Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

perangkat komputer. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. Cara memberikan nilai misalnya. kepemimpinan. 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. langkah pelaksanaan mengajar. . Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid. II. meliputi. III. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. Langkah sebelum mengajar. menentukan tujuan pengajaran. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. tepat tidaknya tujuan pengajaran. Langkah pelaksanaan mengajar. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. Langkah ini meliputi komunikasi. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. melainkan dengan peran guru sebagai motivator. tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. yaitu langkah sebelum mengajar. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. dan langkah sesudah mengajar.

Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif. pengganti orang tua. Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya.3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. organisasi pelajarn. sumber kasih saying dan pemberi semangat. 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. teman dan orang kepercayaan. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan . Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). Sebagai contoh. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. menghadiri rapat. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model.menyiapkan ujian. detektif. pelerai kecemasan. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual.. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru. guru diharapkan menjadi wasit. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. Tetapi dalam banyak hal yang lain. seperti supervisi.

Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. Tetapi secara fundamental. kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. kadang-kadang tidak. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. Kadang-kadang lancar. IV. . KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. V.masalah. besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi. Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. Emosi yang tidak stabil. Setiap individu memang tidak ada yang sama. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental). maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya. kadang-kadang terasa amat sulit. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja.

Sedangka ekstrim adalah sering membolos.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. VI. Pertama sebab yang bersifat fisik. Penyimpangan perilaku yang sederhana. disebabkan oleh dua hal. . Kedua Faktor Sekolah. Buku Komik. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. Surat Kabar Majalah. 4) dll. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. teman bergaul. berpura-pura dusta. Faktor external. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh. memeras teman. tidak sopan. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. yaitu TV. Karena itu. misalnya mengantuk. lingkungan tetangga. terlambat datang. yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. VII. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. suka menyendiri. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. aktivitas dalam masyarakat. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. disebabkan oleh tiga hal. Pertama Faktor Keluarga. Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal.

R. 1994 Kartono. keIX. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. Falsafah Pendidikan. bingung. Gramedia Grafindo Persada. Jakarta. Raja Grafindo Persada.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . P. Pemimpin dan Kepemimpinan. Mitra Utama. langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. Jakarta. misalnya mudah tersinggung. Raja Grafindo Persada. PT. Nana. DAFTAR BACAAN Feinberg. Sondang. Endar. murung. 5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. cemberut. 1997 Siagian. pemarah. VIII. Jakarta. 1991 Suryabrata. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. PT. ke-VIII. Jakarta. Manajemen Sumber Daya Manusia. Mortimer. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. 1993 Sugiarto. Bumi Aksara. Pustaka Setia. 1998 Prasetya. cet. Turman Sirait. Kartini. cet. Jakarta. alih bahasa R. Sumadi. Psikologi Pendidikan. Psikologi Manajemen. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. kurang gembira. 1990 Sudjana. Jakarta. Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. Jakarta. PT. dkk. selalu sedih.

Akan tetapi. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. fisik. pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. Sebagai orang tua. sosio emosional. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. Sebagai contoh. Karena itu. apa yang kita perbuat. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). Karena bagaimana pun.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. Contoh sederhana. anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. Bahkan bukan sebagai beban. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. atau dari guru kepada muridnya. pertanyaan. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian. Selain itu. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. dan daya cipta). hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. bahasa. baik di rumah maupun di sekolah. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. apa yang didengar. maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan. . Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. daya pikir. Apa yang kita ucapkan. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. Sebagai contoh. Karena bagaimanapun. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga. dan lain sebagainya. dan apa yang dialaminya. Namun tidak bisa dipungkiri. apakah itu keluhan. Namun lebih jauh. Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini.

dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill. Dengan adanya pembelajaran life skill pula. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan. maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa. karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. Dengan demikian. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). Padahal. Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. bahkan lebih jauh lagi.seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. Selain itu. maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu. secara tidak langsung kecerdasan majemuk . anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. Setelah itu. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak. Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. termasuk didalamnya berpikir kreatif.

perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. sangat potensial untuk berkembang." kata Direktur PAUD Ditjen PLS. Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini.5 juta anak. sebetulnya banyak sekali. Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak. kecerdasan musikal (music intellegence). Muslimat NU. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17. Sebagai contoh. dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan.3 juta anak. Aisiyah. terdapat 9.668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. Oleh karena itu. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Maret lalu. Gutama.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun. Selanjutnya. Estimasinya. Selain itu. misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan.4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. kecerdasan antarpersonal (people intellegence).5 persen atau menjadi 11 juta anak. Diposkan oleh Vie di 04. Saat ini. Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya. maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. 73 persen atau sekitar 20. Karena bagaimanapun. Dengan demikian.yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik. dengan bekal life skill. Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. berupa 635 Tempat . namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. misalnya. dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. kecerdasan intrapersonal (self intellegence). Dengan bekal life skill. Depdiknas. sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca. karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja. Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions). Sedang sekitar 7. akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). kecerdasan linguistik (lingistic intellegence). Beragam upaya telah dilakukan pemerintah. dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence).

Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama. Bina Keluarga Balita (BKB). 4 juta anak yang harus ditangani. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. menurut saya sangat kaku. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja. Bila hal ini dipegang." ujarnya. mengayomi.Penitipan Anak (TPA). diancam. Seto Mulyadi. dan 1.14 0 komentar . hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. dan mampu memberikan penghargaan pada anak. Setiap ibu." ujarnya. maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. Sedang menurut Kak Seto. ini keliru besar. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. terutama ibu. kata dia. kata dia." ujar pengamat pendidikan. tapi sejak dari buaian. 7. pada usia yang sangat dini. melempar.784 kelompok bermain. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak. dipaksa. "Saya temukan sebuah hadis. itu sudah belajar banyak. gedung. anak dituntut berpikir abstrak." ujarnya. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya.'' ujarnya menambahkan. Diposkan oleh Vie di 04. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. kata Gutama. begitu ia kerap disapa. Padahal. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun. bila melihat angka 20. tapi diarahkan ke yang positif. sebesar Rp 109 miliar. dan lembaga kewanitaan. jangan dimarahi. sedang terbentuk berbagai potensi anak. "Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. ''Jadi. Menurut Suzuki. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. ibu itu ibarat sebuah sekolah. kata Nibras. Sinichi Suzuki." ujar Kak Seto. atau dimarahi. "Al ummu madrasatun. "Walaupun dia salah. adalah guru dan pengayom atau pelindung. Ibu. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini. memberikan rasa aman pada anak. berteriak. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. kalau kita mengajarkan matematika. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis. selama seorang perempuan hamil. Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. mengajarkan moral. seorang anak tidak boleh dipukul." ujarnya. Sementara itu. Nibras OR Salim. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang." jelasnya. Kalau itu dipersiapkan. bahkan dalam kandungan. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif." tambahnya. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. Sekolah tidak harus di ruang.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu.

dari Wisma Musik Stesa. menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. Nada. Namun. dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. Mark Tramo. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. . keterampilan sensor motorik. Braga Music School. Sedang Luana Marpanda. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru. dan lain sebagainya. Sementara Dr. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. sampai meningkatkan kemampuan logika. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun. meski tanpa label nama. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran. apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. "Dorongan orang tua. Leo Music. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard. Lembaga musik itu antara lain. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik." ucap Luana. Di Bandung. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Elfa's Music School. meningkatkan kecerdasan. punya bakat kuat di dunia musik. Harmoni. Disebutkan Deborah K. Kebanyakan les musik itu. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Purwatjaraka Music Studio. Melodia. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. menstabilkan emosi.D. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. Vence Music Studio. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. Setelah lahir dan tumbuh. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik. menuntut kerja keras dari pengajarnya. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. Stesa. Dari yang meningkatkan kepekaan. karakter anak-anak yang moody. Georama. Namun demikian dalam tahun pertama. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Ia mengatakan. pengajar di Sekolah Musik Nada." ujar Deborah. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. Jika fase ini berhasil dilewati. Dee Joy Coulter. M. Setelah para ibu menyadari hal itu. Yang privat. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik.

pengajar privat piano klasik. dan guru musik sekaligus. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup. Seperti kata Stephen. Italia. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun. Berkembangnya industri musik. telinga sudah lebih peka. guru TK. Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. Seperti yang dituturkan Stephen. Jadi. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. Purnawarman Bandung. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. Jln. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang . "Kalau usia di bawah itu. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. dan keyboard di Braga Music.Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. Namun. Meskipun memang." tutur Luana. seorang psikiater dari Harvard (Kanner. kita jadi seperti baby sitter." ucapnya sambil tersenyum. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar. organ. Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik. Menurut Stephen. pengajar piano. membuat les musik berkembang. menurut Reza Noor.07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. saat pindah ke aliran lain. Menurutnya. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan.

dimana mereka bisa berbagi emosi. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. seperti roda sepeda yang diputar-putar. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. baru naik ketempat tidur. perilaku dan minatnya sangat terbatas. menggosokkan kaki dikeset. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. sikat gigi. dan interes bersama. menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- . • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. atau samasekali tidak berkembang. pakai piyama. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. 2. maupun postur dan gerak tubuh.relatif msh baru. menunjukkan ekspresi fasial. • Ketidak mampuan untuk berempati. untuk berinteraksi secara layak. 3. biasanya permainannya kurang variatif. yang bisa dilakukannya berjam-jam. Perilaku : aktivitas. aktivitas. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. seperti misalnya mengepakngepak lengan. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. di desa atau dikota. untuk membaca emosi orang lain. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis.

Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. lebih dari orang lainnya. bakat analitik. Bila diamati secara cermat.03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret. tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka. Dengan demikian. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. Sementara bagi sang anak sendiri. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata.rabanya. kreatif dan cakap . yakni bakat dalam kemampuan intuitif.Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). Episentrum. Kedua. suara-suara tertentu. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu.com Diposkan oleh Vie di 04. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru. Berdasarkan teori Triarchic. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. S. Oleh karenanya. bakat sintetik. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. setiap manusia memiliki ciri. (3) memiliki kreativitas yang tinggi.

Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. Selanjutnya. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. Sehubungan dengan itu. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. memiliki titi nada yang sempurna. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. Disamping itu. papan. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. mudah mengingat dan memproduksi melodi. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. meninat terhadap buku dan membaca lebih dini.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. bersikap adil/netral. pangan. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. menyukai buku bacaan orang dewasa. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. menyukai aktivitas musikal. Oleh karena itu menurut Stenberg. senang bereksperimen dan penuh imajinasi. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. Ketiga. dan sebagainya. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. berdasarkan hasil penelitian Terman. Ketiga. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. bakat praktis. Keempat. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. diterima oleh mayoritas. ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama. Sementara bagi orangtua. Kedua. . banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan. Menurut Virgil Ward. dan sebagainya. cepat memahami hubungan sebab akibat. mampu berpikir dengan banyak cara. memiliki tenggang rasa.

blogspot. menulis.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita. Diposkan oleh Vie di 04. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus. 3. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat.pendidikan.html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. kesehatan. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh. mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat.com/2010_01_01 _archive. dll) maupun psikis (kenyamanan. Mereka dapat dididik dan belajar membaca. Itu artinya. Berdasarkan hasil tes kecerdasan. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas. yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata. anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak .Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang. ketenangan.

bahkan juga Iingkungannya. akan menimbulkan masalah pad a dirinya.130 sering disebut sebagai anak cerdas.'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan). Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 . seperti matematika. Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler.Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ). 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa). perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas.60 persen. untuk mencapai hasil yang optimal. c. Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. fisika. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . merupakan bagian yang paling besar jumlahnya. diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. di samping kesabaran guru. Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. sekitar 45 . dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya.90. Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar. dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. 1995). Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. kimia. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra). dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. Ornstein dan Levine . kelainan pendengaran (tunarungu). superior atau anak berbakat. Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal. kelainan wicara (tunawicara).

mengelola. mandiri.kekuasaan (menguasai . berkuasa. Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. menang. ialah kebutuhan fisiologis. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. perhatian. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. Penguasaan . Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. dan sebagainya. manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. 8. makan dan minum. dianggap sebagai pribadi yang unik. kepercayaan. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. ialah kebutuhan 1.(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. belajar mengerti. 10. 11. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. 5. mempengaruhi orang lain. Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional. menghindari perbedaan. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka. tidak dianggap sama. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. 4. dorongan dan bantuan dari orang lain. 4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. d. memerintah. mengatasi hambatan. 7. perlindungan. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. saudara. mencapai. kebutuhan akan rasa aman. menerima. kebutuhan untuk diakui. 3. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. mendukung atau menyetujui. keputusan sendiri. mengatasi masalah. memimpin. berformasi 12. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. seperti oksigen.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. 6. dikenal. dibedakan dari yang lain. . hormat. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. menghindari kritik. kesalahan dan hukuman. teman. tidak menolak dirinya. Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. dihargai. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas. 2. 9. kebutuhan untuk dihargai.

25% taraf sedang dan 52% taraf kurang. dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. Oi samping itu. dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. Menurut teori trsebut. sehingga berprestasi belajar yang rendah. keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. tahap preoperasional (2-7 tahun). maka kesulitan individu dapat dikurangi. 9% mengalami kesulitan belajar membaca. Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun). tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah. Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. e. Namun. 1989). tahap operasional kongkrit (7-11 tahun). Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil. bayi dan anak. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. 1985). proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. . sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997. maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. Oengan menggunakan instrumen khusus. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. Atau sebaliknya. ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar.Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya. angka sakit diare. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya.

Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991. 10. 9. maka diperlukan program layanan secara terpadu.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal. Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2.Guru harus menyiapkan materi.Sejalan dengan temuan di atas.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak). h. Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. 3.Peran Guru di Sekolah: a.2% gangguan memori auditorik.Dalam sistem evaluasi. 1991).Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi. Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1. . 2. g. 4.Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya. maupun orangtua di rumah. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya. Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. ditemukan 26. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah. E.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain.5% hiperaktif. harus selalu disampaikan kepada orangtua. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung).6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono. 11 % gangguan tunggal disfasia. d. 8. guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. 18. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik. dan sisanya (4. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa).Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi. dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. baik dari guru di sekolah.Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah. ' 6. 3.7% gangguan pemusatan perhatian. f. 5. c. e. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru.

orang itu mengalami kegagalan. tidak terkuasai. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. sulit bergaul. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. rewel. terlalu kritis. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Karena sifat-sifat di atas. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki . 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. cenderung menarik diri. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Masih menurut Goleman. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Kondisi sebaliknya. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. Emosinya yang tidak berkembang. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri.sumber: http://www. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. mudah frustrasi. Maka. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. tidak mudah percaya kepada orang lain. karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya.scribd. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. memperkuat diri. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. sukses dalam belajar dan bekerja. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu.

Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang. sastra. Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita.wordpress. keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi).kecerdasan emosional yang tinggi. Sumber: http://ilmupsikologi. Sumber: http://ekky-psikologi08. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat . Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan. Menurut pendekatan yang lebih inklusif. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1. kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua.blogspot.com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial. sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik. tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan. 3. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras. Namun untuk berprestasi tinggi. keuletan serta latihan.

Ms. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang. Selama 6 hari. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. Setiap anak adalah unik. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong). yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) .Agnes | July 10. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli. melakukan tanya jawab. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. peserta menyimak uraian dari nara sumber. Sugianto Psi. Jepang. Jadi setiap anak memang terlahir unik. Waldi Nurhamzah SpA. dan juga ibu Dr. Belanda. serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula. Namun. di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta. Kali ini. permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam.. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal.drg. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya.. Dalam makalahnya. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. kreativitas yang tinggi. Malaysia dan Australia. Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. . Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta. dr. 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat. Jerman. WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. Singapura. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). Julia VanTiel. Myanmar. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). Hongkong. calon ibu dan wanita umumnya. Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu.

pedagog. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. Sesuai dengan . Deteksi dini sangat penting. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. Melanjutkan pendapat dokter Waldi. �Konsekuensinya. Tapi tentu saja.Sugianto Psi. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik.� Tutur dokter Waldi menjelaskan. dan lingkungan. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat. Lantas. maupun gangguan mental. tidak percaya diri. mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya . memiliki rasa takut yang hebat.� Paparnya dalam makalahnya. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak. wawancara dan tes untuk seorang anak. Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi. apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R. Biasanya akan dilakukan observasi. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater. marah. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. dokter. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat.sekolah. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. keras kepala. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar. apalagi di Indonesia. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar. Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya. maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi. Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. dan sangat perfeksionis. kondisinya memang cukup membingungkan. dan pendalaman. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah). Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar. Di Amerika. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua.namanya. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat. Mengenai bakat serta minat anak ini. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. Penanganan �Bila anak saya (usia 3. maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah). Ternyata anak usia 3. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. agar bisa lebih luwes mengasuhnya. ibu Julia menekankan. namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat. . serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak.

tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel . Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot. seperti olahraga. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik.(Agnes Tri Harjaningrum. Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. selalu berusaha dan tentu saja berdoa. apalagi di Indonesia. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ). bermain. orientasi ruang. Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat. menulis. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. d.ismailfahmi.Penanganan anak berbakat memang cukup rumit. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. b. Ototnya sendiri sebenarnya normal. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . ibu 2 orang anak. c. posisi tubuh mudah jatuh. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a. Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. dan sebagainya. gerakannya sering tersentak-sentak. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai. Tetapi dengan memahami keunikannya.org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ). malakukan mobilitas.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya. Dokter.

Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20. kelopak mata merah. Ciri fisik.mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a.. sering berkedip. seperti : membaca terlalu dekat. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa. 4. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. seperti : mata juling. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. Ciri perilaku. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi.5 % Efisiensi = 48. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri. menyipitkan mata. Koordinasi gerakan kaki. tangan. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20.0 % belum diktegorikan sebagai buta.0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. berjalan tidak normal. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1. b. menunjukkan tidak terkontrol. e. 2. menunjukkan ketidaknormalan. 345. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. mata selalu beair. mata tidak normal. Banyak gerakan yang tidak terkontrol. a. d. b.9 % Efisiensi = 20. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan.0 % atau lebih kecil.5 % Efisiensi = 64.perilaku maupun keluhan.gerakan mata takberaturan (goyang). membaca banyak yang 10 . mata infeksi. c.

seperti : merasa sakit kepala. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan. Tetapi. sosial. loop. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer).cepat lelah ketika membaca/menulis. bentuk daun telinga tidak normal. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh. antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. benda terlihat seperti dua buah. dan sebagainya. e) Berat = 71-90 db. berjalan sering menabrak benda di depannya. psikologis. sering mengeluh atau gatal di lubang telinga. Ciri keluhan. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. f) Berat sekali = 91 db ke atas. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille.terlewati. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db. seing mengusap mata. 1. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. d) Sedang = 56-70 db. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. c) Ringan = 41-55 db. mendongakkan kepala. seperti doketer mata. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. Jika gangguan cukup ringan. dsb. a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK . atau memperbesar huruf. Ciri-ciri tersebut. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. baik secara medis. sering menggerakan kepala ketika membaca. mata sering terasa gatal. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal. c. salah menyalin dalamjarak dekat. maupun pendidikan.

b) Anak dengan gangguan pendengaran. urutan kegiatan). Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam. menonton dan berulang. Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. 6) Sering memutar. kipas angin. 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar. tetapi karena kondisinya tersebut. jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. merusak). aneh tanpa 11 tujuan. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. 3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. atau sebaliknya). . 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai. ngompol atau ngebrok. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. Rangkuman 1. 2. 13) Sering sulit tidur. membanting dan membariskan benda. 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. sekurang. 5) Gerakan/aktivitas kaku. 11) Kadangkala agresif (menyerang.

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

seperti: Persepsi. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. dan emosi. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. proses belajar. kemampuan memori. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. atensi. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. misalnya. walaupun demikian. 1. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. sosialisasi. atau sebaliknya. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. kemampuan bahasa dan emosi.

Sedangakan Hurlock E. membimbing mereka maju. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. dari lahir sampai mati (Chaplin C. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan . Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah.B. dan bukan mundur.• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya.. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1.P.1989:134).

Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr).sosial) yang saling mempengaruhi. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. kemasakan. atau 1. emosional. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. 5. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. 2. dan belajar. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. dengan semua aspek-aspek(fisik. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. 4. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . 1. lingkungan menentukan arah perkembangan. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. 2.kognitif. sosial berhubungan .belajar. 3. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. Perkembangan Melibatkan Perubahan . Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.

yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. 4. 6. baik fisik maupun perkembangan. pengalaman. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. masa puber. dan Belajar 2. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . dan psikologi. masas noenatus.Tujuan perubahan perkembangan. 9. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. masa 8. Terdapat periode perkembangan. perkembangan terjadi secara berkesinambung. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. yang disebut periode pralahir. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. masa kanak-kanak awal. 10. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. 5. . Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. 7. akhir masa kanak-kanak. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan.dan terdapat korelasidalam berkembang. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang.

pengertian moral. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Masa Remaja 1. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. Mengembangkan hati nurani. berhitung 6. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Belajar berjalan 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . Mencapai kebebasan pribadi 2. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. 2. Belajar membedakan benar dan salah. Mencapai peran sosial pria. dan tata dan tingkatan nilai.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. dan wanita 3. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. menulis. Belajar memakan makanan padat 2. 8. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Belajar berbicara 4.

Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mengasuh anak 6. Memilih pasangan 3. Mulai bekrja 2.4. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Belajar hidup dengan tunangan 4. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mengelola rumah tangga 7. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mulai membina keluarga 5. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7.

Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Cacat tubuh 6. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Kesehatan yang buruk 5. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Motivasi 4. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Sejak tahap perkembangan masa bayi. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Pembagian . Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Tingkat perkembangan yang normal 2. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1.3. Tidak ada motivasi 4. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6.

kelahiran sampai minggu kedua 3. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. ahli biologi. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Masa pubertas. masa sebelum kelahiran 2. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. dua sampai enam tahun 5. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Masa bayi. Akhir masa kanak-kanak. Awal masa dewasa.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. Periode Pranatal. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Masa remaja. Awal masa kanak-kanak. Usia pertengahan.ukuran kronologis ini: 1. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Masa tua atau usia lanjut. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Bayi.

1990: 14) b. M. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Ngalim. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Ngalim. (Purwanto. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. seorang padagang. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. M. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. . seorang ahli hukum. Menurut Nativisme. Dalam pendidikan. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil.Ngalim. M.a. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. 1990: 14) c. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. (Purwanto. (Purwanto. entah yang mana. dapat saya jadikan dokter. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. dan yang sebaliknya. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan.

Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. Ngalim. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. (Purwanto. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. M. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. 1990: 16) A. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. a. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan.Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu . Tapi dari penyelidikan. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat.

Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. . untuk menggambar. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. 3. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. intelegensi yang baik dan lain-lain. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. pembawaan untuk bahasa. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. berbada tinggi atau pendek. b. lincah atau pendiam. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). potensi untuk belajar ilmu pasti. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). potensi berkata-kata. bermata lebar atau sipit. periang. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. Masa perkembangan manusia begitu lama. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. 2.

inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. intelegnsi. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. Pembawaan ras. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. yaitu jenis manusia. M. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. b. Seperti ras Indo Jerman. Sebaliknya. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. 4.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. antara lain ialah: a. Ngalim. pembawaan jenis. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. air muka. (Purwanto. sikap berjalan. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. masing-masing mempybai pembawaan watak. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. intelegensinya. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. 2. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. ras Negro dan lain-lain. anggota-anggota tubuhnya. . Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. seperti sikap badan. 3. gerakan bicara. ras Mongolia. Bentuk badannya.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. ketrampilan. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Google. 7. 1999) hal 22. and which is not simply ascribable to process a groeth. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). kebiasaan dan tingkah laku 8. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. R. maupun nilai dan sikap (afektif). Crow and Alice Crow (WWW. Psikologi Belajar.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. pengetahuan dan sikap. Rineka Cipta. 2. keterampilan (psikomotorik).com) Belajar adalah acuquisition of habits. Lester D. 10. afektif dan psikomotor. 11. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. knowledge and attitudes. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. wich persists over a period time. I. Google. Gagne (Djamarah.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. . Syaiful Bahri. Robert M. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.

3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Belajar isyarat (signal learning).dalam konteks inilah . Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. 5. Menurut Gagne.3. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. karakter. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. I. Untuk mengisi waktu luang. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 4.3. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. 7. dan kebutuhan dalam belajar. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. 6. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1.A Menurut Robert M. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. 4. 8. tidak karena kelelahan. 3.

Belajar konsep (concept learning). (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. seperti kotak kardus. Belajar stimulus respon. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. 4. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. 6. 5. . Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). kubus.signal learning terjadi. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Belajar merantaikan (chaining). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. dsb. Belajar mengklsifikasikan stimulus. 3. Belajar membedakan (discrimination). 2. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. diuji. Kesadaran akan adanya masalah. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut.3. Menurut Dewey. Merumuskan masalah. Masalah itu diperjelas dan dibatasi.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Suhaenah Suparno. Menerima hipotesis yang benar. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. 1. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. 2000 ) : 1. Learning to know.

4.4. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. . Learning to live together. I.2. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Learning to be. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. 3. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Gagne dan Briggs (1979:3). yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.4. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. budayanya. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. 2. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. sejarahnya. Duffy dan Roehler (1989). dengan memahami orang lain. 1.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. 1. Learning to do. Belajar. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.

1997). Kamus Bahasa Indonesia. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar.I. segala sesuatu mengenai mengajar.S. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4.6 PEMBELAJARAN. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. peringatan (tentang pengalaman. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. baik isinya. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. PEMELAJAR. proses maupun hasilnya 1. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar .1991) Pengajaran adalah proses. pelaksanaannya terkendali. waktu. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. PENGAJARAN.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. (Dariyanto S. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. perbuatan.

Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 2. 5. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. . sebagai berikut : 1. 4. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974).2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. 3. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. 6.

3. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. sebagai berikut: 1. 9. Dengan persiapan. atau kompleks. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 11. 10. 8.7. Belajar akan lebih cepat. . Dalam buku Condition of Learning. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 12. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. efisien. 2. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. aneh. akan membantu siswa. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. kontradiksi. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah.

6. 1. 8. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. A. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. 9. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. yaitu factor internal dan factor eksternal . Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan.4. 5. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Factor fisiologis . Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. 7.

lesu . kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. keadaan tonus jasmani. dan mengantuk. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. b. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . keadaan fungsi jasmani/fisiologis. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. istirahat yang cukup dan sehat. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. 2. Sebaliknya. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. dan lain sebagainya.Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. sehingga tidak Kedua. dalam proses belajar . Factor psikologis . c. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. karena ada gairah untuk belajar. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Pertama. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . Selama proses belajar berlangsung. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. mengonsumsi makanan yang bergizi . Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Oleh lkarena itu. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. terutama panca indra.

Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. dan lain sebagainya. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Oleh karena itu. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. sikap dan bakat. semakin rendah tingkat intelegensi individu. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. minat. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. perlu bimbingan belajar dari orang lain. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. orang tua. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). motifasi . Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. Dengan dmikian. – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Sebaliknya. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. seperti guru. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata .

atau mungkin malah lemah mental.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. amat superior. Pertemuan ke 4 . Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. yaitu: A. idiot. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. rata-rata. D. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. imbisil. E. B. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. C. F. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. superior. G.

yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. guru. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. teladan guru. atau teman-teman. Menurut Arden N. d. dan lain-lain. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. 1994). memberikan arah. Dalam proses belajar. orangtua. c. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Frandsen (Hayinah. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. Seperti pujian. Minat . Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. 1992). mendorong. dan lain sebaginya. saudara. peraturan. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. misalkan orang tua. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. tata tertib. danlain sebagainya. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). b. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin.- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa.

2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif.Secara sederhana. orang. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. peristiwa dan sebaginya. Kedua. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. moativasi. Dalam hal ini. 2003). keingintahuan. Namun lepas dari kepopulerannya. pemilihan jurusan atau bidang studi. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. banyak cara yang bisa digunakan. Sikap Dalam proses belajar. seperti pemusatan perhatian. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. pertama. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. afektif. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. Menurut Reber (Syah. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. dalam konteks belajar di kelas. dan kebutuhan. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. baik secara positif maupun negative (Syah. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. Anatara lain. atau lingkungan sekitarnya. pelajaran. Oleh karena itu.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Dengan . baik dari bentuk buku materi. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya.

dan tulus kepada muridnya. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. b. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. Factor-faktor eksogen/eksternal . siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. Misalnya. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. anatara lain dengan mendukung. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Berkaitan dengan belajar. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah.profesionalitas. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Secara umum.ikut mengembangkan.maka para pendidik.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. orangtua. 2003). dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. sabar. Karena itu. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. Dengan demikian.

b. c. Lingkungan social massyarakat. 2) Lingkungan non social. seperti kondisi udara yang segar. orangtua. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan social keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. sifat-sifat orangtua. anak. 1) a. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. seperti ggggggguru. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. kakak. administrasi. diskusi. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Ketegangan keluarga. Lingkungan siswa yang kumuh. Lingkungan social Lingkungan social sekolah.dalam hal ini. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Hubungan anatara anggota keluarga. Lingkungan alamiah. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. tidak panas dan tidak dingin. . Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. a. atau tidak terlalu lemah/gelap. pengelolaankeluarga.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa.

Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). alat-alat belajar. Pertama. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. software. seperti kurikulum sekolah. TEORI-TEORI BELAJAR A. seperti gedung sekolah. lapangan olah raga dan lain sebagainya. bukupanduan. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. dan mengabaikan aspek – aspek mental. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. hardware. diantaranya : 1. Karena itu. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. c. proses belajar siswa akan terlambat. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. silabi dan lain sebagainya. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. peraturan-peraturan sekolah. b. bakat. Sebaliknya. Factor instrumental. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. diantaranya . Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Dengan kata lain. Kedua. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam.fasilitas belajar.suasana yang sejuk dantenang.

• Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut.Respons.F. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. 2. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. 3. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. . Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).F. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat.Law of Effect. • Law of Exercise. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. • Law of Readiness. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. Sebaliknya. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. maka kekuatannya akan menurun. Operant Conditioning menurut B.

seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. 4. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Reber (Muhibin Syah. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. B. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Melalui pemberian reward dan punishment. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond).

Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. (3) concrete operational dan (4) formal operational. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. 4. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. 3. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. 2. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. C. (2) pre operational. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Di dalam kelas. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. 5. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1.

Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. 3. . Penampilan suatu obyek seperti ukuran. (3) pemerolehan. Kesamaan (similarity). Menurut Koffka dan Kohler. D. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. (4) penyimpanan. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. potongan. (2) pemahaman. (6) generalisasi. (1) motivasi. (5) ingatan kembali. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. 2. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Kedekatan (proxmity). Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.

padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. 2. dan 6. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. (lingkungan behavioral). Misalnya. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. Proses . seperti : sagitarius. 3. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. 5. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. berjalan. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral.4. mengikuti kuliah. adanya penamaan kumpulan bintang. virgo. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Contoh lain. pisces. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. yaitu: 1. Kesederhanaan (simplicity). Berlari. Arah bersama (common direction). Misalnya. 4.

4. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. 2. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Oleh karena itu. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Transfer dalam Belajar. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Oleh karena itu. Pengalaman tilikan (insight). Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Menurut pandangan Gestalt. Prinsip ruang hidup (life space). bahwa perilaku terarah pada tujuan. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. 5. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. 3. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Dalam proses pembelajaran.

dan menghadapi lingkungannya secara efektif. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.0. berpikir secara rasional. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal . inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. sekitar 0. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah.90. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. dan hanya 0. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. Sedangkan di antara 2 anak kembar.40 0. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi).20 dengan ayah dan ibu angkatnya.10 . guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.50. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. berpikir secara rasional. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Oleh karena itu. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. Oleh karena itu.

Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Alfred Binet dan Theodor Simon. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Selain gizi. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. maka akan diperoleh skor 1. Dengan demikian. tidak terjadi perkembangan lagi. .Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir.

Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. kecakapan. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Di samping alat-alat tes di atas. . Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Inteligensi dan Bakat. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Dalam kemampuan yang umum ini. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Seorang tokoh dalam bidang ini. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik.Lewis Terman. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern.

tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Namun semakin tinggi skor IQ. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. P. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Meskipun demikian. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Tetapi lebih tinggi lagi. Sampai pada skor IQ tertentu. .Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. J. Sebaliknya. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi.

.

cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. © 1993-2005 Microsoft Corporation. kearah perasaan dan emosi. All Rights Reserved. membaca. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. All rights reserved. pola.1999.intuitif. menulis. visualisasi. kepekaan warna. In nearly all right-handed and many left-handed people. pengenalan bentuk. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. fakta. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. 37 – 38) . tidak teratus. kreativitas. (Bobbi De Potter. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. © Microsoft Corporation. musik. bersifat non verbal. Microsoft ® Encarta ® 2006. menempatkan detail. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang).Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. holistik. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. the left hemisphere is dominant. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. berdasar realitas. dan simbolis.

38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Memori mempunyai tiga fungsi/proses. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). lingkungan. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi.Kedua belahan otak penting artinya . Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. fisiologi. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. recognition dan rekonstruksi inferensial. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. yaitu: recall. Memori yang disimpan . Pada proses penyimpanan. persepsi. emosi dan sosial. 1999. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. yaitu: memberi kode/sandi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. 1999. menyimpan dan menimbulkan kembali. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory.

Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). mengaktifkan retrieval cues. Secara sederhana. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. Pembentukan memori secara biologi. kurang tidur dan sakit. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu.rekreasi mental. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. akronim. yaitu pada usia 10-14 tahun. Seseorang yang dalam kondisi lelah.

Jadi. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. . Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali.

ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. takut dan sebagainya. marah. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. gembira. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. sedih dan senang. akan semakin baik. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. kagum dan sebagainya. diantaranya adalah sedih. adanya perubahan aspek jasmaniah. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Jika ekspresi emosi berkembang maka . Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. sayang. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. marah. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.benci. Fungsi Emosi. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. diantaranya adalah cinta. namun keduanya dapat dibedakan.Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. Selain itu.

Teori ini dikemukakan oleh Cannon. 4. 2.Linchoten. Menurut teori ini. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. jauhkanlah emosi negative. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. teori periferal dan teori kepribadian. Teori Periferal Menurut teori ini. . Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. Berorientasi kepada kenyataan. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. 2. Teori Kepribadian Menurut teori ini. 3. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. 3. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian.Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Teori sentral . 1. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.perubahan dalam kejasmanian. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J.

Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. Meskipun IQ tinggi. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi.marah pada waktu yang tepat. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam . Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. Jika siswa mengalami emosi positif. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi.

2. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. 3. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”.konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Diantara pikiran sadar dan . yg semacam "perasaan". Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Aliran Behaviorisme. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. yaitu : a. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. b. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. berpikir ada tiga macam yaitu: 1. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Menurut Khodijah (2006). Psikologi Gestalt. c. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Ruch. Psikologi asosiasi.

Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. yang untuk membuka. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Self-image. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. 3. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1. Keputusan deduktif . 2. 2. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. c. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. sebagai berikut : 1. mana yang tidak sama. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. Mengabstrasikan. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. 2. Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). b. Personality & Habits (kebiasaan). yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. 3. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian.

Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI .perkembangan . memori dan pola berpikir anak .Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Orang tua.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. guru . 3.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.ingatan.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. masyarakat dan konsuler.

yaitu: Pertama. kebudayaan. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. iklim. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. with especial attention given to human behavior. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian. (Psikologi ialah tingkah laku manusia. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism. Kedua. Ketiga. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology .Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. A. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting.

E. Stein.C. Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. both external observable action and internal thought”.Ch.W.Weaver. Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James. 1959 (dalam buku Psychology : mind.R.Loftus. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial.. Westen.(dlm Psychology...Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”.. . Psikologi sosial . both of its phenomena.L. Science. Wortman. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian. (dlm Harriman.J.ed) : “the scientific study of behavior. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2.1963 .. 1988. brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Drew.Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan.2004 (dlm Psychology.L.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial. and of their condition” Crooks. 5th.P.

3. dan emosi. kemampuan memori. studi tentang interaksi kelompok. studi tentang persepsi. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. 1. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. atau sebaliknya. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. kemampuan bahasa dan emosi. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. atribusi (sifat) • sikap sosial.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. kerjasama dalam kelompok. dan persaingan. misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. proses belajar. motivasi proses belajar. misalnya. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian. seperti: Persepsi. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. misalnya kepemimpinan. atensi. seperti bahasa. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. sosialisasi.

Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu.2. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • .

B. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. 1. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. Sedangakan Hurlock E. membimbing mereka maju. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan..P. kemasakan. 2.1989:134). dan bukan mundur. dan belajar. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. dari lahir sampai mati (Chaplin C. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. . Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.

Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. sosial berhubungan . Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut.2.sosial) yang saling mempengaruhi. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. pengalaman. 4.kognitif. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. atau 1. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. 5. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. 4. lingkungan menentukan arah perkembangan. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . 3. dan Belajar 2. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. 5. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. dengan semua aspek-aspek(fisik. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . emosional.

Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan . 9. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. perkembangan terjadi secara berkesinambung. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Belajar memakan makanan padat 2. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6.dan terdapat korelasidalam berkembang.Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. Belajar berbicara 4. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. 10. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. masas noenatus. 6. masa kanak-kanak awal. 7. masa 8. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. dan psikologi. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. Belajar membedakan benar dan salah. masa puber. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. baik fisik maupun perkembangan. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. Belajar berjalan 3. akhir masa kanak-kanak. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. yang disebut periode pralahir. Terdapat periode perkembangan. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan.

pengertian moral. 2. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mencapai peran sosial pria. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. Masa Remaja 1. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. dan tata dan tingkatan nilai. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mulai bekrja 2.umum. menulis. berhitung 6. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mengembangkan hati nurani. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Memilih pasangan 3. 8. Belajar hidup dengan tunangan . Mencapai kebebasan pribadi 4. dan wanita 3.

Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Faktor-faktor tersebut: . Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3.4. Mengelola rumah tangga 7. Mengasuh anak 6. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Mulai membina keluarga 5. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1.

Pembagian ukuran kronologis ini: 1. masa sebelum kelahiran 2. Tingkat perkembangan yang normal 2. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. kelahiran sampai minggu kedua 3. Tidak ada motivasi 4. Masa remaja. Kesehatan yang buruk 5.Faktor Penghalang 1. Masa bayi. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Masa pubertas. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Awal masa kanak-kanak. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Cacat tubuh 6. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Akhir masa kanak-kanak. Masa tua atau usia lanjut. Motivasi 4. dua sampai enam tahun 5. enam puluh tahun sampai meninggal . Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Usia pertengahan. Awal masa dewasa. Periode Pranatal. Bayi. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu.

M.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya.Ngalim. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut . Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. (Purwanto. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. Menurut Nativisme. 1990: 14) b. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. ahli biologi.

Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. dan yang sebaliknya. M. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. Ngalim. Dalam pendidikan. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. (Purwanto. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. 1990: 16) . Ngalim. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. 1990: 14) c. M. Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. dapat saya jadikan dokter. (Purwanto. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. M. entah yang mana. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern.kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. Ngalim. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. seorang ahli hukum. (Purwanto. seorang padagang.

hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. a. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. lincah atau pendiam. bermata lebar atau sipit. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan.A. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. periang. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. berbada tinggi atau pendek. Tapi dari penyelidikan. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain.

sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. pembawaan untuk bahasa. yaitu jenis manusia. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. potensi untuk belajar ilmu pasti. anggota-anggota tubuhnya. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. b. Seperti . Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain.1. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. M. Bentuk badannya. intelegensinya. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. 2. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. untuk menggambar. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Ngalim. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. intelegensi yang baik dan lain-lain. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). 2. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. (Purwanto. Masa perkembangan manusia begitu lama. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. Sebaliknya. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). 3. potensi berkata-kata.

Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. masing-masing mempybai pembawaan watak. b. Tempo dan ritme perkembangan. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. pendidikan dan sebagainya. intelegnsi. ras Negro dan lain-lain. antara lain ialah: a. intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. merupakan pengalamanpengalaman. e. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. 4. seperti sikap badan. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. ras Mongolia. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. c. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. Tipe-tipe perhatian. pembawaan jenis. 3. d. f. cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). Pembawaan ras. gerakan bicara. sikap berjalan. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. B. air muka.ras Indo Jerman. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. alam sekitar. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif.

Lingkungan sosial dibedakan: 1. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan fisik. 2. b. dan sebagainya. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Yaitu lingkungan yang berupa alam. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. misalnya keadaan tanah. keadaan musim. Ligkungan sosial. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Lingkungan sosial primer. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. Lingkungan sosial sekunder. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. . yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal.kepada individu. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. yaitu merupakan lingkungan mayarakat.

Whittaker (Djamarah. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. (Walgito. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Pertemuan ke 3 1. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. . b. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. Bimo. Menurut james O. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. Rineka Cipta. Syaiful Bahri . Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. c. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Psikologi Belajar. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.

1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. ketrampilan. 3. Howard L. afektif dan psikomotor. nilai dan sikap. pemahaman. Gagne (Djamarah. Syaiful Bahri. 4. Psikologi Belajar. (Djamarah. R. wich persists over a period time. Robert M. Rineka Cipta. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. and which is not simply ascribable to process a groeth. Cronchbach (Djamarah. ketrampilan. Syaiful Bahri. Slameto (Djamarah. Syaiful Bahri . sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Rineka Cipta. 7. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Syaiful Bahri. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. Drs. Psikologi Belajar. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. Winkel. 6. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. 1999) hal 22. kebiasaan dan tingkah laku 8.2. Rineka Cipta. bukan hanya . yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Kingskey (Djamarah.

Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. 11. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. tidak karena kelelahan. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). knowledge and attitudes. keterampilan (psikomotorik). Google. maupun nilai dan sikap (afektif). Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. . 4.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. I. pengetahuan dan sikap. Google. Crow and Alice Crow (WWW. 3. 2. 10.com) Belajar adalah acuquisition of habits. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Lester D. Adanya kemampuan baru atau perubahan.

Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. 4.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Untuk mengisi waktu luang. 7. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.3. dan kebutuhan dalam belajar. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. 6. . 8. Belajar isyarat (signal learning).dalam konteks inilah signal learning terjadi. I. Belajar stimulus respon. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. karakter.A Menurut Robert M. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia.3. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. 5. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 3. Belajar merantaikan (chaining). Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Menurut Gagne. 2.

Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Belajar dalil (rule learning). 6. 8. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. seperti kotak kardus. Membuat prosedur dari praktek kayu. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. Belajar membedakan (discrimination). atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Contohnya yaitu seorang guru memberikan . Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. 7. Belajar memecahkan masalah (problem solving). kubus. Belajar konsep (concept learning). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. dsb. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. 5. sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). 4.

Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. 5. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. 4. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. . Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Kelima hal tersebut adalah : 1.B Menurut Bloom Benyamin S. termasuk dengan cara menggambar. Pemahaman (Comprehension). Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes.3. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). kata atau gambar. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). 3. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. 2.kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. I. mengingat dan berfikir. angka. Selain delapan jenis belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak.

Penilaian (valuing). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. Belajar arti kata-kata. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. minat. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Robert M. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. C. gagasan. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Penilaian (Evaluation).3. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. 2. Belajar Menghafal. . sikap. Gagne. 3. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. 2. seperti perasaan. Sambutan (responding). Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). De Block.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Belajar Kognitif. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Affective Domain (Kawasan afektif). Van Parreren) 1. Memadukan (Synthesis).

masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Belajar Berpikir. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain.sesuai dengan materi yang asli. Belajar Kaidah. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. yang dikemukakan oleh Gagne. . Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. 5. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. 7. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. Dalam belajar ini. 6. diuji. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. Belajar Konsep. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 4.

Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. sejarahnya. Merumuskan masalah. Kesadaran akan adanya masalah. Menguji hipotesis-hipotesis itu. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. 2000 ) : 1.Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Learning to do. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. 3. 1. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. dengan memahami orang lain. budayanya. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Learning to be.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. Suhaenah Suparno. 4. Learning to live together. 2.3. Menurut Dewey. . Learning to know. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Menerima hipotesis yang benar.

B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. 1. 1. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan . Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. I. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama.4. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. 2. merupakan upaya sadar dan disengaja 2.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.4. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Duffy dan Roehler (1989). I. Belajar. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. Gagne dan Briggs (1979:3).

Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. 1997). Kamus Bahasa Indonesia. PEMELAJAR. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. PENGAJARAN. segala sesuatu mengenai mengajar. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran.1991) Pengajaran adalah proses. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. baik isinya. (Dariyanto S. peringatan (tentang pengalaman. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru . DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. proses maupun hasilnya 1. pelaksanaannya terkendali.S. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar.6 PEMBELAJARAN. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). perbuatan.4. waktu.

7. 2. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. akan membantu siswa. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. 9. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. . 3. sebagai berikut : 1. 4. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 6. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana.1. 8. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. 5. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon.

3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.10. Dengan persiapan. 12. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 2. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. efisien. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. 11. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam buku Condition of Learning. 4. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. . Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. aneh. 5. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. sebagai berikut: 1. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. atau kompleks. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Belajar akan lebih cepat. kontradiksi.

siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. . 8. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. keadaan tonus jasmani. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. Pertama. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. yaitu factor internal dan factor eksternal . mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. 7. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Sebaliknya. 9. 1. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman.6. A.

2. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. dan mengantuk. c. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. – kecerdasan /intelegensia siswa . istirahat yang cukup dan sehat. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . karena ada gairah untuk belajar. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. lesu . minat. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. b. Selama proses belajar berlangsung. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. sikap dan bakat. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh.kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. terutama panca indra. dan lain sebagainya. mengonsumsi makanan yang bergizi . Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. motifasi . maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . dalam proses belajar . sehingga tidak Kedua. Oleh lkarena itu. Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar.

Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. dan lain sebagainya. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Sebaliknya. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. seperti guru. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). Oleh karena itu. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan.Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. orang tua. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. semakin rendah tingkat intelegensi individu. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Dengan dmikian.

Motivasi juga . Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. F. C. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. G. E. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa.Dari table tersebut. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. mendorong. memberikan arah. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. amat superior. D. yaitu: A. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. 1994). idiot. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. superior. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. B. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. atau mungkin malah lemah mental. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. imbisil. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. rata-rata.

danlain sebagainya. tata tertib. atau teman-teman. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. c. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. saudara. orangtua. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). guru. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. d. peraturan. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. 1992). dan lain-lain. teladan guru. Menurut Arden N. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Menurut Reber (Syah. dan lain sebaginya.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap .diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. misalkan orang tua. Frandsen (Hayinah. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. Minat Secara sederhana. Dalam proses belajar. Seperti pujian. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. b. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua.

baik secara positif maupun negative (Syah. Oleh karena itu. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. Kedua. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. dalam konteks belajar di kelas. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. banyak cara yang bisa digunakan. peristiwa dan sebaginya. Namun lepas dari kepopulerannya. keingintahuan. 2003). ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. Dengan profesionalitas. orang. pemilihan jurusan atau bidang studi.berbagai factor internal lainnya. dan tulus kepada muridnya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. Sikap Dalam proses belajar. sabar. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. pelajaran. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. Anatara lain. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. moativasi.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. baik dari bentuk buku materi. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. pertama. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. seperti pemusatan perhatian. afektif. dan kebutuhan. Dalam hal ini. atau lingkungan sekitarnya.

anatara lain dengan mendukung. 2003). bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. Berkaitan dengan belajar. Karena itu. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. b. Misalnya. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. Secara umum. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. orangtua. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri.tidak menjemukan.ikut mengembangkan. . dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya.dalam hal ini. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Dengan demikian. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang.maka para pendidik.

paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. . Lingkungan social massyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. seperti kondisi udara yang segar. Ketegangan keluarga. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Lingkungan siswa yang kumuh. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. diskusi. suasana yang sejuk dantenang. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. orangtua. tidak panas dan tidak dingin. Hubungan anatara anggota keluarga. atau tidak terlalu lemah/gelap. seperti ggggggguru. sifat-sifat orangtua. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. proses belajar siswa akan terlambat. a. c. demografi keluarga (letak rumah). anak. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. administrasi. pengelolaankeluarga. kakak. b. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. Sebaliknya. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Lingkungan social keluarga. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. Lingkungan alamiah. 2) Lingkungan non social.1) a.

semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. TEORI-TEORI BELAJAR A. c. Pertama. . Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. seperti kurikulum sekolah. alat-alat belajar. silabi dan lain sebagainya. diantaranya : 1. Sebaliknya. bukupanduan. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. Factor instrumental.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. diantaranya Law of Effect. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.Respons. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain. hardware. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). bakat. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Karena itu. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.fasilitas belajar. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar.b. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. peraturan-peraturan sekolah. Kedua. lapangan olah raga dan lain sebagainya. software. seperti gedung sekolah. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah.

Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).• Law of Readiness. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B.F. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. • Reber (Muhibin Syah. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. • Law of Exercise. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. 2. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.F. maka kekuatannya akan menurun. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. 3. Operant Conditioning menurut B. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. Respons dalam . maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.

Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. (2) pre operational. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. (3) concrete operational dan (4) formal operational. 4. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Melalui pemberian reward dan punishment. B.operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu.

7. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. 9. 10. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri . Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. C. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula.pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. 8. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Di dalam kelas. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif.

Menurut Koffka dan Kohler. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. 8. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. (4) penyimpanan. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Kesederhanaan (simplicity). bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. 11. Kesamaan (similarity). warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Kedekatan (proxmity). ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. (5) ingatan kembali. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. D. Arah bersama (common direction). 10. dan . bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. 9. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. (2) pemahaman. potongan.individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. (3) pemerolehan. (6) generalisasi. (1) motivasi.

gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. (lingkungan behavioral). Misalnya. virgo. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. hendaknya peserta didik memiliki . pisces. Pengalaman tilikan (insight). 8. berjalan. seperti : sagitarius.12. mengikuti kuliah. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. 6. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Berlari. yaitu: 5. Misalnya. Dalam proses pembelajaran. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. Contoh lain. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. adanya penamaan kumpulan bintang. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. 7. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada.

Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. 7.kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Transfer dalam Belajar. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Menurut pandangan Gestalt. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Oleh karena itu. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. 8. Prinsip ruang hidup (life space). Oleh karena itu. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. bahwa perilaku terarah pada tujuan. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. 10. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. . Oleh karena itu. 9. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.50.0.10 .40 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . sekitar 0. Oleh karena itu. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. dan hanya 0. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler.Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler.90. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. berpikir secara rasional.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. Sedangkan di antara 2 anak kembar. berpikir secara rasional.

2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis).yang dikonsumsi. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Selain gizi. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. Dengan demikian. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Lewis Terman. tidak terjadi perkembangan lagi. Alfred Binet dan Theodor Simon. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. maka akan diperoleh skor 1. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan.

Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Inteligensi dan Kreativitas . atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Seorang tokoh dalam bidang ini. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.Stern. kecakapan. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Inteligensi dan Bakat. Dalam kemampuan yang umum ini. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Di samping alat-alat tes di atas. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.

yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. P. J.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Meskipun demikian. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Namun semakin tinggi skor IQ. . Sebaliknya. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Tetapi lebih tinggi lagi.

.

(Bobbi De Potter. © 1993-2005 Microsoft Corporation. fakta. membaca.intuitif. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. kearah perasaan dan emosi. Microsoft ® Encarta ® 2006. dan simbolis. musik. menempatkan detail. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. 37 – 38) . tidak teratus. All rights reserved. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. visualisasi. bersifat non verbal. kreativitas. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. © Microsoft Corporation. menulis. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. holistik. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. In nearly all right-handed and many left-handed people. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. pola. pengenalan bentuk. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. the left hemisphere is dominant. All Rights Reserved. kepekaan warna. berdasar realitas.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure.1999.

orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. persepsi. recognition dan rekonstruksi inferensial. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. lingkungan. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. menyimpan dan menimbulkan kembali. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage.Kedua belahan otak penting artinya . 38)Kedua belahan otak penting artinya . 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. 1999. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Pada proses penyimpanan. emosi dan sosial. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. 1999. fisiologi. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. yaitu: recall. yaitu: memberi kode/sandi. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Memori yang disimpan . Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter.

visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat .dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. yaitu pada usia 10-14 tahun. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Seseorang yang dalam kondisi lelah. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. akronim. mengaktifkan retrieval cues. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus.rekreasi mental. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. Pembentukan memori secara biologi. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. Secara sederhana. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. kurang tidur dan sakit. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak.

Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Pertemuan ke 7 EMOSI . Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Jadi. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali.

Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. gembira. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. marah. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. takut dan sebagainya. Fungsi Emosi. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. adanya perubahan aspek jasmaniah. diantaranya adalah cinta. diantaranya adalah sedih. Selain itu. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. kagum dan sebagainya. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. sayang. namun keduanya dapat dibedakan. marah. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. sedih dan senang. . Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. akan semakin baik. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia.Emosi adalah suatu kondisi biologi. teori periferal dan teori kepribadian. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku.benci. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

marah pada waktu yang tepat. Teori Kepribadian Menurut teori ini. Pengaruh Emosi pada Belajar . Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. Teori sentral .Linchoten. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. 6. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5. Teori Periferal Menurut teori ini.perubahan dalam kejasmanian. 3. 2. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. jauhkanlah emosi negative. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan.1. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. 8. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Menurut teori ini. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. Berorientasi kepada kenyataan. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. 7. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.

Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar.Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. Jika siswa mengalami emosi positif. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Meskipun IQ tinggi. . mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar.

Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. Psikologi asosiasi. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. f. yg semacam "perasaan". yaitu : d. 5. Ruch. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. . Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. Self-image. Menurut Khodijah (2006). yang untuk membuka. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. 6. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. e. berpikir ada tiga macam yaitu: 4. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Personality & Habits (kebiasaan). pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Aliran Behaviorisme. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. Psikologi Gestalt.

Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. 5. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. 6. mana yang tidak sama. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. 5. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. . Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Mengabstrasikan.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). c. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. 2. 6. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. b. 3. sebagai berikut : 1.

masyarakat dan konsuler.REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . memori dan pola berpikir anak . Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. Orang tua.perkembangan .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua.ingatan. guru . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful