P. 1
PERILAKU ORGANISASI

PERILAKU ORGANISASI

|Views: 3,643|Likes:
Published by Roedi Hermaone

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Roedi Hermaone on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

PERILAKU ORGANISASI

MATERI
Bagian pertama

PERILAKU; PERBEDAAN INDIVIDU

1.Pendahuluan:

Memberi gambaran umum tentang materi yang akan dipelajari
selama satu semester:
•Perilaku ndividu
•Perilaku kelompok
•Perilaku organisasi
•Hasil akhir adalah prestasi

2.Perilaku dan perbedaan Individu;
Variabel kemampuan
Variabel keterampilan
Variabel psikologi,
Variabel organisasi

3.Teori motivasi dan aplikasi
4.Imbalan hukuman dan disiplin
5.Stess dan individu

Bagian kedua
KELOMPOK DAN PENGARUHNNYA PADA PRIBADI

1.Perilaku kelompok
2.Perilaku dan konflik
3.Kekuasaan dan politik
4.Kepemimpinan

Bagian ketiga
STRUKTUR ORGANISASI

1.Disain pekerjaan
2.Disain organisasi

Bagian keempat
PROSES ORGANISASI

1.Komunikasi
2.Evaluasi Prestasi

By : Rudi Hermaone

1

PERILAKU ORGANISASI

PERLAKU DAN PERBEDAAN INDIVIDU

Pengertian, secara harfiah perilaku organisasi meliputi
perilaku dan organisasi. Perilaku adalah tindakan atau
pertanyataan yang diawali oleh: afeksi yaitu tanggapan emosi;
suka atau tidak, kognisi; keyakinan/logic, perilaku; action.
Sedang organisasi adalah suatu kesatuan yang
menggambarkan pola hubungan dan kerja untuk mencapai
tujuan. Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa perilaku
organisasi adalah suatu kajian tentang individu, kelompok dan
organisasi dalam mencapai tujuan/prestasi baik secara individu
kelompok dan organisasi. Sementara Gibson menekankan
pada penelahan tentang individu dan kelompok dalam
lingkungan organisasi.
Dari pengertian di atas menggambarkan perilaku organisasi
adalah:

a.cara berpikir (way of thinking) dari individu, kelompok yang
akan mewarnai cara berikir organisasi.
b.Interdisipliner artinya memadukan disiplin ilmu yang telah
ada seperti sosiologi, ontropologi dan manajemen serta
psikologi.

c.Orientasi humanistik (humanistic orientation) orang berikut
sikap, persepsi, kapasitas belajar, perasaan dan tujuan.
d.Orientasi pada prestasi,
e.Orientasi lingkungan eksternal.

By : Rudi Hermaone

2

PERILAKU ORGANISASI

Variabel Individu
1. Kemampuan
; sifat yang dibawa lahir atau dipelajari yang
memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan
pekerjaan, meliputi:
a.keluwesan dan pertimbangan dan kecepatan
b.kepasihan
c.jalan pikiran induktif dan deduktif
d.ingatan yang luar biasa
e.kecakapan dalam angka

2. Keterampilan; kecakapan yang berhubungan dengan tugas
dan dipergunakan seseorang pada waktu tepat dalam
melakukan sesuatu atau pekerjaan, eliputi:

a.kekuatan dinamis: kekuatan otot menggunakan tenaga
secara berlanjut dan berulang-ulang
b.kelenturan mengolah tubuh
c.koordinasi tubuh
d.keseimbangan tubuh
e.stamina

3.Latar belakang

- Keluarga
- Tingkat social
- Pengalaman

By : Rudi Hermaone

3

PERILAKU ORGANISASI

4.Demografis

- Umur; perilaku apa yang dimunculkan pada setiap pase
umur tertentu yang berpengaruh pada prestasi?
- Asal usul; apakah ya benar
- Jenis kelamin; jenis kelamin mana yang berprestasi ?

5.Variabel Psikologis
-Persepsi
; proses kognitif yang dipergunakan seseorang
untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitar contoh:
stereotif adalah kemampuan daln menafsirkan secara
sama rata terhadap sesuatu.
-Sikap; dipelajari pada periode tertentu, diorganisir lewat
pengalaman dan menimbulkan pengaruh tertentu
terhadap perilaku tertentu pada individu contoh;
dissonansi kognitif artinya tidak sesuai/tidak
sependapat tapi ada usaha untuk menyesuaikan
diri.
-Kepribadian; pola perilaku dan poses mental yang
unik, yang mencirikan seseorang, mencakup:
a.kepribadian adalah totalitas yang
terorganisir
b.kepribadian dapat diamati dan diukur
c.kepribadian mempunyai dasar biologis
namun perkembangannya banyak
dipengaruhi oleh lingkungan social dan
budaya

By : Rudi Hermaone

4

PERILAKU ORGANISASI

d.kepribadian mencakup ciri umum dan khas
yang membedakan dengan yang lain.
Seperti:
Androgini; didalam diri sesorang terdapat
2 karakter yang seimbang antara karakter
perempuan (feminim) dan laki (jantan).
Machiavellianisme: corak perilaku yang
bersifat manipulatif dan sinis pada orang
lain.
Berdasarkan uraian di atas batasan kepribadian adalah
seperangkat karakteristik yang relatif mantap, kecenderungan
dan perangai yang ditentukan oleh keturunan, social, budaya,
dan lingkungan. Di samping itu Kepribadian diwarnai oleh:
a. Id; kepribadian primitif dan tidak sadar bekerja berdasarkan
nafsu tanpa memperhitungkan nilai-nilai.
b. superego; bekerja dengan kendali hati nurani
c. ego; wasit antara id dan superego atau pengendali dalam

diri.

6.Variabel Organisasi

-Sumberdaya yang ada pada organisasi
-Kepemimpinan
-Imbalan
-Struktur
-Disain pekerjaan

By : Rudi Hermaone

5

PERILAKU ORGANISASI

TEORI MOTIVASI DAN APLIKASI:

Abbas memberi batasan, motivasi adalah dorongan untuk pemenuhan akan sesuatu
yang dirasa kurang pada preode tertentu. pendapat yang hampir sama dari Gibson
kekuatan yang ada dalam diri individu yang mengarahkan perilaku. titik tolak adalah
kebutuhan dan keinginan

HAL DI ATAS MEMBERI INDIKASI BAHWA KEKURANGAN BERKAITAN DENGAN
WAKTU DAN RUANG/T4. TIAP INDIVIDU MEMILIKI TINGKAT KEBUTUHAN YANG
BERBEDA TERGANTUNG POSISI/KEADAAN SEKARANG DAN YANG AKAN
DATANG TERMASUK INDIVIDU TIDAK AKAN MAMPU MEMAHAMI MASA DEPAN.
YANG PASTI ADALAH PERUBAHAN YANG MENGANDUNG KETIDAK PASTIAN.
DENGAN DEMIKIAN LALU MANUSIA MEMILIKI SEMANGAT.

AKAN BERBEDA HALNYA BILA SESEORANG DAPAT MEMAHAMI APA YANG
AKAN TERJADI MINGGU, BULAN, TAHUN BESOK. SEPERTI KEMATIAN,
BENCANA, KEKAYAAN ATAU KEMISKINAN DAN PENDERITAAN SEKALIPUN.
BAHASA YANG PALING SEDERHANA TENTANG MASA DEPAN ADALAH
PREDIKSI.

PENGELOMPOKAN SKALA KEBUTUHAN:
•SANGAT PENTING DAN SANGAT SEGERA
•SANGAT PENTING DAN TIDAK SEGERA
•PENTING DAN SANGAT SEGERA
•PENTING DAN TIDAK SEGERA
•SANGAT TIDAK PENTING SANGAT TIDAK SEGERA

BEBERAPA TEORI MOTIVASI

TEORI MOTIVASI
A. ABRAHAM MASLOW(NEED HIERARCHY)

•FISIOLOGIS, KEBERLANGSUNGAN HIDUP
•KESELAMATAN DAN KEAMANAN (SEFETY/SECURITY)
•RASA MEMILIKI/DIHARGAI (BELONGINGNESS)
•HARGA DIRI(ESTEEMS)
•PERWUJUDAN DIRI(SELF ACTUALIZATION) DALAM BENTUK
KEMAMPUAN, KEAKHLIAN, POTENSI
SELANJUTNYA DAPAT DILIHAT PADA TES INDIVIDUAL.

CLOSE UP:

ORGANISASI Menaksir Pentingnya Kebutuhan

Daftar pertanyaan telah dikembangkan untuk digunakan dalam studi riset,
program :Pelatihan dan diskusi kelompok untuk memperoleh pandangan yang
mendalam tentang kebutuhan dan motivasi yang didasarkan atas hirarki

By : Rudi Hermaone

6

PERILAKU ORGANISASI

kebutuhan Maslow. Salah satu penggunaan yang sangat luas dari daftar
pertanyaan tersebut dilakukan oleh Lyman W. Porter. Meskipun sekarang anda
tidak sedang bekerja pada sesuatu organisasi, hal ini akan menarik untuk
diketahui betapa pentingnya berbagai karakteristik kebutuhan bagi anda. Jika
anda sekarang sedang tidak bekerja, anda dapat menggunakan salah satu
jenis pekerjaan (yang anda sukai) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut.

Anda diminta menunjukkan betapa pentingnya setiap karakteristik tersebut
bagi anda. Jawablah menurut perasaan sesuai dengan macam pekerjaan anda
yang terakhir atau pekerjaan yang anda punyai sekarang. Lingkari nomor pada
skala yang sesuai dengan perasaan anda.
1=ASTP, 2=STP, 3=TP, 4=S, 5=P, 6=SP, 7= ASP

1.Perasaan harga diri seseorang yang diperoleh karena memegang
pekerjaan tersebut 1 2 3 4 5 6 7

2. Kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi

dalam pekerjaan tersebut

1 2 3 4 5 6 7

3.Prestise pekerjaan tersebut dalam perusahaan yang bersangkut

an (hormat yang diterima dari pegawai lain dalam perusahaan)

1 2 3 4 5 6 7

4. Kesempatan untuk berpikir dan bertindak bebas dalam pekerjaan

1 2345 6 7

5 Perasaan aman dalam pekerjaan

1 2345 6 7

6. Perasaan pemenuhan diri yang diperoleh seseorang karena menduduki posisi

tersebut (perasaan mampu untuk menggunakan kemampuan seseorang,

mewujudkan potensi seseorang).

2 3 4 5 6 7.

7. Prestise pekerjaan tersebut di luar perusahaan (yaitu, hormat yang diterima

dari orang lain di luar perusahaan)

1 2 3 4 5 6 7

8. Kesempatan dalam pekerjaan itu untuk memberi bantuan pada

orang lain.

123456 7

9. Rasa berprestasi yang bermanfaat dalam pekerjaan itu.

1 2 3 4 5 6 7

By : Rudi Hermaone

7

PERILAKU ORGANISASI

10. Kesempatan dalam pekerjaan itu untuk berpartisipasi meru
muskan tujuan.

,

1234567

11. Kesempatan dalam pekerjaan itu untuk berpartisipasi menen
tukan metode dan prosedur.

1234567

12. Wewenang sehubungan dengan pekerjaan itu.1234567

13. Kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang akrab
dengan rekan-rekan dalam pekerjaan itu.

1234567

Sekarang anda telah melengkapi pertanyaan di atas, berilah skor sebagaiberikut:

Skor pertanyaan 5 =………………… Dibagi 1 = keamanan.
Skor pertanyaan 9 dan 13 =……… Dibagi 2 = sosial.
Skor pertanyaan 1, 3, 7 =……… . Dibagi 3 = harga diri.
Skor Pertanyaan 4,10,11,12=…….. Dibagi 4 = otonomi
Skor Pertanyaan 2,6,8 =……………. Dibagi 3 = perwujudan diri

B.ERG. ALDERFER

•EXISTENCE (ESISTENSI) :PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK
SEBAGAI SYARAT KELANGSUNGAN HIDUP
•(RELAITEDNESS) KETERKAITAN :HUBUNGAN SOSIAL, PRIBADI
•GROWTH (PERTUMBUHAN): MAJU

C.HERZBERG

MENGELOMPOKAN KEBUTUHAN ATAS :
•EKSTRINSIK

=UPAH/GAJI
=JAMINAN PEKERJAAN,
=KONDISI KERJA,
=STATUS,
=PROSEDUR PERUSAHAAN,
=SUPERVISI,
=MUTU HUBUNGAN.

•INTRINSIK

=PRESTASI (ACHIEVEMENT)
=PENGAKUAN (RECOGNATION)
=TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)
=KEMAJUAN (ADVENCEMENT)
=PEKERJAAN ITU SENDIRI
(THE WORK IT SELF)
=KEMUNGKINAN BERKEMBANG
(THE POSSIBILITY OF GROWTH)

D. McCELLAND:

By : Rudi Hermaone

8

PERILAKU ORGANISASI

KEBUTUHAN AKAN PRESTASI
a. ukuran hasil adalah prestasi
b. pendekatan rasional
c. pemampaatan maktu maksimal
d. maniak kerja
e. pulang sampai larut malam

KEBUTUHAN AKAN AFILIASI
a. ukuran sukses pada seberapa kecil
b. dinamika/gejolak
c. stabilitas merupakan prioritas
d. harmonisasi akan melahirkan prestasi

KEBUTUHAN AKAN KEKUASAAN
a. ukuran sukses pada kedudukan,
kekuasaan, jabatan formal
b setiap peluang dimanfaatkan untuk
keamanan kedudukan
c. bicara diarahkan untuk mencari
dukungan
d. Senang akan pujian
e. gaya politikus

By : Rudi Hermaone

9

PERILAKU ORGANISASI

KEKUASAAN DAN POLITIK

PENDAHULUAN
Bagian yang mewarnai organisasi adalah kekuasaan dan
politik, suatu yang merasuk keseluruh sendi kehidupan
organisasi. Untuk itu perlu pemahaman yang jelas akan hal
tersebut. Warren Bennis, ini adalah rahasia terakhir yang kotor
dari organisasi, pada sisi yang lain merupakan mekanisme
yang secara berlanjut untuk mencapai tujuan organisasi,
kelompok dan individu. Kekuasaan dianggap kotor karena
sebagian orang menggunakannya dengan menyakiti orang lain
untuk maksud menguntungkan seseorang. Jika kekuasaan
digunakan dengan cara yang etis dan jujur tidak ada yang kotor
dalam kekusaan.

PENGERTIAN
Kekuasaan adalah

kemampuan mempengaruhi,
menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu seperti
yang diinginkan, sedang wewenang adalah kekuasan yang
dimiliki seseorang karena menduduki posisi dalam organisasi.
Dengan demikian wewenang melekat pada posisi, wewenang
ada karena posisi bukan karena karakteristik pribadi yang
khusus.

SUMBER KEKUASAAN
Kekuasaan antar pribadi:
•legitimasi(legitimate power)
•imbalan (reward power)
•paksaan (coersive power)
•ahli (expert power)
•refere (reference power)
Kebutuhan akan kekuasaan
McClelland memberikan karakteristik terhadap manajer bahwa
dalam dara seseorang mengalir tiga kebutuhan antara lain:
kebutuhan akan prestasi, afiliasi, kekuasaan; untuk kebutuhan
kekuasaan tergambar seperti:

By : Rudi Hermaone

10

PERILAKU ORGANISASI

•kebutuhan kekuasaan yang tinggi
•menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan
•mempraktekkan gaya partisifatif

•mengembangkan hubungan yang akrab dengan orang lain

KEKUASAAN DAN STRUKTUR
Prefter mengemukakan bahwa kekuasaan ditentukan oleh struktur.
Struktur organisasi menentukan mekanisme pengendalian organisasi,
menentukan pola komunikasi, menciptakan kekuasaan dan wewenang.

Kekuasaan sumberdaya:
Kekuasaan mengambil keputusan:
Kekuasaan informasi
Kekuasaan antar organisasi
Menanggulangi ketidak pastian
Kemampuan untuk mengganti
Sebagai titik sentral

KEKUASAAN DAN WEWENANG

A. Argumentasi pro dan kontra.

Warren Bennis dalam penelitian pada sebuah perusahaan
berkesimpulan "pembagian kekuasaan adalah rahasia akhir yang kotor
dari organisasi." Sementara Abbas berpendapat lain bahwa kekuasaan
bukanlah rahasia akhir yang kotor dalam organisasi melainkan karena
sebagian orang dengan cara yang tidak sehat, tidak etis dan tidak jujur
termasuk mementingkan diri/kelompok dengan menyakiti orang dalam
batas kekuasaan. Namun yang pasti bahwa setiap kekuasaan akan
melahirkan dua kutup yakni pro dan kontra.

Argumentasi pro; kekuasaan secara tradisional dipandang sebagai
pemilik kekayaan, pemilik kekayaan adalah manajer professional. Agar
tercipta pemerataan kekayaan manajer membagi kekuasaan untuk
menciptakan kerja sama yang produktif antara manajer dengan
kelompok karyawan non manajer.

Argumentasi kontra; pembagian kekuasaan adalah suatu mimpi, dan
mitos, karena setiap organisasi harus ada suatu titik pusat kekuasaan.
Mimpi tidak ditemukan dalam perusahaan. Manajemen tidak membagi
kekuasan karena ia harus mengambil keputusan yang cepat dan tegar.
Membagi kekuasaan sama dengan berteori sedang yang dibutuhkan

By : Rudi Hermaone

11

PERILAKU ORGANISASI

adalah kepraktisan, disamping manfaat dan biaya pembagian kekuasaan
tidak seimbang.

Kekuasaan dan Wewenang
Kekuasaan adalah orang yang dapat menyuruh orang lain untuk
melakukan sesuatu seperti yang ia inginkan. Si A mempunyai kekuasaan
terhadap si B, bila disuruh tidak ada pilihan lain kecuali melakukannya.
Sementara wewenang, seseorang yang menduduki jabatan dalam
hirargi organisasi yang mempunyai wewenang formal karena posisi
tersebut.

B. Basis Kekuasaan
1. Kekuasaan antarpribadi
a.Kekuasaan legitimasi (legitimate power)
b.Kekuasaan imbalan (reward power)
c.Kekuasaan paksa (coercive power)
d.Kekuasaan akhli (exspert power)
e.Kekuasaan referensi (referent power)
Untuk a,b,c penekanan pada organisasi sedang d dan e lebih
Diwarnai oleh pribadi.

Kembangakan dalam bentuk penelitian
n=……
A=
B=
C=
D=
E=
Kesimpulan:
……………………………………………………………………………
……………………………………………….

Bagaimana dengan kelaluan tentang kekuasaan ?
Sepanjang sejarah, kekuasaan memiliki pesona seperti yang
digambarkan dalam kepustakaan Cina kuno:
a. menjinakkan diri pada yang agung (the taming power of
the great)
b. kekuasaan cahaya (the power of light)
c. kekuasaan kegelapan (the power of dark)
Kekinian akan kekuasaan dinegara anda? Khusus dibidang
politik ? kesan Abbas terhadap pencari kekuasaan:
a.Banyak yang mencaci maki kegelapan tetapi sedikitpun usaha
untuk menyalakan lilin tidak ada.

By : Rudi Hermaone

12

PERILAKU ORGANISASI

b.Penderita sakit syaraf yang menutup-nutupi perasaan rendah
diri, kecemasan, kebencian.
c.Mengganti kekuasaan karena kurangnya rasa kasih saying,
kurangnya persahabatan.
d.Mencoba mengkompensasikan rasa kasih sayang yang hilang
dimasa anak-anak.
Menurut McCelland, manajer yang efektif:
a.Kebutuhan kekuasaan yang tinggi
b.Kekuasaan untuk organisasi
c.Kekuasaan untuk regenerasi (kader)
d.Tidak konsentrasi pada hubungan yang akrab dengan
seseorang.
3. Kekuasaan Struktural
Struktur organisasi menciptakan kekuasaan dan wewenang formal
dengan menghususkan orang-orang tertentu untuk melaksanakan tugas
sesuai bidangnya, yang mengandung tanggung jawab, kewajiban dan
hak-hak istimewah sebagai konsekuensi jabatan. Kekuasaan tersebut
meliputi:

a.Kekuasaan sumberdaya
b.Kekuasaan pengambilan keputusan
c.Kekuasaan informasi

4. Kekuasaan antarorganisasi
a.menanggulangi ketidakpastian,
1) Mengambil keputusan walaupun sulit/berisiko tinggi
2) Menyediakan peramalan
3) Menyerap masalah dari unit
b.keterpusatan

1)Menjadi pusat perhatian dalam posisi yang tidak jelas
2) arus pekerjaan
c.Kemampuan
1)keterampilan
2)bakat
d. Simbol/lambang organisasi

IMBALAN HUKUMAN DAN DISIPLIN

A. Sasaran utama proses pemberian imbalan adalah untuk menarik
orang-orang menjadi anggota organisasi, mempertahankan mereka
untuk tetap datang bekerja, dan memotivasi mereka untuk
berprestasi tinggi.

By : Rudi Hermaone

13

PERILAKU ORGANISASI

B.Pada umumnya diketahui bahwa isyu proses pemberian imbalan
tertentu harus dibahas jika ingin mencapai sasaran. Yaitu, harus ada
imbalan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, orang
membandingkan antara imbalan yang mereka terima dan imbalan
yang diterima orang lain dan perbedaan individual dalam pilihan jenis
imbalan merupakan masalah yang penting dipertimbangkan.
C.Pimpinan dapat dan harus memberikan imbalan ekstrinsik dan
intrinsik. Imbalan ekstrinsik adalah imbalan dari luar pekerjaan,
seperti promosi, tunjangan, dan upah. Imbalan intrinsik berkenaan
dengan pelaksanaan pekerjaan. Termasuk di dalamnya tanggung
jawab, tantangan, dan pekerjaan yang bermanfaat.
D.Jika imbalan ekstrinsik atau intrinsik dimaksudkan untuk memotivasi
prestasi kerja yang baik, imbalan tersebut harus dipandang bernilai
oleh karyawan dan dikaitkan dengan prestasi yang diharapkan.
E.Para rnanajer mempunyai banyak sarana untuk mengelola imbalan
ekstrinsik dan intrinsik. Tiga dari metode yang populer adalah
penguatan positif, pemodelan, dan penerapan prinsip-prinsip teori
harapan.
F. Jika digunakan secara efektif, imbalan dapat mempengaruhi perilaku
organisasi, seperti keanggotaan dalam organisasi, pergantian
karyawan, keabsenan, Dan keikatan. Bukti-bukti riset yang
menunjukkan pengaruh imbalan terhadap perilaku masih agak
terbatas.

G.Beberapa strategi imbalan inovatif yang digunakan manajer
mencakup tunjangan tambahan model kafetaria, kredit liburan, dan
semua angkatan kerja bergaji. Strategi tersebut belum seluruhnya diuji
oleh para peneliti.

H.Hukuman banyak digunakan dalam organisasi, tetapi penggunaannya
tidak dipublikasikan secara luas karena pengertian negatif dari istilah
hukuman itu sendiri.
Hukuman adalah pelaksanaan suatu tindakan yang tidak disenangi
atau menghilangkan tindakan positif menyusul terjadinya suatu
tanggapan yang menurunkan frekuensi tanggapan tersebut.
Argumentasi yang menentang penggunaan hukuman dalam situasi
apapun meliputi dampak penindasan (penekanan), dampak
emosional sampingan yang tidak diharapkan, pengaruhnya yang
bersifat sementara, dan pengaruhnya terhadap karyawan lainnya.

I.

Penggunaan hukuman dalam suatu organisasi
memerlukan pertimbangan waktu pelaksanaan, intensitas,
penjadwalan,. kejelasan alasan, dan tidak bersifat pribadi.

By : Rudi Hermaone

14

PERILAKU ORGANISASI

PERILAKU KELOMPOK

Bab ini akan menyajikan suatu mode bagi anda untuk me-
mahami sifat kelompok dalam organisasi. Bab ini menggali
berbagai jenis kelompok, alasan terbentuknya, ciri-ciri
kelompok, dan beberapa hasil akhir keanggotaan kelompok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->