BAB I PENDAHULUAN

Demokrasi adalah suatu pemikrian manusia yang mempunyai kebebesan berbicara, dan mengeluarkan pendapat. Demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang hamper diketahui oleh semua orang. Demokrasi juga adalah bentuk pemerintahan politik dimana kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) maupun secara perwakilan (demokrasi perwakilan). Berbicara mengenai demokrasi adalah memburaskan (memperbincangkan) tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengolahan kekuasaan secara beradab. Demokrasi adalah system manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini di atas namakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak dan kewajiban yang kita miliki, menjaga hak-hak dan kewajiban itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggat hak-hak itu. Untuk itu perlunya kita memahami bagaimana pentingnya kehidupan demokrasi dalam bermasyarakat da bernegara agar terwujudnya sebuah demokrasi yang diharapkan oleh setiap rakyat.

A. Tujuan • Menjelaskan Pentingnya Kehidupan Demokrasi dalam Bermasyarakat dan Bernegara.

B. Rumusan Masalah • Apa Pentingnya Kehidupan Demokrasi dalam Bermasyarakat dan Bernegara.

1

Dalam perjalanan bangsa dan bernegara Indonesia. Dekrit presiden 5 juli dapat dipandang sebagai usaha mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. Undang-Undang Dasar 1945 membuka kesempatan bagi seorang presiden untuk bertahan selama lima tahun. Karena fregmentasi partai-partai politik usia cabinet pada masa ini jarang dapat bertahan cukup lama. Sejarah dan perkembangan demokrasi di Indonesia Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami pasangsurut (fluktasi ) dari masa kemerdekaan sampai saat ini. Undang-undang Dasar 1950 menetapkan berlakunya system parlementer dimana badan eksekutif terdiri dari presiden sebagai kepala Negara konstitusional (constitutional head) berseta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik. 2. Persatuan yang dapat digalang selama menghadapai musuh bersama dan kemerdekaan tercapai. 1. System parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamairkan dan kemudian diperkuat dengan Undanga-Undang Dasar 1945 dan 1950. yang merupakan gabungan dari dua kata. Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dilihat dari segi waktu dibagi dalam empat periode sebagai berikut. demos (rakyat) dan kratos (memerintah). terbatasnya peranan partai politik. Demokrasi pada periode 1959-1965 (terpimpin) Ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden. Kemungkinan besar warga Athena lah yang mencetuskan kata democratia (demokrasi). Hal ini mengakibatkan destabilisasi politik nasional. Sebelum kita mengetahui bagaimana pentingnya demokrasi dalam bermasyarakat dan bernegara Indonesia terlebih dahulu kita harus mengenal bagaimana perjalanan sejarah demokrasi dan perkembangannya di Indonesia B. 2 . masalah pokok yang dihadapi ialah bagaimana demokrasi mewujudkan dirinya dalam berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Koalisi yang dibangun dengan sangat gampang pecah. ternyata kurang untuk Indonesia.BAB II PEMBAHASAN A. untuk menggambarkan system pemerintahan mereka. karena lemahnya benih-benih demokrasi system parlementer memberi peluang untuk demokrasi partai-partai politik dan Dewan Perwakilan Rakyat. sekitar akhir abad ke VI SM. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur social politik. Latar Belakang Demokrasi sebagai proses yang melibatkan warga Negara dalam pemerintahan muncul kembali di beberapa kota pada zaman yunani kuno. Demokrasi pada periode 1945-1959 (Parlementer) Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer.

dan c. Lagi pula pimpinan DPR dijadikan menteri dan dengan demikian ditekankan fungsi mereka sebagi pembantu presiden disamping fungsi sebagai wakil rakyat. Dengan demikian secaara umum dapat dejelaskan bahwa watak demokrasi pancasila tidak berbeda dengan demokrasi pada umumnya. Demokrasi dalam bidang politik pada hakikatnya adalah menegakan kembali azas-azas Negara hukum dan kepastian hukum b. DPR Gotong Royong diberi beberapa hak control. peradilan yang tidak memihak. Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilhan umum ditonjolkan perananya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi control ditiadakan. Soekarno sebagai presiden seumur hidup telah membatalkan pembatasan waktu lima tahun ini (UndangUndang Dasar memungkinkan seorang presiden untuk dipilih kembali) yang ditentukan Undang-Undang Dasar. Begitu pula partisipasi politik yang sama semua rakyat.Akan tetapi ketetapan MPRS No. disamping ia tetap mempunyai fubgsi untu membantu pemerintah. misalnya tahun 1960 Ir. Karena dalam praktek kenegaraan dan pemerintahan. Dalam usaha meluruskan kembali penyelewengan terhadap Undang-Undang Dasar yang telah terjadi dalam demokrasi terpimpin. Pimpinannya tidak lagi berstatus menteri. Seperti dikatakan M. Undang-Undang Dasar 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS. 14/1970) yang menetapkan kembali azas “ kebebasan badan-badan pengadilan”. 19/1964 telah diganti dengan suatu undang-undang baru |(No. Karenanya rakyat mempunyai hak yang sama dalam menentukan nasibnya sendiri. Beberapa perumusan tentang demokrasi pancasila antara lain : a. Rusli karim rezim orde baru ditandai olehhal-hal berikut : 3 . banyak lagi tindakan yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Undang-Undang Dasar. Selain itu. III/1963 yang menetapkan masa jabatan seumur hidup Ir. III/1963 yang mengangkat Ir. Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakiatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga Negara. padahal dalam penjelasan Undang-Undanga Dasar 1945 secara eksplisit ditentukan bahwa presiden tidak mempunyai wewenag untuk berbuat demikan. Untuk itu pemerintah patut memberikan perlindungan dan jaminan warga Negara dalam menjalankan hak politik. rezim ini sangat tidak memberikan ruang bagi kehidupan berdemokrasi.karena demokrasi pancasila memandang kedaulatan rakyat sebagi inti dari system demokrasi. 3. XIX/1196 telah menentukan ditinjaunyas kembali produk-produk legislatif dari masa demokrasi terpimpin dan atas dasar itu Undang-Undang No. Ketetapan MPRS No. Soekarno sebagai presiden membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum. Soekarno telah dibatalkan dan jabatan presiden kembali menjadi jabatan elektif setiap lima tahun. Ketetapan MPRS No. Demokrasi dalam bidang hukum pada hakikatnya pengakuan dan perlindungan HAM. Demokrasi pada periode 1965-1998 (Pancasila) Landasan formil dari periode ini adalah pancasila. Namun demikian “demokrasi pancasila” dalam rezim orde baru hanya sebagai retorika dan gagasan belum sampai pada tataran praktisi atau hanya penerapan.

Komposisi elite politik 2). reformasi system (constitutionl reform) yang menyangkut perumusan kembali falsafah. 4 . 2002). 4). Keberhasilan dari demokrasi ini pun masih menjadi pertanyaan besar. diamademenya pasal-pasal dalam konstitusi Negara RI (amademen I-IV). Selain itu dalam fase ini pula bisa saja terjadi pembalikan arah perjalanan bangsa dan Negara yang akan menghantar pada periode orde lama dan orde baru. 5). Desain institusi politik.1). 3). Indikasi kearah terwujudnya demokrasi dalam era transisi menuju demokrasi di Indonesia antara lain adanya reposisi dan redefinifi TNI dalam kaitanya dengan keberadaanya pada sebuah Negara demokrasi. dimana Negara dan pemerintah sangat endominasi. Birokrasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. pengembangan kultur atau budaya politik (political cultural) yang lebih demokratis. Masa mengambang. adanya kebebasan pers. 6). Peranan civil society (masyarakat madani). 4). dan perangkat legal system politik. Ketiga. Pengebirian peran dan fungsi partai politik. Kultur politik. reformasi kelembagaan (institutional reform and empowerment) yang menyangkut pengembangan dan pemberdayaan lembaga-lembaga politk. Pertama. yakni. Sukses atau gagalnya suatu transisi demokrasi sangat bergantung pada empat factor kunci. Dengan demikan nilai-nilai demnokrasi juga belum ditegakan dalam demokrasi pancasila soeharto 4. Karena itu seperti yang dikemukakan oleh Azyumardi Azra langkah yang harus dilakukan dalam transisi Indonesia menuju demokrasi sekurangkurangnya mencakup reformasi dalam tiga bidang besar (Azyumardi Azra. Transisi demokrasi merupakan fase krusial yang kritis. Bergulirnya reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandakan tahap awal bagi transisi demokrasi Indonesia. Kedua. Tujuh ciri tersebut menjadikan hubungan Negara versus masyarakat secara berhadaphadapan dan subordinate. 1). dijalankanya kebijakan otonomi daerah. Dominannya peranan ABRI. Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan public . kerangka dasar. Inkorporasi lembaga non pemerintah. 3). karena dalam fase ini akan ditentukan kemana arah demokrasi yang akan dibangun. dan sebagainya. 2). Keempat factor itu harus jalan secara sinergis dan berkelindan sebagai modal untuk mengonsolidasi demokrasi. Demokrasi pada periode 1998-sekarang (orde reformasi) Runtuhnya reazim otoriter orde baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi di Indonesia.

Dengan demikian. Meski demikian. Warga masyarkat pun akan meraskan betapa pedihnya atau susahnya hidup tanpa demokrasi. masing-masing warga mengambil bagian dalam proses pembuatan keputusan atau kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama. Namun. Untuk mengetahui pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat. demokrasi tidak hanya diterapkan jika ada masalah saja. dan rapat negeri itu. Dengan demikian. bahkan telah menjadi bagian dari budaya kita. Contoh-contoh tersebut menandakan adanya budaya demokrasi di negeri kita. demokrasi tidak berjalan apabila pihak yang memecahkan masalah itu hanya ketua adapt saja. maka ketua RT/RW perlu mengajak anggota masyarakatnya untuk bermusyawarah. demokrasi bisa diterapkan dalam hal merumuskan kebijakan-kebijikan bersama demi kemajuan kampung. Contoh demokrasi yang berkembang di daerah antara lain adanya musyawarah adat. Bahkan demokrasi dapat menjadi wahana silahturahmi bagi warga masyarakat. Masing-masing warga memiliki pandangan tertentu terhadap masalah dan pemecahannya. bebas menyuarakan pikiran dan isi hatinya. Kegiatan gotong royong warga mustahil dilakukan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu. dan rapat negri. Anggota warga masyarakat merasa senang jika hak-hak dan kebebasan mereka terjamin. semakin bagus pemecahan atas masalah itu. dapat kita tinjau dalam berbagai kegiatan warga masyarakat itu sendiri. kebersamaan mengemukakan pendapat. Kegiatan tersebut tidak mungkin dikerjakan oleh ketua RT/RW saja. Mereka hidup bebas. Hal ini menunjukan pentingnya demokrasi dalam kehidupan masyarakat. bila hak-hak dan kebebasan mereka tidak terjamin. kita semua sebagai warga masyarakat menganggap perlu adanya kehidupan demokrasi dan menganggap betapa pentingnya kehidupan demokrasi di tengah pergaulan masyarakat yang beradab sekarang ini. musyawarah adat. tanpa tekanan. Agar kegiatan itu efektif dan sesuai dengan harapan warga masyarakat. Pada titik ini. Misalnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan RT/RW. Kehidupan demokrasi itu sangat nyata diterapkan ketika ada suatu masalah di kampung. Pentingya kehidupan demokrasi dalam masyarakat Setelah kita mengetahui bagaimana berat dan terjalnya perjalanan demokrasi di Indonesia yang mempunyai pasang surut tentu kita harus memikirkan bagaimana seluruh warga masyarakat Indonesia memperjuangkan demokrasi di Indonesia selain itu demokrasi telah lama berkembang di pelosok tanah air kita. 5 . dimana semua orang bisa mengemukakan pendapat secara bebas. rembug desa. kekeluargaan. sebaliknya demokrasi berjalan apabila semua warga kampung dilibatkan untuk memecahkan masalah tersebut. Semakin banyak kepala yang berpikir dan mengemukakan pendapat. maka ini berarti bahwa kehidupan demokrasi tidak ada dalam masyarakat.C. Pentingnya kehidupan demokrasi dalam masyarakat dapat menumbuhkan semangat kerukunan antara anggota masyarakat. Masyarakat hidup tanpa rasa takut. semangat dan dinamika kehidupan masyarakat menjadi positif. Dalam rembug desa. dan tanpa saling menakuti satu sama lain. dan sebagainya akan tumbuh dengan sendirinya.

b. bergotong-royong. c. Tumbuhnya semangat untuk beraktifitas dan berkreasi. d. sewenag-wenang. menakutnakuti. monopoli dan sebagianya. e. f. membiasakan diri berkerja sama. 6 . Memperat tali persaudaraan dan persahabatan di antara warga masyarakat.Dalam uraian tersebut. Tumbuhnya sikap saling menghargai hak masing-masing warga masyarakat dan bersemangat dalam menjalankan kewajiban sebagai anggota masyarakat. kehidupan demokrasi dalam masyarakat penting artinya karena dapat menumbuhkan hal-hal positif sebagai berikut: a. Warga mayarakat semakin peka terhadap lingkungannya dan semakin cepat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Menekan terjadinya sikap dan perubahan negative seperti intimidasi. tumbuhnya semangat warga masyarakat untuk bersilahturahmi. dan sebagainya.

7 .BAB III PENUTUP Kesimpulan Kita sebagai warga Negara Indonesia memang seharusnya patut memahami pentingnya kehidupan berdemokrasi dalam bermasyarakat dan bernegara. Namun demikian kita sebagai masyarakat pun harus mengerti akan hak-hak dan kewajibankewajibanya dalam berdemokrasi. Itulah tujuan utama pentingnya kehidupan demokratis dalam bermasyarakat. berpolitik dimana masyarakat mengharap adanya iklim ekonomi yang kondusif. Walaupun demokrasi di Indonesia memberikan harapan akan tumbuhnya masyarakat baru yang memiliki kebebasan pendapat. tetapi tetap untuk menghadapi tantangan dan mengelola harapan ini agar menjadi kenyataan memerlukan kerjasama antar segenap masyarakat atau bangsa Indonesia agar demokrasi dapat berkembang kearah yang lebih baik. berkumpul. karena dengan berdemokrasi diharapkan mampu menjadikan Negara kita kuat dan solid. berserikat. agar tidak terjadi ketimpangan-ketimpangan seperti yang telah terjadi dalam perkembangan dan perjalanan demokrasi di indonesia itu sendiri. berbangsa dan bernegara.

Klaten: Penerbit AVIVA.DAFTAR PUSTAKA • Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Semester Genap. 8 . (2009).