P. 1
stabilisasi

stabilisasi

3.0

|Views: 1,662|Likes:
Published by mnizarurdin

More info:

Published by: mnizarurdin on Nov 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN STABILISASI DAN TRANSPORTASI

Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata ajar Keperawatan Gawat Darurat

DISUSUN OLEH : NAMA : MUHAMAD NIZARUDIN NPM : 0906619402

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2010

Dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (klinik atau rumah sakit) . Jenis Pembidaian a.1.Harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih 1.Bahan untuk bidai bersifat sederhana dan apa adanya .Pembidaian dilakukan untuk proses penyembuhan fraktur/dislokasi . bidai vakum. Pembidaian adalah tindakan memfixasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cedera. dengan menggunakan benda yang bersifat kaku maupun fleksibel sebagai fixator/imobilisator. Contoh : bidai kayu. Bidai keras Umumnya terbuat dari kayu. 1. karton. Pembidaian sebagai tindakan pertolongan definitif . plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. alumunium. . Tergantung situasi dan kondisi di lapangan.Menggunakan alat dan bahan khusus sesuai standar pelayanan (gips. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan.3.Bisa dilakukan oleh siapapun yang sudah mengetahui prinsip dan teknik dasar pembidaian b.Dilakukan di tempat cedera sebelum penderita dibawa ke rumah sakit . Definisi Stabilisasi adalah proses untuk menjaga kondisi dan posisi penderita/ pasien agar tetap stabil selama pertolongan pertama Transportasi adalah proses usaha untuk memindahkan dari tempat satu ke tempat lain tanpa atau mempergunakan alat. Pembidaian sebagai tindakan pertolongan sementara . Beberapa macam jenis bidai : a. dll) .Bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menghindarkan kerusakan yang lebih berat . bidai udara.

Contoh : majalah.b.4. hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus. Pembidaian dengan menggunakan pembalut. Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Contoh : bidai traksi tulang paha c. Gendongan/Belat dan beba t. karton dan lain-lain. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera.5. Indikasi Pembidaian Pembidaian sebaiknya dilakukan jika didapatkan : . Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya. koran. Bidai improvisasi. Tujuan Pembidaian a) Mencegah gerakan bagian yang sakit sehingga mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan lebih lanjut b) Mempertahankan posisi yang nyaman c) Mempermudah transportasi korban d) Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera e) Mempercepat penyembuhan 1. Bidai traksi. umumnya dipakai pada patah tulang paha. d. Contoh : gendongan lengan. 1.

sebaiknya pembidaian tidak perlu dilakukan. 1. b) Ekstremitas yang cedera lebih pendek dari yang sehat. jika ada resiko memperlambat sampainya penderita ke rumah sakit. Komplikasi Pembidaian Jika dilakukan tidak sesuai dengan standar tindakan.. 1.7.Adanya kecurigaan terjadinya fraktur . maka perlakukanlah pasien seperti orang yang mengalami fraktur.6. atau mengalami angulasi abnormal c) Pasien tidak mampu menggerakkan ekstremitas yang cedera d) Posisi ekstremitas yang abnormal e) Memar f) Bengkak g) Perubahan bentuk h) Nyeri gerak aktif dan pasif i) Nyeri sumbu j) Pasien merasakan sensasi seperti jeruji ketika menggerakkan ekstremitas yang mengalami cedera (Krepitasi) k) Fungsiolesa l) Perdarahan bisa ada atau tidak m) Hilangnya denyut nadi atau rasa raba pada distal lokasi cedera n) Kram otot di sekitar lokasi cedera Jika mengalami keraguan apakah terjadi fraktur atau tidak. baik terbuka maupun tertutup . pernapasan dan sirkulasi penderita sudah distabilisasi.Dislokasi persendian Kecurigaan adanya fraktur bisa dimunculkan jika pada salah satu bagian tubuh ditemukan : a) Pasien merasakan tulangnya terasa patah atau mendengar bunyi krek .Adanya fraktur. Jika terdapat gangguan sirkulasi dan atau gangguan persyarafan yang berat pada distal daerah fraktur. Kontra Indikasi Pembidaian Pembidaian baru boleh dilaksanakan jika kondisi saluran napas. beberapa hal berikut bisa ditimbulkan oleh tindakan pembidaian : .

Periksalah sirkulasi distal dari lokasi fraktur . Menjelaskan secara singkat dan jelas kepada penderita tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan. 2. Penanganan kegawatan (Basic Life Support) b. Tindakan meluruskan ekstremitas yang mengalami deformitas yang berat sebaiknya hanya dilakukan jika ditemukan adanya gangguan denyut nadi atau sensasi raba sebelum dilakukannya pembidaian. Menenangkan penderita. b. kainnya dapat dimanfaatkan untuk proses pembidaian. c. j. Bersihkan luka dengan cairan antiseptik dan tekan perdarahan dengan kasa steril. Jika ada luka terbuka maka tangani dulu luka dan perdarahan. Prosedur Dasar Pembidaian 2. g. Jelaskanlah bahwa akan memberikan pertolongan kepada penderita. bagi korban dan atau penolong) f. Pasang Collar Brace maupun sejenisnya yang dapat digunakan untuk menopang leher jika dicurigai terjadi trauma servikal i. Proses pelurusan ini harus hati-hati agar tidak makin memperberat cedera. Balutlah luka terbuka atau fragmen tulang yang menyembul dengan bahan yang se-steril mungkin h. Meminimalkan gerakan daerah luka. saraf atau jaringan lain di sekitar fraktur oleh ujung fragmen fraktur. e. Mempersiapkan penderita a. d. Sebaiknya guntinglah bagian pakaian di sekitar area fraktur. Cedera pembuluh darah. Pemeriksaan untuk mencari tanda fraktur atau dislokasi. Jika luka tersebut mendekati lokasi fraktur. jika penderita menunggu terlalu lama selama proses pembidaian.a. Jika diperlukan.1. Jangan menggerakkan atau memindahkan korban sampai daerah yang patah tulang distabilkan kecuali jika keadaan mendesak (korban berada pada lokasi yang berbahaya. Gangguan sirkulasi atau saraf akibat pembidaian yang terlalu ketat c. maka sebaiknya dianggap bahwa telah terjadi patah tulang terbuka. Keterlambatan transport penderita ke rumah sakit. jika dilakukan upaya meluruskan atau manipulasi lainnya pada bagian tubuh yang mengalami fraktur saat memasang bidai.

2.Bahan yang digunakan sebagai pembalut pengikat untuk pembidaian bisa berasal dari pakaian atau bahan lainnya. Manipulasi terhadap fraktur terbuka tanpa sterilitas hanya akan menambah masalah.Bidai yang terbuat dari benda keras (kayu. namun juga bisa dibuat sendiri dari berbagai bahan sederhana. jangan pernah pula mencoba untuk membersihkannya. kassa. .Periksa nadi di daerah distal dari fraktur. maka sebaiknya perhiasan yang dipakai pada lokasi itu dilepaskan.dll) sebaiknya dibungkus/dibalut terlebih dahulu dengan bahan yang lebih lembut (kain. setalah anda menjelaskan pada penderita. Tekanlah kuku jari pada ekstremitas yang cedera dan ekstremitas kontralateral secara bersamaan. .Jika ditemukan gangguan sirkulasi. ataukah bahkan mungkin menghilang? . melemah. k. Pada fraktur terbuka. normal. maka penderita harus langsung dibawa ke rumah sakit secepatnya. Bahan yang digunakan untuk membalut ini harus bisa membalut dengan sempurna mengelilingi extremitas yang dibidai untuk mengamankan bidai yang . papan kayu. Periksalah apakah pengembalian warna kemerahan terjadi bersamaan ataukah terjadi keterlambatan pada ekstremitas yang mengalami fraktur. Jika pada bagian ekstremitas yang cedera mengalami edema. dll.2.Periksa kecepatan pengisian kapiler. kecepatan penanganan merupakan hal yang esensial. Jangan pernah menyentuh tulang yang tampak keluar. Panjang bidai harus melebihi panjang tulang dan sendi yang akan dibidai.Bidai dapat menggunakan alat bidai standar telah dipersiapkan. Persiapan alat . l.. dll) . Lepaskan tekanan secara bersamaan. misalnya ranting pohon.

jangan melepaskan tarikan sebelum ekstremitas yang mengalami fraktur telah terfiksasi dengan baik. Sebagai contoh.digunakan.Beri bantalan empuk dan penopang pada anggota gerak yang dibidai terutama pada daerah tubuh yang keras/peka(lutut. . .3.ketiak. krepitasi. Jika saat dilakukan tarikan terdapat tahanan yang kuat. jika tungkai bawah mengalami fraktur.1. . yang sekaligus untuk mengisi sela antara ekstremitas dengan bidai. atau pasien merasakan peningkatan rasa nyeri. dapat terbantu dengan traksi atau tarikan ringan ketika pembidaian. Jika terjadi kesulitan dalam meluruskan. 2. karena kedua ujung tulang yang terpisah dapat menyebabkan tambahan kerusakan jaringan dan beresiko untuk mencederai saraf atau pembuluh darah.Pembidaian minimal meliputi 2 sendi (proksimal dan distal daerah fraktur). Sendi yang masuk dalam pembidaian adalah sendi di bawah dan di atas patah tulang. Pelaksanaan pembidaian 2. maka pembidaian dilakukan apa adanya. pembidaian harus mencakup tulang di bagian proksimal dan distal.Fraktur pada tulang panjang pada tungkai dan lengan. Prinsip umum dalam tindakan pembidaian . maka bidai harus bisa mengimobilisasi pergelangan kaki maupun lutut.3.dll). . Jika anda telah berhasil melakukan traksi. jangan mencoba untuk melakukan traksi. namun tidak boleh terlalu ketat yang bisa menghambat sirkulasi. Pada trauma sekitar sendi.Luruskan posisi korban dan posisi anggota gerak yang mengalami fraktur maupun dislokasi secara perlahan dan berhati-hati dan jangan sampai memaksakan gerakan.siku.

inferior dari sendi distal dari lokasi fraktur d.Pastikan bahwa bidai telah rapat. diantara lokasi fraktur dan lokasi ikatan pertama c. Harus diberikan perhatian khusus untuk melepaskan kantong es secara berkala untuk mencegah cold injury pada jaringan lunak. 2. Sebagai contoh. jika tidak ditemukan bahan yang sesuai untuk membidai.Ikatlah bidai di atas dan bawah luka/fraktur. Pastikan bahwa pemasangan bidai telah mampu mencegah pergerakan atau peregangan pada bagian yang cedera.2.Harus selalu diingat bahwa improvisasi seringkali diperlukan dalam tindakan pembidaian. Ekstremitas yang mengalami cedera sebaiknya sedikit ditinggikan posisinya untuk meminimalisasi pembengkakan. diantara lokasi fraktur dan lokasi ikatan ketiga (point c) .. superior dari sendi proximal dari lokasi fraktur b. . yakni pada beberapa titik yang berada pada posisi : a. Jangan mengikat tepat di bagian yang luka/fraktur.Pastikan bahwa ujung bidai tidak menekan ketiak atau pantat . . es tidak boleh ditempelkan secara terus menerus lebih dari 10 menit. cedera pada tungkai bawah seringkali dapat dilindungi dengan merekatkan tungkai yang cedera pada tungkai yang tidak terluka. Secara umum. dengan merekatkan pada jari disebelahnya sebagai perlindungan sementara. Sebaiknya dilakukan sebanyak 4 ikatan pada bidai. Demikian pula bisa diterapkan pada fraktur jari.Kantong es dapat dipasang dalam bidai dengan terlebih dahulu dibungkus dengan perban elastis.3. Teknik Pembidaian pada berbagai lokasi cedera . namun jangan terlalu ketat sehingga mengganggu sirkulasi pada ekstremitas yang dibidai.

Tulang iga Gambar 3 . sehingga memungkinkan penyembuhan fraktur dengan hasil yang cukup baik. Fraktur cranium dan tulang wajah Pada fraktur cranium dan tulang wajah. sehingga kedua ujung fragmen fraktur bisa bertemu kembali pada posisi yang seanatomis mungkin. Jika tersedia. b. Pembalutan dilakukan dengan hati-hati tanpa menggerakkan bagian leher dan kepala. Pembebatan yang efektif akan berfungsi untuk traksi dan fiksasi. Pembalutan dianggap efektif jika mampu meminimalisasi pergerakan daerah leher. Pada fraktur ini harus dicurigai adanya fraktur tulang belakang. bisa dilakukan pembidaian dengan pembalutan. hindarilah melakukan penekanan pada tempat yang dicurigai mengalami fraktur.a. fixasi leher paling baik dilakukan menggunakan cervical Collar c. d. sehingga seharusnya dilakukan imobilisasi tulang belakang. Tulang klavikula gambar 2 Terapi definitif untuk fraktur klavikula biasanya dilakukan secara konservatif yaitu dengan ransel bandage (lihat gambar 2). Pembidaian leher gambar 1 Dalam kondisi darurat. Ada beberapa bidai khusus yang digunakan untuk fiksasi fraktur tulang wajah (bersifat bidai definitif). namun tidak dibahas pada sesi ini karena biasanya dilakukan oleh para ahli.

Lengan atas gambar 4 . . ikatlah dua ujung sling pada bahu dimaksud. fiksasi bisa dilakukan dengan pembebatan menggunakan kain yang lebar (lihat gambar 4). dengan cara : Letakkan kain sling di sisi bawah lengan.Pasanglah sling untuk gendongan lengan bawah.Posisikan lengan atas yang mengalami fraktur agar menempel rapat pada bagian sisi lateral dinding thoraks. .Perhatian utama pada kondisi suspect fraktur costae adalah upaya untuk mencegah bagian patahan tulang agar tidak melukai paru. . memasang sling untuk merekatkan lengan pada sisi dada yang mengalami cedera sedemikian sehingga menempel secara nyaman pada dada.Jika tidak tersedia papan bidai. Apex dari sling berada pada siku. dan puncak dari sling berada pada bahu sisi lengan yang tidak cedera. posisikan lengan bawah sedemikian sehingga posisi tangan sedikit terangkat (kirakira membentuk sudut 10°). . dan sisipkan di sisi siku. . e. Gulunglah apex dari sling. sedemikian sehingga sendi siku membentuk sudut 90%. Upaya terbaik yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama di lapangan sebelum pasien dibawa dalam perjalanan ke rumah sakit adalah memasang bantalan dan balutan lembut pada dinding dada.Pasanglah bidai yang telah di balut kain/kassa pada sisi lateral lengan atas yang mengalami fraktur.Bebatlah lengan atas diantara papan bidai (di sisi lateral) dan dinding thorax (pada sisi medial).

sehingga lengan bawah dalam posisi membuat sudut 90° terhadap lengan atas.Imobilisasi lengan yang mengalami cedera .Carilah tali untuk mengikat bidai pada lengan yang cedera . posisikan lengan bawah . dengan cara : Letakkan kain sling di sisi bawah lengan. untuk memastikan bahwa pemasangan bidai tidak terlalu ketat .Pasanglah sling untuk menahan bagian lengan yang dibidai.Periksalah sirkulasi. Pastikan bahwa pergelangan tangan sudah terimobilisasi .Pasanglah bantalan pada ruang kosong antara bidai dan lengan yang dibidai .Flexi-kan lengan yang cedera. .Ikatlah bidai pada lokasi diatas dan dibawah posisi fraktur.Pasanglah bidai pada lengan bawah sedemikian sehingga bidai menempel antara siku sampai ujung jari .Letakkan gulungan kain atau benda lembut lainnya pada telapak tangan agar berada dalam posisi fungsional .Carilah bahan yang kaku yang cukup panjang sehingga mencapai jarak antara siku sampai ujung telapak tangan . Lengan bawah gambar 5 .f. sensasi dan pergerakan pada region distal dari lokasi pembidaian. dan puncak dari sling berada pada bahu sisi lengan yang tidak cedera. Apex dari sling berada pada siku. Lakukan penekukan lengan secara perlahan dan hati-hati.

Gulungan pakaian atau bahan bantalan yang lain dapat diletakkan pada telapak tangan sebelum tangan dibalut. Fraktur Panggul Fraktur panggul lebih sering terjadi pada orang tua.sedemikian sehingga posisi tangan sedikit terangkat (kirakira membentuk sudut 10°). Fraktur Tangan dan Pergelangan Tangan Ekstremitas ini seharusnya dibidai dalam posisi dari fungsi mekanik . Tulang jari gambar 7 Fraktur jari bisa dibidai dengan potongan kayu kecil atau difiksasi dengan merekatkan pada jari di sebelahnya yang tidak terkena injury (buddy splinting) i. j. maka sebaiknya dianggap mengalami fraktur. . g. Gulunglah apex dari sling. harus dibidai menggunakan spine board atau bahan yang semirip mungkin dengan spine board. yakni posisi yang senatural mungkin. gambar 6 h. atau ditemukan pemendekan dan atau rotasi pada tungkai (biasanya kearah lateral). tulang punggung gambar 8 Pasien yang dicurigai menderita fraktur tulang belakang/punggung. dan sisipkan di sisi siku. Apalagi jika pasien tidak bisa menggerakkan tungkai. ikatlah dua ujung sling pada bahu dimaksud. Jika seseorang yang berusia tua terjatuh dan mengeluhkan nyeri daerah panggul. Posisi natural tangan adalah pada posisi seperti sedang menggenggam sebuah bola softball.

. dan resiko untuk terjadinya cedera tambahan akibat kegagalan traksi seringkali lebih besar. Traksi pada cedera tungkai lebih sulit. jika perjalanan menuju rumah sakit cukup jauh. Tungkai yang mengalami cedera diamankan dengan merapatkan pada tungkai yang tidak cedera sebagai bidai. Tungkai bawah gambar 11 1. m. dan terdapat orang yang bisa menggantikan anda saat anda sudah kelelahan. bidai harus memanjang antara punggung bawah sampai dengan di bawah lutut pada tungkai yang cedera. Carilah bahan kaku yang cukup panjang sehingga mencapai jarak antara telapak tangan sampai dengan diatas lutut. Anda bisa melakukan penarikan/traksi untuk mengurangi rasa nyeri. Gambar 10 l. k. Sebaiknya jangan mencoba untuk melakukan traksi pada cedera tungkai kecuali jika orang yang membantu pembidaian telah siap untuk memasang bidai. Bidai ini dipasang pada sisi belakang tungkai dan pantat. Fraktur/dislokasi sendi lutut Cedera lutut membutuhkan bidai yang memanjang antara pinggul sampai dengan pergelangan kaki.Pemindahan pasien yang dicurigai menderita fraktur panggul harus menggunakan tandu. Imobilisasikan tungkai yang mengalami cedera untuk mengurangi nyeri dan mencegah timbulnya kerusakan yang lebih berat 2. Tungkai atas Gambar 9 Pada fraktur femur.

sehingga bidai dalam posisi memanjang antara sisi bawah lutut sampai dengan dibawah telapak kaki 6. Carilah bahan yang bisa digunakan sebagai tali untuk mengikat bidai 4. melalui sisi atas kaki. Gunakan pola figure of eight : Dimulai dari sisi bawah kaki. Letakkan bidai di sepanjang sisi bawah tungkai. ke belakang melalui sisi atas kaki. untuk memastikan bahwa pemasangan bidai tidak terlalu ketat n. 2. Pastikan bahwa lutut dan pergelangan terimobilisasi dengan baik 8. Pasanglah bidai pasangan di sisi atas tungkai bawah sejajar dengan bidai yang dipasang di sisi bawah tungkai 7. mengelilingi pergelangan kaki. Periksalah sirkulasi.3. Fraktur/dislokasi pergelangan kaki 1. Pastikan bahwa tungkai berada dalam posisi lurus 5. Ikatlah bidai pada posisi diatas dan di bawah lokasi fraktur. Pasanglah bantalan pada ruang kosong antara bidai dan lengan yang dibidai 9. . kesisi bawah kaki. Bidai penahan juga bisa dipasang sepanjang sisi belakang dan sisi lateral pergelangan kaki untuk mencegah kaki sudah pergerakan yang berlebihan. sensasi dan pergerakan pada region distal dari lokasi pembidaian. Saat melalukan tindakan imobilisasi pergelangan kaki. dan demikian seterusnya. Cedera pergelangan kaki terkadang bisa diimobilisasi cukup dengan menggunakan pembalutan. posisi kaki harus selalu dijaga pada sudut yang benar.

Kuku akan berwarna putih kemudian kembali merah dalam waktu kurang dari 2 detik setelah dilepaskan. maka balutan kita buka dan longgarkan ) ( Meraba denyut arteri radialis pada tangan [ untuk kasus di tangan ]. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri redialis. maka longgarkan lagi balutan. maka balutan kita buka dan longgarkan ). itu artinya terlalu keras ) ( Meraba denyut arteri dorsalis pedis pada kaki [ untuk kasus di kaki ]. 2. kemudian lepaskan. Bila tidak teraba. ( Dengan cara menekan sebagian kuku hingga putih. Bila tidak teraba. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri dorsalis pedis. Telapak kaki gambar 12 gambar 13 p. berarti balutan bagus. atau kesemutan.o. Pemeriksaan denyut nadi dan rasa raba seharusnya diperiksa di bagian bawah bidai paling tidak satu jam sekali.4. Dan kemudian bidai di pasang kembali dengan lebih longgar. Jika pasien mengeluh terlalu ketat. Fraktur/dislokasi jari kaki Sebagai tindakan pertama. . Kalo 1-2 detik berubah menjadi merah. Misalnya jika membidai lengan maka periksa sirkulasi dengan memencet kuku ibu jari selama kurang lebih 5 detik. Kalau lebih dari 1-2 detik tidak berubah warna menjadi merah. cedera pada jari kaki sebaiknya dibantu dengan merekatkan jari yang cedera pada jari di sebelahnya. Evaluasi pasca pembidaian Periksa sirkulasi daerah ujung pembidaian. maka pembalut harus dilepas seluruhnya.

com/2009/01/v-behaviorurldefaultvml-o.html .http://belajarkedokteran.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->