Kesehatan dan Keselamatan Kerja

.
.

1. A.Muh. Rudini 2. Robert W. Manuputty 3. Nurul Chairani 4. Angreni Ningsih

D 221 07 012 D 221 07 017 D 221 07 021 D 221 07 024

Program Studi Teknik Industri Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar, 2009

(ii) biaya pemeriksaan dan perawatan medis. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Karena itu disamping perhatian perusahaan. Oleh karena itu diperlukan perlindungan terhadap tenaga kerja yang mencakup norma keselamatan kerja. Malaysia. Kemajuan teknologi di bidang industri menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. dan atau perawatan di rumah sakit. Undang-undang tersebut mengatur jaminan yang berkaitan dengan (i) kecelakaan kerja [JKK]. Pelaksanaan perlindungan ini harus memenuhi ketentuan dalam UU No. Indonesia akan sulit menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah). (iii) kematian [JK]. dan (iv) pembayaran tunai untuk santunan cacat atau santunan kematian.Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umum diperkirakan termasuk rendah. Padahal kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. (ii) hari tua [JHT]. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah. pemeliharaan kebersihan lingkungan. (iii) biaya rehabilitasi. Filipina dan Thailand. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan UU No. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauh di bawah Singapura. Keikutsertaan wajib dalam Jamsostek berlaku bagi pengusaha yang mempekerjakan 10 karyawan atau lebih. atau membayar upah bulanan sebesar 1 juta rupiah atau lebih. dan pemakaian alat - . norma kerja dan pemberian ganti rugi serta perawatan bagi mereka yang mengalami kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pemerintah mendirikan perseroan terbatas yaitu PT JAMSOSTEK. dan (iv) perawatan kesehatan [JPK]. Hal ini secara langsung dan tidak langsung akan menimpa kehidupan manusia sebagai orang yang ikut bekerja dalam proses produksi di perusahaan dengan berbagai resiko bahaya yang harus dihadapi. Selain itu berdasarkan Undang-Undang No 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak atas manfaat/ jaminan yang meliputi (i) biaya transportasi. norma kesehatan kerja.

Kaca Mata Salah satu masalah tersulit dalam pencegahan kecelakaan adalah pencegahan kecelakaan yang menimpa mata. menjaga kebersihan tempat kerja serta mentaati peraturan tentang kesehatan kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya. memberikan makanan. Jumlah kecelakaan demikian besar. menyelenggarakan pembinaan tentang pencegahan kebakaran. Orangorang yang tidak terbiasa dengan kacamata biasanya tidak memakai perlindungan tersebut dengan alasan mengganggu pelaksanaan pekerjaan dan mengurang kenikmatan kerja. pekerjaan dengan kemungkinan adanya resiko dari bagian-bagian yang melayang memerlukan kacamata dengan lensa yang kokoh. melaksanakan ketentuan waktu istirahat. Alat-alat K3 o Alat Perlindungan Diri Secara umum alat-alat perlindungan diri adalah sebagai berikut: 1. 1 tahun 1970. sarana MCK. pertolongan pertama pada kecelakaan. menyediakan alat perlindungan diri. melaksanakan ketentuan waktu kerja. kantin. Kecelakaan mata berbeda-beda dan aneka jenis kacamata pelindung sangat diperlukan. Untuk mendukung pelaksanaan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja tersebut perusahaan menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukungnya berupa alat-alat perlindungan diri. sedang bagi pengelasan diperlukan kacamata dengan penyaringan sinar las yang tepat. . dan mengatur tempat kerja yang memenuhi syarat-syarat kesehatan dan kebersihan. alat-alat pemadam kebakaran dan sarana kesehatan yaitu poliklinik.alat perlindungan diri. sekalipun kacamata pelindung yang memenuhi persyaratan kian banyak jumlahnya. Sedangkan kewajiban tenaga kerja berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja mencakup mentaati semua syarat keselamatan kerja yang telah ditetapkan perusahaan. sarana penerangan. memakai semua alat perlindungan diri yang diwajibkan. memasang semua gambar keselamatan kerja. dan peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja. Kewajiban pengusaha berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja mencakup memeriksakan kesehatan tenaga kerja. menempelkan semua syarat keselamatan kerja dan UU No.

logam pijar. . Sarung Tangan Sarung tangan harus di berikan kepada tenaga kerja dengan pertimbangan akan bahaya-bahaya dan persyaratan yang diperlukan antara lain adalah bebasnya bergerak jari dan tangan. kabut. telinga harus dilindungi terhadap percikan api.2. terkena aliran listrik. Perlindungan Paru-paru Paru-paru harus dilindungi manakala udara tercemar atau manakala ada kemungkinan kekurangan oksigen dalam udara. asam-asam dan sebagainya. debu. terkena bahan kimia. Perlindungan terhadap kebisingan dilakukan dengan sumbat atau tutup telinga. Pencemar-pencemar mungkin berbentuk gas. pakupaku atau benda tajam lainnya yang mungkin terinjak. kemungkinan terkena panas. 3. Topi Pengaman Topi atau helm pengaman harus dipakai oleh tenaga kerja yang mungkin tertimpa pada kepala oleh benda jatuh atau melayang atau benda-benda lain yang bergerak. Sepatu Pengaman Sepatu pengaman harus dapat melindungi tenaga kerja terhadap kecelakaankecelakaan yang disebabkan oleh beban-beban berat yang menimpa kaki. Perlindungan Telinga Jika perlu. terkena radiasi dan sebagainya. Kekurangan oksigen mungkin terjadi di tempat-tempat yang pengudaraannya buruk seperti tangki atau gudang di bawah tanah. tetapi tidak boleh dipakai di dekat mesin. dan lain-lainnya. terkena benda panas. Helm harus cukup keras dan kokoh. 4. Macamnya tergantung kepada jenis kecelakaan yang akan dicegah yaitu tusukan sayatan. percikan logam pijar. 7. keadaan basah atau berminyak. 6. uap logam. Sekor Sekor sangat baik untuk perlindungan terhadap bahan kimia. 5. tetapi tetap ringan. atau partikel-partikel yang melayang.

 Alat Perlindungan Diri wajib bagi Pekerja Tambang Bawah Tanah Pekerja tambang bawah tanah memiliki tantangan dan resiko yang berbeda dibanding dengan mereka yang bekerja di permukaan. Helm Fungsi helm pengaman sudah jelas. Lampu kepala Malam dan siang hari di terowongan tak ada bedanya: sama-sama gelap. 2. Dibawah ini akan dibahas soal resiko keselamatan dan kesehatan para pekerja di terowongan. . Akibat lingkungan kerja yang berbeda mereka pun perlu dilengkapi dengan alat-alat keselamatan yang berbeda. yang bekerja di permukaan pun sebenarnya wajib mengenakan alat pelindung ini. disediakan lensa khusus sesuai dengan kebutuhan yang bersangkutan. aki memiliki beberapa kelemahan. Selain ukuran dan bobot yang lebih berat. Yang pasti. lampu kepala jadi wajib dikenakan. Itu sebab. lensa ini tidak boleh terbuat dari kaca. Berikut adalah alat keselamatan yang melekat pada seorang pekerja tambang bawah tanah: 1. Untuk orang berkacamata minus atau plus. cairan asam sulfat yang bocor dapat merusak pakaian. Helm yang digunakan di terowongan agak berbeda dengan yang dipermukaan. Kacamata keselamatan Tidak hanya pekerja tambang bawah tanah. karena jika terjadi benturan dan lensa pecah. ini malah akan membahayakan penggunanya. Helm pekerja tambang bawah tanah memiliki tepi yang lebih melebar dengan cantelan di bagian depan untuk mengaitkan lampu kepala. Lampu ini bisa bertenaga aki (elemen basah) atau batere (elemen kering) yang digantung di pinggang. 3. Dibanding batere. untuk melindungi kepala dari jatuhan batu atau benda lainnya.

5. Sepatu . Sepatu pendek hanya akan menyebabkan kaki terbenam dalam lumpur. 6. jadi tidak sekedar kain kasa putih yang biasa digunakan untuk menangkal influensa. Sabuk Sabuk ini terutama digunakan sebagai cantelan berbagai alat keselamatan lain. 8. tapi ini diharapkan memberikan cukup waktu bagi pekerja untuk mencari jalan keluar atau mencapai tempat pengungsian yang lebih permanen. Rompi ini diengkapi dengan iluminator. aki/batere untuk lampu kepala dan self resquer. Sabuk juga dilengkapi kait di bagian belakang yang dapat digunakan untuk membawa alat-alat tangan (kunci inggris. Alat ini dirancang dapat memasok oksigen secara mandiri kepada pekerja. Tidak lama memang. Respirator yang digunakan adalah respirator khusus. Bahan berpendar ini akan memudahkan dalam mengenali posisi pekerja ketika berada di kegelapan terowongan. sepatu boot menjadi kebutuhan pokok.4. apakah untuk menangkal debu atau gas berbahaya. Respirator Respirator atau masker berguna untuk melindungi jalur pernapasan para pekerja. palu) atau senter. bahan yang dapat berpendar jika terkena cahaya. Penggunaan filter harus disesuaikan dengan keadaaan. Safety vest Safty vest adalah nama lain untuk rompi keselamatan. 7. Respirator ini mesti memiliki filter yang dapat diganti-ganti. Sepatu boot Dengan kondisi terowongan yang umumnya berlumpur. alat inilah yang dapat jadi penyelamat para pekerja. Setidaknya ada dua alat yang menjadi melekat setia pada sabuk. Self resquer Dalam kondisi darurat akibat kebakaran atau ditemukannya gas beracun. Ini menjadi penting untuk menghindari tertabrak ketika mereka mesti bekerja dengan alat-alat berat.

Dalam hubungan ini terdapat penggunaan warna sebagai berikut: . Pekerja yang melakukan pengelasan. alat pelindung ini bisa bertambah. Tanda-tanda dan Label Pemakaian peralatan dengan warna. Peringatan. juga membutuhkan alat pelindung mata atau muka khusus. Alat tambahan Untuk pekerja yang melakukan tugas khusus. tanda-tanda dan labelsangat penting bagi keselamatan kerja. Untuk bekerja di ketinggian. 9.boot ini juga mesti dilengkapi dengan sol berlapis logam dan lapisan logam untuk melindungi jari kaki. peringatan. Pemakaian Warna Aneka warna dipakai dengan maksud untuk keselamatan. pekerja memerlukan safety harness. Alat ini digunakan sebagai alat pelindung jatuh.  Alat Perlindungan Diri untuk Pekerja Operator Welding dan Cutting o Pemakaian Warna. 1.

Merah untuk alat yang memeberi pertanda berhenti. Hijau unutk jalan penyelamatan diri. c. . 3. Peringatan dan Tanda-Tanda Peringatan dan tanda-tanda juga dapat diprgunakan untuk berbagai tujuan. tempat PPPK.a. korosif. Batang-batang atau benda-benda tang berada dekat jalan lalu lintas diberi warna kuning putih dan hitam agar terlihat secara kontras dengan lingkungan. Banyak kecelakaan yang terjadi akibat tidak diberinya label pada wadah-wadah yang dipakai untuk bahan beracun. sehingga dapat menjadi penunjang keselamatan kerja. Label Bahan-bahan berbahaya dan wadahnya harus diberi label. tanda jalan bagi lalu lintas dan instansi-instansi keselamatan. d. 2. Peringatan dan tanda-tanda dapat membawakan suatu pesan instruksi. dapat terbakar dan lain-lainnya. dan untuk alat pemadam kebakaran b. misalnya daerah yang harus disertai pagar pengaman. Jingga dipakai untuk menunjukkan bahaya. dan pemberian keterangan secara umum.

Penempatan Alat-alat K3 pada Lingkungan Kerja .

.

Alat tangan seperti itu menyebabkan jumlah kecelakaan yang besar tetapi ringan. obeng. Ketidak-hati-hatian dan salah pakai. 2. Yang dimaksud dengan alat-alat tangan di sini adalah alat-alat yang sumber tenaganya adalah tangan . Penyimpanan alat yang tidak baik. . gergaji dan lain sebagainya. kunci baut. Cara pemakaian yang salah pada waktu alat dipergunakan.Namun begitu bila luka mengalami kehamaan. alat tangan demikian terdiri dari aneka alat seperti palu. Diantara faktor faktor yang menjadi sebab kecelakaan adalah sebagai berikut : 1. kegiatan-kegiatan dilaksanakan dengan alat kerja tangan. kehilangan waktu kerja cukup besar.Persyaratan Peralatan Tangan Didalam banyak pekerjaan. 4. pisau. 3.kikir. Terlepas dari pegangan pada waktu dipergunakan.

retak atau selip dan menyrbabkan kecelakaan. Dengan begitu. b. perlu diikutkan persyaratan sebagai berikut: 1. Banyak kecelakaan yang disebabkan oleh patahnya alat alat atau bagian-bagiannya. Alat alat tangan sering ±sering dipergunakan secara salah oleh karena alat yang tidak tepat tidak terdapat pada saat alat dipergunakan. oleh karena alat tersebut dapat menjadi patah . tanpa retakan atau pinggir-pinggir yang tajam . sehingga baut terselip. Alat-alat tangan harus terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas baik dan memenuhi keperluan pekerjaan yang memerlukannya. Bentuk dan ukurannya tepat. kapak dan alat ±alat tangan lain harus terbuat dari kayu kulitas baik. 3. Jika seorang pekerja perlu kunci yang kebetulan tidak ditemukan. Paling baik adalah perencanaan yang tepat tentang komposisi secara sep erangkat alat bagi setiap tenaga kerja dengan kegiatan yang berbeda . terjadi oleh karene kualitas meterial yang rendah. Alat-alat yang tidak sesuai untuk pekerjaan yang akan dilakukan seperti bentuk dan berat palu yang tidak benar atau kunci-kunci yang terlalu panjang atau pendek tidak boleh dipergunakan. 2. kunci dapat terselip dan juga baut dapat tertekan dengan tekanan yang terlalu besar. seperti pegangannya. Perencanaan ini hendaknya dilakukan dengan tenaga kerjanya sendiri. Pegangan ±pegangan kayu dari alat-alat tangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Pemakaian alat tangan yang tidak sesuai dengan tujuannya. Terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi. seperti pemakaian pisau sebagai obeng atau kunci sebagai palu.Persyaratan Agar pekerjaan dengan alat-alat tangan memeberikan tingkat keselamatan yang tinggi. Alat-alat tangan pada umumnya harus terbuat dari baja dengan kualitas terbaik.. dan pegangan untuk palu. c. Setiap pekerja yang mengetahui pekerjaannya tentu akan memakai alat-alat yang tepat manakala tersedia. ia tidak mau berhenti bekerja untuk mencarinya dan akan menggunakan kunci yang besar dengan menggunakan ganjal. Alat-alat tangan hanya boleh dipakai sesuai dengan maksud pembuatannya. Hal ini sangat tidak ekonomis. Perlu pula pemeriksaan secara teratur untuk menjamin agar alat-alat tetap lengkap dan terpelihara. Halus. Keduanya dapat menjadi sebab suatu kecelakaan. adalah berbahaya.

Pengeluaran alat-alat tersebut harus melalui suatu kamar penyimpanan yang menyimpan alat-alat tersebut secara aman di atas rak-rak dalam lemari atau kotak-kotak. diolah atau disimpan. 5. 11. tangga. Untuk menghindari kemungkinan bahaya-bahaya tersebut. Alat-alat tangan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Lemari. atau pada tempat. 6. Baja yang terlalu keras akan menyebabkan menyebabkan terjadinya pecahan -pecahan pula yang dapat masuk ke dalam mata dan mungkin menimbulkan kebutaan. Jika terdapat kemungkinan ledakan dari bahan di udara oleh loncatan api. . tingkat kekerasannya harus ditentukan terlebih dahulu.alat tangan. pembuat lobang dan alat-alat sejenis harus terbuat dari baja yang terpilih dengan kekerasan cukup untuk menahan perubahan bentuk berlebihan oleh pukulan tetapi tidak terlalu keras sehi ngga pecah. 8. Alat-alat tangan harus dibuat. aliange berilium. 10. Baja lunak akan menyebabkan cepatnya perubahan bentuk mungkin menyebabkan bagian-bagian kecil diam dan dapat membahayakan mata. karet keras. atau aliage-aliage lainnya.4. jalanan lalu lintas. Pengawasan berkala yang dilakukan oleh orang-orang kompeten. 9.tempat lain yang mungkin orang bekerja atau lewat. dibentuk dan diperbaiki hanya oleh orang -orang yang memiliki keahlian. kikir. pemotong. penggantung atau rak yang tepat dan baik penempatannya harus tersedia pada bangku kerja atau mesin untuk alat. semua alat tangan harus bebas kemungkinan akan terjadi loncatan api. alat-alat harus terbuat dari kayu. Pada waktu tersebut. c. Kekerasan baja alat-alat tangan seperti pahat sangat mempengaruhi tingkat pukulan keselamatan. seperti tempat penyimpanan bensin atau tempat untuk membuka wadah -wadah kalsiul klorida. tembaga. atau terletak di atas suatu ketinggian dengan kemungkinan terjatuh dan menimpa orang. Palu-palu. Penggantian dan perawatan serta perbaikan harus diselenggarakan jika ditemukan alat tersebut cacat. peledakan dapat terj di di tempat-tempat a cairan-cairan yang dapat menyala dibuat. Alat-alat tangan tidak boleh diletakkan di lantai. b. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. Kepal alat tangan yang mendapatkan pukulan harus dibentuk kembali segera setelah terjadi perubahan-perubahan bentuk 7. alat-alat tangan yang tajam atau runcing harus mendapat perlindungan terhadap bagian tajam dan runcingnya. Bilamana tidak dipakai.

14. Tenaga kerja harus mendapat bimbingan dan terlatih dalam menggunakan alatalat secara tepat.12. Alat-alat untuk perawatan dan perbaikan yang cukup dari jenis -janis yang diperlukan selalu harus tersedia bagi orang-orang yang melakukan perawatan dan perbaikan. . 13. Alat-alat perawatan dan perbaikan harus tersimpan secara baik dan harus diperiksa secara teratur oleh orang-orang yang kompeten.

Keselamatan Kerja Dan Pencegahan Kecelakaan.Sc.pdf http://simta.DAFTAR PUSTAKA http://psl.php?act=daftTA&sub=new&fr=det&idku=691 P.ac. Haji Masagung.wordpress.id/Web_Based/pdf/07-K3.K..com/2009/08/21/alat-alat-keselamatan-wajib-bagipekerja-tambang-bawah-tanah/ . 1981.ums.com/2007/09/07/keselamatan-dan-kesehatan-kerja/ http://kulitambang.uns.wordpress. Jakarta: CV.id/cariTA. http://ronawajah.Suma¶mur.M. Dr.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful