Laporan Biologi

KOMPONEN TULANG




DISUSUN OLEH: XI A6
- Aryya Dwisatya (02)
- Intan Putri Natari (09)
- Izzatul Islam (10)
- M. Ainul Yaqin (16)
- Myrda Septi R (18)
- Retno Wulandari (21)
- Reza Ahadiansyah (22)
- Syahidah Fani N (28)



MENGAMATI KOMPONEN/STRUKTUR TULANG
A. Dasar Teori
Tulang memiliki struktur yang cukup unik. Berdasarkan strukturnya, tulang berisi benang yang
terbuat dari zat yang kuat dan sedikit bercabang yang disebut kolagen. Tulang juga memiliki mineral
keras seperti kalsium dan fosfat. Kolagen dan mineral menjadikan tulang kaku dan kuat. Tulang
juga memiliki pembuluh darah yang mengangkut makanan dan saraf untuk merasakan tekanan
dan saraf. Selain itu, tulang berisi zat yang menyerupai jeli dan biasa dikenal dengan sumsum. Pada
bagian luar tulang terdapat lapisan yang menjadi kulit tulang yaitu periosteum.
Menurut zat penyusunnya, tulang terbagi dalam dua kelompok, yakni tulang rawan (kartilago)
dan tulang sejati (osteon). Tulang rawan bersifat lebih lentur dan warnanya terang. Sedangkan
tulang keras atau tulang sejati bersifat tidak lentur dan warnanya lebih keruh.
B. Tujuan
Mampu memahami struktur tulang keras dan tulang rawan
C. Alat dan Bahan
1. 1 buah gelas tabung 50 ml
2. 3 Tulang paha ayam/tulang hewan lain
3. 2 buah penjepit
4. 1 buah cawan kaca
5. Pisau atau gergaji kecil
6. Larutan asam kuat (misal HCl 10% 25 ml)

D. Langkah Percobaan
1. Rebus tulang ayam
2. Bersihkan tulang dari daging yang masih melekat.
3. Kemudian, amati beberapa sifat yang dimiliki tulang tersebut semisal kekerasan, kelenturan
dan warna.
4. Setelah itu, tulis hasilnya pada tabel
5. Selanjutnya, potonglah tulang tersebut dengan pisau atau gergaji kecil. Amati bagian dalam
tulang tersebut.
6. Masukkan tulang yang lain ke dalam larutan HCl yang telah disediakan selama satu setengah
jam. Dan amati apa yang terjadi pada tulang tersebut.
7. Berikutnya, ambil tulang pada gelas beker dengan penjepit tulang dan taruhlah pada cawan
kaca.
8. Amati sifat tulang tersebut mulai dari sifat kekerasannya, kelenturannya dan warnanya serta
bagian dalamnya.
9. Masukkan hasil pengamatan dalam tabel.
10. Ambil tulang yang ketiga lalu bakar hingga gosong atau warnanya berupa menjadi hitam
seluruhnya
11. amati tulang tersebut dan masukkan hasil pengamatan dalam tabel

E. HASIL PENGAMATAN
A. Perlakuan I (Direndam dalam larutan HCl)
HCl Kondisi
Awal Proses Akhir
10% - Struktur keras
- warna putih kemerahan
- Permukaan halus
- jika dipukul bunyina ͞tok
tok tok͟(menandakan
tulang bersifat keras)
- Isi(sumsum tulang)
berwarna merah
- sulit dipotong karena
keras
- tidak dapat dibengkokkan
- Muncul gelembung
- warna memucat
- Timbul minyak
- Caian HCl lama kelamaan
menjadi keruh dan berubah
warna menjadi kuning
kecoklatan
A.Sesaat setelah direndam
- permukaan sedikit kasar
- Agak lunak
- Tulang sedikit keropos
- Jika dipukul berbunyi ͞tuk
tuk tuk͟(menandakan tulag
mulai melunak)

B.Satu hari setelah
direndam
- Permukaan halus
- Struktur lunak
- Lentur
- Kenyal
- Dapat dibengkokkan
- Isi(sumsum tulang)
berwarna coklat kehitaman
- warna tulang pucat

B. Perlakuan II (Dibakar)
Perlakuan Kondisi
Awal Akhir
Dibakar - Struktur keras
- warna putih kemerahan
- Permukaan halus
- jika dipukul bunyina ͞tok tok
tok͟(menandakan tulang bersifat
keras)
- Isi(sumsum tulang) berwarna merah
- sulit dipotong karena keras
- tidak dapat dibengkokkan
- Permukaan kasar
- Tulang mudah dipecah(mudah
dipatahkan)
- Sangat keropos
- Isi tulang habis
- Permukaan tulang bewarna hitam
arang
- Jika dipukul maka akan langsung
hancur
- tidak dapat dibengkokkan

F. ANALISA DATA
Dari data yang telah di atas dapat disimpulkan bahwa:
y Tulang keras berasal dari tulang rawan yang mengalami osifikasi, maksudnya Ketika tulang rawan
(kartilago) terbentuk, rongga-rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan
sel tulang muda. Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat
kapur. Osteoblas yang telah dikelilingi zat kapur akan mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras
y Tulang keras (osteon) sebenarnya berasal dari tulang rawan (kartilago) yang telah mengikat zat-zat
kapur dan fosfat sehingga strukturnya berubah menjadi keras
y Perbedaan kartilago dan osteon terletak pada struktur tulang tersebut. Maksudnya pada osteon
terdapat kapur (CaCO
3
) dan fosfor (CaPO
4
) yang menyebabkan tulang menjadi keras sedangkan pada
kartilago tidak.


sulit dipotong karena keras . Setelah itu.Kenyal . Tujuan Mampu memahami struktur tulang keras dan tulang rawan C. 2 buah penjepit D.Caian HCl lama kelamaan menjadi keruh dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan Akhir A. amati beberapa sifat yang dimiliki tulang tersebut semisal kekerasan. tulis hasilnya pada tabel 5.Jika dipukul berbunyi tuk tuk tuk (menandakan tulag mulai melunak) B. ambil tulang pada gelas beker dengan penjepit tulang dan taruhlah pada cawan kaca. Kemudian. Alat dan Bahan 4. Rebus tulang ayam 2. tulang terbagi dalam dua kelompok. Larutan asam kuat (misal HCl 10% 25 ml) 3. potonglah tulang tersebut dengan pisau atau gergaji kecil. Dan amati apa yang terjadi pada tulang tersebut. Tulang juga memiliki pembuluh darah yang mengangkut makanan dan saraf untuk merasakan tekanan dan saraf. Tulang juga memiliki mineral keras seperti kalsium dan fosfat.permukaan sedikit kasar . 3. 1 buah gelas tabung 50 ml 5.Sesaat setelah direndam . Dasar Teori Tulang memiliki struktur yang cukup unik. 1 buah cawan kaca 1.Struktur keras . amati tulang tersebut dan masukkan hasil pengamatan dalam tabel E. Masukkan tulang yang lain ke dalam larutan HCl yang telah disediakan selama satu setengah jam.Agak lunak . yakni tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (osteon).jika dipukul bunyina tok tok tok (menandakan tulang bersifat keras) . Perlakuan I (Direndam dalam larutan HCl) HCl 10% Awal . tulang berisi zat yang menyerupai jeli dan biasa dikenal dengan sumsum. Amati bagian dalam tulang tersebut.warna putih kemerahan . Tulang rawan bersifat lebih lentur dan warnanya terang. Sedangkan tulang keras atau tulang sejati bersifat tidak lentur dan warnanya lebih keruh. 4. Pisau atau gergaji kecil 2. Masukkan hasil pengamatan dalam tabel. 9.Struktur lunak . tulang berisi benang yang terbuat dari zat yang kuat dan sedikit bercabang yang disebut kolagen.Lentur . Kolagen dan mineral menjadikan tulang kaku dan kuat. Berdasarkan strukturnya. HASIL PENGAMATAN A. Bersihkan tulang dari daging yang masih melekat. 8. 7. kelenturannya dan warnanya serta bagian dalamnya. kelenturan dan warna. Langkah Percobaan 1. Selanjutnya. 3 Tulang paha ayam/tulang hewan lain 6. Selain itu.Isi(sumsum tulang) berwarna merah . B.warna memucat .Satu hari setelah direndam .Muncul gelembung .Timbul minyak .MENGAMATI KOMPONEN/STRUKTUR TULANG A.tidak dapat dibengkokkan Kondisi Proses . Ambil tulang yang ketiga lalu bakar hingga gosong atau warnanya berupa menjadi hitam seluruhnya 11.Tulang sedikit keropos . Menurut zat penyusunnya. Berikutnya.Permukaan halus . Pada bagian luar tulang terdapat lapisan yang menjadi kulit tulang yaitu periosteum. 6.Permukaan halus . 10. Amati sifat tulang tersebut mulai dari sifat kekerasannya.

Perlakuan II (Dibakar) Perlakuan Awal Dibakar Kondisi . Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda.Permukaan halus .Permukaan kasar . ANALISA DATA Dari data yang telah di atas dapat disimpulkan bahwa: y Tulang keras berasal dari tulang rawan yang mengalami osifikasi.Sangat keropos .tidak dapat dibengkokkan Akhir .sulit dipotong karena keras . rongga-rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas.jika dipukul bunyina tok tok tok (menandakan tulang bersifat keras) .Jika dipukul maka akan langsung hancur .Tulang mudah dipecah(mudah dipatahkan) .Isi(sumsum tulang) berwarna merah . Maksudnya pada osteon terdapat kapur (CaCO3) dan fosfor (CaPO4) yang menyebabkan tulang menjadi keras sedangkan pada kartilago tidak. y y . maksudnya Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk.Isi(sumsum tulang) berwarna coklat kehitaman .Isi tulang habis . Osteoblas yang telah dikelilingi zat kapur akan mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras Tulang keras (osteon) sebenarnya berasal dari tulang rawan (kartilago) yang telah mengikat zat-zat kapur dan fosfat sehingga strukturnya berubah menjadi keras Perbedaan kartilago dan osteon terletak pada struktur tulang tersebut.warna putih kemerahan ..Dapat dibengkokkan .warna tulang pucat B.Permukaan tulang bewarna hitam arang .Struktur keras .tidak dapat dibengkokkan F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful