P. 1
Anak Berbakat

Anak Berbakat

|Views: 3,926|Likes:
Published by rie_Ri3604

More info:

Published by: rie_Ri3604 on Nov 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

dan langkah sesudah mengajar. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. langkah pelaksanaan mengajar. kepemimpinan. Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid. tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. meliputi. yaitu langkah sebelum mengajar. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. melainkan dengan peran guru sebagai motivator.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. perangkat komputer. Cara memberikan nilai misalnya. II. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). menentukan tujuan pengajaran. III. . Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. Langkah pelaksanaan mengajar. langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. Langkah sebelum mengajar. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai. Langkah ini meliputi komunikasi. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. tepat tidaknya tujuan pengajaran. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek.

Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan . Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang. pelerai kecemasan..3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. seperti supervisi. organisasi pelajarn.menyiapkan ujian. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. Tetapi dalam banyak hal yang lain. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. detektif. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya. 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. pengganti orang tua. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. sumber kasih saying dan pemberi semangat. teman dan orang kepercayaan. Sebagai contoh. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model. Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok. tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). guru diharapkan menjadi wasit. menghadiri rapat. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual. Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru. guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif.

Tetapi secara fundamental. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. Setiap individu memang tidak ada yang sama. kadang-kadang tidak. V. besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi. maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental). Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. Dengan demikian. Emosi yang tidak stabil. kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. Kadang-kadang lancar. . tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar.masalah. tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. kadang-kadang terasa amat sulit. Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. IV.

disebabkan oleh tiga hal. Kedua Faktor Sekolah. Surat Kabar Majalah. lingkungan tetangga.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. VI. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. 4) dll. MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. aktivitas dalam masyarakat. Buku Komik. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. terlambat datang. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. berpura-pura dusta. yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. Karena itu. Penyimpangan perilaku yang sederhana. suka menyendiri. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. Pertama Faktor Keluarga. memeras teman. yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. Faktor external. disebabkan oleh dua hal. yaitu TV. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. teman bergaul. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. VII. misalnya mengantuk. Sedangka ekstrim adalah sering membolos. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. . Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh. Pertama sebab yang bersifat fisik. tidak sopan.

langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. DAFTAR BACAAN Feinberg. Nana. Falsafah Pendidikan. Psikologi Pendidikan. 1990 Sudjana. Manajemen Sumber Daya Manusia. 1998 Prasetya. P. ke-VIII. Endar. R. Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia. Bumi Aksara. Raja Grafindo Persada. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. bingung. Jakarta. 1993 Sugiarto. PT. alih bahasa R. VIII. Mitra Utama. selalu sedih. Mortimer. PT. Jakarta. keIX. cet.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. PT. pemarah. Jakarta. Jakarta.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . Pemimpin dan Kepemimpinan. Sondang. Sumadi. misalnya mudah tersinggung. kurang gembira. 1994 Kartono. Kartini. Pustaka Setia. murung. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. cemberut. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. 1997 Siagian. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta. Psikologi Manajemen. dkk. 1991 Suryabrata. Jakarta. Raja Grafindo Persada. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya. Turman Sirait. Gramedia Grafindo Persada. Jakarta. 5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. cet.

apa yang kita perbuat. pertanyaan. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. Contoh sederhana. Akan tetapi. Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. Karena bagaimana pun. Karena itu. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga. . Sebagai orang tua. Namun lebih jauh. Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa. merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian. dan lain sebagainya. Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan. Karena bagaimanapun. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. apakah itu keluhan. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. Bahkan bukan sebagai beban. bahasa. hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya. apa yang didengar. Selain itu. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. Apa yang kita ucapkan. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. Namun tidak bisa dipungkiri. Sebagai contoh. atau dari guru kepada muridnya. Sebagai contoh. bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. fisik. anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. sosio emosional. daya pikir. dan daya cipta). Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. dan apa yang dialaminya.

secara tidak langsung kecerdasan majemuk .seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. Setelah itu. tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. Dengan demikian. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. Padahal. maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi. Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. termasuk didalamnya berpikir kreatif. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. bahkan lebih jauh lagi. mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan. Selain itu. Dengan adanya pembelajaran life skill pula. namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini.

Selain itu. Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak. kecerdasan intrapersonal (self intellegence). dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence). Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17. Muslimat NU. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah.5 juta anak. Selanjutnya. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. Sedang sekitar 7. Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. Diposkan oleh Vie di 04. kecerdasan musikal (music intellegence). ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan. terdapat 9. 73 persen atau sekitar 20.3 juta anak." kata Direktur PAUD Ditjen PLS. Oleh karena itu. Sebagai contoh. namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. kecerdasan antarpersonal (people intellegence).yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik. Estimasinya. Karena bagaimanapun. seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12. Maret lalu. kecerdasan linguistik (lingistic intellegence). sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya. Dengan demikian.668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. berupa 635 Tempat . akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. Aisiyah. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK. Gutama. Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions). dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya. misalnya. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Saat ini. namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun.4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. Dengan bekal life skill. sebetulnya banyak sekali. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. Depdiknas. misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan. dengan bekal life skill. karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja.5 persen atau menjadi 11 juta anak. sangat potensial untuk berkembang.

Seto Mulyadi. Bina Keluarga Balita (BKB). Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu. kalau kita mengajarkan matematika. terutama ibu. ''Jadi. Nibras OR Salim.Penitipan Anak (TPA). Sementara itu. bahkan dalam kandungan. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya. memberikan rasa aman pada anak." ujarnya." ujarnya. Bila hal ini dipegang. diancam. sedang terbentuk berbagai potensi anak." ujarnya. menurut saya sangat kaku. budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. bila melihat angka 20. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini. dipaksa. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. ini keliru besar. Menurut Suzuki. ibu itu ibarat sebuah sekolah.14 0 komentar . maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. pada usia yang sangat dini. gedung. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. itu sudah belajar banyak. anak dituntut berpikir abstrak. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. seorang anak tidak boleh dipukul. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara. dan mampu memberikan penghargaan pada anak." tambahnya. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis. kata dia. Sekolah tidak harus di ruang." ujar pengamat pendidikan. begitu ia kerap disapa. jangan dimarahi." ujarnya. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak.'' ujarnya menambahkan. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. Sedang menurut Kak Seto. "Saya temukan sebuah hadis. atau dimarahi. adalah guru dan pengayom atau pelindung. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. kata dia. dan 1. kata Nibras. Diposkan oleh Vie di 04. "Al ummu madrasatun. melempar. selama seorang perempuan hamil. sebesar Rp 109 miliar.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. "Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. Setiap ibu. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. "Walaupun dia salah. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak." jelasnya. 7. kata Gutama. berteriak. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang. tapi diarahkan ke yang positif. Kalau itu dipersiapkan. mengajarkan moral. tapi sejak dari buaian. Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan. 4 juta anak yang harus ditangani.784 kelompok bermain." ujar Kak Seto. Padahal. Ibu. mengayomi. "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama. hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. Sinichi Suzuki. dan lembaga kewanitaan. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja.

Harmoni. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. Georama. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. Elfa's Music School. Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. Melodia. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun.D." ujar Deborah. Dee Joy Coulter. keterampilan sensor motorik." ucap Luana. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard. Namun. meningkatkan kecerdasan. menuntut kerja keras dari pengajarnya. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. karakter anak-anak yang moody. Ia mengatakan. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Lembaga musik itu antara lain. Sementara Dr. sampai meningkatkan kemampuan logika. dari Wisma Musik Stesa. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. Setelah lahir dan tumbuh. Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini. Setelah para ibu menyadari hal itu. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. Sedang Luana Marpanda. punya bakat kuat di dunia musik. "Dorongan orang tua. Braga Music School. Stesa. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Kebanyakan les musik itu. usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. meski tanpa label nama. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. Jika fase ini berhasil dilewati. Mark Tramo. Leo Music. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran. Dari yang meningkatkan kepekaan. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik. Namun demikian dalam tahun pertama.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. Disebutkan Deborah K. dan lain sebagainya. menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. menstabilkan emosi. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. . Purwatjaraka Music Studio. pengajar di Sekolah Musik Nada. apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. Vence Music Studio. M. Nada. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. Yang privat. Di Bandung.

Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. Menurut Stephen. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. pengajar piano.Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. Menurutnya. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. telinga sudah lebih peka. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun. Jln. seorang psikiater dari Harvard (Kanner. guru TK. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan. Seperti yang dituturkan Stephen. Jadi. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang . organ. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara. dan keyboard di Braga Music. Meskipun memang. "Kalau usia di bawah itu. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. dan guru musik sekaligus." tutur Luana. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik. saat pindah ke aliran lain. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. Berkembangnya industri musik.07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri." ucapnya sambil tersenyum. membuat les musik berkembang. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. Seperti kata Stephen. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. menurut Reza Noor. ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup. Italia. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. kita jadi seperti baby sitter. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. Namun. pengajar privat piano klasik. Purnawarman Bandung.

• Ketidak mampuan untuk berempati. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. 3. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. seperti roda sepeda yang diputar-putar. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis. di desa atau dikota. dimana mereka bisa berbagi emosi. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. untuk berinteraksi secara layak. maupun postur dan gerak tubuh. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. 2. aktivitas. yang bisa dilakukannya berjam-jam. menunjukkan ekspresi fasial. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- . perilaku dan minatnya sangat terbatas. menggosokkan kaki dikeset. sikat gigi. • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna.relatif msh baru. atau samasekali tidak berkembang. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. Perilaku : aktivitas. baru naik ketempat tidur. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. pakai piyama. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. untuk membaca emosi orang lain. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. seperti misalnya mengepakngepak lengan. biasanya permainannya kurang variatif. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. dan interes bersama. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan.

Berdasarkan teori Triarchic. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). Bila diamati secara cermat. (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. setiap manusia memiliki ciri. kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. bakat analitik. (3) memiliki kreativitas yang tinggi. yakni bakat dalam kemampuan intuitif. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Sementara bagi sang anak sendiri. Episentrum. penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. lebih dari orang lainnya. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Dengan demikian.Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. bakat sintetik. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. S. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.com Diposkan oleh Vie di 04. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). Kedua. suara-suara tertentu. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya. Oleh karenanya. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru.03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. kreatif dan cakap . tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka.rabanya. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut.

bakat praktis. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. mudah mengingat dan memproduksi melodi. Keempat. dan sebagainya.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. cepat memahami hubungan sebab akibat. memiliki titi nada yang sempurna. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. menyukai buku bacaan orang dewasa. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. Kedua. senang bereksperimen dan penuh imajinasi. meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. dan sebagainya. pangan. Disamping itu. Sehubungan dengan itu. . meninat terhadap buku dan membaca lebih dini. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. Ketiga. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. Selanjutnya. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. Sementara bagi orangtua. banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. memiliki tenggang rasa. diterima oleh mayoritas. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. menyukai aktivitas musikal. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya. berdasarkan hasil penelitian Terman. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. mampu berpikir dengan banyak cara. Oleh karena itu menurut Stenberg. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. papan. Ketiga. Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. bersikap adil/netral. Menurut Virgil Ward. ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama.

html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus. mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2. yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. kesehatan. ketenangan.Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. Mereka dapat dididik dan belajar membaca. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh.pendidikan. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah. Berdasarkan hasil tes kecerdasan. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat. dll) maupun psikis (kenyamanan. Itu artinya. Diposkan oleh Vie di 04.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak . anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas. 3. menulis.com/2010_01_01 _archive.blogspot.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita.

60 persen. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas. tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. sekitar 45 . dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. superior atau anak berbakat. Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal. di samping kesabaran guru. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. c. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. akan menimbulkan masalah pad a dirinya. Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. merupakan bagian yang paling besar jumlahnya. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra).90. fisika. 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler. Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum. akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. Ornstein dan Levine . Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus.Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ). 1995).'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan). untuk mencapai hasil yang optimal. kelainan pendengaran (tunarungu). perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. bahkan juga Iingkungannya. kelainan wicara (tunawicara). seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar.130 sering disebut sebagai anak cerdas. kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa). kimia. dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. seperti matematika. Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 .

3. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. kebutuhan akan rasa aman.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. makan dan minum. kesalahan dan hukuman. dihargai. teman. Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. keputusan sendiri. 5. kebutuhan untuk diakui. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai. Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas. dan sebagainya. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. mencapai. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka. d. mempengaruhi orang lain. dianggap sebagai pribadi yang unik. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. saudara. mengelola. mandiri. memerintah. perhatian. mengatasi hambatan. berformasi 12. menghindari kritik. Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. kepercayaan. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. belajar mengerti. mendukung atau menyetujui. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. tidak dianggap sama. dibedakan dari yang lain.kekuasaan (menguasai .(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. 4. 6. perlindungan. 7. Penguasaan . berkuasa. 2. tidak menolak dirinya. 11. dorongan dan bantuan dari orang lain. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. menang. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. mengatasi masalah. ialah kebutuhan 1. hormat. Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional. 8. 10. ialah kebutuhan fisiologis.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. memimpin. menghindari perbedaan. kebutuhan untuk dihargai. dikenal. 4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. . menerima. 9. seperti oksigen.

mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. maka kesulitan individu dapat dikurangi. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. sehingga berprestasi belajar yang rendah. Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil. . 25% taraf sedang dan 52% taraf kurang. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar. e. angka sakit diare. proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. Oi samping itu. Atau sebaliknya. tahap operasional kongkrit (7-11 tahun).Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut teori trsebut. bayi dan anak. sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. Namun. prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. 1985). menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. Oengan menggunakan instrumen khusus. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun). dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. 9% mengalami kesulitan belajar membaca. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. tahap preoperasional (2-7 tahun). 1989). maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak. jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997.

Peran Guru di Sekolah: a. E. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar.7% gangguan pemusatan perhatian.Dalam sistem evaluasi. maupun orangtua di rumah. 11 % gangguan tunggal disfasia.Guru harus menyiapkan materi.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain.Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi. dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr. 10. Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. 5. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik. 3. h. g. Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991. 3.6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. e. Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa). 4. 1991).Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya. ' 6.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak). 18. d.Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak.Sejalan dengan temuan di atas. ditemukan 26. 9. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru. c.5% hiperaktif. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya. Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. f.2% gangguan memori auditorik. Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar. 8. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1.Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi. harus selalu disampaikan kepada orangtua.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. maka diperlukan program layanan secara terpadu. 2. dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1. baik dari guru di sekolah. guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung). . dan sisanya (4.

Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. tidak terkuasai. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. sulit bergaul. cenderung menarik diri. rewel. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. orang itu mengalami kegagalan. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. tidak mudah percaya kepada orang lain. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain. mudah frustrasi. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Maka. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. memperkuat diri. Karena sifat-sifat di atas. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. Masih menurut Goleman. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri.scribd. terlalu kritis. sukses dalam belajar dan bekerja. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. Kondisi sebaliknya. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Emosinya yang tidak berkembang. karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki .sumber: http://www. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik.

keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi). tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas. sastra. kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2. Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita. sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang.com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras.wordpress.blogspot. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan. Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga. Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua. Sumber: http://ekky-psikologi08. 3. Sumber: http://ilmupsikologi. Menurut pendekatan yang lebih inklusif.kecerdasan emosional yang tinggi. Namun untuk berprestasi tinggi.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat . olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. keuletan serta latihan.

Kali ini. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. calon ibu dan wanita umumnya. dr. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu. dan juga ibu Dr. Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. kreativitas yang tinggi. Singapura.Agnes | July 10. Jerman. Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. . WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children. Julia VanTiel. Namun. Sugianto Psi. Malaysia dan Australia. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang. Ms. Jepang. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam.drg. dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. Myanmar. Belanda. Jadi setiap anak memang terlahir unik. Setiap anak adalah unik. Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong). Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. Hongkong.. Waldi Nurhamzah SpA. peserta menyimak uraian dari nara sumber. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula.. melakukan tanya jawab. Dalam makalahnya. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal. yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) . di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. Selama 6 hari.

Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. Melanjutkan pendapat dokter Waldi. Biasanya akan dilakukan observasi. dokter. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya.sekolah. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. Tapi tentu saja. tidak percaya diri. Deteksi dini sangat penting. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.Sugianto Psi. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak.� Paparnya dalam makalahnya.� Tutur dokter Waldi menjelaskan. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. marah. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater. S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. pedagog. dan lingkungan. �Konsekuensinya. Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik. Lantas. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. maupun gangguan mental. memiliki rasa takut yang hebat. wawancara dan tes untuk seorang anak. mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya . Sesuai dengan . apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R.

namanya. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy. Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar. dan pendalaman. Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. agar bisa lebih luwes mengasuhnya. Penanganan �Bila anak saya (usia 3. Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. dan sangat perfeksionis. Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar. keras kepala. ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah). Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua. Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya. Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). Di Amerika. . Ternyata anak usia 3. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa. tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar. ibu Julia menekankan. Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan. Mengenai bakat serta minat anak ini.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah). maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. apalagi di Indonesia. kondisinya memang cukup membingungkan. serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

malakukan mobilitas. apalagi di Indonesia. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ).org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ).ismailfahmi.(Agnes Tri Harjaningrum. dan sebagainya. orientasi ruang. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik. seperti olahraga. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. ibu 2 orang anak. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai. Dokter. Tetapi dengan memahami keunikannya. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . b. tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat. posisi tubuh mudah jatuh. gerakannya sering tersentak-sentak. bermain.Penanganan anak berbakat memang cukup rumit. Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. Ototnya sendiri sebenarnya normal. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a. Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik. menulis. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah. selalu berusaha dan tentu saja berdoa. d. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel . c.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya.

gerakan mata takberaturan (goyang). seperti : mata juling. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. kelopak mata merah. seperti : membaca terlalu dekat. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. b. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20.0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. b. Koordinasi gerakan kaki. berjalan tidak normal. Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. d. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1.. c.0 % belum diktegorikan sebagai buta. menyipitkan mata. 4. Banyak gerakan yang tidak terkontrol. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi. mata tidak normal. menunjukkan tidak terkontrol. mata infeksi. Ciri perilaku. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri.5 % Efisiensi = 64. Ciri fisik. membaca banyak yang 10 . 2.perilaku maupun keluhan.mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a. e. sering berkedip. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. menunjukkan ketidaknormalan. mata selalu beair.0 % atau lebih kecil. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan.9 % Efisiensi = 20.5 % Efisiensi = 48. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa. 345. tangan. a.

atau memperbesar huruf. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan. mata sering terasa gatal. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. Jika gangguan cukup ringan. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. sering mengeluh atau gatal di lubang telinga. e) Berat = 71-90 db. sosial. Tetapi. c. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. benda terlihat seperti dua buah. sering menggerakan kepala ketika membaca. Ciri keluhan. Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer). berjalan sering menabrak benda di depannya. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. seing mengusap mata. 1. seperti : merasa sakit kepala. mendongakkan kepala. bentuk daun telinga tidak normal. salah menyalin dalamjarak dekat. maupun pendidikan. antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK .terlewati. Ciri-ciri tersebut. c) Ringan = 41-55 db. f) Berat sekali = 91 db ke atas. penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. psikologis. d) Sedang = 56-70 db. dan sebagainya. seperti doketer mata. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh.cepat lelah ketika membaca/menulis. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. loop. baik secara medis. dsb. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal.

3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. sekurang. Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. membanting dan membariskan benda. atau sebaliknya). 11) Kadangkala agresif (menyerang. ngompol atau ngebrok. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. menonton dan berulang. jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. 6) Sering memutar. 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. b) Anak dengan gangguan pendengaran. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. tetapi karena kondisinya tersebut. Rangkuman 1. urutan kegiatan). 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. . kipas angin. aneh tanpa 11 tujuan. 5) Gerakan/aktivitas kaku. 13) Sering sulit tidur. Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru. 2. merusak). 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar.

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. sosialisasi. seperti: Persepsi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . misalnya. walaupun demikian. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. kemampuan memori. proses belajar. kemampuan bahasa dan emosi. atau sebaliknya. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. 1. atensi. dan emosi.

Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan . dan bukan mundur. Sedangakan Hurlock E.1989:134). dari lahir sampai mati (Chaplin C.B.. membimbing mereka maju. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya.• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah.P. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1.

4. 5. Perkembangan Melibatkan Perubahan . proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. sosial berhubungan . Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya.sosial) yang saling mempengaruhi. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. atau 1. dengan semua aspek-aspek(fisik. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . 2. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya.belajar. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. kemasakan. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. 3. 2.kognitif. lingkungan menentukan arah perkembangan. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. emosional. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . 1. dan belajar. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.

Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. 6. pengalaman. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. perkembangan terjadi secara berkesinambung.Tujuan perubahan perkembangan. baik fisik maupun perkembangan. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. 7. masas noenatus. masa kanak-kanak awal. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. 5.dan terdapat korelasidalam berkembang. dan Belajar 2. 10. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. 4. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. yang disebut periode pralahir. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. dan psikologi. Terdapat periode perkembangan. . Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. masa puber. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. 9. akhir masa kanak-kanak. masa 8. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik.

Mencapai peran sosial pria. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Belajar membedakan benar dan salah. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Belajar berbicara 4. pengertian moral. dan wanita 3. 2. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Belajar memakan makanan padat 2. dan tata dan tingkatan nilai. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Mencapai kebebasan pribadi 2. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. 8. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Masa Remaja 1. Belajar berjalan 3. berhitung 6. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Mengembangkan hati nurani. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. menulis. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9.

Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Mengelola rumah tangga 7. Belajar hidup dengan tunangan 4. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Memilih pasangan 3. Mulai bekrja 2. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Mengasuh anak 6. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mulai membina keluarga 5. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mempersiapkan karir ekonomi 7.4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2.

Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Motivasi 4. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Tingkat perkembangan yang normal 2.3. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Cacat tubuh 6. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Pembagian . kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Kesehatan yang buruk 5. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Tidak ada motivasi 4.

Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. masa sebelum kelahiran 2. Periode Pranatal. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . Usia pertengahan. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. kelahiran sampai minggu kedua 3. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6.ukuran kronologis ini: 1.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. ahli biologi. Masa tua atau usia lanjut. Awal masa kanak-kanak. dua sampai enam tahun 5. Masa pubertas. Awal masa dewasa. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Masa remaja. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Akhir masa kanak-kanak. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Masa bayi. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Bayi.

seorang ahli hukum. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. (Purwanto. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Dalam pendidikan. dan yang sebaliknya. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. (Purwanto. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. entah yang mana. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Ngalim. seorang padagang. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir.a. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Menurut Nativisme. dapat saya jadikan dokter. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. 1990: 14) c. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. M. M. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. . Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. Ngalim. 1990: 14) b. (Purwanto. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri.Ngalim. M.

Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. (Purwanto. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu .Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Tapi dari penyelidikan. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. 1990: 16) A. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Ngalim. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. a. M. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya.

berbada tinggi atau pendek. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). periang. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. lincah atau pendiam. untuk menggambar. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. . tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. potensi berkata-kata. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. bermata lebar atau sipit. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. b. 3. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. potensi untuk belajar ilmu pasti. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. intelegensi yang baik dan lain-lain. Masa perkembangan manusia begitu lama. 2. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. pembawaan untuk bahasa.

semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. Ngalim. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. anggota-anggota tubuhnya. Bentuk badannya. antara lain ialah: a. yaitu jenis manusia. intelegnsi. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. masing-masing mempybai pembawaan watak. ras Mongolia. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. seperti sikap badan. gerakan bicara. Pembawaan ras. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. (Purwanto. . sikap berjalan. 2. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. M. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. 3. 4. pembawaan jenis. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. Seperti ras Indo Jerman. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. ras Negro dan lain-lain. b. air muka. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. intelegensinya. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. Sebaliknya.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

Syaiful Bahri.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku.com) Belajar adalah acuquisition of habits. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. pengetahuan dan sikap. and which is not simply ascribable to process a groeth. 11. maupun nilai dan sikap (afektif). Gagne (Djamarah. Lester D. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Rineka Cipta. Google. afektif dan psikomotor. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. ketrampilan. Adanya kemampuan baru atau perubahan. 2. Google.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. wich persists over a period time. . bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Psikologi Belajar. kebiasaan dan tingkah laku 8. 10. Crow and Alice Crow (WWW. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. 7. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. knowledge and attitudes. I. R.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Robert M. keterampilan (psikomotorik). 1999) hal 22.

3. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. 8.dalam konteks inilah . Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. penyakit atau pengaruh obat-obatan. tidak karena kelelahan. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. I.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Untuk mengisi waktu luang. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. dan kebutuhan dalam belajar. karakter. 5.3. 4. 7. Gagne Manusia memilki beragam potensi. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. 6. 3. Belajar isyarat (signal learning). Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Menurut Gagne. 4.A Menurut Robert M.

Belajar membedakan (discrimination). Belajar asosiasi verbal (verbal Association).signal learning terjadi. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. 6. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. seperti kotak kardus. 4. Belajar konsep (concept learning). 2. Belajar stimulus respon. kubus. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. 3. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Belajar merantaikan (chaining). atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Membuat prosedur dari praktek kayu. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). 5. dsb. . Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

diuji.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A.3. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. . Suhaenah Suparno. 1. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Menurut Dewey. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Merumuskan masalah. Kesadaran akan adanya masalah. 2000 ) : 1. Menerima hipotesis yang benar. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Learning to know. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan.

2. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. 2. 1. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Gagne dan Briggs (1979:3). dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.4. I. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. . memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Duffy dan Roehler (1989). Learning to be. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Learning to do. Belajar. sejarahnya. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. 3. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Learning to live together. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. 4. budayanya.4. 1. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. dengan memahami orang lain.

1991) Pengajaran adalah proses. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. proses maupun hasilnya 1. perbuatan. pelaksanaannya terkendali.6 PEMBELAJARAN.S. Kamus Bahasa Indonesia. 1997). waktu. baik isinya. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. PENGAJARAN. (Dariyanto S. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar .5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. peringatan (tentang pengalaman. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.I. segala sesuatu mengenai mengajar. PEMELAJAR. peristiwa yang dialami atau dilihatnya).

4. 3. 2. 5. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 6. sebagai berikut : 1.2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. . Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1.

12. 11. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. 8. aneh. sebagai berikut: 1. . Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 9. Dalam buku Condition of Learning. kontradiksi. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. efisien.7. atau kompleks. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. 2. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. 10. Belajar akan lebih cepat. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan persiapan. 3. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. akan membantu siswa.

7. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Factor fisiologis . 8.4. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. yaitu factor internal dan factor eksternal . 6. 1. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. 9. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. 5. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. A. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.

lesu . Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. b. dan mengantuk. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . istirahat yang cukup dan sehat. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. 2. Sebaliknya. Oleh lkarena itu. dan lain sebagainya. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Factor psikologis . sehingga tidak Kedua. terutama panca indra. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. mengonsumsi makanan yang bergizi .Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. karena ada gairah untuk belajar. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Selama proses belajar berlangsung. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . Pertama. c. keadaan tonus jasmani. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. dalam proses belajar . rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat.

perlu bimbingan belajar dari orang lain. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Dengan dmikian. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. dan lain sebagainya. Sebaliknya. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. Oleh karena itu. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). karena itu menentukan kualitas belajar siswa. minat. semakin rendah tingkat intelegensi individu. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. seperti guru. sikap dan bakat. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata . – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. motifasi . karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. orang tua.

imbisil. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. D. atau mungkin malah lemah mental. F. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. Pertemuan ke 4 . Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. amat superior. idiot. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. superior. yaitu: A. G. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. E. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. rata-rata. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. B. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. C.

Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. guru. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. c. dan lain sebaginya.- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Minat . Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Menurut Arden N. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. mendorong. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. teladan guru. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. saudara. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. tata tertib. dan lain-lain. 1994). Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. peraturan. Seperti pujian. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. atau teman-teman. Dalam proses belajar. b. memberikan arah. orangtua. d. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. danlain sebagainya. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. misalkan orang tua. 1992). Frandsen (Hayinah.

2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. orang. moativasi. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. Dengan . dan kebutuhan. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. baik secara positif maupun negative (Syah. baik dari bentuk buku materi. Dalam hal ini. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. Sikap Dalam proses belajar. pelajaran. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. pertama. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi.Secara sederhana. Menurut Reber (Syah. Anatara lain. Namun lepas dari kepopulerannya. pemilihan jurusan atau bidang studi. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. banyak cara yang bisa digunakan. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. atau lingkungan sekitarnya. dalam konteks belajar di kelas. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. peristiwa dan sebaginya. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. afektif. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. Kedua. seperti pemusatan perhatian.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Oleh karena itu. keingintahuan. 2003). sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya.

Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar.profesionalitas. b. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. dan tulus kepada muridnya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. sabar. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa.maka para pendidik. orangtua. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Secara umum. Factor-faktor eksogen/eksternal . bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Misalnya. Dengan demikian. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. Karena itu. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. 2003).ikut mengembangkan. Berkaitan dengan belajar. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. anatara lain dengan mendukung.

a. sifat-sifat orangtua.dalam hal ini. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. anak. atau tidak terlalu lemah/gelap. Ketegangan keluarga. administrasi. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. seperti kondisi udara yang segar. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan siswa yang kumuh. tidak panas dan tidak dingin. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. . Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. c. Hubungan anatara anggota keluarga. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. diskusi. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. orangtua. kakak. pengelolaankeluarga. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. Lingkungan social keluarga. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. b. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Lingkungan alamiah. 2) Lingkungan non social. 1) a. seperti ggggggguru. Lingkungan social massyarakat. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa.

alat-alat belajar. seperti gedung sekolah.fasilitas belajar. diantaranya . Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. TEORI-TEORI BELAJAR A. software. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. Dengan kata lain. Kedua. Karena itu. hardware. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa).yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. proses belajar siswa akan terlambat. Pertama. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa.suasana yang sejuk dantenang. peraturan-peraturan sekolah. seperti kurikulum sekolah. Factor instrumental. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. Sebaliknya. diantaranya : 1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. lapangan olah raga dan lain sebagainya. silabi dan lain sebagainya. c. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. bakat. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. b. bukupanduan.

Operant Conditioning menurut B. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.F. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. . 3.Respons. • Law of Exercise. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.Law of Effect.F. • Law of Readiness. maka kekuatannya akan menurun. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. 2. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. Sebaliknya. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.

Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). 4. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). B. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Reber (Muhibin Syah. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Melalui pemberian reward dan punishment. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini.

Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. (2) pre operational. C. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Di dalam kelas. (3) concrete operational dan (4) formal operational. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. 3. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. 2. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1. 5. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. 4. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment.

Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. potongan. . Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Kesamaan (similarity). (3) pemerolehan.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. (6) generalisasi. D. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. (5) ingatan kembali. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. Kedekatan (proxmity). Menurut Koffka dan Kohler. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. (4) penyimpanan. 3. (2) pemahaman. 2. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. (1) motivasi. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu.

4. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Proses . gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. virgo. 2. Kesederhanaan (simplicity). Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. adanya penamaan kumpulan bintang. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Arah bersama (common direction). yaitu: 1. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Misalnya. seperti : sagitarius. Berlari. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. 3. dan 6. pisces. Contoh lain. berjalan. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. Misalnya. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar.4. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. mengikuti kuliah. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. (lingkungan behavioral). bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. 5. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada.

kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Menurut pandangan Gestalt. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. Oleh karena itu. 4. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. bahwa perilaku terarah pada tujuan. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. 5. Pengalaman tilikan (insight). 3. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Oleh karena itu. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Transfer dalam Belajar. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. 2. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Prinsip ruang hidup (life space). Dalam proses pembelajaran.

dan hanya 0. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.90. dan menghadapi lingkungannya secara efektif.10 .40 0. berpikir secara rasional. Oleh karena itu.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. berpikir secara rasional.0. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. IQ mereka berkorelasi sekitar 0.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Sedangkan di antara 2 anak kembar. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. sekitar 0.50. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal . Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. Oleh karena itu.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi).

Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. Dengan demikian. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Alfred Binet dan Theodor Simon. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Selain gizi. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). . rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. maka akan diperoleh skor 1. tidak terjadi perkembangan lagi. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916.Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak.

. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. kecakapan. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. Seorang tokoh dalam bidang ini. Dalam kemampuan yang umum ini. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.Lewis Terman. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Di samping alat-alat tes di atas. Inteligensi dan Bakat. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet.

Meskipun demikian. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Namun semakin tinggi skor IQ. Tetapi lebih tinggi lagi. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Sampai pada skor IQ tertentu. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. . J. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Sebaliknya. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. P. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu.Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan.

.

kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). mampu melakukan penafsiran secara abstrak. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. (Bobbi De Potter. dan simbolis. holistik. musik. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. kreativitas. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. tidak teratus. © 1993-2005 Microsoft Corporation. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. berdasar realitas. menempatkan detail. © Microsoft Corporation. pola.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure.intuitif. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. All rights reserved. pengenalan bentuk. visualisasi. the left hemisphere is dominant. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. kepekaan warna. In nearly all right-handed and many left-handed people. kearah perasaan dan emosi. bersifat non verbal.1999. 37 – 38) . cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. fakta. All Rights Reserved. Microsoft ® Encarta ® 2006. menulis. membaca.

Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). yaitu: memberi kode/sandi. lingkungan. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. yaitu: recall. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Pada proses penyimpanan. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi.Kedua belahan otak penting artinya . Memori yang disimpan . 1999. fisiologi. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. menyimpan dan menimbulkan kembali. 1999. persepsi. 38)Kedua belahan otak penting artinya . emosi dan sosial. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. recognition dan rekonstruksi inferensial. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi.

Pembentukan memori secara biologi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. akronim. Seseorang yang dalam kondisi lelah. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. mengaktifkan retrieval cues. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer.rekreasi mental. yaitu pada usia 10-14 tahun. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. kurang tidur dan sakit.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Secara sederhana. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak.

Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Jadi. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. . hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya.

marah. akan semakin baik. gembira. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. marah. kagum dan sebagainya. adanya perubahan aspek jasmaniah. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. diantaranya adalah sedih.Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. namun keduanya dapat dibedakan.benci.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. sedih dan senang. Fungsi Emosi. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. sayang. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Jika ekspresi emosi berkembang maka . Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. Selain itu. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. diantaranya adalah cinta. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. takut dan sebagainya. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan.

Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. Berorientasi kepada kenyataan. Teori sentral .Linchoten. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. 2. Menurut teori ini. 1. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. 3. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. 3. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Teori Kepribadian Menurut teori ini. 2. . dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. Teori Periferal Menurut teori ini. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. 4. jauhkanlah emosi negative. teori periferal dan teori kepribadian.perubahan dalam kejasmanian. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu.

Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam . sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Jika siswa mengalami emosi positif. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. Meskipun IQ tinggi. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar.marah pada waktu yang tepat. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu.

Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Psikologi asosiasi. yg semacam "perasaan". Menurut Khodijah (2006). Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. c. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Diantara pikiran sadar dan .konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. 2. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. berpikir ada tiga macam yaitu: 1. b. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. Ruch. Psikologi Gestalt. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. 3. Aliran Behaviorisme. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. yaitu : a. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis.

Self-image. 2. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. mana yang tidak sama. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. b. 3. sebagai berikut : 1. Personality & Habits (kebiasaan). Keputusan deduktif . c. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. 2. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. 3. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). 2. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Mengabstrasikan. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. yang untuk membuka.

Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. guru . memori dan pola berpikir anak . REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI .Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .ingatan. 3. masyarakat dan konsuler.perkembangan . Orang tua. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.

Ketiga. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism. iklim. yaitu: Pertama. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian. (Psikologi ialah tingkah laku manusia. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology . psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. with especial attention given to human behavior. Kedua. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. A. kebudayaan.

Ch.Weaver. brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.L.L.E.R. Science..ed) : “the scientific study of behavior. Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James. and of their condition” Crooks.(dlm Psychology. Stein.. Drew. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial..2004 (dlm Psychology.C.W..Loftus. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. 1988. Wortman. (dlm Harriman. . 5th.J. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial.Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Westen. both external observable action and internal thought”.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life..1963 . Psikologi sosial .P. both of its phenomena. 1959 (dalam buku Psychology : mind. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian.Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan.

misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. motivasi proses belajar. studi tentang interaksi kelompok. seperti: Persepsi. misalnya kepemimpinan. seperti bahasa. 3. sosialisasi. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. atau sebaliknya. 4. dan persaingan. dan emosi. kerjasama dalam kelompok. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. atribusi (sifat) • sikap sosial. studi tentang persepsi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. kemampuan memori. misalnya. 1. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. walaupun demikian. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. atensi. proses belajar. kemampuan bahasa dan emosi.

Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • . mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu.2.

Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. . Sedangakan Hurlock E. 1.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2. dan belajar.B.P. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. dan bukan mundur..1989:134). kemasakan. 2. dari lahir sampai mati (Chaplin C. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. membimbing mereka maju. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya.

Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional .sosial) yang saling mempengaruhi. emosional. dan Belajar 2. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . sosial berhubungan . yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . dengan semua aspek-aspek(fisik. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . 3. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. lingkungan menentukan arah perkembangan. 4. atau 1.2. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. 5. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr).kognitif. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. 5. 4. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. pengalaman.

7. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. masa kanak-kanak awal. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan . Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. 10. Belajar membedakan benar dan salah. akhir masa kanak-kanak. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan.dan terdapat korelasidalam berkembang. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Belajar berbicara 4. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Belajar berjalan 3. dan psikologi. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia.Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. masa puber. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. baik fisik maupun perkembangan. masas noenatus. Belajar memakan makanan padat 2. 9. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. Terdapat periode perkembangan. 6. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. yang disebut periode pralahir. perkembangan terjadi secara berkesinambung. masa 8.

Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Masa Remaja 1. menulis.umum. dan tata dan tingkatan nilai. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. 2. pengertian moral. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mencapai kebebasan pribadi 4. Memilih pasangan 3. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Mulai bekrja 2. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. 8. Mengembangkan hati nurani. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. berhitung 6. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Belajar hidup dengan tunangan . Mempersiapkan karir ekonomi 7. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mencapai peran sosial pria. dan wanita 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5.

Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4.4. Mengasuh anak 6. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Mulai membina keluarga 5. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Mengelola rumah tangga 7. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Faktor-faktor tersebut: . Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7.

tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Masa remaja. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Awal masa kanak-kanak. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Tingkat perkembangan yang normal 2. Akhir masa kanak-kanak. Awal masa dewasa. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu.Faktor Penghalang 1. Kesehatan yang buruk 5. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Motivasi 4. Masa tua atau usia lanjut. Bayi. Cacat tubuh 6. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. kelahiran sampai minggu kedua 3. masa sebelum kelahiran 2. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Tidak ada motivasi 4. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Usia pertengahan. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. dua sampai enam tahun 5. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Masa bayi. enam puluh tahun sampai meninggal . Masa pubertas. Periode Pranatal.

Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. M. (Purwanto. Menurut Nativisme. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. ahli biologi.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik.Ngalim. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. 1990: 14) b. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut . Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya.

Ngalim. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. seorang padagang. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. (Purwanto. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. M. Ngalim. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. dan yang sebaliknya. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. 1990: 16) . Dalam pendidikan. seorang ahli hukum. (Purwanto. entah yang mana. (Purwanto. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. dapat saya jadikan dokter. Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. M. Ngalim.kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. 1990: 14) c. M.

a. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. lincah atau pendiam. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. bermata lebar atau sipit.A. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. Tapi dari penyelidikan. berbada tinggi atau pendek. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. periang. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan.

Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. intelegensi yang baik dan lain-lain. yaitu jenis manusia. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. M. b. Seperti . potensi untuk belajar ilmu pasti. Sebaliknya. (Purwanto.1. potensi berkata-kata. Masa perkembangan manusia begitu lama. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. anggota-anggota tubuhnya. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Adanya jumlah anak manusia yang relatif. untuk menggambar. Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. 2. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. intelegensinya. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. Ngalim. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. 2. pembawaan untuk bahasa. 3. Bentuk badannya.

intelegnsi. gerakan bicara. seperti sikap badan. cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. c. pendidikan dan sebagainya. 4. air muka. b. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. Tipe-tipe perhatian. pembawaan jenis. ras Negro dan lain-lain. e. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. ras Mongolia. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. merupakan pengalamanpengalaman. B. d. 3. intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. alam sekitar. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. masing-masing mempybai pembawaan watak. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar.ras Indo Jerman. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. sikap berjalan. f. antara lain ialah: a. Pembawaan ras. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif. Tempo dan ritme perkembangan. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain.

Lingkungan sosial dibedakan: 1. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Yaitu lingkungan yang berupa alam. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan.kepada individu. yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. . b. yaitu merupakan lingkungan mayarakat. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. dan sebagainya. yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Lingkungan sosial primer. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Ligkungan sosial. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. misalnya keadaan tanah. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. keadaan musim. Lingkungan fisik. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. Lingkungan sosial sekunder. 2. penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu.

Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Pertemuan ke 3 1. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Menurut james O. (Walgito. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Psikologi Belajar. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. Bimo. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Rineka Cipta. Syaiful Bahri . Whittaker (Djamarah. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. . b.

1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. ketrampilan. pemahaman. Winkel. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Gagne (Djamarah. Rineka Cipta. 3. Syaiful Bahri. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Cronchbach (Djamarah. Rineka Cipta. afektif dan psikomotor. Kingskey (Djamarah. kebiasaan dan tingkah laku 8. bukan hanya . Psikologi Belajar. 4. Robert M. (Djamarah. 5. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Drs. R. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Syaiful Bahri. 6. Psikologi Belajar. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. wich persists over a period time. ketrampilan. Syaiful Bahri. 1999) hal 22. Slameto (Djamarah.2. Syaiful Bahri. nilai dan sikap. Rineka Cipta. Howard L. Psikologi Belajar. Syaiful Bahri . sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Psikologi Belajar. and which is not simply ascribable to process a groeth. 7. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif.

Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. 4. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. 2. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. 11. Adanya kemampuan baru atau perubahan.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. penyakit atau pengaruh obat-obatan. knowledge and attitudes. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). . 3. Lester D. 10. tidak karena kelelahan. Crow and Alice Crow (WWW. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. keterampilan (psikomotorik). Google. I.com) Belajar adalah acuquisition of habits. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Google. maupun nilai dan sikap (afektif). pengetahuan dan sikap. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Ngalim Purwanto (1992) (WWW.disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.

Belajar isyarat (signal learning). I. Gagne Manusia memilki beragam potensi.A Menurut Robert M. Menurut Gagne. Belajar merantaikan (chaining). 4.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Untuk mengisi waktu luang. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. 5. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. 7. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. . Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Belajar stimulus respon. karakter.3. 8. 3. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. 6. 2. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.3. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping).dalam konteks inilah signal learning terjadi. dan kebutuhan dalam belajar. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan.

4. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah.Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. kubus. 8. Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Belajar memecahkan masalah (problem solving). 5. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar konsep (concept learning). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Belajar dalil (rule learning). Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 7. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Contohnya yaitu seorang guru memberikan . (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). seperti kotak kardus. sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Belajar membedakan (discrimination). atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. dsb. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. Membuat prosedur dari praktek kayu. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 6.

informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. . keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Kelima hal tersebut adalah : 1.B Menurut Bloom Benyamin S. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. termasuk dengan cara menggambar. Selain delapan jenis belajar. angka.kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. mengingat dan berfikir. 5. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. I. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. 4. Pemahaman (Comprehension).3. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 3. 2. kata atau gambar.

Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). 3. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Belajar Menghafal. Penilaian (Evaluation). Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Pengorganisasian (organization). Robert M. Gagne. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik).3. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Van Parreren) 1. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. C. De Block. 2. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. Penilaian (valuing). Affective Domain (Kawasan afektif). Belajar Kognitif. . Memadukan (Synthesis). Sambutan (responding). Karakterisasi (characterization) 3. 2. seperti perasaan. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. sikap. minat. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Belajar arti kata-kata. gagasan. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental.

Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. Belajar Teoritis. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. yang dikemukakan oleh Gagne. 6. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. Belajar Berpikir. . orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. diuji. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. 5. Belajar Kaidah. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. 7. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. Dalam belajar ini. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai.sesuai dengan materi yang asli. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. Belajar Konsep.

Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Learning to know. 2000 ) : 1. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. . Learning to live together.3. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. 1. sejarahnya. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Suhaenah Suparno. Menerima hipotesis yang benar. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. 2. 3. Learning to do. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Learning to be. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Menurut Dewey. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. budayanya. Kesadaran akan adanya masalah. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Merumuskan masalah. 4. dengan memahami orang lain. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja.

Duffy dan Roehler (1989). memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. I. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. merupakan upaya sadar dan disengaja 2.4. Belajar.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar.Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. 2. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. 1. I. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. Gagne dan Briggs (1979:3). tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan . 1. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain.4. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1.

peristiwa yang dialami atau dilihatnya). 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru .4. (Dariyanto S. PEMELAJAR. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. PENGAJARAN. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. baik isinya.S. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. peringatan (tentang pengalaman. waktu. proses maupun hasilnya 1. segala sesuatu mengenai mengajar. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Kamus Bahasa Indonesia. pelaksanaannya terkendali.1991) Pengajaran adalah proses. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar.6 PEMBELAJARAN. 1997). perbuatan.

5. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. akan membantu siswa. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana.1. 4. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. . 3. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 7. 9. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. sebagai berikut : 1.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. 2. 8. 6.

Dengan persiapan. 12. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. 11. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. . Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya.10. aneh. efisien. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 4. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. Belajar akan lebih cepat. 2. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. kontradiksi. sebagai berikut: 1. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. atau kompleks. Dalam buku Condition of Learning. 5. 3.

6. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. yaitu factor internal dan factor eksternal . 1. keadaan tonus jasmani. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. 9. Sebaliknya. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. . Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Pertama. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. 8. 7. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . A.

dan mengantuk. dan lain sebagainya. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. sikap dan bakat. motifasi . b. minat. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. 2. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar berlangsung. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . lesu . menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. dalam proses belajar . Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. mengonsumsi makanan yang bergizi . sehingga tidak Kedua. – kecerdasan /intelegensia siswa . Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. istirahat yang cukup dan sehat. karena ada gairah untuk belajar. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic.kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. terutama panca indra. Oleh lkarena itu. c. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar.

perlu bimbingan belajar dari orang lain. orang tua. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Oleh karena itu. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). semakin rendah tingkat intelegensi individu. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Dengan dmikian. seperti guru.Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. dan lain sebagainya. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Sebaliknya. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa.

B. mendorong. G. amat superior. superior. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. D. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. imbisil. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. rata-rata. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. F. E. memberikan arah. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. idiot. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana.Dari table tersebut. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. yaitu: A. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. C. 1994). Motivasi juga . atau mungkin malah lemah mental.

Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. orangtua. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. Menurut Reber (Syah. atau teman-teman. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. misalkan orang tua. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. peraturan.diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. dan lain sebaginya. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. teladan guru. Dalam proses belajar. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap . b. Seperti pujian. Frandsen (Hayinah. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. dan lain-lain. tata tertib. c. d. 1992). guru. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Arden N. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Minat Secara sederhana. saudara. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. danlain sebagainya.

melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. dalam konteks belajar di kelas. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. peristiwa dan sebaginya. Dalam hal ini. afektif. pelajaran. 2003). baik dari bentuk buku materi. orang. dan kebutuhan. atau lingkungan sekitarnya. seperti pemusatan perhatian. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. keingintahuan. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. banyak cara yang bisa digunakan. Kedua. dan tulus kepada muridnya. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. moativasi.berbagai factor internal lainnya. pertama. Anatara lain. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. pemilihan jurusan atau bidang studi. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. Namun lepas dari kepopulerannya. baik secara positif maupun negative (Syah. Oleh karena itu. sabar. Sikap Dalam proses belajar. Dengan profesionalitas. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan.

factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. . Berkaitan dengan belajar. Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. orangtua. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. 2003).tidak menjemukan. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. Misalnya.ikut mengembangkan.maka para pendidik. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. b. anatara lain dengan mendukung. Secara umum. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Dengan demikian. Karena itu. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya.dalam hal ini.

proses belajar siswa akan terlambat. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. seperti ggggggguru. c. 2) Lingkungan non social. . tidak panas dan tidak dingin. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. sifat-sifat orangtua. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. suasana yang sejuk dantenang. a. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. administrasi. seperti kondisi udara yang segar. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. Lingkungan siswa yang kumuh. diskusi. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. kakak. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. orangtua. anak. Lingkungan alamiah.1) a. b. Lingkungan social keluarga. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan social massyarakat. Sebaliknya. Ketegangan keluarga. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. pengelolaankeluarga. Hubungan anatara anggota keluarga. atau tidak terlalu lemah/gelap.

TEORI-TEORI BELAJAR A. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Dengan kata lain. alat-alat belajar.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Karena itu. hardware. . artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. Pertama. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa.b. c. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Sebaliknya. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Kedua. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. silabi dan lain sebagainya. lapangan olah raga dan lain sebagainya. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. bakat. bukupanduan. seperti gedung sekolah. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. diantaranya Law of Effect. software. seperti kurikulum sekolah. peraturan-peraturan sekolah.fasilitas belajar. Factor instrumental.Respons. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. diantaranya : 1. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru.

maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. Respons dalam .F. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). • Reber (Muhibin Syah. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Operant Conditioning menurut B. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. • Law of Exercise. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. 2. maka kekuatannya akan menurun. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.F. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan.• Law of Readiness. 3. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut.

bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Prinsip dasar belajar menurut teori ini. B. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond).operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. (2) pre operational. (3) concrete operational dan (4) formal operational. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). 4. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini.

yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. 7. C. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. 9. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. 10. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Di dalam kelas. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri .pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. 8. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.

penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. (1) motivasi. (2) pemahaman. 10. Kesamaan (similarity). maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. 8. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. (5) ingatan kembali. D. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (3) pemerolehan. potongan. (6) generalisasi. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. 9. Arah bersama (common direction).individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Kesederhanaan (simplicity). (4) penyimpanan. Kedekatan (proxmity). Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). Menurut Koffka dan Kohler. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. 11. dan .

gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya. berjalan. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. pisces. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Misalnya. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6.12. 6. (lingkungan behavioral). virgo. 7. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. yaitu: 5. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. 8. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). Pengalaman tilikan (insight). Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Berlari. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. adanya penamaan kumpulan bintang. hendaknya peserta didik memiliki . mengikuti kuliah. Dalam proses pembelajaran. seperti : sagitarius. Contoh lain. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt.

7. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). . Oleh karena itu. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. 8. Oleh karena itu. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Prinsip ruang hidup (life space). tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. 9. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu. Menurut pandangan Gestalt. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Transfer dalam Belajar. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat.kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. bahwa perilaku terarah pada tujuan. 10. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.

90. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Sedangkan di antara 2 anak kembar.40 0.0.Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.50. IQ mereka berkorelasi sekitar 0.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Oleh karena itu. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. sekitar 0. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. dan hanya 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. berpikir secara rasional.10 . walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. berpikir secara rasional. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak.

Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. Dengan demikian. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Lewis Terman. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. maka akan diperoleh skor 1. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis).yang dikonsumsi. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Alfred Binet dan Theodor Simon. tidak terjadi perkembangan lagi. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Selain gizi.

maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inteligensi dan Kreativitas . Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Seorang tokoh dalam bidang ini. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. kecakapan. Dalam kemampuan yang umum ini. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik.Stern. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Inteligensi dan Bakat. Di samping alat-alat tes di atas. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Tetapi lebih tinggi lagi. Meskipun demikian. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Namun semakin tinggi skor IQ. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Sampai pada skor IQ tertentu. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. . Sebaliknya. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. P.

.

tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. All Rights Reserved. © Microsoft Corporation. menempatkan detail. menulis. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. holistik. All rights reserved. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. dan simbolis. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur.1999. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. kepekaan warna. musik. pengenalan bentuk. © 1993-2005 Microsoft Corporation.intuitif. berdasar realitas. bersifat non verbal.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. membaca. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. Microsoft ® Encarta ® 2006. kreativitas. visualisasi. tidak teratus. pola. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. the left hemisphere is dominant. 37 – 38) . kearah perasaan dan emosi. (Bobbi De Potter. fakta. In nearly all right-handed and many left-handed people.

orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. lingkungan. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). 1999.Kedua belahan otak penting artinya . orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. emosi dan sosial. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. yaitu: memberi kode/sandi. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. persepsi. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. menyimpan dan menimbulkan kembali. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Memori yang disimpan . Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. recognition dan rekonstruksi inferensial. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. 1999. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Pada proses penyimpanan. yaitu: recall. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. fisiologi. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori.

menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. Pembentukan memori secara biologi. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Secara sederhana. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . mengaktifkan retrieval cues. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. yaitu pada usia 10-14 tahun. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. akronim.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. kurang tidur dan sakit.rekreasi mental. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Seseorang yang dalam kondisi lelah.

Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Jadi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Pertemuan ke 7 EMOSI . Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali.

sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. marah. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. akan semakin baik. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. marah. Fungsi Emosi. namun keduanya dapat dibedakan. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. sedih dan senang. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi.benci. diantaranya adalah sedih. takut dan sebagainya. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Selain itu. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia.Emosi adalah suatu kondisi biologi. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. . emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. sayang. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. adanya perubahan aspek jasmaniah. kagum dan sebagainya. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. teori periferal dan teori kepribadian. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. gembira. diantaranya adalah cinta. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi.

gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. 2. 3. Teori Periferal Menurut teori ini. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. jauhkanlah emosi negative. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Menurut teori ini. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Berorientasi kepada kenyataan. 8. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. 7. Pengaruh Emosi pada Belajar . gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Teori sentral .1. 6.perubahan dalam kejasmanian. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. marah pada waktu yang tepat. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. Teori Kepribadian Menurut teori ini.Linchoten.

Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Meskipun IQ tinggi. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Jika siswa mengalami emosi positif. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar.Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. .

Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. f. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Personality & Habits (kebiasaan). Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. 6. e. Aliran Behaviorisme. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. . Jenis Berpikir Menurut Floyd L. yaitu : d. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. yg semacam "perasaan". yang untuk membuka. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Self-image. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. berpikir ada tiga macam yaitu: 4. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. 5. Ruch. Psikologi asosiasi. Psikologi Gestalt. Menurut Khodijah (2006). berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita.

yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. 5. 5. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. b. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. 3. sebagai berikut : 1. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). mana yang tidak sama. 2. 6. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. . Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. c. Mengabstrasikan. 6.

Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .perkembangan . Orang tua.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. memori dan pola berpikir anak . masyarakat dan konsuler. .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.ingatan. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . guru .guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->