P. 1
Download Dyah

Download Dyah

|Views: 2,540|Likes:
Published by Reza Ariesta M

More info:

Published by: Reza Ariesta M on Nov 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 1

PERSYARATAN TEKNIS
A. PENJELASAN UMUM

BAB I
1.1.

URAIAN UMUM

PEKERJAAN a. b. Pekerjaan ini adalah pembangunan Gudang Obat dan Vaksin Kabupaten Bogor Istilah “Pekerjaan” mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahli, tukang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralatan/perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. Pekerjaan harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam RKS, Gambar-gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan serta Addenda yang disampaikan selama pelaksanaan.

c.

1.2.

BATASAN/PERATURAN Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus tunduk kepada : a. Undang – Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi b. Undang – Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung c. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung d. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan e. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan f. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan g. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung. h. Peraturan umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56) i. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI 1971) j. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982) k. Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) l. Peraturan-peraturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) m. SKSNI T-15-1991-03 n. Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI) o. Algemenee Voorwarden (AV)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 2

1.3.

DOKUMEN KONTRAK a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri atas :  Surat Perjanjian Pekerjaan  Surat Penawaran Harga dan Perincian Penawaran  Gambar-gambar Kerja/Pelaksanaan  Rencana Kerja dan Syarat-syarat  Addenda yang disampaikan oleh Pengawas Lapangan selama masa pelaksanaan Kontraktor wajib untuk meneliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar-gambar pelaksanaan, atau antara gambar satu dengan lainnya, Kontraktor wajib untuk memberitahukan/melaporkannya kepada Pengawas Lapangan. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah : 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka gambar detail yang diikuti. 2. Bila skala gamabr tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan ketidaksempurnaan/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas lebih dahulu. 3. Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diikuti kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas mengakibatkan kerusakan/kelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan lengkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya. 5. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah mendapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan. c. Bila akibat kekurangtelitian Kontraktor Pelaksana dalam melakukan pelaksanan pekerjaan, terjadi ketidaksempurnaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi yang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain.

b.

BAB II
2.1

LINGKUP PEKERJAAN

KETERANGAN UMUM 1. Pembangunan Gedung Kegawatdaruratan Ibu dan Anak RSUD Kab. Sumedang tersebut secara umum meliputi pekerjaan standar maupun non standar. Bangunan tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang masuk dalam sekop pekerjaan non standar antara lain :  Sistem Gas Medis  Sistem Tata Suara  Hydrant  Air Conditioning (AC)  Telepon dan PABX  Fasilitas Penyandang Cacat  Dan lain - lain

2.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 3

Uraian pekerjaan lebih detail seperti di uraikan pada perencanaan dan Bill of Quantity (BoQ). 3. Secara teknis konstruksi, pekerjaan mencakup keseluruhan proses pembangunan dari persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang ditentukan, mencakup :  Pekerjaan Persiapan  Pekerjaan Sipil / Struktur  Pekerjaan Arsitektur  Pekerjaan Mekanikal  Pekerjaan Elektrikal  Pekerjaan lain-lain

2.2.

URAIAN PEKERJAAN a. Pekerjaan Persiapan, meliputi :  Penyediaan air dan daya kerja  Pembersihan lokasi kerja  Dll. Pekerjaan Struktur, meliputi :  Pekerjaan tanah  Pekerjaan pondasi  Pekerjaan beton  Pekerjaan Water Profing  Pekerjaan Atap  Dll. Pekerjaan Arsitektur, meliputi :  Pekerjaan dinding  Pekerjaan kusen, pintu dan jendela  Pekerjaan lantai  Pekerjaan plafond  Pekerjaan pengecatan  Pekerjaan sanitasi  dll Pekerjaan Mekanikal, meliputi :  Pekerjaan instalasi air bersih  Pekerjaan instalasi air kotor  Pekerjaan instalasi air hujan  Pekerjaan instalasi air limbah  Pekerjaan instalasi gas medis  Pekerjaan instalasi hydrant  Pekerjaan instalasi air conditioning  dll Pekerjaan Elektrikal, meliputi :  Pekerjaan instalasi listrik  Pekerjaan penangkal petir  Pekerjaan tata suara dan nurse call  Pekerjaan telepon  dll Pekerjaan lain-lain Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan RKS

b.

c.

d.

e.

f.

4 2. Shop Drawing harus sudah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana sebelum elemen konstruksi yang bersangkutan dilaksanakan. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi pekerjaan meninjau tempat pekerjaan. urut-urutan dan prosedur. Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah memperoleh persetujuan Konsultan Pengawas setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti. Kontraktor harus selalu menjaga disiplin dan aturan yang baik diantara pekerja/karyawannya. i. halaman. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu. b. Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam arti telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. metode.4. Pembenahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-sisa pelaksanaan termasuk bowkeet dan direksikeet harus dilaksanakan sebelum masa kontrak berakhir. Gambar sesuai pelaksanaan dan buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan merupakan bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat penyerahan kesatu. waterpas. SARANA DAN CARA KERJA a. serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak. Pembuatan rencana jadual pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh Kontraktor Pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksanaan di lapangan pekerjaan. PEMBUATAN RENCANA JADUAL PELAKSANAAN a. melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan dari proyek. Shop Drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh Kontraktor sebelum suatu komponen konstruksi dilaksanakan. Kontraktor Pelaksana sudah harus menyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas :  Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. d.  Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar-gambar perubahan. Peralatan dan perlengkapan itu harus dlaam kondisi baik. teknik. . k. h.3. timbris. j. f.  Komponen-komponen konstruksi lainnya atau keadaan lingkungan diluar pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan akibat pelaksanaan konstruksi (misalnya jalan. Kontraktor harus menyediakan alat-alat kerja dan perlengkapan seperti beton molen. serta tidak akan mempekerjakan orangorang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-jenis pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini. kecuali akan dipergunakan kembali pada tahap selanjutnya. dan lain sebagaunya). c. bila :  Komponen-komponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurangsempurnaan pelaksanaan. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Kontraktor Pelaksana berkewajiban menyusun dan membuat jadual pelaksanaan dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan grafik prestasi yang direncanakan berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesuai dengan penawaran. Administrasi dan Teknis Halaman : . b. Pembenahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan Kontraktor. 2.Spesifikasi Umum. kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan kesatu tidak dapat dilakukan. e. g. pompa air. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh cara pelaksanaan. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh dan menggunakan kemampuan terbaiknya.

c.5. Sebelum memulai pekerjaan atau bagian pekerjaan. Pemborong harus mengajukan contoh bahan yang akan digunakan kepada Pengawas Lapangan yang akan diajukan User dan Konsultan Perencana untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaannya dengan berpedoman pada rencana pelaksanaan mingguan yang harus dibuat pada saat dimulai pelaksanaan.  Air Air yang digunakan sebagai media untuk adukan pasangan plesteran. Sebelum ada kepastian hasil pemeriksaan dari Laboratorium. Selama waktu sebelum rencana jadual pelaksanaan disusun. asam dan zat organik lainnya yang telah dikatakan memenuhi syarat. Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan. Jadual pelaksanaan 2 mingguan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Kontraktor Pelaksana belum menyelesaikan pembuatan jadual pelaksanaan. Semua kerugian akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Administrasi dan Teknis Halaman : . tidak mengandung minyak.5 c. maka Kontraktor Pelaksana harus dapat menyajikan jadual pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu pertama dan 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan. Pasir (Ps) b. Semen Portland (PC) Semen Portland yang digunakan adalah jenis satu harus satu merek untuk penggunaan dalam pelaksanaan satu satuan komponen bengunan.   . Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai. Bahan-bahan yang tidak memenuhi ketentuan seperti disyaratkan atau yang dinyatakan ditolak oleh Pengawas Lapangan tidak boleh digunakan dan harus segera dikeluarkan dari halaman pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam. Sepanjang tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini dan Berita Acara Rapat Penjelasan. Pengawas Lapangan berhak meminta kepada Kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke Laboratorium Balai Penelitian Bahan yang resmi dengan biaya Kontraktor. Apabila bahan-bahan yang ditolak oleh Pengawas Lapangan ternyata masih dipergunakan oleh Kontraktor. garam. beton dan penyiraman guna pemeliharaan harus air tawar.Spesifikasi Umum. e. maka Pengawas Lapangan memerintahkan untuk membongkar kembali bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. d. 2. Persyaratan mutu bahan bangunan secara umum adalah seperti di bawah ini. f. KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN a. sedangkan bahan-bahan bangunan yang belum disebutkan disini akan diisyaratkan langsung di dalam pasal-pasal mengenai persyaratan pelaksanaan komponen konstruksi di belakang. belum mengeras sebagai atau keseluruhannya. maka bahan-bahan yang dipergunakan maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam AV-41 dan PUBI-1982 serta ketentuan lainnya yang berlaku di Indonesia. Kontraktor tidak diizinkan untuk melanjutkan bagian-bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. sebagai air untuk keperluan pelaksanaan konstruksi oleh laboratorium tidak lagi diperlukan rekomendasi laboratorium. Jika terdapat perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai. Penyimpanannya harus dilakukan dengan cara dan didalam tempat yang memenuhi syarat sebagai air untuk menjamin kebutuhan kondisi sesuai persyaratan di atas. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan terhindarnya bahan-bahan dari kerusakan. d.

075 sampai 1. bersih dari kotoran. b.Spesifikasi Umum. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin. 2. 1. BAB III 3. lumpur. dan sebagainya yang dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi. Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevaluasi keadaan lapangan. yang lazim disebut pasir urug. yaitu :  Air kerja untuk pencampur atau keperluan lainnya yang memenuhi persyaratan sesuai jenis pekerjaan.2. Kontraktor harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak membahayakan para pekerja di lapangan. 3.3. cukup bersih. bebas dari segala macam kotoran dan zat-zat seperti minyak. AIR DAN DAYA a. garam. mandi/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Sumedang. 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . SALURAN PEMBUANGAN Kontraktor harus membuat saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar daerah bangunan selalu dalam keadaan kering/tidak basah tergenang air hujan atau air buangan.  Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. asam. SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN SITUASI/LOKASI a. Pasir untuk urugan adalah pasir dengan butiran halus. asam. Saluran dihubungkan ke parit/selokan yang terdekat atau menurut petunjuk Pengawas. yang terdiri atas. berbutir keras. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sendiri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan lainnya dalam melaksanakan pekerjaan ini. Kontraktor harus pula menyediakan penangkal petir sementara untuk keselamatan. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama mengenai keadaan tanah halaman proyek tersebut. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan. bersih dan bermutu baik.6 Pasir yang digunakan adalah pasir sungai. b. serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI 1971. Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Pasir untuk pekerjaan beton adalah pasir cor yang gradasinya mendapat rekomendasi dari laboratorium. dan bahan organik lainnya.1. garam. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Pasir untuk pasangan adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian terbesar adalah terletak antara 0. Lokasi proyek adalah pada lahan RSUD Kab. .  Batu Pecah (Split) Split untuk beton harus menggunakan split dari batu kali hitam pecah.25 mm yang lazim dipasarkan disebut pasi pasang 3. Halaman proyek akan diserahkan kepada Kontraktor sebagaimana keadaannya waktu Rapat Penjelasan.

Kontraktor dapat menggunakan Direksi Keet yang sudah ada dengan diadakan penyempurnaan dan perlengkapan peralatan. yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai Kontrak. Ruang gerak selama pelaksanaan dalam lokasi berpagar harus cukup leluasa untuk lancarnya pekerjaan. Kontraktor harus menjamin agar seluruh fasilitas itu tetap bersih dan terhindar dari kerusakan.1 m.6. 3. Kontraktor harus juga menyediakan untuk pekerja/buruhnya fasilitas sementara (tempat mandi dan peturasan) yang memadai untuk mandi dan buang air. Dengan seijin Pemimpin Pelaksana Kegiatan.Spesifikasi Umum. d. lantai plesteran. Ukuran dan redaksi papan nama tersebut 90 x 150 cm . 3. gudang dan halaman kerja yang sudah ada. PAGAR SEMENTARA Kontraktor harus membuat pagar sementara yang sifatnya melindungi dan menutupi lokasi yang akan dibangun dengan persyaratan kualitas sebagai berikut : a. KANTOR KONTRAKTOR. los kerja. Furnitur : 2 meja kerja 1/2 biro dan 5 kursi 1 meja rapat bahan plywood 18 mm ukuran 80 x 160 cm. Bahan dari BWG 32 dengan rangka kayu dicat sementara. GUDANG DAN FASILITAS LAIN Kontraktor harus membangun kantor dan perlengkapannya.7 3. PAPAN NAMA PROYEK Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bagian depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. dan 5 kursi 1 unit meja gambar beserta peralatannya 1 whiteboard ukuran 120 x 80 cm 1 rak arsip gambar plywood 12 mm ukr. meja dan lemari. dinding double plywood tidak usah dicat.7. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kontraktor harus membuat tata letak/denah halaman proyek dan rencana konstruksi fasilitasfasilitas tersebut. Fasilitas : air dan penerangan listrik d. los kerja. Tinggi pagar minimum 2. LOS DAN HALAMAN KERJA. KANTOR PENGAWAS (DIREKSI KEET) Kontraktor harus menyediakan untuk Direksi di tempat pekerjaan ruang kantor sementara beserta seperangkat furniture termasuk kursi-kursi. 3. b. Kontraktor dapat menggunakan kembali kantor.4. Ruang : ukuran 20 m2 b. Kontraktor bisa menggunakan kembali pagar yang sudah ada dengan melakukan perbaikanperbaikan terlebih dahulu bila diperlukan. atap asbes gelombang c. 120 x 100 x 30 cm Kontraktor harus selalu membersihkan dan menjaga keamanan kantor tersebut beserta peralatannya. Kualitas dan peralatan yang harus disediakan adalah sebagai berikut : a. Konstruksi : rangka kayu ex borneo.5. Pada tahap selanjutnya Kontraktor harus menyediakan/memasang pengaman secukupnya disekeliling konstruksi bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan-bahan bangunan dari atas yang membahayakan baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan. Dengan seijin Pimpinan Pelaksana Kegiatan. gudang dan halaman kerja (work yard) di dalam halaman pekerjaan. c.

c. 3. pondasi. Semua ukuran ketinggian galian.8. kusen. Administrasi dan Teknis Halaman : .00 dan as kolom/dinding. 3. batu-batuan atau puing-puing bekas bangunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari tanah bangunan kecuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek.8 dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Daerah setempat. Bouwplank harus menunjukkan ketinggian  0.10. sloof. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. b. Papan harus lurus dan diketam halus pada bagian atasnya. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil  0. b.9. PEMBERSIHAN HALAMAN a. Peil  0. b. langit-langit. 3.00 Bangunan diambil dari + 0. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan dipelihara agar tidak berubah selama pekerjaan berlangsung. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpas) dan tegak lurus.60 dari Jalan lingkungan. . PAPAN BANGUNAN (BOUWPLANK) a. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi jalannya pekerjaan seperti adanya pepohonan.00 tersebut. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan kelas IV) ukuran minimum 3/20 cm yang utuh dan kering. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) a.Spesifikasi Umum. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Pengawas Lapangan.

 Alat-alat pengukur seperti water pass dan alat-alat bantu lain yang dipergunakan untuk ketelitian. Situasi   Pembangunan akan dilaksanakan di dalam kompleks RSJ Prof.4. 1. Dalam rapat penjelasan akan ditunjuk tempat dimana pembangunan akan dilaksanakan tertera pada gambar. PEKERJAAN STRUKTUR/SIPIL BAB I URAIAN PEKERJAAN DAN SITUASI 1. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi ialah : . Halaman pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana keadaan pada waktu rapat penjelasan untuk ini hendaknya para Kontraktor mengadakan penelitian yang seksama terutama mengenai tanah bangunan yang ada.  BAB II UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK Mengukur letak bangunan : Kontraktor harus menyediakan pekerja yang ahli dalam cara-cara pengukuran alat penyipat datar. PEKERJAAN PONDASI PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. Dr. BAB III 3. segitiga siku-siku dan alat-alat penyipat tegak lurus dan peralatan lain yang diperlukan guna ketetapan pengukuran. balok. ketetapan dan kerapihan pekerjaan. Lingkup pekerjaan ini meliputi :  Pekerjaan persiapan  Pekerjaan Pondasi Foot Plat  Pekerjaan sloof  Pekerjaan kolom. luas pekerjaan dan lainlain yang dapat mempengaruhi harga penawaran.3. slang plastik. Untuk pelaksanaan Kontraktoran hendaknya menyediakan :  Tenaga pelaksana yang terampil dalam bidang pekerjaannya. sifat. 1.2.Spesifikasi Umum.1. Yani No.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . A.  Tenaga-tenaga pekerja harus tenaga-tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan jenis pekerjaan. Soeroyo Magelang Jl.9 B. 169 Magelang. prisma silang. alat penyiku. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam uraian pekerjaan dan syarat-syarat gambar bestek dan detail gambar konstruksi serta keputusan Direksi. pelat lantai  Pekerjaan struktur atap dack beton  Dan pekerjaan lainnya yang jelas-jelas terkait dengan pekerjaan struktur 1.

Penampang batu maksimum 30 cm dengan minimum tiga muka pecahan. Pondasi telapak beton diletakkan pada tanah keras dengan kedalaman seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana. Pembuatan semua pondasi telapak (foot plat) sesuai Gambar Kerja. Pemasangan semua stek dan angker yang diperlukan sesuai Gambar Kerja. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi telapak beton ialah :    Pembuatan urugan pasir setebal 10 cm dan dipadatkan dan lantai kerja dari beton tumbuk dengan komposisi adukan 1 : 3 : 5 setebal 5 cm. Di dalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga-rongga udara/celah-celah. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN  Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi baru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi.10    Pembuatan urugan pasir dan lantai kerja setebal 10 cm dan dipadatkan. - - 3. perlu dilakukan penggalian tanah dengan menggunakan alat yang memadai. Pemasangan semua stek dan angker yang diperlukan sesuai Gambar Kerja. 3. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN  Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi baru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Pengawas. maka sebelum pasangan dimulai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Jika pemasangan pondasi terpaksa dihentikan. 2.2. Untuk mendapatkan elevasi/kedalaman tanah keras. - - .Spesifikasi Umum. maka ujung penghentian pondasi harus bergigi agar penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna. PONDASI PASANGAN BATU KALI    Adukan yang dipergunakan 1 pc : 5 ps. Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. PEKERJAAN PONDASI TELAPAK BETON 1. Adukan 1 pc : 3 ps dipergunakan untuk semua pekerjaan pondasi batu kali setinggi 20 cm dari permukaan atas pondasi. Pembuatan semua pondasi batu kali sesuai Gambar Kerja. 2.

syarat-syarat bahannya dan lain-lain. 3. pondasi sumuan dan pendukungnya. ST-Crushed (kerikil) tergantung dari fungsi dan bentuk beton yang dikehendaki. Penahan-penahan jarak (spacer) berbentuk balok-balok persegi atau gelang-gelang untuk menjaga ketebalan tebal penutup (selimut) beton. Agregat beton. bahan-bahan atau material yang dapat memberi akibat pengurangan ikatan antara beton dan baja. Pemborong harus membuat detail „shop drawing‟ dengan skala dan rencana untuk seluruh pekerjaan untuk disetujui Pengawas Lapangan dalam pelaksanaan. MUTU BETON Kualitas bahan yang dipersyaratkan. PC-Portland Cement. Pemotongan dan Pemasangan Tulangan. Pemborong diwajibkan membuat dan mengajukan daftar dan gambar pemasangan tulangan (buigstaad) untuk mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan sebelum dilaksanakan.1 sampai pasal 8. termasuk spesifikasi-spesifikasinya. Pemotongan dan pengikatan sesuai dengan kondisi yang ada pada gambar kerja.3 sampai dengan pasal 5. pasal 5. - - 4. Semua baja tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga selama dan sebelum pengecoran tulangan tidak berubah tempat. maka jumlah batang-batang harus ditambah sehingga jumlah luas yang ditentukan terpenuhi. dari pabrik Gresik/Cibinong atau lainnya yang setaraf. S-Pasir (Sand) yang dimaksud pasir alam yang masuk dalam daerah gradasi 2 atau 3 dari pembagian daerah gradasi 1 sampai 4. NI-2. Semua baja pada pekerjaan beton ini permukaannya harus bersih dari larutan-larutan. selanjutnya berlaku ketentuan dalam PBI 1971.11 - Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. Semua agregat beton mengikuti syarat-syarat PBI 1971. PBI 1971. tidak diselesaikan pada saat pengecoran beton berlangsung. Kualitas campuran beton minimum harus memenuhi syarat-syarat K-225. - - - - - - - .7 dan pasal 8. Campuran beton.Spesifikasi Umum. Jumlah luas dari baja tulangan harus sesuai dengan gambar dan perhitungan jika dipergunakan „besi beton kurus‟. Dalam hal ini harus dimintakan persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan terlebih dahulu. tetapi diperlukan/dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaan ini harus diadakan pelaksanaannya. Administrasi dan Teknis Halaman : . sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. maka sebelum pasangan dimuai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. BAJA TULANGAN Semua baja tulangan yang didisain sebagai „tulangan praktis‟ dan tidak termasuk pada gambar. Campuran beton selalu dibuat untuk memenuhi syarat-syarat minimum compressive strength dari beton K-250 untuk pondasi mesin. Pemasangan dengan pengikatan dari pekerjaan baja yang tertanam dalam beton harus dilakukan dalam keadaan normal.17.

Lantai kerja ini harus kering dan bersih dari segala kotoran sebelum pengecoran beton bertulang dilaksanakan.2. Alat-alat pengangkutan beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan. sedangkan papan bekisting digunakan bhan multiplex minimal tebal 12 mm. sumuran. Campuran beton untuk lantai kerja mempunyai perbandingan volume 1 pc : 3 ps : 5 kr. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON  Pembuatan Adukan (campuran) beton Dalam melaksanakan beton dengan campuran yang direncanakan untuk mendapatkan mutu yang disyaratkan K-250 untuk pondasi mesin. Arah pengangkutan harus lancar. Jenis timbangan atau takaran semen agar agregat serta banyaknya putaran mesin pengaduk harus disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Lapangan. 5. sehingga tidak terjadi perbedaan waktu yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan beton yang akan dicor. Administrasi dan Teknis Halaman : .9. Benda uji Selama pengecoran harus dibuat benda-benda uji setiap 5 m3 beton dengan minimum satu buah benda uji setiap harinya sesuai pasal 4. Disyaratkan menggunakan ready-mix concrete pada pekerjaan pondasi ini. Dalam hal pengadukan beton.Spesifikasi Umum. Pemborong diwajibkan mengajukan perbandingan campuran menurut hasil pemeriksaan di laboratorium. Pembuatan adukan beton harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk (beton mollen) dan harus dilengkapi dengan alatalat pengukur yang dapat mengukur dengan tepat jumlah air pencampur yang dimasukkan ke dalam beton mollen.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut. pengecoran.12 - Kualitas baja tulangan harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. Pekerjaan Bekisting dan Perancah Pemborong diwajibkan membuat rencana bekisting dan perancah yang sebelum dilaksanakan perlu mendapatkan persetuan Pengawas Lapangan. berlaku ketentuan dalam PBI 1971 bab 6 pasal 6. Pengangkutan campuran beton Pengangkutan campuran beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara-cara dimana dapat dicegah pengesahan dan kehilangan bahanbahan. pemeriksaan mutu beton maupun mutu pelaksanaan beton selama masa pelaksanaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PBI 1971 bab 4 pasal 4. Pengadukan.      . 6/12 dan 5/7. maka gambar tersebut harus disertai dengan perhitungan-perhitungan kekuatannya.3 sampai dengan pasal 4. Lantai Kerja Lantai kerja semua pekerjaan beton bertulang yang berhubungan dengan tanah harus mempunyai lantai kerja beton tumbuk dengan ketebalan minimum 5 cm. Pemeliharaan (Curing) Selama struktur beton harus dilakukan pemeliharaan (curing) dengan air selama minimal 14 hari. bilamana dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan. Kayu untuk perancah harus memakai ukuran 6/10.

Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam lubang pondasi.Spesifikasi Umum. Pelaksanaan pengecoran harus memakai alat penggetar dan sejak pengecoran dimulai. Bila digerakkan kontinyu secara mekanik.  Penggalian Pemborong harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elevasi lubanglubang pondasi sesuai dengan gambar kerja. maka pekerjaan ini tidak boleh berhenti sampai mencapai siar-siar pelaksanaan yang ditetapkan sesuai dengan PBI 1971 atau atas petunjuk Pengawas Lapangan. hasil pengukuran harus disetujui oleh Pengawas Lapangan sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya. Tenaga ahli tersebut harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Pengawas Lapangan dan tenaga ahli tersebut harus kontinyu berada di lapangan untuk pengawasan. maka pekerjaan yang bersangkutan harus dibongkar dan merupakan tanggung jawab Pemborong. Alat penakar harus dibuat dengan baik. Perbandingan adukan harus sesuai dengan hasil percobaan dan persyaratan yang diminta dan angka perbandingan tersebut harus menyatakan takaran dalam satuan isis yang dilaksanakan dalam keadaan kering tanpa digetarkan. Pengecoran dan Pemadatan Pelaksanaan pengecoran baru boleh dilaksanakan setelah pekerjaan bekisting. Pengadukan beton tersebut harus sudah terpakai dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai.1 – 6. jangka waktu tersebut bisa diperpanjang. Pengecoran harus dilakukan secara teliti dan harus selalu diperiksa sehingga dapat menghasilkan bentuk permukaan dan ketinggian yang dibutuhkan sesuai dengan gambar kerja. Selama proses pengerasan beton. Lubang harus bersih setiap saat. Selanjutnya berlaku PBI 1971 bab 6 pasal 6. tidak boleh lebih dari 30 detik setiap penanaman untuk tebal lapisan 8 cm dan tidak boleh kena langsung baik pada baja tulangan maupun cetakan. maka bidang permukaan beton harus selalu dibahasi dengan air selama satu minggu. Penggalian lubang pondasi harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi yang dipersyaratkan dan harus mendapat persetujuan tertulis yang ditanda tangani oleh Pengawas Lapangan.6. Jika dari hasil pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.13  Tenaga Ahli Pengawas Lapangan Pemborong harus mengajukan daftar nama tenaga ahli yang akan ditempatkan di lapangan. Administrasi dan Teknis Halaman : . pembersihan dan campuran beton disetujui secara tertulis dari Pengawas Lapangan. Concrete vibrator harus ditanam tegak lurus. Supaya dalam beton tidak terjadi rongga kosong/udara masuk selama pengecoran harus digunakan concrete vibrator. Adukan beton tersebut harus dicorkan sedekat-dekatnya ke tujuan secara kontinyu sampai mencapai syarat-syarat pelaksanaan yang disetujui Pengawas Lapangan.        .7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut yang menerus. pemasangan. Selama pekerjaan pengecoran beton bertulang harus selalu dibuat benda uji minimal 1 buah setiap 5 m3 beton setiap hari sesuai dengan pasal 4. Sela-sela bekisting harus dibersihkan dengan memakai pompa-pompa udara (air compressor) atau semburan air. kuat dan harus mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan terlebih dahulu.

Pemborong harus membuat shop drawing . Sebelum pengecoran dilaksanakan.14  Persiapan Pengecoran . Semua akibat dari tidak terpenuhinya hal-hal tersebut diatas adalah menjadi tanggung jawab Pemborong.2. equipment.  Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.  Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.Spesifikasi Umum. tembokan. Meliputi pengadaan dan pengerjaan semua tenaga kerja. Pemborong harus berhati-hati untuk tidak mengganggu setiap pekerjaan baja yang tertanam di dalam beton. . LINGKUP PEKERJAAN 1. Administrasi dan Teknis Halaman : . drainase/sistem saluran plumbing.Pembuatan cetakan harus teliti. peralatan dan bahan untuk semua pekerjaan beton biasa. semua cetakan beton harus bersih dari segala yang dapat mengurangi mutu dan kekuatan beton. sampah-sampah berkas adukan-adukan.  Pekerjaan kayu. 4.     BAB IV PEKERJAAN BETON 4. Pada pelaksanaan pembersihan. Pemborong harus menjamin kepadatan beton sehingga tidak terjadi keropos. Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dengan disiplin lain yang menyangkut pekerjaan pembetonan yaitu seperti :  Pekerjaan tanah untuk struktur. beton telanjang berikut pembuatan dan pemasangan cetakan bekisting/mould penyelesaian dan lain-lain pekerjaan pembetonan sesuai dengan gambar-gambar rencana dan persyaratannya. sehingga kedudukannya tidak bergetar atau bergeser pada waktunya. PERSYARATAN Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan :  Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai. Pemborong harus tetap menjamin susunan tanah pada daerah di sekitar pondasi terhadap kepadatannya maupun terhadap peil semula. NI-8. Hal ini akan mendapat konfirmasi dari Pengawas Lapangan. PENYELESAIAN  Pemborong harus membersihkan kembali daerah yang telah selesai dikerjakan terhadap segala kotoran-kotoran. 2. 6. NI-2. yaitu Pemborong harus menanggung semua biaya-biaya re-design dan biaya tambahan volume pekerjaan. tidak bocor.1. tulangan-tulangan dan lain-lain. bobokan-bobokan.  Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pengawas. beton bertulang. logam dan lain-lain sebagainya yang ada kaitannya dengan pekerjaan beton. Jika diperlukan cetakan harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu.  Peraturan Semen Portland Indonesia 1972.  Pekerjaan arsitektur. datar dan tegak lurus.

semen. Setiap kali membuat adukan. 4. BAHAN-BAHAN. Pengujian (testing). reservoir dan lain-lain harus menggunakan adukan dengan campuran 1 PC : 3Ps dan harus dicor segera setelah lapisan water proofing selesai dipasang. 4. Untuk menjamin kesamaan mutu beton. Semua pekerjaan beton yang tidak sesuai standar akan ditolak.3.5. Sebagai pedoman. 4. air. kepadatan. pengadukan harus rata hingga warna dan kekentalannya sama. Pada umumnya pengujian dilakukan sesuai dengan PBI 1971 Bab 4. Campuran tambahan untuk beton (concrete admixture). Kecuali ready mix concrete semua pengadukan jenis beton harus dilakukan dengan mesin pengaduk berkapasitas tidak kurang dari 350 liter. Semua bahan harus ditakar menurut perbandingan berat. terutama untuk pekerjaan struktur dinding beton. 4. 2. 2. dan mutu baja yang dipakai adalah BJTD-39 dan BJTP-24. lantai dan atap beton. Jika beton tidak memenuhi syarat-syarat slump. kontraktor dianjurkan menggunakan readymix concrete dari perusahaan terkenal yang khusus membuat readymix. kecuali bila dilaksanakan dengan standar yang lebih tinggi mengenai kekuatan mutu bahan. maka bagian/kelompok adukan tersebut tidak boleh dipakai.3. Bilamana dianggap perlu tambahan untuk beton dapat dipergunakan concrete admixture. kolom. Takaran Perbandingan Campuran.7. 3. cara pengerjaan cetakan. maka perbaikan harus dilakukan sesuai dengan prosedurprosedur dalam PBI 1971. Proporsi semen yang ditentukan adalah minimal. balok. Persyaratan di atas adalah standar minimum dan harus disesuaikan dengan gambar-gambar dan persyaratannya. textured finishing dan kualitas secara keseluruhan. 1. Untuk pekerjaan beton lantai kerja dipakai beton rabat dengan campuran 1pc : 3ps : 5kr.4. PENGAWASAN CAMPURAN ADUKAN 1. Pemborong harus tetap mengusahakan mutu/kekuatan beton sesuai dengan yang disyaratkan dalam Pasal 5.15   American Society for Testing and Material (ASTM). termasuk pengujianpengujian susut (slump) dan pengujian-pengujian tekanan. Komposisi. beratnya harus ditakar dengan seksama. Lapisan penutup (protective concrete fill) di atas lapisan kedap air seperti pada lantai toilet (screed). Jika pengujian tekanan gagal. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengadukan. Semua agregat. Mutu karakteristik merupakan syarat mengikat.Spesifikasi Umum. American Concrete Institute (ACI). Penggunaan tersebut harus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. Semen yang dipakai harus semen portland dari merk yang disetujui dan yang dalam segala hal memenuhi syarat seperti yang dikehendaki oleh "Peraturan Beton Bertulang Indonesia” untuk . bukan perbandingan isi. MUTUBETON Mutu beton struktur adalah K-225 dan dianjurkan memakai ready mix concrete. cara pengecoran.

d. standar Jepang kelas SR 24 atau British Standard Nomor 785 . zak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat dan harus disimpan di gudang yang cukup ventilasinya dan tidak kena air. Pada umumnya pengujian untuk tulangan besi beton dilakukan sesuai dengan PBI 1971 yaitu yang mempunyai kekuatan leleh minimaì 370° kg/cm2. dengan penahan-penahan jarak beton (tahu beton) yang telah disetujui Ahli/Pengawas. Grade yang dipergunakan adalah ST-37 dengan kategori. Bagian 3 dilakukan pengujian butiran. Tulangan besi beton dan penutup beton tingginya harus tepat. b. Baja Tulangan.  Pasir Beton. bebas dari bahan-bahan yang merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen dan dilakukan pengujian air/laboratorium test.Spesifikasi Umum. kulit giling atau bahan-bahan lain yang merusak. Agregat harus keras. Bahan tambahan disetujui secara khusus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. PBI 1971. lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971. c. cat. Jika besi beton tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Uraian dan Syarat-syarat yang tercantum dalam pengujian.16 beton kelas I . dan tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.Z 475 atau British Standard. BJTP 24 yang sesuai dengan tabeì 3. Bahan Tambahan. termasuk daya tahannya terhadap karat dari tulangan besi beton. 4. hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk mendapatkan adukan beton yang tepat. Pemasangan. Agregate. Agregat (butiran) dalam segala hal harus memenuhi yang dikehendaki (ketentuan-ketentuan) PBI 1971. lepas. A i r. Semua tulangan harus dipasang dengan posisi yang tepat sehingga tidak dapat berubah atau begeser pada waktu adukan ditumbuk-tumbuk atau dipadatkan. Kantong semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampau1 2 m. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. Digunakan koral yang bersih. Sebelum beton dicor. bermutu baik tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971. Koral Beton/Split. bersifat kekal dan bersih. Penyimpanan/penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dengan yang lain. tulangan besi beton harus bebas dari minyak.1. Air untuk adukan dan perawatan beton harus bersih.1938. maka kelompok yang tidak memenuhi . karat. bebas dari bahan-bahan yang merusak. Penyimpanan. a. Tulangan besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka untuk jangka waktu yang panjang. Jenis penulangan. semen harus terlindung dari hujan. 3.  2. kotoran. Administrasi dan Teknis Halaman : . Dalam pengangkutan. bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971.7. ditaruh pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. umpamanya yang bentuk atau kwalitasnya bertentangan dan mempengaruhi kekuatan atau kekalnya konstruksi beton pada setiap umur. Pengujian (testing). Batang tulangan besi beton terdiri dari BJTD-39 dan BJTP-24. 1. nomor : 12-1965.

e. baik yang sudah maupun yang belum dipakai.40 mm. Cetakan harus dibuat dan disangga sedemikian rupa hingga dapat menahan getaran yang merusak atau lengkung akibat tekanan adukan beton yang cair atau sudah padat. Tiang-tiang tidak boleh disambung lebih dari satu. d. tanpa berubah bentuk. tidak boleh digunakan untuk ini. . Kawat Pengikat. Alat untuk Membersihkan. Tiang-tiang acuan harus diatas papan atau baja untuk memudahkan pemindahan perletakan. Selimut Beton. 5.5 cm. 2. adalah sebagai berikut : 1. Konstruksi.Spesifikasi Umum. Kolom dan balok-balok beton = 2. permukaannya licin. a. potongan-potongan kayu. Bekisting harus dipakai kayu klas II yang cukup kering dan sesuai dengan finishing yang diminta menurut bentuk. Pondasi atau pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah = 3 cm. Bekisting harus cukup untuk menahan getaran vibrator atau kejutan-kejutan lain yang diterima. fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton. garis ketinggian dan dimensi dari beton sebagaimana diperlihatkan dalam gambar arsitektur. Tiang-tiang dari dolken ukuran 8/10 cm atau kaso 5/7 cm.17 syarat-syarat itu tidak boleh dipakai dan pemborong harus menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan tidak disepuh seng. Pada pencetakan untuk kolom atau dinding harus diadakan perlengkapanperlengkapan untuk menyingkirkan kotoran-kotoran. dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. Cetakan harus dibuat sedemikian rupa hingga mempermudah penumbukanpenumbukan untuk memadatkan pengecoran tanpa merusak konstruksi. Slab/plat beton diatas tanah = 2. f. serbuk gergaji. Minyak pelumas. Cetakan (bekisting). bebas dari kotoran-kotoran seperti tahi gergaji. Tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan palang papan/balok secara silang. Cetakan harus dibuat dari papan-papan yang bermutu baik atau plywood :  Untuk beton tidak diexposed dipakai kayu terentang tebal minimum 2. 3.  Untuk beton exposed dipakai plywood. tanah dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. potonganpotongan kawat pengikat dan lain-lain. Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar arsitektur dan sama disemua tempat untuk bentuk dan ukuran tiang yang dikehendaki sama. Untuk mempermudah pembongkaran cetakan dan menyingkirkan penutup-penutup. Pelapis Cetakan.0 cm. b. c. Administrasi dan Teknis Halaman : . Ukuran minimal selimut beton sesuai dengan penggunaannya (tidak termasuk plesteran).5 cm. B a h a n. Tebalnya tergantung dari kwalitas dan jarak rangka penguat cetakan tersebut. U k u r a n. pelapis cetakan dari merk yang telah disetujui dapat dipergunakan. Acuan harus rapat tidak bocor. e. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1971).

PBI. Segala cacat pada permukaan beton yang telah dicor. jendela.5 cm). Pengecoran. b. e. 6. sehingga dapat dihindarkan adanya pemisahan dari bagian-bagian bahan. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagian utama dari pekerjaan. pile cap (poer). d. pelat. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya. toleransi ini tidak boleh bertambah-tambah (kumulatif). Ukuran-ukuran masing-masing bagian harus seksama dalam -0.4. Sebelum beton dicor. 5. semua kotoran dan benda-benda lepas harus dibuang dari cetakan. ketinggian.Spesifikasi Umum. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. sloof. dan tangga beton. Pekerjaan meliputi pekerjaan struktur. Toleransi-toleransi memenuhi ketentuan ayat 8. Adukan tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 2 m. c. 2. kolom. 4. Fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton sedangkan untuk beton biasa bisa dipakai cetakan dari papan klas II tebaì 2. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Cetakan (bekisting) untuk beton telanjang (bila ada) dari plywood dengan tebal minimum 12 mm.6. pondasi tiang pancang. 3. LINGKUP DAN MACAM PEKERJAAN 1. Pemborong harus memberi tahu Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Pengangkutan Adukan Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa. Pemberitahuan Tentang Pelaksanaan Pengecoran. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atau persetujuan Direksi/Pengawas. Posisi masing-masing bagian konstruksi harus tepat dalam batas toleransi 1 cm. harus diplester dengan campuran perekat sedemikian rupa sehingga sesuai warna tekstur dan bentuknya dengan permukaan yang berdekatan. Pengecoran harus dilakukan dengan 2. bermutu baik yang telah disetujui oleh Pengawas.5 cm. harus diambil dari pekerjaan untuk menjamin ketepatan antara pekerjaan konstruksi beton dan ukuran pintu. a. Pembersihan Cetakan dan Alat-alat. Toleransi. pemeriksaan ukuran-ukuran.3 dan +0. Untuk beton exposed harus dihindari adanya cacat permukaan. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja. atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh Pemberi Tugas/Pengawas. maka Pemborong dapat diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang dicor atas biaya sendiri. . Permukaan cetakan dan pasangan-pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton. Ukuran keseluruhan untuk kusen-kusen pintu dan jendela. balok.5 . Syarat-syarat Cetakan untuk Beton. beton pelat lantai basement.18 4.7.3 cm lebar 20 cm. bahan dan peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Semua sudut terbuka yang runcing dari kolom atau balok harus dibulatkan (dihaluskan 1. harus dibasahi dengan air sebelum dicor.4.

Pemberi Tugas/Pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut :  Konstruksi beton yang sangat keropos. Penggetaran tidak boleh dilakukan langsung menembus tulangan kebagian-bagian adukan yang sudah mengeras. Pemadatan beton. beton harus terus menerus dibasahi selama 14 hari berturut-turut.Spesifikasi Umum. Setelah pengecoran. harus diambil tindakan-tindakan sebagai berikut : a. Untuk mencapai mutu beton K-250 sesuai dengan PBI 1971. 7. 10. 9. Perawatan. Pemborong harus memberi tahu Pemberi Tugas/Konsultasi Perancang bilamana ia bermaksud akal membongkar cetakan pada bagian-bagian konstruksi yang utama minta persetujuan. Bila terjadi kerusakan. Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pemborong harus melakukan percobaan-percobaan membuat design mix campuran-campuran .  Konstruksi beton yang tidak tegak lurus. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton seluruhnya terletak pada Kontraktor dan perhatian pemborong mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan. Untuk melindungi beton yang baru dicor dari cahaya matahari angin dan hujan. Dalam cetakan yang vertikal. 11. Penggetar harus dimulai pada waktu adukan ditaruh dan dilanjutkan dengan adukan berikutnya. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh pengawas. maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap berlangsung. atau rata seperti yang direncanakan. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan. Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai satu kekuatan khusus yang cukup untuk memikul 2 kali beban sendiri. seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. b.  Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk atau profil yang direncanakan atau posisinya tidak seperti yang ditunjukkan dalam gambar. pada bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana. Perubahan Konstruksi Beton. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Administrasi dan Teknis Halaman : . vibrator harus dekat dengan cetakan. Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa berhenti dan tidak boleh terputus tanpa persetujuan Pengawas. Campuran dan Pengambilan Contoh (sampling).  Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya. Bilamana akibat pembongkaran cetakan. a. tapi tidak boleh menyentuhnya sehingga dihasilkan suatu permukaan beton yang baik. yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit. sampai beton itu mengeras dengan baik dan untuk mencegah pengeringan terlalu cepat. Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental. 8. lebih dari 24 detik. Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Pembongkaran Cetakan. Semua cetakan yang sudah diisi adukan beton harus dibasahi terus menerus sampai cetakan itu dibongkar. Tidak boleh menggetarkan suatu bagian adukan. tapi dengan adanya persetujuan itu tidak berarti Pemborong lepas dari tanggung jawab.19 sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos dan sarang-sarang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. Adukan harus dipadatkan dengan baik dengan memakai alat penggetar (vibrator) yang berfrekwensi dalam adukan paling sedikit 3000 getaran dalaím 1 menit.

20 sedemikian rupa sehingga untuk kubus beton berukuran 15 x 15 x 15 cm. Beton balok portal c. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Reference pasaì 4. Analisá kekuatan berdasarkan pada rumus-rumus statistik sebagaimana tertera dalam PBI 1971. Jenis dan Mutu Bahan Beton kolom portal  Mutu beton K 225  Mutu baja U 39 (tulangan utama)  Mutu baja U 24 (tulangan sengkang) BAB VI PEKERJAAN BETON BALOK DAN SLOOF 6. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Jenis dan Mutu Bahan a. Beton balok praktis  Mutu beton K 175 Balok praktis yang diperlukan harus dilaksanakan oleh Kontraktor meskipun tidak tercantum dalam gambar rencana . yaitu beton kolom portal. Biaya pengetesan termasuk dalam penawaran Pemborong atau tanggung jawab Kontraktor.1.Spesifikasi Umum. 5.2. pasaì 46. Beton balok pengikat (ringbalk)  Mutu beton K 225 c.6. Administrasi dan Teknis Halaman : . bahanbahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang nantinya akan dipergunakan sebagai bahan beton struktur. Beton balok portal  Mutu beton K 225 b. Setiap hari pengecoran harus diambil contoh uji (sampling) paling sedikit tiga buah kubus percobaan yang waktu pengambilannya sepenuhnya ditentukan oleh Pengawas. ayat 1 s/d 5. yang terdiri dari : a. Kubus percobaan harus dibuat minimal 1 buah dalam 5 m3 beton. Beton balok praktis 6. b. Pengetesan kubus percobaan tersebut hanya boleh dilakukan dilembaga-lembaga Penelitian Bahan Bangunan Resmi yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.1. pada umur 28 hari. PBI 1971. Beton Sloof b. harus mempunyai kekuatan hancur karakteristik minimal 250 kg/cm2. dan dibuat paling sedikit dalam 3 proses pengadukan yang tidak bersamaan waktunya. BAB V PEKERJAAN BETON KOLOM 5. Beton balok pengikat (ringbalk) d. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.2.

Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.1. beton ruang basah dipergunakan waterproofing jenis bithuthene sheet 3000 dengan ketebalan 3 mm. b. Administrasi dan Teknis Halaman : . Lingkup Pekerjaan Yang termasuk pekerjaan waterproofing adalah : a. d. 8. Seluruh lapisan waterproofing. Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan a. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. atau setara.1. Penyediaan bahan Waterproofing pada plat beton atap.Spesifikasi Umum. Disekeliling pipa-pipa pembuang harus dibobok untuk kemudian diisi dengan semen non shrink. merk Isobone. Persiapan permukaan yang dilapis waterproofing lantai beton harus bebas dari kotoran yang melekat seperti bitumen. e. Jenis dan Mutu Bahan a. Setelah lapisan waterproofing dipasang dengan benar. Fosrock. Pekerjaan waterproofing harus mendapat sertifikat pemeliharaan cuma-cuma selama 10 (sepuluh) tahun. jika tidak ditentukan lain harus pula menutupi kaki-kaki bidang-bidang tegak sampai ketinggian permukaan air (minimal 30 cm).2. lemak dan lain-lain.5 kg/m2 dengan semen slurry bonding agent lain yang setara. Pertemuan bidang horizontal dan vertikal harus dipasang polyster mesh. bercak-bercak cat. BAB IX PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP . oli.2. Beton pelat lantai  Mutu beton K 225  Mutu tulangan BTJTD 40 untuk diameter  16 mm dan BJTP 24 untuk yang lebih kecil BAB VIII PEKERJAAN WATERPROOFING 8. pelat beton ini digunakan baik untuk lantai maupun sebagai pelat beton untuk atap termasuk beton yang memerlukan kedap air seperti KM dan WC 7. c. Lapisan dasar primer untuk meratakan permukaan lantai beton dan membuat kemiringan dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0. Kemiringan screeding beton sekurang-kurangnya 2%. selanjutnya Kontraktor melapor Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan. maka bagian atas ditutup dengan screeding campuran 1:3 dan kawat kasa setebal 3 cm dengan memperhatikan kemiringan untuk drainage air hujan.21 BAB VII PEKERJAAN BETON PELAT LANTAI DAN PELAT ATAP 7.

Spesifikasi Teknis dan desain oleh pabrikan yang ditunjuk.  Sistem rangka atap harus didesain untuk mengakomodasi pengiriman dan penanganan. 3. fabrikasi dan pemasangan rangka harus dilakukan sedemikian rupa agar rangka baja ringan mampu menerima beban rencana yang telah ditentukan oleh Konsultan Perencana. Japanese Industrial Standard (JIS):  JIS G 3302 – Hot Dipped Zinc Coated Steel Sheets and Coils. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini adalah pemasangan dan perakitan rangka atap dengan baja ringan yang meliputi perhitungan struktur. sambungan.1.Spesifikasi Umum. untuk memudahkan dan mempercepat perakitan. 2. kegagalan pelapis. American Welding Society (AWS) :  AWS D1. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Desain sistem rangka untuk rangka atap dan balok atap harus mampu menahan beban mati rencana tanpa lendutan yang lebih besar dari 1/300 bentangan untuk lendutan vertikal.22 9.  Desain sistem rangka atap harus dibuat sedemikian rupa agar dapat mengakomodasi gerakan bagian rangka tanpa kerusakan atau tekanan berlebih.  Desain. kegagalan sambungan.  Part 1 : Dead and Live Loads and Load Combinations  Part 2 : Wind Loads  AS 1538 – Cold Formed Structures Code  AS 1554 – Structural Steel Welding Code  AS 4100 – Steel Structures Code  AS 1397 – Steel Sheet and Strip – Hot Dipped Zinc Coated and Aluminium / Zinc Coated  AS 3566 – Self Drilling Screws for The Building and Construction Industries  AS 1650 – Hot Dipped Galvanized Coatings on Ferrous Articles. ikatan angin harus dilaksanakan oleh perusahaan/Aplikator terdaftar dan direkomendasi pabrik penghasil yang berpengalaman dalam perancangan sistem rangka baja ringan.  AS 4600 – Cold Formed Code for Structural Steel. PROSEDUR UMUM 1. Desain. a. STANDAR / RUJUKAN 1. b. berikut pengadaan aplikator yang direkomendasi oleh pabrik penghasil :  Sistem rangka atap  Reng dan Kasau  Ikatan angin  Dan aksesori pelengkap lainnya untuk melengkapi pemasangan. Australian Standard :  AS 1163 – Structural Steel Hollow Sections  AS 1170 – Loading Code. ketegangan yang tak semestinya pada alat pengencang dan angkur. atau akibat lainnya yang merusak ketika mengalami perubahan temperatur sekitar yang maksimal sekitar 200 C. .  Desain sistem rangka atap yang terdiri dari rangka.1 – Structural Welding Code Steel.

Lembaran Metal.Spesifikasi Umum.1 atau AS 1554 edisi terakhir.  Pekerjakan fabrikator dan pemasang yang telah berpengalaman dengan bahan. c. termasuk ketebalan baja tanpa lapisan. Penyerahan. Profil rangka yang akan digunakan harus sesuai dengan standar profil rangka yang dibuat oleh pabrik pembuatan sistem rangka baja ringan.  Sebagai pengganti sertifikat pabrik. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Rangka baja ringan harus disimpan di ruang yang memiliki ventilasi cukup untuk mencegah kondensasi dan dilindungi dengan penutup tahan air.  Sertifikat tukang las yang ditanda tangani Kontraktor yang menyatakan bahwa tukang las memenuhi persyaratan – persyaratan yang ditetapkan dalam butir Jaminan Mutu. 2. c. dan kerusakan lainnya selama pengiriman. . listplang dan balok tembok) adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut :  Reng memakai hot – dipped Galvanized Steel 45 x 27 B 50  Murplat / top plate memakai hot – dipped Galvanized Steel 75 x 40 W 10 Alat sambung utama untuk kuda – kuda baja ringan adalah sekrup khusus yaitu self drilling screw STEELFIX berdasarkan ketentuan “Screws – Self b. Kontraktor harus menyerahkan data – data berikut :  Data produk untuk setiap tipe rangka baja ringan dan aksesori. ikatan angin.5 BMT seperti Zincalume buatan Blue Scope Steel Indonesia atau yang setara. 3. Profil Rangka. Pengiriman.BAHAN 1.  Lembaran metal lapis campuran seng dan alumunium harus memenuhi ketentuan AS 1397. Jaminan Mutu.  Rangka baja ringan harus dilindungi terhadap kerusakan. Sarana atau yang setara yang disetujui. elongasi total dan ketebalan lapisan pelapis metal. Spesifikasi Material sbb : a.  Web memakai hot – dipped Galvanized Steel 65 x 26 C 08 Bahan baja selain kuda – kuda (reng.  Data analisa struktur yang tertutup dan ditanda tangani enjinir profesional yang dipilih yang bertanggung jawab untuk mempersiapkannya. penyimpanan dan penanganan. tegangan leleh.  Lembaran metal lapis seng / galvanized harus memenuhi ketentuan SNI 070132-1987 dengan tebal lapisan seng minimal 220 g/m2 sesuai JIS G 33021994. sekur overhang. dengan ketebalan 7. Bahan baja yang dipakai untuk kuda – kuda adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut :  Batang utama (chord) memakai hot – dipped Galvanized Steel 95 x 33 Z 08 dan atau Z 10. BAHAN . serahkan laporan pengujian dari agensi pengujian yang terdaftar yang membuktikan kesesuaiannya dengan persyaratan – persyaratan. deformasi.23 2.  Standar pengelasan harus memenuhi ketentuan AWS D1.  Sertifikat pabrik yang ditanda tangani oleh pabrik pembuat rangka baja ringan yang menyatakan bahwa produk mereka memenuhi persyaratan. dengan mutu baja 5500 kg/cm2. tegangan tarik. seperti Lokfom. desain rangka baja ringan yang sejenis. dan dengan catatan pengalaman proyek yang berhasil. Penyimpanan dan Penanganan.

Spesifikasi Umum. Semuanya harus berlapis seng dengan proses celup panas. dan dengan sambungan yang aman dan kuat dan seperti diuraikan berikut :  Fabrikasi rangka rakitan dalam cetakan / pola. Ltd. Drilling – for The Building and Construction Industries” (Australian Standard 3566). tetapi tidak terbatas pada yang tersebut berikut :  Pryda Indonesia Pty. Sesuai dengan ketentuan – ketentuan. Pelapisan (coating) anti karat menggunakan hot – dipped Galvanized coating 2 Z 22 (220 g/m ). mur berbahan baja karbon. dan cincin pelat. Angkur. PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. e.1-E70xx atau AS 1554. yang memiliki kemampuan menumpu. manufaktur / fabrikator sistem rangka baja ringan yang dapat memenuhi. Fabrikasi rangka baja ringan dan aksesori agar vertikal. 1. f. dengan kemampuan menumpu.24 d. sesuai dengan garis yang telah ditentukan.  Alat pengencang mekanikal harus berupa sekrup tipe self drilling. Maksimalkan fabrikasi di pabrik pembuat dan penyusunan / perakitan bagian sistem rangka baja ringan. tegak lurus empat sisi.  Angkur ekspansi harus difabrikasi dari bahan tahan karat. termasuk : 4. d. 3. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Angkur tipe powder actuated harus merupakan sistem alat pengencang yang sesuai untuk aplikasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. tanpa kegagalan. Aksesori rangka baja ringan harus dibuat dari bahan dan penyelesaian yang sama dengan yang digunakan untuk bagian – bagian rangka baja ringan dan sesuai dengan persyaratan engineer dari pabrik pembuat rangka baja ringan.  Potong bagian rangka dengan gergaji atau gunting besar. self threading steel drill yang memiliki lapisan anti karat. Bahan – bahan lainnya 1.  Kawat las harus memenuhi ketentuan AWS A5. tanpa kegagalan. bahan yang dipakai untuk rangka atap baja ringan dapat diperiksa di Laboratorium Penelitian Bahan Bangunan. Semua kuda – kuda harus ditambatkan ke struktur pendukung untuk menahan beban vertikal dan horisontal dengan Baja Ringan Multigrip (MGN) dengan bahan Galvabond G2 – Z275 dengan Yield Strength 250 Mpa dan Design Tensile Strength 150 MPa. sebuah beban yang besarnya 5 kali lipat beban rencana. Cat untuk perbaikan lapisan seng harus memenuhi ketentuan SSPC-paint20 atau DOD-P-21035. Dengan produk Steelfast  PT Blue Scope Lysaght Indonesia dengan produk Smartruss  PT Jaindo Metal Industries dengan produk Uni-Frame Aksesori Rangka. Fabrikasi. Klip dan Alat Pengecang  Baja profil dan klip harus dilapisi seng dengan proses celup panas  Baut angkur pasang di tempat dan tiang harus dari baut kepala segi enam dan tiang berbahan baja karbon. a. Manufaktur / Fabrikator. antara lain. Jika dipandang perlu. 5. sebuah beban yang besarnya 10 kali lipat beban rencana. bukan dengan api. . difabrikasi dari bahan anti karat.

3.25  Kencangkan bagian rangka baja ringan dengan baut. b. Bila ada penggunaan panel dinding prefab. Independently frame both sides of joints. panel dinding tersebut harus diangkur dan ditumpu dengan kuat dan aman. aksesori dan alat pengencang yang sesuai dengan persyaratan engineer pabrik pembuat.  Pasang rangka baja ringan dalam batas variasi toleransi maksimal yang diijinkan dari vertikal. elevasi.  Harus memenuhi persyaratan fabrikasi seperti disebutkan di atas. dan dengan sambungan yang kencang. b.  Pasang rangka baja ringan dan aksesori agar vertikal. Kesalahan kumulatif tidak boleh dari persyaratan pengencangan minimal pelapis.  Pasang bagian rangka dalam satu bagian panjang utuh bila memungkinkan. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. Administrasi dan Teknis Halaman : . pengiriman dan tekanan pada saat pemasangan. Do not bridge building expansion and control joints with cold-formed metal framing. penutup atau bahan penyelesaian lainnya. siku – siku penulangan.  Lengkapi dengan ikatan angin sementara yang dibiarkan pada tempatnya sampai rangka baja ringan menjadi stabil secara permanen. a. rivet atau sekrup sesuai rekomendasi enjinir dari pabrik pembuat. tegak lurus empat sisi. pengaku. Tidak diijinkan melakukan pengencangan dengan kawat.  Bagian rangka baja individual harus ditempatkan maksimal  3 mm dari lokasi rencana. Beri penulangan. 2. dan garis yang telah ditentukan. 3 mm dalam 300 cmm (1 : 1000). Pemasangan Panel Dinding Prefab. Fabrikasi setiap rakitan rangka metal dengan toleransi kesikuan maksimal 3 mm. pengaku dan ikatan angin untuk menahan penanganan. . Persiapkan dan perbaiki lapisan seng yang rusak pada rangka baja ringan yang telah difabrikasi dan dipasang dengan cat perbaikan lapisan seng yang sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. Umum. balok di atas bidang bukaan dinding. Pemasangan.  Sambungan muai harus dibuat terpisah dari rangka baja ringan dengan cara sesuai persyaratan. c. Perbaikan Perlindungan.Spesifikasi Umum.  Lengkapi dengan ikatan angin.

II PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA DAN BATA RINGAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan dinding yang terbuat dari batu bata dan bata ringan disusun ½ bata. pondasi. 1.1.2. 2.00 tersebut. sloof.Spesifikasi Umum. kusen. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini.2.1. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) c. d. b. meliputi penyediaan bahan. batu-batuan atau puing-puing bekas bangunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari lokasi bangunan kecuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil  0. BAHAN a. langit-langit. BAB 2.26 C.00 Bangunan diambil dari Lantai Dasar Gedung Rawat Darurat. Batu bata (bata merah) . Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi jalannya pekerjaan seperti adanya pepohonan. Semua ukuran ketinggian galian. I PEMBERSIHAN/PEMBONGKARAN DAN PENGUKURAN PEMBERSIHAN HALAMAN a. Peil  0. PEKERJAAN ARSITEKTUR BAB 1.

kolom praktis dan ringbalk. Bahan Dry-Mix yang dipakai adalah produk LEMKRA. tanpa cacat atau mengandung kotoran. Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). 8.27 Batu bata merah (dari tanah liat) yang dipakai adalah produksi dalam negeri eks daerah setempat dari kualitas yang baik dengan ukuran 5 x 10. Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. pasir dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata. keras dan tidak mudah patah.Spesifikasi Umum. yaitu : sloof. Bata Ringan Batu bata ringan yang dipakai adalah produksi setara Hebel atau Jaya Celcon ukuran tebal 10 cm. Pengawas Lapangan berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi syarat. Cipta Mortar atau setara.2 cm. Komposisi bahan beton rangka penguat dinding (sloof. a.8 buah per m2. Gresik. bebas dari kotoran. Pengawas Lapangan berhak menolak bata dan menyuruh bongkar pasangan bata yang tidak memenuhi syarat. 1 Pc : 3 pasir untuk tasram Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (Nusantara. Baja tulangan menurut ketentuan PBI 1971. kolom praktis. Kualitas bata harus sesuai dengan pasal 81 dari A. Adukan harus dibuat dalam alat tempat mencampur. bukan langsung diatas tanah. Tiga Roda atau produk daerah setempat yang mempunyai kualitas standar konstruksi). c. Mortar/Plester Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata ringan. bebas dari tanah/lumpur dan zat-zat organik lainnya. bersudut runcing dan rata. Adukan Adukan terdiri dari semen. ringbalk) adalah 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil.5 x 22 cm yang dibakar dengan baik. diatas permukaan yang keras. Kolom praktis dan ringbalk Ukuran rangka penguat dinding bata (non struktural) : kolom praktis 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan. Bekisting terbuat dari kayu terentang/kayu hutan lainnya dengan tebal minimum 2 cm yang rata dan berkualitas papan baik. Komposisi adukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Fabrikan. Meskipun ukuran bata yang bisa diperoleh di suatu daerah mungkin tidak sama dengan ukuran tersebut diatas. Bekas adukan yang sudah mulai mengeras tidak boleh digunakan kembali. PELAKSANAAN Dinding harus dipasang (uitzet dengan peralatan yang memadai) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan dalam gambar. warna merah merata. harus diusahakan supaya ukuran bata yang akan dipakai tidak terlalu menyimpang. Kerikil/split dari pecahan batu keras dengan ukuran 1 . Komposisi adukan adalah 1 pc : 5 pasir untuk dinding biasa. Bahan-bahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. Beton Bertulang Beton bertulang dibuat untuk rangka penguat dinding bata. 2. Bahanbahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. b. e. 1941 Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. Pasir beton harus bersih. d. Administrasi dan Teknis Halaman : . ringbalk dan balok latai 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan Kolom praktis dan ringbalk diplester sekaligus dengan dinding bata sehingga mencapai tebal 15 cm dan 10 cm untuk dinding bata ringan.3. .V.

Lebih dari 1 (satu) meter tingginya setiap hari di satu bagian pemasangan 4. c. Yang ukurannya kurang dari setengahnya 2. Bekisting baru boleh dibongkar setelah beton mengalami proses pengerasan. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus dibuat balok latei 10/10.Spesifikasi Umum. Tidak diperkenankan memasang batu bata : 1. dan ring balk) Bata dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar.1.28 Pemasangan bekisting harus rapi dan cukup kuat. Setiap luas pasangan dinding bata ringan mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm. III PEKERJAAN PLESTERAN DAN DRY MORTAR KETERANGAN Kecuali disebutkan lain. Semua permukaan plesteran dicat dengan cat tembok. 3. kecuali disebutkan lain. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 3. Pasangan dinding bata Bata yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. Yang ukurannya kurang dari setengahnya 3. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus. baik dalam arah vertikal maupun horizontal. bahan penyelesaian atau penutup permukaan dinding/tembok bata dan adalah plesteran. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 5. Celah-celah papan harus rapat sehingga tidak ada air adukan yang keluar. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. Setiap luas pasangan dinding bata mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin. Sela-sela disekitar kusenkusen harus diisi dengan aduk.2. Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. meliputi penyediaan bahan. b. Tidak diperkenankan memasang batu bata ringan: 1. baik dalam arah vertikal maupun horizontal. Pasangan Bata Ringan Bata ringan yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. BAHAN Komposisi bahan adukan sesuai dengan persyaratan. Pemasangan bata diatas kusen harus dibuat balok lantai 12/12 atau dilengkapi dengan pasangan rollaag. dan ring balk) Bata ringan dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar. Pekerjaan plesteran mencakup pembuatan dan pemasangan plesteran pada dinding-dinding tembok bata dan bidang-bidang beton. Permukaan beton harus dibuat kasar. mandi/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. Permukaan beton harus dibuat kasar. Administrasi dan Teknis Halaman : . Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk BAB 3. 2. tenaga kerja dan peralatannya. yaitu : .

halus.3. Plesteran Dry Mortar 1. Permukaan beton yang akan diplester harus disiapkan dulu dengan pekerjaan pendahuluan dengan urutan sebagai berikut :  Permukaan dibuat kasar dengan betel/pahat beton  Dibasahi dengan air  Disapu air semen (Pc) atau bonding egent Mortar untuk plesteran adalah campuran 1 Pc : 2 Ps yang diaduk secara benar-benar homogen. Rapikan / haluskan dengan gosokan (roskam) c. Dalam mendirikan dinding yang tidak berada dibawah atap. maka permukaan tersebut harus diplester hingga menghasilkan permukaan seperti yang dimaksud di dalam gambar rancangan pelaksanaan. Bila pelaksanaan pekerjaan beton tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus dan rata. Masukkan serbuk Dry-Mortar secara bertahap kedalam ember perbandingan campuran (1 kg Plester Mutiara : 250 cc air) 3. Aduk hingga rata dengan menggunakan mixer 4. Produk setara : LEMKRA – Plester Mutiara. selama waktu hujan harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok dengan bahan pelindung yang cukup sesuai. Sudut-sudut dibuat serapi-rapinya dan menyiku. dengan d. ketebalan 2 mm.5 cm dan maksimum 2 cm. b. 1 : 2 dan sudut dinding 1 pc : 5 pasir untuk dinding bata bagian dalam gedung Semen PC yang dipakai adalah produk lokal yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). BAB IV PEKERJAAN KUSEN. plesteran harus dilapisi kawat wiremesh minimal 30 cm sepanjang pertemuan. Administrasi dan Teknis Halaman : . khususnya apabila permukaan dinding rata dengan permukaan beton. 1 pc : 3 pasir untuk permukaan beton. Plesteran dinding bata Sebelum diplester. Selama proses pengeringan. d. Semua pasangan dinding bata harus diplester dan diaci kecuali pasangan dinding bata yang tertanam didalam tanah atau dibawah lantai dasar cukup diplester dengan campuran 1 : 3 tanpa acian. atau Cipta Mortar 3.29 a. PELAKSANAAN a.Spesifikasi Umum. sedang. c. Ketebalan dapat diatur sesuai dengan grade : kasar. Plesteran diselesaikan dengan papan plesteran dan kayu perata atau sekop baja. PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM . permukaan dinding bata harus dibersihkan dan dibasahi dengan air. Tebarkan adukan tersebut pada media dinding yang sudah diplester 5. siarnya dikorek sedalam 1 cm. plesteran harus disiram dengan air selama 7 (tujuh) hari terus menerus. Sambungan dari plesteran-plesteran harus mulus dan lurus. Ketebalan plesteran adalah rata-rata 15 mm – 25 mm Plesteran harus diakhiri dengan acian halus dari adukan air semen (Pc) Untuk beton bertemu dengan dinding. Tebal plesteran minimum 1. b. Tuangkan air kedalam ember yang bersih 2. dinding trasram atau daerah basah dan dinding luar yang tidak tertutup atap. Plesteran untuk penutup dinding bata ringan menggunakan Dry-Mortar : 3 kg/m2. Plesteran Beton Seluruh permukaan beton yang tampak harus menghasilkan permukaan yang halus dan rata.

sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan.Spesifikasi Umum. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan ini meliputi pengadaan. Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 07-0603-1989 – Produk Alumunium Ekstrusi untuk Arsitektur. daun pintu dan daun jendela serta pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan profil alumunium. memenuhi faktor keamanan tidak kurang dari 1.000 pci  Shear strength : 17. AAMA – 101 – Spesifikasi untuk Jendela dan Pintu Alumunium Japanese Industrial Standard (JIS) JIS H – 4100 – Spesifikasi Komposisi Alumunium Extrusi JIS H – 8602 – Spesifikasi Pelapisan Anodise untuk Alumunium b.20 mm  Ultimate strength : 28. Faktor Pengaman Kecuali disebutkan lain. Modifikasi Dapat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan. 4.2. ASTM B221M-91 – Specification for Alumunium-Alloy Extruded Bars. Rods. DESKRIPSI SISTEM a. STANDAR / RUJUKAN a. ASTM E-283 – Metode Pengujian Kebocoran Udara untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-330 – Metode Pengujian Struktural untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-331 – Metode Pengujian Kebocoran Air untuk Jendela dan Curtain Wall American Architectural Manufactures Association (AAMA).3. pembuatan dan pemasangan kusen pintu dan jendela. Spesifikasi Teknis  Dimensi : 3” x 1 ¾”2  Tebal profil alumunium : 1. d.000 pci  Anodizing ketebalan lapisan di seluruh permukaan alumunium adalah 18 mikron dengan warna yang akan ditentukan kemudian. Wire Shapes and Tubes. 4. British Standard (BS) BS 5368 (Part 1) – Air Inflitration BS 5368 (Part 2) – Water Inflitration BS 5368 (Part 3) – Structural Performance American Society for Testing and Materials (ASTM). Kriteria Perencanaan 1. c. f. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : .1.000 pci  Yield strength : 22. e. kekuatan atau ketahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan. Pergerakan Karena Temperatur . 3.30 4. bagian – bagian alumunium termasuk ketahanan kaca.

Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan ini. warna dan penyelesaian. pengencangan dan sistem pengukuran seluruh pekerjaan. b. 2.  Berat. 2  Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100kg/m untuk masingmasing tipe.  Karat.31 Akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara maupun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka. 1.Spesifikasi Umum.  Ketahanan terhadap udara minimal 15m3/jam. Gambar Detail Pelaksanaan.06 m3/hari pada setiap m‟ unit panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor. PROSEDUR UMUM a. . 6. harus diserahkan kepada Konsultan MK untuk disetujui sebelum pengadaan bahan kelokasi pekerjaan.  Keseragaman warna. sealant yang tidak merekat dan hal – hal lain. seperti : meja (stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan angkur dengan kemampuan menahan beban terpusat sebesar 62 kg tanpa terjadi kerusakan. Data-data ini harus meliputi pengujian untuk :  Ketebalan lapisan. Kebocoran Air ASTM E – 331 – Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interior bangunan sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit. Beban Hidup : Pada bagian – bagian yang menerima hidup terutama pada waktu perawatan. dengan jumlah air minimum 3. Kontraktor bertanggung jawab atas setiap perbedaan dimensi dan akhir penyetelan semua pekerjaan lain yang diperlukan untuk menyempurnakan pekerjaan yang tercakup dalam Spesifikasi Teknis ini. 3. 3. Semua dimensi harus diukur dilokasi pekerjaan dan di tunjukkan dalam Gambar Detail Pelaksanaan. kaca pecah. Contoh profil dan penyelesaian permukaan yang harus meliputi tipe alumunium ekstrusi. Contoh Bahan dan Data Teknis 1. pelapisan.  Ketahanan terhadap tekanan air minimal 15kg/m2. pemasangan rangka dan bingkai. Kebocoran Udara ASTM E – 283 – Kebocoran udara tidak melebihi 2. Persyaratan Struktur Defleksi : AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L / 175 atau 2 cm. harus disiapkan oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui sebelum pelaksanaan pekerjaan. 2.4.4 L/m2/minimal. Administrasi dan Teknis Halaman : . Contoh bahan produk alumunium harus diuji di laboratorium yang ditunjuk Konsultan MK atau harus dilengkapi dengan data-data pengujian. 4. Gambar detail pelaksanaan yang harus meliputi detail-detail. sehingga sesuai dengan ketentuan Gambar Kerja. 5. 4.

Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profil yang nanti disetujui. BAHAN . Garansi Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek.32 c. dan lain – lain Bahan : Stainless Steel (SUS) Joint Sealer c. pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus ditumpuk dengan baik ditempat yang bersih dan kering dan dilindungi terhadap kerusakan dan gesekan. Alumunium untuk kusen pintu/jendela dan untuk daun pintu/jendela adalah dari jenis alumunium alloy yang memenuhi ketentuan SNI 07-0603-1989 dan ATSM B221 M. 4. setara merek YKK type YS-1C. d. b. 1. lekukan dan cacat. 2. pengoperasian dan kondisi semua pintu. CP-4008. Tebal profil minimal 1. 2. 4.2 mm. f. jendela dan lainnya seperti ditunjukkan dalam spesifikasi ini untuk periode selama 1 tahun setelah pekerjaan yang rusak dengan biaya Kontraktor. Administrasi dan Teknis Halaman : . . Pengiriman dan Penyimpanan 1.BAHAN a.5. 9K-20219 Bahan : EPDM Sifat Material : Tahan terhadap perubahan cuaca Sealant Dinding (Tembok) Bahan : Single komponen Type : Silicone Sealant Screw Nomor Produk : K-6612A. garansi tertulis yang meliputi kesempurnaan pemasangan. dengan ukuran 3” x 1 ¾”2 dan bentuk sesuai Gambar Kerja.Spesifikasi Umum. sebelum dan setelah pemasangan. 3. cat dan lainnya. dengan lapisan clear anodized minimal 18 mikron yang diberi lapisan warna akhir polish snolok di pabrik dalam warna sesuai Skema warna yang ditentukan kemudian. Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2mm. d. 2. Penahan udara dari bahan vinyl. Semua bagian harus dijaga tetap bersih dan bebas dari ceceran adukan. dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik. semua kusen pintu dan jendela harus dilengkapi dengan arsitrave dan perlengkapan standar dari pabrik pembuatan. Alat pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat ISIA seri 300 dengan pemasangan kepala tertanam untuyk mencegah reaaksi elektronik antara alat pengencang dsan komponen yang dikencangkan. plesteran. Alat Pengencang dan Aksesori. bebas dari bentuk puntiran. Kecuali ditentukan lain. Pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus diadakan sesuai ketentuan Gambar Kerja. Segera seteklah didatangkan. Bahan penutup sekrup agar tidak terlihat Gasket Nomor Produk : 9K-20216. e. Alumunium 1.

3. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan elemen baja harus dilapisi dengan cat khusus yang direkomendasikan pabrik pembuat. pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pengawas lapangan. 6. untuk mencegah kerusakan komposisi alumunium. air dan suara. 11. Kontraktor bertanggung jawab atas kualitas konstruksi komponen-komponen. sehingga mencegah kebocoran udara. Semua bahan kusen. 13.6. 16. boleh dibawa kelapangan/ halaman pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar mencapai tahap pemasangan kusen. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun. 2. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan. swambungan-sambungan tersebut harus ditempatkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga sambungan-sambungan tersebut dappat meneruskan beban dan menahan tekanan yang harus diterimanya. kusen atau bingkai harus dilengkapi dengan angkur pada jarak setiap 500 mm. Pemasangan 1. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata. . Setiap sambungan atau pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi “sealant”. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan brosur serta persyaratan teknis yang benar. Bila suatu sambungan tidak digambarkan dalam Gambar Kerja. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen. neoprene dan lainnya. 8. Berbagai perlengkapan bukan alumunium yang akan dipasang pada bagian alumunium harus terdiri dari bahan yang tidak menimbulkan reaksi elektronik. seperti baja anti karat. 15. Bagian pertama yang terpasang harus disetujui Pengawas Lapangan sebagai acuan dan contoh untuk pemasangan berikutnya. 12. serta bersih dari goresan-goresan serta cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan. Administrasi dan Teknis Halaman : . PELAKSANAAN PEKERJAAN a.Spesifikasi Umum. 7. 9K-20212 Bahan : Butyl Rubber 4. 10. Semua sambungan harus rata pemotongan dan pengeboran yang dikerjakan sebelum pelaksanaan anokdisasi. nilon. 14. Semua komponen harus sesuai dengan pola yang ditentukan. Nomor Produk : 9K-20284. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan semen atau adukan harus dilindungi dengan cat transparan atau lembaran plastik. daun pintu dan jendela aluminium. Bila di pasang langsung ke dinding atau beton. Pekerjaan febrikasi atau pemasangan tidak boleh dilaksanakan sebelum Gambar Detail Pelaksanaan yang diserahkan Kontraktor disetujui Pengawas Lapangan. Semua komponen harus difabrikasi dan dirakit secara tepat sesuai bentuk dan ukuran aktual dilokasi serta dipasang pada lokasi yang telah ditentukan. 9. 4. Fabrikasi 1. pintu dan jendela. Semua pengencangan harus tidak terlihat. 2. kecuali ditentukan lain. b. 5.33 Sambungan antara profile horisontal dengan vertikal diberi sealer yang berserat guna menutup celah sambungan profile tersebut.

Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.2. Kaca berwarna harus merupakan lembaran kaca polos yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna pada bahan baku kaca. seperti tipe Indoflot buatan Asahimas atau yang setara. Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran.  Handle Anti Panic 20.1 Kaca Polos. Contoh kaca yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.3 5. Cermin. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja sedang warna kaca harus sesuai ketentuan dalam Skema Warna. 18.2. Semua alumunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi dengan “Lacquer Film”. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. daun pintu dan jendela. tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang memenuhi ketentuan SNI 15-0047 – 1987 dan SNI 15-0130 – 1987. pengecatan dinding dan bila kosen. Daun pintu yang digunakan pada tangga darurat adalah menggunakan daun pintu tahan api (fire doors) minimal 120 menit produk BOSTINCO atau yang setara. 5. BAB V PEKERJAAN KACA 5. alumunium telah terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar kosen tetap terjamin kebersihannya. Kaca polos harus merupakan lembaran kaca bening jenis clear float glass yang datar dan ketebalannya merata.1.2. seperti tipe Panasap buatan Asahimas atau yang setara.34 17. tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang memenuhi ketentuan SII. jendela bovenlicht. seperti buatan Asahimas atau yang setara. Kaca Es. Kaca Berwarna. dengan teknik pemasangan yang sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan. KETERANGAN Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati). Kaca es harus merupakan kaca jenis figured glass polos yang datar dan ketebalannya merata.4 . BAHAN 5. 5.2. Untuk pemasangan fire doors tersebut dilengkapi :  Door Closer  Hinge (engsel)  Handle and back plate  Kunci cylinder. 19. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air. Administrasi dan Teknis Halaman : .2.Spesifikasi Umum.2 5.

bingkai partisi dan bagian-bagian lain yang akan diberikan kaca harus diperiksa bahwa mereka dapat bergerak dengan baik. Sela bagian tepi antara kaca dan rangka nominal 6mm. daun pintu.3. 5.3.5 mm.5 Neoprene/Gasket. 5.  Sebelum kaca-kaca dipasang. Pemasangan harus dilakukan oleh tukang-tukang yang ahli dalam bidang pekerjaannya.1. tanpa cacat dan dari kualitas baik seperti Miralux dari adari Asahimas atau yang setara. 5. Neoprene/Gasket atau bahan sintetis lainnya yang setara untuk perlengkapan pemasangan kaca pada rangka alumunium. 5.1. 5. . 5.1.2.3. Administrasi dan Teknis Halaman : . Dimensi Neoprene/Gasket yang dibutuhkan disesuaikan dengan ketebalan kaca dan jenis profil alumunium yang digunakan.2 Pemasangan Kaca. bila dikehendaki lain. PELAKSANAAN 5.3 Semua bahan harus dipasang dengan rekomendasi dari pabrik. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya toleransi harus diukur ditempat oleh Kontraktor berdasarkan ukuran di tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang.3.2. 5.3. Merek-merek tersebut baru boleh dilepas setelah mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan.  Daun pintu dan daun jendela harus diamankan atau dalam keadaan terkunci atau tertutup sampai pekerjaan pemolesan dan pemasangan kaca selesai. ketebalan kaca dan kualitas kaca. atau menurut petunjuk dari Pengawas Lapangan. Toleransi pemotongan maksimal untuk seluruh kaca adalah + 3 mm atau -1. daun jendela.3.1 5.2 Persiapan Permukaan. Kedalaman celah minimal 16 mm. Sela dan toleransi pemotongan sesuai ketentuan berikut : Sela bagian muka antara kaca dan rangka nominal 3mm.Spesifikasi Umum.1 Sela dan Toleransi Pemotongan. Sela untuk Gasket harus ditambahkan sesuai dengan jenis gasket yang digunakan.3.3. Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca.2.35 Cermin harus merupakan jenis clear mirror dengan ketebalan merata. Ukuran dan ketebalan cermin sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.1 Umum.2 Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran yang mendekati sesungguhnya.

semua kaca harus sudah dalam keadaan bersih. Contoh Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetujui. 5.36   Permukaan semua celah harus bersih dan kering dan dikerjakan sesuai petunjuk pabrik.4 Pemasangan Cermin.2. kusen dengan dinding yang berfungsi sebagai seal pada ruang yang dikondisikan. 5. BAHAN .3.2.  Pada waktu penyerahan pekerjaan. Ketidaksesuaian. pecah atau kurang baik harus diganti oleh Kontraktor tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek. Konsultan MK berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang sesuai.3.  Cermin harus dipasang lengkap dengan sekrup-sekrup kaca yang memiliki dop penutup stainless steel. tenaga dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. Sebelum pelaksanaan.1. 6.  Neoprene/Gasket dipasang pada bilang antar kusen dengan daun pintu dan jendela. VI PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI KETERANGAN Semua daun pintu dan jendela dipasangi alat penggantung dan kunci yang sesuai. kotoran-kotoran dalam bentuk apapun. meliputi pengadaan bahan. Semua alat harus disimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari kerusakan. c.2. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Semua kaca yang retak.5 Penggantian dan Pembersihan. 5. sebelum dibawa kelokasi proyek.3 Neoprene/Gasket dan Seal. Pekerjaan alat penggantung dan pengunci ini mencakup semua kegiatan pemasangan kunci dan alat-alat penggantung pada daun pintu dan jendela. BAB 6. Pengiriman dan Penyimpanan Alat penggantung dan pengunci harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam kemasan asli dari pabrik pembuatannya. Segala hal yang diakibatkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor.  Penempatan sekrup-sekrup harus sedemikian rupa sehingga cermin terpasang rata dan kokoh pada tempatnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. permukaan kaca harus bebas dari debu.2. tidak ada lagi merek perusahaan. tiap alat harus dibungkus rapi dan masing-masing dikemas dalam kotak yang masih utuh lengkap dengan nama pabrik dan mereknya. b.Spesifikasi Umum. PROSEDUR UMUM a. lembab dan lapisan bahan kimia yang berasal dari pabrik.  Setiap pemasangan kaca pada daun pintu dan jendela harus dilengkapi dengan Neoprene/Gasket yang sesuai.3.

dari ukuran yang sesuai dengan ukuran dan berat jendela. semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut dibawah. harus dari tipe kupu-kupu berukuran 102mm x 76mm x 2mm dengan ball bearings.Kunci tipe silinder dengan dua kali putar yang terbuat dari bahan kuningan atau Nikel stainless steel. Rangka Bagian Dalam. 7. 2. 5. Umum Semua bahan/alat yang tertulis dibawah ini harus seluruhnya baru. Engsel. . . Kunci untuk semua pintu luar dan dalam harus sama atau setara dengan merek Wilka. engsel untuk semua jendela harus dari tipe friction stay 20”. Semua bahan harus anti karat untuk semua tempat yang memiliki nilai kelembapan lebih dari 70%. Hak angin untuk jendela yang menggunakan engsel tipe kupu-kupu seperti dari tipe Gracia 401 Wilka atau setara. Administrasi dan Teknis Halaman : .37 a. Semua kunci harus terdiri dari : .Kecuali ditentukan adanya penggunaan engsel kupu-kupu. . 3. Semua pintu ganda harus dilengkapi dengan grendel tanam atas bawah yang sesuai atau setara dengan produk Wilka atau setara. atau setara. 6. Hak Angin. Pengunci jendela untuk jendela dengan engsel atau tipe friction stay seperti tipe Gracia 119 Wilka atau yang setara. Pull Handle b. Penahan pintu untuk mencegah benturan daun pintu dengan dinding seperti tipe Wilka Art 728. .Kecuali ditentukan lain. Penahan Pintu (Door Stop).Spesifikasi Umum. . seperti tipe 2301 buatan Wilka atau setara. kualitas baik. lubang untuk pegangan pintu dan dilengkapi strike plate. Kend. Grendel Tanam/Flush bolt.Ketentuan Bahan dan finishing engsel adalah dari bahan Nikel Stainless steel dengan finish stainless steel hair line. type Rioby 456/240 atau 6800/1150/300. 4. buatan pabrik yang dikenal dan disetujui. engsel untuk pintu alumunium tipe ayun dengan bukaan satu arah. seperti tipe 2302 buatan Wilka atau setara. CISA atau setara (type akan detentukan kemudian) dengan sistem Master Key. . Kecuali ditentukan lain. Pengunci Jendela. Alat Penggantung dan Pengunci. lubang silinder. .Badan kunci tipe tanam (mortice lock) yang terbuat dari bahan baja lapis seng stainless steel hair line dengan jenis dan ukuran yang disesuaikan dengan jenis bahan daun pintu (besi.Handle/pegangan bentuk gagang atau kenop diatas plat yang terbuat dari bahan Nikel stainless steel dan finishing stainless steel hair line. seperti Wilka atau IHS atau setara. 8. 1. dengan 3 (tiga) buah anak kunci. umum. kayu atau alumunium).Engsel tipe kupu-kupu untuk jendela harus berukuran 76mm x 64mm x 2mm. lidah malam (dead bolt). face plate. yang dilengkapi dengan lidah siang (latch bolt).

 Engsel bagian atas untuk pintu kaca menggunakan pin yang bersatu dengan bingkai bawah pemegang pintu kaca.  Daun jendela tidak berengsel dipasangkan ke kusen dengan menggunakan friction stay yang merangkap sebagai hak angin. kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.  Pada pintu yang terdiri dari dua daun pintu.  Penempatan engsel harus sesuai dengan arah buakaan jendela yang diinginkan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. PELAKSANAAN PEKERJAAN a. .  Lubang untuk pemasangan kunci dan engsel harus dibuat persis dan tidak boleh longgar. handle/pelat.  Semua peralatan tersebut harus terpasang dengan kokoh dan rapih pada tempatnya. Untuk pemasangan engsel ke kusen Alumunium harus diberi closer dari kayu tebal min 3 cm x panjang kusen yang kuat dan dari kayu bermutu baik (Kamper atau Jati) yang dipasang di balik atau di dalam kusen Alumunium.  Setiap daun jendela dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 2 (dua) buah engsel type friction stay dan harus dilengkapi dengan 1 (satu) buah alat pengunci/window lock yang memiliki pegangan. 6. sedang engsel tengah dipasang diantar kedua engsel tersebut.  Semua pintu memakai kunci pintu lengkap dengan badan kunci.PEMKO S88 b. kecuali bila ditentukan lain. Perlengkapan lain 1.  Semua pintu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 3 (tiga) buah engsel. d.  Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan pegangan (handle). pelat penutup muka dan pelat kunci. silinder.  Daun jendela dengan engsel tipe kupu-kupu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan engsel dan dilengkapi hak angin. Pemasangan Jendela. dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya dalam Gambar Kerja.  Pemasangan semua alat penggantung dan pengunci harus sesuai dengan persyaratan serta sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya.  Kunci pintu dipasang pada ketinggalan 1000mm dari lantai.  Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 120mm dari tepi atas daun pintu dan engsel bawah berjarak maksimal 250mm dari tepi bawah daun pintu. Semua alat kunci harus dipasang dengan sekrup secara lengkap Pemasangan Pintu. Warna/Lapisan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Door closer : eks Dorma atau GEZE 2. Gasket Ketentuan pemasangan gasket pada pintu adalah sebagai berikut :  Airtight . dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya. c.Spesifikasi Umum. 9. Umum. Semua alat penggantung dan pengunci harus berwarna stainless steel hair line.PEMKO S2/S3  Fireproof . dan setiap jendela harus dilengkapi dengan sebuah pengunci. untuk menjamin kekuatan serta kesempurnaan fungsinya. salah satunya harus dipasang slot tanam sebagaimana mestinya.3.38 Pegangan pintu yang memakai floor hing atau semi frame less menggunakan handle buka setara produk Wilka type Art TG 9335 SS atau setara.

b. fasilitas penyandang cacat menggunakan pipa stainles steel  2” produk Bakeri atau yang setara. seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS. b. walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini.Modrtz 7053 Semua perlengkapan yang akan dipakai harus diberikan contohnya terlebih dahulu kepada Konsultan MKuntuk disetujui bersama dengan Konsultan Perencana.39  Smokeproof . VII PEKERJAAN BESI / BAJA KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pembuatan dan pemasangan pipa besi dan baja. Pipa railing untuk tangga darurat menggunakan pipa BSP  2” di cat duco. c. BAHAN a. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk standar dalam pekerjaan ini. Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas untuk disetujui. PELAKSANAAN a. Railing tangga entrance. Semua pengelasan.Glynn Johnson DP2  Untuk lantai marmer .3.PEMKO S2/S3 3. Railing : fasilitas penyandang cacat (Ramp) dan tangga darurat.PEMKO S88  Soundproof .Spesifikasi Umum. tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. kecuali ditunjukkan lain. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari puntiran. Bila memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan lainlain yang tampak harus sama dalam finish dan warna dengan bahan yang diikatnya. Pengerjaan harus yang sebaik-baiknya. Pekerjaan ini mencakup antara lain : a. Mutu pipa yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM A-36 Bahan-bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang yang dipasangkan dan yang paling cocok untuk maksud yang bersangkutan. Tenaga kerja yang melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman. meliputi pengadaan bahan. 7. . Dust Strike Tipe Dust Strike yang digunakan adalah :  Type lantai/threshold .1. Standar / Rujukan: o American Society for Testing and Materials (ASTM) o American Welding Society (AWS) o American Institute of Steel Construction (AISC) o American National Standard Institute (ANSI) o Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1729-2002 – Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung 7. d. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.PEMKO 320 AN  Weatherproof . c. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diadakan. tekukan dan hubungan terbuka. BAB 7.2. harus memakai las listrik. Pengerjaan di bengkel ataupun di lapangan harus mendapat persetujuan Pengawas.

tebal minimal 9 mm produksi Jaya Board atau setara. c. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya termasuk perlengkapannya. List langit-langit dipasang pada setiap permukaan antara dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau sekrup sedemikian rupa sehingga pangkal paku atau sekrup dapat masuk ke dalam bahan penutup langit-langit. kuat. . produk Jaya Board. Knauf atau Elephant. Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman.40 e. Administrasi dan Teknis Halaman : . Rangka penggantung dipasang berjarak maksimum 120 cm sedangkan untuk rangka pembagi berjarak maksimum 60 cm atau sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan Pemasangan paku atau sekrup harus diberi jarak 10 mm (minimal) dan maksimal 16 mm dari pinggir bahan penutup.3. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan dipunch. permukaan rata dan tanpa cacat lainnya. Semua railling tangga utama harus terbungkus crome/stainles steel kecuali disebutkan lain. f.55 mm sesuai gambar rancangan pelaksanaan produk Janindo atau setara. d. Semua untuk pekerjaan ini harus mengacu pada gambar rencana. BS 1230 atau ASTM C 36. Bahan yang digunakan untuk list plafond adalah terbuat dari gypsum ukuran 50 x 50 mm atau sesuai pada gambar rancangan pelaksanaan. produk Jabasemen atau Harflex. Bahan terpasang harus dalam keadaan utuh. kecuali ditentukan lain. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. g. 8. f. Sambungan pada pemasangan penutup langit-langit antara satu dengan lainnya adalah serapat mungkin tanpa jarak yang pemasangannya dilakukan zig zag. d. Lubang bekas b. GRC 6 mm untuk plafon teritisan atap bagian luar. e. Untuk pekerjaan plafond dengan menggunakan gypsum datar tanpa nat. 8.Spesifikasi Umum. Rangka plafond menggunakan sistem metal furing dan cross tee main tee terbuat dari bahan galvalume tebal 0. meliputi penyediaan alat. b. BAB 8. g. Pemasangan penutup langit-langit harus ditimbang rata air agar mendapatkan permukaan yang benar rata. BAHAN a. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan AS 2588. c. VIII PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN DINDING PARTISI KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS.2. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar-benar rata pada setiap sambungan harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-langit dengan lubang dan garis tengah pelaksanaan sesuai brosur petunjuk. Jarak antara paku sekrup pada bagian tepi gypsum berjarak 20 cm sedangkan pada bagian tengah penutup langit-langit jarak antara paku sekrup adalah 30 cm. PELAKSANAAN a. Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah gyp-board dan gyp-tile dengan ukuran sesuai pada gambar perencanaan.1.

Gambar Detail Pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi. tata letak. b. pengadaan bahan. Prosedur Umum  Contoh Bahan dan Data Teknis. cara pengencangan dan penyelesaian. h. Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS.  Gambar Detail Pelaksanaan. Sebelum pengadaan bahan.  Pengiriman dan Penyimpanan  Semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan. Langit-langit tanpa penutup/exposed beton di ruang-ruang yang tidak tertutup harus dirapikan. Sebelum pelaksanaan. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. 8. Administrasi dan Teknis Halaman : .4. Pertemuan langit – langit dengan dinding tidak bercelah. dan detail penyelesaian lainnya.  Rangka Metal. untuk disetujui Pengawas Lapangan.Spesifikasi Umum. Kontrktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan. Pemasangan GRC Langit – langit GRC (teritisan) dipaku pada rangka plafond dengan hati – hati. c. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. . baik sebelum dan selama pemasangan. detail-etail pertemuan. DINDING PARTISI a.41 paku atau sekrup harus ditutup dengan plamir/compound dari bahan gypsum sampai tak terlihat bekas lubang. dat teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pngangkutan. Langit – langit GRC dicat tembok dengan warna yang ditetapkan oleh Konsultan Perencana. Permukaan seluruh bidang langit – langit GRC harus datar air / waterpass tanpa nat. i. meliputi penyediaan alat. tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan partisi dan perlengkapannya. Letak paku – paku tersebut harus diatur dan beraturan jaraknya. Kontraktor wajib membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa dan disetujui.  Bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan label. menggunakan paku baut eternit yang cukup jumlahnya. Bahan-bahan  Umum Semua bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan partisi harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam Spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan Pengawas Lapangan.

Papan gipsum untuk panel partisi harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja dan memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis 09250. Rangka terbuat dari bahan metal galvalume tebal 0. Panel partisi harus dipasang dengan cara sedemikian rupa untuk mengurangi jumlah sambungan sebanyak mungkin. Jenis papan Gypsum yang digunakan mempunyai bagian tepi melandai. Rangka dinding partisi yang digunakan adalah „Metal Stud System‟ sesuai rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pelaksana pemasangan harus dapat menunjukkan sertifikat/surat rekomendasi pemasangan dari produsen Gypsum yang dipakai. 2. Pemasangan Gypsum pada rangka dilaksanakan dengan menggunakan paku skrup stainless steel setiap jarak 20 cm untuk bagian tepi Gypsum dan 30 cm untuk pemasangan bagian tengah lembar Gypsum yang dipasang secara tegak lurus bidang muka Gypsum dan rangkanya. .  Papan Gipsum. Pemasangan. 8. Bahan yang dipakai untuk dinding partisi adalah panel Gypsum tebal 10 mm jenis standar. 6. pekerjaan-pekerjaan yang lain yang tertanam didalamnya harus sudah selesai dikerjakan dan diuji sehingga tidak menimbulkan adanya pembongkaran dan pemasangan papan Gypsum kembali. Belokan/lekukan pada dinding harus dipasang lipatan sudut yang sesuai pada bidang sisi papan Gypsum sehingga didapat hasil belokan/lekukan yang benarbenar lurus dan siku.42 Rangka metal untuk pemasangan dan penumpu panel partisi harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti Zincalume atau Galvalum. Setiap pertemuan sudut partisi harus dapat menghasilkan hasil akhir yang lurus dan siku (runcing) dan dipasang wall engle. 3. 5. 9. Sebelum pemasangan panel Gypsum. Rangka vertikal terpasang dengan jarak maksimal 60 cm (AS). Jaindo atau yang setara. 4. 12. 7. Pemasangan paku skrup harus diberi jarak minimal 10 cm dari tepi Gypsum untuk setiap sambungan. atau Krauf sesuai dengan rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. 10. 1.Spesifikasi Umum. Dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang kokoh dan kuat dengan sambungan pada posisi yang tepat serta kelurusan permukaan benarbenar lurus. Sambungan antar panel Gypsum harus ditutup dengan pita perekat dan ditutup dengan compound serta dihaluskan/diratakan hingga membentuk permukaan yang rata. d. Apabila diperlukan maka untuk produk Gypsum yang digunakan setidaknya produsen produk yang bersangkutan harus dapat memberikan supervisi terhadap pelaksanaan pemasangan produknya.55-0.75 mm dan lebar 92 (CS) produk PT. 11.

Batu yang ditempel harus dalam keadaan utuh. 9. Keramik yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. Lokal. b. BAHAN a. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. keramik dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik dinding yang terpasang.0 cm. 9. Lebar nat yang dianjurkan untuk dinding adalah 2 mm. Pemasangan keramik Pemasangan keramik dinding sebaiknya pada tahap akhir. Pemasangan keramik dinding dimulai dari tulangan ini. tanpa cacat rongga atau porous. utuh kuat. IX PEKERJAAN PELAPISAN DINDING KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pemasangan pelapis dinding ruangan-ruangan dalam bangunan dan luar bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan RKS ini. Administrasi dan Teknis Halaman : . meliputi penyediaan alat. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. Sebelum dipasang. Warna akan ditentukan kemudian oleh konsultan perencana dan owner.3. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Semen : Pasir = 1 : 4. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. sudut-sudutnya tidak siku. Khusus untuk dinding luar diberi tali air per jarak tertentu dengan mempertimbangkan desainnya. tanpa cacat. cukup kering dan rata air. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. asal batu yang dimaksud adalah ex. dengan ketebalan rata – rata 2. retak atau cacat lainnya. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. Barang yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. Bersihkan segera bekas adukan dari permukaan keramik. Karena sifat alamiah dari produk keramik. kondisi baik dan kuat tanpa ada cacat. agar tidak menerima beban terlalu berat.2.Spesifikasi Umum. berukuran 20x25 ditempat-tempat sesuai dengan gambar perencanaan dan scedule finishing. Ubin Keramik Keramik untuk pelapis dinding yang dipakai buatan dalam negeri. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. yang . Permukaan dinding yang akan dipasang keramik harus bersih. Pengiriman bahan ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. Stone Cladding Batu tempel yang dipakai adalah jenis batu Andesit. sisinya tidak lurus. setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. Batu Palimanan dengan finishing permukaan rata dan flamed. Keramik yang tidak rata permukaan dan warnanya. Ukuran batu yang akan dipasang disesuaikan dengan gambar perencanaan. tidak boleh dipasang.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. Keramik harus dari kualitas yang baik atau KW 1 dan dari merek yang dikenal yang memenuhi ketentuan SNI seperti (Roman atau Asia Tile). Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik.1.43 BAB 9. PELAKSANAAN a. utuh kuat.

c. 10. Semua keramik dan granit tile yang akan diipakai harus berada dalam kotak aslinya.1. b. Lebar dan kedalaman siar-siar harus sama (maksimal 3 mm untuk dinding keramik dan 1 mm untuk dinding granit) dan siar harus membentuk garis-garis lurus. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini. Setelah terpasang segera dibersihkan dari segala kotoran atau noda yang menempel. meliputi penyediaan bahan. 20 x 20. Kontraktor harus menyerahkan contoh dan katalog/persyaratan teknis operatif dari pabrik pembuat kepada Pengawas untuk memperoleh persetujuan.3. batu tempel dipasang dengan spasi 1 : 3 dipasang sesuai gambar perencanaan rapat tanpa spasi atau sesuai gambar perencanaan. Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan kemudian oleh Konsultan Perencana. produk setara Granito dan Esenza serta keramik 10 x 20 cm. untuk ini periksa dan pastikan keramik dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. Semua bahan buatan dalam negeri (produk Asia Tile atau Roman atau Impero).Spesifikasi Umum. stairnose ukuran 5 x 20. Keramik dipasang secara teliti dan rapi.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. Pemasangan batu tempel / granit Seperti Halnya keramik. PELAKSANAAN . Dinding keramik maupun granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda/kotoran yang melekat sehingga benar-benar bersih. b. Plesteran dinding dan pasangan keramik harus benar-benar rata/lurus dalam satu bidang. Setelah terpasang permukaan harus segera dibersihkan dari segala kotoran dan noda atau bekas semen yang menempel. warnanya tidak kusam. utuh dan rapi. BAB 10. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tukang yang bebenar terampil dan berpengalaman. BAHAN a. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran.2.44 disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. Ubin penutup lantai yang dipakai ukuran 30 x 30 cm dari jenis Homogeneous Tile. Ubin-ubin keramik yang akan dipasang harus mulus dan bebas cacat. seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS. sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan. Pemasangan border keramik Bahan yang terpasang harus dalam keadaan baik. Untuk border keramik dipasang sesuai lebar keramik atau tepat di atas keramik dinding terpasang. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. Nat/siar harus lurus vertikal atau horisontal dengan keramik ukuran 20 x 25. 10. Siar-siar itu diisi dengan bahan pengisi warna (grout semen berwarna). X PEKERJAAN PENUTUP LANTAI KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan dan teras-teras termasuk plin dan tangga. Pemotongan ubin keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. Administrasi dan Teknis Halaman : . Sebelum keramik dan homogeneus tile dibawa ke tempat pekerjaan.

Penyebaran bahan floor hardener dilakukan dalam 2 tahap hingga total mencapai kepadatan 5 kg/m2 atau sesuai petunjuk dari produsen pembuatnya. Lebar nat yang dianjurkan untuk lantai adalah 4 .55  Slump test 7. STANDAR / RUJUKAN  PUBB 1973 NI-3. Karena sifat alamiah dari produk keramik. enamel. Bersihkan segera bekas adukan dari permukaan keramik. Tambahan semen yang disebarkan baris demi baris selebar 10 – 15 cm dan difinish ratakan dengan trowel besi. 5. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. baik yang dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan. pendempulan. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Semen : Pasir = 1 : 6.5 mm kecuali untuk keramik type cuting dan homogeneus tile. dengan ketebalan rata – rata 2 . Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan. Pemasangan Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapinya oleh tukang yang benar-benar ahli dan berpengalaman. sesuai dengan petunjuk pabrik bahan yang bersangkutan.4 cm. b. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Floor hardener dilaksanakan khusus pada lantai ramp menggunakan produk fosroc atau setara. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / lantai yang ada. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. Administrasi dan Teknis Halaman : . cukup kering dan rata air. 4. yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. 10. untuk ini periksa dan pastikan keramik lantai yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. BAB 11. Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi. 3. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik harus bersih. . baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lantai yang terpasang. Sebelum dipasang. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50.  Steel Structures Painting Council (SSPC). 2. ditengahtengah dan akhir. Pemasangan ubin keramik dan homogeneus tile Pemasangan keramik lantai sebaiknya pada tahap akhir. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran. plesteran tembok dan beton.Spesifikasi Umum.4. dan permukaan-permukaan lain yang disebut dalam gambar dan RKS.1. keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu. XI PEKERJAAN PENGECATAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan seharusnya dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan emulsi. Sebelum penerapan floor hardener plat dasar beton harus disiapkan sedemikian rupa hingga memenuhi kondisi sebagai berikut :  Mempunyai kandungan semen 300 kg/m  Rasio kandungan air maksimum 0.5 – 10 cm. tenaga dan semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. kayu. FLOOR HARDENER 1.45 a. cat dasar. politur/teak oil. Pemolesan dilaksanakan dengan trowel sebanyak 3 kali yaitu untuk menghilangkan perbedaan warna dan setelah permukaan mulai mengeras untuk meratakan permukaan floor hardener.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 46

  

Swedish Standard Institution (SIS). British Standard (BS). Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat.

11.2.

BAHAN a. Umum. 1. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel, dan masih jelas menunjukkan nama/merek dagang, nomor formula atau Spesifikasi cat, nomor takaran pabrik, warna, tanggal pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik dan nama pabrik pembuat, yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya. Semua bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. Pemakaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa persetujuan Pengawas tidak diperbolehkan. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan dimulai, Kontraktor harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan. Konsultan MK berhak menguji contoh-contoh sebelum memberikan persetujuan. Untuk menetapkan suatu standar kualitas, disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi Mowilex, Dulux atau Levis – Akzo Nobel. b. Cat Dasar. Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara : Water-based sealer untuk permukaan pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk permukaan besi/baja. Undercoat. Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru yang belum pernah dicat sebelumnya. Cat Akhir. Cat akhir yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut, atau yang setar : Emulsion untuk permukaan interior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. High quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pelesteran dengan cat dasar masonry sealer, kayu dan besi/baja. Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis Weathershield

c.

d.

11.3.

PELAKSANAAN a. Pelaksanaan Pekerjaan Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan. Umum. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan polesan mesin, pelat, instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 47

-

-

berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai. Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala diatas 38oC. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas permukaan cat yang baru dan basah.

1. Permukaan Pelesteran dan Beton. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya dan ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi rata dengan pelesteran sekelilingnya. Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering, bubuk besi, kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal, adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Hal ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap. 2. Permukaan Gipsum. Permukaan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. Kemudian permukaan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk gipsum, untuk menutup permukaan yang berpori. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai ketentuan Spesifikasi ini. 3. Permukaan Kayu. Permukaan kayu harus bersih dari minyak, lemak dan serbuk kayu gergajian, sisa pengamplasan serta kotoran lainnya, sebelum pelapisan cat dimulai. 4. Permukaan Barang Besi /Baja.  Besi/Baja Baru. Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau penyemprtan pasir/sand blasting sesuai standar Sa21/2. Semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan sebagainya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan kain bersih. Sesudah pembersihan selesai, pelapisan cat dasar pada semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.  Besi/Baja Dilapis Dasar di Pabrik/Bengkel. Bahan dasar yang diaplikasikan di pabrik/bengkel harus dari merek yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan dilokasi proyek dan memenuhi ketentuan dalam butir 4.2. dari Spesifikasi Teknis ini.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 48

Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi terhadap karat, baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera merawat permukaan karat yang terdeteksi. Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk menghilangkan debu, kotoran, minyak, gemuk. Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih, sesuai standar St 2/SP-2, dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat yang sama dengan yang telah disetujui, sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.  Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized. Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapisi cat warna harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khsus yang diproduksi untuk maksud tersebut, atau disikat dengan sikat kawat. Bersihkan permukaan dari kotoran-kotoran, debu dan sisa-sisa pengasaran, sebelum pengaplikasian cat dasar.

b. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan. Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar seperti yang disayaratkan, secepat mungkin setelah persiapan-persiapan di atas selesai. Harus diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada permukaan yang sudah disiapkan di atas. c. Pelaksanaan Pengecatan. Umum. Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran punggung cat, tetesan cat, penonjolan, pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warna dan tekstur. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempurna dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sama. Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk bagian tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama dengan permukaan-permukaan di sekitarnya. Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar air, harus telah diberi lapisan cat dasar terlebih dahulu. Proses Pengecatan. Harus diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk memberikan kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan kedaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Penecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering), sesuai ketentuan berikut. a. Permukaan Interior Pelesteran, Beton, Gipsum. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion. b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion khusus eksterior.

Metode Pengecatan. . maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0. Penyimpanan. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. rol atau semprotan. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas. Cat dasar untuk permuakaan beton. d.1. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar Minyak. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas. BAB 12. Cat Dasar : 1 (satu) lapis masonry sealer. membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya. e. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya). Permukaan Kayu Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer. plesteran. Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan. cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras. Permukaan Besi/Baja. dll sesuai gambar rencana. disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam konsistensinya selama pengecatan. cuaca dan metoda pengecatan. maka barang-barang yang dilepas harus dipasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya. d. Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan. Pekerjaan ini. Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat. Pencampuran dan Pengenceran. Cat dasar untuk permukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc chromate primer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. meja counter.5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat. Cat harus diaduk.49 c. Clading Panel.Spesifikasi Umum. bahan dan tenaga untuk keperluan. meliputi penyediaan alat. XII PEKERJAAN PERABOT TETAP KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan fixed seperti furniture ditunjukkan dalam gambar. gypsum board diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. suhu. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pada saat pengerjaan. Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan.

dan ketika didatangkan ke lokasi kadar air dalam batas – batas 6 – 11%. 12. Kayu lapis harus memiliki venir muka dan belakang berkualitas sama. Bahan – bahan yang mengandung mata kayu / buhul mati yang besar dan lepas. Contoh bahan harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan. penyimpangan. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (NI-5.  SNI 01-2704-1999 – Kayu Lapis Penggunaan Umum. 1. e. BAHAN a. Semua kayu lapis interior untuk penyelesaian transparan harus mempunyai warna dan serat kayu yang seragam. Mutu. 1. d. Kayu yang akan diberi cat bukan transparan harus memiliki permukaan yang sesuai untuk penyelesaian cat berkualitas. dan terdiri dari kayu Meranti Merah untuk lis langit – langit dan dinding.Spesifikasi Umum.3. 1961) Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S-04-1989-F) Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI)  SKBI-4. Kayu harus bebas dari susu.1987 – Spesifikasi Kayu Awet untuk Perumbahan dan Gedung. 2. getah. Mutu dan Jenis Kayu. 1. STANDAR / RUJUKAN a. dan berasal dari merek dagang yang dikenal baik serta terdiri dari jenis berikut : . di-oven di pabrik.2. 12. Mutu keawetan kayu lapis tidak boleh kurang dari yang telah ditetapkan. semua kayu untuk pekerjaan kayu halus harus dalam keadaan kering.1961) dan untuk semua jenis pekerjaan kayu halus seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. bebas dari goresan. Kayu lapis yang telah diawetkan di pabrik.4. c. Kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi Teknis ini. 2. mata kayu besar yang lepas atau mati. pemasangan.50 12. Mutu kayu dan jenis kayu yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini harus dari kualitas terbaik dan kelas awet II dan kelas kuat II. b. Kayu. Kayu yang akan menerima lapisan transparan harus bersih dan berkualitas terbai. dari mutu IBB atau IAA standar SNI 01-2704-1999. retakan dan noda – noda dan kedua permukaannya teramplas rata. Harus diperhatikan agar kadar air dimaksud tidak berubah selama pengangkutan. dan yang membusuk atau diserang serangga tidak boleh digunakan. memenuhi ketentukan PKKI (NI-5. retakan melingkar dan kantung kulit kayu. b. celah. harus memiliki kekuatan rekat yang tahan terhadap air dan cuaca. 2.53.3. Semua kayu dan kayu lapis dan papan harus berasal dari pemasok yang dikenal yang dapat menjamin kualitas dan kadar air yang diminta. Administrasi dan Teknis Halaman : . Standar Nasional Indonesia (SNI)  SNI 03-3233-1998 – Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. Kadar Air. Kayu Lapis.

PELAKSANAAN a. Pekerjaan kayu yang telah selesai harus diamplas. seperti produk neoprene based / synthetic resin based seperti Fox atau yang setara. maka bagian permukaan yang dipotong tersebut harus diulas dengan bahan pengawet yang sama.51 3.5. Laminasi dengan tebal minimum 0. baut. Kayu lapis biasa Kayu lapis dari jati (teakwood) Kayu lapis yang terdiri dari pecahan – pecahan atau bahan – bahan sisa pada bagian tengahnya tidak boleh digunakan. Decoform. atau kelihatan ada cacat – cacat lainnya pada pekerjaan kayu halus sebelum masa b. Kayu harus dikerjakan sesuai dengan pola / desain yang ditentukan dalam Gambar Kerja.Spesifikasi Umum. . Sambungan pasak harus disetel dengan lem dan diberi baji dan untuk pekerjaan interior harus disemat. 12. e. Ukuran kayu harus sesuai persyaratan PKKI (NI-5. Administrasi dan Teknis Halaman : . seperti paku. Alat Pengencang. Pengerjaan. Ukuran dan Pola. d. sesuai ketentuan SNI 01-2704-1999.8 mm dengan proses HPL (High Pressure Laminated) harus tahap terhadap panas dan memiliki warna serta corak yang akan ditentukan kemudian. serta kayu yang timbul atau cacat lain di permukaan yang terlihat. Supreme Decoluxe atau yang setara. Penyelesaian untuk semua permukaan kayu harus menggunakan cat duko atau melamic sesuai ketentuan gambar perencanaan. Lapisan Pelindung. sekrup. angkur dan lainnya harus dari baja lapis galban / seng dalam ukuran sesuai petunjuk Gambar Kerja atau sesuai kebutuhan standar yang berlaku. c. Kayu lapis yang akan digunakan harus memiliki ketebalan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan digunakan pada tempat – tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. d. Bila kayu yang telah diawetkan dipotong. 4 lapis untuk tebal 9 sampai dengan 15 mm dan 7 lapis untuk tebal 18 sampai dengan 25 mm. c. e. 1996). Laminasi. Semua alat pengencang yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Bila diketahui pekerjaan – pekerjaan kayu tersebut menjadi mengkerut atau bengkok. kikisan. seperti buatan Formica. Resopal. Sambungan harus rapat sedemikian rupa untuk mencegah penyusutan. Pengawetan. Perekat. 5. Kayu harus diselesaikan / diratakan pada empat sisinya. Lapisan pelindung untuk meja (top Table/counter top) menggunakan pelapisan dengan HPL (High Pressure Laminated) Perbaikan Pekerjaan yang Tidak Sempurna. 4. Jumlah minimal lapisan untuk kayu lapis harus terdiri 3 lapis untuk tebal 4 sampai dengan 6 mm. bebas dari bekas mesin dan alat. Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau struktur harus sudah diberi bahan pengawet. Semua lem dan perekat yang digunakan harus dari jenis kedap air.

lengkap dengan keran. Susut (Mengkerut). lengkap dengan keran. Floor Drain. Semua tatal. BAHAN a. Keran. 13. Semua bekas yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan sampah – sampah harus disingkirkan dan dimusnahkan. siphon dan perlengkapan lainnya. siphon dan perlengkapan lainnya.1. produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 521 V1A. Pembersihan. produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 237 V1B atau American Standard). Persiapan. puntung kayu dan kayu bekas harus dibersihkan secara teratur dan pada waktu penyelesaian pekerjaan. Water Closet Duduk Bahan porselen. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. 2. siphon dan perlengkapan lainnya yang diperlukan. Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. 3. penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu halus sedemikian rupa. 4. meliputi penyediaan bahan. L 830 V3 atau American Standard). hingga susut di bagian mana saja dan ke arah manapun tidak akan mengurangi / mempengaruhi kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi. g. f. Wastafel  Wastafel Meja Bahan porselen. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. produk dalam negeri (setara TOTO type CW 702J/SW784JP atau American Standard). Urinoir setara TOTO Type Moeslem U57M Sekat Urinoir Toto type A 100 Semua wastafel dan Sanitary yang lainnya sudah lengkap dengan keran. Water Closet dan Wastafel Barang-barang yang akan dipakai adalah sebagai berikut : 1. 4. XIII PEKERJAAN ALAT-ALAT SANITAIR KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan sanitair dan yang berhubungan seperti ditunjukkan dalam gambar.  Westafel Gantung Bahan porselen.52 pemeliharaan berakhir maka pekerjaan yang cacat tersebut harus dibongkar dan diganti hingga Konsultan MKmerasa puas dan pekerjaan – pekerjaan lainnya yang terganggung akibat pembongkaran tersebut harus dibetulkan atas biaya Kontraktor. tenaga dan alat yang diperlukan. b.2. BAB 13. Dll 1. Water Closet Jongkok Bahan porselen. produk dalam negeri (setara TOTO type CE 9/TV 150 NWV12 atau American Standard). Keran air (TOTO type T-23B13V7N dan T30ARQ13N untuk Pantry atau yang setara) Floor Drain (TOTO type square flange TX 1B) Towel Ring (TOTO Tipe TX 702AES atau setara) .Spesifikasi Umum. 5. Juga tidak menyebabkan rusaknya bahan – bahan yang bersentuhan.

13. Paper Holder (TOTO type A850) Shower Spray (TOTO type TB 19 CS V9N5 atau yang setara) Shop Holder (TOTO type TS 125R atau yang setara) Barang-barang yang akan dipasang harus benar-benar mulus dan tidak cacat sedikitpun. c. Tempat sabun hanya dipasang pada toilet yang ada bak airnya saja. Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat perlengkaan sanitasi atau sesuai persetujuan Pengawasan Lapangan. 8. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bak cuci tangan tipe dinding ahrus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak bagian luar alat-alat tersebut berada 800mm di atas lantai. . Kontraktor harus mengajukan contoh-contoh untuk disetujui oleh Pengawas bersama dengan Konsultan Perencana. Pemanas air dengan tenaga listrik harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya. d. atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Semua sela-sela antara floor drain dengan lantai. Pasangan harus sedemikian sehingga bidang atas floor drain rata dan sebidang dengan bidang lantai. Pemasangan alat-alat sanitair lain Kaca cermin dan tempat alat-alat pada wastafel harus dipasang sipat datar dan diskrupkan pada dinding.Spesifikasi Umum. dan dipasang rapih. Paper holder hanya dipasang pada toilet yang closetnya duduk. PELAKSANAAN Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli pemasangan barang sanitair yang berpengalaman. e. Pemipaan dari perlengkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 15100. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat rapi. Floor drain harus dipasang dengan saringannya. harus diisi dengan adukan 1 Pc : 2 Ps. Barang-barang yang akan dipakai harus tidak bercacat sedikitpun.3. f. Bahan penutup sambungan tidak diijinkan. g. dan pekerjaan elektrikal harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400. pada tempat-empat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. dempul dan lainnya tidak diijinkan dipasang pada bidang-bidang pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji. a. kecuali bila ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja.53 5. h. Cat. Bak cuci dari bahan stainless steel harus dipasang sedemikian rupa pada meja/kabinter seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. b. Urinoir harus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak tepi bagian depan alat ini berada 530mm diatas lantai untuk orang dewasa dan 330mm untuk anak-anak. Semua sambungan harus kedap air dan udara. 6. Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus diselesaikan sedemikian rupa sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat. c. Tinggi pemasangan pada dinding  100 cm di atas lantai. Bak cuci tangan tipe pemasangan di meja harus dipasang pada ketinggian sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. vernis.

Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan penutup atap.000 mm. Square Ribbed Roof Penutup atap metal harus terbuat dari bahan alumunium berkualitas tinggi. untuk diperiksa dan disetujui. STANDAR / RUJUKAN Australian Standard AS 1397 – G550 –AZ 150. harus sudah terpasang dengan baik . Bahan – bahan harus disimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari segala kerusakan. clips. Rangka atap dari baja (space frame) harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.032 W/MK pada suhu 20 C  Berwarna. sebelum pengadaan bahan – bahan ke lokasi proyek. A 6061. sesuai dengan kelas pengecatan AZ 150 (rata-rata minimum 150 g / m2)  Fire clasification sesuai standar AS 1530. Gambar Detail Pelaksanaan.BAHAN Umum. baru dan tidak rusak serta dilengkapi tanda pengenal yang jelas.3.1.5. XIV PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN INSULASI ATAP 14. BAHAN . cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan. KETERANGAN 1.4. Jarak antar penutup atap alumunium harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan. Pengiriman dan Penyimpanan.47 mm 0  Konduktivitas termal k = 0. Bahan – bahan harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh.000 n/mm Produk Kalzip tipe tapered seri 65/400 produk Corus atau yang setara serta disetujui Pengawas Lapangan/MK. Contoh dan brosur bahan – bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus diserahkan lebih dahulu kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan disetujui. Sebelum memulai pelaksanaan. 14. gording. BS 476 2  Ultimate tensile strenght min. Penutup atap alumunium sebelum dibawa ke lapangan. harus terlebih dulu disesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Semua bahan – bahan yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini harus seluruhnya dalam keadaan baru berkualitas baik secara telah disetujui Konsultan MK.54 BAB 14. Rangka Atap. Asesoris pelengkap harus terdiri dari ahan yang disyaratkn oleh pabrikan yang terdiri dari bahan ekstrusi alumunium (concealed extruded). Gambar Detail Pelaksanaan yang mencakup ukuran – ukuran. 14. Si CU dan masing – masing terintegrasi satu dengan lainnya. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan kepada Konsultan MK. .2. Administrasi dan Teknis Halaman : . seperti kuda – kuda. AS 3566 Standar Nasional Indonesia (SNI)  SNI 03-1588-1989 PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. Warna penutup atap metal harus sesuai ketentuan Skema Warna yang diterbitkan terpisah atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.Spesifikasi Umum. sesuai yang tertera dalam gambar. semua rangka baja. Sebelum pemasangan penutup atap dimulai. serta memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Panjang maksimum 1. A1 M91. Meliputi pengadaan bahan. 14. 2. 225 N/mm 2  Modulus of elasticity 70. meliputi pemasangan penutup atap berikut inner lanernya. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum.  Ketebalan 0.

Pemasangan penutup atap metal dan kelengkapannya harus dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja. BAHAN . Alumunium Foil. ISOLASI ATAP 14. Bahan flashing harus memenuhi ketentuan spesifikasi teknis.  Bila bahan – bahan ditentukan dari suatu produk. atau pemasangan yang tidak sesuai Gambar Kerja atau Spesifikasi Teknis. Ketidaksesuaian. sampai penutup atap dipasang.2. 14. dan memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Ringan 3  Kepadatan minimal 80 kg/m  Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Seperti tipe PW5024 merek Polyfoil. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan. Glasswool.3.033 W/mK pada 10 C 3  Kepadatan minimal 24 kg/m  Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Penutup atap metal berikut talang – talang (bila ditunjukkan dalam Gambar Kerja) harus dipasang dengan baik. dari pabrik pembuat atau pemasok yang dikenal. STANDAR / RUJUKAN American Society for Testing and Materials (ASTM) British Standard (BS) 14.BAHAN Umum.1.6. Administrasi dan Teknis Halaman : . antara lain sebagai berikut : . Bahan isolasi harus dilindungi terhadap pengaruh cuaca selama pelaksanaan dengan lembaran plastik atau yang setara.Spesifikasi Umum.6. tetapi tidak terbatas pada kegagalan Kontraktor memasang ketebalan minimal yang disyaratkan. bebas dari kerusakan dan dari kualitas terbaik. Pengiriman dan Penyimpanan. Isolasi peredam suara harus dibuat dari bahan rockwool yang diikat dengan phenolic resin. Seperti MG Felt Tombo atau yang setara. Semua bahan isolasi harus baru. Glasswool harus terdiri dari serat – serat kaca dan thermosetting resin yang antara dan harus memiliki karakteristik sebagai berikut :  Ringan 0  Nilai penghantar panas maksimal 0. data teknis dan detail pemasangan pekerjaan isolasi kepada Konsultan MK untuk disetujui. 14.  Sebelum memulai pekerjaan. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan dan Data Teknis. Semua biaya tambahan yang diakibatkan karena perbaikan atau penolakan pekerjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor.6. Alumunium foil harus memiliki karakteristik sesuai standar pabrik pembuatnya.55 Pemasangan. bahan lain yang setara dan dikenal dapat digunakan asal produk – produk tersebut memiliki ketebalan yang sesuai untuk memastikan efisiensi dibandingkan dengan produk yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini. INS-2450 merek Insfoil atau yang setara. dimulai dari bagian tepi bawah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja.6. Bahan talang harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis. Sebab penolakan dapat termasuk. Konsultan MK berhak menolak setiap pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis ini atau standar pemasangan lain yang berlaku. Isolasi Peredam Suara.

antara lain harus dipasang pada tempat – tempat berikut :  Semua ruang yang dikondisikan dan / atau ruang lain seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK. Pita Perekat. Seperti Paratape eks Australia atau PPC No. Semua tepi dan sambungan akhir harus diberi lewatan minimal sesuai rekomendasi dari pabrik pembuatnya.Spesifikasi Umum. Roofmest untuk menopan alumunium foil pada bagian bawah atap bangunan harus dari jaring kawat baja las lapis seng / galbani celup panas dengan diameter minimal 1. 1 (satu) lapis bitumen adhesive.4.56 Jenis double sided terdiiri dari 5 (lima) lapis laminasi yang terdiri dari 2 (dua) lapis alumunium foil.21 mm Seperti Insfoil 920 atau Harvi Foil 314. 403F eks Selandia Baru atau yang setara.6. 14.  Isolasi di atas langit – langit harus ditempatkan dalam posisi menyilang rangka langit – langit dengan bagian tepi – tepinya bertumpuk untuk mencegah masuknya panas.  . antara lain sebagai berikut :  Tebal tanpa pelapis 80 mikron  Tebal dengan pelapis 135 mikron  Tingkat ketahanan terhadap api memenuhi ketentuan BS 476 part 7 class 1.  Semua isolasi bangunan harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat dan / atau sesuai Gambar Kerja.  Ketahanan terhadap bocor sesuai ASTM D781 2  Berat nomila 200 gr/m  Ketebalan nominal 0. Administrasi dan Teknis Halaman : . Roofmesh.  Isolasi peredam suara untuk ruang diesel / unit pembangkit listrik harus dipasang sesuai Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui dengan tetap mengacu pada Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.  Isolasi bangunan di bawah penutup atap berupa lembaran alumunium foil yang ditempatkan di atas roofmesh atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.  Isolasi bangunan harus dipasang lengkap dengan semua penyambung untuk mencegah ruang – ruang kosong. dan sambungan tersebut kemudian ditutup dengan pita perekat. Pita perekat untuk alumunium foil harus memiliki karakteristik sesuai standar dari pabrik pembuatnya.  Kawat lapis seng / galbani diameter 2 mm harus dikaitkan dan ditempatkan secara diagonal di atas isolasi pada langit – langit dalam modul yang memadai untuk menjaga isolasi tetap pada tempatnya. 1 (satu) lapis kertas kraft dan 1 (satu) lapis bitumen adhesive yang diperkuat dengan pintalan serat kaca. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum. Pemasangan.5 mm yang diproduksi dengan sistem las titik pada setiap titik pertemuannya sehingga membentuk spasi 75 mm x 75 mm.  Isolasi bangunan.  Di bawah penutup atap seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.  Daya pantul permukaan aluminium 95%.  Di ruang diesel / unit pembangkit listrik seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

57 D. Gambar-gambar yang termasuk lingkup pekerjaan instalasi listrik (penerangan dan stop kontak) untuk bangunan ini adalah gambar-gambar dengan nomor kode EE serta disiplin lain yang disertakan ataupun sebagai gambar informasi. dalam pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan-ketentuan pokok yang disebutkan pada : 1. terutama untuk koordinasi pemasangan serta relasi antar pekerjaan. Hal diatas harus diajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu penjelasan tender/Aanwijzing. Spesifikasi teknik ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peralatan serta bekerjanya semua instalasi dan system. b. 4. termasuk instruksi kepada peserta pelelangan. Dalam Daftar Material ini harus disebut pabrik. Daftar Material Waktu mengajukan penawaran. Gambar-gambar atau informasi-informasi lain yang diperlukan namun tidak disertakan dalam dokumen ini. VDE/DIN. 2. Sebelum pekerjaan selesai seluruhnya ataupun secara bertahap.Spesifikasi Umum. dan disesuaikan dengan plafond bangunan. c. Pemborong wajib menyerahkan kepada Direksi Pengawas 6 (enam) set gambar yang disebut “As Built Drawing” yaitu gambar dari semua material dan instalasi dalam scope ini yang terpasang. PUIL 2000. 3. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian uraian pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini. merk. Gambar-gambar 1. Gambar-gambar dari disiplin lain yang relevan dengan pekerjaan ini seperti gambar-gambar arsitektur dan struktur. ketidak cocokan baik dari segi besar-besaran listrik. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL BAB 1. dan IEC juga menjadi pegangan sesuai persyaratan instalasi dan kondisi ruangan. fisik maupun pemasangan dan lainlain. a. Gambar-gambar disiplin lain tersebut diatas adalah untuk membantu Kontraktor dalam mendapatkan gambar-gambar yang lebih jelas dari setiap jenis bahan dan pemasangannya. Administrasi dan Teknis Halaman : . Standard/aturan Material ataupun pengerjaan instalasi listrik. Kontraktor wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan. I INSTALASI LISTRIK PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum dan persyaratan khusus. maka menjadi kewajiban Kontraktor untuk menanyakan ataupun mencari informasi tersebut untuk kelengkapan dan kesempurnaan instalasi yang akan dipasangnya. Peraturan Keselamatan Kerja 3. type. lengkap dengan brosur/ katalog. Aturan-aturan lain seperti : NFPA/NEC. dan lain-lain dalam dokumen tender ini. Kontraktor harus menyertakan/melampirkan “Daftar Material” yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek ini dan yang sesuai dengan spesifikasi. Daftar Material yang diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat . SPLN 2.1. manufacturer.

 Apabila Kontraktor sudah menentukan suatu merek dan type dan sudah mengajukan pada waktu penawaran lelang maka berarti material tersebut dalam kurun waktu selama proyek ini berjalan sudah pasti dapat diperoleh. besar fisik dan kualitas estetika.  Kualitas listrik/teknis. maka Direksi Lapangan akan menentukan merek lain dengan spesifikasi teknik minimal yang sama. 3. 1. 4. Apabila pada saat pemasangan bahan/merek tersebut tidak/sukar diperoleh. Pas Instalatir Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN Kelas B. MINI CB.  Pengadaan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya kontraktor. maka terlebih dahulu harus memintakan izin secara khusus sebagai tanda lapor ke PLN Sumedang mengenai keinginannya untuk ikut melaksanakan instalasi listrik Pemilik/Penanggung jawab pas intalatir haruslah atas nama perusahaan/Kontraktor tersebut serta orang yang disebut pada Pas Intalatir ini adalah betul-betul nantinya orang yang bertanggung jawab pada instalasi yang dipasang. contoh bahan harus diserahkan kepada Direksi Lapangan tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender setelah penunjukan. maka Kontraktor wajib memperlihatkan contoh material yang lain apabila diminta. maka Kontraktor wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. maka Direksi Lapangan berhak untuk memeriksa/ mengecek pemesanan material dengan demikian dapat dicegah keterlambatan karena belum dipesannya material-material tertentu. Pas instalatir ini serta surat-surat ijin PLN lainnya yang ada harus disertakan pada waktu penawaran. . Pemasangan Material dan Schedule Untuk menjamin material sesuai dengan apa yang ditawarkan dan terhadap schedulle proyek.Spesifikasi Umum. Kontraktor wajib memperlihatkan contoh bahannya sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untuk disetujui. fixtures. Khusus untuk Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN dari luar Sumedang. doos. saklar. lampu. ELCB  Kabel-kabel. 2. cable gland. maka Direksi Lapangan selalu bebas terhadap hal tersebut dan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. stop kontak. dari contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat. Pembebasan terhadap Tuntutan Untuk segala tuntutan terhadap penggunaan bahan. Contoh Bahan  Untuk bahan yang disebutkan di bawah ini.58 Apabila tidak menyerahkan daftar material tersebut atau mengajukan yang tidak lengkap maka hal ini selain mempengaruhi penilaian.  Apabila dianggap perlu oleh Direksi Lapangan dan hal ini memungkinkan. juga tidak lepas dari kewajiban untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis serta untuk itu Direksi Lapangan dapat dan akan menentukan sendiri kemudian atas resiko Kontraktor.  Contoh bahan-bahan yang harus diserahkan adalah :  Untuk instalasi semua panel dan isian panel seperti MCCB. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Penolakan atas contoh-contoh tersebut diatas Kontraktor harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai spesifikasi dan disetujui. sistem dan lain-lain yang menyangkut pekerjaan ini seperti hak patent dan lain-lain. 5. Untuk itu perlu pengecekan terlebih dahulu ke pasar/agen oleh Kontraktor. Nama Pabrik/Merk yang ditentukan Apabila pada spesfikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merek dari suatu jenis bahan. conduit dan lain-lain. merk/pabrik.

2. untuk bekerja/ beroperasinya dengan sempurna dan baik. kepada maka Kontraktor wajib memasukkan „shop drawing‟ sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untukdiperiksa bersama Perencana. percobaan dan pemeliharaan. Lingkup Pekerjaan Yang diartikan dalam lingkup pekerjaan ini adalah dalam arti yang luas dari pengadaan. pengadaan dan pemasangan seluruh peralatan. Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap spesifikasi teknis. rating dari pada bahan tersebut. 1. namun merupakan komponen dari instalasi ini sebagai sesuatu sistem. serta accessories yang mungkin secara detail tidak tergambarkan/tidak terspesifikasikan dengan sempurna. maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan/atau yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi. PEKERJAAN INSTALASI a. Sisa-sisa bahan atau bekas bongkaran harus dibuang ketempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan. Klausal yang Disebutkan Kembali Apabila ada hal-hal yang disebutkan kembali pada bagian/bab/gambar yang lain. 7. Pengujian ini dilakukan dengan jalan dibebani (kalau hal ini dimungkinkan) atau dioperasikan. maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain. 11. Masuk pula dalam lingkup pekerjaan ini adalah. maka kewajiban Kontraktor untuk mengajukan jalan keluarnya ataupun mengerjakan jalan keluar yang disarankan oleh Direksi Lapangan.Spesifikasi Umum. Brosur/Katalog Untuk semua material yang digunakan maka Kontraktor harus melampirkan brosur/katalog pada waktu penawaran lelang dan hal ini adalah mengikat. „Shop drawing‟ adalah merupakan penggambaran yang lebih teliti daripada setiap komponen dan disampaikan sebanyak 3 (tiga) set. ataupun dengan macam instalasi lain yang tidak digambarkan/diinformasikan pada gambar Tender dan baru muncul pada waktu pelaksanaan. Pengujian Untuk pekerjaan instalasi ini maka Kontraktor harus melaksanakan :  Pengetesan terhadap instalasi „Keur‟ (instalasi penerangan dan daya) Keur ini harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur PLN atas biaya Kontraktor dan hasilnya harus diserahkan ke Direksi Lapangan  Trial Run dari seluruh instalasi yang terpasang dimana pelaksanaannya menjadi tanggungan Kontraktor termasuk penyediaan daya listrik dan sarana peralatan untuk pengujian. spesifikasi teknis dengan segala kaitan serta konsekuensinya harus dipelajari dengan teliti.59 6. 9. 10. pemasangan. Untuk hal inilah maka sebelum penjelasan Tender semua gambar. berupa kerusakan atau sisa-sisa harus dirapihkan kembali. Administrasi dan Teknis Halaman : . Perbaikan Semua akibat dari pekerjaan instalasi listrik. Konflik Pelaksanaan Apabila terhadap konflik teknis pengadaan dan pengerjaan dari pada masingmasing instalasi. tetapi malah untuk lebih menegaskan masalahnya. seluruh sistem instalasi yang tertulis didalam spesifikasi teknis dan gambar dokumen lelang. kecuali disebutkan lain oleh Direksi Lapangan. 8. pengujian. . Shop drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material / komponen maupun pekerjaannya. Dalam brosur itu harus dijelaskan type.

sehingga dalam keadaan tertutup ataupun terbuka tetap dapat dipertahankan bentuk yang kokoh dari pintu tersebut. Pintu Pada bagian depan dari panel disesuaikan dengan gambar. Hal ini untuk menjaga barang-barang asing masuk atau ditusukkan ke lubang ventilasi dan langsung menyentuh bagian-bagian yang bertegangan dari peralatan panel. Pintu tersebut harus dari pelat besi dengan diberi rangka penguat sedemikian rupa. KEUR PLN / Pengesahan dari PLN. Panel board 1. maka pada pinggiran pintu dilakukan penekukan yang memadai. 2.  Panel harus memenuhi standard IP. Engsel dan Kunci   . Pengadaan dan pemasangan saklar dan stop kontak lengkap (kabel-kabel) accessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. Konstruksi  Semua panel dibuat dalam ukuran modul dari bahan plat besi. Kalau panel menggunakan pintu maka semua komponen/aparatus harus terletak didalam dan ditutup dengan cover plat yang diberi lubang untuk segel. Pengadaan dan pemasangan fixtures lampu lengkap berikut accessories (sesuai gambar) lantai dasar. Dinding penutup harus dikerjakan dengan baik dan setiap sudut/siku harus benar-benar 90 derajat. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik Ac dan exhaus fan lengkap accessories terpasang lantai dasar sayap kiri dan kanan 5.  Semua peralatan diikat/dipasang pada rail di dalam modul panel. dan alat bantu accessories lain-lain. Melakukan pengujian. PP-AC.60 Paket pekerjaan ini diperinci secara umum meliputi antara lain : 1. 3. asal disesuaikan dengan ukuran pintu. Rangka khusus untuk pintu tidak mutlak diharuskan. conduit. panel daya.40 type Plus Mounting atau Wall Mounting. Pengadaan dan pemasangan panel penerangan. Pengadaan dan pemasangan sarana penunjang. seperti saklar. harus ditutup dengan pintu yang rapi. Tutup/Cover  Dinding Seluruh panel dalam bentuk modul dilengkapi dengan dinding penutup dari bahan plat besi. trial run dan masa pemeliharaan. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan stop kontak lengkap accessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Ventilasi Pada dinding bagian depan/samping kiri kanan harus dilengkapi lubanglubang untuk ventilasi Pada bagian dalam dinding yang diberi lubang ventilasi ini harus diberi lagi tambahan dinding yan gdiberi lubang punch pada daerah lubang ventilasi. 4. yang disesuaikan dengan kebutuhan jumlah peralatan yang akan dipasang. 7. untuk bekerjanya/beroperasinya sistem instalasi penerangan dan daya dengan sempurna dan baik.31/IP. dan lain-lain. 6. SDP-0. b. dan sistem grounding lengkap accessories terpasang MDP-IRJ. 2. Bagian dalam panel disesuaikan kebutuhan masing-masing seperti tertera pada gambar. kecuali lampu indikator pilot lamp harus dapat dibaca sekalipun pintu dalam keadaan tertutup.Spesifikasi Umum. SDP-UPS. 8.

dalam kotak tahan getaran. Kabel dari panel langsung naik ke arah plafond/ceiling. T). Semua rel harus dicat dan dipegang oleh bahan isolator/busbar support di dalam distribution box.  Untuk setiap panel harus disediakan MCB/MCCB/ELCB cadangan sebanyak yang tertera pada gambar dan diberi tanda pengenal. c. 50 Hz kecuali disebutkan khusus tertentu. Kunci dan handle pintu adalah dari bahan yang diberi lapis „vernikel‟ dan dilengkapi dengan kunci merek YALE atau setaraf. Semua panjang busbar panel minimal sesuai dengan lebar panel  Terminal dan mur baut Semua terminal harus diberi lapis tembaga (vertin) dan disekrup dengan menggunakan mur-baut ring dari bahan tembaga atau mur-baut yang vernikel (atau stainless) dengan ring tembaga.  Penggunaan Miniature Circuit Breaker (MCB). Posisi selector switch harus ditandai dengan jelas. 50 KA. Peralatan listrik Semua peralatan listrik di panel harus dari kelas tegangan rendah (rated voltage) minimal 600 volt. dilengkapi dengan magnetic dan terminal tripping device. Rangka pemegang Panel harus dilengkapi dengan dudukan baik itu berupa rangka besi atau dudukan lainnya yang sesuai dan disetujui.61 Engsel harus kuat dan tidak menonjol dan harus diusahakan tersembunyi serta rapi. Bagian panel dari metal harus dihubung secara elektris dengan rel pentanahan dan ditanahkan melalui elektroda pengetanahan atau cara pengetanahan lainnya. dengan ukuran 96 x 96 mm. Rel/Busbar 1. 50 Hz dan rated coil 220 volt AC. Rel harus dari bahan tembaga dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus bahan terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan dengan aturan PUIL. Untuk keluarnya kabel-kabel ini dimana kabel-kabel ini akan langsung masuk disiapkan lubang serta „compressinable gland‟ untuk setiap kabel/konduitnya.  Peralatan meter dipasang pada panel cabang seperti yang tertera pada gambar.  Pengetanahan/Grounding Panel harus dilengkapi dengan busbar atau terminal pengetanahan (grounding) dari bahan tembaga dan diberi cat „kuning-hijau‟ kecuali untuk tempat-tempat terminal seperti tersebut pada butir diatas.    .5 %. 2. Meter-meter adalah dari type “Moving Iron Vane Type” khusus untuk panel dengan scale sircular. dengan skala linier dan ketelitian 1. S. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Moulded Case Circuit Breaker Rated Voltage 500 volt/AC. Jalan kabel Untuk panel-panel arah kabel incoming dari bawah dan outgoing arahnya dari atas. dari type yang mempunyai „instantaneous tripping value‟ sebesar 12 (dua belas) kali arus In (model G breakers). flush/semi flush. Rated voltage 380 volt AC. Ring tersebut haruslah dari jenis yang bergigi arah dalamnya.  Cat Panel seluruhnya harus diberi car dasar/primer coat dan diberi pelapis cat akhir disesuaikan dengan warna box panel dan finish cat bakar.Spesifikasi Umum. rated breaking capacity minimal 10 KA.  Setiap panel harus dipasang lampu indikator (untuk setiap phasa R.

untuk lampu-lampu seluruh bangunan. 1 x 18 watt loses max.class 1. 11 watt. Zinc-coated white paint sheet steel. 50 Hz. Tanda label ini terbuat dari bahan ebonit hitam ukuran 60 x 30 x 40 mm atau ukuran lain yang memadai dengan tulisan berwarna putih yang tertulis secara Punch. noiseless.7 mm.komponen dan lampunya.  Tanda-tanda / label-label Untuk setiap CB/switch maka didekatnya secara jelas harus dipasang tanda/label dimana tertera arah. Cara-cara Power Factor Improvement ataupun dengan penggunaan kapasitor. Fixture 1. Sebagai pegangan dapat disebutkan disini secara kasar sebagai berikut : 1 x 36 watt. Fluorescent Tube dengan type warna „white‟ atau No.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel  TL 1 x 18 watt. kapasitor 3.Semua komponen listrik berada di dalam (built in) Armatur.85. saklar tunggal dan ganda inbow.  Armature Dari bahan pelat baja ketebalan minimal 0.  Type armature  TL 2 x 36 watt. menjadi kewajiban Kontraktor/Supplier untuk menambah kapasitas kapasitor apabila tidak tercapai power factor sebesar 0. Harus diproduksi oleh satu pabrikan (Complite Set Armatur) dan diyatakan dengan Surat Keaslian Matrial dan Bergaransi. 220 v. Rated voltage 220 volt rugi-rugi/losses ballast tidak lebih besar dari 1 x 36 watt.dipasang rata plafon  TL 1 x 36 watt.Revlektor (IP20 claas 1 complise IEC598 end F mark)  TL 1 x 36 watt. Type Stop Kontak & Saklar  Stop kontak inbow. 84 PHILIPS. losses max.Spesifikasi Umum.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel  Down Light PLC 18 watt.62 Jalan incoming feeder/kabel seluruhnya melalui dinding/dibawah lantai dan dimasukkan kedalam pipa. Administrasi dan Teknis Halaman : . satu phasa. Ballast harus dilengkapi dengan Connection Terminal. tujuan keluar atau masuk kabel yang dilayani oleh CB/switch tersebut. Kapasitor Untuk semua lampu-lampu fluorescent disyaratkan bahwa „power factor‟ harus mencapai paling kurang 0. 6 watt dan TL 1 x 10 watt loses max. 4. ballast dengan rumahan dari bahan polyster. Armatur set harus lengkap dengan rangka dudukan/gantungan.5 mikro farad.85. dengan atau tanpa starter socket yang disesuaikan dengan rumahan yang digunakan. Lamp Holder dan Sockets Rating lock lamp holder type. Flourescent Lamp.(IP20.complice with IEC598  Lampu/fluorescent Tube “TL” standard type fluorescent lamp. lengkap box dan accessories  Saklar hotel. kapasitor 5 mikro farad dan 1 x 18 watt. lengkap box dan accessories 3.  Ballast Leak proof. rated voltage 220 volt. 3 watt. d.Armatur /luminare yang dapat mengontrol cahaya yang dating dari sumber cahaya dengan bentuk deminsional atau Omni Directional Luminance Control (3D OLC). M6 dilengkapi dengan Louvred miroro reflector of floresant lighting . temperature kerja rendah. 16 A. . 6 A. 2.

6.63   5.‟plain‟ atau melable iron. Semua kabel yang masuk / keluar panel mulai dari lantai sampai pada ketinggian fixtures harus dimasukkan kedalam conduit yang sesuai. 5. Administrasi dan Teknis Halaman : . khusus untuk daerah lembab harus dari jenis Water Dicht (WD). kecuali disebutkan lain pada spesifikasi ini. Saklar grup/grid saklar inbow lengkap isian saklar tunggal. lengkap box dan accessories Seluruh stop kontak dilengkapi safety plug. Instalasi Umum 1. seperti „connection cap‟ sedemikian rupa sehingga aman cara instalasinya. Ukuran terkecil kabel listrik adalah penampang tembaga 2. 2. stop kontak dan saklar  Didalam bangunan pada umumnya adalah general lighting berupa lampulampu atau armature dipasang recessed mounted pada plafond / ceiling dan dak beton.  Supply listrik untuk penerangan dan stop kontak dilayani secara terpisah dari sistem daya melalui panel listrik yang segi pelayanannya terbagi dua panel. Setiap pipa/konduit dan jalan masuk kabel ke panel/terminal box/doos/fixture dan lain-lain harus dilengkapi dengan „pengakhiran‟ berupa : „cable gland‟ atau semacamnya untuk mencegah luka pada isolasi kabel sewaktu-waktu tertarik/ditarik. NYFGBY. Untuk suatu instalasi tiga phasa maka didalam cara instalasinya warna-warna fasa dari kabel haruslah konsisten dari awal.  Sambungan sekrup/baut. Sistem Pengetanahan  Instalasi sistem pengetanahan dalam paket ini adalah untuk sistem pengetanahan pengaman yang dihubungkan ke panel  Elektroda konduktor pengetanahan  Pipa galvanized diameter 1 inchi dengan copper BSC seperti tertera pada gambar dan tahanan pengetanahan tidak boleh lebih dari 3 (tiga) ohm. tidak akan melar (is not likely to stretch) setelah diberi „cast bronce‟.5 mm2. 8. Bahan-bahan jepitan / klem / mur-baut harus dari bahan yang mempunyai konduktivitas arus yang baik dan telah diproses untuk tahan korosi/oksidasi. 9. Setiap pencabangan atau sambungan instalasi haruslah dipergunakan lasdop atau cara tutup lainnya. brase. NYY. 4. Instalasi umum menggunakan kabel NYM. e.  Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk (inbow) kecuali disebut lain. Konduit/kabel harus diklem dengan rapih pada plafond setiap jarak 1 (satu) meter kecuali disebutkan lain pada spesifikasi/gambar.  Untuk pencabangan kabel-kabel harus menggunakan Duodoos atau Teedoos dari bahan metal.  Stop kontak dinding dipasang pada ketinggian 30 cm – 90 cm dari permukaan lantai. 3.Spesifikasi Umum.  Stop kontak di ruang pasien dipasang sesuai dengan tempat tidur pasien.  Saklar/on-off pada lampu-lampu penerangan dilakukan pada tempat tersendiri dan dipasang pada ketinggian 120 cm – 150 cm dari permukaan lantai. Instalasi penerangan. 7. semua sambungan harus dengan cara jepitan dengan baut. klem  Kecuali disebutkan lain. Pendukung fixture Semua fixture disini telah diartikan lengkap dengan penggantung/pengikat lubang lampu pada plafond yang harus disupply oleh Kontraktor.  Aturan-aturan . 10 A.

ELCB. Produk pabrik yang disarankan untuk digunakan 1. MCCB. Contactor : MERLIN GERIN (MG).64   f. KABELINDO. bola lampu. Semua pokok-pokok harus diisi terutama merek dan type. maka Pemborong harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan Surat Order Pengiriman Barang tersebut dari Dealer/Agen/Pabrik apabila dimungkinkan. Bola Lampu : PHILIPS. NEC atau NFPA. Saklar. maka Pemborong wajib mengajukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. 3 M. type dan kelas lengkap dengan brosur / katalog yang dilampirkan pada waktu lelang.  g. FUSE. Ballast. namun perlu diketahui bahwa pengisian tabel ini ikut menjadi bahan peninjauan. INDICATOR KLOCKNER. Umum  Persyaratan Bahan Semua material yang disupply dan dipasang oleh Pemborong harus baru dan material tersebut harus cocok untuk dipasang di daerah tropis dan tahan korosif. SIEMENS . apabila ada pokok dalam tabel ini yang tak dapat atau sulit diisi dapat saja tidak diisi. terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor. disebutkan beberapa merek tertentu atau suatu kelas mutu (quantity performance) dari material. MULLER. Apabila nanti selama proyek berjalan.  Kabel  Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan maka Kontraktor wajib mengisi Daftar Material yang menyebutkan merk. ABB. Untuk material-material yang disebut di bawah ini. TRANKA 2. GE. Penyebutan merek/produk pabrik Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar. MCB. Sepatu kabel. Terminal Box : LOKAL (INDUSTIRA. BERKER 7. ballast. Box Panel. ELCB. Direksi Lapangan dan Perencana. CABLE dan lain-lain GLAND 3.1987. DIAN WAHYU) 5. Bila tidak disebutkan lain pada spesifikasi teknik ini ataupun pada gambar maka hal-hal khusus lainnya mengenai sistem dan cara pengetanahan harus dilakukan mengikuti aturan PUIL . maka dapat difikirkan penggantian merek/type dengan suatu sanksi tertentu kepada Kontraktor. Persyaratan Bahan / Material 1. INTERLITE. atau komponen tertentu terutama untuk material-material listrik utama. terminal. indikator  Peralatan lampu : armature. Daftar material ini wajib diisi dan disertakan dalam penawaran. Fixture Lampu : ARTHOLITE. AEG Plug. kapasitor. CLIPSAL.Spesifikasi Umum. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang produk pabrik atau assembling. : MERTEN. EGA. LEGRAND 4. Kabel : SUPREME. Administrasi dan Teknis Halaman : . MCB. Sistem pengetanahan untuk arus kuat dan lemah harus dipisah. fuse. Contactor. reflector dan lain-lain.  Komponen panel : MCCB. LABEL kabel : LEGRAND. Kapasitor. yang diakibatkan oleh suatu alasan tertentu yang sangat kuat dan dapat diterima pemilik. KABEL METAL. LUCOLITE 6. Material-material harus dari produk dengan kualitas baik dan merupakan produksi terbaru. GE. Stop Kontak. starter.

yang pada prinsipnya apabila terjadi kebakaran akan dideteksi oleh detektordetektor dimana dalam hal ini menggunakan „heat detector‟ Ret of Rice Detector dan Smoke Detector yang terdiri dari zone-zone dan dikontrol oleh FACP. Pengadaan dan pemasangan : o Cable Terminal Box (CTB) serta instalasi pengabelan dari CTB ke detektor. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan untuk disetujui Pengawas Lapangan. b. 10. Standar / Rujukan □ □ □ c. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. Pekerjaan System : System deteksi kebakaran dan system alarm pada ruangan-ruangan dikontrol oleh FACP. 11. Gambar Kerja ini harus diikuti se-seksama mungkin. 2. 2. EGA EGA. jalur kabel dan sambungan. LEGRAND LOKAL LOKAL BAB II INSTALASI FIRE PROTECTION 2. . Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan harus berisi semua informasi yang mendetail dan dibutuhkan. Elbow Klem dan lain-lain Accessories dan lain-lain : : : : CLIPSAL. Notifire atau yang setara. 9. Konduit Doos. Dalam menyiapkan Gambar Detail Pelaksanaan.65 8. Kontraktor harus menyampaikan hal ini kepada Pengawas Lapangan untuk pemecahannya. b.2. serta semua elemen harus diperiksa dimensi dan ruang bebasnya. INSTALASI PENGABELAN a. Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus segera diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh waktu yang cukup untuk memeriksa. Gambar Arsitektural. Honey Well. Kontraktor wajib melampirkan brosur dari setiap material yang akan dipasang dan memberikan contoh material untuk disetujui oleh pihak Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi dan atau oleh Konsultan Perencana. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan lokasi bahan dan peralatan.1. Struktural dan gambar lain yang berhubungan. Bila terdapat perbedaan antara Gambar Kerja yang satu dengan lainnya atau Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. PEKERJAAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. dan seluruh peralatan penunjang/aksesoris untuk seluruh peralatan. c. Cubb. National Fire Protection Association (NFPA) National Electrical Manufactures Association (NEMA) Spesifikasi Teknis 16400 – Distribusi Tegangan Rendah Lingkup Pekerjaan : 1. Merek yang dipakai : Simplex.Spesifikasi Umum.

e. kelembaban dan faktor lainnya. Alat pendeteksi harus dari tipe dua ruangan yang dapat beradaptasi pada berbagai temperatur. Lampu uji di bagian dalam Suplai AC atau DC tambahan Tanda peringatan dan tanda bahaya tambahan e.20C sampai 450C.4. Panel harus memiliki kapasitas untuk mengakomodasikan modul panel kontrol. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Sistem. lampu sinyal dan bel peringatan. CTB harus terbuat dari bahan besi plat dengan tebal minimum 1. Semua hubungan dibuat dengan sistem screw connection.  Alat Pendeteksi Panas.3. maka haruslah dipasang sekalipun tidak disebutkan dalam gambar. Nohmi. b. Tidak diperkenankan adanya sambungan kabel kalau tidak dilakukan pada terminal box atau panel. Simplex. Kabel dari CTB ke sirkuit detektor menggunakan kabel PVC dengan inti penampang tembaga 1. modul masukan dan keluaran. tetapi tidak terbatas pada peralatan berikut :    d. Alat pendeteksi panas untuk bangunan akan beroperasi pada temperatur 4. f. Administrasi dan Teknis Halaman : . Panel kontrol pusat harus terdiri dari modul – modul komponen sepraktis mungkin.5 mm yang dilengkapi dengan pintu dan kunci. bila lampu sinyal tidak berkedip. Alat Pendeteksi.  Umum. CABLE TERMINAL BOX (CTB) a. Buatan Gent. g. modul sumber daya dan peralatan penting lainnya untuk melengkapi sistem tanda kebakaran dengan jumlah zona sesuai ketentuan Gambar Kerja. Dimana diperlukan pemasangan flexible conduit. Alat pendeteksi panas harus terdiri dari tipe – tipe tersebut : . Alat atau peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian.Spesifikasi Umum. Modul panel harus dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :   2 (dua) buah kawat rangkaian penggerak sinyal Panel pengamat / annunciator panel. 2. penyetelan dan kalibrasi harus disediakan oleh Kontraktor. Panel. Sistem akan meliputi.66 d. Panel Kontrol. Sebagai pemberitahuan. Setiap alat pendeteksi harus berisi indikator visual integral yang menunjukkan kondisi siap siaga.5 mm2. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. c. Notifire. Kepekaan alat pendeteksi harus dapat diatur. 2. bel peringatan akan berhenti.

Semua bahan harus factory product Semua bahan harus dijamin oleh agen/pabrik dari segi kualitasnya. Persyaratan ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan MKsebelum pengadaan peralatan. Bel harus dari baja berkualitas dan dengan lapisan cat warna merah. 2. Panel kontrol harus dapat diperluas / ditambah sehingga mampu menampung perlengkapan sinyal pendeteksi api pada tempat – tempat yang ditentukan.5. Bel peringatan harus diadakan untuk menghasilkan tanda bahaya yang dapat didengar. Kontraktor/sub memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang. c. b. persyaratan pelaksanaan/gambar. Tombol tekan akan dioperasikan lebih dahulu untuk dapat menuju tangkai penarik yang dikunci pada posisinya ketika saklar dibebaskan. . b.6. b. Semua system harus mendapat pengesahan dari DEPNAKER. Tipe fixed temperature Alat ini akan bekerja bila temperatur udara dalam ruang mencapai angka tertinggi yang telah ditentukan. a. untuk mengaktifkan arus tanda bahaya. Alat pendeteksi panas pada umumnya harus dari jenis pemasangan di langit – langit dengan sinyal berkedip yang dihubungkan ke panel kontrol yang ditempatkan pada tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja.67 Tipe rate of rise. Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. persyaratan. Yang dimaksud dengan bahan dalam hal ini adalah semua bahan/material yang tertera dalam uraian pekerjaan. f. Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baik. baru. Semua bahan harus baru. Pengujian perlengkapan harus termasuk pengujian arus tiap zona. Sumber daya dan / atau tegangan kerja ke panel kontrol adalah 220V/50Hz/1fase. e. c. dilengkapi lampu indikator yang akan menyala berkedip pada saat normal dan menyala terus pada saat kondisi peringatan. g. c. Manual Alarm Station.Spesifikasi Umum. bebas dari segala cacat. dan harus dilengkapi dengan label. Semua bahan harus tetap berada dalam kemasan masing – masing dan harus dibebaskan dari kerusakan dan kelembaban. Manual alarm station harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :    Manual alarm station harus memiliki 2 (dua) jenis pengoperasian yang terdiri dari tombol tekan dan tangkai penarik.  Alat Pendeteksi Asap. Alat ini didesain untuk mendeteksi kenaikan temperatur yang cepat atau tidak normal. Sistem tanda kebakaran harus memberikan pendeteksian api secara otomatis pada setiap bagian bangunan. d. Alat pendeteksi asap harus terdiri dari tipe photoelectric yang dapat bekerja pada temperatur operasional dari 00C sampai dengan 500C. data teknis dan data lainnya yang diperlukan. Bel Peringatan Alarm Bell. PEMASANGAN. Rangkaian penggerak sinyal terdiri dari 2 (dua) buah kawat yang dihubungkan dengan akhir jalur resistor.

pengetesan. Standar Industri Indonesia (SII). Tanda peringatan untuk mengosongkan ruangan / bangunan harus tanda peringatan yang dapat didengar yang disetujui Konsultan MKdan dipasang pada tempat – tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja. dan peralatan yang akan digunakan. 3.Spesifikasi Umum. Contoh Bahan.2. Gambar Detail Pelaksanaan. o Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan sistem elektrikal kepada Konsultan MKuntuk disetujui.1. . Administrasi dan Teknis Halaman : . o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan Surat Keterangan Keaslian Barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuatnya (Manufacturer) atau agen utamanya (Authorized Dealer/Agent). Spesifikasi teknis Sistem Elektrikal. dan menyerahkannya kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk mendapat persetujuan dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data teknis serta performance dari peralatan. ITEM-ITEM PEKERJAAN YANG HARUS DILAKSANAKAN a.3. barang. Kontraktor 2. PROSEDUR UMUM 1. STANDAR / RUJUKAN o o o Japanase Industrial Standard (JIS). o Sebelum diadakan/didatangkan ke lokasi. 3. o Kontraktor harus membuat daftar yang lengkap untuk bahan. BAB 3. Data Teknis dan Daftar Bahan. contoh dan/atau brosur/data teknis bahan/barang/peralatan untuk pekerjaan ini harus diajukan terlebih dahulu kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk disetujui. Mencakup data berikut :  Nama komponen perangkat tata suara  Jumlah unit  Tata letak / susunan peralatan tata suara  Dimensi  Detail pemasangan dan Detail lain yang diperlukan o Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja yang satu dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. III INSTALASI TATA SUARA (SOUND SYSTEM) PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua material. o Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisi detail-detail yang diperlukan. peralatan. o Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh cukup waktu untuk pemeriksaan dan tidak ada tambahan waktu bagi Kontraktor bila mengabaikan hal ini.68 d. tenaga kerja dan lainlain untuk pemasangan. commisioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem tata suara seperti dipersyaratkan didalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan kecuali peralatan utama tidak masuk lingkup pekerjaan. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tetapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem tata suara.

o Semua perangkat sistem tatasuara harus dilengkapi dengan data-data berikut :       Merek dan nama pabrik Tipe Tegangan kerja dan frekuensi Konsumsi daya Impedansi Tanggapan Frekuensi . bebas dari segala cacat dan dilengkapi dengan label.  Dalam mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan. o Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda dengan yang ditentukan.69 o o harus melaporkannya kepada Konsultan MKuntuk dicarikan jalan keluarnya. o Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengganti setiap pekerjaan yang tidak sesuai. 3. o Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari kerusakan. jalur kabel dan sambungan-sambungan. o Semua perangkat sistem tata suara harus dalam keadaan baru. tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek. b. data teknis dan data lain yang diperlukan. Ketidaksesuaian. 4. PHILIPS atau yang setara. dimensi dan ruang gerak yang digambarkan dalam Gambar Kerja Arsitektur. Pengiriman dan Penyimpanan.BAHAN 1. dilengkapi sertifikat lulus uji pabrik dan petunjuk pemasangan serta penggunaan dari pabrik pembuatnya. Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat keterangan keaslian barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuat atau agen utamanya. o Semua bahan dan peralatan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan tertulis yang menjelaskan usulan penggantian. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat jaminan keaslian barang (Letter of Origin) dan mempunyai jaminan serta garansi (Warranty). Struktur dan Gambar Kerja lainnya yang berkaitan.Spesifikasi Umum. dengan maksud bila diterima. o Pengawas Lapangan berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau dipasang yang tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan / atau Spesifikasi Teknis. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas. harus diperiksa.  Gambar Kerja ini harus diikuti dengan seksama. baru. Umum. BAHAN . o Semua perangkat sistem tata suara adalah dari merek TOA. akan segera diadakan penyesuaian. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukan tata letak bahan dan peralatan.

area sistem tata suara ini terdiri dari : Horn Speaker harus memiliki kapasitas 15 watt seperti merk TOA atau yang setara.Spesifikasi Umum. Merek yang dipakai : National.    3. sehingga mempunyai urutan prioritas seperti tersebut di bawah ini :  Paging and Messaging  Emergency Call  Back Ground Music  Dalam kondisi biasa. Ceiling speaker Yang termasuk ke dalam pekerjaan ini meliputi speaker lengkap dengan matching transformer grille dan kelengkapan-kelengkapan lainnya sesuai merek terpilih.  Untuk ruang-ruang yang dilengkapi dengan speaker untuk tujuan emergency call. Sistem Tata Suara “Public Addres System”  Sistem tata suara ini digunakan untuk semua area yaitu :  Back Ground Music  Paging and Messaging  Emergency Call  Pemasangan sistem tata suara untuk area ini diatur sedemikian rupa. Public Address System Pemasangan/pengaturan sistem tata suara public address system sedemikian rupa sehingga mampu dioperasikan sebagai berikut :  Untuk keperluan paging dan messaging dan untuk keperluan tertentu lainnya harus dapat dilakukan secara remote dari bagian penerangan/information. Kontraktor/sub berkewajiban memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang.4. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Pengaturan tingkat kuat suara dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan variable resistance device. yaitu :  menghidupkan sistem tata suara jika saat itu sedang di‟mati‟-kan  menghentian back ground music yang sedang berlangsung  meng‟hidup‟-kan speaker yang di‟mati‟-kan dari pengatur tingkat kuat suara di setiap ruangan yang dilengkapi dengan sistem tata suara  mengambil alih fungsi seluruh speaker yang terpasang di dalam bangunan untuk keperluan paging dan messaging difungsikan sebagai sarana back ground music 3.5. KEMAMPUAN OPERASI a. TUJUAN PENGGUNAAN Main equipment dari sistem tata suara ini adalah menggunakan main equipment eksisting a. wiring tata suara lengkap dengan konduitnya.   Sistem tata suara „Public Address System‟ yaitu untuk tata suara publik.70   Dimensi Dan data lainnya yang diperlukan. Philips. attenuator serta kelengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk kesempurnaan kerja sistem tata suara. TOA. Instalasi Yang termasuk ke dalam pekerjaan instalasi meliputi pekerjaan terminal box tata suara. Ada speaker hanya untuk tujuan back ground musik dan ada speaker untuk tujuan ketiga-tiganya. 2.  Tidak semuanya speaker digunakan untuk sarana penunjang ketiga tujuan seperti tersebut diatas. . sistem tata suara digunakan sebagai back ground musik yang dilayani dari ruang kontrol.

Untuk paging dan messaging tingkat kuat suara disetiap speaker sama dan tidak dipengaruhi oleh posisi pengatur tingkat kuat suara yang dipasang disetiap ruangan. b. maka harus mempunyai jarak minimum 30 cm. maka ketinggian 0. INSTALASI     Spesifikasi seluruh instalasi sistem tata suara untuk bangunan ini menggunakan kabel yang mempunyai tegangan kerja 500 volt. Hal-hal tersebut diatas berlaku pula untuk keperluan emergency call yang dilakukan dari Sentral Sistem Pengindera Kebakaran.70 m dari lantai disesuaikan dengan keadaan dimana attentuator tersebut akan ditempatkan.  Data Teknis  Rated power : 3/6 watt dan 90 watt  Impedansi input : 3. 3.1W) : 90 dB  Sisi primer matching transformer mempunyai 3 (tiga) buah tap untuk 100. Tingkat kuat suara untuk paging dan messaging dapat diset secara terpusat dari sentral sistem tata suara.71   mengembalikan fungsi sistem tata suara ke keadaan semula. Data Teknis  Rated Voltage : 100 volt (minimum)  Rated power : 1.000 Hz  SPL minimum (1m. Back ground music dapat diprogram untuk cassete deck. flush mounting mempunyai On-Off plate berbentuk segi empat yang warnanya ditentukan kemudian oleh Perencana Interior.3 k ohm  Frequency response : 100 . PERSYARATAN TEKNIS ATTENTUATOR (PENGATUR PENGUAT SUARA) a.25 m dari lantai.Spesifikasi Umum. PERSYARATAN TEKNIS SPEAKER a. Kabel instalasi untuk ke speaker dipergunakan kabel jenis „PVC insulated‟ dengan jumlah inti dan luas penampang kabel seperti tercantum dalam Gambar Perencanaan. Kabel yang digunakan untuk attentuator dimasukkan dalam conduit atau sparing dan setiap pipa hanya boleh diisi dengan satu pasang kabel. yaitu sebelum dioperasikan untuk paging dan messaging atau emergency call.    3. .6 beban speaker dilayani (minimum)  Ketinggian pemasangan 1. Nada-nada yang mengawali paging dan messaging serta emergency call harus mempunyai nada-nada yang cukup spesifik (berbeda dengan sumber audio lainnya). Ceiling Speaker  Ceilling speaker dan matching transformer ditempatkan didalam suatu box speaker dipasang recessed ceilling pada plafond dan difinish dengan speaker grille.7. 3.6.16. Bentuk dan warna ditentukan kemudian oleh Perencana interior. tetapi jika pada ketinggian tersebut ada jendela. Jika pemasangan kabel ini pararel dengan kabel daya listrik. 70 dan 50 volt. compact disc atau radio tuner. Administrasi dan Teknis Halaman : .8. Attentuator dengan transformer.

Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit.  Kapasitas terminal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. kunci dan handle  Penyambungan kabel instalasi sistem tata suara didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan terminal penyambungan dari jenis „screw type‟.9. pengeras suara dan kabel daya harus dipisahkan satu sama lain dengan isolasi dan pelindung metal. Kabel harus dipasang dalam konduit atau rak kabel sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis. Pengkabelan untuk mikrofon. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kabel instalasi sistem tata suara dipasang didalam pipa sparing/conduit yang diklem pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem daya listrik dan penerangan. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem distribusi listrik dan penerangan. 3. Sistem tata suara di dalam Gambar Perencanaan tidak mengikat dan penambahan alat diperbolehkan. PENGUJIAN DAN UJI PENAMPILAN . Pipa-pipa pelindung kabel instalasi sistem tata suara harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna abu-abu. jenis. dicat dengan meni tahan karat dan cat finish dengan warna yang akan ditentukan oleh Perencana Interior. sehingga pengoperasian dari sistem tata suara tersebut tetap berada pada kemampuan puncak.  Terminal box dipasang flush mounting pada dinding  Terminal box dilengkapi dengan pintu. Kontraktor tata suara berkewajiban mencek dan menyesuaikan kabel instalasi agar berfungsi dan bekerja dengan baik dan sesuai dengan persyaratan teknis dan rekomendasi dari produk sistem tata suara yang terpilih. 3. Terminal box sistem tata suara :  Terminal box terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 2 mm. KABEL INSTALASI            Kabel yang digunakan harus sesuai dengan standard SII dan SPLN atau standardstandard lain yang dilakukan di negara RI serta mendapat rekomendasi dari konsultan pengawas.72        Pada dasarnya pipa untuk kabel sistem tata suara dipasang pada rak kabel atau ditanam di dalam dinding. Pelindung harus diterminasi hanya pada salah satu ujungnya. rating tegangan kerja dan standard yang digunakan.10. Pada kabel instalasi harus dapat dibaca mengenai merek. sparing. Kabel instalasi sistem tata suara menggunakan kabel PVC jenis NYMHY (500 volt). Pipa instalasi tata suara harus dibedakan dengan pipa-pipa untuk keperluan utilitas lainnya. Pada ujung setiap kabel harus diberi kabel/sling-plate yang terbuat dari plat alumunium mengenai nama kelompok speaker yang dilayaninya. Penambahan alat harus disesuaikan dengan kemampuan peralatan yang ada pada setiap produk yang dipilih. ukuran luas penampang. sparing. pembumian. Ukuran luas penampang dan jumlah inti kabel yang digunakan minimal harus sesuai dengan Gambar Perencanaan.Spesifikasi Umum. Konstruksi las.

Kontraktor harus mengadakan uji penerimaan / acceptance test. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem telepon. UJI PENERIMAAN Setelah pemasangan selesai. o Pengujian seluruh sistem komunikasi. untuk menunjukkan bahwa semua perangkat bekerja dan beroperasi dengan baik sesuai ketentuan. dan lain-lain untuk pemasangan.13. meliputi pengadaan dan penginstalasian sistem telepon dan MDF utama sampai dengan MDF pada bangunan Gedung IRJ dan semua material. Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah diinstalasikan harus lulus uji kesinambungan. 3. sesuai persyaratan kontrak. Surat Jaminan (Warranty) atas produk sistem tata suara.11. Lingkup pekerjaan tersebut al : o Penarikan kabel dari PABX sentral. tenaga kerja. tanpa campuran suara dari sumber lain atau unit lain.1. o Pesawat telepon. o Stop kontak telepon.73       Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu oleh Konsultan MKuntuk memeriksa bahwa seluruh instalasi dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semua persyaratan dan seluruh peralatan harus lulus uji fungsional. pada tingkat volume yang baik. PEMELIHARAAN DAN PENGOPERASIAN PERALATAN Masa pemeliharaan pekerjaan sistem tata suara sesuai persyaratan dalam kontrak diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan serta kekurangan-kekurangan. Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. o Kotak distribusi utama dan kotak terminal. IV INSTALASI TELEPON PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini. Uji penerimaan akan meliputi memperoleh dan menerima berita pada stasiun tertentu. 3. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. peralatan. 3. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan fasilitas untuk pengukuran. . pengujian dan uji penampilan. pengetesan. BAB 4. TRAINING (PELATIHAN) Kontraktor diwajibkan mengadakan Training atau Pelatihan kepada bagian operasional Gedung atau yang ditunjuk Pemilik sampai mampu mengoperasikan peralatan Tata Suara. o Kabel telepon termasuk konduit. commissioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem telepon seperti disyaratkan dalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan. dengan prosedur pengujian yang disetujui. buku asli pengoperasian / pemeliharaan peralatan berikut salinannya dalam jumlah tertentu. dengan jangka waktu masa garansi sesuai standar dari pabrik pembuat. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum.12.

4. Verband Deutscheur Electrochniker (VDE).7. Standar Industri Indonesia (SII)/Standar Nasional Indonesia (SNI). 4. Penyambungan kabel instalasi telepon didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan penyambungan jenis „sambungan jepit‟. STANDAR / RUJUKAN    Standar PT Telkom. Kabel telphone langsung dihubungkan ke Outlet Socket pada Terminal Box.Spesifikasi Umum. 4. Pesawat-pesawat yang digunakan adalah :  Pesawat untuk operator 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . dicat dengan meni tahan karat dan dicat finish dengan warna yang akan ditentukan kemudian oleh Perencana Interior. 4.3. OUTLET TELEPON  Outlet telepon dipasang pada :  dinding dengan ketinggian pemasangan 90 cm dari permukaan lantai  Outlet telepon harus dibedakan dari outlet daya dan outlet data komputer.5.2.6. Konduktor kabel instalasi telepon mempunyai inti solid yang terbuat dari bahan tembaga. .4. Dari Hibrid Key Telephone ke MDF (tiap lantai) untuk kemmudian dihubunngkan langsung ke Terminal Box. TERMINAL BOX TELEPON      Terminal box telepon terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimal 2 mm. KABEL INSTALASI      Kabel instalasi telepon menggunakan kabel PVC berukuran 3x0. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit.  Outlet telepon dipasang pada dinding dengan menggunakan square metal box. Terminal box telepon dipasang flush mounting pada dinding.  Pemasangan outlet telepon harus diperkuat sehingga tidak mudah lepas oleh gangguangangguan mekanis. kunci dan handle. PESAWAT TELEPON   Pesawat telepon cabang berupa telepon meja dengan tipe „push button dialler‟. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem catu daya listrik dan penerangan. sparing. SISTEM INSTALASI DAN PERALATAN    Dari PABX dihubungkan ke Hibrid Key Telephone (eksisting). Terminal box telepon dilengkapi dengan pintu. Kabel instalasi dipasang didalam sparing / conduit yang diklam pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. Konstruksi las.74 4.6 mm2 (STEEL-K-008 dan STEEL-K-002). Sedangkan cara pemasangan disesuaikan dengan rekomendasi dari produk yang terpilih. Kapasitas terminal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. Pipa-pipa pelindung kabel instalasi telepon harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna hijau.

Konduit.  Kotak dibuat dari resin daur ulang. Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau disesuaikan dengan jumlah kabel yang akan ditempatkan didalamnya. dan harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Rumah dibuat dari reinforced polyester.  KOTAK DISTRIBUSI UTAMA (Main Distribution Frame – MDF). sedangkan keluar harus dengan operator (beberapa pesawat tertentu dapat diprogram untuk berhubungan keluar)sesuai permintaan pemberi tugas. Pelaksanaan Pekerjaan A.  Dilengkapi dengan pintu yang dapat dilepas untuk terminasi kabel. Kotak distribusi utama harus dari tipe pemasangan di luar atau dalam gedung dengan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.    .  Bagian metal dibuat dari bahan baja anti karat AISI 304.  Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian atas dan bawah untuk sirkulasi udara dan mencegah kelembaban. Umum.  Disetujui oleh Telkom.Spesifikasi Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Dapat dibuka sampai 90°.  Mudah di pasang.  Kotak Terminal.  Tahan terhadap UV dengan proteksi indeks IP 53/54.  Merek yang dipakai : setara SIEMENS atau Panasonok atau sesuai dengan merk PABX yang dipakai. overvoltage arrester untuk system komunikasi harus diadakan sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.75  push button dialler  dilengkapi display  kelengkapan-kelengkapannya sesuai merek PABX terpilih  feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merek terpilih  dipasang di operator telepon  Pesawat telepon lainnya mengikuti ketentuan Tipe push button dialler diletakkan di meja untuk ruangan dengan kelengkapan :  push button dialler  hand-set  display indikator pesawat pemanggil  feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merk terpilih  dipasang di meja atau sesuai gambar perencanaan  Pesawat ini mempunyai fasilitas untuk berhubungan dengan pesawat cabang lain secara langsung. Pipa conduit untuk kabel telepon harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400.  Ringan dan Kuat. Kotak terminal dengan tipe dan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut:  Dapat dipasang di dinding. Overvoltage Arresters Kecuali ditentukan lain.  Dapat dikunsi.

putih/hijau. 7. 10. V INSTALASI PLUMBING. Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan kotak terminal. Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel. b. 3.76 1. Kontraktor harus segera memperbaiki setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. 4. 4. Mengadakan testing commissioning untuk seluruh pekerjaan hingga dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi standard/persyaratan yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis. 3. Untuk ruangan tanpa langit-langit. Kontraktor harus memeriksa kebutuhan ruang dengan Kontraktor lain untuk memastikan semua peralatan dan perlengkapannya dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Setiap kotak terminal harus memiliki cadangan sekurang-kurangnya 20%. Kabel yang akan ditanam di dalam bagian bangunan (di lantai atau di dinding) harus ditempatkan di dalam konduit jenis High Impact. 6. AIR BERSIH DAN AIR KOTOR PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk lingkup pekerjaan pada paket ini adalah sebagai berikut : a. putih/hitam. 8.1. Kontraktor harus menyediakan semua alat kerja. sistem drain. dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang diisyaratkan. 2. grease trap dan bak penampungan / sump pit sampai ke setiap fixtures pengeluaran. UTP Category 5 harus digunakan dan dipasang pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar Kerja. peralatan pemasangan. d. 5. Pemasangan 1.2. Semua kabel komunikasi harus ditempatkan di dalam konduit jenis high impact.Spesifikasi Umum. floor drain. Pengadaan dan pemasangan instalasi sistem air bersih berikut pemipaan sampai ke setiap fixture pengeluaran dan faucet. 5. Total panjang satu segmen dibatasi sampai 90meter. B. . 11. BAB 5. Soket telepon dan data harus ditempatkan pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk dari Pengawas Lapangan. peralatan pengujian dan melaksanakan pengujian serta mencatatnya. pipa vent. Administrasi dan Teknis Halaman : . pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan/mengikuti jadwal bangunan. Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung ± 160 cm dan tinggi minimal ± 40 cm. putih/merah. Unit kotak distribusi utam a(MDF) unit dipasang pada ruang panel listrik arus lemah seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. 9. Waktu pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaan. Kontraktor secara teratus harus membuang kotoran dan bahan tak terpakai agar dapat bekerja dengan aman. 2. putih/biru) harus digunakan untuk kode warna pekerjaan marshalling. pengadaan. kabel harus ditempatkan di dalam konduit atau rak kabel dan diklem ke beton pelat pada setiap jarak 100cm. Kabel dengan 5 (lima) warna yang berbeda (misalnya kuning/putih. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM a. Pengadaan dan pemasangan pemipaan air kotor. air bekas.

Spesifikasi Umum. interior dan sebagainya. Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. fitting-fitting. termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. elektrikal. detail pemasangan. c. sebelum alat-alat tersebut dipasang. Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi (Shop Drawing) sebanyak 3 (tiga) rangkap untuk disetujui oleh Direksi Lapangan. kepada Direksi Lapangan termasuk brosur-brosur dari alat-alat tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan. j. i. katup-katup dan fixtures secara terperinci. agar dapat memberikan hasil kerja yang baik dan rapi. f. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan menjadi tanggungan Kontraktor. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti. maka kewajiban Kontraktor untuk memasang hal tersebut agar sistem beroperasi dengan baik dan sempurna. Contoh-contoh Barang Kontraktor waijb mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. improver material dan menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. Maka Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. Kontraktor diwajibkan mengadakan koordinasi dengan Kontraktor lain yang mengerjakan pekerjaan struktur. Izin Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana termasuk biayanya. instalasi yang terpasang. Material Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari cacat defective material. . h. Kesalahan pemasangan akibat tiadanya kerjasama menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. e. Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (skilled labour).77 b. Gambar Perencanaan Walaupun didalam gambar perencanaan atau spesifikasi tidak tercantum semua pipapipa. maka Kontraktor harus mengganti bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi. sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/dihilangkan. detail peralatan dari seluruh instalasi diatas/sebanyak 5 rangkap cetakan dan 1 kalkir. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Direksi Lapangan. dan harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (as built drawing) yang meliputi denah. Kontraktor wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat dan surat Rekomendasi lainnya apabila diperlukan dalam pekerjaan ini. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. Gambar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi ini harus merupakan suatu kesatuan. dan tidak dinyatakan dalam gambar perencanaan atau spesifikasi. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar-gambar Kerja Gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan (site). Pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979. d. tetapi bagian-bagian tersebut merupakan suatu kelengkapan sistem. g.

5. data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari peralatanperalatan yang terpasang. l. m. Trouble Shooting Instruction dan BrosurBrosur. Semua penarikan pemipaan yang dilakukan oleh pihak lain dan tidak tercantum dalam gambar dan spesifikasi. Kontraktor wajib mengganti setiap bagian pekerjaannya yang ternyata cacat atau rusak selama jangka waktu pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kalinya. Petunjuk Operasional Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Kontraktor harus menyerahkan gambargambar. Kontraktor wajib mengganti setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kali. Apabila semua penarikan kabel-kabel listrik sampai ke panel peralatan dilakukan oleh pihak lain. Penolakan Instalasi Kontraktor harus memberikan contoh-contoh semua bahan-bahan yang akan dipergunakannya kepada Direksi Lapangan atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuan tertulis. 3. Dengan mencantumkan secara lengkap merek. 4. Kontraktor harus memberikan data-data. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik sebanyak 3 (tiga) set copy dan 1 (satu) set kalkir. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kontraktor harus memberikan surat garansi atas peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas. Operating Instruction. ukuran-ukuran dan gambar-gambar kepada pihak lain yang mengerjakan. Semua pekerjaan pembuatan dudukan untuk mesin dilakukan oleh Kontraktor. spesifikasi dari semua contoh bahan yang akan diajukan. Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain : Instruction Manual. k.Spesifikasi Umum. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS a. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. 2. ukuran-ukuran dan gambargambar pekerjaan ini bilamana ada pihak yang melaksanakannya.3. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor. Maintenance Guide. Koordinasi 1. atau pihak yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuannya. Peraturan-peraturan / Persyaratan Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturanperaturan pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia. Kontraktor harus membuat jadwal/schedulle waktu yang terperinci untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Direksi Lapangan. Jaminan dan Pemeliharaan Kontraktor harus memberikan pemeliharaan selama setahun untuk peralatan dan 6 (enam) bulan untuk instalasi semenjak serah terima pekerjaan yang pertama. ukuran-ukuran gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada pihak lain yang memerlukannya. type. Semua pekerjaan galian dan penimbunan yang dilakukan oleh pihak lain maka Kontraktor Pelaksana harus memberikan data-data. . maka Kontraktor harus berkoordinasi dan memberikan data-data. Kontraktor wajib memberikan data-data dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. n. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri.78 Semua pemeriksaan.

serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Administrasi dan Teknis Halaman : .5) sambungan menggunakan Solvani Councui. 10. butt-fussion welding. Material / Bahan-bahan yang Dipakai 1. nipple. elbow. tee dan sebagainya. Sistem sambungan terdiri dari compression fitting. dibawah  50 mm menggunakan jenis pipa PVC Kelas AW (S. 5. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan. 4. tee untuk air bersih dan sebagainya. bulanan dan borongan. reducer. persyaratan ini harus betul-betul ditaati. electrifusion atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PN. Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. elbow. 2. Untuk distribusi air bersih harus dari pipa Poly Propeline (PN 10) yang memenuhi standar ISO 4065. Untuk distribusi aire panas digunakan pipa PP yang memenuhi ketentuan BS 6920 dan BS 7291 Part 1 & 2 dengan tekanan nominal PN 20.  Sistem Sambungan. 3. yang disetujui oleh Direksi Lapangan/Manajemen Konstruksi. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara. Sambungan-sambungan pipa seperti socket.  Diameter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. peraturan-peraturan berikut berkenaan dengan pasal-pasal : 1. Sistem Sambungan Sistem sambungan terdiri dari compressioan fitting.   Pemipaan Air Panas. PUBB 1969. seperti instaflex dari George Fischer. mingguan. ISO 4427 dan atau DIN 8075  Untuk pipa jaringan air kotor dan air bekas. electrofunction atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. American Water Works Associantion (AWWA) b. knee. Jen. nipple.  Sambungan Pipa. Pemipaan  Untuk pipa-pipa jaringan pekerjaan sistem air bersih menggunakan pipa-pipa jenis polypropelyn PN 10.79 Selama pelaksanaan. Pada umumnya. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8. but-fussion welding. Japanese Industrial Standar (JIS) 9. American Society fot testing and Materials (ASTM) 6. sedangkan diatas  50 mm menggunakan Rubber Ring dan Spiqot. tentang Instalasi Air. harus terbuat dari bahan PP yang sesuai untuk pipa PP kelas 10kg/cm2. tentang penggunaan tenaga kerja harian. British Standar (BS) 7.  Sambungan Pipa. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Sambungan-sambungan pipa seperti socket. reducer. knee. Pipa. Peraturan Perburuhan Indonesia. Pemeriksaan Umum untuk pemeriksaan bahan-bahan bangunan NI-3 (PUBB) 1956 NI-3 1963.  . 12.Spesifikasi Umum. harus terbuat dari bahan PN yang sesuai untuk pipa PN. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan Dit. Kontraktor dianggap telah cukup mengerti dan mengetahui akan isi dan maksud dari peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas.

dengan jenis katup dan diameter sesuai Gambar Kerja. Mur untuk Flensa.5 kelas 150 jenis raised face.Spesifikasi Umum. Diamter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Flens tipe slip-on harus memiliki diameter yang sesuai dengan pipa atau peralatan yang akan disambung. mur lengkap dengan cincin per dan cincin pelat.. Diameter paking harus sesuai dengan diameter dan jenis flens yang akan digunakan. Toyo atau setara. Valve-valve  Katup/Valve. Katup harus memiliki tanda tekanan kerja.  Flensa. reducer. Katup bertekanan kerja 125psi.   merek yang 2. Perekat. Diameter dan panjang baut harus sesuai dengan dimensi flens. Jumlah pengadaan baut dan mur dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. dengan system ulir metric. digunakan untuk pemasangan flens. Paking harus dari ANSI kelas 150. tee dan sebagainya. Katup dengan diameter sampai dengan 65mm harus memiliki ulir untuk enyambungan dengan pipa. harus dibuat dari bahan kuningan dan harus berasal dari merek yang dikenal seperti Kitz. Administrasi dan Teknis Halaman : . Jumlah pengadaan paking harus dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan.80   Pipa PVC dan Sambungan Pipa. Sambungan-sambungan pipa dengan jenis sambungan solven cement seperti elbow. Sistem Penyambungan Pipa . sedang katup dengan diamter lebih besar dari 65mm harus memiliki flens yang bersatu dengan badan katup. dari merek yang sama dengan merek pipa yang disetujui digunakan. Pipa harus dari jenis sambungan solvent cement. knee. Pipa air buangan harus dari pipa PVC standar SNI 06-0084-1987 dengan kelas tekanan kerja 8kg/cm2.8. diameter dan arah aliran yang diterakan pada badan katup. Baut. harus terbuat dari baja hitam kelas 8.   c. Paking. Baut. Sisa ulir setelah pemasangan minimal 3 (tiga) ulir. harus terbuat dari bahan dan kelas yang sama dengan pipa pVC dan memenuhi standar SNI 060135-1989. Sambungan Pipa. Instalasi Pemipaan 1. Flens harus memenuhi standar ANSI B 16. terbuat dari karet gulungan spiral tebal minimal 3mm. Perekat untuk penyambungan pipa PVC harus dari direkomendasikan oleh pabrik pembuat pipa PVC.

3. elbow.  Setelah pipa dipasang pada lubang galian dan setelah diperiksa oleh pengawas yang ditunjuk.5 m. Untuk penyambungan pipa induk. fitting dan sebagainya. fitting.  2. Pemasangan Fixture. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak bertumpu dengan baik.Spesifikasi Umum.  Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk.  Penggantung atau penumpu pipa adalah produk pabrik dan harus disekrup/terikat pada konstruksi bangunan dengan insert/anker yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau dengan ramset. untuk mencegah timbulnya getaran. dipasang balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat dan dipasang setiap ada sambungan pipa. .  Untuk mencegah getaran pada penggantung harus dipakai dudukan dari karet. misalnya fixtures. 4. Penggantung / Penumpu Pipa  Semua pipa harus diikat/ditetapkan dengan kuat dengan pengantung atau angker yang kokoh (rigid). semua kotoran dibuang dari lubang galian dan ditimbun kembali dengan baik dengan pasir urug atau tanah bekas galian atau bahan yang ditentukan Direksi Lapangan dan disetujui. Pipa Air Kotor dan Ventilasi Digunakan sistem lem/solvent cement rubber ring and spiqot untuk pengikatnya terutama untuk pipa-pipa cabang atau pipa yang berdiameter kecil. agar inklinasinya tetap. bisa digunakan sistem pengelasan apabila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring karet secara homogen. penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dahulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes.  Pipa-pipa yang menembus dinding haus diberi sleeve dengan rongga  1 mm. Dengan pemasangan fixtures yang baik dan serasi serta kuat dalam kedudukannya untuk komponen.  Pemasangan pipa harus rata dan rapi.81  Pipa Air Bersih Digunakan las untuk semua pipa pada belokan dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan pipanya. Kontraktor bertanggungjawab untuk melengkapi komponen tersebut didalam kelengkapan instalasi jaringan tersebut. pipa-pipa air bersih dilaksanakan harus rapi tidak mengganggu waktu pemasangan-pemasangan/dinding porselen atau pekerjaan sipil serta mekanikal dan elektrikal lainnya.  Pipa-pipa vertikal harus ditumpu dengan clem/clam dan dibuat dengan jarak tidak lebih dari 1. valve dan sebagainya. Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus. Untuk pipapipa air bersih dan pipa-pipa air buangan tidak boleh diletakkan pada lubang-lubang yang sama.  Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang dapat diatur dengan jarak antara lebih dari 2. Pipa-pipa Dalam Tanah  Galian pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman 60 cm untuk pipa diameter 4” kebawah. Untuk memperkuat terhadap kebocoran. Administrasi dan Teknis Halaman : .5 m. Fitting dan Sebagainya  Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan didalamnya bebas dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air.  Semua fixtures. tee. dan harus terpasang dengan kokoh ditempatnya dengan tumpuan yang mantap.

Untuk pipa-pipa yang exposed tanda-tanda berupa arah panah dengan warna disebut diatas. Dimensi box : lihat gambar perencanaan Tinggi pemasangan dari lantai  20 cm. Pipa-pipa non exposed diberi tanda di tempat-tempat control/ pemeriksaan. 1. 4. Pekerjaan Hydrant  Fire Hydrant Box Indoor Box terbuat dari plat dengan tebal  2 mm. Penjelasan Spesifikasi Teknis Peralatan Utama.5” dan pipa ventilasi utama pada shaft dengan diameter 1. arah panah menunjukkan arah aliran di dalam pipa. e. Untuk pipa air kotor dipakai warna hijau 3.82   Patokan/pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari garis tengah pipa (as pipa) sampai ke permukaan jalan/tanah asli atau bila tidak akan digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk untuk dalamnya galian. 1. Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka. Pada akhir pipa ventilasi utama dalam shaft dipasang filter vent pada lokasi paling atas (ceiling lantai atas atau diatas bangunan). d. 2. Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah. Harus dibuat tanda-tanda dari balok beton diatas tanah untuk memudahkan identifikasi didalam tanah. Pekerjaan Air Kotor  Air Kotor / Air Buangan Diadakan pemisahan antara air kotor buangan dari closet/WC dan air buangan dari urinoir dengan air buangan dari wastafel atau floor drain.2”. f.10 kg/cm2 untuk pipa air bersih.  Pipa Ventilasi Untuk pipa ventilasi dipasang pada dinding-dinding dengan diameter pipa 1” . Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawa Pemborong/Kontraktor. resapan airnya diteruskan ke saluran yang menuju STP beserta air buangan dari wastafel dan floor drain. Pengujian Instalasi Pemipaan. tidak bocor dan untuk sistem maupun lay out dapat dilihat pada detail Gambar Rencana. 5. Untuk jaringan pipa air bersih dipakai warna biru tua.1. Sedangkan untuk pipa air kotor/air buangan harus diuji dengan tes rendam tanpa mengalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun/berubah. Sebelum dipasang fixtures-fixtures seluruh sistem distribusi air harus diuji dengan tekanan 8 .Spesifikasi Umum.5” . Pengetesan pipa harus disaksikan oleh pengawas atau Direksi Lapangan. Buangan dari closet (WC) dan urinoir dibuang ke septic tank. Untuk pipa air buangan atau drain dipakai warna abu-abu. 6. Pengecatan Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit dengan karung goni dan dilapisi dengan ter (torcoated) untuk penahan korosi. Instalasi harus rapi. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat duco ex Dana Paint dan diberi tulisan Hydrant dengan warna putih. Sedangkan untuk pipa-pipa terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat yang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan. .

g. Pralon. 3. Spindo : PPI. maka hal-hal yang . Daftar Material. berarti meminta perhatian khusus dan hal tersebut tidaklah berarti menghilangkan hal lainnya dari persyaratan umum dan supplementer yang ada.Spesifikasi Umum. Spindo : ATP. GRUNFOS BAB VI PERSYARATAN PELAKSANAAN DAN URAIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI PENGKONDISI-AN UDARA (AIR CONDITIONING/AC) 6. penyelesian akhir (finishing) seluruh sistem agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen dan gambargambar yang ada. Rucika.  Lampiran-lampiran atau petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek ini. Unilon. peralatan pembantu. Bakrie. Untuk gedung ini digunakan instalasi air conditioning dengan sistem lengkap : Split Wall Type Lingkup pekerjaan instalasi sistem air conditioning ini dapat dilihat pada :  Buku pedoman Pelelangan. disahkan oleh PLN dan Departemen Tenaga Kerja RI ITEM Valve Pipa PVC Pipa GIP Pipa Black Steel Pipa Polipropilene Pompa Air Bersih MEREK : Toyo. Hitachi : Wavin. Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan. 2. Western : Ebara. Toto. Kitz. b. GAE. Pemborong dapat menanyakan lebih lanjut kepada Pemberi Tugas atau pihak yang ditunjuk untuk ini. maka Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian-kerugian yang mungkin terjadi. Bila ada hal-hal yang dinyatakan lain tersendiri dalam spesifikasi ini. penyetelan.1 UMUM a. tahan terhadap tekanan dan penyambungannya dengan sistem coupling. Nozzle variable (zet spray) 1 1/2” semua dalam keadaan baru dan fabricated. Bakrie. peralatan untuk instalasi. Spindo : PPI. Pekerjaan instalasi sistem ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan bahan-bahan serta peralatan utama. Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum dituliskan kembali dalam bab-bab spesifikasi ini.  Gambar-gambar rencana. Secara umum jenis peralatan utama dan tambahan yang dicakup oleh instalasi ini diataranya ialah :  Out Door Unit  Ducting  Kontrol temperatur Segala sesuatu mengenai lingkup pekerjaan ini yang kurang jelas. Lingkup Pekerjaan 1. 4. Persyaratan Umum Semua persyaratan umum dan supplementer yang ada merupakan pula bagian dari persyaratan sistem instalasi air conditioning ini sejauh yang berlaku bagi pekerjaannya. gambar-gambar pelaksanaan dan gambargambar detail. mudah dilipat. 5. Administrasi dan Teknis Halaman : .83  Panjang fire hose tidak kurang dari 30 m.

ukuran-ukran gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. e. NFPA. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Persyaratan Pelaksanaan 1. c. d. Pemborong bertanggung jawab atas segala peralatan dan pekerjaan ini. ASTM. 6. kualitas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi ini harus sesuai dengan standard ASHRAE. f. cara-cara pemasangan. Koordinasi dengan Pihak Lain 1. Penarikan kabel. dilakukan pihak lain. 5. maka Pemborong wajib memberikan saran-saran perbaikan segenap pihak. NEC dan ASME. 3. Pemborong wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek ini. 2. tanpa persetujuan di atas harus diperbaiki dan diubah sesuai dengan spesifikasi dan gambar yang ada. Pemborong harus memberikan data-data. Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Dalam gambar ini telah tercakup koordinasi dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Pemborong harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatentkan dari kemungkinan tuntutan ganti rugi/biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. SMACNA. Korelasi Pekerjaan 1. atas biaya dan tanggung jawab Pemborong. Terutama koordinasi dengan pihak Pemborong Sipil Elektrikal. Pemborong wajib menyerahkan suatu garansi/referensi mengenai hal ini. peralatan. Pemborong wajib membuat shop drawing (gambar kerja) dari seluruh macam pekerjaan baik secara detail maupun umum dan disahkan Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana. Pemborong wajib mempelajari. . Fire Protection. Izin 1. Plumbing. Semua pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifikasi dan gambar. 4. Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku saat ini dan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan Badan Keselamatan Kerja. 2. Semua syarat-syarat untuk bahan. Semua Pemeriksaan. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Bila sampai terjadi gangguan. Pekerjaan-pekerjan seperti di bawah ini harus dilakukan Pemborong kecuali yang dinyatakan sendiri : Pembuatan lubang-lubang biasa dan lubang-lubang khusus pada dinding. 2. Pemborong wajib menyerahkan semua izin atau keterangan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya mengenai instlasi proyek ini kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi. Pembuatan peletakan untuk mesin-mesin pembuatan hanger. Untuk semua peralatan dan mesin yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak yang lain atau yang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini. meneliti dan memeriksa juga pekerjaan pelaksanaan Pemborong lain yang berkaitan dengan proyek ini apabila pekerjaan pihak-pihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.Spesifikasi Umum. Sebelum memulai pekerjaan. 3. Tidak boleh terjadi adanya penyimpangan-penyimpangan dari spesifikasi dan gambar-gambar yang ada tanpa adanya persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana.84 tertulis dalam persyaratan umum maupun supplemneter tidak berlaku lagi untuk instalasi ini. lantai dan langit-langit serta finishingnya untuk jalan pipa.

arsitektur. 2. kualitas dan kuantitas finishing. 2. k. g. i.85 2. Segera setelah kontrak pelaksanaan pemasangan sistem air conditioning ini selesai. Dalam memilih mesin atau unit-unit Pemborong harus memperhatikan benar-benar gambar dan spesifikasi terutama untuk bentuk dan ukuran nyata dari unit-unit mesin guna menghindari kerancuan koordinasi terhadap struktur. 4. Kebersihan Lapangan 1. ciriciri. Service dan Garansi 1. setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangka waktu 1 (satu) tahun proyek ini diserah terimakan untuk pertama kalinya dinyatakan lain secara tersendiri. Lapangan yang digunakan setiap hari setelah selesai bekerja harus dibersihkan oleh Pemborong. dalam keadaan baik. 5. Bahan 1. melindungi dan menjaga bersih semua bahan-bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini atau sampai pada waktu penyerahan pertama instalasi ini.Spesifikasi Umum. . dan lain-lain. 2. Apabila ada data-data serta bahan yang diajukan menyimpang daripada yang disebutkan alam gambar-gambar dan spesifikasinya. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan h. Pemborong wajib menyerahkan data-data teknis dan mengisi daftar schedule seluruh mesin-mesin dan peralatan beserta penjelasan jenis. bekas dipergunakan. Bila ternyata bahan yang dipakai bahan lama. kecuali dinyatakan lain secara khusus dalam kontraknya. j. tidak bercacat sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Pemborong harus bertanggung jawab. Penolakan Instalasi Bila instalasi dari sistem ini seluruhnya atau ada bagiannya yang tercacat. 3. Pemborong hendaknya menghubungi pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan ini. accessories dan sebagainya. gagal atau tidak memenuhi persyaratan spesifikasi dan gambar serta ternyata Pemborong gagal untuk melaksanakan perbaikan ini dalam waktu yang ditentukan CM. keluar lapangan sesuai petunjuk CM. Administrasi dan Teknis Halaman : . maka keseluruhan atau sebagian dari instalasi ini sebagai mana kenyataannya dapat ditolak dan diganti oleh Pemberi Tugas atas tanggungan Pemborong. Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya. Pemborong wajib mengganti atas biaya sendiri. Semua bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini harus baru. maka Pemborong harus memindahkan semua sisa-sisa bahan pekerjaannya dan peralatannya kecuali masih diperlukan selama masa pemeliharaan. Pemborong harus memberikan service secara cuma-cuma untuk seluruh sistem ini dari lingkup pekerjaan selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserah terimakan untuk pertama kali. bercacat atau rusak sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi dan gambar maka Pemborong harus mengganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi dan gambar atas tanggungan sendiri. nomor. lengkap kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana untuk diperiksa dan dimintakan persetujuannya. maka Pemborong harus menyatakan dengan tegas perbedaanya mengajukan permohonan penggantian disertai dengan alasan yang cukup kuat dan lengkap untuk diteliti Pemberi Tugas/CM/ Perencana. model.

Pada unit harus terdapat kontrol pelindung terhadap kelebihan muatan motor (motor overload protection). diisi. Unit harus 100 % tahan cuaca di luar dan difinish dengan bahan baja galvanis dilapis dengan lapisan anti korosi. 2. Dua minggu sebelum penyerahan untuk pertama kalinya sistem ini. 2. Jenis unit kompresor adalah screw dan dilengkapi dengan pengaturan kapasitas. 3. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. Fan Coil Unit (FCU) / Indoor 1. b. Pemborong wajib memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatanya kepada petugas-petugas teknis yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas sampai cakap menjalankan tugasnya.2 PEKERJAAN INSTALASI AIR CONDITIONING a. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-unit FCU beserta peralatanperalatan sesuai dengan gambar-gambar spesifikasi dan persyaratan-persyaratan pabrik. dibalancing dan diuji secara statis maupun dinamis oleh pabrik. l. petunjuk operasi dan cara-cara perawatan yang terpasang di bawah kontrak ini berikut as built drawing. 6. 4. Semua mesin-mesin dan perlengkapan unit harus buatan pabrik. C a s i n g. 4. Fan Coil Unit. data-data peralatan. maka Pemborong wajib memasukkan “shop drawing” sebelum pemasangan kepada CM untuk diperiksa bersama Perencana. terdiri dari jenis direct expantion circulation. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar.86 1. alat timer untuk menjaga kompresor bila terjadi gangguan daya. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-unit “Split Wall Type” beserta peralatan-peralatan lain sesuai dengan gambar dan spesifikasi serta persyaratanpersyaratan pabrik. tekanan tinggi atau rendah dari beban pendingin. dilengkapi dengan katup ekspansi termostatik. 3. perlindungan terhadap suhu terlalu tinggi ataupun rendah. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada Pemberi Tugas/CM masingmasing sebanyak 6 (enam) set. “Shop Drawing” adalah merupakan penggambaran yang lebih detail daripada setiap pemasangan serta spesifikasi yang lebih detail daripada setiap komponen. Shop Drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material/komponen maupun pekerjaannya. Kompresor. 3.  Casing Unit hendaknya dibuat dari bonderized steel atau mild galvanized steel dan direncanakan untuk menahan tekanan kerja tertentu. Sebelum pelaksanaan. . Pemborong harus mengajukan contoh-contoh material yang akan dipasang kepada Pemberi Tugas/CM/Perencana untuk disetujui. K o n t r o l. Semua panel hendaknya minimum dari 20 gauge. 5. isolasi vibrasi luar dalam automatically reversible oil pump. peralatan untuk loading dan unloading silinder kompresor dan dirakit. Pemborong wajib memberikan 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemberi Tugas dan sebuah hendaknya ditempelkan dalam ruang yang ditunjuk olah CM. Data Teknis. Mesin Pendingin (Outdoor Unit) 1. maupun tahan terhadap udara bergaram. sehingga dapat berfungsi dengan sempurna.

Performansi hendaknya menurut API Sandard 430-1966. Coil hendaknya memenuhi standard konstruksi dan testing yang berlaku dari ASAB T-1971. Fan Fan hendaknya dari type centrifugal forward curve. Coil hendaknya dilengkapi dengan sambungan gravity oil drainage. Isolasi Geteran Jenis isolasi rubber in shear type. kecuali ditentukan lain oleh pabriknya.87 Casing dan rangka hendaknya dilapisi dengan titik-titik penyangga yang telah diperkuat secukupnya untuk kedudukan unit dan dilapisi dengan pelindung pada kedua sisinya. . isolasi hendaknya tahan api memenuhi persyaratan NFPA standard 90 A. Pekerjaan Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar semua pemipaan yang ada. atap. Wrought Grass atau Tinned Cast Grass memnuhi ANSI 400 lb. Setelah dipasang dalam kedudukan yang benar. Pipa Refrigerant 1. Tubing type K memenuhi spesifikasi B. Semua unit harusnya mempunyai fan bearing dengan pelumas grease yang settingnya dapat dicapai dari luar pelumasan. lantai dan untuk pipa yang menembus lantai. Bahan Untuk semua pipa refrigerant. Drain pan hendaknya terletak di bawah cooling coil dan harus masih cukup besar untuk menampung segenap pengembunan air dari coil pada kondisi maksimumnya.   c.  Fitting : Wrought Copper.  Pipa : Hard Copper. Casing unit hendaknya diisolasi dengan neoprane coated fibreglass tebal 5”. sesuai dengan gambar dan spesifikasi. kecuali ruangan tidak memungkinkan. Sambungan Untuk seluruh sambungan pipa menggunakan sistem “soldered”. Kekuatan Pipa Semua pipa dan persyaratannya harus dapat menahan tekanan 20 kg/cm 2 tanpa terjadi kebocoran. 6. Rating dari coil hendaknya copper tubing (permukaan utama) yang direkatkan erat-erat pada pipa tadi dengan metoda yang ditentukan pabrik. 2. Fan hendaknya dilengkapi dengan pulley yang diatur picthnya untuk memungkinkan merubah kecepatan fan. 4.Spesifikasi Umum. Belokan Semua belokan harus dari jenis “long radius elbow”.88 ASTM.  Coil Cooling coils hendaknya dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dilepas. fan hendaknya ditest dan dibalancing secara dinamis dan statis. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan Pipa hendaknya dipasang minimum sejauh 2” dari tepi dinding. 5. 3. langit-langit dan dinding hendaknya diberi pelindung dari penyekat/karet dan galvanized steel gauge 16.

Harus diberikan lapisan isolasi sampai sepanjang kirakira 2 (dua) meter atau sampai daerah dimana terjadi pengembunan pada bagian luar pipa. maka bahan-bahan tersebut harus dicat akhir dengan warna yang disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/ Perencana. polyurethane atau styrofoam type D. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian “test” dan “balancing” peralatan instalasi sistem Air Conditioning dengan disaksikan oleh Pengawas yang berkepentingan. Isolasi Pipa Semua pipa refrigerant harus diberi lapisan isolasi sesuai dengan gambar dan spesifikasi. Pemborong wajib mencat kembali khusus ditempat yang cacat tadi dengan warna yang sesuai dengan aslinya. dan tidak mengganggu. 4. Pemborong harus memberikan tanda-tanda huruf atau nomor identifikasi bagi peralatannya. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pekerjaan Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin-mesin air conditioning sampai ke tempat pembuangan yang terdekat dalam saluran yang tersembunyi atau tidak.Spesifikasi Umum. lantai. Pengecatan 1. 2.88 7. Pengujian 1. 2. Pemborong harus mengecat semua pipa. 5. memberikan data. ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain terutama dengan Pemborong Sipil. leher angsa serta peralatan lain yang perlu. Untuk peralatan-peralatan yang tampak. Peralatan Pipa kondensasi harus dilengkapi dengan alat pembersih. rangka penggantung. Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dari pabriknya atau dinyatakan lain dalam spesifikasinya. Pipa Pengembunan 1. Isolasi hendaknya dari rubber (armaflex) atau sejenis yang dirapatkan dengan adhesive tape sampai tidak terjadi pengembunan. rangka penyangga. Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana serta pihakpihak lain yang diperlukan kehadirannya. tetapi bila cacat akibat pemasangan. 3. langit-langit dan lain-lain pipa ini harus diberi lapisan isolasi getaran dan dilindungi dengan pipa yang lebih besar ukurannya. Penembusan Dinding Bila menembus dinding. e. Segala bahan yang diperlukan guna pengujian tersebut menjadi tanggungan dan beban biaya Pemborong. 3. Pemborong harus berkoordinasi. secara garis besar mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : .1 atau yang sejenis dari bahan tahan api (fire resistance). Sebelumnya Pemborong wajib memberitahukan mengenai tandatanda yang hendaknya dipasang pada peralatan-peralatan itu. Bahan Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Polyvinyl Chlorida) jenis kelas D bilamana tidak dinyatakan lain. d. semua unit-unit yang dirakit di lapangan dan bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar (prime coating) dan cat akhir sesuai dengan persyaratan pengecatan yang sesuai untuk bahan masing-masing dan disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/Perencana atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini. f. Bagian luarnya hendaknya dilapisi dengan “vapour barrier jacket” seperti “sisalation 450” atau yang sejenis yang direkatkan dengan “adhisive tape 2” serta “surface finish” sampai tidak terjadi pengembunan pada permukaan luar pipa. Isolasi harus dari bahan fibreglass. Jenis Pekerjaan Jenis pekerjaan “balancing” dan “adjusting” instalasi ini.

 Kontrol untuk sistem pengaturan otomatis suhu.  Semua alat-alat ukuran yang terpasang harus dari daerah kerja yang paling sesuai dan dengan ketelitian 2 %.Spesifikasi Umum. Sekering Cadangan Untuk setiap panel harus disediakan sekering cadangan sebanyak yang ada dan disimpan dalam tempat khusus dan diberi tanda pengenal. 3. Syarat-syarat Semua pekerjaan listrik yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturanperaturan Pemerintah setempat dan dari Jawatan Keselamatan Kerja. . 2. aliran air. switch. transformator. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud disini ialah semua pelaksanaan instalasi. g. Peralatan Pada masing-masing unit harus dipasang sistem pengaman yang terpisah. indikator.  Semua panel. diantaranya ialah : 3. swicth. indicator yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan pada sistem AC agar sistem peraturan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. alat-alat ukur serta peralatan-peralatan lainnya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC yang tercakup dalam proyek ini. Pemborong harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dan dari merk yang sama untuk seluruh proyek ini. Bahan Semua bahan yang dipergunakan harus dari kualitas terbaik. Lain-lain sistem dengan “pressure gauge” dan alat-alat lainnya yang diperlukan. 4. pemeriksaan dan pengujian beserta keterangan resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pemborong.89  Pipa Pengujian terhadap kebocoran pada pipa “chiller” dengan alat-alat “helidetorch” atau lainnya yang sejenis.  Panel kontrol daya mesin-mesin AC dan mesin-mesin ventilasi yang meliputi wiring starter. Bahan terbuat dari alumunium atau partinax dengan huruf yang dipunch. alat-alat ukur dan yang lain-lain yang ada harus diberi papan nama yang jelas dan tidak mudah rusak. kelembaban. Selain daripada itu harus pula memenuhi persyaratan standard negara dan pabrik pembuatannya. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. Pemborong menyediakan dan memasang peralatan-peralatan dari panel distribusi ke panel kontrol AC dan dari panel kontrol AC sampai ke mesin-mesin. hendaknya dipilih mana yang lebih besar.  Untuk setiap phasa pada panel hendaknya diberi lampu indikator penunjukan atau alat-alat ukur. sekering. Administrasi dan Teknis Halaman : . 4. aliran udara. Hendaknya semua izin. damper-damper. Penyambungan Kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ada. Pekerjaan Listrik 1. Bila ada perbedaaan.  Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat.

Di dalam penawaran. 2. NYM Cubicle panel & assembling Komponen panel. b. auto transformer.5 kW Star delta 7. Merylin Gerin.7 kW . Karakteristik pompa selengkapnya.1 VII UMUM PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS POMPA AIR BERSIH Penawar harus menyediakan dan mensuplai “pumping station” dalam keadaan berjalan sempurna sesuai dengan gambar dan perlengkapannya. maka jenis starter yang dipergunakan adalah : Power Input Motor Jenis Starter Sampai dengan 3. 6.3 PERSYARATAN BAHAN a. contactor. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. AEG. Starter Kecuali ditentukan lain oleh pabriknya atau dinyatakan lain. Westinghouse Klockner Muller. fuse/frame Conduit klem. Karakteristik motor listrik yaitu :  Diagram Torsi – putaran  Diagram daya – putaran  Diagram arus listrik – putaran  Efisiensi motor – power factor (Cos Phi) . rotor resistance 6. Eqa Siemens. pandangan. Gambar secara keseluruhanlengkap. Administrasi dan Teknis Halaman : . Rucika. CB MCB. 5.90     h. ABB. Supreme Lokal. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. switch.ke atas Star delta.25 kW Star delta. Item Unit AC Pipa drain PVC Kabel NYY. Diagram yang menunjukkan operasi paralel pompa e. Produksi pabrik yang harus digunakan : No.5 kW . 4. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC.Spesifikasi Umum. Banlon. auto transformer. Fuji Electric Mavin. penawar harus menyertakan paling sedikit hal-hal berikut ini : a. clipasal. Penjelasan mengenai patokan penawar untuk menentukan NPSH yang diperlukan d. dll Keterangan Accson.5 kW On/off switch 3. 1.7. Legrand. meliputi :  Kurva Q – H  Kurva efisiensi  Kurva NPSH yang diminta/diperlukan  Kurva NPSH yang tersedia  Kedalaman benam minimal dan maksimal (untuk sumbersible pump) c. Spindo Kabelindo. Fuji Aire. suku cadang dan daftar material. GAE Lokal. rotor resistance 25 kW . Kabel Metal. GE. Eqa BAB 7. buatan mana dan jenis-jenisnya. Kabel-kabel yang disambung harus “color coded” atau diberi nama. Dian Wahyu. 3.

termasuk daftar alat-alat kerja khusus berikut perlengkapan pembantunya. Rumah impeller (pump-casing) 7. d. Volute atau bentuk khusus dan bentuk impeller sentrifugal. k. Daftar sertifikat pengujian jenis barang-barang utama yang diberikan oleh badan penguji di negeri asal.5/144.2. Administrasi dan Teknis Halaman : . Jenis : Motor listrik AC.3 : Besi cor mutu tinggi (GG 25) . Efisiensi : Lebih dari 0. e. Tingkat proteksi : IP 55 (tropicalized) /IEC 34. pada kondisi kerja yang diminta. Material a. c. j. i. f. Daftar suku cadang yang dianjurkan. Motor a. l.2.1 7. i. Putaran poros/rotor : Tidak lebih dari 1500 rpm h.Spesifikasi Umum.91 f. Semua mesin-mesin yang disuplai harus dalam bentuk kesatuan dan tidak terpisahkan. Rencana pelumasan dan perawatan h. Penggunaan : Air Bersih pada temperatur air maksimum 45 derajat Celsius dan dapat dipakai didalam atau diluar ruangan. Situasi : Vertical and suction d. Sedangkan temperatur udara maksimum 40 0 C dan kelembaban udara relatif dapat mencapai 100% (RH 100%). GD2 terperinci untuk impeller.2 POMPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PERLENGKAPANNYA (DOMESTIC WATER PUMP) Pompa Air Bersih a. Power Factor : Lebih dari 0. Suatu uraian tentang prosedur bongkar pasang.9 g. Jenis pompa : Bentuk rumah impeller (pump casing). tiga phasa squiral cage motor dan dapat berfungsi dengan baik didalam maupun diluar ruangan.2 7.5 KW x 3 phase – 380/660 volt Seal : Mechanical seal Type : Centrifugal in line c. Effisiensi : Harus tinggi (lebih besar dari 60%) dan luas. 7. nama dan alamat lengkap suplier suku cadang yang terdekat. Kondisi kerja : Terhenti-henti (intermitent S2) j. b. 50 Hz e. kopling dan rotor motor listrik g. Kapasitas dan head : Capasitas : 225 liter/menit Total Heat : 80 meter Speed : 500 – 1500 rpm Power : 5. Batas kecepatan putar : Tidak lebih dari 1500 rpm dan semua benda yang diputar harus balans dinamis dan balans hidrolik. Tingkat isolasi : B atau H (IEC pulb 85). Konstruksi : Sistem pendinginan udara dan pada rotor harus balans dinamis. Uraian prosedur untuk penanganan dan instalasi termasuk daftar alat kerja khusus dan perlengkapan pembantunya.2.8 f. Sistem start : Star Delta (Y) atau menggunakan Auto Transformer. Tegangan : 220/380 Volt. b.

c.B.321 dan code 76. d. . Impeller Poros pompa Seal poros Motor Casing : : : : Ni-AL-Bronze Baja tahan karat (AISI 316 atau AISI 324) Gland packing (grafite asbestos) atau mekanikal seal (karbon keramik) Besi cor mutu tinggi atau paduan alumunium. Stator winding b.b. g.201 atau DIN 50044-3. Upper bearing dan botem bearing assembly 7. 7.1.200 atau ASTM-A 106 Grade B-A 520 atau DIN 50041-3. dan eksentrik reduser harus sesuai dengan standar ASTM-A 234 Grade WPB code 74. katup. Semua rumah impeller (pump casing) harus dapat berfungsi baik pada tekanan nominal 2 diatas/lebih besar dari 10 kg/cm .singkat. harus lebih besar 10% atau lebih dari daya maksimum yang diperlukan oleh pompa pada setiap kondisi kerja. Long radius elbow. h. Semua flens yang dipakai harus sesuai dengan standar ASTM-A 105 Grade 1 code 5.2. saringan. Semua motor listrik yang disuplai harus sesuai dengan standar IEC j. Semua pipa baja.1. c.1. pada bagian isap atau Discharge harus sesuai dengan standar API-5L Grade B code 17. Semua pompa yang disuplai. Semua pompa dan unit motor penggeraknya harus disuplai secara integral berikut landasan (base plate) dan baut-baut angkernya. jika putaran poros pompa terbalik untuk jangka waktu yang relatif pendek. Pompa Sentrifugal Air Bersih a.3 SUKU CADANG Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai berikut : 7. Daya motor.2. dan kontraktor harus mensuplai dan memasang manometer berikut perlengkapannya (katup dan lain-lain sesuai dengan gambar). b. Sedangkan mekanisme manometer pada bagian dalam harus terbuat dari: bahan baja tahan karat AISI 316. Diameter manometer (dial indicator) harus sama atau lebih besar dari 160 mm dan mempunyai ketelitian kurang dari 1% terhadap skala penuh. Di dalam rumah perpompaan pada bagian isap yaitu. Semua pompa tidak boleh rusak. impeller dan bagian-bagian lain harus bebas dari efek kavitasi. pada bagian discharge harus dilengkapi tempat untuk memasang manometer.131 atau DIN 50049-3. e. reducer. b. c.Spesifikasi Umum.1. i.4 Perlengkapan Teknik Lain yang Diperlukan pada Sistem Perpompaan Sentrifugal dan Motor Penggeraknya a. e. f. 7. d. Pompa Benam (Submersible) a. Administrasi dan Teknis Halaman : .C (XS ShHed 80). e.1. Semua bantalan gelinding (roller bearing) harus dapat dilumasi dengan gemuk k.1. Satu unit impeller Gland packing yang menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical seal Bantalan berikut wearing rings Poros berikut penguncinya Gasket.92 b. d.

Semua pompa digerakkan oleh motor listrik b. Sertifikat kalibrasi instrumen/alat-alat ukur yang dipakai dalam pengetesan ini harus mendapat persetujuan dari direksi/tenaga ahli. 7. Semua pompa harus dites pada 4 atau lebih kondisi kerja. peralatan tes dan kalibrasi peralatan/alat ukur yang dipakai pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor.1. dan harus dapat memperlihatkan kefungsian masing-masing peralatan pada direksi/tenaga ahli. Sertifikat tes pabrik tentang performance dan manual motor listrik harus diserahkan pad direksi/tenaga ahli. Setelah pompa berikut perlengkapannya dipasang. jika harga tahanan isolasi motor listrik jauh di bawah harga tahanan isolasi pada saat dites di pabrik maka Kontraktor harus memperbaiki motor tersebut dengan cara pengeringan yang biasa dipakai. Pengetesan lain meliputi. karakteristik yang sama pada kondisi kerja yang sama pada saat dites di pabrik harus dites kembali di lokasi. dan pemanasan lokal pada motor winding. Tes tahanan isolasi pada masing-masing motor listrik antara phase dengan arde (IEC 34). Kontraktor harus menyerahkan hasil tes di pabrik maupun di lokasi (4 copy) pada direksi/tenaga ahli. kelurusan sumber poros pompa dengan sumbu poros motor. Tes Pabrik. . Semua tes harus mendapat persetujuan direksi/tenaga ahli Kontraktor harus bertanggung jawab tentang tes di pabrik atau dilokasi.2. b. Pompa dan Motor Listrik Semua pompa harus dites sesuai dengan ISO 3555 (pompa sentrifugal.93 7. meliputi kondisi berikut ini: a.Spesifikasi Umum. arah rotasi. sedangkan prosedur tes motor listrik di pabrik. Setelah pemasangan mesin-mesin selesai.4. Karakteristik masing-masing pompa yang harus meliputi :  Kapasitas aliran air  Head  Efisiensi  Daya listrik yang diserap  NPSH e.4 7. Semua motor listrik harus dites sebelum dikirim. Semua tenaga kerja.4. Jika selama tes di pabrik dan di lokasi. c. aksial dan semi aksial – tes penerimaan class B). Administrasi dan Teknis Halaman : . Kontraktor harus melakukan tes tentang tahanan isolasi motor pada masing-masing phasanya dengan arde (IEC 34). Semua motor listrik yang bekerja atas dasar otomatis harus dites kefungsiannya.4. Tes Pompa dan Motor Listrik di Lokasi a. Direksi/tenaga ahli harus diperbolehkan untuk memeriksa semua peralatan/mesin-mesin pada saat dites. Kontraktor harus mengetes ulang di lapangan/di lokasi. Prosedur tes harus mendapat persetujuan dari Direksi/tenaga ahli c. PEMERIKSAAN DAN TES Umum Semua mesin-mesin berikut perlengkapannya harus diperiksa dan dites di pabrik sebelum dikirim. dan setelah pompa bekerja selama 4 jam perlu diperiksa suara maupun getaran dan juga temperatur yang timbul pada sistem bantalan. 7. terdapat cacat maka Kontraktor harus mengganti komponen yang cacat tersebut dan mengetes ulang. yaitu:  Kapasitas nol  Kapasitas nominal  Kapasitas maksimal yang diperbolehkan  Kapasitas minimal yang diperbolehkan d.3. sesuai dengan standar yang berlaku di negara asal (pembuat motor listrik).

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 94

BAB

VIII

URAIAN PEKERJAAN DAN SPESIFIKASI MATERIAL/PERALATAN

8.1

PERPIPAAN a. Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi: - Pipa - Sambungan - Katup - Stariner - Penggantungan dan penumpu - Sliv - Bak kontrol - Blok beton - Galian - Pengecatan - Pengakhiran - Pengujian - Peralatan bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter nominal dari pipa dan letak serta arah dari masing-masing sistem pipa. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan/atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan stress sebelum, selama dan sesudah pemasangan. Semua orang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat. b. Ringkasan Spesifikasi Bahan Perpipaan Sistem Tekanan Spesifikasi Hidrant 10 bar BSP 1 Spesifikasi BSP 1 Penggunaan : Pemadam kebakaran Uraian Keterangan Pipa Black Steel pipe 1387 Skejul 40 Sambungan/fitting Dia 40 mm ke bawah malleable iron ANSI B 16.3 class 150 lb, W.O.G. screwed end. Dia 50 mm keatas, wrought steel butt weld fitting ANSI B 16.9, sch 40. Flange Dia 40 mm kebawah black maleable cas iron RF class 150 lb, screwed dia 50 mm keatas cast iron RF class 300 lb, welding joint. Valves Dia 40 mm kebawah black melleable cast iron RF class 150 lb dengan ulir, BS 21/ANSI B.2.1. dia 50 mm keatas, cast iron body class 150 lb dengan sambungan flange. c. Persyaratan Jenis Peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan disini adalah sebagai berikut : Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 95

Ball Butter Fly Gate Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Katup Pengatur s/d 40 mm screwed Globe (regulating valve) Butter Fly Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis Non return valve s/d 40 mm screwed Swing check Globe check 50 mm keatas flanged Double Swing Check Dick Check Pressure Reducer Die and flow type Pressure Indicator Dial dia 100 m Dial Type

Katup-katup (stop valve)

s/d 40 mm screwed

d. Persyaratan Pemasang 1. Umum 1.1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar, serta memperkecil banyaknya penyilangan. 1.2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan. 1.3. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam atau runcing, serta penghalan lainnya. 1.4. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi system dan yang diperlukan digambar. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi dengan UNION atau FLANGE. Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun kearah titik buangan. Drains dan vents harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Katup/valve harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Pegangan katup/valve handled tidak boleh menukik. Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi, pipe sleeves harus disediakan dimana pipa-pipa menembus dinding-dinding, lantai, balok, kolom atau langit-langit. Dimana pipa-pipa melalui dinding tahan api, ruang-ruang kosong diantara sleeves dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rockwool. Selama pemasangan bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan harus ditutup dengan menggunakan caps/plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. Semua galian, harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan. Pekerjaan galian, harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan.

1.5. 1.6. 1.7.

1.8. 1.9.

1.10.

1.11. 1.12.

2. Penggantung dan Penunjang Pipa

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 96

2.1.

Perpipaan harus ditunjang atau digantung dengan hanger, brackets atau sadle dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini: Ukuran pipa Sampai 20 25 s/d 40 50 s/d 80 100 s/d 150 200 s/d lebih Batas max Interval mendatar (m) 1.8 2.0 3.0 4.0 5.0 Ruang (mm) Interval tegak (m) 2 3 4 4 4

Jenis pipa BSP 1

2.2.

Penunjang atau penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini: - Perubahan-perubahan arah - Titik percabangan - Beban-beban terpusat karena katup, saringan dan hal-hal lain yang sejenis. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : - Diameter Batang

2.3.

Ukuran pipa Sampai 20 mm 25 mm s/d 50 mm 65 mm s/d 150 mm 200 mm s/d 300 mm 300 mm atau lebih besar Gantungan ganda Penunjang pipa lebih dari 2 -

Batang 6 mm 9 mm 13 mm 15 mm dihitung dengan faktor keamanan 5 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas. Dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap kekuatan puncak Bentuk gantungan Split ring type atau clevis type

2.4. 2.5.

Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Semua gantungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat sebelum dipasang.

3. Pemasangan Katup-Katup Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar, spesifikasi dan untuk bagian-bagian berikut ini: 3.1. Sambungan masuk dan keluar peralatan 3.2. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik-titik rendah. Di ruang mesin: Ukuran pipa Sampai 75 mm 100 mm s/d 200 mm 250 mm atau lebih besar Lain-lain ukuran katup 20 mm 4. Pemasangan strainer

Ukuran katup 20 mm 40 mm 50 mm

Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zinkwite dengan campuran minyak . 7. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. Katup-katup pengaman harus disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan sumber tekanan. Sambungan Las .Sebelum pekerjaan las dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada direksi contoh hasil las untuk mendapatkan persetujuan tertulis . Katup-katup pengurangan tekanan harus disediakan ditempat-tempat dimana tekanan pemakai lebih rendah dari tekanan suplai. Katup-katup pengurang tekanan 5.97 Strainer harus disediakan sesuai dengan gambar. spesifikasi dan untuk alat-alat berikut ini : a. Katup-katup pengontrol b. . Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut : Pipa service Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Flange Peralatan yang belum dicat dari pabrik Peralatan yang catnya harus diperbaharui . pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama.Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik .Semua sambungan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. . Pemasangan Katup-katup Katup-katup pelepasan tekanan harus disediakan ditempat-tempat yang mungkin timbul kelebihan tekanan.Rongga antara pipa dan sleeve harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau Caulk.Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulit .Kawat las atau elektroda yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas .Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk ini Sleeves . Penyambungan pipa-pipa Sambungan Ulir . 8. menggunakan cara/metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan.Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm . e. 6.Spesifikasi Umum. Pengecatan 1. Pemasangan Vent Otomatis Vent udara otomatis harus disediakan ditempat-tempat tertinggi dan kantong udara.

Pada gedung Instalasi Rawat Jalan ini pekerjaan Water Heater meliputi pemasangan mesin Water Heater.Spesifikasi Umum.Tags untuk katup harus disediakan ditempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan . spesifikasi teknis. .Merk Product c. Specifikasi Alat : . maka atas perintah tertulis dari Pemberi Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurangan. Water Heater dipasang pada ruang dokter jaga dan atau ruang-ruang yang telah ditentukan dalam gambar perencanaan. b. Apabila terdapat perbedaan antara gambar. maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus diadakan rapat terlebih dahulu untuk mendapatkan kepastian. LAIN-LAIN 1. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi oleh Konsultan Perencana perlu dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana Anggaran Biaya.Fungsi-fungsi seperti Normally Open atau Normally Closed harus ditunjukkan di tags katup. . penarikan kabel daya dan pemasangan MCB dan penyambungan pipanya ke mesin. dan Rencana Anggaran Biaya. Label Katup (valve tag) .98 2. dan pemasangan instalasi. BAB IX PEKERJAAN WATER HEATER a. Ariston Pemasangan. : : : 30 ltr Wall Mounted Daalderop. Untuk pemasangan instalasi pipa air panas dan air dingin serta krannya. Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga yang terampil dam berpengalaman serta mengacu pada petunjuk yang telah ditetapkan prabrik pembuatnya. 3.Kapasitas . maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dalam pekerjaan tambahan.Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.Type . dan testing sampai bisa berfungsi sebagaimana mestinya. tetapi menurut pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggungjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan. E. Water Heater yang terpasang harus dalam kondisi baru dan utuh serta mempunyai garansi product. Pengecatan Pengecatan harus dilakukan seperti berikut : Lokasi pengecatan Pipa dan peralatan Pipa dan peralatan expose Pipa dalam tanah Pengecatan Zinchromate primer 2 lapis dan dicat warna merah Zinchromate primer 2 lapis dan dicat akhir 2 lapis warna merah Bitumin 2 lapis 3. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tetapi didalam pelaksanaannya harus ada. Administrasi dan Teknis Halaman : . Lingkup pekerjaan Water Heater meliputi penyediaan bahan/material tenaga/teknisi. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->