P. 1
Hukum Kontrak

Hukum Kontrak

|Views: 663|Likes:
Published by kangtaqim

More info:

Published by: kangtaqim on Nov 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

Hukum Kontrak dan Sumber-Sumbernya

Oleh: Ali Mustaqim Ah. Dalhar Mu’arif Aini Shofwatil Lama’ah Siti Ruqoiyah A. PENDAHULUAN Indonesia ditinjau dari aspek historis berada pada rumpun sistem hukum Civil Law yang dibawa oleh Belanda pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Hukum kolonial pemerintahan Hindia Belanda berlaku sebagai hukum nasional berdasarkan asas konkordansi melalui Pasal II Aturan Peralihan yang telah diamandemen menjadi Pasa lI Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun seiring dengan perkembangan situasi kondisi, dan kebutuhan yang nyata dalam kehidupan bernegara dewasa ini, kaidah-kaidah system hokum Civil Law dirasakan sudah tidak diterapkan secara utuh. Kaidah hokum Common Law dan kaidah hokum Islam saat ini sudah banyak mempengaruhi pembangunan hokum di Indonesia. Namun demikian, aturan umum mengenai hokum kontrak masih berpedoman pada aturan yang merupakan warisan dari pemerintahan colonial Hindia Belanda, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerd) atau Burgerlijk Wetboek (BW) khususnya Buku III tentang Perikatan. Belanda sendiri, sebagai Negara yang membawa BW ke Indonesia sudah mengganti dengan yang baru, yaitu Nieuw Burgerlijk Wetboek (NBW) yang muatannya sudah sangat berbeda dengan BW. NBW yang saat ini berlaku di belanda sebagai The Dutch Civil Code sudah jauh lebih maju baik dari segi substansi maupun sistematika sebagai koreksi atas kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam BW. Dari uraian latar belakang permasalahan ini, tentunya kajian pembaruan hokum kontrak/ persetujun di Indonesia sebagai upaya peningkatan perdagangan dan transaksi bisnis merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Selanjutnya makalah ini hanya akan membahas seputar sumber hokum kontrak yang menjadi unsure utama dalam pembentukan kaidah-kaidah hokum kontrak. B. PEMBAHASAN a. Gambaran Umum Hukum Kontrak Sistem hukum adalah kesatuan utuh dari tatanan-tatanan yang terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang satu sama lain saling berhubungan dan berkaitan secara erat. Untuk mencapai suatu tujuan kesatuan tersebut perlu kerja sama antara bagian-bagian atau unsur-unsur tersebut menurut rencana dan pola tertentu. Dalam sistem hukum yang baik tidak boleh terjadi pertentangan-pertentangan atau tumpang tindih di antara bagian-bagian yang ada. Jika pertentangan atau kontradiksi tersebut terjadi, sistem itu sendiri yang menyelesaikan hingga tidak berlarut. Hukum yang merupakan sistem tersusun atas sejumlah bagian yang masing-masing juga merupakan sistem yang dinamakan subsistem. Kesemuanya itu bersama-sama merupakan satu kesatuan yang utuh. Marilah kita mengambil contoh sistem hukum positif Indonesia. Dalam sistem hukum positif Indonesia

2) Tentang akibat perjanjian Bahwa perjanjian mempunyai kekuatan yang mengikat antara pihak-pihak itu sendiri. juga mengatur perikatan yang timbul dari undang-undang misalnya tentang perbuatan melawan hukum. para pihak terikat untuk mematuhi kontrak yang telah mereka buat tersebut. consensualisme). Dalam KUH Perdata terdapat aturan umum yang berlaku untuk semua perjanjian dan aturan khusus yang berlaku hanya untuk perjanjian tertentu saja (perjanjian khusus) yang namanya sudah diberikan undang-undang. tepatnya dalam Buku III. juga dalam jurisprudensi misalnya tentang sewa beli.tersebut terdapat subsistem hukum perdata. pemberian kuasa dan perburuhan. Aspek-aspek kebebasan berkontrak dalam Pasal 1338 KUH Perdata (BW). Artinya pihak-pihak bebas untuk membuat kontrak apa saja. Suatu asas hukum penting berkaitan dengan berlakunya kontrak adalah asas kebebasan berkontrak. masih ada sumber hukum kontrak lainnya di dalam berbagai produk hukum. dan sumber hukum lainnya. Namun. ketertiban umum. Secara hukum. Dengan kata lain. Asas ini ditegaskan dalam Pasal 1338 ayat (1) BW yang menegaskan bahwa perjanjian dibuat secara sah diantara para pihak. dan lain-lain yang satu sama lain saling berbeda. tetapi hanya berlaku khusus terhadap para pembuatnya saja. yang menyiratkan adanya 3 (tiga asas) yang seyogyanya dalam perjanjian : 1) Mengenai terjadinya perjanjian Asas yang disebut konsensualisme. di samping mengatur mengenai perikatan yang timbul dari perjanjian. Dalam hal ini fungsi kontrak sama dengan perundangundangan. kebebasan tersebut tidak mutlak karena terdapat pembatasannya. yang satu dengan lainnya saling berbeda. Melalui kontrak terciptalah perikatan atau hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban pada masing-masing pihak yang membuat kontrak.Selain KUH Perdata. Kontrak (perjanjian) adalah suatu "peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal ". 1983:1). baik yang sudah ada pengaturannya maupun yang belum ada pengaturannya dan bebas menentukan sendiri isi kontrak. subsistem hukum pidana. pemborongan. Hukum memberikan sanksi terhadap pelaku pelanggaran kontrak atau ingkar janji (wanprestasi). sewa menyewa. artinya menurut BW perjanijan hanya terjadi apabila telah adanya persetujuan kehendak antara para pihak (consensus. Pengaturan tentang kontrak diatur terutama di dalam KUH Perdata (BW). kontrak dapat dipaksakan berlaku melalui pengadilan. Contoh perjanjian khusus : jual beli. subsistem hukum tata negara. berlaku sebagai Undang-Undang bagi pihak-pihak yang melakukan perjanjian tersebut. Di samping itu. 3) Tentang isi perjanjian Sepenuhnya diserahkan kepada para pihak (contractsvrijheid atau . yaitu tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. Misalnya : Undang-undang Perbankan dan Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. tukar-menukar. pinjam-meminjam. dan kesusilaan. (Subekti. Sistem hukum di dunia ini ada bermacam-macam.

b. Putusan Hakim Putusan hakim tidak mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja (doktrins res ajudicata) sbgmana yurisprudensi sebagai sistem hukum Anglo Saxon (Mazhab / Aliran Freie Rechtsbegung) d. Italia. Artinya adalah menurut sistem ini setiap hukum harus dikodifikasikan sebagai daar berlakunya hukum dalam suatu negara. Dengan kata lain hukum selalu diidentifikasikan dengan undang-undang (hukum adalah undang-undang). Macam-Macam Sistem Hukum Dunia Pada dasarnya banyak sistem hukum yang dianut oleh berbagai negaranegara didunia. namun dalam sejarah dan perkembangannya ada 4 macam sistem hukum yang sangat mempengaruhi sistem hukum yang diberlakukan di berbagai negara tersebut. Sistem Hukum Eropa Kontinental Berkembang di negara-negara Eropa (istilah lain Civil Law = hukum Romawi). Kepastian hukum dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. Prancis. karena hakim hanya berperan menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. terkenal suatu adagium yang berbunyi ”tidak ada hukum selain undang-undang”. 3) Kebiasaan-kebiasaan (custom) yang hidup dan diterima sebagai hukum oleh masyarakat selama tidak bertentangan dengan undang-undang. a. Kodifikasi hukum itu merupakan kumpulan dari berbagai kaidah hukum yang ada sebelum masa Yustinianus yang disebut Corpus Juris Civilis (hukum yg terkodifikasi). dll). Corpus Juris Civilis dijadikan prinsip dasar dalam perumusan dan kodifikasi hukum di negara-negara Eropa daratan seperti Jerman. Adapun sistem hukum yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Peran Hakim Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakan hukum baru. Penggolongannya . Dalam sistem hukum ini. Sumber Hukum Sumber hukum sistem ini adalah : 1) Undang-undang dibentuk oleh legislatif (Statutes). b. Belanda. Amerika Latin.partijautonomie) yang bersangkutan. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. c. e. 2) Peraturan-peraturan hukum’ (Regulation = administrasi negara= PP. Dikatakan hukum Romawi karena sistem hukum ini berasal dari kodifikasi hukum yang berlaku di kekaisaran Romawi pada masa Pemerintahan Kaisar Yustinianus abad 5 (527-565 M). Asia (termasuk Indonesia pada masa penjajahan Belanda). Prinsip utama Prinsip utama atau prinsip dasar sistem hukum Eropa Kontinental ialah bahwa hukum itu memperoleh kekuasaan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. misalnya UU.

batas-batas yang jelas antara hukum publik dan hukum privat itu semakin sulit ditentukan. misalnya saja bidang hukum perburuhan dan hukum agraria. Sistem Hukum Anglo Saxon Mula-mula berkembang di negara Inggris. kerena pada dasarnya terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis tersebut bersumber dari putusan pengadilan. Sistem hukum ini dianut di negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Amerika Serikat. Hukum Tata Negara b. Peran Hakim . Hukum publik mencakup peraturan-peraturan hukum yang mengatur kekuasaan dan wewenang penguasa/negara serta hubungan-hubungan antara masyarakat dan negara. Amerika Utara. Hukum Administrasi Negara c. Sumber Hukum Putusan–putusan hakim/putusan pengadilan atau yurisprudensi (judicial decisions). a. Termasuk dalam hukum publik ini ialah : a. 2. dan dikenal dgn istilah Common Law atau Unwriten Law (hukum tidak tertulis). Putusan pengadilan. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. misalnya saja bidang perdagangan. Hukum Pidana Hukum privat mencakup peraturan-peraturan hukum yang mengatur tentang hubungan antara individu-individu dalam memenuhi kebutuhan hidup demi hidupnya.Kanada. Hal itu disebabkan faktor-faktor berikut: 1) Terjadinya sosialisasi di dalam hukum sebagai akibat dari makin banyaknya bidang-bidang kehidupan masyarakat. 2) Makin banyaknya ikut campur negara di dalam bidang kehidupan yang sebelumnya hanya menyangkut hubungan perorangan. b. bidang perjanjian dan sebagainya. maka melalui putusan-putusan hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Hal itu pada dasarnya memperlihatkan adanya unsur ”kepentingan umum/masyarakat” yang perlu dilindungi dan dijamin.Berdasarkan sumber hukum diatas maka sistem hukum Eropa Kontinental penggolongannya ada dua yaitu: 1) Bidang hukum publik 2) Bidang hukum privat. Yang termasuk dalam hukum privat adalah : 1) Hukum Sipil 2) Hukum Dagang Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia sekarang. kebiasaan dan peraturan hukum tertulis tersebut tidak tersusun secara sistematis dalam kodifikasi sebagaimana pada sistem hukum Eropa Kontinental. Kebiasaan-kebiasaan dan peraturan hukum tertulis yang berupa undangundang dan peraturan administrasi negara diakui juga.

Jepang. yaitu tatanan yang mengatur susunan dan ketertiban dalam persekutuan-persekutuan hukum. Karena sumbernya tidak tertulis. Di Indonesia asal mula istilah hukum adat adalah dari istilah ”Adatrecht” yang dikemukakan oleh Snouck Hugronje. hakim berdasarkan prinsip kebenaran dan akal sehat dapat memutuskan perkara dengan menggunakan metode penafsiran hukum. yaitu : Hukum adat mengenai tata negara. bila dalam putusan pengadilan terdahulu tidak ditemukan prinsip hukum yang dicari. hukum adat elastis sifatnya. Berbeda dengan itu bagi sistem hukum Anglo Amerika pengertian ”hukum privat lebih ditujukan kepada kaidah-kaidah hukum tentang hak milik (law of property). Karena sifatnya yang mudah berubah dan mudah menyesuaikan dengan perkembangan situasi sosial. hukum tentang orang (law of persons. Sistem hukum Anglo-Amerika sering disebut juga dengan istilah Case Law. dan negara lain. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturanperaturan hukum dan menciptakan prinsip-prinsip hukum baru yang berguna sebagai pegangan bagi hakim–hakim lain dalam memutuskan perkara sejenis. Dalam sistem hukum Eropa kontonental ”hukum privat lebih dimaksudkan sebagai kaidah-kaidah hukum perdata dan hukum dagang yang dicantumkan dalam kodifikasi kedua hukum itu”. Sifat hukum adat adalah tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyangnya. serta susunan dan . Namun. Sistem hukum adat di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok. putusan-putusan hakim dan kebiasaan. Hakim juga berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. 3. Seluruhnya tersebar di dalam peraturan-peraturan tertulis.Hakim berfungsi tidak hanya sebagai pihak yang bertugas menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja. Sementara bagi hukum privat pengertian yang diberikan oleh sistem hukum Anglo Amerika (Saxon) agak berbeda dengan pengertian yang diberikan oleh sistem Eropa kontinental. Sistem Hukum Adat Berkembang dilingkungan kehidupan sosial di Indonesia. Hukum adat berubah-ubah karena pengaruh kejadian dan keadaan sosial yang silih berganti. hukum adat tidak kaku dan mudah menyesuaikan diri. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis (asas doctrine of precedent). • Sumber Hukum Sistem hukum adat umumnya bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Pengertian yang diberikan kepada hukum publik hampir sama dengan pengertian yang diberikan oleh sistem hukum eropa kontinental. c. India. Oleh karena itu. sistem hukum Anglo Amerika itu mengenal pula pembagian ”hukum publik dan hukum privat”. Cina. hukum perjanjian (law of contract) dan hukum tentang perbuatan melawan hukum (law of tort). Penggolongannya Dalam perkembangannya.

yaitu kesepakatan para ulama besar tentang suatu hak dalam cara hidup. Afrika. ialah cara-cara menjalankan upacara tentang kebaktian fakultas hukum. hukum tanah. hak milik. yaitu analogi dalam mencari sebanyak mungkin persamaan antara dua kejadian. yaitu pidana yang meliputi ancaman hukuman terhadap hukum Allah dan tindak pidana kejahatan. perburuhan. kemudian berkembang ke negaranegara lain seperti negara-negara Asia. yaitu perkawinan dalam arti membetuk sebuah keluarga yang tediri dari syaratsyarat dan rukun-rukunnya. . Eropa. yaitu kitab suci kaum muslimin yang diwahyukan dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. 2) Hukum duniawi.Hukum pertalian sanak (kekerabatan) . hak kebendaan dan hubungan ekonomi pada umumnya. Hukum adat mengenai warga (hukum warga) terdiri dari : .Hukum tanah .Sunnah Nabi (hadist). 4. yaitu tata tertib hukum dan peraturan mengenai hubungan antara manusia dalam bidang jual-bei. yaitu : 1) terhadap Allah (sholat.Hukum perutangan Hukum adat mengenai delik (hukum pidana). Ijma. jabatan-jabatan. dan penjabatnya. zakat. yaitu cara hidup dari nabi Muhammad SAW atau cerita tentang Nabi Muhammad SAW. dasar-dasar perkawinan monogami dan akibatakibat hukum perkawinan. Tetapi di UNISI diatur dlm mata kuliah fiqh Ibadah. . terdiri dari : . yang pada dasarnya tidak dipelajari di Hukum rohaniah (ibadat). hak dan kewajiban.Qur’an.Muamalat. . Sistem hukum Islam menganut suatu keyakinan dan ajaran islam dengan keimanan lahir batin secara individual. • Sumber Hukum . perikatan. Qiyas. • Sistem hukum Islam dalam ”Hukum Fikh” terdiri dari dua bidang hukum. Negara-negara yang menganut sistem . karena ia adalah pimpinan yang disegani oleh masyarakat.Jinayat. Sistem Hukum Islam Sistem hukum Islam berasal dari Arab.lingkungan kerja alat-alat perlengkapan. yang berperan dalam menjalankan sistem hukum adat adalah pemuka adat (pengetua-pengetua adat).Nikah (Munakahah). sewa menyewa. puasa. menunaikan ibadah haji). Amerika secara individual maupun secara kelompok.

agama Islam berpengaruh sangat besar terhadap cara pembentukan negara maupun cara bernegara dan bermasyarakat bagi warga negara dan penguasanya. sistem. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. sehingga pekerjaannya hanya melakukan pelaksanaan UU belaka (wetstoepassing) . Atau berarti hukum identik dengan UU. Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer. Sehingga terkesan hakikat dari aliran ini adalah penghargaan yang berlebihan terhadap kekuasaan yang menciptakan hukum tertulis ini sehingga dianggap kekuasaan itu adalah sumber hukum dan kekuasaan adalah hukum. Hukum yang bersumber dari situ harus ditaati tanpa syarat. Aliran ini dianut oleh John Austin (1790 – 1861. Sedangkan Mazhab/ Aliran Positivisme Hukum (Rechtspositivisme) sering juga disebut dengan aliran legitimisme. BW diberlakukan mulai 1859. Madzhab Hukum Berdasarkan sistem hukum dunia diatas. Hakim dalam melakukan tugasnya terikat pada UU. termasuk dalam penyelesaian berbagai permasalahan sosial.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Menurut aliran ini tidak ada norma hukum diluar hukum positif. Aliran ini berkeyakinan bahwa semua persoalan sosial akan segera terselesaikan apabila telah dikeluarkan UU yang mengaturnya. c. Sistem hukum eropa Kontinental menganut mazhab legisme dan positivisme.hukum Islam dalam bernegara melaksanakan peraturan-peraturan hukumnya sesuai dengan rasa keadilan berdasarkan peraturan perundangan yang bersumber dari Qur’an. Mazhab legisme adalah Mazhab/aliran ini menganggap bahwa semua hukum terdapat dalam UU. sekalipun terang dirasakan tidak adil. Menurut aliran ini UU adalah obat segala-galanya sekalipun dalam kenyataannya tidak demikian. Sumber hukum itu adalah pembuatnya langsung yaitu pihak yang berdaulat atau badan perundang-undangan yang tertinggi dan semua hukum dialirkan dari sumber yang sama itu. Hal ini dapat dilihat dari sejarah dan politik hukumnya. Aliran legisme demikian besarnya menganggap kemampuan UU sebagai hukum. Semua persoalan masyarakat diatur dalam hukum tertulis. Menurut Austin hukum terlepas dari soal keadilan dan dari soal buruk-baik. Inggris) menyatakan bahwa satu-satunya hukum adalah kekuasaan yang tertinggi dalam suatu negara. khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan. Namun dalam pembentukan peraturan perundangan yang berlaku sistem hukum Indonesia dipengaruhi oleh sistem hukum adat dan juga sistem hukum Islam. sumber-sumber hukumnya maupun dalam sistem penegakan hukumnya. Karena itu . Dari uraian diatas tampak jelas bahwa di negara-negara penganut asas hukum Islam. negara Indonesia termasuk negara yang menganut sistem hukum Eropa kontinental. Sedangkan sumber-sumber lain hanyalah sebagai sumber yang lebih rendah. Dapat digunakan sebagai contoh bahwa hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda. Aliran ini sangat mengagungkan hukum tertulis.

Namun demikian aliran positivisme bukanlah aliran legisme. Pada aliran ini hakim benar-benar sebagai pencipta hukum (judge made law) karena keputusan yang berdasar keyakinannya merupakan hukum dan keputusannya ini lebih dinamis dan up to date karena senantiasa memperlihatkan keadaan dan perkembangan masyarakat. Contoh tata hukum pidana yang sudah dikodifikasikan (KUHP). Perbedaannya terletak pada bahwa menurut aliran legisme hanya menganggap undang-undang sebagai sumber hukum. adat istiadat yang baik dan pendapat masyarakat. Kelebihan sistem eropa kontinental. Kelemahannya adalah tidak ada jaminan kepastian hukumnya. Padahal untuk mencapai keadilan masyarakat hukum harus dinamis. Para ahli positivisme hukum berpendapat bahwa karya-karya ilmiah para hukum tidak hanya mengenai hukum positif (hukum yang berlaku) tetapi boleh berorientasi pada hukum kodrat atau hukum yang lebih tinggi seperti yang dilakukan penganut hukum alam. Sedangkan aliran positivisme bukan undang-undang saja sumber hukum tetapi juga kebiasaan. Aliran ini beranggapan bahwa di dalam melaksanakan tugasnya seorang hakim bebas untuk melakukan menurut UU atau tidak. Hal ini disebabkan karena pekerjaan hakim adalah melakukan penciptaan hukum. Kelebihan sistem hukum Anglo Saxon adalah hakim diberi wewenang untuk melakukan penciptaan hukum melalui yurisprudensi (judge made law). Selanjutnya sistem anglo saxon berorientasi pada Mazhab / Aliran Freie Rechtsbegung. sistem hukumnya tertulis dan terkodifikasi. Aliran positivisme hukum ini memperkuat aliran legisme yaitu suatu aliran tidak ada hukum diluar undang-undang. . Aliran ini berpandangan secara bertolak belakang dengan aliran legisme. Berdasarkan keyakinan hati nurani dan akal sehatnya keputusannya lebih dinamis dan up to date karena senantiasa memperlihatkan keadaan dan perkembangan masyarakat. Sedangkan kelemahannya adalah sistemnya terlalu kaku. Hukum adalah perintah dari kekuasaan politik yang berdaulat dalam suatu negara. Undang-undang menjadi sumber hukum satu-satunya. tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena hakim harus tunduk terhadap perundang-undang yang sudah berlaku (hukum positif). Dengan terkodifikasi tersebut tujuannya supaya ketentuan yang berlaku dengan mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap terjadi peristiwa hukum (kepastian hukum yang lebih ditonjolkan). sedangkan UU merupakan hal yang sekunder. Jika hakim diberi kebebasan untuk melakukan penciptaan hukum dikhawatirkan ada unsur subjektifnya.ilmu hukum tugasnya adalah menganalisis unsur-unsur yang secara nyata ada dalam sistem hukum modern. Kecuali hakim tersebut sudah dibekali dengan integritas dan rasa keadilan yang tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas nampak antara sistem hukum Eropa Kontinental dengan anglo saxon mempunyai kelebihan dan kelemahan. jika terjadi pelanggaran tehadap hukum pidana maka dapat dilihat dalam KUHPidana yang sudah dikodifikasikan tersebut. Akibatnya adalah memahami yurisprudensi merupakan hal yang primer di dalam mempelajari hukum. C. Ilmu hukum hanya berurusan dengan hukum positif yaitu hukum yang diterima tanpa memperhatikan kebaikan dan keburukannya.

Untuk negara-negara berkembang yang tingkat korupsinya tinggi tentunya sistem hukum anglo saxon kurang tepat dianut. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->