Anak Berbakat

Jumat, 19 Februari 2010 By: bhezt Jam 09.33 Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul. Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubunganhubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret, tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan, lebih dari orang lainnya. Oleh karenanya, kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata; (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas; (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) PENGERTIAN MURID CERDAS Cerdas merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. (Howard Gardner) Murid / anak cerdas dalam istilah berbahasa Inggris disebut Bright Child. Ia berbeda dengan anak-anak gifted (berbakat), karena Bright Children (anak cerdas) sekalipun ia mempunyai IQ melebihi rata-rata, namun Bright Children mempunyai kreativitas sebagaimana anak-anak pada umumnya. PENGERTIAN ANAK BERBAKAT Yaitu anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata anak normal, dengan batasan IQ di atas 130, dengan kreativitas, motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi (menurut Renzuli). Selain itu juga dapat diartikan anak yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul (Utami Munandar). Faktor Pendukung Kecerdasan Anak Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut: Motivasi Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar

mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar. IQ (intelectual Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk. EQ (Emotional Quotient) Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya. Kecerdasan visual Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai Faktor lingkungan Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya. Kecerdasan berkomunikasi Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak. Makanan bergizi Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar. Membaca Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca. Kemampuan bersosialisasi Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.lain Kecerdasan Perilaku Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian

dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan. Kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seorang anak. Kalau dia pandai berbahasa, maka logika berpikirnya bagus. Bagaimana caranya? KECERDASAN bahasa merupakan salah satu bagian dari teori kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Di samping itu ada kecerdasan gambar, musik, tubuh, logika dan matematika, kecerdasan sosial, diri, alam dan kecerdasan spiritual. Menurut Dr Howard Gardner, peneliti dari Universitas Harvard yang mencetuskan teori ini, cerdas bahasa adalah kecerdasan anak dalam mengolah kata. Contohnya, keterampilan yang dimiliki anak dalam menceritakan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata. Kecerdasan bahasa termasuk di dalamnya kemampuan seorang anak dalam menggunakan bahasa-bahasa dengan banyak varias Sumber: http://www.abhest.co.cc/2010/02/anak-berbakat.html

USAHA GURU DALAM MENGATASI ANAK YANG BERMASALAH DALAM BELAJAR
August 5th, 2010 by staf1 | 1 Comment | Filed in metode pembelajaran

oleh Supratman Zakir, M. Pd., M. Kom I. PENDAHULUAN Mengajar itu memang rumit. Bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya, tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajarmengajar. Kecuali itu guru juga harus memiliki atau mengembangkan bakat untuk mengajar – suatu aspek seni. Bukan saja guru harus mengajar di depan kelas, tetapi juga menyiapkan dan mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas-tugas, menilai proses dan hasil belajar murid, merencanakan kegiatan-kegiatan lain dan menegakkan disiplin. Disamping itu guru harus menyimpan dan memelihara catatan-catatan tentang muridnya, mengatur dan mengelola kelas, mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar, berbicara kepada orang tua murid dan bahkan melakukan kegiatan bimbingan dan konselling bagi murid-muridnya. Mengajar ialah melatih keterampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai. Mengajar adalah membuat perubahan pada diri murid. Mengajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, persuasi, demonstrasi, membimbing dan

Langkah sesudah mengajar langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan guru sebelum mengajar. MENGAJAR Mengajar dikatakan efektif apabila meliputi tiga langkah. keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki murid. tepat tidaknya tujuan pengajaran. Cara memberikan nilai misalnya. motivasi dan kontrol (pembinaan disiplin dan pengelolaan). Langkah ini meliputi komunikasi. meliputi. Memulai memngajar dengan penuh semangatpun tidak merupakan jaminan bahwa minat dan konsentrasi murid dapat berlangsung lama. PERANAN GURU Peranan guru yang dianggap penting adalah : 1) Guru sebagai Pembuat keputusan Guru harus selalu membuat keputusan-keputusan bahan pelajaran dan metode mengajar. Banyak keputusan yang dibuat guru berpengaruh terhadap motivasi murid. Dari proses penilaian ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar. 2) Guru sebagai motivator Murid tidak berhasil dengan sendirinya. . tetap tidaknya strategi mengajar yang digunakan dan bahkan derajat relevansi dan ketepatan prosedur penilaian yang ditempuh. baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. dan langkah sesudah mengajar. III. langkah pelaksanaan mengajar. Keputusan-keputusan ini didasarkan atas banyaknya factor seperti bahan inti yang harus diajarkan. II. dapat mendorong murid belajar lebih giat atau malah menjadikannya putus asa. Mengajar dapat hanya melibatkan pengetahuan dan keterampilan guru sendiri atau dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh pihak lain seperti film. Langkah sebelum mengajar. kepemimpinan. yaitu langkah sebelum mengajar. seberapa tinggi tingkat kesiapan murid. langkah ini berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk membawa murid mencapai tujuan pengajaran. menentukan tujuan pengajaran. melainkan dengan peran guru sebagai motivator. Bahkan pelajaran yang dipilih yang sejalan dengan minat dan kemampuan murid dapat membantu mendorong mereka belajar. manusia sumber aau kombinasi antara bakat. kemampuan murid dan apa yang diperlukan olehnya dan tujuan yang akan dicapai. perangkat komputer. Maslahnya ialah bagaimanakah guru dapat mempertahankan minat dan perhatian murid selama proses belajar mengajar berlangsung. Ada beberpa pelajaran yang di sampaikan guru tidak menarik minat dan perhatian murid.mengarahkan usaha dan aktifitas murid atau dengan kombinasi cara tersebut. Langkah pelaksanaan mengajar.

tetapi kenyataannya jarang berbuat demikian. memeriksa dan menilai pekerjaan murid. Guru harus berusaha memberikan tanggapan yang konstruktif apabila murid mengalami kelesuan dalam belajar. Dengan demikian guru tersebut dengan sengaja berperan sebagai model. pengganti orang tua. 5) Guru sebagai konselor Sebagai konselor. Demonstrasi dalam mata pelajaran fisika. seperti supervisi. Bukankah penataan ruangan kelas dapat membantu atau mengganggu proses belajar ? Perubahan tata ruang kelas itu mungkin saja tidak menyolok. guru harus menjadi pengamat yang peka terhadap tingkah laku dan gerak gerik murid. Dalam peranannya sebagai pemimpin kelompok.3) Guru sebagai Manajer Waktu yang di pergunakan guru untuk berinteraksi secara verbal dengan murid rata-rata antara 20 sampai 30persen setiap harinya. Disetiap kelas tidak jarang murid mengadukan persoalan pribadinya kepada guru. Sebaliknya gairah terhadap suatu mata pelajaran memudar karena mata pelajaran itu diberikan dengan metode ceramah yang gersang. sumber kasih saying dan pemberi semangat. seperti menggantungkan gambar di depan kelas atau menyuruh murid duduk dalam posisi lingkaran untuk keperluan diskusi dan sebagainya. guru selalu berperan sebagai model dalam mendemonstrasikan cara berfikir memecahkan masalah. Dia harus tahu apabila ada murid perlu dikonsultasikan kepada ahli kesehatan mental misalnya. Sebagai contoh. 4) Guru sebagai pemimpin Meskipun guru harus menangani kebutuhan murid orang perorang. pencegah timbulnya perasaan bermusuh dan frustasi. Guru yang efektif adalah pemimpin yang efektif.menyiapkan ujian. guru tidak begitu menyadari peranannya sebagai model. Mengajar nyatanya adalah memimpin sekelompok murid. Apabila guru dapat melibatkan muridnya berfikir melalui berbagai macam alternatif pemecahan . menghadiri rapat. teman dan orang kepercayaan. guru diharapkan menjadi wasit. mengadakan pertemuan dengan orang tua murid dan sebagainya. detektif. Selebihnya di pergunakan untuk kegiatan pengelolaan. kimia dan kesejahteraan keluarga adalah contah permodelan langsung (direct modeling). Tetapi dalam banyak hal yang lain. 7) Guru sebagai Model Guru juga berperan sebagai model atau contoh bagi muridnya. yaitu memanfaatkan potensi kelompok untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan individual. organisasi pelajarn. Gairah murid terhadap suatu mata pelajaran timbul karena pelajaran itu diberikan oleh guru yang penuh gairah dengan menggunakan metode demonstrasi. pelerai kecemasan.. 6) Guru sebagai insinyur atau perekayasa lingkungan Guru diharapkan menjadi desainer yang dapat menata ruang kelas dengan baik sehingga menimbulkan suasana belajar yang kondusif.

Perbedaan ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar murid. problem yang dihadapi guru meruapakan akibat dari : 1) 2) 3) Sikap pribadi dan sikap social yang tidak konstruktif Kurang percaya pada diri sendiri. Kecakapan mengajar yang efektif dan sikap yang baik tidaklah diperoleh secara kebetulan saja. tetapi bertahun-tahun mengajar bisa saja malah menambah rumit kesulitan terdahulu keculi apabila guru dipersiapkan dengan baik sebelumnya.masalah. V. Dalam hal semangat terkadang semangatnya tinggi. tetapi terkadang juga sulit mengadakan konsentrasi. kadang-kadang tidak. Demikian antara lain kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap murid dalam proses belajar mengajar. akan tetapi dapat juga disebabkan oleh factor non intelegensi. PROBLEM-PROBLEM YANG DIHADAPI GURU Semakin meluasnya tujuan pendidikan. Tetapi secara fundamental. IV. itulah yang disebut “kesulitan belajar” Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan factor intelegensi yang rendah (kelainan mental). tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. KESULITAN BELAJAR ANAK Aktifitas belajar bagi setiap individu. Pengalaman kerja mungkin merupakan factor yang penting. Adapun factor penyebab timbulnya kesulitan yang dihadapi guru di dalam kelas dan pada situasi lain di sekolah adalah sebagai beikut : 1) 2) 3) Kurang memadainya pengetahuan guru tentang murid Kurang memadainya apresiasi guru terhadap tujuan asasi pendidikan. Kurang terampil melakukan diagnosis 4) Tidak pandainya guru menggunakan metode mengajar yang baik dan cara yang mengelola kelas. Setiap individu memang tidak ada yang sama. Dalam keadaan murid tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Emosi yang tidak stabil. Kadang-kadang lancar. kadang-kadang terasa amat sulit. besar kemungkinan muridnya menjadi sadar bahwa mereka mampu memecahkan masalah dalam berbagai macam situasi. maka akan semakin menambah beban tanggung jawab guru dan menimbulkan problem serius bagi pelaksanaan oekerjaannya. . kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari. Dengan demikian.

yaitu (1) factor orang tua (2) Suasana rumah/keluarga (3) keadaan ekonomi keluarga. Buku Komik. maka guru perlu memahami masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar. 4) dll. ANAK BERMASALAH Seorang murid dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. teman bergaul. misalnya mengantuk. Ia selalu tertinggal dengan kawankawannya dalam segala hal. yaitu (1) guru (2) factor alat (3) Kondisi gedung (4) kurikulum (5) waktu sekolah dan disiplin kurang. Faktor external. tidak sopan. Penyimpangan perilaku yang sederhana. 3) Lambat melaksanakan tuga-tugas belajar. Pertama sebab yang bersifat fisik. memeras teman. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh.IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. misalnya dalam mengerjakan soal-soal latihan dsb. suka menyendiri. Ketiga Faktor Mass Media dan lingkungan social. Karena itu. disebabkan oleh tiga hal. Sedangka ekstrim adalah sering membolos. . MENGENAL MURID YANG BERMASALAH BELAJAR Beberapa gejala pertanda adanya kesulitan belajar antara lain : 1) Menunjukkan prestasi yang rendah/di Bawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas 2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. aktivitas dalam masyarakat. VI. Kedua Faktor Sekolah. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah. yaitu (1) Intelegensi (2) Bakat (3) Minat (4) Motifasi (5) factor kesehatan mental (6) tipe khusus seorang murid. Surat Kabar Majalah. berpura-pura dusta. Pertama Faktor Keluarga. VII. Penyimpangan perilaku ada yang sederhana ada juga yang ekstrim. yaitu (1) karena sakit (2) karena kurang sehat (3) karena cacat tubuh. lingkungan tetangga. Faktor penyebab kesulitan belajar 1) 2) Faktor Intern Faktor External Faktor intern. terlambat datang. dalam rangka memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. Kedua sebab kesulitan belajar karena rohani. disebabkan oleh dua hal. yaitu TV.

cet. Jakarta. Jakarta. DAFTAR BACAAN Feinberg. 1993 Sugiarto. Kartini. PT. Jakarta.com/tag/mengatasi-anak-yang-bermasalah/ . Mitra Utama. Raja Grafindo Persada. USAHA MENGATASI ANAK BERMASALAH Secara sistematis. Jakarta. Sumadi. Jakarta. Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa. Jakarta. 1998 Prasetya. dkk. Psikologi Pendidikan. Pemimpin dan Kepemimpinan. Psikologi Manajemen.5) Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. 1997 Siagian. misalnya mudah tersinggung. Jakarta. Falsafah Pendidikan. kurang gembira. VIII. Nana. Gramedia Grafindo Persada. Endar. ke-VIII. Manajemen Sumber Daya Manusia. keIX. Pustaka Setia. cemberut. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. 3) Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya 4) Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya. cet. P. PT. R. alih bahasa R. 1998 Sumber: http://semangatbelajar. PT. Raja Grafindo Persada. 1991 Suryabrata. Mortimer. Sondang. pemarah. 1990 Sudjana. langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah : 1) Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang 2) Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah. selalu sedih. 1994 Kartono. Bumi Aksara. bingung. murung. 5) Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya 6) Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar. Turman Sirait. Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia.

Sehingga mereka tidak harus bersusah payah menghafalkan. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menguasai hafalan do’a-do’a harian. apa yang kita perbuat. orang tua juga tidak keberatan bila temboknya penuh coretan oleh anak yang sedang masa-masanya ingin menulis dan menggambar. Namun lebih jauh. maka anak kita akan menganggap do’a sebagai sebuah kebutuhan. . orang tua secara rutin memberikan berbagai stimulus (rangsangan) agar anak mau berjalan tanpa harus terus digendong (untuk anak usia 1-2 tahun). pertanyaan. Sebagai contoh. maka anak akan secara mudah menghafalkan setiap do’a yang diberikan oleh orang tuanya itu. Dan yang perlu diperhatikan oleh setiap orang tua adalah berusaha untuk selalu tanggap terhadap apa-apa yang dikemukakan oleh anak. Bukan suatu yang cukup hanya dihafalkan. Dengan masa keemasan yang dimilikinya. Karena bagaimanapun. dan lain sebagainya. Sebagai orang tua. Karena bagaimana pun. ketika anak memahami apa itu do’a dan mengapa mereka harus berdo’a. bahasa. sosio emosional. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh beberapa ahli pendidikan anak bahwa usia dini adalah masa golden age (masa keemasan). baik di rumah maupun di sekolah. Contoh sederhana. bila ternyata setelah beberapa tahun kemudian.PERLUNYA BASIC LIFE SKILL BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk kepribadian anak sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Bahkan bukan sebagai beban. tentu saja kita harus tanggap terhadap keadaan demikian. Selain itu. atau dari guru kepada muridnya. pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar kegiatan mentransfer apa yang dikuasai oleh orang tua. dan apa yang dialaminya. Keberadaan seseorang di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh pendidikan yang didapatnya pada saat ia berusia dini. daya pikir. Bahkan kemampuan menghafalnya jauh lebih cepat dibanding kemampuan menghafal orang dewasa. anak yang berada pada rentang usia 0 – 7 tahun (usia dini) memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa dibanding dengan usia di atasnya. hafalan do’a yang telah dikuasainya itu tak ada satu pun yang menempel. Faktor yang menyebabkan terjadinya kasus yang dikemukakan di atas. dan daya cipta). Namun tidak bisa dipungkiri. dan apa yang kita lakukan akan terekam kuat dalam memori anak-anak kita sampai mereka berusia dewasa sekalipun. anak akan memahami esensi dari apa yang dibelajarkan oleh orang tua kepada mereka. baik orang tua maupun guru di sekolah adalah cermin yang setiap saat diteladani oleh anak. Kasus semacam ini tidak jarang terjadi di banyak keluarga. fisik. Dengan adanya life skill (kecakapan hidup). bahkan jauh sebelumnya yaitu sejak dalam kandungan (prenatal education). anak diharapkan memiliki pemahaman terhadap apa yang dilihat. apa yang didengar. Akan tetapi. Mulai dari do’a bangun tidur sampai do’a setelah makan. merupakan sebuah keharusan bagi orang tua di manapun untuk mengoptimalkan masa usia dini putera-puterinya dengan pembelajaran yang holistik (menyentuh berbagai aspek. anak usia empat tahun diajari oleh orang tuanya untuk mampu menghafalkan do’a. apakah itu keluhan. Karena itu. Terkait dengan keharusan pendidikan diterapkan sejak usia dini. Sebagai contoh. Apa yang kita ucapkan. salah satunya adalah karena tidak adanya pembelajaran atau pembekalan life skill dari orang tua kepada anaknya.

maka dapat dipastikan bahwa ketika anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi. life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak. Pendidikan benar-benar bukan sekadar transformasi pengetahuan atau wawasan yang dimiliki oleh orang tua kepada anaknya. dimana Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden American Psychological Association. Setelah itu. secara tidak langsung kecerdasan majemuk . mereka akan paham terhadap apa yang dibacakannya itu. Adapun kelebihan lain dari pembekalan life skill yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya atau oleh guru kepada muridnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan anak usia dini merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan pada masa berikutnya. sangat memungkinkan baginya untuk tetap memiliki life skill yang terasah. Dengan adanya pembekalan life skill sejak anak usia dini. Adapun beberapa contoh lain yang bisa kita optimalkan untuk membangun keterampilan life slill pada anak-anak kita. Kemudian dengan mudahnya kita membelajarkan mereka dengan penambahan dan pengurangan. bahkan lebih jauh lagi. karena secara tidak langsung kita telah melatih anak kita untuk berpikir secara kreatif. yang ada di pikiran kita biasanya bagaimana mengenalkan angka pada anak. termasuk didalamnya berpikir kreatif. Dengan adanya pembelajaran life skill pula. Hal ini sebagaimana terjadi di negara Barat. dengan diterapkannya pendidikan berbasis life skill.seiring dengan kebiasaan berdo’a yang dilakukannya. maka life skill yang dimilikinya akan senantiasa diberdayakan dan dioptimalkan. misalnya : pada saat anak kita belajar matematika. tidak salah bagi kita untuk memberi bekal life skill dalam pendidikan anak usia dini. Hal ini dapat diartikan bahwa jika orang sudah dibiasakan life skillnya terasah sejak usia dini. Bahkan ketika kita tengah memotong tempe sekalipun. maka sampai kapan pun anak akan tetap hafal dengan do’a-do’anya. kita bisa mengajak mereka bekerja di dapur bersama kita (untuk anak perempuan). Dalam kaitannya dengan perkembangan anak usia dini. atau ketika anak sudah mencapai usia dewasa. Padahal. bila kita mau menjadi orang tua kreatif hanya dengan menggunakan fasilitas yang ada. maka anak akan terbiasa akan melalui proses-proses pemikiran yang tinggi. namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan cara-cara baru. anak pun paham dengan konsep bilangan yang telah dikuasainya. Dengan demikian. dengan sendirinya pendidikan tersebut akan lebih substansif dan bermakna. ketika itulah pembelajaran life skill berlangsung. Anak bisa mengetahui objek secara langsung dan bisa menghitungnya satu demi satu setiap potongan tempe yang hendak kita goreng. Selain itu. menyatakan bahwa : Keluhan yang paling banyak saya dengar mengenai lulusan perguruan tinggi kita ialah bahwa mereka cukup mampu melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan.

Sedang sekitar 7. Oleh karena itu.17 0 komentar HOME SCHOOLING BAGI ANAK USIA DINI Pendidikan anak usia dini di negara kita berum tergarap maksimal. Karena bagaimanapun. kecerdasan intrapersonal (self intellegence). sebetulnya banyak sekali. 73 persen atau sekitar 20. Gutama. namun kecerdasa intrapersonal pun turut berkontribusi dalam bentuk penguasaan dan pengendalian emosi. dengan bekal life skill. kecerdasan linguistik (lingistic intellegence). Sementara dengan kemampuan life skill yang dimilikinya. maka anak akan menganggap kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. menggandeng berbagai organisasi kewanitaan seperti PKK. Sebagai contoh. "Kami menggandeng organisasi wanita karena anak cenderung dekat dengan ibunya.5 persen atau menjadi 11 juta anak. akan membekas bagi anak untuk dibawa sampai masa yang akan datang. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (PLS).668 pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kecerdasan yang berkembang pada diri anak tidak terbatas pada kecerdasan yang bersifat matematis (Intellegence Quotions).5 juta anak. Aisiyah. Adapun salah satu tugas perkembangn bahasa yang dilalui anak adalah kegiatan membaca. Depdiknas. sangat potensial bagi anak untuk gemar membaca. seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence). misalnya kesulitan dalam memecahkan soal hiitungan. masa yang dimiliki oleh anak usia dini adalah masa yang fundamental dalam kehidupannya." kata Direktur PAUD Ditjen PLS. dan Kowani untuk meningkatkan jumlah anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan. Diknas mentargetkan peningkatan pendidikan anak usia dini sebesar 12. Ia akan paham bahwa kegiatan membaca itu bermanfaat. terdapat 9. karena ia tidak sekadar memberdayakan kecerdasan logis matematisnya saja. dapat dipastikan bahwa anak tersebut mampu memecahkan soal yang dihadapinya. Dari 28 juta anak usia 0-6 tahun. ketika suatu saat anak dihadapkan pada suatu permasalahan. Diposkan oleh Vie di 04. sudah mengenyam pendidikan usia dini seperti membaca dan berhitung yang dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA). Apa yang diterapkan oleh orang tua pada masa anak berusia dini.yang dimiliki anak akan berkembang dengan baik.4 juta anak di antaranya belum mendapatkan pendidikan. Estimasinya. sangat potensial untuk berkembang. Muslimat NU. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengupayakan anak-anak kita agar terbiasa melakukan pembelajaran yang berbasis life skill. Saat ini. Selanjutnya. Pada tahun 2009 ditargetkan menjadi 17. Dengan demikian. dan kecerdasan naturalis (natuel intellegence).3 juta anak. misalnya. ketika kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. bila kita telusuri kelebihan-kelebihan lain yang didapatkan dari penguasaan life skilll. kecerdasan antarpersonal (people intellegence). Semua orang tua dan guru pasti akan membuktikan seberapa besar kontribusi penguasaaan life skill terhadap tumbuh kembang anak. berupa 635 Tempat . kecerdasan musikal (music intellegence). perkembangan kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik. Maret lalu. Dengan bekal life skill. Selain itu. namun kecerdasan-kecerdasan selain kecerdasan matematis pun.

Padahal. Bina Keluarga Balita (BKB). Seto Mulyadi. sebesar Rp 109 miliar. terutama ibu. dana yang dialokasikan Diknas untuk mengembangkan PAUD pada tahun 2006. anak diajari mengenai nilai-nilai hidup yang positif. berteriak. Cukupkah dana yang dianggarkan itu? Tentu tidak. kata Gutama. dipaksa. dan lembaga kewanitaan. begitu ia kerap disapa. kata Nibras. Diposkan oleh Vie di 04. Menurut Suzuki. Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak. Misalnya tetap dengan kasih sayang dan suasana yang menyenangkan.14 0 komentar ." ujar pengamat pendidikan. ini keliru besar." ujarnya. "Kecerdasan anak atau kemampuan belajar anak itu 50 persen sudah terbentuk pada empat tahun pertama. Bila hal ini dipegang. Kak Seto lalu mengutip pendapat seorang pakar pendidikan berkebangsaan Jepang. mengajarkan moral. hendaknya menyiapkan diri menjadi "guru" bagi anak-anaknya. "Dana ini dipersiapkan agar anak punya modal dasar sebelum masuk ke sekolah formal. sedang terbentuk berbagai potensi anak. tapi diarahkan ke yang positif.Penitipan Anak (TPA).'' ujarnya menambahkan. belajarlah seperti para ibu mengajarkan anak-anak berbicara. bila melihat angka 20. pendidikan anak usia dini adalah hal yang vital. tidak ada salahnya diadopsi untuk menangani anak usia dini. tapi sejak dari buaian. adalah guru dan pengayom atau pelindung. dan mampu memberikan penghargaan pada anak. jangan dimarahi. seorang anak tidak boleh dipukul. atau dimarahi." jelasnya. melempar. Sementara itu. kata dia. ibu itu ibarat sebuah sekolah." ujarnya. Konsep ini pula yang mestinya diadopsi dalam home schoolling itu." ujar Kak Seto. kata dia. Konsep home schooling yang mulai dikenal di negara kita. Islam mengedepankan pendidikan anak tak hanya di pada usia sekolah saja.249 pos PAUD lainnya yang berupa Posyandu." ujarnya. "Walaupun dia salah. memberikan rasa aman pada anak. selama seorang perempuan hamil. Dalam teori ilmu jiwa perkembangan anak. itu sudah belajar banyak. Nibras OR Salim. anak-anak itu berpikir dengan gerakannya jadi dengan berlari. dan 1. menurut saya sangat kaku. Setiap ibu. anak dituntut berpikir abstrak. mengayomi. Selamat ber-home schoolling dengan buah hati Anda! n dam Begitu bunyi sebuah hadis. diancam. 4 juta anak yang harus ditangani. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ibu sebagai madrasah Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat Pendidikan anak adalah hak yang harus ditunaikan orang tuanya. kalau kita mengajarkan matematika. 7." ujarnya. Sekolah tidak harus di ruang." tambahnya. ''Jadi.784 kelompok bermain. Allah memberikan pahala kepada ibu itu seolah-olah dia melakukan ibadah sunat sepanjang kehamilan. dan 'wakil' dari Allah ArRahim. "Saya temukan sebuah hadis. gedung. "Al ummu madrasatun. maka ibu akan terampil bagaimana menjadi guru yang baik bagi buah hatinya: mempunyai sifat kasih sayang. "Mereka mengajarkan bahasa tidak dengan kekerasan tapi dengan peluk manja dan kasih sayang. Sinichi Suzuki. Sedang menurut Kak Seto. Ini berlaku untuk anak usia nol sampai delapan tahun. bahkan dalam kandungan. pada usia yang sangat dini. maka home schoolling batita akan "sukses" dilakukan. pada usia ini anak harus diberi stimulasi mental yang kaya namun tetap dalam suasana yang kondusif. Kalau itu dipersiapkan. Ibu. budi pekerti itu juga dengan cara-cara kasih sayang termasuk mengenalkan alam. "Bukan agar dia mahir membaca atau menulis.

dan berbagai gerakan penting yang bisa dipelajarinya. Melodia. secara teknis anak-anak autis maupun hiperaktif memun¬culkan kemampuan yang luar biasa dibanding anak-anak normal. Yang privat. Namun tak sedikit anak yang pada akhirnya ketahuan. Leo Music. Karena pada fase ini cukup sulit membuat mereka diam dan menerima pelajaran. Di Bandung. juga memberikan kesulitan tersendiri bagi para guru. apalagi janin dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan. Dari yang meningkatkan kepekaan. Georama. Ia mengatakan. sampai meningkatkan kemampuan logika. Jika fase ini berhasil dilewati. Braga Music School. Purwatjaraka Music Studio. Kebanyakan les musik itu. . Sementara Dr. meningkatkan kecerdasan." ujar Deborah. di dalam otak kita yang terdiri dari jutaan neuron yang menyebar di otak akan menjadi aktif saat mendengarkan musik. Vence Music Studio. Mark Tramo. Harmoni.D. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Universitas Harvard. M. yang menjadi penulis buku "Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement Vased Learning". Dee Joy Coulter. Mungkin itu terkait juga dengan image Ban¬dung yang dikenal sering melahirkan musisi-musisi kreatif. menyebutkan memang banyak manfaat yang bisa dirasakan anak dengan mendengarkan musik. Lembaga musik itu antara lain. pembekalan musik bagi anak punyak banyak manfaat. Menurut pengajar di sekolah musik yang bernaung dibawah LCM (London College of Music) ini. menuntut kerja keras dari pengajarnya. Rangsangan neuron itulah yang meningkatkan kecerdasan. betapa besar manfaat musik bagi setiap orang. Sedang Luana Marpanda. tetap bisa dikenal dan berperan aktif mengajarkan musik melalui promosi dari mulut ke mulut. Stesa. Setelah lahir dan tumbuh. Terus men-support bila mereka malas berlatih dan tidak boleh bosan. Disebutkan Deborah K. Lagu-lagunya pun akan memperkenalkan anak pada pola bicara. Elfa's Music School. karakter anak-anak yang moody. merupakan faktor utama datangnya anak-anak menekuni dunia musik. dan lain sebagainya. Namun. punya bakat kuat di dunia musik. diikuti anak-anak sekolah bahkan prasekolah. "Karenanya guru harus cerdas membaca karakter anak. mereka pun mulai memperdengarkan musik pada anak sejak dalam kandungan. menstabilkan emosi. walau dalam konteks penjiwaan mereka di bawah kemampuan anak normal. Namun demikian dalam tahun pertama. Bahkan musik menjadi terafi bagi penyembuhan anak-anak autis maupun hiperaktif. Setelah para ibu menyadari hal itu. hampir 80 prosen anak didik yang menimba ilmu musik di Stesa datang dari usia 4 hingga 15 tahun.BERMUSIK AKTIF SEJAK USIA DINI ANDA mungkin sudah sering mendengar. berbagai tempat dan alternatif pilihan memang tersebar dan cukup banyak jumlahnya. Seorang guru harus terus memu¬ji dan mencari latihan-latihan yang membuat musik jadi asyik dan menarik. keterampilan sensor motorik. usia anak-anak memberikan kesempatan lebih lama untuk belajar dan gurunya pun lebih mudah untuk membentuknya. Nada. meski tanpa label nama." ucap Luana. orang tua pun semakin mendekatkan anak pada musik dengan berbagai cara yang salah satunya melalui les musik. pengajar di Sekolah Musik Nada. "Dorongan orang tua. guru musik klasik yang akrab disapa Kak Deby. dari Wisma Musik Stesa.

Pemakaian istilah autis diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner. meskipun lebih baik dimulai pada usia 5 atau 6 tahun. guru TK. seorang psikiater dari Harvard (Kanner. Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas dari segi intelegensia dan mental? Itulah yang bisa didukung dengan aktif bermusik terus-menerus. Jadi. Seperti yang dituturkan Stephen. membuat jalur profesi di bidang ini pun semakin terbuka lebar. metode yang juga berkembang telah memampukan seseorang bisa bermain musik hanya dalam hitungan tidak lebih dari 5 tahun. Namun. membuat les musik berkembang. menurut Reza Noor. Seperti kata Stephen. "Kalau usia di bawah itu. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan seseorang untuk bermain musik. telinga sudah lebih peka. Menurutnya. "Yang penting mereka punya motivasi untuk belajar." tutur Luana." ucapnya sambil tersenyum. Bisa saja langsung mengarah ke musik-musik populer. Berkembangnya industri musik. (Vebertina Manihuruk/"PR")*** Diposkan oleh Vie di 04. saat pindah ke aliran lain. Pola pengajaran yang muncul pun akhirnya bermacam-macam dan mengakomodasi berbagai aliran musik. Italia. seorang pengajar pun hanya ingin menggali potensi semaksimal mungkin tanpa memaksa anak didiknya menjadi seorang musisi. seseorang yang baru belajar musik lebih baik memiliki dasar klasik. Meskipun memang. Keduanya pun sepakat tidak ada usia maksimal untuk belajar musik. pengajar piano." ujar laki-laki yang menjalani pendidikan musik di Belgia itu dan mempelajarinya lebih dalam dengan berkeliling ke Prancis. dan guru musik sekaligus. dan Swiss selama kurang lebih 12 tahun. Menurut Stephen. "Musik klasik mengutamakan kualitas suara. Jln. kita jadi seperti baby sitter. Banyak yang sudah di usia lansia belajar musik untuk terapi agar mereka tidak menjadi bertambah pikun dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru untuk lebih bersemangat dalam hidup. Siapa pun bisa menyalurkan bakat musiknya kapan saja. ** PEMAHAMAN orang tua akan arti pentingnya musik. organ.Hal itu juga yang dirasakan Stephen Michael Sulungan. kebanyakan les itu lebih mengutamakan pembelajaran musik klasik yang dinyatakan bisa menjadi dasar yang baik untuk pengembangan selanjutnya. anak-anak lebih mudah untuk dikembangkan bakatnya secara bertahap. Tentunya itu pun didukung perkembangan industri musik di Indonesia yang semakin membuka banyak kesempatan. Purnawarman Bandung. dan keyboard di Braga Music. saat usia itulah anak sudah mulai memahami benar abjad dan berhitung serta cara berpikirnya pun mulai berkembang. tapi kata dia hal itu akan menyebabkan minimnya kemampuan pendengaran dan hanya mengutamakan kemampuan mencipatkan melodi yang enak. pengajar privat piano klasik. Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 walaupun sebenarnya dari berbagai bukti yang ada diketahui bahwa kelainan ini sudah ada sejak jauh sebelum itu namun hanya istilahnya saja yang .07 0 komentar AUTISME Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” yang berarti sendiri karena kalau kita perhatikan maka kita akan mendapat kesan bahwa penyandang autisme itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri.

• Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : 1. menggosokkan kaki dikeset. yang bisa dilakukannya berjam-jam. diulang-ulang dan stereotipik seperti dibawah ini : • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal. maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang. baru naik ketempat tidur. dimana mereka bisa berbagi emosi. Penyebab autis sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya. misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan. untuk membaca emosi orang lain. • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya. atau samasekali tidak berkembang. maupun postur dan gerak tubuh. • Tidak mampu memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu. • Ketidak mampuan untuk berempati.relatif msh baru. sikat gigi. menunjukkan ekspresi fasial. benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba- . Perilaku : aktivitas. • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama. berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. dan interes bersama. pakai piyama. di desa atau dikota. misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu. aktivitas. untuk berinteraksi secara layak. seperti roda sepeda yang diputar-putar. • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif. Komunikasi : Perkembangan bicaranya terlambat. • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang. Interaksi sosial : • Kegagalan untuk bertatap mata. biasanya permainannya kurang variatif. ada banyak faktor penyebab (multi faktor) mengapa seorang anak menderita autis. Faktor lingkungan: Lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun Makanan yang mengandung zat2 pengawet dan pewarna Kemungkinan yang disebabkan akibat vaksinasi namun hal tersebut msh dipertentangkan Anak yang menderita autis akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun Jumlah anak yang menderita autis semakin meningkat di berbagai belahan dunia dan dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat baik kaya atau miskin. perilaku dan minatnya sangat terbatas. Para ahli menyimpulkan penyebab autis berdasarkan dasar keilmuannya masing2 namun secara garis besar kita bagi menjadi dua faktor yaitu genetik dan lingkungan walaupun faktor genetik itu sendiri masih diperdebatkan. 2. • Tidak ada usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara. • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna. 3. seperti misalnya mengepakngepak lengan. Faktor genetik: ditemukannya gen autis yang diturunkan dari orangtua pada beberapa anak autis.

Kemampuan yang dimaksud tidak sebatas kemampuan melihat hubungan-hubungan logis dan mengadaptasi prinsip-prinsip abstrak kepada situasi konkret. setiap manusia memiliki ciri. yakni bakat dalam kemampuan intuitif. Sekolah-sekolah sebagai institusi pendidikan seyogyanya dapat mewujudkan lingkungan yang baru. Berdasarkan teori Triarchic. tetapi juga memiliki kemampuan menggeneralisasikan. Karena anak genius adalah anak berbakat tetapi dengan taraf sangat tinggi (highly gifted) jauh di atas anak berbakat pada umumnya walaupun anak berbakat itu sendiri telah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Dengan kemampuan ini manusia dapat melakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat. Anak berbakat (gifted) harus dibedakan dengan anak genius. Bila diamati secara cermat. lebih dari orang lainnya. S. Khusus untuk anak-anak yang berkemampuan di atas rata-rata (dalam konteks ini dikatakan sebagai anak berbakat) perlu ditemukenali lebih jauh agar para guru dan orangtua dapat memahami kemampuan anak berbakat dibandingkan dengan kemampuan anak lainnya. Episentrum. fleksibel dan mengandung tantangan untuk dapat memenuhi kebutuhan setiap individu. penuh kekayaan pengalaman yang bersifat human. Oleh karenanya pendidikan yang antara lain berfungsi mengembangkan kemampuan ini. Di sini kita akan menemukan anak manusia dengan kemampuan biasa (rata-rata) atau luar biasa (di bawah atau di atas rata-rata). (2) memiliki tanggung jawab (komitmen) yang tinggi terhadap tugas. Dengan demikian. kita dapat mendefinisikan anak berbakat itu sebagai anak yang : (1) memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata. yakni bakat dalam memilah masalah dan memahami bagian-bagian dari masalah tersebut. akan tercukupi kebutuhankebutuhannya serta terpuaskan keinginannya untuk mengembangkan bakatnya. tidak boleh hanya semata-mata menyajikan kumpulan pengetahuan yang sifatnya materi hafalan belaka. suara-suara tertentu. Kedua. sehingga para guru dan orangtua akan lebih efektif dalam membina dan membimbing anak. kreatif dan cakap .03 1 komentar MENANGANI ANAK BERBAKAT Oleh Sariman Aris Purnomo. Siapa sebenarnya anak berbakat itu? Anak berbakat adalah mereka yang oleh orangorang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuanh yang unggul.Pd Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah kemampuan intelektualnya. anak berbakat akan mampu mengembangkan sifat-sifat tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat.com Diposkan oleh Vie di 04. kecenderungan dan potensi sendiri-sendiri sebagai anugerah Tuhan dan alam (a gift of God and nature). (3) memiliki kreativitas yang tinggi. Oleh karenanya. Anak dengan karakteristik yang beragam itu memerlukan cara perlakuan dan penanganan yang berbeda-beda untuk dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. pada prinsipnya ada 3 macam keberbakatan: Pertama. bakat analitik. Sementara bagi sang anak sendiri. bakat sintetik.rabanya.

meskipun kurikulum nasional sepenuhnya juga diperlukan oleh anak berbakat. Menurut Virgil Ward. Sehubungan dengan itu. anak berbakat tetap harus dibimbing dan diasuh sebagai anak lainnya. Sementara Kitano dan Kirby menambahkan bahwa individu berbakat memerlukan pertimbangan khusus dalam pendidikannya. Ketiga. pangan. Selanjutnya. Sementara bagi orangtua. Kebutuhan khusus inilah yang memerlukan layanan khusus dalam bentuk pendidikan luar biasa (special education) karena sifatnya yang amat khusus. memberikan sumbangan yang positif dan konstruktif. hafalan dalam pembelajaran bagi anak berbakat harus sejauh mungkin dicegah. papan. diterima oleh mayoritas. bersikap adil/netral. Anak berbakat memerlukan berbagai kebutuhan khusus sesuai dengan ciri keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing anak. dengan penekanan luar biasa pada perkembangan kreatif dan proses berpikir tinggi. berdasarkan hasil penelitian Terman. keberbakatan kreatif dengan karakteristik antara lain: menyukai kerja sendiri dengan cara sendiri. senang bereksperimen dan penuh imajinasi.dalam mengatasi situasi-situasi tertentu. mudah mengingat dan memproduksi melodi. yakni bakat dalam analitik maupun sintetik dalam kehidupan sehari-hari Bagian terpenting dari teori di atas menurut Stenberg adalah kemampuan mengkoordinasikan 3 aspek kemampuan dan bagaimana mengaplikasikannya untuk memperoleh keberhasilan. terutama yang mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreativitasnya serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual tingkat tinggi. dapat memainkan berbagai instrumen/alat musik. Agar materi belajar tidak terlalu sempit maka berbagai wahana luar sekolah seperti kegiatan di masyarakat atau kegiatan ekstrakurikuler dengan pengkajian suatu obyek perlu lebih digiatkan untuk mendukung kurikulum yang berdiferensiasi. keberbakatan seni dengan karakteristik mampu menyusun nada-nada orisinal. yakni dicukupi kebutuhan-kebutuhannya baik fisik (sandang. pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak yang lain dan seyogyanya amat menekankan pada aspek aktivitas intelektualnya. banyak menghasilkan ide-ide bagu dan sebagainya. dan sebagainya. ada empat macam keberbakatan dengan segala macam karakteristiknya: Pertama. memiliki tenggang rasa. Di sinilah dibutuhkan kurikulum yang berdiferensiasi bagi anak berbakat. orang yang berbakat adalah orang yang mampu mengelola sendiri cara berpikir yang baik. keberbakatan kepemimpinan dan sosial dengan karakteristik: menarik dan rapi dalam penampilan. Oleh karena itu menurut Stenberg. meninat terhadap buku dan membaca lebih dini. bakat praktis. Program pendidikan yang dirancangpun harus berbeda dengan program pendidikan untuk anak lainnya. Disamping itu. Kedua. Ketiga. keberbakatan akademik dengan karakteristik antara lain : memiliki perbendaharaan yang maju. . memiliki titi nada yang sempurna. Tekanannya justru pada teknik yang berorientasi pada penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif. menyukai buku bacaan orang dewasa. menyukai aktivitas musikal. dan sebagainya. cepat dalam belajar dan mudah mengingat. pembelajaran anak berbakat harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai kemampuannya yang secara riil lebih tinggi dari anak biasa. mampu berpikir dengan banyak cara. cepat memahami hubungan sebab akibat. Keempat. memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sebagainya. karena secara kualitatif berbeda dengan individu lainnya.

menulis.Golongan anak dengan keterbelakangan mental yang berat. Itu artinya. Till (1971) menggolongkan tingkatIQ seseorang menjadi sebagai berikut : 1. Mereka tidak mung kin dapat mengikuti pendidikan biasa. Mereka sering juga disebut sebagai anakm o ro n atau tunagrahita ringan. Mereka dapat dididik dan belajar membaca. kesehatan. Diposkan oleh Vie di 04. ketenangan. lemah pikiran atau cacat mental/tunagrahita sedang Mereka memiliki 1Q 50 ke bawah.blogspot.Golongan anak dengan lamban belajar (slow learner) atau sebutan kasarnya anak . yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut : 1)Verbal comprehention : kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan kata-kata. Berdasarkan hasil tes kecerdasan.02 0 komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Sumber: http://paudkita.pendidikan. dll) maupun psikis (kenyamanan.html Salah satu jenis tes kecerdasan adalah yang dikembangkan oleh Thurstone yang dikenal dengan Primary Mental Abilities Test atau tes kemampuan mental dasar. Tugas guru dan orangtua adalah mengkondisikan situasi lingkungan belajar anak agar mampu mendukung tumbuh kembang keberbakatannya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki.com/2010_01_01 _archive. berhitung sederhana serta dapat mengembangkan kecakapan bekerja secara terbatas. 3)Spatial: kemampuan untuk menvisualisasikan obyekobyek dalam bentuk ruang.Golongan anak dengan keterbatasan mental yang lebih ringan dengan IQ antara 50 70. 4)Reasoning: kemampuan untuk memecahkan masalah 5)Perceptual speed : kemampuan menemukan persamaan-persamaan dana ketidaksamaan di antara obyek-obyek secara tepat. 3. mereka lebih banyak memerlukan latihan untuk mengurusi diri sendiri 2. kasih sayang dan perlindungan maupun rekreasi) secara penuh. 2)Number: kemampuan untuk menalar dan memanipulasi secara matematis. anak berbakat memerlukan perlakuan dan penanganan khusus agar anak berbakat dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk melayani mereka diperlukan latihan khusus.

kreativitas juga dapat diukur dengan menggunakan tes tertentu. Jika mereka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan potensinya. Untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan tingkat imajinasi dan kreativitas tinggi terutama yang menyangkut pemecahan masalah yang sulit. Anak dengan kategori ini memerlukan leyanan individual untuk mengembangkan dan mewujudkan potensinya secara opimal.90. Dari gambaran tersebut diketahui bahwa. kelainan pendengaran (tunarungu). 1995). untuk mencapai hasil yang optimal. potensi kreativitas ini sangat diperlukan. 2)Golongan anak rata-rata atau menengah dengan IQ 90110. fisika.130 sering disebut sebagai anak cerdas. 6)Golongan anak 'genius' yaitu mereka yang memiliki 10 140 ke atas. Untuk itu diperlukan guru yang mengerti bagaimana memupuk dan mengelola potensi kreativitas ini sehingga tidak menjadi sumber kesulitan dalam belajar. dan di sekolah mereka dapat menjadi anak yang 'under achiever'. Terhadap anak-anak yang mengalami hambatan-hambatan di atas. Sehubungan dengan anak-anak yang mengalami hambatan fisik ini. kimia. seperti tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal (Utami Munandar. dan hanya akan mengasingkan anak dari dunia yang sesungguhnya. Ornstein dan Levine . Mereka mampu belajar jauh lebih cepat dari golongan lainnya. Mereka memiliki tingkat IQ antara 70 . bahkan juga Iingkungannya. kelainan wicara (tunawicara).Perbedaan Kreatifitas Seperti halnya kecerdasan (IQ).'bodoh' (istilah ini tidak tepat dan tidak perlu digunakan). Perbedaan tingkat kreativitas juga dapat menjadi sumber penyebab anak mengalami problema dalam be/ajar. seperti matematika. merupakan bagian yang paling besar jumlahnya.60 persen. akan menimbulkan masalah pad a dirinya. superior atau anak berbakat. Mengasingkan mereka dari sekolah-sekolah umum. perbedaan kecerdasan menjadi salah satu faktor penyebab anak akan mengalami problema belajar atau tidak jika mereka dimasukkan ke dalam kelas-kelas biasa atau regular b. Mereka bisa belajar secara normal dan wajar dalam kelas reguler tanpa pelayanan khusus. Perbedaan Kelainan/cacat Fisik Perbedaan individu dalam hal kelainan/cacat fisik antara lain kelainan penglihatan (tunanetra). akan menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Anak-anak seperti ini tidak harus dipisahkan dari sekolah reguler. 3)Golongan anak di atas rata-rata dengan IQ 110 . diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan reguler. sekitar 45 . di samping kesabaran guru. c. kelainan anggota tubuh dan gangguan motorik lainnya karena kerusakan otak (tunadaksa). Mereka bisa dilayani pendidikannya di sekolah regular. tetapi denga n penanganan khusus atau penanganan individual. dan karenanya diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. Golongan ini dapat dibantu dengan pemanfaatan metode dan strategi serta membutuhkan waktu yang khusus.

4)Rencana pendidikan individual yang meliputi pendidikan jangka panjang dan jangka apendek harus diberikan. mencapai. Persetujuan atau rstu : kebutuhan untuk melihat orang lain menyenangkan. Kesesuaian : kebutuhan untuk menjadi sebagaimana orang lain. keputusan sendiri. Menjadi bagian : kebutuhan untuk merasa sebagai bagian dari suatu kelompok atau lingkungan. Dimengerti : kebutuhan untuk merasa dalam hubungan yang simpatik dengan orangtua. mengatasi masalah. 3. bagaimanapun hebatnya ketidak mampuan mereka.berkuasa) : kebutuhan untuk mengendalikan. Kasih sayang : kebutuhan untuk dicintai. belajar mengerti. 5. merasa bebas bergaul dan mengemukakan ikiran tanpa kehilangan kasih sayang. ialah kebutuhan 1. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat oleh pimpinan sekolah (jika merugikan anak-pen). Ketergantungan : kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional. tidak menolak dirinya.(1966) dalam Mulyasa (2003) menegaskan sebagai berikut : 1)Orang yang mengalami hambatan. dikenal. d. berkuasa. 10. memimpin. hormat. dan kebutuhan untuk aktualisasi diri Sementara itu Hurlocks (1962) mengemukakan bahwa ada duabelas kategori kebutuhan manusia khususnya dari aspek psikologis. . kesalahan dan hukuman. mengatasi hambatan. perhatian. kepercayaan. mengelola. mendukung atau menyetujui. mandiri. teman. tidak dianggap sama. dianggap sebagai pribadi yang unik. dan sebagainya. manusia termasuk anak-anak memiliki kebutuhan dalam kehidupannya. Prestasi kebutuhan untuk memperoleh. ialah kebutuhan fisiologis. kebutuhan akan rasa aman. Pernyataan diri : kebutuhan untuk berfungsi. dorongan dan bantuan dari orang lain. Penguasaan . Ketidak tergantungan :kebutuhan untuk bebas. berformasi 12. 8. perlindungan. makan dan minum. seperti oksigen. anak-anak dapat ditempatkan di kelas khusus atau terpisah pada saat tertentu untuk memberikan layanan yang sesuai bagi mereka. 6. kebutuhan untuk diakui. mempengaruhi orang lain.kekuasaan (menguasai . menang. 11. saudara. 2. menghindari perbedaan. 4. menghindari kritik. Penerimaan : kebutuhan untuk merasakan bahwa orang lain bersikap baik atau positif. dibedakan dari yang lain. Pengenalan atau pengakuan : kebutuhan untuk diketahui. Harus pula diadakan tinjauan ulang terhadap tujuan dan metode yang di[pilih. memerintah.perbedaan kebutuhan khusus Secara umum. 9. 7. Menurut Maslow (1970) percaya bahwa setiap manusia memiliki lima kategori kebutuhan yang membentuk suatu hirarki dari yang paling Pokok atau dasar hingga yang paling tinggi. 3)Orangtua atau wali mereka harus adil. 5)Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang akan terbatas. 2)Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. kebutuhan untuk dihargai. menerima. dihargai. harus diberi kebebasan dan pendidikan yang sesuai.

Menurut teori trsebut. Atau sebaliknya. prevalensi anak berkesulitan belajar diperkirakan lebih besar. Dalam kondisi seperti inilah kemungkinan problema belajar pada diri anak akan muncul jika idak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sesuai dari guru maupun orangtua. Penyebabnya adalah masih cukup tinggi angka kurang gizi pada ibu hamil. Perbedaan perumbuhan dan perkembangan kognisi Seperti diuraikan sebelumnya. dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas). sesungguhnya anak dalam kondisi tingkat kematangan yang berbeda dengan rata-rata anak pada umumnya. mereka disebut anak yang menga/ami hambata(l be/ajar D. menurut beberapa literatur berkisar antara 1 %-3% (Lovit. pada usia tertentu anak telah mencapai tingkat perkembangan yang melampaui batas kelompok usianya. Ada anak-anak yang karena faktor ekonomi dan kemiskinan. Jika anak tersebut sebenarnya memiliki IQ normal bahkan di atas normal. ad at terpencil Karena kondisi latar belakang budaya terse but mereka tidak mampu mengikuti pendidikana reguler seperti yang lain sehingga prestasi belajarnya rendah. angka sakit diare. bayi dan anak. 9% mengalami kesulitan belajar membaca. tahap operasional kongkrit (7-11 tahun). prkembangan kognitif seseorang sesuai teori Piaget melaju dalam empat tahap. mung kin ia memiliki tingkat kematangan yang jauh lebih cepat dari rata-rata anak usia sebayanya. menemukan bahwa sekitar 10% anak mengalami kesulitan belajar menulis. ia tidak mampu mengikuti pendidikan secara wajar. tetapi karena faktor ekonomi dan kultural terse but sehingga prestasinya rendah. e. Oi beberapa negara industri seperti Amerika dan Eropa Barat. Gangguan atau kondisi di atas sering kali mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada anak. maka akan menjadi sumber utama timbulnya problema dalam belajar pada diri anak. . jumlah anak berkesulitan belajar diperkirakan mencapai 15% dari populasi anak sekolah tingkat dasar (Gaddes. maka kesulitan individu dapat dikurangi. tahap preoperasional (2-7 tahun). Oi negara-negara berkembang seperti Indonesia. proses kematangan merupakan kontinuitas berdasarkan pertumbuhan sebelumnya. Walaupun tahap-tahap tersebut dibatasi dalam suatu periode. sebenarnya semuanya dapat tumpang tindih(overlap ) dan sesekali tidak terikat persis oleh usia tertentu. Ada pula anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya terasing. jika kita menggunakan prevalensi anak dengan berkesulitan belajar. Jika pada anak usia tertentu belum mencapai taraf perkembangan yang diharapkan. Namun. 1985). keduanya dapat menjadi sumber penyebab hasil belajar anak. Balitbang Oikbud dalam penelitian di empat propinsi pada tahun 1996 dan dilaporkan pad a tahun 1997. diketahui pula bahwa 22% anak berkesulitan belajar mempunyai inteligensi taraf tinggi. 1989). dan lebih dari 8% mengalami kesulitan berhitung. sehingga berprestasi belajar yang rendah. Oi samping itu. angka penyakit persalinan serta infeksi susunan saraf pusat pada bayi. dan dengan mengabaikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Oengan menggunakan instrumen khusus.PREVALENSI ANAK DENGAN PROBLEMA BELAJAR Memang belum ada studi secara khusus tentang angka prevalensi anak dengan problema belajar. Baik karena faktor ekonomi maupun budaya atau faktor keterpencilan. 25% taraf sedang dan 52% taraf kurang.Dengan memperhatikan kebutuhan individual setiap anak. ialah tahap sensorimotor (0-2 tahun).

2. 5. baik dari guru di sekolah. 3. 1991).Dalam sistem evaluasi.4% ganggunan memori (ingatan) dan OMO lain. 9. Beberapa tindakan orangtua yang diperlukan antara lain: 1. LAYANAN YANG DIPERLUKAN Untuk membantu anak yang mengalami problema dalam belajar.Guru perlu melakukan identifikasi atas kekuatan dan kekurangan atau kelemahan dari masing-masing anak didiknya.3% mengalami gangguan pemusatan perhatian plus Disfungsi Minimal Otak (OMO) lain. Menyampaikan data dan informasi tentang perkembangan anak secara terbuka kepada sekolah dan guru. Menjalin kerjasama secara ikhlas dan jujur dengan guru untuk membantu anaknya yang mengalami problema dalam belajar.Peran Guru di Sekolah: a. . 10.Guru bekerjasama dengan orangtua dan profesi lain untuk mendapatkan hasH pembelajaran yang optimal. E. dari hasil diagnosis terhadap 659 pasien berkesulitan belajar di RS dr.9% disfasia dan dispraksia (gangguan gerak).Sejalan dengan temuan di atas. Memberikan perhatian yang proporsional dan tidak membedabedakan dalam memberikan perlakuan kepada anaknya sesuai dengan karakteristik khususnya.Guru harus menyiapkan materi. ' 6. guru dapat memberikan layanan remedial dan atau porsi waktu yang lebih dibandingkan dengan yang lain.Guru harus memahami perbedaan individual anak b. maka diperlukan program layanan secara terpadu. strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan peserta didik.6% mengalami disfasia (gangguan bahasa). 3.Pad a anak-anak yang memiliki kecepatan belajar yang tinggi. Karyadi Semarang dalam kurun waktu tahun 1991. dan sisanya (4. Beberapa bentuk layanan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. c.5% hiperaktif. 18. 4. Tidak memaksakan kehendak kepada anak untuk pencapaian suatu keinginan dan harapan dari orangtua. g.Umpan balik atas keberhasilan atau kegagalan anak dalam perkembangannya di sekolah. f. harus selalu disampaikan kepada orangtua. disleksia (gangguan membaca) dan diskalkulia (gangguan berhitung). Menerima adanya perbedaan pad a diri anak 2. Aspek-aspek lain di bidang kemampuan non akademik juga perlu diperhatikan. d. Catatan kualitatif kemajuan-kemajuan anak dalam belajar perlu dicatat untuk bahan laporan guru dengan kepala sekolah dan orangtua.Guru mencoba mengelompokkan anak didik di kelas dalam beberapa kelompok sesuai dengan tingkat permasalahan yang perlu diatasi. guru sebaiknya tidak cukup hanya mengukur aspek akademik dari yang dicapai oleh anak.2% gangguan memori auditorik. Pad a anak yang memiliki kecepatan belajar yang rendah.7% gangguan pemusatan perhatian. 8. dapat disebutkan antara lain sebagai berikut : 1. Peran Orang Tua Orangtua memiliki peranan yang penting bagi upaya membantu anak yang mengalami problema dalam belajar. ditemukan 26. 11 % gangguan tunggal disfasia. h.6%) gangguan lain-lain (Bambang Hartono. e. guru dapat mengembangkan model pembelajaran pengayaan dan/atau akselerasi. maupun orangtua di rumah.

tidak terkuasai. rewel. dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki . cenderung menarik diri.sumber: http://www. Karena sifat-sifat di atas. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah. mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri. dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik. akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Emosinya yang tidak berkembang. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya. 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. Masih menurut Goleman. mudah frustrasi. tidak mudah percaya kepada orang lain. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi. sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya. karena ketekunan dan emosinya yang seimbang. sukses dalam belajar dan bekerja. sulit bergaul. Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi. biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi. mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan. terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala. Maka. Kondisi sebaliknya. tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya. orang itu mengalami kegagalan. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja. atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya. memperkuat diri. serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam.scribd. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. terlalu kritis.com/doc/18120625/hakikat-anak-dengan-problema-belajar Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ) 15 Desember 2009 Arya Utama Tinggalkan komentar Go to comments Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain.

sosial-emosional dan motivasi (gifted) dan memiliki keunggulan dalam satu atau lebih bidang tertentu dalam musik. Sumber: http://ilmupsikologi. Kesadaran akan pentingnya mengembangkan sisi kekuatan anak-anak ini tampaknya sangat disadari oleh orang tua dan pendidik yang membimbing siswa-siswa berkebutuhan khusus dalam mengolah pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam bidang seni dan bidang olahraga. Kesadaran akan sisi kekuatan seorang anak perlu digali dengan bantuan orang tua. kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomaly 2. olahraga dsb (talented) sehingga mereka memerlukan layanan khusus dalam pendidikan. Beberapa pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat: 1. Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata. melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya. Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. sastra. Menurut pendekatan yang lebih inklusif. 3. Demikianlah betapa pentingnya kecerdasan emosional bagi kita. keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi).blogspot. keuletan serta latihan. Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan. yang dimaksud anak berbakat adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi. Sumber: http://ekky-psikologi08.kecerdasan emosional yang tinggi.wordpress. bakat harus dikembangkan dengan kerja keras.html Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat .com/2010/05/pengertian-anak-berbakat-bagispecial. Namun untuk berprestasi tinggi.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosieq/ pengertian anak berbakat bagi special needs Bakat merupakan talenta untuk membangun kekuatan pribadi anak di masa mendatang. tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas.

peserta menyimak uraian dari nara sumber. Jadi setiap anak memang terlahir unik. Ms.drg. Waldi Nurhamzah SpA. Julia VanTiel. pengetahuan dan ketrampilan seputar kehidupan ibu. Myanmar. Hongkong.. 10 Juli 2005 Klik di sini Ini Versi aslinya. Jerman.Agnes | July 10. Tiga orang nara sumber yang terdiri dari ibu Ike R. di PR banyak yang di edit tampaknya karena terlalu panjang. calon ibu dan wanita umumnya. Sugianto Psi. Jepang. Belanda. Konsep anak berbakat yang sering dipakai adalah milik Renzulli. . WRM menyelenggarakan seminar online dengan topik �Deteksi Dini dan Penanganan Anak Berbakat�. Sesuai dengan teori nature dan nuture yang kini menjadi pegangan para ahli anak berbakat diseluruh dunia. Topik ini tampaknya begitu diminati masyarakat. Setiap anak adalah unik. kreativitas yang tinggi. Sebagian besar peserta berasal dari Jakarta. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah giftedness dan untuk anak berbakat digunakan istilah gifted children. permasalahan anak berbakat ini dikupas secara mendalam.We R Mommies Indonesia sendiri merupakan sebuah mailing list yang didirikan untuk berbagi informasi. Singapura. potensi bawaan ini memerlukan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan personalitas yang dipunyai setiap anak berbakat (nurture). Tapi apakah setiap anak terlahir cerdas? Belum tentu jawabnya. mendapatkan �banjir� pertanyaan dari para peserta. Namun. Namun M�nks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga. lebih lanjut ibu Julia mengatakan bahwa keberbakatan mempunyai pengertian yang sangat kompleks dan bukan merupakan faktor tunggal. ibu Julia Van Tiel�yang juga memiliki anak berbakat dengan disinkroni perkembangan� menegaskan bahwa keberbakatan adalah suatu potensi bawaan (genetik/nature). Lantaran anak-anak balita belum bisa dikatakan sebagai anak berbakat (gifted children) �karena belum dapat dilakukan tes IQ padanya�maka di Belanda anakanak ini disebut anak yang mengalami loncatan perkembangan (kinderen met ontwikkeling voorsprong). serta motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi pula. 2005 2:14 am | Print Pikiran Rakyat. melakukan tanya jawab. Dalam tulisannya yang berjudul �Repotnya Ilmu Keberbakatan�. dr. Malaysia dan Australia.. apakah setiap anak pada dasarnya cerdas. Sisanya adalah masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia seperti Amerika Serikat. dan juga ibu Dr. yang mengidentifikasikan bahwa seorang anak dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai: inteligensia yang tinggi di atas rata-rata (IQ lebih dari 130) . Selama 6 hari. Kali ini. dan bagaimana pula mendeteksi serta menanganinya? Dalam Seminar Online We R Mommies Indonesia yang ke-3 pertengahan Juni lalu. dan saling berdiskusi diantara sesama peserta secara online dari komputer masing-masing. jenius atau berbakat seperti yang sering digembar gemborkan belakangan ini? Apa Sebetulnya yang dimaksud dengan anak berbakat? Bagaimana ciri-cirinya. terbukti dengan jumlah peserta seminar online yang mencapai 509 orang. Dalam makalahnya.

Deteksi Dini Lalu bagaimanakah cara dokter mendeteksi secara dini keberbakatan seorang anak? Dokter Waldi Nurhamzah SpA. yang saat ini bekerja di klinik Anakku Greenville mengemukakan tentang metode pengukuran dalam ilmu psikologi. Hanya dokter yang tertarik saja mungkin yang mendalaminya sendiri. Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan seputar cara untuk mengetahui bakat anak. ibu Julia yang kini aktif mengasuh mailing list anak berbakat ini menekankan tentang pentingnya masalah deteksi dini anak berbakat. maupun gangguan mental. maka kasus tersebut dirujuk ke psikolog atau psikiater. dan lingkungan. Kondisi tersebut bahkan bisa menyebabkan anak menjadi frustasi. Mereka kemudian mendapatkan terapi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.� Paparnya dalam makalahnya. S2) para siswa-didik tidak mendapatkan pendidikan kemampuan untuk melakukaan penilaian (assesment) terhadap anak-berbakat. kondisi ideal adalah dengan melakukan ketiga metoda tersebut. Tapi tentu saja.� Tutur dokter Waldi menjelaskan. �Deteksi dini tentu saja memerlukan berbagai pendekatan dari beragam keilmuan terutama psikolog. Namun tes hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. marah. Materi pembelajaran di bidang pediatri yg ditempuh selama 4 tahun di Indonesia mencakup persoalan pediatri yg masih mengemuka di Indonesia (“must know”)�seperti penyakit infeksi yang masih merupakan penyakit mayoritas. apa yang dilakukan oleh seorang psikolog dalam mendeteksi anak berbakat? Ibu Ike R. Pada akhirnya terapi tersebut malah akan menyebabkan potensi keberbakatan yang dimilikinya tidak terpupuk dengan baik. Biasanya akan dilakukan observasi.Sugianto Psi. Lantas. para dokter anak (sebagai produknya) juga tidak mengetahui masalah anak-berbakat. Deteksi dini sangat penting. tidak percaya diri. mengalamai psikosomatis dan berbagai problem lainnya .sekolah. wawancara dan tes untuk seorang anak. banyak diantara anak-anak ini terjerat diagnosa berbagai gangguan baik gangguan perilaku bermasalah. �Konsekuensinya. Jadi bila dalam asesment pediatri timbul gangguan perkembangan yang mengarah ke lingkup psikologi. juga bantuan guru dan orang tua dalam pengamatannya. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-M�nks. dokter. pedagog. Melanjutkan pendapat dokter Waldi. Observasi sebetulnya bisa dilakukan oleh orang tua dengan cara membandingkan perilaku anak dengan ciri-ciri anak berbakat. ibu Ike menegaskan bahwa tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi bakat anak. yang juga staf pengajar di FKUI ini menjelaskan bahwa dalam pendidikan bidang kedokteran anak (pediatri. karena akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Alhasil persoalan dengan insidens kecil lazimnya merupakan pembelajaran yg “nice to know” saja. Tes IQ tidak digunakan untuk melihat minat dan bakat anak. memiliki rasa takut yang hebat. Sesuai dengan .

kondisinya memang cukup membingungkan. Tentu saja literatur yang dibaca pun tidak bisa sembarangan. Mengenai bakat serta minat anak ini. Bagaimana penanganan untuk anak berbakat yang juga penyandang masalah seperti ketertinggalan perkembangan kemampuan bahasa. ibu Julia menekankan. atau learning disabilities (misalnya disleksia) ? Bagi anak seperti ini. Karena anak-anak ini mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan intelektualitas sangat besar. Selain itu untuk membedakan mana anak berbakat dan bukan dapat diketahui dari kemampuan anak untuk secara mandiri mengembangkan minatnya tersebut. tes ini lebih diarahkan kepada pengukuran intelektual (intelligency Quotient). Anak tersebut dikatakan mengalami loncatan perkembangan. maka ia memerlukan pengasuhan dan pendidikan yang terstruktur yang tidak mencegat perkembangannya. Lebih lanjut tentang penanganan anak berbakat ini. apalagi di Indonesia. keras kepala. Jadi harus masuk dahulu ke sekolah luar biasa. Sebaiknya orangtua dengan anak seperti ini mencari sumber-sumber bacaan tentang perkembangan anak berbakat dan mempelajari betul bagaimana perkembangan kognitif serta otak anak-anak. Anak berbakat (gifted) selain mempunyai tempo yang cepat dalam belajar.namanya. Ternyata anak usia 3. apa yang harus saya lakukan?� Tanya salah seorang peserta seminar. juga bisa dilepas (mandiri) dan mampu menggubah lagi dengan motivasi dari dalam diri yang kuat. Di Amerika. anak-anak seperti ini umumnya tidak bisa dimasukkan program gifted children (karena punya masalah). ibu Julia menjelaskan �Begitu kita tahu bahwa anak kita mempunyai loncatan perkembangan intelektualitas. Sumber bacaan harus dipilih dari berbagai literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. Orangtua perlu memeriksakan anaknya lebih lanjut kepada psikolog perkembangan. karena seringkali hasil testnya belum bisa dipercaya karena ia masih berkembang. Inilah yang menyebabkan kebingungan para orang tua.5 tahun) mempunyai tanda-tanda anak berbakat. jika anak secara intens melakukan kegiatan dengan dorongan internalnya (motivasi) dan dilakukannya dengan enjoy. Disamping akselarasi juga perlu diadakan pengkayaan (enrichment). dan pendalaman. karena di sekolah itu tidak mendapatkan perhatian sebagai anak berbakat. tetapi memperhatikan minat anak dengan memperkenalkan secara bertahap pada anak. Sedangkan tes minat dan bakat yang dilakukan dengan battery psikologi. Hal ini penting guna mengetahui lebih dalam tentang personalitasnya. Jadi yang perlu dilakukan oleh orangtua bukanlah mengidentifikasi bakat apa. agar bisa lebih luwes mengasuhnya. dan sangat perfeksionis. . serta mempunyai cara berfikir (cognitive style) yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. lebih tepat dikenakan pada anak-anak diatas tingkat SMP untuk penjurusan atau memantapkan pemilihan studi di perguruan tinggi.5 tahun belum bisa dikatakan anak berbakat. juga tidak bisa masuk sekolah reguler (karena punya masalah). maka kemungkinan besar itulah minat dan bakatnya. namun sebetulnya akselerasi dimaksudkan sebagai upaya percepatan. Latihan program akselerasi umumnya digunakan dalam proyek pengembangan anak berbakat. Penanganan �Bila anak saya (usia 3.

Penanganan anak berbakat memang cukup rumit.ismailfahmi. tinggal di Belanda) Sumber: http://agnes. wajah seram dan kadang dengan mengulurkan lidah. b. menambah sumber-sumber bacaan yang memadai. gerakannya sering tersentak-sentak.(Agnes Tri Harjaningrum.1988 ) Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan semua inderanya. ibu 2 orang anak. Pada dasarnya cerebral palsy merupakan gangguan koordinasi otot. Jika mereka tidak mendapatkan bantuan pelayanan khusus dapat menyebab anak kebutuhan khusus terjadinya kesulitan belajar yang serius. otot keras dan kadang-kadang kaku serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuh dengan baik.org/wp/archives/425 mampuan gerak ( cerebral palsy ). malakukan mobilitas. d. c. orientasi ruang. semoga dapat menjadikan orangtua sebagai fasilitator yang baik sehingga anak-anak tersebut kelak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Dokter. Kakakuan yang ekstrem pada anggota tubuh dan sendi-sendi dan sukar bergerak untuk waktu yang lama. Gejala-gejala gangguan gerakan ringan pada anak seperti berikut: ini . Ototnya sendiri sebenarnya normal. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang sedikit diatas kesulitan jika harus melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan koordinasi motorik dan/atau keterampilan fisik. Sukar mengontrol kaki dan tangan dalam melakukan aktivitas. posisi tubuh mudah jatuh. selalu berusaha dan tentu saja berdoa. tetapi otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus meregang ( Puseschel . apalagi di Indonesia. seperti olahraga. Kekakuan dalam gerakan yang memerlukan keseimbangan. dan sebagainya. Ciri-ciri gangguan gerakan karena kerusakan otak ( cerebral palsy ) antara lain sebagai berikut : a. Tetapi dengan memahami keunikannya. menulis. umumnya dimasukkan ke sekolah luar biasa ( SLB ). bermain. Yang mengalami gangguan ringan mungkin banyak juga ditemukan di sekolahsekolah umum. Anak yang mengalami gangguan gerakan pada taraf sedang dan berat.

c. menunjukkan tidak terkontrol.9 % Efisiensi = 20. 2. a. kelopak mata merah. dilukiskan sebagai berikut : No Tingkat Ketajaman Tingkat efisiensi 1. Koordinasi gerakan kaki. dapat dilihat dari ciri-ciri fisik. b. mata tidak normal. 345. menunjukkan ketidaknormalan. e. d. Ciri perilaku.gerakan mata takberaturan (goyang).0 % atau lebih kecil.0 % Untuk mengenal apakah anak mengalami gangguan penglihatan. sering berkedip. 20/20 f 20/35 f 20/70 f 20/100 f 20/200 f Efisiensi = 100 % Efisiensi = 87. Sikap/keseimbangan tubuh saat duduk/berdiri. berjalan tidak normal. mata selalu beair. b.5 % Efisiensi = 48. Menurut ukuran Snellen ketajaman penglihatan seseorang dihubungkan dengan tingkat efisiensi yang tersisa. Yang tingkat efisiensinya lebih besar dari 20. mata infeksi. Salah satu/kedua tangan atau kaki tidak berfungsi. Salah satu/kedua tangan atau kaki cacat. tangan. Tunanetra mengandung arti ketunaan penglihatan mulai dari yang ringan sampai yang buta total. membaca banyak yang 10 .mungkin perlu di cermati dan diberi perhatian yang lebih serius a.5 % Efisiensi = 64.. menyipitkan mata. ANAK DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN Dengan menggunakan ukuran ketajaman penglihatan.0 % belum diktegorikan sebagai buta. seseorang disebut buta apabila ia memiliki tingkat efisiensi penglihatan 20. seperti : membaca terlalu dekat. Banyak gerakan yang tidak terkontrol. 4.perilaku maupun keluhan. Ciri fisik. seperti : mata juling.

1. seperti : merasa sakit kepala. sering tidak bereaksi jika diajak bicara kurang keras selalu minta diulang dalam pembicaraan. Guru perlu mengenal mereka agar sejak dini anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat terlayani secara optimal. untuk gangguan yang sangat serius (sudah samapai tarap buta tentu mereka tidak dapat mengikuti pendidikan biasa tanpa bantuan layanan khusus. baik secara medis. sering mengeluh atau gatal di lubang telinga. Organisasi Standar Dunia menetapkan bahwa gangguan pendengaran dapat dikelompokan sebagai berikut : b) Sangat ringan = 27-40 db. bentuk daun telinga tidak normal. mungkin dengan alat Bantu khusus (seperti kaca mata. ANAK DENGAN GANGGUAN PENDENGANRAN Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebutuhan khusus oleh kerusakan fungsi dari sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran. psikologis. d) Sedang = 56-70 db. berjalan sering menabrak benda di depannya. Dengan menggungakan ciri fisik dan prilaku anak. maupun pendidikan. antara lain : sering keluar cairan dari liang telinga. a) ANAK DENGAN KELAINAN AUTISTIK . Ciri keluhan. atau memperbesar huruf.cepat lelah ketika membaca/menulis. benda terlihat seperti dua buah. Ciri-ciri tersebut. dsb. Mereka sudah harus menggunakan huruf Braille. dan sebagainya. sehingga tidak menimbulkan kesulitan belajar pada diri anak dikemudian hari. seing mengusap mata. dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur tertentu (audiometer). e) Berat = 71-90 db. penempatan tempat duduk) dapat sedikit membantu mengatasi masalah belajar anak. seorang anak dideteksi apakah mengalami gangguan pendengaran gangguan atau tidak. Mereka tidak lagi menggunakan huruf biasa di dalam belajar.terlewati. mata sering terasa gatal. sosial. Dampak gangguan penglihatan bermacam-macam. f) Berat sekali = 91 db ke atas. penglihatan terasa kabur ketika membaca/menulis. mendongakkan kepala. Jika gangguan cukup ringan. sulit melihat dengan jelas dari jarak jauh. kalau berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara. loop. Tetapi. seperti doketer mata. sering menggerakan kepala ketika membaca. c) Ringan = 41-55 db. salah menyalin dalamjarak dekat. Dalam hal ini guru perlu kerjasama yang baik dengan orang tua atau ahli lain yang relevan. mengeryitkan kepala ketika melihat papan tulis. c.

merusak). Beberapa jenis anak berkebutuhan khusus adalah : a) Anak dengan gangguan penglihatan. Namun dalam perkembangan ternyata penyandang autis tidak selalu mengalami anagrahita. Anak berkebutuhan khusus tidak selamanya mengalami problema dalam belajar. 16) Sering terjadi ledakan tawa atau tangis tanpa sebab. ngompol atau ngebrok. Mereka umumnya dikatagorikan sebagai anak dengan gangguan tunagrahita dan karenanya penanganannya sering dijadikan satu dengan anak tunagrahita. 10) Minat terhadap objek tertentu secara luar biasa dan tidak lazim misal detik jam. urutan kegiatan). menonton dan berulang. 6) Sering memutar.Perlunya penanganan khusus bagi anak autis termasuk perkembangan baru dalam bidang pendidikan luar biasa. 11) Kadangkala agresif (menyerang. tetapi karena kondisinya tersebut. 8) Mempunyai gerakan serba cepat (hiperaktif) 9) Sering berprilaku stereotipik (diulang-ulang). b) Anak dengan gangguan pendengaran. Oleh karena itu dipandang perlu untuk dijadikan katagori tersendiri sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. Rangkuman 1. sekurang. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu difahami oleh guru. atau sebaliknya). membanting dan membariskan benda.kurangnya hasil belajar yang dicapai tidak akan optimal. 3) Sering menirukan perkataan orang lain secara spontan. jika tidak mendapatkan layanan yang sesuai dapat menjadikan yang bersangkutan mengalami problema dalam belajar. . 15) Sering berubah emosi mendadak tanpa sebab (dari sedih kegembira. 4) Tanpa mengerti apa yang dibaca. 14) Tidak senang/mudah marah pada perubahan (letak barang di kamar. 7) Lebih tertarik pada benda mati daripada orang. khususnya guru-guru di sekolah reguler agar mereka dapat memberikan perhatian dan perlakuan yang sesuai. 13) Sering sulit tidur. Ciri-ciri umum anak dengan kelainan autistik antara lain adalah : 2) Sering berkata tanpa arti. 12) Sulit konsentrasi pada aktivitas/objek tertentu. 5) Gerakan/aktivitas kaku. aneh tanpa 11 tujuan. 2. kipas angin.

c) Anak dengan gangguan komunikasi dan wicara. d) Anak dengan gangguan fisik. e) Anak dengan kemampuan intelektual rendah. f) Anak berkesulitan belajar. g) Anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa. h) Anak dengan gangguan emosi dan social. i) Anak autistik

Sumber: http://www.scribd.com/doc/18120753/mengenal-anak-berkebutuhan-khusus

Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. A.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2, Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.

(Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya

Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James,W. (dlm Harriman,P.L.,1963 ,Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life, both of its phenomena, and of their condition” Crooks,R.L., Stein,J. , 1988,(dlm Psychology. Science,Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”. Wortman,C.,Loftus,E.,Weaver,Ch.,2004 (dlm Psychology. 5th.ed) : “the scientific study of behavior, both external observable action and internal thought”.

Westen, Drew, 1959 (dalam buku Psychology : mind, brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan,

studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)

sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain

komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif

Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. proses belajar. kemampuan bahasa dan emosi. kemampuan memori. walaupun demikian. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. atau sebaliknya. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. sosialisasi. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. dan emosi. seperti: Persepsi.Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : . misalnya. atensi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak 2. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. 1. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan.

• Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup. dan bukan mundur. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar • • • • • • • • • • • • • • Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 1.1989:134). Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan . Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “.B. Sedangakan Hurlock E..P. dari lahir sampai mati (Chaplin C. membimbing mereka maju. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah.

emosional. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . 2. 2. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . 4. akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya.belajar. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. 1. dengan semua aspek-aspek(fisik. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. 3. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. atau 1. lingkungan menentukan arah perkembangan. sosial berhubungan . Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr).sosial) yang saling mempengaruhi.kognitif. kemasakan. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. dan belajar. 5. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan Melibatkan Perubahan . Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya.

masa kanak-kanak awal. yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. dan Belajar 2. akhir masa kanak-kanak.dan terdapat korelasidalam berkembang. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. Terdapat periode perkembangan. 9. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. masa puber. masa 8. 7. masas noenatus. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. 6. 10. 5. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. perkembangan terjadi secara berkesinambung. bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. 4. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. pengalaman.Tujuan perubahan perkembangan. baik fisik maupun perkembangan. . yang disebut periode pralahir. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. dan psikologi.

Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. 8. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. dan wanita 3. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. dan tata dan tingkatan nilai. Mengembangkan hati nurani. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Belajar berjalan 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif . Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Mencapai kebebasan pribadi 2. Mencapai peran sosial pria. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. 2. Belajar memakan makanan padat 2. Belajar berbicara 4. menulis. Belajar membedakan benar dan salah. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Masa Remaja 1. berhitung 6. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. pengertian moral.TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 1.

Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mengasuh anak 6. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Belajar hidup dengan tunangan 4. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Memilih pasangan 3. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5.4. Mulai bekrja 2. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga . Mulai membina keluarga 5. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Mengelola rumah tangga 7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4.

Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6.3. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Cacat tubuh 6. Pembagian . Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Kesehatan yang buruk 5. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Tingkat perkembangan yang normal 2. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. Faktor-faktor tersebut: Faktor Penghalang 1. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Motivasi 4. Tidak ada motivasi 4.

Masa tua atau usia lanjut. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik.ukuran kronologis ini: 1. Akhir masa kanak-kanak. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. kelahiran sampai minggu kedua 3.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: . Masa remaja. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. Usia pertengahan. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. masa sebelum kelahiran 2. Awal masa kanak-kanak. enam puluh tahun sampai meninggal Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. Masa pubertas. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Masa bayi. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. ahli biologi. Bayi. Awal masa dewasa. dua sampai enam tahun 5. Periode Pranatal. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8.

Ngalim. . yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan.a. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. seorang ahli hukum. 1990: 14) b. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. seorang padagang. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. M. 1990: 14) c. pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. dapat saya jadikan dokter. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. entah yang mana. (Purwanto. dan yang sebaliknya. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. (Purwanto. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. Dalam pendidikan. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. Menurut Nativisme. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. M. Ngalim. M. Ngalim. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. (Purwanto.

ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Tapi dari penyelidikan. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. (Purwanto. M. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. 1990: 16) A.Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu . jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. a. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. Ngalim. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua.

Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan.telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. lincah atau pendiam. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. potensi untuk belajar ilmu pasti. Masa perkembangan manusia begitu lama. pembawaan untuk bahasa. untuk menggambar. potensi berkata-kata. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal. bermata lebar atau sipit. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: 1. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. 2. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu. intelegensi yang baik dan lain-lain. 3. periang. berbada tinggi atau pendek. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). b. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. . sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. Sebaliknya. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. 4. pembawaan jenis. (Purwanto. intelegensinya. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. antara lain ialah: a. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. anggota-anggota tubuhnya. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. Ngalim. sikap berjalan. air muka. M. Pembawaan ras. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. seperti sikap badan. Bentuk badannya. intelegnsi. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. masing-masing mempybai pembawaan watak. yaitu jenis manusia. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. 3. 2.Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. . ras Mongolia. Seperti ras Indo Jerman. ras Negro dan lain-lain. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. b. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. gerakan bicara.

c. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. d. Tipe-tipe perhatian, intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. e. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang; cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). f. Tempo dan ritme perkembangan. B. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalamanpengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan kepada individu. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif, penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. Lingkungan fisik, Yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadaan musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. b. Ligkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan mayarakat, di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain.

Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat, maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. 2. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu, Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. (Walgito, Bimo, 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan, sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. b. Individu menerima lingkungan

Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. c. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. Pertemuan ke 3 1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. 3. Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 4. Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. 5. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. 6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan

10. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. maupun nilai dan sikap (afektif). I. 11. Psikologi Belajar. 2. R. afektif dan psikomotor. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi.2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. keterampilan (psikomotorik). Google.tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Gagne (Djamarah. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. Robert M. kebiasaan dan tingkah laku 8. pengetahuan dan sikap. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. and which is not simply ascribable to process a groeth. 1999) hal 22. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. 7. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Lester D. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Google. Crow and Alice Crow (WWW.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). . ketrampilan. wich persists over a period time. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Syaiful Bahri. knowledge and attitudes. Rineka Cipta.com) Belajar adalah acuquisition of habits.

5. tidak karena kelelahan. karakter. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Untuk mengisi waktu luang. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. Menurut Gagne.A Menurut Robert M. 8. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 4. 7. dan kebutuhan dalam belajar. 3.3. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. 4. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. 6. penyakit atau pengaruh obat-obatan. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri.3. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Belajar isyarat (signal learning). I.dalam konteks inilah . Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan.

signal learning terjadi. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Belajar merantaikan (chaining). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. 5. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. Belajar stimulus respon. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. dsb. seperti kotak kardus. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Belajar konsep (concept learning). 6. Belajar membedakan (discrimination). 2. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. kubus. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). 4. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. . Belajar mengklsifikasikan stimulus. Membuat prosedur dari praktek kayu. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. 3.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. 8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Selain delapan jenis belajar, Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kelima hal tersebut adalah : 1. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar. 3. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir. 4. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. 5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. I.3.B Menurut Bloom

Benyamin S. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). Pemahaman (Comprehension). Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Sambutan (responding). Penilaian (valuing). Pengorganisasian (organization). Karakterisasi (characterization) 3. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van Parreren)

1. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. 2. Belajar Kognitif. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 3. Belajar Menghafal. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah, sesuai dengan materi yang asli, dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. 4. Belajar Teoritis. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental, sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem, seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. 5. Belajar Konsep. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama, orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya, sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. 6. Belajar Kaidah. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}, yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. 7. Belajar Berpikir. Dalam belajar ini, orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental, khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. diuji.3. Menguji hipotesis-hipotesis itu. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. Suhaenah Suparno. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. Menurut Dewey. 2000 ) : 1. 1. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Merumuskan masalah.Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. . Kesadaran akan adanya masalah. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Learning to know. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Menerima hipotesis yang benar. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut.

Learning to do. I. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses.4. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. 2. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. 1. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. Belajar. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. dengan memahami orang lain. budayanya. Gagne dan Briggs (1979:3). cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.4. 3. Learning to live together. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.2. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. 4. 1.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. Duffy dan Roehler (1989).4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Learning to be. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. . Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. sejarahnya.

tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4. segala sesuatu mengenai mengajar.6 PEMBELAJARAN. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. merupakan upaya sadar dan disengaja 2.S. perbuatan. proses maupun hasilnya 1.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. Kamus Bahasa Indonesia. 1997). PENGAJARAN. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. peringatan (tentang pengalaman. pelaksanaannya terkendali. PEMELAJAR. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. baik isinya. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. (Dariyanto S. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar . peristiwa yang dialami atau dilihatnya). waktu.1991) Pengajaran adalah proses.I. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar.

7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 3. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru 1. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. 2. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 4. 5. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa.2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. sebagai berikut : 1. . 6. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon.

Dalam buku Condition of Learning. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. akan membantu siswa. . Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. kontradiksi. Belajar akan lebih cepat. sebagai berikut: 1. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 3. Dengan persiapan. atau kompleks.7. 9. efisien. 8. 12. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 2. 11. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. 10. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. aneh. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru.

A. 9. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Factor fisiologis . 6. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.4. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . yaitu factor internal dan factor eksternal . 5. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 7. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. 8. 1. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.

Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . dan mengantuk. b. dalam proses belajar . memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Pertama. Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. 2. Selama proses belajar berlangsung. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. lesu . rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. karena ada gairah untuk belajar. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. Sebaliknya. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. istirahat yang cukup dan sehat. Factor psikologis . c. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. dan lain sebagainya. mengonsumsi makanan yang bergizi . kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. sehingga tidak Kedua. terutama panca indra. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . Oleh lkarena itu. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar .Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. keadaan tonus jasmani.

Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. Sebaliknya. sikap dan bakat. semakin rendah tingkat intelegensi individu. – kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. motifasi . minat. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. Oleh karena itu. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata . tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. orang tua. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. seperti guru. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. Dengan dmikian. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. dan lain sebagainya. semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar.Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar.

amat superior. Pertemuan ke 4 . idiot. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. rata-rata. atau mungkin malah lemah mental. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. E. F. superior. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. D. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. yaitu: A. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. C. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79.80 – 89 70 – 79 20 — 69 Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. B. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. imbisil. G. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119.

Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting.- Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. tata tertib. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). misalkan orang tua. memberikan arah. atau teman-teman. guru. teladan guru. d. Dalam proses belajar. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. peraturan. dan lain-lain. b. Frandsen (Hayinah. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. Menurut Arden N. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. mendorong. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. Seperti pujian. c. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. orangtua. karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. saudara. Minat . Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. dan lain sebaginya. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. 1994). 1992). Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. danlain sebagainya.

alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. banyak cara yang bisa digunakan.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. 2003).Secara sederhana. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. peristiwa dan sebaginya. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. dan kebutuhan. pemilihan jurusan atau bidang studi. afektif. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. Dalam hal ini. keingintahuan. baik secara positif maupun negative (Syah. baik dari bentuk buku materi. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. pelajaran. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. Sikap Dalam proses belajar. Namun lepas dari kepopulerannya. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. Anatara lain. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. moativasi. pertama. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. Kedua. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. seperti pemusatan perhatian. orang. Oleh karena itu. Menurut Reber (Syah. atau lingkungan sekitarnya. Dengan . sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. dalam konteks belajar di kelas.

maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil.profesionalitas. orangtua. Dengan demikian. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Karena itu. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. dan tulus kepada muridnya.maka para pendidik. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. Misalnya. Secara umum. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. Factor-faktor eksogen/eksternal . 2003).seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya.ikut mengembangkan. sabar. Berkaitan dengan belajar. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. b. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. anatara lain dengan mendukung.

c. Lingkungan social keluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar.Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. 2) Lingkungan non social. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Hubungan anatara anggota keluarga. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. atau tidak terlalu lemah/gelap. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. kakak. Lingkungan social massyarakat. Lingkungan siswa yang kumuh. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. seperti ggggggguru. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. diskusi. administrasi. orangtua. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Lingkungan alamiah. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Ketegangan keluarga.dalam hal ini. pengelolaankeluarga. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. a. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. b. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. tidak panas dan tidak dingin. demografi keluarga (letak rumah). seperti kondisi udara yang segar. anak. sifat-sifat orangtua. 1) a. . sinar yang tidak terlalu silau/kuat.

yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. lapangan olah raga dan lain sebagainya. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. alat-alat belajar. seperti gedung sekolah.suasana yang sejuk dantenang. TEORI-TEORI BELAJAR A. b. seperti kurikulum sekolah. Factor instrumental. Pertama. c. bakat. bukupanduan. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. proses belajar siswa akan terlambat. Dengan kata lain. diantaranya . Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. software. peraturan-peraturan sekolah. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Kedua. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa.fasilitas belajar. Sebaliknya. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. dan mengabaikan aspek – aspek mental. diantaranya : 1. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. silabi dan lain sebagainya. Karena itu. hardware. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.

maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). • Law of Exercise. • Law of Readiness. Sebaliknya. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. 2. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar.Respons.F. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.Law of Effect. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). maka kekuatannya akan menurun. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.F. Operant Conditioning menurut B. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. . 3. diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut.

seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. 4. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget . seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Melalui pemberian reward dan punishment. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus.• Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Reber (Muhibin Syah. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. B. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya.

Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. 4. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. (3) concrete operational dan (4) formal operational. C. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 1. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. 2.Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. 5. 3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Di dalam kelas. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. (2) pre operational. which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne . Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor.

Bila figure dan latar bersifat samar-samar. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. D. (6) generalisasi. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Kesamaan (similarity). bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. . 3. Kedekatan (proxmity). Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu.Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. (7) perlakuan dan (8) umpan balik. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. (2) pemahaman. 2. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 1. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. (3) pemerolehan. (1) motivasi. Menurut Koffka dan Kohler. (4) penyimpanan. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. (5) ingatan kembali. potongan. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang.

bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). yaitu: 1. 4. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. mengikuti kuliah. adanya penamaan kumpulan bintang. 5. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. 2.4. dan 6. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. berjalan. virgo. Misalnya. Arah bersama (common direction). Berlari. Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. pisces. seperti : sagitarius. Contoh lain. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral). sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. 3. Proses . Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana. Kesederhanaan (simplicity). Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. Misalnya.

guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. 4.pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Transfer dalam Belajar. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Prinsip ruang hidup (life space). Oleh karena itu. Oleh karena itu. kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik. bahwa perilaku terarah pada tujuan. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Pengalaman tilikan (insight). yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Dalam proses pembelajaran. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun . 5. tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. 2. Menurut pandangan Gestalt. 3.

Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi.ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal . Oleh karena itu. berpikir secara rasional.50.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu. sekitar 0.90.0. Sedangkan di antara 2 anak kembar. berpikir secara rasional. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi. dan hanya 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.10 .40 0. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi.

tidak terjadi perkembangan lagi. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Alfred Binet dan Theodor Simon. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai).Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Dengan demikian. Selain gizi. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. maka akan diperoleh skor 1. . Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti.

Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon.Lewis Terman. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Dalam kemampuan yang umum ini. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern. kecakapan. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. . Seorang tokoh dalam bidang ini. Di samping alat-alat tes di atas. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inteligensi dan Bakat.

masih terdapat korelasi yang cukup berarti. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Inteligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Tetapi lebih tinggi lagi.Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. J. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Meskipun demikian. Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. . yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Sebaliknya. Namun semakin tinggi skor IQ. Sampai pada skor IQ tertentu. P.

.

tidak teratus. All Rights Reserved. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. pola. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. holistik. kepekaan warna. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. menempatkan detail. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. 37 – 38) . (Bobbi De Potter. fakta. berdasar realitas. tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. © Microsoft Corporation. membaca. pengenalan bentuk. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. mampu melakukan penafsiran secara abstrak. visualisasi.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). bersifat non verbal. © 1993-2005 Microsoft Corporation. In nearly all right-handed and many left-handed people. the left hemisphere is dominant.intuitif. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. kearah perasaan dan emosi. musik. menulis. dan simbolis. All rights reserved. kreativitas.1999. Microsoft ® Encarta ® 2006.

Kedua belahan otak penting artinya . yaitu: recall. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. yaitu: memberi kode/sandi. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. recognition dan rekonstruksi inferensial. Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. fisiologi. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. 38)Kedua belahan otak penting artinya . Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. 1999. emosi dan sosial. menyimpan dan menimbulkan kembali. 1999. Memori mempunyai tiga fungsi/proses. lingkungan. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Memori yang disimpan . Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory. Pada proses penyimpanan. persepsi. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau.

mengaktifkan retrieval cues. kurang tidur dan sakit.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu. yaitu pada usia 10-14 tahun. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. Secara sederhana. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio.rekreasi mental. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. akronim. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. Seseorang yang dalam kondisi lelah. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. Pembentukan memori secara biologi. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan.

Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. . Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Jadi. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa.

namun keduanya dapat dibedakan. diantaranya adalah sedih. Selain itu. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. marah. diantaranya adalah cinta. marah. Fungsi Emosi. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut.benci. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. adanya perubahan aspek jasmaniah. takut dan sebagainya. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. sayang. sedih dan senang. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. kagum dan sebagainya. akan semakin baik. gembira. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Jika ekspresi emosi berkembang maka .Pertemuan ke 7 EMOSI Emosi adalah suatu kondisi biologi. Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. emosi yang menyenangkan atau emosi positif.

2. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark.Linchoten. 3. Teori Periferal Menurut teori ini. Berorientasi kepada kenyataan. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. . tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Menurut teori ini. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. Teori Kepribadian Menurut teori ini. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. 4. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 1. teori periferal dan teori kepribadian. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. 3.perubahan dalam kejasmanian. Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. jauhkanlah emosi negative. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. 1. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. 2. Teori sentral .Teori-teori Emosi Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif.

kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar.marah pada waktu yang tepat. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. Pengaruh Emosi pada Belajar Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam . Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. Jika siswa mengalami emosi positif. diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Meskipun IQ tinggi. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain.

Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. 2. berpikir ada tiga macam yaitu: 1. sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum.konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. Psikologi asosiasi. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. b. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. Diantara pikiran sadar dan . Psikologi Gestalt. Aliran Behaviorisme. Ruch. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. yaitu : a. 3. pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. c. yg semacam "perasaan". berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. Menurut Khodijah (2006). Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”.

proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : a. Mengabstrasikan. 2. 2. yang untuk membuka. Self-image. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. 3. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. b. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. Keputusan deduktif . yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. c. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 1. Personality & Habits (kebiasaan). 3. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. 2. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori.bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. mana yang tidak sama. sebagai berikut : 1.

Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus.perkembangan . guru . 3. Orang tua. Pertemuan ke 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI . memori dan pola berpikir anak . Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .ingatan. masyarakat dan konsuler.guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. jadi berlawanan dengan keputusan induktif.Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi .

psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup. kebudayaan. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental 2. Ketiga. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. terutama tingkah laku manusia) Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. dan sebagainya Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism. tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship.Banyak pengertian psikologi yang dikemukan para ahli yang masing-masing menekankan pada susdut pandangan sendiri-sendiri mana yang dianggap penting. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak. A. baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan. Kedua. Perbedaan ini mungkin disebabkan metode yang digunakan maupun pendekatan permasalahannya. with especial attention given to human behavior. iklim. Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. (Psikologi ialah tingkah laku manusia. yaitu: Pertama.Pengertian psikologi Menurut para ahli 1. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology .

Drew.. karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2.E.R.J.L. Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia James.Weaver. 1959 (dalam buku Psychology : mind. Science. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial.. . karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial.ed) : “the scientific study of behavior. Wortman. brain & culture) : ”The scientific investigation of mental processes and behavior.. (dlm Harriman.Ch. and of their condition” Crooks.W.L.Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan Ensiklopedia Pendidikan. 5th.. both of its phenomena. Psikologi sosial .Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”.P. both external observable action and internal thought”.(dlm Psychology.2004 (dlm Psychology.. Westen. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktorfaktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Stein.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life. 1988.1963 . Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 ) 1.C.Loftus.

Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. kemampuan memori. kerjasama dalam kelompok. karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. walaupun demikian. seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan. atribusi (sifat) • sikap sosial. psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial. studi tentang interaksi kelompok. belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi. misalnya kepemimpinan. sosialisasi. studi tentang persepsi. dan persaingan. kemampuan bahasa dan emosi. seperti bahasa. seperti: Persepsi. misalnya : studi tentang proses-proses individual bersama. 1. perilaku meniru dan lain-lain • komunikasi hubungan kekuasaan. dan emosi. 4. atensi. yaitu : • studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak . motivasi proses belajar. Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. proses belajar. misalnya. 3. Psikologi sekolah Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik. atau sebaliknya.Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup.

Psikologi klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami. sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggotaanggotanya 3. Adapun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) juga mengatakan bahwa yang menjadi ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi : • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup.2. Psikologi kerekayasaan Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error) 4. tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan Pembawaaan Lingkungan fisik dan psikologis Perkembangan siswa Proses – proses tingkah laku Hakekat dan ruang lingkup belajar Faktor yang mempengaruhi belajar Hukum dan teori belajar Pengukuran pendidikan Aspek praktis pengukuran pendidikan Transfer belajar Ilmu statistik dasar • • • • • • • • • • • . mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal. Psikologi industri dan organisasi Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan.

akan membantu para praktis untuk mengenal perkembangan yang khusus dan menantang fase berikutya yang semestinya. hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari. . dari lahir sampai mati (Chaplin C. dan belajar.• • • Kesehatan mental Pendidikan membentuk watak / kepribadian Kurikulum pendidikan sekolah dasar Kurikulum pendidikan sekolah menengah Pertemuan ke 2 2.P. 1. Definisi Perkembangan Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan berkesinambungan dan progresif dalam organisme. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. membimbing mereka maju. apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubunganhubungan. 2.B. dan bukan mundur.1989:134). Sedangakan Hurlock E.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Prinsip-prinsip Perkembangan Carol Getswicki( 1995) mengemukakan beberapa prinsip dasar perkembangan. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “. kemasakan. Dalam perkembangan terdapat urutan yanng diramalkan pemahaman tentang perilaku yag seharusnya terjadi berikutnya..

yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental.2. Agar merasa bahagia dan puas orang harus awal 3. Pola Perkembangan Mempunyai Karakteristik yang Dapat Diramalkan . Pola Perkembangan Dapat Diramalkan. menurut Maslow adalah “aktualisasi diri” . diberi sangat Perkembangan kesempatan dipenaruhi Merupakan untuk oleh Hasil memenuhi proses Proses belajar dorongan dan tersebut. 5. walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi awal pada masa pralahir dan pasca lahir. Perkembangan maju berkelanjutan merupakan kesatuan yang saling emosional . pengalaman. emosional. 4.kognitif. Perkembangan merupakan hasil interaksi faktor-faktor biologis (kematangan) dan faktor-faktor lingkungan (belajsr). bahwa ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu. dan Belajar 2. Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya. Setiap pengajaran tidak akan menjadikan proses belajar dengan mudah sebelum mencapai kepuasan. 3. Suatu perkembangan tidak akan mungkin terjadi berkesinambungan dengan baik bila anank didorong untuk melampaui atau secara tergesa-gesa menjalani tahap-tahap awal. Anak harus diberi waktu yang sesuai dengan yang mereks butuhkan sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. sosial berhubungan . Karena dasar Kematangan Berbagaoi bukti menunjukkan. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal . proses belajar akan terjadi dengan sangat mudah pada saat yang optimal. Perkembangan Melibatkan Perubahan Tujuan perubahan perkembangan. atau 1. dengan semua aspek-aspek(fisik. lingkungan menentukan arah perkembangan. waktu-waktu yang menunjukan kesiapan harus dikenai melalui pengamatan yang cermat . Kematangan merupakan prasyarat munculnya kesiapan untuk belajar . 5. 4.sosial) yang saling mempengaruhi.

Yang penting di antaranya adalah adanya persamaan pola perkembangan bagi semuaanak: perkembangan berlangsung dari tanggapan yang umum ke tanggapan yang spesifik. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan . dan psikologi. Tahun pertama kehidupan biasasnya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang palingn tidak bahagia. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yanmg memungkinan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa usia anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang psikologi diperlukan yang bagi dapat penyesuaian mengubah pola yang baik. Belajar berjalan 3. dan mulai mengembangkan hati nurani Akhir masa kanak-kanak 1. masa 8. baik fisik maupun perkembangan. masa puber. Setiap Bidang Perkembangan Mengandung Bahaya yang Potensial. yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. masa kanak-kanak awal. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA Masa bayi dan awal masa kanak-kanak 3. Adanpan Harapan Sosial Untuk Setiap Periode Perkembangan. Kebahagian Bervariasi pada Berbagai Periode dalam Pola Perkembangan. 6. Terdapat periode perkembangan. Mempersiapkan diri untuk membaca 7. akhir masa kanak-kanak. yang disebut periode pralahir. Terdapat Perbedaan Individ Dalam Berkembang. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya 6. Belajar berbicara 4.dan terdapat korelasidalam berkembang. 10. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 5. berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Belajar membedakan benar dan salah. Ini berlaku bagi perkembangan fisik maupun bayi. masas noenatus. 9. Belajar memakan makanan padat 2. perkembangan terjadi secara berkesinambung. 7.

Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh 3. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab 5. Belajar hidup dengan tunangan . Mulai bekrja 2. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi Awal Masa Dewasa 1. Mencapai peran sosial pria. Masa Remaja 1.umum. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 7. menulis. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat 5. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 8. dan tata dan tingkatan nilai. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca. Mencapai kebebasan pribadi 4. 2. Mengembangkan hati nurani. Memilih pasangan 3. dan wanita 3. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif 4. 8. pengertian moral. Mempersiapkan karir ekonomi 7. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga 9. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang-orang dewasa lainnya 6. berhitung 6.

Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan menurunnya penghasilan keluarga 3. Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Menyesuaikan diri dengan orangtua yang semakin tua Masa Tua 1. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan Masa Usia Pertengahan 1. individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karier pekerjaan 7. Faktor-faktor tersebut: . Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu 5. Mengambil tanggung jawab sebagai waga negara 8. Mulai membina keluarga 5. Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan 2. Sejak tahap perkembangan masa bayi. Mengasuh anak 6. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan 6. Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang untuk orang dewasa 4. Membentuk hubungan dengan orang-orang yang seusia 5. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup 4. Membantu anak-anak remaja belajar untuk menjadi orang dewasa yang beranggung jawab dan bahagia 3. Mengelola rumah tangga 7.4. kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Mencapai tanggung jawab sosial dan dewasa sebagai warga negara 2. Menerima dan menyesuaikan diri dengan -perubahan fisiologis terjadi pada tahap ini 6.

Masa bayi. Masa pubertas. masa sebelum kelahiran 2. Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh 5.Faktor Penghalang 1. Kesehatan yang buruk 5. Cacat tubuh 6. tiga belas atau empat belas sampai delapan belas tahun 8. Kreativitas Terlepas dari berapa panjang rentang kehidupan seseorang. Bayi. Pembagian ukuran kronologis ini: 1. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Periode Pranatal. Awal masa kanak-kanak. Awal masa dewasa. kelahiran sampai minggu kedua 3. enam sampai sepuluh atau dua belas tahun 6. Tingkat kecerdasan yang tinggi 6. Tingkat perkembangan yang normal 2. Motivasi 4. enam puluh tahun sampai meninggal . Usia pertengahan. Masa tua atau usia lanjut. Akhir masa kanak-kanak. empat puluh sampai enam puluh tahun 10. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya 3. Masa remaja. Kesematan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya 3. delapan belas sampai empat puluh tahun 9. Tingkat keerdasan yang rendah Faktor yang membantu 1. dua sampai enam tahun 5. Tingkat Perkembangan yang mundur 2. sepuluh atau dua belas sampai tiga belas atau empat belas tahun 7. Tidak ada motivasi 4. ukuran kronologis atau usia adalah kriteria pokok untuk menentukan tahap-tahap perkembangan individu.

pendidikan tidak dapat mengubah sifatsifat pembawaan. Misalnya pada akhir masa kanak-kanak. faktor yang dibawa dari keturunan (pembawaan) ataukah pengaruh-pengaruhlingkungan? Dalam usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dikemukakaadanya bebarapa pendapat: a. Menurut Nativisme. Aliran Empirisme Aliran ini mempunyai pendapat yang beralawanan dengan kaum nativisme. M.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya.Ngalim. Manusia-manusia dapat didik menjadi apa saja (ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk) menurut . 1990: 14) b. ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusahamencari jawaban atas pertanyaan: perkembangan manusia itu kepada pembawaan ataukah kepadalingkungan? Atau dengan kata lain: dalam perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa faktor-faktoryang menentukan itu. sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. ahli biologi. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menetukan hasil perkembangannya. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat dapat kita lakukan dengan memberikan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengasah rasa empati atau kepekaan sosial. Airan Nativisme Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktoryang dibawa sejak lahir. (Purwanto.Bertahun-tahun lamanya para ahli didik. Soal Pembawaan dan lingkungan merupakan soal yang sangat penting dalam psikologi dan erathubungannya dengan ilmu mendidik. Meraka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau sejak pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil.

M. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. yaitu aliran konvergensi yang lebih menekankan kepada pengaruh pembawaan daripada lingkungan. (Purwanto. dapat saya jadikan dokter. Dalam pendidikan. M. seorang ahli hukum. 1990: 14) c. Manusia adalah mahluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya dengan bebas. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga. M. Terdapat dua aliran yang menganut konvergensi. atau memang jika dikehendaki seorang pengemis atau seorang pencuri”. dan yang sebaliknya. 1990: 16) .kehendak lingkungan atau empiris ibi didiknya. entah yang mana. Karena itu ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya. Watson seorang behaviouris (Amerika): “Berikan saya sejumlah anak-anak yang keadaan badannya dan situasi-situasi yang saya butuhkan: dari setiap orang anak. (Purwanto. Ngalim. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia. terdapat kaum empiris ini terkenal dengan nama Optimisme paedagogis. 1990: 15) Perkembangan manusia bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Kaum behavioris pun sependapat dengan kaum empiris itu. ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada apa yang pernah diambilnya. Aliran Konvergensi Aliran ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Ngalim. Ngalim. Manusia tidak hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Sebagai kesimpulan dapat dikatankan: Jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun-menurun yang oleh aktivitas dan pemilihan atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan yang tertentu berkembang menjadi sifat-sifat. seorang padagang. (Purwanto.

ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat ataupun ciri-ciri jasmaniah yang tertentu yang diperoleh karena keturunan. seperti seorang anak yang berambut pirang atau ikal.A. Keturunan Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan. HEREDITAS Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang dibawa sejak lahir yang tidak diturunkan dari pihak kedua orang tua. Nyatalah di sini bahwa lingkungan berpengaruh besar pula. sehingga sulit penentuan bahwa suatu sifat itu keturunan atau bukan. hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya. apakah diperoleh dari keturunan atau bukan. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antara orang tua dan anaknya. bermata lebar atau sipit. jadi mungkin adalah pengaruh lingkungan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan. Banyak para ahli yang berusa menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan. ternyata jika anak kembar yang berasal dari satu telur masing-masing dididik dalam lingkungan yang berlain-lainan akan terlihat pula perbedaannya. jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. jadi merupakan sifat-sifat yang menurun. Memang benar bahwa anak-anak kembar yang berasal dari satu telur menunjukkan persamaan-persamaan yang banyak sekali. Umpamanya: Bapak malas dan anaknya juga malas. a. Hal ini dikarenakan faktor-faktor berikut: . tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifatsifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. berbada tinggi atau pendek. lincah atau pendiam. Mungkin sifat malas pada anak itu disebabkan karena dengan tiada sadar anak itu “meniru” dari orang tuanya. Tapi dari penyelidikan. baik mengenai sifat-sifat kejasmanian maupun mengenai kerohaniannya. periang.

2. Tetapi pembawaan itu tidaklah semuanya diperoleh karena keturunan. sehingga mengakibatkan sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya. Pembawaan jenis Tiap-tiap manusia biasa di waktu lahirnya telah memiliki pembawaan jenis. sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu. Pembawaan Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). yaitu jenis manusia. semua yang diperoleh karena keutunan adalah dapat dikatakan pembawaan (pembawaan keturunan. bentuk wataknya dan tingkah laku seorang individu.1. Pembawaan ras Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang termasuk pembawaan keturunan. Ngalim. Bentuk badannya. intelegensinya. 3. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu umpamanya persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya. untuk menggambar. b. inggatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas dan berbeda dengan jenis-jenis mahluk lain. Potensi-potensi yang bermacam-macam itu tentu saja tidak dapat direalisasikan atau dapat dinyatakan begitu saja. 2. Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannnya adalah pembawaan. yaitu pembawaan keturunan mengenai ras. Adanya jumlah anak manusia yang relatif. Misalnya: sejak dilahirkan anak mempunyai kesanggupan untuk dapat berjalan. potensi berkata-kata. (Purwanto. intelegensi yang baik dan lain-lain. Potensi dapat diketahui dengan memperhatikan prestasiprestasi (actual ability). M. anggota-anggota tubuhnya. pembawaan untuk bahasa. Sebaliknya. Masa perkembangan manusia begitu lama. Seperti . malainkan harus mengalami perkembangan serta membutuhkan latihan-latihan. potensi untuk belajar ilmu pasti. 1990: 24) Beberapa macam pembawaan: 1.

B. ras Negro dan lain-lain. LINGKUNGAN Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu. masing-masing mempybai pembawaan watak. d. akan tetapi pembawaan perorangan dalam pertumbuhannya lebih ditentukan oleh lingkungan. Pembawaan ras. dan pembawaan kelamin sedikit sekali dipengaruhi oleh lingkungan. Masing-masing ras itu dapat terlihat perbedaannya satu sama lain. air muka. pembawaan jenis. ras Mongolia. f. cara timbulnya perasaan atau pikiran dan sebagainya (temperamen). intelegnsi. sikap berjalan. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas: cepat atau lambatnya bereaksi terhadap sesuatu: dengan keras atau tenang. sifat-sifat dan sebagainya yang berbeda-beda. 4. seperti sikap badan. Tempo dan ritme perkembangan. alam sekitar. b. antara lain ialah: a. Pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif. Cara bekerja alat-alat indera: ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis stimulus tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya. 3.ras Indo Jerman. Tiap-tiap individu meskipun bersamaan ras atau jenis kelaminnya. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan. Pada kedua jenis kelamin itu terdapat pula perbedaan sikap dan sifatnya terhadap dunia luar. intelegensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelegensi. Pembawaan perseorangan Tiap-tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal. gerakan bicara. dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan suatu paksaan . merupakan pengalamanpengalaman. Konstitusi tubuh: termasuk dalamnya: motorik. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. pendidikan dan sebagainya. Tipe-tipe perhatian. Pembawaan jenis kelamin Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing: laki-laki atau perempuan. c. e.

Daerah yang mempunyai musin dingin akan memberikan pengeruh yang berbeda dengan daerah yang penuh dengan musim panas. anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain. Dengan demikian pendidikan bersifat aktif. maka sudah tentu pengaruh dari lingkungan sosial ini akan lebih mendalam bila dibandingkan dengan lingkungan sosial yang hubungannya tidak erat. . penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan perkembangan individu ke suatu tujuan tertentu. dan sebagainya. Tidak demikian halnya dengan pendidikan. Lingkungan alam yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu. Pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-potensi ataupun bakat-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan pendidikan. 2. Pada umumnya anggota satu dengan anggota lain kurang atau tidak saling kenal mengenal. Misalnya: daerah pegungungan akan memberikan pengaruh yang lain bila dibandingkan dengan daerah pantai. Lingkungan secara garis besar dapat dibedakan: a. di mana dalam lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu lain. b. yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan anggota lain agak longgar. keadaan musim. Lingkungan sosial sekunder. yaitu lingkungan sosial di mana terdapat hubungan yang erat antara anggota satu dengan anggota lain. Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder akan kurang mendalam bila dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sosial primer.kepada individu. misalnya keadaan tanah. Yaitu lingkungan yang berupa alam. yaitu merupakan lingkungan mayarakat. Lingkungan sosial primer. Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatankesempatan kepada individu. Lingkungan fisik. Oleh karena di antara anggota telah ada hubungan yang erat. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Ligkungan sosial. Lingkungan sosial dibedakan: 1. Bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tergantung kepada individu bersangkutan.

Psikologi Belajar. Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan. Pertemuan ke 3 1. Hubungan antara individu dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling timbal balik.Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. Individu dalam keadaan status quo terhadap lingkungan. yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu. (Walgito. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. 1980: 50) Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Syaiful Bahri . Whittaker (Djamarah. Menurut james O. Bimo. Individu menolak atau menentang lingkungan Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu. Rineka Cipta.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Misalnya akibat banjir sebagian jalan terputus. Dengan demikian individu akan menerima lingkungan itu. sehingga orang tidak menerima begitu saja pengaruh lingkungan tetapi orang menolak atau mengatasi pengaruh lingkungan demikian itu. Untuk mengatasi ini dibuat tanggul untuk melawan pengaruh dari lingkungan. Individu menerima lingkungan Dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada dalam diri manusia. b. tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan. Individu bersikap netral Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi tidak menolak. c. .

Slameto (Djamarah. afektif dan psikomotor. Psikologi Belajar. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. kebiasaan dan tingkah laku 8. Rineka Cipta. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9. 3. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Syaiful Bahri. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 6. Winkel. Psikologi Belajar. belajar adalah aktivitas mental atau psikis. R. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Psikologi Belajar. nilai dan sikap. Rineka Cipta. Syaiful Bahri. and which is not simply ascribable to process a groeth. Syaiful Bahri . 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif.2. Drs. Rineka Cipta. Howard L. Gagne (Djamarah. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. 7. pemahaman. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. bukan hanya . 1999) hal 22. Cronchbach (Djamarah. ketrampilan. ketrampilan. Robert M. Kingskey (Djamarah. 5. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Rineka Cipta. Syaiful Bahri. 4. Syaiful Bahri. (Djamarah. Psikologi Belajar. wich persists over a period time. Rineka Cipta. Psikologi Belajar.

knowledge and attitudes. 3. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. penyakit atau pengaruh obat-obatan. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman.com) Belajar adalah acuquisition of habits. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. 4. maupun nilai dan sikap (afektif).2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. 11. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. tidak karena kelelahan. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. pengetahuan dan sikap. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. I. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Google. Google. keterampilan (psikomotorik).disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. 2. Crow and Alice Crow (WWW. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. . Lester D. 10. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan.

ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Untuk mengisi waktu luang. 4.dalam konteks inilah signal learning terjadi. . Belajar stimulus respon. 8. dan kebutuhan dalam belajar. Gagne Manusia memilki beragam potensi. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. I. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. 2. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Belajar isyarat (signal learning). Belajar merantaikan (chaining). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.3. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Menurut Gagne. 3. 7. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. 5. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). karakter. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan.3. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. 6.A Menurut Robert M. Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu.

7. sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. Membuat prosedur dari praktek kayu. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori.Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Belajar dalil (rule learning). seperti kotak kardus. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Belajar mengklsifikasikan stimulus. 8. dsb. 6. Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Contohnya yaitu seorang guru memberikan . 5. kubus. Belajar membedakan (discrimination). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah. 4. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar konsep (concept learning). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri).

mengingat dan berfikir. Pemahaman (Comprehension). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. I. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). 3. kata atau gambar. 4. 2. informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar. . Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. termasuk dengan cara menggambar. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Selain delapan jenis belajar.B Menurut Bloom Benyamin S. angka. Kelima hal tersebut adalah : 1. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge).3.kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. 5. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar.

Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. sikap. . Belajar Menghafal. seperti perasaan. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.Penerapan (Aplication) Penguraian (Analysis). Affective Domain (Kawasan afektif). Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. Pengorganisasian (organization). Robert M. Belajar Kognitif. De Block. Belajar arti kata-kata. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. minat. Memadukan (Synthesis). Karakterisasi (characterization) 3. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspekaspek emosional. Gagne. 2. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Van Parreren) 1. Penilaian (valuing). 3. gagasan. Penilaian (Evaluation). C. atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. 2.3. Sambutan (responding).C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A.

terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. . Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Belajar Kaidah. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. Dalam belajar ini. Belajar Teoritis. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. 7.sesuai dengan materi yang asli. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. 4. Belajar Konsep. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. yang dikemukakan oleh Gagne. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. diuji. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. 6. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Belajar Berpikir. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. 5. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai.

Merumuskan masalah. Learning to do. Suhaenah Suparno. Menurut Dewey.Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. sejarahnya. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. dengan memahami orang lain. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Menerima hipotesis yang benar.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A. budayanya. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. 1. Menguji hipotesis-hipotesis itu. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. bagaimana caranya dan siapa yang belajar. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Learning to be. Kesadaran akan adanya masalah. . langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. 2000 ) : 1.3. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. 4. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah. Learning to live together. 2. Learning to know. 3. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja.

I. 1. I. Gagne dan Briggs (1979:3). yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. 2. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Duffy dan Roehler (1989). disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. 1.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi-kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan . Belajar.4. pembelajaran harus membuat siswa belajar 3.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain.4.Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri.

peringatan (tentang pengalaman. segala sesuatu mengenai mengajar.1991) Pengajaran adalah proses. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. baik isinya. perbuatan. waktu. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.6 PEMBELAJARAN. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). proses maupun hasilnya 1. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. pelaksanaannya terkendali. Kamus Bahasa Indonesia. PENGAJARAN. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran 1 Pembelajaran Dilaksanakan oleh mereka yangDilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan informasiTujuannya agar terjadi belajar pada diri kepada si belajar siswa 3 Merupakan salah satu penerapanMerupakan cara untuk mengembangkan strategi pembelajaran rencana yang terorganisasi untuk keperluan belajar.4. PEMELAJAR. (Dariyanto S. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. 4 Kegiatan belajar berlangsung bilaKegiatan ada guru atau pengajar belajar dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru . cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar.S. 1997).

sebagai berikut : 1. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 6. 4. akan membantu siswa. Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model.1. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. . 3. 8.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974). 9. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. 5. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 2. 7. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar.

aneh. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Belajar akan lebih cepat. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. Dengan persiapan. atau kompleks.10. 3. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 4. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. 11. 5. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan. 2. sebagai berikut: 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. 12. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. kontradiksi. . efisien. Dalam buku Condition of Learning.

keadaan tonus jasmani. factor internal Factor internal adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Factor fisiologis Factor-faktor fisiologis adalah factor-factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. A. kedua factor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. 7. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . Factor-factor ini dibedakan menjadi dua macam. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu.6. . Pertama. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. Factor-faktor internal ini meliputi factor fisiologis dan factor psikologiss. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. FAKTOR YANG MEPENGARUHI BELAJAR Secara umum factor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. 8. 9. 1. yaitu factor internal dan factor eksternal . memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. Sebaliknya. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.

dalam proses belajar . rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Oleh lkarena itu. terutama panca indra. motifasi . peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. sikap dan bakat. kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. b. lesu . – kecerdasan /intelegensia siswa . 2. dan mengantuk. istirahat yang cukup dan sehat. maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : a. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. mengonsumsi makanan yang bergizi . keadaan fungsi jasmani/fisiologis. karena ada gairah untuk belajar. dan lain sebagainya. minat. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan.kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. sehingga tidak Kedua. c. Selama proses belajar berlangsung. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . Factor psikologis Factor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar .

maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. Sebaliknya. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia. Oleh karena itu. orang tua. dan lain sebagainya. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) Klasifikasi 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental . tetapi juga organorgan tubuh lainnya.Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Dengan dmikian. tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes Stanford-Biner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002). semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. semakin rendah tingkat intelegensi individu. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. seperti guru. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. karena itu menentukan kualitas belajar siswa.

1994). mendorong. superior. yaitu: A. Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20— IQ 69. D. atau mungkin malah lemah mental. Pertemuan ke 4 Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109.Dari table tersebut. Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79. Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140 —IQ 169. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. B. rata-rata. G. Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. E. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. Motivasi juga . Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang. imbisil. amat superior. F. memberikan arah. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. C. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. idiot. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia.

karena membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Menurut Reber (Syah. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. Seperti pujian. orangtua. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. Menurut Arden N. dan lain-lain. c.diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. Frandsen (Hayinah. maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. saudara. tata tertib. guru.minaat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. dan lain sebaginya. peraturan. Dalam proses belajar. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap . yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). 1992). b. motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. misalkan orang tua. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. atau teman-teman. Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. teladan guru. Minat Secara sederhana. d. Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: a. danlain sebagainya. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar.

seperti pemusatan perhatian. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. pertama. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. Dengan profesionalitas. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. banyak cara yang bisa digunakan. Oleh karena itu. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. baik dari bentuk buku materi. dan tulus kepada muridnya. Namun lepas dari kepopulerannya. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. atau lingkungan sekitarnya. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. dalam konteks belajar di kelas. baik secara positif maupun negative (Syah. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. pemilihan jurusan atau bidang studi. pelajaran. orang. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang dan . Dalam hal ini. keingintahuan. moativasi. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar. dan kebutuhan. afektif. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif.berbagai factor internal lainnya. peristiwa dan sebaginya. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. Sikap Dalam proses belajar. 2003). sabar. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. Kedua. Anatara lain. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya.

bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktaor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Dengan demikian. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya.tidak menjemukan. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Misalnya. anatara lain dengan mendukung.ikut mengembangkan. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing. orangtua. . Karena itu. Berkaitan dengan belajar. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. factor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. yaitu factor lingkungan social dan factor lingkungan nonsosial. Secara umum. 2003). Factor-faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau factor-faktor endogen. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar. b. meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi ddiri siswa.maka para pendidik.dalam hal ini. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang.

anak. Lingkungan social keluarga. administrasi. orangtua. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah. demografi keluarga (letak rumah). Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Sebaliknya. 2) Lingkungan non social. Lingkungan alamiah tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. tidak panas dan tidak dingin. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. Lingkungan alamiah. diskusi. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. suasana yang sejuk dantenang. sifat-sifat orangtua.1) a. seperti ggggggguru. Lingkungan social Lingkungan social sekolah. c. Lingkungan siswa yang kumuh. Ketegangan keluarga. seperti kondisi udara yang segar. kakak. Hubungan anatara anggota keluarga. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. a. Lingkungan social massyarakat. pengelolaankeluarga. b. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. atau tidak terlalu lemah/gelap. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. proses belajar siswa akan terlambat. . banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa.

minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike. maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus. diantaranya Law of Effect. . seperti kurikulum sekolah. Factor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Kedua. hardware. Sebaliknya. Factor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini. Dengan kata lain. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukumhukum belajar.b. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. diantaranya : 1. lapangan olah raga dan lain sebagainya. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan konsdisi siswa. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Factor instrumental. c. maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. bakat. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. TEORI-TEORI BELAJAR A. Karena itu. dan mengabaikan aspek – aspek mental.Respons. software. peraturan-peraturan sekolah. seperti gedung sekolah. silabi dan lain sebagainya.fasilitas belajar. Pertama. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. bukupanduan. alat-alat belajar.

jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer). maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. • Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. 3. artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit). Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B. diantaranya : • Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat. 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Operant Conditioning menurut B. • Law of Exercise. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. 2. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. • Reber (Muhibin Syah. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukumhukum belajar.• Law of Readiness. maka kekuatannya akan menurun.F. Respons dalam . diantaranya : • Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut.F.

metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method). namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan. 4. bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. (3) concrete operational dan (4) formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi . Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor. (2) pre operational. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method). B. Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan. Melalui pemberian reward dan punishment.

10. 9. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah : 6. bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri . which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation” Dikemukakannya pula. C. Di dalam kelas. mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya. yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. 8. 7. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya. anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi.

bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana.individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. (4) penyimpanan. Kesederhanaan (simplicity). Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Kedekatan (proxmity). 8. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu : 7. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. (6) generalisasi. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. Menurut Koffka dan Kohler. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. 10. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. 9. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). (5) ingatan kembali. (1) motivasi. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. 11. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. dan . (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. (3) pemerolehan. D. Arah bersama (common direction). Kesamaan (similarity). Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. potongan. warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki. (2) pemahaman.

7. sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Pengalaman tilikan (insight). berjalan. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa.12. padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis). virgo. sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. 6. bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada. 8. Misalnya. adanya penamaan kumpulan bintang. yaitu: 5. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. (lingkungan behavioral). mengikuti kuliah. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima. seperti : sagitarius. hendaknya peserta didik memiliki . Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 6. Contoh lain. gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. pisces. Misalnya. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar. Berlari. Dalam proses pembelajaran. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”. bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku.

Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons. guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Transfer dalam Belajar. Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. 7. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Menurut pandangan Gestalt. bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. 10. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah. .kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Perilaku bertujuan (pusposive behavior). tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. 9. transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Oleh karena itu. yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. bahwa perilaku terarah pada tujuan. 8. guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya. Oleh karena itu. Prinsip ruang hidup (life space). Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya. Oleh karena itu. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.

Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah.20 dengan ayah dan ibu angkatnya.90. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. berpikir secara rasional. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi.10 . melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. sekitar 0.50. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi.Pertemuan ke 5 Intelegensi dan IQ Menurut David Wechsler. berpikir secara rasional. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi.40 0. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal Faktor lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Oleh karena itu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah Faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. IQ mereka berkorelasi sekitar 0. dan hanya 0. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi Menurut David Wechsler. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi . inteligensi tidak dapat diamati secara langsung.0.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Sedangkan di antara 2 anak kembar.

Lewis Terman. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. tidak terjadi perkembangan lagi.yang dikonsumsi. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911 Tahun 1916. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan. rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting Inteligensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ. Selain gizi. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William . Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan. maka akan diperoleh skor 1. 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alfred Binet dan Theodor Simon. Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age) Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Dengan demikian. seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan Pengukuran Inteligensi Pada tahun 1904.

Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor). sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Inteligensi dan Bakat. Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Di samping alat-alat tes di atas. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Dalam kemampuan yang umum ini. kecakapan. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun. Kemampuankemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence).Stern. Seorang tokoh dalam bidang ini. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inteligensi dan Kreativitas .

Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. Sampai pada skor IQ tertentu. P. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi.Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. Sebaliknya. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. . Namun semakin tinggi skor IQ. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Meskipun demikian. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. Tetapi lebih tinggi lagi. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. J. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. masih terdapat korelasi yang cukup berarti.

.

tapi keduanya mempunyai fugsi yang berbeda. berdasar realitas. with two lobes emerging from the brain stem and matching motor and sensory areas in each. membaca. while the other hemisphere controls emotion and artistic and spatial skills. kreativitas. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All Rights Reserved. bila Otak kiri bertanggung jawab terhadap proses berfikir logis. cara berfikirnya sesuai untuk tugas tugas verbal. dan simbolis. © Microsoft Corporation. the left hemisphere is dominant. A person’s dominant hemisphere is usually occupied with language and logical operations. kepekaan warna. Microsoft ® Encarta ® 2006. kearah perasaan dan emosi. 37 – 38) . mampu melakukan penafsiran secara abstrak. pengenalan bentuk. Fungsi Otak kanan dan kiri Walaupun keliatannya simetris secara struktur. menempatkan detail.intuitif. certain intellectual functions are restricted to one hemisphere. In nearly all right-handed and many left-handed people. fakta. menulis. Sedangkan cara berfkir otak kanan lebih bersifat acak. kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang). holistik. pola. bersifat non verbal. tidak teratus.Left and Right Brain Functions Although the cerebrum is symmetrical in structure. (Bobbi De Potter. visualisasi.1999. musik. All rights reserved.

Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Pada proses penyimpanan. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. fisiologi. 38) Pertemuan ke 6 MEMORI Memori adalah kemampuan jiwa untukmemasukan (learning). Stimuli beragam yang akan mengaktifkan seorang pembelajar dalam memproses suatu memori dapat berupa data atau elemen psikologi. 1999. persepsi. Informasi (yaitu stimulus dari lingkungan) terlebih dahulu melalui sensory storage. Memori yang disimpan . Dengan bimbingan seorang guru maka seorang pembelajar atau pelajar akan mampu menyimpan memori yang di-encoded dengan baik. Emosi yang positif akan mendorong kearah kekuatan otak kearah yang lebih berhasil (Bobbi De Potter. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi. Belajar dapat dengan mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang mereka hadapi.Kedua belahan otak penting artinya . Memori mempunyai tiga fungsi/proses. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara. lingkungan. Sistem memori manusia tersusun dari tiga komponen storage (penyimpanan). orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau. yaitu: recall. manusia mampumenyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat. informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. 38)Kedua belahan otak penting artinya . 1999. yaitu: memberi kode/sandi. emosi dan sosial. orang yang memanfaatkan kedua belah otak ini cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupannya. recognition dan rekonstruksi inferensial. menyimpan dan menimbulkan kembali. lalu melawati short-term memory dan pada akhirnya berakhir dalam long term memory.

Pusat dari proses mengingat di otak terletak pada area hippocampus. me-recall peristiwa ketika masih segar (fresh) kemudian menuliskan sebelum terjadi gangguan (interference). Kondisi yang sangat berpengaruh dalam mengingat adalah kelelahan. merupakan hal yang sangat kompleks yang terutama diperankan oleh sistem saraf yang berpusat di otak. Peningkatan memori dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya: Mempelajari sesuatu berulang-ulang. yaitu pada usia 10-14 tahun. Ingatan yang paling kuat terjadi pada masa anak-anak. menggunakan mnemonic devices seperti cerita. mengaktifkan retrieval cues. meminimalisir interference dan melakukan ujian (test) terhadap diri sendiri tentang apa yang mungkin membuat kita lupa. proses pembentukan memori atau proses terbentuknya ingatan dimulai dari adanya stimuli berupa audio. Stimuli atau data yang di-encoded akan disimpan dalam bentuk short term memory atau immediate memory atau serupa pada RAM komputer. Secara sederhana. akronim. menyediakan waktu lebih banyak untuk rehearsing atau mengulang encoding data tertentu.dalam encoding yang baik akan lebih mudah diakses kembali dan lebih mudah digunakan untuk membuat suatu konsep atau memecahkan suatu masalah.rekreasi mental. kurang tidur dan sakit akan mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu. Seseorang yang dalam kondisi lelah. Pembentukan memori secara biologi. kurang tidur dan sakit. Proses pengayaan dengan nilai tertentu tersebut setara dengan penamaan atau notasi file pada komputer. Selanjuitnya data akan di-encoded untuk kedua kalinya dan kemungkinan diperkaya dengan pengalaman atau memori yang telah ada sebelumnya atau nilai/kepercayaan yang telah ada untuk disimpan dalam bentuk long term memory atau setara disimpan dalam hard disc komputer. visual dan taktil (sentuhan) yang akan ditangkap oleh indra kita. Orang yang sudah lanjut usia akan mengalami kesulitan jika diminta untuk mengingat . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Memori Faktor-faktor yang mempengaruhi memori antara lain kondisi fisik dan usia. membuat bahan/materi yang memiliki arti atau kesan spesifik/tertentu. Hal ini disebabkan karena pada kondisi seperti itu individu mengalami kemunduran kemampuan metal yang disebabkan oleh gangguan fisik tadi. Sebagian dari stimuli tersebut akan di-encoded dan sebagian tidak.

Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori. Jadi. sementara anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh siswa guna menyerap informasi yang diterima. Lupa Lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memunculkan kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Tidak berarti apa yang sudah kita pelajari akan hilang. menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian.kembali apa yang sudah dipelajari ataupun dialaminya. Orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik. Dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. hanya saja informasi tersebut terlalu lemah untuk ditimbulkan kembali. Pada bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi. Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat. Hubungan Memori dan Belajar Terdapat hubungan yang berat antara memori dan belajar. karenanya gejala yang paling umum ditemui pada masa ini adalah pikun. Pertemuan ke 7 EMOSI . Perkembangan Memori Kemampuan memori manusia berkembang sejalan dengan pertambahan usia. sedangkan kemampuan recall baru dicapai pada usia satu tahun. Anak-anak yang sudah cukup besar dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui siswa.

Emosi yang menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya. akan semakin baik. dan emosi yang tidak menyenangkan atau emosi negative. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri. gembira. Fungsi Emosi. sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. emosi juga merupakan messenger atau pembawa pesan. Semakin bertambah usia seseorang maka akan semakin Ekspresi emosi akan ditampakan dalamperilaku. marah. Teori-teori Emosi emosi ditandai dengan perkembangan ekspresi. Perasaan menunjukan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoy-sepoy. emosi yang menyenangkan atau emosi positif. sayang. Jika ekspresi emosi berkembang maka Walgito mengemukakan tga teori emosi yaitu: Teori sentral. Emosi tidak hanya berfungsi untuk survival. emosi diekspresikan prilaku dan emosi sebagai motif. sedih dan senang. namun keduanya dapat dibedakan.benci. diantaranya adalah cinta.ciri sebagai berikut: Pengalaman emosional bersifat pribadi. kagum dan sebagainya.Emosi adalah suatu kondisi biologi. Manusia mempunyai empat jenis emosi dasar yang telah dibawa sejak lahir dan akan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan yaitu emosi takut. . marah. takut dan sebagainya. psikologi dan fisiologi dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Akan tetapi emosi juga berfungsi sebagai energizer atau pembangkit energy yang memberikan kegairahan dalam kehidupan manusia. Sedang emosi yang tidak menyenangkan adalah emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya. diantaranya adalah sedih. atau sekedar untuk mempertahankan hidup. Misalnya: Emosi sedih akan diekspresikan dalam bentuk menangis. Jenis dan Pengelompokan Emosi Secara garis besar emosi manusia dibedakan dalam dua bagian yaitu. Selain itu. teori periferal dan teori kepribadian. Emosi bersifat lebih intens dibanding dengan perasaan. Emosi seringkali disamakan dengan perasaan. Perkembangan bertambah jumlah/jenis emosi. adanya perubahan aspek jasmaniah.

2. 7.1. Teori Periferal Menurut teori ini.Linchoten. gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. mengalihkan emosi negatif siswa menjadi emosi positif. Teori sentral . gajala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Kurangi dan hilangkan emosi yang negative. tetapi emosi yang dialami oleh individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian. Teori ini dikemukakan oleh Cannon. Teori ini dikemukakan oleh William James(18421910) dari amerika Serikat. Memelihara Emosi yang Konstruktif Beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosi yang konstruktif adalah: 5. yang bersamaan waktunya juga dikemukan oleh Carl Lange yang barasal dari Denmark. Karena itu maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian masalnya apa yang dikemukakan oleh J. dimana pribadi tidak dapat dipisahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua substansi yang terpisah. 6. Berorientasi kepada kenyataan. Bangkitkan rasa humor Periharalah selalu emosi-emosi yang positif. Pengaruh Emosi pada Belajar . Beberapa cara marah yang sehat yaitu: marah pada orang yang tepat. 8. Menurut teori ini. marah dengan kadar yang tepat (disesuaikan) dan dengan kesalahan yang tepat. Emosi marah (emosi negative) sebaiknya dikeluarkan jangan ditahan dengan jalan marah yang sehat. Teori Kepribadian Menurut teori ini. Jangan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan. emosi merupakan suatu aktifitas pribadi. Beberapa cara menekan emosi negatif dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru memberikan perhatian kepada siswa. marah pada waktu yang tepat. 3.perubahan dalam kejasmanian. jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan. jauhkanlah emosi negative.

diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. . Jika siswa mengalami emosi positif. mereka dapat menggunakan neokorteks untuk tugas-tugas belajar. Kecerdasan emosi perlu ditumbuhkan semenjak anak masih kecil melalui naskah emosi yang sehat. tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu. Kecerdasan emosi jelas mempengaruhi kesuksesan hidup tetapi dalam konteks belajar disekolah kecerdasan intelektual (intelegensi) adalah modal utama dalam keberhasilan belajar. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence). Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi. pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri pembelajar. sebaliknya emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. tetapi unggul dalam kecerdasan emosi. Lingkungan fisik mencakup penataan ruang kelas dan penggunaan alat bantu belajar. kecerdasan saja tidak akan menghasilkan seorang yang sukses hidupnya dimasa yang akan datang . Meskipun IQ tinggi. Bila tidak ditunjang dengan pengolahan emosi yang sehat. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Kecerdasan umum semata-mata hanya dapat memprediksi kesuksesan hidup sesorang sebanyak 20 % saja. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. sedangkan lingkungan psikologis mencakup penggunaan music untuk meningkatkan hasil belajar. sedangkan 80 % lainnya adalah apa yang disebut Emotional Intelligence. ternyata bekerja menjadi bawahan orang yang IQ nya blebih rendah. Emosi yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik.Emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar.

pikiran sendiri ada dua macam yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Ruch. Berpikir deduktif adalah berpikir dari yang umum menuju yang umum. Aliran Behaviorisme. yg semacam "perasaan". sementara 88% ada pada kekuatan bawah sadar. Psikologi Gestalt.Pertemuan ke 8 BERFIKIR Menurut Khodijah ( 2006:117 ) mengatakan bahwa berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. mengemukakan bahwa berfikir merupakan jalannya bekerjanya tenggapan – tanggapan. 6. berpikir ada tiga macam yaitu: 4. Diantara pikiran sadar dan bawah sadar ada Reticular Activating System (RAS) atau filter. Menurut Khodijah (2006). Berpikir induktif adalah berpikir menarik kesimpulan dari berbagai kejadian dengan observasi. Jenis Berpikir Menurut Floyd L. e. Berpikir Evaluatif adalah berpikir kritis. berfikir merupakan keaktifan psikis yang absrak. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman / pengertian yang kita kehendaki. yaitu : d. Sedang manusia hanya memanfaatkan 12% kekuatan pikiranya. Jadi berpikir adalah satu keatipan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan. yang atau prosesnya tidak dapat kita amati dengan alat indera kita. Beberapa pendapat aliran psikologi tentang berfikir. Personality & Habits (kebiasaan). Self-image. Pikiran bawah sadar (yang 88% tadi) menyimpan: Memori. . berpendapat berfikir bahwa berfikir adalah gerakan – gerakan reaksi yang dilakukakan oleh urat syaraf dan otot – otot bicara seperti halnya bila kita mengucapkan ”buah pikiran”. 5. Psikologi asosiasi. pintu otak kita mesti berada pada gelombang Alfa. Sedangkan menurut Drever dalam Khodijah (2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. yang untuk membuka. f.

6. Keputusan analogis Adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal. mana yang tidak sama. . Pendapat negatif adalah pendapat yang menidakkan. sebagai berikut : 1. Pembentukan pengertian pengertian dibentuk melalui tiga tingkatan. jadi berlawanan dengan keputusan induktif. 5. Ada tiga macam keputusan adalah sebagai berikut : 4.Proses Berpikir Menurut Suryabrata (2004). Pendapat afirmatif atau positif adalah pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu. Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan Keputusan ialah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. c. Membandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri-ciri mana yang sama. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Mengabstrasikan. Pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 4. 2. Keputusan induktif Adalah keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju kesatu pendapat yang umum. yang secara tegas menerangkan tentang adanya sesuatu sifat pada sesuatu hal. 3. proses atau jalannya berpikir itu pada pokonya ada tiga langkah yaitu : b. 6. Pendapat modalitas atau kebarangkalian adalah pendapat yang menerangkan keberangkalian. Pembentukan pendapat Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Keputusan deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada. 5. b.

Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut pengetahuan yang diberikan oleh guru akan menjadi ingatan yang setia dalam memori siswa.REVIEW Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Orang tua.guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. .Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan dan mengembangkan potensi yang ada pada siswa atau anak agar anak dan siswa mampu tumbuh dan perkembang sesuai dengan harapan orang tua. Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang mempebaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan .ingatan. guru .guru dan masyarakat Permasalahan yang ada pada anak hendaknya penyelesaiannya melibatkan komponen orang tua. memori dan pola berpikir anak . masyarakat dan konsuler.perkembangan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful