STANDAR PROSEDUR OPERASI PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN (PUP

)
Bagian Seksi Dibuat Oleh Bina Lingkungan dan Proyek-2 Penelitian Penelitian dan Pengembangan Diperiksa Oleh Disetujui Oleh No : OPS-01/TT/03/06/01 Revisi ke : No. Ref : OPS/KHM/28

Kabid Litbang Binling & PPH Tgl :

Direktur Perencanaan & Produksi Tgl :

Direktur Utama Tgl : Halaman : 1 dari 10

I.

PENGERTIAN Petak ukur permanen (PUP) adalah areal dengan tanda batas yang jelas, berbentuk segi empat dengan ukuran 200 m x 200 m, yang digunakan untuk pemantauan riap tegakan.

II. TUJUAN Tujuan dibuatnya PUP adalah untuk pemantauan pertumbuhan dan riap hutan alam di areal bekas tebangan (baik yang dipelihara maupun tidak dipelihara) yang dipergunakan untuk penilaian rencana pengelolaan hutan.

III. PENAGGUNG JAWAB a. Team leader : Bertanggung jawab dalam pengaturan pelaksanaan kerja pembuatan dan pengamatan PUP, kebenaran dalam pelaksanaan dan hasil pelaksanaan di lapangan maupun secara administratif. b. Kasie.Litbang : Bertanggung jawab dalam pengaturan pelaksanaan kerja dan hasil kerja dari para leader di lapangan maupun administratif (pengolahan data dan penggambaran peta sebaran pohon). c. Kabag.Bina Lingkungan : Bertanggung jawab dalam pengendalian kerja (beaya, waktu dan dan Proyek-2 Penelitian sasaran), koreksi dan pemanfaatan peta sebaran pohon untuk kegiatan perencanaan selanjutnya.

IV. MASUKAN YANG DIBUTUHKAN a. Peta sebaran pohon (hasil ITSP) untuk petak yang terpilih,skala 1:1.000 b. Peta sebaran pohon (hasil ITT) untuk petak yang terpilih, skala 1:1.000

V. KELUARAN YANG DIHASILKAN a. Buku Laporan Hasil pengamatan dan pengukuran di areal Seri PUP b. Peta sebaran pohon skala 1:1.000, yang menggambarkan tentang :  Nomor, kode jenis pohon dan status pohon (induk, inti, siap tebang, cacat, dll)  Letak pohon dalam poligon tebang.  Informasi keadaan lapangan (sungai, anak sungai, arah sungai, rawa dan batu)

Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen

Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis.com

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN a.com . dst. b. III. Tempat Waktu : areal bekas tebangan (ET+1) untuk setiap RKL : Pengamatan dilakukan setiap tahun (jika masih tercakup dalam satu RKLPH) dan setiap dua tahun (jika mencakup lebih dari 2 RKLPH). Pengolahan data & Pelaporan Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. dst. URUTAN KERJA Persiapan Pembuatan Seri PUP Buat PUP (dipelihara) PUP (tdk. Pengamatan ulang ke II.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 2 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN VI.dipelihara) Buat Petak Pengamatan Buat Petak Pengamatan Buat Plot Ukur Buat Plot Ukur Pengamatan & Pembuatan Risalah PUP Pengamatan & Pembuatan Risalah PUP Pemeliharaan tegakan Pengamatan ulang ke II. VII. III.

Kompas Klinometer Meteran 30 m dan 10 m (phi band) Stick ukur tinggi pohon Tangga panjang 5 m Altimeter Cat merah kuning. h. e. PROSES KERJA A. penomoran dan penempelan tag plate/ecolin. mengukur diameter dan tinggi pohon. 4 orang timber marker. bertugas untuk megkoordinir team dalam pelaksanaan kerja. e. 2. 1 orang team leader. b. 1 orang pemegang tali ukur belakang (back chainman). 1 orang compassman. dengan perincian sebagai berikut: a. b. hijau dan hitam Tambang plasti dan tali raffia Alat tulis & tally sheet Peralatan camping dan logistik 3. yang bertugas sebagai pemandu arah dalam pembuatan rintisan jalur dan memegang tali ukur depan (front chainman). Syarat lokasi yang dipilih untuk pembuatan seri PUP. j.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 3 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN VIII. d. yang bertugas memperjelas rintisan jalur. Peralatan & perlengkapan kerja Peralatan dan perlengkapan kerja yang dibuthkan meliputi: a. c. serta memegang stick ukur dan meteran (alat ukur diameter pohon) f. Lokasi kerja a. 2 orang perintis/brusher. adalah:      Betul-betul terkena / terganggu oleh aktivitas eksploitasi hutan Relatif mudah dikunjungi Konfigurasi/topografi lapangan relatif ringan Kondisi hutannya mewakili untuk daerah setempat Dijaga terhadap gangguan dari luar areal PUP b. yang bertugas mengukur kelerengan dan jarak lapang serta memasang patok Hm dalam jalur pengamatan. g. d. i. Tenaga kerja Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pembuatan dan pengamatan PUP adalah sebanyak 10 orang. Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. c. mencatat (hasil pengamatan) dan mengontrol regu kerja saat melakukan pengamatan/pengukuran. 1 orang pembantu umum (tukang masak). Tempat untuk pembuatan seri PUP adalah lokasi bekas tebangan yang kegiatan penebangannya dilaksanakan satu tahun lewat (ET+1). Persiapan 1.com . yang bertugas sebagai pengenal jenis dan cacat pohon. f.

3 PUP mendapat perlakuan (pengayaan. jika PU dikelilingi corner A0-A1-B0-B1 maka kode PU adalah AB01 dan seterusnya. Batas dibuat dari 2 (dua) sisi. D. Ukuran PUP disesuaikan. 3. Diusahakan mencakup/mewakili areal bekas tebangan (misal: dalam PP terdapat ex. Ukuran 100 m x 100 m dalam setiap PUP 2. 3. Pembuatan Plot Ukur (PU) 1. dapat dilakukan dengan cara : a. b. PP tidak harus tepat ditengah PUP.3 ha. 5. Tidak terdapat sungai dengan lebar ≥ 2 m. dengan caara menebas semua belukar dan ppohon Ø < 5 cm. Dalam 1 PP dibuat / dibagi kedalam 100 Plot Ukur (PU) dengan jarak datar 10m x 10m untuk masing-masing PU. 4. c.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 4 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN B. Dari 6 PUP tersebut. sehingga didalam PP yang berukuran 100 m x 100 m terdapat 100 PU 2. 4. Tidak ada areal kosong (tidak bertegakan) akibat alam (bukan hasil exploitasi) yang luasnya > 0. Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. Ukuran (minimal) 200 m x 200 m 2. C. Pembuatan Petak Pengamatan (PP) 1. Pembuatan Seri PUP 1. Untuk memenuhi syarat tersebut. PUP dibuat saling terpisah. Syarat lokasi : a. c. tetapi 1 seri PUP harus terletak dalam 1 petak tebangan. Dalam satu seri PUP terdapat 6 petak pengamatan (PUP).com .180º) dan Barat-Timur (90º-270º). tetapi tidak kurang dari 200 m x 200 m. sedangkan pohon Ø ≥ 5tidak ditebang dan cat (polet) sebagai batas PUP. Utara-Selatan (0º . Batas PUP dibuat dengan rintisan selebar 2 m. Pemberian nama PU disesuaikan dengan patok/corner yang mengelilingi PU. b. ex. Ukuran PU 10 m x 10 m.1 ha. pembebasan & penjarangan) dan yang 3 PUP lagi tidak mendapatkan perlakuan (dibiarkan tumbuh alami). TPn dll) tetapi luasnya < 0. Jalan sarad. tetapi lebar jalur isolasi minimal 25 m.

_ ) Untuk pohon yang memiliki cabang menggarpu. Letak pengukuran diameter adalah setinggi dada (± 130 cm dpt) dan diatas banir. Team leader mencari posisi sehingga titik-titik pengukuran (titik A – B – C) dapat dibidik dari satu tempat pengukuran. atau banir sampai cabang pertama. Memperhatikan tingkat kepraktisan pelaksanaan di lapangan.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 5 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN E. Pembacaan hasil pengukuran diameter hingga mm dan ditulis dalam cm dengan satu angka dibelakang koma (misal: _ _ . Bidik clinometer ketitik-titik pengukuran (A – B – C) dengan satuan persen. Pengamatan & Pembuatan Risalah 1. Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis.5 m dengan mengadap ke arah yang sama/ searah.com . Letak pengukuran diameter pohon dilapangan dapat bervariasi mengingat beragamnya bentuk dan letak pohon. Pengamatan dalam PU a. dan ditempel pada ketinggian ± 1. Untuk setiap PP nomor pohon dimulai dari nomor 1. maka dianjurkan memakai sistem geometrik (pengukuran tinggi tanpa menggunakan jarak datar). Cara pengukuran :     Tempelkan stick ukur tinggi berskala 1 meter dan sesuaikan antara dasar stick (titik C) dengan batas (permukaan tanah/bebas banir). apabila banir terlalu tinggi dapat dibuat garis proyeksi kebah dari sisi batang pohon ke banir. maka setiap garpu dipolet dan diberi nomor (misal 20a dan 20b). Pengukuran tinggi pohon    Tinggi pohon yang diukur adalah tinggi pohon total (sampai ujung tajuk) dan tinggi pangkal tajuk (sampai cabang pertama). Setiap pohon tersebut dipolet untuk dijadikan sebagai tempat pengamatan/ pengukuran. Catat angka hasil pengukuran ke dalam tally sheet. dengan syarat pengukuran tersebut tidak menyalahi kaidah-kaidah pengukuran diameter pohon. Pengukuran diameter pohon        Pengukuran diameter dilakukan untuk semua pohon berdiameter 10 cm keatas. b.

Pengenalan jenis dan penentuan cacat pohon   Dalam melakukan penentuan jenis dan cacat pohon harus dalam pengawasan team leader. Pembuatan sketsa posisi pohon dan kondisi lapangan    Pembuatan skesta pohon didalam PU berdasarkan sistem koordinat.buah.C (%) Tinggi Pohon (meter) = -----------------------.C (%) Keterangan : A = titik cabang pertama/pangkal tajuk A’ = titik ujung tajuk B = titik tinggi bidik ke stick ukur (1 meter. sungai dan arah sungai. bunga. diambil sample daun. dimana batas PU merupakan sumbu Y (ordinat) dan sumbu sikunya adalah sumbu X (absis). Pencatatan kondisi lapangan meliputi : konfigurasi lapangan. 3 meter. A % = sudut bidik ke tiitk A (atau A’ untuk tinggi pohon total) B % = sudut bidik ke titik B C % = sudut bidik ke titik C c. Untuk jenis yang tidak diketahui.kulit untuk diidentifikasi. tanah dan batuan. rawa. Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis.com .x tinggi stick ukur yang dibidik B (%) . 2 meter. Informasi kondisi lapangan dan posisi pohon yang dicruising dicatat dalam buku tally sheet. dll) C = titik dasar stick (dari muka tanah atau bebas banir). d.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 6 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN A’ A B C A (%) .

bunga / buah. belukar dan pohon non komersial Ø < 5 cm. dll F. Pemeliharaan Perlakuan pemeliharaan dilakukan khusus untuk 3 PUP yang sudah dipilih sebelumnya untuk diberi perlakuan pemeliharaan. Risalah tegakan. Pembebasan dilakukan tiap tahun Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. meliputi :     Letak sesuai administrasi pemerintahan Letak sesuai administrasi kehutanan Letak geografis Deskripsi areal (RKL. meliputi:    Tipe hutan dan jenis pohon dominan Gambaran potensi tegakan Informasi dari ITSP. Pembuatan Herbarium Semua jenis pohon yang dijumpai pada saat pengamatan. meliputi:    Kondisi tanah Iklim dan cuaca Topografi c.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 7 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN e. RKT ke. Pembebasan (refining). kulit kayu untuk dibuat herbariumnya. meliputi:   Pembebasan horizontal yaitu terhadap liana.com . Pengamatan hasil pemeliharaan Diamati kondisi pertumbuhan dan prosentase hidup dan mati hasil pengayaan f. ITT dan perlakuan pemeliharaan. Letak seri PUP. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi: 1. diambil sample daun. dll). Keadaan umum. b. Pembuatan risalah PUP Data-data yang dikumpulkan untuk membuat risalah PUP meliputi: a. 2.

No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 8 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN 2. cabutan. anakan alam yang telah dipelihara di persemaian 3 hingga 4 bulan. 2. 3. maka pengamatan diulang untuk setiap dua tahun. sehingga dalam PU 10m x 10m terdaapaat 4 tanaman. Pengayaan (enrichment planting)    Jenis yang ditanam dipilih dari jenis komersial yang banyak terdapat di areal setempat. Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. Apabila pengamatan PUP masih dalam satu areal (satu RKLPH). maka pengamatan diulang untuk setiap tahun. Jenisnya dapat diperoleh dari biji. Penjarangan (thinning)    Dilakukan dengan cara mematikan pohon non komersial yang mengganggu pertumbuhan pohon terpilih. Pengolahan Data & Pelaporan 1. Jarak tanam 5m x 5m. 2. Bisa dilakukan dengan cara meneres. Pengukuran Ulang 1. Pemeliharaan tersebut dilakukan setiap kali melakukan observasi hingga tajuk tegakan menutup rapat dan tumbuhan bawah terhambat pertumbuhannya/tertekan. Data hasil pengukuran dan pengamatan yang telah diperoleh untuk selanjutnya dianalisa dengan menggunakan metoda untuk mengetahui dinamika pertumbuhan tegakan dan riap tegakan di areal bekas tebangan. Apabila pengamatan PUP sudah mencakup dua atau lebih areal RKLPH. H.com . Dilakukan setiap 5 tahun sekali setelah pembuatan PUP. yang meliputi:     Risalah seri PUP Daftar nama pohon yang terdapat dalam seri PUP Hasil pengamatan dan pengukuran pohon Hasil kegiatan dan pengamatan terhadap kegiatan pemeliharaan (tanaman pengkayaan). G. Laporan hasil pengamatan dituangkan dalam bentuk buku/dokumen seri PUP.

U PUP No. Cara Pembuatan Petak Pengamatan dalam PUP Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis.3 Tegakan Dipelihara PUP No.5 PUP No. Contoh Susunan PUP dalam satu Seri PUP Jalur isolasi 100 m 100 m 200 m Lebar jalur isolasi minimal 25 m Gambar 2.4 PUP No.6 Tegakan tidak Dipelihara Bisa berimpit & bisa terpisah Gambar 1.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 9 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN Lampiran.2 PUP No.com 200 m .1 PUP No.

com . BC01 = = Nomor Patok corner Nomor Plot Ukur (PU) Gambar 3.. A10 B10 . A1. Tata urutan nomor PU dalam PP Standard Operating Procedur Petak Ukur Permanen Kumpulan Bisnis Online Klik : http://wowbisnis. ….dst AB01.dst… AB910 A9 B9 BC910 CD910 DE910 EF910 FG910 GH910 HI910 IJ910 JK910 AB89 A8 B8 BC89 CD89 DE89 EF89 FG89 GH89 HI89 IJ89 JK89 AB78 BC78 A7 B7 CD78 DE78 EF78 FG78 GH78 HI78 IJ78 JK78 AB67 BC67 A6 B6 CD67 DE67 EF67 FG67 GH67 HI67 IJ67 JK67 JK56 AB56 BC56 A5 B5 CD56 DE56 EF56 FG56 GH56 HI56 IJ56 JK45 100 m AB45 BC45 A4 B4 CD45 DE45 EF45 FG45 GH45 HI45 IJ45 AB34 BC34 A3 B3 CD34 DE34 EF34 FG34 GH34 HI34 IJ34 JK34 AB23 BC23 A2 B2 CD23 DE23 EF23 FG23 GH23 HI23 IJ23 JK23 AB12 BC12 A1 A1 CD12 DE12 EF12 FG12 GH12 HI12 IJ12 JK12 ABO1 BC01 A0 B1 CD01 DE01 EF01 FG01 GH01 HI01 IJ01 JK01 100 m Keterangan : A0.No : OPS-01/TT/03/06/01 STANDAR PROSEDUR OPERASI Revisi Ke : Halaman : 10 Dari10 PEMBUATAN PETAK UKUR PERMANEN Lampiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful