TUGAS AGAMA HINDU

Nama Kelas Nomor

: I Komang Rai udiyana : 2 Otomotif 1 : 32

SMK PGRI 1DENPASAR 2010

Kemudian yang mengikuti Panca Budhi Indria yaitu lima indriya penyedar (Srotendrya. dan Sang Hyang Kawiswara. Tujuannya adalah dapat menumbuhkan rasa bhakti. Jihwendrya. rasa keagamaan ditumbuhkan dengan ramuan Rasa Guna Bhoga dan Rasa Bhasa Basita yang diserap melalui Panca Golaka yaitu lima kemampuan persepsi atau daya tangkap indrya dalam bentuk tan matra. silas kapal. internet. kesucian. ikang r patanmãtra dadi mata pinaka panon pakénannya. Dari rasa-rasa tersebut timbulnya rasa cinta kasih melalui tembang-tembang yang dilantunkan umumnya oleh orang tua kepada anakanaknya yang diharapkan akan tumbuh menjadi anak yang ³SUPUTRA´ berdasarkan harapanharapan yang terkandung dalam tiga Adnyana Sakti yakni. dan Granendrya). Dharma gita juga disampaikan dengan cara berjenjang oleh orangtua kita mulai dari yang ringan dan yang lucu. anak anak yang baru mulai nyloteh mulai belajar berbicara. ikang gandhatanmãtra dadi irung pinaka pangambung gandhabo awangi pakénanya. kuncinya apakah kita mau rajin dan gemar membaca? Sebenarnya metode yang dipakai oleh orangtua kita untuk belajar agama adalah metode berjenjang. Dalam Vrhaspatitattwa 33 disebutkan: Ikang abda tanmãtra dadi talinga. Padahal pijakan mereka pada budaya sendiri tidak kokoh atau sudah hilang. apalagi belakangan ini Internet sudah menjamur. yang tak beraturan. Fungsi Dharma Gita secara umum sebagai media untuk menumbuh kembangkan rasa keagamaan dalam pelaksanaan Dharma Agama. ikang sparsatanmãtra dadi kulit. Buku-buku sumber pelajaran agama sekarang sudah banyak. saya masih ingat dan terngiang di telinga saya bagaimana girangnya menyambut perayaan tersebut. Nah bagaimana dengan kehidupan dan perkembangan di abad sekarang? Atas kemajuan jaman dan teknologi serta sumber sumber pelajaran agama yang dengan mudah didapat. apan ika pinaka golakaning indriyeka sampun ingujar ng ni. akan tetapi tidak menyurut rasa gembira dan tidak ada beban yang menyelimuti hati. plaza. belum bisa merangkai kata-kata sampai dengan yang penuh dengan makna seperti Sekar Rare . Sang Hyang Saraswati. atau kerohanian yang dilantunkan dalam kegiatan upacara keagamaan. Salah satu diantaranya adalah melalui Dharma Gita. menumbuhkan rasa ketulusan keheningan hati dalam memuja Ida Sanghyang Widhi. kebenaran dan Gita artinya nyanyian. Jadi ³Dharma Gita´ adalah nyanyian tentang kebenaran . kesucian. yang waktu itu di tempat saya ada semacam permainan kala-kalaan. handphone. ikang rasatanmãtra dadi hilat pinaka pangrasa pakénanya. Ketika bulan Purnama apalagi saat odalan di pura. makan siap saji. akan tetapi juga menganut idiologi massa dan instan. Dalam Agama Hindu. Mereka tidak saja menganut budaya kebendaan dan tingkah laku. Tuakindrya. Sang Hyang Gurureka. pinaka pangrasa panas tis pankénanya. pinaka pang engö pakénanya. Bersama teman-teman. sehingga dapat dikatakan munculnya generasi mall. Dharma Gita berasal dari kata dharma yang artinya kebajikan. kasti dll. Caksundrya.³DHARMA GITA´ SEBAGAI MEDIA MENUMBUH KEMBANGKAN RASA KEAGAMAAN DAN PELAKSANAAN DHARMA AGAMA Metode pembelajaran agama sudah dilaksanakan oleh orang tua kita terhadap anak-anaknya sejak kecil. yan pamukti sadrasa.

Bebeke putih jambul. Mekeber ngaja kanginan. Nyanyian tersebut sudah mengandung nilai-nilai ajaran agama yang penuh dengan makna filosofinya. . yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan putra-putrinya. Nyanyian tersebut sering terdengar di telinga kita ketika seorang ibu ingin memandikan jabang bayi sampai selesai dan anak-anak tersebut benar-benar bersih dan sudah berbaju. Semua hal tersebut disampaikan dengan berjenjang/hirarki.dan Sekar alit. Sekar madya. briak briuk mesileman. ditu ye tuwun mekejang. Palawakya dan Sloka dan Sruti.dst Gending tersebut sering dilantunkan ketika seorang anak mulai belajar merangkak. berdiri dan bahkan mulai belajar berjalan langkah demi langkah dan si anak bulai bisa merespon canda ria dari orang tua. tepen umah isanghyang«. Ratu ayu metangi me ilen ilen Dong pirengan munyin sulinge ne di jabe Enyen ento menyuling di jabe tengah Gusti ngurah alit jambe pemecutan Dahulu tembang tersebut sering terdengar di telinga ketika orang tua pada jaman dulu membangun anak-anaknya. Seperti terlihat dalam beberapa contoh Sekar Rare berikut. Tidak saja membangunkan akan tetapi ketika mereka menggendong dan sambil menyuapi anak-anaknya. Cakup Cakup Balang Luwung titi luwung pengancan Empak empak kayu bunut Tepen umah isangut. Sekar Agung. kitak kituk mepangenan. teked kaje kangin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful