P. 1
Laporan Praktikum Ekstraksi (Astri)

Laporan Praktikum Ekstraksi (Astri)

|Views: 4,936|Likes:
Published by astri diani

More info:

Published by: astri diani on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK EKSTRAKSI

Oleh: Nama NRP Kelompok No. Meja Tgl. Percobaan Assisten : Astri Diani P : 093020068 : IV (Empat) : 1 (Satu) : 25 Oktober 2010 : Annisa Khaira W

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2010

yang pada dasarnya tidak saling bercampur dan menimbulkan perpindahan satu atau lebih zat terlarut (solut) ke dalam pelarut kedua itu. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik . Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak dapat tercampur (immiscible) menawarkan banyak kemungkinan yang menarik untuk pemisahan analitis. ekstraksi pelarut dapat merupakan suatu langkah penting dalam urutan yang menuju ke suatu produk murninya dalam laboratorium organik.1. Ekstraksi cairan-cairan merupakan suatu teknik dalam suatu larutan (biasanya dalam air) dibuat bersentuhan dengan suatu pelarut kedua (biasanya organik). 2008). 1. Diantara berbagai jenis metode pemisahan. Pemisahan ekstraksi pelarut biasanya ³bersih´ dalam arti tak ada analog. ekstraksi merupakan metode pemisahan yang baik dan popular.I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan. Bahkan di mana tujuan primernya adalah bukan analitis namun preparative. (2) Tujuan Percobaan. (3) Prinsip Percobaan dan (4) Reaksi Percobaan. Pemisahan itu dapat dilakukan dengan mengocok-ngocok larutan dalam sebuah corong pemisah selama beberapa menit (Shevla. kopresipitasi dengan sistem semacam itu (Khopkar. anorganik atau biokimia. 1985). Latar Belakang Percobaan Ekstraksi adalah pemurnian suatu senyawa.

3. Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia analisis kemudian berkembang menjadi metode yang baik. Menurut hukum Distribusi Nernst: jika [X1] adalah konsentrasi zat terlarut di dalam pelarut dalam fase 1 dan [X2] adalah konsentrasi zat terlarut dalam fase 2. sederhana. pemurnian. . Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah. Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer dalam jumlah yang berbeda dalam kedua fase terlarut. Teknik ini dapat digunakan untuk kegunaan preparative. 2008). Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ekstraksi ini adalah untuk menentukan koefisien distribusi I2 dalam sistem H2O ± CCl4 dan untuk memisahkan suatu larutan sehingga menghasilkan ekstrak dari larutan tersebut.dalam tingkat makro maupun mikro. Prinsip Percobaan Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur ditambahkan zat ketiga yang dapat melarut pada kandungnnya.2. cepat dan dapat digunakan untuk ion-ion logam yang bertindak sebagai pengotor dan ion-ion logam dalam jumlah makrogram (Khopkar. memperkaya pemisahan serta analisis pada semua skala kerja. 1. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur seperti benzen. 1. karbon tetraklorida atau kloroform. maka pada kesetimbangan.

4.menjadi ion kompleks I3-. Reaksi Percobaan Reaksi pada ekstraksi ini adalah dalam larutan air molekul I2 bereaksi dengan ion I.X1. X2 didapat : Kd = [X2] [X1] 1. I3- . I2 + I.

gelas ukur. statif dan klem buret .2. KI. Alat Yang Digunakan Alat yang digunakan dalam proses percobaan ekstraksi adalah : corong pisah. Bahan Yang Digunakan Bahan yang digunakan dalam percobaan ekstraksi ini adalah aquadest. 2. dan H2SO4. buret. labu erlenmeyer.1.II BAHAN. Na2S2O3. Larutan jenuh I2. indikator amilum. . pipet tetes . CCl4. (2) Alat yang digunakan dan (3) Metode percobaan. ALAT DAN METODE PERCOBAAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Bahan yang digunakan. 2.

Metode Ekstraksi .2.3. Metode Percobaan Gambar .

Lapisan bawah (I2 dalam Cloroform) Corong Pisah 1 Volu Me 9 ml Na2S2O3 0.08 N Kd corong pisah 1 = 27 N . 3.1.1N Awal 7 Akhir 5 Selisih 2 ml (Sumber : Astri.1N Awal 0 Akhir 13.III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan. 2010) Corong pisah 1 : [I2] kloroform = 0. Hasil Pengamatan Hasil pengamatan dari percobaan ekstraksi adalah sebagai berikut : Tabel .5 Selisih Volu me 12 ml Corong Pisah2 Na2S2O3 0.1404 N Corong Pisah 2 : [I2] kloroform = 0. meja 1.

Ekstraksi cairancairan merupakan suatu teknik dalam suatu larutan (biasanya dalam air) dibuat bersentuhan dengan suatu pelarut kedua (biasanya organik).5 N 3.2. Teknik ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan tingkat runutan ataupun yang dalam jumlah banyak (Shevla.0052 N Corong pisah 2 [I2] H2O = 0.5 Selisih 10 ml Volu me 10 ml Corong Pisah2 Na2S2O3 0. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa .1N Awal 0 Akhir 12.2ml (Sumber : Astri. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. yang ada dasarnya tidak saling bercampur dan menimbulkan perpindahan satu atau lebih zat terlarut (solut) ke dalam pelarut kedua itu. Lapisan atas (I2 dalam H2O) Corong Pisah 1 Volu Me 10 ml Na2S2O3 0. Pembahasan Ekstraksi adalah pemurnian suatu senyawa.5 Akhir 18.1N Awal 8.052 N Kd corong pisah 2 = 1. 1985). 2010) Corong pisah 1 [I2] H2O = 0.2 Selisih 12. Meja 1. Pemisahan itu dapat dilakukan dengan mengocok-ngocok larutan dalam sebuah sebuah corong pemisah selama beberapa menit.Tabel .

1949). Semakin lama mengocok larutan dalam corong pemisah maka semakin cepat bertemu I2. Biasanya digunakan untuk pemisahan zat. pemurnian ataupun isolasi (Khopkar. sering kita melakuka ekstraksi.mengalami perubahan kimiawi. Fungsi pengocokan agar cepat bereaksi bertemu dengan I2. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya (Lucas. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut.Ekstraksi kontiyu : perbandingan distribusi relatif kecil sehingga untuk pemisahan yang kuantitatif diperlukan beberapa tahap distribusi(Khopkar. maka semakin banyak zat terlarut terdistribusi pada . Namun tetap saja jika tidak beraturan hasilnya pun tidak akan maksimal. 3. Percobaan ekstraksi kali ini tergolong ekstraksi bertahap dikarenakan terdapat proses pengocokan. pengocokan mencampurkan pelarut pengekstraksinya yang tidak bercampur pelarut semula kemudian dilakukan (Khopkar. Kesempurnaan ekstraksi yang ekstraksi bergantung Semakin pada banyaknya dilakukan. 2008). 2. Metode pemisahan pada ekstraksi diantaranya : 1. 2008). Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi.Ekstraksi Counter current : fase cair pengekstraksi dialirkan dengan arah yang berlawanan dengan larutan yang mengandung zat yang akan di ekstraksikan. 2008).Ekstraksi dengan bertahap : cara yang paling sederhana.

Pengocokan harus terjadi searah agar terjadi kesetimbangan antara larutan iod dalam larutan air. antara lain: kebasaan ligan. tergantung pada bermacam faktor. Hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang relatif besar dengan jumlah pelarut yang kecil. Dari kedua jenis koloid tersebut merupakan jenis emulsi. sehingga ketika ditotal jumlah pelarut untuk ekstraksi tersebut tidak terlalu besar agar dicapai kesempurnaan ekstraksi. Pada saat percobaan ekstraksi sehingga didapat lapisan atas dan lapisan bawah.salah satu pelarut dan semakin sempurna proses pemisahannya. Mekanisme ekstraksi dengan proses distribusi dari zat yang terekstraksi ke fase organik. Emulsi merupakan koloid yang fase terdispersinya dan medium pendispersinya zat cair. lapisan bawah dinamakan fase terdispersi karena berbentuk cair sedangkan lapisan atas yang terbentuk cair juga dinamakan medium pendispersi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi ekstraksi : y y y Tipe persiapan sampel Waktu ekstraksi Kuantitas pelarut . Jumlah pelarut yang digunakan untuk tiap kali mengekstraksi juga sedikit. faktor stereokimia dan adanya garam pada sistem ditetapkan ekstraksi. Kelarutan kompleks logam koefisien distribusinya selain juga oleh perbandingan ditentukan oleh perubahan aktivitas zat terlarut pada masingmasing fase (Khopkar. Pada lapisan atas I2 larut dalam air dan pada lapisan bawah I2 larut dalam kloroform dan konsentrasi lebih pekat. 2008).

sehingga pemisahan zat tersebut tidak sempurna. Mempertinggi konsentrasi anion melalui mekanisme aksi massa. warna mulamula cokelat tua. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada percobaan ini adalah .y y Suhu pelarut Tipe pelarut Titrasi dapat dilakukan tanpa organik dari luar karena warna I2 yang ditirasi akan lenyap bila titik akhir tercapai. Akibat ikatan molekul air dengan ion elektrolit menjadi pelarut yang tidak bebas.sehingga bisa digantikan asal sifatnya sama. Ketika lapisan bawah dikeluarkan ada lapisan atas yang ikut terbawa. Konstanta dielektrik dari fase berkurang dengan bertambahnya konsentrasi garam. sampai akhirnya bening. 2. Pada percobaan ini sering terjadi kesalahan atau kekeliruan. Metode ekstraksi sama dengan titrasi iodometri yaitu karena sama-sama untuk mencari konsentrasi I2. Amilum dengan I2 membentuk suatu kompleks berwarna biru tua yang masih sangat jelas sekalipun I2 sedikit sekali. kuning. Peranan elektrolit pada ekstraksi yang melibatkan solvasi: 1. . menjadi lebih muda. 1. maka pada metode ekstraksi dilakukan titrasi secara iodometri. CCl4 dan kloroform memiliki sifat yang sama yaitu bersifat non polar. 2. Pengocokan yang kurang sempurna. kuning muda. Namun lebih tegas bila ditambah amilum kedalam larutan sebagai organik. 3.

Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Selain itu ekstraksinya juga lebih merata. Pada ekstraktor Soxhlet. uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus di antara selongsong dan dinding dalam tabung Butt. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong berisi padatan. 2009). pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga menghasilkan uap. Peristiwa ini disebut dengan efek sifon (Utami. Prinsip kerja ekstraktor Butt mirip dengan ekstraktor Soxhlet. Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skala laboratorium.3. . Hal ini menyebabkan ekstraksi Butt berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan (rapid). Aplikasi ekstraksi dibidang pangan adalah untuk mengekstraksi minyak atsiri dan mengekstraksi kacang kedelai. Namun pada ekstraktor Butt. Ekstraktor Butt dinilai lebih efektif daripada ekstraktor Soxhlet (Utami. Metode yang digunakan dalam mengekstraksi kacang kedelai adalah metode ekstraksi soxhletb. yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor Butt. 2009). Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong langsung lalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa efek sifon. Pelarut akan membasahi sampel dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Penetesan Na2S2O3 berlebih menyebabkan warna TAT berubah.

dapatlah disimpulkan konsentrasi KI bebas. jika larutan dikocok dengan karbon tetraklorida dalam mana iod saja yang dapat larut cukup banyak. Jika larutan itu dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat. Dengan mengurangi ini dari iod total.Iod jauh lebih dapat larut dalam kalium iodida dalam air daripada dalam air. seperti I2 + I ' I3 . 1985). konsentrasi ion iod bebas dalam larutan air dapat dihitung dengan menggunakan koefisien distribusi yang diketahui dan dari situ konsentrasi total iod bebas yang ada dalam kesetimbangan dapat diketahui. maka iod dalam lapisan organik berada dalam kesetimbangan dengan iod bebas dalam larutan air. sejumlah iod baru dilepaskan dari triiodida agar kesetimbangan tidak terganggu. Kelarutan elektrolit pada medium yang sangat polar akan bertambah dengan gaya elektrostatik. diperoleh karena segera sesudah iod dihilangkan akibat interaksi dengan tiosulfat. Kelarutan zat pada air atau alkohol lebih ditentukan kemudian dapat tetapan dihitung - . Namun. Pengaruh adanya pelarut lain yang tercampur pada pelarut pertama dapat menambah kelarutannya bila pelarut kedua tersebut bereaksi dengan zat terlarut. dengan memperkurangkan harga ini dari konsentrasi awal kalium iodida. konsentrasi iod total sebagai I2 bebas dan I3 - tidak bebas. Jenis ikatan mempengaruhi kelarutan kompleks pada fase organik. I3-. Dengan kesetimbangan (Svehla. Kesetimbangan berikutnya berlangsung dalam suatu larutan. ini disebabkan karena terbentuknya ion triiodida. Dengan menentukan konsentrasi iod dalam larutan karbon tetraklorida. diperoleh konsentrasi ion tak bebas (sebagai I3 ).

oleh kemampuan zat tersebut membentuk ikatan hidrogen. 2008) . . Kelarutan zat-zat aromatik pada fase organik sebanding dengan kerapatan elektron pada inti aromatik dari senyawa-senyawa tersebut. Sifat kelarutan khelat atau asosiasi ion sangat penting pada mekanisme ekstraksi (Khopkar. Garam-garam logam tidak dapat larut sebab bersifat sebagai elektrolit kuat.

dan [I2]H2O pada corong pisah II = 0. lalu lapisan atas [I2] dalam H2O pada corong pisah I = 0.1.5. 4.0052 N.2. [I2] Cloroform pada corong pisah II = 0. 4.078 N. Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa lapisan bawah [I2] dalam Cloroform pada corong pisah 1 = 0. (2) . dan Kd corong pisah 2 = 1. agar sedikit kemungkinan untuk melakukan kesalahan.1404 N.IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan Saran. Sehingga didapat Kd corong pisah 1 = 27. Prosedur percobaan harus dilakukan dengan baik dan benar agar memudahkan pada saat melakukan percobaan. Saran Saran untuk seluruh praktikan pada saat melakukan percobaan pastikanlah alat-alat yang digunakan dalam keadaan bersih.052 N.

Lucas. (http://www. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro. (2010). Devi Nadya. Principles and Practice In Organic Chemistry. Cetakan Pertama. Inc. Pelaksanaan Proses Ekstraksi. (1949). akses : 27 Oktober 2010 Khopkar. Penerbit Universitas Indonesia: Jakarta. Cetakan Pertama. (http://majarimagazine. Konsep Dasar Kimia Analitik . Ekstraksi. akses : 27 oktober 2010 . (1985). Shevla.chem-is-try.com/2009/03/ekstraksi/). (2009). Howard J.DAFTAR PUSTAKA Anonim. David Pressman.org/materi_kimia/kimia industri/teknologi-proses/pelaksanaan-prosesekstraksi/). New York: John Wiley and Sons. Penerbit PT Kalman Media Pustaka: Jakarta Utami. (2008).

104 N [I2] dalam CCl4 =  y lapisan atas V lapisan = 10 ml    V Na2S2O3 = 0.5 ml N Na2S2O3 = 0.104 N [I2] dalam H2O       .LAMPIRAN Pada corong pisah I : y lapisan bawah V lapisan = 10 ml V Na2S2O3 = 13.5 ml N Na2S2O3 = 0.

104 N [I2] dalam CCl4     y lapisan atas V lapisan = 10 ml V Na2S2O3 = 2 ml N Na2S2O3 = 0.KdI     Pada corong pisah II : y lapisan bawah V lapisan = 4 ml V Na2S2O3 = 3 ml N Na2S2O3 = 0.104 N [I2] dalam H2O   .

5 N     .   KdII  = 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->