LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi.RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. yaitu: otot polos. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. otot bergaris. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. scute. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. ikan dan kanekaragaman habitatnya. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi. Gigi pada ikan hiu. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. Selain dari itu. Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. dan otot jantung.

Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. dibantu oleh organ indra sebagai v . karnivor dan omnivor. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system.berfungsi untuk menegakkan tubuh. dan tempat ingatan dan kecerdasan. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. medulla spinalis. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. dan otak. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia).

dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. vi . Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme.reseptor. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………. DAFTAR ISI ………………………………………………………………. HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………..……………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI……………………………………. RINGKASAN …………………………………………………………….. LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii . KATA PENGANTAR …………………………………………………….………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….………………………………. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA. MODUL I PENDAHULUAN …………. PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA………………………………………….... MODUL V SISTEM PENCERNAAN ……………………………………...

Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran.Pentingya mempelajari ikhtiologi . baik secara aktif maupun secara pasif. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.Pengelompokan ikan .Distribusi ikan ix . Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. Ruang Lingkup Isi . B.MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I.Ikan dan perkembangan studinya . orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. PENDAHULUAN A. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita.Nomencltural . Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu.Ikhtiologi sistematika . Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya.Ikan dan keanekaragaman habitatnya .Pengertian ikan .

Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. serta system penamaan pada ikan. insang dan sirip. ikan menempati jumlah terbesar. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan.000 spesies. walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. Menjelaskan teori. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. sampai sekarang terdapat sekitar 25. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. tipe distribusi ikan BAB II. Menjelaskan pengertian ikan 2. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. PEMBAHASAN A. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata. Jumlah jenis ikan yang lebih x . dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal.C. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. arti.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo.000 species yang tercatat. D. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang.

dan 6) elektroforesis. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. fisiologi dan Genetika. reptile 5800. C. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. 3) ciri-ciri anatomi. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. B. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik. 5) kariotipe.besar di perairan laut. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. dan nomos berarti hukum. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . dan amphibi 3500 spesies. 4) pola pewarnaan. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). 2) ciri meristik. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya.

sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. tempat bermain. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya.pembentukan struktur tubuh ikan. zat beracun. reproduksi dan hal-hal lainnya. tempat beranak. China. morfologi. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. air adalah media komunikasi. 0. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat.01 ‰ (umumnya danau. memperoleh makanan. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). xii . Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. cara pergerakan. toilet sekaligus sebagai kuburan. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. Amerika Selatan (3812 meter). tempat tidur. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. Bagi ikan. yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. kesempatan untuk lepas dari musuh. suhu. proses pernafasan.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. serta habitat pada ikan. penetrasi cahaya.

antara lain: Klasifikasi. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya. museum. Selain dari itu. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. Food and Agriculture Organization xiii . Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. D. Fisiologi dan Biokimia. petugas pemerintah. begitu juga dengan Mesir kuno. evolusi dan genetika. Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. Anatomi. Menurut Lagler et. al (1977). IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. pertumbuhan dan perilaku. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. termasuk dalam kebiasaan makan. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. Natural history dan Ekologi. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. dan dunia Industri. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. kebiasaan. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. universitas. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru.

pemuka agama. pengadaan koleksi baru. Museum National Amerika. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. E. Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. pengembangan ilmu pengetahuan. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. dokter. studi sejarah. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. F. pengawasan terhadap koleksi museum. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . nelayan dan para penggemar hewan air. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar.

Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi.Vernacular name atau Local common name. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. Standard common name atau Common name. H. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi.pengaturan. baik secara aktif maupun secara pasif. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas. Dalam penggunaannya dewasa ini. maka penerapan harus pula secara luas. Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Klasifikasi. G. NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. dan Nomos berarti hukum. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.

Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. Adanya perubahan dari aliran air. c. c. e. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. karena dibukanya terusan-terusan baru. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. xvi . dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. b. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. (mis. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. Looding). Terusan Suez (Isthmus of Suez). tetapi dengan adanya proses evolusi. arus. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). Disebabkan kemungkinan lain. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. d. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a.a. b. f.

Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). c. kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. cahaya. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme.Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. predator. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . suhu. Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. iklim. Distribusi Geografis (Geographical range) b. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). sifat kimiawi perairan. persaingan. b. arus laut (bagi species ikan tertentu). kedalaman air. penyakit.

perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. d. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. e. cara menjawab/menanggapi. sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. antara lain: Klasifikasi. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. xviii . Natural history dan Ekologi. serta penampilan (30%) BAB III. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. INDIKATOR PENILAIAN 1. c. Penguasaan materi dalam memaparkan. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. Anatomi. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. b.a. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. evolusi dan genetika. Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species.

). dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Rahardjo. John Wiley & Sons. Moyle. IPB B. Jr. New Delhi D. Nelson. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya.B. John Wiley and Sons. Departemen Biologi Perairan. J. New York. Fishes. 1974. Lagler. Englewood Cliffs. 1976.R.S. Bardach. Standard common name atau Common name.E. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. tetapi dengan adanya proses evolusi. Second edition.M. New York C.J. M. 1988.F. E. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. P. K. New Jersey. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).Fisiologi dan Biokimia. 1979. M.. IPB xix .Vernacular name atau Local common name. F.M. Second edition. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Cailliet (eds. Ichthyologi. Love. S. 1977. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. Fishes of the World. R. and J. baik secara aktif maupun secara pasif. Prentice Hall. Fakultas Perikanan. Readings in Ichthyology. cech. Miller and D.S.R. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. DAFTAR PUSTAKA A. An Introduction to Ichthyology. Alamsjah. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi.F. Konservasi/Pelestarian. and G. Passino. 1980. Prentice-Hall of India Private Limited. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas. Ichthyology. J. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name.

Organ Cahaya . letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. B. seperti kelenjar eksresi.MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I.Kelenjar Beracun xx . kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. Gigi pada ikan hiu.Sisik . dinamakan eksoskelet. Ruang Lingkup Isi . antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya.Struktur Kulit . Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. fisis. scute.Pewarnaan kulit . tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini.Lendir . Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan. Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. PENDAHULUAN A. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak.

saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. tata nama dan sistem klasifikasi ikan . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. PEMBAHASAN A. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks.1). yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4. kedudukan ikan. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II.C. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen. tipe. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. D. dan faktor penghalang distribusi ikan. dengan dua lapisan utama. menjelaskan teori. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. Lapisan xxi . yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata.

Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. misalnya anggota dari genus Trichogaster.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. 1994) B. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. xxii . misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. dan derivat-derivat kulit lainnya. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. Gambar 1. mencegah infeksi dan menutup luka. misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis.

kekerasan sisiknya sudah fleksibel. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. Cycloid dan Ctenoid. Sisik scycloid berbentuk bulat. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. tangkai sentral dan duri. SISIK Bentuk. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. Seperti “paddle fish”. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. Ganoid. Bagian yang lunak xxiii . yaitu Placoid. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. Cosmoid. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. sedangkan pada ikan modern. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis.C.

yang dilapisi semacam enamel. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan. yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik. terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine.

Polypterus. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. fleksibel dan transparan. dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. Lepisostidae. xxv . Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Acipenceridae dan Polyodontidae. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii).

Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. kuning. gelembung renang. bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. merah dan corak lainnya). Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. Apogonidae dan sebagainya. Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. melanin (hitam dan coklat). biru dan ungu pada iris mata.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. merah dan hijau). Achanturidae. purin (putih atau keperak-perakan). xxvi . Ikan yang hidup di daerah dasar. chromolipoid (kuning sampai coklat). pterin (putih. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). mata dan membrane anus. flavin (fluoresensi kehijau-hijauan). Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. merah dan jingga). indigoid (biru. warna pelangi pada sisik. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. sisik dan testes. keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya.

Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. dan penciri ikan beracun. Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. xxvii . untuk mengikat mangsa. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. bagian sisi keperak-perakan. musim dan keadaan habitat. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron). Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. di bagian dorsal berwarna biru. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. menerangi lingkungan. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. dan putih di bagian perut. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada. Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . E. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat.

Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae). Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. E. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. Pada musim pemijahan. misalnya jenis Synanceia horrida. menyerang dan mencari makanan. Leognathidae. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. Gadidae. Serranidae dan Macroridae. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. xxviii . Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. sirip dubur dan sirip perut. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir. Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae.

keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. cara menjawab/menanggapi. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun. melainkan dari kelenjar empedu.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Sistem integumen pada ikan. Myliobathidae dan Dasyatidae). tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. Gigi pada ikan hiu.aspeknya. INDIKATOR PENILAIAN 1. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. scute. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. serta penampilan (30%) BAB III. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur.

pula. Nelson. New Jersey.S. An Introduction to Ichthyology. P.). fisis. Miller and D. M. Ichthyologi. 1977. Ichthyology. 1988. Readings in Ichthyology. Love. Lagler. New York I. Prentice Hall. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).R. Fakultas Perikanan.M. Departemen Biologi Perairan. John Wiley and Sons. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. 1979. J.R.S. Second edition. cech. Second edition. John Wiley & Sons.F.J. Passino. and G.E. Jr.F. New York. Moyle. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. S. Rahardjo. 1976. Alamsjah. Fishes. M. 1974.M. 1980. J. Englewood Cliffs. L. DAFTAR PUSTAKA G. IPB xxx . New Delhi J. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya.. K. R. Prentice-Hall of India Private Limited. Bardach. and J. Cailliet (eds. IPB H.B. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu. K. Fishes of the World.

Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. dan otot jantung. D.MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I. Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi . Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. yaitu: otot polos. mahasiswa diharapkan dapat: 4.Urat Daging Jantung . yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah.Organ Listrik C.Urat Daging Bergaris . otot bergaris. PENDAHULUAN A. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut.Urat Daging Licin . Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. B. Ruang Lingkup Isi .

Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. Otot polos antara lain terdapat pada: 1. 4. baik yang melingkar maupun yang memanjang. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. 2. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. tetapi banyak pula yang tersebar. 3. PEMBAHASAN A. Secara embriologi. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. sampai individu ini mati. kantung urine. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). kemudian berkembang menjadi otot polos. otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. Otot ini berwarna merah tua. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. Otot ini disebut xxxii . Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat.BAB II. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. B. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah.

Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan. seperti otot penegak sirip punggung. Bila dilihat secara keseluruhan. 1). tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. xxxiii . menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. C. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr.pula sebagai myocardium. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer). Kumpulan otot ini. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. otot penarik sirip dada.

Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv . Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.Gambar 1.

membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan). Otot ocolomotor. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). rahang. hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). terdapat pada dasar pharynx. Otot hypobranchial. levator dan interakualia. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. 4. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. 3. Dalam beberapa hal. sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur.Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. yaitu: 1. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor.

kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus). lokasi. Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. struktur. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. Torpedo nobilian. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. menyimpan. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar.650 volt. Raja clavata. contohnya. D. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. Mormyrus rume. contohnya. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . Ikan Raja dan Electrophorus.Pada kepala ikan. pada sirip. Malapterurus electricus. dan juga fa’alnya. Gymnotus carapo. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). dan mengeluarkan muatan listrik. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. Sedangkan ikan bervoltase rendah. Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. di belakang mata (star-gazer). Gymnoranchus niloticus. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. Otot ini mempunyai dua komponen. Electrophorus electricus. Pada Electrophorus electricus (belut laut). yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. di bawah kulit (Teleostei). Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi.

dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ. 1979). Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . Penguasaan materi dalam memaparkan. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.dengan pergerakannya lamban. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. serta penampilan (30%) BAB III. berupa sel berinti banyak. Malapterurus electricus. berbentuk uang logam besar. INDIKATOR PENILAIAN 1. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Dalam stadium istirahat. Komunikasi. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. Pada beberapa spesies. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. cara menjawab/menanggapi. orientasi.

J. M.). 1979. IPB xxxviii . M. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). 1974. R. Bardach. Passino. New Jersey. Prentice Hall. Englewood Cliffs. 1977. Rahardjo. Readings in Ichthyology. K. Nelson. R. 1988.J. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Q. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. J. P. New Delhi P. Fishes of the World. IPB N. An Introduction to Ichthyology. Ichthyology.R. New York. Moyle. Second edition.E. dan otot jantung.F. New York O.B.F. Fakultas Perikanan. Love. 1976. Ichthyologi. Prentice-Hall of India Private Limited. John Wiley and Sons. Miller and D.S.M. Cailliet (eds. S.R. DAFTAR PUSTAKA M. Jr. otot bergaris.S. and G. John Wiley & Sons.. Fishes. Second edition. 1980. cech. and J.M. yaitu: otot polos. Alamsjah. Departemen Biologi Perairan. Lagler.berdasarkan struktur dan fungsinya.

D. Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. PENDAHULUAN A. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan.MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . B. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan. Ruang Lingkup Isi .Rangka Axial . Tulang rawan pada banyak vertebrata.Bentuk Tubuh Ikan C.Rangka visceral . kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina.

Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. yaitu chondrocranium (neurocranium). Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. mahasiswa diharapkan dapat: 6.Setelah mempelajari modul ini. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. di depan supaoccipita. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl . Pada elasmobranchii. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. 1979). tulang punggung dan tulang rusuk. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak. Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. dermocranium dan splanchoranium. masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. Pada waktu embrio. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. PEMBAHASAN A.

1. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi. endopterygoid. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. yaitu operculum. suboperculum. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. ectopterygoid. angular dan articular. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . maxilla.1) A B Gambar.terletak di antara dua lubang hidung. splenial. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. preoperculum dan interoperculum. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. jugal dan quadratojugal.

Ruas tulang punggung ikan B. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial. 2). Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. xlii . Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Gambar 2. C. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar.

Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat. Bottom fish (ikan demersal). Misalnya. Misalnya. Pleuronectidae. Belonidae. Congridae. sepeti belut. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. dll Predator aktif. family Psettodidae. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. contoh ikan tuna. Soleidae. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Misalnya. 3. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). Centropomidae. Misalnya family Esocidae. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. dll 5. Belonidae. Rover predator (predator aktif). Secara umum. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. family Carangidae 4. Ikan bertubuh bulat besar. Scombridae 2.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Ikan pelagik xliii . Muraenidae. Misalnya family Lutjanidae. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Centropomidae dll. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. Opichthydae. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Bothidae.

Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. (iii) ikan bottom.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. celah-celah.Ikan ini umumnya berukuran kecil. (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik. Fundulus. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. ikan seperti ini berada di laut dalam. spirakula berada di bagian atas dari kepala. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Umumnya. Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat. Mulut kecil dan dapat disembulkan. Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. bentuk mulut superior.

Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. 1974. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. cara menjawab/menanggapi. Alamsjah. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. serta penampilan (30%) BAB III. S. DAFTAR PUSTAKA S. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. IPB xlv . Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. ekor meruncing atau membulat. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. Tulang rawan pada banyak vertebrata. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam.mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. INDIKATOR PENILAIAN 1.

New Delhi V. J. cech. New Jersey. W. Readings in Ichthyology. 1977. IPB xlvi . Fakultas Perikanan. 1979. X.S. Ichthyology. New York U. An Introduction to Ichthyology. K.S. New York.F. Cailliet (eds. M. Miller and D. Love.R. 1980. and G. Prentice Hall. John Wiley & Sons. Englewood Cliffs.). 1976. 1988.R.F. Fishes.M. Nelson. John Wiley and Sons. Second edition.M. Rahardjo. P. M. R. Second edition. Fishes of the World. Passino.B. Lagler. J.. and J. Departemen Biologi Perairan.J.T. Prentice-Hall of India Private Limited. Bardach. Moyle. Jr. Ichthyologi.E.

Alat Pencernaan pada ikan . serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh.Rangsangan makanan C. Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II.Cara makan pada ikan . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. kamnivora dan omnivora 10. PEMBAHASAN xlvii . PENDAHULUAN A. B. D. mahasiswa diharapkan dapat: 8. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. berhubungan dengan pengambilan makanan. Ruang Lingkup Isi . Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9. sistem otot dan sistem rangka pada ikan. Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.

Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. pharynx. xlviii . ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. Ikan pada umumnya.A. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. usus dan anus. dibantu oleh hati dan pancreas. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. esophagus. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. yang mempunyai beberapa kantung insang. lambung. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. pylorus. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. rongga mulut. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings.

Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. 1997). di bagian bawah kepala (tipe inferior). Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi.Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala. Selain letak yang berbeda-beda. A B C Tipe mulut: A. Sub-terminal. terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. Pada ikan yang lain. Glyptosternus. yang dinamakan tipe terminal. Pada ikan lamprey yang parasitic. mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. B. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). C. Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. xlix . mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. bentuk mulutpun bermacam-macam. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya.. Terminal. mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya.

Pada langit-langit rongga mulut. rongga mulut dan pharyngeal. C. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang. Mulut gergaji. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. palatine. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . gigi terdapat pada vover. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. maxilla dan dentary. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi. sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Mulut dapat yang dapat disembulkan. B. A B C Berbagai bentuk mulut: A. pterygoid dan parasphenoid. Sungut dilengkapi dengan saraf.

Canine. seringkali berbentuk taring. Gigi canine menyerupai gigi anjing. Tipe gigi pada ukan A). hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. C. gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. comb-like teeth. Berdasarkan bentuknya. E. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. canine. B. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae. Gigi cardiform berbentuk pendek. bentuknya panjang dan mengerucut. misalnya pada Belone dan Pterois. dan molariform. Comb-like teeth. incisor. Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. 1977). Incisor li . Villiform. Molariform. D. villiform. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. termasuk gigi molariform. Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus. tajam dan runcing.

Monopterus albus. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. Pada ikan-ikan pemakan plankton. yang menempel pada dinding kantung. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Pada ikan belut. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. tapis insangnya ramping. memanjang dan jumlahnya banyak. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. di dalam pharynx. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. merupakan lanjutan rongga mulut. gudang makanan dan penggilingan makanan. Lambung lii . Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang.

Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. hagfish. berakhir dan bermuara keluar. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. bermodifikasi menjadi alat penggiling. pike (Esox).Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. dan Scaridae). mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). bowfi (Amia). lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). liii . Sebagain besar ikan mempunyai lambung. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus. Pada ikan pemakan ikan. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. sebagai lubang anus. Pada beberapa spesies tertentu. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. Lambung tidak terdapat pada lamprey. Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). lambung Lambung tersebut berukuran kecil. tetapi dindingnya tebal dan berotot. di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. Usus mempunyai banyak variasi pula. lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. Pada ikan belanak (Mugil). misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. Scomberesocoidae.

Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. berwarana merah kecoklatan.Pada ikan carnivor ususnya pendek. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. atau tiga seperti pada mackerel. Biasanya hati berjumlah dua buah. Hati Hati atau hepar besar. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. seperti Lamprey. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Perca flavescense mempunyai tiga buah. bentuknya tidak tegas. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. Pada beberapa jenis ikan. Pembentukan hati asalnya sepasang. Disamping berperan dalam pencernaan. pankreas dan kantong empedu. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon.

Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. Selain lemak. dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. penting bagi pencernaan makanan. bila diperlukan. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. penglihatan. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. musim. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. B. lemak terutama disimpan di dalam hati. misalnya pada ikan Ictalurus . Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. waktu makan. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. bau. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. lebih condong makan pada malam hari. Sedangkan ikan lv . sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. sentuhan dan sistem garis rusuk. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. mengendalikan kadar gula di dalam darah. intensitas cahaya dan suhu.

Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. dan Lepisosteus. pada ukuran panjang ikan yang sama. (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator.. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. lvi . Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al. pengisap makanan dan parasit. Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. grazer. Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. misalnya pada Esox. Esox. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. sedangkan cucut (Squaliformes). Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. Sphyraenae. rasa. penyaring makanan. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . ikan-ikan nocturnal (misalnya. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi.

mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir. rapat dan dalam jumlah yang banyak. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. ikan nila Osteochilus hasseli). Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya. Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. Simenchelys parasiticus. ikan bandeng (Chanos chanos). Biasanya ikan jantan relatif kecil. namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). musim dan ketersediaan makanan. petromyzon marinus. Karnivora lvii .Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur.

Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat. ikan cucut (Rhinodon typicus). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. INDIKATOR PENILAIAN 1. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). ikan mas (Ciprinus carpio).). baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp. Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. ikan kakap (Lates calcarifer). Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. ikan gurami (Ospronemus goramy). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. Umumnya. Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan.Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). ikan lele (Clarias batrachus). Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c.

1980. esophagus. pylorus.R.M. IPB lix .E. J.bahasan (30%) 3. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh.. Ichthyologi. Jr. Fakultas Perikanan. S.M. New York. Fishes of the World. New Jersey. Miller and D. M. J. Love.B. New York AA. IPB Z. R. 1979. 1976. pharynx. Prentice-Hall of India Private Limited.S. Cailliet (eds. serta penampilan (30%) BAB III. cara menjawab/menanggapi. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. An Introduction to Ichthyology. John Wiley & Sons. Passino. CC. Prentice Hall.J. and J. and G. cech.R. Rahardjo. Ichthyology. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. Alamsjah. Second edition. Bardach. lambung. Fishes.S. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). 1974. AA. Departemen Biologi Perairan. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. 1988.F. P. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. rongga mulut.F. Lagler. New Delhi BB.). Second edition. K. Nelson. John Wiley and Sons. Moyle. Englewood Cliffs. 1977. Penguasaan materi dalam memaparkan. M. Readings in Ichthyology.

darah dan organ-organ pembentuk darah lx . B. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. D. artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I. Ruang Lingkup Isi .Organ pembentu darah C. sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan. Sistem peredaran darah.Jantung . artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Menjelaskan tentang Jantung. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya. mahasiswa diharapkan dapat: 11. jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. PENDAHULUAN A.Darah . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup.

Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. PEMBAHASAN A. juga masuk dari sinus venosus . di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. BAB II. Darah venus dari seluruh tubuh. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang.12. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. hampir tidak mengandung jaringan otot. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. terletak anterior dari sinus venosus. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus.

Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. conus arteriosus berkembang denga baik. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. Pada elasmibranhi dan osteichthye. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular.ventrikel. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. lxii . sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. terdapat dua baris katup atriventrakular.

Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. lxiii . maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan. pipa. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). jantung ikan terdiri atas empat bagian. dan cairan. tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. Meskipun. katup. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. 1. Bagan jantung ikan B.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. 2. vena dan kapiler. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah.

umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. fibrinogen (bahan pembeku darah). kapiler kontinyu. globulin (pengikat heme). Struktur vena sama halnya dengan arteri. Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif. sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. Di luar pembuluh darah .Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). lipoprotein (pembawa lemak). Ada tiga macam kapiler darah yaitu. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid). memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi. ceruloplasmin (pengikat Cu). tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. mineral terlarut. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. lxiv . darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh.

vena cardinal. usus. Selain dari itu. insang. 11. mengantarkan bahan pertumbuhan. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya. 16. aorta ventralis.. 19. 4. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. 13. arteri renalis. 18. 20. vena portae hepatica. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi. lxv . atrium. hati. 2. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. 3. Ket: 1. 6. 8. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy. ventricle. vena hepatica. 21. 10.. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. arteri carotid. arteri branchialis afferent. 15. memperbaiki bahan jaringan yang rusak. 14. vena renalis. ginjal. vena jugularis. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1.. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. juga menjaga masuknya bahan penyakit. arteri caudalis.. 7. aorta dorsalis. 17. 3. vena portae renalis. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan.12. Darah. 5.??? . Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan.5 – 3% dari bobot tubuhnya. 9. kepala. arteri branchialis afferent.

sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. Vena yang pertama. lxvi . spleen. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. 4. et al. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. 1977) C. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah.Ikan pada umumnya. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. kemudian dalam hati. yaitu Erythrocyte. 4). Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. Setelah hewan dewasa. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. dan lymfa. Leucocyte dan Thrombocyte. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah.

kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. sebagaimana vertebrata lain. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia.000 – 150. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. Berdasarkan penyerapan warna. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. yaitu granulocyte. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron. leucocyte hanya berumur pendek.000 dalam tiap mm3 darah. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. berjumlah antara 20.000 – 3. granulocyte terdiri dari neutrophil. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. Di luar pembuluh darah.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan.000. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup. limphocyte. acidophil (eosinophil) dan basophil. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. dan monocyte.000. lxvii . Leucocyte pada ikan tidak berwarna. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah. monocyte dan thrombocyte (Gambar. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase.

Pada ikan pari. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Pada Cyclostomata. terutama kepala ginjal. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah.5. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. sedangkan pada ikan Squalus. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. Pulva (berwarna putih) dan medula. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. lxviii . Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung. Pada stadia embrio. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. bentuk maupun ukurannya. Sel-sel darah pada ikan D. Pada esophagus ikan hiu. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya. kulit. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal.arizona. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi.srnr.edu/) B. Diagram badan Malphigi (http://bill. Insang.Gambar 1. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii .

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan. Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. cara menjawab/menanggapi. yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. Penguasaan materi dalam memaparkan. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. Selain kedua kelompok tersebut. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. serta penampilan (30%) BAB III. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia).

M.ginjal dan salurannya. J. IPB lxxvii .F. Ichthyologi. Second edition.S. New Delhi NN.Lagler.M. Miller and D. Love.). 1980. John Wiley and Sons. Alamsjah.F. M. Fakultas Perikanan. K. Prentice-Hall of India Private Limited. Fishes. S. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R.R. Departemen Biologi Perairan. New York. Nelson.J. 1976. 1977.R. Second edition. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). John Wiley & Sons. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. Ichthyology.. Fishes of the World. J. M. Prentice Hall. Cailliet (eds. Moyle. OO. cech. New York MM. 1974. Readings in Ichthyology.E. and J. 1979. P.B.S. Jr. Rahardjo. and G. Passino. Bardach. DAFTAR PUSTAKA HH. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. MM. IPB LL. Englewood Cliffs. 1988. New Jersey. An Introduction to Ichthyology.

Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya.Syaraf Cranial . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. PENDAHULUAN A. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. medulla spinalis. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. mahasiswa diharapkan dapat: 16. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi).MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. dan otak. dibantu oleh organ indra sebagai reseptor.Otak . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. sistem urogenital pada ikan.Syaraf spinal . Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Ruang Lingkup Isi .Organ sensorik C. B. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii . menerima stimulus dari luar dan meresponnya. D.

Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal.17. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Pada Cyclostomata. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. mesencephalon. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. PEMBAHASAN A. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). metencephalon dan myelencephalon. Ikan yang bersifat fototaksis positif. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. diencephalon. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak.

Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. yang berhubungan dengan otak depan. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). medulla oblongata membesar. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. mugil cephalus dan Trachiurus. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. menerima serabut aferent dari retina. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. menonjol yang disebut Cerebellum. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. B. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx . Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah.diencephalon.

Rhombocephalon. R. VI. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. TE. Telencephalon. IX. 1-6. V. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. Cerebellum. Posterior ramus). Glossopharyngeal nerve. VII. ALLN. Abducens nerve. VIIIp. PLLN. optic nerve. Trigeminal nerve. Gambar 1. inferior rectus dan internal rectus. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. C. KET. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Anterior lateral line nerve. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. D.X vagal nerve.mengelilingi ’’olfactory bulb”. inferior oblique. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. fungsinya membawa impuls bau-bauan. Topografi secara umum otak ikan C. Spinal cord merupakan suatu tabung. III. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. II. olfactory nerve. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. Facial nerve. oculamotor nerve. trochlear nerve. Diencephalon.T. I. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya.2). Posterior lateral line nerve. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . Tectum mesencephali. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus.

Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya..dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic. 1977) lxxxii . Gambar 2. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al.3). yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. (Gambar 12. dan tanduk venral berisikan inti saraf motor.

SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. terdiri dari ruang depan. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. lensa. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. dan kanalis semikularis. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. menerima impuls dari medium sekitarnya. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. tekanan atau gesekan.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. Berdasarkan sumber stimulus. Mata peka terhadap cahaya. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. iris. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik.D. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. membatasi rongga cawan. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. urat. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. tumbuh menjadi retina. sendi. seperti rabaan. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya.

Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Gambar 3. dan terbuka pada lubang pupil.tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. 1971).unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Unsur . Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv .

New Jersey. 1980. 1974. J. Passino. P. Prentice-Hall of India Private Limited. SS. New York.J. Fishes of the World. Jr. 1976. mempengaruhi otot polos dan kelenjar.F. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. IPB RR.Moyle. John Wiley and Sons. Ichthyologi. New York SS. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. Ichthyology. cech. Miller and D. Departemen Biologi Perairan. 1988. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. S.R.M.B. M. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. and J.bahasan (30%) 3. Lagler. Penguasaan materi dalam memaparkan. Alamsjah.F. IPB lxxxv . M. K. Bardach. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. New Delhi TT. Second edition. and G. UU. cara menjawab/menanggapi. Love. Rahardjo. Second edition. Englewood Cliffs. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).S. 1977. R. An Introduction to Ichthyology. Fakultas Perikanan. DAFTAR PUSTAKA NN. J. Readings in Ichthyology. 1979. Cailliet (eds.E. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi.S. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya.M.). Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi.R. Prentice Hall. John Wiley & Sons. serta penampilan (30%) BAB III. Nelson. Fishes.

Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. lxxxvi . B. Ruang Lingkup Isi . Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya.Badan stanius dan pineal .MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan.Kelenjar Pituiatary .Sistem neurosecretory caudal C. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. PENDAHULUAN A.Kelenjar Thyroid . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Namun. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel.Kelnjar Ultimobranchia . ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan.

Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. PEMBAHASAN A. berasal dari hypothalamus di dalam otak. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise. hilang setelah pertumbuhannya selesai. Kelenjar ini walaupun kecil. yaitu: pars distalis atau lobes anterior. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Pada stadia embrionik. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. merupakan bagian yang terbesar.D. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Pertumbuhan dari hypophysa. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. lebih konstan dan aktif dari yang lain. Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. berasal dari dua macam organ.

namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. hormon pertumbuhan. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. lxxxviii . Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. 1974). dan asal-usul embriologinya. namum fungsinya belum diketahui pasti. B. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. membantu pengendapan guanin dalam kulit. (hildenbran. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. otak atau mata. gonadothropyn dan thyrotropyn. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. insang. arteri branchialis affarent. D. KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. C. dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. jantung. carticothropyn (ACTH). kepala ginjal. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. limp.pengaturan Na ikan air tawar). Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi.

Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. lxxxix . tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. serta merintangi otot polos. E.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. insang dan saluran gastrointestinal. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. terletak di depan jaringan interrenal. konsentrasi melanin dalam melanophora. Pada Elasmobranchia.

Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. BADAN PINEAL xc . Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen. hal ini sangat penting dalam pemijahan. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. gonad merupakan kelenjar endokrin. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. H. dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. yang berperan dalam metabolisme kalsium. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. pembuatan sarang. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. G. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. I. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal. organ kopulasi.F. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. usus kecil. limpa dan empedu. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak.

dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. peptida. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. dan hormon xci . Secara histologis. Penguasaan materi dalam memaparkan. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. Ikan terutama Teleostei. INDIKATOR PENILAIAN 1. Namun. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. cara menjawab/menanggapi. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi. atau derivat dari asam-asam amino. J. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. serta penampilan (30%) BAB III. Namun.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor.

B.S. R. AAA. Fakultas Perikanan. Fishes. S. New Delhi ZZ. M. Englewood Cliffs.R. DAFTAR PUSTAKA TT.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad. Second edition. Cailliet (eds. Prentice Hall. New York YY.. Readings in Ichthyology. M. Passino. John Wiley & Sons. Jr. Second edition. J. Departemen Biologi Perairan. Rahardjo.R.S.M. and G. IPB XX. New York. Miller and D.M. Ichthyologi. Bardach. An Introduction to Ichthyology.Moyle.J. Nelson. 1988. YY. New Jersey. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. korteks ardenal) berupa steroid. 1979. 1976. Ichthyology. IPB xcii . Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).F.E. Prentice-Hall of India Private Limited.).Alamsjah.F. Love. 1980. 1974. K. and J. Fishes of the World. cech. Lagler. J. 1977. P. John Wiley and Sons.

1983). Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii . mahasiswa diharapkan dapat: 21.Strategi repoduksi C. Ruang Lingkup Isi . B.Ovarium .Seksualitas Ikan .Sifat seksual primer dan sekunder ikan . PENDAHULUAN A. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya.Testes . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan. sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I. Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall. D.

bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. Acipenceriformes dan bowfin. Pada chondrichtyes. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Pada chondrichtyes yang ovipar. suhu. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. yaitu oosit besar yang matang. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. tumbuhan dan adanya ikan jantan. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. Pada keadaan matang . PEMBAHASAN A. ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. sinar matahari. 1983). Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun.22. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal.

Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. epididymis. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). mata dan hidung. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). B. 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. xcv . vasa defferentia. kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. mesorchium. Pada chodrichtyhes. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. pada umumnya berpasangan. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya.musim hujan. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan. 1993). Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia.

metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``. 1969). Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. (Hoar. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. urogenital sinus. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. Jika sperma diletakkan pada air. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa.seminal vesicle. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan.

Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. protogini. b. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Pada umumnya. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. a. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. Ketika ikan masih muda xcvii . hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. protandri. Hermaprodit protandri. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. Namun. penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat.C. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. Hermaprodit sinkroni/simultaneous. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma.

Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. misalnya Halichieres sp. Lates calcarifer (ikan kakap). Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. c. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. Sargus annularis. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. Proses suksesi kelamin xcviii . Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. terdapat dua macam jantan yang berbeda. sehingga ikan berubah menjadi fase betina. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. Pada ikan yang sudah tua. masa betina yang berfungsi. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Hermaprodit protogini.

yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. xcix . adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. Namun. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. Misalnya “ovipositor”. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. pada ikan terdapat juga gonokhorime. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. Gonokhorisme Selain hermaproditisme. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. D. tetapi merupakan suatu proses yang beriring. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya.

selama dan sesudah musim pemijahan. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. gonopodium pada Gambusia affinis. mujair (Oreochromis mosambicus). Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. kemudian menempel pad substrat. yaitu tanda ini tetap ada sebelum. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. bila ovariumnya dihilangkan. Beberapa jenis c . Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. E. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. Beta dan ikan-ikan karang.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja.). terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan.

valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. Ikan belanak (Liza spp. seperti family Poeciliidae. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Goodidae. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Mugil spp. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Anablepidae dan Yaminsiidae. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya.

pada bagian dalam. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. cara menjawab/menanggapi. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Penguasaan materi dalam memaparkan. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. INDIKATOR PENILAIAN 1. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. Pada prinsipnya. serta penampilan (30%) BAB III. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.

Love.. Englewood Cliffs. New Delhi FFF. Cailliet (eds. IPB ciii . Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. IPB DDD. J.Alamsjah. Moyle. GGG. 1974. New Jersey. and J. 1976.S. Second edition.M.J. Rahardjo. John Wiley and Sons.R. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). J. Fakultas Perikanan. Departemen Biologi Perairan. cech. and G.F.B. M. 1979. Miller and D.DAFTAR PUSTAKA ZZ.). Ichthyologi. Jr. Fishes. 1980. An Introduction to Ichthyology. M.M.E. New York. BBB. Readings in Ichthyology. Fishes of the World.F. Lagler. K.R. Nelson. P. S. R. Ichthyology. Bardach. John Wiley & Sons. New York EEE. Second edition. 1988. Prentice-Hall of India Private Limited.S. Prentice Hall. Passino. 1977.

civ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful