P. 1
Doc

Doc

|Views: 447|Likes:

More info:

Published by: Rizwan ⎝⎲⏟ 〤⎠ Setyadi on Nov 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

EFEKTIVITAS HASIL BELAJAR PEKERJAAN LOGAM DASAR YANG MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGASAHAN

ALAT-ALAT POTONG SISWA KELAS I SMK MA’ARIF BOBOTSARI 2004-2005

SKRIPSI

Disusun dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Hanan Hasbullah 5214970817 Pendidikan Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

1

2

ABSTRAK Hanan Hasbullah, 2005. Efektivitas Hasil Belajar Pekerjaan Logam Dasar Yang Menggunakan Lembar Kerja Siswa Pada Pokok Bahasan Pengasahan Alat-aat Potong Siswa Kelas I SMK Ma’arif Bobotsari 2004-2005. Skripsi Teknik Mesin FT UNNES. Implementasi kurikulum SMK 1999 yang menganut empat prinsip yaitu berbasis kompetensi, berbasis luas dan mendasar, berbasis ganda dan pembelajaran tuntas sehingga tamatan SMK yang diharapkan memiliki sikap profesional, memiliki keahlian dalam ruang lingkup teknik mesin perkakas khususnya program produktif pekerjaan logam dasar berdasarkan pemahaman, penguasaan konsep dan prinsip keilmuan. Hal tersebut menuntut pihak sekolah untuk melakukan perubahan manajemen sekolah yang diterapkan, baik sistem pengajaran maupun media atau alat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Metode mengajar yang digunakan di SMK Ma’arif Bobotsari 2004 / 2005 cenderung monoton, menyebabkan motivasi siswa untuk belajar menurun yang pada akhirnya hasil belajar pekerjaan logam dasar kurang optimal. Penggunaan alat bantu yaitu berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) yang diterbitkan sebagai panduan kegiatan belajar mengajar SMK Ma’arif Bobotsari 2004 / 2005 belum digunakan secara maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah efektif manakah antara pembelajaran yang menggunakan LKS dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan LKS yang ditunjukkan dengan hasil belajar berupa nilai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penggunaan LKS terhadap hasil belajar pekerjaan logam dasar pokok bahasan pengesahan alat-alat potong siswa kelas 1 SMK Ma’arif Bobotsari 2004 / 2005. Manfaat dalam penelitian ini adalah memberikan peranan yang nyata sebagai salah satu upaya dalam pencapaian tujuan penerapan kurikulum SMK 1999. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan populasi siswa kelas 1 Jurusan Teknik Mesin SMK Ma’arif Bobotsari 2004 / 2005 dengan jumlah populasi 144. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling dengan jumlah sampel 72 siswa. Metode dokumentasi, metode observasi dan metode tes merupakan metode pengumpulan data yang digunakan. Analisis butir soal meliputi validitas, realibitias, indeks kesukaran dan daya pembeda soal.uji, normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan varians dan uji hipotesis merupakan metode analisis data yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis yang menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5% didapatkan t hitung adalah 4,234, sedangkan t tabel adalah 1,994 karena t hitung > ttabel maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan terima hipotesis alternatif (Ha), artinya pembelajaran yang menggunakan LKS lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan LKS yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar pekerjaan logam dasar kelompok eksperimen lebih baik(79,74).

3

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan agar dalam kegiatan belajar mengajar dilengkapi dengan LKS yang disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.

“Efektivitas Hasil Belajar Pekerjaan Logam Dasar Yang Menggunakan Lembar Kerja Siswa Pada Pokok Bahasan Pengasahan Alat-aat Potong Siswa Kelas I SMK Ma’arif Bobotsari 2004-2005”. Supraptono.Pd. Murdani.Pd NIP. Pramono NIP.4 PENGESAHAN Skripsi 2005.Pd NIP. NIP. Soesanto NIP. M. Supraptono. 130894848 Pembimbing I Anggota Penguji II Drs. Pramono NIP. M. 131125645 Drs.131125645 Anggota Penguji III Drs. 130875753 . M.Pd NIP. Dr. Supraptono. 131125645 Ketua Penguji I Drs.Pd NIP. M. M. 131474226 Tim Penguji Drs. Murdani. 130894848 Pembimbing II Drs. Telah dipertahankan di hadapan tim penguji tanggal ……………… Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. 131474226 Mengetahui Dekan Fakultas Teknik Prof.

Pei yang senantiasa memberiku semangat. Ayah dan Ibu tercinta.5 MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto: 1. 2. . Hilal. 2. Kepuasan terletak pada usaha bukan pada hasil. Usaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi). Tidak ada kata gagal sebelum mencoba dan berusaha. Persembahan : Skripsi peneliti persembahkan kepada : 1. Nurul.

S. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat peneliti harapkan.6 KATA PENGANTAR Puji syukur alhamdulillah peneliti panjatkan atas rahmat dan karunia Allah SWT sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan lancar. M. Nur Rahman. Drs.Pd atas segala bantuan dan dorongan 5. Wawan atas kritik dan masukan Semoga bantuan yang telah diberikan dengan ikhlas tersebut mendapat imbalan dari Allah SWT. Semoga bermanfaat bagi peneliti dan pembaca. Skripsi berjudul Efektivitas Hasil Belajar Pekerjaan Logam Dasar Yang Menggunakan Lembar Kerja Siswa Pada Pokok Bahasan Pengasahan Alat-alat Potong Siswa Kelas I SMK Ma’arif Bobotsari 2004-2005. M.Pd. Atas tersusunnya skripsi ini peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Pembimbing II 4. Murdani. Peneliti. .Pd. Peneliti menyadari bahwa tanpa memperoleh bantuan pihak lain baik berupa dorongan dan bimbingan penulisan skripsi ini tidak terselesaikan dengan lancar. Supraptono. Drs. Drs. Pramono Ketua Jurusan sekaligus penguji skripsi 2. Pembimbing I 3.

............................................................................. A............. A.........7 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................ Permasalahan ............................................................. KATA PENGANTAR ................................................ HALAMAN ................ DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................................... Penegasan Istilah ........................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... D.............................................................................................................................. Alasan Pemilihan Judul .......... i ii iii iv v vi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... B.......................... DAFTAR ISI .......................................................... Manfaat Penelitian ...................................................... x xi 1 1 5 7 7 8 9 10 10 17 20 22 ................................. MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................... C........................... viii DAFTAR TABEL ... E.................... Kurikulum SMK 1999 ................................................................ Teori Belajar Pekerjaan Logam Dasar ............... Landasan Teori .................................... B........... BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ................................................................................................................ Sistematika Skripsi ......... Tujuan penelitian .................................................................. D.................................................. C......................................... F........................ ABSTRAK ...... Lembar Kerja Siswa ....................

....... D.................................................... G............................... Hasil Belajar Pekerjaan Logam Dasar .......................................................... Metode Penentuan Obyek Penelitian ................................................. Metode Pengumpulan Data . B............................................................. Pembahasan Hasil Penelitian .............. C......... Variabel dan Metode Penelitian ............................... F............... Hipotesis ................. B............................. Saran ....................................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN .............................. A................ A.......................................................................... E.......................... A............... Hasil Penelitian ........... Kerangka Berfikir ......................... B......................... DAFTAR PUSTAKA ................ Simpulan .......................................................................... BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN ..................................................................... 32 33 35 36 36 37 39 41 47 48 48 51 55 55 55 56 ...............................................................8 E.................. Metode Analisis Data ................. Analisis Butir Soal ............................................................................................................................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...........

....... Mengasah mata bor ...... Gambar 7................................................................................... Gambar 4................................ Gambar 6....................... Langkah-langkah mengasah pahat bubut ..... Gambar 3....................... Penajaman batu gerinda .... Macam-macam mesin gerinda ........ Gambar 5........................ Bagian-bagian mesin gerinda ... 23 24 25 28 30 31 32 .................................. Mengasah pahat tangan ......................................................... Macam-macam bentuk batu gerinda .......................................... Gambar 2...............9 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.................

.10 DAFTAR TABEL Tabel nilai-nilai r Product moment…………………………………………… Tabel of percentage x2 distribution…………………………………………… 98 99 Daftar kritik uji F ……………………………………………………………. 100 Tabel kritik uji t ……………………………………………………………… 101 .

Lampiran 4 …………………………………………………………………… Lampiran 5 …………………………………………………………………… Lampiran 6 …………………………………………………………………… Lampiran 7 …………………………………………………………………… Lampiran 8 …………………………………………………………………… Lampiran 9 ………………………………………………………………….. 57 74 79 80 83 84 86 87 88 89 90 91 92 93 Lampiran 15…………………………………………………………………… 94 Lampiran 16…………………………………………………………………… 95 Lampiran 17…………………………………………………………………… 96 Lampiran 18…………………………………………………………………… 97 ... Lampiran 10…………………………………………………………………. Lampiran 14…………………………………………………………………........ Lampiran 12…………………………………………………………………...11 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 …………………………………………………………………… Lampiran 2 …………………………………………………………………… Lampiran 3 …………………………………………………………………. Lampiran 13…………………………………………………………………... Lampiran 11…………………………………………………………………..

Kecepatan perkembangan sains dan teknologi pada akhir-akhir ini menuntut perlunya pembaharuan dibidang pendidikan dan pengajaran sains baik negara maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang. Pembaharuan yang dilakukan merupakan upaya untuk mewujudkan tantangan kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan pengajaran sains. Alasan Pemilihan Judul Undang–undang Pendidikan Nasional No. baik secara aspek jasmaniah maupun rohaniah. . Untuk mencapai tujuan Pembangunan Nasional tersebut. yang memberikan bekal kepada anak didik sehingga mereka kelak dapat menyesuaikan dari dalam kehidupan masyarakat yang sudah semakin terikat pada kemajuan-kemajuan sains serta hasil-hasilnya dibidang teknologi (Karso.12 BAB I PENDAHULUAN A. mengingat sains dan teknologi berperan dalam peningkatan kesejahteraan kita sebagai individu atau kelompok masyarakat. maka diperlukan upaya pengembangan dan peningkatan penyelenggaraan Pendidikan Nasional”.2 1989 menyatakan bahwa “Pembangunan Nasional di bidang pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta memungkinkan warganya mengembangkan diri. sesuai dengan pancasila dan UUD 1945. 1993 : 182).

13 Pembaharuan dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah adalah dengan menerbitkan Garis-Garis Besar Program Pendidikan dan pelatihan (GBPP) kurikulum SMK dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 1999 yang menganut prinsip sebagai berikut : 1. Kompetensi tamatan bidang keahlian Teknik Mesin Perkakas adalah sikap profesional dan memiliki keahlian dalam lingkup teknik mesin perkakas. Pembelajaran tuntas ( Master Learning ) 4. Berbasis luas. kuat dan mendasar ( Broad Based Curicculum ) 2. Penerbitan GBPP dan kurikulum SMK edisi 1999 didasarkan pada tuntutan kebutuhan lapangan. Berbasis kompetensi ( Competency Based Curicculum ) 3. Pembelajaran yang berbasis kompetensi (Competensi Based Curicculum) yang merupakan bagian integral dari kurikulum SMK edisi 1999 mutlak harus diaplikasikan secara baik dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tamatan bidang keahlian Teknik Mesin Khususnya program keahlian Teknik Mesin Perkakas mampu memilki kompetensi produktif sesuai tuntutan kebutuhan institusi atau dunia industri. terutama SMK dan Institusi formal atau dunia usaha. salah satunya pada program produktif Pekerjaan Logam Dasar. Pelajaran pekerjaan logam dasar diperlukan untuk membekali siswa kelas I keahlian dasar bidang . Berbasis ganda ( Dual Based Program ) dilaksanakan di sekolah dan dunia industri.

yaitu penggunaan alat bantu yang salah satunya berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. . tetapi juga peranan siswa dan tersedianya sarana dan prasarana yang ada. Proses pengajaran logam dasar di SMK dipengaruhi beberapa faktor antara lain faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengajaran dan faktor yang mempengaruhi proses itu sendiri atau dengan kata lain dapat diklasifikasikan sebagai faktor dalam yaitu siswa sebagai peserta didik dan faktor luar yang terdiri dari metode mengajar. guru sebagai pendidik. Guru tidak hanya merumuskan kegiatan belajar mengajar. Namun demikian banyak guru. tujuan dan bahan atau materi pelajaran. institusi pendidikan dan khususnya SMK Ma’arif Bobotsari belum menerapkannya dalam pengajaran atau guru mengalami kesulitan dalam menentukan media yang tepat untuk digunkan pada kegiatan belajar mengajar.14 teknik mesin perkakas terhadap penguasaan materi lanjutan pada tingkatan berikutnya. akan tetapi dituntut untuk dapat memilih dan menerapkan media yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan tujuan yang akan dicapai. Salah satu media yang digunakan guru dalam membangkitkan dan memberikan motivasi belajar pekerjaan logam dasar pada siswa adalah dengan menggunakan media pengajaran alternatif yang mungkin tepat. Keberhasilan proses belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh guru. Media pengajaran merupakan suatu bagian integral dalam proses pengajaran di sekolah. termasuk didalamnya penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar. merumuskan tujuan instruksional atau metode pengajaran. mengelola kelas. lingkungan.

Penggunaan media pengajaran tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang kongkret yang memudahkan siswa belajar. 1998: 20). sebab hasil belajar memberikan gambaran sejauh mana keberhasilan dari proses pendidikan yang berlangsung. Lembar kerja siswa merupakan alat bantu aktifitas belajar siswa selama berlangsung kegiatan belajar mengajar yang didalamnya tertulis bagian-bagian pokok pembelajaran yang berisi khusus topik-topik yang akan dibahas. sehingga hal-hal yang berkaitan dengan hasil belajar siswa perlu diteliti untuk diambil manfaatnya. mengingat dan memahami topik bahasan (Subiyanto. Lembar kerja siswa belum digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Ma’arif Bobotsari. Berdasarkan pemikiran tersebut. akibatnya hasil belajar siswa tidak dapat optimal. . maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Efektifitas penggunaan lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong terhadap hasil belajar pekerjaan logam dasar siswa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari tahun pelajaran 2004/2005 ” dengan alasan sebagai berikut : 1. yaitu dalam mencapai penguasaan. Pemahaman dan penguasaan terhadap suatu pokok bahasan dapat memberikan kontribusi yang real terhadap hasil belajar siswa yang dicapai.15 sehingga acap kali siswa sebagai penerima materi merasa jenuh dengan sajian materi yang disampaikan. Hasil belajar siswa sangat penting dan perlu mendapat perhatian baik dari pendidikan.

3. tindakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adanya pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa sebagai media atau panduan kegiatan belajar mengajar yang diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Beberapa istilah yang perlu ditegaskan dalam judul penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. kegiatan penelitian. Penegasan Istilah Penegasan istilah diperlukan untuk memperjelas permasalahan dan mewujudkan kesamaan penafsiran. manfaat terhadap keberhasilan siswa yang ditunjukkan dengan hasil belajar berupa nilai. media pembelajaran tertentu dapat membawa pengaruh. penemuan dan penelitian yang bersifat terbuka.1995 : 250). menerangkan aplikasi. keberhasilan usaha. Efektivitas Efektivitas berarti keadaan berpengaruh. 2. B. cara pandang dan anggapan tentang judul dalam penulisan ini. Efektivitas dalam penelitian ini dimaksudkan agar dalam kegiatan belajar mengajar dengan metode. .16 2. Hasil belajar Hasil adalah bukti yang telah dicapai dari yang dilakukan (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1995 : 516). Lembar kerja siswa merupakan alat bantu pengajaran yang berfungsi sebagai latihan.

yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan. 1889 : 36). Winkel. yang dibagikan kepada setiap siswa disuatu kelas dengan maksud siswa melakukan kegiatan belajar (satu satuan waktu atau pertemuan) dibawah pengawasan. pemahaman. struktur logam. 3. ketrampilan dan nilai sikap (W. 4. 1983 : 2). yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan.S. Ilmu logam berarti ilmu pengetahuan yang menerangkan tentang sifatsifat. liat. penghantar listrik dan panas. pengerjaan dan penggunaan dari logam-logam serta paduan-paduan (Samsul Arifin. keras. Lembar kerja siswa adalah lembaran kertas siswa. 1999 :9 ). pengarahan atau bimbingan guru (Pandoyo. pembuatan. Pekerjaan logam dasar dalam penelitian ini adalah bagian dari ilmu logam yang khusus mempelajari dasar-dasar teknologi bahan dan ketrampilan dasar kerja mesin. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah melaksanakan proses belajar mengajar ( Sudjana. kenyal. . 1990 : 20 ). LKS ( Lembar Kerja Siswa ) LKS adalah singkatan dari lembar kerja siswa. Lembar kerja siswa adalah media cetak yang terdiri dari satu atau beberapa lembar. Pekerjaan Logam Dasar Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat yang dapat ditempa.17 Belajar adalah suatu aktivitas mental. 1976:7). dan titik cair tinggi (Solih Rohyana.

Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanya penggunaan lembar kerja siswa dalam dalam kegiatan pembelajaran di SMK Ma’arif Bobotsari. D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. . Disamping itu dengan adanya lembar kerja siswa dapat untuk membandingkan hasil belajar pekerjaan logam dasar yang memperoleh pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa dengan siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong pada siswa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari tahun pelajaran 2003/2004. khususnya program produktif pekerjaan logam dasar pokok bahasan pengasahan alat-alat potong. Mengkaji efektivitas pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa pada pekerjaan logam dasar pokok bahasan alat-alat potong siswa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2003/2004. pahat tangan dan bor) adalah merupakan pokok bahasan dari unit pekerjaan logam dasar yang diajarkan di kelas 1 semester 2 seperti dalam GPPP SMK edisi 1999.18 5. Permasalahan SMK Ma’arif Bobotsari selama ini belum menggunakan lembar kerja siswa dalam kegiatan belajar mengajar. C. Pokok bahasan pengasahan alat-alat potong Pokok bahasan pengasahan alat-alat potong (pahat bubut.

d. siswa dan sekolah. b. Peneliti dapat memberikan kontribusi real melalui pembelajaran yang menggunakan LKS terhadap hasil pekerjaan logam pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Hasil penelitian ini dapat berguna dalam rangka mengoptimalkan kemampuan siswa dalam belajar pekerjaan logam dasar melalui media pembelajaran yang variatif. . Mengkaji hasil belajar pekerjaan logam dasar yang memperoleh pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa dengan siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alatalat potong pada siwa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2004/2005. E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti. guru . Siswa dapat menguasai konsep dasar pekerjaan logam dasar pada umumnya dan pengasahan alat-alat potong pada khususnya.19 b. c. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh sekolah atau lembaga pendidikan lainnya sebagai sumber informasi yang dapat dijadikan bahan evaluasi dalam kegiatan belajar dan mengajar khususnya pada produktif pekerjaan logam dasar.

BAB III metode penelitian. halaman pengesahan. Bagian isi terdiri dari lima bab. BAB IV hasil penelitian dan pembahasan masalah. menjelaskan tentang populasi. Sistematika Skripsi Secara garis besar sistematika penyusunan skripsi ini dikelompokkan menjadi tiga bagian. BAB II landasan teori dan hipotesis. penegasan istilah. kata pengantar.20 F. sampel. yang berisi tentang hasil yang dilakukan dan pembahasan hasil penelitian. daftar isi. Bagian akhir dari skripsi adalah daftar pustaka dan lampiran. permasalahan. halaman motto dan persembahan. tujuan penelitian. yang berisi alasan pemilihan judul. variabel dan instrumen penelitian. manfaat penelitian dan sistematika skripsi. yaitu : BAB I pendahuluan. Bagian pendahuluan berisi halaman judul.saran sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang dilakukan. daftar gambar. yaitu : bagian pendahuluan. bagian isi dan akhir skripsi. tekhnik pengumpulan data dan metode analisis data. . BAB V kesimpulan dan saran. daftar tabel. daftar lampiran dan abstraksi.

pemahaman. 2). Pengertian belajar secara khusus. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. 1989 : 3). Beberapa aliran psikologi yang menjelaskan belajar secara khusus ini adalah aliran behavioristik. Pengertian belajar secara populer Max Darsono (2000 : 3-4) mengemukakan bahwa berdasarkan pendapat para ahli pendidikan tentang pengertian belajar secara populer antara lain : 1). ketrampilan dan nilai sikap (W. aliran humanistik dan aliran gestalt.S Winkel. 1987 : 36). 21 . Teori Belajar Mengajar Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa pengertian belajar dibedakan menjadi dua yaitu pengertian belajar secara populer dan pengertian belajar secara khusus a. b. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. aliran kognitif. Belajar merupakan suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan. penggunaan dan penilaian sikap yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau aspek kehidupan melalui interaksi dengan lingkungannya. Landasan Teori 1.

Perubahan tingkah laku ini disebabkan karena adanya hubungan stimulus respon. 3). 4). Belajar menurut aliran psikologi kognitif Belajar menurut aliran psikologi kognitif berpendapat bahwa tingkah laku manusia tidak semata-mata ditentukan oleh stimulus yang berada diluar dirinya. tetapi faktor yang ada didalam diri manusia juga mempunyai peran yang sangat penting.22 1). Belajar menurut aliran psikologi gestalt Aliran ini berpendapat bahwa belajar adalah kegiatan internal yang mengatur atau mengorganisasikan stimulus yang terjadi dari beberapa bagian. . tetapi faktor yang ada di dalam diri manusia juga mempunyai peran yang sangat penting. baik dalam bentuk pengetahuan dan ketrampilan baru maupun dalam bentuk sikap dan nilai yang positif melalui interaksi dengan lingkungan. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang menghasilkan perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri. Belajar menurut aliran psikologi humanistik Aliran ini berpendapat bahwa tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh stimulus yang berada di luar dirinya. Dari pengertian belajar secara populer dan pengertian belajar secara khusus tersebut. sehingga orang mempersepsinya sebagai suatu pola atau struktur yang bermakna. Belajar menurut aliran behavioristik Aliran psikologi behavioristik berpendapat bahwa belajar adalah merupakan tingkah laku yang diamati. 2).

Kondisi fisiologis yang menyangkut keadaan fisik atau jasmani seseorang. seperti mudah marah. 2. sebaliknya kalau orang tidak berminat hasilnya akan kurang baik. d) Motivasi Motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar.23 2. mudah tersinggung. e) Emosi Keadaan emosi yang labil. Kondisi psikologis a) Kecerdasan Orang yang lebih cerdas pada umumnya akan lebih cepat menguasai pelajaran dibandingkan orang yang kurang cerdas. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Menurut Sumadi Suryasubrata (1983 : 8). faktor yang mempengaruhi belajar siswa meliputi faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang berasal dari luar siswa adalah : a. . merasa tidak aman dapat mengganggu keberhasilan anak dalam belajar. maka harapan hasil yang lebih baik akan tercapai. Faktor dalam 1. c) Minat Mempelajari sesuatu apabila seseorang penuh minat. meskipun fasilitasnya sama. b) Bakat Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakatnya kemungkinan besar akan berhasil maksimal. merasa tertekan.

akan memudahkan siswa dalam merencanakan dan mempersiapkan untuk mengikuti program tersebut. Saran dan fasilitas Keadaan gedung atau tempat belajar. b. ventilasi. . tulisan. Faktor ini meliputi : 1. rekaman suara. Faktor luar faktor luar yaitu yang berasal dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar. baik berwujud manusia dan representasinya (wakilnya). Lingkungan sosial. Faktor instrumental Faktor intrumental adalah faktor yang ada dan penggunaannya dirancang sesuai dengan tujuan belajar. c. 2. jelas dan mantap memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. tempat duduk dapat memberikan kontribusi terhadap keberhasilan belajar. Kurikulum Kurikulum yang baik. b. Faktor lingkungan a. Representasinya tersebut dapat berbentuk potret. Program Program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang telah dirinci dalam suatu kegiatan yang jelas. Faktor-faktor instrumental meliputi : a.24 f) Kemampuan kognitif Kemampuan kognitif yaitu kemampuan penalaran yang dimiliki siswa. Lingkungan alami b. termasuk didalamnya penerangan.

1) Mengajar pada hakekatnya adalah proses mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan serta mendorong siswa melakukan proses belajar (Nana Sudjana. Guru atau tenaga pengajar Kuantitas. 2) Mengajar merupakan kegiatan yang mentransfer pengetahuan atau ketrampilan dari satu pihak pada pihak yang lain (Suharsimi Arikunto. Pengertian mengajar Agar dapat memahami pengertian mengajar. . 1987:29). kualitas dan metode mengajar akan mempengaruhi proses hasil belajar siswa. 1980:34). Teori mengajar a. ada beberapa pendapat tentang pengertian tentang mengajar. b. sikap serta tingkah laku dan pertumbuhan siswa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Metode mengajar Beberapa metode mengajar yang digunakan antara lain sebagai berikut : 1) Metode ceramah Metode ceramah yaitu penyampaian bahan pelajaran dengan lisan secara satu arah dari guru kepada siswa. sehingga guru aktif menerangkan sedangkan siswa pasif mendengarkan. Mengajar merupakan kegiatan guru mengkoordinir komponenkomponen pengajaran yang terarah pada tujuan dengan menolong siswa untuk memperoleh pengetahuan. 3.25 d.

berfikir dan sebagainya. penguasaan terhadap suatu materi baik dan mampu mengaplikasikan kedalam pekerjaan praktik atau dengan kata lain siswa memiliki kemampuan yang baik. baik dengan bimbingan guru maupun tanpa bimbingan guru. 5) Metode penemuan Metode penemuan menghendaki agar siswa benar-benar aktif belajar menemukan sendiri apa yang dipelajari. mencoba. 3) Metode pemberian tugas Metode pemberian tugas merupakan cara mengajar dimana siswa diberi tugas dan siswa harus mempertanggung jawabkannya. dalam hal ini peserta didik dapat melihat.26 2) Metode tanya jawab Metode tanya jawab yaitu penyampaian materi pelajaran dengan lisan melalui pengajuan pertanyaan yang dilakukan oleh guru yang dapat menyebabkan siswa aktif.. Untuk membantu terwujudnya pengajaran yang lebih menarik . Penggunaan beberapa metode mengajar yang diterapkan. c. berbuat. siswa diharapkan memiliki pemahaman. Media pengajaran Pengajaran akan lebih menarik dan berhasil apabila dihubungkan dengan pengalaman. 4) Metode diskusi Metode diskusi adalah penyampaian suatu bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan percakapan ilmiah sehingga memperoleh sesuatu yang tepat dan disepakati bersama.

Media pendidikan adalah alat. 4. Efektifitas hasil belajar pekerjaan logam dasar Efektifitas adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan keberhasilan (ada efeknya. Media pendidikan atau media interaksional adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai sumber belajar yang dapat merangsang pikiran. ada pengaruhnya) dari penggunaan lembar kerja siswa. Efektivitas hasil belajar dimaksud adalah pembelajaran pekerjaan logam dasar yang menggunakan lembar kerja siswa memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai dibandingkan sebelum penggunaan lembar kerja siswa. salah satunya dengan menggunakan media pendidikan.27 dan berhasil apabila dihubungkan dengan hal tersebut. Efektivitas hasil belajar pekerjaan logam dasar dalam penelitian yang dimaksud adalah hasil yang diperoleh dari pembelajaran yang menggunakan . Kemampuan ini diukur dengan nilai evaluasi akhir proses belajar mengajar. Hasil belajar yaitu sesuatu yang telah dicapai secara maksimal dengan pengalaman dan latihan yang ditunjukkan oleh perubahan pada diri seseorang. metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran disekolah (oemar hamalik. perhatian dan kemampuan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar ke tingkat yang lebih efektif dan efesien. 1988:13).

Lembar kerja tak berstruktur Lembar kerja tak berstruktur yaitu lembaran yang berisi sarana untuk menunjang materi pelajaran. Lembar kerja berstruktur Lembar kerja berstruktur merupakan media yang berisi program pengajaran yang mempunyai struktur penyajian tertentu. Pengertian Lembar Kerja Siswa Salah satu teknik penyampaian pengajaran logam dasar adalah dengan memanfaatkannya lembar kerja siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Lembar kerja siswa 1. bimbingan guru tetap diperlukan. Kegiatan siswa tersebut merupakan satu satuan waktu dibawah pengawasan dan bimbingan guru. Pada pemakaian lembar kerja siswa ini. sebagai alat bantu belajar siswa yang dipakai untuk menyampaikan pelajaran. B. Lembar kerja siswa adalah media cetak yang terdiri darisatu atau beberapa lembar yang dibagikan kepada setiap siswa dengan maksud supaya siswa belajar dengan mengerjakan tugas pada lembar kerja tersebut.28 lembar kerja siswa pada mata diklat pekerjaan logam dasar dapat meningkatkan kemampuan siswa baik secara konsep maupun teknik. tetapi diharapkan bimbingan tersebut sedikit mungkin. Lembar kerja ini . Macam Lembar Kerja Macam Lembar kerja logam dasar dibagi dua jenis yaitu : a. sehingga aktifitas siswa lebih tinggi. b. 2.

29 tersusun sistematis sehingga siswa dapat belajar sendiri atau tanpa bantuan guru. Namun bukan berarti lembar kerja ini mampu menggantikan fungsi guru di kelas. cara pengoperasian. 3. pemeriksaan dan penggunaan untuk mengasah alat-alat potong pada mesin gerinda. guru tetap bertindak sebagai pengelola kelas maupun pengarah siswa (Pandoyo. 3) Mengenal batu gerinda 4) Memeriksa batu gerinda 5) Mengasah alat-alat potong. cara mengasah pahat tangan. Uraian materi pengasahan alat-alat potong Adapun materi terdiri dari mesin gerinda yang meliputi dari pengertian. bagian-bagian. pahat bubut dan memahami cara mengasah bor. c. Tujuan khusus pembelajaran 1) Menyebutkan macam-macam meisn gerinda 2) Menyebutkan bagian-bagian utama mesin gerinda dan fungsinya. Format Lembar Kerja Siswa Adapun format lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alatalat potong secara garis besar adalah sebagai berikut : a. . b. 1983 : 4). Penguasaan terhadap soal-soal yang diberikan minimum mencapai 80%. Latihan 1) Latihan teori Diberikan kepada siswa dengan maksud dapat memahami jenis mesin gerinda.

Adapun instrumen pengukuran praktik sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Persiapan alat-alat perkakas Sikap kerja pada mesin gerinda Cara-cara penggerindaan Posisi benda kerja pada batu gerinda Gunakan air pendingin Gunakan alat pemeriksa Mengikuti langkah-langkah kerja (Tim PPPG Teknologi Bandung. Keuntungan 1) Meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga kadar pembelajaran aktif lebih tinggi. .30 2) Latihan praktik Latihan praktik dapat dilakukan apabila siswa dapat mengrjakan soal-soal latihan teori dengan skor minimum 80%. Keuntungan dan kekurangan Lembar Kerja Siswa Menurut Pandoyo (1983). Hal tersebut dikarenakan dalam setiap pertemuan diberikan pengayaan materi dengan cara mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar kerja siswa. 1999 ) Ya Tidak 4. keuntungan dan kekurangan dari penggunaan lembar kerja dibandingkan dengan pengajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa dalam hal ini sebatas hanya menggunakan job sheet adalah: a.

31 2) Meningkatkan siswa mampu bekerja sendiri. mandiri dan mempunyai tingkat kepercayaan yang baik dikarenakan siswa mempunyai kebebasan berpersepsi dan eksplorasi kemampuan siswa secara individual. prinsip maupun skill sehingga pengetahuan yang diserap lebih lama. 1981). 3) Dengan menggunakan lembar kerja siswa dapat menemukan sendiri. Kekurangan 1) Dapat disalahgunakan guru. pada saat siswa mengerjakan lembar kerja. 1956) kurikulum merupakan cara yang ditempuh oleh sekolah agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang diinginkan. guru yang seharusnya mengamati dapat meninggalkannya 2) Memerlukan biaya tambahan yang lebih dibandingkan dengan pengajaran yang hanya menggunakan job sheet. Sedangkan menurut (Krugmi. 4) Alternatif bagi guru untuk mengarahkan suatu pekerjaan atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu. . 3) Memerlukan banyak waktu untuk berpartisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar. konseptual. b. Hal tersebut dikarenakan dalam pembahasan sub pokok bahasan siswa diberi pengayaan materi dengan mengerjakan soal pada lembar kerja yang ada. C. Kurikulum SMK 1999 Kurikulum diartikan sebagai dokumen yang memuat rencana untuk pendidikan peserta didik selama belajar disekolah (Beachamp.

Adapun Program Pendidikan dan Pelatihan Teknik Mesin Perkakas sebagai berikut : .32 Karakteristik kurikulum SMK 1994 yang menonjol adalah pendekatan kompetensi. Penyesuaian kurikulum tersebut akan mempengaruhi seluruh aspek manajemen sekolah. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan adaptasibilitas yaitu diterbitkannya kurikulum SMK 1999 yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan berbasis kompetensi (Competensi Based Curriculum)dan pendekatan berbasis luas dan mendasar (Broad Based Curriculum). Penggunaan pendekatan kompetensi secara taat asas dapat berakibat isi kurikulum menjadi kaku dan kering dari unsur-unsur pengembangan adaptasi (terlalu menekankan pada know how dan kurang memperhatikan know why). baik akademik maupun administratif.

Komputer 5. Pekerjaan Permesinan 8. Penggerindaan ini misalnya digunakan pada pengerjaan penyelesaian. Pekerjaan Dasar Logam 3. Pend. penajaman alat-alat dan meratakan hasil pengelasan. PDKM 5. Fungsi dan Jenis Mesin Gerinda Penggerindaan adalah suatu proses penyayatan logam menggunakan batu gerinda. Agama 3. Kimia 4. Bahasa Indonesia 4. Menggambar dasar 2. PKM 9. Menggambar mesin 6. Teori belajar pekerjaan logam dasar 1. Olah Raga 5. Kewirausahaan 1. Las & Fabrikasi Logam 7. Peralatan Mek.Industri 10. Pekerjaan Las Dasar 4.33 PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIK MESIN PERKAKAS Program Normatif Program Adaptif Program Produktif 1. Paket Keahlian CNC D. Jenis Mesin Gerinda dan Cara Mengasah Mata Bor a. . PPKn 2. Sejarah 1. Bahasa Inggris 3. Matematika 2.

Untuk keperluan praktis di bengkel. Pada umumnya. hanya saja dipasang pada kaki. Gambar 1. misalnya kasar dan . 1999:89) Keterangan : a. mesin gerinda pembundar. Mesin gerinda kaki/berdiri c.34 Adapun jenis mesin gerinda yang sering digunakan didalam bengkel mesin antara lain mesin gerinda bangku. mesin gerinda datar. Macam-macam mesin gerinda (Solih Rohyana. Mesin gerinda pembundar Mesin gerinda bangku adalah mesin gerinda yang tetap pada bangku/ meja kerja. mesin gerinda bangku mempunyai bagian-bagian utama yaitu sebuah motor listrik dan dua buah batu gerinda yang dipasang langsung pada as motor listrik di sebelah kiri dan kananya. mesin gerinda kaki. Mesin gerinda kaki bentuknya sama dengan mesin gerinda bangku. biasanya pada mesin gerinda bangku dipasang dua batu kekasaran ataupun kekerasannya berbeda. Mesin gerinda datar d. Mesin gerinda bangku b.

perlu diratakan dan ditajamkan lebih dahulu. 2) Jarak penahan terhadap batu gerinda harus diperiksa sebelum menggunakannya. Susanto.35 halus atau keras dan lunak serta secara teknis berlaku bahwa batu gerinda yang lunak digunakan untuk bahan yang keras dan batu gerinda yang keras untuk bahan yang lunak. . 3) Apabila batu gerinda sudah tidak rata dan tidak tajam. Pada kedua ujung poros itu dipasang batu gerinda. 1999 :1) 1) Badan mesin terbuat dari besi tuang dan pada mesin tersebut terpasang motor yang berporos. Perlengkapannya adalah penutup batu gerinda. Bagian-bagian Mesin Gerinda Tutup batu gerinda Gerinda Gambar 2 bagian-bagian mesin gerinda (Tim PPPG. maksimum 3 mm. b. kaca pelindung dan penahan atau penyokong. Pengasahan yang aman dengan mesin gerinda bangku perlu memperhatikan beberapa hal : 1) Apabila pada mesin gerinda bangku tidak terpasang kaca pelindung maka pakailah kacamata pelindung saat menggunakannya.

Batu Keping b. sehingga keselamatan kerja pekerja pada mesin gerinda terjaga dengan baik. Serbuk-serbuk ini panas dan tajam. Apabila sela-sela tersebut terlalu lebar. 4) Alat penahan atau penyokong berfungsi untuk menahan atau menjadi tempat kedudukan benda yang digerindai. Kaca pelindung terletak di bagian atas depan batu gerinda yang tak tertutup. Alat penyokong merupakan pedoman peletakkan (posisi) atau kedudukan dan dapat diatur menjauhi atau mendekati batu gerinda. Batu Keping Pemotong dua sisi . sehingga serbu-serbuk tersebut tidak menyebabkan kecelakaan pada pekerja atau penguna mesin gerinda. Macam-macam bentuk batu gerinda dan penggunaannya.36 2) Penutup batu gerinda dari pelat baja atau besi. bukan saja benda kerja. 3) Kaca pelindung digunakan untuk melindungi mata pekerja dari serbuk-serbuk gerinda. Alat tersebut harus diatur sedekat mungkin dengan batu gerinda agar benda yang diasah tidak masuk pada sela-sela batu gerinda dan penahan. tetapi juga jarijari kita akan mudah masuk kedalamnya dan terbawa putaran batu gerinda. Batu Keping Pemotong satu sisi c. a. sangat berbahaya apabila mengenai mata. maka pekerja itu sendri harus menggunakan kacamata. Apabila mesin gerinda tidak ada kaca pelindungnya. Penutup tersebut berfungsi untuk menampung serbuk-serbuk gerinda. Dua pertiga bagian dari batu gerinda tertutup oleh penutup.

misal : mesin frais. seperti silinder blok. Macam-macam. misal : pisau mesin frais. bentuk batu gerinda (Boenasir. Batu kobokan konis h. . 1993:90) Penggunaan batu gerinda sebagai berikut : 1) Batu keping untuk mengasah alat-alat perkakas 2) Batu keping dengan pemotong satu sisi untuk mengasah permukaan yang rata. Batu penyerongan e. 3) Batu keping dengan pemotong dua sisi untuk mengasah permukaan yang rata. 4) Batu keeping dengan penyemprotan dua sisi untuk mengasah serongnya permukaan misalnya : katup. Batu potong Gambar 3. Batu cincin dengan satu sisi f. 8) Batu potong digunakan untuk memotong benda kerja. 7) Batu kobokan konis untuk mengasah penyerongan sisi dalam.37 d. Temberang asah g. 5) Batu cincin untuk mengasah rata tegak lurus. 6) Batu temberang asah untuk mengasah tegak lurus.

6) Kedudukan badan yang menggerinda berbeda dengan kedudukan badan pada waktu mengikir atau menggergaji. Hal tersebut untuk menjaga agar batu gerinda tetap rata. Pada waktu menggerinda. 2) Untuk menghidupkan mesin gerinda. Kepala menunduk dan mata tertuju pada bagian benda yang diasah. 3) Menggerinda dilakukan pada bagian tebal batu gerinda. kedua kaki harus berdiri sejajar dengan tekanan yang sama.38 c. . Apabila permukaan batu gerinda tidak rata. Mengoperasikan mesin Gerinda Cara-cara mengoperasikan mesin gerinda adalah : 1) Sebelum kita mengoperasikan mesin gerinda. kedudukan badan kita harus tegak. 4) Benda kerja disandarkan pada alat penahan sehingga keadaanya stabil dan tidak mungkin terbawa putaran batu gerinda. periksa dahulu kondisi batu gerinda. maka hasil penggerindaan tidak baik. melainkan harus berpindahpindah (digeser-geserkan) pada bagian tebal batu gerinda. 5) Penggerindaan tidak boleh pada satu tempat saja. Yakinkan bahwa permukaan batu gerinda rata dan tidak retak. lakukan pengasahan dengan menggunakan dresser. Apabila permukaan batu gerinda tidak rata. tekan saklar mesin sehinga batu gerinda berputar secara normal. tidak condong ke muka. terutama pada bidang asah yang lebar. bukan pada bagian sisinya.

sehingga menjadi lembek. besar . Cara Mengasah Mata Bor Untuk mendapatkan haasil asahan yang baik pada mata bor perlu diperhatikan tiga hal yaitu besar sudut sisi potong untuk baja mesiu 118º. Penajaman batu gerinda (Solih Rohyana. pahat dan lain-lain. Tempat air harus selalu ada di dekat mesin gerinda. Alat ini yang terlihat pada gambar 4 terdiri dari beberapa keping baja bergigi yang disatukan kemudian dipasang pada sebuah pemegang. maka dapat diratakan dengan alat penajam batu (dresser). 1999:90) d. Apabila permukaan batu gerinda tidak rata.39 7) Benda yang diasah jangan sampai menjadi biru atau merah. Pada mesin gerinda berdiri. terutama untuk alat-alat potong. misalnya bor. Gambar 4. biasanya tempat airnya terpasang pada bagian depan mesin tersebut. 9) Benda kerja harus sering didinginkan dalam air untuk menjaga agar kekerasannya tidak berubah. Hal tersebut dapat mengubah kekerasan benda. kepingan-kepingan ini dapat berputar bebas. 8) Tekanan pada pengasahan benda yang diasah atau gerinda harus ringan.

3) Memeriksa volume cairan pendingin yang ada pada bak penampung.40 sudut kelonggaran bibir / ruang bebas pada umumnya 12-15º dan titik mati mata bor yang berada pada tengah-tengah umung mata bor. 7) Untuk menjaga agar tidak terjadi perubahan struktur bahan pada mata bor. maka hasil pengeboran terjadi pembesaran lubang. Adapun langkah kerja pengasahan mata bor adalah : 1) Pada saat akan melakukan pengasahan mata bor. gunakan selalu kaca mata atau penutup muka dan penutup mata. dinginkan mata bor sesering mungkin selama proses pengasahan / penggerindaan. . 5) Apabila sudut mata bor sudah tepat. 2) Memeriksa kondisi permukaan batu gerinda dan yakinkan bahwa permukaan batu gerinda rata dan tidak retak. 4) Menggunakan mal sudut untuk memeriksa terlebih dahulu sudut-sudut mata bor. maka pegang mata bor dan dudukan pada pendukung benda kerja mesin gerinda. 6) membentuk sudut-sudut bor tersebut putarlah mata bor ½ putaran yakni dari alur ke alur berikutnya setelah ini lanjutkan ½ putaran berikutnya dan memeriksa kembali sudut mata bor denga menggunakan mal sudut bor. Apabila tidak terpusat pada titik tengah.

Memeriksa besar sudut potong pahat. misalnya sudut pahat 55º untuk pemahatan baja.1999:91) Keterangan: a. 2. Memegang badan pahat dengan dua tangan. c. Cara Mengasah Pahat tangan Prosedur pengasahan pahat tangan yang harus dilaksanakan adalah : a. . Mempelajari gambar kerja. posisi mata potong pahat berada di atas. Posisi pemegang b. Sudut bor c. Mengasah mata bor (Solih Rohyana. d.41 Gambar 5. Menempelkan sisi potong pahat pada sisi depan batu gerinda sedikit agak tinggi di atas penahan sambil sedikit diayun ke kiri dan ke kanan. e. Mal sudut bor untuk berbagai macam bahan. dan jangan sampai ujung pahat menyala sehingga kekerasannya berkurang. sesuaikan dengan bahan yang akan dikerjakan. Menekan ujung pahat secukupnya pada gerinda. b.

Gambar 6.1999:91) Keterangan : a. Posisi sudut pahat b.42 f. . g. b. Mengasah sisi pahat yang menyudut antara 12º-15º (gambar 7-a). Cara Mengasah Pahat Bubut Prosedur pengasahan pahat bubut yang perlu dilakukan adalah : a. Mengasah pahat tangan (Solih Rohyana. Di tekan sambil diayun c. Untuk menggerinda kepala pahat yang mengembang gunakan penahan saat menempelkannya pada batu gerinda. Peralatan kepala pahat yang mengembang. Mempelajari gambar kerja. Menggambar atau menggores sudut-sudut pahat bubut sebelum digerinda c. Dengan terasahnya sisi pahat ini maka terasah pula sudut bebas sisi (side cutting edge) pahat yang menyudut antara 8º-10º. Mencelupkan pahat ke dalam pendingin secara teratur supaya pahat tidak terlalu panas dan berkurang kekerasannya. 3.

bagian-bagian yang diasah hendaknya digosok pada batu asah yang halus untuk menghilangkan tatal atau beram-beram bekas asahan. Mengasah ujung mata pemotong pahat kurang lebih 0.5 mm (gambar 7-d) Setelah selesai diasah. Ujung mata pahat harus digosok dengan gerakan melengkung. Mengasah sisi bagian kanan sehingga terbentuklah sudut puncak pahat yang besarnya 80º (gambar 7-b). . Gambar 7. Hasil Belajar Pekerjaan Logam Dasar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai (yang dilakukan.43 d. 1990:20). 1999:92) E. e. f. Langkah mengasah pahat bubut (Solih Rohyana. Mengasah sudut tatal (bagian atas) sebesar 12º-20º (gambar 7-c). 1995:787). hasil belajar adalah kemampuan kognitif yang dimiliki oleh siswa setelah melakukan proses mengajar melalui pengukuhan dan tes (Nana Sudjana. dikerjakan dan sebagainya) (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Menurut Nana Sudjana.

sehingga menghasilkan tingkah laku yang relatif permanen. Adapun hasil belajar yang dimaksudkan adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa kelas I setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan program produktif pekerjaan logam pada semester II pokok bahasan pengasahan alat-alat potong. Permasalahan yang ada . Tes hasil belajar dibuat untuk menentukan tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam penguasaan materi yang diajarkan.44 Hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh siswa setelah melakukan interaksi dengan lingkungannya. F. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengajaran dan keberhasilan pengajaran salah satunya adalah metode mengajar yang diterapkan dan penggunaan media pembelajaran yang digunakan. Kerangka Berfikir Kurikulum 1994 yang menonjolkan pendektan kompetensi secara taat asas yang dapat berakibat isi kurikulum menjadi kaku dan kering dari unsur-unsur adaptabilitas (karena terlalu menekankan pada know how dan kurang memperhatikan know why). Implementasi kurikulum tersebut menuntut pihak sekolah atau institusi pendidikan untuk melakukan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Kurikulum 1999 menggunakan dua pendekatan berbasi kompetensi dan pengembangan kurikulum berbasis luas. Pembaharuan yang dilakukan meliputi faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengajaran. Hasil yang dicapai berupa angka atau nilai yang diperoleh dari tes hasil belajar. Penerbitan kurikulum SMK 1999 sebagai upaya perbaikan dan penyempurnaan kurikulum 1994.

kegiatan penelitian. Salah satu upaya yang dilakukan umtuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan media atau alat bantu berupa lembar kerja siswa (LKS) dalam penyampaian materi. menerangkan aplikasi. penemuan dan penelitian yang bersifat terbuka dan mempunyai beberapa keuntungan dapat meningkatkan kemandirian dan membimbing siswa secara baik kearah pengembangan konsep maupun prinsip skill. Berdasarkan pemikiran tersebut. Kemampuan tersebut diukur dari perolehan nilai evaluasi hasil akhir proses belajar mengajar.45 bahwasannya kecenderungan metode pengajaran yang digunakan kurang variatif dan cenderung monoton sehingga mengakibatkan siswa kurang tertarik terhadap suatu materi dan akibatnya hasil yang dicapai kurang maksimum. Ptihelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa diharapkan mampu memberikan efek yang baik terhadap hasil belajar pekerjaan logam dasar yaitu adanya peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan hasil belajar sebelum penggunaan lembar kerja siswa. Proses belajar dapat mencapai hasil yang lebih baik apabila siswa mempunyai motifasi yang tinggi untuk melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar tersebut ditunjukkan dengan perubahan kemampuan diri siswa. perlu dilakukan kajian mendalam dan penelitian lebih lanjut terhadap efektivitas hasil belajar pekerjaan logam dasar yang menggunakan lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong siswa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari tahun pelajaran 2003/2004. . Lembar kerja siswa secara umum mempunyai fungsi sebagai tujuan latihan.

. Hipotesis Berdasarkan uraian diatas pada landasan teori maka hipotesis dalam skripsi ini adalah : Hipotesis kerja ( Ha ) Penggunaan lembar kerja siswa lebih efektif dari pada pembelajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa pada pekerjaan logam dasar pokok bahasan pengasahan alat-alat potong siswa kelas I SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2003/2004.46 G.

1996 :117 ). populasi yang terbagi dalam empat kelas masing-masing 50%. Kelas yang pertama sebagai kelompok eksperimen yaitu kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran LKS dan kelompok kedua yaitu kelompok kontrol yaitu kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa LKS. Kelas 1 TM 3 sebanyak 36 siswa d. 1996 : 115). yaitu : a. Dalam Penelitian ini yang dimaksud populasi adalah seluruh siswa kelas 1 semester 2. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti( Suharsimi Arikunto.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. diambil sampel sebanyak 72 siswa yang terbagi dalam dua kelompok. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Kelas 1 TM I sebanyak 36 siswa b. 47 . Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian(Suharsimi Arikunto. Kelas 1 TM 2 sebanyak 36 siswa c. Program Pendidikan dan Pelatihan Keahlian Teknik Mesin SMK Ma’arif Bobotsari Purbalingga Tahun Pelajaran 2004/2005. yang berjumlah 144 orang yang terbagi dalam 4 kelas. Kelas 1 TM 4 sebanyak 36 siswa 2.

b Kelompok II adalah kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak menggunakan lembar kerja siswa dengan jumlah 36 siswa. Variabel dan Metode Penelitian 1. 1997 :3). karena adanya variabel bebas. 1997).48 Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sebagai berikut : Melakukan tes awal terhadap kelas 1 TM1. 1 TM4 untuk menentukan anggota kelompok dengan rincian sebagai berikut : a Kelompok I adalah kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menggunakan lembar kerja siswa dengan jumlah 36. B. Variabel bebas Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat. 1 TM3. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. 1 TM2. b. Variabel terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Variabel bebas adalah metode mengajar yang menggunakan lembar kerja siswa (LKS). . (Sugiyono. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar pekerjaan logam dasar. Jadi variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi (Sugiyono. a.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen artinya peneliti memberikan perlakuan secara langsung kepada sampel penelitian yaitu dengan memberikan pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa pada kelompok eksperimen dan pembelajaran yang tidak menggunakan lembar kerja siswa pada kelompok kontrol. Perlakuan yang diberikan berupa sistem pengajaran yang menggunakan lembar kerja siswa. Pelaksanaan eksperimen 1. T x T .49 2. 1993 : 79) b. Adapun langkah pemberian treatment adalah sebagai berikut : 1) Penjelasan tentang system pengajaran yang akan dilakukan. Prosedur pelaksanaan metode eksperimen ini adalah sebagai berikut : a. Rancangan eksperimen Dalam penelitian ini digunakan rancangan eksperimen dengan teknik random terhadap subyek yang dapat dijabarkan dalam diagram sebagai berikut: E R K Keterangan : E = Kelompok eksperimen K = kelompok kontrol R = Kelompok subjek diambil secara random T = tes atau post tes kelompok kontrol dan eksperimen (Suharsimi Arikunto. Pemberian treatment atau perlakuan Perlakuan diberikan kepada kolompok eksperimen.

50

2) Penjelasan singkat mengenai lembar kerja siswa yang dilakukan, materi yang akan dipelajari dan system penilaian. 3) Pemberian latihan soal 4) Pemberian nilai

2. Tes Hasil Belajar Tes tersebut diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa baik yang diberi lembar kerja siswa dan tanpa lembar kerja siswa.

C. Metode pengumpulan data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Metode Observasi Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi sekolah dan cara mengajar guru. 2. Metode dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data awal yang berkaitan dengan populasi yang akan dijadiakan subyek penelitian. 3. Metode tes Tes digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. a. Materi dan Bentuk Tes 1) Materi adalah pokok bahasan pengasahan alat-alat potong.

51

2) Bentuk tes berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan dan hanya satu jawaban yang benar. Hal tersebut dikarenakan tes objektif dapat digunakan untuk menilai bahan yang lingkup luas, dapat dinilai secara objektif dan bagi yang dites dapat menjawab dengan bebas dan terpimpin. b. Metode Penyusunan Perangkat Tes 1) Mengadakan pembatasan materi yang akan diujikan. 2) Menentukan jumlah butir soal. 3) Menentukan tipe soal. Adapun tipe soal berbentuk pilihan ganda. 4) Menentukan kisi-kisi soal. Adapun kisi-kisi soal sebagai berikut : No 1 2 3 4 Sub Pokok Bahasan Mesin gerinda Pengasahan pahat bubut Pengasahan mata bor Keselamatan kerja Jumlah Prosentase C1 Nomor Soal C2 C3 Jumlah

1,2,4,3,1,4 3,5,6,9,11,16 2,8,10,12,15 16 27 28,29,30 4 17,18,20 35,32 11 32% 19,21,25,26 34,32,31 16 45% 22,23,24 10 5 35 100%

8 23%

Keterangan : C1 : Ingatan C2 : Pemahaman C3 : Aplikasi 5) Menentukan alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikan soal. 6) Membuat perangakat tes dan kunci jawabannya. 7) Melaksanakan uji coba perangkat tes. 8) Analisis hasil uji coba perangkat tes.

52

D. Analisis Butir Soal 1. Menentukan Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 1996:158). Dalam penyusunan tes mempertimbangkan 2 macam validitas yaitu : a. Validitas isi Validitas isi digunakan untuk mengukur isi tes dengan tujuan tertentu pada materi yang diberikan. Perangkat tes dikatakan telah memenuhi validitas apabila materinya telah disesuaikan dengan GBPP untuk program keahlian teknik mesin perkakas, bidang produktif pekerjaan logam dasar siswa kelas I semester II pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong. Tercapainya validitas isi dapat diupayakan pada saat penyusunan tes, terlebih dahulu membuat kisi-kisi soal. b. Validitas Butir Soal c. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsini Arikkunto, 1996:58). Untuk mengetahui validitas tes digunakan rumus Point Biseral Correlation yaitu sebagai berikut : rpbis =
M p − Mt St p q

Keterangan : Rpbis Mp Mt St : Koefisien korelasi point biserial. : Mean skor dari subyek yang menjawab benar pada item. : Mean skor total. : Standard deviasi skor total.

(Suharsini Arikunto, 1993:234)

1996:96) Hasil perhitungan r11 dikonsultasikan dengan produk moment dengan taraf nyata 5%. Menetukan Reliabilitas Tes Sebuah tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut dapat memberikan hasil yag tetap.53 Apabila hasil perhitungan rpbis > r (tabel) maka korelasi tersebut signifikan dan berarti butir tersebut valid. : Jumlah hasil kali antara p dan q : Standard deviasi dari tes. (Suharsimi Arikunto. 2−  n   s Σpq  r11 =    2  n − 1  s   Keterangan : r11 p q Σpq s n : Reliabilitas tes secara keseluruhan. artinya apabila tes tersebut dikenakan pada sejumlah subjek yang sama pada lain waktu maka hasilnya akan relatif sama. Hasil perhitungan pada lampiran 11 halaman 106 didapatkan r11 sebesar 0. : Jumlah item. 2.8403 dan dari tabel diperoleh harga tabel sebesar 0. : Proporsi subjek yang menjawab dengan benar : Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p). .329 karena r11 > r (tabel) maka soal reliable. Apabila rpbis > r (tabel) maka dikatakan item tersebut tidak valid. Dalam penelitian ini menggunakan taraf nyata 5%. Reliabel tes dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan rumus KR-20. dengan ketentuan jika r 11 > r tabel maka soal dikatakan reliable.

54

3. Menentukan Indeks kesukaran Indeks kesukaran soal adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengetahui seberapa mudah atau seberapa sukarnya suatu butir soal bagi sekelompok individu. Indeks kesukaran dipergunakan rumus sebagai berikut :

P=

B JS

Keterangan : P B JS = Indeks kesukaran =Banyaknya siswa yang menjawab item soal dengan benar = Jumlah seluruh peserta

Klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut : Soal dengan P 1,00 samapi 0,30 adalah soal sukar Soal dangan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah (Suharsimi Arikunto,1996:214)

4. Menentukan Daya Pembeda Daya beda soal adalah kemampuan suatu soal untuk dapat membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah. (Suharsimi Arikunto, 1996:215). Rumus yang digunakan untuk menghitung daya beda adalah sebagai berikut :
Dp = Ba Bb − Ja Jb

55

Keterangan : Ba Bb Dp Ja Jb : Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab item benar. : Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab item benar : Indeks diskriminasi (angka yang menunjukkan besarnya daya beda). : Banyaknya peserta kelompok atas : Banyaknya peserta kelompok bawah

Klasifikasi daya beda : Dp= 0,00-0,20 jelek (poor) Dp= 0,20-0,40 Cukup (satisfactory) Dp=0,40-0,70 Baik (good) Dp=0,70-1,00 Baik Sekali (exellent) Dp= Negatif semuanya tidak baik. Semua butir soal dibuang. (Suharsimi Arikunto, 1996:223)

E. Metode Analisis Data 1. Uji normalitas data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya data yang akan dianalisis sehingga diketahui data tersebut normal atau tidak. Rumus yang di gunakan untuk menguji kenormalan adalah:

X =Σ
i =l

2

k

(Oi − Ei )2
Ei

Keterangan : X2 Oi Ei = Chi kuadrat = Frekuensi hasil pengamatan = Frekuensi harapan

(Sudjana, 1996:273)

56

2. Uji Kesamaan Varians Uji kesamaan varians digunakan untuk mengetahui apakah data dari hasil tes kedua kelompok memiliki kesamaan varians atau tidak. Rumus yang digunakan adalah :

F=

Vb Vk

dengan Vb = varians terbesar Vk = varians terkecil Kriteria pengujian, jika Fh<F tabel dengan dK = (nb-1) dan (Nk-1) dan taraf signifikansi 5%, maka dapat dikatakan kedua kelompok memiliki kesamaan varians (Sudjana,1996 : 250).

3. Uji Hipotesis Uji hipotesis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir dari sampel antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun hipotesis yang digunakan pada uji kesamaan dua rerata adalah : Ho = µe = µk = Nilai rata-rata kelompok eksperimen sama dari nilai ratarata kelompok kontrol. Ha = µe > µk = Nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata kelompok kontrol. 1). Jika pada uji kesamaan dua varians σe = σk, maka rumus t-tes yang digunakan adalah :

α = taraf signifikansi α = 5%. (nk − 1) 2 2 . 1996:243).57 t= S Xe − Xk 1 1 + ne nk dengan : (ne − 1)S e 2 + (nk − 1)S k 2 S= (ne + nk ) − 2 dimana : Xe = Rata-rata nilai kelas eksperimen Xk = Rata-rata nilai kelompok kontrol Se2 = Varians nilai tes kelompok eksperimen Sk2 = Varians nilai tes kelompok kontrol Derajat kebebasan untuk tabel distribusi t adalah (ne + nk . Jika t ≤ e e dengan we = e dan wk = k we + wk ne nk t e = t (1 − α ). Kriteria pengujian . 2). maka rumus t-tes yang digunakan adalah sebagai berikut : t= Xe − Xk Se S + k ne nk 2 2 Dalam hal ini pengujiannya adalah : w t + wk t k S S a). (Sudjana. (ne − 1) t k = t (1 − α ).2) dengan peluang (1-α). jika thitung > ttabel maka hipotesis nol ditolok dan sebaliknya. Jika pada uji kesamaan dua varians σ1 ≠ σ2.

. Jika t t ≥ we t e + wk t k .58 maka ho diterima. maka Ho ditolak ini berarti hasil belajar pekerjaan we + wk logam dasar pada siswa memperoleh pembelajaran yang menggunakan lembar kerja lebih tinggi dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa. b). artinya hasil belajar pekerjaan logam dasar pada siswa yang menggunakan lembar kerja siswa kurang dari atau sama dengan siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa.

Data Hasil Penelitian Pada tahap analisis data awal menunjukan bahwa kemampuan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak ada perbedaan secara signifikan. Hasil dari eksperimen tersebut sebagai berikut : Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 Nilai 81 83 80 85 85 83 79 80 80 82 78 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kontrol Kode K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 Nilai 78 76 77 73 75 73 76 76 77 75 80 59 . Pada langkah selanjutnya adalah pemberian treatment (perlakuan) yang berbeda pada kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menggunakan LKS dan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak menggunakan LKS.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa kedua kelompok berangkat dari keadaan yang sama. Hasil penelitian 1.

58 11.60 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Jumlah Rata-rata S S N 2 E-12 E-13 E-14 E-15 E16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 80 78 79 81 80 84 78 79 79 81 76 81 79 81 70 79 78 81 84 81 79 80 75 78 75 2871 79.3357 3.74 8.6212 2.37 36 .94 36 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Jumlah Rata-rata S S n 2 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 73 76 77 72 76 74 79 70 75 78 84 76 80 84 85 72 78 76 80 76 76 77 76 72 79 2757 76.

Uji Normalitas Data Hasil Belajar Dari hasil analisis data uji normalitas hasil belajar kelompok eksperimen pada lampiran 15 halaman 94. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 18 halaman 97. Uji hipotesis menggunakan rumus t dengan kriteria terima Ho jika thitung < ttabel.3149.81 dan berdasarkan uji normalitas hasil belajar kelompok kontrol didapatkan x2 hitung sebesar 4. 3. Uji Kesamaan Dua Varians Berdasarkan hasil analisis data uji kesamaan dua varians pada lampiran 17 halaman 96. Pada taraf signifikansi 5% dan derajat (tabel) kebebasan untuk pembilang dk1 = 35 dan penyebut dk2 = 35 diperoleh F 1.81.46 dan x2 tabel sebesar 7. Uji Hipotesis Penelitian Dari uji kesamaan dua varians nilai test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh kesimpulan bahwa varians kedua kelompok sama. diperoleh t (hitung) = . 4.961. diperoleh F (hitung) = 1. 2.95 dan x2 tabel sebesar 7. Kriteria terima Ho jika F (hitung). didapatkan x2 hitung sebesar 7.Karena = F hitung < F tabel maka Ho diterima dan bearti bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varians yang relatif sama.61 Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil belajar pekerjaan logam dasar kelompok sekperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Karena x2 hitung < x2 tabel maka dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal.

Hal tersebut berarti bahwa hasil belajar siswa jurusan teknik mesin program produktif pekerjaan logam dasar siswa yang menggunakan LKS lebih tinggi daripada siswa yang tanpa menggunakan LKS pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong kelas I Semester 2 SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2004/2005. Berdasarkan analisis tersebut dapat penulis simpulkan bahwa kedua kelompok berangkat pada keadaan yang sama. motivasi. kurikulum.62 4. Faktor-faktor tersebut mutlak berpengaruh pada proses dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut apakah ada perbedaan hasil belajar dari dua kelompok setelah mendapat perlakuan yang berbeda. sarana dan fasilitas serta tenaga pengajar ). Dalam penelitian ini yang menjadi sasarannya adalah pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa sebagai media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar.994. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan uraian pada bab II dijelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi belajar meliputi faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi fisiologis. bakat. Pada analisis awal menunjukkan bahwa kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak ada perbedaan yang signifikan atau sama. Psikologi (kecerdasan. emosi dan kemampuan kognitif) dan faktor luar yang meliputi lingkungan. . program.234. Jadi t (hitung) > t (tabel) sehingga hipotesis nol ditolak dan Ha diterima. Dalam tabel distribusi t dengan dk = (36+36) – 2 = 70 dan taraf signifikan α = 5 % diperoleh t (tabel) = 1. minat. B.

94 dan nilai rata-rata kelompok kontrol = 76.994. meskipun waktu dan bahan yang diberikan kepada kedua kelompok sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok kontrol yang berarti hasil belajar bidang studi pekerjaan logam dasar kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Dengan demikian hipotesis alternatif (ha) yaitu pembelajaran yang menggunakan lembar kerja siswa lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan lembar kerja siswa pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong pekerjaan logam dasar siswa kelas 1 SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2004/2005 dapat diterima. Hasil perhitungan analisis tes hasil belajar diperoleh nilai rata-rata kelompok eksperimen = 79. yaitu analisis terhadap hasil belajar pekerjaan logam dasar dari siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol didapatkan harga t hitung = 4.234 harga t tersebut dikonsultasikan dengan t tabel = 1. Harga t yang diperoleh berada pada daerah penolakan hipotesis nol yaitu pada daerah t > 1. siswa dari kelompok eksperimen terlihat lebih aktif dan lebih termotivasi dalam mengikuti dan mengolah pelajaran yang diberikan oleh guru dibandingkan dengan siswa dari kelompok kontrol. Berdasarkan pengamatan penulis mengenai aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.58. mandiri dan mempunyai tingkat kepercayaan yang baik dikarenakan siswa mempunyai kebebasan berpersepsi dan eksplorasi kemampuan siswa secara individual. Penggunaan lembar kerja siswa lebih efektif dikarenakan : 1. .63 Pada analisis tahap akhir ( data hasil penelitian ).994. Meningkatkan siswa mampu bekerja sendiri.

Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor antara lain : 1. Faktor bakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa siswa dari kelompok eksperimen yang memperoleh nilai lebih rendah dari nilai rata-rata kelompok kontrol yang dalam kegiatan belajar mengajar tanpa menggunakan LKS.64 2. Sebaliknya. Siswa tersebut tergolong kurang pandai atau kurang cerdas. Tidak semua siswa dalam kelompok eksperimen mempunyai bakat pada bidang studi pekerjaan logam dasar. minat. 3. dan motivasi. Kecerdasan mempunyai peranan dalam mencapai keberhasilan mempelajari sesuatu atau mengikuti program pendidikan dan kepelatihan. mempunyai minat dan motivasi yang besar dalam belajar pekerjaan logam dasar. prinsip maupun skill sehingga pengetahuan yang diserap lebih lama. Dengan menggunakan lembar kerja siswa dapat menemukan sendiri. 2. 3. 4. konseptual. Alternatif bagi guru untuk memperkenalkan suatu kegiatan tertentu atau mengarahkan suatu pekerjaan. ada beberapa siswa dari kelompok kontrol yang dalam proses belajar mengajarnya tidak meggunakan LKS mempunyai nilai yang lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok eksperimen. Kondisi fisiologis siswa pada saat proses belajar mengajar atau pada saat mengerjakan soal tidak optimal. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan . Faktor instrumental yaitu tenaga pengajar atau guru yang memberikan materi pekerjaan logam dasar.

65 siswa tersebut tergolong pandai. mempunyai bakat dibidang pekerjaan logam dasar. Berdasarkan analisis data tes hasil belajar pekerjaan logam dasar pokok bahasan pengasahan alat-alat potong yang ada secara umum dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan LKS mempunyai efektivitas terhadap hasil belajar kelompok eksperimen. mempunyai minat dan motivasi yang tinggi serta sungguh-sungguh dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang lebih baik. . yang ditunjukan dengan adanya peningkatan nilai hasil belajar kelompok eksperimen sebelum perlakuan dan secara eksplisit ratarata hasil belajarnya lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan LKS pada taraf signifikan 5%.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data. lxvi . Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini. penulis memberikan saran bahwa berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukan bahwa hasil belajar yang menggunakan lembar kerja siswa lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa. B. maka penulis menyarankan agar kegiatan belajar mengajar pekerjaan logam dasar dilengkapi dengan lembar kerja siswa. hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Pada taraf signifikan 5% hasil belajar pekerjaan logam dasar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja siswa lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan lembar kerja siswa. Hal tersebut berarti bahwa lembar kerja siswa efektif digunakan dalam pembelajaran pekerjaan logam dasar pada pokok bahasan pengasahan alat-alat potong kelas I semester 2 SMK Ma’arif Bobotsari Tahun Pelajaran 2004/2005.

1985.1996. Soejono. Menggerinda dengan Mesin. Jakarta : Bhratara Karya Aksara.1999. Tim PPPG Teknologi Bandung. .1983. Max. Jakarta: Depdikbud. Karso. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: Andi Offset. 1996. Oemar Hamalik.1997. Jakarta : Bumi Aksara. Suharsimi. Boenasir. Bandung: Tarsito. Semarang : IKIP Semarang Press. Depdikbud. Statistik untuk Penelitian. Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Pangasahan Alat-alat Potong. Belajar dan Pembelajaran.1983. Pandoyo. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Solih. Bandung: Armico. Proses Belajar Mengajar. Kurikulum SMK Garis-garis Besar Program Pendidikan dan Pelatihan Produktif. Bandung : CV. dkk. Sumadi.Bandung : Alfa Beta. Sinar Baru. Metode Statistika. Semarang : FMIPA IKIP Semarang. Rohyana. Semarang: IKIP Semarang Press.lxvii DAFTAR PUSTAKA Arikunto.1993.1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Lembar Kerja. Mesin Perkakas Produksi. Sudjana. Sugiyono. dkk. 1993. Jakarta : Universitas Terbuka. Bandung: Titian Ilmu lxvii . 1999.1994. Darsono. 1988. 2000. suryasubrata. Pekerjaan Logam Dasar. Dasar-dasar Pendidikan MIPA.

biasanya pada mesin gerinda bangku dipasang dua batu yang kekasarannya atau kekerasannya berbeda. Semua benar 2. misalnya keras dan lunak.Lampiran 1 lxviii LEMBAR KERJA I PROGRAM KEAHLIAN PROGRAM DIKLAT POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN KELAS/SEMESTER WAKTU : MESIN PERKAKAS : PEKERJAAN LOGAM DASAR : PENGASAHAN ALAT POTONG : MESIN GERINDA : I/II : 60 MENIT Petunjuk Umum 1. Apabila ada jawaban anda yang dianggap salah dan ingin dibenarkan coretlah dengan dua garis mendatar pada jawaban yang anda anggap salah tersebut. 2. Lunak c. Keras b. Untuk keperluan praktis dibengkel. Alat yang digunakan sebagai pedoman peletakan (posisi) atau kedudukan dan dapat diatur menjauhi atau mendekati batu gerinda disebut : a. Keras dan lunak d. 3. nomor urut dan kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan. Berilah tanda silang (x) pada huruf jawaban yang anda anggap benar. Kaca pelindung c. Penutup batu gerinda b. Contoh : Pilihan semula Pembetulan A A B B C C D D I. Secara teknis berlaku bahwa batu gerinda yang lunak digunakan untuk bahan a. 4. Tulislah nama. Dresser lxviii . Kerjakan semua soal pada lembar jawaban. kemudian berilah tanda silang (x) pada jawaban yang anda anggap benar. PILIHAN GANDA 1. Penahan d.

silinder dan bentuk lengkung lainnya. Mesin gerinda kaki dan gerinda meja. II. Berdasarkan tempat atau kedudukannya. Saklar 7. c. b. Air pendingin d. Dresser 5. Membuang bahan atau mengurangi ukuran bahan. SOAL ESSAY 1. Membuat lubang pada suatu benda kerja. Membentuk permukaan yang datar. Mesin gerinda kaki dan gerinda tangan. Kacamata b. Mesin gerinda datar dan pembundar. c. Flank d. Untuk mengasah batu gerinda yang besar dan kasar digunakan pengasah yang biasa disebut a. Apakah yang dimaksud dengan mesin gerinda dan sebutkan bagian-bagian utama dari mesin gerinda ? 2. b. Kaca pengaman c. Kacamata d. Semua benar 6. Sebutkan cara memasang batu gerinda ? 4. yaitu a. Batu berinda c. d. Hal-hal yang perlu dipersiapkan pada waktu menggerinda yaitu a. Motor b. Terangkan dengan jelas cara memeriksa keseimbangan batu gerinda ? lxix . Blotter c. Mesin gerinda tangan dan meja. Di bawah ini yang bukan merupakan bagian utama dari mesin gerinda yaitu a. Handle b. 4. mesin gerinda dibagi menjadi dua macam. d. Di bawah ini bukan merupakan kerja utama batu gerinda didalam bengkel kerja mesin adalah a. Jelaskan fungsi dari dresser ? 5. Jelaskan cara memeriksa batu gerinda yang baik ? 3. Melakukan pemotongan.lxix 3.

. 4. Kerjakan semua soal pada lembar jawaban. Contoh : Pilihan semula Pembetulan A A B B C C D D I. Counter sink 3. kemudian berilah tanda silang (x) pada jawaban yang anda anggap benar. nomor urut dan kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan. Sedangkan jenis mata bor yang digunakan untuk pembuatan lubang bentuk konis adalah a. Bor perseng c. 3. Berilah tanda silang (x) pada huruf jawaban yang anda anggap benar. lxx . Bor perseng b.. Core drills c. Bor pin b. Senter bor d. Jenis mata bor yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja atau memperluas lubang adalah a. PILIHAN GANDA 1.. Counter sink 2.lxx LEMBAR KERJA II PROGRAM KEAHLIAN PROGRAM DIKLAT POKOK BAHASAN : MESIN PERKAKAS : PEKERJAAN LOGAM DASAR : PENGASAHAN ALAT POTONG SUB POKOK BAHASAN : MENGASAH MATA BOR KELAS/SEMESTER WAKTU : I/II : 60 MENIT Petunjuk Umum 1. Bor spiral d. Hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil asahan yang baik pada mata bor adalah kecuali. Apabila ada jawaban anda yang dianggap salah dan ingin dibenarkan coretlah dengan dua garis mendatar pada jawaban yang anda anggap salah tersebut. Tulislah nama. 2.

. Apa yang anda ketahui tentang sisi potong. 10 – 11o d.lxxi a. 5 – 7o c.. Pemegang b.. a.. Badan mata bor c. 145o c. a.. 5... Mikrometer b. 130o a. Mata potong d. 8 – 9o b. Alat yang digunakan untuk memeriksa dan mengukur besarnya sudut mata bor disebut. Alat yang digunakan untuk memeriksa ukuran diameter mata bor adalah.. Sisi potong a. 12 – 15o 4. Sebutkan jenis-jenis mata bor pada proses pengebiran ? 3. Core drills II.. Feller gauge c. Protactor 8.. Counter sink 9.. 6. Penggaris d. Mikrometer c. Apa yang nada ketahui tentang mata potong. 110o d. Titik mati bor c. Kelonggaran bibir d.. Besar sudut sisi potong mata bor untuk bahan tembaga adalah . 80o c. 118o b... alur helix dan body clearance ? lxxi . Dresser b.. Bahan bor b. 100o a. kelonggaran bibir dan titik mata bor ? 4. Dibawah ini adalah bagian utama mata bor kecuali. SOAL ESSAY 1. Mal sudut bor d. Besar sudut puncak bor untuk bahan baja adalah . Jelaskan langkah mengasah mata bor ? 5. Sedangkan besar sudut bebas potong bor untuk bahan baja adalah.. 130o d. Apa yang anda ketahui tentang mata bor ? 2. a. 7. 118o b...

Putar penjepit bor 1800 untuk mengasah bibir bor yang kedua. Mesin gerinda alat dan perlengkapan pengasah bor spiral. 3. Putar dudukan alat penjepit bor dari permukaan batu gerinda .lxxii MENGASAH BOR SPIRAL TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini siswa terampil mengasah mata bor pada mesin pengasah (gerinda). TINDAKAN KEAMANAN 1. 5. Jepit mata bor dengan alat penjepit pada meja mesin gerinda. Serahkan mata bor kepada instruktur/guru pembimbing. Bahan : Bor spiral. Putar meja sehingga sejajar dengan permukaan batu gerinda yang akan dipakai mengasah. Gunakan nonius mein dalam memberikan pemakanan. Pakailah kaca mata dan masker sewaktu menggerinda . Gerakkan mata bor berulang-ulang menurut gerakan yang dikehendaki. Kaca mata pelindung dan masker. LANGKAH KERJA 1. 2. Setel bibir pemotong bor setinggi center batu gerinda dan sejajar dengan muka meja mesin. Periksa dengan teliti sudut 2 bor. 9. Jangan menyentuh batu gerinda yang sedang memutar. 10. 4. 3. lxxii . 4. 2. Mal sudut bor. PERLENGKAPAN/ALAT/BAHAN 1. 6. Ratakan permukaan batu oleh alat perata (diamond lip) bila permukaan itu sudah tidak rata lagi. 2. 8. 7.

Bagian Bahan Ukuran Pengganti dari Diganti dengan Skala Digambar Diperiksa Dilihat Diperiksa Keterangan LATIHAN MENGASAH BOR 1:1 I GR lxxiii .lxxiii 1 Jumlah II 1 Nama Bagian Perubahan No.

lxxiv STM/BLPT Jurusan Mesin Lembar penilaian Kode : Mulai tgl : MENGASAH MATA BOR Waktu Dicapai: Standard: KOMPONEN METODA SUB KOMPONEN Langkah kerja Sikap kerja Penggunaan alat Keselamatan kerja NILAI maks Yang dicapai 4 2 2 2 10 HASIL KET Sudt 135° Sudut 118° Sudut 10 10 10 Kesimetrisan sudut 10 Kesamaan panjang bibir potong Kesamaan tinggi titik potong 15 15 Kerapihan 10 WAKTU Tepat Lebih Lambat 10 10 0 100 INTRUKTUR / GURU PEMBIMBING lxxiv .

lxxv . Besar sudut bebas muka (front clearance) adalah sebesar.. 4. 80o d. a. 12 – 20o d. 12 – 15o c. Kerjakan semua soal pada lembar jawaban. 120o 2. Berilah tanda silang (x) pada huruf jawaban yang anda anggap benar. Contoh : Pilihan semula Pembetulan A A B B C C D D I. 3.. 12 – 15o a. 5 – 7o c. nomor urut dan kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan. 8 – 10o b. 2. Besar sudut bebas sisi (side cutting edge) pada pahat bubut rata adalah. 3. Sedangkan besar sudut puncak pahat rata adalah sebesar.. PILIHAN GANDA 1. 100o b. kemudian berilah tanda silang (x) pada jawaban yang anda anggap benar. 8 – 10o d. Tulislah nama.. 60o a.lxxv LEMBAR KERJA III PROGRAM KEAHLIAN PROGRAM DIKLAT POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN KELAS/SEMESTER WAKTU : MESIN PERKAKAS : PEKERJAAN LOGAM DASAR : PENGASAHAN ALAT POTONG : MENGASAH PAHAT : I/II : 60 MENIT Petunjuk Umum 1. 5 – 7o b. 12 – 20o c.. Apabila ada jawaban anda yang dianggap salah dan ingin dibenarkan coretlah dengan dua garis mendatar pada jawaban yang anda anggap salah tersebut.

Mengatur sudut potong pahat 9. Besar sudut sisi potong pada pahat tangan adalah. d. Hanya mengasah perkakas dan benda kerja. Batu gerinda lunak d. Menyetel bantalan pahat c.... Untuk mengasah pahat sebaiknya digunakan batu gerinda. 7. Batu gerinda keras b.. Gambar dibawah ini memperlihatkan jenis pahat bubut rata kanan.. Pembentukan sudut potong d. Bentuk dan besar sudut mata pemotong b. c. b. 55o d.. Sebuah kaca mata asah yang menutup dengan rapi digunakan untuk . Panjang bagian ujunbg pahat c. 5. Pada semua pekerjaan asah. Ketika mengasah rata suatu benda kerja. 60o 6. Hal yang perlu diperhatikan pada saat mengasah pahat agar mendapatkan hasil asahan yang baik adalah. Putaran gerinda d.. a. b. a. Batu gerinda halus. a.. Mencelupkan pahat yang dicelupkan kedalam air secara teratur b. Batu gerinda kasar c.lxxvi 4. a.. d.. lxxvi . Putaran batu gerinda 8.. a. 45o b. a. 30o c. Hanya ketika mengasah pekerjaan. Hal yang dilakukan agar pahat yang diasah tidak mengalami perubahan sifat kekerasannya maka dilakukan.. c.

Pada gambar diatas memperlihatkan kepala pahat yang melebar. Permukaan batu gerinda yang tidak rata b.lxxvii 10. Jelaskan posisi pahat tangan dengan batu gerinda pada saat diasah ? 5. Bagaimana teknik mengasah pahat bubut ? 4. SOAL ESSAY 1. hal tersebut disebabkan oleh. Apa yang anda ketahui tentang pahat tangan dan pahat bubut ? 2.. Permukaan batu gerinda halus c. Bagaimana cara memperbaiki atau menghilangkan bagian yang melebar dan retakan-retakan pada kepala pahat ? lxxvii . Batu gerinda yang rata dan halus d. Jelaskan teknik mengasah pahat tangan ? 3. a.. Perhatikan gambar berikut. Pada waktu menggerinda pahat tidak menggunakan air pendingin II.

dan periksa dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu. 4. Pelajari gambar kerja. lxxviii . 3. 3. Sudut bebas muka (10 – 13o). PERLENGKAPAN/ALAT BAHAN 1. LANGKAH KERJA 1. TINDAKAN KEAMANAN 1. Jangan menyentuh batu gerinda yang sedang berputar. Gambar/goreslah sudut-sudut pahat rata sebelum digerinda. Mesin gerinda. Serahkan bila pekerjaan itu sudah selesai kepada instruktor/guru pembimbing. Bahan baja segi empat (bujur sangkar). Protactor (busur baja) dan mistar ingsut. Sudut total (12 – 20o) dan periksa dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu.lxxviii MENGASAH PAHAT BUBUT TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini siswa terampil mengasah pahat bubut rata pada mesin pengasah (gerinda). 2. Pendingin.10) dan berikan dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu. 5. dan periksa dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu. Sudut bebas mata pendorong (8 . Kaca mata pelindung dan masker. Gunakanlah air pendingin pada waktu mengasah alat. Mulailah menggerinda sudut-sudut pahat rata : Sudut bebas sisi 8o. 3. 2. 4. 2. Pakailah kaca mata dan masker sewaktu menggerinda.

lxxix 1 Jumlah II 1 Nama Bagian Perubahan No.Bagian Bahan Ukuran Pengganti dari Diganti dengan Skala 1:1 Digambar Diperiksa Dilihat Diperiksa Keterangan PAHAT BUBUT RATA I GR lxxix .

13°) Sudut bebas mata potong (8° .lxxx STM/BLPT Jurusan Mesin Lembar penilaian Kode : Mulai tgl : LATIHAN MENGASAH PAHAT BUBUT RATA NILAI Maks Yang dicapai 4 2 2 2 10 Waktu Dicapai: Standard: KOMPONEN METODA SUB KOMPONEN Langkah kerja Sikap kerja Penggunaan alat Keselamatan kerja HASIL Sudu t 135° 10 10 10 KETERAMPILAN Sudut 118° Sudut Panjang 75 Panjang 11 10 10 Sudut bebas Sisi 8° muka (10° .20°) WAKTU Tepat Lebih cepat Lambat 15 15 15 15 10 10 0 100 INSTRUKTUR / GURU PEMBIMBING lxxx .10°) Sudut total (12° .

Bahan baja bulat dan segi empat / untuk penitik. Mesin gerinda 2. Gunakanlah air pendingin pada waktu pengasahan alat LANGKAH KERJA 1. Periksa pula kesamaan bibir penggores dengan mistar ingsut. Gerindalah/asahlah penggores dan periksa sudutnya dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu. pahat tangan dan penggores / atau alat tangan yang tumpul. Kacamata pelindung dan masker 4. TINDAKAN KEAMANAN 1. Busur baja (protector) dan mistar ingsut 3. lxxxi . pahat tangan dan penggores pada mesin pengasah (gerinda) PERLENGKAPAN / ALAT / BAHAN 1. Pakailah kaca mata pelindung dan masker 2. Periksa pula kesamaan bibir pahat tangan dengan mistar ingsut. Gerindalah / asahlah penitik dan periksa sudutnya dengan mistar ingsut 3. Jangan menyentuh batu gerinda yang sedang berputar 3.lxxxi MENGASAH PENITIK. Pelajarilah gambar kerja 2. PAHAT TANGAN DAN PENGGORES TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini siswa terampil mengasah penitik. Serahkan bila pekerjaan itu selesai kepada instruktor / guru pembimbing. Gerindalah / asahlah pahat tangan dan periksa sudutnya dengan busur baja sampai mencapai ukuran tertentu. 4.

lxxxii 1 1 1 Jumlah II 1 Penggores Pahat Pelat Penitik Nama Bagian Perubahan 3 2 1 No.Bagian Bahan Ukuran Pengganti dari Diganti dengan Skala 1:1 Digambar Diperiksa Dilihat Diperiksa Keterangan LATIHAN MENGASAH I GR lxxxii .

20°) WAKTU Tepat Lebih cepat Lambat 15 15 15 15 10 10 0 100 INSTRUKTUR / GURU PEMBIMBING lxxxiii .lxxxiii STM/BLPT Jurusan Mesin Lembar penilaian Kode : Mulai tgl : LATIHAN MENGASAH PAHAT BUBUT RATA NILAI Maks Yang dicapai 4 2 2 2 10 Waktu Dicapai: Standard: KOMPONEN METODA SUB KOMPONEN Langkah kerja Sikap kerja Penggunaan alat Keselamatan kerja HASIL Sudu t 135° 10 10 10 KETERAMPILAN Sudut 118° Sudut Panjang 75 Panjang 11 10 10 Sudut bebas Sisi 8° muka (10° .10°) Sudut total (12° .13°) Sudut bebas mata potongh (8° .

lxxxiv INSTRUMEN PENGUKURAN NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN Persiapan alat perkakas Sikap kerja pada mesin gerinda Posisi benda kerja pada batu gerinda Penggunaan air pendingin Penggunaan alat pemeriksa Mengikuti langkah-langkah kerja YA TIDAK lxxxiv .

Mesin gerinda datar dan pembundar d.. 4. a. Contoh : Pilihan semula A Pembetulan A B B C C D D 1. Apabila ada jawaban anda yang dianggap salah dan ingin dibenarkan corelah dengan dua garis mendatar pada jawaban yang anda anggap salah tersebut kemudian berilah tanda silang (x) pada jawaban yang anda anggap benar. Berikanlah tanda silang (X) pada huruf jawaban yang anda anggap benar. Mesin gerinda kaki dan gerinda tangan b. Kerjakan semua soal pada lembah jawaban dengan mengunakan bolpoint 3. mesin gerinda dibagi menjadi dua macam yaitu.Lampiran 2 lxxxv SOAL-SOAL TES BIDANG KEAHLIAN : TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN : MESIN PERKAKAS PROGRAM DIKLAT KELAS / SEMESTER WAKTU : PEKERJAAN LOGAM DASAR : I / II : 60 MENIT Petunjuk Umum 1.. Mesin gerinda tangan dan meja lxxxv . Tulislah nama. Berdasarkan tempat atau kedudukannya. nomor urut dan kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan 2. Mesin gerinda kaki dan gerinda meja c.

Penutup batu gerinda b. Benda kerja yang digerinda b... Putaran batu gerinda c.. a. Mesin gerinda pembundar d. Dresser 5. b.. Gambar di bawah ini jenis mesin gerinda . Hasil penggerindaan yang diinginkan d. Mesin gerinda kaki 3. 6. Untuk mengasah batu gerinda yang besar dan kasar digunakan pengasah yang biasa disebut dengan .lxxxvi 2.. Hal-hal yang perlu diperhatikan bila memilih batu gerinda adalah kecuali . Penahan d. Jenis batu gerinda yang digunakan untuk memotong benda kerja yaitu . Alat yang digunakan sebagai pedoman peletakan (posisi) atau kedudukan dan dapat diatur memenuhi atau mendekati batu gerinda disebut. Mesin gerinda datar c... Handle b. Kaca pelindung c.. lxxxvi .. Flank d. c. a. d. Tebal / tipisnya benda kerja yang akan dikurangi dalam penggerindaan..... a. Blotter c.. a. Dresser 4.. Mesin gerinda bangku b. a.

Badan tegak. Di bawah ini bukan fungsi utama dari batu gerinda didalam bengkel kerja mesin adalah . kaki merapat b. Bagaimana cara mengunci ring atau flens pada batu gerinda yang benar? a. Counter sink lxxxvii . Membentuk permukaan yang datar. Menyilang c... Motor b. kaki menyilang d. Core drills c. Semua benar 9. Bor perseng c.. Membuang bahan atau mengurangi ukuran bahan b. Badan tegak. Membuat lubang pada suatu benda kerja 12. Kaca pengaman c. a. Jenis bor yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja atau memperluas lubang adalah . tidak condong ke muka. Sedangkan jenis mata bor yang digunakan untuk pembuatan lubang pembentuk konis adalah . kaki berdiri sejajar c. Searah jarum jam b.. condong ke muka. silinder dan bentuk lengkung lainnya c. Hal-hal yang perlu dipersiapkan pada waktu menggerinda yaitu . Badan agak membungkuk.. Kedudukan benda yang benar pada waktu menggerinda adalah . Saklar 11.. a. Counter sink 13. kaki berdiri sejajar. Kacamata b. Badan agak membungkuk. a. Berlawanan jarum jam d. Bor pin b. Air pendingin d... Melakukan pemotongan d. condong ke muka.. a..lxxxvii 7. 8. Semua benar 10. Bor spiral d. Senter bor d. Di bawah ini yang bukan merupakan bagian utama dari mesin gerinda yaitu. a.. Kacamata d. Bor perseng b. a. Batu gerinda c...

118° b. Titik mati bor b. Mikrometer b. Mencegah pengaruh yang tinggi pada saat pengeboran d. kecuali ... Bahan bor c. 80° 19. 130° c. Mal sudut bor d. a. Sarung bor ada dua macam. Besar sudut bebas sisi (side cutting edge) pada pahat bubut rata adalah . 130° d.lxxxviii 14. a. 80° 18. Di bawah ini adalah perlengkapan mesin bor... a. 12 – 15° c. Sisi potong 15.. Dresser b.. 5 .. Besar sudut puncak bor untuk bahan baja adalah . 8 .. Penjepit benda kerja 16. Feller gauge c... a. 130° c.. 130° d. Yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil asahan yang baik pada mata bor adalah.7° lxxxviii . yaitu sarung bor pengurang dan sarung bor penambah yang berfungsi . Mikrometer c. a. Kelonggaran bibir d.. Membantu memasang bor ke dalam poros mesin bor (porosnya berlubang mempunyai bentuk ketirusan) b.... Penjepit mata bor c. a. Alat yang digunakan untuk memeriksa ukuran diameter mata bor adalah . Pada saat pengeboran benda kerja bergetar atau bergerak c... a. 118° b. Penggaris d... Besar sudut sisi potong mata bor untuk bahan tembaga adalah . Alat yang digunakan untuk memeriksa dan mengukur besarnya sudut mata bor disebut . kecuali. 12-20° d. Counter stink 21.. Protactor 20.110° b. a. Pembuatan lubang senter pada benda kerja 17. Core Drills d. Alat pengukur mata bor b.

.. Sedangkan besar sudut puncak pahat rata adalah sebesar . 100° b. a. Hanya ketika mengasah pekerjaan b. Alat.. Ketika mengasah rata suatu benda kerja c. Hanya untuk mencegah pengotoran pakaian 25. Yang dimaksud keselamatan kerja pada bengkel adalah keselamatan pada . Sesuai dengan tubuh dan dapat memberikan perlindungan pada pekerja d. 60° c. Karyawan dan mesin d.. Alat-alat kerja dan mesin produksi b. mesin. karyawan dan mesin lxxxix . 120° 23. Memiliki lengan baju yang longgar c. Pakaian kerja yang baik adalah .. a. lingkungan dan karyawan c. a... 24.lxxxix 22. Hanya mengasah perkakas dan benda kerja d. Alat.. Memiliki kantong celana yang besar yang dijahitkan dengan muka b. Pada semua pekerjaan asah.. a.. Sebuah kaca mata asah yang menutup dengan rapi digunakan untuk . 80° d..

17.... 23. 15... 9... : ..xc LEMBAR JAWABAN SOAL TES Nama No. 7. 19.. 3........... A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D 14.. 16. 21..... : SMK Ma’arif Bobotsari 1....... 4.............. : ......... 8... 24....... 5.... 6........... 2....... 13. Abs Kelas Sekolah : .... 25.. 22.. 12.. 11......... A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D xc .......... 20.................. 18... 10.

xci xci .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->