LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. dan otot jantung. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. otot bergaris. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. scute. mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam.RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. ikan dan kanekaragaman habitatnya. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. Gigi pada ikan hiu. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. yaitu: otot polos. Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Selain dari itu.

Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. dibantu oleh organ indra sebagai v . dan tempat ingatan dan kecerdasan. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). menerima stimulus dari luar dan meresponnya. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. dan otak. medulla spinalis. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. karnivor dan omnivor. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya.berfungsi untuk menegakkan tubuh. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah.

dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. vi . Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi.reseptor. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

MODUL I PENDAHULUAN …………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI…………………………………….. KATA PENGANTAR ……………………………………………………..………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN.. PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………. MODUL V SISTEM PENCERNAAN ……………………………………. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA…………………………………………. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA. RINGKASAN …………………………………………………………….... MODUL VIII SISTEM SARAF………………………………………….. LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii . HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………. DAFTAR ISI ………………………………………………………………...…………………………………….……………………………….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….

Ikan dan keanekaragaman habitatnya .Ikhtiologi sistematika . B.Pengertian ikan . Ruang Lingkup Isi .Nomencltural .MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu.Pentingya mempelajari ikhtiologi . Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya.Distribusi ikan ix . Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran. Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. PENDAHULUAN A. Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata.Pengelompokan ikan . Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan.Ikan dan perkembangan studinya . baik secara aktif maupun secara pasif.

arti. D.C. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin.000 species yang tercatat. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Menjelaskan teori. ikan menempati jumlah terbesar. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. PEMBAHASAN A. mahasiswa diharapkan dapat: 1. insang dan sirip. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. tipe distribusi ikan BAB II. dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. serta system penamaan pada ikan. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. Menjelaskan pengertian ikan 2.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. Jumlah jenis ikan yang lebih x . sampai sekarang terdapat sekitar 25.000 spesies. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.

Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. 2) ciri meristik. B. dan 6) elektroforesis. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. reptile 5800. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. 4) pola pewarnaan. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. dan nomos berarti hukum. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. C. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. 5) kariotipe. dan amphibi 3500 spesies.besar di perairan laut. 3) ciri-ciri anatomi. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. fisiologi dan Genetika. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm.

kesempatan untuk lepas dari musuh. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. zat beracun. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. suhu. reproduksi dan hal-hal lainnya. 0. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. tempat tidur. Bagi ikan. China. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya.pembentukan struktur tubuh ikan. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. serta habitat pada ikan. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. tempat bermain. memperoleh makanan. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. toilet sekaligus sebagai kuburan. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. xii . Amerika Selatan (3812 meter). Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. air adalah media komunikasi. tempat beranak. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. penetrasi cahaya. morfologi. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. proses pernafasan.01 ‰ (umumnya danau. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. cara pergerakan. respon terhadap jumlah oksigen terlarut.

Menurut Lagler et. Anatomi. museum. Fisiologi dan Biokimia. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. evolusi dan genetika. Natural history dan Ekologi. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. al (1977). cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. petugas pemerintah. termasuk dalam kebiasaan makan. universitas. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. D. Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. kebiasaan. Food and Agriculture Organization xiii . antara lain: Klasifikasi. dan dunia Industri. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. Selain dari itu. pertumbuhan dan perilaku. begitu juga dengan Mesir kuno.

Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . pemuka agama. studi sejarah. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. E. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. pengadaan koleksi baru. Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). F. Museum National Amerika. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. pengawasan terhadap koleksi museum. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). dokter. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. nelayan dan para penggemar hewan air. pengembangan ilmu pengetahuan. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae.

Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. dan Nomos berarti hukum. maka penerapan harus pula secara luas. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. Standard common name atau Common name. H. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. Klasifikasi. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. baik secara aktif maupun secara pasif. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad.pengaturan.Vernacular name atau Local common name. G. Dalam penggunaannya dewasa ini. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan. NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan.

Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. b. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. Terusan Suez (Isthmus of Suez). f. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. c. karena dibukanya terusan-terusan baru. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. e. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. Adanya perubahan dari aliran air. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). Disebabkan kemungkinan lain. d. (mis. tetapi dengan adanya proses evolusi. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. Looding). dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. arus. c. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. b. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya.a. xvi . misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya.

c. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. penyakit. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. suhu. kedalaman air. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling).Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). predator. b. kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. cahaya. lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). Distribusi Geografis (Geographical range) b. arus laut (bagi species ikan tertentu). Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. iklim. Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme. sifat kimiawi perairan. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . persaingan. Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam.

Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan.a. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. evolusi dan genetika. Penguasaan materi dalam memaparkan.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. c. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. Natural history dan Ekologi. e. serta penampilan (30%) BAB III. b. Anatomi. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. antara lain: Klasifikasi. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. xviii . Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. d. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. INDIKATOR PENILAIAN 1. cara menjawab/menanggapi.

John Wiley and Sons.Fisiologi dan Biokimia. F. P. New York. Miller and D. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Lagler. Nelson. DAFTAR PUSTAKA A.. Second edition. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. IPB xix . Second edition. New Jersey. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). An Introduction to Ichthyology. New York C. John Wiley & Sons. Ichthyologi. Fakultas Perikanan. Ichthyology. Fishes.Vernacular name atau Local common name. Standard common name atau Common name. K. Passino. J. cech. Bardach. Readings in Ichthyology. tetapi dengan adanya proses evolusi. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. and J. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Alamsjah.S. Fishes of the World. 1974. J.R. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. 1976. New Delhi D. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Love. R. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. 1980.B. IPB B. Konservasi/Pelestarian.M.M.J. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. Jr.R. S. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya.).F. Prentice-Hall of India Private Limited. Prentice Hall. Cailliet (eds. 1977.E. 1988. and G.F. 1979. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas. Moyle. M. E.S. baik secara aktif maupun secara pasif. Englewood Cliffs. Rahardjo. Departemen Biologi Perairan. M.

termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini.Kelenjar Beracun xx . Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.Lendir . letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. Gigi pada ikan hiu.Pewarnaan kulit . seperti kelenjar eksresi. fisis. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. scute. B. dinamakan eksoskelet.MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. Ruang Lingkup Isi . Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya.Struktur Kulit . antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. PENDAHULUAN A. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan.Organ Cahaya . Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi.Sisik .

Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. PEMBAHASAN A. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II.C. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika.1). Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. kedudukan ikan. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. tata nama dan sistem klasifikasi ikan . mahasiswa diharapkan dapat: 1. D. dan faktor penghalang distribusi ikan. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. tipe. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. menjelaskan teori. dengan dua lapisan utama. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. Lapisan xxi . yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4.

Gambar 1. misalnya anggota dari genus Trichogaster. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. dan derivat-derivat kulit lainnya. xxii . Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. 1994) B.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. mencegah infeksi dan menutup luka.

Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang lunak xxiii . Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. yaitu Placoid. Cosmoid. tangkai sentral dan duri. Sisik scycloid berbentuk bulat. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. Cycloid dan Ctenoid. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. sedangkan pada ikan modern. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. kekerasan sisiknya sudah fleksibel. SISIK Bentuk. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. Seperti “paddle fish”. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. Ganoid.C. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis.

yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine. yang dilapisi semacam enamel. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae .dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah. Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang.

Lepisostidae. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). fleksibel dan transparan. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. Acipenceridae dan Polyodontidae. Polypterus.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. xxv . Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna.

Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. sisik dan testes. melanin (hitam dan coklat). mata dan membrane anus. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. Achanturidae. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. merah dan hijau). warna pelangi pada sisik. Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). flavin (fluoresensi kehijau-hijauan). merah dan corak lainnya). Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. pterin (putih. Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. kuning. merah dan jingga). biru dan ungu pada iris mata. Ikan yang hidup di daerah dasar. xxvi . indigoid (biru. gelembung renang. Apogonidae dan sebagainya. purin (putih atau keperak-perakan). keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. chromolipoid (kuning sampai coklat).

Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. bagian sisi keperak-perakan. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. xxvii . dan penciri ikan beracun. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata. menerangi lingkungan. dan putih di bagian perut. di bagian dorsal berwarna biru. musim dan keadaan habitat. Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. untuk mengikat mangsa. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. E. Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron).

Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. Leognathidae. ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir. E. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. menyerang dan mencari makanan. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Serranidae dan Macroridae. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. sirip dubur dan sirip perut. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Pada musim pemijahan. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. xxviii . Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. misalnya jenis Synanceia horrida. Gadidae.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae).

serta penampilan (30%) BAB III. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. melainkan dari kelenjar empedu.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. Penguasaan materi dalam memaparkan. INDIKATOR PENILAIAN 1. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek.aspeknya. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Myliobathidae dan Dasyatidae). scute. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . Sistem integumen pada ikan. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Gigi pada ikan hiu. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. cara menjawab/menanggapi. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun.

R. An Introduction to Ichthyology.J. cech. New York I. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. New Jersey. fisis.E.B.R. Prentice Hall. Ichthyology. Lagler.pula. and G. Englewood Cliffs. Fishes of the World.R. John Wiley and Sons. Prentice-Hall of India Private Limited. M.M. S. 1988. Jr. 1980. IPB H.F. Ichthyologi. John Wiley & Sons. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Bardach.F. 1979. Readings in Ichthyology. Miller and D. and J.). Fakultas Perikanan. Nelson. J. Alamsjah. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. 1976.. K. Love. New Delhi J. Second edition. P. DAFTAR PUSTAKA G. M. Departemen Biologi Perairan. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. K. New York. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis.M. Fishes. Moyle. Rahardjo.S. Passino. 1977. 1974. L. J.S. Cailliet (eds. IPB xxx . Second edition. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.

Urat Daging Bergaris . otot bergaris.Urat Daging Licin . Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting.Urat Daging Jantung . Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. Ruang Lingkup Isi . Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. B. PENDAHULUAN A. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. yaitu: otot polos.Organ Listrik C. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi .MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. D. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. mahasiswa diharapkan dapat: 4. dan otot jantung.

yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. 4. 2. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. sampai individu ini mati.BAB II. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. Otot ini disebut xxxii . Otot polos antara lain terdapat pada: 1. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Secara embriologi. B. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. kemudian berkembang menjadi otot polos. tetapi banyak pula yang tersebar. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. baik yang melingkar maupun yang memanjang. Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. PEMBAHASAN A. 3. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Otot ini berwarna merah tua. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. kantung urine.

1). Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan.pula sebagai myocardium. otot penarik sirip dada. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. C. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). seperti otot penegak sirip punggung. xxxiii . Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Kumpulan otot ini. Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer). Bila dilihat secara keseluruhan.

Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.Gambar 1. Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv .

4. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Otot hypobranchial. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. Otot ocolomotor.Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). levator dan interakualia. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. Dalam beberapa hal. ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. terdapat pada dasar pharynx. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. rahang. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . yaitu: 1. 3. yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur.

Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar.650 volt. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). Pada Electrophorus electricus (belut laut). menyimpan. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. Mormyrus rume. Otot ini mempunyai dua komponen. Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik).Pada kepala ikan. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. lokasi. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. Ikan Raja dan Electrophorus. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. contohnya. Sedangkan ikan bervoltase rendah. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. contohnya. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. Malapterurus electricus. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . Electrophorus electricus. dan juga fa’alnya. Raja clavata. organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. dan mengeluarkan muatan listrik. pada sirip. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. struktur. Gymnoranchus niloticus. di belakang mata (star-gazer). D. Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus). Gymnotus carapo. yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. di bawah kulit (Teleostei). Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. Torpedo nobilian.

orientasi. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. Malapterurus electricus. cara menjawab/menanggapi. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. berupa sel berinti banyak. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. serta penampilan (30%) BAB III. Dalam stadium istirahat. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. 1979). bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. berbentuk uang logam besar. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. Komunikasi. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika.dengan pergerakannya lamban. Penguasaan materi dalam memaparkan. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. INDIKATOR PENILAIAN 1. Pada beberapa spesies. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap.

M. cech. Prentice-Hall of India Private Limited. Jr. P. New York. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Fakultas Perikanan.S. 1979. S. Love. John Wiley & Sons. R. J. Rahardjo. John Wiley and Sons. and J. Lagler. Ichthyology. dan otot jantung. Alamsjah. M. J. IPB N. Cailliet (eds. Departemen Biologi Perairan.B. 1977. Fishes of the World. DAFTAR PUSTAKA M.S. Passino.M. New Jersey. otot bergaris. 1988. and G.berdasarkan struktur dan fungsinya. Nelson. Englewood Cliffs. K.J.. Bardach. yaitu: otot polos.F. Second edition.R.E.). R. Miller and D. An Introduction to Ichthyology. Ichthyologi. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. New Delhi P.F. Prentice Hall. 1976. 1980. Q. Readings in Ichthyology. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Fishes. Moyle. 1974.R. Second edition. IPB xxxviii . New York O.M.

Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. B. menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam.MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan. PENDAHULUAN A.Rangka visceral . kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan. D. Tulang rawan pada banyak vertebrata. Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi.Rangka Axial .Bentuk Tubuh Ikan C. Ruang Lingkup Isi .

dermocranium dan splanchoranium. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II.Setelah mempelajari modul ini. PEMBAHASAN A. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. di depan supaoccipita. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. 1979). seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. tulang punggung dan tulang rusuk. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Pada elasmobranchii. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. Pada waktu embrio. yaitu chondrocranium (neurocranium). Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl .

1. endopterygoid.terletak di antara dua lubang hidung.1) A B Gambar. splenial. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. preoperculum dan interoperculum. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. yaitu operculum. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. suboperculum. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. maxilla. ectopterygoid. angular dan articular. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. jugal dan quadratojugal. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak.

2). Ruas tulang punggung ikan B. Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial. xlii . Gambar 2. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. C. Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral. Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal.

Misalnya. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Bothidae. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. Misalnya family Lutjanidae. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). contoh ikan tuna. dll 5. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). Ikan bertubuh bulat besar. Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Scombridae 2. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Pleuronectidae. Ikan pelagik xliii . Rover predator (predator aktif). Surface-oriented fish (ikan pelagik). Misalnya. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. Muraenidae. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. 3. family Psettodidae. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. family Carangidae 4. Bottom fish (ikan demersal). Belonidae. Misalnya family Esocidae. Centropomidae dll. Soleidae. Misalnya. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Belonidae. Congridae. Secara umum. Opichthydae. sepeti belut. dll Predator aktif. Centropomidae.

bentuk mulut superior. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan.Ikan ini umumnya berukuran kecil. Umumnya. mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. spirakula berada di bagian atas dari kepala. Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. Fundulus. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. celah-celah. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. ikan seperti ini berada di laut dalam. (iii) ikan bottom. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat.

tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Alamsjah. ekor meruncing atau membulat. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. DAFTAR PUSTAKA S. S. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. Tulang rawan pada banyak vertebrata. INDIKATOR PENILAIAN 1. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. cara menjawab/menanggapi. Penguasaan materi dalam memaparkan. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. IPB xlv . 1974. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. serta penampilan (30%) BAB III. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang.mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul.

F. John Wiley and Sons. and G. Englewood Cliffs. New Delhi V. IPB xlvi . Jr. Fishes. Readings in Ichthyology. R. Cailliet (eds.S.B. Fakultas Perikanan. John Wiley & Sons. J. Love. 1976.R. Prentice-Hall of India Private Limited.E. Moyle. Rahardjo. X.R. M. Passino. Second edition. 1988. Ichthyologi. and J. 1977.. Prentice Hall. New Jersey. Bardach. Miller and D.).M. Nelson.F.M. 1979.T.S. K. J. New York. Lagler. 1980. Departemen Biologi Perairan. W. New York U. cech. Second edition. An Introduction to Ichthyology. Ichthyology. M.J. P. Fishes of the World.

Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. berhubungan dengan pengambilan makanan. sistem otot dan sistem rangka pada ikan.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. mahasiswa diharapkan dapat: 8. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh.Alat Pencernaan pada ikan . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. Ruang Lingkup Isi .Cara makan pada ikan . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II.Rangsangan makanan C. B. Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9. D. kamnivora dan omnivora 10. PEMBAHASAN xlvii . PENDAHULUAN A.

Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. yang mempunyai beberapa kantung insang. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. pharynx. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. xlviii . usus dan anus. pylorus. esophagus. dibantu oleh hati dan pancreas. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. rongga mulut. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. Ikan pada umumnya. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings.A. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. lambung.

B. yang dinamakan tipe terminal.Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. xlix . Sub-terminal. Glyptosternus. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. A B C Tipe mulut: A. Pada ikan lamprey yang parasitic. terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). bentuk mulutpun bermacam-macam. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. 1997). mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. di bagian bawah kepala (tipe inferior). Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. C.. Pada ikan yang lain. Selain letak yang berbeda-beda. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. Terminal.

rongga mulut dan pharyngeal. pterygoid dan parasphenoid. maxilla dan dentary.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Sungut dilengkapi dengan saraf. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Pada langit-langit rongga mulut. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang. Mulut gergaji. C. Mulut dapat yang dapat disembulkan. palatine. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. B. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. gigi terdapat pada vover. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. A B C Berbagai bentuk mulut: A. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi.

gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. D. Canine.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. villiform. comb-like teeth. 1977). Gigi canine menyerupai gigi anjing. E. Berdasarkan bentuknya. canine. B. termasuk gigi molariform. Villiform. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. tajam dan runcing. Gigi cardiform berbentuk pendek. Incisor li . hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Comb-like teeth. seringkali berbentuk taring. Tipe gigi pada ukan A). incisor. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. C. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. dan molariform. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. misalnya pada Belone dan Pterois. bentuknya panjang dan mengerucut. Molariform.

sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. yang menempel pada dinding kantung. tapis insangnya ramping. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. gudang makanan dan penggilingan makanan. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. Monopterus albus. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Pada ikan belut. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. memanjang dan jumlahnya banyak. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. di dalam pharynx. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. Pada ikan-ikan pemakan plankton. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. Lambung lii . merupakan lanjutan rongga mulut. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan.

Scomberesocoidae. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. Pada ikan pemakan ikan. hagfish. tetapi dindingnya tebal dan berotot. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. sebagai lubang anus. Usus mempunyai banyak variasi pula. liii . yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. Pada beberapa spesies tertentu. berakhir dan bermuara keluar. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. lambung Lambung tersebut berukuran kecil. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. Sebagain besar ikan mempunyai lambung. Lambung tidak terdapat pada lamprey. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. bermodifikasi menjadi alat penggiling. misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio).Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. pike (Esox). dan Scaridae). bowfi (Amia). di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. Pada ikan belanak (Mugil). untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus).

hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. seperti Lamprey. Pembentukan hati asalnya sepasang. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. Hati Hati atau hepar besar. atau tiga seperti pada mackerel. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon.Pada ikan carnivor ususnya pendek. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. Disamping berperan dalam pencernaan. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. berwarana merah kecoklatan. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. Pada beberapa jenis ikan. Perca flavescense mempunyai tiga buah. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. bentuknya tidak tegas. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. pankreas dan kantong empedu. Biasanya hati berjumlah dua buah. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman.

penglihatan. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. lemak terutama disimpan di dalam hati. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. waktu makan. bila diperlukan. penting bagi pencernaan makanan. lebih condong makan pada malam hari. sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . Pada Pleuronectiformes dan gadidae. dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. mengendalikan kadar gula di dalam darah. intensitas cahaya dan suhu. Sedangkan ikan lv . Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. B. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. musim. misalnya pada ikan Ictalurus .kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. bau. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. Selain lemak. Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. sentuhan dan sistem garis rusuk.

JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al. Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. sedangkan cucut (Squaliformes). Sphyraenae. dan Lepisosteus. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa.. misalnya pada Esox. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. penyaring makanan. pengisap makanan dan parasit. Esox. pada ukuran panjang ikan yang sama. Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. ikan-ikan nocturnal (misalnya. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. lvi . grazer. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. rasa.

Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. ikan nila Osteochilus hasseli). mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. Karnivora lvii . Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. Biasanya ikan jantan relatif kecil. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur. namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. rapat dan dalam jumlah yang banyak. petromyzon marinus.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. musim dan ketersediaan makanan. begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. ikan bandeng (Chanos chanos). Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. Simenchelys parasiticus.

Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. ikan mas (Ciprinus carpio).Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. INDIKATOR PENILAIAN 1.). semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). ikan cucut (Rhinodon typicus). dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Umumnya. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. ikan gurami (Ospronemus goramy). Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c. ikan lele (Clarias batrachus). Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp. Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). ikan kakap (Lates calcarifer). Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan.

R. Love. Englewood Cliffs. J. M. IPB lix . Nelson.F.R. 1976. 1979. 1988.bahasan (30%) 3. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. Alamsjah. New Delhi BB. P. AA. Fakultas Perikanan. Cailliet (eds. John Wiley & Sons. Ichthyology.. John Wiley and Sons. New York AA. Passino. Miller and D.R. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Ichthyologi. Jr.S. pylorus. and J. IPB Z.E. 1974. Second edition.F. M. New Jersey. Rahardjo. Readings in Ichthyology. Fishes. Bardach.S. 1977. Prentice-Hall of India Private Limited. Fishes of the World. 1980. lambung. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. cech. Second edition. esophagus. CC. Penguasaan materi dalam memaparkan.M. and G.). Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).B. cara menjawab/menanggapi.M. pharynx. Prentice Hall. serta penampilan (30%) BAB III. Departemen Biologi Perairan. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. An Introduction to Ichthyology.J. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. rongga mulut. S. New York. K. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. J. Moyle. Lagler.

kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. Sistem peredaran darah. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Isi . Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya. Menjelaskan tentang Jantung. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya.Darah . organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. D. mahasiswa diharapkan dapat: 11.Organ pembentu darah C.Jantung . B. artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. darah dan organ-organ pembentuk darah lx . sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan.

terletak anterior dari sinus venosus. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. hampir tidak mengandung jaringan otot. PEMBAHASAN A. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. BAB II. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. Darah venus dari seluruh tubuh. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri.12. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. juga masuk dari sinus venosus .

ventrikel. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. terdapat dua baris katup atriventrakular. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. conus arteriosus berkembang denga baik. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. Pada elasmibranhi dan osteichthye. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. lxii . antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii.

jantung ikan terdiri atas empat bagian. tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. vena dan kapiler. lxiii . katup. maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. 1. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. pipa. Meskipun. 2. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). Bagan jantung ikan B. dan cairan.

Di luar pembuluh darah . memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. globulin (pengikat heme). umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. fibrinogen (bahan pembeku darah). darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. lipoprotein (pembawa lemak). Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif.Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. kapiler kontinyu. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). Struktur vena sama halnya dengan arteri. Ada tiga macam kapiler darah yaitu. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). lxiv . mineral terlarut. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. ceruloplasmin (pengikat Cu). Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid).

di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi.??? . 3. ginjal.5 – 3% dari bobot tubuhnya. arteri caudalis. vena renalis. 20.. 15. 21. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. Darah. vena portae renalis. 14. Selain dari itu. aorta dorsalis.. 5. arteri carotid. arteri branchialis afferent. 17. 3. 8. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. vena portae hepatica. insang. kepala. 4. vena jugularis. ventricle.12. 2. Ket: 1. 11.. 13. usus. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi. arteri renalis. 7. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. aorta ventralis. mengantarkan bahan pertumbuhan. lxv . atrium. 6. hati. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. vena cardinal. vena hepatica. 10. arteri branchialis afferent. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. 9. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan. 19. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. 16.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan.. 18. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. juga menjaga masuknya bahan penyakit.

4). sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. Vena yang pertama. Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial.Ikan pada umumnya. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. dan lymfa. 4. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. lxvi . Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. yaitu Erythrocyte. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. 1977) C. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. et al. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. spleen. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. Setelah hewan dewasa. Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). kemudian dalam hati. Leucocyte dan Thrombocyte. sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah.

Di luar pembuluh darah. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. yaitu granulocyte. lxvii . tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. acidophil (eosinophil) dan basophil. granulocyte terdiri dari neutrophil. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. monocyte dan thrombocyte (Gambar.000 dalam tiap mm3 darah. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. leucocyte hanya berumur pendek.000. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.000 – 150. sebagaimana vertebrata lain. berjumlah antara 20. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. Leucocyte pada ikan tidak berwarna. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. limphocyte. dan monocyte. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte.000.000 – 3. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan. Berdasarkan penyerapan warna.

Pada esophagus ikan hiu. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. sedangkan pada ikan Squalus. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pada ikan pari. terutama kepala ginjal. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah.5. Pada stadia embrio. namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. Sel-sel darah pada ikan D. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya. bentuk maupun ukurannya. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. lxviii . semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. Pulva (berwarna putih) dan medula. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). Pada Cyclostomata.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. Insang. Diagram badan Malphigi (http://bill.arizona. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya. membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii .Gambar 1.edu/) B. kulit. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal.srnr. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. serta penampilan (30%) BAB III. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. cara menjawab/menanggapi. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Selain kedua kelompok tersebut. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. Penguasaan materi dalam memaparkan. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. INDIKATOR PENILAIAN 1.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia).

Miller and D.R. Nelson. J. M. IPB lxxvii . R. 1979. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. 1977.F.R.M. Fakultas Perikanan. John Wiley & Sons. Prentice-Hall of India Private Limited. Second edition.E. IPB LL. Fishes of the World. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Fishes. Moyle. Departemen Biologi Perairan. 1974. S. Readings in Ichthyology. K. OO. Ichthyologi. New York. 1980. New Delhi NN.). and J. 1976.. P. Passino.Lagler. New Jersey. Jr. Alamsjah. J. Prentice Hall. cech.M. and G. MM. Rahardjo. M. An Introduction to Ichthyology.F. Bardach. Second edition. John Wiley and Sons. Love.B.S.S. Cailliet (eds. New York MM. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.ginjal dan salurannya. 1988. DAFTAR PUSTAKA HH. Englewood Cliffs.J. Ichthyology. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal.

dan otak. medulla spinalis. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah.Otak . Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf.Organ sensorik C. D.MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. sistem urogenital pada ikan. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. PENDAHULUAN A. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.Syaraf spinal . dan otot serta kelenjar sebagai efektor. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. mahasiswa diharapkan dapat: 16. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Ruang Lingkup Isi . B. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya.Syaraf Cranial .

Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. Pada Cyclostomata. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. diencephalon. PEMBAHASAN A. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. Ikan yang bersifat fototaksis positif. metencephalon dan myelencephalon. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. mesencephalon. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal.17. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya.

Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. B. yang berhubungan dengan otak depan. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. medulla oblongata membesar. mugil cephalus dan Trachiurus. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. menonjol yang disebut Cerebellum. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan.diencephalon. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. menerima serabut aferent dari retina. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior).

IX. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12.X vagal nerve. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. I. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Rhombocephalon.T. oculamotor nerve.2). C. II. R. ALLN. Topografi secara umum otak ikan C. inferior rectus dan internal rectus. fungsinya membawa impuls bau-bauan. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. Cerebellum. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. KET. VIIIp. Telencephalon. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Gambar 1. PLLN. Abducens nerve. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Posterior ramus). olfactory nerve. Glossopharyngeal nerve. D.mengelilingi ’’olfactory bulb”. Posterior lateral line nerve. Trigeminal nerve. VII. Spinal cord merupakan suatu tabung. trochlear nerve. V. Diencephalon. III. inferior oblique. VI. 1-6. Facial nerve. Tectum mesencephali. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. TE. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Anterior lateral line nerve. optic nerve.

Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic.. yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. 1977) lxxxii . Gambar 2.3). dan tanduk venral berisikan inti saraf motor.dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. (Gambar 12.

D. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. membatasi rongga cawan. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. terdiri dari ruang depan. menerima impuls dari medium sekitarnya. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. lensa. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. urat. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. dan kanalis semikularis. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. tumbuh menjadi retina. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. seperti rabaan. Mata peka terhadap cahaya. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. Berdasarkan sumber stimulus. tekanan atau gesekan. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. sendi. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . iris.

Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Gambar 3.tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. 1971). Unsur . Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. dan terbuka pada lubang pupil. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor.

J.E. 1979. and G.S. 1977. J. 1980.R. 1974. New Jersey. Ichthyology.B. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera.. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Ichthyologi. Englewood Cliffs. Readings in Ichthyology. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. Love. John Wiley & Sons. K. Cailliet (eds.M. Passino. Lagler. Rahardjo. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis.F. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. Fishes. and J.F.bahasan (30%) 3. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R. 1976. S.R. Bardach. Departemen Biologi Perairan.Moyle. cech. DAFTAR PUSTAKA NN. Alamsjah. Fakultas Perikanan. Miller and D. Prentice-Hall of India Private Limited. SS. Jr. New York. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. Fishes of the World. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. UU. M. M.S. John Wiley and Sons.). New York SS. Prentice Hall. IPB RR. IPB lxxxv . Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Second edition. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. cara menjawab/menanggapi. New Delhi TT.J. serta penampilan (30%) BAB III. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. P.M. 1988. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. Penguasaan materi dalam memaparkan. Nelson.

Badan stanius dan pineal . Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme.Kelenjar Thyroid . Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. Ruang Lingkup Isi .Kelnjar Ultimobranchia . Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel.MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. PENDAHULUAN A. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. lxxxvi . Namun. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi.Kelenjar Pituiatary . B.Sistem neurosecretory caudal C. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya.

merupakan bagian yang terbesar. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. hilang setelah pertumbuhannya selesai. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. berasal dari dua macam organ. berasal dari hypothalamus di dalam otak. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . mahasiswa diharapkan dapat: 18. Pada stadia embrionik. lebih konstan dan aktif dari yang lain. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. Pertumbuhan dari hypophysa.D. Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. Kelenjar ini walaupun kecil. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. PEMBAHASAN A.

dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. B. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. 1974). jantung. limp. hormon pertumbuhan. kepala ginjal. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. membantu pengendapan guanin dalam kulit. insang. namum fungsinya belum diketahui pasti. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. lxxxviii . Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. gonadothropyn dan thyrotropyn. dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. otak atau mata. dan asal-usul embriologinya.pengaturan Na ikan air tawar). carticothropyn (ACTH). (hildenbran. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. C. namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. arteri branchialis affarent. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. D. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya.

JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. terletak di depan jaringan interrenal. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. Pada Elasmobranchia. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. lxxxix . yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. E. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. serta merintangi otot polos. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. insang dan saluran gastrointestinal. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. konsentrasi melanin dalam melanophora. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal.

GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya.F. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. I. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. hal ini sangat penting dalam pemijahan. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. BADAN PINEAL xc . Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. organ kopulasi. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. H. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. usus kecil. pembuatan sarang. yang berperan dalam metabolisme kalsium. limpa dan empedu. G. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. gonad merupakan kelenjar endokrin. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi.

Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. Secara histologis. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. peptida. INDIKATOR PENILAIAN 1. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. serta penampilan (30%) BAB III. J. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. atau derivat dari asam-asam amino. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. dan hormon xci . cara menjawab/menanggapi. Namun.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Ikan terutama Teleostei. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. Penguasaan materi dalam memaparkan. Namun. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin.

Jr.S. IPB XX. Love.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad. M. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R. Bardach.M. P. An Introduction to Ichthyology.R. New Jersey. J. New York.B. Fakultas Perikanan. Cailliet (eds. Englewood Cliffs. Nelson. korteks ardenal) berupa steroid. Readings in Ichthyology.R. YY. Prentice-Hall of India Private Limited. Rahardjo. Second edition.S. Prentice Hall. DAFTAR PUSTAKA TT. AAA. Ichthyology.F.J. S.M. New Delhi ZZ. K. Fishes. Fishes of the World.. 1980.). John Wiley & Sons. Lagler. Ichthyologi. IPB xcii . 1988.Alamsjah.E. and J. Second edition. cech. and G. M. Passino. 1974. 1976. 1979.Moyle. New York YY. Miller and D. 1977. J. John Wiley and Sons. Departemen Biologi Perairan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).F.

Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. 1983).Strategi repoduksi C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. mahasiswa diharapkan dapat: 21. PENDAHULUAN A. B.Sifat seksual primer dan sekunder ikan .Seksualitas Ikan . D. sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan. Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii . Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall.MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad.Testes . dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Ruang Lingkup Isi .Ovarium .

Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. PEMBAHASAN A. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. suhu. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. yaitu oosit besar yang matang. Pada chondrichtyes yang ovipar. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. Pada chondrichtyes. sinar matahari. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. tumbuhan dan adanya ikan jantan. Acipenceriformes dan bowfin. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria.22. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Pada keadaan matang . bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. 1983). Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II.

di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. epididymis. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. 1993). mesorchium. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. B.musim hujan. xcv . Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya. Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. pada umumnya berpasangan. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. mata dan hidung. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Pada chodrichtyhes. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. vasa defferentia. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan.

Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. Jika sperma diletakkan pada air. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan.seminal vesicle. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. urogenital sinus. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. 1969). (Hoar.

Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. Pada umumnya. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. Ketika ikan masih muda xcvii . Namun. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. a. protandri. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. protogini. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. Hermaprodit protandri. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan.C. hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. b.

testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. Pada ikan yang sudah tua. Hermaprodit protogini. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. Proses suksesi kelamin xcviii . Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. terdapat dua macam jantan yang berbeda. masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. Lates calcarifer (ikan kakap). Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. Sargus annularis. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. c. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. masa betina yang berfungsi. sehingga ikan berubah menjadi fase betina. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. misalnya Halichieres sp. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina.

Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). xcix . Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:. Namun. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. D. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna. pada ikan terdapat juga gonokhorime. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. tetapi merupakan suatu proses yang beriring. Misalnya “ovipositor”. Gonokhorisme Selain hermaproditisme.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme.

b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. gonopodium pada Gambusia affinis. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. selama dan sesudah musim pemijahan. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. bila ovariumnya dihilangkan. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. Beberapa jenis c . kemudian menempel pad substrat. Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. mujair (Oreochromis mosambicus).). terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. Beta dan ikan-ikan karang. E. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan.

seperti family Poeciliidae. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Ikan belanak (Liza spp. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Anablepidae dan Yaminsiidae. Mugil spp. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Goodidae. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci .

Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. cara menjawab/menanggapi. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. INDIKATOR PENILAIAN 1. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. Pada prinsipnya. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. serta penampilan (30%) BAB III. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara.pada bagian dalam. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina.

R. Nelson.R. Moyle. Bardach. Second edition. Love. Ichthyology. M. New Delhi FFF.M. Prentice Hall. 1977. Readings in Ichthyology. 1988. 1976. 1974. BBB.E. Departemen Biologi Perairan. J. GGG. Fishes of the World. Jr.J. R. New York EEE.S. 1980. Prentice-Hall of India Private Limited. Second edition. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). 1979.DAFTAR PUSTAKA ZZ. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. An Introduction to Ichthyology. Miller and D. Fishes.S. Passino. IPB ciii . Englewood Cliffs. New York. cech.. S. Lagler. Fakultas Perikanan. J.F.F.M. M. New Jersey. IPB DDD. K. Cailliet (eds.B. John Wiley & Sons. Rahardjo.).Alamsjah. and G. Ichthyologi. P. John Wiley and Sons. and J.

civ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful