P. 1
Komite Keperawatan

Komite Keperawatan

|Views: 133|Likes:
Published by Raudhatul Ulfa

More info:

Published by: Raudhatul Ulfa on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2010

pdf

text

original

Senin, 14 April 2008

KOMITE KEPERAWATAN
Diposkan oleh Sang Bedjo di 00.43

LANGKAH-LANGKAH MEMBENTUK KOMITE KEPERAWATAN
April 9th, 2008 | by admin |

Asuhan yang berkualitas mempunyai beberapa elemen (ICN) : 1. Meningkatnya kesehatan dalam waktu sesingkat mungkin, 2. Menekankan kepada pencegahan, penemuan dini, dan treatment, 3. Diberikan pada waktu yang tidak tertunda, 4. Dengan landasan pemahaman terjadi kerjasama dan partisipasi klien dalam membuat keputusan tentang proses asuhan, 5. Berdasarkan prinsipprinsip ilmiah dan cakap dalam penggunaan teknologi dan sumber-sumber keprofesian, 6. Menunjukan kesadaran akan stres dan kecemasan klien (dan keluarga) dengan concern akan kesejahteraan klien secara menyeluruh, 7. Memanfaatkan dengan efisien teknologi yang tepat dan sumber-sumber asuhan kesehatan lain, dan 8. Secara memadai didokumentasikan untuk memungkinkan kontinuitas asuhan dan telaah sejawat. Asuhan yang berkualitas dapat dicapai dengan adanya profesionalisme keperawatan. Pelayanan keperawatan profesional di RS diberikan oleh kelompok keperawatan. Kelompok keperawatan yang bertanggung jawab untuk terlaksananya peran dan kegiatan perawat di RS dapat berupa komite yang berada dalam struktur tetapi menjalankan peran fungsional. Komite Keperawatan di RS merupakan media utama untuk mengakomodasi dan memfasilitasi tumbuhnya komunitas profesi keperawatan melalui sistem pengampu keilmuan yang dapat mempertahankan profesionalisme pelayanan keperawatan yang diberikan. A. Pengertian Komite Keperawatan merupakan wadah non struktural yang berkembang dari struktur organisasi formal rumah sakit bertujuan untuk menghimpun, merumuskan dan mengkomunikasikan pendapat dan ide-ide perawat/bidan sehingga memungkinkan penggunaan gabungan pengetahuan, keterampilan, dan ide dari staf profesional keperawatan. Komite Keperawatan merupakan oganisasi yang berfungsi sebagai wahana bagi tenaga keperawatan untuk berpartisipasi dalam memberikan masukan tentang hal-hal yang terkait masalah profesi dan teknis keperawatan. B. Prinsip kegiatan Komite Keperawatan Prinsip sinergisme yang memberlihatkan thinking power kelompok terpilih untuk bersama-sama berupaya memperoleh keluaran yang lebih efektif. Tenaga keperawatan profesional diberdayakan untuk berkontribusi secara kolektif terhadap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan. C. Tujuan pembentukan Komite Keperawatan Mewujudkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan :

menjamin hubungan kerja dengan staff 7. 5. Fungsi Komite Keperawatan Dalam kaitan dengan pelayanan keperawatan di rumah sakit 1. Designer/implementator/pemantau dan evaluator ide baru. metodologi pengumpulan data. 2. 9. penanggung-jawab pelaksana. Mengorganisasi kegiatan pelayanan keperawatan melalui penggabungan pengetahuan. 5. 2. edukator. besar sampel. 7. 4. 8. 3. kelompok peneliti yang mengkaji berbagai aspek keperawatan untuk meningkatkan pelayanan. misalnya komite mutu rumah sakit. riset dan praktek. Merumuskan norma-norma: harapan dan pedoman perilaku. Implementator. Mengusulkan solusi kepada manajemen atas masalah yang terkait dengan keprofesionalan tenaga dan asuhan dalam sistem pemberian asuhan. Mengkoordinasi semua kegiatan pemantauan mutu dan evaluasi keperawatan : jenis kegiatan. Mengkomunikasikan informasi hasil telaah mutu keperawatan kepada semua yang terkait. memelihara dan meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja anggota. 3. asuhan. Menjamin tersedianya norma-norma : standar praktek/asuhan/prosedur keperawatan sesuai lingkup asuhan dan pelayanan serta aspek penting asuhan di seluruh area keperawan 2. serta analisis data. 3. Mengintegrasikan proses peningkatan mutu keperawatan dengan rencana rumah sakit untuk menemukan kecenderungan dan pola kinerja yang berdampak pada lebih dari satu departemen atau pelayanan. Meningkatkan otonomi tenaga keperawatan dalam pengelolaan pelayanan keperawatan di RS. Menetapkan lingkup praktek. Menggabungkan sekelompok orang yang menyadari pentingnya sinergi dan kekuatan berpikir agar dapat memperoleh output yang paling efektif. penugasan staf. Investigator. 6. Menyediakan alat ukur pantau kinerja tenaga keperawatan. Peran Komite Keperawatan 1. negosiator. Tim kendali mutu untuk mempertahankan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman. Membina dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan etika profesi keperawatan. kompetensi dan kewenangan fungsional tenaga keperawatan.1. 4. Memprakarsai perubahan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan. keterampilan dan ide-ide.vmenjamin diterapkannya standar praktek. Dalam kaitan dengan anggota 1. 4. tabulasi. dan prosedur. misalnya sistem pelaporan pasien. 2. nilai batas. 5. . dan pemberi rekomendasi terhadap hasil kerja staff. Fasilitator pertumbuhan dan perkembangan profesi melalui kegiatan yang terkoordinasi. Problem solver dalam mengatasi masalah keperawatan yang terkait dengan etik dan sikap moral perawat. jadwal pemantauan dan evaluasi. D. Human relation team. 6. 3. E. Berpartisipasi dalam komite mutu tingkat rumah sakit. Menjaga kualitas asuhan melalui perumusan rencana peningkatan mutu keperawatan tingkat rumah sakit: menetapkan alat-alat pemantauan. Komunikator. 8. Mempertahankan keterkaitan antara teori.

Meningkatkan profesionalisme keperawatan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan seiring kemajuan IPTEK yang terintegrasi dengan perilaku yang baik. Menyusun dan memperbaiki uraian tugas dari staf klinik. 7. Struktur organisasi Komite Keperawatan 1. Memantau pelaksanaan asuhan keperawatan 3. Memberi rekomendasi dalam rangka pemberian kewenangan profesi bagi tenaga keperawatan yang akan melakukan tindakan asuhan keperawatan.6. Mewujudkan komunitas profesi keperawatan. b. Garis besar tugas Komite Keperawatan 1. mengimplementasikan dan menjaga standar praktek klinik keperawatan tertinggi. Ketua Komite Tujuan : Memberi kepemimpinan dan arah kepada sub komite Lingkup tugas : a. Sub Komite Pengembangan Profesi Tujuan : Menetapkan. Menetapkan lingkup praktek dari perawat profesional dan vokasional : peran dan tanggung jawab staf penunjang asuhan. konsisten dengan standar profesional yang ditetapkan dan atau yang berkembang dan yang dipersaratkan lembaga pengatur. Menyusun dan merevisi sistem dokumentasi keperawatan 3. . Mereview jadwal operasional tahunan 2. d. 8. Merumuskan sistem rekruitmen dan retensi staff. Memantau dan membina perilaku etik dan profesional tenaga keperawatan 5. b. mengimplementasikan. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan tenaga keperawatan. menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala (setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan RS. Memberi bimbingan dan dukungan kepada sub komite. f. g. 7. Menggunakan temuan-temuan riset keperawatan kedalam praktek klinik bila cocok. d. e. G. Sub Komite Praktek Keperawatan Tujuan : Menetapkan. c. Mereview. Menyusun dan menetapkan Standar Asuhan Keperawatan di RS 2. dan memperbaiki standar asuhan klinik dibidang dimana asuhan keperawatan diberikan. Menyusun model Praktek Keperawatan Profesional 4. Menyusun format evaluasi dan review sejawat untuk semua perawat klinik. dan menjaga standar kependidikan yang meningkatkan pertumbuhan keprofesian dan kompetensi klinik tanpa henti. Memfasilitasi proses penetapan tujuan tahunan sub komite e. F. Menjaga dan merekomendasi perbaikan-perbaikan yang diperlukan. dan kompetensi umum dan khusus. Mereview berbagai isu yang disajikan dan merujuk ke sub komite yang sesuai. menyetujui. Bekerja-sama dengan Direktur/bidang keperawatan dalam merencanakan program untuk mengatur kewenangan profesi tenaga keperawatan dalam melakukan asuhan keperawatan sejalan dengan rencana strategi RS. Lingkup tugas : a. c. Berpartisipasi dalam tim kredensial dari para pelaksana praktek yang ditetapkan. 6.

3. Pengarahan bagi panitia persiapan 3.Lingkup tugas : b. c. Membantu fungsi-fungsi manajemen dan menyelesaikan persoalan operasional. Komite Keperawatan mempunyai sub komite. melainkan hubungan kerjasama. Berpartisipasi dalam program rekruitmen. Meningkatkan akontabilitas individual para perawat untuk pendidikanyang diwajibkan dan memfasilitasi proses kredensial/sertifikasi ulang. misalnya medikal bedah. Dipilih setiap 3 tahun dan ditetapkan dengan SK direksi. c. e. Mensahkan dan memantau rencana peningkatan mutu unit. Lingkup tugas : a. e. e. dan saling menguatkan. Memantau dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. peer manager dll. Hubungan Komite dengan Direktur/Bidang keperawatan bukan hubungan atasan-bawahan. Mengintegrasikan peningkatan mutu keperawatan dengan rencana RS. Memastikan kepatuhan terhadap jadwal pelaporan untuk perbaikan kinerja komite. anak. b. Sub Komite Mutu Keperawatan Tujuan : Memantau ketepatan dan efektifitas asuhan yang diberikan oleh staf keperawatan sekaligus mengkaji dan memastikan kepatuhan dengan standar dan praktek yang ditetapkan. Persiapan pembentukan Komite Keperawatan 1. Hubungan Komite dengan Direktur/Bidang Keperawatan Komite mempunyai peran yang sanat besar dalam membantu direksi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Menjadi mitra direktur/bidang keperawatan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan bidang keperawatan. 4. Memberi penasehatan terkait aspek profesi keperawatan. Komite Keperawatan dapat menjadi : 1. koordinasi. dan retensi melalui kolaborasi dengan bagian SDM/HRD. Memelihara lingkungan yang kondusif untuk peningkatan dan pemanfaatan riset keperawatan. merevisi dan menyetujui rencana peningkatan mutu keperawatan. Ketua dipilih anggota dari 3 (tiga) calon ketua. Susunan organisasi 1. belajar dari komite RS lain. pengakuan. Media utama untuk mengakomodasi dan memfasilitasi berkembangnya profesional keperawatan yang dapat mempertahankan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan. kemitraan. Bedah buku. d. I. kritikal dan kelompok Perawat Klinik. d. Terdiri dari ketua. Komite Keperawatan: a. wakil dan sekretaris dan anggota. Menyusun. Menetapkan dan mengevaluasi kebutuhan pendidikan keperawatan dan menetapkan prosesproses untuk memenuhi kebutuhan kependidikan staf bersamaan dengan pengembangan staf. J. . 4. 2. c. b. Membentuk panitia persiapan 2. d. Anggota dipilih dari perwakilan bidang keahlian dan kelompok tenaga keperawatan. Menetapkan peran dan tanggung jawab preseptor. f. H.

tata kerja.4. Sosialisasi. Pembentukan dan pengesahan komite. Implementasi kerja komite. Evaluasi. 6. 7. 9. Presentasi pada pimpinan daerah/dewan pendiri dan direksi RS. 5. sasaran. masa kerja komite. 8. mekanisme laporan. susunan organisasi. . Menyusun program kerja : tujuan. jadwal pertemuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->