Dengan penerapan manajemen kebidanan yang dikembangkan oleh Varney diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus Postpartum blues di Indonesia. ingin marah saja. jengkel. LATAR BELAKANG Melahirkan bayi merupakan suatu peristiwa sangat penting yang dinantikan oleh sebagian besar perempuan. seorang perempuan dapat merasakan hidupnya menjadi lebih berarti dan bermakna. masalah ini memerlukan perhatian dan penanganan. Mengingat dampaknya terhadap ibu. lelah. suatu jumlah yang tidak sedikit yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian kecil perempuan yang justru merasa sedih. . Dari beberapa penelitian yang dilakukan di Indonesia pada tahun 19982001. terlebih bila mengingat pelbagai dampak negatif yang menyertainya. Post partum blues atau Maternity blues atau blues sendiri adalah gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan pasca persalinan antara hari ke-7 hingga hari ke-14. ternyata ditemukan bahwa angka kejadiannya 11-30%. antara lain di Jakarta. Inilah fenomena depresi pasca melahirkan. yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. anak maupun keluarga.Dengan berperan sebagai seorang ibu.BAB I PENDAHULUAN A. Yogyakarta dan Surabaya. putus asa dalam menjalani tugasnya sebagai seorang ibu.

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnose atau masalah. Menurut Helen Varney. Mengumpulkan semua dat yang dibutuhkan untuk menilai keadaan klien secara keseluruhan. 1997) Sesuai dengan perkembangan pelayanan kebidanan. maka bidan diharapkan lebih kritis dalam melaksanakan proses manajemen kebidanan untuk mengambil keputusan. 3. yaitu: 1. 2. Mengidentifikasi diagnose atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Pada tahap ini semua data dasar dan informasi tentang klien dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi keadaan klien. masalah dan yang disertai dengan dasar. penemuan-penemuan.(Varney.BAB II ISI I. Manajemen Asuhan Kebidanan Manajemen asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan metoda untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. Pada langkah ini data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan menjadi masalah atau diagnosa spesifik yang sudah diidentifikasi. . Pengkajian merupakan suatu langkah awal yang dipakai dalam menerapkan asuhan kebidanan pada pasien. ia mengembangkan proses manajemen kebidanan ini menjadi 7 langkah. Pada langkah pertama ini mengumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap yang berkaitan dengan kondisi pasien dengan cara anamnesa. ketrampilan dan rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien. Interpretasi data terdiri dari diagnosa kebidanan yang mengacu pada diagnosa nomenklatur.

Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Beberapa data mungkin mengidentifikasi situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamtan jiwa ibu dan anak. apabila bidan tidak melakukannya sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. pelaksanaan tersebut hendaknya dibuat secara sistematis agar asuhan kebidanan dapat diberikan dengan baik. masalah pasien sesuai rencana yang telah dibuat. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau anggota tim kesehatan lainyya. masalah dan kebutuhan. bidan dituntut untuk mengantisipasi permasalahan potensial yang akan timbul dari kondisi yang ada/sudah terjadi dan merumuskan tindakan antisipasi agar masalah potensial itu tidak terjadi. Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan.Langkah ini merupakan langkah antisipasi. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien. Pelaksanaan perencanaan bertujuan untuk mengatasi diagnosa kebidanan. Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman. Data baru mungkin saja dikumpulkan dan dievaluasi. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. 6. Merencanakan asuhan kebidanan sesuai dengan kasus yang ada didukung dengan pendekatan yang rasional sebagai dasar untuk mengambil keputusan sesuai langkah sebelumnya. perencanaan berkaitan dengan diagnosa kebidanan. sehingga dalam melakukan asuhan kebidanan. konsultasi. pada langkah ini informasi data yang tidak legkap dapat dilengkapi. 5. langkan ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. . 4.

Diagnosa Ny. meliputi pemenuhan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. menjadi malas menyusui anaknya. II. baik fisik maupun psikologis. merawat dirinya dan anaknya. Mengevaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan. sehingga dia merasa benar-benar letih. beban pekerjaan. Gambaran umum Masa nifas (puerperium) dimulai sejak kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan saat sebelum hamil. berusia 36 tahun. Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan yang tujuannya adalah menjaga kesehatan ibu dan bayinya. dengan persalinan sebelumnya berselang 2 tahun. A mengalami Postpartum blues. A. . Postpartum blues A.7. melaksanakan sekrining yang komprehensif. Ilustrasi Kasus Seorang Ibu Ny. Ini merupakan persalinan yang ke-5 yang dialaminya. Masa nifas berlangsung kira-kira selama 6 minggu. merasa cemas dan emosi labil sejak seminggu setelah melahirkan. kondisi lingkungan di pinggiran kota yang kurang mendukung menambah beban pikiran Ibu. berat badan mulai menyusut. mendeteksi masalah. Kondisi tubuh dan kesiapan mentalnya belum pulih benar. Ia juga mengalami letih yang amat tapi tidak bisa tidur dengan nyenyak.serta mengevaluasi apakah diagnose potensial muncul dan apakah tindakan antisipasi dilakukan. Masalah keluarga seperti masalah keuangan. nafsu makan turun. III. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya. Ditujukan untuk mengevaluasi hasil tindakan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan akan bantuan dan evaluasi hasil tidakan untuk mengatasi masalah yang muncul.

B. Gejala-gejala post partum blues. ‘maternity blues’ atau ‘post partum blues’ atau ‘blues’ 2. . pemberian immunisasi pada saat bayi sehat. Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas. Depresi pasca persalinan. sebagai berikut : 1. ataupun perasaan yang berdebar-debar. KB. yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. 2. Kurang menjaga kebersihan dirinya 11. 8. 3. Tidak memperhatikan penampilan dirinya 10. Ibu merasa kurang diperhatikan oleh suami ataupun keluarga. Reaksi emosional yang biasanya muncul pada perempuan di masa nifas pasca melahirkan yaitu: 1. 5. memberikan pelayanan KB. Emosi positif berkurang. 12. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. Definisi Post partum blues atau Maternity blues atau blues adalah gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan pasca persalinan antara hari ke-7 hingga hari ke-14. 7. mudah tersinggung Merasa kurang menyangi bayinya Berpikir obsesif tentang menjadi seorang ibu yang jahat. 9. kecemasan yang berlebihan 13. nutrisi.mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Cemas tanpa sebab Menangis tanpa sebab Tidak percaya diri Tidak sabar Sensitif. 6. keletihan yang amat sangat. Ibu merasakan kesedihan. Psikois pasca persalinan 3. 4. menyusui.

Penanganan Postpartum blues Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu : 10. diantaranya : 1. ASI tidak keluar. Tajut kehilangan bayi. Hubungan sex yang kurang menyenangkan setelah melahirkan Suami yang tidak membantu. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa Postpartum blues merupakan suatu fenomena yang terjadi karena kekurangan akan penghargaan sosial akan peristiwa persalinan. 4. 2. Kelelahan pasca melahirkan. Tidak mempunyai pengalaman menjadi orang tua dimasa kanak-kanak atau remaja. Post partum blues tidak berhubungan dengan perubahan hormonal. Misalnya tidak mempunyai saudara kandung untuk dirawat. .C. 8. 9. Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh si ibu. Dengan kata lain para wanita lebih mungkin mengembangkan depresi post partum jika mereka terisolasi secara sosial dan emosional serta baru saja mengalami peristiwa kehidupan yang menakan. 5. Rasa bosan si Ibu. Kurangnya dukungan dari keluarga maupun suami. 7. bikimia atau kekurangan gizi. D. Antara 8% sampai 12% wanita tidak dapat menyesuaikan peran sebagai orang tua dan menjadi sangat tertekan sehingga mencari bantuan dokter. dan sakit akibat operasi. tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami. 6. penghargaan sosial terhadap peran transisi seorang ibu baru. 3. Penyebab Ada beberapa hal yang menyebabkan post partum blues. Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikologis.

Peningkatan support mental/dukungan keluarga dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan. Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah persalinan. Dapat mendukung tindakan konstruksi 2. merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. pengalaman selama proses persalinan sering berulang-ulang diceritakannya. Fase letting go. c. Dengan cara pendekatan komunikasi teraupetik Tujuan dari komunikasi teraupetik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara : a. Fase taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu . Dapat memahami dirinya c. ibu akan mengalami fase-fase. Pencegahan Post partum blues dapat dicegah dengan cara : 1. Pada saat itu focus perhatian ibu hanya pada dirinya sendiri. b. Hal ini membuat cenderung ibu menjadi pasif terhadap lingkungannya. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri.1. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidak mampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. E. b. Pada fase ini ibu karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi. sebagai berikut : a. Anjurkan ibu untuk merawat dirinya. merawat diri dan bayinya sudah meningkat.

Olah raga secara teratur 4. Rencanakan acara keluar bersama bayi berdua dengan suami 6. Menu makanan yang seimbang 3. Rekreasi . Mintalah bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya.2. 5.

kadang memukul bayinya tapi menyesal dan menangis setelah melakukan itu. GADINGREJO KAB. 1. dengan berat badan 2. panjang 40 cm. . IV/C Sukaraja B.30 WIB . Setia Gg. A Umur Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat : 28 tahun : Islam : Jawa : SLTA : Pedagang Asongan : Jln. Umur Agama Suku Pekerjaan Alamat Identitas/Biodata : Ny.ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN POST PARTUM BLUES. di usia kehamilan 35 minggu. 2. “IR” DI BPS BUNDA DELIMA WATES KEC. TERHADAP Ny. IV/C Sukaraja Nama Ibu Pendidikan : SLTP Anamnesa tanggal 8 Januari 2010 Ibu dengan G6P5A1 post partum 4 hari yang lalu mengatakan merasa kantuk tapi sulit tidur. PENGUMPULAN DATA DASAR A. ada keinginan untuk marah setiap dekat dengan bayinya. Riwayat Persalinan saat ini Anak lahir spontan pada hari senin tanggal 28 Desember 2010 pukul 18. merasa letih. Kesulitan persalinan yang dialami adalah hampir kehabisan air ketuban. TANGGAMUS I. Anamnesa Keluhan utama Nama Suami : Tn.4 kg. IR : 26 tahun : Islam : Jawa : Buruh Cuci : Jln. Setia Gg.

Identifikasi Diagnosa dan Masalah Dasar Tindakan antisipasi: A. C. Ibu post partum tanggal 07 Agustus 2007 pukul 18. kadang memukul bayinya tapi menyesal dan menangis setelah melakukan itu. 2.3. yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu . Menganjurkan ibu untuk merawat dirinya. Ibu cemas dan gelisah 3. Aktivitas Ibu di siang hari padat dan melelahkan. Ibu merasakan kantuk yang amat sangat. ada keinginan untuk marah setiap dekat dengan bayinya. Masalah 1.30 WIB Ibu mengatakan merasa kantuk tapi sulit tidur. B. III. Ibu sering mulas dan diare selama masa kehamilan. Pola hidup sehari-hari Selama masa kehamilan ibu kurang mendapatkan nutrisi yang cukup. Interprestasi Data Dasar A. Ibu tidak ada perhatian pada penampilan dirinya 5. Diagnosa Ibu G6P5A1. Data 1. Waktu istirahat kurang dan jarang bisa tidur nyenyak. kondisi pasca persalinan dengan Postpartum blues. tapi tidak bisa tidur nyenyak. Makan 3 kali sehari. Nafsu makan berkurang. II. Kondisi lingkungan terdapat banyak sampah. nafsu makan sering hilang. merasa letih. 2. Ibu tidak perhatian terhadap bayinya 4. air kadang tidak jernih.

Menjelaskan bahwa ibu berada dalam masa nifas dengan depresi. . cemas. rekreasi dan rencanakan acara keluar bersama bayi dan bersama suami dan jika dilakukan sejak dini depresi ibu dapat dicegah. kebersihan dirinya dan bayinya. tetangga untuk menjaga bayi sementara saat tidur.B. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya 3. Meminta bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya. Menyarankan untuk mengurangi beban pekerjaan ibu. Menganjurkan ibu untuk beristirahat 5. D. Hal ini dapat dicegah dengan ibu merawat diri. Menjelaskan kondisi ibu saat ini 2. Jelaskan pada ibu tentang faktor-faktor yang memperberat depresi. perasaan tidak berdaya tidak senang melihat bayinya. tidak nafsu makan. makan dengan menu seimbang olah raga. Kolaborasi dengan dokter/psikiater. Mintalah bantuan keluarga. teman. tidak ada perhatian pada bayinya. yang ditandai dengan gejala sulit tidur. istirahat untuk mencegah dan mengurangi perubahan perasaan. IV. Kebutuhan Tindakan segera: Kolaborasi dengan dokter/psikiater untuk mendapat therapy V. VI. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya personal hygiene 4. tidak ada perhatian dengan penampilan. Memilihkan menu makanan yang seimbang C. Rencana Asuhan Rencana asuhan yang akan diberikan kepada Ibu dengan kasus postpartum blues: 1. 6. Implementasi / Pelaksanaan 1.

Menganjurkan pada ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari dan usahakanlah kalau siang istirahat 1-2 jam waktu bayinya tidur. 6. Evaluasi 1. Melakukan kolaborasi dengan dokter/psikiater untuk mendapatkan terapi yaitu psikoterapi dan pengobatan seperti penenangan. Menganjurkan kepada ibu untuk selalu merawat dirinya dan juga bayinya. Menganjurkan keluarga dan teman untuk mendukung karena ibu membutuhkan pengertian emosional. 2. personal hygiene dan kebutuhan yang lain. jumlah anak dan hubungan seksual yang kurang menyenangkan setelah melahirkan. peruahan hormonal. tapi belum mau membersihkan diri dengan . menyukainya dan mulai tumbuh kasi sayangnya pada bayinya. Menjelaskan faktor-faktor yang dapat memperberat depresi seperti kurangnya dukungan keluarga dirumah. serta tenggang waktu untuk lepas sejenak dari kegiatan merawat bayi. keramas. mengganti popoknya bila basah. agar ibu merasa lebih dekat dengan bayinya. bantuan dari keluarga dan teman sangat berpengaruh dalam proses penyelesaian masalah. VII. Menganjurkan tentang perawatan bayi sehari-hari seperti menggendongnya bila bayi menangis.2. menyusuinya. Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini Kondisi mental dan fisik ibu semakin membaik dengan bertambahnya nafsu makan Ibu. bersih dan hangat. Membantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan melibatkan keluarganya seperti pemenuhan nutrisi. konseling. 3. menjaga bayinya tetap kering. 4. lingkungan melahirkan. Menganjurkan pada keluarga selalu memantau pola istirahat ibu. 5.

. Kesimpulan Manajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang berurutan. yang dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. setiap langkah tersebut bisa dipecah-pecah kedalam tugas-tugas tertentu dan semuanya bervariasi sesuai dengan kondisi klien. Langkahlangkah tersebut membentuk kerangka yang lengkap yang bias diaplikasikan dalam semua situasi. Adanya dukungan dari pihak keluarga untuk mengatasi BAB III PENUTUP I. seperti kasus Postpartum blues.3. masalah ini. Akan tetapi. Manajemen Kebidanan yang dikembangkan oleh Helen Varney ini dapat diterapkan untuk menangani masalah yang mungkin muncul di daerah pinggiran kota.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2006. 2002.com. Dwana.http://www. EGC:Jakarta. 2008. The Journal of the American Board of Family Practice. 2009. Gjerdingen. 2008. Di akses tanggal 19 Januari 2010 Elvira. 2003. Fitramaya:Yogyakarta. Sarwono. Kriebs dan Carolyn L. Dwenda. Jan M. Sylvia D. Konsep kebidanan. Depresi Pasca Persalinan. Gegor. EGC:Jakarta. Helen. Estiwidani. . Buku Saku Bidan. The Effectiveness of Various Postpartum Depression Treatments and the Impact of Antidepressant Drugs on Nursing Infants.manajemenkebidanan. 16:372-382 Prawirohardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Balai Penerbit FKUI:Jakarta. dkk. Manajemen Kebidanan. Varney.

MAKALAH PENERAPAN MANAJEMEN KEBIDANAN UNTUK MENGATASI MASALAH POSTPARTUM BLUES DI KOMUNITAS PINGGIRAN KOTA Oleh : Siti Erma Fauziana R0109030 JURUSAN D4 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN .

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful