komputer di hadapan orang banyak. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan kebijakan khusus untuk mengakhiri tradisi schooling yang sedang meracuni generasi sekarang ini. Mahasiswa merasa tidak perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan. Selain masalah link dan match yang memprihatinkan. yakni mendapatkan ijazah. ternyata berbeda ranking yang dikeluarkan oleh Pusat Komputer Universitas Sumatera Utara dengan yang diumumkan oleh Pemda. Tujuan mereka hanya satu. Nomor 2. Banyak di antara mereka tidak memiliki motivasi untuk belajar. Masyarakat lebih mengutamakan status formal daripada material. di mana seleksinya belum dapat dipertanggungjawabkan kejujurannya. yang mana akan ditandai dengan persaingan bebas dan era keterbukaan.

Hal ini tentu merupakan penerapan human capital yang sangat merugi. Pengangguran yang mencapai di atas sepuluh juta jiwa sungguh merupakan kondisi yang buruk dan memprihatinkan dari negara kita. SMK Jurusan Tanaman Padi. perlu dilakukan penelitian secara periodik menyangkut daya serap lulusan untuk semua jenis dan jenjang pendidikan. Bagaimanapun juga. Kebijakan mana harus dilengkapi dengan perencanaan strategis jangka panjang. Data tentang masa tunggu kerja lulusan artinya. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas. Pengembangan kurikulum SMK melalui kebijakan pendidikan semestinya harus dilakukan dalam rangka pendayagunaan potensi daerah di mana sekolah itu berada. Sebagai contoh. SMK Jurusan Mesin Diesel. Sangat tragis. SMK Jurusan Perikanan Laut. SMK Jurusan Perikanan Darat. sehingga lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menyerap seluruh angkatan kerja yang ada. SMK Jurusan Mesin Premium. terlalu sarat dengan mata pelajaran yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan keterampilan yang dilatih. belum adanya link and match antara lapangan kerja atau jenis pekerjaan dengan kualifikasi yang dituntut dengan kualifikasi tenaga kerja Indonesia sehingga tidak semua posisi jabatan dan pekerjaan yang ada atau ditawarkan dapat diduduki dan dilakoni oleh tenaga kerja Indonesia. Sekali lagi. sehingga kebijakan pendidikan sering bersifat temporer tanpa perencanaan jangka panjang.. Hal ini dapat dijadikan sebagai indikator apakah jurusan atau program studi dan atau konsentrasi tersebut masih layak dipertahankan atau lebih baik untuk ditutup. SMK Jurusan Elektronik Audio. Selanjutnya semua institusi pendidikan diwajibkan melakukan pendataan tentang alumninya. 3. Hal ini sangat penting dalam rangka memelihara kesesuaian kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di suatu daerah dengan potensi yang dapat dikembangkan di daerah tersebut. dan tenaga yang teramat besar. Kedua. SMK Jurusan Coklat. melainkan dapat membantu siswa dan mahasiswanya dalam mewujudkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan. harus ada data tentang masa tunggu kerja lulusan. Dengan demikian.Siagian. dan kurikulumnya didesain sedemikian rupa sehingga bersifat menyempit dan dalam. misalnya seorang lulusan SMK Jurusan Elektronik yang telah belajar selama tiga tahun memiliki keterampilan yang jauh lebih rendah dari seseorang yang hanya mengikuti kursus elektronik selama tiga bulan.. berapa lama seorang alumni mendapatkan pekerjaan yang layak dan atau sesuai dengan jurusan atau program studi atau keterampilan yang dimiliki. belum kuatnya sistem pendidikan tersebut mengakibatkan arah pengembangan 129 Koleksi BPAD Prov SU . Demikian halnya dengan seorang lulusan SMK Jurusan Mesin memiliki keterampilan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang mengikuti kursus montir hanya dalam tempo tiga bulan. Di samping itu. tujuan lembaga pendidikan bukan hanya meluluskan siswa dan mahasiswanya. penulis merumuskan kesimpulan sebagai berikut: 1. budaya malu dan budaya tahu diri serta merasa gagal perlu dikembangkan di benak rezim penguasa. dan termasuk sebagai indikator keberhasilan lembaga pendidikan tersebut dalam menjalankan fungsi dan mencapai tujuannya. Sistem pendidikan di Indonesia belum pas dan kuat. dan lain-lain. dan jangka pendek. Masalah Ketenagakejaan. Di samping itu. Untuk itulah sistem pendidikan harus diperkuat. yakni: Pertama. Hal ini merupakan akibat dari kurikulum yang disusun terlalu melebar tetapi dangkal. Oleh karena itu peningkatan keterampilan melalui pendidikan harus signifikan. Mestinya dibangun dan dikembangkan SMK Jurusan Palawija. Misalnya. SMK yang merupakan Jurusan Pertanian dirasa terlalu luas dan dangkal. sehingga operasional dan penjabarannya tidak tergantung pada pribadi pejabat sebagaimana terjadi selama ini. semestinya SMK itu disesuaikan dengan potensi daerah. Data ini harus dijadikan sebagai outcome sebuah lembaga pendidikan. kebijakan pendidikan harus fleksibel. SMK Jurusan Penyuluhan Petani. 2. akan tetapi melalui mekanisme yang teratur. Terdapat dua faktor utama yang memberikan kontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia. sehingga mereka tidak sia-sia memasuki suatu lembaga pendidikan dengan pengorbanan waktu. SMK Jurusan Kelapa Sawit. dana. adanya ketidaksebandingan antara pertumbuhan lapangan kerja dengan pertumbuhan angkatan kerja. jangka menengah.

Rekruitmen tenaga kerja. Hal ini mengakibatkan. pengelola lembaga pendidikan. Saran 1. Pengembangan jurusan. akibatnya meskipun banyak pengangguran. pendidikan di Indonesia sering sangat tergantung pada pejabat yang menduduki Departemen Pendidikan Nasional. Volume 5. Pengembangan pendidikan. khususnya jurusan dan program studi dengan kurikulum yang ada masih bersifat konvensional. 6. Perlu dilakukan terobosan baru dalam schooling dan menghapus budaya mengubahnya menjadi budaya learning melalui transparansi dan penerapan prinsipprinsip keadilan dalam proses rekruitmen tenaga kerja. program studi serta kurikulum yang dikembangkan di suatu daerah belum sepenuhnya sesuai dengan potensi daerah. Mereka merasa sia-sia untuk belajar keras karena tidak akan mendapat penghargaan nantinya. 3. Artinya. dalam arti mengikuti perubahan struktur ekonomi di Indonesia. organisasi profesi. 8. orang tua. di mana perencanaan tersebut harus bersifat akurat dan matang yang akan mengakibatkan pergantian pejabat pengelola pendidikan tidak mengakibatkan arah kebijakan pembangunan pendidikan yang sudah ada. 6. Nomor 2. Perlu penguatan sistem pendidikan yang didukung oleh perencanaan starategis. agar senantiasa memiliki peluang untuk diubah setiap saat sesuai dengan perubahan kualifikasi yang dituntut bagi tenaga kerja oleh institusiinstitusi pengguna tenaga kerja. Pemerintah harus menyadari dan bertanggung jawab atas penyediaan lapangan pekerjaan bagi semua warga negaranya dan demikian juga dengan tingkat kesejahteraan pekerja di Indonesia. namun potensi daerah tidak dapat digunakan secara maksimal untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Sangat jarang lembaga pendidikan memperhatikan perkembangan ketenagakerjaan yang sangat dinamis untuk dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan kurikulum. 7. baik sektor swasta maupun pemerintah. 4. Oleh karena itu. Halaman 117-131 4) 5. dan kurikulum harus memiliki nilai-nilai dinamika yang tinggi. Perlu dilakukan diskusi secara berkala yang melibatkan stockholder atau pemangku pendidikan. Berkembangnya budaya schooling dalam melakoni pendidikan oleh masyarakat Indonesia menjadikan pendidikan belum dijadikan dan belum berfungsi sebagai proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. yang memiliki link dan match dengan lapangan kerja yang tersedia dengan segala kualifikasi yang dituntut. Koleksi BPAD Prov SU . 5. program studi. Jurusan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Mei 2006. jangka menengah dan jangka pendek. Kurikulum dan jenis jurusan maupun program studi masih bersifat statis dan tidak mengikuti perubahan yang mendasar dalam struktur ketenagakerjaan yang dibutuhkan oleh lapangan kerja yang justru bersifat dinamis. Dengan cara seperti ini maka peserta didik akan termotivasi untuk belajar dan berlatih menuju tenaga kerja yang memiliki kualitas yang dapat memenuhi tuntutan institusi pengguna tenaga kerja. dan jurusannya. 130 2. bahwa jenis dan tingkat pendidikan seseorang sering tidak tercermin dalam kualifikasinya sebagai tenaga kerja. program studi. terutama calon PNS yang belum transparan dan belum menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran mengakibatkan peserta didik tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar selama mengikuti pendidikan. sehingga mereka berlomba-lomba melakukan investasi di Indonesia sebagai satu-satunya cara untuk meningkatkan lapangan kerj a sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. misalnya pemerintah. Iklim investasi harus ditata sedemikian rupa sehingga Indonesia harus dianggap dan dirasakan sebagai surga oleh investor. maupun institusi-institusi pengguna lulusan sehingga dapat dirumuskan kurikulum yang handal. prestasi studi dan ijazah sering tidak diikuti dan didukung oleh kompetensi lulusan. program studi sebaiknya diganti dengan konsentrasi. baik jangka panjang.

Susilo. Terowosan Mendesain Kurikulum Perguruan Tinggi. 1999 Harian Kompas Jakarta. Yogyakarta Sudarmayanti. STKS. Said. Pengembangan Pendidikan dan Pemecahan Masalah Pengangguran. New Jersey Ikhsan. Yogyakarta Pengantar Ilmu Rusli. Gambaran Umum Mengenai Permasalahan Pekerja Anak di Indonesia dan Penanggulangannya. Jurnal Perlindungan Anak. 1999. 1994. Kekerasan terhadap Anak Dalam Wacana dan realitas. Jakarta. 1992. Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bandung Sumber-sumber lain: Hakiki. Medan Manik. Social Analysis and Reseaqrch Institute (SARI). Bandung Purwoko. Belton. jakarta Sofyan.. Edi. Emil. Perguruan Tinggi. BPFE UGM. Ahmad. 29 April 2003 Majalah Gatra Jakarta. Pekerja Anak Jermal di Sepanjang Pantai Timur Sumatera Utara. 27 juni 2004 Harian Sinar Indonesia Baru Medan.Siagian. Sinar Grafika. Penyusunan Kurikulum Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Berbasis Kompetensi. Yogyakjarta Pengantar Muhidin. Matias. Medan Simanjuntak. 10 September 1993 Harian Waspada Medan. Jakarta Fahruddin. Widodo. Kependudukan. 1982. Adi. Nopember.. CV Mandar Maju. 19 September 2006 Harian Kompas Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Makalah Seminar. 12 Januari 2004 Harian Waspada Medan. 2. 1999. ____ . 2002. 3 Mei 2004 Harian Suara Merdeka Jakarta. Jakarta Siagian. Profil Buruh Anak di Sektor Industri. Konvensi. Medan Martono. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. 1996. Daftar Bacaan Danim. 2006. Rinaldi. ILO/USA Declaration Project Indonesia. 2001. Payaman. 1999. Masalah Ketenagakejaan. Kesejahteraan Sosial. Prentice-Hall. M. Sulaiman. Makalah Seminar. Surakarta Putranto. J. Makalah pada Seminar Sehari Profil Pekerja Anak. Syarif. 1981. Sudarwan. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Kekerasan Sesksual terhadap Anak Jermal. Medan Fleisher. Labor Economics: Theory and Evidence. Program Hibah Kompetisi 2004. Pandji. 1997. Volume 1 No. Dirjen Dikti. UGM Press. Menajemen Sumber Daya Manusia. 2005. Transformasi Sumber Daya Manusia. Undang-Undang Yang Baru Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. 1995. LP3ES. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. 31 Januari 2004 Koleksi BPAD Prov SU 131 .

Dengan kata lain. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak.nakertrans. Researchers collected data from 40 officials of Asam Jawa Medan Company. The company has to do and fulfill the worker’s rights according to the law as the worker social safety. Dalam forum diskusi kompleksitas masalah tenaga kerja dikemukakan permasalahan-permasalahan yang masih hangat dibicarakan adalah ketentuan upah minimum yang disesuaikan dengan daerah masing-masing.go. social safety Pendahuluan Di Indonesia saat ini pembangunan menitikberatkan pada bidang ekonomi yang menjadi penggerak utama. pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada perusahaan tenaga kerja atau karyawan sebagai pelaksana utama tidak terlepas dari risiko yang dihadapinya. bahkan dapat menimbulkan kematian. In a company the worker is primary element. This research studies how Asam Jawa Medan Company implementated the worker’s rights according to the law. masalah ketenagakerjaan tersebut mempunyai multidimensi. Jamsostek dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi risiko sosial ekonomi. Risiko yang menimpa karyawan dapat menimbulkan cacat sebahagian. dan bukan belas kasihan orang lain. It is one of the problems in Indonesia. (www. bila meninggal dunia. Kemandirian berarti tidak bergantung pada orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit.IMPLEMENTASI JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA KARYAWAN PT ASAM JAWA MEDAN Ratih Utamaningsih & Hayaruddin Siagian Abstract The worker is very important in production process. tenaga kerja di bawah usia kerja. Data analysis shows that Asam Jawa Medan Company has fulfilled the worker’s rights. Keywords: worker’s right. di antaranya yang paling pelik adalah masalah tenaga kerja. cakupannya sangat luas dan sangat kompleks. In the fact there are many companies which have not fulfilled the worker’s rights. hubungan industrial.id) Salah satu yang akan dibicarakan dalam masalah tenaga kerja adalah mengenai jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Dalam suatu perusahaan berskala besar dan berskala kecil. To get the best from the workers require the company give the best for them. cacat seumur hidup. Risikorisiko yang menimpa para karyawan tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu baik pada waktu kerja maupun di luar kerja demi tuntutan perusahaan. serta hubungan kerja sama internasional dan jaminan sosial bagi tenaga kerja. perlindungan tenaga kerja. Semua risiko yang dialami kebanyakan diakibatkan dari hubungan kerja. Adapun risiko yang terjadi tidak dapat sepenuhnya dihindari yang tentunya akan membutuhkan biaya. syarat-syarat kerja. Hayaruddin Siagian adalah Peneliti LIPI bidang Budaya 132 Koleksi BPAD Prov SU . Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang tidak terlepas dari konsekuensinya. Wajarlah apabila perhatian yang lebih Ratih Utamaningsih adalah Staf di Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi dan Gender Medan. penyelesaian perselisihan. Semuanya mengandung dimensi ekonomis. dan sosial. kehidupan di hari tua maupun keluarganya. tenaga kerja merupakan modal dasar terlaksananya proses produksi serta memajukan perusahaan. kebebasan berserikat.

. Pasalnya. dan jaminan sosial tenaga kerja yang mencakup jaminan hari tua.000 perusahaan dengan jumlah peserta yang pernah terdaftar dan menerima kartu peserta Jamsostek. Jamsostek adalah program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu yang penyelenggaraannya menggunakan mekanisme Asuransi Sosial. Dengan demikian salah satu upaya pemberian perlindungan tenaga kerja adalah jaminan sosial tenaga kerja seperti yang terdapat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang berbunyi sebagai berikut: “Perlindungan tenaga kerja yang meliputi hak berserikat dan berunding bersama. Pembayaran Iuran. Kebutuhan akan rasa aman ini bermacam-macam. Ketidakpastian ini disebut dengan risiko (Asikin. Kesejahteraan yang perlu diberikan bukan hanya karyawan sendiri tetapi juga keluarga yang harus tetap terpelihara termasuk saat karyawan kehilangan sebagaian atau seluruh penghasilannya akibat risiko kerja seperti kecelakaan kerja. misalnya untuk memperoleh pekerjaan. kondisi pemberian kerja. sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran. Menurut Teori Abraham Maslow kebutuhan akan rasa aman merupakan tingkat kebutuhan yang kedua setelah kebutuhan psikologi seperti makan.000 karyawan. papan dan kebutuhan fisiologinya. Keputusan Presiden No.Utamaningsih dan Siagian..Per. Program ini memberikan perlindungan yang bersifat dasar. Untuk menghadapi risiko ini diperlukan alat yang dapat mencegah atau mengurangi timbulnya risiko itu yang disebut jaminan sosial.3 Tahun 1992. dan untuk memperoleh jaminan kehidupan apabila karyawan tertimpa musibah.9 juta karyawan. 14 Tahun 1993. dan jaminan kematian serta syarat-syarat kerja lainnya perlu dikembangkan secara terpadu dan bertahap dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dan moneternya.000. jaminan pemeliharaan kesehatan. et al. Terutama karena sebagaian besar karyawan berasal dari lapisan kedudukan kondisi sosial ekonomi yang kebanyakan relatif rendah dan sudah menjadi kodrat bahwa manusia itu berkeluarga berkewaj iban menanggung kebutuhan keluarganya.(www. dan hari tua. sandang. serius ditujukan kepada karyawan. Sebagai program publik. salah satunya yakni rasa akan aman masa depan dan sebagainya (Siagian. Oleh karena itu perusahaan diwajibkan mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jamsostek. 1997: 127) 133 Koleksi BPAD Prov SU . lapangan kerja dan kemampuan tenaga kerja. untuk menjaga harkat dan martabat manusia jika mengalami risiko-risiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh perusahaan dan karyawan. Jamsostek memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (copulsory) bagi pengusaha dan karyawan berdasarkan Undang-Undang No. 1993: 77). baik itu ketidakpastian spekulatif maupun ketidakpastian murni yang selalu menimbulkan kerugian. Untuk itu peneliti merasa tertarik mengkaji lebih dalam dengan mengangkat judul “Implementasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan PT Asam Jawa Medan. sampai akhir 2005 mencapai 28. meninggal dunia.com). jaminan terhadap kecelakaan. Kebutuhan rasa aman merupakan motif yang kuat di mana manusia menghadapi sejumlah ketidakpastian yang cukup besar dalam kehidupan. sakit. 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek menyebutkan suatu perusahaan wajib menjadi peserta Jamsostek jika mereka mempekerjakan lebih dari 10 karyawan dengan upah di atas Rp1000.yahoi. Di Indonesia sebanyak 115. Padahal dalam UU No. menjadi peserta program Jamsostek merupakan hak bagi karyawan yang dijamin oleh undang-undang. sedangkan pelaksanaannya dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul pada Hubungan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Peserta Program Jamsostek diatur secara wajib melalui Undang-Undang No. keselamatan dan kesehatan kerja. minum.” Manusia dalam hidupnya menghadapi ketidakpastian.809. Dengan terbentuknya landasan hukum tenaga kerja diharapkan akan menjamin ketentraman dan keselamatan kerja serta kehidupan yang layak bagi kesejahteraan keluarga tenaga kerja khususnya.. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. berupa santunan tunai dan pelayanan medis.05/Men/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepersertaan. Implementasi Jaminan Sosial. kesiapan sektor terkait. (Christine. 1999: 287). Namun dari jumlah itu yang diketahui sebagai peserta aktif hanya 7. Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek.

3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang merupakan langkah awal dalam memberikan landasan hukum penyelenggaraan jaminan sosial. Keberadaan program Jamsostek sebagai upaya perlindungan hidup tenaga kerja di suatu perusahaan sangat besar manfaatnya. hari tua dan meninggal dunia”(Manulang. 134 Koleksi BPAD Prov SU . Menciptakan ketenangan kerja karena adanya upaya perlindungan terhadap risiko ekonomi maupun sosial. Senada dengan hal ini Kertonegoro mengatakan bahwa: “Jaminan sosial merupakan konsepsi kesejahteraan yang melindungi risiko baik sosial maupun ekonomi masyarakat dan membantu perekonomian nasional dalam rangka mengoreksi ketidakadilan distribusi penghasilan dengan memberikan bantuan kepada golongan ekonomi rendah (Sentanoe. Volume 5. 4. yang dimaksud dengan Jamsostek adalah sebagai berikut: “Suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti penghasilan yang hilang atau berkurang dalam pelayanan sebagaimana akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. 1993: 10). 3. 2001: 131). juga memberikan pengertian jaminan sosial (Sosial Security) secara luas yaitu: “Social security pada prinsipnya adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh masyarakat untuk warganya. Dengan terciptanya ketenangan kerja pada akhirnya mendukung kemandirian dan harga diri manusia dalam menerima dan menghadapi risiko sosial ekonomi. antara lain: 1. petani yang menggarap sawahnya sendiri dan lain-lain. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (Manulang. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja menyebutkan bahwa tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. ILO (Internasional Labour Organization) yang merupakan salah satu dari Badan Khusus PBB. 5. Dengan adanya upaya perlindungan dasar akan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan. misalnya dokter yang membuka praktik. Di berbagai negara diatur pada umumnya melalui berbagai bentuk. dapat ditarik kesimpulan bahwa jaminan sosial mempunyai beberapa aspek. 2003: 53). Selain mempunyai dampak positif bagi usaha-usaha peningkatan disiplin kerja dan peningkatan produktivitas kerja juga salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. Nomor 2. 3 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat (1). Karena adanya upaya perlindungan dan terciptanya ketenangan tenaga kerja akan berdampak meningkatkan produktivitas kerja. termasuk tenaga kerja yang melakukan pekerjaaan di luar hubungan kerja.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Di Indonesia hal ini dapat dilihat pada Undang-Undang No. Dari pengertian di atas. Sedangkan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di luar hubungan kerja adalah orang yang bekerja sendiri tanpa ikatan dengan perusahaan atau perorangan. 2. 2001: 3). dapat lebih dipahami bahwa yang dimaksud dengan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah. sakit hamil. Pengertian Jamsostek yang tegas lagi dinyatakan dalam Undang-Undang No. Mei 2006. melalui berbagai usaha dalam menghadapi risiko-risiko ekonomi atau sosial yang dapat mengakibatkan terhentinya/sangat berkurangnya penghasilan (Husni. Memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal bagi tenaga kerja serta keluarganya. pengacara (advokat). sebagai pengganti atau seluruh penghasilan yang hilang. biasa disebut tenaga kerja bebas. bersalin. 4 Tahun 1969 tentang Pokok Ketenagakerjaan serta diperkuat dengan Undang-Undang No. Dari definisi di atas. Halaman 132-150 Bertitik tolak dari hal tersebutlah mendorong lahirnya program yang memberikan jaminan perlindungan bagi tenaga kerja. Jelas di sini jaminan sosial menjamin santunan sehingga tenaga kerja terlindungi terhadap ketidakmampuan bekerja dalam penghasilan dan menjamin kebutuhan dasar bagi keluarganya sehingga memiliki sifat menjaga nilai-nilai manusia terhadap ketidakpastian dan keputusasaan.

baik berupa upah maupun waktu. berupa penghasilan yang layak dan jaminan-jaminan sosial tertentu. Upaya perlindungan karyawan perusahaan dalam bentuk penaikan upah. Jaminan Kematian. Setiap kecelakaan selalu ada faktor penyebabnya dan penyebab itu tentunya dapat dicegah dan dikurangi.Utamaningsih dan Siagian. serta pengusaha dan masyarakat pada umumnya. Terciptanya suasana hal di atas akan membentuk hubungan kerja yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. pemberian bonus dan program kesejahteraan lainnya. 1995: 42). Oleh karena itu untuk menanggulangi kecelakaan kerja yang berpengaruh terhadap hilangnya sebahagian atau seluruh penghasilan. Kecelakaan kerja merupakan peristiwa yang dapat menyebabkan kerugian harta benda dan atau hilangnya nyawa manusia yang akibatnya dapat merugikan tenaga kerja. Meningkat kan peran serta sektor perusahaan swasta secara bergotong royong bersama-sama dengan pemerintah. di samping menguntungkan bagi perusahaan karena bisa mengalihkan risiko yang harus ditanggung kepada pihak lain. Terlaksananya pola pemeliharaan kesehatan yang efektif. ventilasi tidak cukup. perusahaan sangat perlu untuk memasukkan para karyawannya dalam program Jamsostek. upah yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan dan tersedianya Jamsostek. tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Sebagai langkah yang ditempuh dalam menjamin hidup karyawan. seakan-akan mereka bekerja pada perusahaan miliknya. (Kartasaputra. 2. Sedangkan sebab-sebab manusia biasanya dikarenakan oleh sikap ceroboh. Beberapa tujuan program jaminan sosial meliputi: 1. Perusahaan dapat berkembang dan berjalan lancar apabila didukung oleh jumlah tenaga kerja yang cukup. Anggapan bahwa kecelakaan itu merupakan takdir adalah suatu pemikiran yang keliru. c. 4. Menganggap tenaga kerja sebagai patner yang aman membantu untuk mensukseskan tujuan usaha. Dari penjelasan di atas menunjukan bahwa program Jamsostek berdasarkan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1993 beserta peraturanperaturan pelaksanaannya bersifat dan bertujuan untuk melindungi karyawan. maka perlu adanya bantuan jaminan kecelakaan kerja. et al. Jaminan Hari Tua. Sebab-sebab kecelakaan bisa dikelompokan menjadi dua sebab utama yaitu sebab teknis dan sebab manusia. Menjalin hubungan yang baik dengan para pekerjanya sehingga mereka merasa bahwa tenaga kerjanya itu perlu dikerahkan dengan baik. Setiap kecelakaan menyebabkan penderitaan bagi keluarganya. perusahaan yang perlu dikembangkan dengan penuh tanggung jawab. mengurangi kesenjangan dalam bidang pemeliharaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab-sebab teknis biasanya menyangkut masalah-masalah kondisi di pabrik. dirasakan belum menunjukan suatu jaminan karyawan terutama dalam kelangsungan hidupnya dengan tingkat kesejahteraan yang memuaskan. 3. Jamsostek juga sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja untuk menjaga harga dirinya agar tidak terkesan untuk minta dikasihani bila terkena musibah.. Memberikan imbangan yang layak terhadap jasa-jasa yang sudah dikerahkan oleh patner yaitu. Mengingat gangguan mental akibat 135 Koleksi BPAD Prov SU . juga dapat meningkatkan produksi perusahaan. b. agar dengan demikian patnernya itu lebih terangsang untuk bekerja lebih produktif (berdaya guna dan berhasil guna). Program ini dikelolah oleh PT Jamsostek (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1995 tentang Penetapan Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja... Mempercepat terjadinya proses pemerataan hasil pembangunan. 1989: 7). Selain itu setiap kecelakaan akan mengakibatkan kerugian. efisien dan rasional (Majalah JAMSOSTEK. sehingga meni mbul kan peningkatan produksi perusahaan. misalnya peralatan kerja tidak diberi pengamanan. dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1993 Pasal 6 ayat (1). Oleh sebab itu perusahaan hendaknya: a. Dengan demikian program Jamsostek. mengantuk dan sebagainya. Apabila kecelakaan kerja itu mengakibatkan kematian atau cacat permanen maka keluarganya akan menderita kesusahan. bahwa ruang lingkup jaminan sosial meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja. tenaga kerja dan keluarga. Meningkatkan produktivitas pada karyawan perusahaan. Implementasi Jaminan Sosial.

Kecelakaan kerja yang terjadi di luar jam kerja tetapi masih dalam waktu kerja seperti jam istirahat sebagaimana diatur oleh undang-undang. Oleh sebab itu pembiayaan Koleksi BPAD Prov SU . Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. Nomor 2. 6. maka perlu disebutkan hal-hal apa saja yang merupakan kecelakaan kerja sebagai patokan baik karyawan. 3. Mei 2006. 3. 3 Tahun 1992 adalah sebagai berikut: 1. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu mengikuti pendidikan yang merupakan tugas dari perusahaan dan harus dibuktikan dengan surat tugas. Kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau di lingkungan tempat kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat lain dalam rangka tugas atau secara langsung bersangkut paut dengan penugasan dan tidak ada unsur kepentingan pribadi. baik di lokasi kerja maupun dalam perjalanan dalam lokasi kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu melaksanakan kegiatan olah raga yang harus dibuktikan dengan surat tugas dari perusahaan. Perkelahian di tempat kerja. baik di lokasi kerja karena satu alasan. perusahaan maupun lembaga yang ditunjuk sebagai pengelola atas jaminan kecelakaan kerja. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. 1997: 140). ant r akosi l i kosi s. Suatu kasus meninggal mendadak dalam hubungan kerja karena suatu alasan. 5. 4. Halaman 132-150 kecelakaan kerja relatif sifatnya sehingga sulit ditetapkan derajat cacatnya maka jaminan atau santunan hanya diberikan dalam hal terjadi cacat mental tetap yang mengakibatkan tenaga kerja yang bersangkutan tidak bekerja lagi. agar mudah dipahami dan dimengerti sehingga di kemudian hari tidak salah paham. 1997: 137). baik yang terjadi pada waktu kerja atau di luar waktu kerja dan timbul penyakit akibat kerja. 5. Daftar penyakit yang timbul dalam hubungan kerja dapat dilihat dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. 4. Volume 5. sisal (bissinosis). Hal-hal yang dapat dimasukan sebagai kecelakaan kerja dalam UU No. Begitu pula penyakit yang ditimbulkan adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja dan masyarakat umum biasanya tidak terkena. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu melakukan kerja lembur yang harus dibuktikan dengan surat perintah lembur. Cacat akibat kecelakaan kerja (Christine. 3. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengenai kecelakaan kerja. 2. Penyakit lainnya yang telah ditetapkan kepada keputusan ini (Christine. juga di luar waktu kerja dapat dikelompokan sebagai kecelakaan kerja. 1997: 135). kesemua itu menimbulkan kerugian bagi karyawan dan berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja. Selain yang temasuk kecelakaan kerja pada waktu kerja di atas. 2. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja yang terjadi secara tiba-tiba melalui proses dalam jangka waktu tertentu. 4. Kecelakaan kerja merupakan tanggung jawab perusahaan. 2. seperti: 1. 1997: 143). 3 1992: 13 adalah sebagai berikut: 1. yaitu: 1. 2. vlas. Kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah perkemahan yang berada di lokasi kerja. asbest osi s) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. 136 Di samping itu juga dapat disebut sebagai kecelakaan kerja UU No. sepanjang melalui perjalanan yang wajar dan biasa dilakukan setiap hari. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas. Kecelakaan kerja yang terjadi dalam perjalanan berangkat dan pulang ke dan dari tempat kerja. henep.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecelakaan kerja. 3. termasuk kecelakaan kerja (Christine. tanpa sempat mengalami rawat inap atau mengalami rawat inap tetapi tidak melebihi 24 jam terhitung sejak pada jam di tangan dokter/para medis langsung meninggal dunia. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal dalam proses pekerjaan. di luar jam kerja dan di luar waktu kerja (waktu istirahat) serta bersangkutan bebas dari setiap urusan pekerjaan (Christine. Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (sisikosis.

(Sendjun. c. sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terbebankan dengan putusnya nafkah keluarga. Biaya pemakaman sebesar Rp 200. artinya orang yang sepatutnya menerima warisan tidak diklaim orang lain. orang yang berhak menerima warisan ditetapkan sebagai berikut: 1. Artinya iuran kecelakaan kerja dari setiap tenaga kerja ditanggung oleh pengusaha. 137 Koleksi BPAD Prov SU . Santunan kematian sebesar Rp 1000.000. c. 1993: 36). Selain jaminan di atas. Biaya pemakaman sebesar Rp 200. 3. Besarnya iuran menurut peraturan yang berlaku adalah sebesar 0.. Dari uraian di atas dengan menetapkan yang berhak menjadi ahli waris dari jaminan kematian akan memberikan dampak yang positif. baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan dalam bentuk uang. Jaminan kematian dibayarkan sekaligus sebesar Rp 1.. Diperlukan jaminan kematian dalam upaya meringankan beban keluarga. Santunan sementara tidak mampu bekerja sebagai pengganti upah. Santunan berskala sebesar Rp 25. Biaya pemakamam (Sendjun.2. 2001: 94). Dari pengertian di atas menunjukan bahwa karyawan dipandang sebagai insani yang perlu dibantu. d. Santunan cacat sebagaian untuk selamalamanya.. dan warisan yang diterima kepada keluarga yang berhak menerimanya dapat dimanfaatkan untuk bekal hidup.000. Santunan kematian (Sendjun.(dua puluh lima ribu rupiah) selama 24 bulan. b. Tunjangan kematian yang diberikan terhadap karyawan diambil dari iuran setiap bulannya yang dibayarkan kepada PT Jamsostek.000. program ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. 2. Santunan cacat total untuk selama-lamanya. Dalam hal ahli waris atau wasiat lainnya tidak ada biaya pemakaman dibayarkan kepada pengusaha atau pihak lain yang mengurus pemakamannya.30% dari upah sebulan (PP No. karena pada usia tua umumnya kemampuan bekerja sudah berkurang sehingga karyawan diberhentikan dari pekerjaannya.(satu juta dua ratus ribu rupiah) yang terdiri dari: 1.(Kertonegoro. pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Dengan terputusnya pekerjaan dan upah dari perusahaan tentunya biaya hidup adalah hasil tabungan semasa kerja. Dengan demikian karyawan yang mendapat kecelakaan kerja berhak mendapat jaminan kerja sesuai dengan Permenaker No: Per –04 /MEN/1993 yang terdiri dari: 1. b. Pemeriksaan. 14 1993 Pasal 9) dan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. 2001: 134). Pengangkutan dari tempat kejadian ke rumah sakit yang terdekat ataupun ke rumahnya. atau anak.000. Jaminan kematian dibayarkan sekaligus kepada janda/duda. Hari tua merupakan risiko kehidupan yang dapat mengakibatkan terputusnya upah. Jaminan kematian adalah suatu jaminan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia bukan diakibatkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan terputusnya penghasilan dan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan (Manulang. kepada tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja juga diberikan santunan berupa uang yang terdiri dari: a. Implementasi Jaminan Sosial.. 2001: 96).200. Santunan cacat: a. 2001: 94). et al. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993. dan sebaliknya keluarga yang ditinggalkan dapat memanfaatkan santunan yang diberikan untuk mencari nafkah lain. Santunan cacat sebahagian untuk selama-lamanya dibayarkan secara sekaligus dengan besarnya % sesuai tabel x 60 % sesuai tabel x 60 bulan upah. 2. Santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) 4 bulan pertama 100 % x upah sebulan dan bulan seterusnya 50 % x upah sebulan. Namun dapat dibayangkan kondisi tenaga kerja di Indonesia dengan upah yang belum begitu layak dengan kata lain hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kesempatan tenaga kerj a untuk menyisihkan sebagai an penghasilannya kemungkinannya sangat kecil.Utamaningsih dan Siagian.14 tahun 1993 dapat dibagi sebagai: 1.000. Besarnya santunan jaminan kecelakaan kerja yang dialami karyawan sesuai dengan PP No. 2.

000. Program Jaminan hari tua diselenggarakan dengan cara atau sistem tabungan hari tua (provident fund). Mengalami PHK setelah peserta setidaktidaknya lima tahun. Pemeliharaan kesehatan bagi karyawan perusahaan tidak dapat dilepaskan sebagai sarana penunjang dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan karyawan yang buruk akan mengakibatkan kecenderungan tingkat absensi yang meningkat. 14 1993 pasal 24). 2. Pembayaran secara berkala dapat dilakukan apabila seluruh jaminan hari tua mencapai Rp 3. 1996: 3).. 4. Tidak lagi diperlukan pembiayaan dokter. Meninggal dunia. b.000. Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992.000. uang muka dan biaya rumah sakit/ dan bersalin. Pembayaran jaminan hari tua secara sekaligus atau berkala merupakan pilihan dari tenaga yang bersangkutan sendiri. Halaman 132-150 Melihat permasalahan di atas. besarnya iuran jaminan hari tua ditetapkan sebagai berikut: a.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Jaminan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja dan keluarganya memerlukan pelayanan medis dan spesifik dan pembiayaan yang rasional untuk menghindari berbagai penyalahgunaan dan biaya yang berlebihan. Mei 2006. sehingga 138 produktivitas menjadi rendah.000. Tenaga kerja menanggung iuran sebesar 2 % (Christine. bunga dan masa kepesertaan. Jika dibandingkan dengan tingkat ratarata pendapatan tenaga kerja. 1997: 140). Nomor 2. Program jaminan pemeliharaan kesehatan yang merupakan salah satu dari program Jamsostek. bukan saja untuk memelihara tingkat produktivitas atau disiplin tetapi juga memelihara eksistensi dan kualitas hidup tenaga kerja.7 % yang dihitung dari upah sebulan dari tenaga kerja. Memperoleh kepastian pelayanan medis pada saat membutuhkan. 1993: 35). Bahkan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan pembiayaan. Berbagai program kesehatan kebijaksanaan dari perusahaan terhadap karyawannya menandakan bahwa pihak perusahaan. Besarnya saldo tabungan tersebut tergantung dari iuran. Mencapai umur 55 tahun. obat. 5. Usaha ini hanya bisa dilakukan oleh badan penyelenggara yang khusus dan profesional serta bisa diperoleh efisiensi dan efektivitas yang tinggi melalui prinsip gotong-royong antara peserta yang jumlahnya besar dan merata. et al. Tidak lagi direpotkan dengan berbagai masalah kesehatan tenaga kerja serta keluarganya. 3. 2. biaya pelayanan kesehatan relatif cukup mahal. bagi perusahaan juga memperoleh manfaat sebagai berikut: 1. Dengan mengikuti jaminan pemeliharaan kesehatan manfaat yang diperoleh bagi karyawan adalah: 1. maka sangat perlu diadakan program yang sangat berpengaruh bagi masa depan/hari tua bagi karyawan terutama yang penghasilannya rendah. Pergi keluar negeri atau pulang ke negeri asal untuk tidak kembali lagi (Kertonegoro. Kepastian pembiayaan kesehatan tenaga kerja serta keluarganya. Pengusaha menanggung iuran sebesar 3. Diperolehnya atau didapatkannya tenaga kerja yang sehat. Terpeliharanya kesehatan bagi diri dan keluarga demi kelangsungan dan kebahagiaan hidup Sementara itu. Mengalami cacat total dan tetap sehingga tidak bisa bekerja lagi. Jadi besarnya iuran yang harus dibayar pengusaha setiap bulannya adalah sebesar 5.70 %.atau lebih dilakukan paling lama 5 tahun (PP No. 3. 2. Bagi yang masih lajang sebesar 3 % dari upah sebulan dan yang sudah berkeluarga sebesar 6 % dari upah sebulan. Pembayaran sekaligus dapat dilakukan apabila jumlah seluruh jaminan hari tua kurang dari Rp 3. Pembayaran jaminan hari tua dapat dibayarkan sekaligus atau secara berkala. Kemanfaatan dari jaminan hari tua berupa pembayaran saldo tabungan pada saat timbul hak peserta yaitu: 1. sehingga iuran jaminan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. 3. stabil dan produktif (Majalah Jamsostek. menyadari akan pentingnya faktor kesehatan dalam menunjang peningkatan produktivitas kerja karyawan. dan mendapat bunga setiap tahun. di mana iuran dari pengusaha dan tenaga kerja setiap bulan dikredit pada rekening tenaga kerja secara individual... Koleksi BPAD Prov SU . Volume 5.(tiga juta rupiah).

Jaminan pemeliharaan kesehatan bukan saja dilaksanakan terhadap tenaga kerja itu sendiri tentu juga keluarga tenaga kerja dengan 3 orang anak. Maka sampel dari penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di kantor pusat PT Asam Jawa Medan.Utamaningsih dan Siagian. Rawat jalan lanjutan. 4.. Electro Encephalogy (EEG).000. pengobatan. Jamsostek tidak hanya memberi ganti rugi dan pelayanan penyembuhan semata-mata. paket tersebut dari: 1.-. terutama berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum dan dokter gigi. Menurut Arikunto. Dengan demikian tenaga kerja dan keluarganya dapat meningkatkan kesehatannya tanpa harus memikirkan biaya kesehatan dan kesejahteraan keluarganya dapat tercapai. tetapi lebih komprehensif. prothese mata Rp 100. 1993: 36). tetapi apabila lebih dari 100 orang maka diambil sampel sebesar 25% (Arikunto. Pelayanan khusus terutama berupa penggantian maksimum biaya kacamata Rp 50. prothese tangan Rp 125. 2002: 149). 6. Dalam hal ini karena populasi kurang dari 100 orang maka seluruhnya dijadikan sampel. 2004: 35). Di samping itu perusahaan ini telah melaksanakan program Jamsostek dengan memasukkan karyawannya sebagai peserta Jamsostek.000. pemeriksaan kehamilan.000. Metode Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Pertolongan persalinan. kompensasi. Jika populasi kurang dari 100 maka sampel dapat diambil seluruhnya. Implementasi Jaminan Sosial. terutama berupa: pemeriksaaan.000. kuratif (penyembuhan dan rehabilitatif). Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan merupakan perusahaan perkebunan swasta nasional.000. 40 Medan. menginap dan makan pada kelas II rumah sakit pemerintah atau kelas III rumah sakit swasta. Rawat inap tingkat pertama. tindakan medis dan rawat inap (jika perlu) ( Kertonegoro. prothese kaki Rp 150. Penunjang diagnosis. pencegahan penyakit dan pemulihan kesehatan.-. terutama berupa: pemeriksaan laboraturium. Sedangkan jaminan hari tua dan jaminan kematian dapat membantu biaya pendidikan anak-anak tenaga kerja secara selektif melalui pemberian beasiswa. terutama berupa: tindakan medis oleh dokter atau bidan yang menginap di rumah sakit. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek yang diteliti dalam hal ini adalah menggambarkan implementasi jaminan sosial tenaga kerja dan kesejahteraan keluarga karyawan yang diberikan PT Asam Jawa Medan. 5. Kemanfaatan lainnya adalah seperti: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ikut menunjang usaha-usaha pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. radiologi. 2. alat Bantu dengan Rp 1. Dengan demikian kemanfaatan JKK meliputi usaha-usaha prevensi.000. Ultrasonography (USG). dan rehabilitasi. tindakan medis. Electro Cardiography (ECG).. tindakan medis sederhana. Di samping itu JKK juga memberi prothetse anggota badan dan alat bantu seperti kursi roda bagi penderita cacat tenaga kerja.-. Penelitian ini dilaksanakan di PT Asam Jawa yang berkantor pusat di Jalan Gajahmada No. 7. antara lain berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter. Pelayanan gawat darurat. Computerized Tomography (CT) Scaning sesuai tersedianya fasilitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran atau melukiskan kenyataan yang ada tentang masyarakat atau kelompok orang tertentu di lapangan secara analisis yang prosesnya meliputi penguraian hasil observasi dari suatu gejala yang diteliti atau lebih (Irawan.000. JPK memberi pelayanan promotif (peningkatan). preventif pencegahan.-.-. Rawat inap di rumah sakit. PT 139 Koleksi BPAD Prov SU . prothese gigi Rp 80. Jaminan pemeliharaan kesehatan diberikan dalam bentuk pelayanan medis sebagai paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) juga ikut membantu upaya-upaya pendidikan kesehatan. 3. terutama berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis. Lamanya hari rawat yang ditanggung maksimum 60 hari per kasus per tahun. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di Kantor Pusat PT Asam Jawa Medan yang berjumlah 40 orang.-. sudah termasuk perawatan khusus (ICCU/ICU) ditanggung maksimum 20 hari per kasus per tahun.

334 Medan. Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER-05/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan. biaya pengobatan dan rawat inap seluruhnya menjadi tanggung jawab perusahaan yang akan diklaim oleh PT Astek. Jaminan Kesehatan serta Jaminan Hari Tua yang juga dilaksanakan oleh perusahaan sendiri yakni yayasan perusahaan dana pensiun PT Asam Jawa Medan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada Perusahaan PT Asam Jawa Medan Jamsostek diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jamsostek yakni PT Astek (Asuransi Tenaga Kerja) yang berkantor di Jalan Patimura No. Setiap bulannya karyawan yang telah ditunjuk oleh perusahaan sebagai pelaksana Jamsostek memberikan iuran kepada PT Astek (persero). juga di dalam keputusan kerja bersama antara karyawan dengan perusahaan menetapkan hal. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Sedangkan untuk karyawan pusat perusahaan juga mempunyai rumah sakit rujukan seperti RSU Permata Bunda dan RSU Gleneagles Medan. Maksimal 3 (tiga) orang anak dari hasil perkawinan yang sah (termasuk anak angkat/tiri yang sah). Pembayaran Iuran. Mei 2006. Halaman 132-150 Asam Jawa juga telah melaksanakan berbagai bentuk pemberian kesejahteraan bagi karyawan juga keluarga karyawan tersebut. 2. Pendidikan Untuk meringankan beban tanggungan karyawan. Nomor 2. Di kebun semua karyawan mendapat perumahan yang layak huni dengan fasilitas listrik dan air. b. Iuran berdasarkan jumlah yang tercantum dalam formulir Daftaran Tenaga Kerja yang telah diisi oleh karyawan yang bertugas sebagai pelaksana Jamsostek atas keterangan karyawan yang akan menjadi peserta Jamsostek. belum kawin dan tidak mempunyai penghasilan sendiri atau berusia di bawah 24 (dua puluh empat tahun) tetapi masih sekolah/ kuliah dengan dibuktikan surat keterangan dari sekolah/universitas. Volume 5. Jaminan Kematian. perusahaan telah mengadakan 1 unit kendaraan ambulans yang dapat mempercepat pelayanan darurat ke rumah sakit PTP IV Torgamba (45 km) dari lokasi kebun. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. atau dengan kata lain aspek kesehatan adalah salah satu indikator tingkat kesejahteraan. Pembayaran Santunan. Perusahaan juga memberikan immunisasi hepatitis B kepada karyawan. yaitu dengan cara menjabarkan data yang diperoleh dari penelitian. Sehubungan dengan hal tersebut. Rantau Prapat atau Medan. Untuk mengetahui data atau informasi. maka perusahaan akan menanggung anggota keluarga karyawan dengan berupa tunjangan tetap pendidikan yang diperoleh setiap tahun. Rumah Tempat Tinggal Kebutuhan yang amat mendasar salah satunya adalah rumah tinggal yang layak 140 Koleksi BPAD Prov SU . c. Secara periodik melaksanakan Medical Chek Up kepada karyawan dan staf. keterangan atau fakta yang diperlukan peneliti dengan menggunakan teknik pengumpulan berupa observasi dan penyebaran angket. Untuk yang masih sekolah perusahaan juga memberikan 2 stel pakaian seragam sekolah setiap tahun. Selain pelaksanaan jaminan sosial yang dijelaskan sebelumnya. Sedangkan untuk karyawan pusat perusahaan memberikan bantuan rumah dengan memberikan tunjangan tidak tetap berupa penggantian uang sewa rumah yang diperoleh setiap tahun.hal yang berhubungan dengan pemberian kesejahteraan keluarga karyawan yaitu: a. dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pelayanan Kesehatan Pemeliharaan kesehatan karyawan beserta keluarganya merupakan faktor yang menentukan keluarga tersebut dapat dikatakan sejahtera. huni.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja. diberi kompensasi rumah sebesar 25 % dari gaji tiap bulannya. Bagi karyawan yang belum memiliki rumah sendiri. kemudian dilakukan analisis data dengan menggambarkan kenyataan yang ada di tempat penelitian yang tersusun dalam bentuk tabel tunggal untuk memberikan penjelasan dan komentar-komentar. berusia di bawah 19 tahun. Jamsostek yang telah dilaksanakan oleh perusahaan.

Untuk mendapatkan cuti menunaikan ibadah haji seorang karyawan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 2. Rekreasi Rekreasi bersama dilaksanakan setiap 1 tahun secara priodik dengan biaya akomodasi. bulu tangkis.0 100. lama bekerja. semua karyawan telah mengetahui. usia. d. Olah raga massal biasanya diadakan pada saat menjelang 17 Agustus pada setiap tahunnya. Koleksi BPAD Prov SU 141 . Tempat Ibadah Untuk karyawan yang beragama Islam sebuah mesjid sudah dibangun permanen di emplasmen induk yang dapat menampung ±200 orang. h. karena itu ditetapkan program pensiun. Tabel 2..46 tahun >46 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 0 18 16 6 40 % 0 45. Usia < 25 tahun 25-35 tahun 36.. 3. bola voli. konsumsi dan transport ditanggung perusahaan.5 37. tenis meja.5 %) dan responden yang berjenis kelamin wanita sebanyak 15 orang (40 %). Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin No. Bantuan Fasilitas Olah Raga Kegiatan olah raga bagi karyawan merupakan salah satu usaha peningkatan kesehatan karyawan. Dengan peranan yayasan ini.7 % dari saldo gaji akan disetor ke PT Astek sedangkan yayasan yang dimiliki perusahaan tidak memungut iuran dari karyawannya tetapi perusahaan memberikan 8. Prapat dan tempat lain.0 40. Sedangkan untuk karyawan yang beragama Kristen. Untuk karyawan pusat disediakan mushalla di kantor. Karakteristik umum responden terbagi ke dalam 6 pertanyaan yang meliputi: jenis kelamin. dan jumlah anak. Begitu pula dengan penginapan karyawan bebas memilih penginapan yang diinginkan di Berastagi. Distribusi Responden Berdasarkan Usia No. Telah bekerja sekurang-kurangnya selama 3 tahun. baik peralatan maupun lapangan dan waktu latihan. f. pendidikan formal.4 % dari gaji mereka untuk masa pensiun mereka tiba. 2. bahwa pada saat sesudah purna tugas nanti hidupnya akan tetap terjamin. 1.5 100. Hal ini ditujukan untuk kesejahteraan karyawan yang purna tugas tersebut. Tabel di atas menunjukkan responden yang berjenis kelamin pria lebih dominan daripada responden wanita. Program pensiun di PT Asam Jawa dilaksanakan oleh PT Astek dan juga oleh yayasan perusahaan sendiri. bela diri dan golf khusus untuk karyawan staf dan untuk tingkat asisten ke atas. 1.0 g. Hanya untuk 1 (satu) kali naik haji.0 15. Implementasi Jaminan Sosial. Olah raga yang menonjol di perusahaan ini adalah sepak bola. Banyaknya responden yang berjenis kelamin pria pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian ini. Program Pensiun Pimpinan PT Asam Jawa tidak akan membiarkan karyawannya yang purna tugas akan kehilangan penghasilannya.0 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 40 orang. Jenis Kelamin Pria Wanita Jumlah Sumber: Data Primer F 25 15 40 % 62. e. Tabel 1. status perkawinan. Setiap bulannya 5. Menunaikan Ibadah Haji Karyawan diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan biaya sendiri. responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 25 orang (62.Utamaningsih dan Siagian. 2. catur. di emplasmen induk di bangun gereja yang biasanya menampung 100 jemaat. 4. 3. Semua jenis olah raga tersebut mendapat fasilitas dari perusahaan. Surat permohonan ibadah haji harus dilengkapi dengan surat resmi dari Departemen Agama mengenai quota yang diperoleh.

Sedangkan karyawan yang memiliki pendidikan SMA ternyata dapat memberikan dedikasi yang dapat disejajarkan dengan para karyawan yang sarjana ataupun diploma. Meskipun gaji mereka terbatas namun gaji tersebut mampu mencukupi kebutuhan mereka.20 tahun yakni sebanyak 25 orang (62. 1.0 Sumber: Data Primer Pada Tabel 5 di atas dapat diamati bahwa jumlah responden PT Asam Jawa Medan yang sudah menikah cukup tinggi yakni berjumlah 35 orang (87.0 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat mayoritas responden PT Asam Jawa Medan dengan jumlah 21 orang (52. Hal ini disebabkan perusahaan mengadakan penyaringan sumber daya manusianya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas perusahaan. 3.5%). Apalagi sekarang ini sangat sulit mencari pekerjaan.5) responden yang telah mengabdi lama selama lebih dari 20 tahun. Distribusi Responden Berdasarkan Status Perkawinan No. Sedangkan responden yang berumur > 46 tahun berjumlah hanya 6 orang.5 25. 4.5 100. Sedangkan Pada jawaban responden diketahui hanya 8 orang (20%) yang bekerja di bawah 1-10 tahun. Pendidikan Sarjana Diploma SMU/ Sederajat Jumlah Sumber: Data Primer F 21 10 9 40 % 52.0 22. Volume 5.5%). Para responden pada umumnya bekerja pada kurun waktu yang cukup lama disebabkan kemauan yang kuat dari dalam diri responden tersebut untuk meningkatkan karier melalui prestasi di perusahaan. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan No. Tabel 3. hal ini disebabkan karena mereka baru bergabung dengan perusahaan. Mei 2006. Responden yang berumur kurang dari 25 tahun tidak ada. Distribusi Responden Berdasarkan Lama Bekerja No. 3.0 Tabel 4.5%) adalah sarjana.5 100. Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pendidikan formal mayoritas responden adalah sarjana. Nomor 2. 3. Ini membuktikan bahwa perusahaan juga sangat menuntut prestasi dan dedikasi karyawan mereka. maka perusahaan harus mencari sumber daya manusia yang produktif. dan menyandang gelar diploma adalah 10 orang (25%).5%) dan bukanlah karyawan yang baru bekerja tetapi merupakan karyawan lama. 2.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. dalam hal ini perusahaan tidak memfokuskan pada usia produktif. Sedangkan pendidikan formal minimal SMU/Sederajat berjumlah hanya 9 orang (2. Rata-rata yang berpendidikan SMA merupakan karyawan yang telah bekerja cukup lama dan berada pada posisi di kantor pun cukup dihormati. Lama Bekerja < 1 Tahun 1-10 tahun 11-20 tahun > 20 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 0 8 25 7 40 % 0 20. menanggapi hal ini perusahaan merasa bahwa untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pada Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata responden bekerja di atas 11. 1.5 100. Halaman 132-150 Pada Tabel 2 di atas dapat diketahui responden yang berusia 36-46 tahun berjumlah 16 orang (40 %) dan responden yang berumur 25-35 tahun sebanyak 18 orang (45%).5%) dari jumlah seluruh karyawan sebanyak 40 orang. 2. 1. Dalam UU No. 4 Status Perkawinan Tidak Menikah Menikah Janda Duda Jumlah F 1 35 3 1 40 % 2. 2. Hal ini juga karena responden merasa aman dan nyaman bekerja.5 87. akan tetapi difokuskan pada kemampuan responden menemukan ide-ide baru yang mampu meraih serta meningkatkan produksi perusahaan.5 7.5 2. Tabel 5. Kita tahu bahwa di atas umur 45 tahun adalah umur yang sangat produktif.5 17. Sedangkan yang belum menikah hanya satu orang saja (2. Begitu pula terdapat 3 karyawan yang janda dan 1 karyawan duda. 3 1992 tentang Jamsostek meyebutkan suatu perusahaan wajib menjadi 142 Koleksi BPAD Prov SU . Juga Terdapat sebanyak 7 orang (17.0 62.

1.0 Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang terdiri dari 40 orang telah menerima santunan sebanyak 31 orang (77. Rata-rata responden telah memiliki anak. 4. Tabel 7.5 0 100. Bahkan sebanyak 9 orang (22.0 Sumber: Data Primer Berdasarkan distribusi jawaban responden pada Tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa karyawan telah menjadi peserta seluruh program Jamsostek. Tabel 6. 3. Jumlah Anak 0 1 –2 3-4 5-6 Jumlah F 1 28 11 0 40 % 2. Persepsi Responden tentang Prosedur Menjadi Peserta Jamsostek No.5%) hanya beberapa menerima santunan. Berdasarkan pendapat seorang responden perusahaan tidak pernah mempersulit responden untuk mendapatkan jaminan tersebut.. 1.5 %) menyatakan sangat mudah untuk mendapatkan jaminan sosial tersebut.5 77. Di perusahaan diketahui bahwa bagian pelaksana Jamsostek adalah karyawan yang berada pada jabatan Pelaksana Administrasi Kesejahteraan Karyawan. Juga anak-anak mereka telah duduk di bangku sekolah yang rata-rata masih SLTP. 2.5 0 100. Implementasi Jaminan Sosial. 2. 3. Program Jamsostek yang diikuti yakni Jaminan Kecelakaan Kerja.0 Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah anak 34 anak adalah 11 orang (27. perlindungan kecelakaan kerja dan lainnya sesuai dengan pasal 25 ayat (1) Declaration of Human Right sebagai berikut: “Setiap warga negara berhak atas hidup yang menjamin kesehatan dan keadaan baik Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan mudah sebanyak 31 orang (77. Mereka mengutip iuran dari karyawan dan melaporkan kepada PT Astek. 3. Dengan demikian karyawan telah mempunyai hak untuk mendapatkan upah dan perlindungan kesehatan.000. 2. Distribusi Responden Berdasarkaan Kesertaan pada Program Jamsostek No 1. Kategori Pernah Beberapa jenis Jamsostek Tidak Pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 31 9 0 40 % 82.0 27. 2. Karyawan dinyatakan menjadi peserta Jamsostek dihitung setelah menjadi pegawai PT Asam Jawa Medan. Kategori Sangat mudah Mudah Sulit Jumlah Sumber: Data Primer F 9 31 0 40 % 22.5 70.0 0 0 100. Kategori Semua program Sebagian program Belum menjadi peserta Jumlah F 40 0 0 40 % 100. janda..5 %) bagi mereka memperoleh Jamsostek.5 0 100. Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kesehatan. lanjut usia. Tabel 9. 3. Penerimaan Santunan oleh Responden No.Utamaningsih dan Siagian. pekerjaan. Tabel 8. Hal ini dimungkinkan karyawan yang akan menerima santunan seperti jaminan kesehatan yang disediakan karyawan tidak dipergunakan dengan alasan karyawan tersebut malas karena fasilitas 143 Koleksi BPAD Prov SU . 1.5 17. Hal ini terlihat dari jawaban responden (N = 40) yang menyatakan telah menjadi peserta Jamsostek dengan bukti memiliki kartu peserta Jamsostek dan saldo Jaminan Hari Tua. peserta Jamsostek jika mereka mempekerjakan lebih dari 10 karyawan dengan upah di atas Rp 1000. Jaminan Kematian. Tanpa melihat status karyawan tersebut. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Anak No.-. termasuk soal makanan.5%) dan sebanyak 9 orang (22. sebaliknya perusahaan membantu dalam mengurus jaminan sosial yang harus diterima oleh responden.0 untuk dirinya dan keluarganya.5%) dan jumlah 1-2 anak sebanyak 28 orang (70%). perumahan dan perawatan kesehatan serta usaha-usaha sosial yang diperlukan dan berhak atas jaminan di waktu mengalami pengangguran. atau mengalami kekurangan nafkah lain-lain karena diluar kekuasaannya”.

0 0 100. 2. 1. 2. Terlihat dari data mayoritas responden menjawab perusahaan tetap membayar sebanyak 34 orang (90%). Tabel 12.0 Tabel 11. Sedangkan responden yang menjawab kurang memadai hanya 5 orang (12. Mereka memberikan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.0 0 100.5 0 100. Sehingga tidak dapat dipungkiri biaya kesehatan yang diberikan perusahaan telah mempengaruhi peningkatan kesejahteraan mereka dan ketentraman serta perasaan aman karyawan dalam bekerja pun dapat lebih produktif lagi. Volume 5. Responden mengaku untuk biaya kesehatan bagi mereka perusahaan telah memberikan yang terbaik.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Bagitu pula dengan biaya pemakaman.0 Pada Tabel 12 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan memberikan informasi pada karyawan tentang pemberian tunjangan kematian tentunya perusahaan akan melaksanakan kewajibannya dengan memberikan santunan kematian kepada karyawannya. pemberian santunan kematian tersebut sangat membantu keluarga yang ditinggalkan Hal ini diketahui 144 Koleksi BPAD Prov SU . Menurut beberapa responden mereka merasa perusahaan cukup memperhatikan sehingga kesejahteran karyawan tetap diutamakan.0 10. Kategori Diberikan santunan Hanya orang tertentu Tidak diberikan Jumlah Sumber: Data Primer F 34 6 0 40 % 90. Dapat kita ketahui bahwa pengobatan kesehatan betul-betul mahal harganya apalagi di era seperti sekarang ini. Mei 2006. 1. Santunan Bagi Karyawan yang Meninggal No. Kategori Memadai Kurang memadai Tidak memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 35 5 0 40 % 87. Penggantian Biaya dari Perusahaan Jika Responden Mengalami Kecelakaan Kerja No.5%).5 %). Kategori Semua dibayar Sebagaian dibayar Tidak dibayar Jumlah Sumber: Data Primer F 34 6 0 40 % 90. Pembayaran Gaji Karyawan yang Belum Bekerja Karena Kecelakaan Kerja No. Halaman 132-150 kesehatan jauh dari rumah/tempat tinggal karyawan. Begitu pula apabila karyawan mengalami kecelakaan yang cukup berat dan rumah sakit yang telah dirujuk tidak dapat menanganinya maka perusahaan pun bersedia memindahkan karyawan tersebut ke rumah sakit lain yang lebih baik. Perusahaan mengganti seluruh biaya akibat kecelakaan kerja. Selain santunan kesehatan juga salah satunya adalah santunan kemalangan atau kematian. Tabel 10. Menurut pengakuan responden.0 Pada Tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan sangat memperhatikan karyawannya ini dapat terlihat pada data di atas bahwa mayoritas responden menjawab memadai sebanyak 35 orang (87. Tentunya ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga karyawan tentunya.0 10.5 12. Tetapi perusahaan tetap memotong uang transport karyawan yang tidak dapat bekerja dikarenakan sakit. Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja akan dirawat di rumah sakit rujukan dari perusahaan setelah itu fotokopi kuitansi tersebut akan menjadi bukti untuk mengajukan klaim ke Jamsostek yakni PT Astek. 3. Berdasarkan Tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan memberikan perhatian yang besar kepada karyawan dengan tetap membayarkan gaji terhadap karyawan yang tidak dapat bekerja. Perusahaan tidak tinggal diam membiarkan karyawannya yang terkena musibah atau yang sedang dalam kesulitan. 2. 3.. Nomor 2. 3. Hal ini dimungkinkan karyawan tersebut baru bekerja. Responden hanya perlu menunjukan bukti-bukti kecelakaan dengan memberikan fotokopi kuitansi dari rumah sakit dan apotek tempat mereka berobat. beberapa karyawan mengaku bersyukur karena tidak menerima santunan kematian . 1. Sedangkan responden yang menjawab hanya sebagian saja hal ini dikarenakan responden tersebut adalah karyawan yang baru masuk bekerja.

000 1.5 17.500.0 27.000-3. Hanya saja mayoritas responden tidak mengetahui secara pasti berapa besar jumlah biaya yang biasa diberikan kepada ahli waris sebagai santunan apabila ada karyawan yang meninggal dunia. penggantian lensa kaca mata setiap tahun serta perobatan dan perawatan gigi. Tabel 13. berobat... Selain itu sebagai rasa bela sungkawa para karyawan memberikan sumbangan ala kadarnya untuk memberikan kepada ahli waris tanpa mengurus biaya pemakaman.0 0 100. 3.000 650. dari jawaban responden sebanyak 34 orang (90%) dan hanya 6 orang (10%) saja yang menjawab hanya orang tertentu saja.5 47. Fasilitas Kesehatan No. 2.000 Jumlah Sumber: Data Primer F 11 22 7 40 % 55. Hal ini diketahui dari jawaban responden yang menjawab point 1 sebanyak 36 orang (90%). Tetapi dengan pembayaran iuran yang berasal dari gaji mereka responden yakin perusahaan pasti memberikan yang terbaik kepada karyawannya. Fasilitas yang diberikan perusahaan meliputi rawat inap.0 Pada data Tabel 14 di atas dapat diketahui fasilitas yang disediakan oleh perusahaan cukup memadai. Kategori Semua mendapat Hanya orang tertentu Tidak diberikan Jumlah Sumber: Data Primer F 36 4 0 40 % 90. Implementasi Jaminan Sosial. Tentunya dengan kesehatan yang cukup baik karyawan dapat bekerja lebih produktif lagi dan kesejahteraan keluarga mereka dapat terpenuhi. 3. Pihak perusahaan akan mengurus klaim jaminan kematian segera sehingga pihak keluarga karyawan yang ditinggalkan tidak perlu mengurus jaminan kematian tersebut. Walaupun mereka juga mengakui bahwa responden itu sendiri tidak tahu berapa besar jumlah pesangon yang akan mereka terima. 1. Hal ini dimungkinkan karyawan tersebut relatif baru bekerja dalam kata lain dalam proses masuk peserta jaminan kematian.5 0 100. 3. Tabel 15. Responden mengaku bahwa saat ini biaya rumah sakit sangat mahal sehingga jelas fasilitas yang diberikan oleh perusahaan telah membantu karyawan untuk menjaga kesehatan mereka.0 Pada Tabel 15 dapat diketahui rata-rata responden mengaku bahwa jaminan hari tua yang akan mereka terima memadai sebanyak 19 orang (47. Sedangkan sebanyak 4 orang (10%) menjawab hanya orang tertentu saja. Selain itu sebagai rasa bela sungkawa para karyawan memberikan sumbangan ala kadarnya untuk memberikan kepada ahli waris tanpa mengurus biaya pemakaman. Anggota keluarga yang mendapatkan bantuan hanya istri/suami dan anak. 3. 2. Kategori (Rp) > 3.0 10. 1.5%). Tabel 14. Kategori Cukup Memadai Memadai Tidak Memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 21 19 0 40 % 52.0 0 100. 2. Ini berlaku bagi seluruh anggota keluarga karyawan. Hal ini diketahui dari jawaban responden sebanyak 24 orang (60%). Pemberian Bantuan Bagi Keluarga Karyawan yang Meninggal No.000.0 Pada Tabel 13 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan juga turut serta membantu keluarga karyawan yang mengalami musibah sekalipun di luar hubungan kerja. 1. Distribusi Karyawan Berdasarkan Gaji per Bulan No. Tabel 16. check up.000-1.0 40. Jaminan Hari Tua dari Perusahaan No.0 Koleksi BPAD Prov SU 145 .Utamaningsih dan Siagian.5%) menjawab sangat memadai. Hal ini responden adalah karyawan yang baru bekerja. Responden yang menjawab memadai berjumlah hanya 16 orang (40 %). Bahkan 21 orang (52.5 100. Kategori Cukup Memadai Memadai Tidak Memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 24 16 0 40 % 60.000. 2.500. Masa kepesertaan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun semenjak pembayaran iuran pertama program jaminan hari tua. 1.

500. Halaman 132-150 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui responden yang berpenghasilan Rp 650.– Rp 3.0 0 0 100.000. Kategori Menerima Kadang. Gaji pokok yang diberikan oleh PT Asam Jawa Medan kepada seluruh karyawanya adalah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni Rp 660.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Menurut pengakuan responden mereka memperoleh bantuan keluarga berasal dari warisan.kadang Tidak menerima Jumlah Sumber: Data Primer F 40 0 0 40 % 100.berjumlah 22 orang (55%) dan di atas Rp 3. Tabel 19.000 berjumlah 11 orang (17%).. tunjangan golongan dan natura dan tunjangan kehadiran yang diberikan saat penerimaan gaji pokok bulanan. Penerimaan Bonus oleh Karyawan No. Tabel 17.hari mereka tanpa menggangu gaji yang mereka terima.000. 3.– Rp 1.5 0 100. 1. Kategori Bantuan perusahaan Bantuan keluarga dan Perusahaan Diperoleh sendiri Jumlah Sumber: Data Primer F 23 17 0 40 % 57.5%). Tabel 18.berjumlah 7 orang (17. Hal ini berarti perusahaan memperhatikan karyawan dari segi tunjangan-tunjangan hari besar seperti Idul Fitri. 2.000. tunjangan jabatan. 1. lembur.0 Pada Tabel 17 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menjawab menerima 40 orang (100%). Bantuan perusahaan dimasukkan ke dalam tunjangan perumahan.0 Berdasarkan Tabel 19 di atas dapat diketahui bahwa responden 57.. 146 Koleksi BPAD Prov SU . Ini membuktikan adanya perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan keluarga karyawan. Tunjangan perumahan diberikan kepada responden berdasarkan jenjang dan golongan responden masing-masing.000.5 42. Natal dan hari besar keagamaan lainnya. Responden yang menjawab poin 2 sebanyak 17 orang (42.000. Mei 2006. Volume 5. Beberapa responden mengakui bahwa mereka juga sering menerima tunjangan tidak tetap berupa uang pengganti transportasi terutama apabila responden melakukan perjalanan dinas keluar kota maka perusahaan mengeluarkan Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD). Penerimaan Tunjangan Hari-Hari Besar Agama No. Menurut responden apabila perusahaan telah mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan maka bonus yang diterima karyawan minimum sekali setahun dengan jumlah lebih besar dari gaji karyawan.5 % atau sebanyak 23 orang bertempat tinggal sendiri atas bantuan dari perusahaan. 3.000. 1.000. Nomor 2.500.. Kategori Sangat sering Sering Tidak pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 0 40 0 40 % 0 100.0 Berdasarkan data Tabel 18 di atas dapat diketahui responden yang menerima bonus sebanyak 40 (100%). Responden betul-betul merasa terbantu dalam mencukupi kebutuhan sehari. 2. Beberapa responden merasa gaji yang mereka terima dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka tetapi ada juga responden yang merasa gaji yang mereka terima saat ini walaupun sudah melebihi UMP tetap belum mencukupi kebutuhan mereka dikarena harga-harga yang terus naik dan sebagainya. Selain bonus tunjangan tidak tetap yang diberikan perusahaan meliputi tunjangan sekolah anak karyawan. Ini berarti PT Asam Jawa telah menerapkan penghasilan karyawannya sesuai dengan UMR yang berlaku. Cara Karyawan Memperoleh Tempat Tinggal No. Tunjangan diberikan berdasarkan jabatan dan golongan reseponden masing-masing. Hal ini berarti perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawannya.0 0 100.-perbulan Tahun 2005. 2. Sedangkan Responden mengaku dengan pemberian berbagai tunjangan tidak tetap tersebut dapat meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan bagi keluarga karyawan. Responden mengakui dengan pemberian tunjangan tersebut responden tidak terlalu terbebani dalam mencukupi kebutuhan menjelang perayaan hari besar meliputi uang belanja kebutuhan makanan dan baju baru yang tentunya sangat besar biayanya apalagi disangkutkan dengan gaji yang mereka peroleh sehingga mereka betul-betul merasa senang dengan tunjangan yang diberikan perusahaan. 3.5%) dan yang berpenghasilan Rp 1.

Keinginan dan Optimisme Responden Menyekolahkan Anak No 1. Responden mengaku pada saat ini biaya sekolah sangat besar dan mahal harganya. jaminan kesehatan.5%).0 bersekolah.0 Pada Tabel 20 di atas dapat diketahui bahwa gaji yang diberikan dapat memiliki rumah yang layak bagi mereka. 3. Tabel 22. ditabung Kadang. Dalam hal penerimaan Jamsostek pada Tabel 9 sebanyak 77.0 0 100. Jelas hampir seluruh responden merasa terbantu dengan pemberian beasiswa tersebut. Kategori Optimis Kurang optimis Tidak optimis Jumlah Sumber: Data Primer F 40 0 0 40 % 100.. Seperti telah diketahui di atas bahwa perusahaan telah memberikan tunjangan perumahan kepada karyawan. Pelaksanaan Jamsostek telah seluruhnya diikuti oleh perusahaan seperti jaminan kecelakaan kerja. 3.kadang Tidak di tabung Jumlah Sumber: Data Primer F 31 9 0 40 % 77. 2. Implementasi Jaminan Sosial. Kategori Ya. Dalam hal mengenai Jamsostek dapat kita lihat pada Tabel 7 bahwa 100 % karyawan telah terdaftar menjadi peserta Jamsostek. Oleh karena itu karyawan dapat menyisihkan tabungan mereka untuk membeli rumah bagi mereka tinggal bersama dengan keluarga tercinta. jaminan hari tua dan jaminan kematian.5 % hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya perusahaan betul-betul terlibat dalam memberikan keterangan mengenai Jamsostek. Hal ini diketahui dari jawaban responden di atas yang menjawab “ya” ada sebanyak 40 orang (100%) sehingga dimungkinkan kondisi kesejahteraan karyawan sudah membaik. 2.Utamaningsih dan Siagian. Karena gaji yang mereka peroleh dapat dipergunakan untuk kebutuhan yang lain. Tabel 20. Pada Tabel 12 juga dapat dilihat bahwa 90 % mengaku bahwa perusahaan juga mengurus pemberian santunan biaya 147 Koleksi BPAD Prov SU .0 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai keinginan besar menyekolahkan anaknya sampai pada pendidikan yang lebih tinggi. 1. Perilaku Frekuensi Menabung Responden No.5 0 100.0 0 0 100. Harapan Memiliki Rumah yang Layak Huni No. Sedangkan karyawan menjawab kurang mencukupi sebanyak 8 (20 %). Sedangkan responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 9 orang (22. 1.0 20. Kategori Optimis Tidak terlalu optimis Pesimis Jumlah Sumber: Data Primer F 32 8 0 40 % 100. Hal ini berarti gaji yang diterima cukup layak dalam memenuhi kebutuhan. Apalagi diketahui bahwa ratarata responden memiliki anak yang telah Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden setiap bulannya menyisihkan sebagian gaji yang diterima untuk ditabung sebanyak 31 orang (77. Dilihat pada Tabel 8 Karyawan juga tidak merasa kesulitan memahami prosedur Jamsostek terbukti jawaban karyawan 77.. Dan beberapa karyawan mengaku bahwa tunjangan yang diberikan menambah gaji pokok yang diberikan dan selain itu tunjangan tersebut juga cukup untuk mendapatkan rumah yang layak dalam persepsi masing-masing. Hal ini diketahui dari jawaban responden yang menjawab poin 1 sebanyak 32 orang (80%).5 %) dimungkinkan gaji yang diterima karyawan dipergunakan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehingga kesempatan untuk menabung tidak kontinu.5 22. Hal ini dikarenakan karyawan tersebut belum memiliki jabatan yang tinggi sehingga tunjangan perumahan yang diberikan tidak terlalu besar. Tunjangan perumahan yang diberikan kepada karyawan berdasarkan golongan dan jabatan masing-masing responden.5 % karyawan bersyukur belum pernah menerima santunan kematian. 2. 3. Tabel 21.5 % karyawan telah menerima santunan berupa santunan kesehatan dan santunan kematian sedangkan sisanya 22. Dari hasil penelitian dengan menggunakan penyebaran kuesioner dan memberikan tabulasi ke dalam tabel tunggal maka dapat diambil kesimpulan umum bahwa implementasi Jamsostek dan kesejahteraan keluarga karyawan telah berjalan dengan baik di PT Asam Jawa Medan.

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 132-150

pemakaman dan juga hal ini berlaku bagi keluarga karyawan. Dalam hal penggantian biaya yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang mengalami kecelakaan juga cukup memadai pada Tabel 10 sebanyak 87 % karyawan mengatakan dengan tercukupinya biaya kesehatan yang diberikan tentunya mereka tidak perlu memikirkan biaya pengobatan sekarang yang begitu besar sehingga kebutuhan hidup tidak terganggu. Begitu juga pada Tabel 14 dapat dilihat karyawan mengaku dengan pemberian fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh perusahaan bagi keluarga mereka, sebanyak 40 % karyawan merasa senang karena fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan memadai bahkan 60 % karyawan mengatakan sangat memadai. Pada Tabel 15 sebanyak 47,5 % karyawan mengatakan bahwa jaminan hari tua yang akan mereka dapat kelak memadai bahkan yang menjawab cukup memadai sebanyak 52,5%. hal ini jelas membuktikan karyawan tidak perlu merasa kuatir apabila masa purna tugas itu tiba karena jaminan hari tua yang mereka dapat kelak dilaksanakan dengan baik dan jujur oleh perusahaaan. Selain J amsostek pemberian kesejahteraan keluarga karyawan oleh PT Asam Jawa Medan juga telah terlaksana dengan baik hal ini dapat kita lihat pada Tabel 16 bahwa perusahaan telah menetapkan pemberian upah di atas UMR yang berlaku. Pemberian tunjangantunjangan oleh perusahaan juga telah berjalan dengan baik dapat kita lihat pada Tabel 17 sebanyak 100 % karyawan telah menerima tunjangan hari besar. Karyawan mengaku bahwa tunjangan hari besar yang mereka terima sudah dapat membantu mencukupi kebutuhan menjelang hari raya. Pada Tabel 18 karyawan mengaku sebanyak 100 % karyawan menjawab sering menerima bonus. Selain bonus terlihat perusahaan juga memberikan kepada karyawan berupa tunjangan kehadiran, tunjangan golongan, natura, tunjangan jabatan, tunjangan perumahan. Karyawan mengaku dengan adanya banyak tunjangan yang diberikan dapat meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan bagi keluarga mereka. Dalam hal menerima tunjangan perumahan pada Tabel 19 dapat dilihat bahwa 57 % karyawan memperoleh bantuan dari perusahaan sedangkan 42,4 % karyawan
148

mengaku selain bantuan perusahaan juga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka yang merupakan hasil dari warisan. Pada Tabel 20 sebanyak 80 % karyawan merasa dapat mempunyai harapan memiliki rumah yang layak. Dalam hal menyekolahkan anak karyawan pada Tabel 21 karyawan 100 % berkeinginan menyekolahkan anak dan 90 % karyawan merasa sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak mereka sampai keperguruan tinggi terlihat pada Tabel 22. Tetapi sebanyak 10 % karyawan kurang bersemangat hal ini dikarenakan bahwa dibandingkan perusahaan perkebunan swasta lainnya beasiswa yang mereka terima sangat minim. Pada Tabel 23 sebanyak 77,5 % karyawan dapat menabung sehingga ini membuktikan bahwa pemenuhan kebutuhan mereka telah tercukupi. Sedangkan sebanyak 22,5 % menjawab kadang-kadang ditabung, hal ini dimungkinkan kebutuhan yang mereka yang terlalu besar sehingga menabung pun tidak kontinu.

Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai Implementasi Jamsostek dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan maka kesimpulan umum yang dapat diperoleh adalah: 1. Seluruh karyawan PT Asam Jawa telah memper oleh Jamsostek. Umumnya responden merasa dengan adanya Jamsostek perusahaan peduli terhadap kesejahteraan keluarga karyawan itu sendiri. Baik di saat terjadi kecelakaan kerja maupun kematian. Jamsostek juga merupakan penghargaan terhadap kar yawan yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran kepada perusahaan tempat mereka bekerja. 2. Jaminan hari tua selain dilaksanakan oleh PT Astek juga dijalankan oleh Yayasan Dana Pensiun Perusahaan. Seluruh responden merasa pemberian jaminan hari tua mereka memadai sehingga mereka tidak perlu kuatir apabila masa purna tugas itu tiba. 3. Jaminan kesehatan juga sangat membantu karyawan dalam memperoleh kesehatan bagi keluarga mereka. Apalagi di saat ini biaya kesehatan yang sangat mahal sangat

Koleksi BPAD Prov SU

Utamaningsih dan Siagian, Implementasi Jaminan Sosial...

4.

5.

6.

7.

mempengaruhi karyawan dalam memenuhi kehidupan bagi keluarga mereka. Wujud kepedulian PT Asam Jawa Medan juga ditujukan oleh pemberian berbagai tunjangan dan fasilitas-fasilitas kerja bagi karyawannya seperti tunjangan tidak tetap yang diterima dalam bentuk tunjangan kehadiran, penggantian uang transport, upah lembur, dan lain- lain. Berdasarkan hasil penelitian responden mengaku karyawan merasa terbantu dalam mencukupi kehidupannya. Dalam hal kepemilikan rumah PT Asam Jawa Medan juga memberikan tunjangan perumahan bagi kar yawannya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tunjangan perumahan yang diberikan dapat memberikan harapan kepada karyawan untuk memiliki rumah yang layak bagi keluarga tercinta. Berdasarkan hasil penelitian dengan adanya beasiswa yang diberikan oleh PT Asam Jawa terhadap keluarga karyawan dirasakan sangat membantu dalam menyekolahkan anak mereka sampai ke perguruan tinggi. Mereka juga sangat bersemangat dalam menyekolahkan anak mereka setinggitingginya walaupun didapatkan beberapa responden mengaku bahwa beasiswa yang diberikan perusahaan terhadap karyawannya sangat minim dibandingkan perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta lainnya. Implementasi Jamsostek dan kesejahteraan keluarga karyawan yang telah dilakukan oleh PT Asam Jawa Medan ternyata sangat membantu karyawannya dalam mencapai kesejahteraan bagi keluarga mereka

2. Pihak perusahaan PT Asam Jawa Medan sudah memberikan kebijakan yang arif tentang pelaksanaan Jamsostek begitu pula ditambah dengan pemberian tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Hal ini menunjukan bahwa PT Asam Jawa sudah memberikan contoh yang baik dalam usaha peningkatan kesej ahteraan karyawan. Untuk itu agar cara yang sudah ditempuh dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan. 3. Dalam tingkat mencapai tujuan kesejahteraan karyawan yang lebih optimal ternyata PT Asam Jawa Medan telah memberikan apa yang menjadi hak karyawan. Untuk itu kepada karyawan diharapkan dapat meningkat kan produktivitasnya agar pemberian kesej ahteraan dapat ditingkatkan dan dipertahankan.

Daftar Pustaka
Abud, Abdul Ghani, 1987, Keluarga Muslim dan Berbagai Macam Masalahnya, Pustaka Bandung. Arikunto, Suharsimi, 1993, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Yogyakarta, 1993 Asikin, Zainal, et al, 1993, Dasar-dasar Hukum Perburuhan, Raja Grafindo Persada Indonesia Cohen, Bruce C. 1992, Sosiologi Suatu Pengantar, Rineka Cipta, Jakarta, 1992. Hasibuan, S.P. Malayu, H., 2003, Manjemen Sumber Day Manusia. Bumi Aksara. Jakarta. Husni, Lalu, 2003, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta. Kansil, Christine, 1997, Pokok- Pokok Hukum JAMSOSTEK, Pustaka Sinar Harapan. Kertonegoro, Sentanoe. Et al, 1993, Prinsip dan Praktik Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Jakarta.

Saran
Hasil penelitian ini pada akhirnya mencoba memberi masukan atau saran yang ditujukan kepada semua pihak yang berkepentingan, di sini penulis mencoba memberi saran antara lain: 1. Pemberian beasiswa yang minim dirasakan beberapa karyawan sehingga untuk menyekolahkan anak mereka tidak begitu dapat mencukupi biaya sekolah yang besar sehingga diharapkan kepada pihak PT Asam Jawa dapat lebih meningkatkan jumlah pemberian beasiswa tersebut agar semua karyawan merasa senang dan terbantu.

Koleksi BPAD Prov SU

149

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 132-150

Lanny, Ramli, 1997, Jaminan sosial tenaga kerja Indonesia, Airlangga Universitas Press. Manulang, Sendjun, 2001, Pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta. Nawawi, Hadari, 1991, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta. Nurdin, Fahdi, 1989, Pengantar Studi Pekerjaan Sosial, Angkasa Bandung. Partowisastro, Koestoer, 1983, Dinamika Psikologi Sosial, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta. Siagian S.P, 1999, Manajemen Sumber Daya Manusia, PTRajawali Press, Jakarta. Simanjuntak, Payaman, J, 1994, Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, LPFE Universitas Indonesia, Jakarta Singarimbun, Masri, 1995, Metode Penelitian Survei, LEP3S, Jakarta.

Soehartono,Irawan, 2004, Metode Penelitian Sosial, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Suharsimi, Arikunto, 1993, Prosedur Penelitian, Bina Aksara, Jakarta Wahab, Solichin Abdul, 1991, Analisis Kebijaksanaan Dari Formulasi Keimplementasi Kebijakan Negara, Bumi Aksara, Jakarta.. Sumber-sumber lain: Majalah Jamsostek, Edisi 4 April – Mei 1996 Majalah Jamsostek, Edisi September 1995 7 Oktober –

www.yahoi.com (Jamsostek, Jakarta), Suara Karya “Jamsostek TingkatkanTarget Laba dan Kepesertaan” Minggu, 19 Februari 2006.) www.nakertrans.go.id. (Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak.) Forum Diskusi Kerja. Kompleksitas Masalah Tenaga

150

Koleksi BPAD Prov SU

kecenderungan yang terjadi adalah semakin meningkatnya penduduk berusia 55 tahun ke atas dan meningkatnya batas umur produktif. mereka yang produktivitasnya rendah ditentukan di kelompok umur 60-64 tahun (www. bahkan melepaskan keterlibatan diri dari berbagai pekerjaan. golongan karyawan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan di dalam gerak roda ekonomi bangsa. The research data collected from 46 retired officials of centre office Pelabuhan Indonesia I in Medan. Keywords: welfare. Ini menunjukkan bahwa pada umur tersebut kekuatan manusia mulai berkurang untuk meneruskan aktivitas bekerja. data yang ada menunjukkan bahwa menurut kelompok umur. Edward adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Koleksi BPAD Prov SU 151 . Jika diperhatikan pada saat ini. bahkan putus sama sekali. Pekerja tua cenderung memiliki pendidikan dan keahlian yang terbatas dan keahlian mereka mungkin tidak sesuai dengan industri modern.ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PENSIUNAN PADA KANTOR PUSAT PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I MEDAN Fahru Izhar & Edward Abstract The goal of research about retired state company officials welfare is shows the fact how is the level of welfare of retired state company in centre office of Pelabuhan Indonesia I PT in Medan. Data di atas menunjukkan bahwa pada umur tertentu manusia akan mengalami penurunan produktivitas. happiness Pendahuluan Kemajuan zaman yang diiringi dengan kemajuan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap generasi tua. menghabiskan waktu. sehingga para pekerja tua sering menjadi hasil penolakan dari pasar tenaga kerja. Salah satunya adalah pekerja tua. Hal ini dikarenakan para pekerja tua dianggap sebagai manusia yang memiliki produktivitas yang rendah.id). tetapi teknologi maju juga membatasi dan menurunkan kebutuhan ribuan pekerjaan yang membutuhkan keahlian rendah.co. penurunan produktivitas tersebut mengharuskan manusia untuk mengurangi. Setelah memasuki masa pensiun. Pada masa aktif bekerja karyawan memiliki jadwal kerja yang terencana dan ketat. and have two income resources are the company and new economy activity. Setelah berhenti dari Fahru Izhar adalah Staf di Centra Mitra Remaja Medan. Teknologi maju telah menciptakan ribuan pekerjaan baru yang menuntut pendidikan dan keahlian.depnaker. The research result shows that retired state company officials have economy activities in formal and informal field. have money enough. Pekerjaan dilakukan untuk kemajuan karier dan perusahaan serta demi mendapatkan upah atau gaji guna memenuhi kebutuhan hidup. The happiness and welfare mention that they are good in health. Dari segi umur dan produktivitas. They have house good for lived. The life style of retired officials contribute to reach the happiness and welfare retired time for officials. This is a descriptive research shows how are their condition in 5 years later. good in social interaction and environment. aktivitas bekerja seorang karyawan akan berkurang. bahkan sama sekali tidak produktif. Di Indonesia. and well in social interaction and their environment. tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

dan lain-lain). Friedlander (dalam Nurdin. bertindak dan dalam hubungan dengan manusia. Sebagian lagi karyawan “tidak makmur” pada masa pensiunnya (Coleman. Kekhawatiran ini semakin besar. 1987: 253). J. 1990: 26) mengatakan: “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan. 2. yang dituangkan dalam Undang-Undang No. ditambah lagi terdapatnya unsur pokok yang menjadikan dasar untuk tetap melakukan hubungan kerja. makmur atau selamat (terlepas dari sagala macam gangguan. 1982: 150). dan sebagainya). seperti istilah yang serupa yang dikaitkan dengan persoalan kemiskinan dan ketelantaran orang. Status dan peranan dalam lingkungan kerja pun ditinggalkan. Karyawan yang tidak makmur masa pensiunnya merasa khawatir menghadapi masa pensiun. A Ponsion mempunyai dua arti yang berbeda. Sejak abad ke-19 istilah sosial mempunyai konotasi yang berbeda. mengingat keadaan ekonomi dan tingkat ekonomi masyarakat tenaga kerja. Perkembangan perikehidupan sosial yang sehat akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri. jaminan sosial. Usaha-usaha kesejahteraan sosial itu mewujudkan sarana utama untuk secara Koleksi BPAD Prov SU . nilai budaya dan faktor 152 lainnya yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat tersebut. bebas dari kehinaan dan kemiskinan. Nomor 2. pemutusan hubungan kerja karena usia lanjut tidaklah diterima dengan gembira (Poerwono. dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraan selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat. Permasalahan kesejahteraan sosial yang begitu luas dan kompleks telah menyebabkan timbulnya beraneka pemahaman konsepsi dan usaha perwujudan kesejahteraan itu dalam masyarakat setiap negara. Ditinjau secara harfiah. Sedangkan istilah “sosial” menurut Dr. yang dimaksudkan untuk mencari landasan yang jelas tentang pengertian kesejahteraan sosial. Dalam penjelasan umum tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial. Tidak ada lagi rutinitas kerja yang padat dan terencana. Agar kesejahteraan sosial itu dapat dicapai. bahwa setiap warga negara berhak hidup layak. Sebagai suatu indikasi dari kehidupan bersama makhluk manusia. 1987: 23). tetapi hanya sebagian kecil yang mengalami hal itu. Sebaliknya pemerintah wajib memberikan pengarahannya serta menetapkan garis-garis kebijaksanaan yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. tunjangan pribadi. Menurut Walter A. maka setiap warga negara Indonesia berhak dan wajib menurut kemampuannya masing-masing untuk sebanyak mungkin ikut serta dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial. sebagai contoh: pekerja sosial. Setiap negara mempunyai batasan pengertian sendiri tentang kesejahteraan sosial dan penggunaannya dipengaruhi oleh sejarah. rohani dan sosial. yaitu: 1. pada umumnya meliputi jasmani. Volume 5. pensiunan akan kehilangan aktivitas kesehariannya. 6 Tahun 1974. lebih sentimental dan karena itu menjadi agak kabur. bebas dari penindasan dan penghisapan. Secara umum yang dimaksud dengan “kesejahteraan sosial” adalah keadaan sejahtera. Mei 2006. aksi sosial dan semacamnya (Coleman. kemudian berkembang dalam segala arah yang bersangkut paut dengan pembaharuan masyarakat yang bertujuan menanggulangi kemiskinan dan ketelantaran.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Pada umumnya. pelayanan sosial. berpikir. seperti dana pensiun. karena itu setiap warga negara Indonesia berhak atas kesejahteraan sosial yang sebaik-baiknya. kesukaran. Maka dalam hal ini usaha-usaha kesejahteraan sosial harus dilaksanakan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat secara bersama-sama atas dasar kekeluargaan.” Undang-Undang Dasar 1945 merumuskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia antara lain bertujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari konotasi ini. Halaman 151-167 pekerjaan. kesejahteraan (sejahtera) mempunyai arti “aman. Sebagian besar karyawan mengimpikan kebahagiaan di masa pensiunnya (adanya jaminan pendapatan dari berbagai sumber. Dalam uraian ini akan dikutip beberapa definisi kesejahteraan sosial. tanpa adanya paksaan dari luar. sentosa. umpama dalam kebersamaan rasa.

kebutuhan akan rasa aman.” Gaji yang diterima pada masa aktif kerja pada umumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berkurang atau berhentinya hasil-hasil yang diterima setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja akan mempengaruhi juga kehidupannya (Poerwono.. 1995: 217) menguraikan lima tingkat kebutuhan manusia sebagai berikut: 1. Oleh karena itu maka usaha kesejahteraan sosial merupakan usaha serta strategi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia. 1982: 150). Kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi 4. Kebutuhan untuk penghargaan 5. yaitu pegawai negeri dan sebagian kecil pegawai swasta. 1985: 16). Kebutuhan untuk bertingkah laku sosial 4. Pada masa aktif bekerja gaji yang diterima disesuaikan dengan golongan dan jabatan pada perusahaan yag bersangkutan. Akan tetapi hanya sebagian kecil yang dari mereka mengalami hal itu. Pemutusan hubungan kerja akan mempengaruhi tugas kemasyarakatannya. Memasuki masa pensiun jumlah pendapatan yang diterima sejumlah karyawan mengalami pengurangan yang cukup besar. Sasarannya adalah paling sedikit cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan dan keluarganya. Untuk mengatasi keadaan dan tingkat ekonomi dari tenaga kerja terlihat pemerintah menetapkan upah minimum yang cenderung naik setiap tahun. sehingga rakyat akan lebih mampu dan bersedia untuk aktif ikut serta dalam usaha-usaha pembangunan nasional. langsung dapat memperbaiki syarat-syarat kehidupan dan penghidupan rakyat. Permasalahan dari segi lain adalah faktorfaktor sosial-ekonomis. Untuk golongan ini pun pendapatan yang diterima tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada umumnya para karyawan pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang memasuki masa pensiun mendapatkan penghasilan yang jauh lebih rendah dibandingkan pada masa aktif bekerja. Elizabeth Nicholds mengemukakan empat dasar kebutuhan manusia. air. seperti kebutuhan-kebutuhan yang disebutkan di atas. maka penghentian dari pekerjaan disertai dengan berkurangnya pendapatan dan terputusnya sumber hidup akan menempatkan buruh dan keluarganya dalam penghidupan yang sangat sulit. Kebutuhan merasa aman 3.. Kebutuhan akan rasa aman 3. Seperti yang dikatakan Hadi Poerwono (1982: 5): “Kalau pada umumnya upah yang diterima buruh di Indonesia belum merupakan upah buruh. Hanya sebagian kecil penduduk di Indonesia yang menerima tunjangan di hari tua. gaji yang diterima oleh karyawan disesuaikan pada tingkat golongan di kalangan pegawai negeri (Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan. tidak semua karyawan karena mencapai usia lanjut berkurang kebutuhan hidupnya. kebutuhan untuk mencapai sesuatu dan kebutuhan agar diterima dalam kelompok. Juga. sedangkan pada masa pensiun. misalnya menyiapkan anak-anaknya menjadi anggota masyarakat sepenuhnya.Izhar & Edward. 1982: 24). Kebutuhan untuk hidup 2.. yaitu: 1. yaitu: kebutuhan akan kasih sayang.. Ada beberapa perusahaan yang hanya memberikan gaji tanpa ada penambahan sumber dana lain kepada karyawannya yang memasuki masa pensiun. jaminan sosial. Tidak semua karyawan yang telah lanjut usianya telah selesai dengan tugas kemasyarakatannya. Usaha kesejahteraan sosial merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia. Pendapatan yang rendah tersebut dapat dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila ada penambahan dari berbagai sumber dana seperti dana pensiun. Sedangkan Laird (dalam Ellinor. Oleh karena itu usaha-usaha kesejahteraan sosial tersebut perlu diselenggarakan sebagai bagian integral dari usaha-usaha pembangunan nasional ke arah mempertinggi taraf hidup seluruh rakyat Indonesia. makan dan sebagainya) 2. tabungan pribadi. Kebutuhan untuk aktualisasi diri dan bertumbuh (Maslow. 153 Koleksi BPAD Prov SU . Kebutuhan untuk dihargai 5. Kebutuhan melakukan pekerjaan yang disenangi Pengelompokan lain yang cukup dikenal adalah dari Maslow. Analisis Tingkat Kesejahteraan. Kebutuhan-kebutuhan fisik (udara. dan lain-lain..” (Simanjuntak. 2001). “. Bagaimanapun pemutusan hubungan kerja akan membuat perubahan-perubahan kemasyarakatan dan ekonomis dari karyawan yang bersangkutan.

Pensiun a. Suatu kenyataan adalah tidak ada karyawan yang ingin lebih awal untuk pensiun. 4. Tahap Dekat (Near) Di tahap ini. Tahap Masa Mempersiapkan Pensiun (preretirement) Tahapan ini adalah masa persiapan hingga sampai tibanya masa pensiun yang sesungguhnya. 3. Adapun tahap-tahap tersebut adalah: 1. Tahapan ini dibedakan atas dua. Di kalangan instansi pemerintah tahapan ini dikenal dengan Masa Persiapan Pensiun (MPP). Tahap Kesengsaraan (Disenchantment) Tidak semua pensiunan melewati tahap ini. Pensiunan akan melakukan rutinitas kegiatan yang baru. mereka telah menyadari bahwa telah mencapai usia jauh di bawah batas produktivitasnya. Di dalam pikiran karyawan telah terlintas pikiran bahwa akan tiba saatnya bagi mereka untuk keluar dari tempat bekerja. Tahap Reorientasi (Reorientation) Pada tahap ini pensiunan mulai mengadakan kaji ulang dan melakukan penyesuaian diri terhadap kehidupan yang baru. Biasanya pensiunan akan melakukan aktivitas liburan dan bepergian. Halaman 151-167 Berdasarkan uraian di atas. sebenarnya dapat dilakukan berbagai persiapan yang direncanakan sebelum masa pensiun (Flippo. untuk sebagian pensiunan merupakan hal yang tidak diinginkan lagi. ditambah dengan lingkungan sosial baru yang membuat pensiunan merasa asing. Nomor 2. Beberapa ahli sosiologi mencoba memahami tahap-tahap kehidupan setiap manusia. Hanya mereka yang tidak mempersiapkan diri yang biasanya mengalami tahap ini. Oleh sebab itu peneliti akan meneliti mengenai Analisis Tingkat Kesejahteraan Pensiunan pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. meraih kebebasan untuk mengisi 154 waktunya dengan hal-hal yang digemari. bahkan Koleksi BPAD Prov SU . Tahap Jauh (Remote) Pada tahap ini karyawan berada di beberapa tahun sebelum tibanya masa pensiun. adakalanya diminta untuk melatih/membimbing penggantinya. Pensiunan semakin dekat dengan kematiannya. Dengan demikian antisipasi dan penyesuaian diri terhadap masa pensiun dilakukan. banyak pensiunan yang mengalami kekecewaan hidup depresi. Tahap Stabilitas (Stability) Pada tahap ini. Akhir Pensiun (Termination) Tidak semua pensiunan mengalami tahap ini dikarenakan kematian. kondisi fisik yang semakin lemah. Di dalam tahap ini ditandai dengan semakin bertambahnya umur. pensiunan mulai menyadari bahwa ia harus dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup dan peran-peran sosialnya yang baru. 1992: 285) Kelangsungan bekerja. Kegiatan rutin dalam tahap stabilitas berkurang yang berangsur-angsur lepas. “post power sidrom” dan merasa tidak punya apaapa lagi. b. Tahap Bulan Madu (Honeymoon) Tahap ini terjadi setelah pensiunan memasuki masa pensiun. Karena itu. Volume 5. b. 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai. Dari tahap-tahap pensiun di atas terlihat bahwa masa pensiun tidaklah datang secara tiba-tiba. karyawan berada di mana tibanya masa pensiun. yaitu: a. Bantuan yang diterima dari lingkungan sekitar dan lembagalembaga yang mempunyai program untuk itu. karyawan merasa teman-teman di sekeliling memandangnya dalam perspektif jangka pendek. Pada tahap ini pensiunan merasakan masa pensiun sebagai suatu masa yang menyenangkan. b. Menurut Undang-Undang No. dan tidak ada karyawan yang tetap bekerja terus sampai mati. Beberapa pekerjaan dikurangi. 2. pensiun adalah pemberhentian dengan hormat kepada pegawai atau karyawan yang telah mencapai batas ketentuan usia dan masa kerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Setelah tahap bulan madu mulai membosankan. Peristiwa Pensiun a. Mei 2006. maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai tingkat kesejahteraan pekerja pada masa pensiun. Meskipun. Hidup yang tergantung pada orang lain atau lembaga.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.

tabungan. kebutuhan sandang dan pangan. sumber yang dimiliki. mereka terpaksa mempertahankan untuk tetap bekerja. jarak rumah anak dan rumah orang tua tidak lebih dari satu jam perjalanan. Tetapi demi mempertahankan kelangsungan sumber penghidupan. 1987: 26). terlebih lagi dalam tugas-tugas pekerjaan yang memerlukan kemahiran dan keahlian. 1987: 256). Hubungan Antar-pribadi Pensiun Salah satu unsur yang mempengaruhi dalam masa pensiun adalah hubungan antarpribadi. 1987: 159). Bahkan tampak pula kecenderungan untuk menerima tenaga baru yang berasal dari perusahaan lain atau instansi pemerintah yang telah diberhentikan (Poerwono. 1982: 153). Keintiman antara anak dan orang tua dapat dilihat dalam beberapa cara. Dengan adanya masalah yang dihadapi dalam hal pendapatan di masa pensiun. Analisis Tingkat Kesejahteraan. Atchly mengatakan sebagian besar interaksi yang dihargai untuk sebagian besar usia lanjut adalah dengan anggota keluarganya. hadiah. Mc Celland dan Peterson (dalam Thio. 1984: 545). orang tua sering memberi nasehat. tetapi dibutuhkan untuk hidup setengah dari pendapatan mereka terakhir. Namun Grace Craig mengatakan untuk sebagian besar orang. 6. Pensiunan juga berhubungan dengan lingkungan sosialnya terutama dengan kelompok seumur.. Di mana pendapatan akan mempengaruhi faktor-faktor yang lain seperti aktivitas bekerja. 1984: 542). Dua. 5. Umumnya sebesar setengah dari pendapatan mereka sebelum pensiun (Coleman. Dengan menciptakan pemecahan seperti pilihan pekerjaan yang sebagian waktu atau kurang mementingkan fisik (Craig. tunjangan jaminan sosial (Benjamin. James Coleman mengatakan cukuplah beralasan bagi sebagian besar orang untuk takut mengenai keuangan (Coleman. Robert C. Dalam hal ini bagaimanakah potensi dan kemampuan karyawan yang bekerja setelah pensiun? Alsop dan Wojahn mengatakan kita tidak perlu menghilangkan bakat dan produktivitas karyawan dan rencana pensiun di masa depan. Hadi Poerwono mengatakan di dalam masyarakat bentuk-bentuk usaha di Indonesia kini tampak gejala-gejala untuk sedapat mungkin mempertahankan tenaga kerja lama. Pertama. Usia lanjut berinteraksi dengan kelompok seumur 155 Koleksi BPAD Prov SU . penampilan. khususnya anak dewasa mereka. Pendapatan Pensiunan Seperti yang telah diutarakan di atas bahwa kendala utama dari seorang karyawan untuk pensiun salah satunya adalah pendapatan. biaya pengobatan. Athcly bahwa pendapatan pensiunan akan berkurang dengan tibanya masa pensiun. perlengkapan rumah. Mungkin terlalu dini tidak perlu membebani dengan peningkatan jam kerja penuh. Berarti pensiunan harus belajar untuk hidup sesuai dengan pendapatan beberapa tahun sebelum pensiun. James Coleman dan Donald Cressey mengemukakan mayoritas terbesar dari orang tua menerima sebagian besar pendapatan mereka dari tunjangan jaminan sosial dan pensiun pribadi atau pemerintah (Coleman. sering mengunjungi untuk melihat dan berbicara pada anak cucu.Izhar & Edward. 1986: 272). Biasanya pendapatan beberapa tahun sebelum pensiun merupakan titik puncak pendapatan masa kerja (Craig. pensiun tidaklah berarti benar-benar kehilangan secara ekonomis. 1987: 252). terutama dengan mereka yang hampir selalu berada di dekatnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. kadang-kadang telah segan untuk terus bekerja. Hubungan antar-pribadi merupakan gambaran dari status dan peranan seseorang. Tiga.. Menurut Bernard Benjamin rumah tangga pensiunan mengandalkan dari antara beberapa sumber yaitu pekerjaan. untuk sebagian besar pensiunan mengalami ketakutan. pensiunan mengandalkan dari satu atau beberapa sumber pendapatan. bahkan uang (Thio. 1986: 275) mengatakan : “Ditemukan bukti bahwa usia lanjut lebih sering senang berinteraksi dengan orang tua lain. Hubungan antar-pribadi dalam masa pensiunan artinya adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. Menurut David Popenoe dan Robert C. Logino.

Memperoleh data primer dilakukan penelitian lapangan. Gambaran pensiunan melakukan aktivitas bekerja. yaitu suatu cara yang dilakukan dengan turun ke lapangan untuk 156 mengumpulkan data melalui wawancara yang juga dipandu dengan kuesioner dan observasi.9 100. dan 6 responden (13. dan lain-lain sesuai dengan masalah yang diteliti. Nomor 2. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah dengan Teknik Purposive Sampling. menurut data dari pihak Pelabuhan Indonesia adalah sebanyak 187 orang. kemudian ditabulasikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan kemudian dianalisis. 2003: 125). hubungan pribadi yang dilakukan dan kondisi rumah tempat tinggal di masa pensiun. yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Data dikumpulkan dari hasil kuesioner dan wawancara. gambaran diri yang lebih positif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pensiunan di Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. surat kabar. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam bagian ini. dan mengembangkan suatu kekuatan.04%) berada pada kelompok usia 68 – 72 tahun.3 13. Adapun yang digambarkan dalam penelitian ini adalah gambaran beberapa faktor sosial dan ekonomi dari karyawan dalam masa pensiun. maka dapat ditentukan sampel sebesar 25 – 30% dari jumlah subjek tersebut (Suharsini. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No 1 2 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer F 41 5 46 % 89. terhitung dari tahun 2000 – 2005. di mana pengolahan data dilakukan dengan manual. Dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Halaman 151-167 mereka daripada dengan orang-orang dari usia lain. artikel. 1989: 155). Maka sampel yang diambil adalah 25% dari 187 orang. Data penelitian dianalisis berdasarkan perhitungan persentase dari setiap tabel. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika peneliti mempunyai beberapa ratus subjek dalam populasi. 13 responden (28. yaitu sebanyak 46 orang. yang diwakili oleh 46 orang. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan dan pada alamat pensiunan yang dijadikan sampel penelitian.” Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif.26%) berada pada kelompok usia 63 – 67 tahun. Mei 2006. yaitu hanya para pensiunan yang berdomisili di Kota Medan. yaitu para pensiunan Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan terhitung mulai 5 (lima) tahun terakhir yaitu dari tahun 2000 – 2005 yang berjumlah 187 orang. di mana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan variabel penelitian (Singarimbun.1 10. Identitas Responden Berdasarkan Usia No 1 2 3 58 – 62 63 – 67 68 – 72 Jumlah Sumber: Data Primer Usia F 27 13 6 46 % 58. penulis mencoba menganalisis data-data yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara yang diajukan kepada responden. Tabel 2.7 28.70%) berada pada kelompok usia 58 – 62 tahun. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Volume 5. peneliti menggunakan teknik sebagai berikut: memperoleh data sekunder. Untuk menjaring data dari responden dalam penelitian ini. membentuk orientasi kesadaran-kesadaran politis sebagai kelompok mereka sendiri.0 Data dari Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa 27 responden (58. Adapun data-data yang dianalisis dalam bab ini adalah: Tabel 1.0 100.0 Koleksi BPAD Prov SU . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden didominasi pada kelompok usia 58 – 62 tahun. melalui studi kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dan diperoleh dari buku-buku. pendapatan pada waktu pensiun. Dalam hal ini tidak dilakukan perhitungan yang bersifat uji statistik karena analisis ini hanya bersifat deskriptif.

Izhar & Edward, Analisis Tingkat Kesejahteraan...

Data temuan jenis seperti yang digambarkan pada Tabel 2 di atas bahwa responden laki-laki terdapat sebanyak 41 orang (89,13%) dan hanya 5 orang perempuan (10,87%). Responden laki-laki merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan perempuan dari keseluruhan responden.
Tabel 3. Identitas Responden Berdasarkan Tahun Pensiun

Tabel 5 menyajikan bahwa 100% dari responden mempunyai pendidikan formal. Responden yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi sebanyak 21,74%. Responden yang mempunyai tingkat pendidikan SMU sebanyak 78,26%.
Tabel 6. Identitas Responden Berdasarkan Kelas Terakhir No Kelas 1–5 6–9 10 - 16 Jumlah F 2 14 30 46 % 4,4 30,4 65,2 100,0

No 1. 2.

Tahun Pensiun 2000 – 2002 2003 – 2005 Jumlah

F 3 43 46

% 6,5 93,5 100,0

1 2 3

Sumber: Data Primer

Sumber: Data Primer

Data temuan tahun pensiun dari responden menggambarkan bahwa 3 orang (6,52%) berada pada kelompok tahun pensiun 2000 – 2002, sedangkan sebanyak 43 orang (93,48%) responden berada pada kelompok tahun pensiun 2003 – 2005.
Tabel 4. Identitas Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1 2 Masa Kerja (tahun) 31 – 33 34 – 36 Jumlah Sumber: Data Primer F 9 37 46 % 19,6 80,4 100,0

Data pada Tabel 6 menyajikan kelas terakhir yang diduduki responden semasa aktif bekerja di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. Sebanyak 65,22% dari responden menjawab bahwa kelas terakhir pensiunnya adalah kelas 10 – 16. Responden yang menduduki kelas 6 – 9 sebanyak 30,43%. Responden yang menduduki kelas 1 – 5 sebanyak 4,35%.
Tabel 7. Identitas Responden Berdasarkan Status Perkawinan No 1 2 3 4 Status Kawin Belum Kawin Cerai Janda Jumlah F 45 1 46 % 97,8 2,2 100,0

Data pada Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa masa kerja responden berkisar antara 31 tahun sebagai masuknya yang paling singkat dan 36 tahun sebagai masa kerja yang paling panjang. Masa kerja 35 tahun sebagai masa kerja yang paling banyak dijalani responden. Masa kerja 31 – 33 tahun (19,57%) merupakan masa kerja yang paling sedikit dijalani responden.
Tabel 5. Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Sumber: Data Primer

Data pada Tabel 7 menunjukkan bahwa 98% responden masih didampingi pasangan perkawinannya. Hanya 2% dari responden yang tidak mempunyai pasangan perkawinannya lagi yaitu status janda.
Tabel 8. Lama Persiapan Menghadapi Pensiun No Waktu Sejak mulai bekerja 2-5 tahun < 2 tahun Tanpa persiapan Jumlah Sumber: Data Primer F 3 22 16 5 46 % 6,5 47,8 34,8 10,9 100,0

No 1 2 3 4

Tingkat Pendidikan Pendidikan Tinggi SMU SLTP SD Jumlah

F 10 36 46

% 21,7 78,3 100,0

1 2 3 4

Sumber: Data Primer

Koleksi BPAD Prov SU

157

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 151-167

Di dalam menjawab pertanyaan tentang lama mengadakan persiapan untuk menghadapi masa pensiun ada beberapa variasi jawaban yang diberikan. Terdapat 16 responden (34,78%) menyatakan melakukan persiapan kurang dari 2 tahun sebelum masa pensiun, 22 responden (47,83%) menyatakan melakukan persiapan 2–5 tahun sebelum pensiun, 5 responden (10,87%) menyatakan melakukan persiapan setelah pensiun dimulai, dan 3 responden (6,52%) menyatakan melakukan persiapan jauh hari sebelum masa pensiun atau sejak mulai bekerja. Dari hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Slamet A. Sumka, SE (55 tahun), Kelas: 12, Staf Ahli Bidang Administrasi dan Kesejahteraan SDM, beliau mengatakan bahwa sebagian besar responden melakukan persiapan pada Masa Persiapan Pensiun (MPP). Hal ini dilakukan karena pada Masa Persiapan Pensiun itulah responden baru benar-benar memikirkan masa pensiunnya.
Tabel 9. Jenis Persiapan yang Dilakukan No 1 2 3 Jenis Persiapan Menabung di bank Membeli tanah Membangun rumah Jumlah Sumber: Data Primer F 16 3 27 46 % 34,8 6,5 58,7 100,0

Tabel 10. Pendapat Umur Pensiun 56 Tahun No 1 2 3 Jawaban Responden Setuju Kurang setuju Tidak setuju Jumlah Sumber: Data Primer F 45 1 46 % 97,8 2,2 100,0

Data pada Tabel 10 di atas menunjukkan pendapat responden mengenai peraturan perusahaan yang menetapkan umur 56 tahun sebagai batas usia pensiun. Tabel tersebut menggambarkan bahwa ada 2 pendapat responden mengenai penetapan umur pensiun. Sebanyak 45 responden (97,83%) di antaranya menyatakan setuju dengan peraturan tersebut, sedangkan hanya 1 responden (2,17%) saja yang menyatakan tidak setuju. Sebagai pertimbangan, menurut hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Slamet A. Sumka, SE (55 tahun), Kelas: 12, Staf Ahli Administrasi dan Kesejahteraan SDM, beliau mengatakan bahwa batas usia pensiun tersebut tergantung dari kondisi kesehatan karyawan. Jika kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk pensiun pada usia yang telah ditetapkan, mereka dapat mengajukan pensiun dipercepat atau pensiun muda dengan alasan kesehatan.
Tabel 11. Perasaan Menjelang Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Gelisah/takut Biasa-biasa saja Gembira Jumlah Sumber: Data Primer F 4 36 6 46 % 8,7 78,3 13,0 100,0

Data pada Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa 16 responden (34,78%) melakukan persiapan menabung di Bank untuk mempersiapkan masa pensiunnya, 3 responden (6,52%) membeli tanah, dan sebanyak 27 responden (58,70%) melakukan persiapan untuk rumah tempat tinggal. Tetapi persiapan yang paling dini yang dilakukan oleh responden adalah rumah tempat tinggal, sesuai dengan hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Drs. Ridwan Kadri (58 tahun), Kelas: 10, pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, beliau menyatakan bahwa rumah tempat tinggal lebih dini dipersiapkan. Hal ini terjadi karena, ada responden yang pada awal bekerja, tinggal beberapa lama di rumah perusahaan sebelum pindah ke rumah sendiri.

Data pada Tabel 11 di atas menunjukkan bahwa 4 responden (8,70%) memiliki perasaan gelisah/takut menjelang pensiun. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, hal ini terjadi karena mereka merasa belum memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi masa pensiun. Terutama bagi responden yang pada masa aktif bekerja menempati rumah dinas dari perusahaan lengkap dengan fasilitasnya. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa sebanyak 36 responden (78,26%) memiliki

158

Koleksi BPAD Prov SU

Izhar & Edward, Analisis Tingkat Kesejahteraan...

perasaan biasa-biasa saja, karena mereka tidak terlalu menghiraukan masa pensiun, dengan alasan masa pensiun dapat dipikirkan nanti setelah pensiun itu tiba. Sedangkan terdapat sebanyak 6 responden (13,04%) memiliki perasaan gembira menjelang datangnya masa pensiun. Hal ini dikarenakan oleh anggapan mereka akan segera bebas dari rutinitas seharihari di kantor yang menurut mereka sangat melelahkan, baik fisik maupun pikiran. Perasaan tersebut terutama dijumpai pada responden yang sewaktu aktifnya memegang jabatan penting di perusahaan atau yang menduduki kelas 1–5.
Tabel 12. Keikutsertaan dalam Program Persiapan Pensiun dari Perusahaan No 1 2 Jawaban Responden Mengikuti Tidak mengikuti Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100,0 100,0

mengisi masa persiapan pensiun dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk masa pensiun seperti membangun rumah dan mencari peluang usaha. 8 responden (17,39%) menyatakan mengisi masa persiapan pensiun dengan melakukan rekreasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol, SE (56 tahun) Kelas: 10, dan Bapak Drs. Ridwan Kadri (58 tahun) Kelas : 10, pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, mengatakan bahwa rekreasi dapat mereka lakukan karena mereka telah mempersiapkan hal-hal yang penting untuk masa pensiun sejak beberapa tahun setelah bekerja.
Tabel 14. Perasaan pada Minggu Pertama Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Gembira Biasa-biasa saja Gelisah dan bingung Jumlah Sumber: Data Primer F 4 35 7 46 % 8,7 76,1 15,2 100,0

Data pada Tabel 12 di atas menunjukkan keikutsertaan responden dalam program persiapan pensiun dari perusahaan. Seluruh responden 100% menyatakan bahwa mereka mengikuti Program Persiapan Pensiun yang diselenggarakan oleh perusahaan. Hal itu berarti seluruh responden menyadari betapa pentingnya persiapan untuk menghadapi dan menjalani masa pensiun.
Tabel 13. Kegiatan pada Masa Persiapan Pensiun (MPP) No 1 2 3 Kegiatan Santai di rumah Mempersiapkan diri Rekreasi Jumlah Sumber: Data Primer F 11 27 8 46 % 23,9 58,7 17,4 100,0

Data pada Tabel 14 di atas menunjukkan bahwa pada minggu-minggu pertama masa pensiun, 4 responden (8,69%) menyatakan gembira, karena seperti yang telah disebutkan bahwa mereka telah terbebas dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan, 35 responden (76,09%) menyatakan biasa-biasa saja, dan 7 responden (15,22%) menyatakan gelisah dan bingung, karena mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan selanjutnya untuk mengisi hari-hari pensiun dan mengatasi masalah keuangan.
Tabel 15. Kegiatan yang Dilakukan pada Masa Pensiun No 1 2 3 Kegiatan Santai di rumah Keagamaan Menyalurkan hobi Jumlah Sumber: Data Primer F 3 17 26 46 % 6,5 37,0 56,5 100,0

Data pada Tabel 13 di atas menunjukkan kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan responden pada Masa Persiapan Pensiun (MPP). Jawaban responden terdapat 3 variasi, yaitu santai di rumah, mempersiapkan masa pensiun, dan melakukan rekreasi. Pada tabel di atas terdapat 11 responden (23,91%) melakukan kegiatan pada masa persiapan pensiun dengan santai di rumah saja, 27 responden (58,70%) menyatakan

Data pada Tabel 15 di atas menunjukkan bahwa 3 responden (6,52%) hanya santai di rumah, 17 responden (36,96%) menyatakan mengisi hari-hari pensiun dengan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan, dan 26 responden
159

Koleksi BPAD Prov SU

Kelas: 10.39%) lebih banyak melakukan interaksi dengan bekas teman sekerjanya.6 4. mengatakan bahwa pada umumnya para pensiunan sudah jenuh dengan rutinitas di kantor. tetapi seperti yang telah dijelaskan pada tabel sebelumnya bahwa mereka tidak ingin bekerja kembali dengan alasan faktor usia dan hanya ingin beristirahat dan menikmati masa pensiun. Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa 7 responden (15. Mei 2006. dengan pasangan. 16 responden (34.52%) mengisi hari-hari pensiun dengan menyalurkan hobi mereka. Halaman 151-167 (56.0 formal setelah mereka pensiun (misalnya bekerja di kantor dan lain-lain). Bagaimanapun juga. Rekan Berinteraksi Sosial Sehari-hari No 1 2 3 Jawaban Responden Bekas teman sekerja Warga sekitar rumah Anggota keluarga Jumlah Sumber: Data Primer F 8 16 22 46 % 17.000. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden.35%) mempunyai keterampilan di bidang otomotif.0 Data pada Tabel 17 di atas dapat diketahui bahwa seluruh responden (100%) tidak ada yang bekerja kembali dalam sektor 160 Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 2 responden (4.000– 1. Mereka hanya bekerja di sektor informal yang mana tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga dan tidak terikat dengan waktu.000.000. dalam pensiun kemungkinan besar lebih dari separuh waktu akan dijalani dengan pasangan.2 4. bukan sebagai sumber pendapatan.00 Data dari Tabel 16 di atas menunjukkan bahwa untuk menjalani hari-hari pensiun.00 Jumlah Sumber: Data Primer F 44 2 46 % 95. Jumlah Uang Pensiun per Bulan No 1 2 Jumlah (Rp) 500.22%) menyatakan mereka mempunyai keterampilan dibidang elektronik. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.78%) melakukan interaksi sosial lebih banyak dengan warga masyarakat sekitar tempat tinggal. Apakah Setelah Pensiun Bekerja Kembali dalam Sektor Formal No 1 2 Jawaban Responden Ya Tidak Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100.000.000 > 1.4 100. terutama dengan mereka yang hampir selalu berada di sekitarnya. yaitu Bapak Drs. dan ingin beristirahat sambil menikmati hari tua.000. seperti dengan istri. Tabel 19. yang jika dimanfaatkan akan sangat membantu. Mereka adalah yang pada Koleksi BPAD Prov SU . sedangkan 22 responden (47. Ridwan Kadri (58 tahun). Walaupun sebagian dari mereka mempunyai keahlian khusus di bidang tertentu. Volume 5. Tabel 16. beternak dan berkebun. dengan anggota keluarga lainnya.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.26%) mempunyai keterampilan di bidang pertanian dan 24 responden (52.35%) yang mendapatkan uang pensiun per bulannya di atas Rp 1.1 100.00. Nomor 2. Tabel 18. dengan teman serta dengan masyarakat sekitar.83%) lebih banyak melakukan interaksi sosial sehari-hari dengan anggota keluarganya di rumah. anak dan cucu.3 52. Berinteraksi sosial bagi pensiunan artinya adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. 13 responden (28. Tabel 17.0 100.8 47. seperti bercocok tanam.0 Data pada Tabel 18 di atas menggambarkan tentang keterampilan/keahlian khusus yang dimiliki oleh responden.17%) tidak mempunyai keterampilan khusus. Aspek ini memainkan peran yang sangat penting dan menentukan dalam kehidupan masa pensiun. di mana kegiatan tersebut hanya sebatas untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang. responden perlu berinteraksi. Keterampilan/Keahlian Khusus yang Dimiliki No 1 2 3 4 Keterampilan Bidang elektronik Bidang otomotif Bidang pertanian Tidak ada Jumlah Sumber: Data Primer F 7 2 13 24 46 % 15.8 100.4 34.4 28. Sebanyak 8 responden (17. 2 responden (4.

deposito.00 ke atas. yang telah mereka beli sebelum mereka pensiun. 5 responden (10. Berdasarkan wawancara dengan responden. mereka mendapat bantuan keuangan dari sumber lain..9 10. Kelas: 10.65%) mendapatkan uang pensiun per bulannya Rp 500.9 4. 5 responden (10.00 per bulan.5 6. 37 responden (80. Sebanyak 34 responden (73. Ridwan Kadri (58 tahun).4 100.000 500.57%) menyatakan mereka memiliki pengeluaran rumah tangga Rp 1. SE (56 tahun).000. dan Bapak Drs.6 100.00 – 1. SE (56 tahun). karena berdasarkan hasil wawancara dengan responden.0 Pada Tabel 21 di atas dapat dilihat berapa besarnya jumlah pengeluaran responden ratarata per bulan. dan Bapak Drs. responden juga memiliki pendapatan dari sumber lain. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.000. Tabel 22. karena semakin banyak kebutuhannya.000.35%) memiliki pendapatan lain dari hasil angkutan kota yang dimilikinya. Dapat kita lihat dari data terdahulu. investasi dan sebagainya. Kelas: 10. Berdasarkan wawancara dengan responden. Kelas: 11.87%) memiliki pendapatan lain dari uang pensiun suami/istrinya.000 – 1. Ridwan Kadri (58 tahun).87%) memiliki pendapatan lain dari hasil penyewaan rumah. beliau mengatakan selain uang pensiun per bulannya. Dapat dilihat bahwa 43 responden (93. Uang merupakan syarat yang akan menopang kehidupan para pensiunan beserta keluarga. dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar pendapatan responden maka semakin besar pula pengeluarannya. 3 responden (6. yaitu Bapak Binsar Marupa Sibuea (58 tahun). tetapi sumber ini pasti akan habis.4 19. Data pada Tabel 22 di atas menunjukkan bahwa seluruh responden telah memiliki rumah tempat tinggal pada masa pensiun dengan berbagai status. yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol.00. mereka lebih mementingkan biaya pendidikan anak-anak mereka yang cukup tinggi. Jumlah Pengeluaran Rumah Tangga per Bulan No 1 2 3 Jumlah (Rp) 100.000 – 500.000. Sedangkan selebihnya sebanyak 44 responden (95. dan 9 responden (19.5 100. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.000. yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol. Kelas: 10. Pendapatan dari Sumber Lain No 1 2 3 4 Sumber Keuangan Bantuan anak Dana pensiun Sewa rumah Angkutan kota Jumlah Sumber: Data Primer F 34 5 5 2 46 % 73. Status Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal No 1 2 Status Milik sendiri Kontrak / sewa Jumlah Sumber: Data Primer F 43 3 46 % 93.000.000. dan sebanyak 2 responden (4. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. seperti tabungan.0 Tabel 21.000.000 keatas Jumlah Sumber: Data Primer F 37 9 46 % 80.000. Tabel 20. yang dapat menunjang pendapatan selain uang pensiun.00 – 1.0 Data pada Tabel 20 di atas menunjukkan bahwa selain uang pensiun per bulannya..91%) memiliki pendapatan lain dari bantuan anak setiap bulannya.43%) menyatakan bahwa mereka memiliki pengeluaran Rp 500.48%) menyatakan bahwa status kepemilikan rumah mereka adalah milik sendiri. masa aktif bekerjanya menduduki kelas 1 – 5. Jadi uang merupakan salah satu sumber kehidupan. mengatakan bahwa mereka senang dengan adanya pendapatan lain ini.9 10. Kelas: 10. Analisis Tingkat Kesejahteraan.52%) menyatakan bahwa status kepemilikan rumah mereka adalah kontrak/sewa. Oleh sebab itu sudah semestinya pensiunan memiliki sumber keuangan lain dalam masa pensiun. Koleksi BPAD Prov SU 161 .000.000 1.Izhar & Edward.

7 4.56%) memiliki luas rumah di atas 150 m².35%) memiliki mesin penbangkit listrik sendiri. Rumah tempat tinggal pada dasarnya tempat yang paling banyak waktu untuk menghabiskan sisa hidupnya.7 69.09%) memiliki luas halaman 500 – 1000 m².9 100.65%).70%) memiliki luas rumah 50 – 100 m2. dengan alasan sebagai sumber listrik cadangan jika PLN melakukan pemadaman aliran listrik di permukiman mereka.4 100.0 Dari data pada tabel di atas dapat dilihat terdapat bentuk-bentuk rumah responden. pusat hiburan.1 67. 2 responden (4. Rumah tempat tinggal setelah pensiun merupakan salah satu unsur pokok yang mempengaruhi kesejahteraan diri. pasar. Alat Penerangan Rumah No 1 2 Alat Penerangan PLN PLN dan genset Jumlah Sumber: Data Primer F 44 2 46 % 95.0 Data pada Tabel 24 di atas menunjukkan bahwa 4 responden (8. Koleksi BPAD Prov SU .6 100.52%) memiliki luas halaman rumah di atas 1500m². Sebagian besar rumah yang dibutuhkan usia lanjut adalah jarak ke pelayanan. hal ini terlihat dari sebanyak 44 responden (95. Nomor 2. Volume 5.0 Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki halaman rumah yang cukup untuk dikatakan sebagai tepat tinggal yang layak. Halaman 151-167 Tabel 23.7 21.91%) memiliki rumah permanen bertingkat. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya hidup masa pensiun. Tabel 25.5 100. yang dijadikan sebagai kebun atau sawah.35%) memiliki rumah semi permanen dan sebanyak 11 responden (23. Beberapa hal yang dipertimbangkan di dalam menentukan rumah tempat tinggal. luas tanah yang mereka miliki ada yang berasal dari warisan orang tua dan ada yang memang khusus dibeli untuk masa pensiun. Rumah tempat tinggal erat hubungannya dengan kondisi pendapatan sebelum ataupun setelah pensiun. transportasi. Sedangkan sebanyak 2 responden (4. dekat dengan fasilitas kesehatan. yang dapat mengembangkan dan melanjutkan minat dan pengalaman mereka. relatif aman dari tindakan kriminal. Luas Rumah yang Dimiliki No 1 2 3 Luas (m²) 50 – 100 m² 100 – 150 m² > 150 m² Jumlah Sumber: Data Primer F 4 10 32 46 % 8. Selain memiliki tanah untuk rumah.74%) memiliki rumah permanen. seluruh responden sudah berlangganan dengan PLN. Tabel 24. semi permanen dan permanen bertingkat. 10 responden (21. Menurut responden. ada beberapa responden yang memiliki tanah diluar tempat tinggal mereka. seperti permanen. Luas Halaman yang Dimiliki No 1 2 3 Luas (m²) 500 – 1000 m² 1000 – 1500 m² > 1500 m² Jumlah Sumber: Data Primer F 12 31 3 46 % 26. Responden yang 162 Untuk alat penarangan rumah. Terlebih bagi pensiunan yang tidak beraktivitas bekerja kembali. Sebanyak 33 responden (71. Tabel 26. dari hasil wawancara ada sebagian rumah yang sudah dimodifikasi dari bentuk awalnya sehingga jauh lebih besar. Tipe Rumah yang Dimiliki No 1 2 3 Bentuk Permanen Semi permanen Permanen bertingkat Jumlah Sumber: Data Primer F 33 2 11 46 % 71.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Dapat diketahui bahwa 12 responden (26. dan sebanyak 3 responden (6.4 23.4 6. Menurut responden. Mei 2006.74%) memiliki luas rumah 100 – 150 m². dan sebanyak 32 responden (69.0 memiliki luas rumah cukup besar menyatakan bahwa mereka sangat kesepian karena satu per satu anak mereka mulai meninggalkan rumah untuk membina rumah tangga yang baru (menikah).39%) memiliki luas halaman 1000 – 1500 m². Tetapi sebagian responden ada yang menyewakan rumah mereka dan tinggal bersama anak mereka yang sudah menikah.6 4. 31 responden (67.

5 13.6 80. Alasan mereka lebih memilih ke rumah anak atau famili adalah di sana mereka dapat bertemu dengan anggota keluarga mereka. Dengan melakukan perjalanan atau rekreasi dapat menenangkan pikiran. Tabel 27.09%) menyatakan kadang-kadang/jarang melakukan perjalanan.3 100. Frekuensi Memeriksakan Kesehatan No Jawaban Responden Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 36 8 2 46 % 78. Menurut responden yang jarang melakukan perjalanan/rekreasi.1 100.4 4.0 Perjalanan ke rumah anak atau ke rumah famili merupakan tujuan yang paling banyak ditempuh oleh para responden. Sumber Air yang Digunakan No 1 2 Sumber Air Air PDAM Sumur bor Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100.0 100. melihat pemandangan indah. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sangatlah penting. Sedangkan 9 responden (19.0 1 2 3 Sumber: Data Primer Rekreasi merupakan hal yang sangat penting dalam menjalani hidup. Sedangkan 8 responden (17.0 Bagi pensiunan yang memiliki gangguan kesehatan berat maupun ringan pasti selalu memeriksakan kesehatan mereka secara berkala. 36 responden (78.57%) lebih sering ke tempattempat rekreasi sebagai tujuan perjalanan atau rekreasi. Mereka menggunakan sumber air tersebut dengan alasan lebih bersih. Tempat Pemeriksaan Kesehatan/Berobat No 1 2 3 Tempat RS Perusahaan RS Swasta RS Pemerintah Jumlah Sumber: Data Primer F 37 3 6 46 % 80. Sedangkan bagi mereka yang memilih tempat-tempat rekreasi sebagai tujuan perjalanan dengan alasan di sana mereka dapat menikmati suasana yang tidak mereka dapatkan di rumah.4 6. Tabel 31. terutama dengan cucu-cucu mereka.Izhar & Edward. hal ini terlihat dari data pada Tabel 27 di atas. hal ini dikarenakan dalam usaha untuk menekan biaya hidup. Apalagi di usia mereka yang tergolong lanjut ini. Tabel 30.3 17. walaupun tidak ada gejala-gejala penyakit tertentu yang mereka alami. menghirup udara segar.1 100.9 76.0 Keseluruhan dari responden telah menggunakan sumber air yang berasal dari PDAM...39%) menyatakan kadangkadang/jarang memeriksakan kesehatan. Berdasarkan data pada tabel di atas juga hanya 2 responden (4.35%) yang tidak pernah memeriksakan kesehatannya dengan alasan kesehatan mereka sudah cukup baik. dan tidak satupun responden yang menyatakan tidak pernah melakukan perjalanan/rekreasi. 35 responden (76.0 No 1 2 3 Jawaban Responden Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 11 35 46 % 23. Tabel 29. tubuh mereka dapat mudah terserang penyakit. sebanyak 37 orang responden Koleksi BPAD Prov SU 163 . Tujuan Perjalanan/Rekreasi No 1 2 Tujuan Tempat rekreasi Rumah anak/famili Jumlah Sumber: Data Primer F 9 37 46 % 19.91%) menyatakan sering melakukan perjalanan. Tabel 28.4 100. merupakan sesuatu yang mereka idamkan. Frekuensi Rekreasi (80. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 30. Analisis Tingkat Kesejahteraan. mereka hanya memeriksakan diri jika sudah mengalami suatu gejala penyakit tertentu.26%) menyatakan sering memeriksakan kesahatan mereka.43%) menyatakan hal tersebut. jiwa dan perasaan seseorang. hal ini terlihat pada Tabel 29. Dari data pada Tabel 28 di atas dapat dilihat 11 responden (23.

3 responden (6. sedangkan responden yang memilih ke rumah sakit pemerintah beralasan di sana biaya lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan rumah sakit swasta.43%) memilih poliklinik/rumah sakit perusahaan sebagai tempat pemeriksaan kesehatan.5 26. Apakah Sudah Merasa Bahagia pada Masa Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Bahagia Kurang bahagia Tidak bahagia Jumlah Sumber: Data Primer F 39 7 46 % 84.0 Data pada Tabel 33 menunjukkan bahwa 11 responden (23.00%) menyatakan kondisi kesehatan mereka cukup baik. poliklinik/rumah sakit perusahaan masih merupakan pilihan utama sebagai tempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan/berobat. Halaman 151-167 Berhubung para pensiunan masih diberikan fasilitas pengobatan gratis.8 15. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. Tabel 33.1 17. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran akan kesehatan pada diri pensiunan sudah cukup tinggi. dan 8 responden (17. Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Gula darah Tekanan darah Kolesterol Jumlah Sumber: Data Primer F 26 12 8 46 % 56.4 8.22%) menyatakan masa pensiun mereka kurang bahagia.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.52%) memeriksakan kadar gula dalam darah mereka. 8 responden (17. Tabel 32. Tabel 34.52%) memilih rumah sakit swasta dan 6 responden (13. Pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2000 – 2005. bahagia di sini artinya tidak mengalami gangguan. berusia antara 58 – 62 tahun dan mempunyai masa kerja rata-rata 35 tahun.70%) menyatakan tingkat kolesterol tinggi. baik fisik. Volume 5.0 100. 3. 4 responden (8. 12 responden (26. Data pada Tabel 32 di atas menunjukkan bahwa 26 responden (56.04%) memilih rumah sakit pemerintah sebagai tempat untuk memeriksakan kesehatan atau berobat.0 Data pada Tabel 34 di atas menunjukkan bahwa 39 responden (84.0 penyakit tekanan darah tinggi.09%) memeriksakan tekanan darah mereka.78%) menyatakan bahagia pada masa pensiun. Sebanyak 7 responden (15. berstatus menikah. maka berdasarkan Tabel 31 di atas. 48% pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia di Medan telah melakukan persiapan 2 – 5 tahun sebelum pensiun.2 100. dan 23 responden (50. Jenis Penyakit yang Diderita No 1 2 3 4 Jawaban Responden Diabetes Tekanan darah tinggi Kolesterol tinggi Tidak ada penyakit Jumlah Sumber: Data Primer F 11 8 4 23 46 % 23. dikarenakan masalah keuangan dan kesehatan. Mei 2006.39%) memeriksakan kadar kolesterol dalam darah mereka. Nomor 2. Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan. keuangan maupun gangguan dalam bersosialisasi.39%) mengidap 164 Koleksi BPAD Prov SU . PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I sebagai perusahaan pengelola pelabuhan aktif memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan karyawannya pada masa pensiun. 2.91%) mengidap penyakit diabetes.4 100. mayoritas beragama islam. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan.7 50. Hal ini terbukti dengan adanya Masa Persiapan Pensiun sebagai masa latihan untuk menghadapi pensiun. Responden yang memilih rumah sakit swasta beralasan bahwa di sana kualitas pengobatannya lebih baik. berdasarkan hasil penelitian lebih didominasi oleh kaum pria. Persiapan masa pensiun sedini mungkin sangatlah penting.9 17. jika pensiunan ingin menikmati masa pensiun yang bahagia. hal ini terlihat pada data di atas sebanyak 37 responden (80. dalam arti menjalani masa pensiun tanpa adanya sesuatu yang dirisaukan.

5. 8. tidak ada yang disia-siakan. Mereka hanya beraktivitas untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang. meyesuaikan dengan situasi dan kondisi. menyusun menjadi suatu rencana masa pensiun lalu mengaplikasikannya. Dimasa pensiun. Sikap positif sangat diperlukan terutama ketika seseorang menghadapi masa pensiun dan dalam kehidupannnya masa pensiun itu sendiri. terutama dengan mereka yang di sekitar orang yang ada di sekitar lingkungannya.. dalam manjalani masa pensiun. Pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. tetapi hanya sebatas pemeriksaan bukan pengobatan. Jadi uang merupakan sumber kehidupan pensiunan dan sebagaimana yang kita ketahui sumber dapat habis. 9.Izhar & Edward. karena itu perlu pengelolaan yang baik. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi kesehatan bersifat dinamis bukan statis. pensiunan harus memiliki sumber keuangan lain seperti dana bantuan dari anak. beternak dan kegiatan lain yang sifatnya non-profit. Interaksi sosial artinya di sini adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. Pembekalan ini diberikan kepada para pensiunan pada 165 Koleksi BPAD Prov SU . Mereka mempunyai kemampuan untuk belajar terutama dari pengalaman orang lain. Rumah tempat tinggal setelah pensiun merupakan salah satu unsur pokok yang mempengaruhi kesejahteraan diri. memanfaatkan peluang yang mereka jumpai. 24% responden memiliki rumah permanen bertingkat dan hanya 4% responden yang memiliki rumah semi permanen. Keberhasilan para pensiunan disebabkan oleh kesungguhan hati mereka dalam mencapai apa yang diinginkan. Kehidupan seseorang dalam masa pensiun sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingginya kesadaran pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I akan kondisi kesehatannya. 7. Pandangan dan sikap positif sangat berguna dalam memandang dan merencanakan hari esok. memperoleh gagasan dan informasi dari berbagai sumber. persentase terbesar 48%. Rumah tempat tinggal pada dasarnya tempat yang paling banyak waktu untuk menghabiskan sisa hidup. berdasarkan hasil penelitian. Analisis Tingkat Kesejahteraan. seperti berkebun. terutama yang berusia 50 tahun keatas. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian bahwa tidak ada seorangpun pensiunan yang bekerja kembali. 4. Dengan demikian seseorang akan lebih mudah memandang segala sesuatunya lebih positif. Mereka sering memeriksakan kesehatan. 6. hendaknya dapat memberikan pembekalan dalam persiapan menghadapi masa pensiun. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I di Medan tidak melakukan aktivitas bekerja kembali pada suatu instansi ataupun lembaga formal. Rumah tempat tinggal erat hubungannya dengan kondisi pendapatan sebelum ataupun sesudah pensiun. lebih konstruktif artinya mengarah kesegi yang bermanfaat dan bermakna. 72% responden memiliki rumah permanen. semakin menurun dan renta terhadap penyakit. Hubungan antarpribadi (interaksi sosial). bercocok tanam. menganalisisnya. Mencintai apa yang dimiliki artinya selalu menjaga dan memeliharanya. mengarahkan sepenuh daya dan upaya. Mereka yang berhasil menjalani masa pensiun yang bermakna dan bahagia karena mereka mempunyai tekad dan berupaya dengan sungguh-sungguh. Dalam masa pensiun. Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan yang berpartisipasi aktif dalam peningkatan kesejahteraan para pensiunannya. Sebanyak 50% pensiunan tidak memiliki penyakit tertentu. waktu dan energi mereka untuk mewujudkannya. Hasil penelitian membuktikan pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah memiliki rumah sebelum mereka pensiun. Mereka yang bisa meraih usia 56 tahun dan pensiun haruslah disyukuri dan mencintai apa yang dimiliki. dana pensiun pasangannya (bagi pasangan yang bekerja) dan hasil usaha mereka lainnya. jadi kesehatan seseorang itu. Saran 1. aspek ini memainkan peran yang sangat penting dan menentukan dalam kehidupan masa pensiun.. Uang merupakan salah satu syarat yang akan menopang kehidupan para pensiunan. lebih sering berinteraksi dengan keluarga mereka. 10.

Jakarta. Motivasi dan Kepribadian. Coleman. Illnois. Soegiono. 2. Volume 5. West Publishing. LP3ES. Donald. Daftar Pustaka Allen.. Benjamin. Jakarta. Sixth Edition. Pensiun Yang Bermakna. LPFE VI. 166 Koleksi BPAD Prov SU . Jakarta. Pension Planning. 1987. Flippo. Elinor Lenz & Adams Linda. Tata Personalia. Harper & Row Publishers. 1992. 2002. Metode Penelitian Bidang Sosial. Human Development. 2003. Hal ini dimaksudkan agar para pensiunan dapat mengisi masa pensiunnya dengan aktivitas yang bermanfaat dan tidak merasakan kebosanan. Jakarta. 1982. New York. Maslow A. Gramedia Pustaka Utama. Kekaryawanan. Intervensi Hanindita. The Problem of Today and Tomorrow. Edwirn B. M K. 1990. Bandung 1982 Sumber-sumber lain: Buku Kerja. Pensions . hendaknya dapat memanfaatkan masa pensiun dengan melakukan berbagai aktivitas yang bisa menghasilkan. Northcote. Parkison C.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Irwin.. Cetakan V. Fourth Edition. Thio. Hughes. Cetakan III. 1985. Adapun pembekalan yang dapat diberikan seperti: Pengembangan keterampilan dan potensi diri yang dimiliki para pensiunan.. Minnesota. Cressey. Tata Administrasi Penerbit Djambatan. 1986. Singarimbun. Human Development. Sociology an Introduction. Erlangga. 1988. Sistem Sumarnonugroho. Yogyakarta. Jakarta. 1995.. Metode Penelitian Survay. Poerwono Hadi. et al. Medan. jika kondisi kesehatan masih memungkinkan. Grace. Tanpa Kegelisahan. Fadhil. Kesejahteraan Sosial. Soemodiwirjo.. Rustomji. Jakarta. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. “Pendirian Perusahaan”. PT Yogyakarta. Walter E. Arikunto. Allen & Unwin. Djambatan. tanpa tahun. 1985. 1987. Masri. A Cross Life Span. Fergus P. James. Ichsan Achmad. Edisi Enam. Jr. London. Craig. 1987. B. Angkasa. Pengantar Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Payaman J. Jakarta. Pedoman Peraturan Perusahaan Bidang Sumber Daya Manusia (Administrasi & Kesejahteraan Sumber Daya Manusia PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan). Masa Pensiun Yang Bahagia. PT Pustaka Biman Pressindo. 1990. Nomor 2. Jakarta. et al. 1987. Pensiun Rimbow. Untuk para pensiunan. Jakarta. 1997. Gino. Mei 2006. Soepomo. Moyd D. Neppe. 1989. Simanjuntak. "Undang-undang Republik Indonesia No. Inc. Social Problem. 1992. CV. tanpa tahun. Jilid 2. New Jersey. Binarupa Aksara. New York. Haradi Nawawi. Halaman 151-167 Program Persiapan Pensiun. Be Your Best. Drs. Gajah Mada University Press. Manajemen Personalia. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. 03 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Nurdin. Rineka Cipta. 1984. Bandung. Third Edition. Harper & Row Publishers. Manajemen Penelitian. Hal ini dimaksudkan agar para pensiunan dapat berkarya pada masa pensiunnya dan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil karyanya tersebut. Suharsini. Prentice Hall. Alex. Everett J.

Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I”. Analisis Tingkat Kesejahteraan. 2002 Situs http://www.Izhar & Edward. Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan & Pengerukan (DP4). 12 / 2001 PT (PERSERO) Pelabuhan Indonesia I.com Situs www.id Koleksi BPAD Prov SU 167 .. Profil Organisasi Perusahaan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.co. “Daftar Pensiun Pegawai.depnaker.inaport1.. 2004.

Akibatnya status karyawan tidak jelas (Analisis.TINJAUAN IMPLEMENTASI HAK NORMATIF DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN PT H. Pertama. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) telah ditetapkan sebesar Rp728. M. The first. usir tenaga kerja asing yang mengambil alih posisi pekerja Indonesia. menolak UMK yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam sebesar Rp 635. 12:24 WIB. because government put it to effect worker’s social welfare. S. Keywords: worker right. how is life condition of the workers.M. bila harga terus merangkak naik. hand glove. Sampoerna Company has implemented worker rights very well. Karyawan yang ingin bekerja tidak diperbolehkan masuk perusahaan tersebut.000. SAMPOERNA SALES DIVISION BATAM Fronner M.(tujuh ratus dua puluh delapan ribu rupiah). Selama ini karyawan hanya menerima gaji di bawah UMP sebanyak Rp 380. adalah Staf di Yayasan Anak Jalanan AGAPE Medan 168 Koleksi BPAD Prov SU . dan welding mask.. Rabu 23 April 2003: 2). Sementara itu status perusahaan tersebut tidak dapat diketahui secara pasti. Ketiga. sebab tanpa diketahui karyawan saat itu.000. Ada empat pokok yang menjadi tuntutan mereka. social welfare Pendahuluan Ribuan pekerja berunjuk rasa mendatangi gedung Gubernur Provinsi Kepulauan Riau di Batam Center. agar pemerintah mendesak perusahaan untuk memberikan pakaian keselamatan (safety) kepada pekerja seperti safety shoes.(enam ratus tiga puluh lima ribu rupiah). di Gabion Belawan. If H. Batam. Abstract Implementation worker rights according to the law by H. turunkan harga sembilan bahan pokok di Batam. Second. S. Mereka menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) dan menolak dialihkannya status karyawan menjadi karyawan kontraktor. ratusan karyawan PT Semen Andalas Indonesia yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) berunjuk rasa di depan perusahaan tersebut. Keempat. Kemudian pihak perusahaan malah mengalihkan status karyawan kepada pihak koperasi dan kontraktor PT Rico. D.M.. H. karena tidak ada gunanya menaikkan upah.M. Selasa 21 Desember 2004. (Tempo Interaktif. Sebelumnya pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Indonesia di Batam telah melakukan aksi serupa dengan tuntutan serupa pula.000 per bulannya. D. Para demonstran menolak Ketetapan Pemerintah Kota soal Upah Minimum Kota (UMK) Batam sebesar Rp 635. Sampoerna Company implemented the worker right as taken in the law so the worker’s social welfare will be good. Sampoerna Company is the subject of research. law.-. Di lain pihak. and worker’s social welfare is good. It is very important to know how in fact. Kesejahteraan pekerja/buruh pada tahun 2004 bila dilihat dari upah atau penghasilannya Fronner M.000. how did H. Kedua. dengan alasan.). especially about their social welfare. safety goggles.M. Keputusan pengalihan status karyawan dinilai sepihak. Sampoerna Company implement worker rights according to the law. This research is descriptive research and shows two issues. dengan alasan karyawan yang tergabung dalam PT Rico saja yang boleh bekerja. According to the data analysis.

Dilihat dari tujuan pembangunan nasional maka negara RI menganut tipe negara kesejahteraan (welfare state). Hak asasi sebagai konsep moral dalam bermasyarakat dan bernegara bukanlah suatu konsep yang lahir seketika dan bersifat menyeluruh. sedangkan hak yang bukan asasi berupa hak pekerja yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang sifatnya nonasasi. Diskriminasi antarkaryawan pribumi dan karyawan nonpribumi sangat mencolok (SIB. sehingga masalah pemenuhan kebutuhan pekerja/buruh sedikit teratasi. Di Indonesia konsep hak asasi manusia telah secara tegas dan jelas diakui 169 Koleksi BPAD Prov SU .Fronner M. yaitu rata-rata besarnya Upah Minimum Propinsi (UMP) Sumatera Utara sebesar Rp 600. S. Persoalan lain adalah kecenderungan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi pekerja. yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan.. Sebagai suatu konsep moral. Pengalaman-pengalaman dari kelompokkelompok sosial dalam masyarakat bernegara itulah yang mewarnai konsep hak asasi. Hak asasi adalah hak yang melekat pada diri pekerja itu sendiri yang dibawa sejak lahir dan jika hak tersebut terlepas dari diri pekerja akan menjadi turun derajat dan harkatnya sebagai manusia.000. Berbicara mengenai hak pekerja berarti kita membicarakan hak-hak asasi maupun hak yang bukan asasi. Banyak perusahaan yang belum memberikan hak-hak normatif sesuai ketentuan perundang-undangan menjadi salah satu pemicu munculnya tuntutan dari pekerja.000 terdapat kenaikan 11.000 sangat menyiksa perasaan buruh dalam menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. hak asasi dibangun dan dikembangkan berdasarkan pengalamanpengalaman kemasyarakatan manusia itu sendiri. dapat dikatakan telah mengimplementasikan hak-hak normatif pekerja dengan baik.. martabat dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Hak asasi lahir setahap demi setahap melalui periode-periode tertentu di dalam sejarah perkembangan masyarakat. namun kenaikan ini sangat tidak wajar sehingga perlu ditinjau kembali upah yang dinilai layak agar semangat kerja pekerja meningkat. baik material maupun spiritual. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2003 sebesar Rp 537. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. Upah sejumlah Rp 600. bukan hanya bagi sekelompok atau sebahagian masyarakat tertentu saja. sesuai dengan kemauan dan kemampuan karyawan membayar kredit per bulan. 23 Desember 2004: 6).73 persen.000 per bulan. Sabtu 3 Mei 2003: 9). Seluruh karyawan memiliki kesempatan mendapat fasilitas rumah dengan pedoman tipe bangunan yang berbedabeda.000.000 per bulan. Pemerintah menekankan pada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur secara merata. dengan gaji atau upah yang standar untuk seorang karyawan biasa tidak akan dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. masih relatif rendah atau tidak sesuai dengan kebutuhan pekerja atau buruh. Ini berarti bahwa Indonesia bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia.000. Dengan jumlah ini. Perusahaan ini dapat sebagai contoh bagi perusahaan yang lain. karena perusahaan ini peduli terhadap kesejahteraan karyawannya. Hal ini tercermin dari banyaknya aksiaksi dari pekerja. seperti aksi mogok ratusan staf dan manajer PT Tolan Tiga Indonesia yang menuntut hak-hak normatif seperti kenaikan upah dan pemberian fasilitas dengan menyetarakan dengan perusahaan PMA lainnya seperti PT Lonsum dan PT Socfin. transportasi dan biaya lainnya mencapai Rp 12. Memang jika dibandingkan. Upah yang layak bagi pekerja saat ini minimal Rp 900. maka dengan adanya fasilitas yang disediakan oleh perusahaan dapat meringankan beban ekonomi karyawan. pekerja memperoleh pendapatan yang layak (Analisis. Pembangunan nasional merupakan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 yang diarahkan pada peningkatan harkat. PTPN III. karena konsep utama perusahaan adalah untuk mensejahterakan karyawan dengan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang ada (Analisis. Selasa 21 Desember 2004: 6). Pihak manajemen PTPN III melihat.. artinya yang diperoleh pekerja setelah menutupi biaya hidup yang minimum hanya Rp 240. Untuk biaya hidup seharihari antara lain makan (dengan harga paling murah dan tanpa rokok). Salah satunya adalah membangun perumahan karyawan Griya Nusantara yang bekerja sama dengan Developer Trisna yang dibiayai dengan dana kredit Bank Niaga Cabang Medan. Dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan warganya. Secara minimum kebutuhan sebulan mencapai Rp 360. D.

Di dalam Undang-Undang No. adil. Karena itu. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih. Bahkan di dalam negara hukum modern (negara kesejahteraan) negara berkewajiban untuk menjamin pelaksanaan hak konstitusional itu. suku. Setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja (pasal 12 ayat 3). martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat sejahtera. Begitu pula. 6. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak tanpa membedakan jenis kelamin. makmur dan merata baik material maupun spiritual. 5. Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang No. suku. yaitu untuk meningkatkan harkat. Pada kenyataannya usaha yang telah dilakukan dalam rangka perlindungan itu belum berjalan seperti yang diharapkan. Demikian juga hak-hak yang bukan asasi mengalami proses sesuai dengan kepentingan dan perkembangan masyarakat diatur dalam peraturan perundang-undangan. Hak-hak normatif tenaga kerja telah diatur dan dilindungi negara dalam berbagai 170 peraturan dan perundangan-undangan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa pembangunan tenaga kerja dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia yang seluruhnya. untuk meningkatkan harkat. 4. pemogokan yang dilakukan pekerja yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan. Volume 5. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak perusahaan yang tidak bertanggung jawab atas kesejahteraan karyawannya dengan tidak mengimplementasikan dengan baik hak-hak normatif para pekerjanya. Perlindungan tenaga kerja mendapat perhatian dalam Hukum Ketenagakerjaan. hal ini terbukti dengan banyaknya kasus unjuk rasa. Itu berarti bahwa negara tidak diperkenankan mengeluarkan kebijakan yang dimaksudkan untuk mengurangi substansi dari hak konstitusional. pemogokan tersebut yang berakhir dengan pemutusan hubungan kerja yang berakibat memperpanjang barisan pengangguran. agama dan aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan. para pelaksana Undang-Undang No. ras. 3. mendapatkan atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri (pasal 31). termasuk perlakuan yang sama terhadap penyandang cacat. makmur dan merata. Artinya. Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan (pasal 5).Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Nomor 2. warna kulit dan aliran politik. walaupun suatu undang-undang itu adalah baik tetapi pada pelaksanaannya tidak baik. Pengusaha harus memberikan hak dan kewajiban pekerja tanpa membedakan jenis kelamin. agama. maka pelaksanaan undang-undang tersebut akan menjadi baik. yaitu: 1. walaupun suatu undangundang tidak begitu baik tetapi bila pelaksanaannya baik. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan memberikan pengertian tenaga kerja yaitu setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat adil. maka pelaksanaan undang-undang tersebut akan menjadi tidak baik. 7. Maka suatu undang-undang tergantung pada pelaksanaannya. Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha (pasal 6). Halaman 168-181 keberadaannya di dalam UUD 1945 dan dilaksanakan oleh negara di dalam masyarakat. Salah satu tujuan pembangunan tenaga kerja adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan (pasal 4 huruf c). Setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini tercermin dalam beberapa pasal dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hak asasi pekerja yaitu hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan yang telah diakui keberadaannya dalam UUD 1945 merupakan hak konstitusional. ras. moral dan kesusilaan dan lain-lain yang sesuai dengan harkat dan Koleksi BPAD Prov SU . Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan atau meningkatkan dan atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat. namun ada kasus unjuk rasa. 2. minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja (pasal 11). 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan harus menyadari jiwa atau azas dari undang-undang tersebut. Mei 2006.

Untuk itu pengusaha wajib melaksanakan secara sistematis dan terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk pengahasilan yang cukup. 3.. 11. Upah minimum. S. 2. 1993: 76). 5. 2. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. Beberapa hal penting berkenaan dengan hak normatif pekerja dalam jaminan sosial tenaga kerja adalah: 1. Setiap pekerja berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja atau serikat buruh (pasal 104 ayat 1). Maksud dari penghidupan yang layak di mana jumlah pendapatan pekerja dari hasil pekerjaannya mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya secara wajar. yaitu: 1. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Setiap tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja. Pengertian jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. 3. Perlindungan tenaga kerja dibagi menjadi 3 (tiga) macam.. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu hak dasar pekerja (pasal 86 ayat 1 huruf a UU Tenaga Kerja). D. Mogok kerja sebagai hak dasar pekerja dan serikat pekerja dilakukan secara sah. baik fisik. 3. Pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja yang meliputi (Hardijan Rusli. hamil. sandang. rekreasi dan jaminan hari tua. 1987: 1). Tenaga kerja yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. 6.. sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal (Depnaker. landasan tempat kerja dan lingkungannya. hari tua dan meninggal dunia (Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang No. bahwa setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. bersalin. pesawat alat kerja. Hal ini secara tegas diatur dalam Pasal 88 Ayat 1 UU Tenaga Kerja. 22 Tahun 1993). papan. 2. Upah tidak masuk kerja karena berhalangan. Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja (Pasal 3 Ayat 2 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). 4. Setiap pekerja dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja (pasal 99 ayat 1). Objek keselamatan kerja adalah segala tempat kerja. Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya. yang menderita penyakit akibat hubungan kerja berhak menerima Jaminan Kecelakaan Kerja (Pasal 8 Ayat 1 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pasal 2 Keppres. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. 10. RI No. 171 Koleksi BPAD Prov SU . yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk keamanan dan keselamatan kerja (Soepomo. Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna. martabat manusia serta nilai-nilai agama (pasal 86 ayat 61). Perlindungan Teknis. yang meliputi makanan dan minuman. sakit.Fronner M. termasuk bila tenaga kerja tidak mampu bekerja diluar kehendaknya. kesehatan. Perlindungan Ekonomis. tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan (pasal 137). Pengupahan termasuk sebagai salah satu aspek penting dalam perlindungan pekerja (hak normatif pekerja). 1994/ 1995: 11). Perlindungan Sosial. bahan dan proses pengelolahannya. 2004: 115): 1. ahli warisnya berhak atas Jaminan Kematian (Pasal 12 Ayat 1 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Upah kerja lembur. Setiap tenaga kerja atau keluarganya berhak atas Jaminan Hari Tua (Pasal 14 dan 15 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan kesehatan kerja dan kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi. 4. 9. 8. pendidikan. (Sumakmur. mental maupun sosial. Setiap tenaga kerja atau keluarganya berhak memperoleh Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Pasal 16 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Setiap perusahaan wajib melaksanakan program Jamsostek bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan berdasarkan hubungan kerja (Pasal 4 Ayat 1 dan pasal 17 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 88 ayat 1).

7 2. Halaman 168-181 5. yang terletak di kawasan industri Pulau Batam. 1961). Sampoerna Sales Division Batam yang berlokasi di Blok Komplek Nagoya Center Batam No. 1-3 Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Upah untuk pembayaran pesangon. Penelitian dilakukan di PT H.M. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan karyawan Sales Division PT H.0 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mengetahui perihal perlindungan terhadap tenaga kerja.1 20. Sampoerna Batam yang berjumlah 39 orang. Bentuk dan cara pembayaran.M. Koleksi BPAD Prov SU .5 15. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah wawancara dengan 172 Hal pertama yang perlu diketahui adalah pengetahuan karyawan perihal hak berupa perlindungan tenaga kerja. Sampoerna Sales Division Batam dalam mempengaruhi kesejahteraan karyawan tersebut dan bagaimana kesejahteraan karyawan PT H. Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya. Dapat dijelaskan bahwa pengetahuan responden dalam perlindungan tenaga kerja ini di dapat dari Buku Panduan Peraturan Perusahaan Sampoerna. Tabel 2. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif.4 7. Secara umum yang dimaksud dengan kesejahteraan sosial adalah keadaan sejahtera pada umumnya yang meliputi jasmani. 7. Sampoerna Sales Division Batam ditinjau dari implementasi hak normatif tersebut? Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. 1990: 63). yakni: bagaimana implementasi hak-hak normatif karyawan PT H.M. terlebih dahulu digambarkan secara umum identitas dari responden yang disajikan dalam bentuk tabel.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Alasan memilih lokasi tersebut di atas adalah karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan swasta nasional yang tergolong besar. Mei 2006. Upah untuk perhitungan pajak penghasilan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Sebelum dilakukan analisis data. dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari penelitian. Hal-hal yang diperhitungkan dengan upah. digunakan sistem penskoran Skala Likert. Volume 5. Untuk memperoleh kesimpulan yang general.7 7. Friedlander. Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi Pekerjaan No 1 2 3 4 5 6 7 8 Posisi Manajer Supervisor Administrasi Salesman Driver Security Gudang Helper Total Sumber: Data Primer F 1 2 8 15 6 3 3 1 39 % 2. rohani dan sosial.0 Metode Penelitian Penelitian ini mencoba menjawab masalah yang dirumuskan. 6 100.6 5. Nomor 2. Sturktur dan skala pengupahan yang proporsional. 9. yaitu menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian lembaga seseorang dan lain-lain pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya (Nawawi. Semua populasi dijadikan sampel.5 38. Tabel 1. Pengetahuan Responden tentang Perlindungan terhadap Tenaga Kerja No 1 2 Ketagori Tahu Tidak tahu Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 (%) 100. 10.0 0 100. 8. 6.M. menggunakan kuesioner. Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraan selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat (Walter A. kemudian dicari frekuensi dan persentasenya untuk disusun dalam bentuk tabel serta selanjutnya dijelaskan secara kualitatif.

sama tanpa diskriminasi oleh pimpinan PT H. Contohnya. Sampoerna. Tabel 6.0 0 100.0 0 100. mendapatkan atau pindah bidang pekerjaan tersebut memenuhi berbagai kriteria yang diperlukan untuk suatu bidang pekerjaan tersebut.0 0 100. Tentu saja dengan syarat-syarat tertentu.0 Dari data tersebut di atas semua responden mengaku merasa mendapatkan perlakuan yang sama dari perusahaan dalam meniti karier di perusahaan ini. maka perusahaan mengambil kebijakan memasang iklan lowongan pekerjaan di korankoran lokal.. dan dalam melamar pekerjaan ini. Bila ada lowongan pekerjaan. mendapatkan atau pindah bidang pekerjaan. D. perusahaan memberi kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. Dalam hal ini diharapkan terciptanya dan bertambahnya motivasi karyawan dalam bekerja yang pada akhirnya karyawan dapat Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mengaku mendapatkan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi dalam memilih.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa tidak semua karyawan memperoleh pelatihan kerja yang mengacu pada standar kompetensi kerja dengan tujuan untuk memaksimalkan kontribusi dalam bekerja yang dilakukan oleh karyawan. Hak dan Peluang dalam Melamar Pekerjaan No 1 2 Ketagori Sama Diskriminasi Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. yang pada hakikatnya tidak perlu untuk diberikan pelatihan kerja oleh perusahaan.0 0 100. bagi salesman diberikan pelatihan yang berkala selama 6 (enam) bulan sekali untuk dapat menembus target pemasaran di pasar. dan dapat dijelaskan bahwa sebanyak 6 (enam) orang responden yang tidak menerima pelatihan kerja seperti data yang disajikan di atas dikarenakan posisi pekerjaan mereka sebagai driver (supir)..M. Sampoerna Sales Division Batam. Tabel 3. S. yaitu karyawan yang hendak memilih. sebab hanya membawa kendaraan pengangkut barang yang akan didrop ke pasar.0 Dari data di atas dapat diketahui bahwa keseluruhan responden dalam bekerja seharihari di perusahaan merasa diperlakukan dengan baik. Standard Kompetisi dalam Pelatihan Kerja No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 33 6 39 % 84.. Kenyamanan dalam bekerja diharapkan akan memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan perusahaan. Perlakuan Pengusaha atau Pimpinan No 1 2 Ketagori Sama Tidak sama Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100.4 100. Koleksi BPAD Prov SU 173 . Tabel 5.M. Hak yang Sama dalam Memilih atau Pindah Bidang Pekerjaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100.Fronner M.0 Dalam melamar pekerjaan di PT H.6 13. Tabel 4.0 memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan perusahaan. Perlakuan dalam Karier No 1 2 Jawaban Sama Diskriminasi Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. Tabel 7. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. seluruh responden merasa bahwa mereka diberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.

Salah satu langkah tersebut adalah dengan adanya SOP (Standard Operational Procedure) yang harus dilakukan karyawan untuk meminimalisir kecelakaan kerja.0 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa semua responden mendapatkan fasilitas dan program kesehatan dari perusahaan. 2) Sampoerna Human Resources Policy (sistem dan prosedur biaya pengobatan yang diberikan oleh PT H. bahwa ada 2 orang responden yang menyatakan hanya kadang-kadang alat-alat perlindungan kerja di perusahaan dirasakan cukup memadai.0 0 0 100. Adapun fasilitas dan program kesehatan tersebut adalah: 174 Berdasarkan data yang disajikan di atas. driver dan satpam. perangkat PPPK. maka mematikan alat-alat elektronik ketika hendak pulang kerja. yaitu karyawan bagian gudang. dan 5) tunjangan alat bantu koreksi penglihatan.0 Data di atas menginformasikan. Padahal pihak perusahaan mengaku telah semaksimal mungkin memberikan perlindungan kerja yang baik dan memadai kepada pekerjanya. 4) perawatan gigi yang berkala.9 5. Tabel 10.6 23.0 1) poliklinik atau dokter perusahaan. Koleksi BPAD Prov SU . suami/ istri karyawan dan 3 (tiga) orang anak karyawan.0 Dalam hal hak mendapatkan fasilitas perlindungan kerja. racun api dan kelengkapan satpam.1 0 100. diketahui bahwa responden secara keseluruhan mengetahui dengan jelas bahwa upah yang mereka dapatkan adalah lebih besar dari UMP Riau/Batam. Volume 5. Nomor 2. Ketersediaan Alat Perlindungan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak ada Total Sumber: Data Primer F 37 2 0 39 % 94. tunjangan kesehatan dan fasilitas pengobatan untuk karyawan. Tabel 9. 3) bantuan dana untuk biaya melahirkan karyawan wanita. dan untuk bagian administrasi. ternyata terjadi perbedaan jawaban. Sampoerna kepada karyawan). Besarnya Upah Dibandingkan dengan UMR Kota Batam No 1 2 3 Jawaban Lebih besar Sama Lebih kecil Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. Halaman 168-181 Tabel 8. Hak Mendapatkan Alat-Alat Perlindungan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 13 17 9 39 % 33. demi mencegah kebakaran. Ketersediaan Fasilitas dan Program Kesehatan No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100.0 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa keseluruhan responden mengaku adanya ketentuan atau langkah-langkah yang diterapkan perusahaan gunna menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Tabel 12.M.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Adanya Ketentuan atau Langkah-Langkah Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak ada Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. sedangkan 37 orang responden menganggap alat perlindungan kerja yang tersedia di perusahaan sudah memadai.3 43.0 0 0 100. demi kesehatan bersama dan keselamatan barang.1 100.0 0 0 100. Tabel 11. Adapun alat-alat perlindungan kerja tersebut adalah seperti: helm dan sarung tangan untuk karyawan gudang. Mei 2006. larangan merokok di ruangan yang menggunakan pendingin udara dan di dalam gudang stok barang.

Keterlibatan dalam Membuat Perjanjian Kerja Bersama No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100.0 Dan dapat dijelaskan bahwa perusahaan berhak membatalkan Hak Cuti Tahunan tersebut bila tidak diambil atau digunakan karyawan pada tahun tersebut. sehingga dalam sekali Cuti Tahunan hanya boleh diambil sebanyak 6 hari cuti saja.Fronner M. Pengetahuan Perihal Hak untuk Mogok Kerja No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100. Tabel 17. sebagaimana yang diakui oleh seluruh responden. padahal hak tersebut adalah salah satu hak normatif tenaga kerja dan dengan jelas diatur dan dilindungi oleh pemerintah dalam UU Tenaga Kerja No. Selanjutnya para karyawan pun mengaku bahwa tidak akan mengambil Cuti Tahunan bila tidak ada keperluan penting di luar pekerjaan. semua responden ikut serta dalam Program Jamsostek. tapi tidak boleh sekaligus digunakan oleh para karyawan.0 0 0 100. Tabel 16. Hak untuk Istirahat Setiap Minggu sebagai Istirahat Mingguan No 1 2 3 Kategori Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. 13 Tahun 2003.0 100.M.0 Diketahui bahwa seluruh responden selalu mendapatkan hak untuk libur setiap minggunya sebagai Hari Istirahat Mingguan. sedangkan 175 Koleksi BPAD Prov SU . Seperti yang diketahui bahwa. Tabel 13. bahwa semua responden tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama. Sampoerna untuk mewajibkan setiap karyawan permanen atau karyawan tetap untuk ikut serta dalam Program Jamsostek tersebut. Dan seperti kebisaaan di seluruh dunia Hari Istirahat Mingguan tersebut adalah Hari Minggu. Dan hak untuk libur setiap minggu ini tak pernah disia-siakan oleh para karyawan untuk beristirahat setelah 6 hari kerja yang melelahkan..M. sehingga tidak dilibatkan membuat Perjanjian Kerja Bersama.. Cuti Tahunan tersebut sebanyak 12 hari dalam setahun. Tinjauan Implementasi Hak Normatif.0 0 100. yaitu harus 2 kali ambil cuti tahunan.0 100.0 Dari data di atas menunjukkan bahwa. Undang-Undang Tenaga Kerja mengatur bahwa yang membuat Perjanjian Kerja Bersama itu adalah pengusaha dengan perwakilan dari serikat pekerja perusahaan. S.0 0 100. Keikutsertaan dalam Program Jamsostek No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Berarti dapat disimpulkan bahwa responden tidak ada yang menjadi pengurus Serikat Pekerja pada PT H.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui. Hak Cuti Tahunan No 1 2 Jawaban Ya Tidak Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa memang ada peraturan di PT H. karena keseluruhan responden tidak mengetahui perihal hak untuk mogok kerja bagi karyawan atau pekerja.. D. Data yang disajikan di atas merupakan hal yang menarik. Ditelusuri lebih lanjut bahwa responden hanya mengetahui hal-hal tentang perlindungan kerja dari Buku Pedoman Peraturan Perusahaan Sampoerna. Tabel 14. Tabel 15.0 Perusahaan memberikan hak Cuti Tahunan kepada karyawannya. Sampoerna.

000.M. Ada kebijakan dari perusahaan bahwa setiap tahunnya gaji atau upah karyawan itu meningkat sebesar 8% (delapan persen) s. kondusif. keseluruhan responden mengaku sudah menerima gaji atau upah yang sudah layak dan mencukupi.000. Adanya Bonus Selain Upah No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Tabel 20.500. Dan tidak lain tujuan dari hal tersebut adalah demi terciptanya suasana kerja yang aman.500. Dari gaji pokok setiap karyawan dipotong sebanyak 2% (dua persen) tiap bulannya untuk Asuransi Tenaga Kerja (Astek). Tunjangan Serta Dana Bantuan dan Kesejahteraan yang diberikan oleh PT H.000. semata.Rp 1.500.000. Mei 2006.0 disebabkan oleh posisi pekerjaan yang berbeda dan lamanya masa kerja karyawan tersebut di perusahaan. Nomor 2.Rp 1.Rp 1.Rp 1. 13% (tiga belas persen).5 5.Rp 6.200.M. Sampoerna Sales Division Batam sangat bervariatif.000.000. Sampoerna kepada karyawan). Halaman 168-181 di dalam buku tidak dimuat Mogok Kerja. Hal ini tentunya 176 Bonus selain upah yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya berdasarkan omzet dan target yang dicapai perusahaan.600.Rp 2. sebab bantuan dan tunjangan bagi karyawan semuanya telah diatur dalam Sampoerna Human Resources Policy (Sistem dan Prosedur Biaya Pengobatan. Tabel 21. semua responden mengaku mendapatkan Buku Pedoman Peraturan Perusahaan.800.Rp 1. nyaman dan tertib agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dengan mendapatkan income yang baik pula.000.7 2. Kecukupan dan Kelayakan Upah yang Diperoleh No 1 2 3 Jawaban Sudah cukup Tidak selalu cukup Tidak pernah cukup Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100.6 20.Rp 2.6 7. Jadi hal ini membuat seluruh responden mengakui adanya bonus setiap tiga bulannya selain upah atau gaji yang mereka terima setiap bulannya.000.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa.5 5.0 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas. Volume 5. gaji atau upah para karyawan PT H. Distribusi Jawaban Responden tentang Penghasilan atau Upah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jawaban Rp 1.000. Tabel 19.Rp 3.000. peraturan perusahaan tersebut dan diatur mengenai Hak Diyakini perusahaan memang menjelaskannya pada para demi kepentingan bisnis Tabel 18. Alasan diberikannya bonus adalah sebagai motivasi bagi karyawan untuk bekerja lebih baik dan diharapkan dapat mencapai target yang telah ditentukan perusahaan.0 0 0 100. Sedangkan tunjangan dan dana pendapatan lainnya tidak ada sama sekali diberikan oleh perusahaan.000.0 0 100.1 5.0 0 100.000.000. Perolehan Buku Pedoman tentang Peraturan Perusahaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Adapun pihak perusahaan juga dengan sengaja membagi buku pedoman tersebut dengan gratis dengan tujuan untuk dapat memberikan pengetahuan tentang tata tertib perusahaan dan perlindungan kerja karyawan. sengaja tidak karyawannya.Rp 4.6 100.500.1 2.6 20.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.400. Bonus yang diberikan sesuai dengan target yang dicapai karyawan dan Koleksi BPAD Prov SU .d.0 Berdasarkan data di atas.6 25.1 2.Total Sumber: Data Primer F 1 3 1 8 2 1 10 8 2 2 1 39 % 2.000.

. supervisor sales dan manajer..0 sisa penghasilan atau upah yang dapat ditabung serta responden yang pandai berhemat. yakni 10.0 % 61.0 0 0 100. Tabel 22. Tabel 23. gudang dan security. Sedangkan yang memiliki tempat tinggal sendiri hanya sebanyak 2 orang responden saja dan yang menumpang (bisa pada tempat tinggal saudara atau masih bersama orang tua) ada sebanyak 5 orang responden. Sedangkan responden yang menjawab tidak tahu adalah mereka yang belum dan tidak pernah pergi untuk perjalanan dinas.Fronner M.M.3% Bila jawaban responden dikaitkan dengan biaya hidup di Kota Batam yang relatif besar.000. yaitu 61.000.0 Berdasarkan data yang tersaji pada tabel di atas..8 100.5 28.per malammya. Tunjangan Serta Dana Bantuan dan Kesejahteraan yang diberikan oleh PT H. dan yang dapat menabung adalah responden yang mempunyai Dapat diketahui dari data yang tersaji pada tabel di atas bahwa sebahagian besar. tetapi para pekerja yang mencari kerja ke Kota Batam dari luar Kota Batam (ada yang dari Pekanbaru.5 0 0 38.5 100. dapat ditarik gambaran bahwa responden yang tidak dapat menabung dari gaji tersebut adalah responden yang berpenghasilan pas-pasan dengan biaya hidupnya.1 0 12. sebanyak 32 responden yang tempat tinggalnya menyewa atau mengontrak adalah bukan warga asli Kota Batam. Status Tempat Tinggal Karyawan No 1 2 3 4 Jawaban Milik sendiri Menyewa Rumah dinas Menumpang Total Sumber: Data Primer F 2 32 0 5 39 % 5.2% responden mengaku kadangkadang dapat menabung dari gaji atau penghasilan mereka. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden. S. D. Dapat dijelaskan bahwa biaya perjalanan dinas tersebut sebesar Rp 79. Kecukupan Biaya untuk Perjalanan Dinas No 1 2 3 4 Jawaban Cukup Kadang-kadang Tidak cukup Tidak tahu Total Sumber: Data Primer F 24 0 0 15 39 % 61.1 82.0 Dengan alasan bahwa bantuan atas kesejahteraan yang cukup melalui Sampoerna Human Resources Policy (Sistem dan Prosedur Biaya Pengobatan.. maka didapat data yang menjelaskan bahwa keseluruhan responden merasa puas atas bantuan dan bonus yang diberikan perusahaan kepada mereka. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. yaitu 82. selebihnya. Dumai. Tabel 24. Adapun responden yang pernah dan bahkan selalu melakukan perjalanan dinas adalah salesman.per harinya dan biaya untuk menginap sebesar Rp 140. Peluang Menabung Karyawan No 1 2 3 Jawaban Dapat Kadang-kadang Tidak dapat Total Sumber: Data Primer F 24 11 4 39 100. Sedangkan sebanyak 28.. Dan rupanya tidak ada 177 Koleksi BPAD Prov SU .1% responden menyewa atau mengontrak rumah dan menyewa kamar kost.2 10. perusahaan dan bisa saja bonus tersebut sebesar gaji atau upah yang diterima oleh karyawan. yaitu bagian administrasi. Sampoerna kepada karyawan) dan atas bonus yang memuaskan. Medan.3 Dapat diketahui dari data yang tersaji pada tabel di atas yaitu sebanyak 61. Dapat digambarkan bahwa.54% responden mengaku mendapatkan biaya perjalanan dinas dan penginapan yang cukup. dan Jakarta).5% mengaku dapat menabung dari penghasilan atau upah yang mereka terima setiap bulannya. Kepuasan Karyawan Atas Bantuan dan Bonus No 1 2 3 Jawaban Ya Tidak Perlu ditingkatkan Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. Tabel 25. driver.

Tabel 29. Mei 2006.0 0 100.000.M. Rasa Terlindungi dalam Hal Biaya Pengobatan dan Perawatan No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 37 2 0 39 % 94. Tabel 28. Adapun dana pensiun yang didapatkan kelak oleh para karyawan adalah dari pemotongan gaji setiap bulannya sesuai ketentuan perundangan tentang Jamsostek. perusahaan tidak ada mengalokasikan dana untuk itu.0 Semua responden mengaku mendapatkan pakaian seragam untuk bekerja dari perusahaan. Jadi bila menyewa atau mengontrak tempat tinggal. sehingga sebagian besar karyawan menyewa atau mengontrak tempat tinggal atau bahkan menumpang di tempat tinggal saudara. Tapi bukan secara langsung perusahaan memberikannya dan menetapkan besarnya dana. Dan memang perusahaan tidak ada memiliki rumah dinas perusahaan ataupun mess untuk para karyawannya.9 5. seperti mess ataupun rumah dinas kepada keseluruhan responden.000.0 0 100.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 37 orang responden mengaku merasa terlindungi dalam hal kesehatan.0 Perusahaan tidak memberikan bantuan kepada karyawan dalam hal bantuan biaya perumahan bila karyawan menyewa atau mengontrak tempat tinggalnya. Mendapatkan Dana Pensiun No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. karyawan hanya dapat berharap dari gaji atau penghasilannya saja ditambah dengan bonus yang diterimanya. Tidak dapat diketahui dengan jelas apa alasan mereka sehingga merasa kadang-kadang saja terlindungi.0 100. Bantuan Perumahan No 1 2 Ada Tidak ada Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100. yaitu sebesar Rp 3. yaitu dalam hal biaya pengobatan dan perawatan medis. Tabel 30. Tabel 27. melainkan diberikan berdasarkan dana yang dikelola oleh Dana Pensiun Sampoerna. Rasa terlindunginya kesehatan responden ini bisa dipastikan karena budget untuk pengobatan dan kesehatan karyawan PT H. Sehingga bila seorang 178 Koleksi BPAD Prov SU . Sampoerna yang lumayan besar jumlahnya..0 100.1 0 100.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.M. Volume 5. Perolehan Pakaian Seragam untuk Bekerja dari Perusahaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Tabel 26. Tapi ada juga sedikit responden yang merasa belum sepenuhnya terlindungi kesehatannya.per tahun per orang.M. Sampoerna Sales Division Batam tidak memberikan bantuan perumahan. Nomor 2.0 Dari distribusi jawaban responden pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mendapatkan dana pensiun dari pensiun. Hal ini dapat diketahui dari data yang disajikan pada tabel di atas. Dan memang pihak PT H. Sampoerna Batam menjelaskan bahwa dalam hal bantuan biaya menyewa atau mengontrak tempat tinggal bagi karyawan. Halaman 168-181 satupun responden yang bertempat tinggal pada rumah dinas perusahaan.0 Dari distribusi jawaban responden di atas dapat diketahui bahwa PT H. Adapun tujuan perusahaan memberikan pakaian seragam pada karyawannya adalah supaya identitas perusahaan tergambar pada karyawannya dan juga sebagai prasarana untuk menciptakan suasana kerja yang baik dan kondusif. Bantuan Sewa Tempat Tinggal No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100. yaitu sejumlah 2 orang responden.

Tabel 33. atau hanya sebagai batu loncatan dan mencari pengalaman kerja dan sebagainya. 1). 2005 F 26 13 0 39 (%) 66. nyaman dan kondusif dapat dikatakan dikarenakan oleh suasana Kota Batam yang hiruk pikuk dengan aktivitas setiap warganya. D. maka diketahui secara umum dengan pengunaan Skala 179 Rasa terjamin dan terlindunginya keselamatan dan kesehatan kerja responden berdasarkan data yang tersaji di atas. Tabel 31. diketahui bahwa 87.M. Rasa Terjamin dan Terlindunginya Keselamatan dan Kesehatan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer. nyaman dan kondusif dalam bekerja.33% responden merasa kadang-kadang saja terlindungi keselamatannya dan kesehatannya dalam bekerja.d. suasana kerja yang kondusif dan usaha menjamin keselamatan dan kesehatan karyawannya. bahwa sebanyak 10 orang responden merasa hanya kadang-kadang saja merasa suasana yang aman. Sampoerna Sales Division Batam.Fronner M. Sedangkan 33.M. Kepuasan Bekerja No 1 2 3 Jawaban Puas Kadang-kadang Tidak puas Total Sumber: Data Primer F 34 5 0 39 % 87.0 Dapat dilihat pada data yang tersaji pada tabel di atas..M. apalagi bila dilihat dari segi penghasilan yang cukup. Merasa Aman. helper gudang dan juga salesman. karyawan statusnya sudah sebagai karyawan tetap. S. Sampoerna dalam kesejahteraan karyawannya sudah cukup baik.8 0 100. Ditelusuri lebih lanjut bahwa.3 25. Nyaman dan Kondusif dalam Bekerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 29 10 0 39 % 74. Tabel 32.0 driver.7 33. security. Sedangkan selebihnya sebanyak 29 orang responden mengaku merasakan suasana aman.33 s.0 Pada distribusi jawaban responden di atas. ditarik kesimpulan bahwa sebesar 66. maka karyawan mendapatkan dana pensiun. sebab rata-rata sebahagian besar distribusi jawaban responden adalah memberikan keterangan tentang PT H.67% responden yang merasakannya. responden yang hanya kadang-kadang saja merasa terjamin keselamatannya adalah karyawan yang di antaranya bekerja pada posisi Koleksi BPAD Prov SU .M. nyaman dan kondusif. Lebih jelas lagi bahwa responden yang merasa kadang-kadang saja aman.2 12. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. Adapun sebagian responden merasa hanya kadang-kadang saja puas bekerja adalah dikarenakan oleh responden yang memang tak berniat bekerja atau meniti karier pada perusahaan tersebut. yang didapat berdasarkan pemotongan terhadap gaji setiap bulannya sesuai ketentuan perundangan tentang Jamsostek.M. Nilai Skala Likert Setelah berbagai gambaran dan penjelasan yang disajikan di atas tentang implementasi hakhak normatif tenaga kerja di PT H.. melihat usaha yang dilakukan oleh PT H.3 0 100. maka secara umum dapat dikatakan mempunyai pengakuan yang positif secara signifikan (bobot nilai = 0. Sampoerna Sales Division Batam.7 0 100. sehingga mempengaruhi karyawan yang bekerja turun ke lapangan tidak mendapatkan suasana kerja yang kondusif seperti suasana kerja di kantor perusahaan. karena perusahaan berusaha semaksimal mungkin menciptakan suasana kerja yang aman. Dan sisanya sejumlah 5 orang responden hanya kadang-kadang saja merasakan kepuasan dalam bekerja pada perusahaan tersebut. Sampoerna Sales Division Batam yang telah mengimplementasikan dengan baik hak-hak normatif tenaga kerja sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang. Tapi meskipun begitu.18% karyawan merasa puas dalam bekerja di PT H.. nyaman dan kondusif. Sampoerna Sales Division Batam yang telah digambarkan dan dijelaskan di atas. Atas dasar keseluruhan distribusi jawaban responden tentang kesejahteraan karyawaan PT H.

Memang penghasilan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya cukup besar dan diyakini telah mencukupi untuk biaya tempat tinggal. Dengan adanya perlakuan-perlakuan yang sama tanpa diskriminasi oleh pengusaha atau pimpinan dalam kesempatan melamar. bahwa perusahaan tersebut telah berusaha dengan memberikan yang terbaik dalam hal kesejahteraan karyawannya sesuai kemampuan perusahaan tersebut. Sampoerna Sales Division Batam sudah berusaha memenuhi hak-hak dasar karyawannya. Sampoerna Sales Division Batam yang telah mengimplementasikan dengan baik hakhak normatif tenaga kerja sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang. dan diketahui bahwa pengakuan keseluruhan responden dapat dikatakan sebagai pengakuan yang positif secara signifikan (dengan bobot nilai = 0.M. Kesejahteran karyawan telah terwujud dengan baik. tapi alangkah baiknya bila fasilitas perumahan tersebut dapat terwujud demi lebih terjaminnya kesejahteraan karyawan. 1). pertama agar pihak perusahaan dapat memikirkan dan mewujudkan fasilitas perumahan (seperti mess atau rumah dinas) bagi karyawannya. maka dapat diberikan saran yang ditujukan bagi karyawan PT H.d. Sampoerna Sales Division Batam dengan sangat baik.M.M.33 s. Adapun upah. Apalagi bila dilihat perwujudan kesejahteraan yang baik tersebut dari segi penghasilan yang cukup.M.M. Sampoerna Sales Division Batam yang telah dideskripsikan di atas dalam menciptakan kesejahteraan para karyawannya. 1). Sampoerna Sales Division Batam agar meningkatkan mutu kerjanya sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang meningkat dari tahuntahun sebelumnya. Mengenai perlindungan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. atau paling tidak perusahaan dapat memberikan bantuan berupa dana untuk biaya tempat tinggal para karyawannya.M. Nomor 2.M. mencerminkan kebijakan-kebijakan perusahaan menyangkut hak normatif karyawan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dapat diketahui dari pengakuan responden yang sebagian besar positif secara signifikan.33 s. Volume 5.33 s. Sampoerna Sales Division Batam juga sangat dirasakan sangat baik oleh karyawannya. Kesimpulan Implementasi hak normatif tenaga kerja oleh PT H. Sampoerna Sales Division Batam telah berjalan dengan baik. Sampoerna Sales Division Batam dapat diberikan saran yaitu. Halaman 168-181 Likert. perlakuan dalam berkarier yang sama dan lain-lain. sehingga diharapkan tidak terjadinya aksi-aksi yang mengkritisi tajam Koleksi BPAD Prov SU . maka karyawan mendapatkan dana pensiun dari perusahaan. tapi bukan secara langsung perusahaan memberikannya dan menetapkan besarnya dana. Bagi pihak PT H. Implementasi hak-hak normatif tenaga kerja di PT H. suasana kerja yang kondusif dan usaha menjamin keselamatan dan kesehatan serta jaminan sosial karyawannya. hal ini karena didukung oleh Sampoerna Human Resources Policy. Sampoerna Sales Division Batam juga telah memberikan fasilitas dan menjalankan program yang menunjang kesehatan para karyawannya.d. dan diketahui bahwa pengakuan keseluruhan responden dapat dikatakan sebagai pengakuan yang positif secara nilai = signifikan (dengan bobot 0. Jaminan kesehatan bagi karyawan PT H.M. hal ini dapat dilihat melalui upayaupaya dalam hal kesejahteraan karyawannya yang dilakukan oleh PT H. agar perusahaan pada tahun-tahun berikutnya dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih lagi memperhatikan dan mengutamakan hak-hak normatif karyawannya tanpa membebani perusahaan lebih berat. Sampoerna Sales Division Batam secara umum bersifat positif secara signifikan (bobot nilai = 0. 1). bonus dan biaya perjalanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut sudah dirasakan cukup oleh seluruh responden dan bahkan sebahagian besar karyawannya dapat 180 menabung dari penghasilan tersebut. sebab sebagian besar jawaban responden tentang PT H. Kedua.M. suasana kerja yang baik.d. tunjangan. Secara umum dengan pengunaan Skala Likert. bahwa perusahaan tersebut telah berusaha dengan memberikan yang terbaik dalam hal kesejahteraan karyawannya sesuai kemampuan perusahaan tersebut.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. PT H. maka PT H. Mei 2006.M. Sedangkan untuk jaminan hari tua. melainkan diberikan berdasarkan dana yang berasal dari pemotongan terhadap penghasilan karyawan yang didapatkan setiap bulannya yang dikelola oleh Dana Pensiun Sampoerna. Saran Melihat upaya-upaya PT H.

Jakarta. LP3S. maka hanya mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi kedua belah pihak. Hadari. New Jersey.. Hukum Soepomo. Medan.. 1993. Arikunto.. 1985. 13 Tahun 2003. Johan. 1997. Bandung. Friedlander. Koleksi BPAD Prov SU 181 . Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.. yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kemajuan serta kesuksesan PT H. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan Kerja. Medan. Ghalia Indonesia. Yogyakarta. Selasa 21 Desember 2004. PT Angkasa. RI. Medan. Penerbit PT Hanindita. Azwar. Yogyakarta. Yogyakarta. Hakim. 23 April 2003: 2. Prosedur Penelitian. Husni. Suharsini. Jakarta. Gadjah Mada University Press. Konstruksi Kearah Penelitian Deskriptif. 1987. Fadhil. 23 Desember 2004: 6. Hardijan Rusli. Masri. Englewood Cliffs. Erna Widodo & Mukhtar. Depnakertrans Tahun 2004. Kesejahteraan Bandung. Avyrouz. Introduction to Social Welfare 3th Edition. Penerbit Balai Pustaka. Walter A. D. Metode Penelitian Survei. Tempo Interaktif. Jakarta. Haji Mas Agung. 2004. Hukum Tenaga Kerja Berdasarkan UU No. Pengantar STKS. 2005. Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial. Evaluasi Depnakertrans. Perburuhan. 2000. Kamis. Sampoerna Sales Division Batam. 1992. Pokok-Pokok Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Jakarta. 2003. Aneka Cipta. Selasa. S. Pengantar Hukum Tenaga Kerja Indonesia. Metode Penelitian Bidang Sosial. Pustaka Pelajar. Jakarta. Nasution. Kansil. 1998. 1987. Pengantar Studi Kesejahteraan Sosial. Sumarnonugroho. Yogyakarta. 1996. Sosial. T. 1991. Sumber-sumber lain: Harian Analisis. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. 2004.Fronner M. 12:24 WIB. Singarimbun. Sumakmur. 21 Desembrer 2004: 6. Nurdin. Poedarminta. yang bila pada akhirnya hal tersebut terjadi. Daftar Pustaka Abdul. Saifuddin.M. 1968. Nawawi. 3 Mei 2003: 9. 2004. Bagi pihak perusahaan dan karyawan agar lebih lagi meningkatkan suasana kerja yang lebih baik dan menjaga agar semangat kerja karyawannya meningkat dan terutama target perusahaan dapat tercapai. J. Bahder. Harian Analisis. Rajawali Pers. Prentice Hall Inc. Peraturan Perusahaan Sampoerna 2003-2005. Djambatan. W. Syarif. Hukum Tenaga Kerja 2003. Rabu. Lalu. Jakarta. 1990. 1981. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Citra Aditya Bakti. Jakarta. Bandung. Muhidin. Hukum Tenaga Kerja Kebebasan Berserikat Bagi Pekerja. S. Harian Sinar Indonesia Baru. kebijakan perusahaan yang biasanya disertai dengan pemogokan kerja. Harian Analisis. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Mandar Maju. Medan. Sabtu. Jakarta.

Adapun dampak buruk dari pengangguran dapat berpengaruh kepada kondisi sosial ekonomis. Kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh rumah tangga yang mengalami pengangguran membuat retaknya harmonisasi hubungan keluarga. Economic growth planned by the government. maupun secara makro ekonomi. Individu yang menganggur cukup lama. Bagi pemerintah atau penguasa baru sesungguhnya kondisi buruk seperti ini bahkan dianggap sudah merupakan alasan kuat untuk mengajak jajaran kabinetnya untuk segera angkat koper. dan bukan berlomba-lomba untuk mencari lapangan pekerjaan. maka perlu dicari suatu terobosan yang tepat dan terarah serta berkesinambungan. dapat dipastikan tidak produktifnya sumber daya manusia akan menjadi beban bila diukur dari produktivitas nasional. yakni untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi warga negaranya. agar lapangan pekerjaan dapat terbuka seluas-luasnya. berakibat kondisi mental semakin tertekan dan cenderung untuk bertindak negatif.4 millions workers in one year.000 workers. As we know that 1 percent economic grow can supply the new field of work for 300. iklim investasi yang transparan dan efisien. psikologis. 7 – 8 percents curtained not enough to supply the need number of field of work. Pada akhirnya. Pengangguran yang tidak segera dicarikan jalan keluar yang tepat.000 – 400. Mengingat dampak pengangguran yang begitu luas. Menyadari realitas yang ada. suku bunga yang kompetitif untuk membuat sektor riel bergairah melakukan usahanya.1 – 2. Salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah melalui "pendidikan dan pelatihan entrepreneurship sebagai alternatif pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya". Hal ini terjadi karena Pemerintah ternyata tidak mampu melakukan sesuatu yang merupakan kewajiban dasarnya. This means that Indonesia only can supply the new field of work for 2. Silalahi Abstract The unemployment high level in Indonesia is the national big problem. Tidak tersedianya lapangan kerja yang cukup akan membuat pengangguran menjadi pemicu masalah di tengah-tengah masyarakat. Keywords: entrepreneur. job creation Pendahuluan Angka pengangguran yang mencapai puluhan juta orang saja bagi negara berpenduduk 200 juta jiwa lebih sesungguhnya sudah merupakan problema yang sangat besar. Terowosan ini dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi bahwa semua komponen bangsa harus bahu membahu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Silalahi adalah Staf Pengajar Jurusan Manajemen STIE Tricom Medan 182 Koleksi BPAD Prov SU . pada akhirnya dapat menjadi pemicu masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. We have to appreciate that 37 million unemployment is the large number and the government has to do something. especially to solve the latest unemployment problem in Indonesia.PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENTREPRENEURSHIP SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUKAAN LAPANGAN KERJA SELUAS-LUASNYA Mulatua P. maka masalah pengangguran adalah prioritas yang harus diselesaikan oleh pemerintah sesegera mungkin. Kebijakan ini harus dapat dilaksanakan secara komprehensif dengan kebijakan makro ekonomi lainnya seperti pengendalian inflasi yang terukur. Pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya di dalam negeri akan mengurangi Mulatua P.

labor. dan Singapura.Silalahi. sebagai konsekuensi peran pemerintah di dalam pembangunan ekonomi. Innovation Mampu menggunakan faktor produksi yang ada (land. dan capital) untuk dapat menghasilkan produk yang baru. Korea Selatan. karena didukung oleh banyak entrepreneur yang cakap dan tangguh. Ada tiga komponen yang penting dari pengertian entrepreneurship ini. yaitu: 1. Pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya di dalam negeri diharapkan dapat membuat bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat dan bermartabat. yakni: 1. Bentuk yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah melalui insentif pasar (market incentives). yang pada awalnya diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara. dan capital) untuk menghasilkan produk dan jasa yang baru. produksinya. mobil. ternyata dapat mencapai perkembangan ekonomi yang tergolong sangat cepat. dan negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand. 2. Pendidikan dan Pelatihan. seperti Inggris. Pengelolaan perusahaan yang banyak dilakukan oleh pihak swasta mampu memberikan kondisi yang positif kepada pemerintah. citra bahwa bangsa ini adalah bangsa kelas "kuli/budak" bagi bangsa lain.. sehingga perubahan apapun yang terjadi di masa yang akan datang. Entrepreneurship adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang yang dapat menggunakan faktor-faktor produksi yang ada untuk dapat menghasilkan suatu produk/jasa yang baru. labor. Growth Seorang entrepreneur akan berusaha semaksimal mungkin agar usahanya dapat terus mengalami pertumbuhan. tetapi sejak Mikhail 183 Beberapa Konsep Entrepreneur adalah individu atau sekelompok individu yang memiliki kemampuan mengkombinasikan faktor-faktor produksi (land. tersedianya dana/modal yang cukup untuk mendukung berkembangnya aktivitas para entrepreneur.. walaupun negara tersebut sudah berusaha memperbaiki undang-undang yang berkaitan dengan entrepreneurship. telah memiliki banyak industri yang dapat menghasilkan pesawat. Malaysia. Jadi jelaslah bahwa untuk dapat memberikan kesempatan perusahaan memenangkan kompetisi. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Tumbuhnya Entrepreneurship Beberapa negara maju khususnya Amerika Serikat. Di sinilah peran lembaga perbankan sangat diharapkan untuk dengan cepat dan tanggap membuka akses yang lebih luas lagi agar talenta ataupun benih entrepreneurship terus digali dan ditumbuhkembangkan. 2. The pursuit of opportunities Seorang entrepreneur adalah orang yang mencari peluang untuk dapat meningkatkan bisnisnya melalui perubahan dan transformasi. Perbedaan Entrepreneurship Manajemen dengan Entrepreneurship adalah kemampuan mengkombinasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu produk/jasa baru. Noneconomic factors (faktor nonekonomi) Pada mulanya Uni Soviet begitu tertinggal jauh kesejahteraannya dibandingkan dengan Amerika Serikat. Sedangkan manajemen adalah kemampuan untuk dapat mengkoordinasikan aktivitas/ proses produksi yang sedang berjalan. 3. dan capital dapat secara optimal digunakan. dapat membuat produk/jasa yang dihasilkan memberikan nilai tambah yang besar bagi perusahaan dan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap proses Koleksi BPAD Prov SU . tetapi pada akhirnya industri tersebut kini lebih didominasi oleh private ownership. material. hingga pengenalan atas produk dan jasa yang dihasilkan. Sementara Uni Soviet masih ketinggalan dalam pembangunan entrepreneurshipnya. Economic factors (faktor ekonomi) Pada dasarnya entrepreneurship dapat tumbuh melalui promosi atas perubahan ekonomi ditinjau dari sudut pertumbuhan (growth) dan pengembangan (development). Beberapa negara di mana entrepreneurshipnya sudah mencapai tingkat yang mapan. Pada dasarnya seorang entrepreneur memerlukan dan mengusahakan agar manpower. karena pemerintah dapat lebih mudah melakukan bimbingan dan pengarahan. diperlukan entrepreneurship yang tangguh. Ada dua faktor ekonomi yang perlu diidentifikasikan sebagai faktor yang dapat mempengaruhi tumbuhnya entrepreneurship.

mampu mengalami peningkatan pertumbuhan lebih kurang 77. yang masyarakatnya dikelompokkan atas kasta (tingkatan sosial). sekolah calon juragan di Bantul. Data yang paling akhir menunjukkan bahwa dapat dilakukan perekrutan pegawai baru sebanyak 500 pegawai dengan lahirnya perusahaan baru. Untuk dapat lebih banyak melahirkan pelaku bisnis yang lain. 3.2%. Number of New Start-Ups Kehadiran entrepreneur akan menjadi pendorong lahirnya pelaku-pelaku bisnis yang baru. sebagai akibat dari proses entrepreneurship yang konsisten. Halaman 182-185 Gorbachev melakukan pembaharuan (glasnost/perestroika). kesejahteraan masyarakat secara perlahan tetapi pasti mengalami peningkatan yang cukup berarti. Mengapa Amerika begitu maju perekonomiannya? Jawabannya adalah karena di Amerika para politikus dan ekonom telah memiliki visi dan misi yang sama tentang pentingnya kemapanan entrepreneurship bagi kemapanan pertumbuhan ekonominya. sehingga masyarakatnya dibagi atas kegiatan ekonomi tertentu. Yogyakarta. Seorang entrepreneur adalah juga sebagai "agent of change" untuk mempersiapkan suatu produk baru yang akan dihasilkan. Number of New Start-Ups. Jika kita setuju bahwa entrepreneur mampu menghasilkan bisnis baru yang inovatif dan mampu meraih laba serta mampu meningkatkan skala pertumbuhan usahanya. dan Jobs Creation. percobaan. Persepsi mahasiswa Koleksi BPAD Prov SU . dan revolusi yang menjadi kunci utama dari proses entrepreneurship. Peran statistik pada tahapan ini menjadi sangat perlu dan penting. Saudara Rakhmat Sulistyobudi mampu menghidupkan budaya learning by doing di lingkungan sekolah tersebut untuk dapat menempa mental siswanya menjadi wirausahawan sejak dini. Pada dasarnya ada 3 (tiga) hal yang membuat mengapa entrepreneurship itu menjadi penting. maka dapat diperkirakan sulit untuk mengembangkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi bagian gerakan nasional. Bantul. karena entrepreneurship dapat meliputi Innovation. wilayah. ataupun negara. 2. Organisasi berskala kecil yang baru akan membuat 24 jam sebagai waktu melakukan inovasi produk-produk baru melalui suatu penelitian 184 dan pengembangan. Sekolah Calon Juragan di Bantul sebagai Model Pendidikan dan Pelatihan Entrepreneurship Untuk memberikan gambaran betapa pentingnya pendidikan dan pelatihan entrepreneurship sebagai alternatif pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. transformasi. yang dipimpin oleh Rakhmat Sulistyobudi dapat dijadikan contoh. Mei 2006. Dampak dari adanya kasta membuat seorang anak yang lahir dari ayah tukang kayu akan sulit untuk dapat dikembangkan menjadi seorang yang memiliki entrepreneurship tangguh. Mengapa Penting Entrepreneurship? Entrepreneurship dalam kelanjutan perkembangannya adalah sangat penting bagi sektor industri khususnya di Amerika Serikat.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. yang dikenal dengan nama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Pandak. Innovation Innovation (pembaharuan) adalah suatu proses perubahan. Nomor 2. Sedangkan bagi kelompok usaha kecil (yang mempekerjakan 20 orang pegawai) yang didirikan oleh entrepreneur. Volume 5. dan kebanyakan negara-negara maju lainnya. Faktor nonekonomis lain yang dapat mempengaruhi pengembangan entrepreneurship adalah nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. dan pada praktiknya mampu memberikan hasil lebih dari 95% produk-produk terbaru yang dapat dikembangkan lebih lanjut. maka entrepreneurship secara keseluruhan telah memberikan kontribusi yang sangat luas untuk tumbuhnya pelaku-pelaku bisnis yang lain. Jadi dapat diperkirakan apabila struktur sosial masyarakat tidak akomodatif terhadap nilai entrepreneurship. misalnya sebagai petani atau nelayan. Di India. Job Creation Kita mengetahui bahwa job creation (penciptaan lapangan kerja) sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi suatu masyarakat. 1. maka pemerintah seharusnya memberikan peluang yang lebih luas lagi agar entrepreneurship dapat ditumbuhkembangkan lagi.

mampu diubah menjadi program yang bergengsi dan diminati oleh siswanya. Adapun prestasi yang dicapai oleh sekolah juragan ini adalah mengembangkan 1000 ekor ayam. 7th Edition. sirup. Pembinaan dan pengembangan entrepreneurship sangat tergantung dari goodwill pemerintah. agar masyarakat mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan dan Pelatihan. Untuk anggrek misalnya siswa mendapat 70% dari hasil jual anggrek.Silalahi. maka kerugian tersebut ditanggung oleh sekolah. 2004 Harian Bisnis Indonesia. Dengan biaya sekolah yang relatif tidak mahal (Rp 25.000/bulan). 2002.. 25 ekor sapi. 14 Oktober 2004. Luthans. hingga asrama siswa ini mampu memberikan insentif bagi siswanya secara proporsional. dengan pertimbangan bahwa siswa yang melakukan pembibitan dan perawatan. sehingga output dari pendidikan nasional dapat mendorong aktivitas perekonomian secara komprehensif. Mc Graw-Hill International Inc. Organizational Bahavior.. Dengan ini diharapkan siswa dapat "belajar" dari kegagalan berwirausaha. Koleksi BPAD Prov SU 185 . dan mampu menghasilkan 100 ton beras per tahunnya dengan merek Borobudur SMK Pandak. namun bila setelah dievaluasi merugi.. Mc Graw-Hill International Inc. 7th Edition. Kesimpulan Pengangguran yang masih begitu besar jumlahnya perlu dijadikan prioritas yang penting untuk dapat diselesaikan oleh pemeritah. Economics. Prentice Hall International Inc. Membangun Sekolah Calon Juragan di Bantul. peternakan. Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship perlu dijadikan alternatif kebijakan oleh pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. jahe. 15000 tanaman anggrek. kunyit putih. Pemerintah juga harus segera memberikan dukungan sepenuhnya kepada pendidikan dan pelatihan kewirausahaan seperti ini dalam rangka membuka lapangan kerja yang seluasluasnya. yang pada awalnya tidak berminat terhadap program kelas wirausaha.. kimia.. unit produksi ayam potong dan sapi potong. serta sangat tergantung kepada struktur sosial masyarakat yang terbuka akan pentingnya pengembangan nilai entrepreneurship. dalam bentuk kebijakan yang dapat memihak kepada lahirnya entrepreneur yang cakap dan tangguh. Management. Samuelson and Nordhaus. Juga diberikan pinjaman modal kepada siswa yang ingin mengembangkan usaha sendiri. Perlu dicatat bahwa beras yang dihasilkan oleh sekolah juragan ini bebas pupuk kimia dan pestisida. 1995. biologi. Sekolah berbasis Broad Base Curriculum ini didukung dengan fasilitas laboratorium fisika. juga memproduksi minuman instan seperti temulawak. maka sekolah ini seharusnya dapat dijadikan model untuk membuka pendidikan dan pelatihan entrepreneurship yang lebih luas lagi. Kebijakan dalam merencanakan pendidikan nasional seharusnya "match" dengan kebijakan pembangunan di bidang ekonomi. Daftar Pustaka Robbins and Coulter. Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship penting untuk diperkenalkan sejak dini kepada siswa/masyarakat.

dapat berisiko besar meninggalkan rumah dan sekolahnya (artikel: yanto_sagu@yahoo. berperilaku. mengemukakan problematika pekerja anak dalam skala dunia merupakan masalah sosial yang cukup pelik bagi semua negara.3 juta jiwa ini tidak termasuk anak di bawah umur 10 tahun. Menurut Sarjono dalam tulisannya.dipnakertransjateng. Anak jalanan merupakan suatu pribadi dan dunia tersendiri yang berbeda dengan dunia anak-anak lain. This research especially to know how the change in the mind of the street children after got the treatment program which be done by YAKMI. Dan akan bertambah banyak pula di tahun 2004 ini (www. berkomunikasi. pedagang asongan. tukang pakir. Sementara di Indonesia sendiri adanya peningkatan tajam jumlah pekerja anak. Mereka tidak lagi tinggal di rumah. Dan pada tahun 2003 pekerja anak di bawah 15 tahun mencapai 6 – 8 juta jiwa. Mai Yusra adalah Staf PT Satelindo Dumai. justru dipergunakan untuk bekerja. pengemis. hingga 2. Berdasarkan perbandingan data BPS dari tahun 2000 hingga 2002 jumlah pekerja anak di Indonesia naik dari 2183 juta jiwa. The street children are the social problem caused by the economical poverty. Perubahan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia sejauh ini tampaknya belum memiliki pengaruh dan dampak bagi kehidupan pekerja anak khususnya anak-anak jalanan. Bagi yang bersangkutan.dipnakertransjateng. go. penyemir. deviation Pendahuluan Keberadaan pekerja anak sudah lazim terlihat di kota-kota besar di Indonesia. lap mobil. tahun 1999 dalam Laporan Situasi Anak-Anak terungkap keberadaan 80 juta anak menjadi pekerja anak dan di antara 30 juta dibiarkan oleh orang tuanya untuk mengurus dirinya sendiri dan menjadi anak jalanan (www.id).PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN OLEH YAYASAN AKMI MEDAN Mai Yusra & Hairani Siregar Abstract The economical poverty is very significant to social problem. Begitu pula anak jalanan yang masih tinggal dengan orang tua dan masih bersekolah. This research try to know how The YAKMI (foundation) help the poor children which have the street children status. Anak jalanan yang termarjinalkan ini dijadikan isu sebagai gambaran keadaan fungsi sosial mereka yang tidak terpenuhi. there are some positive changes in the street children’s selves.id). After got the treatment program by YAKMI they tried change their selves as good as they can and try to prepare their future. tidak mempunyai kelompok sebaya di lingkungan rumahnya. dan terutama mereka telah meninggalkan sekolah.go. di usia mereka semestinya dipergunakan untuk menuntut ilmu dan menambah keterampilan bahkan untuk bermain. dan pekerjaan lain yang menghasilkan uang. Hairani Siregar adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU 186 Koleksi BPAD Prov SU . Secara empiris juga mengindikasikan peningkatan pekerja anak pada kondisi yang sangat berisiko yaitu mencari sisa makanan dan pemungut sampah dan juga pekerja anak di atas jermal perikanan lepas pantai yang sering dijumpai pada daerah pesisir pantai. Sebagai suatu dunia di dalamnya terdapat mekanisme hidup yang khas seperti cara berinteraksi. The result of this research shows. Pada umumnya mereka bekerja pada sektor informal. Keywords: street children. tukang sapu. Jurnal tingkat dunia menyebutkan.com). Kebanyakan dari mereka sebagai pemulung.

Anak jalanan sering diidentifikasikan sebagai anak yang bebas. menggunakan teori pendekatan Behavioristik (teori lingkungan). menggunakan obat-obat terlarang. Anak jalanan bagaimanapun telah menjadi fanomena yang menuntut perhatian kita semua. melainkan keterpaksaan hidup yang mereka harus terima karena adanya sebab tertentu.Yusra & Siregar. dan lainlain. dll. Hidup tanpa adanya orang tua memungkinkan anak bebas melakukan apa saja (Proyek INS/94/007 hal: 60) Minim bahkan tiada perhatian orang tua diperkuat oleh pengaruh jalanan. Hidup menjadi anak jalanan bukanlah sebagai pilihan hidup yang menyenangkan. Penampilan mereka yang jorok. suka mencuri.id). seperti preman. Andayani 1998). mental. ekonomi keluarga yang miskin. Karena mereka hidup pada lingkungan luar yang menerapkan kebebasan tanpa aturan (Proyek INS/94/007. Khairuddin mengatakan bahwa keluarga adalah kelompok pertama yang mengenal nilai-nilai kebudayaan pada si anak dan di sinilah yang dialami antar-aksi dan disiplin pertama yang dikenakan kepadanya dalam kehidupan sosial (Khairuddin. Mekanisme tersebut terbentuk dari proses interaksi dengan cara hidup di jalanan dan umumnya berinteraksi dengan orang-orang yang berada di jalanan oleh karena itu. berkelahi. sementara pada saat yang sama mereka harus bergelut dengan dunia jalanan yang keras dan cenderung berpengaruh negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadian mereka. dan bertahan hidup. Semakin lama anak di jalanan.. siapapun yang bekerja dengan anak jalanan dalam rangka mencapai perubahanperubahan yang diinginkan harus memahami mekanisme hidup mereka tersebut (UNDP.go. Program Pemberdayaan Anak. 2004: 27). tidak mau diatur. Memahami anak jalanan secara utuh. 1987) dan di dalamnya mencangkup pula berbagai kasih sayang antara suami dan istri (Andayani. mabuk. Perkembangan seorang anak akan tergantung pada fungsi keluarga (Zeithlin dkk.bpk. 1996). secara psikologis mereka adalah anakanak pada taraf tertentu belum mempunyai bentuk mental emosional yang kokoh. Aspek psikologis ini berdampak kuat pada aspek sosial.1997: 67). Kepribadian anak lambat laun akan membentuk perilaku yang tidak berbeda dengan orang-orang jalanan. bahkan di antaranya ada yang justru diusir orang tua atau sengaja meninggalkan rumah. Menurut Arief. Mereka berada di jalanan tanpa kontrol dan perhatian. sosialisasi dan pendidikan anak (Riddele. Baik buruknya perkembangan anak baik secara fisik. dan psikologis sangat bergantung pada keluarga ketika menjalankan fungsinya. 1987). semakin kuat pengaruh pada sikap dan perilakunya. berkelompok. Bila dicermati terbentuknya perilaku anak jalanan. Lingkungan internal seperti keluarga dan lingkungan eksternal yaitu sekolah. permukiman mereka yang kumuh atau bahkan sama sekali mereka tidak mempunyai tempat tinggal. 1981). Yaitu suatu pendekatan yang menitikberatkan pada pembentukan perilaku karena adanya proses belajar terhadap lingkungan baik dalam lingkungan internal maupun eksternal. Sebagaimana yang lebih lanjut diungkapkan oleh Zeitlin bahwa keluarga yang berfungsi secara sehat akan memberikan kesempatan besar bagi perkembangan anak (Zeithin dalam Siregar. Di mana labilitas emosi dan mental mereka ditunjang dengan penampilan yang kumuh sehingga melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diindentifikasikan sebagai pembuat onar. hendaknya kita harus mengetahui definisi anak jalanan tersebut. Sosok anak jalanan dianggap merupakan pekerjaan yang paling hina di mata masyarakat. Dari definisi tersebut kita tahu bahwa kehidupan anak jalanan tersebut rentan terhadap berbagai tindak kekerasan dan eksploitasi anak. 1997:13). Keluarga mempunyai beberapa fungsi yaitu reproduksi (Riddele. dan sumber dukungan sosial (Heristanti. ketika anak tidak lagi memperoleh perhatian dari orang tua maka anak akan mudah 187 Koleksi BPAD Prov SU . H. tempat bermain maupun lingkungan masyarakat. dan malah ada beranggapan sebagai sampah masyarakat yang harus diasingkan (www. 1995). melakukan hubungan seks. melakukan kegiatan negatif seperti mencuri. 1997: 51). Kondisi ini terjadi karena hubungan dengan orang tua renggang bahkan sebahagian telah putus. Departemen Sosial RI mendefinisikan anak jalanan adalah anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan atau tempat-tempat umum lainnya. fungsi penyedia kebutuhan dasar (Riddle 1987.. Ini sangat berbeda dengan anak-anak kebanyakan lainnya yang tidak hidup di jalanan. anak-anak kumuh. liar..

Bila dicermati lebih teliti. Banyak faktor yang menyebabkan anak pergi ke jalanan. Volume 5. Halaman 186-212 dipengaruhi perilakunya dengan lingkungan luar. rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi. berdasarkan penuturan mereka ada 5 faktor yang menjadi latar belakangnya. Mei 2006. Sub kultur menjadi sebutan bagi budaya yang lahir tersebut sering menjadi pegangan bagi orang yang masih hidup dalam komunitas tersebut menjadi hukum tidak tertulis yang patut dipatuhi. Dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan beberapa pendamping di Medan. 4) Ingin memiliki uang sendiri. Namun seringkali hak anak tidak dipenuhi malah seakan-akan diabaikan. Budaya dalam kehidupan anak jalanan terbangun dari interaksi mereka selama berada di jalanan yang sudah pasti berbeda dengan budaya yang ada di masyarakat “normal”. 2004: 27). melainkan karena situasi dan kondisi anak jalanan yang buruk. menyebutkan bahwa jumlah anak jalanan pada tahun 2003 berjumlah 2. Inilah yang akan lebih mengarah pada pembentukan perilaku anak jalanan. Pengamatan visual dalam keseharian utama anak jalanan Kota Medan. Jumlah anak jalanan di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2002 hingga 2003 tidak andanya perbedaan jumlah yang berarti hanya saja beberapa kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara sendiri. mandiri. Nomor 2. karena hak asasi anak itu merupakan bagian dari hak asasi manusia. 188 Peningkatan jumlah anak jalanan yang pesat merupakan fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Padahal anak merupakan karunia ilahi dan amanah yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. 2) Dorongan keluarga. UU No. Namun faktor yang paling dominan munculnya anak jalanan. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak-hak tersendiri yang dilindungi oleh undangundang. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Anak. dan 5) Pengaruh teman.. tidak perlu indentitas dalam bentuk formal. dan Keputusan Presiden RI No.526 jiwa anak. Dari data Dinas Sosial Kota Medan sendiri. keinginan akan kebebasan yang tinggi tanpa aturan formal yang mengikat (Ikhsan dkk.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Sedemikian seriusnya masalah ini dituangkan dalam suatu peraturan. ada beberapa sifat khas yang dimiliki oleh anak jalanan yaitu: rasa solidaritas yang tinggi. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Ini yang menjadi dasar pertimbangan adanya pengesahan konvensi tersebut (Elvayani dalam Lintas Anak-PPAI. ialah banyaknya anak-anak jalanan di bawah umur yang bekerja mencari nafkah di jalan yang jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu.2004: 1). Demikian juga dengan kesejahteraan yang termasuk dalam ruang lingkup pemberian hak pada anak. 2004: 2). ulet dalam bekerja walaupun usia mereka masih tergolong muda. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tentu saja penanganan yang baik masalah anak jalanan diharapkan akan dapat memperkuat sendi-sendi kesejahteraan sosial serta stabilitas nasional di masa yang akan datang. Bahkan seringkali mereka menerima perlakuan kasar (tindak kekerasan). Data mencatat bentuk kekerasan yang paling tinggi jumlahnya adalah pencabulan sebanyak 66 kasus dari 227 Koleksi BPAD Prov SU . bila mana orang yang diimitasikan memiliki perilaku yang buruk maka perilaku buruk itu pula yang akan ditiru oleh anak tersebut. Perhatian ini tidak semata-mata terdorong oleh besarnya jumlah anak jalanan. Padahal sudah ada undang-undang yang mengatur secara tegas tentang hak-hak anak yang dikenal dengan hak asasi anak. di mana kelompok ini belum mendapatkan hakhaknya bahkan sering terlanggar. yang didapat dari berbagai sumber. Ini dapat terlihat pada hasil monitoring PPAI yang dilakukan oleh pusat Data dan Informasi PPAI – Sumut tahun 2004. 3) Ingin bebas. bahkan tempat tinggal yang layak untuk mereka tinggali. adalah faktor kondisi sosial ekonomi. adanya proses imitasi (peniruan) dalam diri anak jalanan sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan kepekaan masyarakat kepada anak-anak jalanan itu nampaknya tidak begitu tajam. apalagi idola yang dikenalkan di jalanan dan biasanya yang ditiru adalah sifat dan perilaku yang menentang dari aturan formal yang ada dalam masyarakat. Pada kenyataannya ada banyak anak yang tidak dapat menerima haknya untuk merasakan pendidikan. tidak terkecuali anak sebagai bagian dari masyarakat secara keseluruhan. perlindungan. yang menduduki tingkat tertinggi di Medan (Siregar. Disimpulkan bahwa kekerasan terhadap anak semakin meningkat dari tahun ke tahun khususnya di Kota Medan. yaitu: 1) Kekerasan dalam keluarga.

6%). mengatakan bahwa rata-rata anak yang putus sekolah diperkirakan karena masalah ekonomi yang buruk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan upaya pemberdayaan.Yusra & Siregar. 2001: 32). Sementara dalam mengkonsumsi rokok ditemukan sekitar 50% anak jalanan telah mengkonsumsinya.8% dari jumlah anak dampingan (360 anak). PKPA.8% dibandingkan diare dan penyakit kelamin (Kencana. 22 anak memakai alasan ini (81%). LSM tersebut meliputi KKSP. Data ini diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada anak jalanan dari empat LSM yang didanai oleh Save The Children. Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas generasi bangsa (termasuk di dalamnya anak jalanan) tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Dari data pada tabel di atas terlihat bahwa anak yang tidak berkelahi adalah 8 % atau 20 orang anak. Upaya ini akan berdampak besar apabila ada keterlibatan dan jalinan kerja sama berbagai pihak seperti pemerintah. YAKMI. Yayasan Kesejahtraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) sebagai salah satu organisasi non pemerintahan. secara berkelanjutan melakukan program pemberdayaan terhadap anak jalanan. Sedangkan bentuk kekerasan Konflik dengan Hukum berada di urutan kedua dengan 50 kasus (Elvayani dalam Lintas Anak-PPAI. Program Pemberdayaan Anak.. maka diharapkan berpartisipasi LSM dalam penanganan masalah anak jalanan tersebut. intelektualitas. KARANG yang dilakukan pada masing-masing lokasi Rumah Singgah tersebut. Pemberdayaan menjadi peluang untuk anak jalanan dapat berkembang menjadi lebih baik. Menindaklanjuti masalah di atas. E. Jenis perilaku anak jalanan yang sering dilakukan salah satunya adalah berkelahi.1998: 15). Pendidikan yang dimaksud bisa berupa pendidikan formal maupun pendidikan informal berupa keterampilan. dan khususnya anak yang diwarnai dengan upaya pendalaman di bidang pendidikan. organisasi sosial dan kemasyarakatan. Jumlah batang rokok bervariasi dari 1 sampai 24 batang per hari. Menurut Dr. Apalagi pembentukan perilaku mereka di jalan terutama perilaku buruk (Sweeting. Sweeting dkk. Dari data bahwa alasan berkelahi yang paling banyak karena diganggu (53.M. keagamaan. kasus yang ada dari 12 bentuk kekerasan. akademis dan masyarakat umum. Program yang dilakukan antara lain meliputi pemberian bantuan kepada anak jalanan seperti pelayanan pendidikan dan keterampilan. Pemberdayaan tidak hanya dilakukan dalam segi ekonomi (pekerjaan dan penghasilan) tapi juga pendidikan yang akan merupakan investasi bagi mereka dalam meraih pekerjaan yang lebih baik di masa dewasanya. Anak merupakan potensi sumber daya insani bagi pembangunan nasional. perilaku buruk anak jalanan di Kota Medan dalam hal pemakaian napza pada anak jalanan yang paling umum adalah ngelem dan alkohol masing-masing sekitar 27%. Pada umumnya anak yang didampingi lembaga YAKMI adalah anak yang Vulnarabel yaitu 89. Menanggapi kompleksitas masalah tersebut. Sehingga mereka terpaksa tidak memperdalam pendidikan mereka. beasiswa. kesehatan. pemberian bantuan modal. Agar mereka dapat terhindar dari ancaman dan masalah penyalahgunaan dirinya di jalanan. Perilaku yang sering berkelahi pada anak jalanan dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Sementara penyakit yang paling banyak ditemukan pada anak jalanan adalah penyakit kulit sekitar 46. di mana anak laki-laki yang berusia di atas 15 tahun umumnya mengkonsumsi rokok hingga 6 batang per hari. harus ada upaya-upaya konkret untuk melakukan perbaikan atas situasi anak jalanan atau bahkan – yang bersifat utopis – menghilangkan keberadaan anak jalanan. Sehingga anak jalanan menjadi lebih produktif dengan memanfaatkan peluang di jalan maupun di luar lingkungan jalanan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.. organisasi non – pemerintah (NGO). ini sangat penting dilakukan agar anak jalanan dapat keluar dari kondisi marjinal. 2004: 3). dimulai sedini mungkin agar dapat berpartisipasi secara optimal bagi pembangunan bangsa dan negara. Dari data ini terlihat bahwa lingkungan membentuk perilaku buruk pada anak.. Tidak ada perempuan berkelahi karena membela teman. Namun kadang-kadang ada yang terus-menerus sakit dan malah ada pula anakanak yang berhenti dari sekolah karena membantu menambah penghasilan keluarga. Dari 27 anak perempuan. Mereka tinggal bersama orang tua/ 189 Koleksi BPAD Prov SU . kumudian ganja/cimeng 21%. bimbingan dan motivasi. Dari data baseline survey (penelitian dasar) ditemukan.

pemberdayaan dan perlindungan anak jalanan melalui model sanggar belajar anak jalanan. Mereka yang mengontrak pada umumnya berasal dari luar Kota Medan.5%). Selain itu tambahan informasi dari wanwancara pendamping anak selama ini serta teman anak tersebut. Oleh sebab itu YAKMI sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak pada anak jalanan memiliki program untuk menekan perilaku buruk pada anak. yaitu suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang masyarakat dan lain-lain) pada saat ini berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 10% dari 318 orang anak jalanan yang mendapat program pemberdayaan oleh YAKMI.8% dari jumlah anak dalam keadaan putus sekolah. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah karena Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) secara aktif terlibat dalam menangani perilaku anak jalanan dengan memberikan pemberdayaan guna merubah penyimpangan perilaku anak jalanan. Maka perilaku anak jalanan terbentuk dari kehidupan mereka di jalanan karena hampir sebahagian waktu mereka habiskan di jalanan maka terbentuknya perilaku buruk dari proses peniruan. Jika didasari dari teori behavioralisme yaitu teori yang mengungkapkan bahwa perilaku sesorang terbentuk dari proses belajar terhadap lingkungan yang bersangkutan. Mei 2006. dilakukan dengan memperhatikan dan mengamati kehidupan anak jalanan sehari-hari yang menjadi responden. Dengan demikian sampel yang diambil berjumlah 32 orang. yaitu teknik sampling yang tidak mendasarkan kepada strata atau daerah. LembagaYAKMI saat ini memusatkan pembina anak jalanan di wilayah pasar petisah Koleksi BPAD Prov SU . Hal inilah yang menimbulkan ketertarikan peneliti untuk mengakaji program tersebut terlaksana dalam kaitan merubah perilaku anak jalanan. 467.6/17 Tanggal 11 Januari 2001. Penelitian ini dilakukan di lembaga swadaya masyarakat yaitu Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) yang berada di jalan Gajah Mada/Jl. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel kuota. 1997: 119). Hasil Penelitian dan Pembahasan Yayasan kesejahteraan masyarakat Indonesia (YAKMI) merupakan lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial yang pada saaat ini memusatkan perhatian pada pembinaan. 1990: 63). Di samping itu juga dilakukan wawancara yaitu peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan data. Dalam hal ini menggunakan tipe penelitian deskriptif ingin membuat gambaran atau melukiskan secara sistematis aktual dan akurat tentang Program Pemberdayaan Anak Jalanan terhadap Perilaku Anak Jalanan yang dibimbing oleh YAKMI. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data studi lapangan diperoleh melalui observasi (pengamatan). akan mengadakan dialog secara langsung dengan mengajukan pertanyaan mengenai persoalan perilaku pada anak jalanan yang dibahas dalam penelitian ini kepada responden yaitu anak jalanan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu masalah ini harus segera diteliti agar program tersebut memiliki dampak perubahan terhadap sasaran ataupun sebaliknya. Dame No. Sekarang 48. Biasanya yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui (Arikunto. 190 Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak jalanan yang mendapat program pemberdayaan oleh Yayasan Kesejahtraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) yang berjumlah 318 Anak. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa studi pustaka dan studi lapangan. Yayasan ini berdiri pada tahun 1999 berdasarkan ide dan prakarsa murni pekerja sosial profesional sehingga kinerja kegiatannya berorientasi pada metode pekerja sosial. Nomor 2. Metode Penelitian Tipe penelitian tergolong penelitian penelitian deskriptif. yaitu kabupaten terdekat seperti Deli Serdang dan Langkat. 78/ Tanggal 22 Mei 2000 dan terdaftar pada Dinas Sosial Sumatera Utara No. Landasan hukum lembaga YAKMI berakte notaris No. Karena pada hakikatnya anak jalanan bagaimanapun merupakan generasi penerus sehingga perilaku buruk tersebut harus segera dirubah.8 dan Sanggar PKBM Ganesa di Jalan Sei Lepan No. Halaman 186-212 keluarga dan ada yang hidup mengontrak bersama teman-teman (5. Volume 5.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan. 09.

Simpang Seikambing dan Simpang Lampu Merah Brayan.0 6.Yusra & Siregar. Pada usia ini anak dipandang sudah mampu melindungi diri dari Jika diperhatikan dari data sebelumnya bahwa responden didominasi oleh anak-anak yang berusia sekolah. Anak-anak yang menjawab tidak tamat SD dan tidak tamat SLTP termasuk ke dalamnya yaitu anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah dari awal atau anak yang tidak pernah duduk di bangku sekolah maupun anakanak yang telah bersekolah namun putus di tengah jalan karena sesuatu hal. Tabel 1. Risiko ini secara tidak langsung membatasi umur anak mulai bekerja di jalan. Dari hasil wawancara terhadap anak yang tidak tamat SD maupun SLTP. Distribusi Responden Menurut Kelompok Umur No 1 2 3 Kelompok Umur 5 – 9 tahun 9 – 13 tahun 13 – 18 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 4 16 12 32 (%) 12. mengungkap tentang batas usia anak bekerja di jalan: “Kerja di jalan akan membawa risiko besar seperti ditabrak atau diserempet kendaraan yang lewat. Ternyata di lapangan umumnya usia anak-anak mulai bekerja di atas 5 tahun Dalam kasus ini anak-anak jalanan yang berusia di atas 4 tahun juga memiliki risiko kecelakaan lalu lintas saat mereka bekerja. Proses pemandirian pada anak jalanan juga dilakukan dengan memberikan keterampilan kepada anak jalanan menjelang usia 18 tahun agar mereka dapat mandiri.5 18.0 12.0 ancaman jalanan. terungkap bahwa mereka tidak menamatkan sekolah akibat dari 191 Koleksi BPAD Prov SU . Dari hasil wawancara di lapangan terungkap bahwa beberapa anak mengaku pernah menjadi korban kecelakaan saat mereka mengamen dan meminta-minta. diharapkan anak jalanan tetap terpelihara pendidikan mereka serta anak jalanan tersebut dapat meninggalkan kehidupan di jalanan di kemudian hari. maka dari tabel di atas anak-anak dampingan YAKMI umumnya masih sekolah dasar (SD). Ternyata anak-anak bekerja di jalanan tidak membatasi keinginan mereka untuk memperoleh pendidikan. Setia Luhur. keselamatan dan tidak mengganggu kehidupan mereka di sekolah/pelatihan/ kejuruan maka anak-anak yang berusia 15 tahun menurut mereka telah diperbolehkan untuk bekerja sementara pekerjaan yang mereka lakukan sangat membahayakan mental dan kesehatan moral mereka yang pada umumnya pekerjaan yang tidak boleh dilakukan di bawah umur 18 tahun ke bawah.5 50.3 100. Data tabel di atas menunjukan bahwa responden 50% lebih didominasi anak-anak yang memiliki usia sekolah.0 Ditegaskan dalam UU No. Menurut Wiwid Trisnadi. Yaitu di atas 4 tahun. Adapun pelayanan sosial yang diberikan YAKMI kepada anak jalanan berupa bimbingan sosial. Distribusi Responden Menurut Pendidikan No 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Tidak Tamat SD Tamat SD Tidak Tamat SLTP Tamat SLTP Tidak Tamat SMU Tamat SMU Jumlah Sumber: Data Primer F 4 16 4 6 0 2 32 (%) 12. Batas usia minimum ini sangat jauh berbeda dengan fakta anak yang berada di jalanan. Tabel 2..8 0. bundaran golden. Tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tidak bersekolah lagi. budi pekerti yang baik. anak diperbolehkan untuk bekerja dengan catatan tidak membahayakan kesehatan.20/1999 mengenai batas minimum anak yang bekerja minimal 15 tahun. Ada beberapa anak yang menjawab SLTP dan SMU. Dari hasil wawancara diperoleh umumnya anak-anak jalanan tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). khususnya kecelakaan lalu lintas”.5 50. dan advokasi pendidikan. Pelayanan sosial ini bertujuan memberikan alternatif bagi anak jalanan agar waktu yang dihabiskan di jalan semakin berkurang dan dengan modal keterampilan yang dimiliki oleh anak jalanan dan tetap terpeliharanya kelangsungan pendidikan mereka.0 37. Ini berarti risiko kecelakaan tidak hanya pada anakanak usia di bawah 4 tahun tetapi usia di atas 4 tahun juga berisiko kecelakaan lalu lintas.5 100. terutama anak-anak yang pemula atau baru turun ke jalanan. Program Pemberdayaan Anak.. sekitarnya.

Selain tidak adanya biaya ternyata kurangnya motivasi dari anak maupun lingkungan yang dibarengi dengan malas juga mempengaruhi anak untuk menamatkan sekolah. bahwa anak jalanan di Kota Medan didominasi oleh anak laki-laki. Jumlah anak jalanan laki-laki lebih banyak tidak terkait dengan persoalan jenis pekerjaan anak di jalan karena tidak ada peran gender pada pekerjaan anak jalanan. Halaman 186-212 tidak adanya biaya sekolah dari orang tua. Daerah persimpangan jalan atau lampu merah termasuk: di Lampu Merah Seikambing. Dari persoalan pekerjaan. Tetapi banyak pula anak-anak yang selalu berpindah-pindah. Anak jalanan perempuan lebih sering mengalami kondisi keterpakasaan di lingkungan kerjanya seperti pelecehan seksual malahan pemerkosaan sehingga dalam hal ini anak jalanan lebih didominasi oleh anak-anak laki-laki. direktur LSM Anak mengatakan bahwa: “Pada iklim budaya timur tidak bisa disangkal bahwa relasi sosial antara anak laki-laki dan perempuan memiliki tingkat yang berbeda. Volume 5. Tabel 3. sedangkan perempuan berusia 16 tahun. Dari hasil wawancara terhadap responden. bahwa batas usia anak laki-laki dan perempuan.” (dalam Trisnadi. pusat pasar dan ada pula yang memilih dekat dengan lokasi rumah mereka. dan lokasi dekat dengan rumah mereka meliputi: Pajak Setia Luhur. Nomor 2.4 12. kadang-kadang kami di titi bobrok. 2004: 72) Sehingga dalam hal ini jelas alasan anak jalanan perempuan lebih sedikit jumlahnya. sedangkan di daerah pusat pasar meliputi: Belakang Petisah Baru. Tabel 4. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin daripada laki-laki. Sebelumnya Muamar sekolah SD di Lansa tetapi sewaktu umur Muamar 9 tahun orang taunya pindah ke Medan.8 21.0 No 1 2 Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah F 28 4 32 (%) 87. Pokoknya kak kalau udah ramai di sini kami pindah-pindah kak ” Koleksi BPAD Prov SU .0 1 2 3 4 5 Sumber: Data Primer Kenyataan di lapangan bahwa sering sekali terjadi penyimpangan dalam memperlakukan anak-anak jalanan. Pada undangundang perkawinan. anak laki-laki boleh menikah setelah berusia 19 tahun. Ini juga dibuktikan dari hasil penelitian Dinas Sosial Sumatera Utara dan Universitas Atmajaya pada tahun 2002. Usia dewasa ini jelas bersifat diskriminatif karena mendudukan anak perempuan sebagai individu yang masa kanak-kananya lebih pendek 192 Anak-anak yang bekerja di jalanan umumnya memilih tempat-tempat ramai. Alasan ia tidak bersekolah karena ikut orang tuanya pindah dari Aceh. Simpang Golden Petisah. Muamar yang ngamen di Simpang Seikambing.9 12. Hingga umur Amar 15 tahun saat ini Muamar tidak bersekolah lagi dan sekarang dia mengikuti program belajar kelompok yang dibuat oleh YAKMI. Namun pendapat dari Paramita Hapsari. tidak adanya pengkhususan pekerjaan karena semua anak bebas memilih pekerjaan yang ada baik anak laki-laki maupun anak perempuan yang menurut mereka pekerjaan tersebut cocok.5 34. Mei 2006. Kadangkadang kami di Seikambing kadangkadang-kadang kami di simpang guru patimpus. dan Simpang Titi Layang Brayan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa anak perempuan dipandang lebih cepat dewasa daripada anak laki-laki. misalnya. Seperti yang diungkapkan responden yang mengaku sering berpindah-pindah: “kami kak gak tentu ngamenya. Begitu juga anak jalanan dampingan YAKMI umumnya laki-laki.5 100. Distribusi Daerah Titik Mangkal Responden No Daerah Mangkal Pajak Setia luhur Lampu Merah Seikambing Simpang Golden Belakang Petisah Baru Titi Layang Brayan Jumlah Sumber: Data Primer F 6 7 4 11 4 32 % 18.5 12. Salah satunya di persimpangan jalan (lampu merah). Hal ini terjadi karena anakanak merasa bosan pada tempat tersebut dan ada pula karena pengaruh ajakan teman namun kebanyakan anak-anak mengakui mereka pindah karena lokasi mereka sebelumnya telah banyak yang seprofesi dengan mereka sehingga menimbulkan persaingan.5 100.

di mana orang tuanya ikut serta khususnya ibu. walaupun jualanya habis maupun tidak”. Waktu anak berada di rumah digunakan untuk belajar maupun beristirahat. Semakin jarang anak pulang maka semakin besar proses pembentukan perilaku yang muncul pada diri anak dari pengaruh lingkungan luar. 4. dsb.4 100. perempatan di tengah kota dan perempatan di pinggir kota. Hal ini dipertegas oleh Wiwied trisnadi. Apalagi bahaya-bahaya yang kemungkinan akan menimpa mereka. Ini membuktikan bahwa anak-anak masih meluangkan waktu berada di rumah. Kehidupan di jalan indentik liar dan bebas sangat tidak cocok bagi anak seusia mereka. buruh. Mereka ikut serta tidak hanya mengontrol anak yang sedang bekerja di jalanan namun mereka juga terlibat bekerja di jalan. mengaku bekerja selama kurang lebih 5 jam per hari dan sisanya “saya buat PR kak. Sianak biasanya meletakkan peralatan sekolah dan berganti baju dan kemudian bergabung dengan anggota keluarganya yang lain di jalanan”(Trisnadi.5 62. Sementara si bapak biasanya bekerja di sektor informal. Sedangkan anak-anak yang frekuensinya pulang ke rumah lebih dari 5 jam per hari dihabiskan untuk melaklukan aktivitas di jalan seperti bekerja. 2004: 37). Tabel 5. biasanya kecuali bapaknya..Yusra & Siregar. Sianak bersama ibunya berangkat dari pagi hari dan pulang sore hari.8 9. Namun dari koresponden yang memilih 2 kali dan 3 hingga 4 kali frekuensi pulang ke rumah adalah anak-anak yang remaja yang tidak bersekolah lagi sementara 4 hingga 5 kali adalah anak yang rumahnya jauh seperti Muamar yang rumahnya di Binjai dan dan Hesekharianto yang mengaku malas pulang. Anak-anak dampingan YAKMI didominasi oleh seringnya mereka pulang ke rumah karena mereka masih bersekolah. 2. Khusus daerah Belakang Petisah Baru dan Simpang Lampu Merah Seikambing.3 9. Frekuensi Responden Pulang ke Rumah dalam Seminggu No. Anak yang bekerja dipusat kota umunya bekerja bersama-sama dengan keluarganya. maka ia akan bekerja sepulang sekolah. bahwa adanya dua kategori lokasi tempat kerja anak-anak jalanan: “Lokasi kerja anak-anak jalanan dapat dipilah menjadi dua kelompok. Jarangnya anak-anak pulang ke rumah akan membentuk perilaku tidak baik karena proses imitasi anak terbentuk dari apa Dari data tabel di atas terlihat bahwa sekitar 68% anak-anak yang dibimbing YAKMI berada di jalan selama 4 sampai 5 jam per hari.0 saja yang mereka pelajari dan mereka anggap baik di luar.4 6. Frekuensi pulang ke rumah yang dimaksud pada tabel di atas adalah seberapa sering anak-anak tersebut pulang ke rumah orang tua mereka. 5. Sementara yang memilih pulang 6 kali dalam seminggu alasan mereka karena malam minggu dan hari minggu mereka habiskan bersama teman-teman mereka di jalan maupun di kontrakan teman mereka dan di hari lain mereka pulang karena mereka masih sekolah. Lama di Jalanan < 4 jam 4 sampai 5 jam 6-7 jam 8 sampai 10 jam > 11 jam Total Sumber: Data Primer F 2 22 3 2 3 32 % 6. Seperti halnya Juli Opariani yang bekerja berdagang di Pajak Tradisional Setia Luhur.5 100. 3. bangunan. pemulung.0 Budaya dalam kehidupan anak jalanan terbangun dari interaksi mereka selama berada di jalan. bermain. 1 2 3 4 5 Pulang ke Rumah per Minggu 2 kali 3-4 kali 4-5 kali 6 kali setiap hari Total Sumber: Data Primer F 2 4 2 4 20 32 % 6. 1. Rumah adalah salah satu tempat ternyaman untuk mereka tinggali dan proses pendidikan berlangsung.3 12. seperti tukang beca. mejeng 193 Koleksi BPAD Prov SU .3 12.3 68. Program Pemberdayaan Anak.. Tabel 6. Distribusi Responden Menurut Lamanya Berada di Jalanan dalam Sehari No.5 6. Bagi anak yang bersekolah pagi hari.

khususnya mengantar anak memasuki jenjang yang lebih dewasa. Hal ini dapat dibuktikan 194 dengan keadaan di lapangan. Disaat keluarga sudah disibukan dengan aktivitas ekonomi untuk mencukupi kebutuhan (ekonomi) maka sosialisasi anak tidak lagi sepenuhnya dapat dilakukan oleh keluarga. Jika keluarga ini tidak lagi mampu. Distribusi Responden Menurut Pekerjaanya No. dan peer group. mereka lebih memilih berjualan plastik. yakni pekerjaan itu secara teknis mudah dilakukan. Ini diperkuat oleh pendapat Wiwied Trisnadi.” Tabel 7. Sedangkan tukang semir selalu berpindah-pindah dan lebih banyak di kedai-kedai kopi maupun pasar.0 Pekerjaan anak-anak di jalanan bervariasi tergantung kemampuan masing-masing yang dimiliki anak. kadang-kadang anak Tumin pindah menjadi pengamen. Selain itu pemilihan pekerjaan juga tidak terlepas dari pengaruh lokasi kerja mereka seperti lokasi kerja di pasar tradisional misalnya. Di tempat inilah anak-anak menghabiskan sebahagian besar waktunya. Bagi anak yang pandai menyanyi dan main gitar maka mereka mengamen. Mei 2006.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Sehingga dengan beberapa pertimbangan tersebut anak-anak jalanan bebas memilih pekerjaan apa saja. kadang-kadang juga penjual rokok adalah anak perempuan walaupun dengan alasan ia berjualan menggantikan abangnya. Menurut Wiwied tentang jenis pekerjaan: “Jalan memberi peluang bagi anak-anak untuk mencari uang. mudah menghasilkan uang. tukang minta maupun jualan rokok. Koleksi BPAD Prov SU .4 28. Orang tua tidak lagi dapat berperan penuh dalam sosialisasi anak. 1 2 3 4 Pekerjaan Anak Mengamen Berjualan Menyemir sepatu Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 11 9 1 11 32 % 34.4 100. indentik dengan penguasaan keterampilan bermain musik. Bagi mereka yang lokasi kerjanya di simpang jalanan maka mereka bekerja sebagai pengamen. dan fleksibel dalam waktu dan tempat” (Trisnadi.1 34. Halaman 186-212 maupun ngumpul-ngumpul bersama kawankawan. sejauh mereka memperoleh uang yang banyak pekerjaan apa saja mereka lakukan. sehingga seorang anak yang bekerja sebagai pengamen akan merasa “derajatnya” lebih tinggi dibandingkan bekerja sebagai pengemis yang hanya mengandalkan belas kasihan orang. aqua. Sosialisasi keluarga kemudian perlahan-lahan mulai diambil alih oleh lembaga pendidikan (sekolah). cairan pemutih atau yang lainya dan ada juga mengumpul karton. Dari data pekerjaan yang banyak dilakukan adalah mengamen. atau plastik maka mereka memilih berjualan plastik sedangkan anak-anak yang pandai menyemir mereka memilih profesi sebagai penyemir dan juga bekerja sebagai tukang minta dan masih banyak pekerjaanpekerjaan lain yang mereka bisa tekuni. Karena faktor lingkungan memegang peran penting dalam pembentukan gaya hidup seseorang dan tidak terkecuali pada anak. Pilihan atas suatu pekerjaan dengan beberapa pertimbangan. tentang sosialisasi keluarga terhadap anak: “Perubahan pola kerja jelas berpengaruh besar dalam sosialisasi anak. itu berarti di tempat inilah anak lebih banyak belajar untuk menjalani kehidupan menuju dewasa. Apalagi di jalan mereka tidak hanya memperoleh duit tetapi juga mereka bisa bermain bebas. Volume 5. Anak-anak ini mempunyai modal sedikit dari orang tuanya seperti berjualan rokok. 2004 hal: 37). Pada masyarakat tradisional peran keluarga begitu dominan dalam sosialisasi anak. Nomor 2. Selain ngamen ada juga anak-anak yang bekerja berjualan. Anak-anak selain bekerja mereka juga bersekolah sehingga keberadaan anak semakin lama di jalanan akan mengurangi aktivitas belajar mereka di rumah dan pembentukan perilaku di jalanan pun semakin besar. butut maupun makanan ternak. Lamanya keberadaan anak di jalanan menentukan besarnya pengaruh buruk yang terbentuk kepada diri anak.1 3. peran ini digantikan dengan keluarga luas. kadang-kadang juga pengamen pindah menjadi Tumin. Umumnya tidak butuh keterampilan khusus untuk mencari uang di jalan. Begitu juga berjualan rokok. menurut Wiwied Trisnadi bahwa ngamen yang serius seperti menggunakan gitar.

tetapi dari pengamatan peneliti ada juga beberapa pengamen yang dekil dan jorok. Saat pengalaman peneliti membagi angket. mereka lebih bersih dibandingkan tukang minta.1 tahun 1 sampai 2 tahun 2 sampai 3 tahun 3 sampai 4 tahun tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 8 7 5 8 3 1 32 % 25.5 28. Tentunya semakin lama anak tersebut bergabung di YAKMI maka semakin mandiri anak-anak tersebut karena salah satu tujuan dari YAKMI terhadap anak jalanan adalah menciptakan kemandirian pada anak. 2. peneliti melihat fanomena unik di mana anak yang masih berumur 5 tahun dipaksa bekerja. lamanya anak berada di jalan mempengaruhi seberapa banyak perubahan yang terjadi pada anak. Semakin lama anak berada di jalanan maka semakin banyak pula peniruan pada anak yang ia dapat dari luar. Penyakit ini hampir diderita anak-anak jalanan. Ternyata anak tersebut dibawa ibunya untuk meminta. 8. 4. Namun berbeda dengan anak pengamen.4 3. Lamanya Mengikuti Program YAKMI < 6 bulan 6 bulan . Bergabungnya anak dalam yayasan ini berarti anak-anak jalanan tersebut telah menerima program-program yang diberikan YAKMI kepada mereka. Tabel 9.4 3. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa anak-anak yang didampingi YAKMI rata-rata di bawah 6 tahun dan kebanyakan sudah dua hingga tiga tahun berada di jalanan. kalo kami bauk mana ada orang yang mau kasi kami uang”. 5. ini dikarenakan untuk menarik minat orang untuk memberi uang. 5. 6.6 25. Tetapi bagi tukang minta.5 12.. 7.0 21. Pada saat itu kondisi anak tersebut memprihatinkan karena di bahagian tubuhnya penuh kudis dan telinganya berlendir “tungkik” dan flu. Dari hasil wawancara terhadap pendamping mengenai fanomena tersebut ternyata banyak kejadian serupa yang terjadi pada anak jalanan tersebut.0 Seperti data-data sebelumnya.1 100.6 9. 2. Program Pemberdayaan Anak. Lama Responden Bergabung dengan YAKMI No.1 3. 3. Variasinya pekerjaan mereka maka semakin variasi pula perilaku yang terbentuk diri mereka. Dari data tabel di atas dapat terlihat bahwa anak-anak yang didampingi YAKMI lebih banyak bekerja sebagai pengamen dan responden yang memilih lain-lain bekerja sebagai pemulung dan tukang minta..9 15. 1. 6. 3. Lamanya Turun ke Jalan < 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun 3 – 4 tahun 4 – 5 tahun 5 – 6 tahun > 6 tahun tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 4 4 9 5 5 3 1 1 32 % 12.1 15. anak lebih kelihatan memprihatinkan baik segi fisik maupun penampilan. Namun kebanyakan ibu dari anak melarang anaknya diperiksa kesehatannya. 1. Dari hasil wawancara dengan beberapa pengamen menjawab “ya lah kak. Semula anak tersebut dan ibunya berpakain sedikit bersih lalu ia menukar pakaiannya dan pakaian anaknya yang koyak dan kotar lalu ibu pun berpakain seperti muslim yang menggunakan jilbab. 195 Koleksi BPAD Prov SU .1 100. Distribusi Lamanya Responden Turun ke Jalan No. Tabel 8. Anak tersebut dibebaskan di tengah jalan dengan membawa gelas plastik aqua. Adanya hubungan antara lamanya perilaku anak tersebut mendarah daging sehingga butuh waktu dalam merubah perilaku anak tersebut.0 9. Ini dikarenakan perilaku anak berkaitan erat dengan pekerjaan yang mereka lakukan. 4.0 Lamanya anak jalanan mengikuti YAKMI yang dimaksud dalam tabel ini adalah lamanya anak-anak jalanan bergabung dalam yayasan ini.Yusra & Siregar.6 15. Pada anak pemulung lebih kelihatan kumuh dan dekil daripada pengamen. Menurut pendamping mereka sudah pernah dikenai program kesehatan khususnya pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak jalanan.

Halaman 186-212 Lembaga ini sudah ada sejak tahun 2000 oleh karena itu anak paling lama ikut lembaga ini sekitar 4 tahun. Ini dapat dibuktikan dengan hasil wawancara terhadap anak di mana anak tersebut secara keseluruhan anak-anak dapat menyebutkan apa-apa saja yang berkaitan dengan kesehatan dasar seperti: mencuci tangan.” Bagi anak-anak yang menjawab lain-lain maksudnya adalah anak-anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar lebih dari dua kali. Nomor 2. Tabel 11. Ada lagi Kak itu. Secara umum. Dari pengakuan anak-anak yang menjawab lainlain terlihat bahwa anak-anak yang mengaku menjawab sekitar 3 hingga 4 kali mengikuti pendidikan kesehatan dasar berjumlah 8 Koleksi BPAD Prov SU .6 15.6 78.6 15.6 43. bahkan dalam polanya yang sederhana seperti penggunaan lem sebagai pengganti napza membuat tema ini penting untuk diberikan pada anak. 1 2 3 Pendidikan Kesehatan Dasar Tidak tahu Tahu tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 5 25 2 32 % 15.8 9. anak jalanan memiliki penampilan gadel/dekil dan kurang terawat dalam hal kebersihan tubuh serta kesehatannya. Selain itu juga ancaman obatobatan terlarang yang tersebar bukan saja di kalangan pemadat dewasa tetapi juga pada anakanak di sekolah dan di jalanan. Hal ini menjadi latar belakang diberikannya topik-topik penyuluhan kesehatan dasar dan umum bagi anak. sikat gigi dan lain-lain dan ada juga menyebutkan pemeriksaan kesehatan. Ini berarti kurangnya motivasi dari anak maupun lingkungan untuk mengikuti program etika.0 Pendidikan kesehatan dasar yang dimaksud di atas adalah program pendidikan yang dibuat YAKMI tentang kesehatan guna memperkenalkan pentingnya hidup sehat kepada anak-anak jalanan sehingga anak-anak dapat berperilaku sehat dalam kesehariannya. Variasi anak-anak megikuti pendidikan kesehatan dasar dikarenakan oleh kurangnya motivasi anak untuk mengikuti pendidikan dan selain motivasi juga ketersediaan waktu anak-anak yang terbatas.0 sebelum makan kan kak. Latar belakang program ini diadakan: Hasil observasi dan analisis yang dilakukan oleh pendampingpendamping YAKMI terhadap kondisi fisik dan sosial anak. Mei 2006. Frekuensi anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar ini bervariasi.. Volume 5. yaitu diri anak.3 100. Seperti pengakuan Muhamad Ridwan Chaniago bahwa ia tahu tentang adanya pendidikan kesehatan namun Ridwan tidak mengikuti pendidikan tersebut karena sibuk. Tetapi berbeda dengan Sakti yang berada di Simpang Jembatan Layang Brayan mengaku: “Saya kak pernah beberapa kali ikut. Tabel 10. kesehatan dasar itu kak yang dibilang kak Rohtua (pendamping YAKMI) kita harus mencuci tangan 196 Frekuensi anak jalanan mengikuti pendidikan kesehatan dasar yang dimaksud pada tabel di atas adalah seberapa sering anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar yang diberikan YAKMI. Tapi sudah lupa berapa kali.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Namun ada beberapa responden yang tidak mengetahui pendidikan kesehatan dasar. lingkungan tempat tinggal anak serta lingkungan di titik mangkal. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Kesehatan Dasar No. Distribusi Frekuensi Responden tentang Pendidikan Kesehatan Dasar No.harus sering mandi. supaya gak cacingan.4 100.1 6. Aku pernah juga ikut dari rumah singgah Harapan mulia kak.. mandi. Dari data di atas dapat diketahui bahwa hampir separuh anak-anak jalanan tahu mengenai pendidikan kesehatan dasar. Ada pula beberapa yang lainya mengaku “malas”. Seperti yang diungkapkan oleh koresponden yang bernama Yanti di Pajak Tradisional Setia Luhur: “Ooo. 1 2 3 4 5 Frekuensi Mengikuti Tidak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 5 5 5 14 3 32 % 15. Semakin sering anak mengikuti pendidikan maka anak semakin mengerti tentang kesehatan dasar. sikat gigi eee…cuma itu yang ingat Kak” Begitulah ungkapan dari responden Yanti.

” Kemudian Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia membuat program pendidikan kesehatan dasar tentang kebersihan tubuh anak-anak jalanan. Dari tabel di atas terlihat bahwa ternyata adanya kemajuan frekuensi mandi anak jalanan yang dibimbingi YAKMI sekitar 31. Materi tentang pola mandi yang dijelaskan oleh YAKMI meliputi alasan keharusan mandi. dan frekuensi mandi. sementara anak-anak yang menjawab lain-lain yaitu anak-anak yang mengaku mandi tiga kali sehari. cara mandi yang benar. Setelah menerima program tersebut dari YAKMI frekuensi anak jalanan mandi dalam sehari dari tabel di atas terlihat bahwa hampir setengah jumlah anak-anak tersebut mengaku mandi dua kali sehari. juga ada seperti iritasi atau gatal-gatal pada kulit anak dan juga ada kudis dan luka malahan ada juga tungkik pada telinga mereka yang telah membau. Lain halnya pada anak-anak tukang botot dan pengumpul makan ternak. Ada banyak daki di lipatan-lipatan kulit anak. Jarangnya mereka mandi dalam sehari diungkapkan oleh anak karena kelelahan setelah mereka pulang dari kerja dan dibarengi kurangnya motivasi dari anak sendiri dan juga keluarga.4%. Dari hasil wawancara kepada anak mengaku alasannya: “He he…iya kak malas aku kak.Yusra & Siregar. mamak aku pagi-pagi aja udah pergi cari makan babi. Aktivitas anak jalanan yang hidup dan bekerja di jalan setiap saat tidak terlepas dari pengaruh keadaan yang kotor baik dari diri anak maupun dari lingkungan kerja anak. sementara anak-anak yang tidak pernah mandi menurun sekitar 25% setelah mengikuti program dan begitu juga anak-anak mandi satu kali sehari menurun sekitar 9.2 % bertambah anak-anak yang mandi 2 kali sehari. malahan Koleksi BPAD Prov SU 197 . Mamak aku gak marah kok.. mereka lebih kotor dan bau. Keinginan anak untuk membersihkan diri salah satunya dapat diukur dengan frekuensi anak jalanan mandi minimal dua kali dalam sehari. Penyampaikan materi ini kepada anak digunakan metode modeling. Dari hasil wawancara terhadap beberapa anak jalanan mengenai mandi dalam setiap harinya terungkap bahwa: “Aku ingat kali kak. Saya selalu marahi kalau dia gak mandi. responden sementara 6 responden lagi menjawab lebih dari 5 kali. Jadi kalo ingat aku mandi. Dari data tabel di atas terlihat bahwa frekuensi anak jalanan mandi dalam sehari sebelum menerima program YAKMI menjawab hanya sekali dalam sehari malahan banyak juga anak jalanan yang tidak pernah sama sekali mandi dalam sehari. dulu aku kak malas kali mandi. Ini berarti adanya kemajuan anak menjaga kebersihan diri. kadang aku lupa cape udah pulang kerja aku tidur aja. Anak-anak tersebut diminta untuk menceritakan kepada temantemanya tentang kondisi yang anak rasakan setelah mandi. Namun orang tua anak mengaku bahwa mereka selalu meminta anakaanak mereka mandi setiap hari seperti hasil wawancara kepada ibu anak pengumpul botot berikut ini: “Anak saya mandi kok.tapi kalau paling sering aku mandi pagi karena kalau sore aku masih ngamen. lebih banyak orang yang mau ngasi kalau keadaan kami jorok. Adapun materi yang dibuat adalah tentang kebersihan tubuh yang di dalamnya meliputi pola mandi dalam sehari. lagian aku juga gak sekolah. kadang mau pergi sekolah.. Di mana beberapa anak diminta untuk mandi dan memperagakan cara mandi yang benar. Namun dari pengamatan peneliti di lapangan masih banyak juga anak-anak yang mengaku mereka mandi dua kali sehari namun kondisi mereka tidak menunjukan kebersihan diri. Jadi aku mandi kadang mau pergi sekolah aja. Tapi kak pernah lah aku pergi sekolah itu cuma cuci muka aja…he he. Kadangkadang pulang malam.. habis kak di rumah aku tidaknya punya sabun. jadi kalo aku nginap rumah kawan aku mandi di sana aja. Program Pemberdayaan Anak.” Namun ada juga anak yang menjawab: “Kadang-kadang kak jorok ini membawa rezeki.” Tetapi ada juga anak yang sebelumnya menjawab mandi 2 kali sehari kemudian setelah mengikuti program kesehatan dasar menjadi mandi 1 kali sehari.” Namun berbeda pula dengan ungkapan Hesekharianto sebagai pengamen di simpang Seikambing: “Ah aku dari dulu sampai sekarang …aku malas pulang ke rumah. Selain itu alasan mereka jarang mandi dalam sehari karena tidak memiliki sabun.

. mandi pagi. 1 2 3 4 5 Menyikat Gigi Tak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Ragu Total Sumber: Data Primer F 6 15 8 2 1 32 % 18.” Tapi berbeda dengan yang dijawab oleh responden yang satu ini: “Aku mandi kak kalau hujan. Motivasi itu lebih banyak berasal dari diri mereka sendiri yang tidak mau peduli. Adapun materi yang diberikan yaitu kebersihan tubuh dengan topik pola kebersihan gigi. Materi yang diberikan oleh YAKMI tentang kebersihan gigi yaitu membangun kesadaran anak tentang pentingnya menyikat gigi. anak-anak yang mengaku menyikat gigi dua kali dalam sehari sedikit menurun 3. Selain dari kurang perhatian ada juga anak-anak yang mengaku mandi tetapi kondisi sebenarnya tidak menunjukan kebersihan diri yaitu disebabkan cara mandi anak yang tidak benar seperti tidak menggunakan air yang bersih.0 F 15 5 9 2 1 32 % 46.. Alasan meraka menjawab tidak pernah dikarenakan malas. Seperti yang diungkapkan oleh seorang responden: 198 Koleksi BPAD Prov SU . Dalam menyampaikan materi tentang kebersihan gigi pada anak dengan menggunakan alat peraga seperti: metaplan.0 6. Mei 2006.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.1% sementara yang menjawab lain-lain mengaku menyikat gigi lebih dari dua kali tetap 6. ini membuktikan adanya kemajuan anak-anak setelah mengikuti program YAKMI.3%.. Nomor 2.8 46. anak anak yang menyikat gigi satu kali naik 31. mau pergi sekolah siang.3 3. Frekuensi menyikat gigi anak jalanan sebelum mengikuti program Pendidikan kesehatan dasar dari 32 responden lebih banyak mengaku tidak pernah. trus pulang ngamen kak.1 6.9 25.6 28.9 15.1 100.0 Tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah anak-anak jalanan yang tidak pernah menyikat gigi menurun sekitar 28. Distribusi Frekuensi Responden Menyikat Gigi dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No. Distribusi Frekuensi Responden Menyikat Gigi dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No. 1 2 3 4 5 Menyikat Gigi Tak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Ragu Total Sumber: Data Primer Tabel 12b. hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi anak jalanan menyikat gigi lebih didominasi satu kali dalam sehari dan ada juga tidak pernah menyikat gigi dalam sehari.” Ada juga responden yang menjawab lainlain maksudnya adalah mereka mengaku mandi lebih dari 2 kali dalam sehari seperti anak-anak ini menjawab: “Kalau kami kak mandi lebih lah 3 kali sehari.” Motivasi mereka untuk menyikat gigi sebenarnya kurang sehingga mereka cenderung tidak mau menyikat gigi. Volume 5.1 100. karena aku masuk sekolah siang kak.” Jadi alasan anak-anak jalan yang masih jarang mandi setelah menerima program pendidikan kesehatan dasar dari YAKMI yaitu dikarenakan kurangnya motivasi anak dan keluarga. he. Setelah anak-anak menerima program pendidikan kesehatan dasar.3 3. Menurut pengakuan mereka tidak pernahnya karena mereka kecapean setelah pulang kerja. Kemudian YAKMI memberikan program kebersihan tubuh. Responden yang menjawab lebih dua kali ini mengaku menyikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan. Sekalian nyari duit sekalian juga aku mandi. Dulu mamakku belum sibuk jualan jadi aku dimarahi kalau tidak sikat gigi tapi sekarang aku malas kak. mandi tanpa sabun dan mandi tanpa air yang cukup dan juga sengaja tidak mandi untuk meminta belas kasihan orang lain.1%. Tapi ada juga anak yang menjawab dua kali seperti Novita mengaku: “Aku menyikat gigi dua kali dulu kak tapi sekarang tidak lagi kak. langsung di jalan.3%. Kemudian masing-masing anak-anak dibagikan sikat gigi oleh pendamping dan diminta memperagakan menyikat gigi secara benar. pasta gigi.he. Halaman 186-212 kadang kala sengaja kami gak mandi supaya bisa cari banyak duit. sikat gigi. Sekalian aku sampoan di sini. Tabel 12a. lebih enak lagi kak. bangun pagi. cara menyikat gigi yang benar dan penggunaan pasta gigi. mandi sore terus mandi hujan…kan tiga kali kak” “Aku kak suka mandi 3 kali dalam sehari.

” Tabel 13a. Tabel 14a.” Sementara anak yang memilih jarang alasanya adalah kelupaan: “Aku rajin kan tapi kalau aku di rumah. Distribusi Responden Melakukan Hubungan Seks Bebas Sebelum Mengikuti Program No.4 15. Udah capek habisnya kak..3 6.3 100.. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Jarang Sering Tidak menjawab Total Sumber: Data Primer Tabel 13b. Program Pemberdayaan Anak.5 100.1 6. Hubungan seks yang dimaksud di sini meliputi melakukan hubungan seks sempurna.4 6.3 6. Sementara responden yang menjawab sering berhubungan seks tidak ada. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Jarang Sering Tidak menjawab Total Sumber: Data Primer F 29 1 2 32 % 90.3 100. 1 2 3 4 5 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah 1-5 batang 5-10 batang 10-1 bks >1 bungkus Total Sumber: Data Primer Tabel 14b. upaya pencegahan dengan tidak melakukan seks menyimpang. Tidak pernahnya responden melakukan hubungan seks dikarenakan mereka masih dalam pengawasan Merokok bagi anak jalanan merupakan hal yang biasa. Distribusi Frekuensi Jumlah Batang Rokok Responden Merokok dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No.6 12. melakukan petting.2% dari hasil wawancara mereka diketahui anak-anak jalanan telah mengetahui bahaya berhubungan seks yang menyimpang. Materi yang dibawa guna mencegah bahaya penyakit ini dengan memberi pemahaman kepada anak-anak tentang peyakit IMS. Distribusi Frekuensi Jumlah Batang Rokok Responden Merokok dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No. Ini dikarenakan anak-anak jalanan menganggap dirinya telah mampu mencari uang sendiri. 1 2 3 4 5 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah 1-5 batang 5-10 batang 10-1 bks >1 bungkus Total Sumber: Data Primer F 13 10 4 3 2 32 % 40. Metode yang dipakai oleh YAKMI sendiri adalah peer educator (pendidikan sebaya) dan penyuluhan.6 3.6 31.3 12.6 15.Yusra & Siregar. anal seks dan oral seks bersama pasangan maupun bersama pekerja seks diluar pernikahan. Distribusi Responden Melakukan Hubungan Seks Bebas Sesudah Mengikuti Program No. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah batang rokok yg dikonsumsi anak jalanan sebelum mengikuti program YAKMI mencapai satu hingga lima 199 Koleksi BPAD Prov SU . akibat penyakit IMS. Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi anak jalanan sebelum dan sesudah mengikuti program kesehatan dasar menunjukan selisih yaitu anak-anak yang menjawab tidak pernah berhubungan seks sekitar 9.3%.9 34. udah lupa kak. kalau udah keluar.0 F 26 2 2 2 32 % 81.0 Frekuensi responden tidak pernah berhubungan seks maksudnya adalah responden tidak sama sekali melakukan hubungan seks. “Kalau udah pulang kak mana ada ingat lagi mau menggosok gigi.0 F 7 11 5 5 4 32 % 21.0 orang tua sehingga menekan keinginan mereka dalam berhubungan seks.5 9. Sedangkan jarang maksudnya responden pernah melakukan hubungan seks namun tidak dilakukan secara terus-menerus sedangkan responden sering maksudnya adalah responden berhubungan seks dilakukan secara teratur dan terus-menerus. Sedangkan responden yang menjawab jarang berkurang jumlahnya sekitar 3.3 100. Program kesehatan dasar dengan topik penyakit IMS dilakukan YAKMI guna mengantisipasi anak-anak jalanan terinfeksi penyakit menular seksual.3 6.

namun ada juga beberapa dari anak-anak jalanan yang merokok hingga satu bungkus dan lebih. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Tiap hari Tiap minggu Lain-lain Total Sumber: Data Primer Tabel 15a. Distribusi Frekuensi Responden Keramas dalam Seminggu Sebelum Mengikuti Program No.4 18. Adapun metode yang digunakan adalah modeling di mana anak diminta keramas dengan menggunakan sampo dan air yang bersih lalu anak tersebut diminta mengungkapkan kesegaran yang anak rasakan setelah mencuci rambut kepada teman-teman yang lain. penyakit yang rentan paruparu dan penyuluhan tentang bahaya merokok.0 Dari tabel dapat diketahui bahwa anak jalanan keramas dalam seminggu mengalami sedikit kemajuan sekitar 3. Volume 5. anak-anak mengaku jarang mencuci rambut dikarenakan kurangnya motivasi dari mereka ini dapat dilihat dari anak pada tabel di atas bahwa banyak anakanak yang mengaku mencuci rambut hanya satu kali dalam seminggu dengan alasan tidak ada sampo di rumah mereka.3% telah menyadari penting menjaga kebersihan rambut dikarenakan mereka yang sebahagian besar waktu berada di jalanan dengan kondisi penuh debu.8 25. Mei 2006. Program yang dibuat yaitu penyakit yang ditimbulkan dari merokok seperti penyakit TBC dan kesehatan paru-paru. Anak-anak yang menjawab seminggu sekali dikarenakan kurangnya dukungan terhadap anak baik dari diri anak sendiri maupun dari keluarga anak tentang Koleksi BPAD Prov SU .6 31. lagian pun udah ngantuknya kak kami pulang kerja.5 100. Materi pola kebersihan rambut meliputi: membangun kesadaran anak tentang pentingnya kebersihan rambut.3 34. Metode yang dipakai adalah diskusi dan tanya jawab bersama anak-anak jalanan. Melihat kondisi anak-anak di atas maka Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia membuat program tentang pola hidup sehat pada anak jalanan. jadi kayak mana kami mau keramas seringsering.2% dari anak yang sebelumnya mengaku tidak pernah keramas ini dikarenakan tidak ada keinginan mereka untuk menjaga kebersihan diri seperti diungkapkan oleh mereka: “males kak”. Tabel 15a. Ini dikarenakan anak tidak peduli dengan kebersihan tubuhnya dan ada juga anak yang mengaku tidak ada sampo di rumahnya serta ada beberapa anak yang mengaku dikarenakan kelelahan setelah bekerja dan langsung tidur. Setelah program diberikan maka hasil yang dicapai dapat diketahui dari tabel di atas yaitu anak-anak masih banyak yang menjawab seminggu sekali. 1 2 3 4 Frekuensi Keramas Dalam Seminggu Tak pernah Tiap hari Tiap minggu Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 5 10 11 6 32 % 15. Sedangkan anak-anak yang mengaku mencuci rambut seminggu sekali pun masih banyak dan sedikit sekali mengalami perubahan ini dapat dilihat sekitar 9. Pola hidup sehat ini meliputi kebersihan rambut. cara mencuci rambut yang benar.” Selain itu maksud pilihan anak-anak ke lain-lain adalah bahwa anak-anak diberi kebebasan menjawab berapa kali mereka keramas dalam seminggu.0 43. Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan suatu program mengenai bahaya merokok bagi anak-anak. kalau pagi udah buruburu mau kesekolah kak. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa anak: “Di rumah aku kak gak ada sampo.0 F 6 8 14 4 32 % 18. frekuensi mencuci rambut.8 100. Halaman 186-212 batang per hari.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan paru-paru. Nomor 2. Pengurangan ini kemajuan yang sangat berarti karena merokok merupakan suatu kebiasaan yang sulit dirubah.8 12. Adapun dari hasil angket diketahui beberapa di antara responden menjawab 3 kali sampai 4 kali dalam seminggu mereka keramas. Kemudian pada 200 anak-anak yang keramas setiap hari sekitar 6.4%. Setelah program tersebut diberikan kepada anak-anak jalanan perubahan perilaku anak jalanan merokok sedikit berkurang. Distribusi Frekuensi Responden Keramas dalam Seminggu Sesudah Mengikuti Program No. Kecenderungan anak-anak sebelum menerima program dari YAKMI. Responden yang mengaku merokok mencapai satu bungkus per hari umumnya anak-anak jalanan yang tergolong remaja.

1 2 3 Frekuensi Memakai Alas Kaki Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 16b. Selain kurangnya motivasi juga anak-anak mengaku pengaruh kesibukan anak diluar rumah sehingga mereka kelelahan setelah tiba di rumah. Tabel 17a. Metode yang dipakai adalah metaplan.0 Menggunakan alas kaki bagi setiap orang adalah hal yang sangat penting dan begitu juga pada anak. sendal aja aku gak punya”. Alas kaki ini sangat membantu anak jalanan terhindar dari bahaya luka yang bisa disebabkan oleh pecahan kaca. 1 2 3 Frekuensi Memakai Alas Kaki Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 5 15 12 32 % 15..” Kecenderungan anak jalanan jarang dan hampir tidak pernah memakai alas kaki dikarenakan kelalaian mereka dalam menjaga sendal sehingga sering hilang. Sedangkan anak yang masih tetap tidak mau memakai alas kaki mengaku bahwa mereka tidak memiliki sendal maupun sepatu. pantang di lepas sebentar udah hilang.0 F 13 15 4 32 % 40. “Kek mana aku mau pake sepatu kak. dan ada juga anak-anak yang tidak memakai sendal dikarenakan malas malahan ada beberapa anak yang mengaku tidak memiliki sendal maupun sepatu.6 46. Distribusi Frekuensi Responden Memakai Alas Kaki Sesudah Mengikuti Program No. paku maupun yang lainya. kebersihan tubuh. Distribusi Frekuensi Responden Memakai Alas Kaki Sebelum Mengikuti Program No. Seperti salah satu responden mengatakan: “Payah kali aku kak. Setelah diberikan program hasil yang dicapai ternyata anak-anak masih jarang memakai alas kaki alasan mereka karena masih sering hilang.0 3.5 100. Habis uang ku aja beli sendal terus-terusan.5 100. Distribusi Frekuensi Responden Membersihkan Telinga dalam Seminggu Sebelum Mengikuti Program No. Mending aku gak pake sendal.0 21. Program Pemberdayaan Anak. Dari Tabel 16a dan 16b di atas dapat diketahui kesadaran anak memakai alas kaki dapat dilihat dari frekuensi mereka sebelum menerima program dengan setelah mengikuti program yang dibuat YAKMI. Bagi anak yang jarang memakai alas kaki dikarenakan selalu hilang saat bekerja.9 37.1 100. Sedangkan bagi anak yang menjawab jarang tetap tidak mengalami kemajuan maupun kemunduran yang artinya tidak mengalami perubahan apapun.6 46.0 Koleksi BPAD Prov SU 201 . apalagi bagi anak-anak pemulung yang mereka harus berada pada tong-tong sampah besar. Mana ada duit ku beli sepatu. diskusi dan tanya jawab terhadap anak. Ini menunjukan kesadaran anak telah terbangun mengenai bahaya bila tidak memakai alas kaki saat keluar rumah. Alas kaki dimaksud di sini termasuk sepatu maupun sendal..Yusra & Siregar. Materi yang dipakai adalah membangun kesadaran anak tentang bahaya ketika anak-anak tidak menggunakan alas kaki saat bekerja. ungkap seorang responden.9 12. Tabel 16a. Melihat kondisi anak-anak jalanan yang jarang memakai alas kaki menyebabkan Yayasan Kesejahteraan Mayarakat Indonesia membuat penyuluhan memakai alas kaki saat keluar rumah terutama saat bekerja. yaitu anak-anak menjawab tidak pernah memakai alas kaki berkurang sekitar 25% ini dikarenakan mereka telah menyadari bahaya mereka di jalanan tanpa alas kaki. apa lagi anak jalanan yang mereka setiap harinya berada di jalan. Dan bagi yang anak-anak yang mengaku sering memakai alas kaki mengalami kemajuan sekitar 25%. 1 2 3 4 Frekuensi Membersihkan Telinga Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 8 7 16 1 32 % 25. Namun tidak sedikit juga anak-anak yang sering menggunakan alas kaki.9 50.

1 2 3 Frekuensi Mengganti Pakaian dalam Sehari Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 18b.1 46. mereka harus mengais tongtong sampah untuk mencari botot begitu juga anak-anak pengumpul makanan ternak babi.0 F 7 19 6 32 % 21. Seperti hasil wawancara terhadap beberapa anak: “Jarang kak aku bersihkan telinga.3 25. pola perawatan. Hal ini dikarenakan mereka juga bekerja tanpa memperdulikan lingkungan mereka. seperti hasil wawancara dari paa pendamping bahwa orang tua anak enggan anaknya diperiksa oleh pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh lembaga. Ada juga anak yang mengaku jarang mengganti pakaian dalam sehari dikarenakan orang tuanya malas mencuci sehingga ia terpaksa memakai pakain yang sama dengan yang sebelumnya.6 56.1 100. Setelah diberikan program ternyata hasilnya anak-anak yang membersihkan telinga semakin sedikit. Distribusi Frekuensi Responden Mengganti Pakaian dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No.” Dari hasil observasi terhadap anak-anak di lapangan ada beberapa anak yang sampai “tungkik” dan orang tuanya tidak mengizinkan 202 Jarangnya anak jalanan mengganti pakaian dalam sehari pada tabel di atas maksudnya adalah anak jalanan selalu memakai pakaian yang sama dengan hari sebelumnya. namun tidak sedikit juga anak-anak yang jarang dan malah beberapa anak tidak mau membersihkan telinga. namun juga ada hubungan antara gaya hidup yang tidak bersih dengan pekerjaana anak. kalau aku bersihkan mamak aku marah. Adapun alasan mereka jarang mengganti pakaian adalah karena mereka “malas” ungkap mereka. Distribusi Frekuensi Responden Mengganti Pakaian dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No. Volume 5. Jika kita melihat kondisi anak bekerja di jalan. Halaman 186-212 Tabel 17b. Oleh sebab itu para orang tua anak melarang anak-anak mereka untuk menjaga kebersihan khususnya telinga. 1 2 3 Frekuensi Mengganti Pakaian dalam Sehari Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 0 17 15 32 % 0 53.0 3. jenis-jenis penyakit dan rujukan untuk pengobatan penyakit telinga. anak-anak mudah sekali mengotori pakaian yang mereka pakai. Alasan anak-anak yang jarang maupun tidak mau untuk membersihkan telinga karena motivasi mereka yang kurang. Alasan anak-anak tidak membersihkan telinga karena dimarahi oleh orang tua dan beberapa anak mengaku karena mereka juga tidak punya kapas telinga. Khususnya pada anak pemulung. Metode yang dipakai adalah penyuluhan kepada anak-anak jalanan. 1 2 3 4 Frekuensi Membersihkan Telinga Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 5 18 8 1 32 % 15.” “Kalau aku kak.9 100.0 anaknya untuk diperiksa maupun diberi rujukan berobat gratis oleh lembaga. Materi penyuluhan kebersihan telinga yang diberikan meliputi pentingnya telinga sebagai salah satu indera pada tubuh. misalnya di mana mereka duduk. tidak punya congkel telinga di rumah. Program yang dibuat pihak lembaga yaitu pendidikan kesehatan di mana di dalamnya ada penyuluhan mengenai kebersihan telinga.8 100.0 Frekuensi responden membersihkan telinga sebelum mengikuti program kesehatan dasar dapat dilihat pada tabel di atas hampir 50% sering membersihkan telinga. Nomor 2. Mei 2006. Distribusi Frekuensi Responden Membersihkan Telinga dalam Seminggu Sesudah Mengikuti Program No.9 59.4 18. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu responden yang bernama Gunawan (seorang pemulung): “Kek mana aku mau ganti pakain kak karena mamak aku malas mencuci jadi terpaksa aku Koleksi BPAD Prov SU . Tabel 18a.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. mereka mengelap keringat di baju bahkan mereka tidak mengelap tangan mereka di baju yang mereka pakai. Makanya jarangnya mereka mengganti pakaian akan mengganggu kesehatan mereka.

Pakaian yang disediakan berasal dari sumbangan masyarakat maupun gereja. Distribusi Frekuensi Responden Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Sesudah Mengikuti Program No.” “Aku makan kan kak pake sendok. Selain itu responden juga menjawab penggunaan sendok membantu mereka untuk tidak perlu mencuci tangan.Yusra & Siregar. Setelah anak-anak diminta mandi kemudian anak-anak diminta memakai pakaian ganti yang bersih yang telah disediakan oleh lembaga. Salah satu penyebab penyakit itu melalui tangan. Sedangkan pada anakanak yang jarang mengganti pakaian berkurang sekitar 6. Hasil yang dicapai setelah program tersebut dilaksanakan anak-anak masih jarang mencuci tangan. Tabel 20a. Frekuensi Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F % F % 1 2 3 6 19 7 32 18. Ini dikarenakn anak-anak masih menganggap sulit memperoleh air di jalan. dalam hal ini anak lebih banyak menyadari pentingnya mencuci tangan. Tabel 19a.4 3.1 100.3%. Metode penyampaian adalah ceramah dan gambar. dan juga pada anak-anak yang sering mencuci tangan naik menjadi 9.4%. paling kalu hujan aja baru ada air kak.” Pengadaan program YAKMI mengenai mencuci tangan diberikan ketika pemeriksaan kesehatan di mana anak-anak dijelaskan mengenai penyakit yang sering diderita anak ketika makan tidak bersih. Sedangkan anak jalanan yang jarang mencuci tangan hanya berkurang 6.3%.1 3.9 100.3 100. Dari tabel 5.1% ini menunjukkan YAKMI berhasil membuka kesadaran anak jalanan untuk menjaga kebersihan diri mereka. Kadang aku bawa sendok dari rumah kak.0 Pada Tabel 19a dan 19b di atas dapat dilihat bahwa anak-anak yang tidak pernah mencuci tangan baik telah mendapat program maupun sebelum mendapat program dari Koleksi BPAD Prov SU 203 . pake baju ini lagi. Program Pemberdayaan Anak. Melihat kondisi anak jalanan maka dibuat program mengenai kebersihan diri meliputi kebersihan pakaian... Ya udah aku makan aja kak yang penting udah aku lap pake baju aku sebelum makan.0 YAKMI ternyata hanya berkurang sekitar 3.4 21. kan sama ajanya kak.2% karena ini dipengaruhi dari situasi anak di jalanan yang sulit mendapatkan air. 1 2 3 4 Frekuensi Ngelem Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 27 3 1 1 32 % 84.1 31.8 59.0 1 2 3 5 17 10 32 15. Seperti yang diungkapkan responden berikut ini: “Kek mana kak kami mau cuci tangan. dan pada anak-anak yang sering mengganti pakaian naik sekitar 28. jadi gak perlu aku cuci tangan kak.4 9. Frekuensi Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 19b.6 53. Metode yang digunakan adalah modeling atau pemberian contoh langsung.21 dapat dilihat hasilnya meliputi anakanak yang sebelumnya jarang mengganti pakaian mengalami penurunan drastis menjadi tidak ada sama sekali. Kecenderungan anak jalanan jarang mencuci tangan dikarenakan kesulitan anak untuk memperoleh air yang bersih di jalan sehingga anak-anak mengaku sering menggunakan plastik untuk menutupi tangan yang kotor ketika makan. Namun ada beberapa anak yang menjawab memakai sendok. mana ada air di jalan ini kak. Distribusi Frekuensi Responden Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Sebelum Mengikuti Program No. Distribusi Frekuensi Responden Ngelem Sebelum Mengikuti Program No. Tapi kalo lupa bawa sendok aku pake plastik aja kak.” Hal ini di iyakan oleh kawan-kawanya pada saat itu berada di samping gunawan.

Distribusi Frekuensi Responden Menggunakan Narkoba Sebelum Mengikuti Program No. Seperti yang dikatakan oleh responden: “Dari dulu sampai sekarang aku gak pernah ngelem kak.31%.. Selain itu dari hasil data sebelumnya bahwa anak-anak yang didampingi oleh YAKMI ini masih adanya hubungan teratur dengan orang tua mereka. ini dikarenakan pada dasarnya anak jalanan sebelum masuk YAKMI cenderung tidak pernah “ngelem”. 1 2 3 Frekuensi Menggunakan Narkoba Tak pernah Jarang Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 31 1 0 32 % 96.5 3. pengumpul makanan ternak. Mei 2006. Habis aku dulu diajak kawan kak.0 Koleksi BPAD Prov SU .23 juga terlihat bahwa frekuensi anak jalanan ngelem sebelum maupun sesudah mengikuti program YAKMI yang tergolong tidak pernah ini dapat dilihat dari perbedaan sekitar 0. Responden yang memilih tidak pernah “ngelem” pada tabel di atas mengaku bahwa mereka tidak tertarik menggunakan zat tersebut. Hubungan yang teratur terhadap orang tua akan memperkecil keinginan anak untuk “ngelem”.” Sedangkan anak-anak yang menjawab sering adalah anak-anak yang sudah ketagihan dan sulit lepas.1 0 100. mendingan aku pulang kalau udah ada orang kek gitu. Halaman 186-212 Tabel 20b. Nomor 2. Volume 5.’ lagian aku juga tidak bergaul dengan orang-orang itu kak. Kecenderungan anak jalanan tidak pernah “ngelem” karena mereka masih dimonitor keluarga secara teratur baik di jalanan maupun di rumah. Distribusi Frekuensi Responden Ngelem Sesudah Mengikuti Program No. Setelah diberikan program tersebut kepada anak jalanan ternyata hasilnya yang dicapai adalah anak-anak tetap tidak menggunakan narkoba. menerangkan gambar dan memakai alat peraga. Tabel 21a.” Selain itu responden yang mengaku jarang “ngelem” maksudnya bahwa mereka pernah menggunakannya namun tidak terusmenerus. Banyak orang tua anak jalanan yang bekerja di jalanan. anak-anak yang didampingi oleh 204 YAKMI tergolong tidak banyak karena mereka masih dalam keadaan pengontrolan orang tua. tukang minta dan berjualan rokok maupun minuman. 1 2 3 4 Frekuensi Ngelem Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 28 1 0 3 32 % 87. Sementara dari anakanak juga mengaku pernah menggunakan namun hanya sesekali. aku takut ayah aku selalu bilang ‘awas ya kalau kau ngelem bapak libas kau. Metode yang digunakan adalah ceramah. Pemahaman anak tentang narkoba ini dilihat dengan kemampuan anak dapat menyebutkan bahaya-bahaya bagi pengguna penggunaan narkoba.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Responden yang mengaku ini adalah responden yang lebih remaja.4 100. Namun anak-anak mengetahui bahaya narkoba tersebut. sedangkan sering maksudnya adalah anak jalanan telah ketagihan dan dilakukan berulang-ulang. “Dulu aku pernah kak beberapa kali ikutikutan sich tapi sekarang gak lagi.9 3. mereka bilang itu gak apa-apa dan aku juga gak setia katanya kalau aku gak ikut ngerasain. Mereka bekerja sebagai pengumpul botot. sedangkan jarang maksudnya adalah anak jalanan pernah ngelem namun tidak diteruskan.1 0 9. Pada tabel 5. Adapun alasan mereka pernah menggunakan karena pengaruh ajakan teman serta anak tidak mengetahui risiko akibat penggunaannya. Ini dibuktikan dari wawancara terhadap anak. Lembaga YAKMI membuat program mengenai bahaya narkoba dan di dalamnya ngelem.0 Frekuensi anak jalanan tidak pernah ngelem maksudnya adalah anak jalanan sama sekali tidak menggunakan “ngelem”. jenis-jenis narkoba. Adapun materi yang disampaikan meliputi: bahaya narkoba.

kan gak bagus untuk kesehatan. aku gak beli kak bapak aku bawa minuman ke rumah trus aku coba sikit.” “Kalau aku kak gak mau minumminuman kek gituan. 1 2 3 4 Frekuensi Mabuk Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 31 1 0 0 32 % 96. Dari tabel di atas terlihat bahwa hampir semua anak-anak jalanan dampingan YAKMI tidak menggunankan narkoba. Nantik aku bisa ketagihan kak. Tabel 21a.8 6. Dari tabel di atas hampir semua anak-anak jalanan menjawab tidak pernah mabuk.9 18. sedangkan dimaksud sering yaitu anak jalanan menggunakan narkoba berulang-ulang hingga sekarang. Sedangkan jarang adalah anak jalanan pernah mencoba mabuk namun tidak dilakukan terus-menerus atau berulang-ulang. Seperti yang terlihat dari data-data pada tabel sebelumnya bahwa anak dampingan YAKMI masih berhubungan teratur dengan orang tua.” Responden yang mengaku sering minum. kan biasa ngumpul-ngumpul gitu lho”.3 3. Pada umumnya yang menjawab ini adalah anak jalanan yang udah remaja.9 3. Distribusi Frekuensi Responden Mabuk Sebelum Mengikuti Program No.. Alasan mereka tidak pernah mabuk karena mereka tau kalau hal itu tidak baik bagi kesehatan mereka seperti yang diungkap kan mereka: “Untuk apa mabuk kak. Ini dikarenakan mereka masih berhubungan teratur dengan orang tua dan juga mereka masih sekolah sehingga masih adanya peraturanperaturan yang melarang mereka menggunakan narkoba baik itu dari sekolah maupun dari orang tua. 1 2 3 4 Frekuensi Mabuk Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 23 6 2 1 32 % 71. Distribusi Frekuensi Responden Mabuk Sesudah Mengikuti Program No.Yusra & Siregar. hal ini dikarenakan anak-anak dampingan YAKMI sebelumnya tidak menggunakan narkoba dan begitu juga setelahnya.1 100. Anak ini mengaku keterlibatan ia menggunakan narkoba karena ajakan teman. Pada Tabel 5.23 terlihat bahwa anak yang menggunakan narkoba baik sebelum mengikuti program kesehatan dasar hingga setelah mengikuti pendidikan kesehatan dasar cenderung tidak berubah. menurut pengakuan mereka pernah mencoba tetapi tidak dilakukan berulang-ulang.0 Tabel 22b. tapi paling sering kalo natal dan tahun baru kak..4 100. Tabel 22a.1 0 0 100.0 Frekuensi anak-anak jalanan tidak pernah mabuk maksudnya yaitu dalam kehidupan anak sama sekali anak jalanan tersebut tidak pernah minum minuman beralkohol. Program Pemberdayaan Anak. Adapun anak mengaku jarang yaitu alasanya anak pernah sekali mencoba narkoba jenis ganja namun tidak diteruskan. Ini dikarenakan mereka terpengaruh teman sekeliling mereka yang peminum dan juga pengaruh orang tua yang peminum: “Aku kak pernah sekali minum tapi sekarang gak lagi.6 0 9. 1 2 3 Frekuensi Menggunakan Narkoba Tak pernah Jarang Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 29 0 3 32 % 90. Distribusi Frekuensi Responden Menggunakan Narkoba Sebelum Mengikuti Program No. Mereka sering tidak pulang ke rumah setiap malam minggu.0 Frekuensi anak jalanan tidak pernah menggunakan narkoba adalah anak jalanan sama sekali tidak mencoba menggunakan narkoba.” Responden yang mengaku jarang minum. Sehingga masih ada pengontrolan orang tua yang ketat. Sedangkan frekuensi sering maksudnya adalah anak jalanan mabuk dilakukan terus-menerus hingga sekarang. Nantik aku dimarahi pula sama mamak aku kalau udah pulang. mending aku main PS daripada habis uang ku beli kamput. Pada Tabel 22a dan 22b terlihat bahwa anak-anak jalanan yang tidak pernah mabuk baik sebelum mendapat pendidikan kesehatan 205 Koleksi BPAD Prov SU . menurut pengakuan mereka adalah “kalau udah malam minggu kak.

Perubahan ini tidak begitu signifikan dikarenakan berkelahi merupakan kebiasaan yang sering dilakukan pada anak-anak jalanan.1 100.0 206 Koleksi BPAD Prov SU .4 34.8%.4 0 100. ya…aku balas lah kak. kemudian anak-anak diminta untuk mempresentasikan bergaul yang baik sesama teman-temanya. menghargai teman dan melarang anak melakukan kekerasan. Kadang mereka kompas kami terus ditokoknya kepala kami kak.4 100. Namun umumnya konflik ini tidak berlangsung lama.3 59. Dari hasil wawancara terungkap bahwa: “Memang kak kami sering pukul-pukulan sebentar aja palingan besok udah kawanan lagi. dari ungkapan responden mengaku bahwa berkelahi merupakan kebiasaan sesama mereka. 1 2 3 Frekuensi Memukul Orang Lain Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 2 19 11 32 % 6. Kadang karena berebut. seperti yang diungkapkan responden berikut ini: “Kami kak kalau memukul jarang tapi dipukul sama anak-anak yang besar itu kak. Konflik ini disebabkan adanya ketidaksenangan anak dalam perkawanan. Nomor 2. selisih perubahan perilaku anak-anak yang jarang memukul sebelum dan sesudah menerima program etika naik sekitar 18. Tabel 23a. Sedangkan anak-anak yang jarang mabuk sekitar berkurang sekitar 15.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.” Program yang diberikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia untuk menekan perilaku memukul pada anak yaitu etika bergaul.0 F 2 13 17 32 % 6. Materi yang disampaikan yaitu cara bergaul yang baik. Distribusi Frekuensi Responden Memukul Sebelum Mengikuti Program No. Tabel 24a.0 Frekuensi responden memukul sebelum mengikuti program pendidikan etika didominasi oleh anak-anak yang mengaku sering memukul.7%.4 34. Anak-anak sering memukul dikarenakan konflik kecil dalam pergaulan anak-anak di jalanan. 1 2 3 4 Frekuensi Berkelahi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 2 19 11 0 32 % 6. Volume 5. Arti sering di sini yaitu anak-anak pernah memukul dalam setiap hari baik terhadap teman maupun terhadap saudara kandung. sedangkan yang sering yang sebelum masuk pendidikan kesehatan dasar mabuk namun setelah masuk pendidikan kesehatan dasar menjadi tidak ada sama sekali. 1 2 3 Frekuensi Memukul Orang Lain Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 23b.” Selisih perubahan anak-anak yang sering memukul sebelum dan sesudah menerima program etika berkurang sekitar 18.7%. Metode yang dipakai untuk menyampaikan materi tersebut yaitu menonton tayangan dari VCD kartun yang mengandung nasehat berperilaku. Mana berani kami membalas kak. takut lah.3 59. Setelah mengikuti program etika hasilnya anak-anak jalanan menunjukan kemajuan yaitu di mana anak-anak yang sebelum mengikuti program tergolong sering namun setelah mengikuti anakanak menjadi jarang berkelahi. tapi kak paling sering kami ngomong jorok daripada mukul. Namun di kalangan anak-anak yang lebih kecil lebih sering dipukul oleh anakanak jalanan yang lebih besar namun mereka tidak membela maupun membalas.6 53.3 40. Distribusi Frekuensi Responden Memukul Sesudah Mengikuti Program No.” “Aku mukul dia kak karena dia pukul aku dulu. Halaman 186-212 dasar maupun setelah mendapat pendidikan kesehatan dasar terlihat ada kemajuan sekitar 52% anak-anak yang tidak pernah mabuk. Distribusi Frekuensi Responden Berkelahi Sebelum Mengikuti Program No. sedangkan untuk anak-anak yang tidak pernah memukul dalam jumlah yang tetap. Mei 2006.

Tapi besoknya kami baikan lagi kak. seperti dari hasil wawancara responden berikut ini.1 3.” Pengakuan dari temanteman responden. Tabel 25a. sampai nangis adiknya kak baru dia berhenti. 1 2 3 4 Frekuensi Berkelahi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 9 18 4 1 32 % 28. adanya sedikit kemajuan di mana anak-anak yang sebelumnya sering berkelahi menjadi tidak pernah berkelahi.1 56. menghargai teman dan melarang anak melakukan kekerasan.1 15.” Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kemajuan anak-anak jalanan mengikuti program yaitu sebelumnya jarang berkelahi berkurang sedikit yaitu sekitar 3..8 3. Sedangkan anak-anak yang sering berkelahi mengaku perkelahian antara saudara kandung misalnya abang berkelahi bersama adiknya maupun sebaliknya. Setelah diadakan program tersebut maka kondisi anak-anak jalanan. Distribusi Frekuensi Responden Bermain Judi Sebelum Mengikuti Program No.8% ini menunjukan keberhasilan YAKMI dalam membentuk pola perilaku pada anak jalanan. Dari pengakuan mereka alasan anak-anak jarang berkelahi dikarenakan kuatnya persahabatan di kalangan mereka walaupun ada beberapa kali konflik kecil namun bagi mereka itu bukan dikatakan perkelahian dan di kalangan mereka hanya sering beradu kata-kata kasar. Distribusi Frekuensi Responden Bermain Judi Sesudah Mengikuti Program No. Distribusi Frekuensi Responden Berkelahi Sesudah Mengikuti Program No. kemudian anak-anak diminta untuk mempresentasikan bergaul yang baik sesama teman-temanya.0 Sebelum anak-anak mendapat program etika. 1 2 3 4 Frekuensi Bermain Judi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 16 14 1 1 32 % 50.3 100. palingan soal duit atau berebut kotak.9%.1%.1 100. Dari data tabel di atas terlihat bahwa frekuensi anak jalanan sebelum mengikuti program etika anak-anak lebih banyak mengaku jarang berkelahi. Alasan mereka dikarenakan perkelahian antara mereka pernah dilakukan namun tidak sering.0 43. “Kami kalau dibilang tidak pernah kelahi kak tapi sering juga namun kalau sering.1 100.” “Kalau dia kak sering kelahi sama adiknya. 1 2 3 4 Frekuensi Bermain Judi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 25b. Sehingga untuk melihat pengukuran agar lebih jelas peneliti memisahkan antara memukul dan berkelahi. dan anak-anak yang tidak pernah sama sekali bertambah sekitar 21.0 28.Yusra & Siregar. Namun anak-anak yang mengaku jarang berkelahi masih tetap dengan jumlah yang sama.0 Peneliti memisahkan antara memukul dan berkelahi dengan pertimbangan anak-anak selalu mengaku memukul namun tidak sampai dalam perkelahian. Sedangkan anak-anak yang sebelumnya sering berkelahi berkurang 21. Namun perkelahian mereka tidak berlangsung lama. Dari hasil wawancara terhadap responden pemulung berikuti ini: “Kalau kami kak jarang berkelahi. frekuensi anak-anak jalanan berjudi dapat 207 Koleksi BPAD Prov SU . Pernahlah kak dibuat tapi kadang-kadang kalau lagi membela teman yang sedang dipukul. Metode yang dipakai untuk menyampaikan materi tersebut yaitu menonton tayangan dari VCD kartun yang mengandung nasehat berperilaku.3 12.6 6.. Materi etika bergaul berisi cara bergaul yang baik. Tabel 24b. karena kami gak suka tapi sesekali pernah lah. jarang juga kak.0 F 16 9 5 2 32 % 50. artinya ini telah menunjukan kemajuan yang baik dalam pergaulan anak jalanan. Program Pemberdayaan Anak.5 3. Diadakan program etika bergaul yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia.

aku ikut juga kak.9 3. Nomor 2. Setelah dilakukan program tersebut ternyata anak-anak yang semula sering berbicara kasar telah berkurang frekuensinya.” Yayasan kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan program tentang sopan santun berbicara.5 62.dan paling banyak Rp 10. ini menunjkan kemajuan yang positip bagi anak adapun selisih kemajuan sekitar 21.” Diadakan program etika mengenai kerugian berjudi. Sementara anak-anak yang mengaku sering bermain judi menggunakan kartu dengan taruhan kecilkecilan.5 37.5%. Taruhan yang sering dipakai anak-anak tersebut paling sedikit Rp 500. Materi terseut disampaikan dengan metode diskusi dan tanya jawab. sedangkan bagi anak yang mengaku sering berjudi berkurang sekitar 12.5 25. Tabel 26a. kadang-kadang rokok.000. menghargai orang lain saat berbicara. Berkata jorok atau ngomong jorok menurut kamus bahasa Indonesia yaitu perkataan kotor.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.0 0 100. Sedangkan untuk anak yang sebelumnya jarang berbicara kasar bertambah banyak sekitar 25% sementara bagi anak-anak yang mengaku tidak pernah dalam jumlahyang tetap. Kebiasaan ini juga dikarenakan pengaruh faktor imitasi dari lingkungan sekitar anak-anak.9%. Kesibukan aktivitas mereka dari sekolah pada pagi hari hingga kerja pada sore hari menekan keinginan anak-anak untuk bermain judi.1 100. Distribusi Frekuensi Responden Berbicara Kasar Sebelum Mengikuti Program No. Seperti yang diungkapkan oleh responden berikut ini: “Duh kak kalau kami kak sudah biasa itu kak. Dengan materi program yaitu mengajarkan tentang etika berbicara. melarang anak berbicara kotor. Sehingga anak-anak mudah sekali menyebutkan kata-kata kasar. dan bagi anakanak yang mengaku tidak pernah berjudi dalam jumlah yang tetap.7%.0 Berbicara kotor yang dimaksud di sini adalah berbicara dengan mencela dan menggunakan bahasa kotor atau “ngomong jorok”. Distribusi Frekuensi Responden Berbicara Kasar Sebelum Mengikuti Program No. Seperti responden ini mengaku: “Aku kak sering juga kak. 208 Koleksi BPAD Prov SU . Materi mengenai kerugian berjudi meliputi menanamkan pemahan kepada anak tentang kerugian berjudi. Anak-anak yang mengaku berbicara kotor lebih banyak dari yang mengaku jarang maupun tidak pernah. Mei 2006. kalau udah malam minggu. cabul atau tidak senonoh. 1 2 3 4 Frekuensi Berbicara Kasar Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 4 12 15 1 32 % 12.. kalau kawan-kawan ada yang main. Ada beberapa anak-anak jalanan yang mengaku jarang berjudi maksudnya yaitu mereka pernah berjudi namun hanya sesekali.5 46. Kebiasaan sering berbicara kotor terbangun dalam lingkungan anak jalanan yang sudah lama. Selain itu dipengaruhi pula dengan pengontrolan orang tua saat mereka berada di jalanan. 1 2 3 4 Frekuensi Berbicara Kasar Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 4 20 8 0 32 % 12. Metode yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab.” “Aku kak pernah berjudi kak. daripada kami kelahi baik kami kelahi mulut. Anak-anak yang mengaku tidak pernah berjudi dikarenakan mereka tidak ada waktu untuk bermain judi. Itupun kalau bergadangnya. Halaman 186-212 dikatakan tidak pernah. Setelah diadakan program etika tentang kerugian berjudi ternyata hasilnya anak-anak jalanan semakin berkurang bermain judi. Dari tabel terlihat bahwa anak-anak sebelum mengikuti program mengaku sering berbicara kotor.0 Tabel 26b. Taruhan kadang-kadang duit.-. mensosialisasikan kepada anak bahwa telah ada razia perjudian oleh aparat dan menjelaskan kepada anak tentang risiko anak apabila telah tertangkap oleh aparat. Volume 5. Ini dapat dilihat pada tabel di atas bahwa anak-anak yang mengaku jarang berjudi setelah menerima program berkurang jumlahnya sekitar 15.

Distribusi Frekuensi Responden Sembahyang/Kebaktian Sebelum Mengikuti Program No.0 F 7 19 5 1 32 % 21.4 15. rajinnya mereka membaca kitab karena mereka bergabung dalam persatuan penelaah alkitab atau dikenal PA.0 Pelaksanakan sembahyang atau kebaktian pada anak-anak Kristen mengaku mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) yang dilakukan pada masing-masing gereja mereka tetapi khusus anak-anak di Setia Luhur pendalaman alkitab diadakan oleh YAKMI sendiri. Program Pemberdayaan Anak.2%. aku main-main aja bersama teman-teman aku..5 46. 1 2 3 4 Frekuensi Sembahyang/Kabaktian Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 12 15 5 0 32 % 37.Yusra & Siregar.7%..” “Kadang-kadang hari minggu aku ke gereja tapi Kak aku sering main. kadang hari minggu aku main-main kak. Selain anak-anak selalu berada di jalan juga dipengaruhi kurangnya dukungan dari orang tua untuk menjalankan ibadah. aku di jalanan.9 15. Kecenderungan anak jalanan jarang melaksanakan sembahyang atau kebaktian sebelum mengikuti program pendidikan etika dikarenakan kesibukan anak-anak jalanan yang menghabiskan sebahagian besar di jalan sehingga anak-anak melupakan waktu ibadah dan juga banyak anak-anak yang mengaku menghabiskan waktu minggunya bermain bersama teman-teman dan ada beberapa anak yang bekerja.1 100.6 3.1% setelah mengikuti program etika.” Program yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia kepada anak-anak jalanan yaitu etika beragama. ini maksudnya adalah anak-anak semakin rajin membaca alkitab dengan berkurangnya anak-anak yang mengaku jarang dan bertambahnya anak-anak yang mengaku sering. Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi tersebut diskusi tanya jawab. mengasihi sesama manusia dan diri sendiri. Koleksi BPAD Prov SU 209 .” Frekuensi responden dalam membaca alkitab sebelum mendapat program etika beragama dapat dilihat pada tabel di atas yakni didominasi anak-anak yang mengaku sering membaca kitab suci. Distribusi Frekuensi Responden Sembahyang/Kebaktian Sesudah Mengikuti Program No. Setelah anak-anak jalanan menerima program pendidikan etika beragama ternyata hasilnya anak-anak masih tetap jarang menjalankan ibadah. 1 2 3 4 Frekuensi Sembahyang/Kabaktian Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 27b. membaca alkitab serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa responden: “Kadang aku malas kak ikut PA. Setelah program tersebut diberikan ternyata hasilnya anak-anak semakin bertambah dalam membaca alkitab yaitu naik sekitar 31. Namun anak-anak yang menjawab jarang dikarenakan kurangnya motivasi dari anak untuk membaca alkitab. Malas aku kak. mengasihi sesama manusia dan diri sendiri.6 0 100. sedangkan pada anakanak jalanan yang jarang membaca alkitab berkurang jumlahnya sekitar 53. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang anak: “Kek mana kak mau sembahyang. Metode yang dipakai dalam menyampaikan materi tersebut yaitu penyuluhan dan diskusi tanya jawab. dan bagi yang islam mengaku mengaji. Menurut pengakuan mereka. Ini dikarenakan kurang motivasi atau dukungan terhadap anak-anak jalanan tersebut. Kadang-kadang aku nyari. Pada anak-anak yang tidak pernah berkurang sekitar 18. Materi program etika beragama mengenai pola hidup yang mengasihi Tuhan. Tabel 27a. Tapi aku ikut PA (pendalaman alkitab) kak. Seperti yang diungkapkan oleh responden dari hasil wawancara: “Malas kali aku ke gereja kak. Mana ada ingat aku lagi. membaca alkitab serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.” Program pendidikan etika mengenai etika beragama yang materi tentang pola hidup yang mengasihi Tuhan.9 59. ini menunjukan kemajuan program dalam merubah perilaku anak jalanan.

Jurnal Pemberdayaan Komunitas.0 Tabel 29a.0 F 9 18 4 1 32 % 28.0 100.8 21. 1 2 3 4 Frekuensi Bolos Sekolah Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 11 10 3 8 32 % 34. sedangkan untuk anak yang tidak pernah bolos masih dalam jumlah yang tetap. Nomor 2. Sedangkan anak-anak yang mengaku sering dikarenakan ajakan teman. Sehingga tidak jarang anakanak jalanan membelajakan uang mereka tanpa adanya batasan. 1 2 3 4 Frekuensi Menabung Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 6 7 18 1 32 % 18.5%.8 21.4 31.9 56.0 Anak-anak jalanan tidak terlepas dari pola perilaku yang konsumtif.3 9. Anak-anak jalanan tidak pernah bolos dikarenakan anakanak tersebut masih dalam pengontrolan orang tua sehingga anak-anak tidak pernah bolos. Setelah adanya program dari yayasan Kesejahteraan masyarakat indonesia tentang program etika budi perkerti yang di dalamnya tentang tidak bolos sekolah. Namun adanya juga anak-anak jalanan yang mengaku memberikan semua uang mereka kepada orang tua anak.1 100. Pembentukan pola perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh kemudahan anak-anak jalanan seusia mereka memperoleh duit. 1 2 3 4 Frekuensi Menabung Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 28b. Dan anak-anak yang memilih tidak menjawab dikarenakan mereka tidak bersekolah lagi.1 56. Namun ada juga anak-anak jalanan yang rajin menabung dengan orang tuanya dan sewaktu-waktu dapat diminta kembali. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sebelum Mengikuti Program No.4 18. Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan program giat menabung kepada anak-anak jalanan.1 100.0 100. Sementara anakanak yang tidak pernah menabung 9.8%. Metode yang dipakai adalah peraturanperaturan yang dibuat saat kelompok belajar. Setelah program tersebut dilakukan ternyata hasilnya anak-anak yang menabung semakin bertambah 43. Metode yang dipakai adalah lembaga menyediakan celengan untuk masing-masing anak agar mereka menyisihkan pendapatan yang mereka terima setiap harinya. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sesudah Mengikuti Program No. Koleksi BPAD Prov SU .0 F 11 6 7 8 32 % 34. Mei 2006. Volume 5. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sebelum Mengikuti Program No.3% berkurang. Hasil dari program tersebut ternyata anak jalanan yang sering bolos sekolah telah berkurang sekitar 12.5 3. Dari tabel di atas terlihat bahwa kecenderungan anak-anak jalanan jarang menabung sebelum mengikuti program dikarenakan anak-anak selalu menghabiskan uang untuk bermain game maupun berbelanja atau jajan. Materi yang disampaikan pemberian pengarahan dalam masing-masing kelompok belajar yang mengandung makna bahwa tidak baik bolos sekolah. 210 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kecenderungan anak jalanan bolos sekolah lebih banyak menjawab tidak pernah.3 3.9 25. Halaman 186-212 Tabel 28a. 1 2 3 4 Frekuensi Bolos Sekolah Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 29b. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sesudah Mengikuti Program No. Dan sewaktu-waktu mereka bisa mengambilnya kembali.3 12.4 25.

D. 3. Program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia untuk mengubah perilaku anak jalanan dalam hal pendidikan kesehatan dasar ternyata anak-anak mengalami kemajuan dalam perubahan perlaku ke arah yang lebih baik. Ikhsan. Kepada Lembaga Yayayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dalam membuat program kepada anak jalanan agar lebih bersifat kontinu atau berkelanjutan. dkk. Dra. pendidikan etika dan pendidikan hukum. Program yang berkelanjutan dibuat agar anak-anak dapat menyerap program tersebut secara sempuran selain itu sebaiknya dari lembaga mengadakan evaluasi tentang kebutuhan anak tentang program dan dilakukan monitoring setelah program tersebut diadakan. Dra. 2001. dan pendidikan hukum tidak hanya diberikan kepada anak tetapi juga kepada orang tua sehingga nantinya pemberian program tidak hanya diberikan oleh YAKMI namun juga dapat diberikan oleh orang tua kepada anak. Edy. Program pemberdayaan tentang pendidikan hukum ternyata hasilnya anak-anak banyak yang tidak memahami tentang pendidikan hukum tersebut. Indonesia & Save the Children-USAID. 2004. Program pemberdayaan perlu ditanamkan kepada anak sehingga menumbuhkan kesadaran anak akan pentingnya pendidikan kesehatan dasar. Gita. Suharsimi. Prosedur Penelitian. Singgih. Gunarsa. Singgih. Ny. Dan tidak salah bila program tersebut diadakan berulang-ulang dengan metode yang berbeda agar anak sadar betapa pentingnya program tersebut bagi anak. pendidikan kesehatan dasar. PTBPK Gunung Mulia. cacingan. Dr. Kataren. D. 1999 Psikologi Praktis: Anak. Ini dapat dibuktikan dengan adanya perhatian dari anak-anak dalam menjaga kebersihan diri dan kesehatan tubuhnya. Ini dikarenakan metode yang dipakai adalah pendidikan sebaya atau (peer educator). Program pemberdayaan tetang pendidikan etika yang dilakukan oleh YAKMI untuk mengubah perilaku dalam bergaul pada anak jalanan ternyata hasilnya anak-anak mengalami perubahan perilaku ke arah yan baik. Program pemberdayaan yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dalam merubah perilaku anak jalanan dapat dibagi menjadi tiga program. Y. Buku Saku Pendampingan Bagi Anak Jalanan Yang Berkonflik Yayasan Pusaka Dengan Hukum. dan pendidikan hukum sehingga anak dapat merubah perilakunya atas keinginan anak sendiri. 4. Suatu Pendekatan Praktik. Nurlela. Pendidikan etika adalah pendidikan tentang merubah perilaku kesaharian anak yang dalam pergaulanya. pendidikan etika. pendidi kan etika. Kencana. Daftar Pustaka Arikunto. Program pemberdayaan seperti pendidikan kebersihan.. Perubahan ini tidak terlalu signifikan karena pergaulan anak telah terbentuk dari anak kecil sehingga untuk merubah perilaku dalam pergaulan ini memerlukan waktu yang lebih lama. Sedangkan pendidikan hukum adalah pendidikan yang diberikan kepada anak agar anak dapat berperilaku 2. Program Pemberdayaan Anak. Kesimpulan 1. Medan. Tiga program tersebut yaitu. Bina Aksara. Prof & Gunarsa. Baseline Survei Untuk Program Dukungan Dan 211 Saran Koleksi BPAD Prov SU . 1989. 3. Remaja dan Keluarga. 2. Pendidikan kesehatan dasar adalah pendidikan mengenai perubahan perilaku anak dalam menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan dirinya. 1. pendidikan ini dilakukan karena anak-anak jalanan dampingan YAKMI cenderung tidak perhatian akan kebersihan diri sehingga tidak jarang anak-anak berpenyakit seperti sakit kulit. paru-paru dan lainlainya. Asas-Asas Manajemen. USU PRESS.. Jakarta. Jakarta. Sehingga perubahan yang terjadi pada perilaku anak-anak sedikit tidak kentara.Yusra & Siregar. Medan.

Jakarta.go.I. 1997. Medan. Jakarta. 1989.1990. Bandung. Masri dan Sofyan Effendi. 1995. Harvarindo. USU. Mei 2006.Hairani. M. James. Save The ChildreUSAID. Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial. PT Gramedia Pustaka Utama.id 212 Koleksi BPAD Prov SU .SS. E. Jakarta. 2004. Jakarta. Walpole. Sumber-sumber lain: Soedijar. Yogyakarta. Drs.id www. Jakarta.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Pengantar Statistik. Teori. 1991. 2003. Spektrum pemikiran. 1983. Halaman 186-212 Pemberdayaan Anak Jalanan Di Perkotaan. PPAI.S. Pembangungan. E. Beberapa Penyebab Murid Mengulan Kelas. Tokoh-Tokoh Psikologi Sosial. Badan Penelitian Dan Pengembangan Sosial. Setia. Pembinaan Arti Dan Metode Kanisus. Jakarta. MEDAN. Khairuddin. 1984. LP3ES. E. Sweeting. H. Z. Fauzi. Medan. PT Eresco. 1993.Sos.disnakertransjateng. Ajat & Sutisna. 1997. Lembaga Studi Pembangunan LSP-STKS Bandung. Metode Penelitian Bidang sosial. Dr.Si. Mangunharjana. Tunggal. Sudrajat. 1997. Departemen pendidikan Dan kebudayaan.SC. Hadi. H. Bandung. H. Jakarta. Metode Penelitian Survay. Cetakan kedua.bpk. 1999. 1998. Edi. A. Siregar. Kebijakan Sosial & Pekerjaan Sosial. -. UIP. Sosiologi Keluarga. Penelitian Anak Jalanan Di DKI Jakarta. Putus sekolah. Muzaham. Direktorat jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Hadari. Koeswara. Jakarta. Bandung. Bumi Aksara. DRS.Teori Kepribadian. Nono. FaktorFaktor Anak Menjadi Anak Jalanan. Nawawi. SH. 1997. A. Medan. www. artikel: yanto_sagu@yahoo. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. Nomor 2. Ronald. Jogyakarta. Proyek INS/94/077 Kerja sama UNDP & DEP Pedoman SOSIAL R. Penyelenggara Rumah Singgah Program Iji Coba Anak Jalanan Di 7 Propinsi.M. M. Gajah Mada University Perss. LP3S. Singarimbun.go. Volume 5. Schellenberg. Koperasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.com PPAI. Konvensi HakHak Anak. Lintas Anak. Dan Melanjutkan Sekolah Dari SD ke SLTP. 2000. Liberty. Suharto.

Mereka yang berasal dari nenek moyang yang satu (na sa ompu) dari generasi ke generasi akan menjadi satu marga. society. Suku bangsa Batak Toba pada dasarnya menarik garis keturunan melalui garis ayah (patrilineal). Kelompok kekerabatan yang terkecil atau keluarga batih disebut ripe. Laki-lakilah yang dapat meneruskan marga bagi keturunannya. The woman has been married came to her husband’s clan group. Erika Revida adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU dan Program Pascasarjana USU Koleksi BPAD Prov SU 213 . Kaum laki-laki dalam masyarakat Batak Toba mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam meneruskan silsilah dan keturunan keluarga. Istilah ripe dapat juga dipakai untuk menyebut keluarga luas patrilineal. jadi merupakan titik temu mereka. 1990). Dengan ikatan. moyang lelaki. atau setiap anak yang dilahirkan baik laki-laki maupun perempuan selalu mencantumkan marga bapaknya dan bukan marga dari ibunya. Dengan perkataan lain bahwa marga itu merupakan suatu pertanda bahwa orang yang menggunakannya masih mempunyai kakek bersama atau percaya bahwa mereka adalah keturunan dari seorang kakek menurut garis patrilineal (Bruner. This ethnic professes patrilineal system who pull descent line from father. hasangapon (Property. descents. The children are the best and highest property or the property which has highest price in Batak Toba people. sada artinya satu. So she does not have the right to get her parent’s property. The work ethic in Batak Toba people are (1) Boras Pati Ni Tano (the land’s rice) and (2) Hamoraon. They also do anything to reach their children’s success in life. Satu kelompok kerabat dihitung dari dari satu ayah disebut “sa ama”. masyarakat Batak Toba dapat hidup dalam situasi aman. Keywords: kinship system. So. because ti is specially for her brother. hagabeon. Apabila mereka berkumpul maka akan menyebut ayah tadi “Ompu parsadaan”. Hubungan kekerabatan yang timbul sebagai akibat dari penarikan garis keturunan itu mempunyai nilai yang sangat penting. 1980). aturan dan penerapan sistem kekerabatan.SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA SUMATERA UTARA Erika Revida Abstract Batak Toba people is one of some Batak ethnics in North Sumatra. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih dekat dengan bapaknya. Ompu berarti kakek. they have motto: My children are my property. satu kakek disebut “sa ompung” dan kelompok kekerabatan yang besar adalah marga (Bangun dalam Koentjaraningrat. clan Pendahuluan Sistem kekerabatan dalam masyarakat Batak Toba termasuk satu hal yang amat penting dan menentukan serta berperan banyak dalam hal menentukan perilaku hidup orang Batak Toba sehari-hari. damai. tenteram dan tertib. and honor). Dari seorang ayah lahir dua atau lebih kelompok keturunan yang masing-masing mempunyai identitas sendiri. sedangkan ibu sudah pasti dekat dengan anaknya karena ibulah yang melahirkan. Sa ompung dapat disebut klen. Batak Toba people prohibits the marriage with the same clan. karena dalam urutan generasi setiap ayah yang mempunyai anak laki-laki menjadi bukti nyata dalam silsilah kelompok patrilinealnya.

perkawinan dianggap masalah keluarga. maka yang pertama sekali ditanya adalah apa nama marganya dan bukan nama pribadinya atau tempat asalnya. Dengan mengetahui nama marga. Nama panggilan seseorang adalah nama marganya dan bukan nama pribadinya. Perkawinan adalah suatu keharusan bagi setiap manusia. urusan derajat dan urusan pribadi satu sama lain dalam hubungannya yang sangat berbeda-beda. Jadi apabila orang Batak Toba bertemu. sakral dan berbahagia untuk meneruskan keturunan. biasanya dalam bentuk uang atau barang yang besarnya ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak kedua orang tua pengantin sebelum perkawinan dilangsungkan. mereka akan mengikuti proses penelusuran silsilah untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Proses seperti demikian disebut martutur atau martarombo. Harta peninggalan orang tua tidak beralih dari garis keturunan ayah kepada keluarga ibu. Dahulu kala pada masyarakat Batak Toba dianjurkan kawin dengan pariban atau “boruni tulang” (anak gadis paman). Ciri khas bentuk perkawinan masyarakat suku Batak Toba yang mengikuti garis bapak (patrilineal) adalah apa yang disebut perkawinan jujur. Mempererat kekeluargaan b. Mei 2006. sehingga anak yang lahir dari perkawinan tersebut akan meneruskan marga si suami dengan anak menjadi ahli waris dari keluarga laki-laki tersebut. 214 Koleksi BPAD Prov SU . Volume 5. perkawinan juga dianggap suci. c. Apabila terjadi perkawinan tersebut akan dikucilkan atau dikutuk oleh pemuka adat dan masyarakat Batak Toba. Halaman 213-218 Masyarakat Batak Toba menurut ketentuan dalam kebudayaannya. Perkawinan di luar klen atau marganya yang melarang kawin di dalam marganya sendiri. 1990). Ini menumbuhkan persaudaraan di kalangan masyarakat Batak Toba. akan tetapi juga terhadap keluarga jauh yang semarga. yaitu antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya (Bangun dalam Koentjaraningrat. artinya harta yang diperoleh dari hasil manramot (bekerja dengan keras dan tekun).Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Pertalian dengan keluarga ibu tidak putus. urusan masyarakat. Orang yang tidak mempunyai keturunan akan hilang dari rentetan dan jenjang silsilah yang ditarik sepanjang zaman dari satu klen atau marga. Ter Haar (dalam Koentjaraningrat. Permasalahan Berdasarkan hal-hal di atas. Karena itu pihak keluarga laki-laki harus menyerahkan sinamot kepada pihak keluarga wanita. Sistem dan Bentuk Perkaw inan Masyarakat Batak Toba Dalam masyarakat Indonesia. Nomor 2. 2) Uang pelepas wanita dari keluarga dan dimasukkan ke dalam keluarga suami. Adapun tujuan perkawinan dengan boruni tulang (marpriban) menurut masyarakat suku Batak Toba adalah: a. sehingga dengan demikian mereka mengetahui kedudukan masing-masing dan hal-hal yang tabu dapat dihindarkan. pembayaran uang jujur dari pihak laki-laki kepada pihak keluarga wanita untuk memasukkan perempuan ke dalam keluarga laki-laki. jujur itu disebut juga dengan istilah “sinamot”. Perkawinan jujur adalah suatu perkawinan yang pihak laki-laki menyerahkan jujur kepada pihak keluarga wanita yaitu berupa uang yang diserahkan sebelum mempelai wanita dibawa ke lingkungan keluarga laki-laki. Sistem perkawinan dalam masyarakat Batak Toba adalah perkawinan “eksogami”. 1990) berpendapat bahwa uang jujur adalah pembayaran dengan mata uang atau dengan barang sebagai syarat magis untuk melepaskan dan mengalihkan (bersama anaknya) dengan tidak mengganggu keseimbangan sosial. Ter Haar (1960) menyatakan bahwa perkawinan itu adalah urusan keluarga. harus selalu memelihara kepribadian dan rasa kekeluargaan tetap terpupuk bukan saja terhadap keluarga dekat. Dengan demikian fungsi uang jujur itu adalah sebagai berikut : 1) Syarat suatu perkawinan. karena selain panggilan alamiah. maka permasalahan yang diajukan dalam tulisan ini adalah “Bagaimana sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba Sumatera Utara?” Pembahasan 1. sehingga dapat ditentukan kedudukan dalam hubungan tersebut. Dengan demikian orang yang saling berkenalan dapat mengetahui apakah ia mempunyai hubungan kekeluargaan satu sama lainnya. 3) Menjaga keseimbangan dalam keluarga perempuan.

Revida.. Apabila suatu perkawinan berakhir karena kematian salah satu pihak dan mereka mempunyai anak. Dilihat dari sumbernya maka harta keluarga dalam masyarakat Batak Toba itu adalah: 1) Harta yang diperoleh laki-laki dari orang tuanya sendiri sebagai modal pertama yang diberikan pada saat ia berpisah rumah dengan orang tuanya. maka harta peninggalan istri menjadi milik anaknya dan harta peninggalan suami menjadi milik istri bersama anakanaknya. 3) Batu Ni Assimun. sebelum kawin telah mempunyai harta sendiri yang kemudian setelah kawin dibawa ke dalam rumah tangga. yaitu sawah yang diberikan orang tua kepada anak perempuannya. selama perkawinan berjalan. maka terjadi penggeseran harta kekayaan. perhiasan emas dan sawah. laki-laki ataupun wanita yang telah menjadi suami istri itu. dapat bersumber dari kedua belah pihak.. Dengan demikian harta mereka telah terpisah dari harta orang tua lakilaki. 2) Don-don Tua. perkawinan suku Batak Toba haruslah diresmikan menurut adat Dalihan Na Tolu. Dalam masyarakat suku Batak Toba. b) harta yang diperoleh dari keluarga masing-masing. Harta dalam Perkawinan Masyarakat Suku Batak Toba Untuk dapat membina dan membangun satu rumah tangga yang bahagia. omas (emas). Apabila istri itu mau kawin lagi bukan dengan anggota keluarga suaminya. 4) Menentukan kedudukan anak-anak yang lahir dari perkawinan itu. harta tersebut disebut: 1) Indahan Arian. Sistem Kekerabatan Masyarakat. suami dan istri itu harus mempunyai modal berupa harta perkawinan yang dapat digunakan untuk membiayai kehidupan mereka. yaitu sawah yang diberikan oleh seorang ayah kepada cucunya yang paling besar dari seorang anak perempuannya. Seorang wanita Batak Toba setelah kawin mungkin menerima harta dari ayahnya sendiri. Pemberian ini adalah pemberian terakhir dan baru dapat diterima oleh si perempuan itu apabila orang tuanya sudah meninggal. Harta yang diperoleh bersama selama perkawinan diperoleh setelah “manjae” terdiri dari: a) harta hasil jerih payah suami istri berdua. Harta kekayaan pada masyarakat suku Batak toba terdiri dari: hauma (sawah). pinahan (ternak). Harta itu tetap milik anaknya. yaitu pihak 215 Koleksi BPAD Prov SU . jabu (rumah). maka pauseang istri tidak dapat dibawa olehnya. Suatu perkawinan yang bercerai dan perkawinan itu akibat kesalahan wanita. maka harta pauseang dari seorang wanita yang meninggal dunia akan menjadi milik suaminya. selain itu setiap pihak juga menentukan pemberian dari orang tua mereka. bentuk harta kekayaan keluarga baru yang terpisah dari harta kekayaan orang tuanya adalah pada saat “manjae” artinya keluarga baru itu mempunyai tempat tinggal sendiri lepas dari rumah orang tuanya. maka Dalihan Na Tolu dari penganten laki-laki berkerabat dengan Dalihan Na Tolu penganten perempuan. Pengadaan harta kekayaan/rumah tangga yang baru. Perkawinan menurut adat Batak Toba adalah merupakan semacam jembatan yang mempertemukan “Dalihan Na Tolu” dari orang tua penganten laki-laki dengan Dalihan Na Tolu dari penganten perempuan. yaitu hewan piaraan atau emas yang diberikann oleh seorang ayah kepada seorang anak perempuannya yang sudah mempunyai anak atau untuk cucunya. 2. karena hanya orang yang sudah kawin yang berhak mengadakan upacara adat. 2) Harta yang dibawa wanita. sedangkan keluarga laki-laki tidak dapat menuntut kembali sinamot. Apabila laki-laki yang meninggal maka pauseang akan tetap milik wanita. dan hepeng (uang). Dengan demikian. yaitu sebidang tanah yang diberikan oleh seorang ayah kepada anak perempuannya yang sudah kawin dan mempunyai anak. upacara agama dan catatan sipil hanyalah sebagai pelengkap. Biasanya wanita yang mau kawin membawa barang rumah tangga. Sawah itu adalah untuk indahan arian (nasi siang) bagi cucunya. atau demikian sebaliknya. pemberian orang tuanya disebut “pauseang”. 4) Punsu Tali. Apabila dari perkawinan tersebut memperoleh anak. artinya sebagai akibat perkawinan. Perkawinan adalah upacara adat yang terpenting bagi suku Batak Toba. 5) Menentukan kedudukan harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung.

Ini merupakan wujud dari kebudayaan sebagai ide dan gagasan yang terus-menerus mewarisi dan mendarah daging bagi masyarakat Batak Toba. Bekerja sebagai petani ladang dan sawah mempunyai tujuan yang luhur dalam hidupnya untuk memperoleh kekayaan (Hamoraon). Walaupun seorang anak perempuan bukan ahli waris. Susunan kekeluargaan memegang peranan penting dalam hal siapa yang berhak menjadi ahli waris. Mei 2006. 216 4. hanya anak laki-laki yang menjadi ahli waris. maka dianggap tidak berketurunan dan kurang berarti dalam hidupnya. Halaman 213-218 keluarga wanita harus mengembalikan sinamot dan tidak dapat pauseang (harta bawaan istri dari ayahnya). Sistem Pew arisan Ideal dalam Masyarakat Batak Toba Warisan adalah hal peralihan dan penerus harta benda dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. Hagabeon. Selain itu. 4. kekayaan dalam harta dan kekayaan dalam anak. Anak perempuan tidak berhak mendapat warisan. Van Dijk (1960) mengatakan bahwa pada sistem patrilineal. Bekerja di lahan pertanian tidak terlepas dari perlindungan Boras Pati ni Tano ini. Masyarakat Batak Toba yang berdasarkan pada hubungan genealogik yang patrilineal. Anak perempuan bukan ahli waris dari orang tuanya. kebahagian (Hagabeon) dan kehormatan (Hasangapon). Boras Pati ni Tano melambangkan suatu kekuatan pelindung manusia dari marabahaya dan memberikan harta kekayaan kepada manusia atau melambangkan kemakmuran dan kesuburan tanah. bentuk kekayaan dalam harga diri.1. Pemberian seperti ini harus disertai upacara adat tertentu yang dihadiri oleh pihak keluarga. 3. maka laki-laki tidak dapat menuntut sinamot kembali. tuah sehingga mendapat hasil pertanian. oleh karena anak perempuan keluar dari golongan famili patrilinealnya semula sesudah kawin. berasal dari bahasa Sansekerta “brihan pati” yang menunjukkan sifat kedewaan. Anak laki-laki mendapat warisan dari bapaknya maupun ibunya dan pada asasnya berhak atas semua harta benda. Kekayaan memperhatikan akan harga diri dan atas keberadaan anak dalam keluarga. apabila tidak mempunyai keturunan anak laki-laki.2. konsep 3 H telah melekat pada pola pemikiran dan setiap tingkah laku masyarakat Batak Toba. badannya berloreng-loreng dengan warna gelap kemerah-merahan. Hasangapon (3 H) Konsep tentang 3 H dalam masyarakat Batak Toba begitu mengkristal di dalam kehidupannya.1 Lambang Boras Pati ni Tano (Dewa Tanah) Boras Pati ni Tano adalah dewa tanah yang wujudnya berupa kadal. Sebaliknya jika laki-laki atau suami yang salah. Kekayaan (Hamoraon) selalu identik dengan harta kekayaan. Menurut pandangan masyarakat Batak Toba. Mereka dapat bercocok tanam di ladang. penuh dengan semangat mengusahakan lahan adalah karena bantuan Boras Pati ni Tano yang memberikan berkat. pauseang harus kembali kepada pihak wanita. dalam mana susunan kekeluargaan sangat erat hubungannya dengan sistem perwarisan. Tanpa anak akan merasa tidak kaya. perempuan tersebut akan masuk pada golongan famili suaminya. yang sejak kawin telah melepaskan diri dari keluarga orang tuanya dan masuk menjadi keluarga anggota suaminya. bentuk ekornya bercabang dua. Harta kekayaan dari seorang yang tidak mempunyai anak laki-laki akan jatuh ke tangan bapaknya dan apabila sudah meninggal maka jatuh ke tangan saudara laki-laki bapaknya. walaupun telah mempunyai harta banyak namun belum kaya apabila tidak mempunyai anak. Bahwa hanya anak laki-laki saja yang berhak mewarisi harta peninggalan orang tuanya. Hagabeon (kebahagiaan) dan Hasangapon (Kehormatan). Konsep 3 H ini sekaligus merupakan tujuan hidup dari setiap masyarakat Batak Toba.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. 3 H dalam masyarakat Batak Toba adalah singkatan dari Hamoraon (kekayaan). walaupun Koleksi BPAD Prov SU . Hamoraon (Kekayaan) Kekayaan (Hamoraon) adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang. harga diri dan anak. Nomor 2. namun menurut adat Batak Toba ada pemberian tertentu kepada anak perempuan sebelum atau pada saat perkawinan atau sesudah kawin dan mempunyai anak.2 Konsep Hamoraon. Volume 5. Etos Kerja Masyarakat Batak Toba 4. 4. karena anak laki-lakilah yang meneruskan keturunan. Ketentuan ahli waris hukum adat adalah berdasarkan sistem kekeluargaan.

jabu (rumah). Kebahagian (Hagabeon) dan Kehormatan (Hasangapon). Manusia hidup untuk memperoleh Kekayaan (Hamoraon). Dalam masyarakat suku Batak Toba. 4.2. Sistem perkawinan dalam masyarakat batak Toba adalah perkawinan “eksogami”. banyak harta. tubuan anak ma hamu jala tubuan boru” (bagaikan kulit kayu yang melekat pada batangnya dan bagaimana manik-manik yang dikalungkan di leher. Setelah panen selesai warga masyarakat suku Batak Toba melakukan berbagai kegiatan adat istiadat.2. 4. Hagabeon (Kebahagiaan) Hagabeon sama artinya dengan kebahagiaan atau kesejahteraan.Revida. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat berlindung dan bertaut bagi anak perempuan. 217 Koleksi BPAD Prov SU . Orang yang dianggap terhormat itu adalah orang yang memiliki status tertentu.2. Harkat dalam kehidupan sosial dalam masyarakat selalu diukur materi atau kekayaan. Keluarga yang tidak mempunyai keturunan anak laki-laki menganggap hidup ini tidak mempunyai kebahagian hidup. Kebahagian dalam hal ini adalah kebahagian dalam keturunan.. mereka merupakan kebanggaan orang tua dan sekaligus anak adalah harta yang dibangga-banggakan orang tua. Kesimpulan Sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba pada dasarnya menganut sistem kekerabatan “patrilineal”. Sistem Kekerabatan Masyarakat. Sebagai tujuan hidup. konsep 3 H merupakan kepemilikan adat dalam kehidupan masyarakat yang harus menjadi milik setiap individu. Hal ini diungkapkan dalam untaian lagu yaitu “Anakkonhi do Hamoraon di Ahu” (anakku adalah harta yang paling berharga bagiku). sebagi panutan masyarakat dianggap suatu kehormatan bagi dirinya. Karena itu. pengurus gereja atau tokoh-tokoh adat yang dapat dijadikan tauladan. dan hepeng (uang)”. dalam arti keturunan yang memberi harapan hidup. Pada setiap pemberkatan perkawinan orang Batak Toba seringkali terdengar syair bahwa “Lak-lak ma tutu singkoru. Setiap pelaksanaan pesta adat yang dilakukan selalu memperhitungkan akan kesempurnaan material untuk melakukan pesta adat. Hasangapon (Kehormatan) Hasangapon atau kehormatan adalah suatu kedudukan seseorang yang dimiliki di dalam lingkungan masyarakat. Keluarga yang mempunyai anak berhasil dalam sekolah dan pekerjaan adalah merupakan keberhasilan orang tua yang telah bersusah payah membesar kannya. karena keturunan itu adalah suatu kebahagian yang tidak ternilai bagi orang tua. Harta dalam masyarakat Batak Toba yang telah kawin terpisah dari orang tuanya. Anak perempuan yang tidak mempunyai saudara lakilaki dianggap hambar dan kurang mendapat kehormatan di mata pemuda Batak Toba. Hal ini juga diungkap dalam syair lagu: “hugogoh pe mansari arian nang bodari laho pasingkolahkon gelengki” (kuatpun saya bekerja siang dan malam adalah untuk keperluan sekolah anakku). sebab anak perempuan juga didambakan oleh keluarga Batak Toba. yaitu menarik garis keturunan melalui garis dari marga ayah. karena itu segala pikiran. Demikianlah pengantin diharapkan dapat melahirkan anak laki-laki yang melekat dalam adat dan melahirkan anak perempuan yang mempunyai sifat keibuan. Orang Batak Toba bekerja siang dan malam hari adalah demi untuk kepentingan dan keperluan anak-anaknya. tenaga serta harga diri senantiasa dikorbankan demi anak-anaknya. Kedudukan sosial dapat dikatakan sebagai suatu kehormatan (hasangapon). kerabat dan keluarga. dengan status tertentu harus berperilaku sesuai dengan statusnya. Kelahiran anak lakilaki dan anak perempuan dalam suatu keluarga senantiasa merupakan kebahagiaan (Hagabeon) yang tumbuh dalam keluarga tersebut. yang menilai apakah seseorang itu dianggap baik dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan peran masyarakat menurut keinginan masyarakat. yang sesuai dengan peran garis keturunan laki-laki pada sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba. Sebenarnya pada semua lapisan masyarakat memiliki konsep Hasangapon. maka setiap masyarakat Batak Toba dalam kehidupannya harus mencerminkan ketiga konsep ini. yang biasanya status perolehannya melalui proses belajar.. Harta dalam masyarakat Batak Toba terdiri dari “hauma (sawah). pinahan (ternak).. Harapan keluarga adalah kelahiran anak laki-laki. Perkawinan dari luar klen atau perkawinan yang melarang kawin dengan satu marganya sendiri. seperti guru. kepala desa. orang kaya. yang berkaitan dengan harga diri.3. omas (emas).

Pengantar Ilmu Antropologi. Pelly. Koentjaraningrat.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Penerbit Yayasan BinaBudaya Nusantara TaoToba NusaBudaya. Sistem pewarisan dalam masyarakat Batak Toba ditentukan oleh susunan kekeluargaan. Abner Cohen (Ed). 1977. Judistira. Halaman 213-218 Pengadaan harta untuk rumah tangga yang baru dapat bersumber dari kedua belah pihak. Konsep 3 H merupakan tujuan hidup masyarakat Batak Toba dan selalu melekat dan mendarah daging dalam pola pemikiran masyarakat Batak Toba. Massachussets. Usman. Suzanne. Fajar Agung. Penerbit PT RajaGrafindo Persada. Garna. 1972. ____ . Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Penguasa Dan Kelompok Elite. Bandung. Mei 2006.London. 2000. ____ . Jakarta. dan kalau bapaknya sudah meninggal yang menjadi ahli waris adalah saudara kandung laki-laki dari bapaknya. Taviscook. Etos kerja dalam masyarakat Batak Toba terdiri dari dua hal yaitu Lambang Boras Pati ni Tano dan konsep 3 H yaitu Hamoraon. Malau. 1990. maka yang menjadi ahli waris adalah bapaknya sendiri. Apabila tidak mempunyai anak laki-laki.1985. Jakarta. Pernanan Elite Penentu Dalam Masyarakat Modern. 1996. 1990. Filsafat Batak. Lambang Boras Pati ni Tano adalah dianggap sebagai dewa pelindung dan pemberi berkat. Sugihan. TM. Nomor 2. Keller. Penerbit Rineka Cipta. Konflik Dan Persesuaian Antar Etnik. Jakarta. Jakarta. Barhein T. Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran. Gens. Manusia dan kebudayaan Di Indonesia. 1996. Dalam Urban Ethnicity. Volume 5. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Daftar Pustaka Bruner. 218 Koleksi BPAD Prov SU . Sihombing. Jones. Jakarta. 1990. Sosiologi Pedesaan. James. Jakarta. Addison Wilsley. Jakarta. Prejudice And Racism. Pembauran Dan Batas Interaksi Antar Etnik. 1984. Jakarta. Pemerbit Balai Pustaka. Penerbit Jambatan. Penerbit Rajawali. Hagabeon dan Hasangapon. The Expression Of Tethnicity In Indonesia.M. Edward H. Budaya Batak. 1989.

Karena itu seharusnya semua elemen maupun keadaan harus berpihak pada kepentingan anak. bukan dunia kerja mencari uang” (Kompas. especially their future make us aware that child worker is a big problem in the future. seorang pendidik yang menaruh perhatian terhadap masalah dan perkembangan anak juga menyebutkan bahwa “anak bukan miniatur orang dewasa”. Pada wacana peringatan 1 tahun undangundang perlindungan anak. Namun Tuti Atika adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Koleksi BPAD Prov SU 219 .PEKERJA ANAK DAN KONTRIBUSINYA DALAM EKONOMI RUMAH TANGGA Tuti Atika Abstract The child worker is the common phenomenon in Indonesia. maka kegiatan anak sebagian besar berbentuk aktivitas bermain. but the national problem. The child worker is a human resources for a poor family. So the government must make the program how to up grade the poor people’s economy to make the children go to school and learning to prep ear their selves. Bahkan seorang anak juga memiliki hak yang tidak dimiliki orang dewasa. such in rural and especially in urban area. Selanjutnya John Amos Comenius. To understand about the children’s need. 1986: 2). 25 September 2003). child worker. 23 september dinyatakan “perlu selalu diingat bahwa dunia anak adalah dunia bermain. bukan sebaliknya memandang anak sebagai suatu komoditas yang siap dieksploitasi. Keywords: poverty. Indonesia sendiri telah memiliki ratifikasi ILO nomor 138 tentang batas usia minimum anak bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999. Seorang anak haruslah dipandang sebagai makhluk yang harus dilindungi. Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kepentingan anak. because there are many children who have not prepared to get the good future as a long run need. dikembangkan dan dijamin kelangsungan hidupnya. seperti yang tercantum dalam UU No. sesungguhnya anak memiliki hak hidup yang sama dengan manusia lainnya. yang berbeda dengan dunia orang dewasa (Elizabeth dalam Kartono. Kemudian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang mengatur tantang hak-hak anak. They justificated that poverty is a reason to carry their children to economic activity and get family’s income. social problem Pendahuluan Sebagai manusia. Dengan demikian seharusnya waktu yang dimiliki anak-anak hanya dipergunakan dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. konvensi hak-hak anak dengan Kepres Nomor 38 Tahun 1990. Pengertiannya yaitu anak mempunyai dunia masa anak-anaknya sendiri. Generally the child worker phenomenon is a authentication that poverty still a big problem in Indonesia. But the fact shows that the child worker problem is not only the poor family’s problem. konvensi ILO nomor 182 tentang bentuk terburuk pekerja anak dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000. 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak. Jika pada orang dewasa sebagian besar dari perbuatannya diarahkan pada pencapaian tujuan dan prestasi dalam bentuk kegiatan kerja. UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang telah disahkan pada 22 oktober 2002 yang lalu ditambah dengan Permenaker dan surat edaran yang melarang keterlibatan anak dalam sektor berbahaya.

bahkan mereka harus putus sekolah/ meninggalkan bangku sekolah.IPEC memperkirakan bahwa di tahun 2003 jumlah pekerja anak di Indonesia yang berusia 15 tahun mencapai 6-8 juta jiwa anak. 3. Sektor nonformal terdiri atas berusaha sendiri misalnya menjadi penjual makanan. Seperti pekerja anak yang menjadi jaminan utang. Sayangnya hingga kini masih banyak anak yang terpaksa menghadapi bahaya itu.gloria. Dengan melihat kondisi di atas. Semua pekerjaan berbahaya atau mengancam keselamatannya. Dan yang jelas keberadaan pekerja anak tersebut sesungguhnya menggambarkan buruknya kesejahteraan masyarakat Indonesia (Majalah Kalingga. pembantu rumah tangga atau menjadi anak jalanan. Tahun 1995 No. Seperti menempatkan anak-anak pada risiko tindakan kekerasan fisik. diperkirakan jumlah tersebut lebih banyak lagi. menguras tenaga. Menurut ILO IPEC (2002:4). Nomor 2. Semua pekerjaan yang bertentangan dengan hak-hak dasar anak. pelecehan seksual.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Menurut koordinator program nasional ILO untuk Indonesia. tukang parkir atau jenis pekerjaan lain. jenis-jenis pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan oleh anak: 1. hingga mencapai lebih 10 juta akibat krisis ekonomi yang mengharuskan anak bekerja. kekuatan serta fisik dan mentalnya sebenarnya belum layak untuk memasuki dunia kerja. alat-alat dan mesin yang berbahaya atau mengangkat beban yang berat dan melakukan tugastugas yang sulit. walaupun usia. Ahmad Sofyan dari pusat kajian dan pemberdayaan anak menyatakan jumlah pekerja anak di Indonesia yang meningkat hingga 8 juta orang. pabrik. Disebabkan berbagai faktor telah dipergunakan dalam kegiatan bekerja mencari nafkah. Misalnya pekerjaan yang 220 menggunakan bahan-bahan kimia. Panji Putranto. penyemir sepatu. lepas pantai. 11 Juni 2003). terisolasi atau bekerja malam hari. Seperti bagi anak-anak yang telah bekerja yang merupakan realitas dari masa kanak-kanak yang sama sekali berbeda. Bila dilihat menurut status pekerjaan. menjual atau mengedarkan narkotika dan obat-obat terlarang atau memproduksi serta mengedarkan gambar porno. penjual koran. anak-anak bekerja di bawah kondisi praktik kerja sejenis perbudakan. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang termiskin di antara anak-anak yang miskin dan kemiskinan yang semakin parah adalah alasan utama anakanak terpaksa bekerja. melainkan karena faktor kondisi ekonomi yang turun (Waspada. anak-anak lebih banyak bekerja di sektor nonformal dibandingkan sektor formal. Meningkatnya jumlah pekerja anak bukanlah pembengkakan. Semua pekerjaan yang merusak tumbuh kembangnya atau merampas kehidupan masa kanak-kanaknya. Semua pekerjaan yang menghalangi mereka untuk sekolah dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk tumbuh kembang demi masa depan mereka. 4. menyediakan atau memanfaatkan anak-anak untuk pelacuran. Angka itupun masih berupa estimasi yang angka riil nya bisa jadi jauh lebih besar. merusak fisiknya dan memanfaatkan usia mereka yang muda. dapat tergambar bahwa begitu banyak anak-anak dalam usia yang relatif masih muda sudah bekerja dan tentunya hal ini akan membuat anak tidak dapat menikmati sepenuhnya masa anakanaknya dengan baik. lebih jauh untuk masa-masa berikutnya Indonesia berpotensi kehilangan generasi (lost generation) disebabkan mereka tidak punya harapan bagi masa depan yang lebih baik.1: 5 ) Dari temuan studi Semeru yang dirancang untuk mengetahui pilihan antara bersekolah dan bekerja dengan menggunakan data survei 100 desa tahun 1998 dan 1999 diperoleh kesimpulan bahwa pekerja anak yang tidak bersekolah berasal dari rumah tangga yang rata-rata pengeluaran riil rumah tangga per kapitanya terendah dibandingkan dengan pekerja anak yang bersekolah. Semua pekerjaan itu seharusnya tidak dikerjakan oleh anak-anak. Mei 2006. ILO . Koleksi BPAD Prov SU . Masa kanak-kanak mereka seharusnya dinikmati dalam suasana yang menyenangkan seperti bermain atau bersekolah. Volume 5. jermal. 2. Halaman 219-231 kenyataannya hampir selalu terdapat jurang yang lebar antara undang-undang ataupun peraturan tersebut dengan kanyataan yang ada. Bahkan dapat dikatakan tidak ada satupun yang tidak membahayakan.net). Mereka dipekerjakan di perkebunan. Volume 5. jam kerja yang panjang dan bekerja dalam kondisi suhu yang diluar batas normal. semua sektor pekerjaan yang melibatkan anak-anak itu memiliki risiko bahaya yang sama (www.

Ratarata dari mereka berdomisili di sekitar lingkungan stasiun kereta api. Namun yang menjadi informan adalah pekerja anak yang tetap (yang keberadaannya tidak dipengaruhi musim liburan). Dilihat dari sisi jam kerja. Menurut pra survei yang dilakukan penulis bahwa penjaja makanan ini memperoleh pendapatan rata-rata Rp 5. Tentu saja selama selang waktu perjalanan pun pekerja dan penumpang di Stasiun Tebing Tinggi membutuhkan makanan kecil. Hal yang menarik dan membedakan mereka dengan penumpang kereta api. Bila kondisi mereka kurang fit atau kurang hati-hati.Atika.id). Tidak dapat dihindari bahwa para pekerja anak itu mempunyai kaitan yang erat dengan keluarganya masing-masing. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Di dalam bekerja mereka juga mempunyai motivasi dan yang pasti keberadaan pekerja anak dilatarbelakangi oleh beberapa hal tertentu yang menyebabkan mereka harus beraktivitas sedemikian rupa yang terkadang bisa membahayakan keselamatan mereka. Melihat dari situasi pekerjaan. Ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti mengapa mereka bekerja. sawit dan lain sebagainya. Dan satu hal yang menarik lagi bila liburan tiba.depdiknas. beberapa di antara mereka beraktivitas sekitar 12 jam. Sebagai stasiun kereta api terbesar kedua.. naik. Hal ini sejalan dengan asumsi yang menyatakan bahwa anak-anak yang bekerja mencari nafkah mempunyai kaitan erat dengan keadaan sosial ekonomi rumah tangga suatu masyarakat. bagaimana kehidupan sosial ekonomi orang tua mereka sehari-hari menjalankan dunia kerjanya dengan berbagai masalah yang terkait di dalamnya. Dengan demikian ada semacam benang merah terhadap munculnya anggapan bahwa anak adalah tenaga kerja alias sebagai pemasok pendapatan bagi keluarga. tidak luput dari persoalan pekerja anak. biasanya mereka berjalan lebih sigap. Anggapan seperti ini juga dapat dijumpai dari fenomena pekerja anak di kota-kota besar di Indonesia. Kisaran dan Rantau Prapat. Di samping itu. Ditinjau dari sisi usia. Pada umumnya negara berkembang seperti Indonesia mempunyai kemampuan ekonomi yang terbatas dalam menghadapi masalah penduduknya. bahkan mereka berlari. Dalam kasus demikian anak akan ikut bekerja untuk menunjang ekonomi keluarga. Kemudian ada juga kereta api penumpang yang setiap harinya melayani masyarakat untuk bepergian. usia mereka bervariasi antara 6-18 tahun dan kebanyakan dari mereka sudah tidak bersekolah lagi. bahkan ada juga yang sampai malam hari. misalnya di kawasan Terminal Bandar Kajum.000 per hari. Banyak anak-anak yang menawarkan jasa atau menawarkan dagangannya dengan harapan mendapatkan uang. maka pekerja anak semakin banyak. mereka mengisi waktu liburan dengan berjualan. sebenarnya pekerjaan yang mereka lakoni termasuk kategori yang berbahaya. Pematang Siantar. Kereta api dapat dibedakan atas dua jenis yaitu kereta api barang yang mengangkut hasil hutan dan produk perkebunan yang antara lain berupa kayu. Hal ini tentunya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2000 yang memberikan pengecualian anak yang terpaksa bekerja membantu orang tua maksimal 3 jam sehari. maka kecelakaan akan menimpa mereka. penelitian ini menarik karena 221 Koleksi BPAD Prov SU . Meskipun jumlah pekerja anak tidak diketahui secara pasti.go. Hal ini terlihat di beberapa tempat keramaian. berinteraksi dengan penumpang dan masyarakat yang berbaur di stasiun untuk menjajakan makanan.000 sampai Rp 15. Kota Tebing Tinggi seperti halnya dengan kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Bahkan yang menarik untuk diperhatikan dari fenomena pekerja anak adalah isu bahwa anak yang bekerja adalah wujud partisipasinya terhadap ekonomi orang tuanya (www. Jumlah ini mereka peroleh dengan bekerja dari pagi sampai sore. Gejala ini menunjukkan peluang pasar yang membuka kesempatan bagi penduduk termasuk anak-anak di sekitar stasiun untuk memperoleh penghasilan dari profesi penjaja makanan. Di Stasiun Tebing Tinggi inilah para pekerja anak melakukan aktivitas.. Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah menjajakan makanan di stasiun kereta api. melompat dari satu gerbong ke gerbong lain. Beban ekonomi tidak hanya cukup dipikul oleh orang tua. karet. Pajak Mini dan stasiun kereta api. Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi termasuk salah satu yang terbesar setelah Stasiun Kereta Api Medan. Stasiun Tebing Tinggi merupakan tempat berhenti (530 menit) bagi kereta api jurusan Medan.

Kemudian ILO berpendapat bahwa pekerja anak adalah anak-anak di bawah usia kerja yang melakukan pekerjaan yang membahayakan kesehatannya. Membicarakan masalah pekerja anak. masalah yang muncul dari pendefinisian pekerja anak itu. Pengertian yang ekstrim menyebutkan bahwa semua anak pada usia tertentu yang tidak bersekolah. tetapi adanya aktivitas ekonomi yang dilakukan anak-anak. Dalam konvensi hak anak yang telah diratifikasi dengan Kepres Nomor 36 Tahun 1990. .Bekerja di tempat dan kondisi berbahaya. berat badan. Sementara ada yang menyatakan pekerja anak hanya anak yang melakukan aktivitas ekonomi dalam curahan waktu yang panjang (Grotaert dan Kanburt dalam Muhammad Joni. Nomor 2. . Konteks anak dan pekerja anak batasannya masih bervariasi menurut rujukan tiap regulasi yang berlaku. Jandraningsih 1995). batasan usia seorang anak adalah 18 tahun. Mei 2006. anak-anak lebih banyak bekerja di sektor nonformal dibandingkan sektor formal. Sulit menentukan sejak kapan batasan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Keadaan demikian menjadi salah satu alasan mengapa begitu sulit membuat definisi pekerja anak. karena pada umumnya diskursus mengenai pekerja anak dipahami oleh banyak orang sebagai anak-anak yang bekerja dalam keadaan buruk. . “bekerja” (work) dan. 1996). dengan mencurahkan waktu yang besar.Bekerja terlalu muda. . . Yang dimaksud tumbuh kembang anak adalah tumbuh dalam arti bertambahnya ukuran dan masa yaitu tinggi.Bekerja karena ijon dan perbudakan. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan di sebutkan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun.Bekerja terlalu berat. 4 Tahun 1979) memberikan definisi anak sebagai orang yang belum berusia 21 tahun dan belum pernah kawin. kecerdasan dan tanggung jawab. . tulang dan pancaindra tumbuh sesuai dengan usia dan kembang dalam arti bertambahnya dalam kematangan fungsi tubuh yaitu pendengaran. lebih dahulu berangkat dari definisi pekerja anak atau konsep pekerja anak itu. Sektor Koleksi BPAD Prov SU .Bekerja yang berhubungan dengan eksploitasi seks. pekerja anak adalah anak-anak yang bekerja kurang lebih seperti pekerja pada umumnya yang bertujuan untuk membiayai kehidupan ekonomi untuk dirinya dan keluarganya. Pekerja Anak Masalah pekerja anak makin ramai dibicarakan dan menjadi program aksi pemerintah dan badan-badan nonpemerintah. karena banyak anak-anak yang telah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi dan tradisi dari masa kanak-kanak (childhood) kepada masa dewasa (adulthood) berlangsung secara bertahap. 222 Menurut karakteristik pekerjaan yang dilakukannya. dengan menerima imbalan maupun tidak (penelitian T.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. tidak mempunyai waktu yang luang dapat dihitung sebagai pekerja anak. Sebab konsep pekerja anak meliputi batasan yang sulit mengenai: “anak” (child).Bekerja dengan jam kerja yang panjang. banyak dan mendapatkan upah. T. Volume 5. Joni. belum ada peneliti yang melakukan penelitian terhadap pekerja anak di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi. penglihatan. sebagai contoh: . Bila merujuk pada Undang-Undang No. menghambat tumbuh kembangnya dan kehilangan kesempatannya untuk memperoleh pendidikan dasar. Secara juridis formal. .Bekerja yang berhubungan dengan kekerasan dan kerja paksa.Bekerja yang melibatkan terlalu banyak tanggung jawab. sehingga menentukan berapa jumlah pekerja anak itupun sulit dan variatif. Halaman 219-231 dari beberapa sumber bacaan yang penulis baca. “pekerja” (ILO. Sementara itu. 1996). mengikuti batasan yang diberikan hukum nasional mengenai usia pekerja anak sangat variatif. Kemudian menurut keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah tentang penanggulangan pekerja anak pasal 1 dinyatakan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang melakukan semua jenis pekerjaan yang membahayakan kesehatan dan menghambat proses belajar serta tumbuh kembang. undang-undang kesejahteraan anak (UU No. Definisi pekerja anak tidak sederhana dan bisa memperlihatkannya dengan terang begitu saja. berbagai negara di dunia. Bila dilihat menurut status pekerjaan. dalam M. Jandraningsih memberi definisi anak tanpa menyebut batas usia. Menurutnya pekerja anak adalah anak-anak yang melakukan pekerjaan secara rutin untuk orang tuanya atau untuk orang lain yang membutuhkan sejumlah besar waktu.

September 1999) menyatakan secara empirik. Kerja “reproduksi” versus kerja “produksi”. Untuk pekerjaan anak yang bekerja di sektor informal. 1995: 8). yaitu mereka mulai beraktivitas sekitar pukul 09. nonformal terdiri atas berusaha sendiri misalnya penjual makanan. Secara umum ciri yang menandai pekerja anak adalah marjinal. terlepas apakah mereka itu bekerja dengan atau tanpa majikan. Rodger dan Standing membuat kerangka tipologi anak-anak yang bekerja. Pekerjaan produksi yang dilakukan anak-anak bertujuan untuk menambah penghasilan keluarga atau rumah tangga (Tjandraningsih. Bila kita mengamati pekerjaan dan aktivitas pekerja anak sesungguhnya ada banyak masalah yang dihadapi pekerja anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pekerja Anak dan Kontribusinya.00 WIB. Dilihat dari jam kerjanya. Pada umumnya anak-anak penjaja makanan ini adalah anak-anak yang berjenis kelamin laki- laki. 4. karena risiko yang harus ditanggung akibat jam kerja yang sangat panjang.00 WIB. penjual koran. rentan dan eksploitatif. bila kereta api tersebut transit di stasiun kereta api Tebing Tinggi. pekerjaan ini dapat tercipta karena kondisi dan situasi lingkungan pekerjaan yang mendesak dan memaksa dalam upaya memenuhi kebutuhan yang makin meningkat. penyemir sepatu. tetapi memberikan kesempatan bagi orang lain untuk melakukan pekerjaan produksi. bahkan dapat dikatakan mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang. Sedangkan pekerjaan produksi adalah pekerjaan yang berimplikasi kepada penghasilan dan memperoleh imbalan/upah. Sehubungan dengan hal yang di atas. tetapi lebih pada pengaruh negatif yang tumbuh dan terpaksa dialami anak-anak akibat mereka terlalu dini bekerja (Konvensi edisi September 1997: 3).. Berbicara mengenai pekerjaan anak. Kerja yang dibayar versus kerja yang tidak dibayar (Rodger dan Standing. 2. seperti anak yang bekerja di pabrik. dan Rantau Prapat. 1991: 20).Atika. Bahkan banyak dari mereka yang melanjutkannya sampai pukul 21. Dalam kasus kerja bagi pihak lain untuk siapa anak bekerja (orang tua. sedangkan disebut eksploitatif karena mereka biasanya memiliki posisi tawar-menawar (bargaining position) yang sangat lemah. yaitu: 1. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Tanjung Balai. Untuk pekerja anak yang bekerja pada sektor seperti ini biasanya mereka telah mempunyai standar pendapatan sendiri. Kemudian Grootear dan Kanbur (dalam Konvensi Vol III. tukang parkir atau jenis pekerjaan lain. bukan terletak pada pekerjaannya. yang terbagi atas 4 dimensi dari hubungan kerja anak. banyak bukti menunjukkan bahwa keterlibatan anak-anak dalam aktivitas 223 Koleksi BPAD Prov SU . Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum pekerja anak dapat didefinisikan sebagai anak yang bekerja. Kerja atas usaha sendiri versus kerja untuk pihak lain.00 WIB. Pekerjaan sebagai penjaja makanan lebih bersifat jasa. baik di sektor formal maupun informal dengan batasan usia 18 tahun ke bawah dan mendapatkan upah dari apa yang dikerjakannya. Wordhouse. 3. Dalam pembagian dimensi kerangka tipologi pekerjaan anak yang ditawarkan oleh Rodgers dan Standing. ternyata mereka bekerja dengan tidak mengenal waktu. benar-benar dari segi kesehatan maupun sosial sangat rawan. Dikatakan rentan. Tjandraningsih membagi pekerjaan anak menjadi dua yaitu pekerjaan reproduksi dan produksi. Dari dua jenis pekerjaan di atas dapat dikategorikan bahwa aktivitas yang dilakukan pekerja anak termasuk pekerjaan produksi.. dengan membawa dagangannya. maka pekerjaan penjaja makanan termasuk dalam kerja usaha sendiri dengan penghasilan sendiri. Artinya pekerja anak ada yang bekerja berdasarkan sistem majikan. industri rumah tangga maupun sektor bangunan. kepala perwakilan UNICEF untuk Indonesia dan Malaysia menyatakan bahwa isu sentral pekerja anak di Indonesia. Berdasarkan pengamatan peneliti. kerabat lainnya atau pihak lain). penjaja makanan di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi banyak yang digolongkan pada usia anak-anak. Sebagian mengakhirinya pada pukul 16. Stephen J. mereka tidak saja menjual makanan di sekitar stasiun kereta api tetapi terkadang mereka ikut kereta api ke jurusan lain misalnya ke Kisaran. terkoordinasi dan cenderung menjadi objek perlakuan yang sewenangwenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pekerjaaan reproduksi yaitu kegiatan kerja yang tidak mempunyai implikasi langsung terhadap penghasilan. biasanya pendapatan mereka sangat tergantung dari seberapa giat mereka melakukan pekerjaan tersebut.

karena hal itu dianggap akan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Mereka tidak mendapat pendidikan dasar yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan dan mereka juga tidak mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan ikut berpartisipasi aktif di tengah masyarakat dan menikmati hidup secara wajar. banyak anak bekerja pada usia yang relatif masih muda yaitu pada usia enam atau tujuh tahun. Kegiatan seperti itu terpaksa mereka tinggalkan. Aktivitas tersebut sering didukung oleh orang-orang dewasa dalam keluarga. karena harus bekerja dan sebagai akibatnya mereka terdorong masuk ke dunia orang dewasa sebelum waktunya dan melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Umumnya ini terjadi pada masyarakat golongan bawah. budaya masyarakat lebih cenderung bersifat patrilineal dan kemiskinan struktural menciptakan suatu iklim yang permisif terhadap pekerja anak Indonesia. karena ternyata pekerjaan yang mereka lakukan itu justru menghambat tumbuh kembang mereka dan sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Volume 5. Demikian juga halnya dengan anak yang bekerja menjual makanan di stasiun kereta api. Kenyataannya. Saat ini Partisipasi Anak dalam Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga Di seluruh dunia. rumah tangga (sebagai pembantu rumah tangga atau sebagai pekerja industri rumahan atau industri keluarga) maupun di jalanan seperti penjual koran. Pekerja anak di daerah pedesaan lebih banyak melakukan pekerjaan di bidang pertanian. penjual makanan. 1990: 14). terkadang berbahaya dan bahkan tidak mustahil dapat mengganggu perkembangan fisik. Dari kasus-kasus yang dialami pekerja anak. karena dengan menjajakan makanan mereka harus sigap berlari. Pekerja anak tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan. Keadaan demikian tentu berbahaya bagi fisik. Anakanak belajar bertanggung jawab dan merasa bangga dapat mengerjakan tugas-tugas orang dewasa dalam mempertahankan hidup keluarganya. psikologis dan sosial anak. Mereka sangat rawan dengan kecelakaan. Mei 2006. Halaman 219-231 ekonomi. Pepatah tersebut menunjukkan bahwa anak masih dianggap modal yang besar untuk dapat membantu menjalankan perokonomian rumah tangga. dapat disimpulkan bahwa permasalahan pekerja anak sebenarnya hampir menyerupai gunung es. dan sebagainya. dampak pekerjaan terhadap anak adalah perkembangan fisik. Hal tersebut dilakukan dengan cara mencurahkan tenaga si anak membantu pekerjaan orang tuanya (Koentjaraningrat. mungkin mereka 224 Koleksi BPAD Prov SU . Sedangkan aktualisasi pada permukaan berupa tindakan-tindakan eksploitasi terhadap anak yang muncul hanya sedikit. Dan yang sering terjadi bahwa anak-anak yang bekerja tidak mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan penting yang merupakan bagian dari masa pertumbuhan seperti pergi sekolah dan bermain. baik di sektor formal maupun informal yang terlalu dini cenderung rawan eksploitasi. perikanan. pemulung. Menurut ILO-IPEC (2002:19). emosi dan sosial. bahkan terkadang mereka harus melompat dari kereta api ketika kereta api telah mulai melaju. 1995: XIII). pertambangan maupun kegiatan ekonomi di lingkungan ekonomi keluarga. Anggapan tersebut nantinya berimbas pada tidak optimalnya pemberian perhatian orang tua terhadap anaknya. pekerjaan yang mereka lakukan sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. melompat dari satu gerbong ke gerbong lain. membantu di rumah atau membantu aktivitas orang tuanya di luar.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Sampai saat sekarang ini jumlah pekerja anak belum terdata secara pasti. disebabkan jam kerja yang tidak menentu dan bahkan terlalu panjang tidak sesuai dengan usia mereka. posisi mereka sangat rentan sekali. Nomor 2. Sedangkan pekerja anak di daerah perkotaan dapat ditemukan di perusahaan. Bekerja semacam itu dianggap sebagai pengenalan awal menuju dunia orang dewasa/dunia kerja dan merupakan bagian dari proses kehidupan dari masa anak-anak memasuki masa dewasa. Adanya pepatah yang berkembang di sebagian masyarakat di Indonesia yang menyatakan “banyak anak banyak rezeki”. perkebunan. penyemir sepatu. karena mereka dihadapkan pada adanya tuntutan pemenuhan ekonomi agar tetap bertahan dalam menjalani kehidupan ini (Tjondronegoro dalam Haryadi. psikologis dan sosial anak. kompleksitas pada dasar permasalahan tidak tampak.

Ia mengungkapkan bahwa dalam usaha mencapai nafkah setiap anggota keluarga yang terlibat umumnya adalah istri dan anak. dijumpai pada negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita rendah serta distribusi pendapatan yang sangat timpang. Sedangkan pengertian ekonomi keluarga secara sederhana adalah seluruh penghasilan yang diterima oleh keluarga baik berupa uang maupun barang. Ini menunjukkan bahwa lebih dari 25% anak yang secara ekonomi aktif sudah tidak bersekolah lagi (BPS dan ILO.4% untuk anak kedua yang termasuk bekerja (Prijono dalam Dini. Tenaga anak merupakan sumber berharga bagi setiap keluarga.Atika. Walaupun belum ada data yang pasti namun diperkirakan bahwa tingginya persentase anak yang bekerja. Berkaitan dengan pekerja anak. Mendellavich (1995:15) menyatakan bahwa fenomena pekerja anak dalam setiap kehidupan masyarakat di suatu daerah ataupun negara merupakan hal yang selalu berkaitan dengan kondisi sosial. sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan keluarga. Penghasilan keluarga di sini artinya seluruh peneriman pendapatan yang diterima oleh keluarga ditambah dengan penghasilan anak. Kemudian survei yang dilaksanakan oleh BPS dan ILO/IPEC di Kabupaten Bandung dan Kotamadya Bandung menunjukkan bahwa hanya 22. Dan studi yang tergolong baru yang dilakukan pusat studi ketenagakerjaan Universitas Airlangga (1999) menemukan akibat tekanan kebutuhan hidup yang makin berat acapkali ditemui anak-anak di dalam usia di bawah 10 tahun atau bahkan baru berusia 6-7 tahun sudah terpaksa bekerja membantu orang tua dalam pekerjaan produktif yang menghasilkan uang. 2005: 8). Sementara itu studi yang dilakukan Manning Effendi dan Tukimin (1990) di sebuah kampung miskin di Yogyakarta menemukan bahwa sekitar 83% penduduk mulai bekerja pada saat berumur 10 . hampir setiap perempatan jalan. Penghasilan anak di sini diperoleh dari upah bekerja dari berbagai jenis pekerjaan. mereka 225 Koleksi BPAD Prov SU . Selanjutnya Tjandranigsih (1995: 67) menyatakan bahwa dari sisi pasar tenaga kerja upahan. terdapat lebih dari 53% keluarga yang terlibat mencari nafkah. Beberapa di antara pekerjaan yang dilakukan anak tertentu dapat dikategorikan sebagai bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. dan mau dibayar murah.6% anak pertama dari 5. sedangkan negaranegara di Afrika kendati pun distribusi pendapatannya relatif merata akan tetapi nyaris semua penduduk menghadapi masalah yang terkait dengan penyediaan kebutuhan hidup sehari-hari. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Dan disebutkan juga bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak bekerja yaitu karena memenuhi kebutuhan ekonomi. 1993).3% dari anak yang secara ekonominya aktif yang dapat bersekolah sekalipun bekerja. majikan dapat melipatgandakan keuntungan. baik secara langsung maupun tidak langsung. banyak para ilmuwan yang tertarik pada gejala anak-anak yang bekerja. petani berlahan sempit atau buruh pabrik. Seluruh anggota rumah tangga golongan ekonomi lemah dan menengah di daerah terlibat dalam membantu perokonomian keluarga. terminal.. Sedangkan teori yang berpijak pada sisi permintaan. terdapat dua teori yang menjelaskan mengapa anak-anak bekerja. pelabuhan. Bhutan. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa anak-anak sangat membantu di dalam keluarga khususnya dalam mencari nafkah dapat kita lihat dari hasil penelitian yang dilaksanakan para ilmuwan misalnya Prijono Tjiproherianto. Mereka pada umumnya berasal dari keluarga buruh tani. selanjutnya 18.15 tahun. bahkan tempat-tempat lokalisasi pun banyak ditemukan pekerja anak. Secara sederhana partisipasi anak dalam bekerja dapat diartikan sebagai keikutsertaan anak dalam menyumbangkan penghasilan atau pendapatan keluarga yang diperolehnya dari upah kerja. menyatakan bahwa dengan mempekerjakan anak yang dianggap sebagai pencari nafkah kedua. India termasuk Indonesia merupakan tipikal negara seperti itu.. Penelitian yang dilakukan White dan Tjandraningsih (1991) di Jawa Tengah menemukan bahwa anak-anak di bawah usia 14 tahun sudah bekerja pada industri kecil dan industri besar. Ditinjau dari segi penawaran menyatakan bahwa kemiskinan merupakan sebab utama yang mendorong anakanak bekerja untuk menjamin kelangsungan hidup diri dan keluarganya. Dengan bekerja. anak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. ekonomi dan kebudayaan di mana anak itu berada. Selain teori-teori yang dikemukakan di atas. stasiun.

Jakarta dan Surabaya yang menunjukkan kesusahan ekonomi merupakan faktor pendorong utama anak bekerja. Karena situasi ekonomi yang tidak kondusif. 4. Jumlah anggota keluarga yang besar. Hanya dengan upah pula si anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri yang nota bene selalu berkembang karena gesekan-gesekan sosial dan lingkungannya (Bali Post Perspektif 26 Maret 1997). Bagi keluarga miskin. faktor penting yang mempengaruhi tingkat upah kerja anak. Kejadian ini bisa disebabkan oleh adanya pertentangan orang tua. (1995) yang mengutip pendapat Talcott menyebutkan banyak anak bekerja karena alasan ekonomi bukan karena budaya. Situasi ini sebenarnya juga berkaitan dengan struktur pasar kerja. Karena cara-cara mencari nafkah dari keluarga miskin ditandai ketidakpastian dan ketidak-mantapan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. karena tiga faktor utama: eksploitasi yang lahir dari kemiskinan. Kompas 25 Juli 2001). Tetapi terdapat faktor lainnya yang turut mendorong meningkatnya jumlah pekerja anak antara lain faktor budaya dan kebiasaan masyarakat setempat yang melatih anak bekerja secara dini. Apapun latar belakang yang menyebabkan mereka menjadi pekerja anak. I. orang tua dengan anak atau antara anak dengan anak. Sebab hanya dengan memperoleh upah mereka dapat meringankan beban orang tua. Volume 5. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ekonomi merupakan alasan utama seorang anak terpaksa bekerja. Nomor 2. Halaman 219-231 memandang banyak faktor yang menyebabkan anak-anak bekerja. berikut ini. anak-anak akan segera masuk kerja yang eksploitatif. Pekerja anak di sektor 226 informal di kota bekerja keras untuk mendapatkan upah. Situasi keluarga bermasalah. (1995) di Medan. Namun demikian penelitian Irwanto juga menunjukkan faktor pendorong lain anak-anak bekerja yaitu: 1. Situasi keluarga yang sarat masalah. sehingga keberadaan anak yang dipaksakan bekerja. Orang tua sering kali menganggur dan dalam usaha mencari nafkah anak-anak disuruh bekerja. situasi ekonomi yang mempengaruhi kalau banyak lapangan kerja untuk orang dewasa harus ditutup. misalnya karena budaya masyarakat setempat. Menurut laporan UNICEF (1990). kurangnya pendidikan yang relevan. dianggap sesuatu yang taken for granted (Nani Indriati. kesadaran dan kepedulian tentang hak-hak anak oleh orang tua dan masyarakat. pangan. 1986: 128). serta tradisi dan pola sosial yang menempatkan anak pada posisi yang rentan. perubahan yang relatif cepat serta gesekan-gesekan sosial. anak-anak bekerja pada usia yang sangat muda justru belajar dan harus mengalami sesuatu bahwa yang penting adalah untuk segera dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. sehingga ia justru belajar bagaimana ia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini dalam berbagai tindakan yang selalu tidak sesuai dengan harapan lingkungan sosial pada umumnya (Sadly. pendidikan yang kurang. 2. dan papan. menurut Talcott fakta bahwa lebih banyak anak yang bekerja karena alasan ekonomi dibandingkan alasan-alasan budaya. anakanak sering terdorong untuk bekerja pada bidang kerja yang mengganggu tumbuh kembangnya. karena mereka lebih muda dieksploitasi. Sejalan dengan hal di atas. atau suami yang tidak pernah memberikan uang belanja kepada istri. Pernyataan Talcott ini diperkuat pada penelitian Irwanto dkk. Hal ini terjadi karena ibu yang bekerja sebagai pencari nafkah utama keluarga. Wanita sebagai kepala rumah tangga. Kemiskinan akan mendorong anak-anak masuk bidang pekerjan yang membahayakan. 3. seperti sandang. Terjadinya hal tersebut disebabkan karena terjadinya perceraian orang tua. Kosa dan IK Zole dalam bukunya Proverty and Health menyatakan bahwa kondisi miskin sebagai lingkungan sosial di mana anakanak dibesarkan tidak mendukung atau membantu terbentuknya watak atau sifat-sifat pribadi yang dapat mendobrak kemiskinannya.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Menurut Irwanto dkk. Akan dijalankan pendapat mereka mengenai faktor-faktor anak terlibat dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. Mei 2006. minimnya tingkat pengetahuan. Pandangan masyarakat mengenai kesiapan anak untuk bekerja Hal ini terjadi terutama pada pandangan orang tua yang menginginkan dan menentukan kapan seorang anak sudah layak bekerja. Hal ini berhubungan dengan beberapa kondisi keluarga miskin bahwa pola sosialisasi di mana seseorang dibimbing khusus untuk mencari pekerjaan yang layak. yang pasti dalam bekerja mereka mempunyai motivasi masing- Koleksi BPAD Prov SU . karena kemiskinan.

menyebabkan orang-orang desa pindah ke daerah perkotaan.Atika. hampir 60 persen dari orang tua responden berpenghasilan kurang dari Rp 4. Kebutuhan dan dorongan tadi sebenarnya merangsang anak untuk berbuat atau bertingkah laku yaitu dengan bekerja. dari anak itu sendiri maupun dari pihak lain. Berhubungan dengan hal di atas. Daerah perkotaan di setiap negara telah dijadikan tempat yang paling lumrah untuk menampung surplus penduduk. Adanya tekanan ekonomi orang tua. Di mana motivasi anak dalam bekerja dapat dipengaruhi dari dalam keluarga. Dalam menjalankan pekerjaan tersebut. maka manusia akan mencari alternatif untuk melaksanakan tindakan tertentu sama dengan motivasinya (Wijaya 1987: 24). tekanan dari orang tua agar tetap tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan domestik dan tak perlu sekolah atau memasuki pasar tenaga kerja menimbulkan persoalan khusus yang sering kali justru mendorong lahirnya keputusan yang diambil oleh anak perempuan itu sendiri untuk masuk ke pasar tenaga kerja. Hal ini juga dialami oleh pekerja anak. Apabila di suatu daerah kebutuhan ekonomi maupun nonekonomi seseorang belum terpenuhi. tentunya anak tidak terlepas dari motivasinya. kemudian terbukanya kesempatan dan harapanharapan yang tinggi untuk meningkatkan kehidupan. 2. 3. akan merangsang orang untuk bertingkah laku. Hal ini sejalan dengan pendapat Todaro dan Stilkind (dalam Manning dan Effendi. Orang tua responden sebagian besar hanya tamatan sekolah dasar (sekitar 43 persen) dan mencari nafkah sebagai buruh tidak terampil. 1999: 191).. menurut Tjandraningsih. Hal ini sejalan dengan pendapat Terry (1986 : 132) yang mengatakan bahwa motivasi adalah keinginan-keinginan yang terdapat pada diri individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Adanya paksaan orang tua. Dengan demikian semakin banyak kebutuhan manusia. bekerja adalah Kedua : Ketiga : Keempat : salah satu cara untuk tetap bersekolah. keberadaan pekerja anak tersebut berkaitan dengan bekerja hal yaitu: 1. Seperti yang dijelaskan sebelumnya adanya seperangkat kebutuhan-kebutuhan. Khususnya untuk anak perempuan. Karena dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kasus pekerja anak di kota-kota besar merupakan “korban” urbanisasi. Motivasi erat kaitannya dengan kebutuhan. Pekerja Anak dan Kontribusinya. 5. yang menyatakan bahwa dorongan utama untuk berimigrasi ke kota adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. 6. masing. motivasi sering diartikan sebagai faktor yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau tujuan tertentu. 1985: 35). Globalisasi ide tentang gaya hidup menyebarnya budaya konsumen menyebabkan pentingnya dimulai akses terhadap uang bagi anak Kenyataan yang menunjukkan begitu banyak pengangguran di kalangan orang tua menyebabkan anak segera terjun ke dunia kerja. Adanya pembenaran budaya bahwa sejak kecil anak harus bekerja. Lebih jauh White dan Tjandraningsih (1998: XII) dalam studi mereka tentang pekerja anak di Indonesia secara lengkap menyimpulkan sejumlah hal kontradiktif yang menjadi dilema anak di Indonesia. Adanya keinginan anak untuk mencari uang sendiri. maka ia akan mencari informasi tentang daerah lain yang bisa memberi atau memenuhi kebutuhannya. Adanya paksaan dari orang yang lebih dewasa. Sebagaimana kita ketahui bahwa dengan semakin sempitnya lahan pertanian di pedesaan. khususnya anak-anak yang dilahirkan dalam tekanan kemiskinan. Adanya asumsi dengan bekerja bisa digunakan sarana bermain. Pertama : Di kalangan anak-anak dari keluarga miskin. 4. Kegiatan Ekonomi Kaum Miskin di Daerah Perkotaan Berdasarkan penelitian Irwanto (1995) dinyatakan bahwa urbanisasi dipandang signifikan terhadap problema pekerja anak. adanya berbagai masalah-masalah yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut memunculkan dorongan dalam diri anak untuk memuaskan kebutuhan tersebut. bahkan motivasi timbul karena adanya kebutuhan (Abu Ahmadi. Secara umum. Keadaan ini 227 Koleksi BPAD Prov SU ..000 per hari.

Begitu juga dengan keadaan anak-anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah atau sekolah sambil bekerja untuk memperoleh penghasilan sendiri atau membantu perekonomian keluarga. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Sumardi dan Hans Dieter ever yang menyatakan bahwa golongan berpenghasilan rendah atau golongan miskin adalah golongan yang memperoleh pendapatan atau penerimaan sebagai imbalan terhadap kerja Koleksi BPAD Prov SU . g. Sedikit saja memanfaatkan fasilitas-fasilitas kota seperti toko-toko. Mereka biasanya tidak mempunyai keterampilan khusus. Sering terjadi tindak kekerasan. k. memiliki pendidikan yang rendah dan sering menjadi korban dari majikan-majikan yang jahat atau organisasi-organisasi kejahatan. sehingga sering terjadi perceraian dan pembuangan anak. Pusat kota terutama menjadi tempat permukiman orang elite. Tingkat pendidikan yang rendah. Dengan memasuki daerah perkotaan. termasuk pemukulan anak-anak. i. buruh. pencuci mobil. di mana terdapat gedung-gedung pemerintahan dan pusat-pusat agama. Halaman 219-231 menimbulkan permasalahan yang besar bagi perkotaan. politik dan lain sebagainya. Golongan inilah yang dimaksudkan golongan miskin di kota. Mei 2006. masih saja terdapat kelompok masyarakat yang hidup dalam keadaan yang menyedihkan atau tidak sesuai dengan standar hidup yang layak. b. juga masing-masing kelas mengawasi anggotanya dalam hal demikian itu. Meskipun kota telah mempunyai hampir seluruh fasilitas untuk meningkatkan taraf hidup 228 masyarakatnya. Istri terkadang bekerja sebagai tukang masak bagi keluarga kelas atas.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. f. yakni adanya lapisan bawah dan lapisan atas. Di sini peran istri dan anak sangat menonjol untuk turut serta dalam kegiatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak. tukang becak dan lain sebagainya. cara bicara dan berpakaian. pembantu rumah tangga. j. Kegiatan rumah tangga dan kegiatan mata pencaharian terpisah. Sedangkan kelas bawah untuk mempertahankan hidup di kota cenderung bekerja sebagai buruh kasar bangunan. Perkawinan sering berdasarkan konsensus. Anak-anak dalam kelas bawah mengambil kegiatan perekonomian dapat sebagai penjaja makanan. tukang parkir. l. Perbedaan itu juga tampak dalam pola permukiman dan perkampungan di kota. Nomor 2. p. c. h. e. Kehidupan mereka tanpa kerahasian pribadi. m. penyewa payung dan lain sebagainya. sehingga timbullah penonjolan-penonjolan perbedaan itu dengan jalan menciptakan simbolsimbol dan tanda-tanda yang membedakan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. kebanyakan mereka ini adalah orang yang mempunyai kegiatan ekonomi sebagai pegawai rendahan di kantor-kantor dan toko-toko kecil. penjual asongan. Tingkat mortalitas yang tinggi atau harapan hidup yang rendah. penyemir sepatu. Keluarga bertumpu pada ibu. Perbedaan-perbedaan khas itu tampak selanjutnya di dalam cara berperilaku. kelas atas memiliki kecenderungan yang kuat untuk mempertahankan posisi-posisi yang menguntungkan. o. Partisipasi yang rendah dalam organisasiorganisasi sosial seperti organisasi buruh. Fenomena yang menonjol pada masyarakat kota adalah dikotomi dalam struktur sosialnya. maka timbullah berbagai macam permasalahan. n. Singkatnya mereka itu adalah para pekerja yang mempunyai pendapatan yang sangat rendah. mulai dari mencari atap untuk tempat berteduh sampai bagaimana cara mempertahankan hidup di daerah perkotaan. bisa juga sebagai tukang cuci dan juga penjaga anak. Kalau diperhatikan bahwa masyarakat kota yang digolongkan pada ciri-ciri di atas. tukang becak dan sebagainya. Tidak jarang pula terlihat dalam keluarga kelas bawah di kota mempergunakan potensi seluruh keluarga untuk melaksanakan kegiatan perekonomian di kota. Tingkat keterampilan yang rendah. Oscar Lewis mengemukakan bahwa kemiskinan itu mempunyai ciri-ciri: a. museum dan bank. Upah yang rendah atau keamanan kerja yang rendah. Kehidupan keluarga adalah otoriter. Tidak atau jarang ambil bagian dalam perawatan medis dan program-program kesejahteraan lainnya. Tidak memiliki persediaan makanan dalam rumah untuk hari esok. Kelas bawah bermukim di tempat-tempat seputar kota itu juga. Volume 5. 1992:61). Besarnya hyper masculinity complex di kalangan pria dan marty complex di kalangan wanita (S. d. Menno. Tidak memiliki tabungan. baik bagi diri sendiri maupun bagi anak cucu mereka. Penyerahan diri pada nasib.

Hasil studi “SMERU” yang dirancang untuk mengetahui pilihan antara bersekolah dan bekerja. Hasil studi mendukung pendapat bahwa ada lingkaran setan antara kemiskinan dan pekerja anak. terisolasi dari informasi dan koneksi. bekerja tentu dapat menghambat proses sekolah/belajar. Studi yang dilakukan Bagong Suyanto dkk. Kondisi demikian mendorong anak-anak yang belum mencapai usia untuk bekerja terpaksa harus bekerja. baik oleh orang tuanya sendiri maupun pihak pengusaha. ILO (International Labour Organization) memperkirakan akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan jumlah anak Indonesia telah menjadi enam sampai delapan juta (Waspada 29 Juni 2002). Kelompok inilah yang lazim disebut massa rentan. 1995 : VI). Kesemuanya ini membawa efek terhadap meningkatnya jumlah kemiskinan di kota. Pekerja Anak dan Kontribusinya. timbullah masalah seperti pengangguran. Akibat dari pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan lajunya pembangunan antara lain seperti penyediaan fasilitas kota. pendidikan merupakan masalah/persoalan yang dilematis. Salah satu konsekuensi dari meningkatnya kemiskinan bagi dunia anak dan pendidikan adalah 229 Koleksi BPAD Prov SU . kejahatan. Keluarga miskin terpaksa mengerahkan sumberdaya keluarga untuk secara kolektif memenuhi kebutuhan hidup. istri-istri yang tidak berpendidikan turut dalam kegiatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak. kelompok marjinal atau masyarakat miskin. rapuh dan jauh dari jangkauan pembangunan. jauh dari akses pelayanan publik. Bagi mereka sekolah adalah beban.. mereka yang jumlahnya jauh lebih sedikit. anakanak mereka juga akan masuk dalam pasar kerja dengan tingkat keterampilan yang rendah dan upah yang rendah pula. Di wilayah perkotaan keberadaan kelompok tersebut dengan mudah ditemui di permukiman kumuh atau perkampungan liar di sudut-sudut kota. Anak-anak mau tidak mau terpaksa ikut andil dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. sering dijadikan sebuah alasan pembenaran terhadap praktik mempekerjakan anak dalam usaha memenuhi kebutuhan keluarga. jika dibandingkan dengan kebutuhan pokoknya (Sumardi dan Hans Dieter ever. tidak memiliki patron yang kuat. semakin rendah kemungkinan adanya pekerja anak dalam rumah tangga.. bagi anak-anak usia 5-14 tahun pada masa krisis ekonomi dengan menggunakan survei 100 desa tahun 1998-1999 menunjukkan bahwa terdapat kaitan erat antara pekerja anak dengan kemiskinan. Achdian Aminuddin (1995: 15) menyatakan bahwa kemiskinan yang lekat dengan golongan lapisan bawah pada sebagian terbesar masyarakat Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa krisis ekonomi yang dialami Indonesia mengakibatkan Indonesia merosot kembali menjadi negara miskin di dunia. kesempatan kerja dan tanah-tanah permukiman dikota. kelompok masyarakat miskin tersebut sering jatuh sakit. mudah tergeser. Secara teoretis. pekerja anak sangat mungkin akan tumbuh dewasa sebagai orang yang kurang mengenyam pendidikan dan kemungkinan besar. tetapi dipihak lain karena tidak bersekolah. hal ini juga terjadi bagi pekerja anak dengan tingkat ekonomi keluarga yang rendah. Sebagaimana telah ditunjukkan. lemah jasmani. Di satu sisi kemiskinan yang membuat mereka tidak bersekolah. Bila diamati sebenarnya kemiskinan ini merupakan masalah yang sangat pelik. Akibat kerentanan yang diderita. Dan hal yang penting dari temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin makmur kondisi ekonomi suatu rumah tangga. kelompok masyarakat yang diperkirakan paling terpukul dengan adanya situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan adalah mereka yang termasuk kelompok masyarakat yang tidak stabil. Dan hal ini cenderung terjadi terus-menerus akibat konsumsi yang kurang layak dan jauh dari syarat-syarat kesehatan dan gizi.Atika. karena terlalu banyak biaya yang dikeluarkan dan kurang dapat memberikan jaminan akan masa depan yang lebih baik. sehingga sangat tergantung pada sedikit penghasilan tertentu. Akibatnya muncul “orang-orang miskin baru” (Suyanto dalam Konvensi edisi ketiga). Begitu juga dengan keadaan anakanak. Profil pekerja anak secara umum mencerminkan profil kemiskinan. ternyata kemudian melonjak beberapa kali lipat kembali. mereka sulit untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Seandainya pun mereka sekolah. pasokan pekerja anak kebanyakan dari rumah tangga dan kepala rumah tangga yang tidak mempunyai atau hanya berpendidikan formal sangat rendah. Tingkat kemiskinan yang semula mengalami perbaikan dan mendekati angka 20 juta. ketika pekerja anak ini dewasa dan berkeluarga. (1997-1998) menunjukkan bahwa kelompok masyarakat miskin umumnya buta hukum.

Saran Kemiskinan sering sekali dijadikan alasan secara langsung dan tidak langsung untuk memaksa anak agar mau terjun ke dunia kerja. diperkirakan jumlahnya melonjak cukup besar. Pemerintah perlu membentuk zona-zona bebas pekerja anak. Mei 2006. Suharsimih. bahwa daerah pedesaan akan mengekspor kemiskinannya ke kota melalui urbanisasi. Kendati kebiasaan untuk melatih anak bekerja sejak dini bukanlah hal yang baru. membeli alat-alat elektronik. menikmati hiburan. Menurut perkiraan Bapenas. Motivasi anak untuk bekerja antara lain untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh orang tua. tetapi sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pertengahan tahun 1997 lalu. 1985. untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. misalnya untuk membeli pakaian. Dan yang memprihatinkan. Rapid Assesment Child Labour in Off Shore Fishing. Sejumlah besar rakyat miskin. Volume 5. tentu masih ada masalah lain yang tersisa. Psikologi Sosial. bersamaan dengan makin tingginya kecenderungan anak putus sekolah adalah kemungkinan bertambahnya anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Sehingga apabila si anak bersekolah. Motivasi ini terlihat dari alokasi uang 230 Koleksi BPAD Prov SU . mengingat biaya yang tidak dapat mereka jangkau.8 juta menjadi 8 juta pertahun (Tjandraningsih dkk. Bina Aksara. USU & ILO IPEC. Halaman 219-231 terjadinya penurunan angka partisipasi anak-anak yang bersekolah. maka sulit rasanya keluarga mengirimkan anaknya ke sekolah. karena krisis. Nomor 2. 1985. dan menabung (untuk beberapa/sedikit orang). Sosiologi Perkotaan. Pada dasarnya anak bekerja tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi keluarga yang rendah (miskin/serba kekurangan). Makin besar laju perpindahan dari desa ke kota. Sanafiah. potensi angka putus sekolah meningkat tajam. khususnya di kalangan keluarga miskin. Tampaknya anak bekerja merupakan suatu pilihan dalam keadaan sosial ekonomi yang demikian. Peran seorang anak dalam keluarga miskin sebagai salah satu pencari nafkah dalam keluarga akan terganggu. Daftar Pustaka Ahmadi. Asih Asuh. dari 2. Penelitian Kualtatif. Dieter Hans. dan adanya sejumlah besar orang miskin pedesaan yang bersedia menambah jumlah orang miskin di perkotaan. memang mau tak mau harus tetap hidup di kota-kota besar untuk jangka waktu yang lama. Jakarta Prosedur Arikunto. Penelitian. kecuali apabila ada perkembangan yang cepat sekali dalam perluasan kesempatan kerja serta permukiman. LP3ES. Jakarta Ever. kemampuan keluarga untuk memperoleh pendapatan akan berkurang. diberikan kepada orang tua. 2003. Kenyataan aspek demografi di Indonesia adalah cepatnya pertumbuhan penduduk. Rineka Cipta. dasar-dasar dan Aplikasi. Alan. Hal ini menggambarkan bahwa diperlukan adanya koordinasi antara usaha-usaha pendidikan dengan usaha-usaha yang memberi perhatian pada masalah kemiskinan. 1992. dalam Konvensi edisi ketiga). hasil kerja mereka. Arus urbanisasi di kota-kota besar sebagai proses perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Dengan kata lain mungkin akan terjadi. 1990. maka makin besar persentase dari seluruh penduduk kota yang hidup di bawah garis kemiskinan. dan ingin mempunyai penghasilan sendiri. Jakarta Kesimpulan 1. 2. Jakarta Faisal.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Malang Fisip. Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia cukup tinngi dan golongan ini merupakan penghuni terbesar di dalam masyarakat perkotaan. biaya sekolah. Seandainya biaya pendidikan dasar dibiayai pemerintah secara menyeluruh. sehingga kesadaran akan kedudukan anak sebagai generasi penerus yang harus dirintis masa depannya bagi orang tua meningkat. Akibat dari kemiskinan. Hal ini merupakan jawaban pada fakta: demikian mudahnya orang tua menyuruh anak terjun ke dunia kerja dan begitu mudahnya orang tua mengabaikan sekolah anak.

Jakarta Mendelevic. Sadly. 1984. Jakarta di Sumardi & Hans Dieter Ever. LP3ES. 1991. Geneva ILO. Pembangunan Bunga Rampai Antropologi Terapan. Jakarta ILO IPEC. Kartini. 1986. Singgih.. Eresco. Gunung Mulia. Remaja. Genewa. Gramedia. Yogyakarta Widyaja. Chris dan TN Effendi. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Jakarta Sofyan. Akatiga. Yusuf. Anak. W. Kondisi Pekerja Anak Jermal di Kawasan Perairan Pantai Timur Sumatera Utara. Koleksi BPAD Prov SU 231 . 1995. Saparna. Surya. PT Gramedia. Pengangguran dan Sektor Informal di Kota. 1992. Psikologi nak dan Remaja. 1986. Rajawali Press. Jakarta Sumarnonugroho.Atika. 1986. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok.. Jakarta Manning. Buruh Anak Jermal. 1990. POusat Kajian dan Perlindungan Anak. Rajawali. Medan Suparlan. Child Work Poverty and Underdevelopment. 1985. Pernanan Motivasi dalam Kepemimpoinan Akademi. Kemiskinan Perkotaan. 1991. Medan Kartono. 1995. Mulandar. Jakarta. Dehumanisasi Anak Marginal. Gelandangan. Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial. Ahmad. Jakarta Masalah-masalah Kuntjaraningrat. 1985. Jakarta Gunawan. 1996. 1991. T. Yayasan Obor. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Psikologi Sosial. A. Gerungan. Bandung Rogers & Standing Guy. 1986. LP3ES. Bandung Gunarsa. Children at Work. PT Hanindita Graha Widya. dan Keluarga. LAAI. Parsudi. Psikologi Praktis. Pressindo. Urbanisasi.

.

08153136263 .000 (enam puluh ribu rupiah) per tahun Luar Pulau Sumatera Rp 90. Rekening: 106-00-9302992-7 Informasi lebih jelas dan lengkap dapat diperoleh pada: Redaksi Pemberdayaan Komunitas (Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial) Kantor Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Jalan Dr.000 (sembilan puluh ribu rupiah) per tahun LEMBAR PEMESANAN LANGGANAN Nama Alamat Kota Telepon Instansi : _______________________________________________ : _______________________________________________ : ________________________ Kode Pos ____________ : ______________ Fax _____________ e-mail_________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Pemesanan Tahun Terbitan : _________________________________ Pembayaran Tunai Transfer Transfer melalui: Bank Mandiri Cabang USU Medan A.P JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL emberdayaan Komunita S INFORMASI BERLANGGANAN Biaya Berlangganan: (Termasuk Biaya Pengiriman) dengan pos udara Pulau Sumatera Rp 60. Matias Siagian No. 1 Medan. 20155 Telepon (061) 8211965. Fax (061) 8211633 HP.n. Sofyan No.