P. 1
Metode Drill

Metode Drill

|Views: 2,154|Likes:
Published by agussujadmiko

More info:

Published by: agussujadmiko on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

METODE DRILL (LATIHAN) Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang

telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan. Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar. Drill wajar digunakan untuk : o Kecakapan motoris, misalnya : menggunakan alat-alat (musik, olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya). o Kecakapan mental, misalnya: Menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan : o Tujuan harus dijelaskan kepada siswa sehingga selesai latihan mereka diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai apa yang diharapkan. o Tentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga siswa mengetahui apa yang harus dikerjakan. o Lama latthan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa. o Selingilah latihan agar tidak membosankan. o Perhatikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara kiasikal sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan pula. Kelebihan dan kelemahan : Kelebihan : o Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang. o Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan. Kelemahan : o Siswa cenderung belajar secara mekanis. o Dapat rnenyebabkan kebosanan. o Mematikan kreasi siswa. o Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti). o

http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_b12.html

membuat tabulasi data. mengidentifikasi variabel. Adanya kualitas interaksi intelektual . menyimpulkan. mengajar dan menilai hasil pengajaran. memprediksi. Disebut proses karena kegiatan guru dan siswa berlangsung secara teratur dalam serangkaian kegiatan. Kegiatan pendidikan di sekolah dibedakan menjadi: kegiatan pengajaran. sikap baru atau menyempurnakan pengetahuan. d. Selain itu guru juga harus memperhatikan prinsip-prinsip mengajar yang lain. 2.1. ketrampilan baru. Pengajaran berasal dari kata dasar pengajar. Menurut English dan English (Kamus. karena itulah dewasa ini muncul istilah pembelajaran. menggambarkan hubungan antar variabel. Ketrampilan tersebut meliputi ketrampilan mengobservasi. c. sedangkan kegiatan penunjang adalah kegiatan administratif. pengajaran berarti yang berkaitan dengan kegiatan pengajar. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Sedangkan pengertian belajar dalam lingkup pengajaran berarti usaha atau kegiatan pelajar mengolah bahan ajar. Menurut Vembriarto dkk. menyusun hipotesis. .sosial antar siswa. Kegiatan pokok di PT meliputi Pendidikan. menjelaskan bahan ajar serta melatih siswa untuk mencapai tujuan pengajaran (2) menciptakan situasi interaksi guru . mengukur. sehingga memperoleh pengetahuan baru. (1994) mengajar berarti (1) menyampaikan. 3. e. Guru berperan sebagai fasilitator. ketrampilan dan sikap yang sudah dimiliki sebelumnya (terjadi change in behavior). Adapun indikator adanya CBSA dalam pengajaran adalah: a. Pada tahun 1977 diperkenalkan konsep baru dalam usaha meningkatkan partisipasi siswa dalam pengajaran di sekolah. emosional ataupun aspek fisik siswa dalam belajar dapat optimal.siswa.emosional . 1958) pengajaran adalah penyajian pengetahuan secara sistematik kepada orang lain. Kegiatan di sekolah atau PT dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu kegiatan pokok dan kegiatan penunjang.mengajar. CBSA mengandung makna agar keterlibatan aspek intelektual. mengumpulkan dan menganalisis data. Adanya prakarsa siswa dalam kegiatan belajar mengajar. kegiatan bimbingan dan kegiatan latihan. mengklasifikasi. Adanya pengalaman langsung siswa. Kegiatan pengajar terpusat pada mempersiapkan pengajaran. Konsep baru itu adalah Cara Belajar Siswa Aktif. Dalam mengajar guru harus berusaha mengaktifkan/membelajarkan siswa. Karena ada yang mengajar maka pasti ada yang belajar. dan sebagainya. mengkomunikasikan. Adanya variasi bentuk dan media pengajaran. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru adalah pendekatan ketrampilan proses. menyajikan data. yakni suatu pendekatan yang menekankan pada "mengajar siswa belajar bagaimana belajar" (to learn how to learn). maka pengajaran juga disebut proses belajar . sehingga siswa belajar. b.

sebab metode mengajar menggambarkan cara kerja atau interaksi guru . Dalam menyusun TIK harus memperhatikan syarat sebagai berikut: a. Mengajar itu untuk memperlancar usaha belajar siswa. beberapa tujuan yang lebih umum". Aktifitas guru. Pengelolaan kelas f. Kegiatan belajar . Isi bahan pelajaran c. kiat atau taktik. Dalam arti umum menurut Gibbs "strategi adalah rencana untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan biaya sekecil mungkin". TIK b. ketrampilan dan sikap. Situasi yang ada f. Fasilitas yang tersedia e. Menurut Kemp (1977) isi materi pelajaran dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: pengetahuan. konsep. Sedangkan menurut IVOR K. Kata strategi sama maknanya dengan siasat. Dengan demikian cakupan strategi pengajaran sangat luas meliputi: a. prosedur dan prinsip. Menurut Galperin bentuk pengajaran terdiri dari kegiatan Orientasi.siswa dalam mengolah bahan pelajaran. Kekuatan dan kelemahan tiap-tiap metode . Penilaian. Guru memilih metode mengajar dengan pertimbangan antara lain: a. Strategi pengajaran adalah: siasat/taktik yang harus dipikirkan/direncanakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Pusat proses mengajar terletak pada metode mengajar yang digunakan. 6. Tujuan pengajaran b. 5. Media e. Davies "strategi berarti rencana pokok mengenai pencapaian. Strategi pengajaran ini akan menampak pada dimensi perencanaan ataupun pelaksanaan pengajaran. Mendasarkan pada jenis belajar e. Waktu yang tersedia g. Bahan pelajaran c. Latihan. Terdiri dari komponen ABCD b. Merupakan hasil belajar bukan proses belajar d. Umpan balik dan Lanjutan.4. 7. Baik dalam redaksional rumusannya. Kemampuan pelajar d.siswa disebut bentuk pengajaran. Sedangkan Merril (1977) membedakan menjadi 4 macam yakni: fakta.mengajar (metode/teknik) d. Menggunakan kata yang operasional/spesifik c.

Semakin baik medianya. l. 8. Pengajaran merupakan proses komunikasi. m. Dalam melakukan encoding guru harus memperhatikan latar belakang pengalaman penerima pesan. k. Tujuan pengajaran yang akan dicapai b. j. tanda-tanda atau gambar. Media Audio k. Biaya h. Sumber pesan harus melakukan encoding yaitu: menerjemahkan gagasan. Artistik Klasifikasi Media Pengajaran: j.Macam metode mengajar: h. Mutu teknis i. n. Metode ceramah Metode tanya . penerima pesan (murid) dan pesan yaitu materi pelajaran yang diambilkan dari kurikulum. Kompatibelitas (sesuai dengan norma) g. yaitu sebagai alat bantu (dependent media) dan digunakan sendiri oleh siswa (independent media). Selain metode mengajar juga dikenal teknik mengajar.jawab Metode drill Metode pemberian tugas dan resitasi Metode demontrasi Metode diskusi Metode eksperimen Metode simulasi Metode seminar. dsb. o. p. Sebagai proses komunikasi maka ada sumber pesan (guru). perasaan atau pesannya ke dalam bentuk lambang tertentu. Alokasi waktu e. makin kecil distorsi/gangguannya dan makin baik pesan itu diterima siswa. Karakteristik siswa c. Media dapat digunakan dalam pengajaran dengan dua cara. Media dapat membantu guru dalam menyalurkan pesan. pikiran. Karakteristik media d. Kalau pesan/pengertian yang diterima oleh penerima pesan (siswa) sama atau mendekati sama dengan pesan/pengertian yang dimaksud oleh sumber pesan. Media Visual . Lambang itu dapat berupa bahasa. Media (medium) yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. Pertimbangan dalam memilih media: a. Sedangkan penerima pesan harus melakukan decoding yaitu menafsirkan lambang-lambang yang mengandung pesan. yaitu: gaya dan variasi di dalam melaksanakan metode mengajar tertentu. i. maka komunikasi dinyatakan efektif. agar pesan tersebut mudah diterima. Ketersediaan f.

gambar diam gambar bergerak Televisi Sajian atau pameran Karya wisata Demonstrasi Pengalaman yang diperankan Pengalaman terbatas Pengalaman langsung 9. disebut heuristik atau hipotetik. radio. Media tiga dimensi 3. bahan dan prosedur kegiatan.siswa berlangsung dikembangkan tujuan. pengaturan guru: seorang guru dan tim guru 2. Dari segi struktur peristiwa belajar mengajar: 1. Media Audio Visual m. pengaturan siswa: kelompok kelas. kelompok kecil dan perorangan 3. Simbol verbal Simbol visual Rekaman. c. Media Serbaneka 1.l. bahan diolah tuntas oleh guru dan disajikan kepada siswa disebut ekspositorik 2. Komputer. inkuiri (inquiry) artinya struktur peristiwa belajar sepenuhnya bersifat terbuka. Macam Stategi Belajar Mengajar a. bahan diolah sendiri oleh siswa dengan bantuan guru. b. Dari segi pengaturan guru dan siswa: 1. Media teknik dramatisasi 4. Sumber belajar pada masyarakat 5. Papan tulis dan papan pajangan 2. siswa dilepas untuk menemukan dan mengakomodasikannya dengan apa yang sudah ia kuasai sebelumnya. penemuan (discovery) artinya siswa menemukan sendiri prinsip atau hubungan yang sebelumnya tidak ia ketahui. sebagai akibat dari pengalaman belajarnya yang diatur oleh guru secara saksama. terbuka artinya selama kegiatan guru . . Dari segi peranan guru dan siswa dalam mengolah pesan (bahan pelajaran) 1. Belajar terprogram 6. tertutup artinya relatif ketat mengikuti persiapan guru 2. ada dua substrategi: a. Edgar Dale dengan kerucut pengalamannya mencoba menunjukkan rentang derajat kekonkretan dan keabstrakan dari berbagai pengalaman. pengaturan hubungan guru .siswa: tatap muka dan melalui media (cetak atau audiovisual) b.

Hubungannya: bahwa pengelolaan kelas menyiapkan kondisi yang optimal agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lancar. Budgeting (POSDCORB).d. Directing. Staffing. dll) dapat efisien dan efektif. Pengelolaan kelas: menunjuk pada kegiatan menciptakan. yaitu: 1. Di kelas ada dua kegiatan yang memang berhubungan erat satu sama lain. Ada dua: 1. Organizing. Pengajaran: mencakup kegiatan yang secara langsung dimaksudkan untuk mencapai Tujuan Instruksional Khusus. mempertahankan atau mengembalikan kondisi yang optimal agar pengajaran dapat berlangsung dengan lancar. Agar pengelolaan bidang garapan manajemen kelas (misal: ketatausahaan kelas. maka perlu mengikuti proses manajemen. 10. Maka tugas . Coordinating. e. Ruangan 2. dkk. Recording & Reporting.pekerjaan guru di kelas adalah "membantu siswa belajar". dengan mengatur Proses Belajar .emosional). Lingkungan fisik meliputi: 1. Guru tidak hanya seorang pengajar. namun dapat dan harus dibedakan karena tujuan dan sifat. Dari segi tujuan-tujuan belajar Ada berbagai ketegori dengan mengikuti taksonomi. Misalnya pendapat L. Keindahan kelas . 2. Gulick ada tujuh langkah: Planning. Dari segi proses pengolahan pesan (bahan pelajaran): Proses pengolahan pesan mengikuti pola-pola penalaran. Kelas adalah ruangan belajar (lingkungan fisik) dan rombongan belajar (lingkungan sosio . proses induktif artinya proses pengolahan pesan dengan mencermati kasus-kasus khusus. menemukan hubungan dan menarik kesimpulan umum (generalisasi). proses deduktif artinya pengolahan bahan pelajaran dengan menggunakan prinsip/dalil/hukum yang sudah diketahui sebelumnya untuk menemukan kasus 2.sifatnya memang berlainan.Mengajar serta menyediakan kondisi belajar yang optimal. kesiswaan. tetapi juga seorang manajer kelas. Kelas a. Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa. Tujuan Pengelolaan Kelas: agar tujuan pendidikan kelas dapat tercapai secara efisien. biasanya taksonomi dari Gagne atau Bloom. b. sarana dan prasarana.

Dreikurs dan P. demokratik) Sikap guru Suara guru Pembinaan hubungan baik.3.). meja dan kursi guru. guru). Menurut R.emosional meliputi: 6. c. Karena itu setiap masalah yang timbul di kelas perlu ditanggulangi sesuai dengan sifat masalahnya. dsb. pergantian guru. berlagak menyerah atau tak berdaya. Kelas mbandel. Dalam kelas dapat muncul masalah pengajaran atau masalah pengelolaan. 9. timbul klik-klik dalam kelas. 6. membantah. laize . V. L. papan absen. sukar diatur. 7. Kesenjangan ini dapat terjadi karena berbagai sebab. apatis. atau bahkan menolak sama sekali melakukan apapun. Memboikot.10 siswa.nyata terjadi. Memancing perhatian.A.faire. bertindak emosional. Pembahasan berikutnya akan dibatasi pada masalah pengelolaan kelas yang timbul dari siswa. Kelas kurang kompak. pengelompokan yang terdiri atas 8 . misalnya dengan membadut atau ramai di kelas. 7. Ventilasi dan pengaturan cahaya. acuh tak acuh. Konfrontasi atau mencari kuasa. dsb. dsb. Kelas membombong anggota kelas yang melanggar norma kelompok. Pengaturan tempat duduk (berbaris berjajar. Johnson dan M. Balas dendam dengan menyakiti/mengejek orang lain yang lebih kecil/lemah. Masalah pengelolaan kelas yang bersumber pada siswa dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Tipe kepemimpinan guru (otoriter. misalnya: membandel. Kelas bereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. berbentuk lingkaran. 3. yaitu orang (siswa. suka berontak.mengajar dengan keterlibatan yang nyata. individual. Lingkungan sosio . 2. 4. Masalah pengelolaan kelas terjadi bila ada kesenjangan antara tingkat keterlibatan siswa yang seharusnya dalam proses belajar . Cassel masalah pengelolaan kelas individual dibedakan menjadi 4 macam/siasat yaitu: 1. Bany mengemukakan tujuh kategori masalah kelompok dalam pengelolaan kelas yaitu: 5. sarana (misalnya media pengajaran dan fasilitas fisik) dan organisasi (misalnya: perubahan jadwal.) 5. almari dan rak buku. 8. pasif. 8. . Pengaturan sarana atau alat-alat lain (papan tulis. adanya ruang bebas) 4. setengah lingkaran.

memusatkan perhatian kelompok/kelas d. Guru memberikan pelajaran dengan baik dan lancar. e. menghindari kesalahan dalam mengatur kecepatan proses belajar mengajar. menciptakan iklim sosio . Pengelolaan kelas yang baik akan menciptakan disiplin kelas yang baik. Unsur ketrampilan guru: a. 11. memberi bombongan c. menegur siswa b. Menciptakan iklim kelas yang baik (tindakan positif atau preventif). menghindari kesalahan dalam mengatur kelancaran proses belajar mengajar. 3. Kelas sukar menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Mengembalikan kondisi belajar yang baik dengan tindakan remedial/kuratif/represif bila terjadi gangguan yang berlangsung lama atau siswa tidak terlibat lagi dalam tugasnya. Menanggapi permulaan gangguan untuk mempertahankan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas (tindakan korektif) yang dapat dilaksanakan dengan cara: a. modifikasi perilaku siswa b. 10. Kelas mudah sekali dialihkan perhatiannya. sehingga dapat terlibat secara optimal dalam kegiatan belajar. sikap tanggap b. Kelas yang disiplin tidak sama dengan kelas yang tenang. menghindari kesalahan-kesalahan lain f. Semangat kerja rendah. menghindar kesalahan dalam mengatur kecepatan proses belajar mengajar.9. sikap guru dalam berinteraksi. Kelas dinyatakan disiplin apabila setiap siswanya patuh pada aturan main/tata tertib yang ada. e.pergantian guru. 2. serta melibatkan siswa dalam kegiatan belajar di kelas dan dengan demikian mencegah timbulnya gangguan atau penyelewengan. Penanggulangan pelanggaran disiplin dapat dilakukan dengan: . kombinasi dari pendekatan-pendekatan tersebut. lamban dan malas. d. menghindari kesalahan dalam mengatur kelancaran proses belajar mengajar f.emosional c. d. misalnya: perubahan jadwal. memberi petunjuk yang jelas e. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan: a. pengelolaan proses kelompok d. membagi perhatian c. Penyelenggaraan manajemen kelas dapat dilakukan dalam tiga tindakan yaitu: 1.

agar kegiatan belajar siswa dapat berlangsung dengan efisien dan efektif. Profesional: . ancaman. 5. bahwa guru harus lebih berperan sebagai fasilitator. terikat oleh standar-standar etis tertentu (yang lazim disebut Kode Etik) 3. 12. Macam hukuman: 4. Pengenalan siswa 2. Menghukum tidak sama dengan balas dendam atau bertindak sewenang. Dalam penilaian ada 3 norma yang kita kenal yaitu Penilaian Acuan Patokan (PAP). pengaruh ganjaran atau reinforcement lebih kuat dari pada hukuman. teguran. Hukuman badan Penahanan di kelas Menulis sekian kali Menghilangkan hak tertentu (tidak boleh ikut ulangan. 8. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan. memerlukan keahlian tertentu. Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Kombinasi (PAK). Profesi Guru a. Tindakan penyembuhan Membahas tentang disiplin maka tidak dapat lepas dengan hukuman. Akhirnya dapatlah diakhiri bahwa guru lebih banyak berperan sebagai manajer (pengelola) kelas.wenang. dsb. 11. maka pelaksananya perlu mendapat pendidikan dan pelatihan khusus yang biasanya makan waktu cukup lama. pelajaran) Lain-lain seperti tatapan mata. karena itu sebaiknya guru lebih banyak memberi ganjaran atau reinforcement kepada siswa dari pada menghukumnya. 7. dinamisator. 3. Tindakan korektif yang meliputi: a. 6. lakukan tindakan dan bukan ceramah b. Perlu diingat bahwa berdasarkan penelitian. dijaga mutunya oleh suatu Organisasi Profesi. motivator. Pada pokoknya segala hukuman diberikan karena ada kesalahan dan bertujuan agar siswa jangan berbuat salah lagi. dengan demikian mengandung nilai positip. 2.1. Profesi: pekerjaan yang pelaksanaannya 1. menyatakan peraturan dan konsekuensinya dengan jelas. do not bargain c. dan bukan lagi sebagai penyampai informasi (orator). gunakan kontrol kerja d.

Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orangtua murid dengan sebaik. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. Ada kode etiknya. yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dibentuk pada tahun 1945. Profesionalisasi: Upaya untuk meningkatkan status suatu pekerjaan agar menjadi dan dikenal sebagai profesi. 3. 7. Profesionalitas: Profesionalisme: penyikapan positif/kecintaan/devosi kepada ke-profesional-an. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. . 6. Buktinya antara lain: 1. orang yang mampu mengerjakan sesuatu (tertentu) secara berkeahlian. Kode Etik Guru Indonesia (dirumuskan oleh PGRI dalam Kongresnya yang ke-13 di Jakarta pada bulan November 1973): 1. yaitu Kode Etik Guru Indonesia (1973). tentang anak didik tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. 8.masing. mereka menerima yang disebut Akta.4.baiknya bagi kepentingan anak didik. terutama dalam memperoleh informasi. dan sebagai tanda/simbol resmi bahwa mereka telah menamatkan pendidikan tersebut. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing. Apakah pekerjaan sebagai guru layak disebut profesi? Ya. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan. 2. 5. 4. 3. untuk keahliannya itu ia menerima bayaran. Ada organisasi profesinya. Para calon pejabatnya harus menjalani pendidikan pra. membina dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya. Guru secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya . Guru mengadakan komunikasi. c.jabatan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). di samping Ijazah. 2. 5. b. dengan/secara berkeahlian (tidak amatiran). Guru secara bersama-sama memelihara.

Kompetensi personal berkaitan dengan kematangan kepribadian guru yang bersangkutan. Kompetensi keguruan meliputi: Kompetensi personal. Ketiga kemampuan dasar tersebut menyatu dan tampak dalam pelaksanaan tugas guru dalam mengampu kegiatan pendidikan/pengajaran. dan teknik dalam situasi kerjanya. dan dalam keseluruhan sikap profesionalnya. Kompetensi keguruan tidak sekedar menunjuk kuantitas kerja. Tuntutan kompetensi seorang guru dapat dirunut dalam penguasaan segi konseptual. Jabatan guru disebut jabatan fungsional karena secara esensial dilihat dari sudut fungsinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat/negara dan orientasi pengembangannya bersifat kualitatif bukan terutama berdasar pada masa kerja. d. Hal ini wajar karena sosialitas manusia (termasuk guru) merupakan pengejawantahan pribadinya.menerus. Kompetensi sosial adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 2. penguasaan berbagai ketrampilan. Guru menghayati serta mengamalkan nilai hidup yang luhur (termasuk nilai moral dan iman). kompetensi personal dan kompetensi sosial umumnya disatukan. 1994. Tindakan pendidikan hendaknya bertolak pada keyakinan nilai tertentu dan yang perlu direflesikan terus. Guru hendaknya bertindak jujur dan bertanggungjawab. 1978 sebagaimana dikutip oleh A. Lardizabal. Pendidikan selalu bersifat normatif (memperjuangkan nilai luhur) yang bersifat mendasar serta universal. macam (ciri) kompetensi personal sosial yang perlu dikuasai serta diamalkan oleh guru. asas kerja. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan.S. tetapi lebih-lebih menunjuk/menuntut kualitas kerja keguruan. dan berbuat nyata. Seorang guru dinyatakan kompeten bila: mampu menerapkan sejumlah konsep. kompetensi sosial dan kompetensi "profesional". mau. Samana. Dalam banyak analisis tentang kompetensi keguruan. Kejujuran dan kesediaan bertanggungjawab atas segala tindak keguruan tersebut merupakan realisasi kesusilaan hidup seorang guru. Pengalaman nilai luhur tersebut dalam situasi tahu. adalah: 1. Dengan diilhami pendapat A. Sebagai seorang profesional. e.9. mampu mendemonstrasikan ketrampilannya yang dapat menghandle lingkungan kerjanya dan dapat menata seluruh pengalamannya untuk meningkatkan efisiensi kerjanya. dan sekaligus . Secara singkat dapatlah dikemukakan bahwa seorang guru dinyatakan kompeten jika secara nyata ia mampu menjalankan tugas keguruannya secara berkeahlian sesuai dengan tuntutan jabatan keguruannya yaitu mampu membelajarkan siswa yang dibimbingnya secara efisien efektif dan terpadu. Adapun kompetensi "profesional" erat kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di kelas/sekolah. guru harus memiliki kompetensi keguruan yang memadai.

9. 12. mampu berempati. baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.J. eksak.merupakan pengakuan atas berbagai keterbatasan-nya yang perlu dibenahi/diperbaiki terus-menerus. 5. 4. strategi. 10. dan kebiasaan. 11. dan ulet mendayagunakan seluruh kemampuannya untuk kebaikan diri serta karirnya. dan sekaligus penyebar kiat pembaharuan/pembangunan masyarakatnya. Guru mampu berperan serta aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya masyarakatnya. Tentu saja guru juga dituntut mampu menghargai pribadi lain secara tulus yang berbeda dengan dirinya. Modal dasar agar sukses berkomunikasi serta bekerjasama dengan sesama adalah: menghargai partner. 6. Budaya masyarakat selalu digerakkan oleh sistem nilai tertentu. yang jika berhasil maka siswa semakin mampu mengamalkan nilai yang diyakininya secara mandiri (berdasar keputusan serta kemauannya sendiri). 1980:78). 7. Guru mampu berbuat kreatif dengan penuh perhitungan. perencanaan. Guru mampu berperan sebagai pemimpin. Tugas keguruan tidak dapat dipolakan secara mekanik. 8. (N. Secara nyata guru dituntut mampu menciptakan situasi belajar yang kondusif dan mampu mengorganisir seluruh upaya pembelajaran siswanya secara efektif-efisien. mengenali diri serta potensinya. Ciri orang yang bermental sehat serta stabil antara lain: realistis. penyimpan. S. dan menguasai teknik berkomunikasi. Guru bersedia ikut berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial. Dalam persahabatan dan bekerjasama dengan siapa pun. 3. berpakaian.kebiasaan lainnya). dan teknik pembelajaran menuntut kreativitas serta kemampuan berpikir alternatif. bertutur. Guru dituntut mampu mengelola waktunya secara rasional dan berdisiplin. Driyarkara. guru hendaknya tidak kehilangan prinsip serta nilai hidup luhur yang diyakininya. Tindak keguruan yang meliputi: pendekatan pribadi. Guru bersikap bersahabat dan mampu berkomunikasi . bersikap terbuka. Guru diharap mampu menggunakan waktu luangnya secara bijaksana dan produktif (misal: aktif dalam kepengurusan warga di lingkungannya. Dalam keseluruhan relasi sosial dan profesionalnya guru hendaknya mampu bertindak tepat waktu dalam janji serta penyelesaian tugastugasnya. . Guru bersedia menyumbangkan kemampuannya bagi sesama tanpa memperhitungkan keuntungan diri sendiri secara berlebihan. sadar akan kelebihan dan kelemahannya. Kepemimpinan guru di luar sekolah hendaknya menggejala pada kualitas guru yang mampu menjadi pemilik. Guru hendaknya bermental sehat dan stabil. Pendidikan nilai adalah klarifikasi nilai hidup yang dijalani oleh siswa. dan dengan resep tunggal. Guru tampil secara pantas dan neces (dalam tatacara bertindak. Pendidikan adalah pembudayaan manusia muda.bekerjasama dengan siapa pun demi tujuan yang baik. baik dalam lingkup kesejawatannya maupun di luar kesejawatannya. metode pengajaran.

dan penanganan siswa yang bersifat khusus (bandel. pengacau kelas. menguasai asas-asas pengajaran. alat. selaras dengan taraf perkembangan mental siswa. rekaman. dan mencari tambahan penghasilan yang halal sejauh tidak mengganggu tugas pokoknya. menguasai bahan ajar. Guru masa kini hendaknya selalu siap untuk belajar keilmuan secara berkesinambungan dan juga harus menyadari bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber pengajaran bagi siswanya. Sumber pengajaran adalah acuan dalam menjabarkan serta mengorganisasikan bahan ajar yang dilakukan oleh guru. dan bahan ajar pengayaan secara mendalam. guru hendaknya memperhatikan asas-asas sebagai berikut: relevan dengan tujuan (misal: TIK). badut kelas. dan fungsional. 15. Guru mampu mengelola program belajar-mengajar.pengembangan hobi. 16. Pengelolaan fisik (tata ruang kelas dan pengaturan tempat duduk dengan memperhatikan sifat. Guru mampu menggunakan media dan sumber pengajaran. kegiatan rekreatif. dan kenakalan yang menjurus kriminal atau asusila). Inti pengelolaan kelas adalah menciptakan situasi sosial kelas yang kondusif untuk belajar secara efektif-efisien.sifat perorangan siswa. yang lebih sulit adalah upaya membina motivasi belajar (perorangan atau kelompok).media-sumber pengajaran.) Kompetensi profesional terdiri: 13. Guru diharap . menguasai prosedur-metode-strategi-teknik pengajaran. secara akumulatif guru diharap mampu menyusun rencana pengajaran (SP) yang berbobot (dalam pengembangan unsurnya dan sistematiknya). kompetisi yang sehat. mampu merancang-mendayagunakan fasilitas. dan guru mampu menggunakan aneka sumber secara terpadu. selaras dengan kondisi. berpola (berstruktur). Guru mampu mengelola kelas yang kondusif untuk belajar siswa. Media pengajaran adalah alat penyalur pesan pengajaran baik secara langsung maupun secara tidak langsung (melalui rekaman). Dalam menjabarkan serta mengorganisir bahan ajar (dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan pengajaran). tertib-disiplin kelas. selaras dengan tuntutan perkembangan IP-TEK. membina kehangatan hidup dalam keluarganya. Bahan ajar adalah media pencapaian tujuan pengajaran. kerjasama kelas. 14. strategi serta teknik pengajaran dan berbagai pesan/informasi. Guru dituntut menguasai bahan ajar. bahan ajar penunjang. Sumber pengajaran dapat berupa orang. relatif mudah). Ideal jika setiap guru memiliki perpustakaan pribadi yang mendukung penguasaan keilmuan ini. Guru hendaknya menguasai bahan ajar wajib (pokok). pendalaman bahan ajar memiliki kemungkinan banyak dalam pembentukan diri siswa. Guru hendaknya menguasai secara fungsional tentang pendekatan sistem dalam perencanaan-pelaksanaan pengajaran.situasi lingkungan siswa. lingkungan. minder.

Hasil penilaian ini merupakan umpan balik dan promosi keberhasilan belajar siswa. Pengajaran dapat disebut pembelajaran siswa. dan secara teknis mampu mengajar/membelajarkan siswa secara efektif-efisien. koreksi hasil kerja siswa. dan penggunaan data nilai untuk bimbingan belajar lebih lanjut hendaknya ditangani oleh guru secara berkeahlian. Guru mengenal dan mampu berperan aktif dalam penyelenggaraan administrasi sekolah. bab II. (Lihat: PP. Guru mampu mengelola interaksi belajar-mengajar. Penguasaan rumpun ilmu kependidikan tersebut menjadi perangkat analisis-sintesis dalam mengorganisasikan pengajaran (baik tahap perencanaan maupun pelaksanaannya). No. guru hendaknya mampu berperan sebagai motivator. Yang tergolong kajian landasan kependidikan adalah: Ilmu Pendidikan. 38/1992. Perlu juga diingat oleh para guru bahwa jabatan adminitrator-supervisor pendidikan sekolah akan dibibit dari guru yang berkeahlian/cakap dalam tugasnya. integritas diri. 21. membantu siswa untuk membuat pilihan/keputusan yang tepat bagi dirinya membantu siswa agar berani serta mampu menghadapi masalah hidupnya secara bertanggungjawab. 2 dan 3). Guru menguasai bahan dan cakap melaksanakan asas-asas pengajaran secara tepat dan produktif. Administrasi Pendidikan.mampu mendayagunakan serta mengorganisasikan aneka sumber pengajaran secara kreatif serta terpadu. serta mampu berperan serta di dalamnya. Peran serta guru dalam kegiatan adminitrasi sekolah hendaknya mencakup pengertian adminitrasi secara luas (yaitu: pengelolaan) dan pengertian adminitrasi secara sempit (yaitu: ketatausahaan). inspirator. Guru mengenai fungsi bimbingan dan konseling. dan akhirnya secara keseluruhan membantu siswa untuk menemukan kebahagiaan hidupnya. 17. Dalam hal ini guru juga dituntut belajar keras serta berkesinambungan. Sukses pengembangan diri siswa yang terkait dengan jasa layanan BK adalah optimalisasi perkembangan diri. Psikologi Pendidikan. membantu siswa agar mampu belajar secara efisien. (Lihat: PP No. sosialisasi diri yang lancar serta normatis. dan Filsafat Pendidikan.30/1980. Guru menguasai landasan-landasan kependidikan. Fungsi utama dari program/pelayanan BK membantu siswa untuk mengenali serta menerima diri beserta potensinya. pengolahan serta penentuan hasil. dan siswa penuh percaya diri untuk menyongsong masa depannya. 19. dapat berperan serta dalam pelayanan bimbingan konseling. fasilitator. Guru mampu mengelola penilaian hasil belajar siswa demi kepentingan pembelajaran siswa. ps. organisator. ps 20). pengadministrasian nilai. Di antara siswanya. Penyusunan butir tes. guru yang menguasai dasar keilmuan dengan mantap akan dapat memberi jaminan bahwa siswanya belajar sesuatu yang bermakna dari guru yang bersangkutan. 18. penyelenggaraan tes. bab VI. . Bimbingan Konseling. 20.. Penilaian hasil belajar adalah bagian integral dari sistem pengajaran.

konkretnya: melalui kegiatan kurikuler (intrakurikuler. melainkan juga profesionalitasnya. Peningkatan mutu guru akan berkaitan erat dengan administrasi/manajemen sekolah yang bersangkutan. Maka meningkatkan mutu pendidikan harus berarti juga meningkatkan mutu guru. Penerbit : UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA. P.22. Purnomo. organisasi profesi guru dan masyarakat. Cara tersebut hanya akan efektif jika guru bersedia untuk terus menerus secara aktif belajar. Melalui pendidikan prajabatan.org/pepak/pustaka/030214/ . dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru sehingga mutu situasi belajar. Supervisi (=bantuan/pembinaan) secara teratur dari Kepala Sekolah.10 http://www. Melalui pendidikan dalam jabatan yang dapat berupa: a.mengajar dapat ditingkatkan. Persoalannya adalah apakah guru dilatih selama prajabatannya. Guru adalah salah satu faktor penting dalam proses pendidikan di sekolah. kokurikuler. 12 Juli 1996 Halaman : 1 . Sumber: Judul Makalah: STRATEGI PENGAJARAN (Disampaikan dalam rangka Seminar . tetapi kompetensi ini tetap merupakan tantangan kualitatif bagi semua guru di masa depan. lembaga pemakai lulusan guru.Lokakarya Dosen Sekolah Tinggi Theologia "INTHEOS" Surakarta di Tawangmangu Pengarang : Drs.Si. Menjadi anggota aktif organisasi profesi. Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa yang bertanggungjawab terhadap pengembangan kompetensi guru adalah calon guru/guru yang bersangkutan. dan apakah guru memiliki fasilitas untuk melibatkan diri dalam kompetensi ini secara berkeahlian? f.sabda. Bagaimana kiat mengembangkan kompetensi guru? Ada dua cara yaitu: 1. Guru memahami prinsip-prinsip penelitian pendidikan dan mampu melaksanakan/mentafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan pengajaran. LPTK yang mendidik calon guru. bukan hanya kesejahteraannya. serta. dan ekstra-kurikuler) dan melalui "the hidden curriculum". apakah guru mendapat bimbingan selama telah berdinas. M. b. Kondisi guru di masyarakat kita sekarang ini cenderung belum siap untuk mengemban tuntutan kompetensi ini. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->