P. 1
Gejala Kekurangan Unsur Hara

Gejala Kekurangan Unsur Hara

|Views: 71|Likes:
Published by Mohamad Ludfi

More info:

Published by: Mohamad Ludfi on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2011

pdf

text

original

Rabu, 07 Januari 2009

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA
Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda. Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya. Bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, maka tanda-tanda kekurangan unsur hara terlihat sebagai berikut: 1. Kekurangan unsur hara Nitrogen (N) a. Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. b. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil c. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya d. Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil e. Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas 2. Kekurangan unsur hara Fosfor (P) a. Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun b. Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning. c. Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang 3. Kekurangan unsur hara Kalium (K) Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda. a. Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati b. Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil c. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan d. Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur e. Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:a. Daun Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejalagejala kekurangan air b. Batang Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan

mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang. 7. daya tumbuh biji kurang/lemah. berbatang pendek dan kurus. ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek. Kekurangan unsur hara Besi (Fe) Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningkuningan. 6. pada ujung dan tepitepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun. Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulangtulang daun. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn) Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman. Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita 5. malah kalau toh ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali. kurang sempurna malah sering salah bentuk d. Jumlah anakan terbatas. batang tanaman berserat. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah. 8. jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati b. Akar Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas. Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk. yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih c. Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning). Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau. Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg) a. berkayu dan berdiameter kecil d. perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda. sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. 4. daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan d. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya zat besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati b. Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali. Kekurangan unsur hara Belerang (S) a. Tanaman tumbuh terlambat. Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin. bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya. kerdil. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar. Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah e. Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna. Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca) a. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan b.a. Pada tanaman biji-bijian. karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut c. sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau. seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan”Tea Yellow” atau”Yellow Disease” c. Bulir dan Malai Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi.varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah c. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerahdaerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya b. Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih . d. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda. dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati c. persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah. yaitu:a.

mengering. Pada tanaman gandum. Daun yang baru muncul tumbuh kerdil. Tanaman kerdil dan polong sedikit. sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula b. bagian tengah helai daun berwarna coklat. tembakau dan apel. Malah pada jagung bisa menimbulkan tongkol tanpa biji sama sekali d. Secara umum daun-daun mengalami perubahan. begitu juga pada tanaman jeruk. Kekurangan unsur hara Molibden (Mo) a. Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis. Anak-anak daun seledri berbercak-bercak coklat. kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Kekurangan unsur hara Borium (Bo) Walaupun unsur hara Bo hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya. Tangkai daun seledri membentuk celah-celah dan garis-garis tak teratur berwarna coklat. mula-mula jaringan di antara urat-urat dan nampak menguning dan akhirnya hanya pada urat-urat daun saja akan tetap hijau. tanda-tandanya dapat dilihat sebagai berikut:a. seledri. ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi d. kemudian patah f. Pertumbuhan tanaman tidak normal. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo b. Pada tanaman jagung gejala terlihat 1 . yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan terus menguning sampai ke dasar daun. 9. ranting berwarna coklat dan mati. tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius. secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya. yaitu:* Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya * Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun * Daun mati sebelum waktunya. Pada kacang tanah gejala terlihat setelah tanaman berumur 1 bulan. Kekurangan unsur hara Seng/Zincum (Zn) a. Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua. terutama pada tanaman sayuran. buah kecil dan berwarna coklat d. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka c. Pada padi sawah gejala terlihat 2 . terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back). tembakau dan kedelai e. Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga ini menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar. Daun keriput dan mengering. 12. khususnya pada tanaman sayuran. 10. Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu.4 minggu setelah tanam. 13. terutama pada tanaman sayuran tomat. ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang c. Dapat menimbulkan penyakir fisiologis. Kekurangan unsur hara Klorida (Cl) . Pada umbi-umbian pertumbuhannya kerdil. Pada bagian daun. Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati. 11.2 minggu setelah bibit muncul di permukaan tanah. Kekurangan unsur hara Tembaga/Cuprum(Cu) Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) acapkali ditemukan pada tanah-tanah organik yang agak asam. sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati c. kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak b. Pada tanaman bayam dan selada pucuk tanaman tumbuh tidak sempurna dan berwarna hitam d. sedang tepi daun tetap hijau d. Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau.b. kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat c. terdapat bercak-bercak atau lubang berwarna hitam pada umbi e. buah-buahan tanaman pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkan sejenis perekat (gum). Jaringan daun mati b. Pada bagian buah.a. Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek). malah kadang-kadang klorosis. kentang dan lain-lain.

a. daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga b. . Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat. gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas. Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->