P. 1
PEMBIASAN CAHAYA

PEMBIASAN CAHAYA

|Views: 1,154|Likes:
Published by Nita Nurtafita
Laporan Praktikum Optik Percobaan 3
Laporan Praktikum Optik Percobaan 3

More info:

Published by: Nita Nurtafita on Nov 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

PEMBIASAN CAHAYA

LAPORAN PRAKTIKUM OPTIK

Disusun oleh: Nita Nurtafita 107016300115

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H/2010 M

PERCOBAAN 3 PEMBIASAN CAHAYA

A. Judul Percobaan Pembiasan cahaya

B. Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini yaitu untuk menyelidiki dan menentukan nilai indeks bias berbagai medium dengan menggunakan prinsip pembiasan cahaya.

C. Teori Dasar Perbedaan cepat rambat cahaya antar satu medium dengan medium lain menyebabkan peristiwa perubahan arah rambat (pembelokan) cahaya pada batas dua medium tersebut. Jika seberkas cahaya melalui bidang batas antara dua buah medium yang berbeda tingkat kerapatannya, cahaya akan mengalami perubahan arah rambat atau dibelokkan. Peristiwa pembelokkan cahaya pada batas dua medium disebut pembiasan. Jadi, pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya setelah mengalami perubahan medium. Indeks bias atau kerapatan optik (optical density) adalah perbandingan kecepatan cahaya diruang hampa c, terhadap kecepatan cahaya dalam suatu bahan atau medium, v. Kecepatan cahaya di medium tidak pernah melebihi kecepatan cahaya di ruang vakum, besarnya kecepatan di medium selalu lebih kecil dibanding di vakum. Setiap medium memiliki indeks bias yang berbeda-beda, karena perbedaan indeks bias inilah maka jika ada seberkas sinar yang melalui dua medium yang berbeda kerapatannya maka berkas sinar tersebut akan dibiaskan. Pada tahun 1621 Snellius, seorang fisikawan berkebangsaan Belanda melakukan serangkaian percobaan untuk menyelidiki hubungan antara sudut datang (i) dan sudut bias (r). Hukum berbunyi: pembiasan Snellius

1. Si

datang, sinar bias dan garis normal t rl tak pada satu bidang datar.

2. Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias dari suatu cahaya yang melewati dua medium yang berbeda merupakan suatu konstanta. Di samping menunjukkan perbandingan cepat rambat cahaya di dalam suatu medium, indeks bias juga menunjukkan kerapatan optik suatu medium. Semakin besar indeks bias suatu medium berarti semakin besar kerapatan optik medium tersebut. Bila cahaya merambat dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal, sebaliknya bila cahaya merambat dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal. 

•‹ •‹

Keterangan :

= indeks bias medium 1

= indeks bias medium 2 = sudut datang sinar = sudut bias sinar

D. Rangkaian Percobaan

E. Alat dan Bahan 1. Kotak sinar laser 2. Kotak kaca pembiasaan 3. Medium Pendispersi: Minyak kelapa, larutan garam, larutan gula, dan Oli. 4. Kertas A4 5. Busur derajat 6. Catu daya 7. Kabel penghubung

F. Prosedur Percobaan 1. Siapkan peralatan seperti telihat pada gambar rangkaian percobaan. 2. Buatlah garis-garis yang membagi kertas A4 menjadi empat bagian yang sama dengan menggunakan pena. 3. Letakkan kaca yang berisikan medium pendispersi tepat di tengah-tengah kertas. 4. Letakkan kotak laser tepat tegak lurus/berimpit dengan garis 0 . Setelah instalasi telah terangkai dengan baik, hubungkan kotak laser dengan catu daya dan nyalakan. Amati gejala yang terjadi! 5. Amati berkas sinar yang dibiaskan medium pendispersi dan catat hasil pengamatan mu ditabel pengamat. 6. Rekamlah gejala yang terjadi dengan menggunakan kamera yang kamu miliki. 7. Ulangi langkah percobaan 4 untuk sudut yang berbeda-beda (0 - 90 ). 8. Ulangi langkah percobaan 7 untuk bahan pembias yang bebeda.

G. Data Hasil Percobaan Jenis bahan pembiasan 1: Oli No. 1 2 3 4 5 
i

r 15° 23° 27° 37° 41°

Sin i 0,342 0,5 0,707 0,866 0,939

Sin r 0,258 0,391 0,453 0,602 0,656

n (sin i/sin r) 1,325 1,278 1,560 1,438 1,431

20° 30° 45° 60° 70°

Jenis bahan pembiasan 2: Minyak Goreng No. 1 2 3 4 5 
i

r 18° 27° 42° 58° 68°

Sin i 0,342 0,5 0,707 0,866 0,939

Sin r 0,309 0,453 0,669 0,848 0,927

n (sin i/sin r) 1,106 1,103 1,056 1,021 1,013

20° 30° 45° 60° 70°

Jenis bahan pembiasan 3: Larutan Gula (C6 H12 O6) No. 1 2 3 4 5 
i

r 17° 23° 32° 56° 68°

Sin i 0,342 0,5 0,707 0,866 0,939

Sin r 0,292 0,390 0,529 0,829 0,927

n (sin i/sin r) 1,171 1,282 1,336 1,044 1,013

20° 30° 45° 60° 70°

Jenis bahan pembiasan 4: Larutan Garam (NaCl) No. 1 2 3 4 5 
i

r 16° 23° 34° 45° 65°

Sin i 0,342 0,5 0,707 0,866 0,939

Sin r 0,275 0,390 0,559 0,707 0,906

n (sin i/sin r) 1,243 1,282 1,264 1,224 1,036

20° 30° 45° 60° 70°

H. Pengolahan dan Analisis Data Jenis bahan pembiasan 1: Oli No. 1 2 3 4 5 Ket: = indeks bias oli hasil percobaan Kami tidak menemukan indeks bias oli yang sebenarnya. Harga rata-rata : X Penyimpangan standar : Pengukuran terbaik : = 1,406 1,325 1,278 1,560 1,438 1,431

=1,406

Jenis bahan pembiasan 2: Minyak Goreng No. 1 2 3 4 5 Ket: 1,106 1,103 1,056 1,021 1,013

= indeks bias minyak goreng hasil percobaan Nilai sebenarnya indeks minyak goreng = 1, 470 Harga rata-rata : X Penyimpangan standar : Pengukuran terbaik : = 1,059 Kesalahan relatif tiap percobaan: 
 

=1,059 

   

= 24,76% = 24,96% = 28,16% = 30,54% = 31,08%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 27,9%

Jenis bahan pembiasan 3: Larutan Gula (C6 H12 O6) No. 1 2 3 4 5 1,171 1,282 1,336 1,044 1,013

Ket: = indeks bias larutan gula hasil percobaan Nilai sebenarnya indeks larutan gula = 1, 490 Harga rata-rata : X Penyimpangan standar : Pengukuran terbaik : = 1,169 Kesalahan relatif tiap percobaan: 
 

=1,169 

   

= 21,40% = 24,96% = 13,95% = 29,93% = 32,01%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 24,45%

Jenis bahan pembiasan 4: Larutan Garam (NaCl) No. 1 2 3 4 1,243 1,282 1,264 1,224

5

1,036

Ket: = indeks bias larutan garam hasil percobaan Nilai sebenarnya indeks larutan garam = 1, 516 Harga rata-rata : X Penyimpangan standar : Pengukuran terbaik : = 1,209 Kesalahan relatif tiap percobaan: 
 

=1,209 

   

= 18,00% = 15,43% = 16,62% = 19,26% = 31,66%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 20,19%

I.

Hasil Percobaan Dari hasil percobaan diperoleh data indeks bias rata-rata untuk oli yaitu 1,406 (indeks bias oli yang sebenarnya tidak dapat kami temukan di buku referensi atau internet) sehingga kami tidak dapat menentukan kesalahan relatifnya. Indeks bias rata-rata minyak goreng yaitu 1,059 (indeks bias minyak sebenarnya=1,470) dengan presentasi kesalahan relatif rata-rata yaitu 27,9%. Dan indeks bias rata-rata larutan gula yaitu 1,169 (indeks bias larutan gula sebenarnya=1,490) dengan presentasi kesalahan relatif rata-rata yaitu 24,45%. Sedangkan indeks bias rata-rata larutan garam yaitu 1,209 (indeks bias larutan garam sebenarnya=1,516) dengan presentasi kesalahan relatif rata-rata yaitu 20,19%. Dari indeks bias hasil percobaan dan indeks bias bahan pendispersi (oli, minyak, larutan gula dan larutan garam) pada buku referensi, terdapat kesalahan relatif yang cukup besar, hal tersebut terjadi karena ada kesalahan paralaks ketika menentukan sudut datang dan sudut bias. Dan kami juga beranggapan bahwa kotak kaca pembiasan memberikan pengaruh juga, karena cahaya laser tidak langsung menyentuh bahan pendispersi langsung. Dari data tersebut diperoleh sudut bias mendekati garis normal (sesuai dengan hukum II Snellius) nbahan> nudara.

J.

Tugas Akhir 1. Tentukanlah indeks bias masing-masing bahan pembias! Jawab: Oli Minyak goreng Larutan Gula (C6 H12 O6) Larutan Garam (NaCl) = 1,406 = 1,059 = 1,169 = 1,209

2. Bandingkan nilai indeks bias yang kamu peroleh dengan indeks bias bahan pembias pada buku-buku referensi. Tentukan nilai presentasi kesalahan relatifnya!

No. 1 2 3 4

Jenis Bahan Oli Minyak Goreng Larutan Gula Larutan Garam

Indeks Bias BahanPercobaan 1,406 1,059 1,169 1,209

Indeks Bias Sebenarnya pada Buku Referensi 1,470 1,490 1,516

Jenis bahan pembiasan 2: Minyak Goreng Kesalahan relatif tiap percobaan: 
  

   

= 24,76% = 24,96% = 28,16% = 30,54% = 31,08%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 27,9%

Jenis bahan pembiasan 3: Larutan Gula (C6 H12 O6) Kesalahan relatif tiap percobaan: 
  

 

= 21,40% = 24,96% = 13,95% 



= 29,93% = 32,01%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 24,45%

Jenis bahan pembiasan 4: Larutan Garam (NaCl) Kesalahan relatif tiap percobaan: 
  

   

= 18,00% = 15,43% = 16,62% = 19,26% = 31,66%

Kesalahan relatif rata-rata : Kr =

=

= 20,19%

LAMPIRAN

Dari gambar di atas menunjukkan bahwacahaya merambat dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal (sesuai dengan hukum II Snellius) nbahan> nudara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->