HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DENGAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG

BARAT

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Strata-1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Nama NIM Program Studi Jurusan : Sri Mulyani : 544400021 : PKK S1 Konsentrasi Tata Busana : Teknologi Jasa dan Produksi

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Maonah Rahmadi NIP. 130219373

Dra. Uchiyah Achmad, M.Pd. NIP. 130604209

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi dengan judul “HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DENGAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG BARAT” ini telah dipertahankan di dalam Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Senin : 28 November 2005 Panitia Ujian :

Ketua

Sekretaris

Dra. Dyah Nurani Setyaningsih. M.Kes. NIP.1317664485

Dra. Erna Setyowati, M Pd. NIP. 131570062

Anggota Penguji 1. Dra. Hj. Hartatiati S. NIP. 130367994

2. Dra. Maonah Rahmadi NIP. 130219373

3. Dra. Uchiyah Achmad ,M.Pd NIP. 130604209

Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

iii

Semarang. 5444000021 iv . baik sebagian atau seluruhnya. Oktober 2005 Sri Mulyani NIM. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benar-benar hasil karya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulis dari orang lain.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR. Bapak dan Ibu tercinta atas dukungan dan doanya 2. Seluruh keluarga yang selalu mendoakanku 3. Teman-teman seperjuangan 4. Muslim) PERSEMBAHAN: Karya ini kupersembahkan kepada 1. Almamater yang kubanggakan v .

yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Ketua Jurusan Teknologi Jasa Produksi Fakultas Teknik UNNES 4. Maonah Rahmadi dan Dra. atas ijin yang telah diberikan kepada penulis dalam penelitian skripsi. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat: 1. 5. 3. Semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Rektor Univeritas Negeri Semarang 2. Kepala Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian.KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Uchiyah Achmad. Dra.Pd selaku pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan. vi . pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana. 6. Terselesaikannya skripsi ini tak lepas dari bantuan beberapa pihak. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Semarang. M. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis. 2005 Penulis (Sri Mulyani) vii . Amin. Semarang. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.

Manfaat yang diharapkan adalah memberi masukan kepada pemerintah Kelurahan Bongsari untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warganya. Pembimbing: 1.3800%. “Hubungan Antara Kinerja Menjahit Dengan Sikap Wiraswasta Pada Kelompok Belajar Menjahit Di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat”. yaitu sebesar 65. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0. 2005. Skripsi. Uchiyah Achmad. sehingga disimpulkan ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.ABSTRAK Sri Mulyani. Variabel bebas adalah kinerja menjahit. tailor dan sebagainya.6200% terhadap sikap wiraswasta yang dimiliki oleh warga belajar.5884 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Kata Kunci : Kinerja Menjahit. misalnya modiste. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment. 2. dengan harapan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan lapangan kerja pada bidang jahit menjahit. Analisa data dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat normalitas karena penelitian ini bersifat parametrik. Sikap Wiraswasta Kelompok belajar menjahit diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada bidang jahit menjahit kepada warga belajar. Idealnya. Disarankan warga belajar hendaknya selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja menjahit serta memacu untuk meningkatkan kinerja dan sikap wiraswastanya dengan cara selalu mengikuti kelompok belajar dengan disiplin dan selalu mengerjakan tugas praktek yang diberikan tutor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Dra. Maonah Rahmadi.Pd. viii . Bagi pemerintah kelurahan dan tutor hendaknya selalu mendorong dan memfasilitasi warga masyarakat dengan menyediakan peralatan yang dibutuhkan dan membuka unit koperasi yang dapat menjual hasil karya kelompok belajar. Dra. sehingga warga masyarakat mempunyai jiwa wiraswasta yang baik. warga belajar akan mempunyai kinerja menjahit yang lebih baik dan berwiraswasta menciptakan lapangan kerja baru di bidang jahit menjahit. Dengan demikian masih ada faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta. Faktor kinerja menjahit memberikan sumbangan sebesar 34. Penelitian ini dilakukan pada warga belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. setelah mengikuti kelompok belajar menjahit. M. dan variabel terikatnya adalah sikap wiraswasta. dengan jumlah sampel 28 yang ditentukan dengan random sampling. Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. konveksi.

.................. Manfaat Penelitian ............................................................. ix DAFTAR TABEL......................................................................................................... i PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................... 5 C........................................ 8 E.................................................................................................................. Latar Belakang .................................................................................................................... Pengertian Menjahit ................................................... Pengertian Kinerja........... 12 2............. PENDAHULUAN A...... 12 1..................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR ....................................... Sistematika Skripsi................................................................... Kinerja Menjahit ................................ xiv BAB I........................................... Permasalahan ................. iii PERNYATAAN..................................................................... vi SARI................. 1 B................................................................................................................ Tujuan Penelitian ............ xii DAFTAR LAMPIRAN............................................................. iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................................................................................................. 9 F. 9 BAB II......................... LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS A..... viii DAFTAR ISI................. ii PENGESAHAN KELULUSAN .............. 13 ix ............................................................................................................................................. v KATA PENGANTAR ......................................................................................................................................... 5 D............DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................... Penegasan Istilah...........................................................................

....................................................................... Sikap Wiraswasta .................. Hipotesis................ Teknik Analisis Data.......................................................... Analisis Data ............. 76 2............................. 83 BAB V....................................... 67 BAB IV............................................................................................................. Kinerja Menjahit pada Warga Belajar................................ 86 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 85 B. 48 C..................................... 44 2............................................. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 89 x .............. Keterbatasan Penelitian .......................... Sikap-sikap Wiraswasta ......................... KESIMPULAN DAN SARAN A........................................................................................................3............ METODOLOGI PENELITIAN A.. 14 B....... 57 BAB III................................... Hasil Penelitian ................................................................................................................ Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian .................................... Metode Pengumpulan Data ..... Penentuan Objek Penelitian ...................................................................................................................................................... Saran................................. Penyusunan Instrumen ......................... 63 D...................... Uji Coba Instrumen ..... Pengertian Wiraswasta ............. Kesimpulan ............................. 72 C............................................. 46 3........ 64 E. 87 LAMPIRAN.... 55 D. 72 B.......... Kerangka Berpikir...................................... Unsur-unsur Sikap Wiraswasta .................................................................................................. Uji Prasyarat Analisis ................................................................................................................... 61 C...... 76 1..................................................................................................................... 58 B.................................... 78 D............................................. 44 1.... Analisis Tahap Akhir ......................................

....... Statistik untuk Perhitungan Korelasi...... 79 xi . 72 Tabel 4.......................2.............................. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian........ 63 Tabel 3. 73 Tabel 4.......... 75 Tabel 4.. Daftar Distribusi Frekuensi Data Variabel Sikap Wiraswasta..........................1...............DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3...................3........................... Interpretasi Tingkat Korelasi............... Deskripsi Data Hasil Penelitian ..........................4....1.................................. 70 Tabel 4..........2.. Daftar Distribusi Frekuensi Data Variabel Kinerja Menjahit ....

...................................................... 22 Gambar 13 Alat membuat Pola .................................... 18 Gambar 7 Kepala Mesin .................................................................................................................... 17 Gambar 6 Menaikkan Benang Bawah ` ..................................... 34 Gambar 19 Penyelesaian dengan Serip ..............................................................................................................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Mesin Jahit Lurus ............................................................ 35 Gambar 21 Saku Tempel.............................. 17 Gambar 5 Memasukkan Kumparan pada Rumah Kumparan ......................................................................................... 26 Gambar 16 Alat Tambahan dalam Menjahit......................................................................................... 29 Gambar 18 Penyelesaian dengan Depun..................................................................................... 36 xii .............................................................. 24 Gambar 14 Alat Pemberi Tanda pada Kain ............................................... 34 Gambar 20 Penyelesaian dengan Rompok.................... 15 Gambar 2 Memasang Jarum Mesin ........................................................... 18 Gambar 8 Setikan untuk Kerutan.............. 27 Gambar 17 Cara Mengukur.................. 19 Gambar 9 Cara Meminyaki Mesin Bagian Kepala ................................................ 25 Gambar 15 Bentuk Gunting untuk Berbagai Jenis Bahan ..... 16 Gambar 4 Cara Memasang Benang Pada Kumparan................................................................................................... 21 Gambar 12 Mesin Obras ...................... 21 Gambar 11 Cara meminyaki Bagian Kaki dan Bagian Bawah Mesin ................................................................................... 15 Gambar 3 Memasang Benang Atas.................................................................................................................................... 20 Gambar 10 Cara Meminyaki Bagian Atas ......

............ 42 Gambar 35 Belahan Amerika.......................................................................................................................................................Gambar 22 Saku Dalam .............................................................................3 Bagan Pengujian t hitung ................................................. 40 Gambar 32 Penyelesaian dengan Setik ..................................................................................................... 41 Gambar 34 Belahan Lapisan Sama ..........1 Diagram Dstribusi Frekuensi Kinerja Menjahit ........................ 38 Gambar 26 Setikan Lengkung.................................................. 37 Gambar 25 Setikan Jelujur ...................... 74 Gambar 4............................... 39 Gambar 29 Kampuh Pipih............................... 36 Gambar 23 Tusuk Jelujur .................................................................................................................................... 38 Gambar 27 Setikan Penguat ..............................................2 Diagram Distribusi Frekuensi Sikap Wiraswasta ...................................................................................................4 Diagram Sumbangan Kinerja Menjahit terhadap Sikap Wiraseasta ............................................. 40 Gambar 31 Kampuh Balik .................................................................... 76 Gambar 4................................ 44 Gambar 4..................................................................................................... 40 Gambar 30 Kampuh Tutup.......................... 81 Gambar 4....... 43 Gambar 36 Belahan Tutup Tarik................................................ 41 Gambar 33 Penyelesaian dengan Obras..................................... 37 Gambar 24 Setikan Lurus .......... 82 xiii ....... 39 Gambar 28 Kampuh Buka ................................................................................................................

............. Contoh Perhitungan Reliabilitas hasil Uji coba instrumen Kinerja Menjahit ................. Tabel Harga kritik dari r Product Moment........ 101 Lampiran 7............. 112 Lampiran 11...................... 135 Lampiran 20..... Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Kinerja Menjahit ................................. Data Induk Hasil Penelitian Kinerja Menjahit ............................. 114 Lampiran 13..... 95 Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit ....................... 136 Lampiran 21...... 113 Lampiran 12..................... Data Induk Hasil Penelitian Sikap Wiraswasta... 124 Lampiran 17.. Lampiran 10.. 115 Lampiran 14.. Rekapitulasi Data Induk.. Daftar Tabel Distribusi t..... 125 Lampiran 18...................... Lampiran 8..................... Lampiran 4...................... 100 Lampiran 6................... 104 Pedoman Penilaian Kinerja Menjahit Setelah Uji Coba ...................... Lampiran 2........... 99 Contoh Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit ....... Tabel Bantuan Pengolahan Data Induk Penelitian................... 117 Lampiran 16... 137 xiv ........... Lampiran 5............... 89 Pedoman Penilaian Kinerja Menjahit Sebelum Uji Coba . Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Sikap Wiraswasta..................................... Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sikap Wiraswasta ... 108 Lampiran 1.......................................... 133 Lampiran 19............................... Lampiran 3.... Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Sikap Wiraswasta... 105 Instrumen Sikap Wiraswasta Setelah Uji Coba ..... Gambar Pola Sistem Alwine ........... Lampiran 9..........................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Kisi-kisi Instrumen Penelitian.... 116 Lampiran 15.......................................... 92 Instrumen Sikap Wiraswasta Sebelum Uji Coba .................. Contoh Perhitungan Uji Normalitas Kinerja Menjahit ................ Pengujian Korelasi Kinerja Menjahit dan Sikap Wiraswasta .................................................................................

Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha sadar untuk membentuk manusia Indonesia yang berkualitas. berbudi pekerti luhur. bertanggung jawab dan produktif. profesional. jujur. Salah satu contoh dari pendidikan luar sekolah 1 . Apabila dicermati maka dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan dilihat dari sektor bidang usaha. penyelenggaraan pendidikan luar sekolah berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. profesional. Hal ini berarti bahwa dengan adanya pendidikan luar sekolah. mandiri. Berbeda dari pendidikan jalur sekolah. mempunyai etos kerja tinggi. disiplin. terampil. berpikir maju. penyelenggaraan pendidikan luar sekolah lebih menekankan pada pemberian bekal kepada warga belajar agar mereka mampu menghidupi dirinya sendiri (Pidarta. beretos kerja tinggi. Pendidikan luar sekolah diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi pada bidang kerja tertentu. Sebagai salah satu sub sistem dari sistem pendidikan nasional. cerdas. berkepribadian unggul.1997:22). adalah untuk mengembangkan kemampuan warga belajar sehingga mempunyai keterampilan. berdisiplin. yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bertanggung jawab dan produktif. warga belajar akan mempunyai sumber penghidupan yang layak bagi dirinya dan atau keluarganya.BAB I PENDAHULUAN A. kreatif. tangguh.

1996:5). dengan harapan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan lapangan kerja pada bidang jahit menjahit. keberadaan kelompok belajar menjahit akan sangat membantu sebagai tempat untuk menimba ilmu menjahit untuk dijadikan modal keterampilan dalam mencari lapangan pekerjaan. keberadaan kelompok belajar menjahit dapat dijadikan sebagai tempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. sehingga bakat yang dimilikinya dapat diasah dan dikembangkan secara lebih terarah. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti. Sedangkan bagi warga masyarakat yang sudah mempunyai bakat atau kemampuan menjahit. Biaya kursus sepenuhnya dibebankan oleh LSM tersebut. misalnya modiste. tailor dan sebagainya. konveksi. Bagi warga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan namun tidak memiliki keterampilan khusus. Kelompok belajar merupakan kumpulan warga yang belajar dan berusaha mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan atau keterampilan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (Depdikbud. kelompok belajar menjahit yang ada di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat diselenggarakan oleh pemerintah kelurahan dibantu dari pihak luar yaitu Lembaga Sosial Masyarakat Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (LSM Soegijapranata). Kurikulum pelatihan yang .2 yang ada di masyarakat adalah kursus atau kelompok belajar menjahit. sehingga masyarakat yang ikut tidak dipungut biaya apapun. Kelompok belajar menjahit ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada bidang jahit menjahit kepada warga belajar.

3 diberikan disamakan dengan kurikulum yang ada pada kursus menjahit di luar. setelah mengikuti kelompok belajar menjahit. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro. bertempat di Balai Pertemuan Warga RW 4. yaitu hari Kamis dan Minggu. Modal usaha dan peralatan yang diberikan oleh LSM tersebut pada dasarnya merupakan pinjaman lunak. Selain itu juga disediakan pula peralatan latihan seperti mesin jahit. Dalam pelaksanaannya. Pemberian materi menjahit diasuh oleh Pimpinan Modiste Alwine Semarang. Namun . karena modal tersebut dapat dikembalikan jika warga belajar telah mampu untuk mengembalikan dan tidak disertai dengan bunga pinjaman. juga memberikan dana atau modal usaha yang dapat digunakan oleh warga belajar yang ingin membuka usaha pada bidang jahit menjahit. dengan harapan agar kualitas kursus yang diselenggarakan tidak kalah dengan kursus menjahit yang lain. LSM selain mengundang tutor. Kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari diikuti oleh 30 warga belajar dari lingkungan Bongsari. Pertemuan kelompok belajar diselenggarakan sebanyak 2 kali seminggu. Warga masyarakat yang ingin menjadi warga belajar di kelompok belajar menjahit tidak dibatasi umur dan jenis kelamin. warga belajar akan mempunyai kinerja menjahit yang lebih baik dan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah kelurahan dengan harapan agar banyak warga masyarakat yang ikut prgoram tersebut. mesin obras dan bahan-bahan pendukung lainnya.2000:69). Idealnya.

Sikap wiraswasta dapat diartikan sebagai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. namun kurang dimanfaatkan oleh warga belajar secara optimal. kinerja menjahit yang ditunjukkan oleh warga belajar dapat dikatakan masih kurang ideal. dan bahkan lebih disayangkan lagi bahwa pekerjaan mereka banyak yang tidak sesuai dengan bidang jahit menjahit. Hal ini muncul sebagai akibat dari tidak adanya perhatian dan penjaringan minat. guna memastikan sukses (Suharto. Berdasarkan hasil wawancara dengan tutor kelompok belajar menjahit di Bongsari.1998:2). Hal ini dapat dilihat dari tingkat absensi warga belajar yang mencapai 5% pada setiap kali pertemuan. Hal ini jelas berdampak pada rendahnya kedisiplinan dan juga rasa tanggung jawab mereka yang merupakan ciri dari . Meskipun sudah diberikan bantuan modal untuk membuka usaha jahit. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan tepat. Fenomena tersebut menandakan bahwa warga belajar kurang memiliki motivasi yang tinggi untuk menguasai bidang jahit menjahit.4 demikian. Warga belajar yang kurang berhasil dalam bidang menjahit tersebut pada umumnya kurang mempunyai minat dalam mengikuti kursus menjahit. Kondisi ini menunjukkan bahwa mereka kurang mempunyai sikap berwiraswasta dalam bidang jahit menjahit. pada saat penerimaan warga belajar. banyak warga belajar yang masih bekerja pada orang lain. dalam pelaksanaannya di lapangan. setelah selesai mengikuti kelompok belajar menjahit.

Dengan demikian dapat dipahami adanya hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada warga belajar. Permasalahan Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. B. kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada bidang jahit menjahit menjadi fokus yang menarik minat peneliti untuk mengkaji lebih dalam tentang ada tidaknya hubungan antara kinerja menjahit yang dimiliki oleh warga belajar dengan sikap wiraswasta bidang jahit menjahit. Adakah hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat? 2. Penegasan Istilah Penegasan istilah dibuat dengan tujuan untuk menghindari kesalahan penafsiran tentang judul yang diajukan sehingga tidak menimbulkan . Berdasarkan uraian di atas.5 sikap wiraswasta. Pengkajian tersebut akan dilaksanakan dalam penelitian skripsi berjudul “Hubungan antara Kinerja Menjahit dengan Sikap Wiraswasta pada Kelompok Belajar Menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat”. Seberapa besar hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat? C.

lebih efisien dengan usaha yang lebih sedikit. Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.6 pengertian yang berbeda.2000:314). atau dapat pula diartikan bahwa hubungan adalah keadaan berhubungan. Kinerja Kinerja adalah kemampuan bekerja. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hubungan adalah jalinan interaksi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.2000:771). (Poerwodarminto.2000:69). kontak. jalinan yang terwujud karena interaksi antara satuan-satuan yang aktif. ikatan. Hubungan Hubungan adalah komponen dalam suatu sistem yang saling berhubungan dan saling membutuhkan. Kinerja dalam penelitian ini . 2. Pengertian lain tentang kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai atau karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro. Kinerja Menjahit a. kemampuan mengerjakan suatu karya atau dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berusaha (Peorwodarminto. lebih cepat. Wahjoetomo (1995:35) menyebutkan bahwa kinerja adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.

2000:4). membuat pola. mengelim. merancang bahan. Menjahit adalah melekatkan (melepit. b. baik secara kualitas maupun kuantitas dalam hal pembuatan busana dari mengukur sampai penyelesaian.1991:5). sifat. memotong. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sikap . Sikap Wiraswasta Sikap adalah suatu hal yang menentukan pandangan. Wiraswasta dapat juga diartikan sebagai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.2002:162).1998:2). baik perbuatan sekarang maupun perbuatan dimasa yang akan datang (Ahmadi. guna memastikan sukses (Suharto. hakekat. memindahkan garis pola. menyambung) dengan jarum dan benang baik dengan mesin jahit atau dengan tangan (Poerwodarminto. Menjahit. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan tepat. Wiraswasta adalah seseorang yang berkemamuan keras dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat (bisnis) yang patut menjadi teladan hidup (Tarmudji.7 dimaksudkan kemampuan mengerjakan secara kualitas dan kuantitas yang dimiliki oleh warga belajar pada bidang jahit menjahit. dapat dijelaskan bahwa kinerja menjahit dalam penelitian ini berarti kemampuan mengerjakan tugas. menyambung/menjahit dan penyelesaian (Depdikbud. Berdasarkan pengertian kinerja dan menjahit di atas. 3.2000:687). Pengertian lain tentang menjahit adalah proses pembuatan busana mulai dari mengukur.

yang diselenggarakan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan luar sekolah.1996:18). pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.8 wiraswasta adalah pandangan seseorang dalam melihat dan menilai peluang-peluang bisnis dan mengatur sumber daya untuk mencapai keuntungan dan sukses. Pengertian lain kelompok belajar adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah yang diadakan oleh masyarakat dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan atau keterampilan kerja bagi warga belajarnya (Pidarta. 4. dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan judul skripsi ini adalah jalinan interaksi antara kemampuan seorang warga belajar membuat busana baik secara kualitas maupun kuantitas dengan pandangannya terhadap peluangpeluang bisnis pada bidang jahit menjahit.1997:21). Berdasarkan pengertian dari istilah-istilah tersebut di atas. . Kelompok Belajar Menjahit Kelompok belajar merupakan kumpulan warga yang belajar dan berusaha mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan atau keterampilan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (Depdikbud. Dalam penelitian ini yang dimaksud kelompok belajar menjahit adalah kumpulan warga yang belajar untuk mempelajari bidang jahit menjahit.

9

D. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. 2. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.

E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat antara lain: 1. Memberikan masukan kepada pemerintahan di Kelurahan Bongsari untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh warganya, khususnya dibidang keterampilan untuk menambah penghasilan warga. 2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kinerja dan sikap wiraswasta yang dimiliki oleh warga belajar yang mengikuti kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.

F. Sistematika Skripsi Secara garis besar skripsi ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir skripsi. Bagian awal terdiri dari halaman judul, pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran.

10

Bagian inti skripsi terdiri dari 5 bab yaitu: Bab 1, Pendahuluan. Pada bab ini peneliti akan menguraikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi. Bab 2, Landasan Teori. Landasan teori berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang dibahas sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang kinerja menjahit dan sikap wiraswasta. Pada bab ini juga diberikan hipotesis sebagai dugaan sementara atas masalah yang dikaji. Bab 3, Metodologi Penelitian. Pada bab ini diuraikan pendekatanpendekatan yang digunakan dalam penelitian yang meliputi penentuan objek penelitian, variabel penelitian, metode pengumpulan data, penyusunan instrumen, uji coba instrumen dan teknik analisis data. Bab 4, Hasil Penelitian dan Pembahasan. Bab ini berisi uraian tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Bab 5, Kesimpulan dan Saran. Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, serta masukan atau saran dari peneliti untuk perbaikan terkait dengan tujuan penelitian. Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka berisi daftar buku yang digunakan dalam penelitian. Lampiran berisi kelengkapan penyusunan skripsi dan hasil-hasil penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI

Sumber daya manusia merupakan salah satu permasalahan pokok yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, dalam rangka membangun bangsa dan negaranya. Sehubungan dengan itu peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk mendapat perhatian, karena untuk mencapai tujuan pembangunan nasional diperlukan usaha berupa kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada upaya menggali dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Permasalahan-permasalahan ini hendaknya tidak hanya menjadi perhatian atau tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Warga belajar seharusnya membekali diri dengan pendidikan dan ketrampilan hal ini dirasa sangat penting karena dalam melaksanakan pembangunan bagaimanapun melimpahnya kekayaan alam, tanpa adanya sumber daya manusia yang

berkualitas tinggi untuk mengolahnya maka akan sia-sia saja kekayaan alam tersebut. Dengan demikian dapat dipahami harus ada keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia dan kekayaan alam untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang berharga dalam pembangunan nasional. Untuk menuju sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, perlu kiranya semua warga masyarakat yang belum terampil dapat memanfaatkan peluang-peluang yang diberikan oleh pemerintah dan lembaga sosial seperti peluang yang diberikan LSM Soegijapranata untuk mengikuti kelompok belajar menjahit.

11

Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan. Kebutuhan itu bermacam-macam. berkembang dan berubah. bahkan sering .12 A. lebih cepat. Kinerja Menjahit 1. Kinerja menjahit dapat dilihat dari kualitas dan juga kuantitas hasil kerjanya. Pengertian lain tentang kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegoro. lebih efisien dengan usaha yang lebih sedikit. Pengertian ini memberikan pemahaman bahwa kinerja ditunjukkan oleh seseorang ketika orang tersebut sedang berusaha atau telah berusaha mengerjakan sesuatu.2000:69). Pengertian ini memberikan gambaran bahwa kinerja seseorang lebih spesifik pada kemampuannya dalam mengerjakan tugas dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Pengertian Kinerja Wahjoetomo (1995:35) menyebutkan bahwa kinerja adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.2004:43) menyebutkan bahwa kinerja adalah perilaku yang berhubungan dengan kerja seseorang. Dessler (dalam Pitoyo. Pengertian yang lebih khusus diberikan oleh Peorwodarminto (2000:771) yang menyebutkan bahwa kinerja adalah kemampuan bekerja. kemampuan mengerjakan suatu karya atau kemampuan untuk berusaha. Hal ini memberikan arti bahwa kinerja masih terbatas pada keinginan berusaha dan belum terwujud dalam kegiatan yang nyata.

Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapai dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukan akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. . maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud kinerja adalah perilaku kerja seseorang baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengertian yang lebih khusus tentang menjahit adalah proses pembuatan busana mulai dari mengukur. merancang bahan. memotong. Pengertian Menjahit Menjahit adalah melekatkan (melepit.1991:5). dapat dijelaskan bahwa kinerja menjahit adalah kemampuan kerja yang dimiliki seseorang dalam melakukan tugas pada bidang jahit menjahit. dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. menyambung) dengan jarum dan benang baik dengan mesin jahit atau dengan tangan (Poerwodarminto. Dari pengertian-pengertian kinerja di atas. membuat pola. Dengan demikian dapat dipahami bahwa menjahit merupakan kegiatan yang khusus berkaitan dengan usaha membuat busana dari mengukur sampai penyelesaian. memindahkan garis pola.2000:687). menyambung dan penyelesaian (Depdikbud. 2. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa segala kegiatan yang berkaitan dengan kain dan benang dapat dikatakan sebagai kegiatan menjahit. Berdasarkan pengertian kinerja dan menjahit di atas.13 tidak disadari oleh pelakunya. mengelim.

1) Kemampuan mengenal mesin jahit lurus Kemampuan mengenal mesin jahit lurus meliputi pengertian. injakan untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini : . Kemampuan Mengenal Alat Jahit Pokok Kemampuan mengenal alat jahit pokok adalah kemampuan warga belajar dalam mengenal. menggunakan dan merawat alat jahit pokok sewaktu mengikuti kelompok belajar menjahit. Singer dan Standar. badan mesin penutup dasar mesin. Bagian-bagian mesin jahit lurus yaitu permukaan dasar mesin. roda atas. Menurut Radias Saleh (1991:22) pengertian alat jahit pokok adalah alat jahit yang penting dan utama contohnya mesin jahit lurus serta perlengkapannya dan mesin obras. Pengertian mesin jahit lurus yaitu mesin jahit yang menghasilkan setikan lurus. Pada kejar menjahit warga belajar berusaha membuat pakaian. roda bawah. Macam-macam merk mesin jahit yaitu Buterfly. Kinerja Menjahit Pada Warga Belajar Warga belajar merupakan warga yang mengikuti kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat.14 3. macam dan bagian mesin jahit lurus. untuk itu mereka harus memiliki kinerja menjahit yang meliputi : a.

Memasang Jarum Mesin . Gambar 2. 1991:22) 2) Kemampuan menggunakan mesin jahit lurus Kemampuan menggunakan mesin jahit lurus adalah kemampuan mengusai teknik dasar menggunakan mesin jahit lurus yang meliputi : a) Memasang jarum mesin Cara memasang jarum adalah sebagai berikut. kemudian jarum dimasukkan setinggi-tingginya dengan pangkal jarum.15 Gambar 1 Mesin Jahit Lurus (Radias Saleh. yang bulat menghadap keluar dan sekrup dikencangkan kembali (Radias Saleh. 1991:23). sekrup jepitan jarum dikendorkan dahulu.

Gambar 3. Memasang Benang Atas (Radias Saleh. Penekanan kumparan dilepas dan kumparan dikeluarkan. Perhatikan agar isi benang pada kumparan jangan terlalu penuh. mulai dari nomor 1-8. ikuti nomor berikutnya dan terakhir benang dimasukkan ke dalam jarum. Setelah penekan kumparan dan isislah kumparan dengan menjalankan mesin.16 b) Memasang benang atas Benang atas dipasang dengan mengikuti langkah yang tertera pada gambar. 1991:23) c) Memasang benang pada kumparan Kumparan dimasukkan dalam sumbu yang terletak di bagian kanan mesin dan gulungan benang dipasang pada cantelan benang menurut gambar. . Kemudian ujung benang dimasukkan dalam lubang kecil kumparan agar benang tidak lepas. Benang yang berasal dari gulungan diteruskan ke nomor 1.

1991:24) d) Memasukkan kumparan pada rumah kumparan Sisakan benang dari kumparan kira-kira 10 cm. Roda mesin dijalankan sehingga jarum membuat satu . kemudian masukkan kumparan ke dalam rumah kumparan. Selipkan sisa benang tadi melalui klep yang terdapat pada rumah kumparan dan tariklah ujung sisa benang tersebut. 1991:24) e) Menaikkan benang bawah Ujung benang atas dipegang dengan tangan kiri dan jangan ditarik. Memasukkan Kumparan pada Rumah Kumparan (Radias Saleh.17 Gambar 4. Cara Memasang Benang Pada Kumparan (R Saleh. Selanjutnya masukkan rumah kumparan pada mesin. Gambar 5.

Kepala Mesin (Radias Saleh.1991:25). benang pengatur setikan di sebelah kanan mesin diturunkan ke bawah supaya setikan lebih panjang . Gigi mesin yang terlalu turun akan membuat bahan yang dijahit tidak dapat berjalan.1991:26) g) Menggatur setikan untuk membuat kerutan Untuk membuat kerutan. Menaikkan Benang Bawah (Radias Saleh. Ketika jarum naik benang bawah terkait dengan benang atas sehingga benang bawah dapat diambil. Gambar 7.1991:25) f) Menyetel setikan mesin Setikan mesin dapat diatur dengan jalan mengatur naik turunaya gigi mesin. Sedangkan untuk mengatur setikan caranya dengan mengatur batang pengatur setikan di sebelah kanan dengan nomor setikan 1 sampai 20 (Radias Saleh. Gambar 6.18 setikan.

Minyak mesin jahit digunakan untuk membuat bagian-bagian mesin yang bergerak agar tidak aus.19 atau jarang. Pemeliharaan mesin jahit membutuhkan alat meliputi sikat khusus untuk menyikat atau membersihkan debu dari bulu-bulu benang yang terdapat di dalam badan mesin jahit.penutup gigi dan rumah kumparan dilepas dan di simpan dalam laci. karena untuk membuat kerutan benang jahit harus dapat ditarik dengan mudah. Lap dari bahan katun yang tidak berbulu digunakan untuk membersihkan bagian luar mesin dari debu dan kotoran lainnya.1991:27) 3) Kemampuan memelihara mesin jahit lurus Kemampuan memelihara mesin jahit adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan mesin jahit. .sepatu mesin. Gambar 8.jarum. Setikan untuk Kerutan (Radias Saleh. Langkah-langkah yang harus dilakukan warga belajar untuk membersihkan mesin jahit adalah: a) Bagian luar mesin di lap b) Daun dorongan dikelurkan.

1991:45) . Cara Meminyaki Bagian Atas (Radias Saleh. d) Mesin diminyaki.20 c) Badan mesin dibalik. f) Bagian-bagian yang dilepas tadi dipasang kembali. tiap lubang dan bagian yang bergerak ditetesi minyak cukup satu atau dua tetes. g) Untuk menghindari noda-noda pada bahan ketika mesin digunakan untuk menjahit lagi. e) Setelah mesin diminyaki lalu dijalankan perlahan-lahan untuk membiarkan bergerak. sepatu mesin yang direndahkan untuk menyerap kelebihan minyak yang mungkin mengalir dari kepala mesin. Cara Meminyaki Mesin Bagian Kepala Gambar 10.bagian atas dan bawah disikat agar bersih dari debu dan bulu-bulu benang. minyak bekerja pada bagian-bagian yang Gambar 9. letakkan secarik tenunan.

. Gambar 12.21 Gambar 11. Cara meminyaki Bagian Kaki dan Bagian Bawah Mesin (Radias Saleh.1991:45) 4) Kemampuan mengenal mesin obras Kemampuan mengenal mesin obras meliputi pengertian mesin obras yaitu mesin yang digunakan untuk menyelesaikan bagian kampuh dan terbuat dari besi. Macam-macam merk mesin obras yaitu Butterfly. Mesin Obras (Sumber singer) 5) Kemampuan menggunakan mesin obras Kemampuan menggunakan mesin obras meliputi pemasangan benang dan pemasangan jarum pada mesin obras. Penggunaan mesin obras harus dengan dinamo listrik beserta karet putarnya. Singer dan Pegasus. Penggunaan tersebut dengan cara menginjak dinamo listrik.

setelah memakai harus dibersihkan dan ditutup dengan kain jika sudah tidak di gunakan. Perawatan mesin obras tidak jauh beda dengan mesin jahit lurus. . Benang obras juga berwarna-warni seperti kain. Pada mesin obras bagian yang diberi minyak yaitu pada bagian mesin yang bergerak. benang tengah berhenti pada jarum obras yang merupakan hasil setikan dan benang sebelah kanan merupakan benang bawah.22 a) Pemasangan benang Tekstur benang untuk mesin obras berbeda dengan benang jahit. sekrup jepitan jarum dikendorkan dahulu. Untuk menjaga agar tetap bersih. Benang tersebut dipasang pengatur tegangan benang. jarum ini pada bagian ujungnya bulat.kemudian jarum dimasukkan sampai batas jarum. Perlu diketahui jarum pada mesin obras berbeda dengan jarum mesin jahit. 6) Kemampuan merawat mesin obras Kemampuan merawat mesin obras adalah kemampuan warga belajar memperlakukan mesin obras. b) Pemasangan jarum Cara memasang jarum yaitu.kencangkan kembali sekrup. Benang atas terletak di sebelah kiti.

penggaris dan pensil merah biru yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Meteran berguna untuk mengambil ukuran badan dan mengambil ukuran pada waktu membuat pola. Penggaris dibedakan menjadi 3 yaitu penggaris lurus. Alat untuk membuat pola terdiri dari meteran. Meskipun hanya pelengkap tapii harus ada. Meteran berbetuk panjang dan pada bagian sisi terdapat angka-angka dan terbuat dari plastik. Kemampuan Mengenal Alat Jahit Pelengkap Kemampuan mengenal alat jahit pelengkap adalah kemampuan warga belajar dalam memahami alat jahit pelengkap. alat untuk memotong.23 b. 1) Kemampuan mengenal alat untuk membuat pola Kemampuan mengenal alat untuk membuat pola adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat pembuat pola dengan baik dan benar. penggaris panggul dan penggaris pesak . Menurut Radias Saleh pengertian alat jahit pelengkap adalah alat jahit yang digunakan sebagai pelengkap dalam menjahit. karena dapat mempermudah dan mempercepat dalam menjahit pakaian. Alat jahit pelengkap contohnya: alat untuk membuat pola. dan peralatan tambahan (Depdiknas.1999:3). b) Penggaris berguna untuk membentuk pola. alat untuk memberi tanda.

24 c) Pensil merah biru berguna untuk membedakan gambar pola bagian depan dan belakang. Gambar dari alat-alat tersebut di atas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Pensil Merah Biru Gambar 13 Alat Membuat Pola 2) Kemampuan mengenal alat untuk memberi tanda pada kain Kemampuan mengenal alat untuk memberi tanda pada kain adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat untuk memberi tanda pada kain dengan baik dan benar. karbon jahit dan kapur jahit yang akan dijelaskan sebagai berikut : a) Rader berguna untuk menekan karbon jahit sewaktu memberi tanda pola pada kain yang akan dijahit. Alat untuk memberi tanda pada kain misalnya rader. Pada bagian ujung rader terdapat roda yang bergigi atau roda yang halus. .

(Depdiknas. biasanya terbuat dari lapisan lilin dan warnanya mudah terhapus pada saat terkena panas setrika . . Kapur jahit berbentuk segitiga dan berbagai warna yang diinginkan. Alat untuk memotong diantaranya gunting kain. c) Kapur jahit berguna menandai garis pada bahan dan dapat digunakan sebagai pengganti karbon jahit dan rader.2000:16) Karbon Jahit dan Penggunaannya Gambar 14. Alat Pemberi Tanda Pada Kain 3) Kemampuan mengenal alat untuk memotong Kemampuan mengenal alat untuk memotong adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat untuk memotong dengan baik dan benar. gunting kertas dan gunting benang yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Gunting kain berguna untuk memotong kain.25 b) Karbon jahit berguna menandai garis-garis penting pada bahan.

bidal. c) Gunting benang berguna untuk memotong benang . . yang akan dijelaskan sebagai berikut: a) Pendedel digunakan untuk membuka jahitan yang salah dan biasanya berebntuk huruf “ Y “ b) Bidal digunakan untuk melindungi jari dari tusukkan jarum. jarum dan sertika. dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 15 Bentuk Gunting untuk Berbagai Jenis Bahan 4) Kemampuan mengenal peralatan tambahan Kemapuan mengenal peralatan tambahan adalah kemampuan warga belajar dalam memperlakukan alat dengan baik dan benar.26 b) Gunting kertas berguna untuk memotong kertas dan biasanya terbuat dari steenlisteel. Peralatan tambahan diantaranya: pendedel. Pada gunting ini hanya terdapat satu lubang yang berfungsi untuk memegang gunting dan biasanya untuk ibu jari. Bentuk alat-alat tersebut di atas. Biasanya digunakan pada jati tengah dan berbentuk seperti cicin.

memotong. jarum pentul. jarum mesin jahit. merancang bahan. Bentuk alat tersebut di atas dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 16 Alat Tambahan dalam Menjahit c. d) Setrika digunakan untuk memampatkan jahitan dengan tingkat panas yang disesuaikan dengan jenis bahan.27 c) Jarum digunakan untuk menjahit. membuat pola. Kemampuan Membuat Pakaian Kemampuan membuat pakaian yang dimaksud adalah warga belajar mampu membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran. memindahkan garis pola dan menyelesaikan pakaian. 1) Kemampuan mengambil ukuran Yang dimaksud mengambil ukuran adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menjahit untuk mendapatakan ukuran yang . macamnya . jarum tangan.

tinggi bahu I diukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan. b) Ujung meteran yang angkanya kecil harus selalu berada ditangan kiri. jarak dada diukur dari titik payudara kanan ke titik payudara kiri. tinggi dada diukur dari bahu tertinggi sampai titik payudara. lebar dada diukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri. lebar bahu diukur dari bahu tertinggi sampai bahu terendah. Orang yang diukur dalam posisi berdiri tegak. lingkar pinggang dan lingkar panggul. e) Telitilah ukuran yang telah dicatat (Depdikbud . . d) Lakukan pengukuran dengan tepat. panjang punggung diukur dari tengkuk leher bagian belakang sampai pinggang. lebar punggung diukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri (± 8 cm dari bawah tengkuk leher). panjang sisi diukur dari ketiak sampai pinggang dikurangi ± 3 cm dan lingkar leher diukur sekeliling pangkal leher. Untuk mendapatkan ukuran yang baik warga belajar harus melakukan persiapan dalam mengukur seperti: a) Sebelum mengukur ikatlah lingkar badan. panjang dada 1 diukur dari bahu dekat leher sampai ke pinggang.28 digunakan sebagai pedoman membuat pola dasar. c) Orang yang diukur berdiri wajar tidak menunduk dan tidak membesarkan dada/ badan.1999: 5) Kemampuan mengambil ukuran badan meliputi lingkar badan diukur sekeliling badan terbesar ±4 cm. panjang dada 2 diukur dari lekuk leher bagian depan sampai pinggang. tinggi bahu II diukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang belakang.

Gambar 17 Cara Mengukur 2) Kemampuan membuat pola Yang dimaksud kemampuan membuat pola adalah kemampuan warga belajar dalam membuat pola dasar sampai merubah pola sesuai model pakaian. Untuk dapat merubah model pakaian warga belajar harus mengetahui langkah-langkah pembuatan pola dengan sistem alwine seperti pada lampiran 21 halaman 137. lingkar pinggul diukur sekeliling panggul +4cm. dan panjang rok diukur dari pinggang sampai panjang yang dikehendaki. Selain itu warga belajar juga harus mengenal tanda-tanda pola sistem alwine seperti dibawah ini: .29 Kemampuan mengambil ukuran rok meliputi lingkar pinggang diukur sekeliling pinggang. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar 17.

. warna menurut tempat dilipit pada pola. h) i) j) lipit (plooi) setengah lipit. batas memakai ballpoint hitam (umpama lipit bentuk yang dipindahkan) k) TM tengah muka . warna menurut tempat) g) garis dengan ballpoint hitam = garis pada pola yang perlu digunting untuk dilebarkan. Tanda ini dibuat jika lipit atau kerut tidak dibuat pada waktu mengubah melainkan pada waktu merancang bahan. Titik-titik tempat) = garis penolong (menurut e) garis-titik-garis-titik = garis lipatan (menurut warna tempat) f) garis putus-putus = garis rangkapan (lapisan.30 a) b) garis pensil hitam = garis pola asli garis merah (pensil merah dan spidol) = garis pola menurut model bagian depan c) garis biru (pensil biru atau spidol) = garis pola menurut model bagian belakang d) …………….

Langkah-langkah merancang bahan adalah : a) Menyiapkan kertas coklat sebagai pengganti bahan. Tujuan yang akan dicapai yaitu mengetahui jumlah bahan yang dibutuhkan dan menghindari pemborosan.31 l) m) n) TB tengah belakang siku-siku (900) anak panah hitam = tanda arah benang lurus (Alwine. 2000:5) 3) Kemampuan merancang bahan Kemampuan merancang bahan adalah kemampuan membuat perkiraan mengenai jumlah bahan yang di perlukan dalam membuat pakaian. Hal–hal yang harus diperhatikan saat menggunting pola yaitu harus sesuai dengan garis dan tanda pola. b) Menyiapkan pola kecil yang akan digunakan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunting bahan adalah: . d) Merancang pola diatas bahan sesuai dengan racangan kertas coklat. 4) Kemampuan menggunting / memotong Kemampuan mengguting adalah kemampuan warga belajar menggunting pola atau bahan. c) Menempelkan pola kecil pada kertas coklat.

jika bahan yang akan digunting tebal pakailah gunting yang besar dan apabila bahan yang akan digunting tipis serta mudah digeser maka pola pada kain diberi jarum pentul. b) Membuat garis dengan kapur jahit pada kain. b) Kain boleh digunting jika pola sudah terpasang dan diberi kampuh.32 a) Memotong bahan harus menggunakan gunting yang tajam. d) Gunting dimulai dari arah memanjang . Merader dapat dilakukan dengan cara: a) Menggunakan rader yang bergigi. sehingga kain tidak akan terangkat terlalu tinggi dan tidak akan berubah arah benang. Memindahkan garis pola pada bahan disebut juga merader. Panjang dan lebar kain diusahakan tetap sejajar dengan tepi meja. c) Membuat tusuk jelujur renggang pada kain broklat dengan jarum tangan. baru melebar. c) Gunting dipegang tangan kanan dan tangan kiri menekan kain yang akan digunting. 5) Kemampuan memindahkan garis pola/ memberi tanda pada kain Kemampuan memindahkan garis pola yang dimaksud adalah kemampuan warga belajar memberi tanda pada bahan. oleh karena itu waktu mengguting kita berjalan mengelilingi bahan. Pada umumnya kampuh bagaian sisi bahu 2 cm kampuh kerung lengan 1½ cm dan keling bawah 3 – 4cm. .

Lapisan dijahit dari bagian baik. Kemampuan tersebut meliputi: a) Kemampuan menjahit pada badan. Menjahit kupnat pada bagaian depan dan belakang b) Penyelesaian kerung leher Penyelesaian kerung leher suatu busana meliputi penyelesaian dengan depun.33 6) Kemampuan menyelesaikan pakaian Kemampuan menyelesaikan pakaian adalah kemampuan warga belajar dalam membuat pakaian. Kemampuan menjahit badan meliputi menjahit sisi dan bahu bagian depan dan belakang.kemudian diarahkan ke bagian . kemudian diarahkan ke bagian buruk dan diselesaikan dengan tusuk kelim atau setikan mesin.1991:58) (2) Penyelesaian dengan serip Cara penyelesaian kerung leher dengan serip adalah bahan pelapis dijahit bagian buruk. 1991:58) (1) Penyelesaian dengan depun Penyelesaian ini dikerjakan dengan cara melapis kerung leher menurut bentuk. Penyelesaian dengan Depun (Radias Saleh. serip dan rompok (Radias Saleh. Gambar 18.

5 cm. Sehingga setengah dari leher kumai serong tampak dari luar dan setengahnya lagi tampak dari dalam. Penyelesaian ini dapat digunakan sebagai hiasan. kemudian kumai serong dilipat sebagian ke bagian buruk dan dijahit dari bagian baik. Penyelesaian dengan Serip (Radias Saleh. Gambar 20. . Penyelesaian dengan Rompok (Radias Saleh.34 baik dan dijahit dengan mesin.1991:60) c) Macam-macam saku Saku pada busana berfungsi sebagai pelengkap dan sebagai hiasan. Cara penyelesaiannya adalah kumai serong dijahit pada bagian buruk bahan selebar kerung kurang dari 0. Pada dasarnya saku ada dua macam yaitu saku tempel dan saku dalam.1991:59) (3) Penyelesaian dengan Rompok Penyelesaian ini menggunakan kumai serong atau bisban. Gambar 19.

(c) Supaya rapi saku dijahit. Saku Tempel (Radias Saleh.1991 :61) (2) Saku Dalam Saku dalam biasanya terdapat pada sisi rok atau celana dan letaknya tersembunyi. Lapisan saku terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang tampak dan tersembunyi. Langkah-langkah membuat saku tempel adalah: (a) Menentukan letak saku dengan memberi tanda menggunakan kapur jahit atau setikan. . setelah itu membuat guntingan agar jahitan rata dan tidak berkerut. (b) Menyelesaikan kelim saku (c) Melekatkan saku dengan di setik mesin dari luar. Gambar 21. daster dan busana anak.35 (1) Saku Tempel Saku tempel terletak di luar busana misalnya pada kemeja.Langkah-langkah membuat saku dalam adalah: (a) Melapis bentuk saku (misalnya bentuk lengkung) dengan pelapis (saku dalam) (b) Lapisan saku dibalik ke bagian dalam .

Gambar 23. Yang dimaksud dengan tusukan adalah hasil jahitan yang dikerjakan dengan tangan serta menggunakan benang dan jarum. Macam-macam Tusuk dan Setik mesin. maka mereka harus mempunyai kemampuan membuat macam-macam tusuk dan setikan.1991:62) 4. tusuk ini sering digunakan untuk menjahit yang bersifat sementara dan dikerjakan dari kanan ke kiri.tusuk yang biasanya digunakan yaitu : tusuk jelujur. (e) Menyelesaikan kampuh saku dengan obras. Saku Dalam (Radias Saleh. macam-macam kampuh. Tusuk Jelujur (Radias Saleh.1991:50) . macammacam belahan seperti : a. Kemampuan Pendukung Menjahit pada Warga Belajar Sebelum warga belajar membuat pakaian. Gambar 22. Tusuk.36 (d) Lapisan saku dilipat dan dijahit bagian bawahnya. macam-macam penyelesaian kelim.

Setik Lurus (Radias Saleh. Gambar 24.37 Setik mesin dapat diatur sesuai dengan keperluan.antara lain: 1) Setik lurus Setik lurus digunakan untuka menyambung bagian-bagian busana yang berfungsi sebagai hiasan.1991:52) 3) Setik Lengkung Setik ini digunakan untuk menjahit bagian-bagian busana yang melengkung dan sebagai hiasan. Jarak setikan lebar dengan pengatur setikan diturunkan paling bawah.1991:51) 2) Setik Jelujur Setik jelujur digunakan untuk menjahit sementara dan untuk mengerut. Setik Lengkung (Radias Saleh. Gambar 26. Gambar 25 Setik Jelujur (Radias Saleh.1991:53) .

murah dan cepat. Setik Penguat (Radias Saleh. Beberapa macam kampuh yang biasa digunakan di industri busana adalah: 1) Kampuh Buka Kampuh buka banyak digunakan untuk menyelesaikan busana wanita.38 4) Setik Penguat Cara membuat setik penguat hampir sama dengan setik lurus.1991:54) b. 1991:54). sehingga untuk menyelesaikan kampuh diperlukan keterampilan khusus. Macam-macam kampuh Kampuh adalah sambungan yang terjadi waktu menyambung dua potong kain (Radias Saleh. Pada industri busana tepi kampuh diselesaikan dengan obras karena lebih mudah.tetapi pada tempat tertentu dibuat setik maju mundur untuk menguatkan. Gambar 28. Kampuh Buka (Radias Saleh. Gambar 27. Penyelesaian kampuh sangat mempengaruhi jatuhnya busana.1991:55) .

kemudian dibalik dan disetik lagi dengan lebar tidak lebih dari 0. .5 cm. busana rumah dan kemeja.39 2) Kampuh Pipih Kampuh pipih digunakan untuk membuat sarung. Gambar 29. menyelesaikan busana bayi dan busana kerja. Gambar 30. Kampuh Tutup (Radias Saleh. Ciri kampuh ini pada bagian luar terdapat satu setikan dan bagian dalam dua setikan.1991:56) 4) Kampuh Balik Kampuh balik digunakan pada busana anak. Cara mengerjakan kampuh ini mula-mula di setik dari bagian baik selebar kurang dari 0.5 cm.1991:56) 3) Kampuh Tutup Kampuh Tutup adalah kampuh yang tepinya diselesaikan tepinya dengan obras atau dibalut menjadi satu. Kampuh Pipih (Radias Saleh.

Caranya tepi kelim dilipat kira-kira 0.40 Gambar 31. . kemudian disoom. Cara menyelesaikan tepi kelim antara lain: 1) Penyelesaian dengan setik mesin Penyelesaian ini biasanya digunakan pada industri busana.1991:58) 2) Penyelesaian dengan obras Cara mengerjakan tepi kelim di obras lalu dilipat sesuai yang diinginkan. Penyelesaian dengan Setik (Radias Saleh. Gambar 32. Macam-macam penyelesaian kelim Kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian-bagian busana yang dikerjakan dengan cara melipat tepi busana ke bagian buruk dengan jarak tertentu. Kampuh Balik (Radias Saleh.5 cm.1991:57) c. kemudian dikelim selebar yang diinginkan kemudian soom.

1991:63) . Macam macam belahan Belahan pada busana berfungsi untuk memudahkan dalam memakai dan melepaskan busana.41 Gambar 33. Langkah-langkah pembuatannya adalah: a) Menentukan tempat. lebar. dan manset. Belahan pada busana ada beberapa macam antara lain : 1) Belahan Lapis Sama Belahan ini sering digunakan pada bagian tengah belakang. Penyelesaian dengan Obras (Radias Saleh. tengah muka. melipat dan merapikan e) Menjahit pertengahan lapisan f) Tepi lapisan diselesaikan dengan kelim (Radias Saleh. c) Menjahit sepanjang belahan dari bagian buruk d) Membalik pelapis.1991:58) d. dan panjang belahan b) Menyiapkan pelapis belahan yaitu dua kali lebar belahan di tambah dua kali kampuh untuk ukuran lebar dan untuk panjangnya dua kali panjang belahan.

Lapisan untuk belahan terdiri dari dua bagian yaitu lapisan bawah dan atas. Langkah-langkah pembuatannya adalah : a) Menentukan letak dan ukuran belahan b) Menyiapkan lapisan bawah dengn lebar belahan di tambah kampuh c) Menyiapkan lapisan atas. dibalik. e) Menjahit lapisan atas dengan di setik pada bagian luar ( Radias Saleh. dengan lebar dua kali lebar belahan di tambah dua kali kampuh. d) Menjahit lapisan bawah.42 Gambar 34.1991:63) 2) Belahan Amerika Belahan ini hampir sama dengan belahan lapis sama. Belahan Lapisan Sama (Radias Saleh . tengah belakang. disetik dan dirapikan dengan hasil setengah lebar belahan. dan manset. ujung lapisan dibuat segi tiga. penempatannya dari tengah muka.1991:64) .

Belahan Tutup Tarik (Radias Saleh. untuk busana wanita kanan menutup kiri.1991:64) 3) Belahan Tutup Tarik Belahan ini merupakan belahan yang menggunakan retsliting.1991:65 . biasanya terletak di tengah muka atau tengah belakang. sesuai dengan panjang tutup tarik b) Tutup tarik di semat pada belahan. Langkahlangkah Memasang tutup tarik adalah : a) Menentukan panjang belahan. c) Menjelujur d) Membuat setikan yang lurus dan rata Gambar 36.43 Gambar 35 Belahan Amerika (Radias Saleh.

mengelola. melainkan sifat-sifat keuletan dan ketabahan seseorang dalam memajukan prestasinya pada usahanya dengan menggunakan kekuatan sendiri. keutamaan.1999:42). Pengertian ini mengandung arti bahwa wiraswasta ditujukan pada pribadi seseorang yang mempunyai sifat-sifat unggul dalam berbisnis. Penilian test teori dengan pedoman angket dan penilian test praktek dengan pedoman observasi. Pengertian ini memberikan gambaran bahwa wiraswasta bukan hanya sekedar kerja sambilan di luar dinas. Pengertian tersebut mengindikasikan bahwa wiraswasta adalah suatu sifat berbisnis dan dapat mencakup semua pekerjaan. Pengertian tersebut senada dengan pendapat Wijandi (2000:23) yang mengemukakan bahwa wiraswasta adalah sifat-sifat keberanian. serta kepercayaan diri dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Soemanto. bukan kekuatan dari orang lain. B. Pengertian lain tentang wiraswasta adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyusun. Sikap Wiraswasta 1.44 Kemampuan dalam membuat pakaian itu dapat dilihat dari praktek/cara test teori dan praktek. baik pekerjaan kedinasan ataupun pekerjaan sambilan. keutamaan dan keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kekuatan sendiri. dan mengukur resiko suatu usaha bisnis. . Pengertian Wiraswasta Wiraswasta dapat diartikan sebagai keberanian.

Dari beberapa pengertian tentang wiraswasta di atas. konveksi. dimana antara satu unsur dengan unsur lainnya saling terkait dan tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh sikap wiraswasta adalah sikap berusaha dalam bidang menjahit. butik dan garmen.45 Seorang wiraswasta merupakan orang yang unggul dalam mengejar prestasi. Unsur-unsur Sikap Wiraswasta Wijandi (2000:27-32) mengemukakan bahwa wiraswasta pada dasarnya mencakup beberapa unsur penting. Dalam memulai usaha pada bidang menjahit. bukan kekuatan dari orang lain. misalnya modiste. berani mengambil resiko untuk mulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba dan kesuksesan. 2. ketabahan dan keberanian dalam usaha memajukan prestasinya dengan menggunakan kekuatan sendiri. Maksudnya seseorang yang memiliki sikap wiraswasta selalu menggunakan waktu dengan sungguh-sungguh untuk berusaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Unsur-unsur tersebut adalah: . sikap wiraswasta sangat dibutuhkan untuk mengelola manajemen usaha dengan baik sehingga dapat memperoleh keuntungan yang optimal dengan sumber daya mausia yang seefektif dan seefisien mungkin. tailor. Hal tersebut mencerminkan bahwa seorang wiraswasta cenderung memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dari pada jiwa pekerja pelaksana. dapat dipahami bahwa sikap wiraswasta merupakan sikap atau pandangan pribadi yang mencerminkan keuletan.

46 a. Idealnya. seseorang yang memiliki unsur pengetahuan yang tinggi harus didukung dengan karya dalam melaksanakan imajinasinya tersebut. Dalam bidang menjahit. Orang yang memiliki unsur pengetahuan tinggi tapi unsur keterampilannya kurang memadai akan menyebabkan orang hanya berpikir saja tanpa bisa melaksanakan apa yang dipikirkannya. khususnya pada kreatifitas dan inovasinya untuk memecahkan permasalahan tersebut. unsur pengetahuan dapat ditunjukkan dari kemampuan seseorang untuk merancang trend busana di masa yang akan datang. Akan lebih baik jika unsur pengetahuan ditunjang dengan keterampilan dalam melaksanakan apa yang dipikirkannya. . Unsur Pengetahuan (kognitif) Unsur pengetahuan dalam sikap wiraswasta pada dasarnya merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir yang cenderung dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya baik pendidikan formal maupun non-formal. b. Keluasan dan kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu bidang kajian akan sangat berpengaruh terhadap pola pikirnya dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Unsur Keterampilan (psikomotor) Unsur keterampilan dalam sikap wiraswasta lebih disebabkan faktor latihan dan pengalaman seseorang dalam melaksanakan suatu karya atau usaha. Dengan demikian akan diperoleh pengalaman yang terpadu antara teori dan praktek.

Dalam situasi tersebut. Unsur Sikap Mental Unsur sikap mental merupakan respon atau tanggapan seseorang jika dihadapkan pada suatu situasi tertentu. atau berani menggunakan modal yang tersedia untuk memulai usaha. d. Unsur sikap mental lebih berorientasi pada kejadian sesaat. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap sikap-sikap mentalnya adalah rasa tanggung jawab. c. kejujuran. Dalam sikap wiraswasta unsur sikap mental sangat berperan dalam memunculkan keberanian untuk menerima suatu peluang dan menjadikannya sebagai suatu kesempatan emas untuk sukses. keberanian dan inisiatif. dan juga kecakapan seseorang dalam membuat kreasi-kreasi busana. Unsur kewaspadaan dalam wiraswasta sangat berpengaruh terhadap . Unsur Kewaspadaan Unsur kewaspadaan pada dasarnya merupakan perpaduan antara unsur sikap mental dan unsur kognitif (pengetahuan) seseorang.47 Dalam bidang jahit menjahit. unsur keterampilan dapat dilihat dari kemampuan seseorang menyelesaikan jahitan dengan cekatan dan tidak banyak melakukan kesalahan. artinya situasi tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa ada informasi sebelumnya. sikap mental seseorang akan nampak dengan jelas dan akan memberikan gambaran tentang pribadinya. Unsur sikap mental dalam wiraswasta bidang jahit menjahit dapat dicontohkan dari sikap berani tidaknya seseorang pada saat muncul peluang order jahitan yang banyak. ketegasan.

Motivasi seorang wiraswasta dapat dilihat dari keinginannya untuk mencapai target sukses tertentu dengan menggunakan kekuatannya sendiri. Contohnya warga belajar yang memiliki motivasi tinggi berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan . Siagian (2002:104) menyebutkan bahwa motivasi akan muncul jika ada kebutuhan yang melatar belakanginya.48 kelangsungan hidup usaha yang dijalankan. Anoraga (1992:35) mengemukakan bahwa motivasi merupakan suatu proses dimana tingkah laku tersebut dipupuk dan diarahkan. Apabila prakiraan dan perencanaan tidak dilakukan dengan baik maka usaha yang telah dirintis akan menghadapi kemungkinan kerugian.2004:77). Hal ini dapat dipahami karena kewaspadaan merupakan syarat adanya unsur prakiraan dan perencanaan yang tepat untuk kegiatan usaha diwaktu-waktu yang akan datang. Mempunyai motivasi yang tinggi Motivasi adalah dorongan yang kuat terhadap seseorang untuk mencapai target tertentu. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu itu sendiri (Priyono. Sebaliknya jika perencanaan dilakukan dengan matang dilandasi dengan prakiraan yang tepat maka usaha yang dijalankan akan langgeng untuk masa-masa yang akan datang. dan ada kesamaan antara motif dan need (dorongan dan kebutuhan). Sikap-sikap Wiraswasta a. 3.

faktor yang melatar belakangi munculnya motivasi untuk sukses dapat berupa kebutuhan untuk mencapai taraf hidup yang lebih layak. b. Optimis dan berpikir positif Machfoedz (2004:63) menyebutkan bahwa salah satu bentuk kepribadian seseorang yang akan dapat mendukungnya menjadi wiraswastawan adalah optimistis dan selalu berpikir positif dalam berusaha. Dalam bidang jahit menjahit. maka ia tidak akan mudah putus asa dan akan terus mencoba untuk menyelesaikan tugasnya tersebut. misalnya ingin mendirikan butik. motivasi yang tinggi dalam berwiraswasta dapat ditunjukkan dari keinginan seseorang untuk mendirikan usaha pada bidang jahit menjahit. ataupun usaha konveksi. kebutuhan akan prestise dan juga kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri dalam bekerja. Misalnya seseorang yang melakukan pekerjaan menjahit mengalami kegagalan membuat busana yang sesuai dengan harapan. Apabila ia mengalami kegagalan maka ia akan mencari tahu penyebab kegagalannya dan tidak langsung patah semangat. Dalam berwiraswasta bidang jahit menjahit.49 menjahitnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan tanpa bantuan orang lain. Wiraswastawan yang berhasil selalu mempunyai motivasi yang tinggi dalam setiap kegiatan usaha yang dilakukannya. sikap ini dapat tercermin dari adanya sikap percaya diri dan mampu menjalankan usaha di bidang menjahit. . Dalam berwiraswasta. modiste.

.50 c. Kreatif dan inovatif Berpikir kreatif dan inovatif adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hal-hal baru dan selalu mencari alternatif pemecahan masalah dengan cara yang efektif dan efisien (Priyono. proses inkubasi yaitu proses pemikiran dalam alam bawah sadar yang menggerakkan seseorang untuk menyiapkan strategi.2004:93). Wawasan yang luas sangat diperlukan oleh seorang wiraswastawan. d. Tinggi rendahnya kualitas kreativitas seseorang dalam berwiraswasta akan dipengaruhi oleh faktor akumulasi pengetahuan. sehingga sumber daya yang akan digunakan dapat dimanfaatkan dengan optimal. Wawasan yang luas juga diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah dalam usaha yang tentunya tidak hanya masalah laba dan rugi saja. Cara berpikir seorang wiraswastawan tidak sama dengan orang-orang pada umumnya. karena dengan wawasan yang luas dan mendalam maka ia dapat menyusun rencana usaha termasuk manajemen pengaturan sumber daya secara efektif dan efisien sesuai dengan fungsinya. Mempunyai wawasan luas ke depan Priyono (2004:94) mengemukakan bahwa wawasan luas ke depan merupakan pengetahuan dan pandangan yang luas yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu hal atau suatu bidang kajian. namun juga masalah manajemen ruang dan waktu.2004:82). dan juga pengalaman ide yang dapat diperoleh seseorang melalui imajinasi dan mimpi-mimpinya (Machfoedz.

maka keterampilan yang dimilikinya tersebut akan sia-sia saja. untuk dikembangkan menjadi lahan bisnis yang menguntungkan.51 manajemen sumber daya manusia bawahannya. manajemen keuangan serta kemampuan mengendalikan output produksi. Berani mengambil resiko Keberanian dalam mengambil resiko merupakan keberanian yang dimiliki oleh seseorang dalam menghadapi tantangan yang akan membawa pada keberhasilan maupun kegagalan (Tarmudji. Pada umumnya untuk memulai usaha baru banyak dibayangbayangi oleh resiko kerugian. hendaknya resiko yang terlalu tinggi jangan diambil. serta wawasan dalam menggunakan alat-alat jahit yang lebih modern untuk menghasilkan produk lebih cepat. Contohnya seorang wiraswasta di . untuk menghindari kerugian yang fatal. e. Hendaknya seorang wiraswasta harus mempunyai keberanian untuk mengambil peluang dan kesempatan yang ada. Namun demikian. Dalam berwiraswasta di bidang menjahit. wawasan luas diperlukan seorang wiraswastawan dalam hal memilih berbagai bahan (kain) yang berkualitas.2000:11). karena tidak dimanifestasikan dalam kegiatan yang nyata. Namun apabila telah diperhitungkan dengan matang maka seorang wirauswastawan harus berani untuk melangkah maju dalam melaksanakan usaha tersebut. Apabila seseorang yang memiliki bakat atau keterampilan tetapi tidak mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam berusaha.

Pengambilan keputusan hendaknya dilakukan secara tegas sehingga tidak menimbulkan kebimbangan yang berlarut-larut.52 bidang menjahit sudah dapat mengetahui apabila keputusan untuk membuat pakaian dengan model jabot pada dada tidak disukai oleh banyak orang. Machfoedz (2004:63) menyebutkan bahwa wiraswastawan hendaknya bersedia menerima resiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan. Berani mengambil keputusan Mengambil keputusan adalah memilih alternatif pemecahan masalah dan pada umumnya alteranatif tersebut mempunyai keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda (Priyono. maka seorang wiraswastawan tidak akan memproduksi model pakaian tersebut karena hasil produksinya tidak akan laku dan akan menyebabkan perusahaan rugi besar. tepat dan cermat diatasi dan dicarikan pemecahannya. Namun demikian dalam pengambilan keputusan tersebut hendaknya tidak tergesa-gesa. Contoh perilaku yang menunjukkan keberanian warga belajar dalam mengambil keputusan adalah keberanian memutuskan pilihan corak kain yang tepat serta sesuai dengan postur tubuh dan juga untuk model pakaian yang akan dibuat. Saat itulah keputusan harus segera diambil. Adakalanya seorang wiraswasta dihadapkan pada permasalahan yang harus dengan cepat.2004:63). f. jadi harus dipertimbangkan secara matang dahulu (Machfoedz. .2004:99).

maka akan mudah untuk mengenal sosok dan kepribadian seseorang.2004:103). Kemampuan bekerja sama akan nampak jika seseorang bergabung bersama dengan orang lain untuk mendirikan usaha jahit menjahit. h. Kemampuan berkomunikasi seorang wiraswasta pada dasarnya sangat berhubungan dengan keterampilan bergaul dengan orang lain (Soemanto. Hal tersebut akan dapat tercapai jika hubungan itu didasari atas dasar kesamaan kepentingan serta komitmen yang adil. Dengan adanya komunikasi yang baik. Contoh kemampuan warga belajar untuk bekerja sama yaitu kemauan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan kelompok kepada warga belajar dalam memulai usaha dalam bidang menjahit.53 g. Seorang wiraswasta harus mampu menjalin hubungan kerja sama dengan pihak lain. Mempunyai kemampuan bekerja sama Kemampuan bekerja sama adalah kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain untuk meningkatkan daya saing perusahaan (Priyono. karena dengan adanya komunikasi yang baik maka usaha yang dijalankan akan dapat mencapai target yang telah ditentukan.1999:75). Pembagian yang jelas antara hak dan kewenangan akan mengakibatkan hubungan yang terjalin dapat dibina secara langgeng dan tidak ada unsur saling menjatuhkan. . Komunikasi dalam dunia wiraswasta mempunyai peranan yang sangat penting. Mempunyai kemampuan berkomunikasi.

karena tidak selamanya kegiatan usaha dijalankan oleh diri sendiri. maka seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik.2000:44). namun juga mengendalikan dan memimpin diri sendiri. Hal ini senada dengan pendapat Soemanto (1999:69) yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan kemampuan kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan bagi seorang wiraswasta merupakan aset yang sangat penting yang harus dimiliki. Ada saat-saat tertentu dimana pekerjaan harus dilimpahkan kepada orang lain. mengenali diri sendiri dan berdisiplin diri. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai keahlian seorang pemimpin yang dapat memungkinkan untuk menyalurkan rekannya agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh kepercayaan (Tarmudji. sehingga diperlukan keahlian dalam mengarahkan orang tersebut untuk bertindak sesuai dengan harapan agar pekerjaan yang dilimpahkan dapat terselesaikan .54 sehingga akan memudahkan dalam melayani atau pun bekerja sama dengannya. Contoh perilaku warga belajar yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi adalah adanya usaha tiap warga belajar untuk saling bertukar pengalaman dan berpendapat untuk memulai dan mengembangkan usaha bidang jahitan. Mempunyai jiwa pemimpin Memimpin dapat berarti memotivasi orang atau mengubah potensi seseorang menjadi realitas (Priyono.2004:111). Kepemimpinan pada dasarnya bukan hanya kemampuan untuk memerintah orang lain. i.

j. Apabila seorang wiraswasta tidak mampu memberikan perintah atau mengarahkan kerja orang lain. maka akan mengakibatkan pekerjaan tersebut tidak dapat terselesaikan sesuai dengan harapan dan tujuannya. Wiraswasta akan berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan akan mampu mengubah kejadian dan percaya bahwa mereka adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Mampu bekerja mandiri Priyono (2004:114) mengemukakan bahwa kemampuan bekerja mandiri merupakan kemampuan seseorang untuk berusaha di atas kemampuannya sendiri.55 dengan baik. dapat tercermin dari kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan secara mandiri tanpa terlalu tergantung pada bantuan dari pihak lain. C. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam wiraswasta. Kerangka Berfikir Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Dengan dilandasi sikap-sikap tersebut maka wiraswasta akan mantap melakukan kegiatan-kegiatan untuk meraih kesuksesan. Kemampuan untuk bekerja secara mandiri. tidak tergantung pada orang lain. kemampuan bekerja mandiri mensyaratkan adanya rasa percaya diri yang tinggi dan tidak meragukan atas kemampuan yang dimilikinya. Pemerintah bersama swasta memberikan berbagai keterampilan melalui kelompok belajar (kejar) yang ada di daerah tertentu seperti kejar menjahit yang ada di Kelurahan .

Sikap wiraswasta dapat timbul karena kebutuhan warga belajar. mengambil ukuran. Sikap di atas merupakan indikator dari wiraswasta yang kemungkinan secara tidak langsung timbul pada saat warga belajar memanfaatkan kinerja menjahit yang dimilikinya untuk mencari uang dengan . warga belajar juga termotivasi dalam mencari pelanggan dan sebagian pengalaman dalam menjahit. kreatif dan inovatif. berani mengambil resiko dan keputusan. Seseorang yang memiliki sikap wiraswasta berarti memiliki motivasi. sikap optimis dan berfikir positif. Setelah warga belajar memiliki kinerja menjahit akan timbul keinginan untuk membuat pakaian baik untuk orang lain atau keluarga dengan tujuan menghemat pada saat praktek menjahit. Sikap wiraswasta adalah sikap atau tingkah laku yang gagah berani. Keinginan membuatkan pakaian untuk orang lain merupakan sikap wiraswasta yang dimiliki warga belajar. Penilaian SDM yang berkwalitas di lihat dari kinerja atau kemampuan dalam menjahit yang secara rutin dilakukan warga belajar pada proses pembelajaran baik teori maupun praktek. Proses pembelajaran tersebut meliputi kemampuan mengenal alat jahit. Dari proses pembelajaran dan hasil praktek dapat dinilai apakah warga belajar memiliki kinerja menjahit. mempunyai wawasan luas ke depan. sehingga dapat berwiraswasta. Melalui kejar menjahit tersebut warga belajar diharapkan memiliki SDM yang berkwalitas. dan kemampuan menjahit. Selain itu menghemat untuk mandiri.56 Bongsari Kecamatan Semarang Barat. dapat bekerjasama dan berkomunikasi. luhur dan mandiri yang pantas diteladani. dapat memimpin dan mandiri. membuat pola.

57 membuka usaha dibidang penjahitan seperti modiste. Hipotesis alternatif (Ha) Ada hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. D. Hipotesis Hipotesis adalah kesimpulan untuk sementara menjawab permasalahan penelitian. Dengan kinerja menjahit dan sikap wiraswasta yang dimiliki warga belajar akan menghasilkan suatu benda yang bermanfaat dengan cepat dan rapi. Hipotesis nol (Ho) Tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat . Oleh karena itu dalam penelitian ini hipotesis adalah: 1. Dalam skripsi ini di bahas tentang Hubungan antara Kinerja Menjahit dengan Sikap Wiraswasta pada Kelompok Belajar Menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. 2. tailor atau konfeksi.

Populasi Populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan subyek penelitian (Arikunto. tahapan metode dalam penelitian ini akan dijabarkan dalam uraian berikut.BAB III METODE PENELITIAN Untuk memperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk lebih jelasnya. instrumen penelitian serta metode analisis data. meliputi metode penentuan objek penelitian. Ketepatan metode yang digunakan sangat menentukan keakuratan hasil penelitian yang diperoleh. maka perlu disusun langkah-langkah penelitian yang tercakup dalam metode penelitian. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. 1. A. Sugiyono (2003:55) mengemukakan. 2002:108). 58 58 . metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh warga belajar yang mengikuti kejar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat sejumlah 30 orang. metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang baik. Metode Penentuan O bjek Penelitian Penentuan objek penelitian meliputi populasi dan sampel penelitian. Dalam penelitian ini.

Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sampel merupakan sebagian atau keseluruhan gejala yang diambil dari anggota populasi dan dianggap benar-benar mewakili karakteristik seluruh gejala dalam populasi. dan taraf kesalahan 5% maka jumlah anggota sampel yang representatif yang dapat diambil adalah 95% dari 30 orang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan anggota sampel adalah memberi kode angka pada lembaran-lembaran kertas kecil mulai dari 1 sampai dengan 30 (seluruh anggota populasi). sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. . mengundi lembaranlembaran kertas dan mengambil sejumlah 28. Menurut Sugiyono (2003:56). yaitu sejumlah 28 orang (Sugiyono.59 2.2002:109). menetapkan ke 28 orang yang terpilih sebagai anggota sampel. Untuk menentukan sebaran anggota sampel dalam penelitian ini.2001:59).2001:68). digunakan teknik simple random sampling. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). yaitu pengambilan anggota sampel dengan mengambil anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan strata atau tingkatan yang ada dalam populasi (Sugiyono. Dari anggota populasi sejumlah 30 orang.

Variabel bebas (independen) adalah variabel yang menjadi sebab berubahnya variabel terikat (dependen). Kemampuan menggunakan alat jahit b. yaitu variabel kinerja menjahit b.60 3. Variabel terikat (Y) . Kemampuan mengambil ukuran c. Kemampuan membuat pola d. 2003:3). Kemampuan menjahit pakaian . Kemampuan menggunting e. yaitu variabel sikap wiraswasta. sedangkan variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas (Sugiyono. Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa variabel adalah objek atau gejala yang menjadi fokus dalam suatu penelitian. Variabel yang menjadi fokus penelitian ini adalah sebagai berikut : a. 2003:2). Variabel bebas (X) .2002:94). Penelitian ini memuat dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Sub-sub variabel tersebut adalah sebagai berikut : a. Variabel kinerja menjahit meliputi sub-sub variabel yang juga berperan sebagai indikator pengukuran kinerja menjahit. Definisi lain tentang variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati (Sugiyono. Variabel Penelitian Variabel adalah objek yang akan diteliti atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto.

Motivasi Optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Keberanian mengambil keputusan Bekerja sama Mandiri B. e. Pengamatan dilakukan dengan memberikan tanda checklist ( ) pada instrumen observasi berupa lembar observasi yang berisikan skor pada masing-masing indikator kinerja manjahit. f. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian ini terdiri dari metode observasi (pengamatan) dan metode angket (kuesioner). Metode Observasi Menurut Ridwan (2004:42) observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Dalam penelitian ini pengamatan dilakukan untuk memperoleh data tentang tingkat kinerja menjahit warga belajar yang mengikuti kejar menjahit. b. g. 1.61 Variabel sikap wiraswasta meliputi sub-sub variabel sebagai berikut : a. Tingkatan skor yang digunakan dalam pengamatan adalah sebagai berikut : . h. d. c.

angket adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Metode Angket Menurut Suharsimi Arikunto (2002:200). Kurang Baik diberi skor 4 diberi skor 3 diberi skor 2 diberi skor 1 Jumlah skor total yang diperoleh oleh tiap warga belajar merupakan cerminan tingkat kinerja menjahit yang dimilikinya. Dengan demikian skor tertinggi yang mungkin dicapai oleh responden adalah 4 x 20 item = 80. Baik C. Dipandang dari segi cara menjawabnya. Sangat Baik B. dan skor terendah yang dapat dicapai adalah 1 x 20 item = 20. Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Sugiyono (2001:73) mengemukakan bahwa skala Likert sering digunakan untuk . angket dalam penelitian ini termasuk angket tertutup.62 A. sedangkan bila tingkat kinerjanya rendah maka skor total pun rendah. Cukup Baik D. 2. yaitu angket yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih saja pada jawaban yang tersedia. atau halhal yang ia ketahui. Apabila skor totalnya tinggi maka dapat dikatakan bahwa tingkat kinerja menjahitnya tinggi. Penggunaan angket dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap variabel sikap wiraswasta pada diri responden.

Alternatif jawaban yang digunakan dalam skala Likert untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : Sangat Sesuai Sesuai (SS) (S) diberi skor 4 diberi skor 3 diberi skor 2 diberi skor 1 Kurang Sesuai (KS) Tidak Sesuai (TS) C. Variabel Sub Variabel Kemampuan menggunakan alat jahit Kemampuan mengambil ukuran Kemampuan membuat pola Kemampuan menggunting Kemampuan menjahit pakaian Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mandiri Metode Pengumpulan Data Obsevasi Alat Ukur 1 Kinerja Menjahit Chekclist 2 Sikap Wiraswasta Angket Angket . maka disusun kisi-kisi instrumen yang akan digunakan dalam angket dan observasi. untuk itu perlu usaha dalam menyusun instrumen yang baik.63 mengukur sikap atau pendapat seseorang. Kisi-kisi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Penyusunan Instrumen Instrumen yang baik pada dasarnya akan mendukung perolehan data penelitian yang baik pula. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang aspek yang diteliti.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian No.

2002:144). Jawaban yang diberikan oleh peserta uji coba kemudian diberi skor sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat. dengan memperhatikan ciriciri yang sama dengan populasi yaitu warga belajar. Uji Coba Instrumen Usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan instrumen yang baik untuk penelitian salah satunya adalah dengan mengupayakan penyusunan instrumen yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Instrumen yang telah disusun berdasarkan kisi-kisi terlebih dahulu diuji cobakan agar dapat diketahui validitas dan reliabilitasnya. 1.2003:267). Pelaksanaan uji coba dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan instrumen yang telah disusun kepada 20 orang anggota sampel yang dipilih secara acak. Pengujian validitas dilakukan dengan analisis butir (item). betul-betul dapat digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang hendak diukur sesuai dengan tujuan penelitian. Skor-skor yang diperoleh dari tiap responden kemudian dipergunakan untuk menentukan validitas dan reliabilitas instrumen. Sedangkan pendapat lain “instrumen valid” adalah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono. Validitas Instrumen dan Reliabilitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto. Dengan demikian validitas dimaksudkan untuk menentukan apakah pertanyaan atau pernyataan yang disusun dalam angket. Menurut Sugiyono (2003:272). analisis butir adalah mengkorelasikan skor tiap butir .64 D.

11 dan 20. .4444 maka disimpulkan bahwa dari 20 item soal.65 dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. 2 item dinyatakan tidak valid yaitu nomor 8 dan 17. Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah rumus korelasi product moment dari Pearson sebagai berikut : rxy = {N ∑ x N ∑ xy − (∑ x )(∑ y ) 2 2 − (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y ) }{ 2 } Keterangan : r xy = koefisien korelasi Σ x = skor item Σ y = skor total N = jumlah sampel (Sugiyono. maka koefisien tersebut dibandingkan dengan rtabel. Setelah dilakukan pembandingan dengan rtabel sebesar 0. Jika rhitung > rtabel maka item soal dinyatakan valid.4280 sampai dengan 0. 3 item dinyatakan tidak valid yaitu nomor 9. Dengan demikian instrumen telah memenuhi syarat validitas.7752. Pengujian validitas pada variabel kinerja menjahit menunjukkan bahwa koefisien korelasi berkisar antara 0.4444 maka disimpulkan bahwa dari 20 item soal.3000 sampai dengan 0. Hasil perhitungan validitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 4 dan 5 halaman 93-98. sedangkan item yang lain dinyatakan valid.8670. sedangkan item yang lain dinyatakan valid. Setelah dilakukan pembandingan dengan rtabel sebesar 0. Untuk menentukan valid tidaknya item soal. Pengujian pada variabel sikap wiraswasta menunjukkan bahwa koefisien korelasi berkisar antara 0.2003:272).

reliabilitasnya diuji secara internal consistency.2002:170). Pengujian reliabilitas dengan internal consistency dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali.66 2. Jika harga r hitung > r tabel maka instrumen dikatakan reliabel. Instrumen pada penelitian ini.2002:171) Hasil dari perhitungan rumus Alpha tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r Tabel pada taraf signifikansi 5% dan jumlah responden (N) sejumlah 20. kemudian hasilnya dianalisis. Suatu angket dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Arikunto. . Rumus Alpha Cronbach digunakan untuk menganalisis reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0 melainkan berupa interval. namun jika r hitung < r tabel maka instrumen dikatakan tidak reliabel. Maka reliabilitas intstrumen ini akan dianalisis dengan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut : ⎪ ⎧ k ⎫⎧ r11 = ⎨ ⎬⎨1 − ⎩ k − 1 ⎭⎪ ⎩ ∑s ∑s 2 1 ⎫ ⎪ 2 ⎬ t ⎪ ⎭ Keterangan : r 11 = realibilitas instrumen k = banyaknya butir / item soal 2 Σsi = jumlah varian butir Σst2 = varian total (Arikunto. misalnya angket atau soal bentuk uraian (Arikunto. Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini selain uji validitas juga dilakukan uji reliabilitas. 2002:171).

diperoleh koefisien r11 sebesar 0. 1.67 Hasil pengujian pada variabel kinerja menjahit. Menentukan skor maksimum. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik analisis deskriptif prosentase.8803. dengan cara mengalikan skor tertinggi jawaban dengan jumlah item pertanyaan. diperoleh koefisien r11 sebesar 0. . Hasil perhitungan reliabilitas secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 93-98. Karena r11 > rtabel maka instrumen variabel sikap wiraswasta dinyatakan reliabel. Menentukan jumlah butir pertanyaan c. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan rata-rata data dan standar deviasi.9195. Selain itu juga dilakukan analisis dengan menggunakan daftar distribusi frekuensi dan tabel distribusi frekuensi. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat daftar distribusi frekuensi adalah sebagai berikut: a. Karena r11 > rtabel maka instrumen variabel kinerja menjahit dinyatakan reliabel. Menentukan jumlah responden b. Hasil pengujian pada variabel sikap wiraswasta. E. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang aspek-aspek yang terdapat di dalam variabel penelitian. sedangkan pengujian hipotesis dilakukan teknik analisis korelasi product moment.

Menentukan skor minimum.68 d.3 log n. Memasukkan skor yang diperoleh tiap responden ke dalam kelas interval yang sesuai j.2001:114). terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yaitu uji normalitas sebaran data (Sugiyono. e. Menentukan frekuensi perolehan skor dari tiap responden yang sesuai dengan kelas intervalnya k. dengan cara membagi rentang skor dengan jumlah kriteria h. f. Menentukan jenjang kriteria dengan aturan Sturgess k = 1 + 3. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: . Menentukan interval kelas skor. Teknik Uji Persyaratan Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment. g. dengan cara mengalikan skor terendah jawaban dengan jumlah item variabel. Sebelum teknik korelasi product moment dilakukan. Membuat kelas-kelas interval mulai dari skor minimum sampai dengan skor maksimum dengan interval yang telah ditentukan i. Menentukan rentang skor. Menghitung prosentase dari frekuensi tiap kelas interval 2. Untuk mengetahui normalitas data dari populasi yang ada digunakan uji Lillieffors. yaitu dengan cara mengurangi skor maksimum dengan skor minimum.

jika zi positif. diubah menjadi bilangan baku zi − x −x dengan menggunakan rumus zi = i dengan x merupakan rata-rata s − data dan s adalah simpangan baku. 6) Bandingkan dengan harga L tabel. 5) Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo. …. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal (Sudjana.5 + Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. maka F(zi) =0. Dengan menggunakan teknik ini akan diperoleh harga koefisien r product moment. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. jika zi negatif. Apabila Lo < L tabel. ditulis S(zi). Teknik ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 3. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : .1996:466). Ketentuannya. z2. 3) Selanjutnya dihitung proporsi z1. 4) Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga mutlaknya. Pengujian Hipotesis Teknik yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah teknik korelasi product moment.5 – Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. 2) Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) dengan bantuan tabel luas lengkungan kurva normal.69 1) Tiap skor total yang diperoleh. maka F (zi)=0. Caranya dengan membagi banyaknya skor yang lebih kecil atau sama dengan zi dengan jumlah responden (28).

80 – 1. digunakan pedoman sebagai berikut : Tabel 3. Untuk mengetahui apakah hasil tersebut berlaku juga untuk tingkatan populasi maka perlu dilakukan uji signifikansi korelasi.60 – 0.000 Sangat kuat Sumber : Sugiyono.70 rxy = {N ∑ x N ∑ xy − (∑ x )(∑ y ) 2 2 − (∑ x ) N ∑ y 2 − (∑ y ) }{ 2 } Keterangan: r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y Σ x = skor total variabel X Σ y = skor total variabel Y N = jumlah sampel (Sugiyono.2001:148).2001:149 Harga koefisien korelasi yang diperoleh pada dasarnya masih hanya berlaku pada sejumlah sampel penelitian.00 – 0. Uji signifikansi dilakukan menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut : t= r n−2 1− r2 Keterangan: t = harga t hitung .599 Sedang 0.40 – 0.799 Kuat 0.399 Rendah 0.20 – 0. Harga koefisien ini menunjukkan ada tidaknya hubungan yang terjadi antara kedua variabel tersebut.199 Sangat rendah 0.2 Interpretasi Tingkat Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0. Untuk dapat memberikan interpretasi kuat lemahnya hubungan antara kedua variabel.

Rumus yang digunakan adalah KP = r2 x 100% dimana KP menyatakan besarnya koefisien determinasi dan r adalah koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat (Ridwan. Untuk menentukan seberapa besar sumbangan yang ditimbulkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. artinya dapat digeneralisasikan pada populasi.71 r = koefisien korelasi product moment n = jumlah sampel (Sugiyono.2001:150) Kriteria pengujiannya. dilakukan perhitungan koefisien determinasi koefisien korelasi product moment. .2004:218). jika harga t hitung > dari harga t tabel maka koefisien korelasi yang diperoleh adalah signifikan.

skor terendah 26. deskripsi data penelitian. langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah menginterpretasikan data hasil penelitian secara deskriptif.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian Nilai Nilai Tertinggi 70 68 Terendah 26 29 Variabel Rata-rata 54. Hasil Penelitian Setelah melakukan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus sampai dengan 1 September 2005. diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. dengan mengambil lokasi di Balai RW IV Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Berdasarkan hasil pengumpulan data berupa nilai pada variabel kinerja menjahit dan sikap wiraswasta.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV akan disajikan tentang waktu dan tempat pelaksanaan penelitian.9645 Kinerja Menjahit Sikap Wiraswasta Berdasarkan tabel di atas. B. Pada variabel sikap wiraswasta skor tertinggi 72 .1430 dengan standar deviasi 10. Berikut ini akan diuraikan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan.1430 52.5930. analisis data dan pembahasan.5930 9. dapat diketahui bahwa pada variabel kinerja menjahit.5710 Standar Deviasi 10. skor tertinggi 70. rata-ratanya adalah 54. A.

73

68, skor terendah 29, rata-rata skor adalah sebesar 52,5710 dan standar deviasinya sebesar 9,9645. Selanjutnya, sebaran data tersebut dibuat menjadi daftar distribusi frekuensi dengan langkah-langkah seperti tercantum dalam teknik analisis deskriptif bab metodologi penelitian. Berikut ini hasil penyusunan daftar distribusi frekuensi pada masing-masing variabel. 1. Data Kinerja Menjahit Kinerja menjahit dapat digambarkan dengan daftar distribusi frekuensi data, oleh karena itu dapat ditentukan dengan menentukan interval skor sebagai berikut: a. Jumlah responden 28 b. Jumlah butir pertanyaan 18 c. Skor maksimum = 4 x 18 = 72 d. Skor minimum = 1 x 18 = 18 e. Rentang skor = 72 – 18 = 54 f. Jumlah kelas data = 1 + 3,3 log 28 = 5,7756 dibulatkan menjadi 6 g. Interval kelas = 54 : 6 = 9 Hasil pengolahan data jika disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi variabel kinerja menjahit adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Daftar Distribusi Frekuensi Data Kinerja Menjahit Kelas Interval Skor Frekuensi Prosentase % 3,5714 1 18 – 26 A 0,0000 0 27 – 35 B 14,2857 4 36 – 44 C 25,0000 7 45 – 53 D 32,1429 9 54 – 62 E 25,0000 7 63 – 72 F Jumlah 28 100%

74

Tabel di atas menunjukkan bahwa sebesar 32,1429% responden, memiliki skor pada interval 54 – 62, sebesar 25,0000% responden mempunyai skor pada interval 45 – 53 dan pada interval 63 – 72, sebesar 14,2857% memiliki skor pada interval 36 – 44, dan sebanyak 3,5714% memiliki skor pada interval 18 – 26. Dari tabel di atas, diketahui tidak ada responden yang memiliki skor pada interval 27 – 35. Berdasarkan tabel daftar distribusi di atas, jika digambarkan dalam bentuk grafik akan diperoleh gambaran sebagai berikut:

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
18 - 26 27 - 35 36 - 44 45 - 53 54 - 62 Skor 63 - 72

Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi Kinerja Menjahit 2. Data Sikap Wiraswasta Variabel sikap wiraswasta dapat digambarkan dengan daftar distribusi frekuensi data, oleh karena itu dapat ditentukan dengan menentukan interval skor sebagai berikut: a. Jumlah responden 28 b. Jumlah butir pertanyaan 17

Frekuensi

75

c. Skor maksimum = 4 x 17 = 68 d. Skor minimum = 1 x 17 = 17 e. Rentang skor = 68 – 17 = 51 f. Jumlah kelas data = 1 + 3,3 log 28 = 5,7756 dibulatkan menjadi 6 g. Interval kelas = 51 : 6 = 8,5 dibulatkan menjadi 9 h. Hasil pengolahan data jika disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi variabel sikap wiraswasta adalah sebagai berikut: Tabel 4.3 Daftar Distribusi Frekuensi Data Sikap Wiraswasta
Kelas A B C D E F Jumlah Interval Skor 17 – 25 26 – 33 34 – 41 42 – 50 51 – 59 60 – 68 Frekuensi 0 1 3 9 6 9 28 Prosentase % 0 3,5714 10,7142 32,1429 21,4286 32,1429 100%

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang memiliki skor pada interval 42 – 50 dan 60 – 68 masing-masing sebesar 32,1429%. Responden yang memiliki skor pada interval 51 – 59 sebesar 21,4286%, responden yang memiliki skor pada interval 34 – 41 sebesar 10,7142%, sedangkan responden yang memiliki skor pada interval 26 – 33 sebesar 3,5714%. Tabel di atas menunjukkan tidak ada responden yang memiliki skor pada interval 17 – 25. Daftar distribusi di atas, jika digambarkan dalam bentuk grafik akan diperoleh gambaran sebagai berikut:

yaitu dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Perhitungan uji normalitas dilakukan dengan uji Lillieffors. diubah menjadi bilangan baku zi − x −x dengan x merupakan rata-rata dengan menggunakan rumus zi = i s − data dan s adalah simpangan baku. Pengujian pada analisis ini adalah uji normalitas. dilakukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu. Analisis Data Hasil Penelitian Analisis pada tahap ini dilakukan untuk memperoleh jawaban atas hipotesis penelitian.33 34 .59 60 . .50 51 .68 Skor Gambar 4. 1. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tiap skor total yang diperoleh.76 10 8 Frekuensi 6 4 2 0 17 . Namun sebelum dilakukan pengujian tersebut.2 Diagram Distribusi Frekuensi Sikap Wiraswasta C. Uji Prasyarat Analisis Analisis ini dilakukan untuk menguji normalitas data hasil penelitian sebagai syarat analisis korelasi dengan statistik parametik.25 26 .41 42 . Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data pada tiap-tiap variabel.

Setelah dihitung. jika zi negatif.9327 sedangkan proporsi S(zi) antara 0.0039 sampai 0.0357 sampai 1. diperoleh x =54.0672. jika zi positif.5 – Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal (Sudjana. z2. − .05 adalah 0. Dengan demikian.0672. kemudian dilaksanakan langkah-langkah seperti tersebut di atas. …. maka F(zi) =0. maka disimpulkan bahwa sebaran data variabel kinerja menjahit adalah normal. harga maksimal (Lo) sebesar 0. ditulis S(zi). zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Apabila Lo < L tabel. 5) Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo.5 + Luas daerah di bawah lengkungan normal standar. Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifkansi 5% atau 0. Dari harga-harga perhitungan pada lampiran. maka F (zi)=0. berkisar antara 0. Dari skor yang diperoleh pada variabel kinerja menjahit.1658.6567 sampai 1. diperoleh selisih harga mutlak F(zi )-S(zi) atau Lo. Ketentuannya.5930.1996:466). 4) Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga mutlaknya.0075 sampai 0.0000. diperoleh F(zi) antara 0.4960.1430 dan s=10.77 2) Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) dengan bantuan tabel luas lengkungan kurva normal. Karena harga Lo < L tabel. Harga zi berkisar antara –2. 6) Bandingkan dengan harga L tabel. Dari harga tersebut. 3) Selanjutnya dihitung proporsi z1. Caranya dengan membagi banyaknya skor yang lebih kecil atau sama dengan zi dengan jumlah responden (28).

diperoleh F(zi) antara 0.05 adalah 0.5710 dan s=9.000. maka pada analisis tahap berikutnya adalah dilakukan secara parametrik dengan teknik analisis korelasi product moment. Dari harga tersebut.1658. 2.untuk menguji hipotesis yang diajukan.78 Hasil perhitungan uji normalitas variabel kinerja menjahit terdapat pada halaman 111 lampiran 13.0978.0357 − sampai 1.3656 sampai 1. Dari harga-harga perhitungan pada lampiran. Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifkansi 5% atau 0. Karena harga Lo < L tabel. Harga zi berkisar antara –2. Hasil perhitungan uji normalitas variabel kinerja menjahit terdapat pada halaman 120 lampiran 15. harga maksimal (Lo) sebesar 0.9392 sedangkan proporsi S(zi) antara 0. diperoleh selisih harga mutlak F(zi )-S(zi) atau Lo.0090 sampai 0. kemudian dilaksanakan langkah-langkah pengujian Lillieffors.0998.0003 sampai 0. Dari skor yang diperoleh pada variabel sikap wiraswasta. Adapun hipotesis yang diajukan adalah berbunyi: . maka disimpulkan bahwa sebaran data variabel sikap wiraswasta adalah normal.9640. Setelah dihitung.5484. diperoleh x =52. berkisar antara 0. Analisis Tahap Akhir Berdasarkan analisis tahap awal diketahui bahwa sebaran data pada ketiga variabel memenuhi syarat normalitas. Dengan demikian.

Berdasarkan tabel pada lampiran perhitungan korelasi diperoleh seperti tabel 4. rXY = n ∑ XY − (∑ X)(∑ Y) {n ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } 28x81375 − 1516 x1472 {28x85110 − 2298256}{28x80066 − 2166784} rXY = .4 sebagai berikut: Tabel 4.79 Ho : Tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat Ha : Ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat a. Korelasi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta Analisis yang digunakan untuk menentukan ada tidaknya korelasi antara kedua variabel adalah dengan menggunakan teknik korelasi product moment.4 Statistik untuk Perhitungan Korelasi Statistik ΣX (ΣX)2 ΣY (ΣY)2 ΣXY ΣY2 ΣX2 n Jumlah 1516 2298256 1472 2166784 81375 80066 85110 28 Harga-harga tersebut kemudian disubstitusikan ke dalam rumus korelasi product moment.

3740.58842 t= . ditolak yang berarti hipotesis kerja diterima.3740 maka disimpulkan hipotesis nol yang berbunyi tidak ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta pada kelompok belajar menjahit di Kelurahan Bongasari Kecamatan Semarang Barat. yang berbunyi ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.917 rXY = 0. Besarnya koefisien korelasi adalah 0. Untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% diperoleh harga rtabel sebesar 0.5884.5884 Koefisien r tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel product moment. Karena harga rhitung > rtabel yaitu 0. dilakukan uji t sebagai berikut: t= r n−2 1− r2 0.5884 28 − 2 1 − 0.5884 > 0.80 rXY1 = 2278500 − 2231552 {2383080 − 2298256}{2241848 − 2166784} 46948 {84824}{75064} 46948 {6367228736} rXY = rXY = rXY = 46948 79794. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi.

5884)2 = 0.3 Bagan Pengujian thitung Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta ditentukan dengan mengkuadratkan koefisien korelasi.7060.7082) > ttabel (1. yaitu sebesar 65.00 = 3. artinya dapat digeneralisasikan pada populasinya.6200%.7082 Gambar 4.5884 26 1 − 0. yaitu sebesar 1.809 Harga thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan n – 2 = 28 – 2 =26.7060) maka disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan.81 t= 0.7082 0. dengan demikian ada hubungan antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.7060 thitung =3.3800% (diperoleh dari 100% 34.654 t= t= 3.00 0. Dengan demikian masih terdapat faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta. Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho 0 ttabel 1. .346 3.3462 atau 34. yaitu sebesar (0.6200%). Karena thitung (3. Berikut ini adalah grafik dari hasil perhitungan di atas.

5884)2 . Hasil simpulan ini dapat dipahami karena pada dasarnya seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjahit cenderung mempunyai keinginan untuk membuka suatu usaha.3800% Gambar 4.82 Kinerja Menjahit 34. Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta ditentukan dengan mengkuadratkan koefisien korelasi. yaitu sebesar (0. Jika kinerja menjahit warga belajar tinggi. maka sikap wiraswastanya pun akan semakin tinggi. apabila ada faktor-faktor yang mendukungnya.4 Diagram Sumbangan Kinerja Menjahit terhadap Sikap Wiraswasta D.5884 > rtabel sebesar 0.6200% Faktor Lain 65. Dan sebaliknya. semakin rendah kinerja menjahit maka sikap wiraswastanya pun semakin rendah.3740. cenderung memiliki motivasi untuk mengaktualisasikan keahliannya dalam bentuk usaha yang mendatangkan keuntungan. Hal ini berarti ada hubungan antara kedua variabel. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan analisis data hasil penelitian dengan menggunakan teknik korelasi product moment antara kinerja menjahit dan sikap wiraswasta. yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Seorang warga belajar yang mempunyai kinerja menjahit tinggi. diperoleh koefisien korelasi (rhitung) sebesar 0.

Hal ini dapat terjadi karena meskipun warga belajar memiliki kinerja yang cukup baik. Namun demikian. yang mungkin ber pengaruh terhadap hasil penelitian. masih terdapat beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini. maka sikap wiraswastanya pun tidak akan berkembang dengan baik. namun apabila memiliki motivasi untuk menjadi wiraswasta atau tidak memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi baru. serta keberaniannya dalam mengambil resiko dan mengambil keputusan.3462 atau 34. Dengan demikian masih terdapat faktor lain yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta. Kreativitas dan inovasi warga belajar kurang berkembang karena kurang adanya pemberian stimulus-stimulus untuk menjadi wiraswasta. Warga belajar yang memiliki kinerja menjahit baik. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengusahakan semaksimal mungkin mengikuti prosedur yang tepat dan benar. Pada umumnya faktor yang sering menjadi penghambat kemauan menjadi wiraswasta dari warga belajar adalah kurangnya keberanian mengambil resiko meminjam modal usaha.6200%. kreativitas dan inovasinya. Faktor-faktor di luar kinerja menjahit yang turut memberikan sumbangan terhadap sikap wiraswasta antara lain motivasi. sikap optimistis yang dimilikinya. sangat kecil kemungkinannya untuk memiliki sikap wiraswasta atau berkeinginan menjadi wiraswasta dalam bidang jahit menjahit.83 = 0.34. yaitu sebesar 65. tetapi sangat terbatas modal usahanya.3800% (diperoleh dari 100% . E. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain: . Faktor kinerja memberikan sumbangan hanya sekitar sepertiga bagian saja.62%).

maka observasi hanya dilaksanakan satu kali. namun karena keterbatasan waktu dan tenaga serta sulitnya koordinasi dengan warga belajar dan tutor. 2. Hal ini mungkin berpengaruh terhadap kinerja yang ditunjukkan oleh warga belajar pada saat penelitian yang sesungguhnya dilakukan. Idealnya obersvasi dilakukan lebih dari satu kali.84 1. Pada saat pelaksanaan uji coba instrumen. . Hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap hasil penilaian observasi. idealnya dikenakan pada warga belajar menjahit di luar anggota sampel. Namun karena di lokasi lain peneliti tidak menemukan adanya kelompok belajar menjahit lainnya maka pelaksanaan uji coba dikenakan pada sebagian anggota sampel.

Besarnya sumbangan kinerja menjahit terhadap sikap wiraswasta sebesar 34. baik dari faktor motivasi. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah diperoleh. kreativitas. Hal ini mengandung arti jika warga belajar mempunyai kinerja menjahit yang tinggi maka cenderung memiliki sikap wiraswasta yang tinggi pula. Hubungan yang terjadi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta warga belajar bersifat positif. inovasi atau pun keberanian warga belajar dalam mengambil keputusan dan resiko. 85 . 2. Ada hubungan yang signifikan antara kinerja menjahit yang dimiliki oleh warga belajar dengan sikap wiraswasta di bidang penjahitan.6200% atau hanya sekitar sepertiga bagian dari seluruh faktor yang mempengaruhi sikap wiraswasta. Begitu pula sebaliknya. Hal ini dapat disebabkan kurang berkembangnya situasi dan kondisi yang mendukung munculnya sikap wiraswasta warga belajar. jika warga belajar mempunyai kinerja menjahit yang rendah maka ia cenderung memiliki sikap wiraswasta yang rendah pula.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. dapat disimpulkan bahwa: 1.

Selain itu pemerintah kelurahan harus sering mengadakan pameran. Bagi warga belajar.86 B. . bazar. Langkah yang dapat ditempuh misalnya dengan mengusahakan adanya koperasi untuk menampung hasil kerja warga belajar menjahit. yang juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemasaran produksi warga belajar. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menekuni serta memperdalam pengetahuan dan keterampilan menjahit. misalnya dengan mengusahakan bantuan alat-alat jahit. hendaknya selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja menjahit serta memacu peningkatkan sikap dan jiwa wiraswastanya. 2. Usaha lain yang juga penting adalah mengusahakan ketersediaan fasilitasfasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk mengembangkan potensi wirausahanya. Pemerintah Kelurahan hendaknya mendukung terciptanya situasi dan kondisi yang memungkinkan dapat meningkatkan sikap wiraswasta warga belajar. serta pinjaman modal usaha bagi mereka. pasar murah maupun lomba tentang busana. peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut: 1. Saran Berdasarkan simpulan yang diperoleh.

2000. Landasan Kependidikan.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Anoraga. 2001. Jakarta : Rineka Cipta Sudjana. Abu. 2004. Jakarta : Rineka Cipta Pitoyo. Jakarta : Rineka Cipta Sugiyono. Suatu Pendekatan Kontemporer. Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Depdikbud Siagian. Bandung : Alfabeta Saleh. Statistika untuk Penelitian. Psikologi Sosial. Suharsimi. Prosedur Penelitian. P. 2003. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bandung : Alfabeta Sugiyono. 1991. Mas’ud. 2002. Yogyakarta: UPP AMP YKPN Pidarta. Radias. Metode Penelitian Administrasi. Metode Statistika. Bandung : Alfabeta 87 . 2004. Jakarta : Depdikbud Departemen Pendidikan Nasional. Psikologi Kerja. Pembuatan Busana Rekreasi. Machfoedz. Tesis tidak diterbitkan. Pandji. Yogyakarta : Penerbit Palem Ridwan. Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Luar Sekolah. 1996. Suatu Pendekatan Praktek. Sondang. Oki. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Depdiknas Mangkunegoro. Pembuatan Busana. Nugroho. 2002. 1996. Jakarta : Balai Pustaka Priyono. Susilo. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metoda Statistika. Kiat Sukses Wirausaha. Sumber Daya Manusia Perusahaan. Poerwodarminto. 2004. Jakarta: Balai Pustaka. Made. 1997. Kewirausahaan. Motivasi terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kota Semarang Tahun 2004. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung : Remaja Rosda Karya. 2004. 2000. Jakarta. 1992. 2002.

Pendidikan Wiraswasta. Yogyakarta : Liberty Wahjoetomo. Alwine Semarang . Prinsip-prinsip Wirausaha. Leo. Teori dan Praktek Kewiraswastaan. Bandung : Sinar Baru Algensindo Yekti Kristanto. Tarsis. 1995. Jakarta : Bumi Aksara Soemanto. Membangun Kelas Menengah. Pola Busana Wanita.88 Suharto. 1998. 2000. 1999. Jakrta : Rasindo Wijandi. 2000. Soedarsono. Wasty. Pengantar Kewiraswastaan. Jakarta : Bumi Aksara Tarmudji. 2000.

6 7.10 11.16 17.18 19.14 15.12 13.4 5.8 9.2 3.20 .Lampiran 1 89 KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN VARIABEL SUB VARIABEL Ketepatan menggunakan alat jahit INDIKATOR Cara menggunakan mesin jahit lurus Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit Cara mengukur lingkar badan Cara mengukur lingkar pinggang Cara mengukur lingkar panggul Cara mengukur panjang dada Cara mengukur lebar punggung Cara mengukur pangkal leher Cara mengukur lebar dada Cara mengukur lingkar kerung siku Cara menggunakan tanda pola garis merah Cara menggunakan tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan Cara menyelesaikan kampuh buka Cara menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan belahan tutup tarik Mempunyai motivasi untuk berhasil Bersikap optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama dengan orang lain Mempunyai keterampilan berkomunikasi baik Mempunyai jiwa pemimpin Bersikap mandiri Nomor Item Ketepatan mengambil ukuran Kinerja Menjahit Ketepatan membuat pola Ketepatan menjahit pakaian Sikap Wiraswasta Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mampu berkomunikasi Memimpin Mandiri 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1.

90 KISI-KISI INSTRUMEN OBSERVASI Nomor Item VARIABEL SUB VARIABEL Ketepatan menggunakan alat jahit INDIKATOR Cara menggunakan mesin jahit lurus Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ketepatan mengambil ukuran Cara mengukur lingkar badan Cara mengukur lingkar pinggang Cara mengukur lingkar panggul Cara mengukur panjang dada Cara mengukur lebar punggung Cara mengukur pangkal leher Cara mengukur lebar dada Cara mengukur lingkar kerung siku Kinerja Menjahit 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Ketepatan membuat pola Cara menggunakan tanda pola garis merah Cara menggunakan tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan Ketepatan menjahit pakaian Cara menyelesaikan kampuh buka Cara menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan belahan tutup tarik .

10 Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama dengan orang lain Mempunyai keterampilan berkomunikasi baik Mempunyai jiwa pemimpin Bersikap mandiri 11.18 19.12 13.16 17.8 9.91 KISI-KISI INSTRUMEN ANGKET VARIABEL SUB VARIABEL Motivasi Optimis dan berpikir positif Kreatif dan inovatif Berwawasan luas Berani mengambil Sikap Wiraswasta resiko Berani mengambil keputusan Mau bekerja sama Mampu berkomunikasi Memimpin Mandiri INDIKATOR Mempunyai motivasi untuk berhasil Bersikap optimis dan berpikir positif Berpikir kreatif dan inovatif Mempunyai wawasan luas ke depan Keberanian mengambil resiko Nomor Item 1.2 3.14 15.4 5.20 .6 7.

PEDOMAN PENILAIAN OBSERVASI TENTANG KINERJA MENJAHIT No Indikator Cara menggunakan mesin jahit lurus a. belajar mampu memasang benang. a. belajar mampu menyetel setikan mesin. c. b. c. c. belajar mampu menaikkan benang bawah. belajar hanya mampu menggunakan rumah kumparan belajar mampu mengetahui kegunaan. a. a. belajar mampu memasang rumah kumparan pada mesin jahit. Cara menggunakan karbon jahit Cara menggunakan rumah kumparan Cara menggunakan kapur jahit 3 4 5 6 . memasang benang atas. belajar mampu memasang benang pada kumparan. b. e. Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Warga Deskriptor belajar mampu memasang jarum. b. d. belajar mampu memasukkan kumparan pada rumah kumparan. b. belajar mampu mengetahui kegunaan gunting belajar mampu mengetahui macam-macam gunting belajar mampu menggunakan gunting dengan baik dan benar belajar menggunakan gunting dengan sembarangan belajar mampu mengetahui kegunaan karbon jahit belajar mampu mengetahui bentuk karbon jahit belajar mampu menggunakan karbon jahit dengan baik dan benar belajar mampu menggunakan karbon dengan sembarangan belajar mampu mengetahui fungsi rumah kumparan. belajar mampu memasang benang pada rumah kumparan. d. d. d. belajar mampu mengetahui bentuk kapur jahit belajar mampu mengetahui mampu menggunakan kapur jahit belajar mampu hanya mengetahui bentuk kapur jahit • • • • Keterangan Skor 4 jika deskriptor muncul semua Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – e Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 1 jika deskriptor yang muncul a – b 1 Warga belajar mampu mengatur setikan mesin untuk membuat kerutan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Skor 4 jika deskriptor muncul semua Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Skor 4 jika deskriptor yang muncul a – c Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – b Skor 2 jika deskriptor yang muncul a saja Skor 1 jika deskriptor yang muncul d 2 Cara menggunakan mesin obras Cara menggunakan gunting kain. belajar mampu memasang jarum belajar mampu merawat belajar mampu mengoperasikan mesin obras dengan baik dan benar. f. c. d. b. c. g. b. c. a. a. d. belajar mampu memasukkan kumparan pada rumah kumparan.

Warga belajar mengukur mendatar dari punggung batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri. d.No 7 Indikator Cara mengukur lingkar badan a. d. • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling perut pas • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling panggul pas • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur sekeliling panggul terbesar + 4 cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling panggul terbesar • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling panggul + 2cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling pinggul. b. c. a. a. a. Warga belajar mengukur mendatar dari punggung batas kerung lengan kanan ke batas kerung 11 lebar punggung lengan kiri d. b. • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggang • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggang + 1 cm • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur dari lekuk leher sampai pinggul • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur dari bahu dekat leher sampai pinggang • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur mendatar dari batas kerung lengan kanan ke batas kerung lengan kiri Warga belajar mengukur mendatar dari batas kerung lengan ka ke batas kerung lengan kiri – 1cm Cara mengukur c. c. c. b. b. d. d. Warga belajar mengukur keliling pangkal leher dengan baik dan benar belajar mengukur keliling pangkal leher + 1 cm belajar mengukur keliling pangkal leher dikurangi 1 cm belajar mengukur pangkal leher ditambah 2 cm • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d . Cara mengukur 8 lingkar pinggang Cara mengukur panggul 9 10 Cara mengukur panjang dada Deskriptor Keterangan Warga belajar mengukur keliling badan terbesar + 4 cm dengan baik dan benar • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling badan terbesar + 1 cm • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c Warga belajar mengukur sekeliling badang di bawah payudara + 4 cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d Warga belajar mengukur sekeliling badan terbesar • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a Warga belajar mengukur sekeliling pinggang pas • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Warga belajar mengukur sekeliling pinggang + 1 cm. b. c. Warga 12 pangkal leher c. Warga Cara mengukur b. Warga d. a. a.

Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai pinggang belakang. . Warga belajar mengukur sekeliling siku ditambah 1 cm • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah dada • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar mengukur sekeliling siku pas 14 • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c lingkar siku c. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan + 1cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b 13 • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c lebar dada c. Warga belajar mengukur sekeliling nadi ditambah 2 cm. Warga belajar mengukur dari ujung bahu sampai tengah pinggang depan Cara mengukur b.• Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a. Warga belajar mengukur sekeliling siku pas ditambah 2 cm • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b Cara mengukur b. • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a.

Warga belajar mampu merapikan saku dengan disetik • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d. Warga belajar tidak mampu membuat pola dasar badan • Skor 4 jika deskriptor muncul semua a. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh tutup • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola lengan d. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b lipatan • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c b. Warga belajar mampu menentukan panjang belahan sesuai panjang tutup tarik • Skor 4 jika deskriptor muncul semua • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b.No Indikator Cara menggunakan 15 tanda pola garis merah Cara menggunakan 16 tanda titik pola garis titik Cara membuat pola dasar badan 17 Cara 18 menyelesaikan dengan kampuh Cara 19 menyelesaikan saku dalam Cara menyelesaikan 20 belahan tutup tarik Deskriptor Keterangan a. Warga belajar mampu menjelujur belahan • Skor 1 jika deskriptor yang muncul a saja d. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda TM a. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh buka • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b. Warga belajar mampu melapis saku dengan pelapis • Skor 3 jika deskriptor yang muncul a – c b. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d depan dan belakang c. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan tanpa tanda pola • Skor 2 jika deskriptor yang muncul c c. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh balik • Skor 4 jika deskriptor muncul semua a. Warga belajar mampu membuat jahitan agar jahitan rata dan tidak berkerut • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan lengkap dengan tanda pola • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b b. Warga belajar mampu menyematkan tutup tarik pada belahan • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar mampu membuat pola dasar badan bagian depan saja • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d d. Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian belakang • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a a. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda lipit d. Warga belajar mampu menyelesaikan pakaian dengan kampuh pipih • Skor 2 jika deskriptor yang muncul a – b c. Warga belajar menggunakan tanda pola garis titik-garis titik sebagai tanda • Skor 1 jika deskriptor yang muncul d lapisan c. Warga belajar mampu membuat setikan yang lurus dan rata . Warga belajar menggunakan tanda garis pola garis merah untuk pola bagian • Skor 4 jika deskriptor yang muncul a • Skor 3 jika deskriptor yang muncul b depan b. Warga belajar mampu menyelesaikan kampuh saku dengan obras a.

saya mohon kesediaan anda untuk mengisi angket yang telah saya sediakan. Untuk itu. Sangat Sesuai. dan saya akan tetap menjaga kerahasiaan jawaban anda. pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi anda IDENTITAS DIRI NAMA : …………………………………………. Sesuai.DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (U N N E S) Dengan hormat. jika pernyataan tersebut sangat sesuai dengan kondisi anda b. pernyataan tersebut kurang sesuai dengan kondisi anda d. saya ucapkan terima kasih. Kurang Sesuai. Pilihlah jawaban : a. sesuai dengan hati nurani anda. Sangat Tidak Sesuai. Hasil angket ini tidak akan berpengaruh pada penilaian jabatan tertentu. jika pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi anda c. saya bermaksud mengadakan penelitian dengan judul ”HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG BARAT”. Sri Mulyani Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang tersedia. Atas perhatian dan kerjasamanya. : …………………………………………. . Dalam rangka menyelesaikan studi di Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Program Studi PKK Universitas Negeri Semarang. Peneliti.

Sangat Sesuai b. saya yakin usaha jahitan akan tetap diminati dan dicari oleh masyarakat. Sangat Tidak Sesuai . Sesuai c. Sangat Tidak Sesuai 5. Sesuai c. a. Sesuai c. a. Sangat Tidak Sesuai 4. a. Sesuai c. Dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi. Sangat Sesuai b. Saya akan berusaha mengembangkan keterampilan menjahit yang saya miliki menjadi sebuah usaha swasta yang produktif. Saya sering membuat rancangan model pakaian yang tren untuk waktu-waktu yang akan datang. Kurang Sesuai d. Setelah mengikuti kejar menjahit saya yakin dapat mendirikan usaha busana a. Sangat Tidak Sesuai 3.LEMBAR ANGKET TENTANG SIKAP WIRASWASTA 1. Sangat Sesuai b. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. saya mengikuti kejar menjahit. a. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. Menurut saya usaha di bidang jahit menjahit kurang bisa diandalkan untuk menopang ekonomi keluarga a. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. Sangat Tidak Sesuai 2. Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai 7. a. Sesuai c. Kurang Sesuai d. Sesuai c. Meskipun banyak saingan dari industri konveksi berskala besar. Sesuai c. Saya sering mendapatkan ide untuk membuat barang-barang antik dari kain perca yang sudah tidak dipakai lagi. Sangat Tidak Sesuai [ 6. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b.

8. Untuk menambah modal membuka usaha. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. apakah tetap mengikuti kejar menjahit atau mencari kursus yang lainnya. a. Sangat Sesuai b. Sangat Sesuai b. Sesuai c. a. saya berusaha mendekati beberapa kolega yang mau meminjamkan modal. a. Setelah mengikuti kejar menjahit. Sangat Sesuai b. a. Sangat Tidak Sesuai 9. Sangat Tidak Sesuai 12. Saya ingin bekerja sama dengan beberapa teman saya untuk membuka usaha bidang jahit menjahit. Sesuai c. a. Kurang Sesuai d. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. Saya masih sering ragu-ragu. Sangat Tidak Sesuai 11. Sesuai c. a. Sesuai c. Sesuai c. Sangat Tidak Sesuai 14. Sangat Tidak Sesuai . Sesuai c. saya berniat untuk membuka usaha menjahit sendiri. Sesuai c. Sangat Sesuai b. Saya sudah mantap untuk menjadikan bidang jahit menjahit sebagai bidang kerja dan keahlian saya. Sangat Tidak Sesuai 10. Kurang Sesuai d. Sangat Tidak Sesuai 13. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. a. Saya sering mencampur beberapa corak bahan untuk saya jadikan pakaian yang saya anggap akan menjadi tren. Saya yakin bisnis di bidang jahit menjahit akan tetap ada dan maju jika kita berniat untuk mengembangkannya. Kurang Sesuai d.

Sangat Tidak Sesuai 18. Apabila saya berhasil mendirikan usaha jahit menjahit. Sangat Sesuai b. saya akan menjalankan manajemen yang baik dan profesional. Jika benar-benar tidak mampu. Kurang Sesuai d. Saya sering ditunjuk teman-teman untuk menjadi juru bicara suatu pertemuan. a. Sangat Tidak Sesuai 19. Sangat Tidak Sesuai 16. Sangat Tidak Sesuai . saya berusaha untuk menyelesaikan sendiri. Saya menabung sejak mengikuti kejar menjahit untuk mendirikan usaha busana. Sesuai c. a. Kurang Sesuai d. a. Sesuai c.15. Sangat Tidak Sesuai 17. Saya sering merasa malu berbincang-bincang dengan orang lain yang belum saya kenal dengan baik. Kurang Sesuai d. Sesuai c. Saya sering dijadikan ketua panitia atau ketua kegiatan di kampung (organisasi). saya baru minta tolong kepada teman atau instruktur. Kurang Sesuai d. Sesuai c. a. a. Sesuai c. Sangat Sesuai b. a. Apabila mengalami kesulitan dalam praktek di kejar menjahit. Sangat Sesuai b. Sangat Sesuai b. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai b. Sesuai c. Sangat Sesuai b. Sangat Tidak Sesuai 20. Kurang Sesuai d.

................................ Indikator 4 ▪ Cara menggunakan mesin jahit lurus Ketepatan menggunakan alat jahit ▪ Cara menggunakan mesin obras ▪ Cara menggunakan gunting kain ▪ Cara menggunakan karbon jahit ▪ Cara menggunakan skoci jahit ▪ Cara menggunakan kapur jahit ▪ Cara mengukur lingkar badan ▪ Cara mengukur lingkar pinggang ▪ Cara mengukur lingkar panggul Kinerja Menjahit Ketepatan mengambil ukuran ▪ Cara mengukur panjang badan ▪ Cara mengukur lebar punggung ▪ Cara mengukur pangkal leher ▪ Cara mengukur lebar dada ▪ Cara mengukur lingkar kerung siku Ketepatan membuat pola Ketepatan menjahit pakaian ▪ Cara menggunakan tanda pola garis merah ▪ Cara menggunakan tanda titik pola garis titik ▪ Cara membuat pola dasar badan ▪ Cara menyelesaikan kampuh buka ▪ Cara menyelesaikan saku dalam ▪ Cara menyelesaikan belahan tutup tarik Penilaian 3 2 1 Keterangan : Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1 : Sangat Baik : Baik : Cukup Baik : Kurang Baik .... : ..LEMBAR PENILAIAN OBSERVASI KINERJA MENJAHIT Nama Responden Alamat Variabel Sub Variabel : .............................................................

444 0.450 0.717 0.536 0.01 UC .830 0.14 UC .444 0.444 valid tdkvalid valid 0.614 0.444 valid 0.444 valid 1.919538 70 67 70 260 239 256 4650 4441 4665 0.444 0.444 valid 1.867 0.493 0.088 13 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 3 2 4 66 226 4371 0.228 20 y 74 73 79 73 70 61 70 71 53 75 77 58 46 75 73 55 52 49 43 74 1301 k= y2 5476 5329 6241 5329 4900 3721 4900 5041 2809 5625 5929 3364 2116 5625 5329 3025 2704 2401 1849 5476 87189 20 127.454 0.444 valid tdkvalid valid 0.ANALISIS HASIL UJI COBA INSTRUMEN KINERJA MENJAHIT No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Validitas Butir Kode UC .735 0.248 1 3 3 4 4 2 3 4 4 1 4 4 2 2 4 4 2 2 2 1 4 59 197 4048 0.9475 16.15 UC .840 1.557 0.444 valid 0.18 0.12 UC .444 valid 0.619 0.788 6 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 1 2 4 7 4 4 4 4 2 2 4 3 2 4 4 2 2 4 3 4 4 4 3 4 8 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 4 9 No Item 10 11 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 1 4 4 3 4 4 4 1 2 1 3 4 4 3 4 3 3 2 2 2 2 2 4 2 68 60 248 200 4581 4043 0.444 valid 1.410 14 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 1 3 4 2 3 2 2 4 66 234 4443 0.527 0.665 0.538 0.450 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 2 1 1 2 4 65 233 4367 0.06 UC .760 0.444 valid 0.444 valid 0.13 UC .750 0.11 UC .17 UC .740 σ 2 t Σσ2b= r11= Reliabel .810 15 4 4 4 3 4 4 3 4 1 3 4 3 2 4 4 2 2 2 2 4 16 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 2 3 17 4 4 4 3 3 1 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 3 2 4 18 2 3 4 3 3 3 4 1 3 3 4 2 2 4 4 2 2 3 2 4 58 184 3881 0.428 0.751 0.000 12 4 3 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 70 254 4658 0.790 19 4 4 4 4 4 1 2 4 2 4 4 4 1 4 3 2 2 2 4 4 63 223 4252 0.588 0.743 0.928 0.03 UC .20 ΣX ΣX2 ΣXY rxy rtabel Kriteria σb 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 1 4 3 1 1 2 2 2 59 199 4019 0.444 valid 0.05 UC .689 0.444 valid 1.02 UC .18 UC .444 0.444 valid 0.488 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 2 2 2 2 4 64 222 4319 0.08 UC .444 0.09 UC .444 valid 0.10 UC .16 UC .07 UC .148 2 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 3 1 2 4 3 2 4 4 2 4 65 229 4347 0.728 0.550 63 70 68 217 254 246 4279 4620 4526 0.888 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 2 2 4 4 3 3 2 3 65 221 4300 0.438 0.860 5 4 2 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 4 4 2 2 2 2 4 65 227 4379 0.04 UC .19 UC .444 valid valid 0.

Contoh Perhitungan Validitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit Rumus: r xy = {n ∑ X nXY .(∑ X)(∑ Y) 2 − (∑ X ) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } (ΣX)2 = 3481 Berikut perhitungan untuk nomor soal 1 n = 20 ΣXY = 4019 rxy = ΣX=59 ΣY = 1301 2 ΣX2 = 199 ΣY2 = 87189 (ΣY)2 = 1692601 2 {(20)(199) − (59) }{(20)(87189) − (1301) } 80380 − 76759 {3980 − 3481}{1743780 − 1692601} 3621 (499)(51179) (20)(4019) .545 = 0.444 Karena rhit > rtabel maka soal nomor 1 valid.717 Hasil perhitungan diperoleh rhit = 0.(59)(1301) = = = = 3621 25538321 3621 5053. .717 dengan n = 28 dan taraf signifikansi = 5% diperoleh rtabel = 0.

25 = 9.728 20 20 2 * σ6 = 20 = = 2 * σ7 = 20 = = * σ 82 = (67 )2 239 − 20 20 = = .8 17.05 = 24.95 = 1.25 = 0.75 20 20 239 − 224.148 = 20 20 20 4225 229 − 20 = 229 − 211. Varian Butir 199 − (59)2 20 20 (59)2 197 − 2 20 * σ2 = 20 (65)2 229 − 2 20 * σ3 = 20 (65) 2 221 − 2 20 * σ4 = 20 * σ 12 = 3481 20 = 199 − 174.05 = 22.888 = 20 20 20 4225 221 − 20 = 221 − 211.45 14.75 = = 0.95 = 1.75 = 0.Contoh Perhitungan Reliabilitas Hasil Uji Coba Instrumen Kinerja Menjahit 1.488 = 20 20 20 199 − 4096 20 20 4225 227 − 20 20 4900 260 − 20 20 4489 239 − 20 20 222 − 2 * σ5 = (64)2 222 − (65)2 227 − (70)2 260 − 20 20 20 20 = = 222 − 204.9475 20 20 20 20 2.248 = 20 20 20 3481 197 − 20 = 197 − 174.788 20 20 260 − 245 15 = = 0.95 20 = 20 σ 12 = = = = 127. Varian Total N = 20 ΣY = 1301 ΣY2 = 87189 (∑ Y )2 2 ∑Y − N σ 12 = N (1301)2 87189 − 1692601 87189 − 87189 − 84630.05 2558.55 = = 0.25 15.86 20 20 227 − 211.25 = 17.2 = = 0.

25 = 21.728+ 0.841+1+ 0.2 = 0.8 = 0.79+1.928 * σ 16 = 20 20 20 20 2 (70) 254 − 4900 254 − 2 20 = 20 = 254 − 245 = 9 = 0.41 * σ 14 = 20 20 20 20 2 (66) 234 − 4356 234 − 2 20 = 20 = 234 − 217.45 = 18.8 = 0.74+0.45 * σ 17 = 20 20 20 20 256 − 256 − (70)2 2 * σ 18 = (68)2 246 − 20 2 * σ 19 2 * σ 20 20 (58)2 184 − 20 = 20 (63)2 223 − 20 = 20 4624 20 = 246 − 231.2 = 15.81 * σ 15 = 20 20 20 20 2 (63) 217 − 3969 217 − 2 20 = 20 = 217 − 198.888+0.2 = 16.55+0.228 = 20 20 20 246 − Σσb2 = 1.45+1.41+0.8 = 0.79 = 20 20 20 3969 223 − 20 = 223 − 198.2 = 14.228 .2 = 0.088 * σ 13 = 20 20 20 20 2 (66) 226 − 4356 226 − 2 20 = 20 = 226 − 217.75+0.788+0.148+0.45 = 24.488+0.55 = 0.45 * σ 12 = 20 20 20 20 2 (65) 233 − 4225 233 − 2 20 = 20 = 233 − 211.74 = 20 20 20 3364 184 − 20 = 184 − 168.84 * σ 10 = 20 20 20 20 2 (60) 200 − 3600 200 − 2 20 = 20 = 200 − 180 = 20 = 1 * σ 11 = 20 20 20 20 2 (70) 254 − 4900 254 − 2 20 = 20 = 254 − 245 = 9 = 0.86+0.248+1.55 = 1.55 * σ9 = 20 20 20 20 2 (68) 248 − 4624 248 − 2 20 = 20 = 248 − 231.81+0.4900 2 20 = 20 = 256 − 245 = 11 = 0.8 = 8.8 = 16.75 = 1.0888+0.928+0.45+0.

= 16.18 3. Koefisien Reliabilitas 2 ⎛ N ⎞⎛ ∑ σ b ⎞ ⎜1 − 2 ⎟ r11 = ⎜ ⎟ σt ⎟ ⎝ N - 1 ⎠⎜ ⎝ ⎠

16.18 ⎞ ⎛ 20 ⎞⎛ = ⎜ ⎟ ⎟⎜1 − ⎝ 20 − 1 ⎠⎝ 127.95 ⎠ 20 (1 − 0.1265) = 19 20 = x 0.8735 19 = 0.9195 koefisien tersebut kemudian dibandingkan dengan rtabel untuk n = 20 sebesar 0,444. Karena r11 > rtabel maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel.

ANALISIS HASIL UJI COBA INSTRUMEN SIKAP WIRASWASTA
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Validitas Butir Kode UC - 01 UC - 02 UC - 03 UC - 04 UC - 05 UC - 06 UC - 07 UC - 08 UC - 09 UC - 10 UC - 11 UC - 12 UC - 13 UC - 14 UC - 15 UC - 16 UC - 17 UC - 18 UC - 19 UC - 20 ΣX ΣX2 ΣXY rxy rtabel Kriteria σb 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 58 188 3698 0,574 0,444 valid 0,990 1 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 52 142 3274 0,511 0,444 valid 0,340 2 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 62 208 3942 0,622 0,444 valid 0,790 3 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 62 212 3959 0,644 0,444 valid 0,990 4 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 58 186 3694 0,583 0,444 valid 0,890 5 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 69 253 4356 0,527 0,444 valid 0,747 6 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 3 59 193 3751 0,540 0,444 valid 0,947 7 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 1 8 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 3 9 No Item 10 11 3 2 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 1 2 3 4 4 4 2 2 1 2 4 4 3 4 1 3 2 4 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 52 59 156 191 3345 3715 0,651 0,369 0,444 0,444 valid tdkvalid 1,040 0,847 12 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 2 63 213 3998 0,613 0,444 valid 0,728 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 2 59 195 3763 0,574 0,444 valid 1,048 13 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 65 229 4145 0,683 0,444 valid 0,888 14 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 3 59 205 3795 0,605 0,444 valid 1,548 15 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 73 271 4568 0,572 0,444 valid 0,228 16 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 71 259 4480 0,775 0,444 valid 0,347 17 4 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 4 3 71 261 4455 0,491 0,444 valid 0,447 18 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 19 4 4 4 3 3 2 4 2 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 4 4 20 y 71 74 76 58 69 65 57 50 73 59 54 73 75 46 53 62 57 51 67 47 1237 k= y2 5041 5476 5776 3364 4761 4225 3249 2500 5329 3481 2916 5329 5625 2116 2809 3844 3249 2601 4489 2209 78389 20 94,028 15,398 0,8803

60 55 198 165 3820 3450 0,592 0,300 0,444 0,444 valid tdkvalid 0,900 0,688

69 61 245 199 4348 3833 0,703 0,385 0,444 0,444 valid tdkvalid 0,347 0,647

σ2 t

Σσ2b= r11=

Reliabel

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL SIKAP WIRASWASTA (Y) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 1 2 2 4 4 1 2 4 5 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 3 3 4 2 4 4 3 4 6 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 2 4 4 7 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 8 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 9 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 1 2 2 4 4 4 3 4 4 10 11 12 13 14 15 16 17 3 4 3 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 1 2 2 3 4 4 2 4 4 2 4 4 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 1 2 2 4 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 2 3 2 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Y 59 62 64 49 59 55 45 44 61 50 44 62 65 38 44 52 49 41 56 29 43 41 63 62 68 47 56 64 Y2 3481 3844 4096 2401 3481 3025 2025 1936 3721 2500 1936 3844 4225 1444 1936 2704 2401 1681 3136 841 1849 1681 3969 3844 4624 2209 3136 4096 .

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL KINERJA MENJAHIT (X) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 2 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 2 2 3 4 2 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 2 3 4 1 2 4 2 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 2 2 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 2 4 2 4 3 5 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 1 4 4 4 3 2 3 4 4 6 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 1 2 4 2 2 2 1 4 4 4 4 4 4 4 4 7 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 2 2 2 1 2 4 4 4 4 3 4 3 8 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 1 2 2 4 4 3 3 4 4 9 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 4 4 3 10 11 12 13 14 15 16 17 18 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 1 4 2 4 3 4 2 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 1 3 4 3 3 3 1 3 2 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 4 3 2 1 1 4 2 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 4 2 4 3 2 3 2 2 2 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 3 4 4 3 4 4 3 2 2 1 2 4 3 3 3 3 3 3 2 1 2 4 2 4 2 1 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 1 2 4 2 4 4 2 3 4 1 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 2 2 3 2 1 4 4 4 2 4 3 4 4 2 2 2 4 2 4 3 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 X 57 55 54 51 44 70 56 47 63 65 44 50 58 35 46 57 45 49 43 26 62 59 68 58 65 53 70 66 X2 3249 3025 2916 2601 1936 4900 3136 2209 3969 4225 1936 2500 3364 1225 2116 3249 2025 2401 1849 676 3844 3481 4624 3364 4225 2809 4900 4356 .

DATA INDUK HASIL PENELITIAN VARIABEL SIKAP WIRASWASTA (Y) Resp S-01 S-02 S-03 S-04 S-05 S-06 S-07 S-08 S-09 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 Item 1 4 3 4 3 3 4 2 2 2 2 3 4 4 1 3 4 4 3 2 1 4 3 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 1 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 2 4 3 4 3 1 2 3 2 4 2 1 2 2 4 4 1 2 4 5 2 3 4 2 4 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 3 4 1 3 3 4 2 4 4 3 4 6 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 2 4 4 7 4 3 4 1 2 4 2 2 4 3 3 3 4 2 1 3 4 3 4 2 4 2 4 4 4 4 4 4 8 4 4 4 4 2 2 2 2 3 3 2 4 4 3 2 3 4 3 4 2 2 4 4 3 4 3 4 4 9 4 4 4 2 2 2 2 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 1 1 2 2 4 4 4 3 4 4 10 11 12 13 14 15 16 17 3 4 3 4 4 2 1 3 4 2 1 4 3 1 2 3 2 2 2 1 2 2 3 4 4 2 4 4 2 4 4 4 3 2 2 4 4 2 2 4 4 3 4 3 2 2 2 2 2 2 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 2 4 1 2 2 4 4 4 2 3 4 2 4 4 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 2 4 3 2 1 3 1 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 1 4 2 2 2 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 2 2 4 1 2 4 1 1 2 2 3 2 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Y 59 62 64 49 59 55 45 44 61 50 44 62 65 38 44 52 49 41 56 29 43 41 63 62 68 47 56 64 Y2 3481 3844 4096 2401 3481 3025 2025 1936 3721 2500 1936 3844 4225 1444 1936 2704 2401 1681 3136 841 1849 1681 3969 3844 4624 2209 3136 4096 .

080902 0.107143 0.904585 0.05192 -0.785714 0.8473 0.383346 0.035714 0.0007457 0.1079 -0.676707 0.868499 0.003945 0.169153 0.39111 -0.95752 -0.642111 0.606307 0.194036 0.169153 0.039275 0.0360581 0.496932 F(z) 0.0672055 maksimum 0.142857 0.175304 0.269706 0.0208704 0.678571 0.0095114 0.606307 0.77087 0.0314912 1 0.178571 0.392857 0.0348783 0.29671 -0.0317694 0.75 0.798456 0.45851 0.146418 0.364108 0.464286 0.0356583 0.347859 0.494615 0.0127416 0.53224 0.928571 0.95752 -0.67431 -0.0258714 0.836118 1.0322403 0.8473 0.0202492 0.741716 0.25 0.65675 -1.932794 0.0262955 0.024922 1.0243581 0.932794 S(z) l F(z) .496932 1.285714 0.0135 0.428571 0.007771 0.76872 -0.5 0.0289689 0.214286 0.714286 0.S(z) l 0.0094188 0.024922 1.000836 0.0239864 0.0098428 0.250056 0.892857 0.571429 0.03537 0.857143 0.964286 0.0338655 0.0375786 0.0092839 0.357143 0.535714 0.86312 -0.821429 0.642857 0.80714 -1.0284655 0.607143 0.119324 1.364108 0.03646 0.321429 0.308128 1.071429 0.48551 -0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL KINERJA MENJAHIT X 26 35 43 44 44 45 46 47 49 50 51 53 54 55 56 57 57 58 58 59 62 63 65 65 66 68 70 70 Z -2.642111 0.0672055 .269706 0.221031 0.0303289 0.313658 0.56958 0.457037 0.

845945 0.214286 0.243778 0.360026 0.05516 0.892857 0.35839 -0.464286 0.16128 -1.022849 0.634629 0.019445 0.010184 0.018542 0.946307 0.785714 0.069101 0.344139 0.357143 0.122764 0.19484 0.740609 0.8602 -0.398192 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL SIKAP WIRASWASTA Y 29 38 41 41 43 44 44 44 45 47 49 49 50 52 55 56 56 59 59 61 62 62 62 63 64 64 65 68 Z -2.004769 0.477151 0.078004 0.147029 1.147029 1.142857 0.097752 0.36562 -1.000392 0.097752 0.946307 1.828004 0.8602 -0.19484 0.S(z) 0.285714 0.19484 0.006575 0.062037 0.571429 0.75984 -0.054256 0.46236 -1.168387 0.16128 -0.25803 -0.678571 0.026714 0.634629 0.645223 0.288042 0.75 0.96056 -0.070413 1 0.060754 maksimum 0.874315 0.607143 0.223676 0.548475 F(z) 0.893873 0.020093 0.086923 0.107143 0.392857 0.828004 0.035714 0.178571 0.068546 0.428571 0.090874 0.645223 0.027486 0.360026 0.032831 0.25 0.015621 0.009 0.857143 0.04229 0.8602 -0.964286 0.060584 0.828004 0.939246 S(z) F(z) .740609 0.0632 0.071429 0.642857 0.535714 0.596298 0.821429 0.946307 0.071821 0.714286 0.35839 -0.852374 0.55911 -0.928571 0.321429 0.874315 0.05731 0.801208 0.122764 0.247391 1.344139 0.046668 1.097752 80 Skor Responden 60 40 20 0 0 5 10 15 Responden 20 25 30 .5 0.066093 0.

392857 0.0303289 0.024922 1.0262955 0.428571 0.107143 0.39111 -0.175304 0.0322403 0.642111 0.313658 0.080902 0.0258714 0.250056 0.142857 0.0135 0.169153 0.000836 0.071429 0.928571 0.904585 0.1079 -0.676707 0.S(z) l 0.0202492 0.357143 0.496932 1.80714 -1.0356583 0.798456 0.0092839 0.821429 0.67431 -0.857143 0.0095114 0.0338655 0.496932 F(z) 0.5 0.03646 0.0127416 0.194036 0.364108 0.039275 0.86312 -0.642857 0.169153 0.05192 -0.535714 0.48551 -0.0672055 .024922 1.0672055 maksimum 0.95752 -0.308128 1.03537 0.607143 0.785714 0.214286 0.741716 0.0360581 0.964286 0.178571 0.8473 0.77087 0.65675 -1.53224 0.269706 0.868499 0.221031 0.0243581 0.76872 -0.0094188 0.0289689 0.714286 0.464286 0.892857 0.003945 0.932794 S(z) l F(z) .269706 0.75 0.678571 0.8473 0.285714 0.347859 0.0314912 1 0.571429 0.932794 0.0239864 0.606307 0.0284655 0.0375786 0.0007457 0.494615 0.0317694 0.457037 0.035714 0.25 0.95752 -0.29671 -0.0098428 0.383346 0.606307 0.321429 0.364108 0.146418 0.007771 0.0208704 0.56958 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL KINERJA MENJAHIT X 26 35 43 44 44 45 46 47 49 50 51 53 54 55 56 57 57 58 58 59 62 63 65 65 66 68 70 70 Z -2.642111 0.45851 0.836118 1.0348783 0.119324 1.

1429 = −0.5925 44 − 54.95752 10. Harga-harga x dan s tersebut kemudian digunakan untuk mencari angka baku zi.1429 = −0.1429 simpangan baku = 10.86312 10.5925 − b.1429 = −0.76782 10.1429 = −1. Dengan x merupakan rata-rata data dan s s − adalah simpangan baku.80714 10. a.5925 35 − 54.5925 47 − 54.95752 10. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata data = 54.1429 = −0.5925 44 − 54. Tiap skor total yang diperoleh.05192 10.5925 .5925 45 − 54.65675 10.1429 = −0. misalnya : z1 = z2 = 26 − 54.Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Kinerja Menjahit (X) Berdasarkan data pada tabel di atas.5925 46 − 54.1429 = -1.1429 = −2. kemudian dilakukan analisis dengan langkahlangkah pengujian setelah dilakukan pengurutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar. diubah menjadi bilangan baku zi dengan − x −x menggunakan rumus zi = i .5925 z3 = z4 = z5 = z6 = z7 = z8 = 43 − 54.67431 10.

5925 55 − 54.0135 10.5925 50 − 54.1429 = 1.02492 10.1753 10.5925 56 − 54.1429 = 0.45851 10.1079 10.1429 = 0.z9 = z10 = z11 = z12 = z13 = z14 = z15 = z16 = z17 = z18 = z19 = z20 = z21 = z22 = z23 = z24 = z25 = 49 − 54.1429 = 0.5925 53 − 54.1429 = −0.1429 = −0.1429 = 0.5925 62 − 54.5925 65 − 54.5925 57 − 54.5925 58 − 54.1429 = 0.11932 10.1429 = −0.36411 10.1429 = 0.0809 10.36411 10.5925 65 − 54.83612 10.02492 10.74172 10.1429 = −0.1429 = 0.5925 66 − 54.1429 = 1.1429 = 1.26971 10.5925 51 − 54.5925 .5925 58 − 54.1429 = −0.5925 63 − 54.48551 10.1429 = 0.5925 59 − 54.1429 = 0.29671 10.26971 10.5925 57 − 54.5925 54 − 54.39111 10.

0.1429 = 1.1429 = 1.5925 60 − 54.194 .05192 = 0.30813 10.5 .5 – 0.146 F(z4) = 0.5 – 0.5 – 0.1429 = 1.5925 60 − 54.003 F(z2) = 0.5 – 0.95752 = 0.4961 = 0.4649 = 0.5 .luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.65675 = 0.5 .5 .169 F(z6) = 0.Luas daerah dibawah lengkungan normal standar harga positif dari zi Besarnya luasan daerah dibawah normal standar dicari dengan menggunakan bantuan tabel luas daerah lengkungan normal standar. Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) Ketentuan yang digunakan adalah. maka F(zi) = 0.86312 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.5 .5 .5 .5 – 0.169 F(z5) = 0.3052 = 0.49693 10. Jika zi negatif. jika zi positif.5925 c.3315 = 0. F(z1) = 0.3315 = 0. maka F(zi) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.80714 = 0.95752 = 0.035 F(z3) = 0.5 + Luas daerah dibawah lengkungan normal standar zi.49693 10.3531 = 0.5 .z26 = z27 = z 28 = 68 − 54.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 2.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.

5 .315 F(z10) = 0.5 + 0.5 – 0.2794 = 0.1753 = 0.48551 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.0135 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.76782 = 0.2486 = 0.5 – 0.494 F(z14) = 0.385 F(z12) = 0.1026 = 0.67431 = 0.1517 = 0.348 F(z11) = 0.29671 = 0.0438 = 0.5 .luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.F(z7) = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.0310 = 0.5 .5 – 0.39111 = 0.250 F(z9) = 0.5 .0809 = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.5 – 0.5 – 0.0675 = 0.60 F(z17) = 0.221 F(z8) = 0.53 F(z15) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 .luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.26971 = 0.5 .5 – 0.0040 = 0.1079 = 0.26971 .5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.1844 = 0.5 – 0.456 F(z13) = 0.luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.1141 = 0.5 .56 F(z16) = 0.

1406 = 0.5+ 0.2996 = 0.49693 .5 + 0.36411 = 0.5 + 0.84 F(z25) = 0.5+ luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.83612 = 0.2704 = 0.5 + 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.5 + 0.74172 = 0.904 F(z27) = 0.5 +luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.67 F(z21) = 0.1772 = 0.1406 = 0.5 + 0.5+ luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.36411 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 0.4049 = 0.86 F(z26) = 0.5+ 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.1026 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.30813 = 0.79 F(z23) = 0.3665 = 0.64 F(z19) = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.84 F(z24) = 0.5 + 0.60 F(z18) = 0.02492 = 0.3461 = 0.64 F(z20) = 0.= 0.5 + 0.5 + 0.770 F(z22) = 0.45851 = 0.3461 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.024942 = 0.11932 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.

285 = 9/28 = 0.643 = 19/28 = 0.392 = 12/28 = 0. ditulis S(zi) S(z1) S(z2) S(z3) S(z4) S(z5) S(z6) S(z7) S(z8) S(z9) S(z10) S(z11) S(z12) S(z13) S(z14) S(z15) S(z16) S(z17) S(z18) S(z19) S(z20) S(z21) = 1/28 = 0.5 + 0.75 .607 = 18/28 = 0.428 = 13/28 = 0.5 = 15/28 = 0.071 = 3/28 = 0.4319 = 0.178 = 6/28 = 0. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Selanjutnya dihitung proporsi z1.678 = 20/28 = 0.931 dan seterusnya sampai F(z28) d.035 = 2/28 = 0.107 = 4/28 = 0.142 = 5/28 = 0.214 = 7/28 = 0.5 + luas daerah dibawah lengkungan normal standar untuk 1.571 = 17/28 = 0.321 = 10/28 = 0.714 = 21/28 = 0.496393 = 0.5 + 0.875 = 8/28 = 0.= 0. ….931 F(z28) = 0.464 = 14/28 = 0. z2.357 = 11/28 = 0.535 = 16/28 = 0.4319 = 0.

036 = 0.857 = 25/28 = 0.178⏐ = 0.928 = 27/28 = 0. Dari selisih harga-harga diperoleh Lo = 0. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% adalah 0.067 g.169 – 0.071⏐ = ⏐0.032 = 0.039 = 0.003 – 0. Bandingkan dengan harga L tabel. Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga ⏐F(z1) – S(z1)⏐ ⏐F(z2) – S(z2)⏐ ⏐F(z3) – S(z3)⏐ ⏐F(z4) – S(z4)⏐ ⏐F(z5) – S(z5)⏐ = ⏐0.169 – 0.786 = 23/28 = 0.009 dan seterusnya sampai ⏐F(z28) – S(z28)⏐ f. = 22/28 = 0.146 – 0.035 – 0.892 = 26/28 = 0. . maka disimpulkan bahwa distribusi data variabel kinerja menjahit (X) adalah normal.035⏐ = ⏐0.S(z22) S(z23) S(z24) S(z25) S(z26) S(z27) S(z28) mutlaknya. Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo. Apabila Lo < L tabel.142⏐ = ⏐0.1658 Karena harga Lo < harga L tabel.821 = 24/28 = 0.964 = 28/28 = 1 e.027 = 0.107⏐ = ⏐0.

223676 0.428571 0.071821 0.821429 0.285714 0.852374 0.147029 1.060754 maksimum 0.845945 0.015621 0.946307 0.19484 0.243778 0.828004 0.5 0.96056 -0.828004 0.097752 0.25 0.097752 0.16128 -0.874315 0.645223 0.35839 -0.893873 0.392857 0.634629 0.054256 0.006575 0.678571 0.027486 0.740609 0.928571 0.004769 0.344139 0.097752 80 Skor Responden 60 40 20 0 0 5 10 15 Responden 20 25 30 .070413 1 0.062037 0.8602 -0.321429 0.168387 0.964286 0.571429 0.142857 0.147029 1.946307 1.642857 0.078004 0.032831 0.548475 F(z) 0.785714 0.178571 0.090874 0.55911 -0.360026 0.S(z) 0.05516 0.0632 0.892857 0.UJI NORMALITAS SEBARAN DATA VARIABEL SIKAP WIRASWASTA Y 29 38 41 41 43 44 44 44 45 47 49 49 50 52 55 56 56 59 59 61 62 62 62 63 64 64 65 68 Z -2.740609 0.04229 0.009 0.596298 0.122764 0.19484 0.801208 0.477151 0.535714 0.645223 0.071429 0.086923 0.360026 0.05731 0.75 0.247391 1.16128 -1.946307 0.857143 0.000392 0.464286 0.607143 0.939246 S(z) F(z) .010184 0.107143 0.022849 0.19484 0.026714 0.122764 0.874315 0.8602 -0.020093 0.828004 0.35839 -0.75984 -0.019445 0.8602 -0.357143 0.060584 0.288042 0.634629 0.25803 -0.046668 1.714286 0.068546 0.214286 0.344139 0.46236 -1.035714 0.36562 -1.018542 0.069101 0.398192 0.066093 0.

5714 = -1.75984 9. misalnya : z1 = z2 = 29 − 52. diubah menjadi bilangan baku zi dengan − x −x menggunakan rumus zi = i .8602 9.5714 = -0.96649 45 − 52.5714 = -1.5714 = -2. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata data = 52.96649 41 − 52.96649 43 − 52.96649 z3 = z4 = z5 = z6 = z7 = z8 = z9 = 41 − 52. kemudian dilakukan analisis dengan langkahlangkah pengujian setelah dilakukan pengurutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.5714 simpangan baku = 9. a.8602 9.96649 44 − 52.5714 = -0. Tiap skor total yang diperoleh.5714 = -0.46236 9.16128 9. Harga-harga x dan s tersebut kemudian digunakan untuk mencari angka baku zi.5714 = -0.5714 = -1. Dengan x merupakan rata-rata data dan s s − adalah simpangan baku.96056 9.96649 44 − 52.Contoh Perhitungan Uji Normalitas Sebaran Data Variabel Sikap Wiraswasta (Y) Berdasarkan data pada tabel di atas.36562 9.96449 − b.8602 9.96649 44 − 52.96449 38 − 52.5714 = -0.96649 .16128 9.

35839 9.64522 9.96649 62 − 52.96649 50 − 52.96649 .5714 = -0.04667 9.5714 = -0.5714 = 0.96649 49 − 52.25803 9.94631 9.5714 = 1.96649 49 − 52.35839 9.94631 9.96649 64 − 52.64522 9.96649 61 − 52.5714 = 0.5714 = -0.5714 = 1.5714 = 0.94631 9.96649 62 − 52.84595 9.5714 = -0.5714 = 1.34414 9.96649 64 − 52.5714 = -0.5714 = 0.96649 55 − 52.96649 52 − 52.05731 9.96649 59 − 52.24378 9.5714 = 0.5714 = 0.34414 9.5714 = 0.5714 = 0.96649 56 − 52.14703 9.96649 56 − 52.14703 9.96649 59 − 52.z10 = z11 = z12 = z13 = z14 = z15 = z16 = z17 = z18 = z19 = z20 = z21 = z22 = z23 = z24 = z25 = z26 = 47 − 52.5714 = 0.96649 63 − 52.96649 62 − 52.55911 9.

0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.4279 = 0.16128 = 0.5 . maka F(zi) = 0.5 .3770 = 0.123 F(z4) = 0.46236 = 0.3770 = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.24739 9.0.0.5714 = 1.3315 = 0.96649 68 − 52. jika zi positif.z27 = z28 = 65 − 52. Dari tiap angka baku tersebut kemudian ditentukan peluang zi F(zi) Ketentuan yang digunakan adalah.123 F(z5) = 0.4909 = 0.3052 = 0.96649 c.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0. Jika zi negatif. F(z1) = 0.168 F(z6) = 0.16128 = 0.5.1948 F(z7) = 0. maka F(zi) = 0.072 F(z3) = 0.Luas daerah dibawah lengkungan normal standar harga positif dari zi Besarnya luasan daerah dibawah normal standar dicari dengan menggunakan bantuan tabel luas daerah lengkungan normal standar.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.5 + Luas daerah dibawah lengkungan normal standar zi.54847 9.5.5.luas daerah lengkungan normal standar untuk 2.8602 = 0.3052 = 0.5.0.5.1948 .5.8602 = 0.0.009 F(z2) = 0.5714 = 1.5 .5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.36562 = 0.96056 = 0.

22 F(z10) = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.34414 = 0.1368 = 0.0987 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.63 F(z17) = 0.5 +luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5.5+ 0.288 F(z11) = 0.2123 = 0.55911 = 0.25803 = 0.1368 = 0.5.1331 = 0.48 F(z15) = 0.F(z8) = 0.75984 = 0.5.5.0987 = 0.0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+ 0.40 F(z14) = 0.63 .0.0.2734 = 0.0.3052 = 0.5.1331 = 0.34414 = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.0.36 F(z13) = 0.0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.36 F(z12) = 0.59 F(z16) = 0.5 -luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+ 0.35839 = 0.35839 = 0.5.05731 = 0.8602 = 0.5.0199 = 0.0.24378 = 0.1948 F(z9) = 0.

3264 = 0.80 F(z21) = 0.3531 = 0.5+ 0.82 F(z23) = 0.0987 = 0.85 F(z25) = 0.5+ 0.3749 = 0.5+ 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.2996 = 0.3749 = 0.74 F(z19) = 0.874 F(z26) = 0.874 F(z27) = 0.5+ 0.5+ 0.5+ 0.3264 = 0.94631 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.14703 = 0.5+ 0.64522 = 0.3944 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.5+ 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.94631 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.04677 = 0.5+ 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 0.5+ 0.64522 = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.14703 = 0.2389 = 0.24739 = 0.82 F(z24) = 0.3264 = 0.74 F(z20) = 0.84595 = 0.82 F(z22) = 0.94631 = 0.894 .F(z18) = 0.5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.

5+luas daerah lengkungan normal standar untuk 1.892 .75 = 22/28 = 0.821 = 24/28 = 0.678 = 20/28 = 0.535 = 16/28 = 0.357 = 11/28 = 0.9394 dan seterusnya sampai F(z28) d.786 = 23/28 = 0.214 = 7/28 = 0.178 = 6/28 = 0.857 = 25/28 = 0.F(z28) = 0.428 = 13/28 = 0.035 = 2/28 = 0.107 = 4/28 = 0.071 = 3/28 = 0.5+ 0. zn yang lebih kecil atau sama dengan zi.392 = 12/28 = 0. ….4394 = 0.321 = 10/28 = 0.643 = 19/28 = 0. Selanjutnya dihitung proporsi z1. z2.464 = 14/28 = 0.714 = 21/28 = 0.54847 = 0.142 = 5/28 = 0.285 = 9/28 = 0.571 = 17/28 = 0. ditulis S(zi) S(z1) S(z2) S(z3) S(z4) S(z5) S(z6) S(z7) S(z8) S(z9) S(z10) S(z11) S(z12) S(z13) S(z14) S(z15) S(z16) S(z17) S(z18) S(z19) S(z20) S(z21) S(z22) S(z23) S(z24) S(z25) = 1/28 = 0.5 = 15/28 = 0.607 = 18/28 = 0.875 = 8/28 = 0.

01 = -0.035⏐ = ⏐0.285⏐ = ⏐0.064 = 0.142⏐ = ⏐0.714⏐ ⏐F(z21) – S(z21)⏐ = ⏐0.071⏐ = ⏐0.36–0.40–0.74–0.107⏐ = ⏐0.85–0.101 = -0.82–0.123-0.786⏐ ⏐F(z23) – S(z23)⏐ = ⏐0.678⏐ ⏐F(z20) – S(z20)⏐ = ⏐0.059 = -0.068 = -0.321⏐ = -0.875⏐ = ⏐0.548 = 0.82075 = 0.357⏐ ⏐F(z11) – S(z11)⏐ = ⏐0.0192 = -0.5⏐ ⏐F(z15) – S(z15)⏐ = ⏐0.82–0.007 ⏐F(z10) – S(z10)⏐ = ⏐0.062 = 0.1948–0.001 = -0.185 = 0.059–0.6802 = -0.35–0.63–0.821⏐ ⏐F(z24) – S(z24)⏐ = ⏐0.22–0.288–0.034 = -0.0902 = -0.178⏐ = ⏐0.464⏐ ⏐F(z14) – S(z14)⏐ = ⏐0.072–0.026 = 0.607⏐ ⏐F(z18) – S(z18)⏐ = ⏐0.857⏐ .214⏐ = ⏐0.928 = 27/28 = 0.086 = 0.392 = -0.964 = 28/28 = 1 e.1948–0.75⏐ ⏐F(z22) – S(z22)⏐ = ⏐0.85–0.35 = -0.392⏐ ⏐F(z12) – S(z12)⏐ = ⏐0. Kemudian dihitung selisih antara F(zi) – S(zi) dengan mengambil harga ⏐F(z1) – S(z1)⏐ ⏐F(z2) – S(z2)⏐ ⏐F(z3) – S(z3)⏐ ⏐F(z4) – S(z4)⏐ ⏐F(z5) – S(z5)⏐ ⏐F(z6) – S(z6)⏐ ⏐F(z7) – S(z7)⏐ ⏐F(z8) – S(z8)⏐ ⏐F(z9) – S(z9)⏐ = ⏐0.097 = 0.069 = 0.36–0.82–0.001 = 0.74–0.S(z26) S(z27) S(z28) mutlaknya.643⏐ ⏐F(z19) – S(z19)⏐ = ⏐0.009–0.123–0.016 = -0.571⏐ ⏐F(z17) – S(z15)⏐ = ⏐0.019 = -0.428⏐ ⏐F(z13) – S(z13)⏐ = ⏐0. = 26/28 = 0.1948–0.535⏐ ⏐F(z16) – S(z16)⏐ = ⏐0.80–0.168–0.

.0606 f.894–0.9394–1⏐ = -0.874–0. Apabila Lo < L tabel.928⏐ ⏐F(z27) – S(z27)⏐ = ⏐0. Menentukan harga terbesar dari selisih tersebut sebagai harga Lo. maka sebaran data tersebut mengikuti distribusi normal Harga L tabel untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% adalah 0.874–0.054 = -0. Bandingkan dengan harga L tabel.1658 Karena harga Lo < harga L tabel.⏐F(z25) – S(z25)⏐ = ⏐0.892⏐ ⏐F(z26) – S(z26)⏐ = ⏐0.018 = -0.097 g. maka disimpulkan bahwa distribusi data variabel minat baca karya sastra adalah normal.964⏐ ⏐F(z28) – S(z28)⏐ = ⏐0. Dari selisih harga-harga diperoleh Lo = 0.07 = -0.

374. . rXY = rXY = rXY1 = rXY = rXY = n ∑ XY − (∑ X)(∑ Y) {n ∑ X 2 − (∑ X) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y) 2 } 28x81375 − 1516 x1472 {28x85110 − 2298256}{28x80066 − 2166784} 2278500 − 2231552 {2383080 − 2298256}{2241848 − 2166784} 46948 {84824}{75064} 46948 {6367228736} rXY = 46948 79794.917 rXY = 0.PENGUJIAN KORELASI KINERJA MENJAHIT DAN SIKAP WIRASWASTA Rumus: r xy = {n ∑ X nXY .5884 Koefisien r tersebut kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel product moment. Untuk n = 28 dan taraf signifikansi 5% diperoleh harga rtabel sebesar 0.(∑ X)(∑ Y) 2 − (∑ X ) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } Dari tabel rekapitulasi skor hasil penelitian diperoleh: ΣX = 1516 ΣY = 1472 ΣXY= 81375 ΣX2 = 85110 (ΣX)2 = 2298256 (ΣY)2 = 2166784 ΣY2 n = 80066 = 28 Harga-harga tersebut kemudian disubstitusikan ke dalam rumus korelasi product moment.

708 0.00 = 3.706) maka disimpulkan bahwa koefisien korelasi tersebut signifikan.706.5884 28 − 2 1 − 0. yaitu sebesar 1.706 thitung =3.809 Harga thitung tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan n – 2 = 28 – 2 =26.58842 0.00 0. Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho 0 ttabel 1. Karena thitung (3.654 t= t= t= 3.708) > ttabel (1. yang berarti ada korelasi antara kinerja menjahit dengan sikap wiraswasta.708 Bagan Pengujian thitung . dilakukan uji t sebagai berikut: Rumus yang digunakan t= t= r n−2 1− r2 0. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi.5884 26 1 − 0. artinya dapat digeneralisasikan pada populasinya.Karena harga rhitung > rtabel maka disimpulkan Ho dalam penelitian ini ditolak.346 3.

Lampiran 21 137 Gambar pola dasar sistem Alwine .

d = 7 cm d .138 Pola Badan Pola Depan / Muka Keterangan: Tarik tegak lurus ab a-a1 = 6 cm atau 7 cm a-b = panjang dada I = panjang dada II a2-b titik b naik 2 cm = b1 titik a1 – a3 lebar bahu berpotongan dengan tinggi bahu I (b – a3) b1-c = panjang sisi a2.d1 = 1/2 cm c – c1 = ¼ lingkar badan + 1 cm b1 – b2 = ¼ lingkar pinggang + 1 cm + 3 cm (kup) hubungkan a3 – d1 – c1 = kerung lengan depan a – e = tinggi dada e – e1 = jarak dada Pola Belakang Keterangan: A – A1 = 6 atau 7 cm A – A2 = 2 cm A – B = panjang punggung + 2 cm Titik B ke kanan 2 cm Titik A1 – A3 lebar bahu perpotongan dengan tinggi bahu II (B – A3) B – C = panjang sisi A2 – D = 8 cm D – D1 = ½ lebar punggung C – C1 = ¼ lingkar badan – 1 cm B – B1 = ¼ lingkar pinggang –1cm +3cm (kup) Hubungkan A3 – D1 – C1 = garis lingkar kerung lengan Pola dasar rok Pola belakang Pola depan Keterangan: Keterangan : A – A1 = 2 cm Tarik garis tegak lurus a b c a-a1 = 2cm A – A2 = ¼ lingkar pinggang –1cm a-a2 = ¼ lingkar pinggang +1cm + 3 cm (kup) +3cm (kup) A1 – B = tinggi panggul a1-c = panjang rok A1 – B = tinggi panggul c-c1 = b – b1 + 3 cm B – B1 = ¼ lingkar panggul –1cm A1 – C = panjang rok C – C1 = B – B1 + 3 cm .

139 Pola Dasar Lengan Keterangan: Tarik garis lurus ABCD A–B A–C A–D A – B1 A – C1 C – C1 D–D1 B – B1 = titik puncak = 12 cm = panjang lengan sampai siku = panjang lengan sampai nadi = ½ kerung lengan kanan / kiri = ½ lingkar siku kanan/kiri = ½ lingkar siku kanan/kiri = ½ lingkar nadi = sebagai kontrol = ½ lingkar pangkal lengan = 4 cm .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful