HUKUM TATA NEGARA

OLEH : BEWA RAGAWINO, S.H., M.SI.

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN

Kata Pengantar

Setelah kami ditugaskan untuk membina Mata Kuliah Hukum Tata Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, maka kami menyusun Buku Hukum Tata Negara ini sebagai salah satu acuan bagi para mahasiswa dalam mempelajari Hukum Tata Negara . Buku-buku Hukum Tata Negara sudah cukup banyak beredar dalam masyarakat, namun setelah Reformasi Tahun 1998 dan terjadinya peubahan pertama sampai perubahan keempat terhadap UUD 1945, maka Hukum Tata Negara mengalami perubahan pula yaitu terbentuknya Lembaga-Lembaga Baru berikut fungsi dan wewenangnya menurut UUD 1945. Atas dasar itulah kami menyusun buku ini, walaupun buku ini bukan satu-satunya pegangan dalam kuliah-kuliah yang kami berikan kepada mahasiswa. Kami sadari bahwa buku ini belum sempurna baik isinya maupun teknik penulisannya, untuk itu kritik dan sumbang saran sangat diperlukan guna perbaikan kemudian. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita semua. Amin.

Bandung, Penyusun

September 2007

i

DAFTAR ISI

Hal Kata Pengantar Daftar Isi BAB I : PENGERTIAN NEGARA DAN PEMERINTAHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7 BAB II : Pendahluan Terjadinya Negara Teori-Teori Terjadinya Negara Pengertian Negara Dan Istilah Unsur-Unsur Negara Tujuan Negara .Bentuk-Bentuk Negara i ii 1 1 2 2 3 5 7 9 12 12 13 15 20 24 29 29 29

HUKUM TATA NEGARA/ STAAT RECHT 1. 2. 3. 4. 5. Pengertian dan Istilah Definisi Hukum Tata Negara Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu-Ilmu Lainnya Ruang Lingkup Hukum Tata Negara Sumber-Sumber Hukum Tata Negara

BAB III :

ASAS-ASAS HUKUM TATA NEGARA 1. 2. Pengertian Asas-Asas Hukum Tata Negara

ii

Pendahuluan Sistem Pemilihan Pemilihan Umum BAB VII : BAB VIII : SEJARAH KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA 1. 1966 Periode Orde Baru Periode Reformasi Tahun 1998 s. 5 Juli 1959 Periode 17 Juli 1959 s. Pendahuluan Sejarah Perkembangan BAB VI : DEMOKRASI PEMILIHAN UMUM 1. sekarang DAFTAR PUSTAKA iii . 4. 2. 5. BAB V : Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 45 Lembaga-Lembaga Independen 39 39 48 55 55 56 63 69 69 70 82 80 81 85 87 89 89 91 HAK-HAK ASASI MANUSIA 1. 2. 17 Agustus 1950 Periode 17 Agustus 1950 s.d.d.BAB IV : SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA 1.d. 2.d. 2. 3. Periode Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Periode Konstitusi RIS 27 Desember 1945 s. 6.

iv .

iii v .

Kemudian perkembangan peradaban. maka dalam kelompok itu telah terdapat suatu kekuasaan/ pemerintahan yang sangat sederhana. Pendahuluan Manusia adalah makhluk sosial yang hidup selalu bersama-sama dalam satu kelompok untuk mempertahankan hidupnya. sehingga selalu berpindah-pindah tempat. mereka mulai hidup menetap pada suatu daerah tertentu dengan bercocok tanam dan beternak dan dipimpin oleh seseorang atau sekelompok orang. Kepada pemimpin kelompok diberi kekuasaan-kekuasaan tertentu dan anggotaanggota kelompok diharuskan mentaati aturan-aturan perintah pimpinannya. kepentingan-kepentingan dalam kelompok makin luas dan kompleks. kesulitan dan bahaya-bahaya dari dalam maupun dari luar 1 . Jumlah mereka makin banyak. Kelompok manusia itu awalnya hidup dari perburuhan. Kemudian peraturan-peraturan hidup itu dibuat secara permanen dalam bentuk tanda-tanda tertentu yang kemudian dibuat secara tertulis. Anggota-anggota kelompok mengakui serta mendukung tata hidup dan peraturanperaturan yang ditetapkan oleh pemimpin mereka.BAB I PENGERTIAN NEGARA DAN PEMERINTAHAN 1. Tata hidup dan peraturan-peraturan hidup mulanya tidak tertulis dan hanya merupakan adat kebiasaan saja..

muncul, maka diperlukan adanya suatu organisasi yang lebih teratur dan lebih berkekuasaan. Suatu organisasi sangat diperlukan untuk melaksanakan dan mempertahankan peraturan-peraturan hidup agar berjalan dengan tertib. Organisasi yang dibentuk dan memiliki kekuasaan itulah yang dinamakan Negara. 2. Terjadinya Negara Timbulnya Negara dapat disebabkan : 1. Pemberontakan terhadap Negara lain yang menjajahnya, misalnya Amerika Serikat terhadap Inggris tahun 1876-1883. 2. Peleburan (Fusi) antara Negara menjadi satu Negara, misalnya Jerman Bersatu tahun 1871. 3. Diduduki/ dikuasai suatu daerah yang kosong tidak ada rakyat, misalnya Liberia. 4. Menyatakan diri sebagai suatu Negara atau melepaskan diri dari penjajah, misalnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. 5. Secara damai adanya peretujuan dari Negara yang menguasainya dengan perjanjian penyerahan kedaulatan. 6. Secara kekerasan/ Revolusi. 3. Teori-Teori Terjadinya Negara. 1. Teori Kenyataan, timbulnya Negara merupakan suatu kenyataan apabila menuruti unsur-unsur Negara/ wilayah, rakyat, dan pemerintahan.

2

2. Teori Ketuhanan, disamping suatu kenyataan, karena berkat dari Tuhan yaitu Atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, “By The Grace of God”. 3. Teori Perjanjian, karena adanya perjanjian masyarakat/ contract sosial, perjanjian diadakan untuk terjaminnya kepentingan bersama, agar orang yang satu tidak menjadi binatang buas terhadap yang lain (Homo Homoni Lupus Thoneos Hobbes). 4. Teori Penaklukan, Negara itu timbul karena serombongan manusia menaklukan daerah lain, agar daerah itu tetap dikuasai, maka dibentuklah suatu organisasi yang berupa Negara. 4. Pengertian Negara dan Istilah Istilah Ilmu Negara : a. Stratsleer, staats = Negara, leer = Ilmu ( Belanda) b. Staatslehre (Jerman) c. Theory of State, The General Thoery of State ( Inggris) d. Theorie d’etat ( Perancis ) Definisi Negara : 1. Arestoteles : Negara adalah persekutuan daripada keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. 2. Jean Bodin : Negara adalah suatu perkumpulan daripada keluarga-keluarga dengans segala kepentingannya yang dipimpin oleh akal dari suatu kuasa yang berdaulat,.

3

3. Hugo de Groot : Negara adalah suatu persekutuan yang sempurna dari orangorang yang merdeka untuk memperoleh perlindungan hukum. 4. Hans Kelsen : Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa. 5. Kranen Burg : Negara adalah suatu sistem dari tugas-tugas umum dan organisasi-organisasi yang diatur dalam usaha Negara untuk mencapai tujuannya, yang juga menjadi tujuan rakyat/ masyarakat, maka harus ada pemerintah yang berdaulat. 6. J.H.A. Logemann : Negara adalah suatu organisasi kekuasaan/ kewibawaan. 7. R. Djoko Sutono : Negara adalah suatu organisasi manusia yang berada di bawah suatu pemerintah yang sama. 8. G. Pringgodigdo : Negara adalah suatu organisasi kekuasaan/ organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu yaitu, pemerintah yang berdaulat, wilayah tertentu, rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa. 9. Sri Sumantri : Negara adalah organisasi kekuasaan, oleh karenanya dalam setiap organisasi yang bernama Negara kita jumpai adanya organ atau alat perlengkapan yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan

kehendaknya kepada siapapun juga bertempat tinggal didalam wilayah kekuasaannya.

4

Ada Wilayahnya b.555 km ) dihitung dari pantai ketika air surut. Batas Pasti : garis lintang atau bujur pada peta bumi. 5 . danau. Ada Rakyatnya c. Wilayah Negara a. Ada Tujuannya ( Moch. Yamin) e. 3. Wilayah Darat Wilayah darat suatu Negara dibatasi oleh wilayah darat dan/ atau wilayah laut/ pengairan Negara lain yang ditentukan dalam suatu perjanjian Internasional yang biasanya berupa : 1. Wilayah Laut ( perairan ) Wilayah lautan suatu Negara atau perairan teritorial dari suatu Negara pada umumnya 3 mil laut (5. Ada Pemerintahnnya d. Laut bebas artinya setiap orang dapat melakukan segala sesuatu di laut bebas. Ada Pengakuan a.5. Laut di luar perairan teritorial itu disebut laut bebas ( Mare Liberum ).1. b. Batas Alam : sungai.d. Batas Buatan : pagar tembok/ kawat berduri dan tiang tombak 2. Unsur-Unsur Negara Suatu Negara harus memenuhi syarat-syarat : a. pegunungan dan lembah.

d. a. Wilayah Udara Udara yang berada di atas wilayah darat dan laut teritorial suatu Negara termasuk wilayah Negara. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini wilayah udara suatu Negara tertentu sulit untuk dipertahankan kecuali Negara Amerika Serikat dan Rusia. kecuali oleh pemerintah dari suatu Negara ditentukan lain. maka batas wilayah adalah ½ ( setengahnya ). Dalam masa damai pada umumnya udara boleh dilalui oleh pesawatpesawat dari Negara lain. ketinggiannya tidak ada batasnya asal dapat dipertahankan. satu nenek moyang atau suatu pertalian darah.2 Rakyat Rakyat suatu Negara adalah semua orang yang berada di wilayah Negara itu dan tunduk pada kekuasaan Negara tersebut. yaitu satu keturunan. c. kemudian berubah menjadi tiga mil.Awalnya batas laut hanya satu mil sesuai dengan jarak tembak meriam. Awalnya yang menjadi dasar menjadi rakyat dari pada suatu Negara adalah Asas Keturunan ( Ius Sanguinis ). 6 . Indonesia yang berbatasan laut dengan Negara lain dan kurang dari 12 mil.

Machiaveli dan Shang Yang : Negara bertujan untuk memperluas kekuasaan semata-mata. maka rakyat harus lunakkan dan sebaliknya jika orang menghendaki rakyat menjadi kuat dan kaya. Kalau ingin Negara kuat dan jaya. Untuk mencapai kejayaan Negara. maka rakyat harus berkorban. Negara Diktator. 2. Beberapa pandangan tentang tujuan Negara : 1. 6.3 Pemerintahan ada pemerintahan yang berdaulat kedalam dan keluar ada pemerintah sebagai alat/ organ yang menjalankan tugas dan fungsi pemerintah. maka Negara itu menjadi lemah. tujuan Negara didirikan adalah untuk menjadikan Negara itu besar dan jaya. 7 . kepentingan orang perorangan harus diletakkan di bawah kepentingan bengsa dan Negara.. maka asas tempat tingga/ tempat kelahiran atau IUS SOLI. dan terjadi perbauran tidak dapat dihindarkan dan bertempat tingga. a. Tujuan Negara Negara sebagai suatu organisasi kekuasaan manusia/ masyarakat dan merupakan sarana untuk tercapainya tujuan bersama. Plato : Negara bertujuan untuk memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.d.Kemudian jarak antar Negara mekin dekat.

semua orang tanpa kecuakli harus tunduk dan taat pada hukum. 5. Untuk memperluas kekuasaan. Pimpinan negara menjalankan kekuasaannya berdasarkan Kehendak Tuhan. 6.3. Negara Kesejahteraan (Welfare State = Soscial Service State) Tujuan Negara adalah mewujudkan kesejahteraan umum. Ajaran Negara Hukum ( Krabbe ) Negara bertujuan menyelenggarakan ketertiban hukum. Tujuan negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram. 4. Ajaran Polisi ( Emmanuel Kank ) Negara bertujuan mengatur keamanan dan ketertiban dalam Negara yang paling utama. Negara sebagai alat untuk tercapinya tujuan bersama yaitu kemakmuran. Agustinus. Untuk tercapainya kejayaan (seperti Kerajaan Sriwidjaya dan KerajaanMajapahit) Tujuan Negara Republik Indonesia Dalam Pembukaan UUD 1945 8 . Disamping itu bermacam-macam tujuan Negara ytiu : 1. kebahagian dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. 2. Ajaran Teokrasi ( Kedaulatan Tuhan ) Thomas Aquino. dibawah pimpinan Tuhan. Segala kekuasaan dan alat-alat Negara dalam menjalankan tugasnya harus berdasarkan hukum. hanya hukumlah yang berkuasa dalam Negara (Rule of Law).

Dalam Negara kesatuan pemerintahan yang berkuasa hanya satu yaitu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah. kekuasaan asli ada pada Negara bagian.“Untuk memajukan kesejahteraan umum. Negara kesatuan dengan sistem pemerintahan Sentralistis. berdaulat dan berdiri sendiri melepaskan sebagian kekuasaannya dan menyerahkannya kepada Negara serikat. Negara Serikat/ Federasi Negara serikat adalah suatu Negara yang merupakan gabungan dari beberapa Negara yang menjadi Negara-negara bagian dari Negara serikat. Negara kesatuan dapat berbentuk : 1. 9 . perdamaian abadi. Negara kesatuan dengan sistem pemerintahan Desentralisasi. 2. Negara-negara bagian itu adalah Negara merdeka.” 7. Negara Kesatuan ( Unitarisme ) Negara kesatuan adalah Negara yang merdeka dan berdaulat. Bentuk-Bentuk Negara Bentuk-bentuk negara yang populer adalah : 1. 2. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksnakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan keadilan sosial. sehingga ada pembagian kekuasaan antara Negara bagian dengan Negara serikat.

Negara Protektorat Negara Protektorat adalah Negara dibawah lindungan dari Negara lain. Selandia Baru. Australia. 4. Negara-negara persemakmuran. Negara ini sudah merupakan subyek hukum Internasional 5. Protektorat Internasional. Afrika Selatan. Negara ini bukan merupakan subyek hukum Internsional. Negara Protektorat Kolonial. Negara-negara Dominion bergabung bersama dalam “ The British Common Welth of Nations”. Negara Dominion tadinya daerah jajahan Inggris yang telah merdeka kemudian mengakui Raja Inggris sebagai rajanya sebagai lambang persatuan merdeka. Negara UNI Negara ini adalah dua Negara atau lebih yang merdeka dan berdaulat mempunyai kepala Negara yang sama. sebagian besar kekuasannya ada pada Negara pelindung . b. Ada beberapa macam Negara UNI : 10 . misal Kanada. India dan Malaysia. Negara Dominion Negara seperti itu terdapat dalam lingkungan kerajaan Inggris. biasanya hubungan luar negeri dan pertahanan keamanan diserahkan kepada Negara pelindung.3. Negara Protektorat dibedakan : a.

Hasil Konfrensi Meja Bundar 1944 yang menghasilkan Negara Indonesia dan Belanda.a. Uni Personil yaitu apabila Negara-negara mempunyai kepala Negara yang sama. c. 11 . b. Uni Riil. karena tidak mempunyai kepala Negara dan alat perlengkapan Negara yang sama. misalnya Austria dan Hongaria Tahun 1918. bukan Negara Uni. misal Belanda dan Lesenburg Tahun 1890. yaitu apabila Negara-negara mempunyai alat perlengkapan bersama yang mengurus kepentingan bersama.

Droit Constitutional dan Droit Adminitrative (Perancis). 6.BAB II HUKUM TATA NEGARA/ STAAT RECHT 1. dimana titik tolaknya adalah untuk membedakan antara Hukum Tata Negara dengan Hukum Aministrasi Negara. State Law dimana yang diutamakan adalah Hukum Negara 2. Pengertian dan Istilah Hukum Tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kekuasaan suatu Negara beserta segala aspek yang berkaitan dengan organisasi Negara tersebut. Definisi Hukum Tata Negara . Verfassnugrecht dan Vervaltingrecht ( Jerman ) yang sama dengan di Perancis. Arti luas Staat Recht in Ruinenzin b. 5. Bagi Indonesia tentunya mempunyai hubungan dengan Hukum Tata Negara Belanda dengan istilah State Recht atau Hukum Negara/ Hukum Tata Negara. Constitutional Law (Inggris) dimana hukum Tata Negara lebih menitikberatkan pada konstitusi atau hukum konstitusi 4. State Recht ( Belanda ) dimana State Recht dibedakan antara : a. 2. Sehubungan dengan itu dalam lingkungan Hukum Ketatanegaraan dikenal berbagai istilah yaitu : 1. Arti sempit Staat Recht in Engeezin 3.

. 8. Longemann : Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasiorganisasi Negara. dan akhirnya menentukan badan-badan dan fungsinya masing-masing yang berkuasa dalam lingkungan masyarakat hukum itu serta menentukan sususnan dan wewenang badan-badan tersebut. 6. 4. Paton : Hukum Tata Negara adalah hukum mengenai alat-alat. Wade and Philips : Hukum Tata Negara mengatur alat-alat perlengkapan Negara. Hukum Negara dalama arti luas meliputi Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara. Scholten : Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi daripada Negara 3. hubungannya dengan yang lainnya dan hubungannya dengan individu-individu. tugas dan wewenang alat-alat perlengkapan Negara. Van der Pot : Hukum Tata Negara adalah peraturan-peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenangnya masing-masing.. R.1. dan hubungannya antar perlengkapan Negara itu 7. tugas. 5. Van Vallenhoven : Hukum Tata Negara mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari masingmasing itu menentukan wilayah lingkungan rakyatnya. Apeldoorn : Hukum Negara dalam arti sempit menunjukkan organisasi-organisasi yang memegang kekuasaan pemerintahan dan batas-batas kekuasaannya.terdapat dalam UUD. 2. Kranenburg : Hukum Tata Negara meliputi hukum mengenai susunan hukum dari Negara.

Prof. dibawah kekuasaan menurut kaidah-kaidah hukum 3.. UTRECHT : Hukum Tata Negara mempelajari kewajiban sosial dan kekuasaan pejabat-pejabat Negara. 2. mengatur hak. L. .. 11. 10. Apa yang menjadi wewenangnya 6. 2. Didalam batas-batas apa organisasi Negara menjalankan tugasnya. yaitu adanya orang-orang yang memegang kekuasaan dalam persekutuan rakyat yang mendiami suatu daerah. Stellinga : Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur wewenang dan kewajibankeawajiban alat-alat perlengkapan Negara.A. Longemann. Apa tugas jabatan itu 5.9. Negara dalam arti wilayat tertentu yaitu adanya suatu daerah tempat berdiamnya suatu bangsa dibawa kekuasaan. Apeldorn Pengertian Negara mempunyai beberapa arti : 1. J.R. dan kewajiban warga Negara. Jabatan-jabatan apa yang ada dalam suatu Negara. Negara dalam arti penguasa. J. Siapa yang mengadakan jabatan-jabatan itu 3. Dr. Bagaimana hubungan kekuasaan antara para pejabat 7. Hukum Tata Negara yang dipelajari adalah : 1. Negara dalam arti persekutuan rakyat yaitu adanya suatu bangsa yang hidup dalam satu daerah.H. 12. Bagaimana caranya melengkapi jabatan-jabatan itu 4.J.

Hukum Tata Negara mempelajari Negara dari segi struktur. Hukum Tata Negara mempelajari Hukum Positif yang berlaku dalam suatu Negara.4. Negara dalam arti Kas atau Fikus yaitu adanya harta kekayaan yang dipegang oleh penguasa untuk kepentingan umum. teori tentang Negara merupakan dasar dalam mempelajari Hukum Tata Negara. 2. Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu-Ilmu lainnya 1. 3. Dengan demikian hubungan antara Ilmu Negara dengan Hukum Tata Negara adalah Ilmu Negara adalah dasar dalam penyelenggaraan praktek ketatanegaraan yang diatur dalam Hukum Tata Negara lebih lanjut dengan kata lain Ilmu Negara yang mempelajari konsep. Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu Politik. . Hubungan Hukum Tata Negara dengan Ilmu Negara Keduanya mempunyai hubungan yang sangat dekat Ilmu Negara mempelajari : Negara dalam pengertian abstrak artinya tidak terikat waktu dan tempat. Ilmu Negara mempelajari konsep-konsep dan teori-teori mengenai Negara serta hakekat Negara. Sedangkan Hukum Tata Negara mempelajari : Negara dalam keadaan konkrit artinya Negara yang sudah terikat waktu dan tempat.

yaitu : A. sedangkan Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dilihat dari aspek perilaku kekuasaan tersebut. Golongan yang berpendapat ada perbedaan yuridis prinsip adalah : . Setiap produk Undang-Undang merupakan hasil dari proses politik atau keputusan politik karena setiap Undang-Undang pada hakekatnya disusun dan dibentuk oleh Lembaga-Lembaga politik. Pemisahan antara Hukum Tata Negara dengan Hukum administrasi Negara terdapat dua golongan pemdapat.Hukum Tata Negara mempelajari peraturan-peraturan hukum yang mengatur organisasi kekuasaan Negara. Hukum Tata Negara ibarat sebagai kerangka manusia. Menurut Barrents. sedangkan Hukum Tata Negara melihat Undang-Undang adalah produk hukum yang dibentuk oleh alat-alat perlengkapan Negara yang diberi wewenang melalui prosedur dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh Hukum Tata Negara. sedangkan Ilmu Politik diibaratkan sebagai daging yang membalut kerangka tersebut. 3. Hubungan Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara Hubungan Administrasi Negara. sedangkan dalam arti sempit Hukum Administrasi Negara adalah sisanya setelah dikurangi oleh Hukum Tata Negara. Hukum Administrasi Negara merupakan bagian dari Hukum Tata Negara dalam arti luas. Dengan kata lain Ilmu Politik melahirkan manusia-manusia Hukum Tata Negara sebaliknya Hukum Tata Negara merumuskan dasar dari perilaku politik/ kekuasaan.

1. . yang merupakan aturan-aturan pelaksanaan tugas dari alat-alat perlengkapan Negara yang telah ditentukan oleh Hukum Tata Negara. 2. sedangkan Hukum Tata Pemerintahan mengenai pelaksanaan teknis. dan hukum perdata yang didalam sejarah hukum disatukan. Oppen Heim ( Belanda ) Hukum Tata Negara adalah peraturan-peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan Negara dan memberikan kepadanya wewenang dan membagi-bagikan tugas pemerintahan dari tingkat tinggi sampai tingkat rendahan. Van Vollen Hoven Pada tahun 1933 memberikan pendapatnya adalah bahwa badan-badan pemerintah tanpa peraturan-peraturan Hukum Tata Negara akan lumpuh. hukum pidana. Kemudian Van Vollen Hoven mengubah pendapatnya yaitu bahwa Hukum Tata Pemerintahan adalah semua peraturan hukum setelah dikurangi Hukum Tata Negara materiil. Sedangkan Hukum Tata Pemerintahan adalah peraturan-peraturan hukum mengenai Negara dalam bergerak ( Staats in beweging ). karena badan-badan itu tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Alat-alat perlengkapan Negara tanpa Hukum Tata Pemerintahan adalah bebas sama sekali. Jadi yang menjadi pokok bahasan dari Hukum Tata Negara adalah Negara dalam keadaan diam ( staat in rust ). Romeyn berpendapat : Hukum Tata Negara menyinggung dasar-dasar dari Negara. 3.

5. Logemann mengatakan : Hukum Tata Negara merupakan suatu pelajaran tentang kompetensi. Hukum Tata Negara mempelajari : a. Cara bagaimana jabatan-jabatan itu ditempati oleh pejabat d. Hukum Tata Pemerintahan mempelajari sifat. dan akibat hukum yang timbul karena perbuatan hukum istimewa yang dilakukan oleh para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Siapa yang mengadakan jabatan itu c. Donner mengatakan : Hukum Tata Negara menetapkan tugfas dan wewenang Hukum Tata Pemerintahan melaksanakan apa yang telah ditentukan oleh Hukum Tata Negara. Hukum Tata Pemerintahan merupakan suatu pelajaran tentang perhubungan-perhubungan hukum istimewa dari alat-alat perlengkapan Negara. Fungsi/ lapangan kerja jabatan-jabatan itu e. . 4. Hubungan antara masing-masing jabata itu g. Jabatan-jabatan apa yang ada dalam susunan suatu Negara b.Jadi Hukum Tata Pemerintahan adalah hukum yang melaksanakan apa yang telah ditentukan oleh Hukum Tata Negara. Kekuasaan hukum jabatan-jabatan itu f. bentuk. Dalam batas-batas mana alat-alat kenegaraan dapat melaksanakan tugasnya.

Undang-Undang organisk. otonomi dan lainlainnya. Hukum Tata Negara adalah peraturan-peraturan yang mengandung struktur umum dari suatu pemerintahan negara misalnya Undang-Undang Dasar. 2. kalau ada perbedaan hanya pada praktek. perbedaan itu hanya karena untuk mencapai kemanfaatan saja. Golongan yang berpendapat tidak ada perbedaan prinsip 1. . Hukum Tata Pemerintahan yaitu peraturan-peraturan yang bersifat khusus misalnya tentang kepegawaian. wajib militer. yang selama ini kita tidak berkepentingan dan hanya penting bagi para spesialis saja. perumahan dan lingkungan dan lain-lain. Desentralisasi. Contoh : pertanyaan yang menyangkut susunan dan kekuasaan parlemenatau pertanyaan bagi rakyat untuk melakukan hak-hak asasi manusia termasuk dalam hukum tata Negara. sedangkan pertanyaan yang menyangkut besarnya pajak seseorang pada tahun yang lampau dan tahun yang sedang berjalan termasuk dalam hukum tata pemerintahan. Prins mengatakan : Hukum Tata Negara mempelajari yang fundamental yang merupakan dasar-dasar dari Negara dan menyangkut langsung tiap-tiap warga Negara. Kranenburg mengatakan : Tidak ada perbedaan antara Hukum Tata Negara dengan Hukum Tata Pemerintahan. Hukum Tata Pemerintahan menitikberatkan kepada hal-hal yang teknis saja.B.

Corak Pemerintahan ( Diktator Praktis. Prajudi Atmosudirdjo berpendapat : Tidak ada perbedaan-perbedaan yuridis prinsipil antara Hukum Tata Negara dengan Hukum Tata Pemerintahan. 4. cara dan hubungan antara pusat dan daerah) . Struktur Umum dari Negara sebagai organisasi adalah : 1. Sistem Pendelegasian Kekuasaan Negara ( Desentralisasi. Monarki absolute) 4. Liberal. sebab hal-hal yang sekarang dianggap teknis dapat berubah menjadi fundamental dikemudian hari. Bentuk Negara ( Kesatuan atau Federasi ) 2.Jadi tidak ada garis batas yang tajam atara Hukum Tata Negara dengan Hukum Tata Pemerintahan. Demokrasi) 5. Hukum Tata Negara menitikberatkan pada konstitusi sedangkan Hukum Tata Pemerintahan menitikberatkan pada Administrasi Negara. 3. Sistem Pemerintahan ( Presidentil. Dengan demikian Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Pemerintahan merupakan dua ilmu hukum yang dapat dibedakan akan tetapi tidak dapat dipisahkan. Ruang Lingkup Hukum Tata Negara Persoalan/ masalah yang dibahas oleh Hukum Tata Negara. Batasan antara keduanya kabur/ remang-remang tidak ada batasan yang tajam. Parlementer. Nasionalis. meliputi jumlah. Perbedaan hanya terletak pada pembahasan. Bentuk Pemerintahan ( Kerajaan atau Republik ) 3. 1. dasar.

Bendera dan sebagainya ) 2. budaya dan berbagai paham yang ada dalam masyarakat.KY) yaitu menyangkut masalah : 1. Lambang. 11. hubungan Pancasila dengan kaidah-kaidah hukum. Hubungan antara rakyat dengan Negara ( abdi Negara.6. Presiden. Dasar Negara ( arti Pancasila. DPR. Garis-garis besar tentang organisasi pelaksana ( peradilan. Susunan masing-masing badan ( Jumlahjenis anggota dan pembagian tugas ) 3. Bahsa Nasional. sosial. BPK. sistem perwakilan. sistem kepartaian/ penyampaian pendapat secara tertulis dan lisan) 10. referendum. udara) 8. perundangan) 7.MK. pemerintahan. DPD. laut. MA. Ciri-ciri lahir dan kepribadian Negara ( Lagu Kebangsaan. 5. Cara kerjanya masing-masing badan. Pemilihan) 2. Tugas dan wewenang masing-masing badan 4. Wilayah Negara ( darat. ekonomi. Pemilihan Umum. cara-cara pelaksanaan hak dan menjamin hak dan sebagainya) 9. Cara-cara rakyat menjalankan hak-hak ketatanegaraan ( hak politik. hubungan Pncasila dengan cara hidup mengatur masyarakat. Perhubungan kekuasaan antara badan 6. Badan-badan Ketatanegaraan yang mempunyai kedudukan dalam organisasi Negara ( MPR. hak dan kewajiban rakyat sebagai perorangan/ golongan. Masa Jabatan . Cara pemnetukannya ( Pengangkatan.

Cara kerjasama antara kekuatan-kekuatan politik ( koalisi. Masa penjajahan Jepang : Indonesia pada pendudukan tentara Jepang. sistem sosisla dimasa pendudukan Jepang. oposisis. seperti : 1. Badan-badan lain 3. Pencerminan pendapat ( perbedaan pendapat dalam masyarakat. Sejarah perkembangan ketatanegaraan sebagai latar belakang dari keadaan yang berlaku dan hubungannya dengan suatu tingkat dengan keadaan yang berlaku. Arti dan kedudukan golongan kepentingan 5. penggolongan dan jumlah partai politik didalam Negara dan ketentuan hukum yang mengaturnya. Arti kedudukan dan peranan golongan penekan. 2. Kekuatan politik dan pemilihan umum 4. 6. perbedaan pendapat didalam badan-badan ketatanegaraan) 7.7. hubungan antara penduduk dengan organisasi kekuasaan Jepang. Pengaturan Kehidupan Politik Rakyat 1. susunan organisasi Hindia Belanda. Hubungan antara kekuatan-kekuatan politik dengan badan-badan ketatanegaraan. 3. 4. susunan organisasi kekuasaan Jepang. sistem sosial yang berlaku pada zaman Hindia Belanda. Masa 17 Agustus 945 sampai dengan 27 Desember 1949 . Masa Penjajahan Belanda Hubungan Indonesia dengan Negeri Belanda. ajaran politik. kerjasama atas dasar kerukunan). 3. 2. Jenis.

sistem kepartaian dan sistem pemerintahan yang berlaku. Masa 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 Struktur ketatanegaraan menurut konstitusi RIS Pelaksanaan hasil KMB. struktur sosial masyarakat dan kekuatan-kekuatan pendukung. 1966-1998) 8. KMB). Hubungan Indonesia Belanda dan Negara-negara lain. Masa 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 Struktur ketatanegaraan menurut UUDS 50 Sistem Pemerintahan menurut UUDS 50 Kehidupan politik yang berlaku Konstituante dan pekerjaannya. jaminan golongan kecil. Masa Pemerintahan Soeharto ( Orde Baru. 6. pelaksanaan UUD 45 sampai dengan 27 Desember 1949. wilayah sengketa Irian Barat. Masa 5 Juli 1959 sampai dengan masa Orde Baru Pegertian Dekrit 7. Pemberontakan DI. struktur ketatanegaraan menurut UUD 45. Perubahan Konstitusi RIS menjadi Negara Kesatuan 5.Arti Proklamasi Kemerdekaan 17-8-1945 seperti Revolusi Indonesia. pemerintahan darurat (pemerintahan geriliya dan campur tangan PBB. Masa Reformasi 1998 hingga sekarang Arti Demokrasi . 4. PRRI Permesta dan Gagasan Demokrasi Terpimpin.

BAB III ASAS-ASAS HUKUM TATA NEGARA 1. Pengertian Menurut Kamus Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan asas adalah dasar. 29 . Dalam bidang hukum Pancasila merupakan sumber hukum materiil. atau sesuatu yang menjadi pokok dasar. Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 mengandung empat pokok-pokok pikiran yang merupakan cita-cita hukum Bangsa Indonesia yang mendasari hukum dasar Negara baik hukum yang tertulis dan hukum tidak tertulis. Asas Pancasila Bangsa Indonesia telah menetapkan falsafah/asas dasar Negara adalah Pancasila yang artinya setiap tindakan/perbuatan baik tindakan pemerintah maupun perbuatan rakyat harus sesuai dengan ajaran Pancasila. Asas-Asas Hukum Tata Negara 1. pedoman. sehingga setiap isi peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. 2. Asas-asas dalam Hukum Tata Negara dapat dilihat dalam Undang-Undang Dasar yang merupakan hukumpositif dan mengatur mengenai asas-asas dan pengertianpengertian dalam penyelenggaraan Negara. Undang-Undang Dasar 1945 merupakan landasan Konstitusional daripada Negara Republik Indonesia.

Pokok pikiran kedua adalah : “ Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat”. dan sebaliknya Negara. 30 . Dengan dmikian Negara mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang menimbulkan perpecahan dalam Negara. 2. Penciptaan keadilan sosial pada dasarnya bukan semata-mata tanggung jawab Negara akan tetapi juga masyarakat. Pokok Pikiran Pertama “ Negara “ “Negara menlindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Dari penjelasan di atas menegaskan bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan yang melindungi Bangsa Indonesia serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. namun dalam bernegara semua manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam segala bidang terutama yang menyangkut hukum positif. pemerintah serta setiap warga Negara wajib mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan.Pokok-pokok pikiran yang merupakan pandangan hidup bangsa adalah : 1. Istilah Keadilan Sosial merupakan masalah yang selalu dibicarakan dan tidak pernah selesai. kelompok masyarakat bahkan perseorangan.

Atas ketentuan yang tegas di atas maka setiap sikap kebijakan dan tindakan perbuatan alat Negara berikut seluruh rakyat harus berdasarkan dan sesuai dengan aturan hukum. hukumlah yang memegang komando tertinggi dalam penyelenggaraan Negara dengan kata lain yang memimpin dalam penyelenggaraan Negara adalah hukum. 2. hal ini sesuai dengan prinsip “ The Rule of Law and not of Man”. Dalam Negara hukum. Pokok pikiran ketiga adalah : “ Negara yang berkedaulatan rakyat “ Pernyataan ini menunjukkan bahwa dalam Negara Indonesia yang berdaulat adalah rakyat atau Kedaultan ada ditangan rakyat. Asas Negara Hukum Setelah UUD 1945 diamandemen.3. maka telah ditegaskan dalam pasal 1 ayat 3 bahwa “ Negara Indonesia adalah Negara hukum dimana sebelumnya hanya tersirat dan diatur dalam penjelasan UUD 1945”. Dengan demikian semua pejabat/ alat-alat Negara tidak akan bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya. Pokok pikiran keempat “ Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang adil dan beradab”. 31 . Dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat ini melallui musyawarah oleh wakil-wakil rakyat. 4. Negara menjamin adanya kebebasan beragama dan tetap memelihara kemanusian yang adail dan beradab.

kultur dan pendidikan.Istilah Negara hukum merupakan terjemahan dari Rechtstaat yang popular di eropa Kontinental pada abad XIX yang bertujuan untuk menentang suatu pemerintahan Absolutisme. dari Eropa Kontinental adalah sistem Kodifikasi yang berarti semua peraturan hukum harus disusun dalm satu buku sesuai dengan jenisnya. tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan atau kekuatan lain apapun. Adanya legalitas dalam arti hukum dalam semua bentuknya. sehingga karakteristik daripada Rechtstaat adalah bersifat administratif. Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidang politik.. 2. 4. Adanya pembagian kekauasaan Negara.. Unsur-unsur / ciri-ciri khas daripada suatu Negara hukum atau Rechstaat adalah : 1... 32 . Sifat dari Rechtstaat sesuai dengan .. 3. sosial... Adanya peradilan yang bebas dan tidak memihak. Adanya Undang-Undang Dasaer yang memuat ketentuan tertulis tentang hubungan antara penguasa dengan rakyat. ekonomi. Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa Rechstaat adalah pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang bertumpu atas prinsip kebebasan dan persamaan. 5...

4. Disamping konsep Rechstaat dikenal pula konsep The Rule of Law yang sudah ada sebelum konsep Rechstaat. istilah Rule of Law paling sedikit dapat ditinjau dalam dua arti yaitu : 1. Unsur-unsur Rule of Law dalam arti formil meliputi : 1.. Arti formil. Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri. 3. Setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan. Dengan adanya pembagian kekuasaan untuk menghindari penumpukkan kekuasaan dalam satu tangan yang sangat cenderung pada penyalahgunaan kekuasaan terhadap kebebasan dan persamaan. Perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Rule of Law berkembang di Negara Anglo Saxon yang bertumpu pada sistem hukum Common law dan bersifat yudicial yaitu keputusan-keputusan/ yurisprudensi.Adanya Undang-Undang Dasar akan menjamin terhadap asas kebebasan dan persamaan. Menurut Soerjono Soekanto. Adanya pemisahan kekuasaan. 2. dimaksudkan sebagai kekuasaan publik yang teroganisir yang berarti setiap tindakan/perbuatan atau kaidah-kaidah didasarkan pada khirarki perintah dari yang lebih tinggi. 33 .

2. 2.J.. 3. Negara berkewajiban menjamin tercapainya suatu keadilan sosial dan kebebasan. Kesadaran ketaatan warga masyarakat terhadap kaidah-kaidah hukum yang ditetapkan oleh yang berwenang. Rousseaw mengatakan bahwa pemberian kekuasaan kepada pemerintah melalui suatu perjanjian masyarakat (sosial contract) dan 34 . Asas Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi Pengertian : Kedaulatan artinya kekuasaan atau kewenangan yang tertinggi dalam suatu wilayah. Bahwa kaidah-kaidah tersebut harus selaras dengan hak-hak asasi manusia. 5. Kedaulatan ratkyat artinya kekuasaan itu ada ditangan rakyat. 3. penghargaan yang wajar terhadap martabat manusia. J. kemerdekaan. Rule of Law dalam arti materiil atau idiologis mencakup ukuranukuran tentang hukum yang baik atau yang tidak yang antara lain mencakup : 1. sehingga dalam pemerintah melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan keinginan rakyat. Adanya tata cara yang jelas dalam proses untuk mendapatkan keadilan terhadap perbuatan yang sewenang-wenang dari penguasa. 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka dari kekuasaan dan kekuatan apapun juga.

Rumusan ini secara tegas bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat yang diatur dalam UUD 1945. Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 mengatakan : “Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”.UUD 1945 menjadi dasar dalam pelaksanaan suatu kedaulatan rakyat tersebut baik wewenang. Inilah yang juga dikatakan bahwa hubungan antara hukum dengan kekuasaan tidak dapat dipisahkan dan sangat erat hubungannya. tugas dan fungsinya ditentukan oleh UUD 1945.apabila pemerintah dalam menjalankan tugasnya bertentangan dengan keinginan rakyat. Dalam Negara adanya saling percaya yaitu kepercayaan dari rakyat tidak boleh disalahgunakan oleh Negara dan sebaliknya harapan dari penguasa dalam batas-batas tertentu diperlukan kepatuhan dari rakyat terhadap aturanaturan yang ditetapkan oleh Negara. 35 . sebab pada akhirnya hukum yang mengatur dan membatasi kekuasaan Negara/ pemerintah dan sebaliknya kekuasaan diperlukan untuk membuat dan melaksanakan hukum. maka pemerintah dapat dijatuhkan oleh rakyat. Hampir semua para ahli teoritis dari zaman dahulu hingga sekarang mengatakan bahwa yang berkuasa dalam sistem pemerintahan Negara demokrasi adalah rakyat. Paham kerakyatan/ demokrasi tidak dapat dispisahkan dengan paham Negara hukum.

5.4. Asas Negara Kesatuan Pada dasarnya Negara kesatuan dideklarasikan pada saat menyatakan/ memproklamirkan kemerdekaan oelh para pendiri Negara dengan menyatakan seluruh wilayah sebagai bagian dari satu Negara. Asas Pembagian Kekuasaan dalam Check and Balances 36 . Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 menyatakan : “Negara Indonesia sebagai suatu Negara kesatuan yang berbentuk Republik. agama.” Negara kesatuan adalah Negara kekuasaan tertinggi atas semua urusan Negara ada ditangan pemerintah pusat atau pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara ialaha pemerintah pusat. mengingat Bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa. tetapi sesuai dengan Sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia bukan kesatuan Indonesia. budaya dan wilayah yang merupakan warisan dan kekayaan yang harus dipersatukan yaitu Bhineka Tunggal Ika. didukung dari bantuan pemerintah pusat. Ini berarti Negara tidak boleh disatukan atau diseragamkan. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia diselenggrakan engan pemberian otonomi kepada daerah yang seluas-luasnya untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kekayaan yang dimiliki masing-masing daerah yang didorong. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat menjadi dasar suatu persatuan. Negara Kesatuan adalah konsep tentang bentuk Negara dan republic adalah konsep tentang bentuk pemerintahan.

UUD 1945 setelah perubahan membagi kekuasaan Negara atau membentuk lembaga-lembaga kenegaraan yang mempunyai kedudukan sederajat serta fungsi dan wewenangnya masing-masing yaitu : 37 . Kekuasaan Legislatif 2. Legislatif 3. Pembagian kekuasaan berarti bahwa kekuasaan itu dibagi-bagi dalam beberapa bagian. 1. Kekuasaan Eksekutif 3. Tujuan adanya pemisahan kekuasaan agar tindakan sewenang-wenang dari raja dapat dihindari dan kebebasan dan hak-hak rakyat dapat terjamin. Eksekutif 2.Pengetian pembagian kekuasaan adalah berbeda dari pemisahan kekuasaan. Kekuasaan Federatif Montesquieu mengemukakan bahwa setiap Negara terdapat tiga jenis kekuasaan yaitu Trias Politica. tidak dipisahkan yang dapat memungkinkan adanya kerjasama antara bagian-bagian itu ( Check and Balances). pemisahan kekuasaan berarti bahwa kekuasaan Negara itu terpisah-pisah dalam beberapa bagian seperti dikeukakan oleh John Locke yaitu : 1. Yudikatif Dari ketiga kekuasaan itu masing-masing terpisah satu dama linnya baik mengenai orangnya mapun fungsinya.

Majelis Permusyawaratan Rakyat 3. Mahkamah Konstitusi 8. Badan Pemepriksa Keuangan 5. Dan Lembaga-lembaga lainnya yang kewenagannya diatur dalam UUD 1945 dan lembaga-lembaga yang pembentukan dan kewenangannya diatur dengan Undang-Undang. Dewan Pimpinan Daerah 4. akan tetapi UUD 1945 membagi kekuasaan Negara dalam lembagalembaga tinggi Negara dan mengatur pula hubungan timbal balik antara lembaga tinggi Negara tersebut dan akan dijelaskan dalam bab-bab berikutnya. Dengan demikian UU 1945 tidak menganut pemisahan kekuasaan Negara seperti dikemukakan oleh John Locke dan Montesquieu seperti tersebut di atas. Mahkamah Agung 7. Dewan Perwakilan Rakyat 2. Komisi Yudisial 9. Presiden dan Wakil Presiden 6.1. 38 .

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tugas MPR adalah ( Pasal 3 UUD 1945) 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat 4.BAB IV SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1. Dewan Perwakilan Rakyat 2. Komisi Yudisial 1. Mengubah dan menetapkan UUD 1945 2. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD. LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA MENURUT UUD 45 Sistem Pemerintah Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945 pasca perubahan keempat tahun 2002 telah menetapkan tentang pembentukan susunan dan kekuasaan/ wewenang badan-badan kenegaraan adalah sebagai berikut : 1. Presiden dan Wakil Presiden 6. Dewan Perwakilan Daerah 3. Melantik Presiden dan Wakil Presiden 3. Badan Pemeriksa Keuangan 5. Dapat memeberhentikan Presiden dan Wakil Presiden Presiden dalam masa jabatan menuurut UUD Pasal1(2) UUD 1945. 39 . Mahkamah konstitusi 8. Mahkamah Agung 7.

Sebelumnya MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi atau pemegang kedaulatan rakyat, sebagai pemegang kekuasaan Negara tertinggi, MPR membawahi lembaga-lembaga yang lain. Dengan adanya perubahan ini, maka : 1. MPR tidak lagi sebagai lembaga tertinggi Negara 2. Tidak lagi memegang kedaulatan rakyat 3. Tidak lagi memilih Presidendan Wakil Presiden karena rakyat memilih secara langsung. Mengenai memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatanya, MPR mempunyai kewenagan apabila : 1. Ada usulan dari DPR 2. Mahkamah Konstitusi memeriksa, mengadili, dan memutuskan bahwa Presiden dan/ atau Eakil Presiden bersalah. Alasan kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi Negara dan pemegang kedaulatan rakyat ditiadakan adalah, karena MPR bukan satu-satunya lembaga yang melaksanakan kedaulatan rakyat, setiap lembaga yang mengembang tugas-tugas politik Negara dan pemerintahan adalah pelaksana kedaulatan rakyat dan harus tunduk dan bertanggung jawab kepada rakyat. Mengenai susunan keanggotaan MPR menurut pasal 2 (1) mengatakan : MPR terdiri atas anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.

40

Dengan demikian keanggotaan MPR terdiri : 1. Seluruh anggota DPR 2. Anggota DPD Adanya anggota DPD agar lebih demokratis dan meningkatkan keikutsertaan daerah dalam penyelenggaraan sehari-hari praktek Negara dan pemerintahan disamping sebagai forum memperjuangkan kepentingan daerah. Mengenai perubahan UUD 1945 diatur mekanisme perubahan UUD dalam pasal 37 UUD 1945. 2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tugas wewenang DPR adalah : 1. DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang 2. DPR berfungsi Budget dan Pengawasan 3. DPR mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pandapat, mengajukan pertanyaan, menyampaikan ususl dan pendapat serta hak imunitas. 4. DPR memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam mengangkat Duta Besar dan menerima penempatan duta Negara lain, memberikan Amnesty dan Abolisi. 5. DPR memberikan persetujuan bila Presiden hendak membuat perjanjian bidang ekonomi, perjanjian damai, mengadakan perang serta perjanjian internasional lainnya, dan memilih anggota-anggota BPK, mengangkat

41

dan memberhentikan Anggota Komisi Yudisial dan menominisasikan 3 orang Mahkamah Konstitusi. 6. DPR memberikan persetujuan kepada Presiden dalam hal Presiden hendak mengangkat seorang Panglima TNI, Kepala Kepolisian. 7. DPR diberi wewenang untuk memilih/ menyeleksi Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi, Gubernur Bank Indonesia dan Anggota Komisi Nasional HAM. 8. DPR dapat mengusulkan untuk memberhentikan Presiden dan/ atau Wakil Presiden, setelah Mahkamah Konstitusi memeriksa, mengadili dan memutuskan bahwa Presiden bersalah. Apabila dilihat tugas, wewenang, fungsi dan hak-hak DPR tersebut sangat banyak dan luas sekali, bahkan hamper semua bidang kekuasaan Presiden dimiliki DPR 3. Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) DPD diatur dalam pasal 22c dan 22d UUD 1945. Anggota DPD dipilih dari setiap propinsi melalui pemilihan umum. Jumlah anggota DPD setiap propinsi tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPR. DPD besidang sedikitnya sekali dalam setahun. Susunan dan kedudukan DPD diatur dengan Undang-Undang. Wewenang DPD ( Pasal 22d)

42

Memerintah 5. hubungan pusat dan daerah pengolahan sumber daya alam dan sember daya ekonomi lainnya . Menyampaikan usul dan pendapat 2. memilih Presiden dan/ atau Wakil Presiden apabila dalam waktu yang bersamaan keduanya berhalangan tetap. 3. pembentukan pemekaran. Memilih dan dipilih 3. DPD dapat mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. Hak-hak DPD yaitu : 1.1. pajak. DPD sebagai bagian dari kelembagaan MPR. 2. Membela diri 4. Keuangan dan Administrasi 43 . mempunyai tugas melantik dan memberhentikan Presiden dan/ atau Wakil Presiden. mengubah UUD 1945. pengolahan sumber daya alam dan sember daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. pendidikan dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR. hubungan pusat dan daerah. pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Negara. dan penggabungan daerah. Protokoler 6. DPD melakukan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang mengenai otonomi daerah. dan penggabungan daerah. pembentukan pemekaran.

diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan. diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatan. Presiden dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Presiden dan Wakil Presiden Presiden RI memegang kekuasaan Pemerintahan menurut UUD. Jika Presiden mangkat. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden selambat-lambatnya dalam waktu 60 hari MPR menyelenggarakan siding untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu MPR menyelenggarakan siding untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh 44 . 3. Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat. berhenti. berhenti.4. UUD 1945 menempatkan kedudukan lembaga-lembaga tinggi Negara sederajat sehingga tidak dapat saling menjatuhkan dan/ atau membubarkan Pasal 8 UUD 1945 mengatakan : 1. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama. ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya. 2. Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. pelaksanaan tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri.

partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya. 1. Prinsip dalam suatu Negara hukum adalah jaminan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka. 35 Tahun 1994. 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman telah mencabut UU No. dimana segala urusan mengenai 45 . Peradilan Agama 3. Peradilan Tata Usaha Negara 5. Peradilan Umum 2. Pemerintahan berdasarkan system Konstitusi. 14 Tahun 1970 dan UU No. dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. tidak bersifat absolutisme ( kekuasaan yang tidak terbatas). 5. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum ( rechtsstaat ) tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka ( machtsstaat). UU No. Mahkamah Agung ( MA ) UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara hukum. Kekuasaan kehaiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badanbadan peradilan yang berada dibawahnya dalam lingkungan. Peradilan Militer 4. bebas dari pengaruh kekuasaan lainnya untuk menyelenggarkan peradilan guna penegakan hukum dan keadilan.

3. 2. Perbandingan antara Mahkamah Agung dengan Mahkamah Konstitusi adalah: 1. Negara Indonesia adalah Negara demokratis dimana kedaulatan ada ditangan rakyat dan juga Indonesia adalah Negara hukum atau kedaulatan hukum. Memutus pembubaran partai politik. organisasi administrasi dan financial berada di bawah satu atap yaitu Kekuasaan Mahkamah Agung. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. 46 . Wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/ atau Wakil Presiden menurut UUD. 6. Kedua-duanya sama-sama merupakan pelaku kekuasaan kehakiman. dan selanjutnya sebagai perwujudan keyakinan bangsa Indonesia akan kedaulatan Tuhan dalam penyelenggaraan kehidupan kenegaraan berdasarkan Pancasila. Memutus sengketa-sengketa kewenangan lembaga Negara yang wewenang diberikan oleh UUD. Mahkamah Konstitusi ( MK ) Pasal 24 c UUD 1945 mengatakan : 1. 4. Mahkamah Konstitusi berwenang pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap UUD.peradilan baik teknis yudisial. keduanya menyatu dalam konsepsi Negara hukum yang demokratis atau Negara demokratsi yang berdasarkan hukum. 5.

Untuk memeriksa pengolahan dan tanggung jawab tentang keuangan Negara didalam suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri. 3. perusahaan daeah. 7. 2. Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Hasil pemeriksaan keuangan itu diserahkan kepada DPR. Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) Diatur dalam BAB III A. BUMN. dan DPRD sesuai dengan kewenangannya. Komisi Yudisial adalah lembaga Negara yang bersifat mandiri dan dalam pelaksanaan wewenangnya bebas dari campur tangan atau pengaruh dari kekuasaan lainnya. 47 . pasal 23 E yang berbunyi : 1. dan perusahaan swasta dimana didalmnya terdapat kekayaan Negara. 8. DPD. Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai dengan UU 4. sedangkan Mahkamah Konstitusi Lembaga Pengadilan Hukum (Court of Law).2. Komisi Yudisial ( KY ) Diatur dalam pasal 24 B UUD 1945 dan UU No 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. BPK juga berwenang melakukan pemeriksaan APBD. Mahkamah agung merupakan pengadilan keadilan ( Court of Justice).

LEMBAGA-LEMBAGA INDEPENDEN 1. Menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta menjaga prilaku hakim. Komisi Pemilihan Umum 2. Melakukan pendaftaran Calon Hakim Agung 2. adalah : 1. Mengajukan Calon Hakim Agung ke DPR 5. Mengajukan usul penjatuhan sanksi terhadap hakim kepada pimpinan MA dan/ atau MK 2. Lembaga-lembaga Independen yang dasar pembentukannya diatur dalam UUD 1945. Kejaksaan Agung Lembaga-lembaga khusus yang tidak diatur dalam UUD 1945.Anggota Komisi Yudisial diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Bank Indonesia 4. Komnas HAM 48 . Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara ( TNI dan POLRI ) 3. Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR 2. adalah : 1. Menetapkan Calon Hakim Agung 4. Melakukan seleksi terhadap Calon Hakim Agung 3. Tugas Komisi Yudisial yaitu : 1. Wewenang Komisi Yudisial adalah : 1. Melakukan pengawasan terhadap perilaku hakim 6.

Peserta Pemilihan Umum untuk memilih anggota DPR dan DPRD adalah Partai Politk. 3.2. DPD. bebas. Menetapkan organisasi dan tata cara semua tahapan pelaksanaan Pemilu. 49 . KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi 3. Merencanakan penyelenggaraan Pemilu. 12 Tahun 2003. rahasia. tentang Pemilihan Umum anggota DPR. tetap dan mandiri untuk menyelenggarakan Pemilu. Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung. Komisi Ombudsmen 4. jujur dan adil setiap lima tahun sekali. 2. Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih Anggota DPR. 4. Ketentuan lebih lanjut dari amanat Pasal 22E UUD 1945 diatur dalam UU No. Peserta Pemilihan Umum untuk meilih anggota DPD adalah perorangan. 2. umum. Tugas dan wewenang KPU adalah : 1. Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) adalah lembaga yang bersifat nasional. DPD dan DPRD. KPKPN ( Komisi Pemeriksaan Kekayaan Penyelenggara Negara ) 5. Komisi Pemilihan Umum Diatur dalam Pasal 22E UUD 1945 yang berbunyi : 1. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ( KKR ) 2. Presiden dan Wakil Presiden dan DPRD. Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) 6.

kebebasan memeluk agama dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannyaitu. tata cara pelaksanaankampanye dan pemungutan suara. 8. Mengkoordinasikan. Menetapkan daerah pemilihan. jumlah kursi dan calon anggota DPR. Melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Pemilu. hak untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. 5. DPRD Provinsi. Menetapkan hasil Pemilu dan mengumumkan calon terpilih anggota DPR. DPRD Kabupaten/ Kota. 4. Komisi Nasional HAM ( Komnas HAM ) Kewajiban menghormati hak asasi manusia terlihat dalam pembukaan UUD 1945 yang berkaitan dengan persamaan kedudukan warga Negara dalam hokum dan pemerintahan. tanggal. 50 . Melaksanakantugas dan kewenangan lain yang diatur UU. DPD. DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota. DPD. Sehubungan dengan itu maka dengan Ketetapan MPR No. Menetapkan peserta Pemilu. 6. 7. Menetapkan waktu. XVII Tahun 1998 tentang hak asasi manusia. 3. menyelenggarakan dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan Pemilu.3. hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. 9.

berpedoman pada Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB. menegakkan dan memperluas pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. 51 . Menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi Negara dan seluruh aparatur pemerintah untuk menghormati. tugas dan wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengkajian. yang pada dasarnya mengatur mengenai : 1.. 39 Tahun 1999. pemamtauan dan mediasi tentang hak asasi manusia. 165/ 1999) tentang hak-hak asasi manusia. penyuluhan. penelitian. Komnas HAM menerima laporan/pengaduan dari masyarakat yang mempunyai alasan kuat bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia. Atas perintah Konstitusi dan amanat MPR tersebut di atas.N. Konvensi PBB tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita. 3.1. maka dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 ( L. 2. Konvensi PBB tentang hak anak dan berbaagi instrument internasional lain yang mengatur hak asasi manusia. Mengatur mengenai pembentukan Komisi Hak Asasi Manusia sebagai lembaga yang mempunyai fungsi. 2. UU No. Dan meratifikasi berbagai instrument Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi manusia sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Tugas pokok TNI adalah : menegakkan Kedaulatan Negara. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan keutuhan bangsa dan Negara. 34 Tahun 2004 trntang Tentara Nasional Indonesia. dan Angkatan Udara sebagai alat Negara bertugas mempertahankan. angkatan Laut. 4.Anggota Komnas HAM berjumlah 35 orang yang dipilih oleh DPR atas usulan Komnas HAM dan dilantik oleh Presiden selaku Kepala Negara (Pasal 83) Komnas HAM adalah lembaga independent yang bersifat mandiri yang bertugas dan berwenang untuk memberikan pendapat dalam perkara-perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. memelihara kutuhan dan kedaulatan Negara. Tentara Nasional Indonesia Diatur dalam Pasal 30 Ayat 3 UUD 1945 yang mengatakan : “ Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat. TNI dipimpin oleh seorang Panglima yang angkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapatkan persetujuan dari DPR. 52 . mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Berkenaan dengan tugas dan wewenang serta kedudukan TNI. melidungi.. Dengan demikian Komnas HAM melakukan sebagian dari fungsi peradilan sehingga berada di bawah pengawasan Mahkamah Agung. maka diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang No.

Gunernur. dan Deputi Gubernur. TNI berkedudukan di bawah Presiden. Bank Indonesia Bank Indonesia diatur dalam Pasal 23 D UUD 1945 yang menyatakan : Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan. kedudukan wewenanh. Bank Indonesia diatur oleh UU No. 3 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. 3 Tahun 2004 menyatakan : 1. Dewan Gubernur diangkat untuk masa jabatan 5 tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatannya. Menurut Pasal 4 UU No. Bank Indonesia adalah Lembaga Negara yang Independen. TNI di bawah koordinasi Departemen Pertahanan. tanggung jawab dan independensinya diatur dengan Undang-Undang. Bank Indonesia adalah Bank Sentral Indonesia 2. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah Badan Hukum. Deputi Gubernur Senior.Dengan demikian dalam hal pengerahan dan penggunaan Kekuatan Militer. Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia dan/ atau mengundang dalam siding cabinet yang membahas masalah ekonomi perbankan dan keuangan dan wajib memberikan pendapat dan pertimbangan mengenai 53 . Sedangkan kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi. 5. 3.

54 .Rancangan APBN dan kebijakan lain kepada pemerintah yang berkaitan tugas dan wewenang Bank Indonesia.

Demokrasi – Kedaulatan Rakyat merupakan penghormatan dan penghargaan hakhak asasi manusia. dan segala binatang yang ada di bumi” Dari firman ini menunjukkan bahwa sejak semula manusia telah diberi kebebasan hak untuk melakukan berbagai kegiatan/ aktivitas kehidupan. Adam dan Hawa). demokratis dan berkedaulatan rakyat. maka Tuhan berfirman “Beranak cuculah dan bertambah banyak. oleh karena itu setiap Negara yang menganggap dirinya beradab harus menjamin perlindungan hak-hak asasi manusia didalam konstitusinya. penuhilah bumi dan taklukanlah. Hak asasi manusia sebagai paradigma universal yang harus diperhatikan setiap pemerintahan Negara yang beradab. Ilmu Pengetahuan tanpa ada upaya untuk penerapannya. burung-burung di udara. Pendahuluan Hak asasi manusia – Demokrasi – Kedaulatan Rakyat dan Negara Hukum merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 55 . Sebelum reformasi tahun 1998. berkuasalah atas ikan-ikan di laut.BAB V HAK-HAK ASASI MANUSIA 1. Hak asasi manusia hanya sebagai wacana. Sejak awal pertama manusia diciptakan oleh Tuhan ( laki-laki dan perempuan. Kebebasan dan hak itu bersifat pribadi dan kebebasan dan hak bersama dengan orang lain ( ocial) beserta lingkungannya.

Munculnya hak-hak asasi manusia pada awalnya pada setiap manusia itu sendiri memikirkan dirinya dan lingkungan alam semesta. dimana semua kekuasaan yang ada di dunia ini dipegang oleh Raja dan Paus berasal dari Tuhan. Semua manusia dilahirkan bebas . Sejarah Perkembangan Pemikiran mengenai hak asasi manusia mengalami pasang surut sejalan dengan peradaban manusia dalam ikatan kehidupan bermasyarakat. Tindakan penguasa yang bertindak sewenang-wenang kepada rakyatnya sematamata dipandang merupakan urusan kedaulatan masing-masing Negara/ urusan domestic/ urusan dalam negeri. Hak-hak asasi manusia menjadi penting bukan karena diatur atau diberikan oleh Negara.Bahkan hak itu sudah melekat sejak manusia masih berada dalam kandungan ibunya. Kekuasaan Raja dan Paus maha besar. melainkan karena kesadaran manusia sebagai mahklik ciptaan Tuhan yang mempunyai harkat dan martabat dan budi. berbangsa dan bernegara. Serta berlaku bagi semua orang yang ada dalam suatu Negara baik warga Negara maupun warga asing( Pasal 1 Declaration Universal Hak-Hak Asasi Manusia. 2. sedangkan hak-hak rakyat kebanyakan tidak mendapat perhatian.. sama dalam hak dan martabat. Kemuadian paham/ konsep/ Teori Kedaulatan Tuhan. dimana keluarga raja berikut keturunanya termasuk keluargan.. hak-haknya dapat terpenuhi.. 56 .

Freedom of speak ( kebebasan utnuk berbicara dan menyatakan pendapat) 2. Bell of Right suatu naskah yang disusun oleh Amerika tahun 1789 sebagai perlawanan terhadap tindakan kesewenang-wenangan. Magnacharta ( Piagam Agung 1215) Hak yang diberikan oleh Raja John Lockland dari Inggris kepada beberapa bangsawan yang telah berjasa dalam bidang keuangan kepada Raja sebagai imbalan dari Raja 2.dalam Revolusi Perancis sebagai perlawanan terhadap kesewenangwenangan dari rezim sebelumnya. Freedom of religion ( kebebasan beragama) 3.- Beberapa naskah tentang hak-hak asasi manusia : 1. Abad XX Franklin D Roosevelt merumuskan 4 hak ( Amerika ) 1. merupakan hasil Revolusi perlawanan terhadap Raja James II dimana naiknya kelas bangsawan dan para pedagang di atas monarki. Bell of Right ( UU Hak Tahun 1689) UU yang diterima oleh Parlemen Inggris . Freedom from look ( kebebasan dari kemiskinan) 57 . Freedom of feer ( kebebasan dari kekerasan) 4. 3. Declaration des droits de l’honeme et du Citojion (Pernyataan hak-hak asasi manusia dan warga Negara) 1784. 4.

sehingga kehidupan bersama antara individu dengan Negara sebagai organisasi kekuasaan merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. 58 . dan politik. Tahun 2946 PBB membentuk Commision on Human Right menetapkan secara terperinci beberapa hak dalam bidang ekonomi. keharmonisan dan keseimbangan hidup antara individu dan masyarakat menjadi acuan utama dalam mengembangkan harkat dan martabat manusia. Jadi Negara dan rakyatnya menyatu.5. Internasional dan lintas budaya. Persolannya bagaiman pelaksanaan bagi setiap Negara masing-masing dan ini sangat tergantung daripada budaya dari suatu masyarakat atau Negara/ tingkat kebedadaban manusia Budaya Barat bersifat Individualistis. Budaya Jawa adalah keselarasan. Masalah hak asasi manusia bersifat universal. sedangkan bedaya Timur bersifat komunalita dan kebersamaan artinya adanya keseimbangan antara kepentingan kelompok dan individu sehingga harkat dan martabat manusia bernilai. Perlindungan hak-hak asasi manusia sudah dikembangkan oleh PBB dengan tujuan untuk melindungi hak-hak asasi manusia dari tindakan sewenang-wenang dari penguasa. yang pada akhirnya tahun 1948 tanggal 10 Desember 1948 menetapkan Universal Declaration of Human Right. tentang hak-hak asasi manusia. sosial.

Pasal 29 ayat 1 b. XVII. Pasal 31 ayat 1 c. 59 . ternyata pelaksanaan demokrasi dan hak asasi manusia hanya terbatas pada Retorika Politik dari pemegang kekuasaan masing-masing era tersebut/ Demokrasi semu. Pasal 27 ayat 2 b. Pasal 29 ayat 2 d. Pasal 34 Pada masa orde lama dengan demokrasi terpimpin dan masa orde baru dengan Demokrasi Pancasila. melalui : 1. Hak Asasi Klasik yang terdiri 4 Pasal : a. Pasal 28 c. TAP MPR No. 1998 – Bangsa Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia patut menghormati hak asasi manusia yang tercantum dalam Declaration Universal hak asasi manusia PBB serta berbagai aturan Internasional hanya mengurus hak asasi manusia. Hak Asasi Manusia yang bersifat sosial yaitu : a.- Pengaturan Hak asasi Manusia di Indonesia disesuaikan falsafah Bangsa Indonesia yaitu dalam UUD 1945 1. Reformasi tahu 1998 membuka jalan untuk melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi dalam segala bidang dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Pasal 30 ayat 1 2.

menegakkan dan menyebarluasakan pemahaman hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat. Kejahatan terhadap kemanusian 60 . Yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia berat (Pasal7) adlah : a. Tentang hak asasi manusia. Kejahatan Genosida b. 2. Amandemen UUD 45 Mengenai hak asasi manusia diatur dalam BAB X dan XI. yaitu Pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. b. Tentang Peradilan Hak Asasi Manusia ( Pengadilan HAM). UU No 26/2000. a. 4.Pasal 1 seluruh aparatur Menugaskan kepada lembaga-lembaga tinggi Negara dan pemerintah untuk menghormati.yaitu memperhatikan komunitas-kominitas masyarakat dan budaya Indonesia serta mendapatkan perlindungan terhadap eksistensinya. Undang-undang ini dibentuk sedemikian rupa yaitu memperhatikan hak asasi manusia secara Universalitas. UU No. 3. 39/1999. Secara Universalitas artinya mengandung individualistic dan secara penuh menerima seluruh deklarasi sedunia mengenai hak asasi manusia. Secara Konstuktualitas yaitu yang mengandung deklarasi budaya yang berlaku di masyarakat. Pasal 2 Menugaskan kepada Presiden RI dan DPR untuk meratifikaasi berbagai instrument PBB tentang hak asasi manusia sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila.

Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang mengakibatkan kerusakan secara fisik baik seluruhnya maupun sebagian. Purusuhan c. ras. Pengusiran/ pemindahan penduduk secara paksa 61 . kelompok agama dengan cara : a. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. Mengakibatkan penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap anggota kelompok . Kejahatan kemanusian adalah ( Pasal 9) Salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari. Perburuhan b. c. yang meluas dan sistematik dan ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil yang berupa: a.. Perbudakan d.. Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran didalam kelompok atau e.. Membunuh anggota kelompok b. kelompok etnis.- Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkanseluruh atau sebagian kelompok bangsa. d..

ras. dan alasan-alasan lain yang diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut Hukum Internasional. yang melanggar pokok-pokok Hukum pemaksaan kehamilan. etnis. Organisasi yang berwenang melakukan penyidikan adalah 1. jenis kelamin. pemandulan/Struksasi atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya. paham politik. pelacuran secara paksa. h. Penyidik Pelanggran Hak Asasi Manusia yang berat ( Komisi HAM dan unsur Masyarakat) 2. perbudakan seksual. Jaksa Agung dan unsur Pemerintah 62 . Penganiayaan suatu kelompok tertentu. Perkosaan. agama. budaya. Perampasan Kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik secara sewenang-wenang Internasional. f.e. Penyiksaan g.

termasuk para sarjana-sarjana Barat “ Persoalannya adalah bagaimana mengimplementasikan Demokrasi itu ? Tiap-tiap Negara telah menentukan cara sendiri-sendiri dalam melaksanakan demokrasi yang pada dasarnya tidak demokrasi. cratin / memerintah / Rakyat memerintah - Demokrasi artinya ikut sertanya rakyat dalam aktivitas penyelenggaraan Negara.BAB VI DEMOKRASI - Secara etimologis. - Demokrasi merupakan asas dan system dalam penyelenggaraan Negara/ketatanegaraan PBB tahun 1950 melalui Unesco telah melakukan studi yang disponsori oleh PBB dan hasil studi menentukan bahwa : “ Tidak ada satu negarapun yang menolak system demokrasi sebagai landasan dan system yang paling tepat dan ideal bagi semua organisasi politik dan organisasi modern. Downger. demokratis berasal dari kata Demos / Rakyat. Kranenburg – kata demokrasi artinya pemerintahan oleh rakyat (Government of Rule by the people) M. demokrasi adalah cara pemerintahan dimana golongan yang diperintah mempunyai hak sama. Pengertian Demokrasi R. 80 .

Wilayah kota dan sekitarnya 3. Demokrasi dilaksanakan secara langsung 2. sehingga muncul paham “Teori Kedaulatan Tuhan” yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh Paus.Bagaimana mungkin orang banyak memerintah pada jumlah orang sedikit? bertentangan dengan hukum kodrat. 2. yang dilaksanakan secara langsung di City State (Negara Kota) dan sekitarnya. Perenana Gereja sebagai lembaga membawahi Negara. bersifat sederhana dan terbatas.. Ciri-cirinya : 1. bebas menyampaikan pendapat. Demokrasi pada abad Pertengahan (1600-1400) demokrasi Yunani mulai hilang pada waktu Bangsa Romawi dengan struktur social bersifat feudal dan munculnya agama Kristen/ Spiritual yang dikuasai oleh Paus dan Pejabat-pejabat agama. 3 SM. 81 . Raja atau Paus sebagai wakil Tuhan di dunia ini. budak-budak dan kaum wanita tidak diperkenankan untuk ikut berdemokrasi. sedangkan kaum pendatang . Ideologi yang dikembangkan adalah kekuasaan yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan. Jumlah penduduk terbatas yang mayoritas budak-budak dan para pedagang terbatas golongan warga Negara yaitu hanya laki-laki.d. Dimulai pada zaman Yunani Kuno abad 6 s. Ciri-cirinya : 1. 2. Sejarah Demokrasi 1.

Cir-cirinya : 1. Muncul gagasan dalam bidang politik 4. Kekuasaan Negara harus dibatasi 3. 4. 3.3. 2. Muncul perebutan kekuasaan antara para bangsawan yang mempengaruhi Paus. Urusan agama dan urusan Negara harus dipisahkan. Rakyat tidak mempunyai hak untuk menentukan aktivitas kenegaraan. 5. Paham Rasionalisme digunakan sehingga muncul Teori Kontrak Sosial (The Social Contrac) yang berlandaskan bahwa dunia ini dikuasai oleh hukum alam yang mengandung prinsip-prinsip keadilan universal dan Negara ada karena adanya perjanjian masyarakat. Muncul konsep demokrasi melalui Piagam Magnacharta tahun 1215 di Inggris oleh Raja John yang merupakan kontrak perjanjian antara para bangsawan dengan Raja mengenai adanya pengakuan terhadap hak-hak dan privilege para bangsawan yang pada akhirnya berlaku bagi seluruh rakyat. 82 . Zaman Renaisance (1350-1650 dan 1500-1600) Renaisance adalah suatu ajaran yang berusaha menghidupkan kembali kesastraan dan kebudayaan Romawi di Yunani dan munculnya paham Rasionalitas yaitu paham yang mengutamakan kepentingan kebebasan manusia untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran yang rasional.

Adanya pembagian kekuasaan daripada Negara (konstitusional). Dengan konstitusi. Unsur-unsur Negara Hukum : 1. 83 . 2. Adanya pembagian kekuasaan Negara 3. Terjaminnya hak-hak rakyat. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka 5. Supermasi Hukum 6. b. 6. maka dapat terjamin hak-hak politik rakyat dan adanya pembatasan kekuasaan pemerintah. Demokrasi Konstitusional (Abad XIX dan Negara Hukum) 1. Pemerintah tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan 5. Menjamin hak-hak rakyat dan warga Negara. Negara berdasarkan konstitusi atau UUD yang menentukan : a. Menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah. Muncul konsep Welfare State/ Negara Kesejahteraan. Kedudukan yang sama dalam bidang hukum. 4. Pemerintahan berdasarkan hukum ( Rule of Law) 4. Pemerintah merupakan kumpulan aktivitas yang diselenggrakan oleh rakyat. 2. Pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. 7. 3. Ajaran konstitusi menimbulkan terjadinya suatu Negara Hukum / Recht Staat.4. Konstitusional Demokrasi Modern (Abad XX) dan Rule of Law 1.

Demokrasi suatu bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh wakil-wakil rakyat yang dipilih dan mereka harus bertanggung jawab. Adanya Pers dan Media yang bebas untuk menyatakan pendapat. Penyelenggaraan pemerintahan yang demokrasi didasarkan pada peraturan hukum / Rule of Law. yaitu : 1. Menjamin terselenggaranya perubahan dengan damai dalam masyarakat. Pembatasan penggunaan kekerasan. Pemerintahan yang bertanggung jawab 2. 6. Penggantian pimpinan dengan teratur dan damai. 3. Menurut Henry B. 3. Mayer Demokrasi didasarkan beberapa nilai. Menjamin tegaknya hukum Untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi maka perlu : 1. 84 . Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan melembaga. ICJ (International Commision of Yurist) telah membuat rumusan tentang demokrasi. 2. Mengakui adanya keagamaan/ keanekaragaman dalam masyarakat (pendapat.Fungsi Negara adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum warganya. Adanya suatu organisasi politik yang terdiri atas partai-partai politik. 5. kepentingan. budaya dan tinkah laku dsb). 2. Adanya Dewan Perwakilan Rakyat 3. 4. 4.

Demokrasi di Indonesia Hampir semua para ahli teoritis dari zaman dahulu hingga sekarang mengatakan yang berkuasa dalam system demokrasi adalah rakyat. Sistrem Peradilan yang bebas. Dalam Negara adanya saling percaya yaitu kepercayaan dari rakyat tidak boleh disalahgunakan dan sebaliknya 85 . Paham Negara Hukum tidak dapat dipisahkan dengan paham kerakyatan/ demokrasi sebab pada akhirnya hukum yang mengatur dan membatasi kekuasaan Negara/ pemerintah dan sebaliknya kekuasaan diperlukan untuk membuat dan melaksanakan hukum.5.

12 Tahun 2003 tentang Pemilu Tugas dan wewenang KPU 1. umum. DPD. jujur dan adil setiap lima tahun sekali. Ketentuan lebih tentang Pemilu diatur oleh undang-undang.BAB VII PEMILIHAN UMUM 1. bebas. Pemilu diselenggarakan utnuk memilih anggota DPR. 3. Peserta Pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan. Pemilu dilaksanakan secara langsung. 2. Merencanakan penyelenggaraan Pemilu 69 . tetap dan mandiri 6. Peserta Pemilu untuk memilih DPR dan anggota DPRD adalah Partai Politik. Pemilu diselenggarakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional. rahasia. 2. Presiden dan Wakil Presiden dan DPRD. Pendahuluan Sebagai pelaksanaan kedaulatan rakyat atau demokrasi adalah melalui Pemilihan Umum Pemilu dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu suatu lembaga independent yang dibentuk dengan suatu undang-undang Dasar Hukum Pemilu adalah : 1. Pasal 22E UUD 1945 yang berbunyi : 1. 5. 4. UU No.

5. 2. dan pemungutan suara. DPD. penyelenggaraan. Sistem Pemilu guna menentukan seseorang menjadi pejabat Negara (Presiden dan Wakil Presiden) melalui dua cara : 1. mengandalikan semua tahapan pelaksanaan Pemilu. Melakukan evaluasi dan pelaporan hasil Pemilu. Menetapkan peserta Pemilu. jumlah kursi dan calon anggota DPR. Pemiliah tidak langsung (betingkat) yaitu para pemilih melakukan pemilihan orang-orang untuk menjadi anggota suatu lembaga kenegaraan yang mempunyai wewenang untuk memilih orang yang 70 . Menetapkan organisasi dan tata cara semua tahapan pelaksanaan Pemilu 3. 3. Menetapkan hasil Pemilu dan mengumumkan calon terpilih anggota DPR.2. DPD. Mengkoordinasikan. Kabupaten/Kota. Menetapkan daerah pemilihan. DPRD Provinsi. UU No. 7. 6. Sistem Pemilihan Umum 1. tata cara pelaksanaan kampanye. DPRD Provinsi. 3 Tahun 1999 tentang Pemilu 2. 9. tanggal. 8. Pemilihan secara langsung artinya para pemilih melakukan pemilihan orang atau kontestan yang disukai. 4. Melaksanakan tugas dan kewenangan lain yang diatur undangundang. DPRD Kabupaten/Kota. Menetapkan waktu.

Jadi lembaga perwakilan rakyat ini merupakan “Lembaga Perwakilan Persekutuan Hidup”.2. Sehingga lembaga ini hanya mengurus kepentingan khusus dari persekutuan-persekutuan hidup. Sistem Pemilihan Organis. yaitu untuk mengisi keanggotaan lembaga perwakilan rakyat melalui pengangkatan dan penunjukkan. Teritorial. Sistem Pemilihan anggota DPR/DPD. ada dua macam : 1. Partai-partai politik tidak diperlukan sebab mekanisme pemilihan dilakukan langsung oleh masing-masing persekutuan hokum. tani.d. 2.1 Sistem Pemilihan Organis Dasar pemilihan adalah : ( Wolhoff) a. Sistem Pemilihan Mekanis yaitu melalui pemilihan umum. a. nelayan (LSM).Persekutuan-persekutuan itu mempunyai kewenangan untuk menentukan wakil-wakilnya yang duduk sebagai anggota parlemen. missal Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan oleh MPR sebelum amandemen UUD 45. Fungsional. Sistem Pemilihan Mekanis Menurut Walhoff dasar pemilihannya : 71 . lapisan-lapisan social (buruh. Rakyat dalam suatu Negara dipandang sebagai sejumlah individu yang hidup bersama dalam beraneka ragam persekutuan hidup seperti Geniologis. a.akan menjadi pejabat Negara tersebut. 2.d. b. c. Industri.

sehingga distrik/ setiap distrik dapat memperoleh dua orang calon di parlemen. b.d.1 Sistem Pemilihan Distrik Wilayah suatu Negara dibagi atas distrik-distrik pemilihan sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia di parlemen dan setiap distrik hanya memilih satu orang wakil yang duduk di parlemen dari beberapa calon.Rakyat bertindak sehingga mempunyai hak sendiri (hak pilih aktif)/ hak suara c. maka dapat kursi yang ada di parlemen dibagi dua. Contoh : jumlah kursi di parlemen 500. Peranan partai politik sebagai koordinator pemilih Jadi lembaga perwakilan rakyat merupakan lembaga politik rakyat. Sistem Pemilihan Mekanis dapat digolongkan dua macam. Sistem Pemilihan Distrik 2. maka wilayah Negara dibagi dalam 500 distrik atau 500/2 = 250 distrik dan setiap distrik terdapat 2 calon. Hubungan antara wakil dengan rakyat relative dekat. yaitu : 1. 72 . rakyat cukup kenal calonnya. Rakyat dalam suatu Negara dipandang sebagai individu-individu yang sama.a. Kebaikan dari system ini : 1. Apabila pembagian distrik dirasakan terlalu banyak. Sistem Pemilihan Proposional a.

2. dibagi kepada partai-partai politik dan golongan-golongan politik yang ikut serta dalam Pemilu sesuai dengan imbangan suara dalam Pemilu. Kelemahan system distrik : 1. Jumlah partai akan lebih berkurang. Misalnya : Calon A = 50 suara Calon B = 45 suara Calon C = 40 suara Calon D = 30 suara Yang menang adalah Calon A dan menjadi wakil distrik.2. C. Banyak suara yang terbuang. Mendorong menyatukan beberapa partai. Menyulitkan bagi partai kecil untuk memperoleh kursi ( wakil di parlemen). Pelaksanaannya sederhana. Sistem Pemilihan Proposional Kursi yang tersedia di parlemen. a. maka presentasi Calon A di distrik tersebut adalah rendah ( low representative) 2. dan D. diperebutkan dalam suatu pemilihan umum. 3. Apabila dibandingkan suara antara A dengan B. 4. memungkinkan terjadi koalisi.d. 73 .

2.000 pemilih mempunyai1 kursi artinya satu orang wakil memperoleh dukungan 400. 100 kursi dibagi ke daerah-daerah pemilihan misalnya 4 daerah pemilihan.. maka ditentukan : Daerah Pemilihan A Daerah Pemilihan B Daerah Pemilihan C = = = 30 kursi 25 kursi 25 kursi 74 . Negara sebagai daerah pemilihan dantiap suara dihitung suara yang diperoleh dari satu daerah ditambahkan dengan suara yang diperoleh dari daerah yang lain. jumlah penduduk dan sebagainya. Langkah-langkah yang harus ditempuh : 1.Misal 1 : 400. Mengingat wilayah Negara begiru luas dan jumlah penduduk yang besar. Contoh : Misalnya suatu Negara mempunyai 100 kursi yang diperebutkan. Dengan pertimbangan wilayah Negara. Kursi yang tersedia di parlemen terlebih dahulu dibagikan ke daerahdaerah pemilihan. maka dibentuk daerah pemilihan (bukan distrik) yaitu wilayah Negara dibagai dalam daerah-daerah pemilihan. dimana suatu daerah pemilihan kursi yang diperebutkan suatu daerah harus lebih dari dari satu kursi dan disebut Multi Member Constituency. sehingga besar kemungkinan setiap organisasi peserta pemilu memperoleh kursi.000 pemilih.

Wakil-wakil terpilih lebih dekat dengan induk organisasinya yaitu partai politik. Merangkup partai-partai kecil dan golongan-golongan minoritas untuk duduk dalam parlemen. 2. Mudahnya timbul partai-partai baru/ munculnya bermacam-macam golongan dan mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada. maka akan diketahui jumlah kursi yang diperoleh masing-masing partai politik dengan bilangan pembagi pemilih (BPP). sedangkan sisa suara yang ada tidak dapat dipindahkan ke daerah pemilihan yang lain. Kusi di wilayah A berjumlah 30 dibagikan kepada golongan politik peserta pemilu sesuai dengan imbangan suara diperoleh dalam pemilu yang bersangkutan. Kebaikan Sistem Proposional : 1. dengan anggapan bahwa partai politiklah yang menentukan mereka 75 . muncul banyak aliran-aliran yang syarat dengan konflik dan idiologis. 4. sehingga nomor urut yang paling ataslah yang terpilih. Jumlah suara yang terbuang sangat kecil 2. partai politik dapat menentukan anggota-anggotanya yang duduk di parlemen berdasarkan pada daftar calon anggota parlemen atau berdasarkan nomor urut. Dalam perhitungan suara. Hasil yang diperoleh tersebut.Daerah Pemilihan D = 20 kursi 3. Kelemahan Sistem ini : 1. dan kurang memiliki loyalitas kepada rakyat yang memilihnya.

3. rakyat hanya memilih partai daripada memilih wakilnya. Dalam pelaksanaan pemungutan suara rakyat memilih disamping partai politik (mencoblos). Asas-asas Pemilu dapat dilihat dalam : Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia Pasal 21 ayat 3. Sistem ini sama dengan system Proposional. politik uang. mengatakan: ‘ Kemauan rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah.sebagai anggota parlemen dari pada kemapuan mereka/wakil. kemauan ini harus dinyatakan dalam pemiliha-pemilihan berkala yang jujur dan yang 76 . prokasi dan sebagainya. hanya dalam menentukan wakilwakil rakyat yang duduk di parlemen telah disusun dalam daftar abjad ( bukan nomor urut). daripada memperjuangkan aspirasi rakyat. tidak jujur. Sistem Proposional dengan Daftar Calon Terbuka. 4. Sistem ini muncul atas respon atas keprihatinan terhadap kualitas wakil-wakil rakyat yang lebih condong mementingkan kepentingan partai. mereka juga memilih nama-nama orang calon yang diajukan oleh partai politik yang bersangkutan. 3. sewenang-wenang. Asas-Asas Pemilihan Umum Pelaksanaan Pemilihan Umum dimanapun selalu bernuansa : manipulatif. Sulit membentuk pemerintahan yang stabil sebab penentuan pemerintahan didasarkan padaa koalisi dari dua atau lebih partai politik.

harus langsung kecuali melalui Jasa Kantor Pos. 77 . jenis. ras. bebas dari tindakan sewenang-wenanag dari manapun juga. mengamanatkan bahwa penyelenggaraan Pemilu dilaksanakan secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat seluas-luasnya atas dasar prinsip demokratis.dilakukan menurut hak pilih yang bersifat umum dan berkesamaan serta dengan pemungutan suara rahasia ataupun menurut cara-cara lain yang juga menjamin kebebasan mengeluarkan suara. langsung. syarat umur 17 tahun. status serta idiologisnya asal memenuhi syarat mempunyai hak pilih dan dipilih. 3.’ Jadi menurut deklarasi PBB di atas. tidak sakit ingatan/gila. hak pilih tidakdicabut dan tidak dihukum lebih dari 5 tahun. maka petugas pos meneruskan pilihannya dalam amplop tertutup. suku. berkesamaan dan rahasia. pekerjaan. umum. tingkat pendidikan dan dimanapun tempat tinggal. artinya seorang pemilih memberikan suaranya tanpa perantara. Langsung. Dari ketentuan-ketentuan dia atas maka asas-asas Pemilu adalah : 1. jujur. Bebas artinya bebas menyatakan pendapat aspiranya dan pilihannya. miskin. rahasia. bebas untuk menghadiri atau tidak menghadiri suatu kampanye serta bebas dari intimidasi tidak ada paksaan. Berkala. bebas. 2. kaya. umum. artinya setiap warga Negara tanpa pandang bulu. adil dan beradab. jujur. Menurut pasal 22E UUD 45 yang sudah diamandemen tahu 2004. dan agama. Asas-asas Pemilu adalah : 1. 2. Umum.

Adil. juga dalam proses yang sama setiap kasus yang timbul dan sebagainya. Kampanye yang dilakukan partai politik dan atau calon harus dapat menjadi arena pembelajaran dan pencerdasan baik bagi pemilih . artinya pelaksanaan pemilu dilakukan sesua dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tidak ada paksaan manipulasi. Akuntabel : Transparansi. pembelian suara dan korupsi. KPU hendaknya juga melaksanakan fungsi mendidik pemilih. Edukatif Pelaksanaan pemilu itu tidak saja demokratis tetapi juga pemilu harus dapat bersifat mendidik secara politik.4. baik partai politik dan para calon. Jujur. 6. Pemilu harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan wewenang kepada publik baik secara politik maupun hokum 8. Rahasia artinya memberikan pilihannya tanpa diketahui oleh siapapun. setiap partai politik atau kandidat dan setiap daerah diperlakaukan sama. artinya setiap warga Negara mempunyai hak yang sama. 5. artinya setiap earga Negara yang berhak memilih tidak saja dapat diperlakukan secara manusiawi pada setiap tahapan pelaksanaan pemilu tetapi juga harus diberi informasi perihal seluruh tahapan pelaksanaan pemilu. 78 . kecuali atas persetujuan pemilih dimana ia harus mendapat tuntunan karena umurnya sudah lanjut atau karena menyandang cacat tertentu. 7. sesuai dengan etika dan moralitas. penipuan. sehingga dapat mengambil keputusan sendiri.

distribusi logistic pemilu. Pelaksanaan pemilu sesuai dengan jadwal. asas-asas ini hanya digunakan pada saat pemungutan suara di TPS sedangkan proses tahapan lainnya patut dipertanyakan ?. tenaga maupun organisasi dan tata kerja untuk semua tahapan pelaksanaan pemilu.9. waktu. spesialisasi efisinsi. biaya. Komunikasi. Pada jaman Orde Baru asas pemilu yang digunakan adalah LUBER ( langsung. umum. monitoring dan control menjadi factor yang menentukan kelancaran pekerjaan besar penyelenggaraan pemilu. transportasi. berlangsung tanpa hambatan. koordinasi. 79 . waktu. Praktis (efisien dan lancar ) Pelaksanaan pemilu dilakukan secara praktis. alokasi anggaran. bebas dan rahasia).

80 . Periode Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Dalam rangka persiapan kemerdekaan Indonesia maka dibentuk BPUPKI. 17 Juli 1945. 2.BAB VIII SEJARAH KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA 1. 1 Juni 1945 dan Rancangan UU Dasar pada tanggal 10 Juli s. 3. Menetapkan UUD Negara RI pada tanggal 17 Agustus 1945. Pembentukan Departemen-Departemen oleh Presiden.d. 4. Pada tanggal 11 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI yang melanjutkan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BPUPKI dan berhasil membuat UUD 1945 yang mulai diberlakukan tanggal 18 Agustus 1945. Pembentukan delapan propinsi oleh PPKI Tanggal 29 Agustus 1945 PPKI dibubarkan oleh Presiden dan dibentuk Komite Nasional Indonesi Pusat (KNIP) yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam hal ini terserah kepada Presiden didalam bidang apa KNIP memberikan bantuannya. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945. maka halhal yang dilakukan adalah : 1. Pengangkatan anggota KNIP oleg Presiden 5. Menetapkan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. yang telah berhasil membuar Rancangan Dasar Negara pada tanggal 25 Mei s.d.

Kemudian tanggal 14 Nopember 1945 dikeluarkan Maklumat Pemerintah sebagai tindak lanjut dari Maklumat Wakil Presiden No. system pemerintahan menurut UUD 1945 adalah Sistem Presidentil. Periode Konstitusi RIS 27 Desember 1945 s. Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 Belanda masih merasa mempunyai kekuasaan atas Hindia Belanda yaitu Negara bekas jajahan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Belanda . 2. dengan alasan : 81 .d.Tanggal 16 Oktober 1945 Wakil Presiden mengeluarkan Maklumat No. 17 Agustus 1950. Sedangkan menurut Maklumat Pemerintah meletakana pertanggungjawaban Kabinet kepda KNIP yang merupakan cirri dari system Parlementer. X tahun 1945 yang menetapkan KNIP sebelum MPR dan DPR diberi kekuasaan legislative dan ikut serta menetapkan GBHN. Bahwa pekerjaan KNIP sehari-hari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih antara mereka serta bertanggung jawab kepada KNIP. dalam Denagn Maklumat-maklumat di atas menimbulkan persoalan pelaksanaan pemerintahan mengenai system pemerintahan dimana menurut Pasal 4 UUD 45 ditegaskan bahwa “Presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan Pasal 17 menetapka bahwa “ Menteri Negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. X tahun 1945 yang menyatakan : Pembentukan Kabinet Baru Dan Kabinet ini bertanggung jawab kepada KNIP.

Italia dan Jerman. Akibat adanya pandangan ini yang kemudian menimbulkan konflik senjata antara Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dengan NICA pada tanggal 10 Nopember 1946 di Surabaya. perjanjian ini menetapkan bahwa setelah Perang Dunia II selesai.Belanda secara De Jure. Belanda dan Indonesia akan bekerja sama membentuk RIS. 82 . maka wilayah yang diduduki oleh ketiga Negara ini akan dikembalikan kepada penguasa semula. Ketentuan Hukum Internasional Menurut Hukum Internasional suatu wilayah yang diduduki sebelum statusnya tidak berubah. di wilayah lain yang berkuasa adalah Beland. Untuk mengakhiri konflik ini. Belanda mengakui RI berkuasa secara de facto atas Jawa.a. Atas dasar perjanjian di atas. maka diadakan perundingan antara Indonesia dengan Belanda pada tangga 25 Maret 1947 di Linggarjati yang antara lain menetapkan : 1. maka kekuasaan di HindiaBelanda adalah Kerajaan Belanda sebagai pemilik/ penguasa semula. ini berarti bahwa Hindia-Belanda yang diduduki oleh Bala Tentara Jepang masih merupakan bagian dari Kerajaan Belanda. oleh karena itu setelah Jepang menyerah. maka Belanda merasa memiliki Kedaulatan atas Hindia. b. 2. Madura dan Sumatra. Perjanjian Postdan Yaitu pernjajian diadakan menjelang berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan oleh Negara Sekutu dengan phak Jepang.

yaitu : 1. Belanda dan Indonesia akan membentuk Uni Indonesia Belanda. 3.3. tetapi Indonesia menolak. 2. Sedangkan menurut Belanda terjadinya agresi militer Belanda adalah dalam rangka penertiban wilayah Kedaulatan Belanda. Sebelum RIS terbentuk yang berdaulat menurut Belanda adalah Belanda. Menurut Indonesia sebelum RIS terbentuk yang berdaulat adalah Indonesia. Belada dianggap berdaulat penuh di seluruh Indonesia sampai terbentuk RIS. Belanda meminta dibuat Polisi bersama. Akibat adanya penafsiran ini terjadi Clash I pada tanggal 21 Juli 1947 dan Clash II tanggal 19 Desember 1948. Madura dan Sumatra sehingga hubungan luar negeri juga boleh dilakukan oleh Indonesia. Hasil perundingan ini menimbulkan penafsiran yang berbeda antara Belanda Indonesa mengeani soal Kedaultan Indonesia-Belanda. Bentrok senjata Indonesia-Belanda ini ini kemudian dilerai oleh PBB dan melakukan genjatan senjata dan dibuat suatu perundingan baru di atas Kapal Renville tahun 1948 yang menetapkan : 1. 83 . RIS mempunyai kedudukan sejajar dengan Belanda. sehingga hubungan luar negeri/ Internasional hanya boleh dilakukan oleh Belanda. terutama Pulau Jawa. Ri hanya merupakan bagian RIS. 2. 3. Terjadinya konflik ini akibat adanya agresi militer Belanda terhadap Indonesia.

Kemudian diadakan Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 23 Agustus 1949 yang disepakati antara lain : 1. Negara Indonesia Timur tahun 1946 2. yang pada akhiornya banyak daerah-daerah melakukan pemberontakan. Penyerahan kedaulatan kepada RIS 3. Mendirikan UNI antara RIS dengan kerajaan Belanda. Atas dasar KMB maka pada tanggal 27 Desember 1949 dibentuklah Negra RIS dengfan Konstitusi RIS. Negara Sumatra Timur 24 Januari 1948 6. Negara yang sedang dipersiapkan adalah : 84 . Negra Pasundan termasuk Distrik Jakarta 3. Mendirikan Negara Indoneis serikat 2. Negra Jawa Timur 16 Nopember 1948 4. dan Negara Sumatra Selatan 7. akan tetapi juga kondisi Indonesia yang memberikan kontribusi yaitu adanya keinginan daerah-daerah untuk membentuk Negara/ memisahkan diri dari Negara kesatuan dan membentuk Negara sendiri serta mereka tidak puas terhadap kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah pusat tidak adil. Negara Madura 23 Januari 1948 5. Berubahnya Negara Kesatuan menjadi Negara Serikat tidak semata-mata campur tangan dari pihak luar ( PBB dan Belanda ). Disamping itu Belanda telah berhasil dan makin banyak daerah-daerah membentuk Negara antara lain : 1.

Soekarno dan Drs. Negara RIS terdiri dari 16 negara bagian dan Ibu Kota Negara Indonesia adalah Jogyakarta dengan Kepala Negara RIS Ir. 5 Juli 1959 Pada masa Konstitusi RIS.d. 3. pulau-pulau dan bahasa. Bangka 6. Banjar 4. Periode 17 agustus 1950 s. maka rakyat di daerah-daerah sepakat untuk kembali ke bentuk Negara kesatuan. Kemudian diadakan perundingan antara Negara-negara serikat dengan RI Jogyakarta yang menetapkan bahwa pasal-pasal dalam Konstitusi RIS yang 85 . Riau 8.1. Kalimantan Tenggara 5. dan Jawa Tengah Naskah Konstitusi RIS disusun oleh delegasi kedua belah pihak. Moh. adapt-istiadat. Belitung 7. Negara-negara bagian makin sulit diatur dan kewibawaan pemerintah Negara federasi semakin berkurang sedangkan Indonesia sendiri dari berbagai ragam suku bangsa. Dalam Konstitusi RIS dikenal adanya Senat yang merupakan wakil dari Negara-negara bagian dan sikap Negara bagian 2 orang dengan hak suara satu. Hatta diangkat sebagai Perdana Menteri. Dayak Besar 3. Kalimantan Timur 2.

yang pada tanggal 19 Mei 1950 ditanda tangani Piagam Persetujuan yang menghendaki dalam waktu sesingkta-singkatnya bersama-sama melaksanakan Negara kesatuan. namun perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain masih terasa. Pemberontakan Ibnu Hajar Cs. Pada tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia resmi kebali menjadi Negara Kesatuan RI berdasarkan UUDS tahun 1950. Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan 17 agustus 1951 6. adanya menyesal dan ada pula yang setuju yang pada akhirnya timbul pemberontakan separatisme misalnya : 1. Permesta ( Pejuangan Rakyat Semesta ) 15 Pebrauari 1958. Pemberontakan PRRI ( Pemerintah Revolusioner Republik Indobnesia ) 15 Pebruari 1959 10. Pemberontakan Balaion 426 Jawa Tengah 1 Desember 1951 7. Pemberontakan Andi azaz Cs. 86 . Pemberontakan DI/ TII. APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil ) di Bandung 23 Januari 1950. Peristiwa Dewan banteng Sumatra Barat 20 Desember 1956 9.bersifat federalis dihilangklan dan diganti dengan pasal yang bersifat kesatuan. 2. yang pada dasarnya merupakan Konstitusi RIS yang sudah diubah. Di Kalimantan Selatan 10 Oktober 1950 5. Walaupun sudah kembali kepada bentuk Negara kesatuan. Di Makasar 5 april 1950 3. Pemberontakan RMS di ambon 25 april 1950 4. Pemberontkan DI/ TII Daud Beureuh di aceh 25 September 1953 8. adanya ketidakpuasan.

d. 87 . Dekrit Presiden 5 Juli 1959 telah sisetyujui oleh DPR hasil Pemilu tahun 1959 secara aklamasi tangga. Merelakan UUDS tahun 1950 mulai berlaku tanggal 17 Agustus 1950 3. XX/MPRS/1966. sehingga Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan : 1. 4.Badan Konstituante bersama-sama pemerintah harus segera menyusun UUD Indonesia untuk menggantikan UUDS tahun 1950 ( Pasal 134 ). Terbentuknya Konstituante diresmikan di Kota Bandung 10 Nopember 1956 Majelis Konstituante tidak berhasil menyelesaikan tugasnya menyusun UUD. Periode 17 Juli 1959 s. 22 Juli 1959. 7 tahun 1953 yang menyatakan : 1. yang kemudian dikukuhkan oleh MPRS dengan Ketetapan No. Perubahan Konstitusi menjadi UUDS tahun 1950 2. 1966 Periode ini biasa disebut juga Era Orde Lama dengan “Demokrasi Terpimpin” Konsep Demokrasi Terpimpin dari Bung Karno diterima sebagai dasar penyelenggaraan Negara yang ditetapkan dalam TAP MPRS No. Konstituante telah gagal 2. Memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai UUD Negara RI. Membubarkan Majelis Konstituante 3. kemudian Desember 1955 diadakan Pemilihan Umum untuk memilih anggota Konstituante dengan dasar UU No. VIII/1965.

yang sampai saat ini masih dalam perdebatan. III tahun 1963 Pada masa itu banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan didalam bidang politik yang pada puncaknya. Peristiwa G30S PKI menimbulkan banyak kekacauan social budaya dan tidak stabilnya politik dan hokum ketata negaraan Indonesia yang kemudian dikeluarkannya Surat Perintah dari Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto yaitu Surat Perintah 11 Maret 1966 (SUPERSEMAR). Atas dasar Demokrasi Terpimpin semua bidang dalam ketata negaraan serba terpimpin. meledaknya kasusu pemberontakan G30 S PKI. Lembaga-lembaga Negara yang ada bersifat sementara 2.Demokrasi Terpimpin adalah musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai. Pengangkatan Presiden Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup dengan TAP MPRS No. Dengan berlakunya kembali UUD 1945 berdasarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. maka pelaksanaannya tidak sesuai bahkan banyak terjadi penyimpangan antara lain : 1. maka persoalan itu diserahkan pada pimpinan untuk mengambil keputusan. 88 . untuk mengambil segala tindakan dalam menjamin keamanan dan ketentraman masyarakat serta stabilitas jalannya pemerintahan.

Dalam kepemimpinan Jenderal soeharto penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan demokrasi menitikberatkan pada kestabilan politik dan keamanan Negara. Adanya Golongan Karya 4. Beberapa hal yang menonjol dalam Pemerintahan Soeharto atau dekenal dengan Era Orde Baru adalah : 1. merupakan akar awal jatuhnya Presiden Soekarno dan tampak kekuasaan Negara dipegang oleh Jenderal Soeharto. Adanya Konsep Dwifungsi ABRI 3. Habibie.d. Penyederhanaan Partai Politik 7. sekarang Gerakan reformasi tahunh 1998 dan Presiden Soeharto meletakkan jabatannya tanggal 20 Mei 1998 digantikan oleh Wakil Presiden B.5. Periode Orde Baru Atas dasar Surat Perintah 11 Maret 1966 (SUPERSEMAR).J. Adanya rekayasa dalam Pemilihan Umum. Soeharto tetap menjadi Presiden untuk beberapa kali. 5. Periode Reformasi Tahun 1998 s. yang tidak sesuai dengan alam 89 . Demokrasi Pancasila 2. 6. Reformasi menghendaki suatu perubahan yang pada akhirnya penggantian berbagai peraturan perundang-undangan. Adanya system pengangkatan dalam lembaga-lembaga perwakilan 6. Kekuasaan ditangan Eksekutif/ Penumpukkan kekuasaan.

yaitu terdiri dari DPR dan DPD. maka system ketatanegaraan Republik Indonesia adalah sebagai berikut. MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi Negara. 9.demokrasi dan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat terutama mangadakan amandemen UUD 45 sebanyak empat kali. Sistem Parlemen menggunakan Bikanural System. Kedaulatan ada di tangan rakyat 3. NKRI harus tetap dipertahankan. 90 . 2. Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum 5. 10. Hubungan organisasi pemerintahan dalam garis vertical dengan asas desentralisasi dengan otonomi luas. Sistem Pemerintahan adalah Presidensiil 6. 1. Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat 4. Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial dalam UUD 1945. 8. Setelah amandemen ke IV UUD 1945. 7. Adanya lembaga-lembaga baru yaitu. Sistematika UUD 1945 terdiri dari Pembukaan dan Pasal-pasal.

PT. Liberty. Balai Pustaka. .D. Jakarta.. Prof. CV. Universitas Atmajaya.DAFTAR PUSTAKA 1. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.M. Toko Gunung Agung.S. Sri Sumantri. Ni’matul Huda.Dr.Moh.S. Yogyakarta..M. Haji Masagung. Pokok-Pokok Administrasi Negara.H.H. B. Jakarta. Hukum Tata Negara Indonesia. 1976. Sistem Pemerintahan di Indonesia. Mr. Raja Grafindo Persada.Dr. 1996. Jakarta..Moh..Hum.M. W. Drs.Hum. S. MPA. 3. Prof.. Mahfud. 1989. Prof. Prof.Dr. Perbandingan Pemerintahan.1973. Hukum Tata Negara Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. Kamus Umum Bahasa Indonesia.S.. 5. Jakarta. Jakarta.J. H. Yogyakarta. 2003.U.U. Poerwadarminta. S. Hestu Cipto Handotyo. 6. Musanaf. 10. Tarsito. Drs.D.. Rineka Cipta.H. Jakarta.S.. Ghalia. PT. Dasar dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia. 4.S. Bina Kasara... 1993.S. 2. Prof.. 2002. Pamuji. 2001.Dr. 1985. 2005. 9. Office Management. 7. Mahfud. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.H.M.H. 8. Prajudi Atmosudirdjo. Jakarta. Bandung.. Sistem-Sistem Negara-Negara. S.S.

Tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan.Peraturan Perundang-Undangan : 1. Ketetapan MPR No. 2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. 02 Tahun 2002 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Wewenang Mahkamah Konstitusi oleh Mahkamah Agung . III/MPR/2000. 3. PEraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful