P. 1
klasifikasi penyakit

klasifikasi penyakit

|Views: 143|Likes:
Published by Nurul Husna

More info:

Published by: Nurul Husna on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

klasifikasi penyakit pulpa

Oktober 4, 2010 at 12:28 pm (Uncategorized)

Pulpitis Reversibel Definisi pulpitis reversibel adalah suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan oleh adanya jejas, tetapi pulpa masih mampu kembali pada keadaan tidak terinflamasi setelah jejas dihilangkan. Rasa sakit biasanya sebentar, yang dapat dihasilkan oleh karena jejas termal pada pulpa yang sedang mengalami inflamasi reversibel, tetapi rasa sakit ini akan hilang segera setelah jejas dihilangkan. Pulpitis reversibel yang disebabkan oleh jejas ringan contohnya erosi servikal atau atrisi oklusal, fraktur email. Pulpitis reversibel dapat disebabkan oleh apa saja yang mampu melukai pulpa, antara lain: trauma, misalnya dari suatu pukulan atau hubungan oklusal yang terganggu; syok termal, seperti yang timbul saat preparasi kavitas dengan bur yang tumpul, atau membiarkan bur terlalu lama berkontak dengan gigi atau panas yang berlebihan saat memoles tumpatan; dehidrasi kavitas dengan alkohol atau kloroform yang berlebihan, atau rangsangan pada leher gigi yang dentinnya terbuka, adanya bakteri dari karies. Kadang-kadang setelah insersi suatu restorasi, pasien sering mengeluh tentang sensitivitas ringan terhadap permukaan temperatur, terutama dingin. Hal ini dapat berlangsung dua sampai tiga hari atau satu minggu, tetapi berangsur-angsur akan hilang. Sensitivitas ini adalah gejala pulpitis reversibel. Rangsangan tersebut di atas dapat menyebabkan hiperemia atau inflamasi ringan pada pulpa sehingga menghasilkan dentin sekunder, bila rangsangan cukup ringan atau bila pulpa cukup kuat untuk melindungi diri sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya pulpitis reversibel bisa karena trauma yaitu apa saja yang dapat melukai pulpa. Seperti telah diterangkan di atas bahwa sejak lapisan terluar gigi terluka sudah dapat menyebabkan perubahan pada pulpa. Pulpitis reversibel simtomatik ditandai oleh rasa sakit tajam yang hanya sebentar. Lebih sering diakibatkan oleh makanan atau minuman dingin daripada panas, tidak timbul secara spontan dan tidak berlanjut bila penyebabnya ditiadakan. Perbedaan klinis antara pulpitis reversibel dan irreversibel adalah kuantitatif; rasa sakit pulpitis irreversibel adalah lebih parah dan beralngsung lebih lama. Pada pulpitis reversibel penyebab rasa sakit umumnya peka terhadap suatu stimulus, seperti air dingin atau aliran udara, sedangkan irreversibel rasa sakit dapat datang tanpa stimulus yang nyata. Pulpitis reversibel asimtomatik dapat disebabkan karena karies yang baru mulai dan menjadi normal kembali setelah karies dihilangkan dan gigi direstorasi dengan baik. Pulpitis reversibel dapat berkisar dari hiperemia ke perubahan inflamasi ringan hingga sedang terbatas pada daerah dimana tubuli dentin terlibat. Secara mikroskopis terlihat dentin reparatif, gangguan lapisan odontoblas, pembesaran pembuluh darah dan adanya sel inflamasi kronis yang secara imunologis kompeten. Meskipun sel inflamasi kronis menonjol dapat dilihat juga sel inflamasi akut.

kalau tidak kondisinya dapat berkembang menjadi pulpitis irreversibel. gigi harus dites vitalitasnya untuk memastikan bahwa tidak terjadi nekrosis. penggunaan pernis kavitas atau semen dasar sebelum penumpatan. apabila 1 minggu kemudian tidak ada keluhan dapat langsung dilakukan penumpatan. begitu gejala telah reda. penumpatan awal bila kavitas meluas.Pulpitis reversibel yang simtomatik. durasi nyeri sebentar. kadang-kadang mencapai selapis tipis dentin). untuk kemudian dilakukan pulpektomi. tetapi jika karies porfunda perlu pulp capping terlebih dahulu. Cara praktis untuk mendiagnosa pulpitis reversibel adalah: Anamnesa: ditemukan rasa sakit / nyeri sebentar. bila iritasi diambil cukup dini. http://yanuarichrom. perkusi. seacara klinik ditandai dengan gejala sensitif dan rasa sakit tajam yang hanya sebentar. dan hilang setelah rangsangan dihilangkan Gejala Subyektif: ditemukan lokasi nyeri lokal (setempat). Prognosa untuk pulpa adalah baik. rasa sakit yang timbul tidak secara spontan.com/2010/10/04/klasifikasi-penyakit-pulpa/ . terutama makanan dan minuman dingin. Perawatan terbaik untuk pulpitis reversibel adalah pencegahan. Ada keluhan rasa sakit bila kemasukan makanan. Lebih sering diakibatkan oleh rangsangan dingin daripada panas. maka inflamasi pulpa dianggap sebagai pulpitis irreversibel. Rasa sakit hilang apabila rangsangan dihilangkan. yang perawatannya adalah eksterpasi. penghilangan stimulasi (jejas) biasanya sudah cukup. rasa linu timbul bila ada rangsangan. dan perhatian pada preparasi kavitas dan pemolesan dianjurkan untuk mencegah pulpitis lebih lanjut. Gejala Obyektif: kariesnya tidak dalam (hanya mengenai enamel. Perawatan periodik untuk mencegah perkembangan karies. desensitisasi leher gigi dimana terdapat resesi gingiva. Tes vitalitas: gigi masih vital Terapi: jika karies media dapat langsung dilakukan penumpatan.wordpress. Apabila rasa sakit tetap ada walaupun telah dilakukan perawatan yang tepat. Bila dijumpai pulpitis reversibel. tekanan tidak sakit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->