P. 1
Doc

Doc

|Views: 1,139|Likes:
Published by mymassay

More info:

Published by: mymassay on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Permasalahan
  • C. Penegasan Istilah
  • E. Manfaat Penelitian
  • F. Sistematika Skripsi
  • A. Kinerja Menjahit
  • 3. Kinerja Menjahit Pada Warga Belajar
  • d) Memasukkan kumparan pada rumah kumparan
  • Gambar 9. Cara Meminyaki Mesin Bagian Kepala
  • Gambar 13 Alat Membuat Pola
  • Gambar 14. Alat Pemberi Tanda Pada Kain
  • Gambar 15 Bentuk Gunting untuk Berbagai Jenis Bahan
  • Gambar 16 Alat Tambahan dalam Menjahit
  • Gambar 17 Cara Mengukur
  • B. Sikap Wiraswasta
  • 1. Pengertian Wiraswasta
  • 3. Sikap-sikap Wiraswasta
  • C. Kerangka Berfikir
  • D. Hipotesis
  • B. Metode Pengumpulan Data
  • C. Penyusunan Instrumen
  • Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian
  • D. Uji Coba Instrumen
  • E. Teknik Analisis Data
  • A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian
  • B. Hasil Penelitian
  • Tabel 4.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
  • Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi Kinerja Menjahit
  • Gambar 4.2 Diagram Distribusi Frekuensi Sikap Wiraswasta
  • 1. Uji Prasyarat Analisis
  • 2. Analisis Tahap Akhir
  • Tabel 4.4 Statistik untuk Perhitungan Korelasi
  • E. Keterbatasan Penelitian
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DENGAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG

BARAT

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Strata-1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Nama NIM Program Studi Jurusan : Sri Mulyani : 544400021 : PKK S1 Konsentrasi Tata Busana : Teknologi Jasa dan Produksi

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Maonah Rahmadi NIP. 130219373

Dra. Uchiyah Achmad, M.Pd. NIP. 130604209

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi dengan judul “HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DENGAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG BARAT” ini telah dipertahankan di dalam Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Senin : 28 November 2005 Panitia Ujian :

Ketua

Sekretaris

Dra. Dyah Nurani Setyaningsih. M.Kes. NIP.1317664485

Dra. Erna Setyowati, M Pd. NIP. 131570062

Anggota Penguji 1. Dra. Hj. Hartatiati S. NIP. 130367994

2. Dra. Maonah Rahmadi NIP. 130219373

3. Dra. Uchiyah Achmad ,M.Pd NIP. 130604209

Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

iii

PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benar-benar hasil karya sendiri. Oktober 2005 Sri Mulyani NIM. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. bukan jiplakan dari karya tulis dari orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. 5444000021 iv .

Bapak dan Ibu tercinta atas dukungan dan doanya 2. Almamater yang kubanggakan v . Teman-teman seperjuangan 4. Seluruh keluarga yang selalu mendoakanku 3. Muslim) PERSEMBAHAN: Karya ini kupersembahkan kepada 1.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR.

sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana. 6. Uchiyah Achmad. vi . atas ijin yang telah diberikan kepada penulis dalam penelitian skripsi. 5. Ketua Jurusan Teknologi Jasa Produksi Fakultas Teknik UNNES 4. M. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat: 1. Maonah Rahmadi dan Dra. yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Dra. pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya. 3. Kepala Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. Rektor Univeritas Negeri Semarang 2. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Terselesaikannya skripsi ini tak lepas dari bantuan beberapa pihak.Pd selaku pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan.

Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Semarang.Semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis. Amin. 2005 Penulis (Sri Mulyani) vii .

dan variabel terikatnya adalah sikap wiraswasta. Idealnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Maonah Rahmadi.3800%. Uchiyah Achmad. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0. setelah mengikuti kelompok belajar menjahit. Bagi pemerintah kelurahan dan tutor hendaknya selalu mendorong dan memfasilitasi warga masyarakat dengan menyediakan peralatan yang dibutuhkan dan membuka unit koperasi yang dapat menjual hasil karya kelompok belajar. misalnya modiste. Penelitian ini dilakukan pada warga belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment.Pd.ABSTRAK Sri Mulyani. Disarankan warga belajar hendaknya selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja menjahit serta memacu untuk meningkatkan kinerja dan sikap wiraswastanya dengan cara selalu mengikuti kelompok belajar dengan disiplin dan selalu mengerjakan tugas praktek yang diberikan tutor. “Hubungan Antara Kinerja Menjahit Dengan Sikap Wiraswasta Pada Kelompok Belajar Menjahit Di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat”. viii . Pembimbing: 1. 2005. yaitu sebesar 65. Variabel bebas adalah kinerja menjahit. sehingga disimpulkan ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. dengan harapan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan lapangan kerja pada bidang jahit menjahit. warga belajar akan mempunyai kinerja menjahit yang lebih baik dan berwiraswasta menciptakan lapangan kerja baru di bidang jahit menjahit. Faktor kinerja menjahit memberikan sumbangan sebesar 34. 2. Manfaat yang diharapkan adalah memberi masukan kepada pemerintah Kelurahan Bongsari untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warganya. Analisa data dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat normalitas karena penelitian ini bersifat parametrik. sehingga warga masyarakat mempunyai jiwa wiraswasta yang baik.5884 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Dra. Sikap Wiraswasta Kelompok belajar menjahit diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada bidang jahit menjahit kepada warga belajar. Kata Kunci : Kinerja Menjahit. Dra. tailor dan sebagainya. M. dengan jumlah sampel 28 yang ditentukan dengan random sampling. Dengan demikian masih ada faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta. Skripsi. konveksi.6200% terhadap sikap wiraswasta yang dimiliki oleh warga belajar.

.................................................................................................................. 13 ix .................................... 9 BAB II............................................ Pengertian Kinerja................................................. PENDAHULUAN A........................ Penegasan Istilah..................... ix DAFTAR TABEL................................................................................................................................ Tujuan Penelitian .... v KATA PENGANTAR .......... Manfaat Penelitian .... 12 2.......................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL............................................................. 5 C............................................................. 8 E................................................................................................................ 12 1.................................................................................................................................................................................. viii DAFTAR ISI................................................................................ LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS A. iii PERNYATAAN..................... 1 B....... xiv BAB I............................... ii PENGESAHAN KELULUSAN ................................................................................................................ iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................... vi SARI............. Latar Belakang .............................................................................................................................................................................................................................. Pengertian Menjahit .............................................................................................................................. Kinerja Menjahit ........................ i PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN.................... 9 F.. 5 D............................ Permasalahan .................................. xi DAFTAR GAMBAR ............................................................................. Sistematika Skripsi..................................................

............................... 63 D............................ Unsur-unsur Sikap Wiraswasta ........... 44 2............................ 46 3....................................................................................................................................... 72 B..................... Analisis Data ...... Uji Prasyarat Analisis ........... 86 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 85 B................. Hasil Penelitian ........... Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ......................... 76 2......................... Teknik Analisis Data.......... 72 C.......................... Keterbatasan Penelitian ...................... 83 BAB V............................................... Hipotesis......................................................... Pengertian Wiraswasta .............................. 58 B............................................ Saran........................................................... 14 B.................. Sikap Wiraswasta ........................................................................................................... METODOLOGI PENELITIAN A........ Uji Coba Instrumen ........................................................................... Penentuan Objek Penelitian .................... Kinerja Menjahit pada Warga Belajar................. 87 LAMPIRAN............................................................................................. 89 x .........................................3................ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..... Penyusunan Instrumen .................................................. KESIMPULAN DAN SARAN A.. Metode Pengumpulan Data ................... Kerangka Berpikir........................ 61 C........ 76 1................................................. Kesimpulan ............ 44 1................. Analisis Tahap Akhir ..... 78 D............................................................ 55 D............................................................................................................ 57 BAB III................................................................... 67 BAB IV............... Sikap-sikap Wiraswasta .................................................................................................................................................. 48 C.... 64 E..........................................

................. Daftar Distribusi Frekuensi Data Variabel Sikap Wiraswasta.1................ 73 Tabel 4...............................................1..DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3................... 72 Tabel 4.....2...........4.... Deskripsi Data Hasil Penelitian ......... Statistik untuk Perhitungan Korelasi.. 70 Tabel 4..... 63 Tabel 3......... Interpretasi Tingkat Korelasi....3............................................... 79 xi .................... 75 Tabel 4............ Kisi-Kisi Instrumen Penelitian............... Daftar Distribusi Frekuensi Data Variabel Kinerja Menjahit ...........2..............

................................ 21 Gambar 12 Mesin Obras ..................................................................... 16 Gambar 4 Cara Memasang Benang Pada Kumparan................................................... 26 Gambar 16 Alat Tambahan dalam Menjahit.......................................................................................... 17 Gambar 5 Memasukkan Kumparan pada Rumah Kumparan ......................................................................................................................................................................................................................... 19 Gambar 9 Cara Meminyaki Mesin Bagian Kepala ................ 17 Gambar 6 Menaikkan Benang Bawah ` .....................................................................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Mesin Jahit Lurus ...................... 29 Gambar 18 Penyelesaian dengan Depun........................................ 25 Gambar 15 Bentuk Gunting untuk Berbagai Jenis Bahan ................ 22 Gambar 13 Alat membuat Pola ........ 35 Gambar 21 Saku Tempel............. 15 Gambar 3 Memasang Benang Atas.................................................................................. 36 xii ................. 15 Gambar 2 Memasang Jarum Mesin ... 27 Gambar 17 Cara Mengukur.................................................. 24 Gambar 14 Alat Pemberi Tanda pada Kain .............. 18 Gambar 7 Kepala Mesin ................................................................................. 18 Gambar 8 Setikan untuk Kerutan........................................................................................................................................................................................................................................................................................... 34 Gambar 20 Penyelesaian dengan Rompok.............................................................................. 20 Gambar 10 Cara Meminyaki Bagian Atas ................................................. 34 Gambar 19 Penyelesaian dengan Serip .... 21 Gambar 11 Cara meminyaki Bagian Kaki dan Bagian Bawah Mesin .................

............... 81 Gambar 4............................. 43 Gambar 36 Belahan Tutup Tarik............... 39 Gambar 29 Kampuh Pipih............................................ 76 Gambar 4..... 41 Gambar 33 Penyelesaian dengan Obras.........................................................................................................................................................................Gambar 22 Saku Dalam .................................. 38 Gambar 26 Setikan Lengkung......................................................... 40 Gambar 30 Kampuh Tutup........... 42 Gambar 35 Belahan Amerika.............................. 37 Gambar 24 Setikan Lurus . 44 Gambar 4........................................................ 37 Gambar 25 Setikan Jelujur ..................... 40 Gambar 31 Kampuh Balik ............................ 38 Gambar 27 Setikan Penguat .......... 41 Gambar 34 Belahan Lapisan Sama ................................................. 36 Gambar 23 Tusuk Jelujur ..........................................................................................................................................................................................2 Diagram Distribusi Frekuensi Sikap Wiraswasta ........................................................................................4 Diagram Sumbangan Kinerja Menjahit terhadap Sikap Wiraseasta ......................................................................3 Bagan Pengujian t hitung .................................................................................................... 82 xiii ................................ 40 Gambar 32 Penyelesaian dengan Setik ..................................................................................................................................................................................... 74 Gambar 4.............................................1 Diagram Dstribusi Frekuensi Kinerja Menjahit ....................................... 39 Gambar 28 Kampuh Buka .............

. Daftar Tabel Distribusi t............................ Data Induk Hasil Penelitian Kinerja Menjahit .... Lampiran 5.. 99 Contoh Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit ........ 95 Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit ................... Lampiran 3.. 104 Pedoman Penilaian Kinerja Menjahit Setelah Uji Coba .................. 108 Lampiran 1.......................................... Lampiran 4......... 89 Pedoman Penilaian Kinerja Menjahit Sebelum Uji Coba ...................... Rekapitulasi Data Induk..... Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Sikap Wiraswasta........................ 92 Instrumen Sikap Wiraswasta Sebelum Uji Coba .. 112 Lampiran 11.................................. 124 Lampiran 17......... Lampiran 2.................................. 115 Lampiran 14...................... Tabel Bantuan Pengolahan Data Induk Penelitian.................................. Lampiran 8........ 113 Lampiran 12............................... Contoh Perhitungan Uji Normalitas Kinerja Menjahit ....................... 116 Lampiran 15....................................... Tabel Harga kritik dari r Product Moment....... Pengujian Korelasi Kinerja Menjahit dan Sikap Wiraswasta ............... Lampiran 10.. Data Induk Hasil Penelitian Sikap Wiraswasta............... 137 xiv ........................... Gambar Pola Sistem Alwine . Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Kinerja Menjahit ............................. 136 Lampiran 21....................... Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sikap Wiraswasta . 101 Lampiran 7..................... 114 Lampiran 13.............................. 117 Lampiran 16. 125 Lampiran 18.. Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Sikap Wiraswasta....................................... 105 Instrumen Sikap Wiraswasta Setelah Uji Coba .... Lampiran 9.DAFTAR LAMPIRAN Halaman Kisi-kisi Instrumen Penelitian.................. 133 Lampiran 19........... Contoh Perhitungan Reliabilitas hasil Uji coba instrumen Kinerja Menjahit ................... 100 Lampiran 6............... 135 Lampiran 20......

Berbeda dari pendidikan jalur sekolah. berbudi pekerti luhur. Hal ini berarti bahwa dengan adanya pendidikan luar sekolah. berpikir maju. warga belajar akan mempunyai sumber penghidupan yang layak bagi dirinya dan atau keluarganya. berkepribadian unggul. cerdas. Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha sadar untuk membentuk manusia Indonesia yang berkualitas.BAB I PENDAHULUAN A.1997:22). tangguh. bertanggung jawab dan produktif. penyelenggaraan pendidikan luar sekolah berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Salah satu contoh dari pendidikan luar sekolah 1 . profesional. mandiri. profesional. jujur. disiplin. Sebagai salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional. kreatif. berdisiplin. adalah untuk mengembangkan kemampuan warga belajar sehingga mempunyai keterampilan. penyelenggaraan pendidikan luar sekolah lebih menekankan pada pemberian bekal kepada warga belajar agar mereka mampu menghidupi dirinya sendiri (Pidarta. Apabila dicermati maka dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan dilihat dari sektor bidang usaha. bertanggung jawab dan produktif. Pendidikan luar sekolah diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi pada bidang kerja tertentu. yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mempunyai etos kerja tinggi. beretos kerja tinggi. terampil.

sehingga bakat yang dimilikinya dapat diasah dan dikembangkan secara lebih terarah. konveksi. Biaya kursus sepenuhnya dibebankan oleh LSM tersebut. dengan harapan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan lapangan kerja pada bidang jahit menjahit. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti. misalnya modiste. kelompok belajar menjahit yang ada di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat diselenggarakan oleh pemerintah kelurahan dibantu dari pihak luar yaitu Lembaga Sosial Masyarakat Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (LSM Soegijapranata). sehingga masyarakat yang ikut tidak dipungut biaya apapun. keberadaan kelompok belajar menjahit akan sangat membantu sebagai tempat untuk menimba ilmu menjahit untuk dijadikan modal keterampilan dalam mencari lapangan pekerjaan. Bagi warga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan namun tidak memiliki keterampilan khusus. tailor dan sebagainya. Kurikulum pelatihan yang . keberadaan kelompok belajar menjahit dapat dijadikan sebagai tempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Sedangkan bagi warga masyarakat yang sudah mempunyai bakat atau kemampuan menjahit.1996:5). Kelompok belajar menjahit ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada bidang jahit menjahit kepada warga belajar. Kelompok belajar merupakan kumpulan warga yang belajar dan berusaha mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan atau keterampilan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (Depdikbud.2 yang ada di masyarakat adalah kursus atau kelompok belajar menjahit.

bertempat di Balai Pertemuan Warga RW 4. Kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari diikuti oleh 30 warga belajar dari lingkungan Bongsari. Dalam pelaksanaannya. Pertemuan kelompok belajar diselenggarakan sebanyak 2 kali seminggu. warga belajar akan mempunyai kinerja menjahit yang lebih baik dan dapat menciptakan lapangan kerja baru. LSM selain mengundang tutor. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro. Selain itu juga disediakan pula peralatan latihan seperti mesin jahit. yaitu hari Kamis dan Minggu. Modal usaha dan peralatan yang diberikan oleh LSM tersebut pada dasarnya merupakan pinjaman lunak. karena modal tersebut dapat dikembalikan jika warga belajar telah mampu untuk mengembalikan dan tidak disertai dengan bunga pinjaman. mesin obras dan bahan-bahan pendukung lainnya. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah kelurahan dengan harapan agar banyak warga masyarakat yang ikut prgoram tersebut. Idealnya.2000:69). juga memberikan dana atau modal usaha yang dapat digunakan oleh warga belajar yang ingin membuka usaha pada bidang jahit menjahit. Pemberian materi menjahit diasuh oleh Pimpinan Modiste Alwine Semarang. setelah mengikuti kelompok belajar menjahit. dengan harapan agar kualitas kursus yang diselenggarakan tidak kalah dengan kursus menjahit yang lain. Namun .3 diberikan disamakan dengan kurikulum yang ada pada kursus menjahit di luar. Warga masyarakat yang ingin menjadi warga belajar di kelompok belajar menjahit tidak dibatasi umur dan jenis kelamin.

mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan tepat. Hal ini dapat dilihat dari tingkat absensi warga belajar yang mencapai 5% pada setiap kali pertemuan. banyak warga belajar yang masih bekerja pada orang lain. Fenomena tersebut menandakan bahwa warga belajar kurang memiliki motivasi yang tinggi untuk menguasai bidang jahit menjahit. Warga belajar yang kurang berhasil dalam bidang menjahit tersebut pada umumnya kurang mempunyai minat dalam mengikuti kursus menjahit. dalam pelaksanaannya di lapangan. guna memastikan sukses (Suharto.4 demikian. Kondisi ini menunjukkan bahwa mereka kurang mempunyai sikap berwiraswasta dalam bidang jahit menjahit. Hal ini jelas berdampak pada rendahnya kedisiplinan dan juga rasa tanggung jawab mereka yang merupakan ciri dari .1998:2). namun kurang dimanfaatkan oleh warga belajar secara optimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan tutor kelompok belajar menjahit di Bongsari. Sikap wiraswasta dapat diartikan sebagai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Meskipun sudah diberikan bantuan modal untuk membuka usaha jahit. Hal ini muncul sebagai akibat dari tidak adanya perhatian dan penjaringan minat. kinerja menjahit yang ditunjukkan oleh warga belajar dapat dikatakan masih kurang ideal. setelah selesai mengikuti kelompok belajar menjahit. pada saat penerimaan warga belajar. dan bahkan lebih disayangkan lagi bahwa pekerjaan mereka banyak yang tidak sesuai dengan bidang jahit menjahit.

Permasalahan Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Dengan demikian dapat dipahami adanya hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada warga belajar. Pengkajian tersebut akan dilaksanakan dalam penelitian skripsi berjudul “Hubungan antara Kinerja Menjahit dengan Sikap Wiraswasta pada Kelompok Belajar Menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat”. kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada bidang jahit menjahit menjadi fokus yang menarik minat peneliti untuk mengkaji lebih dalam tentang ada tidaknya hubungan antara kinerja menjahit yang dimiliki oleh warga belajar dengan sikap wiraswasta bidang jahit menjahit. Seberapa besar hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat? C. Adakah hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat? 2.5 sikap wiraswasta. Penegasan Istilah Penegasan istilah dibuat dengan tujuan untuk menghindari kesalahan penafsiran tentang judul yang diajukan sehingga tidak menimbulkan . Berdasarkan uraian di atas. B.

Pengertian lain tentang kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai atau karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro.6 pengertian yang berbeda. ikatan. kontak. 2. atau dapat pula diartikan bahwa hubungan adalah keadaan berhubungan. Hubungan Hubungan adalah komponen dalam suatu sistem yang saling berhubungan dan saling membutuhkan. Kinerja Menjahit a. Wahjoetomo (1995:35) menyebutkan bahwa kinerja adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. kemampuan mengerjakan suatu karya atau dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berusaha (Peorwodarminto. Kinerja dalam penelitian ini .2000:69). lebih cepat.2000:771). jalinan yang terwujud karena interaksi antara satuan-satuan yang aktif. lebih efisien dengan usaha yang lebih sedikit. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hubungan adalah jalinan interaksi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.2000:314). Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kinerja Kinerja adalah kemampuan bekerja. (Poerwodarminto.

Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sikap . mengelim. dapat dijelaskan bahwa kinerja menjahit dalam penelitian ini berarti kemampuan mengerjakan tugas. Menjahit. Wiraswasta adalah seseorang yang berkemamuan keras dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat (bisnis) yang patut menjadi teladan hidup (Tarmudji. Pengertian lain tentang menjahit adalah proses pembuatan busana mulai dari mengukur. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan tepat. merancang bahan.7 dimaksudkan kemampuan mengerjakan secara kualitas dan kuantitas yang dimiliki oleh warga belajar pada bidang jahit menjahit. Menjahit adalah melekatkan (melepit.2000:687). hakekat. menyambung) dengan jarum dan benang baik dengan mesin jahit atau dengan tangan (Poerwodarminto.2000:4). baik perbuatan sekarang maupun perbuatan dimasa yang akan datang (Ahmadi. memotong. sifat.1991:5).1998:2).2002:162). Berdasarkan pengertian kinerja dan menjahit di atas. memindahkan garis pola. guna memastikan sukses (Suharto. Wiraswasta dapat juga diartikan sebagai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. baik secara kualitas maupun kuantitas dalam hal pembuatan busana dari mengukur sampai penyelesaian. menyambung/menjahit dan penyelesaian (Depdikbud. 3. b. Sikap Wiraswasta Sikap adalah suatu hal yang menentukan pandangan. membuat pola.

1997:21). . pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. yang diselenggarakan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan luar sekolah. dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan judul skripsi ini adalah jalinan interaksi antara kemampuan seorang warga belajar membuat busana baik secara kualitas maupun kuantitas dengan pandangannya terhadap peluangpeluang bisnis pada bidang jahit menjahit. Dalam penelitian ini yang dimaksud kelompok belajar menjahit adalah kumpulan warga yang belajar untuk mempelajari bidang jahit menjahit. Berdasarkan pengertian dari istilah-istilah tersebut di atas.8 wiraswasta adalah pandangan seseorang dalam melihat dan menilai peluang-peluang bisnis dan mengatur sumber daya untuk mencapai keuntungan dan sukses. 4.1996:18). Pengertian lain kelompok belajar adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah yang diadakan oleh masyarakat dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan atau keterampilan kerja bagi warga belajarnya (Pidarta. Kelompok Belajar Menjahit Kelompok belajar merupakan kumpulan warga yang belajar dan berusaha mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan atau keterampilan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (Depdikbud.

9

D. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. 2. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.

E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat antara lain: 1. Memberikan masukan kepada pemerintahan di Kelurahan Bongsari untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warganya, khususnya dibidang keterampilan untuk menambah penghasilan warga. 2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kinerja dan sikap wiraswasta yang dimiliki oleh warga belajar yang mengikuti kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.

F. Sistematika Skripsi Secara garis besar skripsi ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir skripsi. Bagian awal terdiri dari halaman judul, pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran.

10

Bagian inti skripsi terdiri dari 5 bab yaitu: Bab 1, Pendahuluan. Pada bab ini peneliti akan menguraikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi. Bab 2, Landasan Teori. Landasan teori berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang dibahas sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang kinerja menjahit dan sikap wiraswasta. Pada bab ini juga diberikan hipotesis sebagai dugaan sementara atas masalah yang dikaji. Bab 3, Metodologi Penelitian. Pada bab ini diuraikan pendekatanpendekatan yang digunakan dalam penelitian yang meliputi penentuan objek penelitian, variabel penelitian, metode pengumpulan data, penyusunan instrumen, uji coba instrumen dan teknik analisis data. Bab 4, Hasil Penelitian dan Pembahasan. Bab ini berisi uraian tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Bab 5, Kesimpulan dan Saran. Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, serta masukan atau saran dari peneliti untuk perbaikan terkait dengan tujuan penelitian. Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka berisi daftar buku yang digunakan dalam penelitian. Lampiran berisi kelengkapan penyusunan skripsi dan hasil-hasil penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Sumber daya manusia merupakan salah satu permasalahan pokok yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, dalam rangka membangun bangsa dan negaranya. Sehubungan dengan itu peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk mendapat perhatian, karena untuk mencapai tujuan pembangunan nasional diperlukan usaha berupa kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada upaya menggali dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Permasalahan-permasalahan ini hendaknya tidak hanya menjadi perhatian atau tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Warga belajar seharusnya membekali diri dengan pendidikan dan ketrampilan hal ini dirasa sangat penting karena dalam melaksanakan pembangunan bagaimanapun melimpahnya kekayaan alam, tanpa adanya sumber daya manusia yang

berkualitas tinggi untuk mengolahnya maka akan sia-sia saja kekayaan alam tersebut. Dengan demikian dapat dipahami harus ada keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia dan kekayaan alam untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang berharga dalam pembangunan nasional. Untuk menuju sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, perlu kiranya semua warga masyarakat yang belum terampil dapat memanfaatkan peluang-peluang yang diberikan oleh pemerintah dan lembaga sosial seperti peluang yang diberikan LSM Soegijapranata untuk mengikuti kelompok belajar menjahit.

11

Pengertian yang lebih khusus diberikan oleh Peorwodarminto (2000:771) yang menyebutkan bahwa kinerja adalah kemampuan bekerja. berkembang dan berubah.2000:69). Kinerja menjahit dapat dilihat dari kualitas dan juga kuantitas hasil kerjanya. Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan. Kinerja Menjahit 1. Kebutuhan itu bermacam-macam. kemampuan mengerjakan suatu karya atau kemampuan untuk berusaha. lebih cepat. Pengertian lain tentang kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro. Pengertian Kinerja Wahjoetomo (1995:35) menyebutkan bahwa kinerja adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.2004:43) menyebutkan bahwa kinerja adalah perilaku yang berhubungan dengan kerja seseorang.12 A. Dessler (dalam Pitoyo. bahkan sering . Hal ini memberikan arti bahwa kinerja masih terbatas pada keinginan berusaha dan belum terwujud dalam kegiatan yang nyata. Pengertian ini memberikan gambaran bahwa kinerja seseorang lebih spesifik pada kemampuannya dalam mengerjakan tugas dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Pengertian ini memberikan pemahaman bahwa kinerja ditunjukkan oleh seseorang ketika orang tersebut sedang berusaha atau telah berusaha mengerjakan sesuatu. lebih efisien dengan usaha yang lebih sedikit.

Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapai dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukan akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. Dari pengertian-pengertian kinerja di atas. menyambung dan penyelesaian (Depdikbud. merancang bahan.13 tidak disadari oleh pelakunya. 2. menyambung) dengan jarum dan benang baik dengan mesin jahit atau dengan tangan (Poerwodarminto. Dengan demikian dapat dipahami bahwa menjahit merupakan kegiatan yang khusus berkaitan dengan usaha membuat busana dari mengukur sampai penyelesaian. . membuat pola. maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud kinerja adalah perilaku kerja seseorang baik secara kualitas maupun kuantitas. memotong. memindahkan garis pola. mengelim. Berdasarkan pengertian kinerja dan menjahit di atas. dapat dijelaskan bahwa kinerja menjahit adalah kemampuan kerja yang dimiliki seseorang dalam melakukan tugas pada bidang jahit menjahit. Pengertian yang lebih khusus tentang menjahit adalah proses pembuatan busana mulai dari mengukur. Pengertian Menjahit Menjahit adalah melekatkan (melepit.1991:5). Pengertian tersebut menunjukkan bahwa segala kegiatan yang berkaitan dengan kain dan benang dapat dikatakan sebagai kegiatan menjahit. dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.2000:687).

Kemampuan Mengenal Alat Jahit Pokok Kemampuan mengenal alat jahit pokok adalah kemampuan warga belajar dalam mengenal. menggunakan dan merawat alat jahit pokok sewaktu mengikuti kelompok belajar menjahit. injakan untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini : . Pada kejar menjahit warga belajar berusaha membuat pakaian. Menurut Radias Saleh (1991:22) pengertian alat jahit pokok adalah alat jahit yang penting dan utama contohnya mesin jahit lurus serta perlengkapannya dan mesin obras. macam dan bagian mesin jahit lurus. Kinerja Menjahit Pada Warga Belajar Warga belajar merupakan warga yang mengikuti kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. roda bawah. 1) Kemampuan mengenal mesin jahit lurus Kemampuan mengenal mesin jahit lurus meliputi pengertian.14 3. Bagian-bagian mesin jahit lurus yaitu permukaan dasar mesin. roda atas. Pengertian mesin jahit lurus yaitu mesin jahit yang menghasilkan setikan lurus. Macam-macam merk mesin jahit yaitu Buterfly. untuk itu mereka harus memiliki kinerja menjahit yang meliputi : a. badan mesin penutup dasar mesin. Singer dan Standar.

sekrup jepitan jarum dikendorkan dahulu. Memasang Jarum Mesin . yang bulat menghadap keluar dan sekrup dikencangkan kembali (Radias Saleh. 1991:23). Gambar 2. kemudian jarum dimasukkan setinggi-tingginya dengan pangkal jarum.15 Gambar 1 Mesin Jahit Lurus (Radias Saleh. 1991:22) 2) Kemampuan menggunakan mesin jahit lurus Kemampuan menggunakan mesin jahit lurus adalah kemampuan mengusai teknik dasar menggunakan mesin jahit lurus yang meliputi : a) Memasang jarum mesin Cara memasang jarum adalah sebagai berikut.

Gambar 3. Benang yang berasal dari gulungan diteruskan ke nomor 1. Setelah penekan kumparan dan isislah kumparan dengan menjalankan mesin. ikuti nomor berikutnya dan terakhir benang dimasukkan ke dalam jarum. Memasang Benang Atas (Radias Saleh.16 b) Memasang benang atas Benang atas dipasang dengan mengikuti langkah yang tertera pada gambar. mulai dari nomor 1-8. Penekanan kumparan dilepas dan kumparan dikeluarkan. Kemudian ujung benang dimasukkan dalam lubang kecil kumparan agar benang tidak lepas. Perhatikan agar isi benang pada kumparan jangan terlalu penuh. . 1991:23) c) Memasang benang pada kumparan Kumparan dimasukkan dalam sumbu yang terletak di bagian kanan mesin dan gulungan benang dipasang pada cantelan benang menurut gambar.

17 Gambar 4. Gambar 5. Roda mesin dijalankan sehingga jarum membuat satu . Selipkan sisa benang tadi melalui klep yang terdapat pada rumah kumparan dan tariklah ujung sisa benang tersebut. 1991:24) e) Menaikkan benang bawah Ujung benang atas dipegang dengan tangan kiri dan jangan ditarik. kemudian masukkan kumparan ke dalam rumah kumparan.1991:24) d) Memasukkan kumparan pada rumah kumparan Sisakan benang dari kumparan kira-kira 10 cm. Cara Memasang Benang Pada Kumparan (R Saleh. Memasukkan Kumparan pada Rumah Kumparan (Radias Saleh. Selanjutnya masukkan rumah kumparan pada mesin.

18 setikan.1991:26) g) Menggatur setikan untuk membuat kerutan Untuk membuat kerutan. benang pengatur setikan di sebelah kanan mesin diturunkan ke bawah supaya setikan lebih panjang . Gambar 6. Gigi mesin yang terlalu turun akan membuat bahan yang dijahit tidak dapat berjalan. Sedangkan untuk mengatur setikan caranya dengan mengatur batang pengatur setikan di sebelah kanan dengan nomor setikan 1 sampai 20 (Radias Saleh.1991:25). Kepala Mesin (Radias Saleh. Gambar 7. Ketika jarum naik benang bawah terkait dengan benang atas sehingga benang bawah dapat diambil. Menaikkan Benang Bawah (Radias Saleh.1991:25) f) Menyetel setikan mesin Setikan mesin dapat diatur dengan jalan mengatur naik turunaya gigi mesin.

Setikan untuk Kerutan (Radias Saleh. . Gambar 8. Pemeliharaan mesin jahit membutuhkan alat meliputi sikat khusus untuk menyikat atau membersihkan debu dari bulu-bulu benang yang terdapat di dalam badan mesin jahit.penutup gigi dan rumah kumparan dilepas dan di simpan dalam laci.sepatu mesin.1991:27) 3) Kemampuan memelihara mesin jahit lurus Kemampuan memelihara mesin jahit adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan mesin jahit. Langkah-langkah yang harus dilakukan warga belajar untuk membersihkan mesin jahit adalah: a) Bagian luar mesin di lap b) Daun dorongan dikelurkan.jarum. Minyak mesin jahit digunakan untuk membuat bagian-bagian mesin yang bergerak agar tidak aus.19 atau jarang. Lap dari bahan katun yang tidak berbulu digunakan untuk membersihkan bagian luar mesin dari debu dan kotoran lainnya. karena untuk membuat kerutan benang jahit harus dapat ditarik dengan mudah.

1991:45) . e) Setelah mesin diminyaki lalu dijalankan perlahan-lahan untuk membiarkan bergerak. g) Untuk menghindari noda-noda pada bahan ketika mesin digunakan untuk menjahit lagi. minyak bekerja pada bagian-bagian yang Gambar 9. tiap lubang dan bagian yang bergerak ditetesi minyak cukup satu atau dua tetes.bagian atas dan bawah disikat agar bersih dari debu dan bulu-bulu benang.20 c) Badan mesin dibalik. d) Mesin diminyaki. letakkan secarik tenunan. f) Bagian-bagian yang dilepas tadi dipasang kembali. Cara Meminyaki Mesin Bagian Kepala Gambar 10. Cara Meminyaki Bagian Atas (Radias Saleh. sepatu mesin yang direndahkan untuk menyerap kelebihan minyak yang mungkin mengalir dari kepala mesin.

Gambar 12. Penggunaan mesin obras harus dengan dinamo listrik beserta karet putarnya.1991:45) 4) Kemampuan mengenal mesin obras Kemampuan mengenal mesin obras meliputi pengertian mesin obras yaitu mesin yang digunakan untuk menyelesaikan bagian kampuh dan terbuat dari besi.21 Gambar 11. Singer dan Pegasus. Mesin Obras (Sumber singer) 5) Kemampuan menggunakan mesin obras Kemampuan menggunakan mesin obras meliputi pemasangan benang dan pemasangan jarum pada mesin obras. Macam-macam merk mesin obras yaitu Butterfly. Penggunaan tersebut dengan cara menginjak dinamo listrik. . Cara meminyaki Bagian Kaki dan Bagian Bawah Mesin (Radias Saleh.

benang tengah berhenti pada jarum obras yang merupakan hasil setikan dan benang sebelah kanan merupakan benang bawah. Benang obras juga berwarna-warni seperti kain. Benang tersebut dipasang pengatur tegangan benang. sekrup jepitan jarum dikendorkan dahulu.setelah memakai harus dibersihkan dan ditutup dengan kain jika sudah tidak di gunakan.kemudian jarum dimasukkan sampai batas jarum. . Pada mesin obras bagian yang diberi minyak yaitu pada bagian mesin yang bergerak.kencangkan kembali sekrup. Untuk menjaga agar tetap bersih. Benang atas terletak di sebelah kiti. 6) Kemampuan merawat mesin obras Kemampuan merawat mesin obras adalah kemampuan warga belajar memperlakukan mesin obras. Perlu diketahui jarum pada mesin obras berbeda dengan jarum mesin jahit. Perawatan mesin obras tidak jauh beda dengan mesin jahit lurus. jarum ini pada bagian ujungnya bulat.22 a) Pemasangan benang Tekstur benang untuk mesin obras berbeda dengan benang jahit. b) Pemasangan jarum Cara memasang jarum yaitu.

Menurut Radias Saleh pengertian alat jahit pelengkap adalah alat jahit yang digunakan sebagai pelengkap dalam menjahit. Alat jahit pelengkap contohnya: alat untuk membuat pola. Meteran berbetuk panjang dan pada bagian sisi terdapat angka-angka dan terbuat dari plastik. alat untuk memotong. b) Penggaris berguna untuk membentuk pola. karena dapat mempermudah dan mempercepat dalam menjahit pakaian. penggaris dan pensil merah biru yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Meteran berguna untuk mengambil ukuran badan dan mengambil ukuran pada waktu membuat pola. penggaris panggul dan penggaris pesak . alat untuk memberi tanda. Kemampuan Mengenal Alat Jahit Pelengkap Kemampuan mengenal alat jahit pelengkap adalah kemampuan warga belajar dalam memahami alat jahit pelengkap. 1) Kemampuan mengenal alat untuk membuat pola Kemampuan mengenal alat untuk membuat pola adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat pembuat pola dengan baik dan benar. Alat untuk membuat pola terdiri dari meteran. dan peralatan tambahan (Depdiknas.23 b.1999:3). Penggaris dibedakan menjadi 3 yaitu penggaris lurus. Meskipun hanya pelengkap tapii harus ada.

Pada bagian ujung rader terdapat roda yang bergigi atau roda yang halus. Alat untuk memberi tanda pada kain misalnya rader.24 c) Pensil merah biru berguna untuk membedakan gambar pola bagian depan dan belakang. karbon jahit dan kapur jahit yang akan dijelaskan sebagai berikut : a) Rader berguna untuk menekan karbon jahit sewaktu memberi tanda pola pada kain yang akan dijahit. Gambar dari alat-alat tersebut di atas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Pensil Merah Biru Gambar 13 Alat Membuat Pola 2) Kemampuan mengenal alat untuk memberi tanda pada kain Kemampuan mengenal alat untuk memberi tanda pada kain adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat untuk memberi tanda pada kain dengan baik dan benar. .

. c) Kapur jahit berguna menandai garis pada bahan dan dapat digunakan sebagai pengganti karbon jahit dan rader.25 b) Karbon jahit berguna menandai garis-garis penting pada bahan. Kapur jahit berbentuk segitiga dan berbagai warna yang diinginkan. (Depdiknas. Alat Pemberi Tanda Pada Kain 3) Kemampuan mengenal alat untuk memotong Kemampuan mengenal alat untuk memotong adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat untuk memotong dengan baik dan benar. gunting kertas dan gunting benang yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Gunting kain berguna untuk memotong kain. Alat untuk memotong diantaranya gunting kain.2000:16) Karbon Jahit dan Penggunaannya Gambar 14. biasanya terbuat dari lapisan lilin dan warnanya mudah terhapus pada saat terkena panas setrika .

. Biasanya digunakan pada jati tengah dan berbentuk seperti cicin. bidal. Peralatan tambahan diantaranya: pendedel. Bentuk alat-alat tersebut di atas.26 b) Gunting kertas berguna untuk memotong kertas dan biasanya terbuat dari steenlisteel. jarum dan sertika. c) Gunting benang berguna untuk memotong benang . dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 15 Bentuk Gunting untuk Berbagai Jenis Bahan 4) Kemampuan mengenal peralatan tambahan Kemapuan mengenal peralatan tambahan adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat dengan baik dan benar. yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Pendedel digunakan untuk membuka jahitan yang salah dan biasanya berebntuk huruf “ Y “ b) Bidal digunakan untuk melindungi jari dari tusukkan jarum. Pada gunting ini hanya terdapat satu lubang yang berfungsi untuk memegang gunting dan biasanya untuk ibu jari.

membuat pola. jarum pentul. Bentuk alat tersebut di atas dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 16 Alat Tambahan dalam Menjahit c. macamnya . memotong. merancang bahan. jarum tangan. 1) Kemampuan mengambil ukuran Yang dimaksud mengambil ukuran adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menjahit untuk mendapatakan ukuran yang . d) Setrika digunakan untuk memampatkan jahitan dengan tingkat panas yang disesuaikan dengan jenis bahan. memindahkan garis pola dan menyelesaikan pakaian. jarum mesin jahit.27 c) Jarum digunakan untuk menjahit. Kemampuan Membuat Pakaian Kemampuan membuat pakaian yang dimaksud adalah warga belajar mampu membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran.

panjang sisi diukur dari ketiak sampai pinggang dikurangi ± 3 cm dan lingkar leher diukur sekeliling pangkal leher. Orang yang diukur dalam posisi berdiri tegak. lebar punggung diukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri (± 8 cm dari bawah tengkuk leher). panjang dada 2 diukur dari lekuk leher bagian depan sampai pinggang.1999: 5) Kemampuan mengambil ukuran badan meliputi lingkar badan diukur sekeliling badan terbesar ±4 cm. lebar dada diukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri.28 digunakan sebagai pedoman membuat pola dasar. e) Telitilah ukuran yang telah dicatat (Depdikbud . panjang punggung diukur dari tengkuk leher bagian belakang sampai pinggang. panjang dada 1 diukur dari bahu dekat leher sampai ke pinggang. c) Orang yang diukur berdiri wajar tidak menunduk dan tidak membesarkan dada/ badan. tinggi bahu II diukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang belakang. Untuk mendapatkan ukuran yang baik warga belajar harus melakukan persiapan dalam mengukur seperti: a) Sebelum mengukur ikatlah lingkar badan. d) Lakukan pengukuran dengan tepat. lingkar pinggang dan lingkar panggul. b) Ujung meteran yang angkanya kecil harus selalu berada ditangan kiri. tinggi bahu I diukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan. tinggi dada diukur dari bahu tertinggi sampai titik payudara. jarak dada diukur dari titik payudara kanan ke titik payudara kiri. . lebar bahu diukur dari bahu tertinggi sampai bahu terendah.

dan panjang rok diukur dari pinggang sampai panjang yang dikehendaki. lingkar pinggul diukur sekeliling panggul +4cm. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar 17. Untuk dapat merubah model pakaian warga belajar harus mengetahui langkah-langkah pembuatan pola dengan sistem alwine seperti pada lampiran 21 halaman 137.29 Kemampuan mengambil ukuran rok meliputi lingkar pinggang diukur sekeliling pinggang. Selain itu warga belajar juga harus mengenal tanda-tanda pola sistem alwine seperti dibawah ini: . Gambar 17 Cara Mengukur 2) Kemampuan membuat pola Yang dimaksud kemampuan membuat pola adalah kemampuan warga belajar dalam membuat pola dasar sampai merubah pola sesuai model pakaian.

30 a) b) garis pensil hitam = garis pola asli garis merah (pensil merah dan spidol) = garis pola menurut model bagian depan c) garis biru (pensil biru atau spidol) = garis pola menurut model bagian belakang d) ……………. warna menurut tempat dilipit pada pola.. warna menurut tempat) g) garis dengan ballpoint hitam = garis pada pola yang perlu digunting untuk dilebarkan. Titik-titik tempat) = garis penolong (menurut e) garis-titik-garis-titik = garis lipatan (menurut warna tempat) f) garis putus-putus = garis rangkapan (lapisan. batas memakai ballpoint hitam (umpama lipit bentuk yang dipindahkan) k) TM tengah muka . h) i) j) lipit (plooi) setengah lipit. Tanda ini dibuat jika lipit atau kerut tidak dibuat pada waktu mengubah melainkan pada waktu merancang bahan.

31 l) m) n) TB tengah belakang siku-siku (900) anak panah hitam = tanda arah benang lurus (Alwine. 4) Kemampuan menggunting / memotong Kemampuan mengguting adalah kemampuan warga belajar menggunting pola atau bahan. Langkah-langkah merancang bahan adalah : a) Menyiapkan kertas coklat sebagai pengganti bahan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunting bahan adalah: . Tujuan yang akan dicapai yaitu mengetahui jumlah bahan yang dibutuhkan dan menghindari pemborosan. d) Merancang pola diatas bahan sesuai dengan racangan kertas coklat. c) Menempelkan pola kecil pada kertas coklat. Hal–hal yang harus diperhatikan saat menggunting pola yaitu harus sesuai dengan garis dan tanda pola. b) Menyiapkan pola kecil yang akan digunakan. 2000:5) 3) Kemampuan merancang bahan Kemampuan merancang bahan adalah kemampuan membuat perkiraan mengenai jumlah bahan yang di perlukan dalam membuat pakaian.

d) Gunting dimulai dari arah memanjang . sehingga kain tidak akan terangkat terlalu tinggi dan tidak akan berubah arah benang. c) Membuat tusuk jelujur renggang pada kain broklat dengan jarum tangan. Panjang dan lebar kain diusahakan tetap sejajar dengan tepi meja. b) Kain boleh digunting jika pola sudah terpasang dan diberi kampuh. Memindahkan garis pola pada bahan disebut juga merader. Pada umumnya kampuh bagaian sisi bahu 2 cm kampuh kerung lengan 1½ cm dan keling bawah 3 – 4cm. Merader dapat dilakukan dengan cara: a) Menggunakan rader yang bergigi. 5) Kemampuan memindahkan garis pola/ memberi tanda pada kain Kemampuan memindahkan garis pola yang dimaksud adalah kemampuan warga belajar memberi tanda pada bahan. baru melebar. oleh karena itu waktu mengguting kita berjalan mengelilingi bahan.32 a) Memotong bahan harus menggunakan gunting yang tajam. . c) Gunting dipegang tangan kanan dan tangan kiri menekan kain yang akan digunting. jika bahan yang akan digunting tebal pakailah gunting yang besar dan apabila bahan yang akan digunting tipis serta mudah digeser maka pola pada kain diberi jarum pentul. b) Membuat garis dengan kapur jahit pada kain.

Gambar 18.33 6) Kemampuan menyelesaikan pakaian Kemampuan menyelesaikan pakaian adalah kemampuan warga belajar dalam membuat pakaian. 1991:58) (1) Penyelesaian dengan depun Penyelesaian ini dikerjakan dengan cara melapis kerung leher menurut bentuk.1991:58) (2) Penyelesaian dengan serip Cara penyelesaian kerung leher dengan serip adalah bahan pelapis dijahit bagian buruk. Kemampuan menjahit badan meliputi menjahit sisi dan bahu bagian depan dan belakang. Menjahit kupnat pada bagaian depan dan belakang b) Penyelesaian kerung leher Penyelesaian kerung leher suatu busana meliputi penyelesaian dengan depun. serip dan rompok (Radias Saleh. kemudian diarahkan ke bagian buruk dan diselesaikan dengan tusuk kelim atau setikan mesin. Penyelesaian dengan Depun (Radias Saleh.kemudian diarahkan ke bagian . Lapisan dijahit dari bagian baik. Kemampuan tersebut meliputi: a) Kemampuan menjahit pada badan.

Gambar 20. Penyelesaian dengan Serip (Radias Saleh. Penyelesaian ini dapat digunakan sebagai hiasan.34 baik dan dijahit dengan mesin. Sehingga setengah dari leher kumai serong tampak dari luar dan setengahnya lagi tampak dari dalam. kemudian kumai serong dilipat sebagian ke bagian buruk dan dijahit dari bagian baik. Cara penyelesaiannya adalah kumai serong dijahit pada bagian buruk bahan selebar kerung kurang dari 0. Penyelesaian dengan Rompok (Radias Saleh.1991:60) c) Macam-macam saku Saku pada busana berfungsi sebagai pelengkap dan sebagai hiasan. Pada dasarnya saku ada dua macam yaitu saku tempel dan saku dalam. Gambar 19.5 cm. .1991:59) (3) Penyelesaian dengan Rompok Penyelesaian ini menggunakan kumai serong atau bisban.

35 (1) Saku Tempel Saku tempel terletak di luar busana misalnya pada kemeja. Lapisan saku terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang tampak dan tersembunyi. (b) Menyelesaikan kelim saku (c) Melekatkan saku dengan di setik mesin dari luar. . (c) Supaya rapi saku dijahit.1991 :61) (2) Saku Dalam Saku dalam biasanya terdapat pada sisi rok atau celana dan letaknya tersembunyi. Langkah-langkah membuat saku tempel adalah: (a) Menentukan letak saku dengan memberi tanda menggunakan kapur jahit atau setikan. setelah itu membuat guntingan agar jahitan rata dan tidak berkerut. Saku Tempel (Radias Saleh. Gambar 21. daster dan busana anak.Langkah-langkah membuat saku dalam adalah: (a) Melapis bentuk saku (misalnya bentuk lengkung) dengan pelapis (saku dalam) (b) Lapisan saku dibalik ke bagian dalam .

macammacam belahan seperti : a. macam-macam penyelesaian kelim. Tusuk Jelujur (Radias Saleh. Tusuk.36 (d) Lapisan saku dilipat dan dijahit bagian bawahnya.1991:62) 4. (e) Menyelesaikan kampuh saku dengan obras. maka mereka harus mempunyai kemampuan membuat macam-macam tusuk dan setikan. Yang dimaksud dengan tusukan adalah hasil jahitan yang dikerjakan dengan tangan serta menggunakan benang dan jarum. tusuk ini sering digunakan untuk menjahit yang bersifat sementara dan dikerjakan dari kanan ke kiri. Gambar 23. Saku Dalam (Radias Saleh. Gambar 22.1991:50) . Macam-macam Tusuk dan Setik mesin. macam-macam kampuh. Kemampuan Pendukung Menjahit pada Warga Belajar Sebelum warga belajar membuat pakaian.tusuk yang biasanya digunakan yaitu : tusuk jelujur.

1991:51) 2) Setik Jelujur Setik jelujur digunakan untuk menjahit sementara dan untuk mengerut. Gambar 26.1991:52) 3) Setik Lengkung Setik ini digunakan untuk menjahit bagian-bagian busana yang melengkung dan sebagai hiasan. Setik Lengkung (Radias Saleh.37 Setik mesin dapat diatur sesuai dengan keperluan. Setik Lurus (Radias Saleh.antara lain: 1) Setik lurus Setik lurus digunakan untuka menyambung bagian-bagian busana yang berfungsi sebagai hiasan.1991:53) . Jarak setikan lebar dengan pengatur setikan diturunkan paling bawah. Gambar 25 Setik Jelujur (Radias Saleh. Gambar 24.

Gambar 28. Kampuh Buka (Radias Saleh. Macam-macam kampuh Kampuh adalah sambungan yang terjadi waktu menyambung dua potong kain (Radias Saleh. sehingga untuk menyelesaikan kampuh diperlukan keterampilan khusus. Setik Penguat (Radias Saleh.tetapi pada tempat tertentu dibuat setik maju mundur untuk menguatkan. 1991:54). Penyelesaian kampuh sangat mempengaruhi jatuhnya busana. murah dan cepat. Beberapa macam kampuh yang biasa digunakan di industri busana adalah: 1) Kampuh Buka Kampuh buka banyak digunakan untuk menyelesaikan busana wanita. Pada industri busana tepi kampuh diselesaikan dengan obras karena lebih mudah.1991:54) b. Gambar 27.1991:55) .38 4) Setik Penguat Cara membuat setik penguat hampir sama dengan setik lurus.

Gambar 30. kemudian dibalik dan disetik lagi dengan lebar tidak lebih dari 0.1991:56) 3) Kampuh Tutup Kampuh Tutup adalah kampuh yang tepinya diselesaikan tepinya dengan obras atau dibalut menjadi satu. Kampuh Pipih (Radias Saleh. .5 cm. busana rumah dan kemeja. menyelesaikan busana bayi dan busana kerja. Ciri kampuh ini pada bagian luar terdapat satu setikan dan bagian dalam dua setikan. Kampuh Tutup (Radias Saleh. Gambar 29.39 2) Kampuh Pipih Kampuh pipih digunakan untuk membuat sarung. Cara mengerjakan kampuh ini mula-mula di setik dari bagian baik selebar kurang dari 0.5 cm.1991:56) 4) Kampuh Balik Kampuh balik digunakan pada busana anak.

Penyelesaian dengan Setik (Radias Saleh.40 Gambar 31.1991:58) 2) Penyelesaian dengan obras Cara mengerjakan tepi kelim di obras lalu dilipat sesuai yang diinginkan. kemudian dikelim selebar yang diinginkan kemudian soom. Cara menyelesaikan tepi kelim antara lain: 1) Penyelesaian dengan setik mesin Penyelesaian ini biasanya digunakan pada industri busana. kemudian disoom.5 cm. Gambar 32.1991:57) c. . Caranya tepi kelim dilipat kira-kira 0. Kampuh Balik (Radias Saleh. Macam-macam penyelesaian kelim Kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian-bagian busana yang dikerjakan dengan cara melipat tepi busana ke bagian buruk dengan jarak tertentu.

lebar. Langkah-langkah pembuatannya adalah: a) Menentukan tempat. c) Menjahit sepanjang belahan dari bagian buruk d) Membalik pelapis. melipat dan merapikan e) Menjahit pertengahan lapisan f) Tepi lapisan diselesaikan dengan kelim (Radias Saleh. dan manset. Belahan pada busana ada beberapa macam antara lain : 1) Belahan Lapis Sama Belahan ini sering digunakan pada bagian tengah belakang. Penyelesaian dengan Obras (Radias Saleh. dan panjang belahan b) Menyiapkan pelapis belahan yaitu dua kali lebar belahan di tambah dua kali kampuh untuk ukuran lebar dan untuk panjangnya dua kali panjang belahan.1991:63) .41 Gambar 33. Macam macam belahan Belahan pada busana berfungsi untuk memudahkan dalam memakai dan melepaskan busana. tengah muka.1991:58) d.

penempatannya dari tengah muka. dengan lebar dua kali lebar belahan di tambah dua kali kampuh. dibalik. dan manset.1991:63) 2) Belahan Amerika Belahan ini hampir sama dengan belahan lapis sama.42 Gambar 34.1991:64) . Belahan Lapisan Sama (Radias Saleh . ujung lapisan dibuat segi tiga. disetik dan dirapikan dengan hasil setengah lebar belahan. d) Menjahit lapisan bawah.Lapisan untuk belahan terdiri dari dua bagian yaitu lapisan bawah dan atas. e) Menjahit lapisan atas dengan di setik pada bagian luar ( Radias Saleh. tengah belakang. Langkah-langkah pembuatannya adalah : a) Menentukan letak dan ukuran belahan b) Menyiapkan lapisan bawah dengn lebar belahan di tambah kampuh c) Menyiapkan lapisan atas.

untuk busana wanita kanan menutup kiri.1991:65 . Langkahlangkah Memasang tutup tarik adalah : a) Menentukan panjang belahan. Belahan Tutup Tarik (Radias Saleh.1991:64) 3) Belahan Tutup Tarik Belahan ini merupakan belahan yang menggunakan retsliting.43 Gambar 35 Belahan Amerika (Radias Saleh. sesuai dengan panjang tutup tarik b) Tutup tarik di semat pada belahan. biasanya terletak di tengah muka atau tengah belakang. c) Menjelujur d) Membuat setikan yang lurus dan rata Gambar 36.

dan mengukur resiko suatu usaha bisnis. B. bukan kekuatan dari orang lain. Pengertian Wiraswasta Wiraswasta dapat diartikan sebagai keberanian. mengelola. Pengertian tersebut senada dengan pendapat Wijandi (2000:23) yang mengemukakan bahwa wiraswasta adalah sifat-sifat keberanian. Sikap Wiraswasta 1. keutamaan dan keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kekuatan sendiri. Pengertian ini mengandung arti bahwa wiraswasta ditujukan pada pribadi seseorang yang mempunyai sifat-sifat unggul dalam berbisnis. serta kepercayaan diri dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Soemanto.1999:42). baik pekerjaan kedinasan ataupun pekerjaan sambilan. Pengertian tersebut mengindikasikan bahwa wiraswasta adalah suatu sifat berbisnis dan dapat mencakup semua pekerjaan. Penilian test teori dengan pedoman angket dan penilian test praktek dengan pedoman observasi. Pengertian lain tentang wiraswasta adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyusun. keutamaan. . melainkan sifat-sifat keuletan dan ketabahan seseorang dalam memajukan prestasinya pada usahanya dengan menggunakan kekuatan sendiri. Pengertian ini memberikan gambaran bahwa wiraswasta bukan hanya sekedar kerja sambilan di luar dinas.44 Kemampuan dalam membuat pakaian itu dapat dilihat dari praktek/cara test teori dan praktek.

Salah satu contoh sikap wiraswasta adalah sikap berusaha dalam bidang menjahit. 2. Unsur-unsur Sikap Wiraswasta Wijandi (2000:27-32) mengemukakan bahwa wiraswasta pada dasarnya mencakup beberapa unsur penting. berani mengambil resiko untuk mulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba dan kesuksesan. konveksi. Unsur-unsur tersebut adalah: . butik dan garmen. sikap wiraswasta sangat dibutuhkan untuk mengelola manajemen usaha dengan baik sehingga dapat memperoleh keuntungan yang optimal dengan sumber daya mausia yang seefektif dan seefisien mungkin. Dalam memulai usaha pada bidang menjahit. Hal tersebut mencerminkan bahwa seorang wiraswasta cenderung memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dari pada jiwa pekerja pelaksana.45 Seorang wiraswasta merupakan orang yang unggul dalam mengejar prestasi. dapat dipahami bahwa sikap wiraswasta merupakan sikap atau pandangan pribadi yang mencerminkan keuletan. bukan kekuatan dari orang lain. ketabahan dan keberanian dalam usaha memajukan prestasinya dengan menggunakan kekuatan sendiri. misalnya modiste. Dari beberapa pengertian tentang wiraswasta di atas. Maksudnya seseorang yang memiliki sikap wiraswasta selalu menggunakan waktu dengan sungguh-sungguh untuk berusaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. tailor. dimana antara satu unsur dengan unsur lainnya saling terkait dan tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari.

unsur pengetahuan dapat ditunjukkan dari kemampuan seseorang untuk merancang trend busana di masa yang akan datang. b. Idealnya. Keluasan dan kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu bidang kajian akan sangat berpengaruh terhadap pola pikirnya dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya. . Akan lebih baik jika unsur pengetahuan ditunjang dengan keterampilan dalam melaksanakan apa yang dipikirkannya. khususnya pada kreatifitas dan inovasinya untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dengan demikian akan diperoleh pengalaman yang terpadu antara teori dan praktek. Unsur Pengetahuan (kognitif) Unsur pengetahuan dalam sikap wiraswasta pada dasarnya merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir yang cenderung dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya baik pendidikan formal maupun non-formal.46 a. seseorang yang memiliki unsur pengetahuan yang tinggi harus didukung dengan karya dalam melaksanakan imajinasinya tersebut. Orang yang memiliki unsur pengetahuan tinggi tapi unsur keterampilannya kurang memadai akan menyebabkan orang hanya berpikir saja tanpa bisa melaksanakan apa yang dipikirkannya. Dalam bidang menjahit. Unsur Keterampilan (psikomotor) Unsur keterampilan dalam sikap wiraswasta lebih disebabkan faktor latihan dan pengalaman seseorang dalam melaksanakan suatu karya atau usaha.

c. Dalam sikap wiraswasta unsur sikap mental sangat berperan dalam memunculkan keberanian untuk menerima suatu peluang dan menjadikannya sebagai suatu kesempatan emas untuk sukses. atau berani menggunakan modal yang tersedia untuk memulai usaha. ketegasan.47 Dalam bidang jahit menjahit. kejujuran. Unsur kewaspadaan dalam wiraswasta sangat berpengaruh terhadap . Unsur Sikap Mental Unsur sikap mental merupakan respon atau tanggapan seseorang jika dihadapkan pada suatu situasi tertentu. d. Unsur sikap mental lebih berorientasi pada kejadian sesaat. dan juga kecakapan seseorang dalam membuat kreasi-kreasi busana. unsur keterampilan dapat dilihat dari kemampuan seseorang menyelesaikan jahitan dengan cekatan dan tidak banyak melakukan kesalahan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap sikap-sikap mentalnya adalah rasa tanggung jawab. Dalam situasi tersebut. keberanian dan inisiatif. Unsur Kewaspadaan Unsur kewaspadaan pada dasarnya merupakan perpaduan antara unsur sikap mental dan unsur kognitif (pengetahuan) seseorang. sikap mental seseorang akan nampak dengan jelas dan akan memberikan gambaran tentang pribadinya. Unsur sikap mental dalam wiraswasta bidang jahit menjahit dapat dicontohkan dari sikap berani tidaknya seseorang pada saat muncul peluang order jahitan yang banyak. artinya situasi tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa ada informasi sebelumnya.

2004:77). dan ada kesamaan antara motif dan need (dorongan dan kebutuhan). Mempunyai motivasi yang tinggi Motivasi adalah dorongan yang kuat terhadap seseorang untuk mencapai target tertentu. 3.48 kelangsungan hidup usaha yang dijalankan. Apabila prakiraan dan perencanaan tidak dilakukan dengan baik maka usaha yang telah dirintis akan menghadapi kemungkinan kerugian. Sebaliknya jika perencanaan dilakukan dengan matang dilandasi dengan prakiraan yang tepat maka usaha yang dijalankan akan langgeng untuk masa-masa yang akan datang. Anoraga (1992:35) mengemukakan bahwa motivasi merupakan suatu proses dimana tingkah laku tersebut dipupuk dan diarahkan. Hal ini dapat dipahami karena kewaspadaan merupakan syarat adanya unsur prakiraan dan perencanaan yang tepat untuk kegiatan usaha diwaktu-waktu yang akan datang. Motivasi seorang wiraswasta dapat dilihat dari keinginannya untuk mencapai target sukses tertentu dengan menggunakan kekuatannya sendiri. Sikap-sikap Wiraswasta a. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu itu sendiri (Priyono. Contohnya warga belajar yang memiliki motivasi tinggi berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan . Siagian (2002:104) menyebutkan bahwa motivasi akan muncul jika ada kebutuhan yang melatar belakanginya.

kebutuhan akan prestise dan juga kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri dalam bekerja. Dalam berwiraswasta. maka ia tidak akan mudah putus asa dan akan terus mencoba untuk menyelesaikan tugasnya tersebut. misalnya ingin mendirikan butik. motivasi yang tinggi dalam berwiraswasta dapat ditunjukkan dari keinginan seseorang untuk mendirikan usaha pada bidang jahit menjahit. Misalnya seseorang yang melakukan pekerjaan menjahit mengalami kegagalan membuat busana yang sesuai dengan harapan. Dalam bidang jahit menjahit. Apabila ia mengalami kegagalan maka ia akan mencari tahu penyebab kegagalannya dan tidak langsung patah semangat. faktor yang melatar belakangi munculnya motivasi untuk sukses dapat berupa kebutuhan untuk mencapai taraf hidup yang lebih layak. b. modiste. Dalam berwiraswasta bidang jahit menjahit. Wiraswastawan yang berhasil selalu mempunyai motivasi yang tinggi dalam setiap kegiatan usaha yang dilakukannya.49 menjahitnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan tanpa bantuan orang lain. sikap ini dapat tercermin dari adanya sikap percaya diri dan mampu menjalankan usaha di bidang menjahit. . ataupun usaha konveksi. Optimis dan berpikir positif Machfoedz (2004:63) menyebutkan bahwa salah satu bentuk kepribadian seseorang yang akan dapat mendukungnya menjadi wiraswastawan adalah optimistis dan selalu berpikir positif dalam berusaha.

Tinggi rendahnya kualitas kreativitas seseorang dalam berwiraswasta akan dipengaruhi oleh faktor akumulasi pengetahuan. Cara berpikir seorang wiraswastawan tidak sama dengan orang-orang pada umumnya. namun juga masalah manajemen ruang dan waktu. dan juga pengalaman ide yang dapat diperoleh seseorang melalui imajinasi dan mimpi-mimpinya (Machfoedz.2004:82). Wawasan yang luas sangat diperlukan oleh seorang wiraswastawan. Kreatif dan inovatif Berpikir kreatif dan inovatif adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hal-hal baru dan selalu mencari alternatif pemecahan masalah dengan cara yang efektif dan efisien (Priyono.2004:93). proses inkubasi yaitu proses pemikiran dalam alam bawah sadar yang menggerakkan seseorang untuk menyiapkan strategi. . Mempunyai wawasan luas ke depan Priyono (2004:94) mengemukakan bahwa wawasan luas ke depan merupakan pengetahuan dan pandangan yang luas yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu hal atau suatu bidang kajian. Wawasan yang luas juga diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah dalam usaha yang tentunya tidak hanya masalah laba dan rugi saja. sehingga sumber daya yang akan digunakan dapat dimanfaatkan dengan optimal. karena dengan wawasan yang luas dan mendalam maka ia dapat menyusun rencana usaha termasuk manajemen pengaturan sumber daya secara efektif dan efisien sesuai dengan fungsinya. d.50 c.

karena tidak dimanifestasikan dalam kegiatan yang nyata. Namun apabila telah diperhitungkan dengan matang maka seorang wirauswastawan harus berani untuk melangkah maju dalam melaksanakan usaha tersebut.51 manajemen sumber daya manusia bawahannya. manajemen keuangan serta kemampuan mengendalikan output produksi. e. Hendaknya seorang wiraswasta harus mempunyai keberanian untuk mengambil peluang dan kesempatan yang ada. Dalam berwiraswasta di bidang menjahit. Berani mengambil resiko Keberanian dalam mengambil resiko merupakan keberanian yang dimiliki oleh seseorang dalam menghadapi tantangan yang akan membawa pada keberhasilan maupun kegagalan (Tarmudji. Apabila seseorang yang memiliki bakat atau keterampilan tetapi tidak mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam berusaha.2000:11). untuk dikembangkan menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. untuk menghindari kerugian yang fatal. hendaknya resiko yang terlalu tinggi jangan diambil. Pada umumnya untuk memulai usaha baru banyak dibayangbayangi oleh resiko kerugian. Namun demikian. maka keterampilan yang dimilikinya tersebut akan sia-sia saja. Contohnya seorang wiraswasta di . serta wawasan dalam menggunakan alat-alat jahit yang lebih modern untuk menghasilkan produk lebih cepat. wawasan luas diperlukan seorang wiraswastawan dalam hal memilih berbagai bahan (kain) yang berkualitas.

52 bidang menjahit sudah dapat mengetahui apabila keputusan untuk membuat pakaian dengan model jabot pada dada tidak disukai oleh banyak orang. Machfoedz (2004:63) menyebutkan bahwa wiraswastawan hendaknya bersedia menerima resiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan. f. . Saat itulah keputusan harus segera diambil. tepat dan cermat diatasi dan dicarikan pemecahannya. Contoh perilaku yang menunjukkan keberanian warga belajar dalam mengambil keputusan adalah keberanian memutuskan pilihan corak kain yang tepat serta sesuai dengan postur tubuh dan juga untuk model pakaian yang akan dibuat.2004:63). maka seorang wiraswastawan tidak akan memproduksi model pakaian tersebut karena hasil produksinya tidak akan laku dan akan menyebabkan perusahaan rugi besar. Namun demikian dalam pengambilan keputusan tersebut hendaknya tidak tergesa-gesa.2004:99). Pengambilan keputusan hendaknya dilakukan secara tegas sehingga tidak menimbulkan kebimbangan yang berlarut-larut. Adakalanya seorang wiraswasta dihadapkan pada permasalahan yang harus dengan cepat. Berani mengambil keputusan Mengambil keputusan adalah memilih alternatif pemecahan masalah dan pada umumnya alteranatif tersebut mempunyai keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda (Priyono. jadi harus dipertimbangkan secara matang dahulu (Machfoedz.

. Kemampuan berkomunikasi seorang wiraswasta pada dasarnya sangat berhubungan dengan keterampilan bergaul dengan orang lain (Soemanto.2004:103). h. Hal tersebut akan dapat tercapai jika hubungan itu didasari atas dasar kesamaan kepentingan serta komitmen yang adil. maka akan mudah untuk mengenal sosok dan kepribadian seseorang. Kemampuan bekerja sama akan nampak jika seseorang bergabung bersama dengan orang lain untuk mendirikan usaha jahit menjahit. Pembagian yang jelas antara hak dan kewenangan akan mengakibatkan hubungan yang terjalin dapat dibina secara langgeng dan tidak ada unsur saling menjatuhkan. Mempunyai kemampuan bekerja sama Kemampuan bekerja sama adalah kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain untuk meningkatkan daya saing perusahaan (Priyono.1999:75). Seorang wiraswasta harus mampu menjalin hubungan kerja sama dengan pihak lain. Komunikasi dalam dunia wiraswasta mempunyai peranan yang sangat penting. karena dengan adanya komunikasi yang baik maka usaha yang dijalankan akan dapat mencapai target yang telah ditentukan. Dengan adanya komunikasi yang baik. Contoh kemampuan warga belajar untuk bekerja sama yaitu kemauan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan kelompok kepada warga belajar dalam memulai usaha dalam bidang menjahit.53 g. Mempunyai kemampuan berkomunikasi.

i. maka seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik. mengenali diri sendiri dan berdisiplin diri. Hal ini senada dengan pendapat Soemanto (1999:69) yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan kemampuan kepemimpinan yang baik.2000:44).2004:111). namun juga mengendalikan dan memimpin diri sendiri. karena tidak selamanya kegiatan usaha dijalankan oleh diri sendiri. Kepemimpinan bagi seorang wiraswasta merupakan aset yang sangat penting yang harus dimiliki. Contoh perilaku warga belajar yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi adalah adanya usaha tiap warga belajar untuk saling bertukar pengalaman dan berpendapat untuk memulai dan mengembangkan usaha bidang jahitan. Mempunyai jiwa pemimpin Memimpin dapat berarti memotivasi orang atau mengubah potensi seseorang menjadi realitas (Priyono.54 sehingga akan memudahkan dalam melayani atau pun bekerja sama dengannya. Kepemimpinan pada dasarnya bukan hanya kemampuan untuk memerintah orang lain. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai keahlian seorang pemimpin yang dapat memungkinkan untuk menyalurkan rekannya agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh kepercayaan (Tarmudji. Ada saat-saat tertentu dimana pekerjaan harus dilimpahkan kepada orang lain. sehingga diperlukan keahlian dalam mengarahkan orang tersebut untuk bertindak sesuai dengan harapan agar pekerjaan yang dilimpahkan dapat terselesaikan .

Apabila seorang wiraswasta tidak mampu memberikan perintah atau mengarahkan kerja orang lain. j. maka akan mengakibatkan pekerjaan tersebut tidak dapat terselesaikan sesuai dengan harapan dan tujuannya. tidak tergantung pada orang lain. Kerangka Berfikir Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Pemerintah bersama swasta memberikan berbagai keterampilan melalui kelompok belajar (kejar) yang ada di daerah tertentu seperti kejar menjahit yang ada di Kelurahan . Mampu bekerja mandiri Priyono (2004:114) mengemukakan bahwa kemampuan bekerja mandiri merupakan kemampuan seseorang untuk berusaha di atas kemampuannya sendiri. Wiraswasta akan berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan akan mampu mengubah kejadian dan percaya bahwa mereka adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. kemampuan bekerja mandiri mensyaratkan adanya rasa percaya diri yang tinggi dan tidak meragukan atas kemampuan yang dimilikinya. C. dapat tercermin dari kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan secara mandiri tanpa terlalu tergantung pada bantuan dari pihak lain.55 dengan baik. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam wiraswasta. Dengan dilandasi sikap-sikap tersebut maka wiraswasta akan mantap melakukan kegiatan-kegiatan untuk meraih kesuksesan. Kemampuan untuk bekerja secara mandiri.

Sikap di atas merupakan indikator dari wiraswasta yang kemungkinan secara tidak langsung timbul pada saat warga belajar memanfaatkan kinerja menjahit yang dimilikinya untuk mencari uang dengan . Selain itu menghemat untuk mandiri. sehingga dapat berwiraswasta. Dari proses pembelajaran dan hasil praktek dapat dinilai apakah warga belajar memiliki kinerja menjahit. membuat pola. Setelah warga belajar memiliki kinerja menjahit akan timbul keinginan untuk membuat pakaian baik untuk orang lain atau keluarga dengan tujuan menghemat pada saat praktek menjahit. Seseorang yang memiliki sikap wiraswasta berarti memiliki motivasi. mengambil ukuran. luhur dan mandiri yang pantas diteladani. Penilaian SDM yang berkwalitas di lihat dari kinerja atau kemampuan dalam menjahit yang secara rutin dilakukan warga belajar pada proses pembelajaran baik teori maupun praktek. Melalui kejar menjahit tersebut warga belajar diharapkan memiliki SDM yang berkwalitas. kreatif dan inovatif.56 Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Sikap wiraswasta adalah sikap atau tingkah laku yang gagah berani. Proses pembelajaran tersebut meliputi kemampuan mengenal alat jahit. berani mengambil resiko dan keputusan. dan kemampuan menjahit. mempunyai wawasan luas ke depan. Sikap wiraswasta dapat timbul karena kebutuhan warga belajar. dapat bekerjasama dan berkomunikasi. sikap optimis dan berfikir positif. Keinginan membuatkan pakaian untuk orang lain merupakan sikap wiraswasta yang dimiliki warga belajar. dapat memimpin dan mandiri. warga belajar juga termotivasi dalam mencari pelanggan dan sebagian pengalaman dalam menjahit.

Dalam skripsi ini di bahas tentang Hubungan antara Kinerja Menjahit dengan Sikap Wiraswasta pada Kelompok Belajar Menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. tailor atau konfeksi. 2. Oleh karena itu dalam penelitian ini hipotesis adalah: 1. D. Hipotesis alternatif (Ha) Ada hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.57 membuka usaha dibidang penjahitan seperti modiste. Hipotesis Hipotesis adalah kesimpulan untuk sementara menjawab permasalahan penelitian. Dengan kinerja menjahit dan sikap wiraswasta yang dimiliki warga belajar akan menghasilkan suatu benda yang bermanfaat dengan cepat dan rapi. Hipotesis nol (Ho) Tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat .

Metode Penentuan O bjek Penelitian Penentuan objek penelitian meliputi populasi dan sampel penelitian. A. metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang baik. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. instrumen penelitian serta metode analisis data. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh warga belajar yang mengikuti kejar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat sejumlah 30 orang. Populasi Populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan subyek penelitian (Arikunto. 2002:108). meliputi metode penentuan objek penelitian. Sugiyono (2003:55) mengemukakan. 1. Dalam penelitian ini. maka perlu disusun langkah-langkah penelitian yang tercakup dalam metode penelitian. Ketepatan metode yang digunakan sangat menentukan keakuratan hasil penelitian yang diperoleh. tahapan metode dalam penelitian ini akan dijabarkan dalam uraian berikut.BAB III METODE PENELITIAN Untuk memperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. 58 58 . metode pengumpulan data. Untuk lebih jelasnya.

Menurut Sugiyono (2003:56). . Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan anggota sampel adalah memberi kode angka pada lembaran-lembaran kertas kecil mulai dari 1 sampai dengan 30 (seluruh anggota populasi).2002:109). dan taraf kesalahan 5% maka jumlah anggota sampel yang representatif yang dapat diambil adalah 95% dari 30 orang. mengundi lembaranlembaran kertas dan mengambil sejumlah 28. digunakan teknik simple random sampling. menetapkan ke 28 orang yang terpilih sebagai anggota sampel. Untuk menentukan sebaran anggota sampel dalam penelitian ini.2001:68). Dari anggota populasi sejumlah 30 orang. yaitu pengambilan anggota sampel dengan mengambil anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan strata atau tingkatan yang ada dalam populasi (Sugiyono. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).2001:59). Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sampel merupakan sebagian atau keseluruhan gejala yang diambil dari anggota populasi dan dianggap benar-benar mewakili karakteristik seluruh gejala dalam populasi. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto.59 2. yaitu sejumlah 28 orang (Sugiyono. sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Kemampuan membuat pola d. yaitu variabel sikap wiraswasta. Variabel yang menjadi fokus penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Sub-sub variabel tersebut adalah sebagai berikut : a. Kemampuan mengambil ukuran c. Kemampuan menggunting e. Variabel bebas (independen) adalah variabel yang menjadi sebab berubahnya variabel terikat (dependen).2002:94). sedangkan variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas (Sugiyono. yaitu variabel kinerja menjahit b. Penelitian ini memuat dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Kemampuan menjahit pakaian . Variabel kinerja menjahit meliputi sub-sub variabel yang juga berperan sebagai indikator pengukuran kinerja menjahit. Variabel Penelitian Variabel adalah objek yang akan diteliti atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. Kemampuan menggunakan alat jahit b. Definisi lain tentang variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono. Variabel terikat (Y) . Variabel bebas (X) . 2003:3). 2003:2).60 3. Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa variabel adalah objek atau gejala yang menjadi fokus dalam suatu penelitian.

1. Metode Observasi Menurut Ridwan (2004:42) observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. c. Motivasi Optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Keberanian mengambil keputusan Bekerja sama Mandiri B. f. e. b. d. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian ini terdiri dari metode observasi (pengamatan) dan metode angket (kuesioner).61 Variabel sikap wiraswasta meliputi sub-sub variabel sebagai berikut : a. h. Pengamatan dilakukan dengan memberikan tanda checklist ( ) pada instrumen observasi berupa lembar observasi yang berisikan skor pada masing-masing indikator kinerja manjahit. Dalam penelitian ini pengamatan dilakukan untuk memperoleh data tentang tingkat kinerja menjahit warga belajar yang mengikuti kejar menjahit. g. Tingkatan skor yang digunakan dalam pengamatan adalah sebagai berikut : .

Baik C. Apabila skor totalnya tinggi maka dapat dikatakan bahwa tingkat kinerja menjahitnya tinggi. Sangat Baik B. Dengan demikian skor tertinggi yang mungkin dicapai oleh responden adalah 4 x 20 item = 80. Metode Angket Menurut Suharsimi Arikunto (2002:200). Dipandang dari segi cara menjawabnya. dan skor terendah yang dapat dicapai adalah 1 x 20 item = 20. angket dalam penelitian ini termasuk angket tertutup. Penggunaan angket dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap variabel sikap wiraswasta pada diri responden. Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Kurang Baik diberi skor 4 diberi skor 3 diberi skor 2 diberi skor 1 Jumlah skor total yang diperoleh oleh tiap warga belajar merupakan cerminan tingkat kinerja menjahit yang dimilikinya.62 A. angket adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Sugiyono (2001:73) mengemukakan bahwa skala Likert sering digunakan untuk . atau halhal yang ia ketahui. sedangkan bila tingkat kinerjanya rendah maka skor total pun rendah. Cukup Baik D. yaitu angket yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih saja pada jawaban yang tersedia. 2.

1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian No. Penyusunan Instrumen Instrumen yang baik pada dasarnya akan mendukung perolehan data penelitian yang baik pula. Variabel Sub Variabel Kemampuan menggunakan alat jahit Kemampuan mengambil ukuran Kemampuan membuat pola Kemampuan menggunting Kemampuan menjahit pakaian Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mandiri Metode Pengumpulan Data Obsevasi Alat Ukur 1 Kinerja Menjahit Chekclist 2 Sikap Wiraswasta Angket Angket . Kisi-kisi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.63 mengukur sikap atau pendapat seseorang. untuk itu perlu usaha dalam menyusun instrumen yang baik. Alternatif jawaban yang digunakan dalam skala Likert untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : Sangat Sesuai Sesuai (SS) (S) diberi skor 4 diberi skor 3 diberi skor 2 diberi skor 1 Kurang Sesuai (KS) Tidak Sesuai (TS) C. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang aspek yang diteliti. maka disusun kisi-kisi instrumen yang akan digunakan dalam angket dan observasi.

Sedangkan pendapat lain “instrumen valid” adalah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono. Uji Coba Instrumen Usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan instrumen yang baik untuk penelitian salah satunya adalah dengan mengupayakan penyusunan instrumen yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas.2003:267). 1. Instrumen yang telah disusun berdasarkan kisi-kisi terlebih dahulu diuji cobakan agar dapat diketahui validitas dan reliabilitasnya. Jawaban yang diberikan oleh peserta uji coba kemudian diberi skor sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat. Pengujian validitas dilakukan dengan analisis butir (item). Skor-skor yang diperoleh dari tiap responden kemudian dipergunakan untuk menentukan validitas dan reliabilitas instrumen. Menurut Sugiyono (2003:272). Pelaksanaan uji coba dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan instrumen yang telah disusun kepada 20 orang anggota sampel yang dipilih secara acak. dengan memperhatikan ciriciri yang sama dengan populasi yaitu warga belajar. betul-betul dapat digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang hendak diukur sesuai dengan tujuan penelitian.64 D. analisis butir adalah mengkorelasikan skor tiap butir . Dengan demikian validitas dimaksudkan untuk menentukan apakah pertanyaan atau pernyataan yang disusun dalam angket. Validitas Instrumen dan Reliabilitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto.2002:144).

8670. .4444 maka disimpulkan bahwa dari 20 item soal. Setelah dilakukan pembandingan dengan rtabel sebesar 0. 11 dan 20.4444 maka disimpulkan bahwa dari 20 item soal. Pengujian pada variabel sikap wiraswasta menunjukkan bahwa koefisien korelasi berkisar antara 0. sedangkan item yang lain dinyatakan valid.3000 sampai dengan 0.7752. Pengujian validitas pada variabel kinerja menjahit menunjukkan bahwa koefisien korelasi berkisar antara 0. Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah rumus korelasi product moment dari Pearson sebagai berikut : rxy = {N ∑ x N ∑ xy − (∑ x )(∑ y ) 2 2 − (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y ) }{ 2 } Keterangan : r xy = koefisien korelasi Σ x = skor item Σ y = skor total N = jumlah sampel (Sugiyono. 2 item dinyatakan tidak valid yaitu nomor 8 dan 17. Jika rhitung > rtabel maka item soal dinyatakan valid. Dengan demikian instrumen telah memenuhi syarat validitas. sedangkan item yang lain dinyatakan valid. 3 item dinyatakan tidak valid yaitu nomor 9. Setelah dilakukan pembandingan dengan rtabel sebesar 0. Untuk menentukan valid tidaknya item soal. maka koefisien tersebut dibandingkan dengan rtabel.2003:272).4280 sampai dengan 0.65 dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Hasil perhitungan validitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 4 dan 5 halaman 93-98.

Pengujian reliabilitas dengan internal consistency dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali. Suatu angket dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Arikunto. . 2002:171).2002:170). Maka reliabilitas intstrumen ini akan dianalisis dengan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut : ⎪ ⎧ k ⎫⎧ r11 = ⎨ ⎬⎨1 − ⎩ k − 1 ⎭⎪ ⎩ ∑s ∑s 2 1 ⎫ ⎪ 2 ⎬ t ⎪ ⎭ Keterangan : r 11 = realibilitas instrumen k = banyaknya butir / item soal 2 Σsi = jumlah varian butir Σst2 = varian total (Arikunto.2002:171) Hasil dari perhitungan rumus Alpha tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r Tabel pada taraf signifikansi 5% dan jumlah responden (N) sejumlah 20.66 2. Rumus Alpha Cronbach digunakan untuk menganalisis reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0 melainkan berupa interval. Jika harga r hitung > r tabel maka instrumen dikatakan reliabel. namun jika r hitung < r tabel maka instrumen dikatakan tidak reliabel. Instrumen pada penelitian ini. misalnya angket atau soal bentuk uraian (Arikunto. kemudian hasilnya dianalisis. reliabilitasnya diuji secara internal consistency. Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini selain uji validitas juga dilakukan uji reliabilitas.

1.67 Hasil pengujian pada variabel kinerja menjahit. Hasil perhitungan reliabilitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 93-98.8803. diperoleh koefisien r11 sebesar 0. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan rata-rata data dan standar deviasi. sedangkan pengujian hipotesis dilakukan teknik analisis korelasi product moment. . Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat daftar distribusi frekuensi adalah sebagai berikut: a. Menentukan jumlah responden b. Selain itu juga dilakukan analisis dengan menggunakan daftar distribusi frekuensi dan tabel distribusi frekuensi. diperoleh koefisien r11 sebesar 0. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik analisis deskriptif prosentase.9195. Menentukan skor maksimum. E. Karena r11 > rtabel maka instrumen variabel kinerja menjahit dinyatakan reliabel. dengan cara mengalikan skor tertinggi jawaban dengan jumlah item pertanyaan. Menentukan jumlah butir pertanyaan c. Hasil pengujian pada variabel sikap wiraswasta. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang aspek-aspek yang terdapat di dalam variabel penelitian. Karena r11 > rtabel maka instrumen variabel sikap wiraswasta dinyatakan reliabel.

68 d. Menentukan interval kelas skor. terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas sebaran data (Sugiyono. e. f. Menentukan jenjang kriteria dengan aturan Sturgess k = 1 + 3. Menentukan rentang skor. Menghitung prosentase dari frekuensi tiap kelas interval 2. Sebelum teknik korelasi product moment dilakukan.2001:114). Untuk mengetahui normalitas data dari populasi yang ada digunakan uji Lillieffors. yaitu dengan cara mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. Teknik Uji Persyaratan Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment. dengan cara mengalikan skor terendah jawaban dengan jumlah item variabel. Membuat kelas-kelas interval mulai dari skor minimum sampai dengan skor maksimum dengan interval yang telah ditentukan i. Menentukan frekuensi perolehan skor dari tiap responden yang sesuai dengan kelas intervalnya k. g. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: . dengan cara membagi rentang skor dengan jumlah kriteria h.3 log n. Menentukan skor minimum. Memasukkan skor yang diperoleh tiap responden ke dalam kelas interval yang sesuai j.

diubah menjadi bilangan baku zi − x −x dengan menggunakan rumus zi = i dengan x merupakan rata-rata s − data dan s adalah simpangan baku. Ketentuannya. 3. maka F (zi)=0. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal (Sudjana. jika zi negatif.5 – Luas daerah di bawah lengkungan normal standar.69 1) Tiap skor total yang diperoleh. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. z2.5 + Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. Teknik ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 6) Bandingkan dengan harga L tabel. jika zi positif.1996:466). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : . Dengan menggunakan teknik ini akan diperoleh harga koefisien r product moment. Pengujian Hipotesis Teknik yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah teknik korelasi product moment. …. Apabila Lo < L tabel. 5) Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo. Caranya dengan membagi banyaknya skor yang lebih kecil atau sama dengan zi dengan jumlah responden (28). 2) Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) dengan bantuan tabel luas lengkungan kurva normal. maka F(zi) =0. 3) Selanjutnya dihitung proporsi z1. 4) Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga mutlaknya. ditulis S(zi).

70 rxy = {N ∑ x N ∑ xy − (∑ x )(∑ y ) 2 2 − (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y ) }{ 2 } Keterangan: r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y Σ x = skor total variabel X Σ y = skor total variabel Y N = jumlah sampel (Sugiyono.00 – 0.000 Sangat kuat Sumber : Sugiyono.199 Sangat rendah 0.20 – 0.799 Kuat 0. Uji signifikansi dilakukan menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut : t= r n−2 1− r2 Keterangan: t = harga t hitung .2 Interpretasi Tingkat Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0. Harga koefisien ini menunjukkan ada tidaknya hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut. Untuk mengetahui apakah hasil tersebut berlaku juga untuk tingkatan populasi maka perlu dilakukan uji signifikansi korelasi.2001:149 Harga koefisien korelasi yang diperoleh pada dasarnya masih hanya berlaku pada sejumlah sampel penelitian.2001:148).399 Rendah 0.599 Sedang 0.60 – 0. Untuk dapat memberikan interpretasi kuat lemahnya hubungan antara kedua variabel.80 – 1. digunakan pedoman sebagai berikut : Tabel 3.40 – 0.

Rumus yang digunakan adalah KP = r2 x 100% dimana KP menyatakan besarnya koefisien determinasi dan r adalah koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat (Ridwan.2001:150) Kriteria pengujiannya.71 r = koefisien korelasi product moment n = jumlah sampel (Sugiyono. dilakukan perhitungan koefisien determinasi koefisien korelasi product moment. Untuk menentukan seberapa besar sumbangan yang ditimbulkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. jika harga t hitung > dari harga t tabel maka koefisien korelasi yang diperoleh adalah signifikan.2004:218). artinya dapat digeneralisasikan pada populasi. .

Berikut ini akan diuraikan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan. skor tertinggi 70. langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah menginterpretasikan data hasil penelitian secara deskriptif. dapat diketahui bahwa pada variabel kinerja menjahit. rata-ratanya adalah 54. skor terendah 26.5930 9. Hasil Penelitian Setelah melakukan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV akan disajikan tentang waktu dan tempat pelaksanaan penelitian. dengan mengambil lokasi di Balai RW IV Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. analisis data dan pembahasan.5710 Standar Deviasi 10.1430 52. deskripsi data penelitian. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus sampai dengan 1 September 2005. diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. B.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian Nilai Nilai Tertinggi 70 68 Terendah 26 29 Variabel Rata-rata 54. A. Pada variabel sikap wiraswasta skor tertinggi 72 .1430 dengan standar deviasi 10.9645 Kinerja Menjahit Sikap Wiraswasta Berdasarkan tabel di atas.5930. Berdasarkan hasil pengumpulan data berupa nilai pada variabel kinerja menjahit dan sikap wiraswasta.

73

68, skor terendah 29, rata-rata skor adalah sebesar 52,5710 dan standar deviasinya sebesar 9,9645. Selanjutnya, sebaran data tersebut dibuat menjadi daftar distribusi frekuensi dengan langkah-langkah seperti tercantum dalam teknik analisis deskriptif bab metodologi penelitian. Berikut ini hasil penyusunan daftar distribusi frekuensi pada masing-masing variabel. 1. Data Kinerja Menjahit Kinerja menjahit dapat digambarkan dengan daftar distribusi frekuensi data, oleh karena itu dapat ditentukan dengan menentukan interval skor sebagai berikut: a. Jumlah responden 28 b. Jumlah butir pertanyaan 18 c. Skor maksimum = 4 x 18 = 72 d. Skor minimum = 1 x 18 = 18 e. Rentang skor = 72 – 18 = 54 f. Jumlah kelas data = 1 + 3,3 log 28 = 5,7756 dibulatkan menjadi 6 g. Interval kelas = 54 : 6 = 9 Hasil pengolahan data jika disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi variabel kinerja menjahit adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Daftar Distribusi Frekuensi Data Kinerja Menjahit Kelas Interval Skor Frekuensi Prosentase % 3,5714 1 18 – 26 A 0,0000 0 27 – 35 B 14,2857 4 36 – 44 C 25,0000 7 45 – 53 D 32,1429 9 54 – 62 E 25,0000 7 63 – 72 F Jumlah 28 100%

74

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebesar 32,1429% responden, memiliki skor pada interval 54 – 62, sebesar 25,0000% responden mempunyai skor pada interval 45 – 53 dan pada interval 63 – 72, sebesar 14,2857% memiliki skor pada interval 36 – 44, dan sebanyak 3,5714% memiliki skor pada interval 18 – 26. Dari tabel di atas, diketahui tidak ada responden yang memiliki skor pada interval 27 – 35. Berdasarkan tabel daftar distribusi di atas, jika digambarkan dalam bentuk grafik akan diperoleh gambaran sebagai berikut:

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
18 - 26 27 - 35 36 - 44 45 - 53 54 - 62 Skor 63 - 72

Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi Kinerja Menjahit 2. Data Sikap Wiraswasta Variabel sikap wiraswasta dapat digambarkan dengan daftar distribusi frekuensi data, oleh karena itu dapat ditentukan dengan menentukan interval skor sebagai berikut: a. Jumlah responden 28 b. Jumlah butir pertanyaan 17

Frekuensi

75

c. Skor maksimum = 4 x 17 = 68 d. Skor minimum = 1 x 17 = 17 e. Rentang skor = 68 – 17 = 51 f. Jumlah kelas data = 1 + 3,3 log 28 = 5,7756 dibulatkan menjadi 6 g. Interval kelas = 51 : 6 = 8,5 dibulatkan menjadi 9 h. Hasil pengolahan data jika disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi variabel sikap wiraswasta adalah sebagai berikut: Tabel 4.3 Daftar Distribusi Frekuensi Data Sikap Wiraswasta
Kelas A B C D E F Jumlah Interval Skor 17 – 25 26 – 33 34 – 41 42 – 50 51 – 59 60 – 68 Frekuensi 0 1 3 9 6 9 28 Prosentase % 0 3,5714 10,7142 32,1429 21,4286 32,1429 100%

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang memiliki skor pada interval 42 – 50 dan 60 – 68 masing-masing sebesar 32,1429%. Responden yang memiliki skor pada interval 51 – 59 sebesar 21,4286%, responden yang memiliki skor pada interval 34 – 41 sebesar 10,7142%, sedangkan responden yang memiliki skor pada interval 26 – 33 sebesar 3,5714%. Tabel di atas menunjukkan tidak ada responden yang memiliki skor pada interval 17 – 25. Daftar distribusi di atas, jika digambarkan dalam bentuk grafik akan diperoleh gambaran sebagai berikut:

Namun sebelum dilakukan pengujian tersebut.59 60 . dilakukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu.2 Diagram Distribusi Frekuensi Sikap Wiraswasta C. Analisis Data Hasil Penelitian Analisis pada tahap ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas hipotesis penelitian. Pengujian pada analisis ini adalah uji normalitas. . Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data pada tiap-tiap variabel. Perhitungan uji normalitas dilakukan dengan uji Lillieffors. Uji Prasyarat Analisis Analisis ini dilakukan untuk menguji normalitas data hasil penelitian sebagai syarat analisis korelasi dengan statistik parametik.76 10 8 Frekuensi 6 4 2 0 17 . 1.25 26 . diubah menjadi bilangan baku zi − x −x dengan x merupakan rata-rata dengan menggunakan rumus zi = i s − data dan s adalah simpangan baku. yaitu dengan menggunakan teknik korelasi product moment.68 Skor Gambar 4.33 34 .50 51 .41 42 . dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tiap skor total yang diperoleh.

maka F (zi)=0.0039 sampai 0. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Apabila Lo < L tabel.1658. ditulis S(zi). Karena harga Lo < L tabel. …. Ketentuannya.0000. diperoleh selisih harga mutlak F(zi )-S(zi) atau Lo.0672. maka disimpulkan bahwa sebaran data variabel kinerja menjahit adalah normal.4960. Dari harga-harga perhitungan pada lampiran. jika zi negatif. Harga zi berkisar antara –2. Setelah dihitung. 6) Bandingkan dengan harga L tabel. diperoleh F(zi) antara 0. 4) Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga mutlaknya.05 adalah 0.77 2) Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) dengan bantuan tabel luas lengkungan kurva normal.5930. z2.0672.0357 sampai 1. − .9327 sedangkan proporsi S(zi) antara 0.6567 sampai 1. harga maksimal (Lo) sebesar 0.5 + Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. Dari harga tersebut.1996:466).1430 dan s=10. 3) Selanjutnya dihitung proporsi z1. 5) Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo. maka F(zi) =0. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal (Sudjana. diperoleh x =54. jika zi positif.5 – Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. Dengan demikian. Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifkansi 5% atau 0. Dari skor yang diperoleh pada variabel kinerja menjahit. berkisar antara 0.0075 sampai 0. kemudian dilaksanakan langkah-langkah seperti tersebut di atas. Caranya dengan membagi banyaknya skor yang lebih kecil atau sama dengan zi dengan jumlah responden (28).

Karena harga Lo < L tabel. maka pada analisis tahap berikutnya adalah dilakukan secara parametrik dengan teknik analisis korelasi product moment.0998. Dari harga-harga perhitungan pada lampiran.9392 sedangkan proporsi S(zi) antara 0. berkisar antara 0.5710 dan s=9. harga maksimal (Lo) sebesar 0.0090 sampai 0. Dari harga tersebut.1658. diperoleh F(zi) antara 0. Analisis Tahap Akhir Berdasarkan analisis tahap awal diketahui bahwa sebaran data pada ketiga variabel memenuhi syarat normalitas.9640.0003 sampai 0. Hasil perhitungan uji normalitas variabel kinerja menjahit terdapat pada halaman 120 lampiran 15.0978.3656 sampai 1.untuk menguji hipotesis yang diajukan. Harga zi berkisar antara –2.0357 − sampai 1. Dari skor yang diperoleh pada variabel sikap wiraswasta. Dengan demikian. diperoleh x =52. kemudian dilaksanakan langkah-langkah pengujian Lillieffors.05 adalah 0. maka disimpulkan bahwa sebaran data variabel sikap wiraswasta adalah normal. 2.5484. Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifkansi 5% atau 0.000. Adapun hipotesis yang diajukan adalah berbunyi: .78 Hasil perhitungan uji normalitas variabel kinerja menjahit terdapat pada halaman 111 lampiran 13. Setelah dihitung. diperoleh selisih harga mutlak F(zi )-S(zi) atau Lo.

Korelasi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta Analisis yang digunakan untuk menentukan ada tidaknya korelasi antara kedua variabel adalah dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan tabel pada lampiran perhitungan korelasi diperoleh seperti tabel 4.4 Statistik untuk Perhitungan Korelasi Statistik ΣX (ΣX)2 ΣY (ΣY)2 ΣXY ΣY2 ΣX2 n Jumlah 1516 2298256 1472 2166784 81375 80066 85110 28 Harga-harga tersebut kemudian disubstitusikan ke dalam rumus korelasi product moment.4 sebagai berikut: Tabel 4.79 Ho : Tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat Ha : Ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat a. rXY = n ∑ XY − (∑ X)(∑ Y) {n ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } 28x81375 − 1516 x1472 {28x85110 − 2298256}{28x80066 − 2166784} rXY = .

ditolak yang berarti hipotesis kerja diterima. Karena harga rhitung > rtabel yaitu 0.5884 Koefisien r tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel product moment.3740. Besarnya koefisien korelasi adalah 0. yang berbunyi ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.5884 > 0.58842 t= . Untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% diperoleh harga rtabel sebesar 0.5884 28 − 2 1 − 0.917 rXY = 0.5884. dilakukan uji t sebagai berikut: t= r n−2 1− r2 0. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi.80 rXY1 = 2278500 − 2231552 {2383080 − 2298256}{2241848 − 2166784} 46948 {84824}{75064} 46948 {6367228736} rXY = rXY = rXY = 46948 79794.3740 maka disimpulkan hipotesis nol yang berbunyi tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongasari Kecamatan Semarang Barat.

6200%. yaitu sebesar (0. yaitu sebesar 1. Berikut ini adalah grafik dari hasil perhitungan di atas.7060 thitung =3. artinya dapat digeneralisasikan pada populasinya. yaitu sebesar 65.346 3.7082) > ttabel (1. Dengan demikian masih terdapat faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta.00 = 3.3800% (diperoleh dari 100% 34.3 Bagan Pengujian thitung Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta ditentukan dengan mengkuadratkan koefisien korelasi.81 t= 0. Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho 0 ttabel 1.3462 atau 34.5884 26 1 − 0.7060.5884)2 = 0.7060) maka disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan. Karena thitung (3.7082 Gambar 4.654 t= t= 3. .00 0.6200%).809 Harga thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan n – 2 = 28 – 2 =26.7082 0. dengan demikian ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.

Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan analisis data hasil penelitian dengan menggunakan teknik korelasi product moment antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta. apabila ada faktor-faktor yang mendukungnya. Hal ini berarti ada hubungan antara kedua variabel. yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. semakin rendah kinerja menjahit maka sikap wiraswastanya pun semakin rendah. yaitu sebesar (0.5884)2 . Jika kinerja menjahit warga belajar tinggi. diperoleh koefisien korelasi (rhitung) sebesar 0. cenderung memiliki motivasi untuk mengaktualisasikan keahliannya dalam bentuk usaha yang mendatangkan keuntungan. Seorang warga belajar yang mempunyai kinerja menjahit tinggi.6200% Faktor Lain 65.3800% Gambar 4. Dan sebaliknya. maka sikap wiraswastanya pun akan semakin tinggi. Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta ditentukan dengan mengkuadratkan koefisien korelasi.5884 > rtabel sebesar 0. Hasil simpulan ini dapat dipahami karena pada dasarnya seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjahit cenderung mempunyai keinginan untuk membuka suatu usaha.3740.4 Diagram Sumbangan Kinerja Menjahit terhadap Sikap Wiraswasta D.82 Kinerja Menjahit 34.

Faktor kinerja memberikan sumbangan hanya sekitar sepertiga bagian saja.3800% (diperoleh dari 100% . Faktor-faktor di luar kinerja menjahit yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta antara lain motivasi. yaitu sebesar 65. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengusahakan semaksimal mungkin mengikuti prosedur yang tepat dan benar. serta keberaniannya dalam mengambil resiko dan mengambil keputusan.83 = 0. sangat kecil kemungkinannya untuk memiliki sikap wiraswasta atau berkeinginan menjadi wiraswasta dalam bidang jahit menjahit.6200%. Dengan demikian masih terdapat faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta. kreativitas dan inovasinya. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain: . namun apabila memiliki motivasi untuk menjadi wiraswasta atau tidak memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi baru. Pada umumnya faktor yang sering menjadi penghambat kemauan menjadi wiraswasta dari warga belajar adalah kurangnya keberanian mengambil resiko meminjam modal usaha. masih terdapat beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini. E.62%). maka sikap wiraswastanya pun tidak akan berkembang dengan baik. yang mungkin ber pengaruh terhadap hasil penelitian. tetapi sangat terbatas modal usahanya.3462 atau 34. sikap optimistis yang dimilikinya. Namun demikian. Warga belajar yang memiliki kinerja menjahit baik. Kreativitas dan inovasi warga belajar kurang berkembang karena kurang adanya pemberian stimulus-stimulus untuk menjadi wiraswasta. Hal ini dapat terjadi karena meskipun warga belajar memiliki kinerja yang cukup baik.34.

Idealnya obersvasi dilakukan lebih dari satu kali. namun karena keterbatasan waktu dan tenaga serta sulitnya koordinasi dengan warga belajar dan tutor. 2. maka observasi hanya dilaksanakan satu kali.84 1. Hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap hasil penilaian observasi. Pada saat pelaksanaan uji coba instrumen. idealnya dikenakan pada warga belajar menjahit di luar anggota sampel. . Namun karena di lokasi lain peneliti tidak menemukan adanya kelompok belajar menjahit lainnya maka pelaksanaan uji coba dikenakan pada sebagian anggota sampel. Hal ini mungkin berpengaruh terhadap kinerja yang ditunjukkan oleh warga belajar pada saat penelitian yang sesungguhnya dilakukan.

baik dari faktor motivasi.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. dapat disimpulkan bahwa: 1. kreativitas. jika warga belajar mempunyai kinerja menjahit yang rendah maka ia cenderung memiliki sikap wiraswasta yang rendah pula. Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta sebesar 34. Hal ini dapat disebabkan kurang berkembangnya situasi dan kondisi yang mendukung munculnya sikap wiraswasta warga belajar. Hubungan yang terjadi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta warga belajar bersifat positif. Ada hubungan yang signifikan antara kinerja menjahit yang dimiliki oleh warga belajar dengan sikap wiraswasta di bidang penjahitan. 2. Hal ini mengandung arti jika warga belajar mempunyai kinerja menjahit yang tinggi maka cenderung memiliki sikap wiraswasta yang tinggi pula. 85 . Begitu pula sebaliknya.6200% atau hanya sekitar sepertiga bagian dari seluruh faktor yang mempengaruhi sikap wiraswasta. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah diperoleh. inovasi atau pun keberanian warga belajar dalam mengambil keputusan dan resiko.

Langkah yang dapat ditempuh misalnya dengan mengusahakan adanya koperasi untuk menampung hasil kerja warga belajar menjahit. yang juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemasaran produksi warga belajar. hendaknya selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja menjahit serta memacu peningkatkan sikap dan jiwa wiraswastanya. Bagi warga belajar. 2. peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut: 1. pasar murah maupun lomba tentang busana.86 B. . Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menekuni serta memperdalam pengetahuan dan keterampilan menjahit. misalnya dengan mengusahakan bantuan alat-alat jahit. Usaha lain yang juga penting adalah mengusahakan ketersediaan fasilitasfasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk mengembangkan potensi wirausahanya. Pemerintah Kelurahan hendaknya mendukung terciptanya situasi dan kondisi yang memungkinkan dapat meningkatkan sikap wiraswasta warga belajar. Selain itu pemerintah kelurahan harus sering mengadakan pameran. serta pinjaman modal usaha bagi mereka. bazar. Saran Berdasarkan simpulan yang diperoleh.

Manajemen Sumber Daya Manusia. 2001. Susilo. Depdikbud Siagian. Psikologi Sosial. Jakarta : Rineka Cipta Sudjana. Tesis tidak diterbitkan. Metode Penelitian Administrasi. 2004. Oki. Bandung : Remaja Rosda Karya. Jakarta : Rineka Cipta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Made. Nugroho. Suharsimi. 2003. Yogyakarta : Penerbit Palem Ridwan. Jakarta : Depdikbud Departemen Pendidikan Nasional. Prosedur Penelitian. Sondang. Statistika untuk Penelitian. Anoraga. Abu. Machfoedz. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Metoda Statistika. 2002. Radias. 1991. 2002. Kewirausahaan. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta : Rineka Cipta Sugiyono. 1996. Motivasi terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kota Semarang Tahun 2004. Suatu Pendekatan Kontemporer. Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Alfabeta 87 . 2002. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kiat Sukses Wirausaha. Jakarta: Depdiknas Mangkunegoro. 1997. Jakarta : Balai Pustaka Priyono. Pandji. Jakarta : Rineka Cipta Pitoyo. Suatu Pendekatan Praktek. 2000. 1992. 1996. Pembuatan Busana Rekreasi. Metode Statistika. Pembuatan Busana. 2004. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Poerwodarminto. Yogyakarta: UPP AMP YKPN Pidarta. P. Mas’ud. Psikologi Kerja. 2004. 2004. Bandung : Alfabeta Saleh. Bandung : Alfabeta Sugiyono. 2000.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Landasan Kependidikan. 2000. Jakarta.

2000. Leo. 2000. Soedarsono. Pola Busana Wanita. Yogyakarta : Liberty Wahjoetomo. 1999. Teori dan Praktek Kewiraswastaan. 1995. Alwine Semarang .88 Suharto. Pengantar Kewiraswastaan. 1998. Jakarta : Bumi Aksara Soemanto. Bandung : Sinar Baru Algensindo Yekti Kristanto. Jakarta : Bumi Aksara Tarmudji. Membangun Kelas Menengah. 2000. Wasty. Prinsip-prinsip Wirausaha. Jakrta : Rasindo Wijandi. Tarsis. Pendidikan Wiraswasta.

18 19.12 13.14 15.6 7.4 5.10 11.2 3.8 9.16 17.Lampiran 1 89 KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN VARIABEL SUB VARIABEL Ketepatan menggunakan alat jahit INDIKATOR Cara menggunakan mesin jahit lurus Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit Cara mengukur lingkar badan Cara mengukur lingkar pinggang Cara mengukur lingkar panggul Cara mengukur panjang dada Cara mengukur lebar punggung Cara mengukur pangkal leher Cara mengukur lebar dada Cara mengukur lingkar kerung siku Cara menggunakan tanda pola garis merah Cara menggunakan tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan Cara menyelesaikan kampuh buka Cara menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan belahan tutup tarik Mempunyai motivasi untuk berhasil Bersikap optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama dengan orang lain Mempunyai keterampilan berkomunikasi baik Mempunyai jiwa pemimpin Bersikap mandiri Nomor Item Ketepatan mengambil ukuran Kinerja Menjahit Ketepatan membuat pola Ketepatan menjahit pakaian Sikap Wiraswasta Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mampu berkomunikasi Memimpin Mandiri 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1.20 .

90 KISI-KISI INSTRUMEN OBSERVASI Nomor Item VARIABEL SUB VARIABEL Ketepatan menggunakan alat jahit INDIKATOR Cara menggunakan mesin jahit lurus Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ketepatan mengambil ukuran Cara mengukur lingkar badan Cara mengukur lingkar pinggang Cara mengukur lingkar panggul Cara mengukur panjang dada Cara mengukur lebar punggung Cara mengukur pangkal leher Cara mengukur lebar dada Cara mengukur lingkar kerung siku Kinerja Menjahit 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Ketepatan membuat pola Cara menggunakan tanda pola garis merah Cara menggunakan tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan Ketepatan menjahit pakaian Cara menyelesaikan kampuh buka Cara menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan belahan tutup tarik .

20 .18 19.14 15.10 Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama dengan orang lain Mempunyai keterampilan berkomunikasi baik Mempunyai jiwa pemimpin Bersikap mandiri 11.4 5.16 17.12 13.6 7.91 KISI-KISI INSTRUMEN ANGKET VARIABEL SUB VARIABEL Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil Sikap Wiraswasta resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mampu berkomunikasi Memimpin Mandiri INDIKATOR Mempunyai motivasi untuk berhasil Bersikap optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Nomor Item 1.2 3.8 9.

d. Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Deskriptor belajar mampu memasang jarum. c. belajar mampu memasukkan kumparan pada rumah kumparan. a. belajar mampu menyetel setikan mesin. d. b. belajar hanya mampu menggunakan rumah kumparan belajar mampu mengetahui kegunaan. a. belajar mampu memasang benang pada kumparan. c. b. g. Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit 3 4 5 6 . d. b. a. d. belajar mampu mengetahui kegunaan gunting belajar mampu mengetahui macam-macam gunting belajar mampu menggunakan gunting dengan baik dan benar belajar menggunakan gunting dengan sembarangan belajar mampu mengetahui kegunaan karbon jahit belajar mampu mengetahui bentuk karbon jahit belajar mampu menggunakan karbon jahit dengan baik dan benar belajar mampu menggunakan karbon dengan sembarangan belajar mampu mengetahui fungsi rumah kumparan. belajar mampu menaikkan benang bawah. e. b. belajar mampu memasang jarum belajar mampu merawat belajar mampu mengoperasikan mesin obras dengan baik dan benar. c. d. c. belajar mampu memasukkan kumparan pada rumah kumparan. memasang benang atas. belajar mampu memasang benang pada rumah kumparan. b. d. b.PEDOMAN PENILAIAN OBSERVASI TENTANG KINERJA MENJAHIT No Indikator Cara menggunakan mesin jahit lurus a. a. belajar mampu mengetahui bentuk kapur jahit belajar mampu mengetahui mampu menggunakan kapur jahit belajar mampu hanya mengetahui bentuk kapur jahit • • • • Keterangan Skor 4 jika deskriptor muncul semua Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – e Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 1 jika deskriptor yang muncul a – b 1 Warga belajar mampu mengatur setikan mesin untuk membuat kerutan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Skor 4 jika deskriptor muncul semua Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d 2 Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain. belajar mampu memasang rumah kumparan pada mesin jahit. c. c. a. f. belajar mampu memasang benang.

c. Warga 12 pangkal leher c. a.No 7 Indikator Cara mengukur lingkar badan a. b. c. Warga d. b. a. Warga Cara mengukur b. b. Warga belajar mengukur mendatar dari punggung batas kerung lengan kanan ke batas kerung 11 lebar punggung lengan kiri d. Warga belajar mengukur mendatar dari punggung batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri. c. • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggang • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggang + 1 cm • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggul • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur dari bahu dekat leher sampai pinggang • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri Warga belajar mengukur mendatar dari batas kerung lengan ka ke batas kerung lengan kiri – 1cm Cara mengukur c. c. a. d. b. b. d. a. Warga belajar mengukur keliling pangkal leher dengan baik dan benar belajar mengukur keliling pangkal leher + 1 cm belajar mengukur keliling pangkal leher dikurangi 1 cm belajar mengukur pangkal leher ditambah 2 cm • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d . d. • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling perut pas • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling panggul pas • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur sekeliling panggul terbesar + 4 cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling panggul terbesar • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling panggul + 2cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling pinggul. Cara mengukur 8 lingkar pinggang Cara mengukur panggul 9 10 Cara mengukur panjang dada Deskriptor Keterangan Warga belajar mengukur keliling badan terbesar + 4 cm dengan baik dan benar • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling badan terbesar + 1 cm • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling badang di bawah payudara + 4 cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling badan terbesar • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur sekeliling pinggang pas • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling pinggang + 1 cm. d. a.

. • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a. Warga belajar mengukur sekeliling siku ditambah 1 cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah dada • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar mengukur sekeliling siku pas 14 • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c lingkar siku c. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan Cara mengukur b. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai pinggang belakang. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan + 1cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b 13 • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c lebar dada c. Warga belajar mengukur sekeliling siku pas ditambah 2 cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Cara mengukur b. Warga belajar mengukur sekeliling nadi ditambah 2 cm.• Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a.

Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda lipit d. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda TM a. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d lapisan c. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan lengkap dengan tanda pola • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b b. Warga belajar mampu menyelesaikan kampuh saku dengan obras a. Warga belajar mampu menyematkan tutup tarik pada belahan • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh balik • Skor 4 jika deskriptor muncul semua a. Warga belajar mampu membuat setikan yang lurus dan rata . Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh buka • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian belakang • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a. Warga belajar mampu merapikan saku dengan disetik • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola lengan d. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh tutup • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d. Warga belajar mampu melapis saku dengan pelapis • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b lipatan • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c b. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b depan b. Warga belajar mampu membuat jahitan agar jahitan rata dan tidak berkerut • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar tidak mampu membuat pola dasar badan • Skor 4 jika deskriptor muncul semua a. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan tanpa tanda pola • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c c.No Indikator Cara menggunakan 15 tanda pola garis merah Cara menggunakan 16 tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan 17 Cara 18 menyelesaikan dengan kampuh Cara 19 menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan 20 belahan tutup tarik Deskriptor Keterangan a. Warga belajar mampu menentukan panjang belahan sesuai panjang tutup tarik • Skor 4 jika deskriptor muncul semua • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan bagian depan saja • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh pipih • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d depan dan belakang c. Warga belajar mampu menjelujur belahan • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d.

Untuk itu. : …………………………………………. pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi anda IDENTITAS DIRI NAMA : …………………………………………. Pilihlah jawaban : a. Sangat Tidak Sesuai. dan saya akan tetap menjaga kerahasiaan jawaban anda. jika pernyataan tersebut sangat sesuai dengan kondisi anda b. saya ucapkan terima kasih. Sesuai. saya bermaksud mengadakan penelitian dengan judul ”HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG BARAT”. saya mohon kesediaan anda untuk mengisi angket yang telah saya sediakan. sesuai dengan hati nurani anda. jika pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi anda c. Peneliti.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (U N N E S) Dengan hormat. Sri Mulyani Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang tersedia. Dalam rangka menyelesaikan studi di Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Program Studi PKK Universitas Negeri Semarang. Kurang Sesuai. pernyataan tersebut kurang sesuai dengan kondisi anda d. Sangat Sesuai. Atas perhatian dan kerjasamanya. . Hasil angket ini tidak akan berpengaruh pada penilaian jabatan tertentu.

Sesuai c. a. Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai 2. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. a. Kurang Sesuai d. Saya akan berusaha mengembangkan keterampilan menjahit yang saya miliki menjadi sebuah usaha swasta yang produktif. Sangat Tidak Sesuai . Kurang Sesuai d. a. Sesuai c.LEMBAR ANGKET TENTANG SIKAP WIRASWASTA 1. a. Sesuai c. Kurang Sesuai d. Kurang Sesuai d. Setelah mengikuti kejar menjahit saya yakin dapat mendirikan usaha busana a. Sangat Tidak Sesuai 3. Sangat Tidak Sesuai 7. Sangat Tidak Sesuai [ 6. Sangat Sesuai b. Sangat Sesuai b. Dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi. Sangat Tidak Sesuai 5. Sesuai c. Saya sering mendapatkan ide untuk membuat barang-barang antik dari kain perca yang sudah tidak dipakai lagi. Sesuai c. a. saya mengikuti kejar menjahit. Sangat Tidak Sesuai 4. Sesuai c. Saya sering membuat rancangan model pakaian yang tren untuk waktu-waktu yang akan datang. Sangat Sesuai b. Meskipun banyak saingan dari industri konveksi berskala besar. saya yakin usaha jahitan akan tetap diminati dan dicari oleh masyarakat. Sangat Sesuai b. Menurut saya usaha di bidang jahit menjahit kurang bisa diandalkan untuk menopang ekonomi keluarga a. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. Sesuai c. Sangat Sesuai b.

Sangat Sesuai b. a. Kurang Sesuai d. Setelah mengikuti kejar menjahit. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. Sesuai c. Sangat Sesuai b. Sangat Tidak Sesuai 12. Untuk menambah modal membuka usaha. Sesuai c. Saya ingin bekerja sama dengan beberapa teman saya untuk membuka usaha bidang jahit menjahit. Sangat Tidak Sesuai 11. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai 14. Kurang Sesuai d. Saya sering mencampur beberapa corak bahan untuk saya jadikan pakaian yang saya anggap akan menjadi tren. Saya sudah mantap untuk menjadikan bidang jahit menjahit sebagai bidang kerja dan keahlian saya. Sesuai c.8. Saya yakin bisnis di bidang jahit menjahit akan tetap ada dan maju jika kita berniat untuk mengembangkannya. Sangat Tidak Sesuai . Sesuai c. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. a. Sangat Tidak Sesuai 9. Kurang Sesuai d. a. Sangat Tidak Sesuai 10. apakah tetap mengikuti kejar menjahit atau mencari kursus yang lainnya. Sangat Tidak Sesuai 13. a. Sangat Sesuai b. a. saya berniat untuk membuka usaha menjahit sendiri. Sesuai c. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. saya berusaha mendekati beberapa kolega yang mau meminjamkan modal. Sesuai c. Saya masih sering ragu-ragu. Sesuai c. a. a.

Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai 17. Sesuai c. Sangat Tidak Sesuai 18. Apabila saya berhasil mendirikan usaha jahit menjahit. Kurang Sesuai d. Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai . Sangat Sesuai b.15. Sesuai c. Sangat Tidak Sesuai 19. Sangat Sesuai b. Sesuai c. Sesuai c. Sangat Tidak Sesuai 20. a. Saya sering merasa malu berbincang-bincang dengan orang lain yang belum saya kenal dengan baik. Saya menabung sejak mengikuti kejar menjahit untuk mendirikan usaha busana. Sangat Tidak Sesuai 16. Saya sering ditunjuk teman-teman untuk menjadi juru bicara suatu pertemuan. saya berusaha untuk menyelesaikan sendiri. a. Saya sering dijadikan ketua panitia atau ketua kegiatan di kampung (organisasi). Sangat Sesuai b. Apabila mengalami kesulitan dalam praktek di kejar menjahit. Sangat Sesuai b. Sangat Sesuai b. Sesuai c. a. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. a. Kurang Sesuai d. Sesuai c. Kurang Sesuai d. saya baru minta tolong kepada teman atau instruktur. saya akan menjalankan manajemen yang baik dan profesional. a. Jika benar-benar tidak mampu. a.

........................................ : .........................LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI KINERJA MENJAHIT Nama Responden Alamat Variabel Sub Variabel : .................... Indikator 4 ▪ Cara menggunakan mesin jahit lurus Ketepatan menggunakan alat jahit ▪ Cara menggunakan mesin obras ▪ Cara menggunakan gunting kain ▪ Cara menggunakan karbon jahit ▪ Cara menggunakan skoci jahit ▪ Cara menggunakan kapur jahit ▪ Cara mengukur lingkar badan ▪ Cara mengukur lingkar pinggang ▪ Cara mengukur lingkar panggul Kinerja Menjahit Ketepatan mengambil ukuran ▪ Cara mengukur panjang badan ▪ Cara mengukur lebar punggung ▪ Cara mengukur pangkal leher ▪ Cara mengukur lebar dada ▪ Cara mengukur lingkar kerung siku Ketepatan membuat pola Ketepatan menjahit pakaian ▪ Cara menggunakan tanda pola garis merah ▪ Cara menggunakan tanda titik pola garis titik ▪ Cara membuat pola dasar badan ▪ Cara menyelesaikan kampuh buka ▪ Cara menyelesaikan saku dalam ▪ Cara menyelesaikan belahan tutup tarik Penilaian 3 2 1 Keterangan : Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1 : Sangat Baik : Baik : Cukup Baik : Kurang Baik ..............

08 UC .444 valid tdkvalid valid 0.06 UC .19 UC .12 UC .18 UC .410 14 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 1 3 4 2 3 2 2 4 66 234 4443 0.810 15 4 4 4 3 4 4 3 4 1 3 4 3 2 4 4 2 2 2 2 4 16 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 2 3 17 4 4 4 3 3 1 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 3 2 4 18 2 3 4 3 3 3 4 1 3 3 4 2 2 4 4 2 2 3 2 4 58 184 3881 0.867 0.444 valid 0.536 0.588 0.444 0.444 valid 0.790 19 4 4 4 4 4 1 2 4 2 4 4 4 1 4 3 2 2 2 4 4 63 223 4252 0.550 63 70 68 217 254 246 4279 4620 4526 0.919538 70 67 70 260 239 256 4650 4441 4665 0.840 1.248 1 3 3 4 4 2 3 4 4 1 4 4 2 2 4 4 2 2 2 1 4 59 197 4048 0.444 0.527 0.444 valid 0.830 0.ANALISIS HASIL UJI COBA INSTRUMEN KINERJA MENJAHIT No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Validitas Butir Kode UC .788 6 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 1 2 4 7 4 4 4 4 2 2 4 3 2 4 4 2 2 4 3 4 4 4 3 4 8 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 4 9 No Item 10 11 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 1 4 4 3 4 4 4 1 2 1 3 4 4 3 4 3 3 2 2 2 2 2 4 2 68 60 248 200 4581 4043 0.717 0.557 0.05 UC .228 20 y 74 73 79 73 70 61 70 71 53 75 77 58 46 75 73 55 52 49 43 74 1301 k= y2 5476 5329 6241 5329 4900 3721 4900 5041 2809 5625 5929 3364 2116 5625 5329 3025 2704 2401 1849 5476 87189 20 127.444 0.614 0.444 valid 1.444 valid 1.444 valid 0.450 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 2 1 1 2 4 65 233 4367 0.15 UC .17 UC .444 0.11 UC .750 0.450 0.444 valid tdkvalid valid 0.444 valid 0.03 UC .9475 16.18 0.454 0.619 0.493 0.538 0.438 0.000 12 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 70 254 4658 0.14 UC .09 UC .860 5 4 2 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 4 4 2 2 2 2 4 65 227 4379 0.088 13 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 3 2 4 66 226 4371 0.444 valid valid 0.16 UC .888 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 2 2 4 4 3 3 2 3 65 221 4300 0.444 valid 0.444 valid 1.928 0.444 valid 0.444 valid 1.148 2 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 3 1 2 4 3 2 4 4 2 4 65 229 4347 0.01 UC .735 0.689 0.728 0.02 UC .04 UC .740 σ 2 t Σσ2b= r11= Reliabel .428 0.488 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 2 2 2 2 4 64 222 4319 0.20 ΣX ΣX2 ΣXY rxy rtabel Kriteria σb 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 1 4 3 1 1 2 2 2 59 199 4019 0.13 UC .444 valid 0.444 0.751 0.743 0.07 UC .10 UC .760 0.665 0.

444 Karena rhit > rtabel maka soal nomor 1 valid.Contoh Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit Rumus: r xy = {n ∑ X nXY .545 = 0. .(59)(1301) = = = = 3621 25538321 3621 5053.717 dengan n = 28 dan taraf signifikansi = 5% diperoleh rtabel = 0.(∑ X)(∑ Y) 2 − (∑ X ) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } (ΣX)2 = 3481 Berikut perhitungan untuk nomor soal 1 n = 20 ΣXY = 4019 rxy = ΣX=59 ΣY = 1301 2 ΣX2 = 199 ΣY2 = 87189 (ΣY)2 = 1692601 2 {(20)(199) − (59) }{(20)(87189) − (1301) } 80380 − 76759 {3980 − 3481}{1743780 − 1692601} 3621 (499)(51179) (20)(4019) .717 Hasil perhitungan diperoleh rhit = 0.

75 = 0.8 17.95 = 1.05 = 24.86 20 20 227 − 211.888 = 20 20 20 4225 221 − 20 = 221 − 211.488 = 20 20 20 199 − 4096 20 20 4225 227 − 20 20 4900 260 − 20 20 4489 239 − 20 20 222 − 2 * σ5 = (64)2 222 − (65)2 227 − (70)2 260 − 20 20 20 20 = = 222 − 204.25 = 17.25 15.248 = 20 20 20 3481 197 − 20 = 197 − 174.95 20 = 20 σ 12 = = = = 127.95 = 1. Varian Butir 199 − (59)2 20 20 (59)2 197 − 2 20 * σ2 = 20 (65)2 229 − 2 20 * σ3 = 20 (65) 2 221 − 2 20 * σ4 = 20 * σ 12 = 3481 20 = 199 − 174.25 = 0.75 20 20 239 − 224.728 20 20 2 * σ6 = 20 = = 2 * σ7 = 20 = = * σ 82 = (67 )2 239 − 20 20 = = . Varian Total N = 20 ΣY = 1301 ΣY2 = 87189 (∑ Y )2 2 ∑Y − N σ 12 = N (1301)2 87189 − 1692601 87189 − 87189 − 84630.05 2558.45 14.2 = = 0.25 = 9.75 = = 0.55 = = 0.9475 20 20 20 20 2.Contoh Perhitungan Reliabilitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit 1.788 20 20 260 − 245 15 = = 0.148 = 20 20 20 4225 229 − 20 = 229 − 211.05 = 22.

79+1.55 = 1.2 = 0.088 * σ 13 = 20 20 20 20 2 (66) 226 − 4356 226 − 2 20 = 20 = 226 − 217.41 * σ 14 = 20 20 20 20 2 (66) 234 − 4356 234 − 2 20 = 20 = 234 − 217.8 = 0.41+0.81+0.45 * σ 17 = 20 20 20 20 256 − 256 − (70)2 2 * σ 18 = (68)2 246 − 20 2 * σ 19 2 * σ 20 20 (58)2 184 − 20 = 20 (63)2 223 − 20 = 20 4624 20 = 246 − 231.148+0.8 = 0.45+0.45 * σ 12 = 20 20 20 20 2 (65) 233 − 4225 233 − 2 20 = 20 = 233 − 211.55+0.79 = 20 20 20 3969 223 − 20 = 223 − 198.488+0.228 = 20 20 20 246 − Σσb2 = 1.728+ 0.8 = 16.841+1+ 0.81 * σ 15 = 20 20 20 20 2 (63) 217 − 3969 217 − 2 20 = 20 = 217 − 198.75 = 1.45 = 24.0888+0.928+0.2 = 14.74 = 20 20 20 3364 184 − 20 = 184 − 168.84 * σ 10 = 20 20 20 20 2 (60) 200 − 3600 200 − 2 20 = 20 = 200 − 180 = 20 = 1 * σ 11 = 20 20 20 20 2 (70) 254 − 4900 254 − 2 20 = 20 = 254 − 245 = 9 = 0.2 = 0.788+0.8 = 0.75+0.928 * σ 16 = 20 20 20 20 2 (70) 254 − 4900 254 − 2 20 = 20 = 254 − 245 = 9 = 0.55 * σ9 = 20 20 20 20 2 (68) 248 − 4624 248 − 2 20 = 20 = 248 − 231.74+0.55 = 0.8 = 8.888+0.25 = 21.86+0.248+1.2 = 15.228 .2 = 16.45+1.45 = 18.4900 2 20 = 20 = 256 − 245 = 11 = 0.

= 16.18 3. Koefisien Reliabilitas 2 ⎛ N ⎞⎛ ∑ σ b ⎞ ⎜1 − 2 ⎟ r11 = ⎜ ⎟ σt ⎟ ⎝ N - 1 ⎠⎜ ⎝ ⎠

16.18 ⎞ ⎛ 20 ⎞⎛ = ⎜ ⎟ ⎟⎜1 − ⎝ 20 − 1 ⎠⎝ 127.95 ⎠ 20 (1 − 0.1265) = 19 20 = x 0.8735 19 = 0.9195 koefisien tersebut kemudian dibandingkan dengan rtabel untuk n = 20 sebesar 0,444. Karena r11 > rtabel maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel.

ANALISIS HASIL UJI COBA INSTRUMEN SIKAP WIRASWASTA
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Validitas Butir Kode UC - 01 UC - 02 UC - 03 UC - 04 UC - 05 UC - 06 UC - 07 UC - 08 UC - 09 UC - 10 UC - 11 UC - 12 UC - 13 UC - 14 UC - 15 UC - 16 UC - 17 UC - 18 UC - 19 UC - 20 ΣX ΣX2 ΣXY rxy rtabel Kriteria σb 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 58 188 3698 0,574 0,444 valid 0,990 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 52 142 3274 0,511 0,444 valid 0,340 2 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 62 208 3942 0,622 0,444 valid 0,790 3 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 62 212 3959 0,644 0,444 valid 0,990 4 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 58 186 3694 0,583 0,444 valid 0,890 5 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 69 253 4356 0,527 0,444 valid 0,747 6 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 3 59 193 3751 0,540 0,444 valid 0,947 7 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 1 8 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 3 9 No Item 10 11 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 1 2 3 4 4 4 2 2 1 2 4 4 3 4 1 3 2 4 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 52 59 156 191 3345 3715 0,651 0,369 0,444 0,444 valid tdkvalid 1,040 0,847 12 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 2 63 213 3998 0,613 0,444 valid 0,728 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 2 59 195 3763 0,574 0,444 valid 1,048 13 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 65 229 4145 0,683 0,444 valid 0,888 14 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 3 59 205 3795 0,605 0,444 valid 1,548 15 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 73 271 4568 0,572 0,444 valid 0,228 16 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 71 259 4480 0,775 0,444 valid 0,347 17 4 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 4 3 71 261 4455 0,491 0,444 valid 0,447 18 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 19 4 4 4 3 3 2 4 2 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 4 4 20 y 71 74 76 58 69 65 57 50 73 59 54 73 75 46 53 62 57 51 67 47 1237 k= y2 5041 5476 5776 3364 4761 4225 3249 2500 5329 3481 2916 5329 5625 2116 2809 3844 3249 2601 4489 2209 78389 20 94,028 15,398 0,8803

60 55 198 165 3820 3450 0,592 0,300 0,444 0,444 valid tdkvalid 0,900 0,688

69 61 245 199 4348 3833 0,703 0,385 0,444 0,444 valid tdkvalid 0,347 0,647

σ2 t

Σσ2b= r11=

Reliabel

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL SIKAP WIRASWASTA (Y) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 1 2 2 4 4 1 2 4 5 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 3 3 4 2 4 4 3 4 6 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 2 4 4 7 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 8 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 9 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 1 2 2 4 4 4 3 4 4 10 11 12 13 14 15 16 17 3 4 3 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 1 2 2 3 4 4 2 4 4 2 4 4 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 1 2 2 4 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 2 3 2 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Y 59 62 64 49 59 55 45 44 61 50 44 62 65 38 44 52 49 41 56 29 43 41 63 62 68 47 56 64 Y2 3481 3844 4096 2401 3481 3025 2025 1936 3721 2500 1936 3844 4225 1444 1936 2704 2401 1681 3136 841 1849 1681 3969 3844 4624 2209 3136 4096 .

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL KINERJA MENJAHIT (X) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 2 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 2 2 3 4 2 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 2 3 4 1 2 4 2 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 2 2 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 2 4 2 4 3 5 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 1 4 4 4 3 2 3 4 4 6 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 1 2 4 2 2 2 1 4 4 4 4 4 4 4 4 7 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 2 2 2 1 2 4 4 4 4 3 4 3 8 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 1 2 2 4 4 3 3 4 4 9 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 4 4 3 10 11 12 13 14 15 16 17 18 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 1 4 2 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 1 3 4 3 3 3 1 3 2 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 4 3 2 1 1 4 2 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 4 2 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 3 4 4 3 4 4 3 2 2 1 2 4 3 3 3 3 3 3 2 1 2 4 2 4 2 1 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 1 2 4 2 4 4 2 3 4 1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 2 3 2 1 4 4 4 2 4 3 4 4 2 2 2 4 2 4 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 X 57 55 54 51 44 70 56 47 63 65 44 50 58 35 46 57 45 49 43 26 62 59 68 58 65 53 70 66 X2 3249 3025 2916 2601 1936 4900 3136 2209 3969 4225 1936 2500 3364 1225 2116 3249 2025 2401 1849 676 3844 3481 4624 3364 4225 2809 4900 4356 .

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL SIKAP WIRASWASTA (Y) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 1 2 2 4 4 1 2 4 5 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 3 3 4 2 4 4 3 4 6 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 2 4 4 7 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 8 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 9 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 1 2 2 4 4 4 3 4 4 10 11 12 13 14 15 16 17 3 4 3 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 1 2 2 3 4 4 2 4 4 2 4 4 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 1 2 2 4 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 2 3 2 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Y 59 62 64 49 59 55 45 44 61 50 44 62 65 38 44 52 49 41 56 29 43 41 63 62 68 47 56 64 Y2 3481 3844 4096 2401 3481 3025 2025 1936 3721 2500 1936 3844 4225 1444 1936 2704 2401 1681 3136 841 1849 1681 3969 3844 4624 2209 3136 4096 .

146418 0.080902 0.8473 0.868499 0.464286 0.932794 S(z) l F(z) .607143 0.39111 -0.364108 0.221031 0.0262955 0.642111 0.119324 1.05192 -0.308128 1.0208704 0.457037 0.169153 0.676707 0.45851 0.0672055 maksimum 0.000836 0.76872 -0.95752 -0.821429 0.964286 0.0258714 0.535714 0.0322403 0.250056 0.496932 1.194036 0.392857 0.496932 F(z) 0.024922 1.269706 0.0098428 0.0135 0.892857 0.0289689 0.714286 0.0356583 0.428571 0.357143 0.642857 0.214286 0.003945 0.071429 0.03537 0.285714 0.0672055 .0303289 0.0239864 0.313658 0.798456 0.0127416 0.0348783 0.56958 0.29671 -0.8473 0.035714 0.0314912 1 0.571429 0.53224 0.67431 -0.785714 0.75 0.007771 0.606307 0.024922 1.107143 0.0243581 0.0317694 0.95752 -0.48551 -0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL KINERJA MENJAHIT X 26 35 43 44 44 45 46 47 49 50 51 53 54 55 56 57 57 58 58 59 62 63 65 65 66 68 70 70 Z -2.03646 0.678571 0.857143 0.0360581 0.642111 0.178571 0.0007457 0.928571 0.494615 0.169153 0.932794 0.0092839 0.606307 0.25 0.836118 1.142857 0.5 0.741716 0.347859 0.175304 0.364108 0.65675 -1.0338655 0.80714 -1.269706 0.0094188 0.0095114 0.383346 0.S(z) l 0.0284655 0.0375786 0.321429 0.904585 0.039275 0.1079 -0.77087 0.0202492 0.86312 -0.

607143 0.535714 0.892857 0.35839 -0.060584 0.828004 0.75984 -0.004769 0.852374 0.066093 0.714286 0.344139 0.946307 1.122764 0.96056 -0.062037 0.571429 0.25803 -0.740609 0.428571 0.009 0.032831 0.178571 0.946307 0.000392 0.018542 0.122764 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL SIKAP WIRASWASTA Y 29 38 41 41 43 44 44 44 45 47 49 49 50 52 55 56 56 59 59 61 62 62 62 63 64 64 65 68 Z -2.19484 0.035714 0.022849 0.247391 1.357143 0.223676 0.020093 0.36562 -1.069101 0.05731 0.645223 0.285714 0.097752 80 Skor Responden 60 40 20 0 0 5 10 15 Responden 20 25 30 .477151 0.090874 0.070413 1 0.078004 0.964286 0.392857 0.8602 -0.16128 -0.828004 0.019445 0.168387 0.785714 0.243778 0.740609 0.46236 -1.874315 0.097752 0.857143 0.071821 0.19484 0.S(z) 0.8602 -0.0632 0.04229 0.398192 0.086923 0.097752 0.16128 -1.5 0.344139 0.321429 0.015621 0.05516 0.054256 0.25 0.55911 -0.596298 0.071429 0.060754 maksimum 0.8602 -0.19484 0.642857 0.147029 1.027486 0.107143 0.360026 0.893873 0.645223 0.678571 0.046668 1.75 0.928571 0.068546 0.801208 0.828004 0.946307 0.821429 0.142857 0.147029 1.634629 0.845945 0.464286 0.35839 -0.874315 0.010184 0.939246 S(z) F(z) .214286 0.548475 F(z) 0.634629 0.360026 0.006575 0.026714 0.288042 0.

892857 0.03537 0.75 0.383346 0.0338655 0.571429 0.86312 -0.0356583 0.250056 0.039275 0.53224 0.5 0.0258714 0.29671 -0.269706 0.76872 -0.000836 0.678571 0.S(z) l 0.428571 0.457037 0.496932 F(z) 0.119324 1.0094188 0.77087 0.8473 0.836118 1.48551 -0.45851 0.071429 0.169153 0.607143 0.1079 -0.0127416 0.321429 0.0208704 0.464286 0.0098428 0.0202492 0.95752 -0.364108 0.221031 0.03646 0.642857 0.932794 0.392857 0.67431 -0.606307 0.347859 0.80714 -1.964286 0.194036 0.39111 -0.0322403 0.56958 0.0262955 0.107143 0.269706 0.0092839 0.0243581 0.0314912 1 0.25 0.05192 -0.0375786 0.904585 0.0135 0.308128 1.932794 S(z) l F(z) .714286 0.95752 -0.169153 0.496932 1.0303289 0.535714 0.178571 0.142857 0.357143 0.175304 0.0289689 0.007771 0.494615 0.0360581 0.928571 0.798456 0.080902 0.003945 0.0095114 0.0348783 0.146418 0.606307 0.642111 0.035714 0.364108 0.024922 1.0239864 0.0672055 .868499 0.0284655 0.0672055 maksimum 0.642111 0.676707 0.785714 0.741716 0.313658 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL KINERJA MENJAHIT X 26 35 43 44 44 45 46 47 49 50 51 53 54 55 56 57 57 58 58 59 62 63 65 65 66 68 70 70 Z -2.821429 0.65675 -1.214286 0.0007457 0.285714 0.857143 0.0317694 0.024922 1.8473 0.

95752 10.5925 .5925 − b.5925 47 − 54.1429 = −0.86312 10. diubah menjadi bilangan baku zi dengan − x −x menggunakan rumus zi = i .1429 = −0.5925 35 − 54. misalnya : z1 = z2 = 26 − 54. Dengan x merupakan rata-rata data dan s s − adalah simpangan baku.76782 10.1429 = -1.5925 45 − 54.80714 10.67431 10.95752 10.1429 simpangan baku = 10.1429 = −0.1429 = −0. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata data = 54.05192 10.1429 = −1.5925 44 − 54.5925 z3 = z4 = z5 = z6 = z7 = z8 = 43 − 54.65675 10. kemudian dilakukan analisis dengan langkahlangkah pengujian setelah dilakukan pengurutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar. Tiap skor total yang diperoleh. a.5925 46 − 54.Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Kinerja Menjahit (X) Berdasarkan data pada tabel di atas.5925 44 − 54. Harga-harga x dan s tersebut kemudian digunakan untuk mencari angka baku zi.1429 = −2.1429 = −0.

1429 = −0.26971 10.5925 55 − 54.83612 10.48551 10.1429 = 0.36411 10.45851 10.5925 57 − 54.5925 65 − 54.1429 = 0.1429 = −0.1429 = −0.1429 = 0.5925 63 − 54.39111 10.1429 = 0.5925 56 − 54.5925 59 − 54.5925 .1429 = −0.1079 10.0135 10.1429 = 0.1429 = 1.11932 10.29671 10.5925 58 − 54.5925 65 − 54.5925 57 − 54.1753 10.1429 = 0.1429 = 1.5925 50 − 54.74172 10.02492 10.1429 = 0.5925 54 − 54.z9 = z10 = z11 = z12 = z13 = z14 = z15 = z16 = z17 = z18 = z19 = z20 = z21 = z22 = z23 = z24 = z25 = 49 − 54.5925 62 − 54.1429 = 0.26971 10.36411 10.5925 51 − 54.1429 = 1.5925 66 − 54.5925 58 − 54.0809 10.02492 10.5925 53 − 54.1429 = −0.1429 = 0.

0.86312 = 0.65675 = 0.5 – 0.5 .5 + Luas daerah dibawah lengkungan normal standar zi.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.Luas daerah dibawah lengkungan normal standar harga positif dari zi Besarnya luasan daerah dibawah normal standar dicari dengan menggunakan bantuan tabel luas daerah lengkungan normal standar.1429 = 1.3531 = 0.95752 = 0.1429 = 1. Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) Ketentuan yang digunakan adalah.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.3315 = 0.4649 = 0.95752 = 0.5 . maka F(zi) = 0.5 .30813 10.5 – 0.169 F(z6) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.3315 = 0.5 – 0.5925 60 − 54.035 F(z3) = 0.169 F(z5) = 0.5 .1429 = 1.194 .3052 = 0.5925 60 − 54. F(z1) = 0.49693 10.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.80714 = 0.5 – 0.003 F(z2) = 0.5 .luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 2. jika zi positif.5 .5 .5 .z26 = z27 = z 28 = 68 − 54.49693 10.05192 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 – 0.5925 c.4961 = 0. maka F(zi) = 0.146 F(z4) = 0. Jika zi negatif.

5 – 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.250 F(z9) = 0.5 – 0.0040 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.76782 = 0.29671 = 0.53 F(z15) = 0.48551 = 0.F(z7) = 0.385 F(z12) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.5 .1141 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.348 F(z11) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 – 0.456 F(z13) = 0.1753 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.1844 = 0.5 .26971 .1517 = 0.2794 = 0.5 – 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.0438 = 0.26971 = 0.221 F(z8) = 0.315 F(z10) = 0.5 .0809 = 0.60 F(z17) = 0.1079 = 0.0135 = 0.5 – 0.5 .5 – 0.39111 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.0310 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.1026 = 0.5 .494 F(z14) = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.0675 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.67431 = 0.5 .5 – 0.5 + 0.56 F(z16) = 0.5 .2486 = 0.

3461 = 0.36411 = 0.64 F(z19) = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.= 0.3665 = 0.4049 = 0.1026 = 0.36411 = 0.2996 = 0.84 F(z24) = 0.5 + 0.83612 = 0.5 + 0.60 F(z18) = 0.5+ luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.904 F(z27) = 0.5 +luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.024942 = 0.5 + 0.84 F(z25) = 0.5 + 0.49693 .1406 = 0.64 F(z20) = 0.2704 = 0.770 F(z22) = 0.45851 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.1772 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.5 + 0.11932 = 0.1406 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5+ luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.86 F(z26) = 0.5 + 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.3461 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.02492 = 0.5+ 0.74172 = 0.67 F(z21) = 0.30813 = 0.79 F(z23) = 0.5+ 0.

….5 = 15/28 = 0. z2.931 F(z28) = 0.714 = 21/28 = 0.571 = 17/28 = 0.4319 = 0.035 = 2/28 = 0. Selanjutnya dihitung proporsi z1.931 dan seterusnya sampai F(z28) d.607 = 18/28 = 0. ditulis S(zi) S(z1) S(z2) S(z3) S(z4) S(z5) S(z6) S(z7) S(z8) S(z9) S(z10) S(z11) S(z12) S(z13) S(z14) S(z15) S(z16) S(z17) S(z18) S(z19) S(z20) S(z21) = 1/28 = 0.392 = 12/28 = 0.428 = 13/28 = 0.75 .071 = 3/28 = 0.535 = 16/28 = 0.496393 = 0.643 = 19/28 = 0.214 = 7/28 = 0.285 = 9/28 = 0.178 = 6/28 = 0.321 = 10/28 = 0.678 = 20/28 = 0. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi.875 = 8/28 = 0.464 = 14/28 = 0.5 + 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.142 = 5/28 = 0.4319 = 0.107 = 4/28 = 0.= 0.357 = 11/28 = 0.5 + 0.

964 = 28/28 = 1 e.821 = 24/28 = 0.892 = 26/28 = 0. = 22/28 = 0.071⏐ = ⏐0. Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo.1658 Karena harga Lo < harga L tabel.027 = 0.169 – 0.S(z22) S(z23) S(z24) S(z25) S(z26) S(z27) S(z28) mutlaknya.036 = 0. maka disimpulkan bahwa distribusi data variabel kinerja menjahit (X) adalah normal.786 = 23/28 = 0.003 – 0.032 = 0.035⏐ = ⏐0. Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga ⏐F(z1) – S(z1)⏐ ⏐F(z2) – S(z2)⏐ ⏐F(z3) – S(z3)⏐ ⏐F(z4) – S(z4)⏐ ⏐F(z5) – S(z5)⏐ = ⏐0. Bandingkan dengan harga L tabel. Apabila Lo < L tabel.178⏐ = 0.928 = 27/28 = 0.035 – 0.009 dan seterusnya sampai ⏐F(z28) – S(z28)⏐ f.039 = 0. . maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% adalah 0. Dari selisih harga-harga diperoleh Lo = 0.142⏐ = ⏐0.146 – 0.169 – 0.107⏐ = ⏐0.067 g.857 = 25/28 = 0.

740609 0.75 0.004769 0.223676 0.360026 0.857143 0.05516 0.892857 0.090874 0.035714 0.178571 0.964286 0.548475 F(z) 0.16128 -0.946307 0.054256 0.107143 0.027486 0.062037 0.596298 0.678571 0.25 0.247391 1.8602 -0.634629 0.321429 0.022849 0.740609 0.634629 0.066093 0.214286 0.828004 0.04229 0.015621 0.097752 0.96056 -0.35839 -0.852374 0.5 0.477151 0.874315 0.845945 0.946307 0.46236 -1.010184 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL SIKAP WIRASWASTA Y 29 38 41 41 43 44 44 44 45 47 49 49 50 52 55 56 56 59 59 61 62 62 62 63 64 64 65 68 Z -2.068546 0.642857 0.801208 0.75984 -0.046668 1.35839 -0.828004 0.122764 0.05731 0.344139 0.821429 0.086923 0.874315 0.464286 0.0632 0.16128 -1.026714 0.571429 0.928571 0.939246 S(z) F(z) .398192 0.122764 0.828004 0.060584 0.032831 0.243778 0.168387 0.357143 0.069101 0.645223 0.36562 -1.006575 0.S(z) 0.8602 -0.428571 0.019445 0.071429 0.071821 0.360026 0.607143 0.714286 0.070413 1 0.147029 1.55911 -0.344139 0.020093 0.19484 0.000392 0.893873 0.535714 0.785714 0.147029 1.19484 0.288042 0.19484 0.097752 80 Skor Responden 60 40 20 0 0 5 10 15 Responden 20 25 30 .8602 -0.285714 0.078004 0.645223 0.097752 0.25803 -0.946307 1.142857 0.009 0.018542 0.392857 0.060754 maksimum 0.

5714 = -0.5714 = -0. a.96449 − b. Tiap skor total yang diperoleh.96649 z3 = z4 = z5 = z6 = z7 = z8 = z9 = 41 − 52.96649 44 − 52. kemudian dilakukan analisis dengan langkahlangkah pengujian setelah dilakukan pengurutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.96449 38 − 52. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata data = 52. diubah menjadi bilangan baku zi dengan − x −x menggunakan rumus zi = i . Dengan x merupakan rata-rata data dan s s − adalah simpangan baku.96649 45 − 52.5714 = -1.46236 9.96649 44 − 52.5714 simpangan baku = 9.96649 43 − 52.16128 9.16128 9.5714 = -1.96649 41 − 52. Harga-harga x dan s tersebut kemudian digunakan untuk mencari angka baku zi.5714 = -0.5714 = -2.5714 = -0.96649 .96649 44 − 52.8602 9.75984 9.Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Sikap Wiraswasta (Y) Berdasarkan data pada tabel di atas.8602 9.5714 = -0.8602 9.36562 9.96056 9. misalnya : z1 = z2 = 29 − 52.5714 = -1.

5714 = -0.96649 64 − 52.94631 9.96649 56 − 52.96649 62 − 52.94631 9.5714 = 0.96649 59 − 52.5714 = 0.5714 = 0.14703 9.5714 = -0.64522 9.5714 = -0.5714 = 0.5714 = 0.05731 9.34414 9.96649 49 − 52.5714 = 0.96649 52 − 52.04667 9.84595 9.24378 9.96649 56 − 52.96649 62 − 52.5714 = -0.5714 = 0.96649 62 − 52.5714 = 0.35839 9.96649 50 − 52.5714 = 1.z10 = z11 = z12 = z13 = z14 = z15 = z16 = z17 = z18 = z19 = z20 = z21 = z22 = z23 = z24 = z25 = z26 = 47 − 52.34414 9.96649 49 − 52.96649 .14703 9.96649 55 − 52.5714 = 1.96649 64 − 52.94631 9.5714 = -0.64522 9.55911 9.25803 9.5714 = 0.35839 9.96649 61 − 52.96649 59 − 52.96649 63 − 52.5714 = 1.

5.1948 F(z7) = 0.3052 = 0.3052 = 0.24739 9.5. Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) Ketentuan yang digunakan adalah.96649 c.z27 = z28 = 65 − 52.5 .123 F(z5) = 0.0.5 .1948 .3770 = 0.5.luas daerah lengkungan normal standar untuk 2.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0. maka F(zi) = 0.5 + Luas daerah dibawah lengkungan normal standar zi.5714 = 1.3770 = 0. maka F(zi) = 0.96056 = 0.16128 = 0.4909 = 0.5.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.4279 = 0.5.8602 = 0.0.3315 = 0. Jika zi negatif.96649 68 − 52.5 .0.5.0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.Luas daerah dibawah lengkungan normal standar harga positif dari zi Besarnya luasan daerah dibawah normal standar dicari dengan menggunakan bantuan tabel luas daerah lengkungan normal standar.009 F(z2) = 0.0.54847 9.072 F(z3) = 0.16128 = 0. F(z1) = 0.123 F(z4) = 0.5714 = 1.0.0.36562 = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.8602 = 0. jika zi positif.46236 = 0.168 F(z6) = 0.

5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5.F(z8) = 0.288 F(z11) = 0.35839 = 0.1948 F(z9) = 0.0.3052 = 0.0987 = 0.34414 = 0.0.48 F(z15) = 0.0.2734 = 0.35839 = 0.24378 = 0.2123 = 0.1368 = 0.55911 = 0.5.63 .5.59 F(z16) = 0.0987 = 0.0199 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.40 F(z14) = 0.63 F(z17) = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.8602 = 0.1331 = 0.34414 = 0.0.1368 = 0.5.36 F(z13) = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5.5.75984 = 0.5+ 0.1331 = 0.05731 = 0.0.5.22 F(z10) = 0.5 +luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.0.36 F(z12) = 0.5+ 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.25803 = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+ 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.

84595 = 0.874 F(z26) = 0.5+ 0.5+ 0.14703 = 0.3264 = 0.82 F(z23) = 0.80 F(z21) = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5+ 0.64522 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.94631 = 0.82 F(z22) = 0.3749 = 0.3264 = 0.94631 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.24739 = 0.85 F(z25) = 0.0987 = 0.874 F(z27) = 0.F(z18) = 0.894 .04677 = 0.82 F(z24) = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+ 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.14703 = 0.64522 = 0.3264 = 0.5+ 0.5+ 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.3749 = 0.2996 = 0.5+ 0.5+ 0.5+ 0.74 F(z19) = 0.3944 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.74 F(z20) = 0.2389 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.94631 = 0.3531 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5+ 0.

zn yang lebih kecil atau sama dengan zi.857 = 25/28 = 0.714 = 21/28 = 0.678 = 20/28 = 0.142 = 5/28 = 0.035 = 2/28 = 0.321 = 10/28 = 0. z2.428 = 13/28 = 0.071 = 3/28 = 0.392 = 12/28 = 0.892 .4394 = 0.357 = 11/28 = 0.178 = 6/28 = 0.464 = 14/28 = 0.571 = 17/28 = 0.607 = 18/28 = 0.9394 dan seterusnya sampai F(z28) d.285 = 9/28 = 0. ….F(z28) = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5 = 15/28 = 0.786 = 23/28 = 0.535 = 16/28 = 0.54847 = 0.821 = 24/28 = 0.643 = 19/28 = 0.107 = 4/28 = 0.5+ 0.75 = 22/28 = 0. Selanjutnya dihitung proporsi z1.214 = 7/28 = 0.875 = 8/28 = 0. ditulis S(zi) S(z1) S(z2) S(z3) S(z4) S(z5) S(z6) S(z7) S(z8) S(z9) S(z10) S(z11) S(z12) S(z13) S(z14) S(z15) S(z16) S(z17) S(z18) S(z19) S(z20) S(z21) S(z22) S(z23) S(z24) S(z25) = 1/28 = 0.

714⏐ ⏐F(z21) – S(z21)⏐ = ⏐0.068 = -0.821⏐ ⏐F(z24) – S(z24)⏐ = ⏐0.82–0.357⏐ ⏐F(z11) – S(z11)⏐ = ⏐0.80–0.107⏐ = ⏐0.101 = -0.6802 = -0.607⏐ ⏐F(z18) – S(z18)⏐ = ⏐0.01 = -0.016 = -0.062 = 0.857⏐ .214⏐ = ⏐0.1948–0.36–0.1948–0.535⏐ ⏐F(z16) – S(z16)⏐ = ⏐0.85–0.0192 = -0. = 26/28 = 0.643⏐ ⏐F(z19) – S(z19)⏐ = ⏐0.001 = -0.786⏐ ⏐F(z23) – S(z23)⏐ = ⏐0.464⏐ ⏐F(z14) – S(z14)⏐ = ⏐0.35 = -0.85–0.63–0.75⏐ ⏐F(z22) – S(z22)⏐ = ⏐0.019 = -0.36–0.007 ⏐F(z10) – S(z10)⏐ = ⏐0.5⏐ ⏐F(z15) – S(z15)⏐ = ⏐0.571⏐ ⏐F(z17) – S(z15)⏐ = ⏐0.392⏐ ⏐F(z12) – S(z12)⏐ = ⏐0.35–0.875⏐ = ⏐0.928 = 27/28 = 0.185 = 0.548 = 0.392 = -0.678⏐ ⏐F(z20) – S(z20)⏐ = ⏐0.097 = 0.82–0.123–0.059–0.428⏐ ⏐F(z13) – S(z13)⏐ = ⏐0.059 = -0.035⏐ = ⏐0.288–0.74–0.142⏐ = ⏐0.S(z26) S(z27) S(z28) mutlaknya.321⏐ = -0.178⏐ = ⏐0.071⏐ = ⏐0.168–0.74–0.026 = 0.1948–0.123-0.0902 = -0.82075 = 0.001 = 0.072–0.22–0.40–0.964 = 28/28 = 1 e.82–0.086 = 0.034 = -0.069 = 0.285⏐ = ⏐0.009–0. Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga ⏐F(z1) – S(z1)⏐ ⏐F(z2) – S(z2)⏐ ⏐F(z3) – S(z3)⏐ ⏐F(z4) – S(z4)⏐ ⏐F(z5) – S(z5)⏐ ⏐F(z6) – S(z6)⏐ ⏐F(z7) – S(z7)⏐ ⏐F(z8) – S(z8)⏐ ⏐F(z9) – S(z9)⏐ = ⏐0.064 = 0.

.894–0.1658 Karena harga Lo < harga L tabel.9394–1⏐ = -0. Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo.018 = -0.097 g.964⏐ ⏐F(z28) – S(z28)⏐ = ⏐0.07 = -0. Dari selisih harga-harga diperoleh Lo = 0.874–0. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% adalah 0. Bandingkan dengan harga L tabel.0606 f.892⏐ ⏐F(z26) – S(z26)⏐ = ⏐0. maka disimpulkan bahwa distribusi data variabel minat baca karya sastra adalah normal.928⏐ ⏐F(z27) – S(z27)⏐ = ⏐0.054 = -0.⏐F(z25) – S(z25)⏐ = ⏐0. Apabila Lo < L tabel.874–0.

Untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% diperoleh harga rtabel sebesar 0.917 rXY = 0.(∑ X)(∑ Y) 2 − (∑ X ) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } Dari tabel rekapitulasi skor hasil penelitian diperoleh: ΣX = 1516 ΣY = 1472 ΣXY= 81375 ΣX2 = 85110 (ΣX)2 = 2298256 (ΣY)2 = 2166784 ΣY2 n = 80066 = 28 Harga-harga tersebut kemudian disubstitusikan ke dalam rumus korelasi product moment. rXY = rXY = rXY1 = rXY = rXY = n ∑ XY − (∑ X)(∑ Y) {n ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } 28x81375 − 1516 x1472 {28x85110 − 2298256}{28x80066 − 2166784} 2278500 − 2231552 {2383080 − 2298256}{2241848 − 2166784} 46948 {84824}{75064} 46948 {6367228736} rXY = 46948 79794. .5884 Koefisien r tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel product moment.PENGUJIAN KORELASI KINERJA MENJAHIT DAN SIKAP WIRASWASTA Rumus: r xy = {n ∑ X nXY .374.

yang berarti ada korelasi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.Karena harga rhitung > rtabel maka disimpulkan Ho dalam penelitian ini ditolak.706 thitung =3. yaitu sebesar 1. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi.708) > ttabel (1.00 0. Karena thitung (3.809 Harga thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan n – 2 = 28 – 2 =26.5884 28 − 2 1 − 0. artinya dapat digeneralisasikan pada populasinya.58842 0.654 t= t= t= 3.5884 26 1 − 0.706.00 = 3.346 3. dilakukan uji t sebagai berikut: Rumus yang digunakan t= t= r n−2 1− r2 0.708 Bagan Pengujian thitung . Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho 0 ttabel 1.708 0.706) maka disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan.

Lampiran 21 137 Gambar pola dasar sistem Alwine .

138 Pola Badan Pola Depan / Muka Keterangan: Tarik tegak lurus ab a-a1 = 6 cm atau 7 cm a-b = panjang dada I = panjang dada II a2-b titik b naik 2 cm = b1 titik a1 – a3 lebar bahu berpotongan dengan tinggi bahu I (b – a3) b1-c = panjang sisi a2.d = 7 cm d .d1 = 1/2 cm c – c1 = ¼ lingkar badan + 1 cm b1 – b2 = ¼ lingkar pinggang + 1 cm + 3 cm (kup) hubungkan a3 – d1 – c1 = kerung lengan depan a – e = tinggi dada e – e1 = jarak dada Pola Belakang Keterangan: A – A1 = 6 atau 7 cm A – A2 = 2 cm A – B = panjang punggung + 2 cm Titik B ke kanan 2 cm Titik A1 – A3 lebar bahu perpotongan dengan tinggi bahu II (B – A3) B – C = panjang sisi A2 – D = 8 cm D – D1 = ½ lebar punggung C – C1 = ¼ lingkar badan – 1 cm B – B1 = ¼ lingkar pinggang –1cm +3cm (kup) Hubungkan A3 – D1 – C1 = garis lingkar kerung lengan Pola dasar rok Pola belakang Pola depan Keterangan: Keterangan : A – A1 = 2 cm Tarik garis tegak lurus a b c a-a1 = 2cm A – A2 = ¼ lingkar pinggang –1cm a-a2 = ¼ lingkar pinggang +1cm + 3 cm (kup) +3cm (kup) A1 – B = tinggi panggul a1-c = panjang rok A1 – B = tinggi panggul c-c1 = b – b1 + 3 cm B – B1 = ¼ lingkar panggul –1cm A1 – C = panjang rok C – C1 = B – B1 + 3 cm .

139 Pola Dasar Lengan Keterangan: Tarik garis lurus ABCD A–B A–C A–D A – B1 A – C1 C – C1 D–D1 B – B1 = titik puncak = 12 cm = panjang lengan sampai siku = panjang lengan sampai nadi = ½ kerung lengan kanan / kiri = ½ lingkar siku kanan/kiri = ½ lingkar siku kanan/kiri = ½ lingkar nadi = sebagai kontrol = ½ lingkar pangkal lengan = 4 cm .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->