TUGAS FILSAFAT ILMU KOMUNIKASI

OLEH NAMA NIM : YOHANES ARISMAN BADHE : 153090110

KELAS : E

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ³VETERAN´ YOGYAKARTA 2010

KONSEP-KONSEP PEMIKIRAN TENTANG FILSAFAT

A. Pengertian dan Asal Mula Filsafat
Secara etimologi atau asal usul bahasa, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, ³philosophia´ yang merupakan penggabungan dua kata yakni ³philos´ atau ³philein´ yang berarti ´cinta´, ³mencintai´ atau ³pencinta´, serta kata ³sophia´ yang berarti ³kebijaksanaan´ atau ³hikmat´. Dengan demikian, secara bahasa, ³filsafat´ memiliki arti ³cinta akan kebijaksanaan´. Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan, artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Sedangkan secara epistemologi (istilah), terdapat ratusan rumusan pengertian ³filsafat´. Namun secara mendasar, filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebenaran sejati. Mengutip The Liang Gie, Suhartono Suparlan, Ph.D. (2007: 45-46) mengatakan bahwa, definisi filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat. Beberapa definisi berdasarkan kronologi tersebut adalah : 1. Plato (427-374 SM), mengatakan bahwa filsafat adalah mengkritik pendapat-pendapat yang berlaku. Jadi, kearifan atau pengetahuan intelektual itu diperoleh melalui suatu proses pemeriksaan secara kritis, diskusi, dan penjelasan. 2. Aristoteles (384-322 SM), menyatakan bahwa filsafat sebagai ilmu menyelidiki tentang hal di mana ada sebagaian hal yang berbeda dengan bagian -bagiannya yang satu atau lainnya. 3. Sir Francis Bacon (1561-1626 M), menyebutkan bahwa filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya. 4. Rene Descartes (1560-1650), menulis filsafat sebagai kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan. 5. Immanuel Kant (1724-1804), menyampaikan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup dalam empat persoalan, yakni : a. Apakah yang dapat kita ketahui? (jawabannya : metafisika). b. Apakah yang seharusnya kita ketahui? (jawabannya : agama). c. Sampai dimanakah harapan kita? (jawabannya : agama).

11. dan fakta-fakta yang dihasilkan dalam pengalaman sehari-hari dan melalui ilmu-ilmu. metodis. dan begitu juga sebaliknya. mengartikan ³filsafat´ sebagai usaha tertib. rasional. yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Sejarah filsafat karenanya merupakan pengungkapkan sejarah peradaban. meskipun bukan ilmu yang biasa. Louis O. Kattsoff (1963). 9. untuk mengerti. sistematis. menggariskan filsafat sebagai nama pengetahuan tentang generalitas yang tingkatannya paling tinggi. mendefinisikan filsafat sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia dalam melakukan penyesuaian kumpulan tradisi secara terus-menerus yang membentuk budi manusia yang sesungguhnya terhadap kecenderungan ilmiah dan cita-cita politik baru dan yang tidak sejalan dengan wewenang yang diakui. Windelband. mengkritik data-data. dan mencari suatu ketidakselarasan yang dapat terkandung di dalam asas-asas itu. 8. Bertrand Russell (1872-1970). komprehensif (menyeluruh). Filsafat memeriksa secara kritis asas-asas yang dipakai dalam ilmu dan kehidupan sehari-hari.´ 12. Dari arti di atas. Frans Magnis Suseno dalam bukunya yang berjudul Berfilsafat Dari Konteks. yang tidak hanya mau menelan mentah -mentah apa yang sudah dikunyah sebelumnya oleh pihak-pihak lain. memahami. 6. 10. menggambarkan filsafat sebagai landasan maupun pencerminan dari peradaban. dan menghasilkan sesuatu yang runtut. Jadi.F Hegel (1770-1831).d. yang dipertanggungjawabkan secara intelektual untuk melakukan apa yang sebetulnya diharapkan dari setiap orang yang tidak hanya mau membebek saja. . menilai. mengartikan.W. di dalam bukunya Elements of philosophy mengartikan filsafat sebagai berpikir secara kritis. 7. Filsafat adalah suatu ilmu. ³filsafat sifatnya merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang suatu keadaan atau hal yang nyata. kita kemudian dapat mengerti filsafat secara umum. mengakui filsafat sebagai suatu kritik terhadap pengetahuan. seperti dikutip Hatta dalam pendahuluan Alam Pikiran Yunani. filsafat merupakan alat untuk membuat penyesuaianpenyesuaian diantara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan. G. Yaitu. Herbert Spencer (1820-1903). John Dewey (1859-1952). Apakah yang dinamakan manusia? (jawabannya : antropologi).

Sikap kedewasaan secara kefilsafatan adalah sikap yang menyelidiki secara kritis. ³falsafi´ atau ³filsafati´. . Contoh: persoalan apakah ada ide-ide bawaan? Hal ini telah dijawab oleh John Locke. 3. 2. dan Aristoteles. berpikir benar. Filsafat sebagai suatu metode Berfilsafat adalah berpikir secara reflektif. terbuka dan selalu bersedia meninjau persoalan dari semua sudut pandangan. maka filsafat tidak dapat berkembang seperti sekarang. dapat mengontrol dirinya dan tidak emosional. Contoh: berapa IP (indeks prestasi) yang Anda capai semester ini? Pertanyaan yang demikian dapat langsung dijawab karena bersangkutan dengan fakta.Selain terminologi ³filsafat´. Bagaimana manusia yang berfilsafat dalam menyikapi hidupnya dan alam sekitarnya. ³berpikir filosofis´ dan ³mempunyai filsafat hidup´. Plato. Contoh: seorang ibu yang tiba-tiba mendapat berita kematian putrinya yang pramugari. Usaha-usaha untuk memecahkannya telah dilakukan. Pengertian filsafat dapat dibedakan dalam enam pengertian : 1. Filsafat sebagai kumpulan persoalan Banyak persoalan-persoalan abadi yang dihadapi oleh para filsuf. yaitu berpikir dengan memperhatikan unsur di belakang objek yang menjadi pusat pemikirannya. namun ada persoalan -persoalan yang sampai hari ini belum juga terpecahkan. Seorang ibu yang mampu berpikir secara mendalam dan menyeluruh dalam menghadapi musibah tersebut akan dapat bersikap dewasa. Filsafat sebagai suatu sikap Filsafat merupakan sifat terhadap kehidupan dan alam semesta. Dengan demikian tanpa adanya nama-nama pemikir tersebut beserta hasil pemikirannya. Filsafat merupakan system pemikiran Dalam sejarah filsafat telah dirumuskan sistem-sistem pemikiran dari Socrates. Cara berpikir yang filosofis adalah berusaha untuk mewujudkan gabungan antara keduanya. Sedangkan pertanyaan yang berikut: Apakah Tuhan itu ada? Apakah kebenaran itu? Apakah keadilan itu Ada perbedaan antara pertanyaan filsafat dengan pertanyaan bukan filsafat? 4. terdapat pula sejumlah istilah yang serupa dengan ³filsafat´ yaitu ³falsafah´. ³Falsafi´ atau ³falsafati´ artinya ³bersifat sesuai dengan kaidah-kaidah filsafat´. adalah berpikir dengan dasar cinta akan kebijaksanaan. ³Berpikir filosofis´. ³Falsafah´ itu tidak lain filsafat itu sendiri. dan berkehendak baik.

theoreo yang berarti melihat atau thorus yang berarti pengamatan) menurut kamus umum bahasa Indonesia (1995. Hakikat dari sesuatu haruslah mempunyai sifat-sifat berikut: a.5. b. kesimpulan yang diperoleh dapat merupakan masalah baru untuk diuji kembali dan seterusnya. 2. Filsafat merupakan analisis logis Para tokoh filsafat analitis berpendapat bahwa tujuan filsafat adalah menyingkirkan kekaburan-kekaburan dengan cara menjelaskan arti dari suatu istilah. 6. . Pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian). dan bahasa Yunani . yaitu: Menyadari adanya masalah.1041) adalah: 1. Menurut Descrates ada beberapa tahapan untuk memulai perenungan filsafat. Filsafat merupakan suatu usaha untuk memperoleh pandangan secara menyeluruh Filsafat mencoba menggabungkan kesimpulan-kesimpulan dari berbagai macam ilmu serta pengalaman manusia menjadi suatu pandangan dunia yang menyeluruh. apabila seseorang menyadari bahwa ada sesuatu masalah. baik yang dipakai dalam ilmu maupun dalam kehidupan sehari-hari. B.theoria. Abstrak. mengadakan verifikasi terhadap hasil-hasil penjabaran yang telah dilakukan. Mengajukan hipotesis Menguji konsekuensi-konsekuensi. Perkembangan Teori-teori Filsafat Pengertian teori (dari bahasa Inggris . mulailah mengkaji pengetahuan yang diperoleh melalui indera san meragukannya. Memeriksa penyelesaian-penyelesaian yang terdahulu setelah menguji pengetahuan perlu mempertimbangkan penyelesaian-penyelesaian yang telah diajukan mengenai masalah yang bersangkutan. artinya tidak dapat ditangkap dengan panca indera. dan hanya dapat ditangkap dengan akal.theory. Meragu-ragukan dan menguji secara rasional anggapan-anggapan setelah selesai dirumuskan. Menarik kesimpulan. artinya dapat diterapkan secara luas. Umum. Atas dan hukum umu yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. sehingga halnya menjadi ada. maka orang tersebut akan mencoba untuk memikirkan penyelesaiannya. bahasa Latin . c. Mutlak harus terdapat pada sesuatu hal.

orang dapat mengemukakan bahwa yang ada itu tidak ada. Kedua pengertian di atas sama-sama mustahil. cara. Bertens. 2. dan aturan untuk melakukan sesuatu. itulah kebenaran. seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir. Tidak ada sesuatu pun yang betul-betul ada. Thales (abad ke-16) Menurut Thales arkhe dalam semesta adalah air. Teori tentang alam semesta ini barangkali terlalu sederhana. namun pada saat itulah untuk pertama kalinya manusia berpikir tentang alam semesta dengan menggunakan rasio. orang dapat mengatakan bahwa yang serentak ada dan serentak juga tidak ada. Herakleitos (abad ke-5 SM) Menurut Herakleitos. yang harus mengatur tingkah lakunya sendiri dan yang hidup dalam masyarakat. yang tidak ada tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. Teorinya tentang manusia bertitik tolak dari pengalaman sehari-hari dan dari kehidupan yang konkret. yaitu: 1. semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal mantap. C.3. karena bahan makanan semua makhluk memuat zat lembab dan juga benih pada semua makhluk hidup. perubahan merupakan satu-satunya kemantapan. B. Ada dua pengandaian yang dapat membuktikan kebenaran. seluruh kenyataan adalah api Perkataan yang terkenal dari Herakleitos adalah panta rhei kai uden menei. Socrates Menurut Socrates. Socrates berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : . Menjadi merupakan perubahan yang tiada henti-hentinya melalui 2 cara: 1. 2. semuanya menjadi. Bestens. Alasan Thales mengemukakan air sebagai zat asli alam semesta. 1975:26). It rest by changing (K. 1975: 42). A. Paramenides (515 SM) Seluruh jalan kebenaran bersandar pada satu keyakinan: yang ada itu ada. manusia merupakan makhluk yang dapat mengenal. Pendapat. Semuanya berasal dari air dan semuanya kembali menjadi air (K. D.

Contoh: baju yang sekarang dipakai rapid an bersih. yang mengakibatkan kebahagiaan seorang manusia? 3. yaitu dunia yang terdiri ide-ide. yang dikelompokan dalam 8 bagian. Pada tahap ini semua realitas berada dalam perubahan. dan sifatnya abadi. Apakah norma yang mengizinkan kita menetapkan baik buruknya suatu perbuatan? untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. dapat disimpulkan bahwa menurut Plato realitas sebenarnya terdiri dari dua dunia. dan jiwa manusia bersifat baka atau kekal.1. yaitu air dingin menjadi panas. yaitu dunia ideal. E. besok sudah lusuh dan kotor. Retorika dan Paetika Teori Aristoteles tentang gerak dapat dipahami melalui contoh berikut ini. Karena itu ada suatu dunia lain. Namun ada sesuatu hal yang dulunya dingin kemudian menjadi panas. F. . Metafisika 6. Filsafat Alam 3. Logika 2. maka Socrates menamai metodenya dengan maieutika tekhne seni kebidanan). Plato memandang manusia sebagai makhluk yang terpenting di antara segala makhluk yang terdapat di dunia ini. Apakah hidup yang baik? 2. Satu dunia mencakup bendabenda jasmani yang dapat ditangkap oleh panca indera. Psikologi 4. Aristoteles (384 SM) Sejak Aristoteles inilah pemikiran-pemikiran filsafat tersusun secara sistematis. Dalam dunia ideal ini tidak ada perubahan. Karena tujuan dari dialog adalah untuk menemukan pengertian tentang kebajikan. yaitu: 1. Politik dan Ekonomi 8. Gerak berlangsung antara dua hal yang berlawanan antara panas dan dingin. Jiwa merupakan pusat atau intisari kepribadian manusia. Biologi 5. Apakah kebaikan itu. Plato (428 SM) Dari pengertiannya tentang ide umum dan ide konkret. Socrates memulai dengan bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya. Metode Socrates ini disebut dialektika dari kata Yunani dialeqesthai berarti bercakap-cakap atau berdialog. Etika 7.

yaitu : panas 3. yaitu air. pengetahuan langsung yang diperoleh Nabi dari Tuhan. Thomas Aquinas. Contoh: bentuk meja ditambah pada kayu. 2. Karl Heinrich Marx. yaitu : dingin 2. pengetahuan yang didasarkan atas pemikiran. Contoh: meja makan dibuat untuk makan. Friedrich Nietzsche. faktor yang menjalankan kejadian. Penyebab final (final cause). Arthur Schopenhauer. Immanuel Kant. Réne Descartes.Dengan demikian ada 3 faktor dalam setiap perubahan yaitu : 1. Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato. Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi. Penyebab efisien (efficient cause) yaitu sumber kejadian. Pengetahuan Ilahi (devine science). Suatu substratum atau alas yang tetap. dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. sehingga kayu menjadi sebuah meja. hakikat yang ada dan keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi. y Klasifikasi Filsafat Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitasuniversitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Keadaan atau ciri yang baru. Dalam pandangannya tentang penyebab tiap-tiap kejadian. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno. Dalam bidang ini. Penyebab material (material cause). Aristoteles menyebut ada 4 penyebab. G. Penyebab formal (formal cause). Dalam tradisi filsafat Barat. 4. Alkindi (796-873 SM) Teorinya tentang pengetahuan terbagi dalam 2 bagian: 1. yaitu: 1. dan Jean-Paul Sartre. Georg Hegel. Keadaan atau ciri yang terdahulu. Contoh: meja makan dibuat dari kayu. Contoh: tukang kayu yang membuat meja makan. baik kejadian alam maupun kejadian yang disebabkan manusia. 2. Pengetahuan manusiawi (human scince). - . Metafisika mengkaji hakikat segala yang ada. 3. Yaitu tujuan yang menjadi arah seluruh kejadian. Yaitu bentuk yang menyusun bahan. Yaitu bahan dari mana benda dibuat.

Beberapa topik yang dibahas di sini adalah soal kebaikan. membahas tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui. serta kebenaran suatu pengetahuan. Kong Hu Cu. Bodhidharma. para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. Namanama beberapa filsuf Timur. sumber. Zhuang Zi dan juga Mao Zedong. atau filsafat moral. kebenaran. Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu Sina. Ibnu Tufail. Kahlil Gibran dan Averroes. - Etika. - Aksiologi membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. meski . Lao Tse. yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi. dan sebagainya. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika dan estetika. Pertama. khususnya di India. suara hati. Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. antara lain Siddharta Gautama/Buddha. - Filsafat Islam Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Bahkan ketika Eropa. - Filsafat Timur Tengah Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama.- Epistemologi mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan (episteme secara harafiah berarti ³pengetahuan´). Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya. - Filsafat Timur Filsafat Timur adalah tradisi falsafa yang terutama berkembang di Asia. - Estetika membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. tanggung jawab.

Menurut Descrates. pragmatisme. Mazhab-mazhab dalam filsafat terbagai atas rasionalisme. Filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan. Islam adalah agama tauhid. Ini merupakan . ajaran. manusia memiliki kebebasan dalam berkehendak oleh karena itu manusia dapat merealisasikan kebebasannya tersebut dan kebebasanlah yang merupakan cirri khas kesadaran manusia yang berpikir. Rasionalisme Rasionalisme muncul pada abad ke-17 dan tokoh yang dikenal dalam mazhab ini adalah Rene Descrates (1596-1650) yang memopulerkan ungkapan cogito ergo sum yang berarti aku berpikir maka aku ada. Mazhab-mazhab Filsafat Beserta Tokohnya Dalam realitasnya. bahkan aliran tertentu terhadap tokohtokoh filsafat atau filsuf. Empirisme Empirisme merupakan mazhab yang menekankan pada pengalaman nyata atau empiris yang menjadi sumber dari segala pengetahuan. dan eksistensialisme. Kedua. C. positivisme. filsafat terbagai ke dalam beberapa mazhab. dalam filsafat Islam justru Tuhan sudah ditemukan. empirisme. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas dan Santo Bonaventura. idealisme. bila dalam filsafat lain masih mencari Tuhan. Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Metode deduktif menjadi metode yang popular dalam mazhab ini. Kemunculan mazhab ini terutama berada di abad pertengahan sebagai konsekuensi dari munculnya golongangolongan pemikir yang sepaham dengan teori. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Maka. Mazhab ini menekankan metode filsafatnya pada rasionalitas dan sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio atau akal.semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus. Filsafat Kristen Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Metode tersebut menggunakan pola penalaran dengan mengambil kesimpulan dari suatu yang umum untuk diterapkan kepada hal-hal yang khusus. Bahwa sebuah pengalaman yang khusus merupakan kesimpulan dari kebenaran-kebenaran yang bersifat umum. namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. fenomenologi.

kesadaran lahiriah maupun batiniah. Pengalaman lahiriah menghasilkan gejala-gejala psikis yang harus ditanggapi oleh pengalaman batiniah. Pragmatisme Pragmatisme muncul pada awal abd ke-20. pengamatan. bahkan yang bersifat abstrak atau misti pun akan s diterima menjadi sebuah kebenaran apabila membawa manfaat praktis. antitesa. pengetahuan yang berasal dari pengalaman. pengalaman adalah awal dari semua pengetahuan dan dapat memberikan kepastian. Pemikiran ini didukung oleh George Wilhem Friederch Hegel (1770-1831) di Jerman yang memiliki pendapat bahwa yang mutlak adalah roh yang mengungkapkan dirinya di dalam alam dengan maksud agar dapat sadar akan dirinya sendiri dan hakikat dari roh itu adalah idea tau pikiran. rasio. Postivis mengandalkan pada pengalaman individu yang tampak dan dirasakan dengan pancaindera. Positivisme Positivisme merupakan mazhab yang menekankan pemikiran pada apa yan telah g diketahui. seiring pula kemunculan mazhab empirisme pada abad yang sama dengan rasionalisme. Menurut Hegel. Metode dialektik diperkenalkan oleh Hegel dengan menerapkan tiga proses dialektik. dan apa adanya. Menurut kedua tokoh ini. semuanya yang real bersifat rasional dan semuanya yang rasional bersifat real. dan materi yang bersifat fisik sebenarnya tidaklah nyata. nyata. Sehingga segala sesuatunya yang bersifat abstrak atau metafisik tidak diakui. Tokoh yang terkenal dalam mazhab ini ada lah Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Locke (1632-1704). John Dewey (1859-1852) merupakan tokoh dalam mazhab ini yang berpendapat bahwa filsafat tidak boleh hanya mengandalkan pemikiran metafisis yang tidak bermanfaat praktis bagi . August Comte (1798-1857) merupakan tokoh mazhab ini yang menyatakan bahwa manusia tidak mencari penyebab yang berada di belakang fakta dan dengan menggunakan rasionya manusia berusaha menetapkan relasi-relasi antarfakta. dan sintesa dimana ia mengusahakan kompromi antara beberapa pendapat yang berlawanan satu sama lainnya. yaitu teas. Merujuk pada pemikiran Plato bahwa idealisme memfokuskan pemikiran bahwa seluruh realitas itu bersifat spiritual atau psikis. Artinya. Mazhab ini menegaskah bahwa segala sesuatunya haruslah bernilai benar apabila membawa manfaat secara praktis bagi manusia. yang faktual. Idealisme Idealisme merupakan istilah yang digunakan oleh Leibniz pada abd ke-18. Pengalaman ini bisa berupa pengalaman lahiriah maupun batin yang keduanya saling berhubungan.kebalikan dari mazhab rasionalisme.

. Fenomena tidak hanya bisa dirasakan oleh indera. Fenomenologi Fenomenologi merupakan mazhab yang bersandar pada kemunculan fenomena- fenomena baik yang nyata maupun semu. Eksistensialisme Eksistensialisme dipelopori oleh Jean Paul Sartre (1905-1980) yang mengembangkan pemikiran bahwa filsafat berpangkal dari realitas yang ada dan manusia itu memiliki hubungan dengan keberadaannya dan bertanggung jawab atas keberadaan tersebut. Tokoh dalam mazhab ini adalah Edmund Husserl (1859-1938) yang menegaskan hukum-hukum logika yang memberi kepastian sebagai hasil pengalaman bersifat a priori dan bukan bersifat a posteriori. eksistensialisme menegaskan tentang bagaimana cara manusia bereksistensi dan bukan sekadar hanya berada sebagai mana benda-benda lainnya.manusia. Dengan kata lain. juga dapat digapai tanpa menggunakan indera. melainkan harus berpijak pada pengalaman yang diolah secafa aktif kritis dan memberikan pengarahan bagi perbuatan manusia dalam kehidupan nyata. Mazhab ini menekankan pada bagaimana cara manusia berada di dunia yang berbeda dengan benda-benda atau objek lainnya.

untuk memahami gerak perkembangan IPTEK maka dibutuhkan pemahaman filsafat ilmu. munculnya suatu pengembangan IPTEK berjalan terlepas dari asumsi-asumsi dasar filosofnya. IPTEK dipandang dapat mengancam eksistensi umat manusia.FILSAFAT ILMU A. serta mencoba menetapakan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan. konsep-konsepnya. Pengertian dan Tujuan Filsafat Ilmu y Pengertian - Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini. - Lewis White Beck menyatakan bahwa filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah. yang telah dibandingkan dengan pendapatpendapat dahulu yang telah dibuktikan. juga kalangan filusuf sendiri. - Cornelius Benjamin berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan dan falsafti yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu. dan praanggapan-praanggapannya. dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu. yakni mendasarkan diri dan conceren terhadap kebahagian umat manusia. namun sejauh ini hanya merupakan kekhawatiran para Agamawan. Filsafat ilmu mulai mengedepan tatkala ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mengalami kemajuaan yang sangat pesat. metode induksi. namun diabad ke 19 dapat dikatakan Fancis Bacon sebagai peletak dasar filsafat ilmu dengan metode yang dimiliknya. serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual. sebagai upaya meletakan kembali peran dan fungsi IPTEK sesuai dengan tujuan semula. Kekahawatiran tersebut pada dasarnya dikarenakan. disamping objek dan pengertian filsafat ilmu. inilah merupakan pokok bahasan utama yang akan dikedepankan terlebih dahulu. pelukisan. . seperti: - Landasan ontologis Epistemologis Aksiologi Yang cenderung berjalan sendiri-sendiri. ilmuan. metode-metodenya. Pendahuluan Filsafat ilmu mulai merebak diawal abad ke 20. B. - May Brodbeck mengutarakan filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan falsafati.

bukan merupakan hakikat ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan mengetahui. Dengan demikian pengetahuan adalah kemampuan manusia seperti . pengetahuan didefinisikan sebagai kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Pengetahuan (knowledge) merupakan terminologi generik yang mencakup seluruh hal yang diketahui manusia. agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum. C. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah. menguji. sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. 3. 5. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi. karena metode merupakan sarana berfikir. sikap etis yang harus dikembangkan para ilmuwan secara umum memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut: 1. Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran Dalam Encyclopedia of Philosophy. secara logis atau rasional pengembangan metode dapat dipertanggungjawabkan. metode-metode ilmiah. sikap seorang ilmuwan mesti kritis pada bidang ilmuanya. 2. sehingga terhindar dari sikap Solipsistik (tak ada pendapat yang paling benar). kalau tidak benar maka bukan pengetahuan tetapi kekeliruan atau kontradiksi. Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu Sifat dasar ilmu pengetahuan Metode ilmiah Praanggapan-praanggapan ilmiah Sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan y Tujuan Filsafat Ilmu Filsafat ilmu sebagai suatu cabang khusus filsafat yang membicarakan tentang sejarah perkembangan ilmu.Keempat definisi diatas memperlihatkan suatu ruang lingkup atau cakupan yang dibahas didalam filsafat ilmu. Satu sikap yang diperlukan disini yakni menerapkan metode sesuai atau cocok dengan struktur ilmu pengetahuan. Validnya suatu metode ditentukan dengan diterimanya metode tersebut secara umum. mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Pengetahuan merupakan hasil suatu proses atau pengalaman yang sadar. antara lain: 1. 3. Menurut Sidi Gazalba. 4. 2. Pengetahuan itu harus benar.

Idealisme. pengamatan. 2. Tujuan manusia mempunyai pengetahuan adalah : 1. y Jenis Pengetahuan a. suatu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para nabi. c. Pengetahuan Ilmia atau ilmu. adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara khusus. Pengetahuan ini bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. Pengetahuan biasa (common science) yang digunakan terutama untuk kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui seluk-beluk yang sedalam-dalamnya dan seluasluasnya. teori ini menerangkan bahwa pengetahuan adalah proses-proses mental atau psikologis yang bersifat subjektif. Mengembangkan arti kehidupan. Pengetahuan merupakan gambaran subjektif tentang sesuatu yang ada dalam alam menurut pendapat atau penglihatan orang yang mengalami dan mengetahuinya. d. pengalaman. 2. sehingga yang dicari adalah sebab-sebab yang paling dalam dan hakiki sampai di luar dan di atas pengalaman biasa. Mencapai tujuan hidup. Mempertahankan kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri. teori ini mempunyai pandangan realistis terhadap alam. y Hakekat Pengetahuan Ada dua teori yang digunakan untuk mengetahui hakekat pengetahuan : 1. b. 3. adalah pengetahuan yang tidak mengenal batas. 4. .perasaan. Pengetahuan agama. bukan hanya untuk digunakan saja tetapi ingin mengetahui lebih dalam dan luas untuk mengetahui kebenarannya. Memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Premis pokok adalah jiwa yang mempunyai kedudukan utama dalam alam semesta. tetapi masih berkisar pada pengalaman. Realisme. pikiran. Pengetahuan adalah gambaran yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata. dan intuisi yang mampu menangkap alam dan kehidupannya serta mengabstraksikannya untuk mencapai suatu tujuan. Pengetahuan filsafat.

Tokohnya adalah Rene Descartes (1596-1650). George Barkeley (1665-1753) dan David Hume. dan teori pragmatisme fungsional pada fungsi dengan kegunaan kebenaran itu sendiri. Henry Bergson menganggap intuisi merupakan hasil dari evolusi pemikiran yang tertinggi tetapi bersifat personal. Ada empat teori kebenaran.Rasionalisme. Teori koherensi mendasarkan diri pada kebenaran rasio. .Empirisme. baik logika formal maupun material (deduktif dan induktif). teori koherensi. dan teori kebenaran Illahiah atau agama. oleh karena itu diperlukan suatu ukuran atau kriteria kebenaran. menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Dalam hal ini harus ada 3 hal.y Sumber Pengetahuan Ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain : . aliran ini menyatakan bahwa akal (reason) merupakan dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan.Wahyu. Ada tiga jenis kebenaran yaitu : Kebenaran epistemologi (berkaitan dengan pengetahuan). Baruch Spinoza (1632-1677) dan Gottried Leibniz (1646-1716). manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu. teori pragmatisme. kebenaran ontologis (berkaitan dengan sesuatu yang ada atau diadakan). walaupun belum didukung oleh fakta empiris. Melalui wahyu atau agama. .Intuisi. merupakan pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikannya (Nabi dan Rasul). . Tokoh yang terkenal antara lain : John Locke (1632-1704). Ketiga teori pertama mempunyai perbedaan paradigma. Apa yang disebut benar oleh seseorang belum tentu benar bagi orang lain. y Ukuran Kebenaran Berfikir merupakan suatu aktivitas manusia untuk menemukan kebenaran. yaitu : seluruh teori melibatkan logika. dan menggunakan pengalaman untuk mengetahui kebenaran itu. manusia diajarkan tentang sejumlah pengetahuan baik yang terjangkau atau pun tidak terjangkau oleh manusia. dan kebenaran semantis (berkaitan dengan bahasa dan tutur kata). . melibatkan bahasa untuk menguji kebenaran itu. Tetapi ketiganya memiliki persamaan. teori korespondensi pada kebenaran faktual. Dengan intuisi. yaitu yang mengetahui (subjek). yaitu : teori korespondensi. yang diketahui (objek) dan cara mengetahui (pengalaman).

Teori ini sudah ada sejak pra Socrates. maka teori itu akan gugur atau batal dengan sendirinya. Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta. yang serasi dengan situasi aktual. Kalau teori ini bertentangan dengan data terbaru yang benar atau dengan teori lama yang benar.1. Teori ini digunakan oleh aliran metafisikus-rasionalis dan idealis. teori atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia. situasi (situation). pelopornya Plato. kebenarannya tergantung pada kerja. Dengan demikian. dan ikut membantu serta mendorong perjuangan untuk tetap eksis (ada). Dikembangkan lebih lanjut oleh Ibnu Sina. Cara berpikir ilmiah yaitu logika induktif menggunakan teori korespondensi ini. Teori Korespondensi (Correspondence Theory og Truth) Teori korenspondensi menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu keadaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju atau dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut. ada lima unsur yang perlu yaitu : pernyataan (statement). Teori ini merupakan sumbangan paling nyata dari . Teori Pragmatisme (The Pragmatic Theory of Truth) Teori ini menganggap suatu pernyataan. maka A = C. Dengan demikian suatu pernyataan dianggap benar. jika premis-premis yang digunakan juga benar. Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutlak atau tetap. kemudian dikembangkan oleh Benedictus Spinoza dan George Hegel. kenyataan (realitas). Teori Koherensi (The Coherence of Truth) Teori ini menganggap suatu pernyataan benar bila didalamnya tidak ada pertentangan. Akibat hasil yang memuaskan bagi kaum pragmatis adalah : sesuai dengan keinginan dan tujuan. yang berselaras dengan realitas. Teori ini dianut oleh aliran realis. bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. jika pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan yang konsisten dengan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya. dapat dikerjakan (workability). sesuai dan teruji dengan suatu eksperimen. dan akibat yang memuaskan (satisfactory consequence). Suatu teori dianggap benar apabila telah dibuktikan (justifikasi) benar dan tahan uji (testable). Aristoteles dan Moore. logika ini menjelaskan bahwa kesimpulan akan benar. Logika matematik yang deduktif memakai teori kebenaran koherense ini. misalnya jika A = B dan B = C. Thomas Aquinas di abad skolastik. Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan kegunaan (utility). 3. 2. persesuaian (agreement). dan putusan (judgement). serta oleh Bertrand Russel pada abad modern. manfaat dan akibatnya.

Tokohnya adalah Charles S. bisa berupa benda-benda material maupun yang non-material. 4. Teori Kebenaran Illahiah atau Agama Ketiga teori kebenaran sebelumnya menggunakan akal budi. y Obyek Materi dan Obyek Formal Obyek ilmu pengetahuan ada yang berupa materi (obyek materi) dan ada yang berupa bentuk (obyek forma). realitas dan kegunaan sebagai landasannya. Ilmu pengetahuan fisis termasuk ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif sementara ilmu pengetahuan non-fisis merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat kualitatif. Dalam kajian beberapa pendapat. Rapar (1996) menyebutkan bahwa ontologi membahas secara menyeluruh dan sekaligus. Sedangkan dalam teori kebenaran agama digunakan wahyu yang bersumber pada Tuhan. Jadi dalam ontologi yang dipermasalahkan adalah akar-akarnya hingga sampai menjadi ilmu. atau penelitian keilmuwan. fakta. dengan demikian sesuatu dianggap benar bila sesuai dan koheren dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak. Obyek materi adalah sasaran material suatu penyelidikan. manusia dapat mencari dan menemukan kebenaran melalui agama. ilmu pengetahuan non-fisis (ilmu pengetahuan sosial dan humaniora serta ilmu pengetahuan ketuhanan) karena pendekatannya menurut segi kejiwaan. Ada yang tergolong ilmu pengetahuan fisis (ilmu pengetahuan alam). ilmu pengetahuan itu berbeda-beda dan banyak jenis serta sifatnya.para filsup Amerika. ide-ide dan konsep-konsep. Sedangkan menurut obyek formanya. Pierce (1839-1914) dan diikuti oleh William James dan John Dewey (1859-1952). dan Aksiologi) y Ontologi Ontologi adalah penjelasan tentang keberadaan atau eksistensi yang mempermasalahkan akar-akar (akar yang paling mendasar tentang apa yang disebut dengan ilmu pengetahuan itu). Dasar-dasar Ilmu (Ontologi. termasuk kebenarannya. Pembahasan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi yang sesungguhnya dari . Sebagai makhluk pencari kebenaran. ontologi dapat dikatakan sebagai metafisika umum. Epistemologi. D. bisa pula berupa hal-hal. pemikiran. Agama dengan kitab suci dan haditsnya dapat memberikan jawaban atas segala persoalan manusia. masalah-masalah.

penampakan atau penampilan eksistensi itu. logos artinya akal. dan bentuk-bentuk perubahan pengetahuan yang berasal dari konseptualisasi baru mengenai dunia. Jadi realitas yang sesungguhnya adalah lambang kebendaan dan segala sesuatu yang mengatasi alam kebendaan. ³logos´ artinya teori. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda dan tak dapat direduksikan kepada yang lainnya. peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan. y Aksiologi Aksiologi pada umumnya membahas tentang masalah nilai. Menurutnya. Kedua tipe fundamental dari substansi itu ialah material dan mental. yang berada di dunia idea. Axiology artinya teori nilai. b. menurutnya teori ontologi ada tiga yang paling terkenal. Materialisme Materialisme menolak hal-hal yang tidak kelihatan. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga. Istilah kata axiology berasal dari kata axios dan logos. Dengan demikian dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang beradanya tidak kelihatan secara fisis. hubungan antara pengetahuan dengan kebenaran. penyelidikan . Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide. y Epistemologi Epitemologi atau teori pengetahuan berasal dari bahasa Yunani ³episteme´ dan ³logos´. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. Dengan demikian epistemologi secara etimologis berarti teori pengetahuan. hubungan antara pengetahuan dengan keniscayaan. c. ³Episteme´ artinya pengetahuan (knowledge). yang ada sesungguhnya adalah keberadaan yang semata-mata bersifat material atau sama sekali tergantung pada material. Objek material epistemologi adalah pengetahuan sedangkan objek formalnya adalah hakikat pengetahuan. Persoalan-persoalan penting yang dikaji dalam epistemologi berkisar pada masalah : asal-usul pengetahuan. yaitu : a. Oleh sebab itu seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis. teori atau ilmu. Baginya. kemungkinan skeptisisme universal.

Kedua. keinginan rasio murni.mengenai kodrat. Jenis-jenis nilai menyangkut perbedaan pandangan antara nilai intrinsik. pengalaman sinoptik kesatuan kepribadian. nilai-nilai instrumental yang menjadi penyebab (baik barang-barang ekonomis atau peristiwa-peristiwa alamiah) mengenai nilai-nilai intrinsik. Ketiga. . kepentingan. Problem utama aksiologi ujar Runes berkaitan dengan empat faktor penting sebagai berikut : Pertama. studi mengenai nilai ini mengedepankan dalam pemikiran Plato mengenai idea tentang kebaikan. kodrat nilai berupa problem mengenai apakah nilai itu berasal dari keinginan. Keempat. berbagai pengalaman yang mendorong semangat hidup. ukuran untuk kebijaksanaan nilai itu sendiri. kriteria dan status metafisik dari nilai. Dalam pemikiran filsafat Yunani. pemahaman mengenai kualitas tersier. relasi benda-benda sebagai sarana untuk mencapai tujuan atau konsekuensi yang sungguh-sungguh dapat dijangkau. status metafisik nilai mempersoalkan tentang bagaimana hubungan antara nilai terhadap fakta-fakta yang diselidiki melalui ilmu-ilmu kealaman. kenyataan terhadap keharusan pengalaman manusia tentang nilai pada realitas kebebasan manusia. kesenangan. atau yang lebih dikenal dengan summum bonum (kebaikan tertinggi). preferensi. Kriteria nilai artinya ukuran bentuk menguji nilai yang dipengaruhi sekaligus oleh teori psikologi dan logika.

The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan). Komunikasi Sebagai Kegiatan Ilmiah Berdasarkan paradigma Lasswell maka komunikasi berarti proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada seorang komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek tertentu. Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell : 1. Adapun lingkup komunikasi dapat dibedakan berdasarkan konteksnya. Oleh Carl I. masyarakat dan pengetahuan kelembagaan.FILSAFAT ILMU KOMUNIKASI A. persamaan. Bidang komunikasi Sifat komunikasi . kelompok atau masyarakat. kelompok. Proses komunikasi menurut Harold Lasswell harus memenuhi unsur-unsur : 1. Sedangkan objek formalnya adalah situasi komunikasi yang mengarah pada perubahan sosial termasuk perubahan pikiran. The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan). juga untuk mengubah tingkah laku komunikan. sistematis. The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain). 2. 4. universal dan mempunyai metode tertentu. Hovland ditambahkan fungsi komunikasi selain untuk mencari kesamaan makna. 3. 5. yaitu : 1. Objek material komunikasi adalah perilaku manusia baik sebagai individu. 3. Komunikator Pesan Media Komunikan Efek Komunikasi sebagai suatu ilmu ditandai dengan ciri pada objek tertentu. sikap dan perilaku individu. Komunikasi sebagai kegiatan antar manusia mulai diperkenalkan oleh Aristoteles melalui retorika sebagai ilmu pertama mengenai pernyataan antar manusia. 2. Komunikasi berlangsung antara pemberi pesan (komunikator) dan penerima pesan (komunikan) agar mempunyai kesamaan makna. 2.

fungsinya. Sedangkan komunikator manusia akan mengomunikasikan hasil berpikirnya kepada orang lain dalam bentuk pesan. gangguan(noise) dan lain sebagainya. komunikan. sistematis. Pesan komunikasi mempunyai dua aspek. Pikiran Sebagai Isi Pesan Komunikasi Manusia adalah makhluk yang berpikir. . Mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman(versthelena) secara fundamental. Dalam suatu sistem komunikasi ada gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Dimensi fisik Dimensi sosial-psikologis Dimensi temporal (waktu) Hal lain dalam proses komunikasi yang perlu mendapat perhatian adalah unsur gangguan(noise). yaitu isi pesan dan lambing. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebutkan adanya lingkungan komunikasi. pesan. 5. Gangguan ini dapat berupa ganguan fisik (ada suara dari selain komunikator). tekniknya dan metodenya. metodologis. 7. Joseph A.3. 3. 6. analistis. Misalnya berkaitan dengan tempat. 2. Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi. kritis dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya. ada komunikator. sifatnya. Noise adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. 4. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi : 1. pikiran sebagai isi pesan tidak mungkin dikomunikasikan. sebab tanpa bahasa. psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala komunikator-komunikan) serta gangguan semantik (salah mengartikan makna). Pokok Pikiran Filsafat Komunikasi Filsafat sebagai cara berpikir yang radikal dan menyeluruh untuk mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. tujuannya. C. Tatanan komunikasi Tujuan komunikasi Fungsi komunikasi Teknik komunikasi Metode komunikasi B. media dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. waktu. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. tatanannya. Dalam pesan diperlukan bahasa.

berasal dari Plato. dan keadaan memadainya pengetahuan untuk pemahaman. prosesnya secara kronologis sebagai berikut : analysis. manusia berbeda dengan binatang yang ditandai dengan ciriciri pembeda sebagai berikut : a. estetika). dan secara vertical (metarasional). Ciri-ciri fisik. mengajukan pertanyaan untuk mengusahakan kejelasan. 3. Pesan komunikasi terdiri atas. Ciri-ciri sosial Ciri-ciri sebagai personal Berpikir adalah kemampuan manusia untuk mencari arti bagi realitas yang muncul dihadapan kesadarannya dalam pegalaman dan pengertian. Berpikir Kreatif (Creative Thinking) : Kesanggupan seseorang menciptakan suatu ide baru yang berfaedah. dan ³verstehen´ (mengerti secara mendalam). Fungsi berpikir adalah untuk mengetahui dan untuk mengerti atau memahami. Berpikir mengenai realitas sosial terdiri atas: Berpikir secara horizontal (sensitivo rasional). (implicit atau explicit). lambang adalah bahasa. Dari satu rumus umum dapat ditarik berbagai kesimpulan. isi pesan (content of the message). tetapi dengan pertimbangan factual) dan Subjective (sarat nilai). Berpikir induktif (induktif thinking). menarik suatu kesimpulan umum dari berbagai data atau kejadian yang ada disekitarnya. . meragukan. selection. Bahasa melekat pada pikiran oleh karena itu tidak dapat dilepaskan dari pikiran. Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan. c. cenderung untuk berlaku abadi. logika. Sistematika Berpikir Berpikir deduktif (deduktif thinking). Sebelum Komunikasi berlangsung terjadi proses internalisasi (Pembatinan). Objective descriptive (tanpa pertimbangan nilai.Sebagai makhluk yang berpikir. Perpaduan antara science and imagination. evaluation. Perenungan. b. synthesis. keruntutan. 1. Sedangkan dalam komunikasi istilah objective dan subjective. Pertimbangan Nilai Nilai adalah kekuatan central yang membimbing atau memandu perilaku seseorang. 2. Berpikir memecahkan masalah (problem solving thinking). Isi pesan adalah pikiran. Berpikir Filsafati (Philosophical Thinking). Intensitas Berpikir Fungsi berpikir meliputi : ³wissen´ (mengetahui). Dalam filsafat ada 3 nilai yang menjadi bahasan (etika. Aristoteles. dan lambang (symbol).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful