LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) _____________________________________________________________ LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL

Judul
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI oleh: DR. ANDI IQBAL BURHANUDDIN, M.Fish. Sc.

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)
Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasnuddin

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008
Judul: PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KONSEPSI SISTEMATIKA DAN PEMAHAMAN SYSTEM ORGAN DAN BENTUK ADAPTASI IKAN YANG BERBASIS SCL PADA MATAKULIAH IKHTIOLOGI

a. Nama b. N I P c. Pangkat/ Golongan d. Jurusan e. Fakultas/Universitas f. Biaya

: Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc. : 132 102 308 : Penata/ III.c : Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan dan Perikanan / Univ. Hasanuddin : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor: 469/H4.23/PM.05/2008 Tanggal 04 Februari 2008

Makassar, 04 Februari 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Pembuat Modul

(Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MP) NIP. 131 860 849

(Dr. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc.) NIP. 132 102 308

ii

KATA PENGANTAR

Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai tujuan utamanya memiliki tahapan agenda dalam rangka mencapai Visi dan Misi Citra Unhas 2010, yaitu memiliki sistem pendidikan yang handal melalui penyelenggaraan proses pembelajaran berbasis pada pendekatan learning. Peningkatan kapasitas belajar mahasiswa sangat ditentukan oleh keaktifan dan kemampuan untuk memanfaatkan literaratur dari berbagai sumber, termasuk literatur yang mudah diperoleh berupa modul setiap mata ajaran. Berdasarkan hasil evaluasi diri jurusan Ilmu Kelautan menunjukkan proses pembelajaran (mahasiswa dituntut aktif) belum optimal karena salah satunya adalah belum terlaksananya penyusunan bahan/modul kuliah sebagai salah satu bentuk proses pendekatan metode learning. Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib yang menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dalam penyajian mata kuliah ini memerlukan

penjelasan yang lebih atraktif, detail, jelas dan mudah dimengerti. Oleh karena itu, sistem pembelajaran matakuliah Ikhtiologi dengan pendekatan SCL ini memungkinkan mahasiswa lebih aktif berdiskusi, lebih atraktif dan reflektif dalam penyajian, cepat dan jelas dalam mengakses materi dan literatur perkuliahan, sehingga proses pembelajaran dengan metode learning dapat tercapai. Penyediaan bahan atau modul kuliah Ikhtiologi bagi mahasiswa mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pembelajaran yang optimal. Perubahan dan pembaruan materi pembelajaran akan menjamin keberlanjutan minat dan motivasi mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan untuk terus memperluas wawasannya dengan cara lebih aktif.

iii

Pada sistem sistem ini juga termasuk di dalamnya organ cahaya. Modul ke tiga menjelaskan tentang sistem urat daging yang pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. Modul ke empat menjelaskan tentang sistem rangka yaitu suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. pewarnaan kulit dan kelenjar beracun. Selain dari itu. scute. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. otot bergaris. perkembangan ikhtiologi dan pentingnya ilmu ikhtiologi. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya iv . Mata kuliah ini menjelaskan tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. ikan dan kanekaragaman habitatnya. Pada bab ini mahasiwa diharapkan mampu menjelaskan tentang integumen ikan dan dapat membedakan jenis-jenis sisik pada ikan. Bab ini juga mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara pewarnaan tubuh pada ikan dengan jenis habitat mereka ditemukan. Dalam garis besarnya modul pembelajaran mata kuliah Ikhtiologi ini terbagi atas 10 modul. dan sistem penamaan ikan serta peristiwa penyebaran atau distribusi ikan. Gigi pada ikan hiu.RINGKASAN Mata kuliah Ikhtiologi adalah mata kuliah wajib untuk diprogramkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan. yaitu: otot polos. menjelaskan mekanisme terbentuknya lendir beserta fungsi secara fisiologis lendir pada kehidupan ikan. hubungannya dengan pergerakan tubuh ikan. Modul ke dua membahas tentang sistem integumen yaitu suatu system yang sangat bervariasi. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fungsi sistem otot. mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses sistem pewarnaan pada tubuh ikan beracun. dan otot jantung. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Modul pertama berupa pendahuluan yang menjelaskan tentang ruang lingkup ikhtiologi.

kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Sasaran pembelajaran pada bab ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan sedikitnya lima macam bentuk tubuh ikan hubungannya dengan sistem rangka dan dapat menjelaskan fungsi rangka dan derivatderivatnya.berfungsi untuk menegakkan tubuh. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. menerima stimulus dari luar dan meresponnya. dan tempat ingatan dan kecerdasan. karnivor dan omnivor. Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. medulla spinalis. Mekanisme kerja sistem peredaran darah tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan ini. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah. dibantu oleh organ indra sebagai v . yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. Dari bab ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan organ-organ pencernaan makaan secara berturut-turut. Modul ke enam menjelaskan tentang system peredaran darah dengan organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. menguraikan perbedaan secara anatomis ikan-ikan herbivor. Modul ke delapan tentang Sistem saraf yang mempunyai tiga macam peranan vital. Pada bagian ini mahasiswa juga diharapkan mampu menguraikan alat-alat pencernaan yang mengalami modifikasi beserta fungsinya. Modul ke lima menjelaskan tentang sistem pencernaan pada ikan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan. Modul ke tujuh menjelaskan tentang Sistem urogenital yaitu sistem yang dibangunkan oleh dua system. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang sistem eksresi serta hal-hal yang berhubungan dengan sistem osmoregulasi. dan otak.

Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Mekanisme tersebut menjadi sasaran pembelajaran bagi peserta mata kuliah ini khususnya pada bab tentang sistemhormon. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel.reseptor. Yang menjadi sasaran pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada ikan. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Modul ke sembilan menjelaskan tentang Kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya yang biasa disebut kelenjar buntu. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. vi . Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Sasaran pembelajaran pada bab ini yaitu mahasiswa mampu menjelaskan tentang mekanisme organ sensori pada ikan. Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Modul ke sepuluh mejelaskan tentang sistem reproduksi. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi.

PETA KEDUDUKAN MODUL PENDAHULUAN SISTEM INTEGUMEN SISTEM URAT DAGING SISTEM RANGKA SISTEM PENCERNAAN SISTEM PERNAPASAN SISTEM PEREDARAN DARAH SISTEM OROGENITALIA SISTEM SARAF SISTEM HORMON SISTEM REPRODUKSI vii .

PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………. RINGKASAN …………………………………………………………….……………………………….. MODUL V SISTEM PENCERNAAN ……………………………………. MODUL III SISTEM URAT DAGING ………………………………… MODUL IV SISTEM RANGKA…………………………………………. LAMPIRAN i ii iii iv vi vii 1 11 22 30 38 51 61 69 77 84 viii .. MODUL VI SISTEM PEREDARAN DARAH…………………………… MODUL VII SISTEM UROGENITALIA.. HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………. MODUL IX SISTEM HORMON…………………………………………… MODUL X SISTEM REPRODUKSI…………………………………….. MODUL VIII SISTEM SARAF…………………………………………...... DAFTAR ISI ……………………………………………………………….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….………………………………… MODUL II SISTEM INTEGUMEN.……………………………………. MODUL I PENDAHULUAN …………. KATA PENGANTAR …………………………………………………….

Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita.Ikan dan perkembangan studinya . PENDAHULUAN A. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.Distribusi ikan ix . Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata.Nomencltural . baik secara aktif maupun secara pasif.Ikan dan keanekaragaman habitatnya . orang- orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan.MODUL I JUDUL : P E N D A H U L U A N BAB I. Istilah ini berasal dari Ichthyologia (bahasa Latin: Yunani) dimana perkataan Ichthys artinya ikan dan logos artinya ajaran.Pentingya mempelajari ikhtiologi . Latar Belakang Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas.Pengelompokan ikan .Pengertian ikan .Ikhtiologi sistematika . Ruang Lingkup Isi . Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. B.

dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal.C. PEMBAHASAN A. Jumlah jenis ikan yang lebih x . walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40. serta system penamaan pada ikan. D. Menjelaskan tentang ikan dan perkembangan studinya 5. Menjelaskan mengenai pengelompokan ikan 3. yang terdiri dari 483 famili dan 57 ordo. pengelompokan ikan serta pentingnya mempelajari ilmu tentang ikan dan segala aspek kehidupannya. mahasiswa diharapkan dapat: 1. PENGERTIAN IKAN Ikan adalah hewan berdarah dingin. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul pertama sebagai pengantar menuju modul-moudul berikutnya. sampai sekarang terdapat sekitar 25.000 spesies. tipe distribusi ikan BAB II. Materi yang dibahas pada modul ini adalah pengertian ikhtiologi. arti. Menjelaskan secara umum tentang Ikhtiologi sistematika dan sistem penamaan pada ikan 7. Menjelaskan pengertian ikan 2. insang dan sirip. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut yaitu sekitar 58% (13. Menjelaskan tentang ikan dan keanekaragaman habitatnya 4. Menjelaskan teori. Menjelaskan tentang pentingya mempelajari ikhtiologi 6. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin.630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan.000 species yang tercatat. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. ciri khasnya adalah mempunyai tulang belakang. ikan menempati jumlah terbesar. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata. sejarah serta kedudukan ikan dalam dunia hewan.

C. Metode yang digunakan dalam bidang taksonomi terbagi menjadi enam kategori yaitu 1) pengukuran morfometrik.besar di perairan laut. mamalia 4000 (manusia termasuk di dalamnya). Kebanyakan ikan berbentuk terpedo. selalu berkaitan dengan masalah habitat dan sumberdayanya. 2) ciri meristik. Mereka bukan hanya dibedakan oleh jumlah spesies yang beragam. PENGELOMPOKAN IKAN Taksonomi atau sistematika adalah suatu ilmu mengenai klasifikasi atau pengelompokan ikan. Informasi yang digunakan dalam mempelajari hubungan evolusioner ikan berawal dari pengetahuan taksonomi terutama deskripsi ikan. Perairan merupakan habitat bagi ikan dalam proses xi . Istilah taksonomi berasal dari perkataan Junani taxis yang berarti susunan atau pengaturan. dan 6) elektroforesis. tetapi juga berbeda dalam berbagai ukuran dan bentuk. fisiologi dan Genetika. Ada pula yang berukuran raksasa seperti Hiu (Rhincodon) yang dapat mencapai panjang 21 meter dengan berat 25 ton atau lebih. walaupun beberapa diantaranya berbentuk flat dan bentuk lainnya. Mulai dari ikan yang berukuran kecil yang disebut Percid dari Amerika (Etheostoma microperca) yang dewasa secara seksual pada ukuran 27 mm. IKAN DAN KEANEKARAGAMAN HABITATNYA Kehadiran suatu populasi ikan di suatu tempat dan penyebaran (distribusi) spesies ikan tersebut di muka bumi ini. Di samping itu ada juga jenis goby dari Pacifik (Eviota) yang bertelur pada ukuran kurang dari 15 mm. Pengetahuan tersebut menjadi dasar dalam iktiologi dan juga bidang bidang lain seperti ekologi. dan amphibi 3500 spesies. Keberhasilan populasi tersebut untuk dapat hidup dan bertahan pada habitat tertentu. 5) kariotipe. tidak terlepas dengan adanya penyesuaian atau adaptasi yang dimiliki anggota populasi tersebut. 4) pola pewarnaan. Ini sangat kontras jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah spesies burung yakni 9000 spesies. dapat dimengerti karena hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1% merupakan perairan tawar. dan nomos berarti hukum. 3) ciri-ciri anatomi. B. reptile 5800.

yang memiliki teloransi yang sempit terhadap suhu disebut stenothermal. Bagi ikan. Amerika Selatan (3812 meter). tempat beranak. dan pada daerah kedalaman 7000 m di bawah permukaan laut. Di Afrika ditemukan jenis ikan Tilapia yang hidup di sungai dengan temperature 44°C. Ikan-ikan ditemukan di berbagai tempat dan habitat yang berbeda. air adalah media komunikasi. tempat bermain. zat beracun. kesempatan untuk lepas dari musuh. Mereka ada dalam air gunung yang mengalir deras. tempat tidur. 100‰ (umumnya 35‰ pada laut terbuka). China. sehingga tidak mengherankan jika ditemukan berbagai jenis. cara pergerakan. toilet sekaligus sebagai kuburan. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa 70 persen dari permukaan bumi ini tertutupi oleh air. sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan berkembangbiak seperti. reproduksi dan hal-hal lainnya. Istilah yang diberikan kepada spesies yang memiliki tingkat toleransi yang luas terhadapap salinitas yaitu euryhaline dan stenohaline terhadap spesies yang memiliki kisaran sempit terhadap salinitas. respon terhadap jumlah oksigen terlarut. konsentrasi organisme pembawa penyakit ikan dan. sedangkan di Antartika ditemukan hidup pada suhu –2°C. Mereka ditemukan di danau tertinggi dunia dari permukaan laut yaitu danau Titicaca. Beberapa jenis ditemukan pada air tawar dengan salinitas 0.pembentukan struktur tubuh ikan.01 ‰ (umumnya danau. proses pernafasan. suhu. morfologi. dan India hingga pada daerah yang berarus kuat. Mereka juga dapat ditemui pada gua yang sangat gelap seperti ditemukan di Tibet. xii . memperoleh makanan. Ikan telah mampu bertahan seiring dengan perkembangan variasi dari tempat hidupnya. Banyak jenis yang ditemukan memiliki organ pernapasan udara tambahan dan hidup di rawa-rawa pada daerah tropic.05 s/d 1‰) hingga pada salinitas yang sangat tinggi. Di dalam airlah ikan melakukan respon terhadap lingkungan. 0. Spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap suhu biasa disebut eurythermal sedangkan sebaliknya. Penyebaran secara vertical pun dapat melampaui kemampuan jenis vertebata lainnya (sekitar 5 km diatas permukaan laut sampai 11 km dibawahnya. Mereka hidup di air tawar yang bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi daripada air laut. serta habitat pada ikan. di air dalam sunyi dan gelap yang tidak dihuni oleh vertebrata lainnya. penetrasi cahaya.

Mereka menggunakan sinar matahari dalam mengubah CO2 menjadi bahan organik dan menjadi makanan bagi ikan. tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menghindar dari kontaminasi. Fisiologi dan Biokimia. Natural history dan Ekologi. IKAN DAN PERKEMBANGAN STUDINYA Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu oleh manusia dan kebutuhan akan informasi untuk kepentingan perdagangan dan industri ataupun pariwisata. serta kualitas dari berbagai jenis ikan. Sejak berabad-abad sebelum masehi bangsa China telah berusaha untuk mengetahui tentang ikan dan cukup sukses menyebarluaskannya. begitu juga dengan Mesir kuno. antara lain: Klasifikasi. kebiasaan. Walaupun ikan dapat mendeteksi zat-zat kimia berbahaya. cahaya matahari juga berpengaruh terhadap pola reproduksi. Rumput atau tumbuhan mikroskopik. evolusi dan genetika. pertumbuhan dan perilaku. museum. Material yang tidak dikehendaki yang bersifat racun diproduksi secara alami dan polusi dari aktifitas manusia manjadi ancaman besar dan serius bagi keberadaan ikan-ikan dan tentunya juga bagi manusia yang mengkonsumsinya.Beberapa ikan mampu bernapas dengan menghirup oksigen secara langsung dari udara melalui paru-paru. dan ini bergantung dari penetrasi cahaya ke dalam air. sejak abad 18 studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang meliputi beberapa cabang utama. Food and Agriculture Organization xiii . Konservasi/Pelestarian Lingkup kerja di atas dilaksanakan oleh organisasi international. D. diatom dan alga (phytoplankton) yang tumbuh di laut. Yunani dan Romawi berhasil merekam variasi. danau dan aliran sungai memberikan suplai oksigen kepada ikan. petugas pemerintah. dan dunia Industri. termasuk dalam kebiasaan makan. Menurut Lagler et. Anatomi. Selain dari itu. Ikan dapat bertahan lama pada habitat yang kurang oksigen atau yang tidak mencukupi. universitas. Phytoplankton berperan penting dalam permulaan rantai makanan yang mendorong laju produksi ikan pada umumnya. al (1977). walaupun kebanyakan ikan tetap bergantung pada insang yang berperan dalam mengekstrak oksigen dari air.

yang juga berfungsi sebagai pelayanan perikanan dan binatang liar (Fish and Wildlife Service) dan Pusat Pelayanan Kelautan dan Perikanan (National Marine and Fisheries Service) di Amerika Serikat. dan Museum Zoology Universitas Michigan USA. mereka yang terjun di bidang ini adalah orang yang memiliki rasa tanggungjawab untuk belajar dan mengajar tentang ikan. pengawasan terhadap koleksi museum. Taxonomi berasal dari perkataan Junani yaitu Taxis yang berarti susunan atau xiv . Museum dan perguruan tinggi dimana dikembangkan secara scientific biasanya mempunyai divisi perikanan seperti British Museum (Natural History). (di Indonesia dikenal dengan badan pengelola taman nasional seperti BKSDA dan DKP). lebih banyak yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui. penerbitan karya ilmiah dan lain-lain. Banyak kontribusi tentang ikan yang datang dari para ahli filsafat. F. PENTINGYA MEMPELAJARI IKHTIOLOGI Keuntungan mempelajari ikhtiologi hampir tak terbatas. Tugas-tugas orang yang bekerja di museum meliputi. terutama oleh Linnaeus pada tahun 1735 yang dikenal dengan Systema naturae. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. E. nelayan dan para penggemar hewan air. dokter. studi sejarah. pengadaan koleksi baru. asal mulanya perkataan Junani yaitu systema yang dipergunakan untuk system klasifikasi yang disusun oleh para ahli pengetahuan alam pada zaman silam. Museum National Amerika. Tidak banyak yang memilih profesi pengajar pada bidang ikhtiologi ini.(FAO) sebagai organisaasi bentukan PBB yang menangani persoalan makanan dan pertanian mempunyai divisi perikanan yang bergerak secara aktif. IKHTIOLOGI SISTEMATIKA Istilah “Sistematika” berasal dari perkataan Latin. Istilah sistematika mirip artinya dengan istilah Taxonomi. Banyak negara yang mempunyai Unit Perikanan yang dibentuk secara terpusat. Di bidang ilmu ini peluang untuk bekerja mengembangkan kepedulian terhadap ikan serta belajar dari koleksi museum-museum cukup besar. Keuntungan dalam penelitian juga tidak terhingga dimana aspek tentang ikan . pemuka agama. pengembangan ilmu pengetahuan.

Pengertian nomenklatur sering disamakan artinya dengan Nomenklatur adalah penamaan yang merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara para ahli biologi. maka penerapan harus pula secara luas. Agar nomenklatur dapat dipakai secara meluas. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini.Vernacular name atau Local common name. Dalam penggunaannya dewasa ini. oleh sebab itu nomenklatur (utamanya nama ilmiah) harus mempunyai kata-kata dan arti yang sama atau hakekatnya stabil dan seragam. NOMENKLATUR Istilah nomenklatur berasal dari bahasa Latin yaitu Nomenklatural yang berarti tatanama atau penamaan. Jadi Sistematika atau Taxonomi adalah suatu yang digunakan untuk mengklasifikasikan jasad. G. H. Distribusi Ikan Arti dan Teori Distribusi Ikan Distribusi adalah suatu proses atau peristiwa penyebaran atau perpindahan organisme (ikan) pada suatu Tempat ke tempat lain dan Waktu tertentu. Sehubungan dengan ini Jordan vide Axelord dan Schultz (1955) mengemukakan hukum-hukum tentang penyebaran (distribusi) ikan yaitu setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. Istilah ini diusulkan oleh Candolle pada tahun 1813 untuk teori mengklasifikasikan tumbuh-tumbuhan. kedua istilah ini dipakai berganti-ganti dalam bidang pengklasifikasian tumbuhtumbuhan dan hewan. Klasifikasi. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. dan Nomos berarti hukum.pengaturan. Pada umumnya system penamaan terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. periode Ordovician maupun binatang lainnya tersebar dan terdapat hampir di seluruh pelosok dunia. terkecuali hal-hal sebagai berikut: xv . Ikan Ostracoderms yang ditemukan pertama kali pada zaman Palaezoic. sedangkan Klasifikasi adalah suatu hal yang berhubungan dengan materi biologi. baik secara aktif maupun secara pasif. Standard common name atau Common name.

e. Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. Adanya perubahan dari aliran air. (mis. f. arus. Teori tentang kemungkinan terjadinya distribusi ikan menurut Axelrod dan Schults (1955 ) dapat dibagi ke dalam: a. sungai seperti Great Lakes di amerika dimana pada zaman Glacier (zaman es) mendapat aliran air dari sungai Mississipi sedangkan sekarang tidak. Secara pasif ikan-ikan pelagis dibawah oleh arus laut dari suatu perairan tertentu ke perairan lainnya. Demikian pula halnya dengan “Two Ocean Pass” suatu perairan di dekat Yellowstone National Park (di Amerika serikat). Disebabkan kemungkinan lain. misalnya terjadinya “Continental drift” (hanyutan benua) akibat adanya gaya-gaya yang berasal dari dalam lapisan bumi. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. b. tetapi dengan adanya proses evolusi. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru). dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier.a. Misalnya Terusan Panama (Isthmus of Panama). dan begitu pula mungkin terjadinya penghubung antara Eropah dan Amerika Utara. d. Sehingga hal demikian dapat dilalui oleh ikan untuk mencapai daerah lainnya. xvi . c. b. Terusan Suez (Isthmus of Suez). Angin dan badai dapat pula memindahkan ikan-ikan dari suatu perairan ke perairan yang lainnya. Individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Secara pasif ikan-ikan dibawa oleh manusia dari suatu perairan tertentu ke perairan yang lainnya. dimana didapatkan ikan-ikan dari species yang berasal dari Samudera Atlantik maupun dari Samudera Pasifik. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan bumi seperti adanya tanah-tanah daratan (land masses) yang teggelam dan atau timbulnya. melainkan dari “Chicago Sewage Canal”. dan penghubung antara Alaska dengan Siberia. Looding). Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. karena dibukanya terusan-terusan baru. c.

cahaya.Tipe Distribusi Ikan Berdasarkan unsur Tempat dan Waktu distribusi organisme/binatang dapat digolongkan menjadi tiga tipe yaitu: a. Distribusi Ekologis (Ecological range) c. dan kepadatan populasi (terutama ikan yang biasa schooling). kimiawi dan biologis) sering disebut dengan istilah “ faktor ekologis ” dan biasanya sangat kompleks dan tidak mudah dipelajari. predator. Barrier Kimiawi (chemical barriers): dalam golongan ini termasuk misalnya kadar garam. persaingan. hal ini berarti secara teoritis ada beberapa kemungkinan yaitu: xvii . penyakit. lainnya (bagi jenis-jenis ikan tertentu). Berdasarkan sifat barrier dapat dibagi atas 3 golongan besar yaitu: a. Pada umumnya ketiga macam barrier tersebut diatas (fisik. Teori Kemusnahan Species Ikan Selanjutnya dijelaskan pula bahwa spesies ikan dapat musnah dari tempat perairan tertentu. Distribusi Geografis (Geographical range) b. c. Barrier fisik (physical barriers): Dalam golongan ini misalnya tanah (bagi ikan dan hewan air lainnya). suhu. arus laut (bagi species ikan tertentu). sifat kimiawi perairan. kedalaman air. Barrier biologis (Biological barriers): Dalam golongan ini termasuk misalnya faktorfaktor makanan. Distribusi Geologis (Geological range) Faktor Penghalang Distribusi Ikan (Barrier) Barrier adalah faktor-faktor penghalang atau penghambat bagi distribusi species organisme-organisme. b. iklim.

sebagian besar disebabkan oleh ketidakmampuan organisme beradaptasi terhadap perubahan. dimana hanya dapat hidup pada lingkungan yang sangat terbatas pula. e. sehingga specimen ikan-ikan tersebut dimana organ-organ tubuhnya mengalami modifikasi menjadi bentuk yang lebih maju tingkatan evolusinya. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kemusnahan yang disebabkan oleh kejadian evolusi lebih lanjut berlangsung. evolusi dan genetika. Anatomi.perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya. serta penampilan (30%) BAB III. Kemusnahan yang disebabkan berbagai persaingan yang dialami oleh specimen dalam lingkungan hidupnya. PENUTUP Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya. cara menjawab/menanggapi. Populasi suatu species memang sudah benar-benar tidak mempunyai kemampuan untuk dapat hidup terus. c. Dari kelima teori tesebut di atas dapat dikatakan bahwa kemusnahan (kepunahan) suatu species pada suatu tempat atau perairan tertentu. xviii . Specialisasi yang sangat ekstrim dari suatu species. Natural history dan Ekologi. antara lain: Klasifikasi. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.a. oleh karena lingkungan mengalami perubahan yang jauh lebih cepat daripada kemampuan beradaptasi. INDIKATOR PENILAIAN 1. b. Penguasaan materi dalam memaparkan. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18 meliputi beberapa cabang utama. d. Specimen suatu species tidak dapat mengadaptasikan dirinya dengan keadaan lingkungan. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.

cech. New York C.Fisiologi dan Biokimia. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).R. E. Moyle.S. M. Passino. tetapi dengan adanya proses evolusi. setiap spesies ikan akan dijumpai di seluruh perairan di muka bumi. 1977.E. Second edition. Englewood Cliffs. Rahardjo. and G.. Ichthyology. and J.F. terkecuali Individu species tersebut tidak berhasil mencapai daerah yang menjadi tujuannya. An Introduction to Ichthyology.). New Delhi D.J. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak terbatas. Dalam komunikasi antara para ahli biologi diperlukan sistem penamaan yang disebut nomenclatur. Ichthyologi. Dari daerah tertentu tersebut ikan-ikan menyebar ke suluruh bagian bumi kita. maka tipe asalnya mengalami modifikasi. Fishes. Cailliet (eds. New York. DAFTAR PUSTAKA A. 1976. John Wiley and Sons. Secara teoritis bahwa ikan dan binatang lainnya berasal dari suatu “daerah tertentu” pada salah satu tempat di belahan bumi kita ini. baik secara aktif maupun secara pasif.S. dikarenakan dalam tujuan ruaya/ migrasinya aktif terhambat oleh adanya barrier atau individu jika seandainya berhasil mencapai daerah tujuan ruayanya. Prentice Hall. IPB B. Nelson. Standard common name atau Common name.R. Bardach. S. R. John Wiley & Sons. Pada umumnya system penamaan ini terdapat tiga macam yang sering digunakan adalah:Valid Scientific name atau Scientific name. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Alamsjah. Lagler.M. J.F. Love. Departemen Biologi Perairan. P. 1979.B. Fishes of the World.M. Fakultas Perikanan. M. Jr. orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional maupun yang bukan. 1988. New Jersey. Konservasi/Pelestarian. Prentice-Hall of India Private Limited. Readings in Ichthyology. 1980. Miller and D. 1974. sehingga terbentuk tipe yang berbeda. Second edition. tetapi tidak mampu lagi beradaptasi dengan lingkungan baru (daerah ekologi baru) dan Jika seandainya species tersebut mampu beradaptasi sementara waktu dengan lingkungannya. K. IPB xix . J.Vernacular name atau Local common name. F.

Gigi pada ikan hiu. Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama. PENDAHULUAN A. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. dinamakan eksoskelet. fisis. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. Ruang Lingkup Isi . Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Latar Belakang Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi. maka fungsinya pun bermacam-macam pula. padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain.Kelenjar Beracun xx .Lendir . Sehubungan dengan bervariasinya integumen pada vertebrata khusunya ikan.Organ Cahaya . termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak.Sisik . keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini. B.MODUL II JUDUL : SISTEM INTEGUMEN BAB I. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.Struktur Kulit .Pewarnaan kulit . seperti kelenjar eksresi. scute.

Tipe vertebrata pada sekalian hewan vertebrata terdiri dari beberapa lapisan. Epidermis bagian dalam terdapat lapisan sel yang disebut stratum germinativum (lapisan malphigi). Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke dua setelah mahasiswa memahami modul pertama mengenai pengertian ikhtiologi. Menjelaskan tentang integumen ikan 2. Lapisan epidermis pada ikan selalu basah karena adanya lendir yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbentuk piala yang terdapat di seluruh permukaan tubuhnya. KULIT Pada phylum chordata dikenal dua tipe dasar dari integumen.1). Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. yaitu tipe invertebrata dan tipe vertebrata. Membedakan jenis sisik pada ikan 3. Lapisan ini sangat giat dalam melakukan pembelahan untuk menggantikan sel-sel bagian luar yang lepas dan untuk persediaan pengembangan tubuh. Epidermis merupakan bagian tubuh yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan sistem somatis. saraf dan jaringan pengikat memiliki struktur yang lebih tebal dan sel-sel yang susunannya lebih kompak dari pada epidermis. kedudukan ikan. D. mempunyai sejarah evolusi yang kompleks. dan faktor penghalang distribusi ikan. mahasiswa diharapkan dapat: 1. PEMBAHASAN A.C. tata nama dan sistem klasifikasi ikan . menjelaskan teori. Dermis yang di dalamnya terkandung pembuluh darah. yaitu lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis (Gbr 4. Derivat-derivat kulit juga juga dibentuk dalam lapisan ini. pengelompokan ikan dan Konsespsi Sistematika dan Peranan Ahli Sistematika. tipe. dengan dua lapisan utama. Menjelaskan sistem pewarnaan pada tubuh ikan-ikan beracun BAB II. Integumen sekalian hewan merupakan lapisan protektif yang menjaga lalulintas air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya secara bebas. Lapisan xxi .

xxii . misalnya pada saat ikan berusaha melepaskan diri dari bahaya/ genting dibanding pada saat atau keadaan normal. Beberapa ikan yang menggunakan lendirnya untuk melindungi telur dari gangguan luar. 1994) B. Kelenjar ini akan memproduksi lendir lebih banyak pada saat tertentu. Ketebalan lendir yang meliputi kulit ikan dipengaruhi oleh kegiatan sel kelenjar yang berbentuk piala yang terletak di dalam epidermis. Pada beberapa ikan tertentu menggunakan lendir sebagai alat perlindungan pada saat terjadi kekeringan. dan derivat-derivat kulit lainnya. misalnya anggota dari genus Trichogaster.dermis berperan dalam pembentukan sisik pada ikan yang bersisik. Gambar 1. misalnya ikan paru-paru (Protopterus) yang menanamkan diri pada lumpur selama musim panas dengan membungkus tubuhnya dengan lendir hingga musim penghujan tiba. mencegah infeksi dan menutup luka. LENDIR Umumnya ikan yang tidak bersisik memproduksi lendir yang lebih banyak dan tebal dibanding dengan ikan yang bersisik. Struktur kulit ikan (Walker and Liem. Lendir berguna untuk mengurangi gesekan dengan air supaya ia dapat berenang dengan lebih cepat. berperan dalam osmoregulasi sebagai lapisan semi-permiable yang mencegah keluar masuknya air melalui kulit.

sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Ganoid. kekerasan sisiknya sudah fleksibel. ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian operculum dan ekor. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam. tangkai sentral dan duri. pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik ctenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar. Sisik tersebut merupakan struktur exoskeleton yang primitive yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes yang terdiri atas lempeng dasar. Sisik macam ini terdiri dari keping basal yang letaknya terbenam di bagian dermis kulit. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut. SISIK Bentuk. Sisik dibuat di dalam dermis sehingga sering diistilahkan sebagai rangka dermis.C. Bagian yang lunak xxiii . sedangkan pada ikan modern. Cycloid dan Ctenoid. Seperti “paddle fish”. sebenarnya bersisik tetapi sisiknya kecil dan dilapisi lendir yang tebal. Berdasarkan bentuk dan bahan yang terkandung di dalamnya. Sisik Placoid Jenis sisik ini karakteristik bagi golongan ikan bertulang rawan (Chondrichthyes). sisik ikan dapat dibedakan menjadi lima jenis. dan suatu bagian yang menonjol berupa duri keluar dari permukaan epidermis. Ada beberapa jenis ikan yang hanya ditemukan sisik pada bagian tubuh tertentu saja. sisik cycloid dan ctenoid merupakan sisik yang kecil. Ikan yang bersisik keras biasanya ditemukan pada golongan ikan primitive. Cosmoid. tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis bahan yang dikandungnya. Dan adapula yang hanya ditemukan sepanjang linea lateralis. Sisik scycloid berbentuk bulat. yaitu Placoid. yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar. Bentuk sisik tersebut menyerupai bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Ikan sidat (Anguilla) yang terlihat seperti tidak bersisik. ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut.

yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine. Pertumbuhan dari sisik placoid menyerupai pertumbuhan gigi. yang dilapisi semacam enamel. Type sisik placoid dan pada ikan hiu Sisik Cosmoid Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah.dari sisik ini (pulp) berisikan pembuluh darah dan saraf yang berasal dari dermis. sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Sisik placoid dibangunkan oleh dentine sehinnga sering disebut dermal denticle yang di dalamnya terdapat rongga pulpa. Gigi ikan hiu merupakan derivate dari sisik. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae . yaitu dimulai dengan adanya pengelompokan dari sel-sel dermis yang seterusnya akan tumbuh menjadi lebih nyata membentuk papila dermis yang mendesak epidermis yang ada di sebelah permukaan. kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular. Type sisik ganoid pada family Latimeriidae (lobefins) xxiv . terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan.

Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna.Sisik Ganoid Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan-ikan Lepidosteus (Holostei) dan Scaphyrynchus (Chondrostei). Lepisostidae. xxv . Type sisik ganoid pada family Acipenseridae (sturgeons) Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei. fleksibel dan transparan. Acipenceridae dan Polyodontidae. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis. Sisik ini terdiri dari beberapa lapisan yakni lapisan terluar disebut ganoine yang materialnya berupa garam-garam an-organik. Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. Pertumbuhan sisik ini dari bagian bawah dan bagian atas. Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah. yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Polypterus. kemudian lapisan berikutnya dalah cosmine. dan lapisan yang paling dalam adalah isopedine. Ikan bersisik type ini adalah antara lain. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butir-butir pigmen (chromatophore). Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil).

warna pelangi pada sisik. Ikan-ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana. sisik dan testes. pterin (putih. indigoid (biru. PEWARNAAN Sel khusus yang memberikn warna pada ikan ada dua macam yaitu Iridocyte (leucophore dan guanophore) dan Chromatophora. chromolipoid (kuning sampai coklat). xxvi . purin (putih atau keperak-perakan). Ikan-ikan yang hidupnya di sekitar karang memiliki warna yang cerah dan cemerlang misalnya ikan-ikan family Chaetodontidae. Schemachrome warna putih ditemukan pada rangka. bertingkat dari keputih-putihan pada bagian perut. gelembung renang. merah dan corak lainnya). bagian dasar perutnya berwarna pucat dan bagian punggungya berwarna gelap. Warna pada ikan sangat dipengaruhi oleh schemachrome (konfigurasi fisik) dan biochrome (pigmen pembawa warna). Apogonidae dan sebagainya. melanin (hitam dan coklat). Achanturidae. kuning. keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah sampaiwarna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan pada sisi atas dan kehitam-hitaman pada bagian punggungnya. Iridocyte dinamakan juga sel cermin karena mengandung bahan yang dapat memantulkan warna di luar tubuh ikan. biru dan ungu pada iris mata.Type sisik ctenoid Type sisik cycloid D. Misalnya pada kelompok ikan pari dan ikan seblah. Sedangkan tergolong ke dalam biochrome adalah: Carotenoid (kuning. Ikan yang hidup di daerah dasar. mata dan membrane anus. merah dan jingga). merah dan hijau). flavin (fluoresensi kehijau-hijauan).

menerangi lingkungan. untuk mengikat mangsa. maka garis-garis tersebut akan cenderung mengaburkan pandangan hewan lain. dan penciri ikan beracun. bagian sisi keperak-perakan. dan putih di bagian perut. di bagian dorsal berwarna biru. musim dan keadaan habitat. Ikan laut memiliki warna tubuh yang bertingkat. xxvii . Terdapat dua kelompok ikan berdasarkan sumber cahaya yang dikeluarkannya yaitu. Perubahan warna sering terjadi berhubungan dengan kondisi lingkungan seperti siang dan malam. kelompok ikan yang cahaya dikeluarkan oleh sel pada kulit ikan itu sendiri (photophore = potocyt) misalnya pada golongan elasmobranchii (Etmopterus. Bila tubuh permukaan ikan mempunyai garis-garis warna atau corak kontras yang tidak teratur. E. Umumnya ikan-ikan yang memiliki organ cahaya hidupnya pada daerah laut dalam (antara 300 – 1000 m ) dengan warna biru atau biru kehijau-hijauan yang biasa dikenal dengan bioluminescens . Selain fungsinya sebagai penyamaran dan penyembunyian. pada beberapa ikan bentuk pewarnaanya justru cenderung sebagai pemberitahuan. Pewarnaan terpecah merupakan suatu upaya ikan untuk mengaburkan pandangan terhadap tubuh ikan. ORGAN CAHAYA Cahaya yang dihasilkan ikan memiliki fungsi sebagai tanda pengenal individu yang sejenis. Perubahan warna tersebut diatur oleh intraksi saraf dan hormon. ikan leweri batu (Photoblepharon palpebratus) dan ikan leweri air (Anomalops katopron). Namun telah ditemukan pula ikan laut yang hidup di perairan dangkal memiliki organ cahaya seperti. Sejumlah anggota famili Percidae yang terdapat di air tawar dan sejumlah famili yang ditemukan di laut memiliki corak warna yang terang dan cemerlang sebagai pengenalan seksual. Pada ikan kupu-kupu (Forcipinger longirostris) yang hidup di daerah karang mampu memcahkan warna tubuhnya menjadi bentuk organ tubuh. warna demikian dipergunakan untuk memecah bentuk atau mengaburkan bentuk asli ikan. Cahaya yang dikeluarkan berkedap-kedip secara teratur yang dikendalikan oleh organ cahaya yang keluar masuk suatu kantong pigmen hitam di bawah mata.Pemiripan warna secara umum antara ikan dan latar belakangnya baik secara perlahan maupun cepat merupakan karakteristik dasar ikan untuk menyamai lingkungan atau habitat mereka berada.

misalnya jenis Synanceia horrida. KELENJAR BERACUN Kelenjar beracun pada ikan merupakan derivate dari kulit yang merupakan modifikasi kelenjar yang mengeluarkan lendir. xxviii . Bakteri yang dapat mengeluarkan cahaya terdapat di dalam kantung kelenjar epidermis. Beberapa jenis dari ikan memiliki racun yang dapat mematikan manusia. Ikan-ikan yang kelejar integumennya mengandung racun umumnya dipergunakan ikan untuk mempertahankan diri. ikan jantan berusaha membimbing betina untuk mencari tempat yang baik untuk memijah. Pada ikan lepu (Synanceia verrucosa dan Pterois volitans) memiliki alat beracun pada daerah jari-jari keras sirip punggung. Diduga pada tentakelnya mempunyai kultur bakteri yang terdapat pada kulitnya. E. sirip dubur dan sirip perut. Pada bagian yang berlawanan dengan lensa terdapata banyak pigmen yang berfungsi sebagai pemantul. Anglerfishes (Linophyrin brevibarbis) yang terdapat di laut dalam mempunyai tentakel yang bercahaya. sehingga bakteri yang bercahaya terbawa oleh tentakel untuk menarik perhatian mangsanya. Serranidae dan Macroridae. Tentakel yang ujungnya mempunyai jaringan jaringan yang membesar itu digosokkan di atas kultur bakteri tersebut. pengeluaran cahayanya mempunyai peranan dalam pemijahan.Benthobatis dan Spinax) dan pada golongan ikan teleostei (Batrachoididae dan Stomiatidae). Cahaya yang dikeluarkan memiliki kekuatan panjang gelombang 400-600 mµ yang dapat menerangi sejauh 10 meter. menyerang dan mencari makanan. Gadidae. Kelompok kedua adalah ikan yang mengeluarkan cahaya dari bakteri yang bersimbiose dengannya. misalnya pada ikan-ikan family Monocentridae. Pada musim pemijahan. Gerakannya lamban dengan warna permukaan tubuh yang mirip dengan dasar perairan menyebabkan ikan ini sulit untuk dilihat. Pada ikan-ikan yang hidup di laut dalam. Umumnya ikan lepu ini tinggal di dasar perairan yang dangkal berpasir atau berkarang dan pada daerah terdapat vegetasi lamun. Pemancaran cahaya yang dikeluarkan oleh bakteri diatur oleh kontraksi pigmen yang berfungsi sebagai iris mata. Pemantulan cahaya yang dikeluarkan bakteri tersebut diatur oleh jaringan yang berfungsi sebagai lensa. Leognathidae.

Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. scute. serta penampilan (30%) BAB III. Duri ini tersusun dari bahan yang disebut vasodentine. Sepanjang kedua sisi duri tersebut terdapat gerigi yang bengkok ke belakang. cara menjawab/menanggapi. melainkan dari kelenjar empedu. lembut meluas sepanjang celah panjang yang berfungsi sebagai jaringan tempat dihasilkannya racun. Duri tersebut ditandai oleh adanya sejumlah alur dangkal yang sepanjang tepi alur terdiri celah berupa jaringan kelabu “spongi”. 4 jari-jari keras sirip perut da 7 jari-jari keras sirip dubur. Ilmu ini mempelajari tentang racun yang dikeluarkan oleh ikan serta gejala keracunan dengan aspek. Sistem integumen pada ikan. Penguasaan materi dalam memaparkan. PENUTUP Sistem Integumen terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. INDIKATOR PENILAIAN 1.aspeknya. Studi tentang racun ikan dikenal dengan ichthyotoxisme. tetapi racunnya bukan berasal dari system integumennya. Ichthyotoxisme meliputi Ichthyosarcotoxisme yang mempelajari berbagai macam keracunan akibat makan ikan beracun dan Ichthyoacanthotoxisme yang mempelajari sengatan ikan berbisa.Pada ikan pari (Dasyatis) kelenjar racunnya terdapat pada duri di ekornya. keel dan beberapa tulang tengkorak pada ikan merupakan modifikasi dari sisik. Gigi pada ikan hiu. Ikan baronang (Siganus) memiliki kelenjar beracun yang terdapat pada 13 jari-jari keras sirip punggung. Myliobathidae dan Dasyatidae). Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Beberapa jenis ikan buntal (Tetraodontidae) juga dikenal beracun. maka memiliki fungsinya bermacam-macam xxix . tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Ikan-ikan yang system integumennya mengandung kelenjar beracun antara lain ikan lele dan sebangsanya (Siluroidea) dan golongan Elasmobranchii (Chimaeridae.

IPB xxx . K. S. 1977.F. M. Prentice Hall. Cailliet (eds. Passino.pula.M. Fishes.B.M. termasuk pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya.R. J.. Fishes of the World. fisis. Love. Readings in Ichthyology. K. and G. IPB H. Prentice-Hall of India Private Limited. 1979. Moyle.E. 1980.S. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. John Wiley & Sons. 1976. organis atau penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya. New York I. Fakultas Perikanan. cech. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Jr. Ichthyology. Nelson. Miller and D. John Wiley and Sons. 1974. R.R. New Delhi J.J. P. Departemen Biologi Perairan. J. antara lain: pelindung terhadap gangguan mekanis. Second edition. L. An Introduction to Ichthyology. New Jersey.F. and J.S. Second edition. Englewood Cliffs. Alamsjah. Rahardjo. Lagler. Bardach. New York.). Ichthyologi. DAFTAR PUSTAKA G. M. 1988. kulit juga digunakan sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.

Urat Daging Jantung . yaitu: otot polos. mahasiswa diharapkan dapat: 4. Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya. dan otot jantung. D. Menjelaskan fungsi sistem otot 5. Dari mulai gerakan tubuh hingga kepada peredaran darah. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tiga yang membahas tentang sistem urat daging (sistem otot) dan hubungannya dengan pergerakan kan. Ruang Lingkup Isi . Secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. Menjelaskan hubungan sistem otot dengan pergerakan ikan xxxi . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen pada ikan. Latar Belakang Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari sangat penting.Organ Listrik C. kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot tersebut. otot bergaris.Urat Daging Licin . yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. PENDAHULUAN A. B.MODUL III JUDUL : SISTEM URAT DAGING BAB I.Urat Daging Bergaris . Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini.

Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya. yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah. yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Otot ini digunakan untuk menggerakkan makanan (gerakan peristaltik). otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos. berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis ikannya. trakhea dan bronkhi dari paru-paru. Otot polos antara lain terdapat pada: 1. tetapi banyak pula yang tersebar.BAB II. 3. Secara embriologi. dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan. Otot ini berwarna merah tua. Otot ini disebut xxxii . Otot jantung berkonttraksi kuat dan terus menerus bekerja. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat. kantung urine. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan. Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. masing-masing berhubungan satu sama lainnya. B. sampai individu ini mati. OTOT JANTUNG (Urat Daging Jantung) Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. 2. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. OTOT POLOS (Urat Daging Licin) Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. PEMBAHASAN A. baik yang melingkar maupun yang memanjang. 4. kemudian berkembang menjadi otot polos.

tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial (Gbr. 1). Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. Bila dilihat secara keseluruhan. Pola kontruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan myomere yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum (gambar 2). Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocaardium (selaput dalam). otot bergaris pada seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpalan blok otot atau urat daging. otot penarik sirip dada. dan disebut voluntary karena kerjanya dipengaruhi oleh rangsangan otak. biasanya diberi nama sesuai dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu melekat. Pada urat daging yang menempel pada tubuh ikan sebelah kiri dan kanan. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan Musculus lateralis superficialis yang banyak mengandung lemak dengan istilah lain disebut red muscle karena warnanya yang merah kehitaman. xxxiii .pula sebagai myocardium. OTOT BERGARIS (Urat Daging Bergaris) Disebut otot bergaris karena serabutnya memperlihatkan garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya. Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior. Cyclostomine yang ditemukan pada kelompok agnatha dan Piscine yang ditemukan pada kelompok ikan Elasmobranchii dan Teleostei (Gambar1). Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak. dari belakang kepala sampai ke batang ekor myotome tersusun menurut pola tertentu yang biasa dibedakan menjadi dua tipe yaitu. seperti otot penegak sirip punggung. C. Kumpulan otot ini. menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang. Tiap-tiap blok otot dinamakan myotome (pada saat embryo disebut myomer).

Gambar 1. Urat daging permukaan sirip perut ikan tulang sejati dan tulang rawan xxxiv . Potongan melintang tubuh ikan Gambar 2.

yang terdapat pada mata dengan jumlah tiga pasang 2. Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada). juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii. rahang. terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip. hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang). yaitu: 1. Urat daging inclinator lateral dan urat daging erector di bagian depan serta depressor di bagian belakang . Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat. ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan. rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengkerut). membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan).Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda. terdapat pada dasar pharynx. Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor. interfilamental di antara jari-jari sirip) xxxv . yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur. levator dan interakualia. 3. 4. Dalam beberapa hal. sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar. dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yang menegang dan menggerakkan girdle. otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh. Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan. Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. Otot hypobranchial. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor. ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya. Otototot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). Otot branchiomeric yang terdapat pada muka. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip. Otot ocolomotor.

Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan. Raja clavata. ORGAN LISTRIK Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei. pada sirip. sebab diatur oleh saraf kranial ke 7 dan ke 9. organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan. otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan. yaitu komponen urat daging permukaan (superficialis) dan komponen otot di bagian dalam. contohnya.650 volt. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Ikan Raja dan Electrophorus. D. organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan. otot berhubungan terutama dengan rahang dan tulang lengkung insang. Gymnoranchus niloticus. Malapterurus electricus. termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah. atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik). Organ- organ tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer. Torpedo nobilian. Gymnotus carapo. organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 . dan mengeluarkan muatan listrik. Sedangkan ikan bervoltase rendah. Pada umumnya ikan laut ”electric eel” mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik). di belakang mata (star-gazer). lokasi. menyimpan. struktur. Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi. di bawah kulit (Teleostei). contohnya. Otot ini mempunyai dua komponen. Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut xxxvi . organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial. Pada Electrophorus electricus (belut laut). Mormyrus rume.Pada kepala ikan. Electrophorus electricus. dan juga fa’alnya. kecuali (Electrophoros) dan ” electric cat fish” (Malapterurus electricus).

Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot xxxvii . INDIKATOR PENILAIAN 1. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. mitokhondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan saraf-saraf yang masuk. cara menjawab/menanggapi. Pada beberapa spesies. hidup di sungai yang gelap di benua Afrika. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Malapterurus electricus. mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. organ listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya. potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik. yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. orientasi. Dalam stadium istirahat. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap. PENUTUP Sistem urat dagin atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe. bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. berbentuk uang logam besar. Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks. serta penampilan (30%) BAB III. potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya. Penguasaan materi dalam memaparkan. panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt (Bond. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. berupa sel berinti banyak. Komunikasi. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang. dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya. 1979). dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ.dengan pergerakannya lamban.

An Introduction to Ichthyology. Readings in Ichthyology. M.F.R. New Delhi P.berdasarkan struktur dan fungsinya.). Bardach. yaitu: otot polos. Fishes. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Nelson. K. Fakultas Perikanan.M. Second edition. 1980.B. Englewood Cliffs. Prentice-Hall of India Private Limited. New York. Passino.J. 1988. Alamsjah. Cailliet (eds. IPB xxxviii . Ichthyologi. R.S. IPB N. Moyle. dan otot jantung. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. and J. New York O. otot bergaris. P. John Wiley and Sons. John Wiley & Sons. Lagler. J. Ichthyology. Prentice Hall. S. Fishes of the World.M. 1977. and G. cech. Rahardjo. 1974. 1979. Miller and D. J.R. Jr.S.E.F. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).. 1976. R. M. Second edition. Love. DAFTAR PUSTAKA M. New Jersey. Q. Departemen Biologi Perairan.

MODUL IV JUDUL : SISTEM RANGKA BAB I. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem urat daging atau sistem otot pada ikan. Ruang Lingkup Isi .Bentuk Tubuh Ikan C. Sebagian besar rangka osteichtyes pada mulanya dibentuk melalui tahap tulang rawan. Tulang rawan pada banyak vertebrata.Rangka Axial .Rangka visceral . menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur Secara tidak langsung rangka sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Hal ini dimungkinkan karena dapat memberikan sifat ringan dan kelenturan yang diperlukan oleh dinamika pertumbuhan. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke empat yang membahas tentang sistem rangka pada ikan serta fungsi derivat-derivatnya. Sasaran Pembelajaran Modul xxxix . D. Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentukbentuk yang khusus melalui proses osifikasi. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem rangka merupakan suatu system yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang bersifat menyokong dan melindungi. B. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati.

tulang punggung dan tulang rusuk. masih terdapat rawan pada pada neurocranium tetapi pada golongan ikan yang lebih tinggi tingkatannya tulang tengkorak telah mengalami proses osifikasi dengan baik. Menjelaskan fungsi rangka dan derivat-derivatnya BAB II. Menjelaskan lima macam bentuk tubuh ikan 7. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan kemudian akan berganti menjadi tulang sejati. Sepasang tulang parietal terletak di daerah atap tengkorak paling belakang. dermocranium dan splanchoranium.Setelah mempelajari modul ini. Saraf dan pembuluh darah yang berhubungan otak melalui lubang-lubang yang terdapat pada dinding chondrocranium. di depan supaoccipita. Tiap-tiap organ sensori dikelilingi oleh rangkaian tulang untuk berkembang. seluruh bagian otak dibungkus oleh tulang rawan yang massif tanpa batas yang nyata seperti biasanya pada terdapat pada vertebrata lainnya. PEMBAHASAN A. Secara umum perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari tiga sumber. Pada golongan ikan teleostei yang rendah tingkatannya. akan tetapi kapsul optic tetap bebas sehingga mata degan bebas dapat digerakkan. yaitu chondrocranium (neurocranium). tengkorak dibentuk dari sepasang rawan parachordal yang sejajar dengan ujung depan notochorda dan sepasang rawan trabeculae yang terletak di bagian anterior rawan parachordal. Kapsul optic dan nasal bersatu dengan chondrocranium. 1979). Setiap rawan parachordal mengadakan perkembangan dan meluas pada tiap-tiap sisinya ke bagian anterior sampai ke kapsul optik membentuk basal plate (Bond. mahasiswa diharapkan dapat: 6. Sepasang tulang frontal yang merupakan keping dermal yang luas berkembang tepat di depan tulang parietal. Pada waktu embrio. Rangka Axial Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak. Pada elasmobranchii. Di depannya terdapat tulang nasal yang bentuknya memanjang dan xl . Keping-keping tulang yang mengelilingi kapsul sensori berhubungan erat dengan osifikasi neurocranium. Umumnya tulang dermal membentuk atap tengkorak.

jugal dan quadratojugal. Di bawah rahang terdapat branchiostegal dan urohyal yamg merupakan tulang penyokong keeping tutup insang (Gambar 6. Diagram tulang pipih dan tulang tengkorak ikan ikan tuna (Gymnosarda unicolor: sumber Collette & Chao 1975) Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. endopterygoid. suboperculum.terletak di antara dua lubang hidung. Tiap-tipa ruas di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusk kiri dan kanan xli . Pada golongan Osteichtheys terdapat tulang dermal yang menjadi penutup insang. ectopterygoid. angular dan articular. 1. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisi tengkorak. preoperculum dan interoperculum. maxilla. Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer.1) A B Gambar. yaitu operculum. Premaxilla dan maxilla pada beberapa ikan buas dilengkapi dengan gigi-gigi tajam. palatine (masing-masing terdiri dari satu pasang) dan sebuah parasphenoid. splenial. Tulang dermal pada rahang bawah ialah dentary yang dilengkapi gigi-gigi.

Sedangkan lima lainnya berfungsi sebagai penyokong insang. Struktur ini terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. xlii . Gambar 2.untuk melindungi organ-organ di dalam ronga badan. Pada batang ekor tiap-tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal. Morfologi Ikan Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. Di bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural (gambar. 2). Potongan dorsal (Pharyngobranchial) diikuti oleh epibranchial. Rangka Visceral Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx. Duan lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Pada ikan hiu lengkung insang terdiri dari beberapa potong rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Ruas tulang punggung ikan B. C. ceratobranchial dan hypobranchial dengan basibranchial yang memanjang sepanjang ventral.

Pleuronectidae. Bothidae. Kepala berbentuk rata dengan mulut yang besar dan bergigi. Misalnya. contoh ikan tuna. Bottom fish (ikan demersal). sepeti belut. Ikan-ikan kelompok ini selalu bergerak dan mengejar mangsa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Lie-in-wait predator (predator tak aktif). Soleidae. Centropomidae dll. Misalnya. dengan mulut di ujung (terminal) dan batang ekor menyempit/kecil dengan bentuk ekor cagak atau bulan sabit. dll Predator aktif. 3. Misalnya. Belonidae. Kelompok ikan ini antara lain ikanikan air tawar Esocidae. Scombridae 2. Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan ke dalam enam kelompok yaitu: 1. Misalnya family Lutjanidae. Surface-oriented fish (ikan pelagik). Centropomidae. Tubuh berbentuk ramping/lurus memanjang seringkali beebentuk sepertik torpedo. Ikan bertubuh bulat besar. Susunan sirip ikan seperti ini memberikan daya dorong pada saat ikan ini akan meluncur dengan cepat untuk menangkap mangsa yang lewat. Ikan pelagik xliii . Opichthydae. Belonidae. family Psettodidae. Sirip ekor cenderung membesar dengan sirip punggung dan anal berada jauh dibelakang badan dan letaknya segaris. family Carangidae 4. Bentuk tubuh dari ikan predator aktif sangat khas di perairan mengalir. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing/lurus (fusiform). Predator tak aktif Merupakan kelompok ikan piscivora yang mempunyai bentuk tubuh yang cocok untuk menangkap mangsa dengan cara menghadang ikan-ikan perenang cepat.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Misalnya family Esocidae. Congridae. Rover predator (predator aktif). Muraenidae. Secara umum. dll 5.

mempunyai punuk dan sirip dada yang lebih besar. Fundulus. Umumnya.hider mempunyai kesamaan respon dengan ikan pelekat tetapi tidak mempunyai alat pelekat dan cenderung mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan kepala lebih kecil. spirakula berada di bagian atas dari kepala. kepala berbentuk pipih datar dengan mata lebar dan sirip punggung berada di bagian belakang badan. (v) ikan bentuk rattail mempunyai tubuh bagian belakang memanjang seperti ekor tikus. Ikan-ikan ini merupakan ikan pemakan bangkai dan memangsa invertebrata bentik. Mulut kecil dan dapat disembulkan. (ii) ikan yang melekat di dasar merupakan ikan-ikan kecil dengan bentuk kepala rata. Ikan berbadan membulat Ikan ini mempunyai ukuran tubuh 1/3 dari panjang standar (jarak antara hidung hingga pangkal ekor). Sirip punggung dan sirip anal memanjang dan sirip dada terletak lebih tinggi sedangkan sirip pelvik lebih rendah dari badan. (iv) flatfish merupakan ikan dengan morfologi yang unik.Ikan ini umumnya berukuran kecil. (iii) ikan bottom. Ikan demersal mempunyai bentuk tubuh yang beragam. Ikan demersal terbagi menjadi 5 tipe yaitu (i) ikan dasar yang aktif mempunyai bentuk tubuh seperti ikan predator aktif tetapi bentuk kepala rata. bentuk mulut superior. Morfologi dari ikan ini sesuai untuk menangkap plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di dekat permukaan air. atau insekta yang berada di permukaan contoh ikan Gambusia. sirip dadap membesar dengan struktur yang memungkinkan ikan ini berada di dasar perairan. kepala besar dengan hidung yang sangat jelas dan sirip dada besar. Ikan dengan bentuk badan seperti belut xliv . Gelembung renang dari ikan-ikan kelompok ini mereduksi atau tidak ada. Bentuk tubuh membulat dengan mulut berada dibagian ventral yang sangat memungkinkan untuk dapat mengambil makanan di dasar perairan. ikan seperti ini berada di laut dalam. Bentuk seperti ini lebih menyukai hidup di bawah batu-batuan. celah-celah. mempunyai mata yang besar dan hidung pendek. Struktur ikan ini banyak dijumpai di perairan berarus cepat atau daerah intertidal yang mempunyai arus air yang kuat.

mempunyai badan yang panjang dengan bentuk kepala tumpul. cara menjawab/menanggapi. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Alamsjah. IPB xlv . 1974. menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). DAFTAR PUSTAKA S. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. PENUTUP Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh. serta penampilan (30%) BAB III. Tulang rawan pada banyak vertebrata. ekor meruncing atau membulat. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. INDIKATOR PENILAIAN 1. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Ikan-ikan ini seringkali berada di celah-celah atau lobang dari karang atau batuan. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Sisik berukuran sangat kecil atau tidak ada sama sekali. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat. S. Jika dijumpai sirip-sirip yang berpasangan misal sirip dada biasanya kecil sedangkan sirip punggung dan sirip anal sangat panjang. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Penguasaan materi dalam memaparkan.

1980.J. Prentice Hall. K.F. Lagler. P. R. Moyle. M. Jr.M. cech. Rahardjo.F. Fakultas Perikanan. New Jersey.S. Fishes of the World.). New York U. John Wiley & Sons. Readings in Ichthyology.R.. New York. J. M. 1979.B. IPB xlvi . Cailliet (eds.M. Departemen Biologi Perairan. W. Ichthyologi. Love. Miller and D. 1977. Passino. 1976. Prentice-Hall of India Private Limited. Englewood Cliffs. An Introduction to Ichthyology.R. 1988. X. Nelson. Second edition. John Wiley and Sons. New Delhi V. and G. Second edition.T.S. J. Bardach. Ichthyology. and J.E. Fishes.

Menjelaskan organ-organ pencernaan pada ikan secara umum dan fungsinya masing-masing 9.Cara makan pada ikan . Menguraikan perbedaan secara anatomis ikan herbivora. D.MODUL V JUDUL : SISTEM PENCERNAAN BAB I. sistem otot dan sistem rangka pada ikan.Alat Pencernaan pada ikan . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. berhubungan dengan pengambilan makanan. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. kamnivora dan omnivora 10. Ruang Lingkup Isi . serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh.Rangsangan makanan C. Latar Belakang Mencernakan makanan merupakan suatu proses di dalam tubuh organisme yang mengubah atau menyederhanakan bahan-bahan makanan yang dapat diserap oleh Sistem pencernaan meliputi organ yang dinding usus yang berguna bagi tubuh. Menguraikan alat pencernaan makanan dan modifikasi tertentu pada ikan BAB II. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem pencernaan makanan pada ikan. PENDAHULUAN A. PEMBAHASAN xlvii . mahasiswa diharapkan dapat: 8. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia. B.

Menelan makanan pada ikan merupakan gerakan rangka visceral karena kerja dari otot visceral. yang mempunyai beberapa kantung insang. Pada Myxinoidea gigi tanduk dari lidah digunakan untuk mengebor kulit kulit ikan mangsanya. Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel kelenjar dari epithel rongga mulut akan bercampur dengan makanan. pylorus. dibantu oleh hati dan pancreas. Dalam beberapa hal terdapat adaptasi alat-alat tersebut terhadap makanan dan kebiasaan makannya. memperlancar proses penelanan makanan yang dibantu oleh kontraksi otot dinding mulut. disokong oleh rangka Hiobrankhial yang tidak dapat bergerak tanpa adanya kelenjar. pharynx. ikan ini melekat dengan corong mulut pada pada ikan lain. xlviii . berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya ditelan bulat-bulat tanpa ada perubahan. Pada Amphioxus tidak dilengkapi lidah sedangkan pada Cyclostomata lidahnya hampir tidak ada. Pada mulut bagian belakang terdapat sekat melintang yang disebut velum. Rongga mulut Amphioxus menyimpang jauh dari kepunyaan Craniota. Organ pencernaan ini dilengkapi dan Mulut dan Rongga Mulut Organ ini merupakan bagian depan dari saluran pencernaan. ditembus oleh lubang yang berhubungan dengan farings. rongga mulut meneruskan diri menjadi farings. usus dan anus. dan dengan gigi tanduk dari lidah ia memarut kulit dan daging dari mangsanya. ALAT PENCERNAAN MAKANAN Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut. kemudian ia masuk ke dalamnya dan hidup sebagai parasit.A. Pada hewan ini pinggiran lubang mulut mempunyai 12-20 pasang tentakel yang dilengkapi dengan rambut getar dan indra. rongga mulut. Petromizon lidahnya berfungsi seperti alat penghisap. esophagus. Ikan pada umumnya. lambung. Lidah ikan merupakan suatu peninggian dari dasar mulut yang diselaputi oleh selaput lendir.

Pada ikan yang lain. Beberapa ikan cucut mempunyai pengaturan geligi yang menjadikan mereka dapat menggigit gumpalan besar binatang yang terlalu besar untuk ditelan begitu saja. Gyrinocheilus dan beberapa anggota family Loricariidae (Lagler et al. B. di bagian bawah kepala (tipe inferior). Glyptosternus. Bentuk dan letak mulut ini sangat erat kaitannya dengan macam makanan yang menjadi kesukaan ikan. Pada ikan lamprey yang parasitic. Mulut tipe superior mendapatkan makanan dari permukaan atau menunggu pada dasar perairan untuk menangkap mangsa yang lewat di atasnya. yang menandakan mereka termasuk golongan predator terhadap mangsa yang berukuran agak besar yang mungkin bisa ditelan seutuhnya. C. bentuk mulutpun bermacam-macam. 1997). Bibir pengisap ikan perenang bebas berfungsi sebagai organ pencekram batu atau benda-benda lain pada sungai berarus deras misalnya. Terminal. xlix . mulut pengisap tak berahang bertindak sebagai sebagai alat pencengkram agar menempel pada inangnya dan mengambil makanan dari inangnya. Sub-terminal. dan ada pula dekat ujung bagian kepala (tipe subterminal). mulut terletak pada bagian atas (tipe superior). Demikin pula dengan ikan baraccuda (Sphyraena) dan piranha (Serrasalmus). A B C Tipe mulut: A. terutama bila dikaitkan dengan ukuran dan tempat gigi berada. mereka mempunyai mulut tipe inferior dan bibir yang berdaging tebal. Pada ikan yang mendapatkan makanan dengan cara mengisap. yang dinamakan tipe terminal. Selain letak yang berbeda-beda.. Superior Ukuran mulut ikan dapat memberilkan petunjuk terhadap kebiasaan makan. Ikan yang menelan sepotong kecil makanan biasanya mempunyai bibir yang relative kecil tanpa modifikasi. Ikan-ikan cucut dilengkapi dengan mulut yang lebar dan gigi tajam.Pada umumnya mulut ikan terletak di ujung depan kepala.

rongga mulut dan pharyngeal. Mulut tabung Geligi Adaptasi terhadap makanan juga terjadi pada gigi.Mulut seringkali dilengkapi dengan sungut yang bentuk dan jumlahnya sangat bervariasi. Mulut gergaji. Pada cyclostomata dan ostracodermata tidak mempunyai gigi sebenarnya. Gigi juga terdapat pada tulang glossohyal (tulang lidah) dan basibranchial di antara insang. Di daerah rahang gigi tumbuh pada premaxilla. maxilla dan dentary. pterygoid dan parasphenoid. Gigi pharyngeal terdapat pada berbagai l . Mulut dapat yang dapat disembulkan. sebab hewan ini mempunyai gigi tanduk yang dihasilkan oleh epidermis. Sungut dilengkapi dengan saraf. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba ketika ikan tersebut mencari makan. Gigi sebenarnya homolog dengan sisik placoid. A B C Berbagai bentuk mulut: A. untuk menemukan makanan di antara material yang ada. C. Pada langit-langit rongga mulut. palatine. B. gigi terdapat pada vover. Osteichtheys mempunyai tiga jenis gigi berdasarkan tempat tumbuhnya: rahang. yang mungkin timbul dari sisik yang menutupi bibir seperti pada ikan hiu muda (Squaliformes) dimana sisik placoid menjadi gigi pada rahang.

Bentuk ini didapatkan pada family Ichtaluridae dan Serranidae.elemen lengkung insang pada banyak species ikan. Comb-like teeth. Canine. bentuknya panjang dan mengerucut. E. Berdasarkan bentuknya. dan molariform. lurus atau melengkung dipergunakan untuk mencengkram. C. misalnya pada Belone dan Pterois. Molariform. villiform. B. seringkali berbentuk taring. Gigi villiform mirip dengan gigi cardiform. hanya lebih panjang dan memberikan gambaran seperti rumbai-rumbai. Gigi canine menyerupai gigi anjing. Villiform. Gigi incisor menpunyai pinggiran yang tajam yang disesuaikan untuk memotong. termasuk gigi molariform. Incisor li . Gigi pharyngeal family Cyprinidae dan Catostomidae merupakan modifikasi elemen bawah lengkung insang yang terakhir. gigi rahang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: Cardiform. Bentuk gigi ini misalnya dipunyai oleh Raja. Holocephali dan Scianidae (Lagler et al. incisor. tajam dan runcing. Gigi cardiform berbentuk pendek. comb-like teeth. canine. D. 1977). Tipe gigi pada ukan A). Bentuk gigi yang mempunyai permukaan rata digunakan untuk menumbuk dan menggerus.

Tampak adanya kaitan yang erat antara jenis makanan dengan bentuk dan jumlah jari-jari tipis insang. Pinggiran esophagus terdiri dari epithelium yang berlapis-lapis dan columnar. Ikan-ikan yang memakan mangsa besar. merupakan lanjutan rongga mulut. gudang makanan dan penggilingan makanan. Di samping melindungi filament insang yang lembut dari kikisan material makanan yang dimakan keluar melalui insang. mempunyai tapis insang yang berukuran besar dan jumlahnya sedikit. Pada beberapa genera (Pampus dan Nomeus) terdapat gigi di tepi kantung esophageal. Pada ikan-ikan pemakan plankton. Lambung lii . Pada ikan belut. dengan sejumlah sel atau kelenjar lendir. Karena adanya kempauan menggelembung inilah. Kantung esophageal berfungsi sebagai penghasil lendir. Jari-jari tapis insang yang pendek dan besar didapatkan pada ikan omnivora. maka jarang terjadi seekor ikan tertelan sampai mati oleh suatu makanan yang melalui mulutnya tetapi tidak dapat ditelan. sedangkan pada ikan Chodrichthyes mempunyai 5-7 pasang lengkung insang. di dalam pharynx. memanjang dan jumlahnya banyak. Organ ini merupakan lanjutan pharinx. yang menempel pada dinding kantung. Esophagus Esophagus ikan biasa disebut kerongkongan. Insang terletak tepat di belakang rongga mulut. tapis insangnya ramping. bentuknya seperti kerucut dan terdapat di belakang daerah insang.Pharynx Organ ini biasa disebut pangkal tenggerokan. Monopterus albus. pendek dan mempunyai kemampuan untuk menggelembung. Umumnya terdapat empat pasang pada ikan bertulang sejati. Kemampuan menggelembung organ ini tampak jelas pada ikan predator yang mampu menelan makanan yang relative besar ukurannya. Sedangkan ikan-ikan pemakan jasad kecil mempunyai kemampuan untuk menggelembung yang kurang disbanding dengan ikan predator. esophageal dimodifikasi menjadi alat pernapasan tambahan. Dinding esophageal delengkapi secara khusus dengan lapisan otot (muscular sac) yang berhubugan dengan esophagus.

lambung sematamata berbentuk memanjang seperti pada ikan gar (Lepisosteus). di belakangnya dibatasi oleh otot sfinkter yang disebut pylorus. Pada beberapa ikan seringkali bagian depan ususnya membesar menyerupai lambung sehingga bagian ini dinamakan lambung palsu. lambung Lambung tersebut berukuran kecil. pike (Esox). bowfi (Amia). pada akhir ventrikulus terdapat tonjolan-tonjolan sebagai kantong buntu disebut appendices pyloricae. untuk kemudian menjadi bagian depan dari usus bagian tengah. hagfish. sebagai lubang anus. bermodifikasi menjadi alat penggiling. mesentrum yang merupakan derivat dari pembungkus rongga perut (peritonium). Pada ikan-ikan tersebut kelenjar lambung tidak ada. berakhir dan bermuara keluar. chimaera dan beberapa ikan bertulang sejati (Cyprinidae. Pada ikan omnivora seringkali lambung terbentuk seperti kantung. Pada ikan pemakan ikan. Lambung tidak terdapat pada lamprey. Usus diikat (difixer) oleh suatu alat pengantung. suatu bagian dari saluran pencernaan mulai dari pylorus sampai di kloaka atau anus.Lambung (ventriculus) atau perut besar adalah lanjutan dari esophagus. Adanya lambung dapat dicirikan oleh rendahnya pH dan adanya pepsine di antara getah pencernaan. yang berguna untuk memperluas permukaan dinding ventriculus agar pencernaan dan enyerapan makanan dapat lebih sempurna. Pada ikan belanak (Mugil). umumnya berbentuk seperti pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Lambung menunjukkan beberapa adaptasi: diantaranya adalah adaptasi dalam bentuknya. Sebagain besar ikan mempunyai lambung. Scomberesocoidae. dan makanan dari esophagus langsung ke usus. Pada Saccopharyngidae dan Eupharyngidae. Usus mempunyai banyak variasi pula. lambung mempunyai kemampuan menggelembung yang besar sehingga memungkinkan ikan-ikan ini memakan mangsa yang relative besar. barracuda (Sphyraena) dan striped bass (Horone saxatilis). Pada beberapa spesies tertentu. dan Scaridae). tetapi dindingnya tebal dan berotot. misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio). Usus Usus tengah dan usus akhir biasa disebut Intestinum. liii .

Hati Hati atau hepar besar. Letaknya di bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. bahkan pada ikan cucut dan ikan pari biasa mencapai 20 % bobot tubuhnya. Struktur ini tidak terdapat pada family Ictaluridae dan Cyprinodontidae. pankreas dan kantong empedu. bagian depan usus yang langsung berbatasan dengan pylorus disebut duodenum yang memiliki satu atau lebih kantung buntu yang dinamakan pyloric caeca. Pembentukan hati asalnya sepasang. tetapi mungkin hanya satu seperti pada ikan salmon. Disamping berperan dalam pencernaan. Pada usus sebagian besar ikan bertulang sejati. Fungsi alat pyloric caeca mungkin berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan. hati juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen. Hal ini dapat dilihat pada Myxine dewasa. seperti Lamprey. Fungsi selanjutnya adalah dalam perusakan sel darah merah dan liv . Pada hati terdapat kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Perca flavescense mempunyai tiga buah.Pada ikan carnivor ususnya pendek. elasmobranchii dan beberapa Osteichtyes yang ususnya pendek untuk memperluas permukaan absorpsi di dalam ususnya terdapat serangkaian klep spiral yang disebut tyflosol. mungkin karena makanan berdaging dapat dicerna dengan lebih muda dari pada tanaman. bentuknya tidak tegas. berwarana merah kecoklatan. Hati termasuk kelenjar yang besar pada ikan. sedangkan pada family salmonidae biasa mencapai jumlah 200 atau lebih. Sebaliknya usus ikan herbivore panjang dan teratur di dalam satu lipatan atau kumparan. atau tiga seperti pada mackerel. Hati biasanya terletak di muka lambung atau sebagian mengelilingi lambung. KELENJAR PENCERNAAN Kelenjar pencernaan atau glandula digestoria berfungsi dalam proses pencernaan terdiri atas hati. dimana hati kiri dan kanan tidak bersatu dan masing-masing mempunyai saluran empedu yang menuju ke dalam kantung empedu dan dari sini empedu dialirkan ke melalui ductus kholedokhus ke dalam usus bagian tengah. Cairan empedu ini masuk ke dalam saluran pencernaan makanan pada daerah pylorus melalui ductus choledochus. Biasanya hati berjumlah dua buah. Pada beberapa jenis ikan.

Pada ikan yang bertulang sejati biasanya menyebar di sekeliling hati . musim. Ikan-ikan mempunyai variasi dalam jumlah lemak yang di simpan dalam hati. Pada Pleuronectiformes dan gadidae. Selain lemak.kimiawi darah seperti pembentukan urea dan senyawa yang berhubungan dengan ekskresi nitrogen dan menetralkan racun serta menghasilkan panas. waktu makan. bahkan pada ikan yang berjari-jari sirip keras pankreas dan hati menyatu menjadi hepatopankreas. RANSANGAN UNTUK MAKAN Ransangan ikan terhadap makanan merupakan intraksi antara beberapa faktor yang menentukan kapan ikan akan makan dan makanan apa yang diinginkan. hati ikan juga menyimpan vitamin A dan D. penting bagi pencernaan makanan. lebih condong makan pada malam hari. lemak terutama disimpan di dalam hati. B. Faktor lain adalah rangsangan makan yang diterima oleh panca indera seperti rasa. lemak lebih banyak disimpan di dalam otot. bau. yaitu bagian eksokrin yang menghasilkan getah apankreas. Kantong Empedu Kantung empedu atau vesica velea bila penuh bentuknya membulat dengan warna kehijau-hijauan. sedangkan pada Scombridae dan Clupeidae. mengendalikan kadar gula di dalam darah. misalnya pada ikan Ictalurus . Bilus ini berfungsi mencerahkan lemak. penglihatan. Rangsangan untuk makan secara umum dipengaruhi oleh motifasi internal atau dorongan untuk makan seperti. dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon ensulin. Pada ikan cucut dan pari pankreas merupakan dua buah organ yang kompak. Pankreas Pankreas terdiri dari dua bagian. Sedangkan ikan lv . Beberapa jenis ikan yang mendapatkan makanan dengan perantaraan rasa dan bau. intensitas cahaya dan suhu. Fungsi dari kantong empedu ini untuk menampung/menyimpan empdu (bilus) dan mencurahkannya ke dalam usus. Pankreas mensekresikan beberapa enzym yang berfungsi dalam proses pencernaan makanan. sentuhan dan sistem garis rusuk. letaknya pada hati bagian depan salurannya disebut ductus cysticus bermuara pada usus dekat venticulus. bila diperlukan.

Pada ikan-ikan predator terdapat lambung yang jelas dengan sekresi asam kuat dan ususnya relative lebih pendek dari pada ikan herbivore. dan Lepisosteus. Umumnya ikan-ikan yang memakan binatang-binatang makroskopik mempunyai adaptasi tertentu. Ketepatan menyumpit sasarannya ini merupakan hasil dari hasil perkembangan mata yang dapat digunakan untuk melihat udara di luar permukaan air. misalnya pada Esox. JENIS IKAN BERDASARKAN TIPE MAKANAN Lagler et al.yang mendapatkan makanan dengan perantaraan mata atau penglihatan cenderung lebih aktif pada waktu siang hari. penyaring makanan. Beberapa ikan predator melakukan perburuan dengan mengandalkan mata. pengisap makanan dan parasit.. Banyak predator seperti bluefish (Pomatomus sallatrix) dan ikan laut dalam aktif memburu mangsanya. pada ukuran panjang ikan yang sama. sedangkan yang lain seperti kerapu (Epinephelus) sering berdiam diri dan menunggu sampai ada seekor binatang lewat yang kemudian diserbu dan ditangkap. Sphyraenae. Mereka selama estivasi dalam lubang yang lembab dan berlumpur . Mereka biasanya mempunyai gigi pencengkram yang berkembang dengan baik. sentuhan dan mungkin pula mengandalkan saraf garis rusuk untuk menemukan tempat si mangsa. ikan-ikan nocturnal (misalnya. seperti yang terdapat pada ikan cucut (Elasmobranchii). grazer. Lophiidae dan Antennaridae mengembangkan jari-jari pertama sirip punggup menjadi semacam umpan untuk memancing perhatian si mangsa. Ikan Synbranchus dan Onchorhynchus menghentikan kegiatan mencari makan pada saat musim pemijahan. sedangkan cucut (Squaliformes). lvi . rasa. hanya menggunakan akumulasi lemak dalam tubuhnya. Ikan sumpit (Toxotes jaculator) sering menyumpit jatuh serangga yang sedang hinggap di tanaman air dengan “ air liurnya”. Sebagian besar ikan yang hidup pada daerah ”temperate” sangat aktif mencari makanan ketika perubahan kondisi lingkungan pada musim semi. Esox. (1977) membagi ikan secara garis besar berdasarkan cara makannya ke dalam golongan predator. Ictalurus) dan Muraenidae bertumpu kepada bau.

Lampreta tridentata mengisap cairan tubuh dari inangnya. Simenchelys parasiticus. mengisap material yang mengandung makanan ke dalam mulut dimana respon pengisapannya sangat bergantung pada rangsangan sentuhan bibir. Pada beberapa anggota family Cyprinidae memiliki cara makan yakni. Karnivora lvii . Biasanya ikan jantan relatif kecil. musim dan ketersediaan makanan. rapat dan dalam jumlah yang banyak. Prinsip adaptasi ikan penyaring makanan terletak pada pengembangan tapis insang yang memanjang. Jenis ikan dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok menurut jenis makanannya. begitu kecilnya sehingga lebih kecil dari pada sebuah gonad yang matang. Perbedaan golongan ikan menurut jenis makanannya ini berkaitan antara satu golongan dengan golongan lain. ikan nila Osteochilus hasseli). Penggolongan berdasarkan jenis makanannya yaitu : Herbivora Ikan golongan ini makanan utamanya berasal dari bahan-bahan nabati misalnya ikan tawes (Puntius javanucus). ikan bandeng (Chanos chanos). endapan dan lumpur sering ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi bersama-sama dengan jasad dasar pada saluran pencernaannya. walaupun harus juga diingat bahwa beberapa jenis pola makannya berubah sesuai dengan perubahan umur. namun pada beberapa kelompok seperti Siluridae. petromyzon marinus. Beberapa dari mereka mampu memisahkan antara makanan yang diinginkan dengan sedimen sebelum dia telan. Kelompok ikan yang menyaring makanan ditemukan banyak pada clupeoid (Dorosoma). Beberapa kelompok ikan yang bersifat parasit misalnya. Ikan dewasa mampu menyaring satu sampai dua gallon air per menit dengan tapis insangnya.Penyaringan organisme dari air merupakan cara makan yang paling umum dilakukan karena sasaran makanan yang dipilih berdasarkan ukuran dan bukan berdasarkan jenis. dan dalam waktu yang sama beberapa cc kumpulan plankton terutama diatom dan krustacea diperolehnya.

ikan kakap (Lates calcarifer). Pemakan plankton Ikan golongan ini sepanjang hidupnya selalu memakan plankton.). semakin besar ukuran sungai semakin besar pula jumlah dan keanekaragaman ikannya. ikan lele (Clarias batrachus). ikan cucut (Rhinodon typicus).Ikan golongan ini sumber makanan utamanya berasal dari bahan-bahan hewani misalnya ikan belut (Monopterus albus). Jenis bahan makanan dan ketersediannya juga menentukan ditribusi ikan-ikan diperairan. Umumnya ikan-ikan yang ada di alam termasuk ke dalam euriphagus ini. ikan dibedakan juga berdasarkan spesialisasi dari makanannya yaitu: a. dan proporsi biomassa ikan yang bergantung kepada tumbuhan air dan tumbuhan darat semakin meningkat. Omnivora Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari bahan-bahan nabati dan hewani. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. INDIKATOR PENILAIAN 1. ikan gurami (Ospronemus goramy). Euriphagus : ikan mengkonsumsi bermacam-macam atau campuran jenis makanan. baik fitoplankton atau zooplankton misalnya ikan terbang (Exocoetus volitans). tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. namun lebih menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang tersedia misalnya ikan mujair (Tilapia mossambica). Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lviii . Selain penggolongan ikan berdasarkan jenis makanannya. baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan misalnya ikan belanak (Mugil sp. Umumnya. Stenophagus : ikan mengkonsumsi makanan yang terbatas jenisnya c. Pemakan detritus Ikan golongan ini sumber makanannya berasal dari sisa-sisa hancuran bahan organik yang telah membusuk dalam air. Monophagus : ikan hanya mengkonsumsi satu jenis makanan b. ikan mas (Ciprinus carpio).

Ichthyologi. rongga mulut. CC. Bardach. John Wiley and Sons. pylorus. cech. Rahardjo. Fakultas Perikanan. John Wiley & Sons.S. Prentice Hall. S. 1988. Passino. Penguasaan materi dalam memaparkan. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).). Moyle. Readings in Ichthyology. 1974. serta penampilan (30%) BAB III. K.S. Fishes of the World.B. pharynx. Ichthyology.M. M. Prentice-Hall of India Private Limited. lambung. Love. Second edition. IPB Z. New Jersey.E. An Introduction to Ichthyology.bahasan (30%) 3. AA. serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh. Englewood Cliffs. 1980. Departemen Biologi Perairan. Alat-alat pencernaan makanan secara berturut-turut dari awal makanan masuk ke mulut dapat dikemukakan sebagai berikut: mulut.R. Alamsjah. cara menjawab/menanggapi. IPB lix . 1976. and G. usus dan anus DAFTAR PUSTAKA Y. Jr. New Delhi BB. 1979. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. R. P. Second edition.M. mekanismenya dan penyediaan bahan-bahan kimia.F. M. and J. Lagler. J. Miller and D. Fishes. esophagus. J. Cailliet (eds.J.F. Nelson. PENUTUP Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan.. New York. 1977. New York AA.R.

sistem otot dan sistem rangka pada dan sistem pencernaan pada ikan. D. darah dan organ-organ pembentuk darah lx . mahasiswa diharapkan dapat: 11. PENDAHULUAN A. Sistem peredaran darah ini disebut sistem peredaran darah tunggal. organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap.Darah . B. artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya.Jantung . Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah.MODUL VI JUDUL : SISTEM PEREDARAN DARAH BAB I.Organ pembentu darah C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Latar Belakang Seperti pada golongan vertebrata lainnya. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke lima yang membahas tentang sistem peredaran darah pada ikan. Ruang Lingkup Isi . Sistem peredaran darah. Menjelaskan tentang Jantung. jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup. kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem integumen. artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah.

Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga lxi . Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan. di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus.12. masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral. dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. PEMBAHASAN A. yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Kedua ruang tersebut ialah atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventricle yang berdidnding tebal. Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. hampir tidak mengandung jaringan otot. Menjelaskan tentang anatomi ikan yang dikaitkan dengan fungsi sistem peredaran darah. terletak anterior dari sinus venosus. Jantung pada ikan dibangunkan oleh dua ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang. Atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpung darah dari vena hepatika yang membawa darah dari vna kardial anterior dan posterior. JANTUNG Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. Darah venus dari seluruh tubuh. BAB II. juga masuk dari sinus venosus . Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah. yaitu: Sinus venosus Adalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis.

Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal. bercabang halus menjadi arteri branchialis afferent yang menuju ke tiap insang. Di dalam insang arteri in bercabang menjadi kapiler-kapiler halus yang berfungsi dalam pertukaran gas (mengambil O2 dan melepaskan Co2) keluar dari insang. Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii. sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik. yang menahan darah agar tidak kembali ke atrium. berfungsi menahan darah agar tidak kembali ke sinus venosus. tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Vena yang masuk ke jantung terdiri dari sepasang ductus cuvier. Sedang pada Dipnoi tida ada sama sekali. dan ikan gars Lepisosterus dan Polypterus terdapat enam baris. Arteri-arteri ini kemudian bersatu menjadi aorta dorsalis yang berjalan mengikuti tulang punggung dan bercabang-cabang ke seluruh tubuh dan untuk selanjutnya kembali lagi menuju jantung melalui pembuluh vena. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. kapiler-kapiler tersebut kembali menyatu menjadi arteri branchialis afferent.ventrikel. menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Pada elasmibranhi dan osteichthye. Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot. tetapi pada ikan bowfn Amia calva dan mrigal Chirrinus mrigala ada empat baris. supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium. Antara sinus venosus dan atrium terdapat katup sinuatrial. Perjalanan dari bulbus keluar arteri ventralius menuju ke depan. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular. di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. conus arteriosus berkembang denga baik. antara atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikular. yang berasal dari jaringan endikardial dan miokardial/ otot jantung. lxii . terdapat dua baris katup atriventrakular.

1. Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung. 2. namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau pompa piston tunggal (Gambar 1 dan 2). jantung ikan terdiri atas empat bagian. vena dan kapiler. dan cairan. tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale. Diagram penampang melintang jantung ikan teleostei dan elasmobranchii. lxiii . Bagan jantung ikan B. SALURAN DARAH Ada tiga bentuk saluran darah yaitu arteri. Akibat adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi aliran darah. Tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri dan.Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis yang terdiri atas sebuah pompa. Meskipun. pipa. katup. maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan.

ceruloplasmin (pengikat Cu). DARAH Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah. Struktur vena sama halnya dengan arteri. tidak hanya mempertahankan tekanan darah dalam sistem vena. umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin. darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh. lxiv . lipoprotein (pembawa lemak). tetapi juga untuk memompakan darah dari dinding ke jantung. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid). namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima). sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik). Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi.Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. kapiler kontinyu. Di luar pembuluh darah . Dinding vena umumnya berkontraksi secara aktif. mineral terlarut. Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Ada tiga macam kapiler darah yaitu. globulin (pengikat heme). Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh. dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik). fibrinogen (bahan pembeku darah).

vena cardinal.. aorta dorsalis. arteri branchialis afferent. Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. Diagram peredaran darah ikan teleostei (Adam and Eddy. 2. 9. Darah. 3. arteri caudalis.atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan.12. Pada Squalus acanthius volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya.. 5. 3. mengantarkan bahan pertumbuhan. 16. vena jugularis. juga menjaga masuknya bahan penyakit. arteri carotid. 14. ginjal. 17. hati.5 – 3% dari bobot tubuhnya. usus. 19. vena hepatica. 15. 4. arteri renalis. lxv . arteri branchialis afferent. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah. 7. Jumlah organ yang membuat darah pada ikan lebih banyak jumlahya bila dibanding dengan mamalia. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi. kepala. di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. 11. insang. 20. ventricle. 8. seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan.??? . 6. Selain dari itu. Bagan peredaran darah dalam tubuh ikan tertera pada gambar 3. dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. 10. memperbaiki bahan jaringan yang rusak.. 13. aorta ventralis.. atrium. Ket: 1. vena portae hepatica. vena renalis. vena portae renalis. 21. 1951) Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1. 18.

spleen. lxvi . dan masingmasing cabang ini pecah menjadi kapiler darah.Ikan pada umumnya. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior. Leucocyte dan Thrombocyte. 4). Ketiga macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. yaitu Erythrocyte. Sistem peredaran vena pada ikan teleostei (Lagler. membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. 1977) C. kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Di dalam ginjal vena portae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes. SEL-SEL DARAH Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. Setelah hewan dewasa. 4. Vena yang pertama. Pembentukan sel-sel tersebut pada hawan muda terjadi di dalam kantung yolk. Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang berbeda (Gambar 5). et al. juga terdapat ion-ion inorganik dan organik untuk fungsi metabolik. vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior dan posterior (Gambar. sumsung tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel darah merah. kemudian dalam hati. Sel sel darah terdapat dalam plasma yang terdiri dari tiga macam. sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen. dan lymfa.

sebagaimana vertebrata lain. tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah. acidophil (eosinophil) dan basophil.000 dalam tiap mm3 darah. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase.000 – 3. Leucocyte (sel darah putih) Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula) yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung butir-butir disebut agranulacyte. granulocyte terdiri dari neutrophil. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat kejenuhan 95%. Pengangkutan oksigen sebagai fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. eosinophil dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel. lxvii . Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri dari lympocyte. Leucocyte pada ikan tidak berwarna.000 – 150. limphocyte. yaitu granulocyte.000. monocyte dan thrombocyte (Gambar. dan monocyte. 5) Thrombocyte Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte. leucocyte hanya berumur pendek. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah. tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron.Erythrocyte (sel darah merah) Ikan. berjumlah antara 20. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil. memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Berdasarkan penyerapan warna.000. dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja. Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. Di luar pembuluh darah. kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi bergantung pada stadia hidup.

terutama kepala ginjal. sedangkan pada ikan Squalus. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan limphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi dan Dipnoi. ORGAN PEMBENTUK DARAH Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah. Pada stadia embrio. bentuk maupun ukurannya. Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid. Pada Lamprey dan kebanyakan Teleostei. Sel-sel darah pada ikan D. thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak. ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya. Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan sel-sel darah putih. Pulva (berwarna putih) dan medula. Pada esophagus ikan hiu.5. pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah). semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa usus alat pencernaan makanan. saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah. Pada ikan pari. Pada Cyclostomata. limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkan sel-sel darah merah. memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. lxviii . limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung.

INDIKATOR PENILAIAN 1. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri, tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Penguasaan materi dalam memaparkan, cara menjawab/menanggapi, serta penampilan (30%)

BAB III. PENUTUP Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya, darh dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil. Selain itu, sebagian darah dari insang kadang langsung kembali ke jantung. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. DAFTAR PUSTAKA BB. Alamsjah, S. 1974. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB FF. Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York GG. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi HH. Moyle, P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. II. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York. GG. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

lxix

MODUL VII
JUDUL : SISTEM UROGENITALIA
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system, yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi. Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan ginjal dan salurannya. Sistem genitalia disebut juga sistem reproduksi yang fungsinya untuk berkembang biak. Organ utama sistem ini adalah gonade (kelenjar kelamin) sepasang terletak antara usus dan gelembung renang. Kelenjar kelamin betina disebut ovarium sedangkan

kelenjar kelamin jantan disebut testis (lebih jelas dibahas pada bab Sistem Reproduksi).

B. Ruang Lingkup Isi - Ginjal - Osmoregulasi - Gonad

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke tujuh yang membahas tentang sistem urogenitalia pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 13. Menjelaskan tentang sistem sekresi pada ikan 14. Menjelaskan tentang sistem pada gonad 15. Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan osmoregulasi

lxx

BAB II. PEMBAHASAN A. EKSRESI Hewan bertulang belakang membuang beberapa sisa hasil metaboliknya melalui saluran pencernaan dan kulitnya, tetapi sebagian besar dibuang melalui ginjal. Ginjal berjumlah sepasang, berbentuk ramping dan memanjang dengan warna merah tua, terletak di bagian atas rongga perut di bawah tulang punggung. Hasil

buangan berupa urine yang dihasilkan oleh ginjal dialirkan melalui sepasang ureter (ductus mesonephridicus) yang berjalan dipinggiran rongga badan sebelah dorsal menuju ke belakang. Ureter kiri dan kanan bertemu di belakang menjadi kantong urine (vesica urinaria) dan dari organ ini urine dikeluarkan melalui urethrea yang pedek dan bermuara pada porus urogenital. Ginjal ini ini memiliki dua tipe anatomik dasar, yaitu pronephros dan mesonephros (gbr. 1.). Pronephros pada sebagian besar ikan terletak di depan

mesonephros yang memiliki struktur sangat sederhana dan hanya berfungsi pada awal kehidupan, yang kemudian fungsinya akan digantikan oleh mesonephros ketika menjadi dewasa. Mesonephros mempunyai susunan yang lebih rumit, yang terdiri dari unit-unit yang disebut nephron. Nephron ini terdiri dari badan Malphigi (renal corpuscle) dan tubuli ginjal. Badan malphigi terdiri dari glomerulus (kumparan kapiler-kapiler darah) dan kapsul Bowman (semacam mangkuk yang terdiri dari dua dinding, tempat glomerulus) (gbr 2)

lxxi

srnr. Organ yang berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal.Gambar 1. Diagram hubungan struktural tipe ginjal pada ikan Gambar 2. ia harus mengatur keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya agar tidak kekurangan atau kelebihan air. Pada semua ikan yang hidup di air tawar lxxii . OSMOREGULASI Hal yang menarik dan harus dihadapi oleh ikan dalam menyesuaikan hidupnya terhadap lingkungan adalah pengaturan keseimbangan antara air dan garam dalam jaringan tubuhnya.edu/) B. Ikan Air Tawar Tekanan osmotik pada cairan tubuh ikan tergantung pada jumlah mineral dan bahan organik yang terkandung di dalamnya. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. membran mulut dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi.arizona. Oleh karena itu dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup. kulit. Diagram badan Malphigi (http://bill. Insang.

memiliki cairan tubuh yang tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) dari pada lingkungannya. Keadaan ini menyebabkan air cenderung masuk ke dalam tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiabel. Bila hal ini tidak

terkendalikan atau terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan normal. Sisik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan membantu dalam mencegah difusi. Namun, Insang menyediakan suatu permukaan yang luas bagi difusi air, dengan demikian tidak ada cara yang sempurna untuk dapat menahan air sehingga air haruslah dikeluarkan dari tubuh dengan berbagai cara. Untuk ikan bertulang sejati, jelaslah bahwa sebagian besar air yang terabsorbsi masuk melalui insang. Ginjal akan

memompa ke luar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Glomerulus sebagai penyaring mempunyai jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Dara dari aorta dorsalis menuju ginjal melalui arteri renalis,

dimana ia akan melalui pembuluh kapiler glomerulus dan kemudian melalui kapiler sekeliling tubuli ginjal sebelum meninggalkan lewat vena renalis. Darah dari vena renal portal bergabung dengan jaringan kapiler yang mengelilingi tubuli ginjal. Glomerulus merupakan filter yang meloloskan plasma darah yang mengandung bahan tersebut melewati ruang yang terletak diantara dinding-dinding kapsul Bouwman dan kemudian menuju tubuli ginjal. Sel darah dan molekul besar seperti protein tidak dapat melewati penyaring. Ketika cairan dari badan Malphigi memasuki dan melewati tubuli ginjal, beberapa substansi diserap pada bagian-bagian tertentu. Glukosa diserap kembali pada tubuli proksimalis, dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distalis. Dinding di tubuli ginjal tersebut bersifat impermiable terhadap air. Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen seperti asam urikat, kreatin, kreatinin, dan amonia. Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air

yang melimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam cukup berarti. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini diimbangi oleh garam-garam yang terdapat pada makanan, dan perserapan yang aktif melalui insang (gbr. 11.3).

lxxiii

Pada golongan ikan Teleostei terdapat kantung air seni yang dindingnya impermiabel terhadap air untuk menampung air seni. Di tempat ini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Air tubuh ikan Teleostei tawar menyusun kira-kira 70-75 persen bobot tubuh. Sedangkan air dikeluarkan sebagian besar lewat ginjal. Air seni yang dikeluarkan

bervariasi dengan spesies, suhu dan lain-lain, tetapi banyak penelitian menunjukkan antara 50-150 ml/kg/hari.

Ikan Air Laut Pada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang serta kemasukan garam-garam. Beberapa spesies kehilangan 30 – 60 persen air yang

terambil pada proses osmose. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ``minum`` air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan. Akibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini. Untuk itu kelebihan garam harus dihilangkan. Proses tersebut digambarkan pada gambar 11.3. Banyaknya air minum bervariasi dengan spesies dan salinitas. Semakin tinggi salinitas, maka semakin cepat laju minum. Ikan laut umumnya meminum 7 – 35 persen bobot tubuhnya per hari. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk menahan

air, maka volume air seni tereduksi sangat besar dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal tampaknya mampu berfungsi sebagai penahan air, seperti pada family Cottidae, filtrat glomerular mempunyai volume lima kali volume air seni yang akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Jumlah glomerulus pada ikan air tawar lebih sedikit dan

bentuknya lebih kecil bahkan pada beberapa spesies ikan, tidak memiliki glomerulus, misalnya pada family Sygnathidae, Tetradonthidae, dan Scorpaenidae. Lebih 90 persen hasil buangan nitrogen dieliminir melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung kreatin, kreatinin, beberapa senyawa nitrogen yang belum diidentifikasi dan trimetilamin oksida (TMAO).

lxxiv

Gambar 3. dan air laut.

Proses pengeluaran dan penyerapan ion dan air dalam tubuh ikan air tawar

Ikan Elasmobranchii Tekanan osmotik pada golongan ikan Elasmobranchii seperti cucut dan pari umumnya lebih besar daripada lingkungannya. Namun tekanan osmotik cairan tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan trimetilamin oksida (TMAO) dalam tubuh. Golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi yang terutama lewat insang karena cairan tubuhnya yang bersifat hipersomatik terhadap lingkungannya. Kelebihan air yang diterima dikeluarkan melalui urin untuk mempertahankan tekanan osmotik cairan tubuhnya. Urea sebagai hasil akhir metabolisme nitrogen yang dihasilkan di hati disekresikan dalam jumlah yang relatif kecil melalui urin. Hasil buangan nitrogen lainnya diserap kembali pada tubuli ginjal. Penyerapan kembali terhadap urea dan

TMAO dapat dilihat sebagai upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuh yang relatif impermiabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Banyak jenis ikan yang menetas di perairan tawar seperti sungai kemudian berpindah menuju ke laut dan tinggal untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke perairan tawar setelah dewasa untuk memijah. Kelompok ikan ini disebut kelompok ikan anadromus. Sebaliknya pada ikan kelompok katadromus yang menetas di laut akan bergerak ke perairan tawar untuk untuk makan dan tumbuh, serta kemudian kembali ke

lxxv

Fungsinya untuk membuang bahan-bahan yang tidak diperlukan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh keluar dari tubuh sebagai larutan dalam air dengan perantaraan lxxvi . Di daerah tropis banyak ikan laut yang bergerak ke daerah estuaria. serta penampilan (30%) BAB III. yaitu system urinaria (systema uropoetica) dan genitalia (sytema genitalia). Sistem urinaria biasa disebut sistem ekskresi.perairan laut setelah dewasa untuk memijah. Kondisi tersebut mengharuskan ikan tiga kelompok ini memiliki kemampuan mekanisme osmoregulasi yang kecepatannya bergantung kepada kecepatan perubahan habitat. cara menjawab/menanggapi. PENUTUP Sistem urogenital dibangunkan oleh dua system. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. INDIKATOR PENILAIAN 1. Hormon juga bisa mempengaruhi ekskresi ginjal dengan cara tertentu pada saat tubuli ginjal untuk mengubah permeabilitas dan laju penyerapan kembali terhadap substantsi tertentu. Hormon dapat mempengaruhi ginjal dengan penaikan atau penurunan tekanan darah yang mengubah laju penyaringan ke dalam kapsul Bowman. terdapat banyak spesies ikan lain yang mampu dan mempunyai toleransi besar terhadap perubahan salinitas sehingga mampu bergerak secara leluasa di antara perairan air tawar dan laut. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Penguasaan materi dalam memaparkan. yang berarti pula mengubah jumlah cairan sekresi. Volume air seni yang dikeluarkan dan keseimbangan garam pada ikan oleh sekresi kelenjar endokrin (hormon). Ikan diadromus umumnya melakukan perubahan progresif yang dapat mengubah penampilan fisiologis tergantung pada tahap hidupnya. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Selain kedua kelompok tersebut. harus mampu mengubah secara mendadak dari menyimpan air menjadi mengeluarkan sebanyak mungkin air melalui ginjal dan harus mengubah dari mengekskresi garam yang lebih menjadi menyimpan.

1980. Fishes of the World.. Second edition.S. cech. Second edition. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. M. 1979. Prentice Hall. 1988. DAFTAR PUSTAKA HH. Jr. Alamsjah. OO.E.M. IPB LL.M.).R.F. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Readings in Ichthyology. Englewood Cliffs. Ichthyologi. and J. Ichthyology. S. Miller and D. J. 1974. M.J. Pengaturan tersebut disebut dengan Omoregulasi. Nelson. 1977. R.B. Rahardjo. Prentice-Hall of India Private Limited. John Wiley and Sons. Pengaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan normal. An Introduction to Ichthyology. New York MM. Passino. P.Lagler. Cailliet (eds. New Jersey. and G. Departemen Biologi Perairan. Moyle. New Delhi NN. J. New York. Fishes.ginjal dan salurannya. MM. IPB lxxvii . 1976. K. Fakultas Perikanan.R. John Wiley & Sons. Bardach.F.S. Love.

MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. PENDAHULUAN A. mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. mahasiswa diharapkan dapat: 16. B. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan lxxviii . Ruang Lingkup Isi . D. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). dibantu oleh organ indra sebagai reseptor.Syaraf Cranial . menerima stimulus dari luar dan meresponnya.Organ sensorik C. sistem urogenital pada ikan.Otak . Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan.Syaraf spinal . dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. dan otak. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. medulla spinalis.

Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut BAB II. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. PEMBAHASAN A. Ikan yang bersifat fototaksis positif. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. metencephalon dan myelencephalon. diencephalon.17. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Pada Cyclostomata. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. mesencephalon. tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas lxxix . Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya.

Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. menerima serabut aferent dari retina. Pada mesencephalon terdapat bagian fungsi utama yaitu mengatur memiliki kesetimbangan tubuh dalam air. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior).diencephalon. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. menonjol yang disebut Cerebellum. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala. dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan. medulla oblongata membesar. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. B. yang berhubungan dengan otak depan. mugil cephalus dan Trachiurus. dan serabut-serabut saraf terbesar yang lxxx .

Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. IX. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. TE. Spinal cord merupakan suatu tabung. Tectum mesencephali.2). C. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan lxxxi . PLLN. fungsinya membawa impuls bau-bauan. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. I. Rhombocephalon. D. Cerebellum. V. Posterior lateral line nerve. VIIIp. VI. Posterior ramus). Glossopharyngeal nerve. KET. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. Facial nerve. Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. optic nerve. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. ALLN.T. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12.X vagal nerve. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Trigeminal nerve. inferior rectus dan internal rectus. trochlear nerve. Telencephalon. Topografi secara umum otak ikan C. III. R. VII. oculamotor nerve.mengelilingi ’’olfactory bulb”. inferior oblique. Abducens nerve. olfactory nerve. Anterior lateral line nerve. 1-6. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. Diencephalon. II. Gambar 1.

dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. dan tanduk venral berisikan inti saraf motor..3). (Gambar 12. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic. Serabut-serabut saraf ini dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. 1977) lxxxii . yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). Gambar 2. Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian.

organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. menerima impuls dari medium sekitarnya. lensa. tumbuh menjadi retina. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. dan kanalis semikularis. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. sedangkan yang sebelah luarnya tetap lxxxiii . jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. tekanan atau gesekan. terdiri dari ruang depan. sendi. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. membatasi rongga cawan. iris. urat. Mata peka terhadap cahaya. SISTEM INDERA Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. Berdasarkan sumber stimulus. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan Dinding sebelah dalam yang invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic.D. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. seperti rabaan. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang.

Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Unsur .tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. dan terbuka pada lubang pupil. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok lxxxiv . Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. 1971). Gambar 3.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam.

Readings in Ichthyology. Fishes. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan.. IPB lxxxv . Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. John Wiley and Sons. DAFTAR PUSTAKA NN. J. Love. Ichthyology. New York. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. cara menjawab/menanggapi. Lagler.E. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya.B.R. Passino.). An Introduction to Ichthyology. 1980. 1974. Second edition. 1976. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh.R. Alamsjah. Prentice Hall. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi.S. K.J. Fishes of the World.F. Second edition. S.M. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. John Wiley & Sons. New York SS. R. New Delhi TT. Rahardjo. IPB RR. Penguasaan materi dalam memaparkan. UU. Prentice-Hall of India Private Limited. 1977. M. Cailliet (eds. 1988.M. Nelson. M. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. J. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. P. Englewood Cliffs.S. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. New Jersey.Moyle.bahasan (30%) 3. serta penampilan (30%) BAB III. Jr. Miller and D. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. Ichthyologi. and J. cech. SS. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi.F. 1979. and G. Bardach. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I).

Kelenjar Thyroid . PENDAHULUAN A. atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organisme. lxxxvi .MODUL IX JUDUL : SISTEM HORMON BAB I. sistem urogenital dan sistem saraf pada ikan. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi.Kelenjar Pituiatary .Sistem neurosecretory caudal C.Kelnjar Ultimobranchia . Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. B. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon yang mempunyai peranan penting dalam proses fisiologis dan metabolisme. Namun. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem hormon pada ikan. Proses tersebut merupakan kegiatan fungsional berbagai sel. jaringan dan alat-alat tubuh yag bekerja secara terkordinir dan dalam keseimbangan yang serasi. Latar Belakang Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar.Badan stanius dan pineal . Ruang Lingkup Isi . Hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya.

berasal dari hypothalamus di dalam otak. Pertumbuhan dari hypophysa. mahasiswa diharapkan dapat: 18. Pars intermedia kehadirannya bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin juga dalam melanogenesis. merupakan bagian yang terbesar. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. berasal dari dua macam organ. Neurohypophyse memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar. Hormonhormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan (penting dalam lxxxvii . yaitu: pars distalis atau lobes anterior. Neurosekresi dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan oleh neurohypofise.D. Menjelaskan tentang sistem hormon dan fungsinya pada ikan 19. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse. Suatu tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum. KELENJAR PITUITARY Kelenjar ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan reproduksi. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian. terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum). Kelenjar ini walaupun kecil. hilang setelah pertumbuhannya selesai. kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke) yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Menjelaskan letak beberapa kelenjar hormon pada ikan 20. Menjelaskan hubungan sistem saraf dengan sistem hormon pada ikan BAB II. yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. Pada stadia embrionik. Fungsi dari bagian hypophysa ini mengeluarkan Hubungannya dengan rongga mulut akan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran darah. PEMBAHASAN A. disebut kantong hypophyse atau kantung Rathke. lebih konstan dan aktif dari yang lain.

KELENJAR THYROID Semua vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. arteri branchialis affarent. jantung. Ia juga telah diketahui mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi. C. yang homolog dengan parathyroid telah ditemukan. Hormon thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi lainnya yang belum diketahui. Strukturnya sama dengan gonad dalam hal Jaringan produksi hormonnya yang mengandung steroid. gonadothropyn dan thyrotropyn. namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi laju konsumsi oksigen. limp. jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. B. Ini berarti kantong-kantong farings mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. JARINGAN INTERRENAL (ADRENAL CORTEX) Pada ikan Osteichthyes. Pada Elasmobranchii dan beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri yang dikelilingi oleh jaringan pengikat. lxxxviii . Hormon parathyroid adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium. hormon pertumbuhan. Sebagian besar ikan bertulang sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif menyebar di dekat aorta ventral. dan mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. insang. carticothropyn (ACTH). dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah. kepala ginjal. (hildenbran. 1974). Kelenjar pituitary sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya. Jaringan kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan. dan asal-usul embriologinya. otak atau mata. KELENJAR PARATHYROID Bagian sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong farings ketiga dan keempat. membantu pengendapan guanin dalam kulit.pengaturan Na ikan air tawar). D. Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika hormon ini tidak ada. namum fungsinya belum diketahui pasti.

dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks adrenal. serta merintangi otot polos. dan semuanya menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. keduanya sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio. Pada Elasmobranchia. seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian belakang ginjal. terletak di depan jaringan interrenal. Jaringan interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di sepanjang vena cardinalis. Jaringan ini mensekresikan adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar. Jaringan interrenal pada Cyclostomata. dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Distribusi jaringan khromaffin di dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ interrena. insang dan saluran gastrointestinal. Sel-sel chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel interrenal. Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic. Khromaffin dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf otonom. E. tersebar sepanjang vena cardinalis posterior dan vena lainnya. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla. JARINGAN CHROMAFFIN (SUPRARENAL) Jaringan ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata.korteksnya merupakan derivat dari mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang genital. lxxxix . yang mana hormon ini sangat erat hubungannya. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf simpathetic dan aorta dorsalis. tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau pada kepala ginjal. konsentrasi melanin dalam melanophora.

Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin. dan tingkah laku seksual dan pemijahan. Pada ikan bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus venosus. gonad merupakan kelenjar endokrin. dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi lainnya. KELENJAR ULTIMOBRANCHIAL Kelenjar ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. dan corpusculus stanus terletak pada bagian posterior dari ginjal Teleostei. GONAD Dari struktur dan pertumbuhannya. organ kopulasi. usus kecil. Sel-sel interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara keseluruhan dinamakan Androgen. H. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem genital betina. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah pharynx. yang berperan dalam metabolisme kalsium. pembuatan sarang. hal ini sangat penting dalam pemijahan. G. PULAU-PULAU LANGERHANS Pada ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca. Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid. Semua hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan hypophyse. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang kantong farings yang paling belakang.F. Jaringan ini menghasilkan insulin yang berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan glukosa menjadi glycogen. dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan lemak. limpa dan empedu. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan diferensiasi. dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan. BADAN PINEAL xc . dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder. I. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal.

J. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. serta penampilan (30%) BAB III. dalam hal mengatur tekanan osmose di dalam tubuh. Kerja hormon menyerupai kerja saraf. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin yang mengumpulkan melanin. misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi. dan hormon xci . Namun. pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada medulla spinalisnya. Pembengkakan ini diperkirakan neurohypophyse dan mempunyai fungsi endokrin. atau derivat dari asam-asam amino. Ikan terutama Teleostei. INDIKATOR PENILAIAN 1. BADAN STANIUS Kelenjar ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi). Bila jaringan ini dihilangkan maka akan membawa perubahan dalam pertumbuhan. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. PENUTUP Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Secara histologis. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein. pembengkakan ini mempunyai kesamaan dengan dinamakan urohypophysa. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. peptida. Namun. kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Penguasaan materi dalam memaparkan. cara menjawab/menanggapi. ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi.Organ pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan fotoreseptor.

S.R. IPB xcii . 1980. 1979. Fishes. DAFTAR PUSTAKA TT.yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad. John Wiley and Sons.). 1974. Prentice Hall. Miller and D. Passino. Rahardjo.J. Lagler. New York YY. J. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Prentice-Hall of India Private Limited. An Introduction to Ichthyology.B. YY. New York. AAA. 1977.E. New Delhi ZZ. 1976. New Jersey. Readings in Ichthyology. cech. M. Englewood Cliffs. Fishes of the World. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). P.. J. 1988.R. IPB XX.Alamsjah. Nelson.Moyle. K. S. John Wiley & Sons. and G.M. Departemen Biologi Perairan. Ichthyology.M. Cailliet (eds.F.F. Bardach. Love. and J. Second edition. Jr. M. korteks ardenal) berupa steroid. Ichthyologi.S. R. Second edition. Fakultas Perikanan.

Strategi repoduksi C. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. 1983).Ovarium . Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall.Sifat seksual primer dan sekunder ikan . sistem urogenital dan sistem saraf dan sistem hormon pada ikan. B. PENDAHULUAN A. D. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke sembilan yang membahas tentang kerja sistem reproduksi pada ikan. Menjelaskan perbedaan anatomi organ reproduksi jantan dan betina pada ikan xciii . Latar Belakang Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya.MODUL X JUDUL : SISTEM REPRODUKSI BAB I.Seksualitas Ikan . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Ruang Lingkup Isi . mahasiswa diharapkan dapat: 21.Testes .

dan c) tipe asinkronisasi dimana ovarium terdiri dari berbagai tingkat stadia oosit. Menjelaskan strategi reproduksi pada ikan BAB II.22. bagian belakang oviduct mmbesar menjadi suatu uterus temapt penyimpanan anak ikan selama perkembangan embrioniknya. Pada chondrichtyes yang ovipar. Pada ovarium terdapat oosit pada berbagai stadia tergantung pada tipe reproduksinya (Nagahama dalam Hoar. b) tipe sinkronisasi kelompok dengan dua stadia. oviduct menuju cloaca dan keluar melalui lubang genital. sedangkan pada ovivipar dan vivipar. Keadaan yang demikian ditemukan pada ikan dipnoi. Faktor eksternal meliputi curah hujan. Mereka tergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan mesovaria. Tipe ini biasanya terdapat pada spesies ikan yang memijah hanya sekali dalam setahun. Acipenceriformes dan bowfin. Ovarium terdiri dari oogonia dan jaringan penunjang atau stroma. bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shellgland). Pada umumnya ikan-ikan di perairan alami akan memijah pada awal musim hujan atau pada akhir xciv . 1983). ovarium bisa mencapai 70 % dari berat tubuhnya. OVARIUM Pada kelompok Teleost terdapat sepasang ovarium yang memanjang dan kompak. Ukuran dan perkembangannya pada rongga tubuh bervariasi dengan tingkat kematangannya. Pada keadaan matang . sinar matahari. PEMBAHASAN A. Pada chondrichtyes. Sebagian besar pada waktu masih muda warna keputih-putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada saat matang. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada spesies ikan terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. tumbuhan dan adanya ikan jantan. yaitu oosit besar yang matang. Menurut Harder (1975) tipe reproduksi dibagi menjadi a) tipe sinkronisasi total dimana oosit berkembang pada stadia yang sama. oviduct (Mullerian duct) dengan corong masuk (ostium Telur melewati tubes abdominalis) di ujung terletak di bagian depan rongga tubuh. Menjelaskan dapat menjelaskan seksualitas pada ikan 23. di bawah atau di samping gelembung renang (jika ada. di samping itu ada oosit yang sangat kecil tanpa kuning telur. suhu.

Hormon Gonadotropic ini melalui aliran darah akan menuju ke gonad. xcv . Ukuran dan warna gonad bervariasi tergantung pada tingkat kematangannya dengan berat bisa mencapai 12% atau lebih dari bobot tubuhnya.musim hujan. seringkali gonad yang satu lebih besar dari pada yang lainnya. Faktor internal meliputi kondisi tubuh dan adanya hormone reproduksi (Redding & Reynaldo. 1993). 1995) Faktor lingkungan merupakan stimuli yang dapat ditangkap oleh alat indera ikan seperti kulit. vasa defferentia. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). kemudian akan merangsang pertumbuhan gonad yang selain mendorong pertumbuhan oosit juga untuk memproduksi hormone steroid yang merupakan mediator langsung untuk pemijahan. Pada chodrichtyhes. Lamprey dan Hagfishes mempunyai testes tunggal. Sebaliknya bilamana salah satu atau kedua hormon. karena pada saat itu akan terjadi suatu perubahan lingkungan atau kondisi perairan yang dapat merangsang ikan-ikan untuk berpijah. Adapun faktor internal yaitu tersedianya hormon steroid dan gonadotropin baik dalam bentuk hormon Gonadotropin I (GtH I) dan Gonadotropin II (GtH II) dalam jumlah yang cukup dalam tubuh untuk memacu kematangan gonad diikuti ovulasi serta pemijahan. mesorchium. TESTES Testes (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya longitudinal. pada umumnya berpasangan. Testes ini bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantaraan samping gelembung gas (jika ada). ujung saraf akan diteruskan ke hipotalamus untuk mengeluarkan Gonadotropic releasing Hormon (GnRH) yang dapat merangsang kelenjar hipofisa anterior untuk memproduksi hormone Gonadotropic (GtH). di bawah atau di Mereka tersusun dari folikel-folikel tempat spermatozoa berkembang. epididymis. Informasi berasal dari lingkungan sampai di otak melalui Selanjutnya melalui ujung- reseptor yang terdapat pada masing-masing organ sensori. spermatozoa yang berasal dari testes terlebih dahulu melewati vasa efferentia. Kebanyakan testes berwarna putih kekuningan dan halus. tersebut tidak mencukupi dalam tubuh maka perkembangan oosit dalam ovarium terganggu bahkan akan berhenti dan mengalami atresia (Pitcher. B. mata dan hidung.

Jika sperma diletakkan pada air. metamorfose spermatid sering dinamakan ``spermatogenesis``.seminal vesicle. dan urogenital papilla pada Chondrichthyes. setiap ikan jantan menghasilkan banyak sekali spermatozoa yang ukurannya begitu kecil sehingga dalam satu tetes mani bisa ditemukan lebih kurang satu juta spermatozoa. 1969). Spermatozoa ditambah sekresi dari saluran sperma membentuk air mani (milt) yang dikeluarkan pada waktu memijah. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid. tetapi juga berbeda dalam bentuknya. secara umum mereka hidup lebih lama pada suhu yang rendah dari pada suhu tinggi. Pada sisi seminal vesicle dan atau kantung sperma hanya terdapat pada beberapa ikan. bukan saja berbeda dalam hereditasnya. Untuk menjamin terjadinya fertilisasi. Pembentukan spermatozoa dari spermatid di dalam testes disebut spermatogenesis. (Hoar. Jangka waktu hidup spermatozoa bergantung kepada spesies dan kepada substrat tempat mereka diletakkan. Spermatozoa yang dihasilkan oleh jenis Proses ikan yang berbeda. maka jangka waktunya lebih pendek dari pada bila terletak dalam tubuh hewan betina. yang mengadakan metamorfose menjadi gamet yang ``motile`` (dapat bergerak) dan punya potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. Alat reproduksi jantan dan betina pada ikan xcvi . kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Spermatozoa yang tidak aktif dan tidak bergerak sampai sekresi sperma berjumpa dengan sel telur dalam fertilisasi. urogenital sinus. Kemungkinan hidup sel sperma juga dipengaruhi oleh suhu. Proses ini meliputi poliferasi spermatogenia melalui pembelahan mitosis yang berulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer.

Ketika ikan masih muda xcvii . dapat pula berlaku sebagai betina dengan mengeluarkan telur yang akan dibuahi sperma dari individu lain. Ikan hermaprodit jenis ini ada yang dapat mengadakan pembuahan sendiri dengan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian dibuahi oleh sperma dari individu yang sama. b. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. meskipun ada beberapa spesies yang bersifat hemaprodit sinkroni. protogini. Contoh ikan hermaprodit sinkroni yaitu ikan-ikan dari Famili Serranidae.C. Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu normal. ada juga yang tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis hermaproditismenya. Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. Ikan yan di dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. penentuan seksualitas ikan di suatu perairan harus berhatihati karena secara keseluruhan terdapat bermacam-macam seksualitas ikan mulai dari hermaprodit sinkroni. a. Namun. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. protandri. ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang berfungsi pada suatu saat. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. hingga gonokorisme yang berdiferensiasi maupun yang tidak berdiferensiasi. Hermaproditisme Ikan hermaprodit mempunyai baik jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam beberapa famili ikan. Pada umumnya. Ikan ini dalam satu kali pemijahan dapat berlaku sebagai jantan dengan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur dari ikan yang lain. Hermaprodit protandri. sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Hermaprodit sinkroni/simultaneous.

Proses suksesi kelamin xcviii . Sargus annularis. kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi.gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. c. sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya. yang sebenarnya spesies ikan itu sama. misalnya Halichieres sp. Lates calcarifer (ikan kakap). Contoh ikan-ikan yang termasuk dalam golongan ini antara lain Sparus auratus. tetapi jaringan testis mengisi sebagian besar gonad pada bagian lateroventral. Urutan daur hidupnya yaitu : masa juvenile yang hermaprodit. Salah satu spesies ikan di Indonesia yang sudah dikenal termasuk ke dalam golongan hermaprodit protogini ialah ikan belut sawah (Monopterus albus) dan ikan kerapu Lumpur (Epinephelus tauvina). jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. masa betina yang berfungsi. terdapat dua macam jantan yang berbeda. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks. Setelah jaringan testisnya berfungsi dan dapat mengeluarkan sperma. Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama. Hermaprodit protogini. Proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. Merupakan keadaan yang sebaliknya dengan hermaprodit protandri. testis sudah tereduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad diisi oleh jaringan ovarium yang berfungsi. Pada ikan yang sudah tua. Pada ikan-ikan yang termasuk ke dalam Famili Labridae. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan. sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya. terjadi masa transisi yaitu ovariumnya membesar dan testis mengkerut. masa intersek dan masa terakhir masa jantan yang berfungsi. Ikan ini memulai siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina. Misalnya pada ikan Larbus ossifagus ada dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. sehingga ikan berubah menjadi fase betina.

sehingga tidak terdapat spesies yang interseks. adanya semacam jerawat di atas kepalanya pada waktu musim pemijahan. pada ikan terdapat juga gonokhorime. Gonad tersebut kemudian berkembang menjadi semacam ovarium. Pada dasarnya sifat seksual sekunder dapat dibagi menjadi dua yaitu : a) Sifat seksual sekunder yang bersifat sementara. Ikan gonokhorisme yang “berdiferensiasi” sejak dari mudanya sudah ada perbedaan antara jantan dan betina yang sifatnya tetap sejak dari kecil sampai dewasa. maka ikan itu bersifat seksual dikromatisme. D. Gonokhoris yang demikian dinamakan gonokhoris yang “tidak berdiferensiasi:. hanya muncul pada waktu musim pemijahan saja. Gonokhorisme Selain hermaproditisme. yaitu alat yang dipakai untuk menyalurkan telur ke bivalvia. SIFAT SEKSUAL PRIMER DAN SEKUNDER Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Misalnya “ovipositor”. xcix . maka spesies itu bersifat seksual dimorfisme. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. yaitu keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi interseks yang spontan. tetapi merupakan suatu proses yang beriring. Misalnya Anguilla anguilla dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdiferensiasi. Namun. Pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. yaitu kondisi seksual berganda yaitu pada ikan bertahap juvenil gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan atau betinanya. setelah itu setengah dari individu ikan-ikan itu gonadnya menjadi ovarium (menjadi ikan betina) dan setengahnya lagi menjadi testis (menjadi ikan jantan). dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan.dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur. Satu spesies ikan yang mempunyai sifat morfologi yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina dengan jelas. apabila satu spesies ikan dibedakan jantan dan betinanya berdasarkan perbedaan warna.

). Sejumlah ikan jantan dan betina megeluarkan sperma dan telur secara bersama dalam suatu lingkungan yang cocok. clasper pada golongan ikan Elasmobranchia. Sebaliknya tanda bulatan hitan pada ikan Amia betina akan muncul pada bagian ekornya seperti ikan Amia jantan. warna yang lebih menyala pada ikan Lebistes. Beberapa contoh ikan yang termasuk dalam golongan ini adalah Ikan mas (Cyprynus carpio). terbawa dan terapung oleh turbulensi arus. Jumlah telur yang banyak dibiarkan hanyut dalam perairan terbuka. kemudian menempel pad substrat. Beta dan ikan-ikan karang. mujair (Oreochromis mosambicus). E. Beberapa ikan berpijah secara bersama-sama dan tanpa berpasangan. kakap (Lates calcarifer) dan tongkol (Euthynus spp. STRATEGI REPRODUKSI Berdasarkan organ tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya pembuahan. bagian yang menjadi tanda seksual sekunder menghilang. b) Sifat seksual sekunder yang bersifat permanent atau tetap. contohnya ikan Nocomis biguttatus dan Semotilus atromaculatus jantan. terdapat tiga golongan ikan: Ikan ovipar Golongan ovipar yaitu ikan yang mengeluarkan telur pada waktu pemijahan. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari hormon yang dikeluarkan oleh testis mempunyai peranan pada tanda seksual sekunder. Apabila ikan jantan tadi dikastrasi (testisnya dihilangkan). Sebagian besar jenis ikan tergolong ke dalam golongan ovipar. yaitu tanda ini tetap ada sebelum.Banyaknya jerawat dengan susunan yang khas pada spesies tertentu bisa dipakai untuk tanda menentukan spesies. selama dan sesudah musim pemijahan. sedangkan tanda hitam pada ikan Amia menunjukkan bahwa hormon yang dikeluarkan oleh ikan betina menjadi penghalang timbulnya tanda bulatan hitam. gonopodium pada Gambusia affinis. ikan Photocornycus yang berparasit pada ikan betinanya dan sebagainya. Beberapa jenis c . Biasanya tanda seksual sekunder itu terdapat positif pada ikan jantan saja. Misalnya tanda bulatan hitam pada ekor ikan Amia calva jantan. tetapi pada ikan betina tidak menunjukkan sesuatu perubahan. Spesiae lain memiliki kebiasaan berpasangan dalam memijah setelah satu atau dari pasangan tersebut keduanya menyiapkan tempat untuk meletakkan telur. bila ovariumnya dihilangkan.

tidak seperti pada golongan ikan ovipar yang memiliki fekunditas lebih besar. Meskipun demikian keturunannya mendapat semacam jaminan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupnya dengan aman. valamugil sp) merupakan jenis ikan pantai yang umumnya melakukan pemijahan di daerah pantai dengan salinitas yang agak tinggi. Golongan ikan ini umumnya berfekunditas kecil. seperti family Poeciliidae. Pada embrio ikan Squalus acanthias terdapat dua macam kantung telur yaitu kantung yang di luar tubuh dan kantung didalam tubuh. Mugil spp. Telur-telur dikeluarkan begitu saja dan terbawa arus sampai ke muara sungai. meskipun demikian beberapa ikan bertulang sejati bisa dikategorikan melahirkan anak. Anak ikan yang dilahirkan oleh golongan ikan vivipar hampir menyerupai individu dewasa.ikan memendam telurnya di krikil dan kemudian meninggalkannya. Ikan belanak (Liza spp. Kantung kuning telur dalam tubuh sebagai hasil perkembangan batang kantung kuning telur bagian luar yang tumbuh ci . Anak-anak belanak akan bergerak ke tambak dan bahkan ada yang masuk ke perairan tawar. Spesies ikan ovovivpar jumlahnya jauh lebih banyak dari pada ikan vivipar. Ikan ovovivipar Golongan ikan ovovipar ini melahirkan anak seperti halnya vivipar. Ikan vivipar Golongan vivipar merupakan ikan yang melahirkan anak dalam pola reproduksinya. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dengan placenta pada tahap awal untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Goodidae. Dalam perkembangan yang demikian anak mendapat keperluan material untuk pertumbuhannya dari induk melalui penyerapan zatzat yang dikeluarkan oleh uterus. namun pekembangan anak di dalam kandungan induk mendapatkan makanan dari persediaan kuning telur yang tersedia non placental. Keadaan demikian menunjukkan bahwa ikan vivipar stuasinya lebih modern dari pada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi species dari keadaan lingkungan sekelilingnya termasuk dari serangan predator. Anablepidae dan Yaminsiidae. sedangkan jenis lain akan menjaga (mengawal) sarangnya. Zat tersebut disebut “Susu uterin“ atau embriotrophe. Umumnya jenis ikan bertulang rawan (hiu dan pari) nerupakan kelompok vivipar.

sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Butir-butir kuning telur dari kantung luar bergerak ke bagian kantung dalam terus ke usus untuk dicerna. Pada prinsipnya. Telur yang dikeluarkan dari tubuh induk dibuahi oleh ikan jantan dengan berbagai cara. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) 2. Sifat seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Ikan Myliobastis bovia masa mengandungnya empat bulan. maka ikan ovipar yang merupakan mayoritas dari ikan yang ada pada waktu pemijahan membuahi telurnya di luar tubuh. seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. cara menjawab/menanggapi. Semua tingkah laku yang dilakukan oleh ikan tersebut pada waktu pemijahan bertujuan agar semua telur yang dikeluarkan dapat dibuahi dengan baik. Penguasaan materi dalam memaparkan. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Urolophus halleri tiga bulan dan Squalus acanthias dua bulan. Ikan bertulang rawan yang tergolong ke dalam ovovivipar memiliki masa mengandung yang berbeda-beda. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.pada bagian dalam. dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. serta penampilan (30%) BAB III. INDIKATOR PENILAIAN 1. Berbeda dengan golongan ikan vivipar dan ovovipar. Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina cii . PENUTUP Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina.

R. Moyle. New Jersey. New Delhi FFF. 1977. Fishes of the World. GGG. New York EEE. Prentice-Hall of India Private Limited. J. Love. Second edition. Readings in Ichthyology.R.).E. Englewood Cliffs.Alamsjah.. 1974. and J. Cailliet (eds. An Introduction to Ichthyology.DAFTAR PUSTAKA ZZ. New York. Lagler. IPB ciii . Miller and D. Fishes.F. Jr. Second edition. K. Nelson. Bardach. M.B. 1979. P.J.M. Rahardjo. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Fakultas Perikanan.S. Passino. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). S. Ichthyologi. cech.S. R. John Wiley and Sons. 1980. Ichthyology. BBB. Departemen Biologi Perairan. M. 1988. and G. J. John Wiley & Sons.M. IPB DDD. Prentice Hall. 1976.F.

civ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful