P. 1
Artikel TBB Facebook.

Artikel TBB Facebook.

|Views: 1,367|Likes:
Published by Kania Puji Lestari

More info:

Published by: Kania Puji Lestari on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Sections

Kumpulan Artikel
"Teori Belajar
Bahasa"

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

51

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Beberapa Tokoh
yang Mengungkapkan Teori-teori Bahasa

Oleh: Adeng Farlan S

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata bahasa, sedangkan
kita tidak mengetahui apa pengertian dari bahasa itu sendiri, apa itu bahasa?. Untuk
menjawab pertanyaan itu, di sini ada beberapa tokoh yang mengungkapkan mengenai
teori-teori bahasa.

Teori Belajar Menurut Thorndike

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan
respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti
pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera.
Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang
dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah
laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau
tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat
mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur
tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan
(Slavin, 2000).

Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum
efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum
ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.

Teori Belajar Menurut Watson

Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan
respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable)
dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental
dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut
sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson
adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan
dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada
pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.

Teori Belajar Menurut Clark Hull

Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon
untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori
evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

52

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar
organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis
(drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan
menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus
(stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan
biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam.
Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan
kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).

Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan
stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung
akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan
variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar.
Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus
sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya
melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah
perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat
sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin
diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap.
Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam
proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah
tingkah laku seseorang.

Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus
respon secara tepat. Pembelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus
dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin
diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).

Teori Belajar Menurut Skinner

Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli
konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara
sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus
dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian
menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh
tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak
sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi
dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon
yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah
yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu
dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan
antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin
dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

53

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan
mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya
masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian
seterusnya.

Teori menurut anthony

Menurut Anthony ( 1963 ),ada tiga teori untuk belajar bahasa;

1. Approach yang artinya pendekatan

Approach adalah seperangkat asumsi yang berhubungan dengan hakikat
bahasa, belajar, dan mengajar.

2. Method

Method adalah suatu rencana – rencana menyeluruh mengenai penyajian

bahasa yang sistematis.

3. Technique

Technique adalah kegiatan-kegiatan khusus yang diwujudkan di dalam kelas
yang konsisten dengan metode dan olehnya itu juga sejalan dengan pendekatan.

Teori Menurut Richard,dkk.

Untuk belajar bahasa bahasa itu harus memberikan batasan mengenai
metedologi pengajaran bahasa sebagai kajian praktik dan prosedur yang digunakan
dalam pengajaran dan prinsip-prinsip dan keyakinan yang melandasinya .
Metedologi meliputi;
1. Kajian tentang hakikat keterampilan berbahasa (yaitu listening, reading, dan
writing) dan prosedurnya.
2. Kajian tentang rencana pembelajaran, materi ajar, buku teks untuk pengajaran,
dan keteranpilan berbahasa.
3. Evaluasi dan perbandingan netode pengajaran bahasa (misalnya Audiolingual

method).

Menurut Richard dan Rodger

Menurut Richard dan Rodger (1982,1986), mereka mengajukan hasil
kajiannya yang merumuskan kembali konsep metode. Istilah Anthony approach,
method, dan technique dilabel menjadi approach, design, dan procedur secara
berturut-turut dengan payung istilah method yang menjelaskan proses tiga langkah
ini.

Menurut Richard dan Rodge metode adalah istilah yang memayungi
spesifikasi dan hubungan antara teori dan praktik. Approach adalah asumsi,
keyakinan, dan belajar bahasa. Procedural merupakan teknik dan praktik yang
diturunkan dari approach dan design.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

54

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Tokoh-tokoh yang Mengungkapkan Teori-teori Bahasa

Oleh: Cecep Setia N

Seringkali kita dengar kata bahasa, apa itu bahasa? tapi secara umum kita
tidak mengetahui apa pengertian dari bahasa itu sendiri dan juga beberapa tokoh
yang mengungkapkan teori-teori tentang bahasa. Untuk menjawab pertanyaan
tersebut, ada baiknnya jika kita memperhatikan beberapa pengertian bahasa, dari
beberapa istilah linguistik, dan menyimak aneka pendapat para ahli dari latar
belakang yang berbeda. Dalam kamus umum, dalam hal ini Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) sedikit menyinggung, bahwa bahasa diartikan sebagai sistem
lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang
dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Dari sini makna dapat diketahui beberapa persamaan yang jelas bahwa
bahasa ditempatkan sebagai alat komunikasi antar manusia untuk mengungkapkan
pikiran atau perasaan dengan menggunakan simbol-simbol komunikasi baik yang
berupa suara, gestur (sikap badan), atau tanda-tanda berupa tulisan. Pada dasaranya
kata bahasa dalam bahasa indonesia memiliki lebih dari satu pengertian atau makna,
sehingga seringkali membingungkan. Begitu pula tokoh-tokoh yang ikut
mengungkapkan teori-teori bahasa. Pada dasarnya mereka yang mengungkapkan teori
kebahasaan tersebut pasti tak jarang pendapat merka ada yang saling bertentangan,
namun banyak juga yang saling melengkapi dan mendukung. Sehingga pemikiran para
ahli mengenai bahasa tersebut menarik sekali untuk dikaji.
Di bawah ini beberapa tokoh/para ahli yang mengutarakan teori tentang

bahasa, yaitu:

Keraf

Keraf (2005:1), memberikan dua teori pengertian bahasa. Pengertian
pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi dan bersosialisasi antara
anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.
Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal
(bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

Owen

Owen (2006:1), menjelaskan bahwa bahasa yaitu language can be defined as
a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations
of those symbols (bahasa sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem
konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang
dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).

Anthony

Menjurut Anthony (1963) berhubungan dengan teori belajar bahasa maka
dia melahirkan beberapa istilah, yaitu; approach (pendekatan), method (metode),

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

55

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

technicue (teknik). Berhubungan dengan approach ini, yaitu sebuah pendekatan
yang berhubungan dengan belajar dan mengajar bahasa. Method tata awal yang di
kaitkan sebagai cara untuk menyajian bahasa sesuai dengan pendekatan. Teknik
merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan berdasarkan pendekatan dan metode
yang telah direncanakan dan disusun.

Santoso

Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia secara sadar.

Wibowo

Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang
bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan
konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia
untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

Walija

Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling
lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan
pendapat kepada orang lain.
Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam
hidup bersama. Bahasa sering kali oleh para tokoh ataupun ahli ditekankan
sebagai sebuah sistem lambang. Istilah sistem mengandung makna adanya
keteraturan dan adanya unsur-unsur pembentuk.

Jalaludin Rakhmat

Menurut Jalaludin Rakhmat (1992:269), seorang pakar komunikasi, melihat
bahasa dari dua sisi yaitu sisi formal dan fungsional. Secara formal, bahasa
diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dibuat menurut
tatabahasa. Sedangkan secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang
dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Istilah sisi formal yang
dikemukakan Rakhmat mirip dengan istilah sistem, sedangkan sisi fungsional
sejalan dengan bahasa sebagai alat komunikasi. Dari sudut pandang psikologi,
karena bahasa itu sebuah sistem simbol terstruktur, maka bahasa bisa dipakai
sebagai alat berpikir, merenung, bahkan untuk memahami segala sesuatu.
Kita lihat pendapat tentang para ahli di atas, melihat bahasa yaitu sebuah
sistem yang tersusun secara sistematis dari lambang-lambang dan simbol-simbol.
Sesungguhnya perbedaan pendapat tentang teori tidak dijadikan sebuah
permasalahan namun dijadikan jalur untuk saling mendukung dan melengkapi satu
sama lainnya.

Dengan melihat deretan teori dari para ahli juga definisi tentang bahasa di
atas, dapat disimpulkan bahwa cukup banyak dan bervariasi definisi tentang bahasa
yang bisa kita temui. Variasi itu wajar terjadi karena sudut pandang keilmuan
mereka yang juga berbeda. Meskipun demikian, variasi tersebut terletak pada
penekanannya saja, akan tetapi hakikatnya sama. Ada yang menekankan bahasa pada
fungsi komunikasi, ada yang mengutamakan bahasa sebagai sistem, ada pula yang

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

56

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

memposisikan bahasa sebagai alat. Meskipun demikian, ada persamaan dalam hal-hal
prinsip, yang oleh Alwasilah (1993: 82-89) disebut dengan hakikat bahasa,
sebagaimana bahasa yang di ucapkan manusia tercermin dalam gejala kejiwaannya.
Telah kita ketahui bahwa bila kita mendengar orang yang berbicara,
sebenarnya kita mendengar bunyi bahasa. Bunyi bahasa tersebut ada yang kita
pahami dan ada yang tidak dipahami. Bila dimengerti berarti bunyi bahasa yang kita
dengar, satu sistem dengan bahasa kita, dan bila tidak dimengerti berarti berbeda
sistem. Bahasa digunakan untuk berkomunikasi, yaitu untuk mengungkapkan ide dan
gagasan terhadap orang lain. Syarat terjadinya suatu komuinikasi yang baik yaitu
antara pembicara, lingkungan dan pendengar sehingga ini merupakan sebuah proses
bahasa.

Sebagaimana di lihat pada teori pembelajaran bahasa, bahwa bahasa dibagi
ke dalam empat kunci pembelajaran, yaitu: bahasa, belajar, mengajar bahasa, dan
konteks. Apabila ke empat teori pembelajaran bahasa tersebut tidak terealisasikan
dengan baik, maka akan terjadi mati konsep kunci pembelajaran bahasa. Selain itu
diketahui pula beberapa teori yang memandang hakikat bahasa, bahwa bahasa itu
bersifat lisan yang telah tertata dalam sistem yang di pandang dan di dengar.
Dengan ini dapat diketahui kita belajar menggunakan symbol dengan cara kumulatif,
yaitu dalam mendengar (menyimak) dan berbicara, serta membaca dan menulis. Oleh
karena itu, program pembelajaran bahasa dimulai dengan kegiatan komunikasi lisan.
Setelah terkuasainya kemampuan berbahasa tersebut dengan baik maka dapat
dengan mudah melakukan pembelajaaran bahasa.
Setelah kita ketahui hakikat dari pembelajaran bahasa, bahwa bahasa itu
mencerminkan suasana jiwa si petuturnya. Selain itu juga, dari bahasa tercermin
sebuah ciri suatu daerah tertentu yang membedakan dengan daerah lain baik dari
segi linguistik, tingkatan budaya juga pengaruh dari berbagai macam dialek bahasa
daerah tersebut. Selain itu juga, setiap bahasa memiliki hubungan terstruktural baik
antara kata, urutan kata, kalimat yang dipelajari dari pengalaman dan kajian. Jadi
pembelajaran bahasa itu meliputi pembangunan sebuah kalimat dan paragraf
sehingga secara bertahap dapat diketahui peristilahhan dan prinsip tata bahasa.
Pada dasarnya para ahli atau tokoh-tokoh yang mengungkapkan teori-teori
tentang bahasa memiliki konsepsi dan juga pemikiran yang hampir sama. bahasa
adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan
perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua,
bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda
yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan. Ada
anggapan yang menyatakan bahwa dari sebuah perbedaaan tidak akan muncul sebuah
pemikiran yang positif dan selanjutnya akan menimbulkan beberapa konflik, yang
jelas dari sebuah perbedaan yang mengutamakannya cara berpikir justru kita akan
dapat sebuah informasi pengertian yang beragam sehingga dapat saling mendukung
dan melengkapi satu sama lainnya.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

57

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Tokoh Teori Belajar Bahasa

Oleh: Damayanti

Ciri utama yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yaitu manusia
dapat berpikir dan berbahasa. Salah satu objek pemikiran manusia adalah bagaimana
manusia dapat berbahasa. Para ahli banyak yang mengutarakan pendapatnya
mengenai belajar dan bahasa. Tak jarang pendapat mereka ada yang saling
bertentangan namun banyak juga yang saling mendukung dan melengkapi. Beberapa
tokoh yang mengungkapkannya adalah :

1. Nietzsche

Menurut Nietzsche, bahasa yang hanyalah merupakan simbol-simbol, adalah
alat untuk menginformasikan sebuah kenyataan. Secara tidak langsung, maka bahasa
memuat realitas.

2. Gorys Keraf

Sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita,
melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan
sesama warga. Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan,
merencanakan dan mengarahkan masa depan kita.
Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol, bunyi yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Bahasa merupakan sistem komunikasi yang menggunakan simbol-simbol vocal (bunyi
ujaran) yang bersifat arbitrer.

3. Puji Santoso

Bahasa secara universal merupakan suatu bentuk ungkapan yang bentuk
dasarnya ujaran. Ujaran inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Dengan ujaran ini pula, manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang
berwujud maupun kasat mata, situasi dan kondisi yang lampau, kini, maupun yang akan
datang. Ujaran manusia itu menjadi bahasa, apabila dua orang manusia atau lebih
menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa.

4. Canale

Bahasa adalah suatu bentuk interaksi sosial dan oleh karena itu secara
normal diperoleh dan digunakan dalam interaksi sosial.

5. Richards & Rodgers

Bahasa adalah suatu sistem pengungkapan gagasan. Fungsi utama bahasa
adalah untuk interaksi dan komunikasi.

6. Plato

Bahasa adalah physei (mirip realitas).

7. Aristoteles

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

58

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Bahasa adalah thesei atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan
lambang bunyi (sound symbolism).

8. Thorndike

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan
respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti
pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan
respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula
berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan.

9. Watson

Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan
respon yang dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia
mengakui adanya perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar,
namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan
karena tidak dapat diamati.

10. Clark Hull

Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon
untuk menjelaskan pengertian belajar. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua
fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap
bertahan hidup.

11. Edwin Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti yaitu gabungan
stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung
akan diikuti oleh gerakan yang sama. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan
stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi
karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak
ada respon lain yang dapat terjadi. Hubungan dan respon bersifat sementara, oleh
karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus
agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga
percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses
belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah
tingkah laku seseorang.

12. Skinner

Konsep-konsep yang dikemukakan Skinner tentang belajar lebih
mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Menurut Skinner hubungan antara
stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang
kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, sehingga stimulus-stimulus yang
diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antara stimulus itu akan
mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki
konsekuensi yang nantinya mempengaruhi munculnya prilaku.

13. Arhtur Combs

Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan
berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pembelajarannya disusun dan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

59

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

disajikan sebagaimana mestinya. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu.
Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting
ialah bagaimana membawa individu untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari
materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupan.

14. Abraham Maslow

Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa didalam diri individu ada dua

hal :
a. Suatu usaha yang positif untuk berkembang
b. Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan tersebut
Pada diri masing-masing, orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti
takut untuk berusaha dan berkembang, takut untuk mengambil kesempatan, takut
membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. Tapi di sisi lain seseorang
juga memiliki dorongan untuk lebih maju kearah keutuhan, keunikan diri, kearah
berfungsinya semua kemampuan, kearah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan
pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri (self).

15. Carl Rogers

Rogers membedakan dua tife belajar yaitu :
Kognitif (kebermaknaan)
Experiential (pengalaman)

Menurut Rogers yang penting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya
guru memperhatikan prinsif pendidikan dan pembelajaran, yaitu :
Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan untuk belajar. Siswa tidak harus
belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.
Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru
sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.

16. Owen

Menurut Owen bahasa dapat didefinisikan sebagai kode yang diterima
secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan
simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh
ketentuan.

17. Tarigan

Tarigan memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu
sistem yang sistematis. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana
suka atau simbol-simbol arbitrer.

18. Santoso

Menurut Santoso, bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat

ucap manusia secara sadar.

19. Mackey

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

60

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan atau sesuatu sistem
lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-
sistem suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.

20. Wibowo

Menurut Wibowo, bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan
berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional
yang dipakai sebagai alat komunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan
perasaan dan pikiran.

21. Walija

Walija mengungkapkan definisi bahasa adalah komunikasi yang paling
lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat
kepada orang lain.

22. Syamsuddin

Syamsuddin memberikan dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah
alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-
perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa
adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang
jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

23. Pangabean

Pangabean berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang
mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.

24. Soejono

Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam

hidup bersama.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

61

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Tokoh-tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Oleh: Didiet Supriadi

Tokoh-tokoh yang mengungkapkan teori bahasa dengan pendapat yang
berbeda-beda isinya. Sebelum mengetahui tokoh-tokoh tersebut kita harus tau dulu
apa itu bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia.
Selain itu Bahasa merupakan suatu sistem tanda yang berisi dua bagian yaitu
signifiant (penanda) dan signifie (petanda). Keduanya merupakan wujud yang tidak
terpisahkan, bila salah satu berubah maka yang lainnya juga berubah. Dan bahasa
juga dapat dibedakan antara bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal budi
pemakai bahasa dari suatu kelompok sosial (langue) dengan bahasa sebagai
manifestasi setiap penuturnya (parole). Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula
dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani. Secara garis besar studi tentang
bahasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ;

1. Tata bahasa tradisioanal

Pada zaman Yunani terdapat beberapa filsuf, para filsuf tersebut
sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dimana manusia hidup dalam tanda-
tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia, misalnya kedokteran, geografi,
dan sebagainya. Bahkan ada dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh
sampai saat ini, dia adalah Aristoteles dan Plato.
Plato berpendapat bahwa bahasa adalah physei atau mirip realitas.
Sedangkan Aristoteles berpendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah thesei
atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi. Perbedaan pendapat
ini juga menambah ke masalah keteraturan (regular) atau ketidakteraturan
(irregular) dalam bahasa. Kelompok penganut pendapat adanya keteraturan bahasa
adalah kaum analogis yang pandangannya tidak berbeda dengan kaum naturalis,
sedangkan kaum anomalis yang berpendapat adanya ketidakteraturan dalam bahasa
mewarisi pandangan kaum konvensionalis. Pandangan kaum anomalis mempengaruhi
pengikut aliran Stoic. Kaum Stoic lebih tertarik pada masalah asal mula bahasa
secara filosofis. Mereka membedakan adanya empat jenis kelas kata, yakni nomina,
verba, konjungsi dan artikel.

Studi bahasa dikembangkan di kota Alexandria yang merupakan koloni
Yunani. Di kota itu dibangun perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian
bahasa dan kesusastraan. Para ahli dari kota itu yang disebut kaum Alexandrian
meneruskan pekerjaan kaum Stoic, walaupun mereka sebenarnya termasuk kaum
analogis. Apa yang dewasa ini disebut "tata bahasa tradisional" atau "tata bahasa
Yunani" , penamaan itu tidak lain didasarkan pada hasil karya kaum Alexandrian ini.
Salah seorang ahli bahasa bemama Dionysius Thrax (akhir abad 2 SM) merupakan
orang pertama yang berhasil membuat aturan tata bahasa secara sistematis serta

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

62

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

menambahkan kelas kata adverbia, partisipel, pronomina dan preposisi terhadap
empat kelas kata yang sudah dibuat oleh kaum Stoic. Di samping itu sarjana ini juga
berhasil mengklasifikasikan kata-kata bahasa Yunani menurut kasus, jender, jumlah,
kala, diatesis (voice) dan modus. Minat meneliti bahasa-bahasa di Eropa sebenarnya
sudah dimulai sebelum zaman Renaisans, antara lain dengan ditulisnya tata bahasa
Irlandia, tata bahasa Eslandia, dan sebagainya. Pada masa itu bahasa menjadi sarana
dalam kesusastraan, dan bila menjadi objek penelitian di universitas tetap dalam
kerangka tradisional.

Tata bahasa dianggap sebagai seni berbicara dan menulis dengan benar.
Tugas utama tata bahasa adalah memberi petunjuk tentang pemakaian "bahasa yang
baik", yaitu bahasa kaum terpelajar. Petunjuk pemakaian "bahasa yang baik" ini
adalah untuk menghindarkan terjadinya pemakaian unsur-unsur yang dapat "merusak"
bahasa seperti kata serapan, ragam percakapan, dan sebagainya.

2. Linguistik Modern

Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan
sehari-hari, maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Objek penelitian adalah
bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari
satu induk bahasa. Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas
dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Dengan demikian dapat diperkirakan
apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal
dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan
kekerabatan di antaranya. Bahasa-bahasa Roman, misalnya secara genetis dapat
ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis, Spanyol, dan
Italia.

Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan
metode komparatif. Antara tahun 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun
hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis
dan morfologisnya. Pada tahun 1870 itu para ahli bahasa dari kelompok
Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui
hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif. Seorang ahli
linguistik Amerika bemama William Dwight Whitney (1827-1894) menulis sejumlah
buku mengenai bahasa, antara lain Language and the Study of Language (1867).
Tokoh linguistik lain yang juga ahli antropologi adalah Franz Boas (1858-
1942). Sarjana ini mendapat pendidikan di Jerman, tetapi menghabiskan waktu
mengajar di negaranya sendiri. Karyanya berupa buku Handbook of American Indian
languages (1911-1922) ditulis bersama sejumlah koleganya. Di dalam buku tersebut
terdapat uraian tentang fonetik, kategori makna dan proses gramatikal yang
digunakan untuk mengungkapkan makna. Pengikut Boas yang berpendidikan Amerika,
Edward Sapir (1884-1939), juga seorang ahli antropologi dinilai menghasilkan karya-
karya yang sangat cemerlang di bidang fonologi. Bukunya, Language (1921) sebagian
besar mengenai tipologi bahasa. Sumbangan Sapir yang patut dicatat adalah
mengenai klasifikasi bahasa-bahasa Indian.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

63

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Tata bahasa lain yang memperlakukan bahasa sebagai sistem hubungan
adalah tata bahasa stratifikasi yang dipelopori oleh S.M. Lamb. Tata bahasa lainnya
yang memperlakukan bahasa sebagai sistem unsur adalah tata bahasa tagmemik yang
dipelopori oleh K. Pike. Menurut pendekatan ini setiap gatra diisi oleh sebuah elemen.
Elemen ini bersama elemen lain membentuk suatu satuan yang disebut tagmem. Ahli
linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana
inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures
(1957), yang kemudian disebut classical theory.

Dan dibawah ini adalah tokoh-tokoh yang mengungkapakan teori bahasa;

Saussure yang berpendapat bahwa bahasa adalah sistem tanda yang
arbitrer digunakan dalam memecahkan masalah-masalah linguistik. Tercatat
beberapa nama ahli linguistik seperti Bloomfield dan Chomsky yang dalam
pemikirannya menunjukkan pengaruh Saussure dan paradigma Aristoteles.
Haugen mengemukakan konsep yang berbeda tentang pengertian
bilingualisme. Yang terpenting menurut Haugen adalah pemahaman terhadap bahasa
kedua yang digunakan olehnya itu. Contoh sederhana dapat disebutkan sebagai
berikut. Seseorang, selain menguasai bahasa Aceh sebagai bahasa pertamanya, ia
juga menguasai bahasa Inggris. Akan tetapi, bahasa Inggris yang dikuasai olehnya
tidak dapat dia gunakan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian,
berdasarkan pendapat Haugen tentang pengertian bilingualisme, orang yang seperti
ini disebut bilingual.

Tokoh bahasa yang satu ini bukan main pengaruhnya dalam ilmu Linguistik.
Sampai-sampai, karena kebetulan ia adalah seorang laki-laki, ia dijuluki Bapak
Linguistik Modern. Ferdinand de Saussure lahir di Jenewa, Swiss, pada tanggal 26
November 1857. Ia adalah seorang keturunan Prancis. Saussure mulai menampakkan
tajinya di usia 21 tahun. Lewat sebuah karya-tulis berjudul (coba ucapkan dalam satu
tarikan nafas) Mémoire Sur le système primitive des voyelles das les langues indo-
européennes. Saussure mematahkan anggapan salah-kaprah para cendikiawan bahasa
kala itu: bahwa bahasa-bahasa Proto-Indo-Eropa (bahasa induk rumpun bahasa
Eropa, India, dan Asia Barat Daya) hanya memiliki tiga huruf hidup. Kalau Profesor
Higgins, seorang ahli Fonetik yang merupakan tokoh rekaan George Bernard Shaw
dalam drama berbau linguistiknya Pygmalion, mampu mengenali ratusan bunyi vokal
lewat mesin suara, Saussure muda, yang kebanyakan pemikirannya tidak dilandasi
oleh penelitian besar dan luas dan tanpa bantuan alat-alat canggih untuk mempelajari
bunyi-bunyi bahasa, telah menemukan bahwa jumlah huruf hidup di bahasa Proto-
Indo-Eropa tidak tiga. Saussure bilang: LIMA!
Bahasa, menurut Saussure, adalah sistem tanda. Dan ‗apa pun yang
menyatakan sesuatu yang lain dari dirinya sendiri‘ adalah tanda.
Saussure adalah cendikiawan bahasa yang revolusioner. Di masanya, cendikiawan
bahasa lain terkukung oleh ketertarikan mereka sendiri: kajian historis bahasa -
tentang asal-usul, perkembangan, dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
bahasa.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

64

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Stephen Krashen (1984) menyatakan bahwa teori pemerolehan bahasa
kedua adalah bagian dari linguistik teoritik karena sifatnya yang abstrak.
Menurutnya, dalam pengajaran bahasa kedua, yang praktis adalah teori pemerolehan
bahasa yang baik. Harimurti Kridalaksana (1993:21) menyatakan bahwa bahasa
adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota
suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

65

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Tokoh yang Mengungkapkan tentang Teori Bahasa

Oleh: Lasty Fatra

Sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki manusia
hanyalah bahasa, karena bahasa merupakan sebuah sistem, yang dimana dapat
diartikan bahwa bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara
tetap dan dapat dikaidahkan. Atau bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi
arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk
berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri.
Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan
oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa juga
memiliki beberapa fungsi. Seperti fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut
pandang, dari segi pendengar, dari segi topik, dari segi kode, dan dapat dilihat dari
segi pembicaraan. Oleh karena itu, ciri utama yang membedakan manusia dengan
makhluk lainnya yaitu manusia dapat berpikir dan berbahasa. Dengan bahasalah
manusia: mengkodifikasikan , mencatat, dan menyimpan berbagai hasil pengalaman
pengamatannya berupa kesan dan tanggapan (persepsi), informasi fakta dan data,
konsep atau pengertian, dalil atau kaidah atau hukum, sampai kepada bentuk ilmu
pengetahuan dan sistem-sistem nilai. Mentransformasikan dan mengolah berbagai
bentuk informasi tersebut melalui proses berpikir dan dengan mempergunakan
kaidah-kaidah logika (direfensiasi, asosiasi, proporsi, atau komparasi, kausalitas,
prediksi, konklusi, generalisasi, interpretasi dan inferensi) dalam rangka pemecahan
masalah dan mencari, mengekspresikan, serta menemukan hal-hal baru.
Mengkoordinasikan dan mengekspresikan cita-cita, sikap, penilaian, dan penghayatan
(etis, estetis ekonomis, sosial, politik, religius dan cultural). Mengkomunikasikan
(menyimpan dan menerima) berbagai informasi, buah pikiran, opini, sikap, penilaian,
aspirasi, kehendak, dan rencana kepada orang lain.
Berdasarkan pernyataan di atas, maka dapat ditarik beberapa pandangan
tentang hakikat bahasa; Bahasa bersifat lisan, atau tulisan dengan mempergunakan
tanda, huruf, bilangan, bunyi, sinar atau cahaya yang dapat merupakan kata-kata
atau kalimat. Mungkin pula berbentuk gambar atau lukisan, gerak-gerik, dan mimik
serta bentuk-bentuk simbol ekspresif lainnya. Oleh karena itu, program
pembelajaran bahasa di mulai dengan kegiatan komunikasi lisan, karena setelah anak
menguasai ketarampilan dalam aspek mendengar dan berbicara, barulah instruktur
memulai kegiatan komunikasi lain, sehingga bahasa mencerminkan lingkungan sosial
tempat yang ditinggali anak, baik dari segi linguistik maupun tingkatan budaya serta
pengaruh berbagai macam dialek dan geografis. Bahasa juga mengalami proses
perubahan yang tetap, seperti pembentukan kata baru untuk memenuhi tuntutan
komunikasi, tekanan sosial yang mengakibatkan perubahan terhadap keberterimaan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

66

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

item pemakaian khusus dan kontruksi bahasa. Oleh karena itu, program pembelajaran
harus mencakup pembelajaran penggunaan bahasa dan struktur bahasa baku melalui
pengalaman dalam percakapan, diskusi, laporan, wawancara, dan karangan, sehingga
dalam pembelajaran itu meliputi kontruksi kalimat dan paragraf, dan secara
bertahap memperkenalkan prinsip serta terminologi tata bahasa.
Prinsip pembelajaran (belajar dan mengajar) bahasa itu, meliputi; prinsip
kognitif, prinsip motivasi intrinsik, prinsip afektif dan prinsip linguistik. Prinsip
linguistik ini, mencakup tentang: Efek bahasa ibu, antarbahasa, dan kompetensi
komunikatif. Berdasarkan tahap pemerolehannya dapat dibedakan adanya bahasa
pertama/bahasa ibu, bahasa kedua, dan bahasa asing. Bahasa ibu lazim juga disebut
bahasa pertama (disingkat B1) karena bahasa itulah yang pertama-tama
dipelajarinya. Bahasa kedua, bahasa ini lazimnya disebut bahasa yang dipelajari
setelah bahasa ibu. Disebut bahasa kedua (B2). Khusus dalam konteks bahasa kedua
(B2), keberhasilan seorang pelajar dibiasakan terhadap lingkungan budaya yang baru
akan mempengaruhi keberhasilan pemerolehan bahasanya, begitu pula sebaliknya,
karena dalam mengajarkan suatu bahasa juga mengajarkan sistem budaya yang
rumit, tatakrama, nilai dan cara berpikir, merasa, dan bertindak. Bahasa asing,
lazimnya bahasa ini disebut dengan bahasa ketiga (B3), karena bahasa inilah yang
mempelajari bahasa selain bahasa ibu dan bahasa kedua. Para ahli berpendapat
bahwa pembentukan bahasa pada anak-anak sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
latihan dan motivasi (kemauan) untuk belajar dengan melalui proses conditioning dan
reinforcement (Lefrancois, 1975).
Meskipun isi dan jenis bahasa yang dipelajari manusia itu berbeda-beda,
namun terdapat pola urutan perkembangan yang bersifat universal dalam proses
perkembangan bahasa itu, ialah mulai dengan meraba, lalu bicara monolog (pada
dirinya atau benda mainannya), harus nama-nama, kemudian gemar bertanya (apa,
mengapa, bagaimana, dan sebagainya) yang tidak selalu harus dijawab); membuat
kalimat sederhana, dan bahasa ekspresif (dengan belajar menulis, membaca, dan
menggambar permulaan). Tetapi dalam perkembangan bahasa di kalangan masyarakat
sungguh sangat memprihatinkan karena banyak pengguna bahasa Indonesia yang
tidak baku kadang sukar dimengerti oleh sebagian orang banyak penggunaan bahasa
asing dikalangan masyarakat. Kadang orang salah menafsirkan bahasa yang baik dan
benar yang menurut EYD, atau penulisan bahasa yang disingkat. Di dalam
kehidupannya bermasyarakat, sebenarnya manusia dapat juga menggunakan alat
komunikasi lain, selain bahasa. Namun, tampaknya bahasa itulah yang merupakan alat
komunikasi yang paling baik, paling sempurna, dibandingkan dengan alat-alat
komunikasi lain. Jadi, teori pembelajaran (mengajar dan belajar) bahasa pada
umumnya didasarkan pada empat konsep; bahasa, belajar, mengajar bahasa, dan
konteks. Dimana: suatu pembelajaran bahasa membutuhkan suatu konsep tentang
hakikat bahasa, pembelajaran bahasa juga membutuhkan pandangan dan wawasan
tentang pelajar dan hakikat belajar bahasa, pembelajaran bahasa mengimplikasikan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

67

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

pandangan tentang pengajar bahasa dan pengajaran bahasa, serta pembelajaran
bahasa juga terjadi pada konteks tertentu.
Dewasa ini, banyak para ahli yang mengutarakan pendapatnya tentang teori-

teori belajar bahasa.

Menurut Mc Lauglin fungsi teori adalah untuk membantu kita menjadi
mengerti serta mengorganisasi data tentang pengalaman dan memberikan makna
yang merujuk dan sesuai.

Menurut Ellis setiap guru pasti memiliki teori tentang pembelajaran bahasa,
tetapi sebagian besar guru tidak pernah mengungkapkan seperti apa teori itu.
Hamalik mengatakan bahwa ada beberapa prinsip dalam belajar; belajar dapat
dilakukan dengan sengaja, belajar harus direncanakan terlebih dahulu sesuai dengan
struktur tertentu, guru menciptakan pembelajaran untuk siswa, memberikan hasil
tertentu untuk siswa, hasil-hasil yang dicapai dapat dikontrol dengan cermat, serta
dalam sistem penilaian dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
(1985:177) Richards, dkk. mengatakan bahwa metode dalam pengajaran
bahasa adalah cara mengajarkan suatu bahasa yang didasarkan pada prinsip dan
prosedur yang sistematis, yakni penerapan pandangan tentang cara bahasa diajarkan
dan dipelajari.

Menurut Richards dan Rodgers (1982:154), bahwa metode adalah istilah
yang memayungi spesifikasi dan hubungan antara teori dan praktik.
Anthony inilah yang melahirkan istilah approach (pendekatan), method
(metode), dan technique (teknik). Pendekatan dalam pengertian ini adalah suatu cara
yang dianggap terbaik untuk mencapai sesuatu. Atau seperangkat asumsi yang
berhubungan dengan hakikat bahasa, belajar, dan mengajar.
Hakikat bahasa itu sendiri berkaitan dengan dengan pengajaran bahasa
menurut aliran linguistik strukturalisme: Language is speech, not writing. A language
is what its native speakers say, not what someone thinks they ought to say.
Languages are different. A language is a set of habitTeach the language, not about
the language.

Canale (1987) memberikan karakteristik komunikasi melalui bahasa berikut
ini: Bahasa adalah suatu bentuk interaksi sosial dan oleh karena itu secara normal
diperoleh dan digunakan dalam interaksi sosial, juga bahasa melibatkan tingkat
ketidakteramalan dan kreativitas yang tinggi dalam bentuk dan pesan, dan
berlangsung dalam diskors dan konteks sosial budaya yang memberikan batasan
tentang penggunaan bahasa yang baik dan sesuai dan sebagai penanda untuk
mengoreksi interpretasi ungkapan, serta bahasa itu juga yang selalu memiliki tujuan
yang melibatkan bahasa otentik dan dipertentangkan dengan bahasa yang dibuat
seperti buku teks.

Richards dan Rodgers (1989) menemukan butir-butir penting yang
merupakan teori yang melandasi pengajaran bahasa.
Nunan (1991:279) menawarkan 5 ciri khas utama pembelajaran bahasa
komunikatif, yaitu: penekanan pada pembelajaran untuk berkomunikasi melalui

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

68

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

interaksi dalam bahasa sasaran, pengenalan teks otentik dalam situasi pembelajaran,
pemberiaan kesempatan bagi pelajar untuk berfokus bukan saja pada bahasa tetapi
juga pada proses belajar itu sendiri, peningkatan pengalaman pribadi pelajar sendiri
sebagai unsur yang memberikan sumbangan terhadap hasil belajar di kelas, dan upaya
menghubungkan pembelajaran bahasa di kelas dengan pengaktifan bahasa di luar
kelas.

Keraf (dalam Smarapradhipa 2005:1) memberikan dua pengertian bahasa.
Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota
masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua,
bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi
ujaran) yang bersifat arbitrer.

Lain halnya menurut Owen dalam Stiawan (2006:1) definisi bahasa yaitu

language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule
governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode
yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep
melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang
diatur oleh ketentuan).

Pendapat di atas mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Tarigan (1989:4),
beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang
sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah
seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1) bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi lain, Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan atau
sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian
banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam
sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12).
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang
bermakna dan berartikulasi yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai
sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan
pikiran.

Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4) mengungkapkan
definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan
ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin
(1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. bahasa adalah alat yang dipakai
untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat
yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

69

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Teori Bahasa Menurut Para Tokoh

Oleh: Siti Haulah

Bahasa merupakan sarana berpikir atau untuk mengungkapkan buah pikiran.
Seseorang yang sedang memikirkan sesuatu pasti akan menggunakan bahasa untuk
menyampaikan pikirannya atau menggunakan bahasa untuk merangkaikan pikiran di
dalam otaknya. Manusia dapat berpikir dengan baik karena manusia memiliki bahasa.
Bahasa merupakan sarana berpikir yang pertama dan mungkin yang utama. Bahkan
keunikan bahasa manusia sebetulnya bukan terletak pada kemampuannya berbahasa.
Akan tetapi, sebagai sarana komunikasi ilmiah bahasa memiliki beberapa kekurangan.
Kekurangan ini disebabkan oleh sifat bahasa yang multifungsi (Jujun S.
Suriasumantri, 1981)
. Dalam komunikasi ilmiah itu pada hakikatnya bersifat
objektif, bahasa sebagai sarana yang harus bebas dari aspek emotif dan afektif,
atau dalam pemakaiannya harus menekankan hal-hal tersebut seminimal mungkin.
Dalam kenyataannya syarat ini sulit dipenuhi karena pada hakikatnya kekurangan
bahasa itu bersumber pada manusia yang tidak terlepas dari unsur emotif dan
afektif (Sabarti Akhaidah, 1983). Dari kedua pendapat ini, maksudnya yaitu

mengenai ―Bahasa sebagai sarana komunnikasi‖.

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi, yaitu untuk mengungkapkan ide dan
gagasan terhadap orang lain. Dalam berkomunikasi sebenarnya melalui suatu proses
yang disebut proses bahasa. Proses bahasa tersebut terjadi pada pembicara,
lingkungan dan pendengar. Moulton (1976) mengemukakan bahwa terdapat 11
tahapan proses bahasa dari pembicara sampai pendengar pada saat berkomunikasi,
yaitu; (1) membuat kode semantik, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode
fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi yang berupa getaran, (7)
perubahan getaran melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9)
pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, (11) pemecahan kode
semantis. Dari 11 proses tersebut, hanya no 5 dan 6 yang dapat diamati secara
empiris. Tahap lain tidak dapat diamati karena berlangsung dalam jatidiri pembicara
dan pendengar yang berlangsung sangat cepat, otomatis dan sempurna. Hal itu
ditunjukkan dengan keluarnya bunyi bahasa yang teratur dan adanya respon dari
pendengar yang terjadi berulang sampai dengan tujuan berkomunikasi tersebut
tercapai.

Berdasarkan ilmu linguistik, kata bahasa dalam bahasa Indonesia, memiliki
lebih dari satu makna atau pengertian, sehingga sering kali membingungkan. Karena
itu tidak mengherankan kalau banyak juga pakar yang membuat definisi tentang
bahasa dengan pertama-tama menonjolkan segi fungsinya itu, seperti Sapir
(1221:8)
, Badudu (1989:3) dan Keraf (1984:16). Kridalaksana (1983) dan juga
Djoko Kentjono (1982), mengemukakan bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

70

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama,
berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Definisi ini sejalan dengan definisi dari
Barber (1964:21), Wardhaugh (1977:3), Trager (1949:18), de Saussure
(1966:16)
, dan Bolinger (1975:15). Masalah lain yang berkenaan definisi bahasa
adalah: bilamana sebuah tuturan disebut bahasa, yang berbeda dengan bahasa
lainnya; dan bilamana hanya dianggap sebagai varian dari suatu bahasa. Oleh karena
itu, meskipun bahasa itu tidak pernah lepas dari manusia, dalam arti tidak ada

kegiatan manusia yang tidak disertai bahasa, tetapi karena ―rumitnya‖ menentukan

suatu parole bahasa atau bukan, hanya dialek saja dari bahasa yang lain, maka hingga
kini belum pernah ada angka yang pasti berapa jumlah bahasa yang ada di dunia ini
(Criystal:1988:284). Mengenai bahasa dari beberapa pakar, kalau dibutiri akan
didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa. Sifat atau ciri itu,
antara lain adalah; (1) bahasa itu adalah sebuah sistem, (2) bahasa itu berwujud
lambang, (3) bahasa itu berupa bunyi, (4) bahasa itu bersifat arbitrer, (5) bahasa itu
bermakna, (6) bahasa itu bersifat konvensional, (7) bahasa itu bersifat unik, (8)
bahasa itu bersifat universal, (9) bahasa itu bersifat produktif, (10) bahasa itu
bervariasi, (11) bahasa itu bersifat dinamis, (12) bahasa itu berfungsi sebagai alat
interaksi sosial, dan (13) bahasa itu merupakan identitas penuturnya. Ciri atau sifat
ini diantaranya dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce dari Amerika, Ferdinand
de Saussure (1966:67)
dari Eropa, Kridalaksana (1983:27), Bolinger (1975:22),
dan Kari Von Frisch (Fromkin 1974/Akmajian 1979).
Sedangkan bahasa dalam sosiolinguistik adalah sebuah sistem, artinya
bahasa itu dibentuk oleh ssejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat
dikaidahkan. Sifat bahasa itu produktif (Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan
W.J.S. Purwadarminta)
, dinamis, beragam dan manusiawi. Telah dikemukakan oleh
Fishman (1972) bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah ―who speak
what language to whom, when and to what end‖. Oleh karena itu, fungsi-fungsi
bahasa antara lain dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode, dan
amanat pembicaraan.

Hymes (1974) seorang pakar sosiolinguistik mengatakan, bahwa suatu
komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan delapan unsur, yang
diakronimkan menjadi SPEAKING, yakni; (1) Setting and Scene, (2) Participants, (3)
Ends, (4) Act sequences, (5) Key, (6) Instrumentalities, (7)Norms, dan (8) Genres.
Dalam Webster s New Collegiale Dictionary (1981:225) dikatakan bahwa,
komunikasi adalah proses pertukaran informasi antarindividual melalui sistem simbol,
tanda atau tingkah laku yang umum. Sebagai alat komunikasi, bahasa itu terdiri dari
dua aspek, yaitu aspek linguistik dan nonlinguistik atau paralinguistik.
Ada tiga pakar, yaitu Hockett, Mc Neill dan Chomsky yang tertarik
terhadap keistimewaan bahasa sebagai alat komunikasi manusia dibandingkan dengan
alat-alat komunikasi yang ada pada dunia hewan. Bila disarikan dari Hockett dan Mc
Neill
setidaknya ada delapan butir ciri khusus yang membedakan sistem komunikasi
bahasa dari sistem komunikasi makhluk lainnya. Kedelapan ciri itu adalah sebagai

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

71

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

berikut; (1) bahasa itu menggunakan jalur vokal auditif, (2) bahasa dapat tersiar ke
segala arah, (3) lambang bunyi bahasa yang berupa bunyi itu cepat hilang setelah
diucapkan, (4) partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi, (5)
bahasa bersifat terbuka, (6) bahasa dapat dipelajari, (7) bahasa dapat digunakan
untuk menyatakan yang benar dan yang tidak benar atau tidak bermakna secara
logika, (8) bahasa memiliki dua subsistem, yaitu subsistem bunyi dan makna.
Sedangkan hubungan yang terdapat diantara bahasa dengan masyarakat, adalah
adanya hubungan antara bentuk-bentuk bahasa tertentu, yang disebut variasi, ragam
atau dialek dengan penggunaannya untuk fungsi-fungsi tertentu di dalam masyarakat.
Hubungan antara bahasa dengan tingkatan sosial di dalam masyarakat, dapat dilihat
dari dua segi; (1) dari segi kebangsawanan, kalau ada; dan (2) dari segi kedudukan
sosial yang ditandai dengan tingkatan pendidikan dan keadaan perekonomian yang
dimiliki.

Itulah sekelumit mengenai teori bahasa dari para tokoh yang dapat kita
pelajari dan dapat juga sebagai bahan perbandingan untuk mempelajari bahasa.
Teori-teori tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
Bahasa bersifat lisan yang telah tertata dalam sistem simbol pandang dan dengar.
Bahasa mencerminkan lingkungan social tempat, baik dari segi linguistik maupun
tingkatan budaya serta pengaruh berbagai macam dialek dan geografis.
Bahasa mengalami proses perubahan yang tetap.
Setiap bahasa memiliki struktur sendiri.
Bahasa merupakan suatu bentuk prilaku, perlambang konsep diri dan sikap sosial
seseorang yang menyimbolkan pikiran, keinginan, dan kepercayaan.
Bahasa merupakan media pengembangan dan pertukaran gagasan.
Bahasa diajarkan untuk mencerminkan penggunaan dan struktur kontemporer,
alphabet, tulisan, kata dan ejaannya.
Bahasa merupakan alat kekuasaan dan kekuatan sosial yang mempengaruhi
kepercayaan, sikap dan tingkah laku.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

72

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

Teori-teori Bahasa
sebagai Kontekstual Pembelajaran Bahasa Indonesia

Oleh: Wawan Setiawan

Tujuan umum pendidikan dan pengajaran bahasa di lembaga-lembaga adalah
memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa itu sendiri. Teori-teori bahasa tidak
muncul begitu saja bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk
berkomunikasi banyak mengalami perubahan-perubahan dari yang bersifat sederhana
beragam sampai kepada yang bersifat kompleks. Pemerolehan bahasa sangat banyak
ditentukan oleh interaksi antara aspek-aspek kematangan biologis, kognitif dan
sosial. Slogin (dalam Tarigan, 1998) mengemukakan bahwa setiap pendekatan modern
terhadap pemerolehan bahasa akan menghadapi kenyataan bahwa bahasa telah
dibangun sejak semula oleh anak, memanfaatkan aneka kapasitas bawaan sejak lahir
yang beraneka ragam dalam interaksi dengan pengalaman-pengalaman dunia fisik dan
sosial. Dalam rangka pengembangan ilmu kebahasaan para ahli telah banyak menggali
dan mengembangkan hal-hal baru sehingga munculah tokoh-tokoh yang
mengungkapkan teori-teori bahasa sehingga terdapatlah cabang-cabang ilmu bahasa
yang tidak kita ketahui sebelumnya.
Bahasa merupakan penginterprestasian dari sebuah tanda yang selama ini
menjadi tanda dalam kehidupan yang merupakan awal munculnya bahasa. Bahasa
adalah cara utama untuk mengkominikasikan isi pikiran dan pendapat terhadap orang
lain. Setiap masyarakat manusia memiliki bahasa dan manusia memiliki kecerdasan
normal dalam memperoleh bahasa aslinya sekarang bahasa menjadi dilematis dan
mulai berubah maknanya. Bahasa yang dulunya hanya digunakan sebagai alat
berkomunikasi sekarang sudah bergeser seiring perubahan zaman kearah politik,
budaya, dan kekuasaan. Faukaulet pernah berkata bahwa dengan menguasai sebuah
bahasa kita akan menguasai orang yang menggunakan bahasa itu. Inilah yang disebut
Faucault sebagai relasi kuasa bahasa. Pada zaman orde baru ketika pemerintah
menuduh sebagai anti pembangunan ekstrim kiri, ekstrim kanan, komunis dan
sebutan-sebutan yang sejenisnya, dia pasti akan tersingkir baik secara politik
maupun sosial. Dalam pandangan orang Athena abad ke-5 bahasa menjadi instrumen
untuk mencapai tujuan tertentu, yang kongkrit dan pasti. Bahasa dianggap sebagai
senjata ampuh dalam peraturan politik tingkat tinggi (Latif dan Ibrahim 1996 : 17).
Bahasa adalah ekspresi kekuasaan oleh karena itu bahasa merupakan kancah
perhelatan kekuasaan. Dalam riil kehidupan manusia orang sering kali menggunakan
sebuah bahasa dalam membohongi setiap orang. Dalam kancah perpolitikan ada
sebuah pergolakan yang terjadi dan itu tentunya tidak terlepas dari bagaimana

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

73

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

menbuat bahasa sehingga menjadi isu yang bisa membuat konsentrasi elit politik
bubar atau terpecahkan.

Manusia mempergunakan bahasa sebagai alat vital dalam kehidupan sehari-
hari yang mempunyai fungsi yang amat penting adalah sebagai instrumental, regulasi,
interaksional, personal, dan imajinatif. Bahasa merupakan aspek kebudayaan sebagai
pendukung dan bahasa sebagai cermin kebudayaan. Bahasa dan pendidikan merupakan
yang bertalian dengan eratnya. Bahasa adalah alat utama dalam pendidikan keduanya
bekerja sama saling menunjang dalam membentuk, memelihara, serta mengangkat
martabat manusia. Gagne (1968) mengemukakan bahwa ―Instruction designed for
effective learning may bedelivered in a number of ways and may us a veriety of
media‖. Cara-cara untuk menyampaikan pengajaran lebih mengacu kepada jumlah
pembelajar dan kreativitas penggunaan media. Gilstrap dan Martin (1975) juga
menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan
pembelajar terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan
strategi belajar. Hamre dan Pianta (2005) pernah menjelaskan bahwa pembelajaran
di sekolah akan melahirkan hasil maksimalnya ketika guru dapat menanggapi
kebutuhan suasana hati, minat dan kemampuan murid, dapat menciptakan suasana
kelas yang positif, banyak canda, kegairahan, hangat, dan memperlakukan murid
secara positif, serta manajemen ruang kelas yang baik.
Proses belajar mengajar, erat kaitannya dengan lingkungan dan suasana
dimana proses itu berlangsung. Meskipun prestasi belajar juga dipengaruhi oleh
banyak aspek seperti gaya belajar, fasilitas yang tersedia, pengaruh iklim kelas
masih sangat penting. Hal ini beralasan karena ketika peserta didik belajar diruang
kelas, lingkungan kelas, baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan nonfisik
kemungkinan mendukung mereka atau bahkan mengganggu mereka. Oleh karena itu,
Hyman (1980) mengatakan bahwa iklim yang kondusif dapat mendukung
Interaksi yang bermanfaat diantara peserta didik
1. Memperjelas interaksi yang bermanfaat di antara peserta didik
2. Memperjelas pengalaman-pengalaman guru dan peserta didik
3. Menumbuhkan semangat yang memungkinkan kegiatan-kegiatan di kelas
berlangsung dengan baik, dan
4. Mendukung saling pengertian dan peserta didik.
Selain keempat hal di atas Moos dalam Walberg (1979) mengatakan bahwa iklim
sosial juga mempunyai pengaruh penting terhadap kepuasan peserta didik.
Walberg dalam farley dan Gordon (1981) mengemukakan bahwa prestasi
peserta didik ditentukan oleh banyak faktor seperti usia, kemampuan dan motivasi,
jumlah dan mutu pengajaran, lingkungn alamiah dirumah dan kelas. Selain itu Berliner
dalam Walberg (1979) kelihatannya mendukung Welberg mengatakan bahwa iklim
kelas yang ditandai dengan kehangatan, demokrasi, keramah tamahan, dapat
digunakan sebagai alat prestasi belajar.
Proses belajar mengajar akan senantiasa merupakan proses kegiatan
interaksi antara dua unsur manusiawi dimana siswa sebagai pihak yang belajar dan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

74

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

guru sebagai pihak yang mengajar. Proses itu sendiri merupakan mata rantai yang
menghubungkan antara guru dan siswa sehingga terbina komunikasi yang memiliki
tujuan yaitu tujuan. Sebagai seorang yang memiliki kompetensi pedagogig,
kompetensi kepribadian kompetensi sosial dan kompetensi propesional. Yang
berkaitan dengan kompetensi pedagogig yaitu kompetensi yang berhubungan langsung
dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan keterampilan guru dalam menciptakan iklim
komunikatif diharapkan siswa dapat berpasitifasi aktif untuk mengeluarkan
pendapatnya, mengembangkan imajinasinya dan daya kreativitasnya. Tentu
komunikasi guru dan siswa yang dimaksud adalah dalam kegiatan pembelajaran tatap
muka baik secara verbal maupun nonverbal, baik secara individual maupun kelompok
dan dibantu dengan media atau sumber belajar.
Proses berkomunikasi erat kaitannya denngan prilaku karena berbahasa
adalah tindakan yang bersifat jasmani karena aspek psikomotor dan bersifat rohani.
Bahasa juga merupakan medium yang digunakan manusia dengan melibatkan prilaku
baik yang nampak ataupun tidak nampak. Dalam proses komunikasi bahasa merupakan
suatu unsur yang tidak bisa dihilangkan sehingga pada umumnya penggunaan bahasa
banyak sekali tokoh-tokoh yang mengungkapkannya tentang teori bahasa.
Dalam hal ini otak juga berperan dalam kebahasaan sebagai pusat yang
mengatur kegiatan berpikir dengan sendirinya karena pikiran yang dihasilkan oleh
otak mengoprasikan sistem tanda atau simbol. Bahasapun mendorong kegiatan untuk
berpikir realitas yang tampak didunia jika tidak diberi ―tanda‖, kode, atau simbol,
maka ia akan menjadi realitas yang tidak terbahasakan dan akan tersimpan dalam
pikiran secara statis dan tidak memiliki ruang untuk dikomunikasikan, atau
mengendalikan proses berpikir yang bergerak secara dinamis. Prilaku bahasa
dihasilkan oleh prilaku berpikir yang memproleh dan memahami bahasa dan
membentuknya menjadi kalimat-kalimat mekanisme. Pada dasarnya berkomunikasi
dan menggunakan bahasa adalah suatu proses mengubah pikiran menjadi kode dan
mengubah kode pikiran.

Bahasa dalam hal ini juga memandu dan mengkondisikan pikiran individu
tentang realitas dapat disimpulkan juga bahwa persepsi manusia tentang realitas
sangat dipengaruhi oleh bahasa yang membentuk pemahamannya, dengan demikian
pikiran tidak akan mampu mengenali dunia realitas tanpa disimbolkan lebih dulu dalam
bentuk bahasa. Pikiran bisa bekerja bila ada bahasa .Kondisi pikiran dapat juga
mempengaruhi prilaku bahasa yang dapat mempengaruhi kondisi pikiran. Bahasa yang
kasar akan mempengaruhi seseorang menjadi negatif, bahasa tentu seseorang sakit
hati, patah hati, gembira, bahkaan bunuh diri. Bahasa tidak saja menjadikan pikiran
mengenali, menganalisis dan membuat generalisasi dan persepsi, bahasa juga dapat
mempengauhi kondisi pikiran bila bahasa itu masuk kepikiran bawah sadar. Para ahli
mencoba memaparkan bentuk hubungan antara bahasa dan pikiran atau lebih
disempitkan lagi, bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran manusia akan hanya
berkata dan memahami satu dengan yang lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan.
Baahasa juga memiliki orientasi yang subjektif dalam menggambarkan dunia

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

75

Tokoh yang Mengungkapkan Teori Bahasa

pengalaman manusia. Orientasi ini yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia
berpikir dan berbahasa secara baik.

Simpulan

Dari teori-teori bahasa yang ada munculah teori menjadi mata rantai proses
pembelajaran, dmana penulis banyak menuangkan berbagai penemuan-penemuan.
Karena dalam bahasa dan teorinya mempunyai fungsi yang saling mempengruhi dalam
ilmu bahasa tersebut, sehingga bahasa akan terus menerus mengalami banyak
perubahan yang bersifat dinamis.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

76

kumpulanartikelteoribelaj
arbahasakumpulanartikel
teoribelajarbahasakumpu
lanartikelteoribelajarbaha
sakumpulanartikelteoribe
lajarbahasakumpulanarti
kelteoribelajarbahasakum
pulanartikelteoribelajarb
ahasakumpulanartikelteo
ribelajarbahasakumpulan
artikelteoribelajarbahasa
kumpulanartikelteoribelaj
arbahasabnmqwertyuiop

PENGERTIAN BAHASA

bagaimana
belajar bahasa

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

77

Bagaimana Belajar Bahasa

Bagaimana Cara Belajar Bahasa,
Khususnya Bahasa Indonesia

Oleh: Ela Siti Julaeha

Sebelum kita bicara tentang bagaimana cara belajar bahasa Indonesia, kita
harus mengetahui apa bahasa itu sendiri? Bahasa adalah sebuah sistem, artinya,
bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat
dikaidahkan. Bagi orang yang mengerti sistem bahasa Indonesia akan mengakui

bahwa susunan ―Ibu‖ meng……seekor…di…‖ adalah sebuah kalimat bahasa Indonesia

yang benar sistemnya, meskipun ada sejumlah komponen yang ditanggalkan. Tetapi
susunan ―Meng ibu se ikan goreng dapur‖ bukanlah kalimat bahasa Indonesia yang
benar karena tidak tersusun menurut sistem kalimat bahasa Indonesia. Sebagai
ssebuah sistem, bahasa selain bersifat sistematis juga bersifat sistemis. Dengan
sistematis maksudnya, bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu, tidak
tersusun secara acak atau sembarangan. Sistem bahasa yang dijelaskan di atas
adalah berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Artinya, lambang-lambang itu
berbentuk bunyi, yang lazim disebut bunyi ujar atau bunyi bahasa.
Bahasa itu bersifat produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Bahasa
bersifat produktif, artinya, dengan sejumlah unsur yang terbatas, namun dapat
dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Bahasa bersifat dinamis,
artinya, bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang
sewaktu-waktu dapat terjadi. Bahasa bersifat beragam, artinya, meskipun sebuah
bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu
digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunysai latar belakang dan
kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran
fonologis, morfologis, sintaksis, maupun pada tataran leksikon. Bahasa bersifat
manusiawi, artinya, bahasa sebagai alat komunikasi verbal hanya dimiliki manusia.
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu,
pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam
berkomunikasi, baik lisan maupun tulis. Belajar sebuah bahasa bisa dilakukan dengan
berbagai macam cara. Bisa dengan cara membaca buku-buku teori tentang bahasa,
bisa melalui media televisi, bisa dengan bercakap langsung dengan penutur asli suatu
bahasa dan lain sebagainya. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling mendasar
dalam mempelajari bahasa adalah dengan menyimak tuturan suatu bahasa. Ada empat
cara untuk belajar bahasa yaitu, membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan.
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan
penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh
informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

78

Bagaimana Belajar Bahasa

disampaikan oleh pembicara melalui ujaran. Menyimak sebuah informasi dapat
berhasil dengan baik jika kita memfokuskan pikiran dan konsentrasi pada informasi
yang disampaikan. Paham tidaknya kita terhadap informasi yang disampaikan sangat
ditentukan oleh kadar keseriusan kita dalam menyimak informasi tersebut. Maka
dari itu kita diharapkan menyimak informasi tersebut dengan sungguh-sungguh
sehingga dapat menangkap isinya dengan baik dan benar. Tanpa menyimak, seseorang
tidak akan bisa berbicara, menulis ataupun membaca. Contoh kecilnya, seorang bayi

tidak akan pernah bisa berkata ―Ibu‖ bila sebelumnya dia tidak pernah mendengar

seseorang mangatakan kata itu. Seseorang juga tidak akan pernah bisa menulis,
bahkan membaca apabila sebelumnya dia tidak mendengar seseorang berkata : huruf
―I-b-u‖ dibaca ―Ibu‖.

Antara belajar bahasa dengan keterampilan menyimak itu ada kaitannya, dan
menyimak mempunyai beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan keterampilan
bahasa yang lainnya. Keterampilan menyimak erat hubungannya dengan ketiga
keterampilan berbahasa yang lain. Seseorang memperoleh bahasa pertamanya karena
mendengarkan orang-orang di sekelilingnya bertutur dan mengucapkan kata-kata,
sehingga kata-kata yang didengar akan langsung terekam di dalam otak seseorang
yang selanjutnya secara tidak sadar, kata-kata itu akan diucapkan pada saat ia
menggunakan keterampilan berbicaranya. Orang juga lebih sering menggunakan
bahasa tutur daripada bahasa tulis, sehingga orang lebih sering mendengar daripada
membaca. Maka dalam memahami suatu tuturan, seseorang harus mempunyai daya
simak yang baik dan didukung dengan pemahaman mengenai kaidah bahasa yang
digunakan.

Belajar bahasa Indonesia sangatlah penting hingga sekarang. Agar kita
dapat menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita harus mengetahui
kaidah-kaidah bahasa. Bahasa memiliki beberapa perbedaan dan persamaan.
Perbedaan dalam bahasa dapat dilihat dengan jelas dari susunan atau bentuknya. Kita
sebagai warga negara indonesia harus mengetahui sejumlah fungsi bahasa agar kita
dapat mengungkapkan tuturan bahasa sesuai dengan siapa, kapan, dan bagaimana
bertutur. Fungsi bahasa itu sendiri yakni untuk komunikasi antar sesama, dengan
kata lain bahwa pengembangan pembelajaran bahasa baik bahasa Inggris ataupun
bahasa Arab dewasa ini seyogyanya diarahkan untuk kemampuan berbahasa peserta
didik secara aktif.

Adapun beberapa pendapat para ahli tentang fungsi bahasa :
Menurut Lyon ada tiga fungsi bahasa antara lain :
a. Fungsi deskriptif bahasa yaitu untuk menyampaikan informasi faktual.
b. Fungsi ekspresif bahasa yaitu untuk menyediakan informasi mengenai sang
pembicara, perasaannya, pilihannya, prasangkanya, dan pengalaman mas
lalunya.

c. Fungsi sosial bahasa yaitu melayani, memantapkan serta memelihara hubungan-
hunbungan sosial antara orang-orang.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

79

Bagaimana Belajar Bahasa

Sedangkan menurut Menurut Candlin dan Widdowson dan diikuti oleh
beberapa ahli bahasa di Eropa melihat bahwa menjadi sebuah kebutuhan untuk lebih
memfokuskan pembelajaran bahasa kepada kecakapan atau keahlian berkomunikasi
dari pada pembelajaran bahasa yang berkutat pada penguasaan struktur belaka.
Banyak orang dan yang lebih penting lagi apabila kita telah menguasai bahasa
Indonesia dengan benar, itu akan menjadi nilai plus untuk diri kita pribadi karena
kita akan terlihat lebih berwibawa saat berbicara didepan umum dibanding orang
yang tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar itu tidak mudah seperti
yang kita bayangkan. Banyak orang yang ingin belajar bahasa Indonesia, karena
bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia. Jadi masih banyak kalangan
masyarakat kita yang belum menguasai bahasa dengan benar oleh sebab itu didalam
dunia pendidikan disusunlah pelajaran bahasa Indonesia agar seluruh kalangan
masyarakat Indonesia dapat mengetahui bagaimana cara belajar berbahasa
Indonesia dengan baik. Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia harus
terus belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar kita sendiri tidak dihina
oleh negara lain karena bahasa sendiri saja kita belum menguasai dengan baik dan
apabila kita telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik, mungkin saja suatu saat
nanti bahasa Indonesia kita dipakai untuk bahasa Internasional.
Seseorang memperoleh bahasa pertamanya karena mendengarkan orang-
orang di sekelilingnya bertutur dan mengucapkan kata-kata, sehingga kata-kata yang
didengar akan langsung terekam di dalam otak seseorang yang selanjutnya secara
tidak sadar, kata-kata itu akan diucapkan pada saat ia menggunakan keterampilan
berbicaranya. Orang juga lebih sering menggunakan bahasa tutur daripada bahasa
tulis, sehingga orang lebih sering mendengar daripada membaca. Maka dalam
memahami suatu tuturan, seseorang harus mempunyai daya simak yang baik dan
didukung dengan pemahaman mengenai kaidah bahasa yang digunakan. Jadi apabila
seseorang ingin belajar suatu bahasa maka harus sering mendengarkan tuturan-
tuturan bahasa tersebut.

Adapun faktor yang mempengaruhi perkembanagn bahasa menurut aliran
navatisme berpandangan bahwa perkembangan kemampuan berbahasa seseorang
ditentukan oleh faktor-faktor bawaan sejak lahir yang diturunkan oleh orang tuanya.
Dengan demikian, jika orang tuanya memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan
cepat, perkembangan bahasa anak pun juga akan baik dan cepat. Begitu juga
sebaliknya, jika kemampuan bahasa orang tuanya lambat dan kurang baik,
perkembangan bahasa anak pun ikut lambat dan kurang baik. Sedangkan menurut
aliran empirisme atau behaviorisme justru berpandangan sebaliknya, yaitu bahwa
kemampuan perkembangan berbahasa seseorang tidak ditentukan oleh bawaan sejak
lahir melainkan ditentukan oleh proses belajar dari lingkungan sekitarnya. Jadi,
menurut aliran ini proses belajarlah yang sangat menentukan kemampuan
perkembangan bahasa seseorang. Dari perspektif ini, meskipun kemampuan bahasa
orang tuanya kurang baik dan lambat tetapi jika proses stimulasi dan proses belajar

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

80

Bagaimana Belajar Bahasa

dilakukan secara intensif dengan lingkungan berbahasa secara baik dan cepat,
kemampuan perkembangan bahasa anak menjadi baik dan cepat.
Konsep bahwa bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran sudah
mempunyai sejarah yang panjangjika kita menelusuri sejarah studi hahasa pada masa
lalu. Pada abad pertengahan (500-1500M) studi bahasa kebanyakan dilakukan oleh
para ahli logika atau ahli filsafat. Mereka menitikberatkan penyelidikan bahasa pada
satuan-satuan kalimat yang dapat dianalisis sebagai alat untuk menyatakan proposisi
benar atau salah.

Sejak awal tahun enam puluhan ada perdebatan yang cukup seru mengenai bahan
atau materi pengajaran bahasa Indonesia termasuk metodenya yang harus diberikan
di sekolah, terutama di sekolah dasar. Dalam pendidikan normal, pendidikan bahasa
Indonesia mempunyai dua muka yaitu :
1. Sebagai bahasa pengantar di dalam pendidikan
2. Sebagai mata pelajaran

Belajar bahasa Indonesia termasuk mata pelajaran penting, sama dengan
pendidikan agama. Sebagai bahasa resmi kenegaraan, maka bahasa Indonesia harus
digunakan dalam setiap kegiatan yang bersifat resmi kenegaraan, termasuk sebagai
bahasa pengantar dalam bidang pendidikan. Penggunaan bahasa Indonesia semakin
hari semakin meluas, dan jumlah penuturnya bertambah banyak.
Adapun beberapa alasan yang dapat dikemukakan :
a. Bahasa Indonesia memiliki status sopsial yang tinggi, yaitu sebagai bahasa
nasional dan bahsa resmi kenegaraan. Ini berarti dapat berbahasa Indonesia
mempunyai rasa kebanggaan tersendiri, yaitu kebanggaan nasional.
b. Semakin banyak keluarga, terutama di kota-kota besar, yang langsung
menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dengan anak-anak meraka.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

81

Bagaimana Belajar Bahasa

Belajar Bahasa

Oleh: Isna Priyanti

Bahasa ialah suatu bentuk ungkapan yang bentuk dasarnya ujaran atau suatu
ungkapan dalam bentuk bunyi ujaran. Bahasa juga merupakan alat komunsikasi dan
interaksi yang sangat penting bagi manusia. Dengan bahasa kita, kita mendapatkan
informasi, menyampaikan gagasan, pikiran, pendapat, dan perasaan. Oleh karena itu,
bahasa sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Tidak ada bahasa tidak
akan terjadi interaksi sosial antara satu dengan yang lainnya.
Untuk belajar bahasa yang baik, sebelumnya kita harus mengetahui bentuk
dan makna bahasa serta fungsi bahasa itu sendiri. Kemudian dalam belajar bahasa
pun beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar bahasa.

Bentuk dan Makna Bahasa

Bahasa memiliki bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Bentuk bahasa terdiri dari :
a. Unsur segmental (bagian dari unsur bahasa yang terkecil sampai dengan yang
terbesar), yaitu : fonem, suku kata, kata, frase, kalimat, dan wawamcara.
b. Unsur suprasegmental (bagian bahasa yang berupa intonasi) yang terdiri dari :
tekanan, nada, durasi dan perhatian.
Sedangkan makna bahasa terdiri dari: makna morfemis, makna leksikal,
makna sintaksis, dan makna wacana.

Fungsi Bahasa

Bahasa memiliki fungsi:
a. Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal balik, antara
anggota masyarakat.
b. Fungsi ekspresi, yaitu menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi, atau
tekanan-tekanan perasaan pembicara.
c. Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaur diri dengan
anggota masyarakat
d. Fungsi kontra sosial, yaitu untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi khusus, yaitu sebagai bahasa nasional yang
berfungsi untuk menjalankan administrasi negara, sebagai alat pemersatu, dan
sebuah wadah penampung kebudayaan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dipengaruhi
dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Yang termasuk faktor
eksternal, yaitu faktor eksternal, yaitu guru, lingkungan, teman, keluarga, orang tua,
dan masyarakat. Sedangkan yang termasuk faktor internal yaitu motivasi, minat,
bakat, sikap dan kecerdasan. Berdasarkan faktor eksternal, ada tiga prinsip belajar
bahasa, yaitu :
- Memberikan situasi dan mteri belajar sesuai respon yang diharapkan siswa.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

82

Bagaimana Belajar Bahasa

- Ada pengulangan belajar agar sempurna dan tahan lama, dan
- Ada penguatan respon belajar siswa
Sedangkan berdasarkan faktor internal yaitu belajar bahasa dapat dibantu dengan
berbagai media visual, audio atau audio visual. Jadi tidak hanya menggunakan buku
sumber/acuan tetapi bisa dibantu dengan media lain. Apalagi teknologi yang sekarang
ini semakin canggih dapat lebih banyak membantu dalam proses belajar dan dapat
mempermudah guru dalam proses pembelajaran.
Dalam belajar bahasa ada jenis keterampilan dan perilaku yaitu
keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan
keterampilan menulis. Keempat keterampilan ini sangat berpengaruh terhadap proses
serta keberhasilan belajar siswa. Jika salah satu dari keempat keterampilan
tersebut tidak ada, maka proses dan keberhasilan terhadap siswa pun akan tidak
sempurna.

Menurut Vallete dan Disk, keterampilan belajar bahasa diurutkan secara hirarkis
dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks (luas), dan dibedakan pula
atas perilaku internal dan perilaku eksternal, yaitu sebagai berikut :
a. Keterampilan mekanis berupa hapalan atau ingatan.
b. Yaitu menghapal atau mengingat bentuk-bentuk bahasa dari yang sederhana
sampai ke yang kompleks, kemudian siswa meniru ajaran atau tulisan.
c. Keterampilan pengenalan (metacognition) berupa mengenal kaidah kebahasaan dan
mengingat kaidah bahasa terrtentu.
d. Keterampilan transfer berupa menggunakan pengetahuan bahasa dalam situasi
dan mengaflikasikan pengetahuan/kaidah bahasa, dan
e. Keterampilan komunikasi berupa penggunaan pengetahuan/kaidah bahasa dalam
berkomunikasi dan mengekspresikan diri baik lisan maupun tulisan.
Kemudian untuk mendapat hasil belajar bahasa yang baik, harus memiliki
strategi yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Dalam
belajar bahasa harus memiliki metode/teknik seperti berikut :
a. Menggunakan rasa ingin tahu murid
b. Menantang murid untuk belajar
c. Mengaktifkan mental, fisik, dan psikis murid
d. Memudahkan guru
e. Memudahkan kreativitas murid dan
f. Mengembangkan pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari.
Metode/teknik dalam belajar bahasa dapat menggunakan metode diskusi,
inkuiri (siswa diberi kesempatan untuk meneliti suatu masalah sehingga dapat
menemukan cara pemecahannya), sosiodrama (bermain drama), tanya jawab, latihan
dan bercerita. Dengan begitu dapat terlihat seberapa berhasilkah belajar bahasa.
Karena dengan menggunakan metode tersebut dapat mengembangkan pengetahuan
untuk pemecahan masalah, menyampaikan pendapat dengan bahasa yang baik dan
benar, menghargai orang lain, dan berfikir kreatif dan kritis.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

83

Bagaimana Belajar Bahasa

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu,
belajar bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dalam
berkomunikasi, baik berupa lisan maupun tulisan. Jadi, jika ingin mengatahui sebaik
apaa kemampuan berbahasa/berkomunikasi kita dapat dilihat dari bagaimanaa kita
menggunakan bahasa dalam setiap berkomunikasi/berinteraksi.

Sifat Bahasa

Bahasa dapat dilihat dari segi sifatnya, yaitu :
a. Sistematika, yaitu memiliki sistem berupa sistem bunyi (arus ujaran) dan makna.
b. Mana suka, yaitu unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar atau tidak
ada hubungan logis antara bunyi (arus ujaran) dengan maknanya.
c. Ujar, yaitu berbentuk ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
d. Manusiawi, yaitu bahasa berfungsi selama manusia memanfaatkannya
e. Komunikatif, yaitu bahwa bahasa sebagai penyatu keluarga, masyarakat dan
bangsa dalam kegiatannya.

Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia

Mengenai strategi pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembicaraan
mengenai pendekatan,metode,dan teknik mengajar. Machfudz (2002) mengutip
penjelasa Edward M. Anthony menjelaskn dalam pembelajaran bahasa harus ada
pendekatan pembelajaran untuk mengacu pada teori-teori tentang hakekat bahasa
dan pembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai sumber landasan/prinsip
pengajaran bahasa. Teori tentang hakekat bahasa mengemukakan asumsi-asumsi dan
tesis-tesis tentang hakekat bahasa,karakteristik bahasa,unsur-unsur bahasa,serta
fungsi danpemakaiannya sebagai media komunikasi dalam suatu masyarakat bahasa.
Teori belajar bahasa mengemukakan proses psikologis dalam belajar bahasa
sebagaimana dikemukakan dalam psikolinguistik. Pendakatan pembelajaran lebih
bersifat aksiomatis dalam definisi bahwa kebenaran teori-teori linguistic dan teori
belajar bahasa yang digunakan tidak dipergunakan lagi. Dari pendekatan ini
diturunkan metode pembelajra bahasa. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori
ilmu bahasa structural yang mengemukakan tesis-tesis linguistic menurut pandangan
kaum strukturalis dan pendekatan teori belajar bahasa menganut aliran
behaviorisme diturunkan metode pembelajaran bahasayang disebut Metode Tata
Bahasa.

Kondisi pembelajarn bahasa harus melakukan langkah ―revitalisasi‖, yaitu

dengan menghidupkan dan menggairahkan kembali proses pembelajaran bahasa yang
didukung oleh etos dan semangamt guru yang handal serta kegairahan siswa yang
terus meningkat intensitasnya dalam belajar dan berlatih berbahasa. Langkah

―revitalisasi‖ yang mesti ditempuh,yaitu harus menciptakan dan sekaligus

memberdayakan guru. Upaya pemberdayaan guru hendaknya dimulai sejak calon guru
menempuh pendidikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) agar kelak
setelah benar-benar menjadi guru sudah tidak asing lagi dengan dunianya dan siap
pakai. Jelas, tuntutan ideal semacam ini bukan tugas yang ringan ringan bagi LPTK ,
sebab selain harus mampu mencetak lulusan yang punya kemampuan akadenik tinggi ,

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

84

Bagaimana Belajar Bahasa

juga harus memiliki integritas kepribadian yang kuat dan keterampilan mengajar
yang handal.

Revitalisasi juga harus diimbangi dengan peran-peran masyarakat agar bias
menciptakan suasana kondusif yang mampu merangsang siswa untuk belajar dan
berlatih berbahasa Indonesia yang baik dan benar,dengan cara memberikan teladan
yang baik dalam peristiwa tutur sehari-hari. Demikian dengan media massa
(cetak/elektronik) hendaknya juga menaruh kepedulian yang tinggi untuk
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah
kebahasaan yang berlaku.

Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa. Kegiatan pengupayaan
ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan
efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa analisi tujuan dan karakteristik
studi dan siswa,analisis sumber belajar,menetapkan strategi pengorganisasian,isi
pembelajaran,menetapkan strategi penyampaian pembelajaran,menetapkan strategi
pengelolaan pembelaajaran,dan menetapkan prosedur pengukuran hasil belajar. Maka
dari itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi
pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan
memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran
diharapkan pencapaian tujuan pembelajaran dapat terpenuhi.
Untuk mencapai tujuan belajar bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar
bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya,serta menjadikan
aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. Prinsip-
prinsip belajar bahasa yaitu harus diperlakukan sebagai individu yang memiliki
kebutuhan dan minat,diberi kesempatan berpartisipasi dalam penggunaan bahasa
secara komunikatif dalam berbagai macam aktivitas,keterampilan,dan strategi untuk
mendukung proses pemerolehan bahasa.
Dalam strategi pembelajaran terdapat variable metode pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu strategi pengorganisasian isi
pembelajaran,dan strategi pengelolaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran bahasa
bukanlah untuk menjadikan siswa sebagai ahli bahasa,melainkan sebagai seorang yang
dapat menggunakan bahasa untuk keperluannya sendiri,dapat memanfaatkan
sebanyak-banyaknya apa yang ada di luar dirinya dari mendengar,membaca,dan
mengalami,serta mampu berkomunikasi dengan orang disekitarnya tentang
pengalaman dan pengetahuannya.
Kondisi pembelajaran adalah factor yang mempengaruhi efek metode dalam
meningkatkan hasil belajar. Kondisi ini tentunya berinteraksi dengan metode
pembelajaran dan hakikatnya tidak dapat dimanipulasi. Berbeda dengan hanya
metode pembelajaran yang didefinisikan sebagai cara-cara yang berbeda dibawah
kondisi pembelajaran yang berbeda. Semua cara tersebut dapat dimanipulasi oleh
perancang-perancang pembelajaran. Sebaliknya,jika suatu kondisi pembelajaran
dalam suatu situasi dapat dimanipulasi,maka ia ia berubah menjadi metode
pembelajaran. Artinya klasifikasi variable-variabel yang termasuk kedalam kondisi

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

85

Bagaimana Belajar Bahasa

pembelajaran,yaitu variaberl-variabel yang berpengaruh pada penggunaan metode
karena ia berinteraksi dengan metode dan sekaligus diluar control perancang
pembelajaran. Variable dalam pembelajaran dapat dikelompokan menjadi tiga bagian,
yaitu tujuan dan karakteristik bahasa,kendala dan karakteristiknya,dan
karakteristik pelajar.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

86

Bagaimana Belajar Bahasa

Belajar Bahasa dan Perkembangan Bahasa

Oleh: Neng Widaningsih

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam
pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul.
Oleh karena itu, penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu
memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. Sejak seorang bayi mulai
berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan dengan
perkembangan hubungan sosial, maka perkembangan bahasa seseorang (bayi-anak)
dimulai dengan meraba dan diikuti dengan bahasa satu suku kata, dua suku kata,
menyusun kalimat sederhana, dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan
menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti
faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan
berbahasa. Bayi, tingkat intelektualnya belum berkembang dan mnasih sangat
sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami
lingkungan, maka bahsa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana
menuju ke bahasa yang kompleks. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan,
karena bahsa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan.anak (bayi)
belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain ―meniru‖ dan ―mengulang‖ hasil
yang telah di dapatkan merupakan cara belajar bahsa awal.
Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang di
dengarkannya. Manusia dewasa di sekelilingnya membetulkan dan memperjelas.
Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun di saat
anak mulai bersekolah. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan
penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis,
maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat
komunukaisi disini di artikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan
dipahami oleh orang lain.

Bahasa Remaja

Bahasa remaja adalah bahsa yang telah berkembang. Anak remaja telah
banyak belajar dari lingkungan, dan dengan demikian bahsa remaja terbentuk oleh
kondisi lingkungan. Lingkungan remaja mencangkup lingkungan keluarga, masyarakat,
dan khususnya pergaulan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang
dimiliki adalah bahasa yang berkembang didalam keluarga atau bahasa ibu.
Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan
masyarakat dimana mereka tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian
yang dihasilkan dari pergaulan dari masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

87

Bagaimana Belajar Bahasa

perilaku berbahasa. Bersama dengan kehidupannya didalam masyarakat luas, anak
(remaja) mengikuti proses belajar di sekolah. Sebagaimana diketahui di lembaga
pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaidah yang
benar. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu
pengetahuan semata, tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan
sistem budaya, termasuk perilaku berbahasa. Pengaruh pergaulan didalam
masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol sehingga bahasa anak
(remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang didalam
kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi, bahasa kelompok yang
bentuknya amat khusus, seperti istilah ― lebay‖ dikalangan remaja yang dimaksudkan
adalah berlebihan. Bahasa ―prokem‖ tercipta secara khusus untuk kepentingan

khusus pula.

Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah
dalam perkembangan bahasa, akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu
dengan yang lain. Hal ini ditunjukan oleh pemilihan dan penggunaan kosa kata sesuai
dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari masyarakat lapisan berpendidikan
yang rendah atau buta huruf, akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa
sembarangan dengan istilah-istilah yang ―kasar‖. Masyarakat terdidik yang pada
umumnya memiliki status sosial lebih baik, akan menggunakan istilah-istilah lebih
efektif, dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa secara lebih baik.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa

Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Oleh sebab itu,
perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor itu adalah:

1. Umur anak

Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya,
bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya.bahasa seseorang akan
berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik
akan ikut mempengaruhi sehubunagn semakin sempurnanya pertumbuhan organ
bicara, kerja otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa
remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai
tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual anak
akan mampu menunjukan cara berkomunikasi dengan baik.

2. Kondisi lingkungan

Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil yang cukup
besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda
dengan dilingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai,
pegunungan, dan daerah-daerah terpencil dan kelompok sosial yang lain. Bahasa
berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena kekayaan lingkungan akan
merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai
dengan proses meniru. Dengan demikian, remaja yang berasal dari lingkungan yang
berbeda juga akan berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya.

3. Kecerdasan anak

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

88

Bagaimana Belajar Bahasa

Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan, dan mengenal
tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan motorik
seseorang berkorelasi positif dengan kemampuan intelektual atau tingkat berpikir.
Ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan
menyusun kalimat dengan baik, dan memahami dan menangkap maksud suatu
pernyataan pihak lain, amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang
anak.

4. Status sosial ekonomi keluarga

Keluarga yang berstatus sosial baik, akan mampu menyediakan situasi yang
baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dan anggota keluarganya. Rangsangan
untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi
berbeda dengan keluarga yang berstatus sosial rendah. Hal ini akan lebih tampak
perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga yang
terdididk. Dengan kata lain pendididkan keluarga berpengaruh terhadap
perkembangan bahasa.

5. Kondisi fisik

Kondisi fisik di sini dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seseorang yang
cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunukasi sepert bisu, tuli, gagap,
atau organ suara tidak sempurna akan mengganggu perkembangan berkomunikasi dan
tentu saja akan mengganggu perkembangannya dalam berbahasa.

Kemampuan Masyarakat Dalam Berbahasa

Perkembangan bahasa di kalangan masyarakat sungguh sangat
memprihatinkan karena banyak penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku kadang
sukar dimengerti oleh sebagian orang banyak penggunaan bahasa asing dikalagan
masyarakat.

Kadang orang salah menafsirkan bahasa yang baik dan benar yang menurut
EYD atau penulisan bahasa yang di singkat. Dalam m,asyarakat multi bahasa tersedia
berbagai kode, baik berupa bahasa dialek, variasi, dan gaya untuk digunakan dalam
interaksi sosial.
Dalam pemilihan bahasa terdapat tiga kategori pemilihan, yaitu ;
1. Dengan memilih satu variasi bahasa yang sama, maksudnya yaitu bila seseorang
menggunakan bahasa asli bila seseorang berbicara dengan orang lain.
2. Dengan melakukan alih kode, menggunakan satu bahasa tapi menggunakanbahasa
lain untuk keperluan lain
3. Dengan melakukan campur kode, menggunakan satu bahasa disertai dengan
serpihan bahasa-bahasa lain

Kemampuan individual dalam berbahasa

Yang dimaksud kemampuan yaitu suatu bentuk keterampilan atau bakat-
bakat naluri yang sudah ada dan berkembnag sepenuhnya melalui proses belajar
terhadap lingkungan sosial. Individual yaitu merupan diri pribadi seseorang.
Sedangkan bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi. Jadi yang dimaksud kemampuan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

89

Bagaimana Belajar Bahasa

individual dalam berbahasa adalah bakat-bakat yang sudah ada dalam pribadi
seseorang untuk mengungkapkan sebuah kata yang cocok dalam pergaulan.

Sikap dalam berbahasa

Dalam bahasa Indonesia kita sikap dapat mengacu pada bentuk tubuh, posisi
berdiri yang tegak, perilaku atau gerak-gerik, dan perbuatan atau tindakan yang
dilakukan berdasarkan pandangan (pendirian, keyakinan,atau pendapat) sebagai reksi
atas adanya suatu hal atau kejadian. Sesungguhnya, sikap itu adalah fenomena
kejiwaan yang biasanya termanifestasi dalam bentuk tindakan perilaku. Namun,
menurut banyak penelitian tidak selalu yang dilakukan secara lahiriah merupakan
cerminan dari sikap batiniah. Sikap dalam berbahasa yaitu perilaku atau keyakinan
mengenai bahasa dan objek bahasa yang memberikan kecenderungan kepada
seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disenanginya.

Etika berbahasa dalam individu

Etika yaitu membahas tentang nilai-nilai kebahasaaan dalam diri individu. Jadi
yang dimaksud etika berbahasa dalam individu yaitu nilai-nilai kebahasaan yang
ditonjolkan oleh setiap individu. Etika berbahasa dalam individu berkaitan dengan
pemiilihan bahasa.oleh karena itu, etika berbahasa ini antara lain akan mengatur apa
yang harus kitta katakan, ragam bahasa apa ynag paling wajar, kapan dan bagaimana
kita menggunakan giliran berbicara kiyta, kapan kita harus diam, bagaimana kualitas
suara dan sikap fisik kita di dalam berbicara. Etika berbahasa itu tidaklah
merupakan hal yang yang terpisah melainkan merupakan hal yang menyatu di dalam
tindak laku berbahasa.

Kemampuan dalam berbahasa

Kemempuan dalam berbahasa yaitu suatu bentuk keterampilan yang sudah ada dan
berkembang sepenjuhnya melaluia proses belajar sehingga membentuk bahasa. Jadi
kemampuan dalam berbahasa sudah ada sejak lahir.

Pemilihan bahasa dalam individu

Di Indonesia secara umum digunakan tiga buah bahasa dengan tiga sasaran yaitu
bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa Indonesia digunakan
dalam keindonesiaan,yang sifatnya nasional, seperti dalam pembicaraan antar
suku,bahasa dalam pengantar pendidikan, dan dalam surat menyurat. Bahasa daerah
digunakan dalam kedaerahan seperti dalam upacara pernikahan, percakapan dalam
keluarga daerah, dan komunikasi antar penutur daerah. Sedangan bahasa asing
digunakan untuk kominikasi antar bangsa atu untuk keperluan keperluan tertentu
yang menyangkut interlekutoor orang asing.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

90

Bagaimana Belajar Bahasa

Bagaimana Belajar Bahasa

Oleh: Rina

Dikehidupan kita sehari-hari sudah tentu kita mengenal apa yang namanya
bahasa,sebab bahasa merupakan alat komunikasi seperti dalam berbagai teori
pendekatan komunikatif mengasumsikan bahwa bahasa adalah alat komunikasi, alat
untuk berindividualisme dengan orang lain melalui alat ucap kita, sehingga kita bisa
mengkomunikasikan sesuatu yang bermakna dan terarah, karena penggunaan bahasa
manusia dapat dipahami dengan baik jika dipandang dari konteks alaminya sebagai
seperangkat saluran yang tersedia bagi manusia untuk mengirimkan dan menerima
informasi. Dengan komunikasi kita dapat mengkomunikasikan apa yang ada dipikiran
kita serta dapat pula mengekspresikan dan perasaan kita.
Adapun menurut Canale(1987)
1. Bahasa adalah suatu bentuk interaksi social.
2. Bahasa melibatkan tingkat ketidak-teramalan dan kreaktivitas yang tinggi dalam
bentuk dan pesan.
3. Bahasa berlangsung dalam diskors dan konteks sosial budaya yang memberikan
batasan tentang penggunaan bahasa yang baik dan sesuai, sehingga digunakan
sebagai penanda untuk mengoreksi interpretasi ungkapan.
4. Bahasa selalu memiliki tujuan.
5. Bahasa melibatkan otentik dan dipertentangkan dengan bahasa yang dibuat buku

teks.

Di dalam bahasa kita mengenal empat macam dalam keterampilan berbahasa
yaitu, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, setiap keterampilan itu sangat
berhubungan erat dan beraneka ragam. Untuk memperoleh hubungan keterampilan
berbahasa, biasanya kita melalui suatu hubunhan yang terratur. Mula-mula ketika
kita kecil kita belajar menyimak bahasa dengan proses peniruan apa yang kita
perhatikan di dalam rumah, misalnya pada saat orang tua kita mengajarkan baik itu
ucapan ataupun tingkah laku yang mereka lakukan,kemudian kita melakukan proses
berbicara. Menyimak dan berbicara kita lakukan sebelum memasuki sekolah.
Berbicara merupakan suatu ketermpilan berbahasa yang berkembang dalam
kehidupan anak yang didahului oleh keterampilan menyimak, karena pada masa
tersebutlah kemampuan berbicara atau berujar dipelajari.Keterampilan berbahasa
sudah tentu erat berhubungan dengan perkembangan kosakata yang diperoleh pada
anak kecil melalui kegiatan menyimak dan membaca. Kebelum matangan dalam
perkembangan bahasa juga merupakan suatu keterlambatan dalam kegiatan
berbahasa, maka dari itu kita perlu menyadari bahwa keterampilan-keterampilan
yang diperlukan bagi kegiatan berbicara yang efektif banyak persamaannya dengan

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

91

Bagaimana Belajar Bahasa

yang dibutuhkan bagi komunikasi efektif dalam keterampilan-keterampilan
berbahasa itu.

Berbicara saling berkaitan dengan berkomunikasi, sebab manusia merupakan
makhluk sosial sehingga tindakan yang pertama dan yang paling penting adalah
tindakan sosial karena itu merupakan suatu tindakan sosial tempat untuk
mempertukarkan pengalaman, saling mengemukakan dan menerima pikiran, saling
mengutarakan perasaan, dan saling mengekspresikan serta menyetujui terhadap
suatu pendirian atau keyakinan.

Oleh karena itu didalam tindakan sosial haruslah terdapat elemen-elemen

yang umum.

Hubungan antara berbicara dengan menyimak merupakan kegitan komunikasi
dua arah yang langsung melalui komunikasi secara tatap muka. Ada beberapa hal yang
harus diperhatikan eratnya hubungan antara berbucara dengan menyimak ;
1. Ujaran(speech) biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru(imitasi)
2. Kata-kat yang dipakai dan dipelajari oleh kita biasanya ditentukan oleh
perangsang(stimuli) pada saat misalnya di kehidupan atau di lingkungan desa
maupun kota.
3. Ujaran yang kita pakai sudah tentu mencerminkan pemakaian bahasa sesuai
dengan tempatnya antara dirumah dan di kehidupan kita sehari-hari.
4. Meningkatkan keterampilan menyimak berarti membantu meningkatkan kualitas
berbicara sesesorang.
5. Suara yang merupakan suatu faktor yang paling penting dalam meningkatkan cara
pemakaian kata-kata yang kita pakai.
Batasan dan tujuan berbicara(ujaran) merupakan suatu bagian yang integral
dari keseluruhan personalitas dan kepribadian yang mencerminkan lingkungan ketika
kita berbicara, sehingga berbicara merupakan kemampuan pengucapan bunyi-bunyi
artikulasi atau kata-kata untuk mengekepresikan menyataka serta penyampaian
pikiran, gagasan, dan perasaan. Berbicara juga dapat diartikan bahwa suatu sistem
tanda-tanda yang dapat di dengar (audible) dan yang klihatan(visible) yang
bermanfaat pada sejumlah otot dan otot jaringan tubuh manusia bertujuan agar
gagasan atau ide-ide itu dapat disatukan lebih jauh lagi.
Tujuan utama dari berbicara itu sendiri yaitu untuk berkomunikasi agar
dapat menyampaikan pikiran secara efektif, sehingga orang yang berbicara
memahami makna pada segala sesuatu yang di komunikasikan, harus mampu
mengevaluasi efek komunikasinya terhadap pendengar dan harus mengetahui prisip-
prisip yang mendasari segala situasi pembicara baik secara umum maupun
perorangan.

Seorang ahli lain, M. Doug Brown, setelah menelaah batasab bahasa dari 6
buah sumber, membuat rangkuman sebagai berikut;
1. batasan adalah sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif
2. bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka(simbol-simbol).

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

92

Bagaimana Belajar Bahasa

3. Lambang- lambang tersebut terutama sekali bersifat vical, tetapi mungkin juga
bersifat visual.
4. Lambang-lambang itu mengandung makna-makna konvensional.
5. Bahasa dipergunakan sebagai komunikasi.
6. Bahasa beroperasi dalam suatu masyarakat bahasa(a speech community) atau

budaya.

7. Bahasa pada hakikatnya bersifat kemanusiaan, walaupun mungkin tidak bersifat
tidak terbatas pada manusia.
8. Bahasa diperoleh oleh semua bangsa /orang dengan cara yang hampir/ banyak
bersamaan; bahasa dan belajar bahasa mempunyai ciri-ciri kesemestaan
(universal characteristics). (Brown, 1980:5).
Setiap masyarakat terlibat dalam komunikasi linguistik; yang bertindak
sebagai pembicara dan menyimak. Dalam komunikasi yang lancar, proses perubahan
dari pembicara menjadi penyimak dan dari penyimak menjadi pembicara begitu
cepat, terasa sebagai suatu peristiwa dan wajar, yang bagi orang kebanyakan tidak
perlu dipermasalahkan apalagi dianalisis. Lain halnya bagi para ahli dalam bidang

linguistik dan pengajaran bahasa. Bila kita analisis ―suatu peristiwa bahasa‖ atau ―a
language event‖ yang terjadi antara sipembicara (speaker) dan si
pendengar/penyimak (hearer/listener).

Prisip dalam pembelajaran bermakna

Pembelajaran nermakna akan menuntun kepada retensi jangka panjang yang
lebih baik dibandingkan dengan rote learning.
Beberapa kemungkinan prinsip diatas da dalam kelas sebagai berikut;
1. Gunakan kekuatan pembelajaran bermakna dengan menarik minat pelajar, tujuan
akademik, dan tujuan karir pelajar.
2. Apabila topik atau konsep baru diperkenelkan, upayakan untuk menanamkannya
dengan mempertimbangkan pengetahuan dan latar belakang pelajar sehinga topik
baru itu dapat dikaitkan dengan apa yang diketahuinya.
3. Hindari pembeklajaran menghafal.

Antisipasi penghargaan

Manusia secara umum terdorong untuk bertindak atau bertingkah laku
dengan mengharapkan semacam penghargaan nyata atau tidak nyata, jangka pendek
atau jengka panjang yang akan terjadi sebagai akibat perilaku itu.

Prinsip motivasi intrinsik

1. Penghargaan yang paling kuat adalah penghargaan yang secara intrisik termotivasi
dalam diri pelajar.
2. Sebab perilaku ini tersumber dari kebutuhan, keinginan, dan hasrat dalam diri
seseorang.
3. Perilaku itu sendiri dapat memberikan penghargaan terhadap diri sendiri, karena
itu tidak perlu sama sekali adanya penghargaan yang diberikan secara eksternal.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

93

Bagaimana Belajar Bahasa

Investasi strategis

Penguasaan bahasa kedua yang sukses sebagian besar disebabkan oleh
investasi perorangan pelajar terdiri dari aspek waktu, upaya, dan perhatian kepada
bahasa kedua dalam bentuk deretan strategi perorangan guna memahami dan
memproduksi bahasa.

Prinsip efektif

o) Ego bahasa

o Sementara manusia belajar mnggunakan bahasa kedua, mereka juga
mengembangkan suatu modus baru berpikir, berperasaan, danbertindak
identitas kedua.
o Ego bahasa kedua yang bergandeng dengan bahasa kedua dengan mudah dapat
menciptakan dalam diri pelajar suatu perasaan keraouhan, kedefensivan, dan
peningkatan tambahan.

Kepercayaan diri

Keberhasilan pelajar dalam suatu petugas sebagiannya merupakan faktor
keyakinannya bahwa mereka benar-benar mampu menyelesaikan tugas itu.
Penambilan resiko

Pelajar bahasa yang sukses saat menilai diri mereka sendiri secara realistik
merupakan orang yang rentan namun mampu menyelesaikan tugas harus sudi
―penjudi‖ dalam permainan bahasa, mencoba menghasilkan dan menafsirkan bahasa
sedikit di batas keyakinan mutlak mereka.

Hubungan bahasa- budaya

a. kapanpun mengajarkan suatu bahasa, sistem budaya yang rumit, tata krama, nilai,
dan cara berpikir, merasa, dan bertindak.
b. Khusus dalam konteks pembelajaran bahasa kedua.

Prinsip linguistik

a. efek bahasa ibu.
b. Antar bahasa.
c. Kompetensi komunikatif

Dengan demikian maka berbicara itu lebih dari pada hanya sekedar
pengucapan bunyi-bunyi atau kata-kata, berbicara merupakan instrumen yang
mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang
pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraannya maupun para
penyimaknya.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

94

Bagaimana Belajar Bahasa

Belajar Bahasa

Oleh: Rinrin Riansyah

Belajar berarti berusaha memperoleh ilmu atau kepandaian. Dalam bahasa
sederhana kata belajar di artikan sebagai menuju ke arah yang lebih baik dengan
cara sistematis. Belajar adalah suatu proses keinginan untuk ingin menjadi pandai
dan mengetahui ilmu pengetahuan. Bruner mengemukakan proses belajar yang terdiri
atas tiga tahapan yaitu informasi, transformasi, dan evaluasi. Yang di maksud tahap
informasi adalah proses penjelasan, pengetahuan atau pengarahan mengenai
pengetahuan, keterampilan dan sikap contohnya narasumber. Tahap transpormasi
adalah proses perpindahan informasi. Namun, informasi itu harus di analisis atau di
transformasikan ke dalam bentuk yang lebih abstrak agar dapat digunakan dalam
konteks yang lebih luas.

Di kemukakan oleh Gegne yang menetapkan proses belajar melalui analisis
yang cermat dalam suatu konstibusi pengajaran. Ia membuat konstribusi pengajaran
berdasarkan gambaran variasi perubahan. Yang di maksud dengan variasi perubahan
adalah perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri anak didik. Tahapan evaluasi
adalah penilaian sejauh mana pengetahuan, keterampilan dan sikap yang di miliki oleh
peserta didik. Fungsi evaluasi adalah guru bisa mengetahui apakah pengetahuan siswa
itu bertambah atau tidak, dalam evaluasi tidak hanya menilai siswa tetapi guru
menilai cara belajar siswa.

Bahasa adalah kombinasi kata yang di atur secara sistematis. Sehingga, bisa
di pakai sebagai alat komunikasi. Kata itu sendiri, merupakan bagian integral dari
simbol yang di pakai oleh kelompok masyarakatnya. Menurut Robert Sibarani (1992),
mengutip pendapat Aart van zoest simbol adalah sesuatu yang dapat menyimbolkan
dan mewakili ide, pikiran, perasaan, dan tindakan secara konvensional. Dalam hal ini
tidak ada hubungan alamiah antara yang menyimbolkan dan yang di simbolkan berarti,
baik yang batiniah (perasaan, pikiran, ide), maupun yang lahiriah (tindakan) dapat di
simbolkan atau di wakili simbol. Dengan sifat konvensional tersebut, maka bahasa di
dunia ini tidak ada yang sama. Adanya aspek simbol dan konvensi yang menyebabakan
tidak ada bahasa yang sama maka bahasa pun memiliki variasi. Namun, untuk
menetapkan faktor apa yang dominan memunculkan variasi bahasa, para ahli linguistik
masih saling berdebat. Joshua A. Fishman (1972) contohnya menegaskan,
berkomunikasi dengan bahasa bukan hanya di tentukan oleh faktor linguistik.
Melainkan, juga oleh faktor non linguistik, seperti faktor sosial dan faktor
situasional. Faktor sosial, di antaranya meliputi status sosial tingkat pendidikan, usia
dan jenis kelamin. Sedangkan faktor situasional, di antaranya, mencakup siapa
berbicara, dengan bahasa apa, kepada siapa, dimana, dan masalah apa yang di

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

95

Bagaimana Belajar Bahasa

bicarakan. Sesuai penegasan ini, berarti, dominasi faktor sosial dan faktor
situasional dalam pemakain bahasa akan mempengaruhi munculnya variasi bahasa.
Sedangkan, menurut David Crystal (1983) variasi bahasa adalah bentuk yang
digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan yang asli, yang awal, atau yang
baku. Di dalam bidang sosial linguistik, ungkap David Crystal, variasi bahasa itu
mengacu pada sistem ekspresi linguistik yang dipengaruhi hanya oleh variabl-variabel
situasional. Variasi bahasa dapat di lihat berdasarkan aspek-aspek (1) waktu, (2)
regional, (3) status, (4) sosiokultural, (5) situasional, dan (6) medium pengungkapan.
Belajar bahasa dapat dipelajari:

1. Pemilihan bahasa

Pemilihan bahasa dalam masyarakat multi bahasa merupakan gejala yang
menarik untuk di kaji dari perspektif sosiolinguistik. Fasold mengemukakan bahwa
sosiolinguistik dapat menjadi bidang studi karena adanya pemilihan bahasa. Fasold
memberikan ilustrasi dengan istilah societal multilingualism yang mengacu pada
kenyataan adanya banyak bahasa di dalam masyarakat. Dalam masyarakat multi
bahasa tersedia berbagai kode, baik berupa bahasa, dialek, variasi, dan gaya untuk
digunakan dalam interaksi sosial. Dengan tersedianya kode-kode tersebut,
masyarakat akan memilih kode yang tersedia sesuai dengan factor-faktor yang
mempengaruhinya.

Pemilihan bahasa menurut Fasold (1984) tidak sesederhana yang kita
bayangkan, yakni memilih sebuah bahasa secara keseluruhan dalam suatu peristiwa
komunikasi. Dalam pemilihan bahasa terdapat tiga kategori pemilihan. Pertama,
dengan memilih satu variasi dari bahasa yang sama. Kedua, dengan melakukan alih
kode, artinya menggunakan satu bahasa pada satu keperluan dan menggunakan
bahasa yang lain pada keperluan lain dalam satu peristiwa komunikasi. Ketiga, dengan
melakukan campur kode. Pemilihan bahasa dalam interaksi sosial masyarakat di
sebabkan oleh berbagai faktor sosial dan budaya. Evintrif (1972)
mengidentifikasikan empat faktor utama sebagai penanda pemilihan bahasa penutur
dalam interaksi sosial, yaitu (1) latar dan situasi (2) partisipan dalam interaksi (3)
topik percakapan (4) fungsi interaksi.

2. Pengertian pemerolehan bahasa

Pemerolehan bahasa di artikan sebagai periode seorang individu atau
masyarakat sosial memperoleh bahasa atau kosakata yang baru. Pemerolehan bahasa
sangat banyak di tentukan oleh interaksi rumit antara aspek kematangan biologis,
kognitif, dan sosial. Menurut Slobin (dalam tarigan, 1988) mengemukakan bahwa
setiap pendekatan modern terhadap pemerolehan bahasa akan menghadapi
kenyataan bahwa bahasa di bangun sejak semula oleh anak, memanfaatkan aneka
kapasitas bawaan sejak lahir yang beraneka ragam dalam interaksinya. Pemerolehan
bahasa mempunyai suatu permulaan yang tiba-tiba, tanpa disadari. Kebebasan bahasa
muali sekitar usia satu tahun di saat anak mulai menggunakan kata-kata terpisah
dari sandi linguistik untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka. Pemerolehan bahasa
memiliki suatu permulaan gradual yang muncul dari masyarakat melalui proses yang

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

96

Bagaimana Belajar Bahasa

lama artinya proses peniruan tejadi kepada siapa saja dan di mana saja. Berkaitan
dengan pemerolehan bahasa, setidaknya anak-anak mendapatkan dan mempelajari
paling sedikit satu bahasa, kecuali anak-anak yang secara fisik mengalami gangguan.
Para ahli mengemukakan bahwa anak akan mencapai tingkat penguasaan bahasa orang
dewasa dalam jangka waktu kurang lebih 25 tahun. kemudian, anak akan berusaha
menyempurnakan pemerolehannya dengan menambah penguasaan kosa kata,
memperdalam pemahaman tata bahasa dan hal-hal lain yang berhubungan dengan
seluk beluk bahasa. Berikut ini akan di jelaskan tahap-tahap perkembangan secara
kronologis oleh Mackey (1965).
Usia 3 bulan, anak akan mulai mengenal suara manusia ingatan yang sederhana
mungkin sudah ada, tetapi belum tampak jelas. Segala sesuatu masih terkait
dengan apa yang di lihatnya.
Usia 6 bulan, anak sudah mulai dapat membedakan antara nada yang halus dan

nada yang kasar. Anak mulai membuat vokal ―baBaba‖.

Usia 9 bulan, anak mulai bereaksi terhadap bahasa isarat. Dia mulai mengucapkan
macam – macam suara dan tidak jarang kita bisa mendengarkan campuran suara
yang menurut kita suara yang aneh atau suara yang tidak dapat kita pahami.
Usia 12 bulan, anak akan mulai membuat reaksi terhadap suruhan. Anak gemar
mengeluarkan suara – suara dan bisa di amati, adanya beberapa kata yang di
ucapkannya untuk mendapatkan sesuatu atau hal-hal yang d inginkan .
Usia 18 bulan, anak mulai mengikuti petunjuk atau arah. Kosakatanya sudah
mencapai sekitar dua puluhan. Di dalam tahap ini komunikasi dengan menggunakan
bahasa sudah mulai kelihatan dan cukup nampak.
Usia 2 – 3 tahun, anak sudah bisa memahami pertanyaan dan suruhan sederhana.
Kosakatanya sudah mencapai beberapa ratus ( baik yang pasif ataupun yang aktif
) anak sudah bisa mengutarakan isi hatinya dengan kalimat sederhana.
Usia 4 – 5 tahun, pemikiran anak makin mantap meskipun masih sering
membingungkan dalam hal – hal yang berkaitan dengan waktu belum bisa di pahami
dengan jelas.
Usia 6 – 8 tahun, tidak ada kesukaran untuk memahami kalimat yang biasa di pakai
oleh kita ( orang dewasa )sehari hari. Anak akan mulai beraktivitas dengan
melakukan belajar membaca dengan sendirinya akan menambah pembendaharan
katanya. Dia mulai membiasakan diri untuk pola kalimat yang agak rumit pada
dasarnya di kuasainya sebagai alat untuk berkomunikasi.

3. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua

Masyarakat di luar ibukota Negara biasanya di anggap sebagai kelompok
pertama. kelompok ini sebagai penyumbang utama pembendaharaan bahasa
Indonesia melalui bahasa Jawa, Sunda dan beberapa daerah dengan demografis
besar seperti Sumatra utara. Kelompok ini berkembang dengan pesat dalam segi
demografisnya.. Kelmpok pengguna bahasa daerah sebagai bahasa ibu secara
tradisional bertahan karena tuntutan dari lingkungan dimana mereka di lahirkan dan
hidup. Tidak ada yang salah dengan situasi demikian seorang individu lahir di dalam

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

97

Bagaimana Belajar Bahasa

sebuah keluarga berbahasa ibu contohnya Sunda. Pada perkembangan selanjutnya
kedua orang tuanya mulai menanamkan beberapa kosakata bahasa Sunda. Jarang
sekali kosakata tersebut mulai berkombinasi dengan bahasa Indonesia yang telah di
kuasainya. Bagi orang tua yang tidak mengenal bahasa Indonesia dengan baik, maka
dapat di pastikan bahwa pemerolehan bahasa anak mereka akan di dominasikan oleh
bahasa daerah setempat.. Keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua pada
umumnya di berikan sejak usia dini. Jarang sekali bahasa Indonesia di berikan
hampir bersamaan dengan bahasa ibu. Beberapa kosakata pada tahap inisiasi
misalnya papa, mama, baik, senyum, cantik, dan banyak lagi kosakata lainnya yang
terkenal bagi usia anak kecil. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, Tidak jarang
keluarga berbahasa ibu bahasa daerah yang mengajarkan bahsa Indonesia secara
formal kepada anaknya, mereka yakin akhirnya anak mereka akan dapat berbahasa
Indonesia.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

98

Bagaimana Belajar Bahasa

Bagaimana Belajar Bahasa

Oleh: Sumiyati

Dari Segi Proses dan Teori

Belajar bahasa melalui proses terlebih dahulu terutama pada anak yang
mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan
pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) (anak) terjadi bila anak
yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa
pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi dari pada
bentuk bahasanya. Bahasa anak-anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan,
memiliki suatu rangkaian kesatuan, yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana
menuju gabungan kata yang lebih rumit. Pembelajaran bahasa bisa diatasi dengan
cara yakni pada proses pembelajaran awal dilakukan upaya atau langkah-langkah
penambatan materi secara sistematis dan bermakna sejak awal guna meningkatkan
proses pengingatan. Proses bahasa telah diketahui bahwa bila mendengar orang yang
berbicara, sebenarnya mendengarkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa tersebut ada yang
dipahami dan ada yang tidak dipahami. Bila dimengerti berarti bunyi bahasa yang
didengar, satu sistem dengan bahasa, dan bila tidak dimengerti berarti berbeda
sistem. Bahasa digunakan untuk berkomunikasi, yaitu untuk mengungkapkan ide dan
gagasan terhadap orang lain. Syarat terjadinya suatu komuinikasi yang baik dalam
berkomunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses
bahasa tersebut terjadi pada pembicara, lingkungan, dan pendengar. Maka dari itu,
seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara
tepat bahasa dengan baik ketika berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu,
seseorang juga harus memperhatikan tatakrama berkomunikasi dengan menyimak.
Adapun pemerolehan bahasa atau language acquisition adalah suatu proses yang
dipergunakan oleh kanak-kanak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis yang makin
bertambah rumit, ataupun teori-teori yang masih terpendam atau tersembunyi yang
mungkin sekali terjadi. Dengan ucapan-ucapan orang tuanya sampai dia memilih,
berdasarkan suatu ukuran atau takaran penilaian, tata bahasa yang paling baik serta
yang paling sederhana dari bahasa tersebut. Kanak-kanak melihat dengan
pandangannya akan kenyataan-kenyataan bahasa yang dipelajarinya dengan melihat
tata bahasa asli orang tuanya, serta pembaharuan-pembaharuan yang telah mereka
perbuat, sebagai bahasa tunggal. Kemudian dia menyusun atau membangun suatu tata
bahasa yang baru serta yang disederhanakan dengan pembaharuan-pembaharuan
yang dibuatnya sendiri. Seorang anak ketika belajar atau memperoleh bahasa anak-
anak dapat belajar menyusun kalimat. Anak-anak belajar memahami kalimat yang
belum pernah mereka dengar sebelumnya. Pada umumnya kebanyakan ahli kini
berpandangan bahwa anak dimanapun juga memperoleh basa ibunya dengan memakai

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

99

Bagaimana Belajar Bahasa

strategi yang sama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi yang sama tetapi
juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan
bekal pada saat dilahirkan Mempelajari sebuah bahasa bisa dilakukan dengan proses
atau berbagai macam cara, bisa dengan cara membaca buku-buku teori tentang
bahasa, bisa melalui media televisi, bisa dengan bercakap langsung dengan penutur
asli suatu bahasa dan lain sebagainya. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling
mendasar dalam mempelajari bahasa adalah dengan menyimak tuturan suatu
bahasa.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak
mempunyai beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan keterampilan bahasa yang
lain. Seseorang memperoleh bahasa pertamanya karena mendengarkan orang-orang
di sekelilingnya bertutur dan mengucapkan kata-kata, sehingga kata-kata yang
didengar akan langsung terekam di dalam otak seseorang yang selanjutnya secara
tidak sadar, kata-kata itu akan diucapkan pada saat ia menggunakan keterampilan
berbicaranya. Orang juga lebih sering menggunakan bahasa tutur dari pada bahasa
tulis, sehingga orang lebih sering mendengar dari pada membaca. Maka dalam
memahami suatu tuturan, seseorang harus mempunyai daya menyimak yang baik dan
didukung dengan pemahaman mengenai kaidah bahasa yang digunakan.
Berbicara juga sebagai suatu keterampilan berbahasa yang berkembang
pada kehidupan anak. Dalam bahasa ada proses pendekatan berorientasi penuh pada
fungsi bahasa sebagai alat komunikasi antarsesama. Untuk mengungkapkan berbagai
ungkapan dalam aktivitas komunikasi, seseorang harus mengetahui sejumlah fungsi
bahasa agar ia dapat mengungkapkan tuturan bahasa sesuai dengan siapa, kapan, dan
bagaimana bertutur.

Adapun motivasi dalam bahasa adanya kebutuhan atau keinginan yang
dirasakan pembelajar bahasa untuk balajar bahasa. Proses belajar bahasa terjadi
bila anak mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan
baru. Proses itu melalui tahapan memperhatikan stimulus yang diberikan, memahami
makna stimulus, menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami.
Selanjutnya proses belajar bahasa lebih ditentukan oleh cara anak mengatur materi
bahasa bukan usia anak. Proses belajar bahasa didapat melalui: enaktif yaitu
aktivitas untuk memahami lingkungan, ikonik yaitu melihat dunia lewat gambar dan
visualisasi verbal; simbolik yaitu memahami gagasan-gagasan yang abstrak. Beberapa
teori yang mengungkapkan bahwa bahasa teori belajar ini dapat bermanfaat dalam
pengembangan pembelajaran bahasa.
Menurut pandangan kaum behavioris, tidak ada struktur linguis yang dibawa
anak sejak lahir (anak kosong dari bahasa). Anak lahir seperti kain putih tanpa
catatan tanpa potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh
melalui pengalaman dan proses belajar yang akhirnya akan membentuk bahasa.
Dengan demikian, bahasa dipandang sebagai sesuatu yang dipindahkan melalui
pewarisan kebudayaan (sama seperti belajar mengemudi). Menurut teori bahavioris

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

100

Bagaimana Belajar Bahasa

proses akuisisi bahasa terjadi melalui perubahan tingkah laku yang terjadi karena
lingkungan.

Teori belajar termasuk psikologi, dan teori belajar bahasa termasuk
psikolinguistik. Teori belajar bahasa dengan tujuan agar terdidik terampil
menggunakan bahasa yang sedang dipelajarinya dengan demikian suatu ilmu terapan
untuk kepentingan praktis yaitu terampil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa
pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Teori behavioris menganggap bahwa perilaku
berbahasa yang efektif merupakan hasil respons tertentu yang dikuatkan. Respons
itu akan menjadi kebiasaan atau terkondisikan, baik respons yang berupa pemahaman
atau respons yang berwujud ujaran. Seseorang belajar memahami ujaran dengan
mereaksi stimulus secara memadai dan memperoleh penguatan untuk reaksi itu.
Selain itu bahasa juga sangat kompleks oleh sebab itu tidak mungkin manusia belajar
bahasa dari makhluk Tuhan yang lain. Setiap anak yang lahir ke dunia telah memiliki
bekal dengan apa yang disebutnya ―alat penguasaan bahasa‖ bahwa belajar bahasa
merupakan kompetensi khusus bukan sekedar belajar secara umum. Cara berbahasa
jauh lebih rumit dari sekedar penetapan stimulus, eksistensi bakat perkembangan
bahasa anak bukanlah proses perkembangan sedikit demi sedikit stuktur yang salah,
bukan dari bahasa tahap pertama yang lebih banyak salahnya ke tahap berikutnya,
tetapi bahasa anak pada setiap tahapan itu sistematik dalam arti anak secara terus
menerus dengan dasar masukan yang diterimanya dan kemudian mengujinya dalam
ujarannya sendiri dan pemahamannya. Selama bahasa anak itu berkembang, belajar
bahasa seorang anak perlu proses pengendalian dalam berinteraksi dengan
lingkungan. Pendekatan kognitif dalam belajar bahasa lebih menekankan pemahaman,
proses mental atau pengaturan dalam pemerolehan, dan memandang anak sebagai
seseorang yang berperan aktif dalam proses belajar bahasa, dan struktur kompleks
dari bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam dan bukan pula sesuatu yang
dipelajari lewat lingkungan. Struktur tersebut lahir dan berkembang sebagai akibat
interaksi yang terus menerus antara tingkat fungsi kognitif anak dan lingkungan
lingualnya. Struktur tersebut telah tersedia secara alamiah. Perubahan atau
perkembangan bahasa pada anak akan bergantung pada sejauh mana keterlibatan
kognitif sang anak secara aktif dengan lingkungannya. Menurut Chomsky (Woolflok,
dkk, 1984:70) anak dilahirkan kedunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Mereka
belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yang mereka dengar, lihat dan
mereka hayati dalam hidupnya sehari-hari. Perkembangan bahasa anak terbentuk
oleh lingkungan yang berbeda.

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu,
pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam
berkomunikasi, baik lisan maupun tulis, diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu
membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan belajar dapat diartikan sebagai
proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap. Belajar
merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan, sedangkan
tujuan pembelajaran bahasa adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

101

Bagaimana Belajar Bahasa

komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya
tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu
dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Untuk mencapai
tujuan di atas, pembelajaran bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa
yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-
aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. Prinsip-prinsip
belajar bahasa sebagai berikut. Pembelajar akan belajar bahasa dengan baik jika;
(1) diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat, (2) diberi
kesempatan berapstisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam
berbagai macam aktivitas, (3) bila ia secara sengaja memfokuskan pembelajarannya
kepada bentuk, keterampilan, dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan
bahasa, (4) ia disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan
budaya menjadi bagian dari bahasa sasaran, (5) jika menyadari akan peran dan
hakikat bahasa dan budaya, (6) jika diberi umpan balik yang tepat menyangkut
kemajuan mereka, dan (7) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran
mereka sendiri.

Bahasa pun digunakan untuk belajar mengungkapkan buah pikiran. Seseorang
yang sedang memikirkan sesuatu pasti akan menggunakan bahasa untuk
menyampaikan pikirannya atau menggunakan bahasa untuk merangkai pikiran didalam
otaknya begitu cepatnya pemerolehan bahasa pada anak telah membuat baik orang
tua. Ada dua pendapat mengenai pemerolehan bahasa pada anak. Pertama, beberapa
ahli bahasa (biasanya disebut kaum nativist) menganggap bahwa bahasa pada
dasarnya bersifat innate (bawaan), bahwa anak-anak dilahirkan dengan sebuah bakat
spesial, unik, yang memungkinkan manusia untuk dapat memahami/menguasai tata
bahasa sebuah bahasa tanpa harus mendapatkan pengajaran. Yang kedua, biasanya
disebut kaum behaviorist, berpendapat bahwa para orang tua-lah yang mengajarkan
bahasa kepada anak-anak mereka dengan cara menggunakan bahasa yang telah
disederhanakan (saat berbicara dengan anak-anak mereka) dan dengan memberikan
timbal-balik saat anak-anak menggunakan bahasa secara tidak benar atau kurang
tepat.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

102

Bagaimana Belajar Bahasa

Bagaimana Belajar Bahasa Indonesia

Oleh: Yogi Ginanjar

Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak
menggunakan kata bergender. Sebagai contoh kata ganti seperti "dia" tidak secara
spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang
sama juga ditemukan pada kata seperti "adik" dan "pacar" sebagai contohnya. Untuk
memperinci sebuah jenis kelamin, sebuah kata sifat harus ditambahkan, "adik laki-
laki" sebagai contohnya.

Ada juga kata yang berjenis kelamin, seperti contohnya "putri" dan "putra".
Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain. Pada kasus di atas, kedua
kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.
Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah
reduplikasi (perulangan kata), tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam
konteks. Sebagai contoh "seribu orang" dipakai, bukan "seribu orang-orang".
Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain, tidak terbatas pada kata
benda.

Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak,
yaitu "kami" dan "kita". "Kami" adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak
termasuk sang lawan bicara, sedangkan "kita" adalah kata ganti inklusif yang berarti
kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.
Susunan kata dasar yaitu subjek - predikat - objek (SPO), walaupun susunan
kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau
jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala (tense). Waktu
dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, "kemarin" atau
"esok"), atau petunjuk lain seperti "sudah" atau "belum".
Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai
kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup
membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.

Tahapan Ejaan untuk Bahasa Melayu/ Indonesia

Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/ Indonesia mengalami beberapa tahapan

sebagai berikut:

1. Ejaan van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van

Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma‘moer dan Moehammad Taib Soetan

Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang
kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah
kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

103

Bagaimana Belajar Bahasa

a. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus
disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga
digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
b. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
c. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
d. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata
ma‘moer, ‘akal, ta‘, pa‘, dsb.

2. Ejaan Republik

Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan
sebelumnya. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini
yaitu:

a. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
b. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat,

dsb.

c. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-
barat2-an.
d. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang
mendampinginya.

3. Melindo (Melayu Indonesia)

Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik
selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.

4. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden
Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun
1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa
Malaysia, semakin dibakukan.

o Penggolongan

Indonesia termasuk anggota dari Bahasa Melayu-Polinesia Barat subkelompok
dari bahasa Melayu-Polinesia yang pada gilirannya merupakan cabang dari bahasa
Austronesia. Menurut situs Ethnologue, bahasa Indonesia didasarkan pada
bahasa Melayu dialek Riau yang dituturkan di timur laut Sumatra

o Distribusi geografis

Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak
digunakan di area perkotaan (seperti di Jakarta dengan dialek Betawi serta
logat Betawi).
Penggunaan bahasa di daerah biasanya lebih resmi, dan seringkali terselip dialek
dan logat di daerah bahasa Indonesia itu dituturkan. Untuk berkomunikasi
dengan orang sedaerah kadang bahasa daerahlah yang digunakan sebagai
pengganti untuk bahasa Indonesia.

o Kedudukan resmi

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting seperti yang
tercantum dalam:

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

104

Bagaimana Belajar Bahasa

1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, ‖Kami putra dan putri
Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia‖.
2. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang
Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ‖Bahasa Negara
ialah Bahasa Indonesia‖.

Dari Kedua hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai:
a. Bahasa kebangsaan, kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.
b. Bahasa negara (bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)

o Berikut ini beberapa cara belajar bahasa dan membangun bahasa secara
kreatif: Awalan, akhiran, dan sisipan

Bahasa Indonesia mempunyai banyak awalan, akhiran, maupun sisipan, baik yang
asli dari bahasa-bahasa Nusantara maupun dipinjam dari bahasa-bahasa asing.

o Dialek dan ragam bahasa

Pada keadaannya bahasa Indonesia menumbuhkan banyak varian yaitu (1) varian
menurut pemakai yang disebut sebagai dialek dan (2) varian menurut pemakaian
yang disebut sebagai ragam bahasa.
Dialek dibedakan atas hal sebagai berikut:
1) Dialek regional, yaitu rupa-rupa bahasa yang digunakan di daerah tertentu
sehingga ia membedakan bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan
bahasa yang digunakan di daerah yang lain meski mereka berasal dari eka
bahasa. Oleh karena itu, dikenallah bahasa Melayu dialek Ambon, dialek
Jakarta (Betawi), atau bahasa Melayu dialek Medan.
2) Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat
tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek
wanita dan dialek remaja.
3) Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu.
Contohnya dialek Melayu zaman Sriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.
4) Idiolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua
berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam
pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.
Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak. Maka itu, ia dibagi
atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan
antarpembicara.
Ragam bahasa menurut pokok pembicaraan meliputi:
a) ragam undang-undang
b) ragam jurnalistik
c) ragam ilmiah
d) ragam sastra
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibagi atas:
1) ragam lisan, terdiri dari:
a) ragam percakapan
b) ragam pidato

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

105

Bagaimana Belajar Bahasa

c) ragam kuliah
d) ragam panggung
2) ragam tulis, terdiri dari:
a) ragam teknis
b) ragam undang-undang
c) ragam catatan
d) ragam surat-menyurat
Dalam kenyataannya, bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan,
tetapi hanya untuk:
1) komunikasi resmi
2) wacana teknis
3) pembicaraan di depan khalayak ramai
4) pembicaraan dengan orang yang dihormati
Selain keempat penggunaan tersebut, ada pula siasat belajar bahasa sebagai berikut:
1) Gunakanlah pemahaman nonlinguistik Anda sebagai dasar bagi penetapan atau
pemikiran bahasa.
2) Gunakan apa saja atau segala sesuatu yang penting dan menonjol serta menarik

hati Anda.

3) Anggaplah bahwa bahasa dipakai secara referensial atau eskpresi dan
menggunakan data bahasa.
4) Amatilah bagaiamana caranya orang lain mengekspresikan berbagai makna.
5) Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing atau memperoleh data yang
Anda inginkan.
6) Tirulah apa yang dikatakan orang lain.
7) Gunakan beberapa prinsip umum untuk memikirkan serta menetapkan bahasa.
8) Buatlah sebanyak mungkin dari yang telah Anda miliki dan Anda peroleh.
9) Hasilkanlah bahasa dan lihatlah bagaimana orang lain memberikan responsi.

Pengertian Bahasa

Kumpulan Artikel “Teori Belajar Bahasa”

2010

106

kumpulanartikelteoribelaj
arbahasakumpulanartikel
teoribelajarbahasakumpu
lanartikelteoribelajarbaha
sakumpulanartikelteoribe
lajarbahasakumpulanarti
kelteoribelajarbahasakum
pulanartikelteoribelajarb
ahasakumpulanartikelteo
ribelajarbahasakumpulan
artikelteoribelajarbahasa
kumpulanartikelteoribelaj
arbahasabnmqwertyuiop

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->