BAB II ASKEP PADA KELUARGA DENGAN GANGGUAN TUMBUH KEMBANG (SPEECH DELAYED

)

A. Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu proses dari manusia normal mulai janin hingga meninggal. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan terjadi sepanjang usia manusia, akan tetapi perkembangan yang signifikan hanya terjadi pada fase janin hingga anak-anak 0 tahun hingga 21 tahun. Pertumbuhan mencakup segala hal yang berhubungan dengan peningkatan jumlah maupun sel dari seluruh sistem dalam tubuh manusia. Sedangkan perkembangan cenderung ditujukan pada makin matangnya kemampuan aktivitas motorik halus dan kasar, makin meningkatnya kemampuan sosial anak dengan orang maupun lingkungan disekitarnya serta makin banyaknya kemampuan anak dalam menguasai

perbendaharaan kata maupun mengertikan dan menyusun suatu tata bahasa yang bisa diterima sesuai dengan lingkungan tempat anak tumbuh. Sebagai contoh anak yang terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa maka diharapkan anak bisa mendengar dan berkomunikasi dengan bahasa jawa. B. Perkembangan bahasa secara normal pada anak dapat dibagi dalam beberapa fase yaitu: 1. Umur 1 tahun : dapat berbicara dua atau tiga kata yang sudah bermakna. Contoh menirukan suara binatang, menyebutkan nama ³papa´, ³mama´. Dalam berbicara 25 % kata-katanya tidak jelas dan kedengarannya tidak biasa (unfimiliar). 2. Umur 2 tahun : dapat menggunakan 2 sampai 3 phrase serta

memiliki perbendaharaan bahasa kurang-lebih

300 kata, serta mampu

menggunakan kata ³saya´, ³milikku´. 50 % kata-kata konteksnya masih belum jelas. 3. Umur 3 tahun : berbicara 4 hingga 5 kalimat serta memiliki sekitar 900 kata. Dapat menggunakan kata siapa, apa, dan dimana dalam menanyakan suatu pertanyaan. 75 % kata-kata dan kalimat jelas. 4. Umur 4-5 tahun ; memiliki 1500 - 2100 kosa kata. Dapat menggunakan

Kesalahan dalam mengorganisir kata dalam kalimat c. dapat menggabungkan kata jika. kata-kata. Umur 2 tahun . Kegagalan yang sering ditemukan pada komunikasi selama perkembangan anak adalah: 1. sebab. . kata depan. Gagap b. Kesalahan bentuk kata 2.grammar dengan benar terutama yang berhubungan dengan waktu. 3. kesulitan dalam mengikuti ucapan. Dapat menggunakan kalimat dengan lengkap baik. kata sifat maupun kata sambung.6 tahun . Struktur kata tidak benar. kegagalan menggunakan 2 atau 3 kata. Macam-macam kegagalan bicara yang sering ditemukan pada anak-anak adalah: 1. Umur 5 tahun . Kekurangan dalam artikulasi c. kata kerja. gagal dalam berespon terhadap suara. Kerusakan alat artikulasi D. Kesalahan dalam mengartikan suatu kata : b. 2. 5. C. dan mengapa. Umur 5 . bicara yang tidak jelas. lebih banyak menggunakan vocal dibanding konsonan. memiliki 3000 kata. Kegagalan bicara a. Kesalahan dalam bahasa a. Umur 3 tahun . 100 % kata-kata sudah jelas dan beberapa ucapan masih belum sempurna. kesalahan dalam mengartikan kata-kata .

3 tahun yang mengalami gangguan bicara: 1. Apakah anak anda sering menggunakan akata-kata yang salah tetapi mempunyai bunyi yang hampir sama dalam suatu kata ?   Apakah anda kesulitan dalam mengerti kata-kata anak anda ? Apakah orang lain merasa kesulitan dalam mengerti kata-kata anak anda ?  Perhatikan riwayat penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi SSP seperti infeksi antenatal (rubbela syndrome). konduksi elektrik otak) b. tumor intra kranial. Pada anak yang mengalami gangguan bahasa:   Umur berapa anak saudara mulai mengucapkan satu kata ? Umur berapa anak saudara mulai bisa menggunakan kata dalam suatu kalimat ?   Apakah anak anda mengalami kesulitan dalam mempelajari kata baru ? Apakah anak anda sering menghilangkan kata-kata dalam kalimat yang diucapkan. trauma kepala. menggoyangkan kepala. perinatal (trauma persalinan). post natal (infeksi otak. atau mengulang suatu frase jika diberikan katakata baru yang sulit diucapkan ?    Apa yang anda lakukan jika hal diatas ditemukan. Pada anak yang mengalami gangguan bicara :   .Asuhan Keperawatan Pengkajian Fokus pengkajian pada anak 2.     Siapa yang mengasuh dirumah Bahasa apa yang digunakan bila berkomunikasi di rumah Apakah pernah diajar mengucapkan kata-kata Apakah anak saudara mengalami kesulitan dalam menyususn kata-kata Apakah anak anda sering gagap dalam mengulang suatu kata Apakah anak anda sering merasa cemas atau bingung jika ingin mengungkapkan suatu ide ?  Apakah anda pernah perhatikan anak anda memejamkan mata. Data Subyektif : a. ? Apakah anak anda pernah/sering mengilangkan bunyi dari suatu kata.

       B. gagap. malas bicara ). . Diagnose keperawatan : Diagnose keperawatan yang muncul pada anak yang mengalami gangguan bicara meliputi: 1.2. Gangguan komunikasi verbal Sehubungan dengan kurangnya stimulasi bahasa 2. hambatan bahasa. Kecemasan orang tua Sehubungan dengan ketidakmampuan anak berkomunikasi 6. Gangguan komunikasi Sehubungan dengan hambatan bahasa 5. Gangguan komunikasi Sehubungan dengan kecemasan 7. Data obyektif :   Kemampuan menggunakan kata ± kata Masalah khusus dalam berbahasa seperti (menirukan. Kemampuan dalam mengaplikasikan bahasa Umur anak Kemampuan membuat kalimat Kemampuan mempertahankan kontak mata Kehilangan pendengaran (kerusakan indera pendengaran) Gangguan bentuk dan fungsi artikulasi Gangguan fungsi neurologis. Gangguan komunikasi verbal Sehubungan dengan gangguan pendengaran 4. Gangguan komunikasi Sehubungan dengan kurangnya kemampuan memori dan kerusakan sistem saraf pusat. Gangguan komunikasi Sehubungan dengan kerusakan fungsi alat-alat artikulasi 3.

Komunikasi akan . .Lakukan komunikasi secara komprehensif baik verbal maupun non verbal.Berikan lebih banyak kata meskipun anak belum mampu mengucapkan dengan benar.Bermain akan menigkatkan daya tarik anak sehingga frekwensi dan . C. sehingga akan memperkuat memori anak terhadap suatu kata. . memperbanyak yang diterima mempercepat persepsi anak tentang suatu hal.Lakukan latihan komunikasi dengan memperhatikan .Lakukan sekrening lanjutan dengan mengggunakan Denver Speech Test. Tindakkan Keperawatan Diagnose Gangguan komunikasi Sehubungan kurangnya bahasa verbal dengan stimulasi . Anak lebih suka mendengarkan kata-akat dari pada mengucapkan karena biasanya kesulitan dalam durasi latihan bisa lebih lama.Berbicara sambil bermain dengan alat untuk stimulasi yang komprehensif jumlah anak Tindakan Rasional . .Latihan bicara yang sesuai dengan perkembangan mental anak perkembangan menghindari anak ekploatasi akan yang berakibat penekanan fungsi mental anak.I. .

Alat bantu dengar diharapkan mampu mengatasi hambatan pendengaran pada telinga anak.mengucapkan. dan stimulasi dini dengan benda-benda atau dengan menggunakan bahasa isyarat serta biasakan anak melihat artikulasi orang tua dalam berbicara.Perhatikan kebersihan telinga anak Agar stimulasi tetap diterima anak sesuai dengan perlembangan mental anak yang didasarkan atas kemampuan terhadap diberikan penerimaan informasi anak yang . Gangguan komunikasi Sehubungan gangguan pendengaran verbal dengan . Gangguan Gunakan bahasa yang sederhana dan umum digunakan - Untuk memudahkan pema-haman .Lakukan latihan komunikasi. Untuk mengetahui jenis dan beratnya gangguan serta keterlambatan dalam berbicara pada anak. .Kolaborasi dengan rehabilitasi untuk penggunaan alat bantu dengar - Ganguan disebabkan hambatan pendengaran oleh pendengaran sering adanya akibat adanya kotoran ditelinga.

alat tikulasi  diperbaiki.Untuk dapat menggali efektivitas dan kemampuan serta usaha yang telah dilakukan oleh orang tua.Gali kebiasaan komunikasi dan stimulasi orang tua Sehubungan dengan terhadap anak. Kecemasan orang tua . hambatan bahasa kemampuan mental anak sudah matang seperti setelah umur 9 tahun. ketidakmampuan .Kolaborasi: dengan ahli bedah untuk perbaikan alat-alat  Untuk mengindari keter- lambatan perkembangan mental. bahasa maupun bicara alat artikulasi sudah ketika bisa kerusakan fungsi alat. karena perkembangan selsel otak anak sudah mulai maksimal.komunikasi Sehubungan dengan dalam komunikasi sehar-hari. dengan .artikulasi. . menghindari stress dan kebingungan anak yang akibat Gunakan verifikasi bahasa sesuai dengan tingkat kematangan dan pengetahuan anak.Stimulasi bahasa dan latihn bicara tetap dilakukan sesuai dengan perkembangan mentak anak. Gangguan komunikasi Sehubungan . Difersifikasi diberikan bahasa jika dapat bahasa yang berubah-ubah. Perbaikan hanya bisa alat-alat artikulasi dilakukan secara optimal dengan pembedahan.

prognose serta lamanya tindakan atau pengobatan. . neurologi . Untuk meningkatkan pandangan mata dan efektivitas komunikasi sehingga nyaman.Berikan penjelasan tentang kondisi anaknya secara jelas.Untuk mengetahui kemungkinan posisi kelainan dalam otak. serta kemungkinan penanganan lanjutan. untuk mengindari overlaping tindakan yang berakibat orang tua menjadi bosan. . Agar anak lebih tertarik dan tidak lekas bosan.Lakukan komunikasi dengan posisi lawan bicara setinggi badan anak. .Lakukan latihan bicara sambil bermain dengan mainan kesukaan anak. Komunikasi tidak efektif sehingga anak menjadi irritabel. Gangguan komunikasi Sehubungan kecemasan dengan .Kolaborasi pemeriksaan EEG .Hindari bicara pada saat kondisi bising. .anak berbicara . anak merasa lebih Gangguan komunikasi Sehubungan kurangnya dengan .Untuk mengetahui kemungkinan .Lakukan observasi dan pemeriksaan fisik secara mendetail.Pengikutsertaan keluarga terhadap perawatan anak secara langsung akan mampu mengurangi tingat kecemasan orang tua terhadap keadaan anaknya.

kemampuan memori dan kerusakan sistem saraf pusat. . kelainan pada SSP anak.

Edition. Cuming Publishing. Mosby Year Book.al (1995). Concept. Pediatric Nursing.D (1997). 5 th Edition. L. Edition. Philadelpia. Philadelpia. Lippincott. New York. Clinical Manual. th Whaley and Wong (1996). 5 Year Book. Nursing Diagnois. Philadelpia. Addison Wesley Nursing. Fundamental Of Nursing . Process and Practice . Whaley and Wong (1997). New York. Kozier Barbara et. Mosby .DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Application to Clinical Practice. 7th. Nursing Care of Infants and Children.

Anak-anak dengan masa itu lebih cepat tanggap dengan situasi dan kondisi disekitar mereka. mengeja satu persatu kata. sehingga anak pun menjadi terbiasa dan terbawa sampai beranjak remaja hingga dewasa. sehingga orang tua juga tidak tahu bahwa anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dalam prosesnya terkadang orang tua lalai dan tidak memperhatikan tumbuh dan kembang anak. asuh. Untuk mengurangi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak . Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memberikan Asah. LATAR BELAKANG Fenomena era modernisasi. Untuk mengetahui pemahaman tentang gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak 3. mereka tidak mengajarkan anak untuk. Hal ini yang menjadi tantangan bagi orangtua khususnya ibu untuk lebih berperan aktif agar anak pun tidak merasa bahwa tidak diperhatikan olehnya. TUJUAN 1. B.BAB I PENDAHULUAN A. Karena kesibukan Orang tua. asih kepada anak 2. menuntut perhatian lebih dari orang tua terhadap anak dimana orang tua ditantang untuk mendidik anak sehingga anak bisa mempuyai mental dan psikis yang baik terutama dalam hal tumbuh kembang anak mulai dari usia dini sampai batas yang tidak ditentukan.

Akhirnya semoga karya ini bermanfaat bagi penikmat sekalian.KATA PENGANTAR Syukur pujian berlimpah penulis haturkan kehadapan hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kamipun menyadari bahwa karya sederhana ini masih amat jauh dari kesan sempurna seperti yang di harapkan oleh pembaca sekalian. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian karya sederhana ini baik dukungan secara moril maupun materil sehingga karya ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa hambatan yang begitu berarti. «««««« Penulis . oleh karena itu usul-saran maupun kritik yang sifatnya membangun kami harapkan demi penyempurnaan makala ini. Kediri. atas bimbingan dan rahmat terang Roh KudusNya sehingga makala ini dapat selesai pada waktunya.

.««.««««...««.....««.««««««««««««««««««...««.«««««... Saran«««««««««««««««««««««.«i KATA PENGANTAR«««««««««««««««««««««««ii DAFTAR ISI«««««««««««««««««««««««««.......DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL««««««««««««««««««««««..««««««. Kegagalan berbicara pada anak««««««««««««.«iii BAB I PENDAHULUAN A.....4 B..««. Kesimpulan «««««««««««««««.«.«««««««.««.2 C...1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A....5 C. Tindakkan keperawatan«««««««««.««.«..«...««««.«.«««..««. Diagnose keperawatan «««««««««.«««««««..««««««.««««. Latar Belakang«««««««««««««««««.6 BAB IV PENUTUP A...3 BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A. Pengkajian«««««««««««««««««««««««..«. Perkembangan bahasa secara normal pada anak«««.«.3 D.. Pengertian tumbuh kembang««««««..««.iv .2 B. Kegagalan perkembangan anak««««««««..11 B..«.. Tujuan«««««««««««««««««..««.«.««.1 B..11 DAFTAR PUSTAKA««««««««««««««««.

SARAN .BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN B.