P. 1
Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal

|Views: 269|Likes:
Published by Faroq Romdhoni

More info:

Published by: Faroq Romdhoni on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP BAYI NY.

“R” DI RB SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007

Disusun Oleh : NETY HERAWATI NIM : 06242075

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO TAHUN 2007

BAB II LANDASAN TEORI

Definisi (Menurut Sarwono, 2005 ”Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal”) Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama bayi pertamanya setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir : 1. Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat. a. b. Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan kontak Ganti handuk / kain yang basah dan bungkus antara kulit bayi dengan kulit ibu. bayi dengan selimut dan memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh. c. telapak bayi setiap 15 menit. 1) Bila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksilah bayi. 2) Bila suhu bayi < 36,5oC, segera hangatkan bayi tersebut. 2. Kontak dini dengan bayi a. 1) yang benar pada bayi baru lahir. 2) b. menyusu. Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran (Menurut Stright, 2004 ”Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir”) 1. Perubahan metabolisme karbohidrat Ikatan batin dan pemberian ASI. Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk : Kehangatan mempertahankan panas Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa

bayi telah siap (dengan menunjukkan refleks rooting) jangan paksa bayi untuk

bayi berasa pada suhu lingkungan yang > rendah dari suhu di dalam rahim. keadaan ini menyebabkan penurunan suhu bayi sebanyak 20C dalam waktu 15 menit. b. Paru-paru mengembang menyebabkan rongga dada troboli pada bentuk semula. permukaan Pernafasan pertama pada BBL normal dalam waktu 30 detik setelah kemoreseptor karohd. persalinan. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia. d. Sehingga cairan yang hilang tersebut diganti dengan udara. 2. 4. c. Perubahan suhu tubuh Ketika bayi baru lahir. Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat. Menurun kadar pH O2 dan meningkat kadar pH CO2 merangsang Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang. a. Evaporasi sebanyak 200 kal/kg/BB/menit. jumlah cairan paru-paru pada bayi normal 80 museum Lampung – 100 museum Lampung. Setelah bayi lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Tekanan mekanik dari toraks pada saat melewati janin lahir. Dimana tekanan rongga dada bayi pada melalui jalan lahir mengakibatkan cairan paru-paru kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut.Dalam waktu 2 jam setelah lahir kadar gula darah tali pusat akan menurun. Bila ada gangguan metabolisme akan lemah. Sedangkan produksi yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/100 nya. 3. Rangsangan gas melalui paru-paru untuk gerakan pernafasan pertama. gerakan pinafasa. Perubahan struktur . Perubahan pernafasan Selama dalam rahim ibu janin mendapat O2 dari pertukaran gas mill plasenta. energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 Mg/100 museum Lampung. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar maka akan kehilangan panas mil konveksi.

Berat badan b. Perubahaan lain Alat-alat pencernaan. Lingkar dada e. Eliminasi baik. Panjang badan c. Dan menciutnya arteri dan vena umbilikasis kemudian tali pusat dipotong sehingga aliran darah dari plasenta melalui vena cava inverior dan foramen oval atrium kiri terhenti sirkulasi darah bayi sekarang berubah menjadi seperti semula. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Bunyi jantung : 2500 – 4000 gr : 48 – 52 cn : 33 – 5 cm : 30 – 38 cm : 120 – 160 x/menit f. l. urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam. ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi.Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat tekanan CO2 menurun. Kulit kemerahan dan licin karena jaringan dan diikuti vernik caseosa. Pernafasan dada : 40 – 60x/menit g. rambut kepala biasanya sudah sempurna. jika lakilaki testis telah turun. 5. Gerak refleks sudah baik bila tangan diletakkan benda bayi akan menggenggam. hati. h. Tanda-tanda bayi baru lahir normal : a. m. Rambut lanugo terlihat. . n. k. Refleks hisab dan menelan telah terbentuk dengan baik. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paruparu sebagian sehingga aliran darah ke pembuluh darah tersebut meningkat. j. Genetalia jika perempuan labia mayora telah menutupi labia minora. i. Refleks moro bila dikagetkan akan kelihatan seperti memeluk. Kuku telah agak panjang dan lepas. Lingkar kepala d.

d. Pakai sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan. Pencegahan infeksi Tindakan pencegahan infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir : a. atau terjadi setelah bayi dimandikan. Jika Pastikan bahwa benda-benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi menggunakan bola karena penghisap. Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi terjadi karena menguapkan air ketuban yang tidak cepat dikeringkan. Pastikan semua peralatan telah desinfektan tingkat tinggi / steril. Mekanisme kehilangan panas tubuh pada bayi baru lahir a. dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. Pencegahan Kehilangan Panas Bayi baru lahir dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai. Cara mencegah kehilangan panas . b. c. Penilaian Awal Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat. dalam keadaan bersih. b. Kondiksi adalah kehilangan panas melalui kontrak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. 2. c. d.Penatalaksanaan awal bayi baru lahir (Menurut buku Asuhan persalinan Normal Revisi 2007) 1. 3. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan bayi. pakai yang bersih dan baru. penilaian secara APGAR ditentukan setelah 1 menit dan 5 menit. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapak dengan udara di sekitar yang lebih dingin.

5. Pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. menggunakan benang diinfeksi tingkat tinggi / klem plastik tali pusat. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. hal ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernafasan spontan. c. Rangsangan Taktil Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. c. e. Untuk bayi yang sehat. 4.a.5%. lingkarkan benang di sekeliling larutan klorin 0. d. mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat dan nasihati keluarga agar tidak memberikan apapun pada pusat bayi. Jangan membungkus. e. f. Lepaskan menjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin . Tutup bagian kepala bayi. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam Bilas tangan dengan air matang / desinfeksi tingkat tinggi. g. kering dan hangat. f. 0. Keringkan tangan tersebut dengan handuk / kain bersih dan kering. b. Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan Jika menggunakan benang tali pusat. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan. puntung tali pusat dan lakukan pengikatan ke 2 dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada hasil yang berlawanan. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. Jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan dan menunjukkan tanda-tanda kegawatan.5% untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. Merawat tali pusat a. b. Keringkan bayi secara seksama. Rawatan tali pusat a. d. 6. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.

dan sabun keringkan dengan kain bersih. Ibu memeluk kepala dan tubuh bayi secara urus agar muka bayi menghadapi ke payudara ibu dengan hidung di depan puting susu ibu. bayi : Pemakaian alkohol ataupun beladin masih diperkenankan sepanjang Beri nasihat kepada ibu / keluarga sebelum penolong meninggalkan 1) Lipat popok di bawah putung tali pusat. Dekatkan bayi ke payudara jika ia tampak siap untuk menghisap puting susu. Mulai Pemberian ASI Pastikan bahwa pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. b.b. Keuntungan peberian ASI a. d. c. 3) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencapai bantuan perawatan jika pusat menjadi merah atau mengeluarkan nanah / darah dan segera rujuk bayi kefasilitas yang lebih memadai. anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusukan bayinya segera setlah tali pusat diklem dan dipotong berdukungan dan bantu ibu untuk menyusukan bayinya. . Merangsang produksi air susu ibu Memperkuat reflek menghisab bayi Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayinya Memberikan kekebalan pasif segera kepada bayi melalui kolostrum Merangsang kontraksi uterus Posisi untuk menyusui a. 2) Jika putung tali pusat kotor. Perut bayi menghadap ke perut ibu dan ibu harus menopang seluruh tubuh bayi tidak hanya leher dan bahunya. tidak menyebabkan tali pusat basah / lembab. cuci dengan lembut menggunakan air matang. b. Jika mungkin. 7. e. c.

Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.c. mengantuk berlebihan. yakinkan mereka bahwa obat tersebut akan sangat menguntungkan bayi. d. serta kadang-kadang berhenti. 1) Dagu menyentuh payudara ibu. banyak muntah. Membantu bayinya untuk menempelkan mulut bayi pada puting susu di payudaranya. d. Warna  kuning (terutama pada 24 jam pertama). e. Upaya profilaksis terhadap gangguan mata. Berikan salep / teki mata dalam satu garis lurus. c. Pemberian makan  hisapah lemah. mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata. Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir a. Upaya profilaksis untuk gangguan pada mata tidak akan efektif jika tidak diberikan dalam 1 jam pertama kehidupannya. b. b. Jelaskan pada keluarganya tentang apa yang anda lakukan. Pernafasan  sulit / > 60x/menit. . 5) Bayi menghisap dengan perlahan dan dalam. 3) Mulut bayi menutupi sampai ke areola. Kehangatan  terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin <36oC) c. Tetes mata / salep antibiotik tersebut harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran. 2) Mulut terbuka lebar. Jangan menghapus salep / tetes mata bayi dan minta agar keluarganya tidak menghapus obat tersebut. Jangan biarkan ujung mulut tabung / salep atau tabung penetes menyentuh mata bayi. Biru/pucat. 4) Bibir bayi bagian bawah melengkung keluar. Tehnik pemberian profilaksis mata : a. memar. 8.

keluar cairan nanah. h. f. sangat mudah tersinggung lemas.bau busuk. ada lendir atau darah pada tinja. Tinja / kemih  tidak berkemih dalam 24 jam. merah. Infeksi  suhu meningkat. pernafasan sulit. Aktivitas  menggigil. sering. menangis terus menerus. bengkak. kejang. tidak bisa tenang.berdarah. . atau tangis tidak bisa. tinja lembek. terlalu mengantuk. bau busuk. lunglai.e. g. Tali pusat  merah. bengkak. kejang halus. keluar cairan. hijau tua.

Buku Asuhan Persalinan Normal Revisi 2007.Barbara. 2004.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo. Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir : Jakarta : EGC. Stright. Sarwono. Jakarta : JNPKKR. Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal. 2005. R. . POGI.

persalinan yang lalu Hamil Ke : I Tahun Lahir 2003 Jenis Persalinan Spontan Penyulit komplikasi Tidak ada Penolong Bidan BBL 2.45 WIB .900 Keadaan Anak Sehat : 16. R DI RB. Riwayat Kesehatan a. Ny.45 WIB : II (dua) : 38B Banjarejo Lampung Timur : Ny. SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007 I. Pukul 1. Identitas Nama bayi : By.ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP By. Bayi kotor oleh lendir bercampur darah. Ny. R : 26 tahun : SMA : Islam : IRT : 38B Banjarejo Lam-Tim Nama Ayah Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat : Tn. 2. “R” lahir spontan pervaginam.III : Islam : PNS : 38B Banjarejo Lam-Tim Pengumpulan Data Dasar Pada tanggal 13 November 2007. Ny. R : 30 tahan : D. 1. Riwayat kehamilan. R Jenis kelamin : Perempuan Tanggal lahir : 13 November 2007 Jam Anak ke Alamat Nama Ibu Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat Keluhan utama : By. lemak.

7oC : 100x/menit BB PB : 3000 gr : 50 cm UUN Sucudenum : datar : tidak ada RR : 38x/menit Aspek yang dinilai Menit pertama 2 2 2 2 1 9 Usia kehamilan Lama persalinan : 5 jam : 45 menit : 15 menit : 2 jam setelah persalinan : jernih : 15. Kepala : datar :O : simetris Keadaan tubuh : tidak ada kelainan .b. Pemeriksaan Fisik Tanda – tanda vital Temp Pols UUB Moulage Bentuk kepala : 36.30 WIB : spontan : tidak ada : tidak ada : oxytosin : Bidan : 40 minggu a. Nilai APGAR Sore No 1 2 3 4 5 Apperance Polse Gramace Activity Respirasi Jumlah 3. Riwayat Persalinan Sekarang Kala I Kala II Kala III Kala IV Keadaan air ketuban Waktu pecah Jenis persalinan Lilitan tali pusat Episiotomi Obat-obatan dipergunakan Ditolong oleh c.

Perut Posisi Tali pusat i. dan telinga teraba lunak : bersih tidak ada sumbatan : simetris : baik : normal Palatum Bibir : normal : lengkap atas bawah : simetris : bersih : lengkap Pernafasan cuping hidung : tidak ada : simetris : normal : bersih Strabismus Sklera : tidak ada : tidak ikterik Tidak ada pembesaran dan benjolan . Ekstremitas Atas : Jari tangan Posisi dan bentuk : lengkap : simetris kanan – kiri : simetris : basah : simetris : ada Denyut jantung : 100x/menit Pernafasan : 38x/menit : tidak ada : dapat bergerak kanan kiri : simetris kanan kiri. Mulut Bentuk Refleks hisap Gusi e. Telinga Posisi Keadaan f. Leher Pembesaran vena / kelenjar Pergerakan leher g. Hidung Bentuk Keadaan Lubang hidung d. Mata Bentuk mata Pupil mata Keadaan c.b. Dada Posisi Mamae h.

anus : (positif) tidak ada sumbatan. Nutrisi ASI belum diberikan : 300 gr : 55 cm : 50 cm : 32 cm : 11 cm : baik : baik : baik : baik : lengkap : aktif : babinsky negatif .Bawah : Jari kaki Pergerakan Refleks j. urema (positif) klitoris (positif) jenis kelamin : perempuan. Refleks Mengisap (suckling) Refleks kaki (stapping) Menggenggam (graping) Refleks moro l. Data Psikososial Respons ibu terhadap anak Respons keluarga terhadap anak : ibu senang dengan senang kelahiran dengan anaknya : keluargapun kelahiran anak ini 5. Genetalia Lengkap terdapat labia mayora dan minora (positif). BAK pertama : (negatif) BAB pertama : (negatif) k. Ukuran antopometri BB TB Lingkar Kepala Lingkar Dada Lila 4.

45 WIB 2) b. Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial . Kebutuhan : a. Pengumpulan Data Dasar 1.45 WIB persalinan spontan : Tanda – tanda vital BB PB RR : 300 gr : 50 cm : 38x/menit Temp Pols : 36. Dasar : 1) pukul 16.II. R dengan lahir normal pervaginam tubuh bayi kotor oleh lendir bercampur darah dan lemak. pukul 16. Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi III.7oC : 100x/menit APGAR Score : 9 Masalah : Bayi Ny. Dasar 1) 2) Bayi baru lahir Bayi belum diberi ASI Pemberian ASI eksklusif Tali pusat masih basah Bayi lahir tanggal 13 November 2007 Perawatan tali pusat Tubuh bayi masih basah oleh ketuban Bayi lahir tanggal 13 November 2007. R dengan lahir normal Ds Do : anak lahir tanggal 13 Nopember 2007. Dasar : 1) pukul 16.45 WIB 2) c. Bayi Ny.

pusat V. 7. 8. 6. Bersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan bungkus dengan kain hangat. Tindakan segera : melakukan slip zuiger pada bayi Kolaborasi : dilakukan bila terjadi asfeksia berat dan infeksi tali . VI. suhu dan denyut jantung Membersihkan saluran hidung kemudian mulut bayi. 4. 2. bayi Melakukan slip zuiger Membersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan Merawat tali pusat Mengobservasi pernafasan. 2. Anjurkan pada ibu untuk segera menyusui bayinya. membungkus dengan kain hangat. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini. Implementasi Langsung 1. 2. Perawatan bayi baru lahir. 10. Potensial terjadi hipotermi Potensial perpindahan micro organisme Dasar : tubuh bayi masih basah oleh air ketuban Dasar : tali pusat masih basah IV. 3. Dengan cara tali pusat dibungkus dengan kapas alkohol. Rencana Management 1. suhu. 5. 4. Observasi pernafasan. Kebutuhan Intervensi Segera dan Kolaborasi 1. denyut jantung. Potong tali pusat dan perawatannya. Letakkan bayi di atas ibu untuk menjalin hubungan batin dan disusui. Melakukan slip zuiger. 3. Lakukan tindakan teknik aseptik dan anti septik. 2.1. 9. Mandikan bayi minimal 6 jam kemudian.

7. Ibu mengatakan anaknya tampak sehat dan akan segera pulang. Ibu mengatakan belum dapat menyusui bayinya Catatan Perkembangan Hari ke-2 Tanggal 15 November 2007 S : 1. Tali pusat terawat baik 3. Ibu mengatakan sudah memberi ASI pada bayinya. 6.5oC : 100x/menit Menganjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya.RR Temp Pols 5.5oC : 38x/menit : 100x/menit 4. Memandikan bayi minimal 6 jam kemudian. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan. kesadaran baik 2. 2. Ibu mengatakan anaknya BAB 3x. Anak sudah BAB 1x dan BAK 2x 5. Melakukan tindakan aseptik dan antiseptik merawat bayi baru lahir dengan menggunakan haid scone membungkus tali pusat dengan kasa alkohol. : 38x/menit : 36. 8. VII. Tidak terjadi perubahan suhu Temp RR Pols : 36. Anak menangis keras kemudian tertidur pulas 6. . 4. Keadaan umum bayi baik. 3. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini bahwa bayinya dalam keadaan sehat tanpa kelainan. Evaluasi Bayi baru lahir normal umur 2 jam 1.

Keadaan umum bayi baik 2. RR 6. Jelaskan pada ibu pentingnya kebersihan tubuh bayi setelah BAB dan BAK 2. Eliminasi A P : : : ada : ada : ada : BAK 5-6 x/hari. Ajarkan pada ibu segera ke tenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya. Anjurkan kepada ibu tentang perawatan bayi sehari-hari. Anjurkan kepada ibu agar hanya memberi asi sampai usia 4 bulan 3. Moro b. Roating c. Refleks a. Keadaan umum bayi baik 3. Pols 7. Isap 9. Suhu 5. Ajarkan pada ibu perawatan tali pusat. BAB 2 x/hari : 3000 gr : 36.5. 4. Ibu mengatakan anaknya sudah dimandikan dan dibedong. O : 1.7oC : 30x/menit : 90x/menit Bayi umur 1 hari keadaan baik 1. Tali pusat terawat baik 3. Catatan perkembangan Hari ke-6 Tanggal 19 November 2007 S O : : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat. BB 4. bayi baru lahir hari ke 6 2. Tanda vital . 1. 5. Anak tidur pulas 8.

Eliminasi : 300 gr : 36. BAB 2 x/hari ada : ada 6. Perhatikan keadaan umum bayi d. Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b. Potensial Hipotermi Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 P : a. Potensial infeksi pada tali pusat Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 b. Bayi minum ASI kuat . c. 5. Masalah a. Lakukan perawatan tali pusat yang hampir lepas c.70C : 127x/menit : 35x/menit Moro : Roating Isap : ada : BAK 7 x/hari. Tali pusat terawat baik dan mulai mengering A : 1. Refleks a. Observasi tanda vital e.BB Suhu Nadi RR 4. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 6 Dasar 2. Perawatan umbilikus setelah tali pusat lepas Catatan perkembangan hari ke 14 Tanggal 27 November 2007 : a. Lakukan perawatan bayi sehari-hari b. b.

S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat dan tali pusat sudah lepas. .

Tali pusat sudah lepas A : 1. Eliminasi Moro Roating Isap : : : ada ada ada : 3000 gr : 36. BAB 2 x/hari 5. Tali pusat sudah lepas P : 1.80C : 130x/menit : 36x/menit : BAK 6-7 x/hari. Lakukan perawatan bayi sehari-hari di rumah 2. b. 4.O : 1. Tanda-Tanda Vital BB Suhu Nadi RR 3. 2. c. Jaga kebersihan bayi sehari-hari 5. Kebutuhan penyuluhan Perawatan bayi baru lahir sehari-hari. Dasar : a. Perhatikan keadaan umum bayi 3. Observasi tanda vital sign bayi 4. Bayi baru lahir hari ke 14 b. Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b. Bayi baru lahir hari ke 14 2. Anjurkan pada ibu agar tetap terus memberikan ASI eksklusif . Refleks a. Bayi minum ASI kuat. Masalah : tidak ada 3. Tali pusat sudah lepas c. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 14 Dasar : a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->