P. 1
MAKALAH NIKAH SIRI 2

MAKALAH NIKAH SIRI 2

|Views: 3,508|Likes:
Published by Yulyani Kurniati

More info:

Published by: Yulyani Kurniati on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Dewasa kini banyak orang-orang yang melakukan nikah sirri. Nikah sirri sudah seperti
tren masa kini di atara beberapa kalangan. Orang-orang yang melakukan nikah sirri dating
dengan berbagai alasan, mulai dari tidak adanya biaya, peraturan Pegawai Negeri Sipil
yang tidak diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu, kehamilan di luar nikah dan lain
sebagainya.
Secara syariat islam nikah sirri memang diperbolehkan, akan tetapi mereka tidak
tercatat sebagai suami istri yang sah secara hukum Negara. Hal tersebut meniadikan
pasangan tersebut akan mengalami kesulitan ketika akan mengurus kepentingan sebagai
warga sipil apalagi iika mereka mempunyai anak. Anak tersebut iuga akan mengalami
kesulitan ketika akan bersekolah ataupun bekeria nantinya.
Maka dari itu Peradilan Agama Bidang Perkawinan mengaiukan RUU Nikah Sirri.
Namun pengaiuan RUU ini menuai kontroversi. Ada pihak yang menyetuiui RUU ini
karena untuk menghindari penyalah gunaan nikah sirri itu sendiri, adapula pihak yang
memandang RUU yang diaiukan tersebut tidak perlu karena pernikahan bukanlah masalah
pidana melainkan masalah perdata.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis akan membahas hukum-hukum mengenai
nikah sirri, baik itu dilihat dari segi agama maupun dari segi hukum di Negara kita dan
dari ketentuan RUU Nikah Sirri.

1.2 Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini mengemukakan masalah sebagai berikut:
1.2.1 Apa hukum islam tentang Nikah Siri?
1.2.2 Bagaimana ketentuan RUU tentang Nikah Siri?
1.2.3 Bagaimana Hukum Pernikahan Tanpa Wali?
1.2.4 Bagaimana Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil?
1.3 Tuiuan penelitian
Tuiuan dari penulisan karya tulis ini adalah:
1.3.1 untuk mengetahui hukum islam tentang Nikah siri.
1.3.2 untuk mengetahui ketentuan RUU tentang Nikah Siri
1.3.3 untuk mengetahui Hukum Pernikahan Tanpa Wali
1.3.4 untuk mengetahui dampak atau kerugian bagi wanita yang melakukan
pernikahan tanpa adanya pencatatan sipil
1.4 Metode penulisan
Metode penulisan karya ilmiah ini untuk menganalisis data atau Iakta,caranya :
1. Wawancara,agar dapat mengumpulkan data
2. Penelitian pustaka
Penulis di sini menggunakan beberapa metode yaitu :

1.4.1 metode wawancara
Metode wawancara adalah pengumpulan data dengan cara bertanya langsung
kepada narasumber.
1.4.2 metode penelitian pustaka
Metode penelitian pustaka adalah usaha mengumpulkan data dengan membaca
buku sumber sebagai reIerensi untuk mendapatkan data.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1DeIinisi nikah siri
Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan; Pertama; pernikahan
tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali
perempuan tidak setuiu; atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali; atau hanya
karena ingin memuaskan naIsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan
syariat; kedua, pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga
pencatatan negara. Banyak Iaktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan
pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena Iaktor biaya, alias tidak
mampu membayar administrasi pencatatan; ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan
melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu; dan lain sebagainya.
Ketiga, pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu; misalnya
karena takut mendapatkan stigma negatiI dari masyarakat yang terlaniur menganggap tabu
pernikahan siri; atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang
untuk merahasiakan pernikahannya.
2.2Hukum Islam Tentang Nikah Siri
Keinginan pemerintah untuk memberikan Iatwa hukum yang tegas terhadap
pernikahan siri, kini telah dituangkan dalam rancangan undang-undang tentang
perkawinan. Sebagaimana penielasan Nasarudin Umar, Direktur Bimas Islam Depag,
RUU ini akan memperketat pernikahan siri, kawin kontrak, dan poligami.

Berkenaan dengan nikah siri, dalam RUU yang baru sampai di meia Setneg,
pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal, sehingga pelakunya akan dipidanakan dengan
sanksi peniara maksimal 3 bulan dan denda 5 iuta rupiah. Tidak hanya itu saia, sanksi iuga
berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri, poligami,
maupun nikah kontrak. Setiap penghulu yang menikahkan seseorang yang bermasalah,
misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya, akan dikenai sanksi pidana 1 tahun
peniara. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap
iuga diancam denda Rp 6 iuta dan 1 tahun peniara. |Surya Online, Sabtu, 28 Februari,
1009|
Sebagian orang iuga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri, maka
suami isteri tersebut tidak memiliki hubungan pewarisan. Artinya, iika suami meninggal
dunia, maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untuk mewarisi harta
suaminya. Ketentuan ini iuga berlaku iika isteri yang meninggal dunia.
2.3Ketentuan RUU Tentang Nikah Siri
#&& ikah$iri- RUU Nikah Siri atau Rancangan Undang-Undang Hukum Materil
oleh Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang akan memidanakan pernikahan tanpa
dukeman resmi atau yang biasa disebut sebagai nikah siri, kini tengah memicu kontroversi
ditengah-tengah masyarakat.
Seperti halnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim
Muzadi menilai pemidanaan nikah siri yang diatur dalam DraI RUU Nikah Siri adalah
sebagai langkah tidak benar.
"Saya kira ini tidak benar.Nikah siri cukup diadministrasikan saia. Harusnya yang lebih
dulu dipidanakan itu yang tidak nikah (berhubungan seks di luar nikah).Saya yakin ini ada
agenda tersembunyi untuk melegalkan yang melakukan seks bebas (Iree sex) dan

menyalahkan yang nikah," 2kata Hasyim kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Gedung
PBNU Jakarta kemarin.
Pemerintah seiauh ini bersikukuh memperiuangkan draI RUU Nikah Siri yang sudah
masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(Menkum HAM) Patrialis Akbar menegaskan, nikah siri perlu diatur agar ada kepastian
hukum dalam pernikahan dan kepastian hukum anak-anak mereka. "Jadi yang bagus kan
nikah itu ada suratnya.
Jadi iangan hanya, maaI ya, dalam tanda kutip, lakilaki itu iangan sekadar make aia
dong.Tanggung iawabnya di mana dong? Lahir batin dong! Kanitu bagian dari
perkawinan, iadi dia harus bertanggung iawab. Kalau punya anak, anaknya iadi tanggung
iawabnya," uiar Patrialis Akbar di sela-sela kuniungan ke LP Anak Kelas II A Tangerang
mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin.
Untuk diketahui, draI usulan RUU Nikah Siri Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang
Perkawinan menampung pasal tentang nikah siri atau nikah yang tidak tercatat di kantor
urusan agama (KUA). Pasal tersebut menyebutkan, iika seseorang melakukan nikah siri
atau melakukan kawin kontrak,ia dapat diancam dengan pidana peniara.

Pasal 143 RUU UU yang hanya diperuntukkan bagi pemeluk Islam ini menggariskan,
setiap orang yang dengan sengaia melangsungkan perkawinan tidak di hadapan peiabat
pencatat nikah dipidana dengan ancaman hukuman bervariasi, mulai dari enam bulan
hingga tiga tahun dan denda mulai dari Rp6 iuta hingga Rp12 iuta. Selain kawin siri,draI
RUU iuga menyinggung kawin mutah atau kawin kontrak.

Pasal 144 menyebut, setiap orang yang melakukan perkawinan mutah dihukum peniara
selama-lamanya 3 tahun dan perkawinannya batal karena hukum. RUU itu iuga mengatur

soal perkawinan campur (antardua orang yang berbeda kewarganegaraan). Pasal 142 ayat
3 menyebutkan, calon suami yang berkewarga negaraan asing harus membayar uang
iaminan kepada calon istri melalui bank syariah sebesar Rp500 iuta.

Menurut Patrialias,masyarakat harus diberi kesadaran bahwa nikah itu tidak sekadar nikah
atau bohong-bohongan. Menurutnya, banyaknya pria menikah di bawah tangan dan ianda-
ianda muda meniadi stimulasi agar hal tersebut perlu diatur. Ditegaskan, pengaturan
pernikahan bukan berarti negara ikut campur dalam masalah agama. 'Kalau kehidupan
bermasyarakat tidak diatur,masyarakat bisa kacau.

Ya, kalau kehidupan beragama itu misalnya begini, orang mengaii harus mengaii dari iam
sekian sampai sekian, itu baru namanya ikut campur,¨ielasnya. Di tempat sama, Menteri
Agama Suryadharma Ali menuturkan bahwa draI RUU tersebut sudah dibuat sekitar lima
tahun lalu atau sebelum dirinya meniabat sebagai Menteri Agama. Karena itu,
pembahasan mengenai nikah siri akan kembali dilihat pasal demi pasal oleh Iraksi-Iraksi
yang ada di DPR.

Dari daItar inventarisasi masalah yang telah masuk itu,akan muncul berbagai pandangan
mengenai rancangan pasal itu.'Mungkin saia ada yang cocok atau kurang cocok, mungkin
nanti bertemu, pemikiran yang lebih sesuai dari apa yang dikonsepkan sekarang,¨uiarnya.
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengakui, nikah siri dalam
syariah agama disahkan.

Namun dalam peraturan undang-undang hal itu tidak bisa disahkan karena belum tercatat
dalam administrasi negara. Untuk itu, Suryadharma meminta para pelaku nikah siri untuk

segera mencatatkan perkawinannya ke KUA. "Mereka harus mencatatkan itu
(pernikahannya ke KUA), bukan berarti nikahnya nggak sah. Bila tidak sah kan berarti
berzina bertahun-tahun," katanya.

Dirien Bimas Islam Kementerian Agama Nasarudin Umar menielaskan, maksud draI
RUU tersebut tiada lain hanya untuk meniadikan kewibawaan perkawinan teriaga karena
dalam Islam perkawinan adalah hal yang suci. Selain itu,RUU ini diaiukan terkait masalah
kemanusiaan.

Dia berharap, adanya UU ini nantinya akan mempermudah anak mendapatkan haknya
seperti dapat warisan, hak perwalian, pembuatan KTP, paspor,serta tuniangan kesehatan
dan sebagainya. Ketua Mahkamah Konstitusi MahIud MD menyatakan dukungannya
terhadap draI RUU Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan.Dalam
pandangannya, nikah siri itu lebih banyak merugikan anak-anak dan kaum perempuan.

"Anak-anak yang lahir dari kawin siri itu tidak diakui hukum dan tidak mendapatkan hak
waris," ielasnya di Gedung MK kemarin. MahIud menyatakan,perempuan yang dinikahi
secara siri tidak diakui oleh hukum sehingga iika seseorang mempunyai dua istri,
kemudian istri pertama adalah hasil pernikahan yang tercatat dan istri kedua adalah hasil
nikah siri,maka istri pertama sangat kuat di hadapan hukum.

"Jika istri pertama mengatakan saya istri yang sah,maka hal itu tidak bisa dilawan dengan
hukum, "ielasnya.Kendati demikian, dia menggariskan bahwa RUU tersebut perlu
didiskusikan. Ketua Umum Fatayat NU Maria UlIa Anshor iuga mendukung langkah
pemerintah mengatur kawin siri. Secara tegas dia menyatakan kawin siri dan kawin

kontrak sangat berisiko bagi perempuan untuk meniadi korban.

Dia menolak pendapat yang menyebut pengaturan itu melanggar HAM walaupun
perkawinan merupakan isu privat. 'Penegakan HAM bukan berarti semua hal yang terkait
dengan persoalan privat tidak ada aturannya. Negara mengatur dalam rangka memberikan
koridor. Nikah siri bisa berdampak timbulnya ketidakadilan bagi perempuan,¨katanya.

asalahPerdata
Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Arwani Faishal
mengingatkan bahwa pernikahan adalah masalah perdata. Karena itu akan meniadi
kezaliman pemerintah iika memeniarakan pelakunya. Dia kemudian membandingkan
dengan pelaku kumpul kebo yang ielas-ielas bertentangan dengan agama mana pun, tapi
tidak pernah dikenai sangsi pidana oleh negara.

"Lho, orang-orang yang menialankan aiaran agama iustru diancam dengan hukuman
peniara? Jika ini teriadi iustru negara malah bertindak zalim,"kata Arwani. Menurutnya,
pernikahan siri atau pernikahan yang tidak didaItarkan secara administratiI kepada negara
adalah perkara perdata yang tidak tepat iika diancam dengan hukuman peniara. Bahkan
sanksi material (denda) iuga tetap memiliki dampak sangat buruk bagi masyarakat.

"Bila mengenakan denda dalam iumlah tertentu untuk orangorang yang melakukan nikah
siri, tentu hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan. Bukan masalah bagi mereka yang
punya uang banyak. Namun tidak adil bagi mereka yang secara ekonomi hidupnya pas-
pasan,"kata Arwani. Dalam pandangannya, nikah siri memiliki berbagai dampak positiI
(maslahah) dan dampak negatiI (maIsadah) yang sama-sama besar.

Jika dilegalkan, akan sangat rawan disalahgunakan dan iika tidak diakui akan
bertentangan dengan syariat Islam. "Untuk itu dampak negatiI dan positiI pernikahan siri
harus dikaii dan disikapi bersama,"katanya.
2.4Hukum Pernikahan Tanpa Wali
Adapun mengenai 1akta 5ertama, yakni pernikahan tanpa wali; sesungguhnya Islam
telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan
pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra; bahwasanya Rasulullah
saw bersabda;
3 Ƈ `ƃ -'´- `
'Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.` |HR yang lima kecuali Imam An
Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648|.
Berdasarkan dalalah al-iqtidla, kata ¨laa¨ pada hadits menuniukkan pengertian tidak
sah`, bukan sekedar `tidak sempurna` sebagaimana pendapat sebagian ahli Iikih. Makna
semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra,
bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:
.='Ƈ '+='´-· '+- .~ƃ -·Ƈ ƌ=´- Ɖſ~' '~-ſ , .='Ƈ '+='´-· , .='Ƈ '+='´-·
'Wanita mana pun vang menikah tanpa mendapat izin walinva. maka pernikahannva
batil, pernikahannva batil, pernikahannva batil`. |HR yang lima kecuali Imam An
Nasaaiy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649|.
Abu Hurayrah ra iuga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

4 ` Ɖſ~' Ɖſ~' -ƍ ` '+~-- -ƍ Ǝ' Ɗ--'' .Ƅ· '+~-- -ƍ
`Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnva. Seorang wanita iuga tidak
berhak menikahkan dirinva sendiri. Sebab. sesungguhnva wanita pezina itu adalah
(seorang wanita) vang menikahkan dirinva sendiri`. (HR Ibn Maiah dan Ad Daruquthniy.
Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649)
Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali
adalah pernikahan batil. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt, dan
berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saia, syariat belum menetapkan bentuk dan
kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu,
kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta`zir, dan keputusan mengenai
bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim).
Seorang hakim boleh menetapkan sanksi peniara, pengasingan, dan lain sebagainya
kepada pelaku pernikahan tanpa wali.
2.5 Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil
Adapun Iakta 5ernikahan siri kedua, yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan
syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; sesungguhnya ada dua
hukum yang harus dikaii secara berbeda; yakni (1) hukum pernikahannya; dan (2) hukum
tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara
Dari aspek pernikahannya, nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat, dan
pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan, sehingga berhak
diiatuhi sanksi hukum. Pasalnya, suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan
berhak diiatuhi sanksi di dunia dan di akherat, ketika perbuatan tersebut terkategori
¨mengeriakan yang haram¨ dan ¨meninggalkan yang waiib¨. Seseorang baru absah

dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengeriakan perbuatan yang haram,
atau meninggalkan kewaiiban yang telah ditetapkan oleh syariat.
Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengeriakan perbuatan-perbuatan yang
berhukum sunnah, mubah, dan makruh, maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah
melakukan kemaksiyatan; sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di
akherat. Untuk itu, seorang qadliy tidak boleh meniatuhkan sanksi kepada orang-orang
yang meninggalkan perbuatan sunnah, dan mubah; atau mengeriakan perbuatan mubah
atau makruh.
Seseorang baru berhak diiatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut;
5ertama, meninggalkan kewaiiban, seperti meninggalkan sholat, iihad, dan lain
sebagainya; kedua, mengeriakan tindak haram, seperti minum khamer dan mencaci
Rasul saw, dan lain sebagainya; ketiga, melanggar aturan-aturan administrasi negara,
seperti melanggar peraturan lalu lintas, periiinan mendirikan bangunan, dan aturan-aturan
lain yang telah ditetapkan oleh negara.
Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan; pernikahan yang tidak dicatatkan di
lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga
pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Pasalnya, pernikahan yang ia
lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. Adapun
rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut; (1) wali, (2) dua orang saksi, dan (3) iiab
qabul. Jika tiga hal ini telah dipenuhi, maka pernikahan seseorang dianggap sah secara
syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil.
Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan
negara, maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut.

Pertama, pada dasarnya, Iungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil
adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya
benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. Sebab, salah bukti yang
dianggap absah sebagai bukti syar`iy (bayyinah syar`iyyah) adalah dokumen resmi yang
dikeluarkan oleh negara. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil,
tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia diiadikan sebagai
alat bukti (bavvinah) di hadapan maielis peradilan, ketika ada sengketa yang berkaitan
dengan pernikahan, maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan, seperti waris, hak
asuh anak, perceraian, naIkah, dan lain sebagainya. Hanya saia, dokumen resmi yang
dikeluarkan oleh negara, bukanlah satu-satunya alat bukti syar`iy. Kesaksian dari saksi-
saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan, iuga absah dan harus
diakui oleh negara sebagai alat bukti syar`iy. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-
satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen
tertulis. Pasalnya, syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen
tertulis, seperti kesaksian saksi, sumpah, pengakuan (iqrar), dan lain sebagainya.
Berdasarkan penielasan ini dapatlah disimpulkan bahwa, orang yang menikah siri tetap
memiliki hubungan pewarisan yang sah, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari
pernikahan. Selain itu, kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut
sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar`iy. Negara tidak boleh menolak kesaksian
mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil;
atau tidak mengakui hubungan pewarisan, nasab, dan hubungan-hubungan lain yang lahir
dari pernikahan siri tersebut.
Kedua, pada era keemasan Islam, di mana sistem pencatatan telah berkembang
dengan pesat dan maiu, tidak pernah kita iumpai satupun pemerintahan Islam yang
mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada

lembaga pencatatan resmi negara. Lebih dari itu, kebanyakan masyarakat pada saat itu,
melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. Tidak bisa dinyatakan
bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang, dan keadaan masyarakat saat
itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. Pasalnya, para penguasa dan
ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan
bukanlah waiib, akan tetapi mubah. Mereka iuga memahami bahwa pembuktian syar`iy
bukan hanya dokumen tertulis.
Nabi saw sendiri melakukan pernikahan, namun kita tidak pernah menemukan riwayat
bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau, atau beliau mewaiibkan para shahabat
untuk mencatatkan pernikahan mereka; walaupun perintah untuk menulis (mencatat) beberapa
muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran, misalnya Iirman Allah swt;
ƍ' ´ »´ ´ --Ƈ Ɔ´ Ǝ´ - ´ -´ ƈ´Ǝ´' · .ĸ ~ ~´ ~ . = ſ . ƃ .- ~Ƈ »´ Ǝ- -' ~ƍ ' ~ ƃ '´ - ~' - .- ~ŝ' ' +´ - ſ' - ´ ·ŝ ¹' ´ · ~ŝ ¹ = ' ~ ´ Ɔ´Ǝ´ - . ſ ´Ɔ ƍ' ´ -ƀ - ' .~ ·'Ƈ ´Ɔ
' ·- ¹ = ¸ ~ŝ' . ¹~´ - Ɔ´ Ǝ´ -¹ · ' -- · - ſ ' +- - ~ ´ · =' ·- ¹ = ¸ ~ŝ' .' ´ . Ƅ · ' -- ~ ´ ·- ~ . =ƈ - ' ´ ·ŝƇ ·ŝ ¹' ·ŝ Ǝ - ´ · = . ſ ´ ·- =Ǝ~ - ' ſ
» . Ƅ · »´ ´ ' = . ~ .- ~- + ~ '´ ~ +~Ǝ~' .~ ·'Ƈ ´ ·´ - . ¹~´ -¹ · ´ ŝ . ~´ - -' ~ +´ ~' . ~ . - ƍ .ŝ ~ ~ .'ƍ ſ ~' ´.´ = · .- ¹´ = ' -´ ´ -
. ſ '´ ~ ƀ~ƍ ' '´ =´ ~ ' ~ ' ~ ƃ ´ -' ~ +´ ~' -ƀ - ' . =´ ƀ' ' ~´' ~= ƃ ´ ~´Ǝ · ' ~´' ~= ƃ ŝ . -ƍ . ſ ¹ = ſ . ƃ ' - ƈ ´ ſ ' - · - ´ -´ ƈ´Ǝ´ ƍ »´ ´ ~ ·
´ - ~´ƍ Ɖ -' = Ɖ ' =ƍ .´ ´ƍ . ſ 'ŝ ƃ '´Ƈ'ƍ ƍ 'ŝ ſ . -~ ſ Ɖ ~' +ŝ ~¹ ´ »· ſ ·ŝ ¹' ~- = ´ = ~· ſ ´-' -´ = »´ ´- ¹ = .- ¹ · »´ ´ --Ƈ ' + -´ - ~´ƍ »´ ´ -- Ƈ ' + -
· -' ƈƍ ' ~ ƃ '´ ~ +~ ſ '´ ƈ´Ǝ´ ƍ 'ŝ ſ ŝ ¹' ´ »´ ´´ ~ ¹ ·´ - ·ŝ ¹' '´ -ŝƍ' »´ ´ Ƈ ´·´ ~´ · ´ ·ŝ - Ƅ · '´ ¹ ·- ƍ . ƃ ´~- + ~ ' ´Ɔƍ' ´ ŝ ' -´ - ' »´ Ǝ - ~ .´ ´Ƈ ´ ·ŝ ¹' ´ ·
´»- ¹ =
¨ai orang-orang vang beriman. apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu
vang ditentukan. hendaklah kamu menuliskannva. Dan hendaklah seorang penulis di antara
kamu menuliskannva dengan benar. Dan ianganlah penulis enggan menuliskannva
sebagaimana Allah telah mengaiarkannva. maka hendaklah ia menulis. dan hendaklah orang
vang berhutang itu mengimlakkan (apa vang akan ditulis itu). dan hendaklah ia bertakwa
kepada Allah Tuhannva. dan ianganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnva. Jika

vang berhutang itu orang vang lemah akalnva atau lemah (keadaannva) atau dia sendiri
tidak mampu mengimlakkan. maka hendaklah walinva mengimlakkan dengan iuiur. Dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada
dua orang lelaki. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi
vang kamu ridhai. supava iika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannva. Janganlah
saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil, dan ianganlah kamu
iemu menulis hutang itu. baik kecil maupun besar sampai batas waktu membavarnva. Yang
demikian itu. lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat
kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu`amalahmu itu). kecuali iika
mu`amalah itu perdagangan tunai vang kamu ialankan di antara kamu. maka tak ada dosa
bagi kamu. (iika) kamu tidak menulisnva. Dan persaksikanlah apabila kamu beriual beli, dan
ianganlah penulis dan saksi saling sulit-menvulitkan. Jika kamu lakukan (vang demikian).
maka sesungguhnva hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada
Allah, Allah mengaiarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu¨.|TQS AL Baqarah
(2):
Ketiga, dalam khazanah peradilan Islam, memang benar, negara berhak meniatuhkan
sanksi mukhalaIat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Pasalnya, negara
(dalam hal ini seorang KhaliIah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk
menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum
ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat; seperti urusan lalu lintas,
pembangunan rumah, eksplorasi, dan lain sebagainya. KhaliIah memiliki hak dan
berwenang mengatur urusan-urusan semacam ini berdasarkan iitihadnya. Aturan yang
ditetapkan oleh khaliIah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini waiib ditaati dan
dilaksanakan oleh rakyat. Siapa saia yang melanggar ketetapan khaliIah dalam urusan-
urusan tersebut, maka ia telah teriatuh dalam tindakan mukhalaIat dan berhak mendapatkan

sanksi mukhalaIat. Misalnya, seorang khaliIah berhak menetapkan iarak halaman rumah
dan ialan-ialan umum, dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di
sampingnya pada iarak sekian meter. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut, khaliIah
boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda, cambuk, peniara, dan lain sebagainya.
KhaliIah iuga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran, timbangan, serta
ukuran-ukuran khusus untuk pengaturan urusan iual beli dan perdagangan. Ia berhak untuk
meniatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. KhaliIah iuga
memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kaIe-kaIe, hotel-hotel,
tempat penyewaan permainan, dan tempat-tempat umum lainnya; dan ia berhak memberi
sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut.
Demikian iuga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. KhaliIah boleh saia
menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan; misalnya,
aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di
lembaga pencatatan resmi negara, dan lain sebagainya. Aturan semacam ini waiib ditaati dan
dilaksanakan oleh rakyat. Untuk itu, negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak
mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. Pasalnya, orang yang tidak
mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara -- padahal negara telah menetapkan
aturan tersebuttelah teriatuh pada tindakan mukhalafat. Bentuk dan kadar sanksi mukhalaIat
diserahkan sepenuhnya kepada khaliIah dan orang yang diberinya kewenangan.
Yang meniadi catatan di sini adalah, pihak yang secara syar`iy absah meniatuhkan
sanksi mukhalafat hanyalah seorang khaliIah yang dibai`at oleh kaum Muslim, dan orang
yang dituniuk oleh khaliIah. Selain khaliIah, atau orang-orang yang dituniuknya, tidak
memiliki hak dan kewenangan untuk meniatuhkan sanksi mukhalaIat. Atas dasar itu, kepala
negara yang tidak memiliki aqad bai`at dengan rakyat, maka kepala negara semacam ini tidak

absah meniatuhkan sanksi mukhalaIat kepada rakyatnya. Sebab, seseorang baru berhak ditaati
dan dianggap sebagai kepala negara iika rakyat telah membai`atnya dengan bai`at iniqad dan
taat. Adapun orang yang meniadi kepala negara tanpa melalui proses bai`at dari rakyat
(in`iqad dan taat), maka ia bukanlah penguasa yang sah, dan rakyat tidak memiliki kewaiiban
untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. Lebih-lebih lagi iika para penguasa itu adalah
para penguasa yang menerapkan sistem kuIur alas demokrasi dan sekulerisme, maka rakyat
iustru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka.
Keem5at, iika pernikahan siri dilakukan karena Iaktor biaya; maka pada kasus semacam ini
negara tidak boleh mempidanakan dan meniatuhkan sanksi mukhalaIat kepada pelakunya.
Pasalnya, orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya;
sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Oleh karena itu,
Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut, bahkan waiib memberikan pelayanan
pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di
lembaga pencatatan Negara.
Kelima, pada dasarnya, Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan
pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ursv. Aniuran untuk melakukan walimah,
walaupun tidak sampai berhukum waiib akan tetapi nabi sangat menganiurkan (sunnah
muakkadah). Nabi saw bersabda;
Ɖ' ~Ƈ » ſ ' - `ŝ ~ =
'Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing`.|HR. Imam Bukhari dan Muslim|
Banyak hal-hal positiI yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan; di
antaranya adalah ; (1) untuk mencegah munculnya Iitnah di tengah-tengah masyarakat; (2)
memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya, iika kelak ada persoalan-

persoalan yang menyangkut kedua mempelai; (3) memudahkan untuk mengidentiIikasi
apakah seseorang sudah menikah atau belum.
Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan, atau
dirahasiakan (siri). Selain akan menyebabkan munculnya Iitnah; misalnya iika perempuan
yang dinikahi siri hamil, maka akan muncul dugaan-dugaan negatiI dari masyarakat terhadap
perempuan tersebut; pernikahan siri iuga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai
persaksian mengenai pernikahannya. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi, maka dalam
semua kasus yang membutuhkan persaksian, ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan
sirinya; dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. Atas dasar itu, aniuran untuk
mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara meniadi relevan, demi mewuiudkan
kemudahan-kemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya Iitnah.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah kami membaca dan meneliti sumber-sumber dalam penyusunan makalah ini
kami mendapatkan kesimpulan bahwa Nikah Siri menurut syariat islam adalah sah iika
dilakukan dengan tata cara islam. Namun secara hukum di Negara kita belum ada keielasan
tentang perkara ini. Maka Peradilan Agama Bidang Perkawinan mengaiukan RUU Nikah Sirri
yang menuai kontroversi. Disatu sisi Nikah Sirri secara syariat Islam adalah sah, namun pada
kenyataannya pernikahan itu tidak akan dicatat petugas sipil sehingga akan menimbulkan
masalah ketika mereka akan mengurus kepentingan sebagai warga sipil. Selain itu Nikah Sirri
iuga sedikitnya akan menimbulkan Iitnah karena pernikahan tersebut dilaksanakan secara
sembunyi-sembunyi. Untuk para wanita yang melakukan Nikah Sirri, dalam Islam telah
melarang seorang wanita menikah tanpa wali karena dalam hadist telah dikatakan bahwa
pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada
Allah swt, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia.
3.2 Saran
Setelah kami menyimpulkan dan menarik garis-garis besar dari masalah Nikah Siri ini
kami dapat meberi saran dari permaslahan tersebut untuk para pembaca. Saran-saran tersebut
adalah sebagai berikut :
O Terlepas dari kontroversi yang ada tentang Nikah Siri, sebaiknya kita menghindari
nikah siri karena dilihat dari segi manapun nikah siri ini tidak memberikan keuntungan
bagi yang melaksanakannya

O Dalam islam nikah siri adalah sah iika dilaksanakan sesuai tata cara islam hanya saia
dalam nikah sirri ini pernikahan tidak dicatat di Kantor Urusan Agama yang mana
nantinya akan sulit untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan
kepentingan sebagai warga sipil dan tidak menutup kemungkinan akan teriadi banyak
Iitnah
O Kontroversi yang teriadi ditengah-tengah masyarakat tentang nikah sirri sebaiknya
ditanggapi secara obiektiI agar tidak teriadi bentrok antar kubo pro-kontra

 #:2:8,3,8,,   ,,2,7,9:8320302:,,32,8,,80-,,-07:9   

5,::28,29039,3,$7   ,,2,3,09039:,3#&&9039,3,$7   ,,2,3,::2!073,,3%,35,,   ,,2,3,,%,35,.,9,9,3!,/,02-,,!03.,9,9,3$5  %::,350309,3 %::,3/,7503:8,3,7,9:83,/,,   :39:20309,:::28,29039,3,87       :39:20309,:09039:,3#&&9039,3,$7   :39:20309,:::2!073,,3%,35,,    :39: 20309,: /,25, ,9,: 07:,3 -, ,39, ,3 20,:,3

5073,,39,35,,/,3,503.,9,9,385  094/0503:8,3 094/0503:8,3,7,2,3:39:203,3,88/,9,,9,:1,9, .,7,3,   ,,3.,7, ,,7/,5,9203:25:,3/,9,   !0309,35:89,, !03:8/83203:3,,3-0-07,5,2094/0,9: 


 -::8:2-0780-.7./. /03./03.9.35:89.9..7.   2094/0.  094/050309./.  094/0 .3 /. -079.3/./..3.70107038:39:203/..7.3/.3 .. ....3202-.3.:8...8:2-07    2094/050309.38:3 05.7.5..       .35:89.3.3....9. .9.203:25:.. 503:25:.

8. . 87  /..8503.-..79.3 9039.703. 507025:.947-.3.3 80-..8.3 20.   ::28. 9.3 ..  #&&3.34397. :39: 202-07.3.3 .5..3./.  .91 /.3 892.-. 50792-.8 907.7.9.87 !073.9...3 :3/.947 .33202:.3 80. /...2.354.3 802.. 5073.9..387 .9: /.2    . 808047.8.703.8. 1.3..7 2.9:2:2/03.7...7.3.3 907. 203.-8.. .7..7.3 .3 50.3 7:29 .3 87  3 90.9 .3. /../02-.9.3 09039:.9.5:.8.3 87 .95073.3.9...7.3. . 7.:.3.9. .33. ::2 .3.3. 3.3.2%039.9.2 3 /..9.. 50792-.3 808047. 30..  09.9./.$7 033.703..3 5073.9. .7.3.3 .3 507.5 9.9.. ./23897.3 20.3 :3/.1.3 9/.:.2 7.38530. .8 8. !$  01383..3 30.8.3 8. 809:: .3 8.3 2030-...3878073/.5073..:9 09.8.9.320250709.35. ..35.3:7 203.25: 202-.3 50792-.89/.: .9-0.3 5020739.7  709:7 2.9:7.3402.5 5073.503.3.3 9.3 /80-. 5030..3  $0-.3 9/.  5073.3 1.: .33. 2...2 02-.3 :39:207.703.3 ..703.3.703.703.39079039: 28. /9:. 80.703.3 90.7:/3 &2......7 8.18:8.9.:9 203/.9 0/:. 203.3.3 /.5 .8.9.: .3 /. 3007 3.3..35073.9.8.3.09039:.3 ..3 9.3 5. /..-: 5073.3!079.3 /7.3.33.7 ..3 50792-..2.3.  5073.7.  !073.7.2:3 9/.2.. .2 05. 0- /.2033/.3 .9.3 202. 503.35..

. 4397.35.3..7.:.-9:   0-7:.   09039:..  $:7.7   ( $0-.3 .38503.3203.87 3903.9/.3-.:..3.5 507-:.0703.3 !07.:.47.3 .7.3203.8.9:&.9.  803. ./.7.907802-:3:39:200..3 /03.3..3 87 /.$7.320250.2. 8.9.33.-03./:3.5..3/03/.79.2.3.$7 #&&.8 170080 /.  $09.3.8.&2:2!03:7:808.82.7: 8..3 3..3.9/.3.8.37082.3808/:. 09039:.9  $05079.7.30- /::/5/.25.3 -.3808-0-... .3::2.2 #&& .$7. /.9/.2.:.38:.35.39/..7.3 /03.9.3..3 203.:3....3 &3/.2  2.87. $.3&3/./203.3/./23897. 330  $.8.:3 503.3 0.2. 8:./80-:980-.2 /03/. !& ..33:...38. -07.-:.380-0:23.078 /903.9:8.8907. !0.3.35073. %/.../.3. /:3.3 808047..5 503:: . /. /:02.03/..:.3.903.-03. /.3./. #5  :9.3 202/.09:7:3.87...7.3.3 .3.7.-07503/.3 793.8907.-07. 202 :-:3.347.3947&7:8.3/03. ./.8907.3 9.7:83.3/.9.  28.27.:5:3 3..9. 8:.. / 20.3...387 2. -07:-:3.3.3.9:7/.5.3  9. 8:. ..7:5.2507.2.385/. 80-... 50.73..:39: 20.350..502/.82 :.87 54.3:.7  $.3 5073.9.33.380.202.:..320. 87  /.9.$7 #&&.39/.3.3.23.3 8..1#&&.. 903.3/. . .3#&&%039.3 /5/.3.7.3 -072.:-.39:.3.320.5 :.3.:3 503.3. 2.2 890790780-:99/. $0930  5073.8... 202..:#.33.8.3.09:.3.32033.:9.3   .2.9-.907 40 !07..7 .3.78.::5/.3 .3.2 2033.:43974.78.

9.7:8-079.320. .//.2033:3.0.3.  .3..8%..8:7./.8./9. !7403.203.   !.7!.3803.3203.3./.89.9.   !.87 . 2. 80. . /./.8.34397.8 03907::2/...-./43.1 #&&:.3 !07.2030-:9 809..1.808047.3.3./.3-07.:3/.3.7-.39:-./.5020:8.9 503./2.3507.79.350..3:3.3-.3:/443402.7#5:9...::2 #&&9::..34397. .3. :.87.9.907..87507:/.5.2/03.7.3.3.30!3.35/.380.02.38:3.3:8.703.387 /7.3..9.8 2:.208.8-.$7.3.90780-:92030-:9..8./03.3.3.3/.9.8:!747.3 ::2/./.9.20.05.3. ..:.3./::2503./507:39:.93.3#&&.8.3.33.:.3:3.3507.-3./5/.:3.72.5.320.9.72030..-3.73  !020739.307. .#5:9.3.3 .: /7./.1:8:.#&&&&.:3-078::202507:.3 203/./.33.-.7.9.2:.8-.89.7.3::2.93/43./.80.8205./.2.3  809.2.39/.547.9. $0.7/80. 03:2 !.7..0.3.:.:3:3.3$05:9.:95 .7 507.1#&&..3.- .:20.73  &39:/09.93./.3.547..8..9:7   .9039.3/03/. 2./.305.3/.503.$7::2..2-.:5:3. $ /0/:3 !&.3/7.3. /43 %.8.843.703..33.3 .3.23203..3/03.2.25073.3.32:9.3.29..203.8./.3.32:9.:8.73/4308.3:3 .9/..3947 :7:8.3.9:7.:3/..7.2.3/.3.3-.3.78...3 3.907!07.3.9/.3 3.25:35.3..3 3.8.38:/. 80.9:.9. & !..3.2.:.253!708/03$:84..2070.3::2.97..3.3.9:.33. .3507.2-:.97.39/.

03907 .507.7.: 3..3.7.. .2./.:0/:5.3.2507.302-.3.3 5073.9:7 90.20239.7.:-.3-..:-443 -443.57..2.9:  502-..2 80.3-07.8.03907...50.9.80..3.80-08...2.90780-:9507:/.4./025./.9-8../7.-.&2:2!!!.5..7:.8.2.8.8:9: .35.3/.39./..73. .3!02-./../.:.97.3-07.3:3/../!#   ./23897.703.5.23..7.3.9: :338.3   .390.39-07902: 5027.305.9.87/.8 17.:9.82.3.7.380.9.8.87:39:   .25..7.703.203:9:7..30-808:.:3..7:8203.3:3..79.3 9:-.9 2030-:9.7:8/-0708.4 2:33 3.19..:3.320303.3 !!! 3203.3..9:.1#&&90780-:98:/./. 9025.4.83.3.9:7.:80-0:2/73..7.  09:.7:8202-.9:7 2.3.3/.0.::7.3.3203.9:9/.3...7.84.25:7 .98.3.5.438:.7.2 8.99/.3/43805.7/:.7..8..9809.  ../8..80.3 !..7#5 :9../-:.7.32:3.   03:7:9!.3./.3 -072..9. ..9 /.:-07-.7.!078.4017./.4389720./8.9.2./.9:9/.3.3 :3/.2..3 :. .9.:0/:5../892:.7.30.7930.87.25:7 0..3 20303.22.3 .8.3/.2.2:3/.3 ..3/.95.4.7..980-.72.8.-03 47....039.830.:9.$:7.3 503..8.72.73.7/.25:7/.7..-0:2907.3.72.203.2.2.3. -..3 03:7:93.-8.47.3.3-.30./. &39:9: $:7.203. 9.78.7.2:/.3.203.9:28.8 2.3./.38.3-07-0/.73.8.7:3.8.38..3-070./-.3.8..9:7..3.7.8 .7.:   ....83..8.2.3-:.

.:::2/.203/.9.3879:9/.9. 805079/..9:3.9.3847:.203/.2.3-.5.3907.1 #&&90780-:99.:39:203.3   .9:9/.7:/3&2.808047.3.33.703.387/.3./.#&&90780-:9507: //8:8.7.2..3.9&.3507.3-07.:3 9..3..30-.879:0--. 3.3   3.7.9.8..507..8.. 2.3.33.3%! 5.3507.9:.. 09:./0/:302../.3.3..8.39: #&&3/.9/02.78.907!07.&1.3.8/. ..3   .87 2.39: 5073.38:.33.5.897  02:/.3.7.7.3.2./.:3 .3.7.   7032.3.78 0.9:7.3.20203907.9.3907.879/..78.2507./.3907..3 /.3./.9.3 .7:8203.897.:40::2803.3 /.3 507025:.3..387 $0. .207:.3.793..2.3 502-:.3.3/03.8975079.38.90.3:8.203.88.8://7.0& -:.2.-07.9... . 907.83.3 2..9.9/.3./...9..380-.1:/203.8 3.3080.38.5./../.8007.9/... 5020739.8.9/./.3...3.8547 8079.203.3 ::2 0.79 -073.28.0& 070...38975079.3.9.5 ..3/::3.85073.8. .3-07..9.203.3.. 03/.3..5. 02.3. $0.9.9.3...-8./.1#&&::2.8.3./.:2507025:.393.3 09:.72030.39/..38970/:..3.9.33.3 ....32025072:/.9.3.3::2   ..8975079..3. /.5/7./:.&&33.2.3/3..203/::3.:.203..43899:8.9..203..3.2 5. 80.3!07./.&2:2.-079./.32025:3.83./.3.92..7/.3.1:/203.3.3/.73 ..

3   . & 7.3.3-:.8.9..507/.9  !030.2.9:7.//.3203.703..2034.9:.30.7..33.87202-07-.30.-0793/..7..3 .2:2./ 0..5073..382..:5:3 507.9105.54891 2...3..8.38.33.3.3.27.507./:897:30./..320.9 /03..39/..7.92-:3..3./-. 8.25...3. :.3 /03.2070..02-..:.8.99/.3-.5073.7.9-0784-.32030-:9503.:.7./03.3. 0.8..202-07.20203.5.8 0.3 .   4 47.02:/.3.3202-./.9.04342/:53.7. 3.7.350..38:57.9. ..:3.2/03.3.3/03.25.7    .9:7/./47-.350784.87-8.20303..2... 2033.3.309/..9-:7:-. .9.503/.3::2..9.3207:5.!07/.3-.   .7..09:.2070.203..:897:/. ..09/.18.9.2.3.2.380.3503.3./23897.357.79802:.3:39:203.2././..7. ..347.91 2.4397.7.3.25.905.5:3 9.5.92032-:..3./.8.3 5:3.8. 87 9039:.32.7.380.4030.909.3907./.3.8....3.3.-.3/.39/.9....350.3 :..19.30.385/.3-07.3/.8.-08.2.507/.3.9.3::2.387...3 . ../.7.9.3 47.9:7.  5073.3.8..3.35020739.25.9:&.5.9   .507025:.2/03..3/.9.3 8. . /.3203././.2.2.5 9/..7..25.:5073.3/03/.507025:. ..7.3.3/3.8 5./.9079039::39:47..-07/.2:39/.98:.39:20.7.7.907..8.3907. /03/.8.3 503.2.3-.5202/..33.3 47/47 .2 .3./.2.::25:0-4.8-079039.3 03:7:93.

8. 203.28$.38.5-078. .  2.9/. . ..7.. 2.808:3:3.9  # .3./98 -.35073.8::.9 3 .-078. 503/. 7.3 .35.  80-.3 5.::9. 802.9..1.. 9.9: 5073.-/.  # .3 2.28$..39./.3 ./0... 5./980(  07/. .97.30. 8. 2. -.35. 69/.7 9/.35. .8.5.::9..7' .-/. 8.  -. 2../98 .91/. 20.3 9.3.3. 0.3/8.:.3.  -:./98203:3:.3 /9:9:7.   ::2!073. 7.9 -: :8.2 90.3 .2. ...3 /507:..9.8::.   ..3 ./980(  -::7. /.2.. -.:.33.7' .8..5073.2 3 ..9 5073.-.5079./98 .3 -079039.5.-078.33.8.207.9.3 /7. 5073.3%./.5:320303. #.3 /....2 &39:9:/.3/8. 8047. 8:.-078. 5:3 .3..3 2..9 2.2 3 /50790.3 9/..9 80-.3/.8. 8025:73.. 0.39.387 ./.7:8/..3548915073..7.3 802.. 80-:. .3 8047. -..3.9..8.3.    &  %/. ./.33.38. 9.-/.:.9 5073.7.3 203.3503079.35.7.3.7.7 8..3. 203/.8.#.3..:3.3/03.:.98..8::. 8.25.35.3/.9.8 /.3 40 8..2 3 ..3 .  09039:.2. 1 .3. .2 3 //.7.380-:.  & && & && & &&&    && .3 .8.:. -.3 800/.#.8..9 40 .:.39..8.9 2..

8. 5073.3 .38-.3$5 /. /807.2  $047.8.3 .. . .  $047..3 05:9:8.- 9. 503.47.7.9  !0.38.5. /2./ .3.3 5.7.9:  . . .9. . 3.9. 8047.5073.50.3..3 6./..9.:3.9:507-:.520.3 .2 /.38//:3.3.3... 808:3:3.5:31.3  ::25073.3-. 503.9 2.39...02-.9. 9/. $08047.38 / /:3.9.9/.9.2 -..:.3 .33. .25073...5./.3/73.203:7:909039:.3..3 8.9.9.   ...3 2.9:8.33.. .3907-.9:8.39..-40/. 803/7  $0-.7:6:93  .3 80-. -039: /./.3. 203.8.3 . 8:.83.-8.3 9.38 503..3 803.58.3 85 808:3:3. -40 203.39.5.35.39. 02-.35073.80.9..507-:./.203. 8047..7.3 /73.35073.3 80503:3.9.3 . 9: . 05./. 203/..3.7.9047 20307. 203:7:909039:.39...9 -0:2 20309.7:8/.9.7.9 3. /825:.3.. 89  /./.07.9.:.7'./.02.-07-0/.3870/:../.7 8./98 /.9.. /:. -07./.503.3203.7.3/02-.3.  8.:.!03.38.9 09..3 -07.3 8.3 -039: /..28$.383.2 -40 20309..35.9.  0.3!.35.7:.5. 20. 8.7..   .9 05.8.9..78. 9/.8:.803/7  #-3../.  ./../980  07/. /.-07.8:8 5073.87909. 05.3.9.9. ::2.3 2033. 7  /./..3/.3/.703. .3 .3 47.3.8505073. .3 .  503.. &'  & && &'  & &'   $047.7.3 0 /.39.3 20303.:5073.330.8 /./. /.39. :..9 /.33.3 -07.9.393/.3  /. 5073. 90..35..39.502.390780-:9907..3  ::2 9/.:3.9.8.%.3 -.3.3 .. .2:3 9/.35.9/.3 50.3-.3 .9.7:/.38::2 !.7.3/./98 ..3 8.::9./.3 -.

3 47.7.9:7.2.  2033. /.2503.3 84.7.78. 47.07.9:7.3 9/. 2. 9/.9.3 .3..302. /503:  2..5.8:83/. 203.5..9:.3 80-.3.9.47.2./9/.5:3 -07.5..:20307....5.3:3.9.47.3 .3 80-././909.:39.207 /..:.3805.  5073.8 /.3 -.:20307..34030.-.8.8..3 5073.2  .8.3 /.3.7.9.3 /. 2:-.3 .32:-.3 203.9.3.  20.:.5 80-.9  .7.38 ::2 / /:3.3.-. 203/. 09.3507-:.3.3203/7. . 8.3 723.9:7. .-07.3.9.309. 9.9.3 . 20.:3.7.3. /.9./..9:7.9.:5:39/. -07. /.9.8 5073.36..9.3 .- 6.80-.9.9  09:5:.7.8: 8.3.38//:3.3408.3 507-:./909. 0/:.9..  !.3.3 .9.. .20307..3 -07::28:33.390.  20307.5 8.30..3-. 50.   /:.38 / /:3..  /. 93/.8.47.32033.. /.7.89 /.7: -07.3507-:.340.3.9.:5:3/ .390.3 .3.3  .  80507920.  07/..3 / 02-.3.3 /48.. 803.3 / 02-.320.3 30..203/.3.9.7 ..:2033.-40203.20203:7::3 7::35073. 503.390..7.3 93/.3 8.. 09. 503.7507. .9.3/.80-.5. 80.9.3/..3 0.:.3 .9.9 &39:9: 8047..3  805079 2033.3. -40 /.9..5.5:3 7::3 7::35073.:2..38:33..-40/3.38.9.32033.. 3 90.3 ..9..9 /825:.9.32:-.3 30.3 0907.3 90780-:9 5079.390.8 30.3.390780-:99/./3..47.38...7..9.-:  .. 5073.3 ::2 9/.3507-:.3 5073.3 /.38. /.9/73.3.302.3.-07:9    .7:  $08047.9: 8.3.3 808047..3803.32.3 .385  /./23897. #./  /./.7...90.9.9.9:7.-07:9  .2  805079 23:2 .9..3507-:...9.7: 2.9.

.3 .503.  .3 47.3 -07.  07/.8.3 /...9./.75073.9 5073.9. 87 909. 07.3 :-:3..3  $0-..9.350.5.7.:  9/./.3 5..3  3.3  09.  8..8.:5:3 80309.02-.3:-:3.9/.5.. 9.3 . 5073.  503.7.3 .3 2.390780-:99/.3 5073.9.3 203.  / .3  2.385 .9 -:9 8. -:9 8. 202 80-:.. .3203.3 80. ..3 20.9.3 808047. 002.9:3.:././. -40 2034...5..3.9..703. .3. /./. /73.3 . .3.8.  /.7   08.3  805079 .3 -8.8..-4020309.9.  5.:.38790780-:9  0/:.3  :..3 40 30.  47.3.3 40 30.02-.7 8.7. 02-../.-8. 1:38503.5.3. . -0702-.   ...  09.3 .3 .3 67..7.9 /. 503.7:8 /.3 80-.2  / 2...3 .-8.9:5:3 5020739.35073. . ..3. /4:203 7082 .8.3 . .78  .3.5073.8 8./.9.3 5073..7. /825:.80-..  507.3 0.7 /.78.385 .::-:3.7 .3 :-:3./.380-..:.3 85  9039:3.3 2025/.1....3 /0:.9.8.3...8.8.3 8.-.3.  /4:203 7082 .808047.7   0.3 5030.73. /..7 .9.3 90.. 5073../././75073. 5.3 -.3 3. 8.7  0./. 08.7..9...:4030.3/.3 8.9.3 /0:.7:8 /.!079.9../.7.8: ./.9 -:9 8.2.8.3 202. /4:2037082 .3 $0. 8..3.8..3 2.9 -:9 -.9-:9 :39: 202-:9.3 /03.7 5073.7 /..3 80-.78.3 .. 88902 503..3 ...503.8 8.3..3./.  -:.9 -:9 . -:9 .3 508.7 -03..3 /.9 90.: 80-. /4:203 9079:8  !.5 202 :-:3..9.3 0.7  -.-8.7808047.8.8.5. -03.39: 08. /...3 :-:3.3 /4:203 9079:8  805079 08.3 . 8.3 5. 20309..  /.3 -.8.8  8:25.35.35073. 20.3 . 80309.3 47.9.3 3 /..9.. .35.3 47.7  /.3 203..9.3 2070.80-.-8.3 .3-.9.3. 8.3 .8 5073.9 -:9 -. .2 .:9/./.3 /03..7 90. :25.3 .3 .3 5073.07.9: 8.7.3.7.3 5073.3 47.. /.9:3.3 8.3.78.3 /.3.  :39: 202-:9.9. 9/.3 8.203.38790780-:9 8..3.08 507.390.: 47.3 50.3 /03./.8.9-:98.9.9: 8.3 9/..

9./.203../.75.3 .3 9..9../4:2039079:8  .8.172..7.: -0.99:02-.3.7..9..8 5073.9.-. .3 503.37.:39:.3 7082 30.33.3 03/..-.33.3 -0.3-072.3  !.47.3.7. 203:7.8...03/. /03.80... ":7.9/.3 -..3 .9.3 .98.9./..33. .3 3. 202.9.9 -0-07.3-0:2-0702-.503.5.3 203:8.:.35073..9.3 9: 2032.3 .9 80.9..2.3//...3 47. :9.:  .3.. . 8.503. /3./.2 -.3 03/.3 /..:39:203:8 203.89  &  &     &   & &   &       &   '  &  & &&   && &      &                    "     &&  &  " &   & &  &   &   &  " &  &                    &                      & &     & &  ' '&    &   &  &  &         "                    '         "        '&  &       &   &  & & &  & &  & &&  &   &  &                     " &      "       & '   &    &   &  &     && &  &  &     &                                     "   &  &  && &      &   &   & & &  &  & &  &   &         "                              . 80-..3.47.3 80/95:3 /..3.9 :39:203. /.3 03/.99:202.9/..33......7  .7 9:  0-.:2:828..: 20. 2..9. 05.7.9.35073.7.9:3.-8.3 5.7.39.9.3 5073.32070.-.8./.3 ..7.9..8047.3.9 / 02-..2.203:8 /..3 909.35.7.9 5. .3 2.303/.. .803/720. 503:8 03..2./80-:9..7  -:. :...3..   ..5.7..3.33.2.2:39.32.3 85  %/..2: 203:8..3 /9039:..9.3.  5.3 -07:9.3.9 -.%:.9 9: -0:23.3 :.3.3 8.5.3 28.3 /9:8 9:  /..2.3..8.8.35073.9: ..9.30.9. 503....2: 203:8.3.3 -:. /. 8042508 0.3 -03.8. 20.5.8.7. 8./.  070. /.9 9:  20.2:-072:+. . -079. 503. 502-:9.:.3 2.::2.02-.2. -8.  0- /...  .5 2:-.3 503:8 / .90. .2-.3.....33..:. 2:..90. 503:.20302:.9.3 . .:5:350739.. :.5073.

/. 47.32:  %:8..7 0909. ..9 805079 :7:8.3 ./.3.3 9.3 .  2.- /9.33. 0.3.89:03.8.5../..3. 203.2  202...1.3 802.5.:. 2:+..3  2.  30. .:.2.3 8:9 203:9.33...3  07./.9.3. 507.-0/. /..3 .3 7:2.3.. 2032.39.3 0.2: 9:  0.2:9/..35078.5. /48. /.3 202-070907.2. /.2: ./.72: /.8.35078.9:7.1. .8047.3 507025:.9 05.9203:.3./. .7 8.. /03...2:  . 40 8.8.8 .7.3 47.7 30..:.3 0.9  $..9:7.7.7 47.3 :7:8.8 8. 0..9:/. -..3 :7:8.3-03.3 0.8  /.3 /03.3.38 2:.. 47.3   . 8:..9.7.3 9:3.3 . .30-/0.9.3 9:  -.3 -07:9. 3 8047.203/.3 8.8  502-.9./3..1. 9/..3 /.  08547. 9.3./.5.2 3 -07/.3 . -40  8047.-.39.  9:7.3 /.3 8. /.1.8 8. 8..25: 2032.3 5078.3 9079039: :39: 203. 9: 507/.3. .3 /909.3 .5.9 .3. .3 20.. /72:  . 9.9:7 :7:8.390780-:9 2.9/.3.3 20.5.1. ..8 8.5.2: . . 202 .//88./.2 .3 .3 8./5.203.9. 808:3:3.9 /.9:7. 803/7 9/.-07..: 02.8047.2:-07:.  .2 3 .3 .3 40 7.3 /:..3 .33.8 .7. 503:8 /.9: %"$  .9.:. -..3 203.3/.8.93.38.9: 01.9:.. 2032-:.3 ../ /.5.3 ::7  .3.3.3 /. .: /.. .3 /02.3-07.293/..2.3 :7:8.2:  2. 05.3 -0:2 /909.   09.8.3.203:83.3 9.3 -079..3 /02.3 . /. 47.9:7 :7:8.2 507. .. 8.32:.3. 2.3.2:  . 2:+. .7.73.3 5. .8.3 -0703.9. /:.30-/.3 93/. :39: 20309.25.3 ..7.3 .  2025:3.7. 503.907. 47.3 40 . 0309.2: 02: 203:8 :9.3.5..-.  .3 /:..  ..3 47.3 . ..2033.: 39...3:5.3 7.3  .2:7/.3.9 05.7..2 :7:8.7.1.: 6..802.3.. .3 .3.8.3/.3  2.: 80./.3 09039:.. 8:5.3 /. .9  !.3 9: 47.9./.2070. 9: .. /.507.3:3.6.:5:3 -08.8 /.2.7 8. ..9: 202-. /.3 02.7.3 80-.90. 808:.3...3 /.3...39: 0-. ..2.3 2:. 03/.1.

9 &39:9: 30.3  92-.320. :39: 203.1.7./-.3.9:5.7.3 9025..  $0.9:7..1.3 47..3. /.3 :7:8.1.3.808047.3.3.6.3 2.3708230.3..3 203.3.3 .390780-:9 .3  . . 9:7.38 2:.3 :7:8. /.9:. 202 003.80.9:7.3 203.05.38 2:.3 8.7.3  8079.3 8.7.3 :2:2  /./03.3. 202-07 8.7  .239/..9 . /.3.8.328..3.38-.47.20309.5.3 ./.3 5072. 203.1.3 5073.9.3 ..2-: 503.1.9:7.9. 30.3 .1..9:.90...2 .47.3 47..3003.9.-/9. .3407.33./. /.3././...3.3 :39: 203.3 :..347.3 .3 9.390780-:9  02.9:7. .3 .3 .-07.1.3 :.3 /..9:.  5./23897...9 /807.3 203.2533...907.3 .37.1./02-. 8.: 47.3 :8:8 :39: 503..38..3.3.750739..9 :2:2 ..9.380-. -40 8.003.32:.9:7.5.3  /. 8047./.38-.38 2:.9.: 203. 5.. 203.7.3.9 039:/.390780-:9 90.1.1. ...3 :39: 20309.709039:.  .  !.35073.3 .3 9/..3 :39: 20309.320.30.5..3 .9:7:7:8. .3 507/.90780-:9 .9.:2 :82  /. 503.2.   .3 5073.503.3.9.380-.380503:3. -0 /..3.35073.9:7.39079039: :39: . /.3 ..9:7.78..3 .05.  .3 ..  47.10 ..3.9/.3 7:2.7...3 /9:3: 40 .1.9 9025.33.3 ./..1.3.320907 .3 / 83 .89079039::39:203./ ...7.5.23..330.8. -07.9. 20309...39/..382:.9 5030. 503.3 /9:3:3..3 .3 ::7.47.3/03/.7 9:  05.39/.:.3 /-.9.9.1.3.9.9.2 / 8.3.3  .  . .10  490 490  9025.3802.. 202 003.3... 20309./.9./.38-..33.202-07.3/-073.9:7. -40202-078.30.9  8..3:3 .7.5.7.-8. -07..3.3805./.9 40 .38.7. :.802.8 /.9.  9/.2.3 .1. -07.3 47.3  .7..  8047.9  9. 203.9:7.7.93/.202.3.320.3 47.8.9 2.9:7. 0 02-. /.503.7.7. / 02-..3. 202 ..33.3.3 30.3 20. ::7.3.9/03.3 80.7.7:8.9 :39: 202-.9.8. :39: 203.3 .8.5.3 5073.9.3..3.

9 203.7-.9.:5:3 9/.  .-8. 80/. .9.3:82( .3 /.8.703.3 .7.35073..93...3 87 /. 2.8:8802..2:.9   202:/.3/:.3 ..- 8..7.39.05.5. 7.9.9.5.3 5073.7 503./ 05. 808047.503. 50784.7..3 50. 47.802.990.3 5073.305. 5.3 :39:2039.3 / .. 0- 0-..9:./.30. 30.3 7.9 :897:9/.2020.  !.3.3-.503:..3.:.3808047..35.../50703.:..9 :39: 202-07.- 8.8 /0247.3 5073.9 /.  02. 8.8..8./.9 2.3 47.. ..: 574808 -.9: :78  3:7.3. /.3 .25:.9 /7..0.9  /.:3.3.8./.503:.3 503.9:  0.5..9 3 6.. 1.3.1..38.. . 54891 .7./. 2:3.380047.:5:3/03.3 8:33.3.3 88902 :1:7 .9.-.3 80:07820  2...93. 2:.8./.3 203.3 90780-:9  -.7.7.5 3.203...3 203003.. / 02-.309..25./.9 /. 0.38. 2.905.350739.7 7. 90.  5.3 9/.. :39: 2030-.. .7.37.9/...- 202-07.73.//..3 9.7.703. -07::2 .. 9/.. ./.9:.7/. -40 2025/.    :39: 203.3 2.1.3/.7. 50.30./.3 909. 20.3 :39: 20..8 /.3./03. 47.2.703.3 .202-0-.580-.5:3 47..8.-8.-/.8.7.2-3 # 2.3   ..38.99/.9.  0.33.33.93 6.. .3. 5073.25:.3..808047.8. ./. 193...25: 203.9.3. 203/4743 :2.-:.3 203.3 20307. .2..7:-07.. 503:..7.98 05.3:7.93.  .7.3 /03.3..././9.309/.3-..8.:3.7.7.9 .7..3 47.9:. $0-.38 2:.3202-07.2.   &   & '       /.3 08.99/..39.3 . 9.3 /.9.33.390780-:99/.947-.23 30.7.. 5.202-../.382:.//.33.3. 2.3 /. .-078. /...3203/03.. 903.- .  . 9/. -40 2025/.9 05. .9.203.7:..2.33.3 8. / 903.2070.3 ..  0025.9.

9.3 /73.3 02:/.3 .3 50.2 2.. .:39:203... /.72../7.8.2 802:.9.3:9 0/:.3 5073.. 507025:..3.. 5078. /8. 9/.7.9. .3 203.9.3 .3-.3 :39: 203/0391.../.:3. 203.3 ..8:.3/3..3 / 02-.             .9.9.79: ./.3 90780-:9 5073...3 8.7.8. ... 09.3 /:. 5073.3 87  $0..3  .3 2030-.:-0:2  .3 8..: /7. .3..3 02:/.3 30.3  /02 20::/.3 5073.330.38:/..28907/. . 20250..8.0.808047.8.3 873..3 203:9.9907.33.203. 28.8 .   202:/. .9 203:9.8 /.  .3 . 802.7.  9.7:8 203.3 5078..7.32:3.:3./ 700.3 87 :.3  .50784..8 8.5 507025:. /239.3.91/..8. 202 /4:203 7082  2.5....:/:. 3 9039:3.3 20303.3:7.193. -07-0/.32..3 :39: 203.3 9/..8:8 .8. /03..3 2:3. 193.2 3 9039:3.. /.3 202-:9:.8 5073.98079.-. 503..3 .87.

28./...3193.9/.3/.3..8.320.39:9/.2:380.:. /. !&%&!  0825:.9039./.32.3.3#&&..320...35.33.$7203:7:98.78-08..72.703....7.::2/0.3203..../.202-07..5../.7.3-.9./.220325:.7/.3-.7.3... 03.9./.!07...078.9.390780-:9 .3.380-.. $./.2203/.8.7.7.43974.2070.920-078.885803.8.203.38..8/. 3.   $./..$7 80-.9.$73 .7.7..:.3 8..3203098:2-07 8:2-07/..3  $090.2.5073.2..98.390780-:9:39:5.3  $090.30825:..20.3/.9.5.80/93.2.9.905...9509:.39.3203:7:8050393./8990..7.7.3.-0:2.$77 . ..85 $0.80-.3 -.3203:.7.$77 /..2033/.8.3-07.2...09.3 9039.9.75072.390780-:9/.9.32032-:.7..../.90.2 .2202-.5073./. 5073.7.$7780.3203.7..3-.290../.00.-07:9 O %0705.3 2.8739/.743974../.$77 :.38//:3.3/03.3.30:39:3...39.3.9..39.8.8.380..2503:8:3.5:33.:.:.39.2/. 20.7..87.9 !0.7.3/.78 .33.:3. 802-:3 802-:3 &39:5./.8.98.5.8.5073..38047..8.8.3.7802...703..3507.3 .7 3.7.8.7./..32032-:..203/.   ..3.078 8.3!07.2:35.9:88...35.39:.32.502-.3 .703.89 /.3...

.    .3./..8. /9.9/.85/.3947&7:8.39.7.9:.87.87735073.O .3-07:-:3.3.7:-4574 4397..7....8.... 3. /.808:.3.2.79/.8.203:9:502:33..87780-.././-.9..3907.3/03.7.//903.3.39/.3907./-03974.393.39/.3.7.3..4-091.3.23../.9..28. 193.3 050393..38:9:39:203:7:880.3..33.99039..8.907.2.9.078. O 43974. 903.2.3808:..23.32.380-..580.8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->