ETIKA PROFESI GURU

Oleh : Rita Mariyana

Etika Profesi Guru

MATERI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ETIKA PROFESI GURU
Pendahuluan Tulisan ini membahas mengenai etika profesi guru secara umum bagi peserta sertifikasi guru TK. Saudara akan diajak untuk memahami lebih mendalam tentang hakikat profesi guru. Beberapa paparan dalam tulisan ini membahas tentang pengertian profesi, ciri-ciri profesi, profesi keguruan, etika kerja dan etos kerja guru serta kode etik guru yang meliputi; tujuan kode etik, penetapan kode etik, sanksi pelanggaran kode etik, dan kode etik guru Indonesia. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua peserta sertifikasi guru agar menjadi guru yang profesional, terutama dalam bidang pendidikan guru TK. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses pemberdayaan dan pembudayaan individu agar mampu memenuhi kebutuhan perkembangan dan memenuhi tuntutan sosial, kultural, serta religius dalam lingkungan kehidupannya. Pengertian pendidikan seperti ini mengimplikasikan bahwa upaya apapun yang dilakukan dalam konteks pendidikan seyogyanya terfokus pada upaya memfasilitasi proses perkembangan individu sesuai dengan nilai agama dan kehidupan yang dianut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi proses perkembangan individu adalah dengan adanya sumber daya manusia (SDM) yang terkait langsung dengan dunia pendidikan yaitu guru. Salah satu ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan adalah adanya peran guru. Ditangan para guru masa depan pendidikan akan terlaksana, karena guru merupakan salah satu unsur yang berhadapan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran secara nyata. Satu unsur yang terkait langsung dengan siswa dalam praktek pendidikan adalah guru TK (Taman Kanak-Kanak). Semoga dengan tulisan ini, saudara dapat menjadi seorang guru TK yang benar-benar memaknai fungsi dan peran seorang guru sebagai sebuah profesi yang membanggakan. Etika Profesi Guru - 1 -

Pernyataan demikian mengandung norma.2 - . dan menuntut tingkat kearifan atau kesadaran serta pertimbangan pribadi yang tingi. 1976) Makna pengertian diatas mengisyaratkan bahwa: 1. yang keluar dart lubuk hatinya. Orang yang membuat pernyataan itu yakin dan radar bahwa pernyataan yang dibuatnya adalah baik. (Dedi Supriadi) • Profesi itu pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau janji terbuka. (Sikun Pribadi. (Liberman) • Suatu jabatan atau pekerjaan yang biasanya memerlukan persiapan yang relatif lama dan khusus pada tingkat pendidikan tinggi yang pelaksanaannya diatur oleh kode etik tersendiri. tanggung jawab. bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa. dan kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut. {World Confederation of Organization for Teaching Profession (WCOTP)} • Suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. Hakikat profesi adalah suatu pernnyataan atau suatu janji terbuka Suatu pernyataan atau suatu janji yang dinyatakan oleh tenaga profesional tidak sama dengan suatu pernyataan yang dikemukakan oleh nonprofesional. "Baik" dalam arti bermanfaat bagi orang banyak dan bagi Etika Profesi Guru . Pernyataan profesional mengandung makna terbuka yang sungguh-sungguh.Apakah Profesi Itu? Dibawah ini dikemukakan beberapa pengertian tentang profesi: • Suatu jabatan atau pekerjaan yang diperoleh melalui latihan khusus yang memadai.norma atau nilainilai etik. karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu.

dirinya sendiri. Janji yang bersifat etik itu mau tak mau akan berhadapan dengan sanksi-sanksi tertentu.3 - . Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan Suatu profesi erat kaitannya dengan jabatan atau pekerjaan Etika Profesi Guru . Ini berarti. seseorang berarti mengabdikan profesinya kepada masyarakat. pengabdian yang diberikan oleh profesi tersebut harus sesuai dengan bidang-bidang pekerjaan tertentu. dalam hal ini. profesi itu hams berusaha menimbulkan kebaikan.janji itu biasanya telah digariskan dalam kode etik profesi bersangkutan. Bila dia melanggar janjinya. profesi dalam bidang hukum adalah untuk kepentingan kliennya bila berhadapan dengan pengadilan. Profesi kependidikan. profesi kependidikan adalah untuk kepentingan anak didiknya. profesi kedokteran adalah untuk kepentingan pasien agar cepat sembuh penyakitnya. misalnya hukuman atau protes masyarakat. Janji. profesi pertanian adalah untuk meningkatkan produksi pertanian agar masyarakat lebih sejahtera dalam bidang pangan. bahwa profesi tidak boleh sampai merugikan. atau menimbulkan malapetaka bagi orang lain dan bagi masyarakat. 3. 2. dan kesempurnaan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Pernyataan janji itu bukan hanya sekadar keluar dari mulutnya. dia akan berbuat sesuai dengan janji tersebut. Sebaliknya. dan hukuman oleh dirinya sendiri. tetapi merupakan ekspresi kepribadiannya dan tampak pada tingkah lakunya seharihari. dan sebagainya. Dengan pengabdian pada pekerjaan itu. keberuntungan. baik dalam arti ekonomis maupun dalam arti psikis. Pengabdian diri berarti lebih mengutamakan kepentingan orang banyak. Jika seseorang telah menganut suatu profesi tertentu. Misalnya. hukuman dart Tuhan. merusak. Profesi mengandung unsur pengabdian Suatu profesi bukan bermaksud untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. tetapi untuk pengabdian pada masyarakat. dia akan berhadapan dengan sanksi tersebut. Dengan demikian.

1. yang memiliki kompetensi profesional dalam bidangnya. pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Dalam hal ini. yakni pengabdian kepada masyarakat. kebijaksanaan. Etika Profesi Guru . for the performance offitnction. no doubt. oleh sebab mempunyai fungsi sosial. Blackington mengemukakan sepuluh kriteria untuk menjelaskan arti profesi. Blackington sebagai berikut : ”A profession may define most simply as a vocation which is organized. Uraian di atas dan definisi seperti yang dikemukakan oleh Dr. It must demand the possession of body of specialized 2. (Blackington. pembuatan keputusan. Kompetensi sangat diperlukan untuk melaksanakan fungsi profesi. It must demand and adequate professional and cultural training. Untuk itu diperlukan banyak keterangan yang lengkap agar jangan menimbulkan kesalahan yang akan menimbulkan kerugian. baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat. Dalam masyarakat yang kompleks seperti masyarakat modem dewasa mi. dan keterampilan tertentu pula. Sikun Pribadi ternyata sejalan denga n definisi yang dikemukakan oleh Frank H. 1968) Selanjutnya. dan penanganan harus ditangani oleh para ahlinya.4 - . A profession must satisfy an indispensible social need and be based upon well established and socially acceptable scientific principles. sebagai berikut. 3. pengetahuan. profesi menuntut kemampuan membuat keputusan yang tepat dan kemampuan membuat kebijaksanaan yang tepat. Kesalahan dapat menimbulkan akibat yang fatal atau malapetaka yang dahsyat. but genuinely. Dalam pengertian profesi telah tersirat adanya suatu keharusan kompetensi agar profesi itu berfungsi dengan sebaik-baiknya. incompletely. yang dikutipnya dari Horton. perencanaan. Itu sebabnya.tertentu sang dengan sendirinya menuntut keahlian.

5. 5.and systema tized knowledge. sebagaimana digariskan dalam definisi profesi yang telah dikemukakan oleh Ernest Greenwood. Authority recognized by the clientele of the professional group. A basis or systematic theory. It must recognize its obligations to society by insisting that its members live up to an established and accepted code of ethics. (Howard M. 1. A code ethics regulating relation of professional persons with clients and with colleagues. It must require the exercise of direction and judgement as to the time and manner of the performance of duty. It must not be used for a more steppingstone to other occupational. 6. 7. dan unsur-unsur yang terkandung dalam profesi. 2. sebagai berikut. 1966) Berdasarkan uraian tentang pengertian.5 - . 4. It must have a group conciousness designed to extend scientific knowledge in technical language. Mills. It must have developed a scientific technique that is the result of tested experience. 10. karena didukung oleh: Etika Profesi Guru . Sebagai perbandingan dengan komponen-komponen profesi. It must be a type of beneficial work. Broader community sanction and approval of this authority. 8. It must give evidence of needed skill that the general public does not possess that is skills that are partly native and partly acquired. A professional culture sustained by formal professional associations. the result of which is not subject to standardization in term unit performance or time element. Vollmer and Donald L. It must have sufficient self -impelling power to retain its member throughout life. 4. 3. 9. kriteria. sebenarnya profesi itu adalah suatu lembaga yang mempunyai otoritas yang otonom.

Fungsinya telah terumuskan dengan jelas 3. Masyarakat luas yang memanfaatkan profesi tersebut. Para praktisinya secara individual atau kelompok memiliki otonomi dalam bidangnya. Untuk pelaksanaannya tidak sekedar diperlukan keterampilan (skills) tetapi juga kemampuan intelektual. 1975). Tindakan keputusannya dapat diterima oleh para praktisi yang bertangung jawab. pengalaman.6 - . yang menjaga jabatan itu dari penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak kompeten dengan pendidikan serta sertifikasi mereka yang memenuhi syarat-syarat yang diminta. 4. 7. 3. karena hakikatnya ialah pengabdian kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. 2. Sikun Pribadi. keterampilan) Etika Profesi Guru . Kelompok yang tergabung dalam profesi. Profesi adalah panggilan jiwa 2. 2. Spesialisasi ilmu sehingga mengandung arti keahlian. (Dr. Menetapkan persyaratan-persyaratan minimal untuk dapat melakukannya (kualifikasi pendidikan. Diperlukan suatu masa studi dan latihan khusus yang cukup lama. Layanan tersebut tidak s emata-mata untuk kepentingan ekonomi. Pemerintah yang melindungi profesi dengan undangundangnya. Jabatan tersebut harus merupakan suatu layanan yang khas dan esensial serta dengan jelas dapat dibedakan dari jabatan lain. Kode etik yang direalisasikan dalam melaksanakan profesi. 5.1. Ciri-Ciri Profesi • Menurut Liberman ciri-ciri profesi adalah: 1. Memiliki suatu kode etik • Menurut WCOTP ciri-ciri profesi adalah: 1. 4. 5. 6. 3.

6. 5.7 - . Berusaha meningkatkan status ekonomi dan sosial para anggotanya. Etika Profesi Guru . Terbentuk dari disiplin intelektual masyarakat terpelajar dengan anggota-anggota dan terorganisasi • Ciri-ciri profesi : 1. maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial. 2. Mengenakan disiplin kepada seluruh anggotanya dan biasanya bebas dari campur tangan kekuasaan luar. Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang lama dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan 3.4. Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat. Pekerjaan itu mempunyai signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik 5. Profesi didukung ole h suatu disiplin ilmu 4.

• Profesionalisme • • Profesi Keguruan Apakah pekerjaan guru (tenaga kependidikan) dapat disebut sebagai suatu profesi? Pertanyaan ini muncul karena masih ada pihak yang berpendapat bahwa pekerjaan kependidikan bukan suatu profesi tersendiri. Penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi. Berbagai alasan yang mereka kemukakan antara lain. jika dia telah mengalami pendidikan tersebut dan telah memiliki pengalaman mengajar di kelas. bahwa setiap orang dapat menjadi guru asalkan telah mengalami jenjang pendidikan tertentu ditambah dengan sedikit pengalaman mengajar. Selain dan itu. ada beberapa bukti bahwa pendidikan dapat saja berhasil walaupun si Etika Profesi Guru . dan juga mengacu kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya. Proses menjadikan seseorang sebagai profesional melalui inservice training dan atau preservice training. Derajat penampilan seseorang sebagai profesional.Istilah-istilah yang terkait dengan profesi: • Profesional • • • Profesionalisasi • Penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang seharusnya.8 - . Menunjuk kepada orangnya. Karena itu seorang dapat saja mengajar di TK sampai dengan perguruan tinggi.

Sejumlah rekomendasi dapat dikemukakan sebagai berikut. Untuk menyukseskan pembangunan perlu ditata suatu sistem pendidikan yang relevan. hasil pendidikan di sekolah tidak dapat segera dilihat hasilnya.pengajarnya tidak pernah belajar ilmu pendidikan dan keguruan. padahal dia sendiri tidak pernah mengikuti pendidikan guru dan mempelajari ilmu mengajar. Kritik lain yang sering dilontarkan ialah. Itu sebabnya proses pendidikan tidak boleh keliru atau salah kendatipun hanya sedikit saja. 1. berbeda dengan profesi kedokteran atau teknologi pertanian misalnya. Itu sebabnya tangan-tangan yang mengelola sistem pendidikan dari alas sampai ke dalam kelas harus Etika Profesi Guru . tidak sedikit guru atau tenaga kependidikan lainnya atau sarjana pendidikan yang tidak berhasil mendidik anaknya. Pembangunan tidak mungkin berhasil jika tidak melibatkan manusianya sebagai pelaku dan sekaligus sebagai tujuan pembangunan. Tanpa keahlian yang memadai maka pendidikan sulit berhasil.9 - . Banyak orang tua seperti pedagang. petani. kendati seseorang telah dididik menjadi guru. tetapi ban dapat dilihat dalam jangka waktu yang lama. Sistem pendidikan dirancang dan dilaksanakan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya. 2. Pandangan di atas dinilai terlalu picik. tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya. Peranan pendidikan harus dilihat dalam konteks pembangunan secara menyeluruh. Sebaliknya. dan sebagainya yang telah mendidik anak-anak mereka dan berhasil. Kesalahan yang dilakukan oleh orang yang bukan ahli dalam bidang pendidikan dapat merusak satu generasi seterusnya dan akibatnya akan berlanjut terus. yang bertujuan membentuk manusia sesuai dengan cita-cita bangsa. Keahlian yang dimiliki oleh tenaga pendidikan. Jadi. Hasil pendidikan memang tak mungkin dilihat dan dirasakan dalam waktu singkat. namun belum menjadi jaminan bahwa anaknya akan terdidik baik. melainkan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang telah menjalani pendidikan guru secara berencana dan sistematik. bahkan mungk in setelah sate generasi. Profesi guru hendaknya dilihat dalam hubungan yang Luas.

dan perlu ditata berdasarkan kode etik tertentu. Hal ini hanya mungkin dilakukan jika kedudukan.10 - . Para lulusan sekolah pada waktunya harus mampu bekerja mengisi lapangan kerja yang ada. Kode etik itu mengatur bagaimana seorang guru harus bertingkah laku sesuai dengan norma-norma pekerjaannya. Sebagian tanggung jawab pendidikan anak-anak tersebut terletak di tangan para guru dan tenaga kependidikan lainnya sebabnya para guru harus dididik dalam profesi kependidikan. Sekolah bertujuan membentuk anak didik menjadi manusia dewasa yang berkepribadian matang dan tangguh. Sebagai konsekuensi logis dari pertimbangan tersebut. 5. 4. Dengan demikian dia memiliki kewenangan mengajar untuk diberikan imbalan secara wajar sesuai dengan fungsi dan tugasnya. balk dalam hubungan dengan anak didiknya maupun dalam hubungan dengan teman sejawatnya. sudah jelas bahwa pekerjaan guru harus dilakukan oleh orang yang bertugas selaku guru. kompetensi kepribadian. Sesuai dengan hakikat dan kriteria profesi yang telah dijelaskan di muka. dan kompetensi kemasyarakatan. dan peran guru diakui sebagai suatu profesi. agar memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara efisien dan efektif. setiap guru harus memiliki kompetensi profesional. tenaga-tenaga profesional dalam bidang 3. Mereka harus dipersiapkan melalui program pendidikan di sekolah.terdiri dari pendidikan. Etika Profesi Guru . Sekolah adalah suatu lembaga profesional. Para orang telah mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di sekolah. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk diberikan kepada anaknya. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang penuh pengabdian pada masyarakat. fungsi. yang dapat dipertanggungjawabkan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dan terhadap dirinya. Mereka tidak cukup waktu untuk mendidik anaknya sebagaimana yang diharapkan.

tolong menolong.Dengan demikian seorang calon guru seharusnya telah menempuh program pendidikan guru pada suatu lembaga pendidikan tertentu.pola perilaku yang sebaikbaiknya berdasarkan timbangan moral. Secara umum etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola . Dalam dunia pekerjaan.norma moral yang berlaku. dsb. Etika Kerja Guru Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. maka suasana dan kualitas kerja dapat diwujudkan sehingga menghasilkan kualitas pribadi dan kinerja yang efektif.moral yang berlaku. Dengan etika kerja itu. Etika kerja lazimnya dirumuskan atas kesepakatan para pendukung pekerjaan itu dengan mengacu pada sumber.11 - .sumber dasar nilai dan moral tersebut di atas. dan produktif. filsafat hidup (di negara kita adalah Pancasila). efisien. disiplin keilmuan dan profesi. etika sangat diperlukan sebagai landasan perilaku kerja para guru dan tenaga kependidikan lainnya. sopan santun) nilai mengenai benar dan salah tentang hak dan kewajiban yang dianut oleh suatu golonga n atau masyarakat. Etika. saling menghargai. seperti saling menghormati. manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang paling baik sesuai dengan norma. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut kode etik.norma moral yang berlaku. Dengan demikian akan terciptanya suatu pola-pola hubungan antar manusia yang baik dan harmonis. Sumber yang paling mendasar adalah agama sebagai sumber keyak inan yang paling asasi. tata cara (adat. pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. budaya masyarakat. Kode etik akan menjadi rujukan untuk Etika Profesi Guru . etika bersumber pada norma. Sebagai acuan pilihan perilaku. Dengan adanya etika.

Etos kerja Guru Sebenarnya kata "etos" bersumber dari pengertian yang sama dengan etika. dan mengamalkan isi dari semua kode etik yang telah disepakati bersama. dinilai. Khusus mengenai kode etik guru. terutama dalam hal adanya kasus. Semua anggota harus menghormati. Dengan demikian akan terciptanya suasana yang harmonis dan semua anggota akan merasakan adanya perlindungan dan rasa aman dalam melakukan tugas-tugasnya..12 - . Untuk mengontrol terjadinya ketidakpuasan dan persengketaan dari para pelaksana. Karena kode etik itu merupakan sua tu kesepakatan bersama dari para anggota suatu profesi. yaitu sumber-sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan perilaku. Dengan kode etik itu pula perilaku etika para pekerja akan dikontrol. di Indonesia. Secara umum. sehingga dapat menjaga dan meningkatkan stabilitas internal dan eksternal pekerjaan. maka kode etik ini ditetapkan oleh organisasi yang mendapat persetujuan dan kesepakatan dari para anggotanya. unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya.mewujudkan perilaku etika dalam melakukan tugas-tugas pekerjaan.kasus penyimpangan tind akan. menghayati. diperbaiki. dan dikembangkan. kode etik ini diperlukan dengan beberapa alasan. Etika Profesi Guru . antara lain: • • • • Untuk melindungi pekerjaan sesuai dengan ketent uan dan kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Melindungi para praktisi di masyarakat. Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian yang tercermin melalui. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) telah menetapkan kode etik guru sebagai salah satu kelengkapan organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. Melindungi anggota masyarakat dari praktek-praktek yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

(3) kebiasaan-kebiasaan bekerja. pribadi. etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unjuk kerja yang baik dan produktif. Perwujudan unjuk kerja ini bersumber pada kualitas kompetensi aspek kepribadian yang mencakup aspek religi. karena sikap mendasari arah dan intensitas unjuk kerja. intelektual. Dengan disiplin kerja. merupakan pola-pola perilaku kerja yang ditunjukkan oleh pekerja secara konsisten. disiplin kerja.13 - . orientasi terhadap pengabdian pada masyarakat. Orientasi kerja. Hal itu dapat berarti bahwa mereka yang dipandang memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat akan memiliki keunggulan. Disiplin yang dimaksud di sini adalah bukan disiplin yang mati dan pasif.Dengan demikian etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal. didasari oleh sikap dasar yang positif dan wajar terhadap pekerjaannya. dsb. kebiasaan bekerja keras. sosial. pengertian. kebiasaan hubungan antar manusia. Dengan demikian. Sebagai suatu kondisi internal. fisik. Mencintai pekerjaan sendiri. kebiasaan pengembangan diri. Kualitas unjuk kerja dan hasil kerja banyak ditentukan oleh kualitas etos kerja ini. etos kerja mengandung beberapa unsur antara lain: (1) disiplin kerja (2) sikap terhadap pekerjaan. Kebiasaan kerja. adalah salah satu contoh sikap terhadap pekerjaan. Dengan etos kerja yang baik dan kuat sangat diharapkan seseorang pekerja akan senantiasa melakukan pekerjaannya secara efektif dan produktif dalam kondisi pribadi yang sehat dan berkembang. Beberapa unsur kebiasaan kerja antara lain: kebiasaan mengatur waktu. Sikap terhadap pekerjaan merupakan landasan yang paling berperan. Etika Profesi Guru . Demikian pula keinginan untuk senantiasa mengembangkan kualitas pekerjaan dan unjuk kerja merupakan refleksi sikap terhadap pekerjaan. moral. seorang pekerja akan selalu bekerja dalam pola-pola yang konsisten untuk melakukan dengan baik sesuai dengan tuntutan dan kesanggupannya. Perwujudan unjuk kerja yang baik. orientasi terhadap pengembangan diri. akan tetapi disiplin yang hidup dan aktif yang didasari dengan penuh pemahaman. juga termasuk ke dalam unsur sikap seperti orientasi terhadap hasil tambah. dan keikhlasan.

Dalam Penjelasan Undang-undang tersebut dinyatakan dengan adanya Kode Etik ini.hari.hari. Selanjutnya dalam Kode Etik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pegawai negeri. Pasal 28 menyatakan bahwa "Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap. tingkah laku. • Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian. • Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD). Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiaan bekerja sebagai guru (PGRI. bahwa kode etik merupakan pedoman sikap. dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari. • Kongres PGRI ke XIII. (2) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. Etika Profesi Guru . Dari uraian ini dapat kita simpulkan. tingkah laku perbuatan di dalam dan di luar kedinasan".Kode Etik Guru Interpretasi tentang kode etik belum memiliki pengertian yang sama. Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara.14 - . Pasal 43. 1973). dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. dan perbua tan di dalam melaksanakan tugas dan dalam hidup sehari. organisasi profesi guru membentuk kode etik. Abdi Negara. dan (2) sebagai pedoman tingkah laku. dikemukakan sebagai berikut: (1) Untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan. Berikut ini disajikan beberapa pengertian kode etik. tingkah laku. Dari pendapat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Kode Etik Guru Indonesia terdapat dua unsur pokok yakni: (1) sebagai landasan moral. dan Abdi Masyarakat mempunyai pedoman sikap.

Dalam hal kesejahteraan batin. kode etik umumnya memberi petunjukpetunjuk Etika Profesi Guru . A. dan mental). Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak.profesi itu sendiri. Norma-norma tersebut berisi petunjukpetunjuk bagaimana mereka melaksanakan profesinya. Oleh karena itu.15 - . 1. tidak saja dalam menjalankan tugas profesi. menunjukkan bahwa kode etik suatu profesi merupakan normanorma yang harus diindahkan dan diamalkan oleh setiap anggotanya dalam pelaksanaan tugas dan pergaulan hidup seharihari di masyarakat. Misalnya dengan menetapkan tarif. Tujuan Kode Etik Pada dasarnya tujuan merumuskan kode etik dalam suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi.Dari beberapa pengertian tentang kode etik di atas. tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan.perbuatan yang merugikan kesejahteraan para anggotanya. Menjunjung tinggi martabat profesi. Secara umum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut. dan larangan. Kode etik umumnya memuat larangan. sehingga siapa saja yang mengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela dan merugikan rekan seprofesi. Kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luar atau masyarakat.tarif minimum bagi honorarium anggota profesi dalam melaksanakan tugasnya. tetapi dalam pergaulan hidup sehari. Kesejahteraan mencakup lahir (atau material) maupun batin (spiritual.tanduk atau kelakuan anggotanya yang dapat mencemarkan nama baik profesi. 2.hari di dalam masyarakat.larangan untuk melakukan perbuatan. agar mereka tidak memandang rendah terhadap profesi yang bersangkutan. emosional.larangan.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. meningkatkan pengabdian anggota profesi. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggungjawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu. Kode etik mengandung peraturan yang membatasi tingkah laku yang tidak pantas dan tidak jujur bagi para anggota prof'esi dalam berinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi. Kode etik mewajibkan setiap anggotanya untuk aktif berpartisipasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi. Etika Profesi Guru . 3. Pedoman berperilaku. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.16 - . 6. 5. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Kode etik berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.kepada anggotanya untuk melaksanakan profesinya. Kode etik memuat norma norma dan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian para anggotanya. Untuk meningkatkan mutu profesi. 4.

Sanksi Pelanggaran Kode Etik Seringkali negara mencampuri urusan profesi. baik berupa aksi perdata maupun pidana. dan jika dianggap kecurangan itu serius.orang yang tidak menjadi anggota profesi. sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi. dengan demikian. tidak dapat dikena nkan Kode etik hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkan disiplin di tangan profesi tersebut. maka aturan yang mulanya sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi yang sifatnya memaksa. lazimnya dilakukan dalam suatu kongres organisasi profesi. maka dituntut di muka pengadilan. Kode Etik Guru Indoensia Etika Profesi Guru .B. sehingga hal. pedoman sikap.17 - . maka ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan secara murni dan baik. Jika setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis bergabung dalam suatu organisasi. jika semua orang yang menjalankan profesi tersebut bergabung dalam profesi yang bersangkutan. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik dapat dikenakan sanksi. D. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya. tetapi harus dilakukan oleh organisasi. akan mendapat cela dari rekanrekannya.hal yang semula hanya merupakan kode etik suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum atau undangundang. penetapan kode etik tidak boleh dilakukan secara perorangan. Pada umumnya karena kode merupakan landasan moral. sehingga orang. C.Sebagai contoh dalam hal ini jika seseorang anggota profesi bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesinya. sanksi terhadap pelanggaran kode etik adalah sanksi moral. tingkah laku. Dengan demikian. Barang siapa melanggar kode etik. dan perbuatan.

sistematik dalam suatu sistem yang utuh. Dengan demikian. Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan.Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai.nilai dan norma. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut. pertama dalam Kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973. baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam pergaulan hidup seharihari di masyarakat. dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI ke XVI tahun 1989 juga di Jakarta. Etika Profesi Guru . Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan. Seperti halnya profesi lain. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru.norma profesi guru yang tersusun dengan baik.18 - . Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh penjuru tanah air.

turut bertanggungjawab atas terwujdunya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. 1989 di Jakarta). semangat kekeluargaan. Guru memelihara hubungan seprofesi. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat di sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadap pendidikan. 5. Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan mendominasi dasar-dasar sebagai berikut: 1.KODE ETIK GURU INDONESIA Guru Indonesia menyadari.mengajar. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. dan negara. Etika Profesi Guru . 7.19 - . serta kemanusiaan pada umumnya. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Bangsa. 8. 9. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan. (Sumber: Kongres Guru ke XVI. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945. bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. 2. dan kesetiakawanan sosial. Oleh sebab itu. 3. 6. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

(3) memberikan perlindungan profesi guru. (4) Pembentukan organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai peraturan perundangundangan. meningkatkan kompetensi. O rg a n i s a s i P r o f e s i G u r u Dalam Undang. perlindungan profesi. Organisasi profesi guru mempunyai kewenangan: (1) menetapkan dan menegakkan kode etik guru. Lebih lanjut dijelaskan hal. (2) Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi. (2) memberikan bantuan hukum kepada guru. dan pengabdian kepada masyarakat.E. (1) Guru dapat membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. karier.20 - .hal sebagai berikut. (4) melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru. (3) Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. dikemukakan bahwa: "Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru". • Pasal 41 • Pasal 42 Etika Profesi Guru . kesejahteraan. dan (5) memajukan pendidikan nasional. (5) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi organisasi profesi guru dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi guru.Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. wawasan kependidikan.

bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa. dan meningkatkan mutu profesi dan mutu organisasi profesi. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Segala hal yang terkait dengan profesi guru tertuang dalam Undang. Profesional. Etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unj uk k erja yang baik dan produktif.Rangkuman Profesi. meningkatkan pengabdian anggota profesi. dan juga mengacu kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya. Penetapan kode etik tidak boleh dilakukan secara perorangan. karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu. tetapi harus dilakukan oleh organisasi yang berwenang sesuai dengan profesinya. pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau janji terbuka.Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.pola perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral. proses menjadikan seseorang sebagai profesional melalui inservice training dan atau preservice training. Profesionalisme. Etika Profesi Guru . merujuk pada derajat penampilan seseorang sebagai profesional dan p enampilan suatu pekerjaan sebagai suatuprofesi. Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma. Profesionalisasi. Tujuan suatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. merujuk pada penampilan seseorang yang sesuai dengan tuntutan yang seharusnya dan m enunjuk kepada orangnya.moral yang berlaku.norma profesi guru yang tersusun dengan baik. Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan.21 - . sistematik dalam suatu sistem yang utuh. Etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan pola .

E. Oemar. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. (1998). Jakarta : Bumi Aksara Mulyasa. E. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Mohamad. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya Supriadi. (2006). E. Psikologi Pembelajaran Pengajaran. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. (2002). (2003). Karakteristik. Bandung : Remaja Rosdakarya Mulyasa. (2007). Kurikulum Berbasis Kompetensi. (2005). Bandung : Remaja Rosdakarya Mulyasa. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Hamalik. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa Surya. Bandung : Yayasan Bhakti Winaya dan Etika Profesi Guru . (2004). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Konsep.22 - . Dedi.Kepustakaan Departemen Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful