Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

dan langkah sesudah mengajar. Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid. III. melainkan dengan peran guru sebagai motivator. langkah pelaksanaan mengajar. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai. yaitu langkah sebelum mengajar. kepemimpinan. Langkah pelaksanaan mengajar. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. tepat tidaknya tujuan pengajaran. tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. meliputi. II. Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. perangkat komputer. . Langkah sebelum mengajar. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. menentukan tujuan pengajaran.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. Cara memberikan nilai misalnya. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. Langkah ini meliputi komunikasi.

Tetapi dalam banyak hal yang lain. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya. Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. pengganti orang tua. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. organisasi pelajarn. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual. Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang. seperti supervisi. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif. guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. guru diharapkan menjadi wasit. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. pelerai kecemasan. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model.. Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru. detektif. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. menghadiri rapat. teman dan orang kepercayaan. sumber kasih saying dan pemberi semangat.menyiapkan ujian. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif. Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan .3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. Sebagai contoh.

Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. Kadang-kadang lancar. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya. V. Setiap individu memang tidak ada yang sama. IV. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. kadang-kadang terasa amat sulit. Tetapi secara fundamental. kadang-kadang tidak. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental).masalah. tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Emosi yang tidak stabil. Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. . Dengan demikian. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja. KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi.

yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. Faktor external. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. berpura-pura dusta. 4) dll. aktivitas dalam masyarakat.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. yaitu TV. yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. . VI. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. Buku Komik. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. Kedua Faktor Sekolah. suka menyendiri. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. Penyimpangan perilaku yang sederhana. lingkungan tetangga. memeras teman. teman bergaul. disebabkan oleh dua hal. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. Surat Kabar Majalah. Sedangka ekstrim adalah sering membolos. tidak sopan. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. VII. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh. Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal. disebabkan oleh tiga hal. terlambat datang. Pertama Faktor Keluarga. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. Karena itu. MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. misalnya mengantuk. Pertama sebab yang bersifat fisik.

Kartini. 1997 Siagian. murung. DAFTAR BACAAN Feinberg. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya. cemberut. Psikologi Pendidikan. Sondang. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pemimpin dan Kepemimpinan. 1990 Sudjana. PT. Turman Sirait. PT. bingung. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. Raja Grafindo Persada. Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia. Jakarta. Jakarta. pemarah. Falsafah Pendidikan. 1994 Kartono. Sumadi. Bumi Aksara. Jakarta.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . Nana. 1991 Suryabrata. Mitra Utama. 1998 Prasetya. VIII. Jakarta. Gramedia Grafindo Persada. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. R. dkk. ke-VIII. keIX. cet. selalu sedih. Psikologi Manajemen. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. P. Jakarta. Pustaka Setia. kurang gembira. Jakarta. Mortimer. langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. 5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. 1993 Sugiarto. Raja Grafindo Persada. cet.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. PT. Endar. alih bahasa R. misalnya mudah tersinggung.

maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. Apa yang kita ucapkan. Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini. baik di rumah maupun di sekolah. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian. Contoh sederhana. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga. dan lain sebagainya. apa yang kita perbuat. fisik. orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. atau dari guru kepada muridnya.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya. Namun lebih jauh. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. dan daya cipta). pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). daya pikir. anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. pertanyaan. Namun tidak bisa dipungkiri. bahasa. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. Bahkan bukan sebagai beban. Sebagai contoh. apakah itu keluhan. Sebagai contoh. dan apa yang dialaminya. Sebagai orang tua. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. Karena bagaimanapun. Selain itu. . Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. Karena bagaimana pun. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. Karena itu. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. apa yang didengar. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. sosio emosional. Akan tetapi. Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan. ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa.

Dengan adanya pembelajaran life skill pula. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). bahkan lebih jauh lagi. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa. namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. Padahal. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu. Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi. Selain itu. maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. termasuk didalamnya berpikir kreatif. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. secara tidak langsung kecerdasan majemuk .seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. Dengan demikian. anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill. Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. Setelah itu. Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak.

yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik. dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun.5 persen atau menjadi 11 juta anak. namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja. Sebagai contoh. kecerdasan intrapersonal (self intellegence). sebetulnya banyak sekali.4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. Dengan demikian. Sedang sekitar 7. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12. seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. kecerdasan musikal (music intellegence). misalnya. masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya.3 juta anak. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Beragam upaya telah dilakukan pemerintah. Saat ini. 73 persen atau sekitar 20. Diposkan oleh Vie di 04. Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. Karena bagaimanapun. berupa 635 Tempat . Dengan bekal life skill. Estimasinya.668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan. akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions). Oleh karena itu. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17. Depdiknas. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya. perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. Maret lalu. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK.5 juta anak. dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan. sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca. Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak. Selanjutnya. terdapat 9. Selain itu. kecerdasan antarpersonal (people intellegence). tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence). sangat potensial untuk berkembang. kecerdasan linguistik (lingistic intellegence). maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. Gutama. dengan bekal life skill. Aisiyah. Muslimat NU." kata Direktur PAUD Ditjen PLS.

"Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. tapi diarahkan ke yang positif. Padahal. Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan. budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. Kalau itu dipersiapkan. jangan dimarahi. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya. dan lembaga kewanitaan. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. adalah guru dan pengayom atau pelindung. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang.'' ujarnya menambahkan. anak dituntut berpikir abstrak. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif. Seto Mulyadi." ujar pengamat pendidikan. melempar. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. mengayomi. bahkan dalam kandungan. Sementara itu.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara.784 kelompok bermain. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif. Sekolah tidak harus di ruang. Sinichi Suzuki. itu sudah belajar banyak. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. seorang anak tidak boleh dipukul. Nibras OR Salim. pada usia yang sangat dini. kata dia. atau dimarahi. mengajarkan moral. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. Bina Keluarga Balita (BKB)." tambahnya. diancam. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis. dipaksa. ini keliru besar. Setiap ibu. Diposkan oleh Vie di 04. berteriak. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini. bila melihat angka 20. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak." jelasnya. ''Jadi. menurut saya sangat kaku. 4 juta anak yang harus ditangani. kalau kita mengajarkan matematika. sedang terbentuk berbagai potensi anak. memberikan rasa aman pada anak." ujarnya. kata dia. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. "Saya temukan sebuah hadis. dan mampu memberikan penghargaan pada anak. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. terutama ibu. tapi sejak dari buaian." ujarnya. "Walaupun dia salah. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja. dan 1. Menurut Suzuki. ibu itu ibarat sebuah sekolah. Bila hal ini dipegang. begitu ia kerap disapa. "Al ummu madrasatun. selama seorang perempuan hamil." ujarnya. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun." ujarnya. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. kata Gutama.Penitipan Anak (TPA). "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama.14 0 komentar . 7. Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu. sebesar Rp 109 miliar. Sedang menurut Kak Seto. kata Nibras." ujar Kak Seto. hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. Ibu. gedung.

Setelah lahir dan tumbuh. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. meningkatkan kecerdasan. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. Lembaga musik itu antara lain. menuntut kerja keras dari pengajarnya. pengajar di Sekolah Musik Nada. Dee Joy Coulter. meski tanpa label nama. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru. "Dorongan orang tua. Kebanyakan les musik itu. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. Leo Music. dari Wisma Musik Stesa. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. dan lain sebagainya." ujar Deborah. Namun demikian dalam tahun pertama. Purwatjaraka Music Studio. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. Georama. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik. Stesa. . M. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Mark Tramo. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun. menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. Sementara Dr. Jika fase ini berhasil dilewati.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. karakter anak-anak yang moody. punya bakat kuat di dunia musik." ucap Luana. Vence Music Studio. usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini. keterampilan sensor motorik. Elfa's Music School. menstabilkan emosi. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. Harmoni. sampai meningkatkan kemampuan logika.D. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran. Sedang Luana Marpanda. Dari yang meningkatkan kepekaan. Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. Di Bandung. Nada. Disebutkan Deborah K. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard. Namun. walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. Yang privat. Braga Music School. Melodia. Ia mengatakan. Setelah para ibu menyadari hal itu. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik.

Italia. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan. saat pindah ke aliran lain. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. pengajar piano. Berkembangnya industri musik. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. kita jadi seperti baby sitter. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. menurut Reza Noor." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. Seperti kata Stephen. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun. Menurutnya. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. telinga sudah lebih peka. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. seorang psikiater dari Harvard (Kanner. Purnawarman Bandung. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar." ucapnya sambil tersenyum.Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. Jadi. Menurut Stephen. Meskipun memang. dan guru musik sekaligus. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup. pengajar privat piano klasik. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik." tutur Luana.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan. membuat les musik berkembang. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang . ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. organ. dan keyboard di Braga Music. Seperti yang dituturkan Stephen. Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik.07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri. "Kalau usia di bawah itu. Jln. Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. Namun. guru TK. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar.

• Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. • Ketidak mampuan untuk berempati. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. seperti misalnya mengepakngepak lengan. baru naik ketempat tidur. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. biasanya permainannya kurang variatif. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. pakai piyama. atau samasekali tidak berkembang. sikat gigi. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. di desa atau dikota. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. maupun postur dan gerak tubuh. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. dimana mereka bisa berbagi emosi. Perilaku : aktivitas. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. untuk berinteraksi secara layak. menggosokkan kaki dikeset. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. untuk membaca emosi orang lain. yang bisa dilakukannya berjam-jam. 3. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- .relatif msh baru. 2. dan interes bersama. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan. seperti roda sepeda yang diputar-putar. • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. menunjukkan ekspresi fasial. perilaku dan minatnya sangat terbatas. aktivitas.

com Diposkan oleh Vie di 04. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). lebih dari orang lainnya. kreatif dan cakap . setiap manusia memiliki ciri.rabanya. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu. Episentrum. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. Berdasarkan teori Triarchic. bakat sintetik. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya.03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret. S. yakni bakat dalam kemampuan intuitif.Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. Kedua. Dengan demikian. (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. Oleh karenanya. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut. Sementara bagi sang anak sendiri. tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya. Bila diamati secara cermat. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. (3) memiliki kreativitas yang tinggi. suara-suara tertentu. bakat analitik.

menyukai buku bacaan orang dewasa.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. memiliki tenggang rasa. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. dan sebagainya. meninat terhadap buku dan membaca lebih dini. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik. papan. Kedua. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. Ketiga. Menurut Virgil Ward. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. Keempat. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. Selanjutnya. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. pangan. Oleh karena itu menurut Stenberg. meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. mudah mengingat dan memproduksi melodi. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. bakat praktis. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. diterima oleh mayoritas. senang bereksperimen dan penuh imajinasi. berdasarkan hasil penelitian Terman. . Ketiga. bersikap adil/netral. menyukai aktivitas musikal. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. cepat memahami hubungan sebab akibat. memiliki titi nada yang sempurna. Disamping itu. mampu berpikir dengan banyak cara. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama. dan sebagainya. Sementara bagi orangtua. Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. Sehubungan dengan itu.

kesehatan.html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. Itu artinya.com/2010_01_01 _archive.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat. 3. anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak .pendidikan. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. dll) maupun psikis (kenyamanan. menulis. mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2.Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. Diposkan oleh Vie di 04. ketenangan. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis. Mereka dapat dididik dan belajar membaca. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah. Berdasarkan hasil tes kecerdasan.blogspot. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1.

Ornstein dan Levine .'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan). Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. kimia. diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler. sekitar 45 . Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler. Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar.60 persen. Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum. 1995). tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. bahkan juga Iingkungannya. 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . fisika.90. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas. perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. akan menimbulkan masalah pad a dirinya. di samping kesabaran guru. Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 . dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. seperti matematika. Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus.Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ). 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. c. merupakan bagian yang paling besar jumlahnya. dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. untuk mencapai hasil yang optimal. kelainan pendengaran (tunarungu). superior atau anak berbakat. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra). kelainan wicara (tunawicara). kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa).130 sering disebut sebagai anak cerdas. Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal. dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya.

mempengaruhi orang lain. Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. kebutuhan untuk dihargai. teman. dikenal. 9. menghindari kritik. dihargai. makan dan minum. keputusan sendiri. mandiri. 6. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. 3. mencapai. saudara. Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. menang. 7. dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. mengatasi masalah. dan sebagainya. perlindungan. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas. 4. hormat. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. tidak dianggap sama. berformasi 12. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai.kekuasaan (menguasai . kepercayaan.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. ialah kebutuhan 1.(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. memimpin. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. kesalahan dan hukuman. mengelola. 5. Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. mendukung atau menyetujui. perhatian. mengatasi hambatan. ialah kebutuhan fisiologis. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. dorongan dan bantuan dari orang lain. dibedakan dari yang lain. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. kebutuhan untuk diakui. seperti oksigen.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. memerintah. manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka. 10. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. 4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. 2. kebutuhan akan rasa aman. berkuasa. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. d. tidak menolak dirinya. belajar mengerti. 8. dianggap sebagai pribadi yang unik. menghindari perbedaan. . Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. 11. Penguasaan . menerima.

Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. Oi samping itu. Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun). prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. 25% taraf sedang dan 52% taraf kurang. e. 9% mengalami kesulitan belajar membaca. Namun. . ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah. Atau sebaliknya. tahap operasional kongkrit (7-11 tahun). dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. Oengan menggunakan instrumen khusus. maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak. Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). 1989). sehingga berprestasi belajar yang rendah. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya. tahap preoperasional (2-7 tahun). mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya. 1985). Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. maka kesulitan individu dapat dikurangi. bayi dan anak. angka sakit diare. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. Menurut teori trsebut.

dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru. 3.Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. f. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain. 9. 18. c. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya.Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah.5% hiperaktif.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa). harus selalu disampaikan kepada orangtua.Guru harus menyiapkan materi. 3.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain. . Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. d. maka diperlukan program layanan secara terpadu.Sejalan dengan temuan di atas.6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono. 1991). 11 % gangguan tunggal disfasia. ditemukan 26. 8. Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991.Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik.Peran Guru di Sekolah: a.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal. Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. g. E. dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr. h. maupun orangtua di rumah.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. 5.Dalam sistem evaluasi.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak). guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi.2% gangguan memori auditorik. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar. 10. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. 4. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung). Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua. ' 6. dan sisanya (4.Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1. 2. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak.7% gangguan pemusatan perhatian. baik dari guru di sekolah. e.

mudah frustrasi. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. cenderung menarik diri.scribd. karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. tidak terkuasai. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki . memperkuat diri.sumber: http://www. Masih menurut Goleman. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Emosinya yang tidak berkembang. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. Karena sifat-sifat di atas. rewel. Maka. Kondisi sebaliknya. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. orang itu mengalami kegagalan. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. sulit bergaul. terlalu kritis. tidak mudah percaya kepada orang lain. sukses dalam belajar dan bekerja. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi.

kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang. keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi). Sumber: http://ilmupsikologi. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi.wordpress. Menurut pendekatan yang lebih inklusif. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat . Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata. tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas. sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik. Namun untuk berprestasi tinggi. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1. Sumber: http://ekky-psikologi08. Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga. sastra. Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan.kecerdasan emosional yang tinggi. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. 3.com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial.blogspot. keuletan serta latihan.

Jepang. Waldi Nurhamzah SpA. Myanmar.. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta. di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. melakukan tanya jawab. Julia VanTiel. serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal. Kali ini. permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam. Ms. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. Selama 6 hari. . Jadi setiap anak memang terlahir unik. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. calon ibu dan wanita umumnya. peserta menyimak uraian dari nara sumber. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children. Hongkong. Jerman. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. dr. dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. kreativitas yang tinggi.Agnes | July 10. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). Sugianto Psi. Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta. dan juga ibu Dr. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. Setiap anak adalah unik. Namun. Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) . Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya. Malaysia dan Australia. Belanda. Singapura. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli. Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). Dalam makalahnya. Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong)..drg. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang.

� Tutur dokter Waldi menjelaskan. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. Tapi tentu saja. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya. dan lingkungan. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. Biasanya akan dilakukan observasi. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. Lantas. tidak percaya diri. pedagog. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak.Sugianto Psi. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater.� Paparnya dalam makalahnya. mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya . Melanjutkan pendapat dokter Waldi. memiliki rasa takut yang hebat. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat. wawancara dan tes untuk seorang anak.sekolah. marah. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat. maupun gangguan mental. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R. dokter. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. Deteksi dini sangat penting. �Konsekuensinya. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. Sesuai dengan .

Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. Penanganan �Bila anak saya (usia 3. Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya. Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. keras kepala. Ternyata anak usia 3. dan sangat perfeksionis. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar.namanya. maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah). Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). agar bisa lebih luwes mengasuhnya. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy. Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar. . Mengenai bakat serta minat anak ini. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan. Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. apalagi di Indonesia. serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat. Di Amerika. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. dan pendalaman. Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). ibu Julia menekankan. tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. kondisinya memang cukup membingungkan. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar. juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah).

Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. b.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya. seperti olahraga. Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai. c. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah. ibu 2 orang anak.org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ). selalu berusaha dan tentu saja berdoa.Penanganan anak berbakat memang cukup rumit. gerakannya sering tersentak-sentak. menulis. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot.ismailfahmi. tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. apalagi di Indonesia. malakukan mobilitas. Dokter. Ototnya sendiri sebenarnya normal. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . posisi tubuh mudah jatuh. d. orientasi ruang. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ). Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel .(Agnes Tri Harjaningrum. dan sebagainya. Tetapi dengan memahami keunikannya. bermain.

tangan. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. menyipitkan mata.0 % belum diktegorikan sebagai buta. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan. d. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20. mata tidak normal. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri. b.0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. mata selalu beair. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. 4. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. mata infeksi. Ciri fisik.. menunjukkan tidak terkontrol. Koordinasi gerakan kaki. e.mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a. 345. a.perilaku maupun keluhan. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi. seperti : membaca terlalu dekat. b. membaca banyak yang 10 . Banyak gerakan yang tidak terkontrol. Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20.gerakan mata takberaturan (goyang). menunjukkan ketidaknormalan. berjalan tidak normal.5 % Efisiensi = 64. seperti : mata juling. 2. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1. sering berkedip. Ciri perilaku. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. c.0 % atau lebih kecil.9 % Efisiensi = 20. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa. kelopak mata merah.5 % Efisiensi = 48.

sering menggerakan kepala ketika membaca. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. baik secara medis. seing mengusap mata. dsb. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. Ciri keluhan. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. sosial. salah menyalin dalamjarak dekat. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille. a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK . mata sering terasa gatal. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db.terlewati. sering mengeluh atau gatal di lubang telinga. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar. c. loop. psikologis. e) Berat = 71-90 db. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer). penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. atau memperbesar huruf. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan.cepat lelah ketika membaca/menulis. f) Berat sekali = 91 db ke atas. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. bentuk daun telinga tidak normal. Ciri-ciri tersebut. berjalan sering menabrak benda di depannya. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. seperti doketer mata. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. Tetapi. antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. benda terlihat seperti dua buah. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. Jika gangguan cukup ringan. 1. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh. dan sebagainya. c) Ringan = 41-55 db. maupun pendidikan. mendongakkan kepala. seperti : merasa sakit kepala. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. d) Sedang = 56-70 db.

Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar. Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. 5) Gerakan/aktivitas kaku. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). Rangkuman 1. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam. 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. 2. atau sebaliknya). jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. sekurang.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 13) Sering sulit tidur. 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. b) Anak dengan gangguan pendengaran.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. 6) Sering memutar. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. kipas angin. urutan kegiatan). tetapi karena kondisinya tersebut. 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. merusak). aneh tanpa 11 tujuan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. 3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. membanting dan membariskan benda. ngompol atau ngebrok. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai. menonton dan berulang. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. . 11) Kadangkala agresif (menyerang.

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. kemampuan memori. 1. kemampuan bahasa dan emosi. atensi. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. proses belajar. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. walaupun demikian.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. sosialisasi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. seperti: Persepsi. atau sebaliknya. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. misalnya. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. dan emosi.

”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. dari lahir sampai mati (Chaplin C. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Sedangakan Hurlock E.B.1989:134).P.• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan . membimbing mereka maju. dan bukan mundur.. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme.

Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. dan belajar. sosial berhubungan . Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . atau 1. emosional. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). lingkungan menentukan arah perkembangan. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. 2.sosial) yang saling mempengaruhi. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . 4. 3.belajar. 1. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. kemasakan. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. 2. 5. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan.kognitif. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Perkembangan Melibatkan Perubahan . dengan semua aspek-aspek(fisik.

Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. . perkembangan terjadi secara berkesinambung. masa puber. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. masa 8. 4. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda.Tujuan perubahan perkembangan. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. 7. Terdapat periode perkembangan. baik fisik maupun perkembangan. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. pengalaman. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. masa kanak-kanak awal. dan Belajar 2. masas noenatus. 10. 5. yang disebut periode pralahir. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. 9. 6. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang.dan terdapat korelasidalam berkembang. akhir masa kanak-kanak. dan psikologi.

berhitung 6. Belajar berjalan 3. dan wanita 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Belajar memakan makanan padat 2. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Belajar berbicara 4. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. Belajar membedakan benar dan salah.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. Masa Remaja 1. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Mencapai kebebasan pribadi 2. Mencapai peran sosial pria. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mengembangkan hati nurani. 8. pengertian moral. dan tata dan tingkatan nilai. 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. menulis.

Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1.4. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Mulai membina keluarga 5. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Belajar hidup dengan tunangan 4. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Memilih pasangan 3. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mulai bekrja 2. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mengasuh anak 6. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mengelola rumah tangga 7.

Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Tidak ada motivasi 4. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Pembagian .3. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Cacat tubuh 6. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Kesehatan yang buruk 5. Motivasi 4. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Tingkat perkembangan yang normal 2. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu.

Awal masa kanak-kanak. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Masa pubertas.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Periode Pranatal. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. ahli biologi. Masa remaja. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8.ukuran kronologis ini: 1. Akhir masa kanak-kanak. Masa bayi. Awal masa dewasa. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Masa tua atau usia lanjut. Bayi. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. kelahiran sampai minggu kedua 3. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Usia pertengahan. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. dua sampai enam tahun 5. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . masa sebelum kelahiran 2. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu.

atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. 1990: 14) c. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. M. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. 1990: 14) b. M. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Menurut Nativisme. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. dapat saya jadikan dokter. (Purwanto. dan yang sebaliknya. Dalam pendidikan. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. Ngalim. M. (Purwanto. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. seorang padagang. seorang ahli hukum. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. entah yang mana. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. . Ngalim.a.Ngalim. (Purwanto. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak.

Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan.Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. Tapi dari penyelidikan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. (Purwanto. M. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu . 1990: 16) A. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. Ngalim. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. a. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat.

berbada tinggi atau pendek. potensi berkata-kata. b. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. untuk menggambar. intelegensi yang baik dan lain-lain. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. pembawaan untuk bahasa. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. . lincah atau pendiam. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. 3. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. bermata lebar atau sipit. Masa perkembangan manusia begitu lama. potensi untuk belajar ilmu pasti. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. 2. periang. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya.

1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. masing-masing mempybai pembawaan watak. antara lain ialah: a. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. anggota-anggota tubuhnya. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. Ngalim. ras Mongolia. sikap berjalan. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. Pembawaan ras. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. Sebaliknya. 4. intelegnsi. pembawaan jenis. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. 2. 3. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. Bentuk badannya. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. intelegensinya. . ras Negro dan lain-lain. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. (Purwanto. M. gerakan bicara. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. b. seperti sikap badan. yaitu jenis manusia. air muka. Seperti ras Indo Jerman. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

10. Gagne (Djamarah. 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Psikologi Belajar. Crow and Alice Crow (WWW. 7. kebiasaan dan tingkah laku 8. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. 2. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. Rineka Cipta. R. and which is not simply ascribable to process a groeth. keterampilan (psikomotorik). Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Google. ketrampilan. Lester D. Robert M. Syaiful Bahri. maupun nilai dan sikap (afektif). wich persists over a period time. Adanya kemampuan baru atau perubahan.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. 11. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. afektif dan psikomotor. Google. I.com) Belajar adalah acuquisition of habits. pengetahuan dan sikap. knowledge and attitudes. .

Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. tidak karena kelelahan. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Belajar isyarat (signal learning). penyakit atau pengaruh obat-obatan. 3. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Menurut Gagne. 4. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. 7. 6.A Menurut Robert M. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. dan kebutuhan dalam belajar. Untuk mengisi waktu luang. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. I. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. karakter.dalam konteks inilah . Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. 4.3.3. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. 5. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 8.

atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). seperti kotak kardus. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Belajar konsep (concept learning). Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. 5.signal learning terjadi. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. kubus. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar membedakan (discrimination). Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Belajar stimulus respon. 3. Belajar merantaikan (chaining). 6. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. 2. . Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. 4. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Belajar mengklsifikasikan stimulus. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. dsb.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. . Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Menurut Dewey.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. 1. 2000 ) : 1. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Merumuskan masalah. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan.3.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Learning to know. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. Kesadaran akan adanya masalah. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. diuji. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Suhaenah Suparno. Menerima hipotesis yang benar. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis.

Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. 1. Belajar.2. sejarahnya. dengan memahami orang lain. 1. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. 3. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. Duffy dan Roehler (1989). disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh.4. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. . Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.4.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Learning to do. 4.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Learning to be. Learning to live together. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. 2. I. Gagne dan Briggs (1979:3). Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. budayanya. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama.

merupakan upaya sadar dan disengaja 2. waktu. baik isinya. PEMELAJAR. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. Kamus Bahasa Indonesia. segala sesuatu mengenai mengajar.I. proses maupun hasilnya 1. peringatan (tentang pengalaman. (Dariyanto S. pelaksanaannya terkendali. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.S. PENGAJARAN. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar.1991) Pengajaran adalah proses. perbuatan.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. 1997). peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran.6 PEMBELAJARAN. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar . dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel.

2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. sebagai berikut : 1. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1. 5. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. . Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. 4. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 2. 6. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 3.

atau kompleks. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. 12. 3. 10. aneh. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. 2. Dengan persiapan. akan membantu siswa. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. efisien. 9. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. sebagai berikut: 1. Belajar akan lebih cepat. . Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Dalam buku Condition of Learning. 11. kontradiksi. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar.7. 8.

FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Factor fisiologis . Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. A. 7.4. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . 6. yaitu factor internal dan factor eksternal . 9. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. 8. 1. 5. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa.

Factor psikologis . menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. Sebaliknya. dan lain sebagainya. sehingga tidak Kedua. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. b. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. dalam proses belajar . merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. dan mengantuk. Selama proses belajar berlangsung. istirahat yang cukup dan sehat. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Oleh lkarena itu. Pertama. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . terutama panca indra.Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. lesu . c. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. mengonsumsi makanan yang bergizi . peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . 2. karena ada gairah untuk belajar. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. keadaan tonus jasmani.

tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. orang tua. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. dan lain sebagainya. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. sikap dan bakat. Oleh karena itu.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. Sebaliknya. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata . seperti guru. minat. perlu bimbingan belajar dari orang lain. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). motifasi . semakin rendah tingkat intelegensi individu. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Dengan dmikian. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya.

Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. amat superior. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. F. yaitu: A.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. C. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. rata-rata. Pertemuan ke 4 . Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. atau mungkin malah lemah mental. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. E. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. idiot. G. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. superior. B. imbisil. D. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89.

guru. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. tata tertib. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. memberikan arah. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. saudara. 1994). d. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. dan lain sebaginya. dan lain-lain. Seperti pujian. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. peraturan. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. Frandsen (Hayinah. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. orangtua. Minat . danlain sebagainya. mendorong. Dalam proses belajar. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. b. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif.- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. atau teman-teman. Menurut Arden N. 1992). teladan guru. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. c. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. misalkan orang tua. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). Seperti seorang siswa yang gemar membaca.

Kedua. pelajaran. Namun lepas dari kepopulerannya. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. baik dari bentuk buku materi. moativasi. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. seperti pemusatan perhatian. afektif. Menurut Reber (Syah. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. dalam konteks belajar di kelas. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. peristiwa dan sebaginya.Secara sederhana.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. atau lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. dan kebutuhan. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. Anatara lain. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. pemilihan jurusan atau bidang studi. keingintahuan. Dengan . Sikap Dalam proses belajar. orang. pertama. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. 2003). Oleh karena itu. banyak cara yang bisa digunakan. baik secara positif maupun negative (Syah. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif.

ikut mengembangkan. sabar. Misalnya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. Secara umum. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. Factor-faktor eksogen/eksternal . siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu.profesionalitas. Karena itu. 2003). Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. dan tulus kepada muridnya. Dengan demikian. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. anatara lain dengan mendukung. b. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan.maka para pendidik. Berkaitan dengan belajar. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. orangtua.

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan social keluarga. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. . b. seperti kondisi udara yang segar. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. 1) a. Lingkungan social massyarakat. kakak. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Ketegangan keluarga. administrasi. seperti ggggggguru. sifat-sifat orangtua. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. tidak panas dan tidak dingin. c. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. pengelolaankeluarga. 2) Lingkungan non social. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. atau tidak terlalu lemah/gelap. Lingkungan siswa yang kumuh. Hubungan anatara anggota keluarga. a.dalam hal ini. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. Lingkungan alamiah. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. diskusi. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. orangtua. anak.

fasilitas belajar. dan mengabaikan aspek – aspek mental. c. b. software. proses belajar siswa akan terlambat. TEORI-TEORI BELAJAR A. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. diantaranya . Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. seperti kurikulum sekolah. peraturan-peraturan sekolah. Karena itu. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Dengan kata lain. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. seperti gedung sekolah. Factor instrumental. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. diantaranya : 1. Pertama. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Kedua. bukupanduan. alat-alat belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. hardware. lapangan olah raga dan lain sebagainya. bakat. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah.suasana yang sejuk dantenang. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. silabi dan lain sebagainya. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Sebaliknya.

Law of Effect. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B.Respons. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar.F. 2. Sebaliknya. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.F. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. 3. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. . maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Operant Conditioning menurut B. • Law of Exercise. maka kekuatannya akan menurun. • Law of Readiness. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus.

seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. B. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . Reber (Muhibin Syah. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. 4.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Melalui pemberian reward dan punishment. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan.

3. (2) pre operational. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. 4. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . C. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Di dalam kelas. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. (3) concrete operational dan (4) formal operational. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. 5. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. 2. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.

bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (3) pemerolehan. (4) penyimpanan. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. 3. (6) generalisasi. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. (5) ingatan kembali. (1) motivasi. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. (2) pemahaman. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. 2. D. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. . Menurut Koffka dan Kohler. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. potongan. Kedekatan (proxmity). Kesamaan (similarity). Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. virgo. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. dan 6. Misalnya. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. seperti : sagitarius. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses . Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Kesederhanaan (simplicity). (lingkungan behavioral). 4. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Contoh lain. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. berjalan. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. pisces. Berlari. yaitu: 1. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. 5. 2. adanya penamaan kumpulan bintang. mengikuti kuliah. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). 3. Misalnya. Arah bersama (common direction). Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt.4.

4. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. 3. bahwa perilaku terarah pada tujuan. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Pengalaman tilikan (insight). 2. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Oleh karena itu. Transfer dalam Belajar. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Menurut pandangan Gestalt. 5. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. Prinsip ruang hidup (life space). Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu. Dalam proses pembelajaran. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.

Oleh karena itu. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal . sekitar 0. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. Sedangkan di antara 2 anak kembar. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. berpikir secara rasional. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.0. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi.50. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. dan hanya 0.90.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. dan menghadapi lingkungannya secara efektif.10 . berpikir secara rasional. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.40 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. IQ mereka berkorelasi sekitar 0.

IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. maka akan diperoleh skor 1. Alfred Binet dan Theodor Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Dengan demikian. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. tidak terjadi perkembangan lagi. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar.Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). .

terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Dalam kemampuan yang umum ini. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Di samping alat-alat tes di atas. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon.Lewis Terman. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. . Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Seorang tokoh dalam bidang ini. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. kecakapan. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Inteligensi dan Bakat.

hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. . Tetapi lebih tinggi lagi. Namun semakin tinggi skor IQ. P. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Sebaliknya. Sampai pada skor IQ tertentu.Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. J. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Meskipun demikian. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen.

.

© Microsoft Corporation. berdasar realitas. bersifat non verbal. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). Microsoft ® Encarta ® 2006. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. membaca. tidak teratus. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. All Rights Reserved. kearah perasaan dan emosi.intuitif. dan simbolis.1999. kreativitas. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. In nearly all right-handed and many left-handed people. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. menempatkan detail.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. 37 – 38) . bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. (Bobbi De Potter. the left hemisphere is dominant. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. visualisasi. pengenalan bentuk. pola. All rights reserved. holistik. © 1993-2005 Microsoft Corporation. menulis. fakta. musik. kepekaan warna. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal.

1999. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. menyimpan dan menimbulkan kembali. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. emosi dan sosial. lingkungan. yaitu: recall. recognition dan rekonstruksi inferensial. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. 1999. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. yaitu: memberi kode/sandi. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. fisiologi. persepsi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Memori yang disimpan .Kedua belahan otak penting artinya . manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Pada proses penyimpanan. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter.

kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Pembentukan memori secara biologi. akronim. Secara sederhana. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi.rekreasi mental. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Seseorang yang dalam kondisi lelah. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. yaitu pada usia 10-14 tahun. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. kurang tidur dan sakit. mengaktifkan retrieval cues. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa.

Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. . tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Jadi. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil.

ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. sayang. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. kagum dan sebagainya. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Selain itu. Fungsi Emosi. marah. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. diantaranya adalah cinta.Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. Jika ekspresi emosi berkembang maka . marah. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. diantaranya adalah sedih. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. takut dan sebagainya. adanya perubahan aspek jasmaniah. sedih dan senang. namun keduanya dapat dibedakan.benci. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. gembira. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. akan semakin baik.

Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. 2. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative.Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Menurut teori ini. Berorientasi kepada kenyataan. 3. . 1. 3.perubahan dalam kejasmanian. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. 2. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. Teori sentral . Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. Teori Periferal Menurut teori ini. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. teori periferal dan teori kepribadian. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. jauhkanlah emosi negative. Teori Kepribadian Menurut teori ini. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah.Linchoten. 4. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat.

Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar.marah pada waktu yang tepat. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. Meskipun IQ tinggi. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Jika siswa mengalami emosi positif. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam .

pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Psikologi asosiasi. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. berpikir ada tiga macam yaitu: 1. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. Menurut Khodijah (2006). Jenis Berpikir Menurut Floyd L.konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Aliran Behaviorisme. yg semacam "perasaan". yaitu : a. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Ruch. Diantara pikiran sadar dan . Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. 3. Psikologi Gestalt. Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. 2. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. b. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. c.

Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. 3. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. yang untuk membuka. 2. sebagai berikut : 1. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. 2. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. mana yang tidak sama. Personality & Habits (kebiasaan). Mengabstrasikan. 2.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Self-image. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. 3. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. Keputusan deduktif . Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). b. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. c. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1.

Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. 3.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.ingatan. guru . Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. masyarakat dan konsuler. memori dan pola berpikir anak . Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Orang tua.Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI .perkembangan .

psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. iklim. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. with especial attention given to human behavior. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism. Ketiga. A. kebudayaan. Kedua. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. yaitu: Pertama. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology .Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. (Psikologi ialah tingkah laku manusia.

Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia.Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial... karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2.L.W.R.(dlm Psychology.C. both of its phenomena. Westen. Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1.Weaver.ed) : “the scientific study of behavior. (dlm Harriman. both external observable action and internal thought”. 1988. Drew. Stein... . Science.Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan. Wortman.2004 (dlm Psychology.1963 .J.Ch. 5th.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial.Loftus. 1959 (dalam buku Psychology : mind. Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James.P. brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.. and of their condition” Crooks.L. Psikologi sosial .E.

1. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . kerjasama dalam kelompok. sosialisasi. atribusi (sifat) • sikap sosial. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. atau sebaliknya. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. kemampuan memori. atensi. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. proses belajar. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup. dan emosi. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. misalnya kepemimpinan. 4. studi tentang interaksi kelompok. misalnya. seperti bahasa. kemampuan bahasa dan emosi. seperti: Persepsi. motivasi proses belajar. studi tentang persepsi. misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 3. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. dan persaingan. walaupun demikian.

Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4.2. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • . mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3.

akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. 1.. dan belajar. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan.B. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2. .1989:134). Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. membimbing mereka maju. dan bukan mundur. 2.P. dari lahir sampai mati (Chaplin C. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. Sedangakan Hurlock E. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. kemasakan. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme.

atau 1. sosial berhubungan . pengalaman. 5. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . 5. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. dengan semua aspek-aspek(fisik. Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. 3.kognitif.2. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. dan Belajar 2. emosional. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. lingkungan menentukan arah perkembangan. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). 4. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. 4.sosial) yang saling mempengaruhi. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal.

masa 8. akhir masa kanak-kanak. masas noenatus. perkembangan terjadi secara berkesinambung. baik fisik maupun perkembangan. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. 7. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan . Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. 9. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. masa puber. Belajar membedakan benar dan salah. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial.Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. dan psikologi. masa kanak-kanak awal. Belajar memakan makanan padat 2. Belajar berbicara 4. Belajar berjalan 3. Terdapat periode perkembangan. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. 10. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. yang disebut periode pralahir. 6.dan terdapat korelasidalam berkembang. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda.

Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. menulis. 8. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. pengertian moral. dan tata dan tingkatan nilai. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Masa Remaja 1. Memilih pasangan 3. Mencapai kebebasan pribadi 4. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5.umum. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mulai bekrja 2. Belajar hidup dengan tunangan . Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mencapai peran sosial pria. berhitung 6. Mengembangkan hati nurani. dan wanita 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. 2.

Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Mulai membina keluarga 5. Mengelola rumah tangga 7. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Faktor-faktor tersebut: . Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mengasuh anak 6. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5.4. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6.

Tingkat perkembangan yang normal 2. Tidak ada motivasi 4. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Masa bayi. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. masa sebelum kelahiran 2. enam puluh tahun sampai meninggal . Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Usia pertengahan. empat puluh sampai enam puluh tahun 10.Faktor Penghalang 1. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. Awal masa dewasa. Kesehatan yang buruk 5. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Masa remaja. Akhir masa kanak-kanak. Awal masa kanak-kanak. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Motivasi 4. Periode Pranatal. dua sampai enam tahun 5. kelahiran sampai minggu kedua 3. Bayi. Cacat tubuh 6. Masa tua atau usia lanjut. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Masa pubertas.

(Purwanto. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Menurut Nativisme. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. 1990: 14) b. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut . Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. ahli biologi.Ngalim.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. M.

Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. M. Ngalim. 1990: 16) . Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. seorang ahli hukum. M. Ngalim.kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. seorang padagang. 1990: 14) c. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. Ngalim. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. (Purwanto. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. (Purwanto. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. Dalam pendidikan. dan yang sebaliknya. dapat saya jadikan dokter. M. (Purwanto. entah yang mana.

Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. periang. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali.A. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. bermata lebar atau sipit. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. lincah atau pendiam. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . Tapi dari penyelidikan. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. a. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. berbada tinggi atau pendek.

b. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. untuk menggambar. potensi berkata-kata. 2. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. Masa perkembangan manusia begitu lama. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. M. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. pembawaan untuk bahasa. Sebaliknya. yaitu jenis manusia. potensi untuk belajar ilmu pasti.1. 3. Ngalim. Seperti . Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. (Purwanto. Bentuk badannya. 2. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). intelegensi yang baik dan lain-lain. intelegensinya. anggota-anggota tubuhnya. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.

b. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. merupakan pengalamanpengalaman. antara lain ialah: a. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. c. seperti sikap badan. B. e. gerakan bicara. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. alam sekitar. ras Negro dan lain-lain. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. sikap berjalan. 4. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. Pembawaan ras. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. pembawaan jenis. Tempo dan ritme perkembangan. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. ras Mongolia.ras Indo Jerman. Tipe-tipe perhatian. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. intelegnsi. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. d. f. pendidikan dan sebagainya. masing-masing mempybai pembawaan watak. 3. air muka.

Tidak demikian halnya dengan pendidikan. penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. dan sebagainya. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal.kepada individu. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. keadaan musim. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan sosial sekunder. yaitu merupakan lingkungan mayarakat. Lingkungan sosial primer. . Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. Ligkungan sosial. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. misalnya keadaan tanah. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. Lingkungan fisik. b. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. Yaitu lingkungan yang berupa alam. 2. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas.

. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. Bimo.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. Psikologi Belajar. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Pertemuan ke 3 1. Whittaker (Djamarah. b. Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik. Rineka Cipta. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. (Walgito. Menurut james O. Syaiful Bahri . Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. c. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia.

Psikologi Belajar. 5. Cronchbach (Djamarah. Psikologi Belajar. Syaiful Bahri. Rineka Cipta.2. wich persists over a period time. Gagne (Djamarah. pemahaman. Rineka Cipta. 1999) hal 22. Rineka Cipta. nilai dan sikap. Howard L. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Rineka Cipta. afektif dan psikomotor. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. (Djamarah. bukan hanya . Syaiful Bahri. Winkel. Slameto (Djamarah. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. ketrampilan. kebiasaan dan tingkah laku 8. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. 6. Psikologi Belajar. 7. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Psikologi Belajar. and which is not simply ascribable to process a groeth. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. Psikologi Belajar. R. 4. 3. Drs. Syaiful Bahri . Syaiful Bahri. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Rineka Cipta. Syaiful Bahri. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. ketrampilan. Kingskey (Djamarah. Robert M.

Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Ngalim Purwanto (1992) (WWW.disebabkan karena proses pertumbuhan saja. 2. 4.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. Lester D. Google. tidak karena kelelahan.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. . Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. keterampilan (psikomotorik). Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Crow and Alice Crow (WWW. 10. knowledge and attitudes. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. 3. pengetahuan dan sikap. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. 11. Google. maupun nilai dan sikap (afektif). yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.com) Belajar adalah acuquisition of habits. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Adanya kemampuan baru atau perubahan. I.

A Menurut Robert M. karakter. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. dan kebutuhan dalam belajar.3.3. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. 3. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.dalam konteks inilah signal learning terjadi. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Untuk mengisi waktu luang. 8. Belajar stimulus respon. 4. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Belajar merantaikan (chaining). 6. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 7. 2. 5. Menurut Gagne. . I. Belajar isyarat (signal learning). Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.

atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Belajar konsep (concept learning). Belajar memecahkan masalah (problem solving). Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). 7. Contohnya yaitu seorang guru memberikan . Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. seperti kotak kardus. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. 6. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. dsb. 8. Belajar dalil (rule learning). (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya.Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. 5. kubus. Belajar membedakan (discrimination). Belajar mengklsifikasikan stimulus. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. 4. Membuat prosedur dari praktek kayu. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek.

2. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. Kelima hal tersebut adalah : 1. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri.3. Selain delapan jenis belajar. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf.kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. 3. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. . sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak.B Menurut Bloom Benyamin S. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. I. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. 4. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. termasuk dengan cara menggambar. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). kata atau gambar. Pemahaman (Comprehension). mengingat dan berfikir. angka. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act).

Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. minat. sikap. Memadukan (Synthesis). . Pengorganisasian (organization). Belajar arti kata-kata. Gagne. De Block. gagasan. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). seperti perasaan. Van Parreren) 1. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 2. Belajar Menghafal. Robert M. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. Belajar Kognitif. Affective Domain (Kawasan afektif). Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. Sambutan (responding). Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik).3. 3. Penilaian (valuing). C. Penilaian (Evaluation). Karakterisasi (characterization) 3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. 2.

Belajar Teoritis. Belajar Berpikir. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. . 7. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Belajar Kaidah. Belajar Konsep. 4. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. 5.sesuai dengan materi yang asli.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. Dalam belajar ini. 6. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. diuji. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar.

Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. dengan memahami orang lain. Learning to be. bagaimana caranya dan siapa yang belajar.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. Menurut Dewey. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari.3. 1. Kesadaran akan adanya masalah. Learning to live together. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Merumuskan masalah. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. 2. 3. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Learning to know. Menerima hipotesis yang benar. Learning to do. 4. budayanya. 2000 ) : 1. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Suhaenah Suparno. . Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. sejarahnya.

mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. I. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan . merupakan upaya sadar dan disengaja 2. 1. Duffy dan Roehler (1989). Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. Belajar. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh.4. I. Gagne dan Briggs (1979:3). 2. 1.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.4.

baik isinya.4. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar. perbuatan. PENGAJARAN. peringatan (tentang pengalaman. PEMELAJAR. Kamus Bahasa Indonesia. waktu.S. 1997). Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. pelaksanaannya terkendali. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru . Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. proses maupun hasilnya 1. (Dariyanto S.6 PEMBELAJARAN. segala sesuatu mengenai mengajar. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar.1991) Pengajaran adalah proses.

sebagai berikut : 1. 3. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. 9. . 6. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). 5. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. akan membantu siswa. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. 7. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 8. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.1. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 2. 4.

Dengan persiapan. . 11. atau kompleks. 3.10. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. kontradiksi. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. 5. efisien. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. sebagai berikut: 1. 2. 12. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. 4. Belajar akan lebih cepat. aneh. Dalam buku Condition of Learning. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

A.6. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. . mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. keadaan tonus jasmani. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Sebaliknya. 1. Pertama. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. 7. 8. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 9. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. yaitu factor internal dan factor eksternal . kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss.

Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. – kecerdasan /intelegensia siswa . karena ada gairah untuk belajar. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. b. c. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. mengonsumsi makanan yang bergizi . Oleh lkarena itu.kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. sehingga tidak Kedua. terutama panca indra. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. dalam proses belajar . memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. dan lain sebagainya. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. 2. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. motifasi . Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Selama proses belajar berlangsung. minat. dan mengantuk. Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. sikap dan bakat. istirahat yang cukup dan sehat. lesu .

Sebaliknya. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. seperti guru.Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. orang tua. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. dan lain sebagainya. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. Oleh karena itu. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). perlu bimbingan belajar dari orang lain. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. Dengan dmikian. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. semakin rendah tingkat intelegensi individu. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar.

Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69.Dari table tersebut. memberikan arah. yaitu: A. 1994). Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. mendorong. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. imbisil. D. atau mungkin malah lemah mental. amat superior. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. C. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. idiot. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. superior. rata-rata. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. F. G. E. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. B. Motivasi juga . Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin.

yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. peraturan.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. dan lain-lain. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap . maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Seperti pujian. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. guru. misalkan orang tua. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. orangtua. d. Dalam proses belajar. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Frandsen (Hayinah. teladan guru. 1992). Menurut Arden N. atau teman-teman. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. c. tata tertib. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. Menurut Reber (Syah. Minat Secara sederhana. dan lain sebaginya. b. saudara.diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). danlain sebagainya.

pemilihan jurusan atau bidang studi. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. Anatara lain. 2003). moativasi. banyak cara yang bisa digunakan. dalam konteks belajar di kelas. Oleh karena itu. pelajaran. Dalam hal ini. atau lingkungan sekitarnya. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. Sikap Dalam proses belajar. Namun lepas dari kepopulerannya. dan tulus kepada muridnya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. afektif. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. peristiwa dan sebaginya. baik dari bentuk buku materi. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. dan kebutuhan. Kedua. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. seperti pemusatan perhatian. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. pertama. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. baik secara positif maupun negative (Syah. Dengan profesionalitas. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. sabar.berbagai factor internal lainnya. keingintahuan. orang. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru.

ikut mengembangkan. b. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Karena itu. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa.dalam hal ini. . yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Berkaitan dengan belajar. orangtua. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar.maka para pendidik. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Dengan demikian. anatara lain dengan mendukung.tidak menjemukan. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Misalnya. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Secara umum. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. 2003). bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah.

bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. Lingkungan alamiah. Hubungan anatara anggota keluarga. Lingkungan siswa yang kumuh. c. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. atau tidak terlalu lemah/gelap. Lingkungan social keluarga. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. Lingkungan social massyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. orangtua. seperti kondisi udara yang segar. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. demografi keluarga (letak rumah). tidak panas dan tidak dingin. seperti ggggggguru. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. diskusi. sifat-sifat orangtua.1) a. pengelolaankeluarga. Ketegangan keluarga. proses belajar siswa akan terlambat. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. b. a. kakak. anak. Sebaliknya. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. . administrasi. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. suasana yang sejuk dantenang. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. 2) Lingkungan non social. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik.

yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Factor instrumental.b. alat-alat belajar. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. Dengan kata lain. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. software. TEORI-TEORI BELAJAR A. peraturan-peraturan sekolah.fasilitas belajar. hardware. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). seperti kurikulum sekolah. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. silabi dan lain sebagainya. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. bakat. Sebaliknya. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. seperti gedung sekolah. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. diantaranya Law of Effect. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. dan mengabaikan aspek – aspek mental. . diantaranya : 1. c. Karena itu.Respons. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. lapangan olah raga dan lain sebagainya. Kedua. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. bukupanduan. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan.

2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).F. maka kekuatannya akan menurun. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Respons dalam . maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.• Law of Readiness. 2. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. • Law of Exercise. • Reber (Muhibin Syah. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. 3. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar.

melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. Prinsip dasar belajar menurut teori ini.operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. (2) pre operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. (3) concrete operational dan (4) formal operational. Melalui pemberian reward dan punishment. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). 4. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. B. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya.

Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. 10. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri . Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. 8. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. 9. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. 7. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. C. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Di dalam kelas. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi.

Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Kedekatan (proxmity). ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. (5) ingatan kembali. 8. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (2) pemahaman. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. 11. Menurut Koffka dan Kohler. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. Arah bersama (common direction). Kesamaan (similarity). Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). (7) perlakuan dan (8) umpan balik. D. 10. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Kesederhanaan (simplicity). (3) pemerolehan. 9. (4) penyimpanan. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. dan . (1) motivasi.individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. potongan. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. (6) generalisasi.

Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. Contoh lain. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. (lingkungan behavioral). sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Dalam proses pembelajaran. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. berjalan. seperti : sagitarius. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Misalnya. 6. mengikuti kuliah. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. hendaknya peserta didik memiliki . Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. Misalnya. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.12. virgo. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6. Berlari. Pengalaman tilikan (insight). 7. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. yaitu: 5. pisces. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. 8. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). adanya penamaan kumpulan bintang.

Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. 9. Menurut pandangan Gestalt. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Transfer dalam Belajar.kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Oleh karena itu. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). 10. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Prinsip ruang hidup (life space). Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. 7. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. bahwa perilaku terarah pada tujuan. . 8. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi).

0. Sedangkan di antara 2 anak kembar. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak.Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. berpikir secara rasional. sekitar 0. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi.50. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . IQ mereka berkorelasi sekitar 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. berpikir secara rasional.10 . Oleh karena itu. dan hanya 0. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.40 0. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah.90.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler.

IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Lewis Terman. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. tidak terjadi perkembangan lagi. maka akan diperoleh skor 1. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Selain gizi. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ.yang dikonsumsi. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. Dengan demikian. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . Alfred Binet dan Theodor Simon. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age.

Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Inteligensi dan Kreativitas . Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Dalam kemampuan yang umum ini. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Di samping alat-alat tes di atas. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. kecakapan. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Inteligensi dan Bakat. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Seorang tokoh dalam bidang ini. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Stern. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa.

Sebaliknya. Namun semakin tinggi skor IQ. P. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. masih terdapat korelasi yang cukup berarti.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Tetapi lebih tinggi lagi. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. Sampai pada skor IQ tertentu. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. . Meskipun demikian.

.

cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. musik. dan simbolis. berdasar realitas.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. © 1993-2005 Microsoft Corporation. (Bobbi De Potter. membaca. fakta. kreativitas. pola. kearah perasaan dan emosi. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. tidak teratus. © Microsoft Corporation. menempatkan detail. All Rights Reserved. pengenalan bentuk. Microsoft ® Encarta ® 2006. 37 – 38) . menulis. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. All rights reserved.intuitif. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. bersifat non verbal. mampu melakukan penafsiran secara abstrak.1999. In nearly all right-handed and many left-handed people. the left hemisphere is dominant. holistik. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. kepekaan warna. visualisasi. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations.

Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). Memori yang disimpan . Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. recognition dan rekonstruksi inferensial. lingkungan. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. 1999. yaitu: memberi kode/sandi.Kedua belahan otak penting artinya . Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. fisiologi. yaitu: recall. 1999. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. menyimpan dan menimbulkan kembali. emosi dan sosial. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. Pada proses penyimpanan. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. persepsi. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. 38)Kedua belahan otak penting artinya . orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter.

Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. mengaktifkan retrieval cues.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. Secara sederhana. Seseorang yang dalam kondisi lelah. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Pembentukan memori secara biologi. kurang tidur dan sakit. yaitu pada usia 10-14 tahun.rekreasi mental. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. akronim. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer.

Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Jadi. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Pertemuan ke 7 EMOSI . Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil.

Emosi adalah suatu kondisi biologi. diantaranya adalah cinta. takut dan sebagainya. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. Fungsi Emosi. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. adanya perubahan aspek jasmaniah. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. gembira. . marah. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. Selain itu. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. sayang. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. teori periferal dan teori kepribadian. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. marah. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. diantaranya adalah sedih. sedih dan senang. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. kagum dan sebagainya. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. namun keduanya dapat dibedakan. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu.benci. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. akan semakin baik.

1. Pengaruh Emosi pada Belajar . 8. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. 7. Teori sentral . Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. jauhkanlah emosi negative. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Berorientasi kepada kenyataan. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah.perubahan dalam kejasmanian. Menurut teori ini. Teori Periferal Menurut teori ini.Linchoten. 6. Teori Kepribadian Menurut teori ini. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. 2. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. 3. marah pada waktu yang tepat. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5.

Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik.Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. . tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Jika siswa mengalami emosi positif. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Meskipun IQ tinggi.

Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. 6. f. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. yg semacam "perasaan". Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. Psikologi asosiasi. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Self-image. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Aliran Behaviorisme. Menurut Khodijah (2006). berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. Psikologi Gestalt. . pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Personality & Habits (kebiasaan). berpikir ada tiga macam yaitu: 4. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Ruch. yaitu : d. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. yang untuk membuka. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. 5. e.

Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. 2. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. sebagai berikut : 1. c. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Mengabstrasikan. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. 3. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. 6. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4. 6. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. 5. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. . Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. 5. mana yang tidak sama. b. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus.

Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat.perkembangan . masyarakat dan konsuler. guru . memori dan pola berpikir anak . Orang tua.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . .ingatan.REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful