Pendidikan Nasional Sebagai Pendorong Perubahan Sosial

A. Pendahuluan Memasuki Millennium ketiga, kita dihadapi pelbagai persoalan dan perubahan sosial (masyarakat) yang unpredictability 1(ketidakmampuan untuk memperhitungkan apa yang akan terjadi). Hal ini menuntut adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. Perubahan itu sendiri didorong oleh tiga faktor, yaitu: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kependudukan, dan faktor ekologi atau lingkungan hidup.2 Menurut Kuntowijoyo (1997) ada tiga tahapan perubahan masyarakat. Pertama, tahap masyarakat ganda, yakni ketika terpaksa ada pemilahan antara masyarakat madani (civil society) dengan masyarakat politik (political society) atau antara masyarakat dengan Negara. Karena adanya pemilahan ini, maka dapat terjadi Negara tidak memberikan layanan dan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Kedua, tahap masyarakat tunggal, yaitu ketika masyarakat madani sudah berhasil dibangun. Ketiga, tahap masyarakat etis (ethical society) yang merupakan tahap akhir dari perkembangan tersebut.3 Masyarakat etis, yakni masyarakat yang dibentuk oleh kesadaran etis, bukan oleh kepentingan bendawi. Kesadaran etis ini pun mengimplikasikan keragaman nilai etis yang perlu dicari kompatibilitasnya dalam nilai-nilai universal dan nilai-nilai pancasila.4 H.J. Suyuthi Pulungan mengutip pendapat Alvin Toffler (buku future shock tahun 1970) bahwa garis perkembangan peradaban manusia terangkum ke dalam tiga gelombang (third wave). Gelombang pertama (first wave) disebut fase pertanian, yang
1 Muis Sad Iman. 2004. Pendidikan Partisipatif. Yogyakarta: Safiria Insania Press., hal. 2 2 Ibid., hal. 1 3 Faisal Jalal dan Dedi Supriadi (ed.).2001. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa., hal. 42. 4 Ibid.,hal. 43

1

siapa yang menguasai informasi. Revitalisasi Pendidikan Islam. Menempatkan informasi sebagai primadona dan penentu kesuksesan.. Dr. Toffler pun membuat semacam prognosis. sekarang kita berada pada fase ketiga.5 Melihat ketiga faktor perubahan dan perkembangan peradaban yang telah diramalkan oleh Toffler sejak 1970. benarkah pendidikan merupakan salah satu faktor perubahan? Dalam makalah ini.A. Dalam fase ini. Bangsa Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) karena mayoritas pendudukannya buta akan informasi dan sulit mengakses pendidikan yang modern (maju). M. Peradaban manusia pun didominasi oleh para penguasa industri yang umumnya terdiri kaum konglomerat dan pemilik modal. Yogyakarta: Tiara Wacana. bahwa “siapa yang menguasai informasi maka ia akan menguasai kehidupan. 5 Abdullah Idi dan Toto Suharto. 2006. ia akan dapat mengusai Dunia.H. Vii-viii. Suyuthi Pulungan. Indikatornya adalah maraknya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Dunia. akan dibahas mengenai pendidikan/pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan sosial. Kata Pengantar: Prof. Gelombang ketiga (third wave) disebut fase informasi. maka bangsa kita jauh ketinggalan dengan Negara lain. hal. sebagai salah satu faktor pendorong perubahan sosial dan peradaban manusia. Pada fase ini. Gelombang kedua (second wave) disebut sebagai fase industri. baik ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu fase informasi. keberhasilan dan kekuasaan ditentukan oleh tanah dan pertanian. Pertanyaan kemudian. 2 .menggambarkan betapa bidang pertanian telah menjadi basis peradaban manusia.J. lantaran industri menjadi poros dan sumber pengaruh dan kekuasaan.

Di antaranya komunikasi. Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan. hambatan ideologis. perkembangan IPTEK yang lambat.6 Para pakar sosiologi telah mengumpulkan dan menganalisis berbagai studi mengenai perubahan sosial (sosial changes). penemuan baru. ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat. rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan.wikipedia. dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Dari berbagai studi tersebut dapat digolongkan penelaahan perubahan sosial tersebut berputar kepada enam persoalan pokok. sifat masyarakat yang sangat tradisional.org 3 . prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru. peperangan. dan pengaruh adat atau kebiasaan. faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Pembahasan 1. yaitu: 6 www. Arti Perubahan Sosial Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.B. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim. id. misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain. cara dan pola pikir masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. terjadinya konflik atau revolusi. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor.

Oleh sebab itu. 2002.. tetapi merupakan suatu jaringan dari berbagai faktor yang telah menyababkan perubahan sosial tersebut. lembaga-lembaga politik dan bermacam-macam jenis lembaga yang ada di dalam suatu masyarakat. Apakah sebenarnya yang berubah? Pertanyaan ini tertuju kepada struktur sosial yang mengalami berbagai perubahan. f.R. 3-4. ada yang cepat ada yang lambat. d. c. tetapi tentunya mempunyai suatu tujuan. lembaga-lembaga keagamaan. Perubahan secara bertahap pun berjenis-jenis. Perubahan tersebut ada yang lambat ada pula yang berjalan dengan cepat. Struktur sosial misalnya keluarga. b. Pertanyaan 2. tentunya ada sebab-sebab mengapa terjadi perubahan. mungkin ada yang berjalan secara bertahap.a. 4 . Apa tujuan perubahan itu? Sudah tentu perubahan sosial yang terjadi bukanlah suatu perubahan yang otomatis dan mekanistis. Faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri. Seberapa cepat perubahan itu? Perubahan sosial ada yang secara revolusioner. perubahan sosial selalu mempunyai tujuan. Perubahan Sosial dan Pendidikan. Tilaar. hal. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.A. 7 7 H. e. Bagaimana hal tersebut itu berubah? Perubahan sosial tersebut tentunya mengambil berbagai bentuk perubahan sesuai dengan kondisi dimana perubahan terjadi.3. faktor-faktor apa saja yang berperan di dalam perubahan tersebut? Suatu perubahan sosial mengenai kehidupan bersama manusia tentunya mempunyai berbagai faktor. dan 4 memerlukan tinjauan histories. Mengapa terjadi perubahan? Seperti yang telah kita lihat dalam pertanyaan nomor 3. Lembaga-lembaga sosial.

khususnya AS. maka kita gunakan komputer sebagai alat menulis yang sebelumnya menggunakan mesin ketik manual. Episentrumnya berpindah-pindah. • Teori Relativisme: Kemajuan masyarakat mengacu masyarakat Barat. Kriteria: teknologi maju. Eropa Barat. keyakinan. Amerika Utara. Dalam hal ini terjadi perubahan seseorang setelah dia mengenal komputer dia meninggalkan mesinketik manual. misalnya adanya perubahan masyarakat. Pada dasarnya. Episentrumnya Barat. manusia tak lepas dari perkembangan individu baik karena pergumulan/interaksi antar sesama maupun proses belajar atau pun mengajar.Dari sini nampak bahwa manusialah faktor utama terjadinya sebuah perubahan. Sungai Yang Tse (Cina). sampai Jepang. • Teori Historis: Kemajuan masyarakat mengacu masyarakat maju berdasar jamannya. ekonomi maju. 2. 5 . Modernisasi = westernisasi. • Cyclical Theory: melalui putaran panjang yang pada suatu saat menemukan track yang pernah dilalui. Yunani-Romawi. dsb. Lembah Sungai Nil (Mesir). misalnya kembalinya masyarakat Barat kepada hal-hal yang natural dalam pengobatan. organisasi sosial mendukung. misalnya pandangan masyarakat dalam berpolitik dengan sistem multipartai. dari masyarakat buta huruf menjadi masyarakat melek huruf. Teori-teori Perubahan Sosial • Linear Theory: melalui tahapan-tahapan (stage) dan selalu menuju ke depan. Contohnya: ketika kita mengenal komputer. dari Sungai Indus (India). • Spiralic Theory: melalui pengulangan-pengulangan diiringi kematangan didalamnya.

. politik. Apabila lembaga sekolah tidak dapat mengikuti perubahan sosial maka dia kehilangan fungsinya dan kemungkinan besar dia ditinggalkan masyarakat. yaitu: pertama. (Husaini Usman. kita lihat pedagogik tradisional memandang lembaga pendidikan sebagai salah satu dari struktur sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat. kita mengenal 4 pendekatan.cit. lembaga pendidikan9 seperti sekolah perlu disiapkan agar lembaga tersebut berfungsi sesuai dengan perubahan sosial yang terjadi. 10 H.8 Teori-teori ini memberikan gambaran mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial (sosial change) yang terjadi di masyarakat. keluarga. kedua. Sosial Demand Approach (pendekatan kebutuhan sosial). • Teori Analitik: Kemajuan masyarakat ditandai dari berbagai aspek: ekonomi.) Keempat pendekatan ini mencoba memberikan alternatif pendekatan perencanaan pendidikan agar sesuai dengan perubahan sosial di lingkungan sekitarnya. cost effectiveness (efektivitas). Contohnya perubahan masyarakat yang awalnya buta huruf menjadi melek huruf setelah adanya pendidikan. 6 . Perubahan Sosial dan Pendidikan. maka dapat mendirikan sekolah dengan pendekatan perencanaan man power Approach. Oleh sebab itru. atau menuju perubahan yang lebih baik. Contohnya STM. dan agama yang semuanya itu bertumpu pada perkembangan iptek (pendidikan). 2006.dan politik mapan. op. Misalnya di suatu daerah lebih banyak dibutuhkan tenaga kerja dalam bidang tehnik. Perubahan Sosial di tinjau dari Pedagogik (pendidikan) a. Materi kuliah Politik Pendidikan Nasional sessi ke-9 tema: Pendidikan Nasional Sebagai Pendorong Perubahan Sosial. maka proses belajar di dalam 8 Ki Supriyoko.R. Tilaar. Cost And Benefit (pendekatan untung-rugi). SMK. keempat. 9 Dalam Pendekatan perencanaan pendidikan. ketiga. 10 Sebagai lembagai lembaga sosial. Perubahan Sosial ditinjau dari Pedagogik tradisional Pertama-tama.A. 2002. mobilisasi sosial. hal 5. man Power Approach (pendekatan ketenaga kerjaan). dengan melalui beberapa tahap menuju ke depan. 3. Misalnya Linear Theory..

11 b. tempat individu adalah sebagai obyek perubahan sosial. Jadi. hal 6 7 .. Di dalam pedagogik tradisional. Individu bukanlah sekedar menerima nilai-nilai tersebut hanya dapat dimilikinya melalui peranannya yang aktif partisipatif di dalam aktivitas sosial budaya dalam lingkungannya. yang hanya berkembang karena pengaruh-pengaruh dari luar. berbeda dengan pandangan pedagogik tradisional yang melihat individu sebagai suatu makhluk yang pasif reaktif. Hal ini berarti adanya suatu pengakuan peran aktif partisipatif dari individu yang menjadi dalam tatanan kehidupan sosial dan budayanya. Perubahan Sosial ditinjau dari Pedagogik Modern (pedagogik transformatif) Titik tolak dari pedagogik transformatif ialah “individu-yang-menjadi.12 Pandangan pedagogik transformatif terhadap individu bukanlah sebagai 11 Ibid. Fungsi sekolah ialah mentarnsmisikan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat dan kebudayaan pada saat itu.. legitimasinya dari Sekolah adalah tempat atau yang memperoleh pemerintah yang kehidupan masyarakat mempunyainya. Imdividu tersebut mempelajari peranan yang baru di dalam kehidupan sosial yang berubah.sekolah haruslah disesuaikan pula dengan fungsi dan peranan lembaga pendidikan. Individu tidak dapat berkembang apabila diisolasikan dari dunia sosial budaya di mana di mana dia hidup. termasuk pengaruh dari perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungannya. hal.” Apa artinya individu-yang-menjadi? Hal ini berarti seorang individu hanya dapat berkembang di dalam interaksinya dengan tatanan kehidupan sosial budaya di mana dia hidup. 5 12 Ibid.

Para guru perlu berperan sebagai pendorong atau motivator. op. Bandung: Pakar Raya. Filosofi. kita ingat filosofi Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi: Tut Wuri Handayani artinya dari belakang memberikan dorongan dan arahan. Kurikulum dan Pembelajaran. tetapi yang sedang menjadi. dan Aplikasi.R.14 4. Teori. Adapun peran guru hanyalah sebagai pendorong dan motivator...A. Dalam hal ini. Hal ini mempunyai makna yang kuat tentang peran dan fungi guru. hal.13 Atau agen of change (individu-individu pengubah). Tilaar. Pendidikan Nasional sebagai Pendorong Perubahan Sosial Kalau di atas telah disinggung berbagai persoalan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat maupun di lingkungan lembaga pendidikan (sekolah). peserta didiklah yang berperan terjadinya perubahan dalam diri mereka. hal 6.. Di dalamnya peranannya yang emansipatif tersebut maka individu bukan hanya sebagai obyek dari perubahan sosial. 2002. Mereka juga perlu berperan sebagai pengarah atau pembimbing yang tidak membiarkan peserta didik melakukan hal yang kurang sesuai dengan tujuan pendidikan. Individu mempunyai peran emansipasif di dalam kehidupan sosial budaya.cit. 2004. termasuk melalui proses pendidikan dalam lingkungan keluarga (batih) dan sekolah. Dalam pendidikan transformatif.suatu entity yang telah jadi. Dengan demikian. 2 8 . Perubahan Sosial dan Pendidikan. tetapi sekaligus pula berperan sebagai faktor dari pengubah dan pengarah dari perubahan sosial. sekarang bagaimana dengan 13 H. 14 Ella Yulaelawati. para guru perlu menjadi fasilitator agar dorongan dan bimbingan dapat terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik. baik pendidikan tradisional maupun modern.

Analisis dan Kesimpulan Melihat nilai-nilai perubahan sosial yang terangkum dalam fungsi pendidikan nasional.15 Dalam UU Sisdiknas di atas. dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. mencerdaskan bangsa kehidupan bangsa.58 9 . mandiri. Wipress. berilmu. 15 UU Guru & Dosen dan UU Sisdiknas. berakhlak mulia. sehat. kreatif. nampak bahwa fungsi pendidikan nasional sebagai salah satu faktor perubahan sosial atau pengembangan potensi/kompetensi peserta didik. dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. berakhlak mulia. d. e. Perubahan-perubahan tersebut adalah : a. pengembangan kemampuan (baik intelektual maupun interaksi sosial) b. cakap. kreatif. pembentukan watak c. khususnya pengembangan potensi/ kompetensi peserta didik sebagai salah satu bagian dari masyarakat (sosial). mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. C.peran pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan sosial? Dalam UU Sisdiknas 2003 Pasal 3 dikatakan bahwa: pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. hal. cakap. dapat kita tarik kesimpulan bahwa pendidikan nasional memiliki muatan nilai sebagai pendorong terjadi perubahan sosial. 2006. sehat.. pembentukan peradaban bangsa yang bermartabat di mata bangsa lain.

Pendidikan Partisipatif.Sebagaimana pandangan pendidikan transformatif terhadap individu bukanlah sebagai suatu entity yang telah jadi. sehat. Individu mempunyai peran emansipasif di dalam kehidupan sosial budaya. dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Kejahatan-kejahatan merajalela. kreatif. Tapi kenapa Negara Indonesia terkenal dengan Negara terkorup di Dunia. Dedi (ed. Kerusakan alam dimana-mana. 10 . Muis Sad. maju dan berperadaban dengan nilai-nilai keagamaan. tetapi sekaligus pula berperan sebagai faktor dari pengubah dan pengarah dari perubahan sosial. Apakah fungsi nilai-nilai pendidikan sebagai faktor perubahan tidak terealisasikan dalam kehidupan yang nyata? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang dapat kita jadikan pekerjaan rumah untuk mewujudkan kembali fungsi pendidikan yang benar-benar sebagai pendorong perubahan sosial yang lebih baik. Yogyakarta: Safiria Insania Press.). termasuk melalui proses pendidikan dalam lingkungan keluarga (batih) dan sekolah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. khususnya untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jalal. Kalau memang benar bahwa fungsi pendidikan nasional sebagai pendorong perubahan sosial. cakap. mandiri. berilmu.2001. tetapi yang sedang menjadi. berakhlak mulia. moral/akhlak mulia. 2004. Faisal dan Supriadi. Daftar Pustaka Iman. D. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Di dalamnya peranannya yang emansipatif tersebut maka individu bukan hanya sebagai obyek dari perubahan sosial.

Kurikulum dan Pembelajaran. Toto. dan Aplikasi. Perubahan Sosial dan Pendidikan. www. Materi kuliah Politik Pendidikan Nasional sessi ke-9 tema: Pendidikan Nasional Sebagai Pendorong Perubahan Sosial. Wipress. Bandung: Pakar Raya.H. Suyuthi Pulungan.A.J. M. Filosofi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 2006. Revitalisasi Pendidikan Islam. Tilaar. H. UU Guru & Dosen dan UU Sisdiknas. id. Kata Pengantar: Prof. 2004. 2002. Yogyakarta: Tiara Wacana.Idi. Supriyoko.org 11 . 2006. Teori.R. Husaini. 2006. Dr.A. Ella Yulaelawati. Ki. Usman. Abdullah dan Suharto.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful