P. 1
Ikhtiologi ikan

Ikhtiologi ikan

|Views: 12,990|Likes:
Published by Hafsah Riyanti

More info:

Published by: Hafsah Riyanti on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2015

pdf

text

original

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . dan otot jantung. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. scute. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi.RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Selain dari itu. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. Gigi pada ikan hiu. ikan dan kanekaragaman habitatnya. yaitu: otot polos. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. otot bergaris. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi.

dan otak.berfungsi untuk menegakkan tubuh. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). karnivor dan omnivor. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. dibantu oleh organ indra sebagai v . Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. medulla spinalis. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. dan tempat ingatan dan kecerdasan. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar.

dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf.reseptor. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan. vi . jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

DAFTAR ISI ……………………………………………………………….……………………………………. HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………….. MODUL I PENDAHULUAN …………. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA..………………………………. PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………... LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii .. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………. MODUL V SISTEM PENCERNAAN …………………………………….... RINGKASAN ……………………………………………………………. KATA PENGANTAR ……………………………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI…………………………………….………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA………………………………………….

orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. B. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran.Ikan dan perkembangan studinya . Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. baik secara aktif maupun secara pasif.MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I.Ikhtiologi sistematika . Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas.Nomencltural .Pengertian ikan . Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. PENDAHULUAN A.Pengelompokan ikan . Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita.Pentingya mempelajari ikhtiologi . Ruang Lingkup Isi .Ikan dan keanekaragaman habitatnya . Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya.Distribusi ikan ix .

ikan menempati jumlah terbesar. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. Menjelaskan teori. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. serta system penamaan pada ikan. tipe distribusi ikan BAB II. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan.000 spesies. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. insang dan sirip. PEMBAHASAN A. sampai sekarang terdapat sekitar 25. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. arti.000 species yang tercatat. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Jumlah jenis ikan yang lebih x . Menjelaskan pengertian ikan 2. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6.C.

Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. reptile 5800. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. dan 6) elektroforesis. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. fisiologi dan Genetika. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. 5) kariotipe. dan nomos berarti hukum. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik. B. dan amphibi 3500 spesies. C. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. 2) ciri meristik. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya.besar di perairan laut. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. 3) ciri-ciri anatomi. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. 4) pola pewarnaan. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih.

dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. China.01 ‰ (umumnya danau. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. morfologi. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. penetrasi cahaya. Bagi ikan. proses pernafasan. Amerika Selatan (3812 meter). toilet sekaligus sebagai kuburan. air adalah media komunikasi. tempat beranak. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas.pembentukan struktur tubuh ikan. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. xii . suhu. serta habitat pada ikan. sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. memperoleh makanan. reproduksi dan hal-hal lainnya. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. tempat tidur. cara pergerakan. kesempatan untuk lepas dari musuh. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. 0.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. tempat bermain. zat beracun.

Menurut Lagler et. Rumput atau tumbuhan mikroskopik.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. Selain dari itu. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. D. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. evolusi dan genetika. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. Fisiologi dan Biokimia. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. begitu juga dengan Mesir kuno. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. kebiasaan. termasuk dalam kebiasaan makan. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. universitas. petugas pemerintah. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. Anatomi. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. dan dunia Industri. Natural history dan Ekologi. Food and Agriculture Organization xiii . Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. pertumbuhan dan perilaku. antara lain: Klasifikasi. museum. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. al (1977). walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air.

pengawasan terhadap koleksi museum. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. F.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. dokter. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. E. nelayan dan para penggemar hewan air. Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . pengembangan ilmu pengetahuan. pemuka agama. Museum National Amerika. studi sejarah. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. pengadaan koleksi baru. lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui.

Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. baik secara aktif maupun secara pasif. G. H. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Klasifikasi. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan.pengaturan. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. Dalam penggunaannya dewasa ini. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. dan Nomos berarti hukum. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. Standard common name atau Common name. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas.Vernacular name atau Local common name. maka penerapan harus pula secara luas. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi.

Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. b. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. c. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. (mis. Looding). Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. xvi . Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. d. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. b. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Terusan Suez (Isthmus of Suez). Disebabkan kemungkinan lain. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. c. karena dibukanya terusan-terusan baru. f. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). e. misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. Adanya perubahan dari aliran air. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. tetapi dengan adanya proses evolusi. arus.a. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru).

Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. predator. kedalaman air. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. iklim. c. persaingan. penyakit. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. sifat kimiawi perairan. cahaya. Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. arus laut (bagi species ikan tertentu). Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. suhu. Distribusi Geografis (Geographical range) b. b. Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu).Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a.

Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. Penguasaan materi dalam memaparkan. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. Natural history dan Ekologi. Anatomi. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. antara lain: Klasifikasi. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. evolusi dan genetika. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. serta penampilan (30%) BAB III. Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. INDIKATOR PENILAIAN 1. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. b. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. c. d. cara menjawab/menanggapi.a. xviii . e. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula.

Prentice-Hall of India Private Limited. R. 1980.F. Nelson. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. An Introduction to Ichthyology.). baik secara aktif maupun secara pasif. K. J. P. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. New Delhi D. IPB xix . Love. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Departemen Biologi Perairan.S. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. Cailliet (eds. Bardach. Fishes. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. 1974. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name.M. DAFTAR PUSTAKA A. Second edition.B. Second edition. Englewood Cliffs. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. F. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. Moyle. Fishes of the World.J.M. and J. Readings in Ichthyology. and G. cech. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.S. S. tetapi dengan adanya proses evolusi.F.R. Ichthyologi. 1977. Konservasi/Pelestarian. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. IPB B. Passino. Ichthyology.Vernacular name atau Local common name. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. J. John Wiley and Sons. Lagler. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Miller and D. Prentice Hall. Rahardjo. 1988. 1979.. Alamsjah. M.Fisiologi dan Biokimia. Jr. E. New York. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas. John Wiley & Sons. New York C. New Jersey.R. 1976.E. M. Standard common name atau Common name. Fakultas Perikanan.

MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain.Pewarnaan kulit . Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik.Struktur Kulit . organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi. scute. Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. Gigi pada ikan hiu. seperti kelenjar eksresi. tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini.Lendir . dinamakan eksoskelet.Sisik . Ruang Lingkup Isi .Organ Cahaya . fisis. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya.Kelenjar Beracun xx . kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. B.

tata nama dan sistem klasifikasi ikan . dengan dua lapisan utama. menjelaskan teori. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya.C. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. tipe. Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. kedudukan ikan. PEMBAHASAN A. D. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4.1). Lapisan xxi . dan faktor penghalang distribusi ikan. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). mahasiswa diharapkan dapat: 1.

misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. dan derivat-derivat kulit lainnya. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. mencegah infeksi dan menutup luka.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. Gambar 1. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. xxii . 1994) B. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. misalnya anggota dari genus Trichogaster.

SISIK Bentuk. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. Cycloid dan Ctenoid. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. Ganoid. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Bagian yang lunak xxiii . Cosmoid. kekerasan sisiknya sudah fleksibel. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Sisik scycloid berbentuk bulat. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. yaitu Placoid. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). sedangkan pada ikan modern. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar.C. tangkai sentral dan duri. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. Seperti “paddle fish”. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis.

Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. yang dilapisi semacam enamel. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine.

kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna. Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. xxv . dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Polypterus. Acipenceridae dan Polyodontidae. Lepisostidae. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). fleksibel dan transparan. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik.

mata dan membrane anus. flavin (fluoresensi kehijau-hijauan). merah dan corak lainnya). Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. kuning. Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. xxvi . Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. Ikan yang hidup di daerah dasar. sisik dan testes. indigoid (biru. merah dan jingga). bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. pterin (putih. warna pelangi pada sisik. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). purin (putih atau keperak-perakan). Achanturidae. Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. merah dan hijau). biru dan ungu pada iris mata. chromolipoid (kuning sampai coklat). bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. Apogonidae dan sebagainya. gelembung renang.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. melanin (hitam dan coklat).

Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. xxvii . Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. musim dan keadaan habitat. Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . dan penciri ikan beracun. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. E. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. untuk mengikat mangsa. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron). menerangi lingkungan. di bagian dorsal berwarna biru. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata. dan putih di bagian perut. bagian sisi keperak-perakan. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan.

Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Gadidae. sirip dubur dan sirip perut. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. Pada musim pemijahan. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. menyerang dan mencari makanan. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. E. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. misalnya jenis Synanceia horrida. Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. Leognathidae. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. xxviii . Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. Serranidae dan Macroridae. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir. ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae).

cara menjawab/menanggapi. INDIKATOR PENILAIAN 1. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun.aspeknya. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. Penguasaan materi dalam memaparkan. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. scute. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Myliobathidae dan Dasyatidae). serta penampilan (30%) BAB III. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. melainkan dari kelenjar empedu. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Sistem integumen pada ikan. Gigi pada ikan hiu.

M. Love. J. and G. DAFTAR PUSTAKA G. 1974. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.R. Fishes of the World. Second edition. R. John Wiley and Sons. Ichthyology. 1988. Alamsjah. Prentice Hall. John Wiley & Sons. Rahardjo. Prentice-Hall of India Private Limited. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. and J. IPB xxx . Fakultas Perikanan.).E. New York. 1976. Moyle. 1977. 1980. cech.S. Jr. Fishes. IPB H.F.B. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. M.R. L. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). J. Nelson.F. Ichthyologi. K. M. Englewood Cliffs. Lagler. fisis.S. P. Departemen Biologi Perairan. Readings in Ichthyology. 1979. S.pula.M. New Jersey. New York I. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. Bardach. Miller and D. An Introduction to Ichthyology. Cailliet (eds. Second edition. Passino.. K. New Delhi J.J.

Urat Daging Licin . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi . Ruang Lingkup Isi . Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. mahasiswa diharapkan dapat: 4. Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. D. Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. PENDAHULUAN A. dan otot jantung. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak.MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. B. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Urat Daging Bergaris .Urat Daging Jantung . otot bergaris. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. yaitu: otot polos.Organ Listrik C.

3. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. 4. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak.BAB II. kantung urine. baik yang melingkar maupun yang memanjang. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. kemudian berkembang menjadi otot polos. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). Otot polos antara lain terdapat pada: 1. sampai individu ini mati. tetapi banyak pula yang tersebar. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. 2. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. B. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Otot ini berwarna merah tua. PEMBAHASAN A. Secara embriologi. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. Otot ini disebut xxxii . trakhea dan bronkhi dari paru-paru. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja.

Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. xxxiii . Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1).pula sebagai myocardium. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. Bila dilihat secara keseluruhan. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). 1). Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan. seperti otot penegak sirip punggung. dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan. OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. otot penarik sirip dada. Kumpulan otot ini. C. tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer).

Gambar 1. Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv . Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.

terdapat pada dasar pharynx. rahang. levator dan interakualia. yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur. membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan.Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. Otot ocolomotor. Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. Dalam beberapa hal. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). yaitu: 1. otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. Otot hypobranchial. 3. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). 4. terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip.

Ikan Raja dan Electrophorus. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Mormyrus rume. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. pada sirip. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. dan juga fa’alnya. di bawah kulit (Teleostei). yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. Otot ini mempunyai dua komponen. Electrophorus electricus. dan mengeluarkan muatan listrik.Pada kepala ikan. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. Raja clavata. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . Malapterurus electricus. di belakang mata (star-gazer).650 volt. contohnya. ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. Gymnotus carapo. Gymnoranchus niloticus. kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus). menyimpan. lokasi. Pada Electrophorus electricus (belut laut). Sedangkan ikan bervoltase rendah. Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. struktur. D. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar. contohnya. Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. Torpedo nobilian. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik).

Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. Komunikasi. dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Penguasaan materi dalam memaparkan. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. INDIKATOR PENILAIAN 1. serta penampilan (30%) BAB III. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Pada beberapa spesies. 1979). PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. orientasi. cara menjawab/menanggapi. Dalam stadium istirahat. Malapterurus electricus. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. berupa sel berinti banyak. berbentuk uang logam besar.dengan pergerakannya lamban.

B. John Wiley & Sons. J. Passino. 1974.berdasarkan struktur dan fungsinya. 1976. Bardach. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos.S. Prentice-Hall of India Private Limited. Cailliet (eds.M. Love. 1977.F. Alamsjah. An Introduction to Ichthyology.E. Departemen Biologi Perairan. Ichthyologi. J. M. 1979. M. Prentice Hall.). dan otot jantung. yaitu: otot polos. Second edition. Ichthyology. New Jersey. otot bergaris. 1980.F. and J. 1988. Lagler. Moyle. John Wiley and Sons. Readings in Ichthyology. New York. Q.J. Miller and D.R. Fishes. IPB xxxviii . cech. Fakultas Perikanan. Rahardjo. P. R. Fishes of the World. New Delhi P. K. and G. IPB N. S. DAFTAR PUSTAKA M. Englewood Cliffs. Second edition.. New York O. Nelson. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.R.S. Jr. R. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).M.

Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina.Rangka visceral . menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan. PENDAHULUAN A. Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. B. D.Bentuk Tubuh Ikan C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Tulang rawan pada banyak vertebrata. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah.Rangka Axial . Ruang Lingkup Isi . Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi.MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati.

di depan supaoccipita. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Pada waktu embrio. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. tulang punggung dan tulang rusuk. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl .Setelah mempelajari modul ini. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. yaitu chondrocranium (neurocranium). Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. dermocranium dan splanchoranium. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. 1979). PEMBAHASAN A. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Pada elasmobranchii.

Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla.terletak di antara dua lubang hidung. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. yaitu operculum. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. angular dan articular. preoperculum dan interoperculum. jugal dan quadratojugal. 1. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. splenial. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. suboperculum. maxilla. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak.1) A B Gambar. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer. ectopterygoid. endopterygoid.

Ruas tulang punggung ikan B. Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. xlii . Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. 2). Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Gambar 2.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial. C.

Misalnya family Esocidae. dll 5. family Psettodidae. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Secara umum. Ikan bertubuh bulat besar. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). Scombridae 2. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Misalnya family Lutjanidae. Rover predator (predator aktif).Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. dll Predator aktif. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. Misalnya. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. Bottom fish (ikan demersal). Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. Misalnya. Centropomidae dll. Belonidae. Misalnya. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). Muraenidae. Opichthydae. 3. Bothidae. Belonidae. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. family Carangidae 4. Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Centropomidae. contoh ikan tuna. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Soleidae. Congridae. Ikan pelagik xliii . Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. sepeti belut. Pleuronectidae.

mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. (iii) ikan bottom. bentuk mulut superior. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. spirakula berada di bagian atas dari kepala. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada.Ikan ini umumnya berukuran kecil. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. Umumnya. ikan seperti ini berada di laut dalam. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. Fundulus. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. celah-celah. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan.

1974. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. ekor meruncing atau membulat. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. cara menjawab/menanggapi. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. INDIKATOR PENILAIAN 1. DAFTAR PUSTAKA S. IPB xlv . Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Alamsjah. S. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. serta penampilan (30%) BAB III. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Tulang rawan pada banyak vertebrata.mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.

Rahardjo. John Wiley & Sons.E. Miller and D. Fishes of the World. New Jersey. 1977. cech. Fakultas Perikanan.F. Moyle. and J. M. Jr.S. Second edition. Fishes. Readings in Ichthyology. and G.S. 1979. Prentice Hall. J. 1976. P. Love. Ichthyologi. Cailliet (eds. Bardach. New York.. John Wiley and Sons. Nelson. K.J.M. Second edition. Departemen Biologi Perairan.).R.M. M. Englewood Cliffs. R.R.F. IPB xlvi . New York U. An Introduction to Ichthyology. Passino. J. Prentice-Hall of India Private Limited. 1980. X. Lagler.B. W. New Delhi V. 1988.T. Ichthyology.

Alat Pencernaan pada ikan .Rangsangan makanan C. PENDAHULUAN A. PEMBAHASAN xlvii . Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9. mahasiswa diharapkan dapat: 8. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II. D.Cara makan pada ikan .MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. B. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. kamnivora dan omnivora 10. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. Ruang Lingkup Isi . sistem otot dan sistem rangka pada ikan. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. berhubungan dengan pengambilan makanan.

Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. dibantu oleh hati dan pancreas. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. esophagus. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya.A. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. xlviii . Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. pharynx. yang mempunyai beberapa kantung insang. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Ikan pada umumnya. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. lambung. usus dan anus. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. rongga mulut. pylorus.

Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. Pada ikan lamprey yang parasitic. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. bentuk mulutpun bermacam-macam. mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). Sub-terminal. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. Pada ikan yang lain. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. xlix . Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). A B C Tipe mulut: A. Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). Glyptosternus. B.. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. yang dinamakan tipe terminal. Terminal. di bagian bawah kepala (tipe inferior). 1997).Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. C. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. Selain letak yang berbeda-beda.

rongga mulut dan pharyngeal. Mulut dapat yang dapat disembulkan. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang. Pada langit-langit rongga mulut. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. C. Mulut gergaji.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . Sungut dilengkapi dengan saraf. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. maxilla dan dentary. pterygoid dan parasphenoid. A B C Berbagai bentuk mulut: A. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. palatine. gigi terdapat pada vover. sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. B.

gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. B. Berdasarkan bentuknya. D. hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. comb-like teeth. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. Molariform. Comb-like teeth. 1977). Incisor li . dan molariform. termasuk gigi molariform. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. canine. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. Tipe gigi pada ukan A). E. seringkali berbentuk taring. Canine. villiform. Villiform. tajam dan runcing. incisor.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. C. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. bentuknya panjang dan mengerucut. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. misalnya pada Belone dan Pterois. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. Gigi cardiform berbentuk pendek. Gigi canine menyerupai gigi anjing.

Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. yang menempel pada dinding kantung. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. Monopterus albus. Lambung lii . Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. Pada ikan-ikan pemakan plankton. gudang makanan dan penggilingan makanan. sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. merupakan lanjutan rongga mulut. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. tapis insangnya ramping. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. di dalam pharynx. memanjang dan jumlahnya banyak. Pada ikan belut. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir.

di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. tetapi dindingnya tebal dan berotot. pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. hagfish. liii . Sebagain besar ikan mempunyai lambung. pike (Esox). barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). Scomberesocoidae. Pada beberapa spesies tertentu. berakhir dan bermuara keluar. Pada ikan pemakan ikan. sebagai lubang anus. Lambung tidak terdapat pada lamprey. lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). lambung Lambung tersebut berukuran kecil. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). Pada ikan belanak (Mugil). bermodifikasi menjadi alat penggiling. bowfi (Amia). Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. dan Scaridae). Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. Usus mempunyai banyak variasi pula. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya.Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae.

tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon. pankreas dan kantong empedu. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. Perca flavescense mempunyai tiga buah. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. Biasanya hati berjumlah dua buah. Disamping berperan dalam pencernaan. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. Hati Hati atau hepar besar. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. berwarana merah kecoklatan. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Pada beberapa jenis ikan. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. Pembentukan hati asalnya sepasang. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. bentuknya tidak tegas. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. seperti Lamprey.Pada ikan carnivor ususnya pendek. atau tiga seperti pada mackerel. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae.

bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. penglihatan. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. lebih condong makan pada malam hari. bau. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. penting bagi pencernaan makanan. Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. mengendalikan kadar gula di dalam darah. Sedangkan ikan lv . lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. musim. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. misalnya pada ikan Ictalurus . RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. sentuhan dan sistem garis rusuk.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. Selain lemak. lemak terutama disimpan di dalam hati. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. waktu makan. bila diperlukan. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. intensitas cahaya dan suhu. B. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau.

pengisap makanan dan parasit. Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. sedangkan cucut (Squaliformes). misalnya pada Esox. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . lvi . Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. dan Lepisosteus. Esox. Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. Sphyraenae. pada ukuran panjang ikan yang sama. Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. grazer. Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. penyaring makanan. (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. rasa.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan.. ikan-ikan nocturnal (misalnya. JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii).

dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. rapat dan dalam jumlah yang banyak. Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. ikan nila Osteochilus hasseli). ikan bandeng (Chanos chanos). Biasanya ikan jantan relatif kecil. Simenchelys parasiticus. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). Karnivora lvii . begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. petromyzon marinus. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. musim dan ketersediaan makanan. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir.

tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). ikan mas (Ciprinus carpio). Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). ikan gurami (Ospronemus goramy). Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. ikan lele (Clarias batrachus). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan.Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). ikan kakap (Lates calcarifer). dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat.). Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan. Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c. Umumnya. semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. ikan cucut (Rhinodon typicus). Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp. INDIKATOR PENILAIAN 1. Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b.

R. Nelson. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). New Jersey. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. pylorus. Readings in Ichthyology. 1977. J.. New Delhi BB. 1979. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y.B. IPB Z. IPB lix .S. P. 1976. esophagus. Second edition. Alamsjah.M. Departemen Biologi Perairan. serta penampilan (30%) BAB III.J. rongga mulut. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. J. 1980. Rahardjo. John Wiley and Sons. pharynx. Ichthyology. S.F. Cailliet (eds. John Wiley & Sons. Ichthyologi. and J. Lagler. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Jr. Englewood Cliffs. 1974. An Introduction to Ichthyology. AA. Miller and D. Fishes.bahasan (30%) 3. K. New York AA. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Passino. cara menjawab/menanggapi. R. cech.S.M. Prentice Hall. CC. Bardach. 1988.R. Fishes of the World. Prentice-Hall of India Private Limited. M. and G. M. Love. New York. Penguasaan materi dalam memaparkan.F.E. Moyle. lambung. Second edition.). Fakultas Perikanan.

Ruang Lingkup Isi . Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. darah dan organ-organ pembentuk darah lx . artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya. PENDAHULUAN A. D. B.Jantung . artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan. Sistem peredaran darah. Menjelaskan tentang Jantung.Darah . jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya.Organ pembentu darah C. mahasiswa diharapkan dapat: 11. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya.

Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . BAB II. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. PEMBAHASAN A. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. terletak anterior dari sinus venosus. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang.12. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. hampir tidak mengandung jaringan otot. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. Darah venus dari seluruh tubuh. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. juga masuk dari sinus venosus . dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus.

conus arteriosus berkembang denga baik. Pada elasmibranhi dan osteichthye. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus.ventrikel. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. terdapat dua baris katup atriventrakular. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. lxii .

vena dan kapiler. maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah. 1. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. lxiii . 2. dan cairan. jantung ikan terdiri atas empat bagian. Bagan jantung ikan B.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. katup. pipa. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. Meskipun.

mineral terlarut. fibrinogen (bahan pembeku darah). Ada tiga macam kapiler darah yaitu. Di luar pembuluh darah . memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. kapiler kontinyu. lipoprotein (pembawa lemak). globulin (pengikat heme). Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. ceruloplasmin (pengikat Cu). Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. lxiv . dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid). Struktur vena sama halnya dengan arteri. Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif.Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya.

19. arteri carotid. vena renalis. ventricle. 6. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. vena hepatica.12. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. 15. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. 5. ginjal. hati..5 – 3% dari bobot tubuhnya.. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi.. 4. lxv . 21. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. 7. arteri caudalis. Selain dari itu. 16. 13.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. vena portae renalis. insang. aorta ventralis. arteri branchialis afferent. kepala. vena portae hepatica. usus. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. arteri renalis. 9. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1. 20. 8. arteri branchialis afferent. 3. 10. juga menjaga masuknya bahan penyakit. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Darah.. 14.??? . mengantarkan bahan pertumbuhan. Ket: 1. atrium. aorta dorsalis. vena jugularis. 2. 11. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. 3. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. vena cardinal. 17. 18. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy.

Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. dan lymfa. 4). membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. 1977) C. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. Vena yang pertama. Setelah hewan dewasa. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. spleen. 4.Ikan pada umumnya. kemudian dalam hati. yaitu Erythrocyte. lxvi . et al. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. Leucocyte dan Thrombocyte. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma.

Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. berjumlah antara 20. Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. dan monocyte.000. sebagaimana vertebrata lain.000 dalam tiap mm3 darah. Leucocyte pada ikan tidak berwarna. yaitu granulocyte. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah.000 – 3. Di luar pembuluh darah. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). monocyte dan thrombocyte (Gambar. acidophil (eosinophil) dan basophil. Berdasarkan penyerapan warna. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan. limphocyte.000. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. leucocyte hanya berumur pendek. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte.000 – 150. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. granulocyte terdiri dari neutrophil. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. lxvii .

Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. Pada Cyclostomata. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. sedangkan pada ikan Squalus. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. Sel-sel darah pada ikan D. Pada ikan pari.5. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. Pada esophagus ikan hiu. lxviii . Pada stadia embrio. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya. Pulva (berwarna putih) dan medula. terutama kepala ginjal. bentuk maupun ukurannya.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. kulit. membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara.edu/) B. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii . Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. Diagram badan Malphigi (http://bill.srnr. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi.arizona.Gambar 1. Insang. Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. Selain kedua kelompok tersebut. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. INDIKATOR PENILAIAN 1. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). cara menjawab/menanggapi. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. serta penampilan (30%) BAB III. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan.

B. An Introduction to Ichthyology. M. 1974.F. Readings in Ichthyology. S. 1980.S. K. Departemen Biologi Perairan. Jr. DAFTAR PUSTAKA HH. R. 1979.E. Fakultas Perikanan. 1977. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).. Passino. 1988. and G. Second edition. and J. cech. Prentice Hall. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Alamsjah. Nelson. Rahardjo. New York. John Wiley & Sons. Bardach. IPB LL. New Jersey. Moyle.M. 1976. Prentice-Hall of India Private Limited. IPB lxxvii . Cailliet (eds.R. Love.R. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal.J. Ichthyologi. New York MM. John Wiley and Sons. New Delhi NN. Englewood Cliffs.M.F. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.). OO.S. Second edition. MM. Fishes. J.Lagler. Ichthyology.ginjal dan salurannya. Fishes of the World. M. J. P. Miller and D.

Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. B.Syaraf Cranial . Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. sistem urogenital pada ikan. dan otak.Organ sensorik C. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin.Otak . mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. Ruang Lingkup Isi . PENDAHULUAN A.MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. medulla spinalis. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. mahasiswa diharapkan dapat: 16. mempengaruhi otot polos dan kelenjar.Syaraf spinal . D. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii . Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi).

Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. mesencephalon. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Pada Cyclostomata. PEMBAHASAN A. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Ikan yang bersifat fototaksis positif. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon.17. diencephalon. metencephalon dan myelencephalon. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I).

menonjol yang disebut Cerebellum. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. menerima serabut aferent dari retina. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris.diencephalon. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . yang berhubungan dengan otak depan. mugil cephalus dan Trachiurus. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). B. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. medulla oblongata membesar. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah.

Posterior lateral line nerve. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. VII. Diencephalon. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. ALLN. III. TE. Topografi secara umum otak ikan C. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. IX. PLLN. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Facial nerve. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Telencephalon. Glossopharyngeal nerve. D. II. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. C. Trigeminal nerve. VIIIp. Spinal cord merupakan suatu tabung. Abducens nerve. trochlear nerve. inferior rectus dan internal rectus. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor.T. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. olfactory nerve. Cerebellum. Tectum mesencephali.mengelilingi ’’olfactory bulb”. oculamotor nerve. VI. Anterior lateral line nerve. inferior oblique. I. Posterior ramus). 1-6.2). Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. Rhombocephalon. R. optic nerve. KET. fungsinya membawa impuls bau-bauan.X vagal nerve. V. Gambar 1.

dan tanduk venral berisikan inti saraf motor. Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic. Gambar 2.dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). 1977) lxxxii .3). Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian.. (Gambar 12.

Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . dan enteroseptor adalah organ indera visceral. seperti rabaan. membatasi rongga cawan. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. menerima impuls dari medium sekitarnya. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. iris. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. tumbuh menjadi retina. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. sendi. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . lensa. terdiri dari ruang depan. dan kanalis semikularis. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. urat.D. Mata peka terhadap cahaya. Berdasarkan sumber stimulus. tekanan atau gesekan.

unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. dan terbuka pada lubang pupil. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan.tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. Unsur . Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. 1971). Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Gambar 3. Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera.

J. John Wiley & Sons. Cailliet (eds. serta penampilan (30%) BAB III. Second edition. Ichthyology. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. and G. Fishes of the World. Penguasaan materi dalam memaparkan.B. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. New Jersey.S. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. New York SS. 1976. Rahardjo. P. Passino. Love. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. John Wiley and Sons. 1979. M. Second edition. K. Alamsjah.). 1977. Fakultas Perikanan. 1980.R. SS. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera.bahasan (30%) 3. J. and J.M. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Miller and D. J. Prentice-Hall of India Private Limited. Departemen Biologi Perairan. cara menjawab/menanggapi.M. Jr. Fishes. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. Nelson. Lagler. 1974. DAFTAR PUSTAKA NN. Prentice Hall. Englewood Cliffs. New York. mempengaruhi otot polos dan kelenjar.F. UU. An Introduction to Ichthyology. IPB RR.Moyle. Readings in Ichthyology. M. 1988. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf.S. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R. cech.F. S.E.R.. Bardach. Ichthyologi. New Delhi TT. IPB lxxxv . Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya.

Namun. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme.Kelnjar Ultimobranchia . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan.Sistem neurosecretory caudal C.MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I.Badan stanius dan pineal . Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. PENDAHULUAN A.Kelenjar Thyroid . Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. lxxxvi . B. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. Ruang Lingkup Isi . Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar.Kelenjar Pituiatary . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan.

Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. Pertumbuhan dari hypophysa. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. PEMBAHASAN A. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pada stadia embrionik. merupakan bagian yang terbesar. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. hilang setelah pertumbuhannya selesai. Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum.D. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. berasal dari hypothalamus di dalam otak. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. berasal dari dua macam organ. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Kelenjar ini walaupun kecil. lebih konstan dan aktif dari yang lain. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20.

dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. insang. Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. C. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. B. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat.pengaturan Na ikan air tawar). arteri branchialis affarent. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. jantung. namum fungsinya belum diketahui pasti. membantu pengendapan guanin dalam kulit. (hildenbran. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. kepala ginjal. limp. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. D. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. hormon pertumbuhan. otak atau mata. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. gonadothropyn dan thyrotropyn. lxxxviii . 1974). Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. dan asal-usul embriologinya. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. carticothropyn (ACTH).

Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. Pada Elasmobranchia. serta merintangi otot polos. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. E. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. terletak di depan jaringan interrenal. konsentrasi melanin dalam melanophora.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. insang dan saluran gastrointestinal. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. lxxxix .

dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. gonad merupakan kelenjar endokrin. pembuatan sarang. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. yang berperan dalam metabolisme kalsium. G. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. H. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. BADAN PINEAL xc . Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. hal ini sangat penting dalam pemijahan. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. limpa dan empedu.F. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. organ kopulasi. usus kecil. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. I. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen.

dan hormon xci . Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. Secara histologis. atau derivat dari asam-asam amino. J. cara menjawab/menanggapi. dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. peptida. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. INDIKATOR PENILAIAN 1. Ikan terutama Teleostei. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). Namun. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. Penguasaan materi dalam memaparkan. Namun. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. serta penampilan (30%) BAB III. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi.

New York. and G.R. 1974. Ichthyologi. Readings in Ichthyology. Nelson. John Wiley and Sons. Love. New Delhi ZZ. Second edition. DAFTAR PUSTAKA TT. J. Departemen Biologi Perairan. M. 1976. 1979. Second edition. korteks ardenal) berupa steroid.S. IPB xcii . Fishes of the World. AAA.R. 1988.Moyle.M. and J. Fishes. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. New Jersey. New York YY. Fakultas Perikanan. Lagler. 1977.J. K. M. Jr. Bardach. YY. IPB XX. Passino.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad.F.. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).E.B. Prentice-Hall of India Private Limited.M. Prentice Hall. John Wiley & Sons.). Ichthyology.F. An Introduction to Ichthyology. R. J. cech. 1980. Miller and D. S.Alamsjah. Rahardjo. Englewood Cliffs. P.S. Cailliet (eds.

Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan.MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I.Sifat seksual primer dan sekunder ikan . PENDAHULUAN A. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii . Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya.Ovarium .Testes . 1983). Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall. D. Ruang Lingkup Isi .Strategi repoduksi C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. B.Seksualitas Ikan . Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. mahasiswa diharapkan dapat: 21.

sinar matahari. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. Pada keadaan matang . b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. Acipenceriformes dan bowfin. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. 1983). OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. PEMBAHASAN A. Pada chondrichtyes. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. suhu. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. Pada chondrichtyes yang ovipar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. tumbuhan dan adanya ikan jantan. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). sedangkan pada ovivipar dan vivipar. yaitu oosit besar yang matang.22.

di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. 1993). Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. pada umumnya berpasangan. Pada chodrichtyhes. mata dan hidung. vasa defferentia. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. epididymis. B. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. xcv . TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal.musim hujan. mesorchium. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan.

seminal vesicle. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. urogenital sinus. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. 1969). Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. (Hoar. Jika sperma diletakkan pada air.

Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. Pada umumnya. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. Ketika ikan masih muda xcvii . penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. Namun. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya.C. hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. protandri. b. a. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. protogini. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. Hermaprodit protandri. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya.

masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. yang sebenarnya spesies ikan itu sama.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Sargus annularis. Pada ikan yang sudah tua. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. sehingga ikan berubah menjadi fase betina. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. masa betina yang berfungsi. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. Proses suksesi kelamin xcviii . Hermaprodit protogini. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. terdapat dua macam jantan yang berbeda. c. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. Lates calcarifer (ikan kakap). Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. misalnya Halichieres sp. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan.

pada ikan terdapat juga gonokhorime. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. tetapi merupakan suatu proses yang beriring. Misalnya “ovipositor”.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. D. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. xcix . yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. Namun. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna. Gonokhorisme Selain hermaproditisme.

Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. gonopodium pada Gambusia affinis. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. kemudian menempel pad substrat. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar.). mujair (Oreochromis mosambicus). warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. bila ovariumnya dihilangkan. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. Beta dan ikan-ikan karang. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). Beberapa jenis c . E. selama dan sesudah musim pemijahan. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. terbawa dan terapung oleh turbulensi arus.

sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . Goodidae. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. seperti family Poeciliidae. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Ikan belanak (Liza spp. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Mugil spp. Anablepidae dan Yaminsiidae. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya.

pada bagian dalam. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Penguasaan materi dalam memaparkan. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. INDIKATOR PENILAIAN 1. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Pada prinsipnya. serta penampilan (30%) BAB III. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. cara menjawab/menanggapi. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2.

1979. GGG. BBB. Love. 1980. K. Miller and D. and G. Readings in Ichthyology. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Englewood Cliffs. New York EEE. S. John Wiley and Sons.S. 1988.F.E. 1977. Prentice-Hall of India Private Limited. Ichthyologi. New Delhi FFF.M. Second edition. 1976. IPB ciii . M. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Jr. cech. Cailliet (eds. Lagler. 1974. J. Prentice Hall.Alamsjah. John Wiley & Sons. Fishes. J. Bardach. R.S. Second edition.R.). IPB DDD. Fakultas Perikanan. New Jersey.F. An Introduction to Ichthyology. Passino.J. Rahardjo.DAFTAR PUSTAKA ZZ. Moyle. Departemen Biologi Perairan.M. P.R.B. and J. M. Fishes of the World.. Nelson. Ichthyology. New York.

civ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->