Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

yaitu langkah sebelum mengajar. langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. Langkah ini meliputi komunikasi. melainkan dengan peran guru sebagai motivator. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. dan langkah sesudah mengajar. langkah pelaksanaan mengajar. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. menentukan tujuan pengajaran. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. tepat tidaknya tujuan pengajaran. perangkat komputer. meliputi. Langkah pelaksanaan mengajar. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Langkah sebelum mengajar. Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid. Cara memberikan nilai misalnya. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. II. kepemimpinan.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. III. . 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai.

guru diharapkan menjadi wasit. organisasi pelajarn. Tetapi dalam banyak hal yang lain.menyiapkan ujian. pengganti orang tua. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. seperti supervisi. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. Sebagai contoh. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif. Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan . teman dan orang kepercayaan. guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru..3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. pelerai kecemasan. Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok. menghadiri rapat. sumber kasih saying dan pemberi semangat. detektif. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya.

IV. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. Dengan demikian. V. Kadang-kadang lancar. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental). Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya.masalah. tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya. kadang-kadang terasa amat sulit. Emosi yang tidak stabil. kadang-kadang tidak. Setiap individu memang tidak ada yang sama. Tetapi secara fundamental. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. .

Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. disebabkan oleh dua hal. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh. Karena itu. yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. Pertama Faktor Keluarga. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. . Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. Surat Kabar Majalah. Sedangka ekstrim adalah sering membolos. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. lingkungan tetangga. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. VII. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. yaitu TV. tidak sopan. berpura-pura dusta. disebabkan oleh tiga hal.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. VI. Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal. 4) dll. yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. aktivitas dalam masyarakat. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. terlambat datang. Buku Komik. Kedua Faktor Sekolah. memeras teman. Faktor external. Penyimpangan perilaku yang sederhana. misalnya mengantuk. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. teman bergaul. suka menyendiri. Pertama sebab yang bersifat fisik.

5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. Jakarta. Mortimer. Sondang. Kartini. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. kurang gembira. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Pustaka Setia. murung. Gramedia Grafindo Persada. keIX. Psikologi Pendidikan. P. 1993 Sugiarto. 1997 Siagian. Jakarta. alih bahasa R. Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia. Bumi Aksara. PT. Manajemen Sumber Daya Manusia.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. Jakarta. bingung. Sumadi. Nana. PT. selalu sedih. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. misalnya mudah tersinggung. DAFTAR BACAAN Feinberg. Turman Sirait. Jakarta. Jakarta. 1998 Prasetya. Mitra Utama. 1990 Sudjana. langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. VIII. dkk. 1991 Suryabrata. Psikologi Manajemen. R. Pemimpin dan Kepemimpinan. 1994 Kartono. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. cemberut. Falsafah Pendidikan. cet. ke-VIII. Endar.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . cet. Raja Grafindo Persada. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. pemarah. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya. PT. Jakarta.

Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. Akan tetapi. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). Karena bagaimanapun. Contoh sederhana. anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga. anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. baik di rumah maupun di sekolah. Sebagai orang tua. sosio emosional. bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. Bahkan bukan sebagai beban. Namun tidak bisa dipungkiri. Karena itu. Sebagai contoh. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya. fisik. . dan lain sebagainya. Namun lebih jauh.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian. ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa. Selain itu. Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. apakah itu keluhan. Karena bagaimana pun. tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. dan daya cipta). Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. bahasa. Apa yang kita ucapkan. Sebagai contoh. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). daya pikir. apa yang kita perbuat. atau dari guru kepada muridnya. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. dan apa yang dialaminya. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. pertanyaan. apa yang didengar. maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan.

Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu. Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. secara tidak langsung kecerdasan majemuk . namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. Dengan adanya pembelajaran life skill pula. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi.seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. Setelah itu. karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. Dengan demikian. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan. bahkan lebih jauh lagi. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill. Padahal. anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. Selain itu. termasuk didalamnya berpikir kreatif. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak. Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan.

misalnya. Dengan bekal life skill. dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya. Oleh karena itu. perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. Sebagai contoh. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Saat ini. dengan bekal life skill.yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik. Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions). ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. 73 persen atau sekitar 20. Diposkan oleh Vie di 04. Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini. kecerdasan linguistik (lingistic intellegence).4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence). karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja. Depdiknas. Selanjutnya. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun. terdapat 9. namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. kecerdasan intrapersonal (self intellegence). sangat potensial untuk berkembang. berupa 635 Tempat . maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. Maret lalu. Estimasinya. Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. Karena bagaimanapun. Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak." kata Direktur PAUD Ditjen PLS. Dengan demikian. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. Aisiyah. Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). Sedang sekitar 7. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah. akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. kecerdasan musikal (music intellegence).668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).5 persen atau menjadi 11 juta anak. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK. Selain itu. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya. misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan. kecerdasan antarpersonal (people intellegence). Gutama. sebetulnya banyak sekali.5 juta anak. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca. Muslimat NU.3 juta anak. ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17.

'' ujarnya menambahkan. ibu itu ibarat sebuah sekolah. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak. "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama. gedung." ujarnya. Padahal.Penitipan Anak (TPA). budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. anak dituntut berpikir abstrak. Seto Mulyadi. Sekolah tidak harus di ruang. kata dia. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. ini keliru besar. Kalau itu dipersiapkan. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis. mengajarkan moral. adalah guru dan pengayom atau pelindung.784 kelompok bermain. "Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. pada usia yang sangat dini. maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif. seorang anak tidak boleh dipukul. Diposkan oleh Vie di 04. Sementara itu. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. kata Gutama. bahkan dalam kandungan. hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. itu sudah belajar banyak. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak. memberikan rasa aman pada anak. atau dimarahi. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. kata Nibras. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. Setiap ibu. bila melihat angka 20." ujarnya. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun. ''Jadi. Sinichi Suzuki. mengayomi. kata dia. "Walaupun dia salah. tapi sejak dari buaian. sedang terbentuk berbagai potensi anak.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu. kalau kita mengajarkan matematika." ujar Kak Seto." ujarnya. jangan dimarahi. melempar. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara. Bila hal ini dipegang. terutama ibu. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. 4 juta anak yang harus ditangani. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. 7. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini.14 0 komentar . "Saya temukan sebuah hadis. Nibras OR Salim." ujar pengamat pendidikan. Menurut Suzuki. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif. Sedang menurut Kak Seto. dan lembaga kewanitaan. dan 1. sebesar Rp 109 miliar. "Al ummu madrasatun. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis. Bina Keluarga Balita (BKB)." ujarnya. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya." jelasnya. selama seorang perempuan hamil. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja." tambahnya. dipaksa. menurut saya sangat kaku. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. Ibu. berteriak. tapi diarahkan ke yang positif. dan mampu memberikan penghargaan pada anak. Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan. Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu. begitu ia kerap disapa. diancam.

Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard." ujar Deborah. sampai meningkatkan kemampuan logika. Harmoni. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. Mark Tramo. walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. Nada. Jika fase ini berhasil dilewati. Ia mengatakan. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. Melodia. Purwatjaraka Music Studio. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. karakter anak-anak yang moody. Setelah lahir dan tumbuh. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik. . meski tanpa label nama. dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru. Sementara Dr. apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Braga Music School. usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. Georama. Dari yang meningkatkan kepekaan. Lembaga musik itu antara lain. pengajar di Sekolah Musik Nada. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. keterampilan sensor motorik. Vence Music Studio. menstabilkan emosi. Di Bandung. meningkatkan kecerdasan." ucap Luana. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik. Namun demikian dalam tahun pertama. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik. Dee Joy Coulter. M. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Elfa's Music School. Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini. dari Wisma Musik Stesa. "Dorongan orang tua. Kebanyakan les musik itu. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. dan lain sebagainya. Namun. punya bakat kuat di dunia musik. menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. Disebutkan Deborah K. Stesa. Setelah para ibu menyadari hal itu.D. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Leo Music. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. Yang privat. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. menuntut kerja keras dari pengajarnya. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". Sedang Luana Marpanda.

" tutur Luana. Berkembangnya industri musik. ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara." ucapnya sambil tersenyum. dan keyboard di Braga Music. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup. Italia. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang ." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. Jadi. dan guru musik sekaligus. kita jadi seperti baby sitter. Seperti yang dituturkan Stephen. Jln. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. seorang psikiater dari Harvard (Kanner. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar. telinga sudah lebih peka. menurut Reza Noor.07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri. Namun. pengajar privat piano klasik. pengajar piano. Menurut Stephen. membuat les musik berkembang. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. Seperti kata Stephen.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. saat pindah ke aliran lain. guru TK. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun.Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. Menurutnya. Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. Meskipun memang. organ. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan. Purnawarman Bandung. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik. "Kalau usia di bawah itu.

Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna. untuk membaca emosi orang lain. 2. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- . menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. atau samasekali tidak berkembang. menggosokkan kaki dikeset. dan interes bersama. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. aktivitas. sikat gigi. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis. dimana mereka bisa berbagi emosi. 3. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. Perilaku : aktivitas. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. biasanya permainannya kurang variatif. seperti roda sepeda yang diputar-putar. yang bisa dilakukannya berjam-jam. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. perilaku dan minatnya sangat terbatas. seperti misalnya mengepakngepak lengan. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. maupun postur dan gerak tubuh. baru naik ketempat tidur. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. untuk berinteraksi secara layak. menunjukkan ekspresi fasial. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. di desa atau dikota. • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik.relatif msh baru. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. • Ketidak mampuan untuk berempati. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan. pakai piyama.

setiap manusia memiliki ciri. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). Sementara bagi sang anak sendiri. kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. Episentrum. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. kreatif dan cakap .Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. Oleh karenanya. S. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. suara-suara tertentu. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya. tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka. bakat sintetik. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut.rabanya. lebih dari orang lainnya. bakat analitik.03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). Kedua. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret. Dengan demikian. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. Berdasarkan teori Triarchic. yakni bakat dalam kemampuan intuitif. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Bila diamati secara cermat. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu.com Diposkan oleh Vie di 04. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya.

bersikap adil/netral. Oleh karena itu menurut Stenberg. senang bereksperimen dan penuh imajinasi. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. pangan. Disamping itu. dan sebagainya. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. dan sebagainya. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. cepat memahami hubungan sebab akibat. menyukai aktivitas musikal. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. Ketiga. Sehubungan dengan itu. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. mudah mengingat dan memproduksi melodi. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. Keempat. diterima oleh mayoritas. Kedua. Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. Selanjutnya. mampu berpikir dengan banyak cara. bakat praktis. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. Menurut Virgil Ward. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. memiliki titi nada yang sempurna. berdasarkan hasil penelitian Terman. banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama. menyukai buku bacaan orang dewasa. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. Ketiga. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. Sementara bagi orangtua. meninat terhadap buku dan membaca lebih dini. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya. . memiliki tenggang rasa. papan.

Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat. Mereka dapat dididik dan belajar membaca. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas. yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata. dll) maupun psikis (kenyamanan. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang.html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. ketenangan.blogspot.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak . Diposkan oleh Vie di 04. Berdasarkan hasil tes kecerdasan. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Itu artinya. 3. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah. kesehatan.pendidikan.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita. mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat.com/2010_01_01 _archive. menulis. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh.

superior atau anak berbakat. 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya.130 sering disebut sebagai anak cerdas. di samping kesabaran guru.Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ). Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. c. kelainan wicara (tunawicara). akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. merupakan bagian yang paling besar jumlahnya. seperti matematika. seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler. Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra). Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum. akan menimbulkan masalah pad a dirinya.90. perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. untuk mencapai hasil yang optimal. bahkan juga Iingkungannya. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas.60 persen. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal. 1995).'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan). kelainan pendengaran (tunarungu). fisika. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus. kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa). Ornstein dan Levine . sekitar 45 . kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 . 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. kimia. Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler.

tidak menolak dirinya. kebutuhan untuk diakui. kesalahan dan hukuman. 6. menghindari kritik. seperti oksigen. berformasi 12. ialah kebutuhan 1. d. Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. 2. 7. kebutuhan untuk dihargai. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai. mengatasi masalah. mencapai. mempengaruhi orang lain. Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. memerintah. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. Penguasaan . berkuasa. Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. belajar mengerti. 9. . dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. 3. teman. mengelola. kebutuhan akan rasa aman. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. 10. makan dan minum. 8. dikenal. kepercayaan. menang. dianggap sebagai pribadi yang unik. mandiri. hormat. perlindungan. mendukung atau menyetujui. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. menghindari perbedaan. 4. memimpin. Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. mengatasi hambatan. manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas.kekuasaan (menguasai . 5.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. dorongan dan bantuan dari orang lain. dan sebagainya. dibedakan dari yang lain. perhatian. ialah kebutuhan fisiologis. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. saudara. 4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. tidak dianggap sama. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. menerima. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. dihargai. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka. 11.(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). keputusan sendiri.

. dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997. jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. 25% taraf sedang dan 52% taraf kurang. mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. maka kesulitan individu dapat dikurangi. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar.Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. bayi dan anak. mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. sehingga berprestasi belajar yang rendah. Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun). prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil. tahap preoperasional (2-7 tahun). Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. 9% mengalami kesulitan belajar membaca. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. tahap operasional kongkrit (7-11 tahun). sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. Menurut teori trsebut. ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah. keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. 1985). dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. e. sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. Oi samping itu. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. angka sakit diare. Atau sebaliknya. 1989). proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. Oengan menggunakan instrumen khusus. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). Namun.

5% hiperaktif. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru. dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1. 5. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. dan sisanya (4. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak.7% gangguan pemusatan perhatian.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain. 3. 4. h. Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2. E.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak). ditemukan 26. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. 8. ' 6. d. harus selalu disampaikan kepada orangtua. maupun orangtua di rumah. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung).Dalam sistem evaluasi.Guru harus menyiapkan materi.Peran Guru di Sekolah: a. f. c.Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi.2% gangguan memori auditorik. 2. Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. 18. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain.Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi.Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya. 11 % gangguan tunggal disfasia. guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa). Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. 9.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991. dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr. 10. maka diperlukan program layanan secara terpadu. . 1991). e.6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar. g. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik. Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya. 3.Sejalan dengan temuan di atas.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal.Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah. baik dari guru di sekolah.

Kondisi sebaliknya. orang itu mengalami kegagalan. sulit bergaul. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. tidak mudah percaya kepada orang lain. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. rewel. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri. Masih menurut Goleman. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. tidak terkuasai. 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. Maka. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala.sumber: http://www. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. sukses dalam belajar dan bekerja. cenderung menarik diri.scribd. memperkuat diri. Emosinya yang tidak berkembang. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki . Karena sifat-sifat di atas. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. terlalu kritis. mudah frustrasi. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress.

Sumber: http://ilmupsikologi.blogspot. 3. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata. Namun untuk berprestasi tinggi. olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua. Sumber: http://ekky-psikologi08. sastra. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2. Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik.com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi.wordpress. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1.kecerdasan emosional yang tinggi.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat . tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas. Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan. Menurut pendekatan yang lebih inklusif. keuletan serta latihan. keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi). Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga.

dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli. di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. Belanda. Jepang. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). Waldi Nurhamzah SpA.Agnes | July 10. Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) . dr. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya. Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta. WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. dan juga ibu Dr. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta. Dalam makalahnya. kreativitas yang tinggi. Jerman. Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong). Namun. Kali ini. Ms. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya. Myanmar. Malaysia dan Australia. Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang.. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. Selama 6 hari. Hongkong. melakukan tanya jawab. Julia VanTiel. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. Jadi setiap anak memang terlahir unik. . 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat. Singapura. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). peserta menyimak uraian dari nara sumber. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. calon ibu dan wanita umumnya.drg. Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. Sugianto Psi. serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children.. Setiap anak adalah unik.

S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya.� Paparnya dalam makalahnya. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik. maupun gangguan mental. pedagog. apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R. Melanjutkan pendapat dokter Waldi.sekolah. marah. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. Biasanya akan dilakukan observasi. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. dokter. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak. wawancara dan tes untuk seorang anak. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya .Sugianto Psi. Sesuai dengan . �Konsekuensinya. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi. Lantas. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. Deteksi dini sangat penting. Tapi tentu saja. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. dan lingkungan.� Tutur dokter Waldi menjelaskan. memiliki rasa takut yang hebat. tidak percaya diri.

ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. keras kepala. dan pendalaman. maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. apalagi di Indonesia. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). kondisinya memang cukup membingungkan. Ternyata anak usia 3. Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. . Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. dan sangat perfeksionis. Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar. namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya. Di Amerika. tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak. lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah).namanya. Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. ibu Julia menekankan. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy. Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya. juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah). Penanganan �Bila anak saya (usia 3. Mengenai bakat serta minat anak ini. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. agar bisa lebih luwes mengasuhnya. Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat.

Ototnya sendiri sebenarnya normal. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. c. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel . seperti olahraga. tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai.ismailfahmi. d. dan sebagainya. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . apalagi di Indonesia. gerakannya sering tersentak-sentak. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah. menulis. Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat. Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. posisi tubuh mudah jatuh. malakukan mobilitas. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ).(Agnes Tri Harjaningrum.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. b. ibu 2 orang anak. selalu berusaha dan tentu saja berdoa.Penanganan anak berbakat memang cukup rumit. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik. Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. Dokter.org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ). Tetapi dengan memahami keunikannya. Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. orientasi ruang. bermain.

menunjukkan tidak terkontrol. kelopak mata merah. a. tangan.gerakan mata takberaturan (goyang). menyipitkan mata.0 % belum diktegorikan sebagai buta. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. 2. Koordinasi gerakan kaki.5 % Efisiensi = 48. mata infeksi. c. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri. berjalan tidak normal. 4. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. Banyak gerakan yang tidak terkontrol. membaca banyak yang 10 . Ciri perilaku. Ciri fisik.0 % atau lebih kecil. seperti : membaca terlalu dekat.9 % Efisiensi = 20.5 % Efisiensi = 64. sering berkedip. Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20.perilaku maupun keluhan. menunjukkan ketidaknormalan. e.mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a. seperti : mata juling. 345. mata selalu beair. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi. b. mata tidak normal..0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20. d. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan. b.

Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. c) Ringan = 41-55 db. Jika gangguan cukup ringan.cepat lelah ketika membaca/menulis. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer). a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK . antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. dan sebagainya. Ciri keluhan. seperti : merasa sakit kepala. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. sosial. salah menyalin dalamjarak dekat. atau memperbesar huruf. f) Berat sekali = 91 db ke atas. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. dsb. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal. benda terlihat seperti dua buah. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db. c. psikologis. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille. sering menggerakan kepala ketika membaca. mata sering terasa gatal. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. bentuk daun telinga tidak normal. e) Berat = 71-90 db. Ciri-ciri tersebut. 1. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. baik secara medis. seing mengusap mata. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. loop. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. seperti doketer mata.terlewati. d) Sedang = 56-70 db. Tetapi. mendongakkan kepala. maupun pendidikan. berjalan sering menabrak benda di depannya. sering mengeluh atau gatal di lubang telinga.

3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam. 6) Sering memutar. ngompol atau ngebrok. sekurang. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai. merusak). . 11) Kadangkala agresif (menyerang. Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. urutan kegiatan). Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. menonton dan berulang. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru. 5) Gerakan/aktivitas kaku. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. aneh tanpa 11 tujuan. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). kipas angin.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. tetapi karena kondisinya tersebut. 2. membanting dan membariskan benda. Rangkuman 1. b) Anak dengan gangguan pendengaran.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar. 13) Sering sulit tidur. atau sebaliknya).

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. kemampuan memori. seperti: Persepsi. proses belajar. misalnya. atau sebaliknya. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. dan emosi. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. atensi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. 1. sosialisasi. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . kemampuan bahasa dan emosi. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. walaupun demikian.

(1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. Sedangakan Hurlock E..• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. membimbing mereka maju. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1. dan bukan mundur. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan .1989:134).P. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. dari lahir sampai mati (Chaplin C.B.

dan belajar. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . dengan semua aspek-aspek(fisik. 1. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. lingkungan menentukan arah perkembangan. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . atau 1. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. 2. 5.kognitif. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. 2. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan Melibatkan Perubahan . Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. kemasakan.sosial) yang saling mempengaruhi. sosial berhubungan . 3. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. 4. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. emosional.belajar.

masa 8. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. 10. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. dan Belajar 2. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. 6. masa kanak-kanak awal. 9. 5. dan psikologi. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. 7. perkembangan terjadi secara berkesinambung. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. baik fisik maupun perkembangan. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. pengalaman. masas noenatus. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. . Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. akhir masa kanak-kanak. Terdapat periode perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. 4. yang disebut periode pralahir.Tujuan perubahan perkembangan. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang.dan terdapat korelasidalam berkembang. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. masa puber.

dan wanita 3. pengertian moral. Mencapai kebebasan pribadi 2. Belajar memakan makanan padat 2. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Belajar berbicara 4. menulis. Belajar membedakan benar dan salah. 8. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . dan tata dan tingkatan nilai. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mengembangkan hati nurani. Belajar berjalan 3. Mencapai peran sosial pria. 2. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Masa Remaja 1. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. berhitung 6.

Mulai membina keluarga 5. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Mulai bekrja 2. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Mengelola rumah tangga 7. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mengasuh anak 6.4. Belajar hidup dengan tunangan 4. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Memilih pasangan 3. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mempersiapkan karir ekonomi 7.

Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Motivasi 4. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Cacat tubuh 6. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Tidak ada motivasi 4. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4.3. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Tingkat perkembangan yang normal 2. Kesehatan yang buruk 5. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Pembagian . Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1.

Masa pubertas. Masa tua atau usia lanjut. Awal masa dewasa.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. kelahiran sampai minggu kedua 3. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Akhir masa kanak-kanak. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Usia pertengahan. Awal masa kanak-kanak. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. Masa remaja. masa sebelum kelahiran 2. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Bayi. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. dua sampai enam tahun 5. ahli biologi. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Periode Pranatal. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu.ukuran kronologis ini: 1. Masa bayi.

Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. dan yang sebaliknya. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. (Purwanto. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. Ngalim. 1990: 14) b. . Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. entah yang mana.Ngalim. 1990: 14) c. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. seorang padagang. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Ngalim.a. M. seorang ahli hukum. dapat saya jadikan dokter. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. (Purwanto. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. M. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Menurut Nativisme. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. M. Dalam pendidikan. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. (Purwanto. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya.

Ngalim. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu . Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. M. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. Tapi dari penyelidikan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. (Purwanto. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya.Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. a. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. 1990: 16) A. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga.

2. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. potensi berkata-kata. potensi untuk belajar ilmu pasti. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). lincah atau pendiam. pembawaan untuk bahasa. 3. bermata lebar atau sipit. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. periang. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. intelegensi yang baik dan lain-lain. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. b. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. berbada tinggi atau pendek. Masa perkembangan manusia begitu lama. untuk menggambar. . Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula.

Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. pembawaan jenis. 4. intelegensinya. b. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. 3. antara lain ialah: a. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. gerakan bicara. intelegnsi. Ngalim. masing-masing mempybai pembawaan watak. ras Negro dan lain-lain. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. yaitu jenis manusia. 2. anggota-anggota tubuhnya. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. Pembawaan ras. ras Mongolia. air muka. sikap berjalan. Seperti ras Indo Jerman. Bentuk badannya. seperti sikap badan. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. . Sebaliknya. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. (Purwanto. M.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

Google. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. 7. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). R. Crow and Alice Crow (WWW. Syaiful Bahri. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. and which is not simply ascribable to process a groeth. maupun nilai dan sikap (afektif).2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Robert M.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. ketrampilan. keterampilan (psikomotorik). wich persists over a period time. Rineka Cipta. . Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Gagne (Djamarah. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. afektif dan psikomotor. Psikologi Belajar. 10. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. knowledge and attitudes. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. 2. kebiasaan dan tingkah laku 8.com) Belajar adalah acuquisition of habits. I. 11. Lester D.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. 1999) hal 22. pengetahuan dan sikap. Google. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.

I. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.3 JENIS-JENIS BELAJAR I.3. dan kebutuhan dalam belajar.dalam konteks inilah . 6. 5. 4. 3. penyakit atau pengaruh obat-obatan.3. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. karakter. tidak karena kelelahan. Belajar isyarat (signal learning). Gagne Manusia memilki beragam potensi. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. 4. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Menurut Gagne. 7. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Untuk mengisi waktu luang. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. 8.A Menurut Robert M. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia.

kubus. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. 5. .signal learning terjadi. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). 4. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Belajar konsep (concept learning). seperti kotak kardus. Belajar merantaikan (chaining). Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Belajar membedakan (discrimination). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Belajar stimulus respon. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. 2. Membuat prosedur dari praktek kayu. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. dsb. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 3. 6.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

Menurut Dewey. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. . agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Kesadaran akan adanya masalah. Menerima hipotesis yang benar. diuji. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. 1. Learning to know. 2000 ) : 1. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Merumuskan masalah. Suhaenah Suparno. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan.3.

Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. 4. Belajar. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. budayanya. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Learning to do. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. I. Learning to live together. 3. . dengan memahami orang lain. Duffy dan Roehler (1989).4. 2. 1. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama.4. Gagne dan Briggs (1979:3). Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. sejarahnya. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. 1. Learning to be. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal.2.

waktu. PENGAJARAN. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3.1991) Pengajaran adalah proses.S. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. PEMELAJAR. Kamus Bahasa Indonesia. perbuatan. 1997). Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. baik isinya.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. segala sesuatu mengenai mengajar. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. pelaksanaannya terkendali. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. peringatan (tentang pengalaman.6 PEMBELAJARAN. proses maupun hasilnya 1.I. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar . (Dariyanto S. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. peristiwa yang dialami atau dilihatnya).

5. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1. sebagai berikut : 1. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. 4. 6. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula.2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 2. 3. . Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya.

Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Dalam buku Condition of Learning. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. efisien. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. atau kompleks. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. akan membantu siswa. aneh. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Belajar akan lebih cepat. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. . Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. 3. kontradiksi.7. 12. 8. 11. 10. 9. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. sebagai berikut: 1. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 2. Dengan persiapan. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana.

memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. Factor fisiologis . FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. 8. 1. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. 9. 7. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. A. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.4. 5. 6. yaitu factor internal dan factor eksternal . kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.

Oleh lkarena itu. c. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. dan mengantuk. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . istirahat yang cukup dan sehat. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a.Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. mengonsumsi makanan yang bergizi . Sebaliknya. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. dalam proses belajar . keadaan tonus jasmani. Factor psikologis . dan lain sebagainya. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. Selama proses belajar berlangsung. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. terutama panca indra. b. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. lesu . Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . Pertama. sehingga tidak Kedua. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. karena ada gairah untuk belajar. 2. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif.

Oleh karena itu. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. minat. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Dengan dmikian. – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Sebaliknya. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata . semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. semakin rendah tingkat intelegensi individu. motifasi . tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). dan lain sebagainya. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. sikap dan bakat. orang tua. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. seperti guru.

Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. C. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. G. rata-rata. atau mungkin malah lemah mental. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. amat superior. imbisil. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. B. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. yaitu: A. superior.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. E. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Pertemuan ke 4 . F. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. idiot. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. D. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

guru. danlain sebagainya. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). c. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. dan lain sebaginya. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. teladan guru. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. mendorong. tata tertib. saudara. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. atau teman-teman. Dalam proses belajar. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju.- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. d. memberikan arah. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Menurut Arden N. Frandsen (Hayinah. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Minat . tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. dan lain-lain. orangtua. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. misalkan orang tua. 1992). 1994). b. Seperti pujian. peraturan.

Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Dengan . dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. Sikap Dalam proses belajar. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. dalam konteks belajar di kelas. baik dari bentuk buku materi. Kedua. pelajaran.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. atau lingkungan sekitarnya. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. peristiwa dan sebaginya. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. seperti pemusatan perhatian. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. banyak cara yang bisa digunakan. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. baik secara positif maupun negative (Syah. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. pemilihan jurusan atau bidang studi. Anatara lain. 2003). pertama. Menurut Reber (Syah.Secara sederhana. afektif. moativasi. keingintahuan. Dalam hal ini. dan kebutuhan. Namun lepas dari kepopulerannya. Oleh karena itu. orang.

Misalnya. 2003). Dengan demikian. Berkaitan dengan belajar. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya.profesionalitas. b. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. dan tulus kepada muridnya. Factor-faktor eksogen/eksternal . Karena itu. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik.ikut mengembangkan. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. Secara umum. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya.maka para pendidik. sabar. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. anatara lain dengan mendukung. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. orangtua. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu.

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. b. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. seperti ggggggguru. tidak panas dan tidak dingin. atau tidak terlalu lemah/gelap. pengelolaankeluarga. a. demografi keluarga (letak rumah). . Lingkungan social Lingkungan social sekolah. Lingkungan siswa yang kumuh.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. sifat-sifat orangtua. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa.dalam hal ini. diskusi. administrasi. Lingkungan social massyarakat. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. Lingkungan alamiah. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Hubungan anatara anggota keluarga. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Ketegangan keluarga. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. anak. orangtua. kakak. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. seperti kondisi udara yang segar. 1) a. c. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. 2) Lingkungan non social. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Lingkungan social keluarga.

proses belajar siswa akan terlambat. c. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Karena itu.fasilitas belajar. TEORI-TEORI BELAJAR A.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. seperti kurikulum sekolah. dan mengabaikan aspek – aspek mental. bukupanduan. bakat. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. silabi dan lain sebagainya. Kedua. hardware. alat-alat belajar. diantaranya . Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. peraturan-peraturan sekolah.suasana yang sejuk dantenang. Factor instrumental. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. diantaranya : 1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Pertama. b. seperti gedung sekolah. software. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. lapangan olah raga dan lain sebagainya. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. Sebaliknya. Dengan kata lain. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa.

diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. • Law of Exercise. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. • Law of Readiness. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. Sebaliknya. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.Respons. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.F. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. 2. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. Operant Conditioning menurut B. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). . 3. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. maka kekuatannya akan menurun.F.Law of Effect.

Reber (Muhibin Syah. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Melalui pemberian reward dan punishment. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. B. 4. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan.

Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. (2) pre operational. 3. C. 2. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . 4. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. 5. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Di dalam kelas. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. (3) concrete operational dan (4) formal operational. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif.

Kedekatan (proxmity). ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. 3. potongan. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. . Bila figure dan latar bersifat samar-samar. (2) pemahaman. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. (5) ingatan kembali. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Kesamaan (similarity). (3) pemerolehan. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. 2. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. (1) motivasi. (4) penyimpanan. Menurut Koffka dan Kohler. D. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. (6) generalisasi. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan.

Contoh lain. 4. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Arah bersama (common direction).4. seperti : sagitarius. virgo. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. 5. (lingkungan behavioral). bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Misalnya. Kesederhanaan (simplicity). padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. Berlari. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. adanya penamaan kumpulan bintang. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. pisces. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. 2. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. yaitu: 1. dan 6. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. mengikuti kuliah. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. berjalan. 3. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. Proses .

tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. bahwa perilaku terarah pada tujuan. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. 4.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Dalam proses pembelajaran. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. Oleh karena itu. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. 2. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Transfer dalam Belajar. Pengalaman tilikan (insight). 5. Oleh karena itu. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Menurut pandangan Gestalt. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Prinsip ruang hidup (life space). 3. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran.

melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Sedangkan di antara 2 anak kembar. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. berpikir secara rasional. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.90. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Oleh karena itu.50. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. sekitar 0. Oleh karena itu.0.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal . IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.10 . dan menghadapi lingkungannya secara efektif.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi).40 0. berpikir secara rasional. dan hanya 0.

Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Alfred Binet dan Theodor Simon. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Selain gizi.Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. . IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Dengan demikian. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. maka akan diperoleh skor 1. tidak terjadi perkembangan lagi.

Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Dalam kemampuan yang umum ini. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence).Lewis Terman. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. . Di samping alat-alat tes di atas. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. kecakapan. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Seorang tokoh dalam bidang ini. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Inteligensi dan Bakat.

tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Meskipun demikian. J. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Sebaliknya. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. P. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Namun semakin tinggi skor IQ.Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Sampai pada skor IQ tertentu. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. . Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. Tetapi lebih tinggi lagi. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan.

.

the left hemisphere is dominant. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. All Rights Reserved. holistik. 37 – 38) . kepekaan warna. In nearly all right-handed and many left-handed people. membaca. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. All rights reserved. visualisasi. kreativitas. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. fakta. musik. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. tidak teratus. kearah perasaan dan emosi. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. berdasar realitas. pengenalan bentuk. © 1993-2005 Microsoft Corporation. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. bersifat non verbal. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. mampu melakukan penafsiran secara abstrak.intuitif. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). menempatkan detail. © Microsoft Corporation.1999. menulis. pola. dan simbolis.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. (Bobbi De Potter. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. Microsoft ® Encarta ® 2006.

Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). Memori yang disimpan . lingkungan. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Pada proses penyimpanan. recognition dan rekonstruksi inferensial. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. 1999. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. 38)Kedua belahan otak penting artinya . fisiologi.Kedua belahan otak penting artinya . Memori mempunyai tiga fungsi/proses. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. persepsi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. yaitu: memberi kode/sandi. yaitu: recall. emosi dan sosial. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. menyimpan dan menimbulkan kembali. 1999. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter.

Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. akronim. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. mengaktifkan retrieval cues. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . Secara sederhana. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. kurang tidur dan sakit. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang.rekreasi mental. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Pembentukan memori secara biologi. yaitu pada usia 10-14 tahun. Seseorang yang dalam kondisi lelah. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi.

Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Jadi.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. . sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery).

Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. kagum dan sebagainya. sayang. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. namun keduanya dapat dibedakan. gembira. takut dan sebagainya. Jika ekspresi emosi berkembang maka . marah. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif.benci. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. Fungsi Emosi. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. akan semakin baik. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. diantaranya adalah cinta. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. diantaranya adalah sedih. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. sedih dan senang.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. marah. Selain itu. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan.Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. adanya perubahan aspek jasmaniah.

Teori ini dikemukakan oleh Cannon. 3. 3. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. Teori Periferal Menurut teori ini. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. jauhkanlah emosi negative. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa.perubahan dalam kejasmanian. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. 1. Menurut teori ini. 4. Teori Kepribadian Menurut teori ini. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi.Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. Teori sentral . Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. 2. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif.Linchoten. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. . 2. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. Berorientasi kepada kenyataan. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. teori periferal dan teori kepribadian.

ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Meskipun IQ tinggi. Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Jika siswa mengalami emosi positif. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam . Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence).marah pada waktu yang tepat. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar.

c. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. yg semacam "perasaan". berpikir ada tiga macam yaitu: 1. Diantara pikiran sadar dan . Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. Ruch. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. yaitu : a. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Psikologi asosiasi. 2. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar.konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. b. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Menurut Khodijah (2006). mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. 3. Psikologi Gestalt. Aliran Behaviorisme. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum.

Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. Mengabstrasikan.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). b. 2. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. mana yang tidak sama. c. 2. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. sebagai berikut : 1. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. yang untuk membuka. 2. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. 3. Self-image. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Personality & Habits (kebiasaan). 3. Keputusan deduktif . Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1.

guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI . 3. masyarakat dan konsuler.ingatan. memori dan pola berpikir anak . REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . guru . Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada.perkembangan . Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Orang tua.

Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. A. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism. Ketiga. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. iklim.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. yaitu: Pertama. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology . Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. with especial attention given to human behavior. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. (Psikologi ialah tingkah laku manusia. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. kebudayaan. Kedua. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan.

Drew.ed) : “the scientific study of behavior. brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian..R.Ch. and of their condition” Crooks.L. Science. Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James.Loftus.C. .L..P.. both external observable action and internal thought”. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial..J. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2..Weaver. Westen.2004 (dlm Psychology. (dlm Harriman.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life.1963 . 1988. Stein. 1959 (dalam buku Psychology : mind. Wortman.Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan. Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. both of its phenomena. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. 5th.E.W.Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Psikologi sosial .(dlm Psychology.

belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. kerjasama dalam kelompok. misalnya. seperti: Persepsi. 4. misalnya kepemimpinan. motivasi proses belajar. studi tentang persepsi. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. atribusi (sifat) • sikap sosial. dan emosi. seperti bahasa. kemampuan memori. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. 3. walaupun demikian. sosialisasi. studi tentang interaksi kelompok. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . proses belajar. atensi. atau sebaliknya. dan persaingan. 1. kemampuan bahasa dan emosi.

Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup.2. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • .

Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya.. kemasakan. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. 1. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “.B. membimbing mereka maju.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. Sedangakan Hurlock E. dan belajar. dan bukan mundur. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. dari lahir sampai mati (Chaplin C. 2.P. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah.1989:134). . hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan.

Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . lingkungan menentukan arah perkembangan. 4.2. 5.kognitif. 4. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. dan Belajar 2.sosial) yang saling mempengaruhi. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). dengan semua aspek-aspek(fisik. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. pengalaman. emosional. 3. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. sosial berhubungan . atau 1. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . 5. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan.

masa 8. 10. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi.Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. masa kanak-kanak awal. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan . yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial.dan terdapat korelasidalam berkembang. Belajar membedakan benar dan salah. yang disebut periode pralahir. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. 9. 6. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Belajar berbicara 4. akhir masa kanak-kanak. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. perkembangan terjadi secara berkesinambung. Belajar memakan makanan padat 2. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Belajar berjalan 3. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. masa puber. masas noenatus. Terdapat periode perkembangan. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. dan psikologi. baik fisik maupun perkembangan. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. 7. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan.

Mencapai kebebasan pribadi 4. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. dan wanita 3. dan tata dan tingkatan nilai. 8. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mulai bekrja 2. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Memilih pasangan 3. pengertian moral. berhitung 6. Mencapai peran sosial pria. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Mengembangkan hati nurani. menulis. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Masa Remaja 1.umum. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Belajar hidup dengan tunangan . 2.

Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Mulai membina keluarga 5. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Faktor-faktor tersebut: . individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Mengelola rumah tangga 7.4. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mengasuh anak 6. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1.

Masa remaja. Bayi. Tidak ada motivasi 4. Periode Pranatal. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3.Faktor Penghalang 1. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Tingkat perkembangan yang normal 2. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Awal masa dewasa. Cacat tubuh 6. Kesehatan yang buruk 5. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. enam puluh tahun sampai meninggal . Awal masa kanak-kanak. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Akhir masa kanak-kanak. Motivasi 4. Masa tua atau usia lanjut. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. masa sebelum kelahiran 2. Masa bayi. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. dua sampai enam tahun 5. Masa pubertas. Usia pertengahan. kelahiran sampai minggu kedua 3. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4.

1990: 14) b. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Menurut Nativisme. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial.Ngalim. (Purwanto.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. ahli biologi. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. M. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut .

M. M. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. 1990: 16) . seorang padagang. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. dan yang sebaliknya. entah yang mana. Ngalim. (Purwanto. seorang ahli hukum. dapat saya jadikan dokter. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. (Purwanto. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Ngalim. Ngalim. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. 1990: 14) c. M. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Dalam pendidikan. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. (Purwanto.kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya.

periang. berbada tinggi atau pendek. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan.A. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. a. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. Tapi dari penyelidikan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. lincah atau pendiam. bermata lebar atau sipit. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. Bentuk badannya. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.1. Sebaliknya. intelegensi yang baik dan lain-lain. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. anggota-anggota tubuhnya. b. potensi untuk belajar ilmu pasti. 2. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. pembawaan untuk bahasa. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. Seperti . 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. intelegensinya. Ngalim. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. 2. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. yaitu jenis manusia. 3. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. potensi berkata-kata. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. untuk menggambar. (Purwanto. Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. M. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Masa perkembangan manusia begitu lama. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability).

Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. 4. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. ras Negro dan lain-lain. sikap berjalan. f. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. e. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. intelegnsi. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. B. 3. antara lain ialah: a. Tipe-tipe perhatian. ras Mongolia. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif. air muka. c. merupakan pengalamanpengalaman. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . seperti sikap badan. pendidikan dan sebagainya. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.ras Indo Jerman. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. alam sekitar. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. d. pembawaan jenis. Pembawaan ras. intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. b. masing-masing mempybai pembawaan watak. Tempo dan ritme perkembangan. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. gerakan bicara. cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain.

dan sebagainya. Ligkungan sosial. penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. keadaan musim. 2. Yaitu lingkungan yang berupa alam. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. . yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Lingkungan sosial primer. misalnya keadaan tanah. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial sekunder. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. yaitu merupakan lingkungan mayarakat.kepada individu. b. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer.

Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik. Whittaker (Djamarah. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Psikologi Belajar. (Walgito. Syaiful Bahri . dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. . Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Menurut james O. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. Pertemuan ke 3 1. c. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Bimo. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. b. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1.

(Djamarah. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. R. Winkel. 6. ketrampilan. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Rineka Cipta. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. and which is not simply ascribable to process a groeth. Syaiful Bahri. Syaiful Bahri . Kingskey (Djamarah. Rineka Cipta. 1999) hal 22. 4. Slameto (Djamarah. wich persists over a period time. nilai dan sikap. Psikologi Belajar. 5. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Drs. 7. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Psikologi Belajar. Gagne (Djamarah. Robert M. Syaiful Bahri. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. kebiasaan dan tingkah laku 8. ketrampilan. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Syaiful Bahri. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Syaiful Bahri. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. pemahaman. 3. Cronchbach (Djamarah. Howard L. afektif dan psikomotor. bukan hanya .2. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Psikologi Belajar. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

2. maupun nilai dan sikap (afektif). pengetahuan dan sikap. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. keterampilan (psikomotorik). Google. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.com) Belajar adalah acuquisition of habits. Crow and Alice Crow (WWW. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. I. 11.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. 10. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. 3. Lester D. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.disebabkan karena proses pertumbuhan saja. 4. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Google.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. tidak karena kelelahan. . knowledge and attitudes.

5. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. 6. . Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. 4. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. 8. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Belajar isyarat (signal learning).3. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Gagne Manusia memilki beragam potensi. Belajar stimulus respon. dan kebutuhan dalam belajar. I.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Untuk mengisi waktu luang. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. karakter. Menurut Gagne. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia.dalam konteks inilah signal learning terjadi.A Menurut Robert M. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Belajar merantaikan (chaining). Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.3. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. 3. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). 2. 7.

seperti kotak kardus. 4. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Belajar mengklsifikasikan stimulus. dsb. 8. 5. Membuat prosedur dari praktek kayu. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Belajar konsep (concept learning). kubus. Belajar membedakan (discrimination). Contohnya yaitu seorang guru memberikan . Belajar dalil (rule learning). atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Belajar memecahkan masalah (problem solving). sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. 6. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 7. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori.Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep.

strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. 2. . Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. I. Pemahaman (Comprehension). kata atau gambar. Selain delapan jenis belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kelima hal tersebut adalah : 1. angka. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). 4.kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis.3. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. termasuk dengan cara menggambar. mengingat dan berfikir. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act).B Menurut Bloom Benyamin S. 3. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. 5. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar.

Belajar Menghafal. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 2. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. sikap. 3. gagasan. minat. Sambutan (responding). seperti perasaan. Memadukan (Synthesis). 2. Gagne. Belajar Kognitif.3. Penilaian (valuing). Belajar arti kata-kata. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. Penilaian (Evaluation). Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). C. . Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Van Parreren) 1. Robert M. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Karakterisasi (characterization) 3. Affective Domain (Kawasan afektif). Pengorganisasian (organization). De Block. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan.

seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 7. 6. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. 5. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. yang dikemukakan oleh Gagne. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. Belajar Konsep. . Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Belajar Kaidah. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. diuji. 4. Belajar Teoritis.sesuai dengan materi yang asli. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan.

dengan memahami orang lain. 2000 ) : 1. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. . Kesadaran akan adanya masalah. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Suhaenah Suparno.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Learning to be. Merumuskan masalah. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. sejarahnya. Learning to live together. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. 3. 4. Learning to do. Menurut Dewey. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. budayanya. Menerima hipotesis yang benar. 1. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar.Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. 2.3. Learning to know. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis.

1.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. 2. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. 1. Belajar. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.4. I.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar.Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Gagne dan Briggs (1979:3).4.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. I. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan . Duffy dan Roehler (1989). cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama.

Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar.1991) Pengajaran adalah proses. pelaksanaannya terkendali. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. waktu. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. segala sesuatu mengenai mengajar. Kamus Bahasa Indonesia.6 PEMBELAJARAN.4. peringatan (tentang pengalaman. perbuatan. PENGAJARAN. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. (Dariyanto S. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. PEMELAJAR. proses maupun hasilnya 1. baik isinya. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru . 1997).S.

3. akan membantu siswa. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. sebagai berikut : 1. 8. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon.1. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 4. 7. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. 6. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). 2. 5. 9. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. .

Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran.10. 3. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. Dengan persiapan. aneh. . 4. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. 2. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. Belajar akan lebih cepat. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Dalam buku Condition of Learning. 11. kontradiksi. sebagai berikut: 1. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 5. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. atau kompleks. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. efisien. 12.

Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. A. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu.6. 8. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . yaitu factor internal dan factor eksternal . Pertama. Sebaliknya. 1. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. keadaan tonus jasmani. 9. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. . FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. 7.

b. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . dan lain sebagainya. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. – kecerdasan /intelegensia siswa . minat. istirahat yang cukup dan sehat. Selama proses belajar berlangsung.kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. motifasi . Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. c. lesu . sehingga tidak Kedua. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. mengonsumsi makanan yang bergizi . Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. dalam proses belajar . Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. terutama panca indra. karena ada gairah untuk belajar. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Oleh lkarena itu. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. sikap dan bakat. 2. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . dan mengantuk. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik.

salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). Dengan dmikian. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. dan lain sebagainya. Sebaliknya. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. Oleh karena itu. orang tua. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. semakin rendah tingkat intelegensi individu. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. seperti guru. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja.Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat.

Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. amat superior. E. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. mendorong. C. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. superior. B. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. memberikan arah. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69.Dari table tersebut. Motivasi juga . Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. idiot. 1994). Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. G. F. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. imbisil. D. yaitu: A. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. rata-rata. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. atau mungkin malah lemah mental. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109.

2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap . saudara. guru. tata tertib. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). dan lain sebaginya. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. orangtua. c. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Menurut Arden N. Dalam proses belajar. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. atau teman-teman. b. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. dan lain-lain.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. 1992). Minat Secara sederhana. misalkan orang tua. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Seperti pujian. danlain sebagainya. d.diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. peraturan. Frandsen (Hayinah. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. Menurut Reber (Syah. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. teladan guru. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting.

Dalam hal ini. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. baik dari bentuk buku materi. atau lingkungan sekitarnya. moativasi. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. dalam konteks belajar di kelas. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. sabar. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. Oleh karena itu. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. pelajaran. Kedua. dan kebutuhan. baik secara positif maupun negative (Syah.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. Namun lepas dari kepopulerannya. dan tulus kepada muridnya. Dengan profesionalitas. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. banyak cara yang bisa digunakan. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. seperti pemusatan perhatian. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. 2003). Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru.berbagai factor internal lainnya. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. orang. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. peristiwa dan sebaginya. pertama. afektif. Anatara lain. Sikap Dalam proses belajar. keingintahuan. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. pemilihan jurusan atau bidang studi.

factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah.maka para pendidik. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Karena itu. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya.tidak menjemukan. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. anatara lain dengan mendukung.ikut mengembangkan. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. 2003). Dengan demikian. Berkaitan dengan belajar. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. . Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. b. Secara umum. orangtua. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa.dalam hal ini. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Misalnya. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan.

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan social keluarga. proses belajar siswa akan terlambat. Ketegangan keluarga. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. b. anak. pengelolaankeluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. kakak. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. tidak panas dan tidak dingin. Lingkungan siswa yang kumuh. atau tidak terlalu lemah/gelap. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. c. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. diskusi. administrasi. seperti kondisi udara yang segar.1) a. Lingkungan alamiah. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. Hubungan anatara anggota keluarga. 2) Lingkungan non social. . Lingkungan social massyarakat. sifat-sifat orangtua. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. seperti ggggggguru. Sebaliknya. suasana yang sejuk dantenang. orangtua. a. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa.

agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. software. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Kedua. silabi dan lain sebagainya. seperti kurikulum sekolah. alat-alat belajar. . Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa.b. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Sebaliknya. Factor instrumental. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus.fasilitas belajar. lapangan olah raga dan lain sebagainya. peraturan-peraturan sekolah. seperti gedung sekolah. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. hardware. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. bakat. Karena itu. bukupanduan. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Dengan kata lain. c. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. TEORI-TEORI BELAJAR A. diantaranya : 1.Respons. Pertama. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. diantaranya Law of Effect. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan.

• Reber (Muhibin Syah. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. • Law of Exercise. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Operant Conditioning menurut B. maka kekuatannya akan menurun. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. 2. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. 3. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam . artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.• Law of Readiness.F. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).F. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut.

operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . Prinsip dasar belajar menurut teori ini. (2) pre operational. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. B. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). 4. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Melalui pemberian reward dan punishment. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. (3) concrete operational dan (4) formal operational. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.

Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri . Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. 9. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. 8. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. 10. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Di dalam kelas. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. C. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. 7. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik.

(6) generalisasi. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. dan . Kesederhanaan (simplicity). 11. 8. (3) pemerolehan. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. 9. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. (1) motivasi.individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. 10. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. potongan. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. D. Kesamaan (similarity). (2) pemahaman. Menurut Koffka dan Kohler. Kedekatan (proxmity). Arah bersama (common direction). bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. (4) penyimpanan. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. (5) ingatan kembali. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang.

Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. mengikuti kuliah. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Misalnya. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Dalam proses pembelajaran. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini.12. berjalan. 6. Contoh lain. (lingkungan behavioral). Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. virgo. 7. Misalnya. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. hendaknya peserta didik memiliki . pisces. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). 8. seperti : sagitarius. adanya penamaan kumpulan bintang. Pengalaman tilikan (insight). Berlari. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. yaitu: 5.

tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. 7. bahwa perilaku terarah pada tujuan. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. Transfer dalam Belajar. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. .kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. 9. 10. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. Menurut pandangan Gestalt. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. Oleh karena itu. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Oleh karena itu. Prinsip ruang hidup (life space). Oleh karena itu. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. 8. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari.

Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . Oleh karena itu. Sedangkan di antara 2 anak kembar. IQ mereka berkorelasi sekitar 0.0. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.10 . dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.50. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti.90. berpikir secara rasional.40 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. berpikir secara rasional.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. dan hanya 0. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. sekitar 0. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.

Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. tidak terjadi perkembangan lagi. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Selain gizi. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Lewis Terman. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. maka akan diperoleh skor 1. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Dengan demikian.yang dikonsumsi. Alfred Binet dan Theodor Simon.

Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Dalam kemampuan yang umum ini. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence).Stern. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Di samping alat-alat tes di atas. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Inteligensi dan Kreativitas . banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Seorang tokoh dalam bidang ini. Inteligensi dan Bakat. kecakapan. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.

Namun semakin tinggi skor IQ. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Tetapi lebih tinggi lagi. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. . Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Sampai pada skor IQ tertentu. J. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Meskipun demikian. Sebaliknya. P. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif.

.

kepekaan warna. dan simbolis. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. © Microsoft Corporation. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. All rights reserved. In nearly all right-handed and many left-handed people. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. pola. (Bobbi De Potter. musik.intuitif. pengenalan bentuk. holistik. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. the left hemisphere is dominant. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). bersifat non verbal. All Rights Reserved. menempatkan detail. Microsoft ® Encarta ® 2006.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. kreativitas. menulis. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. kearah perasaan dan emosi. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. visualisasi. 37 – 38) . fakta.1999. berdasar realitas. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. membaca. tidak teratus. © 1993-2005 Microsoft Corporation.

yaitu: memberi kode/sandi.Kedua belahan otak penting artinya . yaitu: recall. 1999. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. 1999. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Memori yang disimpan . manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. persepsi. fisiologi. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). lingkungan. emosi dan sosial. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Pada proses penyimpanan. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. menyimpan dan menimbulkan kembali. recognition dan rekonstruksi inferensial. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning).

visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. yaitu pada usia 10-14 tahun. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. kurang tidur dan sakit. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. Secara sederhana. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). akronim. Pembentukan memori secara biologi. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. mengaktifkan retrieval cues.rekreasi mental. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. Seseorang yang dalam kondisi lelah.

Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Pertemuan ke 7 EMOSI . menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Jadi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali.

sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. diantaranya adalah sedih.benci. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. sayang. Selain itu.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. namun keduanya dapat dibedakan. takut dan sebagainya.Emosi adalah suatu kondisi biologi. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. Fungsi Emosi. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. gembira. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. adanya perubahan aspek jasmaniah. marah. marah. . Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. kagum dan sebagainya. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. akan semakin baik. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. teori periferal dan teori kepribadian. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. sedih dan senang. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. diantaranya adalah cinta. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis.

gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Menurut teori ini. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. jauhkanlah emosi negative. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat.perubahan dalam kejasmanian. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.Linchoten. 2. Teori Kepribadian Menurut teori ini. Teori Periferal Menurut teori ini. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. marah pada waktu yang tepat.1. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. 3. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. Pengaruh Emosi pada Belajar . Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. 8. Berorientasi kepada kenyataan. Teori sentral . 6. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. 7. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian.

Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat.Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Meskipun IQ tinggi. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. . Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Jika siswa mengalami emosi positif. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali.

Menurut Khodijah (2006). 6. Personality & Habits (kebiasaan). sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. . Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. yang untuk membuka. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Psikologi asosiasi. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. e. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. Ruch. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. berpikir ada tiga macam yaitu: 4. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Aliran Behaviorisme. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. yg semacam "perasaan". Psikologi Gestalt. 5. yaitu : d. Self-image. f.

. c. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. sebagai berikut : 1.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. 6. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. 6. b. 5. mana yang tidak sama. 3. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. 2. Mengabstrasikan. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. 5.

memori dan pola berpikir anak .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua.ingatan.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. . guru . Orang tua.perkembangan .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa. masyarakat dan konsuler. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .