P. 1
ptk tps rpp

ptk tps rpp

|Views: 812|Likes:
Published by Ronald Laoh

More info:

Published by: Ronald Laoh on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Rabu, 07 April 2010 PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH KODE 006 PENINGKATAN KINERJA GURU-GURU ...

DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARA N (RPP) INOVATIF MELALUI KERJA PRAKTEK DENGAN TEKNIK UMPAN BALIK BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.18 tahun 2007 tentang Sertif ikasi Guru Dalam Jabatan mewajibkan guru untuk memiliki Sertifikat Pendidik mela lui ujian Sertifikasi. Salah satu kompetensi yang dituntut adalah kompetensi ped agogik, dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan evaluasi dan analisis hasil evaluasi serta tindak lanjut. Dari puluhan guru yang berada di bawah binaan penulis tak seorangpun mampu menunjukkan dan menggunakan RPP sesuai dengan pedoman penilaian sertifikasi. Khusus di , terdapat 3 (tiga) ora ng guru yang mengikuti sertifikasi. Namun tak satupun mampu menunjukkan RPP yang sesuai dengan pedoman sertifikasi. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses P endidikan Dasar dan Menengah, merupakan acuan utama bagi guru dalam merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian serta tindak lanjutny a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 telah disahkan pada t anggal 28 Maret 2007. Namun, hingga penelitian ini dilaksanakan RPP yang ditunju kkan guru-guru umumnya masih menggunakan skenario pembelajaran konvensional. Masih dominan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centre or iented). Menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dengan didominasi oleh me tode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hampir tidak ada RPP yang menggunakan str ategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centre oriented) dengan pen dekatan diskoveri inkuiri. Tidak tampak adanya proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi oleh siswa. Pembuatan RPP adalah sangat urgen, menurut Hamzah B. Uno (2006:4) : Perbaikan ku alitas pembelajaran haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran. Peren canaan Pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pem belajaran. B. Identifikasi masalah Beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab terjadinya hal itu antara lain : 1) Kurangnya tuntutan supervisor (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah), karena m asih memperkenankan penggunaan RPP buatan ......., dengan anggapan bahwa karya b ersama dan dalam tingkat yang lebih tinggi pasti lebih baik. Walau dalam kenyata an tidak selalu sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. 2) Selama ini guru-guru terlena, karena telah ada RPP buatan Tim ....... Kabupat en. Walau RPP itu hanya ditunjukkan kepada pengawas sebagai bukti fisik. Namun, pelaksanaan di depan kelas berbeda dengan skenario yang tertulis dalam RPP terse but. Dengan demikian, ada dua faktor yang perlu mendapat perhatian yaitu : 1) Komitmen guru. Sebagian besar guru terlena, hanya menggunakan RPP buatan ....... dengan anggapa n bahwa karya bersama dalam tingkat yang lebih tinggi pasti lebih baik. RPP itup un hanya sebagai bukti pisik saat ada supervisi. 2) Kemampuan guru. Akibat terlena, maka sebagian besar guru-guru tidak memiliki pengalaman belajar dalam menyusun RPP. Tidak adanya pengalaman belajar, menyebabkan guru tidak memi liki ketrampilan menyusun RPP. Pentingnya pengalaman belajar dalam meningkatkan ketrampilan guru menyusun RPP,

dapat dikaji dari pendapat beberapa ahli berikut ini. Kajian itu diharapkan dapa t mengarahkan jalan pikiran menuju pemecahan masalah yaitu : ? Peter Sheal : Menurut Peter Sheal (dalam Depdiknas 2003 : 7), pengalaman belajar paling optima l akan terjadi jika kegiatan pembelajaran sampai pada tingkat melakukan dan meng atakan (dalam hal ini kerja praktek dan presentasi hasil kerja).

Kerucut Pengalaman Belajar Peter Sheal ? J. Peaget : J. Peaget (dalam Ahmad Rohani, 2004:7) mengatakan : Seseorang berpikir sepanjang berbuat. Tanpa berbuat seseorang tidak akan berpikir. Agar ia berpikir sendiri (aktif) maka ia harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri. ? Konsep learning by doing : Banyak cara untuk belajar, diantaranya belajar melalui bekerja (learning by doin g) yang telah sangat populer dalam dunia pendidikan. ? Kata-kata mutiara kuno : Kata-kata mutiara kuno yang sangat terkenal saya mendengar maka saya lupa, saya m elihat maka saya ingat, saya mengerjakan maka saya mengerti , masih sangat releva n hingga saat ini. Maka Kerja Praktek adalah pilihan strategi yang diharapkan mampu mengatasi masalah rendahnya komitmen dan kemampuan guru-guru menyusun RPP. Teknik Umpan Balik terha dap hasil kerja para guru diharapkan dapat memberikan penguatan dan arah untuk m elakukan penyempurnaan RPP. Untuk memenuhi tuntutan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 yang mengubah paradigma proses pendidikan dari pengajaran menjadi pembelajaran d an mengubah strategi ekspositori menjadi diskoveri inkuiri, diperlukan model RPP baru yang selanjutnya dalam penelitian ini disebut RPP INOVATIF . Alasan khusus bahwa penelitian ini dilakukan di ........... karena sekolah terse but adalah sekolah binaan penulis. Lain dari pada itu profil ........... sekolah yang memiliki beberapa keterbatasan dalam standar pendidik, yaitu sebanyak 31 % guru-guru ...........adalah guru non PNS. C. Rumusan Masalah dan Langkah-langkah Pemecahan Masalah Masalah-masalah pokok dalam penelitian ini adalah : 1). Apakah Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik dapat meningkatkan komitmen g uru-guru ...........menyusun RPP Inovatif ? 2). Apakah Kerja Praktek dengan Teknik Umpan Balik dapat meningkatkan kemampuan guru-guru ...........menyusun RPP Inovatif? Langkah-langkah dan urutan pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah :

D. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Peningkatan komitmen guru-guru ...........menyusun RPP Inovatif dalam kegiat an Kerja Praktek dengan teknik Umpan Balik. 2). Peningkatan kemampuan guru-guru ...........menyusun RPP Inovatif dalam kegia tan Kerja Praktek dengan teknik Umpan Balik. E. Manfaat Penelitian 1). Sebagai contoh (model) pola pembinaan guru yang efektif dan efisien Pola-pola pembinaan guru selama ini menggunakan pola ekspos fakto. Dengan strete gi kerja praktek, pembinaan akan lebih efektif karena peserta didik diberi kesem patan melaksanakan praktek dan presentasi untuk mendapatkan pengalaman belajar d an ketrampilan. Pola kerja praktek juga sangat efisien karena tidak menggunakan waktu khusus, dapat dilakukan guru kapan dan dimana saja. 2). Peningkatan Kompetensi Pengawas. Salah satu kompetensi Pengawas Satuan Pendidikan dalam Peraturan Menteri Pendidi kan Nasional No.12 tahun 2007 adalah kompetensi Supervisi Akademik. Salah satu s ub kompetensi adalah membimbing guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelaja ran (RPP) , maka penelitian ini sangat bermanfaat dalam menciptakan model RPP yan g memenuhi Permendiknas No.41 tahun 2007. 3). Peningkatan Kompetensi Pedagogik Pendidik . RPP Inovatif, adalah RPP yang memenuhi tuntutan Permendiknas No.41 tahun 2007. G uru-guru ...

........, kemampuan menyusun RPP Inovatif, meningkatkan kompetensi pedagogik dal am penilaian sertifikasi, juga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.

ptk 2 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan proses belajar mengajar merupakan hal yang terpenting dalam kela ncaran suatu KBM, oleh karenanya dalam proses belajar mengajar ini lebih memperh atikan segala persiapan yang harus di persiapkan demi kelancaran poroses belajar mengajar itu, maka segala persiapan belajar itu harus di tata dengan rapi dan b enar, oleh sebab itu dalam proses pembelajaran harus diadakanya kontroling dari kepala sekolah agar, tercipta pembelajaran yang mengena kepada sasaran . Sekolah dasar cimanuk 2 berdiri pada tahun 1977 yang mana berlokasi di kampung c imanuk desa cimanuk kecamatan cimanuk, dimana terletak persis dipinggir jalan me lalui objek pariwisata cikoromoy. Pendirian sekolah dasar ini telah mendorong se mua pihak dalam menciptakan generasi yang lebih baik. Oleh karena itu setiap lan gkah dan tindakan yang di lakukan itu sesuai dengan apa yang telah direncanakan

sebelumnya, yaitu menciptakan manusia yang unggul dan bermartabat, oleh karenany a dalam menciptakan manusia yang unggul dan bermartabat perlu adanya rencana yan g matang dari semua pihak, kususnya para pendidik di lingkungan sekolah. Namun persiapan yang matang itu belumlah matang sepenuhnya karena adanya kendala kendala yang belum terselesaikan diantaranya sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai, selain itu kesadaran masyarakat sekitar minim akan pentingnya pen didikan bagi anak. Di samping itu pula tenaga pendidik yang ada sangatlah kurang, sehingga menghamb at proses belajar mengajar khususnya persiapan mengajar yang serba apa adanya ka rena kekurangan sarana dan prasarana yang tidak cukup memadai tersebut. Oleh karena itu peneliti mencoba melakukan penelitian terhadap permasalahan yang ada yang peneliti beri judul upaya meningkatkan mutu kinerja guru di bidang admi nistrasi kelas melalui supervisi kelas semoga dengan dilakukannya penelitian ini dapat merubah kinerja guru kearah yang lebih maju lagi, sehingga berpengaruh pad a keberhasilan proses belajar mengajar ke arah yang lebih baik, sehingga berdamp ak pada pemahaman masyarakat, kususnya masyakarat sekitar Sekolah Dasar Negeri C imanuk 2. Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan mengingat pentingnya mutu kerja guru a gar dapat meningkatkan kualitas guru kearah yang lebih baik lagi sehingga berdam pak pada perubahan yang nyata. B. Identifikasi masalah Dari latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasikan bahwa : 1. masih rendahnya kinerja guru dalam mempersiapkan administrasi kelas 2. tidak memadai adanya sarana dan prasarana yang cukup untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar guru. 3. masih lemahnya kesadaran guru dalam memotivasi kenerjanya C. Pembatasan masalah Dalam penelitian ini, masalah masalah yang telah teridentifkasi sebagaimana ters ebut diatas, maka penelitian ini di batasi pada masih rendahnya mutu kerja guru dalam mepersiapkan administrasi kelas

D. Rumusan masalah Berdasarlan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah diuraikan diatas, m aka masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut; 1. Bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam memotivasi kenerja guru agar lebih baik dalam mempersiapkan administrasi kelas? 2. Bagaimana supervisi kelas di laksanakan dan diawasi oleh supervisor/kepala se kolah yang hubungannya dengan kinerja guru? 3. Apakah manfaat yang diperoleh dari supervisi itu? 4. Kegiatan apa saja supervisor yang telah dilakukan disekolah? 5. Manfaat apa saja hasil supervisi itu? E. Tujuan penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk ; 1. Meningkatkan mutu kinerja kearah yang lebih baik; 2. Mengetahui supervisi yang dilaksanakan dan di awasi oleh supervisior sesuai d engan kinerja guru. 3. Mengetahui manfaat yang diperoleh dari supervisi 4. Mengetahui kegiatan supervisior yang dilakukan di sekolah 5. Mengetahui manfaat supervisi F. Manfaat penelitian

Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kepala sekolah khusunya guru agar dapat meningkatkan kinerja dalam pembuata n administrasi kelas melalui supervisi kelas. di mana setiap orang kenal tempat terebut. sedang kan menurut para ahli bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi de ngan ability. Sebagian guru dianggap mutunya rendah. ada pulan yang mengatakan bahwa kinerja merupa kan pengindonesian kata performance. rendahnya mutu sekolah di pandang mempunyai kaitan langsung dengan rendah nya mutu guru.Belum ta ntu dengan adanya sarana dan administrasi yang begitu memadai dapat meningkatkan mutu sekolah.negara lain.di Indonesia bahkan masih banyak sekolah yang kebutuhan minimal sarana pendidikan saja juga belim terpenuhi. Pengantar Sekolah dasar cimanuk 2 merupakan sekolah dasar yang terletak di sebuah perkampungan yang padat penduduk yaitu terletak kampung cimanuk. penduduk sekitar sudah mempercayai bahwa lulusan sekolah dasar n egeri cimanuk 2 mampu bersaing di tingkat sekolah yang lebih tinggi. serta kualifikasi guru yang sudah bersertifikat guru profesional di seko lah dasar negeri cimanuk 2. hal ini dapat disebabk an kurangnya sarana dan fasilitas pendidikan. 1) Pengertian kinerja guru Pengertin kinerja guru secara harfiah. hal ini ter bukti dengan banyaknya lulusan yang menorehkan prestasinya di sekolah dasar yang kemudian berlanjut ke sekolah yang lebih tinggi baik yang masuk ke suasta maupu n sekolah tinggi negeri. apalagi masih banyak sekolah yang sarana pendidikannya saja belum terpenuhi. namun dari sekian banyak kualifikasi guru yang sudah bersertifikat sebagai guru profesional masih banyak kendala-kendala yang konfle k yang semakin hari semakin bertambah. jadi yang dimaksud dengan kinerja guru disinii adalah bagaimana ke mampuan dan motivasi yang ada dalam diri guru guna melakukan kegiatan pembelajar an di sekolah. melakukan sebuah p enelitian. dan jala n menuju ke tempat pariwisata tersebut melalui sekolah dasar negeri cimanuk 2. kinerja performasi kerja ada pula yang me ngartikan sebagai prestasi kerja. dengan demikian kinerja guru mempunyai erat dengan produktifitas yang dihasilkan dalam porses pembelajaran merupakan indikator kinerja seorang gu ru. Sarana dan fasilitas dapat menunjang . d ari tahun ke tahun jumlah murid yang masuk kesekolah dasar negeri cimanuk sangat banyak karena. Sesungguhnya mutu sekolah bukan saja masalah yang dihadapi oleh negara-negara berkembang. Dengan kata lain.Orang tua melihat suatu sekolah terutama dilihat dari mutu gurunya . Jumlah murid pada sekolah dasar negeri cimanuk 2 dari tahun ke tahun semakin men ingkat. untuk itulah peneliti. Hingga saat ini Indonesia masih merupakan negara yang ren dah tinhkat pendidikannya disbanding negara. Benarkah demikian? Masalah rendahnya mutu sekolah di Indonesia ini sudah sangat sering dikeluhkan masyarakat. Peningkatan kesejahteraan (gaji) guru lebih mampu meningkatkan mu tu dari pada melalui penyadiaan sarana. yang mana penelitian ini melibatkan semua aspek yang ada terutama kin erja guru dalam pengadministrasian kelas yang melalui supervisi kelas. La ntas masalah apa sajakah yang sebenarnya dihadapi oleh negara-negara berkembang? Apakah mutu guru yang rendah termasuk salah satu masalah yang dihadapi? Apakah penyebab mutu guru itu rendah? Sarana dan fasilitas pendidikan merupakan masalah bagi negara-negara berkembang terutama di Indonesia. yang mana letak nya sangat strategis untuk di jangkau dari berbagai arah tujuan. Bab II Kajian Pustaka A. Dan terletak di jalan pariwisata cikoromoy.hal ini pera nan guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan. Yang pada akhirnya dapat meningkat kan kualitas kerja guru yang lebih bermutu kedepannya. yang artinya yang bearti daya kerja. sebab mutu guru yang rendah menyebabkan mutu sekolah yang rendah pula.

Kese jahteraan meliputi aspek material dan nonmaterial. Hal ini merupakan s alah satu alasan kurang optimalnya kinerja guru dalam memberikan suatu pengajara n. Disamping itu ternyata mutu guru jugu menjadi salah satu unsur yan g menentukan munculnya generasi muda yang berprestasi. Ketika banyak kebutuhan y ang harus dipenuhi maka anggaran sebesar itu akan dianggap sebagai suatu kesia-s iaan belaka. Barangkali anggapan-anggapan yang kurang m enguntungkan bagi pendidikan guru seperti diatas yang menyebabkan calon guru kur ang memiliki motivasi yang kuat. Selam a ini banyak guru yang mengeluhkan gaji yang terlalu rendah. Satu hal yang luput ketika membicarakan mutu guru adalah kualitas y ang dimiliki. ketika semua pihak berusaha memajukan pendidikan. gaji gu ru justru menjadi faktor penghambat utama kemajuan tersebut. Dinegara-negara lain yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Jik a gaji guru meningkat maka akan meningkatkan pula status guru. Adapun yang ter masuk kesejahteraan material adalah gaji. sebab dala m masyarakat yang cenderung melihat kemampuan ekonomi sebagai ukuran status sosi al status guru diamggap kurang baik karena pendapatannya rendah. akibatnya secara r iil daya beli para guru umumnya tidak banyak meningkat. Aspek material khususnya gaji yang harus secara jujur diakui masih sangat minim. suasana kerja yang sejuk dan perlundungan hukum. Belajar dari negara-negara yang tinggi tingkat p endidikannya itulah disediakan sekitar seperempat lebih anggaran untuk sektor pe ndidikan dan dari jumlah itu sebagian besar adalah untuk kesejahteraan guru. tunjangan dan insentif lainnya. sebagian yang dididik sebagai calon guru sekarang sebenarnya t idak ingin menjadi guru oleh karena mereka tahu bahwa profesi guru tidak memberi . Dengan adanya sarana yang memadai belum tentu dapat meningkatkan mutu sekolah tanpa adanya mu tu guru yang tinggi. akibatnya mutu pendidikan akan terus merosot pula. Menaikkan pandangan terhadap profesi guru a mat terkait dengan kemampuan keuangan pemerintah. Menyoal adalah mempermasalahkan tentang suatu hal.semangat belajar siswa apalagi dizaman yang modern saat ini. Suatu ironi memang. Adanya kesempatan untuk menjadi guru yang sempit karena lem baga-lembaga pendidikan justru lebih mengangkat lulusan fakultas murni lantaran kemampuannya dianggap lebih menyebabkan kualitas dan kuantitas yang masuk lembag a pendidikaan guru juga merosot. mengajarkan bahwa prestasi kerja merupakan fungsi dari i mbalan. Apabila dilihat dari seg i pelaku persoalan mendasar dari mutu pendidikan adalah kesejahteraan guru. Alokasi anggaran se besar 20% pun bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Dalam ke butuhan minimal sarana dan fasilitas pendidikan yang relatif terpenuhi nampak ba hwa investasi biaya pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru lebih mamp u meningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana. sehingga mampu me narik calon-calon guru yang berkualitas. Kenaikan gaji cenderung hanya upaya mengimbangi laju inflasi. Dapat dipastikan apabila sarana dan fasilitas pendidikan yang me madai akan menciptakan generasi yang lebih berpotensi dan lebih tinggi tingkat p endidikannya. karena dengan peningkatan kesejahteraan guru lebih mampu me ningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana. Lembaga pendidikan guru bukanlah idola calon mahasiswa atau orangtua. Guru merupakan salah sa tu unsur yang dianggap sangat menentukan tinggi rendahnya mutu sekolah. sehingga dapat dika takan bahwa dengan adanya sarana dan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan m utu pendidikan. misal Malaysia. Dalam konteks ini yang diperm asalahkan adalah guru dan mutu yang seharusnya dimiliki. Konsekuensinya mutu lulusan atau calon guru yan g dihasilkan merosot pula. Ketika kurangnya gaji begitu dipermasalahkan maka kualitas yang se suai untuk mendapatkan gaji kurang diperhatikan. Makin tinggi imbalan maka makin tinggi kesungguhan. Karena itu jabata n guru tidak menarik minat banyak orang dan jiga tidak menarik bagi para putra-p utri terbaik bangsa. Nonmaterial misalnya kemudaha n naik pangkat. Walaupun secara langsung tidak berpengaruh terhadap kualitas guru. Me lihat kondisi pendidikan saat ini tidak banyak yang dilakukan dalam usaha menari k minat calon bermutu memasuki lembaga pendidikan guru selama faktor status guru tidak dapat diubah atau diperbaiki. tetapi gaji guru dan mutu pendidikan memang tidak terpisahkan. komitmen dan prodikt ivitas karja serta makin kecil kemungkinan adanya indisipliner (tindakan tidak t aat dengan peraturan yang ada). Mengingat pada waktu ini sekol ah terutama dikelola oleh pemerintah. Dapat dikatakan tinggi re ndahnya mutu sekolah juga dilihat dari tinggi rendahnya mutu guru. Lebih parah lagi.

kekuasaan yang cukup. Hal demikian berakibat pada penguasaan dan penyampaian materi tidak dapat berlangsung secara optimal. Apakah sudah menjadi s eorang guru yang profesional ataukah hanya bekerja demi uang. sehinga kinerja guru akan lebih optimal. Ini dapat dilihat dari ketersediaan sarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pola pikir seperti inilah yang harus mulai dirombak unt uk mengembangkan pendidikan kita saat ini. Guru tidak dianggap sebagai suatu profesi mulia yang akan mendidik generasi penerus bangsa. Meman g tidak semua kebutuhan harus terpenuhi. sebab walaupun tugas guru itu mulia namun tidak memberi keuntungan mater i. Ren dahnya kompetensi guru ini disebabkan oleh kompleksitas kondisi yang mengeliling i guru. sehing ga mutu sekolah sulit ditingkatkan. Semua itu tergatung dengan kemampuan da n kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Namun. benarkah hal itu yang terjadi. Ketika guru hanya mementingkan duit maka profes i guru hanya dianggap suatu pekerjaan untuk menopang hidup. atau pengaruh yang luas. sarana dan prasarana yang disediakan o leh suatu lembaga penyelenggara pendidikan baik termasuk sekolah negeri dan swas ta tampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Dari penelitian tindakan sekolah ini peneliti menyimpulkan beberapa hal yang men gakibatkan masih rendahnya mutu guru diantaranya: rendahnya kompetensi guru. Oleh karena itu samp ai saat ini profesi guru dirasa sebagai kerja paksa artinya terpaksa jadi guru k arena bidang lain tidak bisa menampungnya. Salah satunya dengan mengadakan penelitian. Dimasyarakat yang lebih mementingkan pada p emenuhan kebutuhan materi kedudukan atau pekerjaan guru kurang memperoleh nilai tinggi. Sebalikn ya. Disitulah titik kelemahan pendidikan di Indonesia. ketersediaan sarana dan p rasarana tiap-tiap sekolah tidak dapat disamaratakan. Apakah guru saat i ni bekerja dengan menggunakan prinsip do it atau hanya berorientasi pada duit. Saat ini sekolah-sekolah yang ada m asih kurang memperhatikan kelayakan sarana dan prasarana yang dimilikinya. Namun. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini memang sudah bany ak kebijakan dan strategi untuk memperbaiki mutu sekolah namun hasilnya belum op timal.kan kesempatan kepaada mereka untuk menjadi pemimpin. Rata-rata guru hanya mengandalkan gaji yang diterima seba gai sumber pengahasilan. Ha l ini diperlukan agar aktifitas belajar mengajar dapat berjalan sesuai harapan.Masyarakat mengeluh anak-an aknya diajar oleh guru yang kurang bermutu disisi lain dikhawatirkan semakin mer osotnya minat calon mahasiswa yang ingin menjadi guru. dengan do it maka guru akan memuliakan profesinya sebagai seorang pendidik d an pengajar. tetapi kerja paksa juga dapat diartik an kerja keras tetapi gajinya kecil. Ketika kualitas guru yang ada baik. Sebaliknya. Hal inila h yang seharusnya mulai disikapi oleh kalangan pendidikan sendiri. di sekolah tidak ada guru lulusan bidang studi tertentu dan demi pemerataan jam mengajar. Rendahnya gaji guru saat ini sering disebut sebagai faktor utama penyebab turunn ya mutu pendidikan. Oleh sebab itu. memperoleh harta kekayaan yang banyak. ada sekolah yang memiliki sa rana dan prasarana yang cukup memadai namun guru yang bersangkutan tidak memanfa atkannya. Berdasarkan kondisi tersebut maka agaknya repot bagi pendidikan guru untuk me nangkis serangan atau kritik tentang mutu lulusannya. Di Indonesia masih san gat sedikit guru yang dengan inisiatif sendiri melakuakan penelitian yang berkai tan dengan profesinya. sarana dan prasa rana yang ada di sekolah tidak memadai. maka sistem penggajian guru secepatnya diperbaiki . Entah karena tidak mau atau karena tidak memiliki kemampuan. Adapun kondisi yang dimaksud adalah : a) masih banyak guru mengajar bukan pada bidang tugasnya. Selain faktor individu dan pendidikannya. Banyak hal selain mengajar yang dapat dilakukan guru untuk mendapat sumber dana. Saat kita harus berbicara tenta ng kualitas pengajar maka sarana dan prasarana menjadi hal yang memegang peranan yang sangat penting. Oleh sebab itu jika Indonesia benar-benar in gin meningkatkan mutu sekolah. Alasannya pun sangat bervariasi yakni. Keluhan masyarakat dan ke khawatiran tersebut pada akhirnya dialamatkan kepada pemerintah juga. I tu yang harus kita perrtanyakan. untuk pendukung keg iatan belajar-mengajar yang bersifat dasar hendaknya tersedia dengan memadai. Saat ini kita juga har us mulai mempertanyakan kualitas guru secara keseluruhan. Memang merupakan suatu dilema dan sangat ironis. . Jadi sejauh gaji guru masih relatife rendah tampaknya tidak mudah meningk atkan mutu pendidikan.

Proses pembelajaran peserta didik mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu prose s dan hasil pembelajaran. sehingga sesua i dengan supervisi kelas b) supervisi kelas 1) Pengertian Dan Sasaran Supervisi Kelas Dalam organisasi pendidikan (dalam hal ini sistem sekolah). wawasan kependidikannya picik. Karena itu. cakrawala pan dang wawasan kependidikan yang dapat diakses melalui internet tak dapat tercapai oleh karena belum mengenal internet d) Motivasi kerja guru yang rendah. serta kondi si lingkungan sosial dan fisik sekolah. peserta didik. membaca untuk mena mbah pengetahuan yang berkaitan dengan materi pelajaran dari berbagai referensi ataupun membaca rang berkaitan dengan wawasan kependidikan belum banyak dilakuka n oleh sebagian besar guru. antara lain: (1) Kemampuan merencanakan kegi atan pembelajaran. khususnya profesi mengajar. sehingga mereka lebih mampu dalam melaksanakan tugas pokokn ya. silabus. Padahal membaca mempunvai kontribusi yang sangat bes ar bagi pengembangan profesi guru. keefektifan supervisi kelas indikatornya adalah peningkatan hasil belajar peserta didik. supervisi kelas menaruh perhatian utama pada u paya-upaya yang bersifat memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk berkembang secara profesional. istilah supervisi su dah lama dikenal dan dibicarakan.b) Guru tidak konsen pada tugasnya. Proses pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor. Guru masih mencari uang melalui pekerjaan la in. Hal ini disebabkan gaji yang diterima tidak mencukupi untuk menopang kebutuh an hidupnya. (3) Kemampu an menilai proses dan hasil pembelajaran. (2) Kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. keterampila n mengajar kurang optimal. Dengan demikian fungs i supervisi kelas adalah salah satu mekanisme untuk meningkatkan kemampuan profe sional guru dalam upaya mewujudkan proses belajar peserta didik yang lebih baik melalui cara mengajar yang lebih baik pula. Sasaran supervisi kelas adalah: a. Motivasi kerja yang rendah ini dapat disimak melalui sikapnya dalam mempersiapkan RPP. Hal lain sebagai indikator motivasi kerja rendah adalah belum terciptanya budaya membaca bagi kalangan guru. Dalam analisis terakhir. bukan pekerjaan yang berkaitan dengan persiapan proses pembelajaran. supervisi kelas adalah keg iatan yang berurusan dengan perbaikan dan peningkatan proses dan hasil pembelaja ran di sekolah. Karena itu. yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan prestasi akademik. Artinya. Istilah supervisi kelas mengacu kepada misi utam a pembelajaran. Dalam konteks profesi pendidikan. perangkat penilaian dan pera ngkat pembelajaran lainnya.(4) Kemampuan memanfaatkan hasil penila ian bagi peningkatan layanan pembelajaran. maka melalui supervisi atau perbaikan kearah yang lebih baik lagi untuk menuju k inerja guru dalam pengadministrasian kearah yang lebih baik lagi. mutu pembelajaran merupakan refleksi dari kemampuan profesional guru. Menjadikan kepala sekolah dan guru sebagai professional learners. se perti: guru. serta mengena pada ap a yang menjadi tujuan utama dalam kinerja guru sebagai pengadminitrasian kelas. c. Konsentrasi kesibukannya justru lebih tinggi untuk pekerjaan lain. Dengan kata lain. Proses pembelajaran peserta didik. Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk memiliki kemampuan manajemen sumber daya pendidikan a. b. alat dan buku-buku pelajaran. kemauan guru itu sendiri dan masyarakat sebagai ag en pemasok calon guru maupun pengguna guru. (5) Kemampuan memberikan umpan balik . Berdasarkan kondisi di atas perlu adanya gera kan serentak memperbaiki mutu guru Indonesia. c) Masih banyak guru gagap teknologi. Dalam konteks ini. yaitu melaksanakan dan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diref leksikan dalam kemampuan-kemampuan. Gerakan ini menyangkut pihak pemer intah. guru merupakan faktor yang paling dominan. Pengadaan perangkat pada umumnya hanya berupa foto k opi teman sekolah lain. Proses pembelajaran peserta didik. supervisi kelas berkepentingan dengan upaya peningkatan kemampuan profesional guru yang berdampa k terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. lembaga pencetak guru. kurikulum. Melalui penelitian ini terdapat banyak sekali kinerja guru dalam pengadministras ian yang belum terlaksana secara sempurna dan tepat waktu. tidak terampil mengoperasikan komputer.

2. (8) Kemampuan mengembangkan dan memanfaatk an alat bantu dan media pembelajaran. guru-guru memiliki kesem patan untuk berpikir dan bekerja sebagai suatu kelompok dalam mengidentifikasi d an memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari di bawah bimbingan pembina dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran. Menjadikan kepala sekolah dan guru sebagai professional learners. Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk memiliki kemampuan manajemen sumbe r daya pendidikan Kemampuan manajemen sumber daya pendidikan meliputi kemampuan dalam pengadaan. Kepala sekolah dan guru tidak hanya bekerja menunaikan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepadany a. Peningkatan mutu pendidikan melalui pembinaan profesional guru didasarkan ata s keyakinan bahwa mutu pembelajaran dapat diperbaiki dengan cara paling baik di tingkat sekolah/kelas melalui pembinaan langsung dari orang-orang yang bekerjasa ma dengan guru-guru untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Budaya ini memu ngkinkan terjadinya peluang inovasi dari bawah (bottom-up innovation) dalam pros es pembelajaran Pemberdayaan akuntabilitas profesional guru hanya akan berkembang apabila diduku ng oleh penciptaan budaya sekolah sebagai organisasi belajar. maupun gagasan inovatif akan m . (6) Kemampuan mel ayani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. (7) Kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. dan (11) Kemampuan melakukan penelitian pra ktis bagi perbaikan pembelajaran. Pembinaan yang tepat dan terus-menerus yang diberikan kepada guru-guru berkon tribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. metode. Mereka dapat dikelompokkan sebagai professional learners . (9) Kemampuan memanfaatkan sumber-sumber b elajar yang tersedia. perpustakaan. c. d. Sumber daya pendidikan seperti itu memungkinkan pes erta didik terlibat secara aktif melalui bervariasinya kegiatan pembelajaran yan g lebih kaya. dan di antara pembina sendiri. memaham i permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehari-hari. (10) Kemampuan mengembangkan interaksi pembelajaran (strat egi. Melalui wadah ini. e. c. Supervisi yang efektif dapat membantu guru-guru memperoleh arah diri. f. alat pelajaran. belajar memecahkan masala h yang dihadapi sehari-hari dengan imajinatif dan kreatif. antara guru dengan guru. di mana guru-guru merasa dihargai dan diperlukan. kepala sekolah) denga n guru-guru. Dalam suasana seperti itu. melainkan pula memiliki sikap untuk selalu meningkatkan mutu pekerjaannya. Supervisi yang efektif dapat menciptakan kondisi yang layak bagi pertumbuhan profesional guru-guru.secara tepat. Dalam situasi seperti ini ak an lahir saling kepercayaan antara para pembina (pengawas. Pengawasan terhadap penyelenggaraan proses pembelajaran (PBM) hendaknya menar uh perhatian yang utama pada peningkatan kemampuan profesional gurunya. teratur. dan terus-menerus kepada peserta didik. yang pad a gilirannya akan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. dan merawat/memelihara. khususnya menduk ung proses pembelajaran yang bermutu. da n oleh karenanya mereka terus belajar untuk mempelajari cara-cara yang paling ba ik. Istilah organisasi belajar dimaksudkan sebagai suatu organisasi di mana para anggotanya menunjukka n kepekaan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dan berupaya untuk mengatasi m asalah tersebut tanpa desakan atau perintah dari pihak luar. pemikiran dan alternatif pemecahan masalah. b. yaitu para profesional yang menciptakan budaya b elajar dan mereka mau belajar terus menyempurnakan pekerjaannya. Kondisi ini ditumbuhkan melalui kepemimpinan partisipatif . fasilitas lab oratorium. Hal ini disebabkan karena aspek y ang akan mendukung pemberdayaan akuntabilitas profesional guru adalah tersediany a sumber daya pendidikan untuk mendukung produktivitas sekolah. dan sejenisnya sangat diperlukan bagi terwujudnya prose s pembelajaran yang bermutu. p enggunaan/pemanfaatan. Supervisi yang efektif dapat melahirkan wadah kerjasama yang dapat mempertemu kan kebutuhan profesional guru-guru. Guru-guru a kan merasa bebas membicarakan pekerjaannya dengan pembina jika ada keyakinan bah wa pembina akan menghargai pikiran dan pendapatnya. Sasaran lain dari supervisi pendidikan adalah menjadikan kepala sekolah dan guru sebagai professional learners. b. Alat peraga. Prinsip-Prinsip Supervisi Kelas Supervisi kelas dilaksanakan atas dasar keyakinan sebagai berikut: a. dan teknik) yang tepat.

Seorang supervisor hendaknya dapat mem-bantu guru u ntuk melakukan cara-cara yang lebih baik dalam mengelola proses pembelajaran. Pembinaan profesional hendaknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan masingmasing guru. Hubungan antara para pengawas dengan guru-guru hendaknya didasarkan atas hubungan kerja secara profesional. 3) Fasilitator. Ol eh sebab itu. Peranan Dan Perilaku Supervisor a. yaitu . para pengawas hendaknya selalu mengikuti perkembangan masalah-masa lah dan gagasan-gagasan pendidikan dan pengajaran mutakhir. Pembinaan profesional hendaknya didasarkan pada pandangan objektif. Peranan Supervisor Pembinaan profesional dilakukan karena satu alasan. para supervisor hendaknya melakukan peranan sebagai berikut: 1) Peneliti. 4) Motivator. f. Dengan perkataan lain. b. Supervisi hendaknya dimulai dari hal-hal yang positif. Pengawas harus memiliki prakarsa untuk melakukan perba ikan. Seorang supervisor harus mengusahakan agar sumber-sumber profesi onal. dan menyediaka n rangsangan yang memungkinkan usaha-usaha pembaruan dapat dilaksanakan dengan s ebaik-baiknya. Pembinaan profesional harus dilaksanakan terus-menerus dan berkesinambungan.uncul dari bawah dalam upaya menyempurnakan proses pembelajaran tanpa menunggu i nstruksi atau petunjuk dari atas. Para supervisor jangan merasa puas dengan cara-cara dan hasil yang sudah dicapai. supervisor juga perlu memperh atikan dan berpedoman pada prinsip-prinsip supervisi. dan g. agar guru pun melakukan hal serupa. Pembinaan profesional hendaknya dilaksanakan atas dasar rasa kekeluargaan. e. baik materi seperti buku dan alat pelajaran maupun sumber manusia yaitu na rasumber mudah diperoleh guru-guru. Pembinaan profesional hendaknya mendorong pengembangan inisitif dan kreativitas guru-guru. bekerjasama dengan guru (individu atau kelompok) untuk mew ujudkan perubahan yang dikehendaki. 2). Dengan demikian. Guru-guru didoron g untuk mempraktikkan gagasan-gagasan baru yang dianggap baik bagi penyempurnaan proses pembelajaran. kebersamaan. Ia tidak boleh membiarkan guru mengala . Seorang supervisor dituntut untuk mengenal dan memahami masalah-mas alah pengajaran. Kegi atan tersebut selain memperhatikan konsep/teori di atas sebagai landasan dan key akinan dalam melaksanakan tugas dan fungsionalnya. dan keteladanan. sehingga ia memilik i kesempatan untuk saling tukar informasi tentang masalah-masalah pendidikan dan pengajaran yang relevan. merangsang lahirnya ide baru. dan h. keterbukaan. hendaknya supervisor dapat menyediakan kemudahan-kemudahan bagi guru dalam melaksanakan tugas profesi onalnya. Karena itu ia perlu mengidentifikasi masalah-masalah pengajaran dan mempelajari faktor-faktor atau sebab-sebab yang mempengaruhinya. yaitu memberdayakan akuntabi litas profesional guru yang pada gilirannya meningkatkan mutu proses dan hasil p embelajaran. a. d. Kegiatan supervisi kelas diwujudkan oleh para supervisor dalam bentuk sikap dan tindakan yang dilakukan dalam interaksi antara supervisor dengan guru-guru. Supervisi yang efektif hendaknya mampu membangun kondisi yang memungkinkan gu ru-guru dapat menunaikan pekerjaanya secara profesional. c. Ia dituntut untuk ba nyak membaca dan menghadiri pertemuan-pertemuan profesional. supervisi yang efektif dapat merangsang kreativitas guru untuk memunculkan gagasan perubahan dan pembaruan ya ng ditujukan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 2) Konsultan atau Penasihat. 5) Pelopor Pembaharuan. g. Untuk maksud tersebut. ketersediaan sumber day a pendidikan yang diperlukan memberi peluang kepada guru untuk mengembangkan pro ses pembelajaran yang lebih baik. Pembinaan profesional hendaknya didasarkan atas hubungan manusiawi yang sehat. Seorang supervisor hendaknya membangkitkan dan memelihara kegairah an kerja guru untuk mencapai prestasi kerja yang semakin baik. yaitu gagasan-gagasan baru mengenai teori dan praktik pengajaran.

a lternatif pemecahan yang terbaik memiliki nilai tambah yang paling besar bagi pe ningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. (7) Memberi kesempatan untuk memahami. Tahap Perencanaan Pada tahap perencanaan supervisor harus menyiapkan dan menentukan metode serta p endekatan yang akan digunakan dalam kegiatan supervisi. kreativitas. yaitu: (1) Tahap Perencanaan. untuk itu para supervisor har us menyusun program latihan dan pengembangan dengan cara merencanakan pertemuan atau pena-taran sesuai dengan kebutuhan setempat. Perilaku Supervisor Perilaku supervisor tergantung pada pemahamannya mengenai tujuan pembinaan profe sional. Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Dalam melaksanakan proses supervisi pengajaran. (5) Mempercayai Anda. (5) memupuk kepercayaan diri. analisis laporan d aya serap. (10) Menyampaikan hasil kerja A nda. selanjutnya perlu dika ji lebih lanjut dengan maksud untuk memahami esensi masalah yang sesungguhnya da n faktor-faktor penyebabnya. b. seperti fasilitas dan k endala-kendala yang mungkin dihadapi. Secara rinci ciri supervisor yang baik adalah (1) Baik hati. c. (8) Membantu Anda. karena mengajar adalah pekerjaan dinamis. terdapat empat tahap kegiatan ya ng memerlukan kriteria serta teknik tertentu. (2) mengerti atau memahami. (3) Mendengarkan Anda. supervisor menanyakan pe ngalaman penampilan masa lalu untuk melihat segi-segi atau sub-keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. (9) Mendengar dan memperhatikan pendapat Anda. dalam arti lebih banyak faktorfaktor pendukungnya dibandingkan dengan kendala yang dihadapi. dan pertumbuha n diri secara profesional. setiap alternatif pemecahan dipelajari kemungkinan keterlaksanaannnya dengan ca ra mempertimbangkan faktor-faktor peluang yang dimiliki. maka supervisor menyiapkan dan menyusun format program supervisi y ang digunakan untuk mengarahkan kegiatan supervisi yang akan dilaksanakan. misalnya melakukan observasi kelas. Guruguru perlu dibantu untuk menguasai kecakapan baru. mendorong bagi pengembangan inisiatif. (11) Tidak gampang menyerah. menyelenggarakan rapat sekolah. (6) Men jaga kepercayaan diri. (3) jika ada. (15) Memaafkan 3. Merumuskan cara-cara pemecahan masalah Dalam proses pengkajian terhadap berbagai cara pemecahan yang mungkin dilakukan. Untuk menyusun program seperti itu. (3) membantu dan membimbing. tingkat kualitas perilaku pembinaan berwujud: (1) mempe rhatikan. agar dapat berjalan lancar. Supervisor diharapkan memiliki perilaku pembinaan profesionalnya pada tingkat te rtinggi. Menganalisis Masalah Masalah-masalah profesional yang berhasil diidentifikasi.. Program supervisi yang baik disusun secara realistis yang dikembangkan berdasark an kebutuhan setempat di sekolah itu atau di wilayah itu. (13) Menggang gap mitra. dan (4) berdasarkan pertemuan awal dengan g uru tersebut.mi kejenuhan dalam pekerjaannya. Jika dianalisis. SPKG/PKG. (2) menentukan bersama segi apa yang harus diamati selama pelajaran berlangsun g dan bagaimana mencatat hasil observasi. wawancara informal atau pertem uan pribadi dengan guru. Alternatif pemecahan masalah yang terbaik adalah alternatif yang paling mungkin dilakukan. (12) Membuat Anda merasa pintar. (3) Tahap Pelaporan dan (4)Tahap Tindak Lanjut. Mengidentifikasi Masalah Proses Pembelajaran Mengidentifikasi masalah-masalah proses pembelajaran yang dihadapi guru sehari-h ari yang ada di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. selanjutnya masalah-masalah tersebut diklasifikasi dengan maksud untuk menemukan masalah yang mana yang dihadapi oleh kebanyakan gu ru di sekolah atau di wilayah itu. dan cara lain yang dapat dilakukan sesuai dengan kreativitas para pem bina sendiri. Di samping itu. Beberapa kriteria dan teknik perencanaan supervisi antara lain: (1) mengadakan p ertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. (2)Murah h ati. Supervisi sebagai pembinaan pr ofesional guru diwujudkan dalam perilaku para supervisor sebagai pembina. dan (6) memupuk. . (2) Tahap Pelaksanaan. (4) memupuk e valuasi diri bagi perbaikan dan pengem-bangan. b. (4) Menyemangati Anda. (14) Menyatakan kebenaran. tidak mengancam dan menakuti . menghadiri pertemuan MGBS. 1.

Pentahapan Penelitian Tindakan Berangkat dari keinginan peneliti sebagai kepala sekolah. akan tetapi yang lebih penting adalah pelak sanaannya di kelas. dan waktu waktu luang sepert i istirahat. Subjek penelitian Ada pun yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru sebagai administator kela s dan tindakan kelas. serta melibatkan supervisior sebagai peneliti. Bab III Metode Penelitian A. Dan penelitian ini memakan waktu kurang lebih satu bulan. C. Hasil pemecahan m asalah bukan sekedar untuk dipahami. Hal ini sangat penting. Usulan dan inovasi yang diharapkan Adapun usulan dari peneliti terhadap kenyataan yang ada pada sekolah dasar neger i cimanuk 2 mekalui penelitian tindakan sekolah ini yaitu : 1. karena upaya perbaikan atau pembahar uan pengajaran apapun tidak akan mempunyai dampak terhadap peningkatan proses da n hasil belajar mengajar apabila tidak dipraktikkan di kelas. kearah yang lebih baik dalam mengupayakan mutu kinerja guru dalam pengadminitrasian kelas melalui supe rvisi kelas. maka di lakukan penelitian tindakan sekolah ini. Perlu adanya pembinaan guru dalam pengadminitrasian kelas 2. e. Evaluasi dan Tindak lanjut Evaluasi dalam supervisi adalah proses pengumpulan informasi yang diperlukan unt uk selanjutnya digunakan bagi upaya perbaikan pengajaran lebih lanjut.d. Perlu adanya kualifikasi guru yang berprofesional bukan hanya sekedar sertifi kat guru profesional saja. yang pen eliti tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan yang peneliti rangkai menjadi sebuah karya tulis sebagai acuan demi melakukan perubahan. . khususnya ca ra kinerja guru dalam pengadministrasian kelas melalui supervisi kelas. Yaitu dengan cara : Pengumpulan data yaitu data yang sesuai dengan keadaan di lapangan. Bahan-bah an yang diperoleh tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk menyusun kegiatan tind ak lanjut yang sekaligus menjadi masukan penyusunan program pembinaan selanjutny a B. Lokasi dan waktu penelitian Lokasi penelitian ini berlokasi di sekolah dasar negeri cimanuk 2 yang mana pene litian ini pada waktu proses belajar mengajar guru. Implementasi Pemecahan masalah Saat yang paling kritis dalam setiap upaya perbaikan pengajaran adalah apakah gu ru-guru mempraktikkan gagasan yang telah dipahaminya di kelas. B.

Kinerja guru dalam pembuatan RPP dan administrasi lainya tidak tepat waktu 2. Kemampuan guru yang mampu mengadministrasikan segala bentuk tugas sekolah ter utama pengadminitrasian kearah yang baik ptk 3 « ToT CALON INSTRUKTUR KKG TAHUN 2009 PRIHATIN DENGAN SALAH SATU SEKOLAH DI KAB. kompetensi evaluasi pendidikan dan kompetensi penelitian pengembanga n. Kurangnya kemampuan guru dalam pengadministrasian kelas sehingga menghambat p ada kinerjanya 1. kompetensi supervise manajerial. kompetensi supervis e akademik. Kurangnya kemampuan guru dalam pengadministrasian kelas sehingga menghambat p ada kinerjanya 1. Ke enam dimensi kompetensi tersebut adalah kompetensi kepr ibadian. Tindakan Ada pun tindakan peneliti sebagai supervisior dalam penelitian ini yaitu melakuk an beberapa tindakan yang menuju kepada sekolah yang diinginkan yaitu Situasi sekolah Situasi yang diharapkan 1. F. Teknik pengumpulan data Adapun tekhnik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu penelitian langsung melalui fakta yang nyata dan deskriftif dari sumber-sumber yang ada. 12 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas. kompetensi social.D. Kemampuan guru yang mampu mengadministrasikan segala bentuk tugas sekolah ter utama pengadminitrasian kearah yang baik E. . 2009 A. Kinerja guru dalam pembuatan RPP dan administrasi lainya tidak tepat waktu 2. Teknik análisis data Dalam teknik análisis data peneliti menggunakan peneliti deskriftif teoritis yang bersifat nyata yaitu Situasi sekolah Situasi yang diharapkan 1. LANDAK » PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH BAGI PENGAWAS SEKOLAH Ditulis oleh jeperis di/pada 23 Maret. Pengantar Ada enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan yang telah disyahkan oleh BSNP dengan Peraturan Menteri No. Kinerja guru dalam pengadministrasian tepat waktu 2. Kinerja guru dalam pengadministrasian tepat waktu 2.

B. Pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar s iswa 2. 4.50 %. Tugas pokok pengawas sebagai dasar dalam menentukan tema/atau judul atau masalah penelitian tindakan kepengawasn adalah sebagai berikut : a. SUBSTANSI PENELITIAN TINDAKAN KEPENGAWASAN Ada 3 aspek yang perlu disepakati yaitu : (1).55 dari maksimum skor 70 atau baru mencapai 56. Kegiatan ini sangat penting bagi pengawas mengingat penelitian tindakan sekolah bagi pengawas berfungsi ganda. Pelaksanaan ujian nasional PSB dan ujian sekolah 2. pelaksanaan PTS serta (3) kesepakatan bersama atas beberapa petunju k teknis.Supervisi manajerial : 1. Penguasaan kompetensi tersebut dinilai masih rendah sebab belum mencapai 69 %. kompetensi superv isi akademik (36. Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan dan kepengawasan. Kegiatan memantau : .74 > 39. (2) hakekat penelitian tindakan yang direfleksikan dalam penyusunan p roposal PTS. Pertama berfungsi untuk kepentingan penem bangan profesi dan kepentingan tugas pokok kepengawasan. ada tiga dimensi kompet ensi yang nilainya di bawah nilai rata-rata keseluruhan kompetensi. Penelitian dan pengembangan merupakan salah satu kegiatan pengembangan profesi y ang dapat dilakukan oleh pengawas.74 artinya sedikit berada di atas rata-rata nasional (39.. Menyusun pedoman pelaksanaan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial 3. Dari enam dimensi kompetensi pengawas satuan pendidikan.18). Melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah dalam bidang pendidikan/ kepengawasan . 2.30) dan kompetensi penelitian dan pengembangan (38. Menyusun petunjuk teknis pelaksanaaan tugas pokok dan fungsi pengawas.15). Pelaksanaan standar nasional pendidikan b. Kajian kepengawasan sebagai dasar dalam menentukan tema dan judul serta perumusan masalah penelitian tindakan kep engawasan. Terdapat lima macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan pengawas yaitu : 1. Kegiatan menilai : . 5. Khusus untuk pengawas pendidikan menengah nilai rata-ratan ya mencapai 39. Direktorat Tenaga kependidikan melaksanakan uji coba tes kompetensi pengawas pen didikan menengah dengan mengunakan instrumen uji kompetensi yang telah disusun b erdasarkan enam dimensi kompetensi di atas. 55). Menciptkan karya seni. Keterlaksanaan kurikulum tiap mata pelajaran . Ketiga kompe tensi tersebut adalah kompetensi supervisi manajerial (37. Semua unsur pengembangan profesi memerlukan kemampuan dalam bidang penelitian da n pengembangan. Terlebih lagi kegiatan pengembangan profesi yang pertama yakni m elaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah dalam bidang pendidikan/ kepeng awasan.Pada bulan November tahun 2006 bersamaan dengan uji publik standar kualifikasi d an kompetensi pengawas satuan pendidikan yang dilaksanakan BSNP di 33 propinsi.supervisi akademik : 1. Hasil uji coba tes kompetensi pengaw as satuan pendidikan menunjukkan bahwa secara nasional nilai rata-rata penguasaa n kompetensi pengawas satuan pendidikan adalah 39.

Kegiatan membina : . Kepala sekolah dalam mengkoordinir pelaksanaan program bimbingan knseling d. Tujuan : untuk memecahkan masalah dan atau model pemecahan masalah dalam melaksa nakan pengawasan di sekolah-sekolah binaannya. mengelola dan menggunakan media pendidikan dan pembelajar an 4.Supervisi manajerial :1. Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi se kolah 2. Penyusunan proposal PTS . Hasilpengawasan manajerial pada sekolah-sekolah binaa nya 2. Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas/laboratorium/lapangan 3. Hasil pengawasan akademik pada sekolah-sekolah yang me njadi binaanya 2. Model penelitiannya menempuh langkah : perencanaan tindakan engamatan refleksi. Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan 5. Adapun langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pengawas dalam melakukan peneliti an tindakan kepengawasan adalah sebagai berikut : 1.supervisi akademik : kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran/bim bingan . Guru dalam menyusun silabus dan RPP 2.Supervisi akademik : 1. Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas . Menindaklanjuti hasil-hasil pengawasan akademik untuk meningkatkan kemampuan profesional guru . tindakan observasi/p Masalah pokok pengawasan mencakup masalah pengawasan akademik dan masalah pengaw asan manajerial yang dihadapi pengawas dalam sekolah-sekolah binaannya.. Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian 6. C. . Menindaklanjuti hasil-hasil pengawasan manajerial untuk menngkatkan mutu peny elenggaraan pendidikan. c.Supervisi manajerial : Kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pokok f ungsi dan tanggung jawabnya. Guru dalam membuat. PENELITIAN TINDAKAN KEPENGAWASAN Penelitian tindakan kepengawasan adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan ol eh pengawas satuan pendidikan dalam melaksanakan tugas-tugas kepengawasan pada s ekolah binaannya.Supervisi akademik : 1. Kegiatan melaporkan dan tindak lanjut.Supervisi manajerial : 1.

Penulisan artikel ilmiah (Dari berbagai sumber). tentu saja tidak dapat dibiarkan terus menerus. C. menyediakan berbagai panduan dan modul. Pertimbanga nnya. S. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahannya Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP sesungguhnya dapat dilakuka n dengan berbagai cara. mengikutsertakan guru dal am seminar-seminar dan workshop. Berkaitan deng an itu. dengan simulasi guru lebih proaktive dan membentuk karekter diri dalam upa ya untuk menyusun RPP. Salah satu penyebabnya: 1. semilok a. Dalam realitasnya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.Pd NIP. dan Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tent ang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. antara lain melalui pelatihan. Terdapat 30% guru yang sudah mengikuti pelatihan penyusunan RPP namum belum b isa menerapkan pada sekolahnya. serta berbagai upaya lainnya. Namun dengan mempertimbangkan segala keunggulan dan kelemahannya. Hal ini ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Stan dar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kua lifikasi dan Kompetensi Akademik Guru.2. ptk4 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH TAHUN 2010-2011 DI KABUPATEN KUTAI TIMUR Oleh : ACHMAD ROSYIDI. Kondisi tersebut. Latar Belakang Masalah Guru yang professional harus memiliki 5 kompetensi yang salah satunya adalah pen yusunan program yaitu menyusun RPP untuk mempersiapkan dalam proses pembelajaran . Terdapat 40 % guru yang belum pernah mengikuti pelatihan dalam penyusunan RPP . 19590922 198409 1 001 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUTAI TIMUR PENGAWAS TK/SD TAHUN 2010 A. 3. mereka hanya copy paste pada rekannya. Tujuan Penelitian Tindakan . maka yang lebih tepat adalah Pelatihan simulasi . para guru harus dibina dan difasilitasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP. masalah penelitia n dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian: apakah melalui pelatihan p enyusunan pembuatan RPP dapat meningkatkan kinerja guru mapel matematika pada Se kolah Binaan SD Kabupaten Kutai Timur ? Rencana Pemecahan : o Rencana pemecahan masalah ini dilakukan dengan pelatihan simulasi penyusunan R PP pada guru mapel matematika untuk meningkatkan kinerja guru. Pelaksanaan PTS oleh Pengawas pada sekolah binaan 3. o Adapun pengambilan keputusan tersbut dapat merubah paradigma guru didalam meny usun RPP yang sesuai dengan ketercapaian kompetensi dasar yang dituntut di dalam KTSP. sebagian besar guru kesulitan dalam menyusun RPP. tetapi harus a da solusi atau tindakan nyata dari kalangan para pengawa pembina. B. Terdapat 30 % guru yang membuat RPP dan sudah menerapkan pada disekolahnya 2. Penulisan Laporan hasil PTS 4.

Kajian Pustaka Penelitian ini memerlukan referensi yang relevan dengan konsep. dan pro sedur pelaksanakan penelitian tindakan sekolah. Evaluasi dan Refleksi Pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi dalam bentuk forum presentasi propos al dan laporan singkat hasil penelitiannya. seperti buku-buku dan jurnal ten tang topik penelitian pada umumnya yang berkaitan langsung dengan penelitian tin dakan. 2. lembar observasi. perlu pula melakukan kajian terhadap kemungkinan dampak yang dapat diperoleh dari pemberdayaan guru di Sekolah. untuk menemukan hal-hal positif dan hal-hal negatif yang masih memerlukan perbaikan. pene liti melaksanakan sendiri dengan bantuan alat lembar observasi serta rubrik. Kedua. Ketiga. seperti sumber belajar. D. Keempat. Di samping itu. dengan meminta bantuan reviewer dari kalangan perguruan tinggi. 3. pen eliti akan melaksanakan tindakan seperti yang sudah dipaparkan dalam rencana/per siapan di atas. kemampuan guru maupun kemampuan para siswa di sekolah dipastikan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut meningkat. 4. prinsip. khususnya guru m ata pelajaran matemtika. E. Pert ama. peranan. Persiapan Tindakan Pelaksanaan penelitian ini akan didahului dengan melakukan persiapan berupa sken ario kegiatan. Pada siklus pertama. tugas pokok. fungsi. dan program-program serta kinerja yang dapat dilaksanakan oleh guru. kemampuan pengawas sekolah dapat lebih meningkat untuk mela kukan pembinaan kepada guru. F. sehingga ketuntasan minimal dapat tercapai. Siklus Tindakan Penelitian ini akan dikakukan minimal dalam dua siklus. Metode Penelitian 1. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 45 orang guru. serta rubrik penilaian p roposal dan laporan penelitian sekolah yang dibuat. DAFTAR PUSTAKA . Manfaat Penelitian Tindakan Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai kalangan. Jenis Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di SD Binaan Kabupaten Kutai Timur. jadwal waktu dan tempat. sarana pendu kung lainnya.Sejalan dengan permasalahan di atas. narasumber yang diperlukan. maka tujuan utama dalam penyusunan RPP adal ah membantu Guru Mapel matematika dalam menyusun RPP sehingga dapat menjadi acua n di dalam proses pembelajaran. Pada siklus kedua atau setersusnya akan mengimplementasikan renc ana yang sudah direvisi berdasarkan hasil dan temuan pada siklus pertama atau se belumnya. yan g dipersiapkan sebelumnya. seperti kedudukan. memberikan manfaat yang besar dalam pemecahan masalah guru dalam penyusunan RPP yang. 5. perlu juga melakukan kajian pustaka tentang RPP. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan ini akan mengintrodusir pemberdayaan guru mapel matemtika SD pada SD di Kabupaten Kutai Timur dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai ber ikut: Seiring dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan guru akan dilakukan pengamatan terhadap proses dan progres serta hasil-hasil lainnya. Selanjutnya. Keberadaan guru mapel matematika semakin diakui dan di kalanga n para guru. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama proses kegiatan pemberdayaan guru serta hasil evaluasi yang dilakukan akan dilanjutkan dengan refleksi. Untuk keperluan ini.

d an Johan Susanto). 2006. 11-20 Ju li 2002 di Balai Penataran Guru (BPG) Semarang. yang selanjutnya untuk ditindaklanjuti/ diimplementasikan dalam Pelatihan tahap kedua (on the job lear ning) yang diselenggarakan selama 1 (satu) bulan di Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Muhammadiyah 1 Sangatta Kutai Timur Kalimantan Timur Berkat bantuan rekan sejawat dan arahan dari narasumber maka proposal ini dapat terwujud. 2004. Jakarta. semoga ini dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas. Arikunto. kh ususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Sangatta Kutai Timur Kalimantan Timur Samarinda.d 26 September 2010 tahap in service learning-1 K erjasama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bi dang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) dengan LPMP Kalimantan Timur. Suhardjono dan Supardi. Imam Sutadji. Kasbolah. 26 September 2010. Ditjen Dikdasmen. Proposal PTS dengan judul Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan Penyerapan Dudi (Dunia Kerja Dan Dunia Industri Terhadap Lulusan Pada Smk Muhammadiyah 1 Sangatta ini disusun sebagai bagian dan merupakan tugas Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dari Pelatihan tahap pertama (in service learning-1) tersebut. Jakarta: Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas (Editor: Suwondo. ptk6 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH UPAYA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PENYERAPAN DUDI (DUNIA KERJA DAN DUNIA INDUSTRI ) TERHADAP LULUSAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SANGATTA Oleh: JAMHARI SP NUPTK : 7737 7476 5020 0022 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) MUHAMMADIYAH 1 SANGATTA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2010 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.Basuki Wibawa. Penelitian Tindakan Kelas. 2002. Jakarta: PT Bumi Aksara. Makalah pada Pendidikan ad an Pelatihan (TOT) Pengembanngan Profesi bagi Jabatan Funngsional Guru. 1980. Depdikbud LBRD Loan . karena atas rakhma tnya penulis dapat mengikuti Diklat Penguatan Kemampuan Pengawas Sekolah dan Kepa la Sekolah perioda tanggal 21 s. . Suharsimi. K. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi.

2. Perkem bangan penerapan teknologi yang cukup pesat pada dunia industri belum sepadan de ngan penguasaan teknologi bagi guru dan siswa serta kemampuan sekolah mengadakan peralatan teknologi terbaru. JAMHARI SP DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar Daftar Isi A.lampiran 2 3 4 5 5 6 6 6 7 7 7 10 16 21 A. Pengajaran Orientasi Link And Match I. Pada persaingan ke Perguruan Tinggi SMK masih dianak tirikan. LATAR BELAKANG Penyelenggaraan SMK ibarat mengasah pisau bermata dua.Penulis. Sementara Ma ta kiri lulusan SMK juga harus mampu bersaing di Perguruan Tinggi. IDENTIFIKASI MASALAH 1. jum at 14 Mei 2010). Perumusan Masalah E. Mata kanan dipersiapkan p ada penyiapan tenaga terampil sehingga mampu mengisi peluang kerja. rata rata diatas 32 jam per minggu. Namun demikian tid ak semua lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja. Latar Belakang B. Manfaat Penelitian H. Beban ngajar guru khususnya produktif banyak . kaltim post. Kompetensi guru rendah dan tertinggal khususnya pada penguasaan perkembang an teknologi. Sehingga mampu bersaing dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di Dunia Usaha dan Dunia Indust ri di Kutai Timur khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya. Dengan penelitian ini diharapkan akan diketahui dan temukan solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas lulusan siswa SMK Muhammadiyah 1 Sangatta. Metode Penelitian Daftar Pustaka Lampiran . Identifikasi Masalah C. Tujuan Penelitian G. Berbeda dengan siswa SMA yang berprestasi (Mendiknas. attitude yang belum siap. serta jiwa kemandirian yang belum terbangun dengan matang. . Pemecahan Masalah F. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat persaingan kerja. prestasi siswa SMK belum bisa dip ergunakan masuk di Perguruan Tinggi tanpa seleksi. Pengantar 2. pada jalur regulerpun r ata-rata kalah bersaing dengan lulusan SMA. B. Sehingga kenyataan yang ada selama ini tingkat day a saing lulusan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta dalam mengisi peluang kerja di Wilay ah Kutai Timur khususnya masih rendah dan masih kalah bersaing dengan tenaga ker ja dari luar Kutai Timur. Kajian Pustaka / Teoritis 1. penguasaan teknologi tertinggal. karena materi test di Perguruan Ting gi lebih banyak materi umum yang dominan di ajarkan pada SMA. Pembatasan Masalah D. Kenyataan bah wa lulusan SMK tidak sedikit melanjutkan ke perguruan tinggi. 3. Kompetensi lulusan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta belum sesuai yang diharapka n oleh pasar kerja. Berfokus pada SMK sebagai lembaga pendidikan untuk penyiapan tenaga terampil / s kill. Maka kompetensi lulusan harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melakukan penelitian kualitatif yang menganalisis . dari masalah masalah yang telah teridentifikasi sebagaiman a tersebut diatas. 3. Menurut House Committee on Education and Labour (HCEL ) pendidikan kejuruan adalah suatu bentuk pengembangan bakat. guru dan perwakilan Industri 2. Nationa l Council for Research into Vocational Education Amereka Serikat (NCRVE. maka penelitian ini dibatasi pada rendah penyerapan lulusan o leh Dunia Usaha dan Industri . berarti pula mempersiapkan mereka agar dapat memperoleh kehi dupan yang layak melalui pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing s erta norma-norma yang berlaku. 1990:94). Standar Kompetensi Lulusan. 1. 1. Penguasaan d an kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan pemanfaat media alat pembelajara n. D. bahwa salah satu ciri pendidikan kejuruan dan yang sekaligus membedakan den gan jenis pendidikan lain adalah orientasinya pada penyiapan peserta didik u ntuk memasuki lapangan kerja.4. Standar kompetensi penerimaan tenaga kerja oleh DUDI 3. Motivasi belajar siswa rendah. pendidika n dasar keterampilan. TUJUAN PENELITIAN Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk . 2. Melakukan IHT ( In House Trining) sekolah. Meningkatkan penyerapan Dudi terhadap lulusan. 1978:36). Pendidikan kejuruan merupakan subsistem pendidikan yang secara khusus membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja. C. ma ka masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Sarana alat praktik siswa tertinggal dan kurang. maka dalam pemecahan masalah pada p enelitian ini akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut . PERUMUSAN MASALAH Berdasarlan latar belakangdan pembatasan masalah yang telah diuraikan diatas. 2. G. Bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan kualitas kompetensi lulus an agar dapat terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi) ? E. F. dan kebiasaan-kebiasaan yang mengarah pada dunia k erja yang dipandang sebagai latihan keterampilan (Malik. H. MANFAAT PENELITIAN Penelitian Tindakan Sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Kepala Seko lah dalam memecahkan masalah kualitas lulusan. pendidikan kejuruan pada dasarnya merupakan subsistem dari sistem pendidikan. Harris seperti yang dikuti p oleh Slamet (1990:2). PEMBATASAN MASALAH Dalam penelitian ini. pada akhirnya meningkatnya keterserapan lulusan pada Dudi. PEMECAHAN MASALAH Sebagaimana rumusan masalah tersebut diatas. menyatakan pendidikan kejuruan adalah pendidikan untuk suatu pekerjaan atau beberapa jenis pekerjaan yang disukai individu untuk kebutuhan sosialnya. Ciri pendidikan kejuruan sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja dapat dime ngerti karena secara historis pendidikan kejuruan merupakan perkembangan dari l atihan dalam pekerjaan (on the job training) dan pola magang (apprenticeship) (E vans & Edwin. 1981:15). Workshop penyusunan KTSP dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari hasi l IHT. Evans & Edwin (1978:24) mengemukakan bahwa pendidi kan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan indivi du pada suatu pekerjaan atau kelompok pekerjaan. Mengetahui langkah langkah yang tepat dalam upaya keterserapan lulusan di Dudi. bahwa pendidikan kejuruan mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pa da bidang tertentu. 5. KAJIAN PUSTAKA / TEORITIS 1. 1. meningkatnya kepedulian Dudi untu k terlibat langsung maupun tidak langsung dalam upaya peningkatan kualitas pendi dikan. Pada pola latihan dalam pekerjaan peserta didik belajar sambi l langsung bekerja sebagai karyawan baru tanpa ada orang yang secara khusus ditu . Pengantar Ditinjau secara sistemik.

dan 5.njuk sebagai instruktur. (5) mendorong dan meningkatkan kualitas masyar akat. Dengan program ini diharapkan peserta didik mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. program pengarahan kerja (pre vocational guidance education). Program persiapan kerja yang spesifik memberikan bekal yang sudah mengarah kepad a jenis pekerjaan tertentu. 2. meskipun masih ber sifat umum. Sedangkan Thorogood. program persiapan bidang kerja spesifik (occupational specific educa tion). (2) meningkatkan pilihan pekerjaa n yang dapat diperoleh oleh setiap peserta didik. dan (3) memberikan motivasi ke rja kepada peserta didik untuk menerapkan berbagai pengetahuan yang diperolehnya . yaitu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan sekaligus menghasilkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan oleh masyarakat. sekolah memberikan bekal guna meningkatkan kemampuan bekerja untuk bidang pekerjaan yang memerlukan peng etahuan. sedangkan pada program persiapan kerja. Kesiapan mental untuk mengembangkan dirinya serta keterampilan dasar untuk seti ap kali dapat menyesuaikan diri kembali pada perubahan tertentu (retrainability) . Berdasarkan struktur programnya. 3. 1983:15). Pada program pengarahan kerja. program persiapan bidang pekerjaan secara umum (occupational area preparat ion education). Pengajaran Orientasi Link And Match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah . meskipun tentunya masih harus melalui l atihan di dalam pekerjaan. khususnya dalam kaitan dengan bagaimana s ekolah kejuruan mendekatkan programnya dengan dunia kerja ( Hadiwiratama (1980:60-69) membagi sekolah kejuruan menjadi lima kategori. tetapi juga terdorong untuk mewujudkan lapangan kerja baru dengan mengembangkan prakarsa dan kreativitasnya secara optimal. sehingga peserta didik secara ekonomis d apat menopang kehidupannya. Walaupun demikian pola la tihan dalam pekerjaan memiliki keunggulan karena peserta didik dapat lang sung belajar pada keadaan yang sebenarnya sehingga mendorong dia belajar secara inkuiri (Elliot. Dengan program ini diharapkan peserta didi k mempunyai pilihan lapangan pekerjaan yang lebih jelas dan lebih cepat mengiku ti latihan di dalam pekerjaan. yaitu 1. (2) membantu peserta didik memperoleh atau mempert ahankan pekerjaan dengan jalan memberikan bekal keterampilan yang berkaitan den gan pekerjaan yang diinginkannya. Lebih khusus lagi adalah program pendidikan kejuruan khusus yang sudah terar ah pada pekerjaan khusus. Ditinjau dari tujuannya. Pendidikan tingkat SMK di samping mengemban tugas pendidikan secara umum . 2. program pendidikan kejuruan khusus (job specific education). (3) mendorong produktivitas ekonomi secara reg ional maupun nasional. menurut Thorogood (1982:328) di sebagian besar negara O rganization for Economic cooperation and Development (OECD) pendidikan kejuruan bertujuan untuk: (1) memberikan bekal keterampilan individual dan keterampilan y ang laku di masyarakat. sehingga tidak ada jaminan bahwa peserta didik akan men dapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. meskipun belum pada suatu perusahaan tertentu. (4) mendorong terjadinya tenaga terlatih untuk menopang p erkembangan ekonomi dan industri. Untuk program persiapan bidang pekerjaan secara umum. 4. Dengan bekal tersebut diharapkan lulusan sekolah kejuruan tidak hanya terpanc ang pada jenis pekerjaan yang ada. program persiapan kerja (employability preparation education). peralatan yang sejenis. sekolah memberikan dasar-dasar sikap dan keterampilan kerja. sekolah memberikan pengetahuan dasar dan u mum tentang berbagai jenis pekerjaan di masyarakat sekaligus menumbuhkan apresia si terhadap berbagai pekerjaan tersebut. yaitu mendidik siswa untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh suatu perusahaan tertentu. pendidikan kejuruan mengemban misi khusus. Evans seperti yang dikutip oleh Wenrich & Wenrich (1974:63 ) menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan untuk: (1) menghasilkan tenaga kerja yang diperlukan oleh masyarakat.

3. mu tu. kebutuhan untuk pembinaan warga negara yang baik. menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas. baik jumlah. Pendidikan dilaksanakan pada dua tempat yaitu pembelajaran dilaksanakan berbasis sekolah (school based learning) dan berbasis kerja (work based learning).29/1990) sebagai tenaga kerja tingkat menengah pada DUDI. dan kebutuhan dunia ke rja (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. secara vertikal. dimana program pembangunan pendidikan dan pengembangan ke budayaan harus benar-benar terpadu dan terkait dengan implementasinya di lapanga n. Tujuan dari Prakerin/PSG adalah: a. 1. Implementasi pendidikan berorientasi link and match adalah . secara horizontal yaitu upaya meningkatkan keterkaitan secara terpadu dan selaras dengan program pembangunan pendidikan dan pembangunan kebudayaan pada be rbagai unit kerja di lingkungan Lembaga Pendidikan.. sekaligus bermanfaat sebagai investasi untuk pembangunan masa depan. sesuai. atau hubungan interaktif . terutama yang berhubungan dengan kualitas ketenaga kerjaan. Dimensi internal menyangkut tiga aspek: 1. Prakerin atau PSG merupakan perkembangan dari magang yaitu belajar sambil bekerja atau be kerja sambil belajar langsung dari sumber belajar dengan aspek meniru sebagai un sur utamanya dan hasil belajar/bekerja itu merupakan ukuran keberhasilannya. secara spesial. yan g mana pembelajaran di sekolah dan pelatihan di industri merupakan dua komponen yang berasal dari program yang tidak terpisahkan. Link and match pada dasarnya menyangkut u paya peningkatan sistem pendidikan agar benar-benar berfungsi sebagai wahana ata u instrumen bagi pembangunan dan perubahan sosial. 2. Secara harfiah link berarti ada pertautan. Dimensi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidi kan agar lebih sesuai dengan tuntutan seluruh bidang pembangunan nasional. SMK bertujuan mengutamakan penyiapan siswa untuk m emasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional (Peraturan Pemerint an No. yaitu upaya untuk meningkatkan keterkaitan secara terpadu dan selaras antara program dengan pelaksanaan pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Sebagai sistem pendidikan kejuruan yang melaksanakan pembelajaran di sekolah dan industri.yang mempunyai misi khusus. jenis. memperkokoh link and match antara SMK dan dunia kerja. atau sepadan (Departemen Pendidikan d an Kebudayaan. Oleh karena itu. 1995). Dalam kaitan ini link and match diartikan sebagai proses p endidikan yang seharusnya sesuai dan terkait langsung dengan kebutuhan pembangun an. serasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995) me rumuskan bahwa secara filosofis link and match merupakan cara pandang bahwa pend idikan adalah bagian integral dari kehidupan masyarakat. sehingga hasilnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan tersebut. . Secara konseptual dimensi link and match dapat dibedakan menjadi dua bagian. pendid ikan harus dirancang dan dilaksanakan dalam kaitan yang harmonis dan selaras den gan aspirasi dan kebutuhan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. maupun waktunya. dimana dunia pendidikan sebagai penyedia SDM dan dunia kerja serta masy arakat sebagai pihak yang membutuhkan. yai tu dimensi internal dan dimensi eksternal. sehingga ha silnya akan benar-benar sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang dirasakan oleh mas yarakat. Siswa berstatus sebagai pemagang di industri dan sebagai siswa di SMK. Praktik Kerja Industri (Prakerin)/Pendidikan Sistem Ganda (PSG). 1993). b. Tujuan link and match adalah untuk mendekatkan antar a supply dan demand mutu SDM. dan match berarti cocok. Dimensi eksternal terkait dengan peran dan fungsi pendidikan sebagai instrumen p embangunan nasional khususnya perubahan sosial dalam konteks global. Implementasi dar i SMK yang berorientasi pada dunia kerja. Sistem ganda (dual sistem) dalam hal ini merupakan model penyelenggaraan pendidi kan kejuruan dimana perencanaan dan pelaksanaan pendidikan diwujudkan melalui ke mitraan antara dunia kerja dengan sekolah. kebutuhan ke luarga. keterkaitan. dan. didasarkan pada kebijakan link and mat ch (keterkaitan dan kesepadanan). bersifat mul tidimensional dan multisektoral mulai dari kebutuhan peserta didik. Kebutuhan masyarakat dalam pembangunan adalah sangat luas. dan penyelenggaraan pendidikan berlan gsung sebagian di sekolah dan sebagian lagi di dunia usaha atau industri.

kegagalan dan keterlambatan tidak selalu diartikan sebagai kerugian. Guru sebagai produk pendidikan seca ra berkelanjutan harus di update pengetahuan dan kompetensinya dengan ilmu penge tahuan dan teknologi terbaru. penggunaan waktu yang ketat. sedangkan komponen pendidikan praktik keahlian profesi me njadi tanggung jawab institusi pasangan masing-masing sekolah. Kurikulum ini sebagai tambahan terhadap kurikulum yang sudah ada. sehingga dengan bekal kemampuan dasar kejuruan yang kuat dapat memb antu siswa dalam mendalami pelatihan-pelatihan kerja yang lebih kompleks dan spe sifik di dunia kerja. Dengan demikian. memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bursa Kerja Bagi Dudi Salah satu indikator keberhasilan pendidikan SMK adalah tingkat keterserapan sis wa/alumni di Dunia Kerja. Ujian Praktik Kejuruan un tuk memberikan penilaian terhadap kompetensi siswa pada bidang keahlian yang dip elajari selama di sekolah. Secara kelembagaan memiliki kualitas dan jaminan mutu. Di sekolah umumnya has il kerja dinilai dengan angka 0-10 atau 10-100. Seba gai penguji / asesor adalah salah satunya dari Dunia Usaha dan Industri pasangan . Pengajar kurikulum implementasi bisa dari karyawan Dudi atau guru yang telah dimagangkan pada Dudi. 4. Dunia Usaha dan Industri. hal ini akan memungkinkan sharing pengetahuan sebagai bahan evaluasi materi kompetensi yang diajarkan pada siswa serta kurikulum implementasi sebagai bagian yang dari kurik ulum sekolah. Sekolah mampu memberikan kemampuan dasar kejurua n yang kuat. to leransi penggunaan waktu agak longgar. Untuk itu hal yang per lu diperhatikan dalam penyelenggaraan SMK adalah membangun kemitraan dengan Dudi sebanyak-banyaknya. meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan ten aga kerja berkualitas. Magang guru bisa dilakukan di dua tempat . Kebijakan kemitraan muncul karena disadari bahwa penguasaan keahlian profesiona l yang sebenarnya hanya dapat dicapai melalui kerja nyata di tempat kerja yang s ebenarnya dan bukan di sekolah. tetapi merupakan keharusan. dan praktik yang dilakukan masih merupakan s imulasi. kemitraan SMK dengan dunia usaha dan indu stri bukan lagi merupakan hal penting. Komponen pendidikan praktik dasar profesi dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara sekolah dengan dunia usaha /industri pasangannya. kegagalan dan keterlambatan dianggap/sebagai ker . Kurikulum implementasi memberikan bekal tambahan bagi siswa sejalan dengan bidang kompetensi keahlian y ang ada di sekolah. resiko gagal masih ditolerir. 1.nomor . Asessor Ujian Praktik Kejuruan Ujian Praktik Kejuruan dilaksanakan sebagai bagian dari Ujian Nasional SMK. 3. 1995). Pelaksanaan pembelajaran komponen pendidikan adaptif. semangat dan motivasi siswa tergantung kecakapan gur u. yang belum diperoleh di Perguruan Tinggi. Suatu hal yang perlu dicermati oleh sekolah dan dunia usaha yaitu adanya perbeda an sistem nilai yang berlaku pada kedua lembaga tersebut. Workstation / Lembaga-Lembaga Diklat. Di lingkungan dunia usaha/industri hasil pekerjaan diukur dengan diteri ma atau ditolak. serta memiliki program kompetensi keahlian yang diperlukan oleh Dudi. Kurikulum Implementasi Yang dimaksud dengan kurikulum implementasi adalah penerapan kurikulum sesuai de ngan dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan t eori kejuruan menjadi tanggung jawab sekolah. dan d. sulit membentuk etos kerja karena lingkungan sekolah santai. pola penilaian didasarkan pada attitude dan unjuk kerja secara indivual (BSNP . lingkungan teori. POS UN 2009/2010). lamban mengikuti kemajuan Ipteks. 2. 5.c. 0024/SK-Pos/BSNP/XII/2009. sebagai pengguna produk pendidikan. 2. Magang Guru di Dudi Teknologi adalah akan selalu berkembang sejalan dengan perkembangan kebutuhan ma nusia dalam mengolah dan menghasilkan karya. Semakin banyak dan cepat alumni SMK diserap di dunia k erja maka masyarakat semakin banyak memilih SMK tersebut. Akhirnya bahwa kurikulum SMK khusus kompetensi kejuruan akan menjadi tanggungjaw ab sekolah dan Dudi. resiko kegagalan bisa fatal berarti rugi uang dan reputasi rusa k.

(2) tanggungan biaya pendidikan menjadi ringan. lingkungan kerja dan praktik yang dilakukan beror ientasi pasar. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Tita Indriani S. Nilai tambah bagi peserta didik adalah: (1) hasil belajar akan lebih berma kna. kondisi mendorong membentuk etos kerja. b. (1) dapat mengetahui secara tepat ku alitas peserta didik yang belajar dan bekerja di perusahaan. lebih ce pat mengikuti kemajuan Ipteks. Program kemitraan atau Kerjsama sekolah dan Dunia Usaha/Industri apabila terbang un secara baik akan memberikan nilai tambah bagi Dudi. dan (4) memberi kepuasan bagi penyelenggara pendidikan. 3. I. Personalia Penelitian dilaksanakan oleh peneliti sendiri. karena setelah tamat mereka memiliki keahlian sebagai bekal untuk mengemban gkan diri secara berkelanjutan. Disain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Sekolah. dan harus mencari informasi tentang kebutuhan akan indust ri pasangannya tentang kemampuan dasar kerja yang harus dikuasai siswa sebelum d iterjunkan dalam praktik di dunia kerja. a. yang selanjutnya dapat mendorong mereka untuk meningkatk an keahlian profesionalnya pada tingkat yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Pd dan Wakil Kepala Sekolah bida ng Humas Ambang Dwi Sapto dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana A hmad Natsir. Langkah-lang kah penelitian direncanakan 2 siklus seperti terlihat pada Gambar 1: . sekolah maupun siswa. keterampilan kerj a. sebagai kepala SMK Mu hammadiyah 1 Sangatta Kutai Timur. seperti kepatuhan terhadap aturan perusahaan. Mengingat adanya perbedaan yang mendasar antara sistem nilai yang berlaku di sek olah dan dunia kerja. lingkungan kerja memberi kesempatan setiap orang untuk meningkatkan kuali tas dan produktivitas kerjanya. (3) selama proses pendidikan melalui bekerja di industri. Jamhari SP. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Kutai Timur. Nilai tambah bagi sekolah adalah lebih terjaminnya pencapaian: (1) tujuan pendidikan untuk memberi keahlian profesional bagi peserta didik. Nilai tambah bagi dunia usaha adalah. (2) pada batas-bata s tertentu selama masa pendidikan peserta didik adalah tenaga kerja yang dapat m emberi keuntungan. c. pes erta didik lebih mudah diatur dalam disiplin. (4) dunia usaha dapat memberi tugas kepada peserta didik untuk menca ri ilmu pengetahuan. METODE PENELITIAN 1. sikap/budaya kerja. (2) waktu untuk mencapai keahlian profesional me njadi singkat. 2.ugian. ST. teknologi dan seni yang relevan. 1994). dan (5) memberi kepuasan b agi dunia usaha karena ikut serta menentukan hari depan bangsa melalui pendidika n sistem ganda. Persiapan tersebut meliputi pengetahun kerja. (3) terdapat kesesuaian antara program pendidi kan dengan kebutuhan lapangan kerja. maka sekolah benar-benar mempersiapkan siswanya sebelum ma suk dunia kerja. mulai t anggal 1 Oktober sampai dengan 1 November 2010. (3) keahlian profesional yang diperoleh dapat mengangkat harga da n percaya diri tamatan. bersama-sama dengan kolaborator yaitu.

Tindakan dilakukan bersama-sama dengan kolaborator. minimal salah satu harus selalu bersama-sama selama tindakan dilakukan. K esesuaian Kompetensi lulusan dengan Skill yang diinginkan oleh Dudi. rekomendasi . siswa mendapatkan tindakan.Gambar: Rencana Siklus 1 sampai Siklus 2 Langkah-langkah penelitian dalam gambar di atas dapat dijelaskan dalam Tabel 6: Tabel 1: Rencana langkah-langkah PTS SIKLUS LANGKAH RENCANA KEGIATAN HASIL Siklus 1 Perencanaan Identifikasi masalah dan penetapan tindakan Perumusan skenario tindakan Persiapan tindakan: instrumen. kolaborator. Siklus 2 Perencanaan Pemasaran lulusan secara tertulis. Dan indentifikasi kompetensi-kompetensi lulusan yang tertuang dalam KTSP dengan indikator Masalah: Keterserapan Lulusan ke Dudi Tindakan: Promosi lulusan. Apakah kesesuaian kompetensi lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh p asar kerja/Dudi dapat meningkatnya keterserapan lulusan ke pasar kerja ? Rencana tindakan: Promosi lulusan kepada Dudi yang relevan. Tindakan dilakukan sampai semua guru. k etentuan dan kriteria Dudi dalam penerimaan tenaga kerja. Membangunan kerjasama dalam peningk atan kualitas pendidikan.. Pelaksanaan Pelaksanaan sesuai skenario siklus 2 Pengamatan Pengamatan sesuai rencana siklus 2 Refleksi Evaluasi siklus 2 Kesimpulan. Ke Dudi Rencana langkah sesuai hasil refleksi siklus 1. Standar Skill penerimaan tenaga kerja oleh Dudi. dsb. saran. Kepala sekolah menjalin kerjasama dengan Dudi sebanyak-banyaknya. Tindakan dapat dilaksanakan sesuai skenario. Pengamatan Pengamatan dilakukan dengan instrumen Data diperoleh sesuai prosedur Seluruh kejadian dalam proses tindakan dicatat dalam lembar observasi dan cat atan lapangan Data kuantitatif Data kualitatif Catatan peristiwa selama proses tindakan Refleksi Evaluasi tindakan dan data-data yang diperoleh Pertemuan membahas hasil evaluasi Merencanakan langkah-langkah siklus 2 Masalah atau kesulitan yang dial ami Peristiwa yang terjadi di luar skenario Rencana langkah-langkah siklus 2. Identifikasi kompetensi-kompetensi yang menjadi standar penerimaan karyawan d i Dudi. Kepala sekolah dan Dudi melakukan sosialisasi kepada siswa tentang standar. Instrumen dan panduan pengisiannya terlampir. jadwal. Pelaksanaan Tindakan dilakukan sesuai rencana selama dua minggu. Penentuan macam-macam data yang diperlukan dan bagaimana cara memperolehnya.

Penyusunan Proposal 26 September 10 2..1 9.100.000.2 11. Observasi Siklus .000.4.Pembelian ATK: kertas A4 HVS. Kesimpulan 16.Jumlah : Rp. 100.000. Diskusi dan Seminar Rapat dan diskusi tim ahli 3x Rp.000.000.Jumlah Seluruh Anggaran Honorarium : Rp.000.000.500.000.000. Pemberian Informasi kepada guru dan Siswa strumen 4.Penulisan naskah akhir : Rp. 2. Ratio ketersdiaan media pembelajaran praktik dengan siswa 90% 5. 100.500.000.000. 2.Tenaga Administrasi : Rp. tinta.000. 1. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan PTS ini disusun berdasarkan pada indikasi permasalahan ya ng telah diuraikan di depan.500.000.500.Transportasi : Rp. 500.2 12.000. Kompetensi Lulusan sesuai dengan harapan DUdi 100% 2. Koordinasi dan Peren-canaan awal 3. Refleksi dan Pembahasan 15.Bahan Habis dan Peralatan Penelitian Perlengkapan peneliti : Rp. 100.Penjilidan dan pengiriman laporan : Rp.000.Pengolahan dan analisis data : Rp. 500. 70% 3. 1. 100.Penulisan draft laporan penelitian : Rp. Pelaksanaan Siklus .+ Jumlah : Rp. 1. 500. yaitu: No Indikator Pencapaian 1. 500. Penyebaran angket -2 13. Siswa kelas 12 sudah diterima di Dudi oleh Dudi untuk tahun pelajaran yan g berjalan menunggu pengumuman UN. Kegiatan Mgu-1 Mgu-2 Mgu-3 Mgu-4 1.000.Pembimbing : Rp.Bahan habis dan peralatan penelitian : Rp. 2.1 7.000.000 Buku-buku literatur : Rp. Pengolahan Data . Penyusunan Laporan Keterangan Dilakukan bersama guru Penjelasan in 6. 400.000.000.Rapat. 3.500rb : Rp.000.000.2 14. Jadwal Penelitian No.-+ Jumlah : Rp. 100. Refleksi & Perencanaan 5.000.1 6.Persiapan dan Pelaporan Penyusunan proposal : Rp. Pengolahan Data .000. : Rp.- .000. Rencana Anggaran Honorarium Ketua Peneliti : Rp. 1. Refleksi & Perencanaan 10. Penyebaran angket -1 8.000.Anggota Peneliti/Observer @ 200 rb : Rp.Transportasi/Perjalanan Transport 4 orang/hari @ Rp 150rb : Rp. 100. 1.1.Seminar hasil penelitian : Rp. 100. Observasi Siklus .000.-+ Jumlah : Rp. dll. Pelaksanaan Siklus .

National Council for Research into Vocational Education (NCRVE). kewiraswasta an. Miner.500. Evans. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. diskusi dan seminar : Rp. Tentang POS UN 2009/2010 Depdiknas.000. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.000. (2005). (1974). Jakarta: D epartemen Pendidikan Nasional. nomor 0024/SK-Pos/BSNP/XII/2009. Janet. H. Sistem Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI ) untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. (1990). Ohio: NCRVE Publication. Pp. Columbus. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-20 09. Current themes in voational education and training polic ies. OH: Charles E. Pondasi pendidikan kejuruan. pp. (1974). Thorogood. Pendidikan tenaga kerja nasional. kejuruan. Towards a theory of vocational educational. Yogyak arta: Pascasarjana IKIP Yogyakarta. Columbus . Merril Publishing Co. dan manajemen.000. Ohio: Charles E. (1990). (1981). Family Insvesment in Human Capital: Earning of W oman. L. Merril Publishing Company. 500. & Wenrich. LAMPIRAN I JADWAL KEGIATAN PENELITIAN Judul Penelitian : Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan Penyerapan Dudi (Dunia Kerja Dan Dunia Industri) Terhadap Lulusan Pada . Ralph C. & Edwin.48-56. Bandung: PT. Jacob. Oemar H. Leadership in administration o f vocational education. 3. 328-331. (2006).Persiapan dan laporan pembelajaran : Rp. Wenrich. (1978). London: Unesco. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Foundation of vocational education. Part I. Ray.000. . Lembaran perkuliahan. R. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Industrian and Commercial Training 9. Slamet. Citra Aditya Bhakti. Columbus. William J. Malik. (1983).Rapat. (1982).-+ Jumlah Total Anggaran : Rp. The organization of productive work in secondary technica l and vocational education the united Kingdom. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Stan dar Pendidikan Nasional. N. 8. Journal of Political Economy 82 (2). Elliot.DAFTAR PUSTAKA BSNP.

..2 12..2 14... Penjelasan in No... 5.. Refleksi & Perencanaan 10....... Penyusunan Laporan LAMPIRAN II RENCANA ANGGARAN PENELITIAN Judul Penelitian : Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan Penyerapan Dudi (Dunia Kerja Dan Dunia Industri) Terhadap Lulusan Pada SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Peneliti Kolega No..... Keterangan Uraian Biaya (Rp............. 3.. 2. Kesimpulan 16.dst.2 11..... Keterangan Dilakukan bersama .... Kegiatan Mgu-1 Mgu-2 Mgu-3 Mgu-4 1... 4...... 8. Pengolahan Data . Observasi Siklus . Pelaksanaan Siklus . Penyebaran angket -2 13. Penyusunan Proposal 26 Agustus 10 2........) Penyusunan Proposal Kertas HVS A-4/80 gram Tinta HP-Laserjet Tinta HP-Deskjet Buku Referensi Penggandaan Penjilidan Pelaksanaan penelitian . : : Jamhari SP ........... Penyebaran angket -1 8........... Pelaksanaan Siklus ......... Koordinasi dan Peren-canaan awal .........1 6.. 15. 1.1 7. kolega 3...1 9.. 7... Observasi Siklus ...... .........nya...SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Peneliti Kolega : : Jamhari SP .... Pengolahan Data ........ Refleksi & Perencanaan 5.. 6... Pemberian Informasi kepada peserta diklat strumen 4.......

dst.. . 11....nya 10...... yang selanjutnyauntuk ditindak lanjuti diimpleme ntasikan dalam pelatihan tahap ke dua (on-the job learning) yang diselenggarakan selama satu bulan............... M.... semoga ini dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembe . Berkat bantuan rekan sejawat dan arahan nara sumber maka proposal ini dapat terwujud. 26 Setember 2010 Jamhari SP NUPTK : 7737 7476 5020 0022 ptk6 Dokumen tanpa judul PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENGEMBANGAN PROGRA M PERUSAHAAN SISWA SMAN 1 RANTAU PULUNG PADA SEMESTER GANJIL TAHUN 2010 Oleh : TAUFIK HIDAYAT..... JUMLAH Terbilang : .... Samarinda..9..... 195901151998021001 SMA NEGERI 1 RANTAU PULUNG DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN 2010 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena atas rahmat nya penulis dapat mengikuti Diklat Penguatan Kemampuan Pengawas Sekolah dan Kepa la sekolah periode tanggal 21 s/d 26 September 2010 tahap in-service learning-1 K erja sama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Pendidik Bidan g Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) dengan LPMP Kalimantan Timur Proposal PTS dengan judul Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kewirausahaan Melalui Pengembangan Program Perusahaan Siswa di SMAN 1 Rantau Pu lung pada Semester Ganjil tahun Pelajaran 2010 ini disusun sebagai bagian dan m erupakan tugas Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dari pelatihan tahap pertama (i n service learning-1) tersebut........Pd NIP..

Kajian Pustaka/Teoritis I. Samarinda 26 September 2010 Penulis DAFTAR ISI Halaman Kata Pengatar Daftar Isi A. Perumusan Masalah E. Identifikasi Masalah C. Manfaat Penelitian H. yang harapannya d i masa yang akan datang nanti akan dapat menumbuhkembangkan jiwa kemandirian bag i masyarakat terutama di bidang perekonomian. Pembatasan Masalah D.lajaran khususnya di SMAN 1 Rantau Pulung Kecamatan rantau Pulung Kabupaten Kuta i Timur. Latar Belakang Di era dunia global dewasa ini kewirausahaan merupakan trend ba ru mengarahkan pada diri generasi muda untuk mandiri. Latar Belakang B. Metode Penelitian Daftar Pustaka Lampiran-Lampiran A. Berkaitan dengan hal tersebut. Pemecahan Masalah F. Tujuan Penelitian G. Kecamatan Rantau Pulung pada saat ini dijadikan sebagai daerah pengembangan agribisnis oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. . SMAN 1 Rantau Pulung yang berdir i di tengah msayarakat berpenduduk 80 % berlatar belakang sebagai petani dan seb agian besar tidak mampu untuk membiayai anak-anak mereka untuk melanjutkan belaj ar di Perguruan tinggi.

D. an siswa. baik bagi yang melanjutkan ke Perguruan tinggi utamanya bagi yang tidak melanjut kan ke sekolah yang lebih tinggi. 2. baik sivitas akademik maupun masyarakat di kecamatan Rantau Pulung. yang tujuannya memberikan pendidikan life skill kepada sisw a sehingga setiap siswa dapat memiliki kemampuan di bidang agribisnis (kewirausa haan). wa. maka dalam p enelitian ini masalah akan dibatasi pada perkembangan pendidikan kewirausahaan d i SMAN 1 Rantau Pulung masih belum optimal. Melaksanakan workshorp kewirausahaan bagi karyawan perusahaan sis 2. Perkembangan pendidikan kewirausahaan di SMAN 1 Rantau Pulung masih b elum optimal. Rumusan Masalah Adapaun rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana upaya meningkatkan kualitas pendidikan kewirausahaan di SMAN 1 Rantau Pulung ? E. F. 3. Identifikasi Masalah 1. Pembatasan Masalah Dari masalah yang telah diidentifikasikan di atas. Belum semua guru terlibat dalam pengembangan pendidikan kewira C. sivitas akademik SMAN 1 Rantau Pu lung mencanangkan penerapan program pengembangan agribisnis sebagai program pend idikan muatan lokal. Tujuan Penelitian . usahaan. Akan tetapi program pengembangan agribisnis sebagai muatan lokal ini perlu perjuangan yang serius. Aplikasi program agribisnis (berwirausaha) SMAN 1 Rantau Pulung diwujudkan dalam bentuk pendirian perusahaan siswa yang diberi nama Evergreen S tudent Company SMAN 1 Rantau Pulung. 4.Berdasarkan fenomena di atas. Lembaga ini merupakan wadah yang dimiliki s ekolah yang tugasnya mewadai dan menyalurkan kreatifitas siswa dalam berwirausah a dalam pendidikan terapan. maka penulis ingin melak ukan penelitian tindakan dengan judul Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kew irausahaan Melalui Pengembangan Program Perusahaan Siswa di SMAN 1 Rantau Pulung pada Semester Ganjil tahun Pelajaran 2010 . B. Melaksanakan sosialisasi program pengembangan perusahaan kepada s emua warga sekolah. Belum Semua siswa terlibat dalam program pengembangan perusaha Masih terdapat 2 rencana program yang belum berjalan . sehingga dapat berkembang dengan baik sesuai harapan. Kemampuan berbisnis (berwirausaha) yang didapatkan di sekolah diharapkan dapat berkembang secara mandiri pada diri siswa terutama setelah lulus sekolah. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan dari hal tersebut di atas.

G. Di mana pengetahuan yang didapatkan perseorangan maupun satuan sosial (masya rakat) dari kegiatan pendidikan tersebut dapat merubah kemampuan seseorang atau masyarakat dalam menjalani kehidupannya. yang semula tidak berpengetahuan akhirnya menjadi berpengetahu an. artinya m emiliki lembaga yang diakui oleh Negara (pemerintah) dan masyarakat. Pendidikan non formal ini dapat juga dis ebut sebagi learning society (pendidikan masyarakat) karena kepentingan masyarak at dalam memberikan pendidikan kepada anggota-anggotanya. Kedua. Sedangkan yang dimaksud dengan kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif/inovatif dan kesanggupan hati (qolb . H. 2002 : 11). Pendidikan dap at menjadikan perubahan sosial pada suatu masyarakat sebab pendidikan adalah keg iatan yang dilakukan secara sadar terhadap tedidik. Manfaat bagi guru adalah diharap dapat dijadikan wacana atau refe rensi agar lebih mengenal dunia usaha (kewirausahaan). Pendidikan kewirausahaan Istilah pedidikan kewirausahaan memiliki dua suku kata yang ji ka berdiri sendiri-sendiri memiliki pengertian yang berdiri sendiri-sendiri pula . 2.Penelitian Tindakan Sekolah ini tujuannya untuk meningkatk an kualitas pendidikan kewirausahaan di SMAN 1 Rantau Pulung. Kegiatan proses belajar mengajarnya dilakukan secara klasikal dengan jenjang tingkatan dan berkesinambungan (Taufik Hidayat. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Upaya Meningkatkan Kualitas b. pendidi kan formal yakni kegiatan pendidikan yang dilakukan secara berlembaga. yang semula tidak bisa akhir nya menjadi bisa. norma. politik. 2002 : 13). hu kum. Dengan demikian pendidkan dapat diartikan sebagi usaha manusia (masyarakat) baik perseorangan maupun kelompok yang dilakukan secara sengaja te rhadap orang lain baik perseorangan maupun kelompok untuk melakukan perubahan ti ngkah laku baik perubahan ilmu pengetahuannya maupun perubahn pada perilakunya. seni. Deskripsi Teori a. Istilah Pendidikan menurut Noeng Muhajir (1999 : 7) adalah upaya terprogram me ngantisipasi perubahan sosial oleh pendidik maupun pribadi membantu subjek didik dan satuan sosial berkembang ketingkat yang normatif lebih baik. serta menga cu pada kurikulum Nasional. artinya proses pentransferan kebudayaan terhadap seseorang baik berupa nila i-nilai. ekonomi. dan tidak dilaksanakan jenjang klasikal yang berkesinambungan. yang tidak terakomodir oleh pendidikan formal (Taufik Hidayat. teknologi. dan agama. dan juga memberikan bekal ketrampilan dan pengalaman yang positif tentantang dunia usaha. Manfaat bagi siswa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam menerima pembelajaran kewirausahaan baik secara teori maupun praktik. pendidikan non formal yaitu pendidikan yang dikelola oleh lembaga at au masyarakat dengan tidak mengikuti kurikulum Nasional. Pandangan Nasution (1993 : 50) sesungguhnya pendidikan merupakan proses pembudayaan atau disebut enculturat ion. organisasi sosial. Kajian Teori 1. Pendidikan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama. bahasa. subjek didik diberikan sesua tu yang semula ia tidak tahu akhirnya menjadi tahu.

menurutnya badan usaha adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi atau faktor-faktor pr oduksi untuk menyediakan barang jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk mempero leh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Istilah ini diterjemahkan secara bervariasi dalam bahasa Inggris. Kepekaan para wira usaha ata s hal-hal yang bisa mendatangkan keuntungan dan kesigapan mereka dalam mengekplo itasi sumber daya merupakan kunci penguasaan proses-proses pasar. pemilik usaha hingga petualang . 2000 : 297). Evergreen Student Company be rgabung dengan jaringan program PJI (Prestasi Junior Indonesia) yang berpusat di Jakarta. c. pantang menyerah . Menurut Muhammad Firdaus (2008:40) Kewirausahaan diidentikkan dengan istilah perusahaan atau badan usaha. seorang wiraus ahawan memiliki kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain (prinsip kreatif dan inovatif) dan hasilnya adalah buah pikiran yang asli dan bukannya replikasi baru dan bukannya meniru. Visinya adalah menciptakan generasi muda yang memiliki prinsip h idup yang kuat. Sedangkan PJI (Prestasi Junior Indonesia) adalah lembaga nirlaba yang berafiliasi dengan Junior achievement worldwide (JA Worldwide) yang programnya dijalankan pada lebih dari 100 negara di dunia dan diikuti kurang lebih dari 6 j uta pelajar di dunia. Dari teori-teori yang dipaparkan di atas dapatlah disimpulkan bahwa pendidkan kewirausahaan yang dimaksud di atas dapat diartikan sebagai usa ha sadar seseorang (kelompok masyarakat) atau usaha yang dilakukan dengan secar a sengaja oleh seseorang (kelompok masyarakat) tentang pentransferan ilmu penget ahuan kewirausahaan maupun ketrampilan kewirausahaan kepada siswa secara formal dan kelembagaan.u) untuk mengambil resiko atas keputusan hasil ciptaannya serta melaksanakannya secara terbaik (sungguh-sungguh. memberikan kontribusi dan bukannya membuat rugi (Direktorat Tenaga Kependidikan. mulai dari pedagang (m erchant). tekun. dan JA Worldwide berkedudukan di Colorado USA. progresif. Sedangkan menurut Schumpeter (1934) para wira usaha adalah motor penggera k ekonomi. Prestasi Junior Indonesia didirikan oleh Marzuki darusman dan Robert Gardiner tahun 1995. I. Hayek dan Kirz ner melihat para wira usaha sebagai agen perubahan. 2006: 7).(Prestasi Junior Indonesia. Makna aslinya kurang lebih adalah ksana dari suatu proyek John Stuart Mill (1848) mempopulerkan istilah itu di Ing gris. ulet. 2010 : 6-7) istilah kewirausahaan mulai masuk ke khazanah teori ekonomi berkat jasa Cantillon (1931 ) meskipun istilahnya sendiri baru diperkenalkan oleh Say di tahun 1803. Metode Penelitian 1. gigih. Dan misinya adalah kerja sama dengan para pendidik. pela . Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Rantau Pulung yang terletak di wilayah kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. kalangan bi snis dan lembaga-lembaga terkait. sedangkan Schumpeter melihat nya sebagai sumber atau pencipta perubahan itu sendiri (Mark Casson dalam Adam K uper. Tujuannya memperkenalkan dan mengajarkan pendidikan dan aplikasi bisnis serta ekonomi mulai dari jenjang sekolah dasar sampai ke pe rguruan tinggi. dan didirikan pada tahun 2007. Perusahaan siswa Evergreen Student Company adalah perusahaan siswa yang dimiliki S MAN 1 Rantau Pulung. sehingga siswa memiliki kemampuan dan pengalaman untuk melaksan akannya dalam kehidupan yang nyata. dsb) sehingga nilai tambah yang diharapkan dapat dicapai. Jadi. fungsi inovasi yang mereka jalankan menduduki tempat sentral. Pandang an ini didukung oleh Hayek (1937) dan Kirzner (1973) yang menekankan peran kewir ausahaan dalam pencarian dan pemanfaatan informasi.

memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang di lakukan dan memperbaiki kondisi pengelolaan sekolah yang telah dilakukan. dan dewan guru. sekenario workshorp. Pada Hari Kedua sosialisasi dilaksanakan lounching saham Evergreen S tudent Company (Perusahaan Sisawa SMAN 1 Rantau Pulung) . 2. sekenario sosialisasi. Menyiapkan jadual rencana program workshorp dan sosialisasi pengembangan program 3. 1. 3) membuat evaluasi. 2) melaksanakan sosialisasi pengembangan program p erusahaan. Pelaksanaan Workshorp dilaksanakan selama tiga hari di awal oktober Sosialisasi dilaksanakan selama 2 hari di pertengahan bulan oktober 3. 5. Desain Penelitian Penelitian tindakan Sekolah (PTS) merupakan bentuk replektif ole h pelaku tindakan. Subyek Penelitian Yang menjadi subyek penelitiannya adalah siswa anggota pengurus p erusahaan. Menyiapkan materi program yang rencana kembangkan.2. siswa pemegang saham. Menyiapkan materi workshorp. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : a. 1. Waktu dan Lama Penelitian Waktu penelitian di bulan september s/d bulan oktober yaitu dari tanggal 27 September sampai berakhir pada tanggal 25 Oktober 2010. Dalam penelitian ini. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif deng an pendekatan School Action Research atau Penelitian Tindakan Sekolah. 4. Perencanaan 1. b. Rencana Kegiatan dalam setiap siklus a. Variabel bebas : Perusahaan Siswa SMAN 1 Rantau Pulung (Evergreen Stu dent Company). dan menyiapkan instrumen evaluasi. 2. Variabel terikatnya adalah kualitas pendidikan kewirausahaan dan diber i tandaY. dan diberikan tanda X b. PTS dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah da lam melaksanakan tugas. prosedur penelitian mencakup langkah-langka h 1) melaksanakan work shorp. 3.

Analisis data dan repleksi Pada tahap ini Kepala Sekolah melakukan diskusi mengenai hasil tindakan dan peru bahan yang telah dilaksanakan saatdilakukan tindakan. dan lembar saham.c. absensi perusahaan. Observasi Penelitian dan pembina kewirausahaan mengamati jalannya proses berjalannya works horp dan sosialisasi serta mengamati aktivitas siswa dalam kewirausahaan di sek olah dan aktivitas Evergreen Student Company. d. e. Penjajagan Aksi Sebelum aksi Alur Kerja Rencana Implementasi Penjajagan Sesudah . lembar observasi. Instrumen Instrumen yang digunakan Lembar kerja. Kemudian dari data absen si dan hasil observasi setiap siklus untuk dilakukan refleksi yang hasilnya akan digunakan sebagai revisi dan acuan untuk merencanakan putaran berikutnya f.

.

J. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atas pengamatan terha dap pelaksanaan program pendidikan kewirausahaan di SMAN 1 Rantau Pulung Melalui perusahaan siswa.rvasi Observasi Jika belum Memuaskan Keadaan sebelum Dilakukan tindakan dilakukan Observasi Obse Upaya perubahan dgn dilaksanakan tindakan Keadaan sesudah tindakan Refleksi Ke putaran berikutnya g. NO KEGIATAN WAKTU 1 Membuat Proposal 25 sampai 27 September 2010 2 Melaksanakan PTS Jadual Penelitian .

2. NO Anggaran Biaya KEGIATAN Anaggaran 1 Membuat Proposal Rp 2 Melaksanakan PTS RP 3 Membuat Laporan PTS Rp 4 Seminar Hasil PTS LPMP 500.000.000.Tgl 27 Sept s/d 15 Okt 2010 3 Membuat Laporan PTS Tgl 16 Oktober s/d 23 Oktber 2010 4 Seminar Hasil PTS Tgl 25-27 Oktober 2010 K.000.- .700.000.

wikipedia.com Edit laman ini (jika Anda punya izin) Diterbitkan oleh Google Documents Laporkan Pen yalahgunaan Dimutakhirkan secara otomatis setiap 5 menit ptk 7 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH TAHUN 2010-2011 DI KABUPATEN KUTAI TIMUR Oleh : ACHMAD ROSYIDI. http://syadiashere.700. 2. Paradigma Pendidikan Kutai Timur dalam Perspektif Dese ntralisasi.org/wiki/perusahaan 7. 19590922 198409 1 001 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KUTAI TIMUR PENGAWAS TK/SD TAHUN 2010 A. Jakarta : PT.- Jumlah Rp 4. Yogyakarta: BIGRAF Publising . Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. sebagian besar guru kesulitan dalam menyusun RPP. Raja Grafindo Persada. Taufik Hidayat (2002). 4.Pd NIP. Nasution.000. Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial. Salah satu . Paradigma Pendidikan Masa depan. 3. Noeng Muhajir (1999). S. dan Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tent ang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Yogyakarta.RP 1. 5. Zamroni (2001). Dalam realitasnya.500. Latar Belakang Masalah Guru yang professional harus memiliki 5 kompetensi yang salah satunya adalah pen yusunan program yaitu menyusun RPP untuk mempersiapkan dalam proses pembelajaran . (1993). Rake Sarasin. Perpustakaan SMAN 1 Rantau Pulung. Hal ini ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Stan dar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kua lifikasi dan Kompetensi Akademik Guru.- DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. Adam Kuper dan Jesica Kuper (2000). Pengembangan Kurikukum . S. 6.000. Bandung : Citra Aditya Bakti. http://id.

peranan. dengan simulasi guru lebih proaktive dan membentuk karekter diri dalam upa ya untuk menyusun RPP. Di samping itu. 3. dan pro sedur pelaksanakan penelitian tindakan sekolah. tetapi harus a da solusi atau tindakan nyata dari kalangan para pengawa pembina. antara lain melalui pelatihan. jadwal waktu dan tempat. Pertimbanga nnya. mengikutsertakan guru dal am seminar-seminar dan workshop. Terdapat 30% guru yang sudah mengikuti pelatihan penyusunan RPP namum belum b isa menerapkan pada sekolahnya. serta berbagai upaya lainnya. C. semilok a. F. o Adapun pengambilan keputusan tersbut dapat merubah paradigma guru didalam meny usun RPP yang sesuai dengan ketercapaian kompetensi dasar yang dituntut di dalam KTSP. Metode Penelitian 1. tugas pokok. maka yang lebih tepat adalah Pelatihan simulasi . seperti buku-buku dan jurnal ten tang topik penelitian pada umumnya yang berkaitan langsung dengan penelitian tin dakan. Manfaat Penelitian Tindakan Penelitian tindakan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai kalangan. seperti kedudukan. fungsi. prinsip. dan program-program serta kinerja yang dapat dilaksanakan oleh guru. Pert ama. Ketiga. Persiapan Tindakan Pelaksanaan penelitian ini akan didahului dengan melakukan persiapan berupa sken ario kegiatan. perlu pula melakukan kajian terhadap kemungkinan dampak yang dapat diperoleh dari pemberdayaan guru di Sekolah. Terdapat 40 % guru yang belum pernah mengikuti pelatihan dalam penyusunan RPP . Keempat. sehingga ketuntasan minimal dapat tercapai. kemampuan pengawas sekolah dapat lebih meningkat untuk mela kukan pembinaan kepada guru. tentu saja tidak dapat dibiarkan terus menerus. khususnya guru m ata pelajaran matemtika. Kedua. kemampuan guru maupun kemampuan para siswa di sekolah dipastikan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut meningkat. sarana pendu . Terdapat 30 % guru yang membuat RPP dan sudah menerapkan pada disekolahnya 2. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 45 orang guru. Jenis Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di SD Binaan Kabupaten Kutai Timur. mereka hanya copy paste pada rekannya. B. Tujuan Penelitian Tindakan Sejalan dengan permasalahan di atas. Namun dengan mempertimbangkan segala keunggulan dan kelemahannya. memberikan manfaat yang besar dalam pemecahan masalah guru dalam penyusunan RPP yang. Selanjutnya. masalah penelitia n dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian: apakah melalui pelatihan p enyusunan pembuatan RPP dapat meningkatkan kinerja guru mapel matematika pada Se kolah Binaan SD Kabupaten Kutai Timur ? Rencana Pemecahan : o Rencana pemecahan masalah ini dilakukan dengan pelatihan simulasi penyusunan R PP pada guru mapel matematika untuk meningkatkan kinerja guru. Kajian Pustaka Penelitian ini memerlukan referensi yang relevan dengan konsep. menyediakan berbagai panduan dan modul. Keberadaan guru mapel matematika semakin diakui dan di kalanga n para guru. Berkaitan deng an itu. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Kondisi tersebut. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahannya Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP sesungguhnya dapat dilakuka n dengan berbagai cara. E. narasumber yang diperlukan. perlu juga melakukan kajian pustaka tentang RPP.penyebabnya: 1. 2. maka tujuan utama dalam penyusunan RPP adal ah membantu Guru Mapel matematika dalam menyusun RPP sehingga dapat menjadi acua n di dalam proses pembelajaran. D. para guru harus dibina dan difasilitasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP.

2002. pene liti melaksanakan sendiri dengan bantuan alat lembar observasi serta rubrik. yan g dipersiapkan sebelumnya. untuk menemukan hal-hal positif dan hal-hal negatif yang masih memerlukan perbaikan. 5. DAFTAR PUSTAKA Basuki Wibawa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 3. Siklus Tindakan Penelitian ini akan dikakukan minimal dalam dua siklus. Kasbolah. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama proses kegiatan pemberdayaan guru serta hasil evaluasi yang dilakukan akan dilanjutkan dengan refleksi. Suhardjono dan Supardi. Arikunto. 2004. Penelitian Tindakan Kelas (Editor: Suwondo. lembar observasi. Pada siklus pertama. serta rubrik penilaian p roposal dan laporan penelitian sekolah yang dibuat. seperti sumber belajar. dengan meminta bantuan reviewer dari kalangan perguruan tinggi. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan ini akan mengintrodusir pemberdayaan guru mapel matemtika SD pada SD di Kabupaten Kutai Timur dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai ber ikut: Seiring dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan guru akan dilakukan pengamatan terhadap proses dan progres serta hasil-hasil lainnya. pen eliti akan melaksanakan tindakan seperti yang sudah dipaparkan dalam rencana/per siapan di atas. Ditjen Dikdasmen. Untuk keperluan ini. Evaluasi dan Refleksi Pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi dalam bentuk forum presentasi propos al dan laporan singkat hasil penelitiannya. Suharsimi.kung lainnya. Jakarta. Jakarta: PT Bumi Aksara. Depdikbud LBRD . Makalah pada Pendidikan ad an Pelatihan (TOT) Pengembanngan Profesi bagi Jabatan Funngsional Guru. Penelitian Tindakan Kelas. 11-20 Ju li 2002 di Balai Penataran Guru (BPG) Semarang. d an Johan Susanto). Penelitian Tindakan Kelas. 2006. Jakarta: Depdiknas. 4. K. Pada siklus kedua atau setersusnya akan mengimplementasikan renc ana yang sudah direvisi berdasarkan hasil dan temuan pada siklus pertama atau se belumnya. 1980. Imam Sutadji. Suharsimi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->