P. 1
Adjective Bahasa Indonesia

Adjective Bahasa Indonesia

|Views: 192|Likes:
Published by opik_hatori

More info:

Published by: opik_hatori on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2014

pdf

text

original

ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA

Oleh: Dewi Ratnasari,Dra.,M.Hum. NIP. 132 146 228

MAKALAH

FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2008

I. (1) indah ( indah sekali. (6) dapat dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke – an. Chaer mengemukakan ciri-ciri yang dimiliki adjektiva. Alwi et al (2003:171) berpendapat bahwa adjektiva adalah kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. M. (2) mendampingi nomina. .if . (7) dapat berfungsi atributif. predikatif. yaitu kata-kata yang dapat diikuti dengan kata keterangan sekali serta dapat dibentuk menjadi kata ulang berimbuhan gabung se – nya. seperti – er . dan pelengkap. yaitu adjektiva merupakan kategori yang memiliki kemungkinan untuk (1) bergabung dengan partikel tidak. Alwi et al (2003:171). Bentuk . atau (3) didampingi partikel seperti lebih. sangat. agak. misalnya kata-kata berikut.Hum Kejelasan kriteria mengenai adjektiva beserta ciri-cirinya penting diketahui untuk dapat memahaminya dengan baik dan benar. sebaik-baiknya) Effendi (1995). (4) dapat hadir berdampingan dengan kata lebih…daripada… atau paling untuk menyatakan tingkat perb andingan. Secara tradisional. sejauh-jauhnya) baik ( baik. dan Kridalaksana (2005:59) mengungkapkan ciriciri adjektiva ini lebih terperinci. adjektiva dikenal sebagai kata yang mengungkapkan kualitas atau keadaan suatu benda.ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA Oleh : Dewi Ratnasari. seindah-indahnya) jauh ( jauh sekali. (5) mempunyai ciri-ciri morfologis.

dan verba. yaitu (1) adjektiva berafiks.er. sia-sia 1.al. . putih. normal. contoh (6) alami. atau – wi dan yang berafiks – if. duniawi. parlementer. besar. Alwi et al membagi adjektiva menjadi dua. 1. surgawi (7) aktif. meskipun ada yang berbentuk perulangan semu. temaram. insani. rohaniah. batiniah. malas. abadi. sekotor.. rajin. gemerlap. terbaru (b) Adjektiva hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan – em – pada nomina. contoh (4) terpandai. seluas dan dengan prefiks ter-. terlama.iah. kemilau.1 Adjektiva Dasar Sebagian besar adjektiva dasar merupakan bentuk yang monomorfemis. gemuruh. terhormat. (2) adjektiva bereduplikasi. agresif. pura-pura. adjektiva. manusiawi. komplementer. dan (3) adj ktiva yang berasal dari e berbagai kelas. anggun. . mewah.2 Adjektiva Turunan (Polimorfemis) (a) Adjektiva turunan berafiks. yaitu (a) adjektiva dasar yang selalu mo nomorfemis dan (b) adjektiva t runan yang selalu u polimorfemis. struktural.is. misalnya dengan prefiks se. . ilmiah. praktis. Selanjutnya adjektiva turunan ini dapat dibedakan menjadi tiga. contoh (5) gemetar. teknis . semahal. contoh (3) secantik. sinambung (c) Adjektiva hasil pengafiksan dengan sufiks merupakan hasil penyerapan adjektiva berafiks – i. (2) arif. .Dari segi morfologisnya. Perhatikan contoh berikut. semerbak.

sehat walafiat. nomina. kurang ajar (h) Adjektiva yang berasal dari berbagai kelas. yaitu kelas kata verba. kecil-kecil. jinak – jinak merpati.siap sedia. balik adab (12) baik budi. Kridalaksana menyebut adjektiva gabungan morfem terikat dengan morfem beb dengan istilah as adjektiva majemuk subordinatif. interjeksi. tua – tua keladi. gelap gulita. Kridalaksana berpendapat ada lima kelas kata yang dapat berpindah menjadi kelas kata adjektiva. tinggi rendah (g) Adjektiva majemuk yaitu adjektiva yang merupakan gabungan morfem terikat dengan morfem bebas dan ada yang meru pakan gabungan dua morfem bebas. pascalahir. adverbia. kaya miskin. kemalu – maluan. gagal total. suka duka Termasuk di dalamnya bentuk – bentuk yang tergolong idiom. kesepian (e) Adjektiva turunan bereduplikasi. arif bijaksana. misalnya (14) deverbalisasi : . gagah berani. misalnya (13) berat hati. gagah-gagah (f) Adjektiva yang mirip dengan bentuk berulang. kebiru – biruan. semipermanen. kesakitan. numeralia. Artinya makna bentuk gabungan itu tidak dapat dijabarkan dari penjumlahan makna unsur – unsurnya. mahabesar. tunanetra.(d) Adjektiva hasil pengafiksan ke – R – an atau ke – an. yaitu yang merupakan hasil penggabungan sinonim atau antonim.tua muda. Misalnya (11) nirgelar. contoh (10) indah jelita. muda-muda. dan adjektiva gabungan dua morfem bebas den gan istilah adjektiva majemuk koordinatif. gila pangkat. besar kecil. baik buruk. misalnya (8) kebelanda – belandaan. contoh (9) elok-elok.

melembaga. menyesal (15) denominalisasi : ahli. adjektiva baik menerangkan nomina orang. Pada frasa gadis cantik dan lembut (20). luas. terpaksa. bertambah.melengking. wah. yang nominanya menjadi subjek. yahud 2. menyeluruh (18) deinterjeksi : aduhai. asoi. adjektiva itu hanya menerangkan suatu inti frasa nominal. Perilaku Sintaktis Adjektiva 2. Oleh karena itu. mencekam. terbuka. meradang. adjektiva cantik dan lembut menerangkan nomina gadis. objek atau pelengkap dikatakan adjektiva dipakai secara atributif. tersinggung. sip. kedua konstit en di dalam frasa adjektiva tu u i . bersungguh – sungguh (17) denumeralia : manunggal. Dengan kata lain. mungkin. mendua. adjektiva baik merupakan atribut dan orang merupakan intinya.1 Adjektiva Sebagai Pewatas Pada tataran frasa. Maksudnya. angin – angin. Amati contoh berikut (19) orang baik (20) gadis cantik dan lembut Pada frasa orang baik (19). Pada umumnya adjektiva dalam frasa nominal terletak di sebelah kanan nomina. misalnya frasa nominal. berbusa (16) deadverbialisasi : berkurang. Konstituen cantik dan lembut pada frasa tersebut merupakan atribut yang berupa frasa adjektiva yang bersifat koordinatif.

Adjektiva dapat bergabung dengan preposisi dan membentuk frasa preposisional. Selain bertempat di sebelah kanan nomina. Frasa preposisional ini terdiri atas preposisi dan komplemen. adjektiva dapat pula menempati posisi di sebelah kiri nomina. dan mahal pada frasa mahal harganya (22) merupakan adjektiva yang terletak pada posisi kiri inti frasa. sedangkan cantik dan lembut merupakan atribut. adjektiva yang bersifat atributif hanya dapat mewatasi inti yang berupa nomina. seperti pada contoh berikut (21) Masakan ibu harum aromanya. sedangkan jika adjektiva menjadi komplemen suatu frasa. (22) Sepatu – sepatu dari luar negeri biasanya mahal harganya. Nomina gadis merupakan inti. yaitu frasa gadis cantik dan frasa gadis lembut. . Dengan demikian. Yang menjadi komplemen frasa pada contoh tersebut adalah adjektiva singkat dan cermat.mempunyai kedudukan yang sama sehingga frasa gadis cantik dan lembut dapat dijadikan dua frasa. Frasa secara singkat (23) dan dengan cermat (24) tersebut merupakan fras a preposisional karena frasa itu ditandai oleh preposisi secara dan dengan. Yang menjadi inti pada frasa-frasa tersebut adalah nomina. frasa itu sebagi besar berupa frasa an preposisional. (23) Jelaskan secara singkat pembagian kasus di dalam bahasa Jerman! (24) Nindita membaca petunjuk pemakaian obat itu dengan cermat. seperti tampak pada kalimat berikut. yaitu aromanya (21) dan harganya (22). Butir harum pada frasa harum aromanya (21).

Perhatikan contoh berikut. yang biasa menjadi unsur predikat di dalam kalimat. Frasa adjektival / sifat ini memiliki struktur M – D. dan kata kedua sebagai unsur D adalah adjektiva. Chaer ( 2006: 321) mengistilahkan frasa adjektivak ini dengan frasa sifat. yaitu : (a) M – D. Kata pertama sebagai M adalah kata keterangan derajat atau adverbia. adjektiva juga dapat berfungsi sebagai inti dalam frasa adjektival. yang dari tadi menangis meminta es krim. wanita itu mencubit anaknya. dan merah pada merah jambu (36) juga merupakan adjektiva yang menjadi .2 Adjektiva sebagai Inti Selain dapat berfungsi sebagai atribut. Tampak bahwa bingung pada agak bingung (31). sedangkan kata agak dan tidak merupakan adverbia yang berfungsi sebagai pewatas. dan sabar pada tidak sabar (32) merupakan adjektiva yang menjadi inti pada frasa tersebut. (32) Karena tidak sabar. s dangkan kata sekali e merupakan adverbia yang berfungsi sebagai pewatas. Selanjutnya. (35) Pemuda itu memakai kemeja berwarna biru langit.2. (33) Pemandangan dari puncak Nangorak indah sekali. Jelas terlihat bahwa indah pada indah sekali (33) dan pandai pada pandai sekali (34) merupakan adjektiva yang menjadi inti pada frasa tersebut. dan mempunyai dua macam struktur. kata biru pada biru langit (35). (34) Dia pandai sekali dalam mata pelajaran Geografi. (31) Dia agak bingung dalam memilih salah satu dari mata kuliah yang ditawarkan dosen walinya. dan (b) D – M. (36) Sepatu merah jambu itu sangat cocok dipakai Yasinta.

inti pada frasa tersebut. Kata pertama sebagai unsur D adalah adjektiva dan kata kedua sebagai unsur M merupakan adverbia pada (33 dan 34). orang yang lanjut usianya (c) frasa adjektival dengan konstituen pembaku pada komparatif. misalnya : alasan yang lebih jelas daripada yang lain itu. yaitu : (a) frasa adjektival dengan konstituen pemodifikasi penegas negatif. kurang baik . Frasa adjektival indah sekali (33). misalnya : tidak sehat. pada ekuatif. misalnya : sukar semata-mata. dengan penegas refleksif. lima kali sebesar itu . misalnya : mawas diri. pada superlatif. dan merah jambu (36) memiliki struktur D – M. misalnya : teman yang angkuh hatinya. ruparupanya tidak puas (b) frasa adjektival dengan konstituen nomina milik tak terasingkan. biru langit (35). seda ngkan kata langit dan jambu merupakan nomina yang berfungsi sebagai pewatas. misalnya : orang yang terkaya di dunia . pandai sekali (34). jahat belaka (e) frasa adjektival dengan konstituen nomina pengukur. dengan penegas modal. misalnya : rak buku setinggi itu. mobil yang lebih murah daripada mobil Amerika . misalnya : jalan yang lebih lebar tiga meter. misalnya : kiranya setuju. dan pada (35 dan 36) adalah nomina. Verhaar (2001:360) membagi jenis frasa adjektival berdasarkan konstituen bawahan menjadi enam. Selanjutnya. bangga diri . bintang sebesar matahari (d) frasa adjektival dengan konstituen adverbia (atau frasa adverbial) derajat.

menggembirakan. dan 41) merupakan adjektiva polimorfemis yang dapat juga menduduki fungsi predikatif. (41) Senja itu langit kemerah-merahan.3 Adjektiva dengan Fungsi Predikatif Adjektiva menjalankan fungsi predikat atau pelengkap dalam klausa dan kalimat dikatakan dipakai secara predikatif. Pelengkap pada umumnya berada di sebelah kanan predikat dan dapat didahului oleh preposisi. Kata kebesaran. 2. Hubungan antara predikat verba dan pelengkap sangatlah . (40) Berita itu sangat menggembirakan. Kata langsing dan besar pada kalimat (37 dan 38) ters ebut adalah adjektiva monomorfemis yang berfungsi sebagai predikat. profesor yang terkenal di bidang kimia. 2. Selain itu jika kalimat dipasifkan. (38) Jendela rumahnya besar dan menghadap ke taman dengan kolam besar di tengah-tengahnya.4 Adjektiva dengan Fungsi Pelengkap Pelengkap merupakan suatu fungsi sintaksis yang dapat diisi oleh adjektiva dan merupkan bagian predikat verbal. misalnya : orang yang jujur dalam hal ini. 40. pelengkap tidak dapat dijadikan subjek. (37) Tubuh gadis itu langsing. (39) Sepatu anak itu kebesaran. Seperti tampak pada kalimat berikut. dan kemerah-merahan pada kalimat (39.(f) frasa adjektival dengan konstituen nomina “aspek”.

keibuan. dan menjadi (44). (Sasangka. Kata segar.erat dan tidak dapat dipisahkan (Sasangka et al. yaitu terlihat (42). kesatuan pengertian konstruksi tersebut menjadi tidak utuh dan tidak gramatikal. melarat. Fungsi pelengkap yang diisi oleh adjektiva tampak pada contoh berikut. berarti (43). (46) Perilaku gadis itu sangat keibuan.5 Adjketiva dengan Fungsi Keterangan Keterangan merupakan unsur yang bukan inti di dal kalimat. (43) Hidup secara ekonomis tidak berarti melarat. (47) Dia merasa tersanjung dengan pujian pemuda itu. (45) Peralihan generasi itu bersifat alamiah. dan adjektiva tersanjung berasal dari verba tersanjung yang merupakan transposisi (derivasi zero). 2. 2000: 52). Adjektiva is g alamiah merupakan hasil pengafiksan dengan sufiks – iah.terutama am keterangan yang sejajar dengan subjek dan predikat atau keterangan yang menerangkan . (44) Tiba – tiba siang itu menjadi gelap sehingga kendaraan bermotor harus menyalakan lampu. dan tersanjung merupakan adjektiva polimorfem yang menduduki fungsi pelen kap. Jika adjektiva yang berfungsi sebagai pelengkap di atas dihilangkan.an. Jika kalimat (45 – 47) dicermati. tampak bahwa alamiah. (42) Tanaman – tanaman yang telah dibersihkan dan disiram terlihat segar. 2000: 53). Adjektiva keibuan merupakan hasil pengafiksan ke. dan gelap pada kalimat (42 – 44) di atas merupakan adjketi a v monomorfemis yang berfungsi sebagai pelengkap dan mengikuti predikat kalimat.

agak luas.1 Adjektiva Bertaraf Adjektiva bertaraf dapat dibagi atas (1) adjektiva pemeri sifat. dan (b) adjektiva tak bertaraf yang mengungkapkan keanggotaan dalam suatu golongan. panas . Pembedaan adjektiva yang bertaraf dari adjektiva yang tidak bertaraf bertalian dengan mungkin tidaknya adjektiva itu menyatakan berbagai tingkat kualitas dan berbagai tingkat bandingan. agak. misalnya : sangat buntu. bahwa tanpa ada keterangan atau letak fungsi keterangan dapat dikedepankan kalimat tetap gramatikal (`Sasangka. lebih gemuk. Perhatikan kalimat berikut. Tampak bahwa kata cepat (48) dan nyaring (49) merupakan adjektiva monomorfemis yang menduduki fungsi keterangan. paling tunggal. Contoh : (50) aman. paling kaya. dan paling . misalnya sangat jelas. dangkal. 3. dingin.kalimat/klausa secara keseluruhan. Untuk maksud itu dapat dipakai kata seperti sangat. ganas. lebih kekal. kebal. Adjektiva tak bertaraf. 3. Perilaku Semantis Adjektiva Alwi et al (2003:172) membagi adjektiva secara semantis menjadi dua tipe pokok (a) adjektiva bertaraf yang mengungkapkan suatu kualitas. cocok. Hal itu berarti. (49) Tangisan bayi itu terdengar nyaring. lebih. agak genap. tidak dapat diberi pewatas tersebut. bersih. 2000: 55). sebaliknya. yaitu adjektiva yang dapat memerikan kualitas dan intensitas yang bercorak fisik atau mental. (48) Bis malam itu berjalan cepat.

perabaan (61). putih timah (54) biru muda. jingga. biru langit. singkat. tebal. hijau daun. atau keadaan berada atau berlangsung sebagai pewatas. kuning. segera. tinggi.hitaman (4) adjektiva waktu. gembira. renggang (6) adjektiva sikap batin merupakan adjektiva yang bertalian dengan pengacuan suasana hati atau perasaan. lembut. hitam arang.(2) adjektiva ukuran. yaitu d penglihatan (58). coklat tua. kecil. dekat. yaitu adjektiva yang mengacu ke masa proses. Contoh : (52) merah. mendadak (5) adjektiva jarak mengacu ke ruang antara ruang antara dua benda. putih. sayang. jemu. atau maujud sebagai pewatas nomina. pendengaran (59). tipis (3) adjektiva warna merupakan adjketiva yang mengacu ke berbagai warna. larut. lambat. kagum. cepat. Contoh : (58) gemerlap. gaduh. hijau. coklat kemerah – merahan. kelabu kehitam . biru. cemas. hitam. terang (59) bising. pendek. kuning emas. Contoh : (51) berat. Contoh : (56) jauh. penciuman atau penghiduan (60). Contoh : (57) bahagia. Cotoh : (53) merah bata. lembayung Juga berbagai corak warna (53) dan warna dengan berbagai nuansa (54) . perbuatan. semu kuning. ringan. tempat. yakin (7) adjektiva cerapan adalah a jektiva yang bertalian dengan pancaindera. serak . jarang. suram. lebat. rapat. akrab. Contoh : (55) lama. jahat. dan pencitarasaan (62). yaitu adjektiva yang mengacu ke kualitas yang dapat diukur dengan ukuran yang sifatnya kuantitatif.

pelak . gaib. ganda. genap. Sesuatu ada di dalamnya atau di luarnya. bundar. kelat. busuk. tentu. enak. mutlak. halus. keras. wangi (61) basah. lurus. kekal. lembut (62) asam. buntu. bulat. Contoh : (63) abadi. lonjong. Kehadirannya di dalam lingkungan itu tidak dapat bertaraf – taraf. niskala.(60) anyir. lancung.2 Adjektiva Tak Bertaraf Adjektiva tak bertaraf menempatkan acuan nomina yang diwatasinya di dalam kelompok atau golongan tertentu. lezat. sah. bengkok. tunggal. manis 3.

J.DAFTAR PUSTAKA Alwi. Asas-Asas Linguistik Umum. M 2001. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. W. Hasan dkk 2003. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia.W dkk 2000. Jakarta: Balai Pustaka. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. . Verhaar. Kridalaksana. Harimurti 2005. Jakarta: Rineka Cipta. Adjektiva dan Adverbia dalam Bahasa Indonesia. Chaer. Abdul 2006. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Sasangka. Sry Satrya T.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->