Bentuk Kerjasama Brazil dengan Indonesia

Brazil merupakan negara paling timur di Benua Amerika dan berbatasan dengan Pegunungan Andes dan Samudra Atlantik.Brasil merupakan tempat pertanian ekstensif dan hutan hujan tropis. Indonesia harus banyak belajar dari kemajuan pertanian di Brasil antara lain dari kehebatan program penelitian dan pengembangannya.Dari sisi jumlah lahan, Brasil sangat mungkin untuk mencapai swasembada pangan bahkan menjadi eksportir terbesar komoditi pertanian dunia.Dari total 850 juta hektar luas daratan Brasil, 366 juta hektar lahan pertanian, dan 210 juta hektar ladang pengembangan sapi.Indonesia menjalin kerjasama dengan Brazil disektor pertanian yang menyangkut masalah pertanian coklat dan kopi.Keterbatasan lahan di Indonesia membuat program swasembada pangan di Indonesia seharusnya hanya untuk beberapa tanaman seperti beras, jagung, dan gula. 1 Dengan demikian, dari sudut luas lahan, Indonesia tidak akan mungkin mencapai swasembada dalam berbagai komoditi pertanian sebagaimana diinginkan banyak orang sesuai dengan sebutan sebagai negara agraris.Brazil mempunyai roadmap penelitian yang jelas. Inilah yang akan kita tiru dari Brasil. Kemajuan pertanian Brasil, lanjutnya juga karena dukungan dana dari pemerintah yang besar di bidang penelitian.Peran pemerintah Brazil sangat besar. Anggaran penelitian pertanian Pemerintah Brazil sebesar 650 juta dolar AS per tahun atau setara dengan Rp6 -7 triliun. Jumlah itu hampir 10 kali lipat dari anggaran penelitian Departemen Pertanian.2 Penelitian pertanian di Indonesia yang dilakukan departemen, lembaga pemerintah non departemen, swasta, dan Perguruan Tinggi masih berjalan sendiri-sendiri dan tertutup satu sama lain. Indonesia juga mempererat hubungan dengan Brazil melalui kerjasama bilateral di antaranya di sektor kehutanan.Seperti halnya negara-negara yang memilki hutan hujan tropis pasti memiliki problem yang sama yaitu degradasi lahan.Namun,degradasi lahan
1 2

www.kjri-melbourne.org/pdf/press_cable/PC-216.doc ibid

Indonesia hingga saat ini telah mengembangkan beberapa jenis tanaman dari Brazil untuk digunakan dalam program Gerakan Rehabilitasi Nasional (Gerhan). Indonesia akan belajar meneliti. Indonesia. Selain itu. dan Timor Leste. Delegasi Indonesia dan delegasi Brasil telah melakukan pertemuan dalam rangka Forum Konsultasi Bilateral ke-3 di Jakarta (7/9). hal yang dilakukan tentu saling bertukar pengalaman dan melakukan observasi di lapangan. Presiden Susilo mengatakan bahwa ia akan mengirim delegasi ke Brazil pada akhir tahun ini untuk mempelajari teknik memproduksi etanol. seperti Ecaliptus dan Mangium. lebih disebabkan oleh pembukaan lahan untuk perkebunan tebu. 3 http://www. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhyono dan Luiz Inacio Lula Da Silva mitranya dari Brazil menyaksikan penandatanganan perjanjian pada teknis produksi etanol di Istana Negara.antaranews. sebuah negara pengimpor minyak bersih. dimana Indonesia dan Brazil akan mencoba bekerjasama membangun sektor kehutanan Timor Leste. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas mengenai perkembangan kerjasama kedua negara.yang terjadi di Brazil tidak sebesar di Indonesia. karena seperti diketahui Brazil menjadi negara terbesar penghasil bahan bakar nabati dari etanol. Brazil. 3 Indonesia dan Brazil juga sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam produksi etanol. pihak Indonesia akan bekerjasama dengan Brazil untuk mengembangkan teknologi rehabilitasi kehutanan. Pada kesempatan yang sama juga dibicarakan rencana kerjasama multilateral antara Indonesia.com/view/?i=1200406530&c=EKB&s= .Selain itu.mengembangkan dan memproduksi etanol.Degradasi lahan di Brazil. Sedangkan di Indonesia degradasi lahan terjadi sangat cepat akibat ekspansi lahan yang dilakukan penduduk ke dalam hutan. Karena seperti kita tahu Brazil tidak melakukan rehabilitasi lahan secara masal seperti Indonesia. telah terkena dampak kenaikan harga minyak dunia yang akan memaksa produsen untuk mengalihkan sebagian konsumsi energi mereka untuk bio-fuel dalam waktu dekat. hal tersebut karena populasi yang rendah dan terpusat hanya di kota saja.Tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya Brazil akan mempelajari Gerhan. khususnya sebagai tindak lanjut Kemitraan Strategis Indonesia – Brasil yang ditandatangani kedua negara 15 Oktober 2009.

Pertemuan juga telah membahas perkembangan domestik kedua negara. Kemajuan dari Rencana Aksi pelaksanaan Kemitraan Strategis akan dibahas lebih lanjut pada Sidang ke-2 Komisi Bersama Indonesia-Brasil yang dijadwalkan untuk diadakan di Indonesia pada tahun 2011 . Selain itu. pertanian. Direktur Kerjasama Teknik. UNASUR. Mercosur. energi dan pertambangan.P Marsudi dengan anggota Duta Besar LBBP RI Designate untuk Republik Federasi Brasil. kerjasama di bidang perubahan iklim dan kehutanan khususnya REDD+. pertukaran program pendidikan dan pelatihan diplomatik. kedua delegasi sepakat untuk meningkatkan pelaksanaan Rencana Aksi agar hubungan bilateral kedua negara sesuai dengan potensi kerjasama yang ada. kerjasama antara Pusat Studi Amerika Latin di Indonesia dan Pusat Studi Asia di Brasil. Direktur Amerika Selatan dan Karibia. Dalam pertemuan tersebut. dan Plt. Kementerian Luar Negeri Federasi Brasil. dan isu-isu global yang menjadi perhatian bersama yaitu proses perdamaian di Timur Tengah. Sudaryomo Hartosudarmo. perkembangan proses integrasi di masing-masing kawasan khususnya dalam kerangka ASEAN. Duta Besar Retno L.Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI. reformasi Dewan Keamanan PBB. juga disepakati untuk meningkatkan kerjasama teknik termasuk kerjasama tiga pihak (trilateral cooperation). Duta Besar Maria Edileuza Fontenele Reis. kerjasama antar kawasan ASEAN-Mercosur. G20.Kedua pihak sepakat untuk mengaktifkan Kelompok Kerja di bidang perdagangan dan investasi. serta Academic Forum yang dibentuk dalam rangka pelaksanaan Rencana Aksi. perubahan iklim. Sedangkan Delegasi Brasil dipimpin oleh Undersecretary General untuk Politik.