Kalbu

Last Updated on Wednesday, 20 October 2010 13:53 Wednesday, 20 October 2010 13:49 Written by Hamid Fahmy Zarkasyi 13Share Akhir-akhir ini pendidikan disoroti sebagai terlalu intelektualistis. Terkadang juga dianggap terlalu job-oriented (berorientasi kerja). Sementara pendidikan agama dituduh sebagai terlampau spiritualistis sehingga nampak tidak rasional. Sebenarnya pendidikan dalam Islam tidak demikian. Ia meliputi seluruh aspek dalam diri manusia. Tidak melulu spiritualistis dan tidak pula terlalu intelektualistis atau pragmatis dan praktis. Pendidikan dalam Islam berkaitan dengan soal ilmu dan ilmu dalam Islam berdimensi iman dan amal. Oleh sebab itu pendidikan Islam mengharuskan pemahaman tentang dua hal: pertama letak iman, ilmu dan amal tersebut dalam jiwa manusia. Kedua, bagaimana menanamkan itu semua kedalam diri manusia. Sistim apa yang cocok untuk pengembangan anak dalam berbagai aspek kejiwaannya dalam sebuah sistim pendidikan yang terpadu, perlu dipikirkan terus menerus dan seksama. Namun, sebelum berfikir tentang metode atau sistim perlu dijelaskan terlebih dulu konsep jiwa manusia yang akan menjadi obyek pendidikan itu. Sebab jiwa manusia memiliki bagian-bagian penting yang saling berkaitan. Hakim Tirmidhi seorang ulama abad ke 9 menulis buku berjudul Bayan al-Farq, Bayn alSadr,wa al-Qalb,wa al-Fuad wa al-Lub. (Penjelasan Tentang Perbedaan antara Sadr (sadar), Qalb (kalbu/hati), Fuad (nurani) dan Lubb (akal pikiran). Istilah-istilah sadr yang dalam bahasa Indonesia menjadi sadar-kesadaran ternyara berbeda artinya dari istilah qalb, hati atau kalbu. Fuad yang di Indonesiakan menjadi nurani berbeda lagi dari lubb yang arti sebenarnya adalah akal pikiran yang berimana. Ulul Albab adalah orang yang berakal fikiran tauhidi. Namun itu semua merujuk kepada sesuatu yang bersifat batiniyah. Jika seseorang di bedah dadanya tentu sadr, qalb, fuad dan lub itu tidak akan ditemukan secara fisik. Maka dalam buku ini Hakim Tirmidhi menjelaskan bahwa hati atau qalb itu adalah nama yang komprehensif yang kesemuanya bersifat batiniyah alias tidak zahir alias tidak empiris. Sadr ada di dalam qalb seperti kedudukan putihnya mata di dalam mata. Sadr adalah pintu masuk segala sesuatu ke dalam diri manusia. Perasaan waswas, lalai, kebencian, kejahatan, kelapangan dan kesempitan masuk melalui sadr. Nafsu amarah, cita-cita, keinginan, nafsu birahi, itu pun masuk kedalam sadr dan bukan kedalam qalb. Akan tetapi sadr itu juga tempat masuknya ilmu yang datang melalui pendengaran atau khabar. Maka dari itu pengajaran, hafalan, dan pendengaran itu berhubungan dengan sadr. Dinamakan sadr karena merujuk kepada kata sadara (muncul), atau sadr (pusat). Jadi kesadaran adalah inti atau pusat dari hati (qalb). Jika sadr ada di dalam qalb maka qalb itu ada dalam genggaman nafs atau jiwa. Namun, qalb itu adalah raja dan jiwa itu adalah kerajaannya. “Jika rajanya baik” seperti sabda Nabi, “maka

baiklah bala tentaranya dan jika rusak maka rusaklah bala tentaranya”. Demikian pula baikburuknya jasad itu tergantung pada hati (qalb). Hati (qalb) itu bagaikan lampu dan baiknya suatu lampu itu terlihat dari cahanya. Dan baiknya hati terlihat dari cahaya ketaqwaan dan keyakinan. Sebagai raja qalb adalah tempat bersemayamnya cahaya Iman, cahaya kekhusyu’an, ketaqwaan, kecintaan, keridhaan, keyakinan, ketakutan, harapan, kesabaran, kepuasan. Karena iman dalam Islam berasaskan pada ilmu, maka qalb juga merupakan sumber ilmu. Karena sadr itu tempat masuknya ilmu, sedangkan qalb itu tempat keimanan, maka di dalam qalb itu pun terdapat ilmu. Jika qalb (hati) itu adalah mata maka fuad itu adalah hitamnya pupil mata. Fuad ini adalah tempat bersemayamnya ma’rifah, ide, pemikiran, konsep, pandangan. Ketika seseorang berfikir maka fuadnya lebih dulu yang bekerja baru kemudian hatinya. Fuad itu ada ditengah-tengah hati, sedangkan hati ditengah-tengah sadar. Jika qalb adalah mata, sadr adalah putih mata, fuad adalah hitamnya pupil mata, maka lubb adalah cahaya mata. Jika qalb adalah tempat bersamayamnya cahaya keimanan dan sadr tempa cahaya keislaman, dan fuad adalah tempat cahaya ma’rifah maka lubb berkaitan dengan cahaya ketauhidan. Gambaran diatas mungkin nampak terlalu spiritual atau dalam bahasa Kant transcendent. Tapi memang proses berfikir demikian adanya. Hanya saja yang ditekankan disini bukan bagaimana ilmu didapat akan tetapi bagaimana ia berproses menuju dari ilmu menjadi iman. Apabila pendidikan Islam memperhatikan potensi batiniyah manusia seperti digambarkan Hakim Tirmidhi diatas maka yang akan lahir adalah manusia-manusia tinggi ilmu dan imannya sekaligus banyak amalnya. Yaitu manusia-manusia yang hati (qalb), kesadaran (sadr), nurani (fuad) dan fikirannya (lubb) berjalan seimbang. Wallau a’lam

Pendidikan Spiritual?
Wednesday, 20 October 2010 12:37 Written by Dinar Dewi Kania 13Share Peradaban Islam adalah peradaban ilmu yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dari pembangunan masyarakatnya. Islam menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai suatu ibadah dan merupakan kewajiban bagi tiap individu. Ibn Khaldun mengatakan pendidikan haruslah diletakkan sebagai bagian integral dari peradaban karena peradaban sendiri adalah isi pendidikan. Namun, nilai ideal pendidikan Islam yang bersifat transenden dan integral, tidak memisahkan antara alam fisik dan alam metafisik, harus tersingkir akibat beberapa faktor eksternal maupun internal yang dialami oleh umat Islam.

Peradaban Barat yang sekular-liberal kemudian berhasil menyebarkan worldviewnya melalui ilmu pengetahuan, baik sains maupun humaniora, ke hampir seluruh wilayah dunia dan terjadilah seperti apa yang dibayangan filsuf asal Perancis, Auguste Comte, pada abad ke 19, bahwa kebangkitan sains Barat akan menggantikan agama dari peradaban. Kebangkitan sains di Barat juga telah menggantikan jiwa manusia dengan akal pikirannya. Tubuh manusia dianggap tak lebih dari sebuah mesin yang sempurna diatur, dan bekerja dengan prinsip-prinsip hukum matematika. Fritjof Capra seorang ilmuwan Barat dalam bukunya The Turning Point mengungkapkan kegelisahannya. Menurutnya, saat ini para ahli dalam berbagai bidang tidak lagi mampu menyelesaikan masalah-masalah mendesak yang muncul dalam bidang keahlian mereka. Para ekonom tidak mampu lagi memahami inflasi%pit yang tidak cukup untuk menyelesaikan masalah2C onkolog bingung tentang penyebab kanker, psikiater dikacaukan oleh schizofrenia, polisi semakin tidak berdaya oleh semakin tingginya tingkat kriminalitas. Ia menambahkan bahwa sebagian besar akademisi menganut persepsi-persepsi realitas yang semmasalah besar yang merupakan masalah sistemik, artinya, persoalan tersebut saling berhubungan dan saling bergantung (Capra, 2004 : 8-9). Problematika dunia Barat bukan sekedar problem intelektual, melainkan lebih pada krisis emosional atau lebih tepatnya krisis eksistensial. Ketika sains menjadi menjadi agama baru maka timbulah spiritual phatology, krisis makna, dan masalah kejiwaan lainnya. Agama Kristen telah lama ditinggalkan oleh pengikutnya sehingga Barat sangat bergantung kepada psikologi untuk memahami manusia dengan segala problematikanya. Psikologi klasik di Barat pada awalnya terkait erat dengan agama Kristen, yaitu ketika pada abad ke 13, Thomas Aquinas memadukan psikologi dengan teologi dan etika Kristiani. Namun akhirnya psikologi berangsur-angsur mengadopsi filsafat materialisme dengan munculnya pemikiran Decardes, dan positivisme dari tradisi sains Cartesian-Newtonian yang mengubah secara radikal pokok kajian dan metode psikologi. Kemudian lahirlah aliran psikologi seperti behaviorisme dalam tradisi Watson dan Skinner, dan psikoanalisis yang berasal dari Freud. Sehingga Pada awal abad ke 20, buku-buku teks psikologi telah kehilangan semua referensi tentang kesadaran emosi, dan kehendak .(Graham, 2005 : 34). Selanjutnya masyarakat Barat yang rasional dan memuja metode ilmiah, tertawan oleh ide spiritualitas dan mengadopsi budaya mistis Timur seperti Tao, Budhisme, Zen, Yoga dan berbagai bentuk meditasi lainnya. Persentuhan tersebut memunculkan aliran psikologi seperti psikologi humanistik serta psikologi transpersonal atau transhuman yang lebih berpusat pada alam semesta (cosmos) dari pada kebutuhan atau kepentingan manusia. Sebuah intitusi pendidikan di Amerika, yaitu Institut Esalen di Big Sur, California, pada awal pendiriannya di tahun 1966, mengundang eksponen dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari Kebudayaan Timur dan Barat, termasuk Yoga, meditasi, pengubah kondisi kesadaran, seni bela diri, tarian, pemuka agama, filsuf, artis, ilmuwan, dan psikolog untuk bertukar pandangan dalam seminar dan workshop serta program-program lainnya dalam rangka mewujudkan tujuan Institusi ini sebagai pusat pendidikan yang mencakup dimensi spiritual dan intelektual. Pertemuan ini diklaim telah menghasilkan berbagai pendekatan, dan juga teknik-teknik yang diturunkan dari filsafat dan agama-agama Timur atau tradisi esoteris yang dicangkokkan pada psikologi Barat (Graham, 2005: 73).

2006 : 7). karena Barat memang memiliki kerancuan dalam mengkonsepsikan spiritualitas dan agama disebabkan pemikiran mereka yang dualistik. 2000 : 10). Dalam pandangan Islam. yang sumber terdalamnya adalah inti alam semesta itu sendiri. Oleh karena itu tujuan pendidikan spiritual dalam Islam harus mampu membentuk individu-individu muslim yang paham hakikat eksistensinya di dunia ini serta tidak melupakan hari akhir dimana dirinya akan kembali. dengan titik penekanannya pada perolehan keutamaan taqarrub kepada Allah. kawasan Borscht Belt beralih nama menjadi Buddhist Belt (Aburdene. berubah menjadi tempat-tempat meditasi dengan begitu cepat sehingga menurut Joel Stein. Jalan-jalan spiritualitas dengan mengabaikan syariah akan membuat pengikutnya jauh dari kebenaran Islam dan pelakunya tidak akan memperoleh kedamaian hakiki di dunia maupun akhirat. Bahkan Hotel-hotel di wilyah Catskills. meditasi diajarkan di sekolah-sekolah. sedangkan agama bersifat institusional dan pada ranah sosiologis. doa. Fenomena di atas tidaklah mengherankan. Konsepsi Barat tentang spritualitas yang problematis telah melatarbelakangi munculnya model pendidikan dan pelatihan spiritual yang mengkombinasikan berbagai macam ajaran mistis. yaitu memisahkan antara dunia material dan spiritual. spiritualitas bisa dicapai dengan atau tanpa melalui agama. yang memungkinkan manusia modern melepaskan kerinduan spiritual mereka tanpa melalui agama formal. New York. seorang penulis di Time. begitu pendapat Zohar dalam bukunya Spiritual Intelligence yang telah diterjemahkan di Indonesia . sebagai contoh. dalam rangka membangun kecerdasan spiritual (SQ) manusia. melalui agama. Beberapa menyatakan bahwa agama diasosiasikan dengan konservatif (conservatism) dan spiritualitas dikaitkan dengan keterbukaan untuk berubah (openes to change) (Hood. Dalam konsep spiritual Barat. firma-firma hukum. spiritualitas dapat dibangun melalui banyak cara. dan bukan untuk mencari kedudukan yang tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia. Spiritualitas hanya dapat diperoleh melalui jalan syariah Islam yang bersumber dalam al Quran dan Hadits serta telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. institusi pemerintahan. Konsep kecerdasan spiritual dalam Islam juga sangat jauh berbeda dengan Barat karena SQ di Barat hanya berhenti pada kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari sesuatu yang besar yaitu alam semesta.Topik mengenai spiritualitas kemudian bermunculan dan menjadi cover story majalah terkenal di Amerika seperti USA Today dan Newsweek. pemikiran. kantor-kantor korporasi. meditasi atau ritual (Best. psikologi. Sebagian besar ahli psikologi Barat memandang spiritualitas bersifat personal dan berada pada ranah psikologis. rumah-rumah sakit. SQ merupakan perangkat kejiwaan hasil evolusi selama jutaan tahun. sedangkan Islam menganggap alam semesta hanyalah makhluk Allah sebagaimana manusia. 2009 : 9-10). Menurut Zohar. sains. spiritualitas tidak bisa dipisahkan dari Tuhan dan agama (religion). Konsep SQ sendiri lahir dari rahim Barat sehingga upaya-upaya meningkatkan kecerdasan spiritual ala Barat pada umumnya tidak mengajarkan manusia menjadi makhluk yang mengakui kebesaran Tuhan dan tunduk pada syariat yang diturunkan-Nya. Konsekuensinya. SQ adalah kemampuan internal bawaan otak dan jiwa manusia. (***) . Sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali bahwa pendidikan harus diarahkan kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak. dan penjara. yang tunduk kepada aturan dan perintah Allah. sahabat dan generasi salafusalih. Majalah Time pada tahun 2003 melaporkan bahwa di Amerika.

secara perlahan-lahan. seorang aktivis kesetaraan gender. setelah bertahun-tahun bergelimang dengan pikiran dan aktivitas liberal. 16 October 2010 05:05 Written by Adian Husaini 146Share Pada hari Sabtu. Meskipun misi utamanya gagal. santri pertama. bertempat di arena Indonesia Book Fair. Hingga kini. “Novel Kemi” ini sarat dengan pergulatan pemikiran tingkat tinggi dan pergulatan jiwa dan pikiran para aktivis liberal. Siti (Murtafiah). ditaklukkan Rahmat di ruang kelas. Ia harus dirawat di sebuah Rumah Sakit Jiwa di Cilendek. Rahmat berhasil “mengobrak-abrik” jaringan liberal yang membelit Kemi. ada cerita Prof. Nasibnya berujung tragis. penyebaran ide-ide liberal dilakukan melalui berbagai cara. terjebak dalam paham liberalisme. saya meluncurkan novel berjudul “Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat” (Jakarta: GIP. ia terjerat sindikat kriminal pembobol dana-dana asing untuk proyek liberalisasi di Indonesia. Ia sadar setelah bertemu Rahmat. seorang Kyai liberal terkenal di Jawa Barat. kembali ke orangtua dan pesantrennya. Novel ini berkisah tentang dua orang santri cerdas yang berpisah jalan. Siti mengaku telah terjerat berbagai pemikiran salah. Rahmat disiapkan khusus oleh Kyai Aminudin Rois untuk membawa kembali Kemi ke pesantren. Ia mengkhianati amanah Sang Kyai. terpesona oleh kesalehan. Dalam catatan ini. Sejumlah aktivis dan tokoh liberal berhasil ditaklukkan dalam diskusi. akhirnya sadar dan bertobat. ada baiknya kita simak pengakuan Siti Murtafiah. 9 Oktober 2010. Kemi (Ahmad Sukaimi). Bogor. Rahmat juga berhasil menyadarkan “Kyai Dulpikir”. dan ketampanan Rahmat. Senayan Jakarta. kecerdasan.Yahoo! Facebook RSS Pengakuan Aktivis Gender Last Updated on Saturday. selain cerdas dan tampan. rektor Institut Studi Lintas Agama. Siti. seorang santri kampung yang cerdas dan shalih. Malikan. Sang Kyai sempat bertobat dan wafat di ruang seminar. setelah dia tersadar dari kekeliruan paham liberal dan kesetaraan gender yang selama ini dia peluk dan dia perjuangkan. juga tangguh dalam “menjinakkan” pikiranpikiran liberal. 16 October 2010 05:16 Saturday. diantaranya melalui penulisan novel. putri kyai terkenal di Banten. Novel ini saya tulis dengan tujuan memudahkan kaum Muslim Indonesia untuk memahami pemikiran-pemikiran liberal dan bagaimana cara mengatasinya. Di dalam novel ini. Rahmat. tempat Rahmat dan Kemi kuliah. Ia kemudian menyesal dan berjanji akan bertobat. Siti terpesona oleh sikap dan pemikiran Rahmat. . 2010). dan film. santri kedua. Kemi salah pilih teman dan paham keagamaan. Ujungnya. sinetron.

mengapa saya tidak lagi mencintai saudara-saudara saya di Palestina? Bahkan. Semua itu tidak terjadi seketika. Sedikit demi sedikit. Mukmin dan tidak mukmin dianggap sama. pelan-pelan kami mau tidak mau harus mengambil jarak dari aktivitas keislaman dan komunitas Muslim. Tanpa sadar. Saya suatu ketika bertanya kepada diri saya sendiri. pluralisme. itulah kamu. rasional. bahwa iman itu penting. kritis. toleransi. sejak kecil di pesantren. dan sebagainya. berapa ratus ribu bahkan jutaan penduduk sipil di negara-negara Muslim itu yang dibunuhi? Saya sudah menganggap bahwa mereka itu semua berhak dibunuh. Saya juga baru menyadari belakangan ini. Perasaan dan pikiran dibelokkan. saya sama sekali sudah tidak peduli dengan masalah umat Islam di Kasmir. mengapa saya menjadi begini. Padahal. Saya sudah terseret makin jauh. Coba kamu perhatikan. Bahkan. Bahkan. Islam dan bukan Islam disama-samakan. Padahal. Malah. al-Quran jelas-jelas membedakan derajat orang mukmin dengan derajat orang kafir. Tidak bicara tentang bahaya kemusyrikan dan kemurtadan. Katanya.Berikut ini petikan pengakuan Siti kepada Rahmat. kita disuruh membenci sesama Muslim. pernah nggak kamu lihat Kemi shalat berjamaah ke masjid. Perlu waktu panjang. itu sudah dicoret dari kosakata dia. kafir. dan sebagainya. siapa teman kepercayaan kamu. yang saya lakukan adalah mencari-cari kelemahan orang Palestina dan kelebihan orang Yahudi. dan sebagainya. Moro. kita tidak punya pilihan. dia sudah diajarkan kitab-kitab Tauhid yang membahas masalah syirik. kritis. akan kekeliruan pemikiran-pemikiran liberal yang digandrunginya selama ini: ”Coba perhatikan. aktif dalam majlis-majlis taklim. Dulu saya tertarik. Afghanistan. Rahmat. seperti isu radikalisme Islam. Jika dulu orang Muslim bangga mengutip Imam Syafii. maka sekarang yang dibangga-banggakan adalah ilmuwan-ilmuwan orientalis. hati saya mulai condong pada kaum Yahudi. kesalehan itu penting. siapa teman-teman dekatnya! Ingat nggak kata Ali bin Abi Thalib. Bahkan. karya-karya para ulama itu diakal-akali agar sesuai dengan pikiran mereka. kata syirik. kita juga dididik sangat partisan. fundamentalisme. karena selalu dikatakan. Syirik dan iman dianggap sama saja. di kepala saya yang ada bukan lagi bagaimana memahami al-Quran dengan baik dan benar. Tidak ada diantara kami yang habis-habisan mengutuk pembunuhan manusia- . Perhatikan juga apa yang selalu diomongkan dia. tetapi bagaimana agar al-Quran bisa saya gunakan untuk mendukung pemahaman saya tentang Pluralisme. mengajar mengaji anak-anak. tidak partisan. Saya suka melihat kemenangan Yahudi. Dia tidak lagi bicara tentang aqidah Islam. Lihat. Padahal. Yang lebih saya kedepankan adalah isu-isu yang dibawa oleh negara-negara Barat. ketika sudah masuk ke lingkungan ini. dan sebagainya. Saya kadang bertanya. Imam Ghazali. Irak. puasa sunnah. shalat tahajut. Teman saya sampai berusaha keras untuk meraih gelar doktor dengan membuat metodologi Tafsir yang sesuai dengan pemikiran Pluralisme. dan sebagainya. Saya menganggap semua itu adalah komoditas kaum fundamentalis untuk mencari popularitas. karena mereka bagian dari kaum fundamentalis. Yang tanpa sadar. Tapi. pikiran dibelokkan. bahwa kita mengembangkan sikap terbuka. liberalisme.

Hanya sesekali keluar pernyataan. Saya benci sekali kalau ada orang Islam atau organisasi Islam yang mencoba membatasi pakaian. perempuan. bahwa saya telah menjadi korban dari sebuah skenario besar. Saya benci sekali kalau ada orang ngomong syariat. tetapi isi kepala saya sama sekali tidak suka dengan kerudung. Sebab saya sudah dicekoki paham kebebasan. saya tidak lagi mengakui laki-laki berhak memimpin rumah tangga. Saya menentang penutupan komplek-komplek WTS di berbagai kota. Yang lain. Melacur saya anggap sebagai hak asasi wanita.. kuliah. karena untuk membuktikan saya sudah benar-benar menyatu dengan paham kebebasan. Menjadi gigolo juga hak asasi. saya benci semua orang Islam. adik-adik saya. kenapa saya bisa menjadi begini. pernah saya membenci ayah saya sendiri. entah bagaimana ujungnya perjalanan saya ini. karena saya melihat dia bersama para kyai di daerah saya mendatangi DPR. Saya sadar. bahwa mereka adalah manusia. diskusi. Entah dia sadar atau tidak. yang menurut saya sok Islam sendiri. kegiatan. Tapi. agar tidak terlalu dianggap antek Barat. sampai saya tidak sadar.. mengasuh anak saya. Bahkan. saya pernah memberi masukan teman-teman Kristen agar mereka mengeluarkan pernyataan yang menolak syariat. bagaimana saya akan keluar dari jeratan ini. Saya benci itu semua. Pernah saya naik bus. Saya sulit keluar.manusia Muslim itu. Sudah terlalu jauh. karena mereka telah menindas kaum saya selama umur manusia. saya bisa bebas. Saya mengenakan kerudung. ingat ayah saya.Rahmat. Suatu ketika. mengapa saya menjadi seperti ini. saya ini wanita. bahwa saya bisa mandiri. dan kalau perlu membawakan tas saya. atau ada bom meledak di suatu tempat yang menewaskan puluhan orang. Bahkan saya pernah ikut merancang demonstrasi menentang RUU Pornoaksi dan Pornografi. tiba-tiba tertanam dalam diri saya. saya bentak dia... Saya benar-benar termakan paham kebebasan.. Sampai karena sudah begitu merasuknya paham kesetaraan gender dalam diriku. ada seorang laki-laki memberikan tempat duduknya karena kasihan saya berdiri. Yang penting tidak mengganggu hak orang lain. saya merenungkan semua itu dengan serius. Bahkan. Mengapa saya menjadi begini? Mengapa jadi begini? Itulah pertanyaan saya beberapa bulan terakhir ini. coba kalau ada satu saja orang bule yang tewas dibunuh oleh satu kelompok Islam. Saya benci jika dikasihani. maka kami akan habis-habisan mengutuk. ini yang menyadarkan saya. Bayangkan Rahmat.. tetapi saya tidak tahu. Kamu tahu Rahmat...Saya dulu ingin membuktikan kepada mereka... perasaan benci pada syariat Islam... hati saya sangat perih. Saya benci MUI. Entah kenapa di kepala saya tertenam kebencian dan dendam kepada laki-laki. Kemi juga korban. Saya korban. Saya pernah bingung. Ibu saya. saya mendukung hak wanita untuk menjadi pelacur. sepertinya sudah diatur sedemikian rupa. dan bahkan benci dengan kemenangan satu partai Islam dalam Pemilu. Saya mau suami saya yang nanti melayani saya. meminta agar tayangan-tayangan porno dan tidak senonoh dihentikan penayangannya. saya mau . saya mendukung Ahmadiyah.. Semua pergaulan.” ”Saya sedih .. menyediakan minum buat saya. Saya tidak tahu. Hakhak kaum homo dan lesbi juga saya perjuangkan. Saya mendukung Lia Eden..

” ”Saya juga tidak tahu. Dalam bukunya yang berjudul. Saya sadar ini salah. dan Rahmat bisa dibaca lebih jauh dalam Novel Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat. terjerat oleh pikiran saya sendiri. memaki-maki umat Islam sendiri. saya tidak mau dipandang rendah. Belum lagi. saya tidak berdaya melawan pikiran saya sendiri. Selamat membaca Yahoo! Facebook RSS Manusia Indonesia Wednesday. saya sudah tidak punya teman. malu untuk bergaul dengan sesama Muslimah. saya tidak mau diatur lagi dengan berbagai belenggu. Terkadang saya frustrasi. karena tidak berdaya untuk melepaskan diri dari semua keterjeratan ini. Kau menjadi hina-terlempar Oleh sebab tubuhmu lunak. Siti akhirnya diracun oleh sindikat yang menjeratnya. Oleh Kol. Saya sering tak sadar menghujat-hujat Islam sendiri. karena dianggap berkhianat. lalu terakhir terseret ke kampus ini... memperingatkan nasib manusia-manusia yang terhina karena kelemahan dirinya: “Oleh sebab wujudmu belum masak. Ia bahkan mengorbankan rasa cintanya pada Rahmat dan memilih berjuang membesarkan pesantren ayahnya. Saya sudah terjerat. tetapi saya seperti tidak berdaya untuk melawannya. penyair terkenal Pakistan. Di akhir cerita. kepada Rahmat... cet.”.ke-10). karena ada beasiswa.. 20 October 2010 13:27 Written by Adian Husaini Share Dalam sebuah puisinya yang bertajuk “Kisah Intan dan Batu Arang”. 1953).. instruksi dan program-program yang rutin. Yang jelas. Kemi. Saya minggat dari rumah.... Padahal. saya geram. Demikianlah sebagian pengakuan dan pertobatan Siti. Tapi. Jadilah kuat seperti batu.. Semua itu berjalan begitu saja tanpa bisa saya hindari. terjerat oleh lidah saya sendiri! Saya sadar. tidak punya komunitas. Kau pun dibakar orang. ini sindikat atau tidak. jadilah intan. Bahrum Rangkuti dalam buku Asrari Khudi. Drs. Pikiran saya yang sudah terjerat. kuliah di satu kampus Islam Jakarta. Hamka juga memberikan . Kisah Siti.. Beruntung. Jauhilah ketakutan. Saya tidak mampu. Untuk membuang jerat-jerat pikiran ini tidak mudah. Pribadi (1982. Prof. Rahasia-Rasia Pribadi.merdeka. Siti membuktikan kesungguhannya untuk bertobat.” (Terj. Dr. dia masih bisa diselamatkan.. di depan laki-laki saya selalu mencoba tampil perkasa. Ia lebih mengedepankan aktivitas dakwah dan pendidikan Islam. kenyataannya. duka dan musuh hati. Mohammad Iqbal.Entahlah... sampai kapan saya akan terus seperti ini. seorang aktivis gender.

masih percaya takhayul. sebab dia bukan orang masyarakat. keramat. Ciri keenam manusia Indonesia punya watak yang lemah. “Dia cenderung boros. pedang. berpesta-pesta. singkatnya . dan sebagainya. enggan bertanggung jawab. lain di muka. Dia mudah. Karakter kurang kuat. dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua…” “Kemudian. Berpura-pura. karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. insan pembangunan. manusia Indonesia percaya bahwa batu. tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. mobil mewah. apalagi jika dipaksa. kita membuat mantera dan semboyan baru. suka jalan pintas. hakim. “Ciri ketiga utama manusia Indonesia adalah jiwa feodalnya. Manusia Indonesia kurang kuat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Hari ini ciri manusia Indonesia ini menjelma dalam membangun rumah mewah. pisau. Dulu. lain di belakang. gunung. Dalam ceramahnya di Taman Ismail Marzuki. orde baru.” 6. Dia senang berpakaian bagus. dokter. banyak orang yang bukunya satu gudang dan diplomanya segulung besar. “Bukan saya” adalah kalimat yang cukup populer pula di mulut manusia Indonesia. karang. lemah karakter. Mochtar Lubis mendeskripsikan ciri-ciri umum manusia Indonesia sebagai berikut: munafik. kemakmuran yang merata dan adil. bangunan. masih ada yang demikian. “Ciri kedua utama manusia Indonesia masa kini adalah segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya. Mochtar Lubis mendeskripsikan ciri-ciri utama manusia Indonesia: 1.” 4. tidak mampunyai cita-cita. Tulis Hamka: ”Banyak guru. Ampera. dan sebagainya. Dia bergerak bukan karena dorongan jiwa dan akal. dan sekarang juga. pemberantasan korupsi. itu punya kekuatan gaib. Hidupnya hanya mementingkan dirinya. keris. the rule of law. memakai perhiasan. putusannya. hatinya sudah seperti batu.” Gambaran buruk tentang karakter manusia Indonesia pernah disuarakan oleh budayawan dan wartawan senior Mochtar Lubis.” 3.” 5. main golf. “Salah satu ciri manusia Indonesia yang cukup menonjol ialah HIPOKRITIS alias MUNAFIK. lain dari pada kesenangan dirinya. “Ciri keempat utama manusia Indonesia adalah manusia Indonesia masih percaya takhayul. cenderung boros. sejak mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya atau pun yang sebenarnya dikehendakinya. pohon. danau. 6 April 1977. hanya memakai barang buatan luar negeri. patung. kelakukannya.gambaran tentang banyaknya sosok manusia yang pandai tetapi memiliki pribadi yang lemah. merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama. Manusia Indonesia sangat mudah cenderung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri. Kepandaiannya yang banyak itu kerap kali menimbulkan takutnya. pantai.” 2. Jakarta. berjiwa feodal. dan demi untuk “survive” bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektual amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia. Lebih jauh. tiba dalam masyarakat menjadi ”mati”. pesta besar. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah juga untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme. pikirannya. diplomanya hanya untuk mencari harta. Pribadinya tidak kuat. Tritura. insinyur. Bukan menimbulkan keberaniannya memasuki lapangan hidup. sungai. jimat-jimat baru.

Pendidikan Karakter: Apa Lagi? Wednesday. Hanyalah kepada Yang Esa kau tunduk. marak berbagai peristiwa yang mempertanyakan moral atau karakter bangsa Indonesia. Berita pelesiran sejumlah wakil rakyat “yang terhormat” dengan menghambur-hamburkan uang rakyat menambah perut rakyat semakin mules. sejak 2009 seolah menjadi primadona. 26/06/2009). khususnya dalam dunia pendidikan. Terkait dengan penyalahgunaan narkotika. sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana. Apa yang salah dengan pendidikan kita? . Media TV nyaris tiap hari diserbu tayangan-tayangan kekerasan.” (Mochtar Lubis. 20 October 2010 12:25 Written by Anita Syaharudin 17Share Pendidikan karakter! Dua kata ini. Terbongkarnya manipulasi pajak seorang pegawai golongan rendah bernilai puluhan milyar rupiah membelalakkan mata banyak orang. jadi pegawai negeri adalah idaman utama. Anda setuju dengan pendapat Mochtar Lubis? Maka. yakni usia remaja SMP-SMU. supaya segera dapat pangkat. Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2009 tercatat adanya 3. karena pangkat demikian merupakan lambang status yang tertinggi. masih menempatkan Indonesia pada peringkat yang sangat memperihatinkan. Manusia Indonesia. dan 41% diantara mereka pertama kali mencoba narkoba di usia 16-18 tahun. ceramah. 2001). belakangan. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. jika kaum Muslim Indonesia tidak mau menjadi manusia lemah dan bangsanya bernasib hina.segala apa yang serba mahal. dari hasil riset yang dilakukan dalam Transparency International Corruption Perceptions Index 2009. kecuali kalau terpaksa… atau dengan mudah mendapat gelar sarjana. Kasus video porno tiga orang artis terkenal dan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja semakin membetot perhatian pelaku dan praktisi pendidikan. dan bedah buku dilakukan untuk membahas dua kata tersebut. (Republika online. Maklum.” “Dia lebih suka tidak bekerja keras. Data tentang korupsi pejabat misalnya. seminar. Berbagai diskusi. agar kau menjadi singa.6 juta pengguna narkoba di Indonesia. dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya. Mohammad Iqbal memberikan resep sederhana: “Biarlah cinta membakar semua ragu dan syak wasangka. Jadi priyayi.

pemurah. pemberani. yaitu bahwa akhlak harus menetap dalam jiwa dan perbuatan itu muncul dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran yang mendalam atau penelitian terlebih dahulu. Ia menyebutkan adanya dua sifat yang menonjol dalam jiwa manusia. Tahdzib al-Akhlak. yaitu manusia yang baik. ada Pendidikan Akhlak. adalah ulama klasik yang mendalami filsafat etika sehingga dikenal sebagai Bapak Etika Islam. di atas kertas. Qairo. Dalam bukunya yang berjudul Tahdzib al-Akhlaq Ibn Miskawaih mengemukakan pentingnya dalam diri manusia menanamkan kualitas-kualitas akhlak dan melaksanakannya dalam tindakan-tindakan utama secara spontan. 1405H/1985M) Al-Ghazali (1058-1111M) yang bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad alGhazali memberikan kriteria terhadap akhlak yang mirip dengan Ibn Miskawaih. tawakal. sabar.Padahal. dan kedamaian” sesuai dengan makna dasar dari kata Islam. Pendidikan Etika. tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Pasal 3 Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 (UU Sisdiknas). Lalu. Barat mengembangkan nilai-nilai moral dan karakter yang berasal dari Yunani. dan sifat jiwa yang cerdas yaitu adil. Nabi Muhammad SAW menjadi contoh (uswah hasanah). yang berarti to engrave atau mengukir. sangatlah ideal: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.(AlGhazali. Pendidikan Kewarganegaraan. sehat. dan kerja keras. kreatif. yaitu sifat buruk dari jiwa yang pengecut. 2000. bukan "ma'rifah" (mengetahui dengan mendalam). akhlak Rasulullah saw adalah al-Quran. sedangkan Islam mengajarkan manusia berakhlak mulia berdasarkan petunjuk wahyu. akhlak adalah "keadaan jiwa yang menyebabkan seseorang bertindak tanpa dipikirkan terlebih dahulu”. Islam bukan hanya teori.a. Akhlak atau karakter Islam terbentuk atas dasar prinsip “ketundukan. Akhlak bukan merupakan "perbuatan". Ibn Miskawaih ((320-421H/932-1030 M). Karena tidak “nyambung” antara cita dan fakta itu lalu sejumlah tokoh pendidikan dan pemerintah menggelorakan slogan besar: kita perlu Pendidikan Karakter! Dulu sudah pernah ada Pendidikan Moral Pancasila (PMP). dan penipu. Al-Quran dan As-Sunnah. Beirut: Dar el Kutb al-Taymiyyah. Para pemikir muslim sejak awal telah mengemukakan pentingnya pendidikan karakter. Membentuk karakter diibaratkan seperti mengukir di atas batu permata atau permukaan besi . apalagi “makhluk” yang bernama Pendidikan Karakter ini? Pentingnya karakter Sejak berabad silam para ahli dan pemikir telah menuangkan ide-ide mereka bagaimana mendidik manusia agar menjadi manusia yang sebenarnya. cakap. kepasrahan. tapi ada contoh. berilmu. Kata ‘Aisyah r. dan sebagainya.599) Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani. berakhlak mulia. Menurutnya. (Ibn Miskawaih. bukan "kekuatan". Mesir: Daar al-Taqwa. mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Yang lebih sepadan dengan akhlak itu adalah "hal" keadaan atau kondisi jiwa yang bersifat bathiniah". Ihya Ulumuddin. sombong. Jilid 2. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. hlm. charassein. benar.

Moral Education. Dari sanalah kemudian berkembang pengertian karakter yang diartikan sebagai tanda khusus atau pola perilaku (an individual’s pattern of behavior … his moral contitution) (Karen E. London: Free Press of Glencoe. jika memiliki sepuluh tanda-tanda zaman. Republic. Building Character in School Resource Guide. p. rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu dan sebagai warga negara. San Fransisco: Jossey Bass. while moral virtue comes about as a result of habit. hlm. Plato (428-348 SM). jujur. Ide-idenya diterapkan pada level pendidikan dasar dan mengengah. Grube. murid Socrates merefleksikan pemikiran gurunya untuk hal yang lebih makro dari sekedar kebajikan individu menjadi negarawan yang baik . sikap fanatik terhadap kelompok/peer group. semakin kaburnya moral baik dan buruk. p. Educating For Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. Aristotle. Idleness is a bad counselor for collectivities as well was individual. 1980.(Thomas Lickona.“Society must have some good to achieve. Bohlin.hlm 12-22).A. alkohol dan seks bebas. New York:Bantam Books. rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru. bahwa sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran. USA: Hackett Publishing Company. meningkatnya perilaku merusak diri seperti penggunaan narkoba.2). “Intelectual virtue in the main owes both its birth and its growth to teaching. menurunnya etos kerja. Kevin Ryan. it turns against itself. menghormati orang lain dan karakter mulia lainnya. Lickona menekankan . when they are not engaged in some work to accomplish. meningkatnya kekerasan di kalangan remaja. yaitu.M. penggunaan bahasa yang memburuk. Lebih jauh. hlm. Aristoteles (384-322 SM). Deborah Farmer. they deviate from their moral sense and are used up in a morbid and harmful manner.1) Socrates (469-399 SM) menyatakan bahwa tujuan pendidikan yang paling mendasar membentuk individu menjadi baik dan cerdas (good and smart). bahwa masyarakat harus memiliki nilai-nilai yang baik sebagai kontribusi warisan moral. ia mengungkapkan idenya tentang pendidikan. 216-217).” (Charless Hummel. bahwa karakter itu erat kaitannya dengan “habit” atau kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Lickona mengungkapkan. Pengertian ini mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Aristoteles. Emile Durkheim (1858 –1917) seorang sosiolog dari Prancis mengatakan. When individual activity does not know where to take hold.”(Emile Durkheim. membudayanya ketidak jujuran. “Goodness is knowledge … to be good at something os a matter of knowledge".yang keras. Plato’s Thought . Lebih jauh ia mengatakan.1992 . Kebajikan atau nilai (virtue) itu mengandung dua aspek yaitu intelektual dan moral. Lickona mendefinisikan orang yang berkarakter sebagai sifat alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral—yang dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik. 2001. 1973. murid Plato juga mengarahkan pendidikan kepada kebajikan atau nilai (virtue) individu. an original contribution to bring to the moral patrimony of mankind. dan adanya rasa saling curiga dan kurangnya kepedulian di antara sesama. (G. When the moral forces of a society remain unemployed. 13) Karakter atau kehancuran Thomas Lickona seorang pendidik karakter dari Cortland University. Dalam bukunya yang terkenal. bertanggung jawab. dikenal sebagai Bapak Pendidikan Karakter Amerika. bahwa agar anak dapat meraih kebenaran dan kebajikan diperlukan pedoman yang jelas moral agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan.

Ketidakselektifan . Sebenarnya. loving. and acting the good. bagaimana praktek nyata dari teori-teori itu dalam bentuk perilaku guru dan siswa di sekolah. Luar pulau jawa Rp. bagaimana hal tersebut diajarkan.sudah termasuk ongkos kirim via Pos Kilat/TIKI. pendidikan karakter di sekolah-sekolah di Indonesia. pakar bernama lengkap Malik Babikir Badri ini dikenal luas lewat bukunya The Dilemma of Muslim Psychologists. Dr. Peminat bisa menghubungi 0217940381 SMS 087878147997. bagaimana kualifikasi atau kriteria pendidik yang semestinya.via paket pos biasa .23). Harga Rp. Yahoo! Facebook RSS Prof. yaitu mencakup dimensi dan kurikulum pendidikan karakter apa saja yang diajarkan di sekolah. (***) ersedia paket ISLAMIA yang berisi 11 edisi (termasuk edisi terbaru) .(Ibid. yang terpenting. maka Pendidikan Karakter hanya akan menjadi slogan dan menambah daftar panjang daftar kefrustrasian program pendidikan. Na’udzubillahi min dzalika.000. 200. lebih penting lagi. Guru harus bisa menjadi contoh. Jika tiada kesungguhan keteladanan.000. jika pepatah klasik berubah ekstrim: guru kencing berlari. Juga. Teori. hlm. Oleh karenanya diperlukan usaha yang serius untuk meninjau kembali antara teori pendidikan moral dan karakter yang diajarkan di sekolah. dan bagaimana praktek yang terjadi dalam keseharian siswa di sekolah. dan pelaksanaan atau peneladanan atas karakter baik itu. Artinya pembelajaran masih berorientasi pada aspek perolehan pengetahuan semata secara akademik. sudah tercakup dalam pelajaran Pendidikan Agama dan sebagian pendidikan lainnya. MLIK Badri: Psikologi Modern Tidak Netral 24Share Lebih dari setengah abad menggeluti psikologi modern. jangan heran. Namun seperti halnya banyak mata pelajaran lainnya.tiga hal dalam mendidik karakter. secara materi. Menurutnya keberhasilan pendidikan karakter dimulai dengan pemahaman karakter yang baik. mata ajaran itu masih lebih berorientasi pada pendekatan kognitif melalui hafalan dan ditujukan untuk perburuan nilai semata. Tiga hal itu dirumuskan dengan indah: knowing. Lalu. 220. Pendidikan dan pembelajaran terhadap proses perubahan tingkah laku anak didik masih terabaikan. Jika ini dibiarkan terus-menerus maka kesenjangan antara mengetahuan dan perilaku semakin melebar. murid bisa mengencingi gurunya.. adalah keteladanan pemimpin dan guru.. bagaimana sistem penilaian keberhasilan pendidikan karakter tersebut. mencintainya. Jika guru gagal menjadi teladan.

dan pendiri sekaligus presiden International Association of Muslim Psychologists. psikologi Barat itu produk orang Barat dan untuk kebutuhan masyarakat Barat. British Psychological Society. dan mengantongi gelar profesor sejak 1971. Itulah sebabnya sejak lama orang-orang Rusia menolak psikologi Amerika seraya membangun psikologi Rusia yang lebih sesuai dengan dan untuk orang Rusia. meraih doktor dari Universitas Leicester. Malik Badri lulus dari American University of Beirut tahun 1956. di kampus Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) Gombak. orang yang berpendapat seperti itu sesungguhnya tidak paham psikologi dan tidak tahu Islam. Kritik terhadap psikologi modern yang sekular juga banyak dilontarkan oleh kalangan Katolik di Barat. Dr. Ia tidak mengerti kedua-duanya. bagi saya. burung merpati dan mahasiswa yang kesimpulannya belum tentu berlaku untuk manusia atau konteks budaya di tempat lain. Apa yang melatari Anda menjadi ahli psikologi? Awalnya saya ingin kuliah bidang farmasi. Artinya. Pendapat Anda? Hemat saya. Anehnya yang mengatakan tidak ada ‘psikologi Islam’ itu justru orang Islam yang masih yakin bahwa sebagai sebuah sains. minat saya berubah. Makanya. Karena buku-buku rujukannya karangan psikolog-psikolog Amerika. Di negara-negara Arab ketika itu psikologi hanya diajarkan sebagai cabang dari ilmu pendidikan. Prof. Saya pikir. seperti yang dilakukan Ivan Pavlop pada tahun 1960an. Kalau di Barat sendiri sekarang ini hampir tidak ada ahli psikologi yang mengingkari adanya ‘psikologi Islam’. kelinci. Kuala Lumpur. pria asal Sudan kelahiran 16 Februari 1932 dan ayah tujuh anak ini. psikologi itu netral. Apalagi waktu itu – tahun 1950-an -. aneh kalau orang Islam masih menelan bulat-bulat . monyet. telah menyebabkan mereka mengikuti pola pikir dan pendekatan kaum Yahudi dan Kristen. Syamsuddin Arif. Kini ia tercatat sebagai pengajar di Universitas Islam Internasional Malaysia. Padahal. para psikolog Barat saat ini mulai menyadari bahwa ilmu psikologi yang berkembang di Barat selama ini sesungguhnya terkait erat dengan nilai-nilai budaya mereka (culture-bound). di kantornya. Di tengah beragam kesibukannya. setelah mengambil mata kuliah psikologi. Bahkan ahli-ahli psikologi di Inggris dan Perancis sekarang ini mulai mengeluhkan betapa kentalnya pengaruh kultur Amerika dalam psikologi kontemporer. Inggris 1961. maka mahasiswa Inggris dan Perancis sesudah lulus pun ikut-ikutan corak dan gaya psikologi Amerika. orang Islam tanpa pikir panjang akan mengikutinya. Senin (7/9) petang lalu menerima wartawan Islamia. Dua hal itulah yang mendorong saya untuk menekuni psikologi. Namun. orang Islam harus belajar psikologi agar bisa menanggulangi berbagai krisis sosial yang diimpor dari Barat. Kemudian secara pribadi sebagai Muslim saya juga tertarik untuk memahami ajaran agama saya terutama yang berkaitan dengan sains modern. Mereka berupaya membuat teori-teori baru dan eksperimen tersendiri.psikolog muslim. Namanya tercatat sebagai Fellow dan Chartered Psychologist. Banyak yang bilang gagasan ‘psikologi Islam’ itu omong kosong. Padahal psikologi Amerika itu dasarnya adalah eksperimen terhadap binatang seperti tikus.” Yakni mengambil bulat-bulat psikologi Barat modern dan menerapkannya di dunia Islam. Persis seperti dinyatakan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadis: “… bahkan jika mereka masuk ke dalam lubang biawak pun. anggota dewan pakar UNESCO. menurutnya. meskipun cara itu berkualitas rendah dan tidak islami.psikologi sebagai disiplin tersendiri sama sekali belum dikenal.

Adapun “Islamisasi B” ialah bagaimana menjadikan psikologi sebuah ilmu yang sesuai dan bermanfaat bagi umat Islam. Maka fokusnya hanya lingkungan. seperti neuropsikologi. Disinilah perlunya psikolog muslim juga memiliki wawasan keilmuan Islam yang memadai. Pertama. pandai memilah dan memilih mana yang berguna dan mana yang bermasalah. Cara mengobati orang sakit jiwa ialah dengan membawa si pasien keluar dari bawah-sadar ke alam sadarnya. sebelum saya kembangkan menjadi buku. Prosesnya terdiri dari tiga tahap. Pandangan Anda mengenai Islamisasi psikologi? Saya punya dua teori tentang Islamisasi. Kita mesti selektif. Bagaimana mengubah perilaku manusia dengan mengubah lingkungannya. Judulnya “Muslim psychologists in the Lizard's hole” (psikolog muslim dalam lubang biawak) yang kemudian diterbitkan di Journal of Muslim Social Scientists. yang saya namakan “Islamisasi A”. Nah. Dalam hal ini saya tidak sependapat dengan sikap kalangan tertentu yang mencemooh . Dari sini ia membangun psikoterapinya. Semua itu sebenarnya hasil reka-reka semata. Maka psikologi kita pun mestinya berbeda. Sementara sebagian besarnya lebih tepat disebut sebagai ’pseudo-science’ – meminjam istilah psikolog kawakan Sigmund Koch. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengkaji secara intensif karya-karya ilmuwan Muslim tentang jiwa manusia. Misalnya. yang menganggap manusia tak lebih dari hewan yang perilakunya ditentukan sepenuhnya oleh lingkungan. To use Islam to help Muslims. Anda tentu tidak bisa menerima pandangan-pandangan semacam itu. psikofarmasi. Namun sebagai muslim alangkah baiknya kalau diikuti juga petunjuk dan tuntunan Islam dalam menangani penderita. Apakah Anda kira konsep mereka tentang manusia itu diperoleh dari penelitian di laboratorium? Tidak. Konsep Islam tentang manusia kan lain. Bisa Anda jelaskan apa yang salah dengan psikologi modern? Psikologi modern dibangun diatas asumsi-asumsi yang keliru tentang manusia. kita jelas menolak asumsi psikologi behavioristik bahwa manusia itu hewan belaka. dimana hanya beberapa keping saja layak disebut sains. Yang ingin saya tegaskan ialah psikologi itu wilayah yang sangat luas. Ia memerlukan kerja kolektif yang serius dan makan waktu lama. Saya tidak mengatakan bahwa semua teori psikologi modern harus dibuang. ialah bagaimana kita mengubah orang menjadi Muslim yang lebih baik. Saya sendiri baru saja menyelesaikan sebuah buku tentang psikologi kognitif menurut al-Balkhi. sebagai Muslim. Tetapi terapi behavioristik yang menekankan pentingnya imbalan dan ganjaran boleh saja kita terapkan. Apa hakikat manusia? Jawaban kepada pertanyaan inilah yang mendasari pelbagai teori psikologi tentang kepribadian. Misalnya teori Sigmund Freud yang mengajarkan bahwa manusia hanyalah hewan yang bertindak atas dorongan-dorongan seksual-agresif dari bawah-sadarnya. Apa yang mesti dilakukan untuk membangun psikologi Islam? Membangun psikologi Islam tidak semudah membalik telapak tangan. Mereka ini tidak percaya akan wujudnya jiwa. Ada juga Watson. Ini penting diketahui oleh psikolog muslim. Yang Anda maksud dengan ‘dilemma psikolog Muslim’ itu apa? Buku itu asalnya makalah yang saya tulis untuk pertemuan ikatan ahli ilmu sosial muslim Amerika tahun 1976. terutama ketika mengajar mahasiswa. psikokimia dan sebagainya.psikologi dari Barat.

Nah. but knowledge as conceived and disseminated throughout the world by Western civilization. Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS). setelah kajian-kajian semacam itu dilakukan. orang-orang Barat sendiri selalu kembali kepada pemikir silam semisal Plato dan Aristotle dan membanggakan tokoh-tokoh dari kalangan mereka kepada mahasiswanya. Tahap berikutnya.” (Prof. Nah. Tidak ada peringatan apa-apa untuk tujuh tahun ini. melalui berbagai aktivitas workshop dan penerbitannya. INSISTS adalah sebuah lembaga yang selama beberapa tahun belakangan ini gencar mempromosikan gagasan dan gerakan “membangun tradisi ilmu menuju Peradaban Islam”. (***) Dari Tradisi Ilmu ke Peradaban Islam (Catatan untuk 7 Tahun INSISTS) Written by Adian Husaini 23Share “ INSISTS (Institute for The Study of Islamic Thought and Civilizatons) I venture to maintain that the greatest challenge that has surreptitiously arisen in our age is the challenge of knowledge. Rasulullah saw telah memberikan teladan yang luar biasa dalam hal ini. psikologi Islam itu bukan sekadar justifikasi ilmu Barat dengan dalil-dalil al-Qur’an dan Hadis. peradaban Islam. sesudah itu baru kita coba gagas teori-teori dan metode-metode baru untuk riset dan terapi. sesuai visi dan misi perjuangannya. indeed. kalau Anda perhatikan. memasuki usianya yang ketujuh. INSISTS sempat menggelar acara khusus. mulailah sedikit demi sedikit membangun psikologi kita sendiri –psikologi yang berangkat dari kebutuhan dan worldview kita sebagai Muslim. INSISTS terus berjalan. Sebab. as if there is no psychology at all!). Tanpa kecuali. Syed Muhammad Naqub al-Attas). sebuah acara tasyakkur atas lima tahun kiprahnya dalam dunia pemikiran Islam di Indonesia. Rasulullah saw berhasil . Tahun 2010 ini. Mengapa tradisi ilmu? Tidak ada satu peradaban yang bangkit tanpa didahului oleh bangkitnya tradisi ilmu. Dan ini perlu dilakukan dengan sikap “seolah-olah psikologi Barat itu tidak ada sama sekali” (forgetting the Western psychology. semestinya kita juga mengenalkan para ilmuwan Muslim kita kepada mahasiswa dan masyarakat kita. Jadi. saat memasuki usianya kelimanya. Di tengah masyarakat jahiliah gurun pasir. not as against ignorance.kajian khazanah klasik. Dua tahun lalu.

guru besar pendidikan dan pemikiran Islam dari Universitas Islam Internasional Malaysia. Budaya Ilmu (Satu Penjelasan) (2003). (radhiyallahu ’anhum). Naquib al-Attas. bukan dalam hatinya. Nabi melarang keras sahabatnya yang berniat menjauhi wanita dan tidak menikah selamanya. Memang. tradisi ilmu yang dibangun Islam tidaklah sama dengan tradisi ilmu yang dibangun dalam peradaban sekular.” Karena itu. Imam Malik. tradisi ilmu dalam Islam berbeda dengan tradisi ilmu dalam masyarakat Barat yang berusaha membuang agama dalam kehidupan mereka. Imam Ahmad. maka dia tidak termasuk golonganku. peradaban yang dibangun oleh Islam adalah peradaban tauhid. pendiri ISTAC. 1977. Pada titik inilah. dan istri untuk melahirkan zuriat halal dan untuk menjadi penjaga rumah yang dipercayai. Rasulullah saw juga memperingatkan dengan keras: ”Jika umatku sudah mengagungkan dunia.” . yang merupakan salah satu unsur penting peradaban Barat. dan sebagainya. Tradisi ilmu dalam Islam ini berbeda dengan tradisi ilmu dalam masyarakat Yunani.). Imam Abu Hanifah. Dalam bukunya. Dalam tradisi keilmuan Islam. Berbeda dengan jalan pikiran banyak tokoh agama pada zaman itu. Prof. Al-Attas menggulirkan makalah berjudul ”The Dewesternization of Knowledge. saat menjadi Keynote Speaker pada Konferensi Pendidikan Islam di Mekkah. justru konsep ilmu sekular Barat adalah sumber kerusakan terbesar bagi umat manusia saat ini. Bukan hanya itu. misalnya.” Meskipun begitu. Umar. Para sahabat Nabi saw dikenal sebagai orang-orang yang “gila ilmu”. maka akan dicabut kehebatan Islam dari mereka. yang menyatukan unsur dunia dan akhirat. Nabi memerintahkan umatnya bekerja keras untuk menaklukkan dunia dan meletakkan dunia dalam genggamannya. gundik untuk kesihatan harian tubuh badan.” Inilah peradaban Islam: bukan peradaban yang memuja materi. mencatat kisah Demonsthenes. Ilmu harus menyatu dengan amal. Utsman. Menurut Prof. dan siapa yang benci pada sunnahku. Ali. Inilah yang ditunjukkan oleh Abu Bakar. Rasulullah saw berhasil mengubah ”masyarakat ummiy” yang hidup dalam tradisi lisan menjadi masyarakat yang cinta ilmu dan tradisi tulis. yang mengungkap pandangan kaum cendekiawan yang pintar menjustifikasi amalan bejat: “Kami mempunyai institusi pelacuran kelas tinggi (courtesans) untuk keseronokan (keindahan. Nabi Muhammad saw justru mendeklarasikan: ”Nikah adalah sunnahku. seorang filosof Yunani. Wan Mohd Nor Wan Daud. lebih memilih dicambuk setiap hari. ilmuwan yang zalim dan jahat harus dikeluarkan dari daftar ulama. Islam bukan agama yang menganjurkan manusia untuk lari dari dunia demi tujuan mendekat kepada Tuhan. tetapi bukan pula peradaban yang meninggalkan materi. aspek jiwa dan raga. Imam Syafii. Tradisi ilmu Islam saat itu pun mampu mengubah masyarakat yang gila minuman keras menjadi masyarakat yang bersih dari ”tradisi teler” hanya dalam tempo beberapa tahun saja. tradisi ilmu Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw telah melahirkan manusia-manusia unggulan dalam satu ”generasi sahaby” yang belum mampu dicapai oleh peradaban manapun.” Dan langkah awal diajukannya untuk membangun peradaban Islam adalah “Islamisasi Ilmu. agar bisa fokus kepada ibadah. Dia masuk kategori fasik dan ucapannya pantas diragukan kebenarannya. Imam Abu Hanifah. Pen.mewujudkan sebuah masyarakat yang sangat tinggi tradisi ilmunya. ketimbang menerima jabatan Qadhi negara. Karena itu. hingga kini.

Dr. Adab adalah disiplin rohani. Kini. suatu pendidikan Islam pasti akan gagal mewujudkan tujuannya jika dibangun diatas konsep ilmu yang salah: yakni ilmu yang tidak mengantarkan seseorang kepada ketaqwaan dan kebahagiaan. disamping sebagai Rois Syuriah NU Malaysia. Seorang dapat menjadi manusia beradab jika memiliki ilmu (knowledge) yang benar. Penyimpangan dan Jawabannya” (2002). Setelah banyak berdiskusi di Kuala Lumpur. maka akan terbentuklah satu peradaban yang dalam bahasa Melayu disebut ‘tamadun’. Maka. Anis menjabat sebagai Ketua Departemen Perbandingan Agama di Universitas Islam Internasional Malaysia. siap menerima unsur-unsur asing yang tidak bertentangan dengan pandangan hidup Islam (Islamic worldview). Peradaban Islam memang peradaban terbuka. Tetapi. untuk menempuh program PhD di ISTAC. Ada Hamid Fahmy Zarkasyi. mau tidak mau harus dilakukan melalui proses pendidikan. saya sendiri sudah menulis buku ”Islam Liberal: Sejarah. Taufik Adnan Amal. Ugi kini dipercaya sebagai ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah Cabang Malaysia. INSISTS yakin. masyarakat. pakar Ekonomi Islam alumnus ISTAC yang juga mengajar mata kuliah sejarah dan metodologi hadits di ISTAC. Muharram 1424 H (tahun 2003). Buletin dicetak hanya sekitar 150 eksemplar. kyai Gontor yang belum lama lulus doktornya dari ISTAC. menurut al-Attas. Dr. Ugi Suharto. JIL ternyata hanyalah sebuah lembaga pengecer ide-ide liberal. Ketika menulis buku ini. fokus saya masih sebatas pada kritik terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL). Ugi juga baru saja merampungkan diskusi via email soal ”Al-Quran Edisi Kritis” dengan aktivis liberal. dengan memulai menghidupkan tradisi ilmu Islam dalam masyarakat Islam. peradaban Islam hanya bisa berdiri tegak di atas konsep pemikiran Islam (Islamic thought). Edisi perdana (Maret 2003/Muharram 1424 H) menurunkan tulisan Hamid Fahmy Zarkasyi berjudul ”Cengkeraman Barat dalam Pemikiran Islam”. Madinah adalah kota dimana ”ad-Din” diaplikasikan. di Desa Segambut. Sebelum berangkat ke Malaysia. Ada lagi Dr. Di inilah. Uangnya urunan. Edisi kedua (April 2003/Shafar 1424 H) menurunkan tulisan Syamsuddin Arif berjudul ”Jejak Kristen dalam . saya menemukan banyak gagasan dan suasana baru dalam pengkajian Islam. mahasiswa ISTAC yang ketika itu baru saja menamatkan diskusinya dengan para aktivis liberal. manusia yang mempunyai adab. teman-teman sepakat untuk mulai menyebarkan pemikiran-pemikiran hasil diskusi terbatas di Kuala Lumpur. dengan tebal 10 halaman. Hasil tertinggi dari adab ialah mengenal Allah SWT dan ‘meletakkan’-Nya di tempat-Nya yang wajar dengan melakukan ibadah dan amal shaleh pada tahap ihsan. Masih ada sejumlah aktivis INSISTS yang kini sedang menyelesaikan disertasi doktornya di Kuala Lumpur.Untuk membangun peradaban Islam. yang juga sudah lulus doktor dari ISTAC dan masih menulis disertasi keduanya di Jerman. Infaq: Rp 2000. Dr. Kuala Lumpur. dan jasmani yang memungkinkan seseorang dan masyarakat mengenal dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dengan benar dan wajar. Dalam peta liberalisasi. dan lingkungannya. membentuk manusia yang beradab. sehingga menimbulkan keharmonisan dan keadilan dalam diri. Berpikir besar. alumnus Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan yang pakar di bidang Pluralisme Agama. Ada Dr. yang disebutnya sebagai “ta’dib”. Berawal dari diskusi-diskusi kecil para mahasiswa ISTAC asal Indonesia dan sejumlah dosen di sana. Karena itulah. yang berbasiskan pada ‘ad-din’. Jika konsep adab ini diterapkan dalam masyarakat. Ketika itu. Ada lagi Syamsuddin Arif. berbuatlah dari yang kecil! Sebagai mahasiswa yang hidupnya serba pas-pasan mulailah meluncurkan buletin INSISTS. dan diwujudkan oleh kaum Muslim sendiri. Kiprah 5 Tahun Cerita INSISTS bermula lima tahun lalu. saya melihat fenomena yang jauh lebih ”mengerikan”. Januari 2003. Banyak gagasan menarik yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Tujuan utamanya. Untuk itulah INSISTS berusaha turut andil dalam sebuah proses pembangunan peradaban Islam. seperti Nirwan Syafrin dan Arifin Ismail. Ada Adnin Armas. Anis Malik Thoha. kemudian. Buletin ini kemudian diedarkan ke Indonesia. akli. Konsepsi.

menulis bahwa hermeneutika adalah gelombang ganas yang memukul pantai pemikiran keagamaan Islam di seluruh dunia. Kami ajak dia berkeliling kampus ISTAC. Kajian tentang hermeneutika di ISTAC sudah dilakukan sangat intensif. Melalui majalah ini. Ketika itu terucap dari Pak Edi kalimat. Secara terperinci.” Katanya. Dalam masalah hermeneutika ini. Hermeneutika adalah cara baru dalam memahami Kitab Suci al-Quran yang diambil dari kaedah dan pemikiran Barat. Prof. ”Pantas kampus ini dibekukan. Kristen dan Barat modern. meskipun tanpa mengurangi rasa hormatnya terhadap sumbangan Fazlur Rahman dalam aspek-aspek lain di bidang pemikiran Islam. India. indah. pemimpin penerbitan Khairul Bayan ke Kuala Lumpur. sudah jadi apa Indonesia?” kata Pak Edi ketika itu. yakni Fazlur Rahman. sejak puluhan tahun al-Attas menjelaskan bahaya peradaban sekular Barat dan bagaimana umat Islam harus menghadapinya secara intelektual. . Sementara itu. Prof. bukan tidak mungkin akan menjadi tantangan serius bagi hegemoni peradaban Barat dalam bidang keilmuan. Prof. Naskah dan keredaksian disuplai oleh INSISTS. bagaimana perbedaan antara Ilmu Tafsir al-Quran dengan tradisi hermeneutika yang berkembang dalam masyarakat Yunani. dalam salah satu bukunya. Wan Mohd Nor. tantangan terberat yang dihadapi umat Islam – bahkan umat manusia – saat ini adalah hegemoni peradaban Barat. Suatu saat. Pak Edi mendesak agar teman-teman INSISTS segera melakukan langkah yang nyata. Sejumlah profesor didatangkan dari berbagai negara untuk mengajar soal hermeneutika dan tafsir. Untuk itu. al-Attas membangun kampus yang megah. Seluruh redaksi bekerja secara sukarela. Syed Muhammad Naquib al-Attas untuk mencetak sarjana-sarjana Muslim yang tidak silau dengan peradaban Barat dan mampu menjawab tantangan keilmuan yang ditimbulkan oleh peradaban Barat. Edisi pertama ISLAMIA langsung menggebrak dunia pemikiran Islam di Indonesia dengan mengangkat tema ”Tafsir versus Hermeneutika”. Urusan penerbitan dan pemasaran diserahkan kepada ahlinya. Al-Attas adalah ilmuwan Muslim kontemporer yang secara tegas membedakan antara Tafsir dan hermeneutika. wakil al-Attas di ISTAC. Bagi al-Attas. dengan perpustakaan kelas dunia. INSISTS mengeluarkan sikapnya yang jelas dan tegas: menolak penggunaan metode hermeneutika untuk penafsiran alQuran. yang diterbitkan dalam format majalah. Memang. datanglah Pak Edi Setiawan. Yahudi. diskusi dua mingguan untuk para mahasiswa di Kuala Lumpur. jika ISTAC dibiarkan berkembang. khususnya dalam bidang keilmuan. Setelah diskusi berulang kali. untuk memudahkan pemasaran. agar segera dibuatkan langkah nyata untuk melanjutkan misi INSISTS di Indonesia. bahwa Islam sudah mempunyai Ilmu Tafsir yang berbeda dengan hermeneutika. diputuskanlah untuk menerbitkan majalah ISLAMIA.Islamic Studies”. jalan terus. Yang presentasi makalah. ISTAC dirancang oleh Prof. ISLAMIA sebenarnya sebuah jurnal ilmiah dalam bidang pemikiran Islam. Pak Edi kirim SMS. Prof. Wan menekankan. ”Jika nunggu kalian pulang ke Indonesia untuk berbuat. Wan bahkan tidak segan-segan untuk memberikan kritik terhadap gurunya sendiri di Chicago University. khususnya melihat-melihat perpustakaannya. Karena itulah. gantian. Begitu balik ke Indonesia. Setelah melihat-lihat ISTAC dan berdiskusi intensif dengan teman-teman INSISTS. dijelaskan.

Dalam berbagai workshop yang dilakukan. mahasiswa. sudah 14 nomor berhasil diterbitkan. hermeneutika kini sudah menjadi mata kuliah wajib di sejumlah perguruan tinggi Islam di Indonesia. untuk para dosen. ISLAMIA telah menjadi satu bacaan alternatif dalam bidang pemikiran Islam di Indonesia. Metode Bibel dalam Studi al-Quran: Kajian Kritis. seminar. baik melalui penulisan buku dan artikel. melalui bukunya. Universitas Islam az-Zahra. Inilah yang dikatakan oleh al-Attas sebagai proses ”dewesternisasi ilmu”. Tujuan hermeneutika. Henri Shalahuddin. Malaysia. dan sebagainya. diskusi. pelatihan. Sejak bulan Maret tahun 2009. Kini. Meskipun sangat tertatih-tatih terbitnya. Universitas Ibn Khaldun Bogor.Seperti diketahui. baik di pasca sarjana Pusat Studi Timur Tengah dan Islam-Universitas Indonesia (PSTTI). Mata kuliah ini telah diajarkan di sejumlah program pasca sarjana studi Islam. Saudi). yakni menggusur ilmu tafsir al-Quran. INSISTS sering dipetakan sebagai pihak yang aktif menentang penggunaan hermeneutika untuk penafsiran al-Quran. pimpinan pesantren. Kerjasama ini sudah lebih dari setahun masih terus berjalan. mengajar. Secara personal. Para peneliti INSISTS juga mengembangkan mata kuliah dan kursuskursus Islamic Worldview. INSISTS juga telah menjalin kerjasama dengan Harian Umum Republika. aktivitas ceramah. Dan hingga kini. Mengapa INSISTS sangat peduli dengan pemikiran-pemikiran sekular-liberal? Sebab. peneliti INSISTS yang lain. juga secara khusus memberikan kritik terhadap pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid. Ribuan orang telah mengikuti waorkshop-workshop INSISTS di berbagai belahan dunia (Indonesia. di tengah segala kekurangan dan keterbatasan. Buku Wajah Peradaban Barat dan Tren Pluralisme Agama mendapat penghargaan sebagai buku terbaik dalam Islamic Book Fair tahun 2006 dan 2007. Sejak didirikan. INSISTS mendapatkan jatah empat halaman setiap bulan untuk menerbitkan artikel-artikel tentang Pemikiran Islam. Adnin Armas telah menulis sebuah buku yang sangat penting dalam studi al-Quran. Di bidang penulisan. INSISTS telah melaksanakan ratusan kali seminar. sejumlah buku karya peneliti INSISTS juga telah meraih prestasi penting. Mesir. para peneliti INSISTS terus berkiprah dalam dunia pemikiran. peradaban Islam hanya bisa ditegakkan di atas bangunan pemikiran Islam. Alhamdulillah. misalnya. kami telah menerima begitu banyak sambutan yang sangat patut disyukuri. dalam bidang pemikiran Islam. workshop. . INSISTS kadang kala harus terlibat dalam perdebatan hangat dengan dosen-dosen hermeneutika. menerbitkan jurnal pemikiran Islam bulanan. yang juga diberi nama ISLAMIA. dan sebagainya. Institut Studi Islam Darussalam Gontor. kalangan profesional. dan digantikan dengan metode penafsiran Barat yang serba relatif. dan sebagainya. ”al-Quran Dihujat”. sangatlah jelas. Banyak mahasiswa yang merasa tercerahkan dan bahkan ada yang mengaku ”kembali ke jalan yang benar” setelah membaca ISLAMIA dan bukubuku para peneliti INSISTS. Pemikiran-pemikiran sekularliberal memiliki sifat dan tujuan yang jelas: merusak pemikiran Islam. INSISTS masih menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas untuk program pelatihan pemikiran Islam bagi para dosen dan mahasiswa. Dan hingga kini. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

tampak kaum Muslim masih belum menyiapkan diri dengan baik. Anak-anak pintar jarang yang mau terjun ke bidang studi Islam. sebagai mata kuliah wajib di jurusan tafsirhadits. fakultas yang paling tidak diminati adalah fakultas agama Islam. Ilmu dipisahkan dari iman dan amal. dalam berbagai bidang keilmuan. jika banyak skripsi. teknik. Begitu juga jika seorang mengkaji al-Quran. Banyak pakar al-Quran yang berdiam diri dengan masuknya hermeneutika. kajian mereka bersifat objektif ilmiah. Hampir di semua universitas yang membawa label Islam. Melalui pusatpusat studi Islam di Barat. Menghadapi serbuan pemikiran semacam ini. sebuah fenomena yang sudah puluhan tahun dipandang sebagai hal biasa oleh umat Islam. bukan kepada ilmuwan-ilmuwan Barat. Kata mereka. semakin berjubel alumni studi Islam dari Barat yang memegang posisi-posisi penting dalam institusi keagamaan. Maklum. Inilah yang mereka katakan sebagai model kajian objektif ilmiah. Proses ini telah terjadi selama puluhan tahun. Banyak yang terjun ke bidang-bidang keagamaan adalah yang kapasitas otaknya pas-pasan. biasanya. Tapi. sangat aktif melakukan kajian keislaman dan mendidik sarjana-sarjana Muslim menjadi kader-kader mereka. sangat jarang yang kemudian beriman dengan yang mereka kaji. meskipun jelas-jelas salah dan bahkan beberapa diantaranya secara terang-terangan menghujat al-Quran. Karena itulah. tesis. kajian Islam di Barat lebih berkembang ketimbang di dunia Islam. Ketika mengkaji al-Quran. disertasi doktor yang diluluskan. Inilah proses liberalisasi atau westernisasi ilmu. hukum. Banyak dosen dan pakar yang mendiamkan saja buku-buku studi Islam yang isinya merusak pemikiran mahasiswa. langsung dimasukkan dalam kategori ”subjektif-ideologis”. dulu dan sekarang. para orientalis. justru terjadi secara massif dalam bidang ilmu-ilmu keagamaan (ulumuddin). Sebab. katanya. kini dan akan datang. Kaum Muslim yang mengkaji agama-agama lain dalam perspektif al-Quran langsung dimasukkan kotak: subjektif tidak ilmiah. Banyak yang mampu bersikap kritis terhadap kajian orientalis. baik di perguruan tinggi Islam maupun di organisasi Islam. mahasiswa diminta ”melepaskan keimanannya” dan mengkaji al-Quran secara objektif. sangat tidak sedikit yang silau dan terpukau dengan institusi studi Islam dan kehebatan para orientalis. bahwa studi Islam terbaik di dunia saat ini adalah di Amerika. secara umum. komputer. ekonomi. para orientalis yang melakukan studi Islam. studi Islam di Barat didasarkan pada ”kajian kritis”. kajian Islam harus netral dari keberpihakan ideologis. Tetatpi. Mereka lebih memilih bidang kedokteran. Dampak dari proses ini sangat fatal. Kata dia. ada diantara mereka yang berteriak lantang menolak kedatangan delegasi parlemen Israel ke Indonesia. sehingga seorang kandidat doktor studi Islam di AS ada yang menyatakan. metode tafsir Bibel Yahudi-Kristen. Meskipun. INSISTS melihat tantangan berat yang dihadapi oleh umat Islam. Dengan metode seperti ini.Masa depan kita Dalam penelitian dan pengkajian lebih lanjut. maka tidak heran. bukan ”berdasar atas keimanan” (based on faith). dan sebagainya. Faktanya. yang ironisnya. tetapi sudah mengimani dan mensucikan al-Quran. sikap kritis itu hanya ditujukan kepada para ulama Islam. Lihatlah. Itu yang dikatakan objektif ilmiah dan kajian kritis. ilmu-ilmu keislaman pun sudah terhegemoni. Padahal. Dan kini. Perasaan minder sering menjangkiti . bukan hanya ilmu-ilmu sains dan teknologi yang terhegemoni oleh Barat.

kata Imam al-Ghazali. Niat mencari ilmu . yang tidak ”hubbud-dunya”. Bisa dipahami jika banyak ilmuwan studi Islam yang kemudian menjadi pemuja Barat. Studi dan pemikiran Islam tidak bisa diserahkan begitu saja ke dalam pelukan Barat dan kroninya. Ke depan. mengapa di Indonesia tidak? Problemnya. Kaum Muslim. haruslah yang menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang zuhud. sehingga mereka bersedia mengucurkan dana yang sangat besar untuk memberi beasiswa kepada ribuan sarjana Muslim. Barat sepertinya tahu benar akan nilai strategis studi Islam. dia sudah dapat meraih gelar doktor dalam bidang Tafsir al-Quran yang tidak kalah mumpuni dari Quraish Shihab. Rata-rata dosen-dosen bidang studi umum yang aktif dalam kegiatan Islam tidak menguasai studi Islam secara akademis. harus dibangun di atas landasan niat yang kokoh dalam menuntut ilu. Melihat fenomena ini. bisa ditemukan sejumlah tulisan mereka yang lebih brutal dalam menyerang Islam dibanding kaum orientalis sendiri. Dari kampus-kampus itu nantinya harus muncul para cendekiawan Muslim yang menguasai khazanah keilmuan Islam dengan baik. dan sebagainya. Kita juga akan melihat. Menghadapi fenomena dan tantangan semacam ini. untuk mencegah semakin banyaknya ulama. Jika ilmu-ilmu agama rusak. Bahkan. di atas semua itu. ITS. Unair. maka dalam tempo sekitar 5 tahun saja. INSISTS telah melakukan rintisan pengembangan studi Islam di sejumlah kampus dalam bentuk program Pasca Sarjana bidang Pemikiran Islam. Coba kita pikirkan. IPB. Setiap sarjana muslim yang pintar wajib menguasai ilmu-ilmu yang fardhu ain. harusnya kaum Muslim mampu membuat rencana penyelamatan pemikiran Islam secara serius. nyaris belum ada dosen-dosen di kampus-kampus umum yang menguasai bidang pemikiran Islam dengan baik. Di kampus-kampus tersebut harus ditumbuhkan pusat-pusat studi dan pemikiran Islam yang bertaraf internasional. tokoh. Undip. ITB. jika Habibie mau belajar bahasa Arab dan Tafsir al-Quran dengan serius. tradisi ilmu yang harus dibangun dalam Islam. Pemikiran Islam bukan monopoli dosen dan mahasiswa IAIN/UIN/STAIN. Insyaallah. Tidak sembarangan orang diberi beasiswa untuk studi Islam ke Barat. INSISTS mengajak berbagai kalangan untuk mulai berpikir serius tentang masa depan studi dan pemikiran Islam di Indonesia. Organisasi dan lembaga-lembaga Islam pun terus dibuat tergantung hidupnya terhadap lembaga-lembaga donor Barat. akan melihat doktor-doktor bidang matematika yang fasih berbahasa Arab dan terampil membaca kitab-kitab klasik tentang sains Islam. jika kemudian muncul fenomena ”cultural schock” (gegar budaya) saat berhadapan dengan peradaban Barat. pemikiran Islam harus dikembangkan di UI. Bisa dipahami.mereka. saat ini. Insyaallah. kita Insyaallah. Inilah jantung persoalan umat Islam di Indonesia. Untuk itulah. harus berani terjun ke dalam arena perang pemikiran ini. seorang profesor bidang matematika yang menguasai ilmu hadits dengan baik. Jika kampus-kampus besar di Barat mengembangkan studi Islam. yakni problem keilmuan Islam itu sendiri. khususnya orang-orang yang pintar dan benar. dan cendekiawan yang tergelincir pemikirannya. Tetapi. disamping ilmu fardhu kifayah sesuai dengan bidang keilmuannya. Dengan itu. Dan itu. maka tidak mungkin melakukan proses Islamisasi terhadap ilmu-ilmu lain. yakni semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini sangat tidak mustahil. dan mencintai jihad fi-sabilillah. UGM. ke depan.

harusnya pendidikan bisa menghasilkan manusia yang berpikir. dan mintalah pertolongan kepada Allah). Sofyan Sauri Share Dosen yang satu ini tak bosan-bosannya bercerita tentang pentingnya penanaman nilai dalam dunia pendidikan. Prof. maka menurut alGhazali. Terlebih kini. Dan kami yakin. Dengan kata lain. Di kampus inilah.harus benar. (HR Muslim). Prof. yang dihasilkan bukan hanya manusia yang pintar. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). berzikir. dan terampil tangannya. Cukup belajar di INSISTS!” Ini bukan mimpi! Sabda Rasulullah saw: ”Ihrish ’alaa maa yanfauka. sekaligus ketua Program Studi Pendidikan Umum/Nilai di UPI Bandung. wasta’in billah. Dr. (Juni 2010). lembut hatinya. Jika sejak awal mencari ilmu diniatkan untuk mencari dunia. dalam pendidikan. Sofyan Sauri. Ketika itu sudah terwujud. Dan di kampus ini pula. Kampus ini harus menjadi pusat studi dan pemikiran Islam internasional. diterapkan keilmuan Islam secara integral. di lantai enam gedung Pascasarjana UPI. pendidikan di Indonesia belum menghasilkan manusia yang baik. dan jangan sekali-kali merasa lemah. Pendidikan di Indonesia hanya berorientasi untuk menghasilkan manusia yang pintar saja. Berikut petikan wawancaranya. Insyaallah.” (Bersemangatlah kamu meraih apa yang bermanfaat bagimu. Selasa (19/10/2010). dengan perpustakaan dan dosen-dosen bertaraf internasional. saat arus sekularisme dan liberalisme telah mencengkeram hampir seluruh sendi kehidupan manusia. di sini akan berdatangan para dosen dan mahasiswa dari berbagai negeri Islam. Dr. dan berikhtiar. para dosen dan mahasiswa bersama-sama mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. . Sofyan menyempatkan diri berbagi ilmu kepada Arif Munandar Riswanto dan Agung Aditya Subhan.UPI. wa laa ta’jizan. Banyak umat Islam yang memiliki cita-cita yang sama. Untuk itu INSISTS sedang berjuang mewujudkan sebuah kampus Islam Internasional di Indonesia yang mengaplikasikan konsep keilmuan Islam secara total. Dengan kata lain. Bagaimana menurut Profesor. dua peserta program Kader Ulama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Magister Pendidikan Nilai -. kondisi pendidikan Indonesia saat ini? Pendidikan di Indonesia saat ini belum memperlihatkan hasil yang maksimal. itu adalah awal kehancuran agama. kita akan berteriak lantang: ”Tidak perlu lagi mengirim sarjana Muslim untuk belajar Islam pada kaum Yahudi dan Kristen. Padahal. Pendidikan di Indonesia seharusnya bisa menghasilkan manusia yang cerdas akalnya. Dialah Prof. kami tidak sendiri. Ditemui di kantornya.

sopan santun. Tugas tersebut akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. manusia yang baik yang dicita-citakan dalam pendidikan sulit untuk lahir. Sedangkan nilai-nilai yang ada di dalam shalat seperti disiplin. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Qashash ayat 77. Seperti memberikan definisi bahwa yang disebut dengan disiplin adalah bla. Penyebab dari hal tersebut karena masyarakat kita hanya mementingkan dunia. Nilai langsung larut dalam mata pelajaran. dunia dan akhirat adalah dua hal yang tidak bisa ditinggalkan. dalam tujuan pendidikan nasional kita. tugas mendidik hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban. bla. bla. Jika pendidikan masih dipahami seperti itu. yaitu. Kita sering melihat banyak orangtua yang bangga dengan anaknya yang pintar tetapi akhlaknya hancur. ia biasanya diberikan dengan tidak maksimal dan tidak terencana. Di sini. Jika seperti itu. Apa yang disebut dengan nilai? Jika disederhanakan. Bisa diberikan contoh? Contohnya seperti mata pelajaran agama Islam. pendidikan nilai adalah nilai pendidikan. yang menjadi kenyataan. Manusia terlalu bangga dengan kepintaran saja. Ayat tersebut berbicara tentang visi hidup. Kita memiliki moto. tetapi menginternalisasikan nilai dalam pembelajaran. kasih sayang. dalam pendidikan nilai. Seperti tujuan untuk menghasilkan anak didik yang beriman dan bertakwa. guru agama Islam jangan hanya mengajarkan pengetahuan shalat. setiap pendidik harus sadar bahwa pendidikan bukan hanya sekadar mengajarkan pengetahuan yang diajarkan. . bagaimana tanggung jawab seorang pendidik di hadapan Allah? Apa yang menjadi penyebab hilangnya pendidikan nilai dalam dunia pendidikan kita? Penyebabnya adalah karena manusia sudah mendewakan otak. Berarti aspek akhirat sangat penting dalam pendidikan? Oh ya. Nah. yang jadi pertanyaan. Kalaupun disampaikan. bla. visi terhadap akhirat dilupakan. kita akan mengetahui pentingnya penanaman nilai tauhid kepada anak didik. Berarti pendidikan nilai bukan hal yang mudah dilakukan? Betul. Ketika mengajarkan tema shalat.Apa yang harus dilakukan oleh pendidikan agar bisa menghasilkan manusia yang baik? Untuk menghasilkan manusia yang baik. Akibatnya. pendidikan nilai harus diajarkan seiring dengan pembelajaran mata pelajaran. Dan. tanggung jawab. yang tepat bukan mengajarkan nilai. Baik dalam pembelajaran formal. Inilah pentingnya mengapa setiap pendidik harus bisa mengajarkan nilai yang ada di balik Mata Pelajaran. dan harus taat kepada pemimpin. tidak disampaikan. Namun. Masyarakat kita sudah lupa tujuan hidup. Jadi. Ia membutuhkan para pendidik yang sadar bahwa mendidik adalah tugas dari Allah. nilai adalah hal positif atau negatif yang dipertimbangkan oleh seseorang sehingga menjadi pilihan yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan. misalnya. Dunia adalah segala-galanya. atau sopan santun yaitu bla. di dalam Islam. Padahal. Dengan nilai hidup menjadi lebih bermakna. apakah para pendidik kita memiliki kesadaran tentang hal tersebut? Karena. bla. aspek tersebut telah dijelaskan. Apakah nilai yang abstrak bisa diajarkan kepada anak didik? Yang diajarkan dalam pendidikan nilai bukan teori.

informal. tetapi setiap orang dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. berbudaya. Ia tidak bisa dipisahkan. Pendidikan Umum/Nilai terbuka untuk semua background pendidikan. Pendidikan jangan hanya diarahkan untuk menghasilkan anak didik yang cerdas. melahirkan lulusan Magister dan Doktor yang cerdas otaknya. Kognitif. Dengan istilah lain. dan Pendidikan Agama. Ibnu Mas'ud r. demikian petuah masyhur dari para Hukama' dan orang-orang saleh.[] (***) Yahoo! Facebook RSS Nasehat Imam al-Ghazali Written by Henri Shalahuddin 64Share "Ilmu itu cahaya". Namun. Jadi. ataupun non-formal. Oleh karena itu. Adapun misinya antara lain. dan berdaya guna bagi khalayak umum. Agar ketika melakukan pembelajaran. yang belajar di Pendidikan Umum/Nilai bukan dosendosen MKDU saja. Pendidikan yang diberikan adalah untuk membentuk kepribadian.a. mindset seperti itu harus menjadi kebijakan pemerintah. Apakah pendidikan nilai sama dengan pendidikan karakter? Pendidikan karakter itu sebenarnya pendidikan akhlak. Visi dan Misi Pendidikan Umum/Nilai sendiri seperti apa? Visinya adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian manusia secara utuh (kaffah) berlandaskan perangkan tatanan nilai moral dan norma luhur yang ada dan berlaku secara universal maupun nasional sehingga terbina perikehidupan yang agamis. Meskipun saya lebih enak menggunakan istilah pendidikan akhlakul karimah. Sedangkan pendidikan akhlak itu pendidikan yang penuh dengan makna nilai. Dan. mempersiapkan pakar atau pengembang ilmu dalam bidang kajian Filsafat Pendidikan. pendidikan harus dilakukan secara holistik. dalam konteks disiplin ilmu pendidikan dan disiplin ilmu lainnya. para dosen tersebut bisa melakukan upaya memanusiakan manusia.. Pendidikan Umum/Nilai di UPI bertujuan untuk membekali para dosen MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum). salah . Sosiologi Pendidikan. Apa yang menjadi latar belakang diadakannya Program Studi Pendidikan Umum/Nilai di UPI? Pada awalnya. bangsa. lembut hatinya. tetapi kemudian mengabaikan hatinya. Saran untuk pendidikan di Indonesia? Pemerintah harus mengubah mindset dalam melaksanakan pembelajaran. antara yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat. Namun. dan terampil tangannya. afektif. Pendidikan Nilai. dan psikomotor anak didik harus dididik. dan negara. dalam perjalanannya.

tapi tidak bertambah hidayahnya. manusia akan mengenal Allah dan menyembahNya. Sebab niat yang salah akan menyeret kedalam neraka. Rasulullah saw. apabila keduanya baik. maka menuntut ilmu adalah ibadah. mengolok-olok orang yang bodoh dan mendapatkan simpati manusia. Rasulullah saw. mengajarkannya adalah sedekah dan mengingatnya adalah tasbih. demikian juga ibadah batin dan pembangunan kalbu dengan ilmu. maka manusia pun menjadi baik dan jika keduanya rusak maka rusaklah semuanya. Dengan ilmu. Penyakit kalbu diawali dengan ketidaktahuan tentang Sang Khalik (al-jahlu billah). Tirmidzi). Imam al-Ghazali berkata: "Jika Anda mengenal tingkatan ilmu dan mengetahui hakekat ilmu akherat. niscaya Anda akan paham bahwa yang sebenarnya menyebabkan ulama menyibukkan diri dengan ilmu itu bukan sematamata karena mereka butuh ilmu itu. namun yang sampai kepada kami hanyalah lafaz-lafaznya dan definisinya". Sedangkan kalbu yang sehat diawali dengan mengenal Allah (ma'rifatullah).satu Sahabat Nabi berwasiat. Sebab kalbu yang sehat akan menjamin keselamatan manusia. bahwa hakekat ilmu itu bukanlah menumpuknya wawasan pengetahuan pada diri seseorang. bersabda: "Sesungguhnya Allah swt. maka ilmu itu pun enggan kecuali harus diniatkan untuk Allah'. Oleh karena itu. Nabi juga bersabda: "Terdapat dua golongan dari umatku.. akan selalu gagal jika berbagai perilaku buruk dan akhlak tercela tidak dibersihkan. (HR. sungguh mereka kelak berada di neraka. (Ihya' 'Ulumiddin) . mereka akan bertauhid dan memuja-Nya. Sebab ilmu merupakan ibadah kalbu dan salah satu bentuk pendekatan batin kepada Allah. mengkajinya adalah jihad. dan vitaminnya adalah mengendalikan nafsu. bersabda: "Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk tujuan berkompetisi dan menyaingi ulama. Dengan ilmu. Barang siapa berbuat demikian. (HR. sedangkan kalbu yang sakit akan menjerumuskannya pada kehancuran yang abadi. penghuni langit dan bumi hingga semut dalam tanah. dan bertambah parah dengan mengikuti hawa nafsu. (lihat al-munqidz min al-dhalal) Sebagai amalan ibadah. maka mencari ilmu harus didasari niat yang benar dan ditujukan untuk memperoleh manfaat di akherat. yakni golongan penguasa dan ulama" (HR. Dengan ilmu. Allah meninggikan derajat segolongan manusia atas lainnya dan menjadikan mereka pelopor peradaban. Selanjutnya beliau menjelaskan makna nasehat kaum bijak pandai bahwa 'kami mempelajari ilmu bukan karena Allah. berarti bahwa "Ilmu itu tidak mau membuka hakekat dirinya pada kami. serta ikan di lautan benar-benar mendoakan bagi pengajar kebaikan". Maka saat ditanya tentang fenomena kaum intelektual dan fuqaha yang berakhlak buruk. Mengingat kedudukannya yang penting itu. Kedudukan ilmu dalam Islam sangatlah penting. Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali dengan membersihkan diri dari hadas dan kotoran. para malaikat-Nya. niscaya ia hanya semakin jauh dari Allah". tapi karena mereka membutuhkannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah". Ibnu 'Abdil Barr dan Abu Naim dengan sanad yang lemah). memahaminya adalah wujud takut kepada Allah. Imam al-Ghazali mengarahkan agar para pelajar membersihkan jiwanya dari akhlak tercela. "Barang siapa bertambah ilmunya. maka bertambahlah kualitas hidayah Allah pada diri para ilmuwan. Ibnu Majah) Diawali dengan niat yang benar. tetapi ilmu itu adalah cahaya yang bersemayam dalam kalbu. sebelum menuntut ilmu. demikian nasehat kaum bijak...

Sekularisasi dalam dunia pendidikan berjalan dengan dua hal: (a) menempatkan ilmu-ilmu fardhu 'ain yang dianggap tidak menghasilkan nilai ekonomi dalam skala prioritas terakhir. meskipun tujuannya benar. Al-Suyuthi. tidak perlu dikenalkan pelajaran-pelajaran agama. Sehingga terjadi korelasi antara aktivitas pendidikan. karena karya-karya mereka yang hebat. Sehingga mahasiswa kedokteran misalnya.Ringkasnya. Al-Ghazali. tehnik. Peradaban Islam dapat terwariskan dengan baik ke generasi berikutnya karena tradisi menulis ini. Junun berarti berjuang berdasarkan tujuan yang salah. akan menghasilkan pelajar yang beradab. maka nilainya tidak lebih baik dari apa yang keluar dari perutnya". Disorientasi pendidikan diawali dengan hilangnya integritas nilai-nilai ta'dib dalam pendidikan (sekularisasi). atau tujuan pragmatis sesaat lainnya. dan amal mesti berdasarkan ilmu. Tiap ulama kemudian berusaha menuliskan apa saja yang mereka ketahui. Maka dengan konsep pendidikan seperti ini. Ketika seseorang mempelajari ilmu-ilmu kedokteran. menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan kita masih difokuskan untuk pemenuhan komuditas perut yang sarat dengan nilai-nilai hedonis.. Sejak dulu kepakaran dan keilmuan para ulama Islam diukur dengan seberapa hebat tulisan-tulisannya. sosial. atau dihapus sama sekali. Ta'dib berarti proses pembentukan adab pada diri peserta didik. gurunya maupun pada Penciptanya. budaya. Lihat Ibnu Taimiyyah. Sehingga keberhasilan seorang pelajar hanya ditentukan dari hasil nilai ujian yang menjadi ukuran pencapaian ilmu dan keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. keimanan harus ditanamkan dengan ilmu. Maka dalam pendidikan Islam. Ibnu Hajar. . Imam al-Ghazali menekankan bahwa ilmu saja tanpa amal adalah junun (gila) dan amal saja tanpa ilmu adalah takabbur (sombong). (b) mengutamakan pencapaian-pencapaian formalitas akademik. lingkungannya. baik pada dirinya sendiri. dan sebagainya. Padahal Ali bin Abi Talib ra. iring-iringan konvoi dan beragam ekspresi negatif lainnya ketika merayakan kelulusan ujian. Aceng Zakaria: Segudang Karya Ilmiah Tanpa Gelar 4Share Menulis adalah tradisi peradaban Islam. Sedangkan takabbur berarti tanpa memperdulikan aturan dan kaedahnya. orientasi dan tujuannya. Wallahu a'lam wa ahkam bis shawab KH. Tapi kesemuanya ini dipelajarinya dalam rangka meningkatkan keimanan dan bermuara pada pengabdian pada Sang Pencipta. politik. Maraknya aksi corat-coret baju seragam. maka mereka tidak memfokuskan niatnya pada nilai-nilai ekonomi. telah mengingatkan: "Barang siapa yang kecenderungannya hanya pada apa yang masuk kedalam perutnya. Inilah sejatinya konsep integritas pendidikan dalam Islam yang berbasis ta'dib. kelautan. Mereka dikenal luas sampai masa kini. komputer dan ilmu-ilmu fardhu kifayah lainnya. ilmu harus berdimensi iman.

Abdurrahman dari Persis. hadis. Ust. kelas tertinggi yang dibuka KH. Nawawi Al-Bantani. ia dianjurkan menemui KH E. Saat menyelesaikan SD. Saat mengaji di kampung pada ayahnya. Kebiasaan ini secara tidak langsung mendidiknya untuk hidup mandiri. jiwa enterpreuneursip¬-nya sudah diasah sejak kecil. Abdurrahman menyelenggarakan sekolah formal sejak kelas ibtidaiyyah. M. Berbagai disiplin ilmu mulai aqidah. bersama beberapa saudaranya ia kadang ikut berjualan. Sementara itu. sudah enam kitab ia selesaikan. tradisi menulis ini adalah tradisi yang hidup di kalangan para ulama dan intelektual kita. Aceng Zakaria diizinkan masuk ke kelas mu’allimin. Abdurrahman diyakinkan bahwa sekalipun tidak bersekolah secara formal. siang hari ia sudah biasa dilatih bertani dan menjual hasilnya ke pasar di waktu-waktu senggang saat tidak ada jadwal mengaji dan mengajar. Secara formal. Selain mempelajari berbagai disiplin ilmu.Di Indonesia pun. Hingga saat ini. Ia memutuskan untuk mengaji menamatkan berbagai kitab kuning kepada ayah dan pamanpamannya. Abdurrahman. nahwu. Namun begitu. . Sukarasa Wanaraja Garut. Keinginannya yang kuat untuk belajar mendorongnya untuk merantau ke Bandung. E. Aceng Zakaria. Abdurrahman menugaskannya untuk mengajar di Pesantren Pajagalan. A. Kemudian Ust. Selain itu. Berbagai kitab seperti Tafsir Ibnu Katsir dan lainnya diselesaikan secara sorogan kepada Ust. dan lainnya. Hasyim Asy’ari. ia hanya bersekolah sampai SD di kampung kelahirannya. Ia adalah salah seorang murid A. Hassan yang juga saat itu (th. Hamka. Bersekolah formal bukan jaminan kualitas keilmuan. Yang lebih penting adalah penguasaan ilmu yang dibuktikan dengan karya-karya mereka. Hasan. Karena kemampuannya yang baik. sampai mu’allimin. Ia sempat berjualan arloji dan barang-barang lain. Karena lahir di lingkungan pesantren. hanya 1. tsanawiyyah. ia lebih banyak menggantungkan hidupnya pada usaha sendiri. Sambil mengajar. kemampuan dan penguasaannya terhadap ilmu-ilmu agama bisa lebih baik dari yang bersekolah formal. sejak kecil ia sudah belajar berbagai kitab kuning kepada ayahnya. Semua dikenal dan dikenang generasi berikutnya karena tulisan-tulisan mereka. tafsir.5 tahun pria kelahiran tahun 1948 ini menyelesaikan studi formalnya. namun tidak ada yang meragukan keilmuan mereka. Abdurrahman ragu menerimanya. sharf. E. ia pun diberi tugas untuk bertabligh di berbagai mesjid. Di antara semakin sedikit ulama yang sangat peduli pada ilmu dari pada gelar akademik adalah KH. Biasanya aktivitas ini dilakukannya siang hari. Perlu dimaklumi KH. Abdurrahman selama ia mengajar di Pesantren Pajagalan Bandung. Lima tahun ia lakoni aktivitas itu sambil diberi tugas oleh ayahnya mengajari santri-santri yunior. Natsir. Atas saran beberapa gurunya. bahkan kakek dan ayahnya adalah kiai terkenal di kampungnya. 1969) diamanahi menjabat Ketua Umum PP Persis. dan lainnya berhasil dipelajari dengan baik. Abdurrahman di Pesantren Pajagalan Bandung. fiqih. Aceng secara formal hanya lulus SD. Setelah dites. Saat di Bandung. ia tetap diharuskan mengaji berbagai kitab yang belum dipelajari langsung kepada Ust. Ketertarikannya pada kitab-kitab kuning ini membuat kiai yang kini memimpin Pondok Pesantren Persis 99 Rancabango Garut ini memilih tidak meneruskan pendidikan formalnya. Sekalipun secara formal tidak bergelar akademik mentereng. Mulanya Ust.

Boleh dikatakan buku ini semacam buku fikih perbandingan (fiqih muqâranah) yang jarang ditulis oleh para ulama Indonesia. saya mulai belajar menuliskan apa yang selama ini saya pelajari. Kitab Al-Tauhid . Buku ini berisi tentang pembahasan perbedaan-perbedaan pendapat dalam fikih beserta pemecahannya. Al-Kâfi fi Al-Ilm Al-Sharfi. mantan Rektor Univ. Tafsir. Haramkah Isbal dan Wajibkah Jenggot?. Belajar Tashrif Sistem 20 Jam. Kebiasaan inilah yang membuatnya sangat gemar menulis. Tipikal para ulama yang dididik dengan model persantren turats memang tidak fakultatif. Sejak tahun 1986. Buku-buku lain yang telah diterbitkan diantaranya adalah: Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Sholat. Buku-buku yang ditulisnya pun sangat beragam mulai dari Ilmu Nahwu. Tidak hanya santri-santri di Pesantren Persis yang mendapat manfaat dari buku ini. Setelah diujicoba selama sepuluh tahun lebih. Doa-doa Shalat. Al-Azhar Mesir memberikan penghargaan yang sangat tinggi pada buku ini saat Ust. Aceng. Selepas mengaji ia sering menuliskan khulâshah (ringkasan) berbagai kitab yang telah dipelajarinya. Tidak heran bila Prof. Belajar Nahwu Praktis 40 Jam. sampai tema-tema aktual kontemporer. Sampai saat ini tidak kurang lima puluh (50) judul buku yang telah ditulis oleh kiai yang juga menjabat Ketua Bidang Tabiyah PP Persis ini. menyusun kitab ini sejak tahun 70-an. namun tidak juga terlalu enteng untuk pelajar tingkat lanjut. Diantara buku yang paling fenomenal yang ditulisnya adalah Al-Muyassar Fi ‘Ilm Al-Nahwi. buku ini sudah dicetak lebih dari sepuluh kali. Buku ini sudah dicetak lebih dari tiga puluh kali sejak pertama kali terbit tahun 1980-an. “Sambil belajar dan bertabligh. Etika Hidup Seorang Muslim. Jabatanku Ibadahku. Tarbiyyah Al-Nisâ. Sakitku Ibadahku. Ia memberikan sambutan resmi untuk buku ini. Umar Hasyim. Berbagai kalangan dari mulai mahasiswa sampai eksekutif yang ingin mempelajari ilmu nahwu banyak yang menggunakan buku ini. buku fenomenal lain karangan KH Aceng Zakaria adalah Al-Hidâyah fî Masâ’il Fiqhiyyah Muta‘âridhah. apalagi dalam bahasa Arab. Selain Al-Muyassar. Bai’at dan Berjama’ah. tutur Ketua STAI Persis Garut ini. Ushul Fiqih. Musthalah Hadis. Ust. Kamus Tiga Bahasa (Arab-Indonesia-Inggris). Bahkan manuskripnya masih ada tersimpan rapi”. baik kepada santrinya maupun kepada jamaah pengajiannya yang meminta diajarkan ilmu nahwu. Al-Muyassar ini merupakan rangkuman ilmu nahwu yang mengadaptasi metode praktis sehingga mudah dipahami para pemula. Bahkan saat ini. demikian ia akrab disapa.Kebiasaannya menulis sudah dilakukannya sejak mengaji pada ayahnya dulu. Semua ilmu sesuai dengan hirarki ilmu yang dikenal dalam tradisi Islam diajarkan. Apa yang ditulisnya menunjukkan keluasan penguasaan ilmunya dalam berbagai bidang. Sharf. Tidak heran kalau sampai saat ini sudah lebih dari 150 ribu copy buku ini tersebar ke seluruh Indonesia. Ia mengujicobakannya terlebih dahulu di berbagai tempat. pasti akan mempelajari buku ini untuk pelajaran ilmu nahwu (gramatika Bahasa Arab). Fiqih Muqâranah. Mengungkap Makna Syahadat. para pembaca pemula bisa membaca edisi terjemahan bahasa Indonesianya dalam tiga jilid. Saat ini siapapun yang belajar di Pesantren Persis. barulah buku ini dicetak. “Bahkan buku ini digunakan juga sebagai bahan ajar Ilmu Nahwu praktis di Malaysia”. kenang ayah depalan anak ini. Aceng berkunjung menemuinya ke Mesir. Hasilnya sangat memuaskan. Materi Dakwah.

penceramah rutin di Yayasan Madani Geologi ITB Bandung. selain menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Garut. Aktivitas dakwah yang beliau geluti sangat luas. Kyai Haji Aceng Zakaria menjadi teladan menarik bagi pecinta dan pegiat ilmu. beliau menjadi salah satu anggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam. (***) . Ilm Al-Mantiq. pengisi rutin kuliah subuh di berbagai radio dan acara Cahaya Kalbu di TVRI Jabar-Banten. Al-Bayân Fi ‘Ulûm Al-Quran. serta belasan buku lainnya yang ditulis dalam bahasa Arab dan Indonesia. Pengurus dan Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut. Adâb Al-Muslim. Tarbiyyah Al-Nisâ. instruktur tetap pada Training Haji di berbagai instansi. Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI) Kabupaten Garut. Selain aktif berdakwah di lingkungan Persatuan Islam.(3 jilid). Saat ini. serta seabreg aktivitas dakwah di tempat lainnya. Kyai Aceng tercatat sebagai instruktur tetap Kursus Kesejahteraan Rohani (KKR) Pengajian Wanita Salman ITB Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful