Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. perangkat komputer. Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. Langkah pelaksanaan mengajar. dan langkah sesudah mengajar. langkah pelaksanaan mengajar. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai. Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. kepemimpinan. II. III. langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Langkah ini meliputi komunikasi. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. Langkah sebelum mengajar. tepat tidaknya tujuan pengajaran. tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. meliputi. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. menentukan tujuan pengajaran. melainkan dengan peran guru sebagai motivator. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. yaitu langkah sebelum mengajar. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. . Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. Cara memberikan nilai misalnya.

Tetapi dalam banyak hal yang lain.menyiapkan ujian. detektif. 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. pengganti orang tua. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. seperti supervisi. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. sumber kasih saying dan pemberi semangat. tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya. Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan . Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru. Sebagai contoh. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif. menghadiri rapat. organisasi pelajarn. guru diharapkan menjadi wasit.3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model. Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. teman dan orang kepercayaan. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. pelerai kecemasan. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual.. Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang.

masalah. kadang-kadang terasa amat sulit. KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya. kadang-kadang tidak. IV. kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. Emosi yang tidak stabil. maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Tetapi secara fundamental. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. . besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental). V. Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. Kadang-kadang lancar. Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. Dengan demikian. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. Setiap individu memang tidak ada yang sama.

yaitu TV. VI. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. Surat Kabar Majalah. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. misalnya mengantuk. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh. Karena itu. . yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. suka menyendiri. disebabkan oleh tiga hal. terlambat datang. Pertama sebab yang bersifat fisik. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. berpura-pura dusta. tidak sopan. disebabkan oleh dua hal. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. 4) dll. Penyimpangan perilaku yang sederhana. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. Buku Komik. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. Kedua Faktor Sekolah. Sedangka ekstrim adalah sering membolos. Faktor external. Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal. MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. lingkungan tetangga. memeras teman. teman bergaul. Pertama Faktor Keluarga. VII. aktivitas dalam masyarakat.

Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia. murung. DAFTAR BACAAN Feinberg. R. 5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. cet.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . Falsafah Pendidikan. Jakarta. Jakarta. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. Jakarta. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. P. langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. cet. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Pustaka Setia. 1991 Suryabrata. ke-VIII. Pemimpin dan Kepemimpinan. VIII. Manajemen Sumber Daya Manusia.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. Turman Sirait. keIX. Jakarta. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. Bumi Aksara. bingung. 1990 Sudjana. PT. 1998 Prasetya. kurang gembira. Gramedia Grafindo Persada. Sondang. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Psikologi Manajemen. 1993 Sugiarto. pemarah. Nana. misalnya mudah tersinggung. PT. 1994 Kartono. Jakarta. Sumadi. Endar. Mitra Utama. 1997 Siagian. alih bahasa R. Raja Grafindo Persada. Psikologi Pendidikan. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya. PT. selalu sedih. Kartini. Jakarta. dkk. Mortimer. cemberut.

Karena itu. tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. atau dari guru kepada muridnya. dan lain sebagainya. fisik. Namun tidak bisa dipungkiri. Karena bagaimana pun. Sebagai contoh. Contoh sederhana. sosio emosional. Sebagai contoh. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. Apa yang kita ucapkan. bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). Sebagai orang tua. daya pikir. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). pertanyaan. Namun lebih jauh. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. apa yang didengar. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. baik di rumah maupun di sekolah. Akan tetapi. maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. . Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. dan daya cipta). hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya. bahasa. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian. Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. apa yang kita perbuat. merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. Karena bagaimanapun. apakah itu keluhan. ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. Selain itu. orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. dan apa yang dialaminya. Bahkan bukan sebagai beban. Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa. Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan.

Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. termasuk didalamnya berpikir kreatif. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. bahkan lebih jauh lagi. Selain itu. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa.seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. secara tidak langsung kecerdasan majemuk . maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. Dengan demikian. Dengan adanya pembelajaran life skill pula. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. Padahal. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak. Setelah itu. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu.

seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). Estimasinya. maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. kecerdasan antarpersonal (people intellegence). kecerdasan intrapersonal (self intellegence).5 persen atau menjadi 11 juta anak. namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan. terdapat 9. Depdiknas. Saat ini.668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Maret lalu.4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. Aisiyah. ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. dengan bekal life skill. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK. dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini.yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik. akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. sebetulnya banyak sekali. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya. sangat potensial untuk berkembang. Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. Sebagai contoh. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). Dengan demikian. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya. Selanjutnya. perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. Diposkan oleh Vie di 04. Oleh karena itu. 73 persen atau sekitar 20." kata Direktur PAUD Ditjen PLS. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah. Sedang sekitar 7. Dengan bekal life skill. dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence). Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan. Selain itu. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. berupa 635 Tempat .5 juta anak. kecerdasan linguistik (lingistic intellegence).3 juta anak. Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions). Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Gutama. Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12. misalnya. Muslimat NU. namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. Karena bagaimanapun. kecerdasan musikal (music intellegence). karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja.

seorang anak tidak boleh dipukul. Seto Mulyadi. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. kalau kita mengajarkan matematika. "Saya temukan sebuah hadis. Sekolah tidak harus di ruang. "Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. gedung. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. kata Nibras. "Al ummu madrasatun. Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan. berteriak. adalah guru dan pengayom atau pelindung. "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama. pada usia yang sangat dini. diancam. 4 juta anak yang harus ditangani. ini keliru besar. sebesar Rp 109 miliar. dan lembaga kewanitaan. Sinichi Suzuki. maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. 7. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja. Diposkan oleh Vie di 04.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu. Ibu. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis." jelasnya. hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. Bina Keluarga Balita (BKB)." ujarnya. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini. Nibras OR Salim. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif. terutama ibu. dan mampu memberikan penghargaan pada anak." ujarnya." ujar Kak Seto. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara.14 0 komentar . selama seorang perempuan hamil. itu sudah belajar banyak. kata dia." ujar pengamat pendidikan. bila melihat angka 20. anak dituntut berpikir abstrak. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. Padahal. tapi diarahkan ke yang positif. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun. mengayomi. tapi sejak dari buaian.784 kelompok bermain. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya. ''Jadi. Sedang menurut Kak Seto. memberikan rasa aman pada anak. atau dimarahi. melempar. sedang terbentuk berbagai potensi anak. kata dia." ujarnya. Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu. Kalau itu dipersiapkan. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang." tambahnya. ibu itu ibarat sebuah sekolah. "Walaupun dia salah. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis. Bila hal ini dipegang. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif." ujarnya. dipaksa. Menurut Suzuki. dan 1. mengajarkan moral. Setiap ibu. bahkan dalam kandungan.Penitipan Anak (TPA). kata Gutama.'' ujarnya menambahkan. menurut saya sangat kaku. Sementara itu. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. begitu ia kerap disapa. jangan dimarahi.

walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. Dee Joy Coulter. meningkatkan kecerdasan. karakter anak-anak yang moody. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. Sementara Dr. M. Disebutkan Deborah K. Vence Music Studio. Jika fase ini berhasil dilewati. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. "Dorongan orang tua. Purwatjaraka Music Studio. keterampilan sensor motorik. dari Wisma Musik Stesa. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Leo Music. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard. Nada. Lembaga musik itu antara lain. punya bakat kuat di dunia musik. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. menuntut kerja keras dari pengajarnya. Melodia." ujar Deborah. Kebanyakan les musik itu. Stesa." ucap Luana. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. Namun. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik. dan lain sebagainya. Dari yang meningkatkan kepekaan. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran. pengajar di Sekolah Musik Nada. Mark Tramo. Harmoni. Setelah lahir dan tumbuh. Georama. Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. menstabilkan emosi. Elfa's Music School. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. meski tanpa label nama. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Yang privat. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik. Sedang Luana Marpanda. Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini.D. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun. Ia mengatakan. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. Namun demikian dalam tahun pertama. Di Bandung. Braga Music School. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. . menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. sampai meningkatkan kemampuan logika. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik. Setelah para ibu menyadari hal itu.

seorang psikiater dari Harvard (Kanner. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. pengajar privat piano klasik. membuat les musik berkembang. Seperti yang dituturkan Stephen. Jadi. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara. pengajar piano. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. Menurut Stephen." ucapnya sambil tersenyum. ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. saat pindah ke aliran lain. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. organ. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun. "Kalau usia di bawah itu. dan keyboard di Braga Music. Jln. Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. guru TK. Namun. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. menurut Reza Noor. Seperti kata Stephen. Menurutnya. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. dan guru musik sekaligus. Meskipun memang. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. Italia. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar. Purnawarman Bandung.07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. kita jadi seperti baby sitter.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan.Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar. telinga sudah lebih peka." tutur Luana. Berkembangnya industri musik." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang . Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup.

dan interes bersama. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. untuk membaca emosi orang lain. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. atau samasekali tidak berkembang. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. sikat gigi. maupun postur dan gerak tubuh. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. yang bisa dilakukannya berjam-jam. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. dimana mereka bisa berbagi emosi. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- . 2. • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu.relatif msh baru. di desa atau dikota. biasanya permainannya kurang variatif. 3. perilaku dan minatnya sangat terbatas. • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. aktivitas. untuk berinteraksi secara layak. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. pakai piyama. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis. seperti roda sepeda yang diputar-putar. seperti misalnya mengepakngepak lengan. baru naik ketempat tidur. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. menunjukkan ekspresi fasial. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. menggosokkan kaki dikeset. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. Perilaku : aktivitas. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. • Ketidak mampuan untuk berempati. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal.

com Diposkan oleh Vie di 04. Oleh karenanya. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Episentrum. kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret.Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. Kedua. kreatif dan cakap . S. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. yakni bakat dalam kemampuan intuitif. Dengan demikian. tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. setiap manusia memiliki ciri. penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. Sementara bagi sang anak sendiri. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat.rabanya. Berdasarkan teori Triarchic. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru. suara-suara tertentu. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya. bakat sintetik. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut. bakat analitik. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius.03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. lebih dari orang lainnya. Bila diamati secara cermat. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.

ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. bersikap adil/netral. Ketiga. diterima oleh mayoritas. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. Sehubungan dengan itu. mudah mengingat dan memproduksi melodi. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. Selanjutnya. meninat terhadap buku dan membaca lebih dini. Keempat. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. Sementara bagi orangtua. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. . papan. banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. Menurut Virgil Ward. senang bereksperimen dan penuh imajinasi. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. menyukai buku bacaan orang dewasa. bakat praktis. dan sebagainya. mampu berpikir dengan banyak cara. memiliki titi nada yang sempurna. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. berdasarkan hasil penelitian Terman. dan sebagainya. Disamping itu. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik. memiliki tenggang rasa. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya. pangan. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. cepat memahami hubungan sebab akibat. Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. menyukai aktivitas musikal. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. Ketiga. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. Kedua. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. Oleh karena itu menurut Stenberg.

mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak .html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. Mereka dapat dididik dan belajar membaca.com/2010_01_01 _archive. Berdasarkan hasil tes kecerdasan. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas.blogspot. ketenangan. kesehatan.Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata.pendidikan.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang. Itu artinya. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus. dll) maupun psikis (kenyamanan. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. Diposkan oleh Vie di 04. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis. 3. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh. menulis. anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat.

Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. kimia. di samping kesabaran guru. superior atau anak berbakat. 1995). diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler.90. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya. c. kelainan pendengaran (tunarungu). Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum.'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan).Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ). untuk mencapai hasil yang optimal. merupakan bagian yang paling besar jumlahnya. 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 . seperti matematika. kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. bahkan juga Iingkungannya. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas. Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar.130 sering disebut sebagai anak cerdas. kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa). Ornstein dan Levine . kelainan wicara (tunawicara). fisika. Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal.60 persen. perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus. dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. akan menimbulkan masalah pad a dirinya. Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra). 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. sekitar 45 .

8. . 3. mandiri. 7.kekuasaan (menguasai . makan dan minum. mengatasi masalah. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. perhatian.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. 4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. dianggap sebagai pribadi yang unik. perlindungan. dikenal. 11. memimpin.(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. d. berformasi 12. keputusan sendiri. menerima. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. hormat. memerintah. 10. manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. 4. seperti oksigen. 5. Penguasaan . Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. ialah kebutuhan fisiologis. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai. saudara. Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. menghindari perbedaan. belajar mengerti. kebutuhan untuk diakui. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. kebutuhan akan rasa aman. dihargai. tidak dianggap sama. kebutuhan untuk dihargai. Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. teman. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. mengelola. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. dorongan dan bantuan dari orang lain. mengatasi hambatan. 2. kepercayaan. mendukung atau menyetujui. dibedakan dari yang lain. ialah kebutuhan 1. berkuasa. mencapai. 9. menghindari kritik. menang. tidak menolak dirinya. 6. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas. mempengaruhi orang lain. dan sebagainya. Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional. kesalahan dan hukuman.

9% mengalami kesulitan belajar membaca. menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. bayi dan anak.Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah. sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya. Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil. dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. sehingga berprestasi belajar yang rendah. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. tahap operasional kongkrit (7-11 tahun). Atau sebaliknya. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun). Oengan menggunakan instrumen khusus. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. Menurut teori trsebut. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. e. Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. 25% taraf sedang dan 52% taraf kurang. angka sakit diare. 1989). sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. . 1985). maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997. maka kesulitan individu dapat dikurangi. tahap preoperasional (2-7 tahun). mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. Namun. Oi samping itu. ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya.

Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah.7% gangguan pemusatan perhatian.Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik.6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa). dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr.Sejalan dengan temuan di atas. Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. dan sisanya (4.Guru harus menyiapkan materi.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak).Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya. 2. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain. 3.5% hiperaktif. Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. 1991). c. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1. e. baik dari guru di sekolah.Peran Guru di Sekolah: a. 10. ' 6. Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung). 5. 8. E. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain. maka diperlukan program layanan secara terpadu. harus selalu disampaikan kepada orangtua. g. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. 9.Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi. 11 % gangguan tunggal disfasia.Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi.2% gangguan memori auditorik. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru. . h. 3. ditemukan 26. dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1. maupun orangtua di rumah. d. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2. f.Dalam sistem evaluasi.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. 4. 18. guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi.

Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. Kondisi sebaliknya. tidak terkuasai. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. tidak mudah percaya kepada orang lain. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain.scribd. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. memperkuat diri. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki . karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. terlalu kritis. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri. cenderung menarik diri. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. Karena sifat-sifat di atas. Maka. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. Masih menurut Goleman. mudah frustrasi. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu. Emosinya yang tidak berkembang. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi.sumber: http://www. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. sukses dalam belajar dan bekerja. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. rewel. sulit bergaul. orang itu mengalami kegagalan.

tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas.wordpress. Sumber: http://ekky-psikologi08. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang.kecerdasan emosional yang tinggi. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan. keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi). Namun untuk berprestasi tinggi.blogspot. Menurut pendekatan yang lebih inklusif. sastra. Sumber: http://ilmupsikologi. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat . Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua. kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2. Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga. keuletan serta latihan. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. 3.com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial. sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik. Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1.

Jepang. Sugianto Psi. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya. melakukan tanya jawab. Jerman. dr. serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula. . permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam. Malaysia dan Australia. Ms. dan juga ibu Dr. Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. Dalam makalahnya. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu. Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. kreativitas yang tinggi. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). Namun. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing.. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal. Selama 6 hari. Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli.drg. Setiap anak adalah unik. Julia VanTiel. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang. dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. calon ibu dan wanita umumnya. peserta menyimak uraian dari nara sumber. Singapura. Myanmar. Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong). Kali ini. WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya. Waldi Nurhamzah SpA. di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) . 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat. Belanda. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta.Agnes | July 10. Hongkong. Jadi setiap anak memang terlahir unik..

sekolah. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. Biasanya akan dilakukan observasi. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat.� Paparnya dalam makalahnya. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. pedagog. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. Deteksi dini sangat penting. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. Tapi tentu saja. Sesuai dengan . mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya . memiliki rasa takut yang hebat. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi.� Tutur dokter Waldi menjelaskan. dokter. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. �Konsekuensinya. Lantas. wawancara dan tes untuk seorang anak. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya.Sugianto Psi. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater. tidak percaya diri. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. maupun gangguan mental. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya. marah. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak. Melanjutkan pendapat dokter Waldi. dan lingkungan.

Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. Di Amerika.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat. Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat. dan sangat perfeksionis. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. keras kepala. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. apalagi di Indonesia. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya. Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. kondisinya memang cukup membingungkan. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar. ibu Julia menekankan. . tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak. serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. dan pendalaman. Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar. lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah). namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa. Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. Mengenai bakat serta minat anak ini. Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah). Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. Ternyata anak usia 3. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). Penanganan �Bila anak saya (usia 3.namanya. agar bisa lebih luwes mengasuhnya. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy.

Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. menulis. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya. c. Tetapi dengan memahami keunikannya. bermain. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot. b. Dokter. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik. malakukan mobilitas.org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ). dan sebagainya. orientasi ruang. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. gerakannya sering tersentak-sentak. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah.Penanganan anak berbakat memang cukup rumit. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel . Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. selalu berusaha dan tentu saja berdoa. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik. posisi tubuh mudah jatuh. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai.ismailfahmi. Ototnya sendiri sebenarnya normal. tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. d. seperti olahraga. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ). ibu 2 orang anak. Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat. apalagi di Indonesia.(Agnes Tri Harjaningrum.

. Koordinasi gerakan kaki.mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. 4. Ciri fisik. tangan. seperti : mata juling. b.0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. 2.gerakan mata takberaturan (goyang). kelopak mata merah. mata selalu beair. Ciri perilaku. Banyak gerakan yang tidak terkontrol. sering berkedip. menunjukkan tidak terkontrol.9 % Efisiensi = 20.5 % Efisiensi = 48. c. berjalan tidak normal. menyipitkan mata. mata tidak normal.0 % atau lebih kecil. menunjukkan ketidaknormalan.5 % Efisiensi = 64. seperti : membaca terlalu dekat. membaca banyak yang 10 .perilaku maupun keluhan. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. b. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20. mata infeksi. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1. 345. e. a. Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi. d.0 % belum diktegorikan sebagai buta. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa.

c. benda terlihat seperti dua buah.cepat lelah ketika membaca/menulis. seperti : merasa sakit kepala. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. mendongakkan kepala. berjalan sering menabrak benda di depannya. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer). sosial. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. mata sering terasa gatal. Jika gangguan cukup ringan. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal. dsb. d) Sedang = 56-70 db. baik secara medis. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. salah menyalin dalamjarak dekat. dan sebagainya. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. bentuk daun telinga tidak normal. seing mengusap mata.terlewati. e) Berat = 71-90 db. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db. maupun pendidikan. Tetapi. a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK . sering mengeluh atau gatal di lubang telinga. sering menggerakan kepala ketika membaca. psikologis. loop. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. f) Berat sekali = 91 db ke atas. penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. 1. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille. Ciri keluhan. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh. c) Ringan = 41-55 db. atau memperbesar huruf. Ciri-ciri tersebut. seperti doketer mata.

Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). 11) Kadangkala agresif (menyerang. 3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. Rangkuman 1.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 2. 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar. b) Anak dengan gangguan pendengaran. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai. Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. aneh tanpa 11 tujuan. 5) Gerakan/aktivitas kaku. tetapi karena kondisinya tersebut. 13) Sering sulit tidur. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. membanting dan membariskan benda. kipas angin. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. . menonton dan berulang. sekurang. atau sebaliknya). ngompol atau ngebrok. 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. 6) Sering memutar. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. merusak). jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. urutan kegiatan).

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. dan emosi. sosialisasi. proses belajar. 1.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. seperti: Persepsi. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. kemampuan bahasa dan emosi. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. kemampuan memori. atensi. atau sebaliknya. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. misalnya. walaupun demikian.

1989:134).P.B. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. dan bukan mundur.• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. Sedangakan Hurlock E. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan . membimbing mereka maju. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1. dari lahir sampai mati (Chaplin C..

5. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal.belajar. 3. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. dengan semua aspek-aspek(fisik. 2. Perkembangan Melibatkan Perubahan . proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . dan belajar. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . 4. atau 1. 1. kemasakan. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. lingkungan menentukan arah perkembangan. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. emosional. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan.sosial) yang saling mempengaruhi. 2.kognitif. sosial berhubungan .

Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. dan Belajar 2. 9. masa kanak-kanak awal. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. perkembangan terjadi secara berkesinambung. . 4. akhir masa kanak-kanak. Terdapat periode perkembangan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . masa puber.dan terdapat korelasidalam berkembang. 7. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut.Tujuan perubahan perkembangan. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. 6. baik fisik maupun perkembangan. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. masas noenatus. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. pengalaman. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. yang disebut periode pralahir. 5. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. dan psikologi. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. masa 8. 10.

dan tata dan tingkatan nilai. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. 2. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Masa Remaja 1. Belajar membedakan benar dan salah. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. pengertian moral. Belajar berbicara 4. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. berhitung 6. 8. Mencapai kebebasan pribadi 2. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Belajar berjalan 3. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Mencapai peran sosial pria. menulis. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. dan wanita 3. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . Mengembangkan hati nurani. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Belajar memakan makanan padat 2.

Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Memilih pasangan 3. Mulai bekrja 2. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mengasuh anak 6. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2.4. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Mengelola rumah tangga 7. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Belajar hidup dengan tunangan 4. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mulai membina keluarga 5. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4.

Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Tingkat perkembangan yang normal 2. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Kesehatan yang buruk 5. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1.3. Cacat tubuh 6. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Tidak ada motivasi 4. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Motivasi 4. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Pembagian . ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu.

enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Usia pertengahan. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Masa tua atau usia lanjut. Awal masa dewasa. Masa remaja. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . Akhir masa kanak-kanak. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Masa bayi. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. ahli biologi. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Masa pubertas. masa sebelum kelahiran 2. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Periode Pranatal. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. dua sampai enam tahun 5. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Bayi. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. kelahiran sampai minggu kedua 3.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Awal masa kanak-kanak. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan.ukuran kronologis ini: 1.

Ngalim. (Purwanto.a. M. 1990: 14) b. (Purwanto. M. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. 1990: 14) c. . dapat saya jadikan dokter. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Menurut Nativisme. Dalam pendidikan. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Ngalim. (Purwanto. seorang padagang. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. M. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. seorang ahli hukum. Ngalim. entah yang mana. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. dan yang sebaliknya.

ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu . Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. M. (Purwanto.Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. Ngalim. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. a. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. 1990: 16) A. Tapi dari penyelidikan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan.

bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. untuk menggambar. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). intelegensi yang baik dan lain-lain. 2. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. 3. potensi untuk belajar ilmu pasti. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. periang. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. . potensi berkata-kata. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. lincah atau pendiam. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. berbada tinggi atau pendek.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. pembawaan untuk bahasa. Masa perkembangan manusia begitu lama. b. bermata lebar atau sipit. Adanya jumlah anak manusia yang relatif.

Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. sikap berjalan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. seperti sikap badan. intelegnsi.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. 2. pembawaan jenis. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. masing-masing mempybai pembawaan watak. intelegensinya. anggota-anggota tubuhnya. Pembawaan ras. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. (Purwanto. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. ras Negro dan lain-lain. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Sebaliknya. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. Ngalim. gerakan bicara. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. Seperti ras Indo Jerman. antara lain ialah: a. b. yaitu jenis manusia. 4. 3. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. ras Mongolia. Bentuk badannya. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. air muka. . dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. M. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

Robert M.com) Belajar adalah acuquisition of habits. wich persists over a period time. 10. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Adanya kemampuan baru atau perubahan.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. ketrampilan. R. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. 11. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. I. Lester D. . Rineka Cipta. and which is not simply ascribable to process a groeth. 1999) hal 22.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Google. pengetahuan dan sikap. Google. knowledge and attitudes. Syaiful Bahri. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Gagne (Djamarah. afektif dan psikomotor. keterampilan (psikomotorik). Crow and Alice Crow (WWW. maupun nilai dan sikap (afektif). 2. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. kebiasaan dan tingkah laku 8. 7. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Psikologi Belajar.

dan kebutuhan dalam belajar. 3. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. 8. 4. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.A Menurut Robert M.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Untuk mengisi waktu luang. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. 7. I. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. 5. 4. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Belajar isyarat (signal learning). Menurut Gagne.3. karakter. Gagne Manusia memilki beragam potensi.3. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan.dalam konteks inilah . tidak karena kelelahan. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. 6.

seperti kotak kardus. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. kubus. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. 5. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. . Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Membuat prosedur dari praktek kayu. Belajar merantaikan (chaining). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Belajar konsep (concept learning). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Belajar membedakan (discrimination). Belajar stimulus respon. Belajar mengklsifikasikan stimulus. 2. 4. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). dsb. 6. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.signal learning terjadi. 3. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Kesadaran akan adanya masalah. diuji. Menerima hipotesis yang benar. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Merumuskan masalah.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Learning to know. Suhaenah Suparno. Menurut Dewey.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. 1. .3. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. 2000 ) : 1. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai.

budayanya. . Duffy dan Roehler (1989). Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Belajar. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Learning to do. 2. dengan memahami orang lain. sejarahnya. 4. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. I. 3. Gagne dan Briggs (1979:3). yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.4. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh.2. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. 1. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. 1. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Learning to live together. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.4.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Learning to be.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis.

DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel.1991) Pengajaran adalah proses.I. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar . baik isinya. waktu.6 PEMBELAJARAN. pelaksanaannya terkendali. PENGAJARAN. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. peringatan (tentang pengalaman. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. 1997). peristiwa yang dialami atau dilihatnya). proses maupun hasilnya 1. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.S. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. segala sesuatu mengenai mengajar. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. (Dariyanto S. Kamus Bahasa Indonesia. perbuatan. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. PEMELAJAR.

2.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. sebagai berikut : 1. 3. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 4. 6.2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. . 5.

Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Dalam buku Condition of Learning. 9. 2. . 8. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. efisien. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. 12. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 11. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. atau kompleks. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. sebagai berikut: 1. akan membantu siswa. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. 3. Belajar akan lebih cepat. aneh.7. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. kontradiksi. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. Dengan persiapan. 10.

1. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. 5. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. 9. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 8. yaitu factor internal dan factor eksternal . memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . 7. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. A. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. Factor fisiologis .4. 6.

Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . mengonsumsi makanan yang bergizi . 2. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. terutama panca indra. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. c. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. Factor psikologis . Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Oleh lkarena itu. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. istirahat yang cukup dan sehat. dalam proses belajar . b. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. sehingga tidak Kedua. dan lain sebagainya. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya.Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. lesu . Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. Selama proses belajar berlangsung. keadaan tonus jasmani. karena ada gairah untuk belajar. dan mengantuk. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Pertama.

semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. Dengan dmikian. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata . karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. sikap dan bakat. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). motifasi . Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Sebaliknya. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. dan lain sebagainya. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. seperti guru. – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. minat. Oleh karena itu. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. orang tua. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. semakin rendah tingkat intelegensi individu. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan.

dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. superior. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. C. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. F. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. imbisil. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. G. B. yaitu: A. rata-rata. idiot.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. atau mungkin malah lemah mental. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. Pertemuan ke 4 . amat superior. E. D.

Seperti pujian. Menurut Arden N. Dalam proses belajar. atau teman-teman. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. danlain sebagainya. d. saudara. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. 1992). guru. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. Frandsen (Hayinah. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. teladan guru. b. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. dan lain sebaginya. Minat . tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik).- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. memberikan arah. peraturan. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. c. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. dan lain-lain. misalkan orang tua. tata tertib. orangtua. mendorong. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. 1994). Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif.

karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. Dengan . ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. dalam konteks belajar di kelas. Oleh karena itu. dan kebutuhan. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. Namun lepas dari kepopulerannya. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. seperti pemusatan perhatian. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. peristiwa dan sebaginya. pelajaran. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. atau lingkungan sekitarnya. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (Syah. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. Dalam hal ini. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. afektif. baik secara positif maupun negative (Syah. Anatara lain. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. Kedua. banyak cara yang bisa digunakan. moativasi. keingintahuan. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. pertama. pemilihan jurusan atau bidang studi. 2003). desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari.Secara sederhana. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Sikap Dalam proses belajar. orang. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. baik dari bentuk buku materi.

Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. 2003).profesionalitas. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik.maka para pendidik. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. Factor-faktor eksogen/eksternal . bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. orangtua. Berkaitan dengan belajar.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. anatara lain dengan mendukung. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. b. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. Karena itu. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Secara umum. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. dan tulus kepada muridnya.ikut mengembangkan. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Dengan demikian. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. sabar. Misalnya.

Lingkungan social keluarga. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. sifat-sifat orangtua. tidak panas dan tidak dingin.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. administrasi. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. c. pengelolaankeluarga. Lingkungan social massyarakat. 2) Lingkungan non social. 1) a. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Ketegangan keluarga. kakak. Hubungan anatara anggota keluarga. orangtua. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. atau tidak terlalu lemah/gelap. Lingkungan siswa yang kumuh. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Lingkungan alamiah. b. diskusi. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. seperti kondisi udara yang segar. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa.dalam hal ini. seperti ggggggguru. demografi keluarga (letak rumah). a. . sinar yang tidak terlalu silau/kuat. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. anak.

proses belajar siswa akan terlambat. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. Kedua. Pertama.fasilitas belajar.suasana yang sejuk dantenang. seperti gedung sekolah. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. seperti kurikulum sekolah. Factor instrumental. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. diantaranya . bukupanduan. b. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Sebaliknya. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. TEORI-TEORI BELAJAR A. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. diantaranya : 1. c. silabi dan lain sebagainya. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. bakat. alat-alat belajar. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Dengan kata lain. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. software. Karena itu. dan mengabaikan aspek – aspek mental. hardware. lapangan olah raga dan lain sebagainya. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. peraturan-peraturan sekolah.

• Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. maka kekuatannya akan menurun. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. 2. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. • Law of Exercise.F. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat.Respons. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). . diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. 3. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar.F. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.Law of Effect. • Law of Readiness. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. Sebaliknya. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. Operant Conditioning menurut B.

Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Melalui pemberian reward dan punishment. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. B. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Reber (Muhibin Syah. 4.

2. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. C. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. (3) concrete operational dan (4) formal operational. 3. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. (2) pre operational. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Di dalam kelas. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. 4. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. 5.

Kedekatan (proxmity). Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. potongan. (3) pemerolehan. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. (1) motivasi. Kesamaan (similarity). warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. 2. (6) generalisasi. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (4) penyimpanan. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. 3. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. . maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. (5) ingatan kembali. D. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. Menurut Koffka dan Kohler. (2) pemahaman.

Proses . bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. 2. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Misalnya. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). adanya penamaan kumpulan bintang. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral). Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Misalnya. 4. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. Berlari.4. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. 3. berjalan. pisces. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Contoh lain. virgo. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. dan 6. Kesederhanaan (simplicity). yaitu: 1. 5. seperti : sagitarius. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. mengikuti kuliah. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Arah bersama (common direction).

Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu. bahwa perilaku terarah pada tujuan. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Menurut pandangan Gestalt. hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. 4. Transfer dalam Belajar. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Prinsip ruang hidup (life space). Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. 2. 3. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. Pengalaman tilikan (insight). khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Oleh karena itu. Dalam proses pembelajaran. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. 5.

Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.20 dengan ayah dan ibu angkatnya.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. berpikir secara rasional. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.10 .0. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. berpikir secara rasional. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah.50. dan hanya 0.40 0. Oleh karena itu. Sedangkan di antara 2 anak kembar. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal .90. Oleh karena itu. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. sekitar 0.

2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Alfred Binet dan Theodor Simon. tidak terjadi perkembangan lagi. maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Selain gizi. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti.Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. . Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Dengan demikian.

maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Inteligensi dan Bakat. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Dalam kemampuan yang umum ini. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. kecakapan. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Seorang tokoh dalam bidang ini. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. . seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon.Lewis Terman. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Di samping alat-alat tes di atas. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test.

yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan.Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. J. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Sebaliknya. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. Sampai pada skor IQ tertentu. Namun semakin tinggi skor IQ. Meskipun demikian. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Tetapi lebih tinggi lagi. P. . yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif.

.

kearah perasaan dan emosi. visualisasi.1999. pola. the left hemisphere is dominant. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. fakta. holistik. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. tidak teratus. berdasar realitas. © Microsoft Corporation. menulis. (Bobbi De Potter. Microsoft ® Encarta ® 2006. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. All rights reserved. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. bersifat non verbal.intuitif. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. musik. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). kepekaan warna. pengenalan bentuk. dan simbolis. In nearly all right-handed and many left-handed people. menempatkan detail. membaca. All Rights Reserved. kreativitas. © 1993-2005 Microsoft Corporation. 37 – 38) .

persepsi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau.Kedua belahan otak penting artinya . orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. menyimpan dan menimbulkan kembali. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. yaitu: memberi kode/sandi. 1999. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. fisiologi. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Memori yang disimpan . Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. yaitu: recall. emosi dan sosial. 1999. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Pada proses penyimpanan. lingkungan. recognition dan rekonstruksi inferensial.

Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. yaitu pada usia 10-14 tahun. mengaktifkan retrieval cues. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu.rekreasi mental. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. Secara sederhana. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. akronim. Pembentukan memori secara biologi. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. kurang tidur dan sakit. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Seseorang yang dalam kondisi lelah. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu.

Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Jadi. .

Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. diantaranya adalah sedih. diantaranya adalah cinta. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. takut dan sebagainya. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. marah. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Selain itu. kagum dan sebagainya. gembira. Fungsi Emosi. Jika ekspresi emosi berkembang maka . dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. adanya perubahan aspek jasmaniah. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku.Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. akan semakin baik. sedih dan senang. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan.benci. sayang. marah. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. namun keduanya dapat dibedakan.

Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. 2. 1. . Teori Kepribadian Menurut teori ini.perubahan dalam kejasmanian. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. 3. 3. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat.Linchoten. 4. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. Menurut teori ini. teori periferal dan teori kepribadian. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Teori sentral . Berorientasi kepada kenyataan. Teori Periferal Menurut teori ini. jauhkanlah emosi negative. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. 2. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative.Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi.

Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Meskipun IQ tinggi. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Jika siswa mengalami emosi positif. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar.marah pada waktu yang tepat. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam . Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar.

Psikologi Gestalt. yg semacam "perasaan". Ruch. 3. b. berpikir ada tiga macam yaitu: 1. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Menurut Khodijah (2006). Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. 2. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Aliran Behaviorisme. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Psikologi asosiasi. yaitu : a. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. Diantara pikiran sadar dan .konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. c. Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir.

Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1. sebagai berikut : 1. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. mana yang tidak sama. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Self-image. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. 3. 2. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). Mengabstrasikan. 2. c. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. 3. Keputusan deduktif . b. yang untuk membuka. Personality & Habits (kebiasaan). Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. 2.

masyarakat dan konsuler. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .ingatan.perkembangan . Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. memori dan pola berpikir anak . Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI . 3. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. guru . jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Orang tua.

A. Kedua. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology . yaitu: Pertama. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Ketiga. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. kebudayaan. with especial attention given to human behavior. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. iklim. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. (Psikologi ialah tingkah laku manusia.

Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia.R. 1959 (dalam buku Psychology : mind. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian.. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2.. Westen.. .Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life.W..Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan.P.Ch.L.Weaver.(dlm Psychology. Stein. Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1.C.L.Loftus. and of their condition” Crooks.E.ed) : “the scientific study of behavior. both external observable action and internal thought”.. (dlm Harriman. Drew. Wortman.1963 .Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Science. both of its phenomena. Psikologi sosial . brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial. 1988. 5th.2004 (dlm Psychology.J.

dan emosi. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. kerjasama dalam kelompok. dan persaingan. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. proses belajar. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. atribusi (sifat) • sikap sosial. misalnya kepemimpinan. seperti bahasa. misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. motivasi proses belajar.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. seperti: Persepsi. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. 4. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. kemampuan bahasa dan emosi. studi tentang persepsi. sosialisasi. 3. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. studi tentang interaksi kelompok. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. atau sebaliknya. walaupun demikian. atensi. 1. misalnya. kemampuan memori.

Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • . Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu.2. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup.

kemasakan. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. membimbing mereka maju. 2. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. Sedangakan Hurlock E. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. 1. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan.P. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. dari lahir sampai mati (Chaplin C. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan.1989:134).. dan bukan mundur.B. . (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. dan belajar.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar.

Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. 4. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. 5. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. 5. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . lingkungan menentukan arah perkembangan.kognitif. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional .2. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. pengalaman. emosional. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. dengan semua aspek-aspek(fisik. sosial berhubungan . 4. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . atau 1. 3. dan Belajar 2.sosial) yang saling mempengaruhi. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya.

6. 7. masa 8. baik fisik maupun perkembangan. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Belajar memakan makanan padat 2. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan .Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. 9. akhir masa kanak-kanak. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Belajar berbicara 4. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. masas noenatus. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. masa puber. 10. perkembangan terjadi secara berkesinambung. dan psikologi. Belajar berjalan 3. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Belajar membedakan benar dan salah. masa kanak-kanak awal. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan.dan terdapat korelasidalam berkembang. Terdapat periode perkembangan. yang disebut periode pralahir. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial.

Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mencapai peran sosial pria. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan hati nurani. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. dan tata dan tingkatan nilai. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Belajar hidup dengan tunangan . Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. 2. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. berhitung 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. dan wanita 3. Masa Remaja 1. menulis.umum. Memilih pasangan 3. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mencapai kebebasan pribadi 4. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. pengertian moral. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Mulai bekrja 2. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. 8.

Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6.4. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Mulai membina keluarga 5. Faktor-faktor tersebut: . Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Mengasuh anak 6. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Mengelola rumah tangga 7. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2.

Tingkat perkembangan yang normal 2. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Masa remaja. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Awal masa dewasa. Kesehatan yang buruk 5. dua sampai enam tahun 5. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Awal masa kanak-kanak. Cacat tubuh 6. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. enam puluh tahun sampai meninggal . Tingkat kecerdasan yang tinggi 6.Faktor Penghalang 1. masa sebelum kelahiran 2. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Masa bayi. Motivasi 4. kelahiran sampai minggu kedua 3. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Bayi. Masa tua atau usia lanjut. Masa pubertas. Periode Pranatal. Usia pertengahan. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Akhir masa kanak-kanak. Tidak ada motivasi 4.

ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. 1990: 14) b. M. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Menurut Nativisme. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. ahli biologi.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut . (Purwanto. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak.Ngalim. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan.

kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. dapat saya jadikan dokter. M. entah yang mana. Dalam pendidikan. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. 1990: 16) . Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. Ngalim. 1990: 14) c. seorang padagang. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Ngalim. (Purwanto. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Ngalim. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. (Purwanto. dan yang sebaliknya. M. (Purwanto. seorang ahli hukum. Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. M.

ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. periang. Tapi dari penyelidikan. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. bermata lebar atau sipit. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . apakah diperoleh dari keturunan atau bukan.A. lincah atau pendiam. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. berbada tinggi atau pendek. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. a. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan.

Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. untuk menggambar. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. pembawaan untuk bahasa. intelegensinya. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. anggota-anggota tubuhnya. 3. Bentuk badannya. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. (Purwanto. M. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. Masa perkembangan manusia begitu lama. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. b. Sebaliknya. potensi berkata-kata. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. Ngalim.1. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Seperti . 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. 2. yaitu jenis manusia. intelegensi yang baik dan lain-lain. potensi untuk belajar ilmu pasti. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). 2.

intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. Tempo dan ritme perkembangan. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. pendidikan dan sebagainya. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. B. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. 4. pembawaan jenis. e. seperti sikap badan. ras Mongolia. d. merupakan pengalamanpengalaman. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. air muka. masing-masing mempybai pembawaan watak. antara lain ialah: a. f. sikap berjalan. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. c. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain.ras Indo Jerman. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. ras Negro dan lain-lain. Tipe-tipe perhatian. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif. intelegnsi. cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). alam sekitar. 3. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. gerakan bicara. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. Pembawaan ras. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. b. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan.

Yaitu lingkungan yang berupa alam. keadaan musim. dan sebagainya. yaitu merupakan lingkungan mayarakat. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Ligkungan sosial. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. misalnya keadaan tanah. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. 2. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. . b. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial sekunder. yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a.kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Lingkungan sosial primer. penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Lingkungan fisik. Tidak demikian halnya dengan pendidikan.

Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Rineka Cipta. Pertemuan ke 3 1. (Walgito. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. Whittaker (Djamarah. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. . Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. c. Menurut james O. Bimo.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik. Psikologi Belajar. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Syaiful Bahri . b.

Rineka Cipta. Rineka Cipta. Rineka Cipta. 6. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Syaiful Bahri. Winkel. bukan hanya . and which is not simply ascribable to process a groeth. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Drs. Howard L. pemahaman. Syaiful Bahri. wich persists over a period time. 1999) hal 22. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Robert M. (Djamarah. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. Syaiful Bahri . Psikologi Belajar. nilai dan sikap. Rineka Cipta. Gagne (Djamarah. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Cronchbach (Djamarah. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Syaiful Bahri. afektif dan psikomotor. 3. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. kebiasaan dan tingkah laku 8. R. Psikologi Belajar. ketrampilan. Kingskey (Djamarah. Psikologi Belajar. 7. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.2. Syaiful Bahri. 5. Slameto (Djamarah. ketrampilan. Psikologi Belajar. 4. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus.

Crow and Alice Crow (WWW. maupun nilai dan sikap (afektif).disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Google. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. 4. I. penyakit atau pengaruh obat-obatan. 2. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. pengetahuan dan sikap. knowledge and attitudes. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Lester D. keterampilan (psikomotorik). 11. . Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. tidak karena kelelahan. 3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha.com) Belajar adalah acuquisition of habits. 10.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Google.

Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. 7. Gagne Manusia memilki beragam potensi.3. Belajar stimulus respon. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.3. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.dalam konteks inilah signal learning terjadi. karakter. 5. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Belajar merantaikan (chaining). . Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia.A Menurut Robert M. I. 3. Belajar isyarat (signal learning). Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. 6. 8. Untuk mengisi waktu luang. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. dan kebutuhan dalam belajar. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Menurut Gagne. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. 4. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. 2.

sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan . Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. 5. kubus. seperti kotak kardus. 7. Membuat prosedur dari praktek kayu. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu.Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. 4. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Belajar membedakan (discrimination). Belajar asosiasi verbal (verbal Association). (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar konsep (concept learning). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 6. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. Belajar dalil (rule learning). dsb.

kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. 5. Selain delapan jenis belajar. 4. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). . 3. angka. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. mengingat dan berfikir. 2. Kelima hal tersebut adalah : 1.B Menurut Bloom Benyamin S. I. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. kata atau gambar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Pemahaman (Comprehension). termasuk dengan cara menggambar.3. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar.

Penilaian (valuing). Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Van Parreren) 1. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Belajar arti kata-kata. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Belajar Kognitif. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Memadukan (Synthesis). De Block. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. 3. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Karakterisasi (characterization) 3.3. Pengorganisasian (organization). gagasan. Penilaian (Evaluation). minat. Affective Domain (Kawasan afektif). Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan. sikap. Gagne. . sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. 2.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). seperti perasaan. C. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. 2. Belajar Menghafal. Robert M. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending).C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. Sambutan (responding).

Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. yang dikemukakan oleh Gagne. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 6. Belajar Kaidah. Dalam belajar ini. 4. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. 5. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. . dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan.sesuai dengan materi yang asli. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. diuji. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. Belajar Teoritis. 7. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Belajar Konsep. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. Belajar Berpikir.

. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja.Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Merumuskan masalah. 3. Learning to know. dengan memahami orang lain. Menurut Dewey. Menguji hipotesis-hipotesis itu. 2000 ) : 1. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Kesadaran akan adanya masalah. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. 1. Learning to be. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Suhaenah Suparno. Learning to live together. budayanya. sejarahnya. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.3. Menerima hipotesis yang benar. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. 4. Learning to do. 2.

I. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. 1. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. I.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. Belajar. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. 2. 1. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.4. Gagne dan Briggs (1979:3).4.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan .Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. merupakan upaya sadar dan disengaja 2.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Duffy dan Roehler (1989).

Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.S. proses maupun hasilnya 1.6 PEMBELAJARAN. PENGAJARAN. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. pelaksanaannya terkendali. (Dariyanto S. PEMELAJAR. peringatan (tentang pengalaman. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel.1991) Pengajaran adalah proses. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru . cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. waktu. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. perbuatan. segala sesuatu mengenai mengajar. Kamus Bahasa Indonesia. baik isinya. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa.4. 1997). peristiwa yang dialami atau dilihatnya).

Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. 9. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. . 5. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. 8. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. 2. 4. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. 7. 6. sebagai berikut : 1. akan membantu siswa.1. 3.

aneh. 11. kontradiksi. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. atau kompleks. 5. Dalam buku Condition of Learning. 4. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. 12. sebagai berikut: 1. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.10. 2. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. efisien. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. Dengan persiapan. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. . Belajar akan lebih cepat.

siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. 9.6. A. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Sebaliknya. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. 8. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . 1. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. 7. yaitu factor internal dan factor eksternal . kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Pertama. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. . keadaan tonus jasmani.

– kecerdasan /intelegensia siswa . dan mengantuk. Selama proses belajar berlangsung. karena ada gairah untuk belajar. istirahat yang cukup dan sehat. sehingga tidak Kedua. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. c. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. lesu . minat. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. motifasi .kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. dan lain sebagainya. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. b. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. terutama panca indra. Oleh lkarena itu. mengonsumsi makanan yang bergizi . Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. dalam proses belajar . sikap dan bakat. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. 2.

kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. semakin rendah tingkat intelegensi individu. Dengan dmikian. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Sebaliknya. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. seperti guru. perlu bimbingan belajar dari orang lain. orang tua. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. Oleh karena itu. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. dan lain sebagainya. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002).Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional.

E. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. 1994). Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69.Dari table tersebut. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. B. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. imbisil. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. yaitu: A. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. Motivasi juga . Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. mendorong. G. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. superior. memberikan arah. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. F. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. D. rata-rata. atau mungkin malah lemah mental. idiot. C. amat superior.

motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. tata tertib. b. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. saudara. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. c. guru. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Seperti pujian. d.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Arden N. dan lain sebaginya. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. teladan guru. misalkan orang tua. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Minat Secara sederhana. Frandsen (Hayinah. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). Menurut Reber (Syah. orangtua. atau teman-teman. danlain sebagainya. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. 1992). Dalam proses belajar. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. peraturan. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. dan lain-lain. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca.diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap . Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua.

dalam konteks belajar di kelas. Kedua. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. peristiwa dan sebaginya. sabar. 2003). seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. dan kebutuhan. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Dengan profesionalitas. orang. pemilihan jurusan atau bidang studi.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. pelajaran.berbagai factor internal lainnya. Dalam hal ini. Oleh karena itu. dan tulus kepada muridnya. afektif. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. seperti pemusatan perhatian. keingintahuan. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . baik secara positif maupun negative (Syah. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. Anatara lain. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. moativasi. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. atau lingkungan sekitarnya. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. pertama. Sikap Dalam proses belajar. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. banyak cara yang bisa digunakan. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. Namun lepas dari kepopulerannya. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. baik dari bentuk buku materi.

Secara umum. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri.ikut mengembangkan. Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil.dalam hal ini. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. Karena itu. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. anatara lain dengan mendukung. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang.tidak menjemukan. orangtua. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. Dengan demikian. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. . 2003). Misalnya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. b. Berkaitan dengan belajar. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar.maka para pendidik.

2) Lingkungan non social. seperti ggggggguru. administrasi. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. Lingkungan social keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. proses belajar siswa akan terlambat. a. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya.1) a. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. demografi keluarga (letak rumah). tidak panas dan tidak dingin. Sebaliknya. . Ketegangan keluarga. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. seperti kondisi udara yang segar. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. orangtua. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan social massyarakat. suasana yang sejuk dantenang. anak. atau tidak terlalu lemah/gelap. Lingkungan siswa yang kumuh. sifat-sifat orangtua. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. b. kakak. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. c. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. pengelolaankeluarga. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Lingkungan alamiah. diskusi. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. Hubungan anatara anggota keluarga.

maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. bakat. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. alat-alat belajar. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. c. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat.Respons. Kedua. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa.fasilitas belajar.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. Factor instrumental. diantaranya Law of Effect. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. seperti kurikulum sekolah. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Pertama. Sebaliknya. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. Karena itu. Dengan kata lain. hardware. TEORI-TEORI BELAJAR A. silabi dan lain sebagainya. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. lapangan olah raga dan lain sebagainya. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah.b. bukupanduan. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. diantaranya : 1. peraturan-peraturan sekolah. software. seperti gedung sekolah. . semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons.

• Law of Readiness. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. 3. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. maka kekuatannya akan menurun. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. 2.F. • Law of Exercise. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. Respons dalam . • Reber (Muhibin Syah.F. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Operant Conditioning menurut B. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.

Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. 4. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Melalui pemberian reward dan punishment. (3) concrete operational dan (4) formal operational. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). B. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method).operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. (2) pre operational.

which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. 7. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. C. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. 9. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6.pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Di dalam kelas. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. 8. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. 10. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri . Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik.

(7) perlakuan dan (8) umpan balik. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). 9. D. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (4) penyimpanan. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. 10. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. 11. dan . 8. Kesederhanaan (simplicity). Kesamaan (similarity). ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. (2) pemahaman. (3) pemerolehan. (1) motivasi. Arah bersama (common direction). Menurut Koffka dan Kohler. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. potongan. (6) generalisasi. Kedekatan (proxmity). penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. (5) ingatan kembali. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6. Pengalaman tilikan (insight). Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. pisces. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Misalnya. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Berlari. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Contoh lain. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. seperti : sagitarius. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. 7. adanya penamaan kumpulan bintang. yaitu: 5. mengikuti kuliah. (lingkungan behavioral). Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Dalam proses pembelajaran. virgo. Misalnya. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). berjalan. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. 6. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. hendaknya peserta didik memiliki . 8. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku.12.

Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Perilaku bertujuan (pusposive behavior).kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. . Oleh karena itu. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. 10. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. 8. Prinsip ruang hidup (life space). guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. 9. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. 7. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Transfer dalam Belajar. Menurut pandangan Gestalt. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu. bahwa perilaku terarah pada tujuan.

melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.0.90. berpikir secara rasional. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir.Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.40 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. Oleh karena itu. dan hanya 0. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti.50. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. berpikir secara rasional. Sedangkan di antara 2 anak kembar. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. sekitar 0.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi.10 . IQ mereka berkorelasi sekitar 0. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.

Selain gizi. Alfred Binet dan Theodor Simon. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Lewis Terman. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Dengan demikian. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ.yang dikonsumsi. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. maka akan diperoleh skor 1. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. tidak terjadi perkembangan lagi. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon.

Inteligensi dan Bakat. Dalam kemampuan yang umum ini. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Seorang tokoh dalam bidang ini. Di samping alat-alat tes di atas.Stern. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Inteligensi dan Kreativitas . kecakapan.

Namun semakin tinggi skor IQ. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Sebaliknya. J. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. P. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Tetapi lebih tinggi lagi. Sampai pada skor IQ tertentu. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. . tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Meskipun demikian. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi.

.

kearah perasaan dan emosi.1999. fakta. bersifat non verbal.intuitif. menulis. (Bobbi De Potter. © 1993-2005 Microsoft Corporation. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). membaca. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. In nearly all right-handed and many left-handed people. © Microsoft Corporation. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. kreativitas. berdasar realitas. dan simbolis. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. visualisasi. holistik. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. All rights reserved. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. pola. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. musik. menempatkan detail. tidak teratus. 37 – 38) . pengenalan bentuk. All Rights Reserved. kepekaan warna. the left hemisphere is dominant. Microsoft ® Encarta ® 2006. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak.

persepsi. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. menyimpan dan menimbulkan kembali. Memori yang disimpan . 1999. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. emosi dan sosial. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. fisiologi. 1999. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Pada proses penyimpanan. lingkungan. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. yaitu: memberi kode/sandi.Kedua belahan otak penting artinya . recognition dan rekonstruksi inferensial. yaitu: recall.

Secara sederhana.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. akronim. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu.rekreasi mental. kurang tidur dan sakit. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. Seseorang yang dalam kondisi lelah. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Pembentukan memori secara biologi. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. mengaktifkan retrieval cues. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. yaitu pada usia 10-14 tahun. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia.

Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery).kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Pertemuan ke 7 EMOSI . Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Jadi.

ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. . Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. gembira. sedih dan senang. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. akan semakin baik.benci. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. marah. Selain itu. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. kagum dan sebagainya.Emosi adalah suatu kondisi biologi. takut dan sebagainya. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. diantaranya adalah sedih. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. diantaranya adalah cinta. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. Fungsi Emosi. namun keduanya dapat dibedakan. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. sayang. adanya perubahan aspek jasmaniah. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. marah. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. teori periferal dan teori kepribadian.

6. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. jauhkanlah emosi negative. Berorientasi kepada kenyataan. 2. 3. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5. Teori sentral .1. 8. Menurut teori ini. 7. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. marah pada waktu yang tepat. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. Pengaruh Emosi pada Belajar . mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. Teori Kepribadian Menurut teori ini. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.perubahan dalam kejasmanian.Linchoten. Teori Periferal Menurut teori ini. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan.

Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. Jika siswa mengalami emosi positif. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. . diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Meskipun IQ tinggi. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ.

yg semacam "perasaan". 6. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. . e. Personality & Habits (kebiasaan). Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. f. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. yang untuk membuka. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Psikologi Gestalt. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. berpikir ada tiga macam yaitu: 4.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Aliran Behaviorisme. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. Self-image. Psikologi asosiasi. Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. 5. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Ruch. yaitu : d. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Menurut Khodijah (2006).

proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. . sebagai berikut : 1. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. 6. 3. Mengabstrasikan. 6. b.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. 5. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. c. 5. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. 2. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. mana yang tidak sama. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis.

.REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .perkembangan .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. masyarakat dan konsuler. memori dan pola berpikir anak .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . guru . Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.ingatan. Orang tua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful