LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. yaitu: otot polos. Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. Selain dari itu. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. dan otot jantung. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi. otot bergaris. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. ikan dan kanekaragaman habitatnya. scute. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. Gigi pada ikan hiu.

mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. dan otak. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. karnivor dan omnivor. medulla spinalis. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. dan tempat ingatan dan kecerdasan. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin.berfungsi untuk menegakkan tubuh. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. dibantu oleh organ indra sebagai v . Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah.

jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. vi . Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. dan otot serta kelenjar sebagai efektor.reseptor. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA…………………………………………. KATA PENGANTAR ……………………………………………………. LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii .……………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI…………………………………….……………………………….. RINGKASAN …………………………………………………………….. HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………….. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………....DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………. MODUL I PENDAHULUAN …………. DAFTAR ISI ……………………………………………………………….………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA.. MODUL V SISTEM PENCERNAAN …………………………………….. PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………….

Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu.Pengelompokan ikan . Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Ruang Lingkup Isi . baik secara aktif maupun secara pasif. B.Ikhtiologi sistematika .Pentingya mempelajari ikhtiologi .Ikan dan perkembangan studinya .Nomencltural . Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran.MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I. PENDAHULUAN A. Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas.Distribusi ikan ix .Pengertian ikan .Ikan dan keanekaragaman habitatnya .

yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Menjelaskan pengertian ikan 2.000 species yang tercatat. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. D. tipe distribusi ikan BAB II. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Jumlah jenis ikan yang lebih x . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. sampai sekarang terdapat sekitar 25. arti. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. mahasiswa diharapkan dapat: 1. dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. ikan menempati jumlah terbesar. insang dan sirip. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. PEMBAHASAN A.C. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. Menjelaskan teori. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. serta system penamaan pada ikan. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5.000 spesies. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata.

Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. dan 6) elektroforesis. C.besar di perairan laut. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. dan nomos berarti hukum. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. B. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. fisiologi dan Genetika. dan amphibi 3500 spesies. 4) pola pewarnaan. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. 3) ciri-ciri anatomi. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. 5) kariotipe. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. 2) ciri meristik. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . reptile 5800. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik.

tempat bermain. penetrasi cahaya. tempat tidur. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. zat beracun.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. tempat beranak. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. xii . kesempatan untuk lepas dari musuh. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. serta habitat pada ikan. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. cara pergerakan. China. sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti.01 ‰ (umumnya danau. air adalah media komunikasi.pembentukan struktur tubuh ikan. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. 0. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. suhu. Bagi ikan. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. memperoleh makanan. reproduksi dan hal-hal lainnya. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). Amerika Selatan (3812 meter). proses pernafasan. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya. toilet sekaligus sebagai kuburan. morfologi.

Selain dari itu. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. pertumbuhan dan perilaku. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air. Food and Agriculture Organization xiii . antara lain: Klasifikasi. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. al (1977). Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. Menurut Lagler et. evolusi dan genetika. dan dunia Industri. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. museum. petugas pemerintah. universitas. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. kebiasaan. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. begitu juga dengan Mesir kuno. Anatomi. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. Fisiologi dan Biokimia. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. Natural history dan Ekologi. termasuk dalam kebiasaan makan. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. D.

lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. studi sejarah. pengadaan koleksi baru. dokter. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. pemuka agama. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. Museum National Amerika. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). pengembangan ilmu pengetahuan. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . E. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. F. nelayan dan para penggemar hewan air. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. pengawasan terhadap koleksi museum. Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif.

Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. G. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Standard common name atau Common name. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . H.pengaturan. baik secara aktif maupun secara pasif. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas.Vernacular name atau Local common name. Dalam penggunaannya dewasa ini. Klasifikasi. dan Nomos berarti hukum. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. maka penerapan harus pula secara luas. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan.

c. b. Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. Adanya perubahan dari aliran air. karena dibukanya terusan-terusan baru. b. (mis. d. tetapi dengan adanya proses evolusi. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara.a. xvi . tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. Disebabkan kemungkinan lain. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. c. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). Looding). e. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. Terusan Suez (Isthmus of Suez). Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. f. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. arus. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya.

Distribusi Ekologis (Ecological range) c. c. penyakit. iklim. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). arus laut (bagi species ikan tertentu). Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme. kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. predator. b. Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan.Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. sifat kimiawi perairan. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. suhu. Distribusi Geografis (Geographical range) b. cahaya. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. kedalaman air. persaingan.

PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. evolusi dan genetika. Natural history dan Ekologi. antara lain: Klasifikasi. serta penampilan (30%) BAB III. e. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. cara menjawab/menanggapi. INDIKATOR PENILAIAN 1. d. Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Anatomi. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. b. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi.a. xviii . c. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu.

Second edition. cech. John Wiley & Sons. Konservasi/Pelestarian. Fishes of the World. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas. Alamsjah.R. and G. Miller and D. maka tipe asalnya mengalami modifikasi.J. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. J. 1979. Fakultas Perikanan. John Wiley and Sons. and J. Prentice-Hall of India Private Limited. New York C. Englewood Cliffs.S. New York. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Standard common name atau Common name. Readings in Ichthyology. P. Bardach. J. IPB xix .). An Introduction to Ichthyology.F. M. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Love. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya.M. 1976. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Second edition. New Delhi D..B. Ichthyology. K. Prentice Hall.S. Passino. M. Rahardjo.E. Moyle. 1977. Cailliet (eds. New Jersey.F. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. F. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. DAFTAR PUSTAKA A.Fisiologi dan Biokimia.M. S. Departemen Biologi Perairan. tetapi dengan adanya proses evolusi. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. Jr. E. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. IPB B. baik secara aktif maupun secara pasif.Vernacular name atau Local common name.R. 1988. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). 1980. R. 1974. Ichthyologi. Fishes. Nelson. Lagler.

Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam.Struktur Kulit .Lendir . fisis. dinamakan eksoskelet. letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain.Kelenjar Beracun xx . keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya.MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. scute. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak.Pewarnaan kulit . seperti kelenjar eksresi. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. Ruang Lingkup Isi . Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. B.Organ Cahaya .Sisik . kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. Gigi pada ikan hiu. Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini.

Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4. Lapisan xxi . Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). Menjelaskan tentang integumen ikan 2. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. kedudukan ikan. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. dengan dua lapisan utama. dan faktor penghalang distribusi ikan. PEMBAHASAN A. menjelaskan teori. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. tata nama dan sistem klasifikasi ikan .1). Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. tipe. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. D. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis.C.

LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. Gambar 1. mencegah infeksi dan menutup luka. misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. 1994) B. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. misalnya anggota dari genus Trichogaster. dan derivat-derivat kulit lainnya. xxii .

kekerasan sisiknya sudah fleksibel. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). Sisik scycloid berbentuk bulat. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. yaitu Placoid. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis. sedangkan pada ikan modern. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. Cosmoid. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. tangkai sentral dan duri. Bagian yang lunak xxiii . pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Ganoid. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Cycloid dan Ctenoid.C. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. SISIK Bentuk. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. Seperti “paddle fish”. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis.

Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan. Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. yang dilapisi semacam enamel.

Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Lepisostidae. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna. Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). fleksibel dan transparan. dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. xxv . Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Acipenceridae dan Polyodontidae. kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. Polypterus. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas.

kuning. merah dan jingga). indigoid (biru. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. warna pelangi pada sisik.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. pterin (putih. purin (putih atau keperak-perakan). Ikan yang hidup di daerah dasar. merah dan hijau). sisik dan testes. bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. Apogonidae dan sebagainya. biru dan ungu pada iris mata. bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. gelembung renang. Achanturidae. keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. xxvi . Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). merah dan corak lainnya). mata dan membrane anus. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. melanin (hitam dan coklat). Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. chromolipoid (kuning sampai coklat). flavin (fluoresensi kehijau-hijauan).

Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. bagian sisi keperak-perakan. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron). Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata. Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. E. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. xxvii . Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. dan penciri ikan beracun. musim dan keadaan habitat. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. di bagian dorsal berwarna biru. untuk mengikat mangsa. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. dan putih di bagian perut. menerangi lingkungan. Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada.

ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. Leognathidae. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. xxviii . Serranidae dan Macroridae. Pada musim pemijahan. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae). menyerang dan mencari makanan. Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. Gadidae. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. E. Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. misalnya jenis Synanceia horrida. sirip dubur dan sirip perut. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia.

Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun. scute.aspeknya. cara menjawab/menanggapi. melainkan dari kelenjar empedu. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Myliobathidae dan Dasyatidae). Gigi pada ikan hiu. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. INDIKATOR PENILAIAN 1. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. serta penampilan (30%) BAB III. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek. Sistem integumen pada ikan. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme.

1980. Prentice Hall. M.E. Fishes of the World. Nelson. Ichthyology. Ichthyologi. R. IPB xxx . K. Jr. Lagler.pula. New Jersey. 1974. 1977. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. 1988.M. Second edition.R. Second edition. Readings in Ichthyology. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.M. Miller and D. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis.F. and J. M. DAFTAR PUSTAKA G. Prentice-Hall of India Private Limited. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). New York I. Moyle. Bardach. Alamsjah. Cailliet (eds. Rahardjo.R.). Englewood Cliffs.. New Delhi J. IPB H.S. P. John Wiley & Sons. cech. Passino. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. K. 1979. An Introduction to Ichthyology. John Wiley and Sons. Fakultas Perikanan. 1976. Love. Fishes.F. New York. fisis. and G. J.J.B. L. Departemen Biologi Perairan. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya.S. J. S.

Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. mahasiswa diharapkan dapat: 4. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi .Urat Daging Jantung . yaitu: otot polos. B. Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe.Urat Daging Licin .Urat Daging Bergaris .Organ Listrik C. PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Isi . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. D.MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. otot bergaris. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. dan otot jantung. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak.

Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. B. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. sampai individu ini mati. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. Otot ini berwarna merah tua. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. 2. Otot polos antara lain terdapat pada: 1. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. baik yang melingkar maupun yang memanjang. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. tetapi banyak pula yang tersebar. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan.BAB II. Otot ini disebut xxxii . Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. kantung urine. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Secara embriologi. kemudian berkembang menjadi otot polos. PEMBAHASAN A. 3. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). 4. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah.

Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. 1). Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan. otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. Kumpulan otot ini. Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. otot penarik sirip dada. C. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer). xxxiii . Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan.pula sebagai myocardium. seperti otot penegak sirip punggung. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. Bila dilihat secara keseluruhan.

Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv .Gambar 1. Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.

yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur.Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. 3. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. levator dan interakualia. terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip. terdapat pada dasar pharynx. interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. yaitu: 1. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. rahang. Otot hypobranchial. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). 4. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. Otot ocolomotor. Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. Dalam beberapa hal. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya.

Gymnoranchus niloticus. Pada Electrophorus electricus (belut laut). Gymnotus carapo. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. Otot ini mempunyai dua komponen. struktur. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). menyimpan. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. lokasi. Torpedo nobilian. kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus). Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. di belakang mata (star-gazer). D. organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. Sedangkan ikan bervoltase rendah. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar. contohnya. Electrophorus electricus. pada sirip. contohnya. di bawah kulit (Teleostei).Pada kepala ikan. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. dan juga fa’alnya. yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. dan mengeluarkan muatan listrik. Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. Raja clavata. Malapterurus electricus. Mormyrus rume. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah.650 volt. Ikan Raja dan Electrophorus.

berbentuk uang logam besar. serta penampilan (30%) BAB III. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. INDIKATOR PENILAIAN 1. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. orientasi. Dalam stadium istirahat. Penguasaan materi dalam memaparkan. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. berupa sel berinti banyak. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. Malapterurus electricus. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. Pada beberapa spesies. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. 1979). organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. cara menjawab/menanggapi.dengan pergerakannya lamban. dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. Komunikasi. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt.

Second edition. 1979. Fakultas Perikanan. 1980. Second edition. New Delhi P.S. An Introduction to Ichthyology. Prentice Hall. and J. dan otot jantung. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Bardach. otot bergaris. Fishes. Q.R.J.M.. Alamsjah. 1974. J.R. P. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. DAFTAR PUSTAKA M. Ichthyology. Cailliet (eds. 1976. M.S.berdasarkan struktur dan fungsinya. Englewood Cliffs. New York O.E. Lagler. Love. J. Miller and D. John Wiley & Sons. Fishes of the World.F. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Rahardjo.M. yaitu: otot polos. cech.B. and G.F. S. Prentice-Hall of India Private Limited. Ichthyologi. M.). Departemen Biologi Perairan. IPB xxxviii . 1988. 1977. Passino. Nelson. New Jersey. John Wiley and Sons. Moyle. R. IPB N. New York. R. Jr. K. Readings in Ichthyology.

Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan. Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. Ruang Lingkup Isi . D. PENDAHULUAN A. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina.Rangka Axial .MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. B. menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan.Rangka visceral .Bentuk Tubuh Ikan C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . Tulang rawan pada banyak vertebrata. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati.

Pada elasmobranchii. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl . dermocranium dan splanchoranium. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7.Setelah mempelajari modul ini. masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. 1979). Pada waktu embrio. yaitu chondrocranium (neurocranium). tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. PEMBAHASAN A. di depan supaoccipita. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. tulang punggung dan tulang rusuk. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya.

preoperculum dan interoperculum. splenial. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. maxilla.1) A B Gambar. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. 1. yaitu operculum. jugal dan quadratojugal.terletak di antara dua lubang hidung. endopterygoid. angular dan articular. suboperculum. ectopterygoid.

Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. C. Gambar 2. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. 2). Ruas tulang punggung ikan B. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial. Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. xlii . ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral.

Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. Secara umum. Centropomidae. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Bottom fish (ikan demersal). Belonidae. Misalnya family Esocidae. Opichthydae. Scombridae 2. sepeti belut. Bothidae. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. contoh ikan tuna. Muraenidae. Misalnya family Lutjanidae. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. dll 5. Ikan pelagik xliii . Belonidae. Pleuronectidae. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). dll Predator aktif. Rover predator (predator aktif). Centropomidae dll. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Ikan bertubuh bulat besar. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. family Carangidae 4. Soleidae. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Misalnya.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. family Psettodidae. Congridae. Misalnya. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Misalnya. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. 3.

spirakula berada di bagian atas dari kepala. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Fundulus. celah-celah. Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. ikan seperti ini berada di laut dalam. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan.Ikan ini umumnya berukuran kecil. (iii) ikan bottom. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. Umumnya. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. bentuk mulut superior. Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv .hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar.

menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah.mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. 1974. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. cara menjawab/menanggapi. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. serta penampilan (30%) BAB III. ekor meruncing atau membulat. Alamsjah. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. INDIKATOR PENILAIAN 1. DAFTAR PUSTAKA S. Penguasaan materi dalam memaparkan. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Tulang rawan pada banyak vertebrata. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. IPB xlv . S. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).

W. Prentice-Hall of India Private Limited. and J. 1976. cech. New York U.S. Second edition. Moyle. Love. Ichthyologi. Fakultas Perikanan.J. J.R.S.. Rahardjo. 1979. Nelson. Readings in Ichthyology. New York. Departemen Biologi Perairan. 1977. Englewood Cliffs. and G. Miller and D. IPB xlvi . M. New Jersey.F. R. M. Prentice Hall.B. Cailliet (eds.R.). X.E. Bardach.F. John Wiley & Sons. 1980. New Delhi V. Fishes. J. Fishes of the World. Lagler. 1988. Second edition. P. Passino. John Wiley and Sons.M. An Introduction to Ichthyology. Jr.M. Ichthyology. K.T.

Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. kamnivora dan omnivora 10.Rangsangan makanan C. Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora.Alat Pencernaan pada ikan . B. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9. sistem otot dan sistem rangka pada ikan. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. PEMBAHASAN xlvii . berhubungan dengan pengambilan makanan. D.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. Ruang Lingkup Isi . Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II. mahasiswa diharapkan dapat: 8.Cara makan pada ikan . mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. PENDAHULUAN A.

Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. dibantu oleh hati dan pancreas. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. rongga mulut. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. usus dan anus. pylorus. esophagus. pharynx. xlviii . Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut.A. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. yang mempunyai beberapa kantung insang. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. Ikan pada umumnya. lambung. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain.

Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. bentuk mulutpun bermacam-macam. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Sub-terminal. Pada ikan yang lain. mulut terletak pada bagian atas (tipe superior).Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. Terminal. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. A B C Tipe mulut: A. Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). Selain letak yang berbeda-beda.. C. mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Pada ikan lamprey yang parasitic. di bagian bawah kepala (tipe inferior). Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). xlix . Glyptosternus. yang dinamakan tipe terminal. 1997). terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. B.

sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Pada langit-langit rongga mulut. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. Mulut gergaji. rongga mulut dan pharyngeal. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. palatine. Sungut dilengkapi dengan saraf. gigi terdapat pada vover. Mulut dapat yang dapat disembulkan. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. C. maxilla dan dentary. B. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. pterygoid dan parasphenoid. A B C Berbagai bentuk mulut: A. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya.

Berdasarkan bentuknya. incisor. 1977). misalnya pada Belone dan Pterois. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. D. gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. C. Tipe gigi pada ukan A). lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. Gigi canine menyerupai gigi anjing. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. Canine. Incisor li . dan molariform. hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. canine. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. tajam dan runcing. villiform. Gigi cardiform berbentuk pendek. seringkali berbentuk taring. Molariform. comb-like teeth. Comb-like teeth. termasuk gigi molariform. bentuknya panjang dan mengerucut. Villiform. B.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. E.

mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Monopterus albus. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. yang menempel pada dinding kantung. memanjang dan jumlahnya banyak. merupakan lanjutan rongga mulut. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. Pada ikan belut. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. di dalam pharynx. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus. Lambung lii . Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. Pada ikan-ikan pemakan plankton. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. gudang makanan dan penggilingan makanan. tapis insangnya ramping. sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Karena adanya kempauan menggelembung inilah.

yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. tetapi dindingnya tebal dan berotot. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. sebagai lubang anus. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. dan Scaridae).Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. Usus mempunyai banyak variasi pula. berakhir dan bermuara keluar. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. bowfi (Amia). misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). Lambung tidak terdapat pada lamprey. pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. Pada beberapa spesies tertentu. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. lambung Lambung tersebut berukuran kecil. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. Scomberesocoidae. Pada ikan belanak (Mugil). pike (Esox). Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. Sebagain besar ikan mempunyai lambung. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. Pada ikan pemakan ikan. hagfish. liii . bermodifikasi menjadi alat penggiling. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya.

Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. pankreas dan kantong empedu. Disamping berperan dalam pencernaan. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. Pembentukan hati asalnya sepasang. berwarana merah kecoklatan. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. atau tiga seperti pada mackerel. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv .Pada ikan carnivor ususnya pendek. Hati Hati atau hepar besar. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. Pada beberapa jenis ikan. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. seperti Lamprey. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. bentuknya tidak tegas. hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. Biasanya hati berjumlah dua buah. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. Perca flavescense mempunyai tiga buah. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu.

B. Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. Selain lemak. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. lemak terutama disimpan di dalam hati. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. penglihatan. bau. penting bagi pencernaan makanan. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. musim. Sedangkan ikan lv . sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. intensitas cahaya dan suhu. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. misalnya pada ikan Ictalurus . Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. lebih condong makan pada malam hari. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. mengendalikan kadar gula di dalam darah. bila diperlukan. Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. sentuhan dan sistem garis rusuk. waktu makan.

Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. ikan-ikan nocturnal (misalnya. Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau. pengisap makanan dan parasit. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. penyaring makanan. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan. dan Lepisosteus. lvi . grazer. pada ukuran panjang ikan yang sama. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. sedangkan cucut (Squaliformes). misalnya pada Esox. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. Sphyraenae. Esox. Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya..yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. rasa. JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al.

dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. Biasanya ikan jantan relatif kecil. ikan nila Osteochilus hasseli). endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. musim dan ketersediaan makanan. Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. Simenchelys parasiticus. begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. Karnivora lvii . Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). petromyzon marinus. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. ikan bandeng (Chanos chanos). Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur. Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. rapat dan dalam jumlah yang banyak. mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir.

baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp.). Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. ikan kakap (Lates calcarifer). baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). ikan mas (Ciprinus carpio). Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. Umumnya. Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan. INDIKATOR PENILAIAN 1. ikan cucut (Rhinodon typicus). Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c.Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. ikan gurami (Ospronemus goramy). ikan lele (Clarias batrachus). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat.

Fishes of the World. Miller and D. Second edition. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.F. J. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. 1977. M.R.R. 1988. R.S. Fishes.F. CC. Nelson. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh.M. Passino. Moyle. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).bahasan (30%) 3. pharynx. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. P. and J. cara menjawab/menanggapi. lambung. Second edition.E. pylorus. 1979. New York AA. K. Fakultas Perikanan.). Jr. rongga mulut.. New Jersey. Ichthyology. 1974. Ichthyologi. Prentice Hall. Love. Penguasaan materi dalam memaparkan. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. Cailliet (eds. An Introduction to Ichthyology.M. AA. Rahardjo. IPB Z. 1976. Bardach. IPB lix . Lagler. 1980. and G. serta penampilan (30%) BAB III.S. Englewood Cliffs. S.J. Prentice-Hall of India Private Limited.B. M. Readings in Ichthyology. esophagus. New York. John Wiley & Sons. New Delhi BB. Alamsjah. J. Departemen Biologi Perairan. cech. John Wiley and Sons.

darah dan organ-organ pembentuk darah lx . Ruang Lingkup Isi . Sistem peredaran darah. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. D. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan.Organ pembentu darah C. B. artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung.Jantung . jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I.Darah . PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan. artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. Menjelaskan tentang Jantung. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. mahasiswa diharapkan dapat: 11.

hampir tidak mengandung jaringan otot. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. PEMBAHASAN A. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. juga masuk dari sinus venosus . Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium.12. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. terletak anterior dari sinus venosus. BAB II. Darah venus dari seluruh tubuh. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis.

Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. lxii . Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. conus arteriosus berkembang denga baik. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. terdapat dua baris katup atriventrakular. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang.ventrikel. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. Pada elasmibranhi dan osteichthye. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik.

Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. dan cairan.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. vena dan kapiler. katup. 1. 2. maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). Meskipun. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. pipa. jantung ikan terdiri atas empat bagian. lxiii . tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. Bagan jantung ikan B. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung.

Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. fibrinogen (bahan pembeku darah). Struktur vena sama halnya dengan arteri. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. ceruloplasmin (pengikat Cu). umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). mineral terlarut. darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. globulin (pengikat heme). kapiler kontinyu. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid).Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. Di luar pembuluh darah . Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. Ada tiga macam kapiler darah yaitu. lxiv . dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). lipoprotein (pembawa lemak).

vena jugularis. 5. ventricle. 11. 18. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. 6. arteri branchialis afferent. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. juga menjaga masuknya bahan penyakit. Ket: 1. vena portae renalis. 15.. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. arteri carotid. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang.12. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy. usus. 7. 10. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. aorta dorsalis. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. 3. 3.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. 14. arteri branchialis afferent. kepala. 21. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. 19. Selain dari itu. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi. lxv . atrium. Darah. 16. vena portae hepatica. vena renalis. 9.. arteri renalis. vena cardinal.. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1. vena hepatica. hati. 4. 20.. aorta ventralis. 8. mengantarkan bahan pertumbuhan. 17.5 – 3% dari bobot tubuhnya. ginjal. 2. insang. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. 13. arteri caudalis.??? .

Setelah hewan dewasa. et al. spleen. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. dan lymfa. lxvi . Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. Vena yang pertama. 4). Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar.Ikan pada umumnya. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. 1977) C. yaitu Erythrocyte. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). Leucocyte dan Thrombocyte. kemudian dalam hati. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. 4.

leucocyte hanya berumur pendek.000.000 – 3. Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah. limphocyte. granulocyte terdiri dari neutrophil. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte.000 – 150. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. Di luar pembuluh darah. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. berjumlah antara 20. Berdasarkan penyerapan warna. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. acidophil (eosinophil) dan basophil.000 dalam tiap mm3 darah. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja.000. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase. Leucocyte pada ikan tidak berwarna. yaitu granulocyte. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. monocyte dan thrombocyte (Gambar. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. sebagaimana vertebrata lain. lxvii . dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. dan monocyte. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.

ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. Pada esophagus ikan hiu. bentuk maupun ukurannya. Pada ikan pari. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pada Cyclostomata. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. terutama kepala ginjal. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. lxviii . Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. Pulva (berwarna putih) dan medula. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. sedangkan pada ikan Squalus. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. Sel-sel darah pada ikan D. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah).5. thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Pada stadia embrio. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

Gambar 1. Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal. Diagram badan Malphigi (http://bill. membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi.srnr. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii . kulit.edu/) B. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. Insang. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup.arizona. OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. cara menjawab/menanggapi.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. INDIKATOR PENILAIAN 1. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. serta penampilan (30%) BAB III. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Selain kedua kelompok tersebut. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon).

Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Alamsjah. R.S.R. Fishes.M. New York. 1979. Nelson. Fishes of the World. An Introduction to Ichthyology. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal.). Ichthyology.B. S.Lagler. MM.. Jr. John Wiley & Sons. Passino. M. OO. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). and G. cech. M.F. 1977.J. Second edition. 1980. New Jersey. Miller and D. IPB LL. J. Bardach. Departemen Biologi Perairan. New Delhi NN. 1974. 1976. Readings in Ichthyology.ginjal dan salurannya. Fakultas Perikanan. John Wiley and Sons. Second edition. DAFTAR PUSTAKA HH. Cailliet (eds.S.M.F. Moyle. IPB lxxvii . Prentice-Hall of India Private Limited. Ichthyologi. K. Love. J. Englewood Cliffs. P. Rahardjo. 1988. and J.E.R. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Prentice Hall. New York MM.

dibantu oleh organ indra sebagai reseptor.Otak . Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. PENDAHULUAN A. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. B. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). sistem urogenital pada ikan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. D.MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera.Organ sensorik C. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. dan otak. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Ruang Lingkup Isi .Syaraf spinal . Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii .Syaraf Cranial . mahasiswa diharapkan dapat: 16. medulla spinalis.

Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Pada Cyclostomata. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix .17. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). metencephalon dan myelencephalon. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. mesencephalon. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Ikan yang bersifat fototaksis positif. PEMBAHASAN A. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. diencephalon. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya.

menonjol yang disebut Cerebellum. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. mugil cephalus dan Trachiurus. medulla oblongata membesar. yang berhubungan dengan otak depan. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. menerima serabut aferent dari retina. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. B.diencephalon. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya.

optic nerve. Topografi secara umum otak ikan C. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon.mengelilingi ’’olfactory bulb”. ALLN. oculamotor nerve. Trigeminal nerve. C. Spinal cord merupakan suatu tabung. inferior oblique.X vagal nerve. R. VIIIp. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. TE. III. trochlear nerve. D. IX.2). I. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. V. olfactory nerve. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. II. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. Telencephalon. Rhombocephalon. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. Cerebellum. Diencephalon. VII. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. VI. Tectum mesencephali. 1-6. Facial nerve. Anterior lateral line nerve. fungsinya membawa impuls bau-bauan. inferior rectus dan internal rectus.T. Posterior ramus). Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Posterior lateral line nerve. KET. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. Glossopharyngeal nerve. Gambar 1. PLLN. Abducens nerve.

Gambar 2. Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. 1977) lxxxii . dan tanduk venral berisikan inti saraf motor.dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn).3). Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al.. (Gambar 12.

4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. terdiri dari ruang depan. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. Berdasarkan sumber stimulus. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. urat. membatasi rongga cawan. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. menerima impuls dari medium sekitarnya. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . Mata peka terhadap cahaya. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. dan kanalis semikularis. iris. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. sendi. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. tekanan atau gesekan. lensa. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. tumbuh menjadi retina. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. seperti rabaan.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot.D.

Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Gambar 3. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. 1971). Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera.tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. dan terbuka pada lubang pupil. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Unsur .

Jr. SS. New York SS. An Introduction to Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited.R. P. J. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis.B. cech. Prentice Hall. Passino. S. UU.J. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Alamsjah. 1980. Penguasaan materi dalam memaparkan. DAFTAR PUSTAKA NN. 1976.S. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. M. Miller and D. 1977.E. M. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf.M. Nelson. Second edition. Fishes. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron.M. New Delhi TT.Moyle. K. John Wiley & Sons. IPB lxxxv . New York. and G. IPB RR. Bardach. Second edition. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. 1974. Fakultas Perikanan. Rahardjo.F.R. Englewood Cliffs. serta penampilan (30%) BAB III. R.. Readings in Ichthyology. Ichthyology. and J. 1988.F. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. New Jersey.S. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Fishes of the World.bahasan (30%) 3. Departemen Biologi Perairan. 1979.). John Wiley and Sons. Love. cara menjawab/menanggapi. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). J. Cailliet (eds. Lagler. Ichthyologi.

MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan.Sistem neurosecretory caudal C. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf.Kelnjar Ultimobranchia . atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. PENDAHULUAN A.Kelenjar Thyroid . B. Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. Ruang Lingkup Isi . Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. lxxxvi .Kelenjar Pituiatary . Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Namun. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme.Badan stanius dan pineal .

hilang setelah pertumbuhannya selesai. merupakan bagian yang terbesar. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. lebih konstan dan aktif dari yang lain.D. Pada stadia embrionik. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. Kelenjar ini walaupun kecil. Pertumbuhan dari hypophysa. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. berasal dari dua macam organ. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). PEMBAHASAN A. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. berasal dari hypothalamus di dalam otak. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian.

Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. (hildenbran. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. gonadothropyn dan thyrotropyn. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. jantung. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. kepala ginjal. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. insang. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. D. otak atau mata. carticothropyn (ACTH). 1974). hormon pertumbuhan. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. membantu pengendapan guanin dalam kulit. limp. dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. B. namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. dan asal-usul embriologinya. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. C. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. namum fungsinya belum diketahui pasti. lxxxviii .pengaturan Na ikan air tawar). arteri branchialis affarent.

Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. E. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. insang dan saluran gastrointestinal. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. Pada Elasmobranchia. terletak di depan jaringan interrenal. serta merintangi otot polos. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. lxxxix . konsentrasi melanin dalam melanophora. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom.

I. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. BADAN PINEAL xc . Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen. organ kopulasi. limpa dan empedu. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. yang berperan dalam metabolisme kalsium. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. hal ini sangat penting dalam pemijahan. usus kecil. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin.F. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. H. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. pembuatan sarang. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. G. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. gonad merupakan kelenjar endokrin. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya.

PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). INDIKATOR PENILAIAN 1. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. atau derivat dari asam-asam amino. dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. serta penampilan (30%) BAB III. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. dan hormon xci . peptida. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ikan terutama Teleostei.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. cara menjawab/menanggapi. J. Secara histologis. Namun. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Namun. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin.

S.B. Fishes. Fishes of the World. IPB xcii .J.R. Fakultas Perikanan. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Ichthyologi. korteks ardenal) berupa steroid.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad. Lagler.). DAFTAR PUSTAKA TT.M. Jr. New Jersey. Second edition. Passino. Prentice-Hall of India Private Limited.. Departemen Biologi Perairan. Second edition. An Introduction to Ichthyology. Rahardjo. cech. S. Bardach. J. New Delhi ZZ. Readings in Ichthyology.Alamsjah. John Wiley & Sons.S. P.R. Cailliet (eds.Moyle. and J. IPB XX.F.E. Ichthyology. 1980. New York. Prentice Hall.F. and G. 1976. 1988. 1977. M. Englewood Cliffs. YY. Nelson.M. AAA. Miller and D. John Wiley and Sons. Love. K. J. New York YY. R. 1979. M. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). 1974.

PENDAHULUAN A. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad.Testes . sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan.Ovarium . Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya.Sifat seksual primer dan sekunder ikan . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan. 1983).MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I. D. mahasiswa diharapkan dapat: 21. Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall.Seksualitas Ikan . Ruang Lingkup Isi . Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah.Strategi repoduksi C. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. B.

ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya.22. suhu. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. Acipenceriformes dan bowfin. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. sinar matahari. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. 1983). oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. PEMBAHASAN A. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. Pada chondrichtyes yang ovipar. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. Pada chondrichtyes. tumbuhan dan adanya ikan jantan. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. yaitu oosit besar yang matang. Pada keadaan matang . di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama.

tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. xcv .musim hujan. mesorchium. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. 1993). B. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. mata dan hidung. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). epididymis. Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. pada umumnya berpasangan. Pada chodrichtyhes. vasa defferentia. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya.

Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. Jika sperma diletakkan pada air. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid.seminal vesicle. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. (Hoar. 1969). Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . urogenital sinus.

hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. Hermaprodit protandri. b. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. a. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan.C. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. Pada umumnya. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. protogini. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat. protandri. penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. Ketika ikan masih muda xcvii . Namun. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain.

Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. terdapat dua macam jantan yang berbeda.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. c. Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. Lates calcarifer (ikan kakap). sehingga ikan berubah menjadi fase betina. misalnya Halichieres sp. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). Hermaprodit protogini. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. Pada ikan yang sudah tua. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. masa betina yang berfungsi. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. Proses suksesi kelamin xcviii . masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. Sargus annularis. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya.

Misalnya “ovipositor”. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna. xcix . tetapi merupakan suatu proses yang beriring. Gonokhorisme Selain hermaproditisme. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. Namun. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. pada ikan terdapat juga gonokhorime. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. D. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:. sehingga tidak terdapat spesies yang interseks.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan.

selama dan sesudah musim pemijahan. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. gonopodium pada Gambusia affinis. Beberapa jenis c . clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. mujair (Oreochromis mosambicus). tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). bila ovariumnya dihilangkan. Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. Beta dan ikan-ikan karang. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. kemudian menempel pad substrat. E.). b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap.

Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. Anablepidae dan Yaminsiidae. Mugil spp. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar. Goodidae. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Ikan belanak (Liza spp. seperti family Poeciliidae.

Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. cara menjawab/menanggapi. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Penguasaan materi dalam memaparkan. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. Pada prinsipnya. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh.pada bagian dalam. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. serta penampilan (30%) BAB III. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. INDIKATOR PENILAIAN 1. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad.

Englewood Cliffs. Ichthyologi. Nelson. Ichthyology. IPB DDD. Fakultas Perikanan.M. J. Love.F. Fishes. Departemen Biologi Perairan. S. BBB. Moyle.. Readings in Ichthyology. John Wiley and Sons.E. 1976. GGG. Cailliet (eds.S. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Fishes of the World. An Introduction to Ichthyology.).S. Jr. 1977. and J.R.M. Second edition. Rahardjo. cech. Bardach.DAFTAR PUSTAKA ZZ.B. 1988. Prentice-Hall of India Private Limited. New Delhi FFF. Lagler. M. 1979. 1980.R. R. and G. Prentice Hall.J. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). M.Alamsjah. Second edition. J. Passino. IPB ciii . New York EEE. New Jersey. 1974. New York. John Wiley & Sons. K. P.F. Miller and D.

civ .