Konsep dasar keperawatan I

KONSEP DASAR KEPERAWATAN PERKEMBANGAN, KONSEP DAN TREN KEPERAWATAN

Disampaikan oleh : Dafid Arifiyanto.

Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. A. Sejarah Keperawatan Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini, keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad ke abad terus berkembang, berikut adalah perkembangan keperawatan di dunia : 1. Mother Instink Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan, keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). Setiap manusia pada tahap ini menggunakan akal pikirannya untuk menjaga kesehatan, menggurangi stimulus kurang menyengkan, merawat anak, menyusui anak dan perilaku masih banyak perilaku lainnya. 2. Animisme Manusia pada tahap ini memiliki keyakinan bahwa keadaan sakit adalah disebabk oleh an arwah/roh halus yang ada pada manusia yang telah meninggal atau pada manusia yang hidup atau pada alam ( batu besar, pohon, gunung, sungai, api, dll). Untuk mengupayakan penyembuhan atau perawatan bagi manusia yang sakit maka roh jahat harus di usir, para dukun mengupayakan proses penyembuhan dengan berusaha mencari pengetahuan tentang roh dari sesuatu yang mempengaruhi kesehatan orang yang sakit. Setelah dirasa mendapatkan kemampuan, para dukun berupaya mengusir roh dengan menggunakan mantra-mantra atau obat-obatan yang berasal dari alam. 3. Keperawatan penyakit akibat kemarahan para dewa Pada tahap ini manusia sudah memiliki kepercayaan tentang adanya dewa-dewa, manusia yang sakit disebabkan oleh kemarahan dewa. Untuk membantu penyembuhan orang yang sakit dilakukan pemujaan kepada para dewa di tempat pemujaan (kuil), dengan demikian dapat dikatakan bahwa kuil adalah tempat pelayanan kesehatan. 4. Ketabiban Mulai berkembang kemungkinan sejak ± 14 abad SM, pada masa ini telah dikenal teknik pembidaian, hygiene umum, anatomi manusia. 5. Diakones dan Philantrop Berkembang sejak ± 400 SM, para diakones memberikan pelayanan perawatan yang diberikan dari rumah ke rumah, tugas mereka adalah membantu pendeta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pada masa ini merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu keperawatan kesehatan masyarakat. Philantop adalah kelompok yang mengasingkan diri dari

keramaian dunia, dimana mereka merupakan tenaga inti yang memberikan pelayanan di pusat pelayanan kesehatan (RS) pada masa itu. 6. Perkembangan ilmu kedokteran Islam Pada tahun 632 Masehi, Agama Islam melalui Nabi Muhamad SAW dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam keseluruh pelosok dunia. Selain menyebarkan ajaran agama beliau juga menyebarkan ilmu pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pengobatan terhadap penyakit (kedokteran). 7. Perawat terdidik ( 600 1583 ) Pada masa ini pendidikan keperawatan mulai muncul, dimana program itu menghasilkan perawat-perawat terdidik. Pendidikan keperawatan diawali di Hotel Dien dan Lion Prancis yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit terbesar disana. Pada awalnya perawat terdidik diseleksi dari para pengikut agama dimana tenaga mereka diperbantukan dalam kegiatan perawatan paska terjadinya perang salib. Tokoh perawat yang terkenal pada saat (1182 1226) itu adalah St Fransiscas dari Asisi Italia. 8. Perawat Profesional (abad 18 19) Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat sejak abad ini termasuk ilmu kedokteran dan keperawatan. Florence Nightingale (1820-1910) adalah tokoh yang berjasa dalam pengembangan ilmu keperawatan, beliau mendirikan sekolah keperawatan moderen pada tahun 1960 di RS St. Thomas di London. Melihat perkembangan keperawatan di dunia dengan kemajuannya dari tahap yang paling klasik sampai dengan terciptanya tenaga keperawatan yang professional dan diakui oleh dunia internasional tentu dapat dijadikan cerminan bagi perkembangan keperawatan di Indonesia. Mengikuti perkembangan keperawatan di dunia, keperawatan di Indonesia juga terus berkembang, adapun perkembangannya adalah sebagai berikut : 1. Seperti halnya perkembangan keperawatan di dunia, di Indonesia pada awalnya pelayanan perawatan masih didasarkan pada naluri, kemudian berkembang menjadi aliran animisme, dan orang bijak beragama. 2. Penjaga orang sakit (POS/zieken oppasser) Sejak masuknya Vereenigge oost Indische Compagine di Indonesia mulai didirikan rumah sakit, Binnen Hospital adalah RS pertama yang didirikan tahun 1799, tenaga kesehatan yang melayani adalah para dokter bedah, tenaga perawat diambil dari putra pertiwi. Pekerjaan perawat pada saat itu bukan pekerjaan dermawan atau intelektual, melainkan pekerjaan yang hanya pantas dilakukan oleh prajurit yang bertugas pada kompeni. Tugas perawat pada saat itu adalah memasak dan membersihkan bagsal (domestik work), mengontol pasien, menjaga pasien agar tidak lari/pasien gangguan kejiwaan. 3. Model keperawatan Vokasional (abad 19) Berkembangnya pendidikan keperawatan non formal, pendidikan diberikan melalui pelatihan-pelatihan model vokasional dan dipadukan dengan latihan kerja. 4. Model keperawatan kuratif (1920) Pelayanan pengobatan menyeluruh bagi masyarakat dilakukan oleh perawat seperti imunisasi/vaksinasi, dan pengobatan penyakit seksual. 5. Keperawatan semi profesional Tuntutan kebutuhan akan pelayanan kesehatan (keperawatan) yang bermutu oleh masyarakat, menjadikan tenaga keperawatan dipacu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan. Pendidikan-pendidikan dasar keperawatan dengan sistem magang selama 4 tahun bagi lulusan sekolah dasar mulai bermunculan. 6. Keperawatan preventif Pemerintahan belana menganggap perlunya hygiene dan sanitasi serta penyuluhan dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah, pemerintah juga menyadari bahwa tindakan

Depkes RI dan DPP PPNI. perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Tyalor C Lillis C Lemone (1989) mendefinisikan perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara. Diilhami dari hasil lokakarya itu maka didirikanlah akademi keperawatan. Pendidikan itu diberuntukan bagi mereka lulusan SLTP ditambah pendidikan selama 3 tahun. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. luka dan proses penuaan. dunia khususnya bangsa Indonesia memasuki era globalisasi. pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit. Keperawatan profesional Melalui lokakarya nasional keprawatan dengan kerjasama antara Depdikbud RI. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic dan professional. C. Pada masa itu mulai terjadi suatu masa transisi/pergeseran pola . 8.kuratif hanya berdampak minimal bagi masyarakat dan hanya ditujukan bagi mereka yang sakit. Menuju keperawatan profesional sejak Indonesia merdeka (1945) perkembangan keperawatan mulai nyata dengan berdirinya sekolah pengatur rawat (SPR) dan sekolah bidan di RS besar yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk memberikan pelayanan keperawatan yan bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan. tugas. pendidikan ini terfokus pada pelayanan kesehatan lingkungan dan bukan merupakan pengobatan. ditetapkan definisi. keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak. D. keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. fungsi dan kompetensi tenaga perawat professional di Indonesia. pada tahun 2003 era dimulainya pasar bebas ASEAN dimana banyak tenaga professional keluar dan masuk ke dalam negeri. disamping itu juga didirikan sekolah bagi guru perawat dan bidan untuk menjadi guru di SPR. Pada tahun 1937 didirikan sekolah mantri higene di Purwokerto. membantu dengan melindungi seseorang karena sakit. B. Tren Keperawatan Setelah tahun 2000. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. No. kemudian disusul pendirian PSIK FK-UI (1985) dan kemudian didirikan pula program paska sarjana (1999). Definisi Perawat Definisi perawat menurut UU RI. Pengertian Keperawatan Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut. 7. Definisi perawat menurut ICN (international council of nursing) tahun 1965. Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut. holistic berdasarkan ilmu dan kiat. Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien. standart pelayanan dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat professional secara mandiri atau memalui upaya kolaborasi. Perkembangan keperawatan semakin nyata dengan didirikannya organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia tahun 1974.

kehidupan masyarakat dimana pola kehidupan masyarakat tradisional berubah menjadi masyarakat yang maju. disamping meningkatnya angka kejadian penyakit klasik yang berhubungan dengan infeksi. bentuk praktik keperawatan. lisensi ) Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan kesehatan ³ sehat untuk semua pada tahun 2010 ³. 2. banyak factor yang dapat menyebabkan masih rendahnya peran perawat professional. 2. Penyempurnaan organisasi keperawatan Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya menjadi serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya. terjadi peningkatan kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi. Keterlambatan pengakuan body of knowledge profesi keperawatan. ( standart. lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan. kurang gizi. Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM pengajar. dan kurangnya pemukiman sehat bagi penduduk. pencemaran. 3. Keterlambatan system pelayanan keperawatan. Keadaan ini memberikan implikasi bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan. Memantapkan system pelayanan perawatan professional Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi. Keadaan itu menyebabkan berbagai macam dampak pada aspek kehidupan masyarakat khususnya aspek kesehatan baik yang berupa masalah urbanisaasi. Namun demikian upaya untuk mewujudkan perawat yang professional di Indonesia masih belum menggembirakan.. lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan. Restrukturisasi organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui upaya jaminan . Pergeseran pola nilai dalam keluarga dan umur harapan hidup yang meningkat juga menimbulkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelompok lanjut usia serta penyakit degeneratif. pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan berkelanjutan. kecelakaan. Pengembangan pendidikan keperawatan. memiliki kemampuan professional. Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam pengembangan perawatan professional. memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan Iptek. maka solusi yang harus ditempuh adalah : 1. Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu dan diberikan oleh tenaga yang profesional. pengembangan teknologi keperawatan. Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen. Keterlambatan pengembangan pendidikan perawat professional. 3. peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan menjadikan masyarakat lebih kritis. diantaranya : 1. kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap aspek social budaya. Selain itu semua penerapan model praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien. Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang keperawatan. sedangkan di negara barat pada tahun 1869. Tahun 1985 pendidikan S1 keperawatan pertama kali dibuka di UI.

3. Tanggung gugat berarti perawat bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukannya terhadap klien. harus ada kewenangan untuk mengendalikan praktik. Bagi profesi keperawatan. Fidelity Berperilaku caring (peduli. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. Otonomi melibatkan kemandirian. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. perasaan ingin membantu). Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a. kesedian mengambil resiko dan tanggung jawab serta tanggung gugat terhadap tindakannya sendiribegitupula sebagai pengatur dan penentu diri sendiri. 2. Otonomi. c. ras. Beneficience selalu mengupayakan keputusan dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. dan memperhatikan kode etik keperawatan. 1994) b. Nilai intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari a. Body of Knowledge b. memberikan harapan yang memadahi. komitmen moral dan tanggung jawab etik. menetapkan peran. Komitmen perawat guna memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu baik secara mandiri ataupun melalui jalan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sangat penting dalam terwujudnya pelayanan keperawatan professional. Kendali mempunyai implikasi pengaturan atau pengarahan terhadap sesuatu atau seseorang. keadaanekonomi dan sebagainya. Hak otonomi merujuk kepada pengendalian kehidupan diri sendiri yang berarti bahwa perawat memiliki kendali terhadap fungsi mereka. Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. fungsi dan tanggung jawab anggota profesi. (Johnstone. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. kendali dan tanggung gugat Otonomi merupakan kebebasan dan kewenangan untuk melakukan tindakan secara mandiri. selalu berusaha menepati janji. PARADIGMA KEPERAWATAN . Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas.kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik serta meningkat. social budaya. komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. kasih sayang. Nilai professional yang melandasi praktik keperawatan dapat di kelompokkan dalam : 1.

b. namun demikian sebenarnya manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dan utuh meliputi bio-psiko sosio dan spiritual. lingkungan selain makhluk hidup yang ada disekitar manusia yang dapat mempengaruhi manusia. batu api dan benda-benda mati lainnya. a. eliminasi. Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang. · Lingkungan social adalah lingkungan yang memungkinkan terjadinya interaksi antar sesama manusia sehinga terbentuk tatanan kehidupan bermasyarakat yang dinamis. endokrin dan system tubuh lainnya. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi kperawatan yang melaksanakan sepenuhnya ajaran Islam. tanah.Oleh : Dafid Arifiyanto A. yang berada dilingkungan manusia itu yang dapat mempengaruhi kesehatan baik sebagai reservoir atau agent. Taurat. air. respirasi. gastrointestinal. minum. Dari interaksi itu akan tertanam perilaku. Lingkungan eksternal Lingkungan eksternal adalah lingkungan diluar manusia yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung. Injil. keyakinan. Komponen fisik adalah komponen yang mempunyai wujud dan membutuhkan sesuatu untuk kelangsungan hidup seperti bernapas. dipelihara. Manusia dan kemanusiaan (klien) Manusia tersusun atas jasad (fisik) dan jiwa (roh). begitu juga dengan pelaksanaan profesi keperawatan. gunung. persyarafan. urinaria. udara. B. integumen. ( Al Quran. cardiovaskuler. dan «« ) 3. system tulang. 2. Lingkungan internal · Genetika adalah lingkungan dalam diri manusia yang mempengaruhi unsure-unsur sifat dan struktur fungsi tubuh. Kesehatan · Kesehatan adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. Pengertian ( Kohu. makan. Unsur Paradigma Keperawatan Secara umum paradigma keperawatan terdiri dari 4 (empat) komponen dasar yaitu : 1. 1997 ) Paradigma adalah suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas anggota suatu kelompok ilmiah. Zabur. yang memberikan warna tersendiri pada saat manusia berperilaku. · Kesehatan adalah hak azasi dan sekaligus investasi serta modal utama untuk berkarya dan . melihat. meliputi. nilai-nilai/norma yang akan dianut oleh manusia dalam lingkungannya. persepsi. Lingkungan Lingkungan terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. · Psikologis merupakan usnsur internal yang terdapat dalam diri manusia. · Spiritual merupakan unsure hakiki sebagai modal dasar dalam menjalankan kehidupan. · Struktur dan fungsi tubuh merupakan komponen yang membentuk manusia. dilindungi dan ditingkatkan. adalah lingkungan yang dapat mendorong manusia untuk berperilaku seperti kaidah-kaidah yang diyakini dalam ajarannya. · Lingkungan spiritual. mendengar dan lain sebagainya. · Lingkungan fisik. Komponen roh merupakan komponen yang tak berujud dan kita wajib meyakini keberadaannya. Komponen yang terdapat dalam lingkungan eksternal adalah : · Lingkungan biologis ( mahluk hidup ). Contoh : angin.

7. Orlande (1961). Proses transaksi yang kompleks perawat-klien. peran perawat dalam membantu pasien dalam mengembangkan adaptasi. Peplan (1952). · Kesehatan adalah tujuan hidup manusia dan keperawatan. Rogers (1970). memperkenalkan teori interpersonal sebagai dasar perawat dalam menganalisa proses interaksi dalam berhubungan dengan klien. King (1971). Keperawatan Pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. 6. manusia dan lingkungan takdapat dipisahkan. kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. equilibrium atau stabilitas sebagai tujuan asuhan keperawatan. berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu. Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Florence Nightingale (1859) Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Pada awal tahun 1950 teori paradigma keperawatan berubah dimana dimana penekanan yang pada awalnya pada factor lingkungan beralih pada sifat dan hubungan perawat-klien. Roy (1970). perbedaan itu terlatak pada penekanan pada salah satu komponen dari paradigma keperawatan. Johmson (1961). menggunakan teori komunikasi dalam menjelaskan ³ A DELIBRATE NURSING APPROACH ³ 3. meningkatkan kemandirian pasien untuk merawat dirinya sendiri.beraktifitas secara produktif. 4. 2. 5. Konsep Paradigma Terdapat berbagai macam teori yang menggambarkan/menjelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam paradigma keperawatan. C. konsep manusia yang unik. Klien Keperawatan Kesehatan Lingkungan Komponen paradigma keperawatan modern Klien ( manusia ) Keperawatan Kesehatan Lingkungan . Penganut pandangan ini adalah : 1. saling mempengaruhi dan bekerjasama dalam proses perubahan. Orem (1971). 4.

Karakteristik Profesi 1. Kemampuan menyelesaikan masalah d. sekarang keperawatan disebut sebagai suatu ilmu dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-ilmu dasar seperti ilmu perilaku. Leddy dan Pepper (1993) serta Berger dan Williams (1992). Pendidikan formal f. Sebagai suatu disiplin. Hukum terhadap malpraktik j. spirit atau metode professional yang mencakup pendidikan dan kegiatan diberbagai kelompok okupasi yang angotanya berkeinginan menjadi professional. Kiozer Erb dan Wilkinson (1995) mengemukakan karakteristik professional sebagai berikut : a. Menurut Lindberg. Menurut Webster profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan yang lama dan menyangkut ketrampilan intelaktual. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan. Pada awalnya praktik keperawatan dilandasi oleh ketrampilan yang bersifat intuitif. Pengembangan diri secara berkesinambungan e. Penguatan secara legal terhadap standart professional h. fisika. Pengertian Profesi Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. 2. Selain itu keperawatan juga mempelajari pengetahuan inti yang menunjang praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh manusia yang berkaitan dengan sehat dan sakit serta pokok . 1995 menjelaskan professional sebagai suatu karakter. Profesi sangat mementingkan kesejahteraan orang lain. Praktik berdasarkan etik i. Perbedaan peran antara pekerja professional dengan pekerjaan lain dan membolehkan praktik yang otonom. Gary dan Pratt (1991). Penguasaan dan penggunaan pengetahuan teoritis c. Professional merupakan suatu proses yang dinamis untuk memenuhi atau mengubah karakteristik kearah suatu profesi. biomedik dan lainlain. Penerimaan dan pelayanan pada masyarakat k. social. B. Hunter dan Kruszewski (1993). Konsep misi yang terbuka terhadap perubahan b. Kelly dan Joel. System pengesahan terhadap kompetensi g. dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan professional. keperawatan sebagai suatu profesi memiliki karakteristik sebagai berikut : a.KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI Oleh : Dafid Arifiyanto A.

e. Beralihnya pendidikan keperawatan kepada institusi pendidikan tinggi memberikan kesempatan kepada perawat untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukan. melalui lokakarya tersebut prawat bertekad dan bersepakat menyatakan diri bahwa keperawatan adalah suatu bidang keprofesian. c. Fungsi unik perawat adalah memberikan bantuan kepada sesorang dalam melakukan kegiatan untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta membantu kemandirian klien.bahasan pemberian asuhan keperawatan secara langsung kepada klien. Pengakuan perawat profesionalan pemula adalah bagi mereka yang berlatar belakang pendidikan Diploma III keperawatan. Perkembangan Profesionalisme Keperawatan Melihat catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di Indonesia. d. atasan dan konsumen. Tenaga tersebut dididik menjadi seorang perawat melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan cara pengobatannya. Perawat bekerja tidak dibawah pengawasan dan pengendalian profesi lain. di ilhami keinginan dari profesi keperawatan untuk terus mengembangkan pendidikan maka berdirilah PSIK FK-UI (1985) dan kemudian . Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat. yang diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19. Pengendalian terhadap standart praktik. dikembangkan dengan landasan keilmuan yang cukup dan landasan professional yang kokoh. Tanggung gugat mengandung aspek legal terhadap kelompok sejawat. f. Fungsi mandiri Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan asuhan keperawatan walaupun kegiatran kolaborasi dengan profesilain kadang kala dilakukan dimana itu semua didasarkan kepada kebutuhan klien bukan sebagai ekstensi intervensi profesi lain. Standart praktik keperawatan menekankan kpada tangung jawab dan tangung gugat perawat untuk memenuhi standart yang telah ditetapkan yang bertujuan menlindungi masyarakat maupun perawat. Sampai dengan perkembangan keperawatan di Indonesia pada tahun 1983 PPNI melakukan Lokakarya Nasional Keperawatan di Jakarta. C. Perkembangan pendidikan keperawatan dalam rangka menuju tingkat keprofesionalitasan tidak cukup sampai di tingkat diplima saja. Program ini menghasilkan perawat generalis sebagai perawat professional pemula. Perkembangan profesionalisme keperawatan di Indonesia berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan keperawatan yang ada di Indonesia. Karir seumur hidup Dibedakan dengan tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin. Tangung gugat accountable berarti perawat bertanggung jawab pelayanan yang diberikan kepada klien. Konsep tangung gugat mempunyai dua implikasi yaitu bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan dan juga menerima tanggung jawab dengan tidak melakukan tindakan pada situasi tertentu. Standart adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. g. Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek keperawatan. Perawat bekerja sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan dan ketrampilan yang menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat. Pendidikan yang mmenuhi standart dan diselenggarakan di perguruan tinggi atau universitas. b. dimana disebutkan adanya perawat saat itu adalah dikarenakan adanya upaya tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga diperlukan tenaga yang dapat membantu atau tenaga pembantu. interpersonal dan tehnikal yang memungkinkan mereka menjalankan peran dengan lebih terpadu dalam pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Pohon Ilmu ( Body of Knowledge ) Pohon ilmu dari keperawatan adalah ilmu keperawatan itu sendiri. ditujukan untuk mempertahankan. Pengembangan pendidikan keperawatan bertolak dari pengertian dasar tentang ilmu keperawatan seperti yang dirumuskan oleh Konsorsium Ilmu kesehatan (1991) yaitu : ³ Ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam. serta mempelajari berbagai bentuk upaya untuk mencapai kebutuhan dasar tersebut melalui pemanfaatan semua sumber yang ada dan potensial. dedikasi serta keseterdiaan waktu yang dimiliki untuk organisasi. pendidikan. sampai pada tingkat masyarakat. Cerminan Perawat Profesional Cerminan nilai professional perawat dalam praktik keperawatan dikelompokkan dalam nilai intelektual dan nilai komitmen moral interpersonal. Mengembangkan system seleksi kepengurusan melalui pnetapan criteria dari berbagai aspek kemampuan. yang harus memiliki landasan akademik dan landasan professional yang kokoh dan mantap. Meningkatkan kegiatan bersama dengan organisasi profesi keperawatan di luar negeri. sehingga tenaga keperawatan dapat berbicara banyak dan memiliki potensi untuk menduduki berbagai posisi di pemerintahan atau sector swasta. 4. yang apluikasinya menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara ilmiah. melalui pengkajian mendasar tentang hal-hal yang melatar belakangi. 3. ilmu kesehatan masyarakat. Nilai intelektual Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari . menopang. bukan anya untuk pengurus pusat saja tetapi juga mengikut sertakan pengurus daerah yang berpotensi untuk dikembangkan. agar setiap anggota memperoleh penghargaan yang sesuai dengan pendidikan dan kompensasi masing-masing. ilmu social. ilmu keperawatan komunitas dan ilmu keperawatan klinik. pandangan tentang visi dan misi organisasi. Bidang garapan dan fenomena yang menjadi objek studi keperawatan adalah penyimpangan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio-psiko-sosio-spiritual). 2. sebagai berikut : 1. Memiliki serangkaian program yang kongkrit dan diterjemahkan melalui kegiatan organisasi dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Wawasan ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu yang mempelajari bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. 5. ilmu dasar keperawatan. ilmu perilaku. Mengembangkan program latihan kepemimpinan. Mengaktifkan fungsi collective bargaining. ilmu biomedik. wawasan. E. yang juga tercermin pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat system organ fungsional sampai sub seluler atau molekuler. memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia ³.disusul dengan pendirian program paska sarjana FIK UI (1999). D. Prioritas utama adalah rogram pendidikan berkelanjutan bagi para anggotanya. Pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi harus dikembangkan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu dan profesi keperawatan. Peningkatan kualitas organisasi profesi keperawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara dan pendekatan antara lain : 1. mulai dari tingkat individu tang utuh (mencakup seluruh siklus kehidupan).

UU N0. Pepkin¶s Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian. Fair Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama. tetapi memprlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki. 3. social budaya. 5. dan memperhatikan kode etik keperawatan.a. mental. 2. 2. ras. sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar. cacat dan kelemahan. 1994) b. c. jiwa (rohani) dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. intelektual. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan) c. Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah : a.SAKIT Oleh : Dafid Arifiyanto Konsep Sehat A. selalu berusaha menepati janji. 4. Fidelity Berperilaku caring (peduli. komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien. (Johnstone. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif. keadaan ekonomi dan sebagainya. komitmen moral dan tanggung jawab etik. Kesehatan social adalah suatu kemampuan untuk hidup bersama dengan masyarakat . kasih sayang. emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik. Beneficience Perawat selalu mengupayakan keputusan yang dibuat berdasarkan keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. Body of Knowledge b. 23/1992 tentang kesehatan kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani). Pengertian 1. KONSEP SEHAT . Kesehatan mental menurut UU No. perasaan ingin membantu). Nilai komitmen moral Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic. Menurut Beauchamp & Walters (1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas. memberikan harapan yang memadahi. Sehat menurut WHO 1974 Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik. social bukan hanya bebas dari penyakit.

Sehat sebagai suatu spectrum. 3. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada ganguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologis. Sehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis. Perkins mendefinisikan sakit sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan aktivtas sehari-hari baik aktivitas jasmani. Susan mendefinisikan sakit adalah tidak adanya keserasian antara lingkungan dan individu. konsep sehat adalah tidak standart atau baku serta tidak dapat diterima secara mutlak dan umum. Meskipun terdapat banyak pengertian/definisi. Oxford English Dictionary mengartikan sakit sebagai suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana fungsinya terganggu atau menyimpang. mereka tidak mengeluh adanya gangguan walau setelah ditimbang berat badanya dibawah normal. tetapi sehat harus dipandang sesuatu fenomena yang dinamis. Pengertian 1. rohani dan social 2. psikis dan social yang dapat diartikan secara lebih positif.dilingkungannya. masing-masing orang/kelompok/masyarakat memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat. tinggal ditempat yang kumuh dan bising. Pepkins mendefinisikan sehat sebagai keadaan keseimbangan yang dinamis dari badan dan fungsi-fungsinya sebagai hasil penyesuaian yang dinamis terhadap kekuatan-kekuatan yang cenderung menggangunya. Berikut adalah tahap-tahap spectrum kesehatan : Positive Health Better Health Freedom from Sickness Spektrum Kesehatan Unrecognized Sickness Mild Sickness Severe Sickness Death Konsep Sakit A. menetap pada kondisi tertentu. Badan seseorang bekerja secara aktif untuk mempertahankan diri agar tetap sehat sehingga kesehatan selalu harus dipertahankan. . R. Banyak orang hidup sehat walau status ekonominya kekurangan. Apa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai abnormal oleh orang lain. dan social serta dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal. 6. Penjelasan ini menunjukan bahwa konsep sehat bersifat relatif yang bervariasi sangat luas antara sesama orang walau dalam satu ruang/wilayah. Sesuai dengan pengertian sehat di atas dapat di simpulkan bahwa kesehatan terdiri dari 3 dimensi yaitu fisik. dengan kata lain bahwa seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan seluas-luasnya kemampuan yang dibawanya sejak lahir untuk mendapatkan atau mengartikan sehat. Kesehatan sebagai suatu spectrum merupakan suatu kondisi yang fleksibel antara badan dan mental yang dibedakan dalam rentang yang selalu berfluktuasi atau berayun mendekati dan menjauhi puncak kebahagiaan hidup dari keadaan sehat yang sempurna.

etnis. Bila seseorang dalam area sehat maka perlu diupayakan pencegahan primer (primary prevention) yang meliputi health promotion dan spesific protection guna mencegah terjadinya sakit. Sesuai dengan sifat sehat-sakit yang dinamis. sedikit sehat. maka keadaan seseorang dapat dibagi menjadi sehat optimal. 2. mengemukakan terdapat 6 faktor yang mempengaruhi status sehat-sakit. disability limitation dan rehabilitation. tekanan. Factor yang berpengaruh terhadap perunbahan sehat sakit A. Faktor lingkungan meliputi udara. b. preventif. Factor social ekonomi meliputi pendidikan. Promosi kesehatan/health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan. tindasan dll. sakit berat dan meninggal. Factor pelayanan kesehatan meliputi upaya promotif. Bila kesehatan seseorang bergerak kekutub kematian maka seseorang berada pada area sakit (illness area) dan bila status kesehatan bergerak kearah sehat (optimal well being) maka seseorang dalam area sehat (wellness area). 4. Bila seseorang dalam area sakit perlu diupayakan pencegahan sekunder dan tersier yaitu early diagnosisand promt treatment. Blum. adat istiadat. D. 3. Faktor perilaku manusia meliputi kebutuhan manusia. sungai dll. sedikit sakit. 3. air. Mempertahankan status kesehatan 1. pembatasan cacat (disability limitation) Pencegahan tersier: rehabilitasi. 6. yang sifatnya dinamis. C. Faktor politik meliputi keamanan. 5.sakit Status kesehatan seseorang terletak antara dua kutub yaitu ³ sehat optimal dan ³ kematian ³. 2. Kematian Sehat Illness area Wellness area B. ras dll. pekerjaan dll. Perlindungan khusus (specific protection): upaya spesifik untuk mencegah terjadinya . kuratif dan rehabilitatif. kebiasaan manusia. Kontinum Sehat . fator resiko. Pencegahan sekunder: diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment).Keadaan sehat Sakit A. kecacatan. Pencegahan primer dilakukan pada masa individu belum menderita sakit. Faktor keturunan meliputi genetic. yaitu : 1. Tingkat Pencegahan Dalam perkembangan selanjutnya untuk mengatasi masalah kesehatan termasuk penyakit di kenal tiga tahap pencegahan: Pencegahan primer: promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan khusus (specific protection). upaya yang dilakukan ialah: a. 1.

dapat di rancang upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah. dan 2) untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit. perawat dan praktisi kesehatan masyarakat dikenal sebagai lima tingkat pencegahan. Pencegahan sekunder dilakukan pada masa individu mulai sakit a. empat tahapan itu (Rossenberg. host/tubuh orang dan lingkungan dan b) fase orang mulai sakit: yang akhirnya sembuh atau mati. bagaimana terjadinya. tujuan utama dari tindakan ini ialah 1) mencegah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit menular. Pada gambar dua proses perjalanan penyakit dibedakan atas a) fase sebelum orang sakit: yang ditandai dengan adanya keseimbangan antara agen (kuman penyakit. juga dikenal empat tahapan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. kapan hal itu terjadi apakah ada kaitannya dengan musim atau periode tertentu. 1958) Promosi kesehatan dilakukan melalui intervensi pada host/tubuh orang misalnya makan makanan bergizi seimbang. Adapun skema dari ketiga upaya pencegahan itu dapat di lihat pada gambar dua. Rehabilitasi. faktor apa yang meningkatkan kejadian (faktor resiko) dan faktor apa yan g menurunkan kejadian (faktor protektif). Melakukan kegiatan kumur-kumur dengan larutan flour untuk mencegah terjadinya karies pada gigi. sehingga pengobatan dapat dilakukan saat dini dan akibat buruknya dapat dicegah. apa masalahnya. Selain upaya pencegahan primer. Diagnosa dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment). Pembatasan cacat (disability limitation) pada tahap ini cacat yang terjadi diatasi. Perlindungan khusus dilakukan melalui tindakan tertentu misalnya imunisasi atau proteksi pada bahan industri berbahaya dan bising . kanker rahim. Gambar dua: Tingkat pencegahan penyakit (sumber: Leavel and clark. menanggulangi . berperilaku sehat. menghilangkan tempat berkembang biaknya vektor penyakit misalnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes. Mercy and Annest. dimana. peningkatan ketrampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain. siapa penderitanya. 1998) ialah: Apa masalahnya (surveillance). mental dan sosial. 3. Mengapa hal itu terjadi (Identifikasi faktor resiko). Diagnosa dini dilakukan melalui proses skrining seperti misalnya skrining kanker payudara. mengurangi dan mencegah polusi udara. bahan berbahaya). Identifikasi masalah. Pencegahan tersier a. misalnya melakukan imunisasi.penularan penyakit tertentu. pada proses ini diusahakan agar cacat yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga individu yang menderita dapat berfungsi optimal secara fisik. sekunder dan tersier yang dikalangan kesehatan dokter. adanya penyakit-penyakit tertentu pada masa kehamilan. 2. atau terhadap agent penyakit seperti misalnya dengan memberikan antibiotika untuk membunuh kuman. Mengapa hal itu lebih mudah terjadi pada orang tertentu. Apa yang berhasil dilakukan (evaluasi intervensi). Kadang-kadang batas dari ketiga tahap pencegahan itu tidak jelas sehingga ada kegiatan yang tumpang tindih dapat digolongkan pada perlindungan khusus akan tetapi juga dapat digolongkan pada diagnosa dini dan pengobatan segera misalnya pengobatan lesi prekanker pada rahim dapat termasuk pengobatan dini dapat juga perlindungan khusus. menyembuhkan orang sakit dan mencegah terjadinya komplikasi dan cacat. Atas dasar kedua langkah terdahulu. Sedangkan terhadap kuman penyakit misalnya mencuci tangan dengan larutan antiseptik sebelum operasi untuk mencegah infeksi. meningkatkan kualitas lingkungan untuk mencegah terjadinya penyakit misalnya menghilangkan tempat berkembang biaknya kuman penyakit. b. kapan terjadinya. mencuci tangan dengan sabun sebelum makan untuk mencegah penyakit diare. terutama untuk mencegah penyakit menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan terjadinya cacat yang lebih buruk lagi.

atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. . Empat tahapan kegiatan kesehatan masyarakat Masalah Response Sumber: Rossenberg. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis). tindakan selanjutnya bagaimana melaksanakan intervensi itu di pelbagai tempat dan setting dan mengembangkan sumber daya untuk melaksanakannya. maka ia dianggap tidak sakit. Banyak ahli filsafat. Environment atau lingkungan. dan sebagainya. kedokteran. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari. sosial budaya. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari-hari) seperti masuk angin. genetika. Setelah diketahui intervensi yang efektif. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap-tasi dengan lingkungan baik secara biologis.23. tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya. sosiologi. pilek. UU No. dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik. merupakan resultante dari 4 faktor yaitu : 1. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. biologi. antropologi. Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Bagaimana memperluas intervensi yang efektif itu (implementasi dalam skala besar).dengan segera penderita dan melakukan upaya penyembuhan dan pendampingan untuk menolong korban dan menilai keberhasilan tindakan itu dalam mencegah dan menanggulangi masalah. populasi penduduk. mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. kemauan. Mercy and Annest. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya.1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. MASALAH SEHAT DAN SAKIT Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia. psikologis maupun sosio budaya. perilaku. dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Gambar 3. 1998 SEHAT SAKIT DILIHAT DARI PERSEPTUAL BUDAYA Diasmpaikan Kembali Oleh : Dafid Arifiyanto PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna ercapainya kesadaran.

dan rehabilitatif. interpersonal. promotif. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi. kedua pengertian itu dinamakan penyakit. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai. serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. Behaviour atau perilaku. yin dan yang. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehat-sakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia. menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseorang dianggap sehat apabila unsur-unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. 3. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organik maupun fungsional tubuh. distribusi penduduk. apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula dalam kebudayaan lain. Tingkah laku sakit. peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kelas sosial. memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun tetap mengupayakan yang sakit segera sehat. dan sebagainya. Dilihat dari segi sosio kultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. proaktif antisipatif. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu. Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance. dengan illness dimaksud reaksi personal. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan baru berdasarkan paradigma sehat 1. Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan. yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. ayurveda dosha. bergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. Paradigma sehat adalah Cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan dari pada mengobati penyakit. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik. dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. India. lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. Dari empat faktor tersebut di atas. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis). .2. 4. dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. kuratif. dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral. Dalam konteks kultural. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif. perbedaan suku bangsa dan budaya. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors. Cina.

atau makhluk manusia (tukang sihir. Dalam kenyataannya tidaklah sesederhana itu.) di masyarakat Bugis menunjukkan bahwa timbul dan diamalkannya leprophobia secara ketat karena menurut salah seorang tokoh budaya. yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-kelainan serta gejala yang dirasakan. Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya ?. dalam kaitannya dengan penyakit kusta (Kaddala. merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut. Dituduh berbuat dosa melakukan hubungan intim saat istri sedang haid bagi seorang fanatik Islam dirasakan . Definisi WHO (1981): Health is a state of complete physical. wajar. Menelusuri nilai budaya. ketidak seimbangan dalam tubuh. yaitu: Naturalistik dan Personalistik. Oleh para ahli kesehatan. sehat harus dilihat dari berbagai aspek. dalam nasehat perkawinan orang-orang tua di sana. Masyarakat dan pengobat tradisional menganut dua konsep penyebab sakit. sehat sangat erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. maupun kesejahteraan sosial seseorang. Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri keluarga yang merasa tercemar bila salah seorang anggota keluarganya menderita kusta. Pengertian penderita sebagai akibat dosa dari ibu-bapak merupakan awal derita akibat leprophobia. Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan. nyaman. Ide yang bertujuan guna terciptanya moral yang agung di keluarga baru. Disebutkan bahwa bila terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim saat istri sedang haid. leluhur atau roh jahat).Bgs. bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang yang sehat. roh. sosial dan pengertian profesional yang beragam. antropologi kesehatan dipandang sebagai disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai-nilai budaya di Kabupaten Soppeng. terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. kebiasaan hidup. Sedangkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan. mental and social well-being. Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit. dan dapat melakukan aktivitas sehari hari dengan gairah. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal. makanan (salah makan). Konsep sehat sakit yang dianut pengobat tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat. WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani. Dulu dari sudut pandangan kedokteran. rohani. termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. tukang tenung). berkembang menuruti proses komunikasi dalam masyarakat dan menjadi konsep penderita kusta sebagai penanggung dosa. misalnya mengenai pengenalan kusta dan cara perawatannya. kata kaddala ikut tercakup di dalamnya. Kusta telah dikenal oleh etnik Makasar sejak lama. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar. and not merely the absence of disease or infirmity. Sedangkan konsep Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu.KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT BUDAYA MASYARAKAT Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural. Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massolong (kusta yang lumer). mereka (kedua mempelai) akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala. WHO melihat sehat dari berbagai aspek. selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit.

supaya panasnya turun. kurus kering. dan lain-lain. hasil diskusi kelompok di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa anak dinyatakan sakit jika menangis terus. Anak yang sakit ditandai dengan tingkah laku rewel. Larutan Gula Garam sudah dikenal hanya proporsi campurannya tidak tepat. Seorang pengobat tradisional yang juga menerima pandangan kedokteran modern. Pada penyakit batin tidak ada tandatanda di badannya. lemah. luka. kerok. badan berkeringat. kurang darah. Supranatural (roh. tidak bisa berjalan. Di Indramayu dikatakan penyakit adem meskipun gejalanya panas tinggi. ramuan-ramuan. Penyakit tampek (campak) disebut juga sakit adem karena gejalanya badan panas. Sakit kejang-kejang Masyarakat pada umumnya menyatakan bahwa sakit panas dan kejang-kejang disebabkan oleh hantu. gigi bengkak. tetapi bisa diketahui dengan menanyakan pada yang gaib. badan kuning. dingin) terhadap tubuh manusia 2. mencret. pantangan makan. panas dingin.). setan dan lain-lain. arti sakit adalah sebagai berikut: sakit badaniah berarti ada tanda-tanda penyakit di badannya seperti panas tinggi. Pengobatannya adalah dengan cara mengompres dengan es. tidak mau makan.sebagai beban trauma psikosomatik yang sangat berat. atau masuk angin. makan makanan pedas. Karena pengaruh gejala alam (panas. b. tidak mau tidur. makan udang. kena hujan. Dengan demikian upaya penanggulangannya tergantung kepada kepercayaan mereka terhadap penyebab sakit. gerakannya lincah. Baginya. tidak kuat bekerja. sering menangis dan tidak nafsu makan. gatal. penglihatan terang. makan kacang terlalu banyak. guna-guna. atau "kantong kering" (tidak punya uang). tidak mengeluh lesu. mual. Penyebabnya adalah perubahan cuaca. pijat. salah makan. dan bantuan tenaga kesehatan. Di Sukabumi disebut hantu gegep. dan badan lemah atau sakit. oyong. Penanggulangannya dengan obat tradisional misalkan dengan pucuk daun jambu dikunyah ibunya lalu diberikan kepada anaknya (Bima Nusa Tenggara Barat) obat lainnya adalah Larutan Gula Garam (LGG). sedangkan di Sumatra Barat disebabkan hantu . seseorang dinyatakan sakit kalau sudah tidak bisa bekerja. dapat digunakan obat-obatan. Sakit demam dan panas. Orang tua. batuk-batuk. maunya tiduran atau istirahat saja. penglihatan lemah. c. Sakit mencret (diare). Penyebabnya adalah salah makan. Beberapa contoh penyakit pada bayi dan anak sebagai berikut : a. keluarga sangat menolak anaknya didiagnosis kusta. Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu : 1. ikan. 3. pusing. anak meningkat kepandaiannya. Sedangkan hasil diskusi kelompok di Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa anak sakit dilihat dari keadaan fisik tubuh dan tingkah lakunya yaitu jika menunjukkan gejala misalnya panas. atau sakit-sakit badan. tidak enak badan. Pada orang yang sehat. Pada penelitian Penggunaan Pelayanan Kesehatan Di Propinsi Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat (1990). labu putih yang dingin atau beli obat influensa. kuat bekerja. masyarakat menganggap bahwa sakit adalah keadaan individu mengalami serangkaian gangguan fisik yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Oralit. makan dan tidur normal. Bagi orang dewasa. pil Ciba dan lain-lain. encer. suhu badan normal. rewel. Untuk mengobati sakit yang termasuk dalam golongan pertama dan ke dua. kehilangan nafsu makan. lemas. sulit makan. muntah-muntah. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin . diare. tidur terganggu. mempunyai pengetahuan yang menarik mengenai masalah sakit-sehat. batuk pilek. kyai dan lain-lain. Orang dewasa dianggap sakit jika lesu. kaki dan perut bengkak. susu ibu basi. tidak dapat bekerja. Untuk penyebab sakit yang ke tiga harus dimintakan bantuan dukun. sorot mata cerah. Sudarti (1987) menggambarkan secara deskriptif persepsi masyarakat beberapa daerah di Indonesia mengenai sakit dan penyakit.

tetapi juga dapat disebabkan oleh kelainan emosional dan psikososial individu bersangkutan. berdasarkan pengalaman sendiri sebagai psikiater. suatu perubahan evolusi yang adaptif. 1978). tetapi begitulah kenyataan yang ada dalam masyarakat. Menurut pasien penyakitnya disebabkan karena "darah kotor" oleh karena itu satu -satunya jalan penyembuhan adalah dengan makan makanan yang bersih . manusia dan lingkungannya. menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya. Konsep kejadian penyakit menurut ilmu kesehatan bergantung jenis penyakit. Simbol sosial juga dapat merupakan sumber penyakit. Secara umum konsepsi ini ditentukan oleh berbagai faktor antara lain parasit. anak dimandikan saat panas terik. salah satu kasusnya sebagai berikut : Seorang perempuan yang sudah cukup umur reumatiknya diobati hanya dengan vitamin dan minyak ikan saja dan percaya penyakitnya akan sembuh. sedangkan dari segi kemasyarakatan keadaan sakit dianggap sebagai penyimpangan perilaku dari keadaan sosial yang normatif. . meminumkan madu dan jeruk nipis atau memberikan daun suwuk. Penyimpangan itu dapat disebabkan oleh kelainan biomedis organ tubuh atau lingkungan manusia. Bagi masyarakat Dani di Papua. Bagi seorang dokter pendapat itu tidak masuk akal. Ditinjau dari segi biologis penyakit merupakan kelainan berbagai organ tubuh manusia. Suatu kajian hubungan antara psikiatri dan antropologi dalam konteks perubahan sosial ditulis oleh Rudi Salan (1994). penyakit dapat merupakan simbol sosial positif. tetapi juga sebagai akibat dosa. atau kesambet. KEJADIAN PENYAKIT Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. yaitu `mutih' (ditambah vitamin seperlunya agar tidak kekurangan vitamin) sampai darahnya menjadi bersih kembali. Anderson. bahkan merupakan karakteristik yang diinginkan karena memberikan proteksi yang tinggi terhadap gigitan nyamuk Anopheles. keterkaitan antara simbol-simbol sosial dan risiko kesehatan sering tampak jelas. yang diberi nilai-nilai tertentu. tingkah laku penyakitnya dan cara-cara tingkah laku penyakitnya mempengaruhi evolusi kebudayaannya melalui proses umpan balik (Foster. Di Indramayu pengobatannya adalah dengan dengan pergi ke dukun atau memasukkan bayi ke bawah tempat tidur yang ditutupi jaring. Perilaku dan cara hidup manusia dapat merupakan penyebab bermacam-macam penyakit baik di zaman primitif maupun di masyarakat yang sudah sangat maju peradaban dan kebudayaannya. Di Indramayu ibu-ibu mengobatinya dengan membalur anak dengan asam kawak. Para ahli antropologi kesehatan yang dari definisinya dapat disebutkan berorientasi ke ekologi. Faktor emosional dan psikososial ini pada dasarnya merupakan akibat dari lingkungan hidup atau ekosistem manusia dan adat kebiasaan manusia atau kebudayaan. Etiologi penyakit dapat dijelaskan melalui sihir. yang memberikan imunitas relatif terhadap malaria. Penyakit dapat dipandang sebagai suatu unsur dalam lingkungan manusia. Dalam peradaban modern.jahat. seperti tampak pada ciri sel-sabit (sickle-cell) di kalangan penduduk Afrika Barat. Sakit tampek (campak) Penyebabnya adalah karena anak terkena panas dalam. d. misalnya remaja merokok. Ciri sel sabit sama sekali bukan ancaman. vektor. yang menurut kepercayaan dapat mengisap penyakit.

perawatan kebersihan diri. dokter-pasien. tanaman berbisa. Berikut ini contoh persepsi masyarakat tentang penyakit malaria. dulu penderita demam sangat tinggi diobati dengan cara menyiram air di malam hari. perilaku sakit (illness behavior) perbedaan antara illness dan disease.PERILAKU SEHAT DAN PERILAKU SAKIT Penelitian-penelitian dan teori-teori yang dikembangkan oleh para antropolog seperti perilaku sehat ( health behavior ). tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat. menggigil. membabat hutan untuk tanah pertanian. Dalam beberapa hari penderita akan sembuh. dapat turun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan bahkan dapat berkembang luas. Sesuai dengan persepsi tentang sakit dan penyakit maka perilaku sakit dan perilaku sehat pun subyektif sifatnya. dan sebagainya. Persepsi masyarakat tentang sehat-sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu di samping unsur sosial budaya. model penjelasan penyakit (explanatory model ). kemudian memetik daun dari pohon tertentu. Penyakit tersebut dapat sembuh dengan cara minta ampun kepada penguasa hutan. sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. termasuk pencegahan penyakit. Pada sebagian penduduk Pulau Jawa. PENUTUP Cara dan gaya hidup manusia. makhluk gaib. kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit. Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat. Air yang telah diberi ramuan dan jampi-jampi oleh dukun dan pemuka masyarakat yang disegani digunakan sebagai obat malaria. interaksi dokter-perawat. dan muntah. perawat-pasien. membuka mata para dokter bahwa kebenaran ilmu kedokteran modern tidak lagi dapat dianggap kebenaran absolut dalam proses penyembuhan. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah. Misalnya penyakit akibat kutukan Allah. Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa-rawa. Perilaku sakit diartikan sebagai segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. kebudayaan. binatang. PERSEPSI MASYARAKAT Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat . peran dan karir seorang yang sakit (sick role). penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergizi. Selain rawa-rawa. Sebaliknya petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kreteria medis yang obyektif berdasarkan gejala yang tampak guna mendiagnosis kondisi fisik individu. Pelanggaran dapat berupa menebang. dibuat ramuan untuk di minum dan dioleskan ke seluruh tubuh penderita. yang saat ini masih ada di beberapa daerah pedesaan di Papua (Irian Jaya). dan lain-lain akan diganjar hukuman berupa penyakit dengan gejala demam tinggi. Persepsi masyarakat mengenai penyakit diperoleh dan ditentukan dari penuturan sederhana dan mudah secara turun temurun. Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan itu milik penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang melanggar ketentuannya. Persepsi kejadian penyakit yang berlainan dengan ilmu kesehatan sampai saat ini masih ada di masyarakat. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. karena tergantung dari kebudayaan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. penyakit dilihat dari sudut pasien. udara busuk. adat istiadat. roh-roh jahat. yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada.

2. intelektual dan metafisik yang lengkap dan berpotensi. Keperawatan dan peran perawat (tujuan/sasaran.. Lingkungan (masyarakat) 3. penelitian dan pengajaran. MODEL KONSEPTUAL KEPRAWATAN Oleh : Dafid Arifiyanto A. c. Gambaran Model Konseptual Keperawatan Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Orang yang menerima asuhan keperawatan 2. Gambaran model konseptual keperawatan : 1. oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter. d. oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter. peran dan fungsi) Model keperawatan dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan praktik. Alasan tindakan keperawatan Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan atau meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan luka. Konsep individu Merupakan kesatuan fisik. kesehatan dan penyakit) 4. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan. b. Konsep lingkungan Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan dan sakitnya seseorang. Definisi keperawatan . Virginia Henderson a. Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik keperawatan professional menggambarkan empat jenis konsep yang sama. e. Konsep keperawatan terus dikembangkan dan diterapkan serta diuji melalui pendidikan dan praktik keperawatan. Konsep sehat Keadaan bebas dari penyakit dan dapat menggunakan kekuatannya secara penuh. yaitu : 1. Definisi keperawatan Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pembangunan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Kesehatan (sehat/sakit.. Florence Nightingale a.

4. Alasan tindakan keperawatan Aktifitas keperawatan berasal dari model dimana berupa proses pengkajian dan intervensiintervensi peran diselenggarakan dengan konteks keprawatan dan termasuk manipulasi dari stimuli. Alasan tindakan keperawatan Partisipasi kualitatif seseorang dengan kesehatan yang pernah dialami oleh individu. 3. Konsep sehat Kemampuan fungsi independent dalam hubungannya dengan 14 komponen. Parsel a. Konsep individu Keadaan biopsikososial yang berupa interaksi yang tetap dengan perubahan lingkungan. Definisi keperawatan Interaksi manusia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan dalam proses keperawatan.Bantuan yang diberikan kepada individu baik dalam keadaan sehat maupun sakit dalam kegiatannya untuk mencapai keadaan sehat atau sembuh dari penyakit sehingga ia mempunyai kekuatan. Konsep individu Keadaan biologi dimana tidak dapat dipisahkan antara pikiran dan jasmani. c. e. b. Sehat sakit merupakan bagian dari hidup manusia. d. Konsep sehat Rentang sehat sakit merupakan garis yang terus menerus yang menunjukan status sehat atau sakit dimana sesorang butuh pengalaman dan waktu. Alasan tindakan keperawatan Pendekatan yang dilakukan untuk memenuhi 14 komponen dari keperawatan. b. Sister Callista Roy a. Konsep individu Hubungan yang terbuka yang meluas ke dunia bebas untuk memilih situasi yang diinginkan. Definisi keperawatan Ilmu dan seni yang berpusat pada kehidupan. e. Alasan tindakan keperawatan Perawatan individu yang bersifat holistic untuk setiap kebutuhan seseorang. b. Konsep lingkungan Merupakan kerjasama untuk menghasilkan pertukaran energi yang bermutu dengan individu. d. Myra Estrin Levine a. Konsep lingkungan Tidak terdefinisi dengan jelas. 5. seseorang mendorong perawat untuk beradaptasi. d. dapat berupa tindakan positif maupun negatif. keinginan dan pengetahuan. c. Konsep lingkungan Suatu kondisi yang terus menerus dan mempengaruhi sekelilingnya dan perkembangan organisme serta group organisme. . b. e. Konsep sehat Proses untuk mencari pengalaman seseorang. c. Definisi keperawatan Suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit. manusia bersifat sebagai system adaptif yang terbuka.

Definisi keperawatan Ilmu dan profesi yang mempunyai pusat tentang arti perjuangan hidup (sehat) b. tujuan dan tindakan untuk mencapai tujuan. Imogane M. situasi. c.c. d. b. Fitspatrick a. Konsep lingkungan Sustu system terbuka yang menunjukkan penukaran masalah energi. . Konsep individu Sistem terbuka. Alasan tindakan keperawatan Berpusat pada mempertinggi proses perkembangan menuju sehat. Konsep individu Interaksi dari individu yang bersifat kompleks antara lingkungan interna dan eksterna yang mengubah adaptasi. Konsep individu suatu system terbuka mengenai penukaran masalah. Konsep lingkungan Sistem terbuka dalam interaksi terus menerus dengan manusia. menyeluruh. e. c. Konsep sehat Perkembangan terus menerus tentang karakteristik manusia yang penuh potensi. Konsep sehat Aturan dinamik dari stressor dalam lingkungan eksternal dan internal melalui penggunaan optimal untuk mencapoai potensi maksimal dalam kehidupan sehari-hari. yang dikarakteristikkan sebagai dasar irama hidup. informasi dengan keberadaan manusia. King a. Definisi keperawatan Suatu proses interaksi manusia antara perawat dan klien. 7. Alasan tindakan keperawatan Perawat dan klien saling mengamati dalam informasi. komuniksai. e. d. kesadaran arti kehidupan. energi dan dengan lingkungan yang terbatas. 6.