Konsep dasar keperawatan I

KONSEP DASAR KEPERAWATAN PERKEMBANGAN, KONSEP DAN TREN KEPERAWATAN

Disampaikan oleh : Dafid Arifiyanto.

Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. A. Sejarah Keperawatan Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini, keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang, berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia : 1. Mother Instink Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan, keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan, menggurangi stimulus kurang menyengkan, merawat anak, menyusui anak dan perilaku masih banyak perilaku lainnya. 2. Animisme Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabk oleh an arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang hidup atau pada alam ( batu besar, pohon, gunung, sungai, api, dll). Untuk mengupayakan penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus di usir, para dukun mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. Setelah dirasa mendapatkan kemampuan, para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan yang berasal dari alam. 3. Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa Pada tahap ini manusia sudah memiliki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa, manusia yang sakit disebabkan oleh kemarahan dewa. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil), dengan demikian dapat dikatakan bahwa kuil adalah tempat pelayanan kesehatan. 4. Ketabiban Mulai berkembang kemungkinan sejak ± 14 abad SM, pada masa ini telah dikenal teknik pembidaian, hygiene umum, anatomi manusia. 5. Diakones dan Philantrop Berkembang sejak ± 400 SM, para diakones memberikan pelayanan perawatan yang diberikan dari rumah ke rumah, tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu keperawatan kesehatan masyarakat. Philantop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari

keramaian dunia, dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan di pusat pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu. 6. Perkembangan ilmu kedokteran Islam Pada tahun 632 Masehi, Agama Islam melalui Nabi Muhamad SAW dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam keseluruh pelosok dunia. Selain menyebarkan ajaran agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pengobatan terhadap penyakit (kedokteran). 7. Perawat terdidik ( 600 1583 ) Pada masa ini pendidikan keperawatan mulai muncul, dimana program itu menghasilkan perawat-perawat terdidik. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. Pada awalnya perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana tenaga mereka diperbantukan dalam kegiatan perawatan paska terjadinya perang salib. Tokoh perawat yang terkenal pada saat (1182 1226) itu adalah St Fransiscas dari Asisi Italia. 8. Perawat Profesional (abad 18 19) Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu kedokteran dan keperawatan. Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa dalam pengembangan ilmu keperawatan, beliau mendirikan sekolah keperawatan moderen pada tahun 1960 di RS St. Thomas di London. Melihat perkembangan keperawatan di dunia dengan kemajuannya dari tahap yang paling klasik sampai dengan terciptanya tenaga keperawatan yang professional dan diakui oleh dunia internasional tentu dapat dijadikan cerminan bagi perkembangan keperawatan di Indonesia. Mengikuti perkembangan keperawatan di dunia, keperawatan di Indonesia juga terus berkembang, adapun perkembangannya adalah sebagai berikut : 1. Seperti halnya perkembangan keperawatan di dunia, di Indonesia pada awalnya pelayanan perawatan masih didasarkan pada naluri, kemudian berkembang menjadi aliran animisme, dan orang bijak beragama. 2. Penjaga orang sakit (POS/zieken oppasser) Sejak masuknya Vereenigge oost Indische Compagine di Indonesia mulai didirikan rumah sakit, Binnen Hospital adalah RS pertama yang didirikan tahun 1799, tenaga kesehatan yang melayani adalah para dokter bedah, tenaga perawat diambil dari putra pertiwi. Pekerjaan perawat pada saat itu bukan pekerjaan dermawan atau intelektual, melainkan pekerjaan yang hanya pantas dilakukan oleh prajurit yang bertugas pada kompeni. Tugas perawat pada saat itu adalah memasak dan membersihkan bagsal (domestik work), mengontol pasien, menjaga pasien agar tidak lari/pasien gangguan kejiwaan. 3. Model keperawatan Vokasional (abad 19) Berkembangnya pendidikan keperawatan non formal, pendidikan diberikan melalui pelatihan-pelatihan model vokasional dan dipadukan dengan latihan kerja. 4. Model keperawatan kuratif (1920) Pelayanan pengobatan menyeluruh bagi masyarakat dilakukan oleh perawat seperti imunisasi/vaksinasi, dan pengobatan penyakit seksual. 5. Keperawatan semi profesional Tuntutan kebutuhan akan pelayanan kesehatan (keperawatan) yang bermutu oleh masyarakat, menjadikan tenaga keperawatan dipacu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan. Pendidikan-pendidikan dasar keperawatan dengan sistem magang selama 4 tahun bagi lulusan sekolah dasar mulai bermunculan. 6. Keperawatan preventif Pemerintahan belana menganggap perlunya hygiene dan sanitasi serta penyuluhan dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah, pemerintah juga menyadari bahwa tindakan

tugas. Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut. Diilhami dari hasil lokakarya itu maka didirikanlah akademi keperawatan. pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit. Pengertian Keperawatan Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut. Perkembangan keperawatan semakin nyata dengan didirikannya organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia tahun 1974. kemudian disusul pendirian PSIK FK-UI (1985) dan kemudian didirikan pula program paska sarjana (1999). disamping itu juga didirikan sekolah bagi guru perawat dan bidan untuk menjadi guru di SPR. Tyalor C Lillis C Lemone (1989) mendefinisikan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara. holistic berdasarkan ilmu dan kiat. pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri.kuratif hanya berdampak minimal bagi masyarakat dan hanya ditujukan bagi mereka yang sakit. Depkes RI dan DPP PPNI. perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Pendidikan itu diberuntukan bagi mereka lulusan SLTP ditambah pendidikan selama 3 tahun. Definisi Perawat Definisi perawat menurut UU RI. Pada masa itu mulai terjadi suatu masa transisi/pergeseran pola . No. Tren Keperawatan Setelah tahun 2000. membantu dengan melindungi seseorang karena sakit. B. Definisi perawat menurut ICN (international council of nursing) tahun 1965. keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak. Menuju keperawatan profesional sejak Indonesia merdeka (1945) perkembangan keperawatan mulai nyata dengan berdirinya sekolah pengatur rawat (SPR) dan sekolah bidan di RS besar yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. C. perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk memberikan pelayanan keperawatan yan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan. fungsi dan kompetensi tenaga perawat professional di Indonesia. Pada tahun 1937 didirikan sekolah mantri higene di Purwokerto. D. pendidikan ini terfokus pada pelayanan kesehatan lingkungan dan bukan merupakan pengobatan. 8. Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. luka dan proses penuaan. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau memalui upaya kolaborasi. 7. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. ditetapkan definisi. Keperawatan profesional Melalui lokakarya nasional keprawatan dengan kerjasama antara Depdikbud RI.

Keterlambatan pengakuan body of knowledge profesi keperawatan. terjadi peningkatan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi. lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan. Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional. Penyempurnaan organisasi keperawatan Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya. diantaranya : 1.. Keadaan itu menyebabkan berbagai macam dampak pada aspek kehidupan masyarakat khususnya aspek kesehatan baik yang berupa masalah urbanisaasi. Selain itu semua penerapan model praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien. kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social budaya. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan. memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. Keterlambatan system pelayanan keperawatan. maka solusi yang harus ditempuh adalah : 1. ( standart. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang keperawatan. Pergeseran pola nilai dalam keluarga dan umur harapan hidup yang meningkat juga menimbulkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelompok lanjut usia serta penyakit degeneratif. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM pengajar. sedangkan di negara barat pada tahun 1869. dan kurangnya pemukiman sehat bagi penduduk. Tahun 1985 pendidikan S1 keperawatan pertama kali dibuka di UI. pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan berkelanjutan. disamping meningkatnya angka kejadian penyakit klasik yang berhubungan dengan infeksi. Memantapkan system pelayanan perawatan professional Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi. 2. Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan . Namun demikian upaya untuk mewujudkan perawat yang professional di Indonesia masih belum menggembirakan. 3. kurang gizi. kecelakaan. lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan. 2. lisensi ) Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan ³ sehat untuk semua pada tahun 2010 ³. Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan professional. 3. pengembangan teknologi keperawatan. Pengembangan pendidikan keperawatan. Keterlambatan pengembangan pendidikan perawat professional.kehidupan masyarakat dimana pola kehidupan masyarakat tradisional berubah menjadi masyarakat yang maju. Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen. memiliki kemampuan professional. peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. pencemaran. bentuk praktik keperawatan. banyak factor yang dapat menyebabkan masih rendahnya peran perawat professional.

Tanggung gugat berarti perawat bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukannya terhadap klien. Otonomi melibatkan kemandirian. fungsi dan tanggung jawab anggota profesi. dan memperhatikan kode etik keperawatan. (Johnstone. perasaan ingin membantu). komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. keadaanekonomi dan sebagainya. memberikan harapan yang memadahi. kesedian mengambil resiko dan tanggung jawab serta tanggung gugat terhadap tindakannya sendiribegitupula sebagai pengatur dan penentu diri sendiri. Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. Komitmen perawat guna memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu baik secara mandiri ataupun melalui jalan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sangat penting dalam terwujudnya pelayanan keperawatan professional. Kendali mempunyai implikasi pengaturan atau pengarahan terhadap sesuatu atau seseorang. Beneficience selalu mengupayakan keputusan dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. ras. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama.kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat. kasih sayang. 3. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. social budaya. Fidelity Berperilaku caring (peduli. kendali dan tanggung gugat Otonomi merupakan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan tindakan secara mandiri. Body of Knowledge b. Bagi profesi keperawatan. menetapkan peran. Otonomi. PARADIGMA KEPERAWATAN . selalu berusaha menepati janji. c. Nilai professional yang melandasi praktik keperawatan dapat di kelompokkan dalam : 1. harus ada kewenangan untuk mengendalikan praktik. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. 2. Nilai intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari a. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. komitmen moral dan tanggung jawab etik. Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. 1994) b. Hak otonomi merujuk kepada pengendalian kehidupan diri sendiri yang berarti bahwa perawat memiliki kendali terhadap fungsi mereka.

gastrointestinal. a. · Lingkungan social adalah lingkungan yang memungkinkan terjadinya interaksi antar sesama manusia sehinga terbentuk tatanan kehidupan bermasyarakat yang dinamis. minum. eliminasi. makan. namun demikian sebenarnya manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dan utuh meliputi bio-psiko sosio dan spiritual. · Spiritual merupakan unsure hakiki sebagai modal dasar dalam menjalankan kehidupan. 1997 ) Paradigma adalah suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas anggota suatu kelompok ilmiah. persepsi. Komponen roh merupakan komponen yang tak berujud dan kita wajib meyakini keberadaannya. mendengar dan lain sebagainya. endokrin dan system tubuh lainnya. cardiovaskuler. tanah. dilindungi dan ditingkatkan. Komponen yang terdapat dalam lingkungan eksternal adalah : · Lingkungan biologis ( mahluk hidup ). persyarafan. b. begitu juga dengan pelaksanaan profesi keperawatan. integumen. 2. · Psikologis merupakan usnsur internal yang terdapat dalam diri manusia. Komponen fisik adalah komponen yang mempunyai wujud dan membutuhkan sesuatu untuk kelangsungan hidup seperti bernapas. · Lingkungan spiritual. Unsur Paradigma Keperawatan Secara umum paradigma keperawatan terdiri dari 4 (empat) komponen dasar yaitu : 1. dan «« ) 3. Lingkungan internal · Genetika adalah lingkungan dalam diri manusia yang mempengaruhi unsure-unsur sifat dan struktur fungsi tubuh. lingkungan selain makhluk hidup yang ada disekitar manusia yang dapat mempengaruhi manusia. Taurat. udara. respirasi. · Lingkungan fisik. air. melihat. Dari interaksi itu akan tertanam perilaku. Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang. Lingkungan eksternal Lingkungan eksternal adalah lingkungan diluar manusia yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung.Oleh : Dafid Arifiyanto A. gunung. Manusia dan kemanusiaan (klien) Manusia tersusun atas jasad (fisik) dan jiwa (roh). adalah lingkungan yang dapat mendorong manusia untuk berperilaku seperti kaidah-kaidah yang diyakini dalam ajarannya. · Struktur dan fungsi tubuh merupakan komponen yang membentuk manusia. Contoh : angin. keyakinan. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi kperawatan yang melaksanakan sepenuhnya ajaran Islam. nilai-nilai/norma yang akan dianut oleh manusia dalam lingkungannya. batu api dan benda-benda mati lainnya. Zabur. Injil. Pengertian ( Kohu. Lingkungan Lingkungan terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. urinaria. ( Al Quran. yang berada dilingkungan manusia itu yang dapat mempengaruhi kesehatan baik sebagai reservoir atau agent. Kesehatan · Kesehatan adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. · Kesehatan adalah hak azasi dan sekaligus investasi serta modal utama untuk berkarya dan . B. system tulang. dipelihara. meliputi. yang memberikan warna tersendiri pada saat manusia berperilaku.

menggunakan teori komunikasi dalam menjelaskan ³ A DELIBRATE NURSING APPROACH ³ 3. meningkatkan kemandirian pasien untuk merawat dirinya sendiri. Roy (1970). konsep manusia yang unik. Keperawatan Pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Konsep Paradigma Terdapat berbagai macam teori yang menggambarkan/menjelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam paradigma keperawatan. manusia dan lingkungan takdapat dipisahkan. 5. saling mempengaruhi dan bekerjasama dalam proses perubahan. Proses transaksi yang kompleks perawat-klien. Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Komponen paradigma keperawatan modern Klien ( manusia ) Keperawatan Kesehatan Lingkungan . 2. · Kesehatan adalah tujuan hidup manusia dan keperawatan. Peplan (1952). Johmson (1961). 7. Orem (1971). C.beraktifitas secara produktif. 4. King (1971). peran perawat dalam membantu pasien dalam mengembangkan adaptasi. Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Florence Nightingale (1859) Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Pada awal tahun 1950 teori paradigma keperawatan berubah dimana dimana penekanan yang pada awalnya pada factor lingkungan beralih pada sifat dan hubungan perawat-klien. Penganut pandangan ini adalah : 1. Orlande (1961). 4. equilibrium atau stabilitas sebagai tujuan asuhan keperawatan. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. perbedaan itu terlatak pada penekanan pada salah satu komponen dari paradigma keperawatan. Rogers (1970). memperkenalkan teori interpersonal sebagai dasar perawat dalam menganalisa proses interaksi dalam berhubungan dengan klien. 6. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

biomedik dan lainlain. Kelly dan Joel.KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI Oleh : Dafid Arifiyanto A. Menurut Webster profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan yang lama dan menyangkut ketrampilan intelaktual. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan. Hunter dan Kruszewski (1993). Praktik berdasarkan etik i. Leddy dan Pepper (1993) serta Berger dan Williams (1992). Selain itu keperawatan juga mempelajari pengetahuan inti yang menunjang praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh manusia yang berkaitan dengan sehat dan sakit serta pokok . Konsep misi yang terbuka terhadap perubahan b. Pengembangan diri secara berkesinambungan e. B. spirit atau metode professional yang mencakup pendidikan dan kegiatan diberbagai kelompok okupasi yang angotanya berkeinginan menjadi professional. Perbedaan peran antara pekerja professional dengan pekerjaan lain dan membolehkan praktik yang otonom. Hukum terhadap malpraktik j. Karakteristik Profesi 1. 1995 menjelaskan professional sebagai suatu karakter. sekarang keperawatan disebut sebagai suatu ilmu dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-ilmu dasar seperti ilmu perilaku. Profesi sangat mementingkan kesejahteraan orang lain. Pengertian Profesi Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Menurut Lindberg. System pengesahan terhadap kompetensi g. keperawatan sebagai suatu profesi memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Pendidikan formal f. Pada awalnya praktik keperawatan dilandasi oleh ketrampilan yang bersifat intuitif. Sebagai suatu disiplin. Penguatan secara legal terhadap standart professional h. Gary dan Pratt (1991). Professional merupakan suatu proses yang dinamis untuk memenuhi atau mengubah karakteristik kearah suatu profesi. Penguasaan dan penggunaan pengetahuan teoritis c. Kiozer Erb dan Wilkinson (1995) mengemukakan karakteristik professional sebagai berikut : a. dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan professional. Kemampuan menyelesaikan masalah d. fisika. 2. Penerimaan dan pelayanan pada masyarakat k. social.

di ilhami keinginan dari profesi keperawatan untuk terus mengembangkan pendidikan maka berdirilah PSIK FK-UI (1985) dan kemudian . melalui lokakarya tersebut prawat bertekad dan bersepakat menyatakan diri bahwa keperawatan adalah suatu bidang keprofesian. Program ini menghasilkan perawat generalis sebagai perawat professional pemula. d. Pengendalian terhadap standart praktik. Karir seumur hidup Dibedakan dengan tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin. yang diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19. Beralihnya pendidikan keperawatan kepada institusi pendidikan tinggi memberikan kesempatan kepada perawat untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. Pengakuan perawat profesionalan pemula adalah bagi mereka yang berlatar belakang pendidikan Diploma III keperawatan. Tangung gugat accountable berarti perawat bertanggung jawab pelayanan yang diberikan kepada klien. b. Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat. f. Standart adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. Tenaga tersebut dididik menjadi seorang perawat melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan cara pengobatannya. dikembangkan dengan landasan keilmuan yang cukup dan landasan professional yang kokoh. Fungsi unik perawat adalah memberikan bantuan kepada sesorang dalam melakukan kegiatan untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta membantu kemandirian klien.bahasan pemberian asuhan keperawatan secara langsung kepada klien. Tanggung gugat mengandung aspek legal terhadap kelompok sejawat. Perkembangan Profesionalisme Keperawatan Melihat catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di Indonesia. C. Fungsi mandiri Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan asuhan keperawatan walaupun kegiatran kolaborasi dengan profesilain kadang kala dilakukan dimana itu semua didasarkan kepada kebutuhan klien bukan sebagai ekstensi intervensi profesi lain. Perkembangan profesionalisme keperawatan di Indonesia berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan keperawatan yang ada di Indonesia. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan. c. e. atasan dan konsumen. Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek keperawatan. Standart praktik keperawatan menekankan kpada tangung jawab dan tangung gugat perawat untuk memenuhi standart yang telah ditetapkan yang bertujuan menlindungi masyarakat maupun perawat. Perawat bekerja tidak dibawah pengawasan dan pengendalian profesi lain. Konsep tangung gugat mempunyai dua implikasi yaitu bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dan juga menerima tanggung jawab dengan tidak melakukan tindakan pada situasi tertentu. Sampai dengan perkembangan keperawatan di Indonesia pada tahun 1983 PPNI melakukan Lokakarya Nasional Keperawatan di Jakarta. Perawat bekerja sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan dan ketrampilan yang menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat. g. Pendidikan yang mmenuhi standart dan diselenggarakan di perguruan tinggi atau universitas. Perkembangan pendidikan keperawatan dalam rangka menuju tingkat keprofesionalitasan tidak cukup sampai di tingkat diplima saja. dimana disebutkan adanya perawat saat itu adalah dikarenakan adanya upaya tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga diperlukan tenaga yang dapat membantu atau tenaga pembantu. interpersonal dan tehnikal yang memungkinkan mereka menjalankan peran dengan lebih terpadu dalam pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

5. sehingga tenaga keperawatan dapat berbicara banyak dan memiliki potensi untuk menduduki berbagai posisi di pemerintahan atau sector swasta. serta mempelajari berbagai bentuk upaya untuk mencapai kebutuhan dasar tersebut melalui pemanfaatan semua sumber yang ada dan potensial. ilmu keperawatan komunitas dan ilmu keperawatan klinik. Bidang garapan dan fenomena yang menjadi objek studi keperawatan adalah penyimpangan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio-psiko-sosio-spiritual). 4. Prioritas utama adalah rogram pendidikan berkelanjutan bagi para anggotanya. sampai pada tingkat masyarakat. ditujukan untuk mempertahankan. Meningkatkan kegiatan bersama dengan organisasi profesi keperawatan di luar negeri. Mengaktifkan fungsi collective bargaining. melalui pengkajian mendasar tentang hal-hal yang melatar belakangi. menopang. Mengembangkan program latihan kepemimpinan. wawasan. Cerminan Perawat Profesional Cerminan nilai professional perawat dalam praktik keperawatan dikelompokkan dalam nilai intelektual dan nilai komitmen moral interpersonal. ilmu kesehatan masyarakat. ilmu perilaku. Memiliki serangkaian program yang kongkrit dan diterjemahkan melalui kegiatan organisasi dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. yang harus memiliki landasan akademik dan landasan professional yang kokoh dan mantap. Pengembangan pendidikan keperawatan bertolak dari pengertian dasar tentang ilmu keperawatan seperti yang dirumuskan oleh Konsorsium Ilmu kesehatan (1991) yaitu : ³ Ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam. bukan anya untuk pengurus pusat saja tetapi juga mengikut sertakan pengurus daerah yang berpotensi untuk dikembangkan. 3. Pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi harus dikembangkan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu dan profesi keperawatan. Peningkatan kualitas organisasi profesi keperawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara dan pendekatan antara lain : 1. pendidikan. ilmu biomedik. D. ilmu dasar keperawatan. ilmu social. E. Pohon Ilmu ( Body of Knowledge ) Pohon ilmu dari keperawatan adalah ilmu keperawatan itu sendiri.disusul dengan pendirian program paska sarjana FIK UI (1999). dedikasi serta keseterdiaan waktu yang dimiliki untuk organisasi. 2. Nilai intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari . memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia ³. yang apluikasinya menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara ilmiah. pandangan tentang visi dan misi organisasi. Wawasan ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu yang mempelajari bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Mengembangkan system seleksi kepengurusan melalui pnetapan criteria dari berbagai aspek kemampuan. sebagai berikut : 1. agar setiap anggota memperoleh penghargaan yang sesuai dengan pendidikan dan kompensasi masing-masing. yang juga tercermin pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat system organ fungsional sampai sub seluler atau molekuler. mulai dari tingkat individu tang utuh (mencakup seluruh siklus kehidupan).

kasih sayang. komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. Sehat menurut WHO 1974 Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik. social budaya.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik. KONSEP SEHAT . 4.a. mental. keadaan ekonomi dan sebagainya. intelektual. (Johnstone. Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. jiwa (rohani) dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. 2. Body of Knowledge b.SAKIT Oleh : Dafid Arifiyanto Konsep Sehat A. 3. memberikan harapan yang memadahi. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. UU N0. perasaan ingin membantu). Pepkin¶s Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian. selalu berusaha menepati janji. dan memperhatikan kode etik keperawatan. ras. Beneficience Perawat selalu mengupayakan keputusan yang dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. social bukan hanya bebas dari penyakit. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. 2. komitmen moral dan tanggung jawab etik. Pengertian 1. Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. 23/1992 tentang kesehatan kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani). c. Fidelity Berperilaku caring (peduli. cacat dan kelemahan. 5. Kesehatan social adalah suatu kemampuan untuk hidup bersama dengan masyarakat . Kesehatan mental menurut UU No. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. 1994) b.

dengan kata lain bahwa seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan seluas-luasnya kemampuan yang dibawanya sejak lahir untuk mendapatkan atau mengartikan sehat. Badan seseorang bekerja secara aktif untuk mempertahankan diri agar tetap sehat sehingga kesehatan selalu harus dipertahankan. Perkins mendefinisikan sakit sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan aktivtas sehari-hari baik aktivitas jasmani. 3. dan social serta dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal. 6. Banyak orang hidup sehat walau status ekonominya kekurangan. Oxford English Dictionary mengartikan sakit sebagai suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana fungsinya terganggu atau menyimpang. R.dilingkungannya. konsep sehat adalah tidak standart atau baku serta tidak dapat diterima secara mutlak dan umum. masing-masing orang/kelompok/masyarakat memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat. Pepkins mendefinisikan sehat sebagai keadaan keseimbangan yang dinamis dari badan dan fungsi-fungsinya sebagai hasil penyesuaian yang dinamis terhadap kekuatan-kekuatan yang cenderung menggangunya. menetap pada kondisi tertentu. tetapi sehat harus dipandang sesuatu fenomena yang dinamis. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada ganguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologis. rohani dan social 2. Kesehatan sebagai suatu spectrum merupakan suatu kondisi yang fleksibel antara badan dan mental yang dibedakan dalam rentang yang selalu berfluktuasi atau berayun mendekati dan menjauhi puncak kebahagiaan hidup dari keadaan sehat yang sempurna. Berikut adalah tahap-tahap spectrum kesehatan : Positive Health Better Health Freedom from Sickness Spektrum Kesehatan Unrecognized Sickness Mild Sickness Severe Sickness Death Konsep Sakit A. Meskipun terdapat banyak pengertian/definisi. Sesuai dengan pengertian sehat di atas dapat di simpulkan bahwa kesehatan terdiri dari 3 dimensi yaitu fisik. Penjelasan ini menunjukan bahwa konsep sehat bersifat relatif yang bervariasi sangat luas antara sesama orang walau dalam satu ruang/wilayah. Susan mendefinisikan sakit adalah tidak adanya keserasian antara lingkungan dan individu. mereka tidak mengeluh adanya gangguan walau setelah ditimbang berat badanya dibawah normal. Apa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai abnormal oleh orang lain. Pengertian 1. . psikis dan social yang dapat diartikan secara lebih positif. tinggal ditempat yang kumuh dan bising. Sehat sebagai suatu spectrum. Sehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis.

yang sifatnya dinamis. Sesuai dengan sifat sehat-sakit yang dinamis. Perlindungan khusus (specific protection): upaya spesifik untuk mencegah terjadinya . Pencegahan primer dilakukan pada masa individu belum menderita sakit. Factor pelayanan kesehatan meliputi upaya promotif. 3. Blum. D. 1. Factor yang berpengaruh terhadap perunbahan sehat sakit A. C. kuratif dan rehabilitatif. 6. tindasan dll.Keadaan sehat Sakit A. preventif. Kematian Sehat Illness area Wellness area B. sedikit sehat. Kontinum Sehat . mengemukakan terdapat 6 faktor yang mempengaruhi status sehat-sakit. 2. Tingkat Pencegahan Dalam perkembangan selanjutnya untuk mengatasi masalah kesehatan termasuk penyakit di kenal tiga tahap pencegahan: Pencegahan primer: promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan khusus (specific protection). Faktor perilaku manusia meliputi kebutuhan manusia. b. sakit berat dan meninggal. pembatasan cacat (disability limitation) Pencegahan tersier: rehabilitasi. kebiasaan manusia. etnis. maka keadaan seseorang dapat dibagi menjadi sehat optimal. kecacatan. Bila seseorang dalam area sakit perlu diupayakan pencegahan sekunder dan tersier yaitu early diagnosisand promt treatment. disability limitation dan rehabilitation. Mempertahankan status kesehatan 1. air. yaitu : 1. ras dll. tekanan. Faktor keturunan meliputi genetic. 3. Bila seseorang dalam area sehat maka perlu diupayakan pencegahan primer (primary prevention) yang meliputi health promotion dan spesific protection guna mencegah terjadinya sakit.sakit Status kesehatan seseorang terletak antara dua kutub yaitu ³ sehat optimal dan ³ kematian ³. 5. adat istiadat. Faktor politik meliputi keamanan. Promosi kesehatan/health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan. upaya yang dilakukan ialah: a. Factor social ekonomi meliputi pendidikan. 2. sedikit sakit. fator resiko. 4. pekerjaan dll. Pencegahan sekunder: diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment). Faktor lingkungan meliputi udara. sungai dll. Bila kesehatan seseorang bergerak kekutub kematian maka seseorang berada pada area sakit (illness area) dan bila status kesehatan bergerak kearah sehat (optimal well being) maka seseorang dalam area sehat (wellness area).

pada proses ini diusahakan agar cacat yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga individu yang menderita dapat berfungsi optimal secara fisik. mental dan sosial. Diagnosa dini dilakukan melalui proses skrining seperti misalnya skrining kanker payudara. misalnya melakukan imunisasi. Kadang-kadang batas dari ketiga tahap pencegahan itu tidak jelas sehingga ada kegiatan yang tumpang tindih dapat digolongkan pada perlindungan khusus akan tetapi juga dapat digolongkan pada diagnosa dini dan pengobatan segera misalnya pengobatan lesi prekanker pada rahim dapat termasuk pengobatan dini dapat juga perlindungan khusus. dapat di rancang upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah. 1998) ialah: Apa masalahnya (surveillance). host/tubuh orang dan lingkungan dan b) fase orang mulai sakit: yang akhirnya sembuh atau mati. menyembuhkan orang sakit dan mencegah terjadinya komplikasi dan cacat. kanker rahim. dimana. berperilaku sehat. empat tahapan itu (Rossenberg. bagaimana terjadinya. kapan hal itu terjadi apakah ada kaitannya dengan musim atau periode tertentu. Mengapa hal itu lebih mudah terjadi pada orang tertentu. Selain upaya pencegahan primer. Identifikasi masalah.penularan penyakit tertentu. tujuan utama dari tindakan ini ialah 1) mencegah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit menular. mencuci tangan dengan sabun sebelum makan untuk mencegah penyakit diare. sekunder dan tersier yang dikalangan kesehatan dokter. 2. mengurangi dan mencegah polusi udara. Perlindungan khusus dilakukan melalui tindakan tertentu misalnya imunisasi atau proteksi pada bahan industri berbahaya dan bising . Melakukan kegiatan kumur-kumur dengan larutan flour untuk mencegah terjadinya karies pada gigi. terutama untuk mencegah penyakit menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan terjadinya cacat yang lebih buruk lagi. meningkatkan kualitas lingkungan untuk mencegah terjadinya penyakit misalnya menghilangkan tempat berkembang biaknya kuman penyakit. bahan berbahaya). Mercy and Annest. Rehabilitasi. Pembatasan cacat (disability limitation) pada tahap ini cacat yang terjadi diatasi. kapan terjadinya. b. 3. perawat dan praktisi kesehatan masyarakat dikenal sebagai lima tingkat pencegahan. peningkatan ketrampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain. siapa penderitanya. sehingga pengobatan dapat dilakukan saat dini dan akibat buruknya dapat dicegah. Pada gambar dua proses perjalanan penyakit dibedakan atas a) fase sebelum orang sakit: yang ditandai dengan adanya keseimbangan antara agen (kuman penyakit. juga dikenal empat tahapan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. apa masalahnya. Adapun skema dari ketiga upaya pencegahan itu dapat di lihat pada gambar dua. menanggulangi . Pencegahan tersier a. Pencegahan sekunder dilakukan pada masa individu mulai sakit a. dan 2) untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit. 1958) Promosi kesehatan dilakukan melalui intervensi pada host/tubuh orang misalnya makan makanan bergizi seimbang. faktor apa yang meningkatkan kejadian (faktor resiko) dan faktor apa yan g menurunkan kejadian (faktor protektif). Sedangkan terhadap kuman penyakit misalnya mencuci tangan dengan larutan antiseptik sebelum operasi untuk mencegah infeksi. Mengapa hal itu terjadi (Identifikasi faktor resiko). atau terhadap agent penyakit seperti misalnya dengan memberikan antibiotika untuk membunuh kuman. Apa yang berhasil dilakukan (evaluasi intervensi). Gambar dua: Tingkat pencegahan penyakit (sumber: Leavel and clark. Atas dasar kedua langkah terdahulu. adanya penyakit-penyakit tertentu pada masa kehamilan. menghilangkan tempat berkembang biaknya vektor penyakit misalnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes. Diagnosa dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment).

tindakan selanjutnya bagaimana melaksanakan intervensi itu di pelbagai tempat dan setting dan mengembangkan sumber daya untuk melaksanakannya. genetika. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being. populasi penduduk. UU No. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari-hari) seperti masuk angin. . psikologis maupun sosio budaya. biologi. pilek.1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Bagaimana memperluas intervensi yang efektif itu (implementasi dalam skala besar). Setelah diketahui intervensi yang efektif. perilaku. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap-tasi dengan lingkungan baik secara biologis. maka ia dianggap tidak sakit. merupakan resultante dari 4 faktor yaitu : 1.23. sosiologi. atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari. kedokteran. dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Banyak ahli filsafat. 1998 SEHAT SAKIT DILIHAT DARI PERSEPTUAL BUDAYA Diasmpaikan Kembali Oleh : Dafid Arifiyanto PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna ercapainya kesadaran. Gambar 3. jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Environment atau lingkungan. sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Empat tahapan kegiatan kesehatan masyarakat Masalah Response Sumber: Rossenberg. Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. MASALAH SEHAT DAN SAKIT Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia. tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya. dan sebagainya.dengan segera penderita dan melakukan upaya penyembuhan dan pendampingan untuk menolong korban dan menilai keberhasilan tindakan itu dalam mencegah dan menanggulangi masalah. dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Mercy and Annest. kemauan. antropologi. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis).

serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani. kedua pengertian itu dinamakan penyakit. Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance. promotif. yin dan yang. dengan illness dimaksud reaksi personal. dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. 3. . lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Tingkah laku sakit. dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral. 4. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan dari pada mengobati penyakit. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif. Dari empat faktor tersebut di atas. Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. Cina. ayurveda dosha. peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelas sosial. Paradigma sehat adalah Cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Dalam konteks kultural. apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula dalam kebudayaan lain. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik. kuratif. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan baru berdasarkan paradigma sehat 1. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis). India. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai. proaktif antisipatif. dan rehabilitatif. interpersonal. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organik maupun fungsional tubuh. dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi. distribusi penduduk. bergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien.2. Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan. menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseorang dianggap sehat apabila unsur-unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan yang sakit segera sehat. dan sebagainya. Behaviour atau perilaku. Dilihat dari segi sosio kultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. perbedaan suku bangsa dan budaya. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors. yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia.

Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massolong (kusta yang lumer). selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit. antropologi kesehatan dipandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu. Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai-nilai budaya di Kabupaten Soppeng. roh. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya ?. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar. termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. sosial dan pengertian profesional yang beragam. sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. tukang tenung). makanan (salah makan). Dalam kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat. wajar. dan dapat melakukan aktivitas sehari hari dengan gairah. Kusta telah dikenal oleh etnik Makasar sejak lama. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan. mental and social well-being.Bgs. nyaman. Disebutkan bahwa bila terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim saat istri sedang haid. merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut. Oleh para ahli kesehatan. Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit.KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural. Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri keluarga yang merasa tercemar bila salah seorang anggota keluarganya menderita kusta. Dituduh berbuat dosa melakukan hubungan intim saat istri sedang haid bagi seorang fanatik Islam dirasakan . and not merely the absence of disease or infirmity. atau makhluk manusia (tukang sihir. WHO melihat sehat dari berbagai aspek. dalam nasehat perkawinan orang-orang tua di sana. yaitu: Naturalistik dan Personalistik. rohani. kebiasaan hidup. Pengertian penderita sebagai akibat dosa dari ibu-bapak merupakan awal derita akibat leprophobia. mereka (kedua mempelai) akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala. yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. leluhur atau roh jahat). dalam kaitannya dengan penyakit kusta (Kaddala. Menelusuri nilai budaya. maupun kesejahteraan sosial seseorang. Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit. Definisi WHO (1981): Health is a state of complete physical. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani. Ide yang bertujuan guna terciptanya moral yang agung di keluarga baru. bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat. Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan. terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. sehat harus dilihat dari berbagai aspek. berkembang menuruti proses komunikasi dalam masyarakat dan menjadi konsep penderita kusta sebagai penanggung dosa. Dulu dari sudut pandangan kedokteran. misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya.) di masyarakat Bugis menunjukkan bahwa timbul dan diamalkannya leprophobia secara ketat karena menurut salah seorang tokoh budaya. ketidak seimbangan dalam tubuh. kata kaddala ikut tercakup di dalamnya. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal.

mempunyai pengetahuan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. badan berkeringat. sorot mata cerah. Penyebabnya adalah salah makan. Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat beberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit. Karena pengaruh gejala alam (panas. mual. lemah. atau sakit-sakit badan. atau "kantong kering" (tidak punya uang). anak meningkat kepandaiannya. guna-guna. lemas. kehilangan nafsu makan. penglihatan lemah. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin . tidak mau makan. dapat digunakan obat-obatan. Bagi orang dewasa. c. makan kacang terlalu banyak. Anak yang sakit ditandai dengan tingkah laku rewel. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun. penglihatan terang.sebagai beban trauma psikosomatik yang sangat berat. tidak enak badan. tetapi bisa diketahui dengan menanyakan pada yang gaib. Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas. Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu : 1. pantangan makan. dingin) terhadap tubuh manusia 2. luka. Orang tua. Di Sukabumi disebut hantu gegep. makan udang. pil Ciba dan lain-lain. badan kuning. kyai dan lain-lain. kena hujan. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu. seseorang dinyatakan sakit kalau sudah tidak bisa bekerja. tidak dapat bekerja. Baginya. kuat bekerja. Sedangkan hasil diskusi kelompok di Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa anak sakit dilihat dari keadaan fisik tubuh dan tingkah lakunya yaitu jika menunjukkan gejala misalnya panas. tidak mau tidur.). suhu badan normal. atau masuk angin. susu ibu basi. Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut : a. Sakit demam dan panas. kurang darah. makan makanan pedas. Pada orang yang sehat. Oralit. dan bantuan tenaga kesehatan. batuk-batuk. labu putih yang dingin atau beli obat influensa. muntah-muntah. tidak bisa berjalan. arti sakit adalah sebagai berikut: sakit badaniah berarti ada tanda-tanda penyakit di badannya seperti panas tinggi. rewel. pusing. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es. hasil diskusi kelompok di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa anak dinyatakan sakit jika menangis terus. Sakit kejang-kejang Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejang-kejang disebabkan oleh hantu. Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campurannya tidak tepat. sulit makan. dan lain-lain. keluarga sangat menolak anaknya didiagnosis kusta. batuk pilek. Sakit mencret (diare). Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua. gatal. Penyebabnya adalah perubahan cuaca. panas dingin. makan dan tidur normal. gigi bengkak. kurus kering. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit. tidak mengeluh lesu. 3. pijat. Pada penyakit batin tidak ada tandatanda di badannya. sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu . ikan. dan badan lemah atau sakit. maunya tiduran atau istirahat saja. kerok. b. Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan dengan pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG). kaki dan perut bengkak. gerakannya lincah. tidur terganggu. Supranatural (roh. Pada penelitian Penggunaan Pelayanan Kesehatan Di Propinsi Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat (1990). diare. tidak kuat bekerja. Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern. oyong. masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu mengalami serangkaian gangguan fisik yang menimbulkan rasa tidak nyaman. mencret. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi. encer. salah makan. ramuan-ramuan. supaya panasnya turun. setan dan lain-lain. sering menangis dan tidak nafsu makan.

Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan. penyakit dapat merupakan simbol sosial positif. manusia dan lingkungannya. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring. Simbol sosial juga dapat merupakan sumber penyakit. menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya. Bagi masyarakat Dani di Papua. misalnya remaja merokok. tingkah laku penyakitnya dan cara-cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik (Foster. anak dimandikan saat panas terik. . suatu perubahan evolusi yang adaptif. berdasarkan pengalaman sendiri sebagai psikiater. Di Indramayu ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya. sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria. yaitu `mutih' (ditambah vitamin seperlunya agar tidak kekurangan vitamin) sampai darahnya menjadi bersih kembali. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit. yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit. tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. Etiologi penyakit dapat dijelaskan melalui sihir. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia.jahat. Ciri sel sabit sama sekali bukan ancaman. Sakit tampek (campak) Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam. Bagi seorang dokter pendapat itu tidak masuk akal. meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk. d. vektor. atau kesambet. Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantung jenis penyakit. Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia. yang diberi nilai-nilai tertentu. tetapi juga sebagai akibat dosa. keterkaitan antara simbol-simbol sosial dan risiko kesehatan sering tampak jelas. KEJADIAN PENYAKIT Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia. Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi. Menurut pasien penyakitnya disebabkan karena "darah kotor" oleh karena itu satu -satunya jalan penyembuhan adalah dengan makan makanan yang bersih . 1978). Anderson. seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell) di kalangan penduduk Afrika Barat. Dalam peradaban modern. salah satu kasusnya sebagai berikut : Seorang perempuan yang sudah cukup umur reumatiknya diobati hanya dengan vitamin dan minyak ikan saja dan percaya penyakitnya akan sembuh. tetapi begitulah kenyataan yang ada dalam masyarakat. Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan antropologi dalam konteks perubahan sosial ditulis oleh Rudi Salan (1994). bahkan merupakan karakteristik yang diinginkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles.

Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada di masyarakat. Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kreteria medis yang obyektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu.PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog seperti perilaku sehat ( health behavior ). PERSEPSI MASYARAKAT Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. dan muntah. dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas. kebudayaan. Pelanggaran dapat berupa menebang. Persepsi masyarakat mengenai penyakit diperoleh dan ditentukan dari penuturan sederhana dan mudah secara turun temurun. Persepsi masyarakat tentang sehat-sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu di samping unsur sosial budaya. yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada. tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat. Dalam beberapa hari penderita akan sembuh. karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. model penjelasan penyakit (explanatory model ). penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergizi. yang saat ini masih ada di beberapa daerah pedesaan di Papua (Irian Jaya). tanaman berbisa. termasuk pencegahan penyakit. Selain rawa-rawa. makhluk gaib. dibuat ramuan untuk di minum dan dioleskan ke seluruh tubuh penderita. Misalnya penyakit akibat kutukan Allah. Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan itu milik penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang melanggar ketentuannya. penyakit dilihat dari sudut pasien. Air yang telah diberi ramuan dan jampi-jampi oleh dukun dan pemuka masyarakat yang disegani digunakan sebagai obat malaria. PENUTUP Cara dan gaya hidup manusia. interaksi dokter-perawat. dulu penderita demam sangat tinggi diobati dengan cara menyiram air di malam hari. binatang. menggigil. perawat-pasien. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. dan sebagainya. perawatan kebersihan diri. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan perilaku sehat pun subyektif sifatnya. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat . roh-roh jahat. udara busuk. membabat hutan untuk tanah pertanian. Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa-rawa. dokter-pasien. Berikut ini contoh persepsi masyarakat tentang penyakit malaria. perilaku sakit (illness behavior) perbedaan antara illness dan disease. adat istiadat. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah. dan lain-lain akan diganjar hukuman berupa penyakit dengan gejala demam tinggi. membuka mata para dokter bahwa kebenaran ilmu kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut dalam proses penyembuhan. peran dan karir seorang yang sakit (sick role). kemudian memetik daun dari pohon tertentu. Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. Penyakit tersebut dapat sembuh dengan cara minta ampun kepada penguasa hutan. Pada sebagian penduduk Pulau Jawa. kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit.

. intelektual dan metafisik yang lengkap dan berpotensi. Konsep lingkungan Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan dan sakitnya seseorang. yaitu : 1. Definisi keperawatan Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pembangunan kesehatan dan pelayanan kesehatan. oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter. oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter. MODEL KONSEPTUAL KEPRAWATAN Oleh : Dafid Arifiyanto A. Lingkungan (masyarakat) 3. Definisi keperawatan . c. Kesehatan (sehat/sakit. d. Konsep individu Merupakan kesatuan fisik. Konsep sehat Keadaan bebas dari penyakit dan dapat menggunakan kekuatannya secara penuh. peran dan fungsi) Model keperawatan dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan praktik. 2. b. kesehatan dan penyakit) 4. Orang yang menerima asuhan keperawatan 2. e. Gambaran Model Konseptual Keperawatan Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Florence Nightingale a. Konsep keperawatan terus dikembangkan dan diterapkan serta diuji melalui pendidikan dan praktik keperawatan. penelitian dan pengajaran. Alasan tindakan keperawatan Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan atau meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan luka. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan. Gambaran model konseptual keperawatan : 1. Keperawatan dan peran perawat (tujuan/sasaran. Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik keperawatan professional menggambarkan empat jenis konsep yang sama.. Virginia Henderson a.

e. 3. b. Definisi keperawatan Ilmu dan seni yang berpusat pada kehidupan. c. e. Sister Callista Roy a. d. Alasan tindakan keperawatan Pendekatan yang dilakukan untuk memenuhi 14 komponen dari keperawatan. c. Alasan tindakan keperawatan Partisipasi kualitatif seseorang dengan kesehatan yang pernah dialami oleh individu. e. Parsel a. Myra Estrin Levine a.Bantuan yang diberikan kepada individu baik dalam keadaan sehat maupun sakit dalam kegiatannya untuk mencapai keadaan sehat atau sembuh dari penyakit sehingga ia mempunyai kekuatan. dapat berupa tindakan positif maupun negatif. Konsep sehat Rentang sehat sakit merupakan garis yang terus menerus yang menunjukan status sehat atau sakit dimana sesorang butuh pengalaman dan waktu. Definisi keperawatan Interaksi manusia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan dalam proses keperawatan. Alasan tindakan keperawatan Perawatan individu yang bersifat holistic untuk setiap kebutuhan seseorang. Konsep individu Hubungan yang terbuka yang meluas ke dunia bebas untuk memilih situasi yang diinginkan. b. c. Konsep individu Keadaan biologi dimana tidak dapat dipisahkan antara pikiran dan jasmani. Definisi keperawatan Suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit. Konsep lingkungan Merupakan kerjasama untuk menghasilkan pertukaran energi yang bermutu dengan individu. keinginan dan pengetahuan. Konsep sehat Kemampuan fungsi independent dalam hubungannya dengan 14 komponen. d. Konsep individu Keadaan biopsikososial yang berupa interaksi yang tetap dengan perubahan lingkungan. 4. Sehat sakit merupakan bagian dari hidup manusia. Alasan tindakan keperawatan Aktifitas keperawatan berasal dari model dimana berupa proses pengkajian dan intervensiintervensi peran diselenggarakan dengan konteks keprawatan dan termasuk manipulasi dari stimuli. . Konsep sehat Proses untuk mencari pengalaman seseorang. b. seseorang mendorong perawat untuk beradaptasi. b. Konsep lingkungan Tidak terdefinisi dengan jelas. Konsep lingkungan Suatu kondisi yang terus menerus dan mempengaruhi sekelilingnya dan perkembangan organisme serta group organisme. manusia bersifat sebagai system adaptif yang terbuka. d. 5.

Definisi keperawatan Ilmu dan profesi yang mempunyai pusat tentang arti perjuangan hidup (sehat) b. 7. d. b. Konsep sehat Perkembangan terus menerus tentang karakteristik manusia yang penuh potensi. Konsep lingkungan Sustu system terbuka yang menunjukkan penukaran masalah energi. c. d. Konsep individu Interaksi dari individu yang bersifat kompleks antara lingkungan interna dan eksterna yang mengubah adaptasi. e. Imogane M. Konsep individu suatu system terbuka mengenai penukaran masalah. Alasan tindakan keperawatan Berpusat pada mempertinggi proses perkembangan menuju sehat. kesadaran arti kehidupan. Konsep lingkungan Sistem terbuka dalam interaksi terus menerus dengan manusia. e. situasi. Alasan tindakan keperawatan Perawat dan klien saling mengamati dalam informasi. Definisi keperawatan Suatu proses interaksi manusia antara perawat dan klien.c. 6. King a. c. menyeluruh. . informasi dengan keberadaan manusia. yang dikarakteristikkan sebagai dasar irama hidup. komuniksai. Fitspatrick a. energi dan dengan lingkungan yang terbatas. tujuan dan tindakan untuk mencapai tujuan. Konsep sehat Aturan dinamik dari stressor dalam lingkungan eksternal dan internal melalui penggunaan optimal untuk mencapoai potensi maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Konsep individu Sistem terbuka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful