P. 1
Makalah Metode Cholesky - Edited

Makalah Metode Cholesky - Edited

|Views: 1,932|Likes:
Published by dibbydee
kategori metode numerik . Penerapan metode cholesky dalam penyelesaian persamaan linier simultan. berbasis matriks.
kategori metode numerik . Penerapan metode cholesky dalam penyelesaian persamaan linier simultan. berbasis matriks.

More info:

Published by: dibbydee on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

Contact detail: dera_gals@yahoo.

com
Penerapan Metode Cholesky dalam Penyelesaian
Persamaan Linier Simultan













SARJANA MAGISTER (SARMAG) TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2008
Oleh :
1. BETY PRASTIWI (10308066)
2. DEBBY RAHMAWATI (10308067)
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah yang berjudul ”Penerapan Metode
Cholesky dalam Penyelesaian Persamaan Linier Simultan” ini membahas tentang
penjelasan secara umum akan metode Cholesky serta aplikasinya dalam penyelesaian soal.
Makalah ini pun dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah matematika dasar bagi
mahasiswa Sarmag Teknik Sipil 2008 Universitas Gunadarma.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu
penulisan makalah ini. Secara khusus kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. DR. Ernastuti, SSi. Mkom. selaku dosen matematika dasar yang telah memberikan
tugas ini kepada kami
2. Orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan motivasi dan dukungan baik moril
dan materil
3. Teman-teman dari Sarmag Teknik Sipil 2008 yang telah banyak membantu
4. Berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, Hal itu
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sekalian.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Depok, November 2008

Penyusun

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
ABSTRAK…………………………………………………………………………………… ......1
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................2
I.1. Latar Belakang Masalah ................................................................................................2
I.2. Tujuan ..........................................................................................................................2
I.3. Rumusan Masalah .........................................................................................................2
I.4. Batasan masalah ............................................................................................................3
I.5. Sistematika penulisan ....................................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................................4
II.1. Pengertian Metode Cholesky ............................................................................................4
II.2. Ciri-ciri Metode Cholesky ................................................................................................4
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................................6
BAB IV ANALISIS ............................................................................................................... 16
BAB V PENUTUP ................................................................................................................... 21
V.1. Kesimpulan .................................................................................................................... 21
V.2. Saran .............................................................................................................................. 21
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 23


Contact detail: dera_gals@yahoo.com
ABSTRAK

Metode Cholesky pada dasarnya hanya merupakan bentuk khusus dari dekomposisi
LU. Metode ini adalah sebuah cara penyelesaian persamaan linear simultan yang diperoleh
dari rumusan matematika berdasarkan atas unsur koefisien variabel yang simetris. Tujuan
dari pembuatan makalah ini yaitu selain untuk menghitung faktor-faktor suatu matriks juga
untuk membuktikan kembali bahwa dengan faktor-faktor tersebut dapat dijadikan matriks
asal. Hasil pembahasan metode Cholesky ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang
dihasilkan adalah matriks dalam produk triangulasi atas dan triangulasi bawah dengan kedua
matriks satu sama lain adalah matriks transpose.
Kata kunci: transpose, determinan, matriks simetris, triangulasi atas, triangulasi
bawah.


Contact detail: dera_gals@yahoo.com
BAB I
PENDAHULUAN


I.1. Latar Belakang Masalah

Metode Cholesky adalah salah satu metode yang digunakan dalam penyelesaian
masalah persamaan linier. Pada dasarnya metode ini hanyalah bentuk khusus dari metode
faktorisasi Doolittle. Namun sering kali suatu model permasalahan menjadi rumit dan tidak
dapat diselesaikan dengan metode penyelesaian biasa. Oleh karena itu, digunakanlah metode
lain yaitu metode numerik jenis dekomposisi Cholesky.


I.2. Tujuan

Tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah :
- Untuk memenuhi tugas mata kuliah matematika dasar
- Untuk menambah pengetahuan tentang materi
- Untuk menyelesaikan permasalahan berupa soal dengan metode Cholesky


I.3. Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah :
 Bagaimana tahapan-tahapan dalam menyelesaikan soal dengan metode ini?
 Apakah semua permasalahan dapat diselesaikan dengan metode Cholesky?
 Apa kelebihan dan kekurangan dari metode Cholesky?


Contact detail: dera_gals@yahoo.com
I.4. Batasan masalah

Masalah yang diangkat dalam makalah ini terbatas pada persoalan persamaan linier
simultan. Kami sebagai penulis tidak membuat rumusan baru, melainkan hanya
mengembangkan dan mengaplikasikan metode yang telah ada.


I.5. Sistematika penulisan

BAB I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah
I.2. Tujuan
I.3. Rumusan Masalah
I.4. Batasan masalah
I.5. Sistematika penulisan
BAB II. LANDASAN TEORI
II.1. Pengertian Metode Cholesky
II.2. Ciri-ciri Metode Cholesky
BAB III. PEMBAHASAN
BAB IV. ANALISIS
BAB V. PENUTUP
V.1. Kesimpulan
V.2. Saran

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
a
ij
= a
ji

BAB II
LANDASAN TEORI


II.1. Pengertian Metode Cholesky

Dalam penyelesaian masalah-masalah rekayasa sipil sering kali digunakan suatu cara
penyelesaian yang disebut metode numerik. Metode numerik adalah teknik yang digunakan
untuk memformulasikan persoalan matematika sehingga dapat dipecahkan dengan operasi
perhitungan biasa (+, -, / , *). Salah satu cabang metode numerik yang biasa digunakan
adalah metode Cholesky.
Metode Cholesky adalah sebuah metode penyelesaian persamaan linear simultan yang
diperoleh dari rumusan matematika berdasarkan atas unsur koefisien variabel yang
simetris[6].

II.2. Ciri-ciri Metode Cholesky

Ciri-ciri dari persamaan linear simultan yang diselesaikan dengan menggunakan
metode Cholesky adalah :
1. Matriks yang akan diselesaikan harus merupakan matriks bujursangkar yaitu
matriks simetris yang ber-ordo sama ( jumlah baris sama dengan jumlah
kolom)[5].
Contoh :
A
2x2
= |
2 4
7 1
|
2. Unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom pada indeks baris dan
kolom yang sama[5].
; i ≠ j ; i = 1,2,3, ….., n ; j = 1,2,3, ….., n

3. Angka di a
mn
haruslah angka yang paling besar karena nilai di dalam tanda akar
harus bertanda positif.
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
4. Angka diluar diagonal utama harus memiliki nilai yang sama[3].
Contoh:
|
4 2 −1u
2 S 7
−1u 7 7u
|
5. Ada 2 jenis rumusan dalam metode Cholesky. Hal ini berdasarkan jenis matriks
yang dikerjakan, yaitu apakah matriks tersebut memenuhi nilai positif definitif?
Bila ya, maka penyelesaian matriks tersebut menggunakan rumusan [A] =
|u
1
]|U],
bila tidak, maka menggunakan rumusan [A]=[ |u
1
]|Ð]|U] [3].

(Mengenai rumus, akan dibahas pada bab selanjutnya)
Ada pun ciri-ciri dari matriks yang memenuhi nilai positif definitif yaitu
 Nilai pada diagonal utamanya selalu positif
 Determinannya bernilai positif

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
BAB III
PEMBAHASAN


Persamaan linear simultan itu dapat dinyatakan sebagai:







|
|
o
11
o
12
o
13
… o
1n
o
21
o
22
o
23
… o
2n
… … … … …
… … … … …
o
m1
o
m2
o
m3
… o
mn
|
|
*
|
|
x
1
x
2


x
n
|
|
=
|
|
b
1
b
2


b
n
|
|
atau [A] {X} = {B}

Di dalam metode Cholesky, matriks [A] disebut matriks simetri apabila di luar unsur
diagonal, unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom pada indeks baris dan kolom
yang sama. Dengan demikian unsur matriks simetri dirumuskan sebagai

dengan i≠ j;
i= 1,2,3,...n; j= 1,2,3,...n.

Matriks simetri dapat dinyatakan sebagai produk matriks triangulasi bawah dengan
matriks triangulasi atas, dengan kedua matriks satu sama lain adalah matriks transpose.

[A] = [U]
T
. [U]
a11x1 + a12x2 + ... + a1nxn =b1
a11x1 + a12x2 + ... + a1nxn =b2
:
:
am1 x1 + am2 x2 + ... + amnxn =bm
o
ì]
= o


Contact detail: dera_gals@yahoo.com





o
11
o
12
o
13
… o
1n
o
21
o
22
o
23
… o
2n
o
31
o
32
o
33
… o
3n
… … … … …
o
n1
o
n2
o
n3
… o
nn





=





u
11
u u … u
u
12
u
22
u … u
u
13
u
23
u
33
… u
… … … … …
u
1n
u
2n
u
3n
… u
nn











u
11
u
12
u
13
. . u
1n
u u
22
u
23
… u
2n
u u u
33
… u
3n
… … … … …
u u u … u
nn





(1)

Dari persamaan di atas, unsur matriks [A] merupakan hasil produk unsur baris dalam
matriks [U]
T
dan unsur kolom matriks [U]. Hubungan unsur a
ij
dengan unsur u
ij
baris pertama
a
11
= u
11
2
;
a
12
= u
11
. u
12
;
a
13
= u
11
. u
13
;
… ;
a
tn
= u
11 .
u
tn

Nyatakan u
1i

dalam unsur a
1i :


u
12
=

11
12
u
a
=
11
12
a
a
;

u
13
=
11
13
u
a
=
11
13
a
a
;
……… ;





Baris kedua :
a
22
=

u
12
2
+ u
22
2
;
a
23
= u
12
u
13
+ u
22
u
23 ;
11
1
11
1
1
a
a
u
a
u
n n
n
 
u
11
=
11
a
;
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
……….. ;
a
2n
=

u
12
u
1n
+ u
22
u
2n

Nyatakan u
2i
dalam unsur a
ij
:
u
22
=.o
22
− u
12
2
= ¹o
22-
u
12
2
u
11

u
23
=
u23 – u12u13
u
22
=
u_23- |u_12¡√(u_11 )]|u_13¡√(u_11 )]

u
22-
c
12
2
c
11

...




Baris ketiga :
a
33
= u
13
2
+ u
23
2
+ u
33
2
;
… ;
a
3n
= u
13
u
1n
+ u
23
u
2n
+ u
33
u
3n
Nyatakan unsur u
3i
dalam unsur a
ij :
u
33
=
.
o
33-u
13
2
-u
23
2

= ¹o
33

u
13
2
u
11






u
23
-|
c
12
.c
11
1|
c
13
.c
11
1

u
22
-
c
12
2
c
11





2


dengan nilai u
ij
didapat dari perhitungan sebelumnya.

Rumusan umum untuk menyatakan unsur matriks [A] pada posisi diagonal :
u
2n
=
u2n – u12u1n
u
22
=
u
2n
- |
c
12
.c
11
||
c
1n
.c
11
|

u
22
-
c
12
2
c
11

u
3n
=
u
3n
-u
13
u
1n
-u
23
u
2n
u
33

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
a
ii
= u

2
+u

2
+ u

2
+⋯+ u
ìì
2

atau
o
ìì
= `u

2
ì
k=1
(i = ])
Unsur matriks di luar posisi diagonal :
o
ì]
= u

u
1]
+ u

u
2]
+u

u
3]
+ ⋯+u
ìì
u
]]

Atau
a
ij
= ∑ u

u
k]
(i < ])
ì
k=1

sehingga rumusan umum untuk menyatakan unsur matriks [U] menurut persamaan (1) adalah
:
u
ìì
= o
ìì
− `u

2
A
ì-1
k=1
(1 < i
= ]) (2)
u
ì]
=
1
u
ìì
|o
ì]
− `u

u
k]
ì-1
k=1
| (1 < i
< ]) (S)
u
ij
= 0
(i > ]) (4)


Persamaan (2), (3), dan (4) disebut formula faktorisasi yang mengubah unsur matriks
[A] menjadi unsur dari dua matriks [U]
T
dan [U] seperti persamaan (1).
Cara ini dinamakan metode Akar Cholesky karena adanya unsur akar pada pernyataan
u
ii
, dan hanya berlaku bagi matriks yang simetri serta nilai di bawah tanda akar adalah
bilangan positif. Untuk menjelaskan metode ini, tinjau matriks simetri berikut ini :

A = |
9 −S 6
−S 17 −1u
6 −1u 12
|
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
Untuk mendapatkan [U] = |
u
11
u
12
u
13
u u
22
u
23
u u u
33
|dengan menggunakan persamaan (1), (2), (3),
diperoleh:
u
11
= √9 = S : u
12
=
o
12

o
11
=
−S
S
= −1 : u
13
=
o
13

o
11
=
6
S
= 2

u
22
= ¹o
22
− u
12
2
= √17 −1 = 4
u
23
=
o
23
−u
12
u
13
u
22
=
−1u +2
4
= −2
u
33
= ¹o
33
− u
13
2
−u
23
2
= √12 − 4 −4 = 2
Sehingga
|u] = |
S −1 2
u 4 −2
u u 2
| : |u
1
] = |
S u u
−1 4 u
2 −2 2
|
Dapat dibuktikan :
|u
1
]|u] = |
S u u
−1 4 u
2 −2 2
| |
S −1 2
u 4 −2
u u 2
| = |
9 −S 6
−S 17 −1u
6 −1u 2
|

Apabila matriks simetri tidak memenuhi nilai positif definitif, faktorisasi dilakukan ke dalam
produk, maka :
|A] = |u

]
1
|Ð]|u

] (5)
Matriks [D] merupakan matriks diagonal dengan unsur-unsur matriks berupa suku
kuadrat dari faktorisasi baris matriks [U] [1]. Jika suku terfaktor adalah u
ii
, maka unsur
diagonal dalam matriks [D] adalah
J
ìì
= u
ìì
2
: i = 1, 2, S, …, n
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
Nilai kuadrat u
ii
menghindarkan perhitungan di bawah tanda akar seperti dalam
persamaan (2). Dengan ketetapan ini, perlu dilakukan modifikasi untuk persamaan (2) dan
persamaan (3), prosedur modifikasi ini disebut cara Modifikasi Cholesky.
Persamaan (5) dapat dinyatakan dalam format yang lengkap berikut ini :
|A]
=





1 u u … u
u
12
1 u … u
u
13
u
23
1 … u
… … … … …
u
1n
u
2n
u
3n
… 1⎦









J
11
u u … u
u J
22
u … u
u u J
33
… u
… … … … …
u u u … J
mn










1 u
12
u
13
… u
1n
u 1 u
23
… u
2n
u u 1 … u
3n
… … … … …
u u u … 1





(6)

Unsur matriks [A] di posisi diagonal berdasarkan rumusan (6) adalah a
11
= d
11
pada
suku pertama. Suku pada posisi diagonal lainnya adalah :

(7)
Unsur matriks [A] di luar posisi diagonal sebagai :

(8)
Unsur matriks [D] dan [u]

dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan (7) dan
(8) dalam persamaan faktorisasi
d
11
= a
11
d
22
= a
22
– d
11
u
12
2

d
33
= a
33
– d
11
u
13
2
- d
22
u
23
2


d
nn
= a
nn
– d
11
u
1n
2

- d
22
u
2n
2

- … - J
n-1n-1
u
n-1n
2

o
ìì
= J
11
u

2
+J
22
u

2
+ J
33
u

2
+⋯+J
ìì

o
ì]
= J
11
u

u
1]
+ J
22
u

u
2]
+J
33
u

u
3]
+ ⋯+J
ìì
u
ì]
= J
ìì
u
ì]
+∑ J
kk
u

u
k]
(ì-1)
k=1

: niloi (1 < i < ])
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
atau secara umum :


(9)

Cara mendapatkan unsur matriks [U] pada persamaan faktorisasi (9) adalah
u
ìì
= 1 , u
12
=
o
12
J
11
, u
13
=
o
13
J
11
, …, u
1n
=
o
1n
J
11


u
23
=
1
d
22
(o
23
−J
11
u
12
u
13
), u
24
=
1
d
22
(o
24
−J
11
u
12
u
14
), …, u
2n
=
1
d
22
(o
2n
− J
11
u
12
u
14
)

(10)
atau secara umum :

u
ì]
=
1
d
ii
|o
ì]
− ∑ J
kk
u

u
k]
ì-1
k=1
! ; 1 < i < j
(11)
u
ì]
= 0, i > j

Jika diuraikan unsur matriks pada contoh
[A] = |
9 −S 6
−S 17 −1u
6 −1u 12
|
Untuk mendapatkan [D] = |
J
11
u u
u J
22
u
u u J
33
| dan
[u

] = |
1 u
12
u
13
u 1 u
23
u u 1
| dengan menggunakan persamaan (10) dan (11) akan diperoleh
J
ìì
= o
ìì
− `J
kk
ì-1
k=1
u

2
: (1 < i = ])
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
|Ð] = |
9 u u
u 16 u
u u 4
| Jon |u

] =




⎡1 −
1
S
2
S
u 1 −
1
2
u u 1






Dapat dibuktikan bahwa |u

1
]|Ð]|u

] = |A]
Dengan memperhatikan persamaan (9) dan (11), urutan penyelesaian adalah
mendapatkan suku pada diagonal d
ii
, kemudian menghitung unsur pada baris ke-i dari matriks
[U].
Perhitungan ini dapat diubah dalan urutan kolom, sehingga :








Perkalian J
kk
∗ u
k]
terdapat dalam kedua persamaan ini. Tetapkan
u

k]
= J
kk
u
k]

dan hitung unsur u
ì]
, J
ì]
,u dengan rumusan
u

ì]
= o
ì]
− `u

u
k]

: (1 < i < ])
ì=1
k=1

J
]]
= o
]]
− ∑ u
k]
u
k]
: (1 < i = ])
]-1
k=1

(12)
dengan
u
k]
=
1
d
kk
u
k]


(13)
u
ì]
=
1
J
ìì
|o
ì]
− `J
kk
u

u
k]
ì-1
k=1
¹: 1 < i < ]

J
]]
= o
]]
− `J
kk
u
k]
2
: 1 < i = ]
]-1
k=1

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
Nilai u
ì]

yang merupakan nilai antara di kolom – j diperoleh untuk setiap unsur di
luar diagonal setelah kolom pertama. Unsur diagonal J
]]
dihitung dari persamaan (12), yang
pada saat bersamaan nilai akhir dari unsur u
k]
diproses dengan persamaan (13). Dengan
urutan perhitungan ini, jumlah perkalian dapat dikurangi dibanding dengan cara Akar
Cholesky, dan perhitungan akar dihindari.
Apabila persamaan linear simultan yang akan diselesaikan dinyatakan sebagai
|A]{x] = {b], dengan mengganti matriks |A] = |u]
1
|Ð]|u] ,berarti persamaan linear dapat
dinyatakan sebagai

|u]
1
|Ð]|u

]{x] = {b]
Namakan |u

]{x] = {y] yaitu





1 u
12
u
13
… u
1n
u 1 u
23
… u
2n
u u 1 … u
3n
… … … … …
u u u … 1










x
1
x
2
x
3
x
4
x
5⎭




=





y
1
y
2
y
3
y
4
y
5⎭





(14)
dan
|Ð]{y] = {z], yoitu





J
11
u u … u
u J
22
u … u
u u J
33
… u
… … … … …
u u u … J
mn










y
1
y
2
y
3

y
n⎭




=





z
1
z
2
z
3

z
n⎭





(15)
u

1
{z] = {b], yoitu





1 u u … u
u
12
1 u … u
u
13
u
23
1 … u
… … … … …
u
1n
u
2n
u
3n
… 1⎦









z
1
z
2
z
3

z
5⎭




=





b
1
b
2
b
3

b
5






Dengan substitusi ke depan z
1
= b
1

z
2
= b
2
−u
12
z
1

z
3
= b
3
−u
13
z
1
− u
23
z
2
, sccoro umum
z
ì
= b
ì
−∑ u

z
k
: (1 < i)
ì-1
k=1

Contact detail: dera_gals@yahoo.com
Dengan mengetahui vector {z], dari persamaan (15) diperoleh unsur vector {y], yaitu :
y
ì
=
z
i
d
ii
; (i=1,2, …., n)
Proses perhitungan terakhir adalah menemukan vektor {x] dari persamaan dengan cara
substitusi ke belakang
x
n
= y
n

x
n-1
= y
n-1
− u
n-1n
x
n

x
ì
= y
ì
− ` u
ìk
x
k
: (i < n)
n
k=ì+1



Contact detail: dera_gals@yahoo.com
BAB IV
ANALISIS

Pada bab ini akan dibahas mengenai tahapan-tahapan penyelesaian dari persoalan
matriks dengan menggunakan metode Cholesky. Selain itu pada bab ini akan dibahas pula
jawaban-jawaban dari setiap pertanyaan yang tertera pada rumusan masalah.

Penerapan metode Cholesky pada matriks simetris yang memenuhi nilai
positif definitif
|A] = |
4 2 −1u
2 S 7
−1u 7 7u
|

Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Cari nilai [U]
u
11
=

o
11
= √4 = 2
u
12
=
u
12
u
11
=
2
2
= 1
u
13
=
u
13
u
11
=
-10
2
= -5
u
22
= .o
22
− (u
12
)
2
= .S −(1)
2
= √4 = 2
u
23
=
u
23
-u
12
u
13
u
22
=
7-(1)(-5 )
2
=
12
2
= 6
u
33
= .o
33
− (u
13
)
2
−(u
23
)` = .7u − (−S)
2
− (6)` = √9 = 3
Untuk u
21
, u
31
, u
32
bernilai nol (0) karena i > j


[U] = |
2 1 −S
u 2 6
u u S
|

2. Cari nilai [U
T
].
Mengubah baris jadi kolom dan sebaliknya.
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
[U
T
] = |
2 u u
1 2 u
−S 6 S
|

3. Pembuktian
Buktikan bahwa [A] = [U
T
][U]

|
4 2 −1u
2 S 7
−1u 7 7u
| = |
2 u u
1 2 u
−S 6 S
| |
2 1 −S
u 2 6
u u S
|
= |
(2.2) + (u.u) + (u.u) (2.1) + (u.2) +(u.u) (2. −S) +(u.6) +(u.S)
(1.2) + (2.u) + (u.u) (1.1) + (2.2) +(u.u) (1. −S) +(2.6) +(u.S)
(−S.2) + (6.u) +(S.u) (−S.1) +(6.2) +(S.u) (−S. −S) +(6.6) + (S.S)
|

|
4 2 −1u
2 S 7
−1u 7 7u
| =|
4 2 −1u
2 S 7
−1u 7 7u
| (TERBUKTI BENAR)

PENGGUNAAN MATLAB









Penerapan metode Cholesky pada matriks simetris yang tidak memenuhi
nilai positif definitif
% Dekomposisi Metode Cholesky
% untuk matrik simetri dan positif
% Cara Panggil: C = Cholesky(A)
% Input: A = matrik simetri dan positif
% Output: C = matrik segitiga atas dimana: A
= C*B
A=[4 2 -10;2 5 7; -10 7 70]
[m,n] = size(A);
if m~=n, error('Matrik harus bujur sangkar');
end
B=chol (A)
C=transpose (B)
A=C*B
end
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
B = |
8 2 −4
2 1S −6
−4 −6 2u
|

Buktikan hingga menjadi B = |u
1
]|Ð]|u]
Langkah-langkah penyelesaian :
1. Cari nilai matriks [U] = |
1 u
12
u
13
u 1 u
23
u u 1
|
u
12
=
o
12
J
11
=
o
12
(

o
11
)
2
=
2
8
=
1
4

u
13
=
o
13
J
11
=
o
13
(

o
11
)
2
= −
4
8
= −
1
2

u
23
=
1
J
22
(o
23
−J
11
. u
12
. u
13
) =
1
o
22
− J
11
u
12
2
(o
23
−J
11
. u
12
. u
13
)
=
1
13-8I
1
4
]
2
|−6 −I8.
1
4
. −
1
2
]|=
1
25
2
]
|−S] = −
2
5


Untuk u
21
, u
31
, u
32
bernilai nol (0) karena i > j
|u] =




⎡1
1
4

1
2
u 1 −
2
S
u u 1






2. Cari nilai [U
T
] = |
1 u u
u
12
1 u
u
13
u
23
1
|.
Mengubah baris jadi kolom dan sebaliknya.
[U
T
] = |
1 u u
1
4
1 u

1
2

2
5
1
|

3. Cari nilai matriks [D] = |
J
11
u u
u J
22
u
u u J
33
|
J
11
= o
11
= 8
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
J
22
= o
22
−J
11
u
12
2
= 1S −8. I
1
4
]
2
=
25
2

J
33
= o
33
−J
11
u
13
2
− J
22
u
23
2
= 2u −8. |−
1
2
1
2

2S
2
|−
2
S
1
2
= 2u − 2 −2 = 16
Sehingga didapat :
|Ð] = |
8 u u
u
2S
2
u
u u 16
|

4. Pembuktian
Buktikan bahwa [B] = [U
T
] [D] [U]
|
8 2 −4
2 1S −6
−4 −6 2u
| =





1 u u
1
4
1 u

1
2

2
S
1





|
8 u u
u
2S
2
u
u u 16
|




⎡1
1
4

1
2
u 1 −
2
S
u u 1







|
8 2 −4
2 1S −6
−4 −6 2u
| = |
8 u u
2
25
2
u
−4 −S 16
| |
1
1
4

1
2
u 1 −
2
S
u u 1
|

|
8 2 −4
2 1S −6
−4 −6 2u
| = |
8 2 −4
2 1S −6
−4 −6 2u
| (TERBUKTI BENAR)


 Tidak semua persoalan linier dapat diselesaikan dengan metode Cholesky ini . Hal ini
dikarenakan adanya syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi seperti bentuk matriks
yang harus simetris, angka diluar diagonal utama nya harus memiliki nilai yang sama,
dan lain-lain.
 Kelebihan Metode Cholesky:
1. Dapat mengetahui factor-faktor dari suatu matriks
 Kekurangan Metode Cholesky:
1. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan metode Cholesky
2. Terlalu banyak persyaratan dalam penyelesaiannya

Contact detail: dera_gals@yahoo.com




Contact detail: dera_gals@yahoo.com
BAB V
PENUTUP

V.1. Kesimpulan
Metode Cholesky adalah sebuah metode penyelesaian persamaan linear simultan yang
diperoleh dari rumusan matematika berdasarkan atas unsur koefisien variabel yang simetris.
Metode ini memiliki beberapa ciri, yaitu matriks yang akan diselesaikan harus merupakan
matriks bujursangkar (ber-ordo sama), unsur matriks baris sama dengan unsur matriks kolom
pada indeks baris dan kolom yang sama. Angka diluar diagonal utama harus memiliki nilai
yang sama.

Metode Cholesky ini memiliki 2 jenis rumusan. Hal ini berdasarkan jenis matriks
yang dikerjakan, yaitu apabila matriks tersebut memenuhi nilai positif definitif maka
penyelesaian matriks tersebut menggunakan rumusan [A] = |u
1
]|U], bila tidak memenuhi,
maka menggunakan rumusan [A]=[ |u
1
]|Ð]|U]. Ada pun ciri-ciri dari matriks yang
memenuhi nilai positif definitif yaitu
 Nilai pada diagonal utamanya selalu positif
 Determinannya bernilai positif
Dari hasil penyusunan makalah yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa terapan
metode numerik khususnya metode Cholesky dalam persoalan matematika cukup diperlukan
karena dengan metode ini dapat dibuktikan dan dicari faktor dari suatu matriks.
Selain itu, berdasarkan analisis soal yang kami lakukan, dapat di simpulkan pula bahwa
tidak semua persoalan matriks dapat diselesaikan dengan metode Cholesky.


V.2. Saran
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, masih terdapat kekurangan.
Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari
para pembaca.
Contact detail: dera_gals@yahoo.com
Selain itu, kami pun menyarankan kepada pembaca sekalian, sekiranya dapat
mempelajari dan berusaha mengenal lebih jauh mengenai terhadap rekayasa sipil dalam
berbagai bidang dengan mencari tahu dan tidak hanya terpaku pada makalah ini.




Contact detail: dera_gals@yahoo.com
DAFTAR PUSTAKA

[1] Lipson, Marc and Seymour Lipschutz. 2001. Schaum’s Outlines of Theory and
Problems of Linear Algebra 3
th
ed. New York: The McGraw-Hill Companies.
[2] Yahya, Yusuf dkk. 2001. Matematika Dasar untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
[3] Zakaria, Hasballah dan Amrinsyah Nasution. 2001. Metode Numerik dalam Ilmu
Rekayasa Sipil. Bandung: ITB.
[4] Tam. Metode Cholesky. ars.uns.ac.id. 24-11-2008 11.35 WIB
[5] Zakaria, Hasballah dan Amrinsyah Nasution. Metode Numerik secara Umum.
mail.si.itb.ac.id. 21-11-2008 10.01 WIB
[6] ________. materimahasiswateknik.blogspot.com. 21-11-2008 10.30 WIB
[7] ________. mti.ugm.ac.id. 23-11-2008 16.43 WIB
[8] ________. www.eng.ui.ac.id. 23-11-2008 13.12 WIB
[9] ________. www.google.com. 20-11-2008 08.44 WIB
[10] ________. www.malang.ac.id. 21-11-2008 11.14 WIB
[11] ________. www.math.ui.ac.id. 24-11-2008 08.40 WIB
[12] ________. www.yahoo.com. 21-11-2008 17.50 WIB

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->