P

JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

emberdayaan Komunita

S

ISSN 1412-6133 Volume 5, Nomor 2, Mei 2006 Hal. 117 – 231

DAFTAR ISI
Matias Siagian Ratih Utamaningsih & Hayaruddin Siagian Fahru Izhar & Edward Fronner M. D. S. Mulatua P. Silalahi Mai Yusra & Hairani Siregar Erika Revida Tuti Atika Masalah Ketenagakerjaan dan Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional...........................……………………. Implementasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan PT Asam Jawa Medan.........…………………………..………................... Analisis Tingkat Kesejahteraan Pensiunan pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.....……. Tinjauan Implementasi Hak Normatif dan Kesejahteraan Karyawan PT H. M. Sampoerna Sales Division Batam............ Pendidikan dan Pelatihan Entrepreneurship sebagai Alternatif Pembukaan Lapangan Kerja Seluas-luasnya.......... Program Pemberdayaan Anak Jalanan oleh Yayasan AKMI Medan...................................................................... Sistem Kekerabatan Masyarakat Suku Batak Toba Sumatera Utara........................................................…….... Pekerja Anak dan Kontribusinya dalam Ekonomi Rumah Tangga...........................................……….…….................

117 – 131

132 – 150 151 – 167 168 – 181 182 – 185 186 – 212 213 – 218 219 – 231

PK (JIKS)

Vol. 5

No. 2

Hal. 117 – 231

Medan, Mei 2006

ISSN 1412-6133

2

MASALAH KETENAGAKERJAAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
Matias Siagian Abstract
The unemployment problem in Indonesia is the product of two contradictory conditions. The first, natural resources counted the widespread land and sea. The second, field of work is limited and it is not proportional to the employee which always grow very fast. This bad condition is very sad, especially know there are many islands in Indonesia still virgin and have not touched. The unemployment problem as macro problem and the root or source of many social problems in Indonesia is not only as a contribution of the small investation but also caused of unsuitability of competency and skill of employee to qualification demanded by employee user institutions. So Indonesia need the new education development policy. Keywords: education policy, unemployment, life skill

Pendahuluan
Masalah pengangguran merupakan masalah makro ketenagakerjaan. Selanjutnya masalah pengangguran berubah wujud sehingga bukan lagi sekadar masalah, melainkan menjadi akar permasalahan. Sebagai suatu akar permasalahan, maka pengangguran akan mengakibatkan kemiskinan, peningkatan angka kriminalitas seperti pencurian, perampokan, penodongan, bahkan pelacuran. Di samping itu pengangguran yang dialami orang tua dalam suatu keluarga sangat rentan terhadap terjunnya anak ke dunia kerja. Di Jawa Tengah saja, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mencatat terdapat 10.477 orang anak dipekerjakan. Secara nasional, jumlah anak yang dipekerjakan bahkan mencapai setengah juta orang (Kompas, 19 September 2006: 24). Dari berbagai tayangan di televisi tentang demikian tragisnya nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri pada umumnya dan tenaga kerja wanita Indonesia pada khususnya terdeteksi bahwa kepergian mereka ke berbagai negara bukan merupakan pilihan utama, apalagi citacita, melainkan merupakan keterpaksaan. Pada umumnya mereka berasal dari daerah pedesaan.

Bekerja di negara lain merupakan jalan keluar terhadap permasalahan ketidakseimbangan antara luas lahan di pedesaan dengan penduduk di sana. Hal ini merupakan konsekuensi logis di mana sektor pertanian masih berada di urutan pertama penyerapan tenaga kerja di pedesaan. (Simanjuntak, 1994: 43). Pada tahun 2004 penulis dengan beberapa orang dosen FISIP USU berkunjung ke Malaysia. Selain mengunjungi beberapa Perguruan Tinggi di negeri jiran yang memang mengalami kemajuan yang teramat cepat dalam pendidikan, kami juga berkunjung ke KBRI di Kuala Lumpur. Di sana, selain melakukan seminar kecil dengan beberapa pejabat tinggi KBRI, tidak lupa kami juga mengunjungi tempat penampungan TKI bermasalah yang memang tempatnya di bagian belakang kompleks KBRI. Salah seorang TKI bermasalah dan terangkat ke permukaan melalui berbagai media adalah Nirmala Bonat. TKI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini mengalami penganiayaan yang luar biasa, terutama dari majikan perempuannya di Malaysia. Melalui perbincangan dan menyaksikan sendiri, diketahui bahwa di sekujur tubuh Nirmala, termasuk di dada dan punggungnya terdapat

Matias Siagian adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Koleksi BPAD Prov SU

117

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 117-131

luka bakar akibat disetrika dan mendapat siraman air panas dari majikan. Selain itu, di bagian kepalanya juga terdapat luka dan memar. Nirmala hanyalah salah seorang dari ribuan orang yang mengalami penderitaan di negeri orang. Harus diakui bahwa kisah TKI yang mendapat siksaan, dianiaya, diperkosa, ditipu, tidak dibayar gajinya, terjun dari gedung tinggi, hingga meninggal tanpa diketahui pasti penyebabnya sejak dahulu merupakan langganan berita yang ditayangkan di berbagai media massa. Berbagai pihak menunjuk keberadaan PJTKI nakal sebagai biang keladinya, di mana mereka tidak bertanggung jawab dan hanya mencari keuntungan (Kompas, 27 Juni 2004: 23). Terlepas dari tidak bertanggung jawabnya PJTKI dan tidak manusiawinya banyak majikan di negeri orang, terdapat suatu hal yang harus kita sadari sebagai suatu akar permasalahan, yakni ketidakseimbangan antara supply dan demand tenaga kerja nyata-nyata mengakibatkan tenaga kerja Indonesia, baik yang bekerja di dalam negeri maupun yang bekerja di luar negeri merupakan akar permasalahan dari masalah ketenagakerjaan sebagai suatu masalah besar dan kompleks di Indonesia. Kajian ilmiah tentang penyelesaian masalah menyatakan bahwa suatu masalah hanya dapat dipecahkan secara tuntas jika penyelesaian masalah itu menyentuh substansinya. Substansi sebuah masalah adalah “akar permasalahan” itu (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas, 2004: 31). Jika kita hanya menyelesaikan masalah, berarti penyelesaian masalah yang sama tidak akan pernah tuntas, bahkan akan terjadi akumulasi masalah di masa mendatang, karena kita hanya akan menyelesaikan masalah lama, sedangkan masalah yang baru datang terus, sehingga terjadi peningkatan jumlah masalah, karena pertumbuhan masalah selalu lebih tinggi dari penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam penyelesaian masalah tersebut. Oleh karena itu upaya penyelesaian masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus menyentuh substansinya, yakni pengangguran. Selagi ada ketidakseimbangan antara penawaran dengan permintaan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, maka para pekerja tidak akan memiliki bargaining power terhadap majikan. Akibatnya, majikan, baik dalam bentuk
118

keluarga maupun perusahaan akan selalu bebas melakukan apa saja terhadap para pekerja.

Konsep-Konsep Ketenagakerjaan
Sebelum kita memasuki wilayah masalah ketenagakerjaan di Indonesia, ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu tentang konsepkonsep yang ada dalam “ketenagakerjaan”, yang tergolong konsep-konsep makro dan umum. Bagaimanapun, dalam upaya melakukan pengukuran besarnya angkatan kerja, angka pengangguran, kesempatan kerja, maupun aspek-aspek lainnya yang berhubungan dengan konsep makro ketenagakerjaan, maka masalah konsep dan definisi yang dipakai perlu dipahami, karena terdapat peluang bagi perbedaan konsep dan definisi yang dianut atau dipakai di mana hal tersebut akan mengakibatkan perbedaan makna sebagai konsekuensi logis dari konsep-konsep yang berbeda tersebut. Referensi “waktu” yang dipakai untuk menilai apakah seseorang bekerja atau sedang mencari pekerjaan misalnya, akan mempengaruhi besarnya angka angkatan kerja dan reit partisipasi angkatan kerja, reit pengangguran, dan perimbangan antarsektor dari penduduk yang tergolong angkatan kerja. Angkatan kerja (labour force) merupakan konsep yang menunjukkan economically active population. Sebaliknya, yang bukan angkatan kerja adalah mereka yang tergolong noneconomically active population. Konsep man power juga menunjuk pada labour force. Konsep ini berbeda dengan konsep penduduk usia kerja, karena tidak semua penduduk usia kerja tergolong dalam konsep angkatan kerja. Penetapan usia kerja sendiri tidak lepas dari masalah-masalah, antara lain umpamanya di suatu masyarakat banyak anak yang tidak tergolong ke dalam usia kerja tetapi kenyataannya bekerja. Sebagai contoh terjunnya anak usia sekolah ke dunia kerja justru disebabkan oleh pengangguran orang tua, dengan tujuan untuk membantu keluarga. Sementara mungkin banyak orang yang tergolong usia pensiun, akan tetapi masih bekerja. Dalam perkembangan terminologi ketenagakerjaan di Indonesia antara lain istilah buruh yang diupayakan diganti dengan istilah pekerja. Hal ini sebagaimana diusulkan oleh

Koleksi BPAD Prov SU

Siagian, Masalah Ketenagakejaan...

Pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja pada saat Kongres Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) Ke-2 Tahun 1985. Alasan Pemerintah menggunakan istilah pekerja dan meninggalkan istilah buruh adalah karena istilah buruh dianggap kurang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Istilah buruh lebih cenderung menunjuk pada golongan yang selalu ditekan dan berada di bawah pihak lain, yakni majikan. Perubahan istilah ini memang sangat logis, namun jika perubahan istilah tersebut tidak diikuti dengan perubahan nasib, kebijakan, dan keberpihakan pemerintah terhadap buruh, maka perubahan istilah tersebut sesunguhnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Pada Ayat (1) Pasal 3 Undang-Undang No. 25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa “pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja di luar maupun di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah”. Dari pengertian pekerja tersebut jelaslah bahwa hanya angkatan kerja yang sudah bekerja yang dapat disebut sebagai pekerja. Di sisi lain, untuk jaminan kecelakaan kerja dalam perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan UndangUndang No. 3 Tahun 1992, maka pengertian “pekerja” diperluas, sehingga di dalamnya termasuk: 1) Magang dan murid yang bekerja pada perusahaan, baik yang menerima upah maupun yang tidak; 2) Mereka yang memborong pekerjaan kecuali jika yang memborong adalah perusahaan; 3) Nara pidana yang dipekerjakan di Perusahaan (Husni, 2001: 23) Reit Partisipasi Angkatan Kerja dapat dinyatakan sebagai jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja per 100 penduduk usia kerja. Dalam hal ini, usia kerja dapat didefinisikan sebagai penduduk yang berusia 10 – 64 tahun. Selanjutnya Reit Partisipasi Angkatan Kerja dapat juga dihitung untuk tiap golongan umur dan jenis kelamin. Misalnya, untuk penduduk laki-laki, golongan umur 15 – 19 tahun. Di era modern, Reit Partisipasi Angkatan Kerja umumnya rendah pada usia muda dan tua. Masalahnya, sesuai dengan hak-hak anak, maka sebagian mereka yang berusia muda masih bersekolah, sementara sebagian mereka yang

berusia tua tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Biasanya Reit Partisipasi Angkatan Kerja untuk penduduk perempuan lebih rendah dari penduduk laki-laki. Hal ini terlihat dari hasil Sensus Penduduk 2001. Dengan demikian dapatlah kita ketahui bahwa Reit Partisipasi Angkatan Kerja merupakan hasil perbandingan antara angkatan kerja dengan penduduk usia kerja. Sebaliknya Reit Pengangguran hanya mempersoalkan komponen-komponen angkatan kerja, yaitu yang bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. Reit Pengangguran dapat didefinisikan sebagai jumlah penganggur per 100 orang yang tergolong angkatan kerja. Berdasarkan data hasil Sensus Penduduk, dapat diketahui jumlah penduduk yang bekerja biasanya dipandang sebagai fenomena yang mencerminkan jumlah kesempatan kerja yang ada. Dalam pengertian ini maka “kesempatan kerja” bukanlah “lapangan pekerjaan yang masih terbuka”, walaupun komponen yang terakhir ini akan menambah kesempatan kerja yang ada di masa mendatang. Memang dalam suatu waktu “lapangan pekerjaan yang masih terbuka” cukup banyak, sementara jumlah pencari kerja (penganggur) banyak pula. Hal ini dapat terjadi karena kurang baiknya distribusi “lapangan pekerjaan yang masih terbuka” yang mana hal seperti ini bertalian pada penyebaran penduduk yang tidak merata, atau karena alasan yang justru dominan saat ini, di mana keterampilan yang dituntut oleh pengguna angkatan kerja justru tidak sesuai dengan keterampilan yang dimiliki para penganggur atau para pencari pekerjaan. Pada kenyataannya tidak semua negara melalui pemerintah mampu menyediakan kesempatan kerja atau lapangan kerja bagi semua angkatan kerja yang ada di negara tersebut. Akibatnya, migrasi tenaga kerja dari satu negara ke negara lain menjadi alternatif menarik. Di era perdagangan bebas ini tentu terjadi tingkat kebebasan yang lebih nyata yang didukung oleh sarana dan prasarana transformasi, komunikasi, dan informasi yang makin lancar dan canggih. Dengan demikian, migrasi tenaga kerja Indonesia, misalnya terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan dalam rangka memperoleh kesempatan di bidang ekonomi pada umumnya dan pekerjaan pada khususnya. Sebagai respons masyarakat terhadap sulit bahkan tertutupnya memperoleh
119

Koleksi BPAD Prov SU

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 117-131

pekerjaan di dalam negeri, maka banyak di antara angkatan kerja menyadari tekanan yang nyata, sehingga melakukan migrasi ke negara yang menjanjikan adanya kesempatan kerja bagi mereka dengan kesejahteraan yang baik pula. Pada umumnya migrasi tenaga kerja diawali dengan migrasi intern negara, dalam arti perpindahan angkatan kerja dari suatu daerah ke daerah yang kelebihan tenaga kerja dan berpenghasilan rendah menuju daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dapat menawarkan upah yang lebih tinggi dari daerah asal (Bandiono, dalam Arief, 1999: 8). Dalam arti luas, migrasi adalah perubahan tempat tinggal secara permanen atau semi permanen. Dalam hal ini tidak ada pembatasan, baik pada jarak perpindahan maupun sifatnya, yakni apakah tindakan itu bersifat suka rela atau terpaksa. Juga tidak diadakan perbedaan antara migrasi dalam negeri dan migrasi ke luar negeri. Stahl membedakan manfaat migrasi internasional pada tingkat negara dan perusahaan pemakai tenaga kerja. Pada tingkat negara, migrasi internasional berpotensi untuk: 1) mengurangi pengangguran negara pengirim jasa tenaga kerja; 2) sumber devisa bagi negara pengirim tenaga kerja; 3) meningkatkan keterampilan bagi tenaga kerja, karena di samping memperoleh upah tentu juga memperoleh pengalaman kerja yang akan menjadikan mereka lebih terampil; 4) memperbaiki kesejahteraan material melalui peningkatan pendapatan per kapita. Sementara jika kita lakukan analisis yang sama di tingkat perusahaan, maka pekerja asing memungkinkan: 1) perusahaan merealisasi economics of scale, hal ini merupakan akibat kurangnya tenaga kerja di negara tempat di mana perusahaan itu berada atau kurangnya tenaga kerja terampil sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan yang bersumber dari angkatan kerja negara di mana perusahaan itu berada; 2) mencegah inflasi upah pada industri-industri yang mengalami kekurangan tenaga kerja, hal ini merupakan konsekuensi logis di mana jika permintaan tenaga kerja lebih besar dari penawaran tenaga kerja akan mengakibatkan peningkatan bargaining power bagi tenaga kerja sehingga mereka akan menuntut peningkatan upah; 3) memungkinkan investasi dengan menjamin bahwa suatu fasilitas dapat dijalankan oleh staf yang memadai, hal ini merupakan tuntutan kualifikasi spesifik tenaga kerja yang
120

dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam proses produksi barang maupun jasa; 4) memungkinkan negara-negara untuk menyesuaikan suplai tenaga kerja sesuai dengan dinamika kegiatan ekonomi, hal ini merupakan dampak dari fakta di mana pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan pertumbuhan investasi tidak selalu sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja di negara tersebut; dan 5) menyediakan labor services tanpa membiayai pembentukan human capital yang diperlukan, hal ini merupakan akibat kedatangan tenaga kerja terampil yang berasal dari negara lain, sehingga negara tersebut tidak perlu melakukan upaya besar untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang ada di negaranya.

Permasalahan Tenaga Kerja
Krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak akhir tahun 1997 melahirkan akibat negatif terhadap perekonomian nasional pada umumnya dan kesempatan kerja pada khususnya. Di samping itu dalam jangka panjang Indonesia mengalami instabilitas dalam bidang ekonomi. Kondisi negatif ini antara lain dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang defisit sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto. Kondisi mana menuntut Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang minimal mencapai 6 persen. Hal ini merupakan tuntutan, di mana pertumbuhan ekonomi merupakan satu-satunya jawaban terhadap pengangguran yang angkanya makin membengkak, dan juga pertumbuhan angkatan kerja Indonesia yang tetap tinggi. Indonesia dituntut mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar dapat menyerap tenaga kerja yang sebesar-besarnya. Sebelum Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berlanjut pada krisis multidimensi, pengangguran sudah merupakan masalah besar nasional. Namun krisis ekonomi yang melanda Indonesia justru mengakibatkan masalah pengangguran tersebut makin parah. Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2003 misalnya hanya 3,3 persen, sementara setiap satu persen PDB hanya mampu menyerap 400 ribu tenaga kerja. Dengan demikian maka pada tahun 2003 tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 1,6 juta orang. Padahal setiap tahun pertumbuhan angkatan kerja Indonesia mencapai 3 persen. Tingginya jumlah

Koleksi BPAD Prov SU

03 persen.676. Hal ini terjadi. yang berarti bahwa semua departemen dan kementerian semestinyalah ikut bertanggung jawab untuk mengurangi jumlah pengangguran (Waspada. Di sisi lain.641. Akibatnya.232 18.600 9. Peningkatan angka pengangguran terbuka ini terus berlanjut hingga tahun 2005. Hal ini berarti bahwa penciptaan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru. Bahkan kondisi di atas juga bertentangan dengan kondisi nyata saat ini. Kondisi mana tentu sangat kontradiktif dengan fakta yang ada di mana lahan yang tersedia justru menurun luasnya sebagai akibat dari pembangunan perumahan. Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2000. Komunikasi Keuangan.005 4. masalah pengangguran tak kentara di sektor pertanian sudah makin tinggi. bahwa dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih menunjukkan kondisi yang sangat suram. Masalah Ketenagakejaan.Siagian. pemerintah sepertinya belum memiliki political will yang baik bagi para petani. Tahun 2004 angkatan kerja akan mencapai 102.756 3. seperti sektor industri dan jasa. Kondisi ini menimbulkan proses pembagian kemiskinan di antara orang-orang miskin demi menjunjung tinggi satu semboyan. Kondisi seperti ini terjadi karena pada umumnya penduduk usia kerja hanya memiliki kemampuan untuk bekerja di sektor pertanian.553. karena seringnya kebijakan 121 Koleksi BPAD Prov SU . Di bawah ini data jumlah pekerja menurut sektor ekonomi tahun 2000. pengangguran ini merupakan masalah lintas sektoral. Unjuk rasa petani dan organisasi yang memberi perhatian pada nasib petani merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia.. Hotel/ Restoran Angkutan. Tabel 1. 12 Januari 2004).855 882.560 89. sehingga lapangan kerja yang tercipta hanya untuk 1. Hal ini menunjukkan bahwa sesunguhnya rasio lahan dengan jumlah penduduk di daerah pedesaan sudah makin mengkhawatirkan. sepakbola.10 juta orang. Disebut sangat suram.88 juta orang.837. sehingga mengakibatkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat manjadi 10.32 persen dari angkatan kerja yang ada. karena tidak akan tersedianya lapangan kerja yang cukup untuk angkatan kerja yang ada. 29 April 2003: 12). Suara Merdeka. Sakernas 2000 Jumlah 40. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) misalnya memperkirakan. Asuransi. Persewaan Jasa Kemasyarakatan Lainnya Jumlah Sumber: BPS. di mana sektor ini tidak menuntut kualifikasi yang ketat dibandingkan dengan sektor lain. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10.574. di mana angka pengangguran mencapai 11. dan lain-lain. yang rata-rata 3% per tahun.49 persen dan 5.75 juta orang (Djimanto.45 persen dari angkatan kerja yang ada. Dominannya sektor pertanian dalam menampung tenaga kerja sebenarnya bukanlah karena sektor pertanian ini masih memiliki pesona bagi penduduk. Untuk membuka cakrawala kita terhadap permasalahan tenaga kerja ini.3 % dari jumlah tenaga kerja yang bekerja hampir 90 juta orang.19 juta orang atau 10.498. sarana olah raga seperti lapangan golf. mencapai 40 juta orang lebih atau sekitar 45. “solidaritas”. perkantoran. Di sisi lain terjadi pertumbuhan angkatan kerja.83 juta orang.009 522. atau mencapai 10. termasuk di dalamnya angkatan kerja baru berjumlah 2.. di mana terjadi arus urbanisasi yang sangat tinggi.713 11. ada baiknya kita ketahui distribusi tenaga kerja berdasarkan sektor di mana dia bekerja. Distribusi Pekerja Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2000 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Sektor Pertanian Industri Pengolahan Bangunan Perdagangan. sektor pertanian masih tetap dominan dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia.730 Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui bahwa sektor pertanian merupakan jumlah paling dominan. Hal ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4.497.83 juta orang.

Para calo tenaga kerja ini mengutamakan tenaga kerja yang minus keterampilan. maka pengangguran dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. Para calo ini mengiming-imingi gaji yang tinggi sebagai perbedaan utama antara bekerja di negara lain dengan bekerja di negeri sendiri. karena kegiatannya tidak ada sehingga memiliki waktu senggang yang sangat lama.421 tenaga kerja. sehingga berpeluang untuk diisi dengan kegiatan yang negatif. dengan tuntutan yang bersifat nonnormatif. terutama tenaga kerja wanita ke desa-desa yang dianggap minim informasi. Jumlah tersebut tentu belum termasuk pada kasus dan jumlah pekerja yang ter-PHK. dan juga tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan lainnya.806 kasus. Tindakantindakan kriminal ini dilakukan oleh para penganggur. pemerintah belum memiliki sikap yang benar-benar konsekuen dalam menampung produk pertanian dengan tingkat harga yang menjamin kesejahteraan petani itu sendiri. sebagai bukti bahwa pemerintah belum berpihak pada petani yang justru merupakan mayoritas penduduk Indonesia. pencurian. pembunuhan. Ketidakseimbangan antara luas lahan pertanian dengan penduduk di daerah pedesaan menjadikan informasi dari para calo TKI sebagai berita yang sangat menarik. Penyelesaian kasus PHK dan PHI dilakukan melalui Lembaga Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D) Sumatera Utara. yang meliputi 101. dan Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SIB. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat. sebelum akhirnya ia dipecat dan menjadi pengangguran. Pihak yang sering memanfaatkan kondisi tersebut adalah para calo tenaga kerja ke luar negeri yang berlomba-lomba merekrut calon tenaga kerja. Buruknya rasio antara angkatan kerja dan lapangan kerja mengakibatkan mencari pekerjaan ke negara lain merupakan alternatif yang mau tidak mau harus ditempuh. si penganggur akan menjadi tanggungan dari anggota keluarga yang bekerja (angka ketergantungan) dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari.486 kasus. Di samping itu seringnya KUD hanya berupa plang nama. kebijakan pupuk yang justru sering mencekik leher para petani. yang tidak melaporkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara itu tuntutan nonnormatif yang muncul dan terdeteksi tahun 2003 secara umum telah dapat diselesaikan secara tripatrit di tingkat perantaraan oleh pegawai perantara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menurut data di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. yang meliputi 135. Pengusaha. 3 Mei 2003: 9). sehingga tidak dapat lagi mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya jika akan bekerja. Di samping itu. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan fenomena yang sering terjadi sejak Indonesia mengalami krisis multidimensi. Nomor 2. Sebagai contoh. Pengangguran yang tinggi akan mengakibatkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi. meskipun dengan risiko yang amat berat. di mana mereka akan ditempatkan sebagai PRT. dengan tidak memperhatikan nasib orang lain. selama 2004 telah menyelesaikan 508 kasus Pemutusan Hubungan Kerja. Pemutusan Hubungan Kerja tersebut melibatkan 756 tenaga kerja serta 12 kasus merupakan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). Mei 2006. Dengan demikian pidato para pejabat yang sering mengesankan sesungguhnya hanya lipstik politik yang tidak berdampak apapun bagi petani. dan bantuan uang transport. Pengangguran dalam jangka waktu yang lama juga akan mengakibatkan keterampilan kerja yag dimiliki seseorang lama kelamaan akan berkurang atau bahkan hilang. pengangguran dapat menimbulkan dampak negatif. kepercayaan diri si penganggur akan hilang dan akan timbul rasa malas dan pesimis untuk mencari pekerjaan lagi (Sukirno. kebijakan impor beras. yang terdiri dari unsur Pemerintah. pengrusakan. Jika dilihat dari sisi ekonomi. 1991: 173). Sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 3. seperti bantuan uang makan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.127 tenaga kerja. Hal ini antara lain terlihat dari. Volume 5. Dilihat dari segi sosial. Karena Koleksi BPAD Prov SU . Pemutusan Hubungan Kerja tentu akan menambah jumlah atau angka pengangguran di 122 Indonesia. Diperkirakan 90 persen angka kejahatan atau tindakan kriminal dilakukan oleh para penganggur. Artinya. Jumlah kasus Pemutusan Hubungan Kerja selama 2003 meningkat sekitar 4. Tindakan kriminal tersebut antara lain pemerkosaan. Dalam hal ini terjadi kenaikan sebesar 18 persen kasus PHK dan 34 persen pada jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam kasus tersebut. Fakta mana mengundang berbagai pihak untuk memanfaatkan kondisi buruk perekonomian Indonesia untuk kepentingan diri sendiri. Halaman 117-131 pemerintah tidak sesuai dengan kepentingan para petani.

meskipun sesungguhnya hal semacam ini sudah merupakan masalah yang cukup besar. Kemampuan para calo dalam memikat calon TKI justru tidak diimbangi dengan profesionalisme mereka dalam mengelola pengiriman jasa TKI. mereka justru ditempatkan di Perusahaan B. Permasalahan lain yang sering menimpa TKI di negara lain adalah banyaknya TKI yang berstatus ilegal. calon TKI menyatakan ingin bekerja di sektor industri. Permasalahan lain yang sering terjadi bahwa TKI ternyata ditipu oleh calo tenaga kerja yang sering gentayangan di desa-desa.jurnalindonesia. maka calo TKI melakukan penipuan.com). desakan ekonomi maka pencari kerja wanita mau saja menerima t a w a r a n p a r a c a l o T K I . (www. Di samping itu kendala bahasa juga tidak mendapat perhatian atau diabaikan sama sekali sehingga sering terjadi permasalahan dari segi bahasa antara TKI dengan majikan. mereka yang berstatus ibu rumah tangga dan memiliki suami juga terpaksa tergiur dengan tingkat gaji yang dijanjikan para calo TKI. seperti PRT atau menjadi buruh perkebunan atau buruh bangunan. Hal ini antara lain pernah dialami seorang wanita muda yang justru memiliki pendidikan akademi atau perguruan tinggi. Hasil survei yang dilakukan suatu lembaga internasional terhadap kualitas tenaga kerja yang berasal dari 12 negara di Asia menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja asal Indonesia menempati urutan terbawah. Mukminah adalah salah seorang di antara 10 orang TKI yang sudah berada di Bandara Internasional Dubai selama dua hari. Padahal biaya untuk pelatihan sudah dikeluarkan oleh para TKI itu sendiri. Dengan kata lain. namun kenyataannya mereka justru ditempatkan di rumah penduduk di negeri jiran sebagai PRT. bukan visa untuk bekerja. Misalnya. karena potensi permasalahan tergolong sangat tinggi.” Jika perbedaan yang ada hanya dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya atau dari sektor industri ke sektor informal seperti menjadi PRT tidak apalah. Ketidakprofesionalan PJTKI sangat merugikan TKI. Calon TKI yang seharusnya dibekali dengan pelatihan yang memadai sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dilakoni ternyata tidak dilakukan. Mereka tertipu tentang jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Hal ini antara lain terjadi karena TKI yang umumnya direkrut dari pedesaan tidak memiliki pengetahuan tentang visa. ternyata sesampai di negara tempat bekerja. Mereka h a n y a ditampung untuk kemudian 123 Koleksi BPAD Prov SU . mereka akan ditempatkan bekerja di Perusahaan A. Hingga keberangkatannya. tidak dilakukan secara profesional sebagaimana mestinya. kualitas TKI masih berada di bawah kualitas tenaga kerja yang berasal dari negara lain. Hal ini sengaja dilakukan. karena mereka juga akan mendapat bagian dari majikan atau perusahaan tempat di mana TKI tersebut nantinya bekerja. Atau mereka dijanjikan akan bekerja di sebuah pabrik elektronik. sebelumnya para calo TKI menjanjikan akan menempatkan mereka di sebuah perusahaan elektronik. Setidaknya dari sekitar 412 Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang ada hanya sekitar 20% yang dinilai profesional. Akibat tidak profesionalnya PJTKI pada umumnya TKI di negara lain bekerja di sektor informal. Jacob Nuwa Wea menemukan 10 TKI wanita yang ditempatkan secara ilegal oleh PJTKI yang justru memiliki Surat Ijin Usaha Penempatan resmi. karena saat melakukan prospek. misalnya mereka berangkat dengan menggunakan visa kunjungan.. Hal ini antara lain disebabkan ketidaksesuaian visa. bukan sebagai PRT. khususnya dalam penempatan TKI ke luar negeri. menurut perjanjian. Masalah Ketenagakejaan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Era Kabinet Gotong Royong. Kondisi ini justru dimanfaatkan para calo TKI. Dalam kondisi seperti ini maka upah yang diterima masih berada di bawah upah tenaga kerja asing yang berasal dari negara lain. Contoh. Mini mnya pengetahuan tentang visa ini juga merupakan indikator rendahnya pengetahuan TKI. atau jika dilakukan hanya sekedar. Hal ini terjadi karena kualitas yang dimiliki jauh di bawah kualitas yang dibutuhkan sektor formal dan pekerjaan yang menuntut keterampilan. dengan tujuan: “pokoknya calon TKI mau berangkat ke negeri jiran. ternyata mereka dipaksa bekerja di sektor hiburan. Namun masih banyak TKI yang mengalami nasib yang sangat tragis atau jauh lebih buruk lagi. t a n p a mempertimbangkan risiko yang ada. bahkan mereka dipaksa menjadi pekerja seks komersial.Siagian.. Dirinya masuk ke dalam jebakan sindikat penjualan manusia untuk diterjunkan ke dunia maksiat. Misalnya. Namun agar calon TKI mau diberangkatkan. mereka ternyata tidak dilatih sama sekali oleh PJTKI.

pemulung. Namun fakta menyatakan demikian banyaknya anakanak yang tidak dapat menikmati masa kanakkanak secara ideal sebagaimana dirumuskan. seperti: 1) rendahnya kualitas sistem pelatihan yang diterapkan PJTKI. Masalah ketenagakerjaan lainnya adalah kasus tentang pekerja anak. Volume 5. Hal ini diakibatkan karena PJTKI hanya berorientasi 124 pada kuantitas pengiriman yang mana hal ini berkorelasi positif dengan keuntungan yang mereka peroleh.. jika tidak dikatakan nol sama sekali. pekerja anak merupakan fenomena yang sangat mudah untuk ditemukan di negara-negara berkembang. Hongkong. Akibatnya. (www. Di berbagai sektor ekonomi. Mei 2006. Misalnya. kemudian dikirim tanpa melalui pelatihan. Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak kunjung baik secara signifikan mengakibatkan Koleksi BPAD Prov SU . Masalah keterlibatan anak bekerja merupakan fenomena global di berbagai negara. atau bahkan setelah perusahaan mereka mendapat sanksi dari pemerintah. Di samping itu. 7) pemerasan serta kekerasan pascapenempatan. 1997: 1). seperti menjadi buruh. Halaman 117-131 diberangkatkan ke UEA. Permasalahan di atas antara lain terjadi karena jumlah TKI yang diikutsertakan PJTKI dalam program perlindungan sejak mereka melakukan rekruitmen dan selama mereka bekerja di luar negeri masih sangat rendah. Singapura. pendidikan dan pengetahuan yang sangat rendah. sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. dan Malaysia.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Nomor 2. khususnya negara-negara sedang berkembang. Pada umumnya PJTKI menyadari perlunya program perlindungan bagi TKI setelah tenaga kerja yang mereka kirim terkait dengan masalah di negara tempat mereka bekerja. 2) pemalsuan dokumen. terutama di Indonesia. upah yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelum berangkat. (Purwoko. anak jalanan. dan berbagai pekerjaan lainnya. perlindungan hukum terhadap mereka tidak mungkin dilakukan karena memang keberadaan mereka tidak terpantau. di sektor formal (anak yang bekerja di pabrik) maupun sektor informal (anak bekerja tidak dalam struktur atau hubungan proses produksi di pabrik). Anehnya tidak ada laporan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun ke KBRI di Dubai perihal pemberangkatan TKI ini.com) Dengan status tenaga kerja ilegal jelas mengakibatkan nilai tawar TKI terhadap majikan atau perusahaan mereka bekerja sangat rendah. Di Indonesia. masa kanakkanak seharusnya digunakan untuk memperoleh perlindungan dan belaian kasih sayang oleh orang tua. tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pengguna atau pemberi pekerjaan tidak dapat terpantau. (Wea. Masa kanak-kanak seharusnya digunakan untuk bermain dan sekolah sehingga suatu ketika dapat melakukan aktivitas ekonomi. Uni Emirat Arab. mengakibatkan mereka mendapat p e n o l a k a n dari m a j i k a n . 3) penipuan yang dilakukan sejak rekruitmen. Mereka yang seharusnya berada di bangku sekolah terpaksa harus meninggalkan sekolah dan akhirnya terlibat dalam bekerja.suaramerdeka. 4) penempatan yang ilegal. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus yang menimpa mereka. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir. et al. Kondisi seperti ini dialami TKI wanita di berbagai negara. Gatra. terjadi pelecehan terutama pada TKI wanita oleh majikan. Dengan demikian. Harus diakui. Ada juga PJTKI yang baru menyadari perlunya perlindungan tersebut setelah perusahaan mereka mendapat teguran dari pemerintah. Artinya. Banyak di antara anak-anak yang ternyata terjun ke dunia kerja atau diharuskan bekerja oleh orang tua dan kondisi yang dialami. seperti di Arab Saudi. Harus diakui bahwa masalah TKI di Indonesia dapat dirincikan menjadi tujuh masalah. 5) minimnya perlindungan hukum yang dilakukan negara melalui KBRI. mereka tidak perduli pada proses atau tahap-tahap yang harus dilalui dan dilakukan bagi calon TKI sebelum mereka dikirim ke negara tujuan. Ketujuh masalah ini merupakan faktor penghambat bagi pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam menjadikan program penempatan TKI sebagai industri tenaga kerja yang modern. Dewasa ini jutaan anak-anak terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan. 6) perjanjian kerja yang tidak selesai. baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Di samping itu terdapat banyak TKI wanita yang mengalami pelecehan seksual maupun penganiayaan. fenomena anak bekerja bukanlah suatu keanehan. bahwa kondisi yang sangat tidak layak yang harus dihadapi oleh anak-anak Indonesia merupakan fakta yang menyedihkan. sedikitnya 76 orang TKI wanita yang bekerja di negeri jiran justru tewas. Hal ini juga akan berdampak negatif jika TKI ilegal tersebut mengalami nasib atau perlakuan yang tidak wajar dari majikan. 31 Januari 2003). Taiwan.

Kemiskinan dapat merupakan akibat pendidikan yang rendah. dan lain-lain). sehingga untuk memperoleh tingkat pendidikan yang tinggi dan berkualitas dibutuhkan pengorbanan ekonomi yang signifikan. 2) keterlantaran yang mengakibatkan kirang/tidak terpenuhinya dan tidak terjaminnya kebutuhan dasar anak sehingga kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak mengalami gangguan. kondisi ekonomi keluarga yang buruk. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat membawa masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. sehingga anak harus ikut membantu ekonomi keluarga dengan cara bekerja. politik. Pertama. dijadikan sumber bisnis keluarga secara tidak wajar atau secara berlebihan). Hal ini terutama disebabkan oleh kondisi di mana pendapatan orang tua yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. dan sebagainya. perang antarsuku. bahkan sekan-akan hal itu sudah lumrah dan dapat diterima masyarakat sekitar. dalam arti tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga mengakibatkan anak harus ikut menjadi pelaku ekonomi. 5) perlakuan diskriminastif. perang antarnegara. Harus diakui bahwa antara kemiskinan dan pendidikan terdapat hubungan timbal balik. anak-anak yang seharusnya menikmati masa belajar harus drop out dan berperan sebagai buruh. banyaknya anak-anak yang sudah terjun ke dunia kerja mengakibatkan banyak anak-anak yang mendapat pengaruh dan bujukan dari anak-anak sebayanya yang sudah bekerja. daerah yang terisolasi/terasing. dampak dari pandemik 125 Koleksi BPAD Prov SU . faktor rendahnya tingkat pendidikan. 3) perlakuan salah atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh orang tua. vitamin. adanya kerusuhan sosial. yang mana masalah ini menjadi katalisator terjunnya anak-anak Indonesia ke dunia kerja. Sebaliknya.Siagian. pemulung. anak jalanan. Hal ini sering disebabkan majikan mereka memotivasi pekerja anak untuk mengajak teman mereka bekerja. pendidikan yang memadai masih merupakan barang mahal di Indonesia. ekonomi. dan sebagainya. dan akhirnya pendapatan yang rendah akan mengakibatkan kemiskinan. Hal ini berarti. faktor lingkungan juga sangat menentukan peningkatan jumlah anak yang bekerja. etnis. adalah faktor kemiskinan. daerah permukiman tuna sosial. dijual. warna kulit. status sosial. keluarga yang mengalami aib. Kedua. Adapun permasalahan tersebut adalah: 1) kemiskinan dan kerawanan sosial ekonomi yang mengakibatkan anak mengalami kekurangan gizi (kalori. tidak terlindungi. dan 10) berada dalam lingkungan keluarga yang mengalami masalah sosial psikologis. seperti daerah permukiman kumuh. karena di samping upah yang rendah juga dapat dieksploitasi demi kepentingan perusahaan. dan masyarakat. 9) berada dalam situasi keluarga retak atau pecah (disorganisasi keluarga). Sisi lain yang perlu dikaji sehubungan dengan masalah pekerja anak adalah permasalahan-permasalahan yang dialami anakanak Indonesia. Bagi pengusaha pekerja anak sering dianggap alternatif terbaik. 6) berada dalam situasi krisis dan membahayakan kelangsungan hidup anak serta hak-haknya rawan. di mana pendidikan yang rendah akan mengakibatkan keterampilan juga rendah. Masalah Ketenagakejaan. kondisi. Harus diakui. masalah anak terjun ke dunia kerja bukan lagi dianggap sebagai suatu poersoalan. Ketiga. dan sebagainya.. Hal ini terjadi karena si anak belum memahami hak-haknya sebagai seorang pekerja. dan terhambatnya perkembangan psikologis anak. seperti perbedaan gender. Setidaknya terdapat tiga faktor yang menyebabkan seorang anak terjun ke dunia kerja. 8) mengalami cacat fisik dan mental. Hal ini antara lain disebabkan. di mana jumlah anak yang bekerja justru makin meningkat. yodium. 4) eksploitasi ekonomi dalam dunia kerja yang dilakukan oleh orang dewasa seperti eksploitasi anak-anak oleh orang tua/keluarga/masyarakat sebagai sumber penghasilan dengan tidak melindungi hak-hak anak (seperti: disuruh mengemis. seperti: berada terus-menerus di jalanan. 7) berada dalam lingkungan yang tidak layak huni baik secara fisik maupun sosial. Akibatnya. Dalih seperti ini sepertinya sudah mendapat justifikasi bagi anak-anak untuk dipekerjakan. Di samping itu. agama. Akibatnya produktivitas dan prestasi kerja akan rendah. yang dialami sejak lahir atau karena kecelakaan (cacat bawaan dan cacat bukan bawaan).. busung lapar. di mana kedua faktor yang disebut terakhir akan mengakibatkan pendapatan rendah. kemiskinan pasti mengakibatkan ketidakmampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. anggota keluarga. bahwa di lingkungan tempat tinggal si anak ternyata sudah banyak anak-anak yang terjun ke dunia kerja. Dengan alasan kemiskinan. tindak kejahatan.

Salah satu di antaranya adalah rendahnya tingkat kesejahteraan pekerja sebagai dampak dari rendahnya upah. Kebijakan Pendidikan Jika kita berhenti pada kondisi ekonomi negara yang belum mengalami perbaikan yang cukup berarti. penyakit mental (jiwa). terutama jika dikaitkan dengan kemampuan menampung tenaga kerja sesuai dengan pertumbuhan angkatan kerja yang masih tinggi. Oleh karena itu tingginya angka pengangguran dan rendahnya kesejahteraan buruh merupakan bukti sah. bahwa pemerintah negara itu lemah dan tidak mampu menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya. Prinsip investasi di bidang usaha adalah mengorbankan konsumsi pada saat investasi dilakukan dalam upaya memperoleh tingkat konsumsi di masa mendatang. Jika dengan upah menurut UMP pekerja dan keluarganya belum mampu menikmati hidup yang layak. banyak pihak yang berpendapat bahwa UMP terlalu rendah. Di samping itu. masalah ketenagakerjaan di Indonesia juga masih banyak. Bagaimana jika si pekerja sudah berkeluarga atau memiliki istri dan anak-anak? Dalam penetapan pengupahan. walaupun UMP dianggap masih terlalu rendah. bahwa investasi dapat dilakukan bukan hanya dalam bidang usaha seperti yang biasa dikenal. maka dibangun suatu paradigma baru. maka investasi di bidang sumber daya manusia adalah dengan mengorbankan sejumlah dana yang akan dikeluarkan dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi berlangsung. Melalui cara berpikir seperti ini diharapkan wilayah Indonesia yang terbentang amat luas dan benar-benar memiliki daya dukung terhadap komunitasnya sehingga tenaga kerja Indonesia tidak harus bersusah payah mencari pekerjaan ke berbagai negara yang sering hanya memperoleh penderitaan. Selain masalah pengangguran. Volume 5. Sebagai contoh. kita harus melihat sisi positif yang masih dimiliki Indonesia sebagai negara besar. Mei 2006. yakni dengan menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP). Masalah kualitas sumber daya manusia harus dihadapi dan dicari solusi terbaik. justru masih banyak perusahaan yang belum menerapkan UMP.mungkin hanya cukup untuk satu orang atau si pekerja. masih banyak perusahaan yang memberlakukan upah yang lebih rendah daripada UMP. bahwa negara bukan hanya bertanggung jawab atas ketertiban dan keteraturan masyarakatnya.000.. melainkan juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Melalui pendekatan teori human capital. UMP yang hanya Rp 650. Konsep welfare state menegaskan. Kondisi seperti ini tentu sangat memprihatinkan. yakni “memajukan kesejahteraan umum”. bagaimana pula jika upah yang mereka terima justru lebih kecil dari UMP? Penyediaan lapangan kerja dan kesejahteraan buruh sesungguhnya merupakan tangung jawab konstitusional negara melalui Pemerintah. Artinya. Pertama. Melalui investasi di bidang sumber daya manusia akan diperoleh Koleksi BPAD Prov SU . dan bunuh diri. Nomor 2. Permasalahan yang akut dalam ketenagakerjaan Indonesia adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia. ternyata pemerintah lebih mendengar aspirasi para pengusaha daripada aspirasi pekerja. Sama halnya dengan investasi di bidang usaha tersebut. pendekatan melalui teori human capital mungkin sangat tepat dilakukan. Untuk itu. Jika kita ingin menjadikan bumi Indonesia bersahabat dengan manusia Indonesia sebagai penghuninya. Hal ini 126 kemudian dijabarkan dalam Batang Tubuh UUD 1945.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. yakni Pasal 27 Ayat (2) yang menegaskan: bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Ada dua permasalahan tentang UMP ini. kita akan bersikap pesimis dalam rangka melakukan perbaikan. Pemerintah telah melakukan intervensi dalam sistem pengupahan. Halaman 117-131 (HIV/AIDS). khususnya dalam menyediakan lapangan kerja yang dapat memenuhi penawaran tenaga kerja yang tinggi. sehingga para pekerja merasa tidak mendapat perlindungan dari pemerintah. Secara konstitusional hal ini ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 dan merupakan salah satu tujuan nasional. depresi. Justru tanggung jawab konstitusional ini ternyata belum disadari dengan sungguhsungguh oleh pemerintah. akan tetapi juga dapat dilakukan dalam bidang sumber daya manusia. sehingga belum mampu menjadikan hidup pekerja secara layak. Tanggung jawab negara melalui pemerintah akan ketersediaan lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja merupakan konsekuensi logis dari keberadaan negara kita yang tergolong ke dalam welfare state.

bahkan kurikulum yang dimiliki antara lain bersifat statis. Hal ini dapat disimpulkan jika kita hanya berpijak pada aspek formalitasnya saja. tanpa ada hasil perubahan yang dapat dirasakan. Adapun kontraversi ini antara lain. perubahan konsep. khususnya perguruan tinggi. angka pengangguran tetap tinggi. Bahkan nama departemennya pun berubah. Hal ini sangat menonjol di Indonesia.Siagian. Pendidikan dan latihan merupakan faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia. yakni dari segi izajah yang dimiliki masyarakat. 2) migrasi. tetapi juga mengelola konsentrasi. sistem pendidikan yang ada ternyata belum mampu memberi garansi akan adanya link dan match. semakin tinggi tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat. Hal ini antara lain dengan adanya temuan hasil penelitian tentang adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan keterampilan penduduk dengan kondisi ekonomi negaranya. Namun demikian. Dengan kata lain. Hal yang sangat perlu dipahami bahwa pengorbanan di awal akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertambahan nilai di masa mendatang. Hanya saja kita tidak boleh perpijak hanya pada aspek formalitas. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari arus globalisasi. Walaupun sistem pendidikan sudah dikenal sejak dahulu. Jika kita hanya berpijak pada aspek formalitas. Hal ini antara lain karena tenaga kerja yang menawarkan diri tidak dapat memenuhi kualifikasi yang dituntut oleh institusi pengguna tenaga kerja atau mereka yang menjadi pemasang iklan tadi. program studi. dengan demikian akan berakibat pada peningkatan produktivitas kerja di masa mendatang. dan kurikulum yang dikembangkan dan diterapklan oleh lembaga pendidikan mengakibatkan adanya kontraversi angka-angka ketenagakerjaan di Indonesia. Lemahnya sistem pendidikan di Indonesia antara lain terlihat dari perubahan kurikulum.. sebagai suatu masalah yang berkepanjangan. maka perekonomian negara pun akan semakin meningkat pula. bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia sesungguhnya meningkat sangat tajam. Terdapat sekitar 350 – 500 orang (jabatan/posisi) yang ditawarkan setiap hari melalui media. 2004: 12). di mana perubahan tersebut sangat tergantung pada pergantian pejabat di jajaran departemen yang mengelola pendidikan. namun barulah dua puluh tahun terakhir ini ada kesadaran tentang hubungan langsung antara sistem pendidikan dengan segala perangkatnya dengan perekonomian nasional maupun perekonomian mikro. hasil sebagai imbalannya adalah berupa tingkat penghasilan yang lebih tinggi dalam upaya memperoleh tingkat konsumsi yang lebih tinggi pula di masa mendatang. sehingga investasi di bidang sumber daya manusia tidak akan pernah mengalami kerugian. dan 3) perbaikan gizi dan kesehatan. Pertama. Mengapa kita harus hati-hati? Setidaknya ada dua hal yang dapat menjebak kita dalam menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan kondisi perekonomian makro dan mikro seperti telah dikemukakan di atas. Ketidaksesuaian antara jurusan. program studi. di satu sisi iklan lowongan kerja di berbagai media massa di Indonesia sangat banyak. Saat keluar izin program studi tersebut. Konsep konsentrasi dianggap lebih dinamis. maka kita akan terjebak dengan angka-angka yang dapat mengakibatkan kita kecewa. di mana konsentrasi mahasiswa misalnya akan lebih variatif dan dapat berubah setiap tahun sesuai dengan permintaan pasar dan pilihan mahasiswa. Dalam suatu seminar di FISIP USU 2005 yang lalu dikembangkan wacana agar sebuah jurusan jangan hanya mengelola program studi. akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja. Terlebih jika pengelola pendidikan itu tidak melakukan terobosan dalam kurikulum. Investasi yang demikian ini dinamakan dengan human capital. istilah konsentrasi ini belum tersosialisasi. maka sering kali program studi itu sudah menuju kebasian. Masalah Ketenagakejaan. (Siagian. tidak pernah habis. Sifat statis program studi antara lain disebabkan oleh tidak mudahnya mengurus izin program studi oleh suatu lembaga pendidikan. di mana secara geografis menjadikan Indonesia harus ikut arus globalisasi tersebut. sementara tuntutan kualifikasi tenaga kerja oleh institusi pengguna tenaga kerja sangat dinamis.. Sekalipun sistem pendidikan sudah ada sejak dahulu. Penerapan investasi human capital adalah dalam hal 1) pendidikan dan latihan. sehingga Perguruan 127 Koleksi BPAD Prov SU . Pendidikan dan latihan bukan saja menambah pengetahuan. namun sering kali sistem pendidikan di suatu negara ternyata belum mendukung sepenuhnya human capital. Artinya. jurusan. Namun di sisi lain.

tanpa mempertimbangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Halaman 117-131 Tinggi masih tetap menempuh gaya pengelolaan pendidikan konvensional (Fahruddin. di mana lembar jawaban ujiannya diperiksa oleh Pusat Komputer Universitas Sumatera Utara. Dalam hal ini institusi pendidikan memikul dosa dari kondisi ini. sehingga mereka tidak dapat berkonsentrasi pada bidang keterampilan yang harus ditekuni. sebab yang diuji bukan itu. namun sangat dangkal. sehingga mereka dapat menyelesaikan studi tanpa harus belajar secara keras dan sungguh-sungguh. Jika kondisi maraknya sikap mental budaya schooling ini tidak berubah menuju budaya learning. Mei 2006. akan tetapi belum dikaitkan dengan potensi daerah yang dapat dikembangkan dalam rangka peningkatan kemajuan daerah dan kesejahteraan penduduknya. Untuk itu jenjang dan jenis pendidikan yang mengembangkan keterampilan spesifik lokal perlu dimulai. seorang PNS yang memiliki jenjang pendidikan S-1. yang mana akan ditandai dengan persaingan bebas dan era keterbukaan. Hal ini antara lain menonjol dalam rangka mendapat kedudukan sebagai PNS di Indonesia. Hal ini terjadi karena banyaknya institusi pengguna tenaga kerja yang lebih mengutamakan aspek formal. terutama pejabat yang tugas belajar. dan biasanya dikaitkan dengan bahasa dan budaya. tanpa memperhatikan pentingnya belajar dan berlatih. Kondisi seperti ini tentu sangat kontraproduktif dengan arus globalisasi. Nomor 2. sebaliknya mereka yang memiliki ranking yang lebih tinggi justru dinyatakan sebagai pihak yang kalah pada seleksi tersebut. bahwa banyaknya muncul persoalan ketika hasil tes masuk menjadi PNS diumumkan mengindikasikan adanya permainan atau KKN dalam proses seleksi calon PNS tersebut. mereka tidak terampil dan jauh dari tenaga siap pakai. Selain masalah link dan match yang memprihatinkan. sehingga dapat tertutup celah KKN. misalnya memiliki ijazah untuk tingkat pendidikan tertentu dan untuk jurusan atau program studi tertentu. yakni mendapatkan ijazah. Kondisi seperti ini jelas tidak mendidik. Justru masalah seperti inilah yang kemudian mengembangkan budaya schooling tersebut. Harus diakui. 2005: 7). Sebagai contoh hingga saat ini rumpun pendidikan SMK sangat sedikit dan seragam untuk seluruh Indonesia. masalah yang lebih pelik lagi adalah budaya sekolah yang berkembang di masyarakat. Sepeti yang terjadi saat penerimaan calon PNS di Sumatera Utara. maka lama kelamaan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan terperosok jika dibandingkan dengan kualitas sumber daya manusia di negara lain. Akibatnya. Koleksi BPAD Prov SU . misalnya diperiksa dengan komputer di hadapan orang banyak. ternyata berbeda ranking yang dikeluarkan oleh Pusat Komputer Universitas Sumatera Utara dengan yang diumumkan oleh Pemda. Banyak di antara mereka tidak memiliki motivasi untuk belajar. Jadi jangan seperti selama ini di mana kurikulum SMK itu cenderung diperluas. 128 Budaya schooling yang lebih parah lagi adalah yang berkembang di antara banyak PNS. ada orang kuliah. Volume 5. di mana seleksinya belum dapat dipertanggungjawabkan kejujurannya. Banyak mata pelajaran yang tidak berhubungan dengan keterampilan inti harus dipelajari oleh siswa. Kebijakan pendidikan lainnya yang perlu dibangun adalah kebijakan pendidikan yang lebih mengutamakan pemanfaatan sumber daya daerah. Misalnya. Masyarakat lebih mengutamakan status formal daripada material. Ketika dilakukan investigasi. namun hal itu hanya sedikit. Belum ada instansi yang melakukan seleksi yang demikian transparan. Tujuan mereka hanya satu. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan kebijakan khusus untuk mengakhiri tradisi schooling yang sedang meracuni generasi sekarang ini.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Semestinya kurikulum SMK itu dipersempit dan diperdalam. Mereka yang berada di ranking lebih rendah justru dinyatakan sebagai pemenang. Misalnya. Mereka justru memilih institusi perguruan tinggi yang dapat meluluskan mereka dengan berbagai kemudahan. Mahasiswa merasa tidak perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan. termasuk di hadapan para calon PNS dan langsung diumumkan saat itu juga. Sungguh tragis nanti nasib manusia Indonesia jika budaya schooling itu tetap dipertahankan. Saat ini memang ada istilah muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Adapun budaya schooling ini ditandai dengan sikap mengutamakan aspek formalitas dari pendidikan. dalam upaya mendapat karier yang lebih cerah melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2. Masyarakat Indonesia lebih cenderung mengembangkan budaya schooling daripada budaya learning.

SMK Jurusan Elektronik Audio. SMK Jurusan Mesin Diesel. jangka menengah. kebijakan pendidikan harus fleksibel. Oleh karena itu peningkatan keterampilan melalui pendidikan harus signifikan. 2. Untuk itulah sistem pendidikan harus diperkuat.. tujuan lembaga pendidikan bukan hanya meluluskan siswa dan mahasiswanya. penulis merumuskan kesimpulan sebagai berikut: 1. Hal ini sangat penting dalam rangka memelihara kesesuaian kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di suatu daerah dengan potensi yang dapat dikembangkan di daerah tersebut. dan jangka pendek. dan lain-lain. Misalnya. Pengembangan kurikulum SMK melalui kebijakan pendidikan semestinya harus dilakukan dalam rangka pendayagunaan potensi daerah di mana sekolah itu berada. budaya malu dan budaya tahu diri serta merasa gagal perlu dikembangkan di benak rezim penguasa. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas. Kedua. Bagaimanapun juga. sehingga operasional dan penjabarannya tidak tergantung pada pribadi pejabat sebagaimana terjadi selama ini. SMK Jurusan Kelapa Sawit. Hal ini tentu merupakan penerapan human capital yang sangat merugi. Di samping itu. Di samping itu. sehingga kebijakan pendidikan sering bersifat temporer tanpa perencanaan jangka panjang. Terdapat dua faktor utama yang memberikan kontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia. SMK yang merupakan Jurusan Pertanian dirasa terlalu luas dan dangkal. perlu dilakukan penelitian secara periodik menyangkut daya serap lulusan untuk semua jenis dan jenjang pendidikan. adanya ketidaksebandingan antara pertumbuhan lapangan kerja dengan pertumbuhan angkatan kerja. melainkan dapat membantu siswa dan mahasiswanya dalam mewujudkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan. Hal ini merupakan akibat dari kurikulum yang disusun terlalu melebar tetapi dangkal. belum adanya link and match antara lapangan kerja atau jenis pekerjaan dengan kualifikasi yang dituntut dengan kualifikasi tenaga kerja Indonesia sehingga tidak semua posisi jabatan dan pekerjaan yang ada atau ditawarkan dapat diduduki dan dilakoni oleh tenaga kerja Indonesia. dan termasuk sebagai indikator keberhasilan lembaga pendidikan tersebut dalam menjalankan fungsi dan mencapai tujuannya. terlalu sarat dengan mata pelajaran yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan keterampilan yang dilatih. harus ada data tentang masa tunggu kerja lulusan. Sangat tragis. sehingga lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menyerap seluruh angkatan kerja yang ada. Sebagai contoh.Siagian. SMK Jurusan Penyuluhan Petani.. 3. dan tenaga yang teramat besar. Pengangguran yang mencapai di atas sepuluh juta jiwa sungguh merupakan kondisi yang buruk dan memprihatinkan dari negara kita. belum kuatnya sistem pendidikan tersebut mengakibatkan arah pengembangan 129 Koleksi BPAD Prov SU . semestinya SMK itu disesuaikan dengan potensi daerah. SMK Jurusan Perikanan Laut. Mestinya dibangun dan dikembangkan SMK Jurusan Palawija. Kebijakan mana harus dilengkapi dengan perencanaan strategis jangka panjang. berapa lama seorang alumni mendapatkan pekerjaan yang layak dan atau sesuai dengan jurusan atau program studi atau keterampilan yang dimiliki. Sistem pendidikan di Indonesia belum pas dan kuat. dana. Dengan demikian. yakni: Pertama. Hal ini dapat dijadikan sebagai indikator apakah jurusan atau program studi dan atau konsentrasi tersebut masih layak dipertahankan atau lebih baik untuk ditutup. SMK Jurusan Coklat. Data ini harus dijadikan sebagai outcome sebuah lembaga pendidikan. Masalah Ketenagakejaan. dan kurikulumnya didesain sedemikian rupa sehingga bersifat menyempit dan dalam. Sekali lagi. Data tentang masa tunggu kerja lulusan artinya. SMK Jurusan Tanaman Padi. misalnya seorang lulusan SMK Jurusan Elektronik yang telah belajar selama tiga tahun memiliki keterampilan yang jauh lebih rendah dari seseorang yang hanya mengikuti kursus elektronik selama tiga bulan. akan tetapi melalui mekanisme yang teratur. sehingga mereka tidak sia-sia memasuki suatu lembaga pendidikan dengan pengorbanan waktu. SMK Jurusan Mesin Premium. SMK Jurusan Perikanan Darat. Demikian halnya dengan seorang lulusan SMK Jurusan Mesin memiliki keterampilan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang mengikuti kursus montir hanya dalam tempo tiga bulan. Selanjutnya semua institusi pendidikan diwajibkan melakukan pendataan tentang alumninya.

maupun institusi-institusi pengguna lulusan sehingga dapat dirumuskan kurikulum yang handal. 4. pengelola lembaga pendidikan. akibatnya meskipun banyak pengangguran. 8. Volume 5. Pengembangan pendidikan. prestasi studi dan ijazah sering tidak diikuti dan didukung oleh kompetensi lulusan. terutama calon PNS yang belum transparan dan belum menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran mengakibatkan peserta didik tidak memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar selama mengikuti pendidikan. program studi. Nomor 2. Pengembangan jurusan. Perlu dilakukan diskusi secara berkala yang melibatkan stockholder atau pemangku pendidikan. bahwa jenis dan tingkat pendidikan seseorang sering tidak tercermin dalam kualifikasinya sebagai tenaga kerja. Perlu dilakukan terobosan baru dalam schooling dan menghapus budaya mengubahnya menjadi budaya learning melalui transparansi dan penerapan prinsipprinsip keadilan dalam proses rekruitmen tenaga kerja. Halaman 117-131 4) 5. di mana perencanaan tersebut harus bersifat akurat dan matang yang akan mengakibatkan pergantian pejabat pengelola pendidikan tidak mengakibatkan arah kebijakan pembangunan pendidikan yang sudah ada. 6. Artinya. misalnya pemerintah. Mei 2006. dalam arti mengikuti perubahan struktur ekonomi di Indonesia.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. agar senantiasa memiliki peluang untuk diubah setiap saat sesuai dengan perubahan kualifikasi yang dituntut bagi tenaga kerja oleh institusiinstitusi pengguna tenaga kerja. dan jurusannya. organisasi profesi. Perlu penguatan sistem pendidikan yang didukung oleh perencanaan starategis. Jurusan. baik jangka panjang. 130 2. program studi serta kurikulum yang dikembangkan di suatu daerah belum sepenuhnya sesuai dengan potensi daerah. 6. program studi sebaiknya diganti dengan konsentrasi. Mereka merasa sia-sia untuk belajar keras karena tidak akan mendapat penghargaan nantinya. 3. orang tua. 5. Dengan cara seperti ini maka peserta didik akan termotivasi untuk belajar dan berlatih menuju tenaga kerja yang memiliki kualitas yang dapat memenuhi tuntutan institusi pengguna tenaga kerja. Sangat jarang lembaga pendidikan memperhatikan perkembangan ketenagakerjaan yang sangat dinamis untuk dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan kurikulum. jangka menengah dan jangka pendek. pendidikan di Indonesia sering sangat tergantung pada pejabat yang menduduki Departemen Pendidikan Nasional. yang memiliki link dan match dengan lapangan kerja yang tersedia dengan segala kualifikasi yang dituntut. sehingga mereka berlomba-lomba melakukan investasi di Indonesia sebagai satu-satunya cara untuk meningkatkan lapangan kerj a sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Saran 1. Koleksi BPAD Prov SU . baik sektor swasta maupun pemerintah. Pemerintah harus menyadari dan bertanggung jawab atas penyediaan lapangan pekerjaan bagi semua warga negaranya dan demikian juga dengan tingkat kesejahteraan pekerja di Indonesia. Iklim investasi harus ditata sedemikian rupa sehingga Indonesia harus dianggap dan dirasakan sebagai surga oleh investor. program studi. Oleh karena itu. Hal ini mengakibatkan. khususnya jurusan dan program studi dengan kurikulum yang ada masih bersifat konvensional. namun potensi daerah tidak dapat digunakan secara maksimal untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. 7. Rekruitmen tenaga kerja. Berkembangnya budaya schooling dalam melakoni pendidikan oleh masyarakat Indonesia menjadikan pendidikan belum dijadikan dan belum berfungsi sebagai proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. dan kurikulum harus memiliki nilai-nilai dinamika yang tinggi. Kurikulum dan jenis jurusan maupun program studi masih bersifat statis dan tidak mengikuti perubahan yang mendasar dalam struktur ketenagakerjaan yang dibutuhkan oleh lapangan kerja yang justru bersifat dinamis.

Sudarwan. Emil. Bandung Sumber-sumber lain: Hakiki. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. 1994. Transformasi Sumber Daya Manusia. J. Kekerasan Sesksual terhadap Anak Jermal. jakarta Sofyan. Yogyakarta Pengantar Ilmu Rusli. Bandung Purwoko. Menajemen Sumber Daya Manusia. CV Mandar Maju. Undang-Undang Yang Baru Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Syarif. UGM Press. 1996. 2. Program Hibah Kompetisi 2004. BPFE UGM. Sinar Grafika.Siagian. ILO/USA Declaration Project Indonesia. Adi. Sulaiman. Susilo. 10 September 1993 Harian Waspada Medan. Volume 1 No. Jurnal Perlindungan Anak.. Medan Fleisher. 2002. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Medan Manik. Pekerja Anak Jermal di Sepanjang Pantai Timur Sumatera Utara. Payaman. Pengembangan Pendidikan dan Pemecahan Masalah Pengangguran. Belton. 1997. 12 Januari 2004 Harian Waspada Medan. Kekerasan terhadap Anak Dalam Wacana dan realitas. 27 juni 2004 Harian Sinar Indonesia Baru Medan. Said. Perguruan Tinggi. Prentice-Hall. Labor Economics: Theory and Evidence. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak. 2005. Jakarta Siagian. Makalah Seminar. Masalah Ketenagakejaan. STKS. Terowosan Mendesain Kurikulum Perguruan Tinggi. 1993. 1995. 2006. 1999. Profil Buruh Anak di Sektor Industri. 29 April 2003 Majalah Gatra Jakarta. 19 September 2006 Harian Kompas Jakarta. Rinaldi. Yogyakjarta Pengantar Muhidin. Matias. Social Analysis and Reseaqrch Institute (SARI). Jakarta. Kesejahteraan Sosial. LP3ES. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Surakarta Putranto. Medan Simanjuntak. Nopember. Kependudukan. 1992. Dirjen Dikti. Ahmad. Jakarta. 2001. 1981. M. 3 Mei 2004 Harian Suara Merdeka Jakarta. 1982. Edi. New Jersey Ikhsan. Makalah Seminar.. Penyusunan Kurikulum Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Berbasis Kompetensi. Makalah pada Seminar Sehari Profil Pekerja Anak. 1999. Konvensi. 1999. Yogyakarta Sudarmayanti. Widodo. ____ . Medan Martono. Pandji. Daftar Bacaan Danim. 1999 Harian Kompas Jakarta. 31 Januari 2004 Koleksi BPAD Prov SU 131 . Jakarta Fahruddin. Gambaran Umum Mengenai Permasalahan Pekerja Anak di Indonesia dan Penanggulangannya.

Risiko yang menimpa karyawan dapat menimbulkan cacat sebahagian. cakupannya sangat luas dan sangat kompleks. Keywords: worker’s right. Data analysis shows that Asam Jawa Medan Company has fulfilled the worker’s rights. masalah ketenagakerjaan tersebut mempunyai multidimensi. serta hubungan kerja sama internasional dan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Kemandirian berarti tidak bergantung pada orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit. Jamsostek dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi risiko sosial ekonomi.nakertrans. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak. pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada perusahaan tenaga kerja atau karyawan sebagai pelaksana utama tidak terlepas dari risiko yang dihadapinya. social safety Pendahuluan Di Indonesia saat ini pembangunan menitikberatkan pada bidang ekonomi yang menjadi penggerak utama.IMPLEMENTASI JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA KARYAWAN PT ASAM JAWA MEDAN Ratih Utamaningsih & Hayaruddin Siagian Abstract The worker is very important in production process. hubungan industrial. syarat-syarat kerja. Semuanya mengandung dimensi ekonomis. Dengan kata lain. (www.id) Salah satu yang akan dibicarakan dalam masalah tenaga kerja adalah mengenai jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). tenaga kerja di bawah usia kerja. perlindungan tenaga kerja. dan sosial. bila meninggal dunia. di antaranya yang paling pelik adalah masalah tenaga kerja. bahkan dapat menimbulkan kematian.go. dan bukan belas kasihan orang lain. Dalam forum diskusi kompleksitas masalah tenaga kerja dikemukakan permasalahan-permasalahan yang masih hangat dibicarakan adalah ketentuan upah minimum yang disesuaikan dengan daerah masing-masing. Adapun risiko yang terjadi tidak dapat sepenuhnya dihindari yang tentunya akan membutuhkan biaya. kebebasan berserikat. Wajarlah apabila perhatian yang lebih Ratih Utamaningsih adalah Staf di Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi dan Gender Medan. Dalam suatu perusahaan berskala besar dan berskala kecil. penyelesaian perselisihan. tenaga kerja merupakan modal dasar terlaksananya proses produksi serta memajukan perusahaan. Researchers collected data from 40 officials of Asam Jawa Medan Company. cacat seumur hidup. kehidupan di hari tua maupun keluarganya. Hayaruddin Siagian adalah Peneliti LIPI bidang Budaya 132 Koleksi BPAD Prov SU . To get the best from the workers require the company give the best for them. This research studies how Asam Jawa Medan Company implementated the worker’s rights according to the law. Risikorisiko yang menimpa para karyawan tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu baik pada waktu kerja maupun di luar kerja demi tuntutan perusahaan. It is one of the problems in Indonesia. The company has to do and fulfill the worker’s rights according to the law as the worker social safety. Semua risiko yang dialami kebanyakan diakibatkan dari hubungan kerja. In the fact there are many companies which have not fulfilled the worker’s rights. In a company the worker is primary element. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang tidak terlepas dari konsekuensinya.

Pasalnya. salah satunya yakni rasa akan aman masa depan dan sebagainya (Siagian. Terutama karena sebagaian besar karyawan berasal dari lapisan kedudukan kondisi sosial ekonomi yang kebanyakan relatif rendah dan sudah menjadi kodrat bahwa manusia itu berkeluarga berkewaj iban menanggung kebutuhan keluarganya.. Dengan demikian salah satu upaya pemberian perlindungan tenaga kerja adalah jaminan sosial tenaga kerja seperti yang terdapat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang berbunyi sebagai berikut: “Perlindungan tenaga kerja yang meliputi hak berserikat dan berunding bersama. jaminan terhadap kecelakaan. Peserta Program Jamsostek diatur secara wajib melalui Undang-Undang No.809. sandang. Oleh karena itu perusahaan diwajibkan mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jamsostek. misalnya untuk memperoleh pekerjaan. sampai akhir 2005 mencapai 28. Dengan terbentuknya landasan hukum tenaga kerja diharapkan akan menjamin ketentraman dan keselamatan kerja serta kehidupan yang layak bagi kesejahteraan keluarga tenaga kerja khususnya. 1999: 287). Kebutuhan rasa aman merupakan motif yang kuat di mana manusia menghadapi sejumlah ketidakpastian yang cukup besar dalam kehidupan. papan dan kebutuhan fisiologinya. Program ini memberikan perlindungan yang bersifat dasar.Per. lapangan kerja dan kemampuan tenaga kerja.. minum. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. keselamatan dan kesehatan kerja. Pembayaran Iuran. menjadi peserta program Jamsostek merupakan hak bagi karyawan yang dijamin oleh undang-undang. Padahal dalam UU No. et al. sedangkan pelaksanaannya dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. Namun dari jumlah itu yang diketahui sebagai peserta aktif hanya 7. dan jaminan sosial tenaga kerja yang mencakup jaminan hari tua. Di Indonesia sebanyak 115. Untuk itu peneliti merasa tertarik mengkaji lebih dalam dengan mengangkat judul “Implementasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan PT Asam Jawa Medan.com). 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek menyebutkan suatu perusahaan wajib menjadi peserta Jamsostek jika mereka mempekerjakan lebih dari 10 karyawan dengan upah di atas Rp1000. dan jaminan kematian serta syarat-syarat kerja lainnya perlu dikembangkan secara terpadu dan bertahap dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dan moneternya. 1993: 77).9 juta karyawan. Kesejahteraan yang perlu diberikan bukan hanya karyawan sendiri tetapi juga keluarga yang harus tetap terpelihara termasuk saat karyawan kehilangan sebagaian atau seluruh penghasilannya akibat risiko kerja seperti kecelakaan kerja. baik itu ketidakpastian spekulatif maupun ketidakpastian murni yang selalu menimbulkan kerugian. dan untuk memperoleh jaminan kehidupan apabila karyawan tertimpa musibah. 1997: 127) 133 Koleksi BPAD Prov SU .3 Tahun 1992.yahoi. Keputusan Presiden No. Jamsostek memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (copulsory) bagi pengusaha dan karyawan berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul pada Hubungan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. jaminan pemeliharaan kesehatan. Kebutuhan akan rasa aman ini bermacam-macam. (Christine. sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran.Utamaningsih dan Siagian. Ketidakpastian ini disebut dengan risiko (Asikin. berupa santunan tunai dan pelayanan medis. Menurut Teori Abraham Maslow kebutuhan akan rasa aman merupakan tingkat kebutuhan yang kedua setelah kebutuhan psikologi seperti makan. serius ditujukan kepada karyawan. sakit. kesiapan sektor terkait.000 karyawan.” Manusia dalam hidupnya menghadapi ketidakpastian.000 perusahaan dengan jumlah peserta yang pernah terdaftar dan menerima kartu peserta Jamsostek. Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jamsostek. Untuk menghadapi risiko ini diperlukan alat yang dapat mencegah atau mengurangi timbulnya risiko itu yang disebut jaminan sosial. untuk menjaga harkat dan martabat manusia jika mengalami risiko-risiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh perusahaan dan karyawan. Implementasi Jaminan Sosial.(www.. dan hari tua. meninggal dunia. Jamsostek adalah program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu yang penyelenggaraannya menggunakan mekanisme Asuransi Sosial. Sebagai program publik.05/Men/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepersertaan. kondisi pemberian kerja. 14 Tahun 1993.000.

3 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat (1). Di berbagai negara diatur pada umumnya melalui berbagai bentuk. sebagai pengganti atau seluruh penghasilan yang hilang. Pengertian Jamsostek yang tegas lagi dinyatakan dalam Undang-Undang No. Di Indonesia hal ini dapat dilihat pada Undang-Undang No. sakit hamil. dapat ditarik kesimpulan bahwa jaminan sosial mempunyai beberapa aspek. 3. 1993: 10). bersalin. Selain mempunyai dampak positif bagi usaha-usaha peningkatan disiplin kerja dan peningkatan produktivitas kerja juga salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. 2001: 3). termasuk tenaga kerja yang melakukan pekerjaaan di luar hubungan kerja. 134 Koleksi BPAD Prov SU . Dengan terciptanya ketenangan kerja pada akhirnya mendukung kemandirian dan harga diri manusia dalam menerima dan menghadapi risiko sosial ekonomi. Dari definisi di atas. misalnya dokter yang membuka praktik. Volume 5. juga memberikan pengertian jaminan sosial (Sosial Security) secara luas yaitu: “Social security pada prinsipnya adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh masyarakat untuk warganya. Jelas di sini jaminan sosial menjamin santunan sehingga tenaga kerja terlindungi terhadap ketidakmampuan bekerja dalam penghasilan dan menjamin kebutuhan dasar bagi keluarganya sehingga memiliki sifat menjaga nilai-nilai manusia terhadap ketidakpastian dan keputusasaan. 2003: 53). Keberadaan program Jamsostek sebagai upaya perlindungan hidup tenaga kerja di suatu perusahaan sangat besar manfaatnya. 5. pengacara (advokat). Karena adanya upaya perlindungan dan terciptanya ketenangan tenaga kerja akan berdampak meningkatkan produktivitas kerja. Dengan adanya upaya perlindungan dasar akan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (Manulang. 2001: 131). Sedangkan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di luar hubungan kerja adalah orang yang bekerja sendiri tanpa ikatan dengan perusahaan atau perorangan. Halaman 132-150 Bertitik tolak dari hal tersebutlah mendorong lahirnya program yang memberikan jaminan perlindungan bagi tenaga kerja. 4. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang merupakan langkah awal dalam memberikan landasan hukum penyelenggaraan jaminan sosial. Memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal bagi tenaga kerja serta keluarganya. ILO (Internasional Labour Organization) yang merupakan salah satu dari Badan Khusus PBB. Mei 2006. melalui berbagai usaha dalam menghadapi risiko-risiko ekonomi atau sosial yang dapat mengakibatkan terhentinya/sangat berkurangnya penghasilan (Husni.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. 2. 4 Tahun 1969 tentang Pokok Ketenagakerjaan serta diperkuat dengan Undang-Undang No. yang dimaksud dengan Jamsostek adalah sebagai berikut: “Suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti penghasilan yang hilang atau berkurang dalam pelayanan sebagaimana akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. Menciptakan ketenangan kerja karena adanya upaya perlindungan terhadap risiko ekonomi maupun sosial. Senada dengan hal ini Kertonegoro mengatakan bahwa: “Jaminan sosial merupakan konsepsi kesejahteraan yang melindungi risiko baik sosial maupun ekonomi masyarakat dan membantu perekonomian nasional dalam rangka mengoreksi ketidakadilan distribusi penghasilan dengan memberikan bantuan kepada golongan ekonomi rendah (Sentanoe. antara lain: 1. Nomor 2. dapat lebih dipahami bahwa yang dimaksud dengan tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan pada setiap bentuk usaha (perusahaan) atau perorangan dengan menerima upah. biasa disebut tenaga kerja bebas. hari tua dan meninggal dunia”(Manulang. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja menyebutkan bahwa tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan. petani yang menggarap sawahnya sendiri dan lain-lain. Dari pengertian di atas.

tenaga kerja dan keluarga. berupa penghasilan yang layak dan jaminan-jaminan sosial tertentu. Kecelakaan kerja merupakan peristiwa yang dapat menyebabkan kerugian harta benda dan atau hilangnya nyawa manusia yang akibatnya dapat merugikan tenaga kerja. efisien dan rasional (Majalah JAMSOSTEK. c. bahwa ruang lingkup jaminan sosial meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja. dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.Utamaningsih dan Siagian. mengantuk dan sebagainya. 3. Meningkat kan peran serta sektor perusahaan swasta secara bergotong royong bersama-sama dengan pemerintah. Anggapan bahwa kecelakaan itu merupakan takdir adalah suatu pemikiran yang keliru. agar dengan demikian patnernya itu lebih terangsang untuk bekerja lebih produktif (berdaya guna dan berhasil guna). 2. Jamsostek juga sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja untuk menjaga harga dirinya agar tidak terkesan untuk minta dikasihani bila terkena musibah. Terciptanya suasana hal di atas akan membentuk hubungan kerja yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. 4. Jaminan Hari Tua. Dari penjelasan di atas menunjukan bahwa program Jamsostek berdasarkan UndangUndang Nomor 3 Tahun 1993 beserta peraturanperaturan pelaksanaannya bersifat dan bertujuan untuk melindungi karyawan. upah yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan dan tersedianya Jamsostek. baik berupa upah maupun waktu. Oleh karena itu untuk menanggulangi kecelakaan kerja yang berpengaruh terhadap hilangnya sebahagian atau seluruh penghasilan. Oleh sebab itu perusahaan hendaknya: a. pemberian bonus dan program kesejahteraan lainnya. Menganggap tenaga kerja sebagai patner yang aman membantu untuk mensukseskan tujuan usaha. misalnya peralatan kerja tidak diberi pengamanan. Implementasi Jaminan Sosial. di samping menguntungkan bagi perusahaan karena bisa mengalihkan risiko yang harus ditanggung kepada pihak lain. dirasakan belum menunjukan suatu jaminan karyawan terutama dalam kelangsungan hidupnya dengan tingkat kesejahteraan yang memuaskan. Mengingat gangguan mental akibat 135 Koleksi BPAD Prov SU .. Menjalin hubungan yang baik dengan para pekerjanya sehingga mereka merasa bahwa tenaga kerjanya itu perlu dikerahkan dengan baik. perusahaan yang perlu dikembangkan dengan penuh tanggung jawab. Selain itu setiap kecelakaan akan mengakibatkan kerugian. Jaminan Kematian. Sebab-sebab kecelakaan bisa dikelompokan menjadi dua sebab utama yaitu sebab teknis dan sebab manusia. sehingga meni mbul kan peningkatan produksi perusahaan. Perusahaan dapat berkembang dan berjalan lancar apabila didukung oleh jumlah tenaga kerja yang cukup. Sebab-sebab teknis biasanya menyangkut masalah-masalah kondisi di pabrik. Dengan demikian program Jamsostek. b. Upaya perlindungan karyawan perusahaan dalam bentuk penaikan upah. Mempercepat terjadinya proses pemerataan hasil pembangunan. Beberapa tujuan program jaminan sosial meliputi: 1. juga dapat meningkatkan produksi perusahaan. et al. Memberikan imbangan yang layak terhadap jasa-jasa yang sudah dikerahkan oleh patner yaitu. seakan-akan mereka bekerja pada perusahaan miliknya. Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1993 Pasal 6 ayat (1). (Kartasaputra. serta pengusaha dan masyarakat pada umumnya. Setiap kecelakaan menyebabkan penderitaan bagi keluarganya. Meningkatkan produktivitas pada karyawan perusahaan. Program ini dikelolah oleh PT Jamsostek (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1995 tentang Penetapan Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.. Terlaksananya pola pemeliharaan kesehatan yang efektif. Apabila kecelakaan kerja itu mengakibatkan kematian atau cacat permanen maka keluarganya akan menderita kesusahan. 1989: 7). ventilasi tidak cukup. Sebagai langkah yang ditempuh dalam menjamin hidup karyawan. Sedangkan sebab-sebab manusia biasanya dikarenakan oleh sikap ceroboh. maka perlu adanya bantuan jaminan kecelakaan kerja. perusahaan sangat perlu untuk memasukkan para karyawannya dalam program Jamsostek. 1995: 42).. mengurangi kesenjangan dalam bidang pemeliharaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setiap kecelakaan selalu ada faktor penyebabnya dan penyebab itu tentunya dapat dicegah dan dikurangi.

3. 2. tanpa sempat mengalami rawat inap atau mengalami rawat inap tetapi tidak melebihi 24 jam terhitung sejak pada jam di tangan dokter/para medis langsung meninggal dunia. 5. maka perlu disebutkan hal-hal apa saja yang merupakan kecelakaan kerja sebagai patokan baik karyawan. 1997: 140). sepanjang melalui perjalanan yang wajar dan biasa dilakukan setiap hari. Selain yang temasuk kecelakaan kerja pada waktu kerja di atas. Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (sisikosis. Mei 2006. 3 1992: 13 adalah sebagai berikut: 1. perusahaan maupun lembaga yang ditunjuk sebagai pengelola atas jaminan kecelakaan kerja. 5. Halaman 132-150 kecelakaan kerja relatif sifatnya sehingga sulit ditetapkan derajat cacatnya maka jaminan atau santunan hanya diberikan dalam hal terjadi cacat mental tetap yang mengakibatkan tenaga kerja yang bersangkutan tidak bekerja lagi. di luar jam kerja dan di luar waktu kerja (waktu istirahat) serta bersangkutan bebas dari setiap urusan pekerjaan (Christine. 3. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal dalam proses pekerjaan. ant r akosi l i kosi s. Cacat akibat kecelakaan kerja (Christine. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu melakukan kerja lembur yang harus dibuktikan dengan surat perintah lembur. 2. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu mengikuti pendidikan yang merupakan tugas dari perusahaan dan harus dibuktikan dengan surat tugas. Oleh sebab itu pembiayaan Koleksi BPAD Prov SU . 1997: 135). 4. Nomor 2. juga di luar waktu kerja dapat dikelompokan sebagai kecelakaan kerja. baik di lokasi kerja karena satu alasan. Perkelahian di tempat kerja. vlas. Kecelakaan kerja yang terjadi di luar jam kerja tetapi masih dalam waktu kerja seperti jam istirahat sebagaimana diatur oleh undang-undang. agar mudah dipahami dan dimengerti sehingga di kemudian hari tidak salah paham. Daftar penyakit yang timbul dalam hubungan kerja dapat dilihat dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. Penyakit lainnya yang telah ditetapkan kepada keputusan ini (Christine. baik di lokasi kerja maupun dalam perjalanan dalam lokasi kerja. Volume 5. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. 2. seperti: 1. Kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah perkemahan yang berada di lokasi kerja. henep. Kecelakaan kerja yang terjadi pada waktu melaksanakan kegiatan olah raga yang harus dibuktikan dengan surat tugas dari perusahaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengenai kecelakaan kerja. 4. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat lain dalam rangka tugas atau secara langsung bersangkut paut dengan penugasan dan tidak ada unsur kepentingan pribadi. Kecelakaan kerja merupakan tanggung jawab perusahaan. 4. 2. Begitu pula penyakit yang ditimbulkan adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja dan masyarakat umum biasanya tidak terkena. 3.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. termasuk kecelakaan kerja (Christine. yaitu: 1. asbest osi s) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. 3. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecelakaan kerja. baik yang terjadi pada waktu kerja atau di luar waktu kerja dan timbul penyakit akibat kerja. 136 Di samping itu juga dapat disebut sebagai kecelakaan kerja UU No. Suatu kasus meninggal mendadak dalam hubungan kerja karena suatu alasan. Hal-hal yang dapat dimasukan sebagai kecelakaan kerja dalam UU No. 6. 3 Tahun 1992 adalah sebagai berikut: 1. 1997: 137). Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. kesemua itu menimbulkan kerugian bagi karyawan dan berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja yang terjadi secara tiba-tiba melalui proses dalam jangka waktu tertentu. sisal (bissinosis). 1997: 143). Kecelakaan kerja yang terjadi dalam perjalanan berangkat dan pulang ke dan dari tempat kerja. Kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau di lingkungan tempat kerja. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993. atau anak. b. 14 1993 Pasal 9) dan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. 2001: 96). Santunan cacat sebahagian untuk selama-lamanya dibayarkan secara sekaligus dengan besarnya % sesuai tabel x 60 % sesuai tabel x 60 bulan upah. Diperlukan jaminan kematian dalam upaya meringankan beban keluarga.14 tahun 1993 dapat dibagi sebagai: 1. Artinya iuran kecelakaan kerja dari setiap tenaga kerja ditanggung oleh pengusaha. c. Dari pengertian di atas menunjukan bahwa karyawan dipandang sebagai insani yang perlu dibantu. Dengan demikian kesempatan tenaga kerj a untuk menyisihkan sebagai an penghasilannya kemungkinannya sangat kecil. Santunan kematian sebesar Rp 1000. 2001: 94). orang yang berhak menerima warisan ditetapkan sebagai berikut: 1. dan warisan yang diterima kepada keluarga yang berhak menerimanya dapat dimanfaatkan untuk bekal hidup. Jaminan kematian dibayarkan sekaligus kepada janda/duda.2. Biaya pemakamam (Sendjun. Santunan cacat sebagaian untuk selamalamanya.000. 2001: 94). 2. Dengan demikian karyawan yang mendapat kecelakaan kerja berhak mendapat jaminan kerja sesuai dengan Permenaker No: Per –04 /MEN/1993 yang terdiri dari: 1. Jaminan kematian adalah suatu jaminan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia bukan diakibatkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan terputusnya penghasilan dan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan (Manulang. Tunjangan kematian yang diberikan terhadap karyawan diambil dari iuran setiap bulannya yang dibayarkan kepada PT Jamsostek.Utamaningsih dan Siagian. pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Dari uraian di atas dengan menetapkan yang berhak menjadi ahli waris dari jaminan kematian akan memberikan dampak yang positif.. 2001: 134).200.30% dari upah sebulan (PP No.000. dan sebaliknya keluarga yang ditinggalkan dapat memanfaatkan santunan yang diberikan untuk mencari nafkah lain. 3. Pengangkutan dari tempat kejadian ke rumah sakit yang terdekat ataupun ke rumahnya.(dua puluh lima ribu rupiah) selama 24 bulan.. b. sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terbebankan dengan putusnya nafkah keluarga. Hari tua merupakan risiko kehidupan yang dapat mengakibatkan terputusnya upah.000. Santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) 4 bulan pertama 100 % x upah sebulan dan bulan seterusnya 50 % x upah sebulan. d. 2. Besarnya iuran menurut peraturan yang berlaku adalah sebesar 0. program ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. Namun dapat dibayangkan kondisi tenaga kerja di Indonesia dengan upah yang belum begitu layak dengan kata lain hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Santunan sementara tidak mampu bekerja sebagai pengganti upah. artinya orang yang sepatutnya menerima warisan tidak diklaim orang lain. Biaya pemakaman sebesar Rp 200. Pemeriksaan.. Santunan cacat total untuk selama-lamanya. et al.. 2. Besarnya santunan jaminan kecelakaan kerja yang dialami karyawan sesuai dengan PP No. Santunan kematian (Sendjun. Santunan cacat: a. Santunan berskala sebesar Rp 25. Jaminan kematian dibayarkan sekaligus sebesar Rp 1. Implementasi Jaminan Sosial. Dalam hal ahli waris atau wasiat lainnya tidak ada biaya pemakaman dibayarkan kepada pengusaha atau pihak lain yang mengurus pemakamannya. 137 Koleksi BPAD Prov SU . Dengan terputusnya pekerjaan dan upah dari perusahaan tentunya biaya hidup adalah hasil tabungan semasa kerja. baik dalam bentuk biaya pemakaman maupun santunan dalam bentuk uang.000.(Sendjun.(satu juta dua ratus ribu rupiah) yang terdiri dari: 1. c. kepada tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja juga diberikan santunan berupa uang yang terdiri dari: a.000. Biaya pemakaman sebesar Rp 200. Selain jaminan di atas.(Kertonegoro. 1993: 36). karena pada usia tua umumnya kemampuan bekerja sudah berkurang sehingga karyawan diberhentikan dari pekerjaannya.

Berbagai program kesehatan kebijaksanaan dari perusahaan terhadap karyawannya menandakan bahwa pihak perusahaan. et al. Pengusaha menanggung iuran sebesar 3. Volume 5.000. 1997: 140).70 %. 3. bunga dan masa kepesertaan. Pemeliharaan kesehatan bagi karyawan perusahaan tidak dapat dilepaskan sebagai sarana penunjang dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan karyawan yang buruk akan mengakibatkan kecenderungan tingkat absensi yang meningkat. bagi perusahaan juga memperoleh manfaat sebagai berikut: 1. Mencapai umur 55 tahun. 1996: 3). 4. biaya pelayanan kesehatan relatif cukup mahal.atau lebih dilakukan paling lama 5 tahun (PP No.. 5. di mana iuran dari pengusaha dan tenaga kerja setiap bulan dikredit pada rekening tenaga kerja secara individual. Jika dibandingkan dengan tingkat ratarata pendapatan tenaga kerja. Kemanfaatan dari jaminan hari tua berupa pembayaran saldo tabungan pada saat timbul hak peserta yaitu: 1.. Memperoleh kepastian pelayanan medis pada saat membutuhkan. 2. Koleksi BPAD Prov SU . maka sangat perlu diadakan program yang sangat berpengaruh bagi masa depan/hari tua bagi karyawan terutama yang penghasilannya rendah. sehingga 138 produktivitas menjadi rendah.000. 2. Dengan mengikuti jaminan pemeliharaan kesehatan manfaat yang diperoleh bagi karyawan adalah: 1. Program jaminan pemeliharaan kesehatan yang merupakan salah satu dari program Jamsostek. Mengalami PHK setelah peserta setidaktidaknya lima tahun. Besarnya saldo tabungan tersebut tergantung dari iuran. Bagi yang masih lajang sebesar 3 % dari upah sebulan dan yang sudah berkeluarga sebesar 6 % dari upah sebulan. 14 1993 pasal 24).Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Tidak lagi direpotkan dengan berbagai masalah kesehatan tenaga kerja serta keluarganya. Pembayaran sekaligus dapat dilakukan apabila jumlah seluruh jaminan hari tua kurang dari Rp 3. stabil dan produktif (Majalah Jamsostek. Program Jaminan hari tua diselenggarakan dengan cara atau sistem tabungan hari tua (provident fund). Bahkan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan pembiayaan. Pembayaran jaminan hari tua secara sekaligus atau berkala merupakan pilihan dari tenaga yang bersangkutan sendiri. obat. Diperolehnya atau didapatkannya tenaga kerja yang sehat. bukan saja untuk memelihara tingkat produktivitas atau disiplin tetapi juga memelihara eksistensi dan kualitas hidup tenaga kerja. Terpeliharanya kesehatan bagi diri dan keluarga demi kelangsungan dan kebahagiaan hidup Sementara itu. Jadi besarnya iuran yang harus dibayar pengusaha setiap bulannya adalah sebesar 5. Tidak lagi diperlukan pembiayaan dokter. menyadari akan pentingnya faktor kesehatan dalam menunjang peningkatan produktivitas kerja karyawan.000. 3. Pembayaran jaminan hari tua dapat dibayarkan sekaligus atau secara berkala. Jaminan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja dan keluarganya memerlukan pelayanan medis dan spesifik dan pembiayaan yang rasional untuk menghindari berbagai penyalahgunaan dan biaya yang berlebihan. dan mendapat bunga setiap tahun. b.. uang muka dan biaya rumah sakit/ dan bersalin. Mengalami cacat total dan tetap sehingga tidak bisa bekerja lagi. 1993: 35). Halaman 132-150 Melihat permasalahan di atas. Mei 2006. 2. Nomor 2.000. Usaha ini hanya bisa dilakukan oleh badan penyelenggara yang khusus dan profesional serta bisa diperoleh efisiensi dan efektivitas yang tinggi melalui prinsip gotong-royong antara peserta yang jumlahnya besar dan merata. Pergi keluar negeri atau pulang ke negeri asal untuk tidak kembali lagi (Kertonegoro. 3. Pembayaran secara berkala dapat dilakukan apabila seluruh jaminan hari tua mencapai Rp 3. Meninggal dunia. sehingga iuran jaminan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992.7 % yang dihitung dari upah sebulan dari tenaga kerja. besarnya iuran jaminan hari tua ditetapkan sebagai berikut: a.(tiga juta rupiah). Kepastian pembiayaan kesehatan tenaga kerja serta keluarganya. Tenaga kerja menanggung iuran sebesar 2 % (Christine.

Pelayanan gawat darurat.000. pencegahan penyakit dan pemulihan kesehatan. Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. terutama berupa: pemeriksaaan.-. Di samping itu JKK juga memberi prothetse anggota badan dan alat bantu seperti kursi roda bagi penderita cacat tenaga kerja. Kemanfaatan lainnya adalah seperti: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ikut menunjang usaha-usaha pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jaminan pemeliharaan kesehatan diberikan dalam bentuk pelayanan medis sebagai paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar. Metode Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. prothese mata Rp 100. tindakan medis sederhana. 3. Electro Cardiography (ECG). terutama berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis. radiologi. Rawat inap di rumah sakit. Jika populasi kurang dari 100 maka sampel dapat diambil seluruhnya. dan rehabilitasi. tetapi apabila lebih dari 100 orang maka diambil sampel sebesar 25% (Arikunto. tetapi lebih komprehensif. Dengan demikian tenaga kerja dan keluarganya dapat meningkatkan kesehatannya tanpa harus memikirkan biaya kesehatan dan kesejahteraan keluarganya dapat tercapai. alat Bantu dengan Rp 1.. 2004: 35). Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek yang diteliti dalam hal ini adalah menggambarkan implementasi jaminan sosial tenaga kerja dan kesejahteraan keluarga karyawan yang diberikan PT Asam Jawa Medan.-. Dengan demikian kemanfaatan JKK meliputi usaha-usaha prevensi. 2.000. Ultrasonography (USG).000. paket tersebut dari: 1. 4. Lamanya hari rawat yang ditanggung maksimum 60 hari per kasus per tahun. prothese kaki Rp 150. prothese gigi Rp 80. Penunjang diagnosis. tindakan medis dan rawat inap (jika perlu) ( Kertonegoro. antara lain berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter. sudah termasuk perawatan khusus (ICCU/ICU) ditanggung maksimum 20 hari per kasus per tahun. PT 139 Koleksi BPAD Prov SU . Pertolongan persalinan. pengobatan. terutama berupa: tindakan medis oleh dokter atau bidan yang menginap di rumah sakit. Implementasi Jaminan Sosial.000.-. Maka sampel dari penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di kantor pusat PT Asam Jawa Medan. tindakan medis. Rawat inap tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran atau melukiskan kenyataan yang ada tentang masyarakat atau kelompok orang tertentu di lapangan secara analisis yang prosesnya meliputi penguraian hasil observasi dari suatu gejala yang diteliti atau lebih (Irawan.000. 7. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di Kantor Pusat PT Asam Jawa Medan yang berjumlah 40 orang. terutama berupa: pemeriksaan laboraturium. Rawat jalan lanjutan.-. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) juga ikut membantu upaya-upaya pendidikan kesehatan. 40 Medan. Computerized Tomography (CT) Scaning sesuai tersedianya fasilitas tersebut. Electro Encephalogy (EEG).. Sedangkan jaminan hari tua dan jaminan kematian dapat membantu biaya pendidikan anak-anak tenaga kerja secara selektif melalui pemberian beasiswa. JPK memberi pelayanan promotif (peningkatan).000. Jamsostek tidak hanya memberi ganti rugi dan pelayanan penyembuhan semata-mata. Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan merupakan perusahaan perkebunan swasta nasional.-. pemeriksaan kehamilan. kompensasi. Penelitian ini dilaksanakan di PT Asam Jawa yang berkantor pusat di Jalan Gajahmada No. terutama berupa: pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum dan dokter gigi.000. prothese tangan Rp 125. 1993: 36). menginap dan makan pada kelas II rumah sakit pemerintah atau kelas III rumah sakit swasta. Pelayanan khusus terutama berupa penggantian maksimum biaya kacamata Rp 50. 6. Jaminan pemeliharaan kesehatan bukan saja dilaksanakan terhadap tenaga kerja itu sendiri tentu juga keluarga tenaga kerja dengan 3 orang anak. preventif pencegahan. Di samping itu perusahaan ini telah melaksanakan program Jamsostek dengan memasukkan karyawannya sebagai peserta Jamsostek. 2002: 149). Menurut Arikunto.Utamaningsih dan Siagian. kuratif (penyembuhan dan rehabilitatif). 5. Dalam hal ini karena populasi kurang dari 100 orang maka seluruhnya dijadikan sampel.-.

Halaman 132-150 Asam Jawa juga telah melaksanakan berbagai bentuk pemberian kesejahteraan bagi karyawan juga keluarga karyawan tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut. b. Maksimal 3 (tiga) orang anak dari hasil perkawinan yang sah (termasuk anak angkat/tiri yang sah). Jaminan Kematian. Untuk mengetahui data atau informasi. Pendidikan Untuk meringankan beban tanggungan karyawan. Bagi karyawan yang belum memiliki rumah sendiri. kemudian dilakukan analisis data dengan menggambarkan kenyataan yang ada di tempat penelitian yang tersusun dalam bentuk tabel tunggal untuk memberikan penjelasan dan komentar-komentar. Selain pelaksanaan jaminan sosial yang dijelaskan sebelumnya. Rantau Prapat atau Medan. Sedangkan untuk karyawan pusat perusahaan memberikan bantuan rumah dengan memberikan tunjangan tidak tetap berupa penggantian uang sewa rumah yang diperoleh setiap tahun. maka perusahaan akan menanggung anggota keluarga karyawan dengan berupa tunjangan tetap pendidikan yang diperoleh setiap tahun. yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja. Secara periodik melaksanakan Medical Chek Up kepada karyawan dan staf. Nomor 2. Mei 2006. Jamsostek yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. Pelayanan Kesehatan Pemeliharaan kesehatan karyawan beserta keluarganya merupakan faktor yang menentukan keluarga tersebut dapat dikatakan sejahtera. dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. c. Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER-05/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan. Pembayaran Iuran. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Sedangkan untuk karyawan pusat perusahaan juga mempunyai rumah sakit rujukan seperti RSU Permata Bunda dan RSU Gleneagles Medan. yaitu dengan cara menjabarkan data yang diperoleh dari penelitian. berusia di bawah 19 tahun. 2. biaya pengobatan dan rawat inap seluruhnya menjadi tanggung jawab perusahaan yang akan diklaim oleh PT Astek. Pembayaran Santunan. huni. Untuk yang masih sekolah perusahaan juga memberikan 2 stel pakaian seragam sekolah setiap tahun. juga di dalam keputusan kerja bersama antara karyawan dengan perusahaan menetapkan hal. keterangan atau fakta yang diperlukan peneliti dengan menggunakan teknik pengumpulan berupa observasi dan penyebaran angket. Iuran berdasarkan jumlah yang tercantum dalam formulir Daftaran Tenaga Kerja yang telah diisi oleh karyawan yang bertugas sebagai pelaksana Jamsostek atas keterangan karyawan yang akan menjadi peserta Jamsostek. Rumah Tempat Tinggal Kebutuhan yang amat mendasar salah satunya adalah rumah tinggal yang layak 140 Koleksi BPAD Prov SU . perusahaan telah mengadakan 1 unit kendaraan ambulans yang dapat mempercepat pelayanan darurat ke rumah sakit PTP IV Torgamba (45 km) dari lokasi kebun. Perusahaan juga memberikan immunisasi hepatitis B kepada karyawan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. belum kawin dan tidak mempunyai penghasilan sendiri atau berusia di bawah 24 (dua puluh empat tahun) tetapi masih sekolah/ kuliah dengan dibuktikan surat keterangan dari sekolah/universitas. Jaminan Kesehatan serta Jaminan Hari Tua yang juga dilaksanakan oleh perusahaan sendiri yakni yayasan perusahaan dana pensiun PT Asam Jawa Medan. Di kebun semua karyawan mendapat perumahan yang layak huni dengan fasilitas listrik dan air. Setiap bulannya karyawan yang telah ditunjuk oleh perusahaan sebagai pelaksana Jamsostek memberikan iuran kepada PT Astek (persero). atau dengan kata lain aspek kesehatan adalah salah satu indikator tingkat kesejahteraan.hal yang berhubungan dengan pemberian kesejahteraan keluarga karyawan yaitu: a. Volume 5. 334 Medan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada Perusahaan PT Asam Jawa Medan Jamsostek diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jamsostek yakni PT Astek (Asuransi Tenaga Kerja) yang berkantor di Jalan Patimura No. diberi kompensasi rumah sebesar 25 % dari gaji tiap bulannya.

Olah raga massal biasanya diadakan pada saat menjelang 17 Agustus pada setiap tahunnya. Distribusi Responden Berdasarkan Usia No.0 g.0 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 40 orang. tenis meja. dan jumlah anak. 2. d.. Tabel 1. Prapat dan tempat lain. status perkawinan. 3. Implementasi Jaminan Sosial. Dengan peranan yayasan ini. Program Pensiun Pimpinan PT Asam Jawa tidak akan membiarkan karyawannya yang purna tugas akan kehilangan penghasilannya.0 15. lama bekerja. Telah bekerja sekurang-kurangnya selama 3 tahun. f.5 %) dan responden yang berjenis kelamin wanita sebanyak 15 orang (40 %). Banyaknya responden yang berjenis kelamin pria pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian ini. bola voli. e. Begitu pula dengan penginapan karyawan bebas memilih penginapan yang diinginkan di Berastagi. Tabel di atas menunjukkan responden yang berjenis kelamin pria lebih dominan daripada responden wanita. karena itu ditetapkan program pensiun. pendidikan formal. catur. Hanya untuk 1 (satu) kali naik haji. Bantuan Fasilitas Olah Raga Kegiatan olah raga bagi karyawan merupakan salah satu usaha peningkatan kesehatan karyawan. Untuk mendapatkan cuti menunaikan ibadah haji seorang karyawan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 2. konsumsi dan transport ditanggung perusahaan. 2.0 40. Hal ini ditujukan untuk kesejahteraan karyawan yang purna tugas tersebut. bulu tangkis. semua karyawan telah mengetahui. Program pensiun di PT Asam Jawa dilaksanakan oleh PT Astek dan juga oleh yayasan perusahaan sendiri. Usia < 25 tahun 25-35 tahun 36. Rekreasi Rekreasi bersama dilaksanakan setiap 1 tahun secara priodik dengan biaya akomodasi. Setiap bulannya 5. Jenis Kelamin Pria Wanita Jumlah Sumber: Data Primer F 25 15 40 % 62. Untuk karyawan pusat disediakan mushalla di kantor. bahwa pada saat sesudah purna tugas nanti hidupnya akan tetap terjamin. 3. Semua jenis olah raga tersebut mendapat fasilitas dari perusahaan. Koleksi BPAD Prov SU 141 .7 % dari saldo gaji akan disetor ke PT Astek sedangkan yayasan yang dimiliki perusahaan tidak memungut iuran dari karyawannya tetapi perusahaan memberikan 8.Utamaningsih dan Siagian. Tempat Ibadah Untuk karyawan yang beragama Islam sebuah mesjid sudah dibangun permanen di emplasmen induk yang dapat menampung ±200 orang. Sedangkan untuk karyawan yang beragama Kristen. Karakteristik umum responden terbagi ke dalam 6 pertanyaan yang meliputi: jenis kelamin.5 37. usia. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin No. di emplasmen induk di bangun gereja yang biasanya menampung 100 jemaat. Menunaikan Ibadah Haji Karyawan diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan biaya sendiri. baik peralatan maupun lapangan dan waktu latihan.46 tahun >46 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 0 18 16 6 40 % 0 45. Olah raga yang menonjol di perusahaan ini adalah sepak bola.0 100. 4. 1. h. responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 25 orang (62. Tabel 2. bela diri dan golf khusus untuk karyawan staf dan untuk tingkat asisten ke atas. Surat permohonan ibadah haji harus dilengkapi dengan surat resmi dari Departemen Agama mengenai quota yang diperoleh.4 % dari gaji mereka untuk masa pensiun mereka tiba..5 100. 1.

maka perusahaan harus mencari sumber daya manusia yang produktif. 4.0 22. Tabel 5. Juga Terdapat sebanyak 7 orang (17. Dalam UU No.5 7.5 87. Tabel 3. 1.5) responden yang telah mengabdi lama selama lebih dari 20 tahun. Sedangkan yang belum menikah hanya satu orang saja (2. Begitu pula terdapat 3 karyawan yang janda dan 1 karyawan duda. Sedangkan pendidikan formal minimal SMU/Sederajat berjumlah hanya 9 orang (2.5%).5%). Sedangkan Pada jawaban responden diketahui hanya 8 orang (20%) yang bekerja di bawah 1-10 tahun. Responden yang berumur kurang dari 25 tahun tidak ada.0 Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Status Perkawinan No. Mei 2006.0 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat mayoritas responden PT Asam Jawa Medan dengan jumlah 21 orang (52. Nomor 2. menanggapi hal ini perusahaan merasa bahwa untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pada Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata responden bekerja di atas 11.5 100. Meskipun gaji mereka terbatas namun gaji tersebut mampu mencukupi kebutuhan mereka. Apalagi sekarang ini sangat sulit mencari pekerjaan. 3. dalam hal ini perusahaan tidak memfokuskan pada usia produktif. Distribusi Responden Berdasarkan Lama Bekerja No.5 25.20 tahun yakni sebanyak 25 orang (62. Rata-rata yang berpendidikan SMA merupakan karyawan yang telah bekerja cukup lama dan berada pada posisi di kantor pun cukup dihormati. 3. 1. Para responden pada umumnya bekerja pada kurun waktu yang cukup lama disebabkan kemauan yang kuat dari dalam diri responden tersebut untuk meningkatkan karier melalui prestasi di perusahaan. 4 Status Perkawinan Tidak Menikah Menikah Janda Duda Jumlah F 1 35 3 1 40 % 2.5 100.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. 2.5%) adalah sarjana. Pendidikan Sarjana Diploma SMU/ Sederajat Jumlah Sumber: Data Primer F 21 10 9 40 % 52. Sedangkan responden yang berumur > 46 tahun berjumlah hanya 6 orang.0 62. 2. 2. akan tetapi difokuskan pada kemampuan responden menemukan ide-ide baru yang mampu meraih serta meningkatkan produksi perusahaan.5%) dan bukanlah karyawan yang baru bekerja tetapi merupakan karyawan lama. 3.0 Sumber: Data Primer Pada Tabel 5 di atas dapat diamati bahwa jumlah responden PT Asam Jawa Medan yang sudah menikah cukup tinggi yakni berjumlah 35 orang (87. Kita tahu bahwa di atas umur 45 tahun adalah umur yang sangat produktif. Ini membuktikan bahwa perusahaan juga sangat menuntut prestasi dan dedikasi karyawan mereka. hal ini disebabkan karena mereka baru bergabung dengan perusahaan.5 17.5%) dari jumlah seluruh karyawan sebanyak 40 orang. Sedangkan karyawan yang memiliki pendidikan SMA ternyata dapat memberikan dedikasi yang dapat disejajarkan dengan para karyawan yang sarjana ataupun diploma. Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pendidikan formal mayoritas responden adalah sarjana.5 2. Hal ini juga karena responden merasa aman dan nyaman bekerja. 1. Volume 5. Halaman 132-150 Pada Tabel 2 di atas dapat diketahui responden yang berusia 36-46 tahun berjumlah 16 orang (40 %) dan responden yang berumur 25-35 tahun sebanyak 18 orang (45%). Hal ini disebabkan perusahaan mengadakan penyaringan sumber daya manusianya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas perusahaan.5 100. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan No. dan menyandang gelar diploma adalah 10 orang (25%). 3 1992 tentang Jamsostek meyebutkan suatu perusahaan wajib menjadi 142 Koleksi BPAD Prov SU . Lama Bekerja < 1 Tahun 1-10 tahun 11-20 tahun > 20 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 0 8 25 7 40 % 0 20.

Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Anak No. 2.5 0 100. Tabel 6. Jumlah Anak 0 1 –2 3-4 5-6 Jumlah F 1 28 11 0 40 % 2. peserta Jamsostek jika mereka mempekerjakan lebih dari 10 karyawan dengan upah di atas Rp 1000. 3. Persepsi Responden tentang Prosedur Menjadi Peserta Jamsostek No..0 Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang terdiri dari 40 orang telah menerima santunan sebanyak 31 orang (77.-. Berdasarkan pendapat seorang responden perusahaan tidak pernah mempersulit responden untuk mendapatkan jaminan tersebut. Bahkan sebanyak 9 orang (22.0 Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah anak 34 anak adalah 11 orang (27. Rata-rata responden telah memiliki anak.5 0 100.0 Sumber: Data Primer Berdasarkan distribusi jawaban responden pada Tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa karyawan telah menjadi peserta seluruh program Jamsostek. janda. Distribusi Responden Berdasarkaan Kesertaan pada Program Jamsostek No 1. termasuk soal makanan.5 %) bagi mereka memperoleh Jamsostek. 1. perlindungan kecelakaan kerja dan lainnya sesuai dengan pasal 25 ayat (1) Declaration of Human Right sebagai berikut: “Setiap warga negara berhak atas hidup yang menjamin kesehatan dan keadaan baik Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan mudah sebanyak 31 orang (77. 4. Tabel 8. Kategori Pernah Beberapa jenis Jamsostek Tidak Pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 31 9 0 40 % 82. 2. Kategori Semua program Sebagian program Belum menjadi peserta Jumlah F 40 0 0 40 % 100. Karyawan dinyatakan menjadi peserta Jamsostek dihitung setelah menjadi pegawai PT Asam Jawa Medan.0 untuk dirinya dan keluarganya. Hal ini dimungkinkan karyawan yang akan menerima santunan seperti jaminan kesehatan yang disediakan karyawan tidak dipergunakan dengan alasan karyawan tersebut malas karena fasilitas 143 Koleksi BPAD Prov SU .5%) dan sebanyak 9 orang (22. 3. Hal ini terlihat dari jawaban responden (N = 40) yang menyatakan telah menjadi peserta Jamsostek dengan bukti memiliki kartu peserta Jamsostek dan saldo Jaminan Hari Tua..5 0 100.5%) hanya beberapa menerima santunan. perumahan dan perawatan kesehatan serta usaha-usaha sosial yang diperlukan dan berhak atas jaminan di waktu mengalami pengangguran.000. Penerimaan Santunan oleh Responden No. Juga anak-anak mereka telah duduk di bangku sekolah yang rata-rata masih SLTP. pekerjaan. 2.0 27. Tabel 9. Implementasi Jaminan Sosial. Program Jamsostek yang diikuti yakni Jaminan Kecelakaan Kerja. Di perusahaan diketahui bahwa bagian pelaksana Jamsostek adalah karyawan yang berada pada jabatan Pelaksana Administrasi Kesejahteraan Karyawan.5 17. 3. lanjut usia. sebaliknya perusahaan membantu dalam mengurus jaminan sosial yang harus diterima oleh responden.5 77. atau mengalami kekurangan nafkah lain-lain karena diluar kekuasaannya”. Kategori Sangat mudah Mudah Sulit Jumlah Sumber: Data Primer F 9 31 0 40 % 22. 2.5 70.Utamaningsih dan Siagian. Tanpa melihat status karyawan tersebut. 3. 1.0 0 0 100. 1. Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kesehatan. Jaminan Kematian. Mereka mengutip iuran dari karyawan dan melaporkan kepada PT Astek. Dengan demikian karyawan telah mempunyai hak untuk mendapatkan upah dan perlindungan kesehatan.5 %) menyatakan sangat mudah untuk mendapatkan jaminan sosial tersebut. Tabel 7.5%) dan jumlah 1-2 anak sebanyak 28 orang (70%).

Kategori Memadai Kurang memadai Tidak memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 35 5 0 40 % 87. Sedangkan responden yang menjawab hanya sebagian saja hal ini dikarenakan responden tersebut adalah karyawan yang baru masuk bekerja. Menurut pengakuan responden. 3. 1. Pembayaran Gaji Karyawan yang Belum Bekerja Karena Kecelakaan Kerja No. Berdasarkan Tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan memberikan perhatian yang besar kepada karyawan dengan tetap membayarkan gaji terhadap karyawan yang tidak dapat bekerja. Kategori Diberikan santunan Hanya orang tertentu Tidak diberikan Jumlah Sumber: Data Primer F 34 6 0 40 % 90. 1. Penggantian Biaya dari Perusahaan Jika Responden Mengalami Kecelakaan Kerja No. Nomor 2. 1. Responden hanya perlu menunjukan bukti-bukti kecelakaan dengan memberikan fotokopi kuitansi dari rumah sakit dan apotek tempat mereka berobat.5 12. Hal ini dimungkinkan karyawan tersebut baru bekerja.5%). Responden mengaku untuk biaya kesehatan bagi mereka perusahaan telah memberikan yang terbaik.0 10. Tabel 10. Mereka memberikan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. 2. Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja akan dirawat di rumah sakit rujukan dari perusahaan setelah itu fotokopi kuitansi tersebut akan menjadi bukti untuk mengajukan klaim ke Jamsostek yakni PT Astek. Sedangkan responden yang menjawab kurang memadai hanya 5 orang (12. Kategori Semua dibayar Sebagaian dibayar Tidak dibayar Jumlah Sumber: Data Primer F 34 6 0 40 % 90. pemberian santunan kematian tersebut sangat membantu keluarga yang ditinggalkan Hal ini diketahui 144 Koleksi BPAD Prov SU .0 0 100. Tetapi perusahaan tetap memotong uang transport karyawan yang tidak dapat bekerja dikarenakan sakit. Halaman 132-150 kesehatan jauh dari rumah/tempat tinggal karyawan.5 %).0 Pada Tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan sangat memperhatikan karyawannya ini dapat terlihat pada data di atas bahwa mayoritas responden menjawab memadai sebanyak 35 orang (87. Santunan Bagi Karyawan yang Meninggal No. 3. Perusahaan mengganti seluruh biaya akibat kecelakaan kerja. Tabel 12. 2.0 Tabel 11.0 0 100. Tentunya ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga karyawan tentunya.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Sehingga tidak dapat dipungkiri biaya kesehatan yang diberikan perusahaan telah mempengaruhi peningkatan kesejahteraan mereka dan ketentraman serta perasaan aman karyawan dalam bekerja pun dapat lebih produktif lagi. beberapa karyawan mengaku bersyukur karena tidak menerima santunan kematian . Perusahaan tidak tinggal diam membiarkan karyawannya yang terkena musibah atau yang sedang dalam kesulitan. 3. Menurut beberapa responden mereka merasa perusahaan cukup memperhatikan sehingga kesejahteran karyawan tetap diutamakan.5 0 100.. Begitu pula apabila karyawan mengalami kecelakaan yang cukup berat dan rumah sakit yang telah dirujuk tidak dapat menanganinya maka perusahaan pun bersedia memindahkan karyawan tersebut ke rumah sakit lain yang lebih baik.0 Pada Tabel 12 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan memberikan informasi pada karyawan tentang pemberian tunjangan kematian tentunya perusahaan akan melaksanakan kewajibannya dengan memberikan santunan kematian kepada karyawannya. Dapat kita ketahui bahwa pengobatan kesehatan betul-betul mahal harganya apalagi di era seperti sekarang ini. Selain santunan kesehatan juga salah satunya adalah santunan kemalangan atau kematian. Terlihat dari data mayoritas responden menjawab perusahaan tetap membayar sebanyak 34 orang (90%). 2. Mei 2006. Volume 5.0 10. Bagitu pula dengan biaya pemakaman.

Tetapi dengan pembayaran iuran yang berasal dari gaji mereka responden yakin perusahaan pasti memberikan yang terbaik kepada karyawannya.0 Pada data Tabel 14 di atas dapat diketahui fasilitas yang disediakan oleh perusahaan cukup memadai. Hal ini responden adalah karyawan yang baru bekerja.0 Koleksi BPAD Prov SU 145 . Masa kepesertaan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun semenjak pembayaran iuran pertama program jaminan hari tua. 1. penggantian lensa kaca mata setiap tahun serta perobatan dan perawatan gigi. 1. Ini berlaku bagi seluruh anggota keluarga karyawan.000 650. check up.000-3. Anggota keluarga yang mendapatkan bantuan hanya istri/suami dan anak.0 27. 3. 2.5%). Jaminan Hari Tua dari Perusahaan No. Tabel 16.0 Pada Tabel 13 di atas dapat diketahui bahwa perusahaan juga turut serta membantu keluarga karyawan yang mengalami musibah sekalipun di luar hubungan kerja. Responden mengaku bahwa saat ini biaya rumah sakit sangat mahal sehingga jelas fasilitas yang diberikan oleh perusahaan telah membantu karyawan untuk menjaga kesehatan mereka. dari jawaban responden sebanyak 34 orang (90%) dan hanya 6 orang (10%) saja yang menjawab hanya orang tertentu saja.5 100. 1. Hanya saja mayoritas responden tidak mengetahui secara pasti berapa besar jumlah biaya yang biasa diberikan kepada ahli waris sebagai santunan apabila ada karyawan yang meninggal dunia.5 47. Kategori Cukup Memadai Memadai Tidak Memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 21 19 0 40 % 52.5 17.Utamaningsih dan Siagian.. 1. 3. Selain itu sebagai rasa bela sungkawa para karyawan memberikan sumbangan ala kadarnya untuk memberikan kepada ahli waris tanpa mengurus biaya pemakaman.0 40. Kategori Cukup Memadai Memadai Tidak Memadai Jumlah Sumber: Data Primer F 24 16 0 40 % 60.000. Hal ini diketahui dari jawaban responden yang menjawab point 1 sebanyak 36 orang (90%).500.0 0 100.5%) menjawab sangat memadai. Selain itu sebagai rasa bela sungkawa para karyawan memberikan sumbangan ala kadarnya untuk memberikan kepada ahli waris tanpa mengurus biaya pemakaman.5 0 100. 3. Tabel 13.000.0 Pada Tabel 15 dapat diketahui rata-rata responden mengaku bahwa jaminan hari tua yang akan mereka terima memadai sebanyak 19 orang (47.000 Jumlah Sumber: Data Primer F 11 22 7 40 % 55. Tentunya dengan kesehatan yang cukup baik karyawan dapat bekerja lebih produktif lagi dan kesejahteraan keluarga mereka dapat terpenuhi. Tabel 14. Tabel 15. Hal ini dimungkinkan karyawan tersebut relatif baru bekerja dalam kata lain dalam proses masuk peserta jaminan kematian.. Sedangkan sebanyak 4 orang (10%) menjawab hanya orang tertentu saja.000-1. 2. Pihak perusahaan akan mengurus klaim jaminan kematian segera sehingga pihak keluarga karyawan yang ditinggalkan tidak perlu mengurus jaminan kematian tersebut. Responden yang menjawab memadai berjumlah hanya 16 orang (40 %). 2. Fasilitas yang diberikan perusahaan meliputi rawat inap. Pemberian Bantuan Bagi Keluarga Karyawan yang Meninggal No. Fasilitas Kesehatan No.0 10. Hal ini diketahui dari jawaban responden sebanyak 24 orang (60%). Implementasi Jaminan Sosial. Walaupun mereka juga mengakui bahwa responden itu sendiri tidak tahu berapa besar jumlah pesangon yang akan mereka terima. berobat. 3.0 0 100.500. 2.000 1. Kategori (Rp) > 3. Kategori Semua mendapat Hanya orang tertentu Tidak diberikan Jumlah Sumber: Data Primer F 36 4 0 40 % 90. Distribusi Karyawan Berdasarkan Gaji per Bulan No. Bahkan 21 orang (52.

kadang Tidak menerima Jumlah Sumber: Data Primer F 40 0 0 40 % 100. Tabel 18. 2. Cara Karyawan Memperoleh Tempat Tinggal No. 1.5%).5 % atau sebanyak 23 orang bertempat tinggal sendiri atas bantuan dari perusahaan.. 3. Natal dan hari besar keagamaan lainnya. tunjangan golongan dan natura dan tunjangan kehadiran yang diberikan saat penerimaan gaji pokok bulanan. Responden mengakui dengan pemberian tunjangan tersebut responden tidak terlalu terbebani dalam mencukupi kebutuhan menjelang perayaan hari besar meliputi uang belanja kebutuhan makanan dan baju baru yang tentunya sangat besar biayanya apalagi disangkutkan dengan gaji yang mereka peroleh sehingga mereka betul-betul merasa senang dengan tunjangan yang diberikan perusahaan.5 0 100. Kategori Menerima Kadang. Hal ini berarti perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawannya.000.000. 146 Koleksi BPAD Prov SU ..000.. Ini berarti PT Asam Jawa telah menerapkan penghasilan karyawannya sesuai dengan UMR yang berlaku.0 0 100. Tunjangan perumahan diberikan kepada responden berdasarkan jenjang dan golongan responden masing-masing.hari mereka tanpa menggangu gaji yang mereka terima.0 Pada Tabel 17 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menjawab menerima 40 orang (100%). Penerimaan Bonus oleh Karyawan No.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Responden betul-betul merasa terbantu dalam mencukupi kebutuhan sehari.500. Ini membuktikan adanya perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan keluarga karyawan. Tabel 17. 3. Menurut pengakuan responden mereka memperoleh bantuan keluarga berasal dari warisan. Mei 2006.000. Kategori Sangat sering Sering Tidak pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 0 40 0 40 % 0 100. lembur.000 berjumlah 11 orang (17%). Bantuan perusahaan dimasukkan ke dalam tunjangan perumahan. Selain bonus tunjangan tidak tetap yang diberikan perusahaan meliputi tunjangan sekolah anak karyawan.0 Berdasarkan Tabel 19 di atas dapat diketahui bahwa responden 57. 1.– Rp 1. 2. 3. Kategori Bantuan perusahaan Bantuan keluarga dan Perusahaan Diperoleh sendiri Jumlah Sumber: Data Primer F 23 17 0 40 % 57. 2. Beberapa responden merasa gaji yang mereka terima dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka tetapi ada juga responden yang merasa gaji yang mereka terima saat ini walaupun sudah melebihi UMP tetap belum mencukupi kebutuhan mereka dikarena harga-harga yang terus naik dan sebagainya.0 0 0 100. Beberapa responden mengakui bahwa mereka juga sering menerima tunjangan tidak tetap berupa uang pengganti transportasi terutama apabila responden melakukan perjalanan dinas keluar kota maka perusahaan mengeluarkan Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD).000. Volume 5.000.berjumlah 22 orang (55%) dan di atas Rp 3. Halaman 132-150 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui responden yang berpenghasilan Rp 650. Sedangkan Responden mengaku dengan pemberian berbagai tunjangan tidak tetap tersebut dapat meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan bagi keluarga karyawan. 1. Menurut responden apabila perusahaan telah mencapai target produksi yang telah ditentukan oleh perusahaan maka bonus yang diterima karyawan minimum sekali setahun dengan jumlah lebih besar dari gaji karyawan.5%) dan yang berpenghasilan Rp 1. Penerimaan Tunjangan Hari-Hari Besar Agama No. Hal ini berarti perusahaan memperhatikan karyawan dari segi tunjangan-tunjangan hari besar seperti Idul Fitri.berjumlah 7 orang (17.000.– Rp 3.0 Berdasarkan data Tabel 18 di atas dapat diketahui responden yang menerima bonus sebanyak 40 (100%). Tunjangan diberikan berdasarkan jabatan dan golongan reseponden masing-masing. tunjangan jabatan. Gaji pokok yang diberikan oleh PT Asam Jawa Medan kepada seluruh karyawanya adalah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni Rp 660. Tabel 19.-perbulan Tahun 2005.500. Responden yang menjawab poin 2 sebanyak 17 orang (42.5 42. Nomor 2.

2.0 0 100. Pada Tabel 12 juga dapat dilihat bahwa 90 % mengaku bahwa perusahaan juga mengurus pemberian santunan biaya 147 Koleksi BPAD Prov SU ..0 bersekolah. 3. Dalam hal penerimaan Jamsostek pada Tabel 9 sebanyak 77. Hal ini diketahui dari jawaban responden yang menjawab poin 1 sebanyak 32 orang (80%).0 20.0 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden mempunyai keinginan besar menyekolahkan anaknya sampai pada pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi diketahui bahwa ratarata responden memiliki anak yang telah Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden setiap bulannya menyisihkan sebagian gaji yang diterima untuk ditabung sebanyak 31 orang (77. jaminan hari tua dan jaminan kematian.5 %) dimungkinkan gaji yang diterima karyawan dipergunakan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehingga kesempatan untuk menabung tidak kontinu. Tabel 20.0 Pada Tabel 20 di atas dapat diketahui bahwa gaji yang diberikan dapat memiliki rumah yang layak bagi mereka. Implementasi Jaminan Sosial.5 % hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya perusahaan betul-betul terlibat dalam memberikan keterangan mengenai Jamsostek.Utamaningsih dan Siagian. Harapan Memiliki Rumah yang Layak Huni No. Kategori Optimis Kurang optimis Tidak optimis Jumlah Sumber: Data Primer F 40 0 0 40 % 100.5%). Dan beberapa karyawan mengaku bahwa tunjangan yang diberikan menambah gaji pokok yang diberikan dan selain itu tunjangan tersebut juga cukup untuk mendapatkan rumah yang layak dalam persepsi masing-masing. 1.kadang Tidak di tabung Jumlah Sumber: Data Primer F 31 9 0 40 % 77. 3. 2.. Dalam hal mengenai Jamsostek dapat kita lihat pada Tabel 7 bahwa 100 % karyawan telah terdaftar menjadi peserta Jamsostek.5 22. 3.5 0 100. Seperti telah diketahui di atas bahwa perusahaan telah memberikan tunjangan perumahan kepada karyawan. Perilaku Frekuensi Menabung Responden No. ditabung Kadang. Hal ini diketahui dari jawaban responden di atas yang menjawab “ya” ada sebanyak 40 orang (100%) sehingga dimungkinkan kondisi kesejahteraan karyawan sudah membaik. Kategori Optimis Tidak terlalu optimis Pesimis Jumlah Sumber: Data Primer F 32 8 0 40 % 100. Karena gaji yang mereka peroleh dapat dipergunakan untuk kebutuhan yang lain. Tunjangan perumahan yang diberikan kepada karyawan berdasarkan golongan dan jabatan masing-masing responden. 2. Pelaksanaan Jamsostek telah seluruhnya diikuti oleh perusahaan seperti jaminan kecelakaan kerja. Sedangkan responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 9 orang (22.5 % karyawan bersyukur belum pernah menerima santunan kematian.0 0 0 100. Kategori Ya. Keinginan dan Optimisme Responden Menyekolahkan Anak No 1. Dari hasil penelitian dengan menggunakan penyebaran kuesioner dan memberikan tabulasi ke dalam tabel tunggal maka dapat diambil kesimpulan umum bahwa implementasi Jamsostek dan kesejahteraan keluarga karyawan telah berjalan dengan baik di PT Asam Jawa Medan. Hal ini dikarenakan karyawan tersebut belum memiliki jabatan yang tinggi sehingga tunjangan perumahan yang diberikan tidak terlalu besar. Sedangkan karyawan menjawab kurang mencukupi sebanyak 8 (20 %). jaminan kesehatan. Hal ini berarti gaji yang diterima cukup layak dalam memenuhi kebutuhan. Tabel 22.5 % karyawan telah menerima santunan berupa santunan kesehatan dan santunan kematian sedangkan sisanya 22. Responden mengaku pada saat ini biaya sekolah sangat besar dan mahal harganya. 1. Oleh karena itu karyawan dapat menyisihkan tabungan mereka untuk membeli rumah bagi mereka tinggal bersama dengan keluarga tercinta. Jelas hampir seluruh responden merasa terbantu dengan pemberian beasiswa tersebut. Tabel 21. Dilihat pada Tabel 8 Karyawan juga tidak merasa kesulitan memahami prosedur Jamsostek terbukti jawaban karyawan 77.

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 132-150

pemakaman dan juga hal ini berlaku bagi keluarga karyawan. Dalam hal penggantian biaya yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang mengalami kecelakaan juga cukup memadai pada Tabel 10 sebanyak 87 % karyawan mengatakan dengan tercukupinya biaya kesehatan yang diberikan tentunya mereka tidak perlu memikirkan biaya pengobatan sekarang yang begitu besar sehingga kebutuhan hidup tidak terganggu. Begitu juga pada Tabel 14 dapat dilihat karyawan mengaku dengan pemberian fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh perusahaan bagi keluarga mereka, sebanyak 40 % karyawan merasa senang karena fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan memadai bahkan 60 % karyawan mengatakan sangat memadai. Pada Tabel 15 sebanyak 47,5 % karyawan mengatakan bahwa jaminan hari tua yang akan mereka dapat kelak memadai bahkan yang menjawab cukup memadai sebanyak 52,5%. hal ini jelas membuktikan karyawan tidak perlu merasa kuatir apabila masa purna tugas itu tiba karena jaminan hari tua yang mereka dapat kelak dilaksanakan dengan baik dan jujur oleh perusahaaan. Selain J amsostek pemberian kesejahteraan keluarga karyawan oleh PT Asam Jawa Medan juga telah terlaksana dengan baik hal ini dapat kita lihat pada Tabel 16 bahwa perusahaan telah menetapkan pemberian upah di atas UMR yang berlaku. Pemberian tunjangantunjangan oleh perusahaan juga telah berjalan dengan baik dapat kita lihat pada Tabel 17 sebanyak 100 % karyawan telah menerima tunjangan hari besar. Karyawan mengaku bahwa tunjangan hari besar yang mereka terima sudah dapat membantu mencukupi kebutuhan menjelang hari raya. Pada Tabel 18 karyawan mengaku sebanyak 100 % karyawan menjawab sering menerima bonus. Selain bonus terlihat perusahaan juga memberikan kepada karyawan berupa tunjangan kehadiran, tunjangan golongan, natura, tunjangan jabatan, tunjangan perumahan. Karyawan mengaku dengan adanya banyak tunjangan yang diberikan dapat meningkatkan serta mempertahankan kesejahteraan bagi keluarga mereka. Dalam hal menerima tunjangan perumahan pada Tabel 19 dapat dilihat bahwa 57 % karyawan memperoleh bantuan dari perusahaan sedangkan 42,4 % karyawan
148

mengaku selain bantuan perusahaan juga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka yang merupakan hasil dari warisan. Pada Tabel 20 sebanyak 80 % karyawan merasa dapat mempunyai harapan memiliki rumah yang layak. Dalam hal menyekolahkan anak karyawan pada Tabel 21 karyawan 100 % berkeinginan menyekolahkan anak dan 90 % karyawan merasa sangat bersemangat untuk menyekolahkan anak mereka sampai keperguruan tinggi terlihat pada Tabel 22. Tetapi sebanyak 10 % karyawan kurang bersemangat hal ini dikarenakan bahwa dibandingkan perusahaan perkebunan swasta lainnya beasiswa yang mereka terima sangat minim. Pada Tabel 23 sebanyak 77,5 % karyawan dapat menabung sehingga ini membuktikan bahwa pemenuhan kebutuhan mereka telah tercukupi. Sedangkan sebanyak 22,5 % menjawab kadang-kadang ditabung, hal ini dimungkinkan kebutuhan yang mereka yang terlalu besar sehingga menabung pun tidak kontinu.

Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai Implementasi Jamsostek dan Kesejahteraan Keluarga Karyawan maka kesimpulan umum yang dapat diperoleh adalah: 1. Seluruh karyawan PT Asam Jawa telah memper oleh Jamsostek. Umumnya responden merasa dengan adanya Jamsostek perusahaan peduli terhadap kesejahteraan keluarga karyawan itu sendiri. Baik di saat terjadi kecelakaan kerja maupun kematian. Jamsostek juga merupakan penghargaan terhadap kar yawan yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran kepada perusahaan tempat mereka bekerja. 2. Jaminan hari tua selain dilaksanakan oleh PT Astek juga dijalankan oleh Yayasan Dana Pensiun Perusahaan. Seluruh responden merasa pemberian jaminan hari tua mereka memadai sehingga mereka tidak perlu kuatir apabila masa purna tugas itu tiba. 3. Jaminan kesehatan juga sangat membantu karyawan dalam memperoleh kesehatan bagi keluarga mereka. Apalagi di saat ini biaya kesehatan yang sangat mahal sangat

Koleksi BPAD Prov SU

Utamaningsih dan Siagian, Implementasi Jaminan Sosial...

4.

5.

6.

7.

mempengaruhi karyawan dalam memenuhi kehidupan bagi keluarga mereka. Wujud kepedulian PT Asam Jawa Medan juga ditujukan oleh pemberian berbagai tunjangan dan fasilitas-fasilitas kerja bagi karyawannya seperti tunjangan tidak tetap yang diterima dalam bentuk tunjangan kehadiran, penggantian uang transport, upah lembur, dan lain- lain. Berdasarkan hasil penelitian responden mengaku karyawan merasa terbantu dalam mencukupi kehidupannya. Dalam hal kepemilikan rumah PT Asam Jawa Medan juga memberikan tunjangan perumahan bagi kar yawannya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tunjangan perumahan yang diberikan dapat memberikan harapan kepada karyawan untuk memiliki rumah yang layak bagi keluarga tercinta. Berdasarkan hasil penelitian dengan adanya beasiswa yang diberikan oleh PT Asam Jawa terhadap keluarga karyawan dirasakan sangat membantu dalam menyekolahkan anak mereka sampai ke perguruan tinggi. Mereka juga sangat bersemangat dalam menyekolahkan anak mereka setinggitingginya walaupun didapatkan beberapa responden mengaku bahwa beasiswa yang diberikan perusahaan terhadap karyawannya sangat minim dibandingkan perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta lainnya. Implementasi Jamsostek dan kesejahteraan keluarga karyawan yang telah dilakukan oleh PT Asam Jawa Medan ternyata sangat membantu karyawannya dalam mencapai kesejahteraan bagi keluarga mereka

2. Pihak perusahaan PT Asam Jawa Medan sudah memberikan kebijakan yang arif tentang pelaksanaan Jamsostek begitu pula ditambah dengan pemberian tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Hal ini menunjukan bahwa PT Asam Jawa sudah memberikan contoh yang baik dalam usaha peningkatan kesej ahteraan karyawan. Untuk itu agar cara yang sudah ditempuh dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan. 3. Dalam tingkat mencapai tujuan kesejahteraan karyawan yang lebih optimal ternyata PT Asam Jawa Medan telah memberikan apa yang menjadi hak karyawan. Untuk itu kepada karyawan diharapkan dapat meningkat kan produktivitasnya agar pemberian kesej ahteraan dapat ditingkatkan dan dipertahankan.

Daftar Pustaka
Abud, Abdul Ghani, 1987, Keluarga Muslim dan Berbagai Macam Masalahnya, Pustaka Bandung. Arikunto, Suharsimi, 1993, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Yogyakarta, 1993 Asikin, Zainal, et al, 1993, Dasar-dasar Hukum Perburuhan, Raja Grafindo Persada Indonesia Cohen, Bruce C. 1992, Sosiologi Suatu Pengantar, Rineka Cipta, Jakarta, 1992. Hasibuan, S.P. Malayu, H., 2003, Manjemen Sumber Day Manusia. Bumi Aksara. Jakarta. Husni, Lalu, 2003, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta. Kansil, Christine, 1997, Pokok- Pokok Hukum JAMSOSTEK, Pustaka Sinar Harapan. Kertonegoro, Sentanoe. Et al, 1993, Prinsip dan Praktik Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Jakarta.

Saran
Hasil penelitian ini pada akhirnya mencoba memberi masukan atau saran yang ditujukan kepada semua pihak yang berkepentingan, di sini penulis mencoba memberi saran antara lain: 1. Pemberian beasiswa yang minim dirasakan beberapa karyawan sehingga untuk menyekolahkan anak mereka tidak begitu dapat mencukupi biaya sekolah yang besar sehingga diharapkan kepada pihak PT Asam Jawa dapat lebih meningkatkan jumlah pemberian beasiswa tersebut agar semua karyawan merasa senang dan terbantu.

Koleksi BPAD Prov SU

149

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 132-150

Lanny, Ramli, 1997, Jaminan sosial tenaga kerja Indonesia, Airlangga Universitas Press. Manulang, Sendjun, 2001, Pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta. Nawawi, Hadari, 1991, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta. Nurdin, Fahdi, 1989, Pengantar Studi Pekerjaan Sosial, Angkasa Bandung. Partowisastro, Koestoer, 1983, Dinamika Psikologi Sosial, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta. Siagian S.P, 1999, Manajemen Sumber Daya Manusia, PTRajawali Press, Jakarta. Simanjuntak, Payaman, J, 1994, Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, LPFE Universitas Indonesia, Jakarta Singarimbun, Masri, 1995, Metode Penelitian Survei, LEP3S, Jakarta.

Soehartono,Irawan, 2004, Metode Penelitian Sosial, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Suharsimi, Arikunto, 1993, Prosedur Penelitian, Bina Aksara, Jakarta Wahab, Solichin Abdul, 1991, Analisis Kebijaksanaan Dari Formulasi Keimplementasi Kebijakan Negara, Bumi Aksara, Jakarta.. Sumber-sumber lain: Majalah Jamsostek, Edisi 4 April – Mei 1996 Majalah Jamsostek, Edisi September 1995 7 Oktober –

www.yahoi.com (Jamsostek, Jakarta), Suara Karya “Jamsostek TingkatkanTarget Laba dan Kepesertaan” Minggu, 19 Februari 2006.) www.nakertrans.go.id. (Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak.) Forum Diskusi Kerja. Kompleksitas Masalah Tenaga

150

Koleksi BPAD Prov SU

sehingga para pekerja tua sering menjadi hasil penolakan dari pasar tenaga kerja. Dari segi umur dan produktivitas. bahkan sama sekali tidak produktif. data yang ada menunjukkan bahwa menurut kelompok umur. The research data collected from 46 retired officials of centre office Pelabuhan Indonesia I in Medan. Salah satunya adalah pekerja tua. The happiness and welfare mention that they are good in health. Pekerja tua cenderung memiliki pendidikan dan keahlian yang terbatas dan keahlian mereka mungkin tidak sesuai dengan industri modern. This is a descriptive research shows how are their condition in 5 years later. Ini menunjukkan bahwa pada umur tersebut kekuatan manusia mulai berkurang untuk meneruskan aktivitas bekerja. They have house good for lived. Jika diperhatikan pada saat ini. tetapi teknologi maju juga membatasi dan menurunkan kebutuhan ribuan pekerjaan yang membutuhkan keahlian rendah. Setelah berhenti dari Fahru Izhar adalah Staf di Centra Mitra Remaja Medan. penurunan produktivitas tersebut mengharuskan manusia untuk mengurangi. have money enough. Keywords: welfare. and have two income resources are the company and new economy activity. The research result shows that retired state company officials have economy activities in formal and informal field. tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hal ini dikarenakan para pekerja tua dianggap sebagai manusia yang memiliki produktivitas yang rendah. good in social interaction and environment. bahkan melepaskan keterlibatan diri dari berbagai pekerjaan. mereka yang produktivitasnya rendah ditentukan di kelompok umur 60-64 tahun (www. Di Indonesia. Pekerjaan dilakukan untuk kemajuan karier dan perusahaan serta demi mendapatkan upah atau gaji guna memenuhi kebutuhan hidup.co. The life style of retired officials contribute to reach the happiness and welfare retired time for officials.id).ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PENSIUNAN PADA KANTOR PUSAT PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA I MEDAN Fahru Izhar & Edward Abstract The goal of research about retired state company officials welfare is shows the fact how is the level of welfare of retired state company in centre office of Pelabuhan Indonesia I PT in Medan. aktivitas bekerja seorang karyawan akan berkurang. Edward adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Koleksi BPAD Prov SU 151 . Teknologi maju telah menciptakan ribuan pekerjaan baru yang menuntut pendidikan dan keahlian. happiness Pendahuluan Kemajuan zaman yang diiringi dengan kemajuan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap generasi tua. kecenderungan yang terjadi adalah semakin meningkatnya penduduk berusia 55 tahun ke atas dan meningkatnya batas umur produktif. golongan karyawan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan di dalam gerak roda ekonomi bangsa. Pada masa aktif bekerja karyawan memiliki jadwal kerja yang terencana dan ketat. Setelah memasuki masa pensiun. menghabiskan waktu. Data di atas menunjukkan bahwa pada umur tertentu manusia akan mengalami penurunan produktivitas. bahkan putus sama sekali. and well in social interaction and their environment.depnaker.

Status dan peranan dalam lingkungan kerja pun ditinggalkan. nilai budaya dan faktor 152 lainnya yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat tersebut. karena itu setiap warga negara Indonesia berhak atas kesejahteraan sosial yang sebaik-baiknya. rohani dan sosial. Tidak ada lagi rutinitas kerja yang padat dan terencana. seperti dana pensiun. Setiap negara mempunyai batasan pengertian sendiri tentang kesejahteraan sosial dan penggunaannya dipengaruhi oleh sejarah. pelayanan sosial. kemudian berkembang dalam segala arah yang bersangkut paut dengan pembaharuan masyarakat yang bertujuan menanggulangi kemiskinan dan ketelantaran. J. Maka dalam hal ini usaha-usaha kesejahteraan sosial harus dilaksanakan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat secara bersama-sama atas dasar kekeluargaan. yang dituangkan dalam Undang-Undang No. Mei 2006. kesejahteraan (sejahtera) mempunyai arti “aman. Dari konotasi ini. 1982: 150). A Ponsion mempunyai dua arti yang berbeda. Ditinjau secara harfiah. makmur atau selamat (terlepas dari sagala macam gangguan. Karyawan yang tidak makmur masa pensiunnya merasa khawatir menghadapi masa pensiun. dan sebagainya). Secara umum yang dimaksud dengan “kesejahteraan sosial” adalah keadaan sejahtera. umpama dalam kebersamaan rasa. Sebagian lagi karyawan “tidak makmur” pada masa pensiunnya (Coleman. Menurut Walter A. ditambah lagi terdapatnya unsur pokok yang menjadikan dasar untuk tetap melakukan hubungan kerja. Dalam uraian ini akan dikutip beberapa definisi kesejahteraan sosial. sebagai contoh: pekerja sosial. Permasalahan kesejahteraan sosial yang begitu luas dan kompleks telah menyebabkan timbulnya beraneka pemahaman konsepsi dan usaha perwujudan kesejahteraan itu dalam masyarakat setiap negara. Dalam penjelasan umum tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial. Kekhawatiran ini semakin besar. tanpa adanya paksaan dari luar. berpikir. Sebagai suatu indikasi dari kehidupan bersama makhluk manusia. aksi sosial dan semacamnya (Coleman. kesukaran. jaminan sosial. Sebagian besar karyawan mengimpikan kebahagiaan di masa pensiunnya (adanya jaminan pendapatan dari berbagai sumber. Perkembangan perikehidupan sosial yang sehat akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri. sentosa. tunjangan pribadi. tetapi hanya sebagian kecil yang mengalami hal itu. Pada umumnya. bebas dari penindasan dan penghisapan. pensiunan akan kehilangan aktivitas kesehariannya. pemutusan hubungan kerja karena usia lanjut tidaklah diterima dengan gembira (Poerwono. Agar kesejahteraan sosial itu dapat dicapai. Halaman 151-167 pekerjaan. Nomor 2. Volume 5. 1987: 23). Sebaliknya pemerintah wajib memberikan pengarahannya serta menetapkan garis-garis kebijaksanaan yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. yang dimaksudkan untuk mencari landasan yang jelas tentang pengertian kesejahteraan sosial. bahwa setiap warga negara berhak hidup layak. 1990: 26) mengatakan: “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan. dan lain-lain). Sedangkan istilah “sosial” menurut Dr. Friedlander (dalam Nurdin. Usaha-usaha kesejahteraan sosial itu mewujudkan sarana utama untuk secara Koleksi BPAD Prov SU .Jurnal Pemberdayaan Komunitas.” Undang-Undang Dasar 1945 merumuskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia antara lain bertujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 6 Tahun 1974. 1987: 253). Sejak abad ke-19 istilah sosial mempunyai konotasi yang berbeda. lebih sentimental dan karena itu menjadi agak kabur. dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraan selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat. 2. bebas dari kehinaan dan kemiskinan. seperti istilah yang serupa yang dikaitkan dengan persoalan kemiskinan dan ketelantaran orang. bertindak dan dalam hubungan dengan manusia. pada umumnya meliputi jasmani. yaitu: 1. maka setiap warga negara Indonesia berhak dan wajib menurut kemampuannya masing-masing untuk sebanyak mungkin ikut serta dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial. mengingat keadaan ekonomi dan tingkat ekonomi masyarakat tenaga kerja.

Pendapatan yang rendah tersebut dapat dikatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup apabila ada penambahan dari berbagai sumber dana seperti dana pensiun. Ada beberapa perusahaan yang hanya memberikan gaji tanpa ada penambahan sumber dana lain kepada karyawannya yang memasuki masa pensiun.. gaji yang diterima oleh karyawan disesuaikan pada tingkat golongan di kalangan pegawai negeri (Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan. tabungan pribadi. Oleh karena itu maka usaha kesejahteraan sosial merupakan usaha serta strategi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia. yaitu: 1. Kebutuhan untuk penghargaan 5.Izhar & Edward. Kebutuhan-kebutuhan fisik (udara. 1982: 24). Kebutuhan untuk aktualisasi diri dan bertumbuh (Maslow. 2001). sedangkan pada masa pensiun. 1995: 217) menguraikan lima tingkat kebutuhan manusia sebagai berikut: 1. Untuk golongan ini pun pendapatan yang diterima tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Analisis Tingkat Kesejahteraan. air. Bagaimanapun pemutusan hubungan kerja akan membuat perubahan-perubahan kemasyarakatan dan ekonomis dari karyawan yang bersangkutan. sehingga rakyat akan lebih mampu dan bersedia untuk aktif ikut serta dalam usaha-usaha pembangunan nasional. 1982: 150). “. Sasarannya adalah paling sedikit cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karyawan dan keluarganya. Kebutuhan akan rasa aman 3. Tidak semua karyawan yang telah lanjut usianya telah selesai dengan tugas kemasyarakatannya. Kebutuhan untuk dihargai 5. Pada umumnya para karyawan pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang memasuki masa pensiun mendapatkan penghasilan yang jauh lebih rendah dibandingkan pada masa aktif bekerja.. maka penghentian dari pekerjaan disertai dengan berkurangnya pendapatan dan terputusnya sumber hidup akan menempatkan buruh dan keluarganya dalam penghidupan yang sangat sulit. kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan merasa aman 3. Elizabeth Nicholds mengemukakan empat dasar kebutuhan manusia. 1985: 16). seperti kebutuhan-kebutuhan yang disebutkan di atas. yaitu pegawai negeri dan sebagian kecil pegawai swasta.” Gaji yang diterima pada masa aktif kerja pada umumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemutusan hubungan kerja akan mempengaruhi tugas kemasyarakatannya. Kebutuhan untuk hidup 2.” (Simanjuntak. jaminan sosial. Sedangkan Laird (dalam Ellinor. Pada masa aktif bekerja gaji yang diterima disesuaikan dengan golongan dan jabatan pada perusahaan yag bersangkutan. Kebutuhan untuk bertingkah laku sosial 4. 153 Koleksi BPAD Prov SU . yaitu: kebutuhan akan kasih sayang. Usaha kesejahteraan sosial merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia... tidak semua karyawan karena mencapai usia lanjut berkurang kebutuhan hidupnya. Berkurang atau berhentinya hasil-hasil yang diterima setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja akan mempengaruhi juga kehidupannya (Poerwono. Oleh karena itu usaha-usaha kesejahteraan sosial tersebut perlu diselenggarakan sebagai bagian integral dari usaha-usaha pembangunan nasional ke arah mempertinggi taraf hidup seluruh rakyat Indonesia. Akan tetapi hanya sebagian kecil yang dari mereka mengalami hal itu. Memasuki masa pensiun jumlah pendapatan yang diterima sejumlah karyawan mengalami pengurangan yang cukup besar. langsung dapat memperbaiki syarat-syarat kehidupan dan penghidupan rakyat. Seperti yang dikatakan Hadi Poerwono (1982: 5): “Kalau pada umumnya upah yang diterima buruh di Indonesia belum merupakan upah buruh. Hanya sebagian kecil penduduk di Indonesia yang menerima tunjangan di hari tua. dan lain-lain. Kebutuhan melakukan pekerjaan yang disenangi Pengelompokan lain yang cukup dikenal adalah dari Maslow. Permasalahan dari segi lain adalah faktorfaktor sosial-ekonomis. Untuk mengatasi keadaan dan tingkat ekonomi dari tenaga kerja terlihat pemerintah menetapkan upah minimum yang cenderung naik setiap tahun.. misalnya menyiapkan anak-anaknya menjadi anggota masyarakat sepenuhnya. Kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi 4. Juga. kebutuhan untuk mencapai sesuatu dan kebutuhan agar diterima dalam kelompok. makan dan sebagainya) 2.

b. pensiunan mulai menyadari bahwa ia harus dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup dan peran-peran sosialnya yang baru. Di kalangan instansi pemerintah tahapan ini dikenal dengan Masa Persiapan Pensiun (MPP). 4. Pada tahap ini pensiunan merasakan masa pensiun sebagai suatu masa yang menyenangkan. 3. karyawan berada di mana tibanya masa pensiun. Dengan demikian antisipasi dan penyesuaian diri terhadap masa pensiun dilakukan. 2. Tahapan ini dibedakan atas dua. Bantuan yang diterima dari lingkungan sekitar dan lembagalembaga yang mempunyai program untuk itu. Hidup yang tergantung pada orang lain atau lembaga. Nomor 2. b. “post power sidrom” dan merasa tidak punya apaapa lagi. b. Tahap Reorientasi (Reorientation) Pada tahap ini pensiunan mulai mengadakan kaji ulang dan melakukan penyesuaian diri terhadap kehidupan yang baru. Setelah tahap bulan madu mulai membosankan. Akhir Pensiun (Termination) Tidak semua pensiunan mengalami tahap ini dikarenakan kematian. Menurut Undang-Undang No. Adapun tahap-tahap tersebut adalah: 1. Dari tahap-tahap pensiun di atas terlihat bahwa masa pensiun tidaklah datang secara tiba-tiba. Oleh sebab itu peneliti akan meneliti mengenai Analisis Tingkat Kesejahteraan Pensiunan pada Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. sebenarnya dapat dilakukan berbagai persiapan yang direncanakan sebelum masa pensiun (Flippo. Meskipun. Peristiwa Pensiun a. Halaman 151-167 Berdasarkan uraian di atas. karyawan merasa teman-teman di sekeliling memandangnya dalam perspektif jangka pendek. untuk sebagian pensiunan merupakan hal yang tidak diinginkan lagi. Mei 2006. Volume 5. Kegiatan rutin dalam tahap stabilitas berkurang yang berangsur-angsur lepas. Karena itu. Pensiunan akan melakukan rutinitas kegiatan yang baru. Tahap Jauh (Remote) Pada tahap ini karyawan berada di beberapa tahun sebelum tibanya masa pensiun. Hanya mereka yang tidak mempersiapkan diri yang biasanya mengalami tahap ini. yaitu: a. dan tidak ada karyawan yang tetap bekerja terus sampai mati. Suatu kenyataan adalah tidak ada karyawan yang ingin lebih awal untuk pensiun. 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Beberapa ahli sosiologi mencoba memahami tahap-tahap kehidupan setiap manusia. kondisi fisik yang semakin lemah. adakalanya diminta untuk melatih/membimbing penggantinya. ditambah dengan lingkungan sosial baru yang membuat pensiunan merasa asing. mereka telah menyadari bahwa telah mencapai usia jauh di bawah batas produktivitasnya. Tahap Kesengsaraan (Disenchantment) Tidak semua pensiunan melewati tahap ini. Beberapa pekerjaan dikurangi. banyak pensiunan yang mengalami kekecewaan hidup depresi. Di dalam pikiran karyawan telah terlintas pikiran bahwa akan tiba saatnya bagi mereka untuk keluar dari tempat bekerja. Di dalam tahap ini ditandai dengan semakin bertambahnya umur. 1992: 285) Kelangsungan bekerja. Tahap Dekat (Near) Di tahap ini. Biasanya pensiunan akan melakukan aktivitas liburan dan bepergian. pensiun adalah pemberhentian dengan hormat kepada pegawai atau karyawan yang telah mencapai batas ketentuan usia dan masa kerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. bahkan Koleksi BPAD Prov SU . Tahap Stabilitas (Stability) Pada tahap ini. meraih kebebasan untuk mengisi 154 waktunya dengan hal-hal yang digemari. Pensiunan semakin dekat dengan kematiannya. Tahap Masa Mempersiapkan Pensiun (preretirement) Tahapan ini adalah masa persiapan hingga sampai tibanya masa pensiun yang sesungguhnya. Pensiun a. Tahap Bulan Madu (Honeymoon) Tahap ini terjadi setelah pensiunan memasuki masa pensiun. maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai tingkat kesejahteraan pekerja pada masa pensiun.

jarak rumah anak dan rumah orang tua tidak lebih dari satu jam perjalanan. 1986: 275) mengatakan : “Ditemukan bukti bahwa usia lanjut lebih sering senang berinteraksi dengan orang tua lain. Tiga. Di mana pendapatan akan mempengaruhi faktor-faktor yang lain seperti aktivitas bekerja. khususnya anak dewasa mereka. Pendapatan Pensiunan Seperti yang telah diutarakan di atas bahwa kendala utama dari seorang karyawan untuk pensiun salah satunya adalah pendapatan. Dengan adanya masalah yang dihadapi dalam hal pendapatan di masa pensiun. Menurut Bernard Benjamin rumah tangga pensiunan mengandalkan dari antara beberapa sumber yaitu pekerjaan. Umumnya sebesar setengah dari pendapatan mereka sebelum pensiun (Coleman. 1987: 256). Analisis Tingkat Kesejahteraan. Usia lanjut berinteraksi dengan kelompok seumur 155 Koleksi BPAD Prov SU . James Coleman dan Donald Cressey mengemukakan mayoritas terbesar dari orang tua menerima sebagian besar pendapatan mereka dari tunjangan jaminan sosial dan pensiun pribadi atau pemerintah (Coleman. Keintiman antara anak dan orang tua dapat dilihat dalam beberapa cara. Hubungan antar-pribadi merupakan gambaran dari status dan peranan seseorang. tunjangan jaminan sosial (Benjamin. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. terlebih lagi dalam tugas-tugas pekerjaan yang memerlukan kemahiran dan keahlian. 1984: 545). Hubungan antar-pribadi dalam masa pensiunan artinya adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. Tetapi demi mempertahankan kelangsungan sumber penghidupan. Mc Celland dan Peterson (dalam Thio. Pertama. mereka terpaksa mempertahankan untuk tetap bekerja. Robert C. Mungkin terlalu dini tidak perlu membebani dengan peningkatan jam kerja penuh. Menurut David Popenoe dan Robert C. Berarti pensiunan harus belajar untuk hidup sesuai dengan pendapatan beberapa tahun sebelum pensiun. 1982: 153). kadang-kadang telah segan untuk terus bekerja.Izhar & Edward. sering mengunjungi untuk melihat dan berbicara pada anak cucu. Atchly mengatakan sebagian besar interaksi yang dihargai untuk sebagian besar usia lanjut adalah dengan anggota keluarganya. tetapi dibutuhkan untuk hidup setengah dari pendapatan mereka terakhir. 5. Pensiunan juga berhubungan dengan lingkungan sosialnya terutama dengan kelompok seumur. untuk sebagian besar pensiunan mengalami ketakutan. Bahkan tampak pula kecenderungan untuk menerima tenaga baru yang berasal dari perusahaan lain atau instansi pemerintah yang telah diberhentikan (Poerwono. bahkan uang (Thio. 1986: 272). pensiunan mengandalkan dari satu atau beberapa sumber pendapatan. 1987: 26).. Dengan menciptakan pemecahan seperti pilihan pekerjaan yang sebagian waktu atau kurang mementingkan fisik (Craig. orang tua sering memberi nasehat. Dalam hal ini bagaimanakah potensi dan kemampuan karyawan yang bekerja setelah pensiun? Alsop dan Wojahn mengatakan kita tidak perlu menghilangkan bakat dan produktivitas karyawan dan rencana pensiun di masa depan. biaya pengobatan. Athcly bahwa pendapatan pensiunan akan berkurang dengan tibanya masa pensiun. Namun Grace Craig mengatakan untuk sebagian besar orang. hadiah. penampilan. Logino. Dua. 1987: 252). 6. kebutuhan sandang dan pangan. pensiun tidaklah berarti benar-benar kehilangan secara ekonomis. perlengkapan rumah. Biasanya pendapatan beberapa tahun sebelum pensiun merupakan titik puncak pendapatan masa kerja (Craig. Hubungan Antar-pribadi Pensiun Salah satu unsur yang mempengaruhi dalam masa pensiun adalah hubungan antarpribadi. terutama dengan mereka yang hampir selalu berada di dekatnya. tabungan. 1984: 542). 1987: 159). Hadi Poerwono mengatakan di dalam masyarakat bentuk-bentuk usaha di Indonesia kini tampak gejala-gejala untuk sedapat mungkin mempertahankan tenaga kerja lama. James Coleman mengatakan cukuplah beralasan bagi sebagian besar orang untuk takut mengenai keuangan (Coleman.. sumber yang dimiliki.

26%) berada pada kelompok usia 63 – 67 tahun. Memperoleh data primer dilakukan penelitian lapangan.0 Koleksi BPAD Prov SU . surat kabar. Jika peneliti mempunyai beberapa ratus subjek dalam populasi. Tabel 2.3 13. pendapatan pada waktu pensiun.0 Data dari Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa 27 responden (58. melalui studi kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dan diperoleh dari buku-buku. Dalam hal ini tidak dilakukan perhitungan yang bersifat uji statistik karena analisis ini hanya bersifat deskriptif. maka dapat ditentukan sampel sebesar 25 – 30% dari jumlah subjek tersebut (Suharsini. membentuk orientasi kesadaran-kesadaran politis sebagai kelompok mereka sendiri. yaitu sebanyak 46 orang. yaitu para pensiunan Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan terhitung mulai 5 (lima) tahun terakhir yaitu dari tahun 2000 – 2005 yang berjumlah 187 orang. yaitu suatu cara yang dilakukan dengan turun ke lapangan untuk 156 mengumpulkan data melalui wawancara yang juga dipandu dengan kuesioner dan observasi. Volume 5. Nomor 2. 13 responden (28.1 10. peneliti menggunakan teknik sebagai berikut: memperoleh data sekunder. Dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Mei 2006. dan 6 responden (13. yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Data penelitian dianalisis berdasarkan perhitungan persentase dari setiap tabel. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun yang digambarkan dalam penelitian ini adalah gambaran beberapa faktor sosial dan ekonomi dari karyawan dalam masa pensiun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden didominasi pada kelompok usia 58 – 62 tahun. artikel.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. kemudian ditabulasikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan kemudian dianalisis. di mana pengolahan data dilakukan dengan manual. Halaman 151-167 mereka daripada dengan orang-orang dari usia lain. Data dikumpulkan dari hasil kuesioner dan wawancara. Identitas Responden Berdasarkan Usia No 1 2 3 58 – 62 63 – 67 68 – 72 Jumlah Sumber: Data Primer Usia F 27 13 6 46 % 58. yang diwakili oleh 46 orang.7 28. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. dan lain-lain sesuai dengan masalah yang diteliti. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No 1 2 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer F 41 5 46 % 89. di mana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan variabel penelitian (Singarimbun.70%) berada pada kelompok usia 58 – 62 tahun. gambaran diri yang lebih positif. penulis mencoba menganalisis data-data yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara yang diajukan kepada responden. Gambaran pensiunan melakukan aktivitas bekerja. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pensiunan di Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.9 100.04%) berada pada kelompok usia 68 – 72 tahun. Adapun data-data yang dianalisis dalam bab ini adalah: Tabel 1. hubungan pribadi yang dilakukan dan kondisi rumah tempat tinggal di masa pensiun. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan dan pada alamat pensiunan yang dijadikan sampel penelitian. menurut data dari pihak Pelabuhan Indonesia adalah sebanyak 187 orang.0 100.” Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif. yaitu hanya para pensiunan yang berdomisili di Kota Medan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah dengan Teknik Purposive Sampling. Untuk menjaring data dari responden dalam penelitian ini. terhitung dari tahun 2000 – 2005. Maka sampel yang diambil adalah 25% dari 187 orang. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam bagian ini. 1989: 155). dan mengembangkan suatu kekuatan. 2003: 125).

Izhar & Edward, Analisis Tingkat Kesejahteraan...

Data temuan jenis seperti yang digambarkan pada Tabel 2 di atas bahwa responden laki-laki terdapat sebanyak 41 orang (89,13%) dan hanya 5 orang perempuan (10,87%). Responden laki-laki merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan perempuan dari keseluruhan responden.
Tabel 3. Identitas Responden Berdasarkan Tahun Pensiun

Tabel 5 menyajikan bahwa 100% dari responden mempunyai pendidikan formal. Responden yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi sebanyak 21,74%. Responden yang mempunyai tingkat pendidikan SMU sebanyak 78,26%.
Tabel 6. Identitas Responden Berdasarkan Kelas Terakhir No Kelas 1–5 6–9 10 - 16 Jumlah F 2 14 30 46 % 4,4 30,4 65,2 100,0

No 1. 2.

Tahun Pensiun 2000 – 2002 2003 – 2005 Jumlah

F 3 43 46

% 6,5 93,5 100,0

1 2 3

Sumber: Data Primer

Sumber: Data Primer

Data temuan tahun pensiun dari responden menggambarkan bahwa 3 orang (6,52%) berada pada kelompok tahun pensiun 2000 – 2002, sedangkan sebanyak 43 orang (93,48%) responden berada pada kelompok tahun pensiun 2003 – 2005.
Tabel 4. Identitas Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1 2 Masa Kerja (tahun) 31 – 33 34 – 36 Jumlah Sumber: Data Primer F 9 37 46 % 19,6 80,4 100,0

Data pada Tabel 6 menyajikan kelas terakhir yang diduduki responden semasa aktif bekerja di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan. Sebanyak 65,22% dari responden menjawab bahwa kelas terakhir pensiunnya adalah kelas 10 – 16. Responden yang menduduki kelas 6 – 9 sebanyak 30,43%. Responden yang menduduki kelas 1 – 5 sebanyak 4,35%.
Tabel 7. Identitas Responden Berdasarkan Status Perkawinan No 1 2 3 4 Status Kawin Belum Kawin Cerai Janda Jumlah F 45 1 46 % 97,8 2,2 100,0

Data pada Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa masa kerja responden berkisar antara 31 tahun sebagai masuknya yang paling singkat dan 36 tahun sebagai masa kerja yang paling panjang. Masa kerja 35 tahun sebagai masa kerja yang paling banyak dijalani responden. Masa kerja 31 – 33 tahun (19,57%) merupakan masa kerja yang paling sedikit dijalani responden.
Tabel 5. Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Sumber: Data Primer

Data pada Tabel 7 menunjukkan bahwa 98% responden masih didampingi pasangan perkawinannya. Hanya 2% dari responden yang tidak mempunyai pasangan perkawinannya lagi yaitu status janda.
Tabel 8. Lama Persiapan Menghadapi Pensiun No Waktu Sejak mulai bekerja 2-5 tahun < 2 tahun Tanpa persiapan Jumlah Sumber: Data Primer F 3 22 16 5 46 % 6,5 47,8 34,8 10,9 100,0

No 1 2 3 4

Tingkat Pendidikan Pendidikan Tinggi SMU SLTP SD Jumlah

F 10 36 46

% 21,7 78,3 100,0

1 2 3 4

Sumber: Data Primer

Koleksi BPAD Prov SU

157

Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei 2006, Volume 5, Nomor 2, Halaman 151-167

Di dalam menjawab pertanyaan tentang lama mengadakan persiapan untuk menghadapi masa pensiun ada beberapa variasi jawaban yang diberikan. Terdapat 16 responden (34,78%) menyatakan melakukan persiapan kurang dari 2 tahun sebelum masa pensiun, 22 responden (47,83%) menyatakan melakukan persiapan 2–5 tahun sebelum pensiun, 5 responden (10,87%) menyatakan melakukan persiapan setelah pensiun dimulai, dan 3 responden (6,52%) menyatakan melakukan persiapan jauh hari sebelum masa pensiun atau sejak mulai bekerja. Dari hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Slamet A. Sumka, SE (55 tahun), Kelas: 12, Staf Ahli Bidang Administrasi dan Kesejahteraan SDM, beliau mengatakan bahwa sebagian besar responden melakukan persiapan pada Masa Persiapan Pensiun (MPP). Hal ini dilakukan karena pada Masa Persiapan Pensiun itulah responden baru benar-benar memikirkan masa pensiunnya.
Tabel 9. Jenis Persiapan yang Dilakukan No 1 2 3 Jenis Persiapan Menabung di bank Membeli tanah Membangun rumah Jumlah Sumber: Data Primer F 16 3 27 46 % 34,8 6,5 58,7 100,0

Tabel 10. Pendapat Umur Pensiun 56 Tahun No 1 2 3 Jawaban Responden Setuju Kurang setuju Tidak setuju Jumlah Sumber: Data Primer F 45 1 46 % 97,8 2,2 100,0

Data pada Tabel 10 di atas menunjukkan pendapat responden mengenai peraturan perusahaan yang menetapkan umur 56 tahun sebagai batas usia pensiun. Tabel tersebut menggambarkan bahwa ada 2 pendapat responden mengenai penetapan umur pensiun. Sebanyak 45 responden (97,83%) di antaranya menyatakan setuju dengan peraturan tersebut, sedangkan hanya 1 responden (2,17%) saja yang menyatakan tidak setuju. Sebagai pertimbangan, menurut hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Slamet A. Sumka, SE (55 tahun), Kelas: 12, Staf Ahli Administrasi dan Kesejahteraan SDM, beliau mengatakan bahwa batas usia pensiun tersebut tergantung dari kondisi kesehatan karyawan. Jika kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk pensiun pada usia yang telah ditetapkan, mereka dapat mengajukan pensiun dipercepat atau pensiun muda dengan alasan kesehatan.
Tabel 11. Perasaan Menjelang Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Gelisah/takut Biasa-biasa saja Gembira Jumlah Sumber: Data Primer F 4 36 6 46 % 8,7 78,3 13,0 100,0

Data pada Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa 16 responden (34,78%) melakukan persiapan menabung di Bank untuk mempersiapkan masa pensiunnya, 3 responden (6,52%) membeli tanah, dan sebanyak 27 responden (58,70%) melakukan persiapan untuk rumah tempat tinggal. Tetapi persiapan yang paling dini yang dilakukan oleh responden adalah rumah tempat tinggal, sesuai dengan hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Drs. Ridwan Kadri (58 tahun), Kelas: 10, pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, beliau menyatakan bahwa rumah tempat tinggal lebih dini dipersiapkan. Hal ini terjadi karena, ada responden yang pada awal bekerja, tinggal beberapa lama di rumah perusahaan sebelum pindah ke rumah sendiri.

Data pada Tabel 11 di atas menunjukkan bahwa 4 responden (8,70%) memiliki perasaan gelisah/takut menjelang pensiun. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, hal ini terjadi karena mereka merasa belum memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi masa pensiun. Terutama bagi responden yang pada masa aktif bekerja menempati rumah dinas dari perusahaan lengkap dengan fasilitasnya. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa sebanyak 36 responden (78,26%) memiliki

158

Koleksi BPAD Prov SU

Izhar & Edward, Analisis Tingkat Kesejahteraan...

perasaan biasa-biasa saja, karena mereka tidak terlalu menghiraukan masa pensiun, dengan alasan masa pensiun dapat dipikirkan nanti setelah pensiun itu tiba. Sedangkan terdapat sebanyak 6 responden (13,04%) memiliki perasaan gembira menjelang datangnya masa pensiun. Hal ini dikarenakan oleh anggapan mereka akan segera bebas dari rutinitas seharihari di kantor yang menurut mereka sangat melelahkan, baik fisik maupun pikiran. Perasaan tersebut terutama dijumpai pada responden yang sewaktu aktifnya memegang jabatan penting di perusahaan atau yang menduduki kelas 1–5.
Tabel 12. Keikutsertaan dalam Program Persiapan Pensiun dari Perusahaan No 1 2 Jawaban Responden Mengikuti Tidak mengikuti Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100,0 100,0

mengisi masa persiapan pensiun dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk masa pensiun seperti membangun rumah dan mencari peluang usaha. 8 responden (17,39%) menyatakan mengisi masa persiapan pensiun dengan melakukan rekreasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol, SE (56 tahun) Kelas: 10, dan Bapak Drs. Ridwan Kadri (58 tahun) Kelas : 10, pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, mengatakan bahwa rekreasi dapat mereka lakukan karena mereka telah mempersiapkan hal-hal yang penting untuk masa pensiun sejak beberapa tahun setelah bekerja.
Tabel 14. Perasaan pada Minggu Pertama Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Gembira Biasa-biasa saja Gelisah dan bingung Jumlah Sumber: Data Primer F 4 35 7 46 % 8,7 76,1 15,2 100,0

Data pada Tabel 12 di atas menunjukkan keikutsertaan responden dalam program persiapan pensiun dari perusahaan. Seluruh responden 100% menyatakan bahwa mereka mengikuti Program Persiapan Pensiun yang diselenggarakan oleh perusahaan. Hal itu berarti seluruh responden menyadari betapa pentingnya persiapan untuk menghadapi dan menjalani masa pensiun.
Tabel 13. Kegiatan pada Masa Persiapan Pensiun (MPP) No 1 2 3 Kegiatan Santai di rumah Mempersiapkan diri Rekreasi Jumlah Sumber: Data Primer F 11 27 8 46 % 23,9 58,7 17,4 100,0

Data pada Tabel 14 di atas menunjukkan bahwa pada minggu-minggu pertama masa pensiun, 4 responden (8,69%) menyatakan gembira, karena seperti yang telah disebutkan bahwa mereka telah terbebas dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan, 35 responden (76,09%) menyatakan biasa-biasa saja, dan 7 responden (15,22%) menyatakan gelisah dan bingung, karena mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan selanjutnya untuk mengisi hari-hari pensiun dan mengatasi masalah keuangan.
Tabel 15. Kegiatan yang Dilakukan pada Masa Pensiun No 1 2 3 Kegiatan Santai di rumah Keagamaan Menyalurkan hobi Jumlah Sumber: Data Primer F 3 17 26 46 % 6,5 37,0 56,5 100,0

Data pada Tabel 13 di atas menunjukkan kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan responden pada Masa Persiapan Pensiun (MPP). Jawaban responden terdapat 3 variasi, yaitu santai di rumah, mempersiapkan masa pensiun, dan melakukan rekreasi. Pada tabel di atas terdapat 11 responden (23,91%) melakukan kegiatan pada masa persiapan pensiun dengan santai di rumah saja, 27 responden (58,70%) menyatakan

Data pada Tabel 15 di atas menunjukkan bahwa 3 responden (6,52%) hanya santai di rumah, 17 responden (36,96%) menyatakan mengisi hari-hari pensiun dengan mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan, dan 26 responden
159

Koleksi BPAD Prov SU

terutama dengan mereka yang hampir selalu berada di sekitarnya. sedangkan 22 responden (47. Walaupun sebagian dari mereka mempunyai keahlian khusus di bidang tertentu. mengatakan bahwa pada umumnya para pensiunan sudah jenuh dengan rutinitas di kantor.78%) melakukan interaksi sosial lebih banyak dengan warga masyarakat sekitar tempat tinggal. Kelas: 10. dan ingin beristirahat sambil menikmati hari tua. Mei 2006.000.39%) lebih banyak melakukan interaksi dengan bekas teman sekerjanya.00.0 Data pada Tabel 18 di atas menggambarkan tentang keterampilan/keahlian khusus yang dimiliki oleh responden. yang jika dimanfaatkan akan sangat membantu. dengan pasangan. Nomor 2. Rekan Berinteraksi Sosial Sehari-hari No 1 2 3 Jawaban Responden Bekas teman sekerja Warga sekitar rumah Anggota keluarga Jumlah Sumber: Data Primer F 8 16 22 46 % 17. 16 responden (34.26%) mempunyai keterampilan di bidang pertanian dan 24 responden (52.000.52%) mengisi hari-hari pensiun dengan menyalurkan hobi mereka.3 52.4 28. tetapi seperti yang telah dijelaskan pada tabel sebelumnya bahwa mereka tidak ingin bekerja kembali dengan alasan faktor usia dan hanya ingin beristirahat dan menikmati masa pensiun.000.1 100.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.4 34. Keterampilan/Keahlian Khusus yang Dimiliki No 1 2 3 4 Keterampilan Bidang elektronik Bidang otomotif Bidang pertanian Tidak ada Jumlah Sumber: Data Primer F 7 2 13 24 46 % 15. dengan anggota keluarga lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden.2 4. seperti bercocok tanam.0 100.000.000– 1. dalam pensiun kemungkinan besar lebih dari separuh waktu akan dijalani dengan pasangan.000.00 Data dari Tabel 16 di atas menunjukkan bahwa untuk menjalani hari-hari pensiun. responden perlu berinteraksi. 13 responden (28. Mereka hanya bekerja di sektor informal yang mana tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga dan tidak terikat dengan waktu. Volume 5. anak dan cucu. seperti dengan istri. beternak dan berkebun. Tabel 19. Aspek ini memainkan peran yang sangat penting dan menentukan dalam kehidupan masa pensiun.6 4. Tabel 16. di mana kegiatan tersebut hanya sebatas untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang. Ridwan Kadri (58 tahun). Mereka adalah yang pada Koleksi BPAD Prov SU . Sebanyak 8 responden (17.8 100.4 100.8 47. Jumlah Uang Pensiun per Bulan No 1 2 Jumlah (Rp) 500.00 Jumlah Sumber: Data Primer F 44 2 46 % 95.0 formal setelah mereka pensiun (misalnya bekerja di kantor dan lain-lain). Berinteraksi sosial bagi pensiunan artinya adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. Tabel 18.17%) tidak mempunyai keterampilan khusus.22%) menyatakan mereka mempunyai keterampilan dibidang elektronik. Bagaimanapun juga. dengan teman serta dengan masyarakat sekitar. Apakah Setelah Pensiun Bekerja Kembali dalam Sektor Formal No 1 2 Jawaban Responden Ya Tidak Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100. 2 responden (4. Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa 7 responden (15. bukan sebagai sumber pendapatan. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.83%) lebih banyak melakukan interaksi sosial sehari-hari dengan anggota keluarganya di rumah. Halaman 151-167 (56.0 Data pada Tabel 17 di atas dapat diketahui bahwa seluruh responden (100%) tidak ada yang bekerja kembali dalam sektor 160 Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 2 responden (4. Tabel 17.35%) yang mendapatkan uang pensiun per bulannya di atas Rp 1. yaitu Bapak Drs.000 > 1.35%) mempunyai keterampilan di bidang otomotif.

Berdasarkan wawancara dengan responden. mereka mendapat bantuan keuangan dari sumber lain. 5 responden (10.9 10. Uang merupakan syarat yang akan menopang kehidupan para pensiunan beserta keluarga. Kelas: 10. seperti tabungan.0 Tabel 21. mereka lebih mementingkan biaya pendidikan anak-anak mereka yang cukup tinggi.000.0 Data pada Tabel 20 di atas menunjukkan bahwa selain uang pensiun per bulannya. Data pada Tabel 22 di atas menunjukkan bahwa seluruh responden telah memiliki rumah tempat tinggal pada masa pensiun dengan berbagai status. investasi dan sebagainya. Koleksi BPAD Prov SU 161 . yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol.48%) menyatakan bahwa status kepemilikan rumah mereka adalah milik sendiri. 37 responden (80. Oleh sebab itu sudah semestinya pensiunan memiliki sumber keuangan lain dalam masa pensiun.000 keatas Jumlah Sumber: Data Primer F 37 9 46 % 80.000. Sedangkan selebihnya sebanyak 44 responden (95. karena semakin banyak kebutuhannya. Ridwan Kadri (58 tahun).0 Pada Tabel 21 di atas dapat dilihat berapa besarnya jumlah pengeluaran responden ratarata per bulan. tetapi sumber ini pasti akan habis. yang telah mereka beli sebelum mereka pensiun. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.00. yaitu Bapak Binsar Marupa Sibuea (58 tahun).35%) memiliki pendapatan lain dari hasil angkutan kota yang dimilikinya.4 100. Kelas: 10.87%) memiliki pendapatan lain dari uang pensiun suami/istrinya. masa aktif bekerjanya menduduki kelas 1 – 5.00 – 1.000 1.000. responden juga memiliki pendapatan dari sumber lain. Jumlah Pengeluaran Rumah Tangga per Bulan No 1 2 3 Jumlah (Rp) 100. Dapat dilihat bahwa 43 responden (93.6 100.9 4.000 – 500.5 6.000. beliau mengatakan selain uang pensiun per bulannya. SE (56 tahun). pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. SE (56 tahun).52%) menyatakan bahwa status kepemilikan rumah mereka adalah kontrak/sewa.57%) menyatakan mereka memiliki pengeluaran rumah tangga Rp 1.91%) memiliki pendapatan lain dari bantuan anak setiap bulannya.000.00 per bulan. dan Bapak Drs. Berdasarkan wawancara dengan responden.000 500.. dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar pendapatan responden maka semakin besar pula pengeluarannya. deposito.9 10. Status Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal No 1 2 Status Milik sendiri Kontrak / sewa Jumlah Sumber: Data Primer F 43 3 46 % 93.43%) menyatakan bahwa mereka memiliki pengeluaran Rp 500. 5 responden (10.00 ke atas.000. Tabel 20. yang dapat menunjang pendapatan selain uang pensiun. karena berdasarkan hasil wawancara dengan responden. yaitu Bapak Martumpal Lumbangaol.Izhar & Edward.000. Pendapatan dari Sumber Lain No 1 2 3 4 Sumber Keuangan Bantuan anak Dana pensiun Sewa rumah Angkutan kota Jumlah Sumber: Data Primer F 34 5 5 2 46 % 73. Kelas: 10.000 – 1.000.4 19.5 100. Tabel 22. Dapat kita lihat dari data terdahulu. dan 9 responden (19. dan Bapak Drs. 3 responden (6. Analisis Tingkat Kesejahteraan.000. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.000.. mengatakan bahwa mereka senang dengan adanya pendapatan lain ini. dan sebanyak 2 responden (4. Kelas: 11. Jadi uang merupakan salah satu sumber kehidupan. Ridwan Kadri (58 tahun). Sebanyak 34 responden (73.87%) memiliki pendapatan lain dari hasil penyewaan rumah.65%) mendapatkan uang pensiun per bulannya Rp 500. Kelas: 10.00 – 1.

0 Dari data pada tabel di atas dapat dilihat terdapat bentuk-bentuk rumah responden.4 6. Nomor 2.39%) memiliki luas halaman 1000 – 1500 m².0 Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki halaman rumah yang cukup untuk dikatakan sebagai tepat tinggal yang layak. luas tanah yang mereka miliki ada yang berasal dari warisan orang tua dan ada yang memang khusus dibeli untuk masa pensiun.7 4.4 23.70%) memiliki luas rumah 50 – 100 m2. Rumah tempat tinggal pada dasarnya tempat yang paling banyak waktu untuk menghabiskan sisa hidupnya. Tetapi sebagian responden ada yang menyewakan rumah mereka dan tinggal bersama anak mereka yang sudah menikah.1 67. Sedangkan sebanyak 2 responden (4. Tabel 26. 10 responden (21. dan sebanyak 3 responden (6.0 Data pada Tabel 24 di atas menunjukkan bahwa 4 responden (8. Volume 5. Terlebih bagi pensiunan yang tidak beraktivitas bekerja kembali. Koleksi BPAD Prov SU . Menurut responden. Selain memiliki tanah untuk rumah.5 100.52%) memiliki luas halaman rumah di atas 1500m². yang dapat mengembangkan dan melanjutkan minat dan pengalaman mereka. ada beberapa responden yang memiliki tanah diluar tempat tinggal mereka.09%) memiliki luas halaman 500 – 1000 m².4 100.91%) memiliki rumah permanen bertingkat.35%) memiliki mesin penbangkit listrik sendiri. Luas Halaman yang Dimiliki No 1 2 3 Luas (m²) 500 – 1000 m² 1000 – 1500 m² > 1500 m² Jumlah Sumber: Data Primer F 12 31 3 46 % 26.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Menurut responden. Rumah tempat tinggal setelah pensiun merupakan salah satu unsur pokok yang mempengaruhi kesejahteraan diri. Luas Rumah yang Dimiliki No 1 2 3 Luas (m²) 50 – 100 m² 100 – 150 m² > 150 m² Jumlah Sumber: Data Primer F 4 10 32 46 % 8. pusat hiburan. relatif aman dari tindakan kriminal.7 21.7 69. Rumah tempat tinggal erat hubungannya dengan kondisi pendapatan sebelum ataupun setelah pensiun.6 100. Responden yang 162 Untuk alat penarangan rumah. dekat dengan fasilitas kesehatan.6 4. semi permanen dan permanen bertingkat. hal ini terlihat dari sebanyak 44 responden (95. 31 responden (67. Tipe Rumah yang Dimiliki No 1 2 3 Bentuk Permanen Semi permanen Permanen bertingkat Jumlah Sumber: Data Primer F 33 2 11 46 % 71. dari hasil wawancara ada sebagian rumah yang sudah dimodifikasi dari bentuk awalnya sehingga jauh lebih besar. pasar.9 100. transportasi.65%).0 memiliki luas rumah cukup besar menyatakan bahwa mereka sangat kesepian karena satu per satu anak mereka mulai meninggalkan rumah untuk membina rumah tangga yang baru (menikah). Mei 2006. seperti permanen. Alat Penerangan Rumah No 1 2 Alat Penerangan PLN PLN dan genset Jumlah Sumber: Data Primer F 44 2 46 % 95.35%) memiliki rumah semi permanen dan sebanyak 11 responden (23. seluruh responden sudah berlangganan dengan PLN. dengan alasan sebagai sumber listrik cadangan jika PLN melakukan pemadaman aliran listrik di permukiman mereka. yang dijadikan sebagai kebun atau sawah. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya hidup masa pensiun. 2 responden (4.56%) memiliki luas rumah di atas 150 m². Sebagian besar rumah yang dibutuhkan usia lanjut adalah jarak ke pelayanan.74%) memiliki rumah permanen. Dapat diketahui bahwa 12 responden (26. Sebanyak 33 responden (71.74%) memiliki luas rumah 100 – 150 m². Tabel 24. Tabel 25. Halaman 151-167 Tabel 23. dan sebanyak 32 responden (69. Beberapa hal yang dipertimbangkan di dalam menentukan rumah tempat tinggal.

Tabel 29. Dari data pada Tabel 28 di atas dapat dilihat 11 responden (23. tubuh mereka dapat mudah terserang penyakit.9 76. Alasan mereka lebih memilih ke rumah anak atau famili adalah di sana mereka dapat bertemu dengan anggota keluarga mereka.4 100. Tempat Pemeriksaan Kesehatan/Berobat No 1 2 3 Tempat RS Perusahaan RS Swasta RS Pemerintah Jumlah Sumber: Data Primer F 37 3 6 46 % 80. hal ini dikarenakan dalam usaha untuk menekan biaya hidup. Frekuensi Memeriksakan Kesehatan No Jawaban Responden Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Sumber: Data Primer F 36 8 2 46 % 78.0 Perjalanan ke rumah anak atau ke rumah famili merupakan tujuan yang paling banyak ditempuh oleh para responden. dan tidak satupun responden yang menyatakan tidak pernah melakukan perjalanan/rekreasi. Sedangkan 8 responden (17.0 1 2 3 Sumber: Data Primer Rekreasi merupakan hal yang sangat penting dalam menjalani hidup.3 100. Tabel 31. Analisis Tingkat Kesejahteraan.3 17. walaupun tidak ada gejala-gejala penyakit tertentu yang mereka alami.39%) menyatakan kadangkadang/jarang memeriksakan kesehatan.0 Keseluruhan dari responden telah menggunakan sumber air yang berasal dari PDAM.Izhar & Edward. sebanyak 37 orang responden Koleksi BPAD Prov SU 163 .0 100. Sedangkan bagi mereka yang memilih tempat-tempat rekreasi sebagai tujuan perjalanan dengan alasan di sana mereka dapat menikmati suasana yang tidak mereka dapatkan di rumah. 35 responden (76. jiwa dan perasaan seseorang. Dengan melakukan perjalanan atau rekreasi dapat menenangkan pikiran. Berdasarkan data pada tabel di atas juga hanya 2 responden (4.5 13. Tabel 30.09%) menyatakan kadang-kadang/jarang melakukan perjalanan.0 No 1 2 3 Jawaban Responden Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 11 35 46 % 23. hal ini terlihat pada Tabel 29.6 80. Sumber Air yang Digunakan No 1 2 Sumber Air Air PDAM Sumur bor Jumlah Sumber: Data Primer F 46 46 % 100. Tujuan Perjalanan/Rekreasi No 1 2 Tujuan Tempat rekreasi Rumah anak/famili Jumlah Sumber: Data Primer F 9 37 46 % 19. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sangatlah penting. Menurut responden yang jarang melakukan perjalanan/rekreasi.4 6.1 100. merupakan sesuatu yang mereka idamkan. Tabel 27.1 100. Tabel 28.43%) menyatakan hal tersebut. Apalagi di usia mereka yang tergolong lanjut ini. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 30. hal ini terlihat dari data pada Tabel 27 di atas.57%) lebih sering ke tempattempat rekreasi sebagai tujuan perjalanan atau rekreasi. 36 responden (78.26%) menyatakan sering memeriksakan kesahatan mereka. terutama dengan cucu-cucu mereka.0 Bagi pensiunan yang memiliki gangguan kesehatan berat maupun ringan pasti selalu memeriksakan kesehatan mereka secara berkala. melihat pemandangan indah..91%) menyatakan sering melakukan perjalanan.4 4. Frekuensi Rekreasi (80.35%) yang tidak pernah memeriksakan kesehatannya dengan alasan kesehatan mereka sudah cukup baik. Mereka menggunakan sumber air tersebut dengan alasan lebih bersih.. Sedangkan 9 responden (19. mereka hanya memeriksakan diri jika sudah mengalami suatu gejala penyakit tertentu. menghirup udara segar.

00%) menyatakan kondisi kesehatan mereka cukup baik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. maka berdasarkan Tabel 31 di atas.8 15. 48% pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia di Medan telah melakukan persiapan 2 – 5 tahun sebelum pensiun.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. bahagia di sini artinya tidak mengalami gangguan.7 50. 3. poliklinik/rumah sakit perusahaan masih merupakan pilihan utama sebagai tempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan/berobat.70%) menyatakan tingkat kolesterol tinggi.4 8. mayoritas beragama islam. 12 responden (26. berdasarkan hasil penelitian lebih didominasi oleh kaum pria.39%) mengidap 164 Koleksi BPAD Prov SU . Halaman 151-167 Berhubung para pensiunan masih diberikan fasilitas pengobatan gratis. 8 responden (17. berstatus menikah. baik fisik. Apakah Sudah Merasa Bahagia pada Masa Pensiun No 1 2 3 Jawaban Responden Bahagia Kurang bahagia Tidak bahagia Jumlah Sumber: Data Primer F 39 7 46 % 84.91%) mengidap penyakit diabetes. Volume 5.9 17. keuangan maupun gangguan dalam bersosialisasi. Sebanyak 7 responden (15.04%) memilih rumah sakit pemerintah sebagai tempat untuk memeriksakan kesehatan atau berobat. sedangkan responden yang memilih ke rumah sakit pemerintah beralasan di sana biaya lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan rumah sakit swasta. Tabel 33.52%) memilih rumah sakit swasta dan 6 responden (13.09%) memeriksakan tekanan darah mereka. Jenis Penyakit yang Diderita No 1 2 3 4 Jawaban Responden Diabetes Tekanan darah tinggi Kolesterol tinggi Tidak ada penyakit Jumlah Sumber: Data Primer F 11 8 4 23 46 % 23. Mei 2006. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I sebagai perusahaan pengelola pelabuhan aktif memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan karyawannya pada masa pensiun.5 26. 3 responden (6. Data pada Tabel 32 di atas menunjukkan bahwa 26 responden (56. Tabel 34.52%) memeriksakan kadar gula dalam darah mereka.2 100. berusia antara 58 – 62 tahun dan mempunyai masa kerja rata-rata 35 tahun. Pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2000 – 2005. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran akan kesehatan pada diri pensiunan sudah cukup tinggi.0 Data pada Tabel 33 menunjukkan bahwa 11 responden (23. dan 8 responden (17.78%) menyatakan bahagia pada masa pensiun. 2. dalam arti menjalani masa pensiun tanpa adanya sesuatu yang dirisaukan.0 100. dikarenakan masalah keuangan dan kesehatan.22%) menyatakan masa pensiun mereka kurang bahagia. Tabel 32.1 17.0 Data pada Tabel 34 di atas menunjukkan bahwa 39 responden (84. Responden yang memilih rumah sakit swasta beralasan bahwa di sana kualitas pengobatannya lebih baik. Persiapan masa pensiun sedini mungkin sangatlah penting. Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan.43%) memilih poliklinik/rumah sakit perusahaan sebagai tempat pemeriksaan kesehatan. Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan No 1 2 3 Jenis Pemeriksaan Gula darah Tekanan darah Kolesterol Jumlah Sumber: Data Primer F 26 12 8 46 % 56. 4 responden (8. Hal ini terbukti dengan adanya Masa Persiapan Pensiun sebagai masa latihan untuk menghadapi pensiun. hal ini terlihat pada data di atas sebanyak 37 responden (80.4 100. dan 23 responden (50.0 penyakit tekanan darah tinggi.39%) memeriksakan kadar kolesterol dalam darah mereka. Nomor 2. jika pensiunan ingin menikmati masa pensiun yang bahagia.

pensiunan harus memiliki sumber keuangan lain seperti dana bantuan dari anak. menyusun menjadi suatu rencana masa pensiun lalu mengaplikasikannya. 72% responden memiliki rumah permanen. Dimasa pensiun. Rumah tempat tinggal setelah pensiun merupakan salah satu unsur pokok yang mempengaruhi kesejahteraan diri. Dengan demikian seseorang akan lebih mudah memandang segala sesuatunya lebih positif. terutama dengan mereka yang di sekitar orang yang ada di sekitar lingkungannya. Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan yang berpartisipasi aktif dalam peningkatan kesejahteraan para pensiunannya. Mereka yang berhasil menjalani masa pensiun yang bermakna dan bahagia karena mereka mempunyai tekad dan berupaya dengan sungguh-sungguh. memanfaatkan peluang yang mereka jumpai. Hasil penelitian membuktikan pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah memiliki rumah sebelum mereka pensiun. persentase terbesar 48%. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingginya kesadaran pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I akan kondisi kesehatannya. dalam manjalani masa pensiun. Mereka mempunyai kemampuan untuk belajar terutama dari pengalaman orang lain. Saran 1. tetapi hanya sebatas pemeriksaan bukan pengobatan. lebih sering berinteraksi dengan keluarga mereka. lebih konstruktif artinya mengarah kesegi yang bermanfaat dan bermakna. 10. Sebanyak 50% pensiunan tidak memiliki penyakit tertentu. aspek ini memainkan peran yang sangat penting dan menentukan dalam kehidupan masa pensiun. seperti berkebun. bercocok tanam. 6. Analisis Tingkat Kesejahteraan. 4. semakin menurun dan renta terhadap penyakit. Dalam masa pensiun. Kehidupan seseorang dalam masa pensiun sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. dana pensiun pasangannya (bagi pasangan yang bekerja) dan hasil usaha mereka lainnya. Mereka yang bisa meraih usia 56 tahun dan pensiun haruslah disyukuri dan mencintai apa yang dimiliki. Mereka hanya beraktivitas untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang. pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I di Medan tidak melakukan aktivitas bekerja kembali pada suatu instansi ataupun lembaga formal. Keberhasilan para pensiunan disebabkan oleh kesungguhan hati mereka dalam mencapai apa yang diinginkan. karena itu perlu pengelolaan yang baik. 5. Rumah tempat tinggal erat hubungannya dengan kondisi pendapatan sebelum ataupun sesudah pensiun. beternak dan kegiatan lain yang sifatnya non-profit. Uang merupakan salah satu syarat yang akan menopang kehidupan para pensiunan. Pembekalan ini diberikan kepada para pensiunan pada 165 Koleksi BPAD Prov SU . memperoleh gagasan dan informasi dari berbagai sumber. Hubungan antarpribadi (interaksi sosial). Pensiunan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. mengarahkan sepenuh daya dan upaya. hendaknya dapat memberikan pembekalan dalam persiapan menghadapi masa pensiun.Izhar & Edward. Rumah tempat tinggal pada dasarnya tempat yang paling banyak waktu untuk menghabiskan sisa hidup. Mereka sering memeriksakan kesehatan.. Sikap positif sangat diperlukan terutama ketika seseorang menghadapi masa pensiun dan dalam kehidupannnya masa pensiun itu sendiri. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi kesehatan bersifat dinamis bukan statis. 8. Jadi uang merupakan sumber kehidupan pensiunan dan sebagaimana yang kita ketahui sumber dapat habis. Mencintai apa yang dimiliki artinya selalu menjaga dan memeliharanya. 24% responden memiliki rumah permanen bertingkat dan hanya 4% responden yang memiliki rumah semi permanen. menganalisisnya. Interaksi sosial artinya di sini adalah bagaimana pensiunan membawa diri dalam hubungan dengan orang lain. Pandangan dan sikap positif sangat berguna dalam memandang dan merencanakan hari esok. 9. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian bahwa tidak ada seorangpun pensiunan yang bekerja kembali.. meyesuaikan dengan situasi dan kondisi. terutama yang berusia 50 tahun keatas. berdasarkan hasil penelitian. tidak ada yang disia-siakan. 7. waktu dan energi mereka untuk mewujudkannya. jadi kesehatan seseorang itu.

Edisi Enam. Poerwono Hadi. Hal ini dimaksudkan agar para pensiunan dapat berkarya pada masa pensiunnya dan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil karyanya tersebut. Jakarta. Social Problem. jika kondisi kesehatan masih memungkinkan.. Fadhil. Pensiun Rimbow. Craig. Jakarta. B. Hughes. Harper & Row Publishers. Northcote. Metode Penelitian Bidang Sosial. Nomor 2. 2. LP3ES. 1992. Nurdin. Yogyakarta. Everett J. “Pendirian Perusahaan”. Manajemen Personalia. Tanpa Kegelisahan. Haradi Nawawi. 1986. Allen & Unwin. et al. Bandung 1982 Sumber-sumber lain: Buku Kerja. 1982. 03 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. James. Rineka Cipta. Thio. Be Your Best. PT Pustaka Biman Pressindo. 1987. Elinor Lenz & Adams Linda. New Jersey. 2003. Harper & Row Publishers. Pengantar Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Human Development. Illnois. Ichsan Achmad. Prentice Hall. Erlangga. New York. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Fourth Edition. Binarupa Aksara. Sistem Sumarnonugroho. Simanjuntak. Kesejahteraan Sosial. "Undang-undang Republik Indonesia No. tanpa tahun. 1987. Jakarta. Bandung. Third Edition. Soemodiwirjo. Tata Administrasi Penerbit Djambatan. Moyd D. Cressey. Neppe. Parkison C. Coleman. Sixth Edition. Masa Pensiun Yang Bahagia. Donald. Gramedia Pustaka Utama. 1990. London. 1992. Pensions . Benjamin. LPFE VI. Fergus P. Metode Penelitian Survay. PT Yogyakarta. Halaman 151-167 Program Persiapan Pensiun. Jakarta. Alex. Djambatan. Drs. 166 Koleksi BPAD Prov SU . 1987. hendaknya dapat memanfaatkan masa pensiun dengan melakukan berbagai aktivitas yang bisa menghasilkan. Jakarta. 1985. Jakarta.. Irwin. Singarimbun. Payaman J. Suharsini. Human Development.. Pensiun Yang Bermakna. Jakarta. Daftar Pustaka Allen.. M K. Jakarta. Edwirn B. Volume 5. Arikunto. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I. Intervensi Hanindita. Kekaryawanan. Rustomji. 1989. Maslow A. Jr. Cetakan V. Adapun pembekalan yang dapat diberikan seperti: Pengembangan keterampilan dan potensi diri yang dimiliki para pensiunan. Gino. CV. 1997. A Cross Life Span. Masri. et al. Soegiono. Cetakan III. Medan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Angkasa. Motivasi dan Kepribadian.. Jilid 2. 2002. West Publishing. Jakarta. Pension Planning. 1984. Gajah Mada University Press. Mei 2006. New York. tanpa tahun. 1988. 1987. Tata Personalia. Soepomo. Grace. Flippo. Untuk para pensiunan. 1985. 1990. Manajemen Penelitian. Inc. Walter E. Hal ini dimaksudkan agar para pensiunan dapat mengisi masa pensiunnya dengan aktivitas yang bermanfaat dan tidak merasakan kebosanan. The Problem of Today and Tomorrow. Pedoman Peraturan Perusahaan Bidang Sumber Daya Manusia (Administrasi & Kesejahteraan Sumber Daya Manusia PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan). Sociology an Introduction. Minnesota. 1995.

.id Koleksi BPAD Prov SU 167 . 2004. “Daftar Pensiun Pegawai.. Peraturan Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan & Pengerukan (DP4).inaport1. 12 / 2001 PT (PERSERO) Pelabuhan Indonesia I.com Situs www. Analisis Tingkat Kesejahteraan.depnaker.Izhar & Edward. Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I”. Profil Organisasi Perusahaan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.co. 2002 Situs http://www.

because government put it to effect worker’s social welfare. Ada empat pokok yang menjadi tuntutan mereka. karena tidak ada gunanya menaikkan upah. and worker’s social welfare is good. ratusan karyawan PT Semen Andalas Indonesia yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) berunjuk rasa di depan perusahaan tersebut. Selama ini karyawan hanya menerima gaji di bawah UMP sebanyak Rp 380. Akibatnya status karyawan tidak jelas (Analisis. Keywords: worker right. Mereka menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) dan menolak dialihkannya status karyawan menjadi karyawan kontraktor. Kemudian pihak perusahaan malah mengalihkan status karyawan kepada pihak koperasi dan kontraktor PT Rico. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) telah ditetapkan sebesar Rp728. law. Di lain pihak. Kedua. Sampoerna Company has implemented worker rights very well.M.000. di Gabion Belawan. how did H. usir tenaga kerja asing yang mengambil alih posisi pekerja Indonesia. Abstract Implementation worker rights according to the law by H.TINJAUAN IMPLEMENTASI HAK NORMATIF DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN PT H. The first. social welfare Pendahuluan Ribuan pekerja berunjuk rasa mendatangi gedung Gubernur Provinsi Kepulauan Riau di Batam Center. agar pemerintah mendesak perusahaan untuk memberikan pakaian keselamatan (safety) kepada pekerja seperti safety shoes. Sementara itu status perusahaan tersebut tidak dapat diketahui secara pasti. If H. Selasa 21 Desember 2004.. Kesejahteraan pekerja/buruh pada tahun 2004 bila dilihat dari upah atau penghasilannya Fronner M. dengan alasan karyawan yang tergabung dalam PT Rico saja yang boleh bekerja. menolak UMK yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam sebesar Rp 635. 12:24 WIB. bila harga terus merangkak naik. how is life condition of the workers. This research is descriptive research and shows two issues.-. sebab tanpa diketahui karyawan saat itu.(tujuh ratus dua puluh delapan ribu rupiah).).000 per bulannya.000. Keempat.M.000. especially about their social welfare.. S. M. Sebelumnya pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Indonesia di Batam telah melakukan aksi serupa dengan tuntutan serupa pula. Second. turunkan harga sembilan bahan pokok di Batam. Para demonstran menolak Ketetapan Pemerintah Kota soal Upah Minimum Kota (UMK) Batam sebesar Rp 635. dengan alasan. Karyawan yang ingin bekerja tidak diperbolehkan masuk perusahaan tersebut.(enam ratus tiga puluh lima ribu rupiah). D. hand glove. Sampoerna Company is the subject of research. Sampoerna Company implemented the worker right as taken in the law so the worker’s social welfare will be good. According to the data analysis. Batam. dan welding mask. S. Rabu 23 April 2003: 2). Pertama.M. Keputusan pengalihan status karyawan dinilai sepihak. H. SAMPOERNA SALES DIVISION BATAM Fronner M. Ketiga. It is very important to know how in fact. adalah Staf di Yayasan Anak Jalanan AGAPE Medan 168 Koleksi BPAD Prov SU . safety goggles. Sampoerna Company implement worker rights according to the law.M. (Tempo Interaktif. D.

000 per bulan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2003 sebesar Rp 537. Dengan jumlah ini.Fronner M. Memang jika dibandingkan. karena konsep utama perusahaan adalah untuk mensejahterakan karyawan dengan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang ada (Analisis. Berbicara mengenai hak pekerja berarti kita membicarakan hak-hak asasi maupun hak yang bukan asasi. dapat dikatakan telah mengimplementasikan hak-hak normatif pekerja dengan baik. Pihak manajemen PTPN III melihat.000 per bulan. Persoalan lain adalah kecenderungan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi pekerja. Hal ini tercermin dari banyaknya aksiaksi dari pekerja. pekerja memperoleh pendapatan yang layak (Analisis.000 terdapat kenaikan 11. Seluruh karyawan memiliki kesempatan mendapat fasilitas rumah dengan pedoman tipe bangunan yang berbedabeda. D. Dilihat dari tujuan pembangunan nasional maka negara RI menganut tipe negara kesejahteraan (welfare state). Secara minimum kebutuhan sebulan mencapai Rp 360. sedangkan hak yang bukan asasi berupa hak pekerja yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang sifatnya nonasasi. namun kenaikan ini sangat tidak wajar sehingga perlu ditinjau kembali upah yang dinilai layak agar semangat kerja pekerja meningkat.000 sangat menyiksa perasaan buruh dalam menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 23 Desember 2004: 6). Pembangunan nasional merupakan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 yang diarahkan pada peningkatan harkat. Pengalaman-pengalaman dari kelompokkelompok sosial dalam masyarakat bernegara itulah yang mewarnai konsep hak asasi.000.. sesuai dengan kemauan dan kemampuan karyawan membayar kredit per bulan. Selasa 21 Desember 2004: 6). Dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan warganya. Diskriminasi antarkaryawan pribumi dan karyawan nonpribumi sangat mencolok (SIB.. baik material maupun spiritual. Hak asasi adalah hak yang melekat pada diri pekerja itu sendiri yang dibawa sejak lahir dan jika hak tersebut terlepas dari diri pekerja akan menjadi turun derajat dan harkatnya sebagai manusia. artinya yang diperoleh pekerja setelah menutupi biaya hidup yang minimum hanya Rp 240. Sebagai suatu konsep moral. Upah yang layak bagi pekerja saat ini minimal Rp 900. dengan gaji atau upah yang standar untuk seorang karyawan biasa tidak akan dapat memenuhi seluruh kebutuhannya. yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan. martabat dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur.000. Upah sejumlah Rp 600. Hak asasi lahir setahap demi setahap melalui periode-periode tertentu di dalam sejarah perkembangan masyarakat. yaitu rata-rata besarnya Upah Minimum Propinsi (UMP) Sumatera Utara sebesar Rp 600.. Perusahaan ini dapat sebagai contoh bagi perusahaan yang lain. masih relatif rendah atau tidak sesuai dengan kebutuhan pekerja atau buruh. maka dengan adanya fasilitas yang disediakan oleh perusahaan dapat meringankan beban ekonomi karyawan. karena perusahaan ini peduli terhadap kesejahteraan karyawannya. Sabtu 3 Mei 2003: 9). PTPN III. S. Ini berarti bahwa Indonesia bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. Hak asasi sebagai konsep moral dalam bermasyarakat dan bernegara bukanlah suatu konsep yang lahir seketika dan bersifat menyeluruh. sehingga masalah pemenuhan kebutuhan pekerja/buruh sedikit teratasi. Pemerintah menekankan pada terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur secara merata.73 persen. Untuk biaya hidup seharihari antara lain makan (dengan harga paling murah dan tanpa rokok). seperti aksi mogok ratusan staf dan manajer PT Tolan Tiga Indonesia yang menuntut hak-hak normatif seperti kenaikan upah dan pemberian fasilitas dengan menyetarakan dengan perusahaan PMA lainnya seperti PT Lonsum dan PT Socfin. Salah satunya adalah membangun perumahan karyawan Griya Nusantara yang bekerja sama dengan Developer Trisna yang dibiayai dengan dana kredit Bank Niaga Cabang Medan. transportasi dan biaya lainnya mencapai Rp 12. bukan hanya bagi sekelompok atau sebahagian masyarakat tertentu saja. Di Indonesia konsep hak asasi manusia telah secara tegas dan jelas diakui 169 Koleksi BPAD Prov SU . Banyak perusahaan yang belum memberikan hak-hak normatif sesuai ketentuan perundang-undangan menjadi salah satu pemicu munculnya tuntutan dari pekerja. hak asasi dibangun dan dikembangkan berdasarkan pengalamanpengalaman kemasyarakatan manusia itu sendiri.000.

Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang No. moral dan kesusilaan dan lain-lain yang sesuai dengan harkat dan Koleksi BPAD Prov SU . Hak-hak normatif tenaga kerja telah diatur dan dilindungi negara dalam berbagai 170 peraturan dan perundangan-undangan. ras. pemogokan tersebut yang berakhir dengan pemutusan hubungan kerja yang berakibat memperpanjang barisan pengangguran. Artinya. suku. 5. Itu berarti bahwa negara tidak diperkenankan mengeluarkan kebijakan yang dimaksudkan untuk mengurangi substansi dari hak konstitusional. yaitu untuk meningkatkan harkat. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih. martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat adil. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditentukan bahwa pembangunan tenaga kerja dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia yang seluruhnya. Karena itu. Maka suatu undang-undang tergantung pada pelaksanaannya. agama. 4. Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak tanpa membedakan jenis kelamin. Di dalam Undang-Undang No. Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan (pasal 5). pemogokan yang dilakukan pekerja yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan. Hal ini tercermin dalam beberapa pasal dalam Undang-Undang No. martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat sejahtera. Hak asasi pekerja yaitu hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan yang telah diakui keberadaannya dalam UUD 1945 merupakan hak konstitusional. termasuk perlakuan yang sama terhadap penyandang cacat. Salah satu tujuan pembangunan tenaga kerja adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan (pasal 4 huruf c). agama dan aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. walaupun suatu undang-undang itu adalah baik tetapi pada pelaksanaannya tidak baik. Setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja (pasal 12 ayat 3). Halaman 168-181 keberadaannya di dalam UUD 1945 dan dilaksanakan oleh negara di dalam masyarakat. Nomor 2. makmur dan merata. Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha (pasal 6). maka pelaksanaan undang-undang tersebut akan menjadi tidak baik. Begitu pula. Bahkan di dalam negara hukum modern (negara kesejahteraan) negara berkewajiban untuk menjamin pelaksanaan hak konstitusional itu. makmur dan merata baik material maupun spiritual. 7. hal ini terbukti dengan banyaknya kasus unjuk rasa. adil. Pengusaha harus memberikan hak dan kewajiban pekerja tanpa membedakan jenis kelamin. warna kulit dan aliran politik. Perlindungan tenaga kerja mendapat perhatian dalam Hukum Ketenagakerjaan. suku. namun ada kasus unjuk rasa. walaupun suatu undangundang tidak begitu baik tetapi bila pelaksanaannya baik. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan harus menyadari jiwa atau azas dari undang-undang tersebut. untuk meningkatkan harkat. maka pelaksanaan undang-undang tersebut akan menjadi baik. Demikian juga hak-hak yang bukan asasi mengalami proses sesuai dengan kepentingan dan perkembangan masyarakat diatur dalam peraturan perundang-undangan. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. ras. Tetapi dalam pelaksanaannya banyak perusahaan yang tidak bertanggung jawab atas kesejahteraan karyawannya dengan tidak mengimplementasikan dengan baik hak-hak normatif para pekerjanya. para pelaksana Undang-Undang No. 2. 6. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan memberikan pengertian tenaga kerja yaitu setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Volume 5. yaitu: 1. Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan atau meningkatkan dan atau mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan bakat. minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja (pasal 11). Pada kenyataannya usaha yang telah dilakukan dalam rangka perlindungan itu belum berjalan seperti yang diharapkan. Mei 2006. 3. mendapatkan atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri (pasal 31).

2004: 115): 1. Setiap perusahaan wajib melaksanakan program Jamsostek bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan berdasarkan hubungan kerja (Pasal 4 Ayat 1 dan pasal 17 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Untuk itu pengusaha wajib melaksanakan secara sistematis dan terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. S. 1994/ 1995: 11). 2.. Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya. rekreasi dan jaminan hari tua. 10. martabat manusia serta nilai-nilai agama (pasal 86 ayat 61). Pengertian jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. yang meliputi makanan dan minuman. yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk keamanan dan keselamatan kerja (Soepomo. sakit. Upah minimum. Perlindungan Teknis. Perlindungan tenaga kerja dibagi menjadi 3 (tiga) macam. mental maupun sosial. Upah kerja lembur. Setiap pekerja dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja (pasal 99 ayat 1). 4. hari tua dan meninggal dunia (Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang No.Fronner M. D. baik fisik. 3. Setiap tenaga kerja atau keluarganya berhak memperoleh Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Pasal 16 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). 6. yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk pengahasilan yang cukup. 3. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Perlindungan Ekonomis. Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja (Pasal 3 Ayat 2 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Perlindungan Sosial. 2. 11. 1993: 76). 3. Beberapa hal penting berkenaan dengan hak normatif pekerja dalam jaminan sosial tenaga kerja adalah: 1. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. Hal ini secara tegas diatur dalam Pasal 88 Ayat 1 UU Tenaga Kerja. 171 Koleksi BPAD Prov SU . Setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 88 ayat 1). (Sumakmur. kesehatan. bahan dan proses pengelolahannya. Pengupahan termasuk sebagai salah satu aspek penting dalam perlindungan pekerja (hak normatif pekerja). Upah tidak masuk kerja karena berhalangan. yaitu: 1. papan. 22 Tahun 1993). hamil. Maksud dari penghidupan yang layak di mana jumlah pendapatan pekerja dari hasil pekerjaannya mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya secara wajar. Setiap tenaga kerja atau keluarganya berhak atas Jaminan Hari Tua (Pasal 14 dan 15 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). pesawat alat kerja. Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna. Setiap tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja. tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan (pasal 137). Pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja yang meliputi (Hardijan Rusli. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu hak dasar pekerja (pasal 86 ayat 1 huruf a UU Tenaga Kerja). Mogok kerja sebagai hak dasar pekerja dan serikat pekerja dilakukan secara sah. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. Setiap pekerja berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja atau serikat buruh (pasal 104 ayat 1). bahwa setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.. 8. pendidikan. Objek keselamatan kerja adalah segala tempat kerja. ahli warisnya berhak atas Jaminan Kematian (Pasal 12 Ayat 1 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja). termasuk bila tenaga kerja tidak mampu bekerja diluar kehendaknya. RI No. landasan tempat kerja dan lingkungannya. yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan kesehatan kerja dan kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi. sandang. 1987: 1). 4. 9.. 5. Tenaga kerja yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. bersalin. 2. sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal (Depnaker. yang menderita penyakit akibat hubungan kerja berhak menerima Jaminan Kecelakaan Kerja (Pasal 8 Ayat 1 UU Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pasal 2 Keppres.

M.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.7 2. digunakan sistem penskoran Skala Likert. Hasil Penelitian dan Pembahasan Sebelum dilakukan analisis data. Sampoerna Batam yang berjumlah 39 orang. terlebih dahulu digambarkan secara umum identitas dari responden yang disajikan dalam bentuk tabel. 8. 9. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah wawancara dengan 172 Hal pertama yang perlu diketahui adalah pengetahuan karyawan perihal hak berupa perlindungan tenaga kerja. Secara umum yang dimaksud dengan kesejahteraan sosial adalah keadaan sejahtera pada umumnya yang meliputi jasmani. Friedlander.7 7. yakni: bagaimana implementasi hak-hak normatif karyawan PT H. Sampoerna Sales Division Batam yang berlokasi di Blok Komplek Nagoya Center Batam No. Sturktur dan skala pengupahan yang proporsional. Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi Pekerjaan No 1 2 3 4 5 6 7 8 Posisi Manajer Supervisor Administrasi Salesman Driver Security Gudang Helper Total Sumber: Data Primer F 1 2 8 15 6 3 3 1 39 % 2.0 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mengetahui perihal perlindungan terhadap tenaga kerja.M. 1961). yaitu menggambarkan keadaan subjek atau objek penelitian lembaga seseorang dan lain-lain pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya (Nawawi.M. Sampoerna Sales Division Batam dalam mempengaruhi kesejahteraan karyawan tersebut dan bagaimana kesejahteraan karyawan PT H. Nomor 2.5 38. menggunakan kuesioner. Untuk memperoleh kesimpulan yang general. Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraan selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat (Walter A. 1990: 63). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan karyawan Sales Division PT H.4 7. Hal-hal yang diperhitungkan dengan upah. Volume 5. Tabel 2. Halaman 168-181 5.5 15. 10. Alasan memilih lokasi tersebut di atas adalah karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan swasta nasional yang tergolong besar.0 Metode Penelitian Penelitian ini mencoba menjawab masalah yang dirumuskan. Penelitian dilakukan di PT H. Tabel 1. Mei 2006. rohani dan sosial. Sampoerna Sales Division Batam ditinjau dari implementasi hak normatif tersebut? Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. 6. kemudian dicari frekuensi dan persentasenya untuk disusun dalam bentuk tabel serta selanjutnya dijelaskan secara kualitatif. 1-3 Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.M. yang terletak di kawasan industri Pulau Batam. Semua populasi dijadikan sampel. Koleksi BPAD Prov SU . Pengetahuan Responden tentang Perlindungan terhadap Tenaga Kerja No 1 2 Ketagori Tahu Tidak tahu Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 (%) 100. Dapat dijelaskan bahwa pengetahuan responden dalam perlindungan tenaga kerja ini di dapat dari Buku Panduan Peraturan Perusahaan Sampoerna.0 0 100. dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari penelitian. Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya. 6 100. Upah untuk pembayaran pesangon.6 5. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Bentuk dan cara pembayaran. 7. Upah untuk perhitungan pajak penghasilan.1 20.

maka perusahaan mengambil kebijakan memasang iklan lowongan pekerjaan di korankoran lokal. Hak dan Peluang dalam Melamar Pekerjaan No 1 2 Ketagori Sama Diskriminasi Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. dan dapat dijelaskan bahwa sebanyak 6 (enam) orang responden yang tidak menerima pelatihan kerja seperti data yang disajikan di atas dikarenakan posisi pekerjaan mereka sebagai driver (supir).Fronner M. sama tanpa diskriminasi oleh pimpinan PT H.6 13.0 Dari data di atas dapat diketahui bahwa keseluruhan responden dalam bekerja seharihari di perusahaan merasa diperlakukan dengan baik.M. Perlakuan dalam Karier No 1 2 Jawaban Sama Diskriminasi Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. Tinjauan Implementasi Hak Normatif.0 0 100. Standard Kompetisi dalam Pelatihan Kerja No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 33 6 39 % 84. S. Sampoerna. Tabel 6. Hak yang Sama dalam Memilih atau Pindah Bidang Pekerjaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100.. Perlakuan Pengusaha atau Pimpinan No 1 2 Ketagori Sama Tidak sama Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. perusahaan memberi kesempatan yang sama tanpa diskriminasi. mendapatkan atau pindah bidang pekerjaan. Bila ada lowongan pekerjaan. dan dalam melamar pekerjaan ini. yaitu karyawan yang hendak memilih. mendapatkan atau pindah bidang pekerjaan tersebut memenuhi berbagai kriteria yang diperlukan untuk suatu bidang pekerjaan tersebut.0 memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan perusahaan. yang pada hakikatnya tidak perlu untuk diberikan pelatihan kerja oleh perusahaan.0 0 100. Tabel 5.0 Dalam melamar pekerjaan di PT H. sebab hanya membawa kendaraan pengangkut barang yang akan didrop ke pasar.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa tidak semua karyawan memperoleh pelatihan kerja yang mengacu pada standar kompetensi kerja dengan tujuan untuk memaksimalkan kontribusi dalam bekerja yang dilakukan oleh karyawan.0 0 100. Sampoerna Sales Division Batam. seluruh responden merasa bahwa mereka diberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.0 0 100. D. bagi salesman diberikan pelatihan yang berkala selama 6 (enam) bulan sekali untuk dapat menembus target pemasaran di pasar. Tabel 4.. Dalam hal ini diharapkan terciptanya dan bertambahnya motivasi karyawan dalam bekerja yang pada akhirnya karyawan dapat Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mengaku mendapatkan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi dalam memilih. Tentu saja dengan syarat-syarat tertentu. Tabel 7. Kenyamanan dalam bekerja diharapkan akan memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan perusahaan.4 100. Koleksi BPAD Prov SU 173 .. Tabel 3.0 Dari data tersebut di atas semua responden mengaku merasa mendapatkan perlakuan yang sama dari perusahaan dalam meniti karier di perusahaan ini. Contohnya.M.

Besarnya Upah Dibandingkan dengan UMR Kota Batam No 1 2 3 Jawaban Lebih besar Sama Lebih kecil Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. Tabel 9. Nomor 2. Tabel 12.0 1) poliklinik atau dokter perusahaan. dan untuk bagian administrasi. dan 5) tunjangan alat bantu koreksi penglihatan. Adanya Ketentuan atau Langkah-Langkah Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak ada Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100.3 43. Tabel 10.1 0 100. Halaman 168-181 Tabel 8.0 Dalam hal hak mendapatkan fasilitas perlindungan kerja. Sampoerna kepada karyawan). demi kesehatan bersama dan keselamatan barang. Ketersediaan Alat Perlindungan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak ada Total Sumber: Data Primer F 37 2 0 39 % 94. larangan merokok di ruangan yang menggunakan pendingin udara dan di dalam gudang stok barang. Mei 2006. Hak Mendapatkan Alat-Alat Perlindungan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 13 17 9 39 % 33. Volume 5. diketahui bahwa responden secara keseluruhan mengetahui dengan jelas bahwa upah yang mereka dapatkan adalah lebih besar dari UMP Riau/Batam. perangkat PPPK. Salah satu langkah tersebut adalah dengan adanya SOP (Standard Operational Procedure) yang harus dilakukan karyawan untuk meminimalisir kecelakaan kerja.9 5. Ketersediaan Fasilitas dan Program Kesehatan No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. bahwa ada 2 orang responden yang menyatakan hanya kadang-kadang alat-alat perlindungan kerja di perusahaan dirasakan cukup memadai.0 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa keseluruhan responden mengaku adanya ketentuan atau langkah-langkah yang diterapkan perusahaan gunna menjamin keselamatan dan kesehatan kerja. Tabel 11.6 23.0 0 0 100. driver dan satpam. Koleksi BPAD Prov SU . Adapun alat-alat perlindungan kerja tersebut adalah seperti: helm dan sarung tangan untuk karyawan gudang. maka mematikan alat-alat elektronik ketika hendak pulang kerja.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. racun api dan kelengkapan satpam.M.1 100. Adapun fasilitas dan program kesehatan tersebut adalah: 174 Berdasarkan data yang disajikan di atas.0 0 0 100. yaitu karyawan bagian gudang. sedangkan 37 orang responden menganggap alat perlindungan kerja yang tersedia di perusahaan sudah memadai.0 0 0 100. 2) Sampoerna Human Resources Policy (sistem dan prosedur biaya pengobatan yang diberikan oleh PT H.0 Data di atas menginformasikan. Padahal pihak perusahaan mengaku telah semaksimal mungkin memberikan perlindungan kerja yang baik dan memadai kepada pekerjanya. tunjangan kesehatan dan fasilitas pengobatan untuk karyawan. ternyata terjadi perbedaan jawaban.0 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa semua responden mendapatkan fasilitas dan program kesehatan dari perusahaan. 3) bantuan dana untuk biaya melahirkan karyawan wanita. suami/ istri karyawan dan 3 (tiga) orang anak karyawan. 4) perawatan gigi yang berkala. demi mencegah kebakaran.

Berarti dapat disimpulkan bahwa responden tidak ada yang menjadi pengurus Serikat Pekerja pada PT H. tapi tidak boleh sekaligus digunakan oleh para karyawan. Seperti yang diketahui bahwa.0 0 0 100. Hak untuk Istirahat Setiap Minggu sebagai Istirahat Mingguan No 1 2 3 Kategori Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. Tabel 13. Cuti Tahunan tersebut sebanyak 12 hari dalam setahun.. Tabel 16. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa memang ada peraturan di PT H.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui. sehingga dalam sekali Cuti Tahunan hanya boleh diambil sebanyak 6 hari cuti saja.0 0 100. Tabel 14. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. sebagaimana yang diakui oleh seluruh responden. semua responden ikut serta dalam Program Jamsostek. sedangkan 175 Koleksi BPAD Prov SU . Sampoerna untuk mewajibkan setiap karyawan permanen atau karyawan tetap untuk ikut serta dalam Program Jamsostek tersebut. S. Dan hak untuk libur setiap minggu ini tak pernah disia-siakan oleh para karyawan untuk beristirahat setelah 6 hari kerja yang melelahkan. Sampoerna. Keterlibatan dalam Membuat Perjanjian Kerja Bersama No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100.. sehingga tidak dilibatkan membuat Perjanjian Kerja Bersama.0 100.0 Dan dapat dijelaskan bahwa perusahaan berhak membatalkan Hak Cuti Tahunan tersebut bila tidak diambil atau digunakan karyawan pada tahun tersebut.0 Dari data di atas menunjukkan bahwa. D. Hak Cuti Tahunan No 1 2 Jawaban Ya Tidak Total Sumber: Data Primer F 39 0 39 % 100. Ditelusuri lebih lanjut bahwa responden hanya mengetahui hal-hal tentang perlindungan kerja dari Buku Pedoman Peraturan Perusahaan Sampoerna. Data yang disajikan di atas merupakan hal yang menarik.M.0 Perusahaan memberikan hak Cuti Tahunan kepada karyawannya. padahal hak tersebut adalah salah satu hak normatif tenaga kerja dan dengan jelas diatur dan dilindungi oleh pemerintah dalam UU Tenaga Kerja No. Tabel 17.0 Diketahui bahwa seluruh responden selalu mendapatkan hak untuk libur setiap minggunya sebagai Hari Istirahat Mingguan.M.0 0 100.. yaitu harus 2 kali ambil cuti tahunan. Dan seperti kebisaaan di seluruh dunia Hari Istirahat Mingguan tersebut adalah Hari Minggu.0 100. bahwa semua responden tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama. Keikutsertaan dalam Program Jamsostek No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Tabel 15. karena keseluruhan responden tidak mengetahui perihal hak untuk mogok kerja bagi karyawan atau pekerja.Fronner M. Selanjutnya para karyawan pun mengaku bahwa tidak akan mengambil Cuti Tahunan bila tidak ada keperluan penting di luar pekerjaan. 13 Tahun 2003. Undang-Undang Tenaga Kerja mengatur bahwa yang membuat Perjanjian Kerja Bersama itu adalah pengusaha dengan perwakilan dari serikat pekerja perusahaan. Pengetahuan Perihal Hak untuk Mogok Kerja No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100.

Nomor 2. sebab bantuan dan tunjangan bagi karyawan semuanya telah diatur dalam Sampoerna Human Resources Policy (Sistem dan Prosedur Biaya Pengobatan.Rp 3.1 2. 13% (tiga belas persen).0 0 100. gaji atau upah para karyawan PT H.Rp 1.Rp 1.6 20.000.6 100. Adanya Bonus Selain Upah No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. peraturan perusahaan tersebut dan diatur mengenai Hak Diyakini perusahaan memang menjelaskannya pada para demi kepentingan bisnis Tabel 18.6 7.000. Ada kebijakan dari perusahaan bahwa setiap tahunnya gaji atau upah karyawan itu meningkat sebesar 8% (delapan persen) s. keseluruhan responden mengaku sudah menerima gaji atau upah yang sudah layak dan mencukupi. semua responden mengaku mendapatkan Buku Pedoman Peraturan Perusahaan.000.500.000.000.000.M. Mei 2006. Tabel 20.000. Distribusi Jawaban Responden tentang Penghasilan atau Upah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jawaban Rp 1.000.000.600. Sedangkan tunjangan dan dana pendapatan lainnya tidak ada sama sekali diberikan oleh perusahaan. Sampoerna Sales Division Batam sangat bervariatif.6 20.000.1 2.800. Adapun pihak perusahaan juga dengan sengaja membagi buku pedoman tersebut dengan gratis dengan tujuan untuk dapat memberikan pengetahuan tentang tata tertib perusahaan dan perlindungan kerja karyawan. Tabel 21.Rp 6.Rp 1.Total Sumber: Data Primer F 1 3 1 8 2 1 10 8 2 2 1 39 % 2. Halaman 168-181 di dalam buku tidak dimuat Mogok Kerja.7 2.000. Kecukupan dan Kelayakan Upah yang Diperoleh No 1 2 3 Jawaban Sudah cukup Tidak selalu cukup Tidak pernah cukup Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100.M. Tunjangan Serta Dana Bantuan dan Kesejahteraan yang diberikan oleh PT H.6 25.500. Hal ini tentunya 176 Bonus selain upah yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya berdasarkan omzet dan target yang dicapai perusahaan. kondusif. nyaman dan tertib agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dengan mendapatkan income yang baik pula.0 0 100. Tabel 19. Alasan diberikannya bonus adalah sebagai motivasi bagi karyawan untuk bekerja lebih baik dan diharapkan dapat mencapai target yang telah ditentukan perusahaan. Bonus yang diberikan sesuai dengan target yang dicapai karyawan dan Koleksi BPAD Prov SU .1 5.0 Berdasarkan data di atas.Rp 1.400. Dan tidak lain tujuan dari hal tersebut adalah demi terciptanya suasana kerja yang aman.Rp 2.000. sengaja tidak karyawannya.500.000. Volume 5.5 5.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa.Rp 4.000. Dari gaji pokok setiap karyawan dipotong sebanyak 2% (dua persen) tiap bulannya untuk Asuransi Tenaga Kerja (Astek).d.5 5. Perolehan Buku Pedoman tentang Peraturan Perusahaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Jadi hal ini membuat seluruh responden mengakui adanya bonus setiap tiga bulannya selain upah atau gaji yang mereka terima setiap bulannya. Sampoerna kepada karyawan).500.0 0 0 100.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.0 Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas. semata.200.Rp 1.Rp 2.0 disebabkan oleh posisi pekerjaan yang berbeda dan lamanya masa kerja karyawan tersebut di perusahaan.

Kecukupan Biaya untuk Perjalanan Dinas No 1 2 3 4 Jawaban Cukup Kadang-kadang Tidak cukup Tidak tahu Total Sumber: Data Primer F 24 0 0 15 39 % 61. Sedangkan sebanyak 28.3 Dapat diketahui dari data yang tersaji pada tabel di atas yaitu sebanyak 61.0 Berdasarkan data yang tersaji pada tabel di atas. gudang dan security. Sedangkan responden yang menjawab tidak tahu adalah mereka yang belum dan tidak pernah pergi untuk perjalanan dinas.per harinya dan biaya untuk menginap sebesar Rp 140.5 28. driver.M. perusahaan dan bisa saja bonus tersebut sebesar gaji atau upah yang diterima oleh karyawan. Tabel 22. Tabel 23.per malammya. Medan. yaitu bagian administrasi.1% responden menyewa atau mengontrak rumah dan menyewa kamar kost. Dumai. S.0 % 61. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden. supervisor sales dan manajer. Tabel 24. Tinjauan Implementasi Hak Normatif.000.Fronner M. Dan rupanya tidak ada 177 Koleksi BPAD Prov SU .5% mengaku dapat menabung dari penghasilan atau upah yang mereka terima setiap bulannya. Peluang Menabung Karyawan No 1 2 3 Jawaban Dapat Kadang-kadang Tidak dapat Total Sumber: Data Primer F 24 11 4 39 100.0 0 0 100. Tunjangan Serta Dana Bantuan dan Kesejahteraan yang diberikan oleh PT H. Dapat digambarkan bahwa.000. tetapi para pekerja yang mencari kerja ke Kota Batam dari luar Kota Batam (ada yang dari Pekanbaru.. Kepuasan Karyawan Atas Bantuan dan Bonus No 1 2 3 Jawaban Ya Tidak Perlu ditingkatkan Total Sumber: Data Primer F 39 0 0 39 % 100. Sedangkan yang memiliki tempat tinggal sendiri hanya sebanyak 2 orang responden saja dan yang menumpang (bisa pada tempat tinggal saudara atau masih bersama orang tua) ada sebanyak 5 orang responden. dapat ditarik gambaran bahwa responden yang tidak dapat menabung dari gaji tersebut adalah responden yang berpenghasilan pas-pasan dengan biaya hidupnya.1 0 12... Status Tempat Tinggal Karyawan No 1 2 3 4 Jawaban Milik sendiri Menyewa Rumah dinas Menumpang Total Sumber: Data Primer F 2 32 0 5 39 % 5.5 100...8 100. yaitu 61.2% responden mengaku kadangkadang dapat menabung dari gaji atau penghasilan mereka. dan yang dapat menabung adalah responden yang mempunyai Dapat diketahui dari data yang tersaji pada tabel di atas bahwa sebahagian besar. selebihnya. sebanyak 32 responden yang tempat tinggalnya menyewa atau mengontrak adalah bukan warga asli Kota Batam. Sampoerna kepada karyawan) dan atas bonus yang memuaskan. Adapun responden yang pernah dan bahkan selalu melakukan perjalanan dinas adalah salesman. maka didapat data yang menjelaskan bahwa keseluruhan responden merasa puas atas bantuan dan bonus yang diberikan perusahaan kepada mereka.0 sisa penghasilan atau upah yang dapat ditabung serta responden yang pandai berhemat.2 10.5 0 0 38. dan Jakarta). Tabel 25. D. Dapat dijelaskan bahwa biaya perjalanan dinas tersebut sebesar Rp 79.54% responden mengaku mendapatkan biaya perjalanan dinas dan penginapan yang cukup. yaitu 82.0 Dengan alasan bahwa bantuan atas kesejahteraan yang cukup melalui Sampoerna Human Resources Policy (Sistem dan Prosedur Biaya Pengobatan.1 82.3% Bila jawaban responden dikaitkan dengan biaya hidup di Kota Batam yang relatif besar. yakni 10.

M. Halaman 168-181 satupun responden yang bertempat tinggal pada rumah dinas perusahaan.0 Perusahaan tidak memberikan bantuan kepada karyawan dalam hal bantuan biaya perumahan bila karyawan menyewa atau mengontrak tempat tinggalnya. yaitu sebesar Rp 3.per tahun per orang.000. Tapi bukan secara langsung perusahaan memberikannya dan menetapkan besarnya dana.. Tapi ada juga sedikit responden yang merasa belum sepenuhnya terlindungi kesehatannya. Jadi bila menyewa atau mengontrak tempat tinggal. melainkan diberikan berdasarkan dana yang dikelola oleh Dana Pensiun Sampoerna. yaitu dalam hal biaya pengobatan dan perawatan medis. Mendapatkan Dana Pensiun No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Tabel 27. Bantuan Perumahan No 1 2 Ada Tidak ada Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100. Sampoerna Sales Division Batam tidak memberikan bantuan perumahan.0 0 100. sehingga sebagian besar karyawan menyewa atau mengontrak tempat tinggal atau bahkan menumpang di tempat tinggal saudara.0 Dari distribusi jawaban responden di atas dapat diketahui bahwa PT H. Tabel 29.0 100. Adapun tujuan perusahaan memberikan pakaian seragam pada karyawannya adalah supaya identitas perusahaan tergambar pada karyawannya dan juga sebagai prasarana untuk menciptakan suasana kerja yang baik dan kondusif. Mei 2006.0 100.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Hal ini dapat diketahui dari data yang disajikan pada tabel di atas.0 Dari data yang disajikan pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 37 orang responden mengaku merasa terlindungi dalam hal kesehatan.000. karyawan hanya dapat berharap dari gaji atau penghasilannya saja ditambah dengan bonus yang diterimanya. Sampoerna Batam menjelaskan bahwa dalam hal bantuan biaya menyewa atau mengontrak tempat tinggal bagi karyawan. Tabel 30. yaitu sejumlah 2 orang responden. Adapun dana pensiun yang didapatkan kelak oleh para karyawan adalah dari pemotongan gaji setiap bulannya sesuai ketentuan perundangan tentang Jamsostek. Sampoerna yang lumayan besar jumlahnya.M. Nomor 2.0 0 100. seperti mess ataupun rumah dinas kepada keseluruhan responden.1 0 100.0 Semua responden mengaku mendapatkan pakaian seragam untuk bekerja dari perusahaan. Perolehan Pakaian Seragam untuk Bekerja dari Perusahaan No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 39 0 39 % 100. Dan memang pihak PT H. Tabel 26. Bantuan Sewa Tempat Tinggal No 1 2 Ya Tidak Total Sumber: Data Primer Jawaban F 0 39 39 % 0 100.0 Dari distribusi jawaban responden pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua responden mendapatkan dana pensiun dari pensiun. Rasa Terlindungi dalam Hal Biaya Pengobatan dan Perawatan No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 37 2 0 39 % 94. Rasa terlindunginya kesehatan responden ini bisa dipastikan karena budget untuk pengobatan dan kesehatan karyawan PT H.M. perusahaan tidak ada mengalokasikan dana untuk itu. Tabel 28. Dan memang perusahaan tidak ada memiliki rumah dinas perusahaan ataupun mess untuk para karyawannya. Tidak dapat diketahui dengan jelas apa alasan mereka sehingga merasa kadang-kadang saja terlindungi. Sehingga bila seorang 178 Koleksi BPAD Prov SU . Volume 5.9 5.

nyaman dan kondusif. Sampoerna Sales Division Batam yang telah mengimplementasikan dengan baik hak-hak normatif tenaga kerja sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang.3 0 100. Ditelusuri lebih lanjut bahwa.M. Nyaman dan Kondusif dalam Bekerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer F 29 10 0 39 % 74. Tabel 31. Sampoerna dalam kesejahteraan karyawannya sudah cukup baik. bahwa sebanyak 10 orang responden merasa hanya kadang-kadang saja merasa suasana yang aman. diketahui bahwa 87. Kepuasan Bekerja No 1 2 3 Jawaban Puas Kadang-kadang Tidak puas Total Sumber: Data Primer F 34 5 0 39 % 87.7 0 100. 1).Fronner M.7 33. Sampoerna Sales Division Batam yang telah digambarkan dan dijelaskan di atas. apalagi bila dilihat dari segi penghasilan yang cukup. karena perusahaan berusaha semaksimal mungkin menciptakan suasana kerja yang aman. Dan sisanya sejumlah 5 orang responden hanya kadang-kadang saja merasakan kepuasan dalam bekerja pada perusahaan tersebut.3 25. nyaman dan kondusif dapat dikatakan dikarenakan oleh suasana Kota Batam yang hiruk pikuk dengan aktivitas setiap warganya. responden yang hanya kadang-kadang saja merasa terjamin keselamatannya adalah karyawan yang di antaranya bekerja pada posisi Koleksi BPAD Prov SU .2 12. Tinjauan Implementasi Hak Normatif.8 0 100. D. maka secara umum dapat dikatakan mempunyai pengakuan yang positif secara signifikan (bobot nilai = 0. Sedangkan selebihnya sebanyak 29 orang responden mengaku merasakan suasana aman. S.. suasana kerja yang kondusif dan usaha menjamin keselamatan dan kesehatan karyawannya.d. Tapi meskipun begitu. ditarik kesimpulan bahwa sebesar 66. karyawan statusnya sudah sebagai karyawan tetap. Tabel 32.67% responden yang merasakannya. security. maka karyawan mendapatkan dana pensiun. Atas dasar keseluruhan distribusi jawaban responden tentang kesejahteraan karyawaan PT H.0 driver. yang didapat berdasarkan pemotongan terhadap gaji setiap bulannya sesuai ketentuan perundangan tentang Jamsostek. Sedangkan 33. Nilai Skala Likert Setelah berbagai gambaran dan penjelasan yang disajikan di atas tentang implementasi hakhak normatif tenaga kerja di PT H. Sampoerna Sales Division Batam.M.0 Pada distribusi jawaban responden di atas.M. nyaman dan kondusif.. helper gudang dan juga salesman. maka diketahui secara umum dengan pengunaan Skala 179 Rasa terjamin dan terlindunginya keselamatan dan kesehatan kerja responden berdasarkan data yang tersaji di atas. sehingga mempengaruhi karyawan yang bekerja turun ke lapangan tidak mendapatkan suasana kerja yang kondusif seperti suasana kerja di kantor perusahaan.33 s. Merasa Aman.. Sampoerna Sales Division Batam. Adapun sebagian responden merasa hanya kadang-kadang saja puas bekerja adalah dikarenakan oleh responden yang memang tak berniat bekerja atau meniti karier pada perusahaan tersebut.M.M. sebab rata-rata sebahagian besar distribusi jawaban responden adalah memberikan keterangan tentang PT H. melihat usaha yang dilakukan oleh PT H. atau hanya sebagai batu loncatan dan mencari pengalaman kerja dan sebagainya.18% karyawan merasa puas dalam bekerja di PT H. Rasa Terjamin dan Terlindunginya Keselamatan dan Kesehatan Kerja No 1 2 3 Jawaban Ya Kadang-kadang Tidak Total Sumber: Data Primer.0 Dapat dilihat pada data yang tersaji pada tabel di atas. nyaman dan kondusif dalam bekerja. Tabel 33. Lebih jelas lagi bahwa responden yang merasa kadang-kadang saja aman. 2005 F 26 13 0 39 (%) 66.33% responden merasa kadang-kadang saja terlindungi keselamatannya dan kesehatannya dalam bekerja.

Sampoerna Sales Division Batam juga sangat dirasakan sangat baik oleh karyawannya. sehingga diharapkan tidak terjadinya aksi-aksi yang mengkritisi tajam Koleksi BPAD Prov SU . Sampoerna Sales Division Batam juga telah memberikan fasilitas dan menjalankan program yang menunjang kesehatan para karyawannya. tunjangan. Sampoerna Sales Division Batam sudah berusaha memenuhi hak-hak dasar karyawannya. Dengan adanya perlakuan-perlakuan yang sama tanpa diskriminasi oleh pengusaha atau pimpinan dalam kesempatan melamar. atau paling tidak perusahaan dapat memberikan bantuan berupa dana untuk biaya tempat tinggal para karyawannya. Memang penghasilan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya cukup besar dan diyakini telah mencukupi untuk biaya tempat tinggal. melainkan diberikan berdasarkan dana yang berasal dari pemotongan terhadap penghasilan karyawan yang didapatkan setiap bulannya yang dikelola oleh Dana Pensiun Sampoerna. Apalagi bila dilihat perwujudan kesejahteraan yang baik tersebut dari segi penghasilan yang cukup. Mei 2006. Mengenai perlindungan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Sampoerna Sales Division Batam yang telah dideskripsikan di atas dalam menciptakan kesejahteraan para karyawannya. Sampoerna Sales Division Batam telah berjalan dengan baik. 1).M.d. Kesimpulan Implementasi hak normatif tenaga kerja oleh PT H.M. Saran Melihat upaya-upaya PT H. suasana kerja yang baik. pertama agar pihak perusahaan dapat memikirkan dan mewujudkan fasilitas perumahan (seperti mess atau rumah dinas) bagi karyawannya. Sampoerna Sales Division Batam dengan sangat baik.M. suasana kerja yang kondusif dan usaha menjamin keselamatan dan kesehatan serta jaminan sosial karyawannya.M. Nomor 2.M. PT H. Implementasi hak-hak normatif tenaga kerja di PT H. tapi alangkah baiknya bila fasilitas perumahan tersebut dapat terwujud demi lebih terjaminnya kesejahteraan karyawan. Sampoerna Sales Division Batam agar meningkatkan mutu kerjanya sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang meningkat dari tahuntahun sebelumnya. 1).M. Sampoerna Sales Division Batam dapat diberikan saran yaitu. Bagi pihak PT H.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.M. Halaman 168-181 Likert. Sedangkan untuk jaminan hari tua. agar perusahaan pada tahun-tahun berikutnya dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih lagi memperhatikan dan mengutamakan hak-hak normatif karyawannya tanpa membebani perusahaan lebih berat. Hal ini dapat diketahui dari pengakuan responden yang sebagian besar positif secara signifikan. Kesejahteran karyawan telah terwujud dengan baik.d. bonus dan biaya perjalanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut sudah dirasakan cukup oleh seluruh responden dan bahkan sebahagian besar karyawannya dapat 180 menabung dari penghasilan tersebut. bahwa perusahaan tersebut telah berusaha dengan memberikan yang terbaik dalam hal kesejahteraan karyawannya sesuai kemampuan perusahaan tersebut. 1).33 s.M.M. bahwa perusahaan tersebut telah berusaha dengan memberikan yang terbaik dalam hal kesejahteraan karyawannya sesuai kemampuan perusahaan tersebut. perlakuan dalam berkarier yang sama dan lain-lain. hal ini karena didukung oleh Sampoerna Human Resources Policy. maka dapat diberikan saran yang ditujukan bagi karyawan PT H. tapi bukan secara langsung perusahaan memberikannya dan menetapkan besarnya dana. hal ini dapat dilihat melalui upayaupaya dalam hal kesejahteraan karyawannya yang dilakukan oleh PT H. Secara umum dengan pengunaan Skala Likert. dan diketahui bahwa pengakuan keseluruhan responden dapat dikatakan sebagai pengakuan yang positif secara nilai = signifikan (dengan bobot 0. Kedua. Volume 5. dan diketahui bahwa pengakuan keseluruhan responden dapat dikatakan sebagai pengakuan yang positif secara signifikan (dengan bobot nilai = 0. Sampoerna Sales Division Batam secara umum bersifat positif secara signifikan (bobot nilai = 0. maka PT H. Jaminan kesehatan bagi karyawan PT H.M. Adapun upah.33 s. Sampoerna Sales Division Batam yang telah mengimplementasikan dengan baik hakhak normatif tenaga kerja sebagaimana dimaksudkan dalam undang-undang.d.33 s. maka karyawan mendapatkan dana pensiun dari perusahaan. sebab sebagian besar jawaban responden tentang PT H. mencerminkan kebijakan-kebijakan perusahaan menyangkut hak normatif karyawan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kesejahteraan Bandung. Harian Analisis. Jakarta. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Djambatan. Penerbit Balai Pustaka. Sosial.. Yogyakarta. Pustaka Sinar Harapan. Introduction to Social Welfare 3th Edition. Fadhil. Jakarta. New Jersey. Singarimbun. Hakim. LP3S. Metode Penelitian Survei. 1992. 1987. Jakarta. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan Kerja. W. Husni. Jakarta. 2000. Penerbit PT Hanindita. 1993. Tinjauan Implementasi Hak Normatif. Depnakertrans Tahun 2004. Sampoerna Sales Division Batam. yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kemajuan serta kesuksesan PT H. Englewood Cliffs. 2004. Konstruksi Kearah Penelitian Deskriptif.. 1981. 1968. Masri. Yogyakarta. 13 Tahun 2003. 1996. 2004. Jakarta. 2005. Sumarnonugroho. T. kebijakan perusahaan yang biasanya disertai dengan pemogokan kerja.. Erna Widodo & Mukhtar. Poedarminta. Metode Penelitian Bidang Sosial. Pustaka Pelajar. Haji Mas Agung. Hardijan Rusli. Bahder. Harian Sinar Indonesia Baru. Lalu. Pengantar STKS. Jakarta. Sumber-sumber lain: Harian Analisis. 2003. Prentice Hall Inc. Hadari. Walter A. Hukum Tenaga Kerja Kebebasan Berserikat Bagi Pekerja.Fronner M. 12:24 WIB. Gadjah Mada University Press. Medan. maka hanya mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi kedua belah pihak. Prosedur Penelitian. Nurdin. Yogyakarta. 3 Mei 2003: 9. J. Aneka Cipta. Nasution. RI. Muhidin. Rabu. Pengantar Studi Kesejahteraan Sosial. 1987. Pengantar Hukum Tenaga Kerja Indonesia. Medan. Medan. Mandar Maju. Kamis. Jakarta. Evaluasi Depnakertrans. Saifuddin. Sabtu. Medan. 23 April 2003: 2. 23 Desember 2004: 6. Daftar Pustaka Abdul. Bagi pihak perusahaan dan karyawan agar lebih lagi meningkatkan suasana kerja yang lebih baik dan menjaga agar semangat kerja karyawannya meningkat dan terutama target perusahaan dapat tercapai. 1998. Jakarta. Arikunto. D. Ghalia Indonesia. Selasa. Friedlander. Kansil. Peraturan Perusahaan Sampoerna 2003-2005. Hukum Tenaga Kerja Berdasarkan UU No. Koleksi BPAD Prov SU 181 . Harian Analisis. S. Tempo Interaktif. Citra Aditya Bakti. 21 Desembrer 2004: 6. Suharsini. 2004. Selasa 21 Desember 2004. 1990. Rajawali Pers. Avyrouz. 1997. Hukum Tenaga Kerja 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Yogyakarta. Azwar. yang bila pada akhirnya hal tersebut terjadi. 1991. Pokok-Pokok Hukum Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Bandung. Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial. Jakarta.. 1985. S. PT Angkasa. Perburuhan. Nawawi. Bandung. Sumakmur. Hukum Soepomo. Johan. Syarif.M.

Terowosan ini dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi bahwa semua komponen bangsa harus bahu membahu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. yakni untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi warga negaranya. Kebijakan ini harus dapat dilaksanakan secara komprehensif dengan kebijakan makro ekonomi lainnya seperti pengendalian inflasi yang terukur. maka perlu dicari suatu terobosan yang tepat dan terarah serta berkesinambungan.000 workers. dapat dipastikan tidak produktifnya sumber daya manusia akan menjadi beban bila diukur dari produktivitas nasional. especially to solve the latest unemployment problem in Indonesia.PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENTREPRENEURSHIP SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUKAAN LAPANGAN KERJA SELUAS-LUASNYA Mulatua P. We have to appreciate that 37 million unemployment is the large number and the government has to do something.000 – 400. maupun secara makro ekonomi. Silalahi Abstract The unemployment high level in Indonesia is the national big problem. iklim investasi yang transparan dan efisien. Pada akhirnya. Pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya di dalam negeri akan mengurangi Mulatua P. agar lapangan pekerjaan dapat terbuka seluas-luasnya. dan bukan berlomba-lomba untuk mencari lapangan pekerjaan. Salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah melalui "pendidikan dan pelatihan entrepreneurship sebagai alternatif pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya". Individu yang menganggur cukup lama. Economic growth planned by the government. Kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh rumah tangga yang mengalami pengangguran membuat retaknya harmonisasi hubungan keluarga. Keywords: entrepreneur. maka masalah pengangguran adalah prioritas yang harus diselesaikan oleh pemerintah sesegera mungkin. As we know that 1 percent economic grow can supply the new field of work for 300.4 millions workers in one year. Pengangguran yang tidak segera dicarikan jalan keluar yang tepat. Mengingat dampak pengangguran yang begitu luas. suku bunga yang kompetitif untuk membuat sektor riel bergairah melakukan usahanya. berakibat kondisi mental semakin tertekan dan cenderung untuk bertindak negatif. Bagi pemerintah atau penguasa baru sesungguhnya kondisi buruk seperti ini bahkan dianggap sudah merupakan alasan kuat untuk mengajak jajaran kabinetnya untuk segera angkat koper. Hal ini terjadi karena Pemerintah ternyata tidak mampu melakukan sesuatu yang merupakan kewajiban dasarnya. Adapun dampak buruk dari pengangguran dapat berpengaruh kepada kondisi sosial ekonomis. 7 – 8 percents curtained not enough to supply the need number of field of work. psikologis. This means that Indonesia only can supply the new field of work for 2. Menyadari realitas yang ada. Silalahi adalah Staf Pengajar Jurusan Manajemen STIE Tricom Medan 182 Koleksi BPAD Prov SU . pada akhirnya dapat menjadi pemicu masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak tersedianya lapangan kerja yang cukup akan membuat pengangguran menjadi pemicu masalah di tengah-tengah masyarakat.1 – 2. job creation Pendahuluan Angka pengangguran yang mencapai puluhan juta orang saja bagi negara berpenduduk 200 juta jiwa lebih sesungguhnya sudah merupakan problema yang sangat besar.

walaupun negara tersebut sudah berusaha memperbaiki undang-undang yang berkaitan dengan entrepreneurship. dan capital) untuk dapat menghasilkan produk yang baru. Di sinilah peran lembaga perbankan sangat diharapkan untuk dengan cepat dan tanggap membuka akses yang lebih luas lagi agar talenta ataupun benih entrepreneurship terus digali dan ditumbuhkembangkan. Malaysia. tetapi sejak Mikhail 183 Beberapa Konsep Entrepreneur adalah individu atau sekelompok individu yang memiliki kemampuan mengkombinasikan faktor-faktor produksi (land. Noneconomic factors (faktor nonekonomi) Pada mulanya Uni Soviet begitu tertinggal jauh kesejahteraannya dibandingkan dengan Amerika Serikat. Innovation Mampu menggunakan faktor produksi yang ada (land. karena pemerintah dapat lebih mudah melakukan bimbingan dan pengarahan. The pursuit of opportunities Seorang entrepreneur adalah orang yang mencari peluang untuk dapat meningkatkan bisnisnya melalui perubahan dan transformasi. Ada tiga komponen yang penting dari pengertian entrepreneurship ini. Perbedaan Entrepreneurship Manajemen dengan Entrepreneurship adalah kemampuan mengkombinasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu produk/jasa baru. Jadi jelaslah bahwa untuk dapat memberikan kesempatan perusahaan memenangkan kompetisi. Beberapa negara di mana entrepreneurshipnya sudah mencapai tingkat yang mapan. labor. hingga pengenalan atas produk dan jasa yang dihasilkan. material. Pengelolaan perusahaan yang banyak dilakukan oleh pihak swasta mampu memberikan kondisi yang positif kepada pemerintah. yakni: 1.Silalahi. tersedianya dana/modal yang cukup untuk mendukung berkembangnya aktivitas para entrepreneur. Economic factors (faktor ekonomi) Pada dasarnya entrepreneurship dapat tumbuh melalui promosi atas perubahan ekonomi ditinjau dari sudut pertumbuhan (growth) dan pengembangan (development). telah memiliki banyak industri yang dapat menghasilkan pesawat. sebagai konsekuensi peran pemerintah di dalam pembangunan ekonomi. Pada dasarnya seorang entrepreneur memerlukan dan mengusahakan agar manpower. citra bahwa bangsa ini adalah bangsa kelas "kuli/budak" bagi bangsa lain. ternyata dapat mencapai perkembangan ekonomi yang tergolong sangat cepat. sehingga perubahan apapun yang terjadi di masa yang akan datang. produksinya. labor.. Pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya di dalam negeri diharapkan dapat membuat bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat dan bermartabat. 3. dan capital) untuk menghasilkan produk dan jasa yang baru. dan negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand. Pendidikan dan Pelatihan. mobil. karena didukung oleh banyak entrepreneur yang cakap dan tangguh. Bentuk yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah melalui insentif pasar (market incentives).. tetapi pada akhirnya industri tersebut kini lebih didominasi oleh private ownership. seperti Inggris. yaitu: 1. dapat membuat produk/jasa yang dihasilkan memberikan nilai tambah yang besar bagi perusahaan dan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap proses Koleksi BPAD Prov SU . diperlukan entrepreneurship yang tangguh. 2. dan capital dapat secara optimal digunakan. Korea Selatan. 2. Sementara Uni Soviet masih ketinggalan dalam pembangunan entrepreneurshipnya. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Tumbuhnya Entrepreneurship Beberapa negara maju khususnya Amerika Serikat. Growth Seorang entrepreneur akan berusaha semaksimal mungkin agar usahanya dapat terus mengalami pertumbuhan. dan Singapura. Entrepreneurship adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang yang dapat menggunakan faktor-faktor produksi yang ada untuk dapat menghasilkan suatu produk/jasa yang baru. Sedangkan manajemen adalah kemampuan untuk dapat mengkoordinasikan aktivitas/ proses produksi yang sedang berjalan. yang pada awalnya diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara. Ada dua faktor ekonomi yang perlu diidentifikasikan sebagai faktor yang dapat mempengaruhi tumbuhnya entrepreneurship.

Sekolah Calon Juragan di Bantul sebagai Model Pendidikan dan Pelatihan Entrepreneurship Untuk memberikan gambaran betapa pentingnya pendidikan dan pelatihan entrepreneurship sebagai alternatif pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Number of New Start-Ups. 2. Jadi dapat diperkirakan apabila struktur sosial masyarakat tidak akomodatif terhadap nilai entrepreneurship. misalnya sebagai petani atau nelayan. wilayah. Peran statistik pada tahapan ini menjadi sangat perlu dan penting. kesejahteraan masyarakat secara perlahan tetapi pasti mengalami peningkatan yang cukup berarti. percobaan. dan pada praktiknya mampu memberikan hasil lebih dari 95% produk-produk terbaru yang dapat dikembangkan lebih lanjut. yang masyarakatnya dikelompokkan atas kasta (tingkatan sosial). Organisasi berskala kecil yang baru akan membuat 24 jam sebagai waktu melakukan inovasi produk-produk baru melalui suatu penelitian 184 dan pengembangan. Halaman 182-185 Gorbachev melakukan pembaharuan (glasnost/perestroika). 3. ataupun negara. Mei 2006. dan kebanyakan negara-negara maju lainnya. sebagai akibat dari proses entrepreneurship yang konsisten. karena entrepreneurship dapat meliputi Innovation. Yogyakarta. Di India. yang dipimpin oleh Rakhmat Sulistyobudi dapat dijadikan contoh. Job Creation Kita mengetahui bahwa job creation (penciptaan lapangan kerja) sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi suatu masyarakat. Mengapa Penting Entrepreneurship? Entrepreneurship dalam kelanjutan perkembangannya adalah sangat penting bagi sektor industri khususnya di Amerika Serikat. Sedangkan bagi kelompok usaha kecil (yang mempekerjakan 20 orang pegawai) yang didirikan oleh entrepreneur. transformasi. Innovation Innovation (pembaharuan) adalah suatu proses perubahan. Faktor nonekonomis lain yang dapat mempengaruhi pengembangan entrepreneurship adalah nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Nomor 2.2%. Saudara Rakhmat Sulistyobudi mampu menghidupkan budaya learning by doing di lingkungan sekolah tersebut untuk dapat menempa mental siswanya menjadi wirausahawan sejak dini. maka dapat diperkirakan sulit untuk mengembangkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi bagian gerakan nasional. Volume 5. Untuk dapat lebih banyak melahirkan pelaku bisnis yang lain. sekolah calon juragan di Bantul. dan Jobs Creation. Bantul. Number of New Start-Ups Kehadiran entrepreneur akan menjadi pendorong lahirnya pelaku-pelaku bisnis yang baru. sehingga masyarakatnya dibagi atas kegiatan ekonomi tertentu. Seorang entrepreneur adalah juga sebagai "agent of change" untuk mempersiapkan suatu produk baru yang akan dihasilkan. Pada dasarnya ada 3 (tiga) hal yang membuat mengapa entrepreneurship itu menjadi penting. yang dikenal dengan nama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Pandak. dan revolusi yang menjadi kunci utama dari proses entrepreneurship. Persepsi mahasiswa Koleksi BPAD Prov SU . Data yang paling akhir menunjukkan bahwa dapat dilakukan perekrutan pegawai baru sebanyak 500 pegawai dengan lahirnya perusahaan baru. maka entrepreneurship secara keseluruhan telah memberikan kontribusi yang sangat luas untuk tumbuhnya pelaku-pelaku bisnis yang lain. maka pemerintah seharusnya memberikan peluang yang lebih luas lagi agar entrepreneurship dapat ditumbuhkembangkan lagi.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Jika kita setuju bahwa entrepreneur mampu menghasilkan bisnis baru yang inovatif dan mampu meraih laba serta mampu meningkatkan skala pertumbuhan usahanya. Dampak dari adanya kasta membuat seorang anak yang lahir dari ayah tukang kayu akan sulit untuk dapat dikembangkan menjadi seorang yang memiliki entrepreneurship tangguh. mampu mengalami peningkatan pertumbuhan lebih kurang 77. Mengapa Amerika begitu maju perekonomiannya? Jawabannya adalah karena di Amerika para politikus dan ekonom telah memiliki visi dan misi yang sama tentang pentingnya kemapanan entrepreneurship bagi kemapanan pertumbuhan ekonominya. 1.

Kebijakan dalam merencanakan pendidikan nasional seharusnya "match" dengan kebijakan pembangunan di bidang ekonomi. Adapun prestasi yang dicapai oleh sekolah juragan ini adalah mengembangkan 1000 ekor ayam.. unit produksi ayam potong dan sapi potong. Pemerintah juga harus segera memberikan dukungan sepenuhnya kepada pendidikan dan pelatihan kewirausahaan seperti ini dalam rangka membuka lapangan kerja yang seluasluasnya. 2004 Harian Bisnis Indonesia. Organizational Bahavior. Sekolah berbasis Broad Base Curriculum ini didukung dengan fasilitas laboratorium fisika. serta sangat tergantung kepada struktur sosial masyarakat yang terbuka akan pentingnya pengembangan nilai entrepreneurship. Mc Graw-Hill International Inc. maka sekolah ini seharusnya dapat dijadikan model untuk membuka pendidikan dan pelatihan entrepreneurship yang lebih luas lagi.. dan mampu menghasilkan 100 ton beras per tahunnya dengan merek Borobudur SMK Pandak. yang pada awalnya tidak berminat terhadap program kelas wirausaha.. jahe. Pendidikan dan Pelatihan. Mc Graw-Hill International Inc. Untuk anggrek misalnya siswa mendapat 70% dari hasil jual anggrek. 7th Edition. sirup. 15000 tanaman anggrek.. namun bila setelah dievaluasi merugi. 25 ekor sapi. Luthans. agar masyarakat mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kunyit putih. maka kerugian tersebut ditanggung oleh sekolah. Perlu dicatat bahwa beras yang dihasilkan oleh sekolah juragan ini bebas pupuk kimia dan pestisida. Koleksi BPAD Prov SU 185 . Pembinaan dan pengembangan entrepreneurship sangat tergantung dari goodwill pemerintah. 2002. Dengan biaya sekolah yang relatif tidak mahal (Rp 25. juga memproduksi minuman instan seperti temulawak. biologi.. peternakan. 7th Edition.000/bulan). 14 Oktober 2004. Dengan ini diharapkan siswa dapat "belajar" dari kegagalan berwirausaha. Kesimpulan Pengangguran yang masih begitu besar jumlahnya perlu dijadikan prioritas yang penting untuk dapat diselesaikan oleh pemeritah. sehingga output dari pendidikan nasional dapat mendorong aktivitas perekonomian secara komprehensif. dengan pertimbangan bahwa siswa yang melakukan pembibitan dan perawatan. Prentice Hall International Inc. Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship penting untuk diperkenalkan sejak dini kepada siswa/masyarakat. dalam bentuk kebijakan yang dapat memihak kepada lahirnya entrepreneur yang cakap dan tangguh. Membangun Sekolah Calon Juragan di Bantul. Daftar Pustaka Robbins and Coulter. 1995. Samuelson and Nordhaus. Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship perlu dijadikan alternatif kebijakan oleh pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Management. mampu diubah menjadi program yang bergengsi dan diminati oleh siswanya. Juga diberikan pinjaman modal kepada siswa yang ingin mengembangkan usaha sendiri. hingga asrama siswa ini mampu memberikan insentif bagi siswanya secara proporsional. kimia.Silalahi. Economics.

deviation Pendahuluan Keberadaan pekerja anak sudah lazim terlihat di kota-kota besar di Indonesia. Sebagai suatu dunia di dalamnya terdapat mekanisme hidup yang khas seperti cara berinteraksi. Berdasarkan perbandingan data BPS dari tahun 2000 hingga 2002 jumlah pekerja anak di Indonesia naik dari 2183 juta jiwa. dan pekerjaan lain yang menghasilkan uang. berperilaku. After got the treatment program by YAKMI they tried change their selves as good as they can and try to prepare their future. justru dipergunakan untuk bekerja. Dan pada tahun 2003 pekerja anak di bawah 15 tahun mencapai 6 – 8 juta jiwa. Bagi yang bersangkutan. di usia mereka semestinya dipergunakan untuk menuntut ilmu dan menambah keterampilan bahkan untuk bermain.PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN OLEH YAYASAN AKMI MEDAN Mai Yusra & Hairani Siregar Abstract The economical poverty is very significant to social problem. lap mobil. tukang pakir. there are some positive changes in the street children’s selves. tukang sapu. Secara empiris juga mengindikasikan peningkatan pekerja anak pada kondisi yang sangat berisiko yaitu mencari sisa makanan dan pemungut sampah dan juga pekerja anak di atas jermal perikanan lepas pantai yang sering dijumpai pada daerah pesisir pantai. The result of this research shows. Hairani Siregar adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU 186 Koleksi BPAD Prov SU .id). pengemis. tahun 1999 dalam Laporan Situasi Anak-Anak terungkap keberadaan 80 juta anak menjadi pekerja anak dan di antara 30 juta dibiarkan oleh orang tuanya untuk mengurus dirinya sendiri dan menjadi anak jalanan (www. berkomunikasi. Mereka tidak lagi tinggal di rumah. penyemir. Sementara di Indonesia sendiri adanya peningkatan tajam jumlah pekerja anak. tidak mempunyai kelompok sebaya di lingkungan rumahnya.dipnakertransjateng. Anak jalanan yang termarjinalkan ini dijadikan isu sebagai gambaran keadaan fungsi sosial mereka yang tidak terpenuhi.com). dan terutama mereka telah meninggalkan sekolah. Dan akan bertambah banyak pula di tahun 2004 ini (www.3 juta jiwa ini tidak termasuk anak di bawah umur 10 tahun. Kebanyakan dari mereka sebagai pemulung. hingga 2. pedagang asongan.dipnakertransjateng. Mai Yusra adalah Staf PT Satelindo Dumai. mengemukakan problematika pekerja anak dalam skala dunia merupakan masalah sosial yang cukup pelik bagi semua negara. Anak jalanan merupakan suatu pribadi dan dunia tersendiri yang berbeda dengan dunia anak-anak lain.go. This research especially to know how the change in the mind of the street children after got the treatment program which be done by YAKMI. dapat berisiko besar meninggalkan rumah dan sekolahnya (artikel: yanto_sagu@yahoo. Begitu pula anak jalanan yang masih tinggal dengan orang tua dan masih bersekolah. Perubahan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia sejauh ini tampaknya belum memiliki pengaruh dan dampak bagi kehidupan pekerja anak khususnya anak-anak jalanan. Pada umumnya mereka bekerja pada sektor informal. Keywords: street children. Menurut Sarjono dalam tulisannya.id). Jurnal tingkat dunia menyebutkan. This research try to know how The YAKMI (foundation) help the poor children which have the street children status. The street children are the social problem caused by the economical poverty. go.

Keluarga mempunyai beberapa fungsi yaitu reproduksi (Riddele. mabuk. 1987). Aspek psikologis ini berdampak kuat pada aspek sosial. Menurut Arief. Ini sangat berbeda dengan anak-anak kebanyakan lainnya yang tidak hidup di jalanan. Karena mereka hidup pada lingkungan luar yang menerapkan kebebasan tanpa aturan (Proyek INS/94/007. menggunakan teori pendekatan Behavioristik (teori lingkungan). berkelompok. mental. tidak mau diatur. Baik buruknya perkembangan anak baik secara fisik. dan bertahan hidup. Kondisi ini terjadi karena hubungan dengan orang tua renggang bahkan sebahagian telah putus. suka mencuri. Sosok anak jalanan dianggap merupakan pekerjaan yang paling hina di mata masyarakat.go. fungsi penyedia kebutuhan dasar (Riddle 1987. bahkan di antaranya ada yang justru diusir orang tua atau sengaja meninggalkan rumah. Anak jalanan bagaimanapun telah menjadi fanomena yang menuntut perhatian kita semua.. Yaitu suatu pendekatan yang menitikberatkan pada pembentukan perilaku karena adanya proses belajar terhadap lingkungan baik dalam lingkungan internal maupun eksternal. Andayani 1998). siapapun yang bekerja dengan anak jalanan dalam rangka mencapai perubahanperubahan yang diinginkan harus memahami mekanisme hidup mereka tersebut (UNDP. 1997: 51). Penampilan mereka yang jorok. tempat bermain maupun lingkungan masyarakat. anak-anak kumuh. 1997:13). Kepribadian anak lambat laun akan membentuk perilaku yang tidak berbeda dengan orang-orang jalanan. dan lainlain.Yusra & Siregar. permukiman mereka yang kumuh atau bahkan sama sekali mereka tidak mempunyai tempat tinggal. Perkembangan seorang anak akan tergantung pada fungsi keluarga (Zeithlin dkk. 1981). Program Pemberdayaan Anak. sementara pada saat yang sama mereka harus bergelut dengan dunia jalanan yang keras dan cenderung berpengaruh negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadian mereka. melainkan keterpaksaan hidup yang mereka harus terima karena adanya sebab tertentu. Hidup menjadi anak jalanan bukanlah sebagai pilihan hidup yang menyenangkan. hendaknya kita harus mengetahui definisi anak jalanan tersebut. Departemen Sosial RI mendefinisikan anak jalanan adalah anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan atau tempat-tempat umum lainnya. berkelahi. Hidup tanpa adanya orang tua memungkinkan anak bebas melakukan apa saja (Proyek INS/94/007 hal: 60) Minim bahkan tiada perhatian orang tua diperkuat oleh pengaruh jalanan.bpk. dll. ketika anak tidak lagi memperoleh perhatian dari orang tua maka anak akan mudah 187 Koleksi BPAD Prov SU . menggunakan obat-obat terlarang. sosialisasi dan pendidikan anak (Riddele. Di mana labilitas emosi dan mental mereka ditunjang dengan penampilan yang kumuh sehingga melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diindentifikasikan sebagai pembuat onar. Khairuddin mengatakan bahwa keluarga adalah kelompok pertama yang mengenal nilai-nilai kebudayaan pada si anak dan di sinilah yang dialami antar-aksi dan disiplin pertama yang dikenakan kepadanya dalam kehidupan sosial (Khairuddin. Mereka berada di jalanan tanpa kontrol dan perhatian. Memahami anak jalanan secara utuh. melakukan kegiatan negatif seperti mencuri. Anak jalanan sering diidentifikasikan sebagai anak yang bebas. liar. Bila dicermati terbentuknya perilaku anak jalanan.id). 1987) dan di dalamnya mencangkup pula berbagai kasih sayang antara suami dan istri (Andayani.1997: 67). seperti preman. 1995). Dari definisi tersebut kita tahu bahwa kehidupan anak jalanan tersebut rentan terhadap berbagai tindak kekerasan dan eksploitasi anak. Lingkungan internal seperti keluarga dan lingkungan eksternal yaitu sekolah. ekonomi keluarga yang miskin.. Sebagaimana yang lebih lanjut diungkapkan oleh Zeitlin bahwa keluarga yang berfungsi secara sehat akan memberikan kesempatan besar bagi perkembangan anak (Zeithin dalam Siregar. dan malah ada beranggapan sebagai sampah masyarakat yang harus diasingkan (www. 1996). H. secara psikologis mereka adalah anakanak pada taraf tertentu belum mempunyai bentuk mental emosional yang kokoh. Semakin lama anak di jalanan. dan psikologis sangat bergantung pada keluarga ketika menjalankan fungsinya.. 2004: 27). dan sumber dukungan sosial (Heristanti. melakukan hubungan seks. Mekanisme tersebut terbentuk dari proses interaksi dengan cara hidup di jalanan dan umumnya berinteraksi dengan orang-orang yang berada di jalanan oleh karena itu. semakin kuat pengaruh pada sikap dan perilakunya.

yaitu: 1) Kekerasan dalam keluarga. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Anak. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Mei 2006. dan 5) Pengaruh teman. Ini yang menjadi dasar pertimbangan adanya pengesahan konvensi tersebut (Elvayani dalam Lintas Anak-PPAI. Inilah yang akan lebih mengarah pada pembentukan perilaku anak jalanan. perlindungan. Namun faktor yang paling dominan munculnya anak jalanan. ialah banyaknya anak-anak jalanan di bawah umur yang bekerja mencari nafkah di jalan yang jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu. ulet dalam bekerja walaupun usia mereka masih tergolong muda. Padahal anak merupakan karunia ilahi dan amanah yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Dari data Dinas Sosial Kota Medan sendiri. UU No. Data mencatat bentuk kekerasan yang paling tinggi jumlahnya adalah pencabulan sebanyak 66 kasus dari 227 Koleksi BPAD Prov SU . Perhatian ini tidak semata-mata terdorong oleh besarnya jumlah anak jalanan. ada beberapa sifat khas yang dimiliki oleh anak jalanan yaitu: rasa solidaritas yang tinggi. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak-hak tersendiri yang dilindungi oleh undangundang. Sub kultur menjadi sebutan bagi budaya yang lahir tersebut sering menjadi pegangan bagi orang yang masih hidup dalam komunitas tersebut menjadi hukum tidak tertulis yang patut dipatuhi. 4) Ingin memiliki uang sendiri. Bila dicermati lebih teliti. Padahal sudah ada undang-undang yang mengatur secara tegas tentang hak-hak anak yang dikenal dengan hak asasi anak. Nomor 2. tidak perlu indentitas dalam bentuk formal.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Sedemikian seriusnya masalah ini dituangkan dalam suatu peraturan. 2) Dorongan keluarga. 3) Ingin bebas. Ini dapat terlihat pada hasil monitoring PPAI yang dilakukan oleh pusat Data dan Informasi PPAI – Sumut tahun 2004.2004: 1). apalagi idola yang dikenalkan di jalanan dan biasanya yang ditiru adalah sifat dan perilaku yang menentang dari aturan formal yang ada dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkan kepekaan masyarakat kepada anak-anak jalanan itu nampaknya tidak begitu tajam.526 jiwa anak. Halaman 186-212 dipengaruhi perilakunya dengan lingkungan luar. dan Keputusan Presiden RI No. bahkan tempat tinggal yang layak untuk mereka tinggali. adanya proses imitasi (peniruan) dalam diri anak jalanan sangat tinggi. di mana kelompok ini belum mendapatkan hakhaknya bahkan sering terlanggar. 2004: 27). yang didapat dari berbagai sumber. Jumlah anak jalanan di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2002 hingga 2003 tidak andanya perbedaan jumlah yang berarti hanya saja beberapa kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara sendiri. Tentu saja penanganan yang baik masalah anak jalanan diharapkan akan dapat memperkuat sendi-sendi kesejahteraan sosial serta stabilitas nasional di masa yang akan datang. menyebutkan bahwa jumlah anak jalanan pada tahun 2003 berjumlah 2. tidak terkecuali anak sebagai bagian dari masyarakat secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa kekerasan terhadap anak semakin meningkat dari tahun ke tahun khususnya di Kota Medan. bila mana orang yang diimitasikan memiliki perilaku yang buruk maka perilaku buruk itu pula yang akan ditiru oleh anak tersebut. Demikian juga dengan kesejahteraan yang termasuk dalam ruang lingkup pemberian hak pada anak. keinginan akan kebebasan yang tinggi tanpa aturan formal yang mengikat (Ikhsan dkk. rasa ingin tahu dan kreativitas yang tinggi. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan beberapa pendamping di Medan.. Bahkan seringkali mereka menerima perlakuan kasar (tindak kekerasan). karena hak asasi anak itu merupakan bagian dari hak asasi manusia. yang menduduki tingkat tertinggi di Medan (Siregar. mandiri. 188 Peningkatan jumlah anak jalanan yang pesat merupakan fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. adalah faktor kondisi sosial ekonomi. Budaya dalam kehidupan anak jalanan terbangun dari interaksi mereka selama berada di jalanan yang sudah pasti berbeda dengan budaya yang ada di masyarakat “normal”. Namun seringkali hak anak tidak dipenuhi malah seakan-akan diabaikan. berdasarkan penuturan mereka ada 5 faktor yang menjadi latar belakangnya. Pengamatan visual dalam keseharian utama anak jalanan Kota Medan. 2004: 2). melainkan karena situasi dan kondisi anak jalanan yang buruk. Banyak faktor yang menyebabkan anak pergi ke jalanan. Volume 5. Pada kenyataannya ada banyak anak yang tidak dapat menerima haknya untuk merasakan pendidikan.

.8% dibandingkan diare dan penyakit kelamin (Kencana. Tidak ada perempuan berkelahi karena membela teman.. keagamaan. bimbingan dan motivasi. 2001: 32). Pemberdayaan menjadi peluang untuk anak jalanan dapat berkembang menjadi lebih baik. Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas generasi bangsa (termasuk di dalamnya anak jalanan) tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. 2004: 3). PKPA..M. Sementara penyakit yang paling banyak ditemukan pada anak jalanan adalah penyakit kulit sekitar 46. harus ada upaya-upaya konkret untuk melakukan perbaikan atas situasi anak jalanan atau bahkan – yang bersifat utopis – menghilangkan keberadaan anak jalanan.Yusra & Siregar. Yayasan Kesejahtraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) sebagai salah satu organisasi non pemerintahan. Sehingga mereka terpaksa tidak memperdalam pendidikan mereka. Sedangkan bentuk kekerasan Konflik dengan Hukum berada di urutan kedua dengan 50 kasus (Elvayani dalam Lintas Anak-PPAI. mengatakan bahwa rata-rata anak yang putus sekolah diperkirakan karena masalah ekonomi yang buruk. kumudian ganja/cimeng 21%. Menurut Dr. maka diharapkan berpartisipasi LSM dalam penanganan masalah anak jalanan tersebut. KARANG yang dilakukan pada masing-masing lokasi Rumah Singgah tersebut. intelektualitas.6%). Dari 27 anak perempuan. kasus yang ada dari 12 bentuk kekerasan. Pendidikan yang dimaksud bisa berupa pendidikan formal maupun pendidikan informal berupa keterampilan. Apalagi pembentukan perilaku mereka di jalan terutama perilaku buruk (Sweeting. akademis dan masyarakat umum. LSM tersebut meliputi KKSP. ini sangat penting dilakukan agar anak jalanan dapat keluar dari kondisi marjinal. Sehingga anak jalanan menjadi lebih produktif dengan memanfaatkan peluang di jalan maupun di luar lingkungan jalanan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Dari data pada tabel di atas terlihat bahwa anak yang tidak berkelahi adalah 8 % atau 20 orang anak. Menanggapi kompleksitas masalah tersebut. Jumlah batang rokok bervariasi dari 1 sampai 24 batang per hari. E. YAKMI. kesehatan. Pemberdayaan tidak hanya dilakukan dalam segi ekonomi (pekerjaan dan penghasilan) tapi juga pendidikan yang akan merupakan investasi bagi mereka dalam meraih pekerjaan yang lebih baik di masa dewasanya. Mereka tinggal bersama orang tua/ 189 Koleksi BPAD Prov SU . Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan upaya pemberdayaan.8% dari jumlah anak dampingan (360 anak).1998: 15). Program Pemberdayaan Anak. Agar mereka dapat terhindar dari ancaman dan masalah penyalahgunaan dirinya di jalanan. Data ini diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada anak jalanan dari empat LSM yang didanai oleh Save The Children. Sweeting dkk. Jenis perilaku anak jalanan yang sering dilakukan salah satunya adalah berkelahi. Upaya ini akan berdampak besar apabila ada keterlibatan dan jalinan kerja sama berbagai pihak seperti pemerintah. Anak merupakan potensi sumber daya insani bagi pembangunan nasional. Perilaku yang sering berkelahi pada anak jalanan dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Dari data baseline survey (penelitian dasar) ditemukan. Dari data ini terlihat bahwa lingkungan membentuk perilaku buruk pada anak. dan khususnya anak yang diwarnai dengan upaya pendalaman di bidang pendidikan. Program yang dilakukan antara lain meliputi pemberian bantuan kepada anak jalanan seperti pelayanan pendidikan dan keterampilan. Dari data bahwa alasan berkelahi yang paling banyak karena diganggu (53. di mana anak laki-laki yang berusia di atas 15 tahun umumnya mengkonsumsi rokok hingga 6 batang per hari. beasiswa. Menindaklanjuti masalah di atas. Pada umumnya anak yang didampingi lembaga YAKMI adalah anak yang Vulnarabel yaitu 89. secara berkelanjutan melakukan program pemberdayaan terhadap anak jalanan. pemberian bantuan modal. 22 anak memakai alasan ini (81%). Namun kadang-kadang ada yang terus-menerus sakit dan malah ada pula anakanak yang berhenti dari sekolah karena membantu menambah penghasilan keluarga. Sementara dalam mengkonsumsi rokok ditemukan sekitar 50% anak jalanan telah mengkonsumsinya. dimulai sedini mungkin agar dapat berpartisipasi secara optimal bagi pembangunan bangsa dan negara. organisasi sosial dan kemasyarakatan. organisasi non – pemerintah (NGO). perilaku buruk anak jalanan di Kota Medan dalam hal pemakaian napza pada anak jalanan yang paling umum adalah ngelem dan alkohol masing-masing sekitar 27%.

yaitu suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang masyarakat dan lain-lain) pada saat ini berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi. Selain itu tambahan informasi dari wanwancara pendamping anak selama ini serta teman anak tersebut. Halaman 186-212 keluarga dan ada yang hidup mengontrak bersama teman-teman (5. 78/ Tanggal 22 Mei 2000 dan terdaftar pada Dinas Sosial Sumatera Utara No. Data studi lapangan diperoleh melalui observasi (pengamatan). tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan. 09. Dalam hal ini menggunakan tipe penelitian deskriptif ingin membuat gambaran atau melukiskan secara sistematis aktual dan akurat tentang Program Pemberdayaan Anak Jalanan terhadap Perilaku Anak Jalanan yang dibimbing oleh YAKMI. Dengan demikian sampel yang diambil berjumlah 32 orang. Sekarang 48. Nomor 2.8 dan Sanggar PKBM Ganesa di Jalan Sei Lepan No.5%). pemberdayaan dan perlindungan anak jalanan melalui model sanggar belajar anak jalanan. Landasan hukum lembaga YAKMI berakte notaris No. Dame No. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 10% dari 318 orang anak jalanan yang mendapat program pemberdayaan oleh YAKMI. Yayasan ini berdiri pada tahun 1999 berdasarkan ide dan prakarsa murni pekerja sosial profesional sehingga kinerja kegiatannya berorientasi pada metode pekerja sosial. akan mengadakan dialog secara langsung dengan mengajukan pertanyaan mengenai persoalan perilaku pada anak jalanan yang dibahas dalam penelitian ini kepada responden yaitu anak jalanan yang telah ditetapkan. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah karena Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) secara aktif terlibat dalam menangani perilaku anak jalanan dengan memberikan pemberdayaan guna merubah penyimpangan perilaku anak jalanan. 1990: 63). Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa studi pustaka dan studi lapangan.8% dari jumlah anak dalam keadaan putus sekolah. yaitu kabupaten terdekat seperti Deli Serdang dan Langkat. Karena pada hakikatnya anak jalanan bagaimanapun merupakan generasi penerus sehingga perilaku buruk tersebut harus segera dirubah. Metode Penelitian Tipe penelitian tergolong penelitian penelitian deskriptif. Jika didasari dari teori behavioralisme yaitu teori yang mengungkapkan bahwa perilaku sesorang terbentuk dari proses belajar terhadap lingkungan yang bersangkutan. 467.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. 190 Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak jalanan yang mendapat program pemberdayaan oleh Yayasan Kesejahtraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) yang berjumlah 318 Anak. Mereka yang mengontrak pada umumnya berasal dari luar Kota Medan. Volume 5. LembagaYAKMI saat ini memusatkan pembina anak jalanan di wilayah pasar petisah Koleksi BPAD Prov SU . 1997: 119). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. yaitu teknik sampling yang tidak mendasarkan kepada strata atau daerah. Oleh sebab itu YAKMI sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak pada anak jalanan memiliki program untuk menekan perilaku buruk pada anak. Mei 2006. Oleh karena itu masalah ini harus segera diteliti agar program tersebut memiliki dampak perubahan terhadap sasaran ataupun sebaliknya. Di samping itu juga dilakukan wawancara yaitu peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan data. dilakukan dengan memperhatikan dan mengamati kehidupan anak jalanan sehari-hari yang menjadi responden. Penelitian ini dilakukan di lembaga swadaya masyarakat yaitu Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (YAKMI) yang berada di jalan Gajah Mada/Jl. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel kuota. Maka perilaku anak jalanan terbentuk dari kehidupan mereka di jalanan karena hampir sebahagian waktu mereka habiskan di jalanan maka terbentuknya perilaku buruk dari proses peniruan.6/17 Tanggal 11 Januari 2001. Biasanya yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui (Arikunto. Hasil Penelitian dan Pembahasan Yayasan kesejahteraan masyarakat Indonesia (YAKMI) merupakan lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial yang pada saaat ini memusatkan perhatian pada pembinaan. Hal inilah yang menimbulkan ketertarikan peneliti untuk mengakaji program tersebut terlaksana dalam kaitan merubah perilaku anak jalanan.

5 50. keselamatan dan tidak mengganggu kehidupan mereka di sekolah/pelatihan/ kejuruan maka anak-anak yang berusia 15 tahun menurut mereka telah diperbolehkan untuk bekerja sementara pekerjaan yang mereka lakukan sangat membahayakan mental dan kesehatan moral mereka yang pada umumnya pekerjaan yang tidak boleh dilakukan di bawah umur 18 tahun ke bawah. terungkap bahwa mereka tidak menamatkan sekolah akibat dari 191 Koleksi BPAD Prov SU . Batas usia minimum ini sangat jauh berbeda dengan fakta anak yang berada di jalanan.0 6. Ini berarti risiko kecelakaan tidak hanya pada anakanak usia di bawah 4 tahun tetapi usia di atas 4 tahun juga berisiko kecelakaan lalu lintas. Dari hasil wawancara diperoleh umumnya anak-anak jalanan tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).5 100. Ternyata anak-anak bekerja di jalanan tidak membatasi keinginan mereka untuk memperoleh pendidikan.20/1999 mengenai batas minimum anak yang bekerja minimal 15 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tidak bersekolah lagi.0 37. Ternyata di lapangan umumnya usia anak-anak mulai bekerja di atas 5 tahun Dalam kasus ini anak-anak jalanan yang berusia di atas 4 tahun juga memiliki risiko kecelakaan lalu lintas saat mereka bekerja. dan advokasi pendidikan. diharapkan anak jalanan tetap terpelihara pendidikan mereka serta anak jalanan tersebut dapat meninggalkan kehidupan di jalanan di kemudian hari. Yaitu di atas 4 tahun. Distribusi Responden Menurut Kelompok Umur No 1 2 3 Kelompok Umur 5 – 9 tahun 9 – 13 tahun 13 – 18 tahun Jumlah Sumber: Data Primer F 4 16 12 32 (%) 12.0 Ditegaskan dalam UU No.5 50. budi pekerti yang baik. anak diperbolehkan untuk bekerja dengan catatan tidak membahayakan kesehatan. Distribusi Responden Menurut Pendidikan No 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Tidak Tamat SD Tamat SD Tidak Tamat SLTP Tamat SLTP Tidak Tamat SMU Tamat SMU Jumlah Sumber: Data Primer F 4 16 4 6 0 2 32 (%) 12.0 ancaman jalanan. Dari hasil wawancara di lapangan terungkap bahwa beberapa anak mengaku pernah menjadi korban kecelakaan saat mereka mengamen dan meminta-minta. Dari hasil wawancara terhadap anak yang tidak tamat SD maupun SLTP.. Adapun pelayanan sosial yang diberikan YAKMI kepada anak jalanan berupa bimbingan sosial.5 18.. Menurut Wiwid Trisnadi. sekitarnya. Pada usia ini anak dipandang sudah mampu melindungi diri dari Jika diperhatikan dari data sebelumnya bahwa responden didominasi oleh anak-anak yang berusia sekolah.0 12.8 0. Simpang Seikambing dan Simpang Lampu Merah Brayan. maka dari tabel di atas anak-anak dampingan YAKMI umumnya masih sekolah dasar (SD). Setia Luhur. Ada beberapa anak yang menjawab SLTP dan SMU.3 100. Proses pemandirian pada anak jalanan juga dilakukan dengan memberikan keterampilan kepada anak jalanan menjelang usia 18 tahun agar mereka dapat mandiri. khususnya kecelakaan lalu lintas”. Data tabel di atas menunjukan bahwa responden 50% lebih didominasi anak-anak yang memiliki usia sekolah. terutama anak-anak yang pemula atau baru turun ke jalanan. Pelayanan sosial ini bertujuan memberikan alternatif bagi anak jalanan agar waktu yang dihabiskan di jalan semakin berkurang dan dengan modal keterampilan yang dimiliki oleh anak jalanan dan tetap terpeliharanya kelangsungan pendidikan mereka. Tabel 1. Tabel 2. Program Pemberdayaan Anak. Risiko ini secara tidak langsung membatasi umur anak mulai bekerja di jalan. bundaran golden. mengungkap tentang batas usia anak bekerja di jalan: “Kerja di jalan akan membawa risiko besar seperti ditabrak atau diserempet kendaraan yang lewat.Yusra & Siregar. Anak-anak yang menjawab tidak tamat SD dan tidak tamat SLTP termasuk ke dalamnya yaitu anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah dari awal atau anak yang tidak pernah duduk di bangku sekolah maupun anakanak yang telah bersekolah namun putus di tengah jalan karena sesuatu hal.

Seperti yang diungkapkan responden yang mengaku sering berpindah-pindah: “kami kak gak tentu ngamenya. Pokoknya kak kalau udah ramai di sini kami pindah-pindah kak ” Koleksi BPAD Prov SU .5 100.8 21. Mei 2006. tidak adanya pengkhususan pekerjaan karena semua anak bebas memilih pekerjaan yang ada baik anak laki-laki maupun anak perempuan yang menurut mereka pekerjaan tersebut cocok. sedangkan perempuan berusia 16 tahun. Salah satunya di persimpangan jalan (lampu merah). Dari hasil wawancara terhadap responden. Hingga umur Amar 15 tahun saat ini Muamar tidak bersekolah lagi dan sekarang dia mengikuti program belajar kelompok yang dibuat oleh YAKMI. anak laki-laki boleh menikah setelah berusia 19 tahun. Tabel 4.5 12. Daerah persimpangan jalan atau lampu merah termasuk: di Lampu Merah Seikambing. Perbedaan ini menunjukkan bahwa anak perempuan dipandang lebih cepat dewasa daripada anak laki-laki. dan Simpang Titi Layang Brayan. 2004: 72) Sehingga dalam hal ini jelas alasan anak jalanan perempuan lebih sedikit jumlahnya. Hal ini terjadi karena anakanak merasa bosan pada tempat tersebut dan ada pula karena pengaruh ajakan teman namun kebanyakan anak-anak mengakui mereka pindah karena lokasi mereka sebelumnya telah banyak yang seprofesi dengan mereka sehingga menimbulkan persaingan. Begitu juga anak jalanan dampingan YAKMI umumnya laki-laki.0 1 2 3 4 5 Sumber: Data Primer Kenyataan di lapangan bahwa sering sekali terjadi penyimpangan dalam memperlakukan anak-anak jalanan.9 12. bahwa anak jalanan di Kota Medan didominasi oleh anak laki-laki.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. misalnya. Namun pendapat dari Paramita Hapsari.4 12.0 No 1 2 Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah F 28 4 32 (%) 87. Nomor 2. Muamar yang ngamen di Simpang Seikambing. sedangkan di daerah pusat pasar meliputi: Belakang Petisah Baru. Usia dewasa ini jelas bersifat diskriminatif karena mendudukan anak perempuan sebagai individu yang masa kanak-kananya lebih pendek 192 Anak-anak yang bekerja di jalanan umumnya memilih tempat-tempat ramai. direktur LSM Anak mengatakan bahwa: “Pada iklim budaya timur tidak bisa disangkal bahwa relasi sosial antara anak laki-laki dan perempuan memiliki tingkat yang berbeda. Jumlah anak jalanan laki-laki lebih banyak tidak terkait dengan persoalan jenis pekerjaan anak di jalan karena tidak ada peran gender pada pekerjaan anak jalanan. Alasan ia tidak bersekolah karena ikut orang tuanya pindah dari Aceh. Tetapi banyak pula anak-anak yang selalu berpindah-pindah. Simpang Golden Petisah.” (dalam Trisnadi. Dari persoalan pekerjaan. Sebelumnya Muamar sekolah SD di Lansa tetapi sewaktu umur Muamar 9 tahun orang taunya pindah ke Medan. bahwa batas usia anak laki-laki dan perempuan. Pada undangundang perkawinan.5 100.5 34. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin daripada laki-laki. Tabel 3. dan lokasi dekat dengan rumah mereka meliputi: Pajak Setia Luhur. Volume 5. Selain tidak adanya biaya ternyata kurangnya motivasi dari anak maupun lingkungan yang dibarengi dengan malas juga mempengaruhi anak untuk menamatkan sekolah. pusat pasar dan ada pula yang memilih dekat dengan lokasi rumah mereka. kadang-kadang kami di titi bobrok. Kadangkadang kami di Seikambing kadangkadang-kadang kami di simpang guru patimpus. Ini juga dibuktikan dari hasil penelitian Dinas Sosial Sumatera Utara dan Universitas Atmajaya pada tahun 2002. Halaman 186-212 tidak adanya biaya sekolah dari orang tua. Distribusi Daerah Titik Mangkal Responden No Daerah Mangkal Pajak Setia luhur Lampu Merah Seikambing Simpang Golden Belakang Petisah Baru Titi Layang Brayan Jumlah Sumber: Data Primer F 6 7 4 11 4 32 % 18. Anak jalanan perempuan lebih sering mengalami kondisi keterpakasaan di lingkungan kerjanya seperti pelecehan seksual malahan pemerkosaan sehingga dalam hal ini anak jalanan lebih didominasi oleh anak-anak laki-laki.

bermain.3 68. seperti tukang beca.4 100. Program Pemberdayaan Anak. Distribusi Responden Menurut Lamanya Berada di Jalanan dalam Sehari No. 1. Jarangnya anak-anak pulang ke rumah akan membentuk perilaku tidak baik karena proses imitasi anak terbentuk dari apa Dari data tabel di atas terlihat bahwa sekitar 68% anak-anak yang dibimbing YAKMI berada di jalan selama 4 sampai 5 jam per hari. 2.0 Budaya dalam kehidupan anak jalanan terbangun dari interaksi mereka selama berada di jalan.0 saja yang mereka pelajari dan mereka anggap baik di luar. walaupun jualanya habis maupun tidak”..5 100. dsb.5 6. Tabel 6. Sianak bersama ibunya berangkat dari pagi hari dan pulang sore hari. Sementara yang memilih pulang 6 kali dalam seminggu alasan mereka karena malam minggu dan hari minggu mereka habiskan bersama teman-teman mereka di jalan maupun di kontrakan teman mereka dan di hari lain mereka pulang karena mereka masih sekolah. Frekuensi pulang ke rumah yang dimaksud pada tabel di atas adalah seberapa sering anak-anak tersebut pulang ke rumah orang tua mereka.5 62. 3. Tabel 5. 4. Kehidupan di jalan indentik liar dan bebas sangat tidak cocok bagi anak seusia mereka. Waktu anak berada di rumah digunakan untuk belajar maupun beristirahat. Rumah adalah salah satu tempat ternyaman untuk mereka tinggali dan proses pendidikan berlangsung. Lama di Jalanan < 4 jam 4 sampai 5 jam 6-7 jam 8 sampai 10 jam > 11 jam Total Sumber: Data Primer F 2 22 3 2 3 32 % 6. Frekuensi Responden Pulang ke Rumah dalam Seminggu No. 2004: 37). Anak-anak dampingan YAKMI didominasi oleh seringnya mereka pulang ke rumah karena mereka masih bersekolah. mejeng 193 Koleksi BPAD Prov SU .Yusra & Siregar. Anak yang bekerja dipusat kota umunya bekerja bersama-sama dengan keluarganya.3 12.3 12. biasanya kecuali bapaknya. Sedangkan anak-anak yang frekuensinya pulang ke rumah lebih dari 5 jam per hari dihabiskan untuk melaklukan aktivitas di jalan seperti bekerja. di mana orang tuanya ikut serta khususnya ibu. mengaku bekerja selama kurang lebih 5 jam per hari dan sisanya “saya buat PR kak. bahwa adanya dua kategori lokasi tempat kerja anak-anak jalanan: “Lokasi kerja anak-anak jalanan dapat dipilah menjadi dua kelompok. Namun dari koresponden yang memilih 2 kali dan 3 hingga 4 kali frekuensi pulang ke rumah adalah anak-anak yang remaja yang tidak bersekolah lagi sementara 4 hingga 5 kali adalah anak yang rumahnya jauh seperti Muamar yang rumahnya di Binjai dan dan Hesekharianto yang mengaku malas pulang.3 9. 1 2 3 4 5 Pulang ke Rumah per Minggu 2 kali 3-4 kali 4-5 kali 6 kali setiap hari Total Sumber: Data Primer F 2 4 2 4 20 32 % 6. Semakin jarang anak pulang maka semakin besar proses pembentukan perilaku yang muncul pada diri anak dari pengaruh lingkungan luar. Ini membuktikan bahwa anak-anak masih meluangkan waktu berada di rumah. pemulung. maka ia akan bekerja sepulang sekolah. Sementara si bapak biasanya bekerja di sektor informal. bangunan. Bagi anak yang bersekolah pagi hari.8 9. Apalagi bahaya-bahaya yang kemungkinan akan menimpa mereka. Mereka ikut serta tidak hanya mengontrol anak yang sedang bekerja di jalanan namun mereka juga terlibat bekerja di jalan..4 6. Seperti halnya Juli Opariani yang bekerja berdagang di Pajak Tradisional Setia Luhur. buruh. 5. Hal ini dipertegas oleh Wiwied trisnadi. Sianak biasanya meletakkan peralatan sekolah dan berganti baju dan kemudian bergabung dengan anggota keluarganya yang lain di jalanan”(Trisnadi. perempatan di tengah kota dan perempatan di pinggir kota. Khusus daerah Belakang Petisah Baru dan Simpang Lampu Merah Seikambing.

Umumnya tidak butuh keterampilan khusus untuk mencari uang di jalan. Distribusi Responden Menurut Pekerjaanya No. Lamanya keberadaan anak di jalanan menentukan besarnya pengaruh buruk yang terbentuk kepada diri anak. Orang tua tidak lagi dapat berperan penuh dalam sosialisasi anak. itu berarti di tempat inilah anak lebih banyak belajar untuk menjalani kehidupan menuju dewasa. Pilihan atas suatu pekerjaan dengan beberapa pertimbangan. sehingga seorang anak yang bekerja sebagai pengamen akan merasa “derajatnya” lebih tinggi dibandingkan bekerja sebagai pengemis yang hanya mengandalkan belas kasihan orang. Apalagi di jalan mereka tidak hanya memperoleh duit tetapi juga mereka bisa bermain bebas. Selain itu pemilihan pekerjaan juga tidak terlepas dari pengaruh lokasi kerja mereka seperti lokasi kerja di pasar tradisional misalnya. sejauh mereka memperoleh uang yang banyak pekerjaan apa saja mereka lakukan. kadang-kadang anak Tumin pindah menjadi pengamen.0 Pekerjaan anak-anak di jalanan bervariasi tergantung kemampuan masing-masing yang dimiliki anak. Jika keluarga ini tidak lagi mampu. Di tempat inilah anak-anak menghabiskan sebahagian besar waktunya. Dari data pekerjaan yang banyak dilakukan adalah mengamen. dan peer group. atau plastik maka mereka memilih berjualan plastik sedangkan anak-anak yang pandai menyemir mereka memilih profesi sebagai penyemir dan juga bekerja sebagai tukang minta dan masih banyak pekerjaanpekerjaan lain yang mereka bisa tekuni.1 3. yakni pekerjaan itu secara teknis mudah dilakukan. Sehingga dengan beberapa pertimbangan tersebut anak-anak jalanan bebas memilih pekerjaan apa saja. dan fleksibel dalam waktu dan tempat” (Trisnadi. peran ini digantikan dengan keluarga luas. Disaat keluarga sudah disibukan dengan aktivitas ekonomi untuk mencukupi kebutuhan (ekonomi) maka sosialisasi anak tidak lagi sepenuhnya dapat dilakukan oleh keluarga. cairan pemutih atau yang lainya dan ada juga mengumpul karton. Anak-anak ini mempunyai modal sedikit dari orang tuanya seperti berjualan rokok. Karena faktor lingkungan memegang peran penting dalam pembentukan gaya hidup seseorang dan tidak terkecuali pada anak. Halaman 186-212 maupun ngumpul-ngumpul bersama kawankawan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. aqua. Koleksi BPAD Prov SU . 2004 hal: 37). Volume 5. Sedangkan tukang semir selalu berpindah-pindah dan lebih banyak di kedai-kedai kopi maupun pasar. tentang sosialisasi keluarga terhadap anak: “Perubahan pola kerja jelas berpengaruh besar dalam sosialisasi anak.” Tabel 7. Hal ini dapat dibuktikan 194 dengan keadaan di lapangan. Nomor 2. kadang-kadang juga penjual rokok adalah anak perempuan walaupun dengan alasan ia berjualan menggantikan abangnya. indentik dengan penguasaan keterampilan bermain musik. Selain ngamen ada juga anak-anak yang bekerja berjualan. Bagi mereka yang lokasi kerjanya di simpang jalanan maka mereka bekerja sebagai pengamen. butut maupun makanan ternak. Begitu juga berjualan rokok. menurut Wiwied Trisnadi bahwa ngamen yang serius seperti menggunakan gitar. tukang minta maupun jualan rokok. Anak-anak selain bekerja mereka juga bersekolah sehingga keberadaan anak semakin lama di jalanan akan mengurangi aktivitas belajar mereka di rumah dan pembentukan perilaku di jalanan pun semakin besar. mereka lebih memilih berjualan plastik. kadang-kadang juga pengamen pindah menjadi Tumin. Ini diperkuat oleh pendapat Wiwied Trisnadi. 1 2 3 4 Pekerjaan Anak Mengamen Berjualan Menyemir sepatu Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 11 9 1 11 32 % 34.4 100. Mei 2006. Menurut Wiwied tentang jenis pekerjaan: “Jalan memberi peluang bagi anak-anak untuk mencari uang.1 34. Pada masyarakat tradisional peran keluarga begitu dominan dalam sosialisasi anak. khususnya mengantar anak memasuki jenjang yang lebih dewasa. mudah menghasilkan uang. Bagi anak yang pandai menyanyi dan main gitar maka mereka mengamen. Sosialisasi keluarga kemudian perlahan-lahan mulai diambil alih oleh lembaga pendidikan (sekolah).4 28.

1 100. Lamanya Turun ke Jalan < 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 3 tahun 3 – 4 tahun 4 – 5 tahun 5 – 6 tahun > 6 tahun tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 4 4 9 5 5 3 1 1 32 % 12. lamanya anak berada di jalan mempengaruhi seberapa banyak perubahan yang terjadi pada anak. Variasinya pekerjaan mereka maka semakin variasi pula perilaku yang terbentuk diri mereka. 5. Dari data tabel di atas dapat terlihat bahwa anak-anak yang didampingi YAKMI lebih banyak bekerja sebagai pengamen dan responden yang memilih lain-lain bekerja sebagai pemulung dan tukang minta. 4.4 3. kalo kami bauk mana ada orang yang mau kasi kami uang”. Tentunya semakin lama anak tersebut bergabung di YAKMI maka semakin mandiri anak-anak tersebut karena salah satu tujuan dari YAKMI terhadap anak jalanan adalah menciptakan kemandirian pada anak. Semakin lama anak berada di jalanan maka semakin banyak pula peniruan pada anak yang ia dapat dari luar. Namun berbeda dengan anak pengamen.0 Lamanya anak jalanan mengikuti YAKMI yang dimaksud dalam tabel ini adalah lamanya anak-anak jalanan bergabung dalam yayasan ini. Lamanya Mengikuti Program YAKMI < 6 bulan 6 bulan . 6. anak lebih kelihatan memprihatinkan baik segi fisik maupun penampilan.5 12. Penyakit ini hampir diderita anak-anak jalanan. mereka lebih bersih dibandingkan tukang minta.Yusra & Siregar. 3. Tabel 9. Semula anak tersebut dan ibunya berpakain sedikit bersih lalu ia menukar pakaiannya dan pakaian anaknya yang koyak dan kotar lalu ibu pun berpakain seperti muslim yang menggunakan jilbab. Tetapi bagi tukang minta.9 15. Saat pengalaman peneliti membagi angket. 4. Namun kebanyakan ibu dari anak melarang anaknya diperiksa kesehatannya. peneliti melihat fanomena unik di mana anak yang masih berumur 5 tahun dipaksa bekerja.0 Seperti data-data sebelumnya. Menurut pendamping mereka sudah pernah dikenai program kesehatan khususnya pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak jalanan..0 9. ini dikarenakan untuk menarik minat orang untuk memberi uang. Adanya hubungan antara lamanya perilaku anak tersebut mendarah daging sehingga butuh waktu dalam merubah perilaku anak tersebut.5 28. tetapi dari pengamatan peneliti ada juga beberapa pengamen yang dekil dan jorok. 1. 7. 1. Ini dikarenakan perilaku anak berkaitan erat dengan pekerjaan yang mereka lakukan. 3. Program Pemberdayaan Anak. Dari hasil wawancara dengan beberapa pengamen menjawab “ya lah kak. 8.6 15. 2. Pada anak pemulung lebih kelihatan kumuh dan dekil daripada pengamen. Tabel 8.1 100.1 3. Lama Responden Bergabung dengan YAKMI No. 2. Pada saat itu kondisi anak tersebut memprihatinkan karena di bahagian tubuhnya penuh kudis dan telinganya berlendir “tungkik” dan flu. Bergabungnya anak dalam yayasan ini berarti anak-anak jalanan tersebut telah menerima program-program yang diberikan YAKMI kepada mereka.6 25. Dari hasil wawancara terhadap pendamping mengenai fanomena tersebut ternyata banyak kejadian serupa yang terjadi pada anak jalanan tersebut.6 9.4 3.1 tahun 1 sampai 2 tahun 2 sampai 3 tahun 3 sampai 4 tahun tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 8 7 5 8 3 1 32 % 25.1 15. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa anak-anak yang didampingi YAKMI rata-rata di bawah 6 tahun dan kebanyakan sudah dua hingga tiga tahun berada di jalanan. 6. Distribusi Lamanya Responden Turun ke Jalan No. Ternyata anak tersebut dibawa ibunya untuk meminta. Anak tersebut dibebaskan di tengah jalan dengan membawa gelas plastik aqua.. 195 Koleksi BPAD Prov SU . 5.0 21.

Seperti pengakuan Muhamad Ridwan Chaniago bahwa ia tahu tentang adanya pendidikan kesehatan namun Ridwan tidak mengikuti pendidikan tersebut karena sibuk. Hal ini menjadi latar belakang diberikannya topik-topik penyuluhan kesehatan dasar dan umum bagi anak. Seperti yang diungkapkan oleh koresponden yang bernama Yanti di Pajak Tradisional Setia Luhur: “Ooo. Ini dapat dibuktikan dengan hasil wawancara terhadap anak di mana anak tersebut secara keseluruhan anak-anak dapat menyebutkan apa-apa saja yang berkaitan dengan kesehatan dasar seperti: mencuci tangan. Nomor 2. Selain itu juga ancaman obatobatan terlarang yang tersebar bukan saja di kalangan pemadat dewasa tetapi juga pada anakanak di sekolah dan di jalanan.1 6.6 15. Tabel 11. kesehatan dasar itu kak yang dibilang kak Rohtua (pendamping YAKMI) kita harus mencuci tangan 196 Frekuensi anak jalanan mengikuti pendidikan kesehatan dasar yang dimaksud pada tabel di atas adalah seberapa sering anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar yang diberikan YAKMI.6 43. Aku pernah juga ikut dari rumah singgah Harapan mulia kak. Variasi anak-anak megikuti pendidikan kesehatan dasar dikarenakan oleh kurangnya motivasi anak untuk mengikuti pendidikan dan selain motivasi juga ketersediaan waktu anak-anak yang terbatas. Distribusi Frekuensi Responden tentang Pendidikan Kesehatan Dasar No. Ini berarti kurangnya motivasi dari anak maupun lingkungan untuk mengikuti program etika. Latar belakang program ini diadakan: Hasil observasi dan analisis yang dilakukan oleh pendampingpendamping YAKMI terhadap kondisi fisik dan sosial anak. lingkungan tempat tinggal anak serta lingkungan di titik mangkal. Tetapi berbeda dengan Sakti yang berada di Simpang Jembatan Layang Brayan mengaku: “Saya kak pernah beberapa kali ikut. Dari pengakuan anak-anak yang menjawab lainlain terlihat bahwa anak-anak yang mengaku menjawab sekitar 3 hingga 4 kali mengikuti pendidikan kesehatan dasar berjumlah 8 Koleksi BPAD Prov SU . yaitu diri anak.4 100. bahkan dalam polanya yang sederhana seperti penggunaan lem sebagai pengganti napza membuat tema ini penting untuk diberikan pada anak.3 100.0 sebelum makan kan kak. Volume 5. Tabel 10.0 Pendidikan kesehatan dasar yang dimaksud di atas adalah program pendidikan yang dibuat YAKMI tentang kesehatan guna memperkenalkan pentingnya hidup sehat kepada anak-anak jalanan sehingga anak-anak dapat berperilaku sehat dalam kesehariannya. sikat gigi eee…cuma itu yang ingat Kak” Begitulah ungkapan dari responden Yanti. sikat gigi dan lain-lain dan ada juga menyebutkan pemeriksaan kesehatan. Dari data di atas dapat diketahui bahwa hampir separuh anak-anak jalanan tahu mengenai pendidikan kesehatan dasar. supaya gak cacingan. Secara umum.8 9. mandi.6 15. anak jalanan memiliki penampilan gadel/dekil dan kurang terawat dalam hal kebersihan tubuh serta kesehatannya.. 1 2 3 4 5 Frekuensi Mengikuti Tidak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 5 5 5 14 3 32 % 15. 1 2 3 Pendidikan Kesehatan Dasar Tidak tahu Tahu tidak ada jawaban Total Sumber: Data Primer F 5 25 2 32 % 15. Frekuensi anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar ini bervariasi..” Bagi anak-anak yang menjawab lain-lain maksudnya adalah anak-anak mengikuti pendidikan kesehatan dasar lebih dari dua kali. Ada lagi Kak itu.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Tapi sudah lupa berapa kali. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Kesehatan Dasar No. Semakin sering anak mengikuti pendidikan maka anak semakin mengerti tentang kesehatan dasar. Mei 2006.6 78. Namun ada beberapa responden yang tidak mengetahui pendidikan kesehatan dasar.harus sering mandi. Halaman 186-212 Lembaga ini sudah ada sejak tahun 2000 oleh karena itu anak paling lama ikut lembaga ini sekitar 4 tahun. Ada pula beberapa yang lainya mengaku “malas”.

” Tetapi ada juga anak yang sebelumnya menjawab mandi 2 kali sehari kemudian setelah mengikuti program kesehatan dasar menjadi mandi 1 kali sehari.” Namun ada juga anak yang menjawab: “Kadang-kadang kak jorok ini membawa rezeki. Jarangnya mereka mandi dalam sehari diungkapkan oleh anak karena kelelahan setelah mereka pulang dari kerja dan dibarengi kurangnya motivasi dari anak sendiri dan juga keluarga. kadang mau pergi sekolah. jadi kalo aku nginap rumah kawan aku mandi di sana aja. Aktivitas anak jalanan yang hidup dan bekerja di jalan setiap saat tidak terlepas dari pengaruh keadaan yang kotor baik dari diri anak maupun dari lingkungan kerja anak. Lain halnya pada anak-anak tukang botot dan pengumpul makan ternak. cara mandi yang benar.” Kemudian Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia membuat program pendidikan kesehatan dasar tentang kebersihan tubuh anak-anak jalanan. lagian aku juga gak sekolah. Anak-anak tersebut diminta untuk menceritakan kepada temantemanya tentang kondisi yang anak rasakan setelah mandi. sementara anak-anak yang menjawab lain-lain yaitu anak-anak yang mengaku mandi tiga kali sehari.4%.” Namun berbeda pula dengan ungkapan Hesekharianto sebagai pengamen di simpang Seikambing: “Ah aku dari dulu sampai sekarang …aku malas pulang ke rumah. Saya selalu marahi kalau dia gak mandi.. Program Pemberdayaan Anak. Adapun materi yang dibuat adalah tentang kebersihan tubuh yang di dalamnya meliputi pola mandi dalam sehari. Dari hasil wawancara terhadap beberapa anak jalanan mengenai mandi dalam setiap harinya terungkap bahwa: “Aku ingat kali kak. Jadi kalo ingat aku mandi. habis kak di rumah aku tidaknya punya sabun. Ini berarti adanya kemajuan anak menjaga kebersihan diri. juga ada seperti iritasi atau gatal-gatal pada kulit anak dan juga ada kudis dan luka malahan ada juga tungkik pada telinga mereka yang telah membau.. responden sementara 6 responden lagi menjawab lebih dari 5 kali. Keinginan anak untuk membersihkan diri salah satunya dapat diukur dengan frekuensi anak jalanan mandi minimal dua kali dalam sehari. Ada banyak daki di lipatan-lipatan kulit anak. Materi tentang pola mandi yang dijelaskan oleh YAKMI meliputi alasan keharusan mandi. kadang aku lupa cape udah pulang kerja aku tidur aja. Namun dari pengamatan peneliti di lapangan masih banyak juga anak-anak yang mengaku mereka mandi dua kali sehari namun kondisi mereka tidak menunjukan kebersihan diri.tapi kalau paling sering aku mandi pagi karena kalau sore aku masih ngamen. Dari data tabel di atas terlihat bahwa frekuensi anak jalanan mandi dalam sehari sebelum menerima program YAKMI menjawab hanya sekali dalam sehari malahan banyak juga anak jalanan yang tidak pernah sama sekali mandi dalam sehari. Dari tabel di atas terlihat bahwa ternyata adanya kemajuan frekuensi mandi anak jalanan yang dibimbingi YAKMI sekitar 31. Penyampaikan materi ini kepada anak digunakan metode modeling. sementara anak-anak yang tidak pernah mandi menurun sekitar 25% setelah mengikuti program dan begitu juga anak-anak mandi satu kali sehari menurun sekitar 9. Jadi aku mandi kadang mau pergi sekolah aja. mereka lebih kotor dan bau. Kadangkadang pulang malam.. Di mana beberapa anak diminta untuk mandi dan memperagakan cara mandi yang benar. Dari hasil wawancara kepada anak mengaku alasannya: “He he…iya kak malas aku kak. malahan Koleksi BPAD Prov SU 197 . Tapi kak pernah lah aku pergi sekolah itu cuma cuci muka aja…he he. Mamak aku gak marah kok. dulu aku kak malas kali mandi. Namun orang tua anak mengaku bahwa mereka selalu meminta anakaanak mereka mandi setiap hari seperti hasil wawancara kepada ibu anak pengumpul botot berikut ini: “Anak saya mandi kok.2 % bertambah anak-anak yang mandi 2 kali sehari.Yusra & Siregar. Selain itu alasan mereka jarang mandi dalam sehari karena tidak memiliki sabun. Setelah menerima program tersebut dari YAKMI frekuensi anak jalanan mandi dalam sehari dari tabel di atas terlihat bahwa hampir setengah jumlah anak-anak tersebut mengaku mandi dua kali sehari. dan frekuensi mandi. mamak aku pagi-pagi aja udah pergi cari makan babi. lebih banyak orang yang mau ngasi kalau keadaan kami jorok.

” Motivasi mereka untuk menyikat gigi sebenarnya kurang sehingga mereka cenderung tidak mau menyikat gigi. 1 2 3 4 5 Menyikat Gigi Tak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Ragu Total Sumber: Data Primer Tabel 12b. lebih enak lagi kak.” Jadi alasan anak-anak jalan yang masih jarang mandi setelah menerima program pendidikan kesehatan dasar dari YAKMI yaitu dikarenakan kurangnya motivasi anak dan keluarga.” Tapi berbeda dengan yang dijawab oleh responden yang satu ini: “Aku mandi kak kalau hujan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.1 100.” Ada juga responden yang menjawab lainlain maksudnya adalah mereka mengaku mandi lebih dari 2 kali dalam sehari seperti anak-anak ini menjawab: “Kalau kami kak mandi lebih lah 3 kali sehari. sikat gigi. bangun pagi.3 3. Seperti yang diungkapkan oleh seorang responden: 198 Koleksi BPAD Prov SU . Sekalian nyari duit sekalian juga aku mandi.1 100. mau pergi sekolah siang. cara menyikat gigi yang benar dan penggunaan pasta gigi. anak-anak yang mengaku menyikat gigi dua kali dalam sehari sedikit menurun 3. mandi pagi. karena aku masuk sekolah siang kak. Volume 5.9 15.. Dulu mamakku belum sibuk jualan jadi aku dimarahi kalau tidak sikat gigi tapi sekarang aku malas kak. Tabel 12a.. langsung di jalan. pasta gigi.3 3. Motivasi itu lebih banyak berasal dari diri mereka sendiri yang tidak mau peduli.1% sementara yang menjawab lain-lain mengaku menyikat gigi lebih dari dua kali tetap 6. mandi tanpa sabun dan mandi tanpa air yang cukup dan juga sengaja tidak mandi untuk meminta belas kasihan orang lain. Nomor 2. 1 2 3 4 5 Menyikat Gigi Tak pernah Satu kali Dua kali Lain-lain Ragu Total Sumber: Data Primer F 6 15 8 2 1 32 % 18.0 Tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah anak-anak jalanan yang tidak pernah menyikat gigi menurun sekitar 28. Selain dari kurang perhatian ada juga anak-anak yang mengaku mandi tetapi kondisi sebenarnya tidak menunjukan kebersihan diri yaitu disebabkan cara mandi anak yang tidak benar seperti tidak menggunakan air yang bersih. anak anak yang menyikat gigi satu kali naik 31. Dalam menyampaikan materi tentang kebersihan gigi pada anak dengan menggunakan alat peraga seperti: metaplan. mandi sore terus mandi hujan…kan tiga kali kak” “Aku kak suka mandi 3 kali dalam sehari. Tapi ada juga anak yang menjawab dua kali seperti Novita mengaku: “Aku menyikat gigi dua kali dulu kak tapi sekarang tidak lagi kak. Kemudian masing-masing anak-anak dibagikan sikat gigi oleh pendamping dan diminta memperagakan menyikat gigi secara benar. he. trus pulang ngamen kak. Kemudian YAKMI memberikan program kebersihan tubuh.6 28.. Halaman 186-212 kadang kala sengaja kami gak mandi supaya bisa cari banyak duit. Sekalian aku sampoan di sini. Adapun materi yang diberikan yaitu kebersihan tubuh dengan topik pola kebersihan gigi.3%. Alasan meraka menjawab tidak pernah dikarenakan malas.0 6.1%.1 6. ini membuktikan adanya kemajuan anak-anak setelah mengikuti program YAKMI.0 F 15 5 9 2 1 32 % 46.he. Frekuensi menyikat gigi anak jalanan sebelum mengikuti program Pendidikan kesehatan dasar dari 32 responden lebih banyak mengaku tidak pernah.9 25. Distribusi Frekuensi Responden Menyikat Gigi dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No. Setelah anak-anak menerima program pendidikan kesehatan dasar.8 46.3%. Mei 2006. Materi yang diberikan oleh YAKMI tentang kebersihan gigi yaitu membangun kesadaran anak tentang pentingnya menyikat gigi. Responden yang menjawab lebih dua kali ini mengaku menyikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan. Distribusi Frekuensi Responden Menyikat Gigi dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No. hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi anak jalanan menyikat gigi lebih didominasi satu kali dalam sehari dan ada juga tidak pernah menyikat gigi dalam sehari. Menurut pengakuan mereka tidak pernahnya karena mereka kecapean setelah pulang kerja.

udah lupa kak. melakukan petting.3 100.6 15. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Jarang Sering Tidak menjawab Total Sumber: Data Primer Tabel 13b.2% dari hasil wawancara mereka diketahui anak-anak jalanan telah mengetahui bahaya berhubungan seks yang menyimpang. Distribusi Frekuensi Jumlah Batang Rokok Responden Merokok dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No.3 100. Hubungan seks yang dimaksud di sini meliputi melakukan hubungan seks sempurna. Materi yang dibawa guna mencegah bahaya penyakit ini dengan memberi pemahaman kepada anak-anak tentang peyakit IMS. Tidak pernahnya responden melakukan hubungan seks dikarenakan mereka masih dalam pengawasan Merokok bagi anak jalanan merupakan hal yang biasa. 1 2 3 4 5 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah 1-5 batang 5-10 batang 10-1 bks >1 bungkus Total Sumber: Data Primer F 13 10 4 3 2 32 % 40.3 12. kalau udah keluar.3 6.3 6.6 31. “Kalau udah pulang kak mana ada ingat lagi mau menggosok gigi.” Tabel 13a. Sementara responden yang menjawab sering berhubungan seks tidak ada. Distribusi Frekuensi Jumlah Batang Rokok Responden Merokok dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No.5 9. Distribusi Responden Melakukan Hubungan Seks Bebas Sebelum Mengikuti Program No. Distribusi Responden Melakukan Hubungan Seks Bebas Sesudah Mengikuti Program No. Program kesehatan dasar dengan topik penyakit IMS dilakukan YAKMI guna mengantisipasi anak-anak jalanan terinfeksi penyakit menular seksual.6 3.Yusra & Siregar. Metode yang dipakai oleh YAKMI sendiri adalah peer educator (pendidikan sebaya) dan penyuluhan.3%. Tabel 14a. upaya pencegahan dengan tidak melakukan seks menyimpang. anal seks dan oral seks bersama pasangan maupun bersama pekerja seks diluar pernikahan.. Sedangkan jarang maksudnya responden pernah melakukan hubungan seks namun tidak dilakukan secara terus-menerus sedangkan responden sering maksudnya adalah responden berhubungan seks dilakukan secara teratur dan terus-menerus. Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi anak jalanan sebelum dan sesudah mengikuti program kesehatan dasar menunjukan selisih yaitu anak-anak yang menjawab tidak pernah berhubungan seks sekitar 9. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Jarang Sering Tidak menjawab Total Sumber: Data Primer F 29 1 2 32 % 90.9 34. Ini dikarenakan anak-anak jalanan menganggap dirinya telah mampu mencari uang sendiri.0 F 26 2 2 2 32 % 81. Program Pemberdayaan Anak.0 Frekuensi responden tidak pernah berhubungan seks maksudnya adalah responden tidak sama sekali melakukan hubungan seks.4 15.5 100.1 6.” Sementara anak yang memilih jarang alasanya adalah kelupaan: “Aku rajin kan tapi kalau aku di rumah.4 6. 1 2 3 4 5 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah 1-5 batang 5-10 batang 10-1 bks >1 bungkus Total Sumber: Data Primer Tabel 14b. Udah capek habisnya kak.3 6.6 12. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah batang rokok yg dikonsumsi anak jalanan sebelum mengikuti program YAKMI mencapai satu hingga lima 199 Koleksi BPAD Prov SU ..3 100.0 orang tua sehingga menekan keinginan mereka dalam berhubungan seks. akibat penyakit IMS.0 F 7 11 5 5 4 32 % 21. Sedangkan responden yang menjawab jarang berkurang jumlahnya sekitar 3.

8 12. Melihat kondisi anak-anak di atas maka Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia membuat program tentang pola hidup sehat pada anak jalanan. jadi kayak mana kami mau keramas seringsering. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa anak: “Di rumah aku kak gak ada sampo. Halaman 186-212 batang per hari. Program yang dibuat yaitu penyakit yang ditimbulkan dari merokok seperti penyakit TBC dan kesehatan paru-paru. Materi pola kebersihan rambut meliputi: membangun kesadaran anak tentang pentingnya kebersihan rambut.0 F 6 8 14 4 32 % 18. Adapun dari hasil angket diketahui beberapa di antara responden menjawab 3 kali sampai 4 kali dalam seminggu mereka keramas. Ini dikarenakan anak tidak peduli dengan kebersihan tubuhnya dan ada juga anak yang mengaku tidak ada sampo di rumahnya serta ada beberapa anak yang mengaku dikarenakan kelelahan setelah bekerja dan langsung tidur. Distribusi Frekuensi Responden Keramas dalam Seminggu Sesudah Mengikuti Program No. namun ada juga beberapa dari anak-anak jalanan yang merokok hingga satu bungkus dan lebih. Metode yang dipakai adalah diskusi dan tanya jawab bersama anak-anak jalanan. Anak-anak yang menjawab seminggu sekali dikarenakan kurangnya dukungan terhadap anak baik dari diri anak sendiri maupun dari keluarga anak tentang Koleksi BPAD Prov SU . cara mencuci rambut yang benar. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan paru-paru. Sedangkan anak-anak yang mengaku mencuci rambut seminggu sekali pun masih banyak dan sedikit sekali mengalami perubahan ini dapat dilihat sekitar 9.8 100. Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan suatu program mengenai bahaya merokok bagi anak-anak. Kemudian pada 200 anak-anak yang keramas setiap hari sekitar 6.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. kalau pagi udah buruburu mau kesekolah kak.0 Dari tabel dapat diketahui bahwa anak jalanan keramas dalam seminggu mengalami sedikit kemajuan sekitar 3. Distribusi Frekuensi Responden Keramas dalam Seminggu Sebelum Mengikuti Program No. Volume 5. frekuensi mencuci rambut. Setelah program diberikan maka hasil yang dicapai dapat diketahui dari tabel di atas yaitu anak-anak masih banyak yang menjawab seminggu sekali.3% telah menyadari penting menjaga kebersihan rambut dikarenakan mereka yang sebahagian besar waktu berada di jalanan dengan kondisi penuh debu. Kecenderungan anak-anak sebelum menerima program dari YAKMI. Setelah program tersebut diberikan kepada anak-anak jalanan perubahan perilaku anak jalanan merokok sedikit berkurang.4 18.6 31. 1 2 3 4 Frekuensi Keramas Dalam Seminggu Tak pernah Tiap hari Tiap minggu Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 5 10 11 6 32 % 15. anak-anak mengaku jarang mencuci rambut dikarenakan kurangnya motivasi dari mereka ini dapat dilihat dari anak pada tabel di atas bahwa banyak anakanak yang mengaku mencuci rambut hanya satu kali dalam seminggu dengan alasan tidak ada sampo di rumah mereka.4%. Adapun metode yang digunakan adalah modeling di mana anak diminta keramas dengan menggunakan sampo dan air yang bersih lalu anak tersebut diminta mengungkapkan kesegaran yang anak rasakan setelah mencuci rambut kepada teman-teman yang lain.5 100.” Selain itu maksud pilihan anak-anak ke lain-lain adalah bahwa anak-anak diberi kebebasan menjawab berapa kali mereka keramas dalam seminggu. Nomor 2.3 34.2% dari anak yang sebelumnya mengaku tidak pernah keramas ini dikarenakan tidak ada keinginan mereka untuk menjaga kebersihan diri seperti diungkapkan oleh mereka: “males kak”. Pengurangan ini kemajuan yang sangat berarti karena merokok merupakan suatu kebiasaan yang sulit dirubah. penyakit yang rentan paruparu dan penyuluhan tentang bahaya merokok. Mei 2006. Pola hidup sehat ini meliputi kebersihan rambut. 1 2 3 4 Frekuensi Hubungan Seks Bebas Tak pernah Tiap hari Tiap minggu Lain-lain Total Sumber: Data Primer Tabel 15a. lagian pun udah ngantuknya kak kami pulang kerja.0 43. Responden yang mengaku merokok mencapai satu bungkus per hari umumnya anak-anak jalanan yang tergolong remaja.8 25. Tabel 15a.

5 100. diskusi dan tanya jawab terhadap anak. Program Pemberdayaan Anak. Tabel 17a. Namun tidak sedikit juga anak-anak yang sering menggunakan alas kaki. 1 2 3 Frekuensi Memakai Alas Kaki Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 5 15 12 32 % 15.6 46.9 50. “Kek mana aku mau pake sepatu kak.Yusra & Siregar. Alas kaki ini sangat membantu anak jalanan terhindar dari bahaya luka yang bisa disebabkan oleh pecahan kaca. Distribusi Frekuensi Responden Memakai Alas Kaki Sesudah Mengikuti Program No. Setelah diberikan program hasil yang dicapai ternyata anak-anak masih jarang memakai alas kaki alasan mereka karena masih sering hilang.0 F 13 15 4 32 % 40. 1 2 3 4 Frekuensi Membersihkan Telinga Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 8 7 16 1 32 % 25. Metode yang dipakai adalah metaplan. kebersihan tubuh. Distribusi Frekuensi Responden Memakai Alas Kaki Sebelum Mengikuti Program No.” Kecenderungan anak jalanan jarang dan hampir tidak pernah memakai alas kaki dikarenakan kelalaian mereka dalam menjaga sendal sehingga sering hilang. 1 2 3 Frekuensi Memakai Alas Kaki Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 16b. Mana ada duit ku beli sepatu. yaitu anak-anak menjawab tidak pernah memakai alas kaki berkurang sekitar 25% ini dikarenakan mereka telah menyadari bahaya mereka di jalanan tanpa alas kaki. Tabel 16a. Alas kaki dimaksud di sini termasuk sepatu maupun sendal. pantang di lepas sebentar udah hilang.1 100.0 21. Dari Tabel 16a dan 16b di atas dapat diketahui kesadaran anak memakai alas kaki dapat dilihat dari frekuensi mereka sebelum menerima program dengan setelah mengikuti program yang dibuat YAKMI.0 Menggunakan alas kaki bagi setiap orang adalah hal yang sangat penting dan begitu juga pada anak. Habis uang ku aja beli sendal terus-terusan. Distribusi Frekuensi Responden Membersihkan Telinga dalam Seminggu Sebelum Mengikuti Program No. Seperti salah satu responden mengatakan: “Payah kali aku kak.0 Koleksi BPAD Prov SU 201 .9 37.0 3. apa lagi anak jalanan yang mereka setiap harinya berada di jalan. Melihat kondisi anak-anak jalanan yang jarang memakai alas kaki menyebabkan Yayasan Kesejahteraan Mayarakat Indonesia membuat penyuluhan memakai alas kaki saat keluar rumah terutama saat bekerja.. sendal aja aku gak punya”. Mending aku gak pake sendal.. apalagi bagi anak-anak pemulung yang mereka harus berada pada tong-tong sampah besar.5 100. ungkap seorang responden.6 46. Sedangkan anak yang masih tetap tidak mau memakai alas kaki mengaku bahwa mereka tidak memiliki sendal maupun sepatu. Selain kurangnya motivasi juga anak-anak mengaku pengaruh kesibukan anak diluar rumah sehingga mereka kelelahan setelah tiba di rumah.9 12. dan ada juga anak-anak yang tidak memakai sendal dikarenakan malas malahan ada beberapa anak yang mengaku tidak memiliki sendal maupun sepatu. Sedangkan bagi anak yang menjawab jarang tetap tidak mengalami kemajuan maupun kemunduran yang artinya tidak mengalami perubahan apapun. paku maupun yang lainya. Bagi anak yang jarang memakai alas kaki dikarenakan selalu hilang saat bekerja. Materi yang dipakai adalah membangun kesadaran anak tentang bahaya ketika anak-anak tidak menggunakan alas kaki saat bekerja. Ini menunjukan kesadaran anak telah terbangun mengenai bahaya bila tidak memakai alas kaki saat keluar rumah. Dan bagi yang anak-anak yang mengaku sering memakai alas kaki mengalami kemajuan sekitar 25%.

” Dari hasil observasi terhadap anak-anak di lapangan ada beberapa anak yang sampai “tungkik” dan orang tuanya tidak mengizinkan 202 Jarangnya anak jalanan mengganti pakaian dalam sehari pada tabel di atas maksudnya adalah anak jalanan selalu memakai pakaian yang sama dengan hari sebelumnya. pola perawatan.1 100. Halaman 186-212 Tabel 17b. 1 2 3 Frekuensi Mengganti Pakaian dalam Sehari Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 0 17 15 32 % 0 53. Mei 2006. Metode yang dipakai adalah penyuluhan kepada anak-anak jalanan. misalnya di mana mereka duduk.9 59. Hal ini dikarenakan mereka juga bekerja tanpa memperdulikan lingkungan mereka. namun tidak sedikit juga anak-anak yang jarang dan malah beberapa anak tidak mau membersihkan telinga. seperti hasil wawancara dari paa pendamping bahwa orang tua anak enggan anaknya diperiksa oleh pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh lembaga. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu responden yang bernama Gunawan (seorang pemulung): “Kek mana aku mau ganti pakain kak karena mamak aku malas mencuci jadi terpaksa aku Koleksi BPAD Prov SU .Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Makanya jarangnya mereka mengganti pakaian akan mengganggu kesehatan mereka.1 46. Alasan anak-anak tidak membersihkan telinga karena dimarahi oleh orang tua dan beberapa anak mengaku karena mereka juga tidak punya kapas telinga. mereka harus mengais tongtong sampah untuk mencari botot begitu juga anak-anak pengumpul makanan ternak babi.3 25. Distribusi Frekuensi Responden Mengganti Pakaian dalam Sehari Sesudah Mengikuti Program No. Volume 5. Tabel 18a. Setelah diberikan program ternyata hasilnya anak-anak yang membersihkan telinga semakin sedikit. anak-anak mudah sekali mengotori pakaian yang mereka pakai. tidak punya congkel telinga di rumah.0 F 7 19 6 32 % 21. 1 2 3 4 Frekuensi Membersihkan Telinga Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 5 18 8 1 32 % 15. namun juga ada hubungan antara gaya hidup yang tidak bersih dengan pekerjaana anak. Jika kita melihat kondisi anak bekerja di jalan.” “Kalau aku kak.8 100. Distribusi Frekuensi Responden Membersihkan Telinga dalam Seminggu Sesudah Mengikuti Program No. Nomor 2. Seperti hasil wawancara terhadap beberapa anak: “Jarang kak aku bersihkan telinga. Adapun alasan mereka jarang mengganti pakaian adalah karena mereka “malas” ungkap mereka. Khususnya pada anak pemulung.9 100. jenis-jenis penyakit dan rujukan untuk pengobatan penyakit telinga.4 18. Materi penyuluhan kebersihan telinga yang diberikan meliputi pentingnya telinga sebagai salah satu indera pada tubuh.0 Frekuensi responden membersihkan telinga sebelum mengikuti program kesehatan dasar dapat dilihat pada tabel di atas hampir 50% sering membersihkan telinga. Oleh sebab itu para orang tua anak melarang anak-anak mereka untuk menjaga kebersihan khususnya telinga.0 anaknya untuk diperiksa maupun diberi rujukan berobat gratis oleh lembaga. mereka mengelap keringat di baju bahkan mereka tidak mengelap tangan mereka di baju yang mereka pakai.0 3. Distribusi Frekuensi Responden Mengganti Pakaian dalam Sehari Sebelum Mengikuti Program No. 1 2 3 Frekuensi Mengganti Pakaian dalam Sehari Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 18b. Ada juga anak yang mengaku jarang mengganti pakaian dalam sehari dikarenakan orang tuanya malas mencuci sehingga ia terpaksa memakai pakain yang sama dengan yang sebelumnya. Program yang dibuat pihak lembaga yaitu pendidikan kesehatan di mana di dalamnya ada penyuluhan mengenai kebersihan telinga.6 56. Alasan anak-anak yang jarang maupun tidak mau untuk membersihkan telinga karena motivasi mereka yang kurang. kalau aku bersihkan mamak aku marah.

21 dapat dilihat hasilnya meliputi anakanak yang sebelumnya jarang mengganti pakaian mengalami penurunan drastis menjadi tidak ada sama sekali. Selain itu responden juga menjawab penggunaan sendok membantu mereka untuk tidak perlu mencuci tangan. Frekuensi Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 19b. Ini dikarenakn anak-anak masih menganggap sulit memperoleh air di jalan. Ya udah aku makan aja kak yang penting udah aku lap pake baju aku sebelum makan.8 59. Sedangkan pada anakanak yang jarang mengganti pakaian berkurang sekitar 6. kan sama ajanya kak.1 3. Dari tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Sesudah Mengikuti Program No. Namun ada beberapa anak yang menjawab memakai sendok.. Distribusi Frekuensi Responden Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Sebelum Mengikuti Program No.” Pengadaan program YAKMI mengenai mencuci tangan diberikan ketika pemeriksaan kesehatan di mana anak-anak dijelaskan mengenai penyakit yang sering diderita anak ketika makan tidak bersih. Kecenderungan anak jalanan jarang mencuci tangan dikarenakan kesulitan anak untuk memperoleh air yang bersih di jalan sehingga anak-anak mengaku sering menggunakan plastik untuk menutupi tangan yang kotor ketika makan. pake baju ini lagi. dalam hal ini anak lebih banyak menyadari pentingnya mencuci tangan.” Hal ini di iyakan oleh kawan-kawanya pada saat itu berada di samping gunawan. mana ada air di jalan ini kak.. Salah satu penyebab penyakit itu melalui tangan. paling kalu hujan aja baru ada air kak. Program Pemberdayaan Anak. Seperti yang diungkapkan responden berikut ini: “Kek mana kak kami mau cuci tangan. Tabel 19a.2% karena ini dipengaruhi dari situasi anak di jalanan yang sulit mendapatkan air. 1 2 3 4 Frekuensi Ngelem Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 27 3 1 1 32 % 84. Metode yang digunakan adalah modeling atau pemberian contoh langsung.1 100. Tapi kalo lupa bawa sendok aku pake plastik aja kak.9 100. Melihat kondisi anak jalanan maka dibuat program mengenai kebersihan diri meliputi kebersihan pakaian. Metode penyampaian adalah ceramah dan gambar.4 3. dan pada anak-anak yang sering mengganti pakaian naik sekitar 28.3%.6 53. Kadang aku bawa sendok dari rumah kak. Hasil yang dicapai setelah program tersebut dilaksanakan anak-anak masih jarang mencuci tangan. Sedangkan anak jalanan yang jarang mencuci tangan hanya berkurang 6.1% ini menunjukkan YAKMI berhasil membuka kesadaran anak jalanan untuk menjaga kebersihan diri mereka. Frekuensi Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F % F % 1 2 3 6 19 7 32 18. Distribusi Frekuensi Responden Ngelem Sebelum Mengikuti Program No.4 9. Pakaian yang disediakan berasal dari sumbangan masyarakat maupun gereja.1 31.” “Aku makan kan kak pake sendok.4 21.3 100.4%.0 1 2 3 5 17 10 32 15.0 Pada Tabel 19a dan 19b di atas dapat dilihat bahwa anak-anak yang tidak pernah mencuci tangan baik telah mendapat program maupun sebelum mendapat program dari Koleksi BPAD Prov SU 203 .3%. Tabel 20a. Setelah anak-anak diminta mandi kemudian anak-anak diminta memakai pakaian ganti yang bersih yang telah disediakan oleh lembaga. dan juga pada anak-anak yang sering mencuci tangan naik menjadi 9.0 YAKMI ternyata hanya berkurang sekitar 3. jadi gak perlu aku cuci tangan kak.Yusra & Siregar.

Jurnal Pemberdayaan Komunitas.” Selain itu responden yang mengaku jarang “ngelem” maksudnya bahwa mereka pernah menggunakannya namun tidak terusmenerus. Pada tabel 5. sedangkan jarang maksudnya adalah anak jalanan pernah ngelem namun tidak diteruskan.1 0 9. tukang minta dan berjualan rokok maupun minuman. Tabel 21a. Mei 2006. Habis aku dulu diajak kawan kak. “Dulu aku pernah kak beberapa kali ikutikutan sich tapi sekarang gak lagi. Seperti yang dikatakan oleh responden: “Dari dulu sampai sekarang aku gak pernah ngelem kak.23 juga terlihat bahwa frekuensi anak jalanan ngelem sebelum maupun sesudah mengikuti program YAKMI yang tergolong tidak pernah ini dapat dilihat dari perbedaan sekitar 0. mendingan aku pulang kalau udah ada orang kek gitu. Distribusi Frekuensi Responden Menggunakan Narkoba Sebelum Mengikuti Program No. Pemahaman anak tentang narkoba ini dilihat dengan kemampuan anak dapat menyebutkan bahaya-bahaya bagi pengguna penggunaan narkoba. Adapun materi yang disampaikan meliputi: bahaya narkoba. mereka bilang itu gak apa-apa dan aku juga gak setia katanya kalau aku gak ikut ngerasain. Selain itu dari hasil data sebelumnya bahwa anak-anak yang didampingi oleh YAKMI ini masih adanya hubungan teratur dengan orang tua mereka. 1 2 3 4 Frekuensi Ngelem Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 28 1 0 3 32 % 87.. aku takut ayah aku selalu bilang ‘awas ya kalau kau ngelem bapak libas kau.31%. pengumpul makanan ternak.1 0 100. Banyak orang tua anak jalanan yang bekerja di jalanan. Metode yang digunakan adalah ceramah. 1 2 3 Frekuensi Menggunakan Narkoba Tak pernah Jarang Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 31 1 0 32 % 96. Kecenderungan anak jalanan tidak pernah “ngelem” karena mereka masih dimonitor keluarga secara teratur baik di jalanan maupun di rumah. Distribusi Frekuensi Responden Ngelem Sesudah Mengikuti Program No.0 Frekuensi anak jalanan tidak pernah ngelem maksudnya adalah anak jalanan sama sekali tidak menggunakan “ngelem”. Sementara dari anakanak juga mengaku pernah menggunakan namun hanya sesekali.0 Koleksi BPAD Prov SU . Volume 5. Halaman 186-212 Tabel 20b. Hubungan yang teratur terhadap orang tua akan memperkecil keinginan anak untuk “ngelem”. Nomor 2.4 100. Setelah diberikan program tersebut kepada anak jalanan ternyata hasilnya yang dicapai adalah anak-anak tetap tidak menggunakan narkoba. jenis-jenis narkoba.9 3. anak-anak yang didampingi oleh 204 YAKMI tergolong tidak banyak karena mereka masih dalam keadaan pengontrolan orang tua.” Sedangkan anak-anak yang menjawab sering adalah anak-anak yang sudah ketagihan dan sulit lepas. ini dikarenakan pada dasarnya anak jalanan sebelum masuk YAKMI cenderung tidak pernah “ngelem”. menerangkan gambar dan memakai alat peraga. Adapun alasan mereka pernah menggunakan karena pengaruh ajakan teman serta anak tidak mengetahui risiko akibat penggunaannya. Lembaga YAKMI membuat program mengenai bahaya narkoba dan di dalamnya ngelem. Responden yang memilih tidak pernah “ngelem” pada tabel di atas mengaku bahwa mereka tidak tertarik menggunakan zat tersebut. sedangkan sering maksudnya adalah anak jalanan telah ketagihan dan dilakukan berulang-ulang. Responden yang mengaku ini adalah responden yang lebih remaja.’ lagian aku juga tidak bergaul dengan orang-orang itu kak. Namun anak-anak mengetahui bahaya narkoba tersebut.5 3. Mereka bekerja sebagai pengumpul botot. Ini dibuktikan dari wawancara terhadap anak.

Yusra & Siregar. Program Pemberdayaan Anak. 1 2 3 4 Frekuensi Mabuk Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 31 1 0 0 32 % 96.0 Frekuensi anak-anak jalanan tidak pernah mabuk maksudnya yaitu dalam kehidupan anak sama sekali anak jalanan tersebut tidak pernah minum minuman beralkohol. 1 2 3 Frekuensi Menggunakan Narkoba Tak pernah Jarang Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 29 0 3 32 % 90. Nantik aku bisa ketagihan kak.4 100. sedangkan dimaksud sering yaitu anak jalanan menggunakan narkoba berulang-ulang hingga sekarang.” Responden yang mengaku sering minum. kan gak bagus untuk kesehatan. aku gak beli kak bapak aku bawa minuman ke rumah trus aku coba sikit. Adapun anak mengaku jarang yaitu alasanya anak pernah sekali mencoba narkoba jenis ganja namun tidak diteruskan.1 0 0 100.9 18. Pada umumnya yang menjawab ini adalah anak jalanan yang udah remaja. Ini dikarenakan mereka terpengaruh teman sekeliling mereka yang peminum dan juga pengaruh orang tua yang peminum: “Aku kak pernah sekali minum tapi sekarang gak lagi.3 3.” “Kalau aku kak gak mau minumminuman kek gituan.. hal ini dikarenakan anak-anak dampingan YAKMI sebelumnya tidak menggunakan narkoba dan begitu juga setelahnya. Pada Tabel 5. Tabel 21a. Dari tabel di atas terlihat bahwa hampir semua anak-anak jalanan dampingan YAKMI tidak menggunankan narkoba. Alasan mereka tidak pernah mabuk karena mereka tau kalau hal itu tidak baik bagi kesehatan mereka seperti yang diungkap kan mereka: “Untuk apa mabuk kak. menurut pengakuan mereka pernah mencoba tetapi tidak dilakukan berulang-ulang. menurut pengakuan mereka adalah “kalau udah malam minggu kak. Anak ini mengaku keterlibatan ia menggunakan narkoba karena ajakan teman.23 terlihat bahwa anak yang menggunakan narkoba baik sebelum mengikuti program kesehatan dasar hingga setelah mengikuti pendidikan kesehatan dasar cenderung tidak berubah. Pada Tabel 22a dan 22b terlihat bahwa anak-anak jalanan yang tidak pernah mabuk baik sebelum mendapat pendidikan kesehatan 205 Koleksi BPAD Prov SU .” Responden yang mengaku jarang minum. kan biasa ngumpul-ngumpul gitu lho”. Tabel 22a. Sehingga masih ada pengontrolan orang tua yang ketat.6 0 9. Dari tabel di atas hampir semua anak-anak jalanan menjawab tidak pernah mabuk. mending aku main PS daripada habis uang ku beli kamput. Ini dikarenakan mereka masih berhubungan teratur dengan orang tua dan juga mereka masih sekolah sehingga masih adanya peraturanperaturan yang melarang mereka menggunakan narkoba baik itu dari sekolah maupun dari orang tua. tapi paling sering kalo natal dan tahun baru kak.8 6. Distribusi Frekuensi Responden Mabuk Sesudah Mengikuti Program No.1 100. Distribusi Frekuensi Responden Menggunakan Narkoba Sebelum Mengikuti Program No.0 Frekuensi anak jalanan tidak pernah menggunakan narkoba adalah anak jalanan sama sekali tidak mencoba menggunakan narkoba. Nantik aku dimarahi pula sama mamak aku kalau udah pulang. Sedangkan jarang adalah anak jalanan pernah mencoba mabuk namun tidak dilakukan terus-menerus atau berulang-ulang. Sedangkan frekuensi sering maksudnya adalah anak jalanan mabuk dilakukan terus-menerus hingga sekarang.9 3. 1 2 3 4 Frekuensi Mabuk Tak pernah Jarang Sering Lain-lain Total Sumber: Data Primer F 23 6 2 1 32 % 71. Distribusi Frekuensi Responden Mabuk Sebelum Mengikuti Program No. Mereka sering tidak pulang ke rumah setiap malam minggu. Seperti yang terlihat dari data-data pada tabel sebelumnya bahwa anak dampingan YAKMI masih berhubungan teratur dengan orang tua..0 Tabel 22b.

Arti sering di sini yaitu anak-anak pernah memukul dalam setiap hari baik terhadap teman maupun terhadap saudara kandung.1 100. Kadang karena berebut. 1 2 3 4 Frekuensi Berkelahi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 2 19 11 0 32 % 6.4 34. 1 2 3 Frekuensi Memukul Orang Lain Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer F 2 19 11 32 % 6. kemudian anak-anak diminta untuk mempresentasikan bergaul yang baik sesama teman-temanya.0 F 2 13 17 32 % 6. Halaman 186-212 dasar maupun setelah mendapat pendidikan kesehatan dasar terlihat ada kemajuan sekitar 52% anak-anak yang tidak pernah mabuk. sedangkan untuk anak-anak yang tidak pernah memukul dalam jumlah yang tetap. selisih perubahan perilaku anak-anak yang jarang memukul sebelum dan sesudah menerima program etika naik sekitar 18. Distribusi Frekuensi Responden Memukul Sesudah Mengikuti Program No. Konflik ini disebabkan adanya ketidaksenangan anak dalam perkawanan. Anak-anak sering memukul dikarenakan konflik kecil dalam pergaulan anak-anak di jalanan.4 34. Dari hasil wawancara terungkap bahwa: “Memang kak kami sering pukul-pukulan sebentar aja palingan besok udah kawanan lagi. Sedangkan anak-anak yang jarang mabuk sekitar berkurang sekitar 15. Mana berani kami membalas kak. Namun umumnya konflik ini tidak berlangsung lama. Tabel 24a.” Program yang diberikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia untuk menekan perilaku memukul pada anak yaitu etika bergaul.8%. Metode yang dipakai untuk menyampaikan materi tersebut yaitu menonton tayangan dari VCD kartun yang mengandung nasehat berperilaku.0 Frekuensi responden memukul sebelum mengikuti program pendidikan etika didominasi oleh anak-anak yang mengaku sering memukul. sedangkan yang sering yang sebelum masuk pendidikan kesehatan dasar mabuk namun setelah masuk pendidikan kesehatan dasar menjadi tidak ada sama sekali.4 100. Mei 2006. Namun di kalangan anak-anak yang lebih kecil lebih sering dipukul oleh anakanak jalanan yang lebih besar namun mereka tidak membela maupun membalas. Distribusi Frekuensi Responden Memukul Sebelum Mengikuti Program No. Nomor 2.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Tabel 23a.3 59.3 59. dari ungkapan responden mengaku bahwa berkelahi merupakan kebiasaan sesama mereka. Setelah mengikuti program etika hasilnya anak-anak jalanan menunjukan kemajuan yaitu di mana anak-anak yang sebelum mengikuti program tergolong sering namun setelah mengikuti anakanak menjadi jarang berkelahi. takut lah. ya…aku balas lah kak. Kadang mereka kompas kami terus ditokoknya kepala kami kak. Distribusi Frekuensi Responden Berkelahi Sebelum Mengikuti Program No.” Selisih perubahan anak-anak yang sering memukul sebelum dan sesudah menerima program etika berkurang sekitar 18. Materi yang disampaikan yaitu cara bergaul yang baik.7%.4 0 100. Volume 5.0 206 Koleksi BPAD Prov SU . 1 2 3 Frekuensi Memukul Orang Lain Tak pernah Jarang Sering Total Sumber: Data Primer Tabel 23b.” “Aku mukul dia kak karena dia pukul aku dulu.6 53. menghargai teman dan melarang anak melakukan kekerasan. Perubahan ini tidak begitu signifikan dikarenakan berkelahi merupakan kebiasaan yang sering dilakukan pada anak-anak jalanan.3 40.7%. seperti yang diungkapkan responden berikut ini: “Kami kak kalau memukul jarang tapi dipukul sama anak-anak yang besar itu kak. tapi kak paling sering kami ngomong jorok daripada mukul.

Sehingga untuk melihat pengukuran agar lebih jelas peneliti memisahkan antara memukul dan berkelahi.3 100.” Pengakuan dari temanteman responden. artinya ini telah menunjukan kemajuan yang baik dalam pergaulan anak jalanan. 1 2 3 4 Frekuensi Bermain Judi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 25b.. Pernahlah kak dibuat tapi kadang-kadang kalau lagi membela teman yang sedang dipukul. palingan soal duit atau berebut kotak.0 28. Namun anak-anak yang mengaku jarang berkelahi masih tetap dengan jumlah yang sama.1 100. dan anak-anak yang tidak pernah sama sekali bertambah sekitar 21.0 Sebelum anak-anak mendapat program etika. Distribusi Frekuensi Responden Bermain Judi Sesudah Mengikuti Program No.5 3. Materi etika bergaul berisi cara bergaul yang baik.1 100. Program Pemberdayaan Anak. Dari pengakuan mereka alasan anak-anak jarang berkelahi dikarenakan kuatnya persahabatan di kalangan mereka walaupun ada beberapa kali konflik kecil namun bagi mereka itu bukan dikatakan perkelahian dan di kalangan mereka hanya sering beradu kata-kata kasar. Sedangkan anak-anak yang sebelumnya sering berkelahi berkurang 21. jarang juga kak. kemudian anak-anak diminta untuk mempresentasikan bergaul yang baik sesama teman-temanya. Distribusi Frekuensi Responden Berkelahi Sesudah Mengikuti Program No. karena kami gak suka tapi sesekali pernah lah.0 F 16 9 5 2 32 % 50.0 43. Tabel 25a.9%. Dari data tabel di atas terlihat bahwa frekuensi anak jalanan sebelum mengikuti program etika anak-anak lebih banyak mengaku jarang berkelahi. “Kami kalau dibilang tidak pernah kelahi kak tapi sering juga namun kalau sering.8 3. Alasan mereka dikarenakan perkelahian antara mereka pernah dilakukan namun tidak sering.8% ini menunjukan keberhasilan YAKMI dalam membentuk pola perilaku pada anak jalanan. Metode yang dipakai untuk menyampaikan materi tersebut yaitu menonton tayangan dari VCD kartun yang mengandung nasehat berperilaku. Setelah diadakan program tersebut maka kondisi anak-anak jalanan. Sedangkan anak-anak yang sering berkelahi mengaku perkelahian antara saudara kandung misalnya abang berkelahi bersama adiknya maupun sebaliknya. Tabel 24b.3 12. seperti dari hasil wawancara responden berikut ini. Dari hasil wawancara terhadap responden pemulung berikuti ini: “Kalau kami kak jarang berkelahi.” “Kalau dia kak sering kelahi sama adiknya. adanya sedikit kemajuan di mana anak-anak yang sebelumnya sering berkelahi menjadi tidak pernah berkelahi. 1 2 3 4 Frekuensi Bermain Judi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 16 14 1 1 32 % 50.6 6. Tapi besoknya kami baikan lagi kak.Yusra & Siregar. Distribusi Frekuensi Responden Bermain Judi Sebelum Mengikuti Program No. menghargai teman dan melarang anak melakukan kekerasan..” Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kemajuan anak-anak jalanan mengikuti program yaitu sebelumnya jarang berkelahi berkurang sedikit yaitu sekitar 3.1 3. frekuensi anak-anak jalanan berjudi dapat 207 Koleksi BPAD Prov SU . Diadakan program etika bergaul yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia.1 15. 1 2 3 4 Frekuensi Berkelahi Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 9 18 4 1 32 % 28. sampai nangis adiknya kak baru dia berhenti. Namun perkelahian mereka tidak berlangsung lama.1 56.0 Peneliti memisahkan antara memukul dan berkelahi dengan pertimbangan anak-anak selalu mengaku memukul namun tidak sampai dalam perkelahian.1%.

7%.5 46.5 37. Dengan materi program yaitu mengajarkan tentang etika berbicara. Volume 5.” Diadakan program etika mengenai kerugian berjudi. mensosialisasikan kepada anak bahwa telah ada razia perjudian oleh aparat dan menjelaskan kepada anak tentang risiko anak apabila telah tertangkap oleh aparat. menghargai orang lain saat berbicara.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.5 62.0 Berbicara kotor yang dimaksud di sini adalah berbicara dengan mencela dan menggunakan bahasa kotor atau “ngomong jorok”.-. Nomor 2. Berkata jorok atau ngomong jorok menurut kamus bahasa Indonesia yaitu perkataan kotor. Metode yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab.9 3. Distribusi Frekuensi Responden Berbicara Kasar Sebelum Mengikuti Program No.5 25.5%. Itupun kalau bergadangnya. Setelah diadakan program etika tentang kerugian berjudi ternyata hasilnya anak-anak jalanan semakin berkurang bermain judi. kalau kawan-kawan ada yang main. melarang anak berbicara kotor. Kebiasaan sering berbicara kotor terbangun dalam lingkungan anak jalanan yang sudah lama. cabul atau tidak senonoh.000.0 0 100. kadang-kadang rokok. Seperti responden ini mengaku: “Aku kak sering juga kak. Selain itu dipengaruhi pula dengan pengontrolan orang tua saat mereka berada di jalanan. Materi mengenai kerugian berjudi meliputi menanamkan pemahan kepada anak tentang kerugian berjudi. Taruhan kadang-kadang duit. Materi terseut disampaikan dengan metode diskusi dan tanya jawab. Dari tabel terlihat bahwa anak-anak sebelum mengikuti program mengaku sering berbicara kotor. Kesibukan aktivitas mereka dari sekolah pada pagi hari hingga kerja pada sore hari menekan keinginan anak-anak untuk bermain judi.0 Tabel 26b. Distribusi Frekuensi Responden Berbicara Kasar Sebelum Mengikuti Program No. 208 Koleksi BPAD Prov SU . Seperti yang diungkapkan oleh responden berikut ini: “Duh kak kalau kami kak sudah biasa itu kak.” “Aku kak pernah berjudi kak. Taruhan yang sering dipakai anak-anak tersebut paling sedikit Rp 500. Anak-anak yang mengaku tidak pernah berjudi dikarenakan mereka tidak ada waktu untuk bermain judi. Sementara anak-anak yang mengaku sering bermain judi menggunakan kartu dengan taruhan kecilkecilan. Anak-anak yang mengaku berbicara kotor lebih banyak dari yang mengaku jarang maupun tidak pernah. Tabel 26a.” Yayasan kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan program tentang sopan santun berbicara. ini menunjkan kemajuan yang positip bagi anak adapun selisih kemajuan sekitar 21.9%. 1 2 3 4 Frekuensi Berbicara Kasar Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 4 20 8 0 32 % 12.. daripada kami kelahi baik kami kelahi mulut. Mei 2006. aku ikut juga kak. Halaman 186-212 dikatakan tidak pernah.dan paling banyak Rp 10. Sedangkan untuk anak yang sebelumnya jarang berbicara kasar bertambah banyak sekitar 25% sementara bagi anak-anak yang mengaku tidak pernah dalam jumlahyang tetap. Sehingga anak-anak mudah sekali menyebutkan kata-kata kasar. 1 2 3 4 Frekuensi Berbicara Kasar Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 4 12 15 1 32 % 12. sedangkan bagi anak yang mengaku sering berjudi berkurang sekitar 12. Ada beberapa anak-anak jalanan yang mengaku jarang berjudi maksudnya yaitu mereka pernah berjudi namun hanya sesekali. Setelah dilakukan program tersebut ternyata anak-anak yang semula sering berbicara kasar telah berkurang frekuensinya. Ini dapat dilihat pada tabel di atas bahwa anak-anak yang mengaku jarang berjudi setelah menerima program berkurang jumlahnya sekitar 15. kalau udah malam minggu. Kebiasaan ini juga dikarenakan pengaruh faktor imitasi dari lingkungan sekitar anak-anak.1 100. dan bagi anakanak yang mengaku tidak pernah berjudi dalam jumlah yang tetap.

4 15. Malas aku kak. Distribusi Frekuensi Responden Sembahyang/Kebaktian Sesudah Mengikuti Program No. Namun anak-anak yang menjawab jarang dikarenakan kurangnya motivasi dari anak untuk membaca alkitab. Kecenderungan anak jalanan jarang melaksanakan sembahyang atau kebaktian sebelum mengikuti program pendidikan etika dikarenakan kesibukan anak-anak jalanan yang menghabiskan sebahagian besar di jalan sehingga anak-anak melupakan waktu ibadah dan juga banyak anak-anak yang mengaku menghabiskan waktu minggunya bermain bersama teman-teman dan ada beberapa anak yang bekerja. aku main-main aja bersama teman-teman aku.1% setelah mengikuti program etika. Mana ada ingat aku lagi. Materi program etika beragama mengenai pola hidup yang mengasihi Tuhan. Selain anak-anak selalu berada di jalan juga dipengaruhi kurangnya dukungan dari orang tua untuk menjalankan ibadah. membaca alkitab serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. sedangkan pada anakanak jalanan yang jarang membaca alkitab berkurang jumlahnya sekitar 53.7%. mengasihi sesama manusia dan diri sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh responden dari hasil wawancara: “Malas kali aku ke gereja kak. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa responden: “Kadang aku malas kak ikut PA.2%..0 F 7 19 5 1 32 % 21.” “Kadang-kadang hari minggu aku ke gereja tapi Kak aku sering main. Setelah program tersebut diberikan ternyata hasilnya anak-anak semakin bertambah dalam membaca alkitab yaitu naik sekitar 31. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang anak: “Kek mana kak mau sembahyang. Program Pemberdayaan Anak. Tabel 27a. Distribusi Frekuensi Responden Sembahyang/Kebaktian Sebelum Mengikuti Program No. dan bagi yang islam mengaku mengaji.1 100.6 0 100.0 Pelaksanakan sembahyang atau kebaktian pada anak-anak Kristen mengaku mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) yang dilakukan pada masing-masing gereja mereka tetapi khusus anak-anak di Setia Luhur pendalaman alkitab diadakan oleh YAKMI sendiri. membaca alkitab serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. Tapi aku ikut PA (pendalaman alkitab) kak. Setelah anak-anak jalanan menerima program pendidikan etika beragama ternyata hasilnya anak-anak masih tetap jarang menjalankan ibadah.” Program pendidikan etika mengenai etika beragama yang materi tentang pola hidup yang mengasihi Tuhan. mengasihi sesama manusia dan diri sendiri. ini maksudnya adalah anak-anak semakin rajin membaca alkitab dengan berkurangnya anak-anak yang mengaku jarang dan bertambahnya anak-anak yang mengaku sering. Koleksi BPAD Prov SU 209 . Pada anak-anak yang tidak pernah berkurang sekitar 18. aku di jalanan. Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi tersebut diskusi tanya jawab. Menurut pengakuan mereka. Kadang-kadang aku nyari..9 59. 1 2 3 4 Frekuensi Sembahyang/Kabaktian Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 12 15 5 0 32 % 37. Ini dikarenakan kurang motivasi atau dukungan terhadap anak-anak jalanan tersebut.Yusra & Siregar.6 3. Metode yang dipakai dalam menyampaikan materi tersebut yaitu penyuluhan dan diskusi tanya jawab. ini menunjukan kemajuan program dalam merubah perilaku anak jalanan.” Program yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia kepada anak-anak jalanan yaitu etika beragama. kadang hari minggu aku main-main kak. rajinnya mereka membaca kitab karena mereka bergabung dalam persatuan penelaah alkitab atau dikenal PA. 1 2 3 4 Frekuensi Sembahyang/Kabaktian Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 27b.9 15.5 46.” Frekuensi responden dalam membaca alkitab sebelum mendapat program etika beragama dapat dilihat pada tabel di atas yakni didominasi anak-anak yang mengaku sering membaca kitab suci.

3 12. Hasil dari program tersebut ternyata anak jalanan yang sering bolos sekolah telah berkurang sekitar 12.1 100.8 21. 210 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kecenderungan anak jalanan bolos sekolah lebih banyak menjawab tidak pernah.9 56.1 100. Nomor 2. Dan sewaktu-waktu mereka bisa mengambilnya kembali. Namun adanya juga anak-anak jalanan yang mengaku memberikan semua uang mereka kepada orang tua anak. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sebelum Mengikuti Program No. 1 2 3 4 Frekuensi Menabung Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 6 7 18 1 32 % 18. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sesudah Mengikuti Program No. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sesudah Mengikuti Program No. Koleksi BPAD Prov SU . Setelah program tersebut dilakukan ternyata hasilnya anak-anak yang menabung semakin bertambah 43.8%. Dan anak-anak yang memilih tidak menjawab dikarenakan mereka tidak bersekolah lagi.5 3.0 Anak-anak jalanan tidak terlepas dari pola perilaku yang konsumtif.Jurnal Pemberdayaan Komunitas.8 21. Halaman 186-212 Tabel 28a.3 9. Dari tabel di atas terlihat bahwa kecenderungan anak-anak jalanan jarang menabung sebelum mengikuti program dikarenakan anak-anak selalu menghabiskan uang untuk bermain game maupun berbelanja atau jajan.0 F 11 6 7 8 32 % 34. 1 2 3 4 Frekuensi Bolos Sekolah Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 29b.0 100. Anak-anak jalanan tidak pernah bolos dikarenakan anakanak tersebut masih dalam pengontrolan orang tua sehingga anak-anak tidak pernah bolos. Pembentukan pola perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh kemudahan anak-anak jalanan seusia mereka memperoleh duit. Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia mengadakan program giat menabung kepada anak-anak jalanan. Distribusi Frekuensi Responden Menabung Sebelum Mengikuti Program No.5%. Sehingga tidak jarang anakanak jalanan membelajakan uang mereka tanpa adanya batasan.0 Tabel 29a. Sedangkan anak-anak yang mengaku sering dikarenakan ajakan teman.9 25. 1 2 3 4 Frekuensi Menabung Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer Tabel 28b. Metode yang dipakai adalah peraturanperaturan yang dibuat saat kelompok belajar. 1 2 3 4 Frekuensi Bolos Sekolah Tak pernah Jarang Sering Lainnya Total Sumber: Data Primer F 11 10 3 8 32 % 34.3% berkurang.3 3. Sementara anakanak yang tidak pernah menabung 9.4 18.0 F 9 18 4 1 32 % 28. Volume 5.1 56.4 25. Materi yang disampaikan pemberian pengarahan dalam masing-masing kelompok belajar yang mengandung makna bahwa tidak baik bolos sekolah. Namun ada juga anak-anak jalanan yang rajin menabung dengan orang tuanya dan sewaktu-waktu dapat diminta kembali. Mei 2006.0 100. Setelah adanya program dari yayasan Kesejahteraan masyarakat indonesia tentang program etika budi perkerti yang di dalamnya tentang tidak bolos sekolah. sedangkan untuk anak yang tidak pernah bolos masih dalam jumlah yang tetap. Metode yang dipakai adalah lembaga menyediakan celengan untuk masing-masing anak agar mereka menyisihkan pendapatan yang mereka terima setiap harinya.4 31.

pendidikan kesehatan dasar. 4. USU PRESS. Suharsimi. Program pemberdayaan seperti pendidikan kebersihan. Dra. Dan tidak salah bila program tersebut diadakan berulang-ulang dengan metode yang berbeda agar anak sadar betapa pentingnya program tersebut bagi anak. Indonesia & Save the Children-USAID. Kepada Lembaga Yayayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dalam membuat program kepada anak jalanan agar lebih bersifat kontinu atau berkelanjutan. 1989. Program Pemberdayaan Anak. Suatu Pendekatan Praktik. Ikhsan. Kencana. Medan. 1. pendidi kan etika.. Ini dikarenakan metode yang dipakai adalah pendidikan sebaya atau (peer educator). Jakarta. Sehingga perubahan yang terjadi pada perilaku anak-anak sedikit tidak kentara. dan pendidikan hukum sehingga anak dapat merubah perilakunya atas keinginan anak sendiri. Buku Saku Pendampingan Bagi Anak Jalanan Yang Berkonflik Yayasan Pusaka Dengan Hukum. Program pemberdayaan tentang pendidikan hukum ternyata hasilnya anak-anak banyak yang tidak memahami tentang pendidikan hukum tersebut. Pendidikan kesehatan dasar adalah pendidikan mengenai perubahan perilaku anak dalam menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan dirinya. Ny. Program yang berkelanjutan dibuat agar anak-anak dapat menyerap program tersebut secara sempuran selain itu sebaiknya dari lembaga mengadakan evaluasi tentang kebutuhan anak tentang program dan dilakukan monitoring setelah program tersebut diadakan. paru-paru dan lainlainya. Tiga program tersebut yaitu. Singgih. Jakarta. 2004. Bina Aksara. Gita.Yusra & Siregar. Program pemberdayaan yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia dalam merubah perilaku anak jalanan dapat dibagi menjadi tiga program. Program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia untuk mengubah perilaku anak jalanan dalam hal pendidikan kesehatan dasar ternyata anak-anak mengalami kemajuan dalam perubahan perlaku ke arah yang lebih baik. PTBPK Gunung Mulia. Ini dapat dibuktikan dengan adanya perhatian dari anak-anak dalam menjaga kebersihan diri dan kesehatan tubuhnya. 2. Gunarsa. Medan. Dra. 3. 3. Singgih. 1999 Psikologi Praktis: Anak. dan pendidikan hukum tidak hanya diberikan kepada anak tetapi juga kepada orang tua sehingga nantinya pemberian program tidak hanya diberikan oleh YAKMI namun juga dapat diberikan oleh orang tua kepada anak. D. Prof & Gunarsa. pendidikan etika dan pendidikan hukum. pendidikan etika. cacingan. Program pemberdayaan tetang pendidikan etika yang dilakukan oleh YAKMI untuk mengubah perilaku dalam bergaul pada anak jalanan ternyata hasilnya anak-anak mengalami perubahan perilaku ke arah yan baik. Dr. Y. Asas-Asas Manajemen. Program pemberdayaan perlu ditanamkan kepada anak sehingga menumbuhkan kesadaran anak akan pentingnya pendidikan kesehatan dasar. 2001. Nurlela. Perubahan ini tidak terlalu signifikan karena pergaulan anak telah terbentuk dari anak kecil sehingga untuk merubah perilaku dalam pergaulan ini memerlukan waktu yang lebih lama. Daftar Pustaka Arikunto. Kataren. Baseline Survei Untuk Program Dukungan Dan 211 Saran Koleksi BPAD Prov SU . dkk. Edy. Pendidikan etika adalah pendidikan tentang merubah perilaku kesaharian anak yang dalam pergaulanya. Remaja dan Keluarga. Kesimpulan 1. Prosedur Penelitian. Sedangkan pendidikan hukum adalah pendidikan yang diberikan kepada anak agar anak dapat berperilaku 2. D. pendidikan ini dilakukan karena anak-anak jalanan dampingan YAKMI cenderung tidak perhatian akan kebersihan diri sehingga tidak jarang anak-anak berpenyakit seperti sakit kulit..

Beberapa Penyebab Murid Mengulan Kelas. 1999. Konvensi HakHak Anak. H. Jakarta. Nono. Ronald. Medan. PPAI. USU. PT Gramedia Pustaka Utama. Pembangungan.Hairani. M. Schellenberg. Nawawi.go. Sosiologi Keluarga. Teori. 1983.com PPAI. Muzaham.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Jogyakarta. Suharto. LP3ES. 1989. Putus sekolah. -. Departemen pendidikan Dan kebudayaan. Tokoh-Tokoh Psikologi Sosial. Cetakan kedua. Pembinaan Arti Dan Metode Kanisus. 1997. UIP. Lembaga Studi Pembangunan LSP-STKS Bandung. Jakarta.id 212 Koleksi BPAD Prov SU . Direktorat jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Koperasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. 1997. Bandung. Pengantar Statistik. Jakarta. Fauzi. A. E. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. www. Penyelenggara Rumah Singgah Program Iji Coba Anak Jalanan Di 7 Propinsi. 1997. Khairuddin.Teori Kepribadian. 2000. Harvarindo. Ajat & Sutisna. Pengubahan Perilaku dalam Pekerjaan Sosial.disnakertransjateng. James. Walpole. SH. Masri dan Sofyan Effendi. Sumber-sumber lain: Soedijar. E. Mei 2006.M. H. Gajah Mada University Perss.id www. 1997. Mangunharjana. M. Liberty. Jakarta. Jakarta. LP3S. Metode Penelitian Bidang sosial. Medan. Dr. Medan. Setia. Bumi Aksara. Lintas Anak.SS. Drs.Sos. DRS.S. Bandung. Kebijakan Sosial & Pekerjaan Sosial. Spektrum pemikiran. Jakarta. Save The ChildreUSAID. 1991. Hadari. PT Eresco. Tunggal. Singarimbun. FaktorFaktor Anak Menjadi Anak Jalanan. Penelitian Anak Jalanan Di DKI Jakarta. Yogyakarta. artikel: yanto_sagu@yahoo. Jakarta.go. Sweeting.SC. Metode Penelitian Survay. Jakarta. A. MEDAN. Z. Edi. 2003. Badan Penelitian Dan Pengembangan Sosial. Dan Melanjutkan Sekolah Dari SD ke SLTP. Nomor 2. Sudrajat. E.1990. Proyek INS/94/077 Kerja sama UNDP & DEP Pedoman SOSIAL R. Siregar. 1995.bpk. Hadi.Si. Koeswara. H.I. 1998. Halaman 186-212 Pemberdayaan Anak Jalanan Di Perkotaan. 1993. Bandung. 2004. 1984. Volume 5.

sada artinya satu. Kelompok kekerabatan yang terkecil atau keluarga batih disebut ripe. Dari seorang ayah lahir dua atau lebih kelompok keturunan yang masing-masing mempunyai identitas sendiri. damai. moyang lelaki. 1980). clan Pendahuluan Sistem kekerabatan dalam masyarakat Batak Toba termasuk satu hal yang amat penting dan menentukan serta berperan banyak dalam hal menentukan perilaku hidup orang Batak Toba sehari-hari. This ethnic professes patrilineal system who pull descent line from father. they have motto: My children are my property. aturan dan penerapan sistem kekerabatan. Sa ompung dapat disebut klen. Laki-lakilah yang dapat meneruskan marga bagi keturunannya. atau setiap anak yang dilahirkan baik laki-laki maupun perempuan selalu mencantumkan marga bapaknya dan bukan marga dari ibunya. satu kakek disebut “sa ompung” dan kelompok kekerabatan yang besar adalah marga (Bangun dalam Koentjaraningrat. hagabeon. because ti is specially for her brother. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih dekat dengan bapaknya. and honor). Kaum laki-laki dalam masyarakat Batak Toba mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam meneruskan silsilah dan keturunan keluarga. masyarakat Batak Toba dapat hidup dalam situasi aman. Satu kelompok kerabat dihitung dari dari satu ayah disebut “sa ama”. karena dalam urutan generasi setiap ayah yang mempunyai anak laki-laki menjadi bukti nyata dalam silsilah kelompok patrilinealnya. So. The work ethic in Batak Toba people are (1) Boras Pati Ni Tano (the land’s rice) and (2) Hamoraon. Dengan ikatan. Keywords: kinship system. Dengan perkataan lain bahwa marga itu merupakan suatu pertanda bahwa orang yang menggunakannya masih mempunyai kakek bersama atau percaya bahwa mereka adalah keturunan dari seorang kakek menurut garis patrilineal (Bruner. The woman has been married came to her husband’s clan group. Apabila mereka berkumpul maka akan menyebut ayah tadi “Ompu parsadaan”. descents. tenteram dan tertib. Erika Revida adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU dan Program Pascasarjana USU Koleksi BPAD Prov SU 213 . jadi merupakan titik temu mereka. society. Mereka yang berasal dari nenek moyang yang satu (na sa ompu) dari generasi ke generasi akan menjadi satu marga. Istilah ripe dapat juga dipakai untuk menyebut keluarga luas patrilineal. hasangapon (Property.SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA SUMATERA UTARA Erika Revida Abstract Batak Toba people is one of some Batak ethnics in North Sumatra. Suku bangsa Batak Toba pada dasarnya menarik garis keturunan melalui garis ayah (patrilineal). They also do anything to reach their children’s success in life. So she does not have the right to get her parent’s property. Ompu berarti kakek. sedangkan ibu sudah pasti dekat dengan anaknya karena ibulah yang melahirkan. Hubungan kekerabatan yang timbul sebagai akibat dari penarikan garis keturunan itu mempunyai nilai yang sangat penting. 1990). The children are the best and highest property or the property which has highest price in Batak Toba people. Batak Toba people prohibits the marriage with the same clan.

Karena itu pihak keluarga laki-laki harus menyerahkan sinamot kepada pihak keluarga wanita. Pertalian dengan keluarga ibu tidak putus. 1990) berpendapat bahwa uang jujur adalah pembayaran dengan mata uang atau dengan barang sebagai syarat magis untuk melepaskan dan mengalihkan (bersama anaknya) dengan tidak mengganggu keseimbangan sosial. Adapun tujuan perkawinan dengan boruni tulang (marpriban) menurut masyarakat suku Batak Toba adalah: a. sehingga dapat ditentukan kedudukan dalam hubungan tersebut. akan tetapi juga terhadap keluarga jauh yang semarga. Dengan mengetahui nama marga. perkawinan juga dianggap suci. c. Nomor 2. urusan derajat dan urusan pribadi satu sama lain dalam hubungannya yang sangat berbeda-beda. Mempererat kekeluargaan b. 3) Menjaga keseimbangan dalam keluarga perempuan. yaitu antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya (Bangun dalam Koentjaraningrat. jujur itu disebut juga dengan istilah “sinamot”. Perkawinan jujur adalah suatu perkawinan yang pihak laki-laki menyerahkan jujur kepada pihak keluarga wanita yaitu berupa uang yang diserahkan sebelum mempelai wanita dibawa ke lingkungan keluarga laki-laki. Sistem dan Bentuk Perkaw inan Masyarakat Batak Toba Dalam masyarakat Indonesia. Harta peninggalan orang tua tidak beralih dari garis keturunan ayah kepada keluarga ibu. karena selain panggilan alamiah. artinya harta yang diperoleh dari hasil manramot (bekerja dengan keras dan tekun). maka yang pertama sekali ditanya adalah apa nama marganya dan bukan nama pribadinya atau tempat asalnya.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Ini menumbuhkan persaudaraan di kalangan masyarakat Batak Toba. pembayaran uang jujur dari pihak laki-laki kepada pihak keluarga wanita untuk memasukkan perempuan ke dalam keluarga laki-laki. urusan masyarakat. Ciri khas bentuk perkawinan masyarakat suku Batak Toba yang mengikuti garis bapak (patrilineal) adalah apa yang disebut perkawinan jujur. 214 Koleksi BPAD Prov SU . sehingga anak yang lahir dari perkawinan tersebut akan meneruskan marga si suami dengan anak menjadi ahli waris dari keluarga laki-laki tersebut. mereka akan mengikuti proses penelusuran silsilah untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Perkawinan adalah suatu keharusan bagi setiap manusia. sehingga dengan demikian mereka mengetahui kedudukan masing-masing dan hal-hal yang tabu dapat dihindarkan. Perkawinan di luar klen atau marganya yang melarang kawin di dalam marganya sendiri. Mei 2006. Permasalahan Berdasarkan hal-hal di atas. Proses seperti demikian disebut martutur atau martarombo. Sistem perkawinan dalam masyarakat Batak Toba adalah perkawinan “eksogami”. harus selalu memelihara kepribadian dan rasa kekeluargaan tetap terpupuk bukan saja terhadap keluarga dekat. Dengan demikian fungsi uang jujur itu adalah sebagai berikut : 1) Syarat suatu perkawinan. Nama panggilan seseorang adalah nama marganya dan bukan nama pribadinya. Apabila terjadi perkawinan tersebut akan dikucilkan atau dikutuk oleh pemuka adat dan masyarakat Batak Toba. Halaman 213-218 Masyarakat Batak Toba menurut ketentuan dalam kebudayaannya. maka permasalahan yang diajukan dalam tulisan ini adalah “Bagaimana sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba Sumatera Utara?” Pembahasan 1. Orang yang tidak mempunyai keturunan akan hilang dari rentetan dan jenjang silsilah yang ditarik sepanjang zaman dari satu klen atau marga. 1990). Dahulu kala pada masyarakat Batak Toba dianjurkan kawin dengan pariban atau “boruni tulang” (anak gadis paman). Ter Haar (dalam Koentjaraningrat. perkawinan dianggap masalah keluarga. sakral dan berbahagia untuk meneruskan keturunan. Ter Haar (1960) menyatakan bahwa perkawinan itu adalah urusan keluarga. Jadi apabila orang Batak Toba bertemu. Dengan demikian orang yang saling berkenalan dapat mengetahui apakah ia mempunyai hubungan kekeluargaan satu sama lainnya. 2) Uang pelepas wanita dari keluarga dan dimasukkan ke dalam keluarga suami. biasanya dalam bentuk uang atau barang yang besarnya ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak kedua orang tua pengantin sebelum perkawinan dilangsungkan. Volume 5.

yaitu pihak 215 Koleksi BPAD Prov SU . Dalam masyarakat suku Batak Toba. suami dan istri itu harus mempunyai modal berupa harta perkawinan yang dapat digunakan untuk membiayai kehidupan mereka. 5) Menentukan kedudukan harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung. Pemberian ini adalah pemberian terakhir dan baru dapat diterima oleh si perempuan itu apabila orang tuanya sudah meninggal. Suatu perkawinan yang bercerai dan perkawinan itu akibat kesalahan wanita. Apabila istri itu mau kawin lagi bukan dengan anggota keluarga suaminya. yaitu sawah yang diberikan oleh seorang ayah kepada cucunya yang paling besar dari seorang anak perempuannya. maka harta pauseang dari seorang wanita yang meninggal dunia akan menjadi milik suaminya. pinahan (ternak). Dengan demikian. Apabila laki-laki yang meninggal maka pauseang akan tetap milik wanita.. Sistem Kekerabatan Masyarakat. 2. bentuk harta kekayaan keluarga baru yang terpisah dari harta kekayaan orang tuanya adalah pada saat “manjae” artinya keluarga baru itu mempunyai tempat tinggal sendiri lepas dari rumah orang tuanya. yaitu sebidang tanah yang diberikan oleh seorang ayah kepada anak perempuannya yang sudah kawin dan mempunyai anak. Seorang wanita Batak Toba setelah kawin mungkin menerima harta dari ayahnya sendiri. maka harta peninggalan istri menjadi milik anaknya dan harta peninggalan suami menjadi milik istri bersama anakanaknya. maka pauseang istri tidak dapat dibawa olehnya. laki-laki ataupun wanita yang telah menjadi suami istri itu. sebelum kawin telah mempunyai harta sendiri yang kemudian setelah kawin dibawa ke dalam rumah tangga. harta tersebut disebut: 1) Indahan Arian. artinya sebagai akibat perkawinan.. omas (emas). maka terjadi penggeseran harta kekayaan. Harta dalam Perkawinan Masyarakat Suku Batak Toba Untuk dapat membina dan membangun satu rumah tangga yang bahagia. maka Dalihan Na Tolu dari penganten laki-laki berkerabat dengan Dalihan Na Tolu penganten perempuan. upacara agama dan catatan sipil hanyalah sebagai pelengkap. 3) Batu Ni Assimun. Perkawinan menurut adat Batak Toba adalah merupakan semacam jembatan yang mempertemukan “Dalihan Na Tolu” dari orang tua penganten laki-laki dengan Dalihan Na Tolu dari penganten perempuan. Dilihat dari sumbernya maka harta keluarga dalam masyarakat Batak Toba itu adalah: 1) Harta yang diperoleh laki-laki dari orang tuanya sendiri sebagai modal pertama yang diberikan pada saat ia berpisah rumah dengan orang tuanya. 2) Harta yang dibawa wanita. sedangkan keluarga laki-laki tidak dapat menuntut kembali sinamot. dapat bersumber dari kedua belah pihak. selain itu setiap pihak juga menentukan pemberian dari orang tua mereka. atau demikian sebaliknya. Apabila dari perkawinan tersebut memperoleh anak. 4) Menentukan kedudukan anak-anak yang lahir dari perkawinan itu. dan hepeng (uang). Apabila suatu perkawinan berakhir karena kematian salah satu pihak dan mereka mempunyai anak. Harta yang diperoleh bersama selama perkawinan diperoleh setelah “manjae” terdiri dari: a) harta hasil jerih payah suami istri berdua. jabu (rumah). Biasanya wanita yang mau kawin membawa barang rumah tangga. yaitu hewan piaraan atau emas yang diberikann oleh seorang ayah kepada seorang anak perempuannya yang sudah mempunyai anak atau untuk cucunya. karena hanya orang yang sudah kawin yang berhak mengadakan upacara adat. Harta kekayaan pada masyarakat suku Batak toba terdiri dari: hauma (sawah).Revida. selama perkawinan berjalan. b) harta yang diperoleh dari keluarga masing-masing. pemberian orang tuanya disebut “pauseang”. 2) Don-don Tua. perkawinan suku Batak Toba haruslah diresmikan menurut adat Dalihan Na Tolu. Dengan demikian harta mereka telah terpisah dari harta orang tua lakilaki. Perkawinan adalah upacara adat yang terpenting bagi suku Batak Toba. yaitu sawah yang diberikan orang tua kepada anak perempuannya. Harta itu tetap milik anaknya. perhiasan emas dan sawah. Pengadaan harta kekayaan/rumah tangga yang baru. Sawah itu adalah untuk indahan arian (nasi siang) bagi cucunya. 4) Punsu Tali.

Boras Pati ni Tano melambangkan suatu kekuatan pelindung manusia dari marabahaya dan memberikan harta kekayaan kepada manusia atau melambangkan kemakmuran dan kesuburan tanah. bentuk ekornya bercabang dua. badannya berloreng-loreng dengan warna gelap kemerah-merahan. Harta kekayaan dari seorang yang tidak mempunyai anak laki-laki akan jatuh ke tangan bapaknya dan apabila sudah meninggal maka jatuh ke tangan saudara laki-laki bapaknya. 4.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Ini merupakan wujud dari kebudayaan sebagai ide dan gagasan yang terus-menerus mewarisi dan mendarah daging bagi masyarakat Batak Toba. bentuk kekayaan dalam harga diri. Susunan kekeluargaan memegang peranan penting dalam hal siapa yang berhak menjadi ahli waris. Mereka dapat bercocok tanam di ladang. Sistem Pew arisan Ideal dalam Masyarakat Batak Toba Warisan adalah hal peralihan dan penerus harta benda dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. perempuan tersebut akan masuk pada golongan famili suaminya. pauseang harus kembali kepada pihak wanita. 3. Walaupun seorang anak perempuan bukan ahli waris. berasal dari bahasa Sansekerta “brihan pati” yang menunjukkan sifat kedewaan. Ketentuan ahli waris hukum adat adalah berdasarkan sistem kekeluargaan. tuah sehingga mendapat hasil pertanian. Anak perempuan tidak berhak mendapat warisan. Halaman 213-218 keluarga wanita harus mengembalikan sinamot dan tidak dapat pauseang (harta bawaan istri dari ayahnya). Sebaliknya jika laki-laki atau suami yang salah. walaupun telah mempunyai harta banyak namun belum kaya apabila tidak mempunyai anak. Tanpa anak akan merasa tidak kaya. penuh dengan semangat mengusahakan lahan adalah karena bantuan Boras Pati ni Tano yang memberikan berkat. Volume 5. oleh karena anak perempuan keluar dari golongan famili patrilinealnya semula sesudah kawin. 216 4. maka dianggap tidak berketurunan dan kurang berarti dalam hidupnya.1. dalam mana susunan kekeluargaan sangat erat hubungannya dengan sistem perwarisan. maka laki-laki tidak dapat menuntut sinamot kembali. walaupun Koleksi BPAD Prov SU . Hamoraon (Kekayaan) Kekayaan (Hamoraon) adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang. Selain itu. Anak perempuan bukan ahli waris dari orang tuanya. kekayaan dalam harta dan kekayaan dalam anak. Hasangapon (3 H) Konsep tentang 3 H dalam masyarakat Batak Toba begitu mengkristal di dalam kehidupannya. Mei 2006.1 Lambang Boras Pati ni Tano (Dewa Tanah) Boras Pati ni Tano adalah dewa tanah yang wujudnya berupa kadal. Bekerja sebagai petani ladang dan sawah mempunyai tujuan yang luhur dalam hidupnya untuk memperoleh kekayaan (Hamoraon). Hagabeon. namun menurut adat Batak Toba ada pemberian tertentu kepada anak perempuan sebelum atau pada saat perkawinan atau sesudah kawin dan mempunyai anak. Menurut pandangan masyarakat Batak Toba.2 Konsep Hamoraon. harga diri dan anak. apabila tidak mempunyai keturunan anak laki-laki. yang sejak kawin telah melepaskan diri dari keluarga orang tuanya dan masuk menjadi keluarga anggota suaminya.2. Hagabeon (kebahagiaan) dan Hasangapon (Kehormatan). hanya anak laki-laki yang menjadi ahli waris. Kekayaan (Hamoraon) selalu identik dengan harta kekayaan. Etos Kerja Masyarakat Batak Toba 4. Masyarakat Batak Toba yang berdasarkan pada hubungan genealogik yang patrilineal. Konsep 3 H ini sekaligus merupakan tujuan hidup dari setiap masyarakat Batak Toba. Kekayaan memperhatikan akan harga diri dan atas keberadaan anak dalam keluarga. konsep 3 H telah melekat pada pola pemikiran dan setiap tingkah laku masyarakat Batak Toba. Bekerja di lahan pertanian tidak terlepas dari perlindungan Boras Pati ni Tano ini. 3 H dalam masyarakat Batak Toba adalah singkatan dari Hamoraon (kekayaan). Nomor 2. Anak laki-laki mendapat warisan dari bapaknya maupun ibunya dan pada asasnya berhak atas semua harta benda. Van Dijk (1960) mengatakan bahwa pada sistem patrilineal. karena anak laki-lakilah yang meneruskan keturunan. Pemberian seperti ini harus disertai upacara adat tertentu yang dihadiri oleh pihak keluarga. 4. Bahwa hanya anak laki-laki saja yang berhak mewarisi harta peninggalan orang tuanya. kebahagian (Hagabeon) dan kehormatan (Hasangapon).

yang biasanya status perolehannya melalui proses belajar. yang sesuai dengan peran garis keturunan laki-laki pada sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba. Harta dalam masyarakat Batak Toba yang telah kawin terpisah dari orang tuanya.. Dalam masyarakat suku Batak Toba. Demikianlah pengantin diharapkan dapat melahirkan anak laki-laki yang melekat dalam adat dan melahirkan anak perempuan yang mempunyai sifat keibuan. konsep 3 H merupakan kepemilikan adat dalam kehidupan masyarakat yang harus menjadi milik setiap individu.3..2. seperti guru. maka setiap masyarakat Batak Toba dalam kehidupannya harus mencerminkan ketiga konsep ini. Sistem Kekerabatan Masyarakat. Hal ini diungkapkan dalam untaian lagu yaitu “Anakkonhi do Hamoraon di Ahu” (anakku adalah harta yang paling berharga bagiku). Pada setiap pemberkatan perkawinan orang Batak Toba seringkali terdengar syair bahwa “Lak-lak ma tutu singkoru.Revida. Hal ini juga diungkap dalam syair lagu: “hugogoh pe mansari arian nang bodari laho pasingkolahkon gelengki” (kuatpun saya bekerja siang dan malam adalah untuk keperluan sekolah anakku). Manusia hidup untuk memperoleh Kekayaan (Hamoraon). Sebagai tujuan hidup. Kesimpulan Sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba pada dasarnya menganut sistem kekerabatan “patrilineal”. Keluarga yang mempunyai anak berhasil dalam sekolah dan pekerjaan adalah merupakan keberhasilan orang tua yang telah bersusah payah membesar kannya. orang kaya. Hal ini disebabkan tidak adanya tempat berlindung dan bertaut bagi anak perempuan. Anak perempuan yang tidak mempunyai saudara lakilaki dianggap hambar dan kurang mendapat kehormatan di mata pemuda Batak Toba. Karena itu. Sebenarnya pada semua lapisan masyarakat memiliki konsep Hasangapon. Kebahagian dalam hal ini adalah kebahagian dalam keturunan. Setiap pelaksanaan pesta adat yang dilakukan selalu memperhitungkan akan kesempurnaan material untuk melakukan pesta adat. Harkat dalam kehidupan sosial dalam masyarakat selalu diukur materi atau kekayaan. sebab anak perempuan juga didambakan oleh keluarga Batak Toba. kerabat dan keluarga. omas (emas). karena keturunan itu adalah suatu kebahagian yang tidak ternilai bagi orang tua. Kedudukan sosial dapat dikatakan sebagai suatu kehormatan (hasangapon). 4. mereka merupakan kebanggaan orang tua dan sekaligus anak adalah harta yang dibangga-banggakan orang tua. Setelah panen selesai warga masyarakat suku Batak Toba melakukan berbagai kegiatan adat istiadat.2. Perkawinan dari luar klen atau perkawinan yang melarang kawin dengan satu marganya sendiri. Kebahagian (Hagabeon) dan Kehormatan (Hasangapon). pengurus gereja atau tokoh-tokoh adat yang dapat dijadikan tauladan. jabu (rumah). Orang yang dianggap terhormat itu adalah orang yang memiliki status tertentu. dalam arti keturunan yang memberi harapan hidup. 217 Koleksi BPAD Prov SU . yang berkaitan dengan harga diri. Hasangapon (Kehormatan) Hasangapon atau kehormatan adalah suatu kedudukan seseorang yang dimiliki di dalam lingkungan masyarakat.2. pinahan (ternak). tubuan anak ma hamu jala tubuan boru” (bagaikan kulit kayu yang melekat pada batangnya dan bagaimana manik-manik yang dikalungkan di leher.. tenaga serta harga diri senantiasa dikorbankan demi anak-anaknya. yang menilai apakah seseorang itu dianggap baik dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan peran masyarakat menurut keinginan masyarakat. kepala desa. dan hepeng (uang)”. banyak harta. Keluarga yang tidak mempunyai keturunan anak laki-laki menganggap hidup ini tidak mempunyai kebahagian hidup. sebagi panutan masyarakat dianggap suatu kehormatan bagi dirinya. Orang Batak Toba bekerja siang dan malam hari adalah demi untuk kepentingan dan keperluan anak-anaknya. Sistem perkawinan dalam masyarakat batak Toba adalah perkawinan “eksogami”. Harta dalam masyarakat Batak Toba terdiri dari “hauma (sawah). karena itu segala pikiran. Kelahiran anak lakilaki dan anak perempuan dalam suatu keluarga senantiasa merupakan kebahagiaan (Hagabeon) yang tumbuh dalam keluarga tersebut. yaitu menarik garis keturunan melalui garis dari marga ayah. 4. Hagabeon (Kebahagiaan) Hagabeon sama artinya dengan kebahagiaan atau kesejahteraan. dengan status tertentu harus berperilaku sesuai dengan statusnya. Harapan keluarga adalah kelahiran anak laki-laki.

Barhein T. Sosiologi Pedesaan. Jakarta. 1984. Penerbit Yayasan BinaBudaya Nusantara TaoToba NusaBudaya. Jakarta. Prejudice And Racism. ____ . Pembauran Dan Batas Interaksi Antar Etnik. Fajar Agung. 2000. Dalam Urban Ethnicity. Penerbit Rajawali. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Penerbit Jambatan. Konsep 3 H merupakan tujuan hidup masyarakat Batak Toba dan selalu melekat dan mendarah daging dalam pola pemikiran masyarakat Batak Toba. Daftar Pustaka Bruner. 1972. Addison Wilsley. 1989. Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan.M. 1990. Sistem pewarisan dalam masyarakat Batak Toba ditentukan oleh susunan kekeluargaan. Pemerbit Balai Pustaka. Penguasa Dan Kelompok Elite. Sihombing. Abner Cohen (Ed). Pelly. Hagabeon dan Hasangapon. 1996. James. Jakarta. Sugihan. Edward H. Judistira. Lambang Boras Pati ni Tano adalah dianggap sebagai dewa pelindung dan pemberi berkat. Apabila tidak mempunyai anak laki-laki. Keller. dan kalau bapaknya sudah meninggal yang menjadi ahli waris adalah saudara kandung laki-laki dari bapaknya. Koentjaraningrat. TM. 1990. Filsafat Batak. 1977. Nomor 2. Volume 5. Malau.London.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Garna. The Expression Of Tethnicity In Indonesia. 1996. maka yang menjadi ahli waris adalah bapaknya sendiri. Bandung. Konflik Dan Persesuaian Antar Etnik. Mei 2006. Jakarta. Jakarta. Massachussets. ____ . Halaman 213-218 Pengadaan harta untuk rumah tangga yang baru dapat bersumber dari kedua belah pihak. Pengantar Ilmu Antropologi. Taviscook. 218 Koleksi BPAD Prov SU . Pernanan Elite Penentu Dalam Masyarakat Modern. Jakarta. Jakarta. Suzanne. Penerbit Rineka Cipta. Gens.1985. Penerbit PT RajaGrafindo Persada. Usman. Etos kerja dalam masyarakat Batak Toba terdiri dari dua hal yaitu Lambang Boras Pati ni Tano dan konsep 3 H yaitu Hamoraon. Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran. Jakarta. Jones. 1990. Manusia dan kebudayaan Di Indonesia. Budaya Batak.

yang berbeda dengan dunia orang dewasa (Elizabeth dalam Kartono. Generally the child worker phenomenon is a authentication that poverty still a big problem in Indonesia. dikembangkan dan dijamin kelangsungan hidupnya. Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kepentingan anak. seorang pendidik yang menaruh perhatian terhadap masalah dan perkembangan anak juga menyebutkan bahwa “anak bukan miniatur orang dewasa”. Pengertiannya yaitu anak mempunyai dunia masa anak-anaknya sendiri. Bahkan seorang anak juga memiliki hak yang tidak dimiliki orang dewasa. Dengan demikian seharusnya waktu yang dimiliki anak-anak hanya dipergunakan dengan penuh kegembiraan dan keceriaan. bukan dunia kerja mencari uang” (Kompas. social problem Pendahuluan Sebagai manusia. 1986: 2). But the fact shows that the child worker problem is not only the poor family’s problem.PEKERJA ANAK DAN KONTRIBUSINYA DALAM EKONOMI RUMAH TANGGA Tuti Atika Abstract The child worker is the common phenomenon in Indonesia. maka kegiatan anak sebagian besar berbentuk aktivitas bermain. Kemudian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang mengatur tantang hak-hak anak. Pada wacana peringatan 1 tahun undangundang perlindungan anak. konvensi hak-hak anak dengan Kepres Nomor 38 Tahun 1990. especially their future make us aware that child worker is a big problem in the future. Jika pada orang dewasa sebagian besar dari perbuatannya diarahkan pada pencapaian tujuan dan prestasi dalam bentuk kegiatan kerja. Seorang anak haruslah dipandang sebagai makhluk yang harus dilindungi. seperti yang tercantum dalam UU No. 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak. So the government must make the program how to up grade the poor people’s economy to make the children go to school and learning to prep ear their selves. To understand about the children’s need. because there are many children who have not prepared to get the good future as a long run need. but the national problem. The child worker is a human resources for a poor family. They justificated that poverty is a reason to carry their children to economic activity and get family’s income. such in rural and especially in urban area. child worker. 25 September 2003). Karena itu seharusnya semua elemen maupun keadaan harus berpihak pada kepentingan anak. bukan sebaliknya memandang anak sebagai suatu komoditas yang siap dieksploitasi. Selanjutnya John Amos Comenius. 23 september dinyatakan “perlu selalu diingat bahwa dunia anak adalah dunia bermain. konvensi ILO nomor 182 tentang bentuk terburuk pekerja anak dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000. sesungguhnya anak memiliki hak hidup yang sama dengan manusia lainnya. Keywords: poverty. Namun Tuti Atika adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Koleksi BPAD Prov SU 219 . Indonesia sendiri telah memiliki ratifikasi ILO nomor 138 tentang batas usia minimum anak bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999. UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang telah disahkan pada 22 oktober 2002 yang lalu ditambah dengan Permenaker dan surat edaran yang melarang keterlibatan anak dalam sektor berbahaya.

Hal ini menunjukkan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang termiskin di antara anak-anak yang miskin dan kemiskinan yang semakin parah adalah alasan utama anakanak terpaksa bekerja. Nomor 2. alat-alat dan mesin yang berbahaya atau mengangkat beban yang berat dan melakukan tugastugas yang sulit. Disebabkan berbagai faktor telah dipergunakan dalam kegiatan bekerja mencari nafkah. Ahmad Sofyan dari pusat kajian dan pemberdayaan anak menyatakan jumlah pekerja anak di Indonesia yang meningkat hingga 8 juta orang. Semua pekerjaan itu seharusnya tidak dikerjakan oleh anak-anak. Menurut koordinator program nasional ILO untuk Indonesia. Seperti bagi anak-anak yang telah bekerja yang merupakan realitas dari masa kanak-kanak yang sama sekali berbeda. 3. 11 Juni 2003). penyemir sepatu.1: 5 ) Dari temuan studi Semeru yang dirancang untuk mengetahui pilihan antara bersekolah dan bekerja dengan menggunakan data survei 100 desa tahun 1998 dan 1999 diperoleh kesimpulan bahwa pekerja anak yang tidak bersekolah berasal dari rumah tangga yang rata-rata pengeluaran riil rumah tangga per kapitanya terendah dibandingkan dengan pekerja anak yang bersekolah. diperkirakan jumlah tersebut lebih banyak lagi. jenis-jenis pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan oleh anak: 1. menjual atau mengedarkan narkotika dan obat-obat terlarang atau memproduksi serta mengedarkan gambar porno. Volume 5. Semua pekerjaan yang bertentangan dengan hak-hak dasar anak. Dan yang jelas keberadaan pekerja anak tersebut sesungguhnya menggambarkan buruknya kesejahteraan masyarakat Indonesia (Majalah Kalingga. ILO . Seperti pekerja anak yang menjadi jaminan utang. anak-anak bekerja di bawah kondisi praktik kerja sejenis perbudakan. lebih jauh untuk masa-masa berikutnya Indonesia berpotensi kehilangan generasi (lost generation) disebabkan mereka tidak punya harapan bagi masa depan yang lebih baik. Menurut ILO IPEC (2002:4). Bila dilihat menurut status pekerjaan. jermal. melainkan karena faktor kondisi ekonomi yang turun (Waspada. Meningkatnya jumlah pekerja anak bukanlah pembengkakan. lepas pantai. Angka itupun masih berupa estimasi yang angka riil nya bisa jadi jauh lebih besar. Panji Putranto. merusak fisiknya dan memanfaatkan usia mereka yang muda. semua sektor pekerjaan yang melibatkan anak-anak itu memiliki risiko bahaya yang sama (www. hingga mencapai lebih 10 juta akibat krisis ekonomi yang mengharuskan anak bekerja. Masa kanak-kanak mereka seharusnya dinikmati dalam suasana yang menyenangkan seperti bermain atau bersekolah. Semua pekerjaan yang menghalangi mereka untuk sekolah dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk tumbuh kembang demi masa depan mereka. 4. pelecehan seksual. Sektor nonformal terdiri atas berusaha sendiri misalnya menjadi penjual makanan. penjual koran. Koleksi BPAD Prov SU . Volume 5. anak-anak lebih banyak bekerja di sektor nonformal dibandingkan sektor formal.IPEC memperkirakan bahwa di tahun 2003 jumlah pekerja anak di Indonesia yang berusia 15 tahun mencapai 6-8 juta jiwa anak. Bahkan dapat dikatakan tidak ada satupun yang tidak membahayakan. dapat tergambar bahwa begitu banyak anak-anak dalam usia yang relatif masih muda sudah bekerja dan tentunya hal ini akan membuat anak tidak dapat menikmati sepenuhnya masa anakanaknya dengan baik. bahkan mereka harus putus sekolah/ meninggalkan bangku sekolah. terisolasi atau bekerja malam hari.net). walaupun usia. 2. Mei 2006. tukang parkir atau jenis pekerjaan lain. Dengan melihat kondisi di atas.gloria. kekuatan serta fisik dan mentalnya sebenarnya belum layak untuk memasuki dunia kerja. menyediakan atau memanfaatkan anak-anak untuk pelacuran. jam kerja yang panjang dan bekerja dalam kondisi suhu yang diluar batas normal. Mereka dipekerjakan di perkebunan. pabrik. pembantu rumah tangga atau menjadi anak jalanan. menguras tenaga. Sayangnya hingga kini masih banyak anak yang terpaksa menghadapi bahaya itu. Seperti menempatkan anak-anak pada risiko tindakan kekerasan fisik.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Tahun 1995 No. Semua pekerjaan berbahaya atau mengancam keselamatannya. Semua pekerjaan yang merusak tumbuh kembangnya atau merampas kehidupan masa kanak-kanaknya. Halaman 219-231 kenyataannya hampir selalu terdapat jurang yang lebar antara undang-undang ataupun peraturan tersebut dengan kanyataan yang ada. Misalnya pekerjaan yang 220 menggunakan bahan-bahan kimia.

Hal ini sejalan dengan asumsi yang menyatakan bahwa anak-anak yang bekerja mencari nafkah mempunyai kaitan erat dengan keadaan sosial ekonomi rumah tangga suatu masyarakat. maka pekerja anak semakin banyak. Ratarata dari mereka berdomisili di sekitar lingkungan stasiun kereta api. biasanya mereka berjalan lebih sigap. Menurut pra survei yang dilakukan penulis bahwa penjaja makanan ini memperoleh pendapatan rata-rata Rp 5. naik. Kisaran dan Rantau Prapat.id). Sebagai stasiun kereta api terbesar kedua. Beban ekonomi tidak hanya cukup dipikul oleh orang tua.depdiknas. Tentu saja selama selang waktu perjalanan pun pekerja dan penumpang di Stasiun Tebing Tinggi membutuhkan makanan kecil. Hal yang menarik dan membedakan mereka dengan penumpang kereta api. melompat dari satu gerbong ke gerbong lain. beberapa di antara mereka beraktivitas sekitar 12 jam. misalnya di kawasan Terminal Bandar Kajum. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Melihat dari situasi pekerjaan. sawit dan lain sebagainya. Dan satu hal yang menarik lagi bila liburan tiba. Bila kondisi mereka kurang fit atau kurang hati-hati. Jumlah ini mereka peroleh dengan bekerja dari pagi sampai sore. Hal ini terlihat di beberapa tempat keramaian. berinteraksi dengan penumpang dan masyarakat yang berbaur di stasiun untuk menjajakan makanan. Di Stasiun Tebing Tinggi inilah para pekerja anak melakukan aktivitas. Tidak dapat dihindari bahwa para pekerja anak itu mempunyai kaitan yang erat dengan keluarganya masing-masing. tidak luput dari persoalan pekerja anak. Pajak Mini dan stasiun kereta api.. Di dalam bekerja mereka juga mempunyai motivasi dan yang pasti keberadaan pekerja anak dilatarbelakangi oleh beberapa hal tertentu yang menyebabkan mereka harus beraktivitas sedemikian rupa yang terkadang bisa membahayakan keselamatan mereka. Pematang Siantar. Stasiun Tebing Tinggi merupakan tempat berhenti (530 menit) bagi kereta api jurusan Medan. Di samping itu. mereka mengisi waktu liburan dengan berjualan. bagaimana kehidupan sosial ekonomi orang tua mereka sehari-hari menjalankan dunia kerjanya dengan berbagai masalah yang terkait di dalamnya.. Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi termasuk salah satu yang terbesar setelah Stasiun Kereta Api Medan. Namun yang menjadi informan adalah pekerja anak yang tetap (yang keberadaannya tidak dipengaruhi musim liburan). Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah menjajakan makanan di stasiun kereta api. Dalam kasus demikian anak akan ikut bekerja untuk menunjang ekonomi keluarga. Pada umumnya negara berkembang seperti Indonesia mempunyai kemampuan ekonomi yang terbatas dalam menghadapi masalah penduduknya. Kereta api dapat dibedakan atas dua jenis yaitu kereta api barang yang mengangkut hasil hutan dan produk perkebunan yang antara lain berupa kayu. Meskipun jumlah pekerja anak tidak diketahui secara pasti. bahkan mereka berlari. Gejala ini menunjukkan peluang pasar yang membuka kesempatan bagi penduduk termasuk anak-anak di sekitar stasiun untuk memperoleh penghasilan dari profesi penjaja makanan. usia mereka bervariasi antara 6-18 tahun dan kebanyakan dari mereka sudah tidak bersekolah lagi. Kemudian ada juga kereta api penumpang yang setiap harinya melayani masyarakat untuk bepergian. Dengan demikian ada semacam benang merah terhadap munculnya anggapan bahwa anak adalah tenaga kerja alias sebagai pemasok pendapatan bagi keluarga. karet. Kota Tebing Tinggi seperti halnya dengan kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Anggapan seperti ini juga dapat dijumpai dari fenomena pekerja anak di kota-kota besar di Indonesia.000 per hari. Hal ini tentunya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2000 yang memberikan pengecualian anak yang terpaksa bekerja membantu orang tua maksimal 3 jam sehari. sebenarnya pekerjaan yang mereka lakoni termasuk kategori yang berbahaya. bahkan ada juga yang sampai malam hari.000 sampai Rp 15. Bahkan yang menarik untuk diperhatikan dari fenomena pekerja anak adalah isu bahwa anak yang bekerja adalah wujud partisipasinya terhadap ekonomi orang tuanya (www. Ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti mengapa mereka bekerja. Banyak anak-anak yang menawarkan jasa atau menawarkan dagangannya dengan harapan mendapatkan uang.go. Dilihat dari sisi jam kerja.Atika. maka kecelakaan akan menimpa mereka. penelitian ini menarik karena 221 Koleksi BPAD Prov SU . Ditinjau dari sisi usia.

Nomor 2.Bekerja yang melibatkan terlalu banyak tanggung jawab. Mei 2006. Pekerja Anak Masalah pekerja anak makin ramai dibicarakan dan menjadi program aksi pemerintah dan badan-badan nonpemerintah.Bekerja di tempat dan kondisi berbahaya. Bila merujuk pada Undang-Undang No. . . tulang dan pancaindra tumbuh sesuai dengan usia dan kembang dalam arti bertambahnya dalam kematangan fungsi tubuh yaitu pendengaran.Bekerja karena ijon dan perbudakan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. sebagai contoh: . menghambat tumbuh kembangnya dan kehilangan kesempatannya untuk memperoleh pendidikan dasar. pekerja anak adalah anak-anak yang bekerja kurang lebih seperti pekerja pada umumnya yang bertujuan untuk membiayai kehidupan ekonomi untuk dirinya dan keluarganya. . undang-undang kesejahteraan anak (UU No. Sektor Koleksi BPAD Prov SU . Joni. mengikuti batasan yang diberikan hukum nasional mengenai usia pekerja anak sangat variatif. dengan mencurahkan waktu yang besar. lebih dahulu berangkat dari definisi pekerja anak atau konsep pekerja anak itu. banyak dan mendapatkan upah. kecerdasan dan tanggung jawab. karena banyak anak-anak yang telah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi dan tradisi dari masa kanak-kanak (childhood) kepada masa dewasa (adulthood) berlangsung secara bertahap. “bekerja” (work) dan. berat badan. Volume 5. Sementara itu. karena pada umumnya diskursus mengenai pekerja anak dipahami oleh banyak orang sebagai anak-anak yang bekerja dalam keadaan buruk. tidak mempunyai waktu yang luang dapat dihitung sebagai pekerja anak. Bila dilihat menurut status pekerjaan. tetapi adanya aktivitas ekonomi yang dilakukan anak-anak. Membicarakan masalah pekerja anak. berbagai negara di dunia. Sulit menentukan sejak kapan batasan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. batasan usia seorang anak adalah 18 tahun. . Jandraningsih 1995). Yang dimaksud tumbuh kembang anak adalah tumbuh dalam arti bertambahnya ukuran dan masa yaitu tinggi. 1996). 222 Menurut karakteristik pekerjaan yang dilakukannya.Bekerja yang berhubungan dengan eksploitasi seks. penglihatan.Bekerja yang berhubungan dengan kekerasan dan kerja paksa. T. . 4 Tahun 1979) memberikan definisi anak sebagai orang yang belum berusia 21 tahun dan belum pernah kawin. Definisi pekerja anak tidak sederhana dan bisa memperlihatkannya dengan terang begitu saja. . “pekerja” (ILO.Bekerja terlalu muda. dengan menerima imbalan maupun tidak (penelitian T. masalah yang muncul dari pendefinisian pekerja anak itu. Sebab konsep pekerja anak meliputi batasan yang sulit mengenai: “anak” (child). Dalam konvensi hak anak yang telah diratifikasi dengan Kepres Nomor 36 Tahun 1990. Jandraningsih memberi definisi anak tanpa menyebut batas usia. Secara juridis formal. Keadaan demikian menjadi salah satu alasan mengapa begitu sulit membuat definisi pekerja anak. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan di sebutkan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. 1996). belum ada peneliti yang melakukan penelitian terhadap pekerja anak di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi. anak-anak lebih banyak bekerja di sektor nonformal dibandingkan sektor formal. . Sementara ada yang menyatakan pekerja anak hanya anak yang melakukan aktivitas ekonomi dalam curahan waktu yang panjang (Grotaert dan Kanburt dalam Muhammad Joni. Kemudian ILO berpendapat bahwa pekerja anak adalah anak-anak di bawah usia kerja yang melakukan pekerjaan yang membahayakan kesehatannya. Kemudian menurut keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah tentang penanggulangan pekerja anak pasal 1 dinyatakan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang melakukan semua jenis pekerjaan yang membahayakan kesehatan dan menghambat proses belajar serta tumbuh kembang. dalam M. Konteks anak dan pekerja anak batasannya masih bervariasi menurut rujukan tiap regulasi yang berlaku. sehingga menentukan berapa jumlah pekerja anak itupun sulit dan variatif.Bekerja dengan jam kerja yang panjang. Pengertian yang ekstrim menyebutkan bahwa semua anak pada usia tertentu yang tidak bersekolah. Menurutnya pekerja anak adalah anak-anak yang melakukan pekerjaan secara rutin untuk orang tuanya atau untuk orang lain yang membutuhkan sejumlah besar waktu. Halaman 219-231 dari beberapa sumber bacaan yang penulis baca.Bekerja terlalu berat.

Sedangkan pekerjaan produksi adalah pekerjaan yang berimplikasi kepada penghasilan dan memperoleh imbalan/upah. yaitu: 1. Pekerjaaan reproduksi yaitu kegiatan kerja yang tidak mempunyai implikasi langsung terhadap penghasilan. industri rumah tangga maupun sektor bangunan. seperti anak yang bekerja di pabrik. penjual koran. Stephen J.00 WIB. tetapi memberikan kesempatan bagi orang lain untuk melakukan pekerjaan produksi. Sebagian mengakhirinya pada pukul 16. Pada umumnya anak-anak penjaja makanan ini adalah anak-anak yang berjenis kelamin laki- laki. Dalam kasus kerja bagi pihak lain untuk siapa anak bekerja (orang tua. pekerjaan ini dapat tercipta karena kondisi dan situasi lingkungan pekerjaan yang mendesak dan memaksa dalam upaya memenuhi kebutuhan yang makin meningkat. biasanya pendapatan mereka sangat tergantung dari seberapa giat mereka melakukan pekerjaan tersebut. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Berbicara mengenai pekerjaan anak. kerabat lainnya atau pihak lain). Tjandraningsih membagi pekerjaan anak menjadi dua yaitu pekerjaan reproduksi dan produksi. dan Rantau Prapat. Dilihat dari jam kerjanya. Dalam pembagian dimensi kerangka tipologi pekerjaan anak yang ditawarkan oleh Rodgers dan Standing. benar-benar dari segi kesehatan maupun sosial sangat rawan. mereka tidak saja menjual makanan di sekitar stasiun kereta api tetapi terkadang mereka ikut kereta api ke jurusan lain misalnya ke Kisaran. Pekerjaan sebagai penjaja makanan lebih bersifat jasa. kepala perwakilan UNICEF untuk Indonesia dan Malaysia menyatakan bahwa isu sentral pekerja anak di Indonesia. baik di sektor formal maupun informal dengan batasan usia 18 tahun ke bawah dan mendapatkan upah dari apa yang dikerjakannya. Untuk pekerja anak yang bekerja pada sektor seperti ini biasanya mereka telah mempunyai standar pendapatan sendiri.. Dikatakan rentan. 2. nonformal terdiri atas berusaha sendiri misalnya penjual makanan. sedangkan disebut eksploitatif karena mereka biasanya memiliki posisi tawar-menawar (bargaining position) yang sangat lemah. Pekerjaan produksi yang dilakukan anak-anak bertujuan untuk menambah penghasilan keluarga atau rumah tangga (Tjandraningsih. rentan dan eksploitatif. 4. bukan terletak pada pekerjaannya. yaitu mereka mulai beraktivitas sekitar pukul 09. karena risiko yang harus ditanggung akibat jam kerja yang sangat panjang. tetapi lebih pada pengaruh negatif yang tumbuh dan terpaksa dialami anak-anak akibat mereka terlalu dini bekerja (Konvensi edisi September 1997: 3). Bahkan banyak dari mereka yang melanjutkannya sampai pukul 21. ternyata mereka bekerja dengan tidak mengenal waktu. terlepas apakah mereka itu bekerja dengan atau tanpa majikan. Kemudian Grootear dan Kanbur (dalam Konvensi Vol III. 1991: 20).00 WIB. Untuk pekerjaan anak yang bekerja di sektor informal.00 WIB. 1995: 8).. Wordhouse. Berdasarkan pengamatan peneliti. bahkan dapat dikatakan mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang. Kerja “reproduksi” versus kerja “produksi”. tukang parkir atau jenis pekerjaan lain. Rodger dan Standing membuat kerangka tipologi anak-anak yang bekerja. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum pekerja anak dapat didefinisikan sebagai anak yang bekerja. Dari dua jenis pekerjaan di atas dapat dikategorikan bahwa aktivitas yang dilakukan pekerja anak termasuk pekerjaan produksi. yang terbagi atas 4 dimensi dari hubungan kerja anak. Dalam melaksanakan pekerjaannya. September 1999) menyatakan secara empirik. terkoordinasi dan cenderung menjadi objek perlakuan yang sewenangwenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehubungan dengan hal yang di atas. Kerja yang dibayar versus kerja yang tidak dibayar (Rodger dan Standing. penjaja makanan di Stasiun Kereta Api Tebing Tinggi banyak yang digolongkan pada usia anak-anak.Atika. Artinya pekerja anak ada yang bekerja berdasarkan sistem majikan. Secara umum ciri yang menandai pekerja anak adalah marjinal. Kerja atas usaha sendiri versus kerja untuk pihak lain. maka pekerjaan penjaja makanan termasuk dalam kerja usaha sendiri dengan penghasilan sendiri. Bila kita mengamati pekerjaan dan aktivitas pekerja anak sesungguhnya ada banyak masalah yang dihadapi pekerja anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. bila kereta api tersebut transit di stasiun kereta api Tebing Tinggi. penyemir sepatu. banyak bukti menunjukkan bahwa keterlibatan anak-anak dalam aktivitas 223 Koleksi BPAD Prov SU . Tanjung Balai. dengan membawa dagangannya. 3.

rumah tangga (sebagai pembantu rumah tangga atau sebagai pekerja industri rumahan atau industri keluarga) maupun di jalanan seperti penjual koran. mungkin mereka 224 Koleksi BPAD Prov SU . Pekerja anak tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan. Keadaan demikian tentu berbahaya bagi fisik. karena mereka dihadapkan pada adanya tuntutan pemenuhan ekonomi agar tetap bertahan dalam menjalani kehidupan ini (Tjondronegoro dalam Haryadi. Halaman 219-231 ekonomi. Dan yang sering terjadi bahwa anak-anak yang bekerja tidak mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan penting yang merupakan bagian dari masa pertumbuhan seperti pergi sekolah dan bermain. psikologis dan sosial anak. Dari kasus-kasus yang dialami pekerja anak. kompleksitas pada dasar permasalahan tidak tampak. 1990: 14). 1995: XIII). Mei 2006. bahkan terkadang mereka harus melompat dari kereta api ketika kereta api telah mulai melaju. pertambangan maupun kegiatan ekonomi di lingkungan ekonomi keluarga. Saat ini Partisipasi Anak dalam Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga Di seluruh dunia. terkadang berbahaya dan bahkan tidak mustahil dapat mengganggu perkembangan fisik. Menurut ILO-IPEC (2002:19). karena harus bekerja dan sebagai akibatnya mereka terdorong masuk ke dunia orang dewasa sebelum waktunya dan melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Pepatah tersebut menunjukkan bahwa anak masih dianggap modal yang besar untuk dapat membantu menjalankan perokonomian rumah tangga. posisi mereka sangat rentan sekali. penjual makanan. Pekerja anak di daerah pedesaan lebih banyak melakukan pekerjaan di bidang pertanian. emosi dan sosial. budaya masyarakat lebih cenderung bersifat patrilineal dan kemiskinan struktural menciptakan suatu iklim yang permisif terhadap pekerja anak Indonesia. Aktivitas tersebut sering didukung oleh orang-orang dewasa dalam keluarga. karena dengan menjajakan makanan mereka harus sigap berlari. melompat dari satu gerbong ke gerbong lain. Sedangkan aktualisasi pada permukaan berupa tindakan-tindakan eksploitasi terhadap anak yang muncul hanya sedikit. pemulung. Hal tersebut dilakukan dengan cara mencurahkan tenaga si anak membantu pekerjaan orang tuanya (Koentjaraningrat. dan sebagainya. Kenyataannya. Mereka sangat rawan dengan kecelakaan. Kegiatan seperti itu terpaksa mereka tinggalkan. disebabkan jam kerja yang tidak menentu dan bahkan terlalu panjang tidak sesuai dengan usia mereka. Adanya pepatah yang berkembang di sebagian masyarakat di Indonesia yang menyatakan “banyak anak banyak rezeki”. Sedangkan pekerja anak di daerah perkotaan dapat ditemukan di perusahaan. karena ternyata pekerjaan yang mereka lakukan itu justru menghambat tumbuh kembang mereka dan sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. pekerjaan yang mereka lakukan sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. baik di sektor formal maupun informal yang terlalu dini cenderung rawan eksploitasi. dapat disimpulkan bahwa permasalahan pekerja anak sebenarnya hampir menyerupai gunung es. Volume 5. Nomor 2. Anakanak belajar bertanggung jawab dan merasa bangga dapat mengerjakan tugas-tugas orang dewasa dalam mempertahankan hidup keluarganya. perkebunan. Demikian juga halnya dengan anak yang bekerja menjual makanan di stasiun kereta api. Bekerja semacam itu dianggap sebagai pengenalan awal menuju dunia orang dewasa/dunia kerja dan merupakan bagian dari proses kehidupan dari masa anak-anak memasuki masa dewasa. Mereka tidak mendapat pendidikan dasar yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan dan mereka juga tidak mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan ikut berpartisipasi aktif di tengah masyarakat dan menikmati hidup secara wajar. psikologis dan sosial anak. perikanan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. banyak anak bekerja pada usia yang relatif masih muda yaitu pada usia enam atau tujuh tahun. Umumnya ini terjadi pada masyarakat golongan bawah. dampak pekerjaan terhadap anak adalah perkembangan fisik. Anggapan tersebut nantinya berimbas pada tidak optimalnya pemberian perhatian orang tua terhadap anaknya. karena hal itu dianggap akan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. penyemir sepatu. membantu di rumah atau membantu aktivitas orang tuanya di luar. Sampai saat sekarang ini jumlah pekerja anak belum terdata secara pasti.

Beberapa di antara pekerjaan yang dilakukan anak tertentu dapat dikategorikan sebagai bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Ia mengungkapkan bahwa dalam usaha mencapai nafkah setiap anggota keluarga yang terlibat umumnya adalah istri dan anak. Penghasilan anak di sini diperoleh dari upah bekerja dari berbagai jenis pekerjaan. sedangkan negaranegara di Afrika kendati pun distribusi pendapatannya relatif merata akan tetapi nyaris semua penduduk menghadapi masalah yang terkait dengan penyediaan kebutuhan hidup sehari-hari. dan mau dibayar murah. terdapat lebih dari 53% keluarga yang terlibat mencari nafkah. Dan studi yang tergolong baru yang dilakukan pusat studi ketenagakerjaan Universitas Airlangga (1999) menemukan akibat tekanan kebutuhan hidup yang makin berat acapkali ditemui anak-anak di dalam usia di bawah 10 tahun atau bahkan baru berusia 6-7 tahun sudah terpaksa bekerja membantu orang tua dalam pekerjaan produktif yang menghasilkan uang. Seluruh anggota rumah tangga golongan ekonomi lemah dan menengah di daerah terlibat dalam membantu perokonomian keluarga. banyak para ilmuwan yang tertarik pada gejala anak-anak yang bekerja. India termasuk Indonesia merupakan tipikal negara seperti itu. Bhutan. Ini menunjukkan bahwa lebih dari 25% anak yang secara ekonomi aktif sudah tidak bersekolah lagi (BPS dan ILO.15 tahun.3% dari anak yang secara ekonominya aktif yang dapat bersekolah sekalipun bekerja. Kemudian survei yang dilaksanakan oleh BPS dan ILO/IPEC di Kabupaten Bandung dan Kotamadya Bandung menunjukkan bahwa hanya 22. mereka 225 Koleksi BPAD Prov SU . Berkaitan dengan pekerja anak. 1993). sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan keluarga. baik secara langsung maupun tidak langsung. menyatakan bahwa dengan mempekerjakan anak yang dianggap sebagai pencari nafkah kedua. Selain teori-teori yang dikemukakan di atas. Sementara itu studi yang dilakukan Manning Effendi dan Tukimin (1990) di sebuah kampung miskin di Yogyakarta menemukan bahwa sekitar 83% penduduk mulai bekerja pada saat berumur 10 . petani berlahan sempit atau buruh pabrik. pelabuhan.4% untuk anak kedua yang termasuk bekerja (Prijono dalam Dini. Ditinjau dari segi penawaran menyatakan bahwa kemiskinan merupakan sebab utama yang mendorong anakanak bekerja untuk menjamin kelangsungan hidup diri dan keluarganya. Walaupun belum ada data yang pasti namun diperkirakan bahwa tingginya persentase anak yang bekerja. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa anak-anak sangat membantu di dalam keluarga khususnya dalam mencari nafkah dapat kita lihat dari hasil penelitian yang dilaksanakan para ilmuwan misalnya Prijono Tjiproherianto. ekonomi dan kebudayaan di mana anak itu berada. stasiun.6% anak pertama dari 5. Mereka pada umumnya berasal dari keluarga buruh tani. Selanjutnya Tjandranigsih (1995: 67) menyatakan bahwa dari sisi pasar tenaga kerja upahan. Tenaga anak merupakan sumber berharga bagi setiap keluarga. Dengan bekerja. Sedangkan pengertian ekonomi keluarga secara sederhana adalah seluruh penghasilan yang diterima oleh keluarga baik berupa uang maupun barang. Penelitian yang dilakukan White dan Tjandraningsih (1991) di Jawa Tengah menemukan bahwa anak-anak di bawah usia 14 tahun sudah bekerja pada industri kecil dan industri besar. bahkan tempat-tempat lokalisasi pun banyak ditemukan pekerja anak. terdapat dua teori yang menjelaskan mengapa anak-anak bekerja. hampir setiap perempatan jalan. Dan disebutkan juga bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak bekerja yaitu karena memenuhi kebutuhan ekonomi. 2005: 8). Mendellavich (1995:15) menyatakan bahwa fenomena pekerja anak dalam setiap kehidupan masyarakat di suatu daerah ataupun negara merupakan hal yang selalu berkaitan dengan kondisi sosial. selanjutnya 18. Sedangkan teori yang berpijak pada sisi permintaan. Pekerja Anak dan Kontribusinya. dijumpai pada negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita rendah serta distribusi pendapatan yang sangat timpang. anak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Secara sederhana partisipasi anak dalam bekerja dapat diartikan sebagai keikutsertaan anak dalam menyumbangkan penghasilan atau pendapatan keluarga yang diperolehnya dari upah kerja. majikan dapat melipatgandakan keuntungan..Atika.. Penghasilan keluarga di sini artinya seluruh peneriman pendapatan yang diterima oleh keluarga ditambah dengan penghasilan anak. terminal.

Situasi keluarga yang sarat masalah. Halaman 219-231 memandang banyak faktor yang menyebabkan anak-anak bekerja. atau suami yang tidak pernah memberikan uang belanja kepada istri. Kompas 25 Juli 2001). Kemiskinan akan mendorong anak-anak masuk bidang pekerjan yang membahayakan. situasi ekonomi yang mempengaruhi kalau banyak lapangan kerja untuk orang dewasa harus ditutup. kesadaran dan kepedulian tentang hak-hak anak oleh orang tua dan masyarakat. Nomor 2. yang pasti dalam bekerja mereka mempunyai motivasi masing- Koleksi BPAD Prov SU . sehingga ia justru belajar bagaimana ia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini dalam berbagai tindakan yang selalu tidak sesuai dengan harapan lingkungan sosial pada umumnya (Sadly. 1986: 128). Volume 5. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ekonomi merupakan alasan utama seorang anak terpaksa bekerja. misalnya karena budaya masyarakat setempat. orang tua dengan anak atau antara anak dengan anak. minimnya tingkat pengetahuan. Menurut laporan UNICEF (1990). anak-anak bekerja pada usia yang sangat muda justru belajar dan harus mengalami sesuatu bahwa yang penting adalah untuk segera dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Hal ini berhubungan dengan beberapa kondisi keluarga miskin bahwa pola sosialisasi di mana seseorang dibimbing khusus untuk mencari pekerjaan yang layak. 2. Akan dijalankan pendapat mereka mengenai faktor-faktor anak terlibat dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. karena tiga faktor utama: eksploitasi yang lahir dari kemiskinan. Sejalan dengan hal di atas. menurut Talcott fakta bahwa lebih banyak anak yang bekerja karena alasan ekonomi dibandingkan alasan-alasan budaya. Orang tua sering kali menganggur dan dalam usaha mencari nafkah anak-anak disuruh bekerja. Tetapi terdapat faktor lainnya yang turut mendorong meningkatnya jumlah pekerja anak antara lain faktor budaya dan kebiasaan masyarakat setempat yang melatih anak bekerja secara dini. Pandangan masyarakat mengenai kesiapan anak untuk bekerja Hal ini terjadi terutama pada pandangan orang tua yang menginginkan dan menentukan kapan seorang anak sudah layak bekerja. kurangnya pendidikan yang relevan. Jakarta dan Surabaya yang menunjukkan kesusahan ekonomi merupakan faktor pendorong utama anak bekerja. Kejadian ini bisa disebabkan oleh adanya pertentangan orang tua. 4. dianggap sesuatu yang taken for granted (Nani Indriati. (1995) di Medan. pangan. perubahan yang relatif cepat serta gesekan-gesekan sosial. 3. anak-anak akan segera masuk kerja yang eksploitatif. Karena situasi ekonomi yang tidak kondusif. I. Sebab hanya dengan memperoleh upah mereka dapat meringankan beban orang tua. karena mereka lebih muda dieksploitasi. Situasi keluarga bermasalah. Apapun latar belakang yang menyebabkan mereka menjadi pekerja anak. Terjadinya hal tersebut disebabkan karena terjadinya perceraian orang tua.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. karena kemiskinan. sehingga keberadaan anak yang dipaksakan bekerja. serta tradisi dan pola sosial yang menempatkan anak pada posisi yang rentan. Namun demikian penelitian Irwanto juga menunjukkan faktor pendorong lain anak-anak bekerja yaitu: 1. Hanya dengan upah pula si anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri yang nota bene selalu berkembang karena gesekan-gesekan sosial dan lingkungannya (Bali Post Perspektif 26 Maret 1997). berikut ini. Karena cara-cara mencari nafkah dari keluarga miskin ditandai ketidakpastian dan ketidak-mantapan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerja anak di sektor 226 informal di kota bekerja keras untuk mendapatkan upah. Pernyataan Talcott ini diperkuat pada penelitian Irwanto dkk. seperti sandang. faktor penting yang mempengaruhi tingkat upah kerja anak. anakanak sering terdorong untuk bekerja pada bidang kerja yang mengganggu tumbuh kembangnya. pendidikan yang kurang. Hal ini terjadi karena ibu yang bekerja sebagai pencari nafkah utama keluarga. Bagi keluarga miskin. (1995) yang mengutip pendapat Talcott menyebutkan banyak anak bekerja karena alasan ekonomi bukan karena budaya. Kosa dan IK Zole dalam bukunya Proverty and Health menyatakan bahwa kondisi miskin sebagai lingkungan sosial di mana anakanak dibesarkan tidak mendukung atau membantu terbentuknya watak atau sifat-sifat pribadi yang dapat mendobrak kemiskinannya. dan papan. Menurut Irwanto dkk. Mei 2006. Jumlah anggota keluarga yang besar. Wanita sebagai kepala rumah tangga. Situasi ini sebenarnya juga berkaitan dengan struktur pasar kerja.

Pertama : Di kalangan anak-anak dari keluarga miskin. Motivasi erat kaitannya dengan kebutuhan. Secara umum. dari anak itu sendiri maupun dari pihak lain. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Di mana motivasi anak dalam bekerja dapat dipengaruhi dari dalam keluarga. motivasi sering diartikan sebagai faktor yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau tujuan tertentu. bekerja adalah Kedua : Ketiga : Keempat : salah satu cara untuk tetap bersekolah. kemudian terbukanya kesempatan dan harapanharapan yang tinggi untuk meningkatkan kehidupan. 4. Dengan demikian semakin banyak kebutuhan manusia. Berhubungan dengan hal di atas. bahkan motivasi timbul karena adanya kebutuhan (Abu Ahmadi. maka ia akan mencari informasi tentang daerah lain yang bisa memberi atau memenuhi kebutuhannya. Globalisasi ide tentang gaya hidup menyebarnya budaya konsumen menyebabkan pentingnya dimulai akses terhadap uang bagi anak Kenyataan yang menunjukkan begitu banyak pengangguran di kalangan orang tua menyebabkan anak segera terjun ke dunia kerja. tentunya anak tidak terlepas dari motivasinya. Kebutuhan dan dorongan tadi sebenarnya merangsang anak untuk berbuat atau bertingkah laku yaitu dengan bekerja. maka manusia akan mencari alternatif untuk melaksanakan tindakan tertentu sama dengan motivasinya (Wijaya 1987: 24). hampir 60 persen dari orang tua responden berpenghasilan kurang dari Rp 4. tekanan dari orang tua agar tetap tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan domestik dan tak perlu sekolah atau memasuki pasar tenaga kerja menimbulkan persoalan khusus yang sering kali justru mendorong lahirnya keputusan yang diambil oleh anak perempuan itu sendiri untuk masuk ke pasar tenaga kerja. keberadaan pekerja anak tersebut berkaitan dengan bekerja hal yaitu: 1. akan merangsang orang untuk bertingkah laku. menyebabkan orang-orang desa pindah ke daerah perkotaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Terry (1986 : 132) yang mengatakan bahwa motivasi adalah keinginan-keinginan yang terdapat pada diri individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Karena dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kasus pekerja anak di kota-kota besar merupakan “korban” urbanisasi. Kegiatan Ekonomi Kaum Miskin di Daerah Perkotaan Berdasarkan penelitian Irwanto (1995) dinyatakan bahwa urbanisasi dipandang signifikan terhadap problema pekerja anak. masing. Daerah perkotaan di setiap negara telah dijadikan tempat yang paling lumrah untuk menampung surplus penduduk. Hal ini sejalan dengan pendapat Todaro dan Stilkind (dalam Manning dan Effendi.Atika. 1999: 191). yang menyatakan bahwa dorongan utama untuk berimigrasi ke kota adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Adanya paksaan dari orang yang lebih dewasa. Dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Adanya paksaan orang tua. Adanya keinginan anak untuk mencari uang sendiri. Keadaan ini 227 Koleksi BPAD Prov SU . Adanya pembenaran budaya bahwa sejak kecil anak harus bekerja. adanya berbagai masalah-masalah yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut memunculkan dorongan dalam diri anak untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Apabila di suatu daerah kebutuhan ekonomi maupun nonekonomi seseorang belum terpenuhi. khususnya anak-anak yang dilahirkan dalam tekanan kemiskinan. Khususnya untuk anak perempuan. 5. Sebagaimana kita ketahui bahwa dengan semakin sempitnya lahan pertanian di pedesaan. Adanya asumsi dengan bekerja bisa digunakan sarana bermain.. Seperti yang dijelaskan sebelumnya adanya seperangkat kebutuhan-kebutuhan. 6. Hal ini juga dialami oleh pekerja anak.000 per hari. Orang tua responden sebagian besar hanya tamatan sekolah dasar (sekitar 43 persen) dan mencari nafkah sebagai buruh tidak terampil. menurut Tjandraningsih. 1985: 35).. 3. Lebih jauh White dan Tjandraningsih (1998: XII) dalam studi mereka tentang pekerja anak di Indonesia secara lengkap menyimpulkan sejumlah hal kontradiktif yang menjadi dilema anak di Indonesia. 2. Adanya tekanan ekonomi orang tua.

Partisipasi yang rendah dalam organisasiorganisasi sosial seperti organisasi buruh. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Sumardi dan Hans Dieter ever yang menyatakan bahwa golongan berpenghasilan rendah atau golongan miskin adalah golongan yang memperoleh pendapatan atau penerimaan sebagai imbalan terhadap kerja Koleksi BPAD Prov SU . n. Penyerahan diri pada nasib. kelas atas memiliki kecenderungan yang kuat untuk mempertahankan posisi-posisi yang menguntungkan. Sedangkan kelas bawah untuk mempertahankan hidup di kota cenderung bekerja sebagai buruh kasar bangunan. buruh. pembantu rumah tangga. Halaman 219-231 menimbulkan permasalahan yang besar bagi perkotaan. Kegiatan rumah tangga dan kegiatan mata pencaharian terpisah. f. Tingkat pendidikan yang rendah. politik dan lain sebagainya. i. masih saja terdapat kelompok masyarakat yang hidup dalam keadaan yang menyedihkan atau tidak sesuai dengan standar hidup yang layak. Sedikit saja memanfaatkan fasilitas-fasilitas kota seperti toko-toko. Keluarga bertumpu pada ibu. Singkatnya mereka itu adalah para pekerja yang mempunyai pendapatan yang sangat rendah. o. tukang parkir. Begitu juga dengan keadaan anak-anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah atau sekolah sambil bekerja untuk memperoleh penghasilan sendiri atau membantu perekonomian keluarga. Perbedaan itu juga tampak dalam pola permukiman dan perkampungan di kota. Upah yang rendah atau keamanan kerja yang rendah. cara bicara dan berpakaian. e. Volume 5. l. kebanyakan mereka ini adalah orang yang mempunyai kegiatan ekonomi sebagai pegawai rendahan di kantor-kantor dan toko-toko kecil. tukang becak dan sebagainya. sehingga timbullah penonjolan-penonjolan perbedaan itu dengan jalan menciptakan simbolsimbol dan tanda-tanda yang membedakan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Istri terkadang bekerja sebagai tukang masak bagi keluarga kelas atas. termasuk pemukulan anak-anak. Mereka biasanya tidak mempunyai keterampilan khusus.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. Dengan memasuki daerah perkotaan. Tidak memiliki tabungan. Tidak atau jarang ambil bagian dalam perawatan medis dan program-program kesejahteraan lainnya. tukang becak dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan khas itu tampak selanjutnya di dalam cara berperilaku. mulai dari mencari atap untuk tempat berteduh sampai bagaimana cara mempertahankan hidup di daerah perkotaan. yakni adanya lapisan bawah dan lapisan atas. b. Oscar Lewis mengemukakan bahwa kemiskinan itu mempunyai ciri-ciri: a. Tidak memiliki persediaan makanan dalam rumah untuk hari esok. g. Mei 2006. Sering terjadi tindak kekerasan. d. memiliki pendidikan yang rendah dan sering menjadi korban dari majikan-majikan yang jahat atau organisasi-organisasi kejahatan. maka timbullah berbagai macam permasalahan. Tingkat mortalitas yang tinggi atau harapan hidup yang rendah. 1992:61). Kalau diperhatikan bahwa masyarakat kota yang digolongkan pada ciri-ciri di atas. sehingga sering terjadi perceraian dan pembuangan anak. m. penyewa payung dan lain sebagainya. p. Menno. pencuci mobil. Besarnya hyper masculinity complex di kalangan pria dan marty complex di kalangan wanita (S. di mana terdapat gedung-gedung pemerintahan dan pusat-pusat agama. h. Di sini peran istri dan anak sangat menonjol untuk turut serta dalam kegiatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak. penyemir sepatu. Golongan inilah yang dimaksudkan golongan miskin di kota. Kehidupan keluarga adalah otoriter. museum dan bank. Perkawinan sering berdasarkan konsensus. k. Pusat kota terutama menjadi tempat permukiman orang elite. bisa juga sebagai tukang cuci dan juga penjaga anak. Kelas bawah bermukim di tempat-tempat seputar kota itu juga. c. penjual asongan. j. Tingkat keterampilan yang rendah. Anak-anak dalam kelas bawah mengambil kegiatan perekonomian dapat sebagai penjaja makanan. Nomor 2. baik bagi diri sendiri maupun bagi anak cucu mereka. juga masing-masing kelas mengawasi anggotanya dalam hal demikian itu. Fenomena yang menonjol pada masyarakat kota adalah dikotomi dalam struktur sosialnya. Tidak jarang pula terlihat dalam keluarga kelas bawah di kota mempergunakan potensi seluruh keluarga untuk melaksanakan kegiatan perekonomian di kota. Kehidupan mereka tanpa kerahasian pribadi. Meskipun kota telah mempunyai hampir seluruh fasilitas untuk meningkatkan taraf hidup 228 masyarakatnya.

pendidikan merupakan masalah/persoalan yang dilematis. kelompok masyarakat miskin tersebut sering jatuh sakit. rapuh dan jauh dari jangkauan pembangunan.. ternyata kemudian melonjak beberapa kali lipat kembali. mudah tergeser. Secara teoretis. Seandainya pun mereka sekolah. Dan hal ini cenderung terjadi terus-menerus akibat konsumsi yang kurang layak dan jauh dari syarat-syarat kesehatan dan gizi. lemah jasmani. Hasil studi mendukung pendapat bahwa ada lingkaran setan antara kemiskinan dan pekerja anak. jauh dari akses pelayanan publik. anakanak mereka juga akan masuk dalam pasar kerja dengan tingkat keterampilan yang rendah dan upah yang rendah pula. kejahatan. karena terlalu banyak biaya yang dikeluarkan dan kurang dapat memberikan jaminan akan masa depan yang lebih baik. bagi anak-anak usia 5-14 tahun pada masa krisis ekonomi dengan menggunakan survei 100 desa tahun 1998-1999 menunjukkan bahwa terdapat kaitan erat antara pekerja anak dengan kemiskinan. Achdian Aminuddin (1995: 15) menyatakan bahwa kemiskinan yang lekat dengan golongan lapisan bawah pada sebagian terbesar masyarakat Indonesia. Hasil studi “SMERU” yang dirancang untuk mengetahui pilihan antara bersekolah dan bekerja. (1997-1998) menunjukkan bahwa kelompok masyarakat miskin umumnya buta hukum. terisolasi dari informasi dan koneksi. Kelompok inilah yang lazim disebut massa rentan. Keluarga miskin terpaksa mengerahkan sumberdaya keluarga untuk secara kolektif memenuhi kebutuhan hidup. Bagi mereka sekolah adalah beban. mereka sulit untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. pasokan pekerja anak kebanyakan dari rumah tangga dan kepala rumah tangga yang tidak mempunyai atau hanya berpendidikan formal sangat rendah. 1995 : VI). Kondisi demikian mendorong anak-anak yang belum mencapai usia untuk bekerja terpaksa harus bekerja. Akibatnya muncul “orang-orang miskin baru” (Suyanto dalam Konvensi edisi ketiga). Akibat kerentanan yang diderita. Di wilayah perkotaan keberadaan kelompok tersebut dengan mudah ditemui di permukiman kumuh atau perkampungan liar di sudut-sudut kota. semakin rendah kemungkinan adanya pekerja anak dalam rumah tangga. Pekerja Anak dan Kontribusinya. ketika pekerja anak ini dewasa dan berkeluarga. Di satu sisi kemiskinan yang membuat mereka tidak bersekolah. kelompok marjinal atau masyarakat miskin. tidak memiliki patron yang kuat. bekerja tentu dapat menghambat proses sekolah/belajar. kelompok masyarakat yang diperkirakan paling terpukul dengan adanya situasi krisis ekonomi yang berkepanjangan adalah mereka yang termasuk kelompok masyarakat yang tidak stabil. Tingkat kemiskinan yang semula mengalami perbaikan dan mendekati angka 20 juta. sering dijadikan sebuah alasan pembenaran terhadap praktik mempekerjakan anak dalam usaha memenuhi kebutuhan keluarga. Dan hal yang penting dari temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin makmur kondisi ekonomi suatu rumah tangga. Akibat dari pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan lajunya pembangunan antara lain seperti penyediaan fasilitas kota. Profil pekerja anak secara umum mencerminkan profil kemiskinan. baik oleh orang tuanya sendiri maupun pihak pengusaha.. mereka yang jumlahnya jauh lebih sedikit. sehingga sangat tergantung pada sedikit penghasilan tertentu. Bila diamati sebenarnya kemiskinan ini merupakan masalah yang sangat pelik. ILO (International Labour Organization) memperkirakan akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan jumlah anak Indonesia telah menjadi enam sampai delapan juta (Waspada 29 Juni 2002). Begitu juga dengan keadaan anakanak. Anak-anak mau tidak mau terpaksa ikut andil dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. Sebagaimana telah ditunjukkan. kesempatan kerja dan tanah-tanah permukiman dikota. Studi yang dilakukan Bagong Suyanto dkk. istri-istri yang tidak berpendidikan turut dalam kegiatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak. hal ini juga terjadi bagi pekerja anak dengan tingkat ekonomi keluarga yang rendah. timbullah masalah seperti pengangguran. Seperti yang kita ketahui bahwa krisis ekonomi yang dialami Indonesia mengakibatkan Indonesia merosot kembali menjadi negara miskin di dunia. tetapi dipihak lain karena tidak bersekolah.Atika. jika dibandingkan dengan kebutuhan pokoknya (Sumardi dan Hans Dieter ever. Kesemuanya ini membawa efek terhadap meningkatnya jumlah kemiskinan di kota. Salah satu konsekuensi dari meningkatnya kemiskinan bagi dunia anak dan pendidikan adalah 229 Koleksi BPAD Prov SU . pekerja anak sangat mungkin akan tumbuh dewasa sebagai orang yang kurang mengenyam pendidikan dan kemungkinan besar.

Jakarta Prosedur Arikunto. 1985.Jurnal Pemberdayaan Komunitas. dan adanya sejumlah besar orang miskin pedesaan yang bersedia menambah jumlah orang miskin di perkotaan. Rapid Assesment Child Labour in Off Shore Fishing. untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. Suharsimih. Makin besar laju perpindahan dari desa ke kota. Halaman 219-231 terjadinya penurunan angka partisipasi anak-anak yang bersekolah. Pada dasarnya anak bekerja tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi keluarga yang rendah (miskin/serba kekurangan). Jakarta Ever. Psikologi Sosial. diperkirakan jumlahnya melonjak cukup besar. hasil kerja mereka. karena krisis. Hal ini menggambarkan bahwa diperlukan adanya koordinasi antara usaha-usaha pendidikan dengan usaha-usaha yang memberi perhatian pada masalah kemiskinan. Dieter Hans. Akibat dari kemiskinan. Penelitian Kualtatif. 1990. sehingga kesadaran akan kedudukan anak sebagai generasi penerus yang harus dirintis masa depannya bagi orang tua meningkat. maka makin besar persentase dari seluruh penduduk kota yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dan yang memprihatinkan. maka sulit rasanya keluarga mengirimkan anaknya ke sekolah. 2003. Tampaknya anak bekerja merupakan suatu pilihan dalam keadaan sosial ekonomi yang demikian. Mei 2006. 1985. Motivasi anak untuk bekerja antara lain untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh orang tua. Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia cukup tinngi dan golongan ini merupakan penghuni terbesar di dalam masyarakat perkotaan. Jakarta Kesimpulan 1. Bina Aksara. Saran Kemiskinan sering sekali dijadikan alasan secara langsung dan tidak langsung untuk memaksa anak agar mau terjun ke dunia kerja. 2. Sehingga apabila si anak bersekolah. Motivasi ini terlihat dari alokasi uang 230 Koleksi BPAD Prov SU . Hal ini merupakan jawaban pada fakta: demikian mudahnya orang tua menyuruh anak terjun ke dunia kerja dan begitu mudahnya orang tua mengabaikan sekolah anak. Menurut perkiraan Bapenas. diberikan kepada orang tua. Malang Fisip. Nomor 2. kemampuan keluarga untuk memperoleh pendapatan akan berkurang. dari 2. 1992. kecuali apabila ada perkembangan yang cepat sekali dalam perluasan kesempatan kerja serta permukiman. Seandainya biaya pendidikan dasar dibiayai pemerintah secara menyeluruh. Kendati kebiasaan untuk melatih anak bekerja sejak dini bukanlah hal yang baru.8 juta menjadi 8 juta pertahun (Tjandraningsih dkk. dan menabung (untuk beberapa/sedikit orang). khususnya di kalangan keluarga miskin. Sanafiah. menikmati hiburan. dalam Konvensi edisi ketiga). Pemerintah perlu membentuk zona-zona bebas pekerja anak. Sosiologi Perkotaan. memang mau tak mau harus tetap hidup di kota-kota besar untuk jangka waktu yang lama. dan ingin mempunyai penghasilan sendiri. Kenyataan aspek demografi di Indonesia adalah cepatnya pertumbuhan penduduk. Asih Asuh. Alan. biaya sekolah. Volume 5. Rineka Cipta. Sejumlah besar rakyat miskin. bahwa daerah pedesaan akan mengekspor kemiskinannya ke kota melalui urbanisasi. LP3ES. misalnya untuk membeli pakaian. Arus urbanisasi di kota-kota besar sebagai proses perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan masalah yang perlu diperhatikan. tetapi sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pertengahan tahun 1997 lalu. tentu masih ada masalah lain yang tersisa. potensi angka putus sekolah meningkat tajam. Peran seorang anak dalam keluarga miskin sebagai salah satu pencari nafkah dalam keluarga akan terganggu. Daftar Pustaka Ahmadi. membeli alat-alat elektronik. Dengan kata lain mungkin akan terjadi. USU & ILO IPEC. Jakarta Faisal. bersamaan dengan makin tingginya kecenderungan anak putus sekolah adalah kemungkinan bertambahnya anak-anak usia sekolah yang terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian. dasar-dasar dan Aplikasi. mengingat biaya yang tidak dapat mereka jangkau.

A. 1986. Gunung Mulia. 1985. Anak. Bandung Rogers & Standing Guy. Jakarta Sofyan. Urbanisasi. Child Work Poverty and Underdevelopment. Genewa. 1995. Dehumanisasi Anak Marginal. dan Keluarga. Saparna.. Eresco. Surya. Jakarta. 1985. Rajawali Press. Yogyakarta Widyaja. 1991. 1992. LP3ES. Pressindo. Jakarta Mendelevic. 1986. Remaja. Medan Suparlan. Gramedia. T. 1995. Rajawali. Buruh Anak Jermal. Jakarta Gunawan. Singgih. Jakarta Manning. Pengantar Bimbingan dan Konseling.Atika. 1996. Gelandangan. Jakarta Sumarnonugroho. Yusuf. 1986. Gerungan. Akatiga. Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial. 1991. Pengangguran dan Sektor Informal di Kota. POusat Kajian dan Perlindungan Anak. Parsudi. Psikologi nak dan Remaja. Kemiskinan Perkotaan. Pernanan Motivasi dalam Kepemimpoinan Akademi. Children at Work. Sadly. Koleksi BPAD Prov SU 231 . 1986. 1991. Mulandar. 1990. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Pekerja Anak dan Kontribusinya. Psikologi Praktis. Medan Kartono. Geneva ILO. Kartini. LP3ES. Bandung Gunarsa. Yayasan Obor. Kondisi Pekerja Anak Jermal di Kawasan Perairan Pantai Timur Sumatera Utara. 1984.. Ahmad. PT Gramedia. Pembangunan Bunga Rampai Antropologi Terapan. LAAI. PT Hanindita Graha Widya. Jakarta di Sumardi & Hans Dieter Ever. W. Chris dan TN Effendi. Jakarta Masalah-masalah Kuntjaraningrat. Jakarta ILO IPEC. Psikologi Sosial.

.

1 Medan.000 (enam puluh ribu rupiah) per tahun Luar Pulau Sumatera Rp 90. Sofyan No.000 (sembilan puluh ribu rupiah) per tahun LEMBAR PEMESANAN LANGGANAN Nama Alamat Kota Telepon Instansi : _______________________________________________ : _______________________________________________ : ________________________ Kode Pos ____________ : ______________ Fax _____________ e-mail_________ : _______________________________________________ _______________________________________________ Pemesanan Tahun Terbitan : _________________________________ Pembayaran Tunai Transfer Transfer melalui: Bank Mandiri Cabang USU Medan A. Rekening: 106-00-9302992-7 Informasi lebih jelas dan lengkap dapat diperoleh pada: Redaksi Pemberdayaan Komunitas (Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial) Kantor Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Jalan Dr. Matias Siagian No. 08153136263 .P JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL emberdayaan Komunita S INFORMASI BERLANGGANAN Biaya Berlangganan: (Termasuk Biaya Pengiriman) dengan pos udara Pulau Sumatera Rp 60.n. 20155 Telepon (061) 8211965. Fax (061) 8211633 HP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful