PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.

24 IMBALAN KERJA Pendahuluan Tujuan Pernyataan ini bertujuan mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. Pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui : (a) Kewajiban jika pekerja telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan. (b)Beban jika perusahaan menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja. Ruang lingkup Pernyataan ini tidak mencakup pelaporan oleh Dana Pensiun (PSAK No. 18) Imbalan kerja mencakup : (a) Imbalan kerja jangka pendek, seperti upah, gaji, iuran jaminan sosial, cuti tahunan, cuti sakit, bagi laba dan bonus (jika terutang dalam waktu 12 bulan pada akhir periode pelaporan), dan imbalan nonmoneter (seperti imbalan kesehatan, rumah, mobil, dan barang atau jasa yang diberikan secara Cuma-Cuma atau melalui subsidi). Untuk pekerja; (b)Imbalan pascakerja, seperti pension, imbalan pensiun lainnya, asuransi jiwa pascakerja dan imbalan kesehatan pascakerja; (c) Imbalan kerja jangka panjang lainnya, termasuk cuti besar, cuti hari raya, imbalan jangka panjang lainnya, imbalan cacat permanen, dan bagi laba, bonus, dan kompensasi yang ditangguhkan (jika terutang seluruhnya lebih dari 12 bulan pada akhir periode pelaporan); (d)Pesangon pemutusan kontrak kerja (PKK); dan (e) Imbalan berbasis ekuitas

Definisi Imbalan kerja (employee benefits) adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan perusahaan atau jasa yang diberikan oleh pekerja. Imbalan kerja jangka pendek (short-term employee benefits) adalah imbalan kerja (selain dari pesangon PKK dan imbalan berbasis ekuitas) yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sete;ah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasa. Imbalan pascakerja (post-employment benefits) adalah imbalan kerja (selain pesangon PKK dan imbalan berbasis ekuitas) yang terutang setelah pekerja menyelesaikan masa kerjanya. Program imbalan pascakerja (post-employment benefits plan) adalah pengaturan formal atau suatu kebiasaan di mana perusahaan memberikan imbalan pascakerja bagi satu atau lebih pekerja. Program iuran pasti (defined contribution plans) adalah program imbalan pascakerja yang mewajibkan perusahaan membayar sejumlah iuran tertentu kepada entitas (dana) terpisah, sehingga perusahaan tidak memiliki kewajibanhukum atau kewajiban konstruktif untuk membayar imbalan lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki asset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan pascakerja sebagai imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada periode berjalan dan periode lalu. Kewajiban konstruktif adalah kewajiban yang timbul dari tindakan perusahaan yang dalam hal ini : (a) Berdasarkan praktik baku masa lalu, kebijakan yang telah dipublikasi atau pernyataan baru yang cukup spesifik, perusahaan telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwa perusahaan akan menerima tanggung jawab tertentu; (b)Akibatnya, perusahaan telah menimbulkan ekspektasi kuat dan sah kepada pihak lain bahwa perusahaan akan melaksanakan tanggung jawab tersebut.

atau (b) Jumlah kewajiban perusahaan kepada pekerja yang bergantung pada harga instrument keuangan ekuitas (misalnya saham) di masa depan yang diterbitkan oleh perusahaan. (b)Menggunakan asset tersebut untuk memberikan imbalan kepada para pekerja yang berasal lebih dari satu perusahaan. dan (b)Polis asuransi yang memenuhi syarat . Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (termination benefits) adalah imbalan kerja terutang sebagai akibat: (a) Keputusan perusahaan untuk memberhentikan pekerja sebelum usia pensiun normal. Program imbalan berbasis ekuitas (equity compensation plans) adalah program formal atau kebiasaan perusahaan yang memberikan imbalan berbasis ekuitas kepada satu atau lebih pekerja. atau (b)Keputusan pekerja menerima tawaran perusahaan untuk mengundurkan diri sukarela dengan imbalan tertentu.Program imbalan pasti (defined benefit plans) adalah program imbalan pascakerja yang bukan merupakan program iuran pasti. Asset program (plan asset) terdiri atas : (a) Asset yang dimiliki oleh dana imbalan kerja jangka panjang. berdasarkan tingkat iuran dan imbalan yang ditentukan tanpa memerhatikan identitas perusahaan yang memperkerjakan pekerjanya. Imbalan berbasis ekuitas (equity compensation benefits) adalah imbalan kerja yang diberikan perusahaan dalam bentuk : (a) Hak pekerja untuk menerima instrument keuangan ekuitas (misalnya saham) yang diterbitkan perusahaan (atau induk perusahaan. Program multipemberi kerja (multi-employer plans) adalah program iuran pasti atau program program imbalan pasti (selain program nasional jaminan sosial) yang : (a) Menyatukan asset yang dikontribusi dari beberapa perusahaan yang tidak berasa di bawah pengendalian yang sama.

jika hasil polis tersebut : (a) Digunakan hanya untuk membayar atau mendanai imbalan kerja dalam program imbalan pasti (b)Tidak dapat digunakan untuk membayar utang perusahaan (walaupun dalam keadaan bangkrut).(c) Asset yang dimiliki oleh dana imbalan kerja jangka panjang adalah asset (selain instrument keuangan terbitan perusahaan yang tidak dapat dialihkan) yang : (d)(a) dimiliki oleh entitas (dana) yang terpisah secara hokum dari perusahaan dan didirikan semata-mata untuk membayar atau mendanai imbalan kerja. dan (e) Tersedia hanya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban atau mendanai imbalan kerja. dan tidak dapat dikembalikan kepada perusahaan. tidak dapat digunakan untuk membayar utang perusahaan (walaupun dalam keadaan bangkrut). kecuali dalam keadaan : (i) (ii) Asset dana berlebih untuk memenuhi seluruh kewajiban imbalan kerja. Polis asuransi yang memenuhi syarat adalah polis yang dikeluarkan oleh pihak asuransi yang tidak memiliki hubungan istimewa (seperti yang dijelaskan dalam PSAK No. Keuntungan dan kerugian actuarial (actuarial gains and losses) terdiri atas : . atau Hasil polis dikembalikan ke perusahaan untuk mengganti imbalan kerja yang telah dibayarkan oleh perusahaan. kecuali dalam keadaan : (i) (ii) Hasil polis mencerminkan kelebihan asset yang tidak digunakan untuk memenuhi seluruh kewajiban imbalan kerja. 7 tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa) dengan perusahaan. Asset dikembalikan ke perusahaan untuk mengganti imbalan kerja yang telah dibayarkan oleh perusahaan. dan jika tidak dapat dikembalikan kepada perusahaan.

gaji. setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar. Apabila jumlah yang telah dibayar melebihi jumlah takterdiskonto dari imbalan tersebut. Pengakuan dan Pengukuran Imbalan kerja Jangka Pendek Par 11 : Ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. perusahaan harus mengakui jumlah takterdiskonto(undiscounted amount) atas imbalan kerja jangka pendek yang diperkirakan untuk dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut: (a) Sebagai kewajiban (beban terakru). (c) Utang bagi laba dan utang bonus dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya. yang berdampak terhadap periode berjalan akibat penerapan awal atau perubahan terhadap imbalan pascakerja atau imbalan kerja jangka panjang. mobil dan barang atau jasa yang diberikan secara Cuma-Cuma atau melalui subsisdi) untuk pekerja. dan iuran jaminan sosial (b)Cuti berimbalan jangka pendek (seperti cuti tahunan dan cuti sakit) di mana ketidakhadiran diperkirakan terjadi dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya.(a) Penyesuaian akibat perbedaan antara asumsi actuarial dan kenyataan (experience adjustment). dan (b)Dampak perubahan asumsi actuarial Biaya jasa lalu ([ast service cost) adalah kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa pekerja pada periode-periode lalu. dan (d)Imbalan non-moneter (seperti imbalan kesehatan. IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK Imbalan kerja jangka pendek mencakup hal-hal seperti : (a) Upah. Biaya jasa lalu dapat bernilai positif (ketika imbalan diadakan atau ditingkatkan) atau negatif (ketika imbalan yang ada dikurangi). rumah. perusahaan harus mengakui .

IMBALAN PASCAKERJA : PERBEDAAN ANTARA PROGRAM IMBALAN PASTI DAN PROGRAM IURAN PASTI .kelebihan tersebut sebagai asset (beban dibayar dimuka) sejauh pembayaran tersebut akan menimbulkan. adalah pada saat cuti tersebut terjadi. adalah pada saat pekerja memberikan jasa yang menambah hak cuti berimbalan di masa depan. kecuali PSAK lain mewajibkan atau membolehkan imbalan tersebut termasuk dalam biaya perolehan asset. Program Bagi Laba dan Bonus Perusahaan harus mengakui prakiraan biaya atas pembayaran bagi laba dan bonus yang diatur dalam paragraf 11 jika. misalnya. dan (b)Sebagai beban. pengurangan pembayaran di masa depan atau pengembalian kas. Cuti berimbalan Jangka Pendek Perusahaan harus mengakui perkiraan biaya imbalan kerja jangka pendek dalam bentuk cuti berimbalan seperti : (a) Cuti berimbalan yang boleh diakumulasi. (b)Cuti berimbalan yang tidak boleh diakumulasi. Perusahaan harus mengukur prakiraan biaya cuti berimbalan yang boleh diakumulasi sebagai tambahan yang diperkirakan akan dibayar oleh perusahaan akibat hak yang belum digunakan dan telah terakumulasi pada tanggal neraca. dan hanya jika: (a) Perusahaan mempunyai kewajiban hokum dan kewajiban konstruktif atas pembayaran beban tersebut sebagai akibat dari peristiwa masa lalu. dan (b)Kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal Kewajiban kini timbul jika dan hanya jika perusahaan tidak mempunyai alternatif realistis lainnya kecuali melakukan pembayaran.

Program imbalan pascakerja dapat diklasifikasikan sebagai program iuran pasti atau program imbalan pasti. Program Multipemberi Kerja Perusahaan harus mengklasifikasikan program multipemberi kerja sebagai program iuran pasti atau program imbalan pasti sesuai dengan ketentuan program tersebut (termasuk berbagai kewajiban konstruktif di luar ketentuan-ketentuan formal). Dalam program imbalan pasti : (a) Kewajiban perusahaan adalah menyediakan imbalan yang dijanjikan kepada pekerja maupun mantan pekerja. Dalam program iuran pasti : (a) Kewajiban hokum atau kewajiban konstruktif perusahaan terbatas pada jumlah yang disepakati sebagai iuran pada entitas (dana) terpisah. (b)Risiko actuarial (imbalan akan menyebabkan biaya yang lebih besar dari yang diperkirakan) dan risiko investasi menjadi tanggungan perusahaan. (b)Akibatnya. maka perusahaan harus : (a) Melaporkan dengan cara yang sama seperti setiap program imbalan pasti lain untuk bagiannya atas kewajiban imbalan pasti. risiko actuarial (yaitu imbalan yang diterima lebih kecil dari yang diperkirakan) dan risiko investasi (yaitu asset yang diinvestasikan tidak cukup untuk memenuhi imbalan yang diperkirakan) ditanggung pekerja. Jika program multipemberi kerja adalah program imbalan pasti. seperti asuransi jiwa pascakerja dan tunjangan kesehatan pascakerja. (b)Mengungkapkan informasi yang diwajibkan .Imbalan pascakerja meliputi : (a) Tunjangan pensiun (b)Imbalan pascakerja lain. asset program dan biaya yang terkait dengan program tersebut.

Program Jaminan Sosial Perusahaan harus melaporkan program jaminan sosial dengan cara yang sama seperti program multipemberi kerja.Pada suatu program multipemberi kerja dalam bentuk imbalan pasti. Imbalan yang Dijamin Perusahaan mungkin membayar premi asuransi untuk mendanai program imbalan pascakerja. Implikasi terhadap perusahaan. digunakan akuntansi imbalan pasti sepanjang informasi yang memadai tersedia. maka perusahaan harus : (a) Melaporkan program sesuai dengan pengaturan seolah-olah sebagai program iuran pasti (b)Mengungkapkan : (i) (ii) Fakta bahwa program tersebut merupakan program imbalan pasti Alas an tidak tersedianya informasi memadai bagi perusahaan untuk melaporkan program tersebut sebagai program imbalan pasti (c) Apabila surplus atau deficit program tersebut mungkin memengaruhi jumlah iuran masa depan. jika ada. Bila informasi demikian tidak tersedia. Perusahaan harus memperlakukan program tersebut sebagai iuran pasti. pengungkapan ditambah dengan : (i) (ii) (iii) Semua informasi yang tersedia mengenai surplus atau deficit tersebut Basis yang digunakan dalam menentukan surplus atau deficit tersebut. kecuali perusahaan akan memiliki kewajiban hokum atau kewajiban konstruktif (baik langsung maupun tidak langsung) utuk : . Program jaminan sosial dibentuk berdasarkan peraturan perundangundangan dan berlaku untuk seluruh perusahaan dan dilaksanakan oleh badan penyelenggara yang tidak dikendalikan perusahaan.

setelah dikurangi dengan iuran yang telah dibayar. perusahaan harus memperlakukan program tersebut sebagai imbalan pasti. maka perusahaan harus mengakui iuran terutang untuk program iuran pasti : (a) Sebagai kewajiban (beban terakru). Dalam program pasti. IMBALAN PASCAKERJA : PROGRAM IMBALAN PASTI . kecuali jika PSAK lain menghasruskan atau membolehkan iuran tersebut termasuk dalam biaya perolehan asset. Jika perusahaan memiliki kewajiban hokum atau kewajiban konstruktif seperti itu. jika iuran tidak jatuh tempo seluruhnya dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode saat pekerja memberikan jasanya. Pengungkapan Perusahaan mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti. IMBALAN PASCAKERJA : PROGRAM IURAN PASTI Pengakuan dan Pengukuran Apabila pekerja telah memberkan jasa kepada perusahaan selama suatu periode. Jika iuran tersebut melebihi iuran terutang untuk jasa sebelum tanggal neraca. maka iuran tersebut didiskonto dengan menggunakan tingkat diskonto.(a) Membayar imbalan kerja secara langsung pada saat jatuh tempo (b) Membayar tambahan imbalan jika pihak asuransi tidak membayar semua imbalan kerja masa depan yang timbul dari jasa pekerja periode berjalan dan periode sebelumnya. maka perusahaan mengakui kelebihan tersebut sebagai asset (beban dibayar dimuka) sepanjang kelebihan tersebut akan mengurangi pembayaran iuran di masa depan atau dikembalikan. (b)Sebagai beban.

perusahaan harus menerapkan prosedur ini secara terpisah untuk setiap program yang signifikan. (b)Memdiskontokan imbalan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam menentukan nilai kini dari kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini.Pengakuan dan Pengukuran Proses akuntansi oleh perusahaan untuk program imbalan pasti meliputi : (a) Menggunakan teknik akturial untuk membuat estimasi andal dari jumlah imbalan yang menjadi hak pekerja sebagai pengganti jasa mereka pada periode kini dan periode lalu. (c) Menentukan nilai wajar asset program (d)Menentukan total keunyungan dan kerugian actuarial dan selanjutnya menentukan jumlah yang harus diakui. Kebiasaan akan menimbulkan kewajiban konstruktif jika perusahaan tidak memiliki pilihan realistis lain kecuali membayar imbalan kerja. Akuntansi untuk Kewajiban Konstruktif Perusahaan harus menghitung tidak hanya kewajiban hokum berdasarkan ketentuan formal program imbalan pasti. Contoh kewajiban konstruktif adalah ketika perubahan dalam kebiasaan perusahaan menyebabkan memburuknya hubungan kerja antara perusahaan dan para pekerjanya. tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. (f) Menentukan keuntungan dan kerugian ketika suatu program diciutkan (kurtailmen) atau diselesaikan Jika perusahaan mempunyai lebih dari satu program imbalan pasti. Neraca . (e) Menentukan besarnya biaya jasa lalu ketika suatu program diterapkan pertama kali atau diubah.

kecuali PSAK lain mewajibkan atau membolehkan imbalan tersebut termasuk ke dalam biaya perolehan asset : (a) Biaya jasa kini . Laporan Laba Rugi Perusahaan harus mengakui jumlah bersih berikut sebagai beban atau penghasilan.Par 54 : umlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti merupakan jumlah bersih dari : (a) Nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca (b)Ditambah keuntungan actuarial (dikurang krugian actuarial) yang tidak diakui (c) Dikurang biaya jasa lalu yang belum diakui (d) Dikurang nilai wajar asset program pada tanggal neraca (jika ada) yang akan digunakan untuk penyelesaian kewajiban secara langsung. Perusahaan harus menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar asset program dengan keteraturan yang memadai (sufficient regularity) sehingga jumlah yang diakui dalam laporan keuangan tidak berbeda material dari jumlah yang diakui dalam laporan keuangan tidak berbeda material dari jumlah yang seharusnya ditentukan pada tanggal neraca. dan (b)Jumlah bersih dari : (i) (ii) Akumulasi kerugian actuarial bersih dan biaya jasa lalu yang belum diakui Nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa depan. Perubahan harus mengukur asset tersebut pada nilai yang lebih rendah antara : (a) Jumlah berdasarkan paragraph 64. Nilai kini dari manfaat ekonomis harus ditentukan dengan menggunkanan tingkat diskonto yang diatu dalam paragraph 80. Jumlah yang ditentukan berdasarkan paragraf 54 mungkin negatif (asset).

biaya jasa kini yang terkai dan biaya jasa lalu (jika dapat diterapkan). Metode Penialaian Aktuarial Perusahaan harus menggunakan metode Project Unit Credit untuk memnentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti. Dalam rangka mengukur nilai kini dari kewajiban imbalan pascakerja dan biaya jasa kini yang terkait. berubah-ubah bergantung pada variable di atas dan berlangsung untuk waktu jangka panjang. Namun. hasil investasi asset program. Pengaitan Imbalan dengan Periode Jasa Dalam menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini yang terkait dan biaya jasa lalu (jika dapat diterapkan) perusahaan harus mengalokasikan imbalan sepanjang periode jasa dengan menggunakan formula imblan yang dimiliki program. jika jasa pekerja di tahun-tahun akhir meningkat secara material dibandingkan . perusahaan perlu untuk : (a) Menerapkan metode penilaian actuarial (b) Mengaitkan imbalan pada periode jasa (c) Membuat asumsi-asumsi actuarial. Biaya program imbalan pasti. dan untuk program yang didanai. seperti gaji terakhir. tren biaya kesehatan.(b)Biaya bunga (c) Hasil yang diharapkan dari asset program dan dari hak penggantian (d) Keuntungan dan kerugian actuarial sepanjang diakui (berdasarkan penjelasan selanjutnya) (e) Dampak kurtailmen atau penyelesaian program Pengakuan dan Pengukuran : Nilai kini Kewajiban Imbalan Pasti dan Biaya Jasa Kini Biaya program imbalan pasti bisa dipengaruhi oleh banyak variable. dan tingkat mortalitas. tingkat perputaran pekerja.

sejak : (a) Saat jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program (baik imbalan jasa tersebut bergantung pada jasa selanjutnya atau tidak). . Bila tidak ada pasar yang aktif(deep market) bagi obligasi tersebut. Metode Projected Unit Credit mewajibkan perusahaan untuk mengalokasikan imbalan ke : (a) Periode berjalan untuk menentukan biaya jasa kini (b)Periode berjalan dan periode-periode lalu untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti.dengan tahun-tahun sebelumnya. Mata uang dan periode yang dipersyaratkan dalam obligasi tersebut di atas harus sesuai dengan mata uang dan estimasi periode kewajiban imbalan pascakerja. Asumsi actuarial terdiri atas : (a) Asumsi demografis mengenai karakteristik masa depan dari pekerja dan mantan pekerja (dan tanggungan mereka) yang berhak atas imbalan. Asumsi Aktuarial adalah estimasi terbaik perusahaan mengenai variable yang akan menentukan total biaya dari penyediaan imbalan pascakerja. (b) Asumsi keuangan Asumsi Aktuarial : Tingkat Diskonto Par 80 : Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskontokan kewajiban pascakerja (baik yang didanai maupun tidak) harus ditentukan dengan mengacu pada bunga obligasi berkualitas tinggi pada pasar yang aktif pada tanggal neraca. selain dari kenaikan gaji lebih lanjut. maka perusahaan harus mengalokasikan imbalan tersebut dengan dasar metode garis lurus. maka harus digunakan tingkat bunga obligasi pemerintah pada pasar yang aktif. sampai dengan (b)Saat pekerja selanjutnya tidak menghasilkan imbalan yang material dalam program.

dan Biaya Kesehatan Kewajiban imbalan pascakerja diukur dengan mempertimbangkan hal-hal berikut : (a) Estimasi kenaikan gaji masa depan (b)Imbalan yang ditentukan dalam program (atau yang timbul dari kewajiban konstruktif yang jumlahnya melebihi ketentuan dalam program tersebut) pada tanggal neraca (c) Perkiraan perubahan tingkat imbalan yang ditentukan pemerintah untuk masa depan yang mempengaruhi imbalan terutang berdasarkan program imbalan pasti. baik yang diakibatkan oleh inflasi maupun karena adanya perubahan-perubahan dalam biaya kesehatan. Dalam menentukan asumsi biaya kesehatan harus dipertimbangkan estimasi perubahan biaya jasa kesehatan di masa depan. Imbalan. perusahaan harus mengakui sebagian keuntungan dan kerugian aktuarialnya sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian actuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnnya melebihi jumlah yang lebih besar di antara kedua jumlah berikut ini : (a) (b) (c) 10% dari nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut (sebelum 10% dari nilai wajar asset program pada tanggal tersebut Batas ini harus dihitung dan diterpkan secara terpisah untuk dikurangi asset program) masing-masing program imblan pasti.Asumsi Aktuarial : Gaji. Keuntungan dan Kerugian Aktuarial Dalam mengukur kewajiban imbalan pasti. Sebagai contoh sejalan dengan perubahan tingkat harga umum atau tingkat gaji di masa depan. jika dan hanya jika : (i) Perubahan itu diberlakukan sebelum tanggal neraca (ii) Pengalaman masa lalu atau bukti lain yang andal mengindikasikan bahwa tingkat imbalan yang ditentukan pemerintah akan berubah dan dapat diprediksi. .

Asset program tidak mencakup iuran yang masih harus dibayar oleh perusahaan kepada entitas (dana) terpisah. Penggantian dari nilai kini kewajban imbalan pasti dalam rangka menentukan jumlah yang diakui dalam neraca sebagai kewajiban imblan . dan instrument keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan yang tidak dapat dialihkan dan dikuasau oleh entitas dana terpisah. perusahaan harus mengakui biaya jasa lalu pada saat itu juga. perusahaan dapat menggunakan metode sistematis lainnya yang menghasilkan pengakuan keuntungan dan kerugian actuarial yang lebih cepat. dengan syarat perusahaan menggunakan dasar yang sama bagi keuntungan dan kerugian dan menerapkan dasar tersebut secara konsisten dari perode ke periode.Bagian dari keuntungan dan kerugian actuarial yang diakui untuk masing-masing program imbalan pasti adalah kelebihan yang ditetapkan seperti diatas. Perusahaan dapat menerapkan metode sistematis tersebut pada keuntungan dan kerugian actuarial walaupun jika keuntungan dan kerugian tersebut berada dalam batas-batas yang dijelaskan diatas. perusahaan harus mengakui biaya jasa lalu dengan memergatikan batasan sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imblan tersebut menjadi hak atau vested. Pengakuan dan Pengukuran : Aset Program Nilai Wajar Aset Program Nilai suatu asset program merupakan salah satu unsure yang dikurangkan pasti. dibagi dengan rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Namun. Apabila imblan tersebut vested segera setelah program imbalan pasti diperkenalkan atau program tersebut diubah. Biaya Jasa Lalu Dalam mengukur kewajiban imbalan pasti.

berdasarkan ekspektasi pasar. Penggabungan Usaha Dalam penggabungan usaha yang berbentuk akuisisi. Hasil asset program yang diharapkan mencerminkan perubahan dalam nilai wajar asset program yang dimiliki selama periode tersebut ebagai hasil dan iuran actual yang disetorkan ke dana dan imbalan actual yang dibayarkan oleh dan tersebut. Perusahaan memperlakukan asset tersebut seperti memperlakukan asset program. maka perusahaan mengakui bagiannya dalam penggantian tersebut sebagai asset yang terpisah. Keuntungan dan kerugian actuarial yang muncul sebelum tanggal pembelian . Hasil asset program Hasil asset program yang diharapkan adalah salah satu komponen beban yang diakui di laporan laba rugi. Walaupun pihak akuisisi belum mengakuinya. keuntungan atau kerugian tersebut termasuk di dalam keuntungan dan kerugian actuarial atas kewajiban imbalan pasti dalam menentukan jumlah bersih yang dibandingkan dengan batas koridor (keuntungan dan kerugian aktuarial). nilai kini kewajiban mencakup hal-hal berikut pada tanggal akuisisi: a. Dalam laporan laba rugi. perusahaan mengakui asset dan kewajiban dari imbalan pascakerja sebesar nilai kini kewajiban dikurangi dengan nilai wajar asset program. Perusahaan menilai asetnya sebesar nilai wajarnya. beban yang berkaitan dengan program imbalan pasti dapat disajikan secara netto setelah dikurangkan dengan jumlah yang diakui dalam penggantian. terdapat kepastian bahwa pihak lain akan mengganti sebagian atau seluruh pengeluaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban imbalan pasti. Pada awal periode diestimasikan hasil asset program yang diharapkan untuk periode yang berkaitan dengan kewajiban. Perbedaan antara hasil asset program yang diharapkan dengan realisasinya merupakan keuntungan atau kerugial actuarial.Jika dan hanya jika.

Merealisasi surplus pada satu program dan menyelesaikan kewajiban program yang lain secara simultan.b. dan hanya jika. perusahaan: a. Keuntungan dan kerugian actuarial dan biaya masa lalu yang diakui sebelumnya Sebelum menentukan dampak kurtailmen atau penyelesaian. Perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban imbalan pasti b.Menyelesaikan kewajiban dengan dasar bersih . Bermaksud untuk: . Biasa jasa lalu yang timbul dari perubahan imbalan. Penyajian Saling Hapus Perusahaan haurs melakukan saling hapus antara asset yang berkaitan dengan suatu program dan kewajiban yang berhubungan dengan program lain jika. Perbedaan Aset Lancar danTidak Lancar/Kewajiban Jangka Pendek dan Jangka Panjang . Kurtailmen dan Penyelesaian (Curtailments and Settlements) Perusahaan harus mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. atau pendirian program. sebelum tanggal akuisisi. Mempunyai hak yang dapat dipaksakan secara hokum untuk mengunakan surplus pada suatu program untuk membayar program lain b. Perubahan yang terjadi dalam nilai wajar asset program c. Keuntungan dan kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian terdiri atas: a. perusahaan harus mengukur kembali kewajiban dengan menggunakan asumsi actuarial yang berlaku saat ini.

Nilai bersih keuntungan dan kerugian actuarial yang tidak diakui di neraca . setidaknya menunjukan: .Nilai wajar setiap asset program per tanggal neraca . Pengungkapan Perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut mengenai program imbalan pasti: a.Nilai kini (sebelum dikurangi nilai wajar asset program) kewajiban imbalan pasti per tanggal neraca yang seluruhnya atau sebagiah didanai . biaya bunga dan hasil asset program yang diharapkan sebagai komponen dari satu item atas penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi. karena pembatasan dalam paragraph 58 . Rekonsiliasi asset dan kewajiban yang diakui di neraca. Gambaran umum mengenai jenis program c. Pernyataan ini tidak menentukan apakah perusahaan harus membedakan asset lancar dan tidak lancer serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang berasal dari imbalan pascakerja.Jumlah yang tidak diakui sebagai asset.Sejumlah perusahaan membedakan asset lancer dan tidak lancer serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Komponen Keuangan dari Biaya ImbalanPascakerja Pernyataan ini tidak menentukan apakah perusahaan harus menyajikan biaya jasa kini.Biaya jasa lalu yang belum diakui di neraca . Kebijakan akuntansi perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian actuarial b.Nilai kini kewajiban imbalan pasti per tanggal neraca yang seluruhnya tidak didanai .

Tingkat hasil yang diharapkan dari setiap asset program untuk periode-periode penyajian laporan keungan .jika dapa diterapkan: .Property atau asset lain yang digunakan oleh perusahaan e. Asumsi actuarial utama yang digunakan per tanggal neraca. dan .. Rekonsiliasi yang menunjukan mutasi nilai bersih kewajiban (asset) selama suatu periode di neraca f.Nilai wajar pada tanggal neraca dari hak penggantian yang diakui sebagai asset berdasarkan paragraph 107. termasuk .Biaya bunga .Hasil yang diharapkan dari hak penggantian yang diakui sebagai asset . Total beban yang diakui di laporan laba rugi untuk setiap hal berikut dan jumlah yang dilaporkan dalam laporan laba rugi yang didalmnya terdapat: .Tingkat diskonto .Biaya jasa kini .Dampak dari adanya kurtailmen atau penyelesaian g. Hasil actual dari asset program.Jumlah lain yang di akui di neraca d.Tingkat hasil yang diharapkan dari hak penggantian yang diakui sebagai asset berdasarkan paragraph 107 untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan .Tingkat tren biaya kesehatan . sama baiknya dengan hasil actual atas hak penggantian yang diakui sebagai asset h. Jumlah yang termasuk dalam nilai wajar asset program : .Tiap kategori instrument keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan .Asumsi actuarial material lainnya yang dipergunakan .Tingkat kenaikan gaji yang diharapkan .Hasil yang diharapkan dariaset program .Biaya jasa lalu .

Cuti-berimbalan jangka panjang b. Imbalan cacat permanen c. Utang bagi laba dan bonus yang di bayar 12 bulan atau lebih setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya d. Hasil yang diharapkan dari setiap asset program dan setiap hak penggantian yang di akui sebagai asset d. yang seluruhnya harus langsung duakui. Biaya jasa kini b. kecuali jika terdapat PSAK lainnya yang mewajibkan atau membolehkan jumlah tersebut termasuk dalam biaya perolehan asset: a. Nilai kini kewajiban imbalan pasti per tanggal neraca b. Dampak dari kurtailmen atau penyelesaian. Biaya jasa masa lalu. Biaya bunga c. yang seluruhnya harus langsung diakui e. Dikurangi dengan nilai wajar dari asset program per tanggal neraca (jika ada) selain kewajiban yang harus dilunasi secara langsung Untuk imbalan krja jangka panjang lainnya. . dan f. perusahaan harus mengakui total nilai bersih dari jumlah berikut ini sebagai beban atau pendapatan. Keuntungan atau kerugian actuarial. Kompensasi ditangguhkan yang dibayarkan 12 bulan atau lebih sesudah akhir dari periode pelaporan saat jasa diberikan Pengakuan dan Pengukuran Jumlah yang diakui sebagai kewajiban untuk imnalan kerja jangka panjang lainnya adalah total nilai bersih dari jumlah berikut ini: a.Perusahaan harus mengungkapkan setiap asumsi actuarial dalam angka absolute (sebagai contoh dalam persentase absolute) dan tidak hanya sebagai selisih persentase-persentase atau variable-variabel lainnya. IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG LAINNYA Imbalan kerja jangka panjang lainnya mencakup antara lain: a.

Implementasi rencana formal PKK harus dimulai sedini mungkin dan jangka waktu untuk menyelesaikan implementasi rencana harus sedemikian rupa sehingga kecil kemungkinan diubahnya rencana tersebut secara material. dan secara realistis kecil kemungkinan untuk dibatalkan. waktu pelaksanaan rencana formal tersebut. lokasi . fungsi. dan c. maka pengungkapan diperlukan untuk menjelaskan kinerja perusahaan pada periode tersebut. dan hanya jika perusahaan memiliki rencana formal terinci untuk melakukan PKK. dan hanya jika.Pengungkapan Walaupun pernyataan ini tidak mewajibkan pengungkapan rinci imbalan kerja jangka panjang lainnya. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal. dan prakiraan jumlah pekerja yang akan di-PKK b. PSAK lainnya dapat saja mewajibkan pengungkapan. PESANGIN PEMUTUSAN KONTRAK KERJA (PKK) Pengakuan Perusahaan harus mengakui pesangon PKK sebagai kewajiban dan beban jika. Pengukuran . Rencana formal terinci tersebut minimum meliputi: a. pesangon PKK untuk setiap kelompok kerja atau fungsi. baik sifat atau peristiwanya. atau b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. perusahaan berkomitmen untuk: a. Perusahaan berkomitmen melakukan PKK jika. sebagai contoh ketika beban yang dihasilkan dari imbalan tersebut sangat vesar jumlahnya.

maka terdapat kewajiban kontijensi. dan instrument ekuitas lainnya. kecuali jika kemungkinan kecil terjadi arus keluar pada saat penyelesaian. saham. 57 tentang kewajiban diestimasi. Pengungkapan Perusahaan harus mengungkapkan : a) Hakikat dan ketentuan (termasuk persyaratan vesting apapun) program imbalan berbasis ekuitas . IMBALAN BERBASIS EKUITAS Imbalan berbasis ekuitas meliputi: a. dan b. Pembayaran tunai. kewajiban kontijensi. seperti diatur dalam PSAK no. maka besarnya pesangon PKK harus didiskontokan dengan menggunakan tingkat diskonto yang rinci Dalam hal perusahaan menwarkan pekerja untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. saham.Jika pesangon PKK jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah tanggal neraca. perusahaan mengungkapan informasi mengenai kewajiban kontijensi tersebut. yang diterbitkan untuk pekerja dengan harga yang lebih rendah dari nilai wajarnya jika instrument-instrumen tersebut diterbitkan untuk pihak ketiga. dan asset kontijensi. maka pesangon PKK harus di ukur berdasarkan jumlah pekerja yang diperkirakan menerima tawaran tersebut. Pengungkapan Apabila terdapat ketidakpastian mengenai jumlah pekerja yang bersedia menerima pesangon PKK. opsi. jumlahnya bergantung pada nilai pasar saham perusahaan di masa depan Pengakuan dan Pengukuran Pernyataan ini tidak merinci pengakuan dan pengukuran imbalan berbasis ekuitas karena sudah diatur dalam PSAK lainnya.

atau dimiliki oleh pekerja melalui program tersebut selama periode berjalan h) Jumlah dan syarat utama pokok pinjaman atau garansi yang diberikan oleh perusahaan kepada. tanggal pelaksanaan hak. program imbalan berbasis ekuitas Perusahaan harus mengungkapkan : . Hak pekerja yang sudah vested atas instrumen tersebut pada awal dan akhir periode yang harus diungkapkan e) Jumlah dan ketentuan dari instrumen keuangan ekuitas yang dikeluarkan perusahaan untuk program imbalan berbasis ekuitas atau untuk pekerja(atau instrument keuangan ekuitas yang diterbitkan perusahaan yang didistribusikan kepada pekerja melalui program imbalan berbasis ekuitas) selama periode berjalan dan nilai wajar instrumen keuangan ekuitas tersebut. dalam hal opsi saham. dividend dan hak suara.b) Kebijakan akuntansi program imbalan berbasis ekuitas c) Jumlah yang diakui dalam laporan keuangan untuk program imbalan berbasis ekuitas d) Jumlah dan ketentuan dari instrumen keuangan ekuitas yang diterbitkan perusahaan dan yang dimiliki oleh program imbalan berbasis ekuitas (dan. Jumlah dan ketentuan ini termasuk. tanggal pelaksanaan hak. bagi pekerja) pada awal dan akhir periode. jika berlaku. harga pelaksanaan hak dan tanggal kadaluarsanya. Jumlah dan ketentuan ini termasuk. tanggal pelaksanaan hak dan harga pelaksanaan hak opsi saham melalui program imbalan berbasis ekuitas selama periode berjalan g) Perubahan jumlah opsi saham yang dimiliki oleh program imbalan berbasis ekuitas. harga pelaksanaan hak dan tanggal kadaluarsanya f) Jumlah. jika berlaku. dividen dan hak suara. atau atas nama.

a) Nilai wajar. kesalahan mendasar. menurut kebijakan akuntansi perusahan sebelumnya. dan perubahan kebijakan akuntansi. harus diakui pada periode berikutnya Selisih antara kewajiban pada saat penerapan pertama kali pernyataan ini dan kewajiban yang telah diakui perusahaan pada tanggal yang sama. Pada awal penerapan pernyataan ini. sebagai berikut : a) Nilai kini kewajiban b) Dikurangi nilai wajar asset program (jika ada) yang akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban secara langsung c) Dikurangi dengan seluruh biaya jasa lalu. 25. tentang laba atau rugi bersih untuk periode berjalan. KETENTUAN PERTAMA KALI Perusahaan memperlakukan penerapan awal pernyataan ini sebagai perubahan kebijakan akuntansi dengan menggunakan pendekatan retrospektif sebagaimana ditentukan dalam psak no. instrument keuangan ekuitas perusahaan (selain opsi saham) yang diterbitkan oleh perusahan untuk program imbalan berbasis ekuitas atau untuk pekerja atau oleh program imbalan berbasis ekuitas untuk pekerja selama periode berjalan Jika secara praktis tidak dimungkinkan untuk menentukan nilai wajar instrument keuangan ekuitas (selain opsi saham). pada awal dan akhir periode. . untuk program imbalan pasti. jika ada. maka fakta ini harus diungkapkan. perusahaan harus menentukan kewajiban untuk program imbalan pasti. instrument keuangan ekuitas yang dimiliki perusahaan (selain opsi saham) yang dimiliki oleh program imbalan berbasis ekuitas b) Nilai wajar. pada tanggal penerbitan. harus diperlakukan sebagai penyesuaian saldo laba awal periode dari periode yang paling dini yang disajikan kembali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful