TEBU DAN SORGHUM MANIS SEBAGAI ALTERNATIF BIOETHANOL Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan

ataupun gas yang dihasilkan dari bahan -bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Ada tig a cara untuk pembuatan biofuel: pembakaran limbah organik kering (seperti buangan rumah tangga, limbah industri dan pertanian); fermentasi limbah basah (seperti kotoran hewan) tanpa oksigen untuk menghasilkan biogas (mengandung hingga 60 persen metana), atau fermentasi tebu atau jagung untuk menghasilkan alkohol dan ester; dan energi dari hutan (menghasilkan kayu dari tanaman yang cepat tumbuh sebagai bahan bakar). Merujuk pada berbagai literatur dan jurnal maupun karya -karya ilmiah, ethanol/bioethanol (alk ohol) dapat diproduksi dengan menggunakan bahan -baku tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat, yaitu melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air. Beberapa jenis tanaman yang banyak dijumpai sebagai bahan baku produksi etanol/b ioetanol antara lain; ubi jalar, ubi kayu, sorgum manis (cantel), jagung, molasse (tetes tebu - hasil samping produksi gula), dan aren (nira aren).

Namun demikian, Bank Dunia merekomendasikan sorgum manis (sorghum bicolor) sebagai bahan-baku produksi bioetanol dan tidak menyarankan penggunaan bahan baku yang saat ini merupakan konsumsi pangan dan pakan, sehingga dikemudian hari produksi bioetanol tidak menimbulkan konflik kepentingan yang mengganggu ketersediaan pangan dan pakan yang dapat memicu terja dinya krisis pangan (dan pakan) dunia.
Sorgum ( Sorghum bicolor L) termasuk jenis tanaman serealia yang memiliki keunggulan lebih toleran terhadap cekaman kekeringan dibanding jenis tanaman serealia lainnya jagung, gandum, dan padi karena sorgum dapat tum buh baik pada

liter Dengan asumsi produktivitas sorgum dalam menghasilkan bioetanol sebesar 2000 -3500 /ha/musim tanam atau 4000-7000 liter/ha/tahun (di Indonesia bisa t anam 2 musim).9 juta hektar. 31. periode pert umbuhan sorgum manis (3 -4 bulan) lebih pendek dibanding tebu (7 bulan) sehingga memungkinkan sorgum manis dapat dipanen dua kali dalam setahun . Kalimantan. Dari luasan tersebut. tidak cocok untuk dikonsumsi.5 juta ha berupa la han kering dengan topografi yang datar berombak (kemiringan lereng < 8 %) dan sesuai untuk dibangun perkebunan sorgum. Kelebihan lain dari tanaman sorgum adalah untuk varietas tertentu memiliki batang yang rasanya manis seperti batang tebu yang cocok untuk pakan ternak jenis ruminansia. dan burung peliharaan. maka untuk menghasilkan 60 juta kilo liter/tahun bioetanol akan diperlukan lahan seluas 15 juta hektar. Sulawesi Tenggara. 1995). baik pada wilayah beriklim basah (Sumatera.tinggi berkisar dari 1. mungkin kita dapat mengarahkan pengembangan sorgum manis di lahan seluas itu sejalan dan searah dengan pemanfaatan la han-lahan marginal. Belajar dari China. atau lahan non -produktif lainnya yang dijumpai sangat luas terdapat di negeri kita. ternak unggas. Sulawesi dan Papua) maupun wilayah beriklim kering (Nusa Tenggara. Karakteristik: batang mengandung cairan/ getah manis. biji sering rasanya pahit. sehingga tidak akan berkompetisi dengan tanaman lain. Oleh sebab itu sorgum sebagai tanaman pangan dipedesaan sangat memungkinkan untuk diintegrasikan dengan ternak ruminansia. Sementara itu. Pada umumnya petani secara turun temurun sudah mengenal daun tebu sebagai pakan ternak dan biji sorgu m selain untuk makanan selingan juga disukai burung termasuk ayam. Peluang sorgum manis dikembangkan pada lahan kering cukup luas. lahan tidur. tipe malai terbuka sampai agak kompak. Scientific classification Kingdom: Plantae (unranked): Angiosperms . Total lahan kering diperkirakan seluas 143. Industri bioetanol memerlukan lahan untuk perkebunan sorgum manis yang luas dan pertanaman harus dilakukan sepanjang tahun. dan sebaiknya tidak memanfaatkan lahan -lahan yang merupakan lahan pertanaman pangan. dan sebagian Sumatera dan Jawa).5 ± 3 m.curah hujan 600 mm/tahun (Sudaryono.

dadhok) adalah biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Ibu -ibu di pedesaan sering memakai dadhok itu sebagai bahan bakar untuk memasak. nira atau air perasan tebu tersebut disaring. bahan bakar ini juga cepat panas. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Tebu Daun tebu Klasifikasi ilmiah . Dalam konversi energi pabrik gula. Daun tebu yang kering (dalam bahasa Jawa. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. selain menghemat minyak tanah yang makin mahal. dimasak. batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Di Indonesia t ebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Untuk pembuatan gula.) Moench bicolor Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%. bicolor Binomial name Sorghum (L. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. dan diputihkan sehingga menjadi gula pas ir yang kita kenal. daun tebu dan juga ampas batang tebu digunakan untuk bahan bakar boiler.(unranked): Monocots (unranked): Commelinids Order: Family: Genus: Species: Poales Poaceae Sorghum S. Sesudah itu. yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik.

. dengan produksi 2.5 milyar liter. Sementara konsumsi premium saat ini sudah mencapai 17. Dari tambahan area seluas 600 ribu ha juga diperoleh tetes (molasse) sebagai hasil samping tebu sedikitnya 1. atau cukup untuk menghasilkan 500 juta liter etanol per tahun.3 juta ton. Ke depan konsumsi premium akan terus menggelembung. Bila etanol yang dihasilkan ini kemudian dicampur dengan premium menghasilkan gasohol E -10 (etanol 10%). maka itu hanya cukup untuk 5 milyar liter saja. Pada 2010 diperkirakan kebutuhan premium akan lebih dari 38 milyar liter.7 juta ton. Saccharum arundinaceum Saccharum bengalense Saccharum edule Saccharum officinarum Saccharum procerum Saccharum ravennae Saccharum robustum Saccharum sinense Saccharum spontaneum Pada saat ini luas area tebu di seluruh Indonesia hampir 400 ribu ha.Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Species Magnoliophyta Liliopsida Poales Poaceae Saccharum L.