P. 1
an Struktur Gedung Instalasi Rawat

an Struktur Gedung Instalasi Rawat

|Views: 671|Likes:
Published by Firman Ahmad Fauzi

More info:

Published by: Firman Ahmad Fauzi on Nov 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG INSTALASI RAWAT INAP RSI SURAKARTA

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : 1. Aditya Yudha S 2. Aji Widiatmoko NIM: 5150304008 NIM: 5150304017

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

LEMBAR PENGESAHAN
Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

Hanggoro Tri Cahyo S.T., M.T. NIP. 132308049

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO:

1. Sukses datang dengan kemauan yang keras dan kesabaran. 2. Usaha dan doa adalah kunci keberhasilan hidup. 3. Hidup itu harus memilih. (Hanggoro Tri Cahyo)

PERSEMBAHAN: Kupersembahkan proyek akhir ini pada :

1. Ayah,Ibu dan adikku tercinta yang terus mendukung dalam penyelesain proyek akhir ini. 2. Bapak Hanggoro Tri Cahyo, ST,.M.T yang telah mengarahkan serta membimbing sampai selesainya
proyek akhir ini.

3. Teman-teman Teknik Sipil ‘04 yang terus memberikan semangat dalam menyelesaikan proyek akhir ini. 4. Vay yang selalu mendukungku, u are my soul.

iii

. Lashari. Dr. Penyusun menyadari bahwa laporan Proyek Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya.KATA PENGANTAR Penyusunan Proyek Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini.T. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Bapak Prof. 3.ibu dan keluarga yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Proyek Akhir ini dapat diselesaikan. kritik dan saran kearah perbaikan laporan Proyek Akhir ini akan kami pertimbangkan Semoga laporan Proyek Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Soesanto sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Oleh kerena itu. Selama proses penyusunan.T sebagai Ketua Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Bapak Hanggoro Tri Cahyo. M. S. M. penulis menyadari banyak hambatan yang dihadapi. 4.T. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.T. Bapak. Bapak Drs. 2. akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak akhirnya Proyek Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. dan 6. 5. M. Agustus 2007 Penyusun iv . Bapak Drs. Semarang. Tugino.

..................... 1........................................... Maksud dan Tujuan................................... B........................... i ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. Perhitungan Struktur Atap............... Data Proyek Pembangunan .... Perencanaan Kolom .....DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ 10 D............ Peraturan Yang Digunakan ... 12 11 v ...... Sistematika Penulisan Proyek Akhir....... 2............................................... v DAFTAR GAMBAR ............................................................. Perencanaan Plat Lantai .................. 3......................... Data Perencanaan Struktur. 1................................................................................................ viii BAB I PENDAHULUAN A.. Latar Belakang Proyek............................................................................................................ 2............................................................................... LEMBAR PENGESAHAN ................... C............................. Prosedur Perencanaan ................... BAB II DASAR PERENCANAAN A..................................................... Diskripsi Proyek...................................................... 3................................................. 12 1................................................................. B.................... Perencanaan Proyek .............. Sistem Struktur Atas ............................... vii DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................................... Nama Proyek.................... 1.. iii KATA PENGANTAR ........................................................ 2................ Kriteria Perencanaan ............... Pengumpulan data ........................................ BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR A......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 4................................ Perencanaan Balok ........................................ Perencanaan Pondasi....................................................... iv DAFTAR ISI .. 5 6 7 8 8 8 9 10 1 1 1 2 4 4 4..........................

................. 36 4...................................................... 31 D.......................... Perhitungan Beban Gempa.............................................. Perhitungan Gempa............... 14 3....... Sofware Analisis Dan Desain Struktur ......... 27 6........ 152 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi ..................... Kurva S ... Arah Pembebanan Gempa....................... Saran ............................................... Perhitungan Struktur Tangga ........................... Perhitungan Struktur Balok...................................................................................................................................... 31 1............... Sistem Pondasi .......................... 71 C.......................... Sistem Penahan Beban Lateral .......................... 36 E............................................................................................. Perhitungan Struktur Plat ... 29 C.................................................................................................................... 35 3............................ Perhitungan Struktur Kolom ........................... Pekerjaan Arsitektur ....... 31 2....................................................................................................................................... Simpulan ................................................................................ 150 BAB VI PENUTUP A............................................................................. Kombinasi Pembebanan.................................................. Pekerjaan Struktur .......... 42 B..............2.................................................. 90 B............................. 28 B............................ Rencana Anggaran Biaya ...... Penutup ....................................................... 38 BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA A........................................... 88 D... 89 BAB V RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT A........ 115 C..... Justifikasi Rencana Anggaran Biaya .................. 16 4............... Perhitungan Volume Pekerjaan ............................... 151 B. pembebanan Pada Frame Tiap Lantai ........ 18 5........................... Persyaratan Kekakuan Struktur...................................

Skema Tangga Type K Gambar 3 Denah Tangga Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Potongan Tangga vii . Peta situasi Proyek Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta Gambar 2.

DAFTAR LAMPIRAN 1. Gambar Kerja viii . Perhitungan Penulangan Struktur SANSPRO (dalam CD) 4. Perhitungan Beban Gempa SANSPRO 5. Data Input SANSPRO (dalam CD) 2. Perhitungan Analisys SANSPRO 3.

RSI Surakarta memiliki berbagai fasilitas pelayanan yang memadai baik pelayanan umum maupun khusus.4. . 3 diantaranya adalah gedung yang digunakan untuk instalasi rawat inap. Latar Belakang Proyek Rumah Sakit Islam Surakarta adalah salah satu Rumah Sakit Islam swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS). Diskripsi Proyek 1. kelas I dan keluarga miskin.Hal itulah yang melatarbelakangi dibangunnya gedung rawat inap ini. Judul Proyek Akhir “PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG INSTALASI RAWAT INAP RSI SURAKARTA” B. RSI Surakarta beralamat di Jl. Saat ini terdapat 5 gedung utama yang telah digunakan. maka dari itu dilaksanakanlah pembangunan gedung rawat inap RSI Surakarta. Dalam perencanaannya gedung ini dibuat 6 tingkat. lantai 3. Rumah Sakit Islam Surakarta dalam perkembangannya masih memerlukan ruangan untuk instalasi rawat inap khususnya kelas VIP sehingga diperlukan penambahan jumlah instalasi rawat inap. Ahmad Yani.BAB I PENDAHULUAN A.5 untuk ruang rawat inap kelas 1 dan lantai 6 untuk ruang mesin. Pabelan Surakarta. Instalasi rawat inap tersebut terdiri dari rawat inap untuk kelas Very Important Person (VIP). Lantai 1 direncanakan untuk ruang administrasi dan manajemen. lantai 2 untuk ruang rawat inap kelas VIP. Pembangunan instalasi rawat inap yang baru diharapkan mampu meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada pasiennya dan menjadikan Rumah Sakit Islam Surakarta sebagai salah satu Rumah Sakit Islam yang bonafid serta mengutamakan pelayanan. 1 .

Ahmad Yani. E : Kompleks UMS. .1 Sketsa Lokasi Proyek. F : Kompleks UMS. C : Masjid RSI Surakarta. Surakarta. KETERANGAN : A : Lokasi Proyek. adalah sebagai berikut : Nama Proyek : Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta. POLA DWIPA : PT. POLA DWIPA : Jl. Pabelan.2 2. D : Kompleks UMS. Pemilik / Owner Pelakasana Konsultan Perencana Konsultan Pengawas Lokasi Proyek : Yayasan RSI Surakarta : Swakelola RSI Surakarta : PT. Data Proyek Pembangunan Adapun data proyek dari Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta. E B D B A B F C SUNGAI JALAN RAYA SOLO Gambar 1. B : Gedung Rawat Inap Lama.

Menerapkan dan mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan selama perkuliahan. . Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Perencanaan Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini adalah: a. Merencanakan ulang struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta yang sudah dibangun. Membandingkan anggaran biaya antara perencanaan ulang dengan bangunan sebenarnya.3 3. Perhitungan Gempa dan Software Analisys dan Desain Struktur. Membandingkan hasil antara perencanaan ulang dengan bangunan sebenarnya yang sudah jadi. d. Sistem Penahan Beban Lateral. Latar Belakang Proyek. f. c. Sistematika Penulisan Proyek Akhir Tugas Akhir ini pada garis besarnya disusun dalam tujuh bab. Untuk persyaratan mata kuliah Proyek Akhir. adapun sistematika dari penyusunan Proyek Akhir ini antara lain terdiri dari : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang Nama Proyek. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang Teknik Sipil pada khususnya. BAB IV PERHITUNGAN RAB Berisi tentang Uraian Perhitungan Volume Pekerjaan. BAB II DASAR PERENCANAAN Berisi tentang Kriteria Perencanaan. 4. dan Sistematika Penulisan Proyek Akhir. Rencanan Anggaran Biaya. b. e. Data Perencanaan dan Peraturan Yang Digunakan. Sistem Pondasi. Diskripsi Proyek. Maksud dan Tujuan. BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi tentang Sistem Struktur Atas. Prosedur Perencanaan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN . referensi yang dipakai. Syarat Teknis dan lainnya. buku. Syarat Administrasi.4 BAB VI RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) Berisi tentang Syarat Umum. DAFTAR PUSTAKA Berisi tentang Pustaka.

Kriteria Perencanaan Penjelasan Umum : Berikut ini adalah penjelasan dari sistem struktur dari Gedung Rawat Inap RSI Surakarta yang diperuntukkan untuk perawatan inap pasien beserta ruang kerja RSI Surakarta. Struktur beton bertulang direncanakan memiliki tingkat daktalitas terbatas (K=2). Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta direncanakan dengan permodelan sebagai struktur frame 3 dimensi.BAB II DASAR PERENCANAAN A. Untuk perhitungan struktur bawah. pondasi diharapkan tetap berperilaku elastis (K=4) dan tidak boleh gagal terlebih dahulu dari struktur atasnya. dengan pertimbangan kemudahan pelaksanaan di lapangan karena kerumitan penulangan tidak serumit struktur yang direncanakan memiliki daktalitas penuh (K=1). Dalam pemilihan sistem struktur yakni struktur bawah (pondasi) dan struktur atas (struktur portal 6 lantai dan rangka kuda-kuda) mempertimbangkan beberapa aspek yakni : • • • • • • persyaratan kondisi lapangan persyaratan terhadap peraturan yang ada persyaratan fungsi bangunan kemudahan pelaksanaan penampilan struktur yang baik pertimbangan efisiensi berdasarkan pada pertimbangan terhadap kemudahan Material beton bertulang pada gedung ini merupakan material utama yang penggunaannya pelaksanaan dan mudah didapatnya material tersebut. Pertimbangan lainya adalah tidaklah ekonomis untuk merencanakan struktur gedung rumah sakit sedemikian kuatnya sehingga tetap berperilaku elastis saat dilanda gempa kuat. 5 .

kekakuan lantai beton bertulang dapat diasumsikan sebagai lantai diaphragma kaku arah horisontal yang sejajar dengan bidang x-y atau yang biasa disebut dengan model bangunan geser dengan sistem massa terpusat (lumpedmass model). Untuk keperluan analisis dinamis. Model tersebut bertujuan mengurangi jumlah derajat kebebasan yang ada pada struktur. pengamatan langsung dan pengukuran di lapangan. Data Primer Data Primer adalah data utama dalam penyusunan Proyek Akhir.00 meter . Analisis dinamik ini diperlukan untuk mengevaluasi gaya-gaya gempa yang bekerja pada struktur secara lebih akurat. Pabelan. Surakarta : Tanah datar dan rata : = 4. Pengumpulan Data Data yang akan digunakan sebagai bahan perhitungan dalam penyusunan Proyek Akhir ini terdiri dari : a. Data primer dimaksud terdiri dari : 1.00 meter • Tinggi lantai 2 ke lantai3 • Tinggi lantai 3 ke lantai4 • Tinggi lantai 4 ke lantai5 • Tinggi lantai 5 ke lantai 6 = 4.00 meter = 4. Prosedur Perencanaan 1.00 meter • Tinggi lantai 7 ke ringbalk = 3.6 Beban gempa dihitung dengan menggunakan analisis dinamik ragam spektrum respon. dan mengetahui perilaku struktur akibat pengaruh gempa yang sifatnya berulang. dokumen foto.00 meter • Tinggi total bangunan = 28.00 meter • Tinggi lantai 1 ke lantai 2 = 5. Yani. Untuk setiap lantainya. Lokasi proyek 2. Topografi 3. A. Elevasi bangunan : Jl. yang didapat melalui wawancara.00 meter = 4. B. semua titik pada bidang lantai tidak dapat bergeser relatif terhadap titik yang lain pada bidang x-y.00 meter • Tinggi lantai 6 ke lantai 7 = 4.

Beberapa literatur yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. b. Gambar rencana pintu dan jendela. d. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : a) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan. 2) Hasil – hasil perencanaan arsitektur a. Data tersebut diperoleh melalui dokumentasi pustaka dari perpustakaan dan penelitian terdahulu. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan institusi dan instansi – instansi pemerintah terkait. d) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan landasan teori dan data sekunder dengan mengambil dari beberapa literatur maupun standar yang relevan dalam perencanaan bangunan. meliputi : 1) Literatur penunjang. beserta gambar detail terkait. Gambar denah bangunan. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung dalam penyusunan Proyek Akhir ini. c. b) Wawancara Wawancara yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab kepada responden dan narasumber. c) Dokumentasi Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data bergambar dari buku panduan manual dan mendokumentasikan foto. Gambar rencana atap. beserta gambar detail terkait. Gambar potongan memanjang dan melintang.7 b. hal–hal penting di lapangan dalam bentuk .

8

2. Perencanaan Proyek Perencanaan proyek Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta adalah sebagai berikut: a. Penggambaran rencana dan detil. Gambar rencana yang digambar yaitu denah bangunan, potongan memanjang dan melintang, rencana pintu dan jendela, beserta gambar detail terkait. b. Perhitungan harga satuan pekerjaan Harga satuan pekerjaan diacu dari harga satuan pekerjaan bahan dan upah yang dikeluarkan oleh Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi Provinsi Jawa Tengah. c. Rekapitulasi RAB Rekapitulasi RAB dilakukan terhadap hasil-hasil perhitungan volume pekerjaan dan anggaran biaya. d. Penyusunan Kurva S Dari kurva S dapat diketahui prosentase bobot pekerjaan yang harus dicapai pada waktu tertentu. e. Penyusunan RKS Membahas tentang syarat – syarat teknis saja. f. Simpulan dan Saran Simpulan dan saran ditarik dari hasil perhitungan dan kajian untuk disampaikan sebagai hasil perencanaan dan rekomendasi kepada pihakpihak yang berkepentingan. C. Data Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia, antara lain: 1. Perencanaan plat lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.

9 Beban tipikal rumah sakit : Biasa Flat Slab : tp = L/35 : tp = L/25 tp = 400/35 = 11cm, diasumsikam 12cm.

2. Perencanaan Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 yaitu: a. Ukuran balok Dalam pra desain, tinggi balok menurut Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Bentang balok maksimal adalah 6 meter. Berdasarkan aturan didapat : • Balok Induk H = L/14 – L/12 (tanpa prestress), L/24 (prestress atau joist). B = H/2 Hmaks = 600/24 = 25cm, diambil H = 60cm (mengingat banyaknya tingkatan lantai) B = 60/2 = 30cm, diambil B = 25cm (mengingat H balok sudah cukup besar). • Balok Anak H = L/14 – L/12 (tanpa prestress), L/24 (prestress atau joist). B = H/2. Hmaks = 400/24 = 17cm, diambil H = 40cm (mengingat banyaknya tingkatan lantai) B = 40/2 = 20cm, diambil B = 20cm (mengingat H balok sudah cukup besar). Balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini adalah sebagai berikut : • B1-25x60 dengan asumsi tulangan ulir D22 • B2-25x40 dengan asumsi tulangan ulir D22 • BA1-20x60 dengan asumsi tulangan ulir D22 • BA2-20x40 dengan asumsi tulangan ulir D22

10

3. Perencanaan Kolom Menurut Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0,65. Pada proyek pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini, ukuran kolom diasumsikan sebagai berikut : Ac Ac Ptot Ac • • • • • • = Ptot /0,33 fc = Luas penampang kolom beton. = Luas Tributari Area x jumlah Lantai x faktor load. =913.75 x 7 x 0,65 = 3837,75 m2 = 3837,75 / (0,33 x 225) = 51,68 cm diasumsikan 60 cm K1-60x60 K2-50x50 K3-30x30 K4A-25x40 K4C-40x25 K5-20x40 Macam ukuran kolom adalah :

4. Perencanaan Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi konstruksi sarang laba-laba. Sebelum perhitungan mekanika, dilakukan terlebih dahulu harus dihitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur, antara lain: a. Beban Gempa Statik Beban gempa sendiri. b. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. c. Beban Mati Beban mati adalah beban dari elemen struktur beserta beban lain yang ada di atasnya. yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu

Beban Hidup Beban hidup adalah beban yang dapat bergerak atau berpindah dalam suatu gedung diambil dari Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung.11 d. SNI. per cm tebal 8) tebal plat di asumsi (d) dan table 2. SNI. 10) koefesien reduksi bahan untuk perhitungan kuat lentur dan gaya aksial (Ф) = 0. Besarnya muatan–muatan untuk perhitungan beban rencana adalah sebagai berikut : 1) Massa jenis beton bertulang (ρ) 2) Berat plafon dan penggantung (gpf) 3) Tembok batu bata (1/2) batu 4) Beban hidup untuk tangga 5) Beban hidup untuk gedung Rumah Sakit 6) Adukan dari semen. D. SNI03-2847-2002 • Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung.6 11) harga satuan pekerjaan di acu pada Harga Satuan Pekerjaan Standar Kota Semarang.1727. per cm tebal 7) Penutup lantai.1989-F Pembebanan rencana diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. SNI.031726-2003 : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m : 21 kg/m2 : 24 kg/m2 : 12 cm 2 : 250 kg/m 2 9) dimensi balok dan kolom diasumsi sebagaimana dimuat dalam table 1 .1727.1989-F • Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. PERATURAN YANG DIGUNAKAN • Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.

71 kg/m = 12. SISTEM STRUKTUR 1.74 . Data Teknis Atap Type 1 • Bentang kuda. cos 40° = 9. 0.74 kg/m : 14 m : 40° : genteng (11kg/m²) : baja ringan : 25 kg/m² : 16 m : 40° : genteng (11kg/m²) : baja ringan : 25 kg/m² • Beban gording+ atap asbes = 11+3 = 14 kg/m2 12 .kuda (L) • Kemiringan atap ( α ) • Penutup atap • Jenis kayu • Koefisien angin b.91 = qu . cos α = 12.91 m = 3.kuda (L) • Kemiringan atap ( α ) • Penutup atap • Jenis kuda-kuda • Koefisien angin Atap Type 2 • Bentang kuda.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR A.75 kg/m = 0.Perencanaan Gording 1) Pembebanan gording • Berat penutup atap metal roof = 8 kg/m2 • Jarak gording (Jgd) • Jarak kuda-kuda ( Jk) • Berat gording ditaksir qu qx = 14 . Perhitungan Struktur Atap a.00 m = 0.

45 kg m My2= 1/4 . Jgd. 3 = 48.27 kg Mx2= 1/4 . cos α . sin 40° = 100 . sin 40º .18 kg m 3) Beban Angin Koefisien angin pegunungan (w) = 25 kg/m2 Angin Tekan = (0. sin 40° = 8.91 = 9.1 kg/m 2) Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg Px = 100 . cos 40º . sin α = 12. Jk = 1/4 .02 . 25. Ju = 0. 1 = 21. 0. Jk = 1/4 . w . cos 40° = 100 .1 = 8 .4.1 kg/m 4) Perhitungan pembebanan atap • Berat penutup atap metal = g .13 qy = qu . Jk .91.74.02 .6 kg Py = 100 .4 = (0.4 kg/m W tekan = angin tekan .sin 40° = 64.84 kg/m . P .4 = 0. α) – 0. 3 = 57. 100 . P . sin α . 3. 0. cos 40° = 76. 100 .00 . 40) – 0.

.Ly1 .00 = 2. 3.Mtx : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y .13 kg/m = gp .79 kg = 162.14 • Berat sendiri gording • Berat sendiri plafond = 0. 3.3. Perhitungan secara automatis denga komputer.Mlx : momen lapangan arah x : panjang plat efektif arah y . Data teknis : • Mutu beton (fc) • Mutu baja (fy) • Beban lantai (qLL) • Beban tangga (qt) • Selimut beton (p) • Berat satuan spesi/ adukan • Berat keramik • Berat satuan eternit asbes • Berat satuan penggantung • Berat satuan beton bertulang .00 .Lx1 . 1 = 24 kg Beban hidup Berat Branching 10 %. Perhitungan Struktur Plat a.Mty : momen tumpuan arah y b.Beton Praktis! R 1. Ptot 2.6 MPa = 390 MPa = 250 kg/m2 = 300 kg/m2 = 20 mm = 0.02 m = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 = 11 kg/m2 = 7 kg/m2 = 2400 kg/m3 : panjang plat efektif arah x . Jk . Jp = 8 .9 kg = 14.Mly = 100 kg Σ P = 147. Perencanaan Plat Lantai Panjang plat arah x (Ly) = 3 m Panjang plat arah y (Lx) = 4 m Plat dihitung dengan program DSLABS32 .69 kg = 18.71 .

91) : 8-250 : 8-250 : 63 .6 kg/m2 Beban merata sisi Lx.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 55 * 100 Tebal plat =12 cm.2 * (2400 * Tebal_plat / 100 + FL) + 1. qLL = 305 kg/m.15 PROYEK Kode_Slab : S-12 Proyek : YARSIS Engineer : vay Tanggal : 8/18/2007 INPUT Lx = 300 cm Ly = 400 cm Ly/Lx = 1.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 42 * 100 Mly = 0. qDL = 438 kg/m. qDL = 534 kg/m.62) : 10-250 (0. qLL = 250 kg/m.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 72 * 100 Mty = 0.91) : 10-250 (0.3) : 10-225 (0. qu = 1128 kg/m f'c (kg/cm2) fy (kg/cm2) Aslx Asly Astx Asty Asbx Asby Total Tulangan (kg/m3) : 186 : 2400 : 10-250 (0.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 18 * 100 Mtx = 0.6 * LL Mlx = 0. qu = 926 kg/m Beban merata sisi Ly. Wu = 925.33 Selimut beton = 2 cm Luas Plat Lantai = 12 m2 Beban hidup (LL) = 250 kg/m2 Beban Finishing (FL) = 150 kg/m2 Wu = 1.

Perhitungan Struktur Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya. optrede) .Mutu baja (fy) .Mutu beton (fc) . Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 200 cm 200 cm 278 cm 122 cm Gambar 1. antrede) .5 MPa = 400 MPa = 500 cm = 18 cm = 22 cm = Tl 500 = 27 buah = 18 optrede .Selisih/ elevasi lantai (Tl) .16 3.Lebar pijakan (a. Skema Tangga Type K 150 cm 150 cm 278 cm a. Data teknis tangga .Tinggi pijakan (o.Jumlah anak tangga 122 cm Gambar 2. Denah Tangga = 22.

17

- Lebar bordes - Kemiringan tangga ( α )

= 122 cm = arc. tg = 39 0 18 22

- Tebal selimut beton Direncanakan

(p)

= 2 cm - Tebal keramik maks (hk) - Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm

Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung, SNI.1727.1989-F diperoleh: - Berat sendiri beton - Berat sendiri keramik - Berat sendiri spesi - Beban hidup untuk tangga b. Pembebanan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 200 cm = 2400 kg/m3 = 24 kg/cm2 = 21 kg/cm2 = 300 kg/cm2

a = 178 cm Gambar 3. Potongan Tangga L = =
a 2 + b2

(178) 2 + (200) 2

= 267,7 cm = 2,67 m Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm

18

4. Perhitungan Struktur Balok

Penulangan Balok As A a. Lantai 2 frame 531 B1 25x60 Tutorial Menghitung Beton Bertulang - Ir. Udiyanto PENAMPANG PERSEGI TULANGAN DOUBLE - Menghitung Luas Penampang Tulangan Metode trial and error (looping) Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 3 D 19 ( 8.51 cm2 ) Jml_baris Tul As_terpasang = 1 Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 0.66 p = As_terpasang /(b*d) = 0.006 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0.0019 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy)) dan p < pmax maka F = p * fy / (0.85 * f'c) = 0.147413179737178 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1

19

K = F * (1 - F / 2) = 0.136547856957065 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1642173 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 1313738 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1300000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 7600 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg.cm] = 1300000 b [cm] = 25 d [cm] = 55.05 Vu * d / Mu = 0.321

JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup Vu > 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser, Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm. VuPenampang = (0.6 * (0.25 * 22 / 7 * (dia.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg. b. Frame 532 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .... OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser,

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 3 D 19 ( 8.51 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jml_baris Tul As_terpasang = 1

Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm

3 kg.p'= 0.6 * (0..8 * Mn = 1313738 kg.5 cm d' = cv + dia.95 cm JmlKaki rencana = 2 dia.0019 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 . OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 .cm] = 1300000 b [cm] = 25 d [cm] = 55. maka penampang cukup.85 * f'c = 1642173 kg.6*vc/2 = 3035.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.. .sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg.cm .67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.6) / 10 = 29875.20 Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.6*Vc/2).5 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jarak antar tulangan dalam satu baris min.cm) . VuPenampang = (0.1)]/2 Ratio As'/As = 0.fy)) pmax maka. Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm. sehingga p . 0. 2.25 * 22 / 7 * (dia.004 p > pmin. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia.0088 Jika (p .SK/10 + [dia.006 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.19 kg.6*Vc.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1300000 kg.fy) = 0.p')< (B1 * 0.F / 2) = 0.5*(jml_baris . Vu < VuMak.200 *** 0.136547856957065 Mn = K * b * d^2 * 0.66 p = As_terpasang /(b*d) = 0.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 11000 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg. c.9 kg. F = p * fy / (0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.tul/10*jml_baris + 2.85 * f'c) = 0. maka perlu tulangan geser.. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0. Frame 385 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186..147413179737178 K = F * (1 .17 * (f'c/10)^0. maka penampang perlu tulangan geser. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.sk = 10 mm Vc = 1* 0.05 Vu * d / Mu = 0.465 dan p < 4.. berarti penampang mencukupi. Vu > 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .cm Maka besarnya Mu = 0.

p'= 0.0.85 * f'c) = 0.35 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.8 * Mn = 1705191 kg.0157 pmin = 14 / fy = 0..51 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.177234783365394 Mn = K * b * d^2 * 0.006 p > pmin.[dia.0036 Tul As_terpasang = 4 D 19 ( 11. maka B1 = 0.5 cm d = h .85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 . 2. .cm) .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1350000 kg.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.cm .196550914326731 K = F * (1 .tul/10*jml_baris + 2.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg.1)]/2 55. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186. sehingga p .21 Cara Untuk mencari B1.85 * f'c / fy = 0.65.cm Maka besarnya Mu = 0.5 cm d' = cv + dia. jika f'c <= 300.008 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.p')< (B1 * 0. maka B1 = 0.SK/10 .1)]/2 Ratio As'/As = 0.65 Sehingga untuk f'c = 186. maka nilai B1 diambil 0.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 8300 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg.cv .05 Vu * d / Mu = 0.300) Jika nilai B1 < 0.0088 Jika (p .85 . berarti penampang mencukupi.0008 * (f'c .17 * (f'c/10)^0.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .75 p = As_terpasang /(b*d) = 0.dia.fy) = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.F / 2) = 0.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 JmlKaki rencana = 2 dia. maka B1 = 0.5*(jml_baris .75 kg/cm2. 2.5*(jml_baris .sk = 10 mm Vc = 1* 0.fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.338 4. didapatkan B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2.05 cm Tul As'_terpasang = 3 D 19 ( 8.002 B1 * 0..cm] = 1350000 b [cm] = 25 d [cm] = 55.85 * f'c = 2131489 kg.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2.

22

VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. kgVu > 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser, Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm. VuPenampang = (0.6 * (0.25 * 22 / 7 * (dia.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg. Frame 386 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 c Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .... OK d. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 250 *** 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser,

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1

23

Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.85 * f'c) = 9.82754571633655E-02 K = F * (1 - F / 2) = 9.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1123820 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 899056 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=360000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 5040 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25 d [cm] = 55.05 Mu [kg.cm] = 360000 Vu * d / Mu = 0.77 JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser, Vu < 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser minimum,3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5.88 mm2 dia.sengkang = ((aV / 2) / (0.25 * 22 / 7))^0.5 = 1.93 mm. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** e. Frame 387 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jml_baris Tul As_terpasang = 1

24

Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.85 * f'c) = 9.82754571633655E-02 K = F * (1 - F / 2) = 9.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1123820 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 899056 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=560000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 3800 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25d [cm] = 55.05 Mu [kg.cm] = 560000 Vu * d / Mu = 0.373 JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser, Vu < 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser minimum,3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5.88 mm2 dia.sengkang = ((aV / 2) / (0.25 * 22 / 7))^0.5 = 1.93 mm. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** f. Frame 388 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 b [cm] = 25

67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.dia.85 Jika f'c > 300 kg/cm2.cm) .5*(jml_baris .05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.fy) = 0. didapatkan B1 = 0.75 kg/cm2. berarti penampang mencukupi.SK/10 + [dia. 2.25 h [cm] = 60 Cara Selimut beton [cv] = 3 cm dia.tul/10*jml_baris + 2.cv .1)]/2 55.fy)) dan p < pmax maka.0157 pmin = 14 / fy = 0.65.F / 2) = 9.[dia.. maka B1 = 0. maka nilai B1 diambil 0..300) Jika nilai B1 < 0.1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.5 cm d = h .cm] = 800000 Vu * d / Mu = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.5*(jml_baris . SK [mm] = 10 Untuk mencari B1. jika f'c <= 300.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2. F = p * fy / (0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .05 Mu [kg. 2.82754571633655E-02 K = F * (1 .0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5.cm .p')< (B1 * 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.SK/10 . sehingga p .004 p > pmin.85 * f'c) = 9.tul/10*jml_baris + 2.Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=800000 kg.0008 * (f'c .cm Maka besarnya Mu = 0.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.p'= 0 B1 * 0. maka B1 = 0.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.5 cm d' = cv + dia.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 7600 b [cm] = 25 d [cm] = 55.8 * Mn = 899056 kg.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.0088 Jika (p .85 .522 4.85 * f'c = 1123820 kg.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 . maka B1 = 0.85 * f'c / fy = 0.0.

200 *** 0.tul/10*jml_baris + 2. Vu < VuMak.[dia.85 Jika f'c > 300 kg/cm2.dia.cv .6*Vc/2).75 fy [kg/cm2] = 3900 h [cm] = 60 Cara Selimut beton [cv] = 3 cm b [cm] = 25 dia..5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.1)]/2 55.5 cm d = h . VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.6 * (0.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.26 Vu*d/Mu < 1 JmlKaki rencana = 2 dia. jika f'c <= 300. OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 . 2. maka B1 = 0..300) Jika nilai B1 < 0.85 . didapatkan B1 = 0.25 * 22 / 7 * (dia.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 . Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm.5*(jml_baris .5 cm d' = cv + dia.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.19 kg.5*(jml_baris .17 * (f'c/10)^0.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.6*vc/2 = 3035.0157 pmin = 14 / fy = 0.0.0008 * (f'c .85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.3 kg.5 * b * d * 100 / 10 = 10117. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu . maka perlu tulangan geser. 2.sk = 10 mm Vc = 1* 0.75 kg/cm2. 0. g.tul/10*jml_baris + 2.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2. maka B1 = 0. maka B1 = 0. Untuk mencari B1. maka penampang cukup Vu > 0.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg. maka nilai B1 diambil 0. VuPenampang = (0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6*Vc.85 * f'c / fy = 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.SK/10 .0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5. maka penampang perlu tulangan geser.6) / 10 = 29875.9 kg.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.65 Sehingga untuk f'c = 186.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2.65.004 4.1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0. Frame 389 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.SK/10 + [dia..

fy))dan p < pmax F = p * fy / (0. maka penampang perlu tulangan geser. Kolom aman bila tanda + berada didalam grafik.5 = 1.cm .6*Vc = 6070 kg Vu > (0. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 .85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 . Perhitungan Struktur Kolom Data-data kolom Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 390 MPa : 18. Vu < 0.85 * f'c = 1123820 kg.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 5600 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25 d [cm] = 55. maka penampang cukup.6 Mpa Kolom dihitung dengan program PCA-COL dengan memasukan data-data diatas.446 JmlKaki rencana = 2 dia.27 p > pmin. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186. Gambar penulangan kolom didapat langsung dari SANSPRO.8 * Mn = 899056 kg.p')< (B1 * 0..p'= 0 B1 * 0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117. 0.17 * (f'c/10)^0. Yang terlampir berikut ini adalah lembar pengecekan kekuatan tulangan kolom lantai 1 pada as I dengan ukuran kolom K 25X40 dan K 60x60.9 kg.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.fy) = 0.6*vc/2 = 3035.6) / 10 = 29875.cm Maka besarnya Mu = 0. maka perlu tulangan geser minimum.. .sk = 10 mm Vc = 1* 0.93 mm. 0.Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=690000 kg.6*Vc.sengkang = ((aV / 2) / (0.cm) .85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .25 * 22 / 7))^0.19 kg. berarti penampang mencukupi. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.05 Mu [kg.F / 2) = 9.82754571633655E-02 K = F * (1 .85 * f'c) = 9.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5.0088 Jika (p . Vu < VuMak.cm] = 690000 Vu * d / Mu = 0.88 dia.3 kg. sehingga p .200 *** 5.6*Vc/2).

Pembebanan Pada Frame Tiap Lantai a. Beban Lantai 6 1) Beban Mati Berat Plat ME Berat Plat t-10 Dinding Atap Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat ME Berat Plat t-10 b.28 6. Beban Lantai 5 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat c. Beban Lantai 4 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 7500 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm 2 = 100 kg/cm2 = 100 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 6150 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 500 kg/cm 2 = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 6150 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/c = 500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 500 kg/cm2 Berat Plat Gondola = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 Berat Plat Gondola = 500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm = 250 kg/cm2 .

Beban Lantai 3 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat e. pondasi didirikan . Beban Lantai 2 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat B. SISTEM PONDASI = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm = 7500 kg/cm = 4800 kg/cm = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm = 7500 kg/cm = 4800 kg/cm = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 Berdasarkan hasil penyelidikan tanah yang dilaksanakan oleh PT Selimut Bumi.29 Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat d. Semarang merekomendasikan pondasi berupa Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL). Guna meminimalkan resiko beda penurunan pondasi.

Namun untuk kepentingan proyek akhir ini. Tumpuan pondasi KSLL berupa spring dengan nilai ks (modulus subgrade rection) diambil clay d. c. Penggunaan sistem pondasi KSLL ini harus mendapat ijin dari penemu. dapat dilakukan perencanaan sistem pondasi KSLL dengan permodelan sendiri.5 kg/cm2/cm untuk jenis tanah medium sistem pondasi KSLL dalam SAP dimodelkan sebagai sebuah plat dengan sistem joint . Pada lapisan diatas tanah urug diberi material pasir urug kemudian dicor dengan beton dalam bentuk plat dengan kedalaman 12 cm.30 pada lapisan pendukung yang relatif aman dan memberikan kemudahan pelaksanaan yakni -2. KSLL merupakan sistem pondasi yang berlisensi. Menentukan joint-joint yang akan diberi beban reaksi tumpuan kolom. Langkah perhitungannya adalah sebagai berikut: a. Konstruksi ini mempunyai rongga-rongga berbentuk segitiga yang nantinya diisi dengan tanah urug yang memiliki kualitas daya dukung tanah yang baik. Pengecekan penulangan balok dan plat serta tegangan ijin tanah dibawah pondasi digunakan program SAP 2000.25 meter dengan tegangan ijin tanah = 3 kg/cm2 dan conus resistant qc = 120 kg/cm2. KSLL dimodelkan sebagai sebuah konstruksi menerus berupa balok rib yang memiliki kedalam (H) 115 cm dan 225 cm dengan lebar 11 cm. sehingga dalam perhitunganya tidak boleh dijabarkan secara umum. Membentuk permodelan konstruksi KSLL dengan kombinasi elemen frame dan shell. spring untuk menahan moment yang besar. b. Sistem pondasi KSLL ini dadpat demodelkan dengan Sturktur Analysis Program (SAP) dengan versi 8. Pada struktur ini digunakan dilatasi untuk mengantisipasi beda penurunan antara bangunan. 2. Pemilihan struktur pondasi KSLL juga didasarkan pada lokasi proyek yang berada di area rumah sakit yang memerlukan tingkat kebisingan penggerjaan rendah.

SISTEM PENAHAN BEBAN LATERAL Surakarta terletak pada wilayah gempa 2.5 C adalah nilai Faktor Respon Gempa yang didapat dari Respon Spektrum Gempa Rencana menurut peta wilayah gempa (Gambar 2). Berdasarkan pedoman gempa yang berlaku di Indonesia yaitu Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Rumah dan Gedung (SNI 03-1726-2002). Tabel 1. produk minyak bumi. oleh tingkat daktilitas yang dimiliki struktur. ditentukan menurut persamaan : V = C . besarnya beban gempa horisontal V yang bekerja pada struktur bangunan. bahan beracun. pembangkit tenaga listrik. asam. tangki di atas menara Faktor Keutamaan (I) 1. yaitu oleh besarnya Gempa Rencana. Cerobong. perniagaan dan perkantoran. Monumen dan bangunan monumental Gedung penting pasca gempa seperti rumah sakit. fasilitas radio dan televisi Gedung untuk menyimpan bahan berbahaya seperti gas.I Wt R Dimana. D.31 C. Sistem struktur dengan kolom dan balok dipilih untuk menahan beban lateral yang ada akibat gempa maupun akibat beban gravitasi.6 1. sehingga desain gaya-gaya yang terjadi diperhitungkan terhadap gempa. instalasi air bersih. Untuk menentukan pengaruh . pusat penyelamatan dalam keadaan darurat.4 1.6 1. I adalah Faktor Keutamaan Struktur menurut Tabel 1. dan oleh nilai faktor tahanan lebih yang terkandung di dalam struktur. Perhitungan Beban Gempa Besarnya beban Gempa Nominal yang digunakan untuk perencanaan struktur ditentukan oleh tiga hal. Faktor Keutamaan untuk berbagai kategori gedung dan bangunan Kategori gedung/bangunan Gedung umum seperti untuk penghunian.0 1. PERHITUNGAN GEMPA 1.

dan T adalah waktu getar alami struktur gedung yang dinyatakan dalam detik.32 Gempa Rencana pada struktur gedung. yaitu berupa beban geser dasar nominal statik ekuivalen pada struktur bangunan gedung beraturan. dan gaya geser dasar nominal sebagai respons dinamik ragam pertama pada struktur bangunan gedung tidak beraturan. Gambar 2. Dalam gambar tersebut C adalah Faktor Respons Gempa yang dinyatakan dalam percepatan gravitasi. Peta Wilayah Gempa Indonesia . untuk masing-masing Wilayah Gempa ditetapkan Spektrum Respons Gempa Rencana C-T seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.

Spektrum Respon Gempa Rencana berdasarkan Zona Peta Wilayah Gempa .33 Gambar 3.

Kota Surakarta termasuk zona 2 menurut peta wilayah gempa Indonesia seperti pada . maka sekurangkurangnya 25% dari beban hidup rencana harus diperhitungkan Beban tetap total dari seluruh peralatan dalam struktur bangunan gedung harus diperhitungkan R disebut faktor reduksi gempa yang nilainya dapat ditentukan menurut persamaan : 1. Beton bertulang 2. Baja b. Beton bertulang 4. Sistem rangka pemikul momen (Sistem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap.5 6.34 Wt ditetapkan sebagai jumlah dari beban-beban berikut : Beban mati total dari struktur bangunan gedung Jika digunakan dinding partisi pada perencanaan lantai. Faktor daktilitas maksimum (μm). maka harus diperhitungkan tambahan beban sebesar 0. Rangka pemikul momen menengah beton (SRPMM) 3. faktor reduksi gempa maksimum (Rm ).5 4.5 Berdasarkan fungsi gedung adalah sebagai hunian maka diambil nilai keutamaan (I)=1.5 8.6 adalah faktor reduksi gempa untuk struktur gedung yang berperilaku elastik penuh. Rangka batang baja pemikul momen khusus (SRBPMK) Rm 8. Rangka pemikul momen biasa (SRPMB) a.5 (daktalitas terbatas). sedangkan Rm adalah faktor reduksi gempa maksimum yang dapat dikerahkan oleh sistem struktur yang bersangkutan seperti pada Tabel 3.6 ≤ R ≤ Rm R = 1. Beban lateral dipikul rangka pemikul momen terutama melalui mekanisme lentur) Uraian sistem pemikul beban gempa 1.5 3. Baja b. faktor kuat lebih struktur (f1) Sistem dan subsistem struktur gedung 3.5 kPa Pada gudang-gudang dan tempat penyimpanan barang. Rangka pemikul momen khusus (SRPMK) a.5 5. Tabel 3. sedangkan untuk sistem pemikul beban gempa digunakan sistem SRPMM dengan faktor reduksi gempa (R) =5.

Respons Modal dari setiap mode dihitung dengan menggunakan koordinat Spektrum Respons Rencana (C) dari Peraturan Indonesia yang nilainya tergantung dari periode getar. pengaruh keretakan beton pada unsur-unsur struktur dari beton bertulang. bergantung pada koefisien ξ untuk Wilayah Gempa dan jenis struktur bangunan gedung. nilai waktu getar alami fundamental T1 dari struktur bangunan gedung harus dibatasi. Semua mode yang dominan dipertimbangkan sehingga paling sedikit 90% dari massa yang berpartisipasi ikut diperhitungkan pada waktu menentukan respons dari setiap arah utama gempa. 2.35 Gambar 2 sehingga digunakan spektrum respon gempa rencana wilayah 2 seperti pada Gambar 3 untuk mencari nilai faktor respon gempa (C). Persyaratan Kekakuan Struktur Dalam perencanaan struktur bangunan gedung terhadap pengaruh Gempa Rencana. Perhitungan gaya gempa yang bekerja dilakukan dengan analisis dinamik Ragam Spektrum Respons tiga dimensi dengan menggunakan Respons Dinamik terbesar dari seluruh mode yang memiliki konstribusi berarti terhadap respon total struktur (Effective Mass Modal mencapaui sekurang-kurangnya dari 90%). menurut persamaan : . beton pratekan dan baja komposit harus diperhitungkan terhadap kekakuannya. Untuk itu. momen inersia penampang unsur struktur dapat ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu persentase efektifitas penampang sebagai berikut : • • • untuk kolom dan balok rangka beton bertulang terbuka untuk dinding geser beton bertulang kantilever untuk dinding geser beton bertulang berangkai : komponen dinding yang mengalami tarikan aksial komponen dinding yang mengalami tekanan aksial komponen balok perangkai dengan tulangan diagonal komponen balok perangkai dengan tulangan memanjang : 50% : 80% : 40% : 20% : 75% : 60% Untuk mencegah penggunaan struktur bangunan gedung yang terlalu fleksibel.

063 Untuk perencanaan struktur Gedung Rawat Inap RSI Surakarta dengan ketinggian H=28. Tabel 4. maka getar alami fundamental (T1) < ξH3/4< 0.068 0. rangka beton dan RBE Sedang & ringan.36 T1 < ξH3/4 Dimana H adalah tinggi total struktur dalam meter dan koefisien ξ ditetapkan menurut Tabel 4. beban hidup L dan juga beban atap A atau beban ujuan R paling tidak harus sama dengan : .119 0. rangka baja Berat. 3. rangka baja Sedang & ringan. Koefisien ξ yang membatasi waktu getar alami struktur bangunan gedung Wilayah Gempa dan Jenis Struktur ξ Sedang & ringan. 4.24 detik. bangunan lainnya Berat. Kombinasi Pembebanan Desain beton bertulang didasarkan pada metode kekuatan batas.111 0. namun persyaratan efek orthogonal harus dipenuhi dengan cara merencanakan semua elemen terhadap 100% gaya gempa dalam satu arah dengan 30% arah gempa yang tegak lurusnya.102.00 meter. Arah Pembebanan Gempa Struktur dianalisis dan dirancang terhadap gempa yang bekerja pada setiap arah utama gedung.102 0. bangunan lainnya 0. Kuat perlu U untuk menahan beban mati D.095 0. Kombinasi pembebanan dan faktor reduksi beban hidup didasarkan pada peraturan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI-032847-2002) Disain penulangan dari seluruh elemen struktur didasarkan pada 9 kombinasi pembebanan sebagai berikut : A.283/4 < 1. rangka beton dan RBE Berat.

maka pengaruh kombinasi beban D.0 E (4) atau U = 0.9 D ± 1. L dan W.2 D + 1.0 L ± 1. dan W berikut harus ditinjau untuk menentukan nilai U yang terbesar.2 D + 1.5 (A atau R) (2) C. maka pada persamaan 2. E. maka nilai kuat perlu U harus diambil sebagai : U = 1. yaitu : U = 0. . maka beban H tidak perlu ditambahkan pada persamaan 3 dan 5.6 W (3) Perlu dicatat bahwa untuk setiap kombinasi beban D.0 L ± 1.9 D ± 1.0 E (5) dalam hal ini nilai E ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI 03-1726-1989-F.2 D + 1. Bila ketahanan terhadap tekanan tanah H diperhitungkan dalam perencanaan.5 (A atau R) (1) B.6 L + 0. L. Bila ketahanan struktur terhadap beban gempa E harus diperhitungkan dalam perencanaan. Bila ketahanan struktur terhadap beban angin W harus diperhitungkan dalam perencanaan. kuat perlu U tidak boleh kurang dari persamaan 2.6 W + 0. D. Kombinasi beban juga harus memperhitungkan kemungkinan beban hidup L yang penuh dan kosong untuk mendapatkan kondisi yang paling berbahaya.3 dan 5 ditambahkan 1. yaitu : U = 1.37 U = 1.6H kecuali bahwa pada keadaan dimana aksi struktur akibat H mengurangi pengaruh W atau E. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung atau penggantinya.

Cara mengisikan tinggi tingkat adalah dengan mengaktifkan tombol Building Parameter dengan mengisi : • • • Jumlah tingkat/lantai (no. Tinggi tingkat paling bawah (lowest floor) b. Pada layar akan tampak panel tombol yang harus di klik untuk mengaktifkannya.6 – ESRC Nathan Madutujuh Bandung Indonesia. b. Menentukan batas-batas area. dengan mengaktifkan tombol working coordinate range. SOFTWARE ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR Untuk mendesain struktur gedung beton bertulang ini akan digunakan software SANSPRO Versi 4. Pada tombol tersebut akan tampil Drawing Axis Name and Location yang berupa sumbu X dan Y yang harus diisi dengan koordinat kartesian lokasi titik-titik node. of beam layout) =7 =7 =7 . Untuk menambah jumlah node sesuai dengan yang dikehendaki maka klik tombol XY kemudian klik tombol add dan tempatkan sesuai dengan koordinat yang diinginkan.38 E. Memasukkan jumlah tingkatan/lantai yang dikehendaki. of storey/floor) Jumlah layout kolom ( no. 2. of Column layout) Jumlah layout balok ( no. Langkah awalnya adalah membuka program sanspro. Langkah-langkah dalam perencanaan Struktur Gedung Rawat Inap RSI Surakarta dengan software sanspro: 1. Membuat permodelan struktur gedung. c. Sanspro membedakan tinggi antar tingkat menjadi 3 bagian: a. Untuk menmbuat permodelan Strutur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta adalah sebagai berikut: a. Tinggi tingkat paling atas.7. Aktifkan tombol Show Gridlines untuk menampilkan node-node yang telah dibuat. Tinggi tingkat tipikal (floor to floor height) c.

2 1.2 1.2 1.2 1.2 Live Load 1. of slab data) =2 Kemudian klik Building>Storey Data.2 1. Menentukan jenis penampang untuk balok dengan mengaktifkan Property>Section>Add. Memasukkan data reduksi beban hidup yaitu 0. c.3 -0.3 1 1 -1 -1 0 4.2 1.2 1.2 1.6. Kombinasi pembebanannya adalah: Self Weight 1.3 0. pilih Girder Sloof kemudian masukkan jenis balok.3 0.2 1.6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Earthq-X 0 1 1 -1 -1 0.2 1. 3. pilih Biaxial Column kemudian masukkan jenis kolom. Kombinasi Beban.3 -0.EQZ Load.2 1. .2 Dead Load 1. Kemudian menentukan jenis penampang untuk kolom dengan mengaktifkan Property>Section>Add.2 1. a.2 1. b. Pada tiap lantai diisikan jarak ketinggian antar lantai.2 1.2 1. Terlebih dahulu menentukan mutu beton dengan cara klik Property>Material klik generate pilih mutu beton K-225.2 1.39 • Jenis plat (no.3 0 Earthq-Y 0 0.2 1. Pilih pembebanan Self+Dead+Live+EQX.2 1.3 -0. Untuk Kombinasi Pembebanan aktifkan tombol Parameter>Load Cases and Combination Parameters.3 -0. Menentukan jumlah dan jenis penampang (section property data).

c. b.40 d. Beban tersebut antara lain : a. Untuk lebih mengetahui secara detail bentuk penulangan dari balok dan kolom dapat dilihat dengan mengaktifkan view rebar x-x. Setelah analisys selesei dilakukan pembentukan bentuk bangunan (building) dengan cara : building> start design> concret. e. y-y. Untuk Lift dengan kapasitas 9 penumpang pada tiap joint diberi pembebanan sebesar 12400 kg. Pembebanan Beban Frame : Pada frame akan memikul beban bekerja pada balok dan ringbalk. Menetukan jenis dan ukuran plat dengan mengaktifkan Property >Section>Add>Thickness. Ukuran plat yang dipakai adalah 12 cm. Beban setengah bata sebesar 250 kg/m² dikalikan dengan tinggi bata. . Beban atap diambil 1000 kg/m’. Beban partisi sebesar 100 kg/m² dikalikan dengan tinggi partisi. dan untuk Bed Lift diberi pembebanan 24000 kg. DL sebesar 4200 kg/m’ dan LL sebesar 12280 kg/m’. Dari hasil analysis akan tampil beberapa data yang telah diproses. Beban Joint : Pada joint akan memikul beban ME berupa Lift.lisplank. Beban lisplank sebesar A x 2400 kg/m² didapat beban sebesar 192 kg/m² dikalikan dengan tinggi. 5. Dari proses tersebut dapat dilihat struktur penulangan dari kolom dan balok. plat yang digunakan. Setelah semua data dimasukkan maka dilakukan perhitungan secara otomatis dengan cara : File>ExportsSans>Analisys Menu>Start Analisys. kolom. d. • • • • Data tersebut antara lain: Data reaksi tumpuan (support reaction) Data nomer joint dan frame. Beban tangga. Data material balok.

Dari gambar SANSPRO nantinya dapat di jadikan acuan untuk menggambar lebih lanjut pada format CAD. jarak dan jumlah serta ukuran tulanganya. program SANSPRO juga dapat melakukan perhitungan biaya struktur secara automatis. sehingga mudah untuk digambar ulang. Ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan SANSPRO. yaitu: • • Perlu kejelian dan kecermatan dalam memasukkan data permodelan. Permodelan strukturnya lebih mudah karena dimodelkan dengan sumbu kartesian.41 Gambar penulangan balok dan kolom dapat dilihat semua dan dapat dipindah (transfer) ke dalam format CAD.. . Dapat menghitung secara tepat volume dan biaya struktur. yaitu sesuai dengan urutan yang berlaku ataupun secara acak. Gambar penulangnya bisa di transfer dalam format CAD. Hasil-hasil dari output langsung dapat di print. Hasil dari perhitungan langsung dapat diketahui. Penulangan balok maupun kolom lagsung dapat dilihat bentuknya. diantaranya : • • • • • • • • Langkah-langkah dalam memasukkan dta input dapat dilakukan secara acak atau tidak urut. Selain dapat dipindah dalam format CAD. Proses memasukkan data-data pada program SANSPRO ada dua pilihan. Perlu kesabaran dalam penggunaan progran ini. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan program SANSPRO memiliki sejumlah keunggulan. Pilihan ini ditampilkan pada awal saat akan melakukan input data. Panel-panel pada layar jelas dan mudah dimengerti bagi pemula.

Beton plat lantai e. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Pondasi struktur bawah KSLL b.8 m3 = 12.7 m3 = 3.66 m3 = 4 m3 = 1 ls = 89 m3 = 4 m3 = 1 ls = 1ls = 1 ls = 1 ls 42 . Beton kolom struktur c. Beton plat dak canopy g. PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 1.6 m3 = 2.BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA A.49 m3 =84.52 m3 = 0.68 m3 = 54 m3 = 18. Pekerjaan Persiapan a. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 j.85 m3 = 8. Water profing dak = 2. Pembersihan Lahan b. Beton parapet f. Beton tangga i. Beton kolom struktur b. Beton tangga Pekerjaan beton bertulang lantai 2 a.5 m3 = 53. Pekerjaan Bangunan Utama Pekerjaan beton bertulang lantai 1 a. IMB 2. Beton balok dak canopy h. Direksi keet c.39 m3 = 106. Beton balok anak d. Penyediaan air kerja d. Beton balok induk c.9 m3 = 396.

f.44 m3 = 12.84 m3 = 41.49 m3 =84. b. g. f. g.26 m3 = 4 m3 .84 m3 = 64.05 m3 = 14.44 m3 = 12. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai 4 a. e.9 m3 = 38. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai 5 a. c.84 m3 = 41. d. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas.05 m3 = 14.84 m3 = 41. f. c.84 m3 = 64. b.44 m3 = 12.52 m3 = 0.43 Pekerjaan beton bertulang lantai 3 a. d.05 m3 = 14. c. e.84 m3 = 64.26 m3 = 4 m3 = 2.49 m3 =84. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. e. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga = 38. d.85 m3 = 8.85 m3 = 8.9 m3 = 38.26 m3 = 4 m3 = 2. b.52 m3 = 0.

1 m3 = 14.9 m3 = 41.49 m3 Pekerjaan beton bertulang lantai 6 a. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 = 2.6m3 = 4 m3 = 2. Beton plat dak f. Beton plat lantai e.52 m3 = 0.44 m3 = 27. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai ruang mesin a. Beton plat lantai c. Beton parapet f.13 m3 = 6.49 m3 =84. Beton balok induk d. Beton kolom struktur b.85 m3 = 8.5 m3 = 3.63 m3 = 10 m3 = 41.05 m3 = 13.52 m3 = 0. Beton kolom struktur b.4 m3 =25. Beton balok anak d.54 m3 = 8.93 m3 = 13. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Beton ring balk h.44 g.85 m3 = 8.52 m3 = 0. Water profing dak i.28 m3 = 16. Beton balok dak g. Beton balok anak e.9 m3 = 16. Beton balok induk c.2 m2 = 2. Beton tangga g.49 m3 =84.85 m3 = 8. Bata 1 : 5 .

Pondasi batu belah 1 Galian tanah 2 Urugan kembali 3 Pondasi batu belah 1:5 4 Aanstamping 5 Urug pasir + rolag 6 Urug peninggian tanah bangunan 2) Pek. Pas.9 m2 = 768.8 m3 46.6 m3 243.9 = 92 m’ = 560 m’ = 20 buah = 214 m2 =84. 1 Rolag batu bata 1 : 3 2 Pas.45 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan Atap a.22 m3 102. kolom. bata 1:3 3 Plesteran 1:3 4 Pas. Lisplank = 768.333 m2 98.7 m' 7. Pek. kusen 1 J1 = 32 buah Kusen aluminium 4" 656 m' 12. bt.47 m3 380 m3 .33 m3 14. balok latei praktis 3) Pek.11 m3 161. Saringan talang f.9 m3 III. Bubungan genteng metal d. Bata/plesteran.78 m2 2075. Kuda-kuda baja ringan b.73 m3 27. Corong talang 3’’ PVC e.37 m3 334.1 m3 1635 m2 780. bata 1:5 5 Plesteran 1:5 6 Plesteran beton 7 Sponengan sudut 8 Beton sloof. Lantai i 1) Pek. Atap genteng metal dek c. bt. Finshing arsitektur a.

46 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 2 P1 = 1 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T250 x L187) Handle stainless steel Kunci 5132 Engsel 4" Acrilic Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 P2 = 2 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 P3 = 4 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 5 P4 = 6 buah Kusen aluminium 4" 252.16 m2 800 m' 1824 m' 14.4 m' 29.8 m' 20.5 bh 2.14 m2 22.4 m' 2 bh 2 bh 2 bh 8 bh 8 bh 11.2 m' 37 m' 4 unit 4 bh 25.95 m2 40 m' 65 m' 26 m' .63 m2 54.1 m' 19.8 bh 2.2 m' 2 unit 2 bh 11.

6 m2 50. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 5. 6 7 Lt. Pasang lantai dinding 1 Urug pasir bawah lantai 2 Lantai kerja 1:3:5 bwh lantai 3 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 4 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 5 Dinding granit 6 Dinding clading Lt. 2 s/d Lt.6 m' 851.8 m2 55 m' 52 m' 12. Pek. Granit tile 40/40 cm 6 bh 6 bh 6 bh 15 bh 15 bh 10.09 m3 21.4 m' 35. Pek.6 bh 2 bh 2 bh 10.6 m' 2 unit 2 bh 5.81 m2 236 m2 65 m2 740.5 bh 7.28 m2 .18 m3 38.47 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 P5 = 2 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4.2 m2 0.24 m' 76.64 m2 252.94 m2 10.

Pek. Lantai 2 1.39 m2 4 bh 6 bh 6 bh 2 bh 2 bh 2 bh 1 bh 1 m' 850 m2 4428 m2 851. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 7. Pek. sanitair 1 Closet duduk 2 Saringan air st. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond c. bt.36 m3 14.64 m2 11. kusen 1 Type P1 = 1 buah Kusen aluminium 4" Pintu sliding (T220 x L200) Handle stainless steel Kunci 4123 Engsel 4" Kaca rayband Tebal 5 mm 12.15 m3 752 m2 511. Pas.st.4 m3 190 m2 45.54 m' 5. Bata/plesteran 1 Pas. kolom. Pek. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton. balok latei praktis 2. Pek.48 8 Lantai keramik tangga 30/30 cm 6.4 m' 2 bh 2 bh 2 bh 8 bh 11.63 m2 . bt. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.58 m2 1363.

1 m' 8 bh 748.4 m' 6 unit 6 bh 30.54 m2 48 m' 78 m' .1 m' 176.49 Karet kaca Sealant Arcilic 2 Type J3 = 18 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 3 Type J4 = 2 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 4 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 5 Type P2 = 3 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 P3 = 6 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 54.8 m' 3 unit 3 bh 17.18 m2 988 m' 28.98 m' 327.8 m' 44.6 bh 3.8 m' 30.1 m2 254 m' 381.42 m2 2100.6 m' 43.21 m2 33.96 m' 87.7 bh 3.8 m' 20.

8 bh 12.6 m' 30.2 m' 35.6 m' 41.1 m2 21.55 m2 5.50 7 P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard List partisi bawah 9 Type PT2 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT3 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5 mm Karet kaca Sealant Kusen aluminium 4" 11 Type PT4 = 3 buah Kusen aluminium 4" Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 24 m' 22.6 m2 17.23 m' 12.48 m2 88 m' 83.2 m2 18.31 m' 10.2 m' .6 m' 13 m' 7.4 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.

4 m' 31.2 m2 24 m' 22. Lantai dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5. Pek plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4.14 m2 98.14 m2 10 bh 12 bh 12 bh 2 bh 1 bh .2 m2 519. Pek.17 m2 296.6 m2 3 unit 3 bh 16. sanitair 1 Closet duduk 2 Saringan air st.34 m2 12. Pek.2 m' 19. 3 Kran air 4 Wastafel 5 Kaca cermin 3 unit 3 bh 16.23 m' 12.st.81 m2 491.51 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu 12 Type PT5 = 3 buah Kusen aluminium 4" Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT6 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3.6 m' 41.4 m2 34.5 m' 34.43 m2 21.2 m2 2.

Pas. bt.1 m' 5.83 m2 41.53 m3 692.24 m2 1259.8 m3 246. Pek cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond d.1 m' 176. Lantai 3 Pek.84 m' 6.12 m3 381. kolom.43 m2 758.24 m2 28. Bata/plesteran 1 Pas. bt. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.2 m' .15 m2 519.8 m' 22.4 bh 8.2 bh 2 bh 2 bh 4 bh 3. kusen : 1 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 2 Type J7 = 1 buah Kusen aluminium 4" Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" 1 m' 505.52 6 Meja beton wastafel 6. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton. Pas. Pek.17 m2 14.8 m' 14. balok latei praktis 2.18 m2 988 m' 11. 1.16 m2 511.

6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.77 m2 24 m' 39 m' 41.8 bh 12.2 m' 63 m' 10 unit 10 bh 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.48 m2 88 m' 83.3 bh 1.7 m2 52 m' 178 m' 30.53 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 5 Type P5 = 10 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3 unit 3 bh 15.6 m' .2 m2 18.

48 m' 4.54 7 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 9 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 10 Type PT8' = 1 buah 32 m' 9.4 m2 4 unit 4 bh 21.8 m' 55.2 m' 8 m' 2.8 m' 32 m' 9.81 m2 7.2 m' 13.24 m2 28.6 m2 3.6 m2 3.4 m2 0.1 m2 1 unit 1 bh 5.24 m2 28.48 m' 4.4 m2 4 unit 4 bh 21.37 m' 1.8 m' 55.2 m' .

2 m' 7.4 m' 13.4 m2 22.4 m2 0.66 m2 8.6 m' 13 m' 7.72 m' 0.2 m' 13.55 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 11 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 13 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 14 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 15 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm 8 m' 1.81 m2 7.07 m' .1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.55 m2 5.4 m' 11.2 m' 7.07 m' 4.38 m2 7 m' 7.8 m' 36.7 m2 1 unit 1 bh 5.

2 m' 525. Pek.55 m2 5. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st.04 m2 . 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6. Pas.4 m2 47.2 m2 43.56 List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 16 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.3 m2 456 m2 12. Pek.36 m2 722. Dinding/lantai 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5.54 m2 147.6 m' 13 m' 70. Pek.st.54 m2 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 4. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4.25 m2 408 m' 47. Pek.

Pas. bt. kusen 1 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P5 = 10 buah 525. Lantai 4 Pek.83 m2 41.53 m3 692.3 bh 1.84 m' 6. balok latei praktis 2.57 3 Cat plafond e.48 m2 88 m' 83.8 m3 246. Pas.2 m' . bt. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton. Bata/plester 1 Pas.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.77 m2 24 m' 39 m' 41. kolom.24 m2 1259. 1.5 m2 14.8 bh 12. Pek.2 m' 3 unit 3 bh 15.12 m3 22.16 m2 511. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.

2 m2 18.24 m2 28.48 m' 4.1 m2 1 unit 1 bh 5.6 m' 32 m' 9.37 m' 1.6 m2 3.2 m' 8 m' 2.4 m2 0.4 m2 4 unit 4 bh 21.81 m2 7.8 m' 55.2 m' 13.58 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 5 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 63 m' 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.7 m2 52 m' 178 m' 30.8 m' .

8 m' 32 m' 9.59 7 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT8' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 9 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 11 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 7.66 m2 8.2 m' 11.7 m2 1 unit 1 bh 5.72 m' 0.4 m' 36.4 m' 8 m' 1.4 m2 22.2 m' .48 m' 4.8 m' 55.4 m2 0.81 m2 7.2 m' 13.24 m2 28.38 m2 7 m' 13.6 m2 3.4 m2 4 unit 4 bh 21.

Pek.60 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3.07 m' 4.2 m2 43.3 m2 456 m2 12.25 m2 408 m' 47.2 m' 7.54 m2 .07 m' 4.55 m2 5. plafond 1 Plafond gypsum board rangka hollow 2 List tepi gypsum 4.55 m2 5.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0. Pasang lantai/dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5.2 m' 525.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.54 m2 147. Pek sanitair 7.4 m2 47. Pek.6 m' 13 m' 7.6 m' 13 m' 70.

12 m3 22.24 m2 1259.83 m2 41.84 m' 6. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton.st. bt. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas. bt. kolom.2 m' 3 unit 3 bh 15.36 m2 722. Lantai 5 Pek. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond f.53 m3 692. kusen 1 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type P4 = 8 buah 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481.61 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st.77 m2 24 m' 39 m' . Pek.5 m2 14. Pas. Pek pas. 1.8 m3 246.04 m2 525. Bata/plester 1 Pas. balok latei praktis 2.16 m2 511.3 bh 1.

48 m' 4.6 m' 32 m' 9.8 m' .48 m2 88 m' 83.24 m2 28.7 m2 52 m' 178 m' 30.6 m2 3.4 m2 4 unit 4 bh 21.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.8 bh 12.2 m' 63 m' 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.2 m2 18.62 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P5 = 10 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 5 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca 41.

2 m' 13.8 m' 55.81 m2 7.8 m' .81 m2 7.2 m' 13.37 m' 1.8 m' 32 m' 9.63 Sealant 6 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 7 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT8' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 55.1 m2 1 unit 1 bh 5.48 m' 4.2 m' 8 m' 1.72 m' 0.7 m2 1 unit 1 bh 5.4 m2 4 unit 4 bh 21.24 m2 28.2 m' 8 m' 2.4 m2 0.6 m2 3.4 m2 0.

66 m2 8.6 m' 13 m' 11.6 m' 13 m' 7.4 m' .55 m2 5.64 9 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 11 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm 70.38 m2 7 m' 13.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.2 m' 7.07 m' 4.4 m' 36.4 m2 22.2 m' 7.2 m2 7.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.07 m' 4.55 m2 5.

5 m2 5.2 m' 525.st. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st. 1.65 List partisi bawah 3.18 m3 96. Pek.9 m3 481. Pas.3 m2 456 m2 12.04 m2 525. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6. Pek. bt. Bata/plester 1 Pas. Lantai 6 Pek. Pek.25 m2 408 m' 47. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond g.54 m2 147. Pek. Pas lantai/ dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granito 60x60 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5.36 m2 722.4 m2 47.84 m2 922.3 m2 452.83 m2 28. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 43.54 m2 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.02 m' . bt.

4 m' 8 m' 7.62 m2 .66 7 Beton. kolom.2 m2 1 unit 1 bh 5.41 m' 4.1 m2 21.8 m2 1.6 m' 16 m' 8. balok latei praktis 2.36 m2 66 m' 62.4 m2 1 unit 1 bh 10.6 bh 9.32 m' 4.65 m3 31.2 m' 6 bh 6 bh 6 bh 18 bh 18 bh 12. Pek kusen 1 Type P4 = 6 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type PT4 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu 3 Type PT14 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 4 Type PT15 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm 1.4 m2 35.

55 m2 10.8 m' 4.2 bh 24.3 m' 16.8 m' 30.88 m2 3 m' 87.1 m' 176.1 m2 254 m' 381.4 m' .4 m' 27.6 m' 17.18 m2 988 m' 512 m' 168 m2 627 m' 1440 m' 33.72 m2 86.6 bh 6 bh 6 bh 12 bh 9.67 Karet kaca Sealant 5 Type PT16 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 6 Type PT17 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 7 Type J4 = 2 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 8 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 9 J6 = 32 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 10 Type J7 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14.4 m' 44.

67 m2 560. Pas. Pek. kusen 1 P3 = 1 buah .3 m2 515.64 m2 5.4 m' 4. bt.pas. Pas. bata 1:5 2 Plesteran 1:5 3 Plesteran beton 4 Sponengan sudut 5 Beton.8 m' 0.84 m3 2. Bata/plester 1 Pas. kolom.64 m2 183. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond 373.st.64 m2 67.68 3. Ruang mesin Pek.64 m2 h. Pek.dinding/lantai 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granito 60x60 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 26. 1.4 m2 26.5 m2 532. Pek.5 m2 13. Pek. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st. Pek. plafond 1 Plafond gypsum board rangka hollow 2 List tepi gypsum 532. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 4 bh 6 bh 6 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 6. balok latei praktis 34 m3 566 m2 141 m2 184.

59 m2 8 m' 13 m' 11.6 m2 300.24 m2 28.8 m' 14.5 m2 12 m' 12 m' 169.2 bh 2 bh 2 bh 4 bh 3.8 m' 15.4 m' 1 unit 1 bh 5.6 m' 33.8 m' 3.8 m' 12 m' 4.3 m2 33 m' .1 bh 0.69 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type J7 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 J2 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 4 BV1 = 32 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 5 BV2 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Karet kaca 7.8 m' 332.1 m' 5.4 bh 8.

6 m' 41. plafond 1 Plafond exspose 4. 6 mesin 7 Pekerjaan Lift a b c Lift 630 kg/ 9 org ( pengunjung ) Lift bed 1800 kg ( pasien ) Pemesanan.2 m2 129. testing comissioning. Pek. 1 ke Lt. 4 4 Railing tangga stainless steel Lt.2 m' 13. Lain-lain 1 Railing tangga stainless steel Lt. 5 ke Lt.2 m' 4.70 6 BV1 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 7 BV2 = 8 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Karet kaca 3.2 m2 37. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond IV. 2 2 Railing tangga stainless steel Lt. ijin dll Penyambungan pipa tinja ke pipa IPAL ( PVC 4" 8 + accesoris ) 4 unit 2 unit 1 unit 1 ls 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 280 m2 420 m2 306 m2 5. 6 ke Lt. Pas. R. 4 ke Lt.6 m3 306 m2 63. 6 Railing tangga stainless steel Lt.6 m' 21. 3 ke Lt. 2 ke Lt. 5 5 Railing tangga stainless steel Lt. Pek. Pek.6 m' . Pek. Dinding/lantai 1 Lantai rabat beton 6. 3 3 Railing tangga stainless steel Lt.

71 .

Peraturan Pemerintah No. iv. 9 tahun 1999 tentang Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. iii. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Serta Masyarakat Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No. 332/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 90 . 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.BAB V RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PASAL 1 : PENJELASAN UMUM (1) Peraturan Umum Tata cara dalam pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut: i. Undang-Undang No. Surakarta. (2) Kegiatan Kegiatan yang dimaksud dalam dokumen lelang ini adalah kegiatan Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta yang berlokasi di jalan Ahmad Yani. ix. Undang-Undang No. Peraturan-Peraturan Pemerintah setempat. 29 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. vi. Peraturan Pemerintah No. Pabelan. 120 tahun 2003 tentang Pedoman Penatausahaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Jawa Tengah. v. 18 tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi. vii. Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi. viii. Keputusan Presiden No. Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. ii.

spesifikasi dan Risalah Rapat Penjelasan (Aanwijzing) serta jawaban-jawaban yang tertulis yang dikeluarkan selama Masa Pelelangan Pekerjaan. selanjutnya disebut Pengguna Anggaran. 1. (4) Panitia Pengadaan Barang/Jasa Yang dimaksud dengan Panitia Pengadaan Barang/Jasa adalah sebuah Panitia yang dibentuk dan ditugasi oleh Pengguna Anggaran untuk melaksanakan proses pengadaan jasa Pemborongan. 1. Satu set dokumen Lelang yang terdiri dari: 1. 1. (5) Peserta Lelang Yang dimaksud dengan peserta lelang adalah pemborong yang telah mendaftar pada Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk ikut serta dalam pelelangan Pengadaan Barang/Jasa dan memenuhi persyaratan pelelangan. 1.6 Catatan Harga.2 Syarat-Syarat Administrasi Pelelangan.7 Daftar Uraian Pekerjaan (Bill of Quantity).3 Syarat-Syarat Administrasi Pelaksanaan. Surakarta.8 Formulir Isian Kualifikasi. perbaikan dan penjelasan dari dokumen lelang.5 Lampiran-Lampiran.91 (3) Pemilik/Pemberi Tugas/Pengguna Anggaran Yang dimaksud dengan pemberi tugas/pengguna jasa adalah Direktur Utama RSI Surakarta Selaku Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta bertindak untuk atas nama Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS) dengan alamat domisili Jl. Lampiran-lampiran Penawaran adalah penjelasan-penjelasan secara tertulis mengenai keterangan-keterangan tambahan. Pabelan. 1. 1. .4 Spesifikasi Teknik dan Gambar. 1. gambar-gambar.1 Contoh Surat Penawaran. pembatalan. PASAL 2 : DOKUMEN LELANG (1). jalan Ahmad Yani. (2).

(3). Spesifikasi Teknis dan Catatan Harga yang dilampirkan dalam Dokumen Lelang. (4) Seluruh Peserta Lelang akan menerima Jawaban Pertanyaan dari Peserta Lelang lainnya. Jawaban Pertanyaan tersebut yang merupakan lampiran berita acara penjelasan (BA Aanwijzing) dapat diambil sesuai dengan jadual dan tempat yang ditetapkan pada saat Aanwijzing. Peserta lelang harus menghitung Quantity dan setiap Uraian Pekerjaan dari Bill of Item berdasarkan Gambar. Jika Peserta Lelang tidak memberikan pemberitahuan mengenai kekurangan-kekurangannya tersebut kepada Panitia Pengadaan. PASAL 3 : PENJELASAN LELANG (AANWIJZING) (1) Penjelasan lelang (Aanwijzing) diadakan pada waktu dan tempat seperti yang tercantum didalam surat undangan.92 Lampiran-lampiran yang telah disahkan oleh Panitia Pengadaan barang/Jasa itu akan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Dokumen lelang/Kontrak. (3) Berita Acara Penjelasan dan perubahan-perubahan yang harus dilaksanakan merupakan lampiran mengikat. maka segala akibatnya menjadi tanggung jawab Peserta Lelang. (2) Sebelum memasukkan penawaran. peserta lelang harus sudah membaca dan mempelajari seluruh isi Dokumen Lelang. Peserta lelang berkewajiban untuk mempelajari dan memahami dengan seksama seluruh Dokumen Lelang ini. . PASAL 4 : PENINJAUAN TEMPAT PEKERJAAN (1). Peserta lelang dapat mengambil Dokumen Lelang pada alamat dan waktu seperti tercantum dalam Undangan lelang. Jika ditemukan adanya kekurangan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis (spesifikasi Teknis) dan Gambar-gambar Lelang yang akan memberitahukan ke Panitia Pengadaan pada saat Aanwijzing. (4). Peserta Lelang diharuskan mempelajari dengan seksama isi Dokumen Lelang dan bila ada pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tertulis pada saat acara penjelasan lelang.

Harga Penawaran yang diajukan Peserta Lelang berdasarkan Gambar Lelang. Addendum. (7). Jika didalam waktu Pelaksanaan terdapat perbedaan Spesifikasi Material. Jawaban Pertanyaan Tertulis.93 (2). BQ dan Gambar Kontrak. Peserta Lelang diharuskan memerikas dan meneliti seluruh isi Dokumen Lelang termasuk Bill of Item. BQ dan Gambar Kontrak. Penyimpangan . Volume dan Pokok (item) Pekerjaan yang tercantum didalam BQ adalah lump sum kecuali untuk bagian pekerjaan yang diberi tanda “Provosional” termasuk pekerjaan tambah/kurang atas instruksi tertulis dari MK yang disahkan Pemberi Tugas/Pengguna Jasa atau Wakilnya. Risalah Rapat Aanwijzing. Gambar Pelaksanaan. (6). Harga satuan dalam BQ Merupakan bagian yang tidak mengikat dari dokumen lelang. Jika terdapat Pokok Pekerjaan yang tidak tercantum di dalam Spesifikasi Teknis. Klarifikasi dan Negosiasi adalah merupakan Pedoman yang mengikat di dalam Pelaksanaan Pekerjaan ini. Spesifikasi Teknis. maka dianggap kualitas dari material yang paling tinggi adalah yang menentukan untuk digunakan atau dipakai dalam pekerjaan tanpa ada penambahan biaya di dalam Kontrak. Spesifikasi Teknis. Total harga Penawaran mengikat sebagai Harga kontrak untuk pelaksanaan Pekerjaan ini. maka dianggap bahwa semua Nilai Pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Lelang termasuk hal tersebut diatas telah tercantum didalam Perincian Penawaran. (3). (4). Dokumen kontrak. Spesifikasi Teknis dan diuraikan pada setiap pokok-pokok (item) yang tercantum dalam Daftar Uraian Pekerjaan (Bill of Quantities/BQ) yang kemudian nilai/jumlahnya dipindahkan dalam Jumlah Total (Rekapitulasi). atau bagian pekerjaan sebagaimana mestinya dimana hal ini harus dilaksanakan. tetapi untuk kesempurnaan pekerjaan dan untuk pemenuhan terhadap standar kemanan serta dapat berfungsinya/beroperasinya sistem. BQ sebagai dasar/pedoman dalam pengajuan penawaran dan merupakan dasar/pedoman di dalam pembayaran sesuai prosentase prestasi kemajuan pekerjaan. (5).

mencoret. (8). (2) Surat Penawaran terdiri dari : 1 asli lengkap dengan Dokumen yang bertandatangan asli dan 4 copy Surat Penawaran dengan dilampiri seperti butir 3 dibawah ini dengan ketentuan sebagai nerikut: . bea materai. menghapus.94 Volume terlaksana terhadap Volume dalam Kontrak tidak menyebabkan penambahan biaya dalam kontrak. biaya-biaya kewajiban umum kepada Pemerintah yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut (bila ada). Peserta Lelang diwajibkan menggunakan bentuk Contoh Formulir tersebut. Peserta Lelang tidak diperkenankan menambah. atau sudah tercantum/dimasukkan kedalam harga dan pokok item lain. mengganti sebagian atau semua kata-kata yang terdapat dalam kalimatkalimat dalam Daftar Urutan Pekerjaan (BQ) maupun Dokumen Lelang. Harga satuan akan dipergunakan sebagai dasar dalam menghitung pekerjaan tambah dan kurang sekiranya ada instruksi perubahan (variation order/VO). maka dianggap bahwa pokok item tersebut oleh Peserta Lelang telah dihitung. (9). pengangkutan. (10). PASAL 5 : TATA CARA PEMASUKAN SURAT PENAWARAN HARGA (1) Contoh Formulir Surat Penawaran Harga dan lampirannya disediakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa dalam Dokumen Lelang. biaya perlengkapan. hak patent. biaya-biaya umum. upah. Jika Peserta Lelang tidak mengisi harga pada salah satu pokok (item) atau terdapat pokok (item) pekerjaan yang tidak tercantum dalam BQ tersebut. Setiap Harga Satuan Pekerjaan sudah termasuk harga bahan. Apabila ditemukan penipuan atau pemalsuan dalam informasi tersebut perserta lelang akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Peserta Lelang juga harus mengisi formulir kualifikasi dan melampirkan dalam penawaran dilengkapi surat pernyataan di atas materai bahwa informasi dalam isian formulir tersebut benar. PPh. Overhead dan diluar PPN 10%. resiko.

Lampiran G (daftar Peralatan.95 a.. . d. Lampiran F (Struktur Organisasi Kegiatan dan Personil yang akan ditugaskan lengkap dengan CV. h. Daftar Uraian dan Volume Pekerjaan (Bill of Quantity).dan diberi tanggal serta diberi cap Perusahaan. Jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang. Lampiran A Daftar Harga Satuan. Lampiran B Daftar Upah Tenaga dan sewa Peralatan. e. Lampiran E (Metode Pelaksanaan. f. ditandatangani dan bermaterai Rp 6000. i. atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. Surat Penawaran Harga & Lampiran Surat Penawaran. atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. c. diutamakan berpengalaman bangunanbangunan besar. e. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang. Surat jaminan Penawaran (copy). b. Lampiran D (Daftar Rencana Sub Kontraktor/Supplier berikut Surat Dukungan dari Subkon atau Suplier tersebut). b. Jadwal Pelaksanaan dan Network Planning). Lampiran C Analisa Harga Satuan. dilengkapi surat pernyataan Tenaga Ahli yang bersangkutan). j. g. Mesin-mesin yang akan digunakan). Surat Penawaran Asli harus memakai kertas dengan kepala/kop Surat Perusahaan. Ditandatangani oleh pimpinan/direktur utama atau penerima kuasa dari direktur utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. bermaterai dan bertanggal. c. asli diserahkan panitia. d. (3) 1 set berkas penawaran asli dan 4 set copy yang dimasukkan dalam amplop terdiri dari: a.

6.5 surat penawaran tidak diberi materai Rp 6000. e.. 6. Surat Penawaran. 6. amplop tersebut harus tertutup dan dilak pada lima tempat.96 k.6 Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf (buram/sama sekali tidak dapat dibaca). diserahkan kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa. untuk Jaminan Penawaran asli tidak ikut dimasukkan dalam sampul penawaran.3 Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. f). Lampiran H (foto copy brosur).2 6. . (lihat contoh surat penawaran). (4) Semua surat Penawaran dan lampirannya seperti tercantum pada pasal 7 ayat 2 dan 3 harus dimasukkan kedalam sampul penawaran (warna putih tidak tembus kaca). Pada amplop penawaran tidak diperkenankan memakai tanda apapun. Formulir isian kualifikasi disertai surat pernyataan seperti didalam pasal 7 ayat 1. l.1 Surat-surat yang tidak menggunakan kertas kop perusahaan sesuai dengan pasal 7 ayat 2. d. surat pernyataan dan daftar RAB serta surat-surat lainnya khusus halaman pertama tidak dibuat diatas kertas kop pemborong yang bersangkutan.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar. (6) Suatu penawaran dinyatakan tidak sah apabila: 6. (5) Semua surat Penawaran. tidak ada cap perusahaan. dan lampirannya yang dimasukkan dalam sampul penawaran. m. 1 (satu) Disket berisi RAB penawaran (point c. pada alamat dan pada waktu yang telah ditentukan didalam Undangan lelang. 6.4 tidak ditandatangani oleh pemimpin/direktur utama atau penerima kuasa dari pemimpin/direktur utama yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya yang diangkat oleh kantor pusat atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama (associatioan agreement) adalah yang berhak mewakili asosiasi (pejabat dari perusahaan utama /lead firm).

CONTOH SURAT PENAWARAN : KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada …………………….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. ………………….97 6..11 Jaminan penawaran tidak dikeluarkan oleh bank Pemerintah atau Lembaga Keuangan. 6.13 Masa berlakunaya kurang dari yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang.10 Tidak mencantumkan masa berlakunya penawaran. Surat penawaran yang tidak lengkap lampirannya.tanggal…… bulan…. 6. dengan mengambil tempat di…….12 Besaran jaminan kurang dari nominal yang dipersyaratkan dalam dokumen. 6. 6. . atau mencantumkan kurun waktu kurang dari yang diminta dalam dokumen lelang.9 Surat penawaran dari pemborong yang tidak diundang. 6. : ………………. : ………………. di Berkedudukan : ……………….8 6. 6.tahun…. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. Jl.14 tidak ada daftar kuantitas dan harga (BQ).7 Terdapat salah satu lampiran surat penawaran yang tidak ditandatangani oleh penawar dan dan tidak diberi cap dari pemborong yang tidak diundang.

Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. 2004 Materai Rp. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. 3. 6000. 7. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Hormat Kami. Denagn harga borongan d. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6.98 Dengan ini menyatakan : 1.. 4. Lokasi c. CV/ PT. Sanggup dan bersedia melaksanakan. 2. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara.Cap perusahaan Nama Terang Direktur . Pekerjaan b. pada tanggal ……. 5.

jasa. BBM. upah. fluktuasi nilai kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing. mencoret. panitia membuka rapat pembukaan dokumen penawaran. Pajak-pajak. (2) Harga Penawaran bersifat Lump Sum (fixed Price) yang meliputi Nilai semua pekerjaan yang tercantum dalam Gambar. Kebijakan pemerintah dalam bidang moneter. (6) Peserta Lelang diharuskan untuk memberikan harga Penawaran dalam batasbatas yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan Panitia Pengadaan barang/jasa mempunyai hak untuk mendiskualifikasi Peserta Lelang. Berita Acara Aanwijzimg. tarif listrik. Addendum dan semua isi Dokumen Lelang. (7) Bilamana terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf maka nilai penawaran yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. Kesalahan Aritmatik tidak akan mengubah peringkat dan akan diperhitungkan dalam klarifikasi. jika dianggap bahwa Penawaran Harga diajukan diluar batas-batas yang wajar. atau mengganti sebagian atau seluruhnya dari kalimat-kalimat yang tertera dalam Dokumen lelang ini (keterangan tambahan dapat dilihat pada pasal 5 butir (9). material. (4) Harga penawaran dan segala biaya dan harga lainnya yang dicantumkan adalah lump sum/jumlah tetap dan tidak berubah. HPS semen.99 PASAL 6 : HARGA PENAWARAN (1) Harga penawaran harus dicantumkan dalam surat Penawaran Asli dalam Rupiah dan jumlahnya dibulatkan ke bawah dalam ribuan. peralatan. (5) Harga Penawaran tetap sesuai dengan yang dimaksud dalam dokumen lelang ini meskipun Peserta lelang telah (ada) menambah. menyatakan dihadapan para peserta . (3) Harga penawaran bersifat Lump Sum Fixed Price dan tidak akan berubah karena kenaikan /fluktuasi harga bahan. Pada item pekerjaan tertentu atau perubahan atau tambahan pekerjaan berdasarkan instruksi tertulis dari MK yang akan dihitung sebagai Pekerjaan Tambah atau kurang berdasarkan harga satuan dalam Bill of Quantity (BQ). PASAL 8 : PEMBUKAAN SURAT PENAWARAN (1) Pada akhir batas penyampaian dokumen penawaran . Spesifikasi Teknis. jawaban-jawaban Pertanyaan Tertulis.

Pemberi Tugas/Pengguna Jasa mempertimbangkan usulan Panitia Pelelangan untuk ditetapkan pemenangnya. PASAL 10 : KEPUTUSAN HASIL PELELANGAN (1) Penetapan Pemenang oleh Pemberi Tugas/Pengguna Jasa . (4) Panitia membuka kotak dan sampul dokumen penawaran dihadapan para peserta lelang. serta menolak dokumen penawaran yang terlambat dan atau tambahan dokumen penawaran. Panitia akan memeriksa. PASAL 9 : PENILAIAN PENAWARAN (1) Semua penawaran yang masuk akan dievaluasi dan diteliti oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Setelah sampul dokumen penawaran dibuka.2 2. (3) Panitia akan menunjuk 2 (dua) wakil dari peserta pelelangan yang hadir sebagai saksi.1 2. Hasil evaluasi dokumen penawaran akan dilaporakan kepada pemberi Tugas/Pengguna Jasa. Panitia segera memberitahukan kepada calon pemborong (penyedia jasa) yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh dokumen penawaran. (2) Penetapan Pemenang didasarkan atas: 2. Harga penawaran dapat dipertanggungjawabkan setelah diadakan proses penilaian dengan ketentuan bahwa penunjukan Pemenang Lelang terikat pada Penawaran yang terendah. (2) Bagi penawaran yang disampaikan melalui pos dan diterima terlambat. menunjukkan dan membacakan dihadapan para peserta pelelangan mengenai dokumen penawaran. kemudian membuka dokumen penawaran yang masuk. panitia membuka sampul luar dokumen penawaran untuk mengetahui alamat peserta lelang.100 pelelangan bahwa saat pemasukan dokumen penawaran telah ditutup sesuai waktu yang disepakati. Pengembalian dokumen penawaran disertai dengan serah terima. Penawaran secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.3 Penawaran memenuhi Syarat-syarat Administrasi dan dinyatakan sah.

4 Penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga).5 Kesalahan prosedur pelelangan yang menyebabkan pelelangan harus diulang. (2) Surat keputusan ini berikut penetapan Pemenang Pelelangan.101 Atas penetapan tersebut kepada peserta diberi waktu 5 (lima) hari untuk mengajukan sanggahan dalam hal prosedur pelelangan menyimpang dari ketentuan.1 1. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan. Pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri dan calon pemenang berikutnya tidak bersedia melaksanakan pekerjaan tersebut. Nilai penawaran yang masuk kesemuanya melebihi dana yang tersedia. PASAL 11 : PELELANGAN ULANG/PEMBATALAN LELANG (1) Pelelangan dinyatakan gagal atau pelelangan diulang apabila: 1. dan berhak untuk tidak mengikutsertakan Peserta Lelang yang telah diundang dalam Pelelangan sebelumnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. 1. Pemberi Tugas/Pengguna Jasa berhak untuk mengadakan Pelelangan Ulang dengan mengikutsertakan Peserta Lelang yang baru.2 1.7 Sehubungan dengan butir-butir tersebut diatas pada pasal ini disebabkan oleh sesuatu hal Pemberi Tugas/Pengguna jasa terpaksa membatalkan Pelelangan. PASAL 12 : SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) (1) Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ditandatangani maka Perjanjian Pemborongan (kontrak) harus sudah ditandatangani.3 1. maka Peserta Lelang tidak dapat menuntut ganti rugi kepada Pemberi Tugas/Pengguna Jasa atas biaya/kerugian yang telah dikeluarkan oleh peserta lelang. 1. 1. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) serta Dokumen Pelelangan lainnya merupakan dasar dari Perjanjian Kontrak. .6 Sanggahan peserta lelang atas kesalahan prosedur atau pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang ternyata benar.

PASAL 2 1. Pemborong berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan struktur sesuai dengan spesifikasi struktur ini dan gambar-gambar struktur terlampir serta Berita Acara Rapat Penjelasan. . Arsitektur. Rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan struktur (Spesifikasi Struktur) ini. Pemborong berkewajiban memeriksa kesesuaian gambar-gambar struktur. puing-puing. 2. semak-semak belukar dan tanaman-tanaman kecuali apabila ada beberapa tanaman yang dipertahankan sesuai gambar dan atau petunjuk Direksi/MK. maka Pemberi Tugas/Pengguna Jasa akan menerbitkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja).102 (2) Selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Pemborongan (kontrak). 3. Pemborong wajib mempunyai Bagian/ Team Quality Control tersendiri yang khusus mengawasi pekerja-pekerja dan produknya agar sesuai dengan Spesifikasi dan gambar Struktur serta Berita Acara Rapat Penjelasan. : PEKERJAAN PENDAHULUAN Pekerjaan Stripping Seluruh Tapak Bangunan ditambah 3 M dari sisi-sisi Tapak Bangunan harus dibersihkan dari humus dan Lumpur dengan cara stripping. 4. dibuat dengan maksud agar Konstruksi Struktur yang akan dikerjakan memenuhi kualitas/Persyaratan-persyaratan yang tertuang dalam gambar danspesifikasi struktur ini serta Berita Acara. (3) Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) Pemborong harus sudah mulai pekerjaan lapangan. Stripping/Penebasan/Pembabatan tersebut harus dilakukan terhadap semua sampah-sampah. SPESIFIKASI STRUKTUR PASAL 1 : PENJELASAN UMUM 1. Walaupun ada Direksi/MK dengan tugas pengawasannya. a. Mechanical dan Electrical beserta spesifikasinya masing-masing dan melaporkan kepada Direksi/MK apabila terdapat ketidaksesuaian.

2. c. Ketidakcocokkan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya. Segala pekerjaan pengukuran tapak menjadi tanggungan Pemborong. b. d. e. 4.yang tertancap dalam . c. d. Tugu patokan dasar harus dibuat permanen.103 b. harus segera dilaporkan kepada Direksi/MK untuk dimintakan keputusannya. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurangkurangnya 20 x 20 cm. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya boleh dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolit yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. Tugu Patokan Dasar (Reference Bench Mark) a. Segala pekerjaan pembuatan/pemasangan tugu patokan dasar menjadi tanggungan Pemborong. Letak dan jumlah tugu patokan dasar ditentukan oleh Direksi/MK. b. Pengukuran Tapak Kembali a. letak batasbatas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. 3. Semua sisa tanaman seperti akar-akar harus dihilangkan sampai kedalaman minimum 50 cm dibawah permukaan tanah setelah Stripping. letak pohon. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) a. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan) Pemborong wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patokan kayu semutu Meranti Merah dengan ukuran kaso (5/7 cm). tertancap kuat kedalam tanah dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah secukupnya untuk memudahkan pengukuran selanjutnya. Pemborong diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keteranganketerangan mengenai peil ketinggian tanah.

berjarak maksimum 1. Pembangunan sisa galian yang disetujui Direksi/MK atas biaya pemborong. Papan dasar pelaksanaan/Bouwplank dibuat dengan kayu meranti.peil ±0. Pemborong harus melapor kepada Direksi/MK. d. Syarat-syarat Pelaksanaan . PASAL 3 1. c. termasuk didalamnya adalah pada pekerjaan resevoir. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi atau sejauh jarak tertentu sehingga tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan. dengan ukuran tebal 3 cm. pit. bahan-bahan/peralatanperalatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. b.104 tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau dirubah-rubah. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). lebar 20 cm. Pada papan dasar pelaksanaan harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan semua asas bangunan dan peil ±0. Setelah selesai pemasangan papan pelaksanaan. e. c. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi/ basement untuk pekerjaan sub struktur.00 atau peil reference lainnya dengan cat berwarna jelas dan tidak boleh hilang apabila terkena air/air hujan. Juga termasuk pengamanan galian dan cara-cara pelaksanaannya (jika ada) terutama untuk galian yang membahayakan bangunan eksesting dan pekerja.00 adalah peil lantai dasar bangunan. : PEKERJAAN GALIAN PONDASI Lingkup Pekerjaan a. b. seperti yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk direksi/MK. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.5 meter satu sama lain. 2. saluran-saluran dan pekerjaanpekerjaan lain sesuai gambar yang memerlukan galian. d.

peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. . saluran air. Apabila penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan. Dasar dari semua galian harus waterpas. d.105 a. pondasi dan galian-galian lainnya harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum dalam gambar. bahan-bahan. maka harus digali keluar sedang lubang-lubang diisi kembali dengan pasir. c. e. Pemadatan dilakukan secara berlapis-lapis dengan tebal setiap lapisan 15 cm lepas. b. maka pemborong harus mengisi/mengurug kembali daerah tersebut dengan bahan pondasi yang sama untuk daerah yang bersangkutan. dengan cara pemadatan dan pengujian sesuai dengan spesifikasi struktur pada pasal 04. Apabila terdapat air didasar galian. Persyaratan Bahan Bahan untuk urugan tersebut menggunakan material bekas galian atau dengan mendatangkan dari lokasi lain dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. : PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Galian tanah untuk Resevoir. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan struktur harus disediakan pompa air dengan kapasitas yang memadai atau pompa lumpur yang diperlukan dapat bekerja terus menerus untuk menghindari tergenangnya air lumpur pada dasar galian. dan di tumbuk sampai padat sesuai dengan yang disyaratkan pada pasal 04 mengenai “Pekerjaan Urugan dan Pemadatan”. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. 2. PASAL 4 1. Jenis tanah adalah Sandy Clay atau pasir urug. Pengurugan/pengisian kembali bekas galian harus dilakukan selapis demi selapis.

Jika tidak ada persetujuan tertulis sebelumnya dari Direksi/MK maka pemadatan pada material urug dari atau Sandy Clay tidak boleh dengan dibasahi air. harus diurug kembali sehingga mencapai kerataan yang ditetapkan dengan bahan urugan yang dipadatkan. kotoran seperti puing bekas bongkaran. d. .106 b. sampah dan sebagainya. Terlabih dahulu diadakan test Kepadatan Maksimum pada kadar air. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat pemadat/compactor. Hasil test dilapangan harus tertulis dan diketahui oleh Direksi/MK. kecuali untuk daerah galian pondasi harus mengikuti pasal 03 mengenai “Pekerjaan Galian Pondasi”. beton dan bahan organis lainnya. c. Semua hasil-hasil pekerjaan harus diperiksa kembali terhadap patokpatok referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanaga tersebut. c. 3.D-1557-70. Tanah harus tidak mengandung akar. Toleransi pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian dan pengurugan adalah ± 50 mm terhadap kerataan yang ditentukan. Tidak mengandung batuan yang lebih besar dari 10 cm. e. d. f. dan mencapai peil permukaan tanah yang direncanakan test kepadatan optimum harus mengikuti ASTM. Pemborong harus membuat saluran-saluran sementara untuk mengeringkan lokasi-lokasi tersebut misalnya dengan bantuan pompa air. bekas dinding bata. Pada daerah yang basah/ada genangan air. b. g. tiap-tiap lapisan 20 cm tanah lepas dan dipadatkan sampai mencapai Kepadatan Maksimum pada kadar Air Optimum. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal max. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran. Penggalian yang melebihi batas yang ditentukan.

Lingkup Pekerjaan a. b. Pekerjaan urugan pasir urug/sirtu dilakukan diatas dasar galian tanah. tanah lempung. disiram air dan atau dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui Direksi/MK. dibawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur beton yang berhubungan dengan tanah seperti pondasi. i. 2. peralatan. PASAL 6 : PEKERJAAN URUGAN KEMBALI BEKAS GALIAN PONDASI 1. dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini . 3. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. b. dan lain sebagainya. hingga mencapai tebal padat yang diisyaratkan dalam gambar. bahan-bahan. Persyaratan Bahan a. Setiap lapisan harus dikerjakan sesuai dengan kapadatan yang dibutuhkan dan diperiksa melalui pengujian lapangan yang memadai.107 h. tajam. dan keras. pile cap dll. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Setelah pemadatan selesai. sisa urugan tanah harus dipindahkan ketempat tertentu yang disetujui secara tertulis oleh Direksi/MK atas biaya Pemborong. PASAL 5 : PEKERJAAN URUGAN PASIR URUG / SIRTU PADAT 1. bahan-bahan. Lapisan sirtu padat dilakukan lapis demi lapis maksimum tiap lapis 5 cm. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan di atas dan harus dengan persetujuan tertulis dari Direksi/MK. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk memperoleh hasil pekerjaan yang baik. sebelum dimulai dengan lapisan berikutnya. Sirtu kelas A yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bebas dari lupur. Setiap lapisan sirtu harus diratakan. lantai basement.

g. tahi gergaji. 3. Persyaratan Bahan Bahan dalam bentuk: Beton. peralatan. baja. Acuan harus dapat menghasilkan bagian konstruksi yang ukuran. . Septictank dan semua pekerjaan ynag ditujukkan dalam gambar struktur atau sesuai petunjuk Direksi/MK. Syarat-syarat Pelaksanaan a. 2. b. Syarat-syarat lain yang harus sesuai dengan yang diuraikan dalam pasal 04 butir 3 ayat a s/d n. tekanan lateral dan tekanan yang diizinkan dan peninjauan terhadap beban angin dan lain-lain. Semua ukuran-ukuran penampang Struktur Beton yang tercantum dalam gambar stuktur adalah ukuran bersih penampang beton. paku. Kayu-kayu bekas bekisting atau lain-lain tidak boleh dibiarkan tertinggal pada waktu pengurugan dilaksanakan kecuali jika ada persetujuan tertulis dari Direksi/MK. Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan kembali bekas galian. tidak termasuk plesteran/finishing. Syarat-syarat Pelaksanaan a. yaitu bekas galian pile Cap. f.108 dengan baik. Tie Beam. pasangan bata. elevasi dan posisinya sesuai dengan gambar-gambar konstruksi. PASAL 7 1. b. kerataan/kelurusan. : PEKERJAAN ACUAN/BEKISTING Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran yang melekat seperti potongan-potongan kawat. tanah dan sebagainya. yang diplester atau kayu. Perencanaan acuan dan konstruksinya harus direncanakan untuk dapat menahan beban-beban. bahan. pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton. 2.

Permukaan beton harus terlihat baik pada saat acuan dibuka. e. Pada prinsipnya semua penunjang bekisting harus menggunakan steger besi (scalfolding). . Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan. berlubang.Sisi-sisi balok dan kolom yang tidak terbebani 7 hari. b. Cetakan-cetakan bagian konstruksi dibawah ini boleh dilepas dalam waktu sebagai berikut : . Acuan harus dibongkar secara cermat dan hati-hati sehingga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan pada saat pemindahan. Pembongkaran a. k. 4. d. f. Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk/ukuran yang direncanakan atau posisi-posisinya tidak seperti yang ditunjuk oleh gambar. Direksi/Mk mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat sebagai berikut : Konstruksi beton yang keropos yang dapat mengurangi kekuatan konstruksi. .109 i.Sisi-sisi balok dan kolom yang terbebani 21 hari. tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan tidak bergoyang. l. c. Pada bagian terendah (dari setiap phase pengecoran) dari bekisting kolom atau dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. atau retak-retak dan tidak menunjukkan gejala keropos/tidak sempurna. tidak bergelombang. Seluruh bahan-bahan bekas acuan yang tidak terpakai harus dibersihkan dari lokasi proyek dan dibuang pada tempat-tempat yang ditentukan oleh Direksi/MK sehingga tidak mengganggu lahan kerja. Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air semen selama pengecoran. Pembongkaran dilakukan bila cetakannya dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaannya.

tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan penggantian dalam pekerjaan ini. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui secara tertulis oleh Direksi/MK. b. Untuk lantai kerja yang langsung diatas tanah. Pasir Beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 dan PB 1989. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan diatas. . Syarat-syarat Pelaksanaan a. b. bahan-bahan. Air kerja harus memenuhi persyaratan yang memenuhi PB 1989. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. c. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 3. maka lapisan batu pecah dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). harus baru. Pekerjaan lantai kerja merupakan campuran antara PC. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan finishing/struktur pada seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. b. 2. Krikil/split harus memenuhi PUBI 82 dan Pb 1989. PASAL 8 1. - Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya yang memperlemah kekuatan konstruksi. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1:2:3 atau dapat menggunakan beton mutu B0 (Tanpa Tulangan). Persyaratan Bahan a. c. : PEKERJAAN LANTAI KERJA Lingkup Pekerjaan a.110 - Konstruksi beton yang tegak lurus atau rata seperti yang telah direncanakan. Semen Portland harus memenuhi Pedoman beton 1989. d.

Keahlian dan Pertukangan Pemborong harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. Peraturan-peraturan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya. . Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung.1989-F 3.111 PASAL 9 1. harus dibuatkan lantai kerja dari beton tak bertulang dengan beton mutu B0 (tanpa tulangan) setebal minimum 5 cm atau seperti tercantum pada gambar pelaksanaan. SNI. Agregat (Aggregates). Semen Semua semen yang digunakan adalah semen portland setara semen Holcim.03-1726-2003. 2. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung di atas tanah. SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. Persyaratan Bahan a. termasuk ketentuan. b.1727. baik untuk pekerjaan Struktur Bawah/Pondasi maupun Struktur Atas. SNI. peralatan dan alat-alat bantu lainnya serta pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton berikut pembersihannya sesuai yang tercantum dalam gambar. maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut: • • • Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. : PEKERJAAN BETON BERTULANG Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 4. tolerensi dan penyelesaian. bahan-bahan.

kualitas beton adalah beton Ready Mix K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk silinder beton ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm pada usia 28 hari). . 2. Syarat Khusus untuk Beton Ready Mix : 1. 5. Besi Beton (Steel Bar) Semua besi beton yang digunakan bebas dari kotoran-kotoran. Air Air yang digunakan untuk semua pekerjaan-pekerjaan dilapangan adalah air bersih. tulangan. Direksi/MK akan menolak setiap Beton Ready Mix yang sudah mengeras untuk tidak digunakan dalam pengecoran. Kerikil dan batu pecah (agregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 38 mm c. mempunyai penampang yang sama rata. kontinuitas penyediaannya dan mempunyai/mengambil material-material dari tempat tertentu ynag tetap dan bermutu baik. minyak atau lemak. mengelupas. tidak berwarna. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Jenis baja dengan mutu sesuai yang tercantum dalam gambar dan bahan. Kualitas Beton 1) Kecuali bila ditentukan lain dalam gambar. tidak mengandung bahan-bahan kimia (asam alkali). d. Disyaratkan agar pemesanan Beton Ready mix dilakukan pada Supplier Beton Ready Mix yang stabilitas mutunya.112 Semua pemakaian batu pecah (agregat kasar) dan pasir beton bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanah liat atau kotorankotoran lainnya). e. lapisan minyak/karat dan tidak cacat (retak-retak. 2) Pemborong harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh direksi/MK dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan tekanan beton karakteristiknya. luka dan sebagainya).

2) Sebelum pengecoran dimulai. c. 3) Benda uji kubus harus ditandai dengan suatu kode yang menunjukkan tanggal pengecoran. Agregat diukur menurut berat. Pasir diukur menurut berat. Pengecoran Beton 1) Pemborong harus mengajukan permohonan tertuliskepada Direksi/MK minimal 3 (tiga) izin pengecoran hari sebelum tanggal/hari pengecoran. batu. bagian struktur yang bersangkutan dan lain-lain data yang perlu dicatat. percetakan benda uji kubus dan juringnya harus dibawah pengawasan Direksi/MK. d. Adukan Beton Yang Dibuat di tempat (Site Miking) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat : Semen diukur menurut berat. tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. . walaupun disupply oleh Perusahaan Beton Ready Mix. tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. sedangkan untuk benda uji berbentuk silinder. adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit selam pengangkutan. b. 4) Pengecoran harus dilakukan secara terus menerus (continue/tanpa berhenti). maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu. tetap merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari Pemborong. Test Beton (Pengujian Mutu Beton) 1) Untuk benda uji kubus. 3) Pengecoran dilakukan selapis demi selapis. Beton Ready Mix yang tidak memenuhi mutu yang diisyaratkan. Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (concrete batching plant).113 3. 2) Pengambilan adukan beton. cetakan harus berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm.

. yaitu memperlihatkan permukaan yang halus bila cetakan dibuka. h. Pembengkokan dan Penyetelan Besi Beton 1) Pembengkokan besi harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti/tepat pada posisi pembengkokan sesuai gambar. f. Selama penggetaran. 3) Konstruksi beton secara natural harus diusahakan sekedap mungkin. hujan atau aliran air dan perusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. 2) Pekerjaan beton yang telah selesai harus bebas kropos (honey comb). pengeringan oleh angin. 2) Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil. sesuai dengan gambar dan harus sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya.114 e. 2) Semua permukaan beton harus dijaga tetap basah terus menerus selama 14 hari. Kotoran-kotoran disingkirkan dengan air dan menyikat sampai agregat kasar tampak. jarum tidak boleh digerakkan kearah horisontal karena hal ini akan menyebabkan pemisahan bahan-bahan. Pemadatan Beton 1) Beton yang dipadatkan dengan menggunakan vibrator dengan ukuran yang sesuai selama pengecoran berlangsung. Curing Dan Perlindungan Atas Beton 1) Beton harus dilindungi sejauh mungkin terhadap matahari selama berlangsungnya proses pengerasan. Beton yang keropos/bocor harus diperbaiki. 4) Saat pengecoran pemborong harus menyediakan paling sedikit 2 (dua) vibrator cadangan. Siar Pelaksanaan dan Urutan/Pola Pelaksanaan Permukaan dari beton lama supaya dibersihkan dangan seksama dan dikasarkan. i. 3) Pemborong harus menyiapkan vibrator-vibrator dalam jumlah yang cukup untuk masing-masing ukuran yang diperlukan untuk menjamin pemadatan yang baik.

Dinding dan/atau seperti tercantum dalam Gambar Kerja. Pasir yang dipakai mempunyai gradasi 2 mm. Pola pemasangan Ubin Keramik harus sesuai dengan Gambar Kerja / Shop Drawing atau sesuai dengan petunjuk pabrik. 2. Garis-garis tepi Ubin Keramik yang terbentuk maupun siar-siar harus lurus.5 mm untuk setiap 2 m2. 4) Sebelum besi beton dipasang.115 3) Pemasangan selimut beton (beton deking) harus sesuai dengan gambar detail standard penulangan. Persyaratan pelaksanaan aduk & pengisi aduk perekat harus sesuai dengan spesifikasi pabrik agar didapatkan hasil yang baik. PEKERJAAN DINDING BATU BATA 1. kotoran serta bahan-bahan lain ynag dapat mengurangi daya lekat. Toleransi kecekungan adalali 2. 7) Sebelum pengecoran semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. besi beton harus bebas dari kulit besi karat. Tidak dibenarkan menyiram Air Semen ke permukaannya. harus dicuci dan disaring. 5) Ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam pemanpang beton. lemak. 6) Sengkang-sengkang harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. sehingga tidak menonjol kepermukaan beton. tebal 2 cm diberi campuran additive calbond. Lingkup Pekerjaan . Lebar siar harus sama yaitu maximum 3 mm dengan kedalaman 2 mm. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pemasangan Ubin Keramik/Ceramik Tile untuk pekerjaan Finishing Lantai. PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAAN UBIN KERAMIK 1. Persyaratan Pelaksanaan Adukan yang dipakai 1 PC : 4 Pasir.

kecuali pasangan batu bata semen trasram b. e. kamar mandi. h. 2. c. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok/pondasi sampai minimum 200 cm di atas permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah (toilet. g.-syarat Pelaksanaan a. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. d. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air dalam atau drum hingga jernih. Syarat. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 9" harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 15 x 15 cm dengan tulangan pokok 4 diameter minimal 10 mm beugel diameter : 6 mm jarak 10 cm. f. Setelah batang terpasang dengan aduk. Untuk dinding trasram/rapat air dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir pasang. yang . WC) serta pasangan batu bata di bawah permukaan tanah. naad/siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. setiap tahap maximum 24 lapis per harinya. sedangkan jarak antar kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. Seluruh dinding dari pasangan batu bata dengan aduk campuran 1 PC : 3 PSR : 10 KPR. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan batu bata sama sekali tidak diperkenankan. Dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan.116 Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi / MK.

c. Persyaratan Bahan a. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi : • Berapen • • • Plesteran Plesteran kedap air Plesteran halus/aci halus • Dan/atau seperti ketentuan dalam Gambar Kerja Pekerjaan plesteran ini.117 terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm. untuk semua permukaan pasangan batu bata baru serta permukaan beton yang terlihat dinyatakan tampak ataupun yang diperlukan untuk difinish. j. 2. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING 1. kecuali bila satu dan hal lain hal ditentukan lain oleh Direksi / MK. d. Plesteran kedap air adalah campuran 1 Pc : 4 Psr. i. Pasangan batu bata trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diisi dengan adukan 1PC : 4 pasir. Campuran plesteran yang dimaksud adalah yang cara pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit b. Tidak diperkenankan memasang batu bata yang patah lebih dari dua. . e. Berapen adalah plesteran kasar dengan campuran aduk kedap air yaitu 1 Pc : 4 Psr dipakai untuk menutup permukaan dinding pasangan batu bata yang tertanam dalam tanah hingga ke permukaan tanah dan/atau lantai. Aduk plesteran ini untuk menutup semua permukaan dinding pasangan batu bata bagian dalam bangunan terkecuali yang dinyatakan kedap air seperti tercantum dalam Gambar Kerja. lantai k. Plesteran adalah campuran 1 Pc: 3 Psr : 10 Kpr.

tidak bergelombang. permukaan beton harus dibersilikan dari sisa-sisa bekisting kemudian di ketrek/scratched. belum mengering pada waktu pelaksanaan pemasangan. Plesteran halus/aci halus adalah campuran PC dengan air yang dibuat sedemikian rupa sehingga mendapat campuran yang homogen.118 f. Semua lubang-lubang bekas pengikat existing atau formite harus tertutup aduk plesteran. misalnya ubin keramik dan lainnya. Semua jenis aduk plesteran di atas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu segar. tidak berongga serta berlubang. j. Pekerjaan ini tidak berlaku apabila bahan finishing tersebut cacat. k. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom/lantai yang dinyatakan dalam Gambar Kerja dan/atau sesuai peil-peil yang diminta dalam Gambar Kerja. n. Sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran pada permukaan pasangan batu bata dan beton. . l. Aduk plesteran ini untuk menutup semua permukaan dinding pasangan batu bata bagian luar/tepi luar bangunan. i. tidak mengandung kerikil ataupun benda-benda lain yang membuat cacat. g. penuh dan padat. Semua permukaan yang akan menerima bahan finishing. semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding pasangan batu bata seperti tercantum dalam Gambar Kerja. maka permukaan plesteran harus diberi alur-alur garis horisontal untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan/material finishing tersebut. Permukaan semua aduk plesteran harus diratakan. m. Pekerjaan plesteran halus adalah semua permukaan pasangan batu bata dan beton yang akan difinish dengan cat. Plesteran ini adalah pekerjaan finishing yang dilaksanakan setelah aduk plesteran sebagai lapisan dasar beruinur 7 hari (sudah kering benar) h. Permukaann plesteran tersebut khususnya plesteran halus harus rata.

Tidak dibenarkan pekerjaan finishing pernuikaan plesteran dilakukan sebelum plesteran beruinur lebih dari 2 minggu. maka diharuskan menggunakan kawat ayam yang diikatkan ke permukaan pasangan batu bata atau beton yang bersangkutan untuk memperkuat daya lekat plesteran. Peraturan keramik Indonesia (Nl-19) dan dari distributor . maksimal 2.5 cm. q. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan dinding keramik meliputi seluruh detail yang memperbaiki sampai hasilnya dinyatakan diterima oleh Direksi / disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi/MK. t. untuk setiap jarak 2 M.119 o. Tebal plesteran minimal 1 cm. Lingkup Pekerjaan a. 2. Pembasahan tersebut adalah selama 7 hari setelah pengacian selesai. Jenis : Ceramic tile b. p. Pengendalian seluruh pekerjaan ini hams sesuai dengan peraturan peraturan ASTM. r. s. tidak secara tiba-tiba. Untuk perbaikan bekas bobokan instalasi ME sebelum diplester kembali harus menggunakan kawat ayam yang dikaitkan ke permukaan pasangan bata/beton. Hal ini dilaksanakan dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. Jika ketebalan melebihi 3 cm. PEKERJAAN DINDING KERAMIK 1. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung dengan wajar. Sponengan harus rapi dan lurus. Jika terjadi keretakan. batas toleransi perlengkungan atau pencembungan bidang tidak boleh melebihi 5 mm . Kontraktor harus membongkar dan MK. Untuk permukaan yang datar. Kontraktor harus selalu mcnyiram dengan air sekurang-kurangnya dua kali sehari sampai jenuh.

dengan menggunakan perekatan seperti contoh di atas. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. f. c. sesuai petunjuk pabrik. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. . Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Direksi/MK. d. g. 3. b. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu . yang warnanya akan ditentukan kemudian. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekejaan dalam bagian ini harus baru. Siar-siar keramik diisi dengan am atau yang setara. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari jenis produk yang berlainan) kepada Direksi/MK dan Perencana untuk memperoleh persetujuan. keramik dapat langsung diletakkan. Pemasangan harus diiakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman dalam pemasangan keramik. d.120 Laticrete harus memberikan supervisi dan garansi pemasangan selama 5 tahun c. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi/MK. sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera pada gambar. Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola pemasangan bahan yang disetujui oleh Direksi/MK dan Perencana e. Bidang dinding keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus diadakan. Bahan-bahan yang dipakai. e. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi / MK.

Syarat-syarat Pelaksanaan . keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jernih. kering dengan permukaan rata. k. lurus. Bahan rangka dari kayu Jati yang telah dikeringkan dengan oven.121 h. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan dalam SII 0458-81. kelas kuat I-II dan kelas awet I. dianti rayap. i. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17 %. PEKERJAAN DAUN PINTU KAYU 1. bebas dari cacat seperti retak-retak. b. Mutu dan kualitas kayu dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). c. bahan-bahan. e. j. d. b. Keramik yang sudah terpasang. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar.cat kayu melamic. Pekerjaan pembuatan daun pintu kayu dipasang pada seluruh detail sesuai yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. f. apabila diperlukan digunakan lem kayu produk dalam negeri yang bermutu baik. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus diadakan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. harus dibersihkan dari segala macam nodanoda yang melekat. 2. Bahan finishing daun pintu : . mata kayu dan cacat lainnya. Kayu yang dipakai harus cukup tua. harus yang disetujui Direksi/MK sesuai dengan contoh yang diajukan Kontraktor. mutu A. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Direksi/MK sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. Persyaratan Bahan a. 3. Sebelum keramik dipasang. Setiap sambungan rangka daun pintu dan penempelan /pelekatan lembaran panil dan rangka. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.

tidak bergelombang. f. Sebelum pelaksanaan dimulai. kelas kuat I-II dan kelas awet 1. lurus dan siku sisi-sisinya satu sama lain. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. Sebelum pelaksanaan Kontraktor wajib menyerahkan contoh-contoh bahan/material yang digunakan kepada Direksi/MK untuk mendapatkan persetujuannya. Sebelum melaksanakan pekerjaan. d. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu dan penguat lain. c.122 a. b. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pembuatan kasen kayu meliputi seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-ganibar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubanglubang). mutu kelas A. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. C-M-001 : 1987. b. Daun pintu setelah dipasang halus rata. PEKERJAAN KUSEN KAYU 1. rata. Bahan kosen dari kayu Jati yang telah dikeringkan/oven. c. e. 2. . agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan. Bahan kayu yang dipakai harus memenuhi syarat dan peraturan kayu bangunan untuk perumahan dan gedung yang ditentukan dalam PKKI. penimbunan bahan-bahan pintu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. PUBI 82 pasal 37 dan SII 0458-Sl. Persyaratan Bahan a. Persyaratan pengawetan bahan kayu harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Standard Kehutanan Indonesia (SKI) No. Semua permukaan kayu harus diserut halus.

bebas dari cacat seperti retak-retak. mata kayu dan cacat lainnya. untuk seluruh bahan kayu kosen yang digunakan. tidak terkena cuaca langsung dari kerusakan dan kelembaban. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17 %. lurus. Angker. Syarat-syarat Pelaksanaan a. f.123 Bahan pengawet yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam tabel I dan 2. angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. Ukuran finish kosen sesuai detail gambar. mekanisme dan detail-detail sesuai garnbar. . Sebelum pemasangan. cara pemasangan. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang- lubang) termasuk mempelajari bentuk pola. baut. c. e. penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. untuk plat baja dipakai ketebalan 2 mm. i. g. Accessories. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81. plat dan baut harus dari bahan yang digalvanis. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. sekrup. Kayu yang dipakai harus cukup tua. b. d. (PKKI tahun 1961). Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dan NI-5. h. . Untuk angker dipakai besi baja beton diameter 10 mm. Pengawet kayu Seluruh bahan kayu harus diawetkan dengan "Tanalith CT 116/Diffusol CB concetrate" atau cara-cara lain dari pengawetan kayu yang diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi / MK. Sebelum melaksanakan pekerjaan. kering dengan permukaan rata. lay out/penempatan.

Semua kayu tampak harus diserut halus. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna b.124 d. KERJAAN PINTU DAN JENDELA DAUN KACA 1. rata. bentuk profil. type kosen dan arah pembukaan pintu/jendela g. Pekerjaan dan pembuatan pintu jendela kaca dipasang diseluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam ganibar. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Detail kosen dan sanibungan dengan material lain harus disesuaikan dengan type pintu/jendela yang akan terpasang. lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya dan di Iapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan. k. i. e. h. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan cermin sebagai pelengkap wastafel. PEKERJAAN CERMIN 1. vernis. Pada setiap sisi kosen pintu yang tegak dipasang 3 angker dan untuk sisi kosen jendela 2 angker. . Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kosen-kosen harus lurus dan siku. meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti Direksi / MK. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. j. Kosen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran. Lingkup Pekerjaan a. Kosen tidak diperkenankan dipulas dengan cat. dipasang pada setiap wastafel. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Ukuran cermin 50 x 60 cm. bahan-bahan. Semua kosen yang melekat pada dinding beton/bata diberi penguat angker diameter minimum 10 mm. sehingga mekanisme pembuatan pintu/jendela bekerja dengan sempurna. f.

Ukuran. Pekerjaan Pemasangan Kaca. Sebelum pemasangan kaca. Sisi-sisi kaca yang tampak maupun tidak akibat pemotongan harus digurinda dan dihaluskan sampai berbentuk tembereng. persyaratan-persyaratan atau sesuai petunjuk direksi. sesuai standar pabrik. semua rangka pemegang sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja dan persyaratan pekerjaan untuk bahan rangka pemegang tersebut. e. b. tebal warna dan jenis bahan yang dipasang sesuai dengan gambar kerja. b. Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut siku serta tepi potongan yang rata dan lurus. Ukuran rangka pintu jendela sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. bebas sulfida maupun bercakbercak.3 mm Toleransi lebar dan panjang tidak boleh melebihi 2 mm. buku spesifikasi ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi/MK. Tepi kaca pada sambungan atau antara kaca dengan rangka pemegang harus diberi sealant atau dempul khusus untuk menutupi celah dengan rangka seperti yang disyaratkan dalam gambar kerja. . Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan keahlian dan ketelitian. Syarat dan Mutu Dimensi. c.5 mm/in. Kesikuan. Toleransi ketebalan kaca lembaran tidak boleh melebihi dari 0. d. kecuali disyaratkan lain oleh direksi. 3. Persyaratan Bahan a. tidak bergelombang dan harus mcmenuhi standar bahan yang berlaku di Indonesia. Toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. Pemotongan harus rapi dan lurus. Syarat-syarat Pelaksnaan a. Rangka mutu dan persyaratan bahannya sama bahan yang digunakan untuk kosen. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar kerja. Semua kaca harus bebas dari noda dan cacat.125 2. menggunakan alat pemotong kaea khusus. f.

PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI 1. Meliputi pengadaan. Kualitas Pekerjaan • • • • Tidak boleh terjadi retak tepi pada semua kaca akibat pemasangan list maupun skrup. pengamanan dan perawatan dari seluruh alatalat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar.126 g. 2. retak dan tergores. bahanbahan. Semua kerusakan yang timbul menjadi tanggung jawab kontraktor untuk memperbaiki sampai pekerjaan selesai. Lingkup Pekerjaan a. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Apabila masih terlihat adanya gelombang. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan. untuk itu pekerjaan kaca harus diberi tanda agar mudah terlihat/diketahui. yang telah disetujui Direksi/MK. Pelat ini dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel. b. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup Pekerjaan a. Semua hardware dalam pekerjaan ini. Semua kaca pada saat terpasang tidak boleh bergelombang. pemasangan. • Kontraktor wajib memelihara dan melindungi hasil pekerjaan dari kerusakan dan benturan. b. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal terbuat dari pelat aluminium yang tertera nomor pengenalnya. Biaya untuk hal ini menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah. dari produk yang bermutu baik. sempurna dan tidak bergeser dari rangka pemegang dan list yang ada. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar. Kaca harus telah terkunci dengan baik. . c. maka kaca tersebut harus dibongkar dan diperbaiki/diganti.

Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini. Engsel sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan karat dan cukup kuat. Setelah kunci terpasang. diberi door stop. Untuk pintu toilet. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka.127 d. Engsel tengah di pasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. dipasang dengan baik pada lantai dengan menggunakan sekrup. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas. b. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. 3. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pemasangan plafond asbes plat seperti yang yang ditunjukkan dalam gambar kerja . diatur sedemikian rupa sehingga pintu selalu menutup rapat pada kosen pintu. PEKERJAAN PLAFOND ASBES PLAT 1. d. misalnya Stainlees steel. harus terpasang kuat pada rangka daun pintu e. Kunci tanam. g. serta dapat berfungsi dengan baik. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali. jarak tersebut diambil dari sisi atas dan sisi bawah dan pintu semua. f. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Pemasangan door closer pada batang kosen dan daun pintu. Direksi /MK dapat meminta untuk mengadakan testtest laboratorium yang dilakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. e. f. c. Apabila dianggap perlu.

128 2. b. Syarat-syarat Pelaksanaan a. pekerjaan lain yang terletak di atas plafond harus sudah terpasang dengan sempurna. maka harus diteliti terlebih dahulu pada gambar instalasi yang lain. PEKERJAAN CAT EMULSI 1. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. lubang dan pecah-pecah). Semua bahan cat yang digunakan adalah: cat produk Mowilex atau setara Cat dinding luar/exterior. tidak terdapat cacat (retak. d. Rangka penggantung plafond harus sesuai dengan pola Gambar Kerja dan wajib diperhatikan terhadap peil rencana. sprinkler dan perlengkapan instalasi lain yang diperlukan. Apabila pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum dalam Gambar Rencana Plafond. Syarat-syarat Bahan a. Sebelum dilaksanakan pemasangan plafond. lemak. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pada pasal 54 dan NI-4. sound system. tire alarm/fire detector.l : elektrikal. Lingkup Pekerjaan Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dan dalam serta pada seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar 2. 3. a. c. Pada pekerjaan plafond perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat berkaitan erat. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. b. . b. AC. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. Syarat-syarat Pelaksanaan a. c.

Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapis dengan cat dasar. Contoh bahan yang telah disetujui.129 d. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi/MK. i. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh Kontraklor untuk mendapatkan persetujuan Direksi/MK sebelum pekerjaan dimulai/dilakukan. Hasil pengerjaan harus baik. Lingkup Pekerjaan . serta pengerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan. PEKERJAAN PENGECATAN KAYU ACID CURING (MELAMIC) 1. atau kerusakan. warna dan pola textur merata. m. dan akan menginstruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan diserahkan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh Kontraktor ke tempat pekerjaan. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil/berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut. Sebelum bahan dikirim kelokasi pekerjaan. k. sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna. Kontraktor harus memperbaiki/mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. f. kontraktor harus menyerahkan/mengirimknn contoh bahan dari beberapa macam hasil produk kepada Direksi/MK. j. selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan. h. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan perawatan/keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. l. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik pembuatnya. e. g.

lemak. lubang dan pecah-pecah). tidak terdapat cacat (retak. Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan amplas besi dan setelah memenuhi persyaratannya barulah siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dengan persetujuan Direksi/MK. PEMBONGKARAN DAN PENGAMANAN SETELAH PEMBANGUNAN a. 3. permukaannya halus dan intensitas warna untuk setiap bagian interior. tahan terhadap udara dan garam. Persyaratan Bahan a.130 Pekerjaan pengecatan ini dilakukan meliputi pengecatan permukaan kayu yang nampak serta pada seluruh detail yang disebut/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi/MK. 2. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. furniture harus sama (disesuaikan colour scheme material). Hasil akhir finishing melamic harus rata. Pembersihan tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam lingkup pekerjaan seperti yang tercantum di gambar kerja dan terurai dalam buku ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi menjadi tanggung jawab kontraktor. PEKERJAAN PEMBERSIHAN. Harus masih tersegel baik dalam kemasannya dan tidak cacat. . Bahan dari kualitas utama. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan serta dalam keadaan kering. Syarat-syarat Pelaksanaan Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata. Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dari produk tersebut diatas mengenai kemurnian cat yang akan digunakan. b. Bahan didatangkan langsung dari pabrik.

antara lain : • • Instalasi listrik dan penangkal petir. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL KETENTUAN UMUM 1. Peraturan dan syarat-syarat umum. Kontraktor harus membuat pengamanan terhadap barang/material yang terpasang dari kerusakan-kerusakan untuk meminimalkan pekerjaan perbaikan d. SIKA / SPI dari PLN Jateng Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. Untuk instalasi listrik : . lubang tangga atau bagian bangunan yang belum selesai yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalamnya. Selama pembangunan berlangsung kontraktor harus menjaga keamanan bahan/material maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima. c. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. Kontraktor harus membuat pagar pengaman sementara dari kayu ataupun material lain untuk melindungi atau menghindarkan adanya kecelakaan akibat adanya lubang shaft. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • • • • • Ketentuan umum ini Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2.131 b.

3. Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Telekomunikasi. Lingkup Pekerjaan. 59/PD/1980.53. (Direktorat Jenderal Cipta Karya. b. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.5. • c. . 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. Pedoman 699. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. PT Telekomunikasi.1987/UDC d. Untuk Instalasi Penangkal Petir : PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum.887. Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat. Perencanaan penangkal petir SKB-1. • Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. • • • Ketentuan dari PAM setempat.132 • • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. Untuk Instalasi Telepon : • • • • Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan. 024PRT/1978) Pedoman pengawasan instalasi listrik.2. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well : • • Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. Direktorat Teknik Penyehatan).

maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik. maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas. • Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat. pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas. Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi. Penyambungan PLN. • • • • • Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang. • Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan. Syarat Mengenai Bahan : • Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas. c. adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini. Penjelasan Umum Pekerjaan : Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain. telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).133 • Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja. PAM. disamping syarat- . • Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan. d. b. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan.

Testing dan Commisioning. bahan-bahan utama. e. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan. bahan-bahan pembantu dan lainnya. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk : • • Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin.134 syarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari : • • • • • • Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures. • Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas. exit lightning dan emergency lightning) Pentanahan b. sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. sebanyak yang diperlukan. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. . Serah Terima Pekerjaan. 2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan. • Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f.

harus buatan Merlin Gerin atau sederajat. Persyaratan Bahan. MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch. Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.135 Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. dan 2 mm untuk papan pembagi utama. Panel Listrik • • • • • Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1. Pilot Lamp & Circuit Braker.6 mm untuk sub panel. Komponen-komponen panel seperti MCCB. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. generator maupun penangkal petir. b. warna cat akhir akan ditentukan setempat. 4. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton. pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo. a. 1 ohm. Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram. Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco. Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Kabel Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY . 3.

arto light. Persyaratan Pemasangan a. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. atau sederajat 5. imlex atau esderajat d. c. Kabel Kabel utama • • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. aman dan mudah diperbaiki Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0.7 mm dan dicat dengan cat baker. clipsal.136 • • Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. warna putih merk LOMM atau sederajat. Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT. Ballas elektronik merk Philips. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. LOMM atau sederajat. legrand. .

. • • • • • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. Kapasitas kontak 10 CMP. Kabel dalam bamgunan. • • • • Pemasangan kabel harus rapi. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Pemasangan : a.5 x diameter kabel. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. terpasang pada bagian bangunan. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan.137 • • Sebelum penarikan kabel dimulai. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. lurus dan kuat. Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. Saklar harus model tanam. INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). dipasang 130 cm diatas lantai. Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara.

bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. bahan-bahan utama. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). • Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. yaitu terdiri dari : a. Rod Electrode. zink. Urinor. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. urinoir. 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 cm. c. Alat-alat Sanitair : • • • • • • Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. c. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Skat Urinor dll Kaca cermin b. PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.138 b. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar . Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet.

System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat.450 rpm D 1. 2.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve. Sistem Air Bersih 1) Pompa Penyalur (transfer Pump) • • • • • • • • • Merk Type Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya GAE atau setara SM 441 – 5. Persyaratan bahan dan peralatan a. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 KW 15 meter 12 m3/h 1.139 d. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan b. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.5 HP 1.

Valve. screw end. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. c. 2.140 4 buah lower level. screw type. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. Persyaratan a. untuk tangki atas. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. flange and ex KITAZAWA. . Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. Co2 atau sejenisnya. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. 2) Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium.

Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 3. 2. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. dari jawatan keselamatan kerja. Apabila timbul persoalan. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. . c. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. Peraturan-peraturan. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs).141 b. • • • • • • Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. b. Syarat-syarat umum a. ijin-ijin dan standar-standar a. Pada waktu pelaksanaan.

6. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. . c. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Starting. 5. e. b. testing. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. 3. Pekerjaan Pipa. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Petunjuk Khusus a. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. lantai 2 b. d.142 b. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Pekerjaan. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . servising dan maintenance.

Pemyambungan kabel . indikator. Bahan. Pekerjaan Listrik 7. d. Semua panel. b. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%.143 Pemborong harus berkoordinasi. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Peralatan • • • • • hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. b. • Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. c. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. persyaratan PLN. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Syarat-syarat • Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : a. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. switch.

dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis . Kipas Angin / Exhaust Fan a. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. 2.5 m. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet.144 Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : • • • • Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. rating CFM dengan toleransi 10%. merk yang digunkan nasianal. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. d. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. KDK atau setara. e. Mutu alat-alat dan bahan 1) Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. c. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. b.

griller. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Syarat • • • Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. f. 2) Tenperatur • Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. motor dan system pengaturan listrik yang ada. 6) Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Penjelasan sistem 1) Listrik • Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. difuser. • Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. 5) Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. . fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. 7) Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. 4) Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. 3) Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. • Pengukuran dan pengujian temperatur.145 2) Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. e.

Pengujian • Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : • Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. • Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. krap dan sejenisnya.146 URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pipa Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. . Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. b.

Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Emergency call • Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging.147 • • Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. terdiri dari 1 buah system amplifer . terdiri dari: • • • • 1 buah cassete deck double players. • Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. • Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. c. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat.80 db) . d. • Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: 1) 1 (satu ) set input source. • Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. 1 buah hand held micropune. volume control di by pass dan full power loud speker. 2) 1 ( satu ) set amplification system. 1 buah table stand microphone. .

148 • • 1 buah power amplifer 240 watt. a. Instalasi • • • • • • • Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. . yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Kotak Pembagi • Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. testing dan penyetelan. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. 2. Penyambungan pipa harus dilem. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. b. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. Semua kabel. rack dan accessories. untuk memasang peralatan dan perkabelan. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. monitor. melakukan pengukuran. b. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI TELEPON 1. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. c. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw.5 mm). Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. 1 buah set swiching. T Doos harus ditutup. harus ditarik didalam pipa.

PERATURAN-PERATURAN DAN SYARAT-SYARAT YANG DIGUNAKAN 1. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Pipa dan konduit: • • Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. e. d. • Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961.6 mm atau lebih. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. d. • Untuk instalasi Inbouw. • Kawat tembaga dengan ukuran 0. Peraturan Umum yang digunakan : a. 14571. • Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. A. c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. . e. • Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. g.V. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik.149 • Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. f. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. b. kabel • Isolasi dan selubung luar dari PVC • Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. • Sebelum pemasangan dimulai. • Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel.

perintah Direksi ataupun Konsultan Manajemen Konstruksi baik sesudah atau selama berjalannya pekerjaan. j. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. kontraktor harus menyelesaikan sesuai petunjuk. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dengan dibuatkan berita acara yang disahkan oleh Pemilik Kegiatan/Direksi. k. serta perubahan di dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan ( Aanwijzing ). Segala sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini yang mana masih termasuk lingkup dalam pelaksanaan pekerjaan ini. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. 2. . 4. PENUTUP 1. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. i. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. l. 3. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan.150 h. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Undang-undang No. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 2. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964.

baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan.10 m. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. Saran 1. . Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Untuk struktur atap menggunakan metal roof 4. B. 6. Untuk lisplank menggunakan tebal plat 0. perhitungannya menggunakan perhitungan manual dan dengan panduan buku-buku struktur bangunan gedung.7. Untuk struktur bawah menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Labalaba.6 – ESRC Nathan Madutujuh Bandung Indonesia.BAB VI PENUTUP A. Untuk plat lantai dan tangga menggunakan tebal plat 0. Untuk pembebanan struktur. 2. 2.12 m. 5. Simpulan 1. Untuk menghitung struktur yang sudah diberi pembebanan dengan menggunakan program SANSPRO Versi 4. 3. 3. Pelaksanaan projek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. 4. Pelaksanaan pembangunan proyek diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.

Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. H. H. DPU. Desain rangka dan Pondsi Beton Dengan SANSPRO 4. Tri Cahyo. 2004. 1983. Diktat Kuliah Teknik Fondasi I. 1987. Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. 2006. Handy. Tri Cahyo.7. 2005. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Bandung. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. Bandung: Maxikom T. Diktat Kuliah Teknik Fondasi II. Bahan Bangunan. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. i . 1998. Yogyakarta. Kardiyono.DAFTAR PUSTAKA Pramono. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Direktorat Penelidikan Masalah Bangunan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->