P. 1
AKUNTANSI PERBANKAN 2010

AKUNTANSI PERBANKAN 2010

|Views: 126|Likes:
Published by PIKI

More info:

Published by: PIKI on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

BAB 29 TABUNGAN DAN SETORAN ONGKOS NAIK HAJI

A. PENDAHULUAN Tabungan ONH dan Setoran ONH adalah sumber dana dan sekaligus jasa bank untuk memperlancar kegiatan naik haji bagi para calon haji.tabungan ONH adalah tabungan yang sasaran utamanya diperuntukkan bagi penabung / calon haji agar yang bersangkutan dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menunaikan ibadah hajidengan cara menyicil biaya dan terencana sejak awal. Tabungan ONH merupakan simpanan yang dapat diambil pada waktu tertentu atau mengendap sampai mencukupi untuk ongkos naik haji.pada saat tabungan tersebut dianggap cukup, secara otomatis menjadi dana setoran naik haji. Untuk itu dalam pembahasan ini antara keduanya saling terkait baik sebagai sumber dana maupun sebagai aktivitas jasa bank.

Tabungan ONH memiliki ketentuan misalnya setoran minimal , frekuensi pengambilan maksimum,dan fasilitas bago penabung ONH. Namun sebagaimana layaknya tabungan,bank menerima setoran dalam bentuk tunai, dan transfer, kliring, inkaso, penindahbukuan,dan sebagainya yang disetujui bank.

B. BAGI HASIL DAN PERHITUNGANNYA Terhadap Tabungan ONH yang mengendap , bank akan membayar biaya bunga atau bagi hasil yang diperhitungkan dari saldo terendah padasetiap bulan efektif. Rekening bagi hasil ini dibukukan setiap bulan untuk masing ± masing penabung , akan tetapi jumlah bagi hasil yang masih mengendap di bank tidak akan diberikan bunga. Jadi bunga / bagi hasil hanya diperhitungkan dari saldo terendah tabungan. Atas bagi hasil yang dibayarkan sebelumnya dipotong PPh yang besarnya sesuai ketentuan PPh bunga pada umumnya , yaitu 15% untuk penduduk dan 20% untuk bukan penduduk. Pembukuan atas bagi hasil adalah mendebet biaya bagi hasil tabungan ONH dan mengkredit bagi hasil masing ± masing penabung.

C. FASILITAS BAGI PENABUNG ONH Pada umumnya bank yang menyelenggarakan tabungan ONH akan memberikan fasilitas kepada para penabung kelak pada saat menunaikan ibadah haji. Fasilitas ini sebenarnya sebagai promosi bank untuk menghimpun dana dari sumber ini. Fasilitas dimaksud misalnya mendapat

prioritas pertama pendaftaran ibadah haji, pemberian asuransi Cuma ± Cuma tanpa membayar premi karena ditanggung bank, kemudian pemberian hadiah berupa pakaian ihrom / mukena, kain sarung,sajadah dan sebagainya serta pemeriksaan kesehatan gratis pada saat akan berangkat haji. Terhadap semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemberian fasilitas tersebut akan dibebankan kepada masing ± masing kantor cabang yang bersangkutan dengan rekening biaya promosi khusus ONH. Biaya promosi ini terpisah dengan biaya promosi dana, karena memang berbeda.

D. PENGALIHAN TABUNGAN ONH MENJADI SETORAN ONH Tabungan ONH dialihkan menjadi setoran ONH jika telah diumumkan oleh perintah tentang pelaksanaan ibadah haji. Atas dasar hal tersebut bank langsung mengiventarisasi penabung yang saldonya sudah mencapai 100%, atau 75% dari biaya yang dibutuhkan. Bila tabungan telah mencapai saldo 100%, maka berdasarkan surat kuasa bank langsung mengalihkan menjadi dana seteron ONH. Bagi penabung diberitahukan untuk segera mengurus syarat ± syarat administrasinya. Sedangkan penabung yang mempinyai saldo baru 75% diminta untuk segera melunasi gar bank dapat mengalihkan kepada dana setoran ONH.

E. PEMBUKUAN TABUNGAN ONH DAN SETORAN ONH Secara lebih terinci bahwa pembukuan atas tabungan beserta pengalihannya menjadi setoran ONH adalah sebagi berikut : a. Pada saat setoran pertama tabungan ONH. Dr. Kas / Giro / RAK dll «««««. Rp«««.

b. Pada saat perhitungan dan pembukuan bagi hasil akhir bulan. Dr. Biaya Bunga Tabungan ONH. Cr. Pajak bagi hasil ONH Cr. Rek.bagi hasil tabungan ONH c. Pada waktu pengambilan tabungan ONH Dr. Tabungan ONH ««««««««« Rp«««. Cr. Kas/ Giro dll«««««««««««««... d. Pada waktu pelimpahan / pengalihan menjadi setoran ONH. Dr. Tabungan ONH ««««««««« Rp«««.. Cr. Setoran ONH«««««««««««««... Rp«««. Rp««««. Rp««««.

Rp««««.

Rp««««.

e. Pada saat bank membayar pengeluaran untuk fasilitas pemeriksaan kesehatan, pas photo, biaya transpor, pemberian hadiah dan sebagainya, maka dijurnal : Dr. Biaya promosi ONH ««««««« Rp«««..

Cr. Kas«««««««««««««««««.. f. Pada waktu Pembayaran Uang Bagi Hasil : Dr. Rek. Bagi hasil Tab. ONH ««««« Rp«««« Cr. Kas««««««««««««««««««

Rp««««.

Rp««««.

Pada kasus tertentu penanganan naik haji sejak koordinasi pendanaan ditangani oleh biro perjalan haji, dalam arti dana tabungan ONH dilimpahkan keperusahaan yang menangani pemberangkatan haji indonesia. Bila ini yang terjadi maka bank dapat langsung mengkreditkan ke rekening perusahaan yang bersangkutan atas tabungan yang telah mencukupi saldonya untuk setoran ONH. Jurnalnya adalah :

Dr. Tabungan ONH «««««««««. Rp«««« Cr. Giro PT ( Perusahaan )««««««««««.

Rp««««

BAB 30 SAFE DEPOSIT BOX Kebutuhan akan keamana dan kerahasiaan tentang asset berharga yang dimiliki seseorang atau lembaga tertentu akan lebih terjamin apabila dititipkan di bank. Bank telah menciptakan jasa penyimpangan barang berharga yaitu S afe Defosit Box . dengan kata lain SDB adalah fasilitas penyediaan tempat penyimpanan benda atau surat ± surat berharga.

Jasa penyimpanan ini dapat dikatakan memberi manfaat sebagai sumber dana bank sekaligus sebagai sarana promosi bagi bank yang bersangkutan. Promosi dimaksud melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui jasa ini.

Keamanan benda atau surat berharga terjamin karena untuk membuka setiap kotak penyimpan diperlukan dua buah kunci, dengan kunci pertama dikuasai bank dan kunci kedua dikuasai nasabah.

Disamping itu untuk membukanya tidak setiap karyawan bank dapat melakukannya, akan tetapi hanya orang ± orang tertentu yang ditunjuk oleh bank.

Sebagai jasa, maka bank akan mendapat pendapatan sewa SDB tersebut. Besarnya pendapatan sewa tersebut sangat tergantung kepada lamanya penyewaan dan luas ruangan yang dipakai untuk penyimpanan benda atau surat berharga. Pendapatan sewa tersebut merupakan pendapatan sewa diterima dimuka sehingga harus diamortisasi setiap akhir bulan.

Disamping itu untuk berjaga ± jaga atas hilangnya kunci SDB , bank juga meminta setoran jaminan kunci SDB.setoran jaminan ini diperlukan karena bila kunci hilang, bank harus merusak kotak tersebut untuk membukanya. Dalam hal kunci benar ± benar hilang maka setoran jaminan akan dijadikan pengganti kerugian atau menjadi hak bank. Namun apabila hingga akhir penyewaan kunci tetap utuh maka setoran jaminan kunci SDB tersebut dikembalikan kepada nasabah.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh beserta pencatatan transaksinya :

Misalnya Bank Mitra Niaga Semarang menerima pemohon seorang nasabah ( Bella ) untuk menyimpan benda berharga dan surat berharga milik bella. Untuk itu bella menyerahkan setoran jaminan sebesar Rp. 150.000,00 secara tunai danmembayar sewa dimuka sebesar Rp.240.000,00 untuk enam bulan atas beban gironya.

Jurnal ± jurnal yang diperlukan adalah : a. Pada saat penyerahan setoran jaminan dan biaya sewa Dr. Kas«««««««««««««««««. Rp 150.000,00 Dr. Giro Bella«««««««««..................... Rp 240.000,00 Cr.Setoran Jaminan Kunci SDB««««««««« 150.000,00 Cr.Pendapatan sewa SDB diterima dimuka««««.. 240.000,00 b. Amortisasi pada setiap akhir bulan atas pendapatan sewa Dr. Pendapatan sewa SDB diterima dimuka«««Rp 40.000,00 Cr. Pendapatan sewa SDB «««««««««««««« 40.000,00 Jurnal ini akan dilakukan setiap akhir bulan selama eman bulan

Rp Rp

Rp

c. Pada waktu jangka waktu sewa berakhir dan tidak diperpanjang Dr.Setoran Jaminan Kunci SDB ««««««« Rp 150.000,00 Cr.Kas / Giro Bella«««««««««««««««««.. 150.000,00

Rp

d. Bila Kunci SDB hilang, maka setoran jaminan kunci SDB sebagai penggantinya Dr. Setoran Jaminan Kunci SDB ««««««« Rp 150.000,00 Cr.Inventaris kantor alat-bahan tahan api SDB««««««. 150.000,00

Rp

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->