LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. yaitu: otot polos. ikan dan kanekaragaman habitatnya. Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. dan otot jantung. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Selain dari itu. Gigi pada ikan hiu. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. otot bergaris. scute. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan.

menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung.berfungsi untuk menegakkan tubuh. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. dan otak. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. dibantu oleh organ indra sebagai v . medulla spinalis. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. dan tempat ingatan dan kecerdasan. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. karnivor dan omnivor. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya.

dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. vi . Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi.reseptor. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………….…………………………………….………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN.. MODUL I PENDAHULUAN …………....... LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii .………………………………. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………. RINGKASAN …………………………………………………………….. DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. MODUL V SISTEM PENCERNAAN ……………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI……………………………………. KATA PENGANTAR ……………………………………………………. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA…………………………………………. PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………….

PENDAHULUAN A. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. baik secara aktif maupun secara pasif.Distribusi ikan ix .Pentingya mempelajari ikhtiologi . Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan.Pengertian ikan .MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I.Nomencltural .Ikan dan perkembangan studinya . Ruang Lingkup Isi . Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.Ikhtiologi sistematika .Ikan dan keanekaragaman habitatnya .Pengelompokan ikan . Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. B. Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran.

serta system penamaan pada ikan. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. Jumlah jenis ikan yang lebih x . PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. ikan menempati jumlah terbesar. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. Menjelaskan teori.C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. PEMBAHASAN A. sampai sekarang terdapat sekitar 25. Menjelaskan pengertian ikan 2. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan. dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi.000 spesies. mahasiswa diharapkan dapat: 1. tipe distribusi ikan BAB II. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. D. insang dan sirip.000 species yang tercatat. arti. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo.

tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk.besar di perairan laut. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. 4) pola pewarnaan. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. 3) ciri-ciri anatomi. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. fisiologi dan Genetika. B. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. dan nomos berarti hukum. 2) ciri meristik. dan 6) elektroforesis. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). 5) kariotipe. C. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. dan amphibi 3500 spesies. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik. reptile 5800. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam.

reproduksi dan hal-hal lainnya. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. toilet sekaligus sebagai kuburan. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. 0. memperoleh makanan. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. air adalah media komunikasi. zat beracun. tempat bermain. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. suhu. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. xii . tempat beranak. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. proses pernafasan. tempat tidur. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0. serta habitat pada ikan. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). morfologi.01 ‰ (umumnya danau. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. Amerika Selatan (3812 meter).pembentukan struktur tubuh ikan. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. cara pergerakan. penetrasi cahaya. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. China.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. Bagi ikan. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. kesempatan untuk lepas dari musuh. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut.

Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. petugas pemerintah. Menurut Lagler et. pertumbuhan dan perilaku. walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. begitu juga dengan Mesir kuno. museum. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. Fisiologi dan Biokimia. D. antara lain: Klasifikasi. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. universitas. IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. evolusi dan genetika. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. Selain dari itu. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. Anatomi. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. Food and Agriculture Organization xiii . kebiasaan. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. Natural history dan Ekologi. al (1977). tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. termasuk dalam kebiasaan makan. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. dan dunia Industri. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi.

asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. dokter. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . nelayan dan para penggemar hewan air. pengembangan ilmu pengetahuan. yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. studi sejarah. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. pengawasan terhadap koleksi museum.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. F. pengadaan koleksi baru. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. Museum National Amerika. E. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. pemuka agama.

Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas. H. Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. baik secara aktif maupun secara pasif. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. dan Nomos berarti hukum. G. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Standard common name atau Common name.Vernacular name atau Local common name. Dalam penggunaannya dewasa ini. maka penerapan harus pula secara luas. Klasifikasi. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic.pengaturan.

Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. c. e. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. Disebabkan kemungkinan lain. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. karena dibukanya terusan-terusan baru. c. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). b. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). (mis. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. Looding). dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. b. xvi . arus. f. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya.a. Adanya perubahan dari aliran air. misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. Terusan Suez (Isthmus of Suez). Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. d. Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. tetapi dengan adanya proses evolusi. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik.

c. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. predator. kedalaman air. suhu. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . arus laut (bagi species ikan tertentu). kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari.Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. iklim. Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. penyakit. Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. sifat kimiawi perairan. persaingan. lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). b. Distribusi Geografis (Geographical range) b. cahaya. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme.

a. e. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Anatomi. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. evolusi dan genetika. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. d. c. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. b. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. cara menjawab/menanggapi. xviii . antara lain: Klasifikasi. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. INDIKATOR PENILAIAN 1. serta penampilan (30%) BAB III. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. Natural history dan Ekologi.

Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.M. An Introduction to Ichthyology.). Alamsjah. IPB xix . 1976. R. 1980.Vernacular name atau Local common name. F.Fisiologi dan Biokimia.S. Konservasi/Pelestarian. Nelson. Rahardjo. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. Second edition. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi.R. DAFTAR PUSTAKA A. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. IPB B. Love. Ichthyologi. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Prentice Hall. Bardach. cech. Jr. S.F. 1974. 1979.E. Departemen Biologi Perairan. P. Englewood Cliffs. New York C. Fishes of the World. 1988. Cailliet (eds. J. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. K. New York. Readings in Ichthyology.. Fakultas Perikanan. J.S. Standard common name atau Common name.F. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. New Jersey. Miller and D. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. 1977. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. tetapi dengan adanya proses evolusi. John Wiley and Sons. E. and J. New Delhi D. Fishes.J. Passino. and G. Moyle.M.R. M. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya.B. Lagler. Second edition. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. John Wiley & Sons. Prentice-Hall of India Private Limited. M. Ichthyology. baik secara aktif maupun secara pasif. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas.

Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. seperti kelenjar eksresi.Kelenjar Beracun xx . tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya.Pewarnaan kulit . kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi. Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. scute. Gigi pada ikan hiu.Organ Cahaya .MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. fisis. dinamakan eksoskelet. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. Ruang Lingkup Isi . PENDAHULUAN A.Struktur Kulit . antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak.Sisik . B. letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain.Lendir .

Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. dan faktor penghalang distribusi ikan. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. kedudukan ikan. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen.1). D. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. tata nama dan sistem klasifikasi ikan . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. tipe.C. Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Lapisan xxi . dengan dua lapisan utama. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. menjelaskan teori. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. PEMBAHASAN A. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi).

Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. misalnya anggota dari genus Trichogaster. mencegah infeksi dan menutup luka. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. dan derivat-derivat kulit lainnya. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. 1994) B. Gambar 1. misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. xxii . berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. Struktur kulit ikan (Walker and Liem.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba.

pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. Bagian yang lunak xxiii . Cosmoid. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. SISIK Bentuk.C. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. kekerasan sisiknya sudah fleksibel. sedangkan pada ikan modern. Ganoid. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. tangkai sentral dan duri. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis. Seperti “paddle fish”. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. Sisik scycloid berbentuk bulat. yaitu Placoid. Cycloid dan Ctenoid.

Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik. yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine. Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. yang dilapisi semacam enamel. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi.

kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. xxv . Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Polypterus. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. fleksibel dan transparan. Acipenceridae dan Polyodontidae. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Lepisostidae. Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik.

Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). warna pelangi pada sisik. sisik dan testes. merah dan hijau). bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. Apogonidae dan sebagainya. merah dan corak lainnya). mata dan membrane anus. kuning. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. xxvi . pterin (putih. melanin (hitam dan coklat). Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. merah dan jingga). Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. indigoid (biru.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. purin (putih atau keperak-perakan). keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. biru dan ungu pada iris mata. gelembung renang. Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. Achanturidae. bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. Ikan yang hidup di daerah dasar. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. chromolipoid (kuning sampai coklat). Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. flavin (fluoresensi kehijau-hijauan).

Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . bagian sisi keperak-perakan. dan putih di bagian perut. di bagian dorsal berwarna biru. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. xxvii . Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. menerangi lingkungan. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. E. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada. musim dan keadaan habitat. untuk mengikat mangsa. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. dan penciri ikan beracun. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron).

ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. Leognathidae. Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. misalnya jenis Synanceia horrida. Pada musim pemijahan.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae). misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. sirip dubur dan sirip perut. menyerang dan mencari makanan. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Serranidae dan Macroridae. xxviii . Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. Gadidae. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. E. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir.

Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. cara menjawab/menanggapi. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. INDIKATOR PENILAIAN 1. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. scute. Penguasaan materi dalam memaparkan.aspeknya. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. melainkan dari kelenjar empedu.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. Sistem integumen pada ikan. Myliobathidae dan Dasyatidae). Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. serta penampilan (30%) BAB III. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Gigi pada ikan hiu.

M. Alamsjah. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. Ichthyologi. New Jersey. Rahardjo.F. J. IPB xxx .. DAFTAR PUSTAKA G. Cailliet (eds. 1977. New York I. Love. Englewood Cliffs. 1988. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. P. IPB H. Prentice-Hall of India Private Limited. 1976. and J. Fakultas Perikanan. Fishes. Passino. Ichthyology. Fishes of the World. cech. S.R. Moyle. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis.J. K. An Introduction to Ichthyology. John Wiley & Sons. New York. R. Bardach. Departemen Biologi Perairan.F.). kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. Second edition. Prentice Hall. 1979.B. John Wiley and Sons.R. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).E. Nelson. Readings in Ichthyology. J. 1980. and G. M.M.M.pula. New Delhi J. Lagler. Second edition. 1974. K.S.S. L. Miller and D. Jr. fisis.

Urat Daging Bergaris .Organ Listrik C. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak.Urat Daging Licin . Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting.Urat Daging Jantung . Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi . yaitu: otot polos. otot bergaris. D. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. dan otot jantung. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Ruang Lingkup Isi . B. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos.MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. PENDAHULUAN A. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. mahasiswa diharapkan dapat: 4.

BAB II. baik yang melingkar maupun yang memanjang. kemudian berkembang menjadi otot polos. Otot ini disebut xxxii . OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. Secara embriologi. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Otot ini berwarna merah tua. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. PEMBAHASAN A. tetapi banyak pula yang tersebar. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. sampai individu ini mati. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. 2. Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. B. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. kantung urine. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. Otot polos antara lain terdapat pada: 1. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. 4. 3.

dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer). Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. xxxiii . Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman.pula sebagai myocardium. tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. seperti otot penegak sirip punggung. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Kumpulan otot ini. Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan. Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan. 1). dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. otot penarik sirip dada. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Bila dilihat secara keseluruhan. C.

Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv .Gambar 1. Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.

Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). Otot ocolomotor. hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. 3. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). 4. Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip.Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. yaitu: 1. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. levator dan interakualia. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. Otot hypobranchial. Dalam beberapa hal. Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur. rahang. interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. terdapat pada dasar pharynx. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada).

yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. D. dan juga fa’alnya. Mormyrus rume. Torpedo nobilian. lokasi. contohnya. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. Malapterurus electricus. Raja clavata. struktur. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan.Pada kepala ikan. Ikan Raja dan Electrophorus. di belakang mata (star-gazer). Gymnotus carapo. Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Otot ini mempunyai dua komponen. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. menyimpan. Sedangkan ikan bervoltase rendah. Pada Electrophorus electricus (belut laut). Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. pada sirip. di bawah kulit (Teleostei). organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. Gymnoranchus niloticus. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin.650 volt. dan mengeluarkan muatan listrik. contohnya. Electrophorus electricus. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus).

Komunikasi. Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. cara menjawab/menanggapi. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini.dengan pergerakannya lamban. Penguasaan materi dalam memaparkan. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. berupa sel berinti banyak. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. 1979). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. serta penampilan (30%) BAB III. INDIKATOR PENILAIAN 1. Dalam stadium istirahat. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. Malapterurus electricus. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. orientasi. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. Pada beberapa spesies. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. berbentuk uang logam besar. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya.

1974. Departemen Biologi Perairan. John Wiley and Sons.S. Readings in Ichthyology.J. Jr. 1979. R. K. Englewood Cliffs. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). S. Nelson. 1980. Prentice-Hall of India Private Limited.F. IPB xxxviii .R. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Cailliet (eds. J. New Jersey.E. John Wiley & Sons. dan otot jantung. Fakultas Perikanan.berdasarkan struktur dan fungsinya. DAFTAR PUSTAKA M. 1988. and G. M. Ichthyology. Moyle. New Delhi P. Fishes. 1976.S. Prentice Hall. Second edition.M. Alamsjah. New York O. Second edition. R.. M.F. and J. Love. Passino. yaitu: otot polos. An Introduction to Ichthyology. J. Fishes of the World. Miller and D. Lagler. New York. cech.B. Q. P.).M. Ichthyologi. Bardach. Rahardjo. otot bergaris. 1977.R. IPB N.

B. D. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. PENDAHULUAN A. menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. Tulang rawan pada banyak vertebrata. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati.Bentuk Tubuh Ikan C. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi.MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah.Rangka Axial . Ruang Lingkup Isi . Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi.Rangka visceral . Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan.

tulang punggung dan tulang rusuk. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl . Pada elasmobranchii. Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium.Setelah mempelajari modul ini. 1979). dermocranium dan splanchoranium. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. di depan supaoccipita. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. Pada waktu embrio. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. yaitu chondrocranium (neurocranium). masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. PEMBAHASAN A.

Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak. 1. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. splenial. maxilla. jugal dan quadratojugal. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer.terletak di antara dua lubang hidung.1) A B Gambar. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . suboperculum. ectopterygoid. preoperculum dan interoperculum. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. yaitu operculum. angular dan articular. endopterygoid.

Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral. 2). Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. C. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. xlii . Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. Gambar 2. Ruas tulang punggung ikan B.

Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. dll Predator aktif. Congridae. Misalnya family Esocidae. Belonidae. family Carangidae 4. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). Ikan pelagik xliii . contoh ikan tuna.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bottom fish (ikan demersal). Secara umum. family Psettodidae. Misalnya. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. sepeti belut. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Misalnya. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Scombridae 2. Ikan bertubuh bulat besar. Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Misalnya. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). Rover predator (predator aktif). Bothidae. Centropomidae dll. Soleidae. Opichthydae. Pleuronectidae. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. 3. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. Muraenidae. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. dll 5. Misalnya family Lutjanidae. Centropomidae. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Belonidae. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae.

bentuk mulut superior. Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. ikan seperti ini berada di laut dalam. mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. Umumnya. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. Fundulus. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. (iii) ikan bottom. celah-celah. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus.Ikan ini umumnya berukuran kecil. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. spirakula berada di bagian atas dari kepala. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia.

Tulang rawan pada banyak vertebrata. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. DAFTAR PUSTAKA S. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. serta penampilan (30%) BAB III. IPB xlv . PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. Penguasaan materi dalam memaparkan. 1974. ekor meruncing atau membulat. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. S. cara menjawab/menanggapi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. INDIKATOR PENILAIAN 1. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Alamsjah. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah.

IPB xlvi . Miller and D. and J. Prentice-Hall of India Private Limited. Readings in Ichthyology. 1980. 1976. 1977. John Wiley & Sons. K. Ichthyology. Passino.J. Love.. 1979.M. Cailliet (eds. Ichthyologi. P.R.).T. Rahardjo.M. W. An Introduction to Ichthyology. Second edition.S.E. New Delhi V. New York U. Englewood Cliffs. M. 1988.F. Fishes. Jr. M. New York.S. J. R. cech. John Wiley and Sons. Departemen Biologi Perairan. Prentice Hall. Bardach.F. Fishes of the World.R. Fakultas Perikanan. Second edition. Moyle. Lagler.B. and G. New Jersey. J. X. Nelson.

Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. berhubungan dengan pengambilan makanan. B. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. mahasiswa diharapkan dapat: 8. Ruang Lingkup Isi . Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia.Rangsangan makanan C. Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9.Alat Pencernaan pada ikan . serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. PENDAHULUAN A.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. D. Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. sistem otot dan sistem rangka pada ikan.Cara makan pada ikan . kamnivora dan omnivora 10. PEMBAHASAN xlvii .

Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. esophagus. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar.A. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. xlviii . Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. yang mempunyai beberapa kantung insang. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. pylorus. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. pharynx. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. dibantu oleh hati dan pancreas. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. rongga mulut. lambung. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. usus dan anus. Ikan pada umumnya.

Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. B. 1997). mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. C. Pada ikan lamprey yang parasitic. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Selain letak yang berbeda-beda. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. Terminal. terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap.. Pada ikan yang lain. di bagian bawah kepala (tipe inferior). Glyptosternus. Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). A B C Tipe mulut: A. Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al.Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. yang dinamakan tipe terminal. Sub-terminal. bentuk mulutpun bermacam-macam. xlix .

rongga mulut dan pharyngeal. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. Mulut gergaji. pterygoid dan parasphenoid. Sungut dilengkapi dengan saraf. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. palatine. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang. C. Pada langit-langit rongga mulut. Mulut dapat yang dapat disembulkan. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. gigi terdapat pada vover. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang. maxilla dan dentary. A B C Berbagai bentuk mulut: A. B. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid.

Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. E. Tipe gigi pada ukan A). Comb-like teeth. villiform. D. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. C. bentuknya panjang dan mengerucut. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. Canine. misalnya pada Belone dan Pterois. 1977). seringkali berbentuk taring. termasuk gigi molariform. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. Berdasarkan bentuknya. hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Villiform. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. dan molariform. incisor. Molariform.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. tajam dan runcing. canine. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. Gigi cardiform berbentuk pendek. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. B. Gigi canine menyerupai gigi anjing. comb-like teeth. Incisor li .

Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus. Lambung lii . Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. merupakan lanjutan rongga mulut. Monopterus albus. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. tapis insangnya ramping. Pada ikan belut. yang menempel pada dinding kantung. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. memanjang dan jumlahnya banyak. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang. di dalam pharynx. Pada ikan-ikan pemakan plankton. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. gudang makanan dan penggilingan makanan.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan.

misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). pike (Esox). Scomberesocoidae. di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. sebagai lubang anus. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. Lambung tidak terdapat pada lamprey. bermodifikasi menjadi alat penggiling. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu.Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. Usus mempunyai banyak variasi pula. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. bowfi (Amia). hagfish. lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). berakhir dan bermuara keluar. Pada ikan belanak (Mugil). Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. Pada ikan pemakan ikan. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). tetapi dindingnya tebal dan berotot. Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. lambung Lambung tersebut berukuran kecil. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. Pada beberapa spesies tertentu. dan Scaridae). Sebagain besar ikan mempunyai lambung. liii . lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar.

Perca flavescense mempunyai tiga buah. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. seperti Lamprey. Hati Hati atau hepar besar. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. bentuknya tidak tegas. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. berwarana merah kecoklatan. Pada beberapa jenis ikan. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. atau tiga seperti pada mackerel. Disamping berperan dalam pencernaan. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Pembentukan hati asalnya sepasang.Pada ikan carnivor ususnya pendek. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. pankreas dan kantong empedu. Biasanya hati berjumlah dua buah.

Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. bau. mengendalikan kadar gula di dalam darah. Sedangkan ikan lv . intensitas cahaya dan suhu. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. bila diperlukan. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. misalnya pada ikan Ictalurus . dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. penting bagi pencernaan makanan. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. Selain lemak. waktu makan. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. musim. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. sentuhan dan sistem garis rusuk. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. penglihatan. B. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. lemak terutama disimpan di dalam hati.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. lebih condong makan pada malam hari. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati.

Sphyraenae. Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. grazer. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. pada ukuran panjang ikan yang sama. ikan-ikan nocturnal (misalnya. pengisap makanan dan parasit. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan. lvi . JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. penyaring makanan. (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. Esox. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . misalnya pada Esox. rasa. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. sedangkan cucut (Squaliformes). Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. dan Lepisosteus. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau..

dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). musim dan ketersediaan makanan. Biasanya ikan jantan relatif kecil. Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. rapat dan dalam jumlah yang banyak. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. ikan nila Osteochilus hasseli). mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir. ikan bandeng (Chanos chanos). begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. petromyzon marinus. Simenchelys parasiticus. Karnivora lvii . Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya.

Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. Umumnya. baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp.). Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c. Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. ikan mas (Ciprinus carpio). dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat.Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. ikan gurami (Ospronemus goramy). Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. INDIKATOR PENILAIAN 1. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. ikan lele (Clarias batrachus). Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. ikan kakap (Lates calcarifer). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. ikan cucut (Rhinodon typicus).

usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. An Introduction to Ichthyology.R. Miller and D. 1976.R.M. Prentice Hall. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). esophagus.F. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut.F. R. New Delhi BB. M. Ichthyology. pylorus. S. J. Departemen Biologi Perairan. cech. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Fishes. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia.. Lagler. Ichthyologi.E.bahasan (30%) 3. New York AA. and G. lambung. Bardach. John Wiley and Sons. Nelson. P. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. J. rongga mulut. 1977. Jr. Passino. pharynx. Alamsjah. 1988. M. Rahardjo. Prentice-Hall of India Private Limited.B. Second edition.J. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Fishes of the World. New York. 1974. cara menjawab/menanggapi. Moyle.).M. New Jersey. CC.S. Cailliet (eds. Englewood Cliffs. Readings in Ichthyology. AA. and J. K.S. IPB Z. Second edition. 1980. John Wiley & Sons. 1979. serta penampilan (30%) BAB III. Fakultas Perikanan. Love. IPB lix .

mahasiswa diharapkan dapat: 11.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan. Ruang Lingkup Isi . D. Menjelaskan tentang Jantung. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap.Darah .Jantung . artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya.Organ pembentu darah C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Sistem peredaran darah. B. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. darah dan organ-organ pembentuk darah lx . kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. PENDAHULUAN A.

PEMBAHASAN A. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis. terletak anterior dari sinus venosus. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. juga masuk dari sinus venosus . hampir tidak mengandung jaringan otot. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal.12. Darah venus dari seluruh tubuh. BAB II. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah.

dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. conus arteriosus berkembang denga baik. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Pada elasmibranhi dan osteichthye. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot.ventrikel. Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. terdapat dua baris katup atriventrakular. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. lxii . kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris.

dan cairan. 1.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). lxiii . vena dan kapiler. jantung ikan terdiri atas empat bagian. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah. katup. pipa. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. Bagan jantung ikan B. maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. 2. Meskipun.

fibrinogen (bahan pembeku darah). Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). lipoprotein (pembawa lemak). sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. globulin (pengikat heme). Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. Ada tiga macam kapiler darah yaitu.Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Di luar pembuluh darah . umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Struktur vena sama halnya dengan arteri. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid). mineral terlarut. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. kapiler kontinyu. ceruloplasmin (pengikat Cu). darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. lxiv .

7.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. aorta dorsalis. 20. Ket: 1. 10. 14. 9. ginjal. lxv . hati. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. Darah.. 6. vena hepatica. arteri renalis. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.12. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy.. 17. 16. 11. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. arteri caudalis. 4. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi. juga menjaga masuknya bahan penyakit. 5. 18. arteri branchialis afferent. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. vena portae renalis.. vena portae hepatica. kepala. mengantarkan bahan pertumbuhan. 21.. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1.5 – 3% dari bobot tubuhnya. 8. insang. 13. 2. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. vena cardinal. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. arteri carotid. Selain dari itu. 15. 19. arteri branchialis afferent. aorta ventralis. vena renalis. usus. 3. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia.??? . ventricle. atrium. 3. vena jugularis.

1977) C. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. yaitu Erythrocyte. lxvi . et al. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. Vena yang pertama. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. spleen. sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. 4). kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Leucocyte dan Thrombocyte. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). kemudian dalam hati. dan lymfa. Setelah hewan dewasa. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah.Ikan pada umumnya. Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. 4.

tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase. monocyte dan thrombocyte (Gambar.000 – 150. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. acidophil (eosinophil) dan basophil. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya.000. limphocyte. Di luar pembuluh darah. leucocyte hanya berumur pendek. dan monocyte. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. lxvii . Walaupun leucocyte merupakan unsur darah.000 – 3. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja. yaitu granulocyte. sebagaimana vertebrata lain.000 dalam tiap mm3 darah. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. Berdasarkan penyerapan warna. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. berjumlah antara 20. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte. granulocyte terdiri dari neutrophil. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya).Erythrocyte (sel darah merah) Ikan.000. Leucocyte pada ikan tidak berwarna.

semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pulva (berwarna putih) dan medula. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. bentuk maupun ukurannya. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. Pada esophagus ikan hiu. Pada Cyclostomata. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. Sel-sel darah pada ikan D.5. lxviii . memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. Pada ikan pari. Pada stadia embrio. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. sedangkan pada ikan Squalus. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. terutama kepala ginjal.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Diagram badan Malphigi (http://bill. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. kulit. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya.edu/) B.srnr.Gambar 1. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii .arizona. OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Insang.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. INDIKATOR PENILAIAN 1. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. cara menjawab/menanggapi. Selain kedua kelompok tersebut. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan. Penguasaan materi dalam memaparkan. serta penampilan (30%) BAB III. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.

IPB lxxvii . J. OO. New Jersey. An Introduction to Ichthyology. Cailliet (eds. cech.E.Lagler. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Fakultas Perikanan. and J. M. Departemen Biologi Perairan. Nelson. Alamsjah..R. 1976. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Bardach. and G. Fishes. MM. Fishes of the World. 1974.M.F. J. 1980. Ichthyologi. John Wiley & Sons. Passino. Rahardjo. Jr.S. Love. 1988. Prentice-Hall of India Private Limited. 1977. DAFTAR PUSTAKA HH. Englewood Cliffs. Moyle. R. S. K.). Prentice Hall. New Delhi NN.R. New York.ginjal dan salurannya. M. Miller and D. IPB LL. P.S. Second edition.J.F.M. Ichthyology. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Second edition. Readings in Ichthyology.B. 1979. New York MM. John Wiley and Sons. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.

Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. medulla spinalis. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. dan otak. D.Otak . mahasiswa diharapkan dapat: 16. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii .Organ sensorik C. PENDAHULUAN A. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. B. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Ruang Lingkup Isi .MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf.Syaraf spinal . mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Syaraf Cranial . sistem urogenital pada ikan.

Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal.17. PEMBAHASAN A. metencephalon dan myelencephalon. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. mesencephalon. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Pada Cyclostomata. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. diencephalon. Ikan yang bersifat fototaksis positif. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus.

Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. menerima serabut aferent dari retina. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. yang berhubungan dengan otak depan. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. B. mugil cephalus dan Trachiurus. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. menonjol yang disebut Cerebellum. medulla oblongata membesar. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya.diencephalon.

inferior rectus dan internal rectus. optic nerve.2). D. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. IX. KET.T. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Anterior lateral line nerve. R. V. I. C. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. Facial nerve. Posterior lateral line nerve. 1-6. trochlear nerve. olfactory nerve. Cerebellum. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. Rhombocephalon. Topografi secara umum otak ikan C. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. VII. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. Trigeminal nerve. PLLN. II. TE. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Spinal cord merupakan suatu tabung. fungsinya membawa impuls bau-bauan.X vagal nerve. Tectum mesencephali. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. III. oculamotor nerve.mengelilingi ’’olfactory bulb”. Gambar 1. Diencephalon. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Glossopharyngeal nerve. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. Posterior ramus). inferior oblique. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Telencephalon. Abducens nerve. VI. ALLN. VIIIp.

Gambar 2. dan tanduk venral berisikan inti saraf motor.. Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). 1977) lxxxii . Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic.3).dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). (Gambar 12.

Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. tumbuh menjadi retina. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. membatasi rongga cawan. Mata peka terhadap cahaya. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii .faktordi dalam lingkungan dalam tubuh.D. menerima impuls dari medium sekitarnya. sendi. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. tekanan atau gesekan. terdiri dari ruang depan. urat. lensa. Berdasarkan sumber stimulus. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. seperti rabaan. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. dan kanalis semikularis. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. iris.

Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata.tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. dan terbuka pada lubang pupil. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. 1971). Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Unsur .unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Gambar 3. Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.

F.M. Bardach. J. S. Ichthyologi. DAFTAR PUSTAKA NN. Alamsjah.S. Ichthyology. J. 1976. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. UU. 1988.F. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. M. Passino. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. 1980. Fakultas Perikanan. Rahardjo. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). R.. cara menjawab/menanggapi. Fishes. Prentice-Hall of India Private Limited. Jr. and J. Lagler. P. Prentice Hall.bahasan (30%) 3.R. New Jersey. K. Fishes of the World. cech. serta penampilan (30%) BAB III.M. 1979. Miller and D.E.S. An Introduction to Ichthyology. Nelson. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. SS. Englewood Cliffs. IPB RR. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Second edition. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. Cailliet (eds. Second edition. M. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Penguasaan materi dalam memaparkan.). New York SS. 1974. 1977. IPB lxxxv . John Wiley & Sons.Moyle. Love. New Delhi TT. New York. and G. John Wiley and Sons. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. Departemen Biologi Perairan. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.J. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis.R.B. Readings in Ichthyology.

Kelnjar Ultimobranchia .Badan stanius dan pineal . atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel.Kelenjar Pituiatary .Kelenjar Thyroid . jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan. Namun. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya.Sistem neurosecretory caudal C. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. lxxxvi . Ruang Lingkup Isi . PENDAHULUAN A. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan.MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. B.

lebih konstan dan aktif dari yang lain. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. merupakan bagian yang terbesar. berasal dari hypothalamus di dalam otak.D. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Kelenjar ini walaupun kecil. hilang setelah pertumbuhannya selesai. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. Pertumbuhan dari hypophysa. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. berasal dari dua macam organ. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. PEMBAHASAN A. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. Pada stadia embrionik. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon.

Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. carticothropyn (ACTH). gonadothropyn dan thyrotropyn. C. kepala ginjal. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. membantu pengendapan guanin dalam kulit. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. hormon pertumbuhan. namum fungsinya belum diketahui pasti. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral.pengaturan Na ikan air tawar). D. dan asal-usul embriologinya. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. insang. otak atau mata. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. arteri branchialis affarent. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. (hildenbran. jantung. B. lxxxviii . 1974). limp. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid.

konsentrasi melanin dalam melanophora. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. serta merintangi otot polos. insang dan saluran gastrointestinal. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. lxxxix . dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. E. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. terletak di depan jaringan interrenal. yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. Pada Elasmobranchia. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar.

pembuatan sarang. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. H. usus kecil. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. gonad merupakan kelenjar endokrin. I. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. yang berperan dalam metabolisme kalsium. Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen. limpa dan empedu. G. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. BADAN PINEAL xc . organ kopulasi. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. hal ini sangat penting dalam pemijahan.F. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder.

Kerja hormon menyerupai kerja saraf. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. Ikan terutama Teleostei. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. J. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. INDIKATOR PENILAIAN 1. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Secara histologis. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. dan hormon xci . serta penampilan (30%) BAB III. Penguasaan materi dalam memaparkan. cara menjawab/menanggapi. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. Namun. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. atau derivat dari asam-asam amino. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. peptida. Namun. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi).

M. Love.J. S. John Wiley and Sons. P. New Delhi ZZ. IPB XX.Moyle. Lagler. Fishes of the World. and G.M. and J.F. Ichthyology. New Jersey. Rahardjo. DAFTAR PUSTAKA TT.). IPB xcii . Departemen Biologi Perairan. J.S.S. Ichthyologi. New York YY. Second edition. New York.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad.F. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. 1980. Bardach. Jr. Passino. M. 1976. Nelson. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). John Wiley & Sons.E.R. K. Fakultas Perikanan. An Introduction to Ichthyology. korteks ardenal) berupa steroid. Prentice Hall. YY. J.R. Second edition. Cailliet (eds. M. 1977. 1974.B. R. Fishes. Englewood Cliffs. 1988. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited. AAA. Miller and D. cech. 1979.Alamsjah..

Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. 1983). Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan.Testes . Ruang Lingkup Isi .MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I. D. Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. PENDAHULUAN A. Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii .Seksualitas Ikan . Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. B. mahasiswa diharapkan dapat: 21. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan.Ovarium .Sifat seksual primer dan sekunder ikan .Strategi repoduksi C.

tumbuhan dan adanya ikan jantan. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. Pada keadaan matang . OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya.22. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Acipenceriformes dan bowfin. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. Pada chondrichtyes yang ovipar. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. 1983). PEMBAHASAN A. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. Faktor eksternal meliputi curah hujan. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. suhu. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. yaitu oosit besar yang matang. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. sinar matahari. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Pada chondrichtyes. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II.

Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. pada umumnya berpasangan. di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. epididymis. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. xcv . Pada chodrichtyhes. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya.musim hujan. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. mata dan hidung. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. vasa defferentia. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. 1993). Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. B. TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. mesorchium.

(Hoar. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. 1969). Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . Jika sperma diletakkan pada air.seminal vesicle. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. urogenital sinus. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa.

Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat. Namun. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. Hermaprodit protandri. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. protogini. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. Ketika ikan masih muda xcvii . sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Pada umumnya. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. a. protandri. penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. b. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina.C. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama.

Lates calcarifer (ikan kakap). Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. masa betina yang berfungsi. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. terdapat dua macam jantan yang berbeda. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. Proses suksesi kelamin xcviii . Sargus annularis.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. misalnya Halichieres sp. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. Pada ikan yang sudah tua. Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. c. Hermaprodit protogini. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). sehingga ikan berubah menjadi fase betina. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya.

Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. pada ikan terdapat juga gonokhorime. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. tetapi merupakan suatu proses yang beriring. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. Misalnya “ovipositor”. D. Namun. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. xcix . apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. Gonokhorisme Selain hermaproditisme. sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:.

gonopodium pada Gambusia affinis. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. Beberapa jenis c .). kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. E. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. kemudian menempel pad substrat. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap. terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). Beta dan ikan-ikan karang. mujair (Oreochromis mosambicus). ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. selama dan sesudah musim pemijahan. clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. bila ovariumnya dihilangkan.

Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Ikan belanak (Liza spp. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Goodidae. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Anablepidae dan Yaminsiidae. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Mugil spp. seperti family Poeciliidae. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar.

yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina.pada bagian dalam. Penguasaan materi dalam memaparkan. cara menjawab/menanggapi. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. serta penampilan (30%) BAB III. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Pada prinsipnya. INDIKATOR PENILAIAN 1. PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik.

F. Bardach. cech. J.Alamsjah. Passino. An Introduction to Ichthyology. Fakultas Perikanan.DAFTAR PUSTAKA ZZ. Nelson.S. and J.J. Prentice Hall.F. Prentice-Hall of India Private Limited. New Jersey. Moyle. Miller and D. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). K. M. IPB ciii . Readings in Ichthyology. Jr. John Wiley and Sons.R. Cailliet (eds. Rahardjo. Ichthyologi.). 1980. 1988. Fishes of the World. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R. P.M. 1977. J.E.B.S. Lagler. BBB. Second edition. Englewood Cliffs..M. and G. GGG. Ichthyology. New York EEE. 1976. Departemen Biologi Perairan. 1979. IPB DDD. M. John Wiley & Sons. 1974. New Delhi FFF.R. S. Second edition. New York. Love. Fishes.

civ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful