P. 1
Materi Complete (Konsep Ttg Filsafat, Filsafat Ilmu, Filsafat Ilmu Komunikasi

Materi Complete (Konsep Ttg Filsafat, Filsafat Ilmu, Filsafat Ilmu Komunikasi

|Views: 968|Likes:
Published by Badhe Madridista

More info:

Published by: Badhe Madridista on Nov 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

TUGAS FILSAFAT ILMU KOMUNIKASI

OLEH NAMA NIM : YOHANES ARISMAN BADHE : 153090110

KELAS : E

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ³VETERAN´ YOGYAKARTA 2010

KONSEP-KONSEP PEMIKIRAN TENTANG FILSAFAT

A. Pengertian dan Asal Mula Filsafat
Secara etimologi atau asal usul bahasa, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, ³philosophia´ yang merupakan penggabungan dua kata yakni ³philos´ atau ³philein´ yang berarti ´cinta´, ³mencintai´ atau ³pencinta´, serta kata ³sophia´ yang berarti ³kebijaksanaan´ atau ³hikmat´. Dengan demikian, secara bahasa, ³filsafat´ memiliki arti ³cinta akan kebijaksanaan´. Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan, artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Sedangkan secara epistemologi (istilah), terdapat ratusan rumusan pengertian ³filsafat´. Namun secara mendasar, filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebenaran sejati. Mengutip The Liang Gie, Suhartono Suparlan, Ph.D. (2007: 45-46) mengatakan bahwa, definisi filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat. Beberapa definisi berdasarkan kronologi tersebut adalah : 1. Plato (427-374 SM), mengatakan bahwa filsafat adalah mengkritik pendapat-pendapat yang berlaku. Jadi, kearifan atau pengetahuan intelektual itu diperoleh melalui suatu proses pemeriksaan secara kritis, diskusi, dan penjelasan. 2. Aristoteles (384-322 SM), menyatakan bahwa filsafat sebagai ilmu menyelidiki tentang hal di mana ada sebagaian hal yang berbeda dengan bagian -bagiannya yang satu atau lainnya. 3. Sir Francis Bacon (1561-1626 M), menyebutkan bahwa filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya. 4. Rene Descartes (1560-1650), menulis filsafat sebagai kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan. 5. Immanuel Kant (1724-1804), menyampaikan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup dalam empat persoalan, yakni : a. Apakah yang dapat kita ketahui? (jawabannya : metafisika). b. Apakah yang seharusnya kita ketahui? (jawabannya : agama). c. Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya : agama).

Filsafat adalah suatu ilmu.´ 12. mengakui filsafat sebagai suatu kritik terhadap pengetahuan.W. Herbert Spencer (1820-1903). mendefinisikan filsafat sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia dalam melakukan penyesuaian kumpulan tradisi secara terus-menerus yang membentuk budi manusia yang sesungguhnya terhadap kecenderungan ilmiah dan cita-cita politik baru dan yang tidak sejalan dengan wewenang yang diakui. dan menghasilkan sesuatu yang runtut.d. 10. menggariskan filsafat sebagai nama pengetahuan tentang generalitas yang tingkatannya paling tinggi. yang dipertanggungjawabkan secara intelektual untuk melakukan apa yang sebetulnya diharapkan dari setiap orang yang tidak hanya mau membebek saja. John Dewey (1859-1952). Windelband. 6. Frans Magnis Suseno dalam bukunya yang berjudul Berfilsafat Dari Konteks. . dan begitu juga sebaliknya. 11. dan fakta-fakta yang dihasilkan dalam pengalaman sehari-hari dan melalui ilmu-ilmu. kita kemudian dapat mengerti filsafat secara umum. 8.F Hegel (1770-1831). memahami. Bertrand Russell (1872-1970). Filsafat memeriksa secara kritis asas-asas yang dipakai dalam ilmu dan kehidupan sehari-hari. di dalam bukunya Elements of philosophy mengartikan filsafat sebagai berpikir secara kritis. mengartikan ³filsafat´ sebagai usaha tertib. menggambarkan filsafat sebagai landasan maupun pencerminan dari peradaban. metodis. filsafat merupakan alat untuk membuat penyesuaianpenyesuaian diantara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan. 9. Jadi. Louis O. Yaitu. komprehensif (menyeluruh). Sejarah filsafat karenanya merupakan pengungkapkan sejarah peradaban. meskipun bukan ilmu yang biasa. G. 7. mengkritik data-data. sistematis. seperti dikutip Hatta dalam pendahuluan Alam Pikiran Yunani. Kattsoff (1963). dan mencari suatu ketidakselarasan yang dapat terkandung di dalam asas-asas itu. Dari arti di atas. untuk mengerti. yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. ³filsafat sifatnya merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang suatu keadaan atau hal yang nyata. Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya : antropologi). mengartikan. rasional. yang tidak hanya mau menelan mentah -mentah apa yang sudah dikunyah sebelumnya oleh pihak-pihak lain. menilai.

dapat mengontrol dirinya dan tidak emosional. berpikir benar. namun ada persoalan -persoalan yang sampai hari ini belum juga terpecahkan. yaitu berpikir dengan memperhatikan unsur di belakang objek yang menjadi pusat pemikirannya. ³Falsafah´ itu tidak lain filsafat itu sendiri. 3. Filsafat sebagai suatu metode Berfilsafat adalah berpikir secara reflektif. Filsafat sebagai suatu sikap Filsafat merupakan sifat terhadap kehidupan dan alam semesta. adalah berpikir dengan dasar cinta akan kebijaksanaan. Plato. dan berkehendak baik. maka filsafat tidak dapat berkembang seperti sekarang. dan Aristoteles. Cara berpikir yang filosofis adalah berusaha untuk mewujudkan gabungan antara keduanya. Sikap kedewasaan secara kefilsafatan adalah sikap yang menyelidiki secara kritis. ³Falsafi´ atau ³falsafati´ artinya ³bersifat sesuai dengan kaidah-kaidah filsafat´. ³Berpikir filosofis´. 2. Usaha-usaha untuk memecahkannya telah dilakukan. Sedangkan pertanyaan yang berikut: Apakah Tuhan itu ada? Apakah kebenaran itu? Apakah keadilan itu Ada perbedaan antara pertanyaan filsafat dengan pertanyaan bukan filsafat? 4. Pengertian filsafat dapat dibedakan dalam enam pengertian : 1. Filsafat merupakan system pemikiran Dalam sejarah filsafat telah dirumuskan sistem-sistem pemikiran dari Socrates. Contoh: seorang ibu yang tiba-tiba mendapat berita kematian putrinya yang pramugari. Filsafat sebagai kumpulan persoalan Banyak persoalan-persoalan abadi yang dihadapi oleh para filsuf. . ³berpikir filosofis´ dan ³mempunyai filsafat hidup´. terbuka dan selalu bersedia meninjau persoalan dari semua sudut pandangan. ³falsafi´ atau ³filsafati´. Contoh: persoalan apakah ada ide-ide bawaan? Hal ini telah dijawab oleh John Locke. Bagaimana manusia yang berfilsafat dalam menyikapi hidupnya dan alam sekitarnya. Seorang ibu yang mampu berpikir secara mendalam dan menyeluruh dalam menghadapi musibah tersebut akan dapat bersikap dewasa. Dengan demikian tanpa adanya nama-nama pemikir tersebut beserta hasil pemikirannya. terdapat pula sejumlah istilah yang serupa dengan ³filsafat´ yaitu ³falsafah´. Contoh: berapa IP (indeks prestasi) yang Anda capai semester ini? Pertanyaan yang demikian dapat langsung dijawab karena bersangkutan dengan fakta.Selain terminologi ³filsafat´.

Menurut Descrates ada beberapa tahapan untuk memulai perenungan filsafat.5. b. apabila seseorang menyadari bahwa ada sesuatu masalah. Abstrak. dan bahasa Yunani . Atas dan hukum umu yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Filsafat merupakan suatu usaha untuk memperoleh pandangan secara menyeluruh Filsafat mencoba menggabungkan kesimpulan-kesimpulan dari berbagai macam ilmu serta pengalaman manusia menjadi suatu pandangan dunia yang menyeluruh. mulailah mengkaji pengetahuan yang diperoleh melalui indera san meragukannya. Memeriksa penyelesaian-penyelesaian yang terdahulu setelah menguji pengetahuan perlu mempertimbangkan penyelesaian-penyelesaian yang telah diajukan mengenai masalah yang bersangkutan. Menarik kesimpulan. Umum.theory. baik yang dipakai dalam ilmu maupun dalam kehidupan sehari-hari. artinya dapat diterapkan secara luas. yaitu: Menyadari adanya masalah.theoria. kesimpulan yang diperoleh dapat merupakan masalah baru untuk diuji kembali dan seterusnya. Hakikat dari sesuatu haruslah mempunyai sifat-sifat berikut: a. Filsafat merupakan analisis logis Para tokoh filsafat analitis berpendapat bahwa tujuan filsafat adalah menyingkirkan kekaburan-kekaburan dengan cara menjelaskan arti dari suatu istilah. 2. sehingga halnya menjadi ada. mengadakan verifikasi terhadap hasil-hasil penjabaran yang telah dilakukan. bahasa Latin . B. Pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian). c. Meragu-ragukan dan menguji secara rasional anggapan-anggapan setelah selesai dirumuskan.1041) adalah: 1. artinya tidak dapat ditangkap dengan panca indera. Mutlak harus terdapat pada sesuatu hal.theoreo yang berarti melihat atau thorus yang berarti pengamatan) menurut kamus umum bahasa Indonesia (1995. dan hanya dapat ditangkap dengan akal. maka orang tersebut akan mencoba untuk memikirkan penyelesaiannya. 6. . Mengajukan hipotesis Menguji konsekuensi-konsekuensi. Perkembangan Teori-teori Filsafat Pengertian teori (dari bahasa Inggris .

seluruh kenyataan adalah api Perkataan yang terkenal dari Herakleitos adalah panta rhei kai uden menei.3. A. 2. manusia merupakan makhluk yang dapat mengenal. yang harus mengatur tingkah lakunya sendiri dan yang hidup dalam masyarakat. perubahan merupakan satu-satunya kemantapan. Teorinya tentang manusia bertitik tolak dari pengalaman sehari-hari dan dari kehidupan yang konkret. Socrates berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : . 2. seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir. 1975:26). Paramenides (515 SM) Seluruh jalan kebenaran bersandar pada satu keyakinan: yang ada itu ada. cara. Thales (abad ke-16) Menurut Thales arkhe dalam semesta adalah air. Teori tentang alam semesta ini barangkali terlalu sederhana. It rest by changing (K. Tidak ada sesuatu pun yang betul-betul ada. Herakleitos (abad ke-5 SM) Menurut Herakleitos. orang dapat mengatakan bahwa yang serentak ada dan serentak juga tidak ada. yang tidak ada tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. B. karena bahan makanan semua makhluk memuat zat lembab dan juga benih pada semua makhluk hidup. semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal mantap. D. dan aturan untuk melakukan sesuatu. Alasan Thales mengemukakan air sebagai zat asli alam semesta. Bestens. 1975: 42). Bertens. Kedua pengertian di atas sama-sama mustahil. Semuanya berasal dari air dan semuanya kembali menjadi air (K. orang dapat mengemukakan bahwa yang ada itu tidak ada. Ada dua pengandaian yang dapat membuktikan kebenaran. Pendapat. Socrates Menurut Socrates. itulah kebenaran. semuanya menjadi. namun pada saat itulah untuk pertama kalinya manusia berpikir tentang alam semesta dengan menggunakan rasio. Menjadi merupakan perubahan yang tiada henti-hentinya melalui 2 cara: 1. yaitu: 1. C.

Metode Socrates ini disebut dialektika dari kata Yunani dialeqesthai berarti bercakap-cakap atau berdialog. Plato memandang manusia sebagai makhluk yang terpenting di antara segala makhluk yang terdapat di dunia ini. Retorika dan Paetika Teori Aristoteles tentang gerak dapat dipahami melalui contoh berikut ini. Etika 7. Socrates memulai dengan bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya. Biologi 5. Jiwa merupakan pusat atau intisari kepribadian manusia. Karena tujuan dari dialog adalah untuk menemukan pengertian tentang kebajikan. yaitu air dingin menjadi panas. Pada tahap ini semua realitas berada dalam perubahan. Apakah hidup yang baik? 2. Logika 2. dan sifatnya abadi. Aristoteles (384 SM) Sejak Aristoteles inilah pemikiran-pemikiran filsafat tersusun secara sistematis. . Namun ada sesuatu hal yang dulunya dingin kemudian menjadi panas. E. Contoh: baju yang sekarang dipakai rapid an bersih. Filsafat Alam 3. maka Socrates menamai metodenya dengan maieutika tekhne seni kebidanan). yaitu: 1. F. Gerak berlangsung antara dua hal yang berlawanan antara panas dan dingin. yaitu dunia yang terdiri ide-ide. yang dikelompokan dalam 8 bagian. Plato (428 SM) Dari pengertiannya tentang ide umum dan ide konkret. Apakah norma yang mengizinkan kita menetapkan baik buruknya suatu perbuatan? untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. yaitu dunia ideal. Karena itu ada suatu dunia lain. Satu dunia mencakup bendabenda jasmani yang dapat ditangkap oleh panca indera. besok sudah lusuh dan kotor. dapat disimpulkan bahwa menurut Plato realitas sebenarnya terdiri dari dua dunia. Apakah kebaikan itu. dan jiwa manusia bersifat baka atau kekal. yang mengakibatkan kebahagiaan seorang manusia? 3.1. Dalam dunia ideal ini tidak ada perubahan. Psikologi 4. Metafisika 6. Politik dan Ekonomi 8.

y Klasifikasi Filsafat Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitasuniversitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. sehingga kayu menjadi sebuah meja. Contoh: meja makan dibuat dari kayu. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno. Penyebab efisien (efficient cause) yaitu sumber kejadian. yaitu air. Yaitu bahan dari mana benda dibuat. Réne Descartes. Dalam tradisi filsafat Barat. Georg Hegel. 3. G. Suatu substratum atau alas yang tetap. yaitu : dingin 2. Contoh: bentuk meja ditambah pada kayu. Pengetahuan Ilahi (devine science). Alkindi (796-873 SM) Teorinya tentang pengetahuan terbagi dalam 2 bagian: 1. yaitu : panas 3. Arthur Schopenhauer. Aristoteles menyebut ada 4 penyebab. Keadaan atau ciri yang terdahulu. Thomas Aquinas. Dalam pandangannya tentang penyebab tiap-tiap kejadian. Keadaan atau ciri yang baru. Pengetahuan manusiawi (human scince). Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato. Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi. baik kejadian alam maupun kejadian yang disebabkan manusia. pengetahuan yang didasarkan atas pemikiran. Yaitu bentuk yang menyusun bahan. yaitu: 1. 4. pengetahuan langsung yang diperoleh Nabi dari Tuhan. Contoh: meja makan dibuat untuk makan. faktor yang menjalankan kejadian. Metafisika mengkaji hakikat segala yang ada. Penyebab final (final cause). Penyebab formal (formal cause). Friedrich Nietzsche.Dengan demikian ada 3 faktor dalam setiap perubahan yaitu : 1. dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. Yaitu tujuan yang menjadi arah seluruh kejadian. - . 2. Dalam bidang ini. Karl Heinrich Marx. Immanuel Kant. 2. hakikat yang ada dan keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi. Contoh: tukang kayu yang membuat meja makan. Penyebab material (material cause). dan Jean-Paul Sartre.

antara lain Siddharta Gautama/Buddha. setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani. dan sebagainya. Namanama beberapa filsuf Timur. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi. - Estetika membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. Zhuang Zi dan juga Mao Zedong. khususnya di India. Pertama. meski . Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Lao Tse. Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas. Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. - Filsafat Timur Tengah Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Kahlil Gibran dan Averroes. Ibnu Tufail. Beberapa topik yang dibahas di sini adalah soal kebaikan. Kong Hu Cu. Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. - Etika. para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu Sina. - Filsafat Timur Filsafat Timur adalah tradisi falsafa yang terutama berkembang di Asia. sumber. Bodhidharma. - Aksiologi membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. Bahkan ketika Eropa. tanggung jawab. Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya. - Filsafat Islam Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka. atau filsafat moral. serta kebenaran suatu pengetahuan.- Epistemologi mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan (episteme secara harafiah berarti ³pengetahuan´). membahas tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui. suara hati. kebenaran. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika dan estetika.

Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Kedua. bila dalam filsafat lain masih mencari Tuhan. Empirisme Empirisme merupakan mazhab yang menekankan pada pengalaman nyata atau empiris yang menjadi sumber dari segala pengetahuan. ajaran. Mazhab-mazhab dalam filsafat terbagai atas rasionalisme. filsafat terbagai ke dalam beberapa mazhab. Mazhab-mazhab Filsafat Beserta Tokohnya Dalam realitasnya. Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. bahkan aliran tertentu terhadap tokohtokoh filsafat atau filsuf. dan eksistensialisme. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas dan Santo Bonaventura. C. Mazhab ini menekankan metode filsafatnya pada rasionalitas dan sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio atau akal. Metode tersebut menggunakan pola penalaran dengan mengambil kesimpulan dari suatu yang umum untuk diterapkan kepada hal-hal yang khusus. positivisme. Filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan.semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus. Ini merupakan . Metode deduktif menjadi metode yang popular dalam mazhab ini. Bahwa sebuah pengalaman yang khusus merupakan kesimpulan dari kebenaran-kebenaran yang bersifat umum. Kemunculan mazhab ini terutama berada di abad pertengahan sebagai konsekuensi dari munculnya golongangolongan pemikir yang sepaham dengan teori. Islam adalah agama tauhid. manusia memiliki kebebasan dalam berkehendak oleh karena itu manusia dapat merealisasikan kebebasannya tersebut dan kebebasanlah yang merupakan cirri khas kesadaran manusia yang berpikir. empirisme. pragmatisme. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan (dark age). Menurut Descrates. Maka. dalam filsafat Islam justru Tuhan sudah ditemukan. Filsafat Kristen Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. idealisme. fenomenologi. Rasionalisme Rasionalisme muncul pada abad ke-17 dan tokoh yang dikenal dalam mazhab ini adalah Rene Descrates (1596-1650) yang memopulerkan ungkapan cogito ergo sum yang berarti aku berpikir maka aku ada.

Artinya. Pengalaman ini bisa berupa pengalaman lahiriah maupun batin yang keduanya saling berhubungan. Pengalaman lahiriah menghasilkan gejala-gejala psikis yang harus ditanggapi oleh pengalaman batiniah. dan apa adanya. Merujuk pada pemikiran Plato bahwa idealisme memfokuskan pemikiran bahwa seluruh realitas itu bersifat spiritual atau psikis. Menurut kedua tokoh ini. pengamatan. Pragmatisme Pragmatisme muncul pada awal abd ke-20. August Comte (1798-1857) merupakan tokoh mazhab ini yang menyatakan bahwa manusia tidak mencari penyebab yang berada di belakang fakta dan dengan menggunakan rasionya manusia berusaha menetapkan relasi-relasi antarfakta. semuanya yang real bersifat rasional dan semuanya yang rasional bersifat real. Metode dialektik diperkenalkan oleh Hegel dengan menerapkan tiga proses dialektik. antitesa. Sehingga segala sesuatunya yang bersifat abstrak atau metafisik tidak diakui. Positivisme Positivisme merupakan mazhab yang menekankan pemikiran pada apa yan telah g diketahui. pengetahuan yang berasal dari pengalaman. dan materi yang bersifat fisik sebenarnya tidaklah nyata. Idealisme Idealisme merupakan istilah yang digunakan oleh Leibniz pada abd ke-18. John Dewey (1859-1852) merupakan tokoh dalam mazhab ini yang berpendapat bahwa filsafat tidak boleh hanya mengandalkan pemikiran metafisis yang tidak bermanfaat praktis bagi . bahkan yang bersifat abstrak atau misti pun akan s diterima menjadi sebuah kebenaran apabila membawa manfaat praktis. yang faktual. seiring pula kemunculan mazhab empirisme pada abad yang sama dengan rasionalisme.kebalikan dari mazhab rasionalisme. Menurut Hegel. Mazhab ini menegaskah bahwa segala sesuatunya haruslah bernilai benar apabila membawa manfaat secara praktis bagi manusia. Tokoh yang terkenal dalam mazhab ini ada lah Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Locke (1632-1704). dan sintesa dimana ia mengusahakan kompromi antara beberapa pendapat yang berlawanan satu sama lainnya. Postivis mengandalkan pada pengalaman individu yang tampak dan dirasakan dengan pancaindera. pengalaman adalah awal dari semua pengetahuan dan dapat memberikan kepastian. kesadaran lahiriah maupun batiniah. yaitu teas. Pemikiran ini didukung oleh George Wilhem Friederch Hegel (1770-1831) di Jerman yang memiliki pendapat bahwa yang mutlak adalah roh yang mengungkapkan dirinya di dalam alam dengan maksud agar dapat sadar akan dirinya sendiri dan hakikat dari roh itu adalah idea tau pikiran. rasio. nyata.

. Eksistensialisme Eksistensialisme dipelopori oleh Jean Paul Sartre (1905-1980) yang mengembangkan pemikiran bahwa filsafat berpangkal dari realitas yang ada dan manusia itu memiliki hubungan dengan keberadaannya dan bertanggung jawab atas keberadaan tersebut. Mazhab ini menekankan pada bagaimana cara manusia berada di dunia yang berbeda dengan benda-benda atau objek lainnya.manusia. melainkan harus berpijak pada pengalaman yang diolah secafa aktif kritis dan memberikan pengarahan bagi perbuatan manusia dalam kehidupan nyata. Dengan kata lain. juga dapat digapai tanpa menggunakan indera. Fenomenologi Fenomenologi merupakan mazhab yang bersandar pada kemunculan fenomena- fenomena baik yang nyata maupun semu. Tokoh dalam mazhab ini adalah Edmund Husserl (1859-1938) yang menegaskan hukum-hukum logika yang memberi kepastian sebagai hasil pengalaman bersifat a priori dan bukan bersifat a posteriori. eksistensialisme menegaskan tentang bagaimana cara manusia bereksistensi dan bukan sekadar hanya berada sebagai mana benda-benda lainnya. Fenomena tidak hanya bisa dirasakan oleh indera.

Kekahawatiran tersebut pada dasarnya dikarenakan. - Lewis White Beck menyatakan bahwa filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah. konsep-konsepnya. namun sejauh ini hanya merupakan kekhawatiran para Agamawan. munculnya suatu pengembangan IPTEK berjalan terlepas dari asumsi-asumsi dasar filosofnya. inilah merupakan pokok bahasan utama yang akan dikedepankan terlebih dahulu. pelukisan. IPTEK dipandang dapat mengancam eksistensi umat manusia. seperti: - Landasan ontologis Epistemologis Aksiologi Yang cenderung berjalan sendiri-sendiri. metode-metodenya. - Cornelius Benjamin berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan dan falsafti yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu. dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu. yakni mendasarkan diri dan conceren terhadap kebahagian umat manusia. - May Brodbeck mengutarakan filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan falsafati. Pengertian dan Tujuan Filsafat Ilmu y Pengertian - Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini. serta mencoba menetapakan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan. juga kalangan filusuf sendiri. Filsafat ilmu mulai mengedepan tatkala ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mengalami kemajuaan yang sangat pesat. serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual. B. disamping objek dan pengertian filsafat ilmu. untuk memahami gerak perkembangan IPTEK maka dibutuhkan pemahaman filsafat ilmu. . ilmuan. yang telah dibandingkan dengan pendapatpendapat dahulu yang telah dibuktikan.FILSAFAT ILMU A. Pendahuluan Filsafat ilmu mulai merebak diawal abad ke 20. dan praanggapan-praanggapannya. sebagai upaya meletakan kembali peran dan fungsi IPTEK sesuai dengan tujuan semula. namun diabad ke 19 dapat dikatakan Fancis Bacon sebagai peletak dasar filsafat ilmu dengan metode yang dimiliknya. metode induksi.

metode-metode ilmiah. Menurut Sidi Gazalba. mengkritik asumsi dan metode keilmuan. sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran Dalam Encyclopedia of Philosophy. sehingga terhindar dari sikap Solipsistik (tak ada pendapat yang paling benar). Dengan demikian pengetahuan adalah kemampuan manusia seperti . Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu Sifat dasar ilmu pengetahuan Metode ilmiah Praanggapan-praanggapan ilmiah Sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan y Tujuan Filsafat Ilmu Filsafat ilmu sebagai suatu cabang khusus filsafat yang membicarakan tentang sejarah perkembangan ilmu. Pengetahuan merupakan hasil suatu proses atau pengalaman yang sadar. 2. sikap etis yang harus dikembangkan para ilmuwan secara umum memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut: 1. secara logis atau rasional pengembangan metode dapat dipertanggungjawabkan. menguji. pengetahuan didefinisikan sebagai kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). 4. antara lain: 1. Pengetahuan itu harus benar. Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Pengetahuan (knowledge) merupakan terminologi generik yang mencakup seluruh hal yang diketahui manusia. 2. pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan mengetahui. karena metode merupakan sarana berfikir. bukan merupakan hakikat ilmu pengetahuan.Keempat definisi diatas memperlihatkan suatu ruang lingkup atau cakupan yang dibahas didalam filsafat ilmu. 3. Satu sikap yang diperlukan disini yakni menerapkan metode sesuai atau cocok dengan struktur ilmu pengetahuan. C. sikap seorang ilmuwan mesti kritis pada bidang ilmuanya. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi. Validnya suatu metode ditentukan dengan diterimanya metode tersebut secara umum. 3. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah. 5. agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum. kalau tidak benar maka bukan pengetahuan tetapi kekeliruan atau kontradiksi.

2. y Jenis Pengetahuan a. sehingga yang dicari adalah sebab-sebab yang paling dalam dan hakiki sampai di luar dan di atas pengalaman biasa. adalah pengetahuan yang tidak mengenal batas. 2. dan intuisi yang mampu menangkap alam dan kehidupannya serta mengabstraksikannya untuk mencapai suatu tujuan. Idealisme. tetapi masih berkisar pada pengalaman. d. Pengetahuan adalah gambaran yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata. Pengetahuan filsafat.perasaan. Pengetahuan agama. Realisme. adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara khusus. b. Mengembangkan arti kehidupan. pengalaman. pikiran. 4. Premis pokok adalah jiwa yang mempunyai kedudukan utama dalam alam semesta. Mencapai tujuan hidup. y Hakekat Pengetahuan Ada dua teori yang digunakan untuk mengetahui hakekat pengetahuan : 1. Pengetahuan biasa (common science) yang digunakan terutama untuk kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui seluk-beluk yang sedalam-dalamnya dan seluasluasnya. pengamatan. teori ini menerangkan bahwa pengetahuan adalah proses-proses mental atau psikologis yang bersifat subjektif. 3. suatu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para nabi. Tujuan manusia mempunyai pengetahuan adalah : 1. Pengetahuan ini bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. teori ini mempunyai pandangan realistis terhadap alam. . Pengetahuan Ilmia atau ilmu. bukan hanya untuk digunakan saja tetapi ingin mengetahui lebih dalam dan luas untuk mengetahui kebenarannya. c. Mempertahankan kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri. Memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Pengetahuan merupakan gambaran subjektif tentang sesuatu yang ada dalam alam menurut pendapat atau penglihatan orang yang mengalami dan mengetahuinya.

melibatkan bahasa untuk menguji kebenaran itu. manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu. yang diketahui (objek) dan cara mengetahui (pengalaman). Ada empat teori kebenaran. Teori koherensi mendasarkan diri pada kebenaran rasio. oleh karena itu diperlukan suatu ukuran atau kriteria kebenaran. dan teori pragmatisme fungsional pada fungsi dengan kegunaan kebenaran itu sendiri.y Sumber Pengetahuan Ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain : . dan teori kebenaran Illahiah atau agama. Tokohnya adalah Rene Descartes (1596-1650). walaupun belum didukung oleh fakta empiris. Dalam hal ini harus ada 3 hal. Baruch Spinoza (1632-1677) dan Gottried Leibniz (1646-1716). menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. yaitu yang mengetahui (subjek). y Ukuran Kebenaran Berfikir merupakan suatu aktivitas manusia untuk menemukan kebenaran.Wahyu. teori koherensi. manusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang terjangkau atau pun tidak terjangkau oleh manusia. yaitu : teori korespondensi. teori pragmatisme. teori korespondensi pada kebenaran faktual. . dan menggunakan pengalaman untuk mengetahui kebenaran itu. Ketiga teori pertama mempunyai perbedaan paradigma. Henry Bergson menganggap intuisi merupakan hasil dari evolusi pemikiran yang tertinggi tetapi bersifat personal.Empirisme.Rasionalisme. merupakan pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikannya (Nabi dan Rasul). Tetapi ketiganya memiliki persamaan. Melalui wahyu atau agama. aliran ini menyatakan bahwa akal (reason) merupakan dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan. yaitu : seluruh teori melibatkan logika. kebenaran ontologis (berkaitan dengan sesuatu yang ada atau diadakan).Intuisi. Ada tiga jenis kebenaran yaitu : Kebenaran epistemologi (berkaitan dengan pengetahuan). George Barkeley (1665-1753) dan David Hume. . dan kebenaran semantis (berkaitan dengan bahasa dan tutur kata). Apa yang disebut benar oleh seseorang belum tentu benar bagi orang lain. . . Tokoh yang terkenal antara lain : John Locke (1632-1704). baik logika formal maupun material (deduktif dan induktif). Dengan intuisi.

Teori Koherensi (The Coherence of Truth) Teori ini menganggap suatu pernyataan benar bila didalamnya tidak ada pertentangan. Dikembangkan lebih lanjut oleh Ibnu Sina. misalnya jika A = B dan B = C. Teori Korespondensi (Correspondence Theory og Truth) Teori korenspondensi menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu keadaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju atau dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut. bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. Teori ini dianut oleh aliran realis. yang berselaras dengan realitas. situasi (situation). ada lima unsur yang perlu yaitu : pernyataan (statement). serta oleh Bertrand Russel pada abad modern. Logika matematik yang deduktif memakai teori kebenaran koherense ini. kemudian dikembangkan oleh Benedictus Spinoza dan George Hegel. Dengan demikian. 3. teori atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia. yang serasi dengan situasi aktual. Teori Pragmatisme (The Pragmatic Theory of Truth) Teori ini menganggap suatu pernyataan. Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta. Kalau teori ini bertentangan dengan data terbaru yang benar atau dengan teori lama yang benar. 2. maka teori itu akan gugur atau batal dengan sendirinya. dan ikut membantu serta mendorong perjuangan untuk tetap eksis (ada). Aristoteles dan Moore. manfaat dan akibatnya. Suatu teori dianggap benar apabila telah dibuktikan (justifikasi) benar dan tahan uji (testable). Teori ini merupakan sumbangan paling nyata dari . sesuai dan teruji dengan suatu eksperimen. Teori ini digunakan oleh aliran metafisikus-rasionalis dan idealis. pelopornya Plato. logika ini menjelaskan bahwa kesimpulan akan benar. kebenarannya tergantung pada kerja. jika pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan yang konsisten dengan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya. jika premis-premis yang digunakan juga benar. dan putusan (judgement). Cara berpikir ilmiah yaitu logika induktif menggunakan teori korespondensi ini. Akibat hasil yang memuaskan bagi kaum pragmatis adalah : sesuai dengan keinginan dan tujuan. Thomas Aquinas di abad skolastik. Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan kegunaan (utility). Teori ini sudah ada sejak pra Socrates. kenyataan (realitas). persesuaian (agreement). dan akibat yang memuaskan (satisfactory consequence).1. Dengan demikian suatu pernyataan dianggap benar. dapat dikerjakan (workability). Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutlak atau tetap. maka A = C.

bisa berupa benda-benda material maupun yang non-material. ilmu pengetahuan non-fisis (ilmu pengetahuan sosial dan humaniora serta ilmu pengetahuan ketuhanan) karena pendekatannya menurut segi kejiwaan. pemikiran. Obyek materi adalah sasaran material suatu penyelidikan. bisa pula berupa hal-hal. ilmu pengetahuan itu berbeda-beda dan banyak jenis serta sifatnya. y Obyek Materi dan Obyek Formal Obyek ilmu pengetahuan ada yang berupa materi (obyek materi) dan ada yang berupa bentuk (obyek forma). Rapar (1996) menyebutkan bahwa ontologi membahas secara menyeluruh dan sekaligus. Teori Kebenaran Illahiah atau Agama Ketiga teori kebenaran sebelumnya menggunakan akal budi. Agama dengan kitab suci dan haditsnya dapat memberikan jawaban atas segala persoalan manusia. Dalam kajian beberapa pendapat. Dasar-dasar Ilmu (Ontologi. 4. Pierce (1839-1914) dan diikuti oleh William James dan John Dewey (1859-1952). Pembahasan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi yang sesungguhnya dari . dengan demikian sesuatu dianggap benar bila sesuai dan koheren dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak.para filsup Amerika. Sedangkan menurut obyek formanya. fakta. Sebagai makhluk pencari kebenaran. realitas dan kegunaan sebagai landasannya. ontologi dapat dikatakan sebagai metafisika umum. Ilmu pengetahuan fisis termasuk ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif sementara ilmu pengetahuan non-fisis merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat kualitatif. Tokohnya adalah Charles S. ide-ide dan konsep-konsep. Jadi dalam ontologi yang dipermasalahkan adalah akar-akarnya hingga sampai menjadi ilmu. Epistemologi. Sedangkan dalam teori kebenaran agama digunakan wahyu yang bersumber pada Tuhan. Ada yang tergolong ilmu pengetahuan fisis (ilmu pengetahuan alam). termasuk kebenarannya. D. atau penelitian keilmuwan. masalah-masalah. dan Aksiologi) y Ontologi Ontologi adalah penjelasan tentang keberadaan atau eksistensi yang mempermasalahkan akar-akar (akar yang paling mendasar tentang apa yang disebut dengan ilmu pengetahuan itu). manusia dapat mencari dan menemukan kebenaran melalui agama.

Baginya. kemungkinan skeptisisme universal. dan bentuk-bentuk perubahan pengetahuan yang berasal dari konseptualisasi baru mengenai dunia. ³logos´ artinya teori. peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan. Oleh sebab itu seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis. hubungan antara pengetahuan dengan keniscayaan. yang ada sesungguhnya adalah keberadaan yang semata-mata bersifat material atau sama sekali tergantung pada material. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda dan tak dapat direduksikan kepada yang lainnya. Istilah kata axiology berasal dari kata axios dan logos. menurutnya teori ontologi ada tiga yang paling terkenal. Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide. hubungan antara pengetahuan dengan kebenaran. yaitu : a. Axiology artinya teori nilai. Materialisme Materialisme menolak hal-hal yang tidak kelihatan. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga. Jadi realitas yang sesungguhnya adalah lambang kebendaan dan segala sesuatu yang mengatasi alam kebendaan. logos artinya akal. c. b. y Aksiologi Aksiologi pada umumnya membahas tentang masalah nilai. y Epistemologi Epitemologi atau teori pengetahuan berasal dari bahasa Yunani ³episteme´ dan ³logos´. Dengan demikian epistemologi secara etimologis berarti teori pengetahuan. Dengan demikian dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang beradanya tidak kelihatan secara fisis. Kedua tipe fundamental dari substansi itu ialah material dan mental. Objek material epistemologi adalah pengetahuan sedangkan objek formalnya adalah hakikat pengetahuan. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya.penampakan atau penampilan eksistensi itu. penyelidikan . ³Episteme´ artinya pengetahuan (knowledge). Menurutnya. yang berada di dunia idea. Persoalan-persoalan penting yang dikaji dalam epistemologi berkisar pada masalah : asal-usul pengetahuan. teori atau ilmu.

kepentingan. kriteria dan status metafisik dari nilai. Ketiga. berbagai pengalaman yang mendorong semangat hidup. keinginan rasio murni. Kriteria nilai artinya ukuran bentuk menguji nilai yang dipengaruhi sekaligus oleh teori psikologi dan logika. Jenis-jenis nilai menyangkut perbedaan pandangan antara nilai intrinsik. studi mengenai nilai ini mengedepankan dalam pemikiran Plato mengenai idea tentang kebaikan. status metafisik nilai mempersoalkan tentang bagaimana hubungan antara nilai terhadap fakta-fakta yang diselidiki melalui ilmu-ilmu kealaman. Keempat. nilai-nilai instrumental yang menjadi penyebab (baik barang-barang ekonomis atau peristiwa-peristiwa alamiah) mengenai nilai-nilai intrinsik.mengenai kodrat. Kedua. atau yang lebih dikenal dengan summum bonum (kebaikan tertinggi). pemahaman mengenai kualitas tersier. kenyataan terhadap keharusan pengalaman manusia tentang nilai pada realitas kebebasan manusia. kodrat nilai berupa problem mengenai apakah nilai itu berasal dari keinginan. preferensi. pengalaman sinoptik kesatuan kepribadian. Problem utama aksiologi ujar Runes berkaitan dengan empat faktor penting sebagai berikut : Pertama. Dalam pemikiran filsafat Yunani. kesenangan. relasi benda-benda sebagai sarana untuk mencapai tujuan atau konsekuensi yang sungguh-sungguh dapat dijangkau. . ukuran untuk kebijaksanaan nilai itu sendiri.

sistematis. sikap dan perilaku individu. persamaan. Oleh Carl I. kelompok. 2. The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan). Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell : 1. 4. Komunikasi berlangsung antara pemberi pesan (komunikator) dan penerima pesan (komunikan) agar mempunyai kesamaan makna. Sedangkan objek formalnya adalah situasi komunikasi yang mengarah pada perubahan sosial termasuk perubahan pikiran. Adapun lingkup komunikasi dapat dibedakan berdasarkan konteksnya. Komunikasi sebagai kegiatan antar manusia mulai diperkenalkan oleh Aristoteles melalui retorika sebagai ilmu pertama mengenai pernyataan antar manusia. yaitu : 1. masyarakat dan pengetahuan kelembagaan. 3. The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan). 3. Komunikator Pesan Media Komunikan Efek Komunikasi sebagai suatu ilmu ditandai dengan ciri pada objek tertentu. Objek material komunikasi adalah perilaku manusia baik sebagai individu. juga untuk mengubah tingkah laku komunikan. Hovland ditambahkan fungsi komunikasi selain untuk mencari kesamaan makna. universal dan mempunyai metode tertentu. 2. Proses komunikasi menurut Harold Lasswell harus memenuhi unsur-unsur : 1.FILSAFAT ILMU KOMUNIKASI A. The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain). 5. 2. kelompok atau masyarakat. Bidang komunikasi Sifat komunikasi . Komunikasi Sebagai Kegiatan Ilmiah Berdasarkan paradigma Lasswell maka komunikasi berarti proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada seorang komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek tertentu.

Dimensi fisik Dimensi sosial-psikologis Dimensi temporal (waktu) Hal lain dalam proses komunikasi yang perlu mendapat perhatian adalah unsur gangguan(noise). Misalnya berkaitan dengan tempat. Mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman(versthelena) secara fundamental. sebab tanpa bahasa. 6. tekniknya dan metodenya. 3. pesan. . pikiran sebagai isi pesan tidak mungkin dikomunikasikan. psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala komunikator-komunikan) serta gangguan semantik (salah mengartikan makna). ada komunikator. komunikan. Tatanan komunikasi Tujuan komunikasi Fungsi komunikasi Teknik komunikasi Metode komunikasi B. Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi. analistis. 5. waktu. gangguan(noise) dan lain sebagainya.3. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebutkan adanya lingkungan komunikasi. Gangguan ini dapat berupa ganguan fisik (ada suara dari selain komunikator). tujuannya. 2. C. yaitu isi pesan dan lambing. kritis dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya. Dalam suatu sistem komunikasi ada gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. tatanannya. metodologis. Noise adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Pokok Pikiran Filsafat Komunikasi Filsafat sebagai cara berpikir yang radikal dan menyeluruh untuk mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. 7. Pesan komunikasi mempunyai dua aspek. sifatnya. fungsinya. Joseph A. Dalam pesan diperlukan bahasa. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. media dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. sistematis. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi : 1. Pikiran Sebagai Isi Pesan Komunikasi Manusia adalah makhluk yang berpikir. Sedangkan komunikator manusia akan mengomunikasikan hasil berpikirnya kepada orang lain dalam bentuk pesan. 4.

Aristoteles. b. Perenungan. selection. Pertimbangan Nilai Nilai adalah kekuatan central yang membimbing atau memandu perilaku seseorang. Fungsi berpikir adalah untuk mengetahui dan untuk mengerti atau memahami. 1. Berpikir mengenai realitas sosial terdiri atas: Berpikir secara horizontal (sensitivo rasional). Objective descriptive (tanpa pertimbangan nilai. Sebelum Komunikasi berlangsung terjadi proses internalisasi (Pembatinan). isi pesan (content of the message). manusia berbeda dengan binatang yang ditandai dengan ciriciri pembeda sebagai berikut : a. Ciri-ciri sosial Ciri-ciri sebagai personal Berpikir adalah kemampuan manusia untuk mencari arti bagi realitas yang muncul dihadapan kesadarannya dalam pegalaman dan pengertian. Berpikir Filsafati (Philosophical Thinking). cenderung untuk berlaku abadi. Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan. prosesnya secara kronologis sebagai berikut : analysis. 2. estetika). . dan keadaan memadainya pengetahuan untuk pemahaman. keruntutan. dan ³verstehen´ (mengerti secara mendalam). meragukan. menarik suatu kesimpulan umum dari berbagai data atau kejadian yang ada disekitarnya. berasal dari Plato. Perpaduan antara science and imagination. synthesis. Berpikir Kreatif (Creative Thinking) : Kesanggupan seseorang menciptakan suatu ide baru yang berfaedah. logika. Bahasa melekat pada pikiran oleh karena itu tidak dapat dilepaskan dari pikiran. c. Dalam filsafat ada 3 nilai yang menjadi bahasan (etika. Dari satu rumus umum dapat ditarik berbagai kesimpulan. Sistematika Berpikir Berpikir deduktif (deduktif thinking). dan lambang (symbol). Isi pesan adalah pikiran. Sedangkan dalam komunikasi istilah objective dan subjective. 3. dan secara vertical (metarasional). Berpikir memecahkan masalah (problem solving thinking).Sebagai makhluk yang berpikir. Ciri-ciri fisik. Berpikir induktif (induktif thinking). lambang adalah bahasa. evaluation. (implicit atau explicit). mengajukan pertanyaan untuk mengusahakan kejelasan. Intensitas Berpikir Fungsi berpikir meliputi : ³wissen´ (mengetahui). Pesan komunikasi terdiri atas. tetapi dengan pertimbangan factual) dan Subjective (sarat nilai).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->